0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
74 tayangan10 halaman

Struktur Modal Optimal Koperasi Kamola

1. Penelitian ini menjelaskan hubungan antara struktur modal optimal dengan manfaat bagi anggota Koperasi Karyawan dan Mantan Karyawan Kamola menggunakan pendekatan Pecking Order Theory. 2. Struktur modal optimal dicapai ketika rasio hutang terhadap ekuitas 79% dengan biaya modal terendah 2,3% per tahun. 3. Manfaat bagi anggota diukur dari besaran sisa hasil usaha yang dibagikan mencapai nilai tertinggi 0

Diunggah oleh

yuli yulianti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
74 tayangan10 halaman

Struktur Modal Optimal Koperasi Kamola

1. Penelitian ini menjelaskan hubungan antara struktur modal optimal dengan manfaat bagi anggota Koperasi Karyawan dan Mantan Karyawan Kamola menggunakan pendekatan Pecking Order Theory. 2. Struktur modal optimal dicapai ketika rasio hutang terhadap ekuitas 79% dengan biaya modal terendah 2,3% per tahun. 3. Manfaat bagi anggota diukur dari besaran sisa hasil usaha yang dibagikan mencapai nilai tertinggi 0

Diunggah oleh

yuli yulianti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Endang W, Imam M, Deskripsi Struktur Modal …| 734

DESKRIPSI STRUKTUR MODAL OPTIMAL KETERKAITANNYA DENGAN MANFAAT


EKONOMI TIDAK LANGSUNG BAGI ANGGOTA KOPERASI BERBASIS PECKING ORDER
THEORI
(Studi Kasus Pada Koperasi Karyawan dan Mantan Karyawan Kamola, Majalaya, Kabupaten
Bandung, Jawa Barat)

1
Endang Wahyuningsih, 2Iman Muhamad Basri
1
Universitas Koperasi Indonesia, en_wahyuningsih@[Link]
2
Universitas Koperasi Indonesia, Imanmuhamadbasri22@[Link]

Abstrak
Penelitian ini ditujukan untuk menjelaskan keterkaitan antara struktur modal yang optimal dengan manfaat
bagi anggota dengan pendekatan Pecking Order Theory. Struktur modal yanag optimal diterjemahkan sebagai kondisi
perbandingan modal sendiri dan modal yang berasal dari hutang yang menghasilkan biaya modal paling rendah.
Penelitian ini dilakukan dengan objek Koperasi Karyawan dan Mantan Karyawan (KKMK)Kamola,Majalaya,
Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Besaran perbandingan antara modal sendiri dan modal asing/hutang dihitung dengan
dengan rasio Debt To Equity Ratio selama lima tahun terakhir dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2021 adalah
berturut turut sebesar : 53%,73%,75%,68% dan 79%. Sedangkan biaya modal yang ditanggung selama lima tahun
berturut turut selama 2017 sampai dengan 2021 adalah sebesar: 3.4% ;3.1% ;4.6%; 3.3%; dan 2.3%. Dapat dikatakan
bahwa struktur modal optimal dicapai ketika perbandingan antara modal sendiri dan modal hutang sebesar 79%, yang
mana perusahaan koperasi menanggung biaya modal terkecil yaitu sebesar 2.3% per tahun. Manfaat bagi anggota yang
diukur dengan besaran sisa hasil usaha bagian anggota yang dibagikan selama lima tahun terakhir berturut turut sebesar
: 0,044%, 0,049%, 0,051%, 0,045%, 0,038%. Manfaat ekonomi atas SHU bagian anggota dicapai dengan nilai tertinggi
sebesar 0.051% terjadi pada tahun 2018 dimana biaya modalnya bukan pada posisi terendah/terkecil. Hal ini dapat
dijelaskan bahwa biaya modal hanyalah salah satu komponen biaya yang harus ditanggung oleh perusahaan koperasi
yang bukan merupakan komponen biaya terbesar. Biaya terbesar yang harus ditanggung oleh perusahaan koperasi
adalah biaya operasional yang biasanya akan berdampak secara langsung pada peroelhan sisa hasil usaha bersih dan
selanjutnya pada besaran sisa hasil usaha yang dialokasikan untuk dibagai kepada anggota.

Kata Kunci : Struktur Modal, Pecking Order Theory, Manfaat Bagi Anggota

ABSTRACT
This research is aimed to explain the connection between optimum capital structure with its benefit to
members with Pecking Order Theory approach. An optimum capital structure interpreted as a comparison condition of
owned capital and loan sourced capital with lowest capital cost. This research is done using Employee and Former
Employee Cooperative (KKMK) Kamola, Majalaya, Bandung Regency, Jawa Barat, as an object. The ratio between
owned capital and loan sourced capital which was calculated with debt-to-equity ratio for the last 5 (five) years from
2017 to 2021 sequentially are: 53%, 73%, 75%, 68%, and 79%. Meanwhile, the borne capital cost for the last 5 (five)
years from 2017 to 2021 sequentially are: 3.4%, 3.1%, 4.6%, 3.3%, and 2.3%. Therefore, the optimum capital structure
is reached when the ratio between owned capital and loan sourced capital is 79%, which the cooperative covers the
lowest capital cost of 2.3% a year. The benefit for members that is measured by the amount of member’s share of
residual income which was shared for the last 5 (five) years sequentially are: 0.044%, 0.049%, 0.052%, 0.045%, and
0.038%. Economic benefit upon member’s share of residual income reached its highest value of 0.051% in 2018 where
the capital cost is not at its lowest. This explains that capital cost is only one component of cost that should be covered
by a cooperative which is not the biggest one yet. The biggest cost that cooperative shall cover is operational cost
which usually will affect directly to net income and residual income that will be allocated to the members.

Keywords: Capital structure, Pecking Order Theory, benefit for members.

PENDAHULUAN internal dan modal eksternal. Modal internal


Untuk menjalankan aktivitas berupa modal yang berasal dari hasil kegiatan
usahanya, koperasi tentunya memerlukan operasional usaha koperasi yaitu Sisa hasil
sejumlah modal yang dapat diperoleh dari usaha yang dialokasikan dalam bentuk
berbagai sumber yang berasal dari modal cadangan. Sedangkan modal eksternal berasal
sendiri maupun asing atau hutang. Modal dari pemilik koperasi yaitu anggota sebagai
sendiri koperasi dapat berasal dari modal pemilik berupa simpanan pokok dan
735 | Co-Management Vol. 4, No 3, Juni 2022
simpanan wajib. Modal asing atau sering penting untuk dikaji, karena Koperasi KKMK
disebut dengan hutang dapat diperoleh dari Kamola bertujuan untuk meningkatkan
berbagai sumber anatar lain hutang Bank kesejahteraan anggota. Keputusan pendanaan
maupun hutang dari lembaga Pemerintah ini penting karena besaran biaya modal akan
yang dikelola oleh Badan layanan Umum berdampak pada besaran sisa hasil usaha
(BLU) yang sebagian akan dikembalikan atau
Sebagai koperasi yang berorientasi dibagikan kepada anggota sehingga dapat
pada kemanfaatan sebesar-besarnya bagi meningkatkan kesejahteraan/kemakmuran
kesejahteraan anggotanya maka dalam bagi anggotanya. Besaran SHU bersih
pengelolaan usaha, KKMK Kamola membuka yang sebagian akan dialokasikan kepada
beberapa unit usaha untuk memenuhi anggotaya merupakan hasil kerja atau kinerja
kebutuhan ekonomi anggotanya. Unit usaha koperasi dalam mengelola usahanya dalam
yang disediakan untuk itu adalah unit usaha mendapatkan keuntungan dengan
simpan pinjam dan unit usaha perniagaan/ menggunakan seluruh modal yang sudah
perdagangan yang disediakan untuk ditarik dari berbagai sumber. Beberapa ukuran
memenuhi berbagai kebutuhan konsumsi rasio yang dapat menunjukan seberapa besar
rumah tangga anaggota berupa berbagai kinerja yang dicapai oleh koperasi adalah
barang kebutuhan pokok dan barang-barang dengan menggunakan rasio aktivitas dan rasio
konsumsi kebutuhan rumah tangga lainnya. profitabilitas. Sedangkan untuk mengukur
Dalam penelitian ini unit analisis hanya pada seberap besar koperasi meberikan manfaat
unit usaha perniagaan/perdagangan karena bagi anggota secara tidak langsung adalah
hanya unit ini yang merupakan unit usaha menggunakan rasio retur to equity atau rasio
yang bergerak di sektor riel. Unit usaha rentabilitas modal sendiri.
simpan pinjam tidak diteliti karena
merupakan unit usaha yang bergerak di sektor Tabel 1 Perkembangan Sisa Hasil Usaha (SHU) Dan
keuangan. Return On Equity (ROE) Koperasi Konsumen
Mantan karyawan Kamola Majalaya
SHU Bagian Anggota TOTAL
Modal Sendiri
Tabel 1. Perkembangan Struktur Modal Koperasi Tahun
(Rp)
Atas Modal SHU
(Rp) (Rp)
Konsumen Mantan Karyawan Kamola Majalaya
Total Modal 2017 [Link] 123.141.683 219.236.139
Total Kewajiban N/T N/T DER
Tahun Sendiri
(Rp) (%) (%) (%) 2018 [Link] 158.013.424 288.494.810
(Rp)
2017 [Link] [Link] 52% 2019 [Link] 203.281.495 363.941.595
2018 [Link] 0,39 [Link] 0,14 73%
2019 [Link] 0,21 [Link] 0,19 75% 2020 [Link] 209.964.957 94.676.810
2020 [Link] 0,06 [Link] 0,15 68%
2021 [Link] 0,10 [Link] -0,04 79% 2021 [Link] 168.423.297 63.950.082

Menurut salah satu teori struktur Dari tabel tersebut menunjukkan


modal, yaitu pendekatan Pecking Order bahwa bagian laba atau SHU yang diterima
Theory ,menyatakan bahwa penarikan sumber anggota sangatlah kecil jika dibandingkan
dana internal lebih diutamakan daripada dengan jumlah modal sendiri,yaitu pada tahun
penarikan modal yang berasal dari eksternal. 2017 sampai dengan tahun 2021 itu sebesar
Dana internal yang dimaksud adalah sumber 0,044%, 0,049%, 0,051%, 0,045%, 0,038%.
dana yang berasal dari hasil operasional usaha Dengan rata-rata ROE yang ada pada KKMK
atau hasil penyisihan [Link], jika dana Kamola Majalaya yang hanya sebesar 0.045%
perusahaan dari penyisihan laba masih belum hal ini sangatlah jauh lebih rendah dari nilai
dapat mencukupi kebutuhan akan modal , yang pendapatan yang akan diperoleh
maka pihak perusahaan dapat menarik sumber investor/ pemilik dana jika meyimpan
permodalan utang luar perusahaan sebelum uangnya di Bank yang diperkirakan akan
memutuskan untuk penerbitan saham baru. memperoleh rat-rata sebesar 2% sampai
Menurut Pecking Order Theory, dengan 3% per tahun
koperasi lebih baik memilih untuk sumber Dengan fenomena yang terjadi pada
permodalan dengan biaya dan risiko KKMK Kamola Majalaya ini, maka peneliti
terendah. Kebijakan pendanaan koperasi memandang bahwa perlu dilakukannya
Kamola KKMK merupakan hal yang sangat penelitian lebih mendalam mengenai Struktur
Rima Elya Dasuki, Pendekatan Sustainable Growth …| 736

Modal dengan menggunakan pendekatan menanggung resiko bersama pula . Di sisi lain
pecking order theory untuk mengukur sejauh , nilai-nilai koperasi merupakan standar etika
mana koperasi dapat menggunakan modal dan moral yang harus menjadi landasan
guna memperoleh SHU yang mampu ideologi koperasi dalam mencapai tujuannya.
meningkatkan kesejateraan bagi anggotanya. Menurut International Cooperative Alliance
Untuk itu peneliti merumuskan masalah (ICA) tahun 1995 pada Hendar Kusnadi
dengan judul deskripsi struktur modal optimal (2005:10) “Nilai-nilai koperasi dapat dilihat
keterkaitannya dengan manfaat ekonomi tidak sebagai nilai-nilai inti dan nilai-nilai etika.
langsung bagi anggota koperasi berbasis pecking Nilai-nilai inti meliputi menolong diri sendiri,
order theori. tanggung jawab diri, demokrasi, kesetaraan,
Berdasarkan latar belakang masalah keadilan dan solidaritas Nilai-nilai etika
tersebut, masalah yang akan diteliti dapat meliputi kejujuran, keterbukaan, tanggung
diidentifikasi sebagai berikut : jawab sosial dan kepedulian terhadap orang
1. Bagaimana struktur modal yang optimal lain.
berbasis Pecking Order TheoStrry pada Adapun menurut Undang-Undang No.
koperasi KKMK Kamola Majalaya 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian Bab III
2. Bagaimana manfaat ekonomi yang diterima pasal 5 ayat (1) dan (2) menyatakan bahwa
anggota pada koperasi KKMK Kamola koperasi menjalankan prinsip koperasi :
Majalaya Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka,
3. Bagaimana keterkaitan Struktur modal Pengelolaan Dilakukan Secara Demokratis,
optimal dengan manfaat ekonomi bagi Pembagian SHU (sisa hasil usaha) secara
anggota pada koperasi KKMK Kamola proporsional dengan jasa masing-masing
Majalaya anggota, pemberian balas jasa terbatas untuk
modal, dan kemandirian.
KAJIAN TEORI
Perkoperasian Manajemen keuangan
Sebagai sebuah badan usaha, koperasi Dalam menjalankan suatu usaha,
memiliki jatidiri/identitas yang membedakan permodalan merupakan hal yang sangat
dirinya dengan badan usaha lainnya. Jatidiri penting karena dengan permodalan yang
koperasi ini dinyatakan dalam undang-undang optimal maka usaha tersebut akan dapat
Republik Indonesia nomor duapuluhlima mendanai kegiatan usaha sesuai dengan
tahun 1992 tentang perkoperasian yang terdiri kebutuhannya. Dalam mencari sumber-
dari definisi, nilai-nilai dan prinsip-prinsip sumber dana, manajer keuangan diharapkan
koperasi. Secara definisi koperasi merupakan untuk dapat memperoleh dana, dan
badan usaha yang beranggotakan orang- menyalurkan serta mengelola dana dengan
seorang atau badan hukum koperasi, dengan efketif.
demikian koperasi harus bekerja secara Menurut Sutrisno (2017:3) dapat
profesional sebagaiman badan usaha yang dimaknakan bahwa Manajemen keuangan,
dimiliki oleh orang-orang atau badan hukum yang dikenal dengan pembelanjaan, dapat
yang lain pula. Untuk itu koperasi juga harus dijelaskan sebagai setiap kegiatan yang
memberikan tingkat pengembalian (return) melibatkan upaya untuk mendapatkan
yang memuaskan bagi para pemiliknya, sumber-sumber dana/keuangan dengan biaya
sebagaiman para investor pada badan hukum yang wajar/efisien dan upaya untuk
yang lain. menggunakan dan mengalokasikan aset
Prof. [Link] dalam tersebut secara efektif
Hendrojogi (1997:22) mendefinisikan
koperasi sebagai kumpulan dari orang-orang Struktur modal
yang memiliki tujuan ekonomi yang sama Koperasi sebagai badan usaha dan
dan bergabung tanpa adanya paksaan atau entitas perusahaan lain baik perorangan
bersifat sukarela dengan tanpa memandang maupun PT memiliki tujuan yang dapat
agama, suku dari setiap anggota dan usaha ini dikatakan hampir sama yaitu untuk
dikelola secara bersama-sama juga mendapatkan keuntungan. Pada koperasi cara
737 | Co-Management Vol. 4, No 3, Juni 2022
memperoleh penggunaan keuntungan diatur pendanaan internal dan eksternal,yang
dan diarahkan untuk meningkatkan berupa penerbitan saham baru atau kalau
kesejahteraan dan memberikan manfaat yang di koperasi denga menambah anggota
sebesar-besarnya bagi [Link] baru.
demikian dalam pengelolaan modal pun tidak Asumsi yang harus dipenuhi dalam
ada perbedaan yang mendasar antara koperasi penggunaa teori ini antara lain adalah
dengan bentuk badan huku dari badan usaha a. Sumber Permodalan/ pendanaan
lainnya. Struktur permodalan merupakan internal, yaitu modal yang berasal dari
permasalahan yang cukup penting bagi laba operasional, jumlahnya cukup
perusahaan karena untuk menjalankan memadai dan merupakan pilihan yang
kegiatan usahanya harus mampu rasional bagi manajemen perusahaan.
menyediakan modal yang paling ekonomis b. Penundaan pembayaran laba bagian
dan mampu menggunakanya seefektif pemilik dapat ditunda, guna
mungkin. Menurut Sudana (2015:164) mengendalikan fluktuasi pembayaran,
"Struktur modal adalah pembelanjaan untuk manajemen perusahaan dapat
jangka panjang yang diukur dengan mengubah rasio pembayaran
membandingkan antara jumlah hutang jangka dividen/laba bagian pemilik.
panjang dengan jumlah modal sendiri. c. Karena kebijakan pembagian
1. Pecking order theory laba/dividen yang tidak dpat
Pecking order theory disebut juga dipastikan , antara fluktuasi
sebagai teori urutan hierarki permodalan. perolehan laba yang tidak dapat
Pecking order theory menjelaskan diprediksi dengan pasti, dan peluang
tentang urutan sumber permodalan mana penamanam modal/investasi,
yang menjadi prioritas yang dapat dipilih Korporasi dapat mengurangi
oelh perusahaan. pengeluaran kas atau menjual
Pada teori ini prioritas pemilihan beberapa aset untuk memenuhi
sumber modal diurutkan mulai dari kebutuhan permodalan.
sumber dana internal, jika tidak d. Jika kebijakan pendanaan dari luar
mencukupi akan ditambah dengan sumber (modal asing) diperlukan, perusahaan
sumber modal asing/hutang, dan terakhir dapat menerbitkan surat
jika masih belum juga mencukupi maka utang/obligasi, dan yang terakhir, jika
akan dipilih menambah dengan sumber modal yang dibutuhkan masih belum
eksternal. Pada perusahaan dengan badan mencukupi, dapat dipilih alaternatif
hukum PT, maka urutan pemilihan melakukan penambahan saham.
sumber dana adalah diawali dengan Saham/tanda kepemilikan sering
memilih laba ditahan karena sumber dianggap sebagai kebijakan yang
modal internal dapat dikatakan tidak paling "aman" untuk diterbitkan,
berbiaya (zero cost) , jika jumlah laba dalam pengertian tidak mengenal
ditahan belum mencukupi kebutuhan dana waktu jatuh tempo untuk pelunasan .
untuk investasi maka akan Permodalan dari sumber internal
memprioritaskan untuk mengakses menawarkan kemudahan dan manfaat
sumber modal asing/hutang. Pemilihan yang tinggi karena tidak membutuhkan
hutang ini dengan pertimbangan memiliki biaya penerbitan dan tidak membutuhkan
jangka waktu pengembalian dan tingkat penyajian informasi keuangan dan aset
biaya (bunga) yang lebih pasti dengan kepada pihak luar , seperti peluang
melakukan penerbitan utang baru atau investasi potensial dan pengembalian
mengakses hutang lembaga keuangan. investasi yang diharapkan.
Jika masih tetap dirasa kurang maka 2. Cost of capital (Biaya Perolehan Modal)
pilihan yang terakhirnya adalah dengan Mulyadi menjelaskan tentang
penerbitan ekuitas baru. Pada pendekatan pengertian biaya , 2008 adalah
ini, terdapat dua jenis sumber permodalan pengorbanan atas sumber-sumber
yang dapat dipilih , yaitu sumber ekonomi yang dapat diukur dengan
Rima Elya Dasuki, Pendekatan Sustainable Growth …| 738

satuan uang yang telah terjadi atau yang anggota koperasi, sebagai bentuk
mungkin akan terjadi di masa mendatang penghargaan atas keterlibatannya/
untuk mencapai target tertentu. partisipasi dalam permodalan yang
Konsep biaya modal diartikan sebagai merupakan hak yang akan diterima oleh
seberapa besar biaya yang nyata yang anggota sebagai bentuk manfaat tidak
harus dibayarkan oleh perusahaan agar langsungatas kepemilikannya dalam
dapat menggunakan modal dari sebuah koperasi. Dilihat dari cara perhitungan
sumber modal . Untuk memenuhi atau rumus maka dapat disederhanakan
kebutuhan aktivitas operasionalnya bahwa Return On Equity adalah Laba
terkadang perusahaan terpaksa yang tersedia untuk pemilik dibanding
menggunakan modal dari sumber luar atau dengan besaran Modal Sendiri dan
pinjaman, dalam menggunakan dinyatakan dalam satuan persentase. Laba
hutang/pinjaman perusahaan harus yang tersedia untuk pemilik ini diambil
membayar biaya riil yang merupakan dari alokasi dari laba bersih setelah pajak.
harga dari kredit yang ditarik (cost of Dengan demikian secara tidak langsung
debt). Demikian pula jika perusahaan ROE juga dipengaruhi besar laba total
mengambil modal yang bersumber dari perusahaan yang mana laba total ini juga
internal dari cadangan/ laba ditahan, maka dipengaruhi besaran pendapatan dan
konsekuensinya perusahaan harus beban serta tinggi rendahnya frekuensi
menanggung beban yaitu rate/tingkat altivitas usaha perusahaan. Terdapat
pengembalian yang diharapkan akan beberapa rasio keuangan yang dapat
diterima oleh pemilik modal/investor. menejlaskan tentang besran pendapatn
Menurut Suad Husnan dan Enny dan beban serta tinggi rendahnya aktivitas
Pudjiastuti. (2012: 314) Biaya penarikan usaha, yang akan ikut menentukan
modal dari masing-masing sumber modal besaran ROE (return on equity ), yaitu:
terdapat dua jenis, yaitu biaya modal a. Net Profit Margin
sendiri (Cost of Equity) dan biaya hutang Rasio ini diperlukan dalam
(Cost of Debt). penilaian kinerja operasional karena
3. Return On Equity (Rentabilitas Modal mencerminkan strategi penetapan
Sendiri) harga dan volume penjualan dan
Secara umum laba yang diperoleh kemampuannya dalam mengendalikan
merupakan hasil kerja yang dicapai beban operasional.
manajemen yang akan berdampak pada Adapun rumus untuk mencari Net
meningkatnya harta kekayaan pemilik, Profit Margin adalah sebagai berikut :
dalam hal ini para pemegang saham atau Laba Usaha
Net Profit Margin= x100%
anggota pada koperasi sebagai pemilik. Pendapatan
Kemampuan manajemen perusahaan b. Current Rasio
dalam menghasilkan laba/keuntungan Current Ratio merupakan ukuran
tidak terlepas dari seberapa tingkat yang menunjukkan kemampuan
efisiensi dan efektivitas manajemen perusahaan melunasi utang jangka
perusahaan dalam memanfaatkan pendek nya pada saat jatuh tempo atau
modalnya. Jadi rentabilitas modal sendiri untuk memenuhi kewajiban jangka
merupakan alat yang dapat digunakan pendek (Fahmi, 2011:121).
untuk mengukur seberapa besar pemilik Adapun rumus untuk menngetahui
modal memperoleh pengembalian atas Current Ratio adalah sebagai berikut :
Aktiva Lancar
modal yang sudah ditanam dalam Current Ratio= x100%
perusahaan. Semakin tinggi rentabilitas Utang Jangka Pendek
modal sendiri semakin meningkat harta c. Aset Turnover(Perputaran Aset )
kekayaan pemilik modal. Asset Turn-over atau
Besaran Rentabilitas modal sendiri perputaran aset adalah perbandingan
pada koperasi menunjukkan seberapa penjualan dengan total aset yang
besar Sisa Hasil Usaha yang diterima diukur dengan satuan frekuensi (kali)
yang dapat digunakan untuk menilai
739 | Co-Management Vol. 4, No 3, Juni 2022
efektivitas penggunaan aset dalam Cost of Capital berada pada tahun
menghasilkan penjualan/pendapatan. kapan terjadi , seperti :
Semakin tinggi frekuensi yang dicapai 1) Menghitung Cost of Capital pada
menunjukkan semakin efektif modal cadangan
penggunaan aset dsan semakin besar 2) Menghitung Cost of Capital pada
potensi menghasilkan laba. simpanan pokok serta simpanan
Adapun cara untuk menghitung atau wajib
rumus untuk mengetahui Asset Turn 3) Menghitung Cost of Capital pada
Over/Perputaran aset adalah : modal pinjaman/asing berupa
Penjualan utang
Aset Turn Over = x100%
Total Aktiva 2. Untuk menjawab identifikasi masalah
yang ke dua yaitu faktor apa saja yang
METODE mempengaruhi besaran return on equity
Metode penelitian yang digunakan (Rentabilitas Modal Sendiri) yang ada
dalam penelitian ini adalah studi kasus, yaitu pada Koperasi Konsumen Mantan
dengan mengamati secara langsung objek Karyawan (KKMK) Kamola Majalaya
penelitian terhadap variabel-variabel yang yaitu akan dilakukan analisis rasio
sesuai dengan apa yang telah dijelaskan pada aktivitas dan profitabilitas pada koperasi
pendekatan masalah. meliputi Net Profit Margin, Current
Rasio, dan Aset Turn over Rasio.
Rancangan Analisis Data a. Net Profit Margin akan dicari
1. Untuk mengetahui jawaban jawab menggunkan rumus :
identifikasi masalah ke satu , yaitu Net Profit Margin=
SHU 𝑠𝑏𝑙𝑚 𝑏𝑢𝑛𝑔𝑎 &𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘
x100%
Pendapatan
bagaimana struktur permodalan yang
optimal pada KKMK (Koperasi b. Current Rasio akan di cari dengan
Konsumen Mantan Karyawan) Kamola menggunakan rumus :
Aktiva Lancar
Majalaya berbasis pecking order theory , Current Rasio= x100%
Hutang Jk Pendek
dengan melihat besaran proporsi c. Aset Turn over Rasio akan dicari
permodalan koperasi berasal dari modal menggunakan rumus :
sendiri dan berapa berasal dari modal Penjualan Bersih
hutang (pinjaman) yang diukur dengan 𝐴set Turn Over = x100%
Total aktiva
DER (Debt to Equity Ratio). Berikutnya 3. Untuk mengetahui jawaban mengenai
akan mencari tingkat biaya atau risiko bagaimana hubungan antara struktur
pendanaan terrendah dengan modal (DER) dengan return on equity
menggunakan konsep cost of capital (ROE) pada Koperasi Konsumen Mantan
(biaya modal) yang menjadi beban untuk Karyawan (KKMK) Kamola Majalaya
mendapatkan pilihan sumber pendanaan. akan dijelaskan dengan analisis deskriptif.
a. Mencari besaran proporsi sumber Metode Deskriptif ini merupakan suatu
permodalan pada KKMK Kamola analisis dengan cara mendeskripsikan dari
Majalaya dengan menggunakan DER, hasil pengolahan data pada masalah yang
dimana rumus nya adalah : pertama dan kedua

Debt to Equity HASIL DAN PEMBAHASAN


Total Kewajiban
(DER)= x100%
Total Modal Sendiri Bagaimana struktur permodalan yang
optimal pada KKMK Kamola Majalaya
b. Menghitung biaya modal (Cost of
Berdasarkan pendekatan Pecking Order
Capital) dari setiap pilihan sumber
Theory
modal pada KKMK Kamola Majalaya
Struktur permodalan yang dimiliki
dan nantinya akan ditemukan biaya
KKMK Kamola Majalaya dapat dilihat dari
modal yang paling rendah
perkembangan jumlah modal sendiri serta
menggunanakan Weighted Average
perkembangan modal pinjaman yang ada.
Ditunjukkan oleh tabel berikut :
Rima Elya Dasuki, Pendekatan Sustainable Growth …| 740

Tabel 3. Perkembangan Modal sendiri KKMK memberikan tingkat pengembalian/ return


Kamola Majalaya Tahun 2017-2021 yang lebih menggembirakan bagi anggota
Tahun 2017 Tahun 2018 Tahun 2019 Tahun 2020 Tahun 2021
Keterangan
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp)
Simpanan
Pokok
74.800.000 85.000.000 141.281.000 162.781.000 164.018.000
yang merupakan manfaat ekonomi tidak
Simpanan
Wajib
[Link]
[Link]
[Link] [Link] [Link] langsung dalam bentuk SHU (Sisa Hasil
Donasi
Dana
10.000.000
366.609.810
22.000.000
347.695.231
19.100.760
452.398.487
19.100.760
504.218.861
19.100.760
368.415.327
Usaha ) bagian anggota .
Cadangan
Shu
berjalan
Tahun
205.236.139 274.494.810 338.802.491 349.941.595 168.423.297 Untuk dapat mengetahui
Jumlah [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
seberapa besar koperasi didanai oleh modal
Sumber : Laporan RAT KKMK Kamola Majalaya Tahun
2017-2021 sendiri dan modal asing/hutang dapat diukur
dengan menggunakan Debt to Equity Rasio
Dari tabel tersebut dapat kita lihat (DER). Rasio utang terhadap ekuitas, atau
bahwa perkembangan modal sendiri yang ada DER, adalah matrik yang digunakan untuk
pada KKMK Kamola Majalaya semakin menilai seberapa banyak hutang yang dimiliki
meningkat dari tahun ketahun. Dengan hal ini koperasi dalam kaitannya dengan pemenuhan
dapat disimpulkan bahwa anggota sangat kebutuhan modal yang dibutuhkan . Jika
berpartisipasi aktif dalam penyetoran modal. modal sendiri lebih besar dibanding dengan
Karena dengan semakin meningkatnya modal modal asing/hutang maka koperasi merujuk
yang dimiliki oleh koperasi dapat diartikan pada kebijakan pendanaan Pecking Order
bahwa anggota sangat sadar dalam memenuhi Theory.
kewajibannya sebagai pemilik koperasi untuk Untuk memahami bagaimana struktur
bisa memupuk modal yang nantinya akan permodalan pada KKMK Kamola Majalaya
digunakan untuk sumber pendanaan dalam digunakan rasio Debt to Equity Ratio (DER)
menjalankan kegiatan usahanya. sebagai pengukur yang hasilnya dapat
Sedangkan untuk modal pinjaman diperoleh dari membandingan antara total
yang aa pada KKMK Kamola Majalaya dapat hutang dengan total ekuitas yang dimiliki
dilihat pada tabel berikut : pada KKMK Kamola Majalaya,dan hasil
perhitungannya disajikan pada tabel di bawah
Tabel 4. Perkembangan Modal Pinjaman pada ini:
KKMK Kamola Majalaya
Tahun 2017 Tahun 2018 Tahun 2019 Tahun 2020 Tahun 2021
Keterangan
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp) Tabel 5. Perkembangan Struktur Modal KKMK
Utang jangka
pendek (Rp)
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link] Kamola Majalaya Tahun 2017-2021
Total Modal
Utang Jangka
168.057.000 589.823.750 389.699.729 252.895.000 307.425.000 Total Kewajiban perubahan perubahan DER
Panjang (Rp) Tahun Sendiri
(Rp) (%) (%) (%)
Jumlah [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] (Rp)
2017 [Link] - [Link] - 52%
Sumber : Laporan Keuangan KKMK Kamola Majalaya 2018 [Link] 0,39 [Link] 0,14 73%
Tahun 2017-2021 2019 [Link] 0,21 [Link] 0,19 75%
2020 [Link] 0,06 [Link] 0,15 68%
2021 [Link] 0,10 [Link] -0,04 79%

Dari tabel diatas dilihat Sumber : Laporan RAT KKMK Kamola Majalaya Tahun
2017-2021 (Data diolah)
perkembangan jumlah hutang KKMK
Kamola Majalaya yang ditarik sebagai
Berdasarkan tabel di atas , dapat
sumber modal eksternal menunjukkan
diketahui bahwa sebagian besar modal
peningkatan selama tahun pengamatan , hal
koperasi Didanai oleh modal luar/hutang.
ini berdampak pada besarnya beban yang
1. Pada tahun 2017, besarnya DER adalah
harus ditanggung oleh koperasi. Walaupun
52%. Artinya KKMK Kamola Majalaya
penarikan hutang yang semakin besar dari
didanai oleh hutang sebesar 52% dan 48
setiap tahunnya hal tersebut masih dapat
% oleh modal sendiri.
dikatakan rendah jika dibanding dengan
2. Pada 2018, tingkat rasio hutang (DER)
peningkatan modal sendiri yang dapat dilihat
meningkat menjadi 73%. Artinya
pada tabel diatas.
koperasi didanai oleh hutang 73% dan
Penarikan sumber modal internal
sebesar 27 % didanai dengan modal
yang jumlahnya lebih banyak dibanding
sendiri.
dengan sumber modal eksternal, hal ini
3. Pada 2019, tingkat rasio hutang (DER)
dapat membantu koperasi dalam menurunkan
meningkat menjadi 75%. Artinya
tingkat risiko penarikan modal asing/hutang.
koperasi didanai oleh hutang sebesar 75%
Hal ini dilakukan dengan harapan dapat
dan 25 % didanai dengan modal sendiri.
741 | Co-Management Vol. 4, No 3, Juni 2022
4. Pada 2020, tingkat rasio hutang (DER) Hutang 6,50% 8,4% 0,5%
Dana Cadangan 10,65% 0% 0%
turun menjadi 68 %. Artinya koperasi 2021 Simpanan Pokok 3,44%
2,31% 1,9%
didanai oleh hutang sebesar 68% dan 32 Simpanan Wajib 79,41%
% didanai dengan modal sendiri. Total 100% 2,5%
Sumber : Laporan RAT KKMK Kamola Majalaya Tahun
5. Pada 2021, tingkat rasio hutang (DER) 2017-2021 (Data diolah)
meningkat menjadi 79%. Artinya
koperasi didanai oleh hutang sebesar 79% Berdasarkan pendekatan pecking
dan 21 % didanai dengan modal sendiri. order theory bahwa jika jumlahnya memadai
Berdasarkan hasil pengamatan data maka koperasi akan lebih mengutamakan
diatas ,dapat ditarik kesimpulan bahwa pendanaan internal perusahaan berupa dana
dinamika struktur permodalan koperasi cadangan (alokasi SHU) yang berbiaya modal
menunjukkan lebih besar menarik modal paling murah dibanding modal asing/hutang
luar/hutang dibanding dengan penarikan maupun modal sendiri lainnya. Dengan
modal sendiri. Menurut teori pecking order, demikian struktur permodalan yang optimal
yang menyarankan agar perusahaan lebih berbasis pendekatan pecking order theory
memilih menarik sumber modal internal yang pada koperasi terjadi pada 2021 yang mana
merupakan sumber dana milik sendiri. Namun komposisi dana cadangan (yang memiliki
karena jumlah sumber internal jumlahnya biaya modal yang paling murah dan modal
tidak mencukupi kebutuhan modal yang sendiri lainnya berupa simpanan pokok serta
diperlukan maka menurut pecking order simpanan wajib yang menghasilkan biaya
theory, koperasi harus mampu menemukan modal senilai 2,31 %.
sumber modal dengan beban yang paling Maka dapat ditarik kesimpulan
murah. struktur permodalan yang optimal dengan
Jika diketahui bagaimana komposisi pendekatan konsep pecking order theory
permodalan sendiri (cadangan dan modal terdiri dari dana cadangan koperasi, jika tidak
sendiri lainnya ) yang ada padakoperasi , dapat mencukupi kebutuhan akan ditarik dana
maka dapat dihitung cost of capital yang dari luar berupa hutang. Selanjutnya jika dana
menjadi beban koperasi. Berikut merupakan hutang/pinjaman juga belum mencupi juga
perhitungan cost of capital pada KKMK akan ditarik dari modal sendiri berupa
Kamola Majalaya : simpanan pokok dari anggota baru dan
simpanan wajib. Untuk simpanan wajib dapat
Tabel 6. Perhitungan Cost of Capital Serta
Weighted Average Cost of Capital pada KKMK memilih alternatif menaikkan dana simpanan
Kamola Majalaya Tahun 2017-2021 wajib bagi seluruh anggota atau hanya untuk
Komponen Struktur Komposisi Biaya WACC
anggota baru saja. Pada kasus koperasi
Tahun
Modal (%) Modal (%) (%) KKMK Kamola Majalaya biaya modal yang
a b C d
e=c x sudah menjadi beban adalah sebesar 8.4% per
d
Hutang 4,51% 8,4% 0,4%
tahun. Dengan menggunakan struktur
Dana Cadangan 9,83% 0% 0,0% permodalan terdiri dari secara berurutan dana
2017 Simpanan Pokok 2,01%
3,47% 3,0%
cadangan, hutang, dan modal sendiri
Simpanan Wajib 83,65% diharapkan koperasi dapat meningkatkan
Total 100% 3,4%
Hutang 13,03% 8,4% 1,1%
laba/surplus yang dihasilkan. Dengan adanya
Dana Cadangan 7,68% 0% 0% adanya peningkatan laba/surplus yang
2018 Simpanan Pokok 1,88%
3,96% 3,1% diperoleh, diharapkan koperasi dapat
Simpanan Wajib 77,42%
Total 100% 4,2%
meningkatkan manfaat ekonomi anggota
Hutang 13,03% 8,4% 1,1% berupa SHU(sisa hasil usaha) bagian anggota
Dana Cadangan 7,68% 0,0% 0% yang dibagikan setiap tahun .
2019 Simpanan Pokok 1,88%
4,4% 3,5%
Simpanan Wajib 77,42%
Total 100% 4,6%
Hutang 4,57% 8,4% 0,4%
Dana Cadangan 9,11% 0% 0%
2020 Simpanan Pokok 2,94%
3,17% 2,7%
Simpanan Wajib 83,37%
Total 100% 3,1%
Rima Elya Dasuki, Pendekatan Sustainable Growth …| 742

Bagaimana manfaat ekonomi yang diterima Tabel 9. keterkaitan Struktur modal dengan
anggota pada koperasi KKMK Kamola manfaat ekonomi anggota
Majalaya Tahun Struktur Biaya Manfaat Ekonomi
Modal (DER) Modal Anggota (ROE)
Tabel 7. Perkembangan Sisa Hasil Usaha (SHU) 2017 52% 3.4% 0,044 %
Dan Return On Equity (ROE) Koperasi Konsumen 2018 73% 4.2% 0,049%
Mantan karyawan Kamola Majalaya 2019 75% 4.6% 0,051%
Modal Sendiri
SHU Bagian
Anggota
2020 68% 3.1% 0,045%
Tahun N/T N/T N/T ROE %
(Rp) Atas Modal
(Rp)
SHU (Rp)
2021 79% 2.6% 0,038%
2017 [Link] 123.141.683 219.236.139 0,044

2018 [Link] 14% 158.013.424 22% 288.494.810 24% 0,049 Struktur modal optimal adalah suatu
2019 [Link] 19% 203.281.495 22% 363.941.595 21% 0,051
kondisi dimana komposisi antara permodalan
2020 [Link] 15% 209.964.957 3% 94.676.810 -284% 0,045
yang berasal dari modal sendiri dan modal asing
2021 [Link] -4% 168.423.297 -25% 63.950.082 -48% 0,038
menghasilkan biaya modal terendah/termurah.
Pada kasus koperasi KKMK Kamola Majalaya
Dari tabel tersebut di atas dapat dilihat struktur modal optimal dicapa pada tahun
bahwa Return On Equity (ROE) pada KKMK komposisi dimana besaran modal asing/hutang
Kamola Majalaya pada tahun 2017 sampai sebesar Rp 79% dan modal sendiri sebesar 21%
dengan tahun 2021 itu sebesar 0,044%, yang mana menghasilkan tingkat biaya modal
0,049%, 0,051%, 0,045%, 0,038%. Dengan paling rendah yaitu 2.6% per tahun. Di sisi lain
rata-rata ROE yang ada pada KKMK Kamola manfaat eonomi yang diterima tertinggi dicapai
Majalaya yang hanya sebesar 0.045% hal ini pada komposisi modal asing sebesar 75% dan
sangatlah jauh lebih rendah dari nilai yang modal sendiri sebesar 25% yang menghasilkan
pendapatan yang akan diperoleh investor/ manfaat ekonomi sebesar 0.051%. Hal ini dapat
pemilik dana jika meyimpan uangnya di dikatakan bahwa pada kasus koperasi KKMK
Bank yang diperkirakan akan memperoleh Kamola Majalaya struktur modal optimal tidak
rat-rata sebesar 2% sampai dengan 3% per terkait langsung dalam menghasilkan manfaat
tahun ekonomi bagi anggota, fenomena ini menjelaskan
bahwa besaran Sisa Hasil Usaha yang merupakan
Bagaimana keterkaitan Struktur modal salah satu sumber manfaat ekonomi bagi anggota
optimal dengan manfaat ekonomi bagi ditentukan oleh faktor-faktor lainnya. Faktor-
anggota pada koperasi KKMK Kamola faktor lain yang patut diduga terkait dengan
Majalaya manfaat ekonomi anggota antara lain tingkat
aktivitas usaha dan besaran biaya operasional dan
Tabel 8. Perbandingan struktur modal yang optial
dan Return on Equity
biaya organisasi yang menjadi beban koperasi.
Biaya Modal
Return on
Tahun Struktur Modal rata-rata
tertimbang
Equity
KESIMPULAN
Hutang 4,51%
2017
Dana Cadangan 9,83%
3,4% 0,044
1. Struktur modal yang optimal berbasis
Simpanan Pokok 2,01%
Simpanan Wajib 83,65% Pecking Order TheoStrry pada koperasi
Hutang 13,03%
Dana Cadangan 7,68% KKMK Kamola Majalaya dicapai pada
2018 4,2% 0,049
Simpanan Pokok
Simpanan Wajib
1,88%
77,42%
komposisi permodalan yang terdiri dari 79%
Hutang
Dana Cadangan
13,03%
7,68%
modal asing dan 21% modal sendiri yang
2019 4,6% 0,051
Simpanan Pokok
Simpanan Wajib
1,88%
77,42%
mana menghasilkan biaya modal terendah
Hutang 4,57% yaitu 2.6% per tahun
Dana Cadangan 9,11%
2020
Simpanan Pokok 2,94%
3,1% 0,045
2. Manfaat ekonomi yang diterima anggota
Simpanan Wajib 83,37%
Hutang 6,50% pada koperasi KKMK Kamola Majalaya
Dana Cadangan 10,65%
2021
Simpanan Pokok 3,44%
2,5% 0,038 mencapai tingkat tertinggi adalah sebesar
Simpanan Wajib 79,41%
0.051% per tahun pada saat struktur modal
Sumber : Laporan Keuangan KKMK Kamola Majalaya
Tahun 2017-2021 (Data diolah) justru tidak optimal yang mana modal asing
sebesar 75% dan modal sendiri 25%. Besaran
manfaat ekonomi yang hanya 0.051% masih
sangat jauh dibawah tingkat bunga simpanan
bank yang rerat 2% hingga 3% per tahun.
743 | Co-Management Vol. 4, No 3, Juni 2022
Artinya dapat dikatakan bahwa koperasi Swakerta Pada Dinas Koperasi Umkm
belum mampu memenuhi keinginan anggota Provinsi Jambi., 17(3), 27–.
yang menginginkan tingkat pengembalian Sutrisno. 2017. Manajemen Keuangan Teori
modal yang relatif lebih tinggi. Konsep & Aplikasi (Kedua). Ekonisia.
3. Keterkaitan antara Struktur modal optimal Violita, Resi Yanuesti, Sri Sulasmiyati, and
dengan manfaat ekonomi (SHU) bagi anggota Fakultas Ilmu Administrasi. 2017.
pada koperasi KKMK Kamola Majalaya “PENGARUH STRUKTUR MODAL
dapat dikatakan tidak terkait secara langsung, TERHADAP PROFITABILITAS ( Studi
karena pada kondisi struktur modal optimal Pada Perusahaan Food and Beverages
belum memberikan manfaat ekonomi (SHU) Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2013-2016
tertinggi anggota agi )” 51 (1): 138–44.

DAFTAR PUSTAKA
Anoraga,Pandji dan Ninik Widiyanti. 1995.
Manajemen Koperasi Teori Dan
Praktek,. Penerbit Pustaka Jaya.
Ariffin, Ramudi. 2003. Ekonomi Koperasi.
Bandung: kopin Press.
Fahmi, Irham. 2012. Analisis Laporan
Keuangan, Cetakan Ke. Bandung:
Alfabeta.
———. 2015. Pengantar Manajemen
Keuangan Teori Dan Soal Jawab.
Bandung: ALFABETA,CV.
———. 2018. Pengantar Manajemen
Keuangan, edited by M.B.A Muslim A.
Djalil,S.E.,AK. Bandung:
ALFABETA,CV.
Hendar Kusnadi. 2005. Hendar Kusnadi,
Hendar Kus. Jakarta : Lembaga Penerbit
Fakultas Ekonomi UI.
Hendrojogi. 1997. Koperasi: Azas - Azas
Teori Dan Praktek. Jakarta : Raja
Grafindo Persada, 1997.
[Link]. 2012. Ekonomi Koperasi Teori
Dan Manajemen. Yogyakarta,: Graha
Ilmu,.
Kasmir. 2014. Analisis Laporan Keuangan
(1st Ed.). Rajawali Pers.
Muljono, Djoko. 2013. Buku Pintar Strategi
Bisnis Koperasi Simpan Pinjam,.
Yogyakarta : ANDI.
Mulyadi, (2008). Akuntansi Biaya. STM
YKPN.
subandi. 2010. Ekonomi Koperasi Teori Dan
Praktek. Bandung: Alfabeta.
Sudana, Made I. 2015. Manajemen Keuangan
Perusahaan, edited by Sallama Novietha
I., Edisi 2. PT. GELORA AKSARA
PRATAMA.
Suryani, A. 2017. Analisis Kinerja Keuangan
Pada Koperasi Pegawai Negeri (Kpn)

Common questions

Didukung oleh AI

Return on Equity (ROE) measures the profitability of a company concerning its shareholders' equity. It indicates how effectively management is using equity investments to generate profits. In cooperatives like KKMK Kamola Majalaya, ROE is calculated by dividing net income available to members by the total equity, expressing it as a percentage. The performance analysis from 2017 to 2021 shows variations in ROE due to changes in business operations, cost structures, and income levels. Despite some fluctuations, ROE in KKMK Kamola Majalaya remained lower than the typical interest rate provided by banks, indicating a need for better financial strategies to increase members' economic benefits .

The cost of capital significantly influences KKMK Kamola Majalaya's operational strategies by affecting its decisions on fund sourcing and allocation. Higher capital costs can limit investment in new projects or services and pressure the cooperative to maximize operational efficiency to achieve desired returns. The cooperative's efforts to maintain a low weighted average cost of capital lead to prioritizing more cost-effective funding sources, such as internal funds or low-interest debts. Such strategies enable the cooperative to allocate financial resources more effectively to operational needs and member benefits, although they also highlight the importance of managing financial risks effectively .

The implementation of Pecking Order Theory in KKMK Kamola Majalaya influences financial decision-making by prioritizing the use of internal funds such as retained earnings or reserves to minimize financing costs. When internal funds are inadequate, the cooperative resorts to external debt, keeping equity issuance as a last option. This approach helped establish a capital structure with a weighted average cost of capital that is relatively low. However, this strategy needs careful balance, as the cooperative's ROE remained low compared to external benchmarks like bank interest rates, indicating potential missed opportunities for maximizing member benefits through strategic capital use and investment .

Cooperatives like KKMK Kamola Majalaya face challenges in optimizing their capital structure due to limited access to internal funds, reliance on external debt, and the variable nature of member contributions. The reliance on external capital, as evidenced by high Debt to Equity Ratios (DER), can increase financial risk and costs. Additionally, the cooperative must reconcile member expectations of economic benefits with prudent financial management practices. Market dynamics, cost of debt, variable profit margins, and operational expenses further complicate achieving a cost-effective and sustainable capital structure .

The relationship between optimal capital structure and member economic benefits in KKMK Kamola Majalaya demonstrates a complex interplay. While the cooperative achieved an optimal capital structure in terms of minimizing the weighted average cost of capital, this did not directly correlate with maximizing member economic benefits, as indicated by the low return on equity (ROE). This disparity suggests other influencing factors, such as operational efficiency, cost management, and external market conditions, which play critical roles. Therefore, while an optimal capital structure is important for financial efficiency, it alone does not ensure the highest economic benefits to members, highlighting the need for a more comprehensive approach considering all operational and strategic aspects .

The Pecking Order Theory in capital structure management prioritizes funding sources starting with internal funds, moving to external debt, and finally issuing new equity when necessary. In the context of cooperatives, this theory suggests that cooperatives should primarily use internal funds, such as retained earnings or reserves, due to their zero or minimal cost. If these are insufficient to meet funding needs, the next recourse is to use external debt. Lastly, adding new members or issuing new shares is considered. This approach is based on minimizing costs and maintaining financial sustainability by using sources of capital that incur the least expense while preserving flexibility .

The economic benefits to cooperative members, such as those in KKMK Kamola Majalaya, are significantly influenced by the cooperative's financial performance, operational efficiency, and economic environment. Important factors include the structure of the capitalization, cost management efficiency, and the cooperative's ability to generate and allocate profits. The cooperative's use of internal funds, reliance on external debt, and decisions regarding membership expansions determine costs and earnings distributions. Moreover, operational activities, organizational costs, and SHU distribution directly affect the economic benefits to members. Despite efforts to optimize capital structure, KKMK Kamola Majalaya's ROE was comparably low, resulting in economic benefits lower than typical bank interest rates, suggesting room for improvement in financial and operational strategies .

The ICA principles align closely with Indonesian Cooperative Law by emphasizing core values such as self-help, self-responsibility, democracy, equality, equity, and solidarity, along with ethical values such as honesty, openness, social responsibility, and care for others. The Indonesian Law No. 25 of 1992 articulates similar cooperative principles, including voluntary and open membership, democratic management, proportional distribution of residual income according to each member's contribution, limited return on capital, and autonomy. These principles collectively form the ethical and operational guidelines for cooperatives in Indonesia, ensuring they operate in a manner consistent with global cooperative ideals .

A cooperative in Indonesia is defined as a business entity composed of individuals or cooperative legal entities that aim to work professionally like any other business entity. It is governed by Law No. 25 of 1992, which states that cooperatives must satisfy their owners with returns similar to other businesses. According to Prof. R.S. Soeriaatmadja, a cooperative is a group of people with the same economic objectives who voluntarily unite without regard to religion or ethnicity, managing and sharing risks together. Furthermore, the values of cooperatives are ethical and moral standards that form the ideological foundation for achieving their goals .

Indonesian cooperative principles facilitate financial management by promoting democratic member control, equitable profit-sharing, and self-reliance in financial decisions. Voluntary and open membership allows for diverse input on financial matters, while democratic management ensures member consensus in financial strategies. Proportional profit-sharing encourages members to contribute to their cooperative's performance, fostering a sense of ownership. Limited return on capital maintains focus on member benefits over profit maximization, ensuring that cooperatives prioritize member needs and long-term sustainability. These principles create an environment of transparency and accountability, critical for sound financial management and member trust .

Anda mungkin juga menyukai