0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
32 tayangan121 halaman

Analisis SIMRS di RSU Dr. Koesnadi

Tesis ini menganalisis penerapan sistem informasi manajemen rumah sakit dengan model Human Organization Technology (HOT)-Fit di Rumah Sakit Umum Dr. H. Koesnadi Bondowoso. Penelitian ini menemukan bahwa kualitas sistem dan informasi berpengaruh terhadap penggunaan sistem, kualitas layanan berpengaruh terhadap organisasi, penggunaan sistem dan organisasi berpengaruh terhadap kinerja sistem, serta penggunaan sistem dan kepuasan pengguna berpengaruh

Diunggah oleh

Poniman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
32 tayangan121 halaman

Analisis SIMRS di RSU Dr. Koesnadi

Tesis ini menganalisis penerapan sistem informasi manajemen rumah sakit dengan model Human Organization Technology (HOT)-Fit di Rumah Sakit Umum Dr. H. Koesnadi Bondowoso. Penelitian ini menemukan bahwa kualitas sistem dan informasi berpengaruh terhadap penggunaan sistem, kualitas layanan berpengaruh terhadap organisasi, penggunaan sistem dan organisasi berpengaruh terhadap kinerja sistem, serta penggunaan sistem dan kepuasan pengguna berpengaruh

Diunggah oleh

Poniman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy

UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


PASCASARJANA
UNIVERSITAS JEMBER
2018
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
PASCASARJANA
UNIVERSITAS JEMBER
2018

i
PERSEMBAHAN

Ucapan syukur yang tak henti-hentinya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala

ii
MOTTO

“…… Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-
orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha

iii
PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Demiawan Rachmatta Putro Mudiono

NIM : 162520102012

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa tesis yang berjudul “Analisis


Penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit dengan Model Human
Organization Technology (HOT)-Fit di RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso” adalah
benar-benar hasil karya sendiri, kecuali kutipan yang sudah saya sebutkan
sumbernya, belum pernah diajukan pada institusi mana pun, dan bukan karya
jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai
dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya, tanpa ada tekanan
dan paksaan dari pihak mana pun serta bersedia mendapat sanksi akademik jika
ternyata di kemudian hari pernyataan ini tidak benar.

Jember, 20 September 2018


Yang menyatakan,

Demiawan Rachmatta Putro Mudiono


NIM 162520102012

iv
HALAMAN PEMBIMBINGAN

Dosen Pembimbing Utama : Dr. drg. Sri Hernawati, [Link].

Dosen Pembimbing Anggota : Prof. Dr. Saiful Bukhori, ST., [Link].

v
PERSETUJUAN PEMBIMBING

Tesis berjudul ” Analisis Penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit


dengan Model Human Organization Technology (HOT)-Fit di RSU Dr. H.

Dr. drg. Sri Hernawati, [Link]. Prof. Dr. Saiful Bukhori, ST.,[Link].
NIP 197007052003122001 NIP 196811131994121001

vi
RINGKASAN

Analisis Penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit dengan


Model Human Organization Technology (HOT)-Fit di RSU Dr. H. Koesnadi
Bondowoso; Demiawan Rachmatta Putro Mudiono; 162520102012; xxii + 95
halaman; Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas
Jember.

Sistem informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) adalah bagian dari


sistem informasi kesehatan yang menyediakan sumber informasi secara relevan di
seluruh rumah sakit untuk mendukung pengambilan keputusan yang efektif dan
administrasi rumah sakit. Peraturan di Indonesia menyatakan bahwa setiap rumah
sakit wajib menerapkan sistem informasi manajemen rumah sakit. RSU Dr. H.
Koesnadi Bondowoso telah menerapkan SIMRS sejak tahun 2015. Akan tetapi
penerapan SIMRS belum optimal dan terdapat beberapa permasalahan.
Permasalahan pada aspek teknologi yaitu modul yang ada pada aplikasi SIMRS
masih kurang sesuai yang diharapkan oleh pengguna. Selain itu juga terdapat
permasalahan pada aspek manusia yaitu pengguna SIMRS sering mengalami
kesalahan informasi pada aplikasi SIMRS mengenai tersedianya kamar yang
diperoleh dari unit rawat inap. Hal ini bukan disebabkan oleh masalah teknis
melainkan pada aspek keperilakuan sumber daya manusia. Pengguna sistem
sering kali mengabaikan tata cara pengoperasian SIMRS sehingga menimbulkan
sikap kepatuhan pengguna yang kurang disiplin dan dampak yang terjadi pada
informasi yang dihasilkan. Sedangkan permasalahan pada aspek organisasi yaitu
pihak manajemen telah melakukan pelatihan terkait pengoperasian SIMRS akan
tetapi pelatihan tersebut dirasa kurang oleh pengguna sistem. Pelatihan hanya
dilakukan jika ada perubahan fitur yang ada pada SIMRS dan hanya diberikan ke
beberapa karyawan (misalnya kepala unit). Berdasarkan penjelasan tersebut
peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terkait analisis penerapan sistem
informasi manajemen rumah sakit dengan Model Human Organization
Technology (HOT)-Fit di RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso.
Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian survey analitik atau
explanatory research dengan rancangan yang digunakan adalah cross sectional.

vii
Populasi pada penelitian ini berjumlah 258 dan Sampel berjumlah 158 yang
dibagi menjadi 3 hak akses yaitu top manajemen, middle manajemen dan lower
manajemen dengan menggunakan teknik disproportionate stratified random
sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner
secara langsung dan wawancara kepada pengguna sistem. Teknik analisis data
dilakukan dengan metode Partial Least Square (PLS) dengan nilai α = < 0,05.
Hasil analisis data penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas sistem tidak
berpengaruh terhadap organisasi dimana p-value sebesar 0,630. Kualitas sistem
berpengaruh terhadap penggunaan sistem dimana p-value sebesar 0,001. Kualitas
informasi tidak berpengaruh terhadap organisasi dimana p-value sebesar 0,615.
Kualitas informasi berpengaruh terhadap penggunaan sistem dimana p-value
sebesar 0,000. Kualitas layanan berpengaruh terhadap organisasi dimana p-value
sebesar 0,008. Kualitas layanan tidak berpengaruh terhadap penggunaan sistem
dimana p-value sebesar 0,126. Organisasi tidak berpengaruh terhadap penggunaan
sistem dimana p-value sebesar 0,137. Penggunaan sistem berpengaruh terhadap
kepuasan pengguna dimana p-value sebesar 0,000. Kepuasan pengguna
berpengaruh terhadap kinerja SIMRS dimana p-value sebesar 0,014. Penggunaan
sistem berpengaruh terhadap kinerja SIMRS dimana p-value sebesar 0,000.
Organisasi berpengaruh terhadap kinerja SIMRS dimana p-value sebesar 0,000.
Saran yang dapat diberikan bagi RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso untuk
memberikan penerapan aplikasi SIMRS yang baik yaitu dengan perbaikan dan
pengembangan mengenai kebutuhan pengguna sistem, pelatihan yang secara
berkala dan merata kepada seluruh pengguna sistem, perlunya dilakukan
pemeliharaan secara rutin, dan perlunya penetapan SOP terkait pengoperasian
aplikasi SIMRS di setiap unit.

viii
SUMMARY
Analysis Implementation of Hospital Information Management System with
Human Organization Technology(HOT)-Fit Model at General Hospital Dr.
H. Koesnadi Bondowoso; Demiawan Rachmatta Putro Mudiono; 162520102012;
xxii + 95 pages; Master Program of Public Health Sciences University of Jember.

Hospital Information Management System (HIMS) is part of a health


information system that provide relevant information resources throughout the
organization to support making effective decision and hospital administration.
Regulations in Indonesia state, that every hospital is required to implement a
hospital information management system. General Hospital Dr. H. Koesnadi
Bondowoso had implemented HIMS since 2015. However, the implementation of
HIMS are not optimal and there are several problems. Problems on the
technological aspects of existing modules in the application HIMS still less
appropriate than what was expected by the user. In addition, there are also
problems in the human aspect that HIMS users often experience error information
on the HIMS application regarding the availability of rooms obtained from
inpatient unit. This was not caused by technical problems but on the behavioral
aspects of human resources. HIMS users often ignore the procedures for operating
HIMS, causing a less disciplined user attitude and impact on the information
produced. While the problem on the aspect of the organization that the
management had conducted training related to the operation of HIMS but the
training feels lacking by the users of the system. Training was conducted if there
was a feature changed that available on HIMS and was only gave to some
employees (e.g head unit). Based on the explanation, the researchers were
interested in conducting a research related to the analysis of the implementation of
hospital management information systems with the Human Organization
Technology (HOT) -Fit Model in General Hospital Dr. H. Koesnadi Bondowoso.
The type of research used was the type of analytic survey research or
explanatory research with design used was a crossed sectional design. The amount
of population in this study are 258 and amount sample are 158 divided into 3
access rights, namely top management, middle management and lower

ix
management by using disproportionate stratified random sampling technique.
Data collection method are done by distributing questionnaires directly and
interviewed system’s users. Data analysis technique are done by using Partial
Least Square (PLS) method with α = < 0.05.
The results of the data analysis of this study indicate that the quality of the
system had not effected on the organization where p-value is 0.630. The quality of
the system were affected using systems where p-value of 0.001. The quality of
information does not affect the organization where p-value of 0.615. The quality
of information affected using systems where p-value of 0.000. Service quality
have an effect on organization where p-value of 0,008. Quality of service does not
affect use of system where p-value equal to 0,126. The organization had not
effected on use of the system where p-value of 0.137. The use of the system affect
user satisfaction where p-value of 0.000. User satisfaction affected the
performance of HIMS where p-value of 0.014. The use of the system affected the
performance of HIMS where p-value of 0.000. The organization affected the
performance of HIMS where p-value of 0.000.
Suggestions that could give to the General Hospital Dr. H. Koesnadi
Bondowoso to provide the application of a good HIMS application that was with
the improvement and development of the system users needs, train periodically
and equally to all users of the system, make decisions on the establishment of
standart operational procedure in all hospital housing units.

x
PRAKATA

Puji syukur atas ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang telah


melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis
yang berjudul “Analisis Penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit
dengan Model Human Organization Technology (HOT)-Fit di RSU Dr. H.
Koesnadi Bondowoso” dengan baik. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa tesis
ini tidak akan terselesaikan dengan baik tanpa bantuan, bimbingan, dan saran dari
berbagai pihak. Maka penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Prof. Dr. Ir. Rudi Wibowo, M.S., selaku Direktur Program Pascasarjana
Universitas Jember;
2. Dr. Isa Ma’rufi, [Link]., [Link]., selaku Ketua Program Studi Magister Ilmu
Kesehatan Masyarakat;
3. Dr. drg. Sri Hernawati, [Link]., selaku dosen pembimbing utama yang telah
membimbing dan memberikan saran serta masukan demi kesempurnaan
proposal penelitian ini;
4. Prof. Dr. Saiful Bukhori, ST.,[Link]., selaku dosen pembimbing anggota
yang telah membimbing dan memberikan saran serta masukan demi
kesempurnaan proposal penelitian ini;
5. Dr. Isa Ma’Rufi, [Link]., [Link]., selaku penguji utama yang telah
membimbing dan memberikan saran serta masukan demi kesempurnaan
proposal penelitian ini;
6. Dr. Dewi Rokhmah, [Link]., [Link]., selaku penguji 2 yang telah
membimbing dan memberikan saran serta masukan demi kesempurnaan
proposal penelitian ini;
7. Dr. Sebastiana Viphindrartin, [Link]., selaku penguji 3 yang telah
membimbing dan memberikan saran serta masukan demi kesempurnaan
proposal penelitian ini;
8. Dr. Suharto, [Link], Selaku direktur rumah sakit umum Dr. H. Koesnadi
Bondowoso;

xi
9. Teman-teman Pascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat angkatan 2016 yang
selalu kompak;
10. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah
membantu dalam penyusunan proposal penelitian ini.

xii
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL...............................................................................................i
PERSEMBAHAN..................................................................................................ii
MOTTO.................................................................................................................iii
PERNYATAAN.....................................................................................................iv
HALAMAN PEMBIMBINGAN...........................................................................v
PERSETUJUAN PEMBIMBING.......................................................................vi
RINGKASAN.......................................................................................................vii
SUMMARY.............................................................................................................ix
PRAKATA.............................................................................................................xi
DAFTAR ISI.......................................................................................................xiii
DAFTAR GAMBAR..........................................................................................xvii
DAFTAR TABEL.............................................................................................xviii
DAFTAR LAMPIRAN........................................................................................xx
DAFTAR SINGKATAN.....................................................................................xxi
DAFTAR LAMBANG.......................................................................................xxii
BAB 1. PENDAHULUAN.....................................................................................1
1.1. Latar Belakang....................................................................................1
1.2. Rumusan Masalah...............................................................................6
1.3. Tujuan..................................................................................................6
1.3.1 Tujuan Umum............................................................................6
1.3.2 Tujuan Khusus...........................................................................6
1.4. Manfaat................................................................................................7
1.4.1 Teoritis.......................................................................................7
1.4.2 Praktis........................................................................................7
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA............................................................................8
2.1 Sistem Informasi Manajemen............................................................8
2.2 Rumah Sakit........................................................................................9

xiii
2.3 Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit.....................................9
2.4 Human Organization Technology (HOT)-Fit Model.......................10
2.5 ISO/IEC 9126-1:2000.........................................................................13
2.6 Penelitian Terdahulu.........................................................................16
2.6.1 Research Gap..........................................................................18
2.7 Kerangka Teori.................................................................................20
2.8 Kerangka Konsep..............................................................................22
2.9 Hipotesa Penelitian............................................................................23
BAB 3. METODE PENELITIAN.......................................................................24
3.1 Jenis Penelitian..................................................................................24
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian.........................................................24
3.2.1 Tempat penelitian....................................................................24
3.2.2 Waktu penelitian......................................................................24
3.3 Populasi dan Sampel.........................................................................24
3.3.1 Populasi...................................................................................24
3.3.2 Sampel.....................................................................................26
3.3.3 Teknik pengambilan sampel....................................................26
3.4 Identifikasi dan Definisi Operasional Variabel..............................28
3.4.1 Identifikasi Variabel................................................................28
3.4.2 Definisi Operasional Variabel.................................................29
3.5 Jenis dan Sumber Data.....................................................................32
3.5.1 Jenis data.................................................................................32
3.5.2 Sumber data.............................................................................33
3.6 Teknik dan Alat Perolehan Data.....................................................33
3.6.1 Teknik perolehan data.............................................................33
3.6.2 Alat perolehan data..................................................................33
3.7 Teknik Penyajian dan Analisis Data...............................................33
3.7.1 Teknik penyajian data..............................................................33
3.7.2 Analisis Data...........................................................................34
3.8 Uji Validitas dan Reliabilitas...........................................................36
3.8.1 Uji Validitas.............................................................................36

xiv
3.8.2 Uji Reliabilitas.........................................................................36
3.9 Alur Penelitian...................................................................................38
BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN...............................................................39
4.1 Hasil Penelitian..................................................................................39
4.1.1 Mengidentifikasi Human (penggunaan sistem dan
kepuasan pengguna) di RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso....39

4.1.2 Mengidentifikasi Organization di


RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso..........................................39

4.1.3 Mengidentifikasi Technology (Kualitas Sistem, Kualitas


Informasi dan Kualitas Layanan) di

RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso..........................................40

4.1.4 Mengidentifikasi Kinerja SIMRS di


RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso..........................................41

4.1.5 Analisis data antar variabel.....................................................41


4.2 Pembahasan.......................................................................................58
4.2.1 Mengidentifikasi Human (penggunaan sistem dan
kepuasan pengguna) di RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso....58

4.2.2 Mengidentifikasi Organization di


RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso..........................................60

4.2.3 Mengidentifikasi Technology (Kualitas Sistem, Kualitas


Informasi dan Kualitas Layanan) di

RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso..........................................61

4.2.4 Mengidentifikasi kinerja SIMRS di


RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso..........................................65

4.2.5 Pengaruh Kualitas Sistem Terhadap Organisasi dan


Penggunaan Sistem..................................................................66

4.2.6 Pengaruh Kualitas Informasi Terhadap Organisasi dan


Penggunaan Sistem..................................................................70

xv
4.2.7 Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Organisasi dan
Penggunaan Sistem..................................................................72

4.2.8 Pengaruh Organisasi Terhadap Penggunaan Sistem...............75


4.2.9 Pengaruh Penggunaan Sistem Terhadap Kepuasan

xvi
DAFTAR GAMBAR

Halaman
Gambar 2.1 Kerangka HOT-Fit...........................................................................12
Gambar 2.2 Karakteristik dan subkarakteristik kualitas
eksternal dan internal.......................................................................14
Gambar 2.3 Karakteristik dan subkarakteristik untuk kualitas
penggunaan perangkat lunak............................................................15
Gambar 2.4 Kerangka Teori.................................................................................20
Gambar 2.5 Kerangka Konsep.............................................................................22
Gambar 3.1 Alur penelitian..................................................................................38
Gambar 4.1 Hasil Model Pengukuran..................................................................43
Gambar 4.2 Hasil Uji Bootstrapping...................................................................51
Gambar 4.3 Hasil Uji Bootstrapping model 2.....................................................67

xvii
DAFTAR TABEL

Halaman
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu............................................................................16
Tabel 3.1 Populasi penelitian...............................................................................25
Tabel 3.2 Teknik pengambilan sampel................................................................27
Tabel 3.3 Definisi operasional variabel...............................................................29
Tabel 4.1 Identifikasi Human (pengguna sistem dan
kepuasan pengguna) di RSU Dr. H. Koesnadi
Bondowoso..........................................................................................39
Tabel 4.2 Identifikasi Organization di RSU Dr. H. Koesnadi
Bondowoso..........................................................................................40
Tabel 4.3 Identifikasi Technology (kualitas sistem, kualitas informasi
dan kualitas layanan) di RSU Dr. H. Koesnadi
Bondowoso..........................................................................................40
Tabel 4.4 Identifikasi Kinerja SIMRS di
RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso......................................................41
Tabel 4.5 Hasil Uji Validitas Konvergen.............................................................44
Tabel 4.6 Nilai Average Variance Extracted (AVE)...........................................45
Tabel 4.7 Hasil Uji Validitas Diskriminan...........................................................46
Tabel 4.8 Hasil Uji Reliabilitas............................................................................48
Tabel 4.9 Hasil Uji Nilai R-Square......................................................................49
Tabel 4.10 Hasil uji hipotesis pengaruh kualitas sistem terhadap
pengguna sistem dan organisasi...........................................................52
Tabel 4.11 Hasil uji hipotesis pengaruh kualitas informasi
terhadap pengguna sistem dan organisasi............................................52
Tabel 4.12 Hasil uji hipotesis pengaruh kualitas layanan
terhadap pengguna sistem dan organisasi............................................53
Tabel 4.13 Hasil uji hipotesis pengaruh organisasi terhadap
pengguna sistem..................................................................................53
Tabel 4.14 Hasil uji hipotesis pengaruh pengguna sistem

xviii
terhadap kepuasan pengguna...............................................................53
Tabel 4.15 Hasil uji hipotesis pengaruh pengguna sistem,
kepuasan pengguna dan organisasi terhadap kinerja SIMRS..............54
Tabel 4.16 Pengaruh tidak langsung antar variabel...............................................54

xix
DAFTAR LAMPIRAN

Halaman
Lampiran A. Lembar Informed Consent................................................................95
Lampiran B. Lembar Kuesioner.............................................................................97
Lampiran C. Surat Studi Pendahuluan.................................................................106
Lampiran D. Surat Balasan Studi Pendahuluan dari Rumah Sakit......................107
Lampiran E. Surat Permohonan Ijin Penelitian....................................................108
Lampiran F. Surat Balasan Persetujuan Penelitian..............................................109
Lampiran G. Profil Rumah Sakit.........................................................................110
Lampiran H. Output SmartPLS 3.0......................................................................115
Lampiran I. Dokumentasi SIMRS........................................................................130
Lampiran J. Dokumentasi saat penelitian............................................................141

xx
DAFTAR SINGKATAN

MEASURE : Monitoring and Evaluation to Assess and Use Results


SIMRS : Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit
RSU : Rumah Sakit Umum
Dr : Doktor
H : Haji
BPJS : Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan
CSSD : Central Sterile Supply Department
SOP : Standart Operasional Prosedur
WHO : World Health Organization
TI : Teknologi Informasi
HOT : Human Organization Technology
ISO : International Organization for Standardization
IEC : International Electrotechnical Commission
RT : Rumah Tangga
PKRS : Promosi Kesehatan Rumah Sakit
SDM : Sumber Daya Manusia
SEM : Structural Equation Model
PLS : Partial Least Square
SIMPEG : Sistem Informasi Manajemen Pegawai
DIP : Daftar Isian Proyek
PDAM : Perusahaan Daerah Air Minum
TAM : Technology Acceptance Model
SIMAWEB : Sistem Informasi Mananjemen Akademik Berbasis Web
DSS : Decision Support System
AVE : Average Variance Extracted

xxi
DAFTAR LAMBANG

α : alpha
% : persentase

xxii
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Sistem informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) adalah bagian dari
sistem informasi kesehatan yang menyediakan sumber informasi secara relevan di
seluruh rumah sakit untuk mendukung pengambilan keputusan yang efektif dan
administrasi rumah sakit (Balaraman & Kosalram, 2013). Tujuan dari SIMRS
yaitu untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, profesionalisme, kinerja, serta
akses dan pelayanan rumah sakit (Menteri Kesehatan Republik Indonesia, 2013).
Selain itu MEASURE Evaluation’s menyebutkan bahwa tujuan SIMRS adalah
untuk menghasilkan informasi berkualitas tinggi yang dapat digunakan di semua
unit untuk pengambilan keputusan. Kinerja SIMRS didefinisikan menggunakan
dimensi kualitas data (akurasi, keandalan, kelengkapan, ketepatan waktu,
integritas, dan kerahasiaan) dan terus digunakan secara sistematis untuk
pengambilan keputusan (MEASURE Evaluation, 2017).
SIMRS memiliki peran yang sangat penting dalam proses akreditasi rumah
sakit dalam menyajikan sebuah informasi mengenai struktur organisasi rumah
sakit, memudahkan pelaksanaan SOP, dan meningkatkan pelayanan konsumen.
SIMRS juga memiliki peran penting dalam pelaksanaan BPJS dimana apabila
SIMRS terintegrasi dengan sistem BPJS maka hasil yang diperoleh yaitu
verifikasi kepersertaan BPJS menjadi lebih mudah dan cepat sehinga pasien tidak
perlu mengantri pada loket SEP dan loket poli. Peraturan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2013 Tentang Sistem Informasi Manajemen
Rumah Sakit (SIMRS) pada pasal 3 menyebutkan bahwa setiap rumah sakit wajib
menyelenggarakan SIMRS (Menteri Kesehatan Republik Indonesia, 2013).
Peraturan tersebut menjadi acuan bagi seluruh rumah sakit untuk menerapkan
sebuah aplikasi SIMRS.
Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh peneliti tentang SIMRS di
RSU Dr. H. Koesadi Bondowoso pada tanggal 6 oktober 2017. Peneliti
melakukan wawancara dengan kepala SIMRS, hasil yang diperoleh yaitu RSU Dr.
H. Koesnadi Bondowoso merupakan rumah sakit pemerintah tipe B dan telah

1
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 2
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

menerapkan SIMRS sejak tanggal 14 februari 2015. Penerapan SIMRS dilakukan


melalui kerjasama dengan pihak ke tiga (vendor) yang meliputi pembuatan
aplikasi SIMRS dengan 32 modul dan pendukung penerapan SIMRS. SIMRS di
RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso berbasis web dan juga terintegrasi dengan
Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS). Saat ini penerapan SIMRS di
RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso sudah tercapai 90% dengan 30 modul yang
terintegrasi di masing-masing unit, akan tetapi pelaksanaan penerapan SIMRS
dirasa belum maksimal oleh karena itu perlu upaya perbaikan dan pengembangan
dalam hal kualitas untuk peningkatan pelayanan dan status akreditasi rumah sakit.
Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh peneliti tentang SIMRS di
RSU Dr. H. Koesadi Bondowoso pada tanggal 6 oktober 2017. Peneliti
melakukan wawancara dengan bagian analis SIMRS dan data sekunder, hasil
yang didapat yaitu permasalahan pada aspek teknologi. Modul yang ada pada
aplikasi SIMRS yaitu modul yang ada di aplikasi SIMRS yaitu apotek, kamar
operasi, CSSD, dan inventori masih kurang sesuai yang diharapkan oleh
pengguna. Modul apotek telah diterapkan sejak tahun 2015 dan hingga saat ini
pada tahun 2017 capaian yang diterima masih 50% dari yang diharapkan oleh
pengguna. Modul kamar operasi, CSSD dan inventori yang dibuat sejak tahun
2016 hingga saat ini pada tahun 2017 capaian yang diterima masih 50% sehingga
pengguna mengalami penambahan beban kerja, dimana pengguna masih
menggunakan paper based dan harus menginputkan data pada aplikasi SIMRS
dalam kerjanya sehingga membutuhkan waktu yang lama dalam pelayanan.
Hal tersebut disebabkan karena tidak selarasnya kebutuhan pengguna
dengan hasil yang ada pada sistem, hal tersebut didukung oleh Kosasi & Kuway
(2012) yang menyebutkan bahwa kesalahan mengenai tidak selarasnya kebutuhan
pengguna yang ada pada sistem hanya akan berujung pada usaha yang sangat sia-
sia dan mengharuskan pengerjaan ulang kembali. Ketidakselarasan kebutuhan
pengguna dengan sistem juga akan berdampak pada kepuasan pengguna.
Kepuasan pengguna merupakan salah satu penilaian yang menyangkut apakah
sistem informasi yang disajikan sesuai dengan kebutuhan pengguna sistem
(Palupi, 2015). Pada penelitian persepsi pengguna terhadap kualitas SIMRS di
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 3
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

rumah sakit Mashhad Iran menyimpulkan bahwa masalah mengenai kualitas


SIMRS mencakup kinerja sistem informasi yang tidak baik dan tidak sesuainya
sistem dengan kebutuhan pengguna yang menyebabkan penurunan kepuasan
pengguna (Vafaee et al., 2010).
Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh peneliti tentang SIMRS di
RSU Dr. H. Koesadi Bondowoso pada 6 oktober 2017. Peneliti melakukan
wawancara dengan bagian analis SIMRS dan survey pada instansi rawat inap dan
pendaftaran, hasil yang didapat yaitu permasalahan pada aspek manusia.
Pengguna SIM RS sering mengalami kesalahan informasi pada aplikasi SIMRS
mengenai tersedianya kamar yang diperoleh dari unit rawat inap. Pada buku
Jogiyanto (2007) dalam artikel Adiwibowo et al., (2008) menyebutkan bahwa
kesalahan penerimaan informasi bukan disebabkan oleh kualitas teknis melainkan
pada aspek keperilakuan (behavioral) sumber daya manusia. Permasalahan
tersebut sesuai dengan temuan dilapangan bahwa komponen manusia yaitu
perilaku pengguna SIMRS masih kurang baik. Pengguna SIMRS sering kali
mengabaikan tata cara pengoperasian SIMRS sehingga menimbulkan sikap
kepatuhan pengguna yang kurang disiplin. Salah satu solusi untuk mengatasi
masalah tersebut yaitu rumah sakit harus memiliki program pelatihan rutin untuk
memberikan pengetahuan terhadap pengguna, membangun perilaku pengguna,
dan minat pengguna dalam mengoperasikan sistem. Pelatihan merupakan salah
satu faktor kunci kesuksesan penerapan SIMRS (Ajami & Bertiani, 2012).
Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh peneliti tentang SIMRS di
RSU Dr. H. Koesadi Bondowoso pada tanggal 6 oktober 2017. Peneliti
melakukan wawancara dengan kepala dan analis SIMRS hasil yang didapat yaitu
permasalahan pada aspek organisasi. Pihak manajemen telah memiliki komitmen
terhadap penerapan SIMRS yaitu memberikan motivasi terhadap pengguna sistem
untuk melakukan penginputan data yang dikerjakan kedalam SIMRS. Pihak
manajemen juga telah melakukan pelatihan bagi pegawai dalam mengoperasikan
SIMRS. Pelatihan tersebut dilakukan jika ada perubahan pada fitur aplikasi
SIMRS dan hanya diberikan ke beberapa karyawan (misalnya kepala unit) akan
tetapi pelatihan yang diberikan oleh pihak manajemen dirasa masih kurang.
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 4
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

Kondisi yang ada saat ini adalah bahwa setelah dilakukan pelatihan petugas tidak
menerapkan hasil pelatihan tersebut sehingga dampak yang ada yaitu perilaku
pengguna masih mengabaikan tata cara pengoperasian SIMRS. Pelatihan
merupakan salah satu faktor kunci untuk mencapai keberhasilan sistem informasi
kesehatan. Salah satu solusi untuk mengurangi hambatan ini dan memenuhi
sistem informasi kesehatan yang sukses adalah dengan dilakukannya pelatihan
yang melibatkan seluruh pengguna sistem (Ajami & Bertiani, 2012). Penelitian
yang dilakukan oleh Restyandito (2016) menyebutkan bahwa pelatihan yang
melibatkan seluruh pengguna sistem dan pelatihan yang memadai sangat penting
dalam respon positif terhadap pemanfaatan SIMRS.
Teori yang dikemukakan oleh Yusof et al., (2008), menujukan bahwa
pengaruh kesuksesan sistem informasi dapat dilihat dari beberapa faktor yaitu
faktor manusia, organisasi, dan teknologi. Faktor manusia merupakan hal yang
perlu diperhatikan dalam kesuksesan sistem informasi karena manusia termasuk
bagian dari pengguna data yang terlibat dengan sistem informasi. Bagi faktor
manusia yang perlu diperhatikan dalam kesuksesan sistem informasi yaitu sistem
harus memenuhi kebutuhan pengguna dan kemudahan pengguna untuk
menggunakan informasi. Faktor organisasi dibagi menjadi 2 yaitu struktur
organisasi yang berhubungan dengan budaya kerja, strategi, manajemen,
kepemimpinan, motivasi, komitmen, komunikasi dalam, dan prosedur kerja tim
dan pelatihan sedangkan lingkungan berhubungan dengan pembiayaan, kebijakan,
kompetisi, komunikasi luar.
Faktor teknologi mencakup keseluruhan proses pengumpulan, pembersihan,
dan pengelolaan data dari berbagai sumber, serta pembuatan dan pendistribusian
informasi kesehatan yang ada pada. Faktor teknologi dibagi menjadi 3 bagian
yaitu kualitas sistem, kualitas informasi dan kualitas layanan. Menurut
MEASURE Evaluation (2017), menyebutkan bahwa faktor manusia, organisasi
dan teknologi merupakan faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan
penerapan sistem informasi. Ketiga faktor tersebut dianggap sebagai media yang
dapat mempengaruhi keberhasilan penerapan sistem informasi. Rekomendasi ini
dianggap sebagai sesuatu yang berharga dan dapat dipercaya.
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 5
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Kadir et al., (2015), Torkestani et al.,
(2014), Wang & Chen (2009), Jaafreh (2017), Gorla et al., (2010), Li & Yeh
(2009), Al-Maskari & Sanderson (2010), Monalisa et al.,(2018), Ali & Younes
(2013), Salleh et al., (2016), Kostopoulos et al., (2015), Jang et al., (2006),
Boynton et al., (1994), Hussein et al., (2007) dan Bahari & Mahmud (2012)
menunjukkan jika kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan
berpengaruh secara signifikan terhadap penggunaan sistem dan organisasi.
Organisasi berpengaruh secara signifikan terhadap penggunaan sistem dan
penggunaan sistem berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pengguna.
Sedangkan kepuasan pengguna, penggunaan sistem dan organisasi berpengaruh
secara signifikan terhadap kinerja sistem. Namun penelitian tersebut bertentangan
dengan penelitian yang dilakukan oleh Gorla et al., (2010), Jaafreh (2017),
Esterhuyse et al., (2016), Erlirianto et al., (2015), Kadir et al., (2015), Jang et al.,
(2006), dan Larinse (2015) yaitu kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas
layanan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penggunaan sistem dan
organisasi. Organisasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penggunaan
sistem dan penggunaan sistem tidak berpengaruh secara signifikan terhadap
kepuasan pengguna. Perbedaan pendapat teori dengan penelitian terdahulu
mengenai pengaruh keberhasilan penerapan sistem informasi menumbuhan suatu
kesenjangan penelitian. Dari perbedaan pendapat tersebut peneliti ingin
melakukan penelitian penjelasan mengenai pengaruh keberhasilan sistem
informasi.
Mengingat peran dan tujuan SIMRS di dalam pelayanan rumah sakit sangat
penting salah satunya untuk mendukung proses penyebaran informasi berupa data-
data dan hasil pemeriksaan pasien maka perlu didukung SIMRS yang handal
dalam mengelolah informasi tersebut. Dalam rangka memastikan keefektifan
penerapan dan dampak positif yang diberikan oleh SIMRS dalam menghasilkan
suatu informasi yang sesuai dengan dimensi kualitas data, maka analisis terhadap
sistem informasi merupakan hal penting yang harus dilakukan. Analisis suatu
sistem informasi merupakan usaha nyata untuk mengetahui kondisi sebenarnya
suatu penyelenggaraan sistem informasi (Larinse, 2015).
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 6
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

Berdasarkan masalah yang ada pada latar belakang tersebut maka penelitian
ini berfokus pada “Analisis Penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit
dengan Model Human Organization Technology (HOT)-Fit di RSU Dr. H.
Koesnadi Bondowoso”. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dilakukannya
upaya pengembangan dan perbaikan terhadap SIMRS sehingga dapat memberikan
suatu informasi yang sesuai dengan dimensi kualitas data dan membantu pihak
rumah sakit dalam mewujudkan suatu tujuan yang ada pada RSU Dr. H. Koesnadi
Bondowoso.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah “Bagaimana Menganalisis Penerapan Sistem Informasi
Manajemen Rumah Sakit dengan Model Human Organization Technology
(HOT)-Fit di RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso?”
1.3. Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis penerapan sistem informasi
manajemen rumah sakit dengan model Human Organization Technology (HOT)-
Fit di RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso.
1.3.2 Tujuan Khusus
a. Mengidentifikasi Human (penggunaan sistem dan kepuasan pengguna),
Organization, Technology (kualitas sistem, kualitas informasi dan kualitas
pelayanan) di RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso
b. Mengidentifikasi pemanfaatan kinerja SIMRS di RSU Dr. H. Koesnadi
Bondowoso
c. Menganalisis pengaruh langsung kualitas sistem, kualitas informasi dan
kualitas layanan terhadap penggunaan sistem dan organisasi dengan model
HOT-fit
d. Menganalisis pengaruh langsung penggunaan sistem terhadap kepuasan
pengguna dan kinerja SIMRS dengan model HOT-fit
e. Menganalisis pengaruh langsung organisasi terhadap penggunaan sistem
dan kinerja SIMRS dengan model HOT-fit
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 7
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

f. Menganalisis pengaruh langsung kepuasan pengguna terhadap kinerja


SIMRS dengan model HOT-fit
1.4. Manfaat
1.4.1 Teoritis
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sistem Informasi Manajemen


Gordon (2002) dalam Larasati et al., (2013) menyebutkan bahwa sistem
informasi manajemen adalah sebuah sistem manusia atau mesin yang terpadu
untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen dan
pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan
hardware) dan software komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan
keputusan, dan sebuah database. Tujuan utama sistem informasi manajemen
adalah untuk memberikan suatu informasi yang sesuai dengan kebutuhan manajer
dan digunakan untuk mengambil suatu keputusan dalam menyelesaikan masalah.
Sistem informasi manajemen didukung oleh basis data perusahaan yang meliputi
data yang diperoleh dari hasil proses transaksi (Alcami & Caranana, 2012).
Pada tahun 1960 berbagai usaha dilakukan untuk mengembangkan sistem
informasi yang secara otomatis akan memenuhi kebutuhan informasi di
perusahaan yaitu dengan menggunakan sistem informasi administratif atau yang
dikenal dengan sistem informasi manajemen. Sistem informasi manajemen
merupakan sebuah komitmen bagi pimpinan untuk membuat teknologi informasi
yang tersedia di semua manajer. Sebuah perangkat lunak menggunakan basis data
untuk menghasilkan informasi yang dibutuhkan oleh manajer. Sistem informasi
manajemen memiliki keluaran berupa informasi yang relevan dan dapat dikirim
dengan cara yang benar kepada orang yang tepat. Informasi ini harus dipilih
secara cermat untuk membantu proses pengambilan keputusan di tingkat strategis,
teknis dan operasional (manajemen). Keluaran ini digunakan oleh manajer yang
bertanggung jawab untuk mengatasi permasalah yang ada pada perusahaan.
Informasi ini disusun sebagai berikut (Alcami & Caranana, 2012):
a. Laporan tingkat strategis memberikan informasi yang dibutuhkan oleh
manajer untuk merencanakan kegiatan seperti menentukan dan meninjau
tujuan perusahaan, menetapkan target jangka panjang (lebih dari tiga tahun)
dan menetapkan kebijakan perusahaan.

8
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 9
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

b. Laporan rencana situasi untuk memungkinkan manajemen menyusun


rencana jangka pendek baru atau yang dibenarkan (dari 1 sampai 3 tahun)
secara terus menerus, dan untuk melakukan fungsi perencanaan dan
pengendalian secara efisien sehingga subsistem dapat dikoordinasikan
dengan baik.
c. Laporan operasional memberikan informasi harian pada manajer yang
digunakan untuk menjaga dan mengetahui sepenuhnya situasi perusahaan
saat ini, sehingga manajer menjalankan fungsi pengendalian dalam
perusahaan.
2.2 Rumah Sakit
Definisi rumah sakit menurut WHO (1957) dalam Musridharta (2013)
adalah suatu bagian menyeluruh dari organisasi dan medis, berfungsi memberikan
pelayanan kesehatan lengkap kepada masyarakat baik kuratif maupun rehabilitatif,
dimana output layanannya menjangkau pelayanan keluarga dan lingkungan,
rumah sakit juga merupakan pusat pelatihan tenaga kesehatan serta untuk
penelitian biososial.
Menurut Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009, “Rumah Sakit adalah
institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan
perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan,
dan gawat darurat (Presiden Republik Indonesia, 2009).
Rumah Sakit adalah bagian dari sistem pelayanan kesehatan secara
keseluruhan yang memberikan pelayanan kuratif maupun preventif serta
menyelenggarakan pelayanan rawat jalan dan rawat inap juga perawatan di rumah.
Disamping itu, rumah sakit berfungsi juga sebagai tempat pendidikan tenaga
kesehatan dan tempat penelitian (Ikasari, 2012)
2.3 Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan suatu
kegiatan dan prosedur yang terorganisasikan dan saling berhubungan serta
dirancang sesuai dengan rencana dalam usaha menyajikan informasi yang akurat
dan tepat waktu di rumah sakit (Rahayu, 2009). Menurut Winter et al., (2001)
dalam Kisdianata et al., (2016) bahwa SIMRS dapat dicirikan dengan fungsinya
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 10
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

melalui informasi dan jenis layanan yang ditawarkan. Guna mendukung


perawatan pasien dan administrasinya, SIMRS mendukung penyediaan informasi,
terutama tentang pasien dalam cara yang benar, relevan, mudah diakses oleh
orang yang tepat pada lokasi yang berbeda dan dalam format yang digunakan.
Transaksi data pelayanan dikumpulkan, disimpan, diproses, dan
didokumentasikan untuk menghasilkan informasi yang berkualitas tentang
perawatan pasien dan tentang kinerja rumah sakit serta biaya. Hal ini memberikan
petunjuk bahwa SIMRS harus mampu mengkomunikasikan data berkualitas tinggi
di masing-masing unit pada rumah sakit. Pihak yang berperan dalam pengelolaan
dan penggunaan SIMRS adalah sebagai berikut (Bayu & Muhimmah, 2013)
1) End User
Pengguna Akhir SIMRS dibedakan menjadi dua yaitu
a. Operator, sebagai pengguna langsung SIMRS yang bertugas untuk
menginputkan data kedalam sistem yaitu seluruh pegawai disetiap unit.
b. Pengguna Informasi yang dihasilkan oleh SIMRS, sebagai pengguna
tidak langsung SIMRS seperti pimpinan instalasi, Asisten Manajer dan
Manajer Unit Instalasi.
2) Vendor, sebagai penyedia SIMRS baik secara perangkat lunak, perangkat
keras dan jaringan komputer seta memberikan dukungan teknis jika
diperlukan.
3) Penanggung Jawab, penanggung jawab SIMRS adalah Unit Teknologi
Informasi Rumah Sakit yang merupakan sub bagian dari Manajemen
Kepegawaian dan Admin, Unit TI bertugas untuk memperantarai antara
pengguna akhir dengan pihak penyedia SIM RS.
2.4 Human Organization Technology (HOT)-Fit Model
Model ini dikemukakan oleh Yusof et al., (2008), Dasar pemikiran model
ini berasal dari model kesuksesan sistem informasi DeLone McLean. Manusia,
Organisasi dan Teknologi merupakan komponen penting dari sistem informasi
kesehatan. Penilaian dampak sistem informasi kesehatan didapat melalui manfaat
yang diberikan oleh sistem (Yusof et al., 2008). Model ini memperjelas semua
komponen yang terdapat dalam sistem informasi itu sendiri, yaitu manusia
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 11
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

(Human) yang menilai sistem informasi dari sisi penggunaan (system use) yang
berhubungan dengan siapa yang menggunakan, pelatihan, pengalaman,
pengetahuan, harapan, sikap menerima dan menolak sistem. Organisasi
(Organization) yang menilai sebuah sistem dari struktur organisasi dan
lingkungan organisasi berhubungan dengan perencanan, manajemen,
pengendalian sistem, dukungan manajemen, pembiayaan. Teknologi (technology)
yang menilai dari sisi kualitas sistem, kualitas informasi dan kualitas layanan
(Poluan, Lumenta, & Sinsuw, 2014).
Ketiga faktor tersebut memiliki delapan dimensi yang saling terkait dengan
keberhasilan suatu sistem informasi kesehatan yaitu kualitas sistem, kualitas
informasi, kualitas pelayanan, pengguna sistem, kepuasan pengguna, struktur
organisasi, lingkungan organisasi dan manfaat (Yusof et al., 2008). Dimensi-
dimensi ini mempengaruhi satu dengan yang lain seperti berikut ini (Poluan et al.,
2014) :
a. System Quality, Information Quality, Service Quality secara bersama-sama
cenderung mempengaruhi System Use dan User Satisfaction.
b. System Use dan Information Quality dapat saling mempengaruhi atau
memiliki hubungan timbal balik satu sama lain.
c. System Use dan User Satisfaction dapat mempengaruhi degree of User
Satisfaction.
d. System Use dan User Satisfaction secara langsung memberikan pengaruh
dan hubungan timbal balik terhadap Net Benefit.
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 12
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

Manusia

Penggunaan
Sistem
Teknologi
Kepuasan
Kualitas
Pengguna

kesehatan dari sisi kepuasan pengguna. Kepuasan pengguna dapat dikaitkan


dengan sikap dan persepsi kegunaan dengan menilai kelengkapan, keakuratan,
format, kemudahan dan ketepatan yang ada pada sistem informasi.
b. Komponen organisasi (organization), komponen organisasi menilai sistem
dari sisi struktur organisasi dan lingkungan organisasi. Struktur organisasi terdiri
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 13
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

dari budaya, politik, struktur, perencanaan dan pengendalian sistem, strategi,


manajemen dan komunikasi. Lingkungan organisasi sumber pembiayaan,
pemerintah, politik, persaingan, hubungan antar organisasi, dan komunikasi.
c. Komponen teknologi (technology), komponen teknologi menilai sistem
dari sisi kualitas sistem, kualitas informasi dan kualitas layanan. Kualitas sistem
menilai fitur yang ada pada sistem informasi kesehatan termasuk kinerja sistem
dan antarmuka pengguna. Kemudahan penggunaan, kemudahan untuk dipelajari,
waktu respon, kegunaan, ketersediaan, keandalan, kelengkapan, fleksibilitas
sistem, dan keamanan merupakan pengukuran kualitas sistem. Kualitas informasi
mengukur tentang kelengkapan informasi, akurasi, mudah dibaca, ketepatan
waktu, relevansi, konsistensi dan reliabilitas. Sedangkan kualitas layanan menilai
melalui daya tanggap, jaminan, empati dan dukungan teknis.
Komponen keuntungan/ manfaat (net benefit), merupakan hasil keseimbangan
antara dampak positif dan dampak negative dari pengguna sistem informasi
kesehatan. Dengan demikian, manfaat pengguna sistem dapat dinilai dengan
menggunakan efek pekerjaan, efisiensi dan efektifitas sistem, dan menurunkan
tingkat kesalahan.

2.5 ISO/IEC 9126-1:2000


ISO/IEC 9126 adalah standar internasional yang diterbitkan oleh ISO yang
dapat digunakan untuk mengevaluasi kualitas perangkat lunak dan merupakan
pengembangan dari ISO 9001. Standar ini terdiri dari empat bagian yang
menjelaskan model kualitas, metrik eksternal, metrik internal, dan metrik kualitas
yang digunakan. Terdapat enam ukuran kualitas yang ditetapkan oleh ISO 9126,
yaitu fungsionalitas, kehandalan (reliability), kebergunaan (usability), efisiensi,
portabilitas, serta pemeliharaan (maintainability). Metrik dalam ISO/IEC 9126
terdiri dari tiga bagian yaitu kualitas eksternal, kualitas internal, dan kualitas
penggunaan. Karakteristik kualitas ekternal dan internal memiliki sub
karakteristik seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 2.2. Sedangkan kualitas dari
sisi penggunaan (quality in use) memeliki sub karakteristik seperti yang
ditunjukkan oleh Gambar 2.3 (Ayu, 2017).
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 14
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

Kualitas Eksternal dan Internal

Gambar 2.2 Karakteristik dan subkarakteristik kualitas eksternal dan internal


Sumber: ISO/IEC FDIS 9126-1:2000
Faktor kualitas menurut ISO 9126 meliputi enam karakteristik kualitas
sebagai berikut:
a. Functionality (Fungsionalitas). Kemampuan perangkat lunak untuk
menyediakan fungsi sesuai kebutuhan pengguna, ketika digunakan dalam
kondisi tertentu.
b. Reliability (Kehandalan). Kemampuan perangkat lunak untuk
mempertahankan tingkat kinerja tertentu, ketika digunakan dalam kondisi
tertentu.
c. Usability (Kebergunaan). Kemampuan perangkat lunak untuk dipahami,
dipelajari, digunakan, dan menarik bagi pengguna, ketika digunakan dalam
kondisi tertentu.
d. Efficiency (Efisiensi). Kemampuan perangkat lunak untuk memberikan
kinerja yang sesuai dan relatif terhadap jumlah sumber daya yang digunakan
pada saat keadaan tersebut.
e. Maintainability (Pemeliharaan). Kemampuan perangkat lunak untuk
dimodifikasi. Modifikasi meliputi koreksi, perbaikan atau adaptasi terhadap
perubahan lingkungan, persyaratan, dan spesifikasi fungsional.
f. Portability (Portabilitas). Kemampuan perangkat lunak untuk ditransfer dari
satu lingkungan ke lingkungan lain.
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 15
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

Kualitas yang digunakan

Gambar 2.3 Karakteristik dan subkarakteristik untuk kualitas penggunaan


perangkat lunak
Sumber: ISO/IEC FDIS 9126-1:2000
a. Effectiveness (efektivitas) kemampuan perangkat lunak untuk
memungkinkan pengguna mencapai tujuan yang ditentukan dengan akurasi
dan kelengkapan dalam konteks penggunaan tertentu.
b. Productivity (produktifitas) kemampuan perangkat lunak untuk
memungkinkan pengguna mengeluarkan sumber daya dalam jumlah yang
tepat dan sehubungan dengan keefektifan yang dicapai dalam konteks
penggunaan tertentu.
c. Safety (keamanan) kemampuan perangkat lunak untuk mencapai tingkat
risiko kerugian, bisnis, perangkat lunak, properti atau lingkungan yang
dapat diterima dalam konteks penggunaan tertentu.
d. Satisfaction (Kepuasan) kemampuan perangkat lunak untuk memuaskan
pengguna dalam konteks penggunaan tertentu.
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr
2.6 Penelitian Terdahulu
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
No Nama Peneliti Judul Variabel Lokasi dan Sampel Metode Hasil Penelitian
Penelitian Penelitian
1. Farzandipur, Factors Affecting Manusia, 20 rumah sakit yang Metode Faktor yang memiliki
Jeddi, & Azimi Successful Manajerial dan menerapkan sistem penelitian kesuksesan penerapan sistem
(2016) Implementation of Teknologi informasi rumah deskriptif informasi rumah sakit adalah
Hospital Information sakit dan 400 orang kuantitatif faktor manusia memiliki
Systems dipilih sebagai nilai rata-rata 3,5 , faktor
sampel manajerial memiliki nilai
2,9, sedangkan faktor
teknologi memiliki nilai rata-
rata 3.
2. Kimiafar, The Impact of Manajemen Sampel dilakukan Metode Faktor keterlibatan pengguna
Sarbaz, Management Factors on dengan cara Kualitatif dan dan memiliki strategi dinilai
Sheikhtaheri, & the Success and Failure purposive sampling analisis data sebagai faktor yang paling
Azizi (2015) of Health Information meliputi ilmuwan menggunakan penting dalam kesuksesan
Systems dan ahli bidang deskriptif dan kegagalan sistem
sistem informasi statistik informasi rumah sakit
manajemen dengan nilai 86,7%.
kesehatan
3. Moghadam & Hospital Information Manusia Sampel dilakukan Metode Peneliti menemukan hasil
Fayaz-Bakhsh System Utilization in dengan cara penelitian dari wawancara bahwa
(2014) Iran: a Qualitative purposive sampling kualitatif masalah yang ada pada
Study di sebuah rumah fenomenologi penerapan sistem informasi
sakit Iran diantaranya kesehatan yaitu terkait
yaitu dokter, perawat dengan perangkat lunak,
dan penyedia layanan perangkat keras, sumber

1
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr
No Nama Peneliti Judul Variabel Lokasi dan Sampel Metode Hasil Penelitian
Penelitian Penelitian
kesehatan lainnya daya manusia, manajemen
dan pelatihan.
4. Barzekar & Organizational Factors Organisasi sampel yang dipilih Jenis Hasil yang diperoleh yaitu
Karami (2014) that Affect the 110 manajemen lini penelitian ada hubungan yang
Implementation of tengah di rumah sakit yang signifikan antara sumber
Information Universitas Tehran digunakan daya organisasi, pengetahuan
Technology: Iran pada organisasi, struktur dan
Perspectives of Middle penelitian ini sasaran visi dan misi
Managers in Iran yaitu manajemen dengan
deskriptif penerapan teknologi
cross informasi di rumah sakit.
sectional
5. Macharia & Health Management Kualitas Populasi penelitian Desain keuntungan yang diberikan
Maroa (2014) Information Systems pelayanan ini terdiri dari 600 penelitian pada sistem informasi
(HMIS) Implementation karyawan di rumah deskriptif manajemen kesehatan
Characteristics that sakit swasta Nairobi dengan memiliki pengaruh langsung
Influence the Quality of Kenya menggunakan yang signifikan terhadap niat
Healthcare in Private pendekatan perilaku pengguna sistem.
Hospitals in Kenya cross Selain itu kualitas
sectional. kemampuan layanan
kesehatan, kualitas tanggung
jawab dan kualitas keandalan
juga secara signifikan
berpengaruh terhadap
keberhasilan menggunakan
sistem informasi manajemen
kesehatan

1
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr 18
2.6.1 Research Gap
Kimiafar et al., (2015) melakukan penelitian terhadap dampak kesuksesan
dan kegagalan sistem informasi kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian
kualitatif dengan analisis data menggunakan desktriptif statistik. Sampel
dilakukan dengan teknik purposive sampling meliputi ilmuwan dan ahli bidang
sistem informasi kesehatan manajemen kesehatan sebesar 100 responden.
Variabel penelitian ini yaitu berfokus pada manajemen. Hasil penelitian ini yaitu
terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasailan dan kegagalan sistem
informasi kesehatan termasuk faktor fungsional, teknis, budaya, dan ekonomi,
namun salah satu faktor terpenting adalah dampak faktor manajemen. Penelitian
ini menyimpulkan bahwa bagian dari faktor manajemen yaitu keterlibatan
pengguna, memiliki strategi, dan sumber daya kompetitif dinilai sebagai faktor
yang paling penting
Barzekar & Karami (2014) meneliti tentang faktor organisasi terhadap
penerapan sistem informasi teknologi. Penelitian ini merupakan penelitian
kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang dipilih yaitu 110
manajemen lini tengah di rumah sakit universitas Tehran Iran. Variabel penelitian
ini yaitu organisasi terhadap penerapan teknologi informasi di rumah sakit. Hasil
penelitian ini yaitu ada hubungan yang signifikan antara sumber daya organisasi,
pengetahuan organisasi, struktur dan sasaran visi dan misi manajemen dengan
penerapan teknologi informasi di rumah sakit. Penelitian ini menyimpulkan
bahwa faktor organisasi merupakan salah satu faktor yang paling penting dalam
penentu keberhasilan suatu penerapan teknologi informasi di rumah sakit.
Penelitian Moghadam & Fayaz-Bakhsh (2014) menggunakan metode
penelitian kualitatif fenomenologi. Sampel yang dilakukan dengan cara teknik
purposive sampling di rumah sakt Iran diantaranya yaitu dokter dan perawat
sebesar 90 responden. Variabel penelitian ini yaitu manusia dan teknologi.
Penelitian ini menjelaskan bahwa peran manusia, baik secara individu maupun
kelompok dan teknologi sangat penting dalam menentukan keberhasilan
penerapan sistem informasi kesehatan. Peneliti menemukan hasil dari wawancara
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr 19
bahwa masalah yang ada pada penerapan sistem informasi kesehatan yaitu terkait
dengan perangkat lunak, perangkat keras, dan sumber daya manusia.
Terdapat perbedaan dari penelitian ini dengan penelitian-penelitian
terdahulu yang telah ada yaitu: penelitian ini dilakukan di seluruh bagian rumah
sakit yang menerapkan sistem informasi secara elektronik meliputi bagian rawat
jalan, rawat darurat, rawat inap, kasir rawat jalan, kasir, laboratorium patologi,
radiologi, CT scan, rehabilitasi medis, hemodialisa, endoscopi, ICU, ICCU,
farmasi, kamar operasi, apotek, gizi, kamar jenazah, ambulan, CSSD, Inventori,
rekam medik, kepegawaian, BPJS, serta sarana dan prasarana. Teknik sampling
yang digunakan menggunakan teknik disproportionate random sampling melalui
3 hak akses yang meliputi top management, middle management dan lower
management yang berguna untuk pengambilan sampelnya merata. Penelitian ini
juga menguji 3 variabel meliputi organisasi, manusia dan teknologi dalam
keberhasilan kinerja sistem informasi manajemen rumah sakit. Dari ketiga
variabel tersebut juga memiliki indikator-indikator guna membantu responden
dalam memberikan penilaian terhadap kinerja SIMRS yang ada saat ini.
Penelitian ini menggunakan analisis SEM Partial Least Square (PLS),
karena untuk mengetahui apakah indikator di masing-masing variabel adalah
pembentuk suatu variabel konstruk, untuk mengetahui seberapa besar prediksi
variabel eksogen maupun endogen menjelaskan variabel endogen yang dituju, dan
untuk mengetahui serta membandingkan pengaruh langsung maupun pengaruh
tidak langsung. Pada pembahasan dibahas sesuai indikator pada masing-masing
variabel, sehingga dapat diketahui indikator mana yang kuat dan juga yang lemah,
pada pembahasan juga dijelaskan terkait hipotesis yang memiliki nilai pengaruh
tertinggi sehingga dapat dijadikan pedoman dalam memperbaiki kinerja SIMRS.
Akan tetapi penelitian ini masih terdapat batasan-batasan yaitu: penelitian ini
masih minim dalam menentukan indikator yang ada pada variabel penggunaan
sistem maupun variabel organisasi sehingga di masih kurang dalam menjelaskan
variabel tersebut. Penelitian ini masih menggunakan analisis SEM-PLS sehingga
tidak dapat mengestimasi model untuk mengukur tingkat ketepatan suatu model
dengan indikator-indikator pengukurannya.
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr 20
2.7 Kerangka Teori

Rumah
Visi dan Misi Rumah Sakit
Sakit

Sumber: Modifikasi Teori Permenkes no 82 tahun 2013 dan Yusof et al., (2008)

Keterangan:
: Pengaruh
: Hubungan
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr 21
Penjelasan kerangka teori:
Rumah sakit merupakan institusi yang menyediakan pelayanan kesehatan
secara lengkap kepada masyarakat lengkap kepada masyarakat baik kuratif
maupun rehabilitatif. Rumah sakit juga memiliki sasaran visi dan misi yang
berguna untuk memberikan suatu pelayanan kesehatan yang baik dan cepat bagi
masyarakat, untuk mendukung sasaran visi misi rumah sakit tersebut maka
diperlukan suatu sistem yang terintegrasi didalam rumah sakit yang meliputi
informasi yang akurat dan tepat. SIMRS merupakan solusi untuk mencapai
sasaran visi dan misi rumah sakit, permenkes no 82 tahun 2013 menyebutkan
bahwasannya rumah sakit wajib menyelenggarakan SIMRS. Penerapan SIMRS
bertujuan untuk mendukung pengambilan keputusan bagi rumah sakit dan
memberikan pelayanan konsumen dengan mudah dan cepat, akan tetapi
penerapan SIMRS untuk era saat ini dirasa masih kurang maksimal. Dari
pembahasan tersebut, maka sebuah analisis penerapan SIMRS sangat penting
dilakukan. Analisis penerapan SIMRS dilakukan dengan menggunakan 3 faktor
yaitu teknologi menilai dari segi kualitas sistem, kualitas informasi dan kualitas
layanan, manusia yang menilai dari segi penggunaan sistem dan kepuasan
pengguna, dan organisasi yang menilai dari segi struktur dan organisasi.
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

2.8 Kerangka Konsep


TEKN

Kualitas

K
K dipelajari
Waktu res
Kegunaan Ketersedia
Keandalan
K
Fleksibilita
Keamanan

JA S

Kualitas I

K
Akurasi
Mudah
Ketepatan
Relevansi
Konsistens

Kualitas

Daya
Jaminan
Empati
Dukungan

2
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 23
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

Kesuksesan dalam penerapan SIMRS dinilai dalam 3 komponen yaitu


teknologi, manusia dan organisasi. Komponen teknologi terdiri dari kualitas
sistem, kualitas informasi dan kualitas layanan. Komponen manusia terdiri dari
penggunaan sistem dan kepuasan pengguna. Masing-masing aspek didalam
komponen teknologi mempengaruhi aspek penggunaan sistem dan organisasi.
Aspek penggunaan sistem mempengaruhi kepuasan pengguna dan komponen
organisasi mempengaruhi penggunaan sistem. Selanjutnya aspek penggunaan
sistem, kepuasan pengguna dan organisasi mempengaruhi penerapan SIMRS.
2.9 Hipotesa Penelitian
H1 : Terdapat pengaruh langsung antara kualitas sistem terhadap organisasi
H2 : Terdapat pengaruh langsung antara kualitas sistem terhadap penggunaan
sistem
H3 : Terdapat pengaruh langsung antara kualitas informasi terhadap organisasi
H4 : Terdapat pengaruh langsung antara kualitas informasi terhadap
penggunaan sistem
H5 : Terdapat pengaruh langsung antara kualitas layanan terhadap
organisasi H6 : Terdapat pengaruh langsung antara kualitas layanan
terhadap
penggunaan sistem
H7 : Terdapat pengaruh langsung antara organisasi terhadap penggunaan
sistem
H8 : Terdapat pengaruh langsung antara pengguna sistem terhadap kepuasan
pengguna
H9 : Terdapat pengaruh langsung antara kepuasan pengguna terhadap kinerja
SIMRS
H10 : Terdapat pengaruh langsung antara penggunaan sistem terhadap kinerja
SIMRS
H11 : Terdapat pengaruh langsung antara organisasi terhadap kinerja SIMRS
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

BAB 3. METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian


Rancangan penelitian adalah rancangan penelitian yang terdiri atas beberapa
komponen yang menyatu satu sama lain untuk memperoleh data atau fakta dalam
rangka menjawab pertanyaan penelitian (Lapau, 2012). Jenis penelitian yang
digunakan adalah jenis penelitian survey analitik atau explanatory research
dengan rancangan yang digunakan adalah rancangan cross sectional yang
pengukuran dan pengamatannya dilakukan secara simultan pada satu saat (sekali
waktu). Explanatory research merupakan penelitian yang menjelaskan hubungan
kausal dan menguji keterkaitan antara variabel-variabel melalui pengujian
hipotesis yang telah dirumuskan dengan berusaha menjawab pertanyaan
bagaimana dan mengapa (Alhamda, 2016). Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh HOT-Fit terhadap kinerja SIMRS di RSU Dr. H. Koesnadi
Bondowoso.
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian
3.2.1 Tempat penelitian
Tempat penelitian dilakukan di RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso.
3.2.2 Waktu penelitian
Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2018.
3.3 Populasi dan Sampel
3.3.1 Populasi
Populasi merupakan salah satu hal yang esensial dan perlu mendapat
perhatian dengan saksama apabila peneliti ingin menyimpulkan suatu hasil yang
dapat dipercaya dan tepat guna untuk wilayah atau objek penelitiannya (Yusuf,
2014). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengguna SIMRS yang dibagi
menjadi 3 hak akses.

24
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 25
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

Tabel 3.1 Populasi penelitian


Tingkat Jumlah
Manajemen Unit Jumlah
Total
1 Direktur 1

Pengembangan
7 Kepala Bidang Pelayanan Medik 1
8 Kepala Bidang Pelayanan Keperawatan 1
9 Kepala Bidang Pelayanan Penunjang 1
1 Instalasi Rawat Jalan 1
2 Instalasi Rawat Inap 1
3 Instalasi Gawat Darurat 1
4 Instalasi Pemeliharaan 1
5 Instalasi Gizi 1
6 Instalasi PKRS 1
Middle 7 Instalasi Farmasi 1 14
Management 8 Instalasi Care Unit 1
9 Instalasi CSSD 1
10 Instalasi Pengadaan dan RT 1
11 Urusan Pegawai (SDM) 1
12 Instalasi Laboratorium 1
13 Instalasi Patologi Anatomi 1
14 Kasir Entri Asuransi 1
1 Tenaga Kesehatan 179

a Perawat 73
b Bidan 44
c Radiologi 9
Lower
Management d Rekam Medik 11 235
e Analis 9
f Farmasi 32
2 Tenaga Non Kesehatan 57
a Administrasi 57
Total 258
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 26
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

3.3.2 Sampel
Sampel adalah sebagian dari populasi yang terpilih dan mewakili populasi
tersebut (Yusuf, 2014). Besar sampel untuk penelitian ini dapat dihitung dengan
menggunakan rumus Slovin, sebagai berikut :
𝑁
𝑛=
1 + 𝑁. 𝑒²
Keterangan :
n = sampel
N = populasi
e = derajat ketelitian atau nilai kritis yang diinginkan =5% =0,05
258
𝑛=
1 + 258 .
0,05²
258
𝑛=
1+
0.64
258
𝑛=
1.64
𝑛 = 157.92 = 158 responden
3.3.3 Teknik pengambilan sampel
Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan jenis
probability sampling dengan teknik disproportionate stratified random sampling.
Teknik disproportionate random sampling digunakan untuk menentukan sampel
dari populasi yang berstrata tetapi kurang proposional pembagiannya (Riduwan,
2010). Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 158 responden. Sedangkan untuk
memperoleh sampel dengan proporsi yang sama pada masing – masing strata
maka peneliti menggunakan rumus dari Sugiyono dalam buku (Riduwan, 2010):
𝑁𝑖
𝑛𝑖 = 𝑥 𝑛
𝑁

Keterangan :
ni = Jumlah sampel menurut stratum
n = Jumlah sampel seluruhnya
Ni = Jumlah populasi menurut stratum
N = Jumlah populasi seluruhnya
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 27
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

Sehingga diperoleh besar sampel pada tabel 3.2.


Kriteria inklusi :
a. Telah bekerja di rumah sakit minimal 1 tahun dan status kepegawaiannya
tidak sedang dalam masa percobaan

Penunjang
1 Instalasi Rawat Jalan 1
2 Instalasi Rawat Inap 1
3 Instalasi Gawat Darurat 1
4 Instalasi Pemeliharaan 1
5 Instalasi Gizi 1 14/259 x 158
Middle
Management 6 Instalasi PKRS 1 14 = 8.54 = 9
7 Instalasi Farmasi 1 responden

8 Instalasi Care Unit 1


9 Instalasi CSSD 1
10 Instalasi Pengadaan dan
RT 1
11 Urusan Pegawai (SDM) 1
12 Instalasi Laboratorium 1
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 28
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

Tingkat
Manajemen Unit Jumlah Jumlah Total Sampel
Middle
Instalasi Patologi Anatomi 1 14 14/259 x 158
Management 13
= 8.54 = 9
14 Kasir Entri Asuransi 1 responden
235/259 x
158 =
1 Tenaga Kesehatan 178 143.96 =
143
responden
73/235x143
a Perawat 73 = 44
responden
44/235x143
b Bidan 44 = 26
responden
Lower
c 9/235x143 =
Radiologi 9
Managemen Rekam Medik 11 235 6 responden
t 11/235x143
=7
responden
d
e Analis 9
9/235x143 =
6 responden
32/235x143
f Farmasi 32 = 19
responden
2 Tenaga Non Kesehatan 57
57/235x143
a Administrasi 57 = 34
responden
Total 258 158

3.4 Identifikasi dan Definisi Operasional Variabel


3.4.1 Identifikasi Variabel
Variabel merupakan segala sesuatu yang akan menjadi objek penelitian dan
jika diukur memiliki variasi (Setyosari, 2013). Variabel dalam penelitian ini
diklasifikasikan kedalam variabel eksogen (independent) dan varabel endogen
(dependent).
a. Variabel eksogen (independent variable)
Variabel eksogen adalah sinonim dengan variabel independen yaitu variabel
yang mempengaruhi nilai dari variabel lain (Ferdinand, 2014). Variabel eksogen
pada penelitian ini adalah kualitas sistem, kualitas informasi dan kualitas layanan.
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 29
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

b. Variabel endogen (dependent variable)


Variabel endogen adalah sinonim dengan variabel dependen yaitu
dipengaruhi oleh variabel eksogen dalam model tersebut baik secara langsung
maupun tidak langsung (Ferdinand, 2014). Variabel endogen dalam penelitian ini

No Variabel Definisi Indikator Alat ukur Skala Kriteria


operasional penilaian
1 Kualitas Penilaian 1. Kemudahan Instrumen Ordinal ∑ pertanyaan
Sistem pengguna penggunaan kuesioner X skor max
terhadap 2. Kemudahan dengan
∑ pertanyaan
kemampuan untuk jumlah X skor min
pada aplikasi dipelajari kuesioner
SIM RS 3. Waktu respon 15 butir. (∑ skor
4. Kegunaan dan Setiap pertanyaan
ketersediaan butir max - ∑skor
fitur pertanyaan pertanyaan
5. Keandalan akan min/ ∑
sistem menghasil kategori X
6. Kelengkapan kan nilai 100 %)
fitur STS=1,
7. Fleksibilitas TS=2,
sistem N=3, S=4, Kriteria
8. Keamanan SS=5 Interpretasi
skor
15-30 =
buruk
31-41 = baik
42-75 =
sangat baik
2 Kualitas Penilaian 1. Kelengkapan Instrumen Ordinal ∑ pertanyaan
Informasi pengguna informasi kuesioner X skor max
terhadap 2. Akurasi dengan
∑ pertanyaan
informasi 3. Mudah dibaca jumlah
4. Ketepatan X skor min
yang kuesioner
dihasilkan waktu 8 butir. (∑ skor
oleh SIM RS 5. Relevansi Setiap pertanyaan
6. Konsistensi butir max - ∑ skor
informasi pertanyaan pertanyaan
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 30
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

No Variabel Definisi Indikator Alat ukur Skala Kriteria


operasional penilaian
akan min/ ∑
menghasil kategori X
kan nilai 100 %)
STS=1,
TS=2,
N=3, S=4, Kriteria
SS=5 Interpretasi
skor
8-18 = buruk
19-29 = baik
30-40 =
sangat baik
3 Kualitas Penilaian 1. Daya tanggap Instrumen Ordinal ∑ pertanyaan
Layanan pengguna 2. Jaminan kuesioner X skor max
terhadap 3. Empati dengan
∑ pertanyaan
layanan 4. Dukungan jumlah
X skor min
yang teknis kuesioner
diberikan 8 butir. (∑ skor
oleh Setiap pertanyaan
penyedia butir max - ∑ skor
SIM RS pertanyaan pertanyaan
akan min/ ∑
menghasil kategori X
kan nilai 100 %)
STS=1,
TS=2,
N=3, S=4, Kriteria
SS=5 Interpretasi
skor
8-18 = buruk
19-29 = baik
30-40 =
sangat baik
4 Penggunaa Penilaian 1. Kemudahan Instrumen Ordinal ∑ pertanyaan
n Sistem SIMRS yang 2. Kebutuhan kuesioner X skor max
dilihat dari yang dengan
sisi frekuensi diinginkan ∑ pertanyaan
jumlah
penggunaan X skor min
kuesioner
user 8 butir. (∑ skor
Setiap pertanyaan
butir max - ∑ skor
pertanyaan pertanyaan
akan min/ ∑
menghasil kategori X
kan nilai 100 %)
STS=1,
TS=2,
N=3, S=4,
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 31
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

No Variabel Definisi Indikator Alat ukur Skala Kriteria


operasional penilaian
SS=5 Kriteria
Interpretasi
skor
8-18 = buruk
19-29 = baik
30-40 =
sangat baik
5 Kepuasan Penilaian 1. Kelengkapan Instrumen Ordinal ∑ pertanyaan
Pengguna respon user 2. Keakuratan kuesioner X skor max

terhadap Format dengan


∑ pertanyaan
penggunaan 4. Kemudahan jumlah
X skor min
SIM RS 5. Ketepatan kuesioner
3. 8 butir. (∑ skor
Setiap pertanyaan
butir max - ∑ skor
pertanyaan pertanyaan
akan min/ ∑
menghasil kategori X
kan nilai 100 %)
STS=1,
TS=2,
N=3, S=4, Kriteria
SS=5 Interpretasi
skor
8-18 = buruk
19-29 = baik
30-40 =
sangat baik
6 Organisasi Penilaian 1. Pemeliharaan Instrumen Ordinal ∑ pertanyaan
SIMRS yang 2. Komitmen kuesioner X skor max
dilihat dari atasan dengan
∑ pertanyaan
sisi 3. Prosedur kerja jumlah
X skor min
manajemen tim kuesioner
8 butir. (∑ skor
Setiap pertanyaan
butir max - ∑ skor
pertanyaan pertanyaan
akan min/ ∑
menghasil kategori X
kan nilai 100 %)
STS=1,
TS=2,
N=3, S=4, Kriteria
SS=5 Interpretasi
skor
8-18 = buruk
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 32
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

19-29 = baik
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 32
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

No Variabel Definisi Indikator Alat ukur Skala Kriteria


operasional penilaian
30-40 =
sangat baik
7 Kinerja Penilaian 1. Efektivitas Instrumen Ordinal ∑ pertanyaan
SIM RS pengguna 2. Efisiensi kuesioner X skor max

Data primer

peneliti ke responden penelitian. Data sekunder dalam penelitian ini berupa data
pendukung yang bersumber dari rumah sakit seperti profil rumah sakit yang
meliputi visi, misi, struktur organisasi.
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 33
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

3.5.2 Sumber data


Data penelitian diperoleh secara langsung dari responden berdasarkan hasil
pengisian instrument penelitian serta data lain yang diperoleh dari rumah sakit.
3.6 Teknik dan Alat Perolehan Data
3.6.1 Teknik perolehan data
a. Wawancara
Wawancara dilakukan saat peneliti melakukan studi pendahuluan ke rumah
sakit untuk menggali masalah terkait Sistem Informasi Manajemen Rumah
Sakit.
b. Observasi
Observasi dilakukan saat peneliti melakukan studi pendahuluan ke rumah
sakit untuk melihat sejauh mana penerapan Sistem Informasi Manajemen
Rumah Sakit.
c. Kuesioner
Kuesioner dilakukan dengan cara membuat daftar pertanyaan yang akan
diberikan kepada responden penelitian untuk menilai Sistem Informasi
Manajemen Rumah Sakit.
3.6.2 Alat perolehan data
Alat perolehan data menggunakan kuesioner yaitu daftar pertanyaan yang
diberikan kepada responden sesuai dengan permintaan peneliti (Riduwan, 2010).
Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data secara langsung dari responden
tentang penilaian pengguna sistem terhadap 7 variabel kualitas sistem, kualitas
informasi, kualitas layanan, pengguna sistem, kepuasan pengguna, organisasi dan
penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit.
3.7 Teknik Penyajian dan Analisis Data
3.7.1 Teknik penyajian data
Teknik penyajian data pada penelitian ini adalah dengan memaparkan hasil
analisis 7 variabel yang terdiri dari kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas
layanan, pengguna sistem, kepuasan pengguna, organisasi dan penerapan Sistem
Informasi Manajemen Rumah Sakit. Hasil analisis disajikan dalam bentuk tabel
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 34
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

dan narasi untuk menyajikan faktor yang berpengaruh dalam penerapan Sistem
Informasi Manajemen Rumah Sakit.
3.7.2 Analisis Data
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini untuk menguji pengaruh
antar variabel. Uji pengaruh dalam penelitian ini menggunakan bantuan program
Partial Least Square (PLS) 3.0 dengan analisis SEM (Structural Equation
Modeling). Analisis SEM adalah suatu teknik untuk menganalisis hubungan
sebab-akibat antar variabel laten dan bukan variabel manifest (Supranto &
Limakrisna, 2016). Adapun tahapan analisis PLS-SEM sebagai berikut (Ghozali &
Latan, 2015):
a. Konseptualisasi model
Konseptualisasi model merupakan langkah awal dalam analisis PLS-SEM.
Pada tahap ini peneliti harus melakukan pengembangan dan pengukuran konstruk.
Prosedur pengembangan dan pengukuran konstruk secara koncensional pertama
kali diperkenalkan oleh Gilbert Chhurchill pada tahun 1979 dalam bidang
marketing.
b. Menentukan metoda analisis algorithm
Model penelitian yang sudah melewati tahapan konseptualisasi model
selanjutnya harus ditentukan metoda analisis algorithm apa yang digunakan untuk
estimasi model. Dalam PLS-SEM menggunakan SmartPLS 3.0, metoda analisis
algorithm yang disediakan hanyalah algorithm PLS dengan tiga pilihan skema
yaitu factorial, centroid dan path atau struktural weighting. Skema algorithm PLS
yang disarankan oleh Wold adalah path atau struktural weighting. Setelah peneliti
menentukan metoda analisis algorithm sera skema yang digunakan, langkah
selanjutnya yang harus dilakukan adalah menentukan berapa jumlah sampel yang
harus dipenuhi. Seperti yang diketahui, PLS-SEM tidak menuntut sampel dalam
jumlah besar. Minimal direkomendasikan antara 30-100 kasus.
c. Menentukan metoda resampling
Umumnya terdapat metoda yang digunakan oleh peneliti di bidang SEM
untuk melakukan proses penyempelan kembali (resampling) yaitu bootsraping
dan jackknifing. Metoda jackknifing hanya menggunakan subsample dari sampel
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 35
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

asli yang dikelompokkan dalam grup untuk melakukan resampling kembali.


Metoda bootsraping menggunakan seluruh sampel asli untuk melakukan
resampling kembali. Metode ini lebih sering digunakan dalam model persamaan
struktural. Program SmartPLS 3.0 hanya menyediakan satu metoda resampling
yaitu bootsraping.
d. Menggambar diagram jalur
Setelah melakukan konseptualisasi model, menentukan metoda, analisis
algorithm dan metoda resampling, langkah selanjutnya adalah menggambar
diagram jalur dari model yang akan diestimasi tersebut. Dalam menggambar
diagram jalur, Falk dan Miller (1992) dalam buku Ghozali & Latan (2015)
merekomendasikan untuk menggunakan prosedur nomogram reticular action
modeling (RAM) dengan ketentuan sebagai berikut:
1) Konstruk teoritikal yang menunjukkan variabel laten harus digambar
dengan bentuk lingkaran atau bulatan elips.
2) Variabel indikator harus digambarkan dengan bentuk kotak.
3) Hubungan-hubungan asimetri digambarkan dengan arah panah tunggal.
4) Hubungan-hubungan simetris digambarkan dengan arah panah ganda.
e. Evaluasi model
Setelah menggambarkan diagram jalur, maka model akan diestimasi dan
dievaluasi hasilnya secara keseluruhan. Evaluasi model dalam PLS-SEM
menggunakan program SmartPLS 3.0 dapat dilakukan dengan menilai hasil
pengukuran model (measurement model) yaitu melalui analisis faktor
konfirmatori dengan menguji validitas dan reliabilitas konstruk laten.
Kemudian dilanjutkan dengan evaluasi model struktural dan pengujian
signifikasi untuk menguji pengaruh antar konstruk atau variabel. Berikut
ketentuan evaluasi model pada PLS-SEM:
1) Evaluasi pengukuran model atau outer model
Outer model merupakan pengukuran model untuk menilai validitas dan
reliabilitas model melalui proses iterasi algoritma, parameter model
pengukuran (validitas konvergen, validitas diskriminan, composite
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 36
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

reliability dan Cronbach;s alpha) diperoleh, termasuk nilai R2 sebagai


ketepatan model prediksi.
2) Evaluasi Model struktural atau inner model
Inner model merupakan model struktural untuk memprediksi hubungan
kausalitas antarvariabel laten. Melalui prosess bootstrapping, parameter uji
T-statistic diperoleh untuk memprediksi adanya hubungan kausalitas
(Jogiyanto, 2011).
3.8 Uji Validitas dan Reliabilitas
3.8.1 Uji Validitas
Pada dasarnya kata “valid” mengandung makna yang sinonim dengan kata
“good”. Dalam penelitian, konstruk adalah sebuah bangunan variabel yang tidak
dapat diamati secara langsung tetapi harus dibangun dari beberapa amatan yang
relevan. Validitas konstruk mengambarkan mengenai kemampuan sebuah alat
ukur untuk menjelaskan sebuah konsep. Uji validitas dilakukan dengan cara
melihat nilai dari outer model pada masing-masing variabel laten. pada uji
validitas konvergen nilai outer loadingnya harus diatas 0,50 maka dinyatakan
valid, dan juga dapat dilihat nilai AVE yaitu harus diatas 0,50 (Jogiyanto, 2011).
3.8.2 Uji Reliabilitas
Menurut Suharsimi Arikunto (2002) dalam buku Supranto dan Limakrisna,
(2016) menyebutkan bahwa uji ini dilakukan untuk mengetahui tingkat
konsistensi hasil pengukuran jika dilakukan pengukuran ulang terhadap gejala dan
alat ukur yang sama. Yang dimaksud dengan reliabilitas adalah menunjukan pada
suatu pengertian bahwa sesuatu instrument cukup dapat dipercaya untuk
digunakan sebagai alat pengumpulan data karena instrumen tersebut sudah baik.
Reliabel artinya dapat dipercaya dan juga dapat diandalkan. Reliabilitas konstruk
dinilai dengan menghitung indeks reliabilitas instrument yang digunakan
(Composite reliability) dari model SEM yang dianalisis. Rumus yang dapat
digunakan untuk menghitung reliabilitas konstruk ini adalah sebagai berikut
(Ferdinand, 2014):

𝑐𝑜𝑛𝑠𝑡𝑟𝑢𝑐𝑡 − 𝑅𝑒𝑙𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑦 = (∑𝑆𝑡𝑑. 𝐿𝑜𝑎𝑑𝑖𝑛𝑔)² (∑𝑆𝑡𝑑.


𝐿𝑜𝑎𝑑𝑖𝑛𝑔)² + ∑𝜀𝑗
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 37
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

dimana :
a. Standardized loading diperoleh langsung dari standardized loading untuk
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 38
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

3.9 Alur Penelitian


Identifikasi masalah :
Kurang optimalnya penerapan SIM RS di RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso

Data disajikan dalam bentuk tabel dan narasi

Kesimpulan dan saran :


Hasil dan pembahasan dirangkum dalam bentuk kesimpulan dan saran

Gambar 3.1 Alur penelitian


DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Hasil dari analisis data dengan menggunakan bantuan SmartPLS 3.0, maka
diperoleh beberapa kesimpulan dalam penelitian ini, sebagai berikut :
1. Sebagian besar responden menyatakan bahwa penggunaan sistem menjawab
sangat baik berjumlah 90 orang, responden menyatakan bahwa kepuasan
pengguna menjawab baik berjumlah 99 orang, responden menyatakan
bahwa bahwa organisasi menjawab baik berjumlah 92 orang, responden
menjawab sangat baik pada kualitas sistem berjumlah 129 orang, responden
menyatakan baik pada kualitas sistem berjumlah 105 orang, responden
menyatakan layanan baik pada kualitas layanan berjumlah 86 orang dan
responden menyatakan baik pada kinerja SIMRS berjumlah 81 orang.
2. Kualitas sistem berpengaruh terhadap pengguna sistem dengan nilai t-
statistik 3,219 dan tidak berpengaruh terhadap organisasi dengan nilai t-
statistik 0,483
3. Kualitas informasi berpengaruh terhadap pengguna sistem dengan nilai t-
statistik 5,349 dan tidak berpengaruh terhadap organisasi dengan nilai t-
statistik 0,503
4. Kualitas layanan tidak berpengaruh terhadap pengguna sistem dengan nilai
t-statistik 0,126 dan berpengaruh terhadap organisasi dengan nilai t-statistik
2,657
5. Organisasi tidak berpengaruh terhadap pengguna sistem dengan nilai t-
statistik 1,489
6. Pengguna sistem berpengaruh terhadap kepuasan pengguna dengan nilai t-
statistik 12,200
7. Kepuasan pengguna berpengaruh terhadap kinerja SIMRS dengan nilai t-
statistik 2,478, pengguna sistem berpengaruh terhadap kinerja SIMRS
dengan nilai t-statistik 5,838, dan organisasi berpengaruh terhadap kinerja
SIMRS dengan nilai t-statistik 3,589.

85
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 86
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

5.2 Saran
1. Bagi RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso
a. Perlunya penerapan kebutuhan fungsional sistem mengenai fitur-fitur
yang telah diajukan oleh pengguna sistem. Contohnya pada unit CSSD,
apotek, inventori, dan kamar operasi.
b. Perlunya pelatihan secara berkala dengan waktu 3 bulan sekali mengenai
pengoperasian aplikasi SIMRS terhadap pengguna sistem. Pelatihan
sebaiknya dilakukan secara merata terhadap pengguna sistem yang
mengoperasikan aplikasi SIMRS, sehingga dapat memberikan
peningkatan keterampilan pengguna sistem dalam mengoperasikan
SIMRS.
c. Perlunya dilakukan maintenance/ pemeliharaan preventif secara rutin dan
berkala dengan waktu 6 bulan sekali dan pemeliharaan monitoring yang
dilakukan 2 hari sekali terhadap SIMRS mengenai perangkat keras
maupun perangkat lunak di unit-unit terkait.
d. Perlu adanya penetapan SOP terkait pengoperasian aplikasi SIMRS di
setiap unit
e. Perlunya kerangka kerja tata kelola SIMRS yang memiliki staf analisis
sistem, staf programmer, staf hardware dan staf maintenance jaringan.
f. Perlunya pemanfaatan DSS (Decision Support System) bagi manajemen
dalam menunjang pengambilan keputusan seperti mengatasi masalah
yang terkait pada aplikasi SIMRS dan memutuskan suatu kebijakan baru
mengenai SIMRS.
2. Bagi penelitian selanjutnya diharapkan dapat meneliti lebih dalam terkait
keberhasilan SIMRS menggunakan model HOT-Fit dengan teknik analisis
CB-SEM dan penambahan terkait indikator pada variabel penggunaan
sistem yang terdiri dari pengaruh sosial dan pengaruh mitra. Perlu lebih
dispesifikasikan mengenai variabel organisasi terkait struktur organisasi dan
lingkungan organisasi. Sehingga hasil temuannya lebih baik dalam
menjelaskan apakah indikator tersebut suatu konstruk dalam variabel laten.
Perlunya membahas satu persatu dari 3 hak akses meliputi top management,
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 87
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

middle management, dan lower management. Sehingga hasil penelitian


dapat menjelaskan bagaimana penerapan SIMRS yang ditinjau dari 3 hak
akses tersebut.
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

DAFTAR PUSTAKA

Adiwibowo, L., Hurriyati, R., & Sari, M. (2008). Analisis Perilaku Pengguna
Teknologi Informasi Pada Perguruan Tinggi Berstatus BHMN (Studi
Penerapan Teknologi Informasi Pada FPEB-Universitas Pendidikan
Indonesia), 1–21.

Adriany, F. (2012). Pengaruh Kepuasan Pengguna SIM-KAS Terhadap Kinerja


Individu (Studi Kasus Pada Universitas Indonesia).

Ajami, S., & Bertiani, Z. M. (2012). Training and its Impact on Hospital
Information System (HIS) Success. Journal of Information Technology and
Software Engineering, 02(05), 1–7.

Al-Maskari, A., & Sanderson, M. (2010). A Review of Factors Influencing User


Satisfaction in Information Retrieval. [Link]

Alcami, R. L., & Caranana, C. D. (2012). Introduction to Management


Information Systems. Jaume I University. Spanyol.

Alhamda, S. (2016). Buku Ajar Metlit dan Statistik (1st ed.). Yogyakarta:
Deepublish.

Ali, B. M., & Younes, B. (2013). The Impact of Information Systems on user
Performance : An Exploratory Study. Journal of Knowledge
Management, Economics and Informaton Technology, (2).

Ayu, P. D. W. (2017). Analisis Pengukuran Tingkat Efektivitas dan Efisiensi


Sistem Informasi Manajemen Surat STIKOM Bali. Jurnal Sistem Dan
Informatika, 11(2), 99–109.

Aziz, A. L., Al Musadieq, M., & Susilo, H. (2013). Pengaruh Kemudahan


Penggunaan Terhadap Kemanfaatan pada Sikap Pengguna E-Learning.
Jurnal Administrasi Bisnis, 6(2).

Bahari, A., & Mahmud, R. (2012). Impact of System Quality, Information Quality
and Service Quality on Performance, 1–7.

Balaraman, P., & Kosalram, K. (2013). E – Hospital Management & Hospital


Information Systems – Changing Trends. International Journal of
Information Engineering and Electronic Business, 5(1), 50–58.

Barzekar, H., & Karami, M. (2014). Organizational Factors That Affect The
Implementation of Information Technology: Perspectives of Middle

88
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 89
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

Managers in Iran. Acta Informatica Medica, 22(5), 325–328.

Bayu, A., & Muhimmah, I. (2013). Evaluasi Faktor-Faktor Kesuksesan


Implementasi Sistem Informasi manajemen Rumah Sakit di PKU
Muhammadiyah Sruweng dengan Menggunakan Metode Hot-Fit. Seminar
Nasional Informatika Medis, (November), 78–86.

Boynton, A. C., Zmud, R. W., & Jacobs, G. C. (1994). The Influence of IT


Management Practice on IT Use in Large Organizations, 299–318.

Dewi, F. T. L., Farlinda, S., & Hikmah, F. (2014). Evaluasi Sistem Informasi
Rekam Medis (SIMRM) dengan Metode Human Organization
Technology(HOT)-Fit Model Di Instalasi Rekam Medik Rumah Sakit Kalisat
Tahun 2014.

Erimalata, S. (2016). Pendekatan Hot-Fit Framework dalam Generalized


Structural Component Analysis pada Sistem Informasi Manajemen Barang
Milik Daerah: Sebuah Pengujian Efek Resiprokal. Jurnal Akuntansi Dan
Investasi, 17(2), 141–157.

Erlirianto, L. M., Ali, A. H. N., & Herdiyanti, A. (2015). The Implementation of


the Human, Organization, and Technology-Fit (HOT-Fit) Framework to
Evaluate the Electronic Medical Record (EMR) System in a Hospital.
Procedia Computer Science, 72, 580–587.

Esterhuyse, M., Scholtz, B., & Venter, D. (2016). Intention to Use and
Satisfaction of e-Learning for Training in the Corporate Context.
Interdisciplinary Journal of Information, Knowledge, and Management, 11,
347–365.

Farzandipur, M., Jeddi, F. R., & Azimi, E. (2016). Factors Affecting Successful
Implementation of Hospital Information Systems. Acta Informatica Medica,
24(1), 51–55.

Ferdinand, A. (2014). Structural Equation Modeling : Dalam Penelitian


Manajemen (5th ed.). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Ghozali, I., & Latan, H. (2015). Partial Least Squares Konsep Teknik dan
Aplikasi Menggunakan Program SmartPLS 3.0 (Untuk Penelitian Empiris)
(2nd ed.). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Gorla, N., Somers, T. M., & Wong, B. (2010). Organizational impact of system
quality , information quality , and service quality. Journal of Strategic
Information Systems, 207–228.
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 90
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

Hanadia, N., Rahayu, S., & Zultilisna, D. (2017). Pengaruh Kualitas Sistem,
Perceived Usefulness dan Kualitas Informasi Terhadap Kepuasan Pengguna
(Studi Kasus Terhadap Sistem Dashboard PDAM Tirta Raharja 2017). E-
Proceeding of Management, 4(3), 2707–2714.

Hudin, J. M., & Riana, D. (2016). Kajian Keberhasilan Penggunaan Sistem


Informasi Accurate Dengan Menggunakan Model Kesuksesan Sistem
Informasi Delon Dan Mclean. Journal of Information System, 12(1), 1–9.

Hussein, R., Karim, N. S. A., Mohamed, N., & Ahlan, A. R. (2007). The
Influence of Organizational Factors on Information Systems Success in E-
Government Agencies in Malaysia. The Electronic Journal on Information
Systems in Developing Countries, 29(1), 1–17.

Ikasari, D. (2012). Tingkat Standar Pelayanan Rawat Inap di Rumah Sakit Haji
Jakarta Berdasarkan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit Tahun 2011.
Universitas Indonesia.

Irmayani, Nugroho, E., & Lazuardi, L. (2016). Renstra SI/TI sebagai Acuan
Pengembangan SI/TI: Studi Kasus di RS Grand Medistra Lubuk Pakam.
Journal of Information Systems for Public Health, 1(2), 1–8.

ISO/IEC FDIS 9126-1:2000. Information Technology and Software product


quality, 1–26.

Jaafreh, A. bakhit. (2017). Evaluation Information System Success: Applied


DeLone and McLean Information System Success Model in Context
Banking System in KSA. International Review of Management and Business
Research, 6(2), 829–845.

Jang, J.-H., Kim, J.-K., & Hwang, Y.-H. (2006). Influence of Hotel Information
System Quality on System Use and User Satisfaction. Journal of Quality
Assurance in Hospitality & Tourism, 7(3), 37–41.

Jogiyanto. (2011). Konsep dan Aplikasi Struktural Equation Modeling Berbasis


Varian dalam Penelitian Bisnis. Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan
STIM YKPN.

Juwandi, & Africano, F. (2016). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan


Pengguna Sistem Informasi Akuntansi Serta Pengaruhnya Terhadap Kinerja
Individu Karyawan PT Thamrin Brothers Palembang, 1–20.

Kadir, R. abdul, Ismail, N. aini, & Yatin, S. farik mat. (2015). The Benefit of
Implementing ERP System in Telecommunication. Procedia- Social and
Behavioral Sciences, 211, 1216–1222.
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 91
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

Kartika, N. D., Anton, & Adnanti, W. A. (2016). Analisis Kualitas Sistem


Informasi, Perceived Usefulness dan Kualitas Informasi Terhadap Kepuasan
End User Software Akuntansi. Simposium Nasional Akuntansi XIX, 1–21.

Khaidir, & Susanti, N. (2015). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi


Kinerja Sistem. Ekombis Review, 137–147.

Kimiafar, K., Sarbaz, M., Sheikhtaheri, A., & Azizi, A. (2015). The Impact of
Management Factors on The Success and Failure of Health Information
Systems. Indian Journal of Science and Technology, 8(27), 1–9.

Kisdianata, W., Pribadi, F., & Fauziyah. (2016). Evaluasi Kinerja Sistem
Informasi Manajemen Dalam Mendukung Proses Manajemen di Rumah
Sakit Gigi dan Mulut UMY. Jurnal Asosiasi Dosen Muhammadiyah
Magister Administrasi Rumah Sakit, 2(2), 1–8.

Kodarisman, R., & Nugroho, E. (2013). Evaluasi Penerapan Sistem Informasi


Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) di Pemerintah Kota Bogor. Jurnal
Nasional Teknik Elektro Dan Teknologi Informasi UGM, 2(2), 24–32.

Kosasi, S., & Kuway, S. M. (2012). Studi Analisis Persyaratan Kebutuhan Sistem
dalam Menghasilkan Perangkat Lunak yang Berkualitas. Jurnal Ilmiah
SISFOTENIKA, 2(1), 1–10.

Kostopoulos, G., Lodorfos, G., & Kaminakis, K. (2015). The impact of service
delivery system effectiveness on service quality: A hierarchical approach.
International Journal of Business Performance Management.

Krisbiantoro, D., Suyanto, M., & Taufiqluthfi, E. (2015). Evaluasi Keberhasilan


Implementasi Sistem Informasi dengan Pendekatan HOT FIT Model ( Studi
Kasus : Perpustakaan STMIK AMIKOM Purwokerto ). Konferensi Nasional
Sistem & Informatika 2015, 9–10.

Lapau, B. (2012). Metode Penelitian Kesehatan: Metode Ilmiah Penulisan


Skripsi, Tesis, dan Disertasi (1st ed.). Jakarta: Yayasan Pustaka Obor
Indonesia.

Larasati, I., Susilo, H., & Riyadi. (2013). Analisis Sistem Informasi Manajemen
Persediaan Obat (Studi Kasus Pada Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum
Daerah Ibnu Sina Gresik). Jurnal Administrasi Bisnis, 1(2), 57–67.

Larinse, D. S. (2015). Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit


(SIMRS) Menggunakan Metode HOT-Fit Pada Pengguna Akhir SIMRS di
RSUD-Talaud.
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 92
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

Lee, G., Lin, H., & Pai, J. (2005). Influence of environmental and organizational
factors on the success of internet‐based interorganizational systems planning.
Internet Research, 15(5), 527–543.

Li, Y.-M., & Yeh, Y.-S. (2009). Service quality’ s impact on mobile satisfaction
and intention to use 3G service. Proceedings of the 42nd Hawaii
International Conference on System Sciences, 1–10.

Loekito, A. R., & Hukama, L. D. (2016). Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap


Kepuasan Konsumen Laboratorium Klinik (Studi Kasus Laboratorium Klinik
X Jakarta). International Journal of Social Science and Business, 1(4), 265–
270.

Macharia, J., & Maroa, C. (2014). Health Management Information Systems


(HMIS) Implementation Characteristics that Influence the Quality of
Healthcare in Private Hospitals in Kenya. IST-Africa 2014 Conference
Proceedings, 1–12.

Mandasari, I. A. C. S., & Giantari, I. G. A. K. (2017). Pengaruh Perceived


Usefulness, Perceived Ease Of Use, dan Kualitas Layanan Terhadap
Kepuasan untuk Membangun Loyalitas. E-Jurnal Ekonomi Dan Bisnis
Universitas Udayana, 10(6), 3637–3664.

MEASURE Evaluation. (2017). Health Information System Strengthening Model,


(March), 1–3.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2013 tentang


Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit.

Moghadam, M. A. A., & Fayaz-Bakhsh, A. (2014). Hospital Information System


Utilization in Iran: A Qualitative Study. Acta Medica Iranica, 52(11), 855–
859.

Monalisa, S., Anggara, P. P., & Kurnia, F. (2018). Analisis Kesuksesan Penerapan
Sistem Administrasi Akademik Menggunakan Human Organization
Technology Fit Model. Jurnal Ilmiah Rekayasa Dan Manajemen Sistem
Informasi, 4(1), 36–41.

Musridharta, E. (2013). Rencana Strategis Sistem Informasi Manajemen Rumah


Sakit RS Pusat Otak Nasional. Universitas Indonesia.

Ningrum, I. R., & Susilo, H. (2017). Pengaruh Kualitas Sistem Informasi dan
Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada PT
Pembangkitan Jawa Bali Unit Pembangkitan Paiton). Jurnal Administrasi
Bisnis, 47(1), 165–171.
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 93
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

Nugroho, E. (2008). Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta: Andi Yogyakarta.


Nurlifa, A., Kusumadewi, S., & Kariyam. (2014). Analisis Pengaruh User
Interface Terhadap Kemudahan Penggunaan Sistem Pendukung Keputusan
Seorang Dokter. SNATIF, 333–340.

Palupi, R. (2015). Hubungan Persepsi Manfaat, Persepsi Kemudahan


Pengggunaan dan Sikap Pengguna dengan Penggunaan Aktual Sistem
Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Universitas Sebelas Maret
Surakarta.

Poluan, F., Lumenta, A., & Sinsuw, A. (2014). Evaluasi Implementasi Sistem E-
Learning Menggunakan Model Evaluasi HOT Fit Studi Kasus Universitas
Sam Ratulangi. Jurnal Teknik Informatika, 4(2), 1–6.

Prasojo, L. H., & Pratomo, D. (2015). Pengaruh kualitas informasi, kualitas


sistem, dan kualitas layanan aplikasi Rail Ticket System (RTS) terhadap
kepuasan pengguna sistem ( Studi Kasus pada PT . Kereta Api Indonesia
(Persero) DAOP 2 Bandung. E-Proceeding of Management, 2(1), 555–562.

Undang-Undang Republik Indonesia no 44 tahun 2009 Tentang Rumah Sakit.

Radityo, D., & Zulaikha. (2007). Pengujian Model DeLone and McLean Dalam
Pengembangan Sistem Informasi Manajemen ( Kajian Sebuah Kasus ).
Simposium Nasional Akuntansi X, 1–25.

Rahayu, S. (2009). Pengembangan Model Sistem Informasi Rumah Sakit Pada


Instalasi Radiologi Rawat Jalan Untuk Mendukung Evaluasi Pelayanan Di
Rumah Sakit Paru Dr. Ario Wirawan Salatiga. Universitas Diponegoro.

Rahmah, L. N. A. (2014). Urgensi Maintenance Dalam Pengembangan Software


System, 1–14.

Restyandito. (2016). Tantangan Pengimplementasian Sistem Informasi


Manajemen Rumah Sakit (Sebuah Perspektif Sumber Daya Manusia).
Konferensi Nasional Teknologi Informasi Dan Komunikasi, 1–6.

Riduwan. (2010). Metode dan Teknik Menyusun Tesis. (Akdon & Z. Arifin, Eds.).
Bandung: Alfabeta.

Riganta. (2008). Penyebab Kegagalan Dan Keberhasilan Penerapan Sub Sistem


Informasi di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukit Tinggi.

Rosania, & Yasir. (2016). Pengaruh Kegunaan, Kualitas Informasi Dan Kualitas
Interaksi Layanan Website Perpustakaan Universitas Riau Terhadap
Kepuasan Pengguna. Jurnal Online Mahasiswa FISIP Universitas Riau,
3(2), 1–15.
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 94
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

Rustiyanto, E. (2011). Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit yang


Terintegrasi (1st ed.). Yogyakarta: Gosyen Publishing.

Salleh, M. I. M., Zakaria, N., & Abdullah, R. (2016). The influence of system
quality characteristics on health care providers’ performance: Empirical
evidence from Malaysia. Journal of Infection and Public Health, 9(6), 698–
707.

Sari, M. M., Sanjaya, G. Y., & Meliala, A. (2016). Evaluasi Sistem Informasi
Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Dengan Kerangka HOT - FIT. Seminar
Nasional Teknologi Informasi Indonesia, 203–208.

Sarwono, J. (2007). Analisis Jalur untuk Riset Bisnis dengan SPSS. Yogyakarta:
Penerbit Andi.

Sasongko, F., & Subagio, H. (2013). Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap


Kepuasan Pelanggan Restoran Ayam Penyet Ria. Jurnal Manajemen
Pemasaran Petra, 1(2), 1–7.

Septianita, Wi., Agus Winarno, W., & Arif, A. (2014). Pengaruh Kualitas Sistem,
Kualitas Informasi, Kualitas Pelayanan Rail Ticketing System (RTS)
Terhadap Kepuasan Pengguna. E-Journal Ekonomi Bisnis Dan Akutansi,
1(1), 53–56.

Setyosari, P. (2013). Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan (4th ed.).


Jakarta: Prenadamedia Group.

Su, L. T. (2003). A comprehensive and systematic model of user evaluation of


web search engines: II. An evaluation by undergraduates. Journal of the
American Society for Information Science and Technology, 54(13), 1193–
1223.

Supranto, & Limakrisna, N. (2016). Petunjuk Praktis Penelitian Ilmiah Untuk


Menyusun Skripsi, Tesis, dan Disertasi (4th ed.). Jakarta: Mitra Wacana
Media.

Tjiptono, F. (2004). Manajemen Kualitas jasa, Edisi Revisi. Yogyakarta: Gajah


Mada.

Torkestani, M. S., Mazloomi, N., & Haghighat, F. (2014). The Relationship


between Information Systems Success , Organizational Learning and
Performance of Insurance Companies. International Journal of Business and
Social Science, 5(10), 125–132.

Vafaee, A., Vahedian, M., Esmaeily, H., & Kimiafar, K. (2010). Views of Users
Towards the Quality of Hospital Information System in Training Hospitals.
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 95
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

Journal of Research in Health Sciences, 10(1), 47–53.

Wang, E. H.-H., & Chen, C.-Y. (2009). System Quality, User Satisfaction, and
Perceived Net Benefits of Mobile Broadband Services, (March 2009), 1–10.

Widjono. (2007). Bahasa Indonesia: Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di


Perguruan Tinggi. (Y. Sudarmanto, Ed.). Jakarta: PT. Grasindo.

Widodo, A., Putranti, H. R. D., & Nurchayati. (2016). Pengaruh Kualitas Sistem
Aplikasi dan Kualitas Informasi Terhadap Kepuasan Pengguna Sistem
Aplikasi RTS (Rail Ticketing System) dengan Kepercayaan Sebagai Variabel
Mediasi. Media Ekonomi Dan Manejemen, 31(2), 160–181.

Widyadinata, Y., & Toly, A. A. (2014). Pengaruh Kualitas Sistem, Kualitas


Informasi, Ketepatan Waktu, dan Kerahasiaan Terhadap Kepuasan Wajib
Pajak Pengguna E-Filing. Tax Dan Accounting Review, 4(1), 1–13.

Yusof, M. M., Kuljis, J., Papazafeiropoulou, A., & Stergioulas, La. K. (2008). An
evaluation framework for Health Information Systems: human, organization
and technology-fit factors (HOT-fit). International Journal of Medical
Informatics, 77(6), 386–398.

Yusuf, A. M. (2014). Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif dan Penelitian


Gabungan (1st ed.). Jakarta: KENCANA.
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 96
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

Lampiran A. Lembar Informed Consent


SURAT PERMOHONAN
Assalamualaikum Wr. Wb,
Responden yang saya hormati,
Dalam rangka penulisan tesis yang berjudul “Analisis Penerapan Sistem
Informasi Manajemen Rumah Sakit dengan Model Human Organization
Technology (HOT)-Fit Di RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso”, maka saya mohon
dengan hormat kepada responden untuk menjawab beberapa pertanyaan pada
lembar kuesioner yang disediakan. Jawaban responden diharapkan objektif artinya
diisi apa adanya.
Kuesioner ini bukan tes prikologi dari atasan atau dari manapun, maka dari
itu responden tidak perlu takut atau ragu-ragu dalam memberikan jawaban yang
sejujurnya. Artinya semua jawaban yang diberikan oleh responden adalah benar,
dan jawaban yang diminta adalah sesuai dengan kondisi yang dirasakan
responden. Oleh karena itu, data dan identitas responden akan dijamin
kerahasiaannya dan tidak mempengaruhi status pekerjaan responden.
Demikian pengantar ini dibuat, atas perhatian, bantuan dan kerjasamanya
saya ucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Hormat Saya
Peneliti,

Demiawan Rachmatta P.M


NIM. 162520102012
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 97
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

SURAT PERSETUJUAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan bersedia menjadi responden
penelitian yang dilakukan oleh Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 98
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

Lampiran B. Lembar Kuesioner


ANALISIS PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH
SAKIT DENGAN MODEL HUMAN ORGANIZATION TECHNOLOGY
(HOT)-Fit DI RSU Dr. H. KOESNADI BONDOWOSO
Nama (inisial) : .....................................................................
Umur : .....................................................................
Jenis kelamin : .....................................................................
Pendidikan terakhir : .....................................................................
Pekerjaan sebagai : ....................................................................
Unit : ....................................................................
Tanda tangan : ....................................................................

Jawaban
No Pertanyaan STS TS N S STS

A. Kemudahan Pengguna

1 Tersedia fasilitas/ menu untuk


mengoreksi data pada aplikasi
SIM RS
2 Kesalahan input data mudah
dikoreksi dan diidentifikasi
dalam aplikasi
B. Kemudahan Untuk Dipelajari

3 Aplikasi SIMRS mudah


dipelajari
4 Aplikasi SIMRS mudah
dimengerti
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 99
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

C. Waktu respon

5 Aplikasi SIMRS dapat diakses


dengan cepat
6 Aplikasi SIMRS cepat dalam
memproses transaksi
D. Kegunaan dan Ketersediaan Fitur

7 Fitur yang diberikan dalam


aplikasi SIMRS sangat
memudahkan pengguna
8 SIMRS memiliki fitur dan fungsi
yang dibutuhkan oleh pengguna
E. Keandalan Sistem

9 Aplikasi SIMRS stabil dan


selama ini belum pernah terjadi
kerusakan
10 Koneksi ke SIMRS jarang
terputus
F. Kelengkapan Fitur

11 fitur aplikasi SIMRS sudah


lengkap
G. Fleksibilitas Sistem

12 Aplikasi SIMRS dapat


membantu pengguna dalam
merubah data sesuai dengan
kebutuhan
13 Aplikasi SIMRS tidak terbatas
dalam merespon kebutuhan baru
pengguna.
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 100
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

H. Keamanan

14 Data yang diinputkan ke dalam


aplikasi SIMRS terjamin
keamanannya karena setiap
pengguna memiliki username
dan password
15 Aplikasi SIMRS memiliki hak
akses yang berbeda-beda untuk
semua unit

No Jawaban
Pertanyaan STS TS N S STS

A. Kelengkapan Informasi

1 Informasi yang dihasilkan oleh


aplikasi SIMRS sudah lengkap
dan sesuai dengan yang saya
butuhkan.
B. Akurasi

2 Aplikasi SIMRS memberikan


informasi yang akurat
3 Aplikasi SIMRS memberikan
informasi yang bebas dari
kesalahan.
C. Mudah dibaca
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 101
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

4 Aplikasi SIMRS menyajikan


informasi dalam bentuk yang
baik dan mudah dimengerti
5 Aplikasi SIMRS menyajikan
informasi dalam bentuk yang
mudah dibaca
D. Ketepatan Waktu

6 Informasi yang dihasilkan


aplikasi tersebut tepat waktu
E. Relevansi

7 Informasi yang dihasilkan


aplikasi tersebut sesuai dengan
yang dibutuhkan
F. Konsistensi Informasi

8 Informasi yang dihasilkan


aplikasi tersebut konsisten

No Jawaban
Pertanyaan STS TS N S STS

A. Daya Tanggap

1 Penyedia SIMRS selalu mau


memberikan bantuan kepada
pengguna
2 Penyedia SIMRS tidak akan
merasa selalu sibuk untuk
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 102
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

menanggapi permintaan
pengguna

B. Jaminan

3 SIMRS memberikan teknisi


yang berkompeten dalam
menangani SIM RS
4 SIMRS didukung oleh teknisi
profesional yang dapat
dihubungi pada saat terjadi
masalah.
C. Empati

5 Penyedia SIMRS sangat


memperhatikan kepentingan
para pengguna
6 Karyawan mereka akan
memahami kebutuhan khusus
para pengguna
D. Dukungan Teknis

7 Tersedianya printer untuk


mencetak laporan yang
dibutuhkan
8 Tersedianya sistem server
sebagai induk database data-
data yang telah diinputkan
4. PENGGUNAAN SISTEM
Petunjuk pengisian : responden diharapkan memberikan tanda silang/ ceklist
(X/√) pada kolom yang tersedia. 1. Sangat tidak setuju (STS), 2. Tidak
setuju (TS), 3. Netral (N), 4. Setuju (S), 5. Sangat Setuju (SS).
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 103
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

No Jawaban
Pertanyaan STS TS N S STS

A. Kemudahan

1 Aplikasi SIMRS mudah


dioperasikan
2 Mudah dalam menginputkan
data
3 Mudah dalam memproses data
yang telah diinput
4 Mudah dalam mencetak laporan

5 Mudah dalam mengakses


informasi yang dibutuhkan
B. Kebutuhan yang diinginkan

6 Tampilan aplikasi SIMRS sesuai


dengan yang dibutuhkan
7 Tampilan warna dan gambar
enak dilihat dan tidak
membosankan
8 Menu aplikasi SIMRS sesuai
dengan yang dibutuhkan

No Jawaban
Pertanyaan
STS TS N S STS

A. Kelengkapan

1 Isi informasi yang dihasilkan


DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 104
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

oleh aplikasi SIMRS yang


digunakan, memang saya
butuhkan
2 Aplikasi SIMRS yang digunakan
menghasilkan laporan yang tepat
seperti yang saya butuhkan
B. Keakuratan

3 Saya merasa puas dengan tingkat


akurasi aplikasi yang digunakan
4 Aplikasi SIMRS yang digunakan
bersifat akurat
C. Format

5 Aplikasi SIMRS yang digunakan


mampu memberikan informasi
sesuai dengan yang saya
butuhkan
6 Aplikasi SIMRS yang digunakan
mampu menghasilkan informasi
yang dapat dipahami secara jelas
D. Kemudahan

7 Mudah untuk menggunakan


aplikasi sistem informasi
manajemen rumah sakit tersebut
E. Ketepatan

8 Saya dapat memperoleh


informasi yang saya butuhkan
tepat waktu
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 105
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

6. ORGANISASI
Petunjuk pengisian : responden diharapkan memberikan tanda silang/ ceklist
(X/√) pada kolom yang tersedia. 1. Sangat tidak setuju (STS), 2. Tidak
setuju (TS), 3. Netral (N), 4. Setuju (S), 5. Sangat Setuju (SS).
No Jawaban
Pertanyaan STS TS N S STS

A. Pemeliharaan

1 Adanya petugas teknisi yang


datang untuk melakukan
perbaikan dan pemeliharaan
pada komputer dan jaringan
2 Adanya jadwal pemeliharaan
berkala untuk perbaikan
komputer dan jaringan
3 Memiliki antivirus yang update

B. Komitmen atasan

4 Atasan bertanggung jawab atas


pengoperasian layanan
5 Atasan selalu mengecek
berjalannya SIM RS
6 Manajemen selalu melengkapi
seluruh kebutuhan sistem
informasi

C. Prosedur kerja tim

7 Setiap petugas dapat menjalin


hubungan dan komunikasi yang
baik
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 106
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

8 Semua petugas diikutkan


sertakan dalam perencanaan
dalam meningkatkan kinerja
SIM RS

No Jawaban
Pertanyaan STS TS N S STS

A. Efektivitas

1 Aplikasi SIMRS memberikan


pelayanan yang cepat
2 Aplikasi SIMRS memberikan
kemudahan dalam memperoleh
informasi
B. Efisiensi

3 Aplikasi SIMRS dapat


membantu kinerja petugas
4 Aplikasi SIMRS mampu
mengurangi beban kerja petugas
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 107
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

Lampiran C. Surat Studi Pendahuluan


DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 108
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

Lampiran D. Surat Balasan Studi Pendahuluan dari Rumah Sakit


DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 109
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

Lampiran E. Surat permohonan ijin penelitian


DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 110
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

Lampiran F. Surat balasan persetujuan penelitian


DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 111
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

Lampiran G. Profil Rumah Sakit


Gambaran umum RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso
RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso telah berdiri sekitar 86 Tahun lamanya,
tepatnya berdiri sejak tahun 1933 dengan sebutan “ Regenthshap Ziekenhius “.
Seiring dengan berjalannya waktu tentu mengalami perubahan baik nama, luas
area, jumlah gedung, jenis pelayanan jumlah tenaga dan lain sebagainya. Berikut
sejarah RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso :
 Berdiri sebelum tahun 1933 “Regenthshap Ziekenhius”. Luas tanah 1.037
m².Terdiri dari : ruang berobat jalan, rawat inap, gawat darurat, dan tata
usaha.
 Tahun 1952-1956  Rumah Sakit Umum Bondowoso dg kapasitas 150
TT.
 Perda No. 10 tahun 1984  RSUD berubah menjadi RSU.
 Perda No. 66 tahun tahun 1996  RSU menjadi RSD (tahun 2000).
 Peraturan Mendagri No. 445.35-1182 tgl 11 September 1998 RSD dr. H.
Koesnadi yang berkelas C uji coba swadana.
 Sejak tahun 1999 Perda No. 7 menjadi swadana penuh.
 Sejak tgl 15 Desember 2005 RSD dr. H. Koesnadi Bondowoso menjadi
kelas B Non Pendidikan dan dilakukan pendampingan oleh BPKP dalam
upaya menuju Badan Layanan Umum (BLU).
 Tanggal 15 Desember 2006 telah resmi menjadi Rumah Sakit Kelas B
Non Pendidikan.
 Tanggal 28 Januari 2008 sesuai dengan Peraturan Daerah No. 3 tahun
2008 tentang Tata Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah,
Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. H. Koesnadi Bondowoso menjadi Rumah
Sakit Umum (RSU).
 Keputusan Bupati Bondowoso Nomor 445/522/430.42/2008 tanggal 24
Juni 2008 tentang Rumah Sakit Umum dr. [Link] Bondowoso
menjadi Badan Layanan Umum Bertahap.

 Keputusan Bupati Bondowoso No. 188.45/450/430.6.2/2011 tentang


Penetapan RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso sebagai Badan Layanan
Umum Daerah Penuh, tanggal 9 Agustus 2011.
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 112
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

 Sampai saat ini Tahun 2016 Luas keseluruhan tanah 46.500 m2, tanah
yang sudah terpakai untuk bangunan Luasnya 23.861 m2, sedangkan lahan
terbuka luasnya adalah 22.639 m2.
Motto, Visi, dan Misi RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso
Visi : Terwujudnya Rumah Sakit yang terpercaya dan bermartabat
Dengan pelayanan kesehatan rujukan yang profesional dan Bermutu.
Misi : 1. Meningkatkan sistem manajemen administrasi dan Keuangan
yang fleksibel, efektif, efisien dan akuntabel.
2. Meningkatkan sistem pelayanan kesehatan rujukan yang memadai.
3. Meningkatkan sistem prasarana dan sarana penunjang yang memadai.
4. Meningkatkan system pelayanan pendidikan dan pelatihan
sumber daya manusia yang bermutu dan professional.
Motto : “ KEPUASAN PELANGGAN ADALAH KEBANGGAAN KAMI “
Tujuan : Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Rujukan di Rumah
Sakit Sasaran : Meningkatkan Akses dan Kualitas Rumah Sakit
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr
Struktur organisasi RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso

1
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr
Struktur organisasi IT di RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso

ARE
N

WAHYU ALFIA SONY

1
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
115
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

Tata hubungan kerja IT


DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr
Lampiran H. Output SmartPLS 3.0
Algorithm
OUTER LOADING

Variabel Indikator Item Pertanyaan Outer Loading Keterangan

KS 1 A1.1 0,909 Valid


A1.2 0,912 Valid
KS 2 A2.3 0,915 Valid
A2.4 0,891 Valid
KS 3 A3.5 0,927 Valid
A3.6 0,930 Valid
KS 4 A4.7 0,861 Valid
Kualitas Sistem A4.8 0,871 Valid
KS 5 A5.9 0,889 Valid
A5.10 0,884 Valid
KS 6 A6.11 1.000 Valid
KS 7 A7.12 0,868 Valid
A7.13 0,878 Valid
KS 8 A8.14 0,928 Valid
A8.15 0,898 Valid
KI 1 B1.1 1.000 Valid
KI 2 B2.2 0,912 Valid
B2.3 0,892 Valid
Kualitas Informasi KI 3 B3.4 0,916 Valid
B3.5 0,880 Valid
KI 4 B4.6 1.000 Valid
KI 5 B5.7 1.000 Valid

1
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

Variabel Indikator Item Pertanyaan Outer Loading Keterangan

KI 6 B6.8 1.000 Valid


KL 1 C1.1 0,876 Valid
C1.2 0,895 Valid
KL 2 C2.3 0,905 Valid
Kualitas Layanan C2.4 0,912 Valid
KL 3 C3.5 0,946 Valid
C3.6 0,940 Valid
KL 4 C4.7 0,820 Valid
C4.8 0,813 Valid
D1.1 0,777 Valid
D1.2 0,787 Valid
PS 1 D1.3 0,772 Valid
D1.4 0,757 Valid
Penggunaan Sistem D1.5 0,755 Valid
D2.6 0,855 Valid
PS 2 D2.7 0,812 Valid
D2.8 0,857 Valid

KP 1 E1.1 0,886 Valid


E1.2 0,905 Valid
KP 2 E2.3 0,928 Valid
Kepuasan Pengguna E2.4 0,934 Valid
KP 3 E3.5 0,925 Valid
E3.6 0,919 Valid
KP 4 E4.7 1.000 Valid
KP 5 E5.8 1.000 Valid
Organisasi O1 F1.1 0,825 Valid

1
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

Variabel Indikator Item Pertanyaan Outer Loading Keterangan

F1.2 0,827 Valid


F1.3 0,766 Valid
F2.4 0,822 Valid
O2 F2.5 0,899 Valid
F2.6 0,797 Valid
O3 F3.7 0,909 Valid
F3.8 0,905 Valid
KSIM 1 G1.1 0,911 Valid
Kinerja SIMRS G1.2 0,912 Valid
KSIM 2 G2.3 0,892 Valid
G2.4 0,861 Valid

VALIDITAS DAN RELIABILITAS MODEL


Composite Average Variance Extracted
Cronbach's Alpha rho_A
Reliability (AVE)
KI 1 1,000 1,000 1,000 1,000
KI 2 0,771 0,776 0,897 0,813
KI 3 0,762 0,776 0,893 0,807
KI 4 1,000 1,000 1,000 1,000
KI 5 1,000 1,000 1,000 1,000
KI 6 1,000 1,000 1,000 1,000
KL 1 0,726 0,729 0,879 0,785
KL 2 0,789 0,790 0,905 0,826
KL 3 0,875 0,877 0,941 0,889
KL 4 0,627 0,627 0,800 0,702

1
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr
KP 1 0,754 0,758 0,890 0,802
KP 2 0,847 0,848 0,929 0,867
KP 3 0,823 0,824 0,919 0,849
KP 4 1,000 1,000 1,000 1,000
KP 5 1,000 1,000 1,000 1,000
KS 1 0,794 0,794 0,907 0,829
KS 3 0,840 0,840 0,926 0,862
KS 4 0,666 0,666 0,857 0,749
KS 5 0,728 0,728 0,880 0,786
KS 6 1,000 1,000 1,000 1,000
KS 7 0,688 0,688 0,865 0,762
KS 8 0,802 0,816 0,909 0,834
KS2 0,774 0,782 0,898 0,815
KSIM 1 0,797 0,797 0,908 0,831
KSIM 2 0,700 0,707 0,869 0,769
Kepuasan Pengguna 0,871 0,874 0,899 0,529
Kinerja SIM RS 0,781 0,788 0,859 0,605
Kualitas Layanan 0,870 0,881 0,899 0,531
O1 0,731 0,736 0,848 0,651
O2 0,791 0,795 0,878 0,707
O3 0,784 0,785 0,903 0,823
Organisasi 0,865 0,868 0,894 0,515
PS 1 0,827 0,827 0,879 0,591
PS 2 0,794 0,793 0,879 0,708
Penggunaan Sistem 0,872 0,872 0,899 0,527

1
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr
kualitas informasi 0,861 0,866 0,892 0,511
kualitas sistem 0,933 0,934 0,942 0,519

1
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 121
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

CROSS LOADING
Kualitas Kualitas Kualitas Penggunaan Kepuasan Kinerja
Sistem Informasi Layanan Sistem Pengguna Organisasi SIMRS
A1.1 0,698 0,458 0,419 0,412 0,373 0,251 0,434
A1.2 0,709 0,431 0,500 0,459 0,437 0,302 0,475
A2.3 0,747 0,450 0,404 0,520 0,479 0,169 0,308
A2.4 0,663 0,404 0,418 0,518 0,333 0,261 0,442
A3.5 0,682 0,517 0,455 0,427 0,387 0,125 0,547
A3.6 0,698 0,519 0,327 0,478 0,424 0,222 0,502
A4.7 0,736 0,501 0,496 0,598 0,425 0,203 0,491
A4.8 0,761 0,524 0,349 0,487 0,422 0,086 0,424
A5.9 0,737 0,429 0,386 0,551 0,461 0,238 0,351
A5.10 0,754 0,473 0,350 0,629 0,405 0,170 0,438
A6.11 0,738 0,557 0,365 0,449 0,444 0,126 0,430
A7.12 0,711 0,417 0,463 0,456 0,388 0,230 0,310
A7.13 0,735 0,520 0,437 0,448 0,436 0,161 0,445
A8.14 0,769 0,536 0,472 0,469 0,357 0,164 0,465
A8.15 0,654 0,379 0,415 0,412 0,292 0,150 0,425
B1.1 0,453 0,737 0,371 0,512 0,558 0,168 0,465
B2.2 0,519 0,811 0,286 0,460 0,598 0,150 0,476
B2.3 0,469 0,734 0,283 0,438 0,474 0,153 0,427
B3.4 0,539 0,764 0,378 0,637 0,552 0,203 0,534
B3.5 0,568 0,648 0,371 0,597 0,484 0,118 0,418
B4.6 0,387 0,570 0,379 0,358 0,456 0,356 0,458
B5.7 0,416 0,690 0,355 0,536 0,502 0,089 0,451
B6.8 0,421 0,736 0,316 0,414 0,609 0,115 0,377
C1.1 0,247 0,282 0,672 0,270 0,274 0,170 0,223
C1.2 0,377 0,291 0,729 0,300 0,278 0,174 0,329
C2.3 0,522 0,335 0,803 0,433 0,346 0,371 0,423
C2.4 0,477 0,370 0,832 0,435 0,406 0,385 0,373
C3.5 0,475 0,475 0,806 0,434 0,455 0,338 0,476
C3.6 0,507 0,506 0,768 0,449 0,483 0,306 0,470
C4.7 0,318 0,253 0,592 0,330 0,268 0,110 0,339
C4.8 0,401 0,215 0,582 0,423 0,316 0,106 0,357
D1.1 0,458 0,485 0,449 0,714 0,385 0,150 0,452
D1.2 0,317 0,423 0,340 0,714 0,391 0,177 0,424
D1.3 0,513 0,584 0,454 0,735 0,535 0,200 0,558
D1.4 0,462 0,444 0,339 0,740 0,469 0,206 0,393
D1.5 0,537 0,542 0,379 0,712 0,485 0,246 0,535
D2.6 0,494 0,527 0,350 0,721 0,487 0,258 0,341
D2.7 0,597 0,483 0,347 0,745 0,388 0,247 0,453
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 122
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

Kualitas Kualitas Kualitas Penggunaan Kepuasan Kinerja


Sistem Informasi Layanan Sistem Pengguna Organisasi SIMRS
D2.8 0,536 0,516 0,416 0,724 0,533 0,271 0,356
E1.1 0,465 0,455 0,455 0,486 0,625 0,210 0,380
E1.2 0,409 0,496 0,257 0,414 0,680 0,105 0,314
E2.3 0,405 0,619 0,432 0,401 0,742 0,253 0,367
E2.4 0,377 0,597 0,355 0,387 0,773 0,206 0,320
E3.5 0,380 0,564 0,314 0,471 0,812 0,171 0,353
E3.6 0,414 0,552 0,363 0,531 0,782 0,307 0,433
E4.7 0,413 0,477 0,350 0,542 0,677 0,193 0,411
E5.8 0,421 0,550 0,339 0,457 0,707 0,360 0,521
F1.1 0,260 0,187 0,368 0,299 0,259 0,763 0,404
F1.2 0,173 0,224 0,279 0,230 0,277 0,742 0,256
F1.3 0,104 0,058 0,153 0,173 0,194 0,661 0,206
F2.4 0,173 0,078 0,307 0,166 0,200 0,668 0,317
F2.5 0,174 0,102 0,252 0,151 0,188 0,727 0,307
F2.6 0,287 0,236 0,291 0,251 0,228 0,666 0,322
F3.7 0,234 0,213 0,233 0,247 0,184 0,759 0,268
F3.8 0,097 0,206 0,128 0,214 0,263 0,745 0,322
G1.1 0,554 0,586 0,419 0,586 0,517 0,335 0,809
G1.2 0,514 0,619 0,471 0,555 0,497 0,265 0,816
G2.3 0,492 0,403 0,435 0,426 0,379 0,358 0,784
G2.4 0,274 0,324 0,264 0,290 0,243 0,359 0,696
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 123
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

R SQUARE
R Square
R Square
Adjusted
KI 1 0,543 0,541
KI 2 0,737 0,735
KI 3 0,625 0,622
KI 4 0,325 0,321
KI 5 0,476 0,473
KI 6 0,542 0,539
KL 1 0,627 0,625
KL 2 0,810 0,809
KL 3 0,697 0,695
KL 4 0,516 0,513
KP 1 0,533 0,530
KP 2 0,662 0,660
KP 3 0,747 0,746
KP 4 0,458 0,455
KP 5 0,500 0,497
KS 1 0,597 0,595
KS 3 0,553 0,550
KS 4 0,747 0,746
KS 5 0,707 0,705
KS 6 0,545 0,542
KS 7 0,686 0,684
KS 8 0,614 0,611
KS2 0,614 0,611
KSIM 1 0,793 0,792
KSIM 2 0,717 0,715
Kepuasan
0,403 0,399
Pengguna
Kinerja SIM RS 0,453 0,443
O1 0,805 0,803
O2 0,670 0,667
O3 0,687 0,685
Organisasi 0,130 0,114
PS 1 0,885 0,885
PS 2 0,754 0,752
Penggunaan
0,587 0,576
Sistem
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr
Bootstrapping
KOEFISIEN JALUR
Original Sample Sample Mean Standard T Statistics
(O) (M) Deviation (STDEV) (|O/STDEV|) P Values
Kepuasan Pengguna -> KP 1 0,730 0,728 0,054 13,489 0,000
Kepuasan Pengguna -> KP 2 0,814 0,812 0,031 26,338 0,000
Kepuasan Pengguna -> KP 3 0,865 0,863 0,026 33,358 0,000
Kepuasan Pengguna -> KP 4 0,677 0,673 0,057 11,968 0,000
Kepuasan Pengguna -> KP 5 0,707 0,707 0,048 14,639 0,000
Kepuasan Pengguna -> Kinerja SIM RS 0,204 0,209 0,086 2,367 0,018
Kinerja SIM RS -> KSIM 1 0,891 0,892 0,015 60,965 0,000
Kinerja SIM RS -> KSIM 2 0,847 0,847 0,030 28,236 0,000
Kualitas Layanan -> KL 1 0,792 0,794 0,032 24,792 0,000
Kualitas Layanan -> KL 2 0,900 0,899 0,018 49,378 0,000
Kualitas Layanan -> KL 3 0,835 0,834 0,025 33,172 0,000
Kualitas Layanan -> KL 4 0,719 0,718 0,041 17,557 0,000
Kualitas Layanan -> Organisasi 0,292 0,288 0,105 2,770 0,006
Kualitas Layanan -> Penggunaan Sistem 0,125 0,125 0,087 1,445 0,149
Organisasi -> Kinerja SIM RS 0,233 0,231 0,061 3,816 0,000
Organisasi -> O 1 0,897 0,897 0,016 55,531 0,000
Organisasi -> O 2 0,818 0,816 0,033 25,101 0,000
Organisasi -> O 3 0,829 0,830 0,025 33,725 0,000
Organisasi -> Penggunaan Sistem 0,083 0,080 0,058 1,431 0,153
Penggunaan Sistem -> Kepuasan
Pengguna 0,635 0,631 0,054 11,734 0,000

1
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr
Pengguna Sistem -> Kinerja SIM RS 0,406 0,401 0,074 5,489 0,000
Pengguna Sistem -> PS 1 0,941 0,941 0,010 94,992 0,000
Pengguna Sistem -> PS 2 0,868 0,868 0,024 36,535 0,000
kualitas informasi -> KI 1 0,737 0,736 0,041 18,072 0,000
kualitas informasi -> KI 2 0,858 0,859 0,020 41,986 0,000
kualitas informasi -> KI 3 0,790 0,790 0,031 25,182 0,000
kualitas informasi -> KI 4 0,570 0,569 0,069 8,316 0,000
kualitas informasi -> KI 5 0,690 0,694 0,050 13,673 0,000
kualitas informasi -> KI 6 0,736 0,736 0,037 19,945 0,000
kualitas informasi -> Organisasi 0,053 0,057 0,105 0,509 0,611
kualitas informasi -> Pengguna Sistem 0,404 0,395 0,080 5,024 0,000
kualitas sistem -> KS 1 0,773 0,772 0,040 19,176 0,000
kualitas sistem -> KS 3 0,743 0,744 0,037 19,986 0,000
kualitas sistem -> KS 4 0,865 0,865 0,022 40,094 0,000
kualitas sistem -> KS 5 0,841 0,841 0,023 35,778 0,000
kualitas sistem -> KS 6 0,738 0,738 0,037 19,972 0,000
kualitas sistem -> KS 7 0,828 0,827 0,026 31,774 0,000
kualitas sistem -> KS 8 0,783 0,783 0,036 22,023 0,000
kualitas sistem -> KS2 0,783 0,783 0,037 21,230 0,000
kualitas sistem -> Organisasi 0,059 0,056 0,121 0,489 0,625
kualitas sistem -> Pengguna Sistem 0,318 0,327 0,108 2,937 0,003

1
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr
TOTAL EFEK TIDAK LANGSUNG
Original Standard Deviation T Statistics
Sample (O) Sample Mean (M) (STDEV) (|O/STDEV|) P Values
Kepuasan Pengguna -> KP 1
Kepuasan Pengguna -> KP 2
Kepuasan Pengguna -> KP 3
Kepuasan Pengguna -> KP 4
Kepuasan Pengguna -> KP 5
Kepuasan Pengguna -> KSIM 1 0,182 0,187 0,077 2,356 0,019
Kepuasan Pengguna -> KSIM 2 0,173 0,177 0,073 2,354 0,019
Kepuasan Pengguna -> Kinerja SIM RS
Kinerja SIM RS -> KSIM 1
Kinerja SIM RS -> KSIM 2
Kualitas Layanan -> KL 1
Kualitas Layanan -> KL 2
Kualitas Layanan -> KL 3
Kualitas Layanan -> KL 4
Kualitas Layanan -> KP 1 0,069 0,068 0,040 1,733 0,084
Kualitas Layanan -> KP 2 0,077 0,076 0,045 1,725 0,085
Kualitas Layanan -> KP 3 0,082 0,081 0,048 1,722 0,086
Kualitas Layanan -> KP 4 0,064 0,063 0,038 1,685 0,093
Kualitas Layanan -> KP 5 0,067 0,067 0,040 1,675 0,095
Kualitas Layanan -> KSIM 1 0,132 0,130 0,052 2,544 0,011
Kualitas Layanan -> KSIM 2 0,125 0,123 0,049 2,546 0,011
Kualitas Layanan -> Kepuasan
Pengguna 0,095 0,093 0,055 1,735 0,083

1
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr
Kualitas Layanan -> Kinerja SIM RS 0,148 0,146 0,058 2,554 0,011
Kualitas Layanan -> O 1 0,262 0,259 0,095 2,750 0,006
Kualitas Layanan -> O 2 0,239 0,236 0,089 2,692 0,007
Kualitas Layanan -> O 3 0,242 0,239 0,087 2,778 0,006
Kualitas Layanan -> Organisasi
Kualitas Layanan -> PS 1 0,140 0,138 0,079 1,786 0,075
Kualitas Layanan -> PS 2 0,130 0,127 0,072 1,810 0,071
Kualitas Layanan -> Pengguna Sistem 0,024 0,021 0,018 1,348 0,178
Organisasi -> KP 1 0,038 0,037 0,027 1,428 0,154
Organisasi -> KP 2 0,043 0,041 0,030 1,429 0,154
Organisasi -> KP 3 0,046 0,044 0,032 1,432 0,153
Organisasi -> KP 4 0,036 0,034 0,025 1,439 0,151
Organisasi -> KP 5 0,037 0,036 0,026 1,409 0,160
Organisasi -> KSIM 1 0,247 0,245 0,051 4,825 0,000
Organisasi -> KSIM 2 0,235 0,232 0,050 4,705 0,000
Organisasi -> Kepuasan Pengguna 0,053 0,051 0,037 1,425 0,155
Organisasi -> Kinerja SIM RS 0,044 0,043 0,032 1,377 0,169
Organisasi -> O 1
Organisasi -> O 2
Organisasi -> O 3
Organisasi -> PS 1 0,078 0,075 0,054 1,435 0,152
Organisasi -> PS 2 0,072 0,069 0,050 1,436 0,151
Organisasi -> Pengguna Sistem
Pengguna Sistem -> KP 1 0,463 0,460 0,057 8,162 0,000
Pengguna Sistem -> KP 2 0,517 0,513 0,049 10,540 0,000

1
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr
Pengguna Sistem -> KP 3 0,549 0,545 0,052 10,491 0,000
Pengguna Sistem -> KP 4 0,430 0,426 0,057 7,542 0,000
Pengguna Sistem -> KP 5 0,449 0,447 0,055 8,201 0,000
Pengguna Sistem -> KSIM 1 0,477 0,476 0,049 9,698 0,000
Pengguna Sistem -> KSIM 2 0,453 0,451 0,049 9,287 0,000
Pengguna Sistem -> Kepuasan
Pengguna
Pengguna Sistem -> Kinerja SIM RS 0,129 0,132 0,056 2,296 0,022
Pengguna Sistem -> PS 1
Pengguna Sistem -> PS 2
kualitas informasi -> KI 1
kualitas informasi -> KI 2
kualitas informasi -> KI 3
kualitas informasi -> KI 4
kualitas informasi -> KI 5
kualitas informasi -> KI 6
kualitas informasi -> KP 1 0,189 0,185 0,047 4,019 0,000
kualitas informasi -> KP 2 0,211 0,207 0,052 4,078 0,000
kualitas informasi -> KP 3 0,224 0,220 0,055 4,054 0,000
kualitas informasi -> KP 4 0,175 0,172 0,046 3,824 0,000
kualitas informasi -> KP 5 0,183 0,180 0,046 3,956 0,000
kualitas informasi -> KSIM 1 0,206 0,202 0,052 3,955 0,000
kualitas informasi -> KSIM 2 0,196 0,192 0,049 3,999 0,000
kualitas informasi -> Kepuasan
Pengguna 0,259 0,255 0,062 4,159 0,000
kualitas informasi -> Kinerja SIM RS 0,231 0,227 0,058 3,988 0,000

1
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr
kualitas informasi -> O 1 0,048 0,051 0,094 0,508 0,612
kualitas informasi -> O 2 0,044 0,046 0,085 0,511 0,610
kualitas informasi -> O 3 0,044 0,047 0,087 0,505 0,613
kualitas informasi -> Organisasi
kualitas informasi -> PS 1 0,384 0,378 0,077 5,007 0,000
kualitas informasi -> PS 2 0,354 0,348 0,071 4,989 0,000
kualitas informasi -> Pengguna Sistem 0,004 0,006 0,011 0,402 0,688
kualitas sistem -> KP 1 0,150 0,152 0,052 2,854 0,004
kualitas sistem -> KP 2 0,167 0,169 0,054 3,066 0,002
kualitas sistem -> KP 3 0,177 0,179 0,058 3,078 0,002
kualitas sistem -> KP 4 0,139 0,140 0,048 2,898 0,004
kualitas sistem -> KP 5 0,145 0,147 0,049 2,980 0,003
kualitas sistem -> KS 1
kualitas sistem -> KS 3
kualitas sistem -> KS 4
kualitas sistem -> KS 5
kualitas sistem -> KS 6
kualitas sistem -> KS 7
kualitas sistem -> KS 8
kualitas sistem -> KS2
kualitas sistem -> KSIM 1 0,166 0,170 0,063 2,651 0,008
kualitas sistem -> KSIM 2 0,158 0,161 0,061 2,607 0,009
kualitas sistem -> Kepuasan Pengguna 0,205 0,208 0,067 3,076 0,002
kualitas sistem -> Kinerja SIM RS 0,187 0,190 0,070 2,666 0,008
kualitas sistem -> O 1 0,053 0,050 0,108 0,490 0,624

1
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr
kualitas sistem -> O 2 0,048 0,045 0,098 0,492 0,623
kualitas sistem -> O 3 0,049 0,046 0,100 0,488 0,626
kualitas sistem -> Organisasi
kualitas sistem -> PS 1 0,304 0,312 0,103 2,963 0,003
kualitas sistem -> PS 2 0,280 0,288 0,096 2,904 0,004
kualitas sistem -> Pengguna Sistem 0,005 0,004 0,013 0,388 0,698

1
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr
Lampiran I. Dokumentasi tampilan SIMRS
Tampilan menu login

1
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr
Tampilan halaman utama

1
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr
Tampilan pendaftaran

1
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr
Tampilan pencarian laporan kunjungan pasien

1
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr
Tampilan laporan kunjungan pasien

1
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr
Tampilan menu pada ruangan

1
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr
Tampilan e kamar

1
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr
Tampilan menu rekam medis

1
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr
Tampilan monitoring berkas rekam medis

1
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr
Tampilan menu poli

1
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr
Tampilan menu farmasi

1
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 142
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

Lampiran J. Dokumentasi saat penelitian

Gambar 1. Pengisian kuesioner di bagian top Gambar 2. Pengisian kuesioner di bagian


management RSU Dr. H. Koesnadi middle management RSU Dr. H. Koesnadi
Bondowoso Bondowoso

Gambar 3. Pengisian kuesioner di bagian


Gambar 4. Pengisian kuesioner di bagian
middle management RSU Dr. H. Koesnadi
middle management RSU Dr. H. Koesnadi
Bondowoso
Bondowoso
DDiiggiittaall RReeppoossiittoorryy 143
UUnniivveerrssiittaass JJeemmbbeerr

Gambar 1. Pengisian kuesioner di bagian Gambar 2. Pengisian kuesioner di bagian low


middle management RSU Dr. H. Koesnadi management RSU Dr. H. Koesnadi
Bondowoso Bondowoso

Gambar 3. Pengisian kuesioner di bagian low


management RSU Dr. H. Koesnadi Gambar 4. Pengisian kuesioner di bagian low
Bondowoso management RSU Dr. H. Koesnadi
Bondowoso Bondowoso

Anda mungkin juga menyukai