Strategi Pemasaran untuk UMKM
Strategi Pemasaran untuk UMKM
Bersama
Daftar Isi
Pembuka Hal. 3
Bab 1
Penutup Hal. 54
ShopeePay
Sebagai penyedia layanan pembayaran digital yang telah bermitra dengan lebih dari
satu juta merchant termasuk UMKM, ShopeePay mengerti bahwa pelaku UMKM kerap
dihadapi dengan berbagai tantangan dalam mengembangkan bisnisnya. Dukungan
dari berbagai pihak dibutuhkan untuk dapat mendorong pertumbuhan UMKM sebagai
tulang punggung dan penggerak perekonomian negara, terutama di masa pandemi.
Melalui buku panduan ini, kami ingin menghadirkan seperangkat pedoman yang dapat
membantu Anda memulai suatu bisnis atau mengembangkan bisnis Anda untuk dapat
bangkit dari situasi pandemi. Kami percaya bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika
dilakukan bersama-sama dan dengan bersungguh-sungguh.
Salam,
ShopeePay
Buku ini merupakan salah satu bentuk nyata upaya tim [Link] bekerja sama
dengan ShopeePay untuk membantu peningkatan kapasitas kewirausahaan UMKM di
Indonesia, dalam upaya mengantar UMKM naik kelas. Dengan berfokus pada digitalisasi
UMKM yang tertuang dalam beragam materi mulai dari strategi promosi digital hingga
strategi penentuan harga, buku ini memberikan ilmu pengetahuan yang mendasar,
terstruktur, dan mengikuti perkembangan teknologi.
Salam,
[Link]
Rumus Membangun
Branding Produk
untuk Perluas Pasar
Secara Digital
Branding, berasal dari kata ‘brand’ yang dalam Bahasa Inggris artinya adalah merek
sebuah produk. Tapi keduanya mempunyai makna yang berbeda.
Brand/merek sendiri saat ini diartikan sebagai identitas diri yang membedakan antar
sesama baik manusia, produk, maupun tempat.
Kesimpulannya, yaitu sebuah kegiatan yang berhubungan dengan segala hal untuk
meningkatkan karakter, citra, dan kesan dari sebuah perusahaan atau produk.
Branding tidak hanya sekedar aktivitas biasa, tetapi juga sarana untuk meningkatkan
image sebuah produk dan perusahaan secara keseluruhan (brand presence). Tujuan
melakukan branding adalah untuk menunjukkan pada masyarakat bahwa suatu bisnis
dapat dipercaya sehingga layak dipilih dibanding kompetitor lainnya.
• Sebagai Pembeda
Branding bisa menjadi pembeda bisnis Anda dengan kompetitor Anda. Apabila
sebuah simbol, warna, dan gambar yang ditampilkan unik dan memiliki karakteristik
yang khas, maka masyarakat akan mudah untuk membedakan satu produk dengan
yang lain, juga meminimalisir kemungkinan terjadinya kemiripan atau pembajakan.
Jika Anda memiliki merek yang kuat dan memiliki ciri khas, maka promosi akan lebih
mudah dilakukan. Pelanggan cenderung memilih merek yang kuat dan loyal terhadap
konsep branding yang sama.
• Membentuk Citra
Semakin terkenal suatu merek yang Anda ciptakan, maka semakin gampang juga
dalam mengendalikan jalannya pasar. Mengapa begitu? karena masyarakat sudah
terlanjur ingat, mengenal, bahkan percaya akan produk Anda. Maka pada akhirnya,
mereka bisa memprioritaskan memilih merek Anda dibanding milik orang lain.
• Menjadi pembeda atau ciri tertentu yang membedakan produk Anda dengan
produk milik kompetitor.
• Menjadi identitas dari produk dan bisnis Anda, dan memberikan daya tarik dan
keyakinan bagi konsumen.
• Membuka peluang bisnis Anda untuk menetapkan harga jual yang tinggi, sehingga
Anda memperoleh keuntungan yang lebih tinggi.
• Nama
Mencari nama baru untuk sebuah merek mungkin terkesan cukup mudah, tetapi
menciptakan nama merek yang ikonik dan mudah diingat merupakan hal yang sulit.
• Logo
• Warna
• Font
• Foto / Imagery
Dalam grafik di bawah ini tercantum langkah-langkah penting dalam proses mencip-
takan dan mengembangkan merek:
S
STRENGTHS
W
WEAKNESSES
(Keunggulan) (Kelemahan)
O
OPPORTUNITIES T
(Kesempatan) THREATaSngan)
/Rint
(Ancaman
Apa yang
diinginkan
konsumen
USP
Apa yang
Anda
lakukan
dengan baik Apa yang
kompetitor
Anda lakukan
dengan baik
Setelah semua hasil riset dan data dikumpulkan, Anda dapat mulai menyusun strategi
(unique selling proposition atau USP) dari produk. Anda harus mencari pesan utama dan
keunggulan produk yang ingin disampaikan kepada konsumen. Kemudian Anda tentukan
konsep dan desain yang cocok untuk menyampaikan pesan tersebut.
Pada tahap ini, Anda dapat membuat desain yang mencerminkan nilai-nilai dasar dari
produk Anda. Desain tersebut juga harus dapat menyampaikan pesan utama kepada
konsumen dengan baik.
Pilih jaringan media sosial yang tepat dan sesuai dengan produk Anda.
Konten yang ditampilkan juga perlu diperhatikan. Buatlah konten yang
informatif dengan gaya bahasa yang sesuai dengan konsumen yang Anda sasar.
Lakukan evaluasi secara berkala terhadap strategi dan desain yang sudah
ada. Dengan adanya peninjauan secara berkala, Anda dapat membuat
sebuah merek tetap relevan di pasaran.
Berikut merupakan beberapa daftar jenis-jenis desain digital dan desain cetak:
Brosur
Brosur
Pemasaran cetak lebih unggul dalam hal sensorik dan daya ingat. Penelitian
menunjukkan bahwa semakin banyak indera yang digunakan seseorang dalam waktu
tertentu, semakin besar kemungkinan mereka akan mengingatnya di kemudian hari.
Dengan menyentuh dan merasakan (experience) sebuah iklan secara nyata, panca
indera dapat menstimulasi otak untuk lebih mengingat pesan dari iklan tersebut.
Desain digital merupakan jenis desain yang mengandalkan teknologi digital, untuk
kemudian disebarkan melalui internet, televisi, atau ponsel. Jenis desain digital
memungkinkan sebuah merek untuk dapat dengan cepat dan langsung menjangkau
audiens dan calon pelanggan di mana pun mereka berada.
Keunggulan utama dari jenis desain digital yaitu memiliki biaya yang relatif lebih rendah
untuk memproduksi konten sehingga pengembalian nilai investasi relatif cepat. Konten
desain digital juga mudah untuk diubah menyesuaikan dengan strategi kampanye
suatu merek. Jika sebuah ide tidak sesukses yang diharapkan, sangatlah mudah untuk
mencoba lagi dengan taktik baru atau mengikuti tren baru.
Maulana Hakim
CEO TEGUK Indonesia
a li Sosiografi, Demog
r
Ken ehaviour Konsumen afi
B
A
rget Konsumen
ten si
la
Ta
Con lua
sa
t
nM
Media & & Eva
em
unik
Ide
nti
Konsisten
w
k
an
Komuni
tas B
rand
nd
lu
&
an a?
ra
e
Fu
ra B l B
irk A n d
nd enef
ng en
it o na
Pers
si o
na
B
ef l
it & E r an d
& m i B ha
s
ka g di
Va osion i f i
lu e al Person k yan
Soso
Proses perubahan branding atau re-branding yang dilalui TEGUK didasari dengan riset
dan 5 Brand Model dan Komunikasi. Di luar dugaan, respon yang diberikan oleh
pelanggan kami lebih tinggi dari yang diharapkan, baik dari sisi penjualan maupun respon
positif mereka.
Branding bukanlah perlombaan lari cepat (siapa cepat dia dapat) ataupun soal gengsi
(siapa yang memiliki modal/sumber daya tidak terbatas yang akan menguasai pasar).
Branding adalah strategi mengenai siapa yang bisa mempengaruhi konsumen secara
positif dan konsisten, yang nantinya akan memiliki dampak terhadap brand kita.
1. Target Konsumen
Kita tidak perlu menyenangkan semua orang. Yang terpenting adalah bagaimana
brand kita bisa dinikmati dan memberikan value/nilai untuk target konsumen kita.
2. Identitas Brand
Identitas brand dimulai dengan logo, desain, dan hal-hal lain yang menjadi
identitas. Kemudian identitas brand kita dilanjutkan dengan keunikan-keunikan
yang ada dalam brand tersebut, baik keunikan produk atau jasa, atau keunikan
lain yang menonjol dalam brand ini.
3. Personal Brand
Di dunia yang semakin dinamis ini, terutama dengan hadirnya teknologi digital
yang sudah menghadirkan berbagai media komunikasi kepada konsumen,
komunikasi secara konsisten merupakan hal yang dibutuhkan untuk mengedukasi
konsumen terkait brand kita. Namun, jangan lupa untuk selalu melakukan evaluasi
baik dari sisi media komunikasi yang digunakan maupun konten yang dihadirkan.
Jika di antara beberapa/banyak poin sudah tidak relevan, tidak ada salahnya
untuk melakukan re-branding seperti yang pernah kami lakukan
Saat ini banyak jasa freelance, baik di dalam maupun luar negeri, yang bisa
dimanfaatkan jasanya untuk melakukan hal-hal tersebut. Dari yang termurah sekalipun
hingga yang professional pun banyak sekali pilihannya. Namun, yang paling penting
adalah seni dalam mencari yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kita.
Tantangan 1
1. Pikirkan pesan utama apa yang dapat menjadi unique selling proposition dari
bisnis Anda?
Strategi Penentuan
Harga Jual Produk
pada Kanal Digital
A L E
S
Dalam menentukan harga produk atau jasa yang tepat baik untuk penjualan secara
offline maupun online, pemilik suatu usaha perlu menetapkan terlebih dahulu tujuan dari
usaha tersebut, atau tujuan dijualnya suatu jasa atau produk.
Berikut ini beberapa contoh tujuan penetapan suatu harga yang dapat
dipertimbangkan:
T
EN
atau keuntungan per unit dari suatu
MOM
barang atau jasa.
PERSEPSI
Menyesuaikan harga jual suatu produk KONSUMEN
KEU
adalah kunci untuk menjual lebih banyak
NT
produk dan mendapatkan laba yang
N
U
A
NG H
diinginkan. AN T U
KEBU
Bagi konsumen, harga juga menjadi pengukur nilai kepuasan. Jika suatu produk atau
jasa dinilai dapat memberikan kepuasan tinggi, makan konsumen pun akan rela
membayar harga yang mahal.
Lantas bagaimana pemilik suatu usaha dapat menentukan harga yang sesuai dengan
kepuasan yang diinginkan oleh konsumen? Diperlukan strategi yang tepat dalam
menentukan harga agar usaha tersebut dapat bertahan di tengah persaingan.
Apabila dilakukan dengan benar, terdapat beberapa keuntungan dari menyusun strategi
menentukan harga yang tepat:
Strategi ini bisa disebut sebagai yang paling sederhana. Harga yang ditentukan dengan
strategi ini mempertimbangkan biaya produksi suatu produk, yang kemudian
dijumlahkan dengan ekspektasi laba yang ingin diraih.
Contoh: Biaya produksi 10 potong celana + Laba yang diinginkan = Harga Jual
(Biaya bahan, gaji pekerja, dll.) + (Biaya produksi x 40%) = Harga Jual
Kelebihan: Kekurangan:
+ Mudah digunakan - Tidak memperhitungkan persepsi
konsumen
+ Meyakinkan kita bahwa harga
sudah menutup semua biaya - Tidak memperhitungkan harga
pesaing
+ Mudah dipahami
Bagi Distributor atau Pengecer - Total Biaya adalah biaya perolehan produk (harga beli
produk + ongkos transportasi) dari produsen atau supplier di atasnya.
Katakanlah ada suatu pengecer botol susu bayi yang tidak yakin harus memberikan
harga berapa untuk satu botolnya.
Kemudian ia melihat bahwa harga satu botol di beberapa toko lain berkisar antara
Rp25.000 – Rp28.000.
Walaupun ia menginginkan laba yang dapat dicapai di harga Rp30.000, ia sadar bahwa
harus bersaing dengan toko lainnya. Lalu ia memutuskan untuk mengambil laba dengan
harga yang bersaing yaitu Rp26.000.
Kelebihan: Kekurangan:
+ Mudah digunakan - Fleksibilitas harga terbatas
+ Dinamis mengikuti perkembangan - Tidak memperhitungkan persepsi
harga pasar konsumen
c) Penentuan harga paket yang terdiri dari beberapa macam produk (Bundle pricing)
Total 75.000
Katakanlah ketiga produk tersebut merupakan produk yang sering dipakai konsumen
secara bersamaan dan simultan, dan konsumen akan tertarik untuk mendapatkan harga
yang lebih murah untuk pembelian ketiganya dalam satu paket (bundle).
Laba yang didapatkan dari setiap penjualan menggunakan strategi ini mungkin lebih
rendah, namun strategi ini cocok untuk memastikan perputaran barang akan lebih cepat
dan berjumlah lebih banyak. Dengan demikian, margin penjualan secara keseluruhan
juga dapat meningkat.
Kelebihan: Kekurangan:
+ Mempermudah konsumen - Konsumen lebih suka membeli
mendapatkan produk yang produk terpisah
diinginkan dengan harga lebih hemat - Konsumen cenderung beranggapan
+ Meningkatkan penjualan produk bahwa paket bundling merupakan cara
yang volume penjualan & margin penjual untuk menjual sebagian produk
labanya rendah yang kurang bagus atau
hampir kadaluwarsa
Kelebihan: Kekurangan:
+ Sangat mempermudah penjual - Penjual yang lokasinya jauh dari
untuk menentukan harga produsen menanggung biaya
transportasi yang tinggi, sehingga
+ Menghemat waktu konsumen untuk
laba yang didapat lebih kecil
tidak perlu membanding-
dibanding pesaing yang berlokasi
bandingkan harga dengan toko lain
lebih dekat
+ Meyakinkan konsumen toko bahwa
- Produk sulit terjual bila harga label
penjual tidak menjual produk
dianggap terlalu tinggi oleh
tersebut lebih mahal dari toko lain
konsumen
Strategi ini didasari dengan pemahaman bahwa konsumen akan berani mengeluarkan
uang lebih banyak untuk suatu produk yang dinilai akan memberikan kepuasan tertentu.
Untuk menggunakan strategi ini, biasanya pelaku usaha perlu melakukan survei harga,
atau yang umum juga disebut survei pasar. Strategi ini cocok digunakan untuk produk
yang memiliki kualitas yang tinggi, jumlah terbatas, fitur dan kemasan yang menarik, dan
layanan purna-jual yang menjanjikan.
Kelebihan: Kekurangan:
+ Meningkatkan nilai merek produk - Konsumen terbatas (niche market)
sehingga membatasi ekspansi usaha
+ Meningkatkan laba usaha apabila
harga yang dibayar konsumen - Pesaing dapat mengganggu
memberikan margin tinggi penjualan karena mereka dapat
memproduksi dan menjual produk
+ Masukan dari konsumen dapat
yang mirip dengan harga lebih
mendorong kita untuk menye-
rendah apabila harga yang kita
diakan produk yang
tetapkan terlalu tinggi
lebih berkualitas
+ Meningkatkan loyalitas konsumen
Harga ditetapkan bagi konsumen yang karakternya hanya membeli barang murah.
Cocok untuk diterapkan terhadap produk yang memiliki biaya produksi rendah dan
dapat dijual dengan cepat tanpa membutuhkan promosi khusus.
Kelebihan: Kekurangan:
+ Cepat memperluas jangkauan pasar - Membutuhkan promosi toko (umum)
yang konsisten untuk meraih
+ Membantu usaha di saat ekonomi
pelanggan baru, jika tidak maka
lemah untuk menarik konsumen
pangsa pasar dapat pindah ke
yang sedang berhemat
pesaing
+ Cocok bagi usaha kecil
- Model ini mudah ditiru pesaing lain
- Persepsi konsumen atas kualitas
produk rendah
Berikut adalah hal-hal yang harus dianalisa dan dipertimbangkan dengan baik oleh
pemilik usaha untuk memilih strategi penentuan harga yang tepat:
STRATEGI PENENTUAN
HARGA JUAL
Setelah memahami hal-hal di atas, urutan langkah yang dapat diambil dalam
menentukan strategi penentuan harga jual dapat digambarkan sebagai berikut:
2 Menentukan permintaan
6 Menetapkan harga
Berikut adalah beberapa karakter usaha kanal online yang memiliki perbedaan dengan
usaha kanal offline.
Tampilan produk Nyata & dapat disentuh Bergantung dengan foto &
yang dijual tidak dapat disentuh
Jenis dan jumlah Lebih sedikit (mengikuti Lebih banyak (tidak terbatasi
produk yang dijual luasan toko fisik) oleh luasan toko fisik)
Penentuan nilai Membutuhkan biaya sewa Tidak ada biaya sewa tempat
Titik Impas Usaha tempat membuat biaya perhitungan biaya produk
produk menjadi lebih tinggi atau menjadi lebih mudah dan
(Break-Even Point) margin laba menjadi rendah margin laba menjadi lebih tinggi
Biaya admin & Tidak ada biaya admin & fee Marketplace online umumnya
fee penjualan penjualan terhadap pihak lain mengenakan biaya admin &
fee penjualan atas produk
yang terjual
Nova Dewi
Founder Suwe Ora Jamu
Menentukan harga pada produk memang sangat penting. Tentunya ada banyak faktor
yang mempengaruhi penentuan harga, namun yang terpenting adalah berpikir “SMART”
& “SENSIBLE” dalam membentuk strategi dan business plan yang matang. Kita tidak
hanya menentukan “PRICE POINT” berdasarkan harga modal + profit = harga jual.
Namun juga melalui pertimbangan value (nilai lebih) dari produk kita, competitive
advantage, unique selling point, product experience, dan tentunya customer experience
(trust & story) dan product sustainability.
Mendapatkan harga jual yang sesuai juga membutuhkan proses. Untuk Suwe Ora Jamu,
studinya melalui beberapa tahapan pada satu tahun pertama, yaitu:
1. Survei pasar
4. Evaluasi
• Harga Distributor
• Harga Grosir
• Harga Reseller
• Harga Konsumen
Tantangan 1
1. Anda memiliki toko online yang memproduksi sekaligus menjual pakaian seragam
sekolah SD, SMP dan SMA. Usaha Anda sudah berjalan selama 1 tahun dan Anda
merasa penjualan toko Anda belum maksimal karena ada toko lain yang menjual
produk sejenis dengan harga yang lebih murah. Anda menginginkan penjualan
agar dapat naik dalam tiga bulan ke depan.
Tantangan 2
2. Saat ini Anda memiliki toko fisik (offline) yang menjual berbagai jenis susu bubuk
kesehatan untuk semua umur. Dalam 6 bulan, sewa toko Anda akan berakhir dan
Anda secepat mungkin ingin membuka toko online di marketplace Shopee.
Seperempat dari persediaan produk Anda akan kadaluarsa dalam 1 tahun ke depan.
• Dalam 6 bulan ke depan, usaha Anda akan berpindah dari berjualan offline ke
online. Tujuan usaha Anda adalah menjadi toko terpercaya yang menjual susu
bubuk kesehatan dengan proses pengiriman yang sangat cepat dengan harga
jual rata-rata sama dengan pasar.
• Anda harus menjual stok lama secepat mungkin dan tetap membeli persediaan
baru, karena konsumen bisa kecewa kepada Anda apabila mendapatkan produk
yang memiliki tanggal kadaluarsa yang sudah dekat.
Strategi Promosi
Melalui Konten Pemasaran
pada Kanal Digital
BUY NOW
277.7 370.1
MILLION MILLION
URBANISATION vs. POPULATION
57.9% 133.3%
204.7 191.4
MILLION MILLION
vs. POPULATION vs. POPULATION
73.7% 68.9%
TRAFFIC OVERVIEW
TOTAL SESSIONS BOUNCE RATE GOAL COMPLETIONS GOAL CONVERSION RATE
Previous period Previous year Previous period Previous year Previous period Previous year Previous period Previous year
-19% -0% -19% -0% -17% 54% 3% 55%
1/2
Lorem Impsum dolor sit amet c... Lorem Impsum dolor sit amet c... Lorem Impsum dolor sit amet c... Lorem Impsum dolor sit amet c...
80,000
60,000
40,000
20,000
0
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Pemasaran di kanal online dapat diukur secara detil. Mulai dari berapa banyak orang
yang tertarik dengan brand atau produk kita, berapa banyak penjualan yang terjadi
berkat dari pemasaran kita, bahkan sampai ke demografi orang-orang yang sudah
berkunjung ke website kita.
Dengan banyaknya pengguna internet yang aktif dalam memperhatikan konten, pelaku
usaha harus mampu masuk menyelinap agar mendapatkan sebagian porsi perhatian dari
pengguna internet yang sangat banyak tersebut. Bagaimana caranya? dengan
menyusun konten pemasaran.
Cara yang paling umum adalah dengan bercerita. Dengan demikian, konten kita akan
terasa lebih otentik, menarik, dan sesuai dengan audiens kita.
Kenapa harus seperti itu? Kenapa tidak langsung membuat konten yang hard-selling
(langsung berjualan)?
Awareness
Interest
Desire
Action
dan Online
Media sosial Networking
Berbicara
Webinar
Foto/video Pertemuan
Sebelum masuk ke perbandingan antara pemasaran melalui kanal online dan offline, kita
harus mengetahui apa itu keduanya.
Pemasaran online adalah model pemasaran yang lebih modern karena mengandalkan
perkembangan teknologi informasi.
Sedangkan pemasaran offline, atau yang sering juga disebut pemasaran secara
konvensional atau tradisional, mengandalkan media-media offline seperti koran, TV,
baliho, spanduk, brosur, dan lain-lain.
Berikut ini beberapa perbedaan pemasaran online dan offline yang perlu diketahui:
Lebih murah,
Biaya Relatif lebih mahal
bahkan bisa gratis
Namun semua ini bukan berarti kita harus meninggalkan kanal offline. Karena dalam
beberapa kasus, kita masih bisa menggunakan kanal offline secara efektif dan ekonomis.
Brosur yang berisikan menu, lokasi bisnis, dan daftar harga bisa berguna bagi pelanggan
untuk mengingat dan mengetahui informasi mengenai bisnis Anda. Iklan melalui spanduk
atau videotron yang diletakkan di jalanan yang ramai dilalui masyarakat juga bisa efektif
menarik pelanggan untuk datang berbelanja di bisnis Anda.
Jika produk sudah sesuai, waktunya untuk mencari DI MANA pasar tersebut berada.
Apakah di Facebook, Instagram, WhatsApp, TikTok, atau Twitter? Jika sudah
mengetahui di mana, sekarang saatnya untuk membuat konten-konten yang sesuai
dengan minat target market di platform yang sesuai.
Ketika kita sudah mengumpulkan banyak audiens, saatnya kita menawarkan produk kita
ke target pasar kita.
Tantangan 1
1. Pikirkan satu atau dua bisnis yang menjual produk dengan kategori serupa
dengan bisnis Anda, cari materi promosi mereka, lalu pikirkan:
Tantangan 2
1. Carilah satu akun bisnis yang Anda sukai di media sosial yang menurut Anda
sangat bagus dalam menerapkan pemasaran di kanal online.
1. Membangun Jaringan:
Berkolaborasi dengan bisnis lain dapat membantu kita untuk mengenal lebih banyak
rekan bisnis serta memperluas jaringan. Selain itu, terbuka kesempatan untuk
mempelajari lebih banyak hal baru mengenai bisnis dari bidang lain yang nantinya bisa
dijadikan referensi.
2. Melahirkan Inovasi:
Berkolaborasi dengan bisnis lain dapat melahirkan inovasi produk atau layanan yang
dapat sebelumnya tidak terpikirkan dan dapat memajukan kedua bisnis tersebut.
Dua usaha berbeda dapat melengkapi kelemahan satu sama lain, sehingga kinerjanya
dapat lebih efektif dan efisien dan keduanya saling mendapatkan keuntungan atau
win-win solution.
• Bisnis lokal
• Organisasi non-profit
• Persona/influencer
A. Co-Branding
Co-Branding adalah strategi kolaborasi yang memadukan dua identitas bisnis berbeda
(atau lebih) untuk melahirkan produk atau jasa yang baru.
Meski memiliki berbagai keuntungan, jenis kolaborasi ini juga tidak luput dari berbagai
tantangan tersendiri:
• Para bisnis harus saling percaya dan bersedia berbagi sumber daya yang
dibutuhkan
Jika dua hal di atas tidak dipertimbangkan dengan baik, produk yang dihasilkan
berpotensi dianggap “gagal”, lalu citra masing-masing bisnis dapat terdampak. Pastikan
ide-ide untuk membuat produk baru dengan skema kolaborasi sudah matang dan mem-
pertimbangkan segala kemungkinan.
B. Co-Branding vs Co-Marketing
Banyak yang mengira, co-branding adalah istilah lain dari co-marketing. Padahal, kedua
istilah ini memiliki makna yang berbeda.
Ada beberapa kegiatan kolaborasi lain yang umum dilakukan namun berbeda dengan
co-branding maupun co-marketing seperti berikut ini:
Kolaborasi dapat menjadi salah satu solusi yang tepat untuk mengembangkan bisnis
Anda. Yang manakah yang paling tepat untuk bisnis Anda jika ingin berkolaborasi
dengan bisnis lain?
Sebelumnya, pastikan juga bisnis Anda telah melakukan beberapa hal berikut ini
agar kolaborasi Anda menguntungkan:
Apa yang akan terjadi bila Anda tetap menjalankan bisnis seperti cara yang sudah berjalan?
Setelah menjawab semua pertanyaan ini, Anda seharusnya sudah bisa memutuskan
apakah bisnis Anda membutuhkan strategi kolaborasi atau tidak. Setelah mendapatkan
jawaban yang pasti, cermatilah jenis kolaborasi yang perlu dilakukan dengan sumber
daya yang tersedia untuk bisnis Anda.
Bisa dibilang konsumen saat ini sudah terbiasa dengan iklan produk secara tradisional.
Hal ini membuat produk dari hasil kolaborasi menjadi bentuk iklan baru yang dapat
meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bisnis Anda.
Kolaborasi merek adalah cara yang sangat efektif untuk menumbuhkan citra dari suatu
merek, dan sudah sering kita temui di lingkungan bisnis modern.
Apakah Anda pernah membaca tentang suatu kolaborasi dari dua bisnis berbeda
belakangan ini? Apakah mereka datang dari bidang yang sama, atau keduanya sangat
berbeda? Apa produk yang dihasilkan? Secara tidak disadari, mungkin Anda telah
terpapar iklan atau upaya pemasaran jenis baru.
Dua gabungan audiens lebih baik daripada satu, dan itulah potensi yang
diusahakan terlahir dari suatu kolaborasi.
Kolaborasi antara dua merek yang berbeda memiliki potensi untuk saling
mendorong dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kedua bisnis
mereka. Produk dari upaya berkolaborasi belum tentu akan terjual dalam jumlah
sangat tinggi, namun diharapkan masyarakat akan lebih mengenal kedua merek
tersebut dan akan tertarik membeli produk-produk yang mereka miliki atau akan
luncurkan di kemudian hari.
• Retensi Pelanggan/Konsumen
Sisi lain dari melakukan kolaborasi adalah untuk mendorong kesetiaan pelanggan
dan menjaga relevansi bisnis terhadap hal-hal yang sedang hangat dibicarakan.
Salah satu contoh hal tersebut adalah merek atau bisnis yang berkolaborasi
dengan seorang mega influencer untuk memperkuat citra bahwa bisnis/merek
mereka relevan dengan hal-hal terkini dan menjadi pilihan bagi sang mega
influencer sehingga menciptakan keinginan bagi masyarakat untuk turut membeli
dan menjadi pengguna produk tersebut.
Kolaborasi tidak selalu difokuskan untuk dapat memiliki efek periode yang lama,
beberapa di antaranya justru memang memanfaatkan momentum dan berhasil
ketika memanfaatkan tren yang mungkin sedang booming di periode
bulanan/tahunan saja.
Contohnya adalah kolaborasi brand fashion retail ternama dengan serial/film yang
sedang booming untuk memanfaatkan momentum kesuksesan dan mendompleng
tren serial/film tersebut. Strategi ini seringkali berhasil walau dalam periode yang
tidak lama karena hanya memanfaatkan hype dan momen tren.
Perlu dipikirkan image seperti apa yang ingin ditampilkan kepada masyarakat atas
produk yang ditawarkan. Pilih pula partner yang sesuai dengan identitas produk
UMKM Anda.
Misalnya, jika Anda ingin membuka bisnis kuliner dan ingin menggunakan jasa
influencer, sebaiknya Anda berkolaborasi dengan influencer yang memang kerap
membuat konten di bidang kuliner.
Untuk menginisiasi kolaborasi ini, cara yang perlu dilakukan berbeda-beda sesuai
karakter dan ketentuan dari calon influencer.
Timing atau waktu merupakan faktor lain yang bisa Anda pertimbangkan agar
promo semakin optimal.
Jika bisnis Anda menjual produk makanan dan ada bisnis lain yang menjual
minuman, Anda bisa melakukan kolaborasi dengan bisnis tersebut untuk membuat
paket hampers di momen Idul Fitri atau Natal. Anda bisa mengombinasikan menu
terbaik dari kedua belah pihak dan menawarkan produk yang menarik bagi
pelanggan.
Selain hari-hari besar yang lazim, Anda bisa memberi promo untuk segmen
pelanggan tertentu secara bergantian. Misalnya, Anda bisa memberi potongan
harga untuk pelanggan yang datang bersama keluarga pada hari anak, diskon
untuk guru bagi tenaga pendidik di hari guru, dan sebagainya.
Berdasarkan pengalaman kami berkolaborasi dengan brand lain, ada tiga kunci
pertanyaan yang harus kita jawab saat ingin melakukan kolaborasi:
1. Apa yang dapat Anda berikan ke pihak lain yang diajak berkolaborasi?
Bisa dalam bentuk ide seperti strategi branding, strategi marketing, tempat penjualan
(toko, booth, marketplace, dll). Bisa juga dalam bentuk lebih praktikal seperti dana,
produk, dll. Apa pun bentuknya, hal ini penting untuk memastikan pihak lain tersebut
berminat untuk berkolaborasi dengan Anda.
Pro tip: Waktu Anda untuk mengerjakan
proyek ini juga termasuk dalam
pengeluaran yang Anda berikan ya.
Ini sangat penting dan merupakan pertanyaan yang selalu kami tanyakan di Mad For
Makeup dalam menentukan apakah suatu ide/gagasan patut untuk direalisasikan atau
tidak. Di dunia yang sangat kompetitif seperti saat ini, Anda harus tau alasan ini. Jika
Anda tidak tau, mungkin kolaborasi itu perlu dipertimbangkan kembali.
Pro tip: Pastikan Anda sendiri mau membeli produk dari kolaborasinya, ya!
Kesimpulannya, tiga pertanyaan di atas mungkin terdengar simpel, tapi itu bisa
menjadi landasan atau fondasi Anda untuk bisa melakukan kolaborasi yang sukses
dengan brand lain.
Tantangan 1
Pada tantangan UMKM dalam topik kolaborasi ini, mari kita pikirkan beberapa hal
yang bisa menjadi hasil dari kolaborasi yang ideal antara usaha Anda dan usaha
lainnya.
1. Usaha jenis apa, atau siapa yang cocok untuk diajak berkolaborasi
dengan Anda?
Setelah menentukan ide kolaborasi, mari kita pikirkan kemungkinan positif dan
negatif dari kolaborasi yang dilakukan.
1. Pelanggan baru dari sektor industri mana yang bisa Anda jangkau melalui
kolaborasi? Apakah mereka akan tertarik dengan produk hasil dari
kolaborasi Anda?
Kembangkan
Bisnis Anda
dengan ShopeePay
Tersedia di lebih dari 500 kota Lebih dari satu juta mitra
dan kabupaten di Indonesia merchant
ShopeePay menembus pasar offline dan online dalam membantu merchant untuk
meningkatkan penjualan melalui beberapa fitur berikut:
*Selama merchant telah diakuisisi dan didaftarkan oleh penyedia layanan pembayaran
digital lainnya
Rp
Rp
1. 2.
BAYAR SEMUA
3. 4. 5.
Merchant
Merchant
Merchant
Isi jumlah yang perlu dibayar Masukkan PIN ShopeePay Anda akan mendapatkan
& klik Bayar Sekarang kamu, klik OK konfirmasi bahwa
pembayaran telah berhasil
3. Alamat e-mail
30 BISA PAKAI
*Syarat & Ketentuan berlaku.
%
Cashback maksimal 6.000 Koin Shopee/transaksi - Maksimum 1x Cashback/bulan/merchant.
*Syarat & Ketentuan Berlaku
Maksimum 1x Cashback/user/bulan selama periode promo
Info promo lebih lanjut, lihat di aplikasi Shopee. Info promo lebih lanjut, lihat di aplikasi Shopee
Walaupun situasi pandemi masih menyisakan berbagai tantangan bagi banyak pelaku
UMKM, ShopeePay percaya jutaan UMKM di Indonesia dapat bangkit dan terus
berkembang apabila didukung oleh berbagai pihak untuk mendapatkan berbagai
kesempatan untuk belajar dan memaksimalkan potensi mereka.
Salah satu cara yang dapat dilakukan pelaku UMKM untuk terus berkembang di situasi
sulit adalah dengan masuk ke ekosistem digital dan memanfaatkan berbagai program,
promo, dan visibilitas lebih yang ditawarkan oleh penyedia layanan pembayaran digital
seperti ShopeePay.
Kokohkan niat untuk terus bangkit dan berkembang. Kami harap buku panduan ini
dapat menjadi langkah pertama untuk mencapai tujuan Anda.