PRARANCANGAN PABRIK BIODIESEL DARI CRUDE PALM OIL (CPO)
DAN METANOL MELALUI PROSES TRANSESTERIFIKASI DENGAN
KAPASITAS 10.000 TON/TAHUN
Ervinadya Aulina Dewi1*, Angela Citra Dewi R1,
1
Programi Studil Tekniki Kimia,i Fakultasi Teknik, Universitasi Lambung Mangkurati
Jalani A. Yanil KM 355, Kampusi Unlam Banjarbaruu, Kalimantan Selatann,
*CorrespondingiiAuthor: ervinadyaaulinadewi@[Link]
Abstrak
Methyl ester dengan rumus molekul C19H36O2 adalah senyawa organik yang dapat dijadikan bahan bakar
alternatif untuk mesin diesel yang dihasilkan dengan proses kimia yaitu mereaksikan minyak nabati atau lemak
hewani dengan alkohol seperti methanol. Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi krisis energi, salah satunya
adalah pemanfaatan biodiesel. Prarancangan pabrik biodiesel ini direncanakan akan didirikan pada tahun 2023
dengan kapasitas 70.000 ton/tahun
Pembuatan biodiesel dilakukan dengan proses transesterifikasi dengan mereaksikan crude palm oil (CPO)
dengan methanol dan natrium hidroksida sebagai katalis. Reaksi berlangsung pada reaktor alir tangki berpengaduk
(RATB) pada suhu 60oC dengan tekanan 1 atm. Hasil reaksi dari reaktor kemudian dimasukkan ke dalam menara
distilasi I. Disini terjadi proses pemisahan berdasarkan titik didih antara metanol dan biodiesel. Hasil atas berupa
metanol akan dipompa menuju menara distilasi III untuk di recycle ke tangki penyimpanan metanol dan hasil bawah
berupa biodiesel akan dipompa menuju menara distilasi II untuk dimurnikan hingga diperoleh kadar 98% sebelum
masuk ke tangki penyimpanan.
Pemasaran biodiesel diutamakan untuk konsumsi dalam negeri. Bentuk perusahaan berupa Perseroan
Terbatas (PT). Hasil analisa ekonomi memberikan hasil investasi modal total (TCI) sebesar Rp [Link],6
dan diperoleh hasil penjualan sebesar Rp [Link],12. Selain itu diperoleh Return of Investment (ROI)
sebelum pajak sebesar 46% dan Return of Investment (ROI) sesudah pajak sebesar 30%. Pay Out Time (POT) sebelum
pajak yaitu 1,9 tahun dan Pay Out Time (POT) sesudah pajak sebesar 2,6 tahun. Sehingga diperoleh Break Event
Point (BEP) sebesar 44% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 29%.
Kata Kunci :biodiesel, metanol, proses transesterifikasi, RATB, Menara distilasi.
1. Pendahuluan
Bidang industri merupakan bidang yang sangat merupakan bahan bakar yang dapat menggantikan
pesat perkembangan dan pertumbuhannya. Industri kimia minyak solar karena memiliki sifat pembakaran yang
merupakan salah satu industri yang mempunyai prospek serupa dengan minyak solar, sehingga dapat
dan peluang investasi yang besar. Produk yang dipergunakan langsung pada mesin berbahan bakar solar
dihasilkan, diharapkan tidak hanya dapat memenuhi tanpa mengubah mesin, diperkirakan konsumsi biodiesel
kebutuhan dalam negeri namun juga dapat diekspor akan terus meningkat sedangkan pabrik biodiesel di
untuk menambah pendapatan negara. Biodiesel Indonesia masih tergolong sedikit. Salah satu bahan baku
merupakan salah satu industri kimia yang ketersediannya pembuatan biodiesel yang dapat dikembangkan di
di Indonesia sendiri masih sedikit dan harus mengimpor Indonesia adalah Crude Palm Oil (CPO) karena
dari luar negeri. Berdasarkan data UN Comtrade tahun keberadaan perkebunan sawit yang luas di berbagai
2017 kebutuhan biodiesel di Indonesia terus mengalami daerah di Indonesia, khususnya Kalimantan Selatan.
kenaikan. Data impor kebutuhan biodiesel pada tahun CPO yang dihasilkan sebagian ada yang dimanfaatkan
2017 mencapai 4.894 kg. Mengingat kebutuhan biodiesel sebagai pupuk dan sisanya dibuang ke lingkungan setelah
Vol. 2 No. 2 37
ditampung dalam kolam stabilisasi. Pengolahan biodiesel Tabel 2. Seleksi Proses Pembuatan Biodiesel
dari CPO di Kalimantan Selatan dapat mengatasi Proses Proses
kurangnya ketersediaan minyak solar di Indonesia dan Variabel Pirolisis Trans- Esterifik
dapat memberikan solusi bagi industri CPO untuk Esterifikasi asi
penanganan limbah cair hasil produksi. Pendirian pabrik Minyak Minyak
Minyak nabati nabati
ini layak dan menguntungkan ditinjau dari sisi ekonomi. Bahan baku
Nabati dengan dengan
Berdasarkan data statistik tentang perdagangan luar FFA< 5% FFA> 5%
negeri Indonesia, jumlah impor biodiesel sejak tahun
Temperatur 400-
2014 sampai 2017 dapat dilihat pada Tabel 1 berikut 50-65℃ 80℃
Operasi 600°C
([Link]).
Waktu 0,5-2
5 menit 1 jam
Tabel 1 Data, Impor -Ekspor Biodiesel Indonesia reaksi detik
Impor Ekspor
No. Tahun Konversi 78% >95% 90%
(kg/tahun) (kg/tahun)
1 2014 790 1.381.254,870
2 2015 316 302.244,900 Tekanan ±5 atm 1 atm 1 atm
3 2016 724 418.690,950 Operasi
4 2017 4.894 141.323,431 Suhu produk
tinggi samping
Berdasarkan tabel dapat diperkirakan jumlah menghasil berupa Produk
kebutuhan, biodiesel pada tahun 2023 yang didapatkan Aspek kan asap gliserol samping
darii perhitungan discounted method dengann rumus lingkungan yang dapat berupa air
(Ulrich, 2001): mencemar dimanfaatkn
lingkukan kembali
F = P (1+i)n ...(1.1)
Berdasarakan perbandingan yang telah ditinjau ddari
Pabrik biodiesel direncanakan akan didirikan pada tahun dataakonversii dan kondisii operasiiyang diketahui maka
2023, jadi dapatt ditetapkann pemilihan kapasitas pabrik dipilih proses transesterifikasi dengan pertimbangan
yang akan didirikan sebesar 70.000 ton/tahun guna suhu dan tekanan operasi lebih rendah, waktu ooperasi
memenuhi 50% dari jumlah kebutuhan dalam negri lebih singkat,t proses lebih sederhanaa dann kondisi
sehingga ketergantungan import dapat dikurangi.
operasii relativee lebihi aman.
Pabrik biodiesel direncanakan berlokasi di
Kabupaten Bontang Provinsi Kalimantan Timur yang
berada di Kawasan Industri Bontang tepat untuk
pengembangan industri. Pemilihan lokasi berdasarkan
atas area transportasi yang memadai dan ketersediaan
lahan yang dan dekat dengan pasar dan sumber bahan
baku. Bentuk perusahaan yang direncanakan adalah
Perseroan Terbatas dengan karyawan total sebanyak 200
orang.
2. Deskripsi Proses
Biodiesel merupakan metil ester asam lemak yang
diperoleh dengan cara tranesterifikasi trigliserida dari
minyak nabati dengan gugus alcohol dengan bantuan
katalis. Biodiesel dapat dibuat dengani tigaa metode,
yaitu melalui proses pirolisis, transesterifikasi dan proses
esterifikasi. Berikut adalah perbandingan proses produksi
Biodiesel dengan proses pirolisis, transesterifikasi dan
esterifikasi:
38
Vol. 2 No. 2
Gambar 1. Flow Diagram Process
39
Prosess pembuatan biodiesel dilakukan melalui beberapa Berdasarkan tinjauan termodinamika, suatu reaksi
tahapp yaitu : diketahuii bersifatt eeksotermis aatau endotermis melalui dataa
dan pperhitungan ssebagai bberikut.
a. Persiapan Bahan Baku
Langkah pertama dalam pembuatan metil ester Tabel 3. Data ΔHof pada suhu 298 K (Coulson, 2005)
(biodiesel) adalah persiapan bahan baku. Bahan baku Komponen ΔHf (kJ/kmol)
pembuatan biodiesel berupa minyak sawit (CPO), metanol dan
C57H104O6 -678,8
katalis NaOH. Katiga bahan tersebut harus disimpan sesuai
kondisi operasi penyimpanan yang telah di rancang. NaOH CH3OH -201,17
C19H36O2 -626
yang berupa padatan disimpan dalam silo dengan suhu 30oC
C3H8O3 -582,80
dan tekanan 1 atm. Sementara metanol dan CPO disimpan
dalam fase cair dengan suhu 30oC dan tekanan 1 atm. Untuk
Perhitungan Entalpi pada suhu 298 K
mereaksikan metanol dengan CPO dengan kondisi operasi 1
∆Hreaksi = (∆Hproduk - ∆Hreaktan)298
atm dan bersuhu 60oC, methanol dipompa ke dalam mixer
∆Hreaksi = -2460,8 - (-2420,2)
kemudian ditambahkan NaOH dari silo. Setelah methanol dan
∆Hreaksi = -40,6 kJ/kmol
NaOH tercampur kemudian suhunya dinaikkan menjadi 60oC
dengan heat exchanger, kemudian campuran methanol dan
Berdasarkan perhitungan tersebutt diketahui bahwa reaksi
NaOH dipompa ke dalam reaktor. Bahan baku CPO dipompa
pembentukan biodiesel bersifat eksotermis yyang
menuju heat exchanger untuk menaikkan suhu dari 30oC
ditunjukkann dengann ∆Hf yangg bernilaii negatif.
menjadi 60oC. CPO dimasukkan ke dalam reaktor sehingga
Reaksiippembentukkan biodieselilmerupakan rreaksi
bercampur dengan metanol dan NaOH. Perbandingan metanol
ordee 2 dengan pperhitungan ssebagai bberikut.
dengan CPO adalah 10:1
(-dCA/dt) = kCACB
b. Pembentukan Produk
(-dCA/CACB) = kdt ;
Reaksi pembuatan biodiesel adalah proses reaksi
diintegralkan menjadi
transesterifikasi, dimana proses ini dilakukan dengan
menggunakan reator alir tangki berpengaduk (RATB dengan −1 𝐶𝐴 −1
suhu operasi 60oC dan tekanan 1 atm. Reaksi yang terjadi ∫ 𝐶 𝑑𝐶𝐴 = kt
(CB ) 𝐶𝐴𝑜 𝐴
adalah sebagai berikut : −1
k=( (ln 𝐶𝐴 − 𝑙𝑛𝐶𝐴𝑂 )/t
(CB )
C57H104O6 + 3CH3OH ↔ 3C19H36O2 + C3H8O3 …(2) 𝐶 𝐶
k = (𝑙𝑛 𝐴𝑜 − ln 𝐴 )/t
𝐶𝐵 𝐶𝐵
Reaksi tersebut termasuk reaksi eksotermis. Oleh karena itu k = 0,163 L/[Link]; maka
dalam perancangan reactor digunakan pendingin koil, sehingga
suhu operasi di dalam reactor tetap dalam kondisi yang Berdasarkani perhitungani neracai massa,, komposisil masuk
diinginkan yaitu sekitar 60oC. dani keluarl reaktorl dapati dilihat pada Tabel 4.
c. Pemurnian Produk Tabel 4. iNeraca iMassaa Reaktorl
Tujuan dari tahap ini adalah untuk memisahkan produk Masuk (kg/jam) Keluar (kg/jam)
Komponen
biodiesel dari impuritasnya. Produk yang keluar dari reaktor 4 6 7
dialirkan menuju MD-01 untuk melakukan proses pemisahan FFA 290,5542 290,5542
pertama antara biodiesel dengan metanol, dan air. Untuk hasil Trigliserida 8976,2295 179,5246
atas MD-01 yang berupa methanol dan air dipompa menuju Methanol 3355,0211 2354,3033
MD-03 untuk proses pemurnian metanol agar dapat digunakan Metil ester 8838,4015
kembali. Hasil untuk keluaran bawah MD-01 berupa campuran Air 35,6843 169,8596 205,5439
antara produk biodiesel dan gliserol kemudian dipompa MD- Gliserol 959,0212
NaOH 87,9670 87,9670
02 untuk memurnikan metal esternya. Produk yang keluar dari
Subtotal 3478,6725 9436,6434 12915,3158
MD-02 dengan hasil atas berupa biodiesel dialirkan ke tangki
Total 12915,3158 12915,3158
penyimpanan biodiesel. Hasil produk akhir berupa biodiesel
dengan kemurnian 98 %.
40
Vol. 2 No. 2
3. Utilitas dilakukani analisai ataui evaluasil kelayakani ekonominya.
Utilitas merupakan unit penunjang utama untuk Beberapai carai yangi digunakani untuki menyatakan
memperlancarr prosess produksii suatuu pabrik. Sumber air kelayakani ekonomii antara lain adalah Percenti Profit on
untuk pabrik biodiesel diperoleh dari sungai Guntung Bontang Salesi (POS), Percenti Returni Oni Investementi (ROI), Pay
dengan debit air 400.680 liter/jam. Pembangkit listrik utama Outi Timei (POT), Neti Presenti Valuei (NPV), Interesti Rate
pabrik menggunakan generatorr dengann bahann bakar diesel off Returni (IRR), Breaki Eveni Pointi (BEP), dan Shuti Down
oil diperoleh ddari PT. Pertamina dan sebagian kebutuhan Pointi (SDP). Hasil Analisa kelayakan ekonomii pada pabrik
llistrik dipenuhii dari PLN. Kebutuhan utilitas keseluruhan biodiesel dapat dilihat pada tabel 8.
yang diperlukan idalam operasi pabrik biodiesel dapat dilihat
pada Tabel 5. Tabel 8. Analisa Ekonomii
Analisa
Nilai Batasan Ket
Tabel 5. Kebutuhan Utilitas Pabrik Biodiesel Kelayakan
Kebutuhan Jumlah ROI 30% Min. 11% Layak
Steam 9531,3516 kg/jam POT 2,6 thn Max. 5 thn Layak
Air 16093,7112 m3/hari BEP 44% 40-60% Layak
Listrik 258,1425 kW SDP 29% 20-40% Layak
Bahan Bakar 14,0578 liter/jam
Returni on investment (ROI) adalah tingkat keuntungan
4. Analisis Ekonomi yang ddapatt dihasilkann dari ttingkat investasii yang
Analisa ekonomi dilakukan untuk mengetahui apakah dikeluarkan. Artinyaa ROI berperann penting guna
pabrikk yangg dirancangg menguntungkann atau tidak. memberikann informasii mengenai ukuran profitabilitas
Ditinjau dari swegi ekonomi, suatu pabrik dikatakan sehat jika dengann jelass dalami evalusi pengenbalian investasi.
dapat memenuhi kewajiban finansial serta mendatangkan Payyoout timee (POT) adalahh waktu pengembaliann modall
keuntungan yang layak. Kewajiban finansial kedalam ini yangg dihasilkan berdasarkan keuntungan yang dicapai.
terdirii darii berbagaii macam beban pembiayaan operasi Perhitungan iini diperlukann untukk mengetahuii berapaa lama
seperti bahan baku, bahan penunjang peralatan, gaji/upah investasii yangg ttelahh dilakukan akan kkembali. Break
karyawan,n dll. Dataa harga bahan baku dan produkk pada iEvent Pointt (BEP) adalah titik iimpas (suatu kondisi dimana
pabrikk Biodiesel dapati dilihati padaa tabell 6. pabrikk menunjukkann biayaa dan penghasilan jumlahnya
sama atau tidak untung atau tidak rugi). Shut ddown ppointt
Tabel 6. Daftar Harga Bahan Baku dan Produk adalahh suatuu titikk atauu saat penentuann ssuatu
Komponen Harga (Rp/kg) aktivitasipproduksii haruss dihentikan karenaa lebihh murahi
CPO 2.180 untuk.i menutupi pabriki dan membayari Fixedi Expanse (Fa)
Metanol 5.087 dibandingkann harus produksi,i Penyebabnya antara laini
NaOH 3.052 variablei costi yang terlaluu tinggii, atauu bisai jugai karenai
Gliserol 6.540 keputusan manajemen akibat tidak ekonomisnya suatu
Metil Ester 9.850 aktivitas produksi (tidak menghasilkan profit) (Aries, 1955).
Biaya yang dibutuhkan untuk mendirikan pabrik biodiesel Grafik analisa kelayakani ekonomi pabrik biodiesel dapat
dapatl dilihatl padaa tabel 7 : dilihat pada gambar 2.
Tabel 7. Total Biaya Pabrik Biodiesel
Jenis Biaya Jumlah (Rp)
FCI [Link]
TPC [Link]
TCI [Link]
WC [Link]
Dapat diketahui keuntungan yangi diperoleh itergolong
besari atauuitidak, sehinggai dapati dikategorikani ipabrik
tersebuti potensiali untuki didirikani ataui tidaki maka
Vol. 2 No. 2 41
Coulson, J.M., and Richardson, J.F., 2005, Chemical
Engineering, Vol 6, Pergamon Internasional Library,
New York.
Kirk, E. iand iOthmerr, D. F. 1981.1 iEncyclopediaa off
Chemicall Technologyy 33 eedition, Volumee 9. The
Intersciencee EEncyclopedia, Johni Willeyi and Sons,
Inc. New York..
Odi Fauzi. 2014. Pemanfaatan iBiodiesel dan iLimbah
Produksi. Bandung : Pusat Pengembangan
Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Bidang iMesin dani Teknik iIndustri.
Gambar 2. BEP dan SDP Pabrik Biodiesel kapasitas 70.000 Ulrich, G.D., 2001, A Guidei toi Chemicall Engineering
Ton/tahun Process Design and Economics. John Wiley and Sons,
Inc.: New York.
Keterangan : UNComtrade. (2018). Formaldehyde : iExport iImport.
Sa : Totall penjualann produk.k [Link] [Accessed 6 Mei 2018]
Fa : Total penjumlahann dari nilai depresiasi, property tax, Timmerhaus., Klauss D. andd Maxx S. Peters. 19911. Plantttt
dann asuransi.i Designn andd Economicss for Chemicalsi Engineers.
Va : Total penjumlahan dari nilai bahan baku, utilitas, Newi iYork : McGraw lHill..
packagingl dann transportt dann royaltiess dan patent.t
Ra : Total penjumlahan dari nilai payroll overhead, gaji
karyawan, laboratorium, general expense, maintenance,
plant supplies, plant overhead, dan supervisi.
5. Kesimpulan
Hasil analisa perhitungan pada Prarancangan Pabrik
Biodiesel daril Crude Palm Oil (CPO) dani metanoliidengan
Proses Transesterifikasi Kapasitas 70.000 ton/tahun. iBentuk
hukuml perusahaani yangi direncanakani adalah iPerseroan
Terbatasi (PT). Bentuki organisasil yang direncanakaniiadalah
linel dani staff dengani jumlah tenagai kerjal yangi dibutuhkan
200oiorang. Pabriki terletaki di Kabupaten Bontang, Provinsi
Kalimantani Timur yang berada di Kawasan Industri Bontang
dengan luas tanah yang dibutuhkan adalah 36760 m2.
Kelayakani pembangunan pabriki dapati dilihati darii
beberapai faktori hasil perhitungani analisisi ekonomi,, yaitu
didapatkani nilai ROI 30%, POT 2,6 itahun, BEP 44% dan
SDP 29%. Sehingga dapati disimpulkan bahwa pabrik
biodiesle ini layak dipertimbangkani pendiriannya dan dapat
diteruskann kee tahapp perencanaann pabrik.
Daftar Pustaka
Aries, R.S andi Newton, R.D. (1995). Chemicali iEngineering
Costi Estimation. New York : Mc. Graw Hill Book
Company Inc.
Brownell, Llyod E andi Edwini H.Y. 1959. Process Equipment
Design. New York: John Wiley & Sons, Inc..
42
Vol. 2 No. 2