0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
131 tayangan16 halaman

Analisis Paraben pada Handbody Lotion

Proposal ini membahas analisis kualitatif dan kuantitatif kandungan paraben dalam kosmetik hand body lotion. Tujuannya adalah untuk mengetahui kadar paraben pada produk body lotion yang beredar di Kabupaten Badung dengan harapan dapat memenuhi persyaratan yang diijinkan."

Diunggah oleh

Fazrina Aprilia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
131 tayangan16 halaman

Analisis Paraben pada Handbody Lotion

Proposal ini membahas analisis kualitatif dan kuantitatif kandungan paraben dalam kosmetik hand body lotion. Tujuannya adalah untuk mengetahui kadar paraben pada produk body lotion yang beredar di Kabupaten Badung dengan harapan dapat memenuhi persyaratan yang diijinkan."

Diunggah oleh

Fazrina Aprilia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISIS KUALITATIF DAN

KUANTITATIF KANDUNGAN PARABEN


DALAM KOSMETIK HAND BODY LOTION

PROPOSAL TUGAS AKHIR

Disusun oleh :
Adedhyfa Ayuning Tyas

3311201039

PROGRAM STUDI FARMASI UNIVERSITAS


JENDERAL ACHMAD YANI
CIMAHI
2023
2
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT. atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat

menyelesaikan proposal "Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Kandungan Paraben Dalam

Kosmetik Hand Body Lotion" tepat waktu.

Dalam menyelesaikan proposal Tugas Akhir ini penulis telah banyak mendapatkan

bimbingan, arahan, nasihat dan dukungan Tanpa bantuan dari berbagai pihak penulis tidak

akan bisa menyusun proposal Tugas Akhir ini, oleh karena itu penulis mengucapkan

banyak terimaksih.
3

DAFTAR ISI
BAB 1 ......................................................................................................................................... 4
PENDAHULUAN....................................................................................................................... 4
1.1 Latar Belakang .................................................................................................................. 4
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................................................. 5
1.3 Tujuan Penelitian ................................................................................................................... 5
1.4 Manfaat Penelitian ................................................................................................................. 6
1.4.1 Manfaat teorotis .......................................................................................................... 6
1.4.2 Bagi Institusi ............................................................................................................... 6
1.4 Kerangka Pemikiran .............................................................................................................. 7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA .................................................................................................. 8
2.1 Paraben.............................................................................................................................. 8
2.2 Analisis Kualitatif dan Kuantitatif ...................................................................................... 8
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ................................................................................... 13
3.1 Jenis Penelitian ................................................................................................................ 13
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian........................................................................................... 13
3.3 Jenis dan Sumber Data ..................................................................................................... 13
3.3.1 Jenis Data ................................................................................................................. 13
3.3.2 Sumber Data ............................................................................................................. 13
3.4 Cara Melakukan Penelitian .............................................................................................. 24
4
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kosmetik menjadi bagian kehidupan masyarakat seiring dengan meningkatnya

kebutuhan masyarakat untuk memperbaiki penampilan. Kosmetik merupakan sediaan

yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis,

rambut, kuku, bibir dan organ genital luar) atau gigi dan membran mukosa dengan

tujuan utama membersihkan, mewangikan dan memperbaiki penampilan [1]. Kosmetik

yang dapat diedarkan dipasaran harus menggunakan bahan aktif yang aman dan dalam

kondisi baik hingga di tangan konsumen [2]. Kosmetik yang beredar dipasaran

memiliki beberapa macam bentuk seperti clenaser, krim wajah, krim pemutih, krim

pagi dan malam, deodorant. Salah satu yang sering digunakan masyarakat adalah body

lotion yang dapat melindungi kulit dari kerusakan sinar ultraviolet [3]. Sediaan body

lotion mengandung beberapa bahan tambahan kosmetik seperti bahan pewarna, bahan

tabir surya dan bahan pengawet. Bahan pengawet merupakan bahan yang digunakan

dengan tujuan untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme [1]. Menurut [4]

bahan pengawet yang umum dan sering digunakan adalah golongan ester paraben

seperti metil paraben, etil paraben, propil paraben dan butil paraben. Paraben adalah

senyawa antibakteri yang dapat digunakan untuk mengurangi kontaminasi bakteri.

Sifat antibakteri pada paraben berbanding lurus dengan panjang rantai gugus ester,

namun berbanding terbalik dengan kelarutan dalam air. Penggunaan paraben dalam

kosmetik yang dianjurkan oleh FDA adalah 0,4% untuk pegawet tunggal dan 0,8%

untuk pengawet campuran [5] sementara di Indonesia kadar aman metil paraben dan

propil paraben secara tunggal adalah 0.4% [1]. Kontrol kualitas terhadap konsentrasi

paraben dalam kosmetik penting dilaksanakan karena paraben dapat menyebabkan

efek samping berupa kemerahan dan reaksi alergi pada kulit [6]. Penetapan kadar metil

dan propil paraben dalam kosmetik pernah dilaksanakan sebelumnya dengan

menggunakan metode KLTSpektrofotodensitometri menggunakan fase normal dengan


5
Silika G60 F254. Adapun fase gerak yang digunakan dan resolusi metil-propil yang

diberikan yaitu fase gerak Toluena: Asam Asetat Glasial (80:20) dengan resolusi 0,

dengan fase gerak NHeksana: DCM: Asam asetat (25:5:3) dengan resolusi 1.1, fase

gerak Etil asetat: Metanol: Amonia (85:10:5) dengan resolusi 0.6, dan fase gerak

Metanol: Kloroform (7:93) dengan resolusi 0.4. Berdasarkan data tersebut, nilai

resolusi metil-propil paraben yang diberikan masih kurang dari 1.5 [7] sehingga dapat

dikatakan keterpisahan metil-propil paraben dengan metode tersebut kurang baik.

Berdasarkan uraian tersebut maka penting dilaksanakan penelitian penetapan kadar

metil dan propil paraben menggunakan KLTSpektrofotodensitometri dengan fase

terbalik menggunakan Fase Diam C-18 sehingga diharapkan dapat memberikan

resolusi yang lebih baik dan mengetahui kandungan metil dan propil paraben secara

kualitatif dan kuantitatif pada produk body lotion yang beredar di toko-toko di

Kabupaten Badung.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis merumuskan masalah sebagai

berikut :

- Apakah kadar paraben dalam kosmetik hand body lotion memenuhi persyaratan

yang diijinkan?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian Tugas Akhir ini adalah :

Untuk mengetahui kadar paraben yang dihasilkan pada pemeriksaan analisis

kualitatif dan kuantitatif


6

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut :

1.4.1 Manfaat teorotis

Dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan mengenai kandungan skincare yang

aman

1.4.2 Bagi Institusi

Sebagai Sumber Pustaka bagi mahasiswa Program Studi farmasi universitas jenderal

achmad yani tentang kandungan paraben dalam kosmetik hand body lotion dengan

menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif.


7

1.4 Kerangka Pemikiran

Kandungan paraben dalam kosmetik hand body lotion


dengan metode analisis kualitatif dan kuantitatif

Pengumpulan Data

Analisis Dosis

Hasil

Kesimpulan

Gambar 1 1 Kerangka Pemikiran


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Paraben

Paraben adalah senyawa antibakteri yang dapat digunakan untuk mengurangi

kontaminasi bakteri. Sifat antibakteri pada paraben berbanding lurus dengan panjang rantai

gugus ester, namun berbanding terbalik dengan kelarutan dalam air. Penggunaan paraben

dalam kosmetik yang dianjurkan oleh FDA adalah 0,4% untuk pegawet tunggal dan 0,8%

untuk pengawet campuran [5] sementara di Indonesia kadar aman metil paraben dan propil

paraben secara tunggal adalah 0.4%

2.2 Analisis Kualitatif dan Kuantitatif

1. Pengertian dan Prosedur Analisis Kualitatif


Analisis kualitatif merupakan yang mendasarkan pada adanya hubungan
semantis10 antar variable yang sedang diteliti. Tujuannya adalah untuk menggali
dan mencari makna yang terkandung dalam antar variable penelitian, yang
diharapkan dapat menjawab masalah yang telah dirumuskan. Hubungan samantis
menjadi kajian utama yang ilmiah dalam penelitian kualitatif karena penelitian ini
tidak menggunakan angka-angka seperti pada analisis kuantitatif.
Menurut Jonathan Sarwono, Adapun prosedur analisis kualitatif terdiri dari
5 langkah. Pertama, mengorganisasi data yang sudah diambil dengan cermat.
Kedua, membuat kategori, menentukan tema dan pola. Ketiga, menguji hipotesis
dengan yang muncul dengan data yang telah ada. Keempat, mencari eksplanasi
rasional dari data berdasarkan logika makna yang benar. Lima, menulis laporan
dengan menggunakan kata, frasa, dan kalimat yang tepat.
Adapun Menurut Donna M. Mertens, langkah-langkah prosedur dalam
analisis kualitatif ada tiga tahap. Pertama, mempersiapkan data untuk dianalisis.
Langkah ini mengasumsikan bahwa peneliti telah meninjau dan merefleksikan data
saat dikumpulkan. Cara ini dilakukan tergantung pada tingkat tertentu pada jenis
data yang dikumpulkan dan metode pengumpulan dan pencatatan data. Misalnya,
jika peneliti menggunakan rekaman video atau audio, maka timbul pertanyaan
tentang transkripsi data: Haruskah semua data ditranskripsikan? Jika tidak,
bagaimana keputusan dibuat tentang bagian mana yang harus ditranskripsi dan
mana yang tidak? Bagaimana peneliti menangani perilaku nonverbal atau elemen
wawancara seperti tawa atau jeda, emosi, gerak tubuh? Haruskah para peneliti
sendiri melakukan transkripsi? HesseBiber dan Leavy berpendapat bahwa proses
transkripsi harus dilakukan oleh peneliti karena ini adalah bagian dari proses
analisis data yang ditimbulkan dengan berinteraksi dengan data secara intensif dan
intim. Seperti yang dilontarkan oleh pertanyaan-pertanyaan dalam paragraf ini,
transkripsi bukanlah proses yang transparan. Para peneliti membawa sudut pandang
mereka sendiri ke dalam proses, termasuk mencatat banyak makna yang terletak
pada apa yang tampak seperti ucapan-ucapan sederhana.
Kedua dan ketiga, tahap eksplorasi data dan fase reduksi data. Dua fase ini
sinergis. Saat Anda menjelajahi data, Anda akan memikirkan cara untuk
menguranginya menjadi ukuran yang dapat dikelola yang dapat digunakan untuk
pelaporan. Menjelajahi berarti membaca dan berpikir dan membuat catatan tentang
pemikiran Anda (disebut "memoing" oleh komunitas riset kualitatif). Memo dapat
berupa pertanyaan tentang makna, penggambaran grafik tentang bagaimana Anda
berpikir data terkait satu sama lain, atau kutipan penting yang Anda ingin
memastikan Anda tidak kehilangan jejak selama proses analisis. Pengurangan data
terjadi ketika Anda memilih bagian dari data untuk pengkodean, yaitu, memberikan
label ke kutipan data yang secara konseptual "berkumpul bersama". Kotak 13.3
berisi contoh kode yang digunakan dalam penelitian, bersama dengan kutipan dari
codebook . Beberapa baris pertama dari contoh ini memberikan informasi tentang
sumber data. Komentar di samping adalah kode yang digunakan untuk
mengidentifikasi bagian-bagian teks yang mencontohkan konsep yang relevan.
John W. Creswell menerangkan tahapan analisis kualitatif secara ringkas,
dengan tiga tahap saja. Setelah menyiapkan data, adalah mereduksi data dengan
melakukan proses pengkodean dan peringkasan kode, dan terakhir menyajikan data
dalam bentuk bagan , tabel, atau pembahasan. Adapun hal terpenting dan menjadi
inti adalah proses pengkodean. Yakni mereduksi, mengkombinasikan, kode
tersebut menjadi kategori atau tema yang lebih luas, dan menampilkan dan
membuat perbandingan dalam grafik dan tabel data.15 Adapun tiga prinsip dalam
interpretasi data ada reeability, validity, dan generalizibity. 16
Kemudian, lebih rincinya, ada perbedaan apa yang menjadi penting dalam
pengkodean. John W. Creswell memaparkan ada perbedaan diantara penulis lain
seperti Hubermas dan Miles, menyediakan langkah yang lebih detail dalam proses
tersebut, seperti menulis catatan pinggir, membuat rangkuman catatan lapang, dan
mencatat hubungan diantara kategori tersebut. Sementara Madison mengemukakan
pentingnya kebutuhan untuk menciptakan sudut pandang. Maksudnya adalah
keperluan untuk menghadirkan basis dari pemikiran dan kerangka penafsiran dari
penelitian, seperti „kritis‟ atau „feminis‟. Menurutntya sudut pandang ini sangat
penting dalam analisis kualitatif kritis yang diorientasikan secara teoritis. Lalu,
Wolcot. Ia menjelaskan bahwa mendeskripsikan data, dan menghubungkan
deskripsi tersebut pada literatur dan tema kultural antrolpologi kebudayaan adalah
suatu hal yang penting.17 2.
Model Analisis Data Kualitatif :
a. Analisis Domain: Bergunan untuk mencari dan memperoleh gambaran umum
atau pengertian yang bersifat secara menyeluruh. Contoh: Domain dalam dunia seni
mencakup: seni lukis, seni tari, seni ukir, desain komunikasi visual. Cara
Menganalisis: cara menganalisis domain ialah dengan menggunakan analisis
semantis yang bersifat universal.
b. Analisis Taksonomi: Didasarkan pada fokus terhadap salah satu domain (struktur
internal domain) dan pengumpulan hal-hal/elemen yang sama.
c. Analisis Komponensial: Analisis komponensial menekankan pada kontras antar
elemen dalam suatu domain, hanya karakteristik-karakteristik yang berbeda saja
yang dicari. Contohnya adalah mencari karakteristik yang berbeda diantara objek
yang diteliti dengan dimensi yang kontras seperti „tidak standar‟, „semi standar‟,
dan „standar‟.
d. Analisis Tema Kultural: Cara analisis ini adalah dengan mencari benang merah
yang ada yang dikaitkan dengan nilai-nilai, orientasi nilai, nilai dasar atau utama,
premis, etos, pandangan dunia, dan orientasi kognitif
e. Analisis Komparasi Konstan (Grounded Theory Research): Cara melakukan
analisis ini dengan mengumpulkan data untuk menyusun atau menemukan suatu
teori baru. Kemudina, berkonsentrasi pada deskripsi yang rinci mengenai sifat atau
ciri dari data yang dikumpulkan untuk menghasilkan pernyataan teoritis secara
umum. Lalu, membuat hipotesis jalinan hubungan antara gejala yang ada, kemudian
mengujinya dengan bagian data yang lain. Didasarkan dari akumulasi data yang
telah dihipotesisikan, peneliti mengembangkan suatu teori baru.
2. Pengertian dan Prosedur Analisis Kuantitatif
Metode penelitian kuantitatif merupakan suatu cara yang digunakan untuk
menjawab masalah penelitian yang berkaitan dengan data berupa angka dan
program statistik. Untuk dapat menjabarkan dengan baik tentang pendekatan dan
jenis penelitian, populasi dan sampel, instrumen penelitian, teknik pengumpulan
data, dan analisis data dalam suatu proposal dan/atau laporan penelitian diperlukan
pemahaman yang baik tentang masing-masing konsep tersebut. Hal ini penting
untuk memastikan bahwa jenis penelitian sampai dengan analisis data yang
dituangkan dalam proposal dan laporan penelitian telah sesuai dengan kaidah
penulisan karya ilmiah yang dipersyaratkan. Pada artikel ini disajikan contoh-
contoh riil pemaparan pendekatan dan jenis penelitian sampai dengan analisis data
penelitian kuantitatif.3
Penelitian kuantitatif menggunakan angka sebagai data pokoknya.
Sehingga, analisisnya menggunakan prinsip-prinsip statistik. Ada bentuk yang
umum yang dapat membedakan jenis data statistik, yakni deskriptif dan korelatif.
Statistik dapat dianggap deskriptif, jika menggambarkan karakteristik sampel.
Dianggap korelatif, jika menggambarkan kekuatan dan arah hubungan).4 Adapun
anasir dan landasan statistika yang perlu untuk kita pahami adalah sebagai berikut:
Statistik Deskriptif, adalah statistik yang fungsinya untuk menggambarkan atau
menunjukkan beberapa karakteristik yang umum untuk seluruh sampel. Statistik
deskriptif merangkum data pada variabel tunggal (mis., Rata-rata, median, mode,
standar deviasi). Statistik Korelasi, adalah statistik yang fungsinya untuk
menggambarkan kekuatan dan arah hubungan antara dua atau lebih variabel. Ada
tiga macam: Pertama, Simple Correlation Coefficient: Koefisien korelasi sederhana
menggambarkan kekuatan dan arah hubungan antara dua variabel. Ini ditunjuk oleh
huruf kecil. Kedua, Coefficient of Determination: Statistik ini adalah koefisien
korelasi kuadrat. Ini menggambarkan jumlah varians yang diperhitungkan oleh
variabel penjelas dalam variabel respons. Ketiga, Multiple Regression: Jika peneliti
memiliki beberapa variabel independen (prediktor), regresi berganda dapat
digunakan untuk menunjukkan jumlah varians yang dijelaskan oleh semua variabel
prediktor. Statistik Inferensial, merupakan statistik digunakan untuk menentukan
apakah skor sampel berbeda secara signifikan satu sama lain atau dari nilai populasi.
Statistik inferensial digunakan untuk membandingkan perbedaan antar kelompok.
ANCOVA. Adalah salah satu hal yang menopang analisis data statistik. Ada sebuah
kemungkinan bahwa untuk memiliki jenis variabel "independen" lainnya, variabel
yang bukan merupakan kepentingan utama bagi peneliti tetapi perlu diukur dan
diperhitungkan dalam analisis. Jenis variabel ini disebut kovarian. Misalnya nilai
tes entry-level atau indikator sosial ekonomi yang ditujukan untuk dua kelompok
yang berbeda. Dalam hal ini, peneliti akan menggunakan analisis kovarians
(ANCOVA). Post-Hoc, adalah tahap setelah menyelesaikan analisis, seperti
ANOVA tiga arah atau MANOVA, perlu menentukan di mana efek signifikannya.
Ini dapat dilakukan dengan menggunakan uji t multi-perbandingan atau prosedur
posthoc lainnya, seperti tes post-hoc Tukey, Scheffe, atau Bonferroni. Tes post hoc
tersebut memungkinkan Anda untuk fokus pada variabel mana dari beberapa
variabel yang menunjukkan efek utama yang ditunjukkan oleh analisis awal.5
Model Analisis Kuantitatif a. Parametrik Analisis parametrik terdiri dari
dua, yakni Korelasi Pearson (Pearson Product Moment Correlation) dan Uji T.
Pertama, Korelasi Pearson, memiliki kegunaan untuk menentukan hubungan antara
dua variabel (gejala) yang berskala interval (skala yang menggunakan angka yang
sebenarnya). Besarnya korelasi adalah 0 sampai 1. Korelatif dapat positif, yang
artinya searah: jika variabel pertama besar, maka variabel kedua semakin besar
juga. Korelasi negatif, yang artinya berlawanan aeah: jika variabel pertama besar,
maka variabel kedua mengecil. Kedua, adalah Uji T. Digunakan untuk
membandingkan rata-rata dua populasi dengan data yang berskala interval.6 b.
Non-Parametrik Analisis parametrik terdiri dari dua, yakni Korelasi Berjenjang dan
Chi Square. Pertama, Korelasi Berjenjang berfungsi untuk menentukan besarnya
hubungan dua variabel (gejala) yang berskala ordinal atau tata jenjang. Kedua, Chi
Suqare, memiliki kegunaan untuk mengetahui ada dan tidaknya hubungan antara
variabel bebas dan variabel tergantung. Untuk menggunakan chi square, maka data
harus berskala nominal.7 3. Program Komputer Analisis Statistik dengan SPSS
Dalam aktivitas mengolah data yang banyak, perkembangan teknologi telah
memberikan perannya yakni dengan adanya software SPSS (Statistical Product and
Service Solution). Keunggulan program SPSS ialah memproses dan analisis data
dapat dilakukan dengan cepat dan hasilnya akurat, sehingga dapat digunakan dalam
pengambilan keputusan dalam riset bisnis ataupun skripsi mahasiswa.8 SPSS ini
dikembangkan oleh IMB. Platform perangkat lunak IBM SPSS ini, menawarkan
analisis statistik canggih, perpustakaan yang luas dari algoritma pembelajaran
mesin, analisis teks, ekstensibilitas sumber terbuka, integrasi dengan data besar dan
penyebaran tanpa batas ke dalam aplikasi. Kemudahan penggunaan, fleksibilitas,
dan skalabilitas membuat SPSS dapat diakses oleh pengguna dengan semua tingkat
keterampilan dan proyek pakaian dengan berbagai ukuran dan kompleksitas untuk
membantu Anda dan organisasi Anda menemukan peluang baru, meningkatkan
efisiensi, dan meminimalkan risiko.
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif.

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat Penelitian di Laboratorium Universitas Jenderal Achmad Yani, Jl. Terusan

Jend. Sudirman,Cibeber, kota cimahi, Jawa barat.

3.3 Jenis dan Sumber Data

3.3.1 Jenis Data

Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data Primer, di mana data diperoleh

langsung oleh penulis pada saat penelitian di Laboratorium Universitas Jenderal

Achmad Yani. Data berupa nilai dosis serap yang keluar dari Dosimeter.

3.3.2 Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini adalah eksperimen yang dilakukan di

Laboratorium Universitas Jenderal Achmad Yani .

23
24

3.4 Cara Melakukan Penelitian

Alat dan Bahan

 Batang pengaduk

 Bejana elusi

 Alat-alat gelas

 Lampu UV

 Kertas saring

 Lemari asam

 Timbangan analitik

 Body lotion (citra, nivea dan vaselin)

 Etanol 96%

 Metil paraben

 Asam asetat glasial

 Lempeng silika gel 60 F254

 Methanol

 BPFI

Langkah-langkah Pengukuran Langkah-langkah pada saat

penelitian :

 Siapkan alat dan bahan terlebih dahulu.

 Ditimbang metil paraben (Nipagin) BPFI sebanyak 10 mg. Kemudian ditambahkan

10 mL metanol dan diaduk hingga larut.

 Dipipet larutan stok metil paraben (Nipagin) sebanyak 1 mL kedalam labu ukur 10

mL. Kemudian ditambahkan etanol hingga 10 mL. Lalu digojog hingga homogen,

Penetapan kadar sampel metil paraben pada skincare

 Dibuat larutan seri metil paraben dengan varian konsentrasi 1 µg/mL, 2 µg/mL, 3
25
µg/mL, 4 µg/mL, dan 5 µg/mL dalam labu ukur 10 mL dengan menggunakan

pelarut etanol

 Ditimbang sampel lotion (Citra, Nivea, dan Vaselin) sebanyak 1 gram. Kemudian

ditambahkan 10 mL etanol, lalu disonikasi selama 10 menit dan disaring dengan

kertas Whatman. Hasil saringan dimasukkan dalam labu ukur 50 mL lalu

ditambahkan etanol hingga 50 mL.

 Penetapan kadar metil paraben dilakukan dengan menggunakan metode

kromatografi lapis tipis fase terbalik C-18 dengan ukuran plat 10 cm x 20 cm.

Pertama, plat KLT dicuci dan diaktivasi pada suhu 110oC selama 10 menit dengan

menggunakan metanol. Plat KLT yang


26

Anda mungkin juga menyukai