Pengaruh Video Animasi pada Anak SD
Pengaruh Video Animasi pada Anak SD
Disusun oleh :
PERA PIANA
NIM : P05170017034
Disusu Oleh:
Pera Piana
P05170017034
i
ii
iii
vi
ABSTRAK
Jenis penelitian ini digunakan adalah Per Eksperiment One Grup Pre test dan
Post test [Link] pada penelitian ini adalah siswa/i kelas V SD Negeri 11 Kota
Bengkulu yang berjumlah 46 orang, pengambilan sampel dengan menggunakan teknik
randem sampling dianalisis menggunakan uji wilcoxon.
Hasil penelitian diperoleh rerata pengetahuan sebelum 5,28 dan sesudah 9,22,
sedangkan hasil rerata sikap sebelum 15,17 dan sesudah 8,63. Hasil peningkatan diperoleh
rerata pengetahuan sebelum ke sesudah yaitu 9,22 sedangkan sikap 8,63. Hasil uji wilcoxon
diperoleh p value = 0.000 < 0.05 yang menunjukan ada pengaruh setelah diberikan pengaruh
media video animasi terhadap penegtahuan dan sikap tentang konsumsi buah dan sayur pada
anak sekolah dasar di SD Negeri 11 Kota Bengkulu.
Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan salah satu alternafif media
pembelajaran dikelas agar pengetahuan pada anak sekolah dasar dapat meningkat sehingga
lebih mengetahui manfaat konsumsi buah dan sayur.
vi
ABSTRACT
Lack of consumption of fruits and vegetables can cause the body to experience
nutritional deficiencies such as vitamins, minerals and fiber so that it can cause various kinds
of diseases because there are problems faced by elementary school age children (6-12)
associated with low nutritional status, especially in choosing good food. One way to increase
the knowledge and attitudes of schoolchildren about fruit and vegetable consumption is to
provide health education through animated video media. The purpose of this study was to
determine the effect of animated video media on knowledge and attitudes about fruit and
vegetable consumption in elementary school children at SD Negeri 11 Bengkulu City.
This type of research used is Per Experiment One Group Pre test and Post test
[Link] sample in this study were students of class V SD Negeri 11 Bengkulu City,
amounting to 46 people, sampling using random sampling technique was analyzed using the
Wilcoxon test.
The results of the study obtained the average knowledge before 5.28 and after
9.22, while the average attitude before 15.17 and after 8.63. The results of the increase
obtained mean knowledge before to after that is 9.22 while the attitude is 8.63. Wilcoxon test
results obtained p value = 0.000 < 0.05 which shows that there is an effect after being given
the influence of animated video media on knowledge and attitudes about fruit and vegetable
consumption in elementary school children at SD Negeri 11 Bengkulu City.
It is hoped that this research can be used as an alternative learning media in the
classroom so that the knowledge of elementary school children can increase so that they know
more about the benefits of consuming fruits and vegetables.
vii
BIODATA
Agama : Islam
Anak Ke : 4 (empat)
Riwayat Pendidikan :
[Link] 80 Kaur
[Link] 3 Kaur
[Link] 4 Kaur
[Link] tinggi DIV Promosi Kesehatan
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Email : Perapianapk@[Link]
Nama Saudara :
1. Ike Kerisalti
2. Silvika Okti
3. Riri Yulandari
4. Pera Piana
5. Izza Asipa Mentari
6. Satio
viii
MOTTO
"Jika orang lain bisa, maka aku juga bisa."
"Belajar dari kegagalan adalah hal yang biasa."
"Kebanyakan kegagalan berasal dari takut gagal."
"Setiap kesulitan selalu ada kemudahan. Setiap masalah pasti ada solusinya"
“Sukses tidak datang dari kapasitas fisik. Tapi datang dari kemauan yang gigih”
“Ingat gunakan waktumu sebaik mungkin agar tidak menyesal di masa depan”
“Kata pepatah mengatakan tidak ada kesuksesan yang tak diawali dengan kegagalan
terlebih dahulu. Kegagalan adalah satu di antara proses untuk menjalani kehidupan”
“Saya tidak pernah memikirkan kegagalan”
“karena memikirkan kegagalan sama dengan merencanakannya”
“kegagalanku adalah batu loncatan menuju sukses”
“Ku indahkan kegagalan itu menjadi madu kesuksesan”
“Karena saya yakin bahwa keindahan sedang menanti sebuah perjuangan”
ix
PERSEMBAHAN
Alhamdulillah..Alhamdulillah..Alhamdulillahirobbil’alamin.
1. Sembah sujud serta syukur kepada Allah SWT. Taburan cinta dan kasih sayang-Mu telah
memberikanku kekuatan, membekaliku dengan ilmu serta memperkenalkanku dengan
cinta. Atas karunia serta kemudahan yang Engkau berikan akhirnya skripsi yang sederhana
ini dapat terselasaikan. Shalawat dan salam selalu terlimpahkan keharibaan Rasullah
Muhammad SAW.
2. Kepada kedua orang tua (cinta pertama ku)
Kepada Bapak (SASDA BINATA) Emak ( RISALAH)
Bapak dan emak terimakasih telah melalui banyak perjuangan demi anak mu. Terlalu
banyak tetesan keringat, uang serta pengorbanan bapak dan emak berikan demi
membesarkan pera sampai 22 tahun sampai sekarang ini terimakasih juga bapak dan emak
yang selalu memberikan motivasi, memberikan dukungan dan kasih sayang kepada ku dan
dapat membuat ku tegar dalam mengahadapi segalah sesuatu yang sulit karena bapak dan
emak hidup terasa begitu mudah dan penuh kebahagian, terimakasih karna selalu menjaga
pera dalam doa – doa bapak dan emak berikan serta selalu membiarkan pera mengejar
impian pera apa pun itu. Karya ini pera persembahkan istimewa untuk bapak dan emak
semoga ini langkah awal dapat membut bapak dan emak bahagia.
3. Kepada Saudara Besar ku
Terimakasi kepada ayuk Ike dan Fika yang selalu memberiakn motifasi dan mendorong
menjadi orang yang kuat dan sukses, untuk ayuk Riri terimakasih selama 5 tahuan 1 kosan
yang selalu membantu disaat pera susah yang selalu perhatian dan selalu mengirim uang
disaat gajian dan untuk adik ku Sipa dan Tio terimakasih yang memberikan semangat dan
untuk keponakan bucik Daffy, Gibran dan zaka penyemangat [Link] karya kecil ini
yang dapat aku persembahkan. Maaf belum bisa menjadi panutan seutuhnya, tapi aku
akan selalu menjadi yang terbaik untuk kalian semua.
4. Kepada Dosen Pembimbing
Terimakasih yang sebesar-besarnya pera ucapkan atas segala ilmu dan kesabaran bunda
dalam membimbing serta menguji Pera selama ini, kepada pembimbing 1 bunda Rini
Patroni, SST., [Link] terima kasih bunda atas segala ilmu dan bimbingannya yang telah
x
diberikan. Kepada pembimbing 2 Bunda Linda SST., [Link] yang selalu memberikan
kemudahan dan ilmunya dalam pembuatan Skripsi ini. Terimakasih banyak bunda semoga
Bunda selalu diberi rezeki, kebahagiaan dan kesehatan. Amiin ya robal alamiin
5. Kepada My Support
Teruntuk lelaki penyemangat ku Andi Maryanto terimakasih banyak atas dukungan suport
serta memberikan masukan terimakasih juga telah menemani selama 1 tahun ini sampai
menuju [Link]. Kes dan terimakasih sudah mau direpotkan selama ini, terimakasi selalu
memberikan semangat kepada ku Saya ingin mengucapkan banyak terima kasih telah
begitu baik dan simpatik kepada ku karena berkat mu lah berhasil mengatasi semua
tantangan ini.
6. Untuk Teman Gila – Gila Tersayang Ku
(Gustia, Laras, Windy) terimakasih untuk kalian yang saling membantu atas support yg
kalian berikan. terkadan suka maupun duka yang kita lewati selama 4 tahun, terimakasih
juga atas waktu untuk berkumpul dan memberi dukungan dalam mengerjakan skripsi,
teruntuk gus akhirnya gus kita selesai dari sekian tangisan dan beban dan derama dalam
dalam pembuatan skripsi ini akhirnya terselesaikan. Terimakasih banyak untuk semangat
yang selalu diberikan kepada saya demi terselesaikannya skripsi ini
7. Seluruh Dosen dan staf di jurusan promosi kesehatan, terima kasih banyak untuk semua
ilmu, didikan dan pengalaman yang sangat berarti yang telah kalian berikan kepada kami.
8. Teman-teman jurusan promosi kesehatan angkatan 2017. Terima kasih banyak untuk
bantuan dan kerja samanya selama ini, sukses untuk kita semua.
9. Terima kasih kepada Keluarga Asuh
( kak Siti Vanisa, Wahyu, Lewis, Robialdi, Agnes dan Nini) yang mensupport dan
menjadi keluarga selama empat tahun berada di kampus tercinta
10. Terima kasih kepada Kampusku dan Almamater tercinta Poltekkes Kemenkes Bengkulu
yang menjadi tempat menimba ilmu stinggi-tingginya.
11. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
xi
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat karunia-
Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Pengaruh Media Video
Animasi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Tentang Makan Buah dan Sayur Pada Anak
Sekolah Di SD Negeri 11 Kota Bengkulu”.
Sekripsi ini terselesaikan atas bimbingan, pengarahan, dan bantuan dan berbagai
pihak, pada kesempatan ini penulis menyampaikan penghargaan dan terimakasih kepada :
1. Ibu Eliana, SKM, MPH, selaku Direktur Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
2. Ibu Reka Lagora Marsofely, SST., [Link], selaku Ketua Jurusan Promosi Kesehatan.
3. Ibu Rini Patroni, SST, [Link], selaku dosen pembimbing I yang telah memberikan
dukungan, masukan, waktu, motivasi, dan kesabaran dalam penyusunan skripsi ini.
4. Ibu Linda, SST, [Link], selaku dosen Pembimbing II yang telah memberikan dukungan,
masukan, waktu, motivasi, dan kesabaran dalam penyusunan skripsi ini.
5. Ibu Sri Sumiati AB, [Link], [Link] , selaku dosen ketua penguji yang memberi arahan dan
saran kepada penulis
6. Ibu Wisuda Andeka M, SST, [Link], selaku dosen penguji 1 yang memberikan arahan
dan saran kepada penulis
7. Kedua orang tua dan keluarga tercinta yang selalu mendoakan dan memberikan dukungan
serta motivasi kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dengan
baik
8. Sahabat, teman-teman seperjuangan DIV Promosi Kesehatan yang tidak henti-hentinya
telah memberikan semangat dalam menyelesaikan skripsi ini.
Penulisan menyadari skripsi ini masih banyak kekurangan, sehingga penulis
mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun untuk kemajuan penulis dimasa yang
akan datang. Mudah-mudahan skripsi ini bermanfaat dan berguna untuk kemajuan ilmu
pengetahuan dimasa yang akan datang.
Bengkulu, Juli 2021
Penulis
xii
DAFTAR ISI
xiv
DAFTAR TABEL
Halaman
1.1. Keaslian Penelitian 5
2.1. Karakteristik Anak Usia Sekolah Dasar 20
3.2 . Definisi Oprasional 27
3.3 . Jumlah Sampel Tiap Kelas 29
4.1 . Karakteristik Responden 35
4.2. Deskripsi persentase pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan media video 35
animasi
4.3. Deskripsi persentase sikap sebelum dan sesudah diberikan intervensi melalui 36
media video animasi
4.4. Rerata pengetahuan sebelum diberikan intervensi melalui media video animasi 37
4.3. Rerata sikap sebelum dan sesudah diberikan intervensi melalui media video 37
animasi
4.4. Pengaruh media video animasi terhadap pengetahuan dan sikap tentang 37
konsumsi buah dan sayur pada anak sekolah dasar di SD Negeri 11 Kota
Bengkulu
xv
DAFTAR BAGAN
Halaman
xvi
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 7 : Dokumentasi
xvii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Badan kesehatan dunia (WHO) secara umum menganjurkan konsumsi sayuran
dan buah-buahan untuk hidup sehat sejumlah 400 gram per orang per hari, yang
terdiri dari 250 gram sayur (setara dengan 2 porsi atau 2 gelas sayur setelah dimasak
dan ditiriskan) dan 150 gram buah (setara dengan 3 buah pisang ambon ukura sedang
atau 1 potong pepaya ukuran sedang atau 3 buah jeruk ukuran sedang). Bagi
masyarakat indonesia terutama balita dan anak usia sekolah dianjurkan untuk
mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan 300-400 gram per orang per hari dan bagi
remaja dan orang dewasa sebanyak 400-600 gram per orang per hari. Sekitar dua-
pertiga dari jumlah anjuran konsumsi tersebut adalah sayur.
Buah dan sayur adalah sumber berbagai vitamin, mineral, yang terkandung
dalam sayuran dan buah-buahan berperan sebagai antioksidan atau penangkal senyawa
jahat dalam tubuh. Kurang mengonsumsi buah dan sayur dapat mengakibatkan
tubuh mengalami kekurangan zat gizi seperti vitamin, mineral dan serat sehingga
dapat menimbulkan terjadinya berbagai macam penyakit ( Kemenkes, 2019).
Hasil Riskesdas tahun 2018, menyatakan di Indonesia pada kelompok 5-9 tahun
keatas proporsi buah/sayur kurang dari 5 proporsi yaitu 95,5 % dan di Provinsi
Bengkulu termasuk yang renda konsumsi buah dan sayurnya kurang dari 5 porsi yaitu
95,5 %. Konsumsi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu kemampuan ekonomi,
ketersediaan buah dan sayur dirumah dan pengetahuan tentang manfaat konsumsi
buah dan sayur yang sangat berpengaruh terhadap pola perilaku konsumsi (Mardiana,
2017). Hal ini menunjukan bahwa rendahnya konsumsi buah dan sayur merupakan
masalah besar, baik ditingkat internasional, nasional dan termasuk di Provinsi
Bengkulu (Riskesdas, 2018).
Kurangnya konsumsi buah dan sayur berkaitan dengan kurang baiknya proses
metabolisme dalam tubuh sehingga menimbulkan kegemukan bahkan obesitas pada
anak. Berdasarkan data Dinkes Kota Bengkulu (2019) melalui kegiatan penjaringan
kesehatan pada anak sekolah dasar kelas I berjumlah 6.633 orang yang terdiri dari
3.501 orang laki-laki dan 3.132 orang perempuan, ditemukan kejadian obesitas pada
anak, yaitu 113 orang (2%). Angka tertinggi siswa sekolah dasar yang mengalami
obesitas berada diwilayah kerja Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu, yaitu 30 orang
siswa (22,5%) (Dinkes Kota Bengkulu, 2019)
1
2
Salah satu cara memperbaiki keadaan gizi yakni dengan pemenuhan zat gizi pada
anak usia sekolah yang harus terpenuhi secara kualitas maupun kuantitas, agar dapat
mengoptimalkan proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Asupan gizi yang baik
dimasa kanak-kanak sangatlah penting tidak hanya untuk kesehatan pertumbuhan dan
perkembangan, tetapi juga untuk kesehatan jangka panjang pada anak (Widiany et all,
2020). Anak sekolah merupakan anak yang berusia antara 6-12 tahun atau bisa disebut
dengan priode intelektual. Terdapat permasalahan yang dihadapi oleh anak usia
sekolah dasar (6-12) yang terkait dengan keadaan gizi yang masih rendah, terutama
dalam memilih makanan yang baik (Fitryadi et all, 2020). Konsumsi buah dan sayur
yang sangat rendah menyebabkan beberapa masalah gizi pada anak, salah satunya
adalah obesitas pada anak sekolah (Azadirachta & Sumarmi, 2018).
Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Sigian, 2017), menyatakan bahwa ada
hubungan antara konsumsi buah dan sayur terdapat kejadian obesitas pada anak
sekolah dasar. Beberapa faktor yang mempengaruhi konsumsi buah dan sayur pada
anak sekolah adalah kesukaan, pengetahuan dan sikap tentang konsumsi buah dan
sayur, ketersedian dirumah dan lingkungan sekolah, pengaruh lingkungan keluarga
dan teman sekolah, serta peran media masa.
Salah satu upaya untuk menanggulangi rendahnya konsumsi buah dan sayur pada
anak sekolah adalah melalui pendidikan gizi, sehingga dapat diharapkan mampu
meningkatkan pengetahuan dan sikap anak sekolah dalam mengkonsumsi buah dan
sayur (Ferwenda & Muniroh, 2017). Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh
Fitryadi et all, 2020 menyatakan bahwa pengetahuan gizi anak kelas 4 dan 5 sekolah
dasar tergolong rendah, sehingga perlu adanya pemberian pendidikan gizi untuk
meningkatkan pengetahuan anak sekolah dasar tentang konsumsi buah dan sayur.
Salah satu untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap pada anak sekolah dasar adalah
dengan pendidikan.
Penelitian (Syakir, 2018) mengatakan bahwa ada perubahan skor pengetahuan dan
sikap setelah dilakukan intervensi dengan menggunakan media animasi. Sedangkan
Penelitian (Azizah Riskita et al., 2020) juga mengatakan ada pengaruh signifikan
dalam penggunaan media video animasi dalam penyuluhan terhadap peningkatan
pengetahuan tentang upaya penanggulangan obesitas di Desa Wedomartani. Salah satu
media promosi kesehatan yaitu media video animasi, media yang dapat diterapkan
pada anak-anak sekolah dasar sesuai dengan karakteristik anak adalah media video
Animasi, media video animasi sebagai media pembelajaran yang beisikan kumpulan
3
gambar kartun yang lucu dan menarik dan diengkapi dengan audio sehingga berkesan
hidup dan menyampaikan pesan dalam pembelajaran (Rahmayanti, 2018).
Hasil penelitian (Azhri & Fayasari, 2020) ada pengaruh edukasi gizi terhadap
pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah diberikan intervensi pada kelompok
ceramah maupun kelompok video animasi. terdapat perbedaan yang signifikan skor
sikap tentang konsumsi sayur dan buah, frekuensi sarapan antara siswa yang diberikan
edukasi gizi dengan ceramah dan video animasi.
Kota Bengkulu memiliki Sekolah Dasar berjumlah 118, yang terdiri dari 83 Negeri
dan 35 Swasta. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilaksanakan pada 01 0ktober
2020 di wilaya kerja Puskesmas Pasar Ikan Kota bengkulu Terdapat 11 Sekolah yaitu
SDN 1, SDN 4, SDN 8, SDN 11, SDN 37, SDN 47, SD Muhammadiyah 1, SD
Muhammadiyah 2, SD Sint Carolus, SD Patria Darma, SDLB Amal Mulia. Dari 11
SD tersebut angka Obesitas yang cukup tinggi yaitu di SDN 11 terdapat 15 orang
anak yang mengalami obesitas. Berdasarkan survey awal peneliti memilih SDN 11
Kota Bengkulu sebagai lokasi penelitian dan masih banyak siswa SDN 11 yang belum
mengetahui tentang makan buah dan sayur. Peneliti juga memilih kelas V yang
berusiah 10-11 tahun sebagai responden karena anak kelas V (usia 10-11) sudah bisa
diajak komunikasi, sudah lancar membaca, dapat bersosialisasi dan bekerja sama.
Selain itu, kurangnya pengetahuan tentang makan buah dan sayur membuat anak
tidak menyukai buah dan sayur dan di SDN 11 belum pernah dilakukan promosi
kesehatan tantang konsumsi buah dan sayur, hal ini dapat membuat anak akan
beresiko gangguan penglihatan mata, menurunkan kekebalan tubuh, resiko kanker
bahkan meningkatkan resiko kegemukan (obesitas).
Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan
penelitian “Pengaruh media video animasi terhadap pengetahuan dan sikap tentang
konsumsi buah dan sayur pada anak sekolah dasar.
B. Rumusan Masalah
Masih tinggi angka obesitas pada anak sekolah di wilayah Puskesmas Pasar Ikan
Kota Bengkulu, salah satu faktor yang menyebabkan obesitas pada anak sekolah
adalah kurang minat dalam konsumsi buah dan sayur. Maka rumusan masalah pada
penelitian ini adalah apakah ada pengaruh media video animasi terhadap pengetahuan
dan sikap tentang konsumsi buah dan sayur pada anak sekolah dasar ?
4
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Diketahui pengaruh media video animasi terhadap pengetahuan dan sikap tentang
konsumsi buah dan sayur pada anak sekolah dasar.
2. Tujuan Khusus
a. Diketahui karakteristik anak sekolah dasar berupa umur dan jenis kelamin
b. Diketahui rerata skor pengetahuan anak sebelum dan sesudah diberikan edukasi
kesehatan menggunakan media video animasi tentang konsumsi buah dan sayur
pada anak kelas V SD Negeri 11 Kota Bengkulu
c. Diketahui rerata skor sikap anak sebelum dan sesudah diberikan edukasi
kesehatan menggunakan media video animasi tentang konsumsi buah dan sayur
pada anak kelas V SD Negeri 11 Kota Bengkulu.
d. Diketahui rerata skor pengaruh media video animasi terhadap pengetahuan dan
sikap tentang konsumsi buah dan sayur pada anak kelas V SD Negeri 11 Kota
Bengkulu
D. Manfaat Penelitian
1. Bagi Puskesmas
Memberikan masukan kepada puskesmas yang bersangkutan di Kota
Bengkulu agar dapat memberikan pendidikan kesehatan tentang konsumsi buah
dan sayur terhadap anak sekolah dasar.
2. Bagi Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi yang bermakna kepada
pihak akademik serta dapat dijadikan sebagai media pembelajaran yang
berhubungan dengan konsumsi buah dan sayur.
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai informasi data dasar untuk
penelitian serupa dan penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan pada
penelitian yang akan datang dalam membuat penelitian yang lainnya. Peneliti
berikutnya dapat mengembangkan variabel-variabel penelitian disamping variabel
yang sudah ada.
5
E. Keaslian Penelitian
Tabel 1.1 Keaslian penelitian
No Penelitian
Penelitian dan Judul Peneliti Hasil Penelitian Perbedaan
Tahun
1 Fitria Laras Pendidikan Gizi Hasil penelitian ini Perbedaan pada
Azadirachta, Sri Menggunakan Media menunjukan bahwa adanya penelitian ini
Sumarmi, (2017) Buku Saku penggunaan media buku terletak pada
Meningkatkan saku sebagai salah satu populasi,
Pengetahuan Dan media pendidikan gizi sampel , waktu
Praktik Konsumsi mengenai pentingnya dan tempat
Sayur Dan Buah Pada mengonsumsi sayur dan penelitian
Siswa Sekolah Dasar buah dapat meningkatkan
pengetahuan dan praktik
siswa sekolah dasar.
2 Annisa Fitryadi, Pengaruh Edukasi Hasil penelitian ini Perbedaan pada
Alfi Fairuz Asna, Gizi Melalui Media menunjukan bahwa adanya penelitian ini
Noerfitri (2020) Buku Cerita pengaruh edukasi melalui terletak pada
Terhadap media buku cerita terhadap populasi,
Pengetahuan, Sikap peningkatan pengetahuan sampel , waktu
Dan Perilaku dan sikap anak kelas 5 dan tempat
Konsumsi Sayur Dan SDIT Thariq bin Ziyad penelitian
Buah Pada Anak Tahun 2019.
Kelas 5 Sdit Thariq
Bin Ziyad Tahun
2019
3 Azizah Riskita Pengeruh Hasil penelitian ini Perbedaan pada
(2020) Penggunaan Media menunjukan bahwa Ada penelitian ini
Video Ainimasi “Yuk pengaruh signifikan dalam terletak pada
Atasi Obesitas mu” penggunaan media video populasi,
Dalam Penyuluhan animasi dalam penyuluhan sampel , waktu
Terhadap terhadap peningkatan dan tempat
Peningkatan pengetahuan dan sikap penelitian
Pengetahuan Dan tentang upaya
Sikap Remaja penanggulangan obesitas
Tentang Upaya di Desa Wedomartani.
Penanggulangan
Obesitas Di Desa
Wedomartani
Ngemplak Sleman
Yogyakarta
4 Muhamamad arif Pengaruh Edukasi Hasil penelitian ini Perbedaan pada
azhari & Adhila Gizi Deangan Media menunjukan bahwa ada penelitian ini
Fayasari (2020) Ceramah dan pengaruh edukasi gizi terletak
Perilaku sarapan serta terhadap pengetahuan dan rancangan
Konsumsi Sayur sikap sebelum dan sesudah penelitian
Buah diberikan intervensi pada populasi,
kelompok ceramah sampel waktu
maupun kelompok video dan tempat
animasi. penelitian
5 Abdul Wahab & Pengeruh Metode Hasil Penelitian Perbedaan pada
Rizuan (2020) Ceramah terhadap menunjuian bahwa ada penelitian ini
tingkat pengetahuan pengetahuan siswa terletak pada
konsumsi makan sebelum perlakuan yang populasi,
buah dan sayur berpengetahuan kurang sampel , waktu
Siswa SD Negeri (31%), cukup (45%), dan dan tempat
060841 Medan baik (24%). ada pengaruh penelitian
metode ceramah terhadap
tingkat pengetahuan siswa
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
6
7
yang merupakan bagian dari sistem kekebalan yang mencegah infeksi dan
penyakit.
2. Vitamin B
Vitamin B adalah thiamin, asam folat, niasin, riboflvin, pirodoksin, glotin,
asam pantotenat dan Vitamin B12. Sumber Vitamin B yang termasuk hewani
yaitu daging, produk-produk susu, ikan, telur, sereal sedangkan didalam sayur-
sayuran berdaun hijau gelap dan biji-bijian mengandung asam folat yang tinggi.
3. Vitamin C
Vitamin C dikenal sebagai asam askorbat, esensial untuk meningkatkan
penyerapan zat besi dari makanan-makanan nabati (buah dan sayur, melindungi
sel dari kerusakan dan untuk memelihara pembulu darah, tulang rawan, otot dan
tulang.
4. Vitamin E
Vitamin E adalah anti oksidan penting yang melindungi struktur-struktur sel
didalam tubuh. Vitamin ini ditemukan didalam mentega, margarin, ikan, daging
serta buah dan sayur.
5. Vitamin K
Vitamin K dibutuhkan untuk pembekuan darah yang normal dan sebagian
besar disediakan oleh bakteri didalam usus. Sayur-sayuran berdaun hijau adalah
sumber makanan terbaik untuk Vitmin K.
6. Mineral
Mineral meliputi kalsium (Ca,Zat besi(Fe) magnesium (Mg), dan potasium :
Kalsium (Ca) yang dibutuhakan untuk struktur tulang dan gigi yang sehat,
kalsium juga dibutuhkan untuk tulang bertindak sebagai simpanan agar selalu
ada pasukan siap pakai yang memungkinkan otot-otot, jantung, saraf untuk
berfungsi sebagaimana mestinya
Zat besi (Fe) adalah bagian dari struktur hemoglobin, unsur kimia yang
membawah oksigen kesemua sel didalam tubuh melalui darah. Oksigen
diperlukan oleh darah untuk menghasilkan energi. Zat besi didalam makanan
yang ditemukan dalam buah bentuk, yang pertama adalah zat besi heme yang
mudah diserap didalamnya terkandung dalam hewani sedangkan yang ke dua
adalah zat besi non heme, yang didalamnya terkandung biji-bijian, kacang-
kacangan buah dan sayur.
10
Orang tua mempunyai peran penting dalam kebiasaan makan dan prefensi
makanan bagi anak-anaknya. Pola makan pada anak dibentuk melalui
pengalaman awal dengan makanan serta praktik orang tua dalam
memberikan makan pada anak. Dengan memberi makan pada anaknya,
maka anak juga dididik adar dapat menerima, menyukai, memilih makanan
yang baik serta menentukan jumlah makanan yang cukup sehingga akan
terbina kebiasan yang baik.
c. Pendapatan keluarga
Pendapatan keluarga ssecara langsung juga turut menentukan konsumsi
makan dalam sebuah keluarga. Meningkatnya pendapatan dapat
memperbesar peluang untuk membeli pangan dengan kualitas dan kuantitas
yang lebih baik. Semakin tinggi pendapatan per kapita, maka semakin
tinggi juga konsumsi buah dan sayur.
d. Ketersediaan buah dan sayur di keluarga
Ketersediaan buah dan sayur didalam keluarga sangatlah penting, mutu
gizi pangan seseorang dapat diperbaiki dengan diversifikasikan konsumsi
pangan. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan diversifikasikan pangan
yaitu menyediakan berbagai ragam pangan ditingkat keluarga.
1. Faktor Eksternal
a. Pengaruh Teman
Seiring dengan pertumbuhan anak, intraksi antara anak dengan
lingkungan sosial semakin luas dan komunikasi menjadi penting. Teman
mempengaruhi dalam pemilihan dan kesukaan makanan. Anak dapat
menolak suatu makanan dan memintak suatu makanan yang sedang populer
secara tiba-tiba. Seseorang anak akan ikut mengkonsumsi buah dan sayur
ketika melihat temannya memilih mengkonsumsi sayuran tersebut
walaupun dia tidak suka.
b. Pengaruh Pesan media
Pemilihan dan kesukaan makan tidak hanya terpengaruh pada reaksi
indra tetapi juga oleh pendekatan melalui media massa, seperti Tilivisi,
Radio dan Majalah. Dengan adanya pesan media ini dapat mengubah
kebiasaan makan pada anak. Contoh: dengan menonton acara masak di
televisi, dia ingin mencoba dan karena suka dia mau makan jenis itu saja
13
B. Pengetahuan
1. Pengertian Pengetahuan
Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang
melekukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengindraan terjadi melelui
pancaindra manusia, yakni indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan
raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga.
Pengetahuan merupakan dalam bentuk tindakan seseorang (Overt Begavior).
Berdasarkan pengalaman dan penelitian bahwa perilaku yang didasari oleh
pengetahuan anak lebih bertahan lama dari pada dari pada perilaku yang tidak
didasari oleh pengetahuan (Notoatmodjo S, 2010).
2. Tingkat Pengetahuan
Menurut (Notoatmodjo S, 2010), pengetahuan mempunyai 6 (enam) tinkatan
yaitu :
a. Tahu (know)
Tahu diartikan sebagai meningkatakan suatu materi yang telah dipelajari
sebelumnya, termasuk kedalam pengetahuan tingkat ini adalah meningkatkan
kembali (recall) sesuatu yang spesifik dan seluruh bahan yang dipelajari atau
rangsangan yang diterima.
14
b. Memahami (compreshension)
Diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang
objek yang diketahui, dan dapat menginterprestasikan materi tersebut secara
benar.
c. Aplikasi (application)
Aplikasi diartikan sebagai kempuan untuk menggunakan materi yang telah
dipelajari pada saat situasi atau kondisi real (sebenarnya). Aplikasi disini
diartikan sebagai aplikasi atau penggunaan hukum-hukum, rumus, metode,
prinsip dan sebagai dalam konteks atau situasi yang lain.
d. Analisis (analysis)
Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu
objek kedalam komponen-komponen, tetapi masih di dalam suatu struktur
organisasi, dan masih ada kaitannya satu sama lain.
e. Sintesis (synthesis)
Sintesis menunjukan meunjukan kepada suatu kemampuan untuk meletakan
atau menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang
baru.
f. Evaluasi (evaluation)
Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau
penelitian terhadap suatu materi atau objek.
Pengetahuan seseorang dapat diukur baik secara langsung dapat dilakukan
dengan wawancara atau angket yang menyatakan tentang isi materi yang ingin
diukur dari subjek penelitian atau responden. sedangkan pengukuran
pengetahuan bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh hal-hal yang telah
diketahui. (Notoatmodjo S, 2010).
3. Faktor yang mempengaruhi Pengetahuan
Menurut Teori Lawrence green (1980) dalam (Notoatmodjo S, 2010) perilaku
manusia dalam hal kesehatan dipengaruhi oleh faktor perilaku (behavior cause)
dan faktor perilaku diluar perilaku (non-behavior). Perilaku itu sendiri ditentukan
atau terbagi dari tiga faktor yaitu :
a. Faktor Predisposisi (Predisposing factors)
Faktor ini mencakup pengetahuan, sikap, kepercayaan, keyakinan nilai-
nilai dan sebagainya.
15
berkesan hidup. Animasi merupakan objek diam yang diproysksikan oleh gambar
bergerak yang dibuat seolah-olah hidup sesuai dengan karakter yang dibuat dari
beberapa jumpulan gambar berubah beraturan dan bergantian sesuai dengan
rancangan, sehingga video yang ditampilkan lebih variatif dengan gambar-gambar
menarik dan berwarna yang mampu meningkatkan daya tarik audien (Sumarno
dkk, 2018).
Menurut ( Tika Yuliani, 2019) kelebihan dan kekurangan dari media video
animasi yaitu:
2. Kelebihan Media Video Animasi
a. Video dapat dipakai dalam jangka waktu yang panjang dan kapanpun jika
materi yang terdapat dalam video ini masih relevan dengan materi yang ada.
b. Membantu siswa dalam memahami materi pelajaran dan membantu guru dalam
proses pembelajaran.
c. Video pembelajaran dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas, dengan cara
mengaksesnya dimedia sosial youtube.
d. Media pembelajaran yang simple dan menyenangkan.
3. Kekurangan Media Video Animasi
1. Memerlukan biaya yang cukup besar untuk keperluan pembuatan video
pembelajaran
2. Hanya dapat dipergunakan dengan bantuan media komputer dan memerlukan
bantuan proyektor dan sipiker saat digunakan pada proses pembelajaran
dikelas.
3. Memerlukan waktu yang cukup panjang pada proses pembuatan sampai
terciptanya video pembelajaran
E. Karakteristik Anak Sekolah Dasar
Pertumbuhan adalah perubahan dalam besar, jumblah, ukuran, atau dimensi
tingkat sel, organ, maupun individu yang bisa diukur berat (gram, pon, kilogram),
ukuran panjang (cm, meter), umur tulang, dan keseimbangan motabelic (retensi
kalsium dan nitrogen tubuh) (Dian, 2012).
Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi
tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai
hasil dari hasil pematangan. Di sini menyangkut adanya proses difresiasi sel-sel tubuh,
jaringan tubuh, organ-organ, dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa
sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk juga perkembangan
19
emosi, intlektual, dan tingka laku sebagai hasil intraksi dengan lingkungannya.
Pertumbuhan mempunyai dampak terhadap aspek fisik, sedangkan perkembangan
berkaitan dengan pematangan fungsi organ/individu (Dian, 2012).
1. Perkembangan fisik dan kognitif
Masa sekolah dasar berlangsung antar usia 6-12 tahun. Masa ini sering disebut
juga masa sekolah, yang masih matang untuk belajar atau sekolah. Pada masa
anak-anak lebih dimudah diarahkan, diberi tugas yang harus diselesaikan, dan
cenderung mudah untuk belajar berbagai kebiasaan seperti makan, tidut, bangun
dan belajar pada waktu dan tempatnya dibandingkan dengan masa pra sekolah.
Dilihat dari karakteristik anak pertumbuhan fisik dan fisikologisnya anak
mengalami pertumbuhan jasmani maupun kejiwaanya. Pertumbuhan dan
perkembangan fisik anak berlangsung secara teratur dan terus menerus kearah
maju. “Anak SD merupakan anak dengan katagori banyak mengalami perubahan
yang sangat drastis baik mental maupun fisik” (Sugiyanto, 2010).
Pada fase ini pertumbuhan fisik anak tetap berlangsung. Anak menjadi lebih
tinggi, lebih berat, dan juga lebih banyak belajar berbagai keterampilan. Pada masa
ini juga perkembangan kemampuan berfikir anak bergerak secara sekuensial dari
berfikir konkrit ke berfikir abstrak. Hal ini sejalan dengan apa yang di kemukakan
oleh Jean Piaget bahwa anak usia sekolah dasar berada pada tahap oprasi kongkrit.
Pada tahapan konkrit ini anak sudah mengetahui simbol-simbol matematis, tetapi
belum dapat menghadapi hal-hal yang abstrak. Dalam tahapan ini anak mulai
berkurang egosentrasinya dan lebih sosiosentris (mulai membentuk peer group).
Akhirnya pada tahap oprasi formal anak telah mempunyai pemikiran yang abstrak
pada bentuk yang lebih kompleks (Crain, 2004:121-131).
2. Reaksi terhadap penyakit
a. Anak usia sekolah menganggap kekuatan dari luar sebagai penyebab penyakit.
b. Mereka menyadari perbedaan tingkat keparahan penyakit, misalnya sakit
kanker lebih serius dari pada sakit flu.
3. Reaksi terhadap hospitalisasi
a) Mekanisme pertahanan utama anak usia sekolah adalah reaksi formasi, suatu
mekanisme pertahanan yang tidak disadari, anak menganggap suatu tindakan
adalahberawal dengan dorongan hati yang mereka sembunyikan. Biasanya anak
menyatakan bahwa mereka berani saat anak merasa sangat kuat.
20
dicetak atau dapat ditampilkan dalam bentuk gambar dan video (Notoatmodjo S,
2010).
2. Tujuan Promosi kesehatan
Tujuan dan alasan mengapa media sangat diperlukan dalam pelaksanaan
promosi kesehatan yaitu (Notoatmodjo S, 2010) :
a. Media dapat mempermudah penyampaian informasi
b. Media dapat menghindari kesalahan persepsi
c. Dapat memperjelas informasi
d. Media dapat mempermudah pengertian
e. Mengurangi komonikasi yang verbalistik
f. Dapat menyampaikan objek yang tidak bisa ditangkap
g. Memperlanvcar komonikasih
3. Jenis Media Promosi Kesehatan
Menurut (Notoatmodjo S, 2012) pada garis besarnya hanya terdapat tiga
macam media yaitu :
a. Media cetak
Media sebagai alat bantu menyampaikan pesan kesehatan sangat
bervariasi, antara lain:
1) Booklet, ialah suatu media untuk menyampaikan pesan kesehatan dalam
bentuk buku
2) Leaflet, ialah bentuk penyampaian informasi atau pesan-pesan kesehatan
melalui lembar yang dilipat
3) Flyer (selebaran), berbentuk seperti leaflet, tetapi tidak berlipat
4) Filp chart (lembar balik)
5) Rublik atau tulisan-tulisan surat kabar atau majalah yang membahas suatu
masalah kesehatan
6) Poster yaitu bentuk media cetak yang berisikan pesan kesehatan, yang
biasanya ditempel di tembok-tembok tempat umum, atau kendaraan umum
7) Foto yang mengungkapkan informasi kesehatan
b. Media elektronik sebagai sasaran untuk menyampaikan pesan-pesan atau
informasi kesehatan berbeda-beda jelasnya, antara lain:
1) Televisi
2) Radio
3) Video
24
4) Slide
5) Film strip
c. Media papan (billboard)
Papan (billboard) yang dipasang ditempat-tempat umum dapat diisi dengan
pesan-pesan atau informasi-informasi kesehatan. Media papan disini juga
mencakup pesan-pesan yang ditulis pada lembaran yang ditempel pada
kendaraan-kendaraan (bus dan taxsi).
Edgar Dale menyatakan bahwa daya ingat peserta didik terkait pada proses
pembelajaran yang dilakukan, yakni sebagai berikut:
a. Peserta didik mungkin mengingat 20% dari apa yang dibaca atau didengar
b. Peserta didik mungkin mengingat 30% dari apa yang dilihat
c. Peserta didik mungkin mengingat 50% dari apa yang didengar dan dilihat
d. Peserta didik mungkin mengingat 70% dari apa yang dikatakan
G. Kerangka Teori
Baca
Dengarkan
Lihat
gambar/Diagram
Lihat Video/Film 50%
(Video Animasi)
Lihat Demonstrasi
Menyajikan/Presentasi
Bermain Peran
Melakukan Simulasi
vX v
O1 X 02
Keterangan :
O1 : Pengukuran rerata skor pengetahuan dan sikap anak sekolah dasar sebelum
dilakukan intervensi
X : Intervensi melalui Video Animasi tentang makan buah dan sayur
O2 : Pengukuran rerata skor pengetahuan dan sikap anak sekolah dasar sesudah
dilakukan intervensi
B. Kerangka Konsep
Variabel penelitian ini meliputi variabel independent (variabel bebas) yaitu Media
Video Animasi sedangkan variabel dependent (pengetahuan dan sikap terhadap makan
buah dan sayur pada anak sekolah dasar).
26
27
C. Definisi Operasional
Tabel 3.2 Definisi Oprasional
(Sugiyono)
Media Video Media Video
Animasi Animasi yang
berisi tentang - - - -
informsi
meningkatakan
pengetahuan dan
sikap tentang
Konsumsi buah
dan sayur
a) Kreteria Inklusi :
a) Siswa/i Kelas V
b) Usia 10-11 Tahun
c) Bersedia menjadi responden
d) Sudah bisa diajak komunikasi dan sudah lancar membaca
e) Dapat bersosialisasi dan bekerja sama
b) Kriteria Ekslusi :
a) Siswa/i yang sakit pada saat penelitian
Sampel yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri
11 Kota Bengkulu yang akan dihitung menggunakan rumus Taro yamane dan
Slovin, apabilah jumlah populasi (N) diketahui maka teknik pengambilan sampel
dapat menggunakan rumus sebagai berikut (Riduwan & Akdon, 2010)
N
=
1 + N ( )
82
=
1 + 82 (0,1)
82
=
1+82. 0,01
82
=
1 + 0,82
82
=
1,82
= 45, 05 ( dibulatkan Jadi 46)
Keterangan :
N = Besar Populasi
n = Besar Sampel
d = Tingkat kepercayaan/ketepatan yang diinginkan 10% (0,1)
Berdasarkan rumus diatas, didapat besar sampel 46 orang, pengambilan
sampel yaitu random sampling dimana diambil secara acak dari setiap kelas
dengan cara sebagai berikut:
H. Pengelolahan Data
Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan bantuan komputer yang telah
dilakukan melalui suatu proses dengan tahapan berikut :
30
1. Editing Data
Merupakan tahapan pemilihan dan pemeriksaan kembali kelengkapan data-
data yang diperoleh untuk pengelompokan dan penyusunan data. Pengelompokan
data bertujuan untuk memudahkan pengelolahan data
2. Coding Data
Coding data yaitu memberikan kode terhadap hasil yang diperoleh dari daya
yang ada yaitu menurut jenisnya, kemudian dimasukan dalam lembar kerja guna
mempermudah melakukan analisis terhadap data yang diperoleh.
3. Tabulating
Tabulating adalah memasukan data-data hasil penelitian ke dalam tabel sesuai
kriteria data yang telah ditentukan.
a. Processing
Data yang telah ditabulasi diolah secara manual atau komputer agar dapat
dianalisis.
b. Cleaning
Cleaning yaitu melakukan pencegahan kembali data yang sudah
dimasukan ke komputer ada kesalahan atau tidak. Dalam pengelolahan ini
tidak ditemukannya kesalahan atau kekeliruan.
I. Analisis Data
Analisis data yang dilakukan yaitu mengelolah dalam bentuk yang lebih mudah
dibaca dan diinterprestasikan serta dapat diuji secara statistik, kebenaran hipotesa yang
telah ditetapkan. Analisis data dilakukan secara bertahap yaitu analisis data univariat
dan bivariat :
1. Analisia Univariat
Analisa univariat digunakan untuk menentukan rerata skor variabel
independent (Media Video Animasi) terhadap variabel dependent (Pengetahuan
dan Sikap) mengenai buah dan sayur. Data dianalisis untuk menguji hipotesis dari
sampel yang diberikan intervensi dan melihat rerata skor yang didapatkan sebelum
dan sesudah diberikan pengaruh media video animasi terhadap pengetahuan dan
sikap tentang konsumsi buah dan sayur pada anak sekolah dasar. Membaca dalam
bentuk persentase yang diinterpretasikan dengan menggunakan kategori Arikunto
(2013).
0% : Tidak satupun kejadian
1%-25% : Sebagian kecil
31
J. Alur Penelitian
1. Tahap Awal
Pelaksanaan kelompok intervensi yang berjumlah 46 sampel diberikan pertest
dengan menggunakan kuesioner sebelum diberikan edukasi kesehatan dengan
media video animasi. Setelah diberikan pretest, maka peneliti akan menghitung
hasil dari pretest tersebut.
Kuesioner pengetahuan tentang makan buah dan sayur berisi 10 pertanyaan
dengan tipe pilihan ganda A, B, C, D. Kuesioner sikap yang berisi 10 pertanyaan
yang terdiri dari 5 pertanyaan positif dan 5 pertanyaan negatif.
2. Tahap Perlakuan
Satu minggu setelah diberikan pretest, maka dilakukan intervensi edukasi
kesehatan dengan menggunakan media video animasi tentang makan buah dan
sayur. Satu kelompok 46 diberikan intervensi melalui edukasi kesehatan dengan
menggunkakan media video animasi yang beisi materi tentang konsumsi buah dan
sayur yang berisikan pengertian, penggolongan buah dan sayur, manfaat,
kandungan, kecukupan, dampak dan faktor lingkungan. Setelah selesai dilakukan,
peneliti memberikan kesempatan kepada responden untuk bertanya mengenai
konsumsi buah dan sayur.
3. Tahap Akhir
Satu minggu setelah dilakukan intervensi edukasi kesehehatan menggunakan
video animasi tentang makan buah dan sayur dan sayur maka kelompok diberikan
test akhir (postest) dengan menggunakan kuesioner yang sama pada saat pretest,
tujuannya untuk mengetahui rata-rata tingkat pengaruh penggunaan media video
32
animasi setelah diberikan perlakuan tentang makan buah dan sayur pada anak
sekolah dasar.
K. Etika Penelitian
Menurut (Hidayat, 2007) masalah etika penelitian sangat penting karena penelitian
ini berhubungan langsung dengan manusia, sehingga yang harus diperhatikan antara
lain adalah sebagai berikut:
1. Informed concent
Informed concent merupakan bentuk persetujuan antara peneliti dengan
responden penelitian dengan memberikan lembar persetujuan. Informed concent
tersebut diberikan sebelum penelitian dilakukan dengan memberikan lembar
persetujuan menjadi responden. Tujuan Informed concent adalah agar subjek
mengerti maksud dan tujuan penelitian, mengetahui dampaknya. Jika subjek
bersedia, maka mereka harus menanda tangani lembar persetujuan jika responden
tidak bersedia, maka penelitian harus menghormati hak responden. Beberapa
informasi yang harus ada dalam Informed concent tersebut antara lain: partisipasi
responden, tujuan dilakukan tindakan, jenis data yang dibutuhkan, komitmen,
prosedur pelaksanaan, potensial masalah yang akan terjadi, manfaat, kerahasiaan,
informasi yang mudah dihubungi, dan lain-lain.
2. Tahapan Nama (Anonimity)
Tidak memberikan atau mencantumkan nama responden pada lembar alat ukur
dan hanya menulis kode pada lembar pengumpulan data atau hasil penelitian yang
akan disajikan.
3. Kerahasiaan (Confidentiality)
Masalah ini merupakan masalah etika dengan memberikan jaminan
kerahasiaan hasil penelitian, baik informasi maupun masalah-masalah lainnya.
Semua informasi yang telah dikumpulkan dijamin kerahasiaanya oleh peneliti,
hanya kelompok data tertentu yang akan dilaporkan pada hasil riset.
BAB IV
A. Hasil Penelitian
1. Jalannya Penelitian
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Pengeruh media video animasi
terhadap pengethuan dan sikap tentang konsumsi buah dan sayur pada anak
sekolah dasar di SD Negeri 11 Kota Bengkulu tahun 2021. Data penelitian ini
didapatkan dari Dinas Kesehatan Kota Bengkulu dan dari data Puskesmas Pasar
Ikan, Pelaksanaan penelitian ini dibagi menjadi 2 tahap yang meliputi tahap
persiapan dan tahap pelaksanaan, yaitu sebagai berikut :
a. Persiapa Penelitian
Pada tahap persiapan ini meliputi mengurus surat izin penelitian
dikampus, kemudian mengurus surat izin ke Badan Kesatuan Bangsa dan
Politik Kota, setelah itu mengurus surat izin ke Dinas Pendidikan Kota dan
yang terkait mengurus surat izin ke SD Negeri 11 Kota Bengkulu untuk
melakukan penelitian.
b. Pembuatan media
Media yang digunakan adalah media video animasi yang berisi kumpulan
gambar kartun dan audio yang berisikan tentang konsumsi buah dan sayur.
Pada media video animasi peneliti membuat sendiribmenggunakan aplikasi
powtoon yang mana media yang berisikan tentang pengertian buah dan sayur ,
manfaat buah dan sayur, kecukupan buah dan sayur, akibat tidak konsumsi
buah dan sayur. Sebelum menggunakan media, peneliti melakukan uji validitas
media kepada ahli media dan ahli materi. Tujuan dilakukan validasi untuk
mendapatkan penilaian dan saran dari ali mengenai kesesuaian materi dan
tampilan media video animasi. Hasil yang didapat setelah melakukan uji
validitas dengan ahli media dan ahli materi adalah media layak untuk uji coba
lapangan tanpa revisi.
c. Pelaksanaan Penelitian
Pelaksanaan penelitian dimulai dengan menentukan sampel. Cara
pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dan penelitian ini
adalah anak kelas V a, b dan c diambil secara acak dengan menggunakan lotre
menggunakan nama siswa, dari satu kelas diambil masing – masing kelas a
33
34
2. Hasil Penelitian
a. Analisis Univariat
Analisis univariat digunakan untuk mengetahui distribusi frekuensi
masing-masing variabel penelitian, yaitu jenis kelamin, umur responden, serta
rerata hasil pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah intervensi di SD
Negeri 11 Kota Bengkulu sebagai berikut :
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden
No Variabel F %
1. Jenis Kelamin
Laki-laki 23 50
Perempuan 23 50
Jumlah 46 100
2. Umur
10 Tahun 16 34,8
11 Tahun 20 65,2
Jumlah 46 100
Tabel 4.4 Rerata Pengetahuan Sebelum dan Sesudah diberikan Media Video
Animasi Tentang Konsumsi Buah dan Sayur Pada Siswa SD Negeri 11
Kota Bengkulu.
Variable N Mean SD Min Max
Pengetahuan
Sebelum 46 5,28 1,377 3 8
Sesudah 46 9,22 1,031 7 10
B. Pembahasan
1. Karakteristik Anak
a. Jenis Kelamin
Hasil distribusi frekuensi karakteristik responden yang berjumlah 46
setengahnya berjenis kelamin laki-laki yaitu 23 orang , sedangkan distribusi
umur responden sebagian besar berumur 11 tahun yaitu 22 orang .
Karakteristik anak yang berusia 10-12 tahun berdasarkan mental, berespon
terhadap majalah, radio, video, atau iklan lain dan suka membaca untuk
mendapatkan informasi Erna (2017). Hasil penelitian menunjukan bahwah
responden pada penelitian ini didapatkan sebagian besar 65,2 umur siswa pada
penelitian ini adalah 11 tahun. Hasil ini sesuai dengan survey kesehatan rumah
tangga 2018 yang menyebutkan bahwah prevensi masalah kurangnya
konsumsi buah dan sayur juga banyak terjadi pada anak pada saat berusia 10-
11 tahun pada kelompok anak usia sekolah dasar saat masa pertumbuhan.
b. Umur
Umur 10-11 tahunmerupakan satu kelompok umur yang sangat strategis
untuk diberikan edukasi, promosi kesehatan dan keterampilan. Umur ini
merupakan yang ideal untuk melatih kemapuan motorik seorang anak
termaksut melatih keterampilan,mengatur pola makan, serta rutin konsumsi
buah dan sayur setiap hari pada anak. Pemberia video animasi yang disajikan
harus sesuai umur anak-anak seperti tayangan yang dibuat menjadi media
hiburan mendidik yang menjadi penyalur senyum dan tawa atas kelucuan dan
kekonyolan dalam kisah-kisahnya tanpa meninggalkan pesan yang
disampaikan.
Pada umur ini sangat berpengaruh terhadap daya tangkap dan pola pikir
anak semakin bertambah umur akan semakin berkembang pula daya tangkap
dan pola pikirnya, sehingga pengetahuan yang diperoleh semakin membaik
dan dapat dipraktekkan dalam kehidupan dengan baik. Sejalan dengan
penelitian Sigian (2017), menyatakan bahwa kurangnya konsumsi buah dan
sayur dapat menyebabkan kejadian obesitas, ganguan pengelihatan mata dapat
menurunkan sistem kekebaln tubuh pada anak – anak sekolah dasar.
39
makan buah dan sayur secara rutin tidak dapat mencegah serangan kerusakan hati
dan stroke. Hal ini disebabkan sulit dipahami oleh siswa karena pertanyaan terlalu
sulit untuk dimengerti oleh siswa. Asumsi penelitian ini dikarenakan perbedaan
antusias siswa pada saat peneliti melakukan edukasi kesehatan serta perbedaan
pemahaman yang didapatkan siswa tentang konsumsi buah dan sayur setelah
dilakukan edukasi kesehatan dan pertanyaan kesalahan terbanyak pada soal
kuesioner bersifat negatif, tetapi terjadi perubahan persentasi sikap siswa tentang
konsumsi buah dan sayur sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan
melalui media video animasi. Sikap siswa sebelum diberikan intervensi melalui
media media video animasi (pretest) dengan nilai rata-rata 5,17. Sedangkan sikap
siswa setelah diberikan intervensi melalui media video animasi menggunakan
(posttest) dengan nilai rata-rata 8,63 . Hal ini menunjukkan adanya perubahan
sikap siswa setelah diberikan intervensi melalui mediavideo animasi.
Hasil penelitian Beby (2018) murid yang bersikap positif sebesar 57,1
sebelum dilakukan intervensi dan meningkat menjadi 85,7 setelah intervensi
tentang buah dan sayur. Pada hasil penelitian Maharani (2020), memiliki sikap
negatif sebesar 47 sebelum dilakukan intervensi dan meningkat menjadi 83 setelah
dilakukan intervensi.
Pembentukan atau faktor yang mempengaruhi sikap adalah pengalaman
pribadi, pengaruh orang lain yang dianggap penting, pengaruh kebudayaan, media
massa, lembaga pendidikan, agama, dan faktor emosional. Sikap merupakan
respon yang tertutup pada seseorang pada stimulus atau obyek, serta melibatkan
faktor pendapat dan emosi yang bersangkutan Azwar (2009).
rata-rata sikap pretest 34,50 menjadi 36,07 dengan nilai signifikansi pada
pengetahuan dan sikap p= (0,001<0,05).
Metode pendidikan yang menggunakan video animasi merupakan salah satu
bentuk media audiovisual yang dikenal sebagai metode pendidikan kesehatan.
Media audiovisual dapat menyampaikan pengertian atau informasi dengan cara
lebih nyata melalui gambar bergerak dan suara. Animasi kartun mempunyai daya
tarik lebih dibandingkan dengan media lain karena memiliki simbol-simbol
tertentu yang menyebabkan kelucuan. Media ini memanfaatkan indera
pendengaran dan [Link] banyak indera yang digunakan untuk
merekam informasi, semakin besar kemungkinan memahami maksud informasi
yang disampaikan Ismaniar (2010).
Sejalan dengan penelitian helena (2021), dengan uji perbedaan pengetahuan
sebelum penyuluhan dan sesudah penyuluhan pada kelompok dengan lembar balik
menunjukkan angka 0.902 (p>0.05) dan uji perbedaan pengetahuan sebelum
penyuluhan dan sesudah penyuluhan pada kelompok dengan media lembar balik
menunjukkan angka 0.001 (p<0.05). Hasil analisis uji nilai beda pengetahuan
antara kelompok lembar balik dengan kelompok video animasi menunjukkan
angka 0.099 (p>0.05). Penyuluhan menggunakan video animasi efektif terhadap
peningkatkan pengetahuan siswa.
Media audio visual dapat menyampaikan informasi dengan lebih nyata melalui
gambar bergerak dan suara. media yang dapat diterapkan pada anak-anak sekolah
dasar sesuai dengan karakteristik anak media video animasi sebagai media
pembelajaran yang beisikan kumpulan gambar kartun yang lucu dan menarik dan
diengkapi dengan audio sehingga berkesan hidup dan menyampaikan pesan dalam
pembelajaran Rahmayanti (2018). Media ini memanpaatkan indera pendengaran
dan penglihatan,semakin banyak indra yang digunakana untuk merekam informasi,
semakin besar kemungkinan memahami maksud informasi yang disampaikan.
Ismaniar (2010).
Memanfaatkan media video animasi dalam pemberian edukasi kesehatan
pencegahan obesitas ini tidak hanya dapat menghasilkan cara belajar yang cukup
efektif dalam waktu yang singkat tetapi sesuatu yang diterima melalui audiovisual
akan lebih lama dan lebih baik dalam ingatan karena banyak panca indra sonor
(2017). Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Amelia (2015),
menyatakan bahwa edukasi menggunakan video tentang pencegahan obesitas
43
C. Keterbatasan Penelitian
Penelitian ini tentang pengaruh media video animasi terhadap pengetahuan dan
sikap tentang konsumsi buah dan sayur pada anak sekolah dasar di SD Negeri 11
Koata Bengkulu, masih memiliki keterbatasan waktu
1. Peneliti mengalami hambatan saat melakukan penelitian karena melakukan
penelitian saat pandemi covid-19 sehingga peneliti memiliki keterbatasan waktu
saat penelitian.
2. Keterbatasan tempat selama pelaksanaan penelitian berlangsung. Hal tersebut
dikarenakan hanya satu kelas yang digunakan sehingga suasana ruangan terkadang
kurang kondusif dan susah dikontrol.
BAB V
Agustien, R., Umamah, N., & Sumarmo, S. (2018). Pengembangan Media Pembelajaran
Video Animasi Dua Dimensi Situs Pekauman di Bondowoso Dengan Media Addie
Mata Pelajaran Sejarah Kelas X IPS. Jurnal edukasi, 5(1), 19. [Link]
19184/jikasi.v51.8010.
Andayani Dian, Abdul Majid. 2012. Pendidikan Karakter Perspektif Islam. Bandung : PT
RemajaRosdakarya.
Asnah. (2016). Konsumsi sayur, buah, dan sumbangannya terhadap kecukupan serat anak usia
prasekolah pada keluarga nelayan di Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai
tahun 2016 Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat USU, Medan.
Azadirachta, F. L., & Sumarmi, S. (2018). Pendidikan Gizi Menggunakan MediaBuku Saku
Meningkatkan Pengetahuan dan Praktik Konsumsi Sayur Buah Pada Saiwa Sekolah
Dasar. Media Gizi Indonesia, 12(2), 107. [Link] 207-
115.
Azhari, M. A., & Fayasari, A (2020). Pengeruh edukasi gizi dengan media ceramah dan video
animasi terhadap pengetahuan sikap dan perilaku sarapan serta konsumsi sayur buah.
AcTion: Acceh Nutrition Journal, 5(1), 55. [Link]
Azizah Riskita, A., Gunawan, I. M. A., & Waryana. (2020). Pengaruh Penggunaan Media
Video Animasi “Yuk Atasi Obesitasmu” Dalam Penyuluhan Terhadap Peningkatan
Pengetahuan Dan Sikap Remaja Tentang Upaya Penanggulangan Obesitas Di
Desawedomartani Ngemplak Sleman Yogyakarta Ayu.
Azwar, S. (2009). Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Dinkes Kota Bengkulu. 2019. Profil Kesehatan Kota Bengkulu Tahun 2019. Bengkulu:
Dinkes Kota.
Ferwanda, A. F., & Muniroh, L. (2017). Efektivitas Buku Edukatif Berbasis Games Terhadap
Perubahan Pengetahuan Serta Sikap Tentang Sayur Dan [Link] Nutrition, 1(4),
389. [Link]
Fitryadi Anisa. (2020). Pengaruh Edukasi Gizi Melalui Media Buku Cerita Terhadap
Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Konsumsi Sayur Dan Buah Pada Anak Kelas 5 Sdit
Thariq Bin Ziyad Tahun 2020. Viva medika. 13.
Harfiyanto (2019). Pengaruh media perainan lintas arus terhadap peningkatan pengetahuan
dan sikap tentang konsumsi buah dan sayur pada siwa DI SDN Tawangerejo Madiun.
Ismaniar,2010. Media Pembelajaran. Jakarta. PT Raja Grafindo Persada
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (2019). Mari makan sayur dan buah yang
berkhasiat baik bagi tubuh untuk keluarga indonesia sehat. 14 Mei 2019. [Link].
kemenkes. go. id.
Laily rahmayanti.2017. Pengaruh Penggunaan Media Video Animasi Terhadap Hasil Belajar
46
47
Siswa Kelas V SDN Se-Gugus Sukodono Sidoarjo. Pena Jurnal Imu Pengetahuan dan
Teknologi Vol. 25 (1) 2013. Unikal
Mardiana HD (2017). Hubungan Ketersediaan Buah Dan Sayur Dengan Tingkat Konsumsi
pada Remaja di SMPN 14 Kota Bengkulu Tahun 2017. Jurnal. Program Studi Diploma
III Gizi. Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Bengkulu.
Muaris, Hindah (2014). Bahaya Makan Buah dan [Link]: PT Gramedia Pustaka Utama
Monika Beby, 2018 Pengaruh Edukasi Menggunakan Booklet Terhadap Pengetahuan, Sikap,
Konsumsi Sayur Dan Buah Siswa Sekolah Dasar Makasar.
Notoatmodjo, S. 2010. Promosi Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
, S. 2012. Promosi Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
, S. 2012. Metode Penelitian Kesehatan (Revisi 2). Jakarta: Rineka Cipta
Nurjanah, N, Ihsan, N. 2013. Ancaman dibalik Segarnya Buah dan Sayur. Jakarta: Pustaka
Bunda, Grub Puspa Swara Anggota IKAPI.
Rahmayanti, l., & istianah, F. (2018). Pengaruh Penggunaan Media Video Animasi Terhadap
Hasil Belajar Siswa Kelas V Sdn Se-Gugus Sukodono Sidoarjo. Jurnal Penelitian
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 6(4), 254968.
Rahmi Puspita Sari. (2017). Perbandingan Efektivitas Penyuluhan Dengan Video Animasi
Tentang Makanan Kariogrnik Terhadap Pengetahuan Siswa Kelas IV Di SDN 027
[Link] Sapih, Padang. Jurnal Kesehatan [Link] edisi I
Riduan & Akdon. (2010). Rumusan dan data dalam Aplikasi statistika. Bandung: Alfabeta
Riskesdas. 2018. “Hasil Utama Riskesdas Penyakit Tidak Menular 2018.” Hasil Utama
Riskesdas Penyakit Tidak Menular: 8.
Sartika, R. A. D. (2011). Pengaruh pendidikan gizi terhadap pengetahuan dan perilaku
konsumsi serat pada siswa. Jurnal Ilmu Pendidikan, Jilid 17(Nomor 4, Februari), 322–
330.
Setiawan Dalimartah, Setiawan & Andrian, Filex (2013). Fakta Ilmiah BUAH SAYUR.
Jakarta: Penebar Plus.
Siagian Daruwati Multiningtyas. 2017. “Naskah Publikasi Hubungan Konsumsi Sayur Dan
Buah Dengan Obesitas Pada Anak Sd Kelas Iv – vi Di Sd Pantekosta Magelang Tahun
2017.”
Simaibang et al., 2021Pengaruh Media Lembar Balik , Video Animasi Terhadap Pengetahuan
dan Sikap Mengenai Reproduksi Seksualitas pada Siswa Sekolah Dasar di Jakarta
Timur.
Sikap dalam Konsumsi Buah dan Sayur di SDS Al-Fithriah Medan Johor. Skripsi.
Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat. Universitas Sumatra Utara.
Sonor MZ. Comparison Between Conventional Health Promotion And Use Of Cartoon
Animation In Delivering Oral Health Education IJHSS.2011;1(3):169-74
Syakir, S. (2018). Pengaruh Intervensi Penyuluhan Gizi Dengan Media Animasi Terhadap
Perubahan Pengetahuan Dan Sikap Tentang Anemia Pada Remaja Putri. Argipa (Arsip
Gizi Dan Pangan), 3(1), 18–25. Https://[Link]/10.22236/Argipa.V3i1.2446
[Link] Efektivitas Denthal Health Education Dengan Media Animasi
Kartun Tehadap Perubahan Pengetahuan Dan Perilaku Kesehatan Gigi Dan Mulut
Siswa SD 02 Manado. Jurnal e-GiGi (eG), Volume 4 Nomor 2
Pearu R. H. & Trias Qurina Dewi (2015). Bertanam Sayuran di Perkarangan. Jakarta: Penebar
Swadaya.
Pohan Maharani, 2020 Pengaruh Media Tts Dan Video Animasi Tentang Sarapan Pagi
Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Siswa Sdn 101778 Medan
Wawan .A. & Dewi .M. (2019). Teori & Pengukuran Pengatahuan, Sikap dan Perilaku
Manusia. Jakarta: Rineka Cipta
Widiany, F. L., Prasetyaningrum, Y. I., & Afriani, Y. (n.d.). Pemanfaatan Buah dan Sayur
Sebagai Upaya Antisipasi Konstipasi pada Anak di TK Mekar Siwi Panjen
Maguwoharjo ,. 3(2), 15–19.
Yuliani, T. (2019). Media Video Animasi dalam Pendidikan Seks Anak dengan Hambatan
Kecerdasan Ringan. Juppekhu, 7, 41–46.
Zulfa (2017) Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Video Animasi Terhadap Praktik
Gosok Gigi Pada Anak SD 1 Temanggung. Media Litbang Kesehatan Vol XV(4)
L
A
M
P
I
R
A
N
Lampiran 1
ORGANISASI PENELITIAN
A. Pembimbing
Nama : Rini Patroni, SST., M. Kes
NIP : 19770505200512001
Pekerjaan : Dosen Jurusan Promosi Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Jabatan : Pembimbing I
B. Peneliti
Nama : Pera Piana
NIM : P05170017034
Pekerjaan : Mahasiswa
Alamat : [Link] Dolog Rt 04 Rw 05 Kelurahan Padang Harapan
Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu
Lampiran 2
JADWAL PENELITIAN
Jadwal Penelitian
No Kegiatan Semester Pertama Semester Kedua
Pendahuluan Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul
I Mengidentifikasi
Masalah
Pengambilan Judul
Pembuatan Proposal
Ujian Proposal
Perbaikan Proposal
Pengurusan Surat Izin
II Pelaksanaan Penelitian
Pengolahan Data
Penyusunan Laporan
Seminar Hasil
Perbaikan Seminar Hasil
Lampiran 3
Persetujuan ini saya buat secara sukarela, tanpa paksaan dan tekanan dari pihak
manapun, semoga dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya.
Bengkulu,..............................2021
Responden
(........................................)
Lampiran 4
LEMBAR KUESIONER
PENGARUH MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP
TENTANG KONSUMSI BUAH DAN SAYUR PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI SD
NEGERI 11 KOTA BENGKULU
A. KARAKTERISTI RESPONDEN
Petunjuk pengisian : istilah lembar biodata anda dengan lengkap
Nama :
Umur :
Kelas :
Jenis Kelamin : (L)/(P)
B. PENGETAHUAN
Petunjuk pengisian : Pililah salah satu jawaban dengan memberi tanda (x) yang
menurut anda paling benar.
a. Buah dan sayur bahan makanan yang banyak mengandung zat gizi
b. Warna Hitam
c. Warna Ping
d. Warna Coklat
a. Sayur Jamur
b. Sayur Batang
c. Sayur Daun
d. Sayur Polong
4. Apa manfaat buah bagi kesehatan tubuh
a. Kekebalan tubuh, mencegah sariawan
d. Buah akan kaya vitamin, mineral, dan zat penting lainya sehingga dapat
menjaga kebugaran tubuh kita
a. Vitamin D
c. Vitamin B1, B2
d. Vitamin B3, B5
a. 300-400 gram
b. 100-200 gram
c. 500-600 gram
d. 600-700 gram
8. Berapa Gram buah yang harus dikonsumsi?
a. 100 gram
b. 150 gram
c. 200 gram
d. 300 gram
9 .Berapa Gram sayur yang harus dikonsumsi?
a. 100
b. 200
c. 250
d. 300
10. Apa dampak bila kurangnya makan buah dan saur?
a. Dapat meningkatkan kolestrol, ganguan pengelihatan mata, kekebalan tubuh,
obesitas
b. Kulit kusam dan tidak bercahaya lagi
c. Rambut kering dan kusut
d. Sistem saraf akan terganggu
C. SIKAP
Petunjuk pengisian: Berikan tanda (√ ) pada kolom yang menurut anda paling tepat
No Pertanyaan Ya Tidak
1. Buah dan sayur adalah makanan yang dibutuhkan
untuk kesehatan tubuh
2. Buah dan sayur mengandung serat yang dapat
melancarkan metabolisme tubuh dan memudahkan
proses buang air besar
3. Makan buah dan sayur secara rutin dapat mencegah
penyakit jantung
4. Buah dan sayur dapat dijadikan sebagai diet alami
5. Konsumsi buah dan sayur yang dianjurkan
sebanyak 300-400 garm yang terdiri dari 250 gram
sayur dan 150 gram buah
6. Kurang konsumsi buah dan sayur tidak
meningkatkan kolestrol darah
7. Kurang konsumsi buah dan sayur tidak mingkatkan
resiko kegemukan
8. Tidak mengkonsumsi buah dan sayur tidak akan
mempengaruhi kesehatan tubuh kita
9. Makan buah dan sayur secara rutin tidak dapat
mencegah serangan kerusakan hati dan strok
10. Vitamin, mineral, dan serat merupakan zat gizi
yang tidak dibutuhkan oleh tubuh
Intervensi
1. Membantu
mencegah
penyakit kankar
leher rahim
(serviks). Kanker
kantung kemih
dan kanker
pangreas serta
kanker prostat.
2. Baik untuk
kesehatan hati
empedu dan
tumor
3. Membantu
menurunkan
kolestero.
4. Menenagkan
sistem saraf
melancarkan air
seni mencega
kolesterol,
membantu
menyehatkan
paru-paru
membersihkan
darah, dan
menurunkan
kolesterol.
5. Membantu
mengobati batu
ginjal,
kandungan
kemih liver, dan
jantung.
5 Gerakan anak Mengucapkan: 2 menit 21
laki-laki “kandungan gizi detik – 2
bergerak pada buah dan menit 35
kesebelah kiri sayur” detik
sambil 1. Vitamin A
menjelaskan 2. Vitamin B
macam- 3. Vitamin C
macam 4. Vitamin E
vitamin yang 5. Vitamin K
terkandung 6. Mineral
dalam buah 7. Kalsium
dan sayur 8. Zat Besi
9. Magnesium
6 Gerakan anak Mengucapkan : 2 menit 36
perempuan kecukupan anak usia detik – 3
bergerak balita dan sekolah menit 5
sebelah kiri dianjurkan untuk detik
menjelaskan mengkonsumsi sayur
tantang dan buah-buahan.
kecukupan sebanyak 300-400
makan buah gram yang terdiri
dan sayur dari 250 gram sayur
setiap hari (serta dengan 2,5
porsi atau 2,15 sayur
setelah dimasak dan
ditiriskan) dan 150
garm buah (setara
dengan buah pisang
ambon atau ukuran
sedang atau 1,5
potong pepaya
ukuran sedang atau 3
buah jeruk ukurang
sedang).
7 Gerakan anak Mengucapkan : 3 menit 6
laki-laki “Dampak apabilah detik – 3
bergerak tidak mengkonsumsi menit 25
kesebelah kiri buah dan sayur.” detik
sambil 1. Dapat
menjelaskan meningkatk
dampak bilah an
tidak makan kolesterol
buah dan 2. Bisa
sayur. menyebebk
an ganguan
pengelihata
n mata
3. Menurunka
n sistem
kekebalan
tubuh
4. Bisa
menyebabk
an obesitas
(kegemuka
n)
5. Meningkatk
an rasio
kanker
kolon
(usus)
8 Gerakan anak Mengucapkan : 3 menit 7
perempuan “ Ayo biasakan detik – 3
dan laki-laki Makan buah dan menit 15
mengajak sayur setiap hari detik
dengan kedua sehat dan cerdas
tangan pasti”
diangkat
mengarah
kedada
mengucapkan
Salam Sehat
(Posisi
mengajak
hidup sehat)
Lampiran 8
Lampiran 9
Lampiran 10