LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM
PEMERIKSAAN RADIOGRAFI FARING, LARING DAN TRAKEA
Dosen Pengampu : Bagus Dwi Handoko, [Link], [Link]
Oleh :
Kelompok 1 (satu)
Kelas 1C
Aditya Pratama Putra P1337430222003
Lutfiana Hanifah P1337430222060
Ayuning Sinchitta P1337430222074
Tiara Putri Hutabarat P1337430222111
Bramastyo Wisanggumoro P1337430222005
Viandrau Margate P1337430222059
Rachma Rifatul Muffida P1337430222001
Syahrul Ramadhanu P1337430222017
Heny Maghfiana Rohmawati P1337430222107
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI RADIOLOGI PENCITRAAN
PROGRAM SARJANA TERAPAN
JURUSAN TEKNIK RADIODIAGNOSTIK DAN RADIOTERAPI
POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
2023
BAB I
PENDAHULUAN
A. TUJUAN PRAKTIKUM
a. Mahasiswa dapat mengetahui dan menjelaskan jenis teknik pemeriksaan
radiografi Laring, Faring dan Trakea.
b. Mahasiswa dapat mengetahui persiapan alat yang digunakan dalam pemeriksaan
radiografi Laring, Faring dan Trakea.
c. Mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan teknik radiografi Laring, Faring dan
Trakea
d. Mahasiswa dapat membuat dan menjelaskan kriteria dan evaluasi radiografi dari
hasil pemeriksaan Laring. Faring dan Trakea.
B. DASAR TEORI
Indikasi Pemeriksaan
1. Kanker : biasanya pada radiograf tampak seperti lesi
2. Tumor : Pembengkakan pada suatu jaringan sehingga jaringan tersebut
mengalami gangguan tumor ada 2 yaitu : tumor ganas yang tumbuh
ke dalam, dan tumor jinak yang tumbuh keluar sehingga tidak
mengganggu.
3. Pembesaran kelenjar tiroid : misal pada penyakit gondok.
4. Mestatase : kanker yang disebabkan oleh benih kanker ditempat lain.
Pra Pemeriksaan
1. Pemanggilan Pasien
A. Memanggil pasien sesuai dengan nama yang ada pada lembar
pemeriksaan foto
B. Mencocokkan identitas pasien (nama,umur,alamat) apabila
benar pasien dipersilahkan masuk ke dalam ruang pemeriksaan
2. Perkenalan diri
A. Mahasiswa memperkenalkan diri denga memberi salam,
menyebutkan nama dan unit tugasnya kepada pasien
B. Contoh : “Selamat pagi, nama saya helti, saya mahasiswa
radiologi yang akan melakukan pemeriksaan radiologi kepada
bapak/ibu”
3. Anamnase Singkat (Keluhan Pasien dan Kondisi Pasien)
A. Mahasiswa melihat keadaan umum pasien (dating sendiri,
dibantu orang lain, dapat berdiri, atau menggunakan alat
tertentu)
B. Mahasiswa menanyakan perihal keluhan yang dirasakan oleh
pasien dan posisi yang sakit tanpa menyebutkan apa yang
tertulis pada lembar permintaan foto. Contoh : “Pak/ibu
tenggorakan bagian mana yang terasa sakit? Kanan atau kiri?”
C. Mahasiswa melakukan recall gambaran anatomi region bagian
tubuh pasien yang akan di periksa secara radiografi.
4. Analisa Kebutuhan Pemeriksaan Radiografi
Setelah selesai anamnase, mahasiswa harus dengan segera dapat
menentukan kesesuaian tindakakn radiografi dengan kondisi klinis pasien,
yang meliputi : teknik pemeriksaan radiografi, proyeksi yang digunakan
persiapan pasien dan alat.
5. Penjelasan Ringkas Prosedur
Setelah penentuan tindakan radiografi, pasien diberi penjelasan singkat
apa yang akan dilakukan
6. Persiapan Pasien
Melepas semua benda yang menggangu gamabaran radiograf
seperti kalung, anting, kancing dan lainnya.
Pasien diminta mengganti pakaian dengan baju pasien.
Gunakan apron bila perlu.
A. Anatomi Faring dan Laring
Faring
Faring (tekak) adalah pipa berotot yang berjalan dari dasar tengkorak hingga esofagus,
pada ketinggian tulang rawan kirkoid. Dibagi menjadi 3 : Nasopharyng (belakang
hidung), Orapharyng (belakang mulut), dan Laryngopharynx (belakang larynx).
Laring
Laring (tenggorokan) merupakan tulang rawan dengan panjang 4-5 cm. Terdiri dari
kartilago Tiroid (terbesar), epiglotis, kartilago kriloid, kartilago aritenoid (2). Sebagian
besar di lapisi oleh epitelium pernapasan, yang mengandung sel-sel kolumna bersilia.
Trakea
Adalah batang tenggorokan dengan panjang sekitar 9 cm, berjalan dari laring sampai
ketinggian kira-kira vertebra torakalis 5. Tersusun atas 16-20 kartilago berbentuk C di
hubungkan satu sama lainnya oleh jaringan fibrosa. Trakea cervikalis berjalan melalui
leher, disilang oleh kelenjar tiroid. Trakea Torasika berjalan melintasi mediastinum,
belakang sternum.
BAB II
PELAKSANAAN PRAKTEK
A. Proyeksi pada Faring dan Laring
a. Proyeksi AP ( Antero Posterior )
A. Persiapan Alat dan Bahan
1. Pesawat Sinar X
2. Kaset dan Film 18 x 24 cm
3. Radiography Phantom Cranium hingga Thorax
4. Apron
5. Marker
6. Plester
7. Meteran
8. Sandbag/Softbag
B. Prosedur Pemeriksaan Praktikum
1) Posisi Pasien (PP)
Pasien Supine Duduk, dan Erect
2) Posisi Objek (PO)
1) Tempatkan MSP tubuh pada pertengahan garis grid
2) Atur tepi atas kaset setinggi auricle (daun telinga)
3) Apabila pasien berdiri berat tubuh di bebankan pada kedua kaki
4) Atur kedua bahu simetris
5) Letakkan pertengahan kaset setinggi C4 atau jakun (kartilago tiroid)
6) Kepala hiperekstensi dan pandangan lurus kedepan
3) Pengaturan sinar dan eksposi :
1. Arah sinar / central ray (CR) : Tegak lurus kaset
2. Titik bidik / central point (CP) : Pada C4
3. Focus film distance (FFD) : 100 cm
4. Faktor eksposi : kV = 52 , mAs = 12,6 , mA = 200 , mSec= 63
FFD = 100 cm
4) Persiapan Pasien
1. Melepaskan semua benda yang mengganggu gambaran radiograf
seperti kalung, anting, kancing dan lainnya.
2. Pasien diminta mengganti pakaian dengan baju pasien
3. Gunakan apron bila perlu
4. Pada saat expose pasien melaksanakan ponasi “E”
5) Persiapan Alat
1. Menyiapkan kaset berukuran 18x24 cm diletakkan diatas meja
pemeriksaan
2. Memastikan kembali kaset sudah terpasang dengan baik
3. Mempersiapkan dan memasang marker sesuai objek
4. Atur FFD 100 cm, dan kolimasi tepat pada CP obyek
5. Grid
6) Lakukan pengolahan film menggunakan CR
b. Proyeksi Lateral
A. Persiapan Alat dan Bahan
1. Pesawat Sinar X
2. Kaset dan Film 18x24 cm
3. Radiography Phantom Cranium hingga Thorax
4. Apron
5. Marker
6. Plester
7. Meteran
8. Sandbag/Softbag
B. Prosedur Pemeriksaan
1) Posisi Pasien (PP)
a. Erect/duduk menyamping pada salah satu sisi
b. Atur bagian anterior temporomandibular joint tepat ditengah grid
2) Posisi Objek (PO)
1. Atur kedua bahu simetris
2. MSP leher di pertengahan kaset
3. Atur daerah Laring dan Faring di pertengahan kaset
4. Tepi atas kaset setinggi dengan auricle (daun telinga)
5. Tekan bahu dna letakkan tangan pada posterior tubuh
6. Pandangan lurus kedepan
3) Pengaturan Sinar dan Eksposi :
1. Arah sinar / central ray (CR) : Horizintal tegak lurus terhadap kaset
2. Titik bidik / central point (CP) : 18x24 cm
3. Focus film distance (FFD) : 100 cm
4. Faktor eksposi : kV = 53 , mAs = 10, mA = 200 , mSec= 50
FFD = 100 cm
4) Persiapan Pasien
1. Melepaskan semua benda yang mengganggu gambaran radiograf
seperti kalung, anting, kancing dan lainnya.
2. Pasien diminta mengganti pakaian dengan baju pasien
3. Gunakan apron bila perlu
4. Pada saat expose pasien melaksanakan ponasi “E”
5) Persiapan Alat
1. Menyiapkan kaset berukuran 18x24 cm diletakkan diatas meja
pemeriksaan
2. Memastikan kembali kaset sudah terpasang dengan baik
3. Mempersiapkan dan memasang marker sesuai objek
4. Atur FFD 100 cm, dan kolimasi tepat pada CP obyek
5. Grid
6) Lakukan pengolahan film menggunakan CR
B. Proyeksi pada Trakea
a. Proyeksi AP ( Antero Posterior )
A. Persiapan Alat dan Bahan
1. Pesawat Sinar X
2. Kaset dan Film 24x30 cm
3. Radiography Phantom Cranium hingga Thorax
4. Apron
5. Marker
6. Plester
7. Meteran
8. Sandbag/Softbag
B. Prosedur Pemeriksaan Praktikum
1) Posisi Pasien (PP)
Erect perpendicular dengan kepala posterior dan bahu sejajar tegak lurus
2) Posisi Objek (PO)
1) MSP tubuh perpendicular dengan grid
2) Istirahatkan dagu dengan acanthiomeatale perpendicular dengan kaset
3) Batas atas kaset 3-4 cm di bawah MAE
4) Pada saat expose pasien melaksanakan ponasi “E”
3) Pengaturan sinar dan eksposi :
1. Arah sinar / central ray (CR) : Perpendicular dengan kaset
2. Titik bidik / central point (CP) : Thoracal 1-2 atau 1 inch superior
jugular notch
3. Focus film distance (FFD) : 102 cm
4. Faktor eksposi : kV = 53, mAs = 10 , mA = 200 , mSec= 50
FFD = 102 cm
4) Persiapan Pasien
1. Melepaskan semua benda yang mengganggu gambaran radiograf
seperti kalung, anting, kancing dan lainnya.
2. Pasien diminta mengganti pakaian dengan baju pasien
3. Gunakan apron bila perlu
5) Persiapan Alat
1. Menyiapkan kaset berukuran 24x30 cm diletakkan diatas meja
pemeriksaan
2. Memastikan kembali kaset sudah terpasang dengan baik
3. Mempersiapkan dan memasang marker sesuai objek
4. Atur FFD 102 cm, dan kolimasi tepat pada CP obyek
5. Grid
6) Lakukan pengolahan film menggunakan CR
b. Proyeksi Lateral
A. Persiapan Alat dan Bahan
1. Pesawat Sinar X
2. Kaset dan Film 24x30 cm
3. Radiography Phantom Cranium hingga Thorax
4. Apron
5. Marker
6. Plester
7. Meteran
8. Sandbag/Softbag
B. Prosedur Pemeriksaan
1) Posisi Pasien (PP)
Duduk / erect tegak bila memungkinkan
2) Posisi Objek (PO)
1. Letakkan anterior Laring dan Trakea sejajar pada cervical dan vertebra
thoracal
2. Rotasikan shoulder ke posterior dengan kedua lengan tangan ke
bawah, letakkan tangan dibelakang tubuh
3. Pada saat expose pasien melaksanakan ponasi “E”
3) Pengaturan Sinar dan Eksposi :
1. Arah sinar / central ray (CR) : Tegak lurus dengan kaset
2. Titik bidik / central point (CP) : C6 atau C7 (di antara pertengahan
prominent di tiroid dan jugular notch)
3. Focus film distance (FFD) : 180 cm
4. Faktor eksposi : kV = 53 , mAs = 10 , mA = 200, mSec= 50
FFD = 180 cm
4) Persiapan Pasien
5. Melepaskan semua benda yang mengganggu gambaran radiograf
seperti kalung, anting, kancing dan lainnya.
6. Pasien diminta mengganti pakaian dengan baju pasien
7. Gunakan apron bila perlu
5) Persiapan Alat
1. Menyiapkan kaset berukuran 24x30 cm diletakkan diatas meja
pemeriksaan
2. Memastikan kembali kaset sudah terpasang dengan baik
3. Mempersiapkan dan memasang marker sesuai objek
4. Atur FFD 180 cm, dan kolimasi tepat pada CP obyek
5. Grid
6) Lakukan pengolahan film menggunakan CR
BAB III
PEMBAHASAN
A. EVALUASI PELAKSAAN PRAKTEK
1. Kriteria Radiograf
- Proyeksi AP Faring dan Laring
a) Semua bagian pharynx dan larynx terlihat jelas
b) Tidak overlap pada larynx dengan mandibula
c) Leher tidak rotasi
d) Atur densitas radiograf pada gambaran dari struktur pharyngolaryngeal
- Proyeksi Lateral Faring dan Laring
a) Terlihat soft tissue pada struktur pharingolaryngeal
b) Tidak ada superposisi trachea terhadap bahu
c) Tidak terjadi superposisi bahu dengan larynx
d) Bayangan mandibular superposisi
e) Gambaran udara pada pharynx dan larynx
- Proyeksi AP Trakea
a) Tampak udara pada larynx dan trachea dari servical 3 – thoracal 4
tervisualisasi pada cervical 5
b) Terlihat vertebrae cervicalis sampai vertebrae thoracalis
- Proyeksi Lateral Trakea
a) Terlihat larynx dan trachea
2. Kriteria Citra
- Proyeksi AP Faring dan Laring
a) Pengaturan kV cukup dan mAs kurang dinaikan sedikit agar kontras
pada citra sedikit hitam. Namun dosis yang diterima pasien cukup
untuk digunakan diagnosa oleh dokter.
b) Detail sudah cukup baik memperlihatkan dengan jelas gambaran
tulang cervical. Namun kontras dan Densitas yang di tampakan pada
gambar kurang hitam, jadi memperlihatkan gambaran yang sedikit
putih.
- Proyeksi Lateral Faring dan Laring
a) Pengaturan kV dan mAs sudah cukup untuk penegakan diagnose.
b) Kontras densitas serta detail sudah cukup baik menampakan cervical
dengan jelas dan detail yang cukup baik.
- Proyeksi AP Trakea
a) Pengaturan kV dan mAs sudah cukup baik dan dosis yang diterima
pasien sudah cukup digunakan untuk diagnose
b) Pengaturan kontras, densitas serta detail sudah cukup baik
memperlihat trabekula pada tulang, dan menampakkan beberapa
bagian dari os costae, vertebrae cervical dan vertebrae thoracal.
- Proyeksi Lateral Trakea
a) Pengaturan mAs sudah cukup baik namun kV lebih baik sedikit di
turunkan sedikit dinaikan agar citra dapat lebih kontras
b) Kurang kontras citra masih terlihat sedikit putih dan belum terlihat
begitu detail
B. EVALUASI ANATOMI RADIOLOGI
- Proyeksi PA Faring dan Laring
- Proyeksi Lateral Faring dan Laring
a) Kv sedikit diturunkan agar soft tissue terlihat lebih jelas dan detail
b) Seharusnya pada proyeksi ini nampak bagian dari epiglotis
- Proyeksi PA Trachea
- Proyeksi Lateral Trachea