0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan15 halaman

Strategi Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh

Dokumen menjelaskan penyepakatan kawasan dan konsep penanganan permukiman kumuh di Desa Ladeng berdasarkan kriteria klasifikasi kota dan tema kawasan. Terdapat tiga kawasan permukiman kumuh yang disepakati untuk ditangani dengan strategi penataan lingkungan, peningkatan sarana prasarana, dan peningkatan keterampilan masyarakat.

Diunggah oleh

Ashari S.Pd.I
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan15 halaman

Strategi Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh

Dokumen menjelaskan penyepakatan kawasan dan konsep penanganan permukiman kumuh di Desa Ladeng berdasarkan kriteria klasifikasi kota dan tema kawasan. Terdapat tiga kawasan permukiman kumuh yang disepakati untuk ditangani dengan strategi penataan lingkungan, peningkatan sarana prasarana, dan peningkatan keterampilan masyarakat.

Diunggah oleh

Ashari S.Pd.I
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 4

KONSEP DAN STRATEGI PENCEGAHAN DAN


PENINGKATAN KUALITAS PERMUKIMAN KUMUH

Penentuan kawasan penanganan permukiman kumuh dilakukan terlebih dahulu


dengan menentukan klasifikasi kawasan permukiman kumuh tersebut mengacu
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat N0.2/PRT/M/2016
tentang Peningkatan Kualitas terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh.
Terdapat tiga cara penentuan klasifikasi kawasan permukiman kumuh yang
berdasarkan kondisi kekumuhan, berdasarkan legalitas lahan, dan berdasarkan
pertimbangan lain dengan formula penilaian yang telah diatur. Langkah awal yang
dilakukan adalah dengan penyepakatan kawasan dan konsep penanganan permukiman
kumuh dan tematik kawasan yang mana merujuk pada perencanaan dan penanganan
permukiman kumuh yang telah ada dalam hal ini adalah yang tertuang pada dokumen
Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan
(RP2KPKP) Kabupaten Pamekasan dengan mengidetifikasi apakah permukiman kumuh
yang ada termasuk pada klaster permukiman kumuh tingkat kota dan tema kawasan
serta konsep penanganan yang akan terbentuk untuk perumusan strategi penanganan
seperti apa sesuai dengan permasalahan permukiman kumuh kelurahan. Adapaun
penyepakatan kawasan dan konsep penanganan permukiman kumuh dan tematik
kawasan Desa laden sebagaimana pada tabel berikut.
4.1. PENYEPAKATAN KAWASAN DAN KONSEP PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH DAN TEMATIK KAWASAN
KLASTERING DASAR
KONSEP
KAWASAN/RW RT KELURAHA PERTIMBANGAN TEMA STRATEGI PENANGANAN
KOTA PENANGANAN
N TEMA
RW 01 RT √ 1. Termasuk Permukiman Penataan dan  Menyediakan Sarana dan Prasarana
02,03,04 dalam kawasan yang nyaman peningkatan persampahan yang memadai dan
permukiman Lingkungan Perbaikan sistem pengelolaan
yang Permukiman persampahan
mempunyai Kumuh  Perbaikan sistem jalan dengan
permasalahan kelurahan Peningkatan kualitas perkerasan
dalam aspek Bugih jalan menjadi paving, plester atau
persampahan, aspal dan Permeliharaan jalan
aspek drainase, dengan menambal atau
dan aspek jalan memperbaiki kerusakan jalan akibat
2. Daerah tergerus air
perdagangan  Perbaikan saluran drainase yang ada
dan jasa melalui pelebaran dimensi saluran
3. Persawahan yang disertai dengan pemeliharaan
(pembersihan sampah pada saluran)
 Koordinasi antar pemangku
kepentingan secara periodik atau
sesuai kebutuhan
 Pengelolaan dilaksanaankan dengan
pembentukan kelompok swadaya
masyarakat, pemeliharaan(melalui
perawatan dan pemeriksaan secara
berkala), dan perbaikan (melalui
rehabilitasi ataupemugaran).
 Pemberian program pelatihan dan
keterampilan terhadap masyatakat
 Penguatan Kelompok Usaha Sejenis
 Pembentukan produk usaha lokal
baru
 Pembangunan sentra pemasaran
produk
RW 03 RT √ 4. Termasuk Permukiman Penataan dan  Menyediakan Sarana dan Prasarana
04,05 dalam kawasan yang nyaman peningkatan persampahan yang memadai dan
permukiman Lingkungan Perbaikan sistem pengelolaan
yang Permukiman persampahan
mempunyai Kumuh  Perbaikan sistem jalan dengan
permasalahan Peningkatan kualitas perkerasan
dalam aspek jalan menjadi paving, plester atau
persampahan, aspal dan Permeliharaan jalan
aspek drainase, dengan menambal atau
dan aspek jalan memperbaiki kerusakan jalan akibat
5. Daerah tergerus air
perdagangan  Perbaikan saluran drainase yang ada
dan jasa melalui pelebaran dimensi saluran
6. Persawahan yang disertai dengan pemeliharaan
(pembersihan sampah pada saluran)
 Koordinasi antar pemangku
kepentingan secara periodik atau
sesuai kebutuhan
 Pengelolaan dilaksanaankan dengan
pembentukan kelompok swadaya
masyarakat, pemeliharaan(melalui
perawatan dan pemeriksaan secara
berkala), dan perbaikan (melalui
rehabilitasi ataupemugaran).
 Pemberian program pelatihan dan
keterampilan terhadap masyatakat
 Penguatan Kelompok Usaha Sejenis
 Pembentukan produk usaha lokal
baru
 Pembangunan sentra pemasaran
produk
RW 02 RT √ 7. Termasuk Permukiman Penataan dan  Menyediakan Sarana dan Prasarana
02,05 dalam kawasan yang nyaman peningkatan persampahan yang memadai dan
permukiman Lingkungan Perbaikan sistem pengelolaan
yang Permukiman persampahan
mempunyai Kumuh  Perbaikan sistem jalan dengan
permasalahan Peningkatan kualitas perkerasan
dalam aspek jalan menjadi paving, plester atau
persampahan, aspal dan Permeliharaan jalan
aspek drainase, dengan menambal atau
dan aspek jalan memperbaiki kerusakan jalan akibat
8. Daerah tergerus air
perdagangan  Perbaikan saluran drainase yang ada
dan jasa melalui pelebaran dimensi saluran
9. Persawahan yang disertai dengan pemeliharaan
(pembersihan sampah pada saluran)
 Koordinasi antar pemangku
kepentingan secara periodik atau
sesuai kebutuhan
 Pengelolaan dilaksanaankan dengan
pembentukan kelompok swadaya
masyarakat, pemeliharaan(melalui
perawatan dan pemeriksaan secara
berkala), dan perbaikan (melalui
rehabilitasi ataupemugaran).
 Pemberian program pelatihan dan
keterampilan terhadap masyatakat
 Penguatan Kelompok Usaha Sejenis
 Pembentukan produk usaha lokal
baru
 Pembangunan sentra pemasaran
produk
4.2. PENETAPAN KAWASAN PRIORITAS
Dalam penetapan kawasan prioritas metode yang digunakan adalah Analisis
superinpus dan scoring numerik data baseline (permasalahan), analisis ini bertujuan
untuk mengetahui keselarasan antara Peta hasil superimpoosed kompleksitas masalah
(hasil kajian 7 indikator) dengan peta kawasan terduga kumuh. Berdasarkan hasil
analisis tersebut lokasi terduga kumuh berada pada kawasan dengan kompleksitas
masalah prioritas 1, sehingga terdapat keselarasan antar keduanya. Analisis klasifikasi
kumuh didasarkan pada persentase permasalahan terhadap 7 indikator kumuh dan
scoring numerik data baseline (permasalahan) yang dilakukan terhadap lokasi terduga
kumuh yang berada pada RW 1 dan 3. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui tingkat
kekumuhan pada lokasi deliniasi terduga kumuh sehingga tingkat kekumuhan dapat
berkurang (lokasi kumuh menjadi 0%) sampai tahun 2019. Di Desa laden terdapat
kawasan terduga kumuh di perioritas 1 yaitu RT 01-03 RW 03 RT 04,05 Perioritas ke
2 RT 02,05 RW 02 . Permasalahan di kawasan tersebut adalah mayoritas pada aspek
persampahan, jaringan drainase dan jaringan jalan. Hasil analisis dengan menggunakan
superinpose dan scoring numerik data baseline di RW 1,RW 2dan RW 3 mempunyai
presentase terbesar ke pertama dalam permasalah di 3 aspek utama. Sehingga RW 1
dan RW 3 menjadi kawasan prioritas pertama yang harus diselesaikandan RW 2
perioritas ke 2.
4.3. KONSEP PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH
Perumusan konsep penanganan kawasan permukiman kumuh Desa laden disesuaikan dengan tingkat kekumuhan, pertimbangan
lain, legalitas lahan, dan prioritas serta pola penanganan.
Aspek
No Kawasan Kumuh Permasalahan Konsep Penanganan Strategi Penanganan
Kekumuhan
         Peningkatan pada fungsi control bangunan,
pemberian izin susun kepada masyarakat serta
pemantauan terhadap izin mendirikan
Jumlah Bangunan : 251 bangunan
176 Unit Bangunan        Penyuluhan terkait bangunan hunian yang
tidak sesuai layak dan berizin.
Bangunan persyaratan teknis
Hunian 16 Unit/Ha Tingkat        Pembimbingan terkait bangunan hunian
Kepadatan Bangunan yang layak dan berizin.
67 Unit Bangunan          Pemberian Vertikal Garden
tidak teratur
Penataan dan          Penguatan Kelompok Usaha Sejenis
Prioritas I peningkatan          Pembentukan produk usaha lokal baru
1 ( RT.01,02,03 RW.01 Lingkungan          Pembangunan sentra pemasaran produk
) Permukiman Kumuh
Desa laden          Peningkatan Kualitas Jalan serta
pemenuhan kebutuhan sarana prasarana
pendukung jaringan jalan
Panjang Jalan : 2800
         Koordinasi antar pemangku kepentingan
meter
secara periodik atau sesuai kebutuhan
1750 Meter jalan
Jalan Lingkungan
lingkungan yang tidak          Pengelolaan dilaksanaankan dengan
layak sesuai dengan pembentukan kelompok swadaya masyarakat,
persyaratan teknis pemeliharaan(melalui perawatan dan
pemeriksaan secara berkala), dan perbaikan
(melalui rehabilitasi ataupemugaran).
         Pemberian Vertikal Garden
Kawasan Bebas
         Perbaikan drainase yang rusak dan
genangan/banjir : 0 Ha
pengerukan drainase yang dangkal serta
mengalami genangan
penambahan pompa air
0 Meter tidak tersedia
saluran drainase          Koordinasi antar pemangku kepentingan
0 Meter saluran secara periodik atau sesuai kebutuhan
Drainase drainase tidak
Lingkungan terhubung saluran
perkotaan          Pengelolaan dilaksanaankan dengan
500 Meter saluran pembentukan kelompok swadaya masyarakat,
drainase tidak pemeliharaan(melalui perawatan dan
terpelihara pemeriksaan secara berkala), dan perbaikan
500 Meter kontruksi (melalui rehabilitasi ataupemugaran).
saluran tdk memadai
Cakupan Pelayanan Air
Minum Aman dan
Layak : 269 Unit
Rumah Tangga tdk          Perbaikan saluran PDAM yang
Air Minum mengakses air layak bermasalahdan pemasangan serta penambahan
269 Unit Rumah saluran PDAM
Tangga tidak terpenuhi
kebutuhan air minimal
60 lt/org/hari
178 Unit Rumah
Tangga tidak memiliki          Perbaikan sanitasi yang rusak dan
sistem pengelolaan pembuatan jamban komunal jika dibutuhkan
Air Limbah
limbah sesuai
persyaratan teknis          Koordinasi antar pemangku kepentingan
178 Unit Rumah secara periodik atau sesuai kebutuhan
         Pengelolaan dilaksanaankan dengan
pembentukan kelompok swadaya masyarakat,
pemeliharaan(melalui perawatan dan
pemeriksaan secara berkala), dan perbaikan
Tangga tidak memiliki (melalui rehabilitasi ataupemugaran).
sarpras air limbah
sesuai syarat teknis          Pemberian program pelatihan terhadap
masyatakat mengenai PHBS
269 Unit/Ha tidak
dilengkapi sarpras
         Menyediakan Sarana dan Prasarana
sesuai teknis
persampahan yang memadai
233 Unit RT tidak
Persampahan ·         Penyuluhan, memberikan informasi dalam
terlayani pengangkutan
meningkatkan pengetahuan dan kesadaran,
269 Unit/Ha tidak
berupasosialisasi mengenai persampahan
terpelihara sarpras
sampah

         Pemberian Apar dan sumur pompa


251 unit tidak tersedia
·         Pengawasan dan pengendalian standar
Prasarana Proteksi
teknis dan kelaikan fungsi sarpras proteksi
Proteksi Kebakaran
kebakaran.
Kebakaran 251 unit tidak tersedia
·         Pengawasan dan pengendalian
Sarana Proteksi
dilaksanakan pada tahap perencanaan, tahap
Kebakaran
pembangunan, dan tahap pemanfaatan.

         Peningkatan pada fungsi control bangunan,


Jumlah Bangunan : 136 pemberian izin susun kepada masyarakat serta
75 Unit Bangunan tidak pemantauan terhadap izin mendirikan
teratur bangunan
Prioritas 1 Bangunan dan 14 Unit/Ha Tingkat
2        Penyuluhan terkait bangunan hunian yang
( RT.04,05 RW 03 ) Lingkungan Kepadatan Bangunan
28 Unit Bangunan tidak layak dan berizin.
sesuai persyaratan        Pembimbingan terkait bangunan hunian
teknis yang layak dan berizin.
         Pemberian Vertikal Garden
         Penguatan Kelompok Usaha Sejenis
         Pembentukan produk usaha lokal baru
         Pembangunan sentra pemasaran produk
         Peningkatan Kualitas Jalan serta
pemenuhan kebutuhan sarana prasarana
pendukung jaringan jalan
Panjang Jalan : 1484          Koordinasi antar pemangku kepentingan
716 Meter jalan secara periodik atau sesuai kebutuhan
Jalan Lingkungan lingkungan yang tidak          Pengelolaan dilaksanaankan dengan
layak sesuai dengan pembentukan kelompok swadaya masyarakat,
persyaratan teknis pemeliharaan(melalui perawatan dan
pemeriksaan secara berkala), dan perbaikan
(melalui rehabilitasi ataupemugaran).
         Pemberian Vertikal Garden
Kawasan Bebas
genangan/banjir : 0 Ha          Perbaikan drainase yang rusak dan
mengalami genangan pengerukan drainase yang dangkal serta
0 Meter tidak tersedia penambahan pompa air
saluran drainase
         Koordinasi antar pemangku kepentingan
0 Meter saluran
secara periodik atau sesuai kebutuhan
Drainase drainase tidak
Lingkungan terhubung saluran
perkotaan          Pengelolaan dilaksanaankan dengan
150 Meter saluran pembentukan kelompok swadaya masyarakat,
drainase tidak pemeliharaan(melalui perawatan dan
terpelihara pemeriksaan secara berkala), dan perbaikan
250 Meter kontruksi (melalui rehabilitasi ataupemugaran).
saluran tdk memadai
Cakupan Pelayanan Air
         Perbaikan saluran PDAM yang
Minum Aman dan
Air Minum bermasalahdan pemasangan serta penambahan
Layak : 127 Unit
saluran PDAM
Rumah Tangga tdk
mengakses air layak
127 Unit Rumah
Tangga tidak terpenuhi
kebutuhan air minimal
60 lt/org/hari
         Perbaikan sanitasi yang rusak dan
pembuatan jamban komunal jika dibutuhkan
46Unit Rumah Tangga
tidak memiliki sistem          Koordinasi antar pemangku kepentingan
pengelolaan limbah secara periodik atau sesuai kebutuhan
sesuai persyaratan          Pengelolaan dilaksanaankan dengan
Air Limbah teknis pembentukan kelompok swadaya masyarakat,
46 Unit Rumah Tangga pemeliharaan(melalui perawatan dan
tidak memiliki sarpras pemeriksaan secara berkala), dan perbaikan
air limbah sesuai syarat (melalui rehabilitasi ataupemugaran).
teknis
         Pemberian program pelatihan terhadap
masyatakat mengenai PHBS
136 Unit/Ha tidak
         Menyediakan Sarana dan Prasarana
dilengkapi sarpras
persampahan yang memadai
sesuai teknis
112 Unit RT tidak
Persampahan          Penyuluhan, memberikan informasi dalam
terlayani pengangkutan
meningkatkan pengetahuan dan kesadaran,
136 Unit/Ha tidak
berupasosialisasi mengenai persampahan
terpelihara sarpras
sampah  

         Pemberian Apar dan sumur pompa


127 unit tidak tersedia
Prasarana Proteksi          Pengawasan dan pengendalian standar
Proteksi Kebakaran teknis dan kelaikan fungsi sarpras proteksi
Kebakaran 127 unit tidak tersedia kebakaran.
Sarana Proteksi          Pengawasan dan pengendalian
Kebakaran dilaksanakan pada tahap perencanaan, tahap
pembangunan, dan tahap pemanfaatan.
4.4. KONSEP PENCEGAHAN PERMUKIMAN KUMUH
Konsep pencegahan yang dimaksud disini merupakan konsep yang direncanakan untuk mencegah terjadinya kekumuhan
kembali atau mencegah kawasan permukiman kumuh agar tidak lebih kumuh dari sebelumnya.
Kawasan
No Aspek Kekumuhan Permasalahan Konsep Pencegahan
Kumuh
1 Prioritas I Bangunan Hunian Terbangunnya bangunan PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN
 Pengawasan dan pengendalian perizinan, standar
liar
teknis, dan kelaikan fungsi bangunan hunian.
 Pengawasan dan pengendalian dilaksanakan pada
tahap perencanaan, tahap pembangunan,
 dan tahap pemanfaatan.
 Pengawasan dan pengendalian kesesuaian
dilakukan pada tahap perencanaan
permukimanterhadap perizinan meliputi izin
prinsip, izin lokasi, izin penggunaan pemanfaatan
tanah, izinmendirikan bangunan, dan izin lain
berdasarkan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Pendampingan
 Penyuluhan terkait bangunan hunian yang layak dan
berizin.
 Pembimbingan terkait bangunan hunian yang layak
dan berizin.
 Bantuan teknis bangunan
Pelayanan Informasi
Pelayanan informasi yang diberikan meliputi informasi
terkait:
Kawasan
No Aspek Kekumuhan Permasalahan Konsep Pencegahan
Kumuh
 Rencana tata ruang
 Penataan bangunan dan lingkungan
 Perizinan dan
 Standar perumahan dan permukiman
Jalan Lingkungan Terjadinya kerusakan PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN
 Pengawasan dan pengendalian standar teknis dan
jaringan jalan
kelaikan fungsi jalan lingkungan.
 Pengawasan dan pengendalian dilaksanakan pada
tahap perencanaan, tahap pembangunan,dan tahap
pemanfaatan.
Drainase Lingkungan Terjadinya kerusakan PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN
 Pengawasan dan pengendalian standar teknis dan
jaringan drainase
kelaikan drainase lingkungan.
 Pengawasan dan pengendalian dilaksanakan pada
tahap perencanaan, tahap pembangunan,dan tahap
pemanfaatan.
Air Minum Permasalahan aliran air PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN
 Pengawasan dan pengendalian standar teknis dan
bersih dari hulu ke hilir
kelaikan fungsi sarpras penyediaan air bersih.
yang terkadang tidak lancar  Pengawasan dan pengendalian dilaksanakan pada
tahap perencanaan, tahap pembangunan,dan tahap
pemanfaatan.
Air Limbah Tidak terpelihara sarana PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN
 Pengawasan dan pengendalian standar teknis dan
dan prasarana
kelaikan fungsi sarpras pengelolaan airlimbah.
peengelolaan air limbah  Pengawasan dan pengendalian dilaksanakan pada
tahap perencanaan, tahap pembangunan,dan tahap
pemanfaatan.
Persampahan Tidak terpelihara sarana PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN
 Pengawasan dan pengendalian standar teknis dan
dan prasarana
kelaikan fungsi sarpras pengelolaan sampah.
Kawasan
No Aspek Kekumuhan Permasalahan Konsep Pencegahan
Kumuh
peengelolaan persampahan  Pengawasan dan pengendalian dilaksanakan pada
tahap perencanaan, tahap pembangunan,dan tahap
pemanfaatan.
Proteksi Kebakaran Tidak ada sarana dan PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN
 Pengawasan dan pengendalian standar teknis dan
prasarana proteksi
kelaikan fungsi sarpras proteksi kebakaran.
kebakaran  Pengawasan dan pengendalian dilaksanakan pada
tahap perencanaan, tahap pembangunan,dan tahap
pemanfaatan.
Sosial Kurangnya kesadaran PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Pendampingan
masyarakat akan hidup
 Penyuluhan terkait lingkungan bersih dan sehat
sehat serta ekonomi kreatif
 Pembimbingan terkait lingkungan bersih dan sehat
Ekonomi Masih terdapat masyarakat
serta ekonomi kreatif
berpenghasilan rendah  Bantuan teknis lingkungan bersih dan sehat serta
ekonomi kreatif
Pelayanan Informasi
Pelayanan informasi yang diberikan meliputi
informasi terkait:
 Perizinan usaha dan produk ekonomi

Anda mungkin juga menyukai