0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
814 tayangan40 halaman

Prosedur Operasi HD 785-7

Dokumen tersebut memberikan instruksi tentang prosedur pengoperasian mesin, meliputi pemeriksaan sebelum menghidupkan mesin, cara menghidupkan mesin dalam kondisi normal dan cuaca dingin, pemeriksaan setelah mesin hidup, dan cara menjalankan unit."

Diunggah oleh

Maanyan Banjar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
814 tayangan40 halaman

Prosedur Operasi HD 785-7

Dokumen tersebut memberikan instruksi tentang prosedur pengoperasian mesin, meliputi pemeriksaan sebelum menghidupkan mesin, cara menghidupkan mesin dalam kondisi normal dan cuaca dingin, pemeriksaan setelah mesin hidup, dan cara menjalankan unit."

Diunggah oleh

Maanyan Banjar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Metode & Teknik Operasi 4-1

4.1.1 PEMERIKSAAN SEBELUM ENGINE HIDUP

Peringatan !!!

Ketika akan menghidupkan engine, periksa bahwa shift lever pada posisi N (Netral) dan
parking brake switch pada posisi PARKING.
Sebelum anda meninggalkan operator seat, pastikan gear shift lever pada posisi netral (N) dan
parking brake lever pada posisi PARKING.

1. Pastikan parking brake lever pada posisi PARKING.

HD – 7 HD - 5

2. Pastikan gear shift lever pada posisi Netral (N).

Keterangan :

Jika shift lever tidak pada posisi N, engine tidak dapat dihidupkan. Jika starting pada posisi
ON, shift lever tidak pada posisi N, maka transmission shift lever position pilot lamp dan
central warning lamp akan berkedip dan alarm buzzer akan berbunyi secara bersamaan.

3. Pastikan dump lever pada posisi FLOAT.

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4-2

4. Pastikan retarder control lever pada posisi RELEASED.

5. Pastikan machine monitor atau maintenance monitor


dalam kondisi normal saat starting switch diputar ke
posisi ON.

4.1.2 CARA MENGHIDUPKAN ENGINE

[Link] KONDISI NORMAL

Peringatan !

Pastikan tidak ada orang ataupun benda di sekitar area unit.


Bunyikan klakson 1 X sebelum anda starting engine.

Catatan :

Jangan starting engine lebih dari 20 [Link] engine tidak mau starting, tunggu dulu selama
2 menit, lalu coba lakukan starting sekali lagi .
Jika sampai 3 X, engine tidak mau starting juga, maka
segera hubungi mekanik.

1. Putar kunci pada starting switch ke posisi START untuk menghidupkan engine

2. Saat engine mulai hidup, lepaskan kunci. Secara otomatis, kunci akan kembali ke posisi
ON.

[Link] KONDISI CUACA DINGIN

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4-3

Peringatan !

Pastikan tidak ada orang ataupun benda di sekitar area unit.


Bunyikan klakson 1 X sebelum anda starting engine.
Jangan menggunakan cairan yang dapat mengakibatkan ledakan.

Catatan :

Jangan starting engine lebih dari 20 [Link] engine tidak mau starting, tunggu dulu selama
2 menit, lalu coba lakukan starting sekali [Link] sampai 3 X, engine tidak mau starting juga,
maka segera hubungi mekanik

FREHEATING TYPE HD 465/785 - 7

1. Putar starting switch ke posisi ON.

2. Preheating secara otomatis akan berfungsi dan preheating pilot lamp akan menyala.

HD - 7
Temperatur Udara Luar Waktu Preheating

00C sampai - 50C -


- 50C sampai - 200C 20 sampai 45 detik

Dibawah - 200C 45 detik

3. Setelah proses preheating selesai, preheating pilot lampakan mati. Putar starting switch ke
posisi START untuk menghidupkan engine.

Keterangan :

Saat starting engine, kemungkinan preheating pilot lamp akan menyala, tetapi jika setelah
engine hidup, lampu tidak mati, maka ini tidak normal. Segera periksa dan perbaiki.

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4-4

4. Saat engine mulai hidup, segera lepaskan kunci. Kunci secara otomatis akan kembali ke
posisi ON.

5. Setelah engine hidup, idle kira – kira 5 MENIT , supaya oli bersirkulasi di dalam engine.
Kemudian tekan perlahan – lahan pedal gas , jangan menaikkan RPM secara tiba – tiba
sebelum proses pemanasan engine selesai dilakukan .

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4-5

FREHEATING HD 785 - 5

Bila engine tidak mau hidup dikarenakan temperature


terlalu dingin, hidupkan engine sebagai berikut.

1. Putar Starting Switch ke posisi (1) ON.

2. Injak pedal Accelerator ke posisi ( 2 )


separuh
( setengah )

3. Tekan Quick Start Switch dan tunggu rentang


waktu 2 sampai 3 detik.

4. Setelah 2 sampai 3 detik , lepaskan Quick Start


Switch

5. Putar Starting Switch ke posisi (3) START, untuk


menghidupkan engine.

6. Setelah engine hidup kembalikan Starting Switch


ke posisi (1) ON atau lepaskan kunci tersebut,
kunci akan kembali secara otomatis .

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4-6

Temperatur Udara Luar Waktu Preheating


00C sampai - 50C -
0 0
- 5 C sampai - 10 C 30 sampai 40 detik
-100C sampai - 200C 60 detik
- 200C sampai - 300C 90 detik
BERHATI HATILAH SAAT MELAKUKAN PEMANASAN AWAL

 Bila kecepatan engine tidak naik, ulangi menekan quick Start Switch 2 sampai 3 kali pada
waktu start.
 Setelah engine hidup, bila kecepatan engine turun terasa engine akan mati. Operasikan
Quick Start Switch kembali untuk menyemprotkan ether. Bila sedang melakukan ini atur
jumlah penyemprotan sehingga putaran engine tidak naik terlalu tinggi.
 Jangan menaikkan kecepatan engine melampaui 1000 RPM saat mengoperasikan quick
start.
 Ketika melakukan pemanasan awal, lampu monitor pemanasan awal akan menyala, tetapi
akan padam jika engine sudah hidup, berarti normal ( tidak ada kelainan ).
 Jika engine tidak mau hidup dengan cara diatas tunggu sekitar 2 menit dan ulangi 2 – 5
kali.
 Apabila cuaca diluar cukup panas, engine tidak perlu lagi pemanasan awal, karena sudah
normal.
 Jangan menyemprotkan ether terlalu melebihi dari yang dibutuhkan, jika terlalu banyak
bisa menyebabkan letusan.

4.1.3 PEMERIKSAAN SETELAH ENGINE HIDUP

Setelah engine hidup, jangan langsung mengoperasikan


unit, tapi lakukan langkah-langkah berikut.

Catatan :

Jangan menaikkan rpm secara tiba-tiba, sebelum proses pemanasan engine selesai dilakukan.
Jangan melakukan low idling atau high idling lebih dari 15menit. Jika dibutuhkan untuk
melakukan low idling atau high idling, maka setiap beberapa saat running engine pada middle
speed (beri beban).

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4-7

Setelah proses pemanasan selesai (idle selama 5 menit),lakukan pemeriksaan pada machine
monitor, apakah berfungsi [Link] ditemukan ketidaknormalan, maka segera periksa dan
perbaiki.
Running engine sampai engine water temperature gauge dan brake oil pressure caution lamp
padam .
Saat AISS switch diposisikan pada AUTO dan temperatur air pendingin engine masih rendah,
maka secara otomatis putaran engine akan berputar ke high idling (unit dilengkapi electronic
governor).
Pastikan warna gas buang dan getaran / suara engine kondisinya normal.
Lakukan keliling unit untuk memastikan tidak ada kebocoran air, fuel dan oli saat engine
hidup.

4.1.4 MENJALANKAN UNITPeringatan !


Pastikan tidak ada orang ataupun benda di sekitar area unit.
Bunyikan klakson 2 X untuk maju dan 3 X untuk mundur.
Jika pandangan terhalang, lakukan mundur secara extra hati-hati. Bila perlu, minta
bantuan pemberi aba-aba.

1. Pastikan bahwa machine monitor tidak menunjukkan tanda peringatan. Pakai selalu sabuk
pengaman.

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4-8

2. Pastikan seat belt telah anda pakai dan dump lever pada posisi FLOAT serta pastikan
dump body pilot lamp padam .Jika dump body pilot lamp masih menyala gerakkan posisi
dump lever ke posisi HOLD dan kembalikan lagi ke posisi FLOAT .

3. Pastikan posisi parking brake lever ke posisi TRAVEL untuk membebaskan


parking brake.
Untuk type HD 785 -5. Pastikan air pressure gauge pada range hijau, lalu posisikan parking
brake lever ke posisi TRAVEL untuk membebaskan parking brake. Parking brake pilot lamp
padam

4. Aktifkan Retarder brake, lalu posisikan shift lever ke posisi yang anda inginkan.
5. Release retader brake tekan accelerartor gas secara bertahap untuk menjakankan unit.

Catatan :

 Saat mengoperasikan shift lever, pastikan posisinya telah aman. Jika lever posisinya tidak
tepat, maka shift position display lampunya akan padam dan transmission warning
monitor lamp akan menyala.
 Pastikan accelerator pedal anda lepas, sebelum anda memindahkan lever dari R ke F atau
sebaliknya.
 Saat memindahkan shift lever, setel putaran engine ke posisi low idling

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4-9

Catatan :

 Jika parking brake tidak bebas, saat shift lever pada posisi selain N, maka central warning
lamp akan berkedip dan alarm buzzer akan berbunyi secara bersamaan.
 Jika dump lever tidak pada posisi FLOAT, saat shift lever pada posisi selain N, maka
central warning lamp akan berkedip dan alarm buzzer akan berbunyi secara bersamaan.
 Jangan mengoperasikan shift lever dengan accelerator pedal ditekan. Jika ini dilakukan,
maka akan menimbulkan hentakan yang keras. Ini akan berakibat memperpendek umur
unit.

4.1.5 SHIFTING GEAR / MEMINDAHKAN GIGI

Unit dilengkapi dengan automatic transmission. Posisikan shift lever ke yang anda inginkan,
maka transmission secara otomatis akan berpindah gear yang disesuaikan dengan kecepatan
travelling unit.
Saat dump body naik, speed akan terkunci di posisi speed 2 saat shift lever pada posisi “D”
dan akan terkunci di speed 1 saat shift lever pada posisi “6 – L”.(HD – 7) dan “5 – L”(HD –
5) Karena itu, pastikan dump body sudah turun, saat unit travelling.

Catatan :

 Saat memindah lever dari FORWARD (MAJU) ke REVERSE (MUNDUR), atau


sebaliknya, pastikan unit benar-benar berhenti, running engine pada low idling, lalu
pindahkan shift lever. Pastikan transmission clutch sudah engaged (terhubung), sebelum
anda menginjak accelerator pedal.
 Jangan mengoperasikan shift lever dengan accelerator pedal ditekan. Jika ini dilakukan,
maka akan menimbulkan hentakan yang keras. Ini akan berakibat memperpendek umur
unit.

[Link] SHIFTING UP

1. Saat accelerator pedal ditekan, rpm akan naik dan lock up clutch akan terhubung, sehingga
transmission ganti ke direct drive.
2. Jika rpm engine terus dinaikkan sampai 2300 maka trasmission secara otomatis akan shift
up.

[Link] SHIFTING DOWN

Jika accelerator pedal dilepas, kecepatan unit (rpm engine) akan turun sampai 2100 dan
secara otomatis transmission akan shift down.

[Link] DOWN SHIFT INHIBITTOR / MENAHAN PERPINDAHAN GEAR

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4 - 10

Ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya overrunning, jika shift lever salah operasi.

[Link] PENCEGAHAN OVERRUNING

Saat travelling turunan, putaran (rpm) engine kemungkinan dapat melebihi putaran engine
maksimalnya. Untuk mencegah hal tersebut, fungsikan retarder untuk menurunkan kecepatan
travelling unit.

OVERUN PREFENTIVE DEVICE


Saat travelling turunan jaga putaran enngine di rentang 1400 rpm, apa bila lebih, terjadi
ovveruning buzzer dan warning lamp akan [Link] putaran enggine mencapai range
1600 rpm,maka retader brake secara otomatis akan aktif, satu (1) detik setelah itu Torque
venter aktif,kecepatan unit akan berkurang rpm akan turun ke 2400,Buzzer dan warning lamp
akan padam,ketika rpm di range 1900 Transmisi akan lock up kembali

[Link] SKIP SHIFT ( HD 465/785 – 7)


Untuk kondisi normal perpindahan gigi transmisi adalah berurutan . Ketika traveling di
tanjakan dan tiba – tiba speed turun dengan mendadak , shift down transmisi bisa langsung
melewati satu speed ( loncat ) untuk mengurangi hentakan yang keras pada unit.

4.1.6 MENJALANKAN UNIT DI TURUNAN

Saat menjalankan unit di turunan, pastikan anda menjalankannya pada speed yang aman,
disesuaikan dengan lebar jalan, kondisi permukaan jalan, dan kondisi lainnya dimana anda
mengoperasikan unit ini.

Peringatan !

Jika unit harus berhenti di turunan,aktifkan parkinh brake dan hazard lamp, arahkan
stering dengan sudut 30˚ kearah bund wall, dengan segera anda mengganjal bannya
dengan balok.
Speed maksimum yang diijinkan saat anda travelling di turunan dapat dilihat pada
grafik brake performance dibandingkan dengan jarak dan grade.

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4 - 11

Peringatan !

Travelling turunan dengan speed yang melebihi speed maksimum yang diijinkan
dapat mengakibatkan retarder brake rusak dan ini sangat berbahaya.
Jika retarder oil temperature monitor berkedip saat anda mengoperasikan
retarder, lakukan shift down saat travelling di turunan. (Saat ini terjadi
central warning lamp akan berkedip dan alarm buzzer akan berbunyi secara
bersamaan). Jika monitor lamp tidak juga padam, segera parkir unit di
tempat yang aman, pastikan shift lever pada posisi N, lalu running engine
pada 1900 rpm sampai monitornya padam.
Jika fungsi retarder efeknya berkurang saat travelling di turunan, lakukan
langkah-langkah berikut :
Releasekan retarder lever secara penuh, lalu tarik kembali retarder lever.
Jika hal point 1 dilakukan, tetapi masih tidak berpengaruh, maka releasekan
kembali retarder lever, tekan brake pedal untuk menghentikan unit, parkir di
tempat yang aman, lalu hubungi distributor Komatsu untuk memperbaikinya.
Operasikan retarder secara perlahan. Jika retarder dioperasikan secara tiba-tiba,
maka ini sangat berbahaya, karena dapat menimbulkan ban slip.

Catatan :

 Jika retarder lever dioperasikan saat travelling di turunan, transmission akan shift down
dengan perlambatan secara normal. Ini memungkinkan untuk travelling di turunan tanpa
terjadi shift up.

1. Sebelum memulai travelling turunan, lepaskan accelerator pedal lalu operasikan retarder
lever secara perlahan saat unit turun.

2. Gerakkan shift lever ke posisi (6, 5, 4, 3, 2 atau L) disesuaikan dengan speed maksimum
yang diijinkan untuk pengoperasian retarder brake.

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4 - 12

3. Saat travelling di turunan, operasikan retarder lever , running engine dengan putaran
dikisaran 1200 s/d 1400 RPM dan pastikan retarder brake oil temperature gauge bertahan
pada range putih.

Untuk unit yang dilengkapi dengan exhaust brake, penggunaan exhaust brake dapat
menambah kekuatan pengereman secara aman dan nyaman

GRAFIK BRAKE PERFORMANCE

4.1.3 GRAFIK KEHANDALAN REM ( BRAKE )

 CARA MELIHAT GRAFIK :

Contoh : Jarak menurun : 1500 M


: Travel Resistance : - 11 %
: Grade Resistance : - 13 %
: Rolling Resistance : 2 %
: Pay load : 46 ton
Gunakan grafik untuk mendapatkan kecepatan maksimum yang diizinkan dan rentang
kecepatan bila melakukan perjalanan menurun dengan kondisi secara contoh diatas.

1. Gunakan kurva kehandalan rem untuk suatu jarak menurun 1000 meter.
2. Tunjukan berat kotor unit pada grafik dan tarik sebuah garis lurus kebawah dari titik A

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4 - 13

3. Dapatkan garis B dimana garis vertikal memotang garis travel resistance minus 11 %
dan tarik garis horizontal dari titik B.
4. Dapatkan titik C dimana garis horizontal memotang kurva kehandalan .
Tarik sebuah garis lurus dari titik C kebawah dan dapatkan titik D dimana garis
vertikal garis sekala kecepatan unit .
5. Melalui garis diatas dapat diperoleh nlai nilai sebagai berikut :
Dari titik D kecepatan maksimum yang diizinkan adalah 26,8 km/jam dan dari titik C
speed pada transmission adalah F4 .

 Nilai untuk kecepatan maksimum yang diizinkan ini hanya sebuah nilai pasaran kasar
berdasarkan pada kehandalan retarder brake. Tetapi pada job site yang sesungguhnya, ke-
cepatan mengemudi yang aman hampir selalu lebih kecil dari pada kecepatan maksimum
yang diizinkan karena kondisi jalan dan faktor lainnya.

 Oleh karena itu pilih salah satu kecepatan dimana meteran atau retarder oil temperature
akan bertahan pada daerah hijau

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4 - 14

4.1.7 MEMUNDURKAN UNIT


Peringatan !

Pastikan bahwa saat anda mengganti arah dari MAJU ke MUNDUR, kondisinya
aman. Jika pandangan terhalang, lakukan dengan sangat hati-hati. Jika perlu,
minta bantuan pemandu arah.
Pastikan unit benar-benar berhenti sebelum anda mengganti arah dari MAJU ke
MUNDUR.

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4 - 15

Gerakkan shift lever ke posisi R, lalu secara bertahap tekan accelerator pedal sampai unit
bergerak. (HD 785 -7) dilengkapi 2 kecepatan mundur ( RL dan RH ) dan dapat dilihat pada
Machine Monitor. Untuk mengganti kecepatan tersebut kita gunakan switch yang sudah
disediakan .

Catatan
 Unit tidak dapat bergerak mundur,jika dupm lever tidak pada posisi FLOAT.

 Pastikan unit benar-benar berhenti, sebelum anda merubah arah dari MAJU ke
MUNDUR, dan running engine pada low idling saat anda memindahkan levernya. Setelah
shift lever digerakkan, jangan menekan accelerator sampai anda yakin transmission
clutchnya sudah terhubung.
 Jangan mengoperasikan shift lever pada saat accelerator pedal masih ditekan, karena akan
berakibat hentakan yang keras, dan ini akan memperpendek umur unit.

 Jika posisi gear shift lever sudah di posisi mundur dan unit masih bergerak ( 4 km/ jam )
maka transmisi akan tetap Netral dan brake akan berfungsi secara otomatis .

4.1.8 MEMBELOKKAN UNIT

Peringatan !

Jangan membelokkan unit saat travelling dengan kecepatan tinggi dan saat berada
di area miring yang curam, karena dapat mengakibatkan unit terbalik.

Perhatian !

Jangan menahan steering wheel secara penuh ke kiri atau ke kanan secara terus
menerus, karena dapat mengakibatkan temperatur oli steering overheat.

Saat travelling, putar steering wheel ke arah yang anda inginkan untuk membelokkan unit.

Saat membelokkan unit, releasekan accelerator pedal, shift downkan speednya sampai speed
terendah, lalu tekan accelerator pedal. Jangan membelokkan unit dengan kecepatan tinggi.
Peringatan !
4.1.9Jangan
MENGHENTIKAN UNIT
menghentikan unit secara tiba-tiba. Beri jarak yang aman saat anda akan
menghentikan unit.
Jangan parkir unit di kemiringan.
Jika unit harus parkir di kemiringan, pastikan anda telah mengganjal ban
dengan balok untuk mencegah unit bergerak.
Jika shift lever salah pegang, maka unit akan bergerak secara tiba-tiba dan ini dapat
mengakibatkan
PT. PAMAPERSADA kecelakaan yang serius. Pastikan parking brake lever pada
NUSANTARA HD 785-7
OPERATIONAL TRAINING
posisi DEPARTMENT
PARKING, saat anda meninggalkan unit.
Metode & Teknik Operasi 4 - 16

Perhatian !

Jika foot brake difungsikan terus dalam waktu yang lama, maka akan berakibat
brake overheat dan umurnya akan lebih pendek.
Jika parking brake digunakan untuk menghentikan unit, maka brake akan cepat
rusak. Jangan gunakan parking brake kecuali untuk menghentikan unit pada
kondisi darurat dan untuk parkir unit.

[Link] MENGHENTIKAN UNIT SECARA NORMAL


Lepaskan accelerator pedal,lalu tekan brake pedal secara bertahap untuk menghentikan unit

[Link] MENGHENTIKAN UNIT DALAM KONDISI


DARURAT (EMERGENCY)

Jika terjadi kerusakan pada foot brake, maka lakukan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Tarik retarder control lever secara penuh untuk


mengoperasikan retarder brake.

2. Jika tenaga pengereman belum cukup, tekan secondary brake pedal untuk menghentikan
unit. Secondary brake berfungsi pada front dan rear brake serta parking brake.
Jika kita menghentikan unit dengan menggunakan secondary brake pedal , maka central
warning lamp akan menyala dan alarm akan berbunyi secara bersamaan .

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4 - 17

Type HD 465/785 -7 Type HD 785 -5

3. Posisikan parking brake switch ke posisi parking.

4. Saat unit sudah berhenti, segera ganjal ban dengan balok, cari penyebabnya dan segera
lakukan perbaikan.

4.1.10 MENGOPERASIKAN DUMP BODY

Peringatan !

Saat dumping muatan, ikuti arahan dari pemberi aba-aba.


Jika dumping batuan besar, lakukan pengoperasian dump body secara pelan-pelan.
Jangan memuati dump body saat kondisinya masih naik.
Saat melakukan pemeriksaan dengan dump body terangkat, pastikan dump body
lever pada posisi HOLD, lalu kunci secara aman. Kemudian pasang safety pin
pada dump bodynya.

1. Posisikan shift lever pada posisi N, dan setel parking brake switch
ke posisi PARKING.

2. Gerakkan dump lever ke posisi RAISE (naik), lalu tekan accelerator pedal untuk
menaikkan dump [Link] 2000 rpm.

Jika dump lever dilepas saat posisi RAISE, lever akan tertahan di posisi RAISE dan
dump body akan terus naik. Kecepatan dumping naik sebanding dengan kecepatan
putaran (rpm) engine

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4 - 18

3. Saat dump body naik sampai posisi yang telah disetel sebelumnya, dump lever akan
kembali ke posisi HOLD, dan dump body lever akan tertahan pada posisi tersebut.

Jika dibutuhkan lagi untukmenaikan dump body,gerakan dumper keposisi raise


kembali dan dump body akan naik. Jika dump body lever dilepas,lever akan kembali keposisi
hold dan dump body tertahan di posisi tersebut

4. Saat dump lever digerakkan ke posisi LOWER, dump body


akan mulai bergerak turun.

5. Saat dump body telah bergerak turun, gerakkan dump lever ke posisi FLOAT (saat
lever dilepas, lever akan kembali ke posisi FLOAT). Dump body akan turun karena beratnya

sendiri.

Note:apa bila dump body sudah posisi raise (± 0,5meter) jangan di turunkan lagi ”
berbahaya” karena akibat gaya hentakan dari berat vesel muatan dapat merusak
komponen chasis
Pastikan saat travelling baik muatan maupun kosongan, dump lever pada posisi FLOAT. Jika
dump body tidak pada posisi FLOAT, saat shift lever diposisikan selain N, maka central
warning lamp akan menyala dan alarm buzzer akan berbunyi secara bersamaan.
Jika dump body naik saat travelling, speed akan tertahan pada posisi speed 2 (shift lever
posisi “D”) dan pada posisi speed 1 (shift lever pada posisi “6 – L”). Karena itu, pastikan
dump body telah turun saat unit travelling.

PERINGATAN AWAL SAAT PROSES LOADING

Saat loader atau excavator memuat batu yang besar ke dump truck, jika batu dimuat secara
langsung, ini mungkin akan berakibat dump body akan rusak.
Untuk itu, ikuti langkah-langkah berikut :
 Pertama-tama muati dump truck dengan pasir atau tanah untuk mencegah benturan batu
dengan dump body.

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4 - 19

 Lalu loading batu yang besar tersebut di [Link] muati lagi dengan material kecil
untuk mengunci bolder.

4.1.11 HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT PENGOPERASIAN UNIT

 Saat travelling di jalan yang licin atau bersalju, atau saat travelling pada tanah lumpur atau
tanah yang lunak, perhatikan kondisi muatan dump truck dan operasikan unit dengan
sangat hati-hati agar ban unit tidak slip atau amblas .
 Jika engine mati saat unit travelling, segera hentikan unit pada tempat yang aman,
gerakkan shift lever ke posisi N, lalu hidupkan engine kembali.
 Jika central warning lamp atau pilot lamp untuk EMERGENCY item pada machine
monitor menyala dan alarm buzzer berbunyi secara bersamaan saat unit operasi, segera
parkir unit di tempat yang aman, lalu cari permasalahan dan perbaiki segera.
 Hati-hati saat proses loading muatan ke dump body.
Hindari tumpahan muatan ke area front.
 Saat operasi pada permukaan jalan yang licin, fungsikan retarder control lever secara
perlahan dan ganti transmission ke speed rendah.
 Saat travelling di air yang menggenang (rendaman air) selama operasi pastikan air tidak
melebihi batas maksimum , setelah itu cucilah dengan air bersih dan lumasilah .

PERINGATAN UNTUK MENGOPERASIKAN

 Bila melakukan operasi pada hari hujan atau setelah hujan atau pada jalan yang berlumpur
/ tanah gembur, Ingat dari beban unit perhatikan kondisi tersebut jangan sampai unit am-
blas / terbenam.
 Jika beroperasi pada jalan yang berbelok, lakukan hal sebagai berikut :
~ Lepaskan pedal gas sebelum tikungan
~ Pindahkan speed yang sesuai untuk rentang kecepatan pada saat itu.
~ Kemudian tekan pedal gas, untuk melakukan pengoperasian kembali
~ Jangan menjalankan unit pada kecepatan tinggi di jalan tikungan

 Pada saat loading, perhatikan muatan apakah merata / tidak miring kiri, kanan atau berat
depan, belakang karena sangat membahayakan. Juga perlu diingat muatan jangan berlebi-
han.
 Jika lampu peringatan pusat / central warning lampu menyala, lampu peringatan lain dan
alarm berbunyi, hentikan unit dan cari penyebabnya

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4 - 20

 Jangan memaksa memutar steering bila roda sudah sepenuhnya berbelok ke kiri atau ke
kanan. Karena hal ini bisa menyebabkan temperature oil pada system steering akan
tinggi / over heat dan hal ini akan menyebabakan kerusakan pada sistem steering.
 Pada saat dumping yang perlu diperhatikan adalah :
~ Landasan harus kuat dan rata
~ Pada saat mundur perhatikan spion kiri dan kanan
~ Pastikan unit harus lurus / tidak miring biar jangan amblas
~ Perhatikan tumpukan yang dibelakang unit, beri jarak antara tumpukan dengan unit,
agar dumping tidak akan general
~ Bila dumping dipinggir tebing, muatan sekaligus habis bisa menggunakan parking
brake dan bila dumpimg pada areal yang banyak tumpukan memakai retarder brake

~ Maksimal 1800 s/d 2000 RPM waktu melakukan dumping.

4.1.12 MEMPARKIRKAN UNIT


Peringatan !

Jangan menghentikan unit secara tiba-tiba. Beri jarak yang aman saat anda akan
menghentikan unit.
Jangan parkir unit di kemiringan.
Jika unit harus parkir di kemiringan, pastikan anda telah mengganjal ban
dengan balok untuk mencegah unit bergerak.
Jika shift lever salah pegang, maka unit akan bergerak secara tiba-tiba dan ini dapat
mengakibatkan kecelakaan yang serius. Pastikan parking brake lever pada
posisi PARKING, saat anda meninggalkan unit.
Jangan menggunakan retarder untuk parking brake

Perhatian !

Untuk mencegah kerusakan pada parking brake, maka fungsikan parking brake pada saat
parkir unit saja.

1. Lepaskan accelerator pedal , lalu tekan pedal brake


untuk menghentikan unit.

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4 - 21

2. Gerakkan shift lever ke posisi N, lalu gerakkan parking brake switch ke posisi
PARKING untuk mengaktifkan parking brake.

3. Saat anda masih dalam kabin (tidak meninggalkan unit), tarik retarder control lever (5)
secara penuh untuk mengaktifkan retarder brake.

Catatan :

 Retarder brake seharusnya tidak digunakan untuk parkir unit.


 Jangan gunakan retarder untuk parkir dalam waktu yang lama.

4.1.13 PEMERIKSAAN SEBELUM ENGINE MATI

Periksalah engine water temperature, engine oil pressure dan fuel level pada panel monitor.
Jika engine overheat, jangan mematikan engine secara tiba-tiba. Idlekan engine pada middle
speed, sampai suhunya turun / dingin, baru kemudian matikan engine.
Pastikan kondisi unit parkir di area yang rata dan aman.

4.1.14 MEMATIKAN ENGINE

Catatan :

Jika engine dimatikan secara tiba-tiba tanpa menuggu temperatur engine turun akan berakibat
umur komponen engine menjadi lebih pendek / cepat rusak. Karena itu, jangan mematikan
engine secara tiba-tiba kecuali dalam kondisi darurat. Pastikan temperatur engine telah turun
secara bertahap sebelum anda mematikannya.

1. Running engine pada low idling selama 5 menit agar temperatur


engine turun secara [Link] semua switch work lamp,AC dan radio tape.

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4 - 22

2. Putar kunci pada starting switch ke posisi OFF untuk


mematikan engine.

3. Lepaskan kunci dari starting switch .

4.1.15 PEMERIKSAAN SETELAH ENGINE MATI

1. Periksa keliling unit dan cek peralatan kerja. Periksa juga kebocoran oli dan air, bila
menemukan kondisi abnormal, segera laporkan ke atasan.
2. Isi kembali fuel tank.
3. Pastikan tidak ada kotoran kertas atau bahan-bahan yang mudah terbakar lainnya di
sekitar engine, agar tidak menimbulkan bahaya kebakaran.
4. Bersihkan kabin dan komponen unit dari lumpur atau kotoran yang melekat.

4.1.16 PENGUNCIAN (LOCKING)

Pastikan anda sudah melakukan penguncian, sebelum anda


meninggalkan unit.

1. Kunci fuel filter cap pada fuel tank.

2. Kunci pintu kabin (kiri dan kanan)


Kunci pintu sisi kanan secara manual dari dalam kabin.

Keterangan :

Untuk mengunci pada point (1) dan (2), gunakan kunci


Peringatan !
kontak.
Jangan menggunakan ban yang rusak saat anda
4.1.17 PENANGANAN
mengoperasikan BANLakukan penggantian ban jika
unit ini.
kondisi ban seperti di bawah ini :
Bead wirenya putus atau rusak.
Ban sudah aus (1/4 carcass ply terlihat).
Ban rusak (carcass mencapai 1/3 kedalaman alur ban).
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7
Ply ban putus.
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Carcass ban retak.
Ban berubah bentuk.
Metode & Teknik Operasi 4 - 23

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT TRAVELLING JARAK JAUH

Jika unit travelling jarak jauh dengan menggunakan speed tinggi secara terus-menerus, ini
akan berakibat ban akan panas, sehingga cepat rusak.
Karena itu, ikuti langkah-langkah berikut :
 Lakukan travelling jarak jauh hanya saat unit kosongan.
 Lakukan pemeriksaan tekanan angin setiap hari, saat ban dalam kondisi dingin.
Ban 27.00 R49** (standard) : 7,00 kg/cm2
Ban 31/90R49** (jika terpasang) : 7,00 kg/cm2
Ban 27.00-49-48PR (jika terpasang) : 5,6 kg/cm2
 Jangan menurunkan tekanan angin ban saat unit travelling.
 Pertahankan agar kecepatan unit kurang dari 40 km/jam. Hentikan unit selama 1 jam
setiap travelling 1 jam, supaya ban dan komponen lainnya suhunya turun.

4.2 PENGOPERASIAN PADA CUACA DINGIN

4.2.1 HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT TEMPERATUR UDARA


LUAR RENDAH

1. FUEL (BAHAN BAKAR) DAN LUBRICANT (OLI)

Lakukan penggantian fuel dan lubricant (oli) dengan viscositas (kekentalan) yang rendah
untuk seluruh komponen sesuai dengan teperatur udara luar. (Lihat tabel pemilihan fuel,
coolant dan lubricant disesuaikan dengan temperatur udara luar).

2. COOLANT (AIR PENDINGIN)

Peringatan !

Hindarkan cairan antifreeze (anti beku) dari api. Dilarang merokok saat anda
menggunakan antifreeze.

Pastikan coolant tidak beku saat dioperasikan pada temperatur udara luar rendah. Campur
dengan menggunakan cairan antifreezer

Catatan :

 Jangan menggunakan antifreezer dari methanol, ethanol ataupun propanol.


 Jangan mencampur antifreezer yang berbeda typenya.

 Pakailah selalu Komatsu Super Coolant ( AF – NAC ).

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4 - 24

3. BATTERY

PERINGATAN !

Saat menarik unit, gunakan tali kabel yang sesuai dengan berat unit yang akan ditarik.
Gerakkan unit secara [Link] !
Jika
Untukunit ditarik dengan
mencegah timbulnyaarah yang gas,
ledakan salah, maka
maka akan battery
hindari berakibat
dariluka
api. yang serius atau
kematian, karena itu perlu ekstra hati-hati.
Electrolyte battery itu berbahaya. Jika mengenai mata atau kulit anda , segera basuh
Jangan lakukan
dengan penarikan,
air dan hubungikecuali
[Link] kondisi darurat,

Saat temperatur udara luar rendah, kapasitas battery juga akan menurun. Jika battery charge
rationya turun, electrolyte battery kemungkinan beku. Agar battery charge tetap terjaga,
lakukan pemanasan setiap pagi.

4.2.2 HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN


SETELAH SELESAI OPERASI

 Bersihkan lumpur dan air dari body dan unit.


 Parkir unit pada tanah yang keras, dan tanah yang kering (rata dan aman). Beri alas
dengan menggunakan papan kayu untuk mencegah pembekuan tanah pada ban.
 Lakukan pembuangan (drain) air pada fuel system.
 Tutup battery atau lepaskan dari unit untuk ditaruh di tempat yang lebih hangat dan
pasang kembali esok harinya .
 Jika electrolyte battery levelnya kurang, segera tambahkan dengan air yang sudah
didistilisasi sebelum anda melakukan starting engine.

4.2.3 HAL-HAL YANG PERLU DILAKUKAN


SETELAH CUACA DINGIN BERAKHIR

Saat cuaca berubah panas, lakukan semua langkah-langkah berikut ini tanpa terkecuali :

 Ganti fuel dan oli pelumas yang digunakan unit sesuai spesifikasi penggunaan pada cuaca
panas.

 Meskipun antifreeze permanen tidak digunakan dan


 hanya memakai ethylglycol base antifreeze (satu tipe musim, musim dingin) sebagai
pengganti, atau jika tanpa penggunaan antifreeze sekalipun, lakukan drain pada cooling
system unit, lalu bersihkan bagian dalam komponen cooling system, kemudian isi dengan
air bersih.

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4 - 25

4.3 MENARIK UNIT

PERINGATAN !

Tentukan rute transportasi unit yang sesuai dengan lebar, tinggi dan berat unit.

PERINGATAN !

Saat menarik unit, gunakan tali kabel yang sesuai dengan berat unit yang akan ditarik.
Gerakkan unit secara perlahan-lahan.
Jika unit ditarik dengan arah yang salah, maka akan berakibat luka yang serius atau
kematian, karena itu perlu ekstra hati-hati.
Jangan lakukan penarikan, kecuali dalam kondisi darurat,

4.4 MOBILISASI UNIT

Patuhi semua peraturan dan perundangan yang berlaku tentang berat, lebar dan panjang
beban. Perhatikan semua peraturan yang mengatur tentang lebar beban yang dimuat.

4.5 PENYIMPANAN UNIT UNTUK WAKTU YANG LAMA

4.5.1 SEBELUM PENYIMPANAN

Saat unit akan disimpan sampai lebih dari satu bulan, maka lakukan langkah-langkah sebagai
berikut :

 Setelah semua part dibersihkan dan dikeringkan, masukkan unit ke dalam bangunan yang
kering. Jangan menyimpan unit pada tempat terbuka. Jika terpaksa unit harus disimpan
pada tempat terbuka, maka parkir unit pada tempat yang rata dan aman ,lalu tutup dengan
menggunakan kain terpal atau yang lainnya.
 Penuhi fuel tank, lakukan pelumasan dan ganti oli sebelum unit disimpan.
 Olesi permukaan hydraulic cylinder piston dengan grease.
 Lepas terminal negatif battery lalu tutup rapat, atau jika batttery dilepas dari unit, simpan
battery pada tempat tersendiri (khusus).

 Gunakan Parking brake


 Jika temperatur udara luar turun sampai di bawah 0 0C,
tambahkan antifreezer pada air pendinginnya (coolant).
 Posisikan semua control lever pada posisi netral, posisikan safety lever dan parking lever
pada posisi LOCK.
 Pastikan tekanan angin ban sesuai dengan standartnya.

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4 - 26

 Lakukan pembuangan (drain) air dari air tank (tangki udara).


 Pastikan posisi retarder control lever pada posisi OFF.
 Pastikan shift lever pada posisi N dan starting switch pada
posisi OFF

4.5.2 SELAMA PENYIMPANAN

PERINGATAN !

Jika memungkinkan, lakukan langkah-langkah di bawah ini (perlakuan terhadap unit


selama peyimpanan) di tempat terbuka. Jika harus dilakukan di ruang tertutup,
buka pintu dan jendela untuk ventilasi agar tidak terjadi keracunan karbon
monoksida.
 Hidupkan engine dan jalankan unit jarak dekat setiap bulan, lalu lumasi permukaan part
dan komponen yang dapat bergerak. Selain itu, lakukan charging battery.
 Sebelum mengoperasikan perlengkapan kerja (attachment), bersihkan grease pada
hydraulic piston rodnya.

4.5.3 SETELAH PENYIMPANAN

Catatan :

Jika unit disimpan tanpa melakukan pengoperasian tiap bulan untuk pencegahan terhadap
karat, maka mintalah ke distributor Komatsu untuk melakukan service terhadap unit tersebut.

Lakukan langkah-langkah berikut ini setelah unit disimpan dalam waktu yang lama :
 Bersihkan grease dari hydraulic cylinder rod.
 Tambahkan oli dan grease pada semua tempat di unit yang membutuhkannya.

4.5.4 HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN SEBELUM TRAVELLING


SETELAH UNIT DISIMPAN DALAM WAKTU YANG LAMA

1. Pastikan level oli dan air sesuai standart sebelum anda travelling unit.

2. Lakukan travel maju dengan kecepatan 10 – 15 km/jam selama 5 menit atau sejauh 1 km,
lalu lakukan travelling unit secara normal.
4.6 TEKNIK OPERASI

4.6.1 SEBELUM MENJALANKAN UNIT

1. Sebelum pekerjaan dimulai, pastikan anda telah mengetahui lokasi dan pekerjaan yang
akan dilakukan. Diskusikan dengan pengawas (Grup Leader).
2. Pastikan bahwa sebelum anda menghidupkan engine dan menggerakkan unit, anda sudah
yakin bahwa area telah bebas dari orang dan benda-benda lainnya. Beri tanda klakson.
Keterbatasan penglihatan unit HD dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4 - 27

BLIND SPOT
Type kiri depan kanan
465 1,5 M 4,5 M 15 M
785 2M 5M 20 M
1500 3M 7M 25 M

3. Pastikan bahwa steering, brake, dan perlengkapan kerja pada unit dapat berfungsi baik.
4. Pastikan anda telah mengetahui cara pengoperasian unit dan aturan-aturan safety yang
berlaku.

4.6.2 SAAT LOADING DI FRONT

1. Beri tanda klakson saat anda melakukan manuver (menggerakkan unit), agar operator
yang lainnya mengetahui akan keberadaan unit anda.

2. Pastikan anda mengetahui posisi unit lain dan orang yang berada di sekitar area front.

3. Pastikan anda melihat alat loading saat unit parkir untuk antri loading di front.

4. Perhatikan area tempat unit diloading. Pastikan areanya rata. Jika tidak rata, mintalah
bantuan operator alat loading atau bulldozer untuk meratakannya.

5. Jika ada unit lain yang sedang diisi, pastikan anda antri pada lokasi yang aman.

6. Ikutilah pola antrian dan manuver pengisian harus searah dengan jarum jam .

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4 - 28

7. Jika unit di depan sudah selesai diisi, mulailah manuver ke titik pengisian (titik pengisian
sudah aman) saat bucket alat loading sudah siap menggantung dan operator alat loading
sudah memberikan tanda klakson. Mundur secara perlahan sampai operator alat loading
memberikan tanda klakson lagi atau saat dump body mulai diisi oleh alat loading.

8. Sebelum bergerak mundur, lihat kaca spion untuk memastikan area di belakang aman dan
ikuti pemberi aba-aba jika ada. Bunyikan klakson 3 x sebelum anda manuver mundur.

9. Lakukan manuver mundur secara perlahan dan hati-hati.

10. Pastikan unit berhenti untuk diisi, pada permukaan tanah yang rata dan keras agar posisi
unit stabil saat dimuati.

11. Pada saat loading aktifkan parking brake.


12. Jika terjadi sesuatu di front loading ( ambles /selip ) segera komunikasi dengan GL dan
alat muat , untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan / tersenggol oleh alat muat )

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4 - 29

[Link] TEKNIK LOADING DENGAN EXCAVATOR / BACKHOE

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4 - 30

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4 - 31

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4 - 32

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4 - 33

[Link] TEKNIK LOADING DENGAN SHOVEL

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4 - 34

[Link] TEKNIK LOADING DENGANN WELL LOADER

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4 - 35

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4 - 36

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4 - 37

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4 - 38

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4 - 39

4.6.3 SAAT TRAVELLING MUATAN / KOSONGAN

1. Pilih jalan yang relatif rata (tidak miring kiri /


kanan), agar unit stabil saat traveling.

2. Sesuaikan kecepatan unit dengan kondisi


jalan yang dilalui. Pastikan anda mengetahui
kecepatan unit maksimal saat traveling di
jalan tambang (sesuai prosedur safety = 40
km/jam).Dilarang saling menyalip sesama
HD di lokasi tambang .

3. Jangan membuntuti unit lain. Pastikan anda


menjaga jarak yang aman dengan unit di
depan. ( Jarak aman beriringan adalah 4x
panjang HD )

4. Jangan sekali-kali menuruni turunan dengan


transmissi kondisi netral.

5. Bunyikan klakson / isyarat lampu saat anda


berjalan memasuki tikungan dan
persimpangan. Kurangi kecepatan.

6. PASTIKAN KONDISI BRAKE /


REM BERFUNGSI BAIK SAAT
ANDA AKAN TRAVELLING DI
TURUNAN.

7. Pastikan kondisi lampu kerja dalam kondisi


baik. Nyalakan lampu sesuai prosedur kerja
yang berlaku.

8. Pastikan muatan dump truck tidak sampai


tertumpah ke jalan.

4.6.4 SAAT DUMPING DI DISPOSAL

1. Pastikan area disposal yang akan anda masuki


dalam kondisi aman (rata, keras, tidak ada
benda yang menghalangi untuk dumping, dll).

2. Perhatikan gerakan unit kerja yang lain.


Bunyikan tanda klakson untuk memberitahu
keberadaan unit anda.

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
Metode & Teknik Operasi 4 - 40

3. Ikuti pola dumping sesuai instruksi dari GL


ataupun pemandu yang ada.

4. Tata cara dumping harus disesuaikan dengan


jenis material yang dibawa.

5. Lakukan manuver secara perlahan dan hati-


hati ( Manuver searah jarum jam ) .

6. Jangan mundur tepat di bibir jurang atau


melewati bundwall. Hentikan unit pada jarak
2 meter dari bundwall.

7. Pastikan saat dumping, kondisi unit stabil


(tidak miring) dan aktifkan parking brake .

8. Naikkan dump body sampai material


tertumpah semua (ikuti prosedur menaikkan
dump body).

9. Jika muatan terhalang oleh tumpukan,


majukan unit secara perlahan dengan arah
lurus ke depan (kurang lebih 5 meter), lalu
turunkan dump body dengan kondisi unit
berhenti.

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-7


OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT

Anda mungkin juga menyukai