SKRIPSI
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DENGAN
MENGGUNAKAN RASIO KEUANGAN PADA
PT. MEDIA FAJAR MAKASSAR
MUNAWIR
1057203479 11
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
MAKASSAR
2018
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
FAKULTAS EKONOMI
ii
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
FAKULTAS EKONOMI
HALAMAN PERSETUJUAN
Judul Skripsi : ANALISIS KINERJA KUANGAN PERUSAHAAN
DENGAN MENGGUNAKAN RASIO KEUANGAN
PADA PT. MEDIA FAJAR MAKASSAR
Nama Mahasiswa : Munawir
No. Stambuk : 10572 03479 11
Fakultas : Ekonomi dan Bisnis
Jurusan : Manajemen
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Makassar
Disetujui untuk diseminarkan pada seminar hasil pada tahun 2016
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
Makassar,14 Februari 2016
Menyetujui :
Mengetahui :
Ketua Jurusan Manajemen
[Link], SE.,MM
ii
ABSTRAK
Munawir. “Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan dengan menggunakan
Rasio Keuangan Pada PT. Media Fajar Makassar”. Skripsi. Program Studi
Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah
Makassar, dibimbing oleh Drs. H. Sultan Sarda, MM dan Asri Jaya,
SE.,MM
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kinerja Keuangan
Perusahaan dengan menggunakan Rasio Keuangan Pada PT. Media
Fajar Makassar
Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah data-data
keuangan yaitu rasio keuangan likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitas
PT. Media Fajar Makassar (Jalan Urip Sumihardjo Makassar).
Metode analisis yang digunakan Analisis Rasio Keuangan termasuk
dari Rasio Likuiditas, Rasio Profitabilitas, dan Rasio Solvabilitas
Kata Kunci : Rasio Keuangan, Kinerja Keuangan.
vi
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah, penulis haturkan kepada Sang Khalik atas
segala berkah, rahmat dan hidayah-Nya sehingga skripsi ini dapat
diselesaikan. Skripsi ini berjudul “Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan
Dengan Menggunakan Rasio Keuangan Pada PT. Media Fajar Makassar”.
Penulisan skripsi ini dimaksudkan sebagai persyaratan dalam
penyelesaian studi Strata satu pada Jurusan Manajemen Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
Pelaksanaan penelitian dan penulisan skripsi ini tidak sedikit
mengalami hambatan dan kesulitan, namun berkat kerja keras penulis dan
adanya bimbingan bantuan dan berbagai pihak akhirnya skripsi ini dapat
diselesaikan.
Kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih dan
penghargaan kepada :
1. Bapak Dr. H. Irwan Akib, [Link], Rektor Universitas Muhammadiyah
Makassar.
2. Bapak Dr. H. Mahmud Nuhung, MA, Dekan dan Staf Fakultas Ekonomi
dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
3. Bapak Moh. Aris Pasigai, [Link], Ketua Jurusan dan seluruh dosen
Manajemen Universitas Muhammadiyah Makassar.
iv
4. Pembimbing I Drs. H. Sultan Sarda, MM dan pembimbing II Asri Jaya,
SE.,MM yang telah banyak meluangkan waktu untuk membimbing dan
memberikan arahan kepada penulis sejak penulisan proposal hingga
skripsi.
5. Rekan-rekan mahasiswa seperjuangan di Manajemen terkhusus
Manajemen 10 angkatan 2011.
6. Sahabatku Siti Sartika dan orang yang terkasih, terima kasih dukungan
dan do’anya.
7. Kedua orang tua, Ayahanda Nurdin dan Ibunda Irmawati, serta
saudara-saudaraku Risna Yunita Rasna Anita Rifka Ansahra Nurul
Hikma dan Muh Rezky, terima kasih sebanyak-banyaknya atas semua
perhatian dan kasih sayang.
Akhirnya terima kasih dan penghargaan yang tak terhingga
kuperuntukkan kepada seluruh keluarga yang penuh dengan kasih
sayang, memberikan perhatian kepada penulis hingga dapat
menyelesaikan studi pada Jurusan Manajemen
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
Semoga budi dan bantuan tulus yang telah disumbangkan mendapat
balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT, amiin.
Makassar, 14 Februari 2016
Penulis
v
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .................................................................... ….................i
HALAMAN PERSETUJUAN……………………………………………………. ii
HALAMAN PENGESAHAN ………...……………………………………..…….iii
KATA PENGANTAR ……………………………………………………….…….iv
ABSTRAK …………………………………………………………………………vi
DAFTAR ISI ............................................................................ ……….......vii
DAFTAR TABEL …………………………………………………………………ix
DAFTAR GAMBAR ……………………………………………………..………..x
BAB I PENDAHULUAN .................................................................... . 1
A. Latar Belakang ..................................................................... . 1
B. Rumusan Masalah ................................................................ . 7
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ............................................. . 7
D. Sistematika Penulisan ……………………………………………. 8
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ............................................................ . 9
A. Pengertian Laporan Keuangan ............................................... . 9
B. Tujuan Laporan Keuangan ..................................................... . 10
C. Jenis-Jenis Laporan Keuangan .............................................. . 11
1. Neraca ……………………………………………………........ 11
2. Laporan Rugi Laba ………………………………………… . . 16
3. Laporan Perubahan Modal ………………………................. 17
4. Laporan Laba Ditahan ……………………………….............. 18
D. Pengertian Analisa Laporan Keuangan .................................. . 18
vii
E. Pengertian Kinerja Keuangan................................................. . 19
F. Rasio-Rasio Keuangan .......................................................... .. 20
1. Analisis Rasio Keuangan ……………………………………. 20
2. Jenis-Jenis Rasio Keuangan ……………………………….. 21
G. Kerangka Pikir ........................................................................ . 26
BAB III METODE PENELITIAN ......................................................... . 27
A. Tempat dan Waktu Penelitian .............................................. . 27
B. Metode Pengumpulan Data .................................................. . 27
C. Jenis dan Sumber Data ......................................................... . 28
D. Definisi Operasional ............................................................... . 29
E. Metode Analisis ...................................................................... . 29
BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN …………………..………. 31
A. Sejarah dan Latar Belakang Harian Fajar . ……………………… 31
B. Visi dan Misi ………………………………………………………... 34
C. Struktur Organisasi ………………………………………………… 34
D. Mekanisme Kerja Harian Fajar …………………………………… 36
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ……………………... 43
A. Analisis Rasio Keuangan …………………………………………. 43
B. Pembahasan ………………………………………………………. 45
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN …………………………………….. 54
A. Kesimpulan ………………………………………………………… 54
B. Saran ……………………………………………………………….. 55
DAFTAR PUSTAKA
viii
DAFTAR TABEL
Tabel Judul Halaman
1. Perhitungan Current Ratio ……………………………………………..45
2. Perhitungan Quick Ratio…………. ……………………………………46
3. Perputaran Modal Kerja…….. …………………………………………47
4. Rentabilitas Modal Sendiri….…………………………………………..48
5. Return On Asset ……………..……………………………………...….49
6. Rasio Modal Sendiri atas Hutang ……………………...……………...50
7. Rasio Aktiva atas Hutang…... …………………………………………52
ix
DAFTAR GAMBAR
Gambar Judul Halaman
1. Kerangka Pikir ………………………………………..…………………26
2. Struktur Organisasi ……………………………………………………..35
x
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ekonom percaya bahwa tujuan utama dari perusahaan adalah
untuk memaksimalkan nilai, keuntungan, dan kesejahteraan pemegang
saham. Oleh karena itu profitabilitas perusahaan telah menjadi kriteria
utama dalam menentukan kinerja keuangan. Pada dunia bisnis
profitabilitas memainkan peran penting dalam struktur dan
pengembangan perusahaan karena dapat mengukur kinerja dan
keberhasilan perusahaan. Pengukuran kinerja perusahaan juga dapat
dilihat dari laporan keuangan perusahaan. Rasio keuangan dapat
digunakan sebagai alat dalam melakukan analisis kinerja keuangan
perusahaan, salah satu rasio yang digunakan sebagai pengukuran
kinerja keuangan yaitu rasio profitabilitas, dimana ROA merupakan salah
satu cara yang digunakan dalam pengukuran tersebut. Berdasarkan
konsep keuangan maka laporan keuangan sangat diperlukan untuk
mengukur hasil usaha dan perkembangan perusahaan dari waktu ke
waktu dan untuk mengetahui sudah sejauh mana perusahaan mencapai
tujuannya. Sehingga laporan keuangan memegang peranan yang luas
dan mempunyai suatu posisi yang mempengaruhi dalam pengambilan
keputusan.
1
2
Dalam suatu kegiatan bisnis kita selalu dihadapkan pada
berbagai persoalan atau masalah yang memerlukan keputusan yang
cepat dan tepat. Dalam bisnis setiap permasalahan akan berdampak
ekonomis yaitu keuntungan dan kerugian. Agar seorang manajer mampu
mengambil keputusan yang tepat maka ia perlu mencari dan
menghasilkan yang terbaik. Informasi tersebut digunakan oleh pihak
manajemen dalam mengelolah perusahaan, pedoman perencanaan dan
pengendalian agar tindakan dan keputusan manajemen mencapai hasil
yang optimal.
Laporan keuangan merupakan sumber informasi yang dapat
digunakan untuk mengetahui perkembangan perusahaan. Posisi dan
kondisi keuangan perusahaan dapat diketahui dengan menelaah dan
menganalisis laporan keuangan perusahaan tersebut sehingga kita
dapat menilai kinerja keuangan perusahaan pada periode tertentu.
Pada umumnya perusahaan didirikan untuk memperoleh
keuntungan yang sebesar-besarnya dengan biaya tertentu dan dapat
beroperasi dalam jangka waktu yang tidak terbatas. Untuk memastikan
bahwa tujuan tersebut tercapai maka perlu dilakukan pengukuran rasio
keuangan yang dapat dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan
oleh pihak-pihak yang berkepentingan.
Mengadakan analisa hubungan dari berbagai pos dalam suatu
laporan keuangan merupakan dasar untuk dapat menginterprestasikan
kondisi keuangan dan hasil operasi suatu perusahaan. Dengan
3
menggunakan laporan yang diperbandingkan, termasuk data
perubahan-perubahan yang terjadi dalam jumlah rupiah, penganalisa
menyadari bahwa beberapa rasio akan membantu dalam menganalisa
dan mengintreprestasikan posisi keuangan suatu perusahaan sehingga
dapat diketahui kinerja keuangan perusahaan.
Kinerja sebagai refleksi dari pencapaian keberhasilan dapat
diartikan sebagai hasil yang dicapai dari berbagai aktivitas yang
dilakukan, oleh karena itu kinerja perusahaan dapat diartikan sebagai
hasil yang telah dicapai perusahaan atas berbagai aktivitas yang
dilakukan dalam mendayahgunakan berbagai sumber daya yang ada
dalam perusahaan.
Kinerja perusahaan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pada
penelitian Zeitun dan Tian (2007) menunjukkan bahwa leverage memiliki
pengaruh negatif terhadap kinerja perusahaan, karena leverage yang
tinggi menimbulkan konflik antara pemegang saham dan kreditur yang
mengakibatkan terjadinya kenaikan suku bunga yang diberikan oleh
kreditur, penambahan biaya pengawasan dan penurunan investasi. Jadi,
konflik ini menunjukkan bahwa leverage yang tinggi menyebabkan
kinerja yang buruk (Williams J, 1987). Memon et al (2010) menyatakan
dalam penelitiannya disimpulkan bahwa pertumbuhan dan resiko
menghasilkan pengaruh yang positif terhadap ROA, sementara utang
jangka pendek memiliki pengaruh negatif terhadap kinerja perusahaan,
karena utang jangka pendek menghadapkan perusahaan dengan risiko.
4
Variabel lain yang mempengaruhi kinerja perusahaan adalah resiko
yang selalu diasumsikan bahwa perusahaan dengan variasi yang lebih
tinggi dalam pendapatan operasional diharapkan memiliki keuntungan
yang lebih tinggi dengan risiko yang terkait tinggi. Besarnya pajak juga
memiliki pengaruh positif dengan kinerja perusahaan, karena ketika
perusahaan berkinerja baik dan menghasilkan rasio return on asset
tinggi maka struktur modal perusahaan akan diarahkan secara optimal
dan perusahaan akan membayar jumlah pajak yang lebih tinggi (Zeitun
dan Tian,2007).
Hasil penelitian Kuntluru (2008) menemukan pengaruh positif
antara ukuran perusahaan dan pertumbuhan perusahaan terhadap
profitabilitas perusahaan. Pertumbuhan aktiva menunjukkan besarnya
dana yang dialokasikan oleh perusahaan ke dalam aktivanya, sehingga
pertumbuhan yang cepat bisa menyebabkan profitabilitas yang lebih
besar.
Faktor lain yang mempengaruhi kinerja perusahaan yaitu rasio
likuiditas suatu perusahaan semakin tinggi tingkat likuiditas suatu
perusahaan berarti semakin kecil resiko kegagalan perusahaan dalam
memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Sedangkan Almajali (2012)
menemukan bahwa ada pengaruh yang signifikan likuiditas terhadap
kinerja keuangan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
perusahaan harus meningkatkan current asset dan mengurangi current
liabilities karena hubungan positif antara likuiditas dan kinerja keuangan.
5
Pada penelitian Tariq et al (2013) menunjukkan bahwa kinerja
keuangan perusahaan dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang harus
diingat saat membuat keputusan keuangan untuk meningkatkan kinerja
perusahaan. Tariq et al (2013) menggunakan leverage, pertumbuhan,
ukuran, pajak, risiko, aset berwujud, serta menambahkan likuiditas dan
non debt tax shield sebagai variabel independen untuk melihat pengaruh
pada kinerja perusahaan, hasil penelitiannya menunjukkan bahwa
ukuran perusahaan, pajak, dan non debt tax Shield memiliki hubungan
yang positif dan signifikan dengan kinerja perusahaan. Non debt tax
shield memainkan peran penting untuk menambah kinerja perusahaan,
non debt tax shield berfungsi sebagai pengganti beban bunga yang
merupakan pengurangan dalam perhitungan pajak penghasilan dari
perusahaan dan makin besar non debt tax shield (depresiasi) berarti
makin besar sumber intern dari dana yang dihasilkan didalam
perusahaan yang bersangkutan. Dalam penelitian ini digunakan
perusahaan basic industry and chemicals merupakan perusahaan yang
berorientasi pada teknologi, sehingga memiliki prospek yang baik di
masa mendatang. Pentingnya sektor ini bagi perkembangan sektor–
sektor industry lainnya juga menjadi alasan mengapa perusahaan basic
industry and chemicals memiliki prospek yang baik di masa mendatang.
Sektor basic industry and chemical yang terdaftar di BEI dikelompokkan
ke dalam delapan jenis Subsektor, yaitu Subsektor Cement, Subsektor
Ceramics, Glass, Porcelain, Subsektor Metal and Allied Products,
6
Subsektor Chemicals, Subsektor Plastics and Packaging, Subsektor
Animal Feed, Subsektor Wood Industries, dan Subsektor Pulp and
Paper. Untuk itu ini adalah alasan dipilihnya basic industry and
chemicals dalam penelitian ini.
PT. Media Fajar di Makassar merupakan salah satu perusahaan
media cetak atau surat kabar resmi sehingga penjualan surat kabar yang
menjadi langganan masyarakat di Makassar, berpengaruh terhadap
kinerja keuangan pada PT. Media Fajar dan dapat berdampak pada
image pelanggan terhadap mutu dan kualitas media cetaknya secara
keseluruhan.
Adapun faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan pada PT.
Media Fajar yaitu, dilihat dari komponen-komponen laporan keuangan
berupa rasio likuiditas, rasio leverage, rasio aktivitas, dan rasio
profitabilitas.
Berdasarkan pertimbangan di atas, maka penulis cenderung
untuk mengadakan suatu penelitian dan mengangkat judul tentang
“Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Menggunakan
Analisa Rasio Keuangan Pada PT. Media Fajar Makassar”
B. Masalah Pokok
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas,
maka yang menjadi masalah pokok dalam penelitian ini adalah
7
“Bagaimana kinerja keuangan ditinjau dari analisa rasio keuangan pada
PT. Media Fajar Makassar “.
C. Tujuan Dan Manfaat Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan dan kegunaan dalam penelitian ini
adalah sebagai berikut :
1. Tujuan penelitian
Untuk mengetahui kemampuan kinerja keuangan ditinjau dari rasio
keuangan pada PT. Media Fajar Makassar.
2. Manfaat penelitian
a) Sebagai bahan masukan bagi pimpinan perusahaan dalam
pengambilan keputusan lebih jauh, utamanya menyangkut tingkat
kesehatan perusahaan.
b) Dapat menambah wawasan penulis yang terkait dengan ilmu
manajemen keuangan.
c) Sebagai bahan penelitian bagi peneliti-peneliti selanjutnya dalam
judul yang sama.
D. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan pada penelitian ini terdiri dari :
I Pendahuluan, dalam bagian ini menguraikan mengenai latar
belakang masalah penelitian, rumusan masalah serta pertanyaan
8
penelitian, tujuan dan manfaat penelitian, dan sistematika penulisan
dari skripsi ini.
II Tinjauan Pustaka, dalam bagian ini menguraikan mengenai
landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini, penelitian-
penelitian terdahulu yang dapat memperkuat penelitian ini, serta
kerangka pemikiran teoritis dan hipotesis dari skripsi ini.
III Metode penelitian, dalam bagian ini menguraikan mengenai
deskripsi variabel penelitian yang digunakan, penentuan sampel
dan populasi data yang digunakan. Selain itu pada bab ini juga
berisi jenis dan sumber data, metode pengumpulan data yang akan
digunakan, serta metode analisis yang digunakan dalam skripsi ini.
IV Hasil dan Pembahasan, dalam bagian ini menguraikan mengenai
pembahasan dari deskripsi obyek penelitian dan hasil analisis data.
V Kesimpulan dan Imlpilasi kebijakan, dalam bagian ini
menguraikan mengenai kesimpulan dari penelitian ini, implikasi
manajerial dan implikasi teoritis yang timbul akibat penelitian ini,
serta agenda bagi penelitian di masa yang akan datang.
9
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Laporan Keuangan
Pengertian laporan keuangan sangat erat hubungannya dengan
akuntansi karena laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses
akuntansi, yaitu berupa ringkasan atau ikhtisar peristiwa-peristiwa
keuangan suatu perusahaan untuk suatu periode tertentu. Oleh sebab
itu untuk memberikan suatu batasan yang baik, maka terlebih dahulu
akan diberikan pengertian akuntansi.
Munawir, (2004:5) mengatakan bahwa akuntansi adalah seni
daripada pencatatan, penggolongan dan peringkasan daripada kejadian-
kejadian yang setidak-tidaknya sebagian bersifat keuangan dengan cara
yang setepat-tepatnya dan dengan penunjuk atau dinyatakan dalam
uang, serta penafsiran terhadap hal-hal yang timbul dari padanya.
Pengertian laporan keuangan menurut Myer dalam Munawir,
(2004 : 5) adalah bahwa dua daftar yang disusun oleh akuntan pada
akhir periode untuk suatu perusahaan. Kedua daftar itu adalah daftar
neraca atau daftar posisi keuangan dan daftar pendapatan atau daftar
laba rugi. Pada waktu akhir-akhir ini sudah menjadi kebiasaan bagi
perseroan-perseroan untuk menambahkan daftar ketiga yaitu daftar
surplus atau daftar laba yang dibagikan (laba yang ditahan).
9
10
S.S. Harahap (2006 : 105) mengatakan bahwa laporan
keuangan menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu
perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu.
Agnes Sawir, (2001 : 2) mengatakan bahwa laporan keuangan
adalah hasil akhir proses akuntansi, dari setiap transaksi yang dapat
diukur dengan nilai uang, dicatat dan diolah sedemikian rupa.
Sehubungan dengan pengertian di atas yang telah dikemukakan
oleh beberapa ahli, maka laporan keuangan meliputi neraca, laporan
rugi laba dan ditambahkan laporan perubahan modal, semua ini
menggambarkan tentang posisi keuangan perusahaan.
B. Tujuan Laporan Keuangan
Laporan keuangan dibuat dengan maksud untuk memberikan
gambaran atau laporan kemajuan secara periodic yang dilakukan pihak
manajemen atau akuntan.
Agnes Sawir, (2001 : 2), tujuan laporan keuangan sebagai
berikut :
1. Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja
serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang
bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan
keputusan ekonomi.
11
2. Laporan keuangan disusun untuk memenuhi kebutuhan bersama
oleh sebagian besar pemakainya, yang secara umum
menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian masa lalu.
3. Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang dilakukan
manajemen atau pertanggung jawaban manajemen atas sumber
daya yang dipercayakan kepadanya.
C. Jenis-Jenis Laporan Keuangan
Telah disajikan pada bagian terdahulu bahwa yang dimaksud
dengan laporan keuangan pada umumnya terdiri dari neraca, laporan
rugi-laba dan laporan perubahan modal atau laba ditahan.
Berikut ini akan dijelaskan lebih terperinci mengenai jenis-jenis
laporan keuangan :
1. Neraca
Dewi Astuti, (2004 : 19) bahwa neraca adalah laporan posisi
keuangan perusahaan pada suatu waktu tertentu. Sisi kiri
menunjukkan aktiva perusahaan, sedangkan sisi kanan neraca
menunjukkan kewajiban dan ekuitas, atau klaim terhadap aktiva
tersebut.
Dwi Prastowo, (2001 : 16) mengatakan bahwa neraca adalah
laporan keuangan yang memberikan informasi mengenai posisi
keuangan (aktiva, kewajiban, ekuitas) perusahaan pada saat
tertentu.
12
S. Munawir, (2004 : 13) mengatakan bahwa neraca adalah
laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang serta modal suatu
perusahaan pada suatu saat tertentu.
Tujuan neraca adalah untuk menunjukkan posisi keuangan suatu
perusahaan pada tanggal waktu tertentu, biasanya pada waktu
dimana buku-buku ditutup dan ditentukan sisanya pada suatu akhir
tahun fiskal atau tahun [Link] demikian neraca terdiri dari
tiga bagian utama yaitu aktiva, hutang dan modal. Pada dasarnya
aktiva dapat diklasifikasikan menjadi 2 bagian utama yaitu aktiva
lancar dan aktiva tidak lancar.
S. Munawir, (2004 : 14) mengatakan bahwa aktiva lancar adalah
uang kas dan aktiva lainnya yang dapat diharapkan untuk dicairkan
atau ditukarkan menjadi uang tunai, dijual atau dikonsumer dalam
periode berikutnya.
Enny dkk (2001 :169) mengatakan bahwa aktiva lancer adalah
aktiva yang secara normal berubah menjadi kas dalam waktu satu
tahun.
Penyajian pos-pos aktiva lancar di dalam neraca didasarkan
pada urutan likuiditasnya, yang dimulai dari aktiva yang paling likuid
sampai dengan aktiva yang paling tidak likuid.
Yang termasuk kelompok aktiva lancar adalah :
a. Kas atau uang tunai yang dapat digunakan untuk membiayai
operasi perusahaan.
13
b. Investasi jangka pendek (surat-surat berharga) adalah
investasi yang sifatnya sementara (jangka pendek).
c. Piutang wesel adalah tagihan perusahaan kepada pihak lain
yang dinyatakan dalam suatu wesel atau perjanjian yang
diatur dalam undang-undang.
d. Piutang dagang adalah tagihan kepada pihak lain (kepada
kreditur atau langganan) sebagai akibat adanya penjualan
barang dagangan.
e. Persediaan, untuk perusahaan manufacturing yaitu
persediaan bahan mentah, persediaan barang dalam proses
dan persediaan barang jadi.
f. Piutang penghasilan adalah penghasilan yang masih harus
diterima pembayarannya sehingga merupakan tagihan.
g. Persekot adalah biaya yang dibayar dimuka.
S. Munawir, (2004 : 16) mengatakan bahwa aktiva tidak lancar
adalah aktiva yang mempunyai umur kegunaan relative permanent
atau jangka panjang (mempunyai umur ekonomis lebih dari satu
tahun atau tidak akan habis dalam satu kali perputaran operasi
perusahaan).
Yang termasuk aktiva tidak lancar adalah :
a. Investasi jangka panjang. Bagi perusahaan yang cukup besar
dalam arti mempunyai kekayaan atau modal yang cukup atau
sering melebihi dari yang dibutuhkan, maka perusahaan ini
14
dapat menanamkan modalnya dalam investasi jangka
panjang di luar usaha pokoknya.
b. Aktiva tetap adalah kekayaan yang dimiliki perusahaan yang
fisiknya nampak (konkrit).
c. Aktiva tetap tidak berwujud adalah kekayaan perusahaan
yang secara fisik tidak nampak, tetapi merupakan suatu hak
yang mempunyai nilai dan dimiliki oleh perusahaan untuk
digunakan dalam kegiatan perusahaan.
d. Beban yang ditangguhkan adalah menunjukkan adanya
pengeluaran atau biaya yang mempunyai manfaat jangka
panjang (lebih dari satu tahun) atau suatu pengeluaran yang
akan dibebankan juga pada periode-periode berikutnya.
e. Aktiva lain-lain adalah menunjukkan kekayaan atau aktiva
perusahaan yang tidak dapat atau belum dapat dimasukkan
dalam klasifikasi-klasifikasi sebelumnya.
S. Munawir, (2004 : 18) mengatakan bahwa hutang adalah
semua kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak lain yang
belum terpenuhi, dimana hutang ini merupakan sumber dana atau
modal perusahaan yang berasal dari kreditur.
Hutang atau kewajiban perusahaan dapat dibedakan kedalam
hutang lancar (hutang jangka pendek) dan hutang jangka panjang.
Hutang lancar atau hutang jangka pendek adalah kewajiban
keuangan perusahaan yang pelunasannya atau pembayarannya
15
akan dilakukan dalam jangka pendek dengan menggunakan aktiva
lancar yang dimiliki perusahaan. Hutang lancar terdiri atas :
a. Hutang dagang adalah hutang yang timbul karena adanya
pembelian barang dagangan secara kredit.
b. Hutang wesel adalah hutang yang disertai dengan janji
tertulis (yang diatur dengan undang-undang) untuk
melakukan pembayaran sejumlah tertentu pada waktu
tertentu dimasa yang akan datang.
c. Hutang pajak, baik pajak untuk perusahaan yang
bersangkutan maupun pajak pendapatan karyawan yang
belum disetorkan ke kas Negara.
d. Biaya yang masih harus dibayar, adalah biaya-biaya yang
sudah terjadi tetapi belum dilakukan pembayarannya.
e. Hutang jangka panjang yang segera jatuh tempo adalah
sebagian (seluruh) hutang jangka panjang yang sudah
menjadi hutang jangka pendek, karena harus segera
dilakukan pembayarannya.
f. Penghasilan yang diterima di muka, adalah penerimaan
uang untuk penjualan barang/ jasa yang belum direalisir.
Hutang jangka panjang adalah kewajiban keuangan yang
jangka waktu pembayarannya (jatuh tempo) masih jangka panjang
(lebih dari satu tahun sejak tanggal neraca).Yang termasuk hutang
jangka panjang antara lain hutang obligasi dan pinjaman jangka lain.
16
Modal adalah hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik
perusahaan yang ditunjukkan dalam pos modal (modal saham),
surplus dan laba yang ditahan atau kelebihan nilai aktiva yang dimiliki
oleh perusahaan terhadap seluruh hutang-hutangnya.
2. Laporan Rugi-Laba
Dewi Astuti, (2004 : 17) mengatakan bahwa laporan rugi-laba
adalah laporan yang mengikhtiarkan pendapatan dan beban
perusahaan selama periode akuntansi tertentu, yang umumnya
setiap kuartal atau setiap tahun.
S. Munawir (2004 : 26) bahwa laporan rugi-laba merupakan
suatu laporan yang sistematis tentang penghasilan, biaya, laba-rugi
yang diperoleh oleh suatu perusahaan selama periode tertentu.
Dari pengertian di atas, maka dapat dilihat pentingnya laporan
laba rugi sebab di dalam laporan tersebut tercantum hasil yang
diperoleh perusahaan. Begitupula kemajuan perusahaan dapat dilihat
dari laporan rugi laba.
3. Laporan Perubahan Modal
S. R. Soemarso, (2004 : 133) mengatakan bahwa laporan
perubahan modal adalah untuk mengetahui perubahan besarnya
modal selama satu periode akuntansi yang di ambil dari kolom
neraca.
Akun-akun pendapatan, beban dan prive adalah akun-akun
sementara yang digunakan untuk mengklasifikasikan dan juga
17
mengikhtisarkan perubahan-perubahan yang terjadi pada akun
modal selama satu periode.
Ps. Djarwanto (2001 : 48) mengatakan bahwa laporan
perubahan modal yang disusun untuk perusahaan dengan cara
memperhitungkan pendapatan bersih yang diterima atau kerugian
bersih yang di derita, pemakaian prive dan penambahan modal bila
ada.
4. Laporan Laba Ditahan
Dewi Astuti (2004 : 21) bahwa laporan laba ditahan adalah
laporan bagian laba perusahaan yang telah disimpan dan tidak
dibayarkan sebagai dividen. Sedangkan menurut Ps. Djarwanto
(2001 : 47) menyatakan bahwa laporan laba ditahan adalah bagian
laba yang ditanamkan kembali dalam perusahaan.
Laporan laba yang ditahan adalah laporan tentang perubahan
modal selama jangka waktu tertentu, yang meliputi saldo awal,
perubahan modal dan saldo akhir.
D. Pengertian Analisa Laporan Keuangan
Analisa laporan keuangan merupakan suatu kegiatan
menganalisa laporan keuangan suatu perusahaan. Sofyan S. Harahap
(2006 : 201) mengatakan bahwa Analisa laporan keuangan adalah
menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang
lebih kecil dan melihat hubungannya yang bersifat signifikan atau yang
18
mempunyai makna antara satu dengan yang lain baik antara data
kuantitatif maupun data non kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui
kondisi keuangan lebih dalam yang sangat penting dalam proses
menghasilkan keputusan yang tepat.
Analisa laporan keuangan merupakan suatu proses yang penuh
pertimbangan dalam rangka membantu mengevaluasi posisi keuangan
dan hasil operasi perusahaan pada masa sekarang dan masa lalu,
dengantujuan untuk menentukan prediksi yang paling mungkin
mengenai kondisi dan kinerja perusahaan pada masa mendatang.
E. Pengertian Kinerja Keuangan
Pada prinsipnya kinerja keuangan diartikan sebagai prestasi
financial yang dicapai oleh suatu perusahaan sehubungan dengan
penggunaan dana dalam operasional usahanya dalam jangka waktu
tertentu.
Prestasi usaha ini dapat diinterprestasikan terhadap efisiensi
usaha atau tingkat kesehatan perusahaan. Pencapaian tingkat kinerja
usaha sangat tergantung pada tingkat kemampuan manajemen usaha
dalam mengkoordonir berbagai kegiatan usaha.
Bernadin dan Russel dalam Ruki (2001 : 15) memberikan
defenisi tentang performance sebagai berikut “ Performance is defined
as the record of outcomes produced on specified job function or activity
during a specified time period “ (prestasi adalah catatan tentang hasil-
19
hasil yang diperoleh dari fungsi-fungsi pekerjaan tertentu atau pekerjaan
selama kurung waktu tertentu).
Dari pengertian kinerja tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja
keuangan adalah hasil-hasil yang dicapai perusahaan dalam periode
tertentu yang tergambar dalam laporan keuangan yang mencerminkan
tingkat kesehatan perusahaan.
F. Rasio-Rasio Keuangan
1. Analisis Rasio Keuangan
Dalam mangadakan interpretasi dan analisa laporan keuangan
suatu perusahaan, seorang penganalisa financial memerlukan
adanya ukuran. Bambang Riyanto (2001 : 329) mengatakan bahwa
ukuran yang sering digunakan dalam analisa financial adalah rasio
dan rasio itu sebenarnya hanyalah alat ukur yang dinyatakan dalam
aritmatikal terms yang dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan
antara dua macam data finansial.
Penganalisa financial dalam mengadakan analisa rasio financial
pada dasarnya dapat melakukannya dengan dua macam cara
pembandingan yaitu :
a. Membandingkan rasio sekarang (present ratio) dengan rasio-
rasio dari waktu-waktu yang diperkirakan untuk waktu-waktu
yang akan datang dari perusahaan yang sama.
20
b. Membandingkan rasio-rasio dari perusahaan (rasio
perusahaan/ company ratio) dengan rasio-rasio semacam
dari perusahaan lain yang sejenis atau industri (rasio industri/
rasio rata-rata/rasio standar).
Bambang Riyanto (2001 : 337) juga mengatakan bahwa di
Indonesia kalau perusahaan-perusahaan akan mengadakan analisa
rasio mungkin pada waktu ini hanya dapat dengan mengadakan
analisa rasio histories, karena pada waktu ini belum ada lembaga
atau badan yang menyusun ratio industri.
2. Jenis-Jenis Rasio Keuangan
Pada dasarnya macam atau jumlah angka-angka rasio sangat
banyak, karena dapat dibuat berdasarkan kebutuhan penganalisa.
S. Munawir (2004 : 68-69) mengatakan bahwa angka-angka
rasio dapat dikelompokkan menjadi 2 golongan. Golongan pertama
adalah berdasarkan sumber data keuangan dan penggolongan yang
kedua adalah didasarkan pada tujuan dari penganalisa. Berdasarkan
sumber datanya angka rasio dapat dibedakan sebagai berikut :
a. Rasio rasio neraca (balance sheet ratio), yang tergolong
dalam rasio ini adalah semua rasio yang semua datanya
diambil atau bersumber dari neraca, misalnya current ratio,
acid test ratio.
b. Rasio-rasio laporan rugi-laba (income statement ratio) yaitu
angka-angka rasio yang dalam penyusunannya semua
21
datanya diambil dari laporan rugi-laba, misalnya grossprofit
margin, operating ratiop dan lain sebagainya.
c. Rasio-rasio antar laporan (interstatement ratio) ialah semua
angka rasio yang penyusunan datanya berasal dari neraca
dan data lainnya dari laporan rugi-laba, misalnya tingkat
perputaran piutang (account receivable turn over), tingkat
perputaran persediaan (inventory turn over) dan lain-lain.
Berdasarkan tujuan penganalisa maka rasio-rasio keuangan
menurut Bambang Riyanto (2001 : 331-336) digolongkan menjadi
empat kelompok besar yaitu :
1. Rasio likuiditas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk
memenuhi kewajiban finansialnya yang harus segera
dipenuhi. Dimana rasio likuiditas meliputi :
a) Current ratio (rasio lancar) adalah kemampuan perusahaan
untuk membayar utang yang segera harus dipenuhi
dengan aktiva lancar. Current ratio 200% kadang sudah
memuaskan bagi suatu perusahaan, tetapi besarnya rasio
tergantung bebeapa faktor, suatu standar atau rasio yang
umum tidak dapat ditentukan untuk seluruh perusahaan.
Perhitungan rasio ini adalah dengan membandingkan
aktiva lancar dengan hutang lancar dengan formulasi
sebagai berikut
22
b) Quick ratio adalah kemampuan perusahaan untuk
membayar utang yang segera harus dipenuhi dengan
aktiva lancer yang lebih likuid. Elemen persediaan barang
tidak diperhitungkan karena dipandang sebagai aktiva
lancer yang tingkat likuiditasnya rendah dan paling sering
mengalami fluktuasi harga. Dapat dikatakan bahwa
perusahaan yang mempunyai quick ratio kurang dari 100%
dianggap kurang baik.
c) Cash ratio adalah kemampuan perusahaan untuk
membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan kas
yang tersedia dalam perusahaan dan efek yang dapat
segera diuangkan. Jumlah kas dalam perusahaan
hendaknya tidak kurang dari 5 kali sampai 10 kali dari
jumlah aktiva lancar. Adapun cara menghitung cash ratio
adalah dengan formulasi sebagai berikut
2. Ratio Leverage (rasio utang) adalah rasio-rasio yang
dimaksudkan untuk mengukur sampai berapa jauh aktiva
perusahaan dibiayai dengan utang. Dimana ratio leverage
meliputi :
23
a. Total Debt to Equity Ratio (ratio utang atas modal sendiri)
adalah rasio digunakan untuk mengetahui berapa bagian
dari setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan
untuk keseluruhan utang.
b. Total debt to total capital assets ratio (rasio utang atas
jumlah aktiva) merupakan rasio yang digunakan untuk
mengetahui berapa bagian dari keseluruhan kebutuhan
dana yang dibelanjai dengan utang atau beberapa bagian
dari aktiva yang digunakan untuk menjamin utang.
3. Rasio Aktivitas adalah rasio-rasio yang dimaksudkan untuk
mengukur sampai seberapa besar efektivitas perusahaan
dalam mengerjakan sumber-sumber dananya, yaitu Total
assets turn over (perputaran jumlah aktiva) merupakan rasio
yang digunakan untuk mengetahui kemampuan dana yang
tertanam dalam keseluruhan aktiva berputar dalam suatu
periode tertentu atau kemampuan modal yang diinvestasikan
untuk menghasilkan revenue.
24
4. Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas adalah rasio untuk menilai kemampuan
perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini
menunjukkan gambaran tentang tingkat efektivitas
pengelolaan perusahaan dalam menghasilkan laba selama
periode tertentu. Pengukuran rasio aktivitas terdiri dari :
a. Net Profit Margin
Net Profit Margin merupakan rasio yang digunakan untuk
mengukur margin laba bersih setelah bunga dan pajak
atas penjualan neto pada suatu periode tertentu.
b. Hasil Pengembalian Investasi (ReturnOnInvestment/ROI)
Rasio ini mengukur keuntungan yang diperoleh dari hasil
kegiatan perusahaan (net income) dengan jumlah
investasi atau aktiva yang digunakan setelah dikurangi
25
bunga dan pajak (EAIT) untuk menghasilkan keuntungan
yang diinginkan (total assets).
c. Hasil Pengembalian Ekuitas (Return On Equity/ ROE)
Hasil pengembalian ekuitas atau return on equity atau
rentabilitas modal sendiri merupakan rasio untuk
mengukur laba bersih (net income) sesudah pajak dengan
modal sendiri.
G. Kerangka Pikir
Sebagaimana halnya seorang dokter mencoba mengetahui
kondisi kesehatan seseorang, begitu pula seorang manajer keuangan
atau pihak-pihak lain yang berkepentingan dalam kaitannya dengan
kondisi keuangan perusahaan. Dengan diketahuinya kondisi keuangan
perusahaan, keputusan yang rasional dapat dibuat dengan bantuan
analisis tertentu.
Dari arah pemikiran itulah yang mendorong penulis dalam
melakukan penelitian ini yang tujuannya untuk mengetahui kemampuan
kinerja keuangan ditinjau dari rasio keunagan pada PT. Media Fajar di
Makassar. kinerja keuangan seperti rasio likuiditas, rasio leverage, rasio
26
aktivitas, dan rasio profitabilitas yang merupakan komponen dari laporan
keuangan.
Berikut skema atau gambar 1. kerangka pikir dibawah ini :
PT. Media Fajar
Rasio Keuangan
Rasio Rasio Solvabilitas Rasio
Likuiditas Profitabilitas
Kinerja
Keuangan
Perusahaan
27
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Tempat Dan Waktu Penelitian
Tempat penelitian dilakukan pada PT. Media Fajar Makassar
yang beralamat di Jalan Urip Sumihardjo Makassar. Dimana waktu
penelitian diperkirakan dalam waktu + dua bulan.
B. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang dipergunakan pada penelitian
ini adalah :
1. Penelitian pustaka (library research)
Penelitian pustaka adalah pengumpulan data teoritis dengan
cara menelaah berbagai buku literature dan bahan pustaka
lainnya yang berhubungan dengan masalah yang dibahas.
2. Penelitian lapang (field research)
Penelitian lapang adalah pengumpulan data dengan cara yang
terdiri dari :
a. Observasi, yaitu melakukan pengamatan secara langsung
pada obyek penelitian dan mengumpulkan data yang
diperlukan.
27
28
b. Wawancara, adalah mengadakan Tanya jawab dengan
pimpinan dan karyawan perusahaan yang diteliti untuk
mendapatkan data yang diperlukan.
C. Jenis Dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1. Data kualitatif yaitu data yang diperoleh dari perusahaan dalam
bentuk informasi baik secara lisan maupun secara tertulis seperti
sejarah singkat dan struktur organisasi perusahaan.
2. Data kuantitatif adalah data yang diperoleh dari perusahaan dalam
bentuk angka-angka seperti laporan keuangan perusahaan.
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1. Data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari
perusahaan berdasarkan hasil observasi dan wawancara dangan
pimpinan dan karyawan perusahaan.
2. Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari dokumen perusahaan,
berupa laporan tertulis secara berkala seperti laporan keuangan.
D. Definisi Operasional
1. PT. Media Fajar adalah salah satu perusahaan swasta yang
bergerak di bidang percetakan surat kabar atau media cetak.
2. Laporan keuangan adalah hasil akhir dari proses akuntansi yaitu
neraca dan laporan rugi-laba perusahaan.
29
3. Kinerja keuangan adalah hasil-hasil yang dicapai perusahaan dalam
periode tertentu yang tergambar dalam laporan keuangan yang
mencerminkan tingkat kesehatan perusahaan.
4. Rasio likuiditas adalah rasio untuk mengukur kemampuan
perusahaan untuk membayar utang yang segera harus dipenuhi.
5. Rasio solvabilitas adalah rasio untuk mengukur sampai berapa jauh
aktiva perusahaan dibiayai dengan utang.
6. Rasio profitabilitas adalah rasio untuk mengukur tingkat keuntungan
dan tingkat efisiensi perusahaan.
E. Metode Analisis
1. Metode Analisis Rasio
Untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan ini dalam 3
tahun yaitu 2013-2015, maka digunakan analisis rasio keuangan
menurut Bambang Riyanto (2001 : 332-335) sebagai berikut :
1. Rasio Likuiditas meliputi :
a)
b)
c)
2. Ratio Solvabilitas meliputi :
a).
30
b).
3. Rasio Profitabilitas meliputi :
a). Rentabilitas Modal Sendiri
b). Hasil Pengembalian Aset (Return On Asset/ROA)
BAB IV
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
A. Sejarah dan Latar Belakang Harian Fajar
Sejarah Fajar tak bisa dari keberadaan harian KAMI edisi
Sulawesi Selatan, dengan salah satu tokohnya Alwi Hamu. Semasa
berlangsung aksi-aksi mahasiswa 1966, Alwi menjadi Sekjen KAMI
(Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) wilayah Sulawesi Selatan dan
Utara (Sulselra), dan sejak itu pula ia mendirikan surat kabar KAMI edisi
Sulsel.
Menyusul peristiwa Malari 1970, bersama sejumlah koran
lainnya, KAMI edisi Sulsel dibreidel. Alwi sendiri sempat bergabung
dengan harian Tegas pada tahun 1978. Tetapi kemudian bersama-sama
teman lamanya, Harun Rasyid Djibe dan Sinansari Ecip, menerbitkan
media baru bernama Fajar.
Ketiga tokoh ini mengumpulkan orang-orang muda yang
berbakat di bidang jurnalistik, penuh dedikasi semangat, dan idealisme
yang tinggi. Ada beberapa nama yang direkrut oleh ketiga orang itu
diantaranya, Aidir Amin Daud, Rudi Harahap, Hamid Awaluddin, A.
Sandi, dan Baso Amir. Orang muda ini direkrut yang ketika itu masih aktif
di dunia kampus. Hingga kini sebagian besar orang-orang itu masih aktif
dalam jajaran redaksi pers yang ada di Indonesia.
31
32
Pada tanggal 18 Mei 1981 menteri penerangan RI megeluarkan
SK untuk media ini dengan nomor : 0150/SK/Dirjen/ PPG/SIT/1981 dan
pada tanggal 1Oktober 1981 Harian Fajar tersebut untuk pertama kalinya
dengan jumlah tiras 3.000 eksemplar.
Dalam proses pengesahan SIUPP, ternyata Alwi Hamu tidak lagi
menyatakan badan penerbit Express. Beliau mengusulkan satu nama
baru berupa suatu badan perusahaan PT. Media Fajar. Sehingga ketika
keluarnya SIUPP Harian Fajar tidak lagi dibawah naungan Yayasan
Penerbitan Express. Surat kepengurusan Harian Fajar diperkuat dengan
SK Menpen RI No.035/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1986. Pada tanggal 8
Maret 1986 tercatat nama baru di jajaran redaksi, sedangkan pimpinan
umum/pimpinan perusahaan dipegang oleh Muh. Alwi Hamu.
Seperti kebanyakan perusahaan media di tanah air terkadang
mengalami pasang surut, begitu juga yang dialami Harian Fajar pada
awal tahun 1987 kondisi Fajar tidak lagi stabil karena keterbatasan dana
penerbit serta hijrahnya wartawan-wartawan yang diandalkan hingga
pada pertengahan tahun 1987 harian Fajar tidak bisa lagi terbit secara
harian. Surat kabar ini secara periodik hanya dapat terbit sekali dalam
seminggu, dan akhir tahun 1987 harian Fajar tidak bisa lagi terbit karena
kehabisan dana.
Upaya Alwi Hamu untuk mempertahankan keberadaan harian ini
terus dilakukan salah satunya dengan menghubungi beberapa penerbit
yang ada di Jawa, salah satu yang mendapatkan hasil yaitu Harian Jawa
33
Pos terbitan Surabaya. Lobi pun dilakukan bersama dengan Dahlan
Iskandar dan S. Sinansari Ecip yang pada akhirnya menghasilkan
penawaran kerja sama. Harian Jawa Pos yang juga berkonglomerasi
dengan majalah Tempo akhirnya meyantunkan dana ke PT. Harian
Fajar. Kemudian pada tanggal 1 Oktober 1988 PT. Harian Fajar
bergabung dengan Grup Jawa Pos.
Harian Fajar bagaikan bayi yang baru lahir kembali dengan
wajah dan manajemen baru. Bahkan jajaran personalianya pun orang-
orang baru. Harian Fajar, berkat kerja sama antara Group Jawa Pos
Media dengan Group Fajar, kembali menjalankan kegiatannya semula
lagi sejak tahun 1998. Tiras Harian Fajar sudah dapat ditingkatkan
menjadi 5.000 eksemplar dan hal ini terus ditingkatkan. Sampai saat ini
Indonesia bagian timur merupakan pangsa pasar utama Harian Fajar.
Dijajaran kepemilikan saham terdapat nama Eric Samola sebagai
komisaris utama dan komisaris lainnya terdiri dari H. M. Jusuf Kalla, Drs.
A. Saifuddin dan Aksa Mahmud.
Pada tahun 1991 Harian Fajar tidak lagi berkantor di Jl. Ahmad
Yani karena tempat ini dinilai kurang mendukung, sejak pula unit-unit
kerja berangsur-angsur pindah ke kantornya yang baru yang cukup
kondusif dan nyaman yaitu di Jl. Racing Center Makassar. Harian ini
berpindah kantor lagi pada Tahun 2008 di Lantai 4 Gedung Graha Pena
Jl. Uri Sumohardjo, Makassar sampai saat ini.
34
B. VISI DAN MISI
1. VISI
a. Kehadiran FUI sebagai salah satu percetakan umum diharapkan
mampu mendukung kemajuan di bidang percetakan baik KTI,
Sulsel, Makassar khususnya.
b. Ditunjang dengan mesin yang handal dengan tenaga terlatih dan
professional, FUI akan memberikan kepuasan atas pesanan
cetakan Anda, apakah itu majalah, tabloid, Koran, liplet, brosur,
continous form, dan cetakan umum lainnya yang membutuhkan
pekerjaan yang cepat dan tepat waktu dengan kualitas baik.
2. MISI
a. Lebih mendekatkan dan mendukung pengguna cetak, sehingga
mereka tidak lagi harus membuang waktu dan biaya untuk keluar
Sulsel membawa cetakan.
b. Mendukung pemerintah khususnya dalam menunjang cetakan-
cetakan yang berisiko tinggi seperti ujian nasional, surat suara
dalam pemilu dan lainnya.
C. Struktur Organisasi
Pada PT. Harian Fajar terdapat sebuah perpustakaan sebagai
unit yang bertugas dalam pemenuhan kebutuhan informasi bagi
karyawan-karyawan dalam segala aspek dan struktur organisasi, maka
melalui Gambar 2. struktur organisasi pada PT. Harian Fajar.
DIREKSI
35
Sumber : PT. Media Harian Fajar
Bagian
Bagian
Perusahaan
Redaksional
Umum
Admin. Pemasaran Pemimpin Sidang Koordinator Redaktur
Personalia Redaksi Redaksi Redaksi Khusus
Keuangan Accounting
Sekertaris Pembantu
Reporter Koresponden
Redaksi Reporter
Iklan dan
Produksi
Promosi
36
D. Mekanisme Kerja Harian Fajar
Pemimpin umum perusahaan terbagi atas pemimpin redaksi dan
pemimpin perusahaan dibantu lagi oleh empat kepala bagian yang
masing-masing ternagi kedalam sub-sub bagian. Direksi menjadi top
leader dalam struktur organisasi perusahaan.
Pemimpin umum berturut-turut memimpin perusahaan yang
membawahi empat bidang utama. Bidang utama tersebut antara lain,
Bidang Pemasaran, Bidang Keuangan/Akuntan, Bidang Produksi dan
Bidang Administrasi. Bidang-bidang selanjutnya membawahi beberapa
sub bagian yang karenanya mempunyai kepentingan-kepentingan yang
sama dalam usaha untuk mencapai tujuan bersama.
Hanya satu hal yang perlu diketahui bahwa konsekuensi dari
kerja sama dengan PT. Jawa Pos, maka perusahaan ini berada di bawah
pengawasan atau kontrol dari PT. Jawa Pos, wujud dari konsekuensi
tersebut antara lain PT. Media Fajar dalam setiap bulannya harus
membuat laporan keuangan dan laporan cash flow yang dikirim ke PT.
Jawa Pos untuk dievaluasi.
Harian Fajar dalam melakukan aktifitas rutinya mengacu pada
pembagian kerja yang pada dasarnya tidak berbeda dengan perusahaan
penerbitan pers lainya :
1. Bagian perusahaan
a. Umum/Administrasi Personalia
37
Bertugas mengurus dokumentasi dan usaha-usaha lain yang
berkenan dengan pekerjaan keadministrasian/tata usaha, juga
menyangkut kesejahteraan, kebersihan, kendaraan dan
perbekalan.
b. Sirkulasi/Pemasaran
Bagian ini menangani proses pembayaran surat kabar dari
percetakan hingga sampe ke tangan masyarakat pembaca. Tugas
dan tanggung jawab utamanya memberi layanan baik kepada
masyarakat. Ini dilakukan dengan memanfaatkan agen-agen yang
tersebar diseluruh daerah pemasaran. Juga melakukan penelitian
dan pengembangan.
c. Keuangan
Bagian ini mengurus masalah keuangan yang menunjang daur
hidup proses produksi harian ini termasuk penagihan dan
pembayaran.
d. Accounting
Bagian ini mengurus order pembelian dan bertugas sebagai kredit
kontrol.
e. Produksi
Bagian ini menaungi urusan terbitnya hasil yang dikerjakan bagian
redaksi. Sub bagian ini yang terkait dengan setting, layout (tata
letak), reproduksi dan percetakan.
f. Iklan dan Promosi
38
Bertugas mengkoordinasi seluruh isi surat kabar yang
berhubungan dengan periklanan, termasuk upaya-upaya
pengembangan perolehan iklan sebagai salah satu sumber
pendapatan perusahaan. Bagian ini menerima order iklan,
melakukan promosi dan pemasaran iklan.
2. Bagian Redaksional
A. Pemimpin Redaksi
Status pemimpin redaksi adalah karyawan dan wartawan yang
bertugas memimpin serta bertanggung jawab atas segala sesuatu
yang menyangkut keredaksian dan materi penerbitan surat kabar.
Tugas/Wewenang dan Tanggung Jawab adalah :
1. secara umum menyelenggarakan secara teknis operasional
dan wewenang memimpin serta mengarahkan jalannya
organisasi redaksi.
2. Memimpin rapat-rapat redaksi yang diselenggarakan sekurang-
kurangnya seminggu sekali.
3. Memberikan penugasan kepada anggota redaksi dan para
redaktur/reporter dan korespondensi.
4. Bertugas mengarahkan dan menyiapkan bahan-bahan
penerbitan dan wewenang mengatur hal-hal yang menyangkut
perwajahan.
5. Menyusun rencana liputan berita sehari-hari.
39
6. Secara khusus menulis berita editorial (tajuk rencana), menulis
sudut, memeriksa/menurunkan surat pembaca dan memeriksa
berita-berita serta artikel yang dianggap peka.
7. Pemimpin redaksi dapat mendelegasikan tugas dan wewenang
kepada sidang redaksi.
8. Dalam menjalankan tugas dan wewenang tersebut, pemimpin
redaksi bertanggung jawab kepada pemimpin umum.
B. Sidang Redaksi
Sidang redaksi adalah instansi yang beranggotakan para redaktur
yang berfungsi membantu tugas-tugas pemimpin redaksi sehari-
hari.
Tugas dan wewenangnya adalah :
1. Menyiapkan rencana peliputan untuk dibicarakan dalam rapat
2. Menentukan perioritas berita
3. Menyunting/editing berita
4. Dalam hal-hal tertentu melakukan tugas peliputan
5. Mengkoordinasikan tugas-tugas pemimpin redaksi bila
diberikan wewenang untuk itu, baik oleh pemimpin redaksi
maupun pemimpin umum, bila pemimpin redaksi berhalangan.
C. Koordinator Redaksi/Redaktur Pelaksana
Untuk memelihara kelancaran jalannya tugas-tugas dalam butir-
butir dua diatas, ditunjuk dua orang redaktur pelaksana diantara
anggota sidang redaksi yang bertugas sebagai koordinator redaksi.
40
Redaktur pelaksana mengkoordinasi anggota-anggota sidang
redaksi secara teknis yang pelaksanaannya diatur sesuai
keperluan organisasi.
D. Redaktur Khusus
Status koordinator teknik adalah orang-orang yang ditunjuk
pemimpin umum untuk mengkoordinasikan tugas-tugas teknik
produksi yang meliputi perwajahan, penataan-penataan
halaman/iklan, foto, koreksian, reproduksi, susunan/bentuk huruf,
dan berada dibawah koordinasi sidang redaksi.
Tugas dan Wewenangnya adalah sebagai berikut :
1. Menentukan pola layout serta ukuran topografi
2. Menjadi penghubung antara redaksi dengan bidang teknik
3. Mengatur pekerjaan setting layout, reproduksi dan plate making
secara umum
4. Memerksa dan memperbaiki pola atau contoh cetakan dan
menyetujui siap cetak
E. Sekretaris Redaksi
1. Melaksanakan tugas-tugas administrasi redaksi
2. Membuat daftar honorarium dan kredit point reporter,
koresponden tidak tetap dan penulis luar.
3. Mencatat dan membuat agenda secara resume rapat redaksi
dan menyalurkan kepada masing-masing yang bersangkutan
4. Mencatat dan mengarsipkan berkas wartawan
41
5. Pelayanan umum keredaksian
6. Mengelola perpustakaan redaksi dan kliping
7. Mengelola logistik, keamanan dan kebersihan dalam
lingkungan redaksi
F. Reporter
Status reporter adalah wartawan yang setiap hari bertugas atau
diberi tugas mencari dan memuat berita untuk diterbitkan. Reporter
diangkat oleh perusahaan atas rekomendasi pemimpin redaksi
untuk mengerjakan tugas kewartawan kepada Harian Fajar sesuai
kebutuhan
Tugas dan kewajibannya yaitu :
1. Melaksanakan penugasan mencari dan memuat berita untuk
diterbitkan sesuai dengan masalah yang diberikan
2. Secara umum melaksanakan tugas-tugas kewartawanan tanpa
harus terikat pada bidang (desk)
G. Pembantu Reporter
Status Pembantu reporter adalah calon wartawan yang berstatus
magang (calon reporter) yang menerima imbalan dari perusahaan
dari aktivitas dan prestasinya
Tugas dan kewajibannya adalah yaitu :
1. Mencari/meliput berita atas inisiatif sendiri atau melaksanakan
penugasan dari redaksi
42
2. Dalam hal meliput berita atas inisiatif sendiri, pembantu reporter
berkewajiban melapor terlebih dahulu atau berkonsultasi
kepada redaksi
3. Dalam menjalankan tugas. Pembantu reporter hanya diberi
H. Koresponden
Status Koresponden adalah wartawan yang berdomisili di daerah,
baik yang bernaung dibawah kantor perwakilan redaksi (biro)
maupun tidak
Tujuan dan kewajiban merupakan sebagai berikut :
1. Melaksanakan tugas atau penugasan wartawan
2. Mencari atau meliput berita-berita di daerah tugas masing-
masing
BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Analisis Rasio Keuangan
Dalam usaha mencapai kesejahteraan para anggota koperasi,
koperasi mengusahakan adanya peningkatan kegiatan [Link]
operasi ini harus dikelola secara efektif dan efisien, diantaranya adalah
pemanfaatan aktiva secara optimal untuk kegiatan operasi yang
berkesinambungan menunjukkan indikasi pengelolaan aktiva yang
[Link] laba dari hasil kegiatan atau operasi menunjukkan
[Link] evaluasi untuk pengambilan keputusan keuangan di
masa mendatang, maka koperasi perlu mengetahui hasil yang telah
dicapai selama ini.
Analisis rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil
perbandingan dari satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang
mempunyai hubungan yang relevan dan signifikan.
Dalam menjalankan kegiatan perusahaan, PT. Media Fajar, telah
melakukan dengan baik kinerjanya di bidang keuangan dari segi rasio
[Link] menjadi dasar dalam penilaian kinerja suatu perusahaan
yaitu kondisi keuangannya.
Setelah menganalisa Laporan Keuangan PT. Media Fajar, hasil
menunjukkan bahwa perusahaan tersebut Liquid dan solvable, karena
43
44
PT. Media Fajar mampu melunasi kewajiban-kewajibannya yang bersifat
jangka pendek dan juga mampu melunasi utang-utangnya yang jatuh
tempo secara tepat waktu. Pada posisi ini saham perusahaan dilihat
dalam kondisi baik atau konstan [Link] secara financial dan
non financial perusahaan dianggap tidak memiliki kendala atau
permasalahan apapun.
Rasio Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk
memenuhi hutang jangka pendek dengan menggunakan aktiva
[Link] dapat diketahui melalui neraca dengan
membandingkanaktiva lancar dengan jumlah hutang lancar.
Rasio Solvabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur
seberapa besar aktiva yang dimiliki perusahaan berasal dari hutang atau
modal, sehingga dengan rasio ini dapat diketahui posisi perusahaan dan
kewajibannya yang bersifat tetap kepada pihak lain serta keseimbangan
nilai aktiva tetap dengan modal yang ada. Sebaiknya komposisi modal
harus lebih besar dari hutang.
Rasio profitabilitas merupakan rasio yang bertujuan untuk
mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba selama
periode tertentu dan juga memberikan gambaran tentang tingkat
efektifitas manajemen dalam melaksanakan kegiatan
[Link] manajemen disini dilihat dari laba yang dihasilkan
terhadap penjualan dan investasi [Link] ini disebut juga rasio
45
[Link] profitabilitas merupakan rasio yang menggambarkan
kemampuan perusahaan dalam mendapatka laba melalui semua
kemampuan dan sumber yang ada seperti kegiatan penjualan, kas,
modal, jumlah karyawan, jumlah cabang dan sebagainya (Syafri,
2008:304).
B. Pembahasan
1. Analisis Data Rasio Likuiditas
a. Current Ratio
Tabel [Link] Current Ratio PT. Media FajarPeriode Tahun
2013-2015
(Keterangan) 2013 2014 2015 Rata-rata
Aktiva 609,011,225 909,085,141 1,055,436,313 857,844,226
Lancar(a)
Hutang 219,669,329 426,094,129 436,380,264 360,714,574
Lancar(b)
Rasio 277,24% 213,35% 241,86% 237,82%
axb/100%
Naik /Turun - 23,04% 13,36% -
Sumber : PT. Media Fajar, Data diolah 2016
Berdasarkan tabel1 dapat diketahui bahwa Current Ratio PT
Media Fajar pada tahun 2013 menunjukkan nilai rasio sebesar 277,24%
yang berarti bahwa setiap Rp. 1 hutang lancar dijamin dengan Rp.
2,77aktiva lancar.
Pada tahun 2014, current ratio menjadi 213,35% yang berarti
setiap Rp. 1 hutang lancar dijamin dengan Rp. 2,13 aktiva lancar yang
46
dimiliki perusahaan. Pada tahun 2013/2014 terjadi penurunan current
ratio sebesar 23,04% yang diakibatkan kenaikan hutang lancar sebesar
Rp 206,424,800perusahaan masih mampu untuk melunasi hutang-
hutang lancarnya dengan menggunakan kas yang tersedia pada aktiva
lancar perusahaan.
Pada tahun 2015, current ratio menjadi 241,86% yang berarti
setiap Rp. 1 hutang lancar dijamin dengan Rp. 2,41aktiva lancar, tetapi
pada tahun 2014/2015 terjadi kenaikan current ratiosebesar 13,36%
yang disebabkan Tingkat rasio naik menjadi Rp 146,351,172 karena
kenaikan piutang yang cukup signifikan, yang diimbangi kenaikan hutang
lancar sebesar Rp 10,286,135. Rata-rata current ratio selama 3 tahun
adalah sebesar 237,82%. Jika dibandingkan dengan standar klasifikasi
penilaian peusahaan, maka current ratio yang dimiliki PT. Media fajar
menunjukkan kondisi yang baik. Current ratio yang rendah akan
berpengaruh likuiditas perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
pendeknya.
b. Quick Ratio (Acid test Ratio)
Tabel [Link] Quick Ratio PT. Media Harian Fajar Periode
Tahun 2013-2015
(Keterangan) 2013 2014 2015 Rata-rata
Aktiva lancar(a) 609,011,225 909,085,141 1,055,436,313 857,844,226
Persediaan(b) 16,181,642 18,037,430 24,806,385 19,675,152
Hutang 219,669,329 426,094,129 436,380,264 360,714,574
Lancar(c)
Rasio (a-b)/c 269,87% 209,12% 236,18% 232,36%
x100%
Naik /Turun - 22,51% 12,94% -
Sumber : PT. Media Fajar, Data diolah 2016
47
Berdasarkan tabel2 dapat diketahui bahwa Quick Ratio PT
Media Fajar pada tahun 2013 menunjukkan nilai rasio sebesar 269,87%
yang berarti bahwa setiap Rp. 1 hutang lancar dijamin dengan Rp. 2,69
aktiva lancar.
Pada tahun 2014, Quick ratio menjadi 209,12% yang berarti
setiap Rp. 1 hutang lancar dijamin dengan Rp. 2,09 aktiva lancar yang
dimiliki perusahaan. Pada tahun 2013/2014 terjadi penurunan Quick ratio
sebesar 22,51% yang diakibatkan kenaikan aktiva lancar sebesar Rp
300,073,916 walaupun juga diimbangi dengan kenaikan hutang lancer
sebesar Rp 206,424,800.
Pada tahun 2015, Quick ratio menjadi 236,18% yang berarti
setiap Rp. 1 hutang lancar dijamin dengan Rp. 2,36 aktiva lancar, tetapi
pada tahun 2014/2015 terjadi kenaikan quick ratiosebesar 12,94% yang
disebabkan Tingkat aktiva lancar naik menjadi Rp 146,351,172 karena
yang diimbangi kenaikan hutang lancar sebesar Rp 10,286,135. Rata-
rata Quick ratioselama 3 tahun adalah sebesar 232,36%. Standar quick
ratio 100% menunjukkan kondisi yang baik bagi keuangan jangka
pendeknya, sehingga perusahaan dapat memenuhi semua kewajiban
jangka pendeknya tanpa memperhitungkan persediaan dikarenakan
memerlukan waktu yang cukup lama untuk direalisir sebagai uang kas
dan mempunyai tingkat kepastian lebih rendah dalam merealisir nilainya
dalam suatu perusahaan.
48
c. Perputaran Modal Kerja (Working Capital Turnover)
Tabel 3. Perputaran Modal Kerja PT. Media Fajar Periode Tahun 2013-
2015
(Keterangan) 2013 2014 2015 Rata-rata
Pendapatan (a) 201,401,619 349,223,794 509,893,450 353,506,288
Aktiva (b) 609,011,225 909,085,141 1,055,436,313 857,844,226
Hutang lancar(c) 219,669,329 426,094,129 436,380,264 360,714,574
Modal kerja b- 389,341,896 482,991,012 619,056,049 497,129,652
c=(d)
Rasio (a/dx1 0,52 kali 0,72 kali 0,82 kali 0,71 kali
kali)
Naik /Turun - 39,78% 13,92% -
Sumber : PT. Media fajar, data diolah 2016
Hasil perhitungan Perputaran Modal pada tahun 2013
menunjukkan bahwa dana yang tertanam dalam modal kerja berputar
rata-rata 0,52 kali dalam setahun. Pada tahun 2014 dana yang tertanam
rata-rata 0,72 kali dalam setahun, tetapi pada 2013/2014 terjadi kenaikan
perputaran modal kerja sebesar 39,78% yang disebabkan kenaikan
pendapatan sebesar 147,822,[Link] tahun 2015 menunjukkan dana
yang tertanam dalam modal kerja berputar rata-rata 0,82 kali dalam
setahun.
Pada tahun 2014/2015 terjadi kenaikan perputaran modal kerja
sebesar 13,92% yang disebabkan kenaikan pendapatan sebesar Rp
160,669,656. Rata-rata perputaran modal kerja selama tiga tahun dari
tahun 2013-2015 adalah 0,71 kali. Perputaran modal kerja yang dimiliki
PT. Media Fajar dalam keadaan kurang [Link] dikarenakan
berpengaruh pada modal kerja perusahaan yang lambat dalam
perputarannya.
49
2. Analisis Rasio Data Profitabilitas
a. Rentabilitas Modal Sendiri
Tabel [Link] Rentabilitas Modal Sendiri PT. Media
FajarPeriode Tahun 2013-2015
(Keterangan) 2013 2014 2015 Rata-rata
Laba 98,031,979 184,724,803 313,629,207 198,795,330
bersih/SHU (a)
Modal 369,544,027 534,312,319 752,974,879 552,277,075
sendiri(b)
Rasio 26,53% 34,57% 41,65% 35,99%
a/bx100%
Naik /Turun - 30,33% 20,48% -
Sumber : PT. Media Fajar, Data diolah 2016
Berdasarkan tabel4 Rentabilitas Modal Sendiri PT Media Fajar
pada tahun 2013 menunjukkan nilai rasio sebesar 26,53% yang berarti
bahwa setiap Rp. 1 modal sendiri dijamin menghasilkan laba bersih
dengan Rp. 0,27.
Pada tahun 2014, menjadi 34,57% yang berarti setiap Rp. 1
modal sendiri dijamin menghasilkan laba bersih dengan Rp. 0,35 modal
sendiri yang dimiliki perusahaan. Pada tahun 2013/2014 terjadi kenaikan
rentabilitas sebesar 30,33% yang diakibatkan kenaikan laba bersih
sebesar Rp 68,692,824dan kenaikan modal sendiri Rp 164,768,292.
Pada tahun 2015, rentabilitas menjadi 41,65% yang berarti
setiap Rp. 1 modal sendiri dan menghasilkan laba bersih dengan Rp.
0,42 modal sendiri, tetapi pada tahun 2014/2015 terjadi
kenaikanrentabilitas sebesar 20,48% yang disebabkan Tingkat laba
bersih naik menjadi Rp 128,904,404 karena yang diimbangi kenaikan
50
modal sendiri sebesar Rp 218,662,560. Rata-rataRentabilitas modal
sendiriselama 3 tahun adalah sebesar 35,99%. Jika dibanding dengan
standar klasifikasi penilaian makamenunjukkan kondisi yang sangat
[Link] modal sendiri yang dinvestasikan untuk berputar
dalam menghasilkan laba sangat tinggi.
b. Return On Asset
Tabel [Link] On Asset PT. Media Fajar Periode Tahun 2013-2015
(Keterangan) 2013 2014 2015 Rata-rata
Laba 98,031,979 184,724,803 313,629,207 198,795,330
bersih/SHU (a)
Total aktiva(b) 881,690,835 1,387,570,751 1,634,550,850 1,301,270,812
Rasio 11,19% 13,31% 19,19% 15,28%
a/bx100%
Naik /Turun - 19,73% 44,12% -
Sumber : PT. Media Fajar, data diolah 2016
Perhitungan Return On Asset PT Media Fajar pada tahun 2013
menunjukkan nilai rasio sebesar 11,19% yang berarti bahwa setiap Rp. 1
aktiva dijamin menghasilkan laba bersih dengan Rp. 0,11.
Pada tahun 2014, menjadi 13,31% yang berarti setiap Rp. 1
aktiva dijamin menghasilkan laba bersih dengan Rp. 0,13 Pada tahun
2013/2014 terjadi kenaikan return On Asset sebesar 19,73% yang
diakibatkan kenaikan laba bersih sebesar Rp 68,692,824 dan kenaikan
total aktiva Rp 505,879,916.
Pada tahun 2015, rentabilitas menjadi 19,19% yang berarti
setiap Rp. 1 aktiva dan menghasilkan laba bersih dengan Rp. 0,19, tetapi
pada tahun 2014/2015 terjadi kenaikanreturn on asset sebesar 44,12%
yang disebabkan Tingkat laba bersih naik menjadi Rp 128,904,404
51
karena yang diimbangi kenaikan total aktiva sebesar Rp 246,980,009
yang disebabkan karena kenaikan dari piutang.
Rata-rataReturn On Assetselama 3 tahun adalah sebesar
15,28%. Jika dibanding dengan standar klasifikasi penilaian
makamenunjukkan kondisi yang sangat [Link] aktiva yang
dinvestasikan untuk berputar dalam menghasilkan laba sangat tinggi.
3. Analisis Data Rasio Solvabilitas
a. Rasio Modal Sendiri atas Hutang
Tabel [Link] Modal Sendiri atas Hutang PT. Media Fajar Periode
Tahun 2013-2015
(Keterangan) 2013 2014 2015 Rata-rata
Modal Sendiri 369,544,027 534,312,319 752,974,879 552,277,075
(a)
Total Hutang 219,669,329 426,094,129 436,380,264 360,714,574
Lancar (b)
Rasio 89,24% 79,91% 132,71% 100,41%
a/bx100%
Naik /Turun - 10,45% 66,08% -
Sumber : PT. Media Fajar, Data diolah 2016
Hasil perhitungan Rasio Modal Sendiri atas Hutang pada tahun
2013 angka rasio mencapai sebesar 89,24% yang berarti bahwa setiap
Rp. 1 hutang lancar dijamin dengan Rp. 0,89modal sendiri.
Pada tahun 2014, angka rasio menjadi 79,91% yang berarti
setiap Rp. 1 hutang lancar dijamin dengan Rp. 0,79modal sendiri yang
dimiliki perusahaan. Pada tahun 2013/2014 terjadi penurunan sebesar
10,45% yang diakibatkan kenaikan total hutang sebesar Rp 254,538,800.
52
Pada tahun 2015, menunjukkan rasio menjadi 132,71% yang
berarti setiap Rp. 1 hutang lancar dijamin dengan Rp. 1,32modal sendiri,
tetapi pada tahun 2014/2015 terjadi kenaikan rasio sebesar 66,08% yang
disebabkan jumlah hutang menurun menjadi Rp 101,276,865 karena
pelunasan hutang yang sudah jatuh tempo. Rata-rata modal sendiri atas
utang selama 3 tahun adalah sebesar 100,41%. Jika dibandingkan
dengan standar klasifikasi penilaian peusahaan, maka rasiomodal sendiri
atas hutang yang dimiliki PT. Media fajar menunjukkan kondisi yang baik
dan dapat menjamin terbayarnya hutang-hutang yang dimiliki dengan
modal sendiri.
b. Rasio Aktiva atas Hutang
Tabel [Link] Hutang atas Rasio Akiva PT. Media Fajar
(Keterangan) 2013 2014 2015 Rata-rata
Total aktiva (a) 881,690,835 1,387,570,751 1,634,550,850 1,301,270,812
Total Hutang 219,669,329 426,094,129 436,380,264 360,714,574
Lancar (b)
Total Hutang 194,445,500 242,559,500 130,996,500 189,333,833
Jangka
Panjang (c)
Rasio 46.96% 48.18% 34.71%
a/b+c*100% 43.28%
Naik /Turun - 2,53% 38,83% -
Sumber : PT. Media Fajar, data diolah 2016
Berdasarkan tabel 7 dapat diketahui bahwa rasio aktiva atas
hutang PT Media Fajar pada tahun 2013 memperoleh hasil senilai
46,96%, yang berarti bahwa setiap Rp. 1 hutang lancar dijamin dengan
Rp. 4,6 aktiva.
53
Pada tahun 2014, angka rasio menjadi 48,18% yang berarti
setiap Rp. 1 hutang lancar dijamin dengan Rp. 4,8modal sendiri yang
dimiliki perusahaan. Pada tahun 2013/2014 terjadi penurunan sebesar
2,53% yang diakibatkan kenaikan total hutang sebesar Rp 254,538,800.
Pada tahun 2015, menunjukkan rasio menjadi 34,71% yang
berarti setiap Rp. 1 hutang lancar dijamin dengan Rp. 3,4aktiva, tetapi
pada tahun 2014/2015 terjadi kenaikan rasio sebesar 38,83% yang
disebabkan jumlah hutang menurun menjadi Rp 101,276,865 karena
pelunasan hutang yang sudah jatuh tempo dan kenaikan aktiva sebessar
Rp 146,351,172. Rata-rata modal sendiri atas utang selama 3 tahun
adalah sebesar 43,28%. Jika dibandingkan dengan standar klasifikasi
penilaian peusahaan, maka rasioaktiva atas hutang yang dimiliki PT.
Media fajar menunjukkan kondisi yang kurang baik jumlah aktiva yang
lebih dari hutang akan mengakibatkan tidak memanfaatkan kelebihan
aktiva maka aktiva akan menganggur sehingga tidak menghasilkan laba.
54
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari penelitian yang dilakukan dan analisis yang telah diuraikan,
maka ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Rasio Likuiditas PT Media Fajar dari tahun 2013 sampai dengan
tahun 2015 menunjukkan kinerja perusahaan berfluktuasi atau tidak
stabil. Hal ini berarti manajemen perusahaan masih kurang stabil
dalam mengelola perusahaannya. Hal tersebut nampak pada Current
Ratio dan Quick Ratio yang meskipun masih dikatakan sehat tetapi
dari tahun ke tahun semakin berada di bawah batas aman setelah
tahun yaitu tahun 2015 dan akan berpengaruh pada likuiditas dalam
memenuhi kewajiban janka pendeknya.
2. Rasio Profitabilitas secara keseluruhan keadaan rasio profitabilitas
dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 mengalami peningkatan.
Seperti Return On Assets dari tahun ke tahun mengalami kenaikan itu
berarti semakin besar tingkat keuntungan yang dicapai perusahaan
tersebut maka semakin baik perusahaan tersebut dari segi
penggunaan aset. Rentabilitas Modal Sendiri PT Media Fajar
mengalami kenaikan, hal ini menunjukkan bahwa perusahaan
mengalami kenaikan laba bersih dari tahun ke tahun dengan
demikian perusahaan akan mengalami kenaikan harga saham
54
55
perusahaan. PT. Media Fajar mengalami kenaikan, Hal ini
menunjukkan perusahaan sudah melakukan pengelolaan kegiatan
operasionalnya dengan baik.
3. Rasio Solvabilitas secara keseluruhan Rasio Solvabilitas dari tahun
2013 sampai dengan tahun 2015 berfluktuasi. Rasio Modal Sendiri
atas Hutang PT. Media Fajar selama 3 tahun mengalami kenaikan, itu
berarti PT. Media Fajar dikategorikan sebagai perusahaan Sehat dari
segi penyediaan minimum modal karena sudah memenuhi ketentuan
CAR (kecukupan modal). Tetapi Rasio Aktiva atas Hutang meskipun
masih berada pada posisi yang baik, keduanya dari tahun ke tahun
mengalami penurunan.
56
B. Saran
Dari kesimpulan-kesimpulan diatas, penulis berusaha
memberikan saran yang dapat bermanfaat bagi PT Media Fajar, sebagai
berikut :
1. Sebaiknya perusahaan menjaga tingkat rasio likuiditas yang optimal
untuk menghindari adanya tingkat likuiditas yang terlalu tinggi, karena
tingkat likuiditas yang terlalu tinggi menandakan adanya aktiva lancar
yang berlebih di perusahaan yang seharusnya bisa dipergunakan
secara efisien untuk meningkatkan laba.
2. Pihak manajemen harus memikirkan seberapa jauh target penjualan
kepada pangsa pasar dapat mengimbangi kewajiban perusahaan
untuk segera memenuhi permintaan konsumen yang ingin tertarik
pada news paper di produksi oleh perusahaan untuk memberikan
kreatif yang baru.
3. Perusahaan memperoleh tingkat keuntungan yang signifikan, itu
berarti perusahaan mengembani tugas yang berat dimana harus
mempertahankan posisi tersebut agar terus memperoleh keuntungan.
Tapi ingat, bukan saja soal keutungan yang dicari tetapi harus
berimbangan dengan kemampuan perusahaan untuk memenuhi
kewajibannya baik jangka pendek maupun jangka panjang.
DAFTAR PUSTAKA
Astuti, Dewi. 2004. Manajemen Keuangan Perusahaan. Ghalia
Indonesia. Jakarta
Djarwanto, Ps. Pokok-Pokok Analisis Laporan Keuangan.
[Link]
Harahap, Sofyan Syafri. 2006. Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan.
Rajawali Pers. Jakarta.
Husnan, Suad dan Pujiastuti, Enny. 2001. Dasar-Dasar Manajemen
Keuangan. AMP YKPN. Yogyakarta.
Kadir. M. Akob. 2007. Pedoman Penulisan Skiripsi dan tugas Akhir
STIEM BONGAYA Makassar
Kuntluru,S,Muppani,R dan Khan.2008. Financial Performance of
Foreign and Domestic Owned Companies in India. Journal of
Asia-Pacific Business, vol. 9, no.1, p.28-54
Memon,F.,Bhutto,A.,danAbbas,[Link] Structure and firm’s
performance: A case of Textile sector Pakistan. Asian Journal of
Business and Management Science, 9(1), 9-15.
Munawir, S. 2004. Analisa Laporan Keuangan. Liberty. Yogyakarta
Prastowo, Dwi. [Link] Laporan Keuangan. Liberty. Yogyakarta.
Riyanto, Bambang. 2001. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan.
Edisi Empat BPFE. Yogyakarta.
Ruki, Achmad. 2001. Sistem Manajemen Kinerja. Gramedia Pustaka
Utama Jakarta.
Sawir, Agnes. 2001. Analisis Kinerja Keuangan Dan Perencanaan
Keuangan Perusahaan. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Syafri Harahap, Sofyan, 2008. Analisa Kritis atas Laporan Keuangan,
PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Tariq,W. Ali,I, Usman, H., Abbas,J., Bashir, [Link]
Identification of Determinants of Firm’s Financial Performance
: a Comparative Study on Textile and Food Sector of Pakistan.
Journal Business and Economic Reserach Vol 3 No.1, 487- 497.
Zeitun, R., & Tian, G. [Link] Strucutre and Corporate
performance: Evidence from Jordon. Australasian Accounting,
Business and Finance Journal, 4(1) ; 40-61
56
LAMPIRAN
Neraca komparatif PT. Media Fajar 31 Desember 2013 s.d 2015
(dalam rupiah)
Keterangan 2013 2014 2015
Aktiva Lancar Rp Rp Rp
Kas 164,369,983 189,388,981 196,581,983
Piutang usaha 302,639,900 539,685,910 587,470,000
Piutang berelasi 44,825,600 59,849,490 108,142,850
Piutang pihak ketiga 9,233,600 20,234,390 40,421,326
Piutang Lain-lain 71,760,500 81,888,940 98,013,769
Persediaan 16,181,642 18,037,430 24,806,385
Total Aktiva Lancar 609,011,225 909,085,141 1,055,436,313
Pajak dibayar di muka 135,302,500 340,336,000 196,581,983
Biaya dibayar di muka 137,377,110 138,149,610 139,749,537
Total Aktiva 881,690,835 1,387,570,751 1,634,550,850
Keterangan 2013 2014 2015
Passiva Rp Rp Rp
Hutang Lancar :
Pihak berelasi 6,760,350 7,112,850 6,249,700
Pihak ketiga 5,319,066 9,778,156 13,535,372
Piutang berelasi 1,637,159 4,026,704 8,180,312
Beban aktual 5,386,153 4,725,698 8,294,306
Utang pajak 200,441,601 400,050,721 400,120,574
Liabilitas imbalan jangka
pendek 125,000 400,000 570,000
Total Hutang Lancar 219,669,329 426,094,129 436,380,264
Hutang jangka panjang :
Utang bank dan lembaga
keuangan 36,675,500 38,639,500 40,756,500
Utang sewa pembiayaan 6,270,000 12,920,000 21,240,000
Utang olbigasi 151,500,000 191,000,000 169,000,000
Total Hutang jangka 194,445,500 242,559,500 130,996,500
panjang
Modal :
Modal saham 4,425,000 4,600,000 5,100,000
Modal dasar 36,675,500 423,799,000 586,904,000
Cadangan modal 314,594,000 78,143,854 144,601,582
Tambahan modal 650,000 650,000 650,000
Ekuitas entias anak 9,963,965 27,119,465 15,719,297
Total Modal 369,544,027 534,312,319 752,974,879
SHU tahun berjalan 98,031,979 184,604,803 313,629,207
Total Passiva 881,690,835 1,387,570,751 1,634,550,850
Laporan Perhitungan Sisa Hasil Usaha (SHU) PT. Media Fajar 31Desember 2013
s.d 2015 (dalam rupiah)
Keterangan 2013 2014 2015
Pendapatan Rp Rp Rp
Penjualan Koran 165,069,045 281,792,802 389,420,382
Penjualan Majalah 25,394,229 32,294,774 77,212,264
Periklanan 2,688,000 5,854,658 6,660,387
Content and Value Added
Service 6,000,000 24,830,398 32,517,917
Non Iklan 1,895,245 4,021,604 3,440,500
SHU PT. Media Fajar 355,100 429,558 642,000
Total Pendapatan 201,401,619 349,223,794 509,893,450
Beban Biaya Rp Rp Rp
Gaji Insentif pengurus 10,050,000 10,950,000 12,575,000
Gaji Insentif Karyawan 8,300,000 11,925,000 12,595,000
Konsumsi Staff 345,400 714,000 830,000
Peralatan 461,440 255,300 381,900
Perlengkapan 1,325,000 2,120,000 875,000
Harwat Kantor 466,000 625,000 990,900
Biaya tak terduga 1,992,100 1,951,000 1,760,900
ATK 1,713,900 1,449,491 1,876,470
Jaldis 722,000 1,094,000 1,220,000
Rapat/Meeting 10,813,500 14,718,000 10,310,000
Ruangan Studio 36,471,300 76,575,000 93,021,000
Dekorasi ruangan 1,950,000 4,050,000 1,900,000
Bantuan sosial 900,000 2,000,000 5,048,073
Wasrik 300,000 300,000 600,000
Jasa THR 5,239,000 5,585,000 10,320,000
Bingkisan hari Raya 22,320,000 30,187,200 41,960,000
Total Biaya 103,369,640 164,498,991 196,264,243
SHU 98,031,979 184,724,803 313,629,207