0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan70 halaman

Analisis Kinerja Keuangan PT Media Fajar

Skripsi ini membahas analisis kinerja keuangan PT Media Fajar Makassar dengan menggunakan rasio keuangan. Data keuangan yang digunakan adalah rasio likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitas dari tahun 2016-2018. Metode analisis yang digunakan adalah analisis rasio keuangan termasuk rasio likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitas.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan70 halaman

Analisis Kinerja Keuangan PT Media Fajar

Skripsi ini membahas analisis kinerja keuangan PT Media Fajar Makassar dengan menggunakan rasio keuangan. Data keuangan yang digunakan adalah rasio likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitas dari tahun 2016-2018. Metode analisis yang digunakan adalah analisis rasio keuangan termasuk rasio likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitas.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SKRIPSI

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DENGAN


MENGGUNAKAN RASIO KEUANGAN PADA
PT. MEDIA FAJAR MAKASSAR

MUNAWIR

1057203479 11

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
MAKASSAR
2018
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
FAKULTAS EKONOMI

ii
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
FAKULTAS EKONOMI

HALAMAN PERSETUJUAN

Judul Skripsi : ANALISIS KINERJA KUANGAN PERUSAHAAN


DENGAN MENGGUNAKAN RASIO KEUANGAN
PADA PT. MEDIA FAJAR MAKASSAR
Nama Mahasiswa : Munawir
No. Stambuk : 10572 03479 11
Fakultas : Ekonomi dan Bisnis
Jurusan : Manajemen
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Makassar

Disetujui untuk diseminarkan pada seminar hasil pada tahun 2016

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.

Makassar,14 Februari 2016

Menyetujui :

Mengetahui :

Ketua Jurusan Manajemen

[Link], SE.,MM

ii
ABSTRAK

Munawir. “Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan dengan menggunakan


Rasio Keuangan Pada PT. Media Fajar Makassar”. Skripsi. Program Studi
Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah
Makassar, dibimbing oleh Drs. H. Sultan Sarda, MM dan Asri Jaya,
SE.,MM
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kinerja Keuangan
Perusahaan dengan menggunakan Rasio Keuangan Pada PT. Media
Fajar Makassar
Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah data-data
keuangan yaitu rasio keuangan likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitas
PT. Media Fajar Makassar (Jalan Urip Sumihardjo Makassar).
Metode analisis yang digunakan Analisis Rasio Keuangan termasuk
dari Rasio Likuiditas, Rasio Profitabilitas, dan Rasio Solvabilitas
Kata Kunci : Rasio Keuangan, Kinerja Keuangan.

vi
KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah, penulis haturkan kepada Sang Khalik atas

segala berkah, rahmat dan hidayah-Nya sehingga skripsi ini dapat

diselesaikan. Skripsi ini berjudul “Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan

Dengan Menggunakan Rasio Keuangan Pada PT. Media Fajar Makassar”.

Penulisan skripsi ini dimaksudkan sebagai persyaratan dalam

penyelesaian studi Strata satu pada Jurusan Manajemen Fakultas

Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.

Pelaksanaan penelitian dan penulisan skripsi ini tidak sedikit

mengalami hambatan dan kesulitan, namun berkat kerja keras penulis dan

adanya bimbingan bantuan dan berbagai pihak akhirnya skripsi ini dapat

diselesaikan.

Kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih dan

penghargaan kepada :

1. Bapak Dr. H. Irwan Akib, [Link], Rektor Universitas Muhammadiyah

Makassar.

2. Bapak Dr. H. Mahmud Nuhung, MA, Dekan dan Staf Fakultas Ekonomi

dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.

3. Bapak Moh. Aris Pasigai, [Link], Ketua Jurusan dan seluruh dosen

Manajemen Universitas Muhammadiyah Makassar.

iv
4. Pembimbing I Drs. H. Sultan Sarda, MM dan pembimbing II Asri Jaya,

SE.,MM yang telah banyak meluangkan waktu untuk membimbing dan

memberikan arahan kepada penulis sejak penulisan proposal hingga

skripsi.

5. Rekan-rekan mahasiswa seperjuangan di Manajemen terkhusus

Manajemen 10 angkatan 2011.

6. Sahabatku Siti Sartika dan orang yang terkasih, terima kasih dukungan

dan do’anya.

7. Kedua orang tua, Ayahanda Nurdin dan Ibunda Irmawati, serta

saudara-saudaraku Risna Yunita Rasna Anita Rifka Ansahra Nurul

Hikma dan Muh Rezky, terima kasih sebanyak-banyaknya atas semua

perhatian dan kasih sayang.

Akhirnya terima kasih dan penghargaan yang tak terhingga

kuperuntukkan kepada seluruh keluarga yang penuh dengan kasih

sayang, memberikan perhatian kepada penulis hingga dapat

menyelesaikan studi pada Jurusan Manajemen

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.

Semoga budi dan bantuan tulus yang telah disumbangkan mendapat

balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT, amiin.

Makassar, 14 Februari 2016

Penulis

v
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................... ….................i

HALAMAN PERSETUJUAN……………………………………………………. ii

HALAMAN PENGESAHAN ………...……………………………………..…….iii

KATA PENGANTAR ……………………………………………………….…….iv

ABSTRAK …………………………………………………………………………vi

DAFTAR ISI ............................................................................ ……….......vii

DAFTAR TABEL …………………………………………………………………ix

DAFTAR GAMBAR ……………………………………………………..………..x

BAB I PENDAHULUAN .................................................................... . 1

A. Latar Belakang ..................................................................... . 1

B. Rumusan Masalah ................................................................ . 7

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ............................................. . 7

D. Sistematika Penulisan ……………………………………………. 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ............................................................ . 9

A. Pengertian Laporan Keuangan ............................................... . 9

B. Tujuan Laporan Keuangan ..................................................... . 10

C. Jenis-Jenis Laporan Keuangan .............................................. . 11

1. Neraca ……………………………………………………........ 11

2. Laporan Rugi Laba ………………………………………… . . 16

3. Laporan Perubahan Modal ………………………................. 17

4. Laporan Laba Ditahan ……………………………….............. 18

D. Pengertian Analisa Laporan Keuangan .................................. . 18

vii
E. Pengertian Kinerja Keuangan................................................. . 19

F. Rasio-Rasio Keuangan .......................................................... .. 20

1. Analisis Rasio Keuangan ……………………………………. 20

2. Jenis-Jenis Rasio Keuangan ……………………………….. 21

G. Kerangka Pikir ........................................................................ . 26

BAB III METODE PENELITIAN ......................................................... . 27

A. Tempat dan Waktu Penelitian .............................................. . 27

B. Metode Pengumpulan Data .................................................. . 27

C. Jenis dan Sumber Data ......................................................... . 28

D. Definisi Operasional ............................................................... . 29

E. Metode Analisis ...................................................................... . 29

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN …………………..………. 31

A. Sejarah dan Latar Belakang Harian Fajar . ……………………… 31

B. Visi dan Misi ………………………………………………………... 34

C. Struktur Organisasi ………………………………………………… 34

D. Mekanisme Kerja Harian Fajar …………………………………… 36

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ……………………... 43

A. Analisis Rasio Keuangan …………………………………………. 43

B. Pembahasan ………………………………………………………. 45

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN …………………………………….. 54

A. Kesimpulan ………………………………………………………… 54

B. Saran ……………………………………………………………….. 55

DAFTAR PUSTAKA

viii
DAFTAR TABEL

Tabel Judul Halaman

1. Perhitungan Current Ratio ……………………………………………..45

2. Perhitungan Quick Ratio…………. ……………………………………46

3. Perputaran Modal Kerja…….. …………………………………………47

4. Rentabilitas Modal Sendiri….…………………………………………..48

5. Return On Asset ……………..……………………………………...….49

6. Rasio Modal Sendiri atas Hutang ……………………...……………...50

7. Rasio Aktiva atas Hutang…... …………………………………………52

ix
DAFTAR GAMBAR

Gambar Judul Halaman

1. Kerangka Pikir ………………………………………..…………………26

2. Struktur Organisasi ……………………………………………………..35

x
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ekonom percaya bahwa tujuan utama dari perusahaan adalah

untuk memaksimalkan nilai, keuntungan, dan kesejahteraan pemegang

saham. Oleh karena itu profitabilitas perusahaan telah menjadi kriteria

utama dalam menentukan kinerja keuangan. Pada dunia bisnis

profitabilitas memainkan peran penting dalam struktur dan

pengembangan perusahaan karena dapat mengukur kinerja dan

keberhasilan perusahaan. Pengukuran kinerja perusahaan juga dapat

dilihat dari laporan keuangan perusahaan. Rasio keuangan dapat

digunakan sebagai alat dalam melakukan analisis kinerja keuangan

perusahaan, salah satu rasio yang digunakan sebagai pengukuran

kinerja keuangan yaitu rasio profitabilitas, dimana ROA merupakan salah

satu cara yang digunakan dalam pengukuran tersebut. Berdasarkan

konsep keuangan maka laporan keuangan sangat diperlukan untuk

mengukur hasil usaha dan perkembangan perusahaan dari waktu ke

waktu dan untuk mengetahui sudah sejauh mana perusahaan mencapai

tujuannya. Sehingga laporan keuangan memegang peranan yang luas

dan mempunyai suatu posisi yang mempengaruhi dalam pengambilan

keputusan.

1
2

Dalam suatu kegiatan bisnis kita selalu dihadapkan pada

berbagai persoalan atau masalah yang memerlukan keputusan yang

cepat dan tepat. Dalam bisnis setiap permasalahan akan berdampak

ekonomis yaitu keuntungan dan kerugian. Agar seorang manajer mampu

mengambil keputusan yang tepat maka ia perlu mencari dan

menghasilkan yang terbaik. Informasi tersebut digunakan oleh pihak

manajemen dalam mengelolah perusahaan, pedoman perencanaan dan

pengendalian agar tindakan dan keputusan manajemen mencapai hasil

yang optimal.

Laporan keuangan merupakan sumber informasi yang dapat

digunakan untuk mengetahui perkembangan perusahaan. Posisi dan

kondisi keuangan perusahaan dapat diketahui dengan menelaah dan

menganalisis laporan keuangan perusahaan tersebut sehingga kita

dapat menilai kinerja keuangan perusahaan pada periode tertentu.

Pada umumnya perusahaan didirikan untuk memperoleh

keuntungan yang sebesar-besarnya dengan biaya tertentu dan dapat

beroperasi dalam jangka waktu yang tidak terbatas. Untuk memastikan

bahwa tujuan tersebut tercapai maka perlu dilakukan pengukuran rasio

keuangan yang dapat dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan

oleh pihak-pihak yang berkepentingan.

Mengadakan analisa hubungan dari berbagai pos dalam suatu

laporan keuangan merupakan dasar untuk dapat menginterprestasikan

kondisi keuangan dan hasil operasi suatu perusahaan. Dengan


3

menggunakan laporan yang diperbandingkan, termasuk data

perubahan-perubahan yang terjadi dalam jumlah rupiah, penganalisa

menyadari bahwa beberapa rasio akan membantu dalam menganalisa

dan mengintreprestasikan posisi keuangan suatu perusahaan sehingga

dapat diketahui kinerja keuangan perusahaan.

Kinerja sebagai refleksi dari pencapaian keberhasilan dapat

diartikan sebagai hasil yang dicapai dari berbagai aktivitas yang

dilakukan, oleh karena itu kinerja perusahaan dapat diartikan sebagai

hasil yang telah dicapai perusahaan atas berbagai aktivitas yang

dilakukan dalam mendayahgunakan berbagai sumber daya yang ada

dalam perusahaan.

Kinerja perusahaan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pada

penelitian Zeitun dan Tian (2007) menunjukkan bahwa leverage memiliki

pengaruh negatif terhadap kinerja perusahaan, karena leverage yang

tinggi menimbulkan konflik antara pemegang saham dan kreditur yang

mengakibatkan terjadinya kenaikan suku bunga yang diberikan oleh

kreditur, penambahan biaya pengawasan dan penurunan investasi. Jadi,

konflik ini menunjukkan bahwa leverage yang tinggi menyebabkan

kinerja yang buruk (Williams J, 1987). Memon et al (2010) menyatakan

dalam penelitiannya disimpulkan bahwa pertumbuhan dan resiko

menghasilkan pengaruh yang positif terhadap ROA, sementara utang

jangka pendek memiliki pengaruh negatif terhadap kinerja perusahaan,

karena utang jangka pendek menghadapkan perusahaan dengan risiko.


4

Variabel lain yang mempengaruhi kinerja perusahaan adalah resiko

yang selalu diasumsikan bahwa perusahaan dengan variasi yang lebih

tinggi dalam pendapatan operasional diharapkan memiliki keuntungan

yang lebih tinggi dengan risiko yang terkait tinggi. Besarnya pajak juga

memiliki pengaruh positif dengan kinerja perusahaan, karena ketika

perusahaan berkinerja baik dan menghasilkan rasio return on asset

tinggi maka struktur modal perusahaan akan diarahkan secara optimal

dan perusahaan akan membayar jumlah pajak yang lebih tinggi (Zeitun

dan Tian,2007).

Hasil penelitian Kuntluru (2008) menemukan pengaruh positif

antara ukuran perusahaan dan pertumbuhan perusahaan terhadap

profitabilitas perusahaan. Pertumbuhan aktiva menunjukkan besarnya

dana yang dialokasikan oleh perusahaan ke dalam aktivanya, sehingga

pertumbuhan yang cepat bisa menyebabkan profitabilitas yang lebih

besar.

Faktor lain yang mempengaruhi kinerja perusahaan yaitu rasio

likuiditas suatu perusahaan semakin tinggi tingkat likuiditas suatu

perusahaan berarti semakin kecil resiko kegagalan perusahaan dalam

memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Sedangkan Almajali (2012)

menemukan bahwa ada pengaruh yang signifikan likuiditas terhadap

kinerja keuangan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa

perusahaan harus meningkatkan current asset dan mengurangi current

liabilities karena hubungan positif antara likuiditas dan kinerja keuangan.


5

Pada penelitian Tariq et al (2013) menunjukkan bahwa kinerja

keuangan perusahaan dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang harus

diingat saat membuat keputusan keuangan untuk meningkatkan kinerja

perusahaan. Tariq et al (2013) menggunakan leverage, pertumbuhan,

ukuran, pajak, risiko, aset berwujud, serta menambahkan likuiditas dan

non debt tax shield sebagai variabel independen untuk melihat pengaruh

pada kinerja perusahaan, hasil penelitiannya menunjukkan bahwa

ukuran perusahaan, pajak, dan non debt tax Shield memiliki hubungan

yang positif dan signifikan dengan kinerja perusahaan. Non debt tax

shield memainkan peran penting untuk menambah kinerja perusahaan,

non debt tax shield berfungsi sebagai pengganti beban bunga yang

merupakan pengurangan dalam perhitungan pajak penghasilan dari

perusahaan dan makin besar non debt tax shield (depresiasi) berarti

makin besar sumber intern dari dana yang dihasilkan didalam

perusahaan yang bersangkutan. Dalam penelitian ini digunakan

perusahaan basic industry and chemicals merupakan perusahaan yang

berorientasi pada teknologi, sehingga memiliki prospek yang baik di

masa mendatang. Pentingnya sektor ini bagi perkembangan sektor–

sektor industry lainnya juga menjadi alasan mengapa perusahaan basic

industry and chemicals memiliki prospek yang baik di masa mendatang.

Sektor basic industry and chemical yang terdaftar di BEI dikelompokkan

ke dalam delapan jenis Subsektor, yaitu Subsektor Cement, Subsektor

Ceramics, Glass, Porcelain, Subsektor Metal and Allied Products,


6

Subsektor Chemicals, Subsektor Plastics and Packaging, Subsektor

Animal Feed, Subsektor Wood Industries, dan Subsektor Pulp and

Paper. Untuk itu ini adalah alasan dipilihnya basic industry and

chemicals dalam penelitian ini.

PT. Media Fajar di Makassar merupakan salah satu perusahaan

media cetak atau surat kabar resmi sehingga penjualan surat kabar yang

menjadi langganan masyarakat di Makassar, berpengaruh terhadap

kinerja keuangan pada PT. Media Fajar dan dapat berdampak pada

image pelanggan terhadap mutu dan kualitas media cetaknya secara

keseluruhan.

Adapun faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan pada PT.

Media Fajar yaitu, dilihat dari komponen-komponen laporan keuangan

berupa rasio likuiditas, rasio leverage, rasio aktivitas, dan rasio

profitabilitas.

Berdasarkan pertimbangan di atas, maka penulis cenderung

untuk mengadakan suatu penelitian dan mengangkat judul tentang

“Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Menggunakan

Analisa Rasio Keuangan Pada PT. Media Fajar Makassar”

B. Masalah Pokok

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas,

maka yang menjadi masalah pokok dalam penelitian ini adalah


7

“Bagaimana kinerja keuangan ditinjau dari analisa rasio keuangan pada

PT. Media Fajar Makassar “.

C. Tujuan Dan Manfaat Penelitian

Adapun yang menjadi tujuan dan kegunaan dalam penelitian ini

adalah sebagai berikut :

1. Tujuan penelitian

Untuk mengetahui kemampuan kinerja keuangan ditinjau dari rasio

keuangan pada PT. Media Fajar Makassar.

2. Manfaat penelitian

a) Sebagai bahan masukan bagi pimpinan perusahaan dalam

pengambilan keputusan lebih jauh, utamanya menyangkut tingkat

kesehatan perusahaan.

b) Dapat menambah wawasan penulis yang terkait dengan ilmu

manajemen keuangan.

c) Sebagai bahan penelitian bagi peneliti-peneliti selanjutnya dalam

judul yang sama.

D. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan pada penelitian ini terdiri dari :

I Pendahuluan, dalam bagian ini menguraikan mengenai latar

belakang masalah penelitian, rumusan masalah serta pertanyaan


8

penelitian, tujuan dan manfaat penelitian, dan sistematika penulisan

dari skripsi ini.

II Tinjauan Pustaka, dalam bagian ini menguraikan mengenai

landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini, penelitian-

penelitian terdahulu yang dapat memperkuat penelitian ini, serta

kerangka pemikiran teoritis dan hipotesis dari skripsi ini.

III Metode penelitian, dalam bagian ini menguraikan mengenai

deskripsi variabel penelitian yang digunakan, penentuan sampel

dan populasi data yang digunakan. Selain itu pada bab ini juga

berisi jenis dan sumber data, metode pengumpulan data yang akan

digunakan, serta metode analisis yang digunakan dalam skripsi ini.

IV Hasil dan Pembahasan, dalam bagian ini menguraikan mengenai

pembahasan dari deskripsi obyek penelitian dan hasil analisis data.

V Kesimpulan dan Imlpilasi kebijakan, dalam bagian ini

menguraikan mengenai kesimpulan dari penelitian ini, implikasi

manajerial dan implikasi teoritis yang timbul akibat penelitian ini,

serta agenda bagi penelitian di masa yang akan datang.


9

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Laporan Keuangan

Pengertian laporan keuangan sangat erat hubungannya dengan

akuntansi karena laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses

akuntansi, yaitu berupa ringkasan atau ikhtisar peristiwa-peristiwa

keuangan suatu perusahaan untuk suatu periode tertentu. Oleh sebab

itu untuk memberikan suatu batasan yang baik, maka terlebih dahulu

akan diberikan pengertian akuntansi.

Munawir, (2004:5) mengatakan bahwa akuntansi adalah seni

daripada pencatatan, penggolongan dan peringkasan daripada kejadian-

kejadian yang setidak-tidaknya sebagian bersifat keuangan dengan cara

yang setepat-tepatnya dan dengan penunjuk atau dinyatakan dalam

uang, serta penafsiran terhadap hal-hal yang timbul dari padanya.

Pengertian laporan keuangan menurut Myer dalam Munawir,

(2004 : 5) adalah bahwa dua daftar yang disusun oleh akuntan pada

akhir periode untuk suatu perusahaan. Kedua daftar itu adalah daftar

neraca atau daftar posisi keuangan dan daftar pendapatan atau daftar

laba rugi. Pada waktu akhir-akhir ini sudah menjadi kebiasaan bagi

perseroan-perseroan untuk menambahkan daftar ketiga yaitu daftar

surplus atau daftar laba yang dibagikan (laba yang ditahan).

9
10

S.S. Harahap (2006 : 105) mengatakan bahwa laporan

keuangan menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu

perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu.

Agnes Sawir, (2001 : 2) mengatakan bahwa laporan keuangan

adalah hasil akhir proses akuntansi, dari setiap transaksi yang dapat

diukur dengan nilai uang, dicatat dan diolah sedemikian rupa.

Sehubungan dengan pengertian di atas yang telah dikemukakan

oleh beberapa ahli, maka laporan keuangan meliputi neraca, laporan

rugi laba dan ditambahkan laporan perubahan modal, semua ini

menggambarkan tentang posisi keuangan perusahaan.

B. Tujuan Laporan Keuangan

Laporan keuangan dibuat dengan maksud untuk memberikan

gambaran atau laporan kemajuan secara periodic yang dilakukan pihak

manajemen atau akuntan.

Agnes Sawir, (2001 : 2), tujuan laporan keuangan sebagai

berikut :

1. Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja

serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang

bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan

keputusan ekonomi.
11

2. Laporan keuangan disusun untuk memenuhi kebutuhan bersama

oleh sebagian besar pemakainya, yang secara umum

menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian masa lalu.

3. Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang dilakukan

manajemen atau pertanggung jawaban manajemen atas sumber

daya yang dipercayakan kepadanya.

C. Jenis-Jenis Laporan Keuangan

Telah disajikan pada bagian terdahulu bahwa yang dimaksud

dengan laporan keuangan pada umumnya terdiri dari neraca, laporan

rugi-laba dan laporan perubahan modal atau laba ditahan.

Berikut ini akan dijelaskan lebih terperinci mengenai jenis-jenis

laporan keuangan :

1. Neraca

Dewi Astuti, (2004 : 19) bahwa neraca adalah laporan posisi

keuangan perusahaan pada suatu waktu tertentu. Sisi kiri

menunjukkan aktiva perusahaan, sedangkan sisi kanan neraca

menunjukkan kewajiban dan ekuitas, atau klaim terhadap aktiva

tersebut.

Dwi Prastowo, (2001 : 16) mengatakan bahwa neraca adalah

laporan keuangan yang memberikan informasi mengenai posisi

keuangan (aktiva, kewajiban, ekuitas) perusahaan pada saat

tertentu.
12

S. Munawir, (2004 : 13) mengatakan bahwa neraca adalah

laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang serta modal suatu

perusahaan pada suatu saat tertentu.

Tujuan neraca adalah untuk menunjukkan posisi keuangan suatu

perusahaan pada tanggal waktu tertentu, biasanya pada waktu

dimana buku-buku ditutup dan ditentukan sisanya pada suatu akhir

tahun fiskal atau tahun [Link] demikian neraca terdiri dari

tiga bagian utama yaitu aktiva, hutang dan modal. Pada dasarnya

aktiva dapat diklasifikasikan menjadi 2 bagian utama yaitu aktiva

lancar dan aktiva tidak lancar.

S. Munawir, (2004 : 14) mengatakan bahwa aktiva lancar adalah

uang kas dan aktiva lainnya yang dapat diharapkan untuk dicairkan

atau ditukarkan menjadi uang tunai, dijual atau dikonsumer dalam

periode berikutnya.

Enny dkk (2001 :169) mengatakan bahwa aktiva lancer adalah

aktiva yang secara normal berubah menjadi kas dalam waktu satu

tahun.

Penyajian pos-pos aktiva lancar di dalam neraca didasarkan

pada urutan likuiditasnya, yang dimulai dari aktiva yang paling likuid

sampai dengan aktiva yang paling tidak likuid.

Yang termasuk kelompok aktiva lancar adalah :

a. Kas atau uang tunai yang dapat digunakan untuk membiayai

operasi perusahaan.
13

b. Investasi jangka pendek (surat-surat berharga) adalah

investasi yang sifatnya sementara (jangka pendek).

c. Piutang wesel adalah tagihan perusahaan kepada pihak lain

yang dinyatakan dalam suatu wesel atau perjanjian yang

diatur dalam undang-undang.

d. Piutang dagang adalah tagihan kepada pihak lain (kepada

kreditur atau langganan) sebagai akibat adanya penjualan

barang dagangan.

e. Persediaan, untuk perusahaan manufacturing yaitu

persediaan bahan mentah, persediaan barang dalam proses

dan persediaan barang jadi.

f. Piutang penghasilan adalah penghasilan yang masih harus

diterima pembayarannya sehingga merupakan tagihan.

g. Persekot adalah biaya yang dibayar dimuka.

S. Munawir, (2004 : 16) mengatakan bahwa aktiva tidak lancar

adalah aktiva yang mempunyai umur kegunaan relative permanent

atau jangka panjang (mempunyai umur ekonomis lebih dari satu

tahun atau tidak akan habis dalam satu kali perputaran operasi

perusahaan).

Yang termasuk aktiva tidak lancar adalah :

a. Investasi jangka panjang. Bagi perusahaan yang cukup besar

dalam arti mempunyai kekayaan atau modal yang cukup atau

sering melebihi dari yang dibutuhkan, maka perusahaan ini


14

dapat menanamkan modalnya dalam investasi jangka

panjang di luar usaha pokoknya.

b. Aktiva tetap adalah kekayaan yang dimiliki perusahaan yang

fisiknya nampak (konkrit).

c. Aktiva tetap tidak berwujud adalah kekayaan perusahaan

yang secara fisik tidak nampak, tetapi merupakan suatu hak

yang mempunyai nilai dan dimiliki oleh perusahaan untuk

digunakan dalam kegiatan perusahaan.

d. Beban yang ditangguhkan adalah menunjukkan adanya

pengeluaran atau biaya yang mempunyai manfaat jangka

panjang (lebih dari satu tahun) atau suatu pengeluaran yang

akan dibebankan juga pada periode-periode berikutnya.

e. Aktiva lain-lain adalah menunjukkan kekayaan atau aktiva

perusahaan yang tidak dapat atau belum dapat dimasukkan

dalam klasifikasi-klasifikasi sebelumnya.

S. Munawir, (2004 : 18) mengatakan bahwa hutang adalah

semua kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak lain yang

belum terpenuhi, dimana hutang ini merupakan sumber dana atau

modal perusahaan yang berasal dari kreditur.

Hutang atau kewajiban perusahaan dapat dibedakan kedalam

hutang lancar (hutang jangka pendek) dan hutang jangka panjang.

Hutang lancar atau hutang jangka pendek adalah kewajiban

keuangan perusahaan yang pelunasannya atau pembayarannya


15

akan dilakukan dalam jangka pendek dengan menggunakan aktiva

lancar yang dimiliki perusahaan. Hutang lancar terdiri atas :

a. Hutang dagang adalah hutang yang timbul karena adanya

pembelian barang dagangan secara kredit.

b. Hutang wesel adalah hutang yang disertai dengan janji

tertulis (yang diatur dengan undang-undang) untuk

melakukan pembayaran sejumlah tertentu pada waktu

tertentu dimasa yang akan datang.

c. Hutang pajak, baik pajak untuk perusahaan yang

bersangkutan maupun pajak pendapatan karyawan yang

belum disetorkan ke kas Negara.

d. Biaya yang masih harus dibayar, adalah biaya-biaya yang

sudah terjadi tetapi belum dilakukan pembayarannya.

e. Hutang jangka panjang yang segera jatuh tempo adalah

sebagian (seluruh) hutang jangka panjang yang sudah

menjadi hutang jangka pendek, karena harus segera

dilakukan pembayarannya.

f. Penghasilan yang diterima di muka, adalah penerimaan

uang untuk penjualan barang/ jasa yang belum direalisir.

Hutang jangka panjang adalah kewajiban keuangan yang

jangka waktu pembayarannya (jatuh tempo) masih jangka panjang

(lebih dari satu tahun sejak tanggal neraca).Yang termasuk hutang

jangka panjang antara lain hutang obligasi dan pinjaman jangka lain.
16

Modal adalah hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik

perusahaan yang ditunjukkan dalam pos modal (modal saham),

surplus dan laba yang ditahan atau kelebihan nilai aktiva yang dimiliki

oleh perusahaan terhadap seluruh hutang-hutangnya.

2. Laporan Rugi-Laba

Dewi Astuti, (2004 : 17) mengatakan bahwa laporan rugi-laba

adalah laporan yang mengikhtiarkan pendapatan dan beban

perusahaan selama periode akuntansi tertentu, yang umumnya

setiap kuartal atau setiap tahun.

S. Munawir (2004 : 26) bahwa laporan rugi-laba merupakan

suatu laporan yang sistematis tentang penghasilan, biaya, laba-rugi

yang diperoleh oleh suatu perusahaan selama periode tertentu.

Dari pengertian di atas, maka dapat dilihat pentingnya laporan

laba rugi sebab di dalam laporan tersebut tercantum hasil yang

diperoleh perusahaan. Begitupula kemajuan perusahaan dapat dilihat

dari laporan rugi laba.

3. Laporan Perubahan Modal

S. R. Soemarso, (2004 : 133) mengatakan bahwa laporan

perubahan modal adalah untuk mengetahui perubahan besarnya

modal selama satu periode akuntansi yang di ambil dari kolom

neraca.

Akun-akun pendapatan, beban dan prive adalah akun-akun

sementara yang digunakan untuk mengklasifikasikan dan juga


17

mengikhtisarkan perubahan-perubahan yang terjadi pada akun

modal selama satu periode.

Ps. Djarwanto (2001 : 48) mengatakan bahwa laporan

perubahan modal yang disusun untuk perusahaan dengan cara

memperhitungkan pendapatan bersih yang diterima atau kerugian

bersih yang di derita, pemakaian prive dan penambahan modal bila

ada.

4. Laporan Laba Ditahan

Dewi Astuti (2004 : 21) bahwa laporan laba ditahan adalah

laporan bagian laba perusahaan yang telah disimpan dan tidak

dibayarkan sebagai dividen. Sedangkan menurut Ps. Djarwanto

(2001 : 47) menyatakan bahwa laporan laba ditahan adalah bagian

laba yang ditanamkan kembali dalam perusahaan.

Laporan laba yang ditahan adalah laporan tentang perubahan

modal selama jangka waktu tertentu, yang meliputi saldo awal,

perubahan modal dan saldo akhir.

D. Pengertian Analisa Laporan Keuangan

Analisa laporan keuangan merupakan suatu kegiatan

menganalisa laporan keuangan suatu perusahaan. Sofyan S. Harahap

(2006 : 201) mengatakan bahwa Analisa laporan keuangan adalah

menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang

lebih kecil dan melihat hubungannya yang bersifat signifikan atau yang
18

mempunyai makna antara satu dengan yang lain baik antara data

kuantitatif maupun data non kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui

kondisi keuangan lebih dalam yang sangat penting dalam proses

menghasilkan keputusan yang tepat.

Analisa laporan keuangan merupakan suatu proses yang penuh

pertimbangan dalam rangka membantu mengevaluasi posisi keuangan

dan hasil operasi perusahaan pada masa sekarang dan masa lalu,

dengantujuan untuk menentukan prediksi yang paling mungkin

mengenai kondisi dan kinerja perusahaan pada masa mendatang.

E. Pengertian Kinerja Keuangan

Pada prinsipnya kinerja keuangan diartikan sebagai prestasi

financial yang dicapai oleh suatu perusahaan sehubungan dengan

penggunaan dana dalam operasional usahanya dalam jangka waktu

tertentu.

Prestasi usaha ini dapat diinterprestasikan terhadap efisiensi

usaha atau tingkat kesehatan perusahaan. Pencapaian tingkat kinerja

usaha sangat tergantung pada tingkat kemampuan manajemen usaha

dalam mengkoordonir berbagai kegiatan usaha.

Bernadin dan Russel dalam Ruki (2001 : 15) memberikan

defenisi tentang performance sebagai berikut “ Performance is defined

as the record of outcomes produced on specified job function or activity

during a specified time period “ (prestasi adalah catatan tentang hasil-


19

hasil yang diperoleh dari fungsi-fungsi pekerjaan tertentu atau pekerjaan

selama kurung waktu tertentu).

Dari pengertian kinerja tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja

keuangan adalah hasil-hasil yang dicapai perusahaan dalam periode

tertentu yang tergambar dalam laporan keuangan yang mencerminkan

tingkat kesehatan perusahaan.

F. Rasio-Rasio Keuangan

1. Analisis Rasio Keuangan

Dalam mangadakan interpretasi dan analisa laporan keuangan

suatu perusahaan, seorang penganalisa financial memerlukan

adanya ukuran. Bambang Riyanto (2001 : 329) mengatakan bahwa

ukuran yang sering digunakan dalam analisa financial adalah rasio

dan rasio itu sebenarnya hanyalah alat ukur yang dinyatakan dalam

aritmatikal terms yang dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan

antara dua macam data finansial.

Penganalisa financial dalam mengadakan analisa rasio financial

pada dasarnya dapat melakukannya dengan dua macam cara

pembandingan yaitu :

a. Membandingkan rasio sekarang (present ratio) dengan rasio-

rasio dari waktu-waktu yang diperkirakan untuk waktu-waktu

yang akan datang dari perusahaan yang sama.


20

b. Membandingkan rasio-rasio dari perusahaan (rasio

perusahaan/ company ratio) dengan rasio-rasio semacam

dari perusahaan lain yang sejenis atau industri (rasio industri/

rasio rata-rata/rasio standar).

Bambang Riyanto (2001 : 337) juga mengatakan bahwa di

Indonesia kalau perusahaan-perusahaan akan mengadakan analisa

rasio mungkin pada waktu ini hanya dapat dengan mengadakan

analisa rasio histories, karena pada waktu ini belum ada lembaga

atau badan yang menyusun ratio industri.

2. Jenis-Jenis Rasio Keuangan

Pada dasarnya macam atau jumlah angka-angka rasio sangat

banyak, karena dapat dibuat berdasarkan kebutuhan penganalisa.

S. Munawir (2004 : 68-69) mengatakan bahwa angka-angka

rasio dapat dikelompokkan menjadi 2 golongan. Golongan pertama

adalah berdasarkan sumber data keuangan dan penggolongan yang

kedua adalah didasarkan pada tujuan dari penganalisa. Berdasarkan

sumber datanya angka rasio dapat dibedakan sebagai berikut :

a. Rasio rasio neraca (balance sheet ratio), yang tergolong

dalam rasio ini adalah semua rasio yang semua datanya

diambil atau bersumber dari neraca, misalnya current ratio,

acid test ratio.

b. Rasio-rasio laporan rugi-laba (income statement ratio) yaitu

angka-angka rasio yang dalam penyusunannya semua


21

datanya diambil dari laporan rugi-laba, misalnya grossprofit

margin, operating ratiop dan lain sebagainya.

c. Rasio-rasio antar laporan (interstatement ratio) ialah semua

angka rasio yang penyusunan datanya berasal dari neraca

dan data lainnya dari laporan rugi-laba, misalnya tingkat

perputaran piutang (account receivable turn over), tingkat

perputaran persediaan (inventory turn over) dan lain-lain.

Berdasarkan tujuan penganalisa maka rasio-rasio keuangan

menurut Bambang Riyanto (2001 : 331-336) digolongkan menjadi

empat kelompok besar yaitu :

1. Rasio likuiditas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk

memenuhi kewajiban finansialnya yang harus segera

dipenuhi. Dimana rasio likuiditas meliputi :

a) Current ratio (rasio lancar) adalah kemampuan perusahaan

untuk membayar utang yang segera harus dipenuhi

dengan aktiva lancar. Current ratio 200% kadang sudah

memuaskan bagi suatu perusahaan, tetapi besarnya rasio

tergantung bebeapa faktor, suatu standar atau rasio yang

umum tidak dapat ditentukan untuk seluruh perusahaan.

Perhitungan rasio ini adalah dengan membandingkan

aktiva lancar dengan hutang lancar dengan formulasi

sebagai berikut
22

b) Quick ratio adalah kemampuan perusahaan untuk

membayar utang yang segera harus dipenuhi dengan

aktiva lancer yang lebih likuid. Elemen persediaan barang

tidak diperhitungkan karena dipandang sebagai aktiva

lancer yang tingkat likuiditasnya rendah dan paling sering

mengalami fluktuasi harga. Dapat dikatakan bahwa

perusahaan yang mempunyai quick ratio kurang dari 100%

dianggap kurang baik.

c) Cash ratio adalah kemampuan perusahaan untuk

membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan kas

yang tersedia dalam perusahaan dan efek yang dapat

segera diuangkan. Jumlah kas dalam perusahaan

hendaknya tidak kurang dari 5 kali sampai 10 kali dari

jumlah aktiva lancar. Adapun cara menghitung cash ratio

adalah dengan formulasi sebagai berikut

2. Ratio Leverage (rasio utang) adalah rasio-rasio yang

dimaksudkan untuk mengukur sampai berapa jauh aktiva

perusahaan dibiayai dengan utang. Dimana ratio leverage

meliputi :
23

a. Total Debt to Equity Ratio (ratio utang atas modal sendiri)

adalah rasio digunakan untuk mengetahui berapa bagian

dari setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan

untuk keseluruhan utang.

b. Total debt to total capital assets ratio (rasio utang atas

jumlah aktiva) merupakan rasio yang digunakan untuk

mengetahui berapa bagian dari keseluruhan kebutuhan

dana yang dibelanjai dengan utang atau beberapa bagian

dari aktiva yang digunakan untuk menjamin utang.

3. Rasio Aktivitas adalah rasio-rasio yang dimaksudkan untuk

mengukur sampai seberapa besar efektivitas perusahaan

dalam mengerjakan sumber-sumber dananya, yaitu Total

assets turn over (perputaran jumlah aktiva) merupakan rasio

yang digunakan untuk mengetahui kemampuan dana yang

tertanam dalam keseluruhan aktiva berputar dalam suatu

periode tertentu atau kemampuan modal yang diinvestasikan

untuk menghasilkan revenue.


24

4. Rasio Profitabilitas

Rasio profitabilitas adalah rasio untuk menilai kemampuan

perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini

menunjukkan gambaran tentang tingkat efektivitas

pengelolaan perusahaan dalam menghasilkan laba selama

periode tertentu. Pengukuran rasio aktivitas terdiri dari :

a. Net Profit Margin

Net Profit Margin merupakan rasio yang digunakan untuk

mengukur margin laba bersih setelah bunga dan pajak

atas penjualan neto pada suatu periode tertentu.

b. Hasil Pengembalian Investasi (ReturnOnInvestment/ROI)

Rasio ini mengukur keuntungan yang diperoleh dari hasil

kegiatan perusahaan (net income) dengan jumlah

investasi atau aktiva yang digunakan setelah dikurangi


25

bunga dan pajak (EAIT) untuk menghasilkan keuntungan

yang diinginkan (total assets).

c. Hasil Pengembalian Ekuitas (Return On Equity/ ROE)

Hasil pengembalian ekuitas atau return on equity atau

rentabilitas modal sendiri merupakan rasio untuk

mengukur laba bersih (net income) sesudah pajak dengan

modal sendiri.

G. Kerangka Pikir

Sebagaimana halnya seorang dokter mencoba mengetahui

kondisi kesehatan seseorang, begitu pula seorang manajer keuangan

atau pihak-pihak lain yang berkepentingan dalam kaitannya dengan

kondisi keuangan perusahaan. Dengan diketahuinya kondisi keuangan

perusahaan, keputusan yang rasional dapat dibuat dengan bantuan

analisis tertentu.

Dari arah pemikiran itulah yang mendorong penulis dalam

melakukan penelitian ini yang tujuannya untuk mengetahui kemampuan

kinerja keuangan ditinjau dari rasio keunagan pada PT. Media Fajar di

Makassar. kinerja keuangan seperti rasio likuiditas, rasio leverage, rasio


26

aktivitas, dan rasio profitabilitas yang merupakan komponen dari laporan

keuangan.

Berikut skema atau gambar 1. kerangka pikir dibawah ini :

PT. Media Fajar

Rasio Keuangan

Rasio Rasio Solvabilitas Rasio


Likuiditas Profitabilitas

Kinerja
Keuangan
Perusahaan
27

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Tempat Dan Waktu Penelitian

Tempat penelitian dilakukan pada PT. Media Fajar Makassar

yang beralamat di Jalan Urip Sumihardjo Makassar. Dimana waktu

penelitian diperkirakan dalam waktu + dua bulan.

B. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang dipergunakan pada penelitian

ini adalah :

1. Penelitian pustaka (library research)

Penelitian pustaka adalah pengumpulan data teoritis dengan

cara menelaah berbagai buku literature dan bahan pustaka

lainnya yang berhubungan dengan masalah yang dibahas.

2. Penelitian lapang (field research)

Penelitian lapang adalah pengumpulan data dengan cara yang

terdiri dari :

a. Observasi, yaitu melakukan pengamatan secara langsung

pada obyek penelitian dan mengumpulkan data yang

diperlukan.

27
28

b. Wawancara, adalah mengadakan Tanya jawab dengan

pimpinan dan karyawan perusahaan yang diteliti untuk

mendapatkan data yang diperlukan.

C. Jenis Dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

1. Data kualitatif yaitu data yang diperoleh dari perusahaan dalam

bentuk informasi baik secara lisan maupun secara tertulis seperti

sejarah singkat dan struktur organisasi perusahaan.

2. Data kuantitatif adalah data yang diperoleh dari perusahaan dalam

bentuk angka-angka seperti laporan keuangan perusahaan.

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

1. Data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari

perusahaan berdasarkan hasil observasi dan wawancara dangan

pimpinan dan karyawan perusahaan.

2. Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari dokumen perusahaan,

berupa laporan tertulis secara berkala seperti laporan keuangan.

D. Definisi Operasional

1. PT. Media Fajar adalah salah satu perusahaan swasta yang

bergerak di bidang percetakan surat kabar atau media cetak.

2. Laporan keuangan adalah hasil akhir dari proses akuntansi yaitu

neraca dan laporan rugi-laba perusahaan.


29

3. Kinerja keuangan adalah hasil-hasil yang dicapai perusahaan dalam

periode tertentu yang tergambar dalam laporan keuangan yang

mencerminkan tingkat kesehatan perusahaan.

4. Rasio likuiditas adalah rasio untuk mengukur kemampuan

perusahaan untuk membayar utang yang segera harus dipenuhi.

5. Rasio solvabilitas adalah rasio untuk mengukur sampai berapa jauh

aktiva perusahaan dibiayai dengan utang.

6. Rasio profitabilitas adalah rasio untuk mengukur tingkat keuntungan

dan tingkat efisiensi perusahaan.

E. Metode Analisis

1. Metode Analisis Rasio

Untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan ini dalam 3

tahun yaitu 2013-2015, maka digunakan analisis rasio keuangan

menurut Bambang Riyanto (2001 : 332-335) sebagai berikut :

1. Rasio Likuiditas meliputi :

a)

b)

c)

2. Ratio Solvabilitas meliputi :

a).
30

b).

3. Rasio Profitabilitas meliputi :

a). Rentabilitas Modal Sendiri

b). Hasil Pengembalian Aset (Return On Asset/ROA)


BAB IV

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

A. Sejarah dan Latar Belakang Harian Fajar

Sejarah Fajar tak bisa dari keberadaan harian KAMI edisi

Sulawesi Selatan, dengan salah satu tokohnya Alwi Hamu. Semasa

berlangsung aksi-aksi mahasiswa 1966, Alwi menjadi Sekjen KAMI

(Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) wilayah Sulawesi Selatan dan

Utara (Sulselra), dan sejak itu pula ia mendirikan surat kabar KAMI edisi

Sulsel.

Menyusul peristiwa Malari 1970, bersama sejumlah koran

lainnya, KAMI edisi Sulsel dibreidel. Alwi sendiri sempat bergabung

dengan harian Tegas pada tahun 1978. Tetapi kemudian bersama-sama

teman lamanya, Harun Rasyid Djibe dan Sinansari Ecip, menerbitkan

media baru bernama Fajar.

Ketiga tokoh ini mengumpulkan orang-orang muda yang

berbakat di bidang jurnalistik, penuh dedikasi semangat, dan idealisme

yang tinggi. Ada beberapa nama yang direkrut oleh ketiga orang itu

diantaranya, Aidir Amin Daud, Rudi Harahap, Hamid Awaluddin, A.

Sandi, dan Baso Amir. Orang muda ini direkrut yang ketika itu masih aktif

di dunia kampus. Hingga kini sebagian besar orang-orang itu masih aktif

dalam jajaran redaksi pers yang ada di Indonesia.

31
32

Pada tanggal 18 Mei 1981 menteri penerangan RI megeluarkan

SK untuk media ini dengan nomor : 0150/SK/Dirjen/ PPG/SIT/1981 dan

pada tanggal 1Oktober 1981 Harian Fajar tersebut untuk pertama kalinya

dengan jumlah tiras 3.000 eksemplar.

Dalam proses pengesahan SIUPP, ternyata Alwi Hamu tidak lagi

menyatakan badan penerbit Express. Beliau mengusulkan satu nama

baru berupa suatu badan perusahaan PT. Media Fajar. Sehingga ketika

keluarnya SIUPP Harian Fajar tidak lagi dibawah naungan Yayasan

Penerbitan Express. Surat kepengurusan Harian Fajar diperkuat dengan

SK Menpen RI No.035/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1986. Pada tanggal 8

Maret 1986 tercatat nama baru di jajaran redaksi, sedangkan pimpinan

umum/pimpinan perusahaan dipegang oleh Muh. Alwi Hamu.

Seperti kebanyakan perusahaan media di tanah air terkadang

mengalami pasang surut, begitu juga yang dialami Harian Fajar pada

awal tahun 1987 kondisi Fajar tidak lagi stabil karena keterbatasan dana

penerbit serta hijrahnya wartawan-wartawan yang diandalkan hingga

pada pertengahan tahun 1987 harian Fajar tidak bisa lagi terbit secara

harian. Surat kabar ini secara periodik hanya dapat terbit sekali dalam

seminggu, dan akhir tahun 1987 harian Fajar tidak bisa lagi terbit karena

kehabisan dana.

Upaya Alwi Hamu untuk mempertahankan keberadaan harian ini

terus dilakukan salah satunya dengan menghubungi beberapa penerbit

yang ada di Jawa, salah satu yang mendapatkan hasil yaitu Harian Jawa
33

Pos terbitan Surabaya. Lobi pun dilakukan bersama dengan Dahlan

Iskandar dan S. Sinansari Ecip yang pada akhirnya menghasilkan

penawaran kerja sama. Harian Jawa Pos yang juga berkonglomerasi

dengan majalah Tempo akhirnya meyantunkan dana ke PT. Harian

Fajar. Kemudian pada tanggal 1 Oktober 1988 PT. Harian Fajar

bergabung dengan Grup Jawa Pos.

Harian Fajar bagaikan bayi yang baru lahir kembali dengan

wajah dan manajemen baru. Bahkan jajaran personalianya pun orang-

orang baru. Harian Fajar, berkat kerja sama antara Group Jawa Pos

Media dengan Group Fajar, kembali menjalankan kegiatannya semula

lagi sejak tahun 1998. Tiras Harian Fajar sudah dapat ditingkatkan

menjadi 5.000 eksemplar dan hal ini terus ditingkatkan. Sampai saat ini

Indonesia bagian timur merupakan pangsa pasar utama Harian Fajar.

Dijajaran kepemilikan saham terdapat nama Eric Samola sebagai

komisaris utama dan komisaris lainnya terdiri dari H. M. Jusuf Kalla, Drs.

A. Saifuddin dan Aksa Mahmud.

Pada tahun 1991 Harian Fajar tidak lagi berkantor di Jl. Ahmad

Yani karena tempat ini dinilai kurang mendukung, sejak pula unit-unit

kerja berangsur-angsur pindah ke kantornya yang baru yang cukup

kondusif dan nyaman yaitu di Jl. Racing Center Makassar. Harian ini

berpindah kantor lagi pada Tahun 2008 di Lantai 4 Gedung Graha Pena

Jl. Uri Sumohardjo, Makassar sampai saat ini.


34

B. VISI DAN MISI

1. VISI

a. Kehadiran FUI sebagai salah satu percetakan umum diharapkan

mampu mendukung kemajuan di bidang percetakan baik KTI,

Sulsel, Makassar khususnya.

b. Ditunjang dengan mesin yang handal dengan tenaga terlatih dan

professional, FUI akan memberikan kepuasan atas pesanan

cetakan Anda, apakah itu majalah, tabloid, Koran, liplet, brosur,

continous form, dan cetakan umum lainnya yang membutuhkan

pekerjaan yang cepat dan tepat waktu dengan kualitas baik.

2. MISI

a. Lebih mendekatkan dan mendukung pengguna cetak, sehingga

mereka tidak lagi harus membuang waktu dan biaya untuk keluar

Sulsel membawa cetakan.

b. Mendukung pemerintah khususnya dalam menunjang cetakan-

cetakan yang berisiko tinggi seperti ujian nasional, surat suara

dalam pemilu dan lainnya.

C. Struktur Organisasi

Pada PT. Harian Fajar terdapat sebuah perpustakaan sebagai

unit yang bertugas dalam pemenuhan kebutuhan informasi bagi

karyawan-karyawan dalam segala aspek dan struktur organisasi, maka

melalui Gambar 2. struktur organisasi pada PT. Harian Fajar.


DIREKSI
35

Sumber : PT. Media Harian Fajar


Bagian
Bagian
Perusahaan
Redaksional
Umum
Admin. Pemasaran Pemimpin Sidang Koordinator Redaktur
Personalia Redaksi Redaksi Redaksi Khusus
Keuangan Accounting
Sekertaris Pembantu
Reporter Koresponden
Redaksi Reporter
Iklan dan
Produksi
Promosi
36

D. Mekanisme Kerja Harian Fajar

Pemimpin umum perusahaan terbagi atas pemimpin redaksi dan

pemimpin perusahaan dibantu lagi oleh empat kepala bagian yang

masing-masing ternagi kedalam sub-sub bagian. Direksi menjadi top

leader dalam struktur organisasi perusahaan.

Pemimpin umum berturut-turut memimpin perusahaan yang

membawahi empat bidang utama. Bidang utama tersebut antara lain,

Bidang Pemasaran, Bidang Keuangan/Akuntan, Bidang Produksi dan

Bidang Administrasi. Bidang-bidang selanjutnya membawahi beberapa

sub bagian yang karenanya mempunyai kepentingan-kepentingan yang

sama dalam usaha untuk mencapai tujuan bersama.

Hanya satu hal yang perlu diketahui bahwa konsekuensi dari

kerja sama dengan PT. Jawa Pos, maka perusahaan ini berada di bawah

pengawasan atau kontrol dari PT. Jawa Pos, wujud dari konsekuensi

tersebut antara lain PT. Media Fajar dalam setiap bulannya harus

membuat laporan keuangan dan laporan cash flow yang dikirim ke PT.

Jawa Pos untuk dievaluasi.

Harian Fajar dalam melakukan aktifitas rutinya mengacu pada

pembagian kerja yang pada dasarnya tidak berbeda dengan perusahaan

penerbitan pers lainya :

1. Bagian perusahaan

a. Umum/Administrasi Personalia
37

Bertugas mengurus dokumentasi dan usaha-usaha lain yang

berkenan dengan pekerjaan keadministrasian/tata usaha, juga

menyangkut kesejahteraan, kebersihan, kendaraan dan

perbekalan.

b. Sirkulasi/Pemasaran

Bagian ini menangani proses pembayaran surat kabar dari

percetakan hingga sampe ke tangan masyarakat pembaca. Tugas

dan tanggung jawab utamanya memberi layanan baik kepada

masyarakat. Ini dilakukan dengan memanfaatkan agen-agen yang

tersebar diseluruh daerah pemasaran. Juga melakukan penelitian

dan pengembangan.

c. Keuangan

Bagian ini mengurus masalah keuangan yang menunjang daur

hidup proses produksi harian ini termasuk penagihan dan

pembayaran.

d. Accounting

Bagian ini mengurus order pembelian dan bertugas sebagai kredit

kontrol.

e. Produksi

Bagian ini menaungi urusan terbitnya hasil yang dikerjakan bagian

redaksi. Sub bagian ini yang terkait dengan setting, layout (tata

letak), reproduksi dan percetakan.

f. Iklan dan Promosi


38

Bertugas mengkoordinasi seluruh isi surat kabar yang

berhubungan dengan periklanan, termasuk upaya-upaya

pengembangan perolehan iklan sebagai salah satu sumber

pendapatan perusahaan. Bagian ini menerima order iklan,

melakukan promosi dan pemasaran iklan.

2. Bagian Redaksional

A. Pemimpin Redaksi

Status pemimpin redaksi adalah karyawan dan wartawan yang

bertugas memimpin serta bertanggung jawab atas segala sesuatu

yang menyangkut keredaksian dan materi penerbitan surat kabar.

Tugas/Wewenang dan Tanggung Jawab adalah :

1. secara umum menyelenggarakan secara teknis operasional

dan wewenang memimpin serta mengarahkan jalannya

organisasi redaksi.

2. Memimpin rapat-rapat redaksi yang diselenggarakan sekurang-

kurangnya seminggu sekali.

3. Memberikan penugasan kepada anggota redaksi dan para

redaktur/reporter dan korespondensi.

4. Bertugas mengarahkan dan menyiapkan bahan-bahan

penerbitan dan wewenang mengatur hal-hal yang menyangkut

perwajahan.

5. Menyusun rencana liputan berita sehari-hari.


39

6. Secara khusus menulis berita editorial (tajuk rencana), menulis

sudut, memeriksa/menurunkan surat pembaca dan memeriksa

berita-berita serta artikel yang dianggap peka.

7. Pemimpin redaksi dapat mendelegasikan tugas dan wewenang

kepada sidang redaksi.

8. Dalam menjalankan tugas dan wewenang tersebut, pemimpin

redaksi bertanggung jawab kepada pemimpin umum.

B. Sidang Redaksi

Sidang redaksi adalah instansi yang beranggotakan para redaktur

yang berfungsi membantu tugas-tugas pemimpin redaksi sehari-

hari.

Tugas dan wewenangnya adalah :

1. Menyiapkan rencana peliputan untuk dibicarakan dalam rapat

2. Menentukan perioritas berita

3. Menyunting/editing berita

4. Dalam hal-hal tertentu melakukan tugas peliputan

5. Mengkoordinasikan tugas-tugas pemimpin redaksi bila

diberikan wewenang untuk itu, baik oleh pemimpin redaksi

maupun pemimpin umum, bila pemimpin redaksi berhalangan.

C. Koordinator Redaksi/Redaktur Pelaksana

Untuk memelihara kelancaran jalannya tugas-tugas dalam butir-

butir dua diatas, ditunjuk dua orang redaktur pelaksana diantara

anggota sidang redaksi yang bertugas sebagai koordinator redaksi.


40

Redaktur pelaksana mengkoordinasi anggota-anggota sidang

redaksi secara teknis yang pelaksanaannya diatur sesuai

keperluan organisasi.

D. Redaktur Khusus

Status koordinator teknik adalah orang-orang yang ditunjuk

pemimpin umum untuk mengkoordinasikan tugas-tugas teknik

produksi yang meliputi perwajahan, penataan-penataan

halaman/iklan, foto, koreksian, reproduksi, susunan/bentuk huruf,

dan berada dibawah koordinasi sidang redaksi.

Tugas dan Wewenangnya adalah sebagai berikut :

1. Menentukan pola layout serta ukuran topografi

2. Menjadi penghubung antara redaksi dengan bidang teknik

3. Mengatur pekerjaan setting layout, reproduksi dan plate making

secara umum

4. Memerksa dan memperbaiki pola atau contoh cetakan dan

menyetujui siap cetak

E. Sekretaris Redaksi

1. Melaksanakan tugas-tugas administrasi redaksi

2. Membuat daftar honorarium dan kredit point reporter,

koresponden tidak tetap dan penulis luar.

3. Mencatat dan membuat agenda secara resume rapat redaksi

dan menyalurkan kepada masing-masing yang bersangkutan

4. Mencatat dan mengarsipkan berkas wartawan


41

5. Pelayanan umum keredaksian

6. Mengelola perpustakaan redaksi dan kliping

7. Mengelola logistik, keamanan dan kebersihan dalam

lingkungan redaksi

F. Reporter

Status reporter adalah wartawan yang setiap hari bertugas atau

diberi tugas mencari dan memuat berita untuk diterbitkan. Reporter

diangkat oleh perusahaan atas rekomendasi pemimpin redaksi

untuk mengerjakan tugas kewartawan kepada Harian Fajar sesuai

kebutuhan

Tugas dan kewajibannya yaitu :

1. Melaksanakan penugasan mencari dan memuat berita untuk

diterbitkan sesuai dengan masalah yang diberikan

2. Secara umum melaksanakan tugas-tugas kewartawanan tanpa

harus terikat pada bidang (desk)

G. Pembantu Reporter

Status Pembantu reporter adalah calon wartawan yang berstatus

magang (calon reporter) yang menerima imbalan dari perusahaan

dari aktivitas dan prestasinya

Tugas dan kewajibannya adalah yaitu :

1. Mencari/meliput berita atas inisiatif sendiri atau melaksanakan

penugasan dari redaksi


42

2. Dalam hal meliput berita atas inisiatif sendiri, pembantu reporter

berkewajiban melapor terlebih dahulu atau berkonsultasi

kepada redaksi

3. Dalam menjalankan tugas. Pembantu reporter hanya diberi

H. Koresponden

Status Koresponden adalah wartawan yang berdomisili di daerah,

baik yang bernaung dibawah kantor perwakilan redaksi (biro)

maupun tidak

Tujuan dan kewajiban merupakan sebagai berikut :

1. Melaksanakan tugas atau penugasan wartawan

2. Mencari atau meliput berita-berita di daerah tugas masing-

masing
BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Analisis Rasio Keuangan

Dalam usaha mencapai kesejahteraan para anggota koperasi,

koperasi mengusahakan adanya peningkatan kegiatan [Link]

operasi ini harus dikelola secara efektif dan efisien, diantaranya adalah

pemanfaatan aktiva secara optimal untuk kegiatan operasi yang

berkesinambungan menunjukkan indikasi pengelolaan aktiva yang

[Link] laba dari hasil kegiatan atau operasi menunjukkan

[Link] evaluasi untuk pengambilan keputusan keuangan di

masa mendatang, maka koperasi perlu mengetahui hasil yang telah

dicapai selama ini.

Analisis rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil

perbandingan dari satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang

mempunyai hubungan yang relevan dan signifikan.

Dalam menjalankan kegiatan perusahaan, PT. Media Fajar, telah

melakukan dengan baik kinerjanya di bidang keuangan dari segi rasio

[Link] menjadi dasar dalam penilaian kinerja suatu perusahaan

yaitu kondisi keuangannya.

Setelah menganalisa Laporan Keuangan PT. Media Fajar, hasil

menunjukkan bahwa perusahaan tersebut Liquid dan solvable, karena

43
44

PT. Media Fajar mampu melunasi kewajiban-kewajibannya yang bersifat

jangka pendek dan juga mampu melunasi utang-utangnya yang jatuh

tempo secara tepat waktu. Pada posisi ini saham perusahaan dilihat

dalam kondisi baik atau konstan [Link] secara financial dan

non financial perusahaan dianggap tidak memiliki kendala atau

permasalahan apapun.

Rasio Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk

memenuhi hutang jangka pendek dengan menggunakan aktiva

[Link] dapat diketahui melalui neraca dengan

membandingkanaktiva lancar dengan jumlah hutang lancar.

Rasio Solvabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur

seberapa besar aktiva yang dimiliki perusahaan berasal dari hutang atau

modal, sehingga dengan rasio ini dapat diketahui posisi perusahaan dan

kewajibannya yang bersifat tetap kepada pihak lain serta keseimbangan

nilai aktiva tetap dengan modal yang ada. Sebaiknya komposisi modal

harus lebih besar dari hutang.

Rasio profitabilitas merupakan rasio yang bertujuan untuk

mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba selama

periode tertentu dan juga memberikan gambaran tentang tingkat

efektifitas manajemen dalam melaksanakan kegiatan

[Link] manajemen disini dilihat dari laba yang dihasilkan

terhadap penjualan dan investasi [Link] ini disebut juga rasio


45

[Link] profitabilitas merupakan rasio yang menggambarkan

kemampuan perusahaan dalam mendapatka laba melalui semua

kemampuan dan sumber yang ada seperti kegiatan penjualan, kas,

modal, jumlah karyawan, jumlah cabang dan sebagainya (Syafri,

2008:304).

B. Pembahasan

1. Analisis Data Rasio Likuiditas

a. Current Ratio

Tabel [Link] Current Ratio PT. Media FajarPeriode Tahun


2013-2015
(Keterangan) 2013 2014 2015 Rata-rata
Aktiva 609,011,225 909,085,141 1,055,436,313 857,844,226
Lancar(a)
Hutang 219,669,329 426,094,129 436,380,264 360,714,574
Lancar(b)
Rasio 277,24% 213,35% 241,86% 237,82%
axb/100%
Naik /Turun - 23,04% 13,36% -
Sumber : PT. Media Fajar, Data diolah 2016

Berdasarkan tabel1 dapat diketahui bahwa Current Ratio PT

Media Fajar pada tahun 2013 menunjukkan nilai rasio sebesar 277,24%

yang berarti bahwa setiap Rp. 1 hutang lancar dijamin dengan Rp.

2,77aktiva lancar.

Pada tahun 2014, current ratio menjadi 213,35% yang berarti

setiap Rp. 1 hutang lancar dijamin dengan Rp. 2,13 aktiva lancar yang
46

dimiliki perusahaan. Pada tahun 2013/2014 terjadi penurunan current

ratio sebesar 23,04% yang diakibatkan kenaikan hutang lancar sebesar

Rp 206,424,800perusahaan masih mampu untuk melunasi hutang-

hutang lancarnya dengan menggunakan kas yang tersedia pada aktiva

lancar perusahaan.

Pada tahun 2015, current ratio menjadi 241,86% yang berarti

setiap Rp. 1 hutang lancar dijamin dengan Rp. 2,41aktiva lancar, tetapi

pada tahun 2014/2015 terjadi kenaikan current ratiosebesar 13,36%

yang disebabkan Tingkat rasio naik menjadi Rp 146,351,172 karena

kenaikan piutang yang cukup signifikan, yang diimbangi kenaikan hutang

lancar sebesar Rp 10,286,135. Rata-rata current ratio selama 3 tahun

adalah sebesar 237,82%. Jika dibandingkan dengan standar klasifikasi

penilaian peusahaan, maka current ratio yang dimiliki PT. Media fajar

menunjukkan kondisi yang baik. Current ratio yang rendah akan

berpengaruh likuiditas perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka

pendeknya.

b. Quick Ratio (Acid test Ratio)

Tabel [Link] Quick Ratio PT. Media Harian Fajar Periode


Tahun 2013-2015
(Keterangan) 2013 2014 2015 Rata-rata
Aktiva lancar(a) 609,011,225 909,085,141 1,055,436,313 857,844,226
Persediaan(b) 16,181,642 18,037,430 24,806,385 19,675,152
Hutang 219,669,329 426,094,129 436,380,264 360,714,574
Lancar(c)
Rasio (a-b)/c 269,87% 209,12% 236,18% 232,36%
x100%
Naik /Turun - 22,51% 12,94% -
Sumber : PT. Media Fajar, Data diolah 2016
47

Berdasarkan tabel2 dapat diketahui bahwa Quick Ratio PT

Media Fajar pada tahun 2013 menunjukkan nilai rasio sebesar 269,87%

yang berarti bahwa setiap Rp. 1 hutang lancar dijamin dengan Rp. 2,69

aktiva lancar.

Pada tahun 2014, Quick ratio menjadi 209,12% yang berarti

setiap Rp. 1 hutang lancar dijamin dengan Rp. 2,09 aktiva lancar yang

dimiliki perusahaan. Pada tahun 2013/2014 terjadi penurunan Quick ratio

sebesar 22,51% yang diakibatkan kenaikan aktiva lancar sebesar Rp

300,073,916 walaupun juga diimbangi dengan kenaikan hutang lancer

sebesar Rp 206,424,800.

Pada tahun 2015, Quick ratio menjadi 236,18% yang berarti

setiap Rp. 1 hutang lancar dijamin dengan Rp. 2,36 aktiva lancar, tetapi

pada tahun 2014/2015 terjadi kenaikan quick ratiosebesar 12,94% yang

disebabkan Tingkat aktiva lancar naik menjadi Rp 146,351,172 karena

yang diimbangi kenaikan hutang lancar sebesar Rp 10,286,135. Rata-

rata Quick ratioselama 3 tahun adalah sebesar 232,36%. Standar quick

ratio 100% menunjukkan kondisi yang baik bagi keuangan jangka

pendeknya, sehingga perusahaan dapat memenuhi semua kewajiban

jangka pendeknya tanpa memperhitungkan persediaan dikarenakan

memerlukan waktu yang cukup lama untuk direalisir sebagai uang kas

dan mempunyai tingkat kepastian lebih rendah dalam merealisir nilainya

dalam suatu perusahaan.


48

c. Perputaran Modal Kerja (Working Capital Turnover)

Tabel 3. Perputaran Modal Kerja PT. Media Fajar Periode Tahun 2013-

2015

(Keterangan) 2013 2014 2015 Rata-rata


Pendapatan (a) 201,401,619 349,223,794 509,893,450 353,506,288
Aktiva (b) 609,011,225 909,085,141 1,055,436,313 857,844,226
Hutang lancar(c) 219,669,329 426,094,129 436,380,264 360,714,574
Modal kerja b- 389,341,896 482,991,012 619,056,049 497,129,652
c=(d)
Rasio (a/dx1 0,52 kali 0,72 kali 0,82 kali 0,71 kali
kali)
Naik /Turun - 39,78% 13,92% -
Sumber : PT. Media fajar, data diolah 2016

Hasil perhitungan Perputaran Modal pada tahun 2013

menunjukkan bahwa dana yang tertanam dalam modal kerja berputar

rata-rata 0,52 kali dalam setahun. Pada tahun 2014 dana yang tertanam

rata-rata 0,72 kali dalam setahun, tetapi pada 2013/2014 terjadi kenaikan

perputaran modal kerja sebesar 39,78% yang disebabkan kenaikan

pendapatan sebesar 147,822,[Link] tahun 2015 menunjukkan dana

yang tertanam dalam modal kerja berputar rata-rata 0,82 kali dalam

setahun.

Pada tahun 2014/2015 terjadi kenaikan perputaran modal kerja

sebesar 13,92% yang disebabkan kenaikan pendapatan sebesar Rp

160,669,656. Rata-rata perputaran modal kerja selama tiga tahun dari

tahun 2013-2015 adalah 0,71 kali. Perputaran modal kerja yang dimiliki

PT. Media Fajar dalam keadaan kurang [Link] dikarenakan

berpengaruh pada modal kerja perusahaan yang lambat dalam

perputarannya.
49

2. Analisis Rasio Data Profitabilitas

a. Rentabilitas Modal Sendiri

Tabel [Link] Rentabilitas Modal Sendiri PT. Media

FajarPeriode Tahun 2013-2015

(Keterangan) 2013 2014 2015 Rata-rata


Laba 98,031,979 184,724,803 313,629,207 198,795,330
bersih/SHU (a)
Modal 369,544,027 534,312,319 752,974,879 552,277,075
sendiri(b)
Rasio 26,53% 34,57% 41,65% 35,99%
a/bx100%
Naik /Turun - 30,33% 20,48% -
Sumber : PT. Media Fajar, Data diolah 2016

Berdasarkan tabel4 Rentabilitas Modal Sendiri PT Media Fajar

pada tahun 2013 menunjukkan nilai rasio sebesar 26,53% yang berarti

bahwa setiap Rp. 1 modal sendiri dijamin menghasilkan laba bersih

dengan Rp. 0,27.

Pada tahun 2014, menjadi 34,57% yang berarti setiap Rp. 1

modal sendiri dijamin menghasilkan laba bersih dengan Rp. 0,35 modal

sendiri yang dimiliki perusahaan. Pada tahun 2013/2014 terjadi kenaikan

rentabilitas sebesar 30,33% yang diakibatkan kenaikan laba bersih

sebesar Rp 68,692,824dan kenaikan modal sendiri Rp 164,768,292.

Pada tahun 2015, rentabilitas menjadi 41,65% yang berarti

setiap Rp. 1 modal sendiri dan menghasilkan laba bersih dengan Rp.

0,42 modal sendiri, tetapi pada tahun 2014/2015 terjadi

kenaikanrentabilitas sebesar 20,48% yang disebabkan Tingkat laba

bersih naik menjadi Rp 128,904,404 karena yang diimbangi kenaikan


50

modal sendiri sebesar Rp 218,662,560. Rata-rataRentabilitas modal

sendiriselama 3 tahun adalah sebesar 35,99%. Jika dibanding dengan

standar klasifikasi penilaian makamenunjukkan kondisi yang sangat

[Link] modal sendiri yang dinvestasikan untuk berputar

dalam menghasilkan laba sangat tinggi.

b. Return On Asset

Tabel [Link] On Asset PT. Media Fajar Periode Tahun 2013-2015

(Keterangan) 2013 2014 2015 Rata-rata


Laba 98,031,979 184,724,803 313,629,207 198,795,330
bersih/SHU (a)
Total aktiva(b) 881,690,835 1,387,570,751 1,634,550,850 1,301,270,812
Rasio 11,19% 13,31% 19,19% 15,28%
a/bx100%
Naik /Turun - 19,73% 44,12% -
Sumber : PT. Media Fajar, data diolah 2016

Perhitungan Return On Asset PT Media Fajar pada tahun 2013

menunjukkan nilai rasio sebesar 11,19% yang berarti bahwa setiap Rp. 1

aktiva dijamin menghasilkan laba bersih dengan Rp. 0,11.

Pada tahun 2014, menjadi 13,31% yang berarti setiap Rp. 1

aktiva dijamin menghasilkan laba bersih dengan Rp. 0,13 Pada tahun

2013/2014 terjadi kenaikan return On Asset sebesar 19,73% yang

diakibatkan kenaikan laba bersih sebesar Rp 68,692,824 dan kenaikan

total aktiva Rp 505,879,916.

Pada tahun 2015, rentabilitas menjadi 19,19% yang berarti

setiap Rp. 1 aktiva dan menghasilkan laba bersih dengan Rp. 0,19, tetapi

pada tahun 2014/2015 terjadi kenaikanreturn on asset sebesar 44,12%

yang disebabkan Tingkat laba bersih naik menjadi Rp 128,904,404


51

karena yang diimbangi kenaikan total aktiva sebesar Rp 246,980,009

yang disebabkan karena kenaikan dari piutang.

Rata-rataReturn On Assetselama 3 tahun adalah sebesar

15,28%. Jika dibanding dengan standar klasifikasi penilaian

makamenunjukkan kondisi yang sangat [Link] aktiva yang

dinvestasikan untuk berputar dalam menghasilkan laba sangat tinggi.

3. Analisis Data Rasio Solvabilitas

a. Rasio Modal Sendiri atas Hutang

Tabel [Link] Modal Sendiri atas Hutang PT. Media Fajar Periode

Tahun 2013-2015

(Keterangan) 2013 2014 2015 Rata-rata


Modal Sendiri 369,544,027 534,312,319 752,974,879 552,277,075
(a)
Total Hutang 219,669,329 426,094,129 436,380,264 360,714,574
Lancar (b)
Rasio 89,24% 79,91% 132,71% 100,41%
a/bx100%
Naik /Turun - 10,45% 66,08% -
Sumber : PT. Media Fajar, Data diolah 2016

Hasil perhitungan Rasio Modal Sendiri atas Hutang pada tahun

2013 angka rasio mencapai sebesar 89,24% yang berarti bahwa setiap

Rp. 1 hutang lancar dijamin dengan Rp. 0,89modal sendiri.

Pada tahun 2014, angka rasio menjadi 79,91% yang berarti

setiap Rp. 1 hutang lancar dijamin dengan Rp. 0,79modal sendiri yang

dimiliki perusahaan. Pada tahun 2013/2014 terjadi penurunan sebesar

10,45% yang diakibatkan kenaikan total hutang sebesar Rp 254,538,800.


52

Pada tahun 2015, menunjukkan rasio menjadi 132,71% yang

berarti setiap Rp. 1 hutang lancar dijamin dengan Rp. 1,32modal sendiri,

tetapi pada tahun 2014/2015 terjadi kenaikan rasio sebesar 66,08% yang

disebabkan jumlah hutang menurun menjadi Rp 101,276,865 karena

pelunasan hutang yang sudah jatuh tempo. Rata-rata modal sendiri atas

utang selama 3 tahun adalah sebesar 100,41%. Jika dibandingkan

dengan standar klasifikasi penilaian peusahaan, maka rasiomodal sendiri

atas hutang yang dimiliki PT. Media fajar menunjukkan kondisi yang baik

dan dapat menjamin terbayarnya hutang-hutang yang dimiliki dengan

modal sendiri.

b. Rasio Aktiva atas Hutang

Tabel [Link] Hutang atas Rasio Akiva PT. Media Fajar

(Keterangan) 2013 2014 2015 Rata-rata


Total aktiva (a) 881,690,835 1,387,570,751 1,634,550,850 1,301,270,812
Total Hutang 219,669,329 426,094,129 436,380,264 360,714,574
Lancar (b)
Total Hutang 194,445,500 242,559,500 130,996,500 189,333,833
Jangka
Panjang (c)
Rasio 46.96% 48.18% 34.71%
a/b+c*100% 43.28%

Naik /Turun - 2,53% 38,83% -


Sumber : PT. Media Fajar, data diolah 2016

Berdasarkan tabel 7 dapat diketahui bahwa rasio aktiva atas

hutang PT Media Fajar pada tahun 2013 memperoleh hasil senilai

46,96%, yang berarti bahwa setiap Rp. 1 hutang lancar dijamin dengan

Rp. 4,6 aktiva.


53

Pada tahun 2014, angka rasio menjadi 48,18% yang berarti

setiap Rp. 1 hutang lancar dijamin dengan Rp. 4,8modal sendiri yang

dimiliki perusahaan. Pada tahun 2013/2014 terjadi penurunan sebesar

2,53% yang diakibatkan kenaikan total hutang sebesar Rp 254,538,800.

Pada tahun 2015, menunjukkan rasio menjadi 34,71% yang

berarti setiap Rp. 1 hutang lancar dijamin dengan Rp. 3,4aktiva, tetapi

pada tahun 2014/2015 terjadi kenaikan rasio sebesar 38,83% yang

disebabkan jumlah hutang menurun menjadi Rp 101,276,865 karena

pelunasan hutang yang sudah jatuh tempo dan kenaikan aktiva sebessar

Rp 146,351,172. Rata-rata modal sendiri atas utang selama 3 tahun

adalah sebesar 43,28%. Jika dibandingkan dengan standar klasifikasi

penilaian peusahaan, maka rasioaktiva atas hutang yang dimiliki PT.

Media fajar menunjukkan kondisi yang kurang baik jumlah aktiva yang

lebih dari hutang akan mengakibatkan tidak memanfaatkan kelebihan

aktiva maka aktiva akan menganggur sehingga tidak menghasilkan laba.


54
BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Dari penelitian yang dilakukan dan analisis yang telah diuraikan,

maka ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Rasio Likuiditas PT Media Fajar dari tahun 2013 sampai dengan

tahun 2015 menunjukkan kinerja perusahaan berfluktuasi atau tidak

stabil. Hal ini berarti manajemen perusahaan masih kurang stabil

dalam mengelola perusahaannya. Hal tersebut nampak pada Current

Ratio dan Quick Ratio yang meskipun masih dikatakan sehat tetapi

dari tahun ke tahun semakin berada di bawah batas aman setelah

tahun yaitu tahun 2015 dan akan berpengaruh pada likuiditas dalam

memenuhi kewajiban janka pendeknya.

2. Rasio Profitabilitas secara keseluruhan keadaan rasio profitabilitas

dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 mengalami peningkatan.

Seperti Return On Assets dari tahun ke tahun mengalami kenaikan itu

berarti semakin besar tingkat keuntungan yang dicapai perusahaan

tersebut maka semakin baik perusahaan tersebut dari segi

penggunaan aset. Rentabilitas Modal Sendiri PT Media Fajar

mengalami kenaikan, hal ini menunjukkan bahwa perusahaan

mengalami kenaikan laba bersih dari tahun ke tahun dengan

demikian perusahaan akan mengalami kenaikan harga saham

54
55

perusahaan. PT. Media Fajar mengalami kenaikan, Hal ini

menunjukkan perusahaan sudah melakukan pengelolaan kegiatan

operasionalnya dengan baik.

3. Rasio Solvabilitas secara keseluruhan Rasio Solvabilitas dari tahun

2013 sampai dengan tahun 2015 berfluktuasi. Rasio Modal Sendiri

atas Hutang PT. Media Fajar selama 3 tahun mengalami kenaikan, itu

berarti PT. Media Fajar dikategorikan sebagai perusahaan Sehat dari

segi penyediaan minimum modal karena sudah memenuhi ketentuan

CAR (kecukupan modal). Tetapi Rasio Aktiva atas Hutang meskipun

masih berada pada posisi yang baik, keduanya dari tahun ke tahun

mengalami penurunan.
56

B. Saran

Dari kesimpulan-kesimpulan diatas, penulis berusaha

memberikan saran yang dapat bermanfaat bagi PT Media Fajar, sebagai

berikut :

1. Sebaiknya perusahaan menjaga tingkat rasio likuiditas yang optimal

untuk menghindari adanya tingkat likuiditas yang terlalu tinggi, karena

tingkat likuiditas yang terlalu tinggi menandakan adanya aktiva lancar

yang berlebih di perusahaan yang seharusnya bisa dipergunakan

secara efisien untuk meningkatkan laba.

2. Pihak manajemen harus memikirkan seberapa jauh target penjualan

kepada pangsa pasar dapat mengimbangi kewajiban perusahaan

untuk segera memenuhi permintaan konsumen yang ingin tertarik

pada news paper di produksi oleh perusahaan untuk memberikan

kreatif yang baru.

3. Perusahaan memperoleh tingkat keuntungan yang signifikan, itu

berarti perusahaan mengembani tugas yang berat dimana harus

mempertahankan posisi tersebut agar terus memperoleh keuntungan.

Tapi ingat, bukan saja soal keutungan yang dicari tetapi harus

berimbangan dengan kemampuan perusahaan untuk memenuhi

kewajibannya baik jangka pendek maupun jangka panjang.


DAFTAR PUSTAKA

Astuti, Dewi. 2004. Manajemen Keuangan Perusahaan. Ghalia


Indonesia. Jakarta
Djarwanto, Ps. Pokok-Pokok Analisis Laporan Keuangan.
[Link]
Harahap, Sofyan Syafri. 2006. Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan.
Rajawali Pers. Jakarta.
Husnan, Suad dan Pujiastuti, Enny. 2001. Dasar-Dasar Manajemen
Keuangan. AMP YKPN. Yogyakarta.
Kadir. M. Akob. 2007. Pedoman Penulisan Skiripsi dan tugas Akhir
STIEM BONGAYA Makassar
Kuntluru,S,Muppani,R dan Khan.2008. Financial Performance of
Foreign and Domestic Owned Companies in India. Journal of
Asia-Pacific Business, vol. 9, no.1, p.28-54

Memon,F.,Bhutto,A.,danAbbas,[Link] Structure and firm’s


performance: A case of Textile sector Pakistan. Asian Journal of
Business and Management Science, 9(1), 9-15.

Munawir, S. 2004. Analisa Laporan Keuangan. Liberty. Yogyakarta


Prastowo, Dwi. [Link] Laporan Keuangan. Liberty. Yogyakarta.
Riyanto, Bambang. 2001. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan.
Edisi Empat BPFE. Yogyakarta.
Ruki, Achmad. 2001. Sistem Manajemen Kinerja. Gramedia Pustaka
Utama Jakarta.
Sawir, Agnes. 2001. Analisis Kinerja Keuangan Dan Perencanaan
Keuangan Perusahaan. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Syafri Harahap, Sofyan, 2008. Analisa Kritis atas Laporan Keuangan,
PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Tariq,W. Ali,I, Usman, H., Abbas,J., Bashir, [Link]
Identification of Determinants of Firm’s Financial Performance
: a Comparative Study on Textile and Food Sector of Pakistan.
Journal Business and Economic Reserach Vol 3 No.1, 487- 497.

Zeitun, R., & Tian, G. [Link] Strucutre and Corporate


performance: Evidence from Jordon. Australasian Accounting,
Business and Finance Journal, 4(1) ; 40-61

56
LAMPIRAN

Neraca komparatif PT. Media Fajar 31 Desember 2013 s.d 2015

(dalam rupiah)

Keterangan 2013 2014 2015


Aktiva Lancar Rp Rp Rp
Kas 164,369,983 189,388,981 196,581,983
Piutang usaha 302,639,900 539,685,910 587,470,000
Piutang berelasi 44,825,600 59,849,490 108,142,850
Piutang pihak ketiga 9,233,600 20,234,390 40,421,326
Piutang Lain-lain 71,760,500 81,888,940 98,013,769
Persediaan 16,181,642 18,037,430 24,806,385
Total Aktiva Lancar 609,011,225 909,085,141 1,055,436,313
Pajak dibayar di muka 135,302,500 340,336,000 196,581,983
Biaya dibayar di muka 137,377,110 138,149,610 139,749,537

Total Aktiva 881,690,835 1,387,570,751 1,634,550,850

Keterangan 2013 2014 2015


Passiva Rp Rp Rp
Hutang Lancar :
Pihak berelasi 6,760,350 7,112,850 6,249,700
Pihak ketiga 5,319,066 9,778,156 13,535,372
Piutang berelasi 1,637,159 4,026,704 8,180,312
Beban aktual 5,386,153 4,725,698 8,294,306
Utang pajak 200,441,601 400,050,721 400,120,574
Liabilitas imbalan jangka
pendek 125,000 400,000 570,000
Total Hutang Lancar 219,669,329 426,094,129 436,380,264
Hutang jangka panjang :
Utang bank dan lembaga
keuangan 36,675,500 38,639,500 40,756,500
Utang sewa pembiayaan 6,270,000 12,920,000 21,240,000
Utang olbigasi 151,500,000 191,000,000 169,000,000
Total Hutang jangka 194,445,500 242,559,500 130,996,500
panjang
Modal :
Modal saham 4,425,000 4,600,000 5,100,000
Modal dasar 36,675,500 423,799,000 586,904,000
Cadangan modal 314,594,000 78,143,854 144,601,582
Tambahan modal 650,000 650,000 650,000
Ekuitas entias anak 9,963,965 27,119,465 15,719,297
Total Modal 369,544,027 534,312,319 752,974,879
SHU tahun berjalan 98,031,979 184,604,803 313,629,207
Total Passiva 881,690,835 1,387,570,751 1,634,550,850

Laporan Perhitungan Sisa Hasil Usaha (SHU) PT. Media Fajar 31Desember 2013
s.d 2015 (dalam rupiah)

Keterangan 2013 2014 2015


Pendapatan Rp Rp Rp
Penjualan Koran 165,069,045 281,792,802 389,420,382
Penjualan Majalah 25,394,229 32,294,774 77,212,264
Periklanan 2,688,000 5,854,658 6,660,387
Content and Value Added
Service 6,000,000 24,830,398 32,517,917
Non Iklan 1,895,245 4,021,604 3,440,500
SHU PT. Media Fajar 355,100 429,558 642,000
Total Pendapatan 201,401,619 349,223,794 509,893,450
Beban Biaya Rp Rp Rp
Gaji Insentif pengurus 10,050,000 10,950,000 12,575,000
Gaji Insentif Karyawan 8,300,000 11,925,000 12,595,000
Konsumsi Staff 345,400 714,000 830,000
Peralatan 461,440 255,300 381,900
Perlengkapan 1,325,000 2,120,000 875,000
Harwat Kantor 466,000 625,000 990,900
Biaya tak terduga 1,992,100 1,951,000 1,760,900
ATK 1,713,900 1,449,491 1,876,470
Jaldis 722,000 1,094,000 1,220,000
Rapat/Meeting 10,813,500 14,718,000 10,310,000
Ruangan Studio 36,471,300 76,575,000 93,021,000
Dekorasi ruangan 1,950,000 4,050,000 1,900,000
Bantuan sosial 900,000 2,000,000 5,048,073
Wasrik 300,000 300,000 600,000
Jasa THR 5,239,000 5,585,000 10,320,000
Bingkisan hari Raya 22,320,000 30,187,200 41,960,000
Total Biaya 103,369,640 164,498,991 196,264,243
SHU 98,031,979 184,724,803 313,629,207

Anda mungkin juga menyukai