PERHITUNGAN BALOK JEMBATAN BALOK-T
A. DATA DIMENSI JEMBTAN
Panjang Bentang Jembatan L= 10.274 m
Lebar Jalan (Jalur Lalu-Lintas) B1 = 7.000 m
Lebar Trotoar B2 = 1.274 m
Lebar Total Jembatan B2 = 10.274 m
Jarak antara Girder s= 1274 m
Dimensi Girder : Lebar Girder b= 0.50 m
Tinggi Girder h= 1.20 m
Dimensi Diafragma : Lebar Diafragma bd = 0.30 m
Tinggi Diafragma hd = 0.50 m
Tebal Slab Lantai Jembatan ts = 0.30 m
Tebal Lapisan Aspal + Overlay ta = 0.07 m
Tinggi Genangan Air Hujan th = 0.05 m
Tinggi Bidang Samping ha = 2.50 m
Jumlah Balok Diafragma Sepanjang L nd = 5 bh
Jarak Antara Balok Diafragma, sd = L/nd = 2.055 m
`
B. DATA BAHAN STRUKTUR
Mutu Beton : K- 500
Kuat Tekan Beton, fc' = 0.83 * K / 10 = 41.50 MPa
Modulus Elastik, Ec = 4700 * Ö fc' = 30277.6320078 MPa
Angka Poisson _x0001_ u= 0.20
Modulus Geser G = Ec / [2*(1 + u)] = 12616 MPa
Koefisien Muai Panjang untuk Beton α= 1.0.E-05 °C
Mutu Baja :
Untuk Baja Tulangan dengan Ø > 12 mm : U- 40
Tegangan Leleh Baja, fy = U*10 = 400 Mpa
Untuk Baja Tulangan dengan Ø ≤ 12 mm : U- 24
Tegangan Leleh Baja, fy = U*10 = 240 Mpa
Specific Gravity :
Berat Beton Bertulang, wc = 25.00 kN/m3
Berat Beton Tidak Bertulang (Beton Rabat), w'c = 24.00 kN/m3
Berat Aspal Padat, wa = 22.00 kN/m3
Berat Jenis Air, ww = 9.80 kN/m3
C. PERHITUNGAN BEBAN STRUKTUR
1. BERAT SENDIRI (MS)
Faktor Beban Ultimate : KMS = 1.3
Panjang Bentang Girder, L= 10.274 m
Berat 1 Balok Diafragma, Wd = bd * (hd - ts) * s * wc = 1911 kN
Jumlah Balok Diafragma sepanjang Bentang L, nd = 5 bh
Beban Diafragma pada Girder, Qd = nd * Wd / L = 930.017519953 kN/m
Beban Berat Sendiri pada Girder :
Lebar Tebal Berat Beban
No. Jenis
(m) (m) (kN/m3) (kN/m)
1 Plat lantai 1274.000 0.30 25.00 9555.000
2 Girder 0.50 0.90 25.00 11.25
3 Diafragma Qd = 930.02
QMS = 10496.27
Gaya Geser dan Momen pada T-Girder akibat Berat Sendiri (MS) :
VMS = 1/2 * QMS * L = 53919.326 kN
MMS = 1/8 * QMS * L2 = 138491.789 kNm
2. BEBAN MATI TAMBAHAN (MA)
Faktor Beban Ultimate : KMA = 1.3
Panjang bentang Girder, L : 10.274 m
Beban Mati Tambahan pada Girder :
Lebar Tebal Berat Beban
No. Jenis
(m) (m) (kN/m3) (kN/m)
1 [Link]+overlay 1274.000 0.10 22.00 2802.80
2 Air hujan 1274.000 0.05 9.80 624.26
Beban Mati Tambahan : QMA = 3427.06
Gaya Geser dan Momen pada T-Girder akibat beban tambahan (MA) :
VMA = 1/2 * QMA * L = 17604.807 kN
MMA = 1/8 * QMA * L2 = 45217.947 kNm
3. BEBAN LALU-LINTAS
3.1. BEBAN LAJUR "D" (TD)
Faktor Beban Ultimate : KTD = 2.0
Beban kendaraan yg berupa beban lajur "D" terdiri dari beban terbagi rata (Uniformly
Distributed Load ), UDL dan beban garis (Knife Edge Load ), KEL seperti pd Gambar 1.
UDL mempunyai intensitas q (kPa) yg besarnya tergantung pd panjang bentang L yg
dibebani lalu-lintas seperti Gambar 2 atau dinyatakan dengan rumus sebagai berikut :
q = 8.0 kPa untuk L ≤ 30
q = 8.0 *( 0.5 + 15 / L ) kPa untuk L > 30
Untuk Panjang Bentang, L= 10.274 q= 8.00 kPa
KEL mempunyai Intensitas, p= 44.00 kN/m
Faktor Beban Dinamis (Dinamic Load Allowance) untuk KEL diambil sebagai berikut :
DLA = 0.40 untuk L ≤ 50 m
DLA = 0.4 - 0.0025*(L - 50) untul 50 < L < 90 m
DLA = 0.30 untuk L ≥ 90 m
Jarak antara Girder s= 1274.000 m
Untuk Panjang Bentang, L = 10.274 maka DLA = 0.40
Beban Lajur pada Girder, QTD = q * s = 10192.00 kN/m
PTD = (1 + DLA) * p * s = 78478.40 kN
Gaya Geser dan Momen pada T-Gider akibat Beban Lajur "D" :
VTD = 1/2 * ( QTD * L + PTD ) = 91595.50 kN
MTD = 1/8 * QTD * L + 1/4 * PTD * L =
2
336048.94 kNm
3.2. BEBAN TRUK "T" (TT)
Faktor Beban Ultimate : KTT = 2.0
Beban Hidup pada Lantai Jembatan berupa Beban Roda Ganda oleh Truk (Beban T) yang
besarnya, T= 100 kN
Faktor Beban DiDnamis untuk Pembebanan Truk diambil, DLA = 0.40
Beban truk "T" : PTT = ( 1 + DLA ) * T = 140.00 kN
a= 5.00 m
b= 5.00 m
Panjang Bentang Girder, L= 10.274 m
Gaya Geser dan Momen pada T-Gider akibat Beban Truk "T" :
VTT = [ 9/8 * L - 1/4 * a + b ] / L * PTT = 208.60 kN
MTT = VTT * L/2 - PTT * b = 371.5775 kNm
Gaya Geser dan Momen yang terjadi akibat Pembebanan Lalu-Lintas, diambil yg memberikan
pengaruh terbesar terhadap T-Girder di antara beban "D" dan beban "T".
Gaya Geser Maksimum akibat Beban T VTT = 208.60 kN
Momen Maksimum akibat Beban D MTD = 336048.94 kNm
4. GAYA REM (TB)
Faktor Beban Ultimate : KTB = 2.0
Pengaruh pengereman dari lalu-lintas diperhitungkan sebagai gaya dalam arah memanjang
dan dianggap bekerja pada jarak 1.80 m di atas lantai jembatan. Besarnya gaya
rem arah memanjang jembatan tergantung panjang total jembatan (Lt) sebagai berikut :
Gaya Rem, HTB = 250 untuk Lt ≤ 80 m
Gaya Rem, HTB = 250 + 2.5*(Lt - 80) untul 80 < Lt < 180 m
Gaya Rem, HTB = 500 untuk Lt ≥ 180 m
Panjang Bentang Girder, L= 10.274 m
Jumlah Girder, ngirder = 5 bh
Gaya Rem, HTB = 250 kN
Jarak antara Girder, s= 1274.000 m
Gaya Rem untuk Lt ≤ 80 m : TTB =HTB / ngirder = 50 kN
Gaya Rem juga dapat diperhitungkan sebesar 5% Beban Lajur "D" tanpa Faktor Beban Dinamis.
Gaya Rem, TTB = 5 % Beban Lajur "D" tanpa Faktor Beban Dinamis,
QTD = q * s = 10192.00 kN/m
PTD = p * s = 56056.00 kN
TTB = 0.05 * ( QTD * L + PTD ) = 8038.43 kN
< 50.00 kN
Diambil Gaya Rem, TTB = 50.00 kN
Lengan terhadap Titik Berat Balok, y = 1.80 + ta + h/2 = 2.47 m
Beban Momen akibat Gaya Rem, M = TTB * y = 123.50 kNm
Gaya Geser dan Momen Maksimum pada Balok akibat Gaya Rem :
VTB = M / L = 12.02 kN
MTB = 1/2 * M = 61.75 kNm
5. BEBAN ANGIN (EW)
Faktor Beban Ultimate : KEW = 1.2
Gaya angin tambahan arah horisontal pada permukaan lantai jembatan akibat beban
angin yang meniup kendaraan di atas lantai jembatan dihitung dengan rumus :
TEW = 0.0012*Cw*(Vw)2 kN/m2 dengan, Cw = 1.2
Kecepatan Angin Rencana, Vw = 35 m/det
Beban Angin Tambahan yang Meniup Bidang Samping Kendaraan :
TEW = 0.0012*Cw*(Vw)2 = 1.764 kN/m2
Bidang Vertikal yang ditiup Angin merupakan Bidang Samping Kendaraan dengan Tinggi
2.00 m di atas Lantai Jembatan. h= 2.00 m
Jarak antara Roda Kendaraan x x= 1.75 m
Beban akibat Transfer Beban Angin ke Lantai Jembatan,
QEW = 1/2*h / x * TEW = 1.008 kN/m
Panjang Bentang Girder, L= 10.274 m
Gaya Geser dan Momen pada Girder akibat Beban Angin (EW) :
VEW = 1/2 * QEW * L = 5.178 kN
MEW = 1/8 * QEW * L = 2
13.300 kNm
6. PENGARUH TEMPERATUR (ET)
Gaya geser dan momen pada Girder akibat pengaruh temperatur, diperhitungkan terhadap
gaya yang timbul akibat pergerakan temperatur (temperatur movement) pada
tumpuan (elastomeric bearing) dengan perbedaan temperatur sebesar :
DT = 20 °C
Koefisien Muai Panjang untuk Beton, α= 1.0.E-05 °C
Panjang Bentang Girder, L= 10.274 m
Shear Stiffness of Elastomeric Bearing, k= 15000 kN/m
Temperatur Movement, d = α * DT * L= 0.0021 m
Gaya akibat Temperatur Movement, FET = k * d = 30.82 kN
Tinggi Girder, h = 1.20 m h= 1.20 m
Eksentrisitas, e = h / 2 = 0.60 e = h/2 = 0.60 m
Momen akibat pengaruh Temperatur, M = FET*e = 18.493 kNm
Gaya Geser dan Momen pada Girder akibat Pengaruh Temperatur (ET) :
VET = M/L = 1.800 kN
MET = M = 18.493 kNm
7. BEBAN GEMPA (EQ)
Gaya gempa vertikal pada girder dihitung dengan menggunakan percepatan vertikal ke
bawah minimal sebesar 0.10 * g ( g = percepatan gravitasi ) atau dapat diambil 50%
koefisien gempa horizontal statik ekivalen.
Koefisien Beban Gempa Horizontal :
Kh = C * S
Kh = Koefisien Beban Gempa Horizontal,
C = Koefisien Geser Dasar untuk Wilayah Gempa, Waktu Getar, dan Kondisi Tanah Setempat
S = Faktor Tipe Struktur yang berhubungan dengan Kapasitas Penyerapan Energi Gempa
(daktilitas) dari struktur.
Waktu Getar Struktur dihitung dengan Rumus :
T = 2 * p * Ö [ Wt / ( g * KP ) ]
Wt = Berat Total yang berupa Berat Sendiri dan Beban Mati Tambahan
KP = Kekakuan Struktur yang merupakan Gaya Horizontal yang diperlukan untuk menimbulkan
satu Satuan Lendutan.
g = Percepatan Gravitasi Bumi g= 10 m/det2
Berat Total yang berupa Berat Sendiri dan Beban Mati Tambahan :
Wt = QMS + QMA
Berat Sendiri, QMS = 10496.27 kN/m
Beban Mati Tambahan, QMA = 3427.06 kN/m
Panjang Bentang, L= 10.274 m
Berat Total, Wt = (QMS + QMA)*L = 143048.26694 kN
Ukuran Girder, b= 0.50 m h= 1.20 m
Momen Inersia Penampang Girder, I = 1/12 * b * h3 = 0.072 m4
Modulus Elastik Beton, Ec = 23453 Mpa
Ec = 23452953 kPa
Kekakuan Lentur Girder, Kp = 48 * Ec * I / L3 = 74740 kN/m
Waktu Getar, T = 2*p* Ö [ Wt / (g * KP)] = 2.7753 detik
Kondisi Tanah Dasar termasuk Sedang (Medium)
Lokasi Wilayah Gempa Wilayah = 3
Koefisien Geser Dasar, C= 0.18
Untuk Struktur Jembatan dengan Daerah Sendi Plastis Beton Bertulang, maka
Faktor Tipe Struktur dihitung dengan Rumus, S = 1.0 * F
dengan, F = 1.25 - 0.025 * n dan F harus diambil ≥ 1
F = Faktor pPerangkaan,
n = Jumlah Sendi Plastis yang Menahan Deformasi Struktur
Untuk nilai, n = 1 maka : n= 1
F = 1.25 - 0.025 * n = 1.225
Faktor Tipe Struktur, S = 1.0 * F = 1.225
Koefisien Beban Gempa Horizontal, Kh = C*S = 0.221
Koefisien Beban Gempa Vertikal, Kv = 50% * Kh = 0.110 > 0.10
Diambil Koefisien Gempa Vertikal, Kv = 0.110
Gaya Gempa Vertikal, TEQ = Kv * Wt = 15771.071 kN
Beban Gempa Vertikal, QEQ = TEQ / L = 1535.047 kN/m
Gaya Geser dan Momen pada Girder akibat Gempa Vertikal (EQ) :
VEQ = 1/2 * QEQ * L = 7885.536 kN
MEQ = 1/8 * QEQ * L2 = 20253.998 kNm
8. KOMBINASI BEBAN ULTIMATE
Faktor
No. Jenis Beban Komb-1 Komb-2 Komb-3
Beban
1 Berat Sendiri (MS) 1.30 √ √ √
2 Beban Mati Tambahan (MA) 2.00 √ √ √
3 Beban Lajur "D" (TD) 2.00 √ √ √
4 Gaya Rem (TB) 2.00 √ √
5 Beban Angin (EW) 1.20 √
6 Pengaruh Temperatur (ET) 1.20 √
7 Beban Gempa (EQ) 1.00 √
KOMBINASI MOMEN ULTIMATE Komb-1 Komb-2 Komb-3
Faktor M Mu Mu Mu
No. Jenis Beban
Beban (kNm) (kNm) (kNm) (kNm)
1 Berat Sendiri (MS) 1.30 138491.79 180039.33 180039.33 180039.33
2 Beban Mati Tambahan (MA) 2.00 45217.95 90435.89 90435.89 90435.89
3 Beban Lajur "D" (TD/TT) 2.00 336048.94 672097.87 672097.87 672097.87
4 Gaya Rem (TB) 2.00 61.75 123.50 123.50
5 Beban Angin (EW) 1.20 13.30 15.96
6 Pengaruh Temperatur (ET) 1.20 18.49 22.19
7 Beban Gempa (EQ) 1.00 20254.00 20254.00
942712.56 942718.79 962827.09
KOMBINASI GAYA GESER ULTIMATE Komb-1 Komb-2 Komb-3
Faktor V Vu Vu Vu
No. Jenis Beban
Beban (kN) (kN) (kN) (kN)
1 Berat Sendiri (MS) 1.30 53919.33 70095.12 70095.12 70095.12
2 Beban Mati Tambahan (MA) 2.00 17604.81 35209.61 35209.61 35209.61
3 Beban Lajur "D" (TD/TT) 2.00 208.60 417.20 417.20 417.20
4 Gaya Rem (TB) 2.00 12.02 24.04 24.04
5 Beban Angin (EW) 1.20 5.18 6.21
6 Pengaruh Temperatur (ET) 1.20 1.80 2.16
7 Beban Gempa (EQ) 1.00 7885.54 7885.54
105752.19 105748.14 113607.47
Momen Ultimate Rencana Girder, Mu = 942712.56 kNm
Gaya Geser Ultimate Rencana Girder, Vu = 105752.19 kN
9. PEMBESIAN GIRDER
9.1. TULANGAN LENTUR
Momen Rencana Ulltimate Girder, Mu = 942712.56 kNm
Mutu Beton : K - 500 fc' = 41.5 Mpa
Mutu Baja Tulangan : U - 40 fy = 400 Mpa
Tebal Slab Beton, ts = 300 mm
Lebar Badan Girder, b= 500 mm
Tinggi Girder, h= 1200 mm
Lebar Sayap T-Girder diambil Nilai yang terkecil dari : L/4 = 2054.8 mm
s= 1274000 mm
12 * ts = 3600 mm
Diambil Lebar Efektif Sayap T-Girder, beff = 2000 mm beff = 2054.8 mm
Jarak Pusat Tulangan terhadap Sisi Luar Beton, d' = 150 mm d' = 150 mm
Modulus Elastis Baja, Es = 200000 MPa Es = 2.0.E+05 MPa
Faktor Bentuk Distribusi Tegangan Beton, b1 = 0.85
rb = b1* 0.85 * fc’/ fy * 600/(600+fy) = 0.044975625
Rmax = 0.75*rb*fy*[1-1/2*0.75*rb*fy/(0.85*fc')] = 10.9122110156
Faktor Reduksi Kekuatan Lentur, f= 0.80
Tinggi Efektif T-Girder, d = h - d' = 1050 mm
Momen Nominal Rencana, Mn = Mu/f = 1178390.69422 kNm
Faktor Tahanan Momen, Rn = Mn * 106 / (beff * d2) = 520.16502667
Rn < Rmax OK
Rasio Tulangan yang diperlukan :
r = 0.85 * fc’ / fy * [ 1 - Ö (1 – 2 * Rn / ( 0.85 * fc’ ))] = 0.002820573
Rasio Tulangan Minimum, Rmin = 1.4 / fy = 0.0035
Luas Tulangan yang diperlukan, As = r * beff * d = 3838.24 mm2
Diameter Tulangan yang digunakan, D= 32 mm
As1 = p/4 * D2 = 804.25 mm2
Jumlah Tulangan yang diperlukan, n = As / As1 = 4.77
Digunakan Tulangan, 14 D 32
As = As1 * n = 11259.4680705 mm2
Tebal Selimut Beton, td = 30 mm
Diameter Sengkang yang digunakan, ds = 13 mm
Jumlah Tulangan tiap baris, nt = 6
Jarak bersih antara Tulangan,
X = ( b - nt * D - 2 * td - 2 * ds) / (nt - 1) = 44.4 mm
> 35 mm OK
Untuk menjamin agar Girder bersifat Daktail, maka Tulangan Tekan diambil 30% Tulangan
Tarik, sehingga : As' = 30% * As = 3377.84042114 mm2
Digunakan Tulangan, 5 D 32
9.2. KONTROL KAPASITAS MOMEN ULTIMATE
Tebal Slab Beton, ts = 300 mm
Lebar Efektif Sayap, beff = 2054.8 mm
Lebar Badan Girder, b= 500 mm
Tinggi Girder, h= 1200 mm
Jarak Pusat Tulangan terhadap Sisi Luar Beton, d' = 150 mm
Tinggi Efektif T-Girder, d = h - d' = 1050 mm
Luas Tulangan, As = 11259.47 mm2
Kuat Tekan Beton, fc' = 41.5 Mpa
Kuat Leleh Baja, fy = 400 MPa
Untuk Garis Netral berada di dalam Sayap T-Girder, maka : Cc > Ts
Gaya Internal Tekan Beton pada Sayap,
Cc = 0.85 * fc' * beff * ts = 21744921 N
Gaya Internal Tarik Baja Tulangan, Ts = As * fy = 4503787.22819 N
Cc > Ts Garis Netral di dalam Sayap
a = As * fy / ( 0.85 * fc' * beff ) = 62.14 mm
Jarak Garis Netral, c = a / b1 = 73.10 mm
Regangan pada Baja Tulangan Tarik, es = 0.003 * (d - c) / c = 0.0401
< 0.03 OK
Momen Nominal, Mn = As * fy * ( d - a / 2 ) * 10-6 = 4589.054 kNm
Kapasitas Momen Ultimate, * Mn = 3506.390 kNm f * Mn = 3671.24285959 kNm
> Mu 942712.56 kNm
CEK
9.3. TULANGAN GESER
Gaya Geser Ultimate Rrencana, Vu = 105752.19 kN
Mutu Beton : K - 500 Kuat Tekan Beton, fc' = 41.5 MPa
Mutu Baja Tulangan : U - 40 Kuat Leleh Baja, fy = 400 MPa
Faktor Reduksi Kekuatan Geser, f= 0.75
Lebar Badan Girder, b= 500 mm
Tinggi Efektif Girder, d= 1050 mm
Kuat Geser Nominal Beton, Vc = (Ö fc') / 6 * b * d * 10-3 = 563.679 kN
f * Vc = 422.759 kN
Perlu Tulangan Geser
f * Vs = Vu - f * Vc = 105329.434 kN
Gaya Geser yang dipikul Tulangan Geser, Vs = 140439.245 kN
Kontrol Dimensi Girder terhadap Kuat Geser Maksimum :
Vsmax = 2 / 3 * Ö fc' * [ b * d ] * 10-3 = 2254.717 kN
Vs < Vsmax
Dimensi Balok memenuhi persyaratan Kuat Geser, CEK
Digunakan Sengkang berpenampang : 2 D 13
Luas Tulangan Geser Sengkang, Av = p/4 * D2 * n = 265.465 mm2
Jarak Tulangan Geser (Sengkang) yang diperlukan :
S = Av * fy * d / Vs = 0.794 mm
Digunakan Sengkang, 2 D 13 = 200
Pada Badan Girder dipasang Tulangan Susut minimal dengan Rasio Tulangan,
rsh = 0.001
Luas Tulangan Susut, Ash = rh * b * d = 525 mm2
Diameter Tulangan yang digunakan, D 13 mm
Jumlah Tulangan Susut yang diperlukan, n = Ash / ( p /4 * D ) =
2
3.96
Digunakan Tulangan,
4 D 13
9.4. LENDUTAN BALOK
Mutu Beton : K - 500 Kuat Tekan Beton, fc' = 41.5 MPa
Mutu Baja Tulangan: U - 40 Kuat Leleh Baja, fy = 400 MPa
Modulus Elastis Beton, Ec = 4700 * Ö fc' = 30278 MPa
Modulus Elastis bBaja, Es = 2.0.E+05 MPa
Tinggi Balok, h= 1.20 m
Lebar Balok, b= 0.50 m
Jarak Tulangan terhadap Sisi Luar Beton, d' = 0.15 m
Tinggi Efektif Balok, d = h - d' = 1.05 m
Luas Tulangan Balok, As = 0.011259 m2
Inersia Brutto Penampang Balok, Ig = 1/12 * b * h3 = 0.072 m4
Modulus Keruntuhan Lentur Beton, fr = 0.7 * Ö fc' * 103 = 4509.43455435 kPa
Nilai perbandingan Modulus Elastis, n = Es / Ec = 6.6
n * As = 0.074 m2
Jarak Garis Netral terhadap sSisi atas Beton, c = n * As / b = 0.149 m
Inersia Penampang Retak yang ditransformasikan ke Beton dihitung sebagai berikut :
Icr = 1/3 * b * c3 + n * As * ( d - c )2 = 0.06096 m4
yt = h/2 = 0.60 m
Momen Retak : Mcr = fr * Ig / yt = 541.132 Nmm
Momen akibat Beban Mati dan Beban Hidup (MD+L)
Momen
No. Jenis Beban
(kNm)
1 Berat sendiri (MS) 138491.79
2 Beban mati tambahan (MA) 45217.95
3 Beban lalulintas (TD/TT) 336048.94
4 Gaya rem (TB) 61.75
MD+L = 519820.42
Inersia Efektif untuk perhitungan Lendutan :
Ie = ( Mcr / MD+L )3 * Ig + [ 1 - ( Mcr / MD+L )3 ] * Icr = 0.0610 m4
Panjang Bentang Balok, L= 10.27 m
9.4.1. LENDUTAN AKIBAT BERAT SENDIRI (MS)
Beban akibat Berat Sendiri, QMS = 10496.27 kN/m
Lendutan akibat Berat Sendiri (MS) :
dMS = 5/384*QMS*L4 / ( Ec*Ie) = 0.82503 m
9.4.2. LENDUTAN AKIBAT BEBAN MATI TAMBAHAN (MA)
Beban akibat Berat Sendiri, QMA = 3427.06 kN/m
Lendutan akibat Berat Sendiri (MS) :
dMA = 5/384*QMA*L4 / ( Ec*Ie) = 0.26937 m
9.4.3. LENDUTAN AKIBAT BEBAN LAJUR "D" (TD)
Beban Lajur "D" : Beban terpusat, PTD = 78478.40 kN
Beban Merata, QTD = 10192.00 kN/m
Lendutan akibat Beban Lajur "D" (TD) :
dTD = 1/48* PTD*L3 / (Ec*Ie) + 5/384*QTD*L4 / ( Ec*Ie) = 1.76176 m
9.4.4. LENDUTAN AKIBAT GAYA REM (TB)
Momen akibat Gaya Rem, MTB = 61.75 kNm
Lendutan akibat Gaya Rem (TB) :
dTB = 0.0642 * MTB * L2 / ( Ec*Ie) = 0.00023
9.4.5. LENDUTAN AKIBAT BEBAN ANGIN (EW)
Beban akibat Transfer Beban Angin pada Kendaraan, QEW = 1.008 kN/m
Lendutan akibat Beban Angin (EW) :
dEW = 5/384*QEW*L4 / ( Ec*Ie) = 0.0001 m
9.4.6. LENDUTAN AKIBAT PENGARUH TEMPERATUR (ET)
Momen akibat Temperatur Movement, MET = 18.49 kNm
Lendutan akibat pengaruh Temperatur (ET) :
dET = 0.0642 * MET * L2 / ( Ec*Ie) = 0.00007 m
9.4.7. LENDUTAN AKIBAT BEBAN GEMPA (EQ)
Beban Gempa Vertikal, QEQ = 1535.047 kN/m
Lendutan akibat Beban Gempa (EQ) :
dEQ = 5/384*QEQ*L4 / ( Ec*Ie) = 0.1207 m
Lendutan Maksimum dmaks = L/240 = 0.04280833 m
Komb-1 Komb-2 Komb-3
No. Jenis Beban
(kNm) (kNm) (kNm)
1 Berat Sendiri (MS) 0.8250 0.8250 0.8250
2 Beban Mati Tambahan (MA) 0.2694 0.2694 0.2694
3 Beban Lajur "D" (TD/TT) 1.7618 1.7618 1.7618
4 Gaya Rem (TB) 0.0002 0.0002
5 Beban Angin (EW) 0.0001
6 Pengaruh Temperatur (ET) 0.0001
7 Beban Gempa (EQ) 0.1207
2.8565 2.8564 2.9768
< L/240 < L/240 < L/240
OK OK OK
Pembesian T-Girder
10. BALOK DIAFRAGMA
10.1. BEBAN PADA BALOK DIAFRAGMA
Distribusi Beban Lantai pada Balok Diafragma adalah sebagai berikut :
Ukuran Balok Diafragma,
Lebar, bd = 0.30 m
Tinggi, hd = 0.50 m
Panjang Bentang Balok Diafragma,
s= 1.304 m
Tebal Lantai
ts = 0.30 m
Berat Sendiri (MS) :
Berat Beban
No. Jenis Lebar Tebal
(kN/m3) (kN/m)
1 Plat Lantai 1.30 0.30 25.00 9.78
2 Balok Diafragma 0.30 0.20 25.00 1.50
QMS = 11.28
Gaya Geser dan Momen akibat Berat Sendiri :
VMS = 1/2 * QMS * s = 7.355 kN
MMS = 1/12 * QMS * s2 = 1.598 kNm
Beban Mati tambahan (MA) :
Berat Beban
No. Jenis Lebar Tebal
(kN/m3) (kN/m)
1 [Link]+overlay 1.30 0.10 22.00 2.87
2 Air hujan 1.30 0.05 9.80 0.64
QMS = 3.51
Gaya Geser dan Momen akibat Beban Mati tambahan :
VMA = 1/2 * QMA * s = 2.287 kN
MMA = 1/12 * QMA * s =2
0.497 kNm
Beban Truk "T" (TT) :
Beban hidup pada lantai jembatan berupa beban roda ganda oleh Truk (beban T) yang
besarnya, T= 100 kN
Faktor Beban Dinamis untuk Pembebanan Truk diambil, DLA = 0.40
Beban truk "T" : PTT = (1 + DLA) * T = 140.00 kN
Gaya Geser dan Momen akibat Beban "T",
VTT = 1/2 * PTT = 70.00 kN
MTT = 1/8 * PTT * s = 22.82 kNm
Kombinasi Beban Ultimate :
Faktor V M Vu Mu
No. Jenis beban
Beban (kN) (kNm) (kN) (kNm)
1 Berat sendiri (MS) 1.30 7.35 1.60 9.561 2.078
2 [Link] tamb (MA) 2.00 2.29 0.50 4.574 0.994
3 Beban truk "T" (TT) 2.00 70.00 22.82 140.000 45.640
154.135 48.712
10.2. MOMEN DAN GAYA GESER RENCANA BALOK DIAFRAGMA
Momen Ultimate Rencana Balok Diafragma, Mu = 48.712 kNm
Gaya Geser Ultimate Rencana Balok Diafragma, Vu = 154.135 kN
11. PEMBESIAN BALOK DIAFRAGMA
11.1. TULANGAN LENTUR
Momen Rencana Ultimiate Balok Diafragma, Mu = 78.895 kNm Mu = 48.712 kNm
Mutu Beton : K - 500 Kuat Tekan Beton, fc' = 41.5 MPa
Mutu Baja Tulangan: U - 40 Kuat Leleh Baja, fy = 400 MPa
Modulus Elastis Beton, Ec = 4700 * Ö fc' = 30278 MPa
Modulus Elastis Baja, Es = 2.0.E+05 MPa
Lebar Balok, b = bd = 300 mm
Tinggi Balok, h = hd = 500 mm
Jarak Pusat Tulangan terhadap Sisi Luar Beton, d' = 50 mm
Faktor Bentuk Distribusi Tegangan Beton, b1 = 0.85
rb = b1* 0.85 * fc’/ fy * 600/(600+fy) = 0.044975625
Rmax = 0.75*rb*fy*[1-1/2*0.75*rb*fy/(0.85*fc')] = 10.9122110156
Faktor Reduksi Kekuatan Lentur, f= 0.80
Tinggi Efektif Balok, d = h - d' = 450 mm
Momen Nominal Rencana, Mn = Mu/f = 60.8900211125 kNm
Faktor Tahanan Momen, Rn = Mn * 106 / (beff * d2) = 1.00230487428
Rn < Rmax OK
Rasio Tulangan yang diperlukan :
r = 0.85 * fc’ / fy * [ 1 - Ö (1 – 2 * Rn / ( 0.85 * fc’ ))] = 0.00254241053
Rasio Tulangan Minimum, rmin = 1.4 / fy = 0.0035
Luas Tulangan yang diperlukan, As = r * b * d = 343.23 mm2
Diameter Tulangan yang digunakan, D 25 mm
As1 = p/4 * D2 = 490.87 mm2
Jumlah Tulangan yang diperlukan, n = As / As1 = 0.70
Digunakan Tulangan, 2 D 25
As = As1 * n = 981.748 mm2
11.2. TULANGAN GESER
Gaya Geser Ultimate Rencana, Vu = 154.14 kN
Mutu Beton : K - 500 Kuat Tekan Beton, fc' = 41.5 MPa
Mutu Baja Tulangan: U - 40 Kuat Leleh Baja, fy = 400 MPa
Faktor Reduksi Kekuatan Geser, f= 0.75
Lebar Badan Girder, b= 300 mm
Tinggi Efektif Girder, d= 450 mm
Kuat Geser Nominal Beton, Vc = (Ö fc') / 6 * b * d * 10-3 = 144.946 kN
f * Vc = 108.710 kN
Perlu Tulangan Geser
f * Vs = Vu - f * Vc = 45.425 kN
Gaya Geser yang dipikul Tulangan Geser, Vs = 60.567 kN
Kontrol Dimensi Girder terhadap Kuat Geser Maksimum :
Vsmax = 2 / 3 * Ö fc' * [ b * d ] * 10-3 = 579.784 kN
Vs < Vsmax
Dimensi Balok memenuhi persyaratan Kuat Geser, OK
Digunakan Sengkang berpenampang : 2 D 12
Luas Tulangan Geser Sengkang, Av = p/4 * D2 * n = 226.195 mm2
Jarak Tulangan Geser (Sengkang) yang diperlukan :
S = Av * fy * d / Vs = 672.228 mm
Digunakan Sengkang, 2 D 12 = 200
Pembesian Balok Diafragma
1. Sandaran Trotoar/ Relling Jembatan
Gambar 1. Bagian Penampang Trotoar dan Perapet
1.1. Sandaran trotoar
Beban H = P, akibat kendaraan menghamtam relling jembatan
P = 100 kg/m (sumber VOSB dan PKBI)
dipakai besi lingkaran 80 mm tebal 5 mm ( d1 = 80 mm, d2=75 mm)
diasumsi adalah jepit - bebas maka tinggi kritis tiang reling dipakai L = 1 m
panjang kritis lk tiang relingg= 2* L.= 2 * 1 = 2 m
jarak antara tiang sandaran reliing 2 m
statika gaya P horizontal bekerja pada tengah bentang
M reling= 1/8x 100 x 22 = 50 kgm
D maks = ½ x 100 x 2 = 100 kg
Tegangan momen
ƒ = Mu/Ws = 50x100 /( 1/32x(8-7,5) = 320000 kg/cm2 <ƒ
material dapat dipakai
Tegangan geser τ = D/ d = 100/(1/4 x3,14x (8-7,5)
τ = 0,60 x 2000 kg/cm2
Tiang 15/25 = A= 12 x 25 cm2
1.2. Tiang Sandaran reling dari beton Uk 15/25
Beban terjadi akibat berat sendiri dan beban horizontal (q) berat konstruksi tiang ukuran 16/16
q = b*h*L*bjc = 0,16 * 0,16 * 1* 2400 = 61.44 kg.
Beban horisontal tumbukan g= 100 kg/m
statika
Mu = (1/2. *1,2.*g bs*2.L) + (2*L*1,6*P ) +(1/2 *1,6*g*(2*L)
= (½.*1,2*15 *2*1)+ (2 *1,6*100) + ½*1,6*100*(2*1) =200 kgm
= 2000 Nm
Gaya geser,
V= (1,2*15 *1)+ (2. 1*1,6*100)+ ( 1,6*100 * 1*2) = 215kg
= 2150 N
Dipakai besi kolom o 10 mm. beugel 0 8 mm
Gambar 2. Dimensi Tiang Reling Trotoar
Mn = .b.d 2 .k
Mu = Mn
nilai ρ (ro) dari kebutuhan penulangan beton
= 0,00476
Control ρ (ro) minimum
jika ρ perlu 0,00476< ρmin ; maka ρ = ρ min = 0,007
Luas penulanganS besi lentur As = ρbd = 0,007 x 160 x 130 = 145,60 mm2
(As = 157 mm2),
Dipakai tulangan 2 (2 10)
dipasangkan tulangan pada sisi sisi sejumlah 4 buah D10 mm
ditambahkan beugel D8 mm
Kontrol kapasitas momen kolom
( c= 0,003), fs = fy
NT = ND
kemampuan baja lebih besar dari kuat leleh
= 3900,665 Nm
M n = 1,625 perbandingan momen melebihi dari 1 maka konstruksi aman
Mu
Perencanaan tulangan geser pada tiang sandaran :
dipasang jarak tulangan minimum sengkang
Jarak Sengkang = 1= 1 = 65 mm
d 130
2 2
digunakan spasi = 65 mm
luas tulangan minimum sengkang:
dipakai tulangan 2 8mm (Av= 100,531 mm2)
jarak sengkang:
S= A .f = 100,531 200= 84,298 mm2 >65 mm(jarak dipakai)< 600 mm
v y
1 1
f c '.b 20 160
3 3
Maka pada tiang sandaran trotoar di dipakai tulangan sengkang 8-60
mm untuk geser
dan utama tarik 2x 2 10 untuk lentur
1.3. Plat Trotoar pejalan kaki
Gambar 4. 35 Bagian Penampang Trotoar dan Perapet
a). perhitungan Momen lentur (Bending Moment)
dilakukan dengan menhitung volume berat dari masing masing bagian
dengan panjang pias diambil 1 m
( berat jenis) W (berat) Lengan Momen
No Volume material bahan pada bagian (m3)
(kg/m3) (kg) (m) (kgm)
1 Tiang sandar atas 0,16 x 0,16 x 0,50 = 0,008 2400 19.2 0.835 16.42
2 (0,16x0.16 x0,50 –(0,5x0,10x 0,16)/2 = 0,009 2400 9.24 0.83 7.96
bag tiang sandar bagian miring 1.0 x 0,05 x 0,55 = 0,003 2100 6 0.55 4.8
3 Bag miring trot 0,10 x (0,15 x 0,50)/2 = 0,004 2400 9 0.725 6.53
4 1,00 x 0,825 x 0,20 = 0,165 beton trotoar atas 2400 396 0.413 163.5
5 1,00 x (0,825 x 0,10)/2 = 0,041 btn trotobawah 2400 99 0.275 27.23
6 Air hujan = 1 x 0,65 x 0,05 =0.0325 1000 32.5 0.325 19.56
P 1,0 x 100,00 100 1.2 1200
T 1,299 x 7,00 (wheel load) 9093 0.275 2500.56
Total momen lentur, M 3036.54
10276,69 N = 30365,40 Nm
b). Gaya geser (Shear Force)
Berat tiang sandaran = 1+2+3+4+railling = 68,650 kg
Slab kantilever dan perkerasan = 5+6+7 = 593,350 kg
Beban roda = 9093,000 kg
Beban genangan air hujan = 68,500 kg
Total gaya lintang, V = 10276.69 kg
= 1027669N
c). Kebutuhan baja tulangan pada kantilever
Mu = 30370,000 Nm sudah faktor beban
Vu = 1027669N
hf = 300 mm ; maka d = 300 – 40 = 260 mm
kemampuan gaya kerja terhadap penampang,
dihitung perpias panjang kantilevel = 1000mm
k= Mu = 30370 103 = 0,5616 Mpa
bd 2 0.8 1000 2602
= 0.003
ρ perlu =0,003 < ρ min ; maka ρ = ρ min = 0,007
kebutuhan besi tulangan pada kantilever
As = ρbd = 0,007 x 1000 x 260 = 1820 mm2
Dipakai tulangan n = As/ A 16 = 1820/ 200,96 mm2 = 9,6 = 10 16 (As= 2009,6mm2),
dengan jarak antar tulangan
Sperlu = 200,962 = 110,474 cm2
1000
1820
Dipakai tulangan utama arah tarik 10 16-110 mm
karena tinggi pangkal 300 mm > 120 mm,
maka diperlukan tulangan extra tekan diambil 20% dari kebutuhan luas tulangan tarik
As= 20%x 1820 = 364 mm2
diperlukan 4 12 As = 452,16 mm2 > 364 mm2
Kontrol terhadap geser beton pada pangkal kantilever:
c= V = 10276 = 0,431 Mpa < 0,45 fc’
7 bh 7 1000 260
8 8