0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan11 halaman

Kebiasaan Belajar dan Prestasi Siswa

Dokumen tersebut membahas tentang hubungan antara kebiasaan belajar dan prestasi belajar siswa. Kebiasaan belajar yang buruk seperti belajar secara tidak teratur dan hanya belajar menjelang ujian akan berdampak negatif pada prestasi belajar, sementara kebiasaan belajar yang baik seperti belajar secara teratur dan konsisten diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

Diunggah oleh

Ramnah Ramnah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan11 halaman

Kebiasaan Belajar dan Prestasi Siswa

Dokumen tersebut membahas tentang hubungan antara kebiasaan belajar dan prestasi belajar siswa. Kebiasaan belajar yang buruk seperti belajar secara tidak teratur dan hanya belajar menjelang ujian akan berdampak negatif pada prestasi belajar, sementara kebiasaan belajar yang baik seperti belajar secara teratur dan konsisten diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

Diunggah oleh

Ramnah Ramnah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERAN KEBIASAAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR

PESERTA DIDIK

Muiz Ghifari
muizghifari47@[Link]
Program Studi Pendidikan Matematika
Universitas Indraprasta PGRI

Abstrak. Kegagalan belajar pada dasarnya akibat tidak teraturnya pola belajar dan
kebiasaan belajar yang tidak teratur, sehingga kegagalan belajar sering terjadi pada
siswa maka kebiasaan belajar perlu dibiasakan agar keteraturan pola belajar siswa
terbiasa. Kebiasaan belajar merupakan faktor yang cukup menentukan prestasi
belajar siswa. Kebiasaan belajar yang kurang baik akan memberi pengaruh yang
kurang baik pada prestasi belajar siswa, demikian pula sebaliknya, dengan usaha
yang maksimal kebiasaan belajar tentu memberikan dampak positif terhadap
prestasi belajar siswa.

PENDAHULUAN
Pendidikan mempunyai tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan
menjadikan manusia yang berbudi luhur beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang
maha Esa. pada umumnya tiap bangsa dan negara sependapat tentang pokok-pokok
tujuan pendidikan, yaitu: mengusahakan supaya setiap orang menyempurnakan
pertumbuhan fisiknya, sehat otaknya, baik budi pekertinya dan sebagainya.
Sehingga ia dapat mencapai puncak kesempurnaannya dan berbahagia hidupnya
lahir dan bathin.
Sebagai usaha meningkatkan mutu pendidikan bangsa, masalah yang perlu
diperhatikan adalah kebiasaan belajar anak dalam memperoleh prestasi yang baik
di sekolah. Ada anak yang hanya akan belajar bila ada PR (pekerjaan rumah), ujian
semester dan ujian kelulusan maka akan memperoleh prestasi yang kurang baik.
Dan ada anak yang memang suka belajar, seperti membaca buku pelajaran, atau
mengisi LKS terlebih dahulu maka akan memperoleh prestasi lebih baik.
Pada umumnya ada tiga gaya belajar meliputi: Pertama gaya belajar visual
merupakan gaya belajar dengan menggunakan materi atau media yang bisa dilihat
atau mengeluarkan tanggapan indera penglihatan, adapun peserta didik yang
terbiasa senang gaya belajar visual maka akan cenderung lemah pada pembelajaran
pola gaya belajar audiotori dan kinestetik. Kedua gaya belajar audiotori merupakan
gaya belajar dengan pendengaran/audio, adapun peserta didik yang terbiasa dengan
gaya belajar audiotori akan terganggu jika ada suara keributan. Ketiga gaya belajar
kinestetik adalah gaya belajar yang melalui gerakan-gerakan sebagai sarana
memasukan informasi ke dalam otaknya, adapun kelemahan bagi peserta didik yang
menggunakan kinestetik cenderung mudah frustasi jika dalam kegiatan belajarnya
hanya duduk saja. Namun setiap anak berbeda-beda kebiasaan belajarnya, karena
setiap individu selalu berbeda dengan usaha mencapai sesuatu juga berbeda.
Dengan berbeda-beda cara mengejar prestasi dan keinginan untuk lebih baik
maka tentu akan memperoleh hasil yang lebih dibandingkan apabila tidak ada usaha
sama sekali, namun adakalanya peserta didik yang tidak pernah belajar selalu
mendapatkan nilai yang baik, hal ini merupakan faktor lain dari prestasi belajar
anak, misalnya anak itu telah memiliki IQ yang tinggi atau ingatan yang kuat
sehingga apa yang telah dijelaskan oleh guru di kelas langsung dapat diserapnya.

PEMBAHASAN
Kebiasaan Belajar
1. Pengertian Kebiasaan Belajar
Djaali (2014: 128) mendefinisikan kebiasaan belajar dapat diartikan sebagai
cara atau teknik yang menetapkan pada diri siswa pada waktu menerima pelajaran,
membaca buku, mengerjakan tugas, dan pengaturan waktu untuk menyelesaikan
kegiatan. Kebiasaan belajar dibagi ke dalam dua bagian, yaitu Delay Avoidan (DA),
dan Work Methods (WM). DA menunjuk pada ketepatan waktu penyelesaian tugas-
tugas akademis, menghindarkan diri dari hal-hal yang memungkinkan tertundanya
penyelesaian tugas, dan menghilangkan rangsangan yang akan menganggu
konsentrasi belajar. Adapun WM menunjuk kepada penggunaan cara (prosedur)
belajar yang efektif dan efisien dalam mengerjakan tugas akademik dan
keterampilan belajar
Aunurrahman (2016:185) menyatakan bahwa “kebiasaan belajar adalah
perilaku seseorang yang telah tertanam dalam waktu yang relatif lama sehingga
memberikan ciri dalam aktivitas belajar yang dilakukannya”. Jadi jika seseorang
melatih belajar dari kecil, maka seseorang akan terus menerus belajar dengan
sendirinya tanpa harus diminta oleh orang lain untuk belajar.
Sedangkan menurut Slameto (2015:82), Belajar bertujuan untuk
mendapatkan pengetahuan, sikap, kecakapan dan keterampilan, cara-cara yang
dipakai itu akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan belajar juga akan mempengaruhi
belajar itu sendiri. Untuk mengetahui pengetahuan, sikap, kecapakan dan
keterampilan para siswa harus membiasakan diri melalui gaya belajar yang ia sukai
dan keterbiasaan yang teratur akan menimbulkan kebiasaan belajar.
Dari definisi para ahli tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Kebiasaan
belajar adalah suatu perilaku belajar yang dilakukan secara berulang-ulang dalam
waktu yang lama yang pada akhirnya menjadi menetap dalam diri peserta didik
sehingga hal tersebut dapat memberikan ciri dalam aktivitas belajar yang
dilakukannya. Untuk mendapatkan perubahan sebagai akibat dari proses belajar,
maka kegiatan belajar harus direncanakan sedemikian rupa dan mempunyai tujuan.
Kebiasaan belajar merupakan salah satu faktor penunjang tercapainya prestasi
belajar peserta didik. Dengan memiliki kebiasaan belajar yang baik maka setiap
usaha belajar akan memberikan hasil yang memuaskan.
2. Kebiasaan Belajar yang Buruk
Menurut Anurrahman (2016:185) Ada beberapa bentuk perilaku yang
menunjukkan kebiasaan tidak baik dalam belajar yang sering kita jumpai pada
sejumlah siswa, seperti :
a. Belajar tidak teratur
b. Daya tahan belajar rendah (belajar secara tergesa-gesa)
c. Belajar bilamana menjelang ulangan atau ujian
d. Tidak memiliki catatan pelajaran yang lengkap
e. Tidak terbiasa membuat ringkasan
f. Tidak memiliki motivasi untuk memperkaya materi pelajaran
g. Senang menjiplak pekerjaan teman, termasuk kurang percaya diri di dalam
menyelesaikan tugas
h. Sering datang terlambat
i. Melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk (misalnya merokok)
Senada dengan Soeparlan, dkk (2014:162) Kebiasaan belajar yang kurang baik.
Kebiasaan tersebut berupa : a) belajar pada akhir semester, b) belajar tidak teratur,
c) menyia-nyiakan kesempatan belajar, d) bersekolah hanya untuk bergengsi, e)
datang terlambat bergaya pemimpin, f) Bergaya jantan seperti merokok, sok
menggurui teman lain, dan g) bergaya minta “belas kasihan” tanpa belajar

Dari jenis-jenis kebiasaan belajar di atas merupakan bentuk-bentuk perilaku


belajar yang tidak baik karena mempengaruhi aktivitas belajar peserta didik dan
pada gilirannya dapat menyebabkan rendahnya hasil belajar yang diperoleh. Maka
dari pada itu seorang peserta didik harus membiasakan diri dengan merubah pola
aktivitas belajarnya.

3. Membentuk Kebiasaan Belajar


Menurut Slameto (2015:82) yang mempengaruhi kebiasaan belajar:
a. Pembuatan jadwal dan pelaksanaanya
b. Membaca dan membuat catatan
c. Mengulangi bahan pelajaran
d. Konsentrasi mengerjakan tugas
Sedangkan Kholifah (2003: 11) berpendapat kebiasaan belajar yang baik dapat
dilakukan oleh peserta didik, dengan mempedomani asas-asas sebagai berikut:
a. Melakukan semua kegiatan belajar di tempat yang sama, dalam kamar
sendiri kalau mungkin.
b. Tidak melakukan usaha belajar pada kamar yang dipergunakan untuk
rekreasi.
c. Jangan bersaing dengan pengganggu-pengganggu perhatian.
d. Lakukan belajar terhadap suatu mata pelajaran atau bahan ajaran pada
waktu yang sama setiap hari.
e. Jangan belajar dalam posisi yang terlalu santai.
f. Berbuat sesuatu ketika melakukan belajar.
g. Pergunakan waktu yang cukup untuk belajar.
h. Segeralah mulai belajar setelah duduk menghadapi meja belajar.
i. Jangan terlampau banyak aktivitas di luar pelajaran.
j. Buat contoh-contoh guna memeriksa pemahaman bahan ajaran.
k. Carilah kegunaan praktis dari pengetahuan yang diperoleh, terlebih
pengetahuan yang baru
l. Pada awal setiap mata pelajaran, usahakan memperoleh gambaran
menyeluruh mengenai isinya.
m. Curahkan perhatian penuh sehingga ada keinginan untuk mencapai sesuatu,
dan selalu ingin belajar.
n. Latihlah kebiasaan untuk belajar tuntas. Perhatikan secara teliti kata-kata
baru atau kata-kata asing.
Yang perlu diingat, untuk membentuk kebiasaan belajar yang baik
tergantung pada minat dan bakat peserta didik. Minat adalah variabel penting
yang berpengaruh terhadap tercapainya prestasi belajar atau cita-cita yang
diharapkan. Belajar dengan minat akan lebih baik daripada belajar tanpa minat.
Di samping minat, ada kemampuan kognitif yang lain yaitu bakat. Boleh
mengatakan bahwa bakat sama dengan intelegensi. Intelegensi itu penting untuk
penguasaan ilmu pengetahuan. Upaya yang dapat dilakukan untuk menggali
bakat peserta didik adalah dengan memberi rangsangan. Penggalian ini dapat
dilakukan melalui metode, strategi, atau pendekatan sesuai dengan mata
pelajaran masing-masing, pendekatan ini merupakan sarana peserta didik aktif
dan kreatif sehingga memiliki kemandirian, inisiatif, dan kerja sama antar
peserta didik.
Prestasi Belajar
1. Pengertian Prestasi Belajar
Selanjutnya Hamalik (2006:68) menyatakan bahwa prestasi belajar
merupakan sesuatu yang dibutuhkan seseorang untuk mengetahui kemampuan
setelah melakukan kegiatan yang bersifat belajar, karena prestasi adalah hasil
belajar yang mengandung unsur penilaian, hasil usaha kerja dan ukuran
kecakapan yang dicapai suatu saat.
Marsun dan Martaniah (dalam Tjundjing, 2001:71) berpendapat bahwa
prestasi belajar merupakan hasil kegiatan belajar, yaitu sejauh mana peserta
didik menguasai bahan pelajaran yang diajarkan, yang diikuti oleh munculnya
perasaan puas bahwa ia telah melakukan sesuatu dengan baik. hal ini berarti
prestasi belajar hanya bisa diketahui jika telah dilakukan penilaian terhadap
hasil belajar siswa.
Selanjutnya surya (2004:57) mengemukakan prestasi belajar adalah seluruh
kecakapan hasil yang dicapai (achivement) yang diperoleh melalui proses
belajar berdasarkan tes belajar. Senada dengan sukardi (dalam Qory, 2010:26),
menururtnya prestasi belajar sebagai taraf prestasi yang dicapai dari
bermacam-macam pelajaran yang telah diikuti.
Bedasarkan beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa prestasi
belajar merupkan hasil yang dicapai oleh individu setelah mengalami proses
belajar dalam jangka waktu tertentu. prestasi belajar yang ditampilkan dengan
nilai atau angka dibuat guru berdasarkan pedoman penilaian pada masing-
masing peserta didik berbeda, berdasarkan tingkat penguasaan kompetensi
yang telah ditetapkan.
2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Dalam rangka mengoptimalkan prestasi belajar perlu diperhatikan
faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya, secara umum ada dua faktor yang
dapat mempengaruhi prestasi belajar, yaitu faktor internal (faktor dari dalam
diri pribadi), dan faktor eksternal (faktor yang timbul dari luar diri pribadi).
Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang kedua faktor itu, maka
penulis akan uraikan di bawah ini.
a. Faktor Internal (faktor dari dalam diri peserta didik)
Faktor yang berasal dari dalam diri peserta didik sendiri meliputi 2
aspek yaitu aspek fisiologis (yang bersifat jasmaniah) dan aspek psikologis
(yang bersifat rohaniah).

1) Aspek Fisiologis.
Kondisi umum jasmani dan tonus (tegangan otot) yang menandai
tingkat kebugaran organ-organ tubuh dan sendi-sendinya, dapat
mempengaruhi semangat dan intensitas peserta didik dalam mengikuti
pelajaran.
2) Aspek psikologis
Banyak faktor yang termasuk aspek psikologis yang dapat
mempengaruhi kuantitas dan kualitas perolehan pembelajaran peserta
didik. Namun diantara faktor-faktor rohaniah peserta didik yang pada
umumnya dipandang lebih asensial itu adalah sebagai berikut : a)
Tingkat kecerdasan/intelegensi, b) Bakat peserta didik, c) Minat peserta
didik, d) Motivasi peserta didik.
b. Faktor ekstrnal (faktor dari luar diri peserta didik)
Faktor eksternal yang berpengaruh terhadap prestasi belajar
mengajar dapat dikelompokkan menjadi tiga faktor, yaitu faktor keluarga,
faktor sekolah, dan faktor masyarakat (lingkungan).
1) Faktor keluarga.
Faktor keluarga sebagai salah satu faktor ekstrnal yang mempengaruhi
prestasi seseorang dibagi menjadi beberapa aspek yaitu :
a) Faktor orang tua.
faktor orang tua adalah cara orang tua mendidik anak, sering
cekcok dan lain-lain. Untuk itu peranan orang tua dalam mendidik
anak dengan penuh kearifan dan bijak sana sangat dituntut. Hal ini
dimaksudkan agar orang tua betul-betul dapat berperan sebagai
suri tauladan bagi anak-anaknya.
b) Faktor suasana keluarga
Hal ini sangat mempengaruhi prestasi belajar seseorang sebab
suasana rumah yang senantiasa tegang, sering cekcok dan lain
sebagainya akan dapat mengganggu cara belajar seseorang. Dalam
kondisi seperti ini, orang tua dituntut untuk menjaga suasana
rumah tangga agar tetap nyaman, tentram dan damai. Hal ini
penting dilakukan orang tua (keluarga di rumah), demi aman dan
nyamannya peserta didik belajar, dan pada akhirnya dapat
mempengaruhi prestasi belajar anak.
c) Keadaan ekonomi keluarga.
Kalau dalam ekonomi keluarga kurang, berarti perlengkapan
keluarga kurang terpenuhi dan tempat belajarpun tidak memadai
atau bahkan tidak ada akibatnya anak tidak dapat belajar dengan
baik, sebaliknya, anak yang ekonomi keluarganya mapan, bahkan
kaya biasanya anak tersebut manja, sehingga ia belajar bersenang-
senang dan kurang memusatkan perhatian pada belajar, sehingga
prestasi belajarnya pun akan rendah.
2) Faktor Sekolah
Faktor sekolah yang mempengaruhi proses belajar peserta didik yang
mencakup metode mengajar, kurikulum, relasi guru dan peserta didik,
relasi peserta didik dengan peserta didik, alat pelajaran, metode pengajaran.
3) Faktor masyarakat
Masyarakat merupakan faktor ekstrnal yang juga berpengaruh terhadap
belajar peserta didik, pengaruh tersebut terjadi karena keberadaan peserta
didik itu sendiri merupakan bagian integral dari masyarakat. Kaitannya
dengan faktor masyarakat, maka ada 4 (empat) faktor yang mempengaruhi
prestasi belajar peserta didik, seperti dikemukakan dalam pendapat berikut:
a) Media seperti televisi, radio, surat kabar, majalah, bioskop, komik dan
lain-lain. Media yang baik akan berpengaruh terhadap belajar peserta
didik, sebaliknya media yang jelek akan berpengaruh jelek pula
terhadap prestasi belajar peserta didik.
b) Teman bergaul, hal ini pun tidak kalah pentingnya dalam memberikan
pengaruh terhadap prestasi belajar peserta didik.
c) Aktivitas dalam masyarakat, seorang peserta didik yang terlalu banyak
berkecimpung dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, sehingga tugas
pokoknya belajar terabaikan akan berdampak kurang baik terhadap
prestasi belajar peserta didik yang bersangkutan.
d) Corak kehidupan tetangga, maksudnya adalah jika peserta didik
bertetangga dengan orang yang tidak baik, seperti penjudi, pemabuk,
pencuri, maka minimal akan berpengaruh terhadap ketenangan jiwa
peserta didik tersebut, sehingga akhirnya akan berpengaruh pula
terhadap prestasi belajar peserta didik itu sendiri.
Mencermati pernyataan tersebut di atas, ternyata lingkungan tempat
tinggal peserta didik memberikan andil yang besar dalam membentuk
kepribadian peserta didik yang dalam hal ini adalah masyarakat sekitarnya.
Karena itu bagi seorang peserta didik hendaknya dapat memberikan
motivasi sebagai tempat saling isi mengisi pengetahuan dengan jalan
diskusi.

PENUTUP
Simpulan
Seseorang ingin mendapatkan prestasi belajar melalui membiasakan diri
dalam belajar yang konsisten. Adapun cara kebiasaan belajar baik, yaitu:
pembuatan jadwal dan pelaksanaanya, membaca dan membuat catatan, mengulangi
bahan pelajaran, konsentrasi mengerjakan tugas, dan carilah kegunaan praktis dari
pengetahuan yang diperoleh, terlebih pengetahuan yang baru.
Kebiasaan belajar yang baik tidak dapat dilakukan dalam waktu yang
singkat, tetapi kebiasaan harus direncanakan, dilatih, diusahakan dan
dikembangkan sedikit demi sedikit atau secara berulang-ulang. Apabila seseorang
belajar tanpa rencana akan sulit untuk memperoleh hasil yang maksimal. Mengenai
cara belajar yang baik, peserta didik dapat menerapkan prinsip belajar yaitu adanya
kedisiplinan, keteraturan dan konsentrasi maka kegiatan belajar akan berjalan
dengan baik.
Perubahan dari aktivitas belajar adalah suatu perubahan yang akan
mempengaruhi pola pikir dalam berbuat dan bertindak. Perubahan itu sebagai hasil
pengalaman individu dalam belajar. Prestasi belajar sebagai perwujudan dari
keaktifan belajar, maka di samping adanya faktor-faktor yang mempengaruhi juga
harus ditunjang dengan cara-cara belajar yang teratur.
Saran
Mengingat pentingnya kebiasaan belajar untuk meningkatkan prestasi
belajar peserta didik maka peran orang tua khusunya selalu mendukung dan juga
mengingatkan akan pentingnya belajar demi masa depan anaknya. Media masa
sebaiknya menyajikan acara yang mendidik bukan hanya hiburan semata tanpa
makna dan lingkungan mempunyai andil dalam kebiasaan belajar cobalah untuk
bergaul dengan teman di lingkungan sekitar yang mempunyai keinginan belajar dan
guru harus memberikan selalu bimbingan di sekolah agar peserta didik dapat
meningkatkan prestasi belajarnya.

DAFTAR PUSTAKA

Aunurrahman, 2016. Belajar dan Pembelajaran. Pontianak: Alfabeta.

Djaali. 2014. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Hamalik, Oemar. 2006. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Bumi


Aksara.

Kholifah. 2003. Pengaruh Cara dan Kebiasaan Belajar Terhadap prestasi


Belajar Akuntansi Siswa Madrasah Aliyah Al- Azhar Pasuruan. Skripsi
FE Universitas Negeri Malang. Tidak diterbitkan.

Slameto. 2015. Belajar dan faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta:


Rineka Cipta.

Soeparlan, dkk. 2014. Strategi Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Pustaka


Mandiri

Surya, Mohamad. 2004. Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung:


Pustaka Bani Quraisy.

Tjundjing, Sia. 2001. Hubungan Antara IQ,EQ, dan QA dengan Prestasi Studi
pada Siswa SMU. Jurnal Anima Vol. 17 No.1.
Qory, Aina.2010. Hubungan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan
Penyesuaian Sosial pada Siswa Akselerasi Bina Insani. Skripsi UPI
Bandung. Tidak diterbitkan

Anda mungkin juga menyukai