PANDUAN PRAKTIK KLINIS
TATALAKSANA KASUS
PENYAKIT DALAM
Diabetes Melitus Tipe 2
ICD: E11
1. Pengertian Diabetes melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik
(Definisi) hiperglikemia kronis karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya.
Dalam praktik sehari-hari DM tipe 2 yang paling sering ditemui, sehingga pembahasan
lebih banyak difokuskan pada DM tipe 2.
2. Anamnesis - keluhan klasik, seperti poliuria, polidipsia, polifagia dan penurunan berat
badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya
- Keluhan lain yang menyertai, seperti badan lemah, kesemutan, gatal, mata
kabur, dan disfungsi ereksi pada pria, serta pruritus vulva pada wanita.
3. Pemeriksaan Fisik - Pengukuran tinggi badan, berat badan dan lingkar pinggang
- Pemeriksaan ekstremitas atas dan bawah, termasuk jari
- Pemeriksaan mata (fisus, lensa mata, retina)
- Pemeriksaan rongga mulut dan kelenjar tiroid
- Pemeriksaan jantung
- Evaluasi nadi, baik secara palpasi maupun dengan stetoskop
- Pemeriksaan kulit (acantosis nigrican dan bekas tempat penyuntikan insulin) dan
pemeriksaan neurologis
- Pengukuran tekanan darah, termasuk pengukuran tekanan darah dalam posisi berdiri
untuk mencari kemungkinan adanya hipotensi ortostatik, serta ankle brachial index (ABI)
untuk mencari kemungkinan penyakit pemukuh darah arteri tepi
- Tanda-tanda penyakit lain yang dapat menimbulkan DM tipe lain
4. Pemeriksaan - Glukosa darah puasa dan 2 jam post prandial
Penunjang - HbA1c
- Profil lipid pada keadaan puasa (kolesterol total, trigliserida, HDL dan LDL)
- Kreatinin serum
- Albumin/creatinine ratio
- Elektrokardiogram
- Foto sinar-x dada
- funduskopi
5. Kriteria Diagnosis
6. Diagnosis Kerja Diabetes melitus tipe 2
Diabetes melitus tanpa komplikasi
7. Diagnosis Banding 1. Hiperglikemia reaktif
2. Prediabetes
8. Terapi Non Farmakologis
1. Edukasi
2. Latihan fisik
Teratur, 4-5x seminggu kurang lebih 30 menit (total durasi minimal 150
menit/minggu). Yang dianjurkan yang bersifat aerobik: jalan kaki, bersepeda
santai, jogging, dan berenang
3. Kebutuhan kalori
Cara menghitung berat badan ideal pasien DM menggunakan rumus Brocca:
Berat Badan Ideal (BBI) = 90% x (TB dalam cm – 100) x 1 kg
Bagi pria dengan tinggi badan <160 cm dan wanita < 150 cm rumus dimodifikasi menjadi:
BBI = (TB dalam cm – 100) x 1 kgBB
Kebutuhan kalori basal:
Kalori Basal = Berat Badan Ideal x 25 kal/kgBB (untuk wanita)
Kalori Basal = Berat Badan Ideal x 30 kal/kgBB (untuk pria)
Faktor-faktor yang menentukan kebutuhan kalori:
- Umur
- 40-59 tahun -5%
- 60-69 tahun -10%
- >70 tahun -20%
- Aktivitas fisik atau pekerjaan
- Istirahat +10%
- Aktivitas ringan +20%
- Aktivitas sedang +30%
- Aktivitas sangat berat +50%
- Berat badan
- Kegemukan -20-30%
- Kurus +20-30%
- Stres metabolik +10-30%
Untuk wanita paling sedikit 1000-1200 kkal, untuk pria 1200-1600 kkal, dibagi menjadi
makan pagi (20%), siang (30%), dan sore (25%), serta 2-3 porsi makanan ringan (10-
15%) di antaranya.
Farmakologis
1. Obat hipoglikemik oral
Tabel. Obat Hipoglikemik Oral
Golongan Generik Mg/tab Dosis Harian Lama kerja Frek/hari
(mg) (jam)
Sulfonilurea Glibenklamid 2,5-5 2,5-20 12-24 1-2
Glipizid 5-10 5-20 10-16 1-2
Glipizid XL 5-10 5-20 12-16 1
Gliklazid 80 80-320 10-20 1-2
Gliklazid MR 30-60 30-120 24 1
Glikuidon 30 30-120 6-8 2-3
Glimepirid 1-2-3-4 0,5-6 24 1
Glinid Repaglinid 1 1,5-6 3
Nateglinid 120 360 3
Tiazolidindion Pioglitazon 15-30 15-45 24 1
Penghambat Acarbose 50-100 100-300 3
Glukosidase
alfa
Biguanid Metformin 500- 250-3000 6-8 1-3
850
500 500-3000 6-8 2-3
Metformin XR 500- 24 1
750
500 500-2000 24 1
Penghambat Vidagliptin 50 50-100 12-24 1-2
DPP-IV
Sitagliptin 25, 50, 25-100 24 1
100
Saxagliptin 5 5 24 1
Linagliptin 5 5 24 1
Obat Metformin + 250/1, Total 12-24 1-2
kombinasi Glibenclamid 25 glibenclamid
tetap 500/2, maksimal
5 20mg/hari
500/5
Glimepirid + 1/250 2/500 2
metformin 2/500
Pioglitazone + 15/500 4/1000 18-24 1
metformin 30/850
Sitagliptin + 50/500 Total sitagliptin 1
Metformin 50/100 maksimal
0 100mg/hari
Vidagliptin + 50/500 Total vidagliptin 12-24 2
metformin 50/850 maksimal
50/100 100mg/hari
0
Saxagliptin + 5/500 Total saxagliptin 24 1
metformin 5/1000 maksimal
2,5/10 5mg/hari. Total
00 metformin
maksimal
2000mg/hari
Linagliptin + 2,5/50 Total linagliptin 12 2
metformin 0 maksimal
2,5/85 5mg/hari. Total
0 metformin
2,5/10 maksimal
00 2000mg/hari
2. Obat antihiperglikemia suntik
Termasuk insulin, GLP-1 RA serta kombinasi insulin dan GLP-1 RA
9. Edukasi 1. Mengikuti edukasi (penyuluhan dan konseling) tentang DM di:
- Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu DM)
- Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama/FKTP (Puskesmas, klinik pratama)
- Fasilitas kesehatan lainnya seperti rumah sakit
- Mengatur pola makan sesuai diet untuk penyakit DM
2. Melakukan latihan fisik secara teratur dan tepat dengan prinsip BBTT (baik, benar,
terukur dan teratur)
3. Mengonsumsi obat secara teratur sesuai petunjuk dokter
4. Monitoring kadar glukosa darah sesuai petunjuk dokter
10. Prognosis Diabetes menyebabkan kematian pada 3 juta orang setiap tahun (1,7-5,2% kematian di
dunia)
11. Tingkat evidens - Perencanaan makan : IIA
- Latihan jasmani: IIA
- Obat hipoglikemia oral: IA
- obat hiperglikemia suntik: IA
12. Tinglat A
rekomendasi
13. Penelaah kritis Dr. restie Warapsari, [Link]
14. Indikator Medis Perbaikan kondisi umum, perbaikan kadar gula darah, perbaikan kondisi komplikasi akibat
DM
15. Kepustakaan 1. PERKENI. Konsensus Pengelolaan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia. 2021
2. The Expert Committee on The Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus.
Report of Te Expert Committee on The Diagnosis and Classification of Diabetes
Mellitus. Diabetic Care, Jan 2003; 26(Suppl. 1):S5-20
3. Suyono S. Type 2 Diabetes Mellitus is a Beta-Cell Dysfunction. Prosiding Jakarta
Diabetes Meeting 2002: The Recent Management in Diabetes and Its Complications:
From Molecular to Clinic. Jakarta, 2-3 Nov 2002. Simposium Current Treatment in
Internal Mdicine 2000. Jakarta, 11-12 November 2000: 185-99
4. Inzucch SE, Bergenstal RM, Buse JB et al. Management of Hyperglycaemia in Type 2
Diabetes: A Patient-Centered Approach. Position Statement of the American Diabetes
Association (ADA) and the European Association for the Study of Diabetes (EASD).
Diunduh dari [Link] pada
tanggal 7 Juni 2012