BAB IV
PERANCANGAN PABRIK
4.1 Penentuan Lokasi Pabrik
Pemilihan lokasi pabrik didasarkan atas pertimbangan yang secara
praktis lebih menguntungkan, baik ditinjau dari segi teknis maupun
ekonomis. Lokasi pendirian pabrik yang dipilih yaitu di Belawan II
Deliserdang, Sumatera Utara.
Gambar 4.1 Peta lokasi pabrik
Adapun faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan
lokasi pabrik antara lain :
1. Ketersediaan bahan baku
46
47
Bahan baku yang berupa Distilat Asam Lemak Minyak Sawit diperoleh
dari pabrik kelapa sawit (PKS) dan perusahaan pengolah minyak sawit
di Indonesia yang terletak di daerah Sumatera yang suplai DALMS
direncanakan dipenuhi dari dua pabrik, yaitu PT Perkebunan Nusantara,
Deliserdang Sumatera Utara. Sedangkan bahan baku yang lain yaitu
metanol dipenuhi dari PT Indo Acidatama Tbk, Solo Jawa Tengah.
Bahan baku katalis Asam Sulfat (H2SO4) dan bahan baku untuk
penetral Kalium Hidroksida (KOH) diperoleh dari PT Indo Daisun
Sakti, Jakarta Barat.
2. Letak Daerah
Pabrik akan didirikan mendekati sumber bahan baku DALMS. Alasan
pemilihan lokasi ini dikuatkan dengan pabrik-pabrik biodisel yang telah
dan akan berdiri di Indonesia. Semua pabrik tersebut didirikan di dekat
sumber bahan baku minyak/asam lemak. Deliserdang merupakan
kawasan industri yang sudah mapan sehingga keberadaan pabrik baru
akan mudah mendapat dukungan pemerintah setempat dan masyarakat.
3. Pemasaran
Ester dalam hal ini ditujukan untuk menggantikan bahan bakar mesin
diesel sehingga merupakan bahan yang sangat dibutuhkan oleh banyak
industri baik sebagai bahan bakar untuk menjalankan mesin, atau juga
dapat digunakan untuk bahan bakar kendaraan yang menggunakan
mesin diesel. Sehingga diusahakan pendirian pabrik dilakukan di suatu
kawasan industri. Pemasaran produk biodisel juga diharapkan mudah
48
diserap pasar karena Deliserdang dan daerah lain di Sumatera Utara
banyak Industri, serta dekat dengan Medan yang merupakan kota besar
sehingga banyak kendaraan bermotor yang memakai mesin diesel.
4. Sarana Transportasi dan Ketersediaan Air
Tersedianya sarana transportasi di wilayah Deliserdang Sumatera Utara
yang dapat memudahkan lalu lintas kegiatan produksi dan kemudahan
distribusi dan juga dekat dengan laut sehingga transportasi lebih mudah.
Deliserdang merupakan daerah yang dekat dengan laut dan sungai
sehingga ketersediaan air sangat melimpah. Air merupakan salah satu
aspek yang paling penting untuk jalannya suatu proses produksi,
aktifitas kantor, dan sebagainya.
5. Tenaga Kerja
Tenaga kerja merupakan pelaku dari proses produksi. Ketersediaan
tenaga kerja yang terampil dan terdidik akan memeperlancar jalannya
proses produksi.
4.2 Tata Letak Pabrik
Tata letak pabrik adalah tempat kedudukan dari bagian-bagian
pabrik yang meliputi tempat bekerjanya karyawan, tempat peralatan, tempat
penimbunan bahan baku dan produk yang saling berhubungan. Tata letak
pabrik harus dirancang sedemikian rupa sehingga penggunaan area pabrik
effisien dan proses produksi serta distribusi dapat berjalan dengan lancar,
keamanan, keselamatan, dan kenyamanan bagi karyawan dapat terpenuhi.
49
Selain peralatan proses, beberapa banguna fisik lain seperti kantor, bengkel,
poliklinik, laboratorium, kantin, pemadam kebakaran, pos penjagaan, dan
sebagainya ditempatkan pada bagian yang tidak mengganggu lalu lintas,
barang dan proses.
Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perancangan tata
letak pabrik adalah :
1. Perluasan pabrik harus sudah direncanakan sejak awal sehingga masalah
kebutuhan akan tempat tidak akan timbul dimasa mendatang.
2. Penentuan tata letak pabrik harus memperhatikan masalah keamanan.
apabila terjadi hal-hal seperti kebakaran, ledakan, kebocoran gas atau
asap beracun dapat ditanggulangi secara cepat dan tepat. Oleh karena itu
ditempatkan alat-alat pengaman seperti hydrant, penampung air yang
cukup, alat penahan ledakan, dan alat sensor untuk gas beracun. Tangki
penyimpang bahan baku atau produk yang berbahaya diletakkan pada
tempat khusus sehingga dapat dikontrol dengan baik.
3. Sistem konstruksi yang direncanakan adalah outdoor untuk menekan
biaya bangunan dan gedung, dan juga karena iklim Indonesia
memungkinkan konstruksi secara outdoor.
4. Lahan terbatas sehingga diperlukan efisiensi dalam pemakaian dan
pengaturan ruangan/ lahan.
5. Instalasi dan utilitas juga harus diperhatikan, karena pemasangan dan
distribusi yang baik dari gas, steam, dan listrik, serta utilitas lainnya akan
membantu proses produksi dan perawatannya.
50
6. Pabrik harus memperhatikan aspek sosial dan ikut menjaga kelestarian
lingkungan, batas maksimal kandungan komponen berbahaya pada
limbah harus diperhatikan dengan baik. Untuk itu penambahan fasilitas
pengolahan limbah buangan diperlukan, sehingga buangan limbah
tersebut tidak berbahaya bagi komunitas yang ada disekitarnya.
Secara garis besar tata letak pabrik dibagi dalam beberapa daerah
utama, yaitu :
1. Daerah administrasi/perkantoran, laboratorium dan ruang control
Disini merupakan pusat kegiatan administrasi pabrik yang mengatur
kelancaran operasi. Laboratorium dan ruang kontrol sebagai pusat
pengendalian proses serta produk.
2. Daerah proses
Merupakan pusat proses produksi dimana alat-alat proses dan pengendali
ditempatkan. Daerah proses ini terletak dibagian tengah pabrik yang
lokasinya tidak mengganggu. Letak aliran proses direncanakan
sedemikian rupa sehingga memudahkan pemindahan bahan baku dari
tangki penyimpanan serta memudahkan pengawasan dan pemeliharaan
terhadap alat-alat proses.
3. Daerah pergudangan umum, bengkel dan garasi
Daerah ini merupakan tempat penyimpanan suku cadang alat proses dan
untuk melakukan perbaikan, pemeliharaan atau perawatan semua
peralatan yang dipakai dalam proses.
4. Daerah utilitas
51
Daerah ini merupakan tempat untuk menyediakan keperluan yang
menunjang berjalannya proses produksi berupa penyediaan air, steam,
listrik. Daerah ini ditempatkan dekat dengan daerah proses agar sistem
pemipaan lebih ekonomis.
5. Daerah pengolahan limbah
Daerah pengolahan limbah merupakan daerah pembuangan dan
pengolahan limbah yang berasal dari aktivitas pabrik. Daerah ini
ditempatkan di tempat yang jauh dari bangunan kantin, poliklinik, masjid
dan daerah administrasi.
Adapun perincian luas tanah sebagai bangunan pabrik dapat dilihat
pada tabel di bawah ini:
Table 4.1. Perincian Luas Tanah
No Lokasi Luas (m2)
1 Area proses 2000
2 Area utilitas 1600
3 Bengkel 300
4 Gudang Peralatan 450
5 Kantin 300
6 Kantor Teknik dan Produksi 500
7 Kantor utama 1200
8 Laboratorium 300
9 Parkir utama 800
10 Parkir truk 750
11 Perpustakaan 300
12 Poliklinik 150
13 Pos keamanan 20
14 Control room 300
15 Control utilitas 300
16 Area rumah dinas 1500
17 Area mess 200
18 Masjid 200
19 Unit pemadam kebakaran 300
52
No Lokasi Luas (m2)
20 Unit pengolahan limbah 300
21 Taman 300
22 Jalan 8000
23 Daerah perluasan 1000
Total 21200
53
RUANG
UTILITAS UPL
GENERATOR
AREA PERLUASAN
PROSES
CONTROL
ROOM
LABORATURIUM
BENGKEL
SAFETY
PEMADAM KEBAKARAN
KANTIN KANTOR
GUDANG GARASI PARKIR
POLIKLINIK
KEAMANA
MUSHOLLA
POS
N
PARKIR
Keterangan : :Taman
: Arah jalan Skala = 1:1000
Gambar 4.2 Lay Out Pabrik Biodiesel
54
4.3 Tata Letak Alat
Dalam perancangan tata letak peralatan proses ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan, yaitu :
1. Aliran bahan baku dan produk
Pengaliran bahan baku dan produk yang tepat akan memberikan
keuntungan ekonomi yang besar serta menunjang kelancaran dan
keamanan produksi.
2. Aliran udara
Kelancaran aliran udara di dalam dan disekitar area proses perlu
diperhatikan. Hal ini bertujuan untuk menghindari stagnansi udara pada
suatu tempat yang dapat mengakibatkan akumulasi bahan kimia yang
berbahaya, sehingga dapat membahayakan keselamatan pekerja.
Disamping itu juga perlu diperhatikan arah hembusan angin.
3. Cahaya
Penerangan seluruh pabrik harus memadai pada tempat-tempat proses
yang berbahaya atau beresiko tinggi.
4. Lalu lintas manusia dan kendaraan
Dalam perancangan lay out pabrik perlu diperhatikan agar pekerja dapat
mencapai seluruh alat proses dengan cepat dan mudah. Hal ini
bertujuan apabila terjadi gangguan pada alat proses dapat segera
diperbaiki. Keamanan pekerja selama menjalani tugasnya juga
diprioritaskan.
55
5. Pertimbangan ekonomi
Dalam menempatkan alat-alat proses diusahakan dapat menekan biaya
operasi dan menjamin kelancaran dan keamanan produksi pabrik.
6. Jarak antar alat proses
Untuk alat proses yang mempunyai suhu dan tekanan tinggi sebaiknya
dipisahkan dari alat proses lainnya, sehingga apabila terjadi ledakan
atau kebakaran pada alat tersebut tidak membahayakan pada alat-alat
proses lainnya.
Tata letak alat-alat proses harus dirancang sedemikian rupa sehingga :
Kelancaran proses produksi dapat terjamin
Dapat mengefektifkan luas lahan yang tersedia
Karyawan mendapat kepuasan kerja agar dapat
meningkatkan produktifitas kerja disamping keamanan yang
terjadi.
56
HE-02
TK-03
S-01 MT-01
R-01 N-01 EV-01
D-01
TK-01
CL-01
M-01
TK-04
TK-02 HE-01 CL-02
Skala 1:1000
Gambar 4.3 Tata Letak Alat Proses
Keterangan :
S-01 Silo DALMS
TK-01 Tangki Penyimpanan Metanol
TK-02 Tangki Penyimpanan H2SO4
TK-03 Tangki Penyimpanan KOH
TK-04 Tangki Penyimpanan Biodiesel
R-01 Reaktor
N-01 Netralizer
D-01 Dekanter
EV-01 Vaporizer
MT-01 Melter
M-01 Mixer
HE-01 Heater bahan keluar mixer
HE-02 Heater bahan KOH
CL-01 Cooler bahan keluar reaktor
CL-02 Condenser bahan keluar evaporator
57
4.4 Aliran Proses dan Material
4.4.1 Neraca Massa Alat
Tabel 4.2 Neraca Massa Total
Arus masuk (kg/jam) Arus keluar (kg/jam)
Komponen
1 2 4 7 10 11 12
C16H32O2 2578,5602 2,5786 102,1110 153,1665
CH3OH 322,3200 32,2320
C17H34O2 24,4762 2423,1415
H2O 0,4842 0,5262 286,5067 3,2744 463,4383
H2SO4 25,7856
KOH 29,4693
K2SO4 45,7826
Total 322,8042 26,3118 2865,0669 32,7436 568,5076 2525,2525 153,1665
Tabel 4.3 Neraca Massa Mixer
Input Output
Komponen arus 1 arus 2 arus 3
kg/jam kmol/jam kg/jam kmol/jam kg/jam kmol/jam
CH3OH 322,3200 10,0725 322,3200 10,0725
H2O methanol 0,4842 0,0269 0,4842 0,0269
H2SO4 25,7856 0,2631 25,7856 0,2631
H2O asam sulfat 0,5262 0,0292 0,5262 0,0292
Sub Total 322,8042 10,0994 26,3118 0,2923 349,1160 10,3917
Total 349,1160 349,1160
Tabel 4.4 Neraca Massa Melter
Input Output
Komposisi arus 4 arus 5
kg/jam kmol/jam kg/jam kmol/jam
C16H32O2 2578,5602 10,0725 2578,5602 10,0725
H2O impuiritis 286,5067 15,9170 286,5067 15,9170
Total 2865,0669 25,9895 2865,0669 25,9895
58
Table 4.5 Neraca Massa Reaktor
Input Output
Komponen
arus 3 arus 5 arus 6
Kg/jam Kmol/jam kg/jam kmol/jam kg/jam kmol/jam
CH3OH 322,3200 10,0725 32,2320 1,0073
H2O methanol 0,4842 0,0269 0,4842 0,0269
H2SO4 25,7856 0,2631 25,7856 0,2631
H2O asam sulfat 0,5262 0,0292 0,5262 0,0292
C16H32O2 2578,5602 10,0725 257,8560 1,0073
H2O asam
palmitat 286,5067 15,9170 286,5067 15,9170
C17H34O2 2447,6177 9,0653
H2O hasil reaksi 163,1745 9,0653
Sub Total 349,1161 10,3918 2865,0669 25,9895 3214,1830 36,3813
Total 3214,1830 3214,1830
59
Tabel 4.6 Neraca Massa Netralizer
Input Output
Komponen arus 6 arus 7 arus 8
kg/jam kmol/jam kg/jam kmol/jam kg/jam kmol/jam
CH3OH 32,2320 1,0073 32,2320 1,0073
H2O methanol 0,4842 0,0269 0,4842 0,0269
H2SO4 25,7856 0,2631 0,0000 0,0000
H2O asam sulfat 0,5262 0,0292 0,5262 0,0292
C16H32O2 257,8560 1,0073 257,8560 1,0073
H2O asam palmitat 286,5067 15,9170 286,5067 15,9170
C17H34O2 2447,6177 9,0653 2447,6177 9,0653
H2O hasil reaksi 163,1745 9,0653 163,1745 9,0653
KOH 29,4693 0,5262 0,0000 0,0000
H2O dlm KOH 3,2744 0,1819 3,2744 3,2744
K2SO4 45,7826 0,2631
H2O hasil reaksi 9,4723 0,5262
Sub Total 3214,1830 36,3813 32,7436 0,7081 3246,9266 40,1819
Total 3246,9266 3246,9266
60
Tabel 4.7 Neraca Massa Dekanter
Input Output
Komponen arus 8 Arus 9 (lapisan atas) Arus 10 (lapisan bawah)
kg/jam kmol/jam kg/jam kmol/jam kg/jam kmol/jam
CH3OH 32,2320 1,0073 0,000 0,0000 32,2320 1,0073
C16H32O2 257,8560 1,0073 255,2775 0,9972 2,5786 0,0101
C17H34O2 2447,6177 9,0653 2423,1415 8,9746 24,4762 9,0653
K2SO4 45,7826 0,2631 0,000 0,0000 45,7826 0,2631
H2O Total 463,4383 25,7466 0,000 0,0000 463,4383 25,7466
Sub total 3246,9266 37,0894 2678,4190 9,9718 568,5076 36,0923
Total 3246,9266 3246,9266
Tabel 4.8 Neraca Massa Vaporizer
Input Output
Komponen arus 14 arus 15 arus 16
kg/jam kmol/jam kg/jam kmol/jam kg/jam kmol/jam
C17H34O2 2423,1415 8,9746 2423,1415 8,9746 0,0000 0,0000
C16H32O2 255,2775 14,1821 102,1110 5,6728 153,1665 8,5092
Sub total 2678,4190 23,1567 2525,2525 14,6474 153,1665 8,5092
Total 2678,4190 2678,4190
61
4.4.2 Neraca Panas Alat
Tabel 4.9 Neraca Panas Melter
No Komponen Qmasuk (kJ) Qkeluar (kJ)
1 C16H32O2 208,6307 827,4475
2 H2O 1461,9486 1430,5678
3 Pemanas 587,4360
Total 2258,0153 2258,0153
Tabel 4.10 Neraca Panas Mixer
No Komponen Qmasuk (kJ) Qkeluar (kJ)
1 CH3OH 419,809 419,809
2 H2SO4 7,758 7,758
3 H2O 5,156 5,156
Total 432,7237 432,7237
Tabel 4.11 Neraca Panas Reaktor
Keterangan Qinput (kJ/jam) Qoutput (kJ/jam)
Input 128080,9536 -
Output - 128080,9536
Reaksi 2147467,7610 -
Pendingin - 2147467,7610
Total 2275548,7146 2275548,7146
62
Tabel 4.12 Neraca Panas Netralizer
Keterangan Qinput (kJ/jam) Qoutput (kJ/jam)
Input 48642,4137 -
Output - 51564,8753
Reaksi 285447,2187 -
Pendingin - 282524,7572
Total 334089,6324 334089,6324
Tabel 4.13 Neraca Panas Dekanter
Masuk (kj/jam) Keluar (kj/jam)
Panas umpan masuk 10395,155 Panas produk keluar atas 7865,157
Panas produk keluar bawah 2529,997
Total 10395,155 Total 10395,155
Tabel 4.14 Neraca Panas Vaporizer
Masuk (kj/jam) Keluar (kj/jam)
Panas umpan masuk 29430,406 Panas produk keluar atas 157930,153
Panas produk keluar bawah 1425594,022
Pemanas 1554093,769
Total 1583524,175 Total 1583524,175
63
64
C16H32O2
KOH C17H34O2
H2O
REAKTOR NETRALIZER DECANTER VAPORIZER
T = 70 C T = 40 C T = 40 C T = 110 C
P = 1 atm P = 1 atm
CH3OH P = 1,5 atm P = 1 atm CH3OH
CH3OH C16H32O2 C17H34O2
H2O
H2SO4 C17H34O2 C16H32O2
C16H32O2 K2SO4
H2SO4 MIXER CH3OH C17H34O2 H2O C16H32O2
H2O T = 30 C H2SO4 H2O
P = 1 atm H2O
CH3OH
K2SO4
H2O
Gambar 4.4 Diagram Alir Proses Kualitatif
65
CH3OH = 33,0537 kg/jam
C16H32O2 = 264,4297 kg/jam
C17H34O2 = 77,6294 kg/jam
KOH = 31,1552 kg/jam K2SO4 = 46,9498 kg/jam
C16H32O2 = 2726,079 kg/jam H2O = 3,4617 kg/jam H2O = 475,2529 kg/jam C16H32O2 = 22,8547 kg/jam
H2O = 302,8977 kg/jam
REAKTOR NETRALIZER DECANTER VAPORIZER
CH3OH = 340,7598 khg/jam
H2O = 0,5119 kg/jam
CH3OH = 34,0760 kg/jam CH3OH = 34,0760 kg/jam C17H34O2 = 2510,0161 kg/jam
H2SO4 = 27,2608 kg/jam C16H32O2 = 272,6079 kg/jam H2O = 38,0912 kg/jam
C16H32O2 = 272,6079 kg/jam C17H34O2 = 2587,6454 kg/jam
C17H34O2 = 2587,6454 kg/jam K2SO4 = 48,4018 kg/jam C17H34O2 = 2510,0160 kg/jam
MIXER H2O = 476,4756 kg/jam H2O = 10,0142 kg/jam
CH3OH = 340,7598 khg/jam
H2SO4 = 27,2607 kg/jam
H2O = 1,0682 kg/jam
H2SO4 = 27,2607 kg/jam
H2O = 0,5563 kg/jam
Gambar 4.5 Diagram Alir Proses Kuantitatif
66
4.5 Pelayanan Teknik
Untuk mendukung proses dalam suatu pabrik diperlukan sarana
penunjang yang penting demi kelancaran jalannya proses produksi. Sarana
penunjang merupakan sarana lain yang diperlukan selain bahan baku dan
bahan pembantu agar proses produksi dapat berjalan sesuai yang diinginkan.
Salah satu faktor yang menunjang kelancaran suatu proses produksi
didalam pabrik yaitu penyediaan utilitas. Penyediaan utilitas ini meliputi :
1. Unit Penyediaan dan Pengolahan Air ( Water Treatment System )
2. Unit Pembangkit Steam ( Steam Generation System )
3. Unit Pembangkit Listrik ( Power Plant System )
4. Unit Penyediaan Udara
5. Unit Penyediaan Bahan Bakar
4.5.1 Unit Penyediaan dan Pengolahan Air (Water Treatment System)
1. Unit Penyediaan Air
Untuk memenuhi kebutuhan air suatu pabrik pada umumnya
menggunakan air sumur, air sungai, air danau maupun air laut sebagai
sumbernya. Dalam perancangan pabrik Biodiesel ini, sumber air yang
digunakan berasal dari air sungai. Adapun penggunaan air sungai
sebagai sumber air dengan pertimbangan sebagai berikut:
a) Pengolahan air sungai relatif lebih mudah, sederhana dan biaya
pengolahan relatif murah dibandingkan dengan proses pengolahan
67
air laut yang lebih rumit dan biaya pengolahannya umumnya
lebih besar.
b) Air sungai merupakan sumber air yang kontinuitasnya relatif
tinggi, sehingga kendala kekurangan air dapat dihindari.
c) Jumlah air sungai lebih banyak dibanding dari air sumur.
d) Letak sungai berada tidak jauh dari lokasi pabrik.
Secara keseluruhan, kebutuhan air pada pabrik digunakan untuk
keperluan :
a) Air pendingin
Pada umumnya air digunakan sebagai media pendingin karena
faktor-faktor berikut :
- Air merupakan materi yang dapat diperoleh dalam jumlah
besar.
- Mudah dalam pengolahan dan pengaturannya.
- Dapat menyerap jumlah panas yang relatif tinggi persatuan
volume.
- Tidak mudah menyusut secara berarti dalam batasan dengan
adanya perubahan temperatur pendingin.
- Tidak terdekomposisi.
b) Air sanitasi
Air sanitasi adalah air yang akan digunakan untuk
keperluan sanitasi. Air ini antara lain untuk keperluan perumahan,
68
perkantoran laboratorium, masjid. Air sanitasi harus memenuhi
kualitas tertentu, yaitu:
Syarat fisika, meliputi :
- Suhu: Di bawah suhu udara
- Warna : Jernih
- Rasa : Tidak berasa
- Bau : Tidak berbau
Syarat kimia, meliputi :
- Tidak mengandung zat organik dan anorganik yang
terlarut dalam air.
- Tidak mengandung bakteri.
Syarat bakteriologis :
Tidak mengandung bakteri-bakteri, terutama bakteri yang
pathogen.
c) Air Umpan Boiler (Boiler Feed Water)
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan air
umpan boiler adalah sebagai berikut :
Zat-zat yang dapat menyebabkan korosi.
Korosi yang terjadi dalam boiler disebabkan air mengandung
larutan-larutan asam, gas-gas terlarut seperti O2, CO2, H2S
dan NH3. O2 masuk karena aerasi maupun kontak dengan
udara luar.
Zat yang dapat menyebabkan kerak (scale forming).
69
Pembentukan kerak disebabkan adanya kesadahan dan suhu
tinggi, yang biasanya berupa garam-garam karbonat dan
silika.
Zat yang menyebabkan foaming.
Air yang diambil kembali dari proses pemanasan bisa
menyebabkan foaming pada boiler karena adanya zat-zat
organik yang tak larut dalam jumlah besar. Efek pembusaan
terutama terjadi pada alkalitas tinggi.
2. Unit Pengolahan Air
Pada perencangan suatu pabrik dibutuhan sumber air terdekat
yang nantinya akan memenuhi keberlangsungan suatu proses. Dan
pada pabrik Biodiesel ini sumber air didapatkan dari sungai terdekat di
sekitar daerah pabrik. Berikut diagram alir pengolahan air beserta
penjelasan tahp-tahap proses pengolahan air yang dilakukan meliputi :
70
PU-10
Kebutuhan
Dosmetik
PU-03
PU-01 FU-01 PU-02 R-01 TU-03
PU-12
AIR SUNGAI PU-11 TU-04
TU-02
PU-04 BU-01 PU -05
Kebutuhan
Service Water
PU-06 PU-14
BU-02 PU-13 TU-06
TU-01 TU-05
Sistem pemanas
BU-03 PU-07
PU-20
TU-10
FU-02
PU-08 BO-01
Blow Down
TU-09 De-01
BU-04 PU-09 PU-21
PU-19
PU-18
BAK AIR PROSES
PU-17
Sistem pendingin
TU-08
TU-07
CT-01
E-42
BU-05 PU-15 Blow Down
Gambar 4.6 Diagram Alir Pengolahan Air Utilitas
Keterangan :
1. PU : Pompa Utilitas
2. FU-01 : Screening
3. R-01 : Reservoir
4. BU-01 : Bak Penggumpal (Koagulasi dan Flokulasi)
5. TU-01 : Tangki Alum
6. BU-02 : Bak Pengendap I
71
7. BU-03 : Bak Pengendap II
8. FU-02 : Sand Filter
9. BU-04 : Bak Penampung Air Bersih
10. TU-02 : Tangki Klorinasi
11. TU-03 : Tangki Kaporit
12. TU-04 : Tangki Air Kebutuhan Domestik
13. TU-05 : Tangki Service Water
14. TU-06 : Tangki Air Bertekanan
15. BU-05 : Bak Cooling Water
16. CT-01 : Cooling Tower
17. TU-07 : Mixed-Bed
18. TU-08 : Tangki NaCl
19. TU-09 : Tangki Air Demin
20. TU-10 : Tangki N2H4
21. De-01 : Deaerator
22. BO-01 : Boiler
a. Penghisapan
Air yang diambil dari sungai perlu adanya pemompaan yang
selanjutnya air tersebut dialirkan menuju alat penyaringan untuk
72
menghilangkan partikel kotoran yang berukuran cukup besar. Setelah
tahap screening air akan diolah di dalam reservoir.
b. Penyaringan (Screening)
Sebelum air dari sungai akan digunakan sebagai air bersih,
maka pada proses ini air disaring untuk memisahkan kotoran-kotoran
yang berukuran besar, misalnya : daun, ranting dan sampah-sampah
lainnya. Pada tahap screening partikel yang beruuran padat dan besar
akan tersaring secara langsung tanpa menggunakan bahan kimia.
Sementara untuk partikel yang kecil masih akan terbawa bersama air
yang kemudian akan diolah ke tahap pengolahan air berikutnya.
Tujuan penyaringan yaitu untuk memisahkan kotoran yang beasar
agar tidak terikut ke pengolahan selanjutnya sehingga pada sisi pompa
perlu dipasang saringan (screen) dan ditambah fasilitas pembilas agar
meminimalisir alat screen menjadi kotor.
c. Penampungan (Reservoir)
Mengendapkan kotoran dan lumpur yang terbawa dari sungai
dengan proses sedimentasi. Kotoran kasar yang terdapat dalam air
akan mengalami pengendapan yang terjadi karena gravitasi
d. Koagulasi
Koagulasi merupakan proses penggumpalan akibat
penambahan zat kimia atau bahan koagulasi ke dalam air. Koagulan
yang digunakan adalah tawas atau Aluminium Sulfat (Al2(SO4)3)2 ,
yang merupakan garam yang berasal dari basa lemah dan asam kuat,
73
sehingga dalam air yang mempunyai suasana basa akan mudah
terhidrolisa. Untuk memperoleh sifat alkalis agar proses flokulasi
dapat berjalan efektif, sering ditambahkan kapur ke dalam air. Selain
itu kapur juga berfungsi untuk mengurangi atau menghilangkan
kesadahan karbonat dalam air untuk membuat suasana basa sehingga
mempermudah penggumpalan. Sedangkan pada proses Flokulasi
bertujuan untuk mengendapkan kotoran yang berupa dipersi koloid
dalam air dengan menambahkan koagulan, untuk menggumpalkan
kotoran.
e. Bak pengendap 1 dan bak pengendap 2
Tujuan dari adanya bak pengendap 1 dan 2 ini adalah
mengendapkan endapan yang berbentuk flok yang terbawa dari air
sungai dengan proses flokulasi (menghilangkan flokulasi). Endapan
serta flok yang berasal dari proses koagulasi akan diendapkan pada
bak pengendap 1 dan bak pengendap 2.
f. Penyaringan (Sand Filter)
Pada tahap ini terjadi proses filtrasi dimana air yang keluar dari
bak pengendap 2 masih terdapat kandungan padatan tersuspensi,
sehingga harus di proses ke alat filter untuk difiltrasi.
Unit ini berfungsi untuk menghilangkan mineral-mineral yang
terkandung di dalam air, seperti Ca2+, Mg2+, Na+, dan lain-lain dengan
menggunakan resin. Air yang diperoleh adalah air bebas mineral yang
akan diproses lebih lanjut menjadi air umpan ketel.
74
g. Bak penampung Air Bersih
Air yang sudah melalui tahap filtrasi sudah bisa disebut dengan
air bersih. Kemudian air keluaran proses filtrasi akan ditampung
dalam bak penampungan air bersih. Dalam hal ini air bersi yang
ditampung langsung dapat digunakan sebagai air layanan umum
(service water). Kegunaan air bersih ini juga dapat digunakan untuk
domestic water, air pendingin, dan boiler feed water, namun air harus
di desinfektanisasi terlebih dahulu menggunakan resin untuk
menghilangkan mineral-mineral yang terkandung dalam air seperti
Ca2+, Mg2+, Na+, dimana tujuan penghilangan mineral-mineral
tersebut untuk menghasilkan air demin yang melalui proses
demineralisasi.
h. Demineralisasi
Untuk umpan boiler dibutuhkan air murni yang memenuhi
persyaratan bebas dari garam-garam murni yang terlarut. Untuk itu
dilakukan proses demineralisasi yang bertujuan untuk menyiapkan air
yang digunakan untuk boiled feed water dan air pendingin serta air ini
harus murni dan bebas dari mineral yang terlarut didalamnya. Proses
demineralisasi sendiri dapat dilakukan dengan alat yang terdiri dari
penukaran anion (anion exchanger) dan kation (kation exchanger).
Demineralisasi diperlukan karena air umpan boiler memerlukan
syarat-syarat yaitu :
75
Tidak menimbulkan kerak pada kondisi steam yang dikehendaki
maupun pada tube heat exchanger.
Bebas dari gas-gas yang dapat menimbulkan korosi terutama gas
O2, CO2, H2S dan NH3.
Bebas dari zat yang menyebabkan foaming
Pengolahan air di unit demineralisasi, yaitu :
Proses Kation Exchanger dan Anion Exchanger berlangsung
pada Resin Mixed-Bed, Resin Mixed-Bed adalah kolom resin
campuran antara resin kation dan resin anion. Air yang mengandung
kation dan anion bila dilewatkan ke Resin Mixed-Bed tersebut kation
akan terambil oleh resin kation dan anion akan terambil oleh resin
anion. Saat resin kation dan anion telah jenuh oleh ion-ion, resin
penukar kation dan anion akan diregenerasi kembali.
Kation (Cation Exchanger)
Cation Exchanger merupakan resin penukar kation-kation.
Untuk kation exchanger berupa resin yang sering ada dipasaran yaitu
kation dengan formula RSO3H dan (RSO3)Na, dimana pengganti
kation-kation yang dikandung dalam air akan diganti dengan ion H+
atau Na+. karena disini menggunakan ion H+, sehingga air akan keluar
dari cation exchanger adalah air yang mengandung anion dan ion H+.
reaksi penukar kation :
MgCl2 + 2R-SO3H Mg(RSO3)2 + 2Cl- +2H+
Ion Mg+2 dapat menggantikan ion H+ yang ada dalam resin
76
karena selektivitas Mg+2 lebih besar dari selektivitas H+. Urutan
selektivitas kation adalah sebagai berikut :
Ba+2>Pb+2>Sr+2>Ca+2>Ni+2>Cu+2>Co+2>Zn+2>Mg+2>Ag+>Cr+>K+>N2+>H
Saat resin kation telah jenuh, maka resin penukar kation akan
diregenerasi kembali. Larutan peregenerasi yang akan digunakan
adalah NaCl. Reaksi Regenerasi :
Mg(RSO3)2 + 2Na+ + 2Cl- MgCl2 + 2RSO3Na
Anion (Anion Exchanger)
Anion Exchanger memiliki fungsi untuk mengikat ion-ion
negatif yang larut dalam air dengan resin yang memiliki sifat basa,
yang memiliki formula RNOH3. Sehingga anion-anion seperti CO32-,
Cl-, dan SO42- akan membantu garam resin tersebut. Sebelum di
regenerasi anion yang terbentuk di dalam reaksi adalah sebagai
berikut :
SO4-2 + 2RNOH (RN)2SO4 + 2OH-
Ion SO4-2 dapat menggantikan ion OH- yang ada dalam resin,
karena selektivitas SO4-2, lebih besar dari selektivitas OH-. Urutan
selektivitas anion adalah sebagai berikut :
SO4-2>I->NO3>-CrO4-2>Br->Cl->OH-
Saat resin anion telah jenuh maka resin penukar anion akan
diregenerasi kembali. Larutan peregenerasi yang digunakan adalah
NaCl. Reaksi Regenererasi :
RN2SO4 + 2Na+ + 2Cl- 2RNCl + Na2SO4
77
i. Deaerator
Unit deaerator ini bertujuan untuk membebaskan air umpan boiler
dar oksigen (O2). Air yang telah mengalami demineralisasi dipompakan ke
dalam deaerator dan diijeksikan hidrazin (N2H4) untuk mengikat oksigen
yang terkandung dalam air sehingga dapat mencegah terbentuknya kerak
(scale) pada tube boiler.
Reaksi : 2N2H2 + O2 2H2O + 2N2
Berdasarkan reaksi tersebut maka hidrazin berfungsi untuk menghilangkan
sisa –sisa gas yang terlarut terutama O2, sehingga tidak terjadi korosi.
3. Kebutuhan Air
a. Kebutuhan Air Pembangkit Steam/Pemanas
Tabel 4.15 Kebutuhan Air Pembangkit Steam/Pemanas
Nama Alat Kode Jumlah (kg/jam)
Heater HE-01 19,8446
Heater HE-02 1,0989
Heater HE-03 11,4971
Vaporizer EV-01 42,4427
Melter MT-01 30,3096
Total 105,1929
Direncanakan steam yang digunakan adalah saturated steam dengan
kondisi :
P = 74 psia = 5 atm
T = 153 °C = 426 K
Faktor keamanan = 20%
78
Perancangan dibuat over design sebesar 20%
Kebutuhan steam = 20% x 105,1929
= 126,2315 kg/jam
Blowdown = 15% x kebutuhan steam
= 15% x 126,2315 kg/jam
= 18,9347 kg/jam
Steam Trap = 5% x kebutuhan steam
= 5% x 126,2315 kg/jam
= 6,3116 kg/jam
Kebutuhan air make up untuk steam
Air make up = Blowdown + steam treap
= 18,9347 kg/jam+ 6,3116 kg/jam
= 25,2463 kg/jam
b. Kebutuhan Air Pendingin
Tabel 4.16 Kebutuhan Air Proses Pendingin
Nama Alat Kode Jumlah (kg/jam)
Reaktor R-01 51.297,5689
Netralizer N-01 7.171,9559
Cooler CL-01 1,2661
Cooler CL-02 90,7096
Total 58.470,7910
Perancangan dibuat over design sebesar 20%, maka kebutuhan air
pendingin menjadi :
Kebutuhan pendingin = 20% x 58.470,7910 kg/jam
= 70.164,9492 kg/jam
79
Jumlah air yang menguap (We)
= 0,00085 x Wc x (Tin-Tout) (Perry, Pers. 12-14c)
= 0,00085 x 70.164,9492 kg/jam x (40°C - 30°C)
= 0,00085 x 70.164,9492 kg/jam x 30
= 596,4021 kg/jam
Drift Loss (Wd)
= 0,0002 x Wc (Perry, Pers. 12-14c)
= 0,0002 x 70.164,9492 kg/jam
= 14,0330 kg/jam
Blowdown (Wb) (cycle yang dipilih 4 kali)
( )
=
( )
=
= 582,3691 kg/jam
Sehingga jumlah makeup air adalah :
We = 596,4021 kg/jam
Wd = 14,0330 kg/jam
Wb = 582,3691 kg/jam
Kebutuhan Make Up Water (Wm)
Wm = We + Wd + Wb
Wm = 596,4021 kg/jam + 14,0330 kg/jam + 582,3691 kg/jam
Wm = 1.192,8041 kg/jam
c. Kebutuhan Air Domestik
Kebutuhan air domestic terdiri dari kebutuhan air untuk
80
tempat tinggal, area mess dan kebutuhan air karyawan.
Kebutuhan Air karyawan
Menurut standar WHO, kebutuhan air untuk 1 orang adalah 100-
120 liter/hari
Diambil kebutuhan air tiap orang = 120 liter/hari
= 5 kg/jam
Jumlah karyawan = 180 orang
Kebutuhan air untuk semua karyawan = 920,7194 kg/jam
Kebutuhan Air area mess
Jumlah mess = 35 rumah
Penghuni mess = 70 orang
Kebutuhan air untuk mess = 12.250 kg/jam
Total kebutuhan air domestic = (920,7194+12.250) kg/jam
= 13.171 kg/jam
d. Kebutuhan Service Water
Kebutuhan air service water diperkirakan sekitar 700
kg/jam. Perkiraan kebutuhan air ini nantinya akan digunakan untuk
layanan umum yang meliputi laboratorium, tempat ibadah,
pemadam kebakaran, kantin, bengkel dan lain-lain.
4.5.2 Spesifikasi Alat Utilitas
a. Screening / saringan
Fungsi : Menyaring kotoran-kotoran yang berukuran besar,
81
misalnya daun, ranting, dan sampah-sampah
lainnya.
Bahan : Alumunium
Jumlah air : 11.038 kg/jam
Dimensi
Diameter lubang : 1 cm
Ukuran saringan : panjang 10 ft dab lebar 8 ft
b. Reservoir / sedimentasi
Fungsi : mengendapkan kotoran dan lumpur yang terbawa
dari air sungai dan proses sedimentasi
Bahan : Beton
Jumlah air : 10.487 kg/jam
Waktu Tinggal : 6 jam
Dimensi
Volume : 755,7026 m3
Panjang : 11,4761 m
Lebar : 11,4761 m
Tinggi : 5,7380 m
c. Bak Koagulasi dan flokulasi
Fungsi : mengendapkan kotoran yang berupa disperse
koloid dalam air dengan menambahkan koagulan,
untuk menggumpalkan kotoran
Jumlah air : 99.626 kg/jam
82
Waktu tinggal : 1 jam
Dimensi bak
Volume : 119,5513 m3
Diameter : 5,3402 m
Tinggi : 5,3402 m
Dimensi Pengaduk
Diameter : 1,7801 m
Jumlah baffle : 4 buah
Jumlah impeller : 1 buah
Power motor : 2 Hp
d. Tangki Larutan Alum
Fungis : menyiapkan dan menyimpan larutan alum 5%
untuk 1 minggu
Volume : 1,0243 m3
Dimensi
Diameter : 0,8673 m
Tinggi : 1,7346 m
e. Bak pengendap I
Fungsi : mengendapkan endapan yang berbentuk flok yang
terbawa dari air sungai dengan proses sedimentasi
Bahan : beton
Waktu tinggal : 6 jam
Jumlah air : 99.626 kg/jam
83
Dimensi
Volume : 717,9175 m3
Panjang : 11,2815 m
Lebar : 11,2815 m
Tinggi : 5,6408 m
f. Bak pengendap II
Fungsi : mengendapkan endapan yang berbentuk flok yang
terbawa dari air sungai dengan proses sedimentasi
Bahan : beton
Waktu tinggal : 6 jam
Jumlah air : 94.645 kg/jam
Dimensi
Volume : 682,0216 m3
Panjang : 11,0903 m
Lebar : 11,0903 m
Tinggi : 5,5451 m
g. Sand Filter
Fungsi : menyaring partikel-partikel halus yang ada dalam
air sungai
Jumlah air : 89913 kg/jam
Luas permukaan saring : 9,1947 m2
Dimensi
Volume bak : 12,0756 m3
84
Panjang : 2,8905 m
Lebar : 2,8905 m
Tinggi : 1,4453 m
h. Bak Penampung Sementara
Fungsi : menampung sementara raw water setelah disaring
di sand filter
Bahan : beton
Jumlah air : 85.417 kg/jam
Waktu tinggal : 1 jam
Dimensi
Volume : 102,5003 m3
Panjang : 5,8964 m
Lebar : 5,8964 m
Tinggi : 2,9482 m
i. Tangki Klorinasi
Fungsi : mencampurkan klorin dalam bentuk kaporit ke
dalam air untuk kebutuhan rumah tangga
Jumlah air : 13.171 kg/jam
Waktu tinggal : 1 jam
Dimensi
Volume : 15,8049 m3
Diameter : 2,7205 m
Tinggi : 2,7205 m
85
j. Tangki Kaporit
Fungis : menampung kaporit selama 1 minggu yang akan
dimasukkan kedalam tangki klorinasi
Volume : 0,0348 m3
Dimensi
Diameter : 0,3540 m
Tinggi : 0,3540 m
k. Tangki Air Bersih
Fungsi : menampung air untuk keperluan kantor dan rumah
tangga
Jumlah air : 13.171 kg/jam
Waktu tinggal : 24 jam
Dimensi
Volume : 379,3167 m3
Diameter : 7,8471 m
Tinggi : 7,8471 m
l. Tangki Service Water
Fungsi : Menampung air untuk keperluan layanan umum
Jumah Air : 700 kg/jam
Waktu tinggal : 24 jam
Dimensi
Volume : 20,1600 m3
Diameter : 2,9504 m
86
Tinggi : 2,9504 m
m. Tangki Air Bertekanan
Fungsi : Menampung air untuk keperluan layanan umum
Jumah Air : 700 kg/jam
Waktu tinggal : 24 jam
Dimensi
Volume : 20,1600 m3
Diameter : 2,9504 m
Tinggi : 2,9504 m
n. Bak Air Pendingin
Fungsi : menampung kebutuhan air pendingin
Bahan : beton
Jumlah air : 70.165 kg/jam
Waktu tinggal : 1 jam
Dimensi
Volume : 84,1979 m3
Panjang : 5,5222 m
Lebar : 5,5222 m
Tinggi : 2,7611 m
o. Cooling Tower
Fungsi : mendinginkan air pendingin stelah digunakan
Jumlah air : 70165 kg/jam
Luas tower : 11,0241 m2
87
Suhu masuk : 45 °C
Suhu keluar : 30 °C
Dimensi
Panjang : 3,3203 m
Lebar : 3,3203 m
Tinggi : 2,0615 m
p. Blower Cooling Tower
Fungsi : menghisap udara sekeliling untuk dikontakkan
dengan air yang akan didinginkan
Kebutuhan udara : 1.635,604 ft3/jam
Power Motor : 7,5 Hp
q. Mixed Bed
Fungsi : menghilanggkan kesadahan air yang disebabkan
oleh kation
Jumlah air : 1.381 kg/jam
Dimensi bed
Volume : 0,1148 m3
Tinggi : 1,0160 m
Dimensi tangki
Diameter : 0,3794 m
Tinggi : 1,2192 m
Tebal : 0,1875 in
r. Tangki NaCl
88
Fungis : menampung/menyimpan larutan NaCl yang akan
digunakan untuk meregenerasi kation exchanger
Dimensi
Volume tangki : 0,4597 m3
Diameter : 0,8367 m
Tinggi : 0,8367 m
s. Tangki Air Demin
Fungsi : menampung air untuk keperluan steam dan air
proses
Jumlah air : 1.381,239 kg/jam
Waktu tinggal : 24 jam
Dimensi
Volume : 39,7797 m3
Diameter : 3,7005 m
Tinggi : 3,7005 m
t. Deaerator
Fungsi : menghilangkan gas CO2 dan O2 yang terikat dalam
feed water yang menyebabkan kerak pada reboiler
Jumlah air : 1.381,239 kg/jam
Waktu tinggal : 1 jam
Dimensi
Volume : 1,6575 m3
Diameter : 1,2829 m
89
Tinggi : 1,2829 m
u. Tangki N2H4
Fungis : menyimpan larutan N2H4
Dimensi
Volume tangki : 1,6848 m3
Waktu tinggal : 4 bulan
Diameter : 1,2899 m
Tinggi : 1,2899 m
v. Boiler
Fungsi : Membuat saturated steam
Kebutuhan steam : 126,2315 kg/jam
Suhu masuk : 30 °C
Suhu keluar : 150 °C
Kapasitas boiler : 264.856 kJ/jam
w. Tangki bahan bakar
Fungsi : menampung bahan bakar boiler untuk persediaan 3 hari
Bahan bakar : Fuel Oil
Dimensi
Volume bahan bakar : 0,7290 m3
Diameter : 1,1339 m
Tinggi : 2,2679 m
90
Kode PU-01 PU-02 PU-03 PU-04 PU-05 PU-06
Fungsi Mengalirkan Mengalirkan Mengalirkan Mengalirkan Mengalirkan Mengalirkan
air dari sungai air dari air dari bak air dari tangki air dari bak air dari bak
menuju screening ke sedimentasi ke alum ke bak koagulasi & sedimentasi I
Screening bak bak koagulasi koagulasi & flokulasi ke ke bak
sedimentasi & flokulasi flokulasi bak sedimentasi II
sedimenntasi I
Jenis Sentrifugal Sentrifugal Sentrifugal Sentrifugal Sentrifugal Sentrifugal
Jumlah 1 1 1 1 1 1
IPS, in 8 8 8 0,125 8 8
Sch. No 40 40 40 40 40 40
OD, in 8,625 8,625 8,625 0,41 8,625 8,625
ID,in 7,981 7,981 7,981 0,269 7,981 7,981
Kapasitas 570,4654 541,9421 514,8450 0,00256 514,8450 489,1028
pompa,
Tabel 4.17 Spesifikasi Pompa
91
gpm
Motor 20 20 15 0,5 20 20
standar, HP
Kode PU-07 PU-08 PU-09 PU-10 PU-11 PU-12
Fungsi Mengalirkan Mengalirkan Mengalirkan Mengalirkan Mengalirkan Mengalirkan
air dari bak air dari sand air dari bak air dari tangki air dari tangki air dari
sedimentasi II filter ke bak sementara ke kaporit ke klorinasi ke tangki air
ke sand filter penampung area kebutuhan tangki tangki bersih
sementara klorinasi deklorinasi menuju ke
area
domestik.
Jenis Sentrifugal Sentrifugal Sentrifugal Sentrifugal Sentrifugal Sentrifugal
Jumlah 1 1 1 1 1 1
IPS, in 8 8 8 0,125 3 3
Sch. No 40 40 40 40 40 40
OD, in 8,625 8,625 8,625 0,41 3,50 3,50
ID,in 7,981 7,981 7,981 0,269 3,068 3,068
Kapasitas 464,6476 441,4152 441,4152 0,0003 68,0633 68,0633
pompa,
gpm
Motor 5 7,5 5 0,05 1,5 1,5
standar, HP
Kode PU-13 PU-14 PU-15 PU-16 PU-17 PU-18
Fungsi Mengalirkan Mengalirkan Mengalirkan Mengalirkan Mengalirkan Mengalirkan
air dari tangki air dari tangki air dari bak air air dari air dari tangki air dari
air servis ke bertekan ke pendingin ke cooling tower NaCl ke mixed mixed bed ke
tangki air area service cooling water ke recycle bed tangki air
bertekan water dari bak air demin
dingin
Jenis Sentrifugal Sentrifugal Sentrifugal Sentrifugal Sentrifugal Sentrifugal
Jumlah 1 1 1 1 1 1
IPS, in 1 1 8 8 0,25 1,25
Sch. No 40 40 40 40 40 40
OD, in 1,32 1,32 8,63 8,63 0,54 1,66
ID,in 1,049 1,049 7,981 7,981 0,364 1,380
Kapasitas 3,6174 3,6174 362,5966 362,5966 0,0251 7,1379
pompa,
gpm
Motor 0,75 0,75 3 3 0,05 2
92
standar, HP
Kode PU-19 PU-20 PU-21 PU-22
Fungsi Mengalirkan air Mengalirkan air Mengalirkan air dari Mengalirkan air dari
dari tangki air dari tangki N2H4 deaerator ke boiler tangki deklorinasi ke
demin ke deaerator ke deaerator bak air bersih
Jenis Sentrifugal Sentrifugal Sentrifugal Sentrifugal
Jumlah 1 1 1 1
IPS, in ,25 0,125 0,375 1
Sch. No 40 40 40 40
OD, in 1,66 0,41 0,675 1,32
ID,in 1,380 0,269 0,493 1,049
Kapasitas pompa, 7,1379 0,0002 0,6523 6,4856
gpm
Motor standar, HP 0,75 0,05 0,5 1,5
4.5.3 Unit Pembangkit Steam ( Steam Generation System)
Unit ini berujuan untuk mencukupi kebutuhan steam pada
proses produksi, yaitu dengan menyediakan ketel uap (boiler) dengan
spesifikasi :
Kapasitas : 126,2315 kg/jam
Jenis : Water Tube Boiler
Jumlah : 1 buah
Boiler tersebut dilengkapi dengan sebuah unit economizer
safety valve system dan pengaman-pengaman yang bekerja secara
otomatis.
Air dari water treatment yang akan digunakan sebagai umpan
boiler terlebih dahulu diatur kadar silica, O2, Ca dan Mg yang
mungkin masih terikut dengan jalan menambahkan bahan-bahan
kimia ke dalam boiler feed water tank. Selain itu juga perlu diatur
93
pHnya yaitu sekitar 10,5-11,5 karena pH yang terlalu tinggi
korosivitasnya akan tinggi.
Sebelum masuk ke boiler, umpan dimasukkan dahulu ke dalam
economizer, yaitu alat penukar panas yang memanfaatkan panas dari
gas sisa pembakaran minyak residu yang keluar dari boiler. Di dalam
alat ini air dinaikkan temperaturnya hingga 153°C, kemudian
diumpankan ke boiler.
Di dalam boiler, api yang keluar dari alat pembakaran (burner)
bertugas untuk memanaskan lorong api dan pipa-pipa api. Gas sisa
pembakaran ini masuk ke economizer sebelum dibuang melalui
cerobong asap, sehingga air di dalam boiler menyerap panas dari
dinding-dinding dan pipa-pipa api maka air menjadi mendidih. Uap air
yang terbentuk terkumpul sampai mencapai tekanan 10 bar, baru
kemudian dialirkan ke steam header untuk didistribusikan ke area-area
proses.
4.5.4 Unit Pembangkit Listrik ( Power Plant System )
Pabrik Biodiesel kebutuhan listriknya diperoleh dari PLN
dan generator diesel. Dimana fungsi generator diesel yaitu sebagai
tenaga cadangan saat terjadi gangguan atau pemadam listrik oleh
PLN. Berikut spesifikasi generator diesel yang digunakan yaitu :
Kapasitas = 3.500 kW
94
Jumlah = 1 buah
Berikut rincian untuk kebutuhan listrik pabrik :
a. Kebutuhan Listrik untuk alat proses
Tabel 4.18 Kebutuhan Listrik Proses
Daya
Alat Kode Alat
Hp Watt
Mixer M-01 0,0944 70,4024
Reaktor R-01 7,5000 5592,7500
Melter MT-01 100,0000 74570,0000
Netralizer N-01 7,5000 5592,7500
Screw
Conveyor SC-01 0,5000 372,8500
Pompa-01 P-01 0,2002 149,3064
Pompa-02 P-02 0,0230 17,1239
Pompa-03 P-03 0,3726 277,8534
Pompa-04 P-04 1,0368 773,1644
Pompa-05 P-05 0,0567 42,2617
Pompa-06 P-06 0,3382 252,1637
Pompa-07 P-07 0,3401 253,6065
Pompa-08 P-08 0,1934 144,2066
Pompa-09 P-09 0,5374 400,7235
Pompa-10 P-10 0,3628 270,5154
Pompa-11 P-11 0,3325 247,9548
Pompa-12 P-12 0,4865 362,7791
Total
119,6884 89.251,6668
Power yang dibutuhkan = 92.524,1496 Watt
= 92,5241 kW
b. Kebutuhan Listrik untuk utilitas
Tabel 4.19 Kebutuhan Listrik Utilitas
95
Kode Daya
Alat
Alat Hp Watt
Bak Penggumpal
(Koagulasi dan
Flokulasi) BU-01 2,0000 1491,4000
Blower Cooling
Tower BL-01 7,5000 5592,7500
Pompa-01 PU-01 17,5763 13106,6427
Pompa-02 PU-02 16,8312 12551,0147
Pompa-03 PU-03 14,9204 11126,1401
Pompa-04 PU-04 0,4953 369,3686
Pompa-05 PU-05 15,9378 11884,8148
Pompa-06 PU-06 15,1848 11323,2702
Pompa-07 PU-07 4,4685 3332,1822
Pompa-08 PU-08 7,2021 5370,6158
Pompa-09 PU-09 3,6928 2753,7140
Pompa-10 PU-10 0,00001 0,0081
Pompa-11 PU-11 1,2803 954,6990
Pompa-12 PU-12 1,2803 954,6990
Pompa-13 PU-13 0,7342 547,4960
Pompa-14 PU-14 0,6173 460,3000
Pompa-15 PU-15 2,4372 1817,4489
Pompa-16 PU-16 2,2700 1692,7748
Pompa-17 PU-17 0,0002 0,1270
Pompa-18 PU-18 1,5448 1151,9381
Pompa-19 PU-19 0,5607 418,1069
Pompa-20 PU-20 0,0000 0,0000
Pompa-21 PU-21 0,3763 280,5899
Pompa-22 PU-22 1,1281 841,2342
Total
118,0385 88.021,3350
Power yang dibutuhkan = 88.021,3350 Watt
= 88,0213 kW
a. Kebutuhan Listrik untuk penerangan dan AC
- Listrik yang digunakan untuk AC diperkirakan sekitar 15 kW
- Listrik yang digunakan untuk penerangan sekitar 100 kW
96
b. Kebutuhan Listrik untuk bengkel dan laboratorium
- Listrik untuk bengkel dan laboratorium sekitar 40 kW
c. Kebutuhan Listrik untuk instrumentasi
- Listrik untuk instrumentasi sekitar 10 kW
Berikut rincian kebutuhan listrik pada pabrik Biodiesel :
Tabel 4.20 Rincian Kebutuhan Listrik
No Keperluan Kebutuhan (Kw)
1 Kebutuhan Plant
a. Proses 92,5241
b. Utilitas 88,0213
2 a. Listrik Ac 15
b. Listrik Penerangan 100
3 Laboratorium dan Bengkel 40
4 Instrumentasi 10
Total 345,5455
Total kebutuhan listrik untuk keseluruhan proses adalah
345,5455 kW. Dengan factor daya sebesar 80%, maka kebutuhan
listrik total sebesar 431,9319 kW. Kebutuhan listrik dipenuhi dari
PLN dan generator sebagai cadangan.
4.5.5 Unit Penyediaan Udara Instrumen (Instrument Air System)
Unit tekan diperlukan untuk pemakaian alat pneumatic control.
Total kebutuhan udara tekan diperkirakan 46,728 m3/jam
4.5.6 Unit Penyediaan Bahan Bakar
97
Bahan bakar digunakan untuk keperluan pembakaran pada
boiler dan diesel untuk generator pembangkit listrik. Bahan bakar
boiler menggunakan fuel oil sebanyak 264.856 kg/jam. Bahan bakar
diesel menggunakan minyak solar sebanyak 344,1391 kg/jam. Total
kebutuhan bahan bakar sebesar kg/jam.
4.6 Organisasi Perusahaan
4.6.1 Bentuk Perusahaan
Bentuk Perusahaan yang direncanakan pada perancangan pabrik
Biodiesel ini adalah Perseroan Terbatas (PT). Perseroan terbatas
merupakan bentuk perusahaan yang mendapatkan modalnya dari
penjualan saham dimana tiap sekutu turut mengambil bagian sebanyak
satu saham atau lebih. Saham adalah surat berharga yang dikeluarkan
oleh perusahaan atau PT tersebut dan orang yang memiliki saham
berarti telah menyetorkan modal keperusahaan, yang berarti pula ikut
memiliki perusahaan. Dalam perseroan terbatas pemegang saham
hanya bertanggung jawab menyetor penuh jumlah yang disebutkan
dalam tiap-tiap saham.
Alasan dipilihnya bentuk perusahaan ini didasarkan oleh
beberapa faktor, yaitu:
1. Pemegang saham mempunyai tanggung jawab yang terbatas
terhadap adanya hutang-hutang perusahaan, sehingga resiko
98
pemegang saham hanya terbatas sampai modal yang
disetorkan.
2. Dapat memperluas lapangan usaha, karena lebih mudah
memperoleh tambahan modal dengan menjual saham-saham
baru.
3. Mudah memindahkan hak pemilik dengan menjual saham
kepada orang lain.
4. Manajemen dan sosialisasi yang lebih memungkinkan
pengelolaan sumber-sumber modal secara efisiensi.
5. Pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham dapat
memilih direktur yang cakap dan berkualitas untuk
menjalankan perusahaan.
4.6.2 Struktur Organisasi
Dalam rangka menjalankan suatu proses pabrik dengan baik
dalam hal ini di suatu perusahaan, diperlukan suatu manajemen atau
organisasi yang memiliki pembagian tugas dan wewenang yang baik.
Struktur organisasi dari suatu perusahaan dapat bermacam-macam
sesuai dengan bentuk dan kebutuhan dari masing-masing perusahaan.
Jenjang kepemimpinan dalam perusahaan ini adalah sebagai berikut:
a. Pemegang saham
b. Dewan komisaris
c. Direktur Utama
d. Direktur
99
e. Kepala Bagian
f. Kepala Seksi
g. Karyawan dan Operator
Tanggung jawab, tugas dan wewenang dari masing-masing
jenjang kepemimpinan tentu saja berbeda-beda. Tanggung jawab,
tugas serta wewenang tertinggi terletak pada puncak pimpinan yaitu
dewan komisaris. Sedangkan kekuasaan tertinggi berada pada rapat
umum pemegang saham.
Sistem struktur organisasi perusahaan ada tiga yaitu line, line
dan staff serta sistem fungsional. Di antara ketiganya yang baik adalah
struktur organisasi system line dan staff karena garis kekuasaan lebih
sederhana dan praktis. Segala sesuatu yang menyangkut perusahaan
diputuskan bersama baik oleh pimpinan maupun staff yang tergabung
dalam suatu dewan (dewan komisaris, dewan direksi). Menurut
pembagian kerjanya, seorang karyawan hanya bertanggung jawab
pada atasannyasaja dan demi kelancaran produksi pimpinan dalam
melaksanakan tugasnya dibantu oleh beberapa staff ahli yang terdiri
atas orang-orang yang ahli dalam bidangnya.
Ada dua kelompok orang-orang yang berpengaruh dalam
menjalankan organisasi sistem line dan staff ini yaitu:
1. Sebagai garis atau line yaitu orang-orang yang melaksanakan
tugas pokok organisasi dalam rangka mencapai tujuan.
100
2. Sebagai staff yaitu orang-orang yang melaksanakan tugasnya
dengan keahlian yang dimilikinya. Dalam hal ini berfungsi untuk
memberikan saran-saran kepada unit operasional.
Dengan adanya struktur organisasi pada perusahaan maka akan
didapatkan beberapa keuntungan, antara lain:
a. Menjelaskan, membagi, dan membatasi pelaksanaan tugas dan
tanggung jawab setiap orang yang terlibat di dalamnnya.
b. Penempatan tenaga kerja yang tepat
c. Pengawasan, evaluasi dan pengembangan perusahaan serta
manajemen perusahaan yang lebih efisien
d. Penyusun program pengembangan manajemen
e. Menentukan pelatihan yang diperlukan untuk pejabat yang sudah
ada
f. Mengatur kembali langkah kerja dan prosedur kerja yang berlaku
bila terbukti kurang lancer
101
Dewan
Komisaris
Direktur
Utama
Direktur Teknik dan Direktur Keuangan
Produksi dan Umum
Kepala Bagian Kepala Bagian Penelitian, Kepala Bagian Kesehatan,
Kepala Bagian Kepala Bagian Keuangan dan Kepala Bagian Umum dan
Pemeliharaan, Listrik dan Pengembangan dan Kepala Bagian Administrasi Keselamatan Kerja dan
Proses dan Utilitas Pemasaran Keamana
instrumentasi Pengendalian Mutu Lingkungan
Kepala Seksi Kepala Seksi Kepala Seksi Kepala Seksi Kepala Seksi
Kepala Seksi Listrik Kepala Seksi Penelitian Kepala Seksi Kepala Seksi Kepala Seksi Tata Kepala Seksi Kepala Seksi Kepala Seksi Kepala Seksi Unit
Proses Bahan baku dan Kepala Seksi Utilitas Pemeliharaan dan Laboraturium dan Kesehatan dan
dan Instrumentasi dan Pengembangan Keuangan Pemasaran Usaha Personalia Humas Keamanan Pengolahan Limbah
produk Bengkel Pengendalian Mutu Keselamatan Kerja
Gambar 4.7 Struktur Organisasi
102
4.6.3 Tugas dan Wewenang
1. Pemegang Saham
Pemegang saham (pemilik perusahaan) adalah beberapa orang
yang mengumpulkan modal untuk kepentingan pendirian dan
berjalannya operasi perusahaan tersebut. Kekuasaan tertinggi pada
perusahaan yang mempunyai bentuk perseroan terbatas adalah rapat
umum pemegang saham. Pada rapat umum tersebut para pemegang
saham :
1. Mengangkat dan memberhentikan Dewan Komisaris
2. Mengangkat dan memberhentikan direktur
3. Mengesahkan hasil-hasil usaha serta neraca perhitungan untung
rugi tahunan dari perusahaan
2. Dewan Komisaris
Dewan komisaris merupakan pelaksana dari para pemilik
saham, sehingga dewan komisaris akan bertaggung jawab terhadap
pemilik [Link]-tugas Dewan Komisaris meliputi :
1. Menilai dan menyetujui rencana direksi tentang kebijakan
umum, target laba perusahaan, alokasi sumber-sumber dana dan
pengarahan pemasaran
2. Mengawasi tugas-tugas direktur utama
3. Membantu direktur utama dalam hal-hal penting
3. Direktur Utama
103
Direktur utama merupakan pimpinan tertinggi dalam perusahaan
dan bertanggung jawab sepenuhnya dalam hal maju mundurnya
perusahaan. Direktur Utama bertanggung jawab pada Dewan
Komisaris atas segala tindakan dan kebijaksanaan yang telah diambil
sebagai pimpinan perusahaan. Direktur Utama membawahi Direktur
Produksi dan Teknik, serta Direktur Keuangan dan [Link]
utama membawahi :
a. Direktur Teknik dan Produksi
Tugas Direktur Teknik dan Produksi adalah memimpin
pelaksanaan kegiatan pabrik yang berhubungan dengan bidang
produksi dan operasi, teknik, pengembangan, pemeliharaan
peralatan, pengadaan, dan laboratorium.
b. Direktur Keuangan dan Umum
Tugas Direktur Keuangan dan Umum adalah bertanggung jawab
terhadap masalah-masalah yang berhubungan dengan
administrasi, personalia, keuangan, pemasaran, humas, keamanan,
dan keselamatan kerja.
c. Staf ahli
Staf ahli dari tenaga-tenaga ahli yang bertugas membantu direktur
dalam menjalankan tugasnya, baik yang berhubungan dengan
teknik maupun administrasi. Staf ahli bertanggung jawab kepada
direktur utama sesuai dengan bidang keahlian masing-masing :
Tugas dan wewenang staf ahli meliputi :
104
1. Mengadakan eveluasi bidang teknik dan ekonomi
perusahaan.
2. Memberi masukan-masukan dalam perncenaan dan
pengembangan perusahaan.
3. Memberi saran-saran dalam bidang hokum.
d. Kepala Bagian
Secara umum tugas Kepala bagian adalah mengkoordinir,
mengatur dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan dalam
lingkungan bagiannya sesuaib dengan garis-garis yang diberikan
oleh pimpinan perusahaan. Kepala bagian dapat juga bertindak
sebagai staff direktur. Kepala bagian ini bertanggung jawab
kepada direktur masing-masing. Kepala bagian terdiri dari :
Kepala Bagian Proses dan Utilitas
Tugas : Mengkoordinasikan kegiatan pabrik dalam bidang
proses dan penyediaan bahan baku dan utilitas.
Kepala Bagian Pemeliharaan, Listrik, dan Instrumentasi
Tugas : Bertanggung jawab terhadap kegiatan pemeliharaan
dan fasilitas penunjang kegiatan produksi.
Kepala Bagian Penelitian, Pengembangan dan
Pengendalian Mutu
Tugas : mengkoordinasikan kegiatan yang berhubungan
dengan penelitian, pengembangan perusahaan, dan
pengawasan mutu.
105
Kepala Bagian Keuangan dan Pemasaran
Tugas : Mengkoordinasikan kegiatan pemasaran, pengadaan
barang, serta pembukuan keuangan.
Kepala Bagia Administrasi
Tugas : Bertanggung jawab terhadap kegiatan yang
berhubungan dengan tata usaha, personalia dan rumah tangga
perusahaan.
Kepala Bagian Humas dan Keamanan
Tugas : Bertanggung jawab terhadap kegiatan yang
berhubungan antara perusahaan dan masyarakat serta
menjaga keamanan perusahaan.
Kepala Bagian Kesehatan Keselamatan Kerja dan
Lingkungan
Tugas : Bertanggung jawab terhadap keamanan pabrik
kesehatan dan keselamatan kerja karyawan.
Kepala Bagian Produksi
Tugas : Mengawasi terkait pemakaian bahan baku,
pemakaian packing material dengan tujuan meminimalkan
pemborosan dan kegagalan proses, menjaga dan mengawasi
agar mutu bahan baku dalam proses dan mtu produk yang
dihasilkan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan serta
Kepala Bagian Teknik
106
Tugas : Bertanggung jawab atas penyediaan mesin untuk
keberlangsungan proses terkait peralatan dan kebutuhan
listrik untuk kelancaran produksi. Melakukan pengecekan
terkait perawatan mesin proses.
e. Kepala Seksi
Kepala seksi adalah pelaksanaan pekerjaan dalam lingkungan
bagiannya sesuai dengan rencana yang telah diatur oleh para
Kepala Bagian [Link] kepala seksi bertanggung
jawab terhadap kepala bagian masing-masing sesuai dengan
seksinya.
Kepala Seksi Bahan Baku dan Produk
Tugas : Bertanggung jawab terhadap penyediaan bahan baku
dan menjaga kemurnian bahan baku, serta mengontrol produk
yang dihasilkan.
Kepala Seksi Proses
Tugas : Memimpin langsung serta memantau kelancaran
proses produksi.
Kepala Seksi Utilitas
Tugas : Bertanggung jawab terhadap penyediaan air, steam,
bahan bakar, dan udara tekan baik untuk proses maupun
instrumentasi.
Kepala Seksi Pemeliharaan dan Bengkel
107
Tugas ; Bertanggung jawab atau kegiatan perawatan dan
penggantian alat-alat serta fasilitas pendukungnya.
Kepala Seksi Listrik dan Instrumentasi
Tugas : Bertanggung jawab terhadap penyediaan listrik serta
kelancaran alat-alat instrumentasi.
Kepala Seksi Laboratorium dan Pengendalian Mutu
Tugas : Menyelenggarakan pengendalian mutu untuuk bahan
baku, bahan pembantu, produk dan limbah.
Kepala Seksi Keuangan
Tugas : Bertanggung jawab terhdaap pembukuan serta hal-hal
yang berkaitan dengan keuangan perusahaan.
Kepala Seksi Pemasaran
Tuagas : Mengkoordinasikan kegiatan pemasaran produk dan
pengadaan bahan baku pabrik.
Kepala Seksi Personalia
Tugas : Mengkoordinasikan kegiatan yang berhubungan
dengan kepegawaian.
Kepala Seksi Humas
Tugas : Menyelenggarakan kegiatan yang berkaitan dengan
relasi perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.
Kepala Seksi Keamanan
Tugas : Menyelenggarakan kegiatan yang berkaitan dengan
mengawasi langsung masalah keamanan perusahaan.
108
Kepala Seksi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Tugas : Mengurus masalah kesehatan karywan dan keluarga,
serta menangani masalah keselamatan kerja di perusahaan.
4.6.4 Status Karyawan
Pada pabrik ini system upah karyawan berbeda-beda tergantung
pada status, kedudukan, tanggung jawab, dan keahlian. Menurut status
karyawan dapat dibagi menjadi tiga golongan, yaitu sebagai berikut :
1. Karyawan Tetap
Karywan yang diangkat dan diberhentikan dengan surat
keputusan (SK) direksi dan mendapat gaji bulanan sesuai dengan
kedudukan, keahlian dan masa kerjanya.
2. Karyawan Harian
Karyawan yang diangkat dan diberhentikan direksi tanpa SK
direksi dan mendapat upah harian yang dibayar tiap akhir pekan.
3. Karyawan Borongan
Karyawan yang digunakan oleh pabrik bila diperlukan saja.
Karyawan ini menerima upah borongan untuk suatu pekerjaan.
4.6.5 Pembagian Jam Kerja Karyawan
Pabrik Sodium Thiosulfate Pentahydrate ini direncanakan
beroperasi 330 hari dalam satu tahun dan proses produksi berlangsung
24 jam per hari. Sisa hari yang bukan hari libur digunakan untuk
perawatan, perbaiakan, dan shutdown. Sedangkan pembagian jam
109
kerja karyawan digolongkan dalam dua golongan yaitu karyawan shift
dan non shift.
a. Karyawan non shift
Karyawan non shift adalah karyawan yang tidak menangani
proses produksi secara langsung. Yang termasuk karyawan harian
adalah direktur staf ahli, kepala bagian, kepala seksi serta
karyawan yang berada di kantor.
Karyawan harian dalam satu minggu akan bekerja selama 5
harri dengan pembagian kerja sebagai berikut :
Jam kerja
Hari Senin-Kamis : Jam 07.30-16.30
Hari Jum’at : Jam 07.30-16.30
Jam Istirahat
Hari Senin-Kamis : Jam 12.00-13.00
Hari Jum’at : Jam 11.00-13.00
b. Karywan shift
Karywan shift adalah karywan yang secara langsung proses
produksi atau mengatur bagian-bagian tertentu dari pabrik yang
mempunyai hubungann dengan masalah keamanan dan
kelancaran produksi. Yang termasuk karyawan shift ini adalah
operator produksi, sebagaian dari bagian teknik, bagian gedung
dan bagian-bagian yang harus selalu siaga untuk menjaga
keselamatan serta keamanan pabrik.
110
Para karyawan shift akan bekerja secara bergantian selama
24 jam sebagai berikut :
Shift pagi :Jam 07.00-15.00
Shift sore :Jam 15.00-23.00
Shift malam :Jam 23.00-07.00
Untuk karyawan shift ini dibagi menjadi 4 regu, dimana tiga
regu bekerja dan satu regu istirahat serta dilakukan secara
bergantian. Tiap regu mendapatkan giliran tiga hari kerja dan satu
hari libur, tiap shift dan masuk lagi untuk shift berikutnya. Untuk
hari libur atau hari besar yang ditetapkan pemerintah maka regu
yang masuk tetap masuk. Jadwal kerja masing-masing regu
ditabelkan sebagai berikut :
Tabel 4.21 Jadwal Pembagian Kelompok Shift
Hari/Regu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 P P P L M M M L S S
2 S S L P P P L M M M
3 M L S S S L P P P L
4 L M M M L S S S L P
Keterangan :
P = Shift Pagi S = Shift Siang
M = Shift Malam L = Libur
111
4.6.6 Status, Sistem Penggajian dan Penggolongan Karyawan
1. Jumlah Pekerja
Tabel 4.22 Jumlah Karyawan Pabrik
Jabatan Jumlah
Direktur Utama 1
Direktur Teknik dan Produksi 1
Direktur Keuangan dan Umum 1
Staff Ahli 1
Ka. Bag. Proses 1
Ka. Bag. Utilitas 1
Ka. Bag. Pemasaran dan Keuangan 1
Ka. Bag. Administrasi dan Umum 1
Ka. Bag. Litbang 1
Ka. Bag. Humas dan Keamanan 1
Ka. Bag. K3 1
Ka. Bag. Pemeliharaan,Listrik, dan
Instrumentasi 1
Ka. Sek. UPL 1
Ka. Sek. Proses 1
Ka. Sek. Bahan Baku dan Produk 1
Ka. Sek. Pemeliharaan 1
Ka. Sek. Listrik dan Instrumentasi 1
Ka. Sek. Laboratorium 1
Ka. Sek. Keuangan 1
Ka. Sek. Pemasaran 1
Ka. Sek. Personalia 1
Ka. Sek. Humas 1
Ka. Sek. Keamanan 1
Ka. Sek. K3 1
Karyawan Personalia 5
Karyawan Humas 5
Karyawan Litbang 5
Karyawan Pembelian 5
Karyawan Pemasaran 5
Karyawan Administrasi 4
112
Karyawan Kas/Anggaran 4
Karyawan Proses 18
Karyawan Pengendalian 6
Karyawan Laboratorium 6
Karyawan Pemeliharaan 6
Jabatan Jumlah
Karyawan Utilitas 12
Karyawan K3 6
Karyawan Keamanan 6
Sekretaris 4
Dokter 3
Perawat 5
Supir 11
Cleaning Service 10
Total 150
2. Penggolongan Jabatan
Dalam mendirikan suatu pabrik harus adanya penggolongan
jabatan, karena hal ini akan berkaitan dengan keberlangsungan pabrik
untuk bersaing di pasaran. Berikut rincian penggolongan jabatan.
Tabel 4.23 Rincian Penggolongan Jabatan
NO Jabatan Jenjang Pendidikan
1 Direktur Utama Sarjana Teknik Kimia
2 Direktur Produksi dan Teknik Sarjana Teknik Kimia
3 Direktur Keuangan dan Umum Sarjana Teknik Kimia
Kepala Bagian Penelitian, Mutu dan
4 Sarjana Ekonomi
Pengembangan
5 Kepala Bagian Proses dan Utilitas Sarjana Teknik Kimia
Kepala Bagian Pemeliharaan, Listrik, Sarjana Teknik Mesin /
6
dan Instrumentasi Sarjana Teknik Elektro
Kepala Departemen Keuangan dan
7 Sarjana Ekonomi
Pemasaran
8 Kepala Departemen Administrasi Sarjana Ekonomi
Kepala Departemen Umum dan
9 Sarjana Hukum
Keamanan
113
Kepala Departemen Kesehatan, Sarjana Teknik Kimia /
10
Keselamatan dan Lingkungan Sarjana Teknik Lingkungan
11 Kepala Divisi Sarjana Teknik Kimia
12 Operator STM / SMU / Sedarajat
13 Sekretaris Akademi Sekretaris
NO Jabatan Jenjang Pendidikan
14 Staff STM / SMU / Sedarajat
15 Medis Dokter
16 Paramedis Keperawatan
17 Lain-lain SLTA
3. Sistem Gaji Pegawai
Sistem pembagian gaji pada perusahaan terbagi menjadi 3 jenis yaitu :
a. Gaji Bulanan
Gaji yang diberikan kepada pegawai tetap dengan jumlah sesuai
peraturan perusahaan.
b. Gaji Harian
Gaji yang diberikan kepada karyawan tidak tetap atau buruh
harian.
c. Gaji Lembur
Gaji yang diberikan kepada karyawan yang bekerja melebihi jam
kerja pokok.
Berikut adalah perincian gaji sesuai dengan jabatan :
Tabel 4.24 Rincian Gaji Sesuai Jabatan
Jabatan Gaji/Bulan
Direktur Utama Rp 40.000.000
Direktur Teknik dan Produksi Rp 30.000.000
114
Direktur Keuangan dan Umum Rp 30.000.000
Staff Ahli Rp 25.000.000
Ka. Bag. Proses Rp 20.000.000
Ka. Bag. Utilitas Rp 20.000.000
Ka. Bag. Pemasaran dan Keuangan Rp 20.000.000
Ka. Bag. Administrasi dan Umum Rp 20.000.000
Jabatan Gaji/Bulan
Ka. Bag. Litbang Rp 20.000.000
Ka. Bag. Humas dan Keamanan Rp 20.000.000
Ka. Bag. K3 Rp 20.000.000
Ka. Bag. Pemeliharaan,Listrik, dan
Instrumentasi Rp 20.000.000
Ka. Sek. UPL Rp 14.000.000
Ka. Sek. Proses Rp 14.000.000
Ka. Sek. Bahan Baku dan Produk Rp 14.000.000
Ka. Sek. Pemeliharaan Rp 14.000.000
Ka. Sek. Listrik dan Instrumentasi Rp 14.000.000
Ka. Sek. Laboratorium Rp 14.000.000
Ka. Sek. Keuangan Rp 14.000.000
Ka. Sek. Pemasaran Rp 14.000.000
Ka. Sek. Personalia Rp 14.000.000
Ka. Sek. Humas Rp 14.000.000
Ka. Sek. Keamanan Rp 14.000.000
Ka. Sek. K3 Rp 14.000.000
Karyawan Personalia Rp 14.000.000
Karyawan Humas Rp 6.000.000
Karyawan Litbang Rp 6.000.000
Karyawan Pembelian Rp 6.000.000
Karyawan Pemasaran Rp 6.000.000
Karyawan Administrasi Rp 6.000.000
Karyawan Kas/Anggaran Rp 6.000.000
Karyawan Proses Rp 7.000.000
Karyawan Pengendalian Rp 7.000.000
Karyawan Laboratorium Rp 7.000.000
Karyawan Pemeliharaan Rp 7.000.000
Karyawan Utilitas Rp 7.000.000
Karyawan K3 Rp 7.000.000
Karyawan Keamanan Rp 3.000.000
Sekretaris Rp 7.000.000
Dokter Rp 9.000.000
115
Perawat Rp 3.000.000
Supir Rp 3.000.000
Cleaning Service Rp 3.000.000
Total Rp 573.000.000
4.6.7 Kesejahteran Sosial Karyawan
Kesejahteraan social yang diberikan oleh perusahaan pada karyawan
antar lain :
1. Tunjangan
Tunjangan yang berupa gaji pokok yang diberikan berdasarkan
golongan karyawan yang bersangkitan.
Tunjangan jabatan yang diberikan berdasarkan jabatan yang
dipegang oleh karyawan.
Tunjangan lembur yang diberikan kepada karyawan yang bekerja
di luar jam kerja berdasarkan jumlah kerja.
2. Cuti
Cuti tahunan diberikan kepada setiap karyawan selama 12 hari
kerja dalam satu (1) tahun.
Cuti sakit diberikan kepada setiap karyawan yang menderita sakit
berdasarkan keterangan dokter.
3. Pakaian Kerja
Pakaian kerja diberikan kepada setiap karyawan sejumlah 3 pasang
untuk setiap tahunnya.
4. Pengobatan
116
Biaya pengobatan bagi karyawan yang menderita sakit yang
diakibatkan oleh kecelakaan kerja ditanggung perusahaan sesuai
dengan undang-undang yang berlaku.
Biaya pengobatan bagi karyawan yang menderita sakit yang tidak
diakibatkan oleh kecelakaan kerja diatur berdasarkan kebijaksanaan
perusahaan.
5. Asuransi Tenaga Kerja (ASTEK)
ASTEK diberikan oleh perusahaan bila jumlah karyawan lebih dari 10
orang dengan gaji karyawan Rp 1.000.000,00 per bulan.
Fasilitas untuk kemudahan bagi karyawan dalam melaksanakan
aktivitas selama di pabrik antara lain :
Penyediaan mobil dan bus untuk transportasi antar jemput
karyawan.
Kantin, untuk memenuhi kebutuhan makan karyawan terutama
makan siang.
Sarana peribadatan seperti masjid.
Pakaian seragam kerja dan peralatan-peralatan keamanan seperti
safety helmet, safety shoes dan kacamata, serta tersedia pula alat-
alat keamanan lain seperti masker, ear plug, sarung tangan tahan
api.
Fasilitas kesehatan seperti tersediannya poliklinik yang
dilengkapi dengan tenaga medis dan paramedic.
4.7 Evaluasi Ekonomi
117
Dalam pra rancangan pabrik diperlukan analisa ekonomi untuk
mendapatkan perkiraan (estimation) tentang kelayakan investasi modal
dalam suatu kegiatan produksi suatu pabrik, dengan meninjau
kebutuhan modal investasi, besarnya laba yang diperoleh, lamanya
modal investasi dapat dikembalikan dan terjadi titik impas dimana
total biaya produksi sama dengan keuntungan yang diperoleh. Selain
itu analisa ekonomi dimaksudkan untuk mengetahui apakah pabrik
yang akan didirikan dapat menguntungkan dan layak atau tidak untuk
didirikan. Dalam evaluasi ekonomi ini faktor-faktor yang ditinjau
adalah :
1. Return On Investment
2. Pay Out Time
3. Discounted Cash Flow
4. Break Even Point
5. Shut Down Point
Sebelum dilakukan analisa terhadap kelima factor tersebut,
maka perlu dilakukan perkiraan terhadap beberap beberapa hal
sebagai berikut :
1. Penentuan modal industry (Total Capital Investment)
Meliputi :
a. Modal tetap (Fixed Capital Investment)
b. Modal kerja ( Working Capital Investment)
118
2. Penentuan biaya produksi total (Total Production Cost)
Meliputi :
a. Biaya pembuatan (Manufacturing Cost)
b. Biaya pengeluaran umum (General Expense)
3. Pendapatan modal
Untuk mengetahui titik impas, maka perlu dilakukan perkiraan
terhadap:
a. Biaya tetap (Fixed Cost)
b. Biaya variable (Variavle Cost)
c. Biaya mengambang (Regulated Cost)
4.7.1 Harga Alat
Harga peralatan akan berubah setiap saat tergantung pada
kondisi ekonomi yang mempengaruhinya. Untuk mengetahui harga
perlatan yang pasti setiap tahun sangatlah sulit, sehingga diperlukan
suatu metode atau cara untuk memperkirakan harga alat pada tahun
tertentu dan perlu diketahui terlebih dahulu harga indeks peralatan
operasi pada tahun tersebut.
Dalam analisa ekonomi harga-harga alat maupun harga-harga
lain diperhitungkan pada tahun pabrik didirikan. Untuk mencari harga
pada tahun pabrik didirikan, maka dicari indeks pada tahun pabrik
didirikan.
119
Harga indeks tahun 2023 diperkirakan secara garis dengan data
indeks dari tahun 1987 sampai 2023, dicari dengan persamaan regresi
linier.
Tabel 4.25 Indek Harga Alat
No (Xi) Indeks (Yi)
1 1987 324
2 1988 343
3 1989 355
4 1990 356
5 1991 361,3
6 1992 358,2
7 1993 359,2
8 1994 368,1
9 1995 381,1
10 1996 381,7
11 1997 386,5
12 1998 389,5
13 1999 390,6
14 2000 394,1
15 2001 394,3
16 2002 395,6
17 2003 402
18 2004 444,2
19 2005 468,2
20 2006 499,6
21 2007 525,4
22 2008 575,4
23 2009 521,9
24 2010 550,8
25 2011 585,7
26 2012 584,6
27 2013 567,3
120
28 2014 576,1
29 2015 556,8
([Link]/pci)
Berdasarkan data tersebut, maka persamaan regresi linier yang
diperoleh adalah y = 9,878 x – 19.325. Pabrik Biodiesel dengan
kapasitas 20.000 ton/tahun akan dibangun pada tahun 2023, berikut
adalah grafik hasil plotting data:
Tahun Vs Index
700
600
500
y = 9,878x - 19325
400 R² = 0,8862
300
200
100
0
1985 1990 1995 2000 2005 2010 2015 2020
Gambar 4.8 Tahun Vs Indeks Harga
Berdasarkan data tersebut, makan persamaan regresi Linier
yang diperoleh adalah y = 9,878 x – 19.325. Pabrik Biodiesel dengan
kapasitas 20.000 ton/tahun akan dibangun pada tahun 2023, maka
persamaan regresi Linier diperoleh indeks sebesar 658,194.
121
Harga-harga alat dan lainnya diperhitungan pada tahun
evaluasi. Selain itu, harga alat dan lainnya ditentukan juga dengan
referensi Peters dan Timmerhaus, pada tahun 1990 dan Aries &
Newton, pada tahun 1955. Maka harga alat pada tahun evalusasi dapat
dicari dengan persamaan :
(Aries & Newton, 1955)
Dimana :
Ex : Harga pembelian pada tahun 2019
Ey : harga pembelian pada tahun referensi (1955, 1990, dan 2014)
Nx : Index harga pada tahun 2019
Ny : Index harga pada tahun referensi (1955, 1990, dan 2014)
Berdasarkan rumus tersebut, makan didapatkan hasil perhitungan alat
sebagai berikut :
Tabel 4.26 Harga Alat Proses
Nama Alat Kode Alat Jumlah Harga Total
Tangki methanol T-01 1 $ 80.463
Tangki H2SO4 T-02 1 $ 61.107
Tangki KOH T-03 1 $ 62.795
Tangki Biodiesel T-04 1 $ 69.547
Melter MT 1 $ 134.705
Mixer M 1 $ 97.793
Storage silo Silo 1 $ 208.528
Reaktor R 1 $ 241.838
Netralizer N 1 $ 168.128
122
Decanter 1 DC-01 1 $ 229.797
Vaporizer EV 1 $ 39.500
Pompa 1
$ 5.964
P-01 1
Pompa 2 P-02 1 $ 2.813
Pompa 3 P-03 1 $ 5.964
Pompa 4 P-04 1 $ 10.016
Pompa 5 P-05 1 $ 3.038
Pompa 6 P-06 1 $ 10.353
Pompa 7 P-07 1 $ 10.353
Pompa 8 P-08 1 $ 9.678
Pompa 9 P-09 1 $ 10.578
Pompa 10 P-10 1 $ 9.678
Pompa 11 P-11 1 $ 9.678
Pompa 12 P-12 1 $ 7.315
Heat Exchanger 1 HE-01 1 $ 1.125
Heat Exchanger 2 HE-02 1 $ 450
Expansion Valve EV-01 1 $ 51
Cooler 1 CL-01 1 $ 338
Condenser C-01 1 $ 1.238
Screw Conveyor SC 1 $ 4.276
Total 35 $1.497.108
Tabel 4.27 Harga Alat Utilitas
Kode
Nama Alat Jumlah Harga Total
Alat
Screening FU-01 1 $ 27.121
Reservoir RU-01 1 $ 166.552
Bak koagulasi dan flokurasi BU-01 1 $ 50.191
Tangki larutan alum TU-01 1 $ 32.973
Bak pengendap 1 BU-02 1 $ 50.303
Bak pengendap 2 BU-03 1 $ 48.615
Sand filter FU-02 1 $ 67.071
Bak air penampungan sementara BU-04 1 $ 45.464
Tangki klorinasi TU-02 1 $ 45.914
Tangki kaporit TU-03 1 $ 21.944
Tangki air bersih TU-04 1 $ 67.521
Tangki service water TU-05 1 $ 47.265
Tangki air bertekanan TU-06 1 $ 47.265
Bak air pendingin BU-05 1 $ 39.950
123
Cooling tower CT-01 1 $ 112.535
Blower cooling tower BL-01 1 $ 168.803
Mixed bed TU-07 1 $ 25.208
Tangki nacl TU-08 1 $ 29.822
Tangki air demin TU-09 1 $ 51.091
Deaerator DE-01 1 $ 1.463
Tangki N2H4 TU-10 1 $ 6.640
Boiler BO-01 1 $ 3.714
Kompressor KU-01 2 $ 30.112
Pompa 1 PU-01 1 $ 14.517
Pompa 2 PU-02 1 $ 14.292
Pompa 3 PU-03 1 $ 14.067
Pompa 4 PU-04 1 $ 1.350
Pompa 5 PU-05 1 $ 14.067
Pompa 6 PU-06 1 $ 13.954
Pompa 7 PU-07 1 $ 13.729
Pompa 8 PU-08 1 $ 13.617
Pompa 9 PU-09 1 $ 13.617
Pompa 10 PU-10 1 $ 450
Pompa 11 PU-11 1 $ 8.553
Pompa 12 PU-12 1 $ 8.553
Pompa 13 PU-13 1 $ 4.276
Pompa 14 PU-14 1 $ 4.276
Pompa 15 PU-15 1 $ 12.942
Pompa 16 PU-16 1 $ 12.942
Pompa 17 PU-17 1 $ 2.251
Pompa 18 PU-18 1 $ 5.064
Pompa 19 PU-19 1 $ 5.064
Pompa 20 PU-20 1 $ 1.013
Pompa 21 PU-21 1 $ 2.813
Pompa 22 PU-22 1 $ 4.952
Tangki Bahan Bakar 1 $ 19.244
Total $ 1.393.140
4.7.2 Analisa Kelayakan
Analisa kelayakan digunakan untuk mengetahui keuntungan
yang diperoleh tergolong besar atau tidak sehingga dapat
dikategorikan apakah pabrik tersebut yang digunakan dalam analisa
kelayakan ekonomi dari suau rancangan pabrik.
124
1. Dasar Perhitungan
Kapasitas Produksi = 20.000 ton/tahun
Satu tahun operasi = 330 hari
Tahun pendirian pabrik = 2023
Kurs mata uang = Rp 14,910.03
2. Peritungan Biaya
a. Capital Invesment
Capital Investment merupakan jumlah pengeluaran yang
diperlukan untuk mendirik fasilitas-fasilitas pabrik dan untuk
mengoperasikannya. Capital investment terdiri dari :
1. Fixed Capital Investment
2. Working Capital Investment
b. Manufacturing Cost
Manufacturing Cost merupakan jumalah Dirct, Indirect dan
Fixed Manufacturing Cost, yang bersangkutan dalam pembuatan
produk. Menurut Aries and Newton, 1955. Manufacturing Cost
meliputi :
1. Direct Cost
Direct Cost adalah pengeluaran yang berkaitan langsung
dengan pembuatan produk.
2. Inderect Cost
Indirect Cost adalah pengeluaran-pengeluaran sebagai akibat
tidak langsung karena pabrik.
125
3. Fixed Cost
Fixed Cost adalh biaya-biaya tertentu yang selalu dikeluarkan
baik pada saat pabrik beroperasi maupun tidak atau
pengeluaran yang bersifat tetap tidak tergantung waktu dan
tingkat produksi.
c. General Expense
Berupa pengeluaran umum meliputi pengeluaran-pengeluaran
yang berkaitan dengan fungsi perusahaan yang tidak termasuk
Manufacturing Cost.
d. Percent Return On Investment
Return On Investment adalah tingkat keuntungan yang dapat
dihasilkan dari tingkat investasi yang dikeluarkan.
e. Pay Out Time (POT)
Pay Out Time (POT) merupakan :
a) Jumlah tahun yang telah berselang sebelum didapatkan
suatu penerima yang melebihi investasi awal atau jumlah
tahun yang diperlukan untuk kembalinya Capital
Investment dengan profit sebelum dikurangi depresiasi.
b) Waktu minimum teoritis yang dibutuhkan untuk
pengembalian modal tetap yang ditanamkan atas dasar
keuntungan setiap tahun ditambah dengan penyusutan.
126
c) Waktu pengembalian modal yang dihasilkan berdasarkan
keuntungan yang diperoleh. Perhitungan ini diperlukan
untuk mengetahui dalam berapa tahun investasi yang
telah dilakukan akan kembai.
( )
f. Break Even Point (BEP)
a) Titik impas produksi ( suatu kondisi dimana pabrik tidak
mendapatkan keuntungan maupun kerugian).
b) Titik yang menunjukkan pada tingkat berapa biaya dan
penghasilan jumlahnya sama. Dengan BEP kita dapat
menentukan harga jual dan jumlah unit yang dijual secara
minimum dan berapa harga serta unit penjualan yang
harus dicapai agar mendapat keuntungan.
c) Kapasitas produksi pada saat sales sama dengan total cost.
Pabrik akan rugi jika beroperasi dibawah BEP dan akan
untuk jika beroperasi diatas BEP.
( )
( )
Dimana :
Fa : Annual Fixed Manufacturing Cost pada produksi
maksimum
Ra : Annual Regulated Expenses pada produksi
127
maksimum
Va : Annual Variable Value pada produksi maksimum
Sa : Annual Sales Value pada produksi maksimum
g. Shut Down Point (SDP)
Shut Down Point (SDP) adalah :
a) Suatu titik atau saat penentuan suatu aktivitas produksi
dihentikan. Peneyebab antara lain Variable Cost yang
terlalu tinggi, atau bias juga karena manajemen akibat
tidak ekonomisanya suatu aktivitas produksi (tidak
menghasilkan profit).
b) Persesn kapasitas minimal suatu pabrik dapat mencapai
kapasitas produksi yang diharapkan dalam setahun.
Apabila tidak mampu mencapai persen minimal
kapasitas tersebut dalam satu tahun maka pabrik harus
berhenti beroperasi atau tutup.
c) Level produksi di mana biaya untuk melanjutkan
operasi pabrik akan lebih mahal daripada biaya untuk
meneutup pabrik dan membayar Fixed Cost.
d) Merupakan titik produksi dimana pabrik mengalami
kebangkrutan sehingga pabrik harus berhenti atau tutup.
( )
( )
128
h. Discounted Cash Flow Rate Of Return (DCFR)
Discounted Cash Flow Rate Of Return (DCFR) adalah :
a) Analisa kelayakan ekonomi dengan menggunakan DCFR
dibuat dengan menggunakan nilau uang yang berubah
terhadap waktu dan dirasakan atau investasi yang tidak
kembali pada akhir tahun selama umur pabrik.
b) Laju bunga maksimal dimana suatu proyek dapat
mebayar pinjaman beserta bunganyakepada bank selama
umur pabrik.
c) Merupakan besarnya perkiraan keuntungan yang
diperoleh setiap tahu, didasarkan atas investasi yang
tidak kembali pada setiap akhir tahun selama umur
pabrik.
Persamaan untuk menentukan DCFR :
( )( ) ∑ ( )
Dimana :
FC : Fixed capital
WC : Working capital
SV : Salvage value
C : Cash flow : profit after taxes + depresiasi
+ finance
n : Umur pabrik = 10 tahun
129
I : Nilai DCFR
i. Hasil Perhitungan
Tabel 4.28 Physcal Plant Cost (PPC)
No Tipe of Capital Investment Harga (Rp) Harga ($)
1 Purchased Equipment cost Rp49.106.203.510 $3.410.153
2 Delivered Equipment Cost Rp12.276.550.877 $852.538
3 Instalasi cost Rp4.345.540.862 $301.774
4 Pemipaan Rp3.423.625.613 $237.752
5 Instrumentasi Rp3.412.025.566 $236.946
6 Insulasi Rp993.724.117 $69.009
7 Listrik Rp4.910.620.351 $341.015
8 Bangunan Rp94.160.000.000 $6.538.889
9 Land & Yard Improvement Rp231.770.000.000 $16.095.139
Physical Plant Cost (PPC) Rp404.398.290.897 $28.083.215
Tabel 4.29 Direct Plant Cost (DPC)
No Tipe of Capital Investment Harga (Rp) Harga ($)
1 Teknik dan Konstruksi Rp80.879.658.179 $5.616.643
Total (DPC + PPC) Rp485.277.949.076 $33.699.858
Tabel 4.30 Fixed Capital Investment (FCI)
130
No Tipe of Capital Investment Harga (Rp) Harga ($)
1 Total DPC + PPC Rp485.277.949.076 $33.699.858
2 Kontraktor Rp19.411.117.963 $1.347.994
3 Biaya tak terduga Rp48.527.794.908 $3.369.986
Fixed Capital Investment (FCI) Rp553.216.861.946 $38.417.838
1. Penentuan Total Production Cost (TPC)
Tabel 4.31 Direct Manufacturng Cost (MPC)
No Tipe of Expense Harga (Rp) Harga ($)
1 Raw Material Rp6.264.610.753 $435.042
2 Labor Rp16.920.000.000 $1.175.000
3 Supervision Rp1.692.000.000 $117.500
4 Maintenance Rp11.064.337.239 $768.357
5 Plant Supplies Rp1.659.650.586 $115.254
6 Royalty and Patents Rp5.923.200.000 $411.333
7 Utilities Rp234.334.512.774 $16.273.230
Direct Manufacturing Cost (DMC) Rp277.858.311.352 $19.295.716
Tabel 4.32 Indirect Manufacturing Cost (IMC)
No Tipe of Expense Harga (Rp) Harga ($)
1 Payroll Overhead Rp2.538.000.000 $176.250
2 Laboratory Rp1.692.000.000 $117.500
3 Plant Overhead Rp8.460.000.000 $587.500
4 Packaging and Shipping Rp29.616.000.000 $2.056.667
Indirect Manufacturing Cost (IMC) Rp42.306.000.000 $2.937.917
Tabel 4.33 Fixed Manufacturing Cost (FMC)
No Tipe of Expense Harga (Rp) Harga ($)
1 Depreciation Rp44.257.348.956 $3.073.427
2 Propertu taxes Rp11.064.337.239 $768.357
3 Insurance Rp5.532.168.619 $384.178
131
Fixed Manufacturing Cost (FMC) Rp60.853.854.814 $4.225.962
Tabel 4.34 Manufacturing Cost (MC)
No Tipe of Expense Harga (Rp) Harga ($)
Direct Manufacturing Cost Rp277.858.311.352
1 $ 13,860,470
(DMC)
Indirect Manufacturing Cost Rp42.306.000.000
2 $ 3,430,984
(IMC)
Fixed Manufacturing Cost Rp60.853.854.814
3 $ 7,563,577
(FMC)
Manufacturing Cost (MC) Rp381.018.166.166 $26.459.595
Tabel 4.35 Working Capital (WC)
No Tipe of Expense Harga (Rp) Harga ($)
1 Raw Material Inventory Rp1.708.530.205 $ 2,387,801
2 In Process Inventory Rp577.300.252 $ 3,389,322
3 Product Inventory Rp103.914.045.318 $ 6,778,645
4 Extended Credit Rp12.564.363.636 $ 12,545,455
5 Available Cash Rp34.638.015.106 $ 6,778,645
Working Capital (WC) Rp153.402.254.517 $10.652.934
Tabel 4.36 General Expense (GE)
No Tipe of Expense Harga (Rp) Harga ($)
1 Administration Rp11.430.544.985 $ 745,651
2 Sales expense Rp19.050.908.308 $ 1,242,752
3 Research Rp13.335.635.816 $ 869,926
4 Finance Rp28.264.764.659 $ 3,906,004
General Expense (GE) Rp72.081.853.768 $5.005.684
132
Tabel 4.37 Total Production Cost (TPC)
No Tipe of Expense Harga (Rp) Harga ($)
1 Manufacturing Cost (MC) Rp381.018.166.166 $ 24,855,031
2 General Expense (GE) Rp72.081.853.768 $ 6,764,333
Total Production Cost (TPC) Rp453.100.019.934 $31.465.279
Tabel 4.38 Fixed Cost (Fa)
No Tipe of Expense Harga (Rp) Harga ($)
1 Depreciation Rp44.257.348.956 $3.073.427
2 Property taxes Rp11.064.337.239 $768.357
3 Insurance Rp5.532.168.619 $384.178
Fixed Cost (Fa) Rp60.853.854.814 $4.225.962
Tabel 4.39 Variable Cost (Va)
No Tipe of Expense Harga (Rp) Harga ($)
1 Raw material Rp6.264.610.753 $435.042
2 Packaging & shipping Rp29.616.000.000 $2.056.667
3 Utilities Rp234.334.512.774 $16.273.230
4 Royalties and Patents Rp5.923.200.000 $411.333
Variable Cost (Va) Rp276.138.323.527 $19.176.272
Tabel 4.40 Regulated Cost (Ra)
No Tipe of Expense Harga (Rp) Harga ($)
1 Labor cost Rp16.920.000.000 $1.175.000
2 Plant overhead Rp8.460.000.000 $587.500
3 Payroll overhead Rp2.538.000.000 $176.250
4 Supervision Rp1.692.000.000 $117.500
5 Laboratory Rp1.692.000.000 $117.500
133
6 Administration Rp11.430.544.985 $793.788
7 Finance Rp28.264.764.659 $1.962.831
8 Sales expense Rp19.050.908.308 $1.322.980
9 Research Rp13.335.635.816 $926.086
10 Maintenance Rp11.064.337.239 $768.357
11 Plant supplies Rp1.659.650.586 $115.254
Regulated Cost (Ra) Rp116.107.841.592 $8.063.045
Berdasarkan rincian perhitungan tersebut maka didapatkan data untuk
menguji apakah pabrik layak dibangun, berikut perhitungannya :
1) Percent Return On Investment (ROI)
ROI sebelum pajak = 25,17%
ROI setelah pajak = 12,08%
Syarat ROI sebelum pajak untuk pabrik kimia dengan resiko rendah
minimum adalah 11% dan syarat ROI setelah pajak maksimum adalah
44%. (Aries and Newton, 1955).
2) Pay Out Time (POT)
POT sebelum pajak = 3,0 tahun
POT setelah pajak = 5,0 tahun
Syarat POT sebelum pajak untuk pabrik kimia dengan resiko rendah
maksimum adalah (5 tahun atau 2 tahun ) dan syarat POT setelah pajak
134
maksimum adalah 5 tahun (Aries and Newton, 1955).
3) Break Even Point (BEP)
( )
( )
BEP = 40,73%
BEP untuk pabrik kimia pada umumnya adalah 40% - 60%
4) Shut Down Point (SDP)
( )
SDP = 14,83%
5) Discounted Cash Flow Rate (DCFR)
( )( ) ∑ ( )
Umur pabrik = 10 tahun
Fixed Capital Investment = Rp [Link]
Working Capital = Rp [Link]
Salvage Value (SV) = Rp [Link]
Cash flow (CF) = Annual profit + depresiasi + finance
= Rp [Link]
Dengan trial & error diperoleh nilai I : 0,1082
DCFR : 10,82%
Minimum nilai DCFR : 1,5 x suku bunga acuan bank
: 6,38%
135
Kesimpulan : Memenuhi syarat
(Didasarkan pada suku bunga acuan di bank saat ini adalah 4,25%)
4.7.3 Analisis Keuntungan
a. Keuntungan Sebelum Pajak
Total penjualan : Rp [Link]
Total biaya produksi : Rp [Link]
Keuntungan : Total penjualan – total biaya produksi
: Rp [Link]
b. Keuntungan Sesudah Pajak
Pajak : 50 % x Rp [Link]
: Rp [Link]
Keuntungan : Keuntungan sebelum pajak – pajak
: Rp [Link]
136
BIAYA (MILYARAN RUPIAH) 800
600
400
BEP 40,73% Ra
Sa
SDP 14,83%
200 Va
0 Fa
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
% KAPASITAS
Gambar 4.9 Tahun Vs Indeks Harga
Keterangan :
Fa = Annual Fixed Cost
Va = Annual Variable Cost
Ra = Annual Regulated Cost
Sa = Annual Sales Cost