PROSES DAN TATA CARA SELEKSI PASKIBRAKA TAHUN 2023
A. TAHAPAN SELEKSI
1. Seleksi Administrasi dan Kesehatan.
Seleksi administrasi merupakan verifikasi terhadap dokumen yang dilampirkan oleh calon
Paskibraka sesuai dengan persyaratan untuk menjadi calon Paskibraka
2. Seleksi parade
Seleksi parade merupakan pengamatan visual terhadap postur tubuh calon Paskibraka
oleh panitia pelaksana pembentukan Paskibraka, untuk menilai Calon Paskibraka:
(1) Tidak memiliki tato dan/atau memiliki bekas tato;
(2) Tidak bertindik dan/atau memiliki bekas tindik bagi laki-laki;
(3) Tidak bertindik dan/atau memiliki bekas tindik pada bagian tubuh yang tidak lazim
bagi perempuan;
(4) Memiliki tinggi badan sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan BPIP;
(5) Memiliki berat badan ideal, yaitu tidak kurang dan tidak lebih 5 (lima) kilogram dari
berat badan ideal
(6) Memiliki bentuk kaki O (O been) dengan ekstremitas paling banyak 5 (lima)
sentimeter, bentuk kaki X (Xbeen) dengan ekstremitas paling banyak 5
(lima)sentimeter, dan tidak memiliki bentuk telapak kakidatar (flat foot).
3. Seleksi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan
Seleksi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan merupakan tes untuk menilai pengetahuan
Pancasila dan wawasan kebangsaan. Tes Pengetahuan Pancasila dan wawasan
kebangsaan dengan nilai paling rendah 70 (tujuh puluh).
4. Seleksi Intelegensi Umum
Seleksi inteligensi umum merupakan seleksi untuk menilai penguasaan pengetahuan dan
kemampuan mengimplementasikan kemampuan verbal, kemampuan numerik, dan
kemampuan figural. Seleksi inteligensi umum dengan nilai paling rendah 70 (tujuh puluh).
5. Seleksi Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan Kesamaptaan
a. Seleksi kemampuan peraturan baris-berbaris merupakan seleksi untuk menilai
kemampuan/kecakapan baris-berbaris paling sedikit:
(1) Sikap sempurna;
(2) Hormat;
(3) Jalan di tempat;
(4) Sikap istirahat;
(5) Langkah biasa;
(6) Langkah tegap;
(7) Meluruskan barisan;
(8) Melangkah (ke depan, ke belakang, ke kanan, dan kekiri);
(9) Hadap kanan dan hadap kiri;
(10) Serong kanan dan serong kiri;
(11) Balik kanan; dan
(12) Suara untuk memberi aba-aba.
b. Tes kesamaptaan merupakan tes untuk menilai ketahanan dan kebugaran peserta,
yang meliputi lari 12 (dua belas) menit, sit up, push up, back up, dan shuttle run
dengan kriteria sebagai berikut:
Jenis Sangat
Tes Sangat Baik Baik Cukup Kurang
Kelamin Kurang
Lari 12 Putra >2700– >2500– >2300 - < 2300
>3000meter
menit 3000meter 2700meter 2500meter meter
Putri >2100– >1800– >1700 - < 1700
>2300meter
2300meter 2100meter 1800meter meter
Sit up
Push up Putra >20kali >18-20kali >16-18kali >15-16kali <15 kali
Back up
Shuttle run
(1 Sm) Putri >15kali >13-15kali >11-13kali >10-11kali <10 kali
6. Seleksi kepribadian
a) Tes wawancara
Tes wawancara merupakan tes untuk menilai kemampuan, mental, dan ideologi calon
Paskibraka, sebagai berikut:
(1) Memiliki karakteristik jiwa dan semangat Pancasila,UUD NRI Tahun 1945, Negara
Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika;
(2) Mencerminkan sikap mental yang positif;
(3) Memiliki motivasi menjadi Paskibraka;
(4) Memiliki kecerdasan paling rendah “rata-rata”; dan
(5) Memiliki kepribadian, sikap, stabilitas emosi,kemampuan menyesuaikan diri yang
baik.
b) Tes penelusuran minat dan bakat
Tes penelusuran minat dan bakat merupakan tes untuk menelusuri dan menilai minat
dan bakat calon Paskibraka. Calon Paskibraka harus menampilkan bakat yang
dimiliki, misalnya bakat seni dan olah raga. Dalam hal calon Paskibraka tidak dapat
menampilkan bakat yang dimiliki, calon Paskibraka dapat membuktikan dengan
menunjukkan piagam penghargaan, medali, sertifikat, piala, atau bentuk penghargaan
lainnya.
c) Penelusuran rekam jejak di media social
Penelusuran rekam jejak di media sosial hanya dilaksanakan dalam seleksi calon
Paskibraka tingkat kabupaten/kota untuk mengetahui kecenderungan pola pikir, sikap,
dan perilaku calon Paskibraka.