Prosedur Operasi HD 785-7
Prosedur Operasi HD 785-7
Peringatan !!!
Ketika akan menghidupkan engine, periksa bahwa shift lever pada posisi N (Netral) dan
parking brake switch pada posisi PARKING.
Sebelum anda meninggalkan operator seat, pastikan gear shift lever pada posisi netral (N) dan
parking brake lever pada posisi PARKING.
HD – 7 HD - 5
Keterangan :
Jika shift lever tidak pada posisi N, engine tidak dapat dihidupkan. Jika starting pada posisi
ON, shift lever tidak pada posisi N, maka transmission shift lever position pilot lamp dan
central warning lamp akan berkedip dan alarm buzzer akan berbunyi secara bersamaan.
Peringatan !
Catatan :
Jangan starting engine lebih dari 20 [Link] engine tidak mau starting, tunggu dulu selama
2 menit, lalu coba lakukan starting sekali lagi .
Jika sampai 3 X, engine tidak mau starting juga, maka
segera hubungi mekanik.
1. Putar kunci pada starting switch ke posisi START untuk menghidupkan engine
2. Saat engine mulai hidup, lepaskan kunci. Secara otomatis, kunci akan kembali ke posisi
ON.
Peringatan !
Catatan :
Jangan starting engine lebih dari 20 [Link] engine tidak mau starting, tunggu dulu selama
2 menit, lalu coba lakukan starting sekali [Link] sampai 3 X, engine tidak mau starting juga,
maka segera hubungi mekanik
2. Preheating secara otomatis akan berfungsi dan preheating pilot lamp akan menyala.
HD - 7
Temperatur Udara Luar Waktu Preheating
3. Setelah proses preheating selesai, preheating pilot lampakan mati. Putar starting switch ke
posisi START untuk menghidupkan engine.
Keterangan :
Saat starting engine, kemungkinan preheating pilot lamp akan menyala, tetapi jika setelah
engine hidup, lampu tidak mati, maka ini tidak normal. Segera periksa dan perbaiki.
4. Saat engine mulai hidup, segera lepaskan kunci. Kunci secara otomatis akan kembali ke
posisi ON.
5. Setelah engine hidup, idle kira – kira 5 MENIT , supaya oli bersirkulasi di dalam engine.
Kemudian tekan perlahan – lahan pedal gas , jangan menaikkan RPM secara tiba – tiba
sebelum proses pemanasan engine selesai dilakukan .
FREHEATING HD 785 - 5
Bila kecepatan engine tidak naik, ulangi menekan quick Start Switch 2 sampai 3 kali pada
waktu start.
Setelah engine hidup, bila kecepatan engine turun terasa engine akan mati. Operasikan
Quick Start Switch kembali untuk menyemprotkan ether. Bila sedang melakukan ini atur
jumlah penyemprotan sehingga putaran engine tidak naik terlalu tinggi.
Jangan menaikkan kecepatan engine melampaui 1000 RPM saat mengoperasikan quick
start.
Ketika melakukan pemanasan awal, lampu monitor pemanasan awal akan menyala, tetapi
akan padam jika engine sudah hidup, berarti normal ( tidak ada kelainan ).
Jika engine tidak mau hidup dengan cara diatas tunggu sekitar 2 menit dan ulangi 2 – 5
kali.
Apabila cuaca diluar cukup panas, engine tidak perlu lagi pemanasan awal, karena sudah
normal.
Jangan menyemprotkan ether terlalu melebihi dari yang dibutuhkan, jika terlalu banyak
bisa menyebabkan letusan.
Catatan :
Jangan menaikkan rpm secara tiba-tiba, sebelum proses pemanasan engine selesai dilakukan.
Jangan melakukan low idling atau high idling lebih dari 15menit. Jika dibutuhkan untuk
melakukan low idling atau high idling, maka setiap beberapa saat running engine pada middle
speed (beri beban).
Setelah proses pemanasan selesai (idle selama 5 menit),lakukan pemeriksaan pada machine
monitor, apakah berfungsi [Link] ditemukan ketidaknormalan, maka segera periksa dan
perbaiki.
Running engine sampai engine water temperature gauge dan brake oil pressure caution lamp
padam .
Saat AISS switch diposisikan pada AUTO dan temperatur air pendingin engine masih rendah,
maka secara otomatis putaran engine akan berputar ke high idling (unit dilengkapi electronic
governor).
Pastikan warna gas buang dan getaran / suara engine kondisinya normal.
Lakukan keliling unit untuk memastikan tidak ada kebocoran air, fuel dan oli saat engine
hidup.
1. Pastikan bahwa machine monitor tidak menunjukkan tanda peringatan. Pakai selalu sabuk
pengaman.
2. Pastikan seat belt telah anda pakai dan dump lever pada posisi FLOAT serta pastikan
dump body pilot lamp padam .Jika dump body pilot lamp masih menyala gerakkan posisi
dump lever ke posisi HOLD dan kembalikan lagi ke posisi FLOAT .
4. Aktifkan Retarder brake, lalu posisikan shift lever ke posisi yang anda inginkan.
5. Release retader brake tekan accelerartor gas secara bertahap untuk menjakankan unit.
Catatan :
Saat mengoperasikan shift lever, pastikan posisinya telah aman. Jika lever posisinya tidak
tepat, maka shift position display lampunya akan padam dan transmission warning
monitor lamp akan menyala.
Pastikan accelerator pedal anda lepas, sebelum anda memindahkan lever dari R ke F atau
sebaliknya.
Saat memindahkan shift lever, setel putaran engine ke posisi low idling
Catatan :
Jika parking brake tidak bebas, saat shift lever pada posisi selain N, maka central warning
lamp akan berkedip dan alarm buzzer akan berbunyi secara bersamaan.
Jika dump lever tidak pada posisi FLOAT, saat shift lever pada posisi selain N, maka
central warning lamp akan berkedip dan alarm buzzer akan berbunyi secara bersamaan.
Jangan mengoperasikan shift lever dengan accelerator pedal ditekan. Jika ini dilakukan,
maka akan menimbulkan hentakan yang keras. Ini akan berakibat memperpendek umur
unit.
Unit dilengkapi dengan automatic transmission. Posisikan shift lever ke yang anda inginkan,
maka transmission secara otomatis akan berpindah gear yang disesuaikan dengan kecepatan
travelling unit.
Saat dump body naik, speed akan terkunci di posisi speed 2 saat shift lever pada posisi “D”
dan akan terkunci di speed 1 saat shift lever pada posisi “6 – L”.(HD – 7) dan “5 – L”(HD –
5) Karena itu, pastikan dump body sudah turun, saat unit travelling.
Catatan :
[Link] SHIFTING UP
1. Saat accelerator pedal ditekan, rpm akan naik dan lock up clutch akan terhubung, sehingga
transmission ganti ke direct drive.
2. Jika rpm engine terus dinaikkan sampai 2300 maka trasmission secara otomatis akan shift
up.
Jika accelerator pedal dilepas, kecepatan unit (rpm engine) akan turun sampai 2100 dan
secara otomatis transmission akan shift down.
Ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya overrunning, jika shift lever salah operasi.
Saat travelling turunan, putaran (rpm) engine kemungkinan dapat melebihi putaran engine
maksimalnya. Untuk mencegah hal tersebut, fungsikan retarder untuk menurunkan kecepatan
travelling unit.
Saat menjalankan unit di turunan, pastikan anda menjalankannya pada speed yang aman,
disesuaikan dengan lebar jalan, kondisi permukaan jalan, dan kondisi lainnya dimana anda
mengoperasikan unit ini.
Peringatan !
Jika unit harus berhenti di turunan,aktifkan parkinh brake dan hazard lamp, arahkan
stering dengan sudut 30˚ kearah bund wall, dengan segera anda mengganjal bannya
dengan balok.
Speed maksimum yang diijinkan saat anda travelling di turunan dapat dilihat pada
grafik brake performance dibandingkan dengan jarak dan grade.
Peringatan !
Travelling turunan dengan speed yang melebihi speed maksimum yang diijinkan
dapat mengakibatkan retarder brake rusak dan ini sangat berbahaya.
Jika retarder oil temperature monitor berkedip saat anda mengoperasikan
retarder, lakukan shift down saat travelling di turunan. (Saat ini terjadi
central warning lamp akan berkedip dan alarm buzzer akan berbunyi secara
bersamaan). Jika monitor lamp tidak juga padam, segera parkir unit di
tempat yang aman, pastikan shift lever pada posisi N, lalu running engine
pada 1900 rpm sampai monitornya padam.
Jika fungsi retarder efeknya berkurang saat travelling di turunan, lakukan
langkah-langkah berikut :
Releasekan retarder lever secara penuh, lalu tarik kembali retarder lever.
Jika hal point 1 dilakukan, tetapi masih tidak berpengaruh, maka releasekan
kembali retarder lever, tekan brake pedal untuk menghentikan unit, parkir di
tempat yang aman, lalu hubungi distributor Komatsu untuk memperbaikinya.
Operasikan retarder secara perlahan. Jika retarder dioperasikan secara tiba-tiba,
maka ini sangat berbahaya, karena dapat menimbulkan ban slip.
Catatan :
Jika retarder lever dioperasikan saat travelling di turunan, transmission akan shift down
dengan perlambatan secara normal. Ini memungkinkan untuk travelling di turunan tanpa
terjadi shift up.
1. Sebelum memulai travelling turunan, lepaskan accelerator pedal lalu operasikan retarder
lever secara perlahan saat unit turun.
2. Gerakkan shift lever ke posisi (6, 5, 4, 3, 2 atau L) disesuaikan dengan speed maksimum
yang diijinkan untuk pengoperasian retarder brake.
3. Saat travelling di turunan, operasikan retarder lever , running engine dengan putaran
dikisaran 1200 s/d 1400 RPM dan pastikan retarder brake oil temperature gauge bertahan
pada range putih.
Untuk unit yang dilengkapi dengan exhaust brake, penggunaan exhaust brake dapat
menambah kekuatan pengereman secara aman dan nyaman
1. Gunakan kurva kehandalan rem untuk suatu jarak menurun 1000 meter.
2. Tunjukan berat kotor unit pada grafik dan tarik sebuah garis lurus kebawah dari titik A
3. Dapatkan garis B dimana garis vertikal memotang garis travel resistance minus 11 %
dan tarik garis horizontal dari titik B.
4. Dapatkan titik C dimana garis horizontal memotang kurva kehandalan .
Tarik sebuah garis lurus dari titik C kebawah dan dapatkan titik D dimana garis
vertikal garis sekala kecepatan unit .
5. Melalui garis diatas dapat diperoleh nlai nilai sebagai berikut :
Dari titik D kecepatan maksimum yang diizinkan adalah 26,8 km/jam dan dari titik C
speed pada transmission adalah F4 .
Nilai untuk kecepatan maksimum yang diizinkan ini hanya sebuah nilai pasaran kasar
berdasarkan pada kehandalan retarder brake. Tetapi pada job site yang sesungguhnya, ke-
cepatan mengemudi yang aman hampir selalu lebih kecil dari pada kecepatan maksimum
yang diizinkan karena kondisi jalan dan faktor lainnya.
Oleh karena itu pilih salah satu kecepatan dimana meteran atau retarder oil temperature
akan bertahan pada daerah hijau
Pastikan bahwa saat anda mengganti arah dari MAJU ke MUNDUR, kondisinya
aman. Jika pandangan terhalang, lakukan dengan sangat hati-hati. Jika perlu,
minta bantuan pemandu arah.
Pastikan unit benar-benar berhenti sebelum anda mengganti arah dari MAJU ke
MUNDUR.
Gerakkan shift lever ke posisi R, lalu secara bertahap tekan accelerator pedal sampai unit
bergerak. (HD 785 -7) dilengkapi 2 kecepatan mundur ( RL dan RH ) dan dapat dilihat pada
Machine Monitor. Untuk mengganti kecepatan tersebut kita gunakan switch yang sudah
disediakan .
Catatan
Unit tidak dapat bergerak mundur,jika dupm lever tidak pada posisi FLOAT.
Pastikan unit benar-benar berhenti, sebelum anda merubah arah dari MAJU ke
MUNDUR, dan running engine pada low idling saat anda memindahkan levernya. Setelah
shift lever digerakkan, jangan menekan accelerator sampai anda yakin transmission
clutchnya sudah terhubung.
Jangan mengoperasikan shift lever pada saat accelerator pedal masih ditekan, karena akan
berakibat hentakan yang keras, dan ini akan memperpendek umur unit.
Jika posisi gear shift lever sudah di posisi mundur dan unit masih bergerak ( 4 km/ jam )
maka transmisi akan tetap Netral dan brake akan berfungsi secara otomatis .
Peringatan !
Jangan membelokkan unit saat travelling dengan kecepatan tinggi dan saat berada
di area miring yang curam, karena dapat mengakibatkan unit terbalik.
Perhatian !
Jangan menahan steering wheel secara penuh ke kiri atau ke kanan secara terus
menerus, karena dapat mengakibatkan temperatur oli steering overheat.
Saat travelling, putar steering wheel ke arah yang anda inginkan untuk membelokkan unit.
Saat membelokkan unit, releasekan accelerator pedal, shift downkan speednya sampai speed
terendah, lalu tekan accelerator pedal. Jangan membelokkan unit dengan kecepatan tinggi.
Peringatan !
4.1.9Jangan
MENGHENTIKAN UNIT
menghentikan unit secara tiba-tiba. Beri jarak yang aman saat anda akan
menghentikan unit.
Jangan parkir unit di kemiringan.
Jika unit harus parkir di kemiringan, pastikan anda telah mengganjal ban
dengan balok untuk mencegah unit bergerak.
Jika shift lever salah pegang, maka unit akan bergerak secara tiba-tiba dan ini dapat
mengakibatkan
PT. PAMAPERSADA kecelakaan yang serius. Pastikan parking brake lever pada
NUSANTARA HD 785-7
OPERATIONAL TRAINING
posisi DEPARTMENT
PARKING, saat anda meninggalkan unit.
Metode & Teknik Operasi 4 - 16
Perhatian !
Jika foot brake difungsikan terus dalam waktu yang lama, maka akan berakibat
brake overheat dan umurnya akan lebih pendek.
Jika parking brake digunakan untuk menghentikan unit, maka brake akan cepat
rusak. Jangan gunakan parking brake kecuali untuk menghentikan unit pada
kondisi darurat dan untuk parkir unit.
Jika terjadi kerusakan pada foot brake, maka lakukan langkah-langkah sebagai berikut :
2. Jika tenaga pengereman belum cukup, tekan secondary brake pedal untuk menghentikan
unit. Secondary brake berfungsi pada front dan rear brake serta parking brake.
Jika kita menghentikan unit dengan menggunakan secondary brake pedal , maka central
warning lamp akan menyala dan alarm akan berbunyi secara bersamaan .
4. Saat unit sudah berhenti, segera ganjal ban dengan balok, cari penyebabnya dan segera
lakukan perbaikan.
Peringatan !
1. Posisikan shift lever pada posisi N, dan setel parking brake switch
ke posisi PARKING.
2. Gerakkan dump lever ke posisi RAISE (naik), lalu tekan accelerator pedal untuk
menaikkan dump [Link] 2000 rpm.
Jika dump lever dilepas saat posisi RAISE, lever akan tertahan di posisi RAISE dan
dump body akan terus naik. Kecepatan dumping naik sebanding dengan kecepatan
putaran (rpm) engine
3. Saat dump body naik sampai posisi yang telah disetel sebelumnya, dump lever akan
kembali ke posisi HOLD, dan dump body lever akan tertahan pada posisi tersebut.
5. Saat dump body telah bergerak turun, gerakkan dump lever ke posisi FLOAT (saat
lever dilepas, lever akan kembali ke posisi FLOAT). Dump body akan turun karena beratnya
sendiri.
Note:apa bila dump body sudah posisi raise (± 0,5meter) jangan di turunkan lagi ”
berbahaya” karena akibat gaya hentakan dari berat vesel muatan dapat merusak
komponen chasis
Pastikan saat travelling baik muatan maupun kosongan, dump lever pada posisi FLOAT. Jika
dump body tidak pada posisi FLOAT, saat shift lever diposisikan selain N, maka central
warning lamp akan menyala dan alarm buzzer akan berbunyi secara bersamaan.
Jika dump body naik saat travelling, speed akan tertahan pada posisi speed 2 (shift lever
posisi “D”) dan pada posisi speed 1 (shift lever pada posisi “6 – L”). Karena itu, pastikan
dump body telah turun saat unit travelling.
Saat loader atau excavator memuat batu yang besar ke dump truck, jika batu dimuat secara
langsung, ini mungkin akan berakibat dump body akan rusak.
Untuk itu, ikuti langkah-langkah berikut :
Pertama-tama muati dump truck dengan pasir atau tanah untuk mencegah benturan batu
dengan dump body.
Lalu loading batu yang besar tersebut di [Link] muati lagi dengan material kecil
untuk mengunci bolder.
Saat travelling di jalan yang licin atau bersalju, atau saat travelling pada tanah lumpur atau
tanah yang lunak, perhatikan kondisi muatan dump truck dan operasikan unit dengan
sangat hati-hati agar ban unit tidak slip atau amblas .
Jika engine mati saat unit travelling, segera hentikan unit pada tempat yang aman,
gerakkan shift lever ke posisi N, lalu hidupkan engine kembali.
Jika central warning lamp atau pilot lamp untuk EMERGENCY item pada machine
monitor menyala dan alarm buzzer berbunyi secara bersamaan saat unit operasi, segera
parkir unit di tempat yang aman, lalu cari permasalahan dan perbaiki segera.
Hati-hati saat proses loading muatan ke dump body.
Hindari tumpahan muatan ke area front.
Saat operasi pada permukaan jalan yang licin, fungsikan retarder control lever secara
perlahan dan ganti transmission ke speed rendah.
Saat travelling di air yang menggenang (rendaman air) selama operasi pastikan air tidak
melebihi batas maksimum , setelah itu cucilah dengan air bersih dan lumasilah .
Bila melakukan operasi pada hari hujan atau setelah hujan atau pada jalan yang berlumpur
/ tanah gembur, Ingat dari beban unit perhatikan kondisi tersebut jangan sampai unit am-
blas / terbenam.
Jika beroperasi pada jalan yang berbelok, lakukan hal sebagai berikut :
~ Lepaskan pedal gas sebelum tikungan
~ Pindahkan speed yang sesuai untuk rentang kecepatan pada saat itu.
~ Kemudian tekan pedal gas, untuk melakukan pengoperasian kembali
~ Jangan menjalankan unit pada kecepatan tinggi di jalan tikungan
Pada saat loading, perhatikan muatan apakah merata / tidak miring kiri, kanan atau berat
depan, belakang karena sangat membahayakan. Juga perlu diingat muatan jangan berlebi-
han.
Jika lampu peringatan pusat / central warning lampu menyala, lampu peringatan lain dan
alarm berbunyi, hentikan unit dan cari penyebabnya
Jangan memaksa memutar steering bila roda sudah sepenuhnya berbelok ke kiri atau ke
kanan. Karena hal ini bisa menyebabkan temperature oil pada system steering akan
tinggi / over heat dan hal ini akan menyebabakan kerusakan pada sistem steering.
Pada saat dumping yang perlu diperhatikan adalah :
~ Landasan harus kuat dan rata
~ Pada saat mundur perhatikan spion kiri dan kanan
~ Pastikan unit harus lurus / tidak miring biar jangan amblas
~ Perhatikan tumpukan yang dibelakang unit, beri jarak antara tumpukan dengan unit,
agar dumping tidak akan general
~ Bila dumping dipinggir tebing, muatan sekaligus habis bisa menggunakan parking
brake dan bila dumpimg pada areal yang banyak tumpukan memakai retarder brake
Jangan menghentikan unit secara tiba-tiba. Beri jarak yang aman saat anda akan
menghentikan unit.
Jangan parkir unit di kemiringan.
Jika unit harus parkir di kemiringan, pastikan anda telah mengganjal ban
dengan balok untuk mencegah unit bergerak.
Jika shift lever salah pegang, maka unit akan bergerak secara tiba-tiba dan ini dapat
mengakibatkan kecelakaan yang serius. Pastikan parking brake lever pada
posisi PARKING, saat anda meninggalkan unit.
Jangan menggunakan retarder untuk parking brake
Perhatian !
Untuk mencegah kerusakan pada parking brake, maka fungsikan parking brake pada saat
parkir unit saja.
2. Gerakkan shift lever ke posisi N, lalu gerakkan parking brake switch ke posisi
PARKING untuk mengaktifkan parking brake.
3. Saat anda masih dalam kabin (tidak meninggalkan unit), tarik retarder control lever (5)
secara penuh untuk mengaktifkan retarder brake.
Catatan :
Periksalah engine water temperature, engine oil pressure dan fuel level pada panel monitor.
Jika engine overheat, jangan mematikan engine secara tiba-tiba. Idlekan engine pada middle
speed, sampai suhunya turun / dingin, baru kemudian matikan engine.
Pastikan kondisi unit parkir di area yang rata dan aman.
Catatan :
Jika engine dimatikan secara tiba-tiba tanpa menuggu temperatur engine turun akan berakibat
umur komponen engine menjadi lebih pendek / cepat rusak. Karena itu, jangan mematikan
engine secara tiba-tiba kecuali dalam kondisi darurat. Pastikan temperatur engine telah turun
secara bertahap sebelum anda mematikannya.
1. Periksa keliling unit dan cek peralatan kerja. Periksa juga kebocoran oli dan air, bila
menemukan kondisi abnormal, segera laporkan ke atasan.
2. Isi kembali fuel tank.
3. Pastikan tidak ada kotoran kertas atau bahan-bahan yang mudah terbakar lainnya di
sekitar engine, agar tidak menimbulkan bahaya kebakaran.
4. Bersihkan kabin dan komponen unit dari lumpur atau kotoran yang melekat.
Keterangan :
Jika unit travelling jarak jauh dengan menggunakan speed tinggi secara terus-menerus, ini
akan berakibat ban akan panas, sehingga cepat rusak.
Karena itu, ikuti langkah-langkah berikut :
Lakukan travelling jarak jauh hanya saat unit kosongan.
Lakukan pemeriksaan tekanan angin setiap hari, saat ban dalam kondisi dingin.
Ban 27.00 R49** (standard) : 7,00 kg/cm2
Ban 31/90R49** (jika terpasang) : 7,00 kg/cm2
Ban 27.00-49-48PR (jika terpasang) : 5,6 kg/cm2
Jangan menurunkan tekanan angin ban saat unit travelling.
Pertahankan agar kecepatan unit kurang dari 40 km/jam. Hentikan unit selama 1 jam
setiap travelling 1 jam, supaya ban dan komponen lainnya suhunya turun.
Lakukan penggantian fuel dan lubricant (oli) dengan viscositas (kekentalan) yang rendah
untuk seluruh komponen sesuai dengan teperatur udara luar. (Lihat tabel pemilihan fuel,
coolant dan lubricant disesuaikan dengan temperatur udara luar).
Peringatan !
Hindarkan cairan antifreeze (anti beku) dari api. Dilarang merokok saat anda
menggunakan antifreeze.
Pastikan coolant tidak beku saat dioperasikan pada temperatur udara luar rendah. Campur
dengan menggunakan cairan antifreezer
Catatan :
3. BATTERY
PERINGATAN !
Saat menarik unit, gunakan tali kabel yang sesuai dengan berat unit yang akan ditarik.
Gerakkan unit secara [Link] !
Jika
Untukunit ditarik dengan
mencegah timbulnyaarah yang gas,
ledakan salah, maka
maka akan battery
hindari berakibat
dariluka
api. yang serius atau
kematian, karena itu perlu ekstra hati-hati.
Electrolyte battery itu berbahaya. Jika mengenai mata atau kulit anda , segera basuh
Jangan lakukan
dengan penarikan,
air dan hubungikecuali
[Link] kondisi darurat,
Saat temperatur udara luar rendah, kapasitas battery juga akan menurun. Jika battery charge
rationya turun, electrolyte battery kemungkinan beku. Agar battery charge tetap terjaga,
lakukan pemanasan setiap pagi.
Saat cuaca berubah panas, lakukan semua langkah-langkah berikut ini tanpa terkecuali :
Ganti fuel dan oli pelumas yang digunakan unit sesuai spesifikasi penggunaan pada cuaca
panas.
PERINGATAN !
Tentukan rute transportasi unit yang sesuai dengan lebar, tinggi dan berat unit.
PERINGATAN !
Saat menarik unit, gunakan tali kabel yang sesuai dengan berat unit yang akan ditarik.
Gerakkan unit secara perlahan-lahan.
Jika unit ditarik dengan arah yang salah, maka akan berakibat luka yang serius atau
kematian, karena itu perlu ekstra hati-hati.
Jangan lakukan penarikan, kecuali dalam kondisi darurat,
Patuhi semua peraturan dan perundangan yang berlaku tentang berat, lebar dan panjang
beban. Perhatikan semua peraturan yang mengatur tentang lebar beban yang dimuat.
Saat unit akan disimpan sampai lebih dari satu bulan, maka lakukan langkah-langkah sebagai
berikut :
Setelah semua part dibersihkan dan dikeringkan, masukkan unit ke dalam bangunan yang
kering. Jangan menyimpan unit pada tempat terbuka. Jika terpaksa unit harus disimpan
pada tempat terbuka, maka parkir unit pada tempat yang rata dan aman ,lalu tutup dengan
menggunakan kain terpal atau yang lainnya.
Penuhi fuel tank, lakukan pelumasan dan ganti oli sebelum unit disimpan.
Olesi permukaan hydraulic cylinder piston dengan grease.
Lepas terminal negatif battery lalu tutup rapat, atau jika batttery dilepas dari unit, simpan
battery pada tempat tersendiri (khusus).
PERINGATAN !
Catatan :
Jika unit disimpan tanpa melakukan pengoperasian tiap bulan untuk pencegahan terhadap
karat, maka mintalah ke distributor Komatsu untuk melakukan service terhadap unit tersebut.
Lakukan langkah-langkah berikut ini setelah unit disimpan dalam waktu yang lama :
Bersihkan grease dari hydraulic cylinder rod.
Tambahkan oli dan grease pada semua tempat di unit yang membutuhkannya.
1. Pastikan level oli dan air sesuai standart sebelum anda travelling unit.
2. Lakukan travel maju dengan kecepatan 10 – 15 km/jam selama 5 menit atau sejauh 1 km,
lalu lakukan travelling unit secara normal.
4.6 TEKNIK OPERASI
1. Sebelum pekerjaan dimulai, pastikan anda telah mengetahui lokasi dan pekerjaan yang
akan dilakukan. Diskusikan dengan pengawas (Grup Leader).
2. Pastikan bahwa sebelum anda menghidupkan engine dan menggerakkan unit, anda sudah
yakin bahwa area telah bebas dari orang dan benda-benda lainnya. Beri tanda klakson.
Keterbatasan penglihatan unit HD dapat dilihat pada gambar di bawah ini :
BLIND SPOT
Type kiri depan kanan
465 1,5 M 4,5 M 15 M
785 2M 5M 20 M
1500 3M 7M 25 M
3. Pastikan bahwa steering, brake, dan perlengkapan kerja pada unit dapat berfungsi baik.
4. Pastikan anda telah mengetahui cara pengoperasian unit dan aturan-aturan safety yang
berlaku.
1. Beri tanda klakson saat anda melakukan manuver (menggerakkan unit), agar operator
yang lainnya mengetahui akan keberadaan unit anda.
2. Pastikan anda mengetahui posisi unit lain dan orang yang berada di sekitar area front.
3. Pastikan anda melihat alat loading saat unit parkir untuk antri loading di front.
4. Perhatikan area tempat unit diloading. Pastikan areanya rata. Jika tidak rata, mintalah
bantuan operator alat loading atau bulldozer untuk meratakannya.
5. Jika ada unit lain yang sedang diisi, pastikan anda antri pada lokasi yang aman.
6. Ikutilah pola antrian dan manuver pengisian harus searah dengan jarum jam .
7. Jika unit di depan sudah selesai diisi, mulailah manuver ke titik pengisian (titik pengisian
sudah aman) saat bucket alat loading sudah siap menggantung dan operator alat loading
sudah memberikan tanda klakson. Mundur secara perlahan sampai operator alat loading
memberikan tanda klakson lagi atau saat dump body mulai diisi oleh alat loading.
8. Sebelum bergerak mundur, lihat kaca spion untuk memastikan area di belakang aman dan
ikuti pemberi aba-aba jika ada. Bunyikan klakson 3 x sebelum anda manuver mundur.
10. Pastikan unit berhenti untuk diisi, pada permukaan tanah yang rata dan keras agar posisi
unit stabil saat dimuati.