QUIZ
Nama : Syifa Salsabila
Nim : 1824090054
Matkul : Perilaku Organisasi
Hari / jam : senin/ 19.30 – 22.00
JAWABLAH PERTANYAAN BERIKUT DENGAN JELAS
1. Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku organisasi, salah satunya adalah globalisasi.
Jelaskan bagaimana globalisasi mempengaruhi perilaku organisasi dan berikan contohnya.
Jawaban : Secara perilaku dalam organisasi salah satunya adalah globalisasi maka akan
memaksakan suatu organisasi untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi secara
global.
- Contoh : Umpamanya, meratanya jumlah karyawan yang lebih tua karena panjangnya
harapan hidup, makin bertambahnya karyawati di tempat kerja, restrukturisasi perusahaan
dan penghematan yang sering merenggangkan ikatan kesetiaan karyawan kepaa pimpinan,
dan kompetisi global yang memerlikan karyawan yang fleksibel, inovatif, dan bisa mengatasi
perubahan yang terjadi secara cepat. Dengan kata lain, akan terjadi banyak tantangan dan
kesempatan dalam perilaku organisasi pada masa depan. Isu kritis untuk para manajer, yang
memerlukan perilaku organisasi dalam membantu penyelesaiannya, setidak-tidaknya ada
kesadaran atau intropeksi menuju penyelesaian.
2. Apa yang dimaksud dengan person-job fit?
Jawaban : person-job-fit milik dari John Holland, teori ini didasarkan dari kesesuaian karyawan
dengan pekerjaanya (Robbins dan Judge, 2008 : 171). Holland dalam penelitiannya menyatakan
bahwa ketika kepribadian dan pekerjaan sangat cocok maka akan memunculkan kepuasan dalam
diri karyawan meningkat. Seperti contohnya orang yang realistis berada dalam situasi yang
realistis lebih sesuai dari pada orang yang realistis berada dalam situasi yang konvensional
(Robbins dan Judge, 2008 : 171). Person-job fit diartikan sebagai cocoknya kemampuan dari
individu dengan tuntutan dari sebuah pekerjaan (Edwards, 1991). Person-job fit didefinisikan
sebagai kompatibilitas antara individu dan pekerjaan atau tugas yang mereka lakukan di tempat
kerja. Definisi ini mencakup kompatibilitas (kemampuan) berdasarkan kebutuhan karyawan dan
perlengkapan pekerjaan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan tersebut, serta tuntutan
pekerjaan dan kemampuan karyawan untuk memenuhi permintaan tersebut.
3. Menurut Mintzberg, peran manajer dalam suatu organisasi adalah peran interpersonal, peran
informasional dan peran decisional. Jelaskan apa maksud hal tersebut masing-masing!
Jawaban :
- Interpersonal Roles (Peran Antarpribadi)
Kategori Peran Antarpribadi ini adalah kategori peran seorang Manajer untuk memberikan
informasi dan Ide. Terdapat 3 peran Manajer yang digolongkan ke dalam Kategori Interpersonal
Roles (Peran Antarpribadi), ketiga peran tersebut adalah :
1. Sosok atau Figur (Figurehead)
Seorang Manajer memiliki tanggung jawab terhadap legal, sosial, seremonial dan juga bertindak
sebagai simbol perusahaan. Seorang Manajer diharapkan menjadi sumber inspirasi. Sebagai
contoh, seorang Manajer biasanya akan melakukan hal-hal seremonial seperti menghadiri acara
pemootongan pita peresmian, menandatangani dokumen legal (hukum), menyapa tamu
perusahaan dan menjadi tuan rumah resepsi.
2. Pemimpin (Leader)
Seorang Manajer bertugas sebagai pemimpin dalam Tim, departemen ataupun organisasinya.
Menyeleksi dan Melatih karyawanya serta mengelola kinerja dan memotivasi karyawannya.
3. Penghubung (Liaison)
Seorang Manajer harus membangun dan menjaga komunikasi dengan kontak Internal perusahaan
maupun kontak eksternal perusahaan. Contohnya berpartisipasi dalam pertemuan dengan
perwakilan dari divisi/departemen lain atau organisasi lainnya.
- Informational Roles (Peran Informasional)
Pada Peran Informasional ini, Seorang Manager berperan sebagai pengelola Informasi. 3 Peran
yang tergolong dalam Informational Roles adalah sebagai berikut :
1. Pemantau (Monitor)
Dalam Peran Pemantau ini, seorang manajer berperan sebagai pencari informasi yang berkaitan
dengan industri dan organisasinya. Seorang Manajer juga memantau tim yang dipimpinnya baik
dari segi produktivitas, kinerja maupun kenyamanan kerja anggota timnya.
2. Penyebar Informasi (Disseminator)
Setelah mendapatkan informasi, seorang manajer harus menyebarkan dan mengkomunikasikan
informasi tersebut ke orang lain yang ada di dalam organisasinya atau mengkomunikasikan
informasi tersebut ke anggota timnya ataupun karyawan yang berkaitan lainnya di dalam
perusahaan. Contoh peran penyebar informasi seorang manajer seperti menyampaikan memo,
email atau laporan kepada bawahannya mengenai informasi dan keputusan yang telah diambil.
3. Juru Bicara (Spokesperson)
Seorang Manajer juga berperan sebagai Juru Bicara yang meneruskan informasi tentang
organisasinya dan tujuan organisasinya ke pihak luar.
- Decisional Roles (Peran Pengambilan Keputusan)
Seorang Manajer juga berperan sebagai Wirausahawan, Pemecah masalah, pembagi sumber daya
dan perunding. Keempat peran tersebut termasuk ke dalam kategori Decisional Roles atau Peran
Pengambilan Keputusan. Berikut ini penjelasan singkatnya.
1. Wirausahawan (Entrepreneur)
Seorang Manajer harus mampu membuat suatu perubahaan dan mengendalikannya untuk
kemajuan organisasinya. Peran Manajer disini adalah memecahkan masalah dan menghasilkan
ide-ide baru serta menerapkannya dalam organisasi. Manajer harus merencanakan masa depan
organisasinya, membuat proyek-proyek perbaikan dan peningkatan kualitas dan produktivitas.
2. Pemecah masalah (Disturbance Handler)
Setiap organisasi pasti menemukan masalah dan hambatan dalam operasionalnya. Ketika suatu
permasalahan atau hambatan terjadi, manajer harus bertanggung jawab untuk
menyelesaikannya. Dan jika terjadi konflik diantara anggota timnya, manajer harus menjadi
penengah dan mencarikan alternatif strategis untuk menyelesaikan konflik tersebut.
3. Pembagi Sumber Daya (Resource Allocator)
Seorang Manajer juga berperan sebagai pembagi sumber daya yaitu menentukan dimana sumber
daya tersebut harus dialokasikan untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Sumber daya yang
dimaksud disini dapat berupa dana, tenaga kerja, material, mesin dan sumber daya lainnya.
4. Negosiator (Negotiator)
Seorang Manajer adalah juga seorang Negosiator, berpartisipasi atau mengambil bagian dalam
melakukan negosiasi dengan pihak luar untuk memperjuangkan kepentingan bisnis
perusahaannya.
4. Jelaskan tentang apa yang disebut dengan emotional labor! Berikan contohnya dalam
kehidupan sehari-hari!
Jawaban : Emotional labor adalah kemampuan mengontrol emosi sehingga dapat diekspresikan
sesuai dengan kebutuhan organisasional saat berinteraksi dengan rekan kerja dan pelanggan di
tempat kerja.
- contoh : Jika kita menjadi seorang penjaga toko /pramusaji, kita pastilah tahu pentingnya
memproyeksikan sikap ramah dan senyum, dan atasan kita juga pasti berharap kita bersikap
optimis. Bahkan pada saat kita sedang tidak ceria, atau sedang [Link] demikian kita
sebenarnya sudah menyatakan emotional [Link] selain melakukan pekerjaan fisik, karyawan
juga memerlukan tenaga kerja [Link] kerja emosional itu sendiri adalah ekspresi dan
emosi karyawan dalam suatu organisasi yang diinginkan selama transaksi antarpribadi di tempat
kerja. Konsep kerja emosional muncul dari penelitian terhadap pekerjaan pelayanan. berpikir
tentang hal itu . Airlines mengharapkan pramugari mereka untuk menjadi ceria , kita
mengharapkan direktur pemakaman untuk menjadi sedih , dan dokter secara emosional
netral .tenaga kerja emosional relevan dengan hampir setiap pekerjaan . Manajer
Anda misalnya , mengharapkan kita untuk menjadi sopan , tidak bermusuhan, dalam interaksi
dengan rekan kerja .Tantangan yang sebenarnya adalah ketika karyawan harus memproyeksikan
satu emosi sementara secara bersamaan merasakan
lain . kesenjangan ini adalah disonansi emosional. Jika hal itu tidak segera di atasi, akan
menyebabkan kelelahan emosional, frustasi pada karyawan. Oleh karena itu peningkatan kerja
emosional karyawan adalah komponen kunci prestasi kerja yang [Link]: pramugari dan
pelayan yang diminta ramah walaupun dia sedang mengalami hal buruk
5. Mengapa orang sering berbeda persepsi dengan orang lain tentang suatu hal?
Jawaban : karena semua orang memiliki persepsi sendiri-sendiri pada suatu hal. sebab tidak
semua memiliki satu kesamaan persepsi apa yang dipikirkan oleh managemen maupun
karyawan.
6. a. Jelaskan apa implikasinya bagi seorang manajer apabila ia memakai teori proses (process
theory) dalam upaya memotivasi bawahannya
Jawaban : Proses theory terdiri dari beberapa macam salah satunya adalah Reinforcement
Theory atau teori penguatan. Teori penguatan mengemukakan bahwa, perilaku merupakan fungsi
dari akibat yang berhubungan dengan perilaku tersebut. Dimana seseorang cenderung melakukan
sesuatu mengarah pada konsekuensi positif, dan menghindari konsekuensi yang tidak
menyenangkan. Misalnya seorang manajer dapat memberikan penguatan seperti pemberikan
bonus jika anggota telah memenangkan sebuah lomba dalam waktu yang tertentu
b. Sebutkan teori-teori motivasi yang termasuk dalam teori proses!
Jawaban :
teori Keadilan/Equity theory (S. Adams)
Inti teori ini terletak pada pandangan bahwa manusia terdorong untuk menghilangkan
kesenjangan antara usaha yang dibuat bagi kepentingan organisasi dengan imbalan yang
diterima. Artinya, apabila seorang pegawai mempunyai persepsi bahwa imbalan yang
diterimanya tidak memadai dua kemungkinan dapat terjadi, yaitu :
a). Seorang akan berusaha memperoleh imbalan yang lebih besar.
b). Mengurangi intensitas usaha yang dibuat dalam melaksanakan tugas yang menjadi
tanggung jawabnya.
Teori Harapan/Expectancy Theory (Victor Vroom)
Victor vroom (1964) mengembangkan sebuah teori motivasi berdasarkan kebutuhan
infernal, tiga asumsi pokok Vroom dari teorinya adalah sebagai berikut :
a). Setiap individu percaya bahwa bila ia berperilaku dengan cara tertentu, ia akan
memperoleh hal tertentu.
b). Setiap hasil mempunyai nilai, atau daya tarik bagi orang tertentu.
c). Setiap hasil berkaitan dengan suatu persepsi mengenai seberapa sulit mencapai hasil
tersebeut.
Motivasi dijelaskan dengan mengombinasikan ketiga prinsip ini. Orang akan termotivasi
bila ia percaya bahwa :
E). Suatu perilaku tertentu akan menghasilkan hasil tertentu.
F). Hasil tersebut punya nilai positif baginya
G). Hasil tersebut dapat dicapai dengan usaha yang dilakukan seseorang.
Dengan kata lain Motivasi, dalam teori harapan adalah keputusan untuk mencurahkan
usaha.
Teori penetapan tujuan/Goal Setting Theory (Edwin Locke)
Edwin Locke mengemukakan bahwa dalam penetapan tujuan memiliki macam
mekanisme motivasional yakni :
h). Tujuan-tujuan mengarahkan perhatian;
i). Tujuan-tujuan mengatur upaya;
j). Tujuan-tujuan meningkatkan persistensi; dan
k). Tujuan-tujuan menunjang strategi-strategi dan rencana-rencana kegiatan.
Teori ini juga mengungkapkan hal-hal sebagai berikut :
x). Kuat lemahnya tngkat laku manusia ditentukan oleh sifat tujuan yang hendak dicapai;
y). Kecenderungan manusia untuk berjuang lebih keras mencapai suatu tujuan, apabila
tujuan itu jelas, dipahami dan bermanfaat.
z). Makin kabur atau makin sulit dipahami suatu tujuan, akan makin besar keengganan
untuk bertingkah laku.
Reinforcement Theory (B.F. Skinner)
Teori ini didasarkan atas ”hukum pengaruh”. Tingkah laku dengan konsekuensi positif
cenderung untuk diulang, sementara tingkah laku dengan konsekuensi negatif cenderung
untuk tidak diulang. Rangsangan yang didapat akan mengakibatkan atau memotivasi
timbulnya respon dari seseorang yang selanjutnya akan menghasilkan suatu konsekuensi
yang akan berpengaruh pada tindakan selanjutnya. Konsekuensi yang terjadi secara
berkesinambungan akan menjadi suatu rangsangan yang perlu untuk direspon kembali
dan menghasilkan konsekuensi lagi. Demikian seterusnya sehingga motivasi mereka akan
tetap terjaga untuk menghasilkan hal-hal yang positif.
@@@ Selamat Bekerja @@@