0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan207 halaman

Kualitas Ruang Terbuka Hijau Senapelan

Tugas akhir ini membahas kajian kualitas ruang terbuka hijau publik di Kecamatan Senapelan Kota Pekanbaru. Ruang terbuka hijau publik di kecamatan ini masih kurang terawat dan memiliki fasilitas yang rusak, sehingga perlu ditingkatkan kualitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas ruang hijau dari aspek kebutuhan, hak, dan makna dengan menggunakan metode survei dan waw

Diunggah oleh

zukni indawarninuni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan207 halaman

Kualitas Ruang Terbuka Hijau Senapelan

Tugas akhir ini membahas kajian kualitas ruang terbuka hijau publik di Kecamatan Senapelan Kota Pekanbaru. Ruang terbuka hijau publik di kecamatan ini masih kurang terawat dan memiliki fasilitas yang rusak, sehingga perlu ditingkatkan kualitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas ruang hijau dari aspek kebutuhan, hak, dan makna dengan menggunakan metode survei dan waw

Diunggah oleh

zukni indawarninuni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KAJIAN KUALITAS RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK DI

KECAMATAN SENAPELAN KOTA PEKANBARU

Tugas Akhir
Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Menyelesaikan Program Studi Strata I
Pada Program Studi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota
Fakultas Teknik

Oleh:
FUTERI ADDINI
NPM. 153410356

PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
PEKANBARU
2021
LEMBAR PENGESAHAN

KAJIAN KUALITAS RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK DI


KECAMATAN SENAPELAN KOTA PEKANBARU

TUGAS AKHIR
Disusun Oleh:

FUTERI ADDINI
NPM 153410356

Disetujui Oleh:

PEMBIMBING

Dr. Apriyan Dinata, [Link]

Disahkan Oleh:

KETUA PROGRAM STUDI

Puji Astuti, ST. MT


KAJIAN KUALITAS RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK DI

KECAMATAN SENAPELAN KOTA PEKANBARU

NAMA : FUTERI ADDINI

NPM : 153410356

PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS ISLAM RIAU

PEKANBARU

2021
SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama : Futeri Addini
Tempat/ TglLahir : Kebun Durian, 23 Januari 1997
NPM : 153410356
Alamat : Jl. Semangka Gg Pelajar No.26
Kecamatan Sukajadi– Kota Pekanbaru

Adalah mahasiswa Universitas Islam Riau yang terdaftar pada:


Fakultas : Teknik
Program Studi : Perencanaan Wilayah dan Kota
Jenjang Pendidikan : S-1

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Tugas Akhir yang saya tulis ini

adalah Benar dan Asli dengan judul “Kajian Kualitas Ruang Terbuka Hijau

Publik di Kecamatan Senapelan Kota Pekanbaru ”

Apabila dikemudian hari ada yang merasa dirugikan dan/atau menuntut

karena Tugas Akhir saya ini menggunakan sebagian dari hasil tulisan atau karya

orang lain (Plagiat) tanpa mencantumkan nama penulisnya, maka saya menerima

sanksi sesuai dengan peraturan perundang yang berlaku.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan dapat

digunakan sebagaimana mestinya.

Pekanbaru, 01 Desember 2021

Futeri Addini
153410356
KAJIAN KUALITAS RUANG TERBUKA PUBLIK DI KECAMATAN
SENAPELAN KOTA PEKANBARU

FUTERI ADDINI
153410356

ABSTRAK
Perkembangan kota sering menggeser keberadaan ruang publik, sehingga kualitas
ruang publik mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan hidup perkotaan. Ruang
terbuka hijau publik di Kecamatan Senapelan juga masih kurang terhadap sarana dan
prasarana yang ada, tidak adanya pemeliharaan juga menjadi kendala dalam
melaksanakan ruang terbuka hijau. Sehingga kebutuhan masyarakat akan RTH publik
perlu didukung dengan kualitas fisik yang memadai. Kualitas fisik tersebut akan
berpengaruh dalam memberikan suasana nyaman dan tenang, serta mampu mewadahi
kegiatan yang dilakukan oleh pengguna dalam menunjang kebutuhan masyarakat
terhadap ruang terbuka hijau. Permasalahan ruang terbuka hijau publik di Kecamatan
Senapelan memiliki permasalahan secara fisik yaitu terkait ruang terbuka publik yang
masih kurang terawat, sampah berserakan, dan banyaknya fasilitas yang rusak. Sehingga
tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas ruang terbuka hijau dari aspek
kebutuhan, hak, dan makna.
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data
sekunder. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari penyebaran kuesioner di ruang
terbuka hijau publik di Kecamatan Senapelan, sedangkan data sekunder diperoleh dari
Badan Pusat Statistik, literatur, dan Pekerjaan Umum. Studi ini menggunakan metode
deskriptif kuantitatif yang diperoleh dengan cara melakukan perhitungan skala likert dari
hasil kuesioner 100 pengunjung Ruang terbuka hijau Tunjuk Ajar dan Taman Tuan Kadi.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa aspek kebutuhan
memiliki kondisi yang baik (63.8%) setiap ruang terbuka hijau, sedangkan aspek hak
memiliki kondisi cukup baik (54.4%), dan juga aspek makna memiliki kondisi yang baik
(75.4%). Oleh karena itu kualitas ruang terbuka hijau perlu ditingkatkan dengan
menerapkan kesadaran pengunjung dan juga pemerintah lebih memperhatikan peraturan
tentang alokasi aktivitas di ruang terbuka hijau, penyediaan fasilitas-fasilitas ruang publik
yang mendukung ruang terbuka hijau, dan melakukan pembinaan terkait pemanfaatan
ruang.

Kata Kunci: Kualitas, Ruang Publik, Teori Carr

i
REVIEW OF THE QUALITY OF PUBLIC OPEN SPACE IN SENAPELAN
DISTRICT OF PEKANBARU CITY

FUTERI ADDINI
153410356

ABSTRACT
Urban development often shifts the existence of public space, so that the quality
of public space results in a decrease in the quality of the urban environment. Public green
open space in Senapelan District is also still lacking in existing facilities and
infrastructure, the absence of maintenance is also an obstacle in implementing green open
spaces. So that the community's need for public green open space needs to be supported
by adequate physical quality. These physical qualities will have an effect on providing a
comfortable and calm atmosphere, as well as being able to accommodate activities carried
out by users in supporting community needs for green open spaces. The problem of
public green open space in Senapelan District has physical problems, namely related to
public open spaces that are still poorly maintained, scattered garbage, and many damaged
facilities. So the purpose of this study is to determine the quality of green open space
from the aspect of needs, rights, and meanings.
The types of data used in this study are primary data and secondary data. Primary
data in this study were obtained from distributing questionnaires in public green open
spaces in Senapelan District, while secondary data were obtained from the Central Bureau
of Statistics, literature, and Public Works. This study uses a quantitative descriptive
method obtained by calculating the Likert scale from the questionnaire results of 100
visitors to the Tunjuk Ajar green open space and Tuan Kadi Park.
Based on the results of the study, it can be concluded that the need aspect has a
good condition (63.8%) for every green open space, while the right aspect has a fairly
good condition (54.4%), and the meaning aspect has a good condition (75.4%).
Therefore, the quality of green open space needs to be improved by implementing visitor
awareness and also the government paying more attention to regulations regarding the
allocation of activities in green open spaces, providing public space facilities that support
green open spaces, and conducting guidance related to space utilization

Keywords: Quality, Public Space, Carr Theory

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah subhanahu wa ta‟ala, yang

telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya serta memberikan kesehatan dan

kesempatan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan penulisan Tugas Akhir

yang berjudul “Kajian Kualitas Ruang Terbuka Hijau Publik di Kecamatan

Senapelan Kota Pekanbaru” sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan

Tugas Akhir pada Fakultas Teknik Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota

Universitas Islam Riau.

Penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini tidak mungkin terselesaikan

tanpa adanya dukungan, bimbingan, nasihat dari berbagai pihak selama

menyusun Tugas Akhir ini. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan

terimakasih setulus-tulusnya kepada:

1. Bapak Prof. Dr. H. Syafrinaldi SH, M.C.L selaku Rektor Universitas Islam

Riau

2. Bapak Dr. Eng. Muslim, ST, MT selaku Dekan Fakultas Teknik

Universitas Islam Riau

3. Ibu Puji Astuti, ST, MT, selaku Ketua Program Studi Perencanaan

Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Islam Riau, serta sebagai

pembimbing dalam pelaksanaan ujian dan penyelesaian segala

administratif perskripsian.

4. Bapak Muhammad Sofwan, ST, MT selaku sekretaris Prodi Perencanaan

Wilayah dan Kota.

iii
5. Bapak Dr. Ir. Apriyan Dinata, [Link], selaku dosen pembimbing Tugas

Akhir atas segala bimbingan, arahan, serts saran yang diberikan kepada

penulis sehingga Tugas Akhir ini berjalan dengan baik.

6. Ibu Febby Asteriani, [Link] selaku penguji dalam setiap ujian yang

penulis lewati yakni Seminar Proposal, Seminar Hasil, hingga Seminar

Komprehensif.

7. Ibu Mira Hafizhah Tanjung, ST, [Link] selaku penguji dalam setiap ujian

yang penulis lewati yakni Seminar Proposal, Seminar Hasil, hingga

Seminar Komprehensif.

8. Seluruh Staff pengajar Perencanaan Wilayah dan Kota yang telah

memberikan ilmu pengetahuan yang tak ternilai selama penulis menempuh

pendidikan di Program Studi Perencaan Wilayah dan Kota

9. Seluruh Tata Usaha Fakultas Teknik Universitas Islam Riau yang telah

membantu penulis dalam mengurus dan melayani keperluan berkas-berkas

selama penulis menjadi mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota

Fakultas Terknik Universitas Islam Riau.

10. Kedua orang tua penulis, Dolimin dan Amnah, yang selalu memberikan

kasih sayang, doa, nasihat, serta kesabaran yang luar biasa dalam setiap

langkah hidup penulis

11. Kepada keluarga besar penulis yang telah memberikan dukungan atas

semua langkah yang penulis ambil

12. Sahabat Penulis, Diajeng Putri Ariyani, Syarifah Ainun, Aisyah Klaresta

terima kasih atas segala bantuan yang telah dilakukan untuk penulis

iv
13. Teman-teman seperjuangan Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Kelas

C Angkatan 15 yang telah berjuang bersama dari awal kuliah sampai

menyelesaikan penelitian ini yang selalu memberikan semangat, motivasi,

dan doa serta pengetahuan bagi penulis untuk menyelesaikan penelitian

ini.

Penulis menyadari bahwa penulisan Tugas Akhir ini masih banyak

terdapat kelemahan baik dari segi materi, bahasa yang disampaikan maupun

teknik penulisan karena keterbatasan yang dimiliki penulis. Oleh sebab itu penulis

menerima kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan Tugas Akhir ini.

Akhir kata penulis berharap semoga Tugas Akhir ini dapat menjadi pedoman bagi

penulis dalam melaksanakan penelitian nantinya.

Pekanbaru, 01 Desember 2021

Futeri Addini

v
DAFTAR ISI

ABSTRAK ...................................................................................................... i
KATA PENGANTAR .................................................................................... iii
DAFTAR ISI ................................................................................................... vi
DAFTAR TABEL .......................................................................................... x
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xii
LAMPIRAN .................................................................................................... xiv
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1
1.1 Latar Belakang ......................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................... 4
1.3 Tujuan dan Sasaran .................................................................. 6
1.4 Manfaat Penelitian ................................................................... 6
1.5 Ruang lingkup Penelitian ......................................................... 7
1.5.1 Ruang Lingkup Materi .................................................... 7
1.5.2 Ruang Lingkup Wilayah ................................................. 8
1.6 Kerangka Berpikir .................................................................... 11
1.7 Sistematika Penulisan .............................................................. 12

BAB II TINJAUAN PUSTAKA .................................................................. 14

2.1 Penjelasan Ayat Alquran ......................................................... 14


2.2 Ruang Terbuka ........................................................................ 15
2.2.1 Pengertian Ruang Terbuka ............................................. 15
2.2.2 Pengertian Ruang Terbuka Hijau ................................... 15
2.2.3 Jenis-Jenis Ruang Terbuka Hijau ................................... 16
2.2.4 Tujuan Ruang Terbuka Hijau ........................................ 20
2.2.5 Fungsi Ruang Terbuka Hijau .......................................... 21
2.2.6 Manfaat Ruang Terbuka Hijau ....................................... 23
2.2.7 Tipologi Ruang Terbuka Hijau ....................................... 24
2.3 Ruang Terbuka Publik.............................................................. 25
2.3.1 Pengertian Ruang Terbuka Publik .................................. 25
2.3.2 Arahan Ruang Terbuka Publik ....................................... 26
2.3.3 Nilai-nilai Kualitas Ruang Terbuka Publik ..................... 26

vi
2.3.4 Tujuan Ruang Terbuka Publik ........................................ 27
2.3.5 Jenis Ruang Terbuka Publik ........................................... 28
2.4 Kualitas Ruang Terbuka ........................................................... 29
2.4.1 Pengertian Kualitas Ruang Terbuka Publik ................. 29
2.4.2 Aspek Pembentuk Kualitas Ruang Terbuka Publik ..... 30
[Link] Aspek Kebutuhan ............................................ 30
[Link]` Aspek Hak....................................................... 33
[Link]` Aspek Makna .................................................. 33
2.4.3 Kualitas Fisik .................................................................. 34
2.5 Penelitian Terdahulu ................................................................ 35

BAB III METODE PENELITIAN ............................................................... 44

3.1 Pendekatan Penelitian ............................................................. 44


3.2 Metode Penelitian .................................................................... 44
3.3 Metode Pengumpulan Data ..................................................... 45
3.4 Jenis dan sumber Data ............................................................. 46
3.4.1 Data Primer .................................................................... 46
3.4.2 Data Sekunder ................................................................ 46
3.5 Tahapan Penelitian .................................................................. 47
3.5.1 Tahapan Pralapangan ..................................................... 47
3.5.2 Tahapan Lapangan ......................................................... 47
3.5.3 Tahapan Pasca Lapangan ............................................... 47
3.6 Variabel Penelitian .................................................................. 48
3.7 Populasi, Teknik Sampling dan Sampel .................................. 50
3.7.1 Populasi ....................................................................... 50
3.7.2 Teknik Sampling ......................................................... 50
3.7.3 Sampel ......................................................................... 52
3.8 Bahan dan Alat Penelitian ....................................................... 52
3.9 Teknik Analisis ....................................................................... 53
3.10 Lokasi dan Waktu ................................................................... 54
3.11 Validitas dan Reliabilitas ........................................................ 56
3.11.1 Uji Validitas ................................................................ 56
3.11.2 Uji Reliabilitas ............................................................ 56

vii
3.12 Desain Survei .......................................................................... 58

BAB IV GAMBARAN UMUM WILAYAH ............................................... 60


4.1 Sejarah Kota Pekanbaru .......................................................... 60
4.2 Gambaran Umum Kota Pekanbaru .......................................... 62
4.3 Kependudukan Kota Pekanbaru .............................................. 64
4.4 Klimatologi Kota Pekanbaru ................................................... 67
4.5 Gambaran Umum Kecamatan Senapelan ................................ 68
4.6 Kependudukan Kecamatan Senapelan .................................... 70
4.7 Penggunaan Lahan .................................................................. 72
4.8 Ruang Terbuka Hijau .............................................................. 73
4.8.1 RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru ............. 73
[Link] Gambaran Umum RTH Tunjuk Ajar Integritas
Kota Pekanbaru............................................... 73
[Link] Aktivitas RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota
Pekanbaru ....................................................... 76
4.8.2 Taman Tuan Kadi ........................................................ 77
[Link] Gambaran Umum Taman Tuan Kadi .............. 77
[Link] Aktivitas Taman Tuan Kadi ............................ 78

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN ....................................................... 80

5.1 Profil Narasumber ................................................................... 80


5.1.1 Jenis Kelamin .............................................................. 80
5.1.2 Umur ............................................................................ 80
5.1.3 Agama .......................................................................... 81
5.1.4 Suku ............................................................................ 81
5.1.5 Pendidikan ................................................................... 82
5.1.6 Waktu Kunjungan ....................................................... 82
5.2 Hasil Uji Validitas dan Uji Reliabilitas.................................... 84
5.2.1 Hasil Uji Validitas ....................................................... 84
5.2.2 Hasil Uji Reliabilitas ................................................... 86
5.3 Analisa Aspek Kebutuhan (Need) ............................................ 87
5.3.1 Kenyamanan ................................................................ 88

viii
[Link] Iklim ................................................................. 90
[Link] Tempat Duduk.................................................. 93
[Link] Fasilitas Pendukung ......................................... 95
[Link] Pedestrian ......................................................... 97
[Link] Pencahayaan ..................................................... 100
5.3.2 Santai ........................................................................... 102
5.3.3 Keterlibatan Pasif ........................................................ 105
5.3.4 Keterlibatan Aktif ........................................................ 106
5.3.5 Vegetasi ....................................................................... 108
[Link] RTH Tunjuk Ajar Integritas ............................. 110
[Link] Taman Tuan Kadi............................................. 114
5.4 Analisa Aspek Hak (Right) ...................................................... 117
5.4.1 Akses ........................................................................... 118
5.4.2 Kebebasan .................................................................... 121
5.5 Analisa Aspek Makna (Meaning) ........................................... 123
5.5.1 Mudah Dikenali ............................................................ 124
5.5.2 Keterkaitan ................................................................... 125
5.5.3 Hubungan Individu ...................................................... 127
5.5.4 Hubungan Kelompok .................................................. 129
5.5.5 Hubungan Masyarakat ................................................ 131
5.6 Kualitas Berdasarkan Aspek Fisik dan Non Fisik.................... 133
5.6.1 Kualitas Berdasarkan Aspek Fisik .............................. 133
5.6.2 Kualitas Berdasarkan Aspek Non Fisik ....................... 135

BAB VI KESIMPULAN ................................................................................ 137

6.1 Kesimpulan .............................................................................. 137


6.2 Saran ......................................................................................... 139
6.3 Rekomendasi ........................................................................... 140

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 141

LAMPIRAN .................................................................................................... 144

ix
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Kepemilikan Ruang Terbuka Hijau ................................................. 19

Tabel 2.2 Tipologi Ruang Terbuka Hijau ........................................................ 25

Tabel 2.3 Penelitian Terdahulu ........................................................................ 36

Tabel 3.1 Variabel Kualitas Ruang Terbuka Hijau Publik .............................. 49

Tabel 3.2 Pengkategorian Skor Jawaban Interval ............................................ 54

Tabel 3.3 Penentuan Jumlah Sampel Pada RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota

Pekanbaru dan Taman Tuan Kadi ................................................... 55

Tabel 3.4 Desain Survey .................................................................................. 58

Tabel 4.1 Jumlah Kecamatan dan Luas Wilayah ............................................. 64

Tabel 4.2 Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan .......................................... 65

Tabel 4.3 Kepadatan Penduduk Kota Pekanbaru ............................................. 66

Tabel 4.4 Jumlah Penduduk Kecamatan Senapelan Berdasarkan Jenis

Kelamin ........................................................................................... 70

Tabel 4.5 Kepadatan Penduduk Menurut Kelurahan di Kecamatan Senapelan. 71

Tabel 4.6 Jenis Penggunaan Lahan di Wilayah Kota Pekanbaru ..................... 71

Tabel 4.7 RTH di Kota Pekanbaru ................................................................... 72

Tabel 5.1 Identitas Responden ......................................................................... 83

Tabel 5.2 Hasil Uji Validitas Variabel Aspek Kebutuhan (X1)....................... 84

Tabel 5.3 Hasil Uji Validitas Variabel Aspek Hak (X2) ................................. 85

Tabel 5.4 Hasil Uji Validitas Variabel Aspek Makna (X3) ............................. 86

Tabel 5.5 Hasil Uji Reliabilitas ........................................................................ 87

Tabel 5.6 Aspek Kebutuhan ............................................................................. 88

x
Tabel 5.7 Kenyamanan..................................................................................... 89

Tabel 5.8 Iklim ................................................................................................. 91

Tabel 5.9 Tempat Duduk.................................................................................. 94

Tabel 5.10 Fasilitas Pendukung ....................................................................... 95

Tabel 5.11 Pedestrian ....................................................................................... 98

Tabel 5.12 Pencahayaan ................................................................................... 101

Tabel 5.13 Bersantai......................................................................................... 102

Tabel 5.14 Keterlibatan Pasif ........................................................................... 105

Tabel 5.15 Keterlibatan Aktif .......................................................................... 106

Tabel 5.16 Jenis Tanaman di RTH................................................................... 109

Tabel 5.17 Aspek Hak ...................................................................................... 118

Tabel 5.18 Akses .............................................................................................. 119

Tabel 5.19 Kebebasan ...................................................................................... 121

Tabel 5.20 Aspek Makna ................................................................................. 123

Tabel 5.21 Mudah Dikenali.............................................................................. 124

Tabel 5.22 Keterkaitan ..................................................................................... 126

Tabel 5.23 Hubungan Individu ........................................................................ 128

Tabel 5.24 Hubungan Kelompok ..................................................................... 129

Tabel 5.25 Hubungan Masyarakat ................................................................... 131

Tabel 5.26 Kualitas RTH dari Aspek Fisik ...................................................... 133

Tabel 5.27 Kualitas RTH dari Aspek Non Fisik .............................................. 134

xi
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Peta Administrasi Kecamatan Senapelan ..................................... 10

Gambar 1.2 Kerangka Berpikir ........................................................................ 11

Gambar 4.1 Peta Administrasi Kota Pekanbaru ............................................... 63

Gambar 4.2 Diagram Luas Daerah Menurut Kecamatan di Kota Pekanbaru .. 64

Gambar 4.3 Diagram Jumlah Penduduk Berdasarkan Kecamatan .................. 66

Gambar 4.4 Diagram Persentase Kepadatan Penduduk Kota Pekanbaru ........ 67

Gambar 4.5 Peta Administrasi Kecamatan Senapelan ..................................... 69

Gambar 4.6 Diagram Jumlah Penduduk Kecamatan Senapelan Berdasarkan

Jenis Kelamin .............................................................................. 70

Gambar 4.7 Diagram Persentase Kepadatan Penduduk Kecamatan Senapelan 71

Gambar 4.8 RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru .............................. 74

Gambar 4.9 Tugu Korupsi ............................................................................... 75

Gambar 4.10 Tugu Merdeka ............................................................................ 76

Gambar 4.11 AktivitasPengunjung RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota

Pekanbaru .................................................................................. 76

Gambar 4.12 Taman Tuan Kadi ....................................................................... 77

Gambar 4.13 Terminal Lama ........................................................................... 78

Gambar 4.14 Rumah Tuan Kadi ...................................................................... 79

Gambar 4.15 Aktivitas Pengunjung di Taman Tuan Kadi ............................... 79

Gambar 5.1 RTH Tampak Atas ....................................................................... 90

Gambar 5.2 Perlindungan dari Panas dan Hujan ............................................. 92

Gambar 5.3 Tempat Duduk .............................................................................. 94

xii
Gambar 5.4 Fasilitas Pendukung...................................................................... 97

Gambar 5.5 Pedestrian ..................................................................................... 100

Gambar 5.6 Bersantai ....................................................................................... 104

Gambar 5.7 Ruang Bermain Anak ................................................................... 108

Gambar 5.8 Pohon Glodokan Tiang ................................................................ 110

Gambar 5.9 Palem Kipas.................................................................................. 111

Gambar 5.10 Bunga Kenanga .......................................................................... 111

Gambar 5.11 Bambu ........................................................................................ 112

Gambar 5.12 Pohon Ketapang ......................................................................... 113

Gambar 5.13 Bunga Tanjung ........................................................................... 113

Gambar 5.14 Tanaman Perdu........................................................................... 114

Gambar 5.15 Pucuk Merah .............................................................................. 115

Gambar 5.16 Bunga Tanjung ........................................................................... 115

Gambar 5.17 Palem .......................................................................................... 116

Gambar 5.18 Tanaman Perdu........................................................................... 116

Gambar 5.19 Akses ..........................................................................................

Gambar 5.20 Dominasi Pengunjung ................................................................ 122

Gambar 5.21 Landmark Ruang Terbuka Hijau ................................................ 125

Gambar 5.22 Budaya Melayu (Warna) ............................................................ 127

Gambar 5.23 Ruang Pertunjukan ..................................................................... 129

Gambar 5.24 Tempat Olahraga ........................................................................ 130

Gambar 5.25 Sejarah ........................................................................................ 132

xiii
LAMPIRAN

Lampiran 1 Validitas ....................................................................................... 144

Lampiran 2 Reliabilitas ................................................................................... 151

Lampiran 3 Data Pengujung RTH Tunjuk Ajar ............................................... 153

Lampiran 4 Data Pengujung Taman Tuan Kadi .............................................. 166

Lampiran 5 Kuesioner ..................................................................................... 180

xiv
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan kota sering menggeser keberadaan ruang publik, sehingga

kualitas ruang sangat signifikan dan mengakibatkan penurunan kualitas

lingkungan hidup perkotaan yang berdampak ke berbagai sendi kehidupan

perkotaan antara lain peningkatan pencemaran udara, dan menurunnya

produktivitas masyarakat akibat terbatasnya ruang yang tersedia untuk interaksi

sosial (Aini, dkk, 2015). Pada sisi yang lain dari pertumbuhan pembangunan juga

berdampak negatif diantaranya beban kota makin berat seiring dengan

pertumbuhan penduduk yang mengalami peningkatan, kualitas lingkungan

perkotaan makin rendah, ruang terbuka hijau semakin berkurang akibat pesatnya

perkembangan kawasan perumahan dan kawasan industri yang pada akhirnya

akan menurunkan kualitas ekosistem kota ([Link]).

Meningkatkan kualitas ekologis suatu kota dapat dilakukan dengan

membentuk ruang terbuka hijau pada kawasan perkotaan. Hal tersebut ditegaskan

dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri No.1 Tahun 2007 Tentang Penataan

Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan, yang menyatakan bahwa tujuan

pembentukan ruang terbuka hijau di perkotaan antara lain meningkatkan mutu

lingkungan perkotaan yang nyaman, segar, indah, bersih dan sebagai sarana

penanganan lingkungan perkotaan serta dapat menciptakan keserasian lingkungan

alam dan lingkungan binaan yang berguna untuk kepentingan masyarakat.

Kota membutuhkan lebih banyak ruang terbuka hijau sebagai ruang publik

yang bisa menciptakan interaksi warga kota. Keberadaan ruang terbuka hijau

1
diyakini mampu mendinginkan iklim mikro kota (nilai ekologis) dari suasana kota

yang gerah, sumpek, dn kurang manusiawi (Joga, 2014). Sehingga ruang terbuka

hijau tidak hanya berfungsi sebagai ekologis saja, tetapi RTH untuk fungsi-fungsi

lainnya (sosial, ekonomi, arsitektural) merupakan RTH pendukung dan penambah

nilai kualitas lingkungan dan budaya kota tersebut, sehingga dapat berlokasi dan

berbentuk sesuai dengan kebutuhan dan kepentingannya, seperti untuk keindahan,

rekreasi, dan pendukung arsitektur kota (Novianti, 2012)

Proporsi 30% (20% ruang terbuka hijau publik dan 10% ruang terbuka

hijau privat) yang diamanatkan merupakan ukuran minimal untuk menjamin

keseimbangan ekosistem kota. Keseimbangan ruang terbuka hijau memiliki fungsi

untuk meningkatkan nilai estetika sebuah kota (Heston dan Dimas, 2017). Luas

RTH publik di Pekanbaru pada tahun 2016 sekitar 10,637% dari luas kota

Pekanbaru. Sementara, kebutuhan RTH publik yang dipersyaratkan pada sebuah

kawasan perkotaan adalah sebesar 20% dari luas kawasan kota (Dinas PU dan

Penataan Ruang Kota Pekanbaru, 2018). Kondisi tersebut pada akhirnya akan

berdampak pada menurunnya kondisi lingkungan hidup kota Pekanbaru. Hal ini

mengingat bahwa keberadaan RTH dapat berfungsi sebagai paru-paru kota dan

juga berperan sebagai pemandu keindahan kota, pusat kesehatan jasmani dan

rekreasi alam. Memperhatikan meningkatnya laju pertambahan jumlah penduduk

dan meningkatnya sumber-sumber penyebab lingkungan fisik kritis perkotaan,

maka akan mengakibatkan terjadi penurunan kondisi lingkungan terhadap kualitas

dari ruang terbuka hijau.

Sehingga kebutuhan masyarakat akan RTH publik perlu didukung dengan

kualitas fisik yang memadai. Kualitas fisik tersebut akan berpengaruh dalam

2
memberikan suasana nyaman dan tenang, serta mampu mewadahi kegiatan yang

dilakukan oleh pengguna dalam menunjang kebutuhan masyarakat terhadap ruang

terbuka hijau. Dengan berkembangnya fisik kota, maka akan merubah sendi

kehidupan manusia, peran ruang terbuka hijau sebagai komunal terhadap

perkembangan dan perubahan koteks. Selain pemenuhan kebutuhan (needs)

manusia, ruang publik juga harus dapat melindungi hak pengguna (right) dan

kualitas ruang publik yang terakhir adalah harus mempunyai makna (meaning)

yang terbentuk akbat aspek kesejarahan dan budaya.

Kecamatan Senapelan merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kota

Pekanbaru. Kecamatan Senapelan memiliki sejarah akan Kota Pekanbaru.

Sehingga banyak ruang publik yang memiliki sejarah dan budaya. Hal ini dapat

dilihat dari ruang terbuka hijau di Kecamatan Senapelan yang memiliki sejarah

maupun budaya Melayu yang menjadi ciri khas dari masyarakat Riau

([Link]). Sehingga perlu adanya pembangunan yang lebih baik dalam

meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau.

Ruang terbuka hijau publik yang ada di Kecamatan Senapelan tidak

semuanya tersebar di seluruh kelurahan yang terdapat di Kecamatan Senapelan,

dimana hanya terdapat di Kelurahan Sago, Kampung Bandar, Kampung Baru.

Sedangkan untuk kelurahan Kampung Dalam tidak terdapat RTH publik

melainkan RTH privat yang berada di pekarangan rumah warga. Sedangkan RTH

publik di Kecamatan Senapelan juga masih kurang terhadap sarana dan prasarana

yang ada di RTH publik, tidak adanya pemeliharaan juga menjadi kendala dalam

melaksanakan RTH serta komitmen dari pemerintah daerah dalam menyediakan

RTH publik yang berkualitas untuk masyarakatnya.

3
Sarana dan prasarana penunjang kualitas beberapa RTH di lokasi tersebut

sangat minim, belum dilengkapi dengan fasilitas umum seperti toilet, drainase,

zona khusus/ruang khusus, dan pepohonan yang banyak. Seharusnya RTH publik

tersebut dapat menimbulkan rasa nyaman untuk melakukan interaksi dalam

berbagai kegiatan. Pada kenyataannya di Kecamatan Senapelan belum

mempunyai RTH yang berkualitas.

Memperjelas bagaimana kondisi kualitas ruang terbuka hijau di

Kecamatan Senapelan, maka penulis akan mengangkat permasalahan ini dengan

judul “Kajian Kualitas Ruang Terbuka Hijau Publik di Kecamatan

Senapelan” sebagai salah satu bagian awal dalam menciptakan kualitas ruang

terbuka hijau yang lebih baik.

1.2 Rumusan Masalah

Ruang terbuka hijau publik masih sangat minim akan vegetasi karena

beberapa RTH publik baru dibangun sehingga kenyamanan masyarakat untuk

menggunakan RTH publik belum terlalu nyaman pada sore hari. Pengelolaan

belum maksimal terhadap ruang terbuka hijau di kawasan Kecamatan Senapelan

dalam meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau dan juga berpengaruh pada

ketersediaan dan penataan ruang terbuka hijau.

Minimnya ruang terbuka hijau menyebabkan penurunan fungsi ruang

terbuka hijau sehingga perannya kurang optimal, terutama dipandang dari fungsi

lingkungan. Hal tersebut menambah peliknya permasalahan penurunan kualitas

lingkungan yang dilihat dari tingkat kerusakan lingkungan. Beberapa alasan-

alasan tersebut mengurangi nilai estetika di Kecamatan Senapelan. Berdasarkan

4
kondisi ideal, semakin tinggi populasi masyarakat yang menghuni suatu wilayah,

maka ruang terbuka yang tersedia seharusnya juga semakin luas. Akan tetapi pada

kenyataannya, seiring dengan jumlah penduduk yang bertambah padat, maka

jumlah RTH pada suatu kawasan juga berkurang.

Permasalahan ruang terbuka hijau publik di Kecamatan Senapelan

memiliki permasalahan secara fisik yaitu terkait ruang terbuka publik yang masih

kurang terawat, dalam hal ini masih terdapat sampah yang berserakan akibat

pembuangan bungkusan makanan oleh pengunjung yang tidak membuang sampah

pada tempatnya, ketersediaan fasilitas di RTH publik juga banyak mengalami

kerusakan seperti fasilitas untuk anak-anak yang tidak lagi berfungsi dengan

semestinya dan terdapat kerusakan yang banyak, sedangkan untuk fasilitas toilet

atau kamar mandi untuk sekarang tidak tersedia dikarenakan mengalami

kerusakan terhadap RTH dan belum ada penanganan sehingga bangunan tersebut

hanya menjadi sebuah pajangan yang tak berfungsi, dan untuk fasilitas jogging

track bergabung dengan jalan pengunjung. Sehingga diperlukan pengelolaan yang

lebih dalam memaksimalkan kualitas RTH di Kecamatan Senapelan

([Link]).

Dalam meningkatkan keindahan ruang terbuka hijau yang terpenting tidak

menghalangi pandangan untuk menikmati RTH secara menyeluruh, akan tetapi di

RTH Tunjuk Ajar banyak terdapat PKL yang menjadi penghalang pemandangan

dalam menikmati RTH. PKL yang berada di sekeliling RTH akan membuat

ketidaknyamanan masyarakat yang berkunjung ke RTH. Selain itu, PKL juga

tidak hanya mengelilingi dari luar, akan tetapi juga berjualan di dalam RTH yang

dapat mengganggu pengunjung saat sedang berjalan ([Link]).

5
Berdasarkan ruang terbuka hijau publik yang berkualitas di Kecamatan

Senapelan diperlukan agar meningkatnya kualitas ruang terbuka hijau dengan

mengembalikan eksistensi serta fungsi ruang terbuka hijau di Kecamatan

Senapelan. Sehingga ruang terbuka hijau publik dapat dijadikan sebagai tempat

yang memberikan kenyamanan bagi pengunjung dalam melakukan aktivitas atau

bersantai

1.3 Tujuan dan Sasaran Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan rumusan persoalan diatas, tujuan studi ini

adalah teridentifikasinya kualitas ruang terbuka hijau publik di Kecamatan

Senapelan. Untuk mencapai tujuan tersebut ditetapkan sasaran studi sebagai

berikut:

a. Teridentifikasi tingkat kualitas RTH publik dari aspek kebutuhan

b. Teridentifikas tingkat kualitas RTH publik dari aspek hak

c. Teridentifikas tingkat kualitas RTH publik dari aspek makna

1.4 Manfaat Penelitian

Berbagai masalah yang telah dirumuskan sebelumnya, maka diharapkan

dapat memberikan manfaat dari penelitian ini baik manfaat secara teoritis maupun

manfaat praktis.

a. Manfaat Teoritis

Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan perkuliahan untuk

memperkaya ilmu sosial khususnya ilmu perencanaan wilayah dan kota

serta ekologi lingkungan dalam mengenai kualitas ruang terbuka hijau.

6
b. Manfaat Praktis

 Peneliti

Penelitian ini sangat bermanfaat sebagai tambahan ilmu pengetahuan dan

melatih dalam menerapkan ilmu yang telah dipelajari selama ini.

 Pemerintah Kota

Menjadi bahan masukan dan informasi dasar bagi pemerintah terkait

dalam hal peningkatan kualitas ruang terbuka hijau publik.

 Akademis

Sebagai referensi bagi penelitian di masa yang akan datang terutama yang

berkaitan dengan penelitian kualitas ruang terbuka hijau publik.

 Masyarakat

Mampu memberikan gambaran Kecamatan Senapelan mengenai arti

pentingnya sebuah ruang terbuka hijau dan kualitas dari ruang terbuka

hijau di Kecamatan Senapelan.

1.5 Ruang Lingkup Penelitian

1.5.1 Lingkup Materi

Penelitian ini berfokus terhadap kualitas ruang terbuka hijau publik.

Dalam penelitian ini akan membahas tentang kajian kualitas RTH publik dengan

pendekatan dan penekanan pada aspek pembentuk kualitas RTH publik

berdasarkan teori carr (1992) yaitu aspek needs (kebutuhan), aspek rights (hak)

dan aspek meanings (makna).

Lingkup materinya antara lain:

7
a. Teridentifikasinya kualitas ruang terbuka publik dari aspek kebutuhan,

dengan menganalisis aspek kebutuhan dapat diketahui tingkat kualitas

RTH dari aspek kebutuhan pengunjung dengan menggunakan teori carr.

dan menggunakan teknik analisis skala likert sehingga hasilnya berupa

kualitas RTH publik terhadap aspek kebutuhan.

b. Teridentifikasinya kualitas ruang terbuka publik dari aspek hak, dengan

menganalisis aspek hak dapat diketahui tingkat kualitas RTH dari aspek

kebutuhan pengunjung dengan menggunakan teori carr. dan menggunakan

teknik analisis skala likert sehingga hasilnya berupa kualitas RTH publik

terhadap aspek hak.

c. Teridentifikasinya kualitas ruang terbuka publik dari aspek makna, dengan

menganalisis aspek makna dapat diketahui tingkat kualitas RTH dari aspek

kebutuhan pengunjung dengan menggunakan teori carr. dan menggunakan

teknik analisis skala likert sehingga hasilnya berupa kualitas RTH publik

terhadap aspek makna.

1.5.2 Lingkup Wilayah Penelitian

Kecamatan Senapelan memiliki 7 (tujuh) RTH publik yang terdiri dari 2

(dua) taman kota, 2 (dua) median jalan, pemakaman, ruang dibawah jembatan

layang, dan pedestrian. Akan tetapi, dalam penelitian ini hanya dilaksanakan di 2

(Dua) lokasi yaitu RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru dan Taman Tuan

Kadi yang berada di Kelurahan Kampung Bandar. Dikarenakan RTH Tunjuk Ajar

Integritas Kota Pekanbaru dan Taman Tuan Kadi memiliki karakteristik yang

8
sama seperti memiliki fasilitas (tempat duduk, tempat bermain, berolahraga,

tempat makan), dapat melakukan kegiatan dan bersantai.

Kecamatan Senapelan merupakan salah satu kecamatan di wilayah Kota

Pekanbaru, terdiri atas 42 RW dan 146 RT. Luas wilayah Kecamatan Senapelan

adalah 6,65 km2 dengan luas masing-masing kelurahan sebagai berikut:

a. Kelurahan Padang Bulan : 1,59 km2

b. Kelurahan Padang Terubuk : 1,54 km2

c. Kelurahan Sago : 0,68 km2.

d. Kelurahan Kampung Dalam : 0,68 km2

e. Kelurahan Kampung Bandar : 0,97 km2

f. Kelurahan Kampung Baru : 1,19 km2

Batas-batas wilayah Kecamatan Senapelan adalah:

 Sebelah Timur : Berbatasan dengan Kecamatan Pekanbaru Kota dan

Kecamatan Lima Puluh

 Sebelah Barat : Berbatasan dengan Kecamatan Payung Sekaki

 Sebelah Utara : Berbatasan dengan Kecamatan Rumbai dan Rumbai

Pesisir

 Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Kecamatan Sukajadi

9
Sumber: Peta Adimistrasi Kota Pekanbaru, 2006

Gambar 1.1 Peta Lokasi RTH di Kecamatan Senapelan

10
10
1.6 Kerangka Berpikir

RTH publik di Kecamatan Senapelan juga masih kurang terhadap sarana


Latar Belakang dan prasarana yang ada di RTH publik, tidak adanya pemeliharaan juga
menjadi kendala dalam melaksanakan RTH serta komitmen dari
pemerintah daerah dalam menyediakan RTH publik yang berkualitas untuk
masyaraka.

Berdasarkan Ruang Terbuka Hijau publik yang berkualitas di Kecamatan


Senapelan diperlukan agar meningkatnya kualitas RTH dengan mengembalikan
Rumusan Masalah eksistensi serta fungsi ruang terbuka hijau di Kecamatan Senapelan. Minimnya
ruang terbuka hijau publik akan membuat kualitas lingkungan akan menjadi
terganggu.

Tujuan Teridentifikasinya kualitas Ruang Terbuka Hijau publik di Kecamatan Senapelan

Teridentifikasi kualitas RTH Teridentifikasi kualitas RTH Teridentifikasi kualitas RTH


Sasaran publik dari aspek kebutuhan publik dari aspek hak publik dari aspek makna

Data Primer Data Sekunder


Sumber Data  Observasi  Kantor Camat Senapelan
 Kuesioner  DLHK
 BPS, buku, jurnal

Teknik Analisis Kualitas dari aspek kebutuhan Kualitas dari aspek hak Kualitas dari aspek makna

Tingkat Kualitas Ruang Terbuka Publik di Kecamatan Senapelan

Hasil
Kesimpulan dan Saran

Sumber: Hasil Analisis, 2019

Gambar 1.2 Kerangka Berpikir

11
1.7 Sistematika Penulisan

Dalam penulisan ini pembahasan dilakukan dengan sistematika guna

memudahkan dalam penganalisaan, dimana sistematika pembahasan adalah

sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Bab pertama ini akan membahas latar belakang secara singkat

sebagai dasar penelitian ini dilakukan. Bab ini akan membahas hal

yang mencangkup latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan

sasaran penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian,

kerangka berpikir, dan terakhir adalah sistematika penulisan dari

penelitian ini.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab kedua ini akan akan menguraikan kajian teoritis yang terdiri dari

penjelasan ayat Al-Qur‟an terkait ruang terbuka hijau, pengertian

ruang terbuka, pengertian ruang terbuka publik, kualitas ruang

terbuka berdasarkan aspek kebutuhan, aspek hak, aspek makna dan

berdasarkan kualitas fisik, serta penelitian terdahulu yang menjadi

referensi dari penelitian ini.

BAB III METODE PENELITIAN

Bab ketiga ini akan dibahas secara rinci tentang pendekatan

penelitian, metode penelitian, metode pengumpulan data, jenis data

dan sumber data, tahapan penelitian, variabel penelitian, populasi,

teknik sampling dan sampel, bahan dan alat penelitian, teknik

12
analisis,validitas dan reliabilitas, lokasi dan waktu, serta desain

survei untuk menjawab permasalahan yang akan diteliti.

BAB IV GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN

Bab keempat ini akan dibahas tentang sejarah Kota Pekanbaru,

gambaran umum Kota Pekanbaru, kependudukan Kota Pekanbaru,

klimatologi Kota Pekanbaru, gambaran umum Kecamatan

Senapelan, kependudukan Kecamatan Senapelan, penggunaan lahan

Kota Pekanbaru, gambaran umum ruang terbuka hijau RTH Tunjuk

ajar integritas dan Taman Tuan Kadi.

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

Bab kelima ini akan membahas profil narasumber yang menjadi

penilai dari kualitas ruang terbuka hijau, validitas dan reliabilitas,

analisis aspek kebutuhan, analisis aspek hak, dan analisis aspek

makna, aspek fisik dan aspek non fisik.

BAB VI PENUTUP

Bab keenam ini akan membahas mengenai kesimpulan hasil kajian

dari penelitian , saran-saran yang akan penulis sampaikan

sehubungan dengan penelitian ini dan rekomendasi terkait penelitian.

13
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Penjelasan Ayat Alquran

ْۢ َ‫َ ا‬
ُ
‫س ٍء َّم اوز او ٍن‬ َ ِ ‫ض َم َد اد ٰن َها َو َا ْل َق اي َنا ِف اي َها َر َو‬
‫اس َو َا ان َب ات َنا ِف اي َها ِم ان ُك ِّل َ ا‬ َ ‫اْل ار‬‫و‬
ِ ِ

Terjemahannya:

“Dan kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-

gunung dan kami tumbuhkan padannya segala sesuatu menurut ukuran.” (Al-

Hijr:19)

Dalam Tafsir Ibnu Kafsir jilid 5 dijelaskan bahwa Allah menjadikan segala

sesuatu menurut kadarnya. Alam membentang dengan luas dan datar, gunung,

lembah, tanah, pasir, berbagi tumbuhan dan buah-buahan yang sesuai. Ulama Ibnu

„Abbas mengatakan “mauzun” (dalam ayat tersebut). Ditafsirkan segala sesuatu

diciptakan dengan ukur yang tertentu dan sudah diketahui (kadar kebutuhannya).

Sa‟id bin Zubair, Ikrimah, Abu Malik, Qatadah dan ulama lainnya mengatakan

„mauzun‟ artinya ditentukan kadarnya.

Lebih jauh ayat tersebut jelas mengatakan bahwa alam telah diciptakan

untuk memenuhi kebutuhan manusia akan kenyamanan dengan standar atau

ukuran tertentu. Konsep ini sesungguhnya berkaitan erat dengan konsep ramah

lingkungan yang mengharuskan manusia memanfaatkan alam dengan santun

sesuai kadarnya.

14
2.2 Ruang Terbuka

2.2.1 Pengertian Ruang Terbuka

Ruang adalah wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan ruang

udara,termasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah, tempat

manusia dan makhluk hidup lain, melakukan kegiatan, dan memelihara

kelangsungan hidupnya (Undang-Undang No.26 Tahun 2007 Tentang Penataan

Ruang).

Ruang terbuka merupakan ruang yang direncanakan karena kebutuhan

akan tempat-tempat pertemuan dan aktivitas bersama di udara terbuka. Dengan

adanya pertemuan bersama dan relasi antara orang banyak, kemungkinan akan

timbul berbagai macam kegiatan di ruang umum terbuka tersebut. Sebetulnya

ruang terbuka merupakan salah satu jenis saja dari ruang umum (Budiharjo &

Djoko, 2005).

2.2.2 Pengertian Ruang Terbuka Hijau

Ruang terbuka hijau sebagai ruang terbuka yang pemanfaatannya lebih

bersifat pengisian hijau tanaman atau tumbuh-tumbuhan secara alamiah ataupun

budidaya tanaman seperti lahan pertanian, pertamanan, perkebunan dan

sebagainya (Permendagri No.1 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang Terbuka

Hijau di Wilayah Perkotaan).

Ruang terbuka hijau adalah penempatan tumbuhan sebagai struktur

ekosistem wilayah. Sebagai pembentuk ekosistem wilayah, RTH memiliki 2

parameter struktur yaitu luas dan persebaran. RTH telah menjadi kesatuan

program pembangunan di banyak Negara dan diintensifkan untuk mengatasi

15
pemanasan global yang disebabkan peningkatan karbondioksida di udara (Ludang,

2017)

Ruang terbuka hijau adalah sebentang lahan terbuka tanpa bangunan yang

mempunyai ukuran, bentuk dan batas geografis tertentu dengan status penguasaan

apapun yang ada didalamnya terdapat tumbuhan hijau berkayu dan tahunan,

dengan pepohonan sebagai tumbuhan perinci utama dan lainnya (perdu, semak,

penciri utama dan tumbuhan penutup lainnya), sebagai tumbuhan pelengkap, serta

benda-benda lain yang juga sebagai pelengkap dan penunjang fungsi ruang

terbuka hijau yang bersangkutan (Arsana, 2018)

Sedangkan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan (RTHKP) adalah

bagian dari ruang terbuka suatu wilayah perkotaan yang diisi oleh tumbuhan,

tanaman, dan vegetasi (endemik, introduksi) gua mendukung manfaat langsung

atau tidak langsung yang dihasilkan oleh RTH dalam kota tersebut, yaitu

keamanan, kenyamanan, kesejahteraan, dan keindahan wilayah perkotaan tersebut

( Khambali, 2017)

2.2.3 Jenis-Jenis Ruang Terbuka Hijau

Jenis ruang terbuka hijau terdiri dari jenis ruang terbuka hijau publik dan

ruang terbuka hijau privat (Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang

Penataan Ruang). Pada intinya Undang-Undang Penataan Ruang menjelaskan

bahwa yang dimaksud dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH) terdiri dari ruang

terbuka hijau publik dan ruang terbuka hijau privat, adalah sebagai berikut:

16
a. RTH Publik

RTH publik merupakan ruang terbuka hijau yang dimiliki dan dikelola

oleh pemerintah daerah yang digunakan untuk kepentingan masyarakat secara

umum. Yang termasuk ruang terbuka hijau publik antara lain adalah:taman kota,

taman pemakaman umum, jalur hijau sepanjang sungai, jalan, dan pantai.

b. RTH Privat

Yang termasuk ruang terbuka hijau privat antara lain berupa kebun atau

halaman rumah/gedung milik masyarakat/swasta yang ditanami tumbuhan. Jenis

RTHKP menurut (Permendagri No.1 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang

Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan) meliputi: taman kota, taman wisata alam,

taman rekreasi, taman lingkungan perumahan dan permukiman, taman lingkungan

perkantoran dan gedung komersial, taman hutan raya, hutan kota, hutan

lindung,bentang alam seperti gunung bukit lereng dan lembah, cagar alam, kebun

raya, kebun binatang,pemakaman umum, lapangan olahraga, lapangan upacara,

parkir terbuka, lahan pertanian perkotaan, jalur dibawah tegangan tinggi (SUTT

dan SUTET), sempadan sungai, pantai, bangunan, situ dan rawa, jalur pengaman

jalan, median jalan, rel kereta api, pipa gas dan pedestrian, kawasan dan jalur

hijau, daerah penyangga (buffer zone) lapangan udara dan taman atap (roof

garden).

Jenis RTH berdasarkan bentuk menurut (Permen PU No.5/PRT/M, 2008

Tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan

Perkotaan) yaitu:

17
a. Taman kota

b. Jalur (tepian) sempadan sungai dan pantai

c. Taman olahraga, bermain, relaksasi

d. Taman pemakaman umum

e. Pertanian kota

f. Taman (hutan) kota atau perhutanan

g. Taman situ, danau, waduk, empang

h. Kebun raya, kebun binatang (nursery)

i. Jalur hijau pengaman

Sedangkan menurut Permendagri Nomor 1 Tahun 2007, berdasarkan letak

lokasi ruang terbuka hijau dapat bagi menjadi:

a. Ruang terbuka hijau dikembangan sesuai dengan kawasan-kawasan

peruntukan ruang kota, yaitu: kawasan permukiman kepadatan tinggi,

kawasan permukiman kepadatan sedang, kawasan permukiman kepadatan

rendah, kawasan industri, kawasan perkantoran, kawasan sekolah/kampus

perguruan tinggi, kawasan perdagangan, kawasan jalur jalan, kawasan

jalur sungai, kawasan jalur pesisir pantai dan kawasan pengaman utilitas

b. Pada tanah yang bentang alamnya bervariasi menurut keadaan lereng dan

ketinggian diatas permukaan laut serta kedudukannya terhadap jalur

sungai,alur jalan dan jalur pengaman utilitas.

c. Pada tanah yang di wilayah perkotaan dan dikuasai badan hukum atau

perorangan yang tidak dimanfaatkan atau ditelantarkan.

18
Dari segi kepemilikan ruang terbuka hijau dibedakan dalam ruang terbuka

hijau publik dan ruang terbuka hijau privat terdapat pembagian jenis-jenis ruang

terbuka hijau publik dan ruang terbuka hijau privat. Tabel 2.1 berikut menjelaskan

kepemilikan ruang terbuka hijau.

Tabel 2.1 Kepemilikan Ruang Terbuka Hijau

No Jenis RTH Publik RTH Privat


RTH Perkarangan - -
a. Perkarangan rumah tingga - V
1 b. Halaman perkantoran, pertokoan, dan - V
tempat usaha
c. Taman atap bangunan - V
RTH Taman dan Hutan Kota - -
a. Taman RT V V
b. Taman RW V V
c. Taman kelurahan V V
2
d. Taman kecamatan V V
e. Taman kota V -
f. Hutan kota V -
g. Sabuk hijau (green belt) V -
RTH Jalur Hijau Jalan - -
a. Pulau jalan dan median jalan V V
3
b. Jalur pejalan kaki V V
c. Ruang dibawah jalan laying V -
RTH Fungsi Tertentu - -
a. RTH sempadan rel kereta api V -
b. Jalur hijau jaringan listrik tegangan tinggi V -
4 c. RTH sempadan sungai V -
d. RTH sempadan pantai V -
e. RTH pengaman sumber air baku/mata air V -
f. Pekamakan V -
Sumber: Peraturan Menteri PU Nomor 05/PRT/M/2008

19
2.2.4 Tujuan Ruang Terbuka Hijau

Menurut (Permendagri No.1 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang

Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan) tujuan dari pembentukan ruang terbuka hijau

adalah sebagai berikut:

a. Menjaga keserasian dan keseimbangan ekosistem lingkungan perkotaan;

b. Mewujudkan keseimbangan antara lingkungan alam dan lingkungan

buatan di perkotaan

c. Meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan yang sehat, indah, bersih dan

nyaman.

Menurut Direktorat Jenderal Penataan Ruang Departemen Pekerjaan

Umum (2008) menunjukan bahwa tujuan pembentukan ruang terbuka hijau

adalah:

a. Keindahan (tajuk, tegakan, pengarah, pengaman, pengisi, dan pengalas),

mengurangi pencemaran udara, peredam kebisingan, memperbaiki iklim

mikro, penyangga sistem kehidupan dan kenyamanan.

b. Perlindungan, pencegah erosi dan penahan badai

c. Pendidikan, kesenangan, kesehatan, interaksi sosial

d. Pendukung ekositem makro, vebtilasi dan pemersatu ruang kota

e. Kenyamanan spasial, visual, audial dan termal serta nilai ekonomi

f. Pelayanan masyarakat dan penyangga lingkungan kota, wisata alam,

produksi hasil hutan

g. Keseimbangan ekosistem

h. Reservasi dan perlindungan situs bersejarah

20
Menurut Permen PU No.5/PRT/M Tahun 2008 Tentang Pedoman

Penyediaan Pemnfaatan Ruang Teruka Hijau di Kawasan Perkotaan tujuan

penyelenggaraan RTH adalah:

a. Menciptakan aspek planologis perkotaan melalui keseimbangan antara

lingkungan alam dan lingkungan binaan yang berguna untuk kepentingan

masyarakat.

b. Meningkatkan keserasian lingkungan perkotaan sebagai sarana pengaman

lingkungan perkotaan yang nyaman, segar, indah, dan bersih.

2.2.5 Fungsi Ruang Terbuka Hijau

Berdasarkan Pedoman Direktorat Jenderal Penataan Ruang Departemen

Pekerjaan Umum Tahun 2007, menyebutkan bahwa fungsi ruang terbuka hijau

adalah sebagai berikut :

a. Fungsi bioekologis (fisik), yaitu memberi jaminan pengadaan RTH

menjadi bagian dari sirkulasi udara (paru-paru kota), pengatur iklim mikro,

agar sistem sirkulasi udara dan air secara alami dapat berlangsung lancar,

sebagai peneduh, produsen oksigen, penyerap air hujan, penyedia habitat

satwa, penyerap polutan median udara, air dan tanah serta penahan angin.

b. Fungsi sosial ekonomi (produktif) dan budaya yang mampu

menggambarkan ekspresi budaya lokal. Ruang terbuka hijau merupakan

media komunikasi kota, tempat rekreasi, tempat pendidikan dan penelitian.

c. Ekosistem perkotaan produsen oksigen, tanaman berbunga, berbuah dan

berdaun indah serta bias menjadi bagian dari usaha pertanian, kehutanan

dan lain sebagainya.

21
d. Fungsi estetis yaitu meningkatkan kenyamanan, memperindah lingkungan

kota baik dari skala mikro: halaman rumah, lingkungan permukiman,

maupun makro: lanskap kota secara keseluruhan. Mampu menstimulasi

kreativiitas dan produktivitas warga kota. Juga bisa berekreasi secara aktif

maupun pasif seperti bermain, berolahraga, atau kegitan sosialisasi lain

yang sekaligus menghasilkan keseimbangan kehidupan fisik dan psikis.

Dapat tercipta suasana serasi dan seimbang antara berbagai bangunan

gedung, infrastruktur jalan dengan pepohonan hutan kota, taman kota,

taman kota pertanian dan perhutanan taman gedung, jalur hijau jalan,

bantaran rel kereta api serta jalur biru bantaran kali.

Secara umum fungsi ruang terbuka hijau menurut Permendagri No.1

Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan

menyatakan bahwa fungsi ruang terbuka hijau adalah:

a. Sebagai areal perlindungan berlangsungnya fungsi ekosistem dan

penyangga kehidupan.

b. Sebagai sarana untuk menciptakan kebersihan, kesehatan, keserasian dan

keindahan lingkungan.

c. Sebagai sarana rekreasi.

d. Sebagai pengaman lingkungan hidup perkotaan terhadap berbagai macam

pencemaran baik di darat, perairan dan udara.

e. Sebagai sarana penelitian dan pendidikan serta penyuluhan bagi masyrakat

untuk membentuk kesadaran lingkungan.

f. Sebagai tempat perlindungan plasma nutfah.

22
g. Sebagai sarana untuk mempengaruhi dan memperbaiki iklim mikro.

h. Sebagai pengaturan tata air.

Menurut Permen PU No.5/PRT/M 2008 Tentang Pedoman Penyediaan

dan Pemanfaatan Ruang Tebuka Hijau di Kawasan Perkotaan RTH, baik RTH

publik maupun RTH privat, memiliki fungsi utama (intrinsik) yaitu fungsi

ekologis dan fungsi tambahan (ekstrinsik) yaitu fungsi estetika, sosial dan fungsi

ekonomi. Dalam suatu wilayah perkotaan. Empat fungsi utama ini dapat

dikombinasikan sesuai dengan kebutuhan, kepentingan, dan keberlanjutan kota

seperti perlindungan tata air, keseimbangan ekologi dan konservasi hayati.

2.2.6 Manfaat Ruang Terbuka Hijau

Menurut Permendagri No.1 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang Terbuka

Hijau Kawasan Perkotaan manfaat ruang terbuka adalah sebagai berikut:

a. Memberikan kesegaran, kenyamanan, dan keindahan lingkungan.

b. Memberikan lingkungan yang bersih dan sehat bagi penduduk kota.

c. Memberikan hasil berupa produk kayu, daun, bunga, dan buah.

Menurut Permen PU No.5/PRT/M Tahun 2008 Tentang Pedoman

Penyediaan dan Pemanfaatan ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan, manfaat

RTH berdasarkan fungsinya dibagi atas manfaat langsung (dalam pengertian cepat

dan bersifat tangible) seperti mendapatkan bahan-bahan untuk dijual (kayu, daun,

bunga), kenyaman fisik (teduh, segar), keinginan dan manfaat tidak langsung

(berjangka panjang dan bersifat tangible) seperti perlindungan tata air dan

konservasi hayati atau keanekaragaman hayati.

23
2.2.7 Tipologi Ruang Terbuka Hijau

Dalam konteks RTH kota pengelompokkan didasarkan pada karakteristik

spasial, tujuan atau pemanfaatan dan kepemilikan. RTH publik terdiri dari taman

kota (park), ruang hijau alami dan ruang hijau konservasi (natural & protected

green space), dan sungai, aliran air dan danau (river, stream, lake). Sedangkan,

RTH privat terdiri dari taman pribadi (private garden), tanah institusi

(institutional land).

Di Indonesia tipologi RTH kota diatur dalam Permen PU Nomor

5/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka

Hijau di Kawasan Perkotaan, tipologi RTH dibedakan berdasarkan fisik, fungsi,

struktur dan kepemilikan. Secara fisik RTH dapat dibedakan menjadi RTH alami

berupa habitat liar alami, kawasan lindung dan taman-taman nasional serta RTH

non alami atau binaan seperti taman, lapangan olahraga, pemakaman atau jalur-

jalur hijau jalan.

Dilihat dari fungsi RTH dapat berfungsi ekologis, sosial budaya, estetika,

dan ekonomi. Secara struktur ruang, RTH dapat mengikuti pola ekologis

(mengelompok, memanjang, tersebar), maupun pola planologis yang mengikuti

hirarki dan struktur ruang perkotaan. Dari segi kepemilikan, RTH dibedakan ke

dalam RTH publik dan RTH privat. Pembagian jenis-jenis RTH publik dan RTH

privat. Berikut Tabel 2.2 menjelaskan Tipologi Ruang Terbuka Hijau

24
Tabel 2.2 Tipologi Ruang Terbuka Hijau

Fisik Fungsi Struktur Kepemilikan


Ekologis
Ruang Terbuka RTH Alami Pola Ekologis RTH Publik
Sosial Budaya
Hijau (RTH)
Estetika
RTH Non Alami Pola Planologis RTH Privat
Ekonomi
Sumber: Permen PU No. 05/PRT/M/2008

2.3 Ruang Terbuka Publik

2.3.1 Pengertian Ruang Terbuka Publik

Ruang terbuka publik merupakan ruang yang menjadi milik bersama dan

digunakan untuk kepentingan masyarakat banyak. Ciri-ciri utama dari ruang

publik adalah terbuka dan mudah dicapai oleh masyarakat untuk melakukan

kegiatan-kegiatan kelompok dan tidak selalu ada unsur hijau, bentuknya berupa

plasa, taman bermain dan lapangan olahraga.

Ruang terbuka publik merupakan wadah aktivitas sosial yang melayani

dan juga mempengaruhi kehidupan masyarakat perkotaan. Ruang terbuka juga

merupakan wadah dari kegiatan fungsional maupun aktivitas ritual yang

mempertemukan sekelompok masyarakat dalam rutinitas normal kehidupan

sehari-hari maupun dalam keadaan periodik (Carr dalam Yanti, 2016)

Pengertian ruang terbuka publik sebagai civic centre adalah suatu ruang

luar yang terjadi dengan membatasi alam dan komponen-komponennya

(bangunan) menggunakan elemen keras seperti pedestrian, jalan, plasa pagar

beton dan sebagainya, maupun elemen lunak seperti taman dan air sebagai unsur

pelembut dalam lanskap dan merupakan wadah aktivitas masyarakat yang

berbudaya dalam kehidupan kota. Adapun aktivitas yang dilakukan pada ruang

terbuka publik ini bisa untuk rekreasi dan hiburan, bisa juga sebagai kegiatan

25
industri wisata misalnya pameran bangunan, kegiatan promosi wisata dan

kebudayaan yang dapat menarik pengunjung sebanyak mungkin.

2.3.2 Arahan Bagi Ruang Publik

Arahan dalam ruang publik adalah sebagai berikut:

a. Menjaga aset dan ruang publik yang masih tersisa. bangunan tidak akan

kembali menjadi ruang

b. Memanfaatkan berbagai asset dan ruang tersebut secara optimal

(nekaguna, nekawaktu, nekapengguna)

c. Menjaga agar pengembangan mendatang selalu mencadangkan ruang bagi

kehidupan publik bahkan dalam pengembangan komersial sekalian.

d. Menyusun suatu mekanisme manajemen ruang kota, infrastruktur kota,

dan pengelolaan kota sebagai ruang bertemunya segenap sivitas kota

2.3.3 Nilai-Nilai Kualitas Ruang Terbuka Publik

Dimensi nilai-nilai kualitas yang dipenuhi sebuah ruang publik untuk

berhasil menurut (Carr dalam Yanti, 2016) adalah:

a. Responsive

Ruang publik dirancang dan dikelola untuk melayani kebutuhan dari

penggunanya, kebutuhan yang utama yang harus dipenuhi adalah

kenyamanan, relaksasi, aktivitas aktif dan pasif, dan kemungkinan

pengalaman baru.

26
b. Demokrasi

Melindungi hak dari kelompok-kelompok pengguna memiliki akses

kepada semua kelompok yeng disediakan untuk kebebasan beraktivitas,

juga hak untuk mengklaim dan dimiliki secara temporer. Karena

kepemilikannya untuk semua orang.

c. Bermakna

Memberikan hubungan yang kuat antara pengguna, tempat, kehidupan

pribadinya dan dunia yang luas. Berhubungan kepada konteks fisik sosial.

Kondisi ini dapat tercipta dari penggunaan yang terus menerus dari sebuah

ruang publik sehingga membentuk banyak kenangan yang mengikat

perasaan pribadi terus berlangsung dalam konteks perubahan yang terjadi.

2.3.4 Tujuan Ruang Terbuka Publik

Secara umum tujuan ruang terbuka publik (Carr dalam Yanti, 2016)

adalah:

a. Kesejahteraan masyarakat

Kesejahteraan masyarakat menjadi motivasi dasar dalam penciptaan dan

pengembangan ruang terbuka publik yang menyediakan jalur untuk

pergerakan, pusat komunikasi dan tempat untuk merasa bebas dan santai.

b. Peningkatan visual (visual enchacement)

Keberadaan ruang publik disuatu kota akan meningkatkan kualitas visual

kota tersebut menjadi lebih manusiawi, humoris dan indah.

c. Peningkatan lingkungan (environmental enchacement)

27
Penghijauan pada suatu ruang terbuka publik sebagai sebuah nilai estetika

juga paru-paru kota yang memberikan udara segar di tengah-tengah polusi.

d. Pengembangan ekonomi (economic development)

Pengembangan ekonomi adalah tujuan yang umum alam penciptaan dan

pengembangan ruang terbuka publik.

e. Peningkatan kesan (image enchacement)

Merupakan tujuan yang tidak tertulis secara jelas dalam rangka

menciptakan suatu ruang teerbuka publik namun selalu ingin dicapai.

2.3.5 Jenis Ruang Terbuka Publik

Menurut Carr (dalam Yanti, 2016) ruang terbuka publik dapat berupa

landscape (ruang terbuka hijau) maupun hardscape (ruang terbuka terbangun),

pengkategoriannya adalah:

a. Ruang terbuka publik skala lingkungan dengan luas dan lingkup pelayanan

kecil, seperti ruang sekitar tempat tinggal (home oriented space), ruang

terbuka lingkungan (neighbourhood space)

b. Ruang terbuka publik skala bagian kota yang melayani beberapa untit

lingkungan seperti taman umum (public park), ruang terbuka untuk

masyarakat luas (community space)

c. Pasar terbuka publik (markets), yaitu ruang terbuka publik atau jalan yang

digunakan untuk PKL, bersifat temporer pada ruang yang ada seperti

taman, daerah pinggir jalan, atau area parkir

28
2.4 Kualitas Ruang Terbuka Hijau

2.4.1 Pengertian Kualitas Ruang Terbuka Hijau

Kualitas dipandang secara lebih luas, dimana tidak hanya aspek hasil saja

yang ditekankan, melainkan juga meliputi proses, lingkungan dan

[Link] merupakan suatu proses di dalam penilaian suatu produk atau

jasa yang akan dirasakan langsung dari pelanggan atau si penerima pelayanan itu

sendiri. Dan juga kualitas dapat diartikan sebagai standar yang harus dicapai oleh

seseorang, kelompok atau lembaga organisasi mengenai kualitas SDM, kualitas

kerja, serta barang dan jasa yang dihasilkan.

Ruang terbuka publik yang berkualitas merupakan tempat yang tidak

hanya terbentuk oleh tatanan fisik semata, namun juga oleh tatanan aktivitas atau

fungsi dari ruang terbuka publik itu sendiri. Sedangkan menurut Joga (2011),

kualitas RTH adalah hal-hal yang berkaitan dengan berfungsinya proses-proses

ekologis yang melekat pada RTH (hidrologis, klimatologis dan fungsi ekologis

lainnya), serta fungsi sosial dan estetika lingkungan kota.

Kualitas Ruang Terbuka Hijau publik sangat tergantung pada hubungan

keterkaitan antara pengguna (aktivitas) dengan tatanan fisik ruangnya.

Keberadaan public life yang menjadi wujud adanya dinamika dan perkembangan

fungsi dan aktivitas akan sangat menentukan atas pemenuhan fasilitas ruang

publiknya (public space), disamping juga penjelasan mengenai aspek makna yang

timbul akibat interaksi antara kedua aspek (Carr dalam Yanti, 2016).

Dengan demikian maka pengertian ruang terbuka publik yang berkualitas

adalah ruang terbuka publik yang mampu mengakomodasikan aktivitas publik

agar menjadi lebih responsive terhadap pemenuhan kebutuhan (Needs) bagi

29
penggunanya, lebih demokratis terhadap perlindungan hak (rights) penggunanya

serta mempunyai makna (meanings) yang lebih berarti.

2.4.2 Aspek Pembentuk Kualitas Ruang Publik

Aspek pembentuk kualitas ruang publik terbagi menjadi 3 (tiga) yaitu,

aspek kebutuhan, aspek hak dan aspek makna (Carr, dlam Yanti (2016))

[Link] Aspek Kebutuhan

Kebutuhan (Needs) merupakan kebutuhan dasar manusia dalam konteks

ruang publik yang dapat dikaji menurut faktor-faktor sebagai berikut (Carr, dkk

(2016)) :

a. Kenyamanan (comfort), baik secara psikologis, biologis maupun sosial

terhadap 1) iklim, 2) tempat duduk, 3) fasilitas pendukung, 4) pedestrian,

5) pencahayaan, 6) rumah taman

b. Santai (relaxation) yang ingin diperoleh dalam beraktivitas di

taman/lapangan dengan berbagai tema didalamnya sebagai ruang publik :

1) Bersantai terhadap lingkungan setempat, 2) Kenyamanan di taman, 3)

Keamanan

c. Keterlibatan pasif (passive engagement), yaitu keterlibatan pengguna

dalam suatu ruang publik dalam hal :1)mengamati, 2)memandang, 3)

berdialog dengan lingkungan

d. Keterlibatan aktif (active engagement), yaitu keterlibatan pengguna dalam

ruang publik dalam hal : 1) bergerak melewati taman, 2) berkomunikasi, 3)

peringatan/even kegiatan, 4) tempat bermain anak, 5) tempat untuk orang

dewasa.

30
Fasilitas pendukung Ruang Terbuka Hijau

a. Fasilitas pendukung Frick dan Mulyani (2006) yaitu:

 Jalur pejalan kaki/ perkerasan dapat dibuat dengan menggunakan

berbagai macam bahan, seperti tegel, paving, aspal, batu bata dan

bahan lainnya.

 Lampu taman merupakan elemen utama sebuah taman dan

dipergunakan untuk menunjang suasana pada malam hari.

 Tempat sampah sangat penting untuk menjaga kebersihan dan

kenyamanan lingkungan taman.

 Tempat parkir bertujuan agar pengunjung yang membawa kendaraan

tidak parkir sembarangan.

 Toilet perlu disediakan agar pengunjung tidak membuang air

sembarangan.

b. Fasilitas pendukung (Rubenstein dalam Eva, 2008) yaitu:

 Lampu pejalan kaki : tinggi 4-6 meter, jarak penempatan 10-15 meter

dan mengakomodasi tempt menggantung.

 Lampu penerangan jalan: penerangan yang merata, dan pemilihan jenis

lampu berdasarkan efektivitas.

 Halte bus : terlindung dari perubahan cuaca.

 Tanda petunjuk : tanda petunjuk disatukan dengan lampu penerangan,

terletak di tempat terbuka, membuat informasi tentang lokasi dan

fasilitas.

 Telepon umum : memberikan ciri sebagai fasilitas komunikasi, dan

memberikan kenyamanan bagi pengguna.

31
 Tempat sampah : tempat sampah diletakkan dalam jarak tertentu,

mudah dalam pengangkutan, dan jenis sampah dibedakan.

 Vegetasi : berfungsi sebagai tempat peneduh, mampu menyerap

cemaran udara, dan jarak tanaman setengah rapat.

 Air bersih/ kamar mandi : air bersih/kamar mandi sangat dibutuhkan

pada ruang terbuka publik.

Menurut Hakim (2003) iklim terbagi menjadi empat yaitu sebagai berikut:

a. Radiasi Sinar Matahari

Dapat mengurangi rasa nyaman terutama pada daerah tropik, khususnya di

siang hari, maka diperlukan adanya peneduh. Hal ini tidak berlaku bagi

daerah rekreasi di pantai karena pada daerah tersebut sinar matahari

merupakan potensi atraktif.

b. Angin

Arah angin pada suatu daerah perlu diperhatikan dalam pengolahan tata

ruang luar. Hal ini dimaksudkan agar tercipta pergerakan angina mikro

yang sejuk dan menyenangkan bagi kegiatan manusia. Pada ruang terbuka

yang luas jika diperlukan dapat ditempatkan elemen-elemen penghalang

angin (wind break) agar kecepatan angin kencang dapat diperlambat

sehingga tercipta suasana yang nyaman.

c. Curah hujan

Faktor ini sering menimbulkan gangguan terhadap aktivitas manusia di

ruang luar. Oleh karenanya perlu disediakan tempat berteduh apabila

terjadi hujan (shelter, gazebo)

32
d. Temperatur

Untuk daerah tropik, temperatur disiang hari relatif cukup panas. Apabila

pada ruang terbuka yang sedikit pepohonan. Untuk mendapatkan iklim

mikro yang sejuk maka perlu ditempatkan pohon peneduh dengan tajuk

melebar.

[Link] Aspek Hak

Hak (rights) merupakan pengakuan kebebasan beraktivitas yang

dipertimbangkan terhadap beberapa faktor yaitu (Carr dalam Yanti, 2016):

a. Akses

b. Simbol akses pencapaian ke ruang publik untuk semua kelompok

masyarakat

c. Kebebasan bergerak/aktivitas (freedom of action) kesemua bagian ruang

publik, yang dapat diwujudkan dalam bentuk : a) Ruang yang serba

guna/multiuse bagi beberapa aktivitas, b) Zone aktivitas, c) Perlindungan

terhadap ruang/kalangan tertentu.

d. Pengakuan (claim) penggunaan ruang : a) Jumlah ruang bebas

[Link] Aspek Makna

Makna (Meaning) merupakan aspek yang dikaji dari aspek fisik dan non

fisik serta keterkaitan sejarah dan sosial politik dan budaya dengan kriteria-

kriteria sebagai berikut (Carr dalam Yanti, 2016):

a. Mudah dikenali (legibility), yaitu adanya kejelasan dan keteraturan yang

menyangkut tentang : i) node social yang menghubungkan jalur

33
penghubung ii) batas area yang jelas namun fleksibel, pembagian area, iii)

landmark kawasan

b. Keterkaitan (relevance) antara : i) norma budaya dan pengguna

c. Hubungan individu (individual connection) dalam bentuk :i)

elemen/tempat bermain anak, ii) menempatkan tempat/ruang untuk event

penting

d. Hubungan kelompok (group connection) dalam bentuk: ruang

berkelompok (sosial level, etnis, dan lain-lain), ruang berkelompok untuk

olahraga, ruang guna mendukung aktivitas seni

e. Hubungan dengan lapisan masyarakat yang lebih luas (connection to

larger society) biasanya berupa : tempat istimewa simbol dari

keberlangsungan sejarah, kepentingan politik, sosial budaya, ekonomi dan

simbol kekuasaan dan lain-lain.

2.4.3 Kualitas Fisik

Menurut Frick dan Mulyani (2006) bagian dari kualitas fisik adalah sebagai

berikut:

a. Ketersediaan Fasilitas

Ketersediaan fasilitas digunakan untuk memenuhi fungsi sebagai fungsi

sosial, budaya dan ekonomi. Hal ini bertujuan supaya kegiatan sosial,

budaya dan ekonomi taman dapat terwadahi. Fasilitas yang dimaksud

adalah tempat duduk, fasilitas bermain, warung makan/kios, panggung

terbuka dan gazebo.

34
b. Kondisi Fasilitas

Kondisi fasilitas menekankan pada kondisi riil fasilitas yang tersedia,

tingkat perawatan, dan umur/lamanya fasilitas yang berada di taman kota.

Hal ini bertujuan supaya kondisi fisik fasilitas tetap terjaga. Indikator ini

berkaitan dengan degan nilai estetika dimana dapat mempengaruhi

keindahan taman kota.

c. Ketersediaan Vegetasi

Ketersediaan vegetasi menekankan pada jenis vegetasi, jumlah pohon,

tingkat perawatan, keteraturan penataan taman, keberadaan tanaman

perindang dan tingkat kerapatan vegetasi.

d. Aksesibilitas

Aksesibilitas menekankan pada pada dua aspek yaitu aksesibilitas internal

dan eksternal. Pada aksesibilitas internal difokuskan pada sarana prasarana

yang ada dalam taman seperti jalan setapak, pedestrian dan trek lari.

Sementara itu, aksesiilitas eksternal difokuskan pada moda transportasi

pendukung, jaringan jalan yang menuju taman dan waktu tempuh taman

kota ke tempat publik yang lainnya.

2.5 Penelitian Terdahulu

Syarat suatu penelitian adalah adanya keaslian dalam penelitian, hal ini

dapat dilihat pada penelitian terdahulu yang telah dilakukan yang berkenaan

dengan penelitian yang sama, sehingga dapat dilihat perbedaan antara penelitian

terdahulu dengan penelitian tentang evaluasi kualitas RTH publik di Kecamatan

Senapelan. Tabel 2.3 berikut menjelaskan tentang penelitian terdahulu.

35
Tabel 2.3 Penelitian Terdahulu

Nama Lokasi Tujuan Metode


No Judul Hasil
Peneliti Penelitian Penelitian Penelitian

Apriyan Preferesi Tempat Kota Tujuan penelitian ini adalah: Metode Preferensi tempat bersantai dan
Dinata, Bersatai dan Pekanbaru penelitian ini rekreasi bagai masyarakat Kota
Saadatus Rekreasi Bagi 1. untuk mengetahui preferensi adalah Pekanbaru dalam ruangan (indoor)
Salasiah, Masyarakat Kota tempat bersantai dan rekreasi kualitatif sangat berfariatif, hal ini dibuktikan
Febby Pekanbaru bagi masyarakat Kota deskriptif dengan hasil kuesioner yang terdiri dari
Asteriai Pekanbaru delapan pilihan. Dari delapan pilihan
2. untuk megetahui manfaat tersebut yang paling banyak diminati
(2016) bersantai dan rekreasi bagi adalah menoton di bioskop, sedangkan
masyarakat Kota Pekanbaru yang terendah adalah berkunjung ke
pasar tradisional. Sedangkan yang
berada di luar ruangan terdapat dua belas
1
pilihan, yang tertinggi adalah
mengunjungi carr free day dan yg
terendah adalah mengunjungi danau
buatan.

Manfaat bersantai dan rekreasi


terdapat enam variabel pilihan, dari hasil
penelitian memperlihatkan bahwa dapat
menyegarkan kembali pikiran dan yang
dapat nilai terendah adalah mempererat
hubungan keluarga.
36

36
Nama Lokasi Tujuan Metode
No Judul Hasil
Peneliti Penelitian Penelitian Penelitian

2 Elif Kutay Comparative Duzce City Tujuan penelitian ini adalah untuk Metode Kepemilikan ruang bukanlah
Karocor, Analysis of The mengevaluasi kualitas ruang publik penelitian ini sebuah signifikan yang mempengaruhi
Ezgy Akcam Quality yang menjadi alasan perbedaan adalah kualitas ruang. Dengan demikian yang
Perception in antara manajemen dan kepemilikan deskriptif dimiliki publik dapat dianggap
(2016) Public Space of statistic berkualitas rendah karena faktor yang
Duzce City mempengaruhi aktivitas, kenyamanan
dan akses. Ruang publik dan privat
memiliki kepemilikan yang sama.

Ruang kota yang dikelola secara


berlebihan dikritik karena memiliki akses
yang terbatas untuk kelompok yang
marginal, kenyataannya adalah bahwa
bahwa orang biasa tidak ingin berkumpul
dan menghabiskan waktu bersama yang
lain.

Taman Anit berkualitas tinggi dalam


hal kenyamanan dibandingkan dengan
Taman Inonu dan Jalan Spor terkait
dengan ruang dalam memfasilitasi
penggunaan empat musim kota.

3 Seema Pliya, Public Space Kota Delhi, Untuk mengevaluasi kualitas ruang Metode Ruang taman di kota-kota India
Pushplata Quality Dehradum publik yang dapat membantu dalam penelitian ini umumnya dapat diakses, terhubung dan
Evaluation: mengidentifikasi ruang publik adalah inklusif terlepas dari kota tempat mereka
37

37
Nama Lokasi Tujuan Metode
No Judul Hasil
Peneliti Penelitian Penelitian Penelitian

Garg Prerequisite for and Roorkee dengan kualitas yang berbeda, serta deskriptif berada. Alasan utama buruknya kondisi
Public Space merumuskan strategi untuk kualitatif taman adalah kurangnya perawatan,
(2019) Management perbaikannya dengan kenyamanan, keselamatan dan
keamanan. Lebih lanjut diamati bahwa
menggunakan
ruang-ruang ini tidak mendorong
Public Space berbagai kegiatan atau mode
Quality Index penggunaan, dan kualitas yang berkaitan
(PSQI) dengan daya tarik dan daya tarik tidak
ada di taman lingkungan. Selain itu,
taman-taman ini tidak secara tepat
memanfaatkan seni publik yang
ditampilkan dan tidak memiliki estetika
yang jelas dan menarik. Lansekap yang
buruk dan area hijau yang tidak terawat
lebih jauh mengurangi daya tarik taman.
Beberapa taman ini tidak dapat
didekati, yaitu berkinerja buruk dalam
dimensi aksesibilitas yang, seiring
waktu, menyebabkan taman-taman ini
menjadi pusat kegiatan ilegal dan
antisosial yang mengakibatkan
kerusakan permanen pada citra taman;
reputasi yang rusak kemudian sangat
sulit untuk [Link]-kali
kerusakan tidak dapat diperbaiki dan
taman perlu diciptakan kembali
menggunakan konsep yang sama sekali
berbeda.
Dari analisis taman di semua kota
38

38
Nama Lokasi Tujuan Metode
No Judul Hasil
Peneliti Penelitian Penelitian Penelitian

disimpulkan bahwa pengaturan yang


tidak tepat untuk keselamatan dan
keamanan adalah alasan utama untuk
kondisi taman yang buruk, diikuti oleh
alasan lain seperti kenyamanan, daya
tarik dan pemeliharaan. Misalnya,
ketersediaan fasilitas dasar di taman
seperti Taman Swarn Jayanti mengarah
pada peningkatan penggunaan ruang
untuk periode waktu yang lebih lama,
yang juga secara tidak langsung
terhubung dengan keberadaan pedagang
kaki lima dan pedagang di dekat taman:
yang pada gilirannya tingkatkan
penggunaan ruang secara aktif dan
jadikan taman ini ruang yang lebih hidup
dan inklusif. Namun, beberapa taman
mengalami kegagalan total dan saat ini
dianggap sebagai area terancam yang
menjadi tempat kegiatan antisosial dan
berkurang kinerjanya di semua dimensi
kualitas. Setelah berdiskusi dengan
pengguna dari berbagai kota,
disimpulkan lebih lanjut bahwa ada
kebutuhan untuk bersantai danruang
rekreasi di kota-kota ini, selain di tempat
kerja atau di rumah, ruang yang mudah
dijangkau orang. Pertunjukan individu
taman sebagai studi kasus dalam hal
39

39
Nama Lokasi Tujuan Metode
No Judul Hasil
Peneliti Penelitian Penelitian Penelitian

dimensi kualitas, lebih lanjut ditafsirkan


bahwa taman di Delhi berkinerja lebih
baik dibandingkan dengan taman di
Dehradun dan Roorkee

Taufik Pola Pemanfaatan CFD Jalan 1. Mengetahui motivasi dan Metode 1. Berdasarkan hasil analisis faktor,
4 2015 Ruang Terbuka Gajah Mada persepsi masyarakat yang penelitian ini maka terdapat 3 faktor yang
Publik Temporer dan mengunjungi ruang publik adalah tergabung kedalam motivasi
(Studi Kasus: Car Diponegoro temporer Pekanbaru car free day pendekatan pengunjung terhadap kondisi car
Free Day (CFD) 2. Mengidentifikasi pola penelitian free day kota Pekanbaru
Jalan Gajah Mada pemanfaatan ruang terbuka kuantitatif 2. Berdasarkan hasil analisis faktor,
dan Jalan publik temporer pada kawasan deskriptif maka terdapat 5 faktor yang
DIponegore Kota car free day di jalan Gajah Mada tergabung ke dalam persepsi
Pekanbaru) dan jalan Diponegoro pengunjung terhadap kondisi car
3. Merumuskan strategi free day kota Pekanbaru
pemanfaatan ruang car free day 3. Teridentifikasinya pola pemanfaatan
yang baik dimasa depan ruang bahwa penerapan hasil
revitalisasi yang menempatkan
setiap kegiatan-kegiatan car free day
masih belum optimal.

Prihastoto Kajian Kualitas Alun-Alun Mengetahui kualitas Alun-Alun Metode 1. Aspek needs, dari beberapa faktor
4 (Tesis) Ruang Publik Kota Kota Purwokerto melalui aspek penelitian ini yang ada masih kurang seperti alun-
2003 Pada Alun-Alun Purworejo pembentuk kualitas ruang publik menggunakan alun tidak nyaman, kurang aman dan
Kota Purworejo metode kurang santai untuk beraktivitas.
40

40
Nama Lokasi Tujuan Metode
No Judul Hasil
Peneliti Penelitian Penelitian Penelitian

rasionalistik 2. Aspek rights, belum terpenuhinya


dengan fungsi alun-alun sebagai ruang
pendekatan publik.
kualitatif 3. Kurangnya tingkat maning karena
tidak jelasnya hubungan antar
pedestrian dan batas-batas area.

5 Anggit Kualitas Taman Kompleks Mengetahui kualitas taman kota Penelitian ini Secara keseluruhan kualitas taman kota
Pratomo Kota Sebagai Stadion sebagai ruang publik di Kota adalah di Kota Surakarta berdasarkan persepsi
(2017) Ruang Publik di Manahan, Surakarta berdasarkan persepsi dan pendekatan dan preferensi pengguna berada pada
Jurnal Kota Surakarta Taman preferensi pengguna penelitian kondisi sedang. Kelengkapan elemen
berdasarkan Balekamban kuantitatif dan pendukung taman kota di Kota Surakarta
Persepsi dan g, dan dilakukan sudah lengkap, namun kondisi tiap-tiap
Preferensi Taman Kota elemen masih perlu ditingkatkan.
Pengguna Surakarta secara Beberapa elemen yang perlu
deduktif ditingkatkan yaitu toilet dan halte bus.

Taman Kota di Kota Surakarta telah


dilengkapi dengan sarana dan prasarana
kegiatan masyarakat untuk berinteraksi,
meningkatkan kualitas kesehatan,
menambah pendapatan bagi masyarakat
dan sebagai sarana pertunjukan kesenian.
Kualitas taman kota di Kota Surakarta
saat ini cukup baik.
41

41
Nama Lokasi Tujuan Metode
No Judul Hasil
Peneliti Penelitian Penelitian Penelitian

Keberadaan taman kota dengan kualitas


yang optimal sangat penting bagi sebuah
kota selain berfungsi sebagai fungsi
ekologi juga berfungsi sebagai ruang
publik yaitu untuk interaksi bagi
masyarakat perkotaan.

6 Futeri Kajian Kualitas RTH Tunjuk Teridentifikasi kualitas ruang Metode 1. Aspek kebutuhan yang dinilai baik,
Addini Ruang Terbuka Ajar terbuka hijau publik berdasarkan penelitian ini namun juga memiliki beberapa aspek
Hijau Publik di Integritas referensi pengguna di Kecamatan menggunakan yang harus ditingkatkan agar menjadi
Kecamatan Kota Senapelan deskriptif kualitas yang baik, seperti
Senapelan Pekanbaru kuantitatif dan pencahayaan, pedestrian,tempat
dilakukan sampah, lampu penerangan jalan,
secara induktif maupun kenyamanan.
2. Aspek hak dinilai cukup baik,
dikarenakan tempat parkir dan PKL
yang berada di sekitar RTH dinilai
dapat mengganggu para pengunjug
saat bersantai ataupun melakukan
aktivitas di sekitaran RTH
3. Aspek makna diilai baik, karena pada
aspek ini membahas mengenai budaya
dan sejrah dari suatu RTH, maka RTH
Tunjuk Ajar dan Taman Tuan Kadi
yang dinilai baik memiliki sejarah
42

42
Nama Lokasi Tujuan Metode
No Judul Hasil
Peneliti Penelitian Penelitian Penelitian

yang baik dan mecerminkan budaya


melayu yang dapat menarik
pengunjung agar dapat bersantai dan
menikmati RTH serta dapat mengingat
sejarah yang pernah ada di RTH
tersebut.

Sumber: Hasil Analisis, 2019


43

43
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Pendekatan Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian

deskriptif kuantitatif karena penulis ingin memberikan gambaran keadaan masa

sekarang secara mandalam. Deskriptif kuantitatif adalah usaha sadar dan

sistematis untuk memberikan jawaban terhadap suatu masalah dan/atau

mendapatkan informasi lebih mendalam dan luas terhadap suatu fenomena dengan

menggunakan tahap-tahap penelitian dengan pendekatan kuantitatif (Yusuf,

2014).

Dimana pendekatan yang dilakukan secara deduktif. Menurut Sagala

(2010), pendekatan deduktif merupakan pendekatan yang beranjak dari kondisi

umum kepada kondisi khusus. Biasanya diawali dari penetapan tujuan dan

postulat. Setelah itu, diturunkanlah prinsip-prinsip yang mendasari aplikasi

konkret dan logis. Dengan kata lain untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu

harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan

penelitian di lapangan.

3.2 Metode Penelitian

Metode penelitian kuantitatif merupakan salah satu jenis penelitian yang

spesifikasinya adalah sistematis, terencana dan terstruktur dengan jelas sejak awal

hingga pembuatan desain penelitiannya (Sugiyono, 2011). Metode kuantitatif

disebut juga sebagai metode positivistik, hal ini berlandaskan pada filsafat

44
positivisme. Metode ini disebut metode kuantitatif karena data dalam penelitian

berupa angka–angka dan analisis menggunakan statistik (Sugiyono, 2011).

Dimana Pendekatan perencanaan kuantitatif yang digunakan dalam

pelaksanaan kegiatan ini merupakan pendekatan perencanaan yang dilakukan

dengan mengumpulkan data yang dikumpulkan dari dinas-dinas ataupun instansi-

instansi pemerintah terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota

Pekanbaru dan kantor camat Senapelan, kemudian melakukan upaya dalam

meningkatkan kualitas dari Ruang Terbuka Hijau.

3.3 Metode Pengumpulan Data

a. Kuesioner

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan

cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden

untuk dijawabnya. Kuesioner jyga merupakan teknik pengumpulan data yang

efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa

yang diharapkan dari responden.

b. Observasi

Observasi merupakan melakukan pengamatan secara langsung ke objek

penelitian untuk melihat lebih dekat kegiatan yang dilakukan. Objek penelitian

bersifat perilaku dan tindakan manusia, fenomena alam (kejadian-kejadian yang

ada di alam sekitar), proses kerja dan penggunaan responden kecil.

45
c. Dokumentasi

Dokumentasi yaitu ditujukan untuk memperoleh data langsung dari tempat

penelitian, buku-buku yang relevan, peraturan-peraturan, laporan kegiatan, foto-

foto, film dokumentar, data yang relevan penelitian.

d. Literatur

Literatur merupakan pengumpulan data informasi dengan cara membaca

atau mengambil literatur buku-buku yang berkaitan dengan tujuan penelitian.

Literatur tidak hanya dari buku, akan tetapi dapat berupa suatu informasi dari

internet, jurnal dan dokumen-dokumen.

3.4 Jenis dan Sumber Data

Hal yang penting dalam persiapan penelitian lapangan adalah dengan

penyusunan kebutuhan data dan informasi. Pengumpulan data dan informasi dapat

melalui observasi/ pengamatan langsung situasi dan kondisi yang terjadi dalam

wilayah penelitian. Jenis data dapat dibedakan menjadi:

2.4.1 Data primer

Data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada

pengumpul data. Data ini didapat melalui kuesioner dari informasi responden dan

juga diperoleh dari pengamatan lapangan.

2.4.2 Data Sekunder

Data sekunder adalah sumber data yang tidak memberikan data secara

langsung kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat suatu

dokumen. Peneliti mendapatkan data yang diinginkan dari dinas-dinas terkait

46
antara lain, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru,

Perpustakaan Teknik, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekanbaru, Kantor Camat

Kecamatan Senapelan, website, dan koran

3.5 Tahapan Penelitian

3.5.1 Tahapan Pra lapangan

Tahapan pra lapangan adalah tahapan yang dilakukan sebelum turun ke

lapangan. Tahan ini memiliki proses sebagai berikut:

a. Mencari data awal

Data awal yang diperlukan adalah data mengenai kondisi Ruang Terbuka

Hijau yang ada di Kota Pekanbaru. Setelah mengetahui Ruang Terbuka

Hijau maka setelah dilakukan pencarian data langsung atau survei ke

lokasi studi kasus yang telah ditentukan.

b. Memilih fokus lapangan

Setelah mendapatkan referensi dari berbagai sumber, maka ditetapkanlah

pada ruang terbuka hijau Kecamatan Senapelan dengan 2 ruang terbuka

hijau publik.

c. Mengurus surat izin survey

Sebelum peneliti melakukan survey, peneliti harus memiliki surat izin

survey untuk mempermudah dalam memperoleh data dan diketahui oleh

orang agar tidak terdapat halangan dalam pengumpulkan data.

d. Menyiapkan perlengkapan penelitian

Melakukan persiapan untuk tahap selanjutnya dengan menyiapkan

kuesioner bagian dari tahap lapangan dan mencari berbagai sumber baik

47
dari literatur buku, jurnal, website dan referensi lainnya yang berhubungan

dengan penelitian terhadap kualitas Ruang Terbuka Hijau.

3.5.2 Lapangan

Tahapan penelitian ini ialah dimana tahap untuk melakukan pengumpulan

data dengan turun langsung ke lapangan. Untuk memperoleh data dari obeservasi,

pencatatan langsung secara sistematik terhadap kondisi dilapangan dan kuesioner.

3.5.3 Pasca Lapangan

Setelah mengumpulkan data dari tahap Lapangan, maka data yang didapat

dari data primer dan sekunder diolah untuk menjadikan suatu data yang konkret.

Data yang diperoleh ditulis dalam bentuk laporan atau data yang terperinci.

Laporan yang disusun berdasarkan data yang diperoleh direduksi, dirangkum,

dipilih hal-hal yang pokok, difokuskan pada hal-hal yang penting. Data hasil

mengikhtiarkan dan memilah-milah berdasarkan satuan konsep, tema, dan

kategori tertentu akan memberikan gambaran yang lebih tajam tentang hasil

pengamatan juga mempermudah peneliti untuk mencari kembali data sebagai

tambahan atas data sebelumnya yang diperoleh jika diperlukan.

3.6 Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang,

objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti

untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2011). Setelah

mengkaji teori dan konsep dari berbagai literature yang ada, maka dapat ditarik

48
suatu kesimpulan bahwa untuk penentuan kualitas Ruang Terbuka Hijau Publik

dapat dilakukan beberapa variabel. Tabel 3.1 berikut menjelaskan tentang variabel

kualitas ruang terbuka hijau publik.

Tabel 3.1 Variabel Kualitas Ruang Terbuka Hijau Publik

Sub
No Variabel Indikator
Indikator
Iklim
Tempat duduk
Kenyamanan Fasilitas pendukung
Pedestrian
Pencahayaan
Bersantai terhadap lingkungan
setempat
Kebutuhan Santai Kenyaman
1
Keamanan
Keterlibatan Pasif Memandang
Bergerak
Berkomunikasi
Keterlibatan aktif
Event kegiatan
Tempat bermain anak
Vegetasi Jenis Tanaman
Akses
Akses
2 Hak Visual penghalang
Kebebasan Ruang untuk kalangan tertentu

3 Makna Mudah dikenali (legibility) Landmark area

Keterkaitan (relevance) Norma budaya pengguna


Hubungan individu Penempatan event
Ruang kelompok (bersosial)

Hubungan kelompok Ruang berkelompok untuk


berolahraga

Ruang guna untuk mendukung


Hubungan Masyarakat
aktivitas seni
Sumber: Carr dalam Yanti, 2016

49
3.7 Populasi, Teknik Sampling dan Sampel

3.7.1 Populasi

Populasi adalah keseluruhan dari objek penelitian yang dapat berupa

manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, udara, gejala, nilai, peristiwa, dan

sebagainya. Sehingga objek-objek ini dapat menjadi sumber data penelitian

(Masyhuri & Zainuddin, 2011).

Penelitian ini akan dilakukan di kawasan RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota

Pekanbaru dan Taman Tuan Kadi dengan subjek berupa pengunjung dua ruang

terbuka hijau tersebut.

3.7.2 Teknik sampling

Teknik penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan nonprobability

sampling. Nonprobablity sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak

memberikan peluang/ kesempatan yang sama kepada setiap unsur atau anggota

populasi untuk dipilih sebagai sampel. Teknik yang digunakan adalah purposive

sampling dan insidental sampling. Sampling insidental adalah teknik penentuan

sampel berdasarkan kebetulan bertemu dengan peneliti dan dapat digunakan

sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui cocok sebagai

sumber data (Sugiyono, 2018).

Populasi dari penelitian ini adala pengujung RTH Tunjuk Ajar Integritas

Kota Pekanbaru dan Taman Tuan Kadi dan jumlahnya tidak diketahui secara

pasti, maka teknik penentuan besarnya sampel untuk populasi tak terhingga

dengan menggunakan rumus Cochran(Sugiyono, 2018). Adapun rumus Cochran

sebagai berikut:

50
Keterangan:
n : Jumlah sampel yang diperlukan
z : Harga dalam kurv normal untuk simpangan 5%, dengan nilai 1,96
p : Peluang benar 50%= 0.5
q : Peluang salah50%= 0.5
e : Tingkat kesalahan sampel (sampling error)

Berdasarkan rumus Cochran tersebut, maka diperoleh besarnya sampel

sebagai berikut:

Responden RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru

97 ≈ 100 responden

Responden Taman Tuan Kadi Kota Pekanbaru

97 ≈ 100 responden

Berdasarkan rumus cochran didapat jumlah sampel RTH Tunjuk Ajar

Integritas Kota Pekanbaru dan Taman Tuan Kadi sebanyak 100 responden.

51
3.7.3 Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh

populasi tersebut. Untuk sampel yang diambil dari populasi tersebut harus harus

betul-betul representatif (Sugiyono, 2011). Sedang menurut Yusuf (2014) sampel

adalah sebagian dari populasi yang terpilih dan mewakili populasi tersebut.

Sebagian dan mewakili dalam batasan merupakan dua kata kunci dan merujuk

kepada semua jenis ciri populasi dala jumlah yang terbatas pada masing-masing

karakteristiknya.

Dimana sampel untuk yang didapat dari jumlah populasi pengunjung

adalah sebagai berikut:

a. Populasi pengunjung RTH Tunjuk Ajar Integritas kota Pekanbaru adalah

100 responden.

b. Populasi pengunjung Taman Tuan Kadi adalah 100 responden.

3.8 Alat dan Bahan Penelitian

Bahan dan alat yang digunakan dalam penelitian ini pada proses

pengambilan data antara lain :

a. Kamera digunakan untuk mendokumentasikan data dari hasil pengamatan.

b. Alat tulis (pena, pensil, buku dan sebagainya) digunakan untuk mencatat

dan menulis data hasil dari pengamatan di lapangan.

c. Komputer/laptop digunakan untuk mengolah data yang diperlukan.

52
3.9 Teknik Analisis

Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif.

Analisis deskriptif merupakan analisis yang menggambarkan atau melukiskan

keadaan komponen penelitian di suatu kawasan. Analisis deskriptif dalam

penelitian ini digunakan untuk menganalisis karakteristik dari ruang terbuka hijau

berdasarkan kondisi lapangan ruang terbuka hijau publik.

Lalu digunakan juga analisis skala likert untuk mengidentifikasi variabel

dari aspek kebutuhan, hak, dan makna. Dengan menggunakan skala likert variabel

yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel, dan seterusnya indikator

tersebut dijadikan sebagai tolak ukur untuk menyusun bagian-bagian yang dapat

dijadikan pertanyaan atau pernyataan. Jawaban dari setiap bagian tersebut

mempunyai gradasi dari yang sangat positif hingga yang sangat negatif.

Dalam menghitung tanggapan responden mengenai kualitas ruang terbuka

hijau publik dengan menggunakan pola skala likert, setelah masing-masing nilai

dari responden telah dihitung, penulis juga akan menghitung nilai persentasenya

agar mendapatkan kesimpulan yang dapat ditulis secara sistematis dengan

menggunakan rumus :

Dimana,
P : Persentase
f : Frekuensi dari setiap jawaban
n : Jumlah responden

53
Kemudian hasil dari perhitungan diatas dikonfirmasikan dengan kriteria

yang telah ditetapkan. Sebelum menyelesaikan perhitungan hasil akhir, maka

ditentukan terlebih dahulu mengetahui interval dan interpretasi persen agar

mengetahui penilaian dalam mencari interval skor dengan menggunakan rumus

sebagai berikut:

Keterangan:
I : Interval
n : Jumlah skor likert

Perhitungan interval:

I = 20

Berdasarkan rumus diatas, di dapat jaraknya adalah 20 dengan pembagian

kelas yang terdiri dari lima kelas. Berikut Tabel 3.3 menjelaskan tentang

pengkategorian skor jawaban interval.

Tabel 3.2 Pengkategorian Skor Jawaban Interval

Tingkat Intensitas Kriteria


0% - 20% Sangat tidak baik
21% - 40% Tidak baik
41% - 60% Cukup baik
61% - 80% Baik
81% - 100% Sangat baik
Sumber: Sugiyono, 2011

54
3.10 Lokasi dan Waktu

Pengambilan sampel ini dipengaruhi oleh kebutuhan waktu dan tenaga di

dua lokasi yang berbeda, maka banyaknya sampel yang diambil berdasarkan

jumlah pengunjung pada hari senin hingga hari minggu di setiap RTH publik.

Tabel 3.2 berikut menjelaskan penentuan jumlah sampel pada RTH Tunjuk Ajar

Integritas Kota Pekanbaru dan Taman Tuan Kadi.

Tabel 3.3 Penentuan Jumlah Sampel Pada RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota

Pekanbaru dan Taman Tuan Kadi

No Hari Jumlah Sampel


RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Taman Tuan Kadi
Pekanbaru
1 Senin 14 Responden 14 Responden
2 Selasa 14 Responden 14 Responden
3 Rabu 14 Responden 14 Responden
4 Kamis 14 Responden 14 Responden
5 Jumat 14 Responden 14 Responden
6 Sabtu 15 Responden 15 Responden
7 Minggu 15 Responden 15 Responden
Sumber: Hasil Analisis, 2020

Berdasarkan kuesioner yang disebarkan dalam waktu satu minggu untuk

masing-masing ruang terbuka hijau publik di Kecamatan Senapelan pada bulan

Maret tahun 2020. Penyebaran kuesioner ini dilakukan setiap hari pada waktu

pagi (08.00-11.00 WIB), siang (14.00-17.00 WIB) hingga malam hari (20.00-

22.00 WIB). Dikarenakan pengunjung ruang terbuka hijau publik lebih banyak

pada jam-jam tersebut.

55
3.11 Validitas dan Reliabilitas

3.11.1 Uji Validitas

Validitas suatu instrumen adalah seberapa jauh instrumen itu benar-benar

mengukur apa (objek) yang hendak ukur. Semakin tinggi validitas suatu

instrumen, maka makin baik instrumen itu digunakan. Validitas suatu instrumen

dapat dilihat dari isi atau konsep maupun daya ramal yang terdapat pada

instrumen itu. Disamping itu pula dapat dilihat dengan memperhatikan bentuknya

atau hubungannya dengan instrumen lain secara empirik dan statistik (Sugiyono,

2011).

Dalam penelitian ini uji validitas instrumen menggunakan rumus perhitungan

dengan bantuan program IBM SPSS Versi 22 for windows. Adapun kriteria

pengujian validitas sebagai berikut:

a. Jika r hitung  r tabel (uji 2 sisi dengan sig. 0.05) maka instrumen atau

item-item pernyataan berkorelasi signifikansi terhadap skor total

(dinyatakan valid)

b. Jika r hitung  r tabel (uji 2 sisi dengan sig. 0.05) maka instrumen atau

item-item pernyataan berkorelasi signifikansi terhadap skor total

(dinyatakan tidak valid)

3.11.2 Uji Reliablitas

Reliabilitas merupakan konsistensi atau kestabilan skor suatu instrumen

penelitian terhadap individu yang sama, dan diberikan dalam waktu yang berbeda.

Jadi, suatu instrumen dikatakan reliabel apabila instrument itu dicobakan kepada

56
subjek yang sama secara berulang namun hasilnya tetap sama atau relatif sama

(Yusuf, 2014).

Berdasarkan nilai Alpha Cronbach‟s dapat dilihat dari suatu instrumen

yang digunakan dalam penelitian. Semakin reliabel suatu instrumen maka

semakin baik instrumen tersebut untuk digunakan peneliti dalam penelitiannya.

Untuk uji reliabilitas instrumen menggunakan rumus perhitungan dengan bantuan

program IBM SPSS Versi 22 for windows.

57
3.12 Desain Survey

Tabel 3.4 Desain Survey

Cara
No Sasaran Variabel Indikator Sub Indikator Sumber Data Pengambilan Analisis Hasil
Data
Iklim
Tempat duduk
Fasilitas pendukung
Kenyamanan
Pedestrian
Pencahayaan
Vegetasi
Bersantai terhadap Tingkat
Teridentifikasinya
lingkungan setempat Kualitas RTH
Kualitas RTH - Kuesioner Skala Likert
1 Kebutuhan Santai Responden berdasarkan
Publik dari Aspek Kenyaman - Observasi
Aspek
Kebutuhan
Keamanan Kebutuhan
Keterlibatan
Memandang
Pasif
Bergerak
Berkomunikasi
Keterlibatan
aktif Event kegiatan

Tempat bermain anak

2 Teridentifi Hak Akses Akses Responden - Kuesioner Skala Likert Tingkat


58

58
Cara
No Sasaran Variabel Indikator Sub Indikator Sumber Data Pengambilan Analisis Hasil
Data
kasinya Kualitas Visual penghalang - Observasi Kualitas RTH
RTH publik dari berdasarkan
Ruang untuk kalangan
Aspek Hak Kebebasan Aspek Hak
tertentu
Mudah dikenali Jalur penghubung
(legability) Landmark area
Keterkaitan
Norma budaya pennguna
Teridentifi (relevance) Tingkat
kasinya Kualitas Tempat bermain anak - Kuesioner Skala Likert Kualitas RTH
3 Makna Hubungan Responden
RTH publik dari - Observasi berdasarkan
individu Penempatan event
Aspek Makna Aspek Makna
Ruang kelompok
Hubungan (bersosial)
kelompok Ruang berkelompok
untuk berolahraga
Sumber: Hasil Analisis, 2020
59

59
BAB IV

GAMBARAN UMUM WILAYAH

4.1 Sejarah Kota Pekanbaru

Nama Pekanbaru dahulunya dikenal dengan nama "Senapelan" yang pada

saat itu dipimpin oleh seorang Kepala Suku disebut Batin. Daerah yang mulanya

sebagai ladang, lambat laun menjadi perkampungan. Kemudian perkampungan

Senapelan berpindah ke tempat pemukiman baru yang kemudian disebut Dusun

Payung Sekaki yang terletak di tepi muara sungai Siak. Nama Payung Sekaki

tidak begitu dikenal pada masanya melainkan Senapelan.

Perkembangan kota ini pada awalnya tidak terlepas dari fungsi Sungai

Siak sebagai sarana transportasi dalam mendistribusikan hasil bumi dari

pedalaman dan dataran tinggi Minangkabau ke wilayah pesisir Selat Malaka. Pada

abad ke-18, wilayah Senapelan di tepi Sungai Siak, menjadi pasar (pekan) bagi

para pedagang Minangkabau. Seiring dengan berjalannya waktu, daerah ini

berkembang menjadi tempat permukiman yang ramai. Hal ini tak lepas dari peran

Sultan Siak ke 4 Sultan Alamuddin Syah yang memindahkan pusat kekuasaan

Siak dari Mempura ke Senapelan pada tahun 1762 demi untuk menghindari

campur tangan Belanda ke dalam urusan keluarga kerajaan, setelah sebelumnya

beliau berhasil menaiki tahta dengan menggeser keponakannnya Sultan Ismail

dengan bantuan Belanda. Pekan yang beliau bangun di tempat ini kemudian

didukung oleh akses jalan yang menghubungkan dengan daerah-daerah penghasil

lada, gambir, damar, kayu, rotan, dan lain-lain. Jalan tersebut menuju ke selatan

sampai ke Teratak Buluh dan Buluh Cina dan ke barat sampai ke Bangkinang

terus ke Rantau Berangin. Pengembangan pekan ini kemudian dilanjutkan oleh

60
putranya Sultan Muhammad Ali. Di zamannya, Pekan Baru ini menjadi bandar

yang sangat ramai sehingga lama kelamaan nama Pekanbaru lebih dikenal

daripada Senapelan. Pada tanggal 23 Juni 1784, berdasarkan musyawarah "Dewan

Menteri" dari Kesultanan Siak, yang terdiri dari datuk empat suku (Pesisir,

Limapuluh, Tanah Datar, dan Kampar), kawasan ini dinamai dengan Pekanbaru,

dan di kemudian hari diperingati sebagai hari jadi kota ini.

Berdasarkan Besluit van Het Inlandsch Zelfbestuur van Siak No.1 tanggal

19 Oktober 1919, Pekanbaru menjadi bagian distrik dari Kesultanan Siak. Namun

pada tahun 1931, Pekanbaru dimasukkan ke dalam wilayah Kampar Kiri yang

dikepalai oleh seorang controleur yang berkedudukan di Pekanbaru dan berstatus

landschap sampai tahun 1940. Kemudian menjadi ibu kota Onderafdeling

Kampar Kiri sampai tahun 1942. Setelah pendudukan Jepang pada tanggal 8

Maret 1942, Pekanbaru dikepalai oleh seorang gubernur militer yang disebut

gokung.

Selepas kemerdekaan Indonesia, berdasarkan Ketetapan Gubernur

Sumatera di Medan tanggal 17 Mei 1946 Nomor 103, Pekanbaru dijadikan daerah

otonom yang disebut Haminte atau Kotapraja. Kemudian pada tanggal 19 Maret

1956, berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1956 Republik Indonesia,

Pekanbaru (Pakanbaru) menjadi daerah otonom kota kecil dalam lingkungan

Provinsi Sumatera Tengah. Selanjutnya sejak tanggal 9 Agustus 1957 berdasarkan

Undang-undang Darurat Nomor 19 Tahun 1957 Republik Indonesia, Pekanbaru

masuk ke dalam wilayah Provinsi Riau yang baru terbentuk.

Setelah Provinsi Riau terbentuk pada tahun 1958, maka nama itu

disamping dipergunakan untuk nama sebuah kabupaten, dipergunakan pula

61
sebagai nama sebuah provinsi. (Sebelum dimekarkan menjadi dua Provinsi; Riau

dan Kepulauan Riau pada 1 Juli 2004) wilayah Provinsi Riau meliputi Kepulauan

Riau serta sebagian dari Pulau Sumatera bagian tengah sebelah timur dan Kota

Pekanbaru resmi menjadi ibu kota Provinsi Riau pada tanggal 20 Januari 1959

berdasarkan Kepmendagri nomor Desember 52/I/44-25 sebelumnya yang menjadi

ibu kota adalah Tanjung Pinang (kini menjadi ibu kota Provinsi Kepulauan Riau)

4.2 Gambaran Umum Kota Pekanbaru

Kota Pekanbaru merupakan salah satu kota/kabupaten yang ada di Provinsi

Riau, Kota Pekanbaru adalah ibukota dari Provinsi Riau yang telah berkembang

dengan pesat seiring dengan kemajuan pembangunan ini. Luas wilayah Kota

Pekanbaru adalah 632,26 km2 mempunyai 12 kecamatan dan 83 kelurahan/desa

dengan pusat pemerintahannya berada di Kecamatan Pekanbaru Kota (BPS,

2019).

Pada tahun 2018 jumlah penduduk di Kota Pekanbaru sebesar 1.117.359

jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk pertahunnya sebesar 2,70% (Tahun

2010-2018). Jumlah KK di Kota Pekanbaru sebesar 266.105 KK dengan

kepadatan penduduk rata rata 1.767 Jiwa/km2 (BPS, 2019).

Berdasarkan batas administrasi wilayahnya, Kota Pekanbaru berbatasan

langsung dengan:

1. Sebelah Utara : Kabupaten Siak dan Kabupaten Kampar.

2. Sebelah Selatan : Kabupaten Kampar dan Kabupaten Pelalawan.

3. Sebelah Timur : Kabupaten Siak dan Kabupaten Pelalawan.

4. Sebela Barat : Kabupaten Kampar.

62
Sumber: Peta Rupa Bumi, 2018

Gambar 4.1 Peta Administrasi Kota Pekanbaru


63

63
4.3 Kependudukan Kota Pekanbaru

Kota Pekanbaru merupakan kota yang termasuk wilayah yang luas dan

berkembangan di Provinsi Riau. Kota Pekanbaru memiliki 12 kecamatan,

kecamatan dengan luas terbesar adalah Kecamatan Tenayan Raya, sedangkan

untuk ukuran luas yang terkecil adalah Kecamatan Pekanbaru Kota. Berikut

Tabel 4.1 menjelaskan jumlah kecamatan dan luas wilayah.

Tabel 4.1 Jumlah Kecamatan dan Luas Wilayah

No Kecamatan Ibukota Kecamatan Luas Area Persetase


1 Tampan Simpang Baru 59.81 9.46
2 Payung Sekaki Labuh Baru Barat 43.24 6.84
3 Bukit Raya Simpang Tiga 22.05 3.49
4 Marpoyan Damai Sidomulyo Timur 29.74 4.70
5 Tenayan Raya Kulim 171.27 27.09
6 Limapuluh Rintis 4.04 0.64
7 Sail Cinta Raja 3.26 0.52
8 Pekanbaru Kota Kota Tinggi 2.26 0.36
9 Sukajadi Pulau Karam 3.76 0.59
10 Senapelan Kampug Bandar 6.65 1.05
11 Rumbai Rumbai Bukit 128.85 20.38
12 Rumbai Pesisir Meranti Pandak 157.33 24.88
Sumber: BPS, 2019

Luas Daerah Menurut Kecamatan di Kota


Pekanbaru
9,46
6,84 Tampan
3,49
24,88 Payung Sekaki
4,7
Bukit Raya
20,38 27,09 Marpoyan Damai
Tenayan Raya
1,05 Limapuluh
0,59 0,36 0,52 0,64
Sumber: BPS, 2019

Gambar 4.2 Diagram Luas Daerah Menurut Kecamatan di Kota Pekanbaru

64
Berikut Tabel 4.2 jumlah kecamatan dan jumlah kelurahan serta jumlah

penduduknya.

Tabel 4.2 Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan

No. Kecamatan Jumlah Jumlah Penduduk


Kelurahan (Jiwa)
1 Tampan 9 307.947
2 Payung Sekaki 7 91.255
3 Bukit Raya 5 105.177
4 Marpoyan Damai 6 131.550
5 Tenayan Raya 13 167.929
6 Limapuluh 4 41.466
7 Sail 3 21.492
8 Pekanbaru Kota 6 25.103
9 Sukajadi 7 47.420
10 Senapelan 6 36.581
11 Rumbai 9 67.654
12 Rumbai Pesisir 8 73.784
Total 83 1.117.359
Sumber: BPS, 2019

Berdasarkan Tabel 4.2 bahwa Kota Pekanbaru terdiri dari 12 kecamatan

dengan 83 kelurahan dengan jumlah penduduk mencapai 1.117.359 jiwa. Dalam

penelitian ini yang dijadikan sebagai lokasi penelitian adalah Kecamatan

Senapelan yang memiliki 6 kelurahan dengan jumlah penduduk sebesar 36.581

jiwa

65
36,581
Jumlah Penduduk Berdasarkan Kecamatan
47,42
67,654 73,784
25,103 Tampan
21,492 Payung Sekaki
307,947
Bukit Raya

167,929 Marpoyan Damai


131,55 Tenayan Raya
41,466 91,255
Limapuluh
105,177
Sail

Sumber: BPS , 2019

Gambar 4.3 Diagram Jumlah Penduduk Berdasarka Kecamatan

Tabel 4.3 Kepadatan Penduduk Kota Pekanbaru


No. Kecamatan Luas Jumlah Kepadatan Persentase
Wilayah Penduduk Penduduk (%)
(Km2) (Jiwa) (Penduduk/Km2)
1 Tampan 59.81 307.947 5148.75 9%
2 Payung
43.24 91.255 2110.43 3%
Sekaki
3 Bukit Raya 22.05 105.177 4769.93 8%
4 Marpoyan
29.74 131.550 442.33 1%
Damai
5 Tenayan Raya 171.27 167.929 980.49 2%
6 Limapuluh 4.04 41.466 10263.86 17%
7 Sail 3.26 21.492 6592.64 11%
8 Pekanbaru
2.26 25.103 11107.52 18%
Kota
9 Sukajadi 3.76 47.420 12611.70 21%
10 Senapelan 6.65 36.581 5500.90 9%
11 Rumbai 128.85 67.654 525.06 1%
12 Rumbai
157.33 73.784 468.98 1%
Pesisir
Total 632.26 998963 60522.60 100%
Sumber: BPS, 2019

Berdasarkan Tabel 4.3 bahwa kecamatan dengan kepadatan tertinggi

adalah kecamatan Sukajadi dimana kepadatan 12.611penduduk/km2 dengan

persentase 19,55%. Sedangkan yang terendah adalah Kecamatan Rumbai Pesisir

dengan kepadatan 469 penduduk/km2. Hal ini diakibatkan oleh luas wilayah yang

66
besar dan jumlah penduduk yang tidak mendukung wilayah itu sendiri sehingga

kepadatan penduduk yang dihasilkan akan menjadi sedikit.

Persentase Kepadatan Penduduk Kota Pekanbaru


0,814 0,727
8,528 7,982 Tampan
3,272
7,395 Payung Sekaki
Bukit Raya
19,552 6,858
1,520 Marpoyan Damai
Tenayan Raya
15,912 Limapuluh
17,220
Sail
10,221

Sumber: BPS, 2019

Gambar 4.4 Diagram Persentase Kepadatan Penduduk Kota


Pekanbaru

4.4 Klimatologi Kota Pekanbaru

Kota Pekanbaru pada umumnya beriklim tropis dengan suhu udara

maksimum berkisar antara 34,1º C - 35,6º C dan suhu minimum antara 20,2º C -

23,0º C Curah hujan antara 38,6 - 435,0 mm/tahun dengan keadaan musim

berkisar :

 Musim hujan jatuh pada bulan Januari s/d April dan September s/d Desember.

 Musim kemarau jatuh pada bulan Mei s/d Agustus

Kelembapan maksimum antara 96% - 100%. Kelembapan minimum antara

46% - 62%

67
4.5 Gambaran Umum Kecamatan Senapelan

Kecamatan Senapelan merupakan salah satu kecamatan di wilayah Kota

Pekanbaru, terdiri atas 42 RW dan 146 RT. Luas wilayah Kecamatan Senapelan

adalah 6,65 km2 dengan luas masing-masing kelurahan sebagai berikut:

1. Kelurahan Padang Bulan : 1,59 km2

2. Kelurahan Padang Terubuk : 1,54 km2

3. Kelurahan Sago : 0,68 km2.

4. Kelurahan Kampung Dalam : 0,68 km2

5. Kelurahan Kampung Bandar : 0,97 km2

6. Kelurahan Kampung Baru : 1,19 km2

Batas-batas wilayah Kecamatan Senapelan adalah:

 Sebelah Timur : Berbatasan dengan Kecamatan Pekanbaru Kota dan

Kecamatan Lima Puluh

 Sebelah Barat : Berbatasan dengan Kecamatan Payung Sekaki

 Sebelah Utara : Berbatasan dengan Kecamatan Rumbai dan Rumbai

Pesisir

 Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Kecamatan Sukajadi

68
Sumber: Peta Administrasi Kota Pekanbaru,2018

Gambar 4.5 Peta Kecamatan Senapelan


69

69
4.6 Kependudukan Kecamatan Senapelan

Jumlah penduduk Kecamatan Senapelan mencapai 36.581 jiwa pada tahun

2018. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 0,05 persen dari tahun 2017.

Kepadatan penduduknya mencapai 5.501 jiwa/km2, dengan kelurahan terpadat

adalah Kelurahan Kampung Baru yaitu 7.772 jiwa/km2. Berikut Tabel 4.4

menjelaskan tentang jumlah penduduk Kecamatan Senapelan berdasarkan jenis

kelamin

Tabel 4.4 Jumlah Penduduk Kecamatan Senapelan Berdasarkan Jenis


Kelamin

No Kelurahan Jenis Kelamin Jumlah


Laki-laki Perempuan
1 Padang Bulan 4937 5188 10.125
2 Padang Terubuk 4.046 3.982 8.028
3 Sago 1.196 943 2.062
4 Kampung Dalam 1.439 436 2.875
5 Kampung Bandar 1.996 2.246 4.242
6 Kampung Baru 4.067 4.642 9.249
Jumlah 18.144 18.437 36.581
Sumber: BPS,2019

Jumlah Penduduk Kecamatan Senapelan


Berdasarkan Jenis Kelamin

6000
5000
4000
3000
2000
1000 Laki-laki
0
Perempuan

Sumber: BPS, 2019

Gambar 4.6 Diagram Jumlah Penduduk Kecamatan Senapelan Berdasarkan


Jenis Kelamin

70
Kepadatan penduduk di Kecamatan Senapelan pada saat ini memiliki

kepadatan 5.501 jiwa/km2 dengan luas wilayah 6,65 Km2 yang memiliki

peningkatan setiap tahunnya. Wilayah yang memiliki kepadatan tertinggi terdapat

di kelurahan Kampung Baru dan Padang Bulan. Untuk lebih jelas dapat dilihat

pada Tabel 4.3 Kepadatan penduduk menurut kelurahan di Kecamatan Senapelan.

Tabel 4.5 Kepadatan Penduduk Menurut Kelurahan di Kecamatan

Senapelan

No Kelurahan Luas Jumlah Kepadatan Persentase


(km2) Penduduk Penduduk (%)
(Penduduk/km2)
1 Padang Bulan 1.59 10.125 6.368 20.55
2 Padang Terubuk 2.54 8.028 5.213 16.82
3 Sago 0.68 2.062 3.032 9.79
4 Kampung Dalam 0.68 2.875 4.228 13.64
5 Kampung Bandar 0.97 4.242 4.373 14.11
6 Kampung Baru 1.19 9.249 7.772 25.08
Jumlah 6.65 36.581 5.501 100
Sumber: BPS,2019

Persentase Kepadatan Peduduk Kecamatan


Senapelan

Padang Bulan
25,08 20,55
Padang Terubuk
16,82 Sago
14,11
9,79 Kampung Dalam
13,64
Kampung Bandar
Kampung Baru

Sumber: BPS,2019

Gambar 4.7 Diagram Persentase Kepadatan penduduk Kecamatan


Senapelan

71
4.7 Penggunaan Lahan

Luas lahan terbangun (built-up areas) sekitar 24% dari luas wilayah kota

dan dimanfaatkan sebagai kawasan perumahan (sekitar 73% dari luas areal

terbangun), pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan, industri, militer,

bandara, dan lain-lain. Areal belum terbangun (non-built up areas) adalah sekitar

76% dari luas wilayah kota saat ini yang merupakan kawasan lindung,

perkebunan, semak belukar, dan hutan. Berikut Tabel 4.6 menjelaskan tetang

penggunaan lahan di wilayah Kota Pekanbaru

Tabel 4. 6 Jenis Penggunaan Lahan di Wilayah Kota Pekanbaru


Tutupan Lahan Luas (km2) Persentase (%)
Sungai 5,37 0,85
Danau 1,07 0,17
Semak Belukar/ Alang Alang 53,74 8,50
Tanah Kosong 1,07 0,17
Tegalan Ladang 44,57 7,05
Bandara 0,25 0,04
Empang 0,95 0,15
Hutan Rimba 7,84 1,24
Padang Rumput 0,32 0,05
Permukiman/Lahan Terbangun 136,19 21,54
Perkebunan 380,05 60,11
Rawa 0,32 0,05
Sawah Tadah Hujan 0,44 0,07
Total (km2) 632,20 100,00
Sumber : RPJMD Kota Pekanbaru 2017-2022

Penggunaan lahan daerah terbangun termasuk juga penggunaan lahan

untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH). RTH yang ada di Pekanbaru memiliki luas

133.822,02 m2 atau sebesar 13,382 ha. RTH dengan lahan paling luas adalah

Taman Tugu Songket sebesar 1.962,50 m2, sedangkan lahan paling kecil adalah

Taman Masjid Jalan Juanda sebesar 20 m2. Berikut Tabel 4.6 menjelaskan tentag

RTH di Kota Pekanbaru

72
Tabel 4.7 RTH di Kota Pekanbaru

No Lokasi Taman Luas (m2)


1 Taman Dharma Wanita 27.000
2 Huta Kota 38.000
3 Taman Kayu Putih 3.600
4 Taman Belakag Pustaka Wilayah 1.936
5 Taman Bundaran 19,8
6 Taman Kota Garuda Sakti 31.794
7 Taman Belakang Kejaksaan Riau 810
8 Taman Pasar Bawah 1.052
9 Taman Cinta Raja 2.000
10 Taman Simpang Jalan Riau 286,72
11 Taman Tugu Songket 1.962,50
12 Taman Bundaran Air Hitam 2.826
13 Taman Simpang Badak 108
14 Taman Kator Lurah Tampan 200
15 Taman Pelabuhan Sungai Duku 189
16 Taman Median Stadion Utama 448
17 Taman TPA Muara Fajar 5.796
18 Taman Makam Jalan Munandar 304
19 Taman Bantaran Sungai Batak 10.360
20 Taman 3R Jalur Hijau 495
21 Taman Simpang Lampu Merah Jalan Arifin Ahmad 210
22 Taman Terminal Akap 260
23 Taman Kantor Depan Kehutanan 310
24 Taman Masjid Jalan Sumatera 335
25 Taman Leighton 3 3.000
26 Taman Labuai 500
27 Taman Masjid Jalan Juanda 20
Total 133.822,02
Sumber: Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Pekanbaru, 2019

4.8 Ruang Terbuka Hijau

4.8.1 RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru

[Link] Gambaran Umum RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru

Ruang terbuka hijau Tunjuk Ajar Integritas memiliki luasan 2,2 Ha,

terletak di Jalan Jendral Ahmad Yani. Termasuk dalam bagian administratif

Kelurahan Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan Pekanbaru. Ruang terbuka

hijau Tunjuk Ajar Integritas terletak di pusat kota Pekanbaru dimana di daerah

sekitarnya terdapat pusat perbelanjaan, pusat pertokoan, pusat perkantoran, dan

73
juga di tengah-tengah pemukiman masyarakat kota Pekanbaru. Terdapat empat

jalan yang dapat di akses untuk menuju Ruang terbuka hijau Tunjuk Ajar

Integritas yakni, Jl. Riau, Jl. Jend. Ahmad Yani, Jl. HR. Juanda, dan Jl. Riau 1.

 Sebelah Utara berbatasan dengan Jl. Riau & Pusat Perbelanjaan Pasar

Bawah

 Sebelah Timur berbatasan dengan Jl Riau

 Sebelah Selatan berbatasan dengan Jl. Riau 1

 Sebelah Barat berbatasan dengan Jl. Jend. Ahmad Yani (Sebagai Pintu

Utama)

Sumber: Hasil Observasi, 2020

Gambar 4.8 RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru

Sehingga penamaan taman ini sendiri memiliki makna yang berarti hasrat

bagaimana integritas dicontohkan, ditegakan dan diwariskan. Yang mana terdapat

proses belajar mengajar dan nasehat menasehati untuk memancarkan kewibawaan

maupun kejujuran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu ada

prasasti pengibaran bendera sang merah putih pertama kalinya di Bumi Lancang

Kuning. Taman Tunjuk Ajar Integritas ini terdapat tugu integritas yang

menampilkan Bono Sungai Kampar dan Bono Sungai Rokan, serta Keris Melayu

74
yang menjadi bentuk perwakilan dari diri untuk mengucapkan semangat integritas

penuh dari segala lapisan masyarakat.

Sumber: Hasil Observasi, 2020

Gambar 4.9 Tugu Tunjuk Ajar Integritas

Taman yang diresmikan di hari anti korupsi tersebut memiliki sebuah tugu

bernama Tunjuk Ajar Integritas. Tujuan dibangunnya tugu tersebut adalah sebagai

simbol melawan korupsi di Provinsi Riau. RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota

Pekanbaru ada tertanam sebuah sejarah. Ada sebuah prasasti yang berdiri kokoh.

Sekilas memang tidak terlihat keistimewaan pada batu yang mulai terlihat kusam

itu. Namun jika diperhatikan secara seksama, masih terlihat ada goresan tinta."Di

sekitar ini Merah Putih pertama dikibarkan di atas atap kantor Pos Telegram dan

Telepon dalam suasana perebutan kekuasaan tanggal 15 September 1945 pukul

14.00 oleh Angkatan Muda Pos Telegram dan Telepon Pekanbaru. Prasasti ini

diresmikan Gubernur KDH Tingkat I Riau. HR Soebrantas pada tanggal 10

November 1978.”

75
Sumber: Hasil Observasi, 2020

Gambar 4.10 Tugu Merdeka

[Link] Aktivitas RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru

Di Taman Tunjuk Ajar Integritas, pengunjung bisa melakukan beragam

aktivitas. Taman ini memiliki banyak wahana permainan dan areanya juga luas.

Disediakan ayunan, perosotan, arena memanjat dan jungkat-jungkit, dan

permainan lainnya. Ada juga arena permainan beralaskan tanah. Cocok untuk

mengajarkan kepada anak-anak asyiknya bermain di alam terbuka. Jalur-jalur

jalanan taman, bisa digunakan pengunjung jika ingin bersepeda atau jogging. Ada

banyak bangku yang disediakan jika ingin duduk santai menikmati suasana taman.

Sumber: Hasil Observasi, 2020

Gambar 4.11 Aktivitas Pengunjung RTH Tunjuk Ajar Integritas


Kota Pekanbaru

76
4.8.2 Taman Tuan Kadi

[Link] Gambaran Umum Taman Tuan Kadi

Berada dekat dengan pusat kota, tepatnya di Kecamatan Senapelan,

Pekanbaru di bawah jembatan Siak 1, taman ini bukan sekedar taman kota. Di

taman ini terdapat salah satu cagar budaya kebanggaan masyarakat Pekanbaru

yaitu Rumah Singgah Sultan. Letak Taman Tuan Kadi langsung berbatasan

dengan sungai Siak, dimana letak geografisnya sebagai berikut:

 Sebelah barat : Kelurahan Kampug Dalam dan Sago

 Sebelah timur : Kelurahan Kampung Baru

 Sebelah selatan : Kelurahan Padang Terubuk

 Sebelah utara : Sungai Siak

Sumber: Hasil Observasi, 2020

Gambar 4.12 Taman Tuan Kadi

Dibangun pada tahun 1895, rumah ini menjadi persinggahan Sultan Syarif

Kasim II apabila sedang mengunjungi kota Pekanbaru. Rumah ini merupakan

rumah dari mertua Tuan Qadhi H. Zakaria yang bernama Haji Nurdin Putih.

Karena dulunya berada di atas sungai, rumah singgah ini memiliki lantai yang

tinggi seperti bentuk rumah panggung. Di dalam rumah khas Melayu ini, kamu

77
bisa melihat foto-foto sejarah Sungai Siak dan juga melihat dulang, yaitu tempat

penyajian makanan khas Melayu yang berada di sekeliling ruangan. Selain itu, ada

gasing yang merupakan permainan warga Melayu di jaman dulu dan centong nasi

yang terbuat dari batok kelapa.

Taman Tuan Kadi bukan hanya memiliki nilai sejarah karena rumah

singgah, tapi juga karena berisi halte lama yang menjadi saksi sejarah pengeboran

minyak bumi di Pekanbaru yang menghubungkan dan menjadi spot terbaik

melihat pemandangan jembatan Siak yang berdiri megah. Di taman ini juga

terdapat buah manggis yang menjadi simbol warga Melayu yang melambangkan

kejujuran.

Sumber: Hasil Observasi, 2020

Gambar 4.13 Terminal Lama

[Link] Aktivitas Taman Tuan Kadi

Di atas Sungai Siak ini berdiri dengan kokoh jembatan Siak III yang

menghubungkan Rumbai dengan pusat Kota Pekanbaru. Setiap sore, di bawah

jembatan ini tak pernah sepi pengunjung untuk menikmati pemandangan dengan

duduk santai di Taman Rumah Singgah Tuan Kadi di tepi Sungai Siak.

Oleh Pemerintah Kota Pekanbaru, daerah di bawah jembatan Siak ini

disulap menjadi taman dan dihias lampu-lampu kecil serta kursi-kursi yang

78
disediakan oleh pemerintah. Masih di kawasan ini terdapat peninggalan cagar

budaya Kesultanan Siak Sri Indrapura, yakni Rumah Singgah Tuan Kadi yang

menjadi landmark di kawasan tersebut.

Sumber: Hasil Observasi, 2020

Gambar 4.14 Rumah Tuan Kadi

Selain itu, pengunjung pun bisa menikmati wisata kuliner di tepi Sungai

Siak ini. Aneka makanan yang disajikan para penjual, sambil menikmati sore di

tepi sungai. Jangan terkejut bila banyak anak kecil yang terjun bebas dari atas

jembatan. Mereka tanpa takut terjun dan berenang di Sungai Siak dan tak hanya

itu di taman ini kita dapat melakukan aktivitas yang lain seperti bermain bersama

anak, dikarenakan telah disediaknnya tempat khusus untuk anak dan juga kita

dapat berolahraga atau refleksi diri di taman Tuan Kadi.

Sumber: Hasil Observasi, 2020

Gambar 4.15 Aktivitas Pengunjung di Taman Tuan Kadi

79
BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 Profil Respoden

5.1.1 Jenis Kelamin

Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner maka diketahui bahwa jumlah

pengunjung di Taman Tuan Kadi yang berjenis kelamin perempuan berjumlah 69

responden dan pengunjung yang berjenis kelamin laki-laki berjumlah 31

responden. Sedangkan di RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru maka

diketahuilah pengunjung yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 63

responden sedangkan untuk berjenis kelamin laki-laki berjumlah 37 responden.

Secara keseluruhan jumlah pengunjung yang mendominasi kedua ruang

terbuka hijau adalah pengujung perempuan. Dikarenakan pengunjung perempuan

lebih mendominasi dalam melakukan suatu kegiatan seperti menemani anak-

anaknya bermain di RTH ataupun mereka yang ingin berkumpul bersama.

5.1.2 Umur

Kemampuan fisik dan produktivitas seseorang responden untuk

melakukan kunjungan wisata ditentukan oleh umur responden. Selain hal itu,

umur juga menjadi tolak ukur dalam menentukan kualitas dari sebuah tempat

rekreasi. Umur juga akan mempengaruhi tipe kunjungan di Taman Tuan Kadi dan

RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru.

Pengunjung Taman Tuan Kadi berusia 12-24 tahun sebanyak 65 orang.

Hal ini terjadi karena pengunjung objek utama selalu di domiasi oleh anak remaja,

80
baik pada hari biasa maupun hari libur. Sementara itu, sebanyak 31 pengunjung

lainnya berusia 25-45 tahun dan sisanya sebesar 4 responden berusia >45 tahun

Sedangkan pengunjung RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru

berusia 12-24 tahun sebanyak 62 orang. Hal ini terjadi karena pengunjung objek

utama selalu didomiasi oleh anak remaja, baik pada hari biasa maupun hari libur.

Sementara itu, sebanyak 34 pengunjung lainnya berusia 25-45 tahun dan sisanya

sebesar 4 responden yang berusia >45 tahun

5.1.3 Agama

Proporsi profil responden dalam penelitian ini adalah mengelompokkan

responden berdasarkan agama yang dianut di Taman Tuan Kadi, jumlah

responden berdasarkan agama yaitu agama islam sebanyak 84 orang, kristen

sebanyak 13 orang, dan konghucu 3 orang. Sedangkan di RTH Tunjuk Ajar

Integritas Kota Pekanbaru, jumlah responden berdasarkan agama yaitu 81 orang,

kristen 15 orang, dan konghucu 4 orang.

5.1.4 Suku

Proporsi profil responden dalam penelitian ini adalah mengelompokan

responden berdasarkan suku di Taman Tuan kadi, jumlah responden berdasarkan

suku yaitu melayu sebanyak 29 orang, minang sebanyak 48 orang, jawa 15 orang,

5 orang suku batak, dan 3 di luar suku lainnya. Sedangkan di RTH Tunjuk Ajar

Integritas Kota Pekanbaru berdasarkan suku yaitu suku melayu sebanyak 24

orang, minang sebanyak 47 orang, jawa 12 orang, 13 orang suku batak, dan 4 di

luar suku lainnya.

81
5.1.5 Pendidikan

Pendidikan terakhir yang akan mempengaruhi waktu berkunjung

masyarakat. Hal ini dapat menunjukkan bahwa pengunjung Taman Tuan Kadi,

baik hari biasa ataupun hari minggu/libur memiliki pendidikan formal terakhir

sebagai siswa SMP, SMA, atau lulusan Perguruan Tinggi (PT). Dalam penelitian

ini, peneliti membagi tingkat pendidikan formal terakhir menjadi 4 kelompok,

yaitu kelompok lulusan SMP, SMA, S1, dan S2.

Proporsi dominan pendidikan formal terakhir yang ditempuh oleh

pengunjung didominasi oleh lulusan SMA. Adapun pengunjung dengan lulusan

SMA sebanyak 42 orang, hal yang demikian terjadi karena mayoritas pengunjung

didominasi oleh pasangan muda-mudi dan siswa-siswi SMA. Sedangkan untuk

tamatan SMP sebanyak 35 orang, tamatan S1 sebanyak 12 orang, dan S2

sebanyak 1 orang.

Sedangkan proporsi dominan pendidikan formal terakhir yang ditempuh

oleh pengunjung didominasi oleh lulusan SMA. Adapun pengunjung dengan

lulusan SMA sebanyak 58 orang, hal yang demikian terjadi karena mayoritas

pengunjung didominasi oleh pasangan muda-mudi dan siswa-siswi SMA.

Sedangkan untuk tamatan SMP sebanyak 24 orang, tamatan S1 sebanyak 16

orang, dan S2 sebanyak 2 orang.

5.1.6 Waktu Kunjungan

Sebagian besar pengunjung merupakan pengunjung remaja, sehingga

waktu kunjungan di RTH Tunjuk Ajar ataupun di Taman Tuan Kadi adalah pada

82
waktu malam hari. Karea pada saat itu banyak anak remaja yang berkunjung

untuk berkumpul bersama.

Diketahui bahwa dari 100 orang responden Taman Tuan Kadi, yang

mengunjungi RTH pada pagi hari sebanyak 14 responden, siang hari sebanyak 70

responden, dan malam hari sebanyak 16 orang, Sedangkan responden di RTH

Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru yang mengunjungi RTH pada pagi hari

sebanyak 13 responden, siang hari sebanyak 59 responden, dan malam hari

sebanyak 28 orang. Tabel 5.1 berikut menjelaskan tentang identitas responden.

Tabel 5.1 Identitas Responden


Nomor Identitas Indikator Taman Tuan RTH Tunjuk Ajar
Kadi Integritas Kota
Pekanbaru
1 Jenis Laki-laki 31 responden 37 responden
Kelamin Perempuan 69 responden 63 responden
2 Umur 12-24 Tahun 65 responden 62 responden
25-45 Tahun 31 responden 34 responden
>45 tahun Tahun 4 responden 4 responden
3 Agama Islam 84 responden 81 responden
Kristen 13 responden 15 responden
Konghucu 3 responden 4 responden
4 Suku Melayu 29 responden 24 responden
Minang 48 responden 47 responden
Jawa 15 responden 12 responden
Batak 5 responden 13 responden
Dll 3 responden 4 responden
5 Pendidikan SMP 35 responden 24 responden
SMA 42 responden 58 responden
S1 12 responden 16 responden
S2 1 responden 2 responden
6 Waktu Pagi 14 responden 13 responden
Kunjungan Siang 70 responden 59 responden
Malam 16 responden 28 responden
Sumber: Hasil Analisis, 2021

83
5.2 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas

5.2.1 Hasil Uji Validitas

Validitas menunjukkan sejauh mana alat pengukur yang dipergunakan

untuk mengukur apa yang diukur. Adapun caranya adalah dengan

mengkorelasikan antara skor yang diperoleh pada masing-masing item pertanyaan

dengan skor total individu.

Pengujian validitas dilakukan dengan bantuan komputer menggunakan

program SPSS for windows versi 22.0. Dalam penelitian ini pengujian validitas

hanya dilakukan terhadap 100 responden. Pengambilan keputusan berdasarkan

pada nilai rhitung (corrected item-total correlation) > rtabel sebesar 0.1946, untuk df

= 98; alfa = 0.05, maka item/ pertanyaan tersebut valid dan sebaliknya.

Uji validitas kuesioner variabel aspek kebutuhan

Berdasarkan hasil perhitungan uji validitas variabel aspek kebutuhan

dengan 20 item [Link] tabel 3.5 tentang hasil uji validitas variabel

aspek kebutuhan (X1)

Tabel 5.2 Hasil Uji Validitas Variabel Aspek Kebutuhan (X1)

Butir Nilai Corrected Item Total Sig rtabel Kriteria


Correlation / rhitung
1 0.500 0.000 0.1946 Valid
2 0.500 0.000 0.1946 Valid
3 0.526 0.000 0.1946 Valid
4 0.461 0.000 0.1946 Valid
5 0.244 0.000 0.1946 Valid
6 0.263 0.000 0.1946 Valid
7 0.274 0.000 0.1946 Valid
8 0.282 0.000 0.1946 Valid
9 0.361 0.000 0.1946 Valid
10 0.514 0.000 0.1946 Valid

84
Butir Nilai Corrected Item Total Sig rtabel Kriteria
Correlation / rhitung
11 0.468 0.000 0.1946 Valid
12 0.197 0.000 0.1946 Valid
13 0.337 0.000 0.1946 Valid
14 0.345 0.000 0.1946 Valid
15 0.298 0.000 0.1946 Valid
16 0.472 0.000 0.1946 Valid
17 0.372 0.000 0.1946 Valid
18 0.399 0.000 0.1946 Valid
19 0.281 0.000 0.1946 Valid
20 0.233 0.000 0.1946 Valid
Sumber: Hasil Analisis, 2021

Berdasarkan Tabel 5.2, maka dapat dilihat seluruh pertanyaan untuk

variabel materi pelatihan memiliki status valid, karena nilai rhitung (corrected item-

total correlation) > rtabel sebesar 0.1946.

Uji validitas kuesioner variabel aspek hak

Berdasarkan hasil perhitungan uji validitas variabel aspek hak dengan 3

item pertanyaan. Berikut Tabel 5.3 tentang hasil uji validitas variabel aspek hak

(X2)

Tabel 5.3 Hasil Uji Validitas Variabel Aspek Hak (X2)

Butir Nilai Corrected Item Total Sig rtabel Kriteria


Correlation / rhitung
1 0.637 0.000 0.1946 Valid
2 0.828 0.000 0.1946 Valid
3 0.798 0.000 0.1946 Valid
Sumber: Hasil Analisis, 2021

Berdasarkan Tabel 5.3 hasil uji validitas variabel aspek hak (x2), maka

dapat dilihat seluruh pertanyaan untuk variabel materi pelatihan memiliki status

valid, karena nilai rhitung (corrected item-total correlation) > rtabel sebesar 0.1946.

85
Uji validitas kuesioner variabel aspek makna

Berdasarkan hasil perhitungan uji validitas variabel aspek makna dengan

tujuh item pertanyaan. Berikut Tabel 5.4 tentang hasil uji validitas variabel aspek

makna (X3).

Tabel 5.4 Hasil Uji Validitas Variabel Aspek Makna (X3)

Butir Nilai corrected item total correlation / rhitung Sig rtabel Kriteria
1 0.493 0.000 0.1946 Valid
2 0.366 0.000 0.1946 Valid
3 0.638 0.000 0.1946 Valid
4 0.644 0.000 0.1946 Valid
5 0.651 0.000 0.1946 Valid
6 0.641 0.000 0.1946 Valid
7 0.525 0.000 0.1946 Valid
Sumber: Hasil Analisis, 2021

Berdasarkan Tabel 5.4 tentang hasil uji validitas variabel aspek makna

(x3), maka dapat dilihat seluruh pertanyaan untuk variabel materi pelatihan

memiliki status valid, karena nilai rhitung (corrected item-total correlation) > rtabel

sebesar 0.1946.

5.2.2 Uji reliabilitas

Uji reliabilitas dilakukan terhadap item pertanyaan yang dinyatakan

reliabel. Suatu variabel dikatakan reliabel atau handal terhadap pertanyaan selalu

konsisten. Koefisien realibitas instrumen dimaksud untuk melihat konsistensi

jawaban butir-butir pertanyaan yang diberikan oleh responden. Reliabilitas

dihitung menggunakan rumus Alfa Cronbach. Perhitungan dilakukan dibantu

dengan komputer program SPSS. Adapun reliabilitas utuk masing-masing

variabel hasilnya disajikan dalam tabel. Berikut Tabel 5.5 tentang hasil uji

reliabilitas.

86
Tabel 5.5 Hasil Uji Reliabilitas

No Variabel Ralpha Rkritis Kriteria


1 Aspek Kebutuhan 0.663 0.600 Reliabel
2 Aspek Hak 0.770 0.600 Reliabel
3 Aspek Makna 0.661 0.600 Reliabel
Sumber: Hasil Analisis, 2021

Berdasarkan Tabel 5.5 uji reliabilitas dilakukan terhadap item pertanyaan

yang dinyatakan reliabel. Suatu variabel dikatakan reliabel atau handal, jika

jawaban terhadap pertanyaan selalu konsisten. Jadi hasil koefisien reliabilitas

instrumen terhadap aspek adalah sebesar ril = kkk, ternyata memiliki nilai Alpha

Cronbach lebih besar dari 0.600, yang berarti ketiga instrumen dinyatakan reliabel

atau memenuhi persyaratan.

5.3 Analisis Aspek Kebutuhan (Need)

Berdasarkan persepsi pengguna ruang terbuka hijau di Kecamatan

Senapelan terhadap aspek needs (kebutuhan) melalui 15 (lima belas) pertanyaan

yang dikelompokkan menjadi empat kelompok yang mewakili faktor-faktor

kenyamanan, relaksasi (bersantai), keterlibatan secara pasif dan keterlibatan

secara aktif. Tabel 5.6 berikut menjelaskan hasil responden terhadap aspek

kebutuhan.

87
Tabel 5.6 Aspek Kebutuhan

RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota


Taman Tuan Kadi
Pekanbaru
Kebutuhan Jumlah Skor Jumlah Skor
Perse Tingkat Persent Tingkat
Skor Maks Skor Maksi
ntase Kriteria ase Kriteria
Total imal Total mal
Cukup
Kenyamanan 3507 6000 58.5% 3751 6000 62.5% Baik
Baik
Cukup
Santai 1110 1500 59.8% 991 1500 70.4% Baik
Baik
Keterlibatan
1337 2000 67% Baik 1381 2000 69.1% Baik
Aktif

Keterlibatan
397 500 79.4% Baik 300 500 60% Baik
Pasif
Total 6351 10000 63.5% Baik 6423 10000 64.2% Baik
Sumber: Hasil Analisis, 2021

Secara keseluruhan kualitas Taman Tuan Kadi dan RTH Tunjuk Ajar

adalah baik dengan skor 63.8%. Dengan nilai aspek kebutuhan Taman Tuan Kadi

yaitu 63.5% (baik) dan RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru yaitu 64.2%

(baik). Untuk kualitas berdasarkan aspek kebutuhan lebih didominasi oleh RTH

Tunjuk Ajar Integritas, meskipun nilai dari masing-masing ruang terbuka hijau

tidak jauh berbeda.

5.3.1 Kenyamanan

Kenyamanan adalah segala sesuatu yang memperlihatkan penggunaan

ruang secara harmonis, baik dari segi bentuk, tekstur, warna, aroma, suara, bunyi,

cahaya, atau yang lainnya. Hubungan yang harmonis dimaksud adalah keteraturan

dinamis, dan keberagaman yang saling mendukung terhadap penciptaan ruang

bagi manusia, sehingga mempunyai nilai keseluruhan yang mengandung

keindahan (Hakim, 2003). Tabel 5.7 berikut menjelaskan hasil responden terhadap

kenyamanan .

88
Tabel 5.7 Kenyamanan

RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota


Taman Tuan Kadi
Pekanbaru
Kenyamana Skor
Jumlah Jumlah Skor
n Mak Persen Tingkat Persent Tingkat
Skor Skor Maksi
sima tase Kriteria ase Kriteria
Total Total mal
l

Iklim 1285 2000 64% Baik 1349 2000 67.5% Baik

Tempat Cukup
299 500 59.8% 352 500 70.4% Baik
Duduk Baik
Fasilitas Cukup Cukup
1423 2500 57% 1479 500 59.1%
Pendukung Baik Baik

Cukup
Pedestrian 300 500 60% Baik 294 500 58.8%
Baik

Tidak Cukup
Pencahayaan 200 500 40% 277 500 55.4%
Baik Baik
Cukup
Total 3507 6000 58.5% 3751 6000 62.5% Baik
Baik
Sumber: Hasil Analisis, 2021

Berdasarkan hasil pada tingkat kenyamanan dari 100 responden pada

masing-masing RTH yaitu masih dalam kondisi yang baik dengan nilai 62.82%.

Walaupun sub variabel kenyamanan di Taman Tuan Kadi cukup baik, namun

pada RTH Tunjuk Ajar memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan

Taman Tuan Kadi. Dikarenakan juga nilai antara RTH Tunjuk Ajar Integritas

Kota Pekanbaru dan Taman Tuan Kadi tidak terlalu jauh. Berikut gambar 5.1

RTH tampak atas

89
(a) Taman Tuan Kadi (b) RTH Tunjuk Ajar
Sumber: Hasil Observasi, 2021

Gambar 5.1 RTH Tampak Atas

Hal ini dapat dilihat dari masing-masing indikator dari kenyamanan

dibawah ini:

[Link] Iklim

Iklim adalah salah satu faktor penentu dari keberhasilan suatu ruang

terbuka hijau. Karena ruang terbuka hijau yang baik memiliki tempat berlindung

dari hujan maupun panas agar pengunjung tetap dapat menikmati pemandangan

atau tempat bersantai di ruang terbuka hijau.

Berdasarkan hasil penelitian, persepsi responden sebanyak 100 orang

pengunjung pada masing-masing RTH di Taman Tuan Kadi dan RTH Tunjuk

Ajar Integritas Kota Pekanbaru terhadap indikator iklim. Hasil kondisi masing-

masing RTH adalah baik, dimana pendapat responden terhadap indikator iklim

memiliki angka yang tidak jauh [Link] 5.8 berikut menjelaskan hasil

responden terhadap iklim.

90
Tabel 5.8 Iklim
RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota
Taman Tuan Kadi
Pekanbaru
Skor
IKLIM Jumlah Jumlah Skor
Mak Persen Tingkat Persent Tingkat
Skor Skor Maksi
sima tase Kriteria ase Kriteria
Total Total mal
l
Paparan sinar
348 500 69.6% Baik 337 500 67.4 % Baik
matahari
Pergerakan
349 500 69.8% Baik 368 500 73.6 % Baik
angina
Perlindungan Cukup Cukup
289 500 57.8% 289 500 57.8%
dari hujan Baik Baik

Perlidungan Cukup
299 500 59.8% 355 500 71 % Baik
dari panas Baik
Total 1285 2000 64% Baik 1349 2000 67.5% Baik
Sumber: Hasil Analisis, 2021

Berdasarkan Tabel 5.8 tentang iklim masih dalam kondisi yang baik

dengan persentase 64%. Hal ini terjadi karena RTH Tuan Kadi yang terletak di

pinggiran Sungai Siak memiliki pepohonan yang melindungi dari paparan sinar

matahari, sedangkan untuk melindungi dari hujan masih dalam kondisi yang

cukup baik dikarenakan di Taman Tuan Kadi tidak terdapat gazebo ataupun

pelindung dari hujan yang disediakan oleh pemerintah dan pengunjung hanya

memanfaatkan teras gerai toko dan bawahan Jembatan Siak III saat hujan turun.

Sedangkan RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru Tabel 5.6 Tentang

iklim juga dalam kondisi yang baik dengan persentase 67.5%. Hal ini dapat dilihat

pada kondisi perlindungan dari hujan dengan kondisi cukup baik, akan tetapi

gazebo yang terdapat di RTH hanya terdapat empat gazebo yang masih dinilai

kurang untuk menampung pengunjung saat turunnya hujan.

Pada gambar terdapat perbedaan tempat berlindung dari panas maupun

hujan antara Taman Tuan Kadi dan RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru.

Berikut Gambar 5.2 berikut tentang iklim

91
(b) Taman Tuan Kadi (b) RTH Tunjuk Ajar
Sumber: Hasil Observasi, 2021

Gambar 5.2 Perlindungan dari Panas dan Hujan

Kota Pekanbaru sendiri terkenal juga dengan kondisi iklim yang panas.

Karena suhu di Kota Pekanbaru rata-rata 32 C, sehingga jarang sekali masyarakat

yang beraktivitas pada siang hari di RTH Tunjuk Ajar maupun Taman Tuan

Kadi. Hal ini disebabkan oleh ruang yang ada di RTH Tunjuk Ajar maupun Tuan

Kadi belum dapat menyediakan tempat berteduh maupun vegetasi untuk dapat

terhindar dari panas matahari.

Berdasarkan pengamatan diantara Taman Tuan Kadi dan RTH Tunjuk

Ajar Integritas Kota Pekanbaru, tempat berteduh pada masing-masing ruang

terbuka hijau masih sangat sedikit, sehingga apabila terjadi hujan. Pengunjung

akan beralih keluar ruang terbuka hijau untuk berteduh dan melindungi diri dari

turunnya hujan. Tempat berteduh di Taman Tuan Kadi yaitu monumen terminal

yang dapat menampung orang hingga 10 orang. Sedangkan di RTH Tunjuk Ajar

Integritas Kota Pekanbaru yaitu ada empat gazebo yang berada di setiap sudut,

sehingga pengunjung dapat berteduh di gazebo tersebut, meskipun tidak dapat

menampung banyak pengujung.

92
[Link] Tempat Duduk

Berdasarkan hasil penelitian, persepsi responden sebanyak 100 orang

pengunjung pada masing-masing RTH di Taman Tuan Kadi dan RTH Tunjuk

Ajar Integritas Kota Pekanbaru terhadap indikator tempat duduk. Hasil kondisi

masing-masing RTH berbeda, yaitu untuk Taman Tuan Kadi memiliki kondisi

cukup baik, sedangkan kondisi tempat duduk RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota

Pekanbaru yaitu baik. Tabel 5.9 berikut menjelaskan hasil responden terhadap

tempat duduk.

Tabel 5.9 Tempat Duduk


RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota
Taman Tuan Kadi
Pekanbaru
TEMPAT Tingka
Jumlah Skor Jumlah Skor
DUDUK Persen Tingkat Persen t
Skor Maksi Skor Maksi
tase Kriteria tase Kriteri
Total mal Total mal
a
Kondisi
Cukup
tempat 299 500 59.8% 352 500 70.4 % Baik
Baik
duduk
Cukup
Total 299 500 59.8% 352 500 70.4 % Baik
Baik
Sumber: Hasil Analisis, 2021

Berdasarkan Tabel 5.9 tempat duduk Taman Tuan Kadi dalam keadaan

cukup baik dengan persentase 59.8%, meskipun fasilitas tempat duduk yang telah

disediakan dalam bentuk permanen yang diletakkan di sepanjang pinggiran

Taman Tuan Kadi dan juga diletakkan di beberapa tempat agar pengunjung dapat

menikmati pemandangan. Akan tetapi, tempat duduk kurang nyaman untuk

pengunjung dengan ukuran tubuh yang besar. Karena tempat duduk yang dibuat

berbentuk lekukan-lekukan untuk memberikan jarak bagi pengunjung lain.

93
Sedangkan kondisi tempat duduk RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru

yaitu baik dengan persentase 70.4%. Karena tempat duduk yang disediakan oleh

pemerintah memiliki bermacam jenis tempat duduk permanen, seperti tempat

duduk untuk orang dewasa dengan ukuran tinggi dan panjang, serta ada juga

bulatan dengan tiga susunan kesamping. Dan juga tempat duduk yang ada tersebar

di seluruh RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru. Berikut gambar 5.3

tempat duduk

(a) Taman Tuan Kadi (b) RTH Tunjuk Ajar Integritas


Sumber: Hasil Observasi, 2021

Gambar 5.3 Tempat Duduk

Berdasarkan pegamatan di lapangan, tempat duduk yang terdapat di

Taman Tuan Kadi dan RTH Tunjuk Ajar Integritas kota Pekanbaru memiliki

betuk yang berbeda. Taman Tuan Kadi yang sangat khas dengan budaya melayu,

memiliki bentuk tempat duduk berbentuk ikan yang berada di sungai. Sehingga

bentuk tempat duduk yang bergelombang membuat pengunjung sedikit tidak

nyaman untuk duduk terlalu lama dan juga memiliki betuk tempat duduk yang

lurus pada umumnya, tetapi hanya sedikit yang tersedia. Berbeda dengan RTH

Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekabaru yang memiliki dua jenis tempat duduk yaitu

tempat duduk bulatan yang disusun tiga pada masing-masing tempat dan tempat

94
duduk pada umumnya yang sedikit tinggi untuk diduduki oleh pengunjung.

Meskipun begitu, tempat duduk di RTH Tunjuk Ajar Integrirtas Kota Pekanbaru

lebih banyak dibandingkan dengan tempat duduk Taman Tuan Kadi, sehingga

dapat menarik pengunjung untuk melakukan aktivitas di ruang terbuka hijau.

[Link] Fasilitas Pendukung

Berdasarkan hasil penelitian, persepsi responden sebanyak 100 orang

pengunjung pada masing-masing RTH di Taman Tuan Kadi dan RTH Tunjuk

Ajar Integritas Kota Pekanbaru terhadap indikator fasilitas pendukung. Hasil

kondisi masing-masing RTH adalah cukup baik, dimana pendapat responden

terhadap indikator fasilitas pendukung memiliki angka yang tidak jauh

[Link] 5.10 berikut menjelaskan hasil responden terhadap fasilitas

pendukung.

Tabel 5.10 Fasilitas Pendukung


RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota
Taman Tuan Kadi
FASILITAS Pekanbaru
PENDUKUN Jumlah Skor Tingkat Jumla Skor
Perse Persen Tingkat
G Skor Maksi Kriteri h Skor Maksi
ntase tase Kriteria
Total mal a Total mal
Tidak
Tempat makan 200 500 40% 311 500 62.2 % Baik
Baik
Cukup Cukup
Toilet 273 500 54.6% 265 500 53 %
Baik Baik
Lampu
Cukup Cukup
penerangan 246 500 49.2% 289 500 57.8 %
Baik Baik
jalan

Tempat sampah 390 500 78% Baik 319 500 63.8% Baik
Cukup
Tempat parkir 314 500 62.8% Baik 295 500 59%
Baik
Cukup Cukup
Total 1423 2500 57% 1479 2500 59.1%
Baik Baik
Sumber: Hasil Analisis, 2021

95
Pada dasarnya ruang terbuka hijau tidak terlepas dari fasilitas pendukung

yang mendukung kegiatan di Taman Tuan Kadi. Ketersediaan fasilitas yang ada di

Taman Tuan Kadi antara lain tempat makan/minum, toilet, lampu penerangan

jalan, tempat sampah, dan tempat parkir. Dapat dilihat pada Tabel 5.10 Tentang

fasilitas pendukung, kondisi fasilitas dengan tingkat kualitas terendah adalah

fasilitas tempat makan dengan kondisi yang tidak baik (40%). Hal ini terjadi

akibat telah beralih fungsi menjadi tempat penjualan berbagai macam alat-alat

mobil dan bengkel. Sehingga untuk sekarang tempat makan yang disediakan tidak

ada lagi dan hanya beberapa pedagang (PKL) yang berjualan di area pinggir

Taman Tuan Kadi. Sedangkan untuk lampu penerangan jalan yang terdapat di

sekitaran ruang terbuka hijau ada yang copot ataupun pecah, dimana hanya

terdapat tiang lampu tanpa adanya bohlam lampu.

Dilihat dari kondisi fasilitas secara keseluruhan, pengunjung menilai

kondisi fasilitas berada pada tingkatan cukup baik dengan persentase 57%. Hal ini

dikarenakan beberapa fasilitas yang belum memenuhi kriteria untuk mendukung

terbentuknya taman yang berkualitas. Sehingga akan mengganggu kenyamanan

pengunjung yang sedang bersantai di Taman Tuan Kadi.

Sedangkan pada RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru Dilihat dari

kondisi fasilitas secara keseluruhan, pengunjung menilai kondisi fasilitas berada

pada tingkatan cukup baik (59.1%). Kondisi fasilitas dengan tingkat kualitas

terendah adalah fasilitas toilet, lampu penerangan jalan dan tempat parkir. Hal ini

dapat dilihat parkir kendaraan yang tidak terkendali dengan banyaknya

pengunjung RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru, sehingga parkir

kendaraan memakan badan jalan. Sedangkan fasilitas toilet sudah cukup,

96
dikarenakan pada pagi hari selalu dibersihkan oleh petugas kebersihan, berbeda

jika pada sore hari yang terlihat sedikit kotor yang diakibatkan oleh kurangnya

kesadaran masyarakat akibat kebersihan. Berbeda dengan lampu penerangan

jalan, banyak lampu yang tidak berfungsi dan juga ada yang rusak atau kosong.

(a) Taman Tuan Kadi

(b) RTH Tunjuk Ajar

Sumber: Hasil Observasi, 2021

Gambar 5.4 Fasilitas Pendukung

[Link] Pedestrian

Berdasarkan hasil penelitian, persepsi responden sebanyak 100 orang

pengunjung RTH terhadap kondisi pedestrian Taman Tuan Kadi adalah cukup

baik. Dimana skor untuk parameter pedestrian menunjukkan persentase sebanyak

97
60%. Sedangkan persentase RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru 58.8%.

Tabel 5.11 berikut menjelaskan hasil responden terhadap pedestrian.

Tabel 5.11 Pedestrian


RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota
Taman Tuan Kadi
Pekanbaru
PEDESTRI
Jumlah Skor Jumlah Skor
AN Perse Tingkat Persen Tingkat
Skor Maksi Skor Maksi
ntase Kriteria tase Kriteria
Total mal Total mal
Cukup Cukup
Pedestrian 300 500 60% 294 500 58.8%
Baik Baik
Cukup Cukup
Total 300 500 60% 294 500 58.8%
Baik Baik
Sumber: Hasil Analisis, 2021

Jalur pejalan kaki di dalam RTH juga disebut dengan green pathway, yaitu

ruang pejalan kaki yang terletak antara ruang hijau. Ruang ini merupakan

pembatas di antara ruang hijau dan ruang sirkulasi pejalan kaki. Pedestrian juga

berfungsi sebagai alat untuk memberikan kemudahan dan kelancaran bagi

pedestrian dalam rangka memenuhi kebutuhannya selama berada dalam kawasan

tertentu. Berdasarkan pendapat responden terkait kondisi pedestrian yang terdapat

di Taman Tuan Kadi adalah dalam keadaan cukup baik dengan persentase 60%.

Hal ini diakibatkan oleh jalur pedestrian yang terdapat di dalam Taman Tuan Kadi

memiliki ukuran yang kecil dan jalur inipun dilalui oleh dua arah yang

berlawanan. Sehingga untuk pedestrian yang ingin melewati jalur tersebut,

seringkali memilih jalur pedestrian yang lain untuk mencapai tempat yang ingin

dituju. Berdasarkan fungsi dari jalur untuk mempermudah pedestrian menjadi

terhambat atau kurang berfungsi.

98
Berdasarkan Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana

Ruang Pejalan Kaki di Perkotaan, lebar jalur pedestrian di dalam ruang terbuka

hijau yaitu 1.8 meter - 3.0 meter. Sedangkan lebar jalur pedestrian bagian dalam

di Taman Tuan Kadi yaitu 1.5 meter. Sehingga untuk lebar dari jalur pedestrian

tidak sesuai dengan standar yang berlaku. Seharusnya pemerintah sebagai pihak

pengembang lebih memperhatikan kondisi dari setiap elemen yang terdapat dalam

ruang terbuka hijau.

Berdasarkan Tabel 5.11 Tentang Pedestrian, kondisi jalur pedestrian yang

terdapat di RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru adalah dalam kondisi

cukup baik dengan persentase 58.8%. Hal ini diakibatkan oleh beberapa ruas jalur

pedestrian yang rusak. Sehingga mengakibatkan ketidaknyamanan oleh

pengunjung yang melewati jalur pedestrian. Jalur pedestrian RTH Tunjuk Ajar

tidak hanya untuk pejalan kaki saja, tetapi juga untuk berolahraga (jogging) dan

untuk anak-anak yang bermain mobil-mobilan atau motor-motoran serta jalur

pedestrian bagian luas juga digunakan untuk tempat berjualan bagi PKL. Sehingga

dapat mengganggu pejalan kaki saat berjalan.

Berdasarkan Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana

Ruang Pejalan Kaki di Perkotaan, lebar jalur pedestrian di dalam ruang terbuka

hijau yaitu 1.8 meter - 3.0 meter. Sedangkan lebar jalur pedestrian di RTH Tunjuk

Ajar Integritas Kota Pekanbaru adalah 2 meter bagian dalam RTH Tunjuk Ajar

Integritas Kota Pekanbaru, maka jalur pedestrian RTH Tunjuk Ajar telah sesuai

dengan standar yang berlaku. Sedangkan untuk bagian luar RTH Tunjuk Ajar

Integritas Kota Pekanbaru 3.5 meter. Berikut Gambar 5.3 Pedestrian

99
(a) Taman Tuan Kadi (b) RTH Tunjuk Ajar Integritas
Sumber: Hasil Observasi, 2021

Gambar 5.5 Pedestrian

Dilihat dari gambar 5.3 pedestrian, terlihat jelas bahwa lebar pedestrian

RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru lebih besar dibandingkan dengan

Taman Tuan Kadi. Pada gambar diatas pedestrian RTH Tunjuk Ajar (pedestrian

bagian dalam) tampak lebih lebar dibandingkan dengan Taman Tuan Kadi

(pedestrian bagian luar). Jika dilihat berdasarkan pengamatan lapangan, tentunya

untuk lebar Taman Tuan Kadi tidak sesuai dari standar maupun kenyamanan dari

pejalan kaki saat melewati jalur pedestrian yang terlalu kecil untuk dilewati oleh

dua orang pejalan kaki.

[Link] Pencahayaan

Berdasarkan hasil penelitian, persepsi responden sebanyak 100 orang

pengunjung RTH terhadap kondisi pencahayaan Taman Tuan Kadi adalah tidak

baik. Dimana skor untuk parameter pencahayaan menunjukkan persentase

sebanyak 40%, sedangkan kondisi pencahayaan RTH Integritas Kota Pekanbaru

dalam keadaan cukup baik dengan persentase untuk parameter pencahayaan

100
menunjukkan 55.4%. Tabel 5.12 berikut menjelaskan hasil responden terhadap

pencahayaan.

Tabel 5.12 Pencahayaan


RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota
Taman Tuan Kadi
Pekanbaru
PENCA
Jumlah Skor Tingkat Jumla Skor
HAYAAN Perse Perse Tingkat
Skor Maksi Kriteri h Skor Maksi
ntase ntase Kriteria
Total mal a Total mal
Pencahayaa Tidak Cukup
200 500 40% 277 500 55.4%
n Baik Baik
Tidak Cukup
Total 200 500 40% 277 500 55.4%
Baik Baik
Sumber: Hasil Analisis, 2021

Keadaan ruang terbuka hijau yang berkualitas tentunya didukung dengan

adanya pencahayaan yang baik pula, akan tetapi dilihat dari kondisi pencahayaan

yang terdapat di Taman Tuan Kadi masih dalam kondisi yang tidak baik dengan

persentase 40%. Dikarenakan pada malam hari pencahayaan yang ada sangatlah

kurang yang diakibatkan oleh beberapa lampu yang rusak dan tak terawat.

Pencahayaan yang buruk biasanya disalah fungsikan oleh pengunjung (remaja)

yang sedang mengunjungi ruang terbuka hijau.

Sedangkakan RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru terhadap

pencahayaan dalam kondisi cukup baik dengan persentase 55.4%. Dikarenakan

RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru terletak di tengah kota atau bangunan

lain, cahaya dari bangunan lain juga membuat pencahayaan terhadap RTH

menjadi lebih terang dan ditambah lagi dengan lampu-lampu PKL yang berjualan

di area dalam RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru. Akan tetapi jika

dilihat dari banyaknya lampu yang terdapat di ruang terbuka hijau,

101
pencahayaannya pun masih kurang pada malam hari diakibatkan banyak lampu

yang tidak berfungsi dan juga rusak

5.3.2 Santai

Berdasarkan hasil penelitian, persepsi responden sebanyak 100 orang

pengunjung pada masing-masing RTH di Taman Tuan Kadi dan RTH Tunjuk

Ajar Integritas Kota Pekanbaru terhadap indikator fasilitas pendukung. Hasil

kondisi masing-masing RTH adalah baik, dimana pendapat responden terhadap

indikator santai memiliki angka yang tidak jauh [Link] 5.13 berikut

menjelaskan bersantai.

Tabel 5.13 Bersantai


RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota
Taman Tuan Kadi
Pekanbaru
SANTAI Jumlah Skor Jumlah Skor
Persen Tingkat Perse Tingkat
Skor Maks Skor Maksi
tase Kriteria ntase Kriteria
Total imal Total mal
Bersantai 377 500 75.4% Baik 346 500 69.2% Baik
Kenyamana
390 500 78% Baik 315 500 63% Baik
n
Keamanan 343 500 68.6% Baik 330 500 66% Baik
Total 1110 1500 74% Baik 991 1500 66% Baik
Sumber: Hasil Analisis, 2021
Berdasarkan Tabel 5.13 tentang bersantai, Taman Tuan Kadi memiliki

tingkat bersantai sebesar 74% yang termasuk dalam keadaan baik. Sehingga

pengunjung Taman Tuan Kadi masih dapat bersantai dengan tenang, meskipun

terdapat sedikit gangguan. Berikut penjabaran dari tabel diatas:

a. Bersantai

kondisi saat bersantai dalam keadaan yang baik dengan persentase 75.4%.

Hal ini menandakan bahwa pengunjung dapat melakukan aktivitas atau

beristirahat tanpa ada gangguan dari manapun dan dengan sedikitnya

102
pengunjung Taman Tuan Kadi, pengunjung dapat beristirahat dengan

tenang.

b. Kenyamanan

Kenyamanan yang dirasakan oleh pengunjung Taman Tuan Kadi juga

sangat baik dengan persentase 78%. Dikarenakan tidak banyak

pengunjung, pengunjung pun tidak merasa terbebani dengan suara-suara

dari pengunjung lain dan untuk pengunjung yang tidak menyukai

keramaian Taman Tuan Kadi dapat dijadikan referensi berkunjung dengan

tempat yang tidak menyajikan keramaian.

c. Keamanan

Keamanan di Taman Tuan Kadi juga dalam keadaan yang baik dengan

persentase 68.6%. Karena dengan sedikitnya pengunjung maka tindak

kriminal yang terjadi juga jarang terjadi. Meskipun tidak terdapat pos

keamanan di Taman Tuan Kadi.

Sedangkan RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru memiliki tingkat

bersantai sebesar 60% yang termasuk dalam keadaan cukup baik. Sehingga

pengunjung RTH Tunjuk Ajar Integritas masih dapat bersantai dengan tenang,

meskipun terdapat sedikit gangguan dari kebisingan anak-anak, tetapi hal tersebut

masih tidak menjadi penghalang untuk mengunjungi RTH Tunjuk Ajar Integritas .

Berikut penjabaran dari tabel diatas:

a. Bersantai

Kondisi saat bersantai dalam keadaan yang cukup baik dengan persentase

60%. Hal ini menandakan bahwa pengunjung dapat melakukan aktivitas

103
dengan baik meskipun ada sedikit gangguan dari suara permainan motor-

motoran anak-anak.

b. Kenyamanan

Kenyamanan yang dirasakan oleh pengunjung RTH Tunjuk Ajar Integritas

Kota Pekanbaru dalam keadaan cukup baik dengan persentase 57%.

Karena pengunjung RTH Tunjuk Ajar yang ramai masih dapat

memberikan rasa nyaman tanpa adanya gangguan yang diberikan oleh

pengunjung lain.

c. Keamanan

Keamanan di RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru dalam keadaan

yang cukup baik dengan persentase 63%. Karena di ruang terbuka hijau

tidak terdapat tindak kriminal (perampokan), meskipun pengunjung RTH

Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru ramai pengunjung dan belum

terdapatnya pos keamanan yang menjaga ruang terbuka hijau tersebut.

(a) Taman Tuan Kadi (b) RTH Tunjuk Ajar


Sumber: Hasil Observasi, 2021

Gambar 5.6 Bersantai

104
5.3.3 Keterlibatan Pasif

Berdasarkan hasil penelitian, persepsi responden sebanyak 100 orang

pengunjung pada masing-masing RTH di Taman Tuan Kadi dan RTH Tunjuk

Ajar Integritas Kota Pekanbaru terhadap indikator keterlibatan pasif. Hasil kondisi

masing-masing RTH berbeda, yaitu untuk Taman Tuan Kadi memiliki kondisi

baik, sedangkan kondisi keterlibatan pasif RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota

Pekanbaru yaitu cukup [Link] 5.14 berikut menjelaskan hasil responden

terhadap keterlibatan pasif.

Tabel 5.14 Keterlibatan Pasif


RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota
Taman Tuan Kadi
KETERLI Pekanbaru
BATAN Jumlah Skor Jumlah Skor
Persen Tingkat Persen Tingkat
PASIF Skor Maks Skor Maksi
tase Kriteria tase Kriteria
Total imal Total mal
Cukup
Mengamati 397 500 79.4% Baik 300 500 60%
Baik
Cukup
Total 397 500 79.4% Baik 300 500 60%
Baik
Sumber: Hasil Analisis, 2021

Berdasarkan Tabel 5.14 keterlibatan pasif Taman Tuan Kadi terhadap

daerah sekitar bernilai kondisi baik dengan persentase 79.4%. Hal ini dikarenakan

Taman Tuan Kadi yang terletak di pinggiran Sungai Siak memiliki pemandangan

hamparan sungai dengan sampan yang melewati sungai serta dengan banyaknya

anak-anak yang bermain air hingga lompat dari atas jembatan Siak III yang

menjadi aktraksi pertunjukan yang menarik oleh pengunjung pada sore hari,

meskipun sangat berbahaya untuk dilakukan tetapi anak-anak tersebut merasa

senang dengan terjun dari atas jembatan.

105
Berbeda dengan RTH Tunjuk Ajar dengan kondisi yang cukup baik

(60%). Dikarenakan RTH Tunjuk Ajar yang terletak ditengah-tengah bangunan

yang lain, sehingga pemandangan yang dilihat hanyalah ruang terbuka hijau dan

kendaraan yang melewati RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru. Meskipun

di RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru hanya berupa pemandangan

sekeliling ruang terbuka hijau tersebut, tetapi atraksi yang ditawarkan di RTH

Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru sangat banyak sehingga tidak

membosankan jika menikmati area ruang terbuka hijau.

5.3.4 Keterlibatan Aktif

Berdasarkan hasil penelitian, persepsi responden sebanyak 100 orang

pengunjung pada masing-masing RTH di Taman Tuan Kadi dan RTH Tunjuk

Ajar Integritas Kota Pekanbaru terhadap indikator keterlibatan aktif. Hasil kondisi

masing-masing RTH adalah baik, dimana pendapat responden terhadap indikator

keterlibatan aktif memiliki angka yang tidak jauh [Link] 5.15 berikut

menjelaskan hasil responden terhadap keterlibatan aktif.

Tabel 5.15 Keterlibatan Aktif


RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota
Taman Tuan Kadi
Pekanbaru
KETERLI
BATAN Skor
AKTIF Jumlah Jumla Skor
Mak Persen Tingkat Persen Tingkat
Skor h Skor Maksi
sima tase Kriteria tase Kriteria
Total Total mal
l
Bergerak 396 500 79.2% Baik 345 500 69% Baik
Berkomunikas
389 500 77.8% Baik 313 500 62.6% Baik
i
Sangat
Pertujukan 388 500 77.6% Baik 414 500 82.8%
Baik
Sangat
Tempat
164 500 32% Tidak 309 500 61.8% Baik
bermain anak
Baik
Total 1337 2000 67% Baik 1381 2000 69.1% Baik
Sumber: Hasil Analisis, 2021

106
Taman Tuan Kadi menurut responden dalam keadaan yang baik dengan

persentase 67%. Dapat dilihat dari beberapa indikator dari keterlibatan aktif yaitu

saat melewati Taman Tuan Kadi dan komunikasi dengan pengunjung lain masih

dalam kondisi yang baik tanpa ada gangguan dari orang-orang atau benda di

sekitar Taman Tuan Kadi. Tidak hanya itu, pertunjukan yang pernah

diselenggarakan di Taman Tuan Kadi juga baik, yang mana pertunjukan yang

diadakan di taman digelar (1 kali dalam setahun) sehingga pertunjukan digelar

dengan sangat baik yang bertemakan melayu dan sudah menjadi pertunjukan yang

wajib di Taman Tuan Kadi atau menjadi event tahunan Taman Tuan Kadi.

([Link]

Sedangkan RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru menurut

responden juga dalam keadaan yang baik. Dapat dilihat pada Tabel 5.15 tentang

keterlibatan aktif sebagian besar dalam keadan baik dengan persentase 69. Seperti

ketika melewati RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru, saat berkomunikasi

dengan orang lain dan ruang bermain untuk anak-anak juga baik. Karena

permainan yang ditawarkan oleh RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru

cukup banyak dan kondisi juga banyak. Akan tetapi untuk pertunjukan di RTH

Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru sangat baik. Karena pertunjukan yang

pernah ada di ruang terbuka hijau sudah menjadi event seni dan bazar tahunan di

RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru.

107
(a) Taman Tuan Kadi (b) RTH Tunjuk Ajar
Sumber: Hasil Observasi, 2021

Gambar 5.7 Ruang Bermain Anak

5.3.5 Vegetasi

Kondisi vegetasi merupakan salah satu parameter terpenting untuk menilai

kualitas RTH. Suatu RTH identik dengan kondisi yang asri dan hijau yang

ditentukan berdasarka kualitas vegetasi yang ada di dalam RTH atau taman

tersebut, baik berupa pohon, tanaman bunga, tanaman perdu, atau rumput-rumput

taman.

Tanaman merupakan elemen utama pembentuk lanskap. Jenis tanaman

juga sangat mempengaruhi tingkat dari peneduh jalan dan kenyamanan bagi

pengunjung. Terdapat kriteria pemilihan vegetasi untuk taman kota adalah sebagai

berikut:

a. Tidak beracun, tidak berduri, dahan tidak mudah patah, perakaran tidak

mengganggu pondasi

b. Tajuk cukup rindang dan kompak, tetapi tidak terlalu gelap

c. Ketinggian tanaman bervariasi, warna hijau dengan variasi warna lain

seimbang

d. Perawakan dan bentuk tajuk cukup indah

108
e. Kecepatan tumbuh sedang

f. Berupa habitat tanaman lokal dan tanaman budidaya

g. Jenis tanaman tahunan atau musiman

h. Jarak taman setegah rapat sehigga menghasilkan keteduhan yang optimal

i. Tahan terhadap hama penyakit tanaman

j. Mampu menjerap dan menyerap cemaran udara

k. Sedapat mungkin merupakan tanaman yang mengundang burung

l. Fungsi dan kesesuaian pohon penyusun RTH di Taman Tuan Kadi dan

RTH

Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru untuk mengetahui fungsi pohon

dari masing-masing area tempat pohon berada. Tidak semua jenis tanaman

memberikan fungsi yang sama ketika ditanam di dalam kawasan. Tabel 5.16

berikut menjelaskan tentang jenis tanaman di RTH.

Tabel 5.16 Jenis Tanaman di RTH


Nomor Jenis Taman Tuan Kadi RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota
Tanaman Pekanbaru
1 Tanaman Palem (veitchia merrilli) Glodokan Tiang (phytalia longifolia)
Besar Pucuk Merah (syzygium Palem Kipas (lovistona chinensis)
paniculatum)
Tanjung (mimusops Bunga Kenanga (cananga odorata)
elengi) Pohon Bambu (bambusoideae)
Ketapang Kencana (terminali
catappa)
Tanaman Tanjung (mimusops elengi)
2 Tanaman Lili Paris (chlorophytum Pacing Pentul (costus spicatus)
Perdu comosum)
Bunga Bougenville Melati Putih (jasminum sanbac)
(bougainviilea)
Bunga Asoka (saraca Mirten (malpighia coccigera)
asoka)
Erpah Merah (coleus Erpah Merah (coleus saitellariaides)
saitellariaides) Sambang Darah (excoecaria
cochinchinensis)
Sumber: Hasil Analisis, 2021

109
[Link] RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru

Pada jalur masuk kendaraan pengunjung terdapat pohon glodokan tiang

(Polyalthian legifolia) yang berada di dua sisi taman yaitu di bagian depan dan

bagian belakang [Link] glodokan tiang cocok untuk jalur masuk taman

dikarenakan tanaman ini dapat memberikan fungsi estetika dan pengarah pandang.

selain itu menurut Mukhlison (2010), glodokan tiang dapat menyerap polusi dan

debu.

Sumber: Hasil Observasi, 2021

Gambar 5.8 Pohon Glodokan Tiang

Palem Kipas (Lovistona chinessis) merupakan tanaman hias yang

diletakkan pada RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru, tanaman ini cocok

di letakkan di taman, karena tanaman palem kipas tidak membutuhkan air yang

banyak untuk pertumbuhannya. Tanaman ini merupakan tanaman yang memiliki

fungsi sebagai penghias atau untuk menambah estetika dari RTH Tunjuk Ajar

Integritas Kota Pekanbaru dan taman ini terdapat di bagian depan dari RTH

Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru.

110
Sumber: Hasil Observasi, 2021

Gamber 5.9 Palem Kipas

Tanaman bunga kenanga (Cananga odorata) adalah tanaman dari Asia

Tenggara yang memiliki aroma khas. Ada dua jenis bunga kenanga yang terdapat

di RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru, yaitu bunga kenanga kuning dan

bunga kenanga merah. Bunga kenanga diletakkan di semua lahan di RTH Tunjuk

Ajar Integritas Kota Pekabaru bunga kenanga tidak hanya sebagai hiasan, tetapi

juga sebagai tanaman pengusir nyamuk dan peghilang bau asap di RTH Tunjuk

Ajar Integritas Kota Pekanbaru.

Sumber: Hasil Observasi, 2021

Gambar 5.10 Bunga Kenanga

Pemanfaatan pohon bambu (Bambusoieae) yaitu sebagai tanaman

konservasi lingkungan yang kemampuannya dalam menjaga ekosistem air. Sistem

111
perakaran tanaman bambu yang sangat rapat. Akar-akarnya menyebar ke segala

arah, baik menyamping ataupun ke arah dalam tanah. Lahan yang ditumbuhi

dengan tanaman bambu biasanya sangat stabil dan juga lebih cepat dalam

menyerap air. Tanaman bambu yang terdapat di RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota

Pekanbaru di tempatkan di bagian yang menjadi batas antara bangunan dengan

RTH yang berfungsi untuk menutup bagian dari bangunan di samping RTH, serta

memberikan kesan pelindung dari paparan siar matahari.

Sumber: Hasil Observsi, 2021

Tabel 5.11 Bambu

Ketapang kencana (Terminalia catappa) merupakan tumbuhan peneduh

berwujud pohon. Tajuknya yang mendatar dan berlapis-lapis, sehingga

membentuk sebuah tempat teduh. Ketapang kencana juga termasuk tanaman hias

dengan bentuk yang unik dan juga sebagai penyerap polusi. Sehingga ketapang

kencana di letakkan di bagian depan RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru.

112
Sumber: Hasil Observasi, 2021

Gambar 5.12 Pohon Ketapang

Tanaman tanjung (Mimusops elengi) memiliki bunga yang harum dan

bertajuk rindang yang biasanya ditanam di taman-taman dan sisi jalan. Tanaman

tanjung mempunyai tajuk yang bulat dan massa daun yang padat biasanya sebagai

tanaman peneduh dan dapat menyerap banyak polutan (Pb) (Mukhlison, 2010).

Bunga dari tanaman tanjung juga dapat memberikan wangi di sekitaran tanaman.

Tanaman tanjung terletak di beberapa titik RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota

Pekanbaru untuk melindungi dari paparan sinar matahari dan menjadikan tanaman

tanjung sebagai bentuk estetika dari tanaman.

Sumber: Hasil Observasi, 2021

Gambar 5.13 Bunga Tanjung

113
Tanaman perdu

Tanaman perdu merupakan tumbuhan bekayu yang bercabang-cabang,

tumbuh rendah dekat dengan permukaan tanah, dan tidak mempunyai batang yang

tegak. Perdu juga merupakan nama sekelompok pohon yang memiliki ketinggian

di bawah 6 meter. Tanaman perdu yang terdapat di RTH Tunjuk Ajar Integritas

Kota Pekanbaru antara lain pacing pentul dengan bunga yang menonjol berwarna

merah, erpah merah, sambaing darah, melati putih dan mirten. Tanaman tersebut

merupakan tanaman hias yang berada di satu tempat dengan bentuk yang berbeda

sehingga terlihat lebih menarik dengan warna bunga yang menonjol dengan

tanaman satu dengan tanaman lainnya.

Sumber: Hasil Observasi, 2021

Gambar 5.14 Tanaman Perdu

[Link] Tuan Kadi

Tanaman pucuk merah memiliki kerimbunan dan keunikan warna yang

menjadikan tanaman ini sebagai tanaman hias. Untuk tanaman yang ada di

sekitaran rumah Tuan Kadi memiliki jarak yang cukup renggang agar saat

tanaman tumbuh besar masih memiliki jarak yang tidak terlalu dekat satu dengan

tanaman yang lainnya dan juga dapat dijadikan pagar pembatas. Serta dapat

memberikan estetika untuk pemandangan di sekitar Taman Tuan Kadi.

114
Sumber: Hasil Observasi, 2021

Gambar 5.15 Pucuk Merah

Tanaman tanjung (Syzygium panicultum) memiliki bunga yang harum dan

bertajuk rindang yang biasanya di tanam di taman-taman dan sisi jalan. Tanaman

tanjung mempunyai tajuk yang bulat dan massa daun yang padat biasanya sebagai

tanaman peneduh dan dapat menyerap banyak polutan (Pb) (Mukhlison, 2010).

Bunga dari tanaman tanjung juga dapat memberikan wangi di sekitaran tanaman.

Tanaman tanjung terletak di beberapa titik sudut Taman Tuan Kadi untuk

melindungi dari paparan sinar matahari dan menjadikan tanaman tanjung sebagai

bentuk estetika dari tanaman.

Sumber: Hasil Observasi, 2021

Gambar 5.16 Bunga Tanjung

Palem putri (Veitchia merrilli h.f moors) merupakan tanaman yang cocok

untuk Taman Tuan Kadi yang menjadi tanaman hias di pinggiran Sungai Siak.

Tanaman Palem putri juga sebagai tanaman serbaguna dan menjadi pengalih

115
pandangan. Rata-rata tanaman palem di Taman Tuan Kadi hanya terletak di

pinggiran Sungai Siak dan beberapa di sekitaran Rumah Tuan Kadi.

Sumber: Hasil Observasi, 2021

Gambar 5.17 Palem

Tanaman perdu merupakan tumbuhan berkayu yang bercabang-cabang,

tumbuh rendah dekat dengan permukaan tanah, dan tidak mempunyai batang yang

tegak. Perdu juga merupakan nama sekelompok pohon yang memiliki ketinggian

di bawah 6 meter. Tanaman perdu di Taman Tuan Kadi antara lain seperti lili

paris, bunga bougenville, bunga soka, dan erpah [Link] perdu yang

terdapat di Taman Tuan Kadi sangatlah jarang dan berjarak. Tanaman tersebut

rata-rata tidak memiliki bunga yang mencolok sehingga lebih terlihat sebagai

tanaman hias yang lebih monoton.

Sumber: Hasil Observasi, 2021

Gambar 5.18 Tanaman Perdu

116
Tanaman yang terdapat pada masing-masing RTH sangatlah berbeda, akan

tetapi sama-sama memberikan fungsi sebagai hiasan, pelindung dari sinar

matahari, dan penyerap polusi. Jenis tanaman yang terdapat di Taman Tuan Kadi

lebih sedikit dibandingkan dengan RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru,

baik tanaman besar maupun tanaman perdu dan juga dalam perawatannya lebih

terlihat baik yang ada di RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru, yang mana

untuk perawatan sendiri dilakukan setiap hari pada pagi hari. Sehingga tanaman

yang ada di RTH Tunjuk Ajar terbih terlihat subur dibandingkan dengan Taman

Tuan Kadi.

5.4 Analisis Aspek Hak (Right)

Aspek hak ialah sesuatu yang didapatkan oleh seseorang di ruang publik

dapat diakses oleh siapa saja da menjamin kebebasan dalam bentuk beraktivitas.

Secara keseluruhan kualitas Taman Tuan Kadi dan RTH Tunjuk Ajar berdasarkan

aspek hak adalah cukup baik dengan skor 54.4%. Dengan nilai aspek hak Taman

Tuan Kadi yaitu 48.93% (cukup baik) dan RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota

Pekanbaru yaitu 59.8% (cukup baik). Untuk kualitas berdasarkan aspek kebutuhan

lebih didominasi oleh RTH Tunjuk Ajar Integritas, meskipun nilai dari masing-

masing ruang terbuka hijau tidak jauh berbeda. Tabel 5.17 berikut menjelaskan

hasil responden terhadap aspek hak.

117
Tabel 5.17 Aspek Hak

RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota


Taman Tuan Kadi
Pekanbaru
HAK Jumlah Skor Jumlah Skor
Persent Tingkat Perse Tingkat
Skor Maks Skor Maksi
ase Kriteria ntase Kriteria
Total imal Total mal
Akses Cukup
511 1000 51.1% 608 1000 60.8% Baik
RTH Baik

Visual Cukup Cukup


223 500 44.6% 290 500 58%
penghalang Baik Baik

Cukup Cukup
Total 734 1500 48.9% 898 1500 59.8%
Baik Baik
Sumber: Hasil Analisis, 2021

Berdasarkan persepsi pengguna ruang terbuka hijau di Kecamatan

Senapelan terhadap aspek hak melalui 3 (tiga) pertanyaan yang dikelompokkan

menjadi dua kelompok yang mewakili faktor-faktor akses dan kebebasan.

5.4.1 Akses

Akses ialah jalan atu izin masuk di suatu tempat atu wilayah, baik yang

dapat dilihat oleh mata maupun yang tidak dapat dilihat oleh mata. Dimana kita

dapat berhubungan dengan sumber daya yang ada di dalam wilayah tersebut

sesuai dengan izin yang dimiliki. Berdasarkan hasil penelitian, persepsi responden

sebanyak 100 orang pengunjung pada masing-masing RTH di Taman Tuan Kadi

dan RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru terhadap indikator akses. Hasil

kondisi masing-masing RTH berbeda, yaitu untuk Taman Tuan Kadi memiliki

kondisi cukup baik, sedangkan kondisi akses RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota

Pekanbaru yaitu [Link] 5.18 berikut menjelaskan hasil responden terhadap

akses.

118
Tabel 5.18 Akses
RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota
Taman Tuan Kadi
Pekanbaru
AKSES Jumlah Skor Jumlah Skor
Persent Tingkat Perse Tingkat
Skor Maks Skor Maksi
ase Kriteria ntase Kriteria
Total imal Total mal
Akses Cukup Sangat
272 500 54.4% 425 500 85%
RTH Baik Baik

Visual Cukup Tidak


239 500 47.8% 183 500 34.6%
penghalang Baik Baik

Cukup
Total 511 1000 51.1% 608 1000 60.8% Baik
Baik
Sumber: Hasil Analisis, 2021

Aksessibilitas suatu RTH tidak hanya dilihat dari kondisi main entrance

(pintu utama) dan side entrance (pintu samping) menuju taman tersebut, tetapi

juga bagaimana keterjangkauan lokasi tersebut, transportasi apakah yang tersedia,

dan bagaimana visual penghalang visual yang dirasakan. Berdasarkan hasil

jawaban responden di Taman Tuan Kadi, sebagian besar responden

mengungkapkan bahwa aksessibilitas taman baik dengan persentase 54.4%. Selain

main entrance (pintu utama) yang cukup memadai. Sebagian besar pengunjung

menganggap aksesibilitas menuju taman tersebut cukup mudah karena hampir

semua responden membawa kendaraan pribadi, akan tetapi transportasi umum

yang tersedia hanyalah oplet sedangkan untuk bus belum tersedia menuju Taman

Tuan Kadi.

Sedangkan dilihat dari visual penghalang dapat dikatakan cukup baik

dengan persentase 47.8%. Hal ini disebabkan oleh Pedagang Kaki Lima (PKL)

yang berjualan di pinggiran taman hanya 1 atau 2 pedagang, akan tetapi yang

mengganggu pemandangannya ialah kondisi sungai yang kurang baik (banyaknya

sampah) dan juga anak-anak yang secara langsung membuang kotoran di sungai.

119
Berdasarkan hasil jawaban responden di RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota

Pekanbaru, sebagian besar responden mengungkapkan bahwa aksesibilitas ruang

terbuka hijau sangat baik dengan persentase 85%. Selain main entrance (pintu

utama) yang cukup memadai. Sebagian besar pengunjung menganggap

aksesibilitas menuju ruang terbuka hijau tersebut sangat mudah karena hampir

semua responden membawa kendaraan pribadi dan kendaraan umum dapat

mencapai RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru seperti TMP (Trans Metro

Pekanbaru, oplet, dan taxi).

Sedangkan dilihat dari visual penghalang dapat dikatakan tidak baik

dengan persentase 36.6%. Hal ini disebabkan oleh banyaknya Pedagang Kaki

Lima (PKL) yang berjualan di piggiran taman, hal ini dapat mengganggu

pemandangan saat menikmati ruang terbuka hijau dan pada malam hari

pengunjung yang berada di dalam ruang terbuka hijau juga dihalangi dengan

pemandangan yang tidak bagus yaitu dagangan dari pedagang yang secara

langsung berjualan di dalam RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru.

(a) Taman Tuan Kadi (b) RTH Tunjuk Ajar


Sumber: Hasil Observasi, 2021

Gambar 5.19 Akses

120
5.4.2 Kebebasan

Kebebasan yaitu dapat bergerak kesegala arah tanpa ada halangan atau

hambatan darimanapun. Berdasarkan hasil penelitian, persepsi responden

sebanyak 100 orang pengunjung pada masing-masing RTH di Taman Tuan Kadi

dan RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru terhadap indikator kebebasan.

Hasil kondisi masing-masing RTH berbeda, yaitu untuk Taman Tuan Kadi

memiliki kondisi baik, sedangkan kondisi kebebasan RTH Tunjuk Ajar Integritas

Kota Pekanbaru yaitu cukup baik. Tabel 5.19 berikut menjelaskan hasil responden

terhadap kebebasan.

Tabel 5.19 Kebebasan


RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota
Taman Tuan Kadi
Pekanbaru
KEBEBASA Skor
Jumlah Jumla Skor
N Mak Persen Tingkat Persen Tingkat
Skor h Skor Maksi
sima tase Kriteria tase Kriteria
Total Total mal
l
Pengunjung Cukup Cukup
223 500 44.6% 290 500 58%
RTH Baik Baik
Cukup Cukup
Total 223 500 44.6% 290 500 58%
Baik Baik
Sumber: Hasil Analisis, 2021

Kebebasan adalah kemampuan manusia untuk menentukan dirinya sendiri.

Ia ada sebagai konsekuensi dari adanya potensi manusia untuk dapat berpikir dan

bertindak. Begitupun dengan kebebasan di ruang publik, bebas dalam melakukan

kegiatan apapun dan juga siapapun bebas dalam menggunakan ruang publik tanpa

harus melihat status dan gender dari pengunjung.

Berdasarkan Tabel 5.19 tentang kebebasan, dapat dilihat bahwa responden

Tuan Kadi mengatakan dalam keadaan yang cukup baik dengan persentase 44.6%.

121
Mereka berpendapat bahwa tidak adanya pengaruh jika pengunjung hanya

didominasi oleh kelompok tertentu. Dikarenakan kebanyakan pengunjung yang

mengunjungi Taman Tuan Kadi adalah remaja. Sehingga tidak terdapat perbedaan

atau mengganggu pengunjung lagi dengan adanya perbedaan gender oleh

pengunjung.

Berbeda dengan RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru, pengunjung

merasa kondisinya cukup baik dengan persentase 58%. Dikarenakan pengunjung

yang paling banyak di RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru adalah anak-

anak. Sehingga membuat beberapa pengunjung yang merasa terganggu dengan

suara permainan yang dilakukan oleh anak-anak dan juga anak-anak sering

berlari-lari menyusuri jalan di dalam RTH Tunjuk Ajar Integritas untuk bermain

dengan orang tua. Akan tetapi tidak menyulitkan pengunjung lain untuk

beraktivitas dan menikmati pemandangan di sekitar ruang terbuka hijau tersebut.

(a) Taman Tuan Kadi (b) RTH Tunjuk Ajar


Sumber: Hasil Observasi, 2021

Gambar 5.20 Dominasi Pengunjung

122
5.5 Analisis Aspek Makna (Meaning)

Aspek makna yaitu dimana ruang publik harus memungkinkan manusia

sebagai pengguna ruang untuk membuat hubungan yang kuat antara ruang dengan

kehidupan mereka dan dunia yang sangat luas. Aspek yang dikaji dari aspek fisik

dan non fisik serta keterkaitan sejarah dan sosial politik dan budaya. Secara

keseluruhan kualitas Taman Tuan Kadi dan RTH Tunjuk Ajar terhadap aspek

makna adalah baik dengan skor 75.4%. Dengan nilai aspek kebutuhan Taman

Tuan Kadi yaitu 74.02% (baik) dan RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru

yaitu 76.9% (baik). Untuk kualitas berdasarkan aspek kebutuhan lebih didominasi

oleh RTH Tunjuk Ajar Integritas, meskipun nilai dari masing-masing ruang

terbuka hijau tidak jauh berbeda. Tabel 5.20 berikut menjelaskan hasil responden

terhadap aspek makna.

Tabel 5.20 Aspek Makna

RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota


Taman Tuan Kadi
Pekanbaru
AKSES Jumlah Skor Jumlah Skor
Persen Tingkat Perse Tingkat
Skor Maks Skor Maksi
tase Kriteria ntase Kriteria
Total imal Total mal
Mudah Sangat Sangat
825 1000 82.5% 842 500 84.2%
dikenali Baik Baik

Keterkaitan 398 500 79.2% Baik 327 500 65.4% Baik

Hubungan Cukup
298 500 59.6% 390 500 78% Baik
Individu baik

Hubungan
659 1000 65.9% Baik 754 1000 75.4% Baik
Kelompok

Hubungan Sangat
411 500 82.2% 381 500 76.2% Baik
Masyarakat baik
Total 2591 3500 74.02% Baik 2698 3500 76.9% Baik
Sumber: Hasil Analisis, 2021

123
Berdasarkan persepsi pengguna ruang terbuka hijau di Kecamatan

Senapelan terhadap aspek meaning (makna) melalui delapan pertanyaan yang

dikelompokkan menjadi lima kelompok yang mewakili faktor-faktor mudah

dikenali, keterkaitan, hubungan individu, hubungan kelompok dan hubungan

masyarakat.

5.5.1 Mudah Dikenali

Berdasarkan hasil penelitian, persepsi responden sebanyak 100 orang

pengunjung pada masing-masing RTH di Taman Tuan Kadi dan RTH Tunjuk

Ajar Integritas Kota Pekanbaru terhadap indikator mudah dikenali. Hasil kondisi

masing-masing RTH adalah sangat baik, dimana pendapat responden terhadap

indikator mudah dikenali memiliki angka yang tidak jauh [Link] 5.21

berikut menjelaskan hasil responden terhadap mudah dikenali.

Tabel 5.21 Mudah Dikenali


RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota
Taman Tuan Kadi
Pekanbaru
MUDAH Tingka
Jumlah Skor Jumla Skor
DIKENALI Perse t Perse Tingkat
Skor Maksi h Skor Maksi
ntase Kriteri ntase Kriteria
Total mal Total mal
a
Daya tarik Sangat
416 500 83.2% 399 500 79.8% Baik
RTH Baik
Identitas Sangat Sangat
409 500 81.8% 443 500 88.6%
RTH Baik Baik
Sangat Sangat
Total 825 1000 82.5% 842 1000 84.2%
Baik Baik
Sumber: Hasil Analisis, 2021
Taman Tuan Kadi memiliki ikon/landmark yaitu rumah Tuan Kadi yang

lebih dikenal responden ketika ingin mengunjungi Taman Tuan Kadi. Menurut

responden Taman Tuan Kadi sangat baik untuk dikenali dengan persentase 82.5%.

Karena Rumah Tuan Kadi juga sudah dikenali sebelum adanya taman tersebut

124
dengan sejarah terkait adanya rumah Tuan Kadi, sehingga Rumah Tuan Kadi telah

menjadi penanda dari sebuah taman.

Responden RTH Tunjuk Ajar juga berpendapat bahwa Tugu Korupsi

sangat baik untuk dikenali dengan persentase 84.2%. Karena Tugu Korupsi yang

ada di RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru memang menjadi landmark

dari ruang terbuka tersebut. Tugu Anti Korupsi/Integritas yang menjadi sebuah

cerita di masyarakat terkait dengan pembangunan RTH Tunjuk Ajar Integritas

Kota Pekanbaru ([Link]) dan hingga sekarang Tugu Anti Korupsi masih

dikenal sebagai tugu yang menjadi simbol korupsi di ruang terbuka hijau tersebut.

Sehingga banyak pengunjung yang berfoto di RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota

Pekanbaru dengan latar belakang Tugu Anti Korupsi.

(a) Taman Tuan Kadi (b) RTH Tunjuk Ajar


Sumber: Hasil Observasi, 2021

Gambar 5.21 Landmark Ruang Terbuka Hijau

5.5.2 Keterkaitan

Keterkaitan yaitu hal yang terkait dengan norma budaya di tempat

tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, persepsi responden sebanyak 100 orang

125
pengunjung pada masing-masing RTH di Taman Tuan Kadi dan RTH Tunjuk

Ajar Integritas Kota Pekanbaru terhadap indikator keterkaitan. Hasil kondisi

masing-masing RTH adalah baik, dimana pendapat responden terhadap indikator

keterkaitan memiliki angka yang tidak jauh [Link] 5.22 berikut

menjelaskan keterkaitan.

Tabel 5.22 Keterkaitan


RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota
Taman Tuan Kadi
Pekanbaru
KETERKAI Skor
Jumlah Jumlah Skor
TAN Mak Persen Tingkat Perse Tingkat
Skor Skor Maksi
sima tase Kriteria ntase Kriteria
Total Total mal
l
Norma
398 500 79.6% Baik 327 500 65.4% Baik
budaya
Total 398 500 79.2% Baik 327 500 65.4% Baik
Sumber: Hasil Analisis, 2021

Berdasarkan Tabel 5.22 tentang keterkaitan dengan budaya melayu

memiliki keterkaitan yang baik. Hal ini dapat dilihat dari berbagai filosofi melayu

yang mencerminkan atau menggambarkan melayu berdasarkan bentu benda

ataupun hanya berupa relief melayu dan juga berdasarkan makna warna.

Taman Tuan Kadi merupakan salah satu ruang terbuka hijau dengan

berciri khas melayu. Hal ini juga yang dilihat dari pendapat responden yang

mengatakan Taman Tuan Kadi memiliki keterkaitan atau kondisi yang baik

(79.6%) dengan budaya melayu. Ciri khas melayu yang terdapat di Taman Tuan

Kadi dapat dilihat dari Rumah Tuan Kadi, warna-warna yang menjadi dasar dari

melayu juga dipadukan dengan beberapa fasilitas yang ada di Taman Tuan Kadi.

Warna-warna melayu yang menjadi ciri khas melayu seperti merah, kuning dan

hijau. Tidak hanya itu, pemerintah Kota Pekanbaru memang merancang Taman

Tuan Kadi sebagai ruang terbuka hijau dengan konsep melayu dan di kawasan ini

126
juga menjadi pusat pelaksanaan tradisi melayu dalam menyambut bulan suci

ramadhan (petang belimau).

Sedangkan RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru responden

berpendapat bahwa RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru juga memiliki

keterkaitan yang baik (65.4%) dengan budaya melayu. Hal ini juga ditunjukkan

dengan warna-warna melayu yang ada di beberapa benda ataupun tempat di RTH

Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru, seperti warna tempat sampah, gazebo, dan

tempat lainnya. Tidak hanya itu, pemerintah Kota Pekanbaru memang merancang

RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru sebagai ruang terbuka hijau dengan

konsep melayu serta nama dari RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru juga

merupakan nama melayu dan menjadi warisan melayu.

(a) Taman Tuan Kadi (b) RTH Tunjuk Ajar


Sumber: Hasil Observasi, 2021

Gambar 5.22 Budaya Melayu (Warna)

5.5.3 Hubungan Individu

Berdasarkan hasil penelitian, persepsi responden sebanyak 100 orang

pengunjung pada masing-masing RTH di Taman Tuan Kadi dan RTH Tunjuk

Ajar Integritas Kota Pekanbaru terhadap indikator hubungan individu. Hasil

kondisi masing-masing RTH berbeda, yaitu untuk Taman Tuan Kadi memiliki

127
kondisi cukup baik, sedangkan kondisi hubungan individu RTH Tunjuk Ajar

Integritas Kota Pekanbaru yaitu baik. Tabel 5.23 berikut menjelaskan hasil

responden terhadap hubungan individu.

Tabel 5.23 Hubungan Individu


RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota
Taman Tuan Kadi
Pekanbaru
INDIVID
Jumlah Skor Jumla Skor
U Perse Tingkat Perse Tingkat
Skor Maksi h Skor Maksi
ntase Kriteria ntase Kriteria
Total mal Total mal
Penempata Cukup
298 500 59.6% 390 500 78% Baik
n event Baik
Cukup
Total 298 500 59.6% 390 500 78% Baik
Baik
Sumber: Hasil Analisis, 2021

Ruang terbuka hijau tidak hanya untuk bercengkrama dan melakukan

aktivitas, tetapi juga dapat menikmati suatu pertunjukan atau event yang diadakan

oleh pemerintah atau suatu komunitas. Sehingga diperlukannya ruang untuk

melakukan suatu pertunjukan di ruang terbuka hijau.

Berdasarkan Tabel 5.23 Tentang hubungan individu, responden

berpendapat bahwa ruang pertunjukan yang ada dalam kondisi yang cukup baik

dengan persetase 59.6%. Hal ini dapat dilihat dari ruang pertunjukan yang tidak

besar, tempat duduk yang tidak terlalu banyak, panggung yang ditinggikan (hanya

untuk beberapa alat-alat musik atau event untuk pertunjukan). Sehingga untuk

mengadakan pertunjukan yang besar, akan memerlukan tempat yang besar untuk

menampung pengunjung yang ingin melihat suatu event yang ada.

Berbeda dengan RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru, pengunjung

berpendapat bahwa ruang pertunjukan dalam keadaan kondisi yang baik dengan

persentase 78%. Hal ini dapat dilihat dari ruang pertunjukan yang besar dengan

ruang bulat yang menjorok ke dalam yang dikelilingi oleh bangku-bangku yang

128
saling bersambungan dan juga ruang pertunjukan di RTH Tunjuk Ajar Integritas

Kota Pekanbaru dengan struktur permanen. Sehingga dapat menampung cukup

banyak pengunjung yang ingin menikmati pertunjukan musik atau seni.

(a) Taman Tuan Kadi (b) RTH Tunjuk Ajar


Sumber: Hasil Observasi, 2021

Gambar 5.23 Ruang Pertunjukan

5.5.4 Hubungan Kelompok

Berdasarkan hasil penelitian, persepsi responden sebanyak 100 orang

pengunjung pada masing-masing RTH di Taman Tuan Kadi dan RTH Tunjuk

Ajar Integritas Kota Pekanbaru terhadap indikator hubungan kelompok. Hasil

kondisi masing-masing RTH adalah baik, dimana pendapat responden terhadap

indikator hubungan kelompok memiliki angka yang tidak jauh [Link] 5.24

berikut menjelaskan kelompok.

Tabel 5.24 Hubungan Kelompok


RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota
Taman Tuan Kadi
Pekanbaru
KELOMPO
Jumlah Skor Jumlah Skor
K Perse Tingkat Persen Tingkat
Skor Maksi Skor Maks
ntase Kriteria tase Kriteria
Total mal Total imal
Ruang sosial 361 500 72.2% Baik 388 500 77.6% Baik
Cukup
Olahraga 298 500 59.6% 366 500 73.2% Baik
Baik
Total 659 1000 65.9% Baik 754 1000 75.4% Baik
Sumber: Hasil Analisis, 2021

129
Berdasarkan Tabel 5.24 tentang hubungan kelompok masih dalam kondisi

yang baik dengan persentase 65.9%. Hal ini dapat dilihat bahwa pengunjung

Taman Tuan Kadi yang tidak ramai memungkinkan pengunjung dapat berinteraksi

dengan pengunjung lain tanpa ada kendala dari aktivitas lain (kondisi yang

berisik). Fungsi taman tidak hanya untuk bercengkrama satu dengan yang lain,

tetapi juga dapat melakukan aktivitas olahraga meskipun hanya dua aktivitas

seperti refleksi dan jogging, tetapi kondisi dari olahraga tersebut juga cukup baik

(59.6%). Dikarenakan pedestrian dan tempat olahraga digabungkan menjadi satu.

Sehingga ketika melakukan olahraga jogging menjadi terganggu.

Sedangkan RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru dalam kondisi

yang baik dengan persentase 73.2%. Meskipun pengunjung ruang terbuka hijau

merasa sedikit terganggu dengan adanya suara dari motor-motoran anak-anak

yang sedang bermain dan ramainya pengunjung juga membuat kebisingan di

RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru. Sedangkan untuk olahraga dalam

kondisi yang baik, hal ini dapat dilihat dari kondisi alat-alat olahraga yang ada di

RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru dan juga saat melakukan aktivitas

jogging serta refleksi.

(a) Taman Tuan Kadi (b) RTH Tunjuk Ajar


Sumber: Hasil Observasi, 2021

Gambar 5.24 Tempat Olahraga

130
5.5.5 Hubungan Masyarakat

Berdasarkan hasil penelitian, persepsi responden sebanyak 100 orang

pengunjung pada masing-masing RTH di Taman Tuan Kadi dan RTH Tunjuk

Ajar Integritas Kota Pekanbaru terhadap indikator hubungan masyarakat. Hasil

kondisi masing-masing RTH berbeda, yaitu untuk Taman Tuan Kadi memiliki

kondisi sangat baik, sedangkan kondisi hubungan masyarakat RTH Tunjuk Ajar

Integritas Kota Pekanbaru yaitu [Link] 5.25 berikut menjelaskan hasil

responden terhadap hubungan masyarakat

Tabel 5.25 Hubungan Masyarakat


Hubungan Masyarakat RTH
Hubungan Masyarakat Taman
Tunjuk Ajar Integritas Kota
Tuan Kadi
MASYA Pekanbaru
RA Tingka Skor Tingka
Jumlah Skor Jumlah
KAT Persen t Mak Persen t
Skor Maks Skor
tase Kriteri sima tase Kriteri
Total imal Total
a l a
Sangat
Sejarah 411 500 82.2% 381 500 76.2% Baik
Baik
Sangat
Total 411 500 82.2% 381 500 76.2% Baik
Baik
Sumber: Hasil Analisis, 2021

Sejarah menitik beratkan pada pencatatan yang berarti dan penting saja

bagi manusia, catatan itu meliputi tindakan-tindakan dan pengalaman-pengalaman

manusia pada masa lampau dan hal-hal penting sehingga merupakan cerita yang

berarti. Sejarah juga dapat memberikan kesan yang baik jika dikaitkan dengan

suatu hal yang dapat memberikan manfaat dan pelajaran. Begitu juga kaitannya

dengan ruang terbuka hijau yang dapat dijadikan monumen untuk mengingat

tentang kejadiaan yang telah berlalu di masa lampau.

Berdasarkan Tabel 5.25 tentang hubungan masyarakat, Taman Tuan Kadi

menurut responden memiliki keterkaitan dengan sejarah yang sangat baik dengan

persentase 82.2%. Hal ini dapat dilihat dari sejarah yang pernah ada sebelum

131
terdapatnya Taman Tuan Kadi, disitu juga terdapat sebuah bangunan yang

menjadi tonggak dari sebuah sejarah dimasa lalu. Bangunan tersebut ialah

terminal lama boom baru. Disinilah dulu terdapat terminal yang cukup besar yang

menjadi pusat dari keramaian dari Kota Pekanbaru.

Sedangkan RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru memiliki sejarah

yang berbeda. Berdasarkan Tabel 5.25 Tentang keterkaitan sejarah dengan RTH

Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru memiliki keterkaitan yang baik dengan

persentase 76.2%. Dikarenakan sebelum adanya RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota

Pekanbaru, tempat tersebut merupakan tempat awalnya Bendera Merah Putih

pertama kali dikibarkan di Kota Pekanbaru. Sehingga RTH Tunjuk Ajar menjadi

saksi dari sebuah sejarah yang pernah ada.

(a) Taman Tuan Kadi (b) RTH Tunjuk Ajar


Sumber: Hasil Observasi, 2021
Gambar 5.25 Sejarah

Berdasarkan ketiga aspek (kebutuhan, hak, dan makna) di RTH publik

Kecamatan Senapelan memiliki tingkat kualitas baik yaitu dengan persentase

64.5%. Hal ini dilihat pada aspek makna yang memiliki nilai yang lebih tinggi

terhadap keterkaitan dan cerminan budaya melayu serta identitas ruang publik itu

sendiri. Akan tetapi, pada tingkat kualitas aspek hak Taman Tuan Kadi maupun

132
RTH Tunjuk Ajar memiliki tingkat kualitas cukup baik. Hal ini dipengaruhi oleh

banyaknya PKL yang ada di RTH Tunjuk Ajar dan akses menuju Taman Tuan

Kadi.

5.6 Kualitas berdasarkan Aspek Fisik dan Non Fisik

Ruang terbuka hijau publik berkualitas tergantung pada hubungan

keterkaitan aktivitas dengan tatanan fisik. Akan tetapi tidak hanya itu, ruang

terbuka hijau publik berkualitas juga berhubungan dengan unsur fisik dan non

fisik.

5.6.1 Kualitas Berdasarkan Aspek Fisik

Aspek fisik adalah mengkaji skala, kelengkapan sarana, elemen

pendukung, desain dan kondisi fisik. Dari aspek fisik, tantangan pemenuhan RTH

berkaitan dengan ketersediaan dan kestabilan lahan. Pada kenyataannya

ketersedian unsur fisik masih kurang memadai proporsi wilayah yang

dialokasikan untuk RTH. Akan tetapi, pemenuhan RTH terhadap unsur fisik dapat

berdampak jangka panjang terhadap kualitas lingkungan (Assidiq, dkk, 2020).

Berikut tabel 5.26 tentang kualitas RTH dari aspek fisik.

Tabel 5.26 Kualitas RTH dari Aspek Fisik

Hubungan Masyarakat RTH


Hubungan Masyarakat Taman Tuan
Tunjuk Ajar Integritas Kota
Kadi
Pekanbaru
Unsur Fisik Jumla
Skor Jumla Skor
h Persent Tingkat Persent Tingkat
Maksi h Skor Mak
Skor ase Kriteria ase Kriteria
mal Total simal
Total
Iklim 1285 2000 64.3% Baik 1349 2000 67.5% Baik
Tempat Cukup
299 500 59.8% 352 500 70.4% Baik
duduk Baik
Cukup Cukup
Pedestrian 1423 2500 56.9% 1479 2500 59.2%
Baik Baik
Fasilitas Cukup
300 500 60% Baik 294 500 58.8%
pendukung Baik

133
Hubungan Masyarakat RTH
Hubungan Masyarakat Taman Tuan
Tunjuk Ajar Integritas Kota
Kadi
Pekanbaru
Unsur Fisik Jumla
Skor Jumla Skor
h Persent Tingkat Persent Tingkat
Maksi h Skor Mak
Skor ase Kriteria ase Kriteria
mal Total simal
Total
Pencaha Tidak Cukup
200 500 40% 277 500 55.4%
yaan Baik Baik
Tempat Tidak
164 500 32.8% 309 500 61.8% Baik
bermain anak Baik
Cukup Sangat
Akses 272 500 54.4% 435 500 87%
Baik Baik
Sangat Sangat
Landmark 825 1000 82.5% 842 1000 84.2%
Baik Baik
Penempatan Cukup
298 500 59.6% 390 500 78% Baik
event Baik
Ruang Cukup
298 500 59.6% 366 500 73.2% Baik
olahraga Baik
Cukup
Total 5364 9000 59.6% 6093 9000 67.7% Baik
Baik
Sumber: Hasil Analisis, 2021

Berdasarkan tabel 5.26 tentang kualitas ruang terbuka hijau dari aspek

fisik, Taman Tuan Kadi memiliki tingkat kualitas cukup baik dengan persentase

59.6%. Hal ini diakibatkan kondisi fasilitas yang ada di Taman Tuan Kadi belum

memenuhi persyaratan yang baik bagi pengunjung Taman Tuan Kadi. Pada

dasarnya fasilitas yang ada di Taman Tuan Kadi harus dapat memberikan

kenyamanan ataupun kemudahan pengunjung dalam penggunaan fasilitas

tersebut. Akan tetapi dilihat dari kondisi lapangan, beberapa fasilitas mengalami

kerusakan seperti tempat bermain anak yang hanya memiliki kerangka dan patah

pada bagian tertentu, tempat olahraga (refleksi) yang digabungkan dengan

pedestrian, pencahayaan yang gelap disebabkan oleh lampu penerangan jalan

yang sedikit dan juga beberapa bohlam yang sudah rusak, serta ruang pertunjukan

dengan ukuran yang kecil.

Berbeda dengan RTH Tunjuk Ajar yang memiliki tingkat kualitas baik

dengan persentase 67,7%. Meskipun tingkat kualitas RTH Tunjuk Ajar baik,

134
tetapi bebarapa fasilitas memiliki kondisi cukup baik seperti pedestrian, fasilitas

pendukung, dan pencahayaan. Hal ini diakibatkan, kondisi fasilitas tersebut,

belum dapat memenuhi kebutuhan dari pengunjung.

Hal ini membuktikan RTH Tunjuk Ajar memiliki kondisi yang lebih baik

dibandingkan dengan Taman Tuan Kadi. Sehingga RTH Tunjuk Ajar menjadi

tempat yang lebih baik atau nyaman untuk dikunjungi berdasrakan fasilitas yang

tersedia dibandingkan dengan Taman Tuan Kadi.

5.7.2 Kualitas Berdasarkan Aspek Non Fisik

Aspek non fisik adalah mengkaji masing-masing mendemonstrasikan hasil

responsif, demokrasi, dan memberikan arti. Berikut tabel 5.27 tentang kualitas

RTH dari aspek non fisik

Tabel 5.27 Kualitas RTH dari Aspek Non Fisik

Hubungan Masyarakat Taman Tuan Hubungan Masyarakat RTH Tunjuk


Kadi Ajar Integritas Kota Pekanbaru
Unsur Non
Jumlah Skor Jumlah Skor
Fisik Persen Tingkat Persen Tingkat
Skor Maksi Skor Maksi
tase Kriteria tase Kriteria
Total mal Total mal
Bersantai 377 500 75.4% Baik 346 500 69,2% Baik
Kenyamana
390 500 78% Baik 315 500 63,0% Baik
n
Keamanan 343 500 68.6% Baik 330 500 66,0% Baik

Mengamati 397 500 79.4% Baik 300 500 60,0% Baik

Bergerak 396 500 79.2% Baik 345 500 69,0% Baik


Berkomuni
389 500 77.8% Baik 313 500 62,6% Baik
kasi
Event 388 500 77.6% Baik 414 500 82,8% Baik
Visual Cukup Tidak
239 500 47.8% 183 500 36,6%
peghalang Baik Baik
Pengguna Cukup Cukup
224 500 44.6% 332 500 58%
RTH Baik Baik
Budaya 398 500 79.6% Baik 327 500 65.4% Baik

135
Hubungan Masyarakat Taman Tuan Hubungan Masyarakat RTH Tunjuk
Kadi Ajar Integritas Kota Pekanbaru
Unsur Non
Jumlah Skor Jumlah Skor
Fisik Persen Tingkat Persen Tingkat
Skor Maksi Skor Maksi
tase Kriteria tase Kriteria
Total mal Total mal
Ruang Sangat
361 500 72.2% 388 500 77,6% Baik
kelompok Baik
Sejarah 411 500 82.2% Baik 381 500 76,2% Baik

Total 4313 6000 71.9% Baik 3628 6000 60,5% Baik


Sumber: Hasil Analisis, 2021

Berdasarkan tabel 2.27 tentang kualitas rth dari aspek non fisik, Taman

Tuan Kadi memiliki tingkat kualitas baik dengan persentase 71.9%. Hal ini dapat

dilihat pada visual penghalang danpengguna ruang terbuka hijau saja yang

memiliki tingkat kriteria cukup baik. Karena di Taman Tuan Kadi untuk visual

penghalangnya disebabkan oleh sampah yang mengalir di sungai dan juga dari

anak-anak yang sedang mandi di sungai melakukan tindakan yang tidak baik.

Sehingga membuat pengunjung merasa terganggu dengan adanya hal tersebut.

RTH Tunjuk Ajar juga memiliki tingkat kualitas baik dengan persentase

60.5%, akan tetapi sub indikator dengan memiliki nilai yang rendah yaitu tingkat

kualitasnya tidak baik. Sub indikator tersebut adalah visual penghalang, visual

pengahalang tersebut berhubungan dengan pedagang kaki lima yang berjualan di

pinggiran RTH Tunjuk Ajar dan juga di pedestrian bagian dalam rth. Sehingga

dapat mengganggu pengunjung dan membuat pengunjung menjadi tidak nyaman.

Hal ini membuktikan Taman Tuan Kadi memiliki kondisi yang lebih baik

dibandingkan dengan RTH Tunjuk Ajar. Sehingga Taman Tuan Kadi menjadi

tempat yang lebih baik atau nyaman untuk dikunjungi ketika merasa tidak ingin

kebisingan dan disaat santai juga. Karena di RTH Tunjuk Ajar kurang nyaman

ketika bercengkramah atau bersantai.

136
BAB VI

PENUTUP

6.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian terhadap aspek-aspek pembentuk kualitas

ruang terbuka hijau di RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru dan Taman

Tuan Kadi, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

A. Aspek Kebutuhan (Need)

Secara keseluruhan aspek kebutuhan berkualitas, karena secara kondisi

tingkat ruang terbuka hijau bernilai baik (63.8%). Namun jika dilihat secara rinci

pada setiap indikator, diketahui bahwa kualitas tersebut belum optimal. Karena

beberapa indikator hanya mempunyai nilai cukup dan tidak baik.

Taman Tuan Kadi secara keseluruhan memiliki kondisi yang baik dengan

persentase 63.5%. Hal ini dikarenakan pengunjung merasa tenang dan damai.

Dapat dilihat dari pengunjung yang berada di Taman Tuan Kadi tidak banyak,

sehingga pengunjung dapat melakukan aktivitas tanpa gangguan dari pengunjung

lain. Pada dasarnya beberapa fasilitas yang ada di variabel tingkat kenyamanan

dengan kondisi yang tidak baik seperti tempat bermain anak, tempat makan dan

minum, pedestrian yang tidak sesuai dengan standar (lebih kecil), serta lampu

penerangan jalan yang kurang pada malam hari. Sedangkan untuk variabel yang

lain Taman Tuan Kadi dinilai baik. Sehingga Tuan Kadi masih menjadi tempat

rekreasi dan perlunya perbaikan beberapa fasilitas agar dapat menjadi lebih

berkualitas. Sedangkan RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru secara

keseluruhan juga memiliki tingkat kualitas baik (64.2%). Meskipun kondisi yang

137
baik, beberapa fasilitas RTH Tunjuk Ajar Integritas perlu adanya perbaikan agar

pengunjung dapat merasa nyaman saat bersantai di ruang terbuka hijau tersebut.

B. Aspek Hak (Right)

Secara keseluruhan aspek hak kurang berkualitas, karena secara kondisi

tingkat ruang terbuka hijau bernilai cukup baik (54.4%). Jika dilihat secara rinci

pada setiap indikator, diketahui bahwa kualitas tersebut belum optimal. Karena

beberapa indikator hanya mempunyai nilai cukup dan tidak baik. Taman Tuan

Kadi memiliki nilai cukup baik (48.9%), yang mana belum optimalnya tingkat

kualitas karena ada penghalang visual dan kebebasan, yang disebabkan oleh

sampah ataupun anak-anak yang tidak menggunakan pakaian saat berada di

sungai. Sedangkan RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru memiliki nilai

kualitas cukup baik (59.8%), akan tetapi masih belum optimalnya tingkat kualitas.

Karena adanya penghalang visual akibat dari banyaknya pedagang kaki lima

(PKL) dan parkiran motor maupun mobil yang mengeliligi RTH Tunjuk Ajar

Integritas Kota Pekanbaru.

C. Aspek Makna (Meaning)

Secara keseluruhan aspek makna berkualitas, karena secara kondisi tingkat

ruang terbuka hijau bernilai baik (75.4%). Namun jika dilihat secara rinci pada

setiap indikator, diketahui bahwa kualitas tersebut belum optimal. Karena

beberapa indikator hanya mempunyai nilai cukup dan tidak [Link] Tuan

Kadi memiliki nilai baik (74.02%), akan tetapi kurang optimalnya ruang

pertujukan yang berukuran kecil untuk para musisi atau seniman untuk melakukan

138
pertunjukan di atas ruang pertunjukan tersebut. Sedangkan RTH Tunjuk Ajar

Integritas Kota Pekanbaru bernilai baik (76.9%), sudah dinilai optimal dan perlu

meningkatkan seni melayu pada ikon-ikon tertentu di dalam RTH.

6.2 Saran

Dari hasil kesimpulan terhadap analisis yang telah dilakukan dan sesuai

temua di dua ruang terbuka hiijau, peneliti merekomendasikan arahan peningkatan

kualitas ruang publik pada Taman Tuan Kadi dan RTH Tunjuk Ajar Integritas

Kota Pekanbaru sebagai berikut:

 Mengoptimalkan pada semua aspek di Taman Tuan Kadi, baik dari

kondisi fisik (tempat ataupun benda yang menunjang suatu kualitas ruang

terbuka hijau) dan aktivitas maupun fungsi dari ruang terbuka hijau.

 Mengoptimalkan pada aspek kebutuhan dan hak di RTH Tunjuk Ajar

Integritas Pekanbaru, baik juga kondisi fisik yang masih perlu perbaikan

maupun tempat-tempat yang mengganggu pemandangan dan aktivitas

atupun fungsi dari ruang terbuka hijau.

 Memberikan nama pada setiap tanaman yang ada di RTH agar dapat di

pelajari oleh pengunjung sebagai bentuk edukasi terhadap anak-anak yang

ingin belajar

 Pemerintah lebih memperhatikan peraturan tentang alokasi aktivitas di

ruang terbuka hijau, penyediaan fasilitas-fasilitas ruang publik yang

mendukung ruang terbuka hijau, dan melakukan pembinaan terkait

pemanfaatan ruang.

139
6.3 Rekomendasi

Untuk peelitian yang mendalami tentang kualitas ruang publik atau ruang

terbuka hijau, dapat menggunakan indikator yang lebih baik dengan merujuk pada

ukuran yang lebih valid dan detail terkait kualitas, dan juga dapat menjadikan

arahan penataan dan perancangan kawasan serta perbaikan dalam perencanaan

RTH.

140
DAFTAR PUSTAKA

Adiyatmaja, Ira. 2011. Hubungan Ruang Terbuka Hijau dengan Kualitas


Lingkungan Kawasan Permukiman Studi Kasus: Kelurahan Tembalang,
Kec. Tembalang, Kota Semarang. Universitas Diponegoro: Semarang
Aini, Lis Noer, dkk. 2015. Evaluasi Ruang Terbuka Hijau di Kota
[Link]: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Planta
Tropical Journal of Agro Science, 3, 41-51.
Alma, Buchari. 2008 . Metode dan Teknik Menyusun Tesis. Bandung: Alfabeta
Arane Aangtofa. 2019. Pedagang Kaki Lima Dilarang Berjualan di Ruang
Terbuka Hijau Kota Pekanbaru di [Link] (di akses 1
Oktober)
Arsana, I Putu Jati. 2018. Perencanaan Prasarana Perkotaan. Sleman: Budi
Utama
Assidiq, H, Muhammad, A & Siti Nurhliza, B. 2020. Pemenuhan Ruang Terbuka
Hijau: Perlindungan Hak Atas Lingkungan Hidup yang Baik Bagi
Masyarakat Perkotaan. Prosiding Seminar Nasional #4, 143-171
Budiharjo, Eko & Djoko Sujarto. 2005. Kota Berkelanjutan. Badung: PT Alumni
Carr, S, Francis, M, Revlin, L.G, Stone, .M. 2016. Need In Public Space.
Architecture Press #231-240
Dinata,A., Salasiah, S., & Asteriani, F. 2016. Preferensi Tempat Bersantai dan
Rekreasi Bagi Masyarakat Kota Pekanbaru, Indonesia. Prosiding Seminar
Nasional Space #3, 48-60
Frick, H dan Mulyani. 2006. Arsitektur Ekologis. Yogyakarta: Kanisius
Hakim, Rustam. [Link] Perancangan Lansekap. Jakarta: Bumi Aksara
Heston, Yuda Pracastino dan Dimas Hastama, N. 2017. Oase Tengah Kota, Kota
Ekologis dan Penyiapan RTH. Yogyakarta: Gadja Mada University Press
Joga, Nirwono & Iwan Ismaun. 2011. RTH 30% Resolusi (Kota) Hijau. Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama
Joga, Nirwono. 2014. Greenesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Khambali. I. 2017. Model Perencanaan Vegetasi Hutan Kota. Yogyakarta: Andi
Offset

141
Kutai, Elif Kacor & Ezgi Akcam. 2016. Comparative Analysis of The Quality
Perception in Public Space of Durce City. Current Urban Studies. Turkey:
Duzce University, hlm. 257-267
Ludang, Yetrie. 2017. Ragam Hayati Ruang Terbuka Hijau Berbasis
Pengetahuan Ulayat di Kota Palangka Raya. Banten: Bumi Jati
Masyhuri dan Zainuddin. 2011. Motode Penelitian-Pendekatan Praktis dan
Aplikatif. Bandung: Refika Aditama
Mukhlis. 2016. Senapelan, Jejak Sejarah Pekanbaru Tempo Dulu di
[Link] (di akses 21 Desember)
Mukhlison. 2010. Pemilihan Jenis Pohon Untuk Pengembangan Hutan Kota di
Kawasan Perkotaan Yogyakarta. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.
Jurnal Ilmu Kehutanan,7, 37-47
Muslim Budi Prasetyo. 2013. Esensi Ruang Terbuka Hijau di
[Link] (di akses 4 Oktober)
Novianti. 2012. Evaluasi Mengenai Kuantitas dan Kualitas Ruang Terbuka Hijau
di Wilayah DKI [Link]. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta,
Jurnal Menara, 7, 100-126
Pedoman Direktorat Jenderal Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum
Tahun 2007
Permen PU No.5/PRT/M/2008 Tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan
Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan
Permendagri Nomor 1 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau
Kawasan perkotaan
Porajouw, Eva Fransina, dkk.. 2008. Efektifitas Ruang Terbuka Publik di Kota
Tomohon. Manado: Universitas Sam Ratulangi Manado, hlm. 136-146
Praliya, Seema dan Pushplata Garg. 2019. Public Space Quality Evaluation:
Prerequisite for Public Space Management. The Journal of Public Space.
India: Indian Institute of Technology Roorkee, hlm. 194-205
Pratomo, Anggit, dkk. 2017. Kualitas Taman Kota Sebagai Ruang Publik di Kota
Surakarta Berdasarkan Persepsi dan Preferensi Pengguna. Surakarta:
Universitas Sebelas Maret Surakarta. Desa-Kota, 1, 84-95.

142
Prihastoto. 2003. Kajian Kualitas Ruang Publik pada Alun-Alun Kota Purworejo.
Semarang: Universitas Diponegoro
Republik RI. 2007. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan
Ruang. Jakarta:
Sagala, Syaiful. 2010. Konsep dan Makna [Link]: Alfabeta
Sugiyono. 2011, Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung:
Alfabeta
-------------. 2018. Metode Penelitian Bisnis: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif
dan, R&D. Bandung: Alfabeta
Taufik. 2015. Pola Pemanfaatan Ruang Terbuka Publik Temporer (Studi Kasus:
Car Free Day). Pekanbaru: Universitas Islam Riau
Theo Rizky. 2019. Fasilitas Permainan di RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota
Pekanbaru Banyak yang Rusak di [Link]
(di akses 1 Oktober )
Yanti, Fitri. 2016. Kualitas Ruang Terbuka Hijau Publik di Kota Bandar
Lampung Studi Kasus Lapangan Merah dan Pasar Seni, Lapangan
Kalpataru dan Embung Sukarame/Taman Kota. Bandar lampung:
Universitas Lampung
Yusuf, A Muri. 2014. Metode Penelitian Kualitatif, Kuantittif dan Penelitian
Gabungan. Jakarta: Prenada media Group

143
LAMPIRAN 1 Validitas

Validitas Aspek Kebutuhan

Variabel Variabel
Variabel 1 Variabel 2 Variabel 3 Variabel 4 Variabel 5 Variabel 6 Variabel 7 Variabel 8 Variabel 9
10 11
Pearson
1 1.000** .227* .275** -.019 -.004 .000 .063 .106 .215* .032
Correlation
Variabel 1
Sig. (2-tailed) .000 .023 .006 .851 .972 .997 .531 .296 .032 .749
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
1.000** 1 .227* .275** -.019 -.004 .000 .063 .106 .215* .032
Correlation
Variabel 2
Sig. (2-tailed) .000 .023 .006 .851 .972 .997 .531 .296 .032 .749
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.227* .227* 1 .520** -.061 .177 .021 .005 .112 .291** .125
Correlation
Variabel 3
Sig. (2-tailed) .023 .023 .000 .543 .078 .836 .962 .268 .003 .215
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.275** .275** .520** 1 -.005 .071 .072 -.002 -.034 .353** .051
Correlation
Variabel 4
Sig. (2-tailed) .006 .006 .000 .962 .482 .475 .988 .736 .000 .617
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
-.019 -.019 -.061 -.005 1 .133 -.183 .208* .093 .114 .190
Correlation
Variabel 5
Sig. (2-tailed) .851 .851 .543 .962 .188 .069 .038 .359 .258 .058
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
-.004 -.004 .177 .071 .133 1 .146 .005 .055 .195 .021
Correlation
Variabel 6
Sig. (2-tailed) .972 .972 .078 .482 .188 .147 .964 .589 .052 .832
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.000 .000 .021 .072 -.183 .146 1 .071 .042 .189 -.010
Variabel 7 Correlation
Sig. (2-tailed) .997 .997 .836 .475 .069 .147 .485 .675 .060 .919
144
Variabel Variabel
Variabel 1 Variabel 2 Variabel 3 Variabel 4 Variabel 5 Variabel 6 Variabel 7 Variabel 8 Variabel 9
10 11
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson *
.063 .063 .005 -.002 .208 .005 .071 1 .033 .231* .078
Correlation
Variabel 8
Sig. (2-tailed) .531 .531 .962 .988 .038 .964 .485 .742 .021 .443
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.106 .106 .112 -.034 .093 .055 .042 .033 1 -.004 .188
Correlation
Variabel 9
Sig. (2-tailed) .296 .296 .268 .736 .359 .589 .675 .742 .967 .060
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.215* .215* .291** .353** .114 .195 .189 .231* -.004 1 .181
Correlation
Variabel 10
Sig. (2-tailed) .032 .032 .003 .000 .258 .052 .060 .021 .967 .072
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.032 .032 .125 .051 .190 .021 -.010 .078 .188 .181 1
Correlation
Variabel 11
Sig. (2-tailed) .749 .749 .215 .617 .058 .832 .919 .443 .060 .072
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.101 .101 -.026 -.097 .179 -.152 -.110 .050 .064 .018 .240*
Correlation
Variabel 12
Sig. (2-tailed) .320 .320 .800 .335 .076 .131 .276 .621 .527 .860 .016
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.262** .262** .017 .055 -.127 -.003 .161 .025 .175 .127 .159
Correlation
Variabel 13
Sig. (2-tailed) .008 .008 .869 .585 .207 .976 .110 .806 .082 .207 .114
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.107 .107 .265** -.020 -.022 .102 .078 .016 .175 .133 .173
Correlation
Variabel 14
Sig. (2-tailed) .287 .287 .008 .842 .829 .312 .443 .874 .082 .188 .085
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
-.095 -.095 .107 .170 .027 .033 .301** -.118 .131 .159 .061
Correlation
Variabel 15
Sig. (2-tailed) .349 .349 .287 .092 .787 .744 .002 .243 .193 .115 .545
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Variabel 16 Pearson .095 .095 .290** .126 .182 .049 -.157 .084 .084 .043 .300**
145
Variabel Variabel
Variabel 1 Variabel 2 Variabel 3 Variabel 4 Variabel 5 Variabel 6 Variabel 7 Variabel 8 Variabel 9
10 11
Correlation
Sig. (2-tailed) .349 .349 .003 .210 .069 .628 .120 .408 .405 .671 .002
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.084 .084 .155 .084 .104 .163 -.035 -.044 .170 .099 .237*
Correlation
Variabel 17
Sig. (2-tailed) .404 .404 .122 .404 .304 .106 .731 .663 .091 .329 .018
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.255* .255* .179 .230* .076 .006 .078 .102 .089 .121 .063
Correlation
Variabel 18
Sig. (2-tailed) .010 .010 .075 .022 .450 .956 .438 .311 .380 .229 .533
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.026 .026 .157 .201* -.144 -.015 .300** -.045 .066 .068 .021
Correlation
Variabel 19
Sig. (2-tailed) .799 .799 .118 .045 .153 .881 .002 .660 .514 .502 .832
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.047 .047 .063 .044 .011 -.073 -.020 .090 -.013 -.015 .196
Correlation
Variabel 20
Sig. (2-tailed) .643 .643 .532 .666 .910 .471 .846 .375 .901 .883 .051
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.500** .500** .526** .461** .244* .263** .274** .282** .361** .514** .468**
Correlation
Variabel
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .015 .008 .006 .005 .000 .000 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100

Variabel
Variabel 12 Variabel 13 Variabel 14 Variabel 5 Variabel 16 Variabel 17 Variabel 19 Variabel 20 Total
18
Pearson
.101 .262** .107 -.095 .095 .084 .255* .026 .047 .500**
Correlation
Variabel 1
Sig. (2-tailed) .320 .008 .287 .349 .349 .404 .010 .799 .643 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.101 .262** .107 -.095 .095 .084 .255* .026 .047 .500**
Variabel 2 Correlation
Sig. (2-tailed) .320 .008 .287 .349 .349 .404 .010 .799 .643 .000
146
Variabel
Variabel 12 Variabel 13 Variabel 14 Variabel 5 Variabel 16 Variabel 17 Variabel 19 Variabel 20 Total
18
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson ** **
-.026 .017 .265 .107 .290 .155 .179 .157 .063 .526**
Correlation
Variabel 3
Sig. (2-tailed) .800 .869 .008 .287 .003 .122 .075 .118 .532 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
-.097 .055 -.020 .170 .126 .084 .230* .201* .044 .461**
Correlation
Variabel 4
Sig. (2-tailed) .335 .585 .842 .092 .210 .404 .022 .045 .666 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.179 -.127 -.022 .027 .182 .104 .076 -.144 .011 .244*
Correlation
Variabel 5
Sig. (2-tailed) .076 .207 .829 .787 .069 .304 .450 .153 .910 .015
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
-.152 -.003 .102 .033 .049 .163 .006 -.015 -.073 .263**
Correlation
Variabel 6
Sig. (2-tailed) .131 .976 .312 .744 .628 .106 .956 .881 .471 .008
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
-.110 .161 .078 .301** -.157 -.035 .078 .300** -.020 .274**
Correlation
Variabel 7
Sig. (2-tailed) .276 .110 .443 .002 .120 .731 .438 .002 .846 .006
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.050 .025 .016 -.118 .084 -.044 .102 -.045 .090 .282**
Correlation
Variabel 8
Sig. (2-tailed) .621 .806 .874 .243 .408 .663 .311 .660 .375 .005
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.064 .175 .175 .131 .084 .170 .089 .066 -.013 .361**
Correlation
Variabel 9
Sig. (2-tailed) .527 .082 .082 .193 .405 .091 .380 .514 .901 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.018 .127 .133 .159 .043 .099 .121 .068 -.015 .514**
Correlation
Variabel 10
Sig. (2-tailed) .860 .207 .188 .115 .671 .329 .229 .502 .883 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Variabel 11 Pearson .240* .159 .173 .061 .300** .237* .063 .021 .196 .468**
147
Variabel
Variabel 12 Variabel 13 Variabel 14 Variabel 5 Variabel 16 Variabel 17 Variabel 19 Variabel 20 Total
18
Correlation
Sig. (2-tailed) .016 .114 .085 .545 .002 .018 .533 .832 .051 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
1 .172 -.031 .129 .191 .126 .064 -.162 .054 .197*
Correlation
Variabel 12
Sig. (2-tailed) .087 .756 .201 .057 .211 .526 .107 .593 .050
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.172 1 .237* -.052 .049 .074 -.087 .077 -.081 .337**
Correlation
Variabel 13
Sig. (2-tailed) .087 .018 .610 .631 .463 .392 .448 .423 .001
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
-.031 .237* 1 .133 .142 -.001 -.018 -.192 .087 .345**
Correlation
Variabel 14
Sig. (2-tailed) .756 .018 .187 .160 .995 .857 .056 .392 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.129 -.052 .133 1 .005 .085 .063 .193 .034 .298**
Correlation
Variabel 15
Sig. (2-tailed) .201 .610 .187 .959 .399 .530 .054 .736 .003
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
Variabel 16 .191 .049 .142 .005 1 .228* .328** .131 .166 .472**
Correlation
Sig. (2-tailed) .057 .631 .160 .959 .022 .001 .193 .099 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.126 .074 -.001 .085 .228* 1 .037 .055 .024 .372**
Correlation
Variabel 17
Sig. (2-tailed) .211 .463 .995 .399 .022 .717 .589 .814 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.064 -.087 -.018 .063 .328** .037 1 .110 .084 .399**
Correlation
Variabel 18
Sig. (2-tailed) .526 .392 .857 .530 .001 .717 .278 .404 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
-.162 .077 -.192 .193 .131 .055 .110 1 .048 .281**
Variabel 19 Correlation
Sig. (2-tailed) .107 .448 .056 .054 .193 .589 .278 .634 .005
148
Variabel
Variabel 12 Variabel 13 Variabel 14 Variabel 5 Variabel 16 Variabel 17 Variabel 19 Variabel 20 Total
18
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.054 -.081 .087 .034 .166 .024 .084 .048 1 .233*
Correlation
Variabel 20
Sig. (2-tailed) .593 .423 .392 .736 .099 .814 .404 .634 .020
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.197* .337** .345** .298** .472** .372** .399** .281** .233* 1
Correlation
Total
Sig. (2-tailed) .050 .001 .000 .003 .000 .000 .000 .005 .020
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100

Validitas Aspek Hak


X01 X02 X03 Total
X01 Pearson Correlation 1 .228* .167 .637**
Sig. (2-tailed) .023 .097 .000
N 100 100 100 100
X02 Pearson Correlation .228* 1 .667** .828**
Sig. (2-tailed) .023 .000 .000
N 100 100 100 100
X03 Pearson Correlation .167 .667** 1 .798**
Sig. (2-tailed) .097 .000 .000
N 100 100 100 100
Total Pearson Correlation .637** .828** .798** 1
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000
N 100 100 100 100
149
Validitas Aspek Makna

VAR00008 VAR00009 VAR00010 VAR00011 VAR00012 VAR00013 VAR00014 VAR00015


VAR00008 Pearson Correlation 1 .600** .184 .149 .186 .115 .031 .493**
Sig. (2-tailed) .000 .068 .139 .064 .253 .756 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100
VAR00009 Pearson Correlation .600** 1 .112 .029 .110 -.048 .062 .366**
Sig. (2-tailed) .000 .269 .774 .277 .637 .542 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100
VAR00010 Pearson Correlation .184 .112 1 .350** .192 .237* .421** .638**
Sig. (2-tailed) .068 .269 .000 .055 .018 .000 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100
VAR00011 Pearson Correlation .149 .029 .350** 1 .308** .375** .169 .644**
Sig. (2-tailed) .139 .774 .000 .002 .000 .093 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100
VAR00012 Pearson Correlation .186 .110 .192 .308** 1 .452** .186 .651**
Sig. (2-tailed) .064 .277 .055 .002 .000 .064 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100
VAR00013 Pearson Correlation .115 -.048 .237* .375** .452** 1 .238* .641**
Sig. (2-tailed) .253 .637 .018 .000 .000 .017 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100
VAR00014 Pearson Correlation .031 .062 .421** .169 .186 .238* 1 .525**
Sig. (2-tailed) .756 .542 .000 .093 .064 .017 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100
VAR00015 Pearson Correlation .493** .366** .638** .644** .651** .641** .525** 1
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100
150
Lampiran 2 Reliabilitas

Reliabilitas Aspek Kebutuhan

Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Cronbach's Alpha


Item Deleted Item Deleted Total Correlation if Item Deleted
VAR00001 57.9400 27.855 .390 .635
VAR00002 57.9400 27.855 .390 .635
VAR00003 58.5500 27.604 .418 .632
Cronbach's Alpha N of Items
VAR00004 58.4600 28.130 .345 .640
VAR00005 58.4700 29.888 .097 .669 .663 20
VAR00006 59.4700 29.908 .143 .661
VAR00007 58.7500 29.664 .137 .663
VAR00008 59.0300 29.464 .128 .666
VAR00009 57.6000 28.970 .235 .652
VAR00010 58.3700 27.650 .403 .633
VAR00011 58.5200 27.525 .328 .640
VAR00012 59.5300 30.817 .135 .661
VAR00013 57.7700 29.149 .208 .655
VAR00014 57.6500 29.038 .212 .655
VAR00015 58.1300 29.549 .172 .659
VAR00016 57.6000 27.697 .342 .639
VAR00017 57.6200 28.824 .243 .651
VAR00018 57.7000 28.919 .292 .647
VAR00019 57.7200 29.557 .138 .664
VAR00020 59.9700 30.171 .116 .664
151
Reliabilitas Aspek Hak

Scale
Scale Corrected Cronbach's
Mean if
Variance if Item-Total Alpha if Item
Item
Item Deleted Correlation Deleted
Deleted Cronbach's Alpha N of Items
VAR00001 4.6200 1.834 .542 .794 .770 3

VAR00002 4.9500 2.109 .676 .622

VAR00003 5.1100 2.220 .630 .672

Reliabilitas Aspek Makna

Corrected Item- Cronbach's


Scale Mean if Scale Variance
Total Alpha if Item Cronbach's Alpha N of Items
Item Deleted if Item Deleted
Correlation Deleted
VAR00008 21.7500 7.018 .312 .641 .661 7
VAR00009 21.8200 7.563 .205 .663
VAR00010 21.9300 6.126 .437 .604
VAR00011 22.9300 5.965 .424 .608
VAR00012 22.3000 5.909 .429 .607
VAR00013 22.9300 6.086 .436 .604
VAR00014 21.8000 6.788 .328 .637
152
Lampiran 3 Data Responden RTH Tunjuk Ajar
KEBUTUHAN
IDENTITAS RESPONDEN Tem Pe Penca
(RTH Tunjuk Ajar) Iklim pat Fasilitas Pendukung des ha
Duduk trian yaan
Respon Jenis Waktu
Umur Agama Suku Pendidikan V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7 V8 V9 V10 V 11 V 12
den Kelamin Kunjungan
26-44
1 Perempuan Islam Jawa SMP Pagi 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4
Tahun
26-44
2 Perempuan Islam Minang SMA Pagi 5 5 4 5 5 3 2 3 5 3 5 4
Tahun
12-25
3 Perempuan Islam Minang SMA Pagi 3 4 3 3 4 4 3 5 5 5 4 4
Tahun
12-25
4 Laki-laki Kristen Batak S1 Siang 4 4 3 4 5 3 1 2 3 4 4 5
Tahun
12-25
5 Perempuan Kristen Batak SMA Siang 2 5 3 4 5 5 4 4 4 4 3 2
Tahun
12-25
6 Perempuan Islam Minang SMP Malam 4 4 4 4 4 4 4 3 4 2 2 2
Tahun
12-25
7 Perempuan Islam Minang SMP Malam 4 3 2 4 4 4 4 3 4 2 3 4
Tahun
26-44
8 Laki-laki Islam Minang S1 Siang 2 4 4 3 5 3 2 2 5 3 3 2
Tahun
12-25
9 Perempuan Islam Batak SMP Siang 2 4 4 4 4 4 2 4 5 4 2 3
Tahun
12-25
10 Perempuan Islam Batak SMP Siang 3 5 4 5 4 5 4 4 4 4 2 2
Tahun
26-44
11 Perempuan Islam Minang SMA Siang 4 4 3 4 5 5 4 2 4 4 4 2
Tahun
26-44
12 Laki-laki Islam Minang SMA Siang 4 4 2 3 4 4 3 3 2 3 4 3
Tahun
12-25 Kongkh
13 Laki-laki Dll SMP Malam 5 3 4 2 3 3 4 2 3 2 2 2
Tahun ucu
12-25
14 Perempuan Islam Minang SMP Malam 5 3 4 4 4 2 2 4 2 3 1 3
Tahun
153
KEBUTUHAN
IDENTITAS RESPONDEN Tem Pe Penca
(RTH Tunjuk Ajar) Iklim pat Fasilitas Pendukung des ha
Duduk trian yaan
Respon Jenis Waktu
Umur Agama Suku Pendidikan V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7 V8 V9 V10 V 11 V 12
den Kelamin Kunjungan
26-44
15 Laki-laki Islam Jawa S2 Pagi 2 4 4 2 4 2 4 4 4 3 1 2
Tahun
12-25
16 Perempuan Islam Minang SMP Pagi 2 4 4 4 4 3 1 4 5 4 3 4
Tahun
26-44
17 Perempuan Islam Minang SMA Siang 2 3 3 4 4 3 2 3 4 4 4 3
Tahun
12-25
18 Perempuan Islam Minang S1 Siang 2 3 3 3 3 3 2 2 4 3 1 2
Tahun
12-25
19 Laki-laki Kristen Batak SMA Malam 4 4 3 3 3 3 1 3 4 3 4 3
Tahun
12-25
20 Laki-laki Islam Minang SMA Siang 4 4 2 3 3 3 1 3 3 3 3 3
Tahun
>45
21 Laki-laki Islam Jawa S1 Siang 4 5 2 2 4 2 2 2 3 3 3 2
Tahun
12-25
22 Perempuan Islam Jawa SMA Malam 4 5 3 3 4 2 2 2 3 2 3 2
Tahun
26-44
23 Perempuan Islam Jawa SMA Malam 3 4 3 4 4 3 3 3 4 2 2 3
Tahun
12-25
24 Perempuan Islam Minang SMA Siang 3 4 2 4 2 3 3 3 5 3 3 3
Tahun
12-25
25 Perempuan Islam Minang SMA Siang 3 5 2 3 2 2 2 3 4 3 4 3
Tahun
12-25
26 Perempuan Islam Melayu SMA Malam 3 5 2 4 3 3 2 3 4 4 3 3
Tahun
12-25
27 Laki-laki Islam Melayu SMA Malam 2 5 2 4 3 2 2 4 4 4 3 2
Tahun
12-25
28 Perempuan Islam Melayu SMA Malam 3 4 3 4 3 2 3 4 4 4 3 3
Tahun
26-44
29 Laki-laki Islam Melayu SMA Siang 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 4 4
Tahun
154
KEBUTUHAN
IDENTITAS RESPONDEN Tem Pe Penca
(RTH Tunjuk Ajar) Iklim pat Fasilitas Pendukung des ha
Duduk trian yaan
Respon Jenis Waktu
Umur Agama Suku Pendidikan V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7 V8 V9 V10 V 11 V 12
den Kelamin Kunjungan
26-44
30 Laki-laki Islam Minang SMA Siang 2 3 4 3 2 3 3 2 3 3 3 4
Tahun
26-44
31 Perempuan Kristen Batak SMA Siang 2 3 4 3 2 4 3 2 4 3 4 2
Tahun
26-44
32 Perempuan Kristen Batak SMA Siang 4 5 2 3 1 4 2 2 4 3 4 2
Tahun
12-25
33 Perempuan Islam Melayu S1 Siang 3 5 2 2 1 4 2 2 3 3 4 3
Tahun
12-25
34 Perempuan Islam Melayu S1 Siang 4 4 3 2 2 4 2 3 3 3 2 3
Tahun
12-25
35 Laki-laki Islam Minang SMP Siang 4 4 3 3 2 4 2 3 3 3 2 4
Tahun
12-25
36 Perempuan Kristen Minang SMP Pagi 3 3 4 4 3 3 2 3 4 4 3 3
Tahun
26-44
37 Perempuan Kristen Minang SMP Pagi 3 3 4 4 3 3 2 4 4 4 3 3
Tahun
12-25
38 Laki-laki Islam Minang SMP Siang 2 3 3 3 2 3 4 3 4 4 4 4
Tahun
12-25
39 Perempuan Islam Melayu SMA Siang 3 4 2 3 2 2 4 4 3 3 3 2
Tahun
12-25
40 Laki-laki Islam Minang SMA Siang 4 4 2 4 3 3 2 3 3 3 3 2
Tahun
12-25
41 Perempuan Islam Minang SMA Siang 4 5 2 3 3 3 2 3 4 2 2 3
Tahun
26-44
42 Perempuan Islam Melayu SMA Siang 3 5 3 4 3 3 3 4 4 2 3 3
Tahun
26-44
43 Perempuan Islam Melayu S1 Siang 2 4 4 4 4 4 3 4 4 2 3 2
Tahun
26-44
44 Laki-laki Islam Minang SMA Siang 2 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4
Tahun
155
KEBUTUHAN
IDENTITAS RESPONDEN Tem Pe Penca
(RTH Tunjuk Ajar) Iklim pat Fasilitas Pendukung des ha
Duduk trian yaan
Respon Jenis Waktu
Umur Agama Suku Pendidikan V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7 V8 V9 V10 V 11 V 12
den Kelamin Kunjungan
26-44
45 Laki-laki Kristen Melayu SMA Siang 3 3 3 2 4 4 2 2 3 2 2 4
Tahun
12-25
46 Laki-laki Islam Minang SMA Malam 3 4 2 2 3 4 2 2 3 2 2 3
Tahun
12-25
47 Laki-laki Islam Minang SMA Malam 3 4 2 2 3 4 2 3 4 3 4 3
Tahun
12-25
48 Perempuan Islam Jawa SMA Malam 4 5 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3
Tahun
12-25
49 Perempuan Islam Jawa SMA Malam 3 3 3 4 3 2 3 2 2 2 2 4
Tahun
12-25
50 Perempuan Kristen Minang SMA Siang 3 3 3 3 3 2 3 2 2 2 2 4
Tahun
12-25
51 Laki-laki Islam Minang SMA Siang 3 4 2 3 4 4 2 4 2 4 3 4
Tahun
12-25 Kongkh
52 Perempuan Dll SMA Siang 3 4 2 3 4 4 2 4 2 4 4 4
Tahun ucu
26-44
53 Laki-laki Islam Melayu SMA Siang 4 4 4 4 5 3 2 3 2 4 2 3
Tahun
26-44
54 Laki-laki Islam Melayu SMA Malam 3 4 4 4 5 4 3 3 1 3 4 3
Tahun
12-25
55 Laki-laki Islam Minang SMA Malam 5 4 3 4 5 4 3 2 1 3 4 2
Tahun
12-25
56 Laki-laki Kristen Batak SMA Siang 5 5 3 5 4 3 3 2 3 2 4 2
Tahun
12-25
57 Perempuan Islam Minang SMA Pagi 5 5 2 5 4 2 3 4 3 2 3 4
Tahun
12-25
58 Perempuan Islam Minang SMA Pagi 5 3 2 3 4 2 4 4 2 3 3 4
Tahun
26-44
59 Perempuan Islam Minang SMA Siang 2 3 3 3 4 4 4 3 2 3 3 2
Tahun
156
KEBUTUHAN
IDENTITAS RESPONDEN Tem Pe Penca
(RTH Tunjuk Ajar) Iklim pat Fasilitas Pendukung des ha
Duduk trian yaan
Respon Jenis Waktu
Umur Agama Suku Pendidikan V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7 V8 V9 V10 V 11 V 12
den Kelamin Kunjungan
26-44
60 Perempuan Islam Jawa SMA Siang 2 3 3 4 3 3 4 3 1 3 2 3
Tahun
12-25
61 Laki-laki Islam Melayu SMA Siang 3 2 2 4 3 3 4 4 1 4 2 4
Tahun
12-25
62 Perempuan Islam Minang SMA Siang 2 2 3 4 3 4 3 4 2 4 2 4
Tahun
12-25
63 Perempuan Islam Jawa SMA Siang 2 2 3 5 4 4 3 2 2 4 1 3
Tahun
12-25
64 Laki-laki Islam Minang SMA Siang 3 3 2 3 4 2 3 2 3 4 3 3
Tahun
12-25
65 Laki-laki Islam Minang SMA Siang 4 4 2 3 4 2 2 2 3 3 3 2
Tahun
12-25
66 Perempuan Islam Batak SMP Malam 4 4 1 4 4 2 2 3 4 2 3 3
Tahun
12-25
67 Perempuan Islam Batak SMP Malam 4 4 1 4 4 3 2 3 4 2 2 2
Tahun
26-44
68 Perempuan Islam Melayu SMA Siang 4 5 2 4 2 3 3 2 2 2 2 2
Tahun
26-44
69 Perempuan Kristen Jawa SMA Siang 5 5 2 3 2 2 3 2 2 4 2 2
Tahun
12-25
70 Laki-laki Islam Minang SMA Siang 4 4 3 3 2 2 4 1 3 4 3 1
Tahun
12-25
71 Perempuan Islam Minang SMA Siang 3 4 3 2 3 3 4 1 3 2 3 1
Tahun
12-25
72 Perempuan Islam Minang SMA Malam 3 3 4 2 3 3 3 2 3 3 4 1
Tahun
12-25
73 Laki-laki Islam Melayu SMA Malam 4 4 4 3 4 4 3 2 2 3 3 1
Tahun
>45
74 Laki-laki Islam Melayu S1 Siang 4 4 3 3 4 4 4 1 2 2 4 1
Tahun
157
KEBUTUHAN
IDENTITAS RESPONDEN Tem Pe Penca
(RTH Tunjuk Ajar) Iklim pat Fasilitas Pendukung des ha
Duduk trian yaan
Respon Jenis Waktu
Umur Agama Suku Pendidikan V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7 V8 V9 V10 V 11 V 12
den Kelamin Kunjungan
26-44
75 Perempuan Islam Melayu S1 Malam 3 3 3 4 4 3 4 1 3 2 3 1
Tahun
12-25
76 Perempuan Islam Minang SMP Malam 4 4 2 4 4 4 3 4 3 4 4 4
Tahun
12-25 Kongkh
77 Perempuan Dll SMP Siang 4 3 2 4 4 3 1 4 3 3 4 4
Tahun ucu
12-25
78 Perempuan Islam Minang SMP Pagi 4 4 3 3 4 2 2 3 3 3 4 3
Tahun
12-25
79 Perempuan Islam Minang SMA Pagi 3 5 3 4 3 3 1 3 4 2 3 3
Tahun
>45
80 Laki-laki Islam Minang SMA Siang 2 2 4 4 3 3 1 3 4 2 1 2
Tahun
12-25
81 Perempuan Islam Jawa SMP Siang 3 3 3 3 3 3 1 2 4 2 3 2
Tahun
12-25
82 Laki-laki Islam Jawa SMP Siang 3 2 3 3 2 3 2 2 4 2 4 2
Tahun
12-25
83 Perempuan Islam Minang SMA Siang 4 4 3 2 2 4 3 2 3 3 2 2
Tahun
26-44
84 Perempuan Islam Minang SMA Malam 5 4 4 4 4 4 3 2 3 2 4 2
Tahun
12-25
85 Perempuan Islam Minang SMP Malam 3 3 4 5 4 4 3 2 2 4 4 3
Tahun
12-25
86 Perempuan Islam Minang SMP Malam 4 3 4 5 5 4 4 3 2 4 3 3
Tahun
26-44
87 Laki-laki Kristen Batak SMP Siang 4 4 3 5 5 2 4 3 2 2 5 4
Tahun
26-44
88 Laki-laki Kristen Batak SMP Siang 5 4 3 4 5 2 4 3 4 2 2 3
Tahun
12-25
89 Perempuan Islam Melayu SMA Siang 5 4 2 4 4 2 3 2 4 2 1 3
Tahun
158
KEBUTUHAN
IDENTITAS RESPONDEN Tem Pe Penca
(RTH Tunjuk Ajar) Iklim pat Fasilitas Pendukung des ha
Duduk trian yaan
Respon Jenis Waktu
Umur Agama Suku Pendidikan V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7 V8 V9 V10 V 11 V 12
den Kelamin Kunjungan
26-44
90 Perempuan Islam Melayu S1 Siang 4 3 2 3 4 4 3 2 3 3 2 2
Tahun
12-25
91 Perempuan Islam Minang SMP Siang 4 3 2 4 5 2 3 4 3 3 3 2
Tahun
12-25
92 Laki-laki Kristen Minang SMP Malam 4 3 3 4 5 2 2 4 3 4 3 4
Tahun
12-25
93 Laki-laki Islam Melayu SMA Siang 2 2 3 3 5 2 2 4 4 4 4 1
Tahun
12-25
94 Perempuan Islam Melayu SMA Malam 4 2 4 3 4 4 1 2 4 4 2 1
Tahun
12-25
95 Perempuan Islam Melayu SMA Malam 2 2 4 4 4 4 1 2 3 3 3 2
Tahun
12-25 Kongkh
96 Perempuan Dll SMP Siang 3 3 3 5 4 3 2 3 3 2 3 3
Tahun ucu
>45
97 Laki-laki Islam Minang SMP Siang 3 3 2 5 4 3 2 3 4 2 2 3
Tahun
12-25
98 Laki-laki Islam Melayu SMA Siang 4 3 2 4 3 2 2 4 2 2 2 2
Tahun
12-25
99 Perempuan Islam Melayu SMA Pagi 3 2 2 4 3 2 2 4 2 1 3 4
Tahun
12-25
100 Perempuan Kristen Batak SMA Pagi 3 2 2 5 3 2 4 4 2 1 3 2
Tahun
TOTAL 337 368 289 355 352 311 265 289 319 295 294 277

PERSENTASE 67.4 73.6 57.8 71 70.4 62.2 53 57.8 63.8 59 58.8 55.4

INDEKS INDIKATOR B B CB B B B CB CB B CB CB CB
159
KEBUTUHAN

Keterlib
Responden Kebeb Mudah Keterkai Hubungan Hubungan Hubungan
Santai atan Keterlibatan Aktif Akses
asan Dikenali tan Individu Kelompok Masyarakat
Pasif
V1
V13 V15 V16 V 17 V18 V19 V20 V1 V2 V3 V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7
4
1 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 2 5 3 3
2 4 5 2 4 3 4 4 4 4 3 2 5 5 5 4 5 4 4
3 4 4 4 5 5 4 5 5 5 2 4 4 4 5 3 5 5 5
4 5 5 3 4 4 4 4 4 5 3 3 5 4 4 4 5 5 5
5 4 4 4 2 4 2 5 2 4 2 3 4 5 4 3 4 4 3
6 4 4 4 4 4 2 4 4 5 2 2 3 5 2 4 3 3 2
7 5 2 4 3 4 2 4 4 5 3 2 3 4 4 5 3 4 2
8 3 4 4 2 5 4 3 4 3 3 4 3 4 3 5 4 4 3
9 4 4 3 2 5 2 4 3 4 1 2 2 5 2 4 4 4 2
10 4 2 3 4 5 2 5 2 5 1 4 3 3 2 2 3 3 3
11 5 3 4 3 4 4 3 4 5 2 2 3 4 3 3 2 4 3
12 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 3 3 2 4 2
13 2 2 4 2 4 2 4 4 4 2 3 2 3 4 4 3 5 2
14 3 2 4 2 5 2 4 5 3 2 4 3 5 4 4 2 5 3
15 4 4 3 2 4 2 4 4 4 2 3 2 5 3 5 2 4 3
16 3 3 4 3 4 4 5 3 5 2 4 5 5 4 4 5 5 4
17 3 3 4 3 4 4 5 3 5 1 3 5 5 4 4 5 5 4
18 2 2 3 2 3 4 4 2 5 1 4 5 5 4 4 5 5 4
19 2 2 4 3 3 4 4 3 5 1 4 5 5 3 5 4 4 5
20 3 3 4 4 3 4 4 3 5 2 3 4 4 3 5 4 4 5
160
KEBUTUHAN

Keterlib
Responden Kebeb Mudah Keterkai Hubungan Hubungan Hubungan
Santai atan Keterlibatan Aktif Akses
asan Dikenali tan Individu Kelompok Masyarakat
Pasif
V1
V13 V15 V16 V 17 V18 V19 V20 V1 V2 V3 V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7
4
21 3 3 3 2 3 4 5 3 4 1 1 4 4 3 5 4 4 4
22 4 4 4 3 4 3 5 4 4 2 3 4 4 4 4 4 4 4
23 4 4 4 4 4 3 4 2 4 2 2 5 4 4 4 5 3 4
24 5 4 4 3 4 4 4 3 5 2 2 5 4 3 3 3 3 3
25 5 4 4 4 4 4 4 4 4 2 2 4 4 3 3 4 4 3
26 3 3 3 3 4 3 5 5 5 2 3 5 5 4 5 4 4 4
27 4 4 4 2 4 3 5 5 5 2 4 5 5 4 5 4 4 5
28 3 4 4 2 4 4 5 4 5 2 4 5 5 4 5 4 4 5
29 3 3 3 4 3 4 4 4 5 3 3 5 5 4 5 4 4 5
30 4 2 3 4 3 3 4 3 3 3 3 5 4 3 4 3 3 4
31 2 2 2 3 4 4 4 3 4 3 4 5 4 3 4 3 3 4
32 2 2 2 3 4 3 4 2 4 1 4 4 4 3 4 3 3 4
33 4 3 3 2 2 2 5 2 4 1 3 4 4 3 4 4 4 4
34 4 3 2 2 2 2 5 2 4 1 3 4 5 3 4 4 4 5
35 4 3 2 3 3 2 5 4 4 1 3 4 5 2 3 4 4 5
36 3 3 3 2 2 2 4 3 5 1 2 4 5 2 3 3 5 4
37 3 3 3 3 4 4 4 3 5 2 4 4 5 2 3 3 5 4
38 3 3 3 4 4 4 4 2 5 2 3 4 5 2 3 5 5 4
39 4 4 4 2 4 4 3 2 5 2 3 4 5 3 4 5 5 4
40 2 2 2 2 3 3 3 2 4 2 3 4 3 3 4 5 4 5
161
KEBUTUHAN

Keterlib
Responden Kebeb Mudah Keterkai Hubungan Hubungan Hubungan
Santai atan Keterlibatan Aktif Akses
asan Dikenali tan Individu Kelompok Masyarakat
Pasif
V1
V13 V15 V16 V 17 V18 V19 V20 V1 V2 V3 V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7
4
41 3 3 2 3 3 3 4 4 4 2 3 3 3 4 4 5 4 5
42 3 3 3 2 3 2 3 3 5 2 2 3 4 4 3 4 4 4
43 3 3 3 4 2 2 3 3 5 2 2 3 4 4 3 4 4 4
44 4 4 4 4 2 2 5 2 5 1 2 4 4 4 3 4 4 3
45 4 3 4 2 3 3 5 2 3 1 2 4 4 4 4 4 3 3
46 3 3 3 3 4 3 5 2 3 1 4 3 5 3 4 4 4 3
47 3 2 3 3 4 3 4 3 3 1 4 5 5 3 4 3 3 4
48 3 2 3 2 3 2 4 4 4 1 4 5 5 3 5 3 3 4
49 3 2 2 3 4 3 4 3 4 2 4 3 5 3 5 5 4 3
50 3 2 2 3 4 3 3 2 4 2 4 3 5 3 5 5 4 3
51 4 3 3 4 4 3 5 4 4 2 4 5 5 3 5 5 2 4
52 4 3 3 3 4 3 5 4 4 2 4 5 5 3 5 5 2 4
53 3 2 4 4 3 4 5 3 4 2 4 5 5 3 5 5 2 4
54 3 2 4 2 3 4 4 3 4 2 2 4 5 3 5 4 3 4
55 4 4 3 3 3 4 4 2 4 1 2 4 5 4 4 4 3 5
56 5 4 3 2 2 4 4 2 4 2 1 4 5 4 4 4 2 5
57 5 4 4 2 2 5 3 2 4 2 1 3 5 4 4 4 2 5
58 3 2 2 5 3 4 3 3 4 2 1 3 5 4 4 5 2 4
59 3 3 3 2 3 4 3 3 4 1 3 3 4 3 4 5 4 4
60 4 3 3 5 4 3 4 2 5 1 1 3 4 3 4 5 4 4
162
KEBUTUHAN

Keterlib
Responden Kebeb Mudah Keterkai Hubungan Hubungan Hubungan
Santai atan Keterlibatan Aktif Akses
asan Dikenali tan Individu Kelompok Masyarakat
Pasif
V1
V13 V15 V16 V 17 V18 V19 V20 V1 V2 V3 V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7
4
61 4 3 4 4 4 3 3 4 5 1 4 3 5 3 4 5 4 4
62 4 3 4 3 4 3 4 4 5 1 1 3 5 3 5 4 4 3
63 2 2 4 3 5 2 4 4 5 1 4 3 3 4 5 4 4 3
64 2 2 3 3 5 2 5 2 5 2 4 4 3 4 5 4 2 3
65 4 4 3 3 3 2 5 2 5 2 3 4 4 5 4 3 2 3
66 3 3 4 2 3 3 4 2 5 2 3 3 4 4 4 3 3 3
67 3 3 3 2 4 2 4 4 3 3 3 3 4 4 4 3 3 4
68 2 2 4 4 3 2 5 2 3 2 5 4 5 5 5 3 3 4
69 3 3 4 2 4 3 5 2 5 3 3 3 5 5 5 4 3 3
70 3 3 2 3 2 2 4 3 3 2 2 4 5 5 5 4 3 3
71 4 4 2 2 4 3 3 3 3 2 3 4 4 4 4 4 3 3
72 4 4 4 2 4 3 3 4 4 2 4 4 4 4 3 5 3 3
73 3 3 4 4 5 4 3 3 4 1 1 5 4 4 3 5 2 4
74 4 4 4 3 3 3 4 2 5 1 4 5 5 4 3 3 3 4
75 4 4 3 3 2 2 5 2 5 2 4 5 4 4 3 3 3 4
76 4 4 4 4 4 4 5 4 5 2 3 5 5 2 4 3 4 3
77 4 4 4 4 3 4 5 4 3 2 2 5 5 2 4 3 4 3
78 5 4 4 5 3 3 4 3 5 1 3 5 5 2 3 3 4 3
79 3 3 3 3 4 3 4 3 3 1 2 5 5 3 3 4 3 4
80 3 3 3 2 2 2 3 2 4 2 2 5 4 3 3 4 3 4
163
KEBUTUHAN

Keterlib
Responden Kebeb Mudah Keterkai Hubungan Hubungan Hubungan
Santai atan Keterlibatan Aktif Akses
asan Dikenali tan Individu Kelompok Masyarakat
Pasif
V1
V13 V15 V16 V 17 V18 V19 V20 V1 V2 V3 V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7
4
81 3 3 3 3 2 2 3 2 4 2 2 4 4 2 4 4 4 4
82 4 4 4 3 4 3 4 2 4 1 2 4 4 2 4 4 5 5
83 3 3 3 2 3 3 4 3 4 1 1 4 3 3 4 3 4 5
84 5 4 3 2 3 4 4 4 4 3 4 4 3 3 5 3 4 5
85 4 4 3 3 4 5 5 3 4 3 4 4 4 2 3 4 4 5
86 4 3 4 3 3 4 5 3 3 3 3 4 5 2 3 4 4 4
87 3 2 4 2 2 4 4 5 5 2 5 5 5 2 4 4 5 4
88 3 2 2 2 2 5 4 4 5 2 1 5 5 2 4 5 5 4
89 4 3 3 3 3 3 3 2 3 2 1 3 5 4 3 5 4 3
90 3 3 3 3 4 2 4 2 4 2 4 3 4 4 3 3 4 3
91 3 4 4 4 4 2 5 3 4 2 2 3 4 2 4 3 3 3
92 4 3 3 4 4 2 5 3 4 2 3 3 4 2 4 3 3 4
93 3 4 4 5 3 3 4 4 4 1 1 4 4 3 3 4 4 4
94 3 3 3 4 3 4 4 4 4 1 2 4 5 3 3 4 3 3
95 4 2 2 5 3 3 5 4 5 1 3 5 5 4 4 4 4 3
96 4 3 3 3 2 2 5 3 5 1 4 5 5 2 4 3 3 5
97 4 4 3 2 2 5 4 3 4 2 4 4 5 2 3 3 3 5
98 3 4 4 2 3 4 4 2 4 2 2 4 4 3 3 3 3 5
99 2 3 4 2 4 4 5 2 3 2 3 4 4 3 3 4 4 5
100 2 3 3 3 3 2 4 4 5 3 4 4 5 3 3 4 4 4
164
KEBUTUHAN

Keterlib
Responden Kebeb Mudah Keterkai Hubungan Hubungan Hubungan
Santai atan Keterlibatan Aktif Akses
asan Dikenali tan Individu Kelompok Masyarakat
Pasif
V1
V13 V15 V16 V 17 V18 V19 V20 V1 V2 V3 V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7
4
31
Total 346 330 300 345 313 414 309 425 183 290 399 443 327 390 388 366 381
5
Persentase 69.2 63 66 60 69 62.6 82.8 61.8 85 36.6 58 79.8 88.6 65.4 78 77.6 73.2 76.2
Indeks
B B B CB B B SB B SB TB CB B SB B B B B B
Indikator
165
Lampiran 4 Data Responden Taman Tuan Kadi
KEBUTUHAN
IDENTITAS RESPONDEN Tem Pe Pen
(Taman Tuan Kadi) Iklim pat Fasilitas Pendukung des caha
Duduk trian yaan
Respon Jenis Waktu
Umur Agama Suku Pendidikan V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7 V8 V9 V10 V11 V12
den Kelamin Kunjungan
26-44 5 5 3 3 3 3 2 3 4 4 2 2
1
Laki-laki Tahun Islam Minang SMA Pagi
12-25 3 3 2 2 2 1 2 3 4 3 3 1
2
Perempuan Tahun Islam Minang SMA Pagi
12-25 5 5 3 4 3 3 2 2 5 4 3 1
3
Perempuan Tahun Islam Melayu SMP Siang
12-25 3 3 1 1 4 1 1 2 4 1 2 3
4
Perempuan Tahun Islam Melayu SMP Siang
12-25 3 3 1 1 2 1 1 3 3 1 3 2
5
Laki-laki Tahun Islam Jawa SMP Siang
26-44 2 2 2 3 3 2 2 2 2 3 2 2
6
Laki-laki Tahun Islam Minang SMP Siang
12-25 3 3 1 1 3 1 2 3 3 1 2 1
7
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Siang
12-25 2 2 2 2 2 2 4 1 4 2 2 1
8
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Siang
12-25 2 2 3 3 4 2 2 2 4 2 3 1
9
Perempuan Tahun Islam Melayu SMA Siang
12-25 4 4 2 2 2 2 3 1 3 3 2 2
10
Perempuan Tahun Islam Melayu SMP Malam
12-25 3 3 4 4 2 3 4 2 2 4 2 1
11
Laki-laki Tahun Islam Melayu SMP Malam
12-25 2 2 4 3 4 1 1 3 2 4 2 2
12
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Siang
12-25 Konghu 2 2 2 4 2 2 2 3 2 2 1 1
13
Laki-laki Tahun chu Dll S1 Siang
26-44 4 4 2 3 2 2 2 1 3 2 2 2
14
Perempuan Tahun Islam Melayu SMA Siang
166
KEBUTUHAN
IDENTITAS RESPONDEN Tem Pe Pen
(Taman Tuan Kadi) Iklim pat Fasilitas Pendukung des caha
Duduk trian yaan
Respon Jenis Waktu
Umur Agama Suku Pendidikan V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7 V8 V9 V10 V11 V12
den Kelamin Kunjungan
12-25 4 4 3 2 2 1 2 3 3 3 1 2
15
Perempuan Tahun Islam Melayu SMP Siang
12-25 3 3 2 3 4 2 3 1 4 3 3 2
16
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Siang
12-25 4 4 3 4 3 2 2 3 4 4 3 2
17
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Pagi
12-25 4 4 3 3 3 1 2 2 4 3 2 2
18
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Pagi
12-25 3 3 3 3 2 2 2 2 4 3 2 2
19
Laki-laki Tahun Islam Jawa SMA Malam
26-44 4 4 3 3 4 1 4 4 4 4 3 2
20
Perempuan Tahun Islam Minang SMA Malam
26-44 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 2 2
21
Perempuan Tahun Islam Melayu SMA Siang
12-25 3 3 2 2 4 1 3 4 4 4 3 2
22
Perempuan Tahun Islam Melayu SMA Siang
12-25 3 3 2 2 3 2 2 2 3 3 3 2
23
Laki-laki Tahun Islam Minang SMP Siang
26-44 3 3 2 2 3 1 2 1 3 3 4 2
24
Perempuan Tahun Islam Jawa SMA Siang
12-25 5 5 3 3 4 2 3 4 4 3 3 2
25
Perempuan Tahun Islam Jawa SMA Siang
12-25 3 3 3 3 5 3 3 4 4 3 4 2
26
Perempuan Tahun Islam Minang SMA Siang
12-25 3 3 3 3 3 2 3 2 4 3 3 2
27
Perempuan Tahun Islam Minang SMA Siang
26-44 4 4 3 3 3 2 2 1 4 3 2 2
28
Perempuan Tahun Islam Melayu S1 Pagi
12-25 4 4 3 3 4 2 1 2 4 3 2 2
29
Laki-laki Tahun Islam Melayu SMP Pagi
167
KEBUTUHAN
IDENTITAS RESPONDEN Tem Pe Pen
(Taman Tuan Kadi) Iklim pat Fasilitas Pendukung des caha
Duduk trian yaan
Respon Jenis Waktu
Umur Agama Suku Pendidikan V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7 V8 V9 V10 V11 V12
den Kelamin Kunjungan
12-25 4 4 4 3 3 3 3 3 5 3 4 2
30
Laki-laki Tahun Islam Melayu SMP Pagi
26-44 3 3 4 3 2 2 3 1 5 3 3 2
31
Perempuan Tahun Islam Minang SMA Siang
12-25 4 4 4 3 4 2 2 2 5 3 2 2
32
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Siang
12-25 5 5 4 4 2 1 2 2 5 3 3 2
33
Perempuan Tahun Islam Jawa SMA Siang
12-25 5 5 2 4 3 2 2 2 3 3 4 2
34
Perempuan Tahun Islam Minang SMA Siang
12-25 4 4 2 2 4 2 3 1 5 3 3 2
35
Perempuan Tahun Islam Melayu SMA Siang
12-25 4 4 2 4 2 1 3 2 5 3 3 2
36
Perempuan Tahun Islam Melayu SMA Siang
12-25 4 4 3 3 3 2 3 3 4 3 3 2
37
Perempuan Tahun Islam Jawa SMP Siang
12-25 3 3 3 2 2 1 3 1 4 2 4 2
38
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Malam
12-25 3 3 3 2 4 3 3 3 4 3 4 2
39
Perempuan Tahun Islam Minang SMA Malam
12-25 5 5 3 2 3 3 3 3 3 2 2 2
40
Laki-laki Tahun Kristen Batak SMP Siang
12-25 4 4 3 2 2 2 3 2 3 2 2 2
41
Laki-laki Tahun Kristen Batak SMP Siang
12-25 4 4 3 3 3 2 3 3 3 3 4 2
42
Perempuan Tahun Islam Minang SMA Siang
26-44 4 4 3 3 3 2 2 1 3 3 4 2
43
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Siang
12-25 3 3 4 3 4 2 2 4 4 4 5 2
44
Perempuan Tahun Islam Melayu SMP Siang
168
KEBUTUHAN
IDENTITAS RESPONDEN Tem Pe Pen
(Taman Tuan Kadi) Iklim pat Fasilitas Pendukung des caha
Duduk trian yaan
Respon Jenis Waktu
Umur Agama Suku Pendidikan V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7 V8 V9 V10 V11 V12
den Kelamin Kunjungan
12-25 3 3 4 3 3 3 2 2 4 4 4 2
45
Perempuan Tahun Islam Jawa SMA Siang
12-25 4 4 2 4 3 1 2 2 4 4 4 2
46
Laki-laki Tahun Islam Jawa SMA Siang
12-25 4 4 2 4 4 1 3 4 4 3 3 2
47
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Siang
12-25 4 4 4 4 2 3 3 2 3 3 3 2
48
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Siang
12-25 3 3 4 4 4 1 2 2 4 3 4 2
49
Laki-laki Tahun Islam Melayu SMP Siang
12-25 4 4 3 3 3 2 4 4 4 3 3 2
50
Perempuan Tahun Islam Melayu SMP Pagi
>45 4 4 3 3 2 1 4 2 4 3 1 2
51
Perempuan Tahun Islam Minang S2 Pagi
12-25 4 4 3 2 3 2 2 3 4 4 4 2
52
Perempuan Tahun Islam Minang SMA Siang
12-25 3 3 3 3 5 2 2 2 4 2 4 2
53
Perempuan Tahun Islam Dll SMA Siang
12-25 3 3 2 3 4 3 2 3 4 2 4 2
54
Perempuan Tahun Islam Minang SMA Siang
26-44 2 2 2 3 2 2 3 1 3 2 3 2
55
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Siang
12-25 2 2 2 2 2 2 3 2 5 2 3 2
56
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Siang
12-25 3 3 3 2 3 3 3 2 5 3 3 2
57
Perempuan Tahun Islam Jawa SMA Siang
12-25 3 3 3 2 2 2 3 3 5 3 3 2
58
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Siang
>45 4 4 3 3 4 2 2 3 4 4 2 2
59
Laki-laki Tahun Islam Minang SMA Malam
169
KEBUTUHAN
IDENTITAS RESPONDEN Tem Pe Pen
(Taman Tuan Kadi) Iklim pat Fasilitas Pendukung des caha
Duduk trian yaan
Respon Jenis Waktu
Umur Agama Suku Pendidikan V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7 V8 V9 V10 V11 V12
den Kelamin Kunjungan
12-25 4 4 4 4 2 2 2 2 4 4 5 2
60
Perempuan Tahun Islam Jawa SMP Malam
12-25 4 4 4 4 3 2 2 3 4 3 2 2
61
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Malam
12-25 4 4 4 4 3 2 4 2 3 3 5 2
62
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Pagi
12-25 3 3 3 3 3 2 4 1 3 3 3 2
63
Perempuan Tahun Islam Minang SMA Pagi
12-25 3 3 3 3 2 3 4 3 3 4 3 2
64
Perempuan Tahun Islam Melayu SMA Pagi
>45 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 2
65
Laki-laki Tahun Kristen Jawa SMA Siang
>45 3 3 4 3 2 2 3 4 4 4 4 2
66
Perempuan Tahun Islam Minang SMA Siang
12-25 3 3 4 4 3 2 3 1 4 3 2 2
67
Perempuan Tahun Islam Minang S1 Siang
12-25 4 4 4 4 3 1 2 2 3 3 4 2
68
Perempuan Tahun Islam Melayu SMA Siang
12-25 4 4 3 3 4 3 1 2 3 3 2 2
69
Perempuan Tahun Islam Melayu SMA Siang
12-25 4 4 2 3 3 2 4 2 4 4 3 2
70
Laki-laki Tahun Islam Minang SMA Siang
26-44 4 4 3 4 2 1 3 3 4 2 2 2
71
Perempuan Tahun Islam Jawa SMA Siang
26-44 4 4 3 3 3 2 3 1 4 2 3 2
72
Perempuan Tahun Islam Jawa SMA Siang
12-25 3 3 2 3 3 2 4 4 4 4 4 2
73
Laki-laki Tahun Islam Melayu SMA Siang
12-25 3 3 2 3 4 1 3 4 4 3 4 2
74
Laki-laki Tahun Islam Minang SMA Siang
170
KEBUTUHAN
IDENTITAS RESPONDEN Tem Pe Pen
(Taman Tuan Kadi) Iklim pat Fasilitas Pendukung des caha
Duduk trian yaan
Respon Jenis Waktu
Umur Agama Suku Pendidikan V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7 V8 V9 V10 V11 V12
den Kelamin Kunjungan
26-44 3 3 2 2 2 2 2 3 4 3 2 2
75
Perempuan Tahun Islam Minang SMA Siang
12-25 2 2 3 3 3 1 3 2 5 3 2 2
76
Perempuan Tahun Islam Melayu SMA Siang
12-25 2 2 3 4 3 3 2 3 5 2 2 2
77
Perempuan Tahun Islam Melayu SMA Siang
12-25 3 3 3 3 4 2 2 2 5 2 3 2
78
Perempuan Tahun Islam Minang SMA Malam
26-44 3 3 2 2 4 3 2 2 5 3 4 2
79
Perempuan Tahun Kristen Batak SMA Siang
12-25 4 4 3 2 2 1 2 2 5 3 4 2
80
Perempuan Tahun Islam Minang SMA Siang
12-25 4 4 3 4 2 2 3 3 4 4 3 2
81
Laki-laki Tahun Islam Minang SMA Pagi
12-25 4 4 3 4 4 2 3 3 4 4 3 2
82
Laki-laki Tahun Islam Melayu SMA Pagi
12-25 4 4 2 3 4 2 3 3 3 4 2 1
83
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Malam
12-25 3 3 2 3 2 1 4 2 3 4 3 2
84
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Malam
12-25 3 3 2 3 3 3 4 1 3 4 3 2
85
Perempuan Tahun Kristen Batak SMP Siang
12-25 3 3 3 3 2 3 3 3 5 4 2 1
86
Perempuan Tahun Kristen Batak SMP Siang
12-25 4 4 3 3 2 2 2 2 4 4 4 2
87
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Siang
12-25 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 2
88
Laki-laki Tahun Islam Minang SMP Siang
26-44 4 4 4 4 2 2 3 2 3 3 1 1
89
Laki-laki Tahun Islam Melayu SMA Malam
171
KEBUTUHAN
IDENTITAS RESPONDEN Tem Pe Pen
(Taman Tuan Kadi) Iklim pat Fasilitas Pendukung des caha
Duduk trian yaan
Respon Jenis Waktu
Umur Agama Suku Pendidikan V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7 V8 V9 V10 V11 V12
den Kelamin Kunjungan
12-25 4 4 4 4 2 1 2 3 3 3 3 2
90
Perempuan Tahun Islam Melayu SMA Malam
12-25 3 3 3 3 3 1 2 1 3 3 3 2
91
Perempuan Tahun Islam Melayu SMA Pagi
12-25 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 2 2
92
Perempuan Tahun Islam Minang SMA Pagi
12-25 Konghu 3 3 3 2 2 3 3 2 4 2 3 1
93
Perempuan Tahun chu Dll SMA Siang
12-25 3 3 3 2 2 1 3 3 4 2 4 2
94
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Malam
12-25 4 4 3 3 2 2 4 3 4 2 2 2
95
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Siang
12-25 4 4 3 3 3 2 4 2 5 3 2 1
96
Perempuan Tahun Islam Melayu SMA Malam
26-44 3 3 2 2 4 2 3 3 3 4 2 2
97
Perempuan Tahun Islam Melayu SMA Siang
12-25 4 4 4 4 3 2 2 1 4 3 3 1
98
Laki-laki Tahun Islam Minang SMA Siang
26-44 4 4 3 3 2 1 3 3 4 3 3 2
99
Laki-laki Tahun Islam Jawa SMA Siang
26-44 4 4 3 3 3 2 4 2 4 3 2 2
100
Laki-laki Tahun Islam Jawa SMA Siang
348 349 289 299 299 200
TOTAL 347 347 286 295 294 194
69.6 69.8 57.8 59.8 59.8 40
PERSENTASE 69.4 69.4 57.2 59 58.8 38.8
B B CB CB B TB
INDEKS INDIKATOR B B CB CB CB TB
172
KEBUTUHAN
Keterli
Kebeb Mudah Keterkai Hubungan Hubungan Hubungan
Responden Santai batan Keterlibatan Aktif Akses
asan Dikenali tan Individu Kelompok Masyarakat
Pasif
V13 V14 V15 V16 V 17 V18 V19 V20 V1 V2 V3 V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7
5 5 3 3 4 3 2 1 3 2 2 4 4 4 2 3 3 3
1
4 5 2 3 3 2 4 2 2 2 2 4 5 3 3 3 2 4
2
4 3 1 3 4 4 3 1 3 2 3 4 3 4 4 3 3 4
3
4 3 2 4 3 4 1 2 2 3 1 4 5 4 1 4 2 5
4
3 3 1 3 3 3 1 1 3 3 3 3 4 4 2 3 2 4
5
3 3 3 2 3 3 2 1 2 2 3 2 3 2 3 2 3 3
6
3 3 1 3 3 3 2 1 3 2 2 3 4 4 1 1 1 4
7
2 4 4 2 2 4 4 1 2 2 2 4 5 3 4 4 2 3
8
2 4 4 5 2 4 5 2 2 2 1 5 5 3 3 5 5 4
9
4 3 4 5 4 3 5 1 4 3 2 4 4 3 3 3 2 3
10
4 5 2 3 4 4 4 1 3 1 2 3 4 2 3 2 2 3
11
3 2 2 4 3 2 4 1 1 2 1 5 5 3 2 4 3 3
12
3 2 3 4 4 4 5 1 3 2 2 5 5 3 2 3 2 4
13
4 2 3 3 2 3 4 2 2 2 2 4 4 4 2 3 3 5
14
3 4 4 4 2 3 3 1 1 1 1 4 4 5 3 2 3 4
15
4 4 4 2 3 3 4 1 2 1 1 5 5 4 4 3 2 5
16
173
KEBUTUHAN
Keterli
Kebeb Mudah Keterkai Hubungan Hubungan Hubungan
Responden Santai batan Keterlibatan Aktif Akses
asan Dikenali tan Individu Kelompok Masyarakat
Pasif
V13 V14 V15 V16 V 17 V18 V19 V20 V1 V2 V3 V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7
4 4 4 3 3 4 3 1 1 2 2 4 4 5 4 4 3 4
17
3 5 3 3 4 4 3 2 3 4 3 4 4 4 3 3 2 4
18
4 5 3 3 4 4 4 1 2 3 3 4 4 4 3 4 3 3
19
4 4 4 2 3 3 3 2 2 2 2 5 5 3 3 3 2 3
20
4 4 3 4 3 3 3 2 4 3 3 4 4 4 2 3 3 5
21
3 4 3 4 4 4 3 1 1 1 2 3 3 4 2 4 2 3
22
3 4 4 3 4 4 3 3 2 2 2 5 5 5 4 5 3 5
23
4 4 4 3 4 4 3 1 2 1 2 4 4 5 3 5 4 5
24
4 4 3 5 4 4 3 1 3 3 3 5 5 5 3 3 2 3
25
4 4 3 5 4 4 3 2 2 2 2 4 4 4 2 2 2 4
26
4 4 3 4 4 3 3 1 3 3 3 5 5 5 3 3 3 4
27
4 4 3 4 5 3 4 1 3 3 3 5 5 4 2 3 2 4
28
3 4 3 4 5 4 4 3 3 2 2 5 5 4 3 4 4 5
29
5 4 3 5 5 4 4 2 3 3 2 4 4 5 4 3 3 5
30
5 4 3 5 4 4 3 1 2 3 2 4 4 4 2 5 4 4
31
3 4 3 4 4 4 3 1 3 3 3 5 5 4 4 3 3 5
32
174
KEBUTUHAN
Keterli
Kebeb Mudah Keterkai Hubungan Hubungan Hubungan
Responden Santai batan Keterlibatan Aktif Akses
asan Dikenali tan Individu Kelompok Masyarakat
Pasif
V13 V14 V15 V16 V 17 V18 V19 V20 V1 V2 V3 V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7
3 4 3 4 4 4 3 1 2 1 1 5 5 5 3 4 4 5
33
4 4 3 4 4 3 4 2 2 2 2 4 4 4 2 5 2 5
34
4 3 4 3 4 3 4 1 4 3 3 4 4 4 3 4 3 5
35
4 3 4 4 5 3 5 1 1 2 2 4 4 5 3 4 3 5
36
3 3 4 5 5 4 5 1 3 2 2 4 4 5 4 4 4 5
37
3 3 2 5 5 4 5 3 4 3 3 4 4 5 4 4 4 5
38
4 3 2 5 5 4 5 1 1 2 2 4 4 4 3 3 4 4
39
4 3 2 3 4 4 4 1 2 3 3 4 4 5 4 4 3 4
40
4 5 4 3 4 3 4 1 3 2 2 4 4 4 4 4 3 4
41
4 5 4 5 4 3 4 1 2 2 3 4 4 4 3 4 3 4
42
3 5 3 5 4 3 3 2 1 2 1 4 4 4 4 5 3 5
43
3 5 3 5 4 3 3 3 3 3 3 4 4 5 3 2 3 4
44
3 5 3 5 3 4 3 1 2 2 2 4 4 4 2 2 2 4
45
4 3 3 4 3 4 4 1 5 3 3 4 4 4 3 4 3 4
46
4 3 3 3 3 5 4 1 3 3 3 4 4 4 4 5 4 4
47
3 4 4 4 4 5 3 2 4 2 2 4 4 4 4 4 4 4
48
175
KEBUTUHAN
Keterli
Kebeb Mudah Keterkai Hubungan Hubungan Hubungan
Responden Santai batan Keterlibatan Aktif Akses
asan Dikenali tan Individu Kelompok Masyarakat
Pasif
V13 V14 V15 V16 V 17 V18 V19 V20 V1 V2 V3 V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7
4 5 3 5 4 4 4 1 4 4 4 4 4 5 5 3 4 5
49
4 5 3 5 4 4 4 3 5 3 3 4 4 5 4 3 4 4
50
3 4 3 3 3 4 4 1 3 2 2 4 4 3 2 3 4 4
51
3 4 4 4 4 4 3 1 4 2 3 4 4 3 3 5 3 4
52
2 3 4 4 5 4 3 2 4 3 3 4 4 3 2 3 3 4
53
2 3 3 4 4 3 4 1 1 2 2 4 4 5 3 4 3 5
54
3 3 3 3 4 3 4 1 3 3 3 4 4 4 4 4 4 5
55
4 4 4 4 3 3 4 2 3 3 3 4 4 5 4 5 4 4
56
3 4 4 4 3 5 5 2 4 2 2 4 4 4 3 4 3 4
57
3 4 3 3 3 4 5 1 2 2 3 4 4 4 4 4 2 5
58
3 2 3 4 5 5 5 1 2 2 1 4 4 5 2 3 2 5
59
4 2 3 4 5 4 4 1 3 2 2 4 4 5 4 4 2 5
60
2 4 4 4 4 4 4 3 4 2 2 4 4 5 2 3 3 4
61
5 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 5 4 4 3 3
62
3 4 4 3 4 3 3 1 2 3 2 5 4 4 2 3 4 4
63
3 3 3 3 4 3 3 1 2 2 2 4 4 4 3 4 3 5
64
176
KEBUTUHAN
Keterli
Kebeb Mudah Keterkai Hubungan Hubungan Hubungan
Responden Santai batan Keterlibatan Aktif Akses
asan Dikenali tan Individu Kelompok Masyarakat
Pasif
V13 V14 V15 V16 V 17 V18 V19 V20 V1 V2 V3 V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7
4 3 3 3 3 3 4 1 2 2 1 4 4 3 2 4 3 5
65
4 4 4 5 3 4 4 2 2 1 1 5 4 4 3 3 3 4
66
3 4 4 5 4 4 4 1 3 3 3 5 4 4 3 3 2 4
67
3 4 4 5 4 5 3 1 4 3 3 5 4 4 2 4 2 4
68
2 3 3 5 4 5 3 1 4 4 2 4 4 3 2 4 3 4
69
4 3 3 4 3 4 4 2 5 3 2 4 4 3 2 3 3 5
70
5 4 3 4 3 4 4 2 3 3 3 4 4 3 2 3 2 3
71
5 4 3 4 3 4 4 1 2 2 2 4 4 3 2 3 2 3
72
4 4 5 4 5 4 4 1 3 4 3 4 4 5 3 4 4 5
73
4 4 3 4 5 4 4 2 3 2 2 4 4 4 3 4 3 4
74
5 4 3 4 5 4 4 1 2 2 2 5 4 4 3 5 4 4
75
3 3 4 3 5 3 3 1 3 3 3 4 4 4 2 5 3 4
76
3 3 4 3 4 3 3 2 4 4 2 4 4 3 2 3 3 3
77
5 5 4 5 4 3 3 1 3 2 2 4 4 3 2 3 2 4
78
5 5 4 5 4 4 3 1 2 1 1 5 4 3 3 3 2 3
79
5 5 3 4 4 4 4 2 2 2 1 5 4 3 2 4 2 3
80
177
KEBUTUHAN
Keterli
Kebeb Mudah Keterkai Hubungan Hubungan Hubungan
Responden Santai batan Keterlibatan Aktif Akses
asan Dikenali tan Individu Kelompok Masyarakat
Pasif
V13 V14 V15 V16 V 17 V18 V19 V20 V1 V2 V3 V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7
4 4 3 4 3 5 4 1 3 2 2 4 4 5 3 4 3 4
81
4 4 3 5 3 5 4 1 3 3 2 4 4 4 3 4 3 4
82
3 3 3 5 3 5 4 3 2 2 2 5 4 4 4 5 4 3
83
3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4
84
4 4 4 4 5 4 3 1 2 3 3 4 4 3 4 4 4 4
85
4 4 4 3 5 3 3 1 3 2 1 4 4 3 4 5 3 4
86
4 4 3 3 5 3 4 3 2 1 1 5 5 5 4 4 3 4
87
4 5 3 3 3 3 4 1 3 3 3 5 5 4 4 4 4 4
88
4 5 3 4 3 4 4 1 4 2 2 4 4 4 3 3 3 4
89
5 3 3 4 3 4 5 2 3 2 2 4 4 4 3 4 4 4
90
5 3 4 4 4 3 5 1 3 2 3 3 3 3 2 3 3 4
91
3 3 4 3 4 3 5 1 2 2 2 3 3 3 3 3 3 4
92
3 4 3 3 4 3 4 1 3 3 2 5 4 4 3 4 4 4
93
4 4 3 4 4 4 4 1 4 2 1 5 4 5 4 4 4 5
94
4 3 4 4 4 4 4 2 3 3 3 5 4 4 3 3 3 4
95
4 3 4 2 3 3 5 1 1 2 1 4 3 4 3 4 4 4
96
178
KEBUTUHAN
Keterli
Kebeb Mudah Keterkai Hubungan Hubungan Hubungan
Responden Santai batan Keterlibatan Aktif Akses
asan Dikenali tan Individu Kelompok Masyarakat
Pasif
V13 V14 V15 V16 V 17 V18 V19 V20 V1 V2 V3 V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7
4 4 4 3 4 4 3 1 2 2 2 5 3 4 4 3 2 4
97
3 4 4 4 5 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 5
98
3 3 4 3 3 5 4 1 3 3 3 3 4 5 3 5 3 4
99
4 4 3 4 4 4 4 1 3 2 2 4 4 4 3 4 4 4
100
377 390 343 397 396 389 388 164 272 239 223 416 409 398 298 361 298 411
Total
75.4 78 68.6 79.4 79.2 77.8 77.6 32.8 54.4 47.8 44.6 83.2 81.8 79.6 59.6 72.2 59.6 82.2
Persentase
Indeks B B B SB B B B TB CB CB CB SB SB B CB B CB SB
Indikator
179
YAYASAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM (YLPI) RIAU
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
Jalan Kaharuddin Nasution No. 113 Perhentian Marpoyan Pekanbaru Riau Indonesia – Kode
Pos: 28284
Telp. +62 761 674674 Fax. +62 761 674834 Website: [Link] Email: info@[Link]

KUESIONER KUALITAS RTH PUBLIK KECAMATAN SENAPELAN KOTA PEKANBARU

(TAMAN TUAN KADI)

Kata Pengantar
Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatu
Saya dari mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas
Teknik Universitas Islam Riau. Saat in saya sedang melakukan penelitian untuk tugas akhir
kuliah dan saya sangat membutuhkan partisipasi Bapak/Ibu sebagai responden dengan
membantu memberikan jawaban yang tersedia dalam kuesioner untuk melengkapai data-
data penelitian saya.
Semua jawaban dalam kuesioner akan dirahasiakan dan hanya digunakan untuk
penelitian ini. Atas waktu yang Bapak/Ibu berikan saya ucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum warahmatullahiwabarakatu

Pekanbaru, Maret 2020


Mengetahui,

Dosen Pembimbing

Dr. Ir. Apriyan Dinata, [Link] Futeri Addini

153410356

I. Identitas Responden
Ir. H. Firdaus Agus, MP : ……………………………………………………….
Hari/Tanggal
Jenis Kelamin : Laki-laki Perempuan
Etnis/Suku : Melyu Minang Jawa Batak dll…..
Umur : 17-25 Tahun 26-45 Tahun > 45 Tahun
Agama : Islam Kristen Konghucu dll ………..
Pendidikan Terakhir : SD SLTP SLTA D-3 SI
Waktu kunjungan : Pagi Siang Malam

Lama waktu berkunjung : ………………………………………………………..

180
YAYASAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM (YLPI) RIAU
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
Jalan Kaharuddin Nasution No. 113 Perhentian Marpoyan Pekanbaru Riau Indonesia – Kode
Pos: 28284
Telp. +62 761 674674 Fax. +62 761 674834 Website: [Link] Email: info@[Link]

II. Lembar Kuesioner


Berikut adalah beberapa pertanyaan mengenai berbagai Kualitas Ruang Terbuka
Hijau Publik di Kecamatan Senapelan. Bapak/Ibu cukup memberikan tanda (√)
pada salah satu jawaban yang tersedia berdasarkan jawaban yang benar menurut
Bapak/Ibu.

A. Aspek Need (Kebutuhan)


Jawaban Pertanyaan
No Aspek Kebutuhan
5 4 3 2 1
Kenyamanan
Bagaimana paparan sinar matahari
1 Keterangan:
yang dirasakan
2 Bagaimana pergerakan angin
5 : Sangat Baik
3 Bagaimana pelindung dari hujan
4 Bagaimana pelindung dari panas 4 : Baik
Bagaimana tempat duduk yang
5
disediakan 3 : Cukup Baik
Bagaimana kondisi fasilitas tempat
6 2 : Tidak Baik
makan
7 Bagaimana kondisi toilet
Bagaimana kondisi fasilitas lampu 1 : Sangat Tidak Baik
8
penerangan jalan
Bagaimana kondisi fasilitas tempat
9
sampah
10 Bagaimana kondisi tempat parkir
11 Bagaimana kondisi pedestrian
12 Bagaimana kondisi pencahayaan
Santai
Keadaan sekitar ketika sedang
13
menikmati alam
Bagaimana kenyamanan yang di
14 dapat saat melakukan aktivitas di
taman
15 Bagaimana kondisi keamanan
Keterlibatan Pasif
Bagaimana pemandangan sekitar
16 Taman Tuan Kadi

181
YAYASAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM (YLPI) RIAU
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
Jalan Kaharuddin Nasution No. 113 Perhentian Marpoyan Pekanbaru Riau Indonesia – Kode
Pos: 28284
Telp. +62 761 674674 Fax. +62 761 674834 Website: [Link] Email: info@[Link]

Jawaban Pertanyaan
No Aspek Kebutuhan
5 4 3 2 1
Keterlibatan Aktif
Bagaimana kondisi saat melewati
17
Taman Tuan Kadi
Ketika sedang berkomunikasi
18
dengan orang lain
Bagaimana kondisi pertunjukan
19 seni /event yang pernah
diselenggarakann
Bagaimana kondisi ruang bermain
20
anak

B. Aspek Right (Hak)


Jawaban Pertanyaan
No Aspek Hak
5 4 3 2 1
Akses
Bagaimana akses menuju Taman
1 Keterangan:
Tuan Kadi
Bagaimana visual penghalang 5 : Sangat Baik
2 yang ada di sekitaran RTH
(contohnya: PKL, sepeda motor) 4 : Baik
Kebebasan
3 : Cukup Baik
Pengunjung Taman Tuan Kadi
hanya didominasi oleh kelompok 2 : Tidak Baik
3
tertentu (contoh; anak-anak,
remaja, orang dewasa) 1 : Sangat Tidak Baik

C. Aspek Meaning (Makna/Ikatan)


Jawaban Pertanyaan
No Aspek Makna
5 4 3 2 1
Mudah Dikenali
Rumah Tuan Kadi memiliki daya
1
tarik visual yang baik
Rumah Tuan Kadi telah menjadi
2 identitas dari taman

182
YAYASAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM (YLPI) RIAU
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
Jalan Kaharuddin Nasution No. 113 Perhentian Marpoyan Pekanbaru Riau Indonesia – Kode
Pos: 28284
Telp. +62 761 674674 Fax. +62 761 674834 Website: [Link] Email: info@[Link]

Keterkaitan
Apakah Taman Tuan Kadi sudah
3
mencerminkan budaya Melayu
Hubungan Individu
Bagaimana ruang pertunjukan seni
4
terhadap individu
Hubungan kelompok
Pemafaatan RTH Taman Tuan
5 Kadi sebagai sarana untuk
beinteraksi masyarakat
Bagaimana keadaan ketika sedang
6
berolahraga
Hubungan masyarakat
Bagaimana dengan terdapatnya
7 tugu sejarah (terminal kereta api
lama)

SEKIAN DAN TERIMA KASIH

183
SURAT KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ISLAM RIAU
NOMOR : 966/KPTS/FT-UIR/2021
TENTANG PENGANGKATAN TIM PEMBIMBING PENELITIAN DAN PENYUSUNAN SKRIPSI

DEKAN FAKULTAS TEKNIK


Membaca : Surat Ketua Program Studi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Nomor :
328/TA-PWK/FT/2021 tentang persetujuan dan usulan pengangkatan Tim Pembimbing
penelitian dan penyusunan Skripsi.
Menimbang : 1. Bahwa untuk menyelesaikan perkuliahan bagi mahasiswa Fakultas Teknik perlu membuat
Skripsi.
2. Untuk itu perlu ditunjuk Tim Pembimbing penelitian dan penyusunan Skripsi yang diangkat
dengan Surat Keputusan Dekan.
Mengingat : 1. Undang - Undang Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi
2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 Tentang Kerangka Kualifikasi
Nasional Indonesia
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2009 Tentang Dosen
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan
5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 63 Tahun 2009 Tentang Sistem Penjaminan
Mutu Pendidikan
6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2014
Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi
7. Statuta Universitas Islam Riau Tahun 2018
8. Peraturan Universitas Islam Riau Nomor 001 Tahun 2018 Tentang Ketentuan Akademik
Bidang Pendidikan Universitas Islam Riau

MEMUTUSKAN
Menetapkan : 1. Mengangkat saudara-saudara yang namanya tersebut dibawah ini sebagai Tim Pembimbing
Penelitian & penyusunan Skripsi Mahasiswa Fak. Teknik Program Studi Teknik Perencanaan
Wilayah dan Kota.
No Nama Pangkat Jabatan
1. Dr. Apriyan Dinata, [Link] Lektor Pembimbing
2. Mahasiswa yang akan dibimbing :
Nama : Futeri Addini
NPM : 153410356
Program Studi : Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota
Jenjang Pendidikan : Strata Satu (S1)
Judul Skripsi : Kajian Kualitas Ruang Terbuka Hijau Publik Di Kecamatan
Senapelan Kota Pekanbaru
3. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkannya dengan ketentuan bila terdapat
kekeliruan dikemudian hari segera ditinjau kembali.
Ditetapkan di : Pekanbaru
Pada Tanggal : 5 Muharram 1443 H
14 Agustus 2021 M
Dekan,

Dr. Eng. Muslim, ST., MT


NPK : 09 11 02 374
Tembusan disampaikan :
1. Yth. Bapak Rektor UIR di Pekanbaru.
2. Yth. Sdr. Ketua Program Studi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota FT-UIR
3. Arsip

*Surat ini ditandatangani secara elektronik


SURAT KETERANGAN BEBAS PLAGIAT
Nomor: 348/A-UIR/5-T/2021

Operator Turnitin Fakultas Teknik Universitas Islam Riau menerangkan bahwa Mahasiswa/i
dengan identitas berikut:

Nama : FUTERI ADDINI


NPM : 153410356
Program Studi : Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota
Jenjang Pendidikan : Strata Satu (S1)
Judul Skripsi TA : KAJIAN KUALITAS RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK
DI KECAMATAN SENAPELAN KOTA PEKANBARU

Dinyatakan Bebas Plagiat, berdasarkan hasil pengecekan pada Turnitin menunjukkan angka
Similarity Index < 30% sesuai dengan peraturan Universitas Islam Riau yang berlaku.

Demikian surat keterangan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Mengetahui, Pekanbaru, 21 October 2021 M


15 Robī'ul Awwal 1443 H
Kaprodi. Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Operator Turnitin F. Teknik

Puji Astuti, S.T., M.T. Ahmad Pandi, [Link].

Anda mungkin juga menyukai