0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
255 tayangan91 halaman

Pengaruh Video Animasi pada Anak SD

Skripsi ini membahas pengaruh media video animasi terhadap pengetahuan dan sikap anak sekolah dasar tentang konsumsi buah dan sayur. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimen satu kelompok dan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap positif setelah intervensi video animasi.

Diunggah oleh

Tera Milia Diana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
255 tayangan91 halaman

Pengaruh Video Animasi pada Anak SD

Skripsi ini membahas pengaruh media video animasi terhadap pengetahuan dan sikap anak sekolah dasar tentang konsumsi buah dan sayur. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimen satu kelompok dan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap positif setelah intervensi video animasi.

Diunggah oleh

Tera Milia Diana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SKRIPSI

PENGARUH MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAPPENGETAHUAN


DAN SIKAP TENTANG KONSUMSI BUAH DAN SAYUR PADA
ANAK SEKOLAH DASAR DI SD NEGERI 11 KOTA
BENGKULU TAHUN 2021

Disusun oleh :
PERA PIANA
NIM : P05170017034

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BENGKULU
PROGRAM STUDI PROMOSI KESEHATAN
PROGRAM SARJANA TERAPAN
TAHUN AKADEMIK 2021
HALAMAN JUDUL

PENGARUH MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAPPENGETAHUAN


DAN SIKAP TENTANG KONSUMSI BUAH DAN SAYUR PADA
ANAK SEKOLAH DASAR DI SD NEGERI 11 KOTA
BENGKULU TAHUN 2021

Skripsi Ini Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat


Untuk Memperoleh Gelar Sains Terapan Promosi Kesehatan ([Link])

Disusu Oleh:

Pera Piana
P05170017034

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BENGKULU
PROGRAM STUDI PROMOSI KESEHATAN
PROGRAM SARJANA TERAPAN
TAHUN AKADEMIK 2021

i
ii
iii
vi
ABSTRAK

Kurang konsumsi buah dan sayur dapat mengakibatkan tubuh mengalami


kekurangan zat gizi seperti vitamin, mineral dan serat sehingga dapat menimbulkan terjadinya
berbagai macam penyakit karena terdapat permasalahan yang dihadapi oleh anak usia sekolah
dasar (6-12) yang terkait dengan keadaan gizi yang masih rendah, terutama dalam memilih
makanan yang baik. Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap anak sekolah
tentang konsumsi buah dan sayur yaitu memberikan edukasi kesehatan melalui media video
animasi. Tujuan penelitian ini adalah menegtahui pengaruh media video animasi terhadap
pengetahuan dan sikap tentang konsumsi buah dan sayur pada anak sekolah dasar di SD
Negeri 11 Kota Bengkulu.

Jenis penelitian ini digunakan adalah Per Eksperiment One Grup Pre test dan
Post test [Link] pada penelitian ini adalah siswa/i kelas V SD Negeri 11 Kota
Bengkulu yang berjumlah 46 orang, pengambilan sampel dengan menggunakan teknik
randem sampling dianalisis menggunakan uji wilcoxon.

Hasil penelitian diperoleh rerata pengetahuan sebelum 5,28 dan sesudah 9,22,
sedangkan hasil rerata sikap sebelum 15,17 dan sesudah 8,63. Hasil peningkatan diperoleh
rerata pengetahuan sebelum ke sesudah yaitu 9,22 sedangkan sikap 8,63. Hasil uji wilcoxon
diperoleh p value = 0.000 < 0.05 yang menunjukan ada pengaruh setelah diberikan pengaruh
media video animasi terhadap penegtahuan dan sikap tentang konsumsi buah dan sayur pada
anak sekolah dasar di SD Negeri 11 Kota Bengkulu.
Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan salah satu alternafif media
pembelajaran dikelas agar pengetahuan pada anak sekolah dasar dapat meningkat sehingga
lebih mengetahui manfaat konsumsi buah dan sayur.

Kata Kunci : Video Animasi, Buah dan Sayur, Pengetahuan, Sikap

vi
ABSTRACT

Lack of consumption of fruits and vegetables can cause the body to experience
nutritional deficiencies such as vitamins, minerals and fiber so that it can cause various kinds
of diseases because there are problems faced by elementary school age children (6-12)
associated with low nutritional status, especially in choosing good food. One way to increase
the knowledge and attitudes of schoolchildren about fruit and vegetable consumption is to
provide health education through animated video media. The purpose of this study was to
determine the effect of animated video media on knowledge and attitudes about fruit and
vegetable consumption in elementary school children at SD Negeri 11 Bengkulu City.

This type of research used is Per Experiment One Group Pre test and Post test
[Link] sample in this study were students of class V SD Negeri 11 Bengkulu City,
amounting to 46 people, sampling using random sampling technique was analyzed using the
Wilcoxon test.

The results of the study obtained the average knowledge before 5.28 and after
9.22, while the average attitude before 15.17 and after 8.63. The results of the increase
obtained mean knowledge before to after that is 9.22 while the attitude is 8.63. Wilcoxon test
results obtained p value = 0.000 < 0.05 which shows that there is an effect after being given
the influence of animated video media on knowledge and attitudes about fruit and vegetable
consumption in elementary school children at SD Negeri 11 Bengkulu City.

It is hoped that this research can be used as an alternative learning media in the
classroom so that the knowledge of elementary school children can increase so that they know
more about the benefits of consuming fruits and vegetables.

Keywords: Animated Video, Fruits and Vegetables, Knowledge, Attitude

vii
BIODATA

Nama : Pera Piana

Tempat, tanggal lahir : Guru Agung, 21 Maret 1999

Agama : Islam

Jenis Kelamin : Perempuan

Anak Ke : 4 (empat)

Riwayat Pendidikan :

[Link] 80 Kaur
[Link] 3 Kaur
[Link] 4 Kaur
[Link] tinggi DIV Promosi Kesehatan
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Email : Perapianapk@[Link]

Jumlah Saudara : 6 (Enam)

Nama Saudara :

1. Ike Kerisalti
2. Silvika Okti
3. Riri Yulandari
4. Pera Piana
5. Izza Asipa Mentari
6. Satio

Nama Orang Tua :

1. Ayah : Sasda Binata


2. Ibu : Risalah

viii
MOTTO
"Jika orang lain bisa, maka aku juga bisa."
"Belajar dari kegagalan adalah hal yang biasa."
"Kebanyakan kegagalan berasal dari takut gagal."
"Setiap kesulitan selalu ada kemudahan. Setiap masalah pasti ada solusinya"
“Sukses tidak datang dari kapasitas fisik. Tapi datang dari kemauan yang gigih”
“Ingat gunakan waktumu sebaik mungkin agar tidak menyesal di masa depan”
“Kata pepatah mengatakan tidak ada kesuksesan yang tak diawali dengan kegagalan
terlebih dahulu. Kegagalan adalah satu di antara proses untuk menjalani kehidupan”
“Saya tidak pernah memikirkan kegagalan”
“karena memikirkan kegagalan sama dengan merencanakannya”
“kegagalanku adalah batu loncatan menuju sukses”
“Ku indahkan kegagalan itu menjadi madu kesuksesan”
“Karena saya yakin bahwa keindahan sedang menanti sebuah perjuangan”

KESUKSESAN HIDUP adalah mendapatkan KEBAHAGIAAN Kunci


Kebahagiaan adalah seberapa besar kita bersyukur akan nikmat-NYA. Semakin kita
bersyukur, semakin pula kita Bahagia

ix
PERSEMBAHAN

Alhamdulillah..Alhamdulillah..Alhamdulillahirobbil’alamin.

1. Sembah sujud serta syukur kepada Allah SWT. Taburan cinta dan kasih sayang-Mu telah
memberikanku kekuatan, membekaliku dengan ilmu serta memperkenalkanku dengan
cinta. Atas karunia serta kemudahan yang Engkau berikan akhirnya skripsi yang sederhana
ini dapat terselasaikan. Shalawat dan salam selalu terlimpahkan keharibaan Rasullah
Muhammad SAW.
2. Kepada kedua orang tua (cinta pertama ku)
Kepada Bapak (SASDA BINATA) Emak ( RISALAH)
Bapak dan emak terimakasih telah melalui banyak perjuangan demi anak mu. Terlalu
banyak tetesan keringat, uang serta pengorbanan bapak dan emak berikan demi
membesarkan pera sampai 22 tahun sampai sekarang ini terimakasih juga bapak dan emak
yang selalu memberikan motivasi, memberikan dukungan dan kasih sayang kepada ku dan
dapat membuat ku tegar dalam mengahadapi segalah sesuatu yang sulit karena bapak dan
emak hidup terasa begitu mudah dan penuh kebahagian, terimakasih karna selalu menjaga
pera dalam doa – doa bapak dan emak berikan serta selalu membiarkan pera mengejar
impian pera apa pun itu. Karya ini pera persembahkan istimewa untuk bapak dan emak
semoga ini langkah awal dapat membut bapak dan emak bahagia.
3. Kepada Saudara Besar ku
Terimakasi kepada ayuk Ike dan Fika yang selalu memberiakn motifasi dan mendorong
menjadi orang yang kuat dan sukses, untuk ayuk Riri terimakasih selama 5 tahuan 1 kosan
yang selalu membantu disaat pera susah yang selalu perhatian dan selalu mengirim uang
disaat gajian dan untuk adik ku Sipa dan Tio terimakasih yang memberikan semangat dan
untuk keponakan bucik Daffy, Gibran dan zaka penyemangat [Link] karya kecil ini
yang dapat aku persembahkan. Maaf belum bisa menjadi panutan seutuhnya, tapi aku
akan selalu menjadi yang terbaik untuk kalian semua.
4. Kepada Dosen Pembimbing
Terimakasih yang sebesar-besarnya pera ucapkan atas segala ilmu dan kesabaran bunda
dalam membimbing serta menguji Pera selama ini, kepada pembimbing 1 bunda Rini
Patroni, SST., [Link] terima kasih bunda atas segala ilmu dan bimbingannya yang telah
x
diberikan. Kepada pembimbing 2 Bunda Linda SST., [Link] yang selalu memberikan
kemudahan dan ilmunya dalam pembuatan Skripsi ini. Terimakasih banyak bunda semoga
Bunda selalu diberi rezeki, kebahagiaan dan kesehatan. Amiin ya robal alamiin
5. Kepada My Support
Teruntuk lelaki penyemangat ku Andi Maryanto terimakasih banyak atas dukungan suport
serta memberikan masukan terimakasih juga telah menemani selama 1 tahun ini sampai
menuju [Link]. Kes dan terimakasih sudah mau direpotkan selama ini, terimakasi selalu
memberikan semangat kepada ku Saya ingin mengucapkan banyak terima kasih telah
begitu baik dan simpatik kepada ku karena berkat mu lah berhasil mengatasi semua
tantangan ini.
6. Untuk Teman Gila – Gila Tersayang Ku
(Gustia, Laras, Windy) terimakasih untuk kalian yang saling membantu atas support yg
kalian berikan. terkadan suka maupun duka yang kita lewati selama 4 tahun, terimakasih
juga atas waktu untuk berkumpul dan memberi dukungan dalam mengerjakan skripsi,
teruntuk gus akhirnya gus kita selesai dari sekian tangisan dan beban dan derama dalam
dalam pembuatan skripsi ini akhirnya terselesaikan. Terimakasih banyak untuk semangat
yang selalu diberikan kepada saya demi terselesaikannya skripsi ini
7. Seluruh Dosen dan staf di jurusan promosi kesehatan, terima kasih banyak untuk semua
ilmu, didikan dan pengalaman yang sangat berarti yang telah kalian berikan kepada kami.
8. Teman-teman jurusan promosi kesehatan angkatan 2017. Terima kasih banyak untuk
bantuan dan kerja samanya selama ini, sukses untuk kita semua.
9. Terima kasih kepada Keluarga Asuh
( kak Siti Vanisa, Wahyu, Lewis, Robialdi, Agnes dan Nini) yang mensupport dan
menjadi keluarga selama empat tahun berada di kampus tercinta
10. Terima kasih kepada Kampusku dan Almamater tercinta Poltekkes Kemenkes Bengkulu
yang menjadi tempat menimba ilmu stinggi-tingginya.
11. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

xi
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat karunia-
Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Pengaruh Media Video
Animasi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Tentang Makan Buah dan Sayur Pada Anak
Sekolah Di SD Negeri 11 Kota Bengkulu”.
Sekripsi ini terselesaikan atas bimbingan, pengarahan, dan bantuan dan berbagai
pihak, pada kesempatan ini penulis menyampaikan penghargaan dan terimakasih kepada :
1. Ibu Eliana, SKM, MPH, selaku Direktur Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
2. Ibu Reka Lagora Marsofely, SST., [Link], selaku Ketua Jurusan Promosi Kesehatan.
3. Ibu Rini Patroni, SST, [Link], selaku dosen pembimbing I yang telah memberikan
dukungan, masukan, waktu, motivasi, dan kesabaran dalam penyusunan skripsi ini.
4. Ibu Linda, SST, [Link], selaku dosen Pembimbing II yang telah memberikan dukungan,
masukan, waktu, motivasi, dan kesabaran dalam penyusunan skripsi ini.
5. Ibu Sri Sumiati AB, [Link], [Link] , selaku dosen ketua penguji yang memberi arahan dan
saran kepada penulis
6. Ibu Wisuda Andeka M, SST, [Link], selaku dosen penguji 1 yang memberikan arahan
dan saran kepada penulis
7. Kedua orang tua dan keluarga tercinta yang selalu mendoakan dan memberikan dukungan
serta motivasi kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dengan
baik
8. Sahabat, teman-teman seperjuangan DIV Promosi Kesehatan yang tidak henti-hentinya
telah memberikan semangat dalam menyelesaikan skripsi ini.
Penulisan menyadari skripsi ini masih banyak kekurangan, sehingga penulis
mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun untuk kemajuan penulis dimasa yang
akan datang. Mudah-mudahan skripsi ini bermanfaat dan berguna untuk kemajuan ilmu
pengetahuan dimasa yang akan datang.
Bengkulu, Juli 2021

Penulis

xii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..................................................................................... i


HALAMAN PERSETUJUAN ...................................................................... ii
HALAMAN PENGESAHAN........................................................................... iii
HALAMAN PERNYATAAN.......................................................................... iv
ABSTRAK ........................................................................................................ v
ABSTRACT....................................................................................................... vi
RIWAYAT PENULIS...................................................................................... vii
MOTTO............................................................................................................. viii
PERSEMBAHAN............................................................................................. ix
KATA PENGANTAR ................................................................................... x
DAFTAR ISI ................................................................................................. xi
DAFTAR TABEL ........................................................................................ xii
DAFTAR BAGAN ....................................................................................... xiii
DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xiv
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... xv
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .......................................................................... 3
C. Tujuan Penelitian ........................................................................... 4
D. Manfaat Penelitian ......................................................................... 4
E. Keaslian Penelitian.......................................................................... 5
BAB [Link] PUSTAKA
A. Buah dan Sayur ............................................................................... 6
1. Pengertian Buah dan Sayur .................................................... 6
2. Penggolongan Buah dan Sayur ................................................. 6
3. Manfaat Buah dan Sayur Bagi Kesehatan Tubuh...................... 9
4. Kandungan Gizi Pada Buah dan Sayur .................................... 8
5. Kecukupan Konsumsi Buah dan Sayur....................................... 10
6. Dampak Kurang Konsumsi Buah dan Sayur...............................10
7. Faktor-faktor yang berhubungan pada buah dan Sayur...............11
B. Pengetahuan .................................................................................. 13
1. Pengertian Pengetahuan ........................................................... 13
2. Tingkat Pengetahuan ............................................................... 13
xiii
3. Faktor- faktor yang mempengaruhi PengetahuanWaktu ........... 14
C. Sikap............................................................................................... 16
1. Pengertian Sikap ..................................................................... 16
2. Tingkat Sikap .......................................................................... 17
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap .................................. 17
4. Pengukuran .............................................................................. 17
D. Media Video Animasi ................................................................... 17
1. Pengertian Media Video Animasi............................................ 17
2. Kelebihan Video Animasi ....................................................... 18
3. Kekurangan Video Animasi ..................................................... 18
E. Karakteristik Anak Sekolah Desar ................................................... 18
1. Perkembangan Fisik dan Kognitif ............................................ 20
2. Reaksi terhadap Penyakit ......................................................... 20
3. Reaksi Terhadap Hospitalisasi .................................................. 20
F. Media Promosi KesehatanKara ....................................................... 23
1. Pengertian Media Promosi Kesehatan ...................................... 23
2. Tujuan Media Promosi Kesehatan ............................................ 23
3. Jenis Media Promosi Kesehatan ............................................... 24
G. Kerangka Teori ............................................................................... 25
BAB [Link] PENELITIAN
A. Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian ..................................... 26
B. Kerangka Konsep ........................................................................... 26
C. Definisi Operasional ....................................................................... 27
D. Populasi dan Sampel ....................................................................... 27
E. Lokasi dan Waktu Penelitian ........................................................... 30
F. Instrumen dan Bahan Penelitian ...................................................... 29
G. Teknik Pengumplan Data ............................................................... 29
H. Pengolahan Data ............................................................................ 29
I. Analisis Data .................................................................................. 30
J. Alur Penelitian ................................................................................ 31
K. Etika Penelitian ............................................................................... 32
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian.................................................................................. 33
B. Pembahasan....................................................................................... 38
C. Keterbatasan Penelitian..................................................................... 44
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan............................................................................................ 45
B. Saran ..................................................................................................... 45
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 46
LAMPIRAN

xiv
DAFTAR TABEL

Halaman
1.1. Keaslian Penelitian 5
2.1. Karakteristik Anak Usia Sekolah Dasar 20
3.2 . Definisi Oprasional 27
3.3 . Jumlah Sampel Tiap Kelas 29
4.1 . Karakteristik Responden 35
4.2. Deskripsi persentase pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan media video 35
animasi
4.3. Deskripsi persentase sikap sebelum dan sesudah diberikan intervensi melalui 36
media video animasi
4.4. Rerata pengetahuan sebelum diberikan intervensi melalui media video animasi 37
4.3. Rerata sikap sebelum dan sesudah diberikan intervensi melalui media video 37
animasi
4.4. Pengaruh media video animasi terhadap pengetahuan dan sikap tentang 37
konsumsi buah dan sayur pada anak sekolah dasar di SD Negeri 11 Kota
Bengkulu

xv
DAFTAR BAGAN

Halaman

2.1. Bagan kerucut edgar dale 26


2.2. Kerangka konsep 27

xvi
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Organisasi Penelitian

Lampiran 2 : Jadual Kegiatan Penelitian

Lampiran 3 : Lembar Persetujuan Responden

Lampiran 4 : Tabel Kuesioner

Lampiran 5 : Ethical Clarance

Lampiran 7 : Dokumentasi

Lampiran 8 : Media Video Animasi

Lampiran 9 : Lembar Bimbingan

Lampiran 10 : Surat Izin Penelitian

Lampiran 11 : Surat Selesai Penelitian

xvii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Badan kesehatan dunia (WHO) secara umum menganjurkan konsumsi sayuran
dan buah-buahan untuk hidup sehat sejumlah 400 gram per orang per hari, yang
terdiri dari 250 gram sayur (setara dengan 2 porsi atau 2 gelas sayur setelah dimasak
dan ditiriskan) dan 150 gram buah (setara dengan 3 buah pisang ambon ukura sedang
atau 1 potong pepaya ukuran sedang atau 3 buah jeruk ukuran sedang). Bagi
masyarakat indonesia terutama balita dan anak usia sekolah dianjurkan untuk
mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan 300-400 gram per orang per hari dan bagi
remaja dan orang dewasa sebanyak 400-600 gram per orang per hari. Sekitar dua-
pertiga dari jumlah anjuran konsumsi tersebut adalah sayur.
Buah dan sayur adalah sumber berbagai vitamin, mineral, yang terkandung
dalam sayuran dan buah-buahan berperan sebagai antioksidan atau penangkal senyawa
jahat dalam tubuh. Kurang mengonsumsi buah dan sayur dapat mengakibatkan
tubuh mengalami kekurangan zat gizi seperti vitamin, mineral dan serat sehingga
dapat menimbulkan terjadinya berbagai macam penyakit ( Kemenkes, 2019).
Hasil Riskesdas tahun 2018, menyatakan di Indonesia pada kelompok 5-9 tahun
keatas proporsi buah/sayur kurang dari 5 proporsi yaitu 95,5 % dan di Provinsi
Bengkulu termasuk yang renda konsumsi buah dan sayurnya kurang dari 5 porsi yaitu
95,5 %. Konsumsi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu kemampuan ekonomi,
ketersediaan buah dan sayur dirumah dan pengetahuan tentang manfaat konsumsi
buah dan sayur yang sangat berpengaruh terhadap pola perilaku konsumsi (Mardiana,
2017). Hal ini menunjukan bahwa rendahnya konsumsi buah dan sayur merupakan
masalah besar, baik ditingkat internasional, nasional dan termasuk di Provinsi
Bengkulu (Riskesdas, 2018).
Kurangnya konsumsi buah dan sayur berkaitan dengan kurang baiknya proses
metabolisme dalam tubuh sehingga menimbulkan kegemukan bahkan obesitas pada
anak. Berdasarkan data Dinkes Kota Bengkulu (2019) melalui kegiatan penjaringan
kesehatan pada anak sekolah dasar kelas I berjumlah 6.633 orang yang terdiri dari
3.501 orang laki-laki dan 3.132 orang perempuan, ditemukan kejadian obesitas pada
anak, yaitu 113 orang (2%). Angka tertinggi siswa sekolah dasar yang mengalami
obesitas berada diwilayah kerja Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu, yaitu 30 orang
siswa (22,5%) (Dinkes Kota Bengkulu, 2019)

1
2

Salah satu cara memperbaiki keadaan gizi yakni dengan pemenuhan zat gizi pada
anak usia sekolah yang harus terpenuhi secara kualitas maupun kuantitas, agar dapat
mengoptimalkan proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Asupan gizi yang baik
dimasa kanak-kanak sangatlah penting tidak hanya untuk kesehatan pertumbuhan dan
perkembangan, tetapi juga untuk kesehatan jangka panjang pada anak (Widiany et all,
2020). Anak sekolah merupakan anak yang berusia antara 6-12 tahun atau bisa disebut
dengan priode intelektual. Terdapat permasalahan yang dihadapi oleh anak usia
sekolah dasar (6-12) yang terkait dengan keadaan gizi yang masih rendah, terutama
dalam memilih makanan yang baik (Fitryadi et all, 2020). Konsumsi buah dan sayur
yang sangat rendah menyebabkan beberapa masalah gizi pada anak, salah satunya
adalah obesitas pada anak sekolah (Azadirachta & Sumarmi, 2018).
Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Sigian, 2017), menyatakan bahwa ada
hubungan antara konsumsi buah dan sayur terdapat kejadian obesitas pada anak
sekolah dasar. Beberapa faktor yang mempengaruhi konsumsi buah dan sayur pada
anak sekolah adalah kesukaan, pengetahuan dan sikap tentang konsumsi buah dan
sayur, ketersedian dirumah dan lingkungan sekolah, pengaruh lingkungan keluarga
dan teman sekolah, serta peran media masa.
Salah satu upaya untuk menanggulangi rendahnya konsumsi buah dan sayur pada
anak sekolah adalah melalui pendidikan gizi, sehingga dapat diharapkan mampu
meningkatkan pengetahuan dan sikap anak sekolah dalam mengkonsumsi buah dan
sayur (Ferwenda & Muniroh, 2017). Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh
Fitryadi et all, 2020 menyatakan bahwa pengetahuan gizi anak kelas 4 dan 5 sekolah
dasar tergolong rendah, sehingga perlu adanya pemberian pendidikan gizi untuk
meningkatkan pengetahuan anak sekolah dasar tentang konsumsi buah dan sayur.
Salah satu untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap pada anak sekolah dasar adalah
dengan pendidikan.
Penelitian (Syakir, 2018) mengatakan bahwa ada perubahan skor pengetahuan dan
sikap setelah dilakukan intervensi dengan menggunakan media animasi. Sedangkan
Penelitian (Azizah Riskita et al., 2020) juga mengatakan ada pengaruh signifikan
dalam penggunaan media video animasi dalam penyuluhan terhadap peningkatan
pengetahuan tentang upaya penanggulangan obesitas di Desa Wedomartani. Salah satu
media promosi kesehatan yaitu media video animasi, media yang dapat diterapkan
pada anak-anak sekolah dasar sesuai dengan karakteristik anak adalah media video
Animasi, media video animasi sebagai media pembelajaran yang beisikan kumpulan
3

gambar kartun yang lucu dan menarik dan diengkapi dengan audio sehingga berkesan
hidup dan menyampaikan pesan dalam pembelajaran (Rahmayanti, 2018).
Hasil penelitian (Azhri & Fayasari, 2020) ada pengaruh edukasi gizi terhadap
pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah diberikan intervensi pada kelompok
ceramah maupun kelompok video animasi. terdapat perbedaan yang signifikan skor
sikap tentang konsumsi sayur dan buah, frekuensi sarapan antara siswa yang diberikan
edukasi gizi dengan ceramah dan video animasi.
Kota Bengkulu memiliki Sekolah Dasar berjumlah 118, yang terdiri dari 83 Negeri
dan 35 Swasta. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilaksanakan pada 01 0ktober
2020 di wilaya kerja Puskesmas Pasar Ikan Kota bengkulu Terdapat 11 Sekolah yaitu
SDN 1, SDN 4, SDN 8, SDN 11, SDN 37, SDN 47, SD Muhammadiyah 1, SD
Muhammadiyah 2, SD Sint Carolus, SD Patria Darma, SDLB Amal Mulia. Dari 11
SD tersebut angka Obesitas yang cukup tinggi yaitu di SDN 11 terdapat 15 orang
anak yang mengalami obesitas. Berdasarkan survey awal peneliti memilih SDN 11
Kota Bengkulu sebagai lokasi penelitian dan masih banyak siswa SDN 11 yang belum
mengetahui tentang makan buah dan sayur. Peneliti juga memilih kelas V yang
berusiah 10-11 tahun sebagai responden karena anak kelas V (usia 10-11) sudah bisa
diajak komunikasi, sudah lancar membaca, dapat bersosialisasi dan bekerja sama.
Selain itu, kurangnya pengetahuan tentang makan buah dan sayur membuat anak
tidak menyukai buah dan sayur dan di SDN 11 belum pernah dilakukan promosi
kesehatan tantang konsumsi buah dan sayur, hal ini dapat membuat anak akan
beresiko gangguan penglihatan mata, menurunkan kekebalan tubuh, resiko kanker
bahkan meningkatkan resiko kegemukan (obesitas).
Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan
penelitian “Pengaruh media video animasi terhadap pengetahuan dan sikap tentang
konsumsi buah dan sayur pada anak sekolah dasar.
B. Rumusan Masalah
Masih tinggi angka obesitas pada anak sekolah di wilayah Puskesmas Pasar Ikan
Kota Bengkulu, salah satu faktor yang menyebabkan obesitas pada anak sekolah
adalah kurang minat dalam konsumsi buah dan sayur. Maka rumusan masalah pada
penelitian ini adalah apakah ada pengaruh media video animasi terhadap pengetahuan
dan sikap tentang konsumsi buah dan sayur pada anak sekolah dasar ?
4

C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Diketahui pengaruh media video animasi terhadap pengetahuan dan sikap tentang
konsumsi buah dan sayur pada anak sekolah dasar.
2. Tujuan Khusus
a. Diketahui karakteristik anak sekolah dasar berupa umur dan jenis kelamin
b. Diketahui rerata skor pengetahuan anak sebelum dan sesudah diberikan edukasi
kesehatan menggunakan media video animasi tentang konsumsi buah dan sayur
pada anak kelas V SD Negeri 11 Kota Bengkulu
c. Diketahui rerata skor sikap anak sebelum dan sesudah diberikan edukasi
kesehatan menggunakan media video animasi tentang konsumsi buah dan sayur
pada anak kelas V SD Negeri 11 Kota Bengkulu.
d. Diketahui rerata skor pengaruh media video animasi terhadap pengetahuan dan
sikap tentang konsumsi buah dan sayur pada anak kelas V SD Negeri 11 Kota
Bengkulu
D. Manfaat Penelitian
1. Bagi Puskesmas
Memberikan masukan kepada puskesmas yang bersangkutan di Kota
Bengkulu agar dapat memberikan pendidikan kesehatan tentang konsumsi buah
dan sayur terhadap anak sekolah dasar.
2. Bagi Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi yang bermakna kepada
pihak akademik serta dapat dijadikan sebagai media pembelajaran yang
berhubungan dengan konsumsi buah dan sayur.
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai informasi data dasar untuk
penelitian serupa dan penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan pada
penelitian yang akan datang dalam membuat penelitian yang lainnya. Peneliti
berikutnya dapat mengembangkan variabel-variabel penelitian disamping variabel
yang sudah ada.
5

E. Keaslian Penelitian
Tabel 1.1 Keaslian penelitian

No Penelitian
Penelitian dan Judul Peneliti Hasil Penelitian Perbedaan
Tahun
1 Fitria Laras Pendidikan Gizi Hasil penelitian ini Perbedaan pada
Azadirachta, Sri Menggunakan Media menunjukan bahwa adanya penelitian ini
Sumarmi, (2017) Buku Saku penggunaan media buku terletak pada
Meningkatkan saku sebagai salah satu populasi,
Pengetahuan Dan media pendidikan gizi sampel , waktu
Praktik Konsumsi mengenai pentingnya dan tempat
Sayur Dan Buah Pada mengonsumsi sayur dan penelitian
Siswa Sekolah Dasar buah dapat meningkatkan
pengetahuan dan praktik
siswa sekolah dasar.
2 Annisa Fitryadi, Pengaruh Edukasi Hasil penelitian ini Perbedaan pada
Alfi Fairuz Asna, Gizi Melalui Media menunjukan bahwa adanya penelitian ini
Noerfitri (2020) Buku Cerita pengaruh edukasi melalui terletak pada
Terhadap media buku cerita terhadap populasi,
Pengetahuan, Sikap peningkatan pengetahuan sampel , waktu
Dan Perilaku dan sikap anak kelas 5 dan tempat
Konsumsi Sayur Dan SDIT Thariq bin Ziyad penelitian
Buah Pada Anak Tahun 2019.
Kelas 5 Sdit Thariq
Bin Ziyad Tahun
2019
3 Azizah Riskita Pengeruh Hasil penelitian ini Perbedaan pada
(2020) Penggunaan Media menunjukan bahwa Ada penelitian ini
Video Ainimasi “Yuk pengaruh signifikan dalam terletak pada
Atasi Obesitas mu” penggunaan media video populasi,
Dalam Penyuluhan animasi dalam penyuluhan sampel , waktu
Terhadap terhadap peningkatan dan tempat
Peningkatan pengetahuan dan sikap penelitian
Pengetahuan Dan tentang upaya
Sikap Remaja penanggulangan obesitas
Tentang Upaya di Desa Wedomartani.
Penanggulangan
Obesitas Di Desa
Wedomartani
Ngemplak Sleman
Yogyakarta
4 Muhamamad arif Pengaruh Edukasi Hasil penelitian ini Perbedaan pada
azhari & Adhila Gizi Deangan Media menunjukan bahwa ada penelitian ini
Fayasari (2020) Ceramah dan pengaruh edukasi gizi terletak
Perilaku sarapan serta terhadap pengetahuan dan rancangan
Konsumsi Sayur sikap sebelum dan sesudah penelitian
Buah diberikan intervensi pada populasi,
kelompok ceramah sampel waktu
maupun kelompok video dan tempat
animasi. penelitian
5 Abdul Wahab & Pengeruh Metode Hasil Penelitian Perbedaan pada
Rizuan (2020) Ceramah terhadap menunjuian bahwa ada penelitian ini
tingkat pengetahuan pengetahuan siswa terletak pada
konsumsi makan sebelum perlakuan yang populasi,
buah dan sayur berpengetahuan kurang sampel , waktu
Siswa SD Negeri (31%), cukup (45%), dan dan tempat
060841 Medan baik (24%). ada pengaruh penelitian
metode ceramah terhadap
tingkat pengetahuan siswa
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Buah dan Sayur


1. Pengertian Buah dan Sayur
Buah dan sayur adalah makanan yang dibutuhkan untuk kesehatan tubuh.
Buah dan sayur juga mengandung serat yang dapat melancarkan metabolisme
tubuh, serta sangat penting untuk memudahkan proses buah air besar atau
definisikan dan mencegah kanker saluran cerna. Warna pada buah dan sayur tidak
menarik untuk dikonsumsi, tetapi merupakan pertanda bahwa buah dan sayur
tersebut banyak mengandung vitamin yang penting untuk pembentukan jaringan
tubuh dan memperkuat fungsi organ (Nurjanah, N, Ihsan, N. 2013)
Buah adalah sumber yang baik dari antioksidan dan fitokimia seperti vitami C,
karote, flavoid, dan polifenol. Buah mengandung sejumlah gula alami seperti
fruktosa dan glukosa. Mengkonsumsi buah secara teratur dan tidak berlebihan
dapat mengontrol nafsu makan dan menurunkan berat badan ( Dalimartah
Setiawan & Andrian Filex, 2013). Sedangkan sayur adalah pangan yang kaya
akan gizi seperti vitamin, mineral, serta antioksidan (Muaris Hindah, 2014).
Sebagai Negara tropis, Indonesia sangat terkenal akan keanekaragaman sayur
dan buah yang tinggi. Buah dan sayur merupakan pangan alami yang mudah
didapat. Saat ini diketahui terdapat lebih dari 300 jenis buah dan sayur asli maupun
hasil budaya di Indonesia oleh karena itu patut disayangkan jika konsumsi buah
dan sayur masyarakat relatif rendah dibandingkan negara lain yang bukan
penghasilan buah dan sayur (Muaris Hindah, 2014)
2. Penggolongan Buah dan Sayur
a. Penggolongan Buah
Menurut ( Muaris Hindah, 2014) menyatakan penggolongan buah
berdasarkan warna (pigmen), buah dibagi menjadi :
1. Warna Kuning-Orange
Warna kuning dan orange disebabkan dengan kandungan karotenuid,
karotenuid dapat mencegah kanker kandung kemih. Karotenuid, warna
oranye pada buah disebabkan hesperetin. Contoh: nangka, durian dan nanas.

6
7

2. Warna Merah Cerah


Warna merah cerah disebabkan oleh likopen. Likopin bersifat antiokida
sehingga bermanfaat sebagai pencegah kanker prostat. Contoh: semangka,
pepaya, jambu biji merah dan jambu air merah.
3. Warna Merah Gelap dan biru-ungu
Warna merah, biru, dan ungu pada buah berasal dari pigmen antosianin.
Antosianin merupakan senyawa fitokimia yang mengubah warna daun hijau
menjadi kemerahan, orange, kuning, atau ungu. Contoh: blueberry, buah
plum, apel merah, buah chery dan delima merah.
4. Warna Putih
Warna putih pada bahan makanan, seperti buah disebabkan oleh
senyawa yaitu: pigmen leukoanttosiani dan katekin, isoflavon, alisin dan
aliin. Contoh: salak, lengkeng, sawo, duku, dan rambutan.
b. Penggolongan Sayur
Menurut (R. H. Pearu & Trias Qurina Dewi, 2015) penggolongan sayuran
berdasarkan bagian tanaman yang dapat dimakan, sayuran dibedakan menjadi :
1. Sayuran Daun
Sayuran daun merupakan tanaman sayur yang diambil bagian daun dan
batangnya untuk dimakan langsung, dimasak, atau dijadikan lalapan. Sayuran
jenis ini biasanya ditanam disekitar rumah untuk hiasan sekaligus keperluan
dapur. Jenis sayuran yang temasuk golongan ini seperti bunga turi dan
kembang kol.
2. Sayuran Bunga
Sayuran bunga merupakan tanaman yang diambil untuk disayur atau
dimakan adalah seperti bunga turi dan kembang kol.
3. Sayuran Buah
Sayur buah merupakan tanaman yang diambil adalah buahnya untuk
dimakan langsung, dimasak atau dijadikan lalapan. Jenis sayuran yang
termasuk golongan ini seperti terong, cabai, timun, labu siam, pare dan tomat.
4. Sayuran Umbi
Sayuran umbi merupakan tanaman yang diambil adalah umbinya. Jenis
sayuran yang termasuk golongan ini seperti kentang, wartel, lobak, bawang
merah dan bawang putih.
8

3. Manfaat Buah dan Sayur Bagi Kesehatan Tubuh


a. Manfaat Buah
Menurut (Suryana, 2018) manfaat buah untuk kesehatan tubuh yaitu :
1. Makan buah secara rutin dapat mencegah penyakit jantung.
2. Makan buah secara rutin dapat juga mencegah mencegah serangan kerusakan
hati dan stroke.
3. Mengkonsumsi beberapa jenis buah dapat mencegah penyakit kanker.
4. Buah dapat juga dijadikan sebagai diet alami yang dapat mencegah kolestrol
jahat yang dapat menyerang tubuh.
5. Buah dapat juga mencegah tekanan darah tinggi.
6. Buah juga memiliki anti oksida yang dapat menjaga kesehatan tubuh.
7. Buah akan kaya vitamin, mineral, dan zat penting lainnya sehingga dapat
menjaga kebugaran tubuh kita.
b. Manfaat sayur
Menurut (Supriyanti & dkk, 2008) manfaat sayur untuk kesehatan tubuh
yaitu :
1. Membantu mencegah penyakit kanker leher rahim (serviks). Kanker kandung
kemih dan kanker pankreas serta kanker prostat.
2. Baik untuk kesehatan hati empedu dan tumor
3. Membantu menurunkan kolesterol.
4. Menenangkan sistem saraf melancarkan air seni mencegah kolesterol,
membantu menyehatkan paru-paru membersihkan darah, dan menurunkan
kolestereol.
5. Membantu mengobati batu ginjal, kandungan kemih liver, dan jantung.
6. Menurunkan berat badan dan kolesetrol yang berkaitan dengan kesehatan
tubuh.
4. Kandungan Gizi Pada Buah dan Sayur
Kandungan pada buah dan sayur yang kaya sumber serat menurut (Ahmad
Suhaimi, 2019) yaitu :
1. Vitamin A
Vitamin A memiliki dua bentuk : yaitu retinol didalam beberapa makanan
hewani (susu, mentega, margarin, kuning telur dan hati). Sedangkan karotin
didalam bentuk buah-buahan dan sayuran seperti terdapat didalam sayuran
berwarna hijau tua seperti bayam dan brokoli. Vitamin A sebagai anti oksidan
9

yang merupakan bagian dari sistem kekebalan yang mencegah infeksi dan
penyakit.
2. Vitamin B
Vitamin B adalah thiamin, asam folat, niasin, riboflvin, pirodoksin, glotin,
asam pantotenat dan Vitamin B12. Sumber Vitamin B yang termasuk hewani
yaitu daging, produk-produk susu, ikan, telur, sereal sedangkan didalam sayur-
sayuran berdaun hijau gelap dan biji-bijian mengandung asam folat yang tinggi.
3. Vitamin C
Vitamin C dikenal sebagai asam askorbat, esensial untuk meningkatkan
penyerapan zat besi dari makanan-makanan nabati (buah dan sayur, melindungi
sel dari kerusakan dan untuk memelihara pembulu darah, tulang rawan, otot dan
tulang.
4. Vitamin E
Vitamin E adalah anti oksidan penting yang melindungi struktur-struktur sel
didalam tubuh. Vitamin ini ditemukan didalam mentega, margarin, ikan, daging
serta buah dan sayur.
5. Vitamin K
Vitamin K dibutuhkan untuk pembekuan darah yang normal dan sebagian
besar disediakan oleh bakteri didalam usus. Sayur-sayuran berdaun hijau adalah
sumber makanan terbaik untuk Vitmin K.
6. Mineral
Mineral meliputi kalsium (Ca,Zat besi(Fe) magnesium (Mg), dan potasium :
Kalsium (Ca) yang dibutuhakan untuk struktur tulang dan gigi yang sehat,
kalsium juga dibutuhkan untuk tulang bertindak sebagai simpanan agar selalu
ada pasukan siap pakai yang memungkinkan otot-otot, jantung, saraf untuk
berfungsi sebagaimana mestinya
Zat besi (Fe) adalah bagian dari struktur hemoglobin, unsur kimia yang
membawah oksigen kesemua sel didalam tubuh melalui darah. Oksigen
diperlukan oleh darah untuk menghasilkan energi. Zat besi didalam makanan
yang ditemukan dalam buah bentuk, yang pertama adalah zat besi heme yang
mudah diserap didalamnya terkandung dalam hewani sedangkan yang ke dua
adalah zat besi non heme, yang didalamnya terkandung biji-bijian, kacang-
kacangan buah dan sayur.
10

Magnesium (Mg) merupakan yang terlibat didalam proses mengubah


makanan menjadi energi maupun membangun tulang serta memproduksi protein.
Potasium merupakan yang terlibat dalam menjaga keseimbangan cairan,
kontraksi otot dan fungsi saraf yang baik. Sumber-sumber terbaiknya adalah
susu, biji-bijian, buah-buahan dan sayur-sayuran.
5. Kecukupan Konsumsi Buah dan sayur
Menurut pedoman Gizi Seimbang , bagi anak balita dan anak usia sekolah
dianjurkan untuk mengkonsumsi sayur dan buah-buahan sebanyak 300-400 gram
yang terdiri dari 250 gram sayur (serta dengan 2,5 porsi atau 2,15 sayur setelah
dimasak dan ditiriskan) dan 150 garm buah (setara dengan buah pisang ambon atau
ukuran sedang atau 1,5 potong pepaya ukuran sedang atau 3 buah jeruk ukurang
sedang). Sedangkan organisasi pangan dan pertanian dunia food and Agricultur
(FOA),merekomendasikan warga dunia untuk makanbuah dan sayur secara teratur
sebanyak 75 kg/kapita/tahun begitu pun dengan WHO merekomendasikan agar
konsumsi buah dan sayur sebanyak 400 gram setiap hari.
6. Dampak Kurang Konsumsi Buah Dan Sayur
Menurut (Paramita, 2020) menyebutkan konsumsi buah dan sayur yang dapat
menimbulkan dampak masalah kesehatan adalah :
a. Meningkatkan Kolesterol Darah
Jika tubuh kurang mengkonsumsi buah dan sayur yang kaya akan serat
dapat menyebabkan kelebihan kolesterol dalam darah. Serta bekerja
meningkatkan lemak dan kolseterol sehingga tidak diserap oleh tubuh di usus,
dengan demikian, serat membantu mengurangi penyerapan kadar kolesterol
darah.
b. Gangguan Penglihatan Mata
Gangguan pada mata diakibatkan karena tubuh kurang karotin. Gangguan
pada mata dapat diatasi dengan mengkonsumsi sayuran yang kaya akan karotin
yang banyak terdapat pada wortel, salad air, dan buah-buahan lain.
c. Menurunkan Kekebalan Tubuh
Buah dan sayur sangat kaya dengan kandungan vitamin C yang merupakan
anti oksidan kuat dan peningkat radikal bebas. Vitanin C juga meningkatkan
kerja sistem imunitas sehingga mampu mencega berbagai penyakit infeksi
bahkan dapat menghancurkan sel kangker. Jika tubuh kekurangan asupan buah
dan sayur, maka imunitas /kekebalan tubuh anak menurun.
11

d. Meningkatkan Resiko Kegemukan


Fungsi serta selain untuk metonolisme lemak, juga berfungsi mengatur
kadar gula darah. Kemampuan serat ini menunda pengosongan lambung,
menghambat percampuran isi saluran cernah dengan enzim-enzim pencernaan
sehingga terjadi pengurangan penyerapan zat-zat makanan dibagian proksimal.
Makanan dengan kandungan serat kasar yang tinggi.
e. Meningkatkan Resiko Kanker Kolon (usus)
Telah dijelaskan diatas bahwa buah dan sayur akan kaya serat, jika
konsumsi makan yang berserat kurang, maka fase yang terbentuk dalam usus
teksturnya menjadi keras dan berukuran kecil-kecil. Bentuk fase semacam ini
kemungkinan zat karsinogentik yang terkandung didalamnya tinggi, sedangkan
bentuk dan kanosistensi seperti ini menyebabkan transit makanan menjadi lama.
Akibatnya akan terjadi kontak antara dinding usus dengan fase yang
mengandung zat karsinogentik, dan bila keadaan ini berlangsung lama dapat
menyebabkan terbentuknya sel-sel kanker
7. Faktor-faktor yang berhubungan pada buah dan sayur
Menurut (Asnah, 2016) faktor yang mempengaruhi konsumsi buah dan sayur
pada anak dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor internal dan faktor
eksternal.
1. Faktor Internal
a. Referensi makan
Referensi dianggap sebagai faktor penentu dalam mengkonsumsi
makan termasuk buah dan sayur. Fefrensi merupakan tindakan atau ukuran
suka atau tidak sukanya terhadap suatu jenis makanan. Suka atau tidak
sukanya seseorang terhadap makanan tergantung dari rasa, karena rasa
merupakan suatu faktor penting dalam pemilihan pangan yang meliputi
tekstur dan suhu. Pola refrensi dan asupan makanan anak dibentuk melalui
pengalaman tentang makanan yang diberikan oleh ibu dan anggota
keluarganya. Rasa suka terhadap makanan terbentuk oleh rasa senang atau
puas yang diperoleh saat makan makanan tertentu.
b. Pengaruh orang tua
Keluarga adalah pengaruh utama dalam perkembangan kebiasaan
makan anak, pemberian makanan terhadap anak merupakan tanggung
jawab orangtua dalam menyediakan makanan yang aman dan bergizi.
12

Orang tua mempunyai peran penting dalam kebiasaan makan dan prefensi
makanan bagi anak-anaknya. Pola makan pada anak dibentuk melalui
pengalaman awal dengan makanan serta praktik orang tua dalam
memberikan makan pada anak. Dengan memberi makan pada anaknya,
maka anak juga dididik adar dapat menerima, menyukai, memilih makanan
yang baik serta menentukan jumlah makanan yang cukup sehingga akan
terbina kebiasan yang baik.
c. Pendapatan keluarga
Pendapatan keluarga ssecara langsung juga turut menentukan konsumsi
makan dalam sebuah keluarga. Meningkatnya pendapatan dapat
memperbesar peluang untuk membeli pangan dengan kualitas dan kuantitas
yang lebih baik. Semakin tinggi pendapatan per kapita, maka semakin
tinggi juga konsumsi buah dan sayur.
d. Ketersediaan buah dan sayur di keluarga
Ketersediaan buah dan sayur didalam keluarga sangatlah penting, mutu
gizi pangan seseorang dapat diperbaiki dengan diversifikasikan konsumsi
pangan. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan diversifikasikan pangan
yaitu menyediakan berbagai ragam pangan ditingkat keluarga.
1. Faktor Eksternal
a. Pengaruh Teman
Seiring dengan pertumbuhan anak, intraksi antara anak dengan
lingkungan sosial semakin luas dan komunikasi menjadi penting. Teman
mempengaruhi dalam pemilihan dan kesukaan makanan. Anak dapat
menolak suatu makanan dan memintak suatu makanan yang sedang populer
secara tiba-tiba. Seseorang anak akan ikut mengkonsumsi buah dan sayur
ketika melihat temannya memilih mengkonsumsi sayuran tersebut
walaupun dia tidak suka.
b. Pengaruh Pesan media
Pemilihan dan kesukaan makan tidak hanya terpengaruh pada reaksi
indra tetapi juga oleh pendekatan melalui media massa, seperti Tilivisi,
Radio dan Majalah. Dengan adanya pesan media ini dapat mengubah
kebiasaan makan pada anak. Contoh: dengan menonton acara masak di
televisi, dia ingin mencoba dan karena suka dia mau makan jenis itu saja
13

c. Pengetahuan Gizi Ibu


Pengetahuan gizi ibu dalam mengenai makanan sangat berpengaruh
terhadap menu makan keluarga dan juga pola konsumsi makan. Tingkat
pengetahuan gizi yang rendah dapat mempengaruh kualitas dan kuantitas
konsumsi pangan. Pola konsumsi pada anak dibentuk melalui pengalaman
awal dengan makanan serta praktik orangtua dalam memberikan makan
pada anak.
d. Lingkungan Sosial dan Budaya
Lingkungan sosial dan budaya mampu menciptakan suatu kebiasaan
makan penduduk yang kadang bertentangan dengan prinsip ilmu gizi.
Berbagai budaya memberikan peranan dan nilai yang berbeda terhadap
pangan atau makanan. Misalnya bahan makanan tertentu oleh suatu budaya
masyarakatdianggap tabu untuk dikonsumsi karena alasan-alasan tertentu,
sehingga akan berpengaruh terhadap perilaku konsumsi individual.

B. Pengetahuan
1. Pengertian Pengetahuan
Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang
melekukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengindraan terjadi melelui
pancaindra manusia, yakni indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan
raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga.
Pengetahuan merupakan dalam bentuk tindakan seseorang (Overt Begavior).
Berdasarkan pengalaman dan penelitian bahwa perilaku yang didasari oleh
pengetahuan anak lebih bertahan lama dari pada dari pada perilaku yang tidak
didasari oleh pengetahuan (Notoatmodjo S, 2010).
2. Tingkat Pengetahuan
Menurut (Notoatmodjo S, 2010), pengetahuan mempunyai 6 (enam) tinkatan
yaitu :
a. Tahu (know)
Tahu diartikan sebagai meningkatakan suatu materi yang telah dipelajari
sebelumnya, termasuk kedalam pengetahuan tingkat ini adalah meningkatkan
kembali (recall) sesuatu yang spesifik dan seluruh bahan yang dipelajari atau
rangsangan yang diterima.
14

b. Memahami (compreshension)
Diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang
objek yang diketahui, dan dapat menginterprestasikan materi tersebut secara
benar.
c. Aplikasi (application)
Aplikasi diartikan sebagai kempuan untuk menggunakan materi yang telah
dipelajari pada saat situasi atau kondisi real (sebenarnya). Aplikasi disini
diartikan sebagai aplikasi atau penggunaan hukum-hukum, rumus, metode,
prinsip dan sebagai dalam konteks atau situasi yang lain.
d. Analisis (analysis)
Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu
objek kedalam komponen-komponen, tetapi masih di dalam suatu struktur
organisasi, dan masih ada kaitannya satu sama lain.
e. Sintesis (synthesis)
Sintesis menunjukan meunjukan kepada suatu kemampuan untuk meletakan
atau menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang
baru.
f. Evaluasi (evaluation)
Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau
penelitian terhadap suatu materi atau objek.
Pengetahuan seseorang dapat diukur baik secara langsung dapat dilakukan
dengan wawancara atau angket yang menyatakan tentang isi materi yang ingin
diukur dari subjek penelitian atau responden. sedangkan pengukuran
pengetahuan bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh hal-hal yang telah
diketahui. (Notoatmodjo S, 2010).
3. Faktor yang mempengaruhi Pengetahuan
Menurut Teori Lawrence green (1980) dalam (Notoatmodjo S, 2010) perilaku
manusia dalam hal kesehatan dipengaruhi oleh faktor perilaku (behavior cause)
dan faktor perilaku diluar perilaku (non-behavior). Perilaku itu sendiri ditentukan
atau terbagi dari tiga faktor yaitu :
a. Faktor Predisposisi (Predisposing factors)
Faktor ini mencakup pengetahuan, sikap, kepercayaan, keyakinan nilai-
nilai dan sebagainya.
15

b. Faktor pendukung (Enabling factors)


Faktor ini berwujud didalam lingkungan fisik, tersedia atau tidak
tersedianya fasilitas-fasilitas astau saran-saran kesehatan, misalnya puskesmas,
obat-obatan, alat kontrasepsi, jamban dan sebagainya.
c. Faktor pendorong (Reinforcing factors)
Faktor ini meliputi faktor sikap dan perilaku petugas kesehatan atau
petugas lain yang merupakan kelompok refrensi dari perilaku masyarakat.
Disimpulkan bahwa perilaku seseorang atau masyarakat tentang kesehatan
ditentukan oleh pengetahuan, sikap, kepercayaan, tradisi, dan sebagainya dari orang
tua masyarakat yang bersangkutan. Disamping itu, ketersediaan fasilitas, sikap, dan
perilaku para petugas kesehatan terhadap kesehatan juga akan mendukung dan
memperkuat terbentuknya perilaku.
Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi penegetahuan menurut
(Notoatmodjo S, 2010) yaitu :
a. Sosial ekonomi
Lingkungan sosial akan mendukung tingginya pengetahuan seseorang,
sedangkan ekonomi dikaitkan dengan pendidikan, ekonomi baik tingkat
pendidikan akan tinggi sehingga tingkat pengetahuan akan tinggi juga.
b. Kultur (budaya, agama)
Budaya sangat berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan seseorang, karena
informasi yang baru akan disaring kira-kira sesuai tidak dengan budaya yang ada
dan agama yang diantut.
c. Pendidikan
Semakin tinggi pendidikan maka ia akan mudah menerima hal-hal baru
mudah menyelesaikan dengan hal yang baru tersebut.
d. Pengalaman
Berkaitan dengan umur dan pendidikan individu, bahwa pendidikan yang
tinggi makan pengelaman akan luas, sedangkan semakin tua umur seseorang
maka pengalaman akan semakin baik.
C. Sikap
1. Pengertian Sikap
Menurut (Notoatmodjo S, 2014) adalah raksi atau responden yang masih
terturup dari sikap seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. Menifasikan
sikap itu tidak dapat dapat ditafsirkan terlebih dahulu. Seseorang ahli pisikologi
16

sosial Newcomb menyatakan bahwa sikap merupakan kesiapan atau kesediaan


untuk bertindak, dan bukan merupakan pelaksanaan motif tertentu. Dalam kata
lain, fungsi sikap belum merupakan tindakan atau aktivitas akan tetapi merupakan
predisposisi perilaku atau reaksi tertutup.
2. Tingkat Sikap
a. Menerima (Receiving)
Menerima diartikan bahwa orang (subjek) mau dan memperhatikan
stimulus yang diberikan (objek).
b. Merespon (responding)
Memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan, dan menyelesaikan
tugas yang diberikan adalah suatu indikasi dari sikap.
c. Menghargai (responsible)
Mengajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan suatu suatu
masalah.
d. Bertanggung Jawab (Responsible)
Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan
segalah resiko adalah merupakan sikap yang paling tinggi, meskipun mendapat
tentang dari orang lain.
3. Faktor - faktor yang mempengaruhi sikap
Menurut (Wawan & Dewi, 2019) faktor-faktor pembentukan sikap yaitu :
a. Pengalamana Pribadi
Hal yang dapat menjadi dasar pembentukan sikap yaitu, mempunyai
pengalaman pribadi haruslah meningkat pengalaman pribadi yang kuat, itulah
alasannya, sikap akan lebih mudah apabila pengalaman individu-individu
melibatkan faktor emosional.
b. Pengaruh Kebudyaan
Tanpa sadar kebudayaan menekankan garis pengaruh sikap kita terhadap
berbagai masalah. Kebudayaanlah yang memberi corak pengalaman individu-
individu masyarakat.
c. Media Massa
Media massa merupakan sarana komonikasi, seperti surat kabar, radio atau
surat kabar lainnya. Berita yang seharusnya faktual yang disampaikan secara
tepat cenderung di pengaruhi oleh dikap penulisannya, karena berpengaruh
terhadap sikap komonikasi.
17

d. Lembaga Pendidikan dan Lembaga Agama


Konsep moral serta ajaran dari lembaga pendidikan dan lembaga agama
sangat menentukan sistem kepercayaan tidak lah mengherankan kalau konsep
tersebut mempengaruhi sikap
e. Pengaruh Orang lain yang dianggap penting
Individu dianggap penting lebih cenderung untuk memiliki sikap yang
salah dengan orang yang dianggap penting. Kecenderungan ini dimotivasi
untuk menghindari konflik dengan orang yang dianggap penting
f. Faktor Emosional
Faktor emosional suatu bentuk sikap adalah pertanyaan yang didasari
emosi yang berfungsi berbagai semacam penyaluran frustasi atau pengaliran
bentuk mekanisme pertahankan ego.
4. Pengukuran Sikap
Pengukuran sikap dapat dilakukan dengan menilai pernyataan sikap
seseorang. Pertanyaan sikap merupakan rangka yang kalimat yang menyatakan
sesuatu mengenal objek sikap yang akan diungkap. Pertanyaan sikap mungkin
berisi atau mengatakan hal yang positif mengenai objek sikap, yaitu kalimat yang
mendukung dan memihak pada objek sikap. Pernyataan ini disebut dengan
pernyataan yang tidak favourabe. Pengkuran sikap ada dua cara yaitu pengukuran
lagsung dan tidak langsung, pengukuran lagsung dapat dinyatakan bagaimana
pendapat atau pertanyaan responden terhadap suatu objek. Tetapi berbeda dengan
pengukuran sikap dengan cara tidak langsung pengukuran ini dapat dilakukan
dengan pertanyaan-pertanyaan hipotesis dan kemudian dinyatakan pendapat
responden melalui kuoesioner (Wawan & Dewi, 2019)

D. Media Video Animasi


1. Pengertian Media Video Animasi
Video merupakan suatu media yang sangat efektif untuk membantu proses
pembelajaran. Video kaya akan informasi dan tuntas karena sampai kedepan
audien secara langsung, sebab video dapat menyajikan gambar bergerak dan
bersuara pada peserta didik. Kumpulan video dalam pembuatan gambar materi
sangat efektip membantu audien menyampaikan materi. Pengemasan media video
ini dikombinasikan dengan animasi. Animasi adalah suatu kegiatan
menghidupkan, menggerakkan benda diam. Suatu benda diam diberikan dorongan
kekuatan, semangat dan emosi untuk menjadi hidup dan bergerak atau hanya
18

berkesan hidup. Animasi merupakan objek diam yang diproysksikan oleh gambar
bergerak yang dibuat seolah-olah hidup sesuai dengan karakter yang dibuat dari
beberapa jumpulan gambar berubah beraturan dan bergantian sesuai dengan
rancangan, sehingga video yang ditampilkan lebih variatif dengan gambar-gambar
menarik dan berwarna yang mampu meningkatkan daya tarik audien (Sumarno
dkk, 2018).
Menurut ( Tika Yuliani, 2019) kelebihan dan kekurangan dari media video
animasi yaitu:
2. Kelebihan Media Video Animasi

a. Video dapat dipakai dalam jangka waktu yang panjang dan kapanpun jika
materi yang terdapat dalam video ini masih relevan dengan materi yang ada.
b. Membantu siswa dalam memahami materi pelajaran dan membantu guru dalam
proses pembelajaran.
c. Video pembelajaran dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas, dengan cara
mengaksesnya dimedia sosial youtube.
d. Media pembelajaran yang simple dan menyenangkan.
3. Kekurangan Media Video Animasi
1. Memerlukan biaya yang cukup besar untuk keperluan pembuatan video
pembelajaran
2. Hanya dapat dipergunakan dengan bantuan media komputer dan memerlukan
bantuan proyektor dan sipiker saat digunakan pada proses pembelajaran
dikelas.
3. Memerlukan waktu yang cukup panjang pada proses pembuatan sampai
terciptanya video pembelajaran
E. Karakteristik Anak Sekolah Dasar
Pertumbuhan adalah perubahan dalam besar, jumblah, ukuran, atau dimensi
tingkat sel, organ, maupun individu yang bisa diukur berat (gram, pon, kilogram),
ukuran panjang (cm, meter), umur tulang, dan keseimbangan motabelic (retensi
kalsium dan nitrogen tubuh) (Dian, 2012).
Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi
tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai
hasil dari hasil pematangan. Di sini menyangkut adanya proses difresiasi sel-sel tubuh,
jaringan tubuh, organ-organ, dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa
sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk juga perkembangan
19

emosi, intlektual, dan tingka laku sebagai hasil intraksi dengan lingkungannya.
Pertumbuhan mempunyai dampak terhadap aspek fisik, sedangkan perkembangan
berkaitan dengan pematangan fungsi organ/individu (Dian, 2012).
1. Perkembangan fisik dan kognitif
Masa sekolah dasar berlangsung antar usia 6-12 tahun. Masa ini sering disebut
juga masa sekolah, yang masih matang untuk belajar atau sekolah. Pada masa
anak-anak lebih dimudah diarahkan, diberi tugas yang harus diselesaikan, dan
cenderung mudah untuk belajar berbagai kebiasaan seperti makan, tidut, bangun
dan belajar pada waktu dan tempatnya dibandingkan dengan masa pra sekolah.
Dilihat dari karakteristik anak pertumbuhan fisik dan fisikologisnya anak
mengalami pertumbuhan jasmani maupun kejiwaanya. Pertumbuhan dan
perkembangan fisik anak berlangsung secara teratur dan terus menerus kearah
maju. “Anak SD merupakan anak dengan katagori banyak mengalami perubahan
yang sangat drastis baik mental maupun fisik” (Sugiyanto, 2010).
Pada fase ini pertumbuhan fisik anak tetap berlangsung. Anak menjadi lebih
tinggi, lebih berat, dan juga lebih banyak belajar berbagai keterampilan. Pada masa
ini juga perkembangan kemampuan berfikir anak bergerak secara sekuensial dari
berfikir konkrit ke berfikir abstrak. Hal ini sejalan dengan apa yang di kemukakan
oleh Jean Piaget bahwa anak usia sekolah dasar berada pada tahap oprasi kongkrit.
Pada tahapan konkrit ini anak sudah mengetahui simbol-simbol matematis, tetapi
belum dapat menghadapi hal-hal yang abstrak. Dalam tahapan ini anak mulai
berkurang egosentrasinya dan lebih sosiosentris (mulai membentuk peer group).
Akhirnya pada tahap oprasi formal anak telah mempunyai pemikiran yang abstrak
pada bentuk yang lebih kompleks (Crain, 2004:121-131).
2. Reaksi terhadap penyakit
a. Anak usia sekolah menganggap kekuatan dari luar sebagai penyebab penyakit.
b. Mereka menyadari perbedaan tingkat keparahan penyakit, misalnya sakit
kanker lebih serius dari pada sakit flu.
3. Reaksi terhadap hospitalisasi
a) Mekanisme pertahanan utama anak usia sekolah adalah reaksi formasi, suatu
mekanisme pertahanan yang tidak disadari, anak menganggap suatu tindakan
adalahberawal dengan dorongan hati yang mereka sembunyikan. Biasanya anak
menyatakan bahwa mereka berani saat anak merasa sangat kuat.
20

b) Anak beraksi terhadap perpisahan dan menunjukan kesendirian, kebosanan,


isolasi, dan depresi. Mereka mungkin juga memperlihatkan agresi, iritabilitas, dan
ketidakmampuan dalam hubungan dengan saudara dan teman sebaya.
Tabel 2.1 Karakteristik Anak Usia Sekolah Dasar
Usia Motorik Mental Adaptif Personal Sosial

6 tahun 1. Peningkatan 1. Mengembangkan 1. Di meja, 1. Dapat berbagi dan


bertahap dalam konsep angka menggunakan pisau berkerja sama dengan
ketangkasan untuk emngoleskan baik.
selai pada roti

2. Sering mengigit 2. Mengetahui pagi dan 2. Pada saat bermain, 2. Mempunyai


jari siang memotong, melipat kebutuhan yang lebih
mainan kertas, besar
mejahit dengan kasar
bila diberi jarum

3. Lebih menyadari 3. Mendefinisikan 3. Mandi tanpa 3. Akan curang untuk


tangan sebagai alat. obejk umum seperti pengawasan, menang
garpu dan kursi dalam melakukan sendiri
penggunaanya aktivitas tidur

4. Suka 4. Mematuhi tiga 4. Membaca dari 4. Sering masuk


menggambar, macam perintah ingatan, menikmati dalam permainan
menulis, dan sekaligus. permainan mengeja. kasar.
mewarnai.

5. Pengelihatan 5. Mengetahui tangan 5. Menyukai 5. Sering cemburu


mencapai maturitas. kanan dan kiri. permainan di meja terhadap adik

6. Mengatakan mana 6. Mencoba 6. Lebih mandiri


yang cantik dan jelek kemampuan sendiri. mungkin karena
dari gambar wajah. pengaruh sekolah.

7 tahun 1. Lebih waspada 1. Memperhatikan 1. Menggunakan 1, Menjadi anggota


pada pendekatan bahwa bagian tertentu pisau untuk sejati dari keluarga.
penampilan baru hilang dari gambar. memotong daging,
memerlukan bantuan
dalam melakukan hal
yang sulit.

2. Mengulangi 2. Dapat meniru 2. Menyikat dan 2. Mengambil bagian


kinerja untuk gambar permata. menyisir rambut dalam kelompok
memahirkan tanpa bantuan. bermain.

[Link] tiga angka ke 3. Mungkin mencuri 3. Dalam bermain


belakang lebih suka dengan
sesama jenis.

4. Mengulang konsep 4. Menyukai [Link]


waktu, membaca jam membantu dan menghabiskan waktu
dengan benar, dan membuat pilihan sendiri, tidak
menggunakan jam memerlukan banyak
untuk tujuan praktis. teman.
21

5. Lebih mekanis 5. Penolakan


dalam membaca, sering berkurang dan keras
tidak berhenti pada kepals
kahir kalimat,
meloncati kata seperti
ia, sebuah.

8-9 tahun 1. Selalu terburu- 1. Memberi kemiripan 1. Mengguna 1, Lebih senang


buru, melompat, dan perbedaan antara berada dirumah.
berlari. dua hal dari memori. kan alat rumah
tangga dan menjahit.

2. Peningkatan 2. Menghitung mudur 2. Membeli artikel- 2. Menyukai sistem


kehalusan dan dari angka 20 sampai 1, artikel yang penghargaan.
kecepatan dalam memahmi konsep bermanfaat, melatih
control motoric kebalikan. beberapa pilihan
halus, dalam membuat
menggunakan pembelian.
tulisan sambung.

3. Berpakaian 3. Lebih banyak 3. Mencari semua 3. Lebih dapat


lengkap sendiri. membaca, berencana kebutuhan sendiri. bersosialisasi
untuk meudah
terbangun hanya untuk
membaca

4. Suka melakukan 4. Lebih menyadari 4. Melakukan pesan 4. Menyukai


sesuatu secara waktu dan dapat yang bermanfaat. kompetisi dan
berlebihan, sukar dipercaya untuk pergi permainan.
diam setelah keekolah tepat waktu.
istirahat.

5. Memahami konsep 5. Menyukai majalah 5. Menunjukkan


ruang, sebab akibat, bergambar kesukaan dalam
menggabungkan berteman dan
(puzzle), konservasi berkelompok.
(massa dan volume
permanen).

6. Mengklasifikasi 6. Lebih kritis tentang 6. Bermain paling


objek lebih dari satu diri sendiri. banyak dalam
kulitas, mempunyai kelompok dengan
koleksi. jenis kelami yang
sama tetapi mulai
bercampur.

7. Menghasilkan 7. Menyukai sekolah, 7. Membanding


gambar atau lukisan ingin menjawab
sederhana. semua pertanyaan. kan diri sendiri
dengan orang lain.

10-12 1. Menulis cerita 1. Membuat artikel 1. Menyukai teman-


tahun singkat. bermanfaat atau teman.
melakukan pekerjaan
perbaikan yang
mudah.

2. Menulis surat 2. Memasak atau 2. Memilih teman


pendek biasa kepada menjahit dalam cara dengan lebih selektif,
teman atau saudara sederhana. dapat mempunyai
dengan inisiatif sendiri. sahabat.
22

3. Menggunakan 3. Bertanggung jawab 3. Menunjukkan


telepon untuk tujuan untuk pekerjaan, kasih saying.
praktik. membersihkan
rambut, tetapi perlu
peringatan untuk
melakukannya.

4. Berespons terhadap 4. Kadang tinggal 4. Menghormati


majalah, radio, atau sendiri di rumah orang tua.
iklan lain. selama sejam atau
lebih.

5. Membaca untuk 5. Berhasil dalam 5. Mencintai teman,


mendapatkan memelihara bicara tentang mereka
informasi. kebutuhan sendiri secara terus-menerus.
atau kebutuhan anak
lain yang ada dalam
perhatian.

Sumber : (Erna, 2017)


c) Penelitian Dian (2018) mengatakan kemampuan kognitif anak usia sepuluh
tahun (kelas empat SD), pada fase ini anak memiliki kemampuan dalam
menganalisis teks untuk memperoleh suatu pengetahuan dan pemahaman baru
dan anak sudah bisa diterapkan system belajar kooperatif yaitu system
pembelajaran dengan cara anak belajar dan bekerja sama dalam kelompok
kecil dengan jumlah anggota 4-5 orang, yang setiap anak diberikan tugas untuk
diskusikan dan kemudian dilanjut dengan kuis atau tanya jawab.
F. Media Promosi Kesehatan
1. Pengertian Media Pronosi Kesehatan
Menurut (Notoatmodjo S, 2010) media promosi kesehatan adalah semua
saran atau upaya untuk menampilkan pesan atau informasi yang ingin
disampaikan oleh komunikator, baik itu melalui media cetak, elektronika (televisi,
radio, komputer, dan sebaganya) dan media luar ruang, sehingga sasaran dapat
berubah perilakunya kearah positif terhadap kesehatan. Promosi kesehatan tidak
dapat dilepas dari media karena melalui media, pesan-pesan yang disampaikan
dapat lebih menarik dan dipahami, sehingga sasaran dapat mempelajari pesan
tersebut sampai memutuskan untuk mengadopsi perilaku yang positif.
Media dapat berupa media cetak (leafleat, brosur, lembar balik, booklet,
poster, dan lain-lain) dan media luar ruang (papan raklame, spanduk, pameran
,banner). Seiring dengan berkembangnya zaman, teknologi semakin canggih
media dapat dikombinasikan antara media yang satu dengan yang lain
(multimedia). Media dapat dibuat melalui software computer dan kemudian
23

dicetak atau dapat ditampilkan dalam bentuk gambar dan video (Notoatmodjo S,
2010).
2. Tujuan Promosi kesehatan
Tujuan dan alasan mengapa media sangat diperlukan dalam pelaksanaan
promosi kesehatan yaitu (Notoatmodjo S, 2010) :
a. Media dapat mempermudah penyampaian informasi
b. Media dapat menghindari kesalahan persepsi
c. Dapat memperjelas informasi
d. Media dapat mempermudah pengertian
e. Mengurangi komonikasi yang verbalistik
f. Dapat menyampaikan objek yang tidak bisa ditangkap
g. Memperlanvcar komonikasih
3. Jenis Media Promosi Kesehatan
Menurut (Notoatmodjo S, 2012) pada garis besarnya hanya terdapat tiga
macam media yaitu :
a. Media cetak
Media sebagai alat bantu menyampaikan pesan kesehatan sangat
bervariasi, antara lain:
1) Booklet, ialah suatu media untuk menyampaikan pesan kesehatan dalam
bentuk buku
2) Leaflet, ialah bentuk penyampaian informasi atau pesan-pesan kesehatan
melalui lembar yang dilipat
3) Flyer (selebaran), berbentuk seperti leaflet, tetapi tidak berlipat
4) Filp chart (lembar balik)
5) Rublik atau tulisan-tulisan surat kabar atau majalah yang membahas suatu
masalah kesehatan
6) Poster yaitu bentuk media cetak yang berisikan pesan kesehatan, yang
biasanya ditempel di tembok-tembok tempat umum, atau kendaraan umum
7) Foto yang mengungkapkan informasi kesehatan
b. Media elektronik sebagai sasaran untuk menyampaikan pesan-pesan atau
informasi kesehatan berbeda-beda jelasnya, antara lain:
1) Televisi
2) Radio
3) Video
24

4) Slide
5) Film strip
c. Media papan (billboard)
Papan (billboard) yang dipasang ditempat-tempat umum dapat diisi dengan
pesan-pesan atau informasi-informasi kesehatan. Media papan disini juga
mencakup pesan-pesan yang ditulis pada lembaran yang ditempel pada
kendaraan-kendaraan (bus dan taxsi).

Bagan 2.1 Kerucut Pengalaman Edgar Dale

Edgar Dale menyatakan bahwa daya ingat peserta didik terkait pada proses
pembelajaran yang dilakukan, yakni sebagai berikut:

a. Peserta didik mungkin mengingat 20% dari apa yang dibaca atau didengar
b. Peserta didik mungkin mengingat 30% dari apa yang dilihat
c. Peserta didik mungkin mengingat 50% dari apa yang didengar dan dilihat
d. Peserta didik mungkin mengingat 70% dari apa yang dikatakan

e. Peserta didik mungkin mengingat 90% dari apa yang dilakukan


Cone of experience Edgar Dale ini memberi arti bahwa dalam menggunakan
media pendidikan mula-mula berupaya dengan media yang paling konkret, yaitu
Direct Purposeful Experiences atau pengalaman sengaja yang langsung.
Pengalaman langsung tersebut melibatkan indera penglihatan, pendengaran,
perasaan, penciuman dan peraba (Syamsidar, 2019).
25

G. Kerangka Teori

Penggunaan Media Edukasi

Baca

Dengarkan
Lihat
gambar/Diagram
Lihat Video/Film 50%
(Video Animasi)
Lihat Demonstrasi

Terlibat dalam Diskusi

Menyajikan/Presentasi

Bermain Peran

Melakukan Simulasi

Mengerjakan Hal Yang Nyata

Pengetahuan dan Sikap

Bagan 2.1 Kerangka Teori


Keterangan : Variabel yang diteliti dicetak tebal
Sumber : Teori Kerucut modivikasi Edgar Dale
BAB III
METODE PENELITIAN

A. Jenis penelitian dan Rancangan Penelitian


Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Pre
Eksperiment, perencanaan yang digunakan adalah One Grup Pre test dan Post test
design yaitu melakukan satu kali pengukuran didepan (pre test) sebelum adanya
perlakuan (treatment) dan setelah itu dilakukan pengukuran lagi (post test).
Adapun desain penelitian dapat dilihat sebagai berikut :

vX v
O1 X 02

Keterangan :

O1 : Pengukuran rerata skor pengetahuan dan sikap anak sekolah dasar sebelum
dilakukan intervensi
X : Intervensi melalui Video Animasi tentang makan buah dan sayur
O2 : Pengukuran rerata skor pengetahuan dan sikap anak sekolah dasar sesudah
dilakukan intervensi

B. Kerangka Konsep
Variabel penelitian ini meliputi variabel independent (variabel bebas) yaitu Media
Video Animasi sedangkan variabel dependent (pengetahuan dan sikap terhadap makan
buah dan sayur pada anak sekolah dasar).

Bagan 2.2 Kerangka Konsep

Variabel Independent Variabel Dependent

Media Video Animasi Pengetahuan dan Sikap


Tentang Konsumsi Buah
dan sayur

26
27

C. Definisi Operasional
Tabel 3.2 Definisi Oprasional

Variabel Definisi Alat Ukur Cara Ukur Hasil ukur Skala


Oprasional
Pengetahuan Skor Pengetahuan Kuesioner Mengisi Setiap jawaban Rasio
responden tentang kuesioner yang benar di beri
konsumsi buah terdiri dari 10 skor 1 dan
dan sayur. pertanyaan setiap jawaban
Pengertian pengetahuan. salah diberi skor
Penggolongan Jika jawaban : 0
Manfaat Benar : 1
Kandungan Salah : 0
Kecukupan
Dampak
Faktor
Sikap Skor Sikap Kuesioner Mengisi Penilaian bobot Rasio
Responden kuesioner yang skor :
Tentang terdiri dari 10 Pernyataan
Pengukuran sikap pertanyaan positif :
anak sekolah sikap. Jika Benar =1
dasar tentang jawaban : Salah =0
Konsumsi buah Benar : 1 Pernyataan
dan sayur Salah : 0 negatif :
Salah =1
Benar =0

(Sugiyono)
Media Video Media Video
Animasi Animasi yang
berisi tentang - - - -
informsi
meningkatakan
pengetahuan dan
sikap tentang
Konsumsi buah
dan sayur

D. Populasi dan Sampel


1. Populasi
Populasi adalah setiap subjek yang diteliti berdasarkan tujuan yang ingin
dicapai maka yang menjadi populasi adalah penelitian ini adalah seluruh siswa-
siswi kelas V di SD Negeri 11 Kota Bengkulu yang berjumlah 82 orang
2. Sampel
Sampel adalah sekelompok individu yang merupakan bagian dari populasi
terjangkau. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah random sampling yaitu
pengambilan sampel yang didasarkan atas pertimbangan tertentu berupa ciri-ciri
atau sifat populasi yang sudah diketahui (Notoatmodjo, 2012). Berikut ini
merupakan kreteria responden yang digunakan dalam penelitian
28

a) Kreteria Inklusi :
a) Siswa/i Kelas V
b) Usia 10-11 Tahun
c) Bersedia menjadi responden
d) Sudah bisa diajak komunikasi dan sudah lancar membaca
e) Dapat bersosialisasi dan bekerja sama
b) Kriteria Ekslusi :
a) Siswa/i yang sakit pada saat penelitian
Sampel yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri
11 Kota Bengkulu yang akan dihitung menggunakan rumus Taro yamane dan
Slovin, apabilah jumlah populasi (N) diketahui maka teknik pengambilan sampel
dapat menggunakan rumus sebagai berikut (Riduwan & Akdon, 2010)
N
=
1 + N ( )
82
=
1 + 82 (0,1)
82
=
1+82. 0,01
82
=
1 + 0,82
82
=
1,82
= 45, 05 ( dibulatkan Jadi 46)

Keterangan :
N = Besar Populasi
n = Besar Sampel
d = Tingkat kepercayaan/ketepatan yang diinginkan 10% (0,1)
Berdasarkan rumus diatas, didapat besar sampel 46 orang, pengambilan
sampel yaitu random sampling dimana diambil secara acak dari setiap kelas
dengan cara sebagai berikut:

Jumlah siswa − siswi dikelas


= x Jumlah sampel perhitungan rumus
Jumlah poulasi
29

Tabel 3.3 Jumlah sampel tiap kelas

NO Kelas Jumlah siswa/i Jumlah sampel Jumlah sampel


secara populasi akhir
1 VA 29 29/82x46 16
2 VB 28 28/82x46 15
3 VC 28 28/82x46 15

E. Lokasi dan Waktu Penelitian


Penelitian dilakukan di SD Negeri 11 Kota Bengkulu pada bulan Mei - Juni 2021.

F. Instrumen dan Bahan Penelitian


Instrument dalam penelitian ini mengunakan kuesioner yang berisi 10 pertanyaan
mengenai pengetahuan dan 10 pertanyaan sikap terhadap makan buah dan sayur pada
anak sekolah dasar. Instrument kuiesioner ini akan digunakan pada saat pre test dan
post test untuk melihat pengeruh media video animasi terhadap pengetahuan dan sikap
tentang makan buah dan sayur pada anak sekolah dasar.

G. Teknik Pengumpulan Data


Penelitian ini menggunakan jenis data primer dan data sekunder
1. Data Primer
Data perimer diperoleh dengan cara melakukan wawancara dengan
menggunakan kuesioner yang telah tersedia untuk mendapatkan identitas umum
responden, serta mengukur pengetahuan tentang makan buah dan sayur.
Kuesioner adalah pertanyaan/pernyataan yang sudah tersusun dengan baik,
dimana responden tinggal memberikan jawaban (Notoatmodjo S, 2012).
2. Data Sekunder
Data sekunder diperoleh peneliti secara tidak langsung dari dinas kesehatan
Kota Bengkulu yaitu laponran kegiatan kesehatan anak sekolah. Data dari
Administrasi SD Negeri 11 Kota Bengkulu yaitu jumblah seluruh siswa SD Negeri
11 Kota Bengkulu.

H. Pengelolahan Data
Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan bantuan komputer yang telah
dilakukan melalui suatu proses dengan tahapan berikut :
30

1. Editing Data
Merupakan tahapan pemilihan dan pemeriksaan kembali kelengkapan data-
data yang diperoleh untuk pengelompokan dan penyusunan data. Pengelompokan
data bertujuan untuk memudahkan pengelolahan data
2. Coding Data
Coding data yaitu memberikan kode terhadap hasil yang diperoleh dari daya
yang ada yaitu menurut jenisnya, kemudian dimasukan dalam lembar kerja guna
mempermudah melakukan analisis terhadap data yang diperoleh.
3. Tabulating
Tabulating adalah memasukan data-data hasil penelitian ke dalam tabel sesuai
kriteria data yang telah ditentukan.
a. Processing
Data yang telah ditabulasi diolah secara manual atau komputer agar dapat
dianalisis.
b. Cleaning
Cleaning yaitu melakukan pencegahan kembali data yang sudah
dimasukan ke komputer ada kesalahan atau tidak. Dalam pengelolahan ini
tidak ditemukannya kesalahan atau kekeliruan.

I. Analisis Data
Analisis data yang dilakukan yaitu mengelolah dalam bentuk yang lebih mudah
dibaca dan diinterprestasikan serta dapat diuji secara statistik, kebenaran hipotesa yang
telah ditetapkan. Analisis data dilakukan secara bertahap yaitu analisis data univariat
dan bivariat :
1. Analisia Univariat
Analisa univariat digunakan untuk menentukan rerata skor variabel
independent (Media Video Animasi) terhadap variabel dependent (Pengetahuan
dan Sikap) mengenai buah dan sayur. Data dianalisis untuk menguji hipotesis dari
sampel yang diberikan intervensi dan melihat rerata skor yang didapatkan sebelum
dan sesudah diberikan pengaruh media video animasi terhadap pengetahuan dan
sikap tentang konsumsi buah dan sayur pada anak sekolah dasar. Membaca dalam
bentuk persentase yang diinterpretasikan dengan menggunakan kategori Arikunto
(2013).
0% : Tidak satupun kejadian
1%-25% : Sebagian kecil
31

26%-49% : Hampir sebagian


50% : Setengah
51%-75% : Sebagian besar
76%-99% : Hampir seluruh
100% : Seluruh
2. Analisis Bivariat
Analisis bivariat dilakukan untuk menganalisis perbedaan rerata peningkatan
skor pengetahuan dan sikap siswa, dikarnakan data berdistribusi tidak normal
makan dilakukan uji willcoxon match pair test yang bertujuan untuk mengukur
signifikasi perbedaan data berpasangan.

J. Alur Penelitian
1. Tahap Awal
Pelaksanaan kelompok intervensi yang berjumlah 46 sampel diberikan pertest
dengan menggunakan kuesioner sebelum diberikan edukasi kesehatan dengan
media video animasi. Setelah diberikan pretest, maka peneliti akan menghitung
hasil dari pretest tersebut.
Kuesioner pengetahuan tentang makan buah dan sayur berisi 10 pertanyaan
dengan tipe pilihan ganda A, B, C, D. Kuesioner sikap yang berisi 10 pertanyaan
yang terdiri dari 5 pertanyaan positif dan 5 pertanyaan negatif.
2. Tahap Perlakuan
Satu minggu setelah diberikan pretest, maka dilakukan intervensi edukasi
kesehatan dengan menggunakan media video animasi tentang makan buah dan
sayur. Satu kelompok 46 diberikan intervensi melalui edukasi kesehatan dengan
menggunkakan media video animasi yang beisi materi tentang konsumsi buah dan
sayur yang berisikan pengertian, penggolongan buah dan sayur, manfaat,
kandungan, kecukupan, dampak dan faktor lingkungan. Setelah selesai dilakukan,
peneliti memberikan kesempatan kepada responden untuk bertanya mengenai
konsumsi buah dan sayur.
3. Tahap Akhir
Satu minggu setelah dilakukan intervensi edukasi kesehehatan menggunakan
video animasi tentang makan buah dan sayur dan sayur maka kelompok diberikan
test akhir (postest) dengan menggunakan kuesioner yang sama pada saat pretest,
tujuannya untuk mengetahui rata-rata tingkat pengaruh penggunaan media video
32

animasi setelah diberikan perlakuan tentang makan buah dan sayur pada anak
sekolah dasar.
K. Etika Penelitian
Menurut (Hidayat, 2007) masalah etika penelitian sangat penting karena penelitian
ini berhubungan langsung dengan manusia, sehingga yang harus diperhatikan antara
lain adalah sebagai berikut:
1. Informed concent
Informed concent merupakan bentuk persetujuan antara peneliti dengan
responden penelitian dengan memberikan lembar persetujuan. Informed concent
tersebut diberikan sebelum penelitian dilakukan dengan memberikan lembar
persetujuan menjadi responden. Tujuan Informed concent adalah agar subjek
mengerti maksud dan tujuan penelitian, mengetahui dampaknya. Jika subjek
bersedia, maka mereka harus menanda tangani lembar persetujuan jika responden
tidak bersedia, maka penelitian harus menghormati hak responden. Beberapa
informasi yang harus ada dalam Informed concent tersebut antara lain: partisipasi
responden, tujuan dilakukan tindakan, jenis data yang dibutuhkan, komitmen,
prosedur pelaksanaan, potensial masalah yang akan terjadi, manfaat, kerahasiaan,
informasi yang mudah dihubungi, dan lain-lain.
2. Tahapan Nama (Anonimity)
Tidak memberikan atau mencantumkan nama responden pada lembar alat ukur
dan hanya menulis kode pada lembar pengumpulan data atau hasil penelitian yang
akan disajikan.
3. Kerahasiaan (Confidentiality)
Masalah ini merupakan masalah etika dengan memberikan jaminan
kerahasiaan hasil penelitian, baik informasi maupun masalah-masalah lainnya.
Semua informasi yang telah dikumpulkan dijamin kerahasiaanya oleh peneliti,
hanya kelompok data tertentu yang akan dilaporkan pada hasil riset.
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian
1. Jalannya Penelitian
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Pengeruh media video animasi
terhadap pengethuan dan sikap tentang konsumsi buah dan sayur pada anak
sekolah dasar di SD Negeri 11 Kota Bengkulu tahun 2021. Data penelitian ini
didapatkan dari Dinas Kesehatan Kota Bengkulu dan dari data Puskesmas Pasar
Ikan, Pelaksanaan penelitian ini dibagi menjadi 2 tahap yang meliputi tahap
persiapan dan tahap pelaksanaan, yaitu sebagai berikut :
a. Persiapa Penelitian
Pada tahap persiapan ini meliputi mengurus surat izin penelitian
dikampus, kemudian mengurus surat izin ke Badan Kesatuan Bangsa dan
Politik Kota, setelah itu mengurus surat izin ke Dinas Pendidikan Kota dan
yang terkait mengurus surat izin ke SD Negeri 11 Kota Bengkulu untuk
melakukan penelitian.
b. Pembuatan media
Media yang digunakan adalah media video animasi yang berisi kumpulan
gambar kartun dan audio yang berisikan tentang konsumsi buah dan sayur.
Pada media video animasi peneliti membuat sendiribmenggunakan aplikasi
powtoon yang mana media yang berisikan tentang pengertian buah dan sayur ,
manfaat buah dan sayur, kecukupan buah dan sayur, akibat tidak konsumsi
buah dan sayur. Sebelum menggunakan media, peneliti melakukan uji validitas
media kepada ahli media dan ahli materi. Tujuan dilakukan validasi untuk
mendapatkan penilaian dan saran dari ali mengenai kesesuaian materi dan
tampilan media video animasi. Hasil yang didapat setelah melakukan uji
validitas dengan ahli media dan ahli materi adalah media layak untuk uji coba
lapangan tanpa revisi.
c. Pelaksanaan Penelitian
Pelaksanaan penelitian dimulai dengan menentukan sampel. Cara
pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dan penelitian ini
adalah anak kelas V a, b dan c diambil secara acak dengan menggunakan lotre
menggunakan nama siswa, dari satu kelas diambil masing – masing kelas a

33
34

berjumlah 29 diambil 16 siswa, kelas b berjumlah 28 diambil 15 dan kelas c


berjumlah 28 diambil 15 orang dari seluruh 82 siswa kelas V a, b dan c setelah
itu proses pengambilan data yang diambil melalui proses pengisian kuesioner.
Penelitian ini dillakukan pada tanggal 24 Mei sampai 14 Juni 2021 di SD
Negeri 11 Kota Bengkulu, sampel dalam penelitian ini berjumlah 46 orang.
Tahap pertama, penelitian ini diawali dengan memberikan kuesioner pada
siswa-siswi yang bersedia menjadi responden dengan mengisi surat
persetujuan menjadi responden. Lembar kuesioner diberikan untuk menilai
skor pre test pada anak sekolah dasar terhadap pengetahuan dan sikap tentang
konsumsi buah dan sayur. Setelah siswa-siswi mengisi kuesioner, penelitian
memberikan arahan terhadap responden tentang jalannya penelitian yang akan
dilakukan peneliti, yaitu 1 minggu setelah diberikan kuesioner tersebut akan
dilakukan pendidikan kesehatan dengan menggunakan media video animasi.
Tahap kedua, memberikan promosi kesehatan menggunakan media video
animasi berisi tentang konsumsi buah dan sayur, manfaat buah dan sayur
kandungan gizi pada buah dan sayur, dampak apabilah tidak konsumsi buah
dan sayur. Dimana pemutaran video animasi satu arah menggunakan layar
LCD didalam kelas dan penelitian ini hanya dibagi menjadi satu kelompok.
Tahap ketiga, setelah diberikan intervensi satu minggu kemudian
diberikan kuesioner post test,untuk menilai skor pengaruh media Video
Animasi terhadap pengetahuan dan sikap tentang konsumsi buah dan sayur
pada anak sekolah dasar di SD Negeri 11 Kota Bengkulu. Setelah responden
selesai mengisi kuesioner penelitia mengucapkan terima kasih karena telah
bersedia menjadi responden.
Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan program computer
yang terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan didapatkan bahwa data
berdistribusi tidak normal. Sehingga dilakukan analisis menggunakan uji
Wilcoxon.
35

2. Hasil Penelitian
a. Analisis Univariat
Analisis univariat digunakan untuk mengetahui distribusi frekuensi
masing-masing variabel penelitian, yaitu jenis kelamin, umur responden, serta
rerata hasil pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah intervensi di SD
Negeri 11 Kota Bengkulu sebagai berikut :
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden
No Variabel F %
1. Jenis Kelamin
Laki-laki 23 50
Perempuan 23 50
Jumlah 46 100
2. Umur
10 Tahun 16 34,8
11 Tahun 20 65,2
Jumlah 46 100

Berdasarkan tabel 4.1 didapatkan bahwa dari setengah laki-laki (50%).


Sedangkan pada umur sebagian besar berumur 11 tahun (65,2%).
Tabel 4.2 Deskripsi Persentase Pengetahuan Sebelum dan Sesudah Diberikan
Media Video Animasi Pada Siswa SD Negeri 11 Kota Bengkulu
No Item Pertanyaan Pengetahuan Sebelum Sesudah (%)
tentang Buah dan Sayur (%)
Benar Benar
1. Apakah yang dimaksud dengan buah 26.1 95.7
dan sayur
2. Pengolongan buah berdasarkan 80.4 100,0
warna ( Pigmen) salah satunya
berwarna
3. Pengolongan sayuran yang 80.4 100,0
berdasarkan bagian tanaman yang
dapat dimakan
4. Apa manfaat buah bagi kesehatan 78.3 95.7
tubuh
5. Apa manfaat sayur bagi kesehatan 21.7 89.1
tubuh
6. Kandungan gizi apa saja yang 84.8 95.7
terdapat dalam buah dan sayur
7. Berapa gram yang dianjurkan dalam 37.0 87.0
konsumsi buah dan sayur
8. Berapa Gram buah yang harus 26.1 80.4
dikonsumsi
9. Berapa Gram sayur yang harus 39.1 87.0
dikonsumsi
10. Apa dampak bila kurangnya makan 54.3 89.1
buah dan saur
Berdasarkan tabel 4.3 didapatkan hasil persentase 46 responden dari 10
item pertanyaan pengetahuan sesudah dilakukan intervensi media Video
36

Animasi didapatkan >50 % mengalami peningkatan skor terletak pada item


pertanyaan 1,2,3,4,5,6 dan 10 dimana terjadi peningkatan yang signifikan.
Tabel 4.3 Deskripsi Persentase Sikap Sebelum dan Sesudah Diberikan Media
Video Animasi Pada Siswa SD Negeri 11 Kota Bengkulu
No Item Pertanyaan Sikap tentang Sebelum Sesudah (%)
Buah dan Sayur (%)
Benar Benar
1. Buah dan sayur adalah makanan 67.4 100.0
yang dibutuhkan untuk kesehatan
tubuh
2. Buah dan sayur mengandung serat 78.3 100.0
yang dapat melancarkan
metabolisme tubuh dan memudahkan
proses buang air besar
3. Makan buah dan sayur secara rutin 65.2 89.1
dapat mencegah penyakit jantung
4. Buah dan sayur dapat dijadikan 60.9 93.5
sebagai diet alami
5. Konsumsi buah dan sayur yang 54.3 89.1
dianjurkan sebanyak 300-400 garm
yang terdiri dari 250 gram sayur dan
150 gram buah
6. Kurang konsumsi buah dan sayur 26.1 84.8
tidak meningkatkan kolestrol darah
7. Kurang konsumsi buah dan sayur 32.6 71.7
tidak mingkatkan resiko kegemukan
8. Tidak mengkonsumsi buah dan sayur 43.5 76.1
tidak akan mempengaruhi kesehatan
tubuh kita
9. Makan buah dan sayur secara rutin 47.8 78.3
tidak dapat mencegah serangan
kerusakan hati dan strok
10. Vitamin, mineral, dan serat 41.3 80.4
merupakan zat gizi yang tidak
dibutuhkan oleh tubuh
Berdasarkan tabel 4.4 didapatkan hasil persentase bahwa 46 responden
dari 10 item pertanyaan sikap sesudah dilakukan intervensi media video
animasi didapatkan >50 % mengalami peningkatan skor terletak pada item
pertanyaan 1,2,3,4,5,6 dan 10 dimana terjadi peningkatan yang signifikan.
b. Analisis Bivariat
Analisis ini dilakukan untuk melihat pengaruh media video animasi terhadap
pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Uji statistik
yang digunakan adalah uji wilcoxon, karena uji normalitas data menunjukkan
bahwa data tidak berdistribusi normal
37

Tabel 4.4 Rerata Pengetahuan Sebelum dan Sesudah diberikan Media Video
Animasi Tentang Konsumsi Buah dan Sayur Pada Siswa SD Negeri 11
Kota Bengkulu.
Variable N Mean SD Min Max
Pengetahuan
Sebelum 46 5,28 1,377 3 8
Sesudah 46 9,22 1,031 7 10

Berdasarkan tabel 4.2 didapatkan rerata skor pengetahuan responden


sebelum diberikan intervensi melalui media video animasi adalah 5,28 dengan
standar deviasi 1,377 nilai minimal sebesar 3 dan nilai maksimal 8. Sedangkan
rerata skor pengetahuan responden sesudah 9,22 dengan standar deviasi 1,031
nilai minimal 7 dan nilai maksimal 10.
Tabel 4.5 Rerata Sikap Sebelum dan Sesudah diberikan Media Video Animasi
Tentang Konsumsi Buah dan Sayur Pada Siswa SD Negeri 11 Kota
Bengkulu.
Variable N Mean SD Min Max
Sikap
Sebelum 46 5,17 1,435 3 8
Sesudah 46 8,63 1,019 7 10

Berdasarkan tabel 4.3 didapatkan rerata skor sikap responden sebelum


diberikan intervensi melalui media video animasi adalah 5,17 dengan standar
deviasi 1,435 nilai minimal sebesar 3 dan nilai maksimal 8, sedangkan rerata
skor sikap responden sesudah 8,63 dengan standar deviasi 1,019 nilai minimal
7 dan nilai maksimal 10.
Tabel 4.6 pengaruh media video animasi terhadap pengetahuan dan sikap
tentang konsumsi buah dan sayur pada siswa SD Negeri 11 Kota
Bengkulu.
Variable Sebelum Sesudah P
Mean SD Mean SD ∆ Mean Value
Pengetahuan 5,28 1,377 9,22 1,031 3,94 0,000
Sikap 5,17 1,435 8,63 1,019 3,46 0,000

Berdasarkan tabel 4.4 diketahui bahwa pengaruh media video animasi


didapatkan dengan nilai p value = 0.000 ≤ 0.05 dengan menggunakan
kepercayaan 95%, yang berarti ada pengaruh media video animasi terhadap
pengetahuan dan sikap tentang konsumsi buah dan sayur pada anak sekolah dasar
di SD Negeri 11 Kota Bengkulu.
38

B. Pembahasan
1. Karakteristik Anak
a. Jenis Kelamin
Hasil distribusi frekuensi karakteristik responden yang berjumlah 46
setengahnya berjenis kelamin laki-laki yaitu 23 orang , sedangkan distribusi
umur responden sebagian besar berumur 11 tahun yaitu 22 orang .
Karakteristik anak yang berusia 10-12 tahun berdasarkan mental, berespon
terhadap majalah, radio, video, atau iklan lain dan suka membaca untuk
mendapatkan informasi Erna (2017). Hasil penelitian menunjukan bahwah
responden pada penelitian ini didapatkan sebagian besar 65,2 umur siswa pada
penelitian ini adalah 11 tahun. Hasil ini sesuai dengan survey kesehatan rumah
tangga 2018 yang menyebutkan bahwah prevensi masalah kurangnya
konsumsi buah dan sayur juga banyak terjadi pada anak pada saat berusia 10-
11 tahun pada kelompok anak usia sekolah dasar saat masa pertumbuhan.
b. Umur
Umur 10-11 tahunmerupakan satu kelompok umur yang sangat strategis
untuk diberikan edukasi, promosi kesehatan dan keterampilan. Umur ini
merupakan yang ideal untuk melatih kemapuan motorik seorang anak
termaksut melatih keterampilan,mengatur pola makan, serta rutin konsumsi
buah dan sayur setiap hari pada anak. Pemberia video animasi yang disajikan
harus sesuai umur anak-anak seperti tayangan yang dibuat menjadi media
hiburan mendidik yang menjadi penyalur senyum dan tawa atas kelucuan dan
kekonyolan dalam kisah-kisahnya tanpa meninggalkan pesan yang
disampaikan.
Pada umur ini sangat berpengaruh terhadap daya tangkap dan pola pikir
anak semakin bertambah umur akan semakin berkembang pula daya tangkap
dan pola pikirnya, sehingga pengetahuan yang diperoleh semakin membaik
dan dapat dipraktekkan dalam kehidupan dengan baik. Sejalan dengan
penelitian Sigian (2017), menyatakan bahwa kurangnya konsumsi buah dan
sayur dapat menyebabkan kejadian obesitas, ganguan pengelihatan mata dapat
menurunkan sistem kekebaln tubuh pada anak – anak sekolah dasar.
39

2. Pengetahuan anak Tentang Konsumsi Buah dan Sayur


Hasil analisis rerata pengetahuan sebelum diberikan pengaruh media video
animasi terhadap pengetahuan dan sikap tentang konsumsi buah dan sayur pada
anak sekolah dasar di SD Negeri 11 Kota Bengkulu didapatkan hasil 5,28 dan
rerata pengetahuan sesudah diberikan media video animasi tentang konsumsi buah
dan sayur adalah 9,22 yang artinya terjadi peningkatan pengetahuan tentang buah
dan sayur. Berdasarkan hasil tersebut dapat terlihat bahwa nilai mean pengetahuan
sesudah diberikan pengaruh media video animasi tentang konsumsi buah dan sayur
lebih besar dibandingkan dengan sebelum diberikan video animasi.
Hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang dipaparkan oleh Notoatmodjo,
2007 menyatakan bahwa terdapat hubungan pengetahuan dengan perilaku
manusia. Pengetahuan merupakan hasil pengindraan manusia dominan yang
sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (over behavior). Sebagian
besar pegetahuan seseorang diperoleh melalui indra pendengaran (telinga) dan
indera pengelihatan (mata). Pengetahuan ini juga diperlukan sebagai dukungan
dalam menumbuhkan rasa percaya diri maupun sikap dan perilaku setiap hari,
sehingga dapat dikatakan bahwa pengetahuan merupakan fakta yang mendukung
tindakan seseorang. Hai ini sejalan dengan penelitian Fayasari (2020),
pengetahuan siswa meningkat setelah mendapatkan edukasi gizi, baik pada
kelompok ceramah maupun video animasi. Tidak terdapat perbedaan pengetahuan
p=0,646 dan jenis sarapan p=0,810, tetapi terdapat perbedaan sikap p=0,005,
konsumsi sayur p=0,000, konsumsi buah p=0,024 dan frekuensi sarapan p=0,013
antara siswa yang diberikan edukasi gizi dengan media ceramah dan media video
animasi dan ada pengaruh edukasi gizi terhadap pengetahuan dan sikap sebelum
dan sesudah diberikan intervensi pada media video animasi.
Penelitian ini menemukan bahwa 10 item pertanyaan pengetahuan didapatkan
jawaban yang tidak mencapai 90% yaitu nomor 7, 8 dan 9 yaitu berapa gram yang
dianjurkan dalam konsumsi buah dan sayur, berapa gram buah yang harus
dikonsumsi, berapa gram sayur yang harus dikonsumsi. Hal ini disebabkan
pertanyaan yang sulit dipahami oleh siswa dan asumsi peneliti ini disebabkan oleh
pilihan jawaban yang hampir menyerupai. tetapi secara keseluruhan terjadi
perbedaan rerata pengetahuan sebelum dan sesudah responden setelah diberi
intervensi dengan mengunakan media video animasi.
40

Pemanfaat media video animasi juga dilakukan oleh rahmayanti (2017),


dengan judul Pengaruh Penggunaan Media Video Animasi Terhadap Hasil Belajar
Siswa Kelas V SDN Se-Gugus Sukodono Sidoarjo, dimana didapatkan bahwa
terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa kelas eksperimen
dengan menggunakan media video animasi dengan kelas kontrol yang tidak
menggunakan media video animasi di SDN Kebonagung 1 dan SDN Kebonagung.
Sejalan dengan penelitian yang di lakukan oleh Puspita (2017), mengenai
perbandingan efektivitas penyuluhan dengan video animasi dan non animasi
tentang makanan kariogenik terhadap pengetahuan siswa kelas IV di SDN 027
[Link] Sapih, Padang dengan rata-rata pengetahuan siswa tertinggi berada
pada kelompok yang menonton animasi yaitu dengan 13,79 dibandingkan
menonton video non animasi yaitu 3,58. Dalam penelitian ini menggunakan
metode pendidikan video yang berbentuk animasi,edukasi, dimana video edukasi
merupakan salah satu bentuk media audio visual yang dikenanal sebagai metode
pendidikan kesehtan. Media audio visual dapat menyampaikan pengertian dan
informasi dengan cara yang lebih nyata melalui gambar bergerak dan suara. Video
animasi mempunyai daya tarik lebih dibandingkan dengan media lain karena
memiliki daya tarik tertentu yang menyebabkan meningkatnya rasa keingintahuan.
Media ini memanfaatkan indera pendengaran dan penglihatan. Semakin banyak
indera yang digunakan untuk merekam informasi, semakin besar kemungkinan
memahami maksud informasi yang di sampaikan Ismainar (2010).

3. Sikap anak Tentang Konsumsi Buah dan Sayur


Hasil analisis rerata sikap sebelum diberikan pengaruh media video animasi
terhadap pengetahuan dan sikap tentang konsumsi buah dan sayur pada anak
sekolah dasar di sd negeri 11 Kota Bengkulu didapatkan hasil 5,17 dan rerata
pengetahuan sesudah diberikan media video animasi tentang konsumsi buah dan
sayur adalah 8,63 yang artinya terjadi peningkatan sikap tentang buah dan sayur.
berdasarkan hasil tersebut dapat terlihat bahwa nilai mean sikap sesudah diberikan
pengaruh media video animasi tentang konsumsi buah dan sayur lebih besar
dibandingkan dengan sebelum diberikan video animasi.
Penelitian ini menemukan bahwa dari 10 item pertanyaan sikap didapatkan
jawaban yang tidak mencapai 80% yaitu nomor 7, 8 dan 9 yaitu kurang
konsumsi buah dan sayur tidak meningkatkan resiko kegemukan, tidak
mengkonsumsi buah dan sayur tidak akan mempengaruhi kesehatan tubuh kita,
41

makan buah dan sayur secara rutin tidak dapat mencegah serangan kerusakan hati
dan stroke. Hal ini disebabkan sulit dipahami oleh siswa karena pertanyaan terlalu
sulit untuk dimengerti oleh siswa. Asumsi penelitian ini dikarenakan perbedaan
antusias siswa pada saat peneliti melakukan edukasi kesehatan serta perbedaan
pemahaman yang didapatkan siswa tentang konsumsi buah dan sayur setelah
dilakukan edukasi kesehatan dan pertanyaan kesalahan terbanyak pada soal
kuesioner bersifat negatif, tetapi terjadi perubahan persentasi sikap siswa tentang
konsumsi buah dan sayur sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan
melalui media video animasi. Sikap siswa sebelum diberikan intervensi melalui
media media video animasi (pretest) dengan nilai rata-rata 5,17. Sedangkan sikap
siswa setelah diberikan intervensi melalui media video animasi menggunakan
(posttest) dengan nilai rata-rata 8,63 . Hal ini menunjukkan adanya perubahan
sikap siswa setelah diberikan intervensi melalui mediavideo animasi.
Hasil penelitian Beby (2018) murid yang bersikap positif sebesar 57,1
sebelum dilakukan intervensi dan meningkat menjadi 85,7 setelah intervensi
tentang buah dan sayur. Pada hasil penelitian Maharani (2020), memiliki sikap
negatif sebesar 47 sebelum dilakukan intervensi dan meningkat menjadi 83 setelah
dilakukan intervensi.
Pembentukan atau faktor yang mempengaruhi sikap adalah pengalaman
pribadi, pengaruh orang lain yang dianggap penting, pengaruh kebudayaan, media
massa, lembaga pendidikan, agama, dan faktor emosional. Sikap merupakan
respon yang tertutup pada seseorang pada stimulus atau obyek, serta melibatkan
faktor pendapat dan emosi yang bersangkutan Azwar (2009).

4. Pengaruh Media Video Animasi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Tentang


Konsumsi Buah dan Sayur Pada Anak Sekolah Dasar Di SD Negeri 11 Kota
Bengkulu
Hasil penelitian menunjukan nilai P value = 0.000 ≤ 0.05 dengan
menggunakan tingkat kepercayaan 95% yaitu berarti ada Pengaruh Media Video
Animasi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Tentang Konsumsi Buah dan Sayur
Pada Anak Sekolah Dasar DI SD Negeri 11 Kota Bengkulu.
Hasil penelitian syakir (2018), menunjukan ada peningkatan pengetahuan
setelah diberikan intervensi dengan media video animasi yaitu rata-rata pretest
69,88 menjadi 77,70 pada posttest. Peningkatan juga terlihat pada sikap dimana
42

rata-rata sikap pretest 34,50 menjadi 36,07 dengan nilai signifikansi pada
pengetahuan dan sikap p= (0,001<0,05).
Metode pendidikan yang menggunakan video animasi merupakan salah satu
bentuk media audiovisual yang dikenal sebagai metode pendidikan kesehatan.
Media audiovisual dapat menyampaikan pengertian atau informasi dengan cara
lebih nyata melalui gambar bergerak dan suara. Animasi kartun mempunyai daya
tarik lebih dibandingkan dengan media lain karena memiliki simbol-simbol
tertentu yang menyebabkan kelucuan. Media ini memanfaatkan indera
pendengaran dan [Link] banyak indera yang digunakan untuk
merekam informasi, semakin besar kemungkinan memahami maksud informasi
yang disampaikan Ismaniar (2010).
Sejalan dengan penelitian helena (2021), dengan uji perbedaan pengetahuan
sebelum penyuluhan dan sesudah penyuluhan pada kelompok dengan lembar balik
menunjukkan angka 0.902 (p>0.05) dan uji perbedaan pengetahuan sebelum
penyuluhan dan sesudah penyuluhan pada kelompok dengan media lembar balik
menunjukkan angka 0.001 (p<0.05). Hasil analisis uji nilai beda pengetahuan
antara kelompok lembar balik dengan kelompok video animasi menunjukkan
angka 0.099 (p>0.05). Penyuluhan menggunakan video animasi efektif terhadap
peningkatkan pengetahuan siswa.
Media audio visual dapat menyampaikan informasi dengan lebih nyata melalui
gambar bergerak dan suara. media yang dapat diterapkan pada anak-anak sekolah
dasar sesuai dengan karakteristik anak media video animasi sebagai media
pembelajaran yang beisikan kumpulan gambar kartun yang lucu dan menarik dan
diengkapi dengan audio sehingga berkesan hidup dan menyampaikan pesan dalam
pembelajaran Rahmayanti (2018). Media ini memanpaatkan indera pendengaran
dan penglihatan,semakin banyak indra yang digunakana untuk merekam informasi,
semakin besar kemungkinan memahami maksud informasi yang disampaikan.
Ismaniar (2010).
Memanfaatkan media video animasi dalam pemberian edukasi kesehatan
pencegahan obesitas ini tidak hanya dapat menghasilkan cara belajar yang cukup
efektif dalam waktu yang singkat tetapi sesuatu yang diterima melalui audiovisual
akan lebih lama dan lebih baik dalam ingatan karena banyak panca indra sonor
(2017). Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Amelia (2015),
menyatakan bahwa edukasi menggunakan video tentang pencegahan obesitas
43

merupakan alat bantu pendidikan yang bertujuan untuk menyampaikan pesan


kesehatan dengan mentimulasi indra penglihatan dan pendengaran. Peningkatan
pengetahuan responden dipengaruhi adanya bantuan media video audio visual
berupa bentuk gambar yang bergera serta memudahkan responden dalam
mengingat materi yang diberikan,dan kelebihan edukasi menggunakan video
adalah memberiak gambaran yang lebih nyata serta meningkatkan retensi memori
karana lebih menarik dan lebih mudah di ingat. Serupa dengan penelitian Rahayu ,
(2018) yang berjudul efektifitas edukasi dengan media audio visual terhadap
pengetahuan dan sikap terhadap gizi seimbang diperoleh signifikan p=0,002 yang
berarti bahwah ada pengaruh edukasi gizi dengan media audio visual terhadap
pengetahuan dan sikap tentang gizi seimbang sesudah diberikan pelaku.
Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Tandilangi (2016) mengenai
efektivitas den health education dengan media animasi kartun tehadap perubahan
pengetahuan dan perilaku kesehatan gigi dan mulut siswa SD 02 Manado lebih
efektif dibandingakn dengan media [Link] perbedaan signifikan antara
media animasi dan poster, dengan rata-rata selisih nilai pengetahuan video animasi
lebih besar daripada poster.
Selain penelitian Tandilangi, penulis juga menemukan penelitian Zulfa (2017),
yang berjudul pengaruh pendidikan kesehatan dengan video animasi terhadap
praktik gosok gigi pada anak SD dengan hasilyaitu p<0.05 ada pengaruh yang
signifikandalam pemberian pendidikan kesehtan dengan video animasi terhadap
praktik gosok gigi pada anak kelas IV dan V di SDN 1 Temanggung.
Dari hasil penelitian diatas, maka peneliti lebih memilih media video animasi
karena memiliki tampilan gambar menarik dan siswa lebih berantusias untuk
menggali informasi yang diberikan. Sehingga media video animasi dapat
meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa tentang buah dan sayur.
44

C. Keterbatasan Penelitian
Penelitian ini tentang pengaruh media video animasi terhadap pengetahuan dan
sikap tentang konsumsi buah dan sayur pada anak sekolah dasar di SD Negeri 11
Koata Bengkulu, masih memiliki keterbatasan waktu
1. Peneliti mengalami hambatan saat melakukan penelitian karena melakukan
penelitian saat pandemi covid-19 sehingga peneliti memiliki keterbatasan waktu
saat penelitian.
2. Keterbatasan tempat selama pelaksanaan penelitian berlangsung. Hal tersebut
dikarenakan hanya satu kelas yang digunakan sehingga suasana ruangan terkadang
kurang kondusif dan susah dikontrol.
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan
Berdasarkan dari tujuan penelitian dan hasil penelitian yang diperoleh dari pengaruh
media video animasi terhadap pengetahuan dan sikap tentang konsumsi buah dan sayur
pada anak sekolah dasar di SD Negeri 11 Kota Bengkulu, maka penelitian mengambil
kesimpulan sebagai berikut :
1. Karakteristik responden sebagian berjenis kelamin laki-laki dan sedangkan pada
umur responden sebagian besar 11 tahun.
2. Rerata skor pengetahuan sebelum dilakukan intervensi dengan menggunakan
media video animasi dan setelah dilakukan intervensi mengalami peningkatan
9,22.
3. Rerata peningkatan skor sikap sebelum dilakukan intervensi dengan
menggunakan media video animasi dan setelah dilakukan intervensi mengalami
peningkatan 8,63.
4. Ada pengaruh media video animasi didapat nilai p value = 0.000 ≤ 0.05 dengan
menggunakan tingkat kepercayaan 95% yang berarti ada pengaruh media video
animasi terhadap pengetahuan dan sikap tentang konsumsi buah dan sayur pada
anak sekolah dasar di SD Negeri 11 Kota Bengkulu
B. Saran
1. Bagi Puskesmas
Memberikan masukan kepada puskesmas yang bersangkutan di Kota Bengkulu
agar dapat memberikan pendidikan kesehatan tentang konsumsi buah dan sayur
terhadap anak sekolah dasar.
2. Bagi Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi yang bermakna kepada
pihak akademik serta dapat dijadikan sebagai media pembelajaran yang berhubungan
dengan konsumsi buah dan sayur.
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai informasi data dasar untuk
penelitian serupa dan penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan pada
penelitian yang akan datang dalam membuat penelitian yang lainnya. Peneliti
berikutnya dapat mengembangkan variabel-variabel penelitian disamping variabel
yang sudah ada.
45
DAFTAR PUSTAKA

Agustien, R., Umamah, N., & Sumarmo, S. (2018). Pengembangan Media Pembelajaran
Video Animasi Dua Dimensi Situs Pekauman di Bondowoso Dengan Media Addie
Mata Pelajaran Sejarah Kelas X IPS. Jurnal edukasi, 5(1), 19. [Link]
19184/jikasi.v51.8010.
Andayani Dian, Abdul Majid. 2012. Pendidikan Karakter Perspektif Islam. Bandung : PT
RemajaRosdakarya.
Asnah. (2016). Konsumsi sayur, buah, dan sumbangannya terhadap kecukupan serat anak usia
prasekolah pada keluarga nelayan di Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai
tahun 2016 Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat USU, Medan.
Azadirachta, F. L., & Sumarmi, S. (2018). Pendidikan Gizi Menggunakan MediaBuku Saku
Meningkatkan Pengetahuan dan Praktik Konsumsi Sayur Buah Pada Saiwa Sekolah
Dasar. Media Gizi Indonesia, 12(2), 107. [Link] 207-
115.
Azhari, M. A., & Fayasari, A (2020). Pengeruh edukasi gizi dengan media ceramah dan video
animasi terhadap pengetahuan sikap dan perilaku sarapan serta konsumsi sayur buah.
AcTion: Acceh Nutrition Journal, 5(1), 55. [Link]
Azizah Riskita, A., Gunawan, I. M. A., & Waryana. (2020). Pengaruh Penggunaan Media
Video Animasi “Yuk Atasi Obesitasmu” Dalam Penyuluhan Terhadap Peningkatan
Pengetahuan Dan Sikap Remaja Tentang Upaya Penanggulangan Obesitas Di
Desawedomartani Ngemplak Sleman Yogyakarta Ayu.
Azwar, S. (2009). Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Dinkes Kota Bengkulu. 2019. Profil Kesehatan Kota Bengkulu Tahun 2019. Bengkulu:
Dinkes Kota.

[Link] Ajar Tumbuh Kembang Anak. Sidoarjo: Indonesia Pustaka

Ferwanda, A. F., & Muniroh, L. (2017). Efektivitas Buku Edukatif Berbasis Games Terhadap
Perubahan Pengetahuan Serta Sikap Tentang Sayur Dan [Link] Nutrition, 1(4),
389. [Link]
Fitryadi Anisa. (2020). Pengaruh Edukasi Gizi Melalui Media Buku Cerita Terhadap
Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Konsumsi Sayur Dan Buah Pada Anak Kelas 5 Sdit
Thariq Bin Ziyad Tahun 2020. Viva medika. 13.
Harfiyanto (2019). Pengaruh media perainan lintas arus terhadap peningkatan pengetahuan
dan sikap tentang konsumsi buah dan sayur pada siwa DI SDN Tawangerejo Madiun.
Ismaniar,2010. Media Pembelajaran. Jakarta. PT Raja Grafindo Persada
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (2019). Mari makan sayur dan buah yang
berkhasiat baik bagi tubuh untuk keluarga indonesia sehat. 14 Mei 2019. [Link].
kemenkes. go. id.
Laily rahmayanti.2017. Pengaruh Penggunaan Media Video Animasi Terhadap Hasil Belajar

46
47

Siswa Kelas V SDN Se-Gugus Sukodono Sidoarjo. Pena Jurnal Imu Pengetahuan dan
Teknologi Vol. 25 (1) 2013. Unikal
Mardiana HD (2017). Hubungan Ketersediaan Buah Dan Sayur Dengan Tingkat Konsumsi
pada Remaja di SMPN 14 Kota Bengkulu Tahun 2017. Jurnal. Program Studi Diploma
III Gizi. Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Bengkulu.
Muaris, Hindah (2014). Bahaya Makan Buah dan [Link]: PT Gramedia Pustaka Utama
Monika Beby, 2018 Pengaruh Edukasi Menggunakan Booklet Terhadap Pengetahuan, Sikap,
Konsumsi Sayur Dan Buah Siswa Sekolah Dasar Makasar.
Notoatmodjo, S. 2010. Promosi Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
, S. 2012. Promosi Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
, S. 2012. Metode Penelitian Kesehatan (Revisi 2). Jakarta: Rineka Cipta
Nurjanah, N, Ihsan, N. 2013. Ancaman dibalik Segarnya Buah dan Sayur. Jakarta: Pustaka
Bunda, Grub Puspa Swara Anggota IKAPI.
Rahmayanti, l., & istianah, F. (2018). Pengaruh Penggunaan Media Video Animasi Terhadap
Hasil Belajar Siswa Kelas V Sdn Se-Gugus Sukodono Sidoarjo. Jurnal Penelitian
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 6(4), 254968.
Rahmi Puspita Sari. (2017). Perbandingan Efektivitas Penyuluhan Dengan Video Animasi
Tentang Makanan Kariogrnik Terhadap Pengetahuan Siswa Kelas IV Di SDN 027
[Link] Sapih, Padang. Jurnal Kesehatan [Link] edisi I
Riduan & Akdon. (2010). Rumusan dan data dalam Aplikasi statistika. Bandung: Alfabeta
Riskesdas. 2018. “Hasil Utama Riskesdas Penyakit Tidak Menular 2018.” Hasil Utama
Riskesdas Penyakit Tidak Menular: 8.
Sartika, R. A. D. (2011). Pengaruh pendidikan gizi terhadap pengetahuan dan perilaku
konsumsi serat pada siswa. Jurnal Ilmu Pendidikan, Jilid 17(Nomor 4, Februari), 322–
330.
Setiawan Dalimartah, Setiawan & Andrian, Filex (2013). Fakta Ilmiah BUAH SAYUR.
Jakarta: Penebar Plus.
Siagian Daruwati Multiningtyas. 2017. “Naskah Publikasi Hubungan Konsumsi Sayur Dan
Buah Dengan Obesitas Pada Anak Sd Kelas Iv – vi Di Sd Pantekosta Magelang Tahun
2017.”
Simaibang et al., 2021Pengaruh Media Lembar Balik , Video Animasi Terhadap Pengetahuan
dan Sikap Mengenai Reproduksi Seksualitas pada Siswa Sekolah Dasar di Jakarta
Timur.

Suhaimi, Ahmad (2019). Pangan, Gizi, dan Kesehatan. Jakarta: Deepublish.


Suryana, Dayat. 2018. Manfaat Buah. Bandung: Dayat Suryana Independent.
Supriati Yati, Yuyu Yulia & Ida Nurlaela (2008). Taman Sayuran. Bogor: Penebar Swadaya
Paramita ,Jane (2020). Pengaruh Panggung Boneka dan Cerita Rubik terhadap Pengetahuan,
48

Sikap dalam Konsumsi Buah dan Sayur di SDS Al-Fithriah Medan Johor. Skripsi.
Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat. Universitas Sumatra Utara.
Sonor MZ. Comparison Between Conventional Health Promotion And Use Of Cartoon
Animation In Delivering Oral Health Education IJHSS.2011;1(3):169-74
Syakir, S. (2018). Pengaruh Intervensi Penyuluhan Gizi Dengan Media Animasi Terhadap
Perubahan Pengetahuan Dan Sikap Tentang Anemia Pada Remaja Putri. Argipa (Arsip
Gizi Dan Pangan), 3(1), 18–25. Https://[Link]/10.22236/Argipa.V3i1.2446
[Link] Efektivitas Denthal Health Education Dengan Media Animasi
Kartun Tehadap Perubahan Pengetahuan Dan Perilaku Kesehatan Gigi Dan Mulut
Siswa SD 02 Manado. Jurnal e-GiGi (eG), Volume 4 Nomor 2
Pearu R. H. & Trias Qurina Dewi (2015). Bertanam Sayuran di Perkarangan. Jakarta: Penebar
Swadaya.
Pohan Maharani, 2020 Pengaruh Media Tts Dan Video Animasi Tentang Sarapan Pagi
Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Siswa Sdn 101778 Medan

Wawan .A. & Dewi .M. (2019). Teori & Pengukuran Pengatahuan, Sikap dan Perilaku
Manusia. Jakarta: Rineka Cipta
Widiany, F. L., Prasetyaningrum, Y. I., & Afriani, Y. (n.d.). Pemanfaatan Buah dan Sayur
Sebagai Upaya Antisipasi Konstipasi pada Anak di TK Mekar Siwi Panjen
Maguwoharjo ,. 3(2), 15–19.
Yuliani, T. (2019). Media Video Animasi dalam Pendidikan Seks Anak dengan Hambatan
Kecerdasan Ringan. Juppekhu, 7, 41–46.
Zulfa (2017) Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Video Animasi Terhadap Praktik
Gosok Gigi Pada Anak SD 1 Temanggung. Media Litbang Kesehatan Vol XV(4)
L
A
M
P
I
R
A
N
Lampiran 1

ORGANISASI PENELITIAN
A. Pembimbing
Nama : Rini Patroni, SST., M. Kes
NIP : 19770505200512001
Pekerjaan : Dosen Jurusan Promosi Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Jabatan : Pembimbing I

Nama : Linda, SST., M. Kes


NIP : 196909011989032001
Pekerjaan : Dosen Jurusan Promosi Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Jabatan : Pembimbing II

B. Peneliti
Nama : Pera Piana
NIM : P05170017034
Pekerjaan : Mahasiswa
Alamat : [Link] Dolog Rt 04 Rw 05 Kelurahan Padang Harapan
Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu
Lampiran 2

JADWAL PENELITIAN

Jadwal Penelitian
No Kegiatan Semester Pertama Semester Kedua
Pendahuluan Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul
I Mengidentifikasi
Masalah
Pengambilan Judul
Pembuatan Proposal
Ujian Proposal
Perbaikan Proposal
Pengurusan Surat Izin
II Pelaksanaan Penelitian
Pengolahan Data
Penyusunan Laporan
Seminar Hasil
Perbaikan Seminar Hasil
Lampiran 3

LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN


(INFORMED CONSENT)

Dengan ini, Saya yang bertanda tangan dibawah ini:


Nama :...............................................................................
Usia :...............................................................................
Alamat :...............................................................................
................................................................................
Menyatakan kesediaan untuk turut berpartisipasi untuk menjadi responden penelitian yang
dilakukan oleh Pera Piana mahasiswa Program Studi DIV Promosi Kesehatan Poltekkes
Kemenkes Bengkulu dengan judul Penelitian “Pengeruh Media Video Animasi Terhadap
Pengetahuan Dan Sikap Tentang Konsumsi Buah Dan Sayur Pada Anak Sekolah Dasar Di
SD Negeri 11 Kota Bengkulu”.

Persetujuan ini saya buat secara sukarela, tanpa paksaan dan tekanan dari pihak
manapun, semoga dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya.

Bengkulu,..............................2021
Responden

(........................................)
Lampiran 4
LEMBAR KUESIONER
PENGARUH MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP
TENTANG KONSUMSI BUAH DAN SAYUR PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI SD
NEGERI 11 KOTA BENGKULU

A. KARAKTERISTI RESPONDEN
Petunjuk pengisian : istilah lembar biodata anda dengan lengkap
Nama :
Umur :
Kelas :
Jenis Kelamin : (L)/(P)
B. PENGETAHUAN
Petunjuk pengisian : Pililah salah satu jawaban dengan memberi tanda (x) yang
menurut anda paling benar.

1. Apakah yang dimaksud dengan buah dan sayur ?

a. Buah dan sayur bahan makanan yang banyak mengandung zat gizi

b. makanan yang dibutuhkan untuk kesehatan tubuh

c. Buah dan sayur yang banyak mengandung zat gizi

d. Buah dan sayur adalah sumber vitamin dan mineral

2. Pengolongan buah berdasarkan warna ( Pigmen) salah satunya berwarna ?

a. Warna Merah Cerah

b. Warna Hitam

c. Warna Ping

d. Warna Coklat

3. Pengolongan sayuran yang berdasarkan bagian tanaman yang dapat dimakan


adalah?

a. Sayur Jamur

b. Sayur Batang
c. Sayur Daun

d. Sayur Polong
4. Apa manfaat buah bagi kesehatan tubuh
a. Kekebalan tubuh, mencegah sariawan

b. Mencegah kurang nafsu makan, mengandung serat

c. Mencegah kerontokan rambut

d. Buah akan kaya vitamin, mineral, dan zat penting lainya sehingga dapat
menjaga kebugaran tubuh kita

5. Apa manfaat sayur bagi kesehatan tubuh


[Link] kanker, mencega koestrol dan menurunkan berat badan
b. Kesehatan mata dan kekebalan tubuh
c. Makanan bergizi, mengandung serat
d. mencegah sariawan
6. Kandungan gizi apa saja yang terdapat dalam buah dan sayur?

a. Vitamin D

b. Vitamin A, B, C, E, K, Mineral, Kalsium, Zat besi dan Magnesium

c. Vitamin B1, B2

d. Vitamin B3, B5

7. Berapa gram yang dianjurkan dalam konsumsi buah dan sayur

a. 300-400 gram
b. 100-200 gram
c. 500-600 gram
d. 600-700 gram
8. Berapa Gram buah yang harus dikonsumsi?
a. 100 gram
b. 150 gram
c. 200 gram
d. 300 gram
9 .Berapa Gram sayur yang harus dikonsumsi?
a. 100
b. 200
c. 250
d. 300
10. Apa dampak bila kurangnya makan buah dan saur?
a. Dapat meningkatkan kolestrol, ganguan pengelihatan mata, kekebalan tubuh,
obesitas
b. Kulit kusam dan tidak bercahaya lagi
c. Rambut kering dan kusut
d. Sistem saraf akan terganggu
C. SIKAP
Petunjuk pengisian: Berikan tanda (√ ) pada kolom yang menurut anda paling tepat
No Pertanyaan Ya Tidak
1. Buah dan sayur adalah makanan yang dibutuhkan
untuk kesehatan tubuh
2. Buah dan sayur mengandung serat yang dapat
melancarkan metabolisme tubuh dan memudahkan
proses buang air besar
3. Makan buah dan sayur secara rutin dapat mencegah
penyakit jantung
4. Buah dan sayur dapat dijadikan sebagai diet alami
5. Konsumsi buah dan sayur yang dianjurkan
sebanyak 300-400 garm yang terdiri dari 250 gram
sayur dan 150 gram buah
6. Kurang konsumsi buah dan sayur tidak
meningkatkan kolestrol darah
7. Kurang konsumsi buah dan sayur tidak mingkatkan
resiko kegemukan
8. Tidak mengkonsumsi buah dan sayur tidak akan
mempengaruhi kesehatan tubuh kita
9. Makan buah dan sayur secara rutin tidak dapat
mencegah serangan kerusakan hati dan strok
10. Vitamin, mineral, dan serat merupakan zat gizi
yang tidak dibutuhkan oleh tubuh

Sumber : Modifikasi hasil penelitian Haryanto, 2019


Lampiran 5
Lampiran 6

Dokumentasi Pre Test

Intervensi

Dokumentasi Post Test


Lampiran 7

STORY BOARD VIDEO ANIMASI MAKAN BUAH DAN SAYUR


PENGARUH MENDIA VIDEO ANIMASI TERHADAP PENGETAHUAN DAN
SIKAP TENTANG KONSUMSI BUAH DAN SAYUR PADA ANAK SEKOLAH
DASAR DI SD NEGERI 11 KOTA BENGKULU

NO ADEGAN NARASI DURASI KETERANGAN


WAKTU
1 Seorang anak Mengucapkan : 1 – 10 detik
perempuan “Halo teman- teman
dan laik-laki ada yang sudah tau
mengerakan mengenai tentang
tangan untuk makan buah dan
melambai sayur?”

2 Gerakan anak Mengucapkan 11– 20


laki-laki dan ‘’ tentang detik
perempuan pentingnya makan
bingung dan buah dan sayur”
tanda tanya
diatas tangan
kanannya

3 Gerakan anak Mengucapkan : 21 – 35


laki-laki Pengertian buah dan detik
menunjukan sayur, buah dan
pengertian sayur adalah
buah dan makanan yang
sayur dibutuhkan untuk
(Membuka kesehatan tubuh.
Tangan Buah dan sayur juga
Kearah Kanan, mengandung serat
kearah kiri dan yang dapat
Kedepan) melancarkan
metabolisme.”
4 Gerakan anak Mengucapkan : “ ada 36 – 1
perempuan beberapa menit 30
menunjukan penggolongan buah detik
tentang dan sayur
penggolongan berdasarkan warna
buah dan (pigment).”
sayur Penggolongan buah :
(Membuka 1. Warna
Tangan kuning-
Kearah Kiri, orange
Kearah Kanan 2. Warna
dan Kedepan) merah cerah
3. Warna
merah
gelap, biru
dan ungu
4. Warna
putih
Sedangkan
penggolongan sayur
baredasarkan bagian
tanaman yang dapat
dimakan :
1. Sayuran
Daun
2. Sayuran
Bunga
3. Sayuran
Buah
4. Sayuran
Umbi
5 Gerakan anak Mengucapkan : 1 menit 50
perempuan “ Apa saja manfaat
detik – 2
dan laki-laki buah bagi kesehatan
menunjukan tubuh.” menit 20
manfaat 1. Makan buah
detik
makan buah secara rutin
dan sayur dapat mencegah
(Membuka penyakit jantung
Tangan 2. Makan buah
Kearah Kiri, secara rutin
Kearah Kanan dapat mencegah
dan Kedepan) serangan
kerusakan hati
dan stroke
3. Mengkonsumsi
beerapa jenis
buah dapat
mencegah
penyakit kanker
4. Buah dapat juga
dijadikan
sebagai diet
alami yang dapat
mencegah
kolsterol jahat
dan dapat
mencegah
Hipertensi
5. Buah juga akan
kaya vitamin,
mineral, dan zat
penting lainnya
sehingga dapat
menjaga
kebugaran tubu
kita.
“Sedangkan manfaat
rutin makan sayur
bagi kesehatan
tubuh.” :

1. Membantu
mencegah
penyakit kankar
leher rahim
(serviks). Kanker
kantung kemih
dan kanker
pangreas serta
kanker prostat.
2. Baik untuk
kesehatan hati
empedu dan
tumor
3. Membantu
menurunkan
kolestero.
4. Menenagkan
sistem saraf
melancarkan air
seni mencega
kolesterol,
membantu
menyehatkan
paru-paru
membersihkan
darah, dan
menurunkan
kolesterol.
5. Membantu
mengobati batu
ginjal,
kandungan
kemih liver, dan
jantung.
5 Gerakan anak Mengucapkan: 2 menit 21
laki-laki “kandungan gizi detik – 2
bergerak pada buah dan menit 35
kesebelah kiri sayur” detik
sambil 1. Vitamin A
menjelaskan 2. Vitamin B
macam- 3. Vitamin C
macam 4. Vitamin E
vitamin yang 5. Vitamin K
terkandung 6. Mineral
dalam buah 7. Kalsium
dan sayur 8. Zat Besi
9. Magnesium
6 Gerakan anak Mengucapkan : 2 menit 36
perempuan kecukupan anak usia detik – 3
bergerak balita dan sekolah menit 5
sebelah kiri dianjurkan untuk detik
menjelaskan mengkonsumsi sayur
tantang dan buah-buahan.
kecukupan sebanyak 300-400
makan buah gram yang terdiri
dan sayur dari 250 gram sayur
setiap hari (serta dengan 2,5
porsi atau 2,15 sayur
setelah dimasak dan
ditiriskan) dan 150
garm buah (setara
dengan buah pisang
ambon atau ukuran
sedang atau 1,5
potong pepaya
ukuran sedang atau 3
buah jeruk ukurang
sedang).
7 Gerakan anak Mengucapkan : 3 menit 6
laki-laki “Dampak apabilah detik – 3
bergerak tidak mengkonsumsi menit 25
kesebelah kiri buah dan sayur.” detik
sambil 1. Dapat
menjelaskan meningkatk
dampak bilah an
tidak makan kolesterol
buah dan 2. Bisa
sayur. menyebebk
an ganguan
pengelihata
n mata
3. Menurunka
n sistem
kekebalan
tubuh
4. Bisa
menyebabk
an obesitas
(kegemuka
n)
5. Meningkatk
an rasio
kanker
kolon
(usus)
8 Gerakan anak Mengucapkan : 3 menit 7
perempuan “ Ayo biasakan detik – 3
dan laki-laki Makan buah dan menit 15
mengajak sayur setiap hari detik
dengan kedua sehat dan cerdas
tangan pasti”
diangkat
mengarah
kedada
mengucapkan
Salam Sehat
(Posisi
mengajak
hidup sehat)
Lampiran 8
Lampiran 9
Lampiran 10

Anda mungkin juga menyukai