Digital Marketing untuk UMKM Makassar
Digital Marketing untuk UMKM Makassar
1Universitas
Muhammadiyah Makassar, jasri@[Link]
1Universitas
Muhammadiyah Makassar, nadiaarfan@[Link]
1Universitas Muhammadiyah Makassar, hasanuddin@[Link]
1Universitas Muhammadiyah Makassar, hurriahalihasan@[Link]
ABSTRACT
The use of the internet every day has increased. This is something that must be realized by micro, small and medium
enterprises (MSMEs). One of the marketing media that is currently in great demand by SMEs to support sales
promotions is digital marketing. This progress is considered very useful as a business marketing strategy that is also
carried out by MSMEs. The use of E-business, E-commerce, social media, social chat and even advertising really
supports MSMEs in promotion, marketing and sales. The purpose of this study is to identify the business income
obtained by MSMEs in Makassar City after using digital marketing. This research method uses a quantitative
approach, where data collection is done by distributing questionnaires through google form. The data was processed
using the SPSS 22 application. The results of this study found that digital marketing significantly affects the income
of MSME actors in Makassar City. This finding illustrates to micro, small and medium enterprises (MSMEs) that
the use of digital media is very effective in running a business.
PENDAHULUAN
Era modern sekarang ini, diamana teknologi digital berkembang dengan sangat pesat,
sehingga memungkinkan manusia bisa me-nyelesaikan berbagai aktivitasnya dari rumah
ataupun kantor. Hal ini sangat mudah di era digitalisasi yang sedang berkembang pesat.
Dengan adanya teknologi digital dan kemudahan dalam mengakses internet, manusia dapat
melakukan banyak hal seperti bersosialisasi, bertegur sapa dengan teman dari jarak yang jauh,
membaca buku, memperoleh berbagai informasi yang dibutuhkan, bahkan berbelanja secara
online. Perkembangan teknologi telah merubah cara interaksi dalam komunikasi pemasaran
dari face to face menjadi screen to face. Hal ini yang menyebabkan peningkatan pengguna
internet serta pengguna media sosial di Indonesia yang berdampak pada peningkatan minat
berbelanja secara online (Hidayah, 2018).
Internet pada era digital saat ini dapat dikatakan begitu praktis, mudah dan efisien
ditengah padatnya rutinitas sehari-hari. Dalam se-buah pemasaran produk baik melalui screen
to face maupun pemasaran secara face to face diperlukan adanya strategi komunikasi
pemasaran. Adanya strategi komunikasi pemasaran (marketing communication) yang tepat
dapat menghindarkan perusahan dari kerugian promosi yang tidak efektif dan efisien.
212
Jasri et al, (2022) 213
Menyusun strategi pemasaran harus melihat dengan cermat media yang tepat
dimanfaatkan untuk promosi. Karena promosa dapat men-jadi penentu keberhasilan suatu
penjualan produk (Jasri et al., 2020). Secara garis besar media yang dapat dimanfaatkan dalam
digital mar-keting di era modern ini diantaranya website, social media, e-commerce, dan
sebagainya. Berdasarkan hasil survey ditemukan bah-wa dari total 277,7 juta jiwa di Indonesia
tahun 2022, sebanyak 204,7 juta jiwa yang menggunakan Internet, dan 191,4 juta jiwa
diantaranya sebagai pengguna media social aktif ([Link], 2022).
Sebanyak 67,5% dari total pengguna internet memanfaatkan me-sin-mesin digital dalam
mencari brand yang diinginkan, bahkan 47,1% diantaranya menyempatkan untuk
menggunjungi website dari brand yang diminati (GlobalWebIndex, 2022). Hasil ini
menunjukkan bahwa akktivitas digital marketing di era sekarang ini sangat berperan sangat
besar dalam closing sebuah brand.
Global Web Index (QWI) Quartal 3 Tahun 2021 merincikan bah-wabahwa efektivitas media
social sebagai kanal riset brand sebesar 61,1%, mesin pencaria 56,5%, review konsumen 48,6%,
dan website brand sebesar 34,4% (GlobalWebIndex, 2022). Dalam upaya penemuan brand yang
diinginkan konsumen, e-commerce Indoensia tahun 2021 masih mendiminasi sebagai mesin
pencari ([Link], 2022). Data ini cenderung menunjukkan trand peningkatan dari
tahun-tahun sebelumnya.
Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) harus melek teknologi dan harus
mampu memanfaatkan peluang ini dalam upaya peningkatan closing sellingnya. Hal ini
karena UMKM memiliki peran penting dalam laju ekonomi Indonesia terutama dalam
penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan rumah tangga yang mendukung pendapatan
rumah tangga. Yang secara tidak langsung membantu pemerintah dalam pertumbuhan
ekonomi nasional sekaligus mere-tas kemiskinan (Mustamin, 2018). Keberadaan UMKM
diharapkan mampu memacu perekonomian di tengah perlambatan ekonomi yang terjadi saat
ini. Pemanfaatan konsep pemasaran berbasis teknologi digital (digital marketing) memberikan
harapan bagi UMKM untuk berkembang menjadi pusat kekuatan ekonomi (Purwana et al.,
2018). Pesatnya persaingan juga menjadikan digitalisasi semakin per-lu dilirik oleh pelaku
UMKM, karena selani alas an era digitalisasi juga promosi dengan media digital lebih efektif
dan juga efisien. Karena bisa menghemat berbagai aspek dalam kegiatan bisnis ter-masuk biaya
iklan dan waktu.
Selain alasan di atas, Era digital memang tidak mungkin untuk dihindari. Pakar pemasaran
Yuswohadi mengungkapkan bahwa jika ingin bertahan, maka pelaku UMKM harus mampu
me-maksimalkan manfaat perkembangan digital (Maulana, 2017). Selain itu, dukungan
pemerintahpun sangat besar dalam hal ini. Melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro
Kecil dan Menengah (Kemenkop UMKM) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika
(Kemkominfo) ingin menumbuhkan jumlah pelaku UMKM yang menggunakan
platformonline dengan membuat program bertajuk 8 juta UMKM Go Online ([Link],
Jasri et al, (2022) 214
2018). Lewat kerja sama ini, pemerintah berharap dapat mempercepat transformasi UMKM di
In-donesia menuju digital. Dengan kebijakan pemerintah, UMKM mem-iliki potensi tumbuh
dan berkembang, memiliki pasar yang jauh lebih besar mencapai Internasional.
Peluang di atas belum sepenuhnya dimanfaatkan dengan baik oleh pelaku UMKM di kota
Makassar. Hal ini dapat dilihat dari minimnya pelaku UMKM yang benar-benar memanfaatkan
digital marketing dengan baik dalam pemasarannya. Dari total 16.492 UMKM yang terdata di
Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Mikro dan Menengah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2019,
hanya 268 UMKM yang terlapor memanfaatkan digital marketing dalam menjalankan usaha
yang dijalankan (Direktori UMKM Sulsel, 2019).
Berdasarkan permasalahan di atas, maka penelitian ini akan mengkaji tentang pengaruh
digital marketing terhadap pendapatan pelaku usaha mikro kecil dan menengah, sehingga
melalui penelitian ini dapat menjadi literasi kepada seluruh pelaku UMKM bahwa media
digital sangat penting dalam upaya peningkatan pendapatan dari usaha yang dijalankan..
TINJAUAN PUSTAKA
Digital Marketing
Khan & Siddiqui dalam jurnalnya yang dikutip dari Purwana ES dkk, bahwa konsep digital
marketing berasal dari internet dan mesin pencari (search engines) pada situs (Khan & Siddiqui,
2013). Ketika puncak penggunaan internet di tahun 2001, pasar didominasi oleh Google dan
Yahoo sebagai search engineoptimization (SEO). Dan penggunaan pencarian melalui internet
berkembang pada tahun 2006 dan pada tahun 2007 penggunaan perangkat mobile meningkat
drastis yang juga meningkatkan penggunaan internet di masyarakat dari berbagai penjuru
dunia mulai berhubungan satu sama lain melalui media sosial.
Menurut Ridwan Sanjaya dan Josua Tarigan, digital marketing adalah kegiatan pemasaran
termasuk branding (pengenalan merek) yang menggunakan berbagai media berbasis web
seperti blog, website, e-mail, adwords, jejaring sosial dan tentu saja digital marketing bukan
hanya berbicara tentang internet marketing tapi lebih dari itu (Tarigan & Sanjaya, 2013). Digital
marketing merupakan salah satu media yang saat ini banyak diminati oleh masyarakat sebagai
pendukung dalam kegiatan sehari-hari (Saputra et al., 2020). Digital marketing menurut
American Marketing Association (AMA) adalah aktivitas, institusi, dan proses yang difasilitasi
oleh teknologi digital dalam menciptakan, mengkomunikasikan, dan menyampaikan nilai-nilai
kepada konsumen serta pihak yang berkepentingan lainnya (Kannan & Li, 2017)
Digital marketing menggambarkan manajemen dan pelaksannan pemasaran
menggunakan media elekktronik. Dave mengatakan bahwa digital bisnis adalah how companies
apply digital technology and media to improve the competitiveness of their organization through
optimizing internal processes with online (Chaffey et al., 2015). jadi yang dimaksud digital
marketing adalah penerapan teknologi digital yang membentuk saluran online (channel online)
ke pasar (website, e-mail, database, digital TV dan melalui berbagai inovasi terbaru lainnya
termasuk di dalamnya blog, feed, podcast, dan jejaring sosial) yang memberikan kontribusi
terhadap kegiatan pemasaran yang bertujan untuk mendapat keuntungan serta membangun
dan mengembangkan hubungan dengan pelanggan selain itu mengembangkan pendekatan
Jasri et al, (2022) 215
c. Online partnerships
Membuat dan mengelola pengaturan jangka panjang untuk mempromosikan layanan
online perusahaan di situs web pihak ketiga atau melalui komunikasi email. Bentuk atau
Jasri et al, (2022) 216
kemitraan yang berbeda termasuk membangun tautan, pemasaran afiliasi, agregat seperti situs
perbandingan harga, sponsor online, dan co-branding.
d. Interactive advertising
Penggunaan iklan online seperti spanduk (banner) dan iklan multimedia untuk mencapai
kesadaran merek (brand awareness) dan mendorong clickthrough (melalui klik dari audiens)
ke situs target.
METODE PENELITIAN
Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field Research) dengan pendekatan
kuantitatif. Penelitian ini dilakuakn dengan mempelajari secara intensif tentang latar belakang
keadaan sekarang dan interaksi lingkungan suatu unit sosial baik individu, kelompok,
lembaga, atau masyarakat. Penelitian ini menggali data yang bersumber dari para pelau Usaha
Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Makassar.
Populas dalam penelitian adalah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di
Makassar. Menurut data Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM)
provinsi Sulawesi Selatan jumlah UMKM yang memiliki kriteria adalah 16.492 dan UMKM
yang menggunakan Digital Marketing sebagai pemasaran berjumlah 268 pelaku UMKM (Dinas
Koperasi dan Usaha Kecil Mikro dan Menengah Provinsi Sulawesi Selatan, “laporan bulanan
perkembangan UMKM, 2019). Populasi dalam penelitian ini bersifat homogen, sehingga
penarikan sampel dapat diambil dari populasi mana saja. Dalam penelitian ini menggunakan
teknik purposive sampling, maka yang menjadi responden dari penelitian ini adalah sebanyak
116 pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM).
Jasri et al, (2022) 218
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini telah diuji dengan uji validitas, uji
reliabilitas, dan Uji Asumsi Klasik (uji normalitas, uji autokorelasi, dan uji heteroskedastisitas)
dengan menggunakan alat bantu SPSS versi 22. Hasil analisis data tersebut kemudian
dilakukan pengujian hipotesi dengan analisis regresi linear sederhana dan uji T untuk
mengetahui tingkat keeratan hubungan antar variable dependen dengan variable independent.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Analisis data
Analisis data dimulai dengan melakukan pengujian terhadap instrument yang
digunakan untuk melihat kelayakan intrumen yang akan disebar. Pengujian intrumen dalam
penelitian ini dilakukan dengan uji validasi dan uji reabilitas. Hasil dari pengujian ini dapat
dilihat pada tabel hasil pengujian berikut:
Tabel 1 menunjukkan bahwa semua butir pertanyaan variable Digital Marketing dan
pendapatan dinyatakan valid. Hal ini dibuktikan dengan diperolehnya nilai koefisien korelasi
(rhitung) > 0.179. Nilai 0.179 diperoleh dari nilai rtabel dengan N=118.
Tabel 2
Hasil Uji Realibilitas
No. Variabel Cronbach's Alpha Keterangan
1 Digital Marketing 0.934 Reliabel
2 Pendapatan 0.958 Reliabel
Sumber: Hasil olah data 2019
Jasri et al, (2022) 219
Berdasarkan data tabel 2 dapat disimpulkan bahwa semua nilai cronbach’s alpha
variable digital marketing dan pendapatan lebih besar dari 0.6 sehingga dapat dinyatakan
reliable. Dengan demikian hasil uji reabilitas dinyatakan reliable karena X1 0.934>0.6.
Berdasarkan pada gambar hasil pengujian menunjukkan data menyebar disekitar garis
diagonal dan mengikuti arah diagonal atau grafik histogram menunjukkan pola distribusi
normal maka model regresi layak dipakai karena memenuhi asumsi normalitas.
Jasri et al, (2022) 220
Pada gambar 2 di atas dapat dilihat bahwa titik-titik pada grafik scattplot tidak
mempunyai pola penyebaran yang jelas dan titik-titik tersebut menyebar di atas dan di bawah
Jasri et al, (2022) 221
angka 0 pada sumbu Y. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat gangguan
heteroskedastisitas pada model regresi.
Uji Hipotesis
Persamaan regresi digunakan untuk meneliti hubungan antara sebuah variabel dependen
dengan beberapa variabel independen.
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) .275 .166 1.659 .100
DIGITAL .933 .053 .855 17.746 .000
Sumber: Hasil olah data 2019
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients t Sig.
Model B Std. Error Beta
1 (Constant) .275 .166 1.659 .100
DIGITAL .933 .053 .855 17.746 .000
Sumber: Hasil olah data 2019
Pengaruh digital marketing terhadap pendapatan pelaku usaha mikro, kecil dan
menengah. Pada kolom Coefficients model 1 terdapat nilai sig 0.000. Nilai sig. lebih kecil dari
probabilitas 0.05 atau 0.000<0.05, maka pengaruh variabel digital marketing adalah signifikan
terhadap pendapatan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah. Variabel digital marketing
mempunyai Thitung sebesar 17.746 dengan Ttabel sebesar 1.9806. Jadi Thitung> Ttabel atau
17.746>1.9806 maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak, Ha diterima yang berarti variabel
digital marketing memiliki pengaruh terhadap pendapatan pelaku usaha mikro, kecil dan
menengah. Hal ini berarti digital marketing berpengaruh signifikan terhadap pendapatan
pelaku usaha mikro, kecil dan menengah.
Jasri et al, (2022) 222
Model Summary
R Adjusted Std. Error of Change Statistics
Model R Square R Square the Estimate R Square F Change df1
Change
1 .855a .731 .728 .33601 .731 314.908 1
Predictors: (Constant), DIGITAL
Dependent Variable: PENDAPATAN
Dari tabel juga dapat dilihat bahwa R square = 0.731. Hal ini menunjukkan bahwa
pengaruh X sangat kuat, ini berarti bahwa variabel X (digital marketing) berpengaruh sangat
kuat terhadap Y Pendapatan pelaku UMKM sebesar 73,1%. Sedangkan sisanya sebesar 26.9%
dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Sehingga penggunaan media digital dengan baik oleh pelaku UMKM akan meningkatakan
kemampuan kompetisinya ditengah persaingan bisnis saat ini. Hasil penelitian ini dapat
menjadi bukti bahwa digital marketing sangat berperan penting terhadap peningkatan
pendapatan pelaku UMKM di kota Makassar.
SIMPULAN
Digital marketing berpengaru signifikan terhadap peningkatan pendapatan UMKM.
Pelaku UMKM sangat terbantu dalam segala aspek dari aktivitas bisnis yang dijalankannya
dengan memanfaatkan digital marketing. Digital marketing yang paling banyak digunakan oleh
pelaku UMKM yaitu e-commerce, facebook, dan Instagram sebagai katalog produk, sementara
whatsapp business sebagai media utama untuk komunikasi/chat dengan pelanggan.
Hasil penelitian ini mengaskan pentingnya digital marketing bagi UMKM. Selain
peningkatan pendapatan juga biaya dikeluarkan untuk aktivitas usaha/bisnis dengan digital
marketing juga cenderung lebih murah. Berdasarkan temuan dari penelitian ini, hanya sebesar
1,63% dari total UMKM yang menggunakan Digital Marketing dalam pemasarannya. Sehingga
disarankan memanfaatkan dengan baik media digital dalam usaha/bisnis yang dijalankan.
Pemerintah dan akademisi juga harus berperan aktif dalam sosialisasi digital marketing melalui
kegiatan-kegiatan pelatihan, workshop, atau kegiatan edukasi lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
Afida, A., & Zamzami, M. T. (2020). Perspektif Hukum Islam Terhadap Praktik Jual Beli
Menggunakan Potongan Harga (Diskon) Dengan Berjangka Waktu di Pusat Perbelanjaan
Ramayana Kota Salatiga. J-HES: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 04(2), 96–111.
Chaffey, D., Edmundson-Bird, D., & Hemphill, T. (2015). Digital business and E-commerce
management : strategy, implementation and practice (6th ed.).
[Link]
[Link]. (2022). Data E-commerce Indonesia 2022 (2 Tahun Pandemi). Graha Nurdian.
[Link]
Irfani, H., Yeni, F., & Wahyuni, R. (2020). Pemanfaatan Digital Marketing Sebagai Strategi
Pemasaran pada UKM dalam Menghadapi Era Industri 4.0. JCES (Journal of Character
Education Society), 3(3), 651–659.
Jasri, J., Said, S., & K, A. (2020). Analisi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Etnis
Tionghoa Menggunakan Jasa Bank Syariah. IQTISHADIA Jurnal Ekonomi & Perbankan
Syariah, 7(1), 1–16. [Link]
Kannan, P. K., & Li, H. “Alice.” (2017). Digital marketing: A framework, review and research
agenda. International Journal of Research in Marketing, 34(1), 22–45.
[Link]
Jasri et al, (2022) 224
Khan, F., & Siddiqui, K. (2013). The importance of digital marketing. an exploratory study to
find the perception and effectiveness of digital marketing amongst the marketing
professionals in pakistan. Journal of Information Systems & Operations Management, 7(2), 221–
228. [Link]
Maulana, Y. (2017). Yuswohady: UKM Harus Manfaatkan Perkembangan Digital. SWA Online.
[Link]
digital
Purwana, D., Rahmi, & Aditya, S. (2018). Pemanfaatan Digital Marketing Bagi Usaha Mikro ,
Kecil , Dan Menengah ( Umkm ). Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani (JPMM), 1(1), 1–
17.
Rozinah, S., & Meiriki, A. (2020). Pemanfaatan Digital Marketing Pada Usaha Mikto Kecil dan
Menengah (UMKM) di Kota Tangerang Selatan. Jurnal Doktor Manajemen (JDM), 3(2), 134.
[Link]
Saputra, D. H., Sutiksno, D. U., Kusuma, A. H. P., Romindo, Wahyuni, D., Purnomo, A., &
Simarmata, J. (2020). Digitak Marketing Komunikasi Menjadi Lebih Mudah (A. Rikki (ed.); I).
Yayasan Kita Menulis.
Sari, N. N., Misbahuddin, Yuniar, A., & Ibtisam. (2021). Analisis Hukum Islam terhadap
Cashback di Tokopedia. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 05(02), 136.
Stockdale, R., Ahmed, A., & Scheepers, H. (2012). Identifying Business Value From The Use Of
Social Media: An Sme Perspective. Pacific Asia Conference on Information Systems, 15.
[Link]
Sukma, A., Hermina, N., & Novan, D. (2020). Pengaruh Produk, Distribusi dan Digital
Marketing terhadap Minat Beli Produk UMKM Binaan Kadin Jabar pada Situasi Covid-19.
Manners, 2, 91–102.
Tarigan, J., & Sanjaya, R. (2013). Creative digital marketing. Elex Media Komputindo.