0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan6 halaman

Pengaruh Pakan Kambing Perah Terhadap Produksi Susu

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat penggunaan campuran kacang hijau dan tepung roti pada pakan kambing perah terhadap produksi susu dan protein susu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan dengan komposisi 70% konsentrat dan 30% campuran kacang hijau dan tepung roti (P3) mampu meningkatkan produksi susu rata-rata menjadi 398 ml/ekor/hari dibandingkan perlakuan l

Diunggah oleh

Luthfi ikhsan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan6 halaman

Pengaruh Pakan Kambing Perah Terhadap Produksi Susu

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat penggunaan campuran kacang hijau dan tepung roti pada pakan kambing perah terhadap produksi susu dan protein susu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan dengan komposisi 70% konsentrat dan 30% campuran kacang hijau dan tepung roti (P3) mampu meningkatkan produksi susu rata-rata menjadi 398 ml/ekor/hari dibandingkan perlakuan l

Diunggah oleh

Luthfi ikhsan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

JURNAL DINAMIKA REKASATWA, Vol. 5 No.

2, 2022

PENGARUH TINGKAT PENGGUNAAN CAMPURAN KACANG HIJAU DAN


TEPUNG ROTI PADA PAKAN KAMBING PERAH TERHADAP PRODUKSI SUSU DANPROTEIN
SUSU

M. Syarful Ilmi Al Chanim1, M. Farid Wadjdi2, Umi Kalsum2


1
Program S1 Peternakan, 2Dosen Peternakan Universitas Islam Malang
Email : syarfulilmi2211@[Link]

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh tingkat penggunaan campuran kacang
hijau dan tepung roti pada pakan kambing perah terhadap produksi susu dan protein susu. Materi
penelitian yaitu 12 ekor kambing Saanen, 12 sampel susu, kacang hijau dan tepung roti afkir. Metode
yang dipakai yaitu eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Ada 4 perlakuan
dan 3 kelompok. Perlakuan tersebut yaitu P0 = 100% konsentrat + hijauan, P1 = 90% konsentrat +
10% (kacang hijau + tepung roti) + hijauan, P2 = 80% konsentrat + 20% (kacang hijau + tepung
roti) + hijauan, P3 = 70% konsentrat + 30% (kacang hijau + tepung roti) + hijauan. Kelompok dibagi
berdasarkan umur (K1 = 3, K2 = 4 dan K3 = 5 tahun). Hasil analisa ragam menunjukkan bahwa
tingkat penggunaan campuran kacang hijau dan tepung roti pada pakan kambing perah berpengaruh
sangat nyata (P< 0,01) terhadap produksi susu. Rata-rata produksi susu (ml/ekor/hari) perlakuan P0
= 207a, P1 = 355b, P2 = 358b, P3 = 398c. Pada kelompok umur berpengaruh nyata (P<0,05) dengan
hasil rataan (ml/ekor/hari) K1 = 321a, K2 = 326a dan K3 = 341b. Perlakuan tidak berpengaruh nyata
(P>0,05) terhadap kadar protein susu, rataan (%) perlakuan P0 = 5,17, P1 = 4,75, P2 = 4,82, P3 =
4,94, juga pada kelompok umur dengan rataan (%) kelompok umur K1 = 4,81, K2 = 4,93, K3 = 5.
Kesimpulan yaitu perlakuan P3 = 70% konsentrat + 30% (kacang hijau dan tepung roti) + hijauan
merupakan perlakuan terbaik untuk meningkatkan serta berpengaruh positif untuk produksi susu.
Kata kunci : kacang hijau, tepung roti, produksi susu, protein susu.

THE EFFECT OF THE USE OF MIXED MUNG BEANS AND BREAD FLOUR IN DAIRY
GOAT FEED ON MILK PRODUCTION AND MILK PROTEIN

Abstract
The aimed of this study was analyzed the effect of the level of use of a mixture of mung
beans and bread flour on dairy goat feed on milk and milk protein production. The research
materials were 12 Saanen goats, 12 samples of milk, green beans and rejected bread flour. The
method used is an experiment using a Randomized Block Design. There were 4 treatments and 3
groups. The treatments were P0 = 100% concentrate + forage, P1 = 90% concentrate + 10% (mung
beans + bread flour) + forage, P2 = 80% concentrate + 20% (mung beans + bread flour) + forage,
P3 = 70 % concentrate + 30% (mung beans + bread flour) + forage. The groups were divided by
age (K1 = 3, K2 = 4 and K3 = 5 years). The results of the analysis of variance showed that the level
of use of a mixture of green beans and bread flour in dairy goat feed had a very significant effect (P
< 0.01) on milk production. Average milk production (ml/head/day) treatment P0 = 207a, P1 =
355b, P2 = 358b, P3 = 398c. The age group had a significant effect (P<0.05) with the average
result (ml/head/day) K1 = 321a, K2 = 326a and K3 = 341b. The treatment had no significant effect
(P>0.05) on milk protein content, the average (%) treatment P0 = 5.17, P1 = 4.75, P2 = 4.82, P3
= 4.94, also in the age group with mean (%) age group K1 = 4.81, K2 = 4.93, K3 = 5. The conclusion
is that treatment P3 = 70% concentrate + 30% (mung beans and bread flour) + forage is the best
treatment to increase and have a positive effect for milk production.
Keywords : mung beans, bread flour, milk production, milk protein.

Jurnal Penelitian, Fakultas Peternakan, Universitas Islam Malang 186


JURNAL DINAMIKA REKASATWA, Vol. 5 No. 2, 2022

PENDAHULUAN MATERI DAN METODE


Sebagai upaya untuk memenuhi Penelitian dilaksanakan pada
kebutuhan susu di Indonesia, pemeliharaan tanggal 04 Maret 2022 sampai 24 Maret 2022
kambing perah adalah salah satu alternatif bertempat di Balai Besar Pelatihan
diserfikasi ternak penghasil susu yang Peternakan (BBPP) Batu dan Laboratorium
memiliki potensi cukup baik. Potensi tersebut Pengolahan Susu Balai Besar Pelatihan
salah satunya yaitu karena daya serap dan Peternakan (BBPP) Batu. Materi yang
nilai gizi pada susu kambing dapat bersaing digunakan dalam penelitian yaitu 12 ekor
dengan susu sapi. kambing Saanen umur 3, 4, dan 5 tahun,
Pakan utama kambing perah yaitu sampel susu kambing, kacang hijau afkir,
hijauan, baik berupa dedaunan maupun tepung roti afkir, gelas ukur, lactoscan,
rumput. Hijauan tersebut merupakan pakan beakerglass, alat tulis dan alat dokumentasi.
yang memiliki kandungan nutrisi cukup Penelitian menggunakan metode
rendah, karena memiliki kandungan serat percobaan atau eksperimen dengan
kasar yang tinggi dan kandungan protein Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang
kasar hanya sekitar 7-12% (Sutardi, 1981). terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kelompok
Untuk meningkatkan kualitas pakan, sehingga menjadi 12 unit percobaan.
maka diberikan konsentrat agar kebutuhan Perlakuan yang dilakukan dalam penelitian
nutrisi pada kambing dapat terpenuhi yaitu :
terutama pada saat masa laktasi. Secara P0 : 100% Konsentrat + Hijauan
umum kualitas pakan yang diberikan dapat P1 : 90% Konsentrat + 10% (Kacang hijau +
mempengaruhi produksi susu kambing Tepung roti) + Hijauan
sangat, karena sebagian besar ketika proses P2 : 80% Konsentrat + 20% (Kacang hijau +
sintesis air susu didalam kelenjar ambing Tepung roti) + Hijauan
berasal dari darah yang sangat tergantung P3 : 70% Konsentrat + 30% (Kacang hijau +
pada proses penyerapan nutrisi pakan dalam Tepung roti) + Hijauan
tubuh dan kualitas pakan yang diberikan. Prosedur penelitian yang dilakukan
Dengan pemberian pakan yang memiliki yaitu pertama persiapan dan penempatan
kualitas baik, maka dapat mencukupi kambing. Kambing dimandikan terlebih
kebutuhan nutrisi dalam tubuh serta dahulu, bulu kaki belakang yang panjang
berkorelasi ketika proses sintesis susu di dipotong agar feses tidak menempel pada
dalam sel sekretori kelenjar ambing sehingga ekor dan kuku yang panjang dipotong.
dapat meningkatkan kualitas susu dan Kambing ditempatkan dalam kandang secara
produksi susu yang dihasilkan (Adriani dkk, kelompok berdasarkan umur, setiap kambing
2014). diberi label sesuai perlakuan yang akan
Manajemen pemberian pakan pada diberikan.
ternak ruminansia dapat mempengaruhi Prosedur penelitian yang kedua
pertumbuhan, terutama pada kandungan yaitu adaptasi ransum pakan percobaan
nutrisi pakan seperti jumlah energi, protein, selama satu minggu sebelum dilakukan
mineral serta vitamin yang seimbang dan penelitian agar ternak terbiasa dengan ransum
cukup. Untuk memenuhi kebutuhan protein pakan tersebut.
dalam tubuh ternak ruminansia, maka Prosedur penelitian yang ketiga
ketersediaan protein kasar dalam ransum yaitu pemberian pakan dan minum,
pakan sangat penting untuk diperhatikan, pemberian pakan dilakukan 2 kali dalam
karena protein tersebut digunakan untuk sehari yaitu pagi pukul 07.00 WIB dan sore
hidup pokok serta produksi. hari pukul 15.00 WIB sesuai dengan
perlakuan pada masing-masing ternak
percobaan. Sedangkan pemberian minum
dilakukan secara adlibitum menggunakan
kran otomatis.

Jurnal Penelitian, Fakultas Peternakan, Universitas Islam Malang 187


JURNAL DINAMIKA REKASATWA, Vol. 5 No. 2, 2022

Prosedur penelitian yang keempat Kelompok Rata-rata (ml) Notasi


yaitu pengambilan data produksi susu yang K1 321 a
diambil sekali dalam sehari dari pemerahan
K2 326 a
sore hari pada pukul 15.00 WIB. Susu yang
telah diperoleh dari pemerahan diukur K3 341 b
dengan menggunakan alat ukur dalam satuan
liter dan dicatat hasil produksinya per Hasil penelitian diperoleh data rata-
ekor/hari. rata produksi susu pada setiap perlakuan P0 =
Prosedur penelitian yang kelima 207 ml/ekor/hari, P1 = 355 ml/ekor/hari, P2
yaitu penentuan kadar protein, penentuan = 358 ml/ekor/hari, P3 = 398 ml/ekor/hari. P0
kadar protein dari sampel susu yang diambil adalah pakan perlakuan percobaan yang tidak
sebanyak 100ml dari 12 ekor kambing pada ada campuran kacang hijau dan tepung roti,
minggu awal dan minggu akhir diuji hanya berisi pakan yang full konsentrat dan
menggunakan alat lactoscan dan beakerglass hijauan sebagai pakan control dengan hasil
100ml. rataan produksi susu paling rendah sebesar P0
Hasil penelitian dari pengamatan = 207 ml/ekor/hari. P1 adalah pakan
sampel yang telah dilakukan dianalisa campuran konsentrat 90% dan 10% (kacang
menggunakan ANOVA. hijau + tepung roti) + hijauan mendapatkan
hasil rataan produksi susu P1 = 355
HASIL DAN PEMBAHASAN ml/ekor/hari. P2 adalah pakan campuran
Produksi Susu konsentrat 80% dan 20% (kacang hijau +
Hasil analisa ANOVA tepung roti) + hijauan mendapatkan hasil
menunjukkan bahwa pengaruh tingkat rataan produksi susu 358 ml/ekor/hari. P3
penggantian konsentrat dengan campuran adalah pakan campuran 70% konsentrat dan
kacang hijau (Vigna radiata L.) dan tepung 30% (kacang hijau + tepung roti) + hijauan
roti pada pakan kambing perah berpengaruh mendapatkan hasil rataan produksi susu
sangat nyata (P<0,01) terhadap produksi paling tinggi sebesar P3 = 398 ml/ekor/hari.
susu. Sedangkan pada kelompok umur Hal ini menunjukkan bahwa
berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap perlakuan P3 dapat meningkatkan produksi
produksi susu. Adanya peningkatan produksi susu, karena memiliki kandungan nutrisi
susu tejadi karena kandungan nutrisi pada protein kasar sebesar 16,68% dan total
setiap perlakuan yang diberikan berbeda- digestible nutrien (TDN) 71,3% yang
beda sehingga dapat menghasilakn produksi diperoleh dari campuran kacang hijau dan
susu yang berbeda. Adapun rataan produksi tepung roti. Rayani, Resti dan Dewi (2021),
susu sebagai berikut : menyebutkan bahwa kandungan protein
kasar pada biji kacang hijau sekitar 26,6%
Tabel 1. Rataan hasil produksi susu setiap dan kandungan total digestible nutrien
perlakuan /ekor/hari. (TDN) sekitar 71,82%. Sedangkan
Rata-rata kandungan protein kasar tepung roti afkir
Notasi sekitar 14,35% dan kandungan total
Perlakuan (ml)
P0 207 a digestible nutrien (TDN) sekitar 98,90%
(Anonimous, 2016).
P1 355 b Faktor utama yang perlu
P2 358 b diperhatikan dalam usaha ternak perah adalah
P3 398 c pemberian pakan, kualitas pakan dan jumlah
yang diberikan sangat berpengaruh terhadap
produksi susu. Faktor kecukupan gizi dan
pemberian pakan yang efisien memiliki
Tabel 2. Rataan hasil produksi susu setiap pengaruh paling besar daripada faktor-faktor
kelompok /ekor/hari. lain, sekaligus merupakan cara yang mampu

Jurnal Penelitian, Fakultas Peternakan, Universitas Islam Malang 188


JURNAL DINAMIKA REKASATWA, Vol. 5 No. 2, 2022

untuk meningkatkan produktivitas (Devendra Tabel 3. Rataan Protein Susu Setiap


dan Burns, 1994). Perlakuan.
Dengan kandungan protein kasar Perlakuan Rata-rata (%)
dan total digestible nutrien (TDN) yang
P0 5,17
tinggi pada ransum pakan maka dapat terjadi
peningkatan produksi susu, karena jumlah P1 4,75
nutrisi yang diserap oleh tubuh ternak lebih P2 4,82
banyak sehingga kebutuhan nutrisi untuk
P3 4,93
tubuh dan produksi ternak dapat tercukupi.
Abdillah, dkk., (2015), menyebutkan bahwa
Tabel 4. Rataan Protein Susu Setiap
protein kasar dan TDN pada ransum pakan
Kelompok.
dapat mempengaruhi produksi serta kualitas
susu yang dihasilkan, sehingga apabila Kelompok Rata-rata(%)
kebutuhan nutrisi yang belum cukup untuk K1 4,8
proses sintesis susu, maka cadangan makanan K2 4,9
dalam tubuh akan dirombak dan akan terjadi
K3 5
penurunan bobot badan pada ternak.
Hasil penelitian diperoleh data rata-
rata produsksi susu setiap kelompok pada Hasil penelitian diperoleh rataan
Tabel 2. paling tinggi pada kelompok protein susu paling tinggi yaitu P0 = 5,17%
kambing umur 5 tahun yaitu sekitar 341 dibandingkan nilai rataan protein susu paling
ml/ekor/hari. Sedangkan rataan produksi susu rendah pada P1 = 4,75% sehingga selisih
antara P0 dan P1 = 0,42%. Hasil rataan
pada kambing umur 3 tahun sebesar 321
protein susu pada P0 = 5,17% dibandingkan
ml/ekor/hari lebih rendah dibandingkan
kambing umur 5 tahun dan hasil rataan nilai rataan protein susu pada P2 = 4,82%
sehingga selisih antara P0 dan P2 = 0,35%.
produksi susu kambing umur 4 tahun 326
Hasil rataan protein susu pada P0 = 5,17%
ml/ekor/hari lebih tinggi dibandingkan
dibandingkan nilai rataan protein susu pada
kambing umur 3 tahun. Phalepi (2004),
P3 = 4,93% sehingga selisih antara P0 dan P3
menyebutkan bahwa produksi susu pada
= 0,24%.
ternak kambing umur tua lebih tinggi dari
Hal ini diduga karena dalam kacang
pada ternak kambing umur muda, karena
pada ternak kambing umur muda kebutuhan hijau memiliki kandugan zat antinutrisi
nutrisi pakan hanya sebagian untuk produksi berupa Tripsin inhibitor, yang mana
susu dan sebagian besar lainnya untuk kandungan zat antinutrisi tersebut
pertumbuhan. Sedangkan pada ternak umur menyebabkan enzim Tripsin terikat sehingga
tua sebagian besar untuk produksi susu, protein kasar tidak banyak diserap ketika
proses sintesis susu. Menurut Noor (1992),
sisanya untuk memperbaiki sel-sel tubuh
yang mengalami kerusakan. menyatakan bahwa senyawa antinutrisi
Tripsin inhibitor pada kacang hijau dapat
mengurangi daya cerna protein kasar dalam
Protein Susu
rumen, menekan pertumbuhan serta
Hasil analisa ANOVA menunjukkan
metabolisme di dalam tubuh ternak dan
bahwa tingkat penggunaan campuran kacang
berpengaruh terhadap penggunaan protein
hijau Vigna radiata L. dan tepung roti pada
pakan kambing perah tidak berpengaruh kasar.
nyata (P > 0,05) terhadap kandungan protein Selain itu kacang hijau juga
susu setiap perlakuan dan kelompok umur. memiliki kandungan antrinutrisi berupa asam
Adapun rataan protein susu sebagai berikut : fitat. (Greiner dan Konietzny, 2011),
menyebutkan bahwa beberapa protein kasar
yang berasal dari tumbuhan jenis leguminosa
dan sereal menyebabkan terbentuknya ikatan

Jurnal Penelitian, Fakultas Peternakan, Universitas Islam Malang 189


JURNAL DINAMIKA REKASATWA, Vol. 5 No. 2, 2022

antara fitat dengan protein yang dapat 3. Tingkat penggantian konsentrat dengan
berpengaruh terhadap daya cerna protein perlakuan P3 = 70% konsentrat + 30%
serta diyakini dapat menghambat proses (kacang hijau dan tepung roti) + hijauan
degradasi enzim dari protein. merupakan perlakuan terbaik untuk
Didalam rumen ternak ruminansia meningkatkan produksi susu.
memiliki mikroorganisme rumen yang 4. Tingkat penggunaan campuran kacang
mampu menghasilkan enzim fitase. Enzim hijau dan tepung roti pada pakan
fitase memiliki peran untuk memecah ikatan kambing perah tidak berpengaruh nyata
P dengan fitat sehingga P dapat terabsorbsi. terhadap kadar protein susu.
Dari pernyataan tersebut dapat diambil
kesimpulan bahwa mikroorganisme rumen DAFTAR PUSTAKA
berperan untuk menghidrolisis seluruh asam Abdillah, F., M. Hartono, dan Siswanto.
fitat didalam rumen (Morse et al, 1992). 2015. Conception rate pada sapi
(Rahayu, 2012), menyebutkan bahwa untuk perah laktasi di balai besar
memperoleh hasil penyerapan nutrisi dalam pembibitan ternak unggul dan
ransum pakan yang maksimal, maka solusi hijauan pakan ternak Baturraden
yang dapat digunakan yaitu bahan pakan Purwokerto Jawa Tengah. J.
yang memiliki kandungan zat antinutrisi Ilmiah Peternakan Terpadu. 3(1):
harus diolah terlebih dahulu untuk 98-105.
menonaktifkan serta mengurangi zat Adriani, A. Latif, S. Fachri dan I. Sulaksana.
antinutrisi didalamnya, namun aspek 2014. Peningkatan Produksi dan
ekonomisnya juga perlu dipertimbangkan. Kualitas Susu Kambing Peranakan
Kualitas kandungan nutrisi susu Etawah Sebagai Respon Perbaikan
juga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, Kualitas Pakan. Jurnal Ilmiah
diantaranya yaitu kandungan nutrisi pakan, Ilmu-Ilmu Peternakan. 17 (1).
manajemen pemeliharaan, lingkungan Anonimous, 2016.
sekitar, waktu laktasi, prosedur pemerahan, [Link]
genetik serta proses penanganan susu. kandungan-nutrisi-bahan-rasum-
Namun pemberian pakan merupakan faktor pakan-dari-beberapa-referensi-
utama yang dapat berpengaruh pada kualitas dan-pendidikan-pelatihan-
susu yang dihasilkan, dengan pemberian peternakan-bbpp-batu-malang-
kualitas baik pada pakan maka diharapkan jawa-timur-no-bahan-pakan-pros-
akan menghasilkan kualitas susu yang baik enta-se-dari-baha-n-keri-ng-bk-
pula. Naldo (2016), menyatakan bahwa [Link]. (Diakses pada
manajemen pemberian pakan dapat 25 April 2022)
berpengaruh terhadap kualitas protein susu Devendra, C. dan M. Burns. 1994. Produksi
yang dihasilkan. Hal tersebut disebabkan Kambing di Daerah Tropis.
oleh jenis bahan pakan yang diberikan pada Penerbit ITB. Bandung.
kambing.
Greiner, R., and Konietzny,U. 2011. Phytase:
KESIMPULAN biochemistry, enzymology and
1. Tingkat penggunaan campuran kacang characteristics relevant to animal
hijau dan tepung roti pada pakan feed use. In: M.R. Bedford and
kambing perah berpengaruh positif G.G. Par- tridge (eds.). Enzymes
terhadap produksi susu pada perlakuan in Farm Animal Nutrition 2nd Ed.
dan kelompok umur. USA: CABI Pub.,96-128.
2. Produksi susu paling tinggi pada Morse, D., Head,H. H., and Wilcox,C. J.
kelompok kambing umur 5 tahun 1992. Disappearance of
dengan rataan produksi susu 341 phosphorus in phytate from
ml/ekor/hari. concentrates in vitro and from

Jurnal Penelitian, Fakultas Peternakan, Universitas Islam Malang 190


JURNAL DINAMIKA REKASATWA, Vol. 5 No. 2, 2022

rations fed to lactating dairy cows.


J. Dairy Sci.
Naldo, Z . 2016. Kualitas Kimia Susu
Kambing Peranakan Etawa Pada
Berbagai Periode Laktasi di Desa
Sungai Langka Kecamatan
Gedong Tataan Kabupaten
Pesawaran. Jurnal Ilmiah
Peternakan Terpadu. Fakultas
Peternakan. Universitas Lampung.
Lampung.
Noor, Z. 1992. Senyawa Anti Gizi. Pusat
Antar Universitas – Pangan dan
Gizi Universitas Gajah Mada.
Yogyakarta.
Phalepi, M. A. 2004. Performa Kambing
Peranakan Etawa (Studi kasus di
peternakan Pusat Pertanian dan
Pedesaan Swadaya Citarasa).
Fakultas Peternakan. Institut
Pertanian Bogor. Bogor.
Rahayu, I. D. 2012. Gangguan Kesehatan
Ternak Akibat Antinutrisi dalam
Bahan Pakan. Mimeograph.
Univesitas Muhamadiyah Malang
Rayani, T. F., Resti, Y, dan Dewi, R. K. 2021.
Kuantitas dan Kualitas Fodder
Jagung, Padi dan Kacang Hijau
dengan Waktu Panen yang
Berbeda Menggunakan Smart
hydroponic Fodder. Jurnal Ilmu
Nutrisi dan Teknologi Pakan. IPB.
Bandung.
Sutardi, T. 1981. Ternak Perah dan
Pemberian Makanannya.
Departemen Ilmu Makanan
Ternak. Fakultas Peternakan IPB.
Bogor.

Jurnal Penelitian, Fakultas Peternakan, Universitas Islam Malang 191

Anda mungkin juga menyukai