0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan100 halaman

Rencana Penataan Lingkungan Banaran

Memorandum ini membahas rencana penanganan kawasan permukiman kumuh di Kelurahan Banaran, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk. Dokumen ini menjelaskan latar belakang, tujuan, ruang lingkup, metodologi penyusunan, serta output yang diharapkan dari penyusunan rencana penataan lingkungan permukiman ini."

Diunggah oleh

Ashari S.Pd.I
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan100 halaman

Rencana Penataan Lingkungan Banaran

Memorandum ini membahas rencana penanganan kawasan permukiman kumuh di Kelurahan Banaran, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk. Dokumen ini menjelaskan latar belakang, tujuan, ruang lingkup, metodologi penyusunan, serta output yang diharapkan dari penyusunan rencana penataan lingkungan permukiman ini."

Diunggah oleh

Ashari S.Pd.I
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

OUTLINE
BAB 4 KONSEP DAN STRATEGI PENCEGAHAN
DAN PENINGKATAN KUALITAS PERMUKIMAN
KUMUH
4.1 PENYEPAKATAN KAWASAN PENANGANAN
PERMUKIMAN KUMUH DAN TEMATIK KAWASAN
BAB 1PENDAHULUAN 4.2 KONSEP PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH
1.1 LATAR BELAKANG 4.3 KONSEP PENGEMBANGAN PERMUKIMAN
1.2 TUJUAN DAN SASARAN 4.4 KONSEP PENCEGAHAN PERMUKIMAN KUMUH
1.3 RUANG LINGKUP 4.5 PENETAPAN KAWASAN PRIORITAS
1.4 METODOLOGI
1.5 OUTPUT/KELURARAN KEGIATAN BAB 5 RENCANA AKSI PROGRAM PENANGANAN
PERMUKIMAN KUMUH
BAB 2 KAJIAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN 5.1 RUMUSAN KEBUTUHAN PENANGANAN KAWASAN
PERMUKIMAN PERMUKIMAN KUMUH
2.1 KAJIAN TATA RUANG 5.2 SKENARIO PENTAHAPAN PENANGANAN KAWASAN
2.2 KAJIAN PEMBANGUNAN DAERAH PERMUKIMAN KUMUH
2.3 KEBIJAKAN KECAMATAN 5.3 SKENARIO KOLABORASI PROGRAM (SEL)
2.4 ISU STRATEGIS KEBIJAKAN 5.4 PERUMUSAN RENCANA AKSI (SEL)
5.5 RENCANA AKSI KAWASAN PRIORITAS
BAB 3 PROFIL PERMUKIMAN KUMUH
3.1 GAMBARAN UMUM KELURAHAN BANARAN BAB 6 DESAIN TEKNIS KAWASAN
3.2 ISU-ISU KEKUMUHAN PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH TAHUN
3.3 PROFIL PERMUKIMAN PERTAMA
3.4 SEBARAN LOKASI BERPOTENSI KUMUH

BAB 7 PENUTUP DAN TINDAK LANJUT

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

BAB 1
RT 2 RW 2; RT 1 dan 2 RW 4 serta RT 2 RW 5, dan RT 1 dan
2 RW 5. Dimana dari 3 (tiga) kawasan permukiman kumuh
tersebut seluas 5,09 Ha.
Luasan kawasan permukiman kumuh di Kelurahan
PENDAHULUAN Banaran tersebuttelah disepakati antara pemerintah
Kabupaten Nganjuk dan pemerintah Kelurahan Banaran untuk
1.1. LATAR BELAKANG ditangani menjadi 0% (nol persen) luasan kumuh hingga
Tahun 2019. Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan dan
Pembangunan dan pengembangan kawasan perkotaan keterpaduan hingga kesepakatan bersama terkait penanganan
melalui penanganan kualitas lingkungan permukiman yaitu kawasan permukiman kumuh, dari berbagai pemangku
peningkatan kualitas permukiman kumuh, pencegahan kepentingan termasuk peran serta kelompok swadaya
tumbuh kembangnya permukiman kumuh baru, dan masyarakat.
penghidupan yang berkelanjutan telah diamanatkan oleh
Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 1.2 TUJUAN DAN SASARAN
2015-2019. Tujuan dari penyusunan Memorandum Program
Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nganjuk Nomor: Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP) Kelurahan
188/84/K/411.013/2015 tentang Penetapan Lokasi Banaran ini adalah sebagai berikut.
Lingkungan Perumahan dan Permukiman Kumuh di 1) Melakukan identifikasi potensi dan akar permasalahan
Kabupaten Nganjuk, telah teridentifikasi kawasan permukiman kawasan permukiman kumuh Kelurahan Banaran
kumuh sebanyak 7 (tujuh) lokasi dengan luas total kawasan yang mengacu kepada hasil penetapan SK Bupati
kumuh sebesar 14,07 Ha, yang tersebar di 3 kecamatan yaitu terkait kawasan permukiman kumuh Kabupaten
Kecamatan Nganjuk (3 kawasan), Kecamatan Kertosono (3 Nganjuk.
kawasan), dan Kecamatan Berbek (1 kawasan). 2) Melakukan pendampingan terhadap penyusunan
Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nganjuk diatas, Dokumen Memorandum Program Rencana Penataan
Kelurahan Banaran merupakan lokasi dari 3 (tiga) kawasan Lingkungan Permukiman (RPLP) Kelurahan Banaran
permukiman kumuh di Kecamatan Kertosono yaitu bertepat di melalui keterlibatan dan keterpaduan hingga

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

kesepakatan bersama berbagai pemangku 1.3 RUANG LINGKUP


kepentingan baik (pemerintah, swasta, dan Ruang lingkup dari penyusunan Memorandum Program
masyarakat). Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP) ini adalah
3) Melakukan penyusunan strategi hingga rencana aksi Kelurahan Banaran dengan luas 102,66 Ha yang terdiri dari
kegiatan dan DED penaganan kumuh Kelurahan 18 RW dan 38 RT. Sedangkan, secara spasial untuk lokasi
Banaran secara spasial dan tipologi kawasan, indikasi kegiatan penyusunan Memorandum Program Rencana
program, dan nota kesepakatan penanganan kumuh Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP) berada di kawasan
berama berbagai pemangku kepentingan. permukiman kumuh yang tersebar di Kelurahan Banaran
Sasaran dari penyusunan Memorandum Program sesuai SK Bupati Nganjuk Nomor: 188/84/K/411.013/2015.
Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP) Kelurahan tentang Penetapan Lokasi Lingkungan Perumahan dan
Banaran ini adalah sebagai berikut. Permukiman Kumuh di Kabupaten Nganjuk. Kawasan
1) Tersedianya dokumen perencanaan penanganan permukiman kumuh di Kelurahan Banaran tersebut meliputi
kawasan permukiman kumuh Kelurahan Banaran RT 2 RW 2; RT 1 dan 2 RW 4 serta RT 2 RW 5, dan RT 1 dan
berupa Memorandum Program Rencana Penataan 2 RW 5 dengan luas 5,09 Ha.
Lingkungan Permukiman (RPLP) Kelurahan Banaran
sebagai acuan bagi seluruh pemangku kepentingan
pelaksanaan penyelenggaraan penanganan kawasan
permukiman kumuh Kelurahan Banaran yang
menyeluruh, tuntas, dan berkelanjutan.
2) Tersedianya strategi hingga rencana aksi kegiatan dan
DED penanganan kumuh Kelurahan Banaran secara
spasial dan tipologi kawasan, indikasi program dan
nota kesepakatan penanganan kumuh bersama
berbagai pemangku kepentingan.

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Orientasi Wilayah Kelurahan Banaran Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk


Sumber: RPLP Kelurahan Banaran, Tahun 2017-2021

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Kawasan Permukiman Kumuh Kelurahan Banaran


Sumber: RPLP Kelurahan Banaran, Tahun 2017-2021 dan SK Bupati Nganjuk Nomor: 188/84/K/411.013/2015

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

1.4 METODOLOGI
Metodologi dari penyusunan Memorandum Program Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP) dilakukan melalui 4
(lima) tahap sebagai berikut.

Metodologi Penyusunan Memorandum Program RPLP


Sumber: Modul Penyusunan RAK Komunitas Dokumen RPLP Lokasi Kumuh

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

1.5 OUTPUT/KELURARAN KEGIATAN permukiman kumuh untuk mewujudkan permukiman


layak huni dan berkelanjutan.
Penyusunan Memorandum Program Rencana Penataan
6) Meningkatkan kapasitas masyarakat (LKM, KSM, dan
Lingkungan Permukiman (RPLP) Kelurahan Banaran guna
kelompok masyarakat) dalam upaya penanganan
memenuhi beberapa unsur sebagai berikut.
kawasan permukiman kumuh Kelurahan Banaran untuk
1) Tertanganinya kawasan permukiman kumuh Kelurahan
aktif berpartisipasi menjaga dan memelihara
Banaran yang telah ditetapkan melalui SK Bupati
keberlanjutan penanganan yang diselenggarakan
Nganjuk, dilakukan secara komprehensif dan tuntas
secara mandiri oleh kelompok maupun secara bersama
dengan target 0% (nol persen) luasan kumuh di
dengan pemerintah kabupaten/kelurahan.
Tahun 2019.
Berdasarkan beberapa unsur diatas, maka
2) Terbentuknya rencana dan strategi penanganan
output/keluaran dari penyusunan Memorandum Program
kawasan permukiman kumuh Kelurahan Banaran
Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP) Kelurahan
melalui pencegahan dan peningkatan kualitas
Banaran ini adalah terciptanya Dokumen Memorandum
permukiman kumuh.
Program Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP)
3) Terpadunya program/kegiatan dalam penanganan
Kelurahan Banaran yang komprehensif, dilengkapi dengan
kawasan permukiman kumuh untuk menyelesaikan
skenario penanganan kumuh dan roadmap pengurangan
permasalahan kumuh Kelurahan Banaran melalui
kumuh.
berbagai pemangku kepentingan (pemerintah, swasta,
dan masyarakat).
4) Meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan komitmen
bersama, terkait tugas dan wewenang masing-masing
pemangku kepentingan (pemerintah, swasta, dan
masyarakat) dalam upaya penanganan kawasan
permukiman kumuh untuk pengurangan luasan kumuh
Kelurahan Banaran.
5) Penguatan pemerintah Kelurahan Banaran melalui
perlibatan aktif dalam upaya penanganan kawasan

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

BAB 2
Berdasarkan visi di atas, maka ditetapkan misi
penataan ruang Kabupaten Nganjuk untuk mewujudkan visi
tersebut yaitu:
1. Memajukan ekonomi masyarakat melalui
KAJIAN KEBIJAKAN pembangunan pertanian, industri,
PEMBANGUNAN PERMUKIMAN perdagangan dan pariwisata yang
berwawasan lingkungan dengan didukung
oleh ketersediaan infrastruktur yang
2.5 KAJIAN TATA RUANG memadai.
A. Arahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2. Mengembangkan struktur ekonomi berdaya saing
Kabupaten Nganjuk Tahun 2010-2030 global.
3. Pemerataan pembangunan di segala bidang
RTRW Kabupaten Nganjuk yang kemudian disahkan
di setiap wilayah kecamatan, desa atau
dalam Peraturan Daerah Kabupaten Nganjuk Nomor 2 Tahun
kelurahan.
2011 memuat tujuan, kebijakan, dan strategi penataan ruang,
4. Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya
rencana struktur ruang, rencana pola ruang, penetapan
alam dan buatan dengan berwawasan
kawasan strategis, arahan pemanfaatan ruang, arahan
kelestarian lingkungan.
pengendalian pemanfaatan ruang, pengawasan penataan
5. Mewujudkan kemudahan memperoleh akses
ruang. Adapun visi penataan ruang wilayah Kabupaten
untuk meningkatkan kualitas hidup.
Nganjuk yaitu:
Untuk mewujudkan visi dan melaksanakan misi di atas
“MEMAJUKAN KABUPATEN NGANJUK SEBAGAI PUSAT
terutama dalam penanganan permukiman kumuh perlu
PERTANIAN DI WILAYAH TENGAH PROVINSI JAWA
dilakukan tinjauan kebijakan meliputi rencana struktur ruang
TIMUR YANG DIDUKUNG SEKTOR PARIWISATA,
dan rencana pola ruang di Kabupaten Nganjuk sebagai
PERDAGANGAN DAN JASA, SERTA INDUSTRI“
berikut.

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

A. RENCANA STRUKTUR RUANG 5. Sistem  Penyediaan bak-bak sampah di tiap sumber sampah
Persampahan domestik dan non domestik.
 Pengumpulan sampah oleh petugas kebersihan
Rencana struktur ruang wilayah kabupaten meliputi menggunakan gerobak-gerobak tangan untuk dibuang ke
TPS dan diangkut ke TPA.
sistem pusat pelayanan, sistem jaringan prasarana wilayah, 6. Jaringan Drainase  Pengembangan kolam retensi di kawasan permukiman yang
sistem jaringan transportasi, sistem jaringan energi, sistem mempunyai permasalahan genangan air.
7. Sistem Sanitasi  Penerapan sistem pengelolaan limbah tiap rumah tangga
jaringan telekomunikasi, sistem jaringan sumber daya air, dan dan komunal pada kawasan permukiman padat penduduk.
sistem prasarana pengelolaan lingkungan.  Pengembangan jaringan perpipaan dan sistem pengolahan
air limbah cair domestik pada kawasan peruntukan
permukiman terpadu di perkotaan.
TABEL. Arahan Kebijakan Pengembangan Kawasan  Penyediaan pengolah limbah setempat pada lingkungan
Permukiman dalam Rencana Struktur Ruang RTRW perumahan, fasilitas umum, fasilitas sosial dan perdagangan.

Kabupaten Nganjuk Tahun 2010-2030


Sumber: RTRW Kabupaten Nganjuk Tahun 2010-2030
No. Aspek Arahan Kebijakan Pengembangan
1. Jaringan Jalan  Perbaikan dan peningkatan kualitas jalan yang diprioritaskan
pada jaringan jalan utama khususnya yang saat ini B. RENCANA POLA RUANG
mengalami kerusakan atau mengarah pada kondisi rusak.

2. Jaringan Listrik  Pengendalian dan pengamanan tenaga listrik yang


Rencana pola ruang wilayah kabupaten meliputi kawasan
menggunakan kawat jaringan transmisi sepanjang jalur lindung dan kawasan budidaya. Kawasan permukiman
SUTT dan SUTET.
 Pengembangan tenaga listrik yang menggunakan kawat JTR
sebagai salah satu jenis penggunaan lahan yang juga
dan JTM. merupakan bentuk pemanfaatan kawasan budidaya sehingga
 Pembatasan kegiatan di sekitar lokasi SUTT dan SUTET.
 Pemadaman secara bergilir.
harus singkron dengan fungsi kawasan lindung. Arahan
 Pengembangan sumber energi alternatif berbasis swadaya kebijakan pengembangan kawasan permukiman dalam
masyarakat sesuai potensi yang dimiliki.
3. Jaringan  Pembangunan sistem prasarana telekomunikasi jaringan
rencana pola ruang RTRW Kabupaten Nganjuk adalah sebagai
Telekomunikasi kabel dan seluler. berikut.
4. Jaringan Air Bersih  Penyediaan sumber daya air bersih pada daerah rawan air
bersih.
 Pengembangan sistem jaringan air bersih oleh PDAM.
 Pengembangan sumber air sistem grafitasi.

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

TABEL. Arahan Kebijakan Pengembangan Kawasan B. Arahan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan
Permukiman dalam Rencana Pola Ruang RTRW (RDTRK) Kabupaten Nganjuk Tahun 2009-2029
Kabupaten Nganjuk Tahun 2010-2030
RDTRK Kabupaten Nganjuk memuat strategi
No. Aspek Arahan Kebijakan Pengembangan pengembangan wilayah, rencana sruktur ruang, rencana pola
1. Sempadan Sungai  Perlindungan pada sungai besar
minimum 100 meter dan anak
ruang, pusat pertumbuhan dan pusat pelayanan, rencana
sungai minimum 50 meter diukur pemanfaatan lahan, sistem transportasi, sistem pematusan,
dari tepi sungai.
2. Sempadan Jaringan Irigasi  Perlindungan saluran irigasi
dan sistem utilitas. Adapun wilayah administratif dari RDTRK
minimum 1 meter untuk debit air Kabupaten Nganjuk meliputi wilayah administratif perkotaan
kurang dari 1 m3/detik, minimum 2
meter untuk debit air antara 1-4
Kabupaten Nganjuk yang terdiri dari 32 wilayah
m3/detik, dan minimum 3 meter desa/kelurahan berikut. Dan adapun arahan kebijakan
untuk debit air lebih dari 4 m3/detik
diukur dari tepi saluran irigasi.
pengembangan kawasan permukiman perkotaan Kabupaten
3. Sempadan Waduk  Perlindungan pada waduk minimum Nganjuk adalah sebagai berikut.
50 meter diukur dari titik pasang
tertinggi ke arah darat.
4. Kawasan SUTT dan SUTET  Perlindungan kawasan SUTT
TABEL. Arahan Kebijakan Pengembangan Kawasan
berjarak 20 meter dan kawasan Permukiman Perkotaan dalam RDTRK Kabupaten
SUTET berjarak 25 meter diukur dari
kanan dan kiri menara tower.
Nganjuk Tahun 2009-2029
5. Kawasan Jaringan Rel  Perlindungan kawasan jaringan rel
Kereta Api kereta api minimum 12 meter No. Aspek Arahan Kebijakan Pengembangan
diukur dari rel kereta api terluar. 1. Bagian Wilayah  Pengembangan bertahap area terbangun di daerah
6. Kawasan Ruang Terbuka  Pengadaan kawasan ruang terbuka Kota dengan kepadatan rendah.
Hijau hijau seluas 30% dari luas kawasan  Pengawasan area terbangun dengan ketat di daerah
perkotaan, meliputi 20% RTH publik dengan kepadatan tinggi.
dan 10% RTH privat. 2. Sarana  Peningkatan kapasitas pelayanan dan kualitas fasilitas
7. Kawasan Rawan Bencana  Pengoptimalan fungsi kawasan pendidikan, kesehatan, dan pelayanan umum lainnya.
Alam lindung dan resapan air.  Perbaiki dan peningkatan fasilitas yang sudah ada.
 Pengkoordinasian pengelolaan dan  Pengembangan fasilitas baru yang dibutuhkan.
pengembangan drainase. 3. Prasarana A. Jaringan Jalan
Sumber: RTRW Kabupaten Nganjuk Tahun 2010-2030  Penambahan atau perluasan jaringan jalan.
 Penyediaan jalur pejalan kaki berupa trotoar tepi
jalan.
B. Jaringan Listrik dan Air Bersih

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

No. Aspek Arahan Kebijakan Pengembangan pembangunan daerah Kabupaten Nganjuk jangka panjang
 Peningkatan pelayanan listrik dan air bersih.
C. Sistem Sanitasi sesuai dengan perencanaan pembangunan Provinsi Jawa
 Penerapan sistem jaringan riolering yang lebih baik. Timur dan Nasional yaitu:
 Pengembangan instalasi pengelolaan air limbah di
kawasan padat. “NGANJUK YANG MAJU, ADIL, DAN SEJAHTERA”
D. Jaringan Drainase Berdasarkan visi di atas, maka ditetapkan misi
 Peningkatan kualitas dan kuantitas dimensi saluran
drainase. pemerintah Kabupaten Nganjuk untuk mewujudkan visi
 Pengadaan sumur-sumur resapan di kawasan tersebut yaitu:
permukiman dan ruang terbuka hijau.
E. Sistem Persampahan 1. Mewujudkan masyarakat Nganjuk yang beriman
 Pengembangan sistem pengelolaan sampah dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
terpadu yang melibatkan kelompok masyarakat.
 Pengelolaan sampah berupa tindakan daur ulang beretika dan berbudaya.
atau komposting di daerah masing-masing. 2. Mewujudkan Nganjuk yang berdaya saing.
Sumber: RDTRK Kabupaten Nganjuk Tahun 2009-2029
3. Mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan
pemerataan pembangunan yang berkeadilan.
2.6 KAJIAN PEMBANGUNAN DAERAH
4. Mewujudkan masyarakat yang demokratis,
A. Arahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang
berlandaskan hukum yang didukung oleh
(RPJP) Kabupaten Nganjuk Tahun 2005-2025
profesionalisme aparatur.
RPJP Kabupaten Nganjuk yang kemudian disahkan 5. Mewujudkan Nganjuk yang aman, tentram,
dalam Peraturan Daerah Kabupaten Nganjuk Nomor 14 Tahun tertib, dan damai.
2008 memuat kondisi umum berbagai bidang kehidupan 6. Mewujudkan Nganjuk yang asri, nyaman,
masyarakat (yang meliputi bidang sosial budaya dan dan lestari.
kehidupan beragama, ekonomi, ilmu pengetahuan dan
teknologi, politik, ketentraman dan ketertiban umum, hukum
dan aparatur, pembangunan daerah dan tata ruang,
penyediaan sarana dan prasarana, serta pengelolaan sumber
daya alam dan lingkungan hidup). Selain itu, juga memuat
visi misi pembangunan daerah serta arah, tahapan, dan
prioritas pembangunan daerah. Adapun visi perencanaan

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Pada RPJP Kabupaten Nganjuk belum membahas RPJM Kabupaten Nganjuk yang kemudian disahkan
secara khusus terkait arahan, tahapan, dan prioritas dalam Peraturan Daerah Kabupaten Nganjuk Nomor 9 Tahun
penanganan permukiman kumuh. Namun, telah 2013 memuat gambaran umum kondisi daerah (yang meliputi
membahas arahan, tahapan, dan prioritas berbagai bidang aspek geografis dan demografis, kesehatan masyarakat,
kehidupan yang sebagian besar juga termasuk dalam bidang pelayanan umum, dan daya saing daerah). Selain itu, juga
penanganan permukiman kumuh. memuat visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, dan arah
Untuk tahun ke tiga yaitu periode 2015-2019 rencana kebijakan pembangunan daerah. Adapun visi perencanaan
pembangunan Kabupaten Nganjuk lebih memantapkan pada pembangunan daerah Kabupaten Nganjuk jangka menengah
pembangunan secara menyeluruh di berbagai bidang yang juga merupakan visi Bupati Kabupaten Nganjuk yaitu:
dengan menekankan pencapaian daya saing kompetitif “TERWUJUDNYA KEJAYAAN NGANJUK
perekonomian berlandaskan keunggulan sumber daya alam BERLANDASKAN IMAN DAN TAQWA, DENGAN
dan sumber daya manusia berkualitas serta kemampuan ilmu PRIORITAS SEKTOR UTAMA PEMBANGUNAN YANG
dan teknologi yang terus meningkat. Melalui fokus BERTUMPU PADA PENGEMBANGAN PERDAGANGAN
pembangunan yang demikian yaitu, dilaksanakan secara DAN INDUSTRI BERBASIS POTENSI PERTANIAN
menyeluruh di berbagai bidang dapat dimanfaatkan pula UNTUK KEADILAN DAN KESEJAHTERAAN
untuk pelaksanaan penataan permukiman kumuh, yang mana MASYARAKAT“
pelaksanaannya juga mencakup berbagai bidang kehidupan Berdasarkan visi di atas, maka ditetapkan misi
masyarakat yang berkaitan dengan aspek kekumuhan. pemerintah Kabupaten Nganjuk untuk mewujudkan visi
tersebut yaitu:
1. Terus mengembangkan penyelenggaraan tata
B. Arahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah
(RPJM) Kabupaten Nganjuk Tahun 2014-2018 pemerintahan yang baik dan pelayanan prima
dengan nuansa kehidupan yang religius.
2. Meningkatnya pelayanan bidang kesehatan
dan pendidikan bagi seluruh lapisan
masyarakat Kabupaten Nganjuk untuk
peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia
(SDM) di Masa Depan.

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

3. Memacu pertumbuhan ekonomi melalui Pada RPJM Kabupaten Nganjuk belum membahas
pembinaan ekonomi kerakyatan yang secara khusus terkait tujuan, sasaran, strategi, dan arah
bertumpu pada perdagangan dan industri kebijakan penanganan permukiman kumuh. Namun,
yang berbasis potensi pertanian. telah membahas tujuan, sasaran, strategi, dan arah kebijakan
4. Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya berbagai bidang kehidupan yang sebagian besar juga
alam dengan tetap mengedepankan aspek termasuk dalam bidang penanganan permukiman kumuh.
pelestarian lingkungan hidup. Adapun arahan kebijakan pengembangan kawasan
5. Meningkatkan pembangunan infrastruktur permukiman Kabupaten Nganjuk untuk periode lima tahun ini
sebagai salah satu penopang pertumbuhan adalah sebagai berikut.
ekonomi dan pemerataan hasil-hasil
pembangunan. TABEL. Arahan Kebijakan Pengembangan Kawasan
6. Mengembangkan pola kehidupan dan Permukiman dalam RPJM Kabupaten Nganjuk Tahun
hubungan masyarakat yang adil, berartabat, 2014-2018
tertib dan tentram. No. Aspek Kebijakan
1. Pendidikan  Peningkatan dan pengembangan infrastruktur
pendidikan.
 Pengembangan lembaga pendidikan usia dini.
2. Kesehatan  Mendorong pemberdayaan masyarakat untuk
berperilaku hidup sehat.
 Menyediakan sarana dan prasarana kesehatan yang
memadai.
3. Pekerjaan Umum  Meningkatkan pembangunan jalan dan jembatan antar
daerah, antar kecamatan antar desa, sentra-sentra
produksi pertanian dan wilayah tujuan wisata.
 Peningkatan fasilitasi pembangunan fasilitas umum dan
prasarana lingkungan.
 Meningkatkan operasional dan pemeliharaan jaringan
irigasi, pengendalian banjir dan pengembangan
konservasi air tanah.
4. Perumahan  Peningkatkan sarana dan parasarana dasar pemukiman
yang layak dan sehat dengan mendorong swadaya
masyarakat.
5. Perencanaan  Peningkatan penelitian atas isu-isu strategis,

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

No. Aspek Kebijakan Renstra Kecamatan Kertosono memuat gambaran dan


Pembangunan mengembangkan perencanaan pembangunan yang
partisipatif serta pengendalian dan evaluasi terhadap isu strategis pelayanan SKPD. Adapun visi Kecamatan
pelaksanaan pembangunan daerah. Kertosono yaitu:
6. Perhubungan  Peningkatan kondisi pelayanan prasarana jalan untuk
kelancaran pelayanan angkutan orang, barang dan jasa “TERWUJUDNYA KINERJA APARATUR KECAMATAN
serta peningkatan keselamatan lalu lintas jalan. KERTOSONO YANG OPTIMAL DALAM MEMBERIKAN
7. Lingkungan Hidup  Peningkatan daya dukung lingkungan melalui
peningkatan pembangunan infrastruktur lingkungan PELAYANAN PRIMA KEPADA MASYARAKAT DALAM
dan konservasi dengan mengedepankan MENDUKUNG KEJAYAAN NGANJUK“
pemberdayaan dan partisipasi masyarakat.
8. Pemberdayaan  Peningkatan Kualitas SDM perempuan sehingga menjadi Berdasarkan visi di atas, maka ditetapkan misi
Perempuan dan insan yang mandiri. pemerintah Kecamatan Kertosono untuk mewujudkan visi
Perlindungan Anak  Mengembangkan Nganjuk menjadi Kota Layak Anak
(KLA). tersebut yaitu:
9. Sosial  Pembinaan partisipasi sosial masyarakat. 1. Meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas
 Penyediaan rumah singgah bagi anak jalanan dan lansia
terlantar.
pemerintahan umum.
10. Koperasi dan  Pengembangan UMKM yang dapat memberikan 2. Meningkatkan kapasitas aparatur kecamatan di
Usaha Kecil kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan
Menengah perluasan lapangan kerja.
dalam rangka meningkatkan pelayanan prima
 Membangun koperasi dengan membenahi dan kepada masyarakat.
memperkuat tatanan kelembagaan dan organisasi
koperasi.
3. Meningkatkan kualitas pelayanan prima kepada
11. Kebudayaan  Menyediakan sarana prasarana dan fasilitasi kegiatan masyarakat.
seni dan budaya.
12. Pemberdayaan  Memberdayakan pemerintahan desa dan kelurahan
Pada Renstra Kecamatan Kertosono belum
Masyarakat Desa untuk mandiri. membahas secara khusus terkait arah kebijakan dan
 Meningkatkan usaha ekonomi masyarakat perdesaan
yang didukung dengan Teknologi Tepat Guna (TTG).
program pembangunan penanganan permukiman kumuh.
Sumber: RPJM Kabupaten Nganjuk Tahun 2014-2018 Visi dan misi kecamatan pun lebih cenderung membahas
terkait aparatur pemerintah kecamatan. Dari beberapa misi di
atas terdapat misi ketiga yang lebih memiliki kaitan dengan
2.3 KEBIJAKAN KECAMATAN
penanganan permukiman kumuh, dimana sasaran, strategi,
A. Arahan Rencana Strategis (Renstra) Kecamatan
dan arah kebijakan dari misi tersebut telah dijabarkan sebagai
KertosonoTahun 2014-2018
berikut.

MISI SASARAN STRATEGI


KELURAHAN BANARAN

 Terlaksananya
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

No. Aspek Rencana


1. Fasilitas Umum  Pembangunan pendopo kelurahan
 Pembangunan gedung PKK
 Pembangunan tempat parkir
 Rehabilitasi gedung kantor
 Rehabilitasi gapuro
 Pembangunan pagar makam
 Pembangunan pagar lapangan
 Meningkatnya  Pengurukan lapangan
peran serta  Pembuatan taman dan tanaman toga
masyarakat 2. Jaringan Jalan  Penerangan jalan umum
dalam kegiatan  Pelebaran jalan
lingkungan.  Pengaspalan jalan
 Pavingisasi jalan
 Perbaikan jalan paving dan aspal
 Perbaikan trotoar berlubang
3. Jaringan Drainase  Rehabilitasi saluran
 Penutupan saluran
 Perbaikan saluran
 Rehabilitasi gorong-gorong
 Pembuatan saluran tertutup
 Pembuatan tutup saluran
Sumber: Hasil Musren dan Renja Kelurahan Banaran Tahun 2016

B. Arahan Rencana Kerja (Renja) Kelurahan Banaran


Tahun 2017 2.4 ISU STRATEGIS KEBIJAKAN
Renja Kelurahan Banaran memuat beberapa rencana Adapun kesimpulan isu strategis yang berkaitan
kegiatan yang akan direalisasikan menyebar di beberapa dengan penanganan permukiman kumuh berdasarkan
wilayah kelurahan. Adapun rencana kegiatan Kelurahan tinjauan kebijakan adalah sebagai berikut.
Banaran tahun 2017 adalah sebagai berikut.
TABEL. Arahan Kebijakan Penanganan Permukiman
TABEL. Rencana Kegiatan Kelurahan Banaran Tahun Kumuh
2017
No. Aspek Sumber Dokumen Arahan Kebijakan
1. Bangunan RTRW Kab. Nganjuk  Pengendalian dan pengawasan bangunan di

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

No. Aspek Sumber Dokumen Arahan Kebijakan No. Aspek Sumber Dokumen Arahan Kebijakan
Hunian kawasan SUTT berjarak 20 meter dan meter untuk debit air kurang dari 1
kawasan SUTET berjarak 25 meter diukur m3/detik, minimum 2 meter untuk debit air
dari kanan dan kiri menara tower. antara 1-4 m3/detik, dan minimum 3 meter
 Pengendalian dan pengawasan bangunan di untuk debit air lebih dari 4 m3/detik diukur
kawasan jaringan rel kereta api minimum dari tepi saluran irigasi.
12 meter diukur dari rel kereta api terluar.  Perlindungan pada waduk minimum 50
RDTRK Kab. Nganjuk  Pengembangan bertahap area terbangun di meter diukur dari titik pasang tertinggi ke
daerah dengan kepadatan rendah. arah darat.
 Pengawasan area terbangun dengan ketat  Pengoptimalan fungsi kawasan lindung dan
di daerah dengan kepadatan tinggi. resapan air.
2. Jalan RTRW Kab. Nganjuk  Perbaikan dan peningkatan kualitas jalan  Pengkoordinasian pengelolaan dan
Lingkungan yang diprioritaskan pada jaringan jalan pengembangan drainase.
utama khususnya yang saat ini mengalami RDTRK Kab. Nganjuk  Peningkatan kualitas dan kuantitas dimensi
kerusakan atau mengarah pada kondisi saluran drainase.
rusak.  Pengadaan sumur-sumur resapan di
RDTRK Kab. Nganjuk  Penambahan atau perluasan jaringan jalan. kawasan permukiman dan ruang terbuka
 Penyediaan jalur pejalan kaki berupa hijau.
trotoar tepi jalan. RPJM Kab. Nganjuk  Peningkatan operasional dan pemeliharaan
RPJM Kab. Nganjuk  Peningkatan pembangunan jalan dan jaringan irigasi, pengendalian banjir dan
jembatan antar daerah, antar kecamatan pengembangan konservasi air tanah.
antar desa, sentra-sentra produksi 5. Pengelolaan RTRW Kab. Nganjuk  Penerapan sistem pengelolaan limbah tiap
pertanian dan wilayah tujuan wisata. Sanitasi rumah tangga dan komunal pada kawasan
 Peningkatan kondisi pelayanan prasarana permukiman padat penduduk.
jalan untuk kelancaran pelayanan angkutan  Pengembangan jaringan perpipaan dan
orang, barang dan jasa serta peningkatan sistem pengolahan air limbah cair domestik
keselamatan lalu lintas jalan. pada kawasan peruntukan permukiman
terpadu di perkotaan.
3. Air Minum RTRW Kab. Nganjuk  Penyediaan sumber daya air bersih pada
 Penyediaan pengolah limbah setempat
daerah rawan air bersih. pada lingkungan perumahan, fasilitas
 Pengembangan sistem jaringan air bersih umum, fasilitas sosial dan perdagangan.
oleh PDAM. RDTRK Kab. Nganjuk  Penerapan sistem jaringan riolering yang
 Pengembangan sumber air sistem grafitasi. lebih baik.
RDTRK Kab. Nganjuk  Peningkatan pelayanan air bersih  Pengembangan instalasi pengelolaan air
4. Drainase RTRW Kab. Nganjuk  Pengembangan kolam retensi di kawasan limbah di kawasan padat.
Lingkungan permukiman yang mempunyai 6. Pengelolaan RTRW Kab. Nganjuk  Penyediaan bak-bak sampah di tiap sumber
permasalahan genangan air. Persampahan sampah domestik dan non domestik.
 Perlindungan pada sungai besar minimum  Pengumpulan sampah oleh petugas
100 meter dan anak sungai minimum 50 kebersihan menggunakan gerobak-gerobak
meter diukur dari tepi sungai. tangan untuk dibuang ke TPS dan diangkut
 Perlindungan saluran irigasi minimum 1 ke TPA.

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

No. Aspek Sumber Dokumen Arahan Kebijakan pertumbuhan ekonomi dan perluasan
RDTRK Kab. Nganjuk  Pengembangan sistem pengelolaan sampah lapangan kerja.
terpadu yang melibatkan kelompok  Pembangunan koperasi dengan membenahi
masyarakat. dan memperkuat tatanan kelembagaan dan
 Pengelolaan sampah berupa tindakan daur organisasi koperasi.
ulang atau komposting di daerah masing-  Pemberdayaan pemerintahan desa dan
masing. kelurahan untuk mandiri.
7. Pengamanan RPJM Kab. Nganjuk  Peningkatan kesiagaan dan pencegahan  Peningkatan usaha ekonomi masyarakat
Bahaya bahaya kebakaran. yang didukung dengan Teknologi Tepat
Kebakaran Guna (TTG).
8. Ruang Publik RTRW Kab. Nganjuk  Pengadaan kawasan ruang terbuka hijau  Pemberdayaan masyarakat untuk
seluas 30% dari luas kawasan perkotaan, berperilaku hidup sehat.
meliputi 20% RTH publik dan 10% RTH Renstra Kec.  Meningkatnya peran serta masyarakat
privat. Kertosono dalam kegiatan lingkungan.
RDTRK Kab. Nganjuk  Peningkatan kapasitas pelayanan dan Sumber: Hasil Tinjauan, Tahun 2017
kualitas fasilitas pendidikan, kesehatan, dan
pelayanan umum lainnya.
 Perbaikan dan peningkatan fasilitas yang
sudah ada.
 Pengembangan fasilitas baru yang
dibutuhkan.
RPJM Kab. Nganjuk  Peningkatan dan pengembangan
infrastruktur pendidikan.
 Penyediaan sarana dan prasarana
kesehatan yang memadai.
 Penyediaan sarana prasarana dan fasilitasi
kegiatan seni dan budaya.

9. Sosial RPJM Kab. Nganjuk  Peningkatan sarana dan parasarana dasar


Ekonomi pemukiman yang layak dan sehat dengan
mendorong swadaya masyarakat.
 Peningkatan daya dukung lingkungan
melalui peningkatan pembangunan
infrastruktur lingkungan dan konservasi
dengan mengedepankan pemberdayaan
dan partisipasi masyarakat.
 Peningkatan kualitas SDM perempuan
sehingga menjadi insan yang mandiri.
 Pembinaan partisipasi sosial masyarakat.
 Pengembangan UMKM yang dapat
memberikan kontribusi terhadap

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Sebelah Utara : Desa Kudu


Sebelah Selatan : Desa Kutorejo
Sebelah Timur : Sungai Brantas
Sebelah Barat : Desa Pandantoyo
Kelurahan Banaran berada pada tipologi dataran rendah.
Adapun pembagian administrasi Kelurahan Banaran terdiri
dari 18 RW dan 38 RT.

B. Sejarah Permukiman Kelurahan


Permukiman di Kelurahan Banaran bisa ada, karena
tidak lepas dari sejarah terbentuknya Kecamatan Kertosono,

BAB 3 yaitu peristiwa “TRETEG TOSONO”. Konon nama Kertosono


diambil dari seorang pahlaman yang bernama Kertosono atau
biasa dipanggil Mbah Kerto, ia adalah seorang pembabat
PROFIL PERMUKIMAN KUMUH hutan yang tidak lain dilakukan Mbah Kerto hanya untuk
mempertahankan daerah tersebut dari jajahan Belanda.
Namun kejadian bersejarah mulai terjadi ketika
3.5 GAMBARAN UMUM KELURAHAN BANARAN pasukan yang dikomandoi Mbah Kerto mempertahankan
A. Profil Kelurahan tempat tersebut dari jajahan Belanda yang dikenal dengan
Dalam lingkup wilayah kabupaten, Kelurahan Banaran perang “TRETEG TOSONO” yang berada di atas jembatan
adalah salah satu kelurahan di Kecamatan Kertosono sungai Brantas. Para tentara Belanda sendiri membangun
Kabupaten Nganjuk dengan luas wilayah 102,66 Ha dan luas jembatan sebagai jalur penghubung sekaligus mempermudah
kawasan permukiman 77,19 Ha. Secara geografis Kelurahan Belanda menjajah tempat tersebut, namun dengan kegigihan
Banaran terletak pada koordinat latitude -758806 longitude pasukan Mbah Kerto pertumpahan darahpun tak terelakkan.
11210167. Secara administrasi Kelurahan Banaran berbatasan Saksi bisu dari perang “TRETEG TOSONO” kini masih gagah
dengan:

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

berdiri di terjang waktu dan aliran sungai Brantas yang


lokasinya dekat dengan Kelurahan Banaran.
1-2) Ketidakteraturan Bangunan Hunian 3-4) Rumah Tidak Layak Huni
Selain perang “TRETEG TOSONO”, permukiman
Kelurahan Banaran bisa semakin berkembang karena adanya 1 2 3 4

Stasiun Kereta Api Kertosono. Stasiun ini cukup signifikan,


karena merupakan stasiun cukup besar dibandingkan dengan
stasiun di kabupaten atau kota di sekitarnya dan hampir
1) Perkerasan jalan rusak 2) Jalan tanah 3) Jalan kurang dari 1,5 meter 4) Jalan tidak
semua kereta api reguler berhenti di sini. Kereta api dari dilengkapi saluran drainase
Surabaya dengan tujuan Kediri/Blitar harus langsir di Stasiun
Kertosono. Stasiun Kertosono juga disebut stasiun pertigaan Isu-isu Kekumuhan Keluraha
Sumber: RPLP Kelurahan Banaran, Tahu
yang menghubungkan dari arah Madiun, Surabaya, dan Blitar
dan merupakan kategori stasiun besar dan berada di kawasan
1 2 3 4

DAOP 7 Madiun.
Banyaknya fasilitas umum seperti Stasiun Kertosono,
Pasar Tradisional Kertosono, Rumah Sakit Kertosono, serta
1-4) Pemenuhan air melalui sumur pompa <10 meter dari septictank
Kelurahan Banaran sebagai ibukota Kecamatan Kertosono,
maka permukiman di Kelurahan Banaran bisa semakin 1 2 3 4

berkembang.

3.6 ISU-ISU KEKUMUHAN


1-2) Sedimentasi saluran drainase 3) Arah aliran saluran drainase terpotong dan mampet
Kekumuhan Kelurahan Banaran tersebar di beberapa 4) Saluran drainase menggenang dan berbau
lokasi dilihat dari beberapa indikator kumuh seperti dari segi
sarana dan prasarana serta tata guna lahan dan penataan
1
1 2 3 4

bangunan.

2 3 4

1) Pembakaran sampah 2) TPS hanya satu dan berada di dekat pasar 3) Penumpukan sampah
sebelum diangkut 4) Lokasi pembuangan sampah sembarangan

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

1 2

1-2) Kebakaran pasar tradisional kertosono 1 Oktober 2017

TABEL. Isu-Isu Kekumuhan Kelurahan Banaran


Sumber Lokasi
No. Aspek Permasalahan Faktor Penyebab Akibat Potensi Harapan Alternatif Solusi
Informasi (RT/RW)
SARANA DAN PRASARANA
1. Jalan FGD, Transek RT 1 RW 1 Jalan aspal dan Genangan air hujan Adanya jalan yang tidak Adanya kesadaran Adanya jalan yang Perkerasan jalan aspal
Lingkungan Lapang, dan RW 2 paving rusak. yang menggerus nyaman untuk masyarakat terhadap nyaman untuk mobilitas. dan paving kembali.
Kompilasi Data RW 3 lapisan perkerasan mobilitas. lingkungan.
RT 1 RW 7 jalan. Adanya perencanaan
RT 1 RW 10 Kualitas aspal dan pengaspalan dan
RT 2 RW 12 paving yang kurang pavingisasi jalan di tingkat
RT 2 RW 13 baik. kelurahan.
FGD, Transek RT 1 RW 2 Jalan masih Belum direncanakan Adanya jalan yang Adanya kesadaran Adanya jalan yang tidak Perkerasan jalan.
Lapang, dan RT 1 RW 16 berupa tanah. pengerasan jalan becek jika terjadi hujan masyarakat terhadap becek dan nyaman untuk
Kompilasi Data tanah tersebut. dan tidak nyaman untuk lingkungan. mobilitas.
mobilitas. Adanya perencanaan
pengaspalan dan
pavingisasi jalan di tingkat
kelurahan.
FGD, Transek RT 1 RW 3 Jalan tidak Belum direncanakan Adanya jalan yang tidak Adanya kesadaran Adanya jalan yang Pembangunan saluran
Lapang, dan RT 2 RW 2 dilengkapi pembangunan saluran memenuhi standar masyarakat terhadap memenuhi standar teknis. drainase.
Kompilasi Data RT 2 RW 5 saluraran drainase di samping teknis. lingkungan.
RT 2 RW 7 drainase. kanan dan kiri jalan Adanya lokasi untuk
RW 10 utama tersebut. pembangunan saluran
RW 15 drainase.
2. Air Minum FGD, Transek RT 2 RW 2 Penggunaan Belum adanya Adanya sumber air yang Adanya kesadaran Adanya sumber air yang Pemasangan pipa PDAM.
Lapang, dan RW 4 sumur sebagai kemampuan finansial tidak memenuhi syarat masyarakat terhadap memenuhi syarat Penyuluhan Perilaku
Kompilasi Data RT 2 RW 5 sumber air yang < untuk pemasangan kesehatan. lingkungan. kesehatan. Hidup Bersih Sehat.
RW 10 10 m dari septick pipa PDAM. Adanya jaringan pipa
RW 14 tank. Masyarakat masih PDAM di sepanjang jalan
merasa nyaman kelurahan.

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Sumber Lokasi
No. Aspek Permasalahan Faktor Penyebab Akibat Potensi Harapan Alternatif Solusi
Informasi (RT/RW)
dengan sumber air
tersebut.
Cakupan layanan
PDAM kecil di wilayah
Banaran.
3. Drainase FGD, Transek RW 4 Saluran drainase Buangan limbah Adanya aliran saluran Adanya kesadaran Adanya aliran saluran Normalisasi saluran
Lingkungan Lapang, dan RW 10 mengalami rumah tangga dan drainase yang tidak masyarakat terhadap drainase yang lancar. drainase.
Kompilasi Data kemampetan dan kegiatan pasar. lancar. lingkungan.
berbau tidak Adanya perencanaan
sedap. normalisasi saluran
drainase di tingkat
kelurahan.
FGD, Transek RW 2 Saluran drainase Belum direncanakan Adanya saluran drainase Adanya kesadaran Adanya saluran drainase Pembangunan kontruksi
Lapang, dan RW 4 berkontruksi pembangunan yang terlihat kumuh. masyarakat terhadap yang tidak terlihat kumuh. saluran drainase.
Kompilasi Data RW 11 alami, dangkal, kontruksi saluran Adanya aliran saluran lingkungan. Adanya aliran saluran
RT 2 RW 12 dan ditumbuhi drainase tersebut. drainase yang tidak drainase yang terintegrasi
rumput. terintegrasi dengan dengan aliran saluran
aliran salurah drainase drainase lainnya.
lainnya.
FGD, Transek RT 1 RW 3 Saluran drainase Belum direncanakan Adanya banjir sesaat di Adanya kesadaran Tidak adanya banjir di Pembangunan saluran
Lapang, dan RT 2 RW 2 belum ada di pembangunan saluran jalan tersebut dan masyarakat terhadap jalan tersebut dan drainase.
Kompilasi Data RT 1 RW 3 samping jalan. drainase di samping sekitarnya jika terjadi lingkungan. sekitarnya jika terjadi
RT 2 RW 5 kanan dan kiri jalan hujan. hujan.
RT 2 RW 7 tersebut.
RW 10
RW 15
FGD, Transek RT 2 RW 2 Saluran drainase Akar rumput yang Adanya aliran saluran Adanya kesadaran Adanya aliran saluran Perbaikan kontruksi
Lapang, dan RW 4 berkontruksi rusak tumbuh disela-sela drainase yang tidak masyarakat terhadap drainase yang lancar. saluran drainase.
Kompilasi Data RT 2 RW 5 dan mengalami kontruksi saluran lancar. lingkungan. Normalisasi saluran
RW 10 pendangkalan dan drainase. Adanya perencanaan drainase.
kemampetan. Kurangnya normalisasi saluran
pemeliharaan dari drainase di tingkat
masyarakat sekitar. kelurahan.

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Sumber Lokasi
No. Aspek Permasalahan Faktor Penyebab Akibat Potensi Harapan Alternatif Solusi
Informasi (RT/RW)
4. Pengelolaan FGD, Transek RT 2 RW 2 Beberapa Belum adanya Adanya kebiasaan BAB Adanya kesadaran Tidak adanya kebiasaan Pembangunan jamban
Sanitasi Lapang, dan RW 4 bangunan hunian kemampuan finansial (Buang Air Besar) yang masyarakat terhadap BAB yang buruk. pribadi.
Kompilasi Data RT 2 RW 5 belum memiliki untuk membangun buruk atau numpang. lingkungan. Pembangunan IPAL atau
RW 10 jamban. jamban karena MBR. Adanya perencanaan septick tank komunal.
pembangunan jamban di
tingkat kabupaten.
FGD dan RT 1 RW 16 Bangunan MCK Kurangnya Adanya fungsi MCK Adanya kesadaran Adanya fungsi MCK umum Pembentukan tim
Transek umum mengalami pemeliharaan dari umum yang tidak masyarakat terhadap yang berjalan. pemeliharaan MCK
Lapang kerusakan. masyarakat sekitar. berjalan. lingkungan. umum.
Perbaikan bangunan
MCK umum.
Penyuluhan Perilaku
Hidup Bersih Sehat.
5. Pengelolaan FGD, Transek RT 2 RW 2 Sampah rumah Belum adanya sistem Adanya pekarangan dan Adanya kesadaran Adanya perkarangan dan Pengadaan sistem
Sampah Lapang, dan RW 4 tangga dibuang pewadahan dan lahan kosong yang masyarakat terhadap lahan kosong yang tidak pengangkutan sampah
Kompilasi Data RW 5 dipekarangan dan pengangkutan tertumpuk sampah. lingkungan. tertumpuk sampah. dan bak sampah.
RW 10 lahan kosong sampah. Adanya lingkungan Adanya perencanaan Adanya lingkungan yang Penyuluhan kegiatan
ndibuang langsung yang terlihat kumuh. pengadaan pewadahan tidak terlihat kumuh. Bank Sampah.
secara mandiri ke sampah di tingkat Pembangunan TPS baru.
TPS. kabupaten. Pengadaan sosialisasi
lingkungan dengan
media gambar.
Penyuluhan Perilaku
Hidup Bersih Sehat.
RW 5 Sampah rumah Belum adanya sistem Adanya pewadahan Adanya kesadaran Adanya sistem Pembangunan TPS baru.
RW 10 tangga dibuang pewadahan dan sampah yang masyarakat terhadap pewadahan dan Pembentukan tim
RW 14 langsung secara pengangkutan menumpuk dan lingkungan. pengangkutan sampah. pengangkut sampah.
mandiri ke TPS. sampah. overload dari tempatnya Adanya rencada sistem
jika masyarakat lupa pewadahan dan
membuang. pengelolaan sampah
dalam tingkat kabupaten.
6. Ruang FGD, Transek, Seluruh Wilayah Ketersediaan RTH Belum direncanakan Adanya kekurangan Adanya kesadaran Adanya kelebihan atau Pembangunan taman
Terbuka Hijau dan Kompilasi Kelurahan kurang dari 30% lagi pembangunan luasan RTH dalam satu masyarakat terhadap kecukupan luasan RTH atau bentuk RTH
Data dari keseluruhan atau pengaturan lahan wilayah kelurahan. lingkungan. dalam satu wilayah lainnya.
luas kelurahan. kosong milik Adanya kemauan dari kelurahan. Pengadaan penghijauan
pemerintah sebagai masyarakat untuk bersama masyarakat.
RTH. melakukan penghijauan. Pembagian bibit
tanaman.

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Sumber Lokasi
No. Aspek Permasalahan Faktor Penyebab Akibat Potensi Harapan Alternatif Solusi
Informasi (RT/RW)
7. Proteksi FGD, Transek, RT 1 RW 10 Kebakaran pasar Adanya konsleting Adanya stand dagang Adanya kesadaran Adanya penataan Penataan atau
Kebakaran dan Kompilasi tradisional listrik dan belum milik warga yang tidak masyarakat terhadap kompleks pasar revitalisasi pasar
Data kertosono. adanya sarpras dapat digunakan. lingkungan. tradisional kertosono yang tradisional kertosono.
proteksi kebakaran. Adanya perencanaan lebih teratur. Pembangunan dan
revitalisasi pasar Adanya sarpras proteksi pengadaan sarpras
tradisiional kertosono dari kebakaran. proteksi kebakaran.
pemerintah kabupaten.
TATA GUNA LAHAN DAN PENATAAN BANGUNAN
1. Peruntukan FGD dan RT 2 RW 2 Lahan pemerintah Tidak adanya Adanya peruntukan Adanya kesadaran Adanya peruntukan lahan Pendirian bangunan
Lahan Transek digunakan untuk kemampuan finansial lahan permukiman yang masyarakat terhadap permukiman yang hunian bagi MBR di
Lapang lahan permukiman masyarakat untuk tidak memenuhi standar lingkungan. memenuhi standar teknis lahan resmi.
yaitu masyarakat mengakses lahan legal teknis bangunan hunian Adanya izin untuk bangunan hunian bagi
mendirikan guna mendirikan bagi MBR. menempati lahan MBR.
bangunan hunian bangunan huniannya. pemerintah selama kurun
dengan fasilitas waktu tertentu.
penunjangnya
yang terbatas.
2. Keteraturan FGD, Transek RT 2 RW 2 Bangunan tidak Tidak adanya Adanya Adanya kesadaran Adanya bangunan yang Penertiban bangunan
Bangunan Lapang, dan RW 4 teratur dengan pengetahuan ketidakteraturan masyarakat terhadap teratur dan mematuhi bagi yang sudah
Kompilasi Data RT 2 RW 5 KDB mayoritas 90- masyarakat terkait bangunan sebanyak lingkungan. aturan pendirian mendirikan maupun
RW 10 95 % dan GSB 0-2 aturan pendirian 70% bangunan yang Adanya perhatian dari bangunan. akan mendirikan
m. bangunan. ada. pemerintah daerah untuk bangunan.
mengatasi permasalahan Pemberlakuan
di banaran sebagai salah pengurusan IMB.
satu lokasi SK Kumuh.
3. Kondisi Fisik FGD, Transek RW 1 Kondisi fisik Belum adanya Adanya bangunan Adanya kesadaran Adanya bangunan hunian Pembangunan Rumah
Bangunan Lapang, dan RT 2 RW 2 bangunan hunian kemampuan finansial hunian yang tidak masyarakat terhadap yang memenuhi standar Tidak Layak Huni.
Kompilasi Data RW 4 beberapa rumah untuk memperbaiki memenuhi standar lingkungan. teknis. Pembangunan rumah
RT 2 RW 5 tangga yang tidak kondisi fisik bangunan teknis. Adanya perencanaan baru.
RW 10 layak. hunian karena MBR. perbaikan bangunan
RW 14 hunian tidak layak di
RT 1 RW 6 tingkat kabupaten.

Sumber: RPLP Kelurahan Banaran, Tahun 2017-2021

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

3.7 PROFIL PERMUKIMAN


Kawasan permukiman kumuh di Kelurahan Banaran
meliputi RT 2 RW 2 dengan luas sebesar 1,01 Ha, RW 4 dan
RT 2 RW 5 dengan luas sebesar 2,04 Ha, dan RW 10 dengan
luas sebesar 2,04 Ha berdasarkan SK Bupati Nganjuk Nomor:
188/84/K/411.013/2015. Tipologi atau karakteristik kawasan Kawasan Permukiman Kumuh Kelurahan Ban
Sumber: SK Bupati Nganjuk Nomor: 188/8
permukiman kumuh Kelurahan Banaran merupakan kawasan
pusat kota dimana dekat dengan akses perdagangan dan
jasa, untuk RT 2 RW 2 bersebelahan dengan bantara Sungai
Brantas.

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Profil Kawasan Permukiman Kumu


Sumber: Pemuktahiran Baseline, Tahun

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Profil Kawasan Permukiman Kumu


Sumber: Pemuktahiran Baseline, Tahun

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Profil Kawasan Permukiman Kumu


Sumber: Pemuktahiran Baseline, Tahu

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

ligkungan yang umumnya memiliki perkerasan rusak.


Keberadaanya yang dikelilingi oleh kawasan permukiman kumuh SK
Bupati yaitu Banaran 2 (RT 1-2 RW 10) dan Banaran 3 ( RT 1-2 RW 4
dan RT 2 RW 5) dengan karakteristik kumuh secara visual
1 5
menimbulkan kesan bau, kotor, macet, dan semrawut karena
bersebelahan dengan pasar dan banyaknya perjas formal maupun
informal.
1 Kedekatannya dengan kawasan permukiman kumuh SK Bupati yaitu
Banaran 2 (RT 1-2 RW 10) dengan karakteristik kumuh meliputi
14 kepadatan bangunan cukup tinggi, mayoritas drainase lingkungan
2
tidak berfungsi, jalan lingkungan rusak, sistem persampahan tidak ada
walaupun dekat dengan TPS Pasar Kertosono.
Kedekatanya dengan kawasan permukiman kumuh SK Bupati yaitu
Banaran 2 (RT 1-2 RW 10) dengan karakteristik kumuh meliputi
kepadatan bangunan tinggi mengingat lokasi ini memiliki
1 16 kecenderungan bermukim yang tinggi karena kedekatannya dengan
Stasiun Kertosono yang merupakan stasiun besar dan penghubung 3
jalur besar Surabaya-Madiun-Blitar. Ditambahlagi, sarpras yang kurang
memadai atau kurang layak.
Sumber: RPLP Kelurahan Banaran, Tahun 2017-2021 dan Pemuktahiran Baseline, Tahun
2017

3.8 SEBARAN LOKASI BERPOTENSI KUMUH


Kawasan permukiman di Kelurahan Banaran yang
berpotensi kumuh merupakan kawasan permukiman yang
memiliki karakteristik kekumuhan seperti kawasan
permukiman kumuh SK Bupati (Banaran 1, Banaran 2, dan
Banaran 3). Keberadaannyapun berada di sekitar kawasan
permukiman kumuh SK Bupati.

TABEL. Kawasan Permukiman Berpotensi Kumuh


RT RW Keterangan
1 Kedekatannya dengan kawasan permukiman kumuh SK Bupati yaitu
1
2 Banaran 1 (RT 2 RW 2) dengan karakteristik kumuh meliputi
1 2 kepadatan dan ketidakteraturan bangunan yang cukup tinggi, drainase
1 3 lingkungan yang mayoritas tidak berfungsi dengan baik, serta jalan

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Penentuan kawasan penanganan permukiman kumuh


dilakukan terlebih dahulu dengan menentukan klasifikasi
kawasan permukiman kumuh tersebut mengacu Peraturan
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat N0.
2/PRT/M/2016 tentang Peningkatan Kualitas terhadap
Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh. Terdapat tiga
cara penentuan klasifikasi kawasan permukiman kumuh yang
berdasarkan kondisi kekumuhan, berdasarkan legalitas lahan,
dan berdasarkan pertimbangan lain dengan formula penilaian
yang telah diatur.
Berdasarkan penentuan klasifikasi kawasan
permukiman kumuh, didapatkan bahwa penanganan kawasan
permukiman kumuh di Kelurahan Banaran untuk prioritas 1
Kawasan Permukiman Berpotensi Kumuh Kelurahan Banaran yaitu Kawasan Banaran 1 (RT 2 RW 2), prioritas 2 yaitu
Sumber: RPLP Kelurahan Banaran, Tahun 2017-2021 dan Pemuktahiran Baseline, Tahun 2017
Kawasan Banaran 2 (RT 1-2 RW 10), dan prioritas 3 yaitu
Kawasan Banaran 3 (RT 1-2 RW 4 dan RT 2 RW 5).

BAB 4 TABEL. Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh


Prioritas
KONSEP DAN STRATEGI Kawasan
Skor
Nilai
Perin
gkat
Klasifikasi
Kekumuhan
Legalitas
Lahan
Pertimban
gan Lain
Skala
Prioritas
Penanga
nan

PENCEGAHAN DAN PENINGKATAN Banaran


RT 2 RW 2
48 1
Kumuh
Sedang
Legal Tinggi
Prioritas 2
(C1)
1

KUALITAS PERMUKIMAN KUMUH Banaran


RW 10
41 2
Kumuh
Rendah
Legal Tinggi
Prioritas 3
(C2)
2

Banaran
Kumuh Prioritas 3
RW 4 36 3 Legal Tinggi 3
Rendah (C2)
RT 2 RW 5
4.1 PENYEPAKATAN KAWASAN PENANGANAN
Sumber: Hasil Analisis, Tahun 2017
PERMUKIMAN KUMUH DAN TEMATIK KAWASAN

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Penilaian dan penentuan pada masing-masing kawasan


permukiman kumuh di atas selanjutnya akan dijadikan dasar
dalam perumusan kebutuhan penanganan, konsep, dan
strategi, dimana perumusannya akan disesuaikan dengan
tingkat kekumuhan, pertimbangan lain, dan skala prioritas.

TABEL. Penentuan Klasifikasi Kawasan Permukiman Kumuh

KELURAHAN BANARAN
BANARAN 3
BANARAN 1 BANARAN 2
NO ASPEK KRITERIA PARAMETER RW 4 dan
RT 2 RW 2 RW 10
RT 2 RW 5
Nilai

A. IDENTIFIKASI KONDISI KEKUMUHAN

Ketidakteraturan bangunan Bangunan/rumah yang tidak memiliki keteraturan 3 5 3

Bangunan memiliki kepadatan tidak sesuai ketentuan (luas


kawasan dengan kepadatan ≥ 250 unit/ha untuk kota
Tingkat kepadatan bangunan 1 1 1
1 Kondisi Bangunan Hunian besar, sedangkan untk kota kecil dengan kepadatan ≥ 200
unit/ha)

Bangunan tidak memenuhi persyaratan teknis bangunan


Ketidaksesuaian dengan
(dampak lingkungan, kecukupan luas, keamanan, 1 1 1
persyaratan teknis
kenyamanan, kemudahan, kesehatan dan keselamatan)
Cakupan pelayanan jalan Panjang jalan lingkungan yang tidak sesuai dengan
1 1 1
lingkungan persyaratan teknis
2 Kondisi Jalan Lingkungan
Kualitas permukaan jalan Panjang jalan lingkungan yang memiliki kualitas permukaan
3 1 1
lingkungan jalan buruk

Jumlah penduduk yang tidak dapat mengakses air minum


5 5 1
Ketidaktersediaan akses yang berkualitas (bersih, tidak berbau dan tidak berwarna)
3 Kondisi Penyediaan Air Minum
aman air minum
Jumlah penduduk yang tidak terpenuhi kebutuhan air
3 1 1
minum minimalnya (60 ltr/hr)

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

KELURAHAN BANARAN
BANARAN 3
BANARAN 1 BANARAN 2
NO ASPEK KRITERIA PARAMETER RW 4 dan
RT 2 RW 2 RW 10
RT 2 RW 5
Nilai

Ketidakmampuan Luas area yang terkena genangan (>30 cm , selama lebih


5 1 5
mengalirkan limpasan air dari 2 jam dan terjadi lebih dari 2 kali setahun)

Jalan lingkungan yang tidak memiliki saluran drainase


Ketidaktersediaan drainase 0 1 0
lingkungan
4 Kondisi Drainase Lingkungan
Ketidakterhubungan dengan Panjang saluran drainase yang tidak terhubung dengan
3 1 0
sistem drainase perkotaan sistem drainase kota
Tidak terpeliharanya drainase Drainase yang tidak terpelihara secara rutin 5 3 5
Kualitas konstruksi drainase Konstruksi drainase lingkungan buruk 3 1 3
Sistem pengelolaan air limbah Jumlah masyarakat yang tidak memiliki Jamban
1 1 1
tidak sesuai standar teknis keluarga/jamban bersama sesuai persyaratan teknis

5 Kondisi Pengelolaan Sanitasi Prasarana dan sarana


pengolahan air limbah tidak
Jumlah jamban yang tidak terhubung dengan septic-tank 1 1 1
sesuai dengan persyaratan
teknis
Prasarana dan sarana
Jumlah rumah tangga yang tidak memiliki tempat sampah
persampahan tidak sesuai 1 1 1
dengan sistem pemilahan sampah
dengan persyaratan teknis
Sistem pengelolaan
Jumlah rumah tangga yang tidak terlayani sistem
6 Kondisi Pengolahan Sampah persampahan yang tidak 1 5 1
pengangkutan sampah ke TPS/TPA
sesuai standar teknis
Tidak terpeliharanya sarana
Luas area memiliki sarana dan prasarana persampahan
dan prasarana pengelolaan 1 1 0
yang tidak terpelihara
persampahan

Luas area yang tidak memiliki prasarana proteksi


Ketersediaan prasarana kebakaran (pasokan air, jalan lingkungan, sarana
5 5 5
proteksi kebakaran komunikasi, bangunan pos kebakaran, data sisem proteksi
7 Kondisi Proteksi Kebakaran kebakaran)

Luas area yang tidak memiliki sarana proteksi kebakaran


Ketersediaan sarana proteksi
(alat pemadam api ringan, mobil pompa, mobil tangga 5 5 5
kebakaran
sesuai kebutuhan, dan peralatan pendukung lainnya)

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

KELURAHAN BANARAN
BANARAN 3
BANARAN 1 BANARAN 2
NO ASPEK KRITERIA PARAMETER RW 4 dan
RT 2 RW 2 RW 10
RT 2 RW 5
Nilai
JUMLAH NILAI 48 41 36
Kumuh Kumuh Kumuh
KLASIFIKASI
Sedang Ringan Ringan
B. IDENTIFIKASI LEGALITAS LAHAN

Lokasi memiliki kejelasan status penguasaan lahan, baik


(+) (+) (+)
Kejelasan status penguasaan milik sendiri maupun pihak lain
1 Legalitas Lahan
lahan Lokasi berada pada zona peruntukan
(+) (+) (+)
perumahan/permukiman sesuai RTR
 JUMLAH (+) (+) (+)
STATUS STATUS STATUS
KLASIFIKASI
LEGAL LEGAL LEGAL

C. PERTIMBANGAN LAIN
Nilai strategis lokasi Lokasi terletak pada fungsi strategis kabupaten/kota 5 5 5
Kependudukan Kepadatan penduduk 1 1 1
1 Perimbangan Lain
Kondisi sosial, ekonomi, dan Lokasi memiliki potensi sosial, ekonomi dan budaya untuk
5 5 5
budaya dikembangkan
JUMLAH 11 11 11
PERTIMBANG PERTIMBANG PERTIMBANG
KLASIFIKASI AN LAIN AN LAIN AN LAIN
TINGGI TINGGI TINGGI
Sumber: Hasil Analisis, Tahun 2017

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

4.2 KONSEP PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH

Perumusan konsep penanganan kawasan permukiman kumuh Kelurahan Banaran disesuaikan dengan tingkat kekumuhan,
pertimbangan lain, legalitas lahan, dan prioritas serta pola penanganan.

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Banaran 1


Sumber: Hasil Analisis, Tahun 2017

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Banaran 2


Sumber: Hasil Analisis, Tahun 2017

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Banaran 3


Sumber: Hasil Analisis, Tahun 2017

TABEL. Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh


Aspek
No Kawasan Kumuh Permasalahan Konsep Penanganan Strategi Penanganan
Kekumuhan
1 Prioritas : I Bangunan  76% Bangunan tidak teratur Konsolidasi lahan dan penataan bangunan  Pengaturan KDB, KLB, KDH
Kawasan : Banaran I (RT 2 RW 2) Hunian  18% Kepadatan bangunan tidak  Penertiban IMB
Tipologi : Dataran Rendah sesuai ketentuan  Pembatasan pembangunan hunian
 17% Bangunan tidak memenuhi
persyaratan teknis
Perbaikan rumah tidak layak huni  Bantuan perbaikan rumah tidak layak huni
Jalan  0% Area tidak terlayani oleh Peningkatan pelayanan dan kualitas jalan  Perbaikan jalan lingkungan
Lingkungan jaringan jalan lingkungan lingkungan  Pemeliharaan jalan lingkungan
 40% Area memiliki kualitas
permukaan jalan yang buruk

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Penyediaan Air  91% Populasi tidak dapat Peningkatan pelayanan penyediaan air bersih  Penyediaan sambungan rumah melalui PDAM
Bersih mengakses air minum yang
aman
 0% Populasi tidak terpenuhi
kebutuhan air minimum
minimalnya
Drainase  0% Area terjadi genangan > 30 Peningkatan pelayanan dan kualitas drainase  Pembangunan drainase lingkungan
Lingkungan cm lingkungan  Perbaikan drainase lingkungan
 0% Tidak tersedia drainase  Pemeliharaan drainase lingkungan
lingkungan
 0% Drainase lingkungan tidak
terhubung dengan sistem kota
 0% Area memiliki drainase
lingkungan yang kotor dan
berbau
 0% Area memiliki kualitas
kontruksi drainase lingkungan
yang buruk
Pengelolaan  9% Sistem air limbah yang tidak Peningkatan pelayanan dan kualitas sarpras  Pembangunan IPAL komunal
Sanitasi sesuai standar teknis pengelolaan air limbah  Pembangunan jamban pribadi atau MCK Umum
 0% Sarpras air limbah tidak  Pemeliharaan sarpras pengelolaan air limbah
sesuai persyaratan teknis
Pengelolaan  0% Sarpras pengelolaan Peningkatan pelayanan dan kualitas sarpras  Penyediaan sarpras persampahan 3R
Sampah persampahan yang tidak pengelolaan sampah  Pemeliharaan sarpras persampahan
memenuhi persyaratan teknis  Pengelolaan sampah berbasis masyarakat
 0% Sistem persampahan tidak
sesuai standar teknis
 100% Sarpras persampahan
tidak terpelihara
Proteksi  100% Area tidak memiliki Peningkatan pelayanan proteksi kebakaran  Penyediaan sarpras proteksi kebakaran
Kebakaran prasarana proteksi kebakaran  Pemeliharaan sarpras proteksi kebakaran
 100% Area tidak memiliki
sarana proteksi kebakaran
Ruang Publik  Minimnya RTH privat dan RTH Peningkatan penghijauan lingkungan  Penyediaan sarana penghijauan lingkungan
lingkungan  Pemeliharaan sarana dan penghijauan lingkungan
Sosial  Kurangnya kesadaran Peningkatan kapasitas dan kesadaran  Pemahaman masyarakat akan lingkungan bersih dan sehat
masyarakat terhadap masyarakat tentang lingkungan bersih dan sehat
lingkungannya
Ekonomi  Kurangnya ketrampilan usaha Peningkatan kapasitas masyarakat tentang  Peningkatan ketrampilan usaha ekonomi masyarakat
bagi MBR karena faktor ekonomi kreatif  Pemahaman kemitraan, branding, perizinan usaha ekonomi
pendidikan masyarakat
2 Prioritas : II Bangunan  46% Bangunan tidak teratur Konsolidasi lahan dan penataan bangunan  Pengaturan KDB, KLB, KDH
Kawasan : Banaran II (RW 10) Hunian  22% Kepadatan bangunan tidak  Penertiban IMB
sesuai ketentuan  Pembatasan pembangunan hunian

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Tipologi : Dataran Rendah  20% Bangunan tidak memenuhi


persyaratan teknis
Perbaikan rumah tidak layak huni  Bantuan perbaikan rumah tidak layak huni
Jalan  0% Area tidak terlayani oleh Peningkatan pelayanan dan kualitas jalan  Perbaikan jalan lingkungan
Lingkungan jaringan jalan lingkungan lingkungan  Pemeliharaan jalan lingkungan
 22% Area memiliki kualitas
permukaan jalan yang buruk
Penyediaan Air  100% Populasi tidak dapat Peningkatan pelayanan penyediaan air bersih  Penyediaan sambungan rumah melalui PDAM
Bersih mengakses air minum yang
aman
 0% Populasi tidak terpenuhi
kebutuhan air minimum
minimalnya
Drainase  0% Area terjadi genangan > 30 Peningkatan pelayanan dan kualitas drainase  Pembangunan drainase lingkungan
Lingkungan cm lingkungan  Perbaikan drainase lingkungan
 6% Tidak tersedia drainase  Pemeliharaan drainase lingkungan
lingkungan
 5% Drainase lingkungan tidak
terhubung dengan sistem kota
 100% Area memiliki drainase
lingkungan yang kotor dan
berbau
 40% Area memiliki kualitas
kontruksi drainase lingkungan
yang buruk
Pengelolaan  0% Sistem air limbah yang tidak Peningkatan pelayanan dan kualitas sarpras  Pembangunan IPAL komunal
Sanitasi sesuai standar teknis pengelolaan air limbah  Pembangunan jamban pribadi atau MCK Umum
 100% Sarpras air limbah tidak  Pemeliharaan sarpras pengelolaan air limbah
sesuai persyaratan teknis
Pengelolaan  0% Sarpras pengelolaan Peningkatan pelayanan dan kualitas sarpras  Penyediaan sarpras persampahan 3R
Sampah persampahan yang tidak pengelolaan sampah  Pemeliharaan sarpras persampahan
memenuhi persyaratan teknis  Pengelolaan sampah berbasis masyarakat
 100% Sistem persampahan
tidak sesuai standar teknis
 100% Sarpras persampahan
tidak terpelihara
Proteksi  100% Area tidak memiliki Peningkatan pelayanan proteksi kebakaran  Penyediaan sarpras proteksi kebakaran
Kebakaran prasarana proteksi kebakaran  Pemeliharaan sarpras proteksi kebakaran
 100% Area tidak memiliki
sarana proteksi kebakaran
Ruang Publik  Minimnya RTH privat dan RTH Peningkatan penghijauan lingkungan  Penyediaan sarana penghijauan lingkungan
lingkungan  Pemeliharaan sarana dan penghijauan lingkungan
 Pasar tradisional Kertosono yang Peningkatan lingkungan dan fasilitas pasar  Penertiban PKL
kurang tertib dan semrawut tradisional  Penataan dan perbaikan pasar tradisional kertosono
Sosial  Kurangnya kesadaran Peningkatan kapasitas dan kesadaran  Pemahaman masyarakat akan lingkungan bersih dan sehat

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

masyarakat terhadap masyarakat tentang lingkungan bersih dan sehat


lingkungannya
Ekonomi  Kurangnya ketrampilan usaha Peningkatan kapasitas masyarakat tentang  Peningkatan ketrampilan usaha ekonomi masyarakat
bagi MBR karena faktor eknomi kreatif  Pemahaman kemitraan, branding, perizinan usaha ekonomi
pendidikan masyarakat
3 Prioritas : III Bangunan  26% Bangunan tidak teratur Konsolidasi lahan dan penataan bangunan  Pengaturan KDB, KLB, KDH
Kawasan : Banaran III Hunian  16% Kepadatan bangunan tidak  Penertiban IMB
(RW 4 dan RT 2 RW 5) sesuai ketentuan  Pembatasan pembangunan hunian
Tipologi : Dataran Rendah  4% Bangunan tidak memenuhi
persyaratan teknis
Perbaikan rumah tidak layak huni  Bantuan perbaikan rumah tidak layak huni
Jalan  0% Area tidak terlayani oleh Peningkatan pelayanan dan kualitas jalan  Perbaikan jalan lingkungan
Lingkungan jaringan jalan lingkungan lingkungan  Pemeliharaan jalan lingkungan
 39% Area memiliki kualitas
permukaan jalan yang buruk
Penyediaan Air  68% Populasi tidak dapat Peningkatan pelayanan penyediaan air bersih  Penyediaan sambungan rumah melalui PDAM
Bersih mengakses air minum yang
aman
 0% Populasi tidak terpenuhi
kebutuhan air minimum
minimalnya
Drainase  0% Area terjadi genangan > 30 Peningkatan pelayanan dan kualitas drainase  Pembangunan drainase lingkungan
Lingkungan cm lingkungan  Perbaikan drainase lingkungan
 8% Tidak tersedia drainase  Pemeliharaan drainase lingkungan
lingkungan
 0% Drainase lingkungan tidak
terhubung dengan sistem kota
 100% Area memiliki drainase
lingkungan yang kotor dan
berbau
 32% Area memiliki kualitas
kontruksi drainase lingkungan
yang buruk
Pengelolaan  0% Sistem air limbah yang tidak Peningkatan pelayanan dan kualitas sarpras  Pembangunan IPAL komunal
Sanitasi sesuai standar teknis pengelolaan air limbah  Pembangunan jamban pribadi atau MCK Umum
 100% Sarpras air limbah tidak  Pemeliharaan sarpras pengelolaan air limbah
sesuai persyaratan teknis
Pengelolaan  0% Sarpras pengelolaan Peningkatan pelayanan dan kualitas sarpras  Penyediaan sarpras persampahan 3R
Sampah persampahan yang tidak pengelolaan sampah  Pemeliharaan sarpras persampahan
memenuhi persyaratan teknis  Pengelolaan sampah berbasis masyarakat
 100% Sistem persampahan
tidak sesuai standar teknis
 0% Sarpras persampahan tidak
terpelihara
Proteksi  100% Area tidak memiliki Peningkatan pelayanan proteksi kebakaran  Penyediaan sarpras proteksi kebakaran

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Kebakaran prasarana proteksi kebakaran  Pemeliharaan sarpras proteksi kebakaran


 100% Area tidak memiliki
sarana proteksi kebakaran
Ruang Publik  Minimnya RTH privat dan RTH Peningkatan penghijauan lingkungan  Penyediaan sarana penghijauan lingkungan
lingkungan  Pemeliharaan sarana dan penghijauan lingkungan
Sosial  Kurangnya kesadaran Peningkatan kapasitas dan kesadaran  Pemahaman masyarakat akan lingkungan bersih dan sehat
masyarakat terhadap masyarakat tentang lingkungan bersih dan sehat
lingkungannya
Ekonomi  Kurangnya ketrampilan usaha Peningkatan kapasitas masyarakat tentang  Peningkatan ketrampilan usaha ekonomi masyarakat
bagi MBR karena faktor ekonomi kreatif  Pemahaman kemitraan, branding, perizinan usaha ekonomi
pendidikan masyarakat
Sumber: Hasil Analisis, Tahun 2017

4.3 KONSEP PENGEMBANGAN PERMUKIMAN

Konsep pengembangan yang dimaksud disini merupakan perencanaan yang telah ada untuk pengembangan kawasan
permukiman kumuh Kelurahan Banaran yang dapat ditinjau dari beberapa dokumen perencanaan di tingkat kabupaten,
kecamatan, maupun kelurahan. Dengan mengetahui konsep pengembangan tersebut, maka dapat dilakukan sinkronisasi antara
konsep penanganan yang dirumuskan sebelumnya dengan konsep pengembangan yang terdapat di beberapa dokumen

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

perencanaan lainnya. Dengan demikian, adanya sinkronisasi itu diharapkan tidak ada perencanaan yang tumpang tindih untuk
kawasan permukiman kumuh Kelurahan Banaran.

TABEL. Pengembangan Kawasan Permukiman


Aspek
No Kawasan Kumuh Permasalahan Konsep Pengembangan Konsep Penanganan Strategi Penanganan
Kekumuhan
1 Prioritas : I Bangunan  76% Bangunan tidak teratur RDTRK: Konsolidasi lahan dan penataan  Pengaturan KDB, KLB, KDH
Kawasan : Banaran I (RT 2 RW 2) Hunian  18% Kepadatan bangunan  Pengawasan area bangunan  Penertiban IMB
Tipologi : Dataran Rendah tidak sesuai ketentuan terbangun dengan ketat di  Pembatasan pembangunan
 17% Bangunan tidak daerah dengan kepadatan hunian
memenuhi persyaratan teknis tinggi. Perbaikan rumah tidak layak huni  Bantuan perbaikan rumah tidak
layak huni
Jalan  0% Area tidak terlayani oleh RTRW: Peningkatan pelayanan dan  Perbaikan jalan lingkungan
Lingkungan jaringan jalan lingkungan  Perbaikan dan peningkatan kualitas jalan lingkungan  Pemeliharaan jalan lingkungan
 40% Area memiliki kualitas kualitas jalan yang
permukaan jalan yang buruk diprioritaskan pada
jaringan jalan utama
khususnya yang saat ini
mengalami kerusakan atau
mengarah pada kondisi
rusak.
RDTRK:
 Penambahan atau
perluasan jaringan jalan.
RPJMD:
 Peningkatan pembangunan
jalan dan jembatan antar
daerah, antar kecamatan
antar desa, sentra-sentra
produksi pertanian dan
wilayah tujuan wisata.
 Peningkatan kondisi
pelayanan prasarana jalan
untuk kelancaran
pelayanan angkutan orang,
barang dan jasa serta
peningkatan keselamatan
lalu lintas jalan.
Penyediaan  91% Populasi tidak dapat RTRW: Peningkatan pelayanan  Penyediaan sambungan rumah

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Air Bersih mengakses air minum yang  Pengembangan sistem penyediaan air bersih melalui PDAM
aman jaringan air bersih oleh
 0% Populasi tidak terpenuhi PDAM.
kebutuhan air minimum
RDTRK:
minimalnya
 Peningkatan pelayanan air
bersih
Drainase  0% Area terjadi genangan > RDTRK: Peningkatan pelayanan dan  Pembangunan drainase
Lingkungan 30 cm  Peningkatan kualitas dan kualitas drainase lingkungan lingkungan
 0% Tidak tersedia drainase kuantitas dimensi saluran  Perbaikan drainase lingkungan
lingkungan
drainase.  Pemeliharaan drainase lingkungan
 0% Drainase lingkungan tidak
terhubung dengan sistem kota
 0% Area memiliki drainase
lingkungan yang kotor dan
berbau
 0% Area memiliki kualitas
kontruksi drainase lingkungan
yang buruk
Pengelolaan  9% Sistem air limbah yang RTRW: Peningkatan pelayanan dan  Pembangunan IPAL komunal
Sanitasi tidak sesuai standar teknis  Penerapan sistem kualitas sarpras pengelolaan air  Pembangunan jamban pribadi
 0% Sarpras air limbah tidak pengelolaan limbah tiap limbah atau MCK Umum
sesuai persyaratan teknis rumah tangga dan komunal  Pemeliharaan sarpras pengelolaan
pada kawasan permukiman air limbah
padat penduduk.
 Pengembangan jaringan
perpipaan dan sistem
pengolahan air limbah cair
domestik pada kawasan
peruntukan permukiman
terpadu di perkotaan.
 Penyediaan pengolah
limbah setempat pada
lingkungan perumahan,
fasilitas umum, fasilitas
sosial dan perdagangan.
RDTRK:
 Pengembangan instalasi
pengelolaan air limbah di
kawasan padat.

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Pengelolaan  0% Sarpras pengelolaan RTRW: Peningkatan pelayanan dan  Penyediaan sarpras persampahan
Sampah persampahan yang tidak  Penyediaan bak-bak kualitas sarpras pengelolaan 3R
memenuhi persyaratan teknis sampah di tiap sumber sampah  Pemeliharaan sarpras
 0% Sistem persampahan tidak sampah domestik dan non persampahan
sesuai standar teknis
domestik.  Pengelolaan sampah berbasis
 100% Sarpras persampahan
 Pengumpulan sampah oleh masyarakat
tidak terpelihara
petugas kebersihan
menggunakan gerobak-
gerobak tangan untuk
dibuang ke TPS dan
diangkut ke TPA.
RDTRK:
 Pengembangan sistem
pengelolaan sampah
terpadu yang melibatkan
kelompok masyarakat.
 Pengelolaan sampah
berupa tindakan daur ulang
atau komposting di daerah
masing-masing.
Proteksi  100% Area tidak memiliki RPJMD: Peningkatan pelayanan proteksi  Penyediaan sarpras proteksi
Kebakaran prasarana proteksi kebakaran  Peningkatan kesiagaan dan kebakaran kebakaran
 100% Area tidak memiliki pencegahan bahaya  Pemeliharaan sarpras proteksi
sarana proteksi kebakaran kebakaran. kebakaran
Ruang Publik  Minimnya RTH privat dan RTH RTRW: Peningkatan penghijauan  Penyediaan sarana penghijauan
lingkungan  Pengadaan kawasan ruang lingkungan lingkungan
terbuka hijau seluas 30%  Pemeliharaan sarana dan
dari luas kawasan penghijauan lingkungan
perkotaan, meliputi 20%
RTH publik dan 10% RTH
privat.
RDTRK:
 Peningkatan kapasitas
pelayanan dan kualitas
fasilitas pendidikan,
kesehatan, dan pelayanan
umum lainnya.
 Perbaikan dan peningkatan
fasilitas yang sudah ada.
 Pengembangan fasilitas
baru yang dibutuhkan.

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Sosial  Kurangnya kesadaran RPJMD: Peningkatan kapasitas dan  Pemahaman masyarakat akan
masyarakat terhadap  Peningkatan sarana dan kesadaran masyarakat tentang lingkungan bersih dan sehat
lingkungannya prasarana dasar lingkungan bersih dan sehat
Ekonomi  Kurangnya ketrampilan usaha pemukiman yang layak dan Peningkatan kapasitas  Peningkatan ketrampilan usaha
bagi MBR karena faktor sehat dengan mendorong masyarakat tentang ekonomi ekonomi masyarakat
pendidikan kreatif  Pemahaman kemitraan, branding,
swadaya masyarakat.
perizinan usaha ekonomi
 Peningkatan daya dukung masyarakat
lingkungan melalui
peningkatan pembangunan
infrastruktur lingkungan
dan konservasi dengan
mengedepankan
pemberdayaan dan
partisipasi masyarakat.
 Pembinaan partisipasi sosial
masyarakat.
 Pengembangan UMKM
yang dapat memberikan
kontribusi terhadap
pertumbuhan ekonomi dan
perluasan lapangan kerja.
 Peningkatan usaha
ekonomi masyarakat yang
didukung dengan Teknologi
Tepat Guna (TTG).
 Pemberdayaan masyarakat
untuk berperilaku hidup
sehat.
RENSTRA KEC.
KERTOSONO:
 Meningkatnya peran serta
masyarakat dalam kegiatan
lingkungan.
2 Prioritas : II Bangunan  46% Bangunan tidak teratur RDTRK: Konsolidasi lahan dan penataan  Pengaturan KDB, KLB, KDH
Kawasan : Banaran II (RW 10) Hunian  22% Kepadatan bangunan  Pengawasan area bangunan  Penertiban IMB
Tipologi : Dataran Rendah tidak sesuai ketentuan terbangun dengan ketat di  Pembatasan pembangunan
 20% Bangunan tidak daerah dengan kepadatan hunian
memenuhi persyaratan teknis tinggi. Perbaikan rumah tidak layak huni  Bantuan perbaikan rumah tidak
layak huni
Jalan  0% Area tidak terlayani oleh RTRW: Peningkatan pelayanan dan  Perbaikan jalan lingkungan
Lingkungan jaringan jalan lingkungan  Perbaikan dan peningkatan kualitas jalan lingkungan  Pemeliharaan jalan lingkungan

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

 22% Area memiliki kualitas kualitas jalan yang


permukaan jalan yang buruk diprioritaskan pada
jaringan jalan utama
khususnya yang saat ini
mengalami kerusakan atau
mengarah pada kondisi
rusak.
RDTRK:
 Penambahan atau
perluasan jaringan jalan.
RPJMD:
 Peningkatan pembangunan
jalan dan jembatan antar
daerah, antar kecamatan
antar desa, sentra-sentra
produksi pertanian dan
wilayah tujuan wisata.
 Peningkatan kondisi
pelayanan prasarana jalan
untuk kelancaran
pelayanan angkutan orang,
barang dan jasa serta
peningkatan keselamatan
lalu lintas jalan.
Penyediaan  100% Populasi tidak dapat RTRW: Peningkatan pelayanan  Penyediaan sambungan rumah
Air Bersih mengakses air minum yang  Pengembangan sistem penyediaan air bersih melalui PDAM
aman jaringan air bersih oleh
 0% Populasi tidak terpenuhi PDAM.
kebutuhan air minimum
RDTRK:
minimalnya
 Peningkatan pelayanan air
bersih
Drainase  0% Area terjadi genangan > RDTRK: Peningkatan pelayanan dan  Pembangunan drainase
Lingkungan 30 cm  Peningkatan kualitas dan kualitas drainase lingkungan lingkungan
 6% Tidak tersedia drainase kuantitas dimensi saluran  Perbaikan drainase lingkungan
lingkungan drainase.  Pemeliharaan drainase lingkungan
 5% Drainase lingkungan tidak
terhubung dengan sistem kota
 100% Area memiliki drainase
lingkungan yang kotor dan
berbau
 40% Area memiliki kualitas
kontruksi drainase lingkungan
yang buruk

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Pengelolaan  0% Sistem air limbah yang RTRW: Peningkatan pelayanan dan  Pembangunan IPAL komunal
Sanitasi tidak sesuai standar teknis  Penerapan sistem kualitas sarpras pengelolaan air  Pembangunan jamban pribadi
 100% Sarpras air limbah tidak pengelolaan limbah tiap limbah atau MCK Umum
sesuai persyaratan teknis rumah tangga dan komunal  Pemeliharaan sarpras pengelolaan
pada kawasan permukiman air limbah
padat penduduk.
 Pengembangan jaringan
perpipaan dan sistem
pengolahan air limbah cair
domestik pada kawasan
peruntukan permukiman
terpadu di perkotaan.
 Penyediaan pengolah
limbah setempat pada
lingkungan perumahan,
fasilitas umum, fasilitas
sosial dan perdagangan.
RDTRK:
 Pengembangan instalasi
pengelolaan air limbah di
kawasan padat.
Pengelolaan  0% Sarpras pengelolaan RTRW: Peningkatan pelayanan dan  Penyediaan sarpras persampahan
Sampah persampahan yang tidak  Penyediaan bak-bak kualitas sarpras pengelolaan 3R
memenuhi persyaratan teknis sampah di tiap sumber sampah  Pemeliharaan sarpras
 100% Sistem persampahan sampah domestik dan non persampahan
tidak sesuai standar teknis domestik.  Pengelolaan sampah berbasis
 100% Sarpras persampahan
 Pengumpulan sampah oleh masyarakat
tidak terpelihara
petugas kebersihan
menggunakan gerobak-
gerobak tangan untuk
dibuang ke TPS dan
diangkut ke TPA.
RDTRK:
 Pengembangan sistem
pengelolaan sampah
terpadu yang melibatkan
kelompok masyarakat.
 Pengelolaan sampah
berupa tindakan daur ulang
atau komposting di daerah
masing-masing.
Proteksi  100% Area tidak memiliki RPJMD: Peningkatan pelayanan proteksi  Penyediaan sarpras proteksi

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Kebakaran prasarana proteksi kebakaran  Peningkatan kesiagaan dan kebakaran kebakaran


 100% Area tidak memiliki pencegahan bahaya  Pemeliharaan sarpras proteksi
sarana proteksi kebakaran kebakaran. kebakaran
Ruang Publik  Minimnya RTH privat dan RTH RTRW: Peningkatan penghijauan  Penyediaan sarana penghijauan
lingkungan  Pengadaan kawasan ruang lingkungan lingkungan
 Pasar tradisional Kertosono terbuka hijau seluas 30%  Pemeliharaan sarana dan
yang kurang tertib dan dari luas kawasan penghijauan lingkungan
semrawut perkotaan, meliputi 20% Peningkatan lingkungan dan  Penertiban PKL
RTH publik dan 10% RTH fasilitas pasar tradisional  Penataan dan perbaikan pasar
privat. tradisional kertosono
RDTRK:
 Peningkatan kapasitas
pelayanan dan kualitas
fasilitas pendidikan,
kesehatan, dan pelayanan
umum lainnya.
 Perbaikan dan peningkatan
fasilitas yang sudah ada.
 Pengembangan fasilitas
baru yang dibutuhkan.
Sosial  Kurangnya kesadaran RPJMD: Peningkatan kapasitas dan  Pemahaman masyarakat akan
masyarakat terhadap  Peningkatan sarana dan kesadaran masyarakat tentang lingkungan bersih dan sehat
lingkungannya prasarana dasar lingkungan bersih dan sehat
Ekonomi  Kurangnya ketrampilan usaha pemukiman yang layak dan Peningkatan kapasitas  Peningkatan ketrampilan usaha
bagi MBR karena faktor sehat dengan mendorong masyarakat tentang eknomi ekonomi masyarakat
pendidikan kreatif  Pemahaman kemitraan, branding,
swadaya masyarakat.
perizinan usaha ekonomi
 Peningkatan daya dukung masyarakat
lingkungan melalui
peningkatan pembangunan
infrastruktur lingkungan
dan konservasi dengan
mengedepankan
pemberdayaan dan
partisipasi masyarakat.
 Pembinaan partisipasi sosial
masyarakat.
 Pengembangan UMKM
yang dapat memberikan
kontribusi terhadap
pertumbuhan ekonomi dan
perluasan lapangan kerja.
 Peningkatan usaha

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

ekonomi masyarakat yang


didukung dengan Teknologi
Tepat Guna (TTG).
 Pemberdayaan masyarakat
untuk berperilaku hidup
sehat.
RENSTRA KEC.
KERTOSONO:
 Meningkatnya peran serta
masyarakat dalam
kegiatan lingkungan.
3 Prioritas : III Bangunan  26% Bangunan tidak teratur RDTRK: Konsolidasi lahan dan penataan  Pengaturan KDB, KLB, KDH
Kawasan : Banaran III Hunian  16% Kepadatan bangunan  Pengawasan area bangunan  Penertiban IMB
(RW 4 dan RT 2 RW 5) tidak sesuai ketentuan terbangun dengan ketat di  Pembatasan pembangunan
Tipologi : Dataran Rendah  4% Bangunan tidak daerah dengan kepadatan hunian
memenuhi persyaratan teknis tinggi. Perbaikan rumah tidak layak huni  Bantuan perbaikan rumah tidak
layak huni
Jalan  0% Area tidak terlayani oleh RTRW: Peningkatan pelayanan dan  Perbaikan jalan lingkungan
Lingkungan jaringan jalan lingkungan  Perbaikan dan peningkatan kualitas jalan lingkungan  Pemeliharaan jalan lingkungan
 39% Area memiliki kualitas kualitas jalan yang
permukaan jalan yang buruk diprioritaskan pada
jaringan jalan utama
khususnya yang saat ini
mengalami kerusakan atau
mengarah pada kondisi
rusak.
RDTRK:
 Penambahan atau
perluasan jaringan jalan.
RPJMD:
 Peningkatan pembangunan
jalan dan jembatan antar
daerah, antar kecamatan
antar desa, sentra-sentra
produksi pertanian dan
wilayah tujuan wisata.
 Peningkatan kondisi
pelayanan prasarana jalan
untuk kelancaran
pelayanan angkutan orang,
barang dan jasa serta
peningkatan keselamatan

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

lalu lintas jalan.


Penyediaan  68% Populasi tidak dapat RTRW: Peningkatan pelayanan  Penyediaan sambungan rumah
Air Bersih mengakses air minum yang  Pengembangan sistem penyediaan air bersih melalui PDAM
aman jaringan air bersih oleh
 0% Populasi tidak terpenuhi PDAM.
kebutuhan air minimum
RDTRK:
minimalnya
 Peningkatan pelayanan air
bersih
Drainase  0% Area terjadi genangan > RTRW: Peningkatan pelayanan dan  Pembangunan drainase
Lingkungan 30 cm  Pengkoordinasian kualitas drainase lingkungan lingkungan
 8% Tidak tersedia drainase pengelolaan dan  Perbaikan drainase lingkungan
lingkungan pengembangan drainase.  Pemeliharaan drainase lingkungan
 0% Drainase lingkungan tidak
RDTRK:
terhubung dengan sistem kota
 100% Area memiliki drainase  Peningkatan kualitas dan
lingkungan yang kotor dan kuantitas dimensi saluran
berbau drainase.
 32% Area memiliki kualitas  Pengadaan sumur-sumur
kontruksi drainase lingkungan resapan di kawasan
yang buruk
permukiman dan ruang
terbuka hijau.

Pengelolaan  0% Sistem air limbah yang RTRW: Peningkatan pelayanan dan  Pembangunan IPAL komunal
Sanitasi tidak sesuai standar teknis  Penerapan sistem kualitas sarpras pengelolaan air  Pembangunan jamban pribadi
 100% Sarpras air limbah tidak pengelolaan limbah tiap limbah atau MCK Umum
sesuai persyaratan teknis rumah tangga dan komunal  Pemeliharaan sarpras pengelolaan
pada kawasan permukiman air limbah
padat penduduk.
 Pengembangan jaringan
perpipaan dan sistem
pengolahan air limbah cair
domestik pada kawasan
peruntukan permukiman
terpadu di perkotaan.
 Penyediaan pengolah
limbah setempat pada
lingkungan perumahan,
fasilitas umum, fasilitas
sosial dan perdagangan.
RDTRK:
 Pengembangan instalasi
pengelolaan air limbah di
kawasan padat.

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Pengelolaan  0% Sarpras pengelolaan RTRW: Peningkatan pelayanan dan  Penyediaan sarpras persampahan
Sampah persampahan yang tidak  Penyediaan bak-bak kualitas sarpras pengelolaan 3R
memenuhi persyaratan teknis sampah di tiap sumber sampah  Pemeliharaan sarpras
 100% Sistem persampahan sampah domestik dan non persampahan
tidak sesuai standar teknis
domestik.  Pengelolaan sampah berbasis
 0% Sarpras persampahan
 Pengumpulan sampah oleh masyarakat
tidak terpelihara
petugas kebersihan
menggunakan gerobak-
gerobak tangan untuk
dibuang ke TPS dan
diangkut ke TPA.
RDTRK:
 Pengembangan sistem
pengelolaan sampah
terpadu yang melibatkan
kelompok masyarakat.
 Pengelolaan sampah
berupa tindakan daur ulang
atau komposting di daerah
masing-masing.
Proteksi  100% Area tidak memiliki RPJMD: Peningkatan pelayanan proteksi  Penyediaan sarpras proteksi
Kebakaran prasarana proteksi kebakaran  Peningkatan kesiagaan dan kebakaran kebakaran
 100% Area tidak memiliki pencegahan bahaya  Pemeliharaan sarpras proteksi
sarana proteksi kebakaran kebakaran. kebakaran
Ruang Publik  Minimnya RTH privat dan RTH RTRW: Peningkatan penghijauan  Penyediaan sarana penghijauan
lingkungan  Pengadaan kawasan ruang lingkungan lingkungan
terbuka hijau seluas 30%  Pemeliharaan sarana dan
dari luas kawasan penghijauan lingkungan
perkotaan, meliputi 20%
RTH publik dan 10% RTH
privat.
RDTRK:
 Peningkatan kapasitas
pelayanan dan kualitas
fasilitas pendidikan,
kesehatan, dan pelayanan
umum lainnya.
 Perbaikan dan peningkatan
fasilitas yang sudah ada.
 Pengembangan fasilitas
baru yang dibutuhkan.

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Sosial  Kurangnya kesadaran RPJMD: Peningkatan kapasitas dan  Pemahaman masyarakat akan
masyarakat terhadap  Peningkatan sarana dan kesadaran masyarakat tentang lingkungan bersih dan sehat
lingkungannya prasarana dasar lingkungan bersih dan sehat
Ekonomi  Kurangnya ketrampilan usaha pemukiman yang layak dan Peningkatan kapasitas  Peningkatan ketrampilan usaha
bagi MBR karena faktor sehat dengan mendorong masyarakat tentang ekonomi ekonomi masyarakat
pendidikan kreatif  Pemahaman kemitraan, branding,
swadaya masyarakat.
perizinan usaha ekonomi
 Peningkatan daya dukung masyarakat
lingkungan melalui
peningkatan pembangunan
infrastruktur lingkungan
dan konservasi dengan
mengedepankan
pemberdayaan dan
partisipasi masyarakat.
 Pembinaan partisipasi sosial
masyarakat.
 Pengembangan UMKM
yang dapat memberikan
kontribusi terhadap
pertumbuhan ekonomi dan
perluasan lapangan kerja.
 Peningkatan usaha
ekonomi masyarakat yang
didukung dengan Teknologi
Tepat Guna (TTG).
 Pemberdayaan masyarakat
untuk berperilaku hidup
sehat.
RENSTRA KEC.
KERTOSONO:
 Meningkatnya peran serta
masyarakat dalam kegiatan
lingkungan.
Sumber: Hasil Analisis, Tahun 2017

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

4.4 KONSEP PENCEGAHAN PERMUKIMAN KUMUH

Konsep pencegahan yang dimaksud disini merupakan konsep yang direncanakan untuk mencegah terjadinya kekumuhan
kembali atau mencegah kawasan permukiman kumuh agar tidak lebih kumuh dari sebelumnya.

TABEL. Pencegahan Kawasan Permukiman Kumuh


Aspek
No Kawasan Kumuh Permasalahan Konsep Pencegahan
Kekumuhan
1 Prioritas : Bangunan  76% Bangunan tidak teratur PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN
I , II, III Hunian  18% Kepadatan bangunan  Pengawasan dan pengendalian perizinan, standar teknis, dan kelaikan fungsi bangunan hunian.
tidak sesuai ketentuan  Pengawasan dan pengendalian dilaksanakan pada tahap perencanaan, tahap pembangunan,
 17% Bangunan tidak
Kawasan : dan tahap pemanfaatan.
memenuhi persyaratan teknis
Banaran I (RT 2 RW 2)  Pengawasan dan pengendalian kesesuaian dilakukan pada tahap perencanaan permukiman
Banaran II (RW 10) terhadap perizinan meliputi izin prinsip, izin lokasi, izin penggunaan pemanfaatan tanah, izin
Banaran III (RW 4 dan RT 2 RW mendirikan bangunan, dan izin lain berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
5) PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Pendampingan
Tipologi:  Penyuluhan terkait bangunan hunian yang layak dan berizin.
Dataran Rendah  Pembimbingan terkait bangunan hunian yang layak dan berizin.
 Bantuan teknis bangunan
Pelayanan Informasi
Pelayanan informasi yang diberikan meliputi informasi terkait:
 Rencana tata ruang
 Penataan bangunan dan lingkungan
 Perizinan dan
 Standar perumahan dan permukiman
Jalan  0% Area tidak terlayani oleh PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN
Lingkungan jaringan jalan lingkungan  Pengawasan dan pengendalian standar teknis dan kelaikan fungsi jalan lingkungan.
 40% Area memiliki kualitas  Pengawasan dan pengendalian dilaksanakan pada tahap perencanaan, tahap pembangunan,
permukaan jalan yang buruk
dan tahap pemanfaatan.
Penyediaan  91% Populasi tidak dapat PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN
Air Bersih mengakses air minum yang  Pengawasan dan pengendalian standar teknis dan kelaikan fungsi sarpras penyediaan air bersih.
aman  Pengawasan dan pengendalian dilaksanakan pada tahap perencanaan, tahap pembangunan,
 0% Populasi tidak terpenuhi
dan tahap pemanfaatan.
kebutuhan air minimum
minimalnya
Drainase  0% Area terjadi genangan > PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN
Lingkungan 30 cm  Pengawasan dan pengendalian standar teknis dan kelaikan drainase lingkungan.

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

 0% Tidak tersedia drainase  Pengawasan dan pengendalian dilaksanakan pada tahap perencanaan, tahap pembangunan,
lingkungan dan tahap pemanfaatan.
 0% Drainase lingkungan tidak
terhubung dengan sistem kota
 0% Area memiliki drainase
lingkungan yang kotor dan
berbau
 0% Area memiliki kualitas
kontruksi drainase lingkungan
yang buruk
Pengelolaan  9% Sistem air limbah yang PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN
Sanitasi tidak sesuai standar teknis  Pengawasan dan pengendalian standar teknis dan kelaikan fungsi sarpras pengelolaan air
 0% Sarpras air limbah tidak limbah.
sesuai persyaratan teknis
 Pengawasan dan pengendalian dilaksanakan pada tahap perencanaan, tahap pembangunan,
dan tahap pemanfaatan.
Pengelolaan  0% Sarpras pengelolaan PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN
Sampah persampahan yang tidak  Pengawasan dan pengendalian standar teknis dan kelaikan fungsi sarpras pengelolaan sampah.
memenuhi persyaratan teknis  Pengawasan dan pengendalian dilaksanakan pada tahap perencanaan, tahap pembangunan,
 0% Sistem persampahan tidak
dan tahap pemanfaatan.
sesuai standar teknis
 100% Sarpras persampahan
tidak terpelihara
Proteksi  100% Area tidak memiliki PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN
Kebakaran prasarana proteksi kebakaran  Pengawasan dan pengendalian standar teknis dan kelaikan fungsi sarpras proteksi kebakaran.
 100% Area tidak memiliki  Pengawasan dan pengendalian dilaksanakan pada tahap perencanaan, tahap pembangunan,
sarana proteksi kebakaran
dan tahap pemanfaatan.
Ruang Publik  Minimnya RTH privat dan RTH PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN
lingkungan  Pengawasan dan pengendalian standar teknis dan kelaikan fungsi ruang publik.
 Pengawasan dan pengendalian dilaksanakan pada tahap perencanaan, tahap pembangunan,
dan tahap pemanfaatan.
Sosial  Kurangnya kesadaran PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
masyarakat terhadap Pendampingan
lingkungannya  Penyuluhan terkait lingkungan bersih dan sehat serta ekonomi kreatif
Ekonomi  Kurangnya ketrampilan usaha  Pembimbingan terkait lingkungan bersih dan sehat serta ekonomi kreatif
bagi MBR karena faktor
 Bantuan teknis lingkungan bersih dan sehat serta ekonomi kreatif
pendidikan
Pelayanan Informasi
Pelayanan informasi yang diberikan meliputi informasi terkait:
 Perizinan usaha dan produk ekonomi
Sumber: Hasil Analisis, Tahun 2017

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

4.5 PENETAPAN KAWASAN PRIORITAS

Berikut tiga kawasan permukiman kumuh Kelurahan Banaran dengan prioritasnya yang didasarkan pada proses skoring
sebelumnya.

Penetapan Kawasan Prioritas


Sumber: Hasil Analisis, Tahun 2017

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

BAB 5
RENCANA AKSI
PROGRAM PENANGANAN
PERMUKIMAN KUMUH
5.1 RUMUSAN KEBUTUHAN PENANGANAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH

Berdasarkan konsep penanganan, pengembangan, dan pencegahan yang dirumuskan sebelumnya dapat dirumuskan pula
kebutuhan penanganan yang merupakan cakupan kegiatan secara umum penanganan kawasan permukiman kumuh.

TABEL. Kebutuhan Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh


Aspek
No Kawasan Kumuh Permasalahan Konsep Penanganan Strategi Penanganan Kebutuhan Penanganan
Kekumuhan
1 Prioritas : I Bangunan  76% Bangunan tidak teratur Konsolidasi lahan dan  Pengaturan KDB, KLB,  Sosialisasi peraturan
Kawasan : Banaran I (RT 2 RW 2) Hunian  18% Kepadatan bangunan tidak penataan bangunan KDH pendirian bangunan
Tipologi : Dataran Rendah sesuai ketentuan  Penertiban IMB
 17% Bangunan tidak memenuhi  Pembatasan
persyaratan teknis pembangunan hunian

Perbaikan rumah tidak layak  Bantuan perbaikan  Perbaikan RTLH


huni rumah tidak layak huni
Jalan  0% Area tidak terlayani oleh Peningkatan pelayanan dan  Perbaikan jalan  Pembangunan jalan
Lingkungan jaringan jalan lingkungan kualitas jalan lingkungan lingkungan paving
 40% Area memiliki kualitas  Pemeliharaan jalan  Perbaikan jalan aspal
permukaan jalan yang buruk lingkungan  Pengadaan penerangan
jalan
Penyediaan Air  91% Populasi tidak dapat Peningkatan pelayanan  Penyediaan sambungan  Pembangunan sumur bor
Bersih mengakses air minum yang penyediaan air bersih rumah melalui PDAM dan tandon air
aman  Pemasangan Sambungan
 0% Populasi tidak terpenuhi
Rumah air PDAM
kebutuhan air minimum

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

minimalnya
Drainase  0% Area terjadi genangan > 30 Peningkatan pelayanan dan  Pembangunan drainase  Pembangunan saluran
Lingkungan cm kualitas drainase lingkungan lingkungan drainase
 0% Tidak tersedia drainase  Perbaikan drainase  Sosialisasi pengelolaan
lingkungan dan pemanfaatan saluran
lingkungan
 0% Drainase lingkungan tidak drainase
 Pemeliharaan drainase
terhubung dengan sistem kota
 0% Area memiliki drainase lingkungan
lingkungan yang kotor dan
berbau
 0% Area memiliki kualitas
kontruksi drainase lingkungan
yang buruk
Pengelolaan  9% Sistem air limbah yang tidak Peningkatan pelayanan dan  Pembangunan IPAL  Pembangunan MCK
Sanitasi sesuai standar teknis kualitas sarpras pengelolaan komunal Umum
 0% Sarpras air limbah tidak air limbah  Pembangunan jamban  Pembangunan jamban
sesuai persyaratan teknis
pribadi atau MCK Umum pribadi
 Pemeliharaan sarpras  Pembangunan IPAL
pengelolaan air limbah komunal (graywater)
 Pelatihan pengembangan
pengelolaan limbah
rumah tangga
(graywater) dan industri
rumah tangga
Pengelolaan  0% Sarpras pengelolaan Peningkatan pelayanan dan  Penyediaan sarpras  Pengadaan bak sampah
Sampah persampahan yang tidak kualitas sarpras pengelolaan persampahan 3R pilah
memenuhi persyaratan teknis sampah  Pemeliharaan sarpras  Pengadaan gerobak
 0% Sistem persampahan tidak
persampahan motor sampah
sesuai standar teknis
 Pengelolaan sampah  Pelatihan pengembangan
 100% Sarpras persampahan
berbasis masyarakat program Bank Sampah
tidak terpelihara
 Sosialisasi Bank Sampah
Proteksi  100% Area tidak memiliki Peningkatan pelayanan  Penyediaan sarpras  Pengadaan APAR
Kebakaran prasarana proteksi kebakaran proteksi kebakaran proteksi kebakaran
 100% Area tidak memiliki  Pemeliharaan sarpras
sarana proteksi kebakaran
proteksi kebakaran
Ruang Publik  Minimnya RTH privat dan RTH Peningkatan penghijauan  Penyediaan sarana  Pembangunan jalur hijau
lingkungan lingkungan penghijauan lingkungan  Pembangunan RTH
 Pemeliharaan sarana dan publik
penghijauan lingkungan  Pelatihan pengembangan
program penghijauan
 Pembagian bibit tanaman
Sosial  Kurangnya kesadaran Peningkatan kapasitas dan  Pemahaman masyarakat  Pelatihan pengembangan
masyarakat terhadap kesadaran masyarakat akan lingkungan bersih program Bank Sampah

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

lingkungannya tentang lingkungan bersih dan dan sehat  Pelatihan pengembangan


sehat program penghijauan
 Pelatihan pengembangan
pengelolaan limbah
rumah tangga
(graywater) dan industri
rumah tangga
 Pembagian bibit tanaman
 Pengadaan papan
informasi aturan
bersama lingkungan
 Sosialisasi pengelolaan
dan pemanfaatan saluran
drainase
 Sosialisasi peraturan
pendirian bangunan
 Sosialisasi PHBS dan
Bank Sampah
Ekonomi  Kurangnya ketrampilan usaha Peningkatan kapasitas  Peningkatan ketrampilan  Pelatihan pembuatan
bagi MBR karena faktor masyarakat tentang ekonomi usaha ekonomi minuman sehat rempah
pendidikan kreatif masyarakat  Pelatihan desain
 Pemahaman kemitraan, packaging produk
branding, perizinan  Pelatihan izin produk
usaha ekonomi dan usaha
masyarakat  Pelatihan kemitraan
usaha
2 Prioritas : II Bangunan  46% Bangunan tidak teratur Konsolidasi lahan dan  Pengaturan KDB, KLB,  Sosialisasi peraturan
Kawasan : Banaran II (RW 10) Hunian  22% Kepadatan bangunan tidak penataan bangunan KDH pendirian bangunan
Tipologi : Dataran Rendah sesuai ketentuan  Penertiban IMB
 20% Bangunan tidak memenuhi  Pembatasan
persyaratan teknis pembangunan hunian

Perbaikan rumah tidak layak  Bantuan perbaikan  Perbaikan RTLH


huni rumah tidak layak huni
Jalan  0% Area tidak terlayani oleh Peningkatan pelayanan dan  Perbaikan jalan  Pembangunan jalan
Lingkungan jaringan jalan lingkungan kualitas jalan lingkungan lingkungan paving
 22% Area memiliki kualitas  Pemeliharaan jalan  Perbaikan jalan paving
permukaan jalan yang buruk lingkungan
Penyediaan Air  100% Populasi tidak dapat Peningkatan pelayanan  Penyediaan sambungan  Pemasangan Sambungan
Bersih mengakses air minum yang penyediaan air bersih rumah melalui PDAM Rumah air PDAM
aman
 0% Populasi tidak terpenuhi
kebutuhan air minimum
minimalnya

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Drainase  0% Area terjadi genangan > 30 Peningkatan pelayanan dan  Pembangunan drainase  Pembangunan saluran
Lingkungan cm kualitas drainase lingkungan lingkungan drainase
 6% Tidak tersedia drainase  Perbaikan drainase  Pembangunan sumur
lingkungan
lingkungan resapan
 5% Drainase lingkungan tidak
 Pemeliharaan drainase  Pembangunan biopori
terhubung dengan sistem kota
lingkungan  Sosialisasi pengelolaan
 100% Area memiliki drainase
lingkungan yang kotor dan dan pemanfaatan saluran
berbau drainase
 40% Area memiliki kualitas
kontruksi drainase lingkungan
yang buruk
Pengelolaan  0% Sistem air limbah yang tidak Peningkatan pelayanan dan  Pembangunan IPAL  Pembangunan jamban
Sanitasi sesuai standar teknis kualitas sarpras pengelolaan komunal pribadi
 100% Sarpras air limbah tidak air limbah  Pembangunan jamban  Pengadaan lahan
sesuai persyaratan teknis
pribadi atau MCK Umum pembangunan IPAL
 Pemeliharaan sarpras komunal (graywater)
pengelolaan air limbah  Pembangunan IPAL
komunal (graywater)
 Pelatihan pengembangan
pengelolaan limbah
rumah tangga
(graywater) dan industri
rumah tangga
Pengelolaan  0% Sarpras pengelolaan Peningkatan pelayanan dan  Penyediaan sarpras  Pengadaan bak sampah
Sampah persampahan yang tidak kualitas sarpras pengelolaan persampahan 3R pilah
memenuhi persyaratan teknis sampah  Pemeliharaan sarpras  Pengadaan gerobak
 100% Sistem persampahan
persampahan motor sampah
tidak sesuai standar teknis
 Pengelolaan sampah  Peningkatan TPS menjadi
 100% Sarpras persampahan
berbasis masyarakat TPS 3R
tidak terpelihara
 Pelatihan pengembangan
program Bank Sampah
 Sosialisasi Bank Sampah
Proteksi  100% Area tidak memiliki Peningkatan pelayanan  Penyediaan sarpras  Pengadaan APAR
Kebakaran prasarana proteksi kebakaran proteksi kebakaran proteksi kebakaran  Pembangunan pos
 100% Area tidak memiliki  Pemeliharaan sarpras pemadam kebakaran
sarana proteksi kebakaran proteksi kebakaran
Ruang Publik  Minimnya RTH privat dan RTH Peningkatan penghijauan  Penyediaan sarana  Pembangunan jalur hijau
lingkungan lingkungan penghijauan lingkungan  Pelatihan pengembangan
 Pasar tradisional Kertosono yang  Pemeliharaan sarana dan program penghijauan
kurang tertib dan semrawut penghijauan lingkungan  Pembagian bibit tanaman
Peningkatan lingkungan dan  Penertiban PKL  Revitalisasi pasar
fasilitas pasar tradisional  Penataan dan perbaikan tradisional kertosono

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

pasar tradisional
kertosono
Sosial  Kurangnya kesadaran Peningkatan kapasitas dan  Pemahaman masyarakat  Pelatihan pengembangan
masyarakat terhadap kesadaran masyarakat akan lingkungan bersih program Bank Sampah
lingkungannya tentang lingkungan bersih dan dan sehat  Pelatihan pengembangan
sehat program penghijauan
 Pelatihan pengembangan
pengelolaan limbah
rumah tangga
(graywater) dan industri
rumah tangga
 Pembagian bibit tanaman
 Pengadaan papan
informasi aturan
bersama lingkungan
 Sosialisasi pengelolaan
dan pemanfaatan saluran
drainase
 Sosialisasi peraturan
pendirian bangunan
 Sosialisasi PHBS dan
Bank Sampah
Ekonomi  Kurangnya ketrampilan usaha Peningkatan kapasitas  Peningkatan ketrampilan  Pelatihan pembuatan
bagi MBR karena faktor masyarakat tentang eknomi usaha ekonomi minuman sehat rempah
pendidikan kreatif masyarakat  Pelatihan desain
 Pemahaman kemitraan, packaging produk
branding, perizinan  Pelatihan izin produk
usaha ekonomi dan usaha
masyarakat  Pelatihan kemitraan
usaha
3 Prioritas : III Bangunan  26% Bangunan tidak teratur Konsolidasi lahan dan  Pengaturan KDB, KLB,  Sosialisasi peraturan
Kawasan : Banaran III Hunian  16% Kepadatan bangunan tidak penataan bangunan KDH pendirian bangunan
(RW 4 dan RT 2 RW 5) sesuai ketentuan  Penertiban IMB
Tipologi : Dataran Rendah  4% Bangunan tidak memenuhi  Pembatasan
persyaratan teknis pembangunan hunian

Perbaikan rumah tidak layak  Bantuan perbaikan  Perbaikan RTLH


huni rumah tidak layak huni
Jalan  0% Area tidak terlayani oleh Peningkatan pelayanan dan  Perbaikan jalan  Pembangunan jalan
Lingkungan jaringan jalan lingkungan kualitas jalan lingkungan lingkungan paving
 39% Area memiliki kualitas  Pemeliharaan jalan  Perbaikan jalan paving
permukaan jalan yang buruk lingkungan
Penyediaan Air  68% Populasi tidak dapat Peningkatan pelayanan  Penyediaan sambungan  Pemasangan Sambungan
Bersih mengakses air minum yang penyediaan air bersih rumah melalui PDAM Rumah air PDAM
aman

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

 0% Populasi tidak terpenuhi


kebutuhan air minimum
minimalnya
Drainase  0% Area terjadi genangan > 30 Peningkatan pelayanan dan  Pembangunan drainase  Pembangunan saluran
Lingkungan cm kualitas drainase lingkungan lingkungan drainase
 8% Tidak tersedia drainase  Perbaikan drainase  Pembangunan sumur
lingkungan
lingkungan resapan
 0% Drainase lingkungan tidak
 Pemeliharaan drainase  Pembangunan biopori
terhubung dengan sistem kota
lingkungan  Sosialisasi pengelolaan
 100% Area memiliki drainase
lingkungan yang kotor dan dan pemanfaatan saluran
berbau drainase
 32% Area memiliki kualitas
kontruksi drainase lingkungan
yang buruk
Pengelolaan  0% Sistem air limbah yang tidak Peningkatan pelayanan dan  Pembangunan IPAL  Pembangunan jamban
Sanitasi sesuai standar teknis kualitas sarpras pengelolaan komunal pribadi
 100% Sarpras air limbah tidak air limbah  Pembangunan jamban  Pelatihan pengembangan
sesuai persyaratan teknis pengelolaan limbah
pribadi atau MCK Umum
 Pemeliharaan sarpras rumah tangga
pengelolaan air limbah (graywater) dan industri
rumah tangga
Pengelolaan  0% Sarpras pengelolaan Peningkatan pelayanan dan  Penyediaan sarpras  Pengadaan bak sampah
Sampah persampahan yang tidak kualitas sarpras pengelolaan persampahan 3R pilah
memenuhi persyaratan teknis sampah  Pemeliharaan sarpras  Pengadaan gerobak
 100% Sistem persampahan
persampahan motor sampah
tidak sesuai standar teknis
 Pengelolaan sampah  Pelatihan pengembangan
 0% Sarpras persampahan tidak
berbasis masyarakat program Bank Sampah
terpelihara
 Sosialisasi Bank Sampah
Proteksi  100% Area tidak memiliki Peningkatan pelayanan  Penyediaan sarpras  Pengadaan APAR
Kebakaran prasarana proteksi kebakaran proteksi kebakaran proteksi kebakaran
 100% Area tidak memiliki  Pemeliharaan sarpras
sarana proteksi kebakaran proteksi kebakaran
Ruang Publik  Minimnya RTH privat dan RTH Peningkatan penghijauan  Penyediaan sarana  Pembangunan jalur hijau
lingkungan lingkungan penghijauan lingkungan  Pelatihan pengembangan
 Pemeliharaan sarana dan program penghijauan
penghijauan lingkungan
Sosial  Kurangnya kesadaran Peningkatan kapasitas dan  Pemahaman masyarakat  Pelatihan pengembangan
masyarakat terhadap kesadaran masyarakat akan lingkungan bersih program Bank Sampah
lingkungannya tentang lingkungan bersih dan dan sehat  Pelatihan pengembangan
sehat program penghijauan
 Pelatihan pengembangan
pengelolaan limbah
rumah tangga

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

(graywater) dan industri


rumah tangga
 Pembagian bibit tanaman
 Pengadaan papan
informasi aturan
bersama lingkungan
 Sosialisasi pengelolaan
dan pemanfaatan saluran
drainase
 Sosialisasi peraturan
pendirian bangunan
 Sosialisasi PHBS dan
Bank Sampah
Ekonomi  Kurangnya ketrampilan usaha Peningkatan kapasitas  Peningkatan ketrampilan  Pelatihan pembuatan
bagi MBR karena faktor masyarakat tentang ekonomi usaha ekonomi minuman sehat rempah
pendidikan kreatif masyarakat  Pelatihan desain
 Pemahaman kemitraan, packaging produk
branding, perizinan  Pelatihan izin produk
usaha ekonomi dan usaha
masyarakat  Pelatihan kemitraan
usaha
Sumber: Hasil Rencana, Tahun 2017

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

5.2 SKENARIO PENTAHAPAN PENANGANAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH

Berdasarkan konsep penanganan, pengembangan, dan pencegahan serta kebutuhan penanganan yang dirumuskan
sebelumnya dapat dirumuskan pula skenario pentahapan penanganan kawasan permukiman kumuh untuk setiap tahunnya dengan
target 0% kumuh di tahun 2019.

TABEL. Pentahapan Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh


Tahun Pelaksanaan
No. Nama Kawasan Program Kegiatan Lokasi Volume Satuan
2017 2018 2019 2020 2021
PENINGKATAN KUALITAS
1. Prioritas : I Peningkatan kualitas
Perbaikan RTLH RT 2 RW 2 7 unit
Kawasan : Banaran I (RT 2 RW 2) fisik bangunan hunian
Tipologi : Dataran Rendah
RT 2 RW 2
gang sebelah timur 100 m
Pembangunan jalan Jl. Bromo
paving RT 2 RW 2
gang sebelah barat 70 m
Jl. Bromo
Peningkatan kualitas RT 2 RW 2
jalan lingkungan Jl. Bromo dan Jl. 210 m
HOS Cokroaminoto
Perbaikan jalan aspal
RT 2 RW 2
Jl. Cipto Mangun 265 m
Kusumo
Pengadaan
RT 2 RW 2 15 unit
penerangan jalan
Pembangunan sumur
RT 2 RW 2 1 unit
bor dan tandon air
Peningkatan kualitas
Pemasangan
pelayanan air minum
Sambungan Rumah RT 2 RW 2 20 unit
air PDAM
Peningkatan kualitas Pembangunan RT 2 RW 2
220 m
drainase lingkungan saluran drainase tepi Jl. Bromo
RT 2 RW 2 530 m

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Tahun Pelaksanaan
No. Nama Kawasan Program Kegiatan Lokasi Volume Satuan
2017 2018 2019 2020 2021
tepi Jl. Cipto
RT 2 RW 2
gang sebelah timur 100 m
Jl. Bromo
Pembangunan MCK
RT 2 RW 2 1 unit
Umum
Peningkatan kualitas
Pembangunan
pelayanan pengelolaan RT 2 RW 2 2 unit
jamban pribadi
sanitasi
Pembangunan IPAL
RT 2 RW 2 1 unit
komunal (graywater)
Pengadaan bak
Peningkatan kualitas RT 2 RW 2 30 unit
sampah pilah
pelayanan pengelolaan
Pengadaan gerobak
sampah RT 2 RW 2 1 unit
motor sampah
Peningkatan kualitas
Pengadaan APAR RT 2 RW 2 1 unit
proteksi kebakaran
Pembangunan jalur RT 2 RW 2
1 ls
Peningkatan kualitas hijau Jalan Lingkungan
ruang publik Pembangunan RTH
RT 2 RW 2 3 m2
publik
2. Prioritas : II Peningkatan kualitas RT 1 RW 10 7 unit
Perbaikan RTLH
Kawasan : Banaran II (RW 10) fisik bangunan hunian RT 2 RW 10 16 unit
Tipologi : Dataran Rendah Pembangunan jalan
RW 10 150 m
Peningkatan kualitas paving
jalan lingkungan Perbaikan jalan
RT 1 RW 10 150 m
paving
Pemasangan
Peningkatan kualitas
sambungan rumah air RT 1 RW 10 11 unit
pelayanan air minum
PDAM
Pembangunan
RW 10 480 m
saluran drainase
Peningkatan kualitas
Pembangunan sumur
drainase lingkungan RW 10 22 unit
resapan
Pembangunan biopori RW 10 11 unit
Peningkatan kualitas Pembangunan RT 1 RW 10 7 unit
pelayanan pengelolaan jamban pribadi RT 2 RW 10 13 unit
sanitasi Pengadaan lahan RT 2 RW 10 150 m2

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Tahun Pelaksanaan
No. Nama Kawasan Program Kegiatan Lokasi Volume Satuan
2017 2018 2019 2020 2021
pembangunan IPAL
komunal (graywater)
Pembangunan IPAL
RT 2 RW 10 1 unit
komunal (graywater)
Pengadaan bak
RT 2 RW 10 5 unit
sampah pilah
Peningkatan kualitas
Pengadaan gerobak
pelayanan pengelolaan RT 2 RW 10 1 unit
motor sampah
sampah
Peningkatan TPS
RT 1 RW 10 1 unit
menjadi TPS 3R
RT 1 RW 10 1 unit
Pengadaan APAR
RT 2 RW 10 1 unit
Peningkatan kualitas
Dekat pasar
proteksi kebakaran Pembangunan pos
kertosono 1 unit
pemadam kebakaran
RT 1 RW 10
Pembangunan jalur RT 1 RW 10 1 ls
Peningkatan kualitas hijau RT 2 RW 10 1 ls
ruang publik Revitalisasi pasar
RT 1 RW 10 1 ls
tradisional kertosono
3. Prioritas : III RT 1 RW 4 3 unit
Peningkatan kualitas
Kawasan : Banaran III Perbaikan RTLH RT 2 RW 4 14 unit
(RW 4 dan RT 2 RW 5) fisik bangunan hunian
RT 2 RW 5 31 unit
Tipologi : Dataran Rendah
Pembangunan jalan RW 4 150 m
paving RT 2 RW 5 125 m
Peningkatan kualitas
RT 1 RW 4 100 m
jalan lingkungan Perbaikan jalan
RT 2 RW 4 50 m
paving
RT 2 RW 5 125 m
Pemasangan RT 1 RW 4 14 unit
Peningkatan kualitas
sambungan rumah air RT 2 RW 4 26 unit
pelayanan air minum
PDAM RT 2 RW 5 24 unit
Pembangunan RW 4 400 m
saluran drainase RT 2 RW 5 200 m
Peningkatan kualitas Pembangunan sumur RW 4 11 unit
drainase lingkungan resapan RT 2 RW 5 11 unit
RW 4 6 unit
Pembangunan biopori
RT 2 RW 5 5 unit

Peningkatan kualitas Pembangunan RT 2 RW 5 6 unit

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Tahun Pelaksanaan
No. Nama Kawasan Program Kegiatan Lokasi Volume Satuan
2017 2018 2019 2020 2021
pelayanan pengelolaan
jamban pribadi
sanitasi
RW 1 RW 4 5 unit
Pengadaan bak
Peningkatan kualitas RT 2 RW 4 5 unit
sampah pilah
pelayanan pengelolaan RT 2 RW 5 5 unit
sampah Pengadaan gerobak
RW 4 1 unit
motor sampah
RT 1 RW 4 1 unit
Peningkatan kualitas
Pengadaan APAR RT 2 RW 4 1 unit
proteksi kebakaran
RT 2 RW 5 1 unit
RT 1 RW 4 1 ls
Peningkatan kualitas Pembangunan jalur
RT 2 RW 4 1 ls
ruang publik hijau
RT 2 RW 5 1 ls
PENCEGAHAN
Pelatihan
pengembangan
1 event
program Bank
Sampah
Pelatihan
pengembangan 1 event
program penghijauan Seluruh Wilayah
Pelatihan Kelurahan
pengembangan
pengelolaan limbah
rumah tangga 1 event
Peningkatan kegiatan
(graywater) dan
sosial ekonomi
industri rumah
linkungan
tangga
Pelatihan pembuatan
minuman sehat 1 event
rempah
Pelatihan desain
1 event
packaging produk Seluruh Wilayah
Pelatihan izin produk Kelurahan
1 event
dan usaha
Pelatihan kemitraan
1 event
usaha
Pengadaan bak 100 unit

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Tahun Pelaksanaan
No. Nama Kawasan Program Kegiatan Lokasi Volume Satuan
2017 2018 2019 2020 2021
sampah pilah
Pembagian bibit
22 paket
tanaman
Pengadaan papan
informasi aturan 2 paket
bersama lingkungan
Sosialisasi
Peningkatan kegiatan pengelolaan dan
Seluruh Wilayah 1 event
komunikasi dan pemanfaatan saluran
Kelurahan
penyebaran informasi drainase
Sosialisasi peraturan
1 event
pendirian bangunan
Sosialisasi PHBS dan
1 event
Bank Sampah
Sumber: Hasil Rencana Tahun 2017

5.3 SKENARIO KOLABORASI PROGRAM (SEL)

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Program penanganan kawasan permukiman kumuh harus dilakukan secara komprehensif yaitu meliputi tiga bidang (Sosial,
Ekonomi, dan Lingkungan), dimana program-program yang mewakili ketiga bidang tersebut dikolaborasikan, yang terklasifikasikan
dalam dua jenis penanganan yaitu peningkatan kualitas dan pencegahan.

TABEL. Kolaborasi Program (Sosial Ekonomi Lingkungan)

No. Nama Kawasan Program Kegiatan Lokasi Volume Satuan


PENINGKATAN KUALITAS
1. Prioritas : I Peningkatan kualitas fisik
Perbaikan RTLH RT 2 RW 2 7 unit
Kawasan : Banaran I (RT 2 RW 2) bangunan hunian
Tipologi : Dataran Rendah
RT 2 RW 2
gang sebelah timur Jl. 100 m
Bromo
Pembangunan jalan paving
RT 2 RW 2
gang sebelah barat Jl. 70 m
Bromo
Peningkatan kualitas jalan RT 2 RW 2
lingkungan Jl. Bromo dan Jl. HOS 210 m
Cokroaminoto
Perbaikan jalan aspal
RT 2 RW 2
265 m
Jl. Cipto Mangun Kusumo

Pengadaan penerangan jalan RT 2 RW 2 15 unit


Pembangunan sumur bor dan
RT 2 RW 2 1 unit
Peningkatan kualitas pelayanan tandon air
air minum Pemasangan Sambungan
RT 2 RW 2 20 unit
Rumah air PDAM
RT 2 RW 2
220 m
tepi Jl. Bromo
RT 2 RW 2
Peningkatan kualitas drainase Pembangunan saluran 530 m
tepi Jl. Cipto
lingkungan drainase
RT 2 RW 2
gang sebelah timur Jl. 100 m
Bromo
Peningkatan kualitas pelayanan Pembangunan MCK Umum RT 2 RW 2 1 unit

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

No. Nama Kawasan Program Kegiatan Lokasi Volume Satuan


Pembangunan jamban pribadi RT 2 RW 2 2 unit
pengelolaan sanitasi Pembangunan IPAL komunal
RT 2 RW 2 1 unit
(graywater)
Pengadaan bak sampah pilah RT 2 RW 2 30 unit
Peningkatan kualitas pelayanan
pengelolaan sampah Pengadaan gerobak motor
RT 2 RW 2 1 unit
sampah
Peningkatan kualitas proteksi
Pengadaan APAR RT 2 RW 2 1 unit
kebakaran
RT 2 RW 2
Peningkatan kualitas ruang Pembangunan jalur hijau 1 ls
Jalan Lingkungan
publik
Pembangunan RTH publik RT 2 RW 2 3 m2
2. Prioritas : II Peningkatan kualitas fisik RT 1 RW 10 7 unit
Perbaikan RTLH
Kawasan : Banaran II (RW 10) bangunan hunian RT 2 RW 10 16 unit
Tipologi : Dataran Rendah Peningkatan kualitas jalan Pembangunan jalan paving RW 10 150 m
lingkungan Perbaikan jalan paving RT 1 RW 10 150 m
Peningkatan kualitas pelayanan Pemasangan sambungan
RT 1 RW 10 11 unit
air minum rumah air PDAM
Pembangunan saluran
RW 10 480 m
Peningkatan kualitas drainase drainase
lingkungan Pembangunan sumur resapan RW 10 22 unit
Pembangunan biopori RW 10 11 unit
RT 1 RW 10 7 unit
Pembangunan jamban pribadi
RT 2 RW 10 13 unit
Pengadaan lahan
Peningkatan kualitas pelayanan
pembangunan IPAL komunal RT 2 RW 10 150 m2
pengelolaan sanitasi
(graywater)
Pembangunan IPAL komunal
RT 2 RW 10 1 unit
(graywater)
Pengadaan bak sampah pilah RT 2 RW 10 5 unit

Peningkatan kualitas pelayanan Pengadaan gerobak motor


RT 2 RW 10 1 unit
pengelolaan sampah sampah
Peningkatan TPS menjadi TPS
RT 1 RW 10 1 unit
3R
Peningkatan kualitas proteksi Pengadaan APAR RT 1 RW 10 1 unit
kebakaran RT 2 RW 10 1 unit

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

No. Nama Kawasan Program Kegiatan Lokasi Volume Satuan


Pembangunan pos pemadam Dekat pasar kertosono
1 unit
kebakaran RT 1 RW 10
RT 1 RW 10 1 ls
Pembangunan jalur hijau
Peningkatan kualitas ruang RT 2 RW 10 1 ls
publik Revitalisasi pasar tradisional
RT 1 RW 10 1 ls
kertosono
3. Prioritas : III RT 1 RW 4 3 unit
Peningkatan kualitas fisik
Kawasan : Banaran III Perbaikan RTLH RT 2 RW 4 14 unit
(RW 4 dan RT 2 RW 5) bangunan hunian
RT 2 RW 5 31 unit
Tipologi : Dataran Rendah
RW 4 150 m
Pembangunan jalan paving
RT 2 RW 5 125 m
Peningkatan kualitas jalan
RT 1 RW 4 100 m
lingkungan
Perbaikan jalan paving RT 2 RW 4 50 m
RT 2 RW 5 125 m
RT 1 RW 4 14 unit
Peningkatan kualitas pelayanan Pemasangan sambungan
RT 2 RW 4 26 unit
air minum rumah air PDAM
RT 2 RW 5 24 unit
Pembangunan saluran RW 4 400 m
drainase RT 2 RW 5 200 m
Peningkatan kualitas drainase RW 4 11 unit
Pembangunan sumur resapan
lingkungan RT 2 RW 5 11 unit
RW 4 6 unit
Pembangunan biopori
RT 2 RW 5 5 unit
Peningkatan kualitas pelayanan
Pembangunan jamban pribadi RT 2 RW 5 6 unit
pengelolaan sanitasi
RW 1 RW 4 5 unit
Pengadaan bak sampah pilah RT 2 RW 4 5 unit
Peningkatan kualitas pelayanan
RT 2 RW 5 5 unit
pengelolaan sampah
Pengadaan gerobak motor
RW 4 1 unit
sampah
RT 1 RW 4 1 unit
Peningkatan kualitas proteksi
Pengadaan APAR RT 2 RW 4 1 unit
kebakaran
RT 2 RW 5 1 unit
RT 1 RW 4 1 ls
Peningkatan kualitas ruang
Pembangunan jalur hijau RT 2 RW 4 1 ls
publik
RT 2 RW 5 1 ls
PENCEGAHAN

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

No. Nama Kawasan Program Kegiatan Lokasi Volume Satuan


Pelatihan pengembangan
1 event
program Bank Sampah
Pelatihan pengembangan
1 event
program penghijauan Seluruh Wilayah
Pelatihan pengembangan Kelurahan
pengelolaan limbah rumah
1 event
tangga (graywater) dan
industri rumah tangga
Peningkatan kegiatan sosial
Pelatihan pembuatan minuman
ekonomi linkungan 1 event
sehat rempah
Pelatihan desain packaging
1 event
produk
Seluruh Wilayah
Pelatihan izin produk dan
Kelurahan 1 event
usaha
Pelatihan kemitraan usaha 1 event
Pengadaan bak sampah pilah 100 unit
Pembagian bibit tanaman 22 paket
Pengadaan papan informasi
2 paket
aturan bersama lingkungan
Sosialisasi pengelolaan dan
Peningkatan kegiatan 1 event
pemanfaatan saluran drainase Seluruh Wilayah
komunikasi dan penyebaran
Sosialisasi peraturan pendirian Kelurahan
informasi 1 event
bangunan
Sosialisasi PHBS dan Bank
1 event
Sampah
Sumber: Hasil Rencana Tahun 2017

5.4 PERUMUSAN RENCANA AKSI (SEL)

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Berdasarkan konsep penanganan, pengembangan, dan pencegahan serta kebutuhan penanganan yang dirumuskan
sebelumnya dapat dirumuskan pula rencana aksi yang merupakan cakupan kegiatan penanganan kawasan permukiman
kumuh.

TABEL. Rencana Aksi Kawasan Permukiman Kumuh


Volume Estimasi Tahun Pelaksanaan Sumber
No. Nama Kawasan Program Kegiatan Lokasi
Satuan Biaya 2017 2018 2019 2020 2021 Pendanaan
PENINGKATAN KUALITAS
1. Prioritas : I Peningkatan
Kawasan : Banaran I kualitas fisik Perbaikan RTLH RT 2 RW 2 7 unit 105.000.000 APBN
(RT 2 RW 2) bangunan hunian
Tipologi : Dataran
RT 2 RW 2
Rendah APBN
gang sebelah timur Jl. 100 m 30.000.000
(BDI KOTAKU)
Pembangunan jalan Bromo
paving RT 2 RW 2
APBN
gang sebelah barat Jl. 70 m 20.000.000
(BDI KOTAKU)
Bromo
Peningkatan
RT 2 RW 2
kualitas jalan APBD KAB
Jl. Bromo dan Jl. HOS 210 m 45.000.000
lingkungan (DINAS PRKPP)
Cokroaminoto
Perbaikan jalan aspal
RT 2 RW 2
APBD KAB
Jl. Cipto Mangun 265 m 85.000.000
(DINAS PRKPP)
Kusumo
Pengadaan APBD KAB
RT 2 RW 2 15 unit 45.000.000
penerangan jalan (DINAS PRKPP)
Pembangunan sumur APBD KAB
RT 2 RW 2 1 unit 75.000.000
Peningkatan bor dan tandon air (DINAS PRKPP)
kualitas pelayanan Pemasangan
APBD KAB
air minum Sambungan Rumah air RT 2 RW 2 20 unit 60.000.000
(PDAM)
PDAM
Peningkatan Pembangunan saluran RT 2 RW 2 APBN
220 m 75.000.000
kualitas drainase drainase tepi Jl. Bromo (BDI KOTAKU)
lingkungan RT 2 RW 2 530 m 180.000.000 APBN
tepi Jl. Cipto (BDI KOTAKU)

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Volume Estimasi Tahun Pelaksanaan Sumber


No. Nama Kawasan Program Kegiatan Lokasi
Satuan Biaya 2017 2018 2019 2020 2021 Pendanaan
RT 2 RW 2
APBN
gang sebelah timur Jl. 100 m 25.000.000
(BDI KOTAKU)
Bromo
APBN
Pembangunan MCK (BDI KOTAKU)
RT 2 RW 2 1 unit 50.000.000
Umum /APBD KAB
Peningkatan (DINAS PRKPP)
kualitas pelayanan APBN
pengelolaan Pembangunan jamban (BDI KOTAKU)
RT 2 RW 2 2 unit 15.000.000
sanitasi pribadi /APBD KAB
(DINAS PRKPP)
Pembangunan IPAL APBN
RT 2 RW 2 1 unit 100.000.000
komunal (graywater) (BDI KOTAKU)
Peningkatan Pengadaan bak APBD KAB
RT 2 RW 2 30 unit 15.000.000
kualitas pelayanan sampah pilah (DINAS LH)
pengelolaan Pengadaan gerobak APBD KAB
RT 2 RW 2 1 unit 10.000.000
sampah motor sampah (DINAS LH)
Peningkatan
APBD KAB
kualitas proteksi Pengadaan APAR RT 2 RW 2 1 unit 5.000.000
(DAMKAR)
kebakaran
Pembangunan jalur RT 2 RW 2 APBD KAB
Peningkatan 1 ls 25.000.000
hijau Jalan Lingkungan (DINAS LH)
kualitas ruang
publik Pembangunan RTH APBD KAB
RT 2 RW 2 3 m2 50.000.000
publik (DINAS LH)
2. Prioritas : II Peningkatan RT 1 RW 10 7 unit 105.000.000 APBN
Kawasan : Banaran II kualitas fisik Perbaikan RTLH
(RW 10) RT 2 RW 10 16 unit 240.000.000 APBN
bangunan hunian
Tipologi : Dataran APBN
Rendah Pembangunan jalan (BDI KOTAKU)
RW 10 150 m 26.100.000
paving /APBD KAB
Peningkatan
(DINAS PRKPP)
kualitas jalan
APBN
lingkungan
(BDI KOTAKU)
Perbaikan jalan paving RT 1 RW 10 150 m 300.000.000
/APBD KAB
(DINAS PRKPP)
Peningkatan Pemasangan RT 1 RW 10 11 unit 33.000.000 APBD KAB
kualitas pelayanan sambungan rumah air (PDAM)

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Volume Estimasi Tahun Pelaksanaan Sumber


No. Nama Kawasan Program Kegiatan Lokasi
Satuan Biaya 2017 2018 2019 2020 2021 Pendanaan
air minum PDAM
APBN
Pembangunan saluran (BDI KOTAKU)
RW 10 480 m 91.200.000
drainase /APBD KAB
(DINAS PRKPP)
APBN
Peningkatan
Pembangunan sumur (BDI KOTAKU)
kualitas drainase RW 10 22 unit 91.200.000
resapan /APBD KAB
lingkungan
(DINAS PRKPP)
APBN
(BDI KOTAKU)
Pembangunan biopori RW 10 11 unit 11.000.000
/APBD KAB
(DINAS PRKPP)
APBN
(BDI KOTAKU)
RT 1 RW 10 7 unit 52.500.000
/APBD KAB
Pembangunan jamban (DINAS PRKPP)
pribadi APBN
(BDI KOTAKU)
Peningkatan RT 2 RW 10 13 unit 97.500.000
/APBD KAB
kualitas pelayanan
(DINAS PRKPP)
pengelolaan
Pengadaan lahan
sanitasi APBD KAB
pembangunan IPAL RT 2 RW 10 150 m2 75.000.000
(DINAS PRKPP)
komunal (graywater)
APBN
Pembangunan IPAL (BDI KOTAKU)
RT 2 RW 10 1 unit 100.000.000
komunal (graywater) /APBD KAB
(DINAS PRKPP)
Pengadaan bak APBD KAB
RT 2 RW 10 5 unit 500.000
Peningkatan sampah pilah (DINAS LH)
kualitas pelayanan Pengadaan gerobak APBD KAB
RT 2 RW 10 1 unit 27.500.000
pengelolaan motor sampah (DINAS LH)
sampah Peningkatan TPS APBD KAB
RT 1 RW 10 1 unit 30.000.000
menjadi TPS 3R (DINAS LH)
APBD KAB
Peningkatan RT 1 RW 10 1 unit 5.000.000
(DAMKAR)
kualitas proteksi Pengadaan APAR
APBD KAB
kebakaran RT 2 RW 10 1 unit 5.000.000
(DAMKAR)

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Volume Estimasi Tahun Pelaksanaan Sumber


No. Nama Kawasan Program Kegiatan Lokasi
Satuan Biaya 2017 2018 2019 2020 2021 Pendanaan
Dekat pasar
Pembangunan pos APBD KAB
kertosono 1 unit 200.000.000
pemadam kebakaran (BAPPEDA)
RT 1 RW 10
APBD KAB
RT 1 RW 10 1 ls 25.000.000
Pembangunan jalur (DINAS LH)
Peningkatan
hijau APBD KAB
kualitas ruang RT 2 RW 10 1 ls 25.000.000
(DINAS LH)
publik
Revitalisasi pasar APBD KAB
RT 1 RW 10 1 ls [Link]
tradisional kertosono (BAPPEDA)
3. Prioritas : III Peningkatan RT 1 RW 4 3 unit 45.000.000 APBN
Kawasan : Banaran III kualitas fisik Perbaikan RTLH RT 2 RW 4 14 unit 210.000.000 APBN
(RW 4 dan bangunan hunian RT 2 RW 5 31 unit 465.000.000 APBN
RT 2 RW 5)
APBN
Tipologi : Dataran
(BDI KOTAKU)
Rendah RW 4 150 m 26.100.000
/APBD KAB
Pembangunan jalan (DINAS PRKPP)
paving APBN
(BDI KOTAKU)
RT 2 RW 5 125 m 21.750.000
/APBD KAB
(DINAS PRKPP)
APBN
Peningkatan
(BDI KOTAKU)
kualitas jalan RT 1 RW 4 100 m 17.400.000
/APBD KAB
lingkungan
(DINAS PRKPP)
APBN
(BDI KOTAKU)
Perbaikan jalan paving RT 2 RW 4 50 m 8.700.000
/APBD KAB
(DINAS PRKPP)
APBN
(BDI KOTAKU)
RT 2 RW 5 125 m 10.875.000
/APBD KAB
(DINAS PRKPP)
APBD KAB
RT 1 RW 4 14 unit 42.000.000
(PDAM)
Peningkatan Pemasangan
APBD KAB
kualitas pelayanan sambungan rumah air RT 2 RW 4 26 unit 78.000.000
(PDAM)
air minum PDAM
APBD KAB
RT 2 RW 5 24 unit 72.000.000
(PDAM)

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Volume Estimasi Tahun Pelaksanaan Sumber


No. Nama Kawasan Program Kegiatan Lokasi
Satuan Biaya 2017 2018 2019 2020 2021 Pendanaan
APBN
(BDI KOTAKU)
RW 4 400 m 76.000.000
/APBD KAB
Pembangunan saluran (DINAS PRKPP)
drainase APBN
(BDI KOTAKU)
RT 2 RW 5 200 m 38.000.000
/APBD KAB
(DINAS PRKPP)
APBN
(BDI KOTAKU)
RW 4 11 unit 55.000.000
/APBD KAB
Peningkatan
Pembangunan sumur (DINAS PRKPP)
kualitas drainase
resapan APBN
lingkungan
(BDI KOTAKU)
RT 2 RW 5 11 unit 55.000.000
/APBD KAB
(DINAS PRKPP)
APBN
(BDI KOTAKU)
RW 4 6 unit 6.000.000
/APBD KAB
(DINAS PRKPP)
Pembangunan biopori
APBN
(BDI KOTAKU)
RT 2 RW 5 5 unit 5.000.000
/APBD KAB
(DINAS PRKPP)
Peningkatan APBN
kualitas pelayanan Pembangunan jamban (BDI KOTAKU)
RT 2 RW 5 6 unit 45.000.00
pengelolaan pribadi /APBD KAB
sanitasi (DINAS PRKPP)
APBD KAB
RW 1 RW 4 5 unit 500.000
(DINAS LH)
Peningkatan Pengadaan bak APBD KAB
RT 2 RW 4 5 unit 500.000
kualitas pelayanan sampah pilah (DINAS LH)
pengelolaan APBD KAB
RT 2 RW 5 5 unit 500.000
sampah (DINAS LH)
Pengadaan gerobak APBD KAB
RW 4 1 unit 27.500.000
motor sampah (DINAS LH)
Peningkatan APBD KAB
Pengadaan APAR RT 1 RW 4 1 unit 5.000.000
kualitas proteksi (DAMKAR)

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Volume Estimasi Tahun Pelaksanaan Sumber


No. Nama Kawasan Program Kegiatan Lokasi
Satuan Biaya 2017 2018 2019 2020 2021 Pendanaan
APBD KAB
RT 2 RW 4 1 unit 5.000.000
(DAMKAR)
kebakaran
APBD KAB
RT 2 RW 5 1 unit 5.000.000
(DAMKAR)
APBD KAB
RT 1 RW 4 1 ls 25.000.000
(DINAS LH)
Peningkatan
Pembangunan jalur APBD KAB
kualitas ruang RT 2 RW 4 1 ls 25.000.000
hijau (DINAS LH)
publik
APBD KAB
RT 2 RW 5 1 ls 25.000.000
(DINAS LH)
PENCEGAHAN
Peningkatan APBN
Pelatihan
kegiatan sosial (BDI KOTAKU)
pengembangan 1 event 50.000.000
ekonomi linkungan /APBD KAB
program Bank Sampah
(DINAS LH)
Pelatihan
APBD KAB
pengembangan 1 event 50.000.000
Seluruh Wilayah (DINAS LH)
program penghijauan
Kelurahan
Pelatihan
pengembangan APBN
pengelolaan limbah (BDI KOTAKU)
1 event 50.000.000
rumah tangga /APBD KAB
(graywater) dan (DINAS PRKPP)
industri rumah tangga
Pelatihan pembuatan Seluruh Wilayah
APBN
minuman sehat Kelurahan 1 event 10.000.000
(BDI KOTAKU)
rempah
APBN
(BDI KOTAKU)
Pelatihan desain
1 event 10.000.000 /APBD KAB
packaging produk
(DINAS
DESPERINDAG)
APBD KAB
(DINAS
Pelatihan izin produk
1 event 10.000.000 DESPERINDAG
dan usaha
DAN DINAS
KESEHATAN)
Pelatihan kemitraan 1 event 10.000.000 APBN

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Volume Estimasi Tahun Pelaksanaan Sumber


No. Nama Kawasan Program Kegiatan Lokasi
Satuan Biaya 2017 2018 2019 2020 2021 Pendanaan
(BDI KOTAKU)
/APBD KAB
usaha
(DINAS
DESPERINDAG)
Pengadaan bak APBD KAB
100 unit 50.000.000
sampah pilah (DINAS LH)
Pembagian bibit APBD KAB
22 paket 22.000.000
tanaman (DINAS LH)
Pengadaan papan
APBN
informasi aturan 2 paket 2.000.000
(BDI KOTAKU)
bersama lingkungan
APBN
Sosialisasi pengelolaan
(BDI KOTAKU)
dan pemanfaatan 1 event 5.000.000
/APBD KAB
saluran drainase
(DINAS PRKPP)
Peningkatan
APBN
kegiatan
Seluruh Wilayah (BDI KOTAKU)
komunikasi dan
Sosialisasi peraturan Kelurahan /APBD KAB
penyebaran 1 event 5.000.000
pendirian bangunan (BAPPEDA DAN
informasi
DINAS
PERTANAHAN)
APBN
(BDI KOTAKU)
Sosialisasi PHBS dan
1 event 5.000.000 /APBD KAB
Bank Sampah
(DINAS
KESEHATAN)
Sumber: Hasil Rencana, Tahun 2017

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

5.5 RENCANA AKSI KAWASAN PRIORITAS

Rencana Aksi Kawasan Permukiman Kumuh Banaran 1


Sumber: Hasil Rencana, Tahun 2017

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Rencana Aksi Kawasan Permukiman Kumuh Banaran 2


Sumber: Hasil Rencana, Tahun 2017

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Rencana Aksi Kawasan Permukiman Kumuh Banaran 3


Sumber: Hasil Rencana, Tahun 2017

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

BAB 6
DESAIN TEKNIS KAWASAN
PENANGANAN PERMUKIMAN
KUMUH TAHUN PERTAMA
Pembangunan Jalan Paving

Berdasarkan pembahasan sebelumnya, telah dijelaskan


bahwa kawasan permukiman kumuh prioritas pertama
Kelurahan Banaran berada di Kawasan Banaran 1 (RT 2 RW
2) yang merupakan kawasan dengan keseluruhan
penggunaan lahan berupa permukiman atau bangunan
hunian. Dari overview kebijakan, potensi dan masalah, serta
kebutuhan penanganan maka disusunlah program dan Pembangunan Saluran Drainase
kegiatan penanganan kawasan permukiman kumuh prioritas
pertama.
Kawasan Banaran 1 (RT 2 RW 2) ini merupakan
kawasan permukiman kumuh di dataran rendah, pusat kota
Kecamatan Kertosono, dan dekat bantaran sungai, dengan
permasalahan utama pada pengelolaan limbah dan drainase
lingkungan, sehingga program dan kegiatan di tahun pertama
ini meliputi pembangunan saluran drainase dan pembangunan Pembangunan IPAL Komunal
IPAL Komunal, serta pembangunan jalan paving.
Detail Teknis Kegiatan di Tahun Pertama
Sumber: Hasil Rencana, Tahun 2017

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

Program dan Kegiatan Kawasan Permukiman Kumuh Banaran 1


Sumber: Hasil Rencana, Tahun 2017

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

BAB 7
b. Masyarakat berkomitmen merawat dan memeilihara
aset yang dibangun dengan adanya pembentukan KPP
(Kelompok Pemanfaatan dan Pemeliharaan).
3) Kesiapan kelembagaan LKM Melati terhadap datangnya
PENUTUP DAN TINDAK LANJUT realisasi usulan kegiatan
a. Kelembagaan LKM Melati berkomitmen akan terus
Rencana tindak lanjut yang akan dilakukan oleh memperbaiki diri guna mempersiapkan berbagai
pemerintah daerah dan masyarakat Kelurahan Banaran. kemungkinan kebutuhan realisasi kegiatan yang ada.
1) Komitmen pemerintah daerah Kelurahan Banaran dalam Terutama dari sisi UPK dan kelembagaan atau
penanganan kumuh keaktifan perangkat LKM Melati sendiri.
a. Realisasi program atau kegiatan dari kabupaten
maupun pusat akan diarahkan paling utama di
kawasan permukiman kumuh terlebih dahulu.
b. Usulan kegiatan ke kecamatan setiap musrenbang
tahunan, akan mengutamakan usulan kegiatan dari
kawasan permukiman kumuh terlebih dahulu.
c. Revitalisasi pasar tradisional kertosono yang segera
dilakukan, secara tidak langsung berkontribusi dalam
pengurangan kumuh, khususnya di kawasan
permukiman kumuh Banaran 2 (RT 1-2 RW 10)
2) Komitmen pemerintah daerah dan masyarakat Kelurahan
Banaran menerima dan menjaga pemeliharaan aset
a. Pemerintah daerah dan masyarakat Kelurahan Banaran
berkomitmen akan menjaga aset yang dibangun, baik
yang bersumber dari APBN seperti BDI KOTAKU, APBD
Prov, APBD Kabupaten.

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

LAMPIRAN
A. PROSES PENYUSUNAN MP RPLP

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

B. NOTULENSI PENYUSUNAN MP RPLP

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

KELURAHAN BANARAN
MEMORANDUM PROGRAM RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)

KELURAHAN BANARAN

Anda mungkin juga menyukai