Kualitas Ruang Terbuka Hijau Senapelan
Kualitas Ruang Terbuka Hijau Senapelan
Tugas Akhir
Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Menyelesaikan Program Studi Strata I
Pada Program Studi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota
Fakultas Teknik
Oleh:
FUTERI ADDINI
NPM. 153410356
TUGAS AKHIR
Disusun Oleh:
FUTERI ADDINI
NPM 153410356
Disetujui Oleh:
PEMBIMBING
Disahkan Oleh:
NPM : 153410356
FAKULTAS TEKNIK
PEKANBARU
2021
SURAT PERNYATAAN
Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Tugas Akhir yang saya tulis ini
adalah Benar dan Asli dengan judul “Kajian Kualitas Ruang Terbuka Hijau
karena Tugas Akhir saya ini menggunakan sebagian dari hasil tulisan atau karya
orang lain (Plagiat) tanpa mencantumkan nama penulisnya, maka saya menerima
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan dapat
Futeri Addini
153410356
KAJIAN KUALITAS RUANG TERBUKA PUBLIK DI KECAMATAN
SENAPELAN KOTA PEKANBARU
FUTERI ADDINI
153410356
ABSTRAK
Perkembangan kota sering menggeser keberadaan ruang publik, sehingga kualitas
ruang publik mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan hidup perkotaan. Ruang
terbuka hijau publik di Kecamatan Senapelan juga masih kurang terhadap sarana dan
prasarana yang ada, tidak adanya pemeliharaan juga menjadi kendala dalam
melaksanakan ruang terbuka hijau. Sehingga kebutuhan masyarakat akan RTH publik
perlu didukung dengan kualitas fisik yang memadai. Kualitas fisik tersebut akan
berpengaruh dalam memberikan suasana nyaman dan tenang, serta mampu mewadahi
kegiatan yang dilakukan oleh pengguna dalam menunjang kebutuhan masyarakat
terhadap ruang terbuka hijau. Permasalahan ruang terbuka hijau publik di Kecamatan
Senapelan memiliki permasalahan secara fisik yaitu terkait ruang terbuka publik yang
masih kurang terawat, sampah berserakan, dan banyaknya fasilitas yang rusak. Sehingga
tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas ruang terbuka hijau dari aspek
kebutuhan, hak, dan makna.
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data
sekunder. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari penyebaran kuesioner di ruang
terbuka hijau publik di Kecamatan Senapelan, sedangkan data sekunder diperoleh dari
Badan Pusat Statistik, literatur, dan Pekerjaan Umum. Studi ini menggunakan metode
deskriptif kuantitatif yang diperoleh dengan cara melakukan perhitungan skala likert dari
hasil kuesioner 100 pengunjung Ruang terbuka hijau Tunjuk Ajar dan Taman Tuan Kadi.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa aspek kebutuhan
memiliki kondisi yang baik (63.8%) setiap ruang terbuka hijau, sedangkan aspek hak
memiliki kondisi cukup baik (54.4%), dan juga aspek makna memiliki kondisi yang baik
(75.4%). Oleh karena itu kualitas ruang terbuka hijau perlu ditingkatkan dengan
menerapkan kesadaran pengunjung dan juga pemerintah lebih memperhatikan peraturan
tentang alokasi aktivitas di ruang terbuka hijau, penyediaan fasilitas-fasilitas ruang publik
yang mendukung ruang terbuka hijau, dan melakukan pembinaan terkait pemanfaatan
ruang.
i
REVIEW OF THE QUALITY OF PUBLIC OPEN SPACE IN SENAPELAN
DISTRICT OF PEKANBARU CITY
FUTERI ADDINI
153410356
ABSTRACT
Urban development often shifts the existence of public space, so that the quality
of public space results in a decrease in the quality of the urban environment. Public green
open space in Senapelan District is also still lacking in existing facilities and
infrastructure, the absence of maintenance is also an obstacle in implementing green open
spaces. So that the community's need for public green open space needs to be supported
by adequate physical quality. These physical qualities will have an effect on providing a
comfortable and calm atmosphere, as well as being able to accommodate activities carried
out by users in supporting community needs for green open spaces. The problem of
public green open space in Senapelan District has physical problems, namely related to
public open spaces that are still poorly maintained, scattered garbage, and many damaged
facilities. So the purpose of this study is to determine the quality of green open space
from the aspect of needs, rights, and meanings.
The types of data used in this study are primary data and secondary data. Primary
data in this study were obtained from distributing questionnaires in public green open
spaces in Senapelan District, while secondary data were obtained from the Central Bureau
of Statistics, literature, and Public Works. This study uses a quantitative descriptive
method obtained by calculating the Likert scale from the questionnaire results of 100
visitors to the Tunjuk Ajar green open space and Tuan Kadi Park.
Based on the results of the study, it can be concluded that the need aspect has a
good condition (63.8%) for every green open space, while the right aspect has a fairly
good condition (54.4%), and the meaning aspect has a good condition (75.4%).
Therefore, the quality of green open space needs to be improved by implementing visitor
awareness and also the government paying more attention to regulations regarding the
allocation of activities in green open spaces, providing public space facilities that support
green open spaces, and conducting guidance related to space utilization
ii
KATA PENGANTAR
Tugas Akhir pada Fakultas Teknik Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota
1. Bapak Prof. Dr. H. Syafrinaldi SH, M.C.L selaku Rektor Universitas Islam
Riau
3. Ibu Puji Astuti, ST, MT, selaku Ketua Program Studi Perencanaan
Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Islam Riau, serta sebagai
administratif perskripsian.
iii
5. Bapak Dr. Ir. Apriyan Dinata, [Link], selaku dosen pembimbing Tugas
Akhir atas segala bimbingan, arahan, serts saran yang diberikan kepada
6. Ibu Febby Asteriani, [Link] selaku penguji dalam setiap ujian yang
Komprehensif.
7. Ibu Mira Hafizhah Tanjung, ST, [Link] selaku penguji dalam setiap ujian
Seminar Komprehensif.
9. Seluruh Tata Usaha Fakultas Teknik Universitas Islam Riau yang telah
10. Kedua orang tua penulis, Dolimin dan Amnah, yang selalu memberikan
kasih sayang, doa, nasihat, serta kesabaran yang luar biasa dalam setiap
11. Kepada keluarga besar penulis yang telah memberikan dukungan atas
12. Sahabat Penulis, Diajeng Putri Ariyani, Syarifah Ainun, Aisyah Klaresta
terima kasih atas segala bantuan yang telah dilakukan untuk penulis
iv
13. Teman-teman seperjuangan Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Kelas
ini.
terdapat kelemahan baik dari segi materi, bahasa yang disampaikan maupun
teknik penulisan karena keterbatasan yang dimiliki penulis. Oleh sebab itu penulis
menerima kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan Tugas Akhir ini.
Akhir kata penulis berharap semoga Tugas Akhir ini dapat menjadi pedoman bagi
Futeri Addini
v
DAFTAR ISI
ABSTRAK ...................................................................................................... i
KATA PENGANTAR .................................................................................... iii
DAFTAR ISI ................................................................................................... vi
DAFTAR TABEL .......................................................................................... x
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xii
LAMPIRAN .................................................................................................... xiv
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1
1.1 Latar Belakang ......................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................... 4
1.3 Tujuan dan Sasaran .................................................................. 6
1.4 Manfaat Penelitian ................................................................... 6
1.5 Ruang lingkup Penelitian ......................................................... 7
1.5.1 Ruang Lingkup Materi .................................................... 7
1.5.2 Ruang Lingkup Wilayah ................................................. 8
1.6 Kerangka Berpikir .................................................................... 11
1.7 Sistematika Penulisan .............................................................. 12
vi
2.3.4 Tujuan Ruang Terbuka Publik ........................................ 27
2.3.5 Jenis Ruang Terbuka Publik ........................................... 28
2.4 Kualitas Ruang Terbuka ........................................................... 29
2.4.1 Pengertian Kualitas Ruang Terbuka Publik ................. 29
2.4.2 Aspek Pembentuk Kualitas Ruang Terbuka Publik ..... 30
[Link] Aspek Kebutuhan ............................................ 30
[Link]` Aspek Hak....................................................... 33
[Link]` Aspek Makna .................................................. 33
2.4.3 Kualitas Fisik .................................................................. 34
2.5 Penelitian Terdahulu ................................................................ 35
vii
3.12 Desain Survei .......................................................................... 58
viii
[Link] Iklim ................................................................. 90
[Link] Tempat Duduk.................................................. 93
[Link] Fasilitas Pendukung ......................................... 95
[Link] Pedestrian ......................................................... 97
[Link] Pencahayaan ..................................................... 100
5.3.2 Santai ........................................................................... 102
5.3.3 Keterlibatan Pasif ........................................................ 105
5.3.4 Keterlibatan Aktif ........................................................ 106
5.3.5 Vegetasi ....................................................................... 108
[Link] RTH Tunjuk Ajar Integritas ............................. 110
[Link] Taman Tuan Kadi............................................. 114
5.4 Analisa Aspek Hak (Right) ...................................................... 117
5.4.1 Akses ........................................................................... 118
5.4.2 Kebebasan .................................................................... 121
5.5 Analisa Aspek Makna (Meaning) ........................................... 123
5.5.1 Mudah Dikenali ............................................................ 124
5.5.2 Keterkaitan ................................................................... 125
5.5.3 Hubungan Individu ...................................................... 127
5.5.4 Hubungan Kelompok .................................................. 129
5.5.5 Hubungan Masyarakat ................................................ 131
5.6 Kualitas Berdasarkan Aspek Fisik dan Non Fisik.................... 133
5.6.1 Kualitas Berdasarkan Aspek Fisik .............................. 133
5.6.2 Kualitas Berdasarkan Aspek Non Fisik ....................... 135
ix
DAFTAR TABEL
Tabel 3.3 Penentuan Jumlah Sampel Pada RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota
Kelamin ........................................................................................... 70
Tabel 5.3 Hasil Uji Validitas Variabel Aspek Hak (X2) ................................. 85
Tabel 5.4 Hasil Uji Validitas Variabel Aspek Makna (X3) ............................. 86
x
Tabel 5.7 Kenyamanan..................................................................................... 89
Tabel 5.27 Kualitas RTH dari Aspek Non Fisik .............................................. 134
xi
DAFTAR GAMBAR
Pekanbaru .................................................................................. 76
xii
Gambar 5.4 Fasilitas Pendukung...................................................................... 97
xiii
LAMPIRAN
xiv
BAB I
PENDAHULUAN
sosial (Aini, dkk, 2015). Pada sisi yang lain dari pertumbuhan pembangunan juga
perkotaan makin rendah, ruang terbuka hijau semakin berkurang akibat pesatnya
membentuk ruang terbuka hijau pada kawasan perkotaan. Hal tersebut ditegaskan
dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri No.1 Tahun 2007 Tentang Penataan
lingkungan perkotaan yang nyaman, segar, indah, bersih dan sebagai sarana
Kota membutuhkan lebih banyak ruang terbuka hijau sebagai ruang publik
yang bisa menciptakan interaksi warga kota. Keberadaan ruang terbuka hijau
1
diyakini mampu mendinginkan iklim mikro kota (nilai ekologis) dari suasana kota
yang gerah, sumpek, dn kurang manusiawi (Joga, 2014). Sehingga ruang terbuka
hijau tidak hanya berfungsi sebagai ekologis saja, tetapi RTH untuk fungsi-fungsi
nilai kualitas lingkungan dan budaya kota tersebut, sehingga dapat berlokasi dan
Proporsi 30% (20% ruang terbuka hijau publik dan 10% ruang terbuka
untuk meningkatkan nilai estetika sebuah kota (Heston dan Dimas, 2017). Luas
RTH publik di Pekanbaru pada tahun 2016 sekitar 10,637% dari luas kota
kawasan perkotaan adalah sebesar 20% dari luas kawasan kota (Dinas PU dan
Penataan Ruang Kota Pekanbaru, 2018). Kondisi tersebut pada akhirnya akan
berdampak pada menurunnya kondisi lingkungan hidup kota Pekanbaru. Hal ini
mengingat bahwa keberadaan RTH dapat berfungsi sebagai paru-paru kota dan
juga berperan sebagai pemandu keindahan kota, pusat kesehatan jasmani dan
kualitas fisik yang memadai. Kualitas fisik tersebut akan berpengaruh dalam
2
memberikan suasana nyaman dan tenang, serta mampu mewadahi kegiatan yang
terbuka hijau. Dengan berkembangnya fisik kota, maka akan merubah sendi
manusia, ruang publik juga harus dapat melindungi hak pengguna (right) dan
kualitas ruang publik yang terakhir adalah harus mempunyai makna (meaning)
Sehingga banyak ruang publik yang memiliki sejarah dan budaya. Hal ini dapat
dilihat dari ruang terbuka hijau di Kecamatan Senapelan yang memiliki sejarah
maupun budaya Melayu yang menjadi ciri khas dari masyarakat Riau
melainkan RTH privat yang berada di pekarangan rumah warga. Sedangkan RTH
publik di Kecamatan Senapelan juga masih kurang terhadap sarana dan prasarana
yang ada di RTH publik, tidak adanya pemeliharaan juga menjadi kendala dalam
3
Sarana dan prasarana penunjang kualitas beberapa RTH di lokasi tersebut
sangat minim, belum dilengkapi dengan fasilitas umum seperti toilet, drainase,
zona khusus/ruang khusus, dan pepohonan yang banyak. Seharusnya RTH publik
Senapelan” sebagai salah satu bagian awal dalam menciptakan kualitas ruang
Ruang terbuka hijau publik masih sangat minim akan vegetasi karena
menggunakan RTH publik belum terlalu nyaman pada sore hari. Pengelolaan
dalam meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau dan juga berpengaruh pada
terbuka hijau sehingga perannya kurang optimal, terutama dipandang dari fungsi
4
kondisi ideal, semakin tinggi populasi masyarakat yang menghuni suatu wilayah,
maka ruang terbuka yang tersedia seharusnya juga semakin luas. Akan tetapi pada
memiliki permasalahan secara fisik yaitu terkait ruang terbuka publik yang masih
kurang terawat, dalam hal ini masih terdapat sampah yang berserakan akibat
kerusakan seperti fasilitas untuk anak-anak yang tidak lagi berfungsi dengan
semestinya dan terdapat kerusakan yang banyak, sedangkan untuk fasilitas toilet
kerusakan terhadap RTH dan belum ada penanganan sehingga bangunan tersebut
hanya menjadi sebuah pajangan yang tak berfungsi, dan untuk fasilitas jogging
([Link]).
RTH Tunjuk Ajar banyak terdapat PKL yang menjadi penghalang pemandangan
dalam menikmati RTH. PKL yang berada di sekeliling RTH akan membuat
tidak hanya mengelilingi dari luar, akan tetapi juga berjualan di dalam RTH yang
5
Berdasarkan ruang terbuka hijau publik yang berkualitas di Kecamatan
Senapelan. Sehingga ruang terbuka hijau publik dapat dijadikan sebagai tempat
bersantai
Berdasarkan latar belakang dan rumusan persoalan diatas, tujuan studi ini
berikut:
dapat memberikan manfaat dari penelitian ini baik manfaat secara teoritis maupun
manfaat praktis.
a. Manfaat Teoritis
6
b. Manfaat Praktis
Peneliti
Pemerintah Kota
Akademis
Sebagai referensi bagi penelitian di masa yang akan datang terutama yang
Masyarakat
pentingnya sebuah ruang terbuka hijau dan kualitas dari ruang terbuka
Dalam penelitian ini akan membahas tentang kajian kualitas RTH publik dengan
berdasarkan teori carr (1992) yaitu aspek needs (kebutuhan), aspek rights (hak)
7
a. Teridentifikasinya kualitas ruang terbuka publik dari aspek kebutuhan,
menganalisis aspek hak dapat diketahui tingkat kualitas RTH dari aspek
teknik analisis skala likert sehingga hasilnya berupa kualitas RTH publik
menganalisis aspek makna dapat diketahui tingkat kualitas RTH dari aspek
teknik analisis skala likert sehingga hasilnya berupa kualitas RTH publik
(dua) taman kota, 2 (dua) median jalan, pemakaman, ruang dibawah jembatan
layang, dan pedestrian. Akan tetapi, dalam penelitian ini hanya dilaksanakan di 2
(Dua) lokasi yaitu RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru dan Taman Tuan
Kadi yang berada di Kelurahan Kampung Bandar. Dikarenakan RTH Tunjuk Ajar
Integritas Kota Pekanbaru dan Taman Tuan Kadi memiliki karakteristik yang
8
sama seperti memiliki fasilitas (tempat duduk, tempat bermain, berolahraga,
Pekanbaru, terdiri atas 42 RW dan 146 RT. Luas wilayah Kecamatan Senapelan
Pesisir
9
Sumber: Peta Adimistrasi Kota Pekanbaru, 2006
10
10
1.6 Kerangka Berpikir
Teknik Analisis Kualitas dari aspek kebutuhan Kualitas dari aspek hak Kualitas dari aspek makna
Hasil
Kesimpulan dan Saran
11
1.7 Sistematika Penulisan
sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
sebagai dasar penelitian ini dilakukan. Bab ini akan membahas hal
penelitian ini.
Bab kedua ini akan akan menguraikan kajian teoritis yang terdiri dari
12
analisis,validitas dan reliabilitas, lokasi dan waktu, serta desain
BAB VI PENUTUP
13
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
ْۢ ََ ا
ُ
س ٍء َّم اوز او ٍن َ ِ ض َم َد اد ٰن َها َو َا ْل َق اي َنا ِف اي َها َر َو
اس َو َا ان َب ات َنا ِف اي َها ِم ان ُك ِّل َ ا َ اْل ارو
ِ ِ
Terjemahannya:
gunung dan kami tumbuhkan padannya segala sesuatu menurut ukuran.” (Al-
Hijr:19)
Dalam Tafsir Ibnu Kafsir jilid 5 dijelaskan bahwa Allah menjadikan segala
sesuatu menurut kadarnya. Alam membentang dengan luas dan datar, gunung,
lembah, tanah, pasir, berbagi tumbuhan dan buah-buahan yang sesuai. Ulama Ibnu
diciptakan dengan ukur yang tertentu dan sudah diketahui (kadar kebutuhannya).
Sa‟id bin Zubair, Ikrimah, Abu Malik, Qatadah dan ulama lainnya mengatakan
Lebih jauh ayat tersebut jelas mengatakan bahwa alam telah diciptakan
ukuran tertentu. Konsep ini sesungguhnya berkaitan erat dengan konsep ramah
sesuai kadarnya.
14
2.2 Ruang Terbuka
Ruang adalah wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan ruang
Ruang).
adanya pertemuan bersama dan relasi antara orang banyak, kemungkinan akan
ruang terbuka merupakan salah satu jenis saja dari ruang umum (Budiharjo &
Djoko, 2005).
parameter struktur yaitu luas dan persebaran. RTH telah menjadi kesatuan
15
pemanasan global yang disebabkan peningkatan karbondioksida di udara (Ludang,
2017)
Ruang terbuka hijau adalah sebentang lahan terbuka tanpa bangunan yang
mempunyai ukuran, bentuk dan batas geografis tertentu dengan status penguasaan
apapun yang ada didalamnya terdapat tumbuhan hijau berkayu dan tahunan,
dengan pepohonan sebagai tumbuhan perinci utama dan lainnya (perdu, semak,
penciri utama dan tumbuhan penutup lainnya), sebagai tumbuhan pelengkap, serta
benda-benda lain yang juga sebagai pelengkap dan penunjang fungsi ruang
bagian dari ruang terbuka suatu wilayah perkotaan yang diisi oleh tumbuhan,
atau tidak langsung yang dihasilkan oleh RTH dalam kota tersebut, yaitu
( Khambali, 2017)
Jenis ruang terbuka hijau terdiri dari jenis ruang terbuka hijau publik dan
bahwa yang dimaksud dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH) terdiri dari ruang
terbuka hijau publik dan ruang terbuka hijau privat, adalah sebagai berikut:
16
a. RTH Publik
RTH publik merupakan ruang terbuka hijau yang dimiliki dan dikelola
umum. Yang termasuk ruang terbuka hijau publik antara lain adalah:taman kota,
taman pemakaman umum, jalur hijau sepanjang sungai, jalan, dan pantai.
b. RTH Privat
Yang termasuk ruang terbuka hijau privat antara lain berupa kebun atau
Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan) meliputi: taman kota, taman wisata alam,
perkantoran dan gedung komersial, taman hutan raya, hutan kota, hutan
lindung,bentang alam seperti gunung bukit lereng dan lembah, cagar alam, kebun
parkir terbuka, lahan pertanian perkotaan, jalur dibawah tegangan tinggi (SUTT
dan SUTET), sempadan sungai, pantai, bangunan, situ dan rawa, jalur pengaman
jalan, median jalan, rel kereta api, pipa gas dan pedestrian, kawasan dan jalur
hijau, daerah penyangga (buffer zone) lapangan udara dan taman atap (roof
garden).
Perkotaan) yaitu:
17
a. Taman kota
e. Pertanian kota
jalur sungai, kawasan jalur pesisir pantai dan kawasan pengaman utilitas
b. Pada tanah yang bentang alamnya bervariasi menurut keadaan lereng dan
c. Pada tanah yang di wilayah perkotaan dan dikuasai badan hukum atau
18
Dari segi kepemilikan ruang terbuka hijau dibedakan dalam ruang terbuka
hijau publik dan ruang terbuka hijau privat terdapat pembagian jenis-jenis ruang
terbuka hijau publik dan ruang terbuka hijau privat. Tabel 2.1 berikut menjelaskan
19
2.2.4 Tujuan Ruang Terbuka Hijau
Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan) tujuan dari pembentukan ruang terbuka hijau
buatan di perkotaan
nyaman.
adalah:
g. Keseimbangan ekosistem
20
Menurut Permen PU No.5/PRT/M Tahun 2008 Tentang Pedoman
masyarakat.
Pekerjaan Umum Tahun 2007, menyebutkan bahwa fungsi ruang terbuka hijau
menjadi bagian dari sirkulasi udara (paru-paru kota), pengatur iklim mikro,
agar sistem sirkulasi udara dan air secara alami dapat berlangsung lancar,
satwa, penyerap polutan median udara, air dan tanah serta penahan angin.
berdaun indah serta bias menjadi bagian dari usaha pertanian, kehutanan
21
d. Fungsi estetis yaitu meningkatkan kenyamanan, memperindah lingkungan
kreativiitas dan produktivitas warga kota. Juga bisa berekreasi secara aktif
taman kota pertanian dan perhutanan taman gedung, jalur hijau jalan,
penyangga kehidupan.
keindahan lingkungan.
22
g. Sebagai sarana untuk mempengaruhi dan memperbaiki iklim mikro.
dan Pemanfaatan Ruang Tebuka Hijau di Kawasan Perkotaan RTH, baik RTH
publik maupun RTH privat, memiliki fungsi utama (intrinsik) yaitu fungsi
ekologis dan fungsi tambahan (ekstrinsik) yaitu fungsi estetika, sosial dan fungsi
ekonomi. Dalam suatu wilayah perkotaan. Empat fungsi utama ini dapat
RTH berdasarkan fungsinya dibagi atas manfaat langsung (dalam pengertian cepat
dan bersifat tangible) seperti mendapatkan bahan-bahan untuk dijual (kayu, daun,
bunga), kenyaman fisik (teduh, segar), keinginan dan manfaat tidak langsung
(berjangka panjang dan bersifat tangible) seperti perlindungan tata air dan
23
2.2.7 Tipologi Ruang Terbuka Hijau
spasial, tujuan atau pemanfaatan dan kepemilikan. RTH publik terdiri dari taman
kota (park), ruang hijau alami dan ruang hijau konservasi (natural & protected
green space), dan sungai, aliran air dan danau (river, stream, lake). Sedangkan,
RTH privat terdiri dari taman pribadi (private garden), tanah institusi
(institutional land).
struktur dan kepemilikan. Secara fisik RTH dapat dibedakan menjadi RTH alami
berupa habitat liar alami, kawasan lindung dan taman-taman nasional serta RTH
non alami atau binaan seperti taman, lapangan olahraga, pemakaman atau jalur-
Dilihat dari fungsi RTH dapat berfungsi ekologis, sosial budaya, estetika,
dan ekonomi. Secara struktur ruang, RTH dapat mengikuti pola ekologis
hirarki dan struktur ruang perkotaan. Dari segi kepemilikan, RTH dibedakan ke
dalam RTH publik dan RTH privat. Pembagian jenis-jenis RTH publik dan RTH
24
Tabel 2.2 Tipologi Ruang Terbuka Hijau
Ruang terbuka publik merupakan ruang yang menjadi milik bersama dan
publik adalah terbuka dan mudah dicapai oleh masyarakat untuk melakukan
kegiatan-kegiatan kelompok dan tidak selalu ada unsur hijau, bentuknya berupa
Pengertian ruang terbuka publik sebagai civic centre adalah suatu ruang
beton dan sebagainya, maupun elemen lunak seperti taman dan air sebagai unsur
berbudaya dalam kehidupan kota. Adapun aktivitas yang dilakukan pada ruang
terbuka publik ini bisa untuk rekreasi dan hiburan, bisa juga sebagai kegiatan
25
industri wisata misalnya pameran bangunan, kegiatan promosi wisata dan
a. Menjaga aset dan ruang publik yang masih tersisa. bangunan tidak akan
a. Responsive
pengalaman baru.
26
b. Demokrasi
c. Bermakna
pribadinya dan dunia yang luas. Berhubungan kepada konteks fisik sosial.
Kondisi ini dapat tercipta dari penggunaan yang terus menerus dari sebuah
Secara umum tujuan ruang terbuka publik (Carr dalam Yanti, 2016)
adalah:
a. Kesejahteraan masyarakat
pergerakan, pusat komunikasi dan tempat untuk merasa bebas dan santai.
27
Penghijauan pada suatu ruang terbuka publik sebagai sebuah nilai estetika
Menurut Carr (dalam Yanti, 2016) ruang terbuka publik dapat berupa
pengkategoriannya adalah:
a. Ruang terbuka publik skala lingkungan dengan luas dan lingkup pelayanan
kecil, seperti ruang sekitar tempat tinggal (home oriented space), ruang
b. Ruang terbuka publik skala bagian kota yang melayani beberapa untit
c. Pasar terbuka publik (markets), yaitu ruang terbuka publik atau jalan yang
digunakan untuk PKL, bersifat temporer pada ruang yang ada seperti
28
2.4 Kualitas Ruang Terbuka Hijau
Kualitas dipandang secara lebih luas, dimana tidak hanya aspek hasil saja
jasa yang akan dirasakan langsung dari pelanggan atau si penerima pelayanan itu
sendiri. Dan juga kualitas dapat diartikan sebagai standar yang harus dicapai oleh
hanya terbentuk oleh tatanan fisik semata, namun juga oleh tatanan aktivitas atau
fungsi dari ruang terbuka publik itu sendiri. Sedangkan menurut Joga (2011),
ekologis yang melekat pada RTH (hidrologis, klimatologis dan fungsi ekologis
Keberadaan public life yang menjadi wujud adanya dinamika dan perkembangan
fungsi dan aktivitas akan sangat menentukan atas pemenuhan fasilitas ruang
publiknya (public space), disamping juga penjelasan mengenai aspek makna yang
timbul akibat interaksi antara kedua aspek (Carr dalam Yanti, 2016).
29
penggunanya, lebih demokratis terhadap perlindungan hak (rights) penggunanya
aspek kebutuhan, aspek hak dan aspek makna (Carr, dlam Yanti (2016))
ruang publik yang dapat dikaji menurut faktor-faktor sebagai berikut (Carr, dkk
(2016)) :
Keamanan
dewasa.
30
Fasilitas pendukung Ruang Terbuka Hijau
berbagai macam bahan, seperti tegel, paving, aspal, batu bata dan
bahan lainnya.
sembarangan.
Lampu pejalan kaki : tinggi 4-6 meter, jarak penempatan 10-15 meter
fasilitas.
31
Tempat sampah : tempat sampah diletakkan dalam jarak tertentu,
Menurut Hakim (2003) iklim terbagi menjadi empat yaitu sebagai berikut:
siang hari, maka diperlukan adanya peneduh. Hal ini tidak berlaku bagi
b. Angin
Arah angin pada suatu daerah perlu diperhatikan dalam pengolahan tata
ruang luar. Hal ini dimaksudkan agar tercipta pergerakan angina mikro
yang sejuk dan menyenangkan bagi kegiatan manusia. Pada ruang terbuka
c. Curah hujan
32
d. Temperatur
Untuk daerah tropik, temperatur disiang hari relatif cukup panas. Apabila
mikro yang sejuk maka perlu ditempatkan pohon peneduh dengan tajuk
melebar.
a. Akses
masyarakat
Makna (Meaning) merupakan aspek yang dikaji dari aspek fisik dan non
fisik serta keterkaitan sejarah dan sosial politik dan budaya dengan kriteria-
33
penghubung ii) batas area yang jelas namun fleksibel, pembagian area, iii)
landmark kawasan
penting
Menurut Frick dan Mulyani (2006) bagian dari kualitas fisik adalah sebagai
berikut:
a. Ketersediaan Fasilitas
sosial, budaya dan ekonomi. Hal ini bertujuan supaya kegiatan sosial,
34
b. Kondisi Fasilitas
Hal ini bertujuan supaya kondisi fisik fasilitas tetap terjaga. Indikator ini
c. Ketersediaan Vegetasi
d. Aksesibilitas
yang ada dalam taman seperti jalan setapak, pedestrian dan trek lari.
pendukung, jaringan jalan yang menuju taman dan waktu tempuh taman
Syarat suatu penelitian adalah adanya keaslian dalam penelitian, hal ini
dapat dilihat pada penelitian terdahulu yang telah dilakukan yang berkenaan
dengan penelitian yang sama, sehingga dapat dilihat perbedaan antara penelitian
35
Tabel 2.3 Penelitian Terdahulu
Apriyan Preferesi Tempat Kota Tujuan penelitian ini adalah: Metode Preferensi tempat bersantai dan
Dinata, Bersatai dan Pekanbaru penelitian ini rekreasi bagai masyarakat Kota
Saadatus Rekreasi Bagi 1. untuk mengetahui preferensi adalah Pekanbaru dalam ruangan (indoor)
Salasiah, Masyarakat Kota tempat bersantai dan rekreasi kualitatif sangat berfariatif, hal ini dibuktikan
Febby Pekanbaru bagi masyarakat Kota deskriptif dengan hasil kuesioner yang terdiri dari
Asteriai Pekanbaru delapan pilihan. Dari delapan pilihan
2. untuk megetahui manfaat tersebut yang paling banyak diminati
(2016) bersantai dan rekreasi bagi adalah menoton di bioskop, sedangkan
masyarakat Kota Pekanbaru yang terendah adalah berkunjung ke
pasar tradisional. Sedangkan yang
berada di luar ruangan terdapat dua belas
1
pilihan, yang tertinggi adalah
mengunjungi carr free day dan yg
terendah adalah mengunjungi danau
buatan.
36
Nama Lokasi Tujuan Metode
No Judul Hasil
Peneliti Penelitian Penelitian Penelitian
2 Elif Kutay Comparative Duzce City Tujuan penelitian ini adalah untuk Metode Kepemilikan ruang bukanlah
Karocor, Analysis of The mengevaluasi kualitas ruang publik penelitian ini sebuah signifikan yang mempengaruhi
Ezgy Akcam Quality yang menjadi alasan perbedaan adalah kualitas ruang. Dengan demikian yang
Perception in antara manajemen dan kepemilikan deskriptif dimiliki publik dapat dianggap
(2016) Public Space of statistic berkualitas rendah karena faktor yang
Duzce City mempengaruhi aktivitas, kenyamanan
dan akses. Ruang publik dan privat
memiliki kepemilikan yang sama.
3 Seema Pliya, Public Space Kota Delhi, Untuk mengevaluasi kualitas ruang Metode Ruang taman di kota-kota India
Pushplata Quality Dehradum publik yang dapat membantu dalam penelitian ini umumnya dapat diakses, terhubung dan
Evaluation: mengidentifikasi ruang publik adalah inklusif terlepas dari kota tempat mereka
37
37
Nama Lokasi Tujuan Metode
No Judul Hasil
Peneliti Penelitian Penelitian Penelitian
Garg Prerequisite for and Roorkee dengan kualitas yang berbeda, serta deskriptif berada. Alasan utama buruknya kondisi
Public Space merumuskan strategi untuk kualitatif taman adalah kurangnya perawatan,
(2019) Management perbaikannya dengan kenyamanan, keselamatan dan
keamanan. Lebih lanjut diamati bahwa
menggunakan
ruang-ruang ini tidak mendorong
Public Space berbagai kegiatan atau mode
Quality Index penggunaan, dan kualitas yang berkaitan
(PSQI) dengan daya tarik dan daya tarik tidak
ada di taman lingkungan. Selain itu,
taman-taman ini tidak secara tepat
memanfaatkan seni publik yang
ditampilkan dan tidak memiliki estetika
yang jelas dan menarik. Lansekap yang
buruk dan area hijau yang tidak terawat
lebih jauh mengurangi daya tarik taman.
Beberapa taman ini tidak dapat
didekati, yaitu berkinerja buruk dalam
dimensi aksesibilitas yang, seiring
waktu, menyebabkan taman-taman ini
menjadi pusat kegiatan ilegal dan
antisosial yang mengakibatkan
kerusakan permanen pada citra taman;
reputasi yang rusak kemudian sangat
sulit untuk [Link]-kali
kerusakan tidak dapat diperbaiki dan
taman perlu diciptakan kembali
menggunakan konsep yang sama sekali
berbeda.
Dari analisis taman di semua kota
38
38
Nama Lokasi Tujuan Metode
No Judul Hasil
Peneliti Penelitian Penelitian Penelitian
39
Nama Lokasi Tujuan Metode
No Judul Hasil
Peneliti Penelitian Penelitian Penelitian
Taufik Pola Pemanfaatan CFD Jalan 1. Mengetahui motivasi dan Metode 1. Berdasarkan hasil analisis faktor,
4 2015 Ruang Terbuka Gajah Mada persepsi masyarakat yang penelitian ini maka terdapat 3 faktor yang
Publik Temporer dan mengunjungi ruang publik adalah tergabung kedalam motivasi
(Studi Kasus: Car Diponegoro temporer Pekanbaru car free day pendekatan pengunjung terhadap kondisi car
Free Day (CFD) 2. Mengidentifikasi pola penelitian free day kota Pekanbaru
Jalan Gajah Mada pemanfaatan ruang terbuka kuantitatif 2. Berdasarkan hasil analisis faktor,
dan Jalan publik temporer pada kawasan deskriptif maka terdapat 5 faktor yang
DIponegore Kota car free day di jalan Gajah Mada tergabung ke dalam persepsi
Pekanbaru) dan jalan Diponegoro pengunjung terhadap kondisi car
3. Merumuskan strategi free day kota Pekanbaru
pemanfaatan ruang car free day 3. Teridentifikasinya pola pemanfaatan
yang baik dimasa depan ruang bahwa penerapan hasil
revitalisasi yang menempatkan
setiap kegiatan-kegiatan car free day
masih belum optimal.
Prihastoto Kajian Kualitas Alun-Alun Mengetahui kualitas Alun-Alun Metode 1. Aspek needs, dari beberapa faktor
4 (Tesis) Ruang Publik Kota Kota Purwokerto melalui aspek penelitian ini yang ada masih kurang seperti alun-
2003 Pada Alun-Alun Purworejo pembentuk kualitas ruang publik menggunakan alun tidak nyaman, kurang aman dan
Kota Purworejo metode kurang santai untuk beraktivitas.
40
40
Nama Lokasi Tujuan Metode
No Judul Hasil
Peneliti Penelitian Penelitian Penelitian
5 Anggit Kualitas Taman Kompleks Mengetahui kualitas taman kota Penelitian ini Secara keseluruhan kualitas taman kota
Pratomo Kota Sebagai Stadion sebagai ruang publik di Kota adalah di Kota Surakarta berdasarkan persepsi
(2017) Ruang Publik di Manahan, Surakarta berdasarkan persepsi dan pendekatan dan preferensi pengguna berada pada
Jurnal Kota Surakarta Taman preferensi pengguna penelitian kondisi sedang. Kelengkapan elemen
berdasarkan Balekamban kuantitatif dan pendukung taman kota di Kota Surakarta
Persepsi dan g, dan dilakukan sudah lengkap, namun kondisi tiap-tiap
Preferensi Taman Kota elemen masih perlu ditingkatkan.
Pengguna Surakarta secara Beberapa elemen yang perlu
deduktif ditingkatkan yaitu toilet dan halte bus.
41
Nama Lokasi Tujuan Metode
No Judul Hasil
Peneliti Penelitian Penelitian Penelitian
6 Futeri Kajian Kualitas RTH Tunjuk Teridentifikasi kualitas ruang Metode 1. Aspek kebutuhan yang dinilai baik,
Addini Ruang Terbuka Ajar terbuka hijau publik berdasarkan penelitian ini namun juga memiliki beberapa aspek
Hijau Publik di Integritas referensi pengguna di Kecamatan menggunakan yang harus ditingkatkan agar menjadi
Kecamatan Kota Senapelan deskriptif kualitas yang baik, seperti
Senapelan Pekanbaru kuantitatif dan pencahayaan, pedestrian,tempat
dilakukan sampah, lampu penerangan jalan,
secara induktif maupun kenyamanan.
2. Aspek hak dinilai cukup baik,
dikarenakan tempat parkir dan PKL
yang berada di sekitar RTH dinilai
dapat mengganggu para pengunjug
saat bersantai ataupun melakukan
aktivitas di sekitaran RTH
3. Aspek makna diilai baik, karena pada
aspek ini membahas mengenai budaya
dan sejrah dari suatu RTH, maka RTH
Tunjuk Ajar dan Taman Tuan Kadi
yang dinilai baik memiliki sejarah
42
42
Nama Lokasi Tujuan Metode
No Judul Hasil
Peneliti Penelitian Penelitian Penelitian
43
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
mendapatkan informasi lebih mendalam dan luas terhadap suatu fenomena dengan
2014).
umum kepada kondisi khusus. Biasanya diawali dari penetapan tujuan dan
konkret dan logis. Dengan kata lain untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu
harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan
penelitian di lapangan.
spesifikasinya adalah sistematis, terencana dan terstruktur dengan jelas sejak awal
disebut juga sebagai metode positivistik, hal ini berlandaskan pada filsafat
44
positivisme. Metode ini disebut metode kuantitatif karena data dalam penelitian
instansi pemerintah terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota
a. Kuesioner
efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa
b. Observasi
penelitian untuk melihat lebih dekat kegiatan yang dilakukan. Objek penelitian
45
c. Dokumentasi
d. Literatur
Literatur tidak hanya dari buku, akan tetapi dapat berupa suatu informasi dari
penyusunan kebutuhan data dan informasi. Pengumpulan data dan informasi dapat
melalui observasi/ pengamatan langsung situasi dan kondisi yang terjadi dalam
Data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada
pengumpul data. Data ini didapat melalui kuesioner dari informasi responden dan
Data sekunder adalah sumber data yang tidak memberikan data secara
langsung kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat suatu
46
antara lain, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru,
Perpustakaan Teknik, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekanbaru, Kantor Camat
Data awal yang diperlukan adalah data mengenai kondisi Ruang Terbuka
hijau publik.
kuesioner bagian dari tahap lapangan dan mencari berbagai sumber baik
47
dari literatur buku, jurnal, website dan referensi lainnya yang berhubungan
3.5.2 Lapangan
data dengan turun langsung ke lapangan. Untuk memperoleh data dari obeservasi,
Setelah mengumpulkan data dari tahap Lapangan, maka data yang didapat
dari data primer dan sekunder diolah untuk menjadikan suatu data yang konkret.
Data yang diperoleh ditulis dalam bentuk laporan atau data yang terperinci.
dipilih hal-hal yang pokok, difokuskan pada hal-hal yang penting. Data hasil
kategori tertentu akan memberikan gambaran yang lebih tajam tentang hasil
Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang,
objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti
mengkaji teori dan konsep dari berbagai literature yang ada, maka dapat ditarik
48
suatu kesimpulan bahwa untuk penentuan kualitas Ruang Terbuka Hijau Publik
dapat dilakukan beberapa variabel. Tabel 3.1 berikut menjelaskan tentang variabel
Sub
No Variabel Indikator
Indikator
Iklim
Tempat duduk
Kenyamanan Fasilitas pendukung
Pedestrian
Pencahayaan
Bersantai terhadap lingkungan
setempat
Kebutuhan Santai Kenyaman
1
Keamanan
Keterlibatan Pasif Memandang
Bergerak
Berkomunikasi
Keterlibatan aktif
Event kegiatan
Tempat bermain anak
Vegetasi Jenis Tanaman
Akses
Akses
2 Hak Visual penghalang
Kebebasan Ruang untuk kalangan tertentu
49
3.7 Populasi, Teknik Sampling dan Sampel
3.7.1 Populasi
Penelitian ini akan dilakukan di kawasan RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota
Pekanbaru dan Taman Tuan Kadi dengan subjek berupa pengunjung dua ruang
memberikan peluang/ kesempatan yang sama kepada setiap unsur atau anggota
populasi untuk dipilih sebagai sampel. Teknik yang digunakan adalah purposive
sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui cocok sebagai
Populasi dari penelitian ini adala pengujung RTH Tunjuk Ajar Integritas
Kota Pekanbaru dan Taman Tuan Kadi dan jumlahnya tidak diketahui secara
pasti, maka teknik penentuan besarnya sampel untuk populasi tak terhingga
sebagai berikut:
50
Keterangan:
n : Jumlah sampel yang diperlukan
z : Harga dalam kurv normal untuk simpangan 5%, dengan nilai 1,96
p : Peluang benar 50%= 0.5
q : Peluang salah50%= 0.5
e : Tingkat kesalahan sampel (sampling error)
sebagai berikut:
97 ≈ 100 responden
97 ≈ 100 responden
Integritas Kota Pekanbaru dan Taman Tuan Kadi sebanyak 100 responden.
51
3.7.3 Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh
populasi tersebut. Untuk sampel yang diambil dari populasi tersebut harus harus
adalah sebagian dari populasi yang terpilih dan mewakili populasi tersebut.
Sebagian dan mewakili dalam batasan merupakan dua kata kunci dan merujuk
kepada semua jenis ciri populasi dala jumlah yang terbatas pada masing-masing
karakteristiknya.
100 responden.
Bahan dan alat yang digunakan dalam penelitian ini pada proses
b. Alat tulis (pena, pensil, buku dan sebagainya) digunakan untuk mencatat
52
3.9 Teknik Analisis
penelitian ini digunakan untuk menganalisis karakteristik dari ruang terbuka hijau
dari aspek kebutuhan, hak, dan makna. Dengan menggunakan skala likert variabel
yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel, dan seterusnya indikator
tersebut dijadikan sebagai tolak ukur untuk menyusun bagian-bagian yang dapat
mempunyai gradasi dari yang sangat positif hingga yang sangat negatif.
hijau publik dengan menggunakan pola skala likert, setelah masing-masing nilai
dari responden telah dihitung, penulis juga akan menghitung nilai persentasenya
menggunakan rumus :
Dimana,
P : Persentase
f : Frekuensi dari setiap jawaban
n : Jumlah responden
53
Kemudian hasil dari perhitungan diatas dikonfirmasikan dengan kriteria
sebagai berikut:
Keterangan:
I : Interval
n : Jumlah skor likert
Perhitungan interval:
I = 20
kelas yang terdiri dari lima kelas. Berikut Tabel 3.3 menjelaskan tentang
54
3.10 Lokasi dan Waktu
dua lokasi yang berbeda, maka banyaknya sampel yang diambil berdasarkan
jumlah pengunjung pada hari senin hingga hari minggu di setiap RTH publik.
Tabel 3.2 berikut menjelaskan penentuan jumlah sampel pada RTH Tunjuk Ajar
Tabel 3.3 Penentuan Jumlah Sampel Pada RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota
Maret tahun 2020. Penyebaran kuesioner ini dilakukan setiap hari pada waktu
pagi (08.00-11.00 WIB), siang (14.00-17.00 WIB) hingga malam hari (20.00-
22.00 WIB). Dikarenakan pengunjung ruang terbuka hijau publik lebih banyak
55
3.11 Validitas dan Reliabilitas
mengukur apa (objek) yang hendak ukur. Semakin tinggi validitas suatu
instrumen, maka makin baik instrumen itu digunakan. Validitas suatu instrumen
dapat dilihat dari isi atau konsep maupun daya ramal yang terdapat pada
instrumen itu. Disamping itu pula dapat dilihat dengan memperhatikan bentuknya
atau hubungannya dengan instrumen lain secara empirik dan statistik (Sugiyono,
2011).
dengan bantuan program IBM SPSS Versi 22 for windows. Adapun kriteria
a. Jika r hitung r tabel (uji 2 sisi dengan sig. 0.05) maka instrumen atau
(dinyatakan valid)
b. Jika r hitung r tabel (uji 2 sisi dengan sig. 0.05) maka instrumen atau
penelitian terhadap individu yang sama, dan diberikan dalam waktu yang berbeda.
Jadi, suatu instrumen dikatakan reliabel apabila instrument itu dicobakan kepada
56
subjek yang sama secara berulang namun hasilnya tetap sama atau relatif sama
(Yusuf, 2014).
57
3.12 Desain Survey
Cara
No Sasaran Variabel Indikator Sub Indikator Sumber Data Pengambilan Analisis Hasil
Data
Iklim
Tempat duduk
Fasilitas pendukung
Kenyamanan
Pedestrian
Pencahayaan
Vegetasi
Bersantai terhadap Tingkat
Teridentifikasinya
lingkungan setempat Kualitas RTH
Kualitas RTH - Kuesioner Skala Likert
1 Kebutuhan Santai Responden berdasarkan
Publik dari Aspek Kenyaman - Observasi
Aspek
Kebutuhan
Keamanan Kebutuhan
Keterlibatan
Memandang
Pasif
Bergerak
Berkomunikasi
Keterlibatan
aktif Event kegiatan
58
Cara
No Sasaran Variabel Indikator Sub Indikator Sumber Data Pengambilan Analisis Hasil
Data
kasinya Kualitas Visual penghalang - Observasi Kualitas RTH
RTH publik dari berdasarkan
Ruang untuk kalangan
Aspek Hak Kebebasan Aspek Hak
tertentu
Mudah dikenali Jalur penghubung
(legability) Landmark area
Keterkaitan
Norma budaya pennguna
Teridentifi (relevance) Tingkat
kasinya Kualitas Tempat bermain anak - Kuesioner Skala Likert Kualitas RTH
3 Makna Hubungan Responden
RTH publik dari - Observasi berdasarkan
individu Penempatan event
Aspek Makna Aspek Makna
Ruang kelompok
Hubungan (bersosial)
kelompok Ruang berkelompok
untuk berolahraga
Sumber: Hasil Analisis, 2020
59
59
BAB IV
saat itu dipimpin oleh seorang Kepala Suku disebut Batin. Daerah yang mulanya
Payung Sekaki yang terletak di tepi muara sungai Siak. Nama Payung Sekaki
Perkembangan kota ini pada awalnya tidak terlepas dari fungsi Sungai
pedalaman dan dataran tinggi Minangkabau ke wilayah pesisir Selat Malaka. Pada
abad ke-18, wilayah Senapelan di tepi Sungai Siak, menjadi pasar (pekan) bagi
berkembang menjadi tempat permukiman yang ramai. Hal ini tak lepas dari peran
Siak dari Mempura ke Senapelan pada tahun 1762 demi untuk menghindari
dengan bantuan Belanda. Pekan yang beliau bangun di tempat ini kemudian
lada, gambir, damar, kayu, rotan, dan lain-lain. Jalan tersebut menuju ke selatan
sampai ke Teratak Buluh dan Buluh Cina dan ke barat sampai ke Bangkinang
60
putranya Sultan Muhammad Ali. Di zamannya, Pekan Baru ini menjadi bandar
yang sangat ramai sehingga lama kelamaan nama Pekanbaru lebih dikenal
Menteri" dari Kesultanan Siak, yang terdiri dari datuk empat suku (Pesisir,
Limapuluh, Tanah Datar, dan Kampar), kawasan ini dinamai dengan Pekanbaru,
Berdasarkan Besluit van Het Inlandsch Zelfbestuur van Siak No.1 tanggal
19 Oktober 1919, Pekanbaru menjadi bagian distrik dari Kesultanan Siak. Namun
pada tahun 1931, Pekanbaru dimasukkan ke dalam wilayah Kampar Kiri yang
Kampar Kiri sampai tahun 1942. Setelah pendudukan Jepang pada tanggal 8
Maret 1942, Pekanbaru dikepalai oleh seorang gubernur militer yang disebut
gokung.
Sumatera di Medan tanggal 17 Mei 1946 Nomor 103, Pekanbaru dijadikan daerah
otonom yang disebut Haminte atau Kotapraja. Kemudian pada tanggal 19 Maret
Setelah Provinsi Riau terbentuk pada tahun 1958, maka nama itu
61
sebagai nama sebuah provinsi. (Sebelum dimekarkan menjadi dua Provinsi; Riau
dan Kepulauan Riau pada 1 Juli 2004) wilayah Provinsi Riau meliputi Kepulauan
Riau serta sebagian dari Pulau Sumatera bagian tengah sebelah timur dan Kota
Pekanbaru resmi menjadi ibu kota Provinsi Riau pada tanggal 20 Januari 1959
ibu kota adalah Tanjung Pinang (kini menjadi ibu kota Provinsi Kepulauan Riau)
Riau, Kota Pekanbaru adalah ibukota dari Provinsi Riau yang telah berkembang
dengan pesat seiring dengan kemajuan pembangunan ini. Luas wilayah Kota
2019).
langsung dengan:
62
Sumber: Peta Rupa Bumi, 2018
63
4.3 Kependudukan Kota Pekanbaru
Kota Pekanbaru merupakan kota yang termasuk wilayah yang luas dan
untuk ukuran luas yang terkecil adalah Kecamatan Pekanbaru Kota. Berikut
64
Berikut Tabel 4.2 jumlah kecamatan dan jumlah kelurahan serta jumlah
penduduknya.
jiwa
65
36,581
Jumlah Penduduk Berdasarkan Kecamatan
47,42
67,654 73,784
25,103 Tampan
21,492 Payung Sekaki
307,947
Bukit Raya
dengan kepadatan 469 penduduk/km2. Hal ini diakibatkan oleh luas wilayah yang
66
besar dan jumlah penduduk yang tidak mendukung wilayah itu sendiri sehingga
maksimum berkisar antara 34,1º C - 35,6º C dan suhu minimum antara 20,2º C -
23,0º C Curah hujan antara 38,6 - 435,0 mm/tahun dengan keadaan musim
berkisar :
Musim hujan jatuh pada bulan Januari s/d April dan September s/d Desember.
46% - 62%
67
4.5 Gambaran Umum Kecamatan Senapelan
Pekanbaru, terdiri atas 42 RW dan 146 RT. Luas wilayah Kecamatan Senapelan
Pesisir
68
Sumber: Peta Administrasi Kota Pekanbaru,2018
69
4.6 Kependudukan Kecamatan Senapelan
2018. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 0,05 persen dari tahun 2017.
adalah Kelurahan Kampung Baru yaitu 7.772 jiwa/km2. Berikut Tabel 4.4
kelamin
6000
5000
4000
3000
2000
1000 Laki-laki
0
Perempuan
70
Kepadatan penduduk di Kecamatan Senapelan pada saat ini memiliki
kepadatan 5.501 jiwa/km2 dengan luas wilayah 6,65 Km2 yang memiliki
di kelurahan Kampung Baru dan Padang Bulan. Untuk lebih jelas dapat dilihat
Senapelan
Padang Bulan
25,08 20,55
Padang Terubuk
16,82 Sago
14,11
9,79 Kampung Dalam
13,64
Kampung Bandar
Kampung Baru
Sumber: BPS,2019
71
4.7 Penggunaan Lahan
Luas lahan terbangun (built-up areas) sekitar 24% dari luas wilayah kota
dan dimanfaatkan sebagai kawasan perumahan (sekitar 73% dari luas areal
bandara, dan lain-lain. Areal belum terbangun (non-built up areas) adalah sekitar
76% dari luas wilayah kota saat ini yang merupakan kawasan lindung,
perkebunan, semak belukar, dan hutan. Berikut Tabel 4.6 menjelaskan tetang
untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH). RTH yang ada di Pekanbaru memiliki luas
133.822,02 m2 atau sebesar 13,382 ha. RTH dengan lahan paling luas adalah
Taman Tugu Songket sebesar 1.962,50 m2, sedangkan lahan paling kecil adalah
Taman Masjid Jalan Juanda sebesar 20 m2. Berikut Tabel 4.6 menjelaskan tentag
72
Tabel 4.7 RTH di Kota Pekanbaru
Ruang terbuka hijau Tunjuk Ajar Integritas memiliki luasan 2,2 Ha,
hijau Tunjuk Ajar Integritas terletak di pusat kota Pekanbaru dimana di daerah
73
juga di tengah-tengah pemukiman masyarakat kota Pekanbaru. Terdapat empat
jalan yang dapat di akses untuk menuju Ruang terbuka hijau Tunjuk Ajar
Integritas yakni, Jl. Riau, Jl. Jend. Ahmad Yani, Jl. HR. Juanda, dan Jl. Riau 1.
Sebelah Utara berbatasan dengan Jl. Riau & Pusat Perbelanjaan Pasar
Bawah
Sebelah Barat berbatasan dengan Jl. Jend. Ahmad Yani (Sebagai Pintu
Utama)
Sehingga penamaan taman ini sendiri memiliki makna yang berarti hasrat
maupun kejujuran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu ada
prasasti pengibaran bendera sang merah putih pertama kalinya di Bumi Lancang
Kuning. Taman Tunjuk Ajar Integritas ini terdapat tugu integritas yang
menampilkan Bono Sungai Kampar dan Bono Sungai Rokan, serta Keris Melayu
74
yang menjadi bentuk perwakilan dari diri untuk mengucapkan semangat integritas
Taman yang diresmikan di hari anti korupsi tersebut memiliki sebuah tugu
bernama Tunjuk Ajar Integritas. Tujuan dibangunnya tugu tersebut adalah sebagai
simbol melawan korupsi di Provinsi Riau. RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota
Pekanbaru ada tertanam sebuah sejarah. Ada sebuah prasasti yang berdiri kokoh.
Sekilas memang tidak terlihat keistimewaan pada batu yang mulai terlihat kusam
itu. Namun jika diperhatikan secara seksama, masih terlihat ada goresan tinta."Di
sekitar ini Merah Putih pertama dikibarkan di atas atap kantor Pos Telegram dan
14.00 oleh Angkatan Muda Pos Telegram dan Telepon Pekanbaru. Prasasti ini
November 1978.”
75
Sumber: Hasil Observasi, 2020
aktivitas. Taman ini memiliki banyak wahana permainan dan areanya juga luas.
permainan lainnya. Ada juga arena permainan beralaskan tanah. Cocok untuk
jalanan taman, bisa digunakan pengunjung jika ingin bersepeda atau jogging. Ada
banyak bangku yang disediakan jika ingin duduk santai menikmati suasana taman.
76
4.8.2 Taman Tuan Kadi
Pekanbaru di bawah jembatan Siak 1, taman ini bukan sekedar taman kota. Di
taman ini terdapat salah satu cagar budaya kebanggaan masyarakat Pekanbaru
yaitu Rumah Singgah Sultan. Letak Taman Tuan Kadi langsung berbatasan
Dibangun pada tahun 1895, rumah ini menjadi persinggahan Sultan Syarif
rumah dari mertua Tuan Qadhi H. Zakaria yang bernama Haji Nurdin Putih.
Karena dulunya berada di atas sungai, rumah singgah ini memiliki lantai yang
tinggi seperti bentuk rumah panggung. Di dalam rumah khas Melayu ini, kamu
77
bisa melihat foto-foto sejarah Sungai Siak dan juga melihat dulang, yaitu tempat
penyajian makanan khas Melayu yang berada di sekeliling ruangan. Selain itu, ada
gasing yang merupakan permainan warga Melayu di jaman dulu dan centong nasi
Taman Tuan Kadi bukan hanya memiliki nilai sejarah karena rumah
singgah, tapi juga karena berisi halte lama yang menjadi saksi sejarah pengeboran
melihat pemandangan jembatan Siak yang berdiri megah. Di taman ini juga
terdapat buah manggis yang menjadi simbol warga Melayu yang melambangkan
kejujuran.
Di atas Sungai Siak ini berdiri dengan kokoh jembatan Siak III yang
jembatan ini tak pernah sepi pengunjung untuk menikmati pemandangan dengan
duduk santai di Taman Rumah Singgah Tuan Kadi di tepi Sungai Siak.
disulap menjadi taman dan dihias lampu-lampu kecil serta kursi-kursi yang
78
disediakan oleh pemerintah. Masih di kawasan ini terdapat peninggalan cagar
budaya Kesultanan Siak Sri Indrapura, yakni Rumah Singgah Tuan Kadi yang
Selain itu, pengunjung pun bisa menikmati wisata kuliner di tepi Sungai
Siak ini. Aneka makanan yang disajikan para penjual, sambil menikmati sore di
tepi sungai. Jangan terkejut bila banyak anak kecil yang terjun bebas dari atas
jembatan. Mereka tanpa takut terjun dan berenang di Sungai Siak dan tak hanya
itu di taman ini kita dapat melakukan aktivitas yang lain seperti bermain bersama
anak, dikarenakan telah disediaknnya tempat khusus untuk anak dan juga kita
79
BAB V
5.1.2 Umur
melakukan kunjungan wisata ditentukan oleh umur responden. Selain hal itu,
umur juga menjadi tolak ukur dalam menentukan kualitas dari sebuah tempat
rekreasi. Umur juga akan mempengaruhi tipe kunjungan di Taman Tuan Kadi dan
Hal ini terjadi karena pengunjung objek utama selalu di domiasi oleh anak remaja,
80
baik pada hari biasa maupun hari libur. Sementara itu, sebanyak 31 pengunjung
lainnya berusia 25-45 tahun dan sisanya sebesar 4 responden berusia >45 tahun
berusia 12-24 tahun sebanyak 62 orang. Hal ini terjadi karena pengunjung objek
utama selalu didomiasi oleh anak remaja, baik pada hari biasa maupun hari libur.
Sementara itu, sebanyak 34 pengunjung lainnya berusia 25-45 tahun dan sisanya
5.1.3 Agama
5.1.4 Suku
suku yaitu melayu sebanyak 29 orang, minang sebanyak 48 orang, jawa 15 orang,
5 orang suku batak, dan 3 di luar suku lainnya. Sedangkan di RTH Tunjuk Ajar
orang, minang sebanyak 47 orang, jawa 12 orang, 13 orang suku batak, dan 4 di
81
5.1.5 Pendidikan
masyarakat. Hal ini dapat menunjukkan bahwa pengunjung Taman Tuan Kadi,
baik hari biasa ataupun hari minggu/libur memiliki pendidikan formal terakhir
sebagai siswa SMP, SMA, atau lulusan Perguruan Tinggi (PT). Dalam penelitian
SMA sebanyak 42 orang, hal yang demikian terjadi karena mayoritas pengunjung
sebanyak 1 orang.
lulusan SMA sebanyak 58 orang, hal yang demikian terjadi karena mayoritas
waktu kunjungan di RTH Tunjuk Ajar ataupun di Taman Tuan Kadi adalah pada
82
waktu malam hari. Karea pada saat itu banyak anak remaja yang berkunjung
Diketahui bahwa dari 100 orang responden Taman Tuan Kadi, yang
mengunjungi RTH pada pagi hari sebanyak 14 responden, siang hari sebanyak 70
Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru yang mengunjungi RTH pada pagi hari
83
5.2 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas
program SPSS for windows versi 22.0. Dalam penelitian ini pengujian validitas
pada nilai rhitung (corrected item-total correlation) > rtabel sebesar 0.1946, untuk df
= 98; alfa = 0.05, maka item/ pertanyaan tersebut valid dan sebaliknya.
dengan 20 item [Link] tabel 3.5 tentang hasil uji validitas variabel
84
Butir Nilai Corrected Item Total Sig rtabel Kriteria
Correlation / rhitung
11 0.468 0.000 0.1946 Valid
12 0.197 0.000 0.1946 Valid
13 0.337 0.000 0.1946 Valid
14 0.345 0.000 0.1946 Valid
15 0.298 0.000 0.1946 Valid
16 0.472 0.000 0.1946 Valid
17 0.372 0.000 0.1946 Valid
18 0.399 0.000 0.1946 Valid
19 0.281 0.000 0.1946 Valid
20 0.233 0.000 0.1946 Valid
Sumber: Hasil Analisis, 2021
variabel materi pelatihan memiliki status valid, karena nilai rhitung (corrected item-
item pertanyaan. Berikut Tabel 5.3 tentang hasil uji validitas variabel aspek hak
(X2)
Berdasarkan Tabel 5.3 hasil uji validitas variabel aspek hak (x2), maka
dapat dilihat seluruh pertanyaan untuk variabel materi pelatihan memiliki status
valid, karena nilai rhitung (corrected item-total correlation) > rtabel sebesar 0.1946.
85
Uji validitas kuesioner variabel aspek makna
tujuh item pertanyaan. Berikut Tabel 5.4 tentang hasil uji validitas variabel aspek
makna (X3).
Butir Nilai corrected item total correlation / rhitung Sig rtabel Kriteria
1 0.493 0.000 0.1946 Valid
2 0.366 0.000 0.1946 Valid
3 0.638 0.000 0.1946 Valid
4 0.644 0.000 0.1946 Valid
5 0.651 0.000 0.1946 Valid
6 0.641 0.000 0.1946 Valid
7 0.525 0.000 0.1946 Valid
Sumber: Hasil Analisis, 2021
Berdasarkan Tabel 5.4 tentang hasil uji validitas variabel aspek makna
(x3), maka dapat dilihat seluruh pertanyaan untuk variabel materi pelatihan
memiliki status valid, karena nilai rhitung (corrected item-total correlation) > rtabel
sebesar 0.1946.
reliabel. Suatu variabel dikatakan reliabel atau handal terhadap pertanyaan selalu
variabel hasilnya disajikan dalam tabel. Berikut Tabel 5.5 tentang hasil uji
reliabilitas.
86
Tabel 5.5 Hasil Uji Reliabilitas
yang dinyatakan reliabel. Suatu variabel dikatakan reliabel atau handal, jika
instrumen terhadap aspek adalah sebesar ril = kkk, ternyata memiliki nilai Alpha
Cronbach lebih besar dari 0.600, yang berarti ketiga instrumen dinyatakan reliabel
secara aktif. Tabel 5.6 berikut menjelaskan hasil responden terhadap aspek
kebutuhan.
87
Tabel 5.6 Aspek Kebutuhan
Keterlibatan
397 500 79.4% Baik 300 500 60% Baik
Pasif
Total 6351 10000 63.5% Baik 6423 10000 64.2% Baik
Sumber: Hasil Analisis, 2021
Secara keseluruhan kualitas Taman Tuan Kadi dan RTH Tunjuk Ajar
adalah baik dengan skor 63.8%. Dengan nilai aspek kebutuhan Taman Tuan Kadi
yaitu 63.5% (baik) dan RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru yaitu 64.2%
(baik). Untuk kualitas berdasarkan aspek kebutuhan lebih didominasi oleh RTH
Tunjuk Ajar Integritas, meskipun nilai dari masing-masing ruang terbuka hijau
5.3.1 Kenyamanan
ruang secara harmonis, baik dari segi bentuk, tekstur, warna, aroma, suara, bunyi,
cahaya, atau yang lainnya. Hubungan yang harmonis dimaksud adalah keteraturan
keindahan (Hakim, 2003). Tabel 5.7 berikut menjelaskan hasil responden terhadap
kenyamanan .
88
Tabel 5.7 Kenyamanan
Tempat Cukup
299 500 59.8% 352 500 70.4% Baik
Duduk Baik
Fasilitas Cukup Cukup
1423 2500 57% 1479 500 59.1%
Pendukung Baik Baik
Cukup
Pedestrian 300 500 60% Baik 294 500 58.8%
Baik
Tidak Cukup
Pencahayaan 200 500 40% 277 500 55.4%
Baik Baik
Cukup
Total 3507 6000 58.5% 3751 6000 62.5% Baik
Baik
Sumber: Hasil Analisis, 2021
masing-masing RTH yaitu masih dalam kondisi yang baik dengan nilai 62.82%.
Walaupun sub variabel kenyamanan di Taman Tuan Kadi cukup baik, namun
pada RTH Tunjuk Ajar memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan
Taman Tuan Kadi. Dikarenakan juga nilai antara RTH Tunjuk Ajar Integritas
Kota Pekanbaru dan Taman Tuan Kadi tidak terlalu jauh. Berikut gambar 5.1
89
(a) Taman Tuan Kadi (b) RTH Tunjuk Ajar
Sumber: Hasil Observasi, 2021
dibawah ini:
[Link] Iklim
Iklim adalah salah satu faktor penentu dari keberhasilan suatu ruang
terbuka hijau. Karena ruang terbuka hijau yang baik memiliki tempat berlindung
dari hujan maupun panas agar pengunjung tetap dapat menikmati pemandangan
pengunjung pada masing-masing RTH di Taman Tuan Kadi dan RTH Tunjuk
Ajar Integritas Kota Pekanbaru terhadap indikator iklim. Hasil kondisi masing-
masing RTH adalah baik, dimana pendapat responden terhadap indikator iklim
memiliki angka yang tidak jauh [Link] 5.8 berikut menjelaskan hasil
90
Tabel 5.8 Iklim
RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota
Taman Tuan Kadi
Pekanbaru
Skor
IKLIM Jumlah Jumlah Skor
Mak Persen Tingkat Persent Tingkat
Skor Skor Maksi
sima tase Kriteria ase Kriteria
Total Total mal
l
Paparan sinar
348 500 69.6% Baik 337 500 67.4 % Baik
matahari
Pergerakan
349 500 69.8% Baik 368 500 73.6 % Baik
angina
Perlindungan Cukup Cukup
289 500 57.8% 289 500 57.8%
dari hujan Baik Baik
Perlidungan Cukup
299 500 59.8% 355 500 71 % Baik
dari panas Baik
Total 1285 2000 64% Baik 1349 2000 67.5% Baik
Sumber: Hasil Analisis, 2021
Berdasarkan Tabel 5.8 tentang iklim masih dalam kondisi yang baik
dengan persentase 64%. Hal ini terjadi karena RTH Tuan Kadi yang terletak di
pinggiran Sungai Siak memiliki pepohonan yang melindungi dari paparan sinar
matahari, sedangkan untuk melindungi dari hujan masih dalam kondisi yang
cukup baik dikarenakan di Taman Tuan Kadi tidak terdapat gazebo ataupun
pelindung dari hujan yang disediakan oleh pemerintah dan pengunjung hanya
memanfaatkan teras gerai toko dan bawahan Jembatan Siak III saat hujan turun.
Sedangkan RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru Tabel 5.6 Tentang
iklim juga dalam kondisi yang baik dengan persentase 67.5%. Hal ini dapat dilihat
pada kondisi perlindungan dari hujan dengan kondisi cukup baik, akan tetapi
gazebo yang terdapat di RTH hanya terdapat empat gazebo yang masih dinilai
hujan antara Taman Tuan Kadi dan RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru.
91
(b) Taman Tuan Kadi (b) RTH Tunjuk Ajar
Sumber: Hasil Observasi, 2021
Kota Pekanbaru sendiri terkenal juga dengan kondisi iklim yang panas.
yang beraktivitas pada siang hari di RTH Tunjuk Ajar maupun Taman Tuan
Kadi. Hal ini disebabkan oleh ruang yang ada di RTH Tunjuk Ajar maupun Tuan
Kadi belum dapat menyediakan tempat berteduh maupun vegetasi untuk dapat
terbuka hijau masih sangat sedikit, sehingga apabila terjadi hujan. Pengunjung
akan beralih keluar ruang terbuka hijau untuk berteduh dan melindungi diri dari
turunnya hujan. Tempat berteduh di Taman Tuan Kadi yaitu monumen terminal
yang dapat menampung orang hingga 10 orang. Sedangkan di RTH Tunjuk Ajar
Integritas Kota Pekanbaru yaitu ada empat gazebo yang berada di setiap sudut,
92
[Link] Tempat Duduk
pengunjung pada masing-masing RTH di Taman Tuan Kadi dan RTH Tunjuk
Ajar Integritas Kota Pekanbaru terhadap indikator tempat duduk. Hasil kondisi
masing-masing RTH berbeda, yaitu untuk Taman Tuan Kadi memiliki kondisi
cukup baik, sedangkan kondisi tempat duduk RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota
Pekanbaru yaitu baik. Tabel 5.9 berikut menjelaskan hasil responden terhadap
tempat duduk.
Berdasarkan Tabel 5.9 tempat duduk Taman Tuan Kadi dalam keadaan
cukup baik dengan persentase 59.8%, meskipun fasilitas tempat duduk yang telah
Taman Tuan Kadi dan juga diletakkan di beberapa tempat agar pengunjung dapat
pengunjung dengan ukuran tubuh yang besar. Karena tempat duduk yang dibuat
93
Sedangkan kondisi tempat duduk RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru
yaitu baik dengan persentase 70.4%. Karena tempat duduk yang disediakan oleh
duduk untuk orang dewasa dengan ukuran tinggi dan panjang, serta ada juga
bulatan dengan tiga susunan kesamping. Dan juga tempat duduk yang ada tersebar
di seluruh RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru. Berikut gambar 5.3
tempat duduk
Taman Tuan Kadi dan RTH Tunjuk Ajar Integritas kota Pekanbaru memiliki
betuk yang berbeda. Taman Tuan Kadi yang sangat khas dengan budaya melayu,
memiliki bentuk tempat duduk berbentuk ikan yang berada di sungai. Sehingga
nyaman untuk duduk terlalu lama dan juga memiliki betuk tempat duduk yang
lurus pada umumnya, tetapi hanya sedikit yang tersedia. Berbeda dengan RTH
Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekabaru yang memiliki dua jenis tempat duduk yaitu
tempat duduk bulatan yang disusun tiga pada masing-masing tempat dan tempat
94
duduk pada umumnya yang sedikit tinggi untuk diduduki oleh pengunjung.
Meskipun begitu, tempat duduk di RTH Tunjuk Ajar Integrirtas Kota Pekanbaru
lebih banyak dibandingkan dengan tempat duduk Taman Tuan Kadi, sehingga
pengunjung pada masing-masing RTH di Taman Tuan Kadi dan RTH Tunjuk
pendukung.
Tempat sampah 390 500 78% Baik 319 500 63.8% Baik
Cukup
Tempat parkir 314 500 62.8% Baik 295 500 59%
Baik
Cukup Cukup
Total 1423 2500 57% 1479 2500 59.1%
Baik Baik
Sumber: Hasil Analisis, 2021
95
Pada dasarnya ruang terbuka hijau tidak terlepas dari fasilitas pendukung
yang mendukung kegiatan di Taman Tuan Kadi. Ketersediaan fasilitas yang ada di
Taman Tuan Kadi antara lain tempat makan/minum, toilet, lampu penerangan
jalan, tempat sampah, dan tempat parkir. Dapat dilihat pada Tabel 5.10 Tentang
fasilitas tempat makan dengan kondisi yang tidak baik (40%). Hal ini terjadi
akibat telah beralih fungsi menjadi tempat penjualan berbagai macam alat-alat
mobil dan bengkel. Sehingga untuk sekarang tempat makan yang disediakan tidak
ada lagi dan hanya beberapa pedagang (PKL) yang berjualan di area pinggir
Taman Tuan Kadi. Sedangkan untuk lampu penerangan jalan yang terdapat di
sekitaran ruang terbuka hijau ada yang copot ataupun pecah, dimana hanya
kondisi fasilitas berada pada tingkatan cukup baik dengan persentase 57%. Hal ini
Sedangkan pada RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru Dilihat dari
pada tingkatan cukup baik (59.1%). Kondisi fasilitas dengan tingkat kualitas
terendah adalah fasilitas toilet, lampu penerangan jalan dan tempat parkir. Hal ini
96
dikarenakan pada pagi hari selalu dibersihkan oleh petugas kebersihan, berbeda
jika pada sore hari yang terlihat sedikit kotor yang diakibatkan oleh kurangnya
jalan, banyak lampu yang tidak berfungsi dan juga ada yang rusak atau kosong.
[Link] Pedestrian
pengunjung RTH terhadap kondisi pedestrian Taman Tuan Kadi adalah cukup
97
60%. Sedangkan persentase RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru 58.8%.
Jalur pejalan kaki di dalam RTH juga disebut dengan green pathway, yaitu
ruang pejalan kaki yang terletak antara ruang hijau. Ruang ini merupakan
pembatas di antara ruang hijau dan ruang sirkulasi pejalan kaki. Pedestrian juga
di Taman Tuan Kadi adalah dalam keadaan cukup baik dengan persentase 60%.
Hal ini diakibatkan oleh jalur pedestrian yang terdapat di dalam Taman Tuan Kadi
memiliki ukuran yang kecil dan jalur inipun dilalui oleh dua arah yang
seringkali memilih jalur pedestrian yang lain untuk mencapai tempat yang ingin
98
Berdasarkan Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana
Ruang Pejalan Kaki di Perkotaan, lebar jalur pedestrian di dalam ruang terbuka
hijau yaitu 1.8 meter - 3.0 meter. Sedangkan lebar jalur pedestrian bagian dalam
di Taman Tuan Kadi yaitu 1.5 meter. Sehingga untuk lebar dari jalur pedestrian
tidak sesuai dengan standar yang berlaku. Seharusnya pemerintah sebagai pihak
pengembang lebih memperhatikan kondisi dari setiap elemen yang terdapat dalam
terdapat di RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru adalah dalam kondisi
cukup baik dengan persentase 58.8%. Hal ini diakibatkan oleh beberapa ruas jalur
pengunjung yang melewati jalur pedestrian. Jalur pedestrian RTH Tunjuk Ajar
tidak hanya untuk pejalan kaki saja, tetapi juga untuk berolahraga (jogging) dan
pedestrian bagian luas juga digunakan untuk tempat berjualan bagi PKL. Sehingga
Ruang Pejalan Kaki di Perkotaan, lebar jalur pedestrian di dalam ruang terbuka
hijau yaitu 1.8 meter - 3.0 meter. Sedangkan lebar jalur pedestrian di RTH Tunjuk
Ajar Integritas Kota Pekanbaru adalah 2 meter bagian dalam RTH Tunjuk Ajar
Integritas Kota Pekanbaru, maka jalur pedestrian RTH Tunjuk Ajar telah sesuai
dengan standar yang berlaku. Sedangkan untuk bagian luar RTH Tunjuk Ajar
99
(a) Taman Tuan Kadi (b) RTH Tunjuk Ajar Integritas
Sumber: Hasil Observasi, 2021
Dilihat dari gambar 5.3 pedestrian, terlihat jelas bahwa lebar pedestrian
RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru lebih besar dibandingkan dengan
Taman Tuan Kadi. Pada gambar diatas pedestrian RTH Tunjuk Ajar (pedestrian
bagian dalam) tampak lebih lebar dibandingkan dengan Taman Tuan Kadi
untuk lebar Taman Tuan Kadi tidak sesuai dari standar maupun kenyamanan dari
pejalan kaki saat melewati jalur pedestrian yang terlalu kecil untuk dilewati oleh
[Link] Pencahayaan
pengunjung RTH terhadap kondisi pencahayaan Taman Tuan Kadi adalah tidak
100
menunjukkan 55.4%. Tabel 5.12 berikut menjelaskan hasil responden terhadap
pencahayaan.
adanya pencahayaan yang baik pula, akan tetapi dilihat dari kondisi pencahayaan
yang terdapat di Taman Tuan Kadi masih dalam kondisi yang tidak baik dengan
persentase 40%. Dikarenakan pada malam hari pencahayaan yang ada sangatlah
kurang yang diakibatkan oleh beberapa lampu yang rusak dan tak terawat.
RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru terletak di tengah kota atau bangunan
lain, cahaya dari bangunan lain juga membuat pencahayaan terhadap RTH
menjadi lebih terang dan ditambah lagi dengan lampu-lampu PKL yang berjualan
di area dalam RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru. Akan tetapi jika
101
pencahayaannya pun masih kurang pada malam hari diakibatkan banyak lampu
5.3.2 Santai
pengunjung pada masing-masing RTH di Taman Tuan Kadi dan RTH Tunjuk
indikator santai memiliki angka yang tidak jauh [Link] 5.13 berikut
menjelaskan bersantai.
tingkat bersantai sebesar 74% yang termasuk dalam keadaan baik. Sehingga
pengunjung Taman Tuan Kadi masih dapat bersantai dengan tenang, meskipun
a. Bersantai
kondisi saat bersantai dalam keadaan yang baik dengan persentase 75.4%.
102
pengunjung Taman Tuan Kadi, pengunjung dapat beristirahat dengan
tenang.
b. Kenyamanan
c. Keamanan
Keamanan di Taman Tuan Kadi juga dalam keadaan yang baik dengan
kriminal yang terjadi juga jarang terjadi. Meskipun tidak terdapat pos
bersantai sebesar 60% yang termasuk dalam keadaan cukup baik. Sehingga
pengunjung RTH Tunjuk Ajar Integritas masih dapat bersantai dengan tenang,
meskipun terdapat sedikit gangguan dari kebisingan anak-anak, tetapi hal tersebut
masih tidak menjadi penghalang untuk mengunjungi RTH Tunjuk Ajar Integritas .
a. Bersantai
Kondisi saat bersantai dalam keadaan yang cukup baik dengan persentase
103
dengan baik meskipun ada sedikit gangguan dari suara permainan motor-
motoran anak-anak.
b. Kenyamanan
pengunjung lain.
c. Keamanan
yang cukup baik dengan persentase 63%. Karena di ruang terbuka hijau
104
5.3.3 Keterlibatan Pasif
pengunjung pada masing-masing RTH di Taman Tuan Kadi dan RTH Tunjuk
Ajar Integritas Kota Pekanbaru terhadap indikator keterlibatan pasif. Hasil kondisi
masing-masing RTH berbeda, yaitu untuk Taman Tuan Kadi memiliki kondisi
baik, sedangkan kondisi keterlibatan pasif RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota
daerah sekitar bernilai kondisi baik dengan persentase 79.4%. Hal ini dikarenakan
Taman Tuan Kadi yang terletak di pinggiran Sungai Siak memiliki pemandangan
hamparan sungai dengan sampan yang melewati sungai serta dengan banyaknya
anak-anak yang bermain air hingga lompat dari atas jembatan Siak III yang
menjadi aktraksi pertunjukan yang menarik oleh pengunjung pada sore hari,
105
Berbeda dengan RTH Tunjuk Ajar dengan kondisi yang cukup baik
yang lain, sehingga pemandangan yang dilihat hanyalah ruang terbuka hijau dan
kendaraan yang melewati RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru. Meskipun
sekeliling ruang terbuka hijau tersebut, tetapi atraksi yang ditawarkan di RTH
pengunjung pada masing-masing RTH di Taman Tuan Kadi dan RTH Tunjuk
Ajar Integritas Kota Pekanbaru terhadap indikator keterlibatan aktif. Hasil kondisi
keterlibatan aktif memiliki angka yang tidak jauh [Link] 5.15 berikut
106
Taman Tuan Kadi menurut responden dalam keadaan yang baik dengan
persentase 67%. Dapat dilihat dari beberapa indikator dari keterlibatan aktif yaitu
saat melewati Taman Tuan Kadi dan komunikasi dengan pengunjung lain masih
dalam kondisi yang baik tanpa ada gangguan dari orang-orang atau benda di
sekitar Taman Tuan Kadi. Tidak hanya itu, pertunjukan yang pernah
diselenggarakan di Taman Tuan Kadi juga baik, yang mana pertunjukan yang
dengan sangat baik yang bertemakan melayu dan sudah menjadi pertunjukan yang
wajib di Taman Tuan Kadi atau menjadi event tahunan Taman Tuan Kadi.
([Link]
responden juga dalam keadaan yang baik. Dapat dilihat pada Tabel 5.15 tentang
keterlibatan aktif sebagian besar dalam keadan baik dengan persentase 69. Seperti
ketika melewati RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru, saat berkomunikasi
dengan orang lain dan ruang bermain untuk anak-anak juga baik. Karena
permainan yang ditawarkan oleh RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru
cukup banyak dan kondisi juga banyak. Akan tetapi untuk pertunjukan di RTH
Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru sangat baik. Karena pertunjukan yang
pernah ada di ruang terbuka hijau sudah menjadi event seni dan bazar tahunan di
107
(a) Taman Tuan Kadi (b) RTH Tunjuk Ajar
Sumber: Hasil Observasi, 2021
5.3.5 Vegetasi
kualitas RTH. Suatu RTH identik dengan kondisi yang asri dan hijau yang
ditentukan berdasarka kualitas vegetasi yang ada di dalam RTH atau taman
tersebut, baik berupa pohon, tanaman bunga, tanaman perdu, atau rumput-rumput
taman.
juga sangat mempengaruhi tingkat dari peneduh jalan dan kenyamanan bagi
pengunjung. Terdapat kriteria pemilihan vegetasi untuk taman kota adalah sebagai
berikut:
a. Tidak beracun, tidak berduri, dahan tidak mudah patah, perakaran tidak
mengganggu pondasi
seimbang
108
e. Kecepatan tumbuh sedang
l. Fungsi dan kesesuaian pohon penyusun RTH di Taman Tuan Kadi dan
RTH
dari masing-masing area tempat pohon berada. Tidak semua jenis tanaman
memberikan fungsi yang sama ketika ditanam di dalam kawasan. Tabel 5.16
109
[Link] RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru
(Polyalthian legifolia) yang berada di dua sisi taman yaitu di bagian depan dan
bagian belakang [Link] glodokan tiang cocok untuk jalur masuk taman
dikarenakan tanaman ini dapat memberikan fungsi estetika dan pengarah pandang.
selain itu menurut Mukhlison (2010), glodokan tiang dapat menyerap polusi dan
debu.
diletakkan pada RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru, tanaman ini cocok
di letakkan di taman, karena tanaman palem kipas tidak membutuhkan air yang
fungsi sebagai penghias atau untuk menambah estetika dari RTH Tunjuk Ajar
Integritas Kota Pekanbaru dan taman ini terdapat di bagian depan dari RTH
110
Sumber: Hasil Observasi, 2021
Tenggara yang memiliki aroma khas. Ada dua jenis bunga kenanga yang terdapat
di RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru, yaitu bunga kenanga kuning dan
bunga kenanga merah. Bunga kenanga diletakkan di semua lahan di RTH Tunjuk
Ajar Integritas Kota Pekabaru bunga kenanga tidak hanya sebagai hiasan, tetapi
juga sebagai tanaman pengusir nyamuk dan peghilang bau asap di RTH Tunjuk
111
perakaran tanaman bambu yang sangat rapat. Akar-akarnya menyebar ke segala
arah, baik menyamping ataupun ke arah dalam tanah. Lahan yang ditumbuhi
dengan tanaman bambu biasanya sangat stabil dan juga lebih cepat dalam
menyerap air. Tanaman bambu yang terdapat di RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota
RTH yang berfungsi untuk menutup bagian dari bangunan di samping RTH, serta
membentuk sebuah tempat teduh. Ketapang kencana juga termasuk tanaman hias
dengan bentuk yang unik dan juga sebagai penyerap polusi. Sehingga ketapang
kencana di letakkan di bagian depan RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru.
112
Sumber: Hasil Observasi, 2021
bertajuk rindang yang biasanya ditanam di taman-taman dan sisi jalan. Tanaman
tanjung mempunyai tajuk yang bulat dan massa daun yang padat biasanya sebagai
tanaman peneduh dan dapat menyerap banyak polutan (Pb) (Mukhlison, 2010).
Bunga dari tanaman tanjung juga dapat memberikan wangi di sekitaran tanaman.
Tanaman tanjung terletak di beberapa titik RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota
Pekanbaru untuk melindungi dari paparan sinar matahari dan menjadikan tanaman
113
Tanaman perdu
tumbuh rendah dekat dengan permukaan tanah, dan tidak mempunyai batang yang
tegak. Perdu juga merupakan nama sekelompok pohon yang memiliki ketinggian
di bawah 6 meter. Tanaman perdu yang terdapat di RTH Tunjuk Ajar Integritas
Kota Pekanbaru antara lain pacing pentul dengan bunga yang menonjol berwarna
merah, erpah merah, sambaing darah, melati putih dan mirten. Tanaman tersebut
merupakan tanaman hias yang berada di satu tempat dengan bentuk yang berbeda
sehingga terlihat lebih menarik dengan warna bunga yang menonjol dengan
menjadikan tanaman ini sebagai tanaman hias. Untuk tanaman yang ada di
sekitaran rumah Tuan Kadi memiliki jarak yang cukup renggang agar saat
tanaman tumbuh besar masih memiliki jarak yang tidak terlalu dekat satu dengan
tanaman yang lainnya dan juga dapat dijadikan pagar pembatas. Serta dapat
114
Sumber: Hasil Observasi, 2021
bertajuk rindang yang biasanya di tanam di taman-taman dan sisi jalan. Tanaman
tanjung mempunyai tajuk yang bulat dan massa daun yang padat biasanya sebagai
tanaman peneduh dan dapat menyerap banyak polutan (Pb) (Mukhlison, 2010).
Bunga dari tanaman tanjung juga dapat memberikan wangi di sekitaran tanaman.
Tanaman tanjung terletak di beberapa titik sudut Taman Tuan Kadi untuk
melindungi dari paparan sinar matahari dan menjadikan tanaman tanjung sebagai
Palem putri (Veitchia merrilli h.f moors) merupakan tanaman yang cocok
untuk Taman Tuan Kadi yang menjadi tanaman hias di pinggiran Sungai Siak.
Tanaman Palem putri juga sebagai tanaman serbaguna dan menjadi pengalih
115
pandangan. Rata-rata tanaman palem di Taman Tuan Kadi hanya terletak di
tumbuh rendah dekat dengan permukaan tanah, dan tidak mempunyai batang yang
tegak. Perdu juga merupakan nama sekelompok pohon yang memiliki ketinggian
di bawah 6 meter. Tanaman perdu di Taman Tuan Kadi antara lain seperti lili
paris, bunga bougenville, bunga soka, dan erpah [Link] perdu yang
terdapat di Taman Tuan Kadi sangatlah jarang dan berjarak. Tanaman tersebut
rata-rata tidak memiliki bunga yang mencolok sehingga lebih terlihat sebagai
116
Tanaman yang terdapat pada masing-masing RTH sangatlah berbeda, akan
matahari, dan penyerap polusi. Jenis tanaman yang terdapat di Taman Tuan Kadi
lebih sedikit dibandingkan dengan RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru,
baik tanaman besar maupun tanaman perdu dan juga dalam perawatannya lebih
terlihat baik yang ada di RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru, yang mana
untuk perawatan sendiri dilakukan setiap hari pada pagi hari. Sehingga tanaman
yang ada di RTH Tunjuk Ajar terbih terlihat subur dibandingkan dengan Taman
Tuan Kadi.
Aspek hak ialah sesuatu yang didapatkan oleh seseorang di ruang publik
dapat diakses oleh siapa saja da menjamin kebebasan dalam bentuk beraktivitas.
Secara keseluruhan kualitas Taman Tuan Kadi dan RTH Tunjuk Ajar berdasarkan
aspek hak adalah cukup baik dengan skor 54.4%. Dengan nilai aspek hak Taman
Tuan Kadi yaitu 48.93% (cukup baik) dan RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota
Pekanbaru yaitu 59.8% (cukup baik). Untuk kualitas berdasarkan aspek kebutuhan
lebih didominasi oleh RTH Tunjuk Ajar Integritas, meskipun nilai dari masing-
masing ruang terbuka hijau tidak jauh berbeda. Tabel 5.17 berikut menjelaskan
117
Tabel 5.17 Aspek Hak
Cukup Cukup
Total 734 1500 48.9% 898 1500 59.8%
Baik Baik
Sumber: Hasil Analisis, 2021
5.4.1 Akses
Akses ialah jalan atu izin masuk di suatu tempat atu wilayah, baik yang
dapat dilihat oleh mata maupun yang tidak dapat dilihat oleh mata. Dimana kita
dapat berhubungan dengan sumber daya yang ada di dalam wilayah tersebut
sesuai dengan izin yang dimiliki. Berdasarkan hasil penelitian, persepsi responden
sebanyak 100 orang pengunjung pada masing-masing RTH di Taman Tuan Kadi
dan RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru terhadap indikator akses. Hasil
kondisi masing-masing RTH berbeda, yaitu untuk Taman Tuan Kadi memiliki
kondisi cukup baik, sedangkan kondisi akses RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota
akses.
118
Tabel 5.18 Akses
RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota
Taman Tuan Kadi
Pekanbaru
AKSES Jumlah Skor Jumlah Skor
Persent Tingkat Perse Tingkat
Skor Maks Skor Maksi
ase Kriteria ntase Kriteria
Total imal Total mal
Akses Cukup Sangat
272 500 54.4% 425 500 85%
RTH Baik Baik
Cukup
Total 511 1000 51.1% 608 1000 60.8% Baik
Baik
Sumber: Hasil Analisis, 2021
Aksessibilitas suatu RTH tidak hanya dilihat dari kondisi main entrance
(pintu utama) dan side entrance (pintu samping) menuju taman tersebut, tetapi
main entrance (pintu utama) yang cukup memadai. Sebagian besar pengunjung
yang tersedia hanyalah oplet sedangkan untuk bus belum tersedia menuju Taman
Tuan Kadi.
dengan persentase 47.8%. Hal ini disebabkan oleh Pedagang Kaki Lima (PKL)
yang berjualan di pinggiran taman hanya 1 atau 2 pedagang, akan tetapi yang
sampah) dan juga anak-anak yang secara langsung membuang kotoran di sungai.
119
Berdasarkan hasil jawaban responden di RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota
terbuka hijau sangat baik dengan persentase 85%. Selain main entrance (pintu
aksesibilitas menuju ruang terbuka hijau tersebut sangat mudah karena hampir
mencapai RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru seperti TMP (Trans Metro
dengan persentase 36.6%. Hal ini disebabkan oleh banyaknya Pedagang Kaki
Lima (PKL) yang berjualan di piggiran taman, hal ini dapat mengganggu
pemandangan saat menikmati ruang terbuka hijau dan pada malam hari
pengunjung yang berada di dalam ruang terbuka hijau juga dihalangi dengan
pemandangan yang tidak bagus yaitu dagangan dari pedagang yang secara
120
5.4.2 Kebebasan
Kebebasan yaitu dapat bergerak kesegala arah tanpa ada halangan atau
sebanyak 100 orang pengunjung pada masing-masing RTH di Taman Tuan Kadi
dan RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru terhadap indikator kebebasan.
Hasil kondisi masing-masing RTH berbeda, yaitu untuk Taman Tuan Kadi
memiliki kondisi baik, sedangkan kondisi kebebasan RTH Tunjuk Ajar Integritas
Kota Pekanbaru yaitu cukup baik. Tabel 5.19 berikut menjelaskan hasil responden
terhadap kebebasan.
Ia ada sebagai konsekuensi dari adanya potensi manusia untuk dapat berpikir dan
kegiatan apapun dan juga siapapun bebas dalam menggunakan ruang publik tanpa
Tuan Kadi mengatakan dalam keadaan yang cukup baik dengan persentase 44.6%.
121
Mereka berpendapat bahwa tidak adanya pengaruh jika pengunjung hanya
mengunjungi Taman Tuan Kadi adalah remaja. Sehingga tidak terdapat perbedaan
pengunjung.
yang paling banyak di RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru adalah anak-
suara permainan yang dilakukan oleh anak-anak dan juga anak-anak sering
berlari-lari menyusuri jalan di dalam RTH Tunjuk Ajar Integritas untuk bermain
dengan orang tua. Akan tetapi tidak menyulitkan pengunjung lain untuk
122
5.5 Analisis Aspek Makna (Meaning)
sebagai pengguna ruang untuk membuat hubungan yang kuat antara ruang dengan
kehidupan mereka dan dunia yang sangat luas. Aspek yang dikaji dari aspek fisik
dan non fisik serta keterkaitan sejarah dan sosial politik dan budaya. Secara
keseluruhan kualitas Taman Tuan Kadi dan RTH Tunjuk Ajar terhadap aspek
makna adalah baik dengan skor 75.4%. Dengan nilai aspek kebutuhan Taman
Tuan Kadi yaitu 74.02% (baik) dan RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru
yaitu 76.9% (baik). Untuk kualitas berdasarkan aspek kebutuhan lebih didominasi
oleh RTH Tunjuk Ajar Integritas, meskipun nilai dari masing-masing ruang
terbuka hijau tidak jauh berbeda. Tabel 5.20 berikut menjelaskan hasil responden
Hubungan Cukup
298 500 59.6% 390 500 78% Baik
Individu baik
Hubungan
659 1000 65.9% Baik 754 1000 75.4% Baik
Kelompok
Hubungan Sangat
411 500 82.2% 381 500 76.2% Baik
Masyarakat baik
Total 2591 3500 74.02% Baik 2698 3500 76.9% Baik
Sumber: Hasil Analisis, 2021
123
Berdasarkan persepsi pengguna ruang terbuka hijau di Kecamatan
masyarakat.
pengunjung pada masing-masing RTH di Taman Tuan Kadi dan RTH Tunjuk
Ajar Integritas Kota Pekanbaru terhadap indikator mudah dikenali. Hasil kondisi
indikator mudah dikenali memiliki angka yang tidak jauh [Link] 5.21
lebih dikenal responden ketika ingin mengunjungi Taman Tuan Kadi. Menurut
responden Taman Tuan Kadi sangat baik untuk dikenali dengan persentase 82.5%.
Karena Rumah Tuan Kadi juga sudah dikenali sebelum adanya taman tersebut
124
dengan sejarah terkait adanya rumah Tuan Kadi, sehingga Rumah Tuan Kadi telah
sangat baik untuk dikenali dengan persentase 84.2%. Karena Tugu Korupsi yang
ada di RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru memang menjadi landmark
dari ruang terbuka tersebut. Tugu Anti Korupsi/Integritas yang menjadi sebuah
Kota Pekanbaru ([Link]) dan hingga sekarang Tugu Anti Korupsi masih
dikenal sebagai tugu yang menjadi simbol korupsi di ruang terbuka hijau tersebut.
Sehingga banyak pengunjung yang berfoto di RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota
5.5.2 Keterkaitan
125
pengunjung pada masing-masing RTH di Taman Tuan Kadi dan RTH Tunjuk
menjelaskan keterkaitan.
memiliki keterkaitan yang baik. Hal ini dapat dilihat dari berbagai filosofi melayu
ataupun hanya berupa relief melayu dan juga berdasarkan makna warna.
Taman Tuan Kadi merupakan salah satu ruang terbuka hijau dengan
berciri khas melayu. Hal ini juga yang dilihat dari pendapat responden yang
mengatakan Taman Tuan Kadi memiliki keterkaitan atau kondisi yang baik
(79.6%) dengan budaya melayu. Ciri khas melayu yang terdapat di Taman Tuan
Kadi dapat dilihat dari Rumah Tuan Kadi, warna-warna yang menjadi dasar dari
melayu juga dipadukan dengan beberapa fasilitas yang ada di Taman Tuan Kadi.
Warna-warna melayu yang menjadi ciri khas melayu seperti merah, kuning dan
hijau. Tidak hanya itu, pemerintah Kota Pekanbaru memang merancang Taman
Tuan Kadi sebagai ruang terbuka hijau dengan konsep melayu dan di kawasan ini
126
juga menjadi pusat pelaksanaan tradisi melayu dalam menyambut bulan suci
berpendapat bahwa RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru juga memiliki
keterkaitan yang baik (65.4%) dengan budaya melayu. Hal ini juga ditunjukkan
dengan warna-warna melayu yang ada di beberapa benda ataupun tempat di RTH
Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru, seperti warna tempat sampah, gazebo, dan
tempat lainnya. Tidak hanya itu, pemerintah Kota Pekanbaru memang merancang
RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru sebagai ruang terbuka hijau dengan
konsep melayu serta nama dari RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru juga
pengunjung pada masing-masing RTH di Taman Tuan Kadi dan RTH Tunjuk
kondisi masing-masing RTH berbeda, yaitu untuk Taman Tuan Kadi memiliki
127
kondisi cukup baik, sedangkan kondisi hubungan individu RTH Tunjuk Ajar
Integritas Kota Pekanbaru yaitu baik. Tabel 5.23 berikut menjelaskan hasil
aktivitas, tetapi juga dapat menikmati suatu pertunjukan atau event yang diadakan
berpendapat bahwa ruang pertunjukan yang ada dalam kondisi yang cukup baik
dengan persetase 59.6%. Hal ini dapat dilihat dari ruang pertunjukan yang tidak
besar, tempat duduk yang tidak terlalu banyak, panggung yang ditinggikan (hanya
untuk beberapa alat-alat musik atau event untuk pertunjukan). Sehingga untuk
mengadakan pertunjukan yang besar, akan memerlukan tempat yang besar untuk
berpendapat bahwa ruang pertunjukan dalam keadaan kondisi yang baik dengan
persentase 78%. Hal ini dapat dilihat dari ruang pertunjukan yang besar dengan
ruang bulat yang menjorok ke dalam yang dikelilingi oleh bangku-bangku yang
128
saling bersambungan dan juga ruang pertunjukan di RTH Tunjuk Ajar Integritas
pengunjung pada masing-masing RTH di Taman Tuan Kadi dan RTH Tunjuk
indikator hubungan kelompok memiliki angka yang tidak jauh [Link] 5.24
129
Berdasarkan Tabel 5.24 tentang hubungan kelompok masih dalam kondisi
yang baik dengan persentase 65.9%. Hal ini dapat dilihat bahwa pengunjung
Taman Tuan Kadi yang tidak ramai memungkinkan pengunjung dapat berinteraksi
dengan pengunjung lain tanpa ada kendala dari aktivitas lain (kondisi yang
berisik). Fungsi taman tidak hanya untuk bercengkrama satu dengan yang lain,
tetapi juga dapat melakukan aktivitas olahraga meskipun hanya dua aktivitas
seperti refleksi dan jogging, tetapi kondisi dari olahraga tersebut juga cukup baik
yang baik dengan persentase 73.2%. Meskipun pengunjung ruang terbuka hijau
RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru. Sedangkan untuk olahraga dalam
kondisi yang baik, hal ini dapat dilihat dari kondisi alat-alat olahraga yang ada di
RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru dan juga saat melakukan aktivitas
130
5.5.5 Hubungan Masyarakat
pengunjung pada masing-masing RTH di Taman Tuan Kadi dan RTH Tunjuk
kondisi masing-masing RTH berbeda, yaitu untuk Taman Tuan Kadi memiliki
kondisi sangat baik, sedangkan kondisi hubungan masyarakat RTH Tunjuk Ajar
Sejarah menitik beratkan pada pencatatan yang berarti dan penting saja
manusia pada masa lampau dan hal-hal penting sehingga merupakan cerita yang
berarti. Sejarah juga dapat memberikan kesan yang baik jika dikaitkan dengan
suatu hal yang dapat memberikan manfaat dan pelajaran. Begitu juga kaitannya
dengan ruang terbuka hijau yang dapat dijadikan monumen untuk mengingat
menurut responden memiliki keterkaitan dengan sejarah yang sangat baik dengan
persentase 82.2%. Hal ini dapat dilihat dari sejarah yang pernah ada sebelum
131
terdapatnya Taman Tuan Kadi, disitu juga terdapat sebuah bangunan yang
menjadi tonggak dari sebuah sejarah dimasa lalu. Bangunan tersebut ialah
terminal lama boom baru. Disinilah dulu terdapat terminal yang cukup besar yang
yang berbeda. Berdasarkan Tabel 5.25 Tentang keterkaitan sejarah dengan RTH
Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru memiliki keterkaitan yang baik dengan
persentase 76.2%. Dikarenakan sebelum adanya RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota
pertama kali dikibarkan di Kota Pekanbaru. Sehingga RTH Tunjuk Ajar menjadi
64.5%. Hal ini dilihat pada aspek makna yang memiliki nilai yang lebih tinggi
terhadap keterkaitan dan cerminan budaya melayu serta identitas ruang publik itu
sendiri. Akan tetapi, pada tingkat kualitas aspek hak Taman Tuan Kadi maupun
132
RTH Tunjuk Ajar memiliki tingkat kualitas cukup baik. Hal ini dipengaruhi oleh
banyaknya PKL yang ada di RTH Tunjuk Ajar dan akses menuju Taman Tuan
Kadi.
keterkaitan aktivitas dengan tatanan fisik. Akan tetapi tidak hanya itu, ruang
terbuka hijau publik berkualitas juga berhubungan dengan unsur fisik dan non
fisik.
pendukung, desain dan kondisi fisik. Dari aspek fisik, tantangan pemenuhan RTH
dialokasikan untuk RTH. Akan tetapi, pemenuhan RTH terhadap unsur fisik dapat
133
Hubungan Masyarakat RTH
Hubungan Masyarakat Taman Tuan
Tunjuk Ajar Integritas Kota
Kadi
Pekanbaru
Unsur Fisik Jumla
Skor Jumla Skor
h Persent Tingkat Persent Tingkat
Maksi h Skor Mak
Skor ase Kriteria ase Kriteria
mal Total simal
Total
Pencaha Tidak Cukup
200 500 40% 277 500 55.4%
yaan Baik Baik
Tempat Tidak
164 500 32.8% 309 500 61.8% Baik
bermain anak Baik
Cukup Sangat
Akses 272 500 54.4% 435 500 87%
Baik Baik
Sangat Sangat
Landmark 825 1000 82.5% 842 1000 84.2%
Baik Baik
Penempatan Cukup
298 500 59.6% 390 500 78% Baik
event Baik
Ruang Cukup
298 500 59.6% 366 500 73.2% Baik
olahraga Baik
Cukup
Total 5364 9000 59.6% 6093 9000 67.7% Baik
Baik
Sumber: Hasil Analisis, 2021
Berdasarkan tabel 5.26 tentang kualitas ruang terbuka hijau dari aspek
fisik, Taman Tuan Kadi memiliki tingkat kualitas cukup baik dengan persentase
59.6%. Hal ini diakibatkan kondisi fasilitas yang ada di Taman Tuan Kadi belum
memenuhi persyaratan yang baik bagi pengunjung Taman Tuan Kadi. Pada
dasarnya fasilitas yang ada di Taman Tuan Kadi harus dapat memberikan
tersebut. Akan tetapi dilihat dari kondisi lapangan, beberapa fasilitas mengalami
kerusakan seperti tempat bermain anak yang hanya memiliki kerangka dan patah
yang sedikit dan juga beberapa bohlam yang sudah rusak, serta ruang pertunjukan
Berbeda dengan RTH Tunjuk Ajar yang memiliki tingkat kualitas baik
dengan persentase 67,7%. Meskipun tingkat kualitas RTH Tunjuk Ajar baik,
134
tetapi bebarapa fasilitas memiliki kondisi cukup baik seperti pedestrian, fasilitas
Hal ini membuktikan RTH Tunjuk Ajar memiliki kondisi yang lebih baik
dibandingkan dengan Taman Tuan Kadi. Sehingga RTH Tunjuk Ajar menjadi
tempat yang lebih baik atau nyaman untuk dikunjungi berdasrakan fasilitas yang
responsif, demokrasi, dan memberikan arti. Berikut tabel 5.27 tentang kualitas
135
Hubungan Masyarakat Taman Tuan Hubungan Masyarakat RTH Tunjuk
Kadi Ajar Integritas Kota Pekanbaru
Unsur Non
Jumlah Skor Jumlah Skor
Fisik Persen Tingkat Persen Tingkat
Skor Maksi Skor Maksi
tase Kriteria tase Kriteria
Total mal Total mal
Ruang Sangat
361 500 72.2% 388 500 77,6% Baik
kelompok Baik
Sejarah 411 500 82.2% Baik 381 500 76,2% Baik
Berdasarkan tabel 2.27 tentang kualitas rth dari aspek non fisik, Taman
Tuan Kadi memiliki tingkat kualitas baik dengan persentase 71.9%. Hal ini dapat
dilihat pada visual penghalang danpengguna ruang terbuka hijau saja yang
memiliki tingkat kriteria cukup baik. Karena di Taman Tuan Kadi untuk visual
penghalangnya disebabkan oleh sampah yang mengalir di sungai dan juga dari
anak-anak yang sedang mandi di sungai melakukan tindakan yang tidak baik.
RTH Tunjuk Ajar juga memiliki tingkat kualitas baik dengan persentase
60.5%, akan tetapi sub indikator dengan memiliki nilai yang rendah yaitu tingkat
kualitasnya tidak baik. Sub indikator tersebut adalah visual penghalang, visual
pinggiran RTH Tunjuk Ajar dan juga di pedestrian bagian dalam rth. Sehingga
Hal ini membuktikan Taman Tuan Kadi memiliki kondisi yang lebih baik
dibandingkan dengan RTH Tunjuk Ajar. Sehingga Taman Tuan Kadi menjadi
tempat yang lebih baik atau nyaman untuk dikunjungi ketika merasa tidak ingin
kebisingan dan disaat santai juga. Karena di RTH Tunjuk Ajar kurang nyaman
136
BAB VI
PENUTUP
6.1 Kesimpulan
ruang terbuka hijau di RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru dan Taman
tingkat ruang terbuka hijau bernilai baik (63.8%). Namun jika dilihat secara rinci
pada setiap indikator, diketahui bahwa kualitas tersebut belum optimal. Karena
Taman Tuan Kadi secara keseluruhan memiliki kondisi yang baik dengan
persentase 63.5%. Hal ini dikarenakan pengunjung merasa tenang dan damai.
Dapat dilihat dari pengunjung yang berada di Taman Tuan Kadi tidak banyak,
lain. Pada dasarnya beberapa fasilitas yang ada di variabel tingkat kenyamanan
dengan kondisi yang tidak baik seperti tempat bermain anak, tempat makan dan
minum, pedestrian yang tidak sesuai dengan standar (lebih kecil), serta lampu
penerangan jalan yang kurang pada malam hari. Sedangkan untuk variabel yang
lain Taman Tuan Kadi dinilai baik. Sehingga Tuan Kadi masih menjadi tempat
rekreasi dan perlunya perbaikan beberapa fasilitas agar dapat menjadi lebih
keseluruhan juga memiliki tingkat kualitas baik (64.2%). Meskipun kondisi yang
137
baik, beberapa fasilitas RTH Tunjuk Ajar Integritas perlu adanya perbaikan agar
pengunjung dapat merasa nyaman saat bersantai di ruang terbuka hijau tersebut.
tingkat ruang terbuka hijau bernilai cukup baik (54.4%). Jika dilihat secara rinci
pada setiap indikator, diketahui bahwa kualitas tersebut belum optimal. Karena
beberapa indikator hanya mempunyai nilai cukup dan tidak baik. Taman Tuan
Kadi memiliki nilai cukup baik (48.9%), yang mana belum optimalnya tingkat
kualitas karena ada penghalang visual dan kebebasan, yang disebabkan oleh
sungai. Sedangkan RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru memiliki nilai
kualitas cukup baik (59.8%), akan tetapi masih belum optimalnya tingkat kualitas.
Karena adanya penghalang visual akibat dari banyaknya pedagang kaki lima
(PKL) dan parkiran motor maupun mobil yang mengeliligi RTH Tunjuk Ajar
ruang terbuka hijau bernilai baik (75.4%). Namun jika dilihat secara rinci pada
beberapa indikator hanya mempunyai nilai cukup dan tidak [Link] Tuan
Kadi memiliki nilai baik (74.02%), akan tetapi kurang optimalnya ruang
pertujukan yang berukuran kecil untuk para musisi atau seniman untuk melakukan
138
pertunjukan di atas ruang pertunjukan tersebut. Sedangkan RTH Tunjuk Ajar
Integritas Kota Pekanbaru bernilai baik (76.9%), sudah dinilai optimal dan perlu
6.2 Saran
Dari hasil kesimpulan terhadap analisis yang telah dilakukan dan sesuai
kualitas ruang publik pada Taman Tuan Kadi dan RTH Tunjuk Ajar Integritas
kondisi fisik (tempat ataupun benda yang menunjang suatu kualitas ruang
terbuka hijau) dan aktivitas maupun fungsi dari ruang terbuka hijau.
Integritas Pekanbaru, baik juga kondisi fisik yang masih perlu perbaikan
Memberikan nama pada setiap tanaman yang ada di RTH agar dapat di
ingin belajar
pemanfaatan ruang.
139
6.3 Rekomendasi
Untuk peelitian yang mendalami tentang kualitas ruang publik atau ruang
terbuka hijau, dapat menggunakan indikator yang lebih baik dengan merujuk pada
ukuran yang lebih valid dan detail terkait kualitas, dan juga dapat menjadikan
RTH.
140
DAFTAR PUSTAKA
141
Kutai, Elif Kacor & Ezgi Akcam. 2016. Comparative Analysis of The Quality
Perception in Public Space of Durce City. Current Urban Studies. Turkey:
Duzce University, hlm. 257-267
Ludang, Yetrie. 2017. Ragam Hayati Ruang Terbuka Hijau Berbasis
Pengetahuan Ulayat di Kota Palangka Raya. Banten: Bumi Jati
Masyhuri dan Zainuddin. 2011. Motode Penelitian-Pendekatan Praktis dan
Aplikatif. Bandung: Refika Aditama
Mukhlis. 2016. Senapelan, Jejak Sejarah Pekanbaru Tempo Dulu di
[Link] (di akses 21 Desember)
Mukhlison. 2010. Pemilihan Jenis Pohon Untuk Pengembangan Hutan Kota di
Kawasan Perkotaan Yogyakarta. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.
Jurnal Ilmu Kehutanan,7, 37-47
Muslim Budi Prasetyo. 2013. Esensi Ruang Terbuka Hijau di
[Link] (di akses 4 Oktober)
Novianti. 2012. Evaluasi Mengenai Kuantitas dan Kualitas Ruang Terbuka Hijau
di Wilayah DKI [Link]. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta,
Jurnal Menara, 7, 100-126
Pedoman Direktorat Jenderal Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum
Tahun 2007
Permen PU No.5/PRT/M/2008 Tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan
Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan
Permendagri Nomor 1 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau
Kawasan perkotaan
Porajouw, Eva Fransina, dkk.. 2008. Efektifitas Ruang Terbuka Publik di Kota
Tomohon. Manado: Universitas Sam Ratulangi Manado, hlm. 136-146
Praliya, Seema dan Pushplata Garg. 2019. Public Space Quality Evaluation:
Prerequisite for Public Space Management. The Journal of Public Space.
India: Indian Institute of Technology Roorkee, hlm. 194-205
Pratomo, Anggit, dkk. 2017. Kualitas Taman Kota Sebagai Ruang Publik di Kota
Surakarta Berdasarkan Persepsi dan Preferensi Pengguna. Surakarta:
Universitas Sebelas Maret Surakarta. Desa-Kota, 1, 84-95.
142
Prihastoto. 2003. Kajian Kualitas Ruang Publik pada Alun-Alun Kota Purworejo.
Semarang: Universitas Diponegoro
Republik RI. 2007. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan
Ruang. Jakarta:
Sagala, Syaiful. 2010. Konsep dan Makna [Link]: Alfabeta
Sugiyono. 2011, Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung:
Alfabeta
-------------. 2018. Metode Penelitian Bisnis: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif
dan, R&D. Bandung: Alfabeta
Taufik. 2015. Pola Pemanfaatan Ruang Terbuka Publik Temporer (Studi Kasus:
Car Free Day). Pekanbaru: Universitas Islam Riau
Theo Rizky. 2019. Fasilitas Permainan di RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota
Pekanbaru Banyak yang Rusak di [Link]
(di akses 1 Oktober )
Yanti, Fitri. 2016. Kualitas Ruang Terbuka Hijau Publik di Kota Bandar
Lampung Studi Kasus Lapangan Merah dan Pasar Seni, Lapangan
Kalpataru dan Embung Sukarame/Taman Kota. Bandar lampung:
Universitas Lampung
Yusuf, A Muri. 2014. Metode Penelitian Kualitatif, Kuantittif dan Penelitian
Gabungan. Jakarta: Prenada media Group
143
LAMPIRAN 1 Validitas
Variabel Variabel
Variabel 1 Variabel 2 Variabel 3 Variabel 4 Variabel 5 Variabel 6 Variabel 7 Variabel 8 Variabel 9
10 11
Pearson
1 1.000** .227* .275** -.019 -.004 .000 .063 .106 .215* .032
Correlation
Variabel 1
Sig. (2-tailed) .000 .023 .006 .851 .972 .997 .531 .296 .032 .749
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
1.000** 1 .227* .275** -.019 -.004 .000 .063 .106 .215* .032
Correlation
Variabel 2
Sig. (2-tailed) .000 .023 .006 .851 .972 .997 .531 .296 .032 .749
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.227* .227* 1 .520** -.061 .177 .021 .005 .112 .291** .125
Correlation
Variabel 3
Sig. (2-tailed) .023 .023 .000 .543 .078 .836 .962 .268 .003 .215
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.275** .275** .520** 1 -.005 .071 .072 -.002 -.034 .353** .051
Correlation
Variabel 4
Sig. (2-tailed) .006 .006 .000 .962 .482 .475 .988 .736 .000 .617
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
-.019 -.019 -.061 -.005 1 .133 -.183 .208* .093 .114 .190
Correlation
Variabel 5
Sig. (2-tailed) .851 .851 .543 .962 .188 .069 .038 .359 .258 .058
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
-.004 -.004 .177 .071 .133 1 .146 .005 .055 .195 .021
Correlation
Variabel 6
Sig. (2-tailed) .972 .972 .078 .482 .188 .147 .964 .589 .052 .832
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.000 .000 .021 .072 -.183 .146 1 .071 .042 .189 -.010
Variabel 7 Correlation
Sig. (2-tailed) .997 .997 .836 .475 .069 .147 .485 .675 .060 .919
144
Variabel Variabel
Variabel 1 Variabel 2 Variabel 3 Variabel 4 Variabel 5 Variabel 6 Variabel 7 Variabel 8 Variabel 9
10 11
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson *
.063 .063 .005 -.002 .208 .005 .071 1 .033 .231* .078
Correlation
Variabel 8
Sig. (2-tailed) .531 .531 .962 .988 .038 .964 .485 .742 .021 .443
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.106 .106 .112 -.034 .093 .055 .042 .033 1 -.004 .188
Correlation
Variabel 9
Sig. (2-tailed) .296 .296 .268 .736 .359 .589 .675 .742 .967 .060
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.215* .215* .291** .353** .114 .195 .189 .231* -.004 1 .181
Correlation
Variabel 10
Sig. (2-tailed) .032 .032 .003 .000 .258 .052 .060 .021 .967 .072
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.032 .032 .125 .051 .190 .021 -.010 .078 .188 .181 1
Correlation
Variabel 11
Sig. (2-tailed) .749 .749 .215 .617 .058 .832 .919 .443 .060 .072
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.101 .101 -.026 -.097 .179 -.152 -.110 .050 .064 .018 .240*
Correlation
Variabel 12
Sig. (2-tailed) .320 .320 .800 .335 .076 .131 .276 .621 .527 .860 .016
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.262** .262** .017 .055 -.127 -.003 .161 .025 .175 .127 .159
Correlation
Variabel 13
Sig. (2-tailed) .008 .008 .869 .585 .207 .976 .110 .806 .082 .207 .114
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.107 .107 .265** -.020 -.022 .102 .078 .016 .175 .133 .173
Correlation
Variabel 14
Sig. (2-tailed) .287 .287 .008 .842 .829 .312 .443 .874 .082 .188 .085
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
-.095 -.095 .107 .170 .027 .033 .301** -.118 .131 .159 .061
Correlation
Variabel 15
Sig. (2-tailed) .349 .349 .287 .092 .787 .744 .002 .243 .193 .115 .545
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Variabel 16 Pearson .095 .095 .290** .126 .182 .049 -.157 .084 .084 .043 .300**
145
Variabel Variabel
Variabel 1 Variabel 2 Variabel 3 Variabel 4 Variabel 5 Variabel 6 Variabel 7 Variabel 8 Variabel 9
10 11
Correlation
Sig. (2-tailed) .349 .349 .003 .210 .069 .628 .120 .408 .405 .671 .002
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.084 .084 .155 .084 .104 .163 -.035 -.044 .170 .099 .237*
Correlation
Variabel 17
Sig. (2-tailed) .404 .404 .122 .404 .304 .106 .731 .663 .091 .329 .018
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.255* .255* .179 .230* .076 .006 .078 .102 .089 .121 .063
Correlation
Variabel 18
Sig. (2-tailed) .010 .010 .075 .022 .450 .956 .438 .311 .380 .229 .533
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.026 .026 .157 .201* -.144 -.015 .300** -.045 .066 .068 .021
Correlation
Variabel 19
Sig. (2-tailed) .799 .799 .118 .045 .153 .881 .002 .660 .514 .502 .832
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.047 .047 .063 .044 .011 -.073 -.020 .090 -.013 -.015 .196
Correlation
Variabel 20
Sig. (2-tailed) .643 .643 .532 .666 .910 .471 .846 .375 .901 .883 .051
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.500** .500** .526** .461** .244* .263** .274** .282** .361** .514** .468**
Correlation
Variabel
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .015 .008 .006 .005 .000 .000 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Variabel
Variabel 12 Variabel 13 Variabel 14 Variabel 5 Variabel 16 Variabel 17 Variabel 19 Variabel 20 Total
18
Pearson
.101 .262** .107 -.095 .095 .084 .255* .026 .047 .500**
Correlation
Variabel 1
Sig. (2-tailed) .320 .008 .287 .349 .349 .404 .010 .799 .643 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.101 .262** .107 -.095 .095 .084 .255* .026 .047 .500**
Variabel 2 Correlation
Sig. (2-tailed) .320 .008 .287 .349 .349 .404 .010 .799 .643 .000
146
Variabel
Variabel 12 Variabel 13 Variabel 14 Variabel 5 Variabel 16 Variabel 17 Variabel 19 Variabel 20 Total
18
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson ** **
-.026 .017 .265 .107 .290 .155 .179 .157 .063 .526**
Correlation
Variabel 3
Sig. (2-tailed) .800 .869 .008 .287 .003 .122 .075 .118 .532 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
-.097 .055 -.020 .170 .126 .084 .230* .201* .044 .461**
Correlation
Variabel 4
Sig. (2-tailed) .335 .585 .842 .092 .210 .404 .022 .045 .666 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.179 -.127 -.022 .027 .182 .104 .076 -.144 .011 .244*
Correlation
Variabel 5
Sig. (2-tailed) .076 .207 .829 .787 .069 .304 .450 .153 .910 .015
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
-.152 -.003 .102 .033 .049 .163 .006 -.015 -.073 .263**
Correlation
Variabel 6
Sig. (2-tailed) .131 .976 .312 .744 .628 .106 .956 .881 .471 .008
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
-.110 .161 .078 .301** -.157 -.035 .078 .300** -.020 .274**
Correlation
Variabel 7
Sig. (2-tailed) .276 .110 .443 .002 .120 .731 .438 .002 .846 .006
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.050 .025 .016 -.118 .084 -.044 .102 -.045 .090 .282**
Correlation
Variabel 8
Sig. (2-tailed) .621 .806 .874 .243 .408 .663 .311 .660 .375 .005
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.064 .175 .175 .131 .084 .170 .089 .066 -.013 .361**
Correlation
Variabel 9
Sig. (2-tailed) .527 .082 .082 .193 .405 .091 .380 .514 .901 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.018 .127 .133 .159 .043 .099 .121 .068 -.015 .514**
Correlation
Variabel 10
Sig. (2-tailed) .860 .207 .188 .115 .671 .329 .229 .502 .883 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Variabel 11 Pearson .240* .159 .173 .061 .300** .237* .063 .021 .196 .468**
147
Variabel
Variabel 12 Variabel 13 Variabel 14 Variabel 5 Variabel 16 Variabel 17 Variabel 19 Variabel 20 Total
18
Correlation
Sig. (2-tailed) .016 .114 .085 .545 .002 .018 .533 .832 .051 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
1 .172 -.031 .129 .191 .126 .064 -.162 .054 .197*
Correlation
Variabel 12
Sig. (2-tailed) .087 .756 .201 .057 .211 .526 .107 .593 .050
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.172 1 .237* -.052 .049 .074 -.087 .077 -.081 .337**
Correlation
Variabel 13
Sig. (2-tailed) .087 .018 .610 .631 .463 .392 .448 .423 .001
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
-.031 .237* 1 .133 .142 -.001 -.018 -.192 .087 .345**
Correlation
Variabel 14
Sig. (2-tailed) .756 .018 .187 .160 .995 .857 .056 .392 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.129 -.052 .133 1 .005 .085 .063 .193 .034 .298**
Correlation
Variabel 15
Sig. (2-tailed) .201 .610 .187 .959 .399 .530 .054 .736 .003
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
Variabel 16 .191 .049 .142 .005 1 .228* .328** .131 .166 .472**
Correlation
Sig. (2-tailed) .057 .631 .160 .959 .022 .001 .193 .099 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.126 .074 -.001 .085 .228* 1 .037 .055 .024 .372**
Correlation
Variabel 17
Sig. (2-tailed) .211 .463 .995 .399 .022 .717 .589 .814 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.064 -.087 -.018 .063 .328** .037 1 .110 .084 .399**
Correlation
Variabel 18
Sig. (2-tailed) .526 .392 .857 .530 .001 .717 .278 .404 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
-.162 .077 -.192 .193 .131 .055 .110 1 .048 .281**
Variabel 19 Correlation
Sig. (2-tailed) .107 .448 .056 .054 .193 .589 .278 .634 .005
148
Variabel
Variabel 12 Variabel 13 Variabel 14 Variabel 5 Variabel 16 Variabel 17 Variabel 19 Variabel 20 Total
18
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.054 -.081 .087 .034 .166 .024 .084 .048 1 .233*
Correlation
Variabel 20
Sig. (2-tailed) .593 .423 .392 .736 .099 .814 .404 .634 .020
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Pearson
.197* .337** .345** .298** .472** .372** .399** .281** .233* 1
Correlation
Total
Sig. (2-tailed) .050 .001 .000 .003 .000 .000 .000 .005 .020
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Scale
Scale Corrected Cronbach's
Mean if
Variance if Item-Total Alpha if Item
Item
Item Deleted Correlation Deleted
Deleted Cronbach's Alpha N of Items
VAR00001 4.6200 1.834 .542 .794 .770 3
PERSENTASE 67.4 73.6 57.8 71 70.4 62.2 53 57.8 63.8 59 58.8 55.4
INDEKS INDIKATOR B B CB B B B CB CB B CB CB CB
159
KEBUTUHAN
Keterlib
Responden Kebeb Mudah Keterkai Hubungan Hubungan Hubungan
Santai atan Keterlibatan Aktif Akses
asan Dikenali tan Individu Kelompok Masyarakat
Pasif
V1
V13 V15 V16 V 17 V18 V19 V20 V1 V2 V3 V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7
4
1 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 2 5 3 3
2 4 5 2 4 3 4 4 4 4 3 2 5 5 5 4 5 4 4
3 4 4 4 5 5 4 5 5 5 2 4 4 4 5 3 5 5 5
4 5 5 3 4 4 4 4 4 5 3 3 5 4 4 4 5 5 5
5 4 4 4 2 4 2 5 2 4 2 3 4 5 4 3 4 4 3
6 4 4 4 4 4 2 4 4 5 2 2 3 5 2 4 3 3 2
7 5 2 4 3 4 2 4 4 5 3 2 3 4 4 5 3 4 2
8 3 4 4 2 5 4 3 4 3 3 4 3 4 3 5 4 4 3
9 4 4 3 2 5 2 4 3 4 1 2 2 5 2 4 4 4 2
10 4 2 3 4 5 2 5 2 5 1 4 3 3 2 2 3 3 3
11 5 3 4 3 4 4 3 4 5 2 2 3 4 3 3 2 4 3
12 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 3 3 2 4 2
13 2 2 4 2 4 2 4 4 4 2 3 2 3 4 4 3 5 2
14 3 2 4 2 5 2 4 5 3 2 4 3 5 4 4 2 5 3
15 4 4 3 2 4 2 4 4 4 2 3 2 5 3 5 2 4 3
16 3 3 4 3 4 4 5 3 5 2 4 5 5 4 4 5 5 4
17 3 3 4 3 4 4 5 3 5 1 3 5 5 4 4 5 5 4
18 2 2 3 2 3 4 4 2 5 1 4 5 5 4 4 5 5 4
19 2 2 4 3 3 4 4 3 5 1 4 5 5 3 5 4 4 5
20 3 3 4 4 3 4 4 3 5 2 3 4 4 3 5 4 4 5
160
KEBUTUHAN
Keterlib
Responden Kebeb Mudah Keterkai Hubungan Hubungan Hubungan
Santai atan Keterlibatan Aktif Akses
asan Dikenali tan Individu Kelompok Masyarakat
Pasif
V1
V13 V15 V16 V 17 V18 V19 V20 V1 V2 V3 V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7
4
21 3 3 3 2 3 4 5 3 4 1 1 4 4 3 5 4 4 4
22 4 4 4 3 4 3 5 4 4 2 3 4 4 4 4 4 4 4
23 4 4 4 4 4 3 4 2 4 2 2 5 4 4 4 5 3 4
24 5 4 4 3 4 4 4 3 5 2 2 5 4 3 3 3 3 3
25 5 4 4 4 4 4 4 4 4 2 2 4 4 3 3 4 4 3
26 3 3 3 3 4 3 5 5 5 2 3 5 5 4 5 4 4 4
27 4 4 4 2 4 3 5 5 5 2 4 5 5 4 5 4 4 5
28 3 4 4 2 4 4 5 4 5 2 4 5 5 4 5 4 4 5
29 3 3 3 4 3 4 4 4 5 3 3 5 5 4 5 4 4 5
30 4 2 3 4 3 3 4 3 3 3 3 5 4 3 4 3 3 4
31 2 2 2 3 4 4 4 3 4 3 4 5 4 3 4 3 3 4
32 2 2 2 3 4 3 4 2 4 1 4 4 4 3 4 3 3 4
33 4 3 3 2 2 2 5 2 4 1 3 4 4 3 4 4 4 4
34 4 3 2 2 2 2 5 2 4 1 3 4 5 3 4 4 4 5
35 4 3 2 3 3 2 5 4 4 1 3 4 5 2 3 4 4 5
36 3 3 3 2 2 2 4 3 5 1 2 4 5 2 3 3 5 4
37 3 3 3 3 4 4 4 3 5 2 4 4 5 2 3 3 5 4
38 3 3 3 4 4 4 4 2 5 2 3 4 5 2 3 5 5 4
39 4 4 4 2 4 4 3 2 5 2 3 4 5 3 4 5 5 4
40 2 2 2 2 3 3 3 2 4 2 3 4 3 3 4 5 4 5
161
KEBUTUHAN
Keterlib
Responden Kebeb Mudah Keterkai Hubungan Hubungan Hubungan
Santai atan Keterlibatan Aktif Akses
asan Dikenali tan Individu Kelompok Masyarakat
Pasif
V1
V13 V15 V16 V 17 V18 V19 V20 V1 V2 V3 V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7
4
41 3 3 2 3 3 3 4 4 4 2 3 3 3 4 4 5 4 5
42 3 3 3 2 3 2 3 3 5 2 2 3 4 4 3 4 4 4
43 3 3 3 4 2 2 3 3 5 2 2 3 4 4 3 4 4 4
44 4 4 4 4 2 2 5 2 5 1 2 4 4 4 3 4 4 3
45 4 3 4 2 3 3 5 2 3 1 2 4 4 4 4 4 3 3
46 3 3 3 3 4 3 5 2 3 1 4 3 5 3 4 4 4 3
47 3 2 3 3 4 3 4 3 3 1 4 5 5 3 4 3 3 4
48 3 2 3 2 3 2 4 4 4 1 4 5 5 3 5 3 3 4
49 3 2 2 3 4 3 4 3 4 2 4 3 5 3 5 5 4 3
50 3 2 2 3 4 3 3 2 4 2 4 3 5 3 5 5 4 3
51 4 3 3 4 4 3 5 4 4 2 4 5 5 3 5 5 2 4
52 4 3 3 3 4 3 5 4 4 2 4 5 5 3 5 5 2 4
53 3 2 4 4 3 4 5 3 4 2 4 5 5 3 5 5 2 4
54 3 2 4 2 3 4 4 3 4 2 2 4 5 3 5 4 3 4
55 4 4 3 3 3 4 4 2 4 1 2 4 5 4 4 4 3 5
56 5 4 3 2 2 4 4 2 4 2 1 4 5 4 4 4 2 5
57 5 4 4 2 2 5 3 2 4 2 1 3 5 4 4 4 2 5
58 3 2 2 5 3 4 3 3 4 2 1 3 5 4 4 5 2 4
59 3 3 3 2 3 4 3 3 4 1 3 3 4 3 4 5 4 4
60 4 3 3 5 4 3 4 2 5 1 1 3 4 3 4 5 4 4
162
KEBUTUHAN
Keterlib
Responden Kebeb Mudah Keterkai Hubungan Hubungan Hubungan
Santai atan Keterlibatan Aktif Akses
asan Dikenali tan Individu Kelompok Masyarakat
Pasif
V1
V13 V15 V16 V 17 V18 V19 V20 V1 V2 V3 V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7
4
61 4 3 4 4 4 3 3 4 5 1 4 3 5 3 4 5 4 4
62 4 3 4 3 4 3 4 4 5 1 1 3 5 3 5 4 4 3
63 2 2 4 3 5 2 4 4 5 1 4 3 3 4 5 4 4 3
64 2 2 3 3 5 2 5 2 5 2 4 4 3 4 5 4 2 3
65 4 4 3 3 3 2 5 2 5 2 3 4 4 5 4 3 2 3
66 3 3 4 2 3 3 4 2 5 2 3 3 4 4 4 3 3 3
67 3 3 3 2 4 2 4 4 3 3 3 3 4 4 4 3 3 4
68 2 2 4 4 3 2 5 2 3 2 5 4 5 5 5 3 3 4
69 3 3 4 2 4 3 5 2 5 3 3 3 5 5 5 4 3 3
70 3 3 2 3 2 2 4 3 3 2 2 4 5 5 5 4 3 3
71 4 4 2 2 4 3 3 3 3 2 3 4 4 4 4 4 3 3
72 4 4 4 2 4 3 3 4 4 2 4 4 4 4 3 5 3 3
73 3 3 4 4 5 4 3 3 4 1 1 5 4 4 3 5 2 4
74 4 4 4 3 3 3 4 2 5 1 4 5 5 4 3 3 3 4
75 4 4 3 3 2 2 5 2 5 2 4 5 4 4 3 3 3 4
76 4 4 4 4 4 4 5 4 5 2 3 5 5 2 4 3 4 3
77 4 4 4 4 3 4 5 4 3 2 2 5 5 2 4 3 4 3
78 5 4 4 5 3 3 4 3 5 1 3 5 5 2 3 3 4 3
79 3 3 3 3 4 3 4 3 3 1 2 5 5 3 3 4 3 4
80 3 3 3 2 2 2 3 2 4 2 2 5 4 3 3 4 3 4
163
KEBUTUHAN
Keterlib
Responden Kebeb Mudah Keterkai Hubungan Hubungan Hubungan
Santai atan Keterlibatan Aktif Akses
asan Dikenali tan Individu Kelompok Masyarakat
Pasif
V1
V13 V15 V16 V 17 V18 V19 V20 V1 V2 V3 V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7
4
81 3 3 3 3 2 2 3 2 4 2 2 4 4 2 4 4 4 4
82 4 4 4 3 4 3 4 2 4 1 2 4 4 2 4 4 5 5
83 3 3 3 2 3 3 4 3 4 1 1 4 3 3 4 3 4 5
84 5 4 3 2 3 4 4 4 4 3 4 4 3 3 5 3 4 5
85 4 4 3 3 4 5 5 3 4 3 4 4 4 2 3 4 4 5
86 4 3 4 3 3 4 5 3 3 3 3 4 5 2 3 4 4 4
87 3 2 4 2 2 4 4 5 5 2 5 5 5 2 4 4 5 4
88 3 2 2 2 2 5 4 4 5 2 1 5 5 2 4 5 5 4
89 4 3 3 3 3 3 3 2 3 2 1 3 5 4 3 5 4 3
90 3 3 3 3 4 2 4 2 4 2 4 3 4 4 3 3 4 3
91 3 4 4 4 4 2 5 3 4 2 2 3 4 2 4 3 3 3
92 4 3 3 4 4 2 5 3 4 2 3 3 4 2 4 3 3 4
93 3 4 4 5 3 3 4 4 4 1 1 4 4 3 3 4 4 4
94 3 3 3 4 3 4 4 4 4 1 2 4 5 3 3 4 3 3
95 4 2 2 5 3 3 5 4 5 1 3 5 5 4 4 4 4 3
96 4 3 3 3 2 2 5 3 5 1 4 5 5 2 4 3 3 5
97 4 4 3 2 2 5 4 3 4 2 4 4 5 2 3 3 3 5
98 3 4 4 2 3 4 4 2 4 2 2 4 4 3 3 3 3 5
99 2 3 4 2 4 4 5 2 3 2 3 4 4 3 3 4 4 5
100 2 3 3 3 3 2 4 4 5 3 4 4 5 3 3 4 4 4
164
KEBUTUHAN
Keterlib
Responden Kebeb Mudah Keterkai Hubungan Hubungan Hubungan
Santai atan Keterlibatan Aktif Akses
asan Dikenali tan Individu Kelompok Masyarakat
Pasif
V1
V13 V15 V16 V 17 V18 V19 V20 V1 V2 V3 V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7
4
31
Total 346 330 300 345 313 414 309 425 183 290 399 443 327 390 388 366 381
5
Persentase 69.2 63 66 60 69 62.6 82.8 61.8 85 36.6 58 79.8 88.6 65.4 78 77.6 73.2 76.2
Indeks
B B B CB B B SB B SB TB CB B SB B B B B B
Indikator
165
Lampiran 4 Data Responden Taman Tuan Kadi
KEBUTUHAN
IDENTITAS RESPONDEN Tem Pe Pen
(Taman Tuan Kadi) Iklim pat Fasilitas Pendukung des caha
Duduk trian yaan
Respon Jenis Waktu
Umur Agama Suku Pendidikan V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7 V8 V9 V10 V11 V12
den Kelamin Kunjungan
26-44 5 5 3 3 3 3 2 3 4 4 2 2
1
Laki-laki Tahun Islam Minang SMA Pagi
12-25 3 3 2 2 2 1 2 3 4 3 3 1
2
Perempuan Tahun Islam Minang SMA Pagi
12-25 5 5 3 4 3 3 2 2 5 4 3 1
3
Perempuan Tahun Islam Melayu SMP Siang
12-25 3 3 1 1 4 1 1 2 4 1 2 3
4
Perempuan Tahun Islam Melayu SMP Siang
12-25 3 3 1 1 2 1 1 3 3 1 3 2
5
Laki-laki Tahun Islam Jawa SMP Siang
26-44 2 2 2 3 3 2 2 2 2 3 2 2
6
Laki-laki Tahun Islam Minang SMP Siang
12-25 3 3 1 1 3 1 2 3 3 1 2 1
7
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Siang
12-25 2 2 2 2 2 2 4 1 4 2 2 1
8
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Siang
12-25 2 2 3 3 4 2 2 2 4 2 3 1
9
Perempuan Tahun Islam Melayu SMA Siang
12-25 4 4 2 2 2 2 3 1 3 3 2 2
10
Perempuan Tahun Islam Melayu SMP Malam
12-25 3 3 4 4 2 3 4 2 2 4 2 1
11
Laki-laki Tahun Islam Melayu SMP Malam
12-25 2 2 4 3 4 1 1 3 2 4 2 2
12
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Siang
12-25 Konghu 2 2 2 4 2 2 2 3 2 2 1 1
13
Laki-laki Tahun chu Dll S1 Siang
26-44 4 4 2 3 2 2 2 1 3 2 2 2
14
Perempuan Tahun Islam Melayu SMA Siang
166
KEBUTUHAN
IDENTITAS RESPONDEN Tem Pe Pen
(Taman Tuan Kadi) Iklim pat Fasilitas Pendukung des caha
Duduk trian yaan
Respon Jenis Waktu
Umur Agama Suku Pendidikan V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7 V8 V9 V10 V11 V12
den Kelamin Kunjungan
12-25 4 4 3 2 2 1 2 3 3 3 1 2
15
Perempuan Tahun Islam Melayu SMP Siang
12-25 3 3 2 3 4 2 3 1 4 3 3 2
16
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Siang
12-25 4 4 3 4 3 2 2 3 4 4 3 2
17
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Pagi
12-25 4 4 3 3 3 1 2 2 4 3 2 2
18
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Pagi
12-25 3 3 3 3 2 2 2 2 4 3 2 2
19
Laki-laki Tahun Islam Jawa SMA Malam
26-44 4 4 3 3 4 1 4 4 4 4 3 2
20
Perempuan Tahun Islam Minang SMA Malam
26-44 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 2 2
21
Perempuan Tahun Islam Melayu SMA Siang
12-25 3 3 2 2 4 1 3 4 4 4 3 2
22
Perempuan Tahun Islam Melayu SMA Siang
12-25 3 3 2 2 3 2 2 2 3 3 3 2
23
Laki-laki Tahun Islam Minang SMP Siang
26-44 3 3 2 2 3 1 2 1 3 3 4 2
24
Perempuan Tahun Islam Jawa SMA Siang
12-25 5 5 3 3 4 2 3 4 4 3 3 2
25
Perempuan Tahun Islam Jawa SMA Siang
12-25 3 3 3 3 5 3 3 4 4 3 4 2
26
Perempuan Tahun Islam Minang SMA Siang
12-25 3 3 3 3 3 2 3 2 4 3 3 2
27
Perempuan Tahun Islam Minang SMA Siang
26-44 4 4 3 3 3 2 2 1 4 3 2 2
28
Perempuan Tahun Islam Melayu S1 Pagi
12-25 4 4 3 3 4 2 1 2 4 3 2 2
29
Laki-laki Tahun Islam Melayu SMP Pagi
167
KEBUTUHAN
IDENTITAS RESPONDEN Tem Pe Pen
(Taman Tuan Kadi) Iklim pat Fasilitas Pendukung des caha
Duduk trian yaan
Respon Jenis Waktu
Umur Agama Suku Pendidikan V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7 V8 V9 V10 V11 V12
den Kelamin Kunjungan
12-25 4 4 4 3 3 3 3 3 5 3 4 2
30
Laki-laki Tahun Islam Melayu SMP Pagi
26-44 3 3 4 3 2 2 3 1 5 3 3 2
31
Perempuan Tahun Islam Minang SMA Siang
12-25 4 4 4 3 4 2 2 2 5 3 2 2
32
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Siang
12-25 5 5 4 4 2 1 2 2 5 3 3 2
33
Perempuan Tahun Islam Jawa SMA Siang
12-25 5 5 2 4 3 2 2 2 3 3 4 2
34
Perempuan Tahun Islam Minang SMA Siang
12-25 4 4 2 2 4 2 3 1 5 3 3 2
35
Perempuan Tahun Islam Melayu SMA Siang
12-25 4 4 2 4 2 1 3 2 5 3 3 2
36
Perempuan Tahun Islam Melayu SMA Siang
12-25 4 4 3 3 3 2 3 3 4 3 3 2
37
Perempuan Tahun Islam Jawa SMP Siang
12-25 3 3 3 2 2 1 3 1 4 2 4 2
38
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Malam
12-25 3 3 3 2 4 3 3 3 4 3 4 2
39
Perempuan Tahun Islam Minang SMA Malam
12-25 5 5 3 2 3 3 3 3 3 2 2 2
40
Laki-laki Tahun Kristen Batak SMP Siang
12-25 4 4 3 2 2 2 3 2 3 2 2 2
41
Laki-laki Tahun Kristen Batak SMP Siang
12-25 4 4 3 3 3 2 3 3 3 3 4 2
42
Perempuan Tahun Islam Minang SMA Siang
26-44 4 4 3 3 3 2 2 1 3 3 4 2
43
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Siang
12-25 3 3 4 3 4 2 2 4 4 4 5 2
44
Perempuan Tahun Islam Melayu SMP Siang
168
KEBUTUHAN
IDENTITAS RESPONDEN Tem Pe Pen
(Taman Tuan Kadi) Iklim pat Fasilitas Pendukung des caha
Duduk trian yaan
Respon Jenis Waktu
Umur Agama Suku Pendidikan V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7 V8 V9 V10 V11 V12
den Kelamin Kunjungan
12-25 3 3 4 3 3 3 2 2 4 4 4 2
45
Perempuan Tahun Islam Jawa SMA Siang
12-25 4 4 2 4 3 1 2 2 4 4 4 2
46
Laki-laki Tahun Islam Jawa SMA Siang
12-25 4 4 2 4 4 1 3 4 4 3 3 2
47
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Siang
12-25 4 4 4 4 2 3 3 2 3 3 3 2
48
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Siang
12-25 3 3 4 4 4 1 2 2 4 3 4 2
49
Laki-laki Tahun Islam Melayu SMP Siang
12-25 4 4 3 3 3 2 4 4 4 3 3 2
50
Perempuan Tahun Islam Melayu SMP Pagi
>45 4 4 3 3 2 1 4 2 4 3 1 2
51
Perempuan Tahun Islam Minang S2 Pagi
12-25 4 4 3 2 3 2 2 3 4 4 4 2
52
Perempuan Tahun Islam Minang SMA Siang
12-25 3 3 3 3 5 2 2 2 4 2 4 2
53
Perempuan Tahun Islam Dll SMA Siang
12-25 3 3 2 3 4 3 2 3 4 2 4 2
54
Perempuan Tahun Islam Minang SMA Siang
26-44 2 2 2 3 2 2 3 1 3 2 3 2
55
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Siang
12-25 2 2 2 2 2 2 3 2 5 2 3 2
56
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Siang
12-25 3 3 3 2 3 3 3 2 5 3 3 2
57
Perempuan Tahun Islam Jawa SMA Siang
12-25 3 3 3 2 2 2 3 3 5 3 3 2
58
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Siang
>45 4 4 3 3 4 2 2 3 4 4 2 2
59
Laki-laki Tahun Islam Minang SMA Malam
169
KEBUTUHAN
IDENTITAS RESPONDEN Tem Pe Pen
(Taman Tuan Kadi) Iklim pat Fasilitas Pendukung des caha
Duduk trian yaan
Respon Jenis Waktu
Umur Agama Suku Pendidikan V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7 V8 V9 V10 V11 V12
den Kelamin Kunjungan
12-25 4 4 4 4 2 2 2 2 4 4 5 2
60
Perempuan Tahun Islam Jawa SMP Malam
12-25 4 4 4 4 3 2 2 3 4 3 2 2
61
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Malam
12-25 4 4 4 4 3 2 4 2 3 3 5 2
62
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Pagi
12-25 3 3 3 3 3 2 4 1 3 3 3 2
63
Perempuan Tahun Islam Minang SMA Pagi
12-25 3 3 3 3 2 3 4 3 3 4 3 2
64
Perempuan Tahun Islam Melayu SMA Pagi
>45 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 2
65
Laki-laki Tahun Kristen Jawa SMA Siang
>45 3 3 4 3 2 2 3 4 4 4 4 2
66
Perempuan Tahun Islam Minang SMA Siang
12-25 3 3 4 4 3 2 3 1 4 3 2 2
67
Perempuan Tahun Islam Minang S1 Siang
12-25 4 4 4 4 3 1 2 2 3 3 4 2
68
Perempuan Tahun Islam Melayu SMA Siang
12-25 4 4 3 3 4 3 1 2 3 3 2 2
69
Perempuan Tahun Islam Melayu SMA Siang
12-25 4 4 2 3 3 2 4 2 4 4 3 2
70
Laki-laki Tahun Islam Minang SMA Siang
26-44 4 4 3 4 2 1 3 3 4 2 2 2
71
Perempuan Tahun Islam Jawa SMA Siang
26-44 4 4 3 3 3 2 3 1 4 2 3 2
72
Perempuan Tahun Islam Jawa SMA Siang
12-25 3 3 2 3 3 2 4 4 4 4 4 2
73
Laki-laki Tahun Islam Melayu SMA Siang
12-25 3 3 2 3 4 1 3 4 4 3 4 2
74
Laki-laki Tahun Islam Minang SMA Siang
170
KEBUTUHAN
IDENTITAS RESPONDEN Tem Pe Pen
(Taman Tuan Kadi) Iklim pat Fasilitas Pendukung des caha
Duduk trian yaan
Respon Jenis Waktu
Umur Agama Suku Pendidikan V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7 V8 V9 V10 V11 V12
den Kelamin Kunjungan
26-44 3 3 2 2 2 2 2 3 4 3 2 2
75
Perempuan Tahun Islam Minang SMA Siang
12-25 2 2 3 3 3 1 3 2 5 3 2 2
76
Perempuan Tahun Islam Melayu SMA Siang
12-25 2 2 3 4 3 3 2 3 5 2 2 2
77
Perempuan Tahun Islam Melayu SMA Siang
12-25 3 3 3 3 4 2 2 2 5 2 3 2
78
Perempuan Tahun Islam Minang SMA Malam
26-44 3 3 2 2 4 3 2 2 5 3 4 2
79
Perempuan Tahun Kristen Batak SMA Siang
12-25 4 4 3 2 2 1 2 2 5 3 4 2
80
Perempuan Tahun Islam Minang SMA Siang
12-25 4 4 3 4 2 2 3 3 4 4 3 2
81
Laki-laki Tahun Islam Minang SMA Pagi
12-25 4 4 3 4 4 2 3 3 4 4 3 2
82
Laki-laki Tahun Islam Melayu SMA Pagi
12-25 4 4 2 3 4 2 3 3 3 4 2 1
83
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Malam
12-25 3 3 2 3 2 1 4 2 3 4 3 2
84
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Malam
12-25 3 3 2 3 3 3 4 1 3 4 3 2
85
Perempuan Tahun Kristen Batak SMP Siang
12-25 3 3 3 3 2 3 3 3 5 4 2 1
86
Perempuan Tahun Kristen Batak SMP Siang
12-25 4 4 3 3 2 2 2 2 4 4 4 2
87
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Siang
12-25 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 2
88
Laki-laki Tahun Islam Minang SMP Siang
26-44 4 4 4 4 2 2 3 2 3 3 1 1
89
Laki-laki Tahun Islam Melayu SMA Malam
171
KEBUTUHAN
IDENTITAS RESPONDEN Tem Pe Pen
(Taman Tuan Kadi) Iklim pat Fasilitas Pendukung des caha
Duduk trian yaan
Respon Jenis Waktu
Umur Agama Suku Pendidikan V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7 V8 V9 V10 V11 V12
den Kelamin Kunjungan
12-25 4 4 4 4 2 1 2 3 3 3 3 2
90
Perempuan Tahun Islam Melayu SMA Malam
12-25 3 3 3 3 3 1 2 1 3 3 3 2
91
Perempuan Tahun Islam Melayu SMA Pagi
12-25 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 2 2
92
Perempuan Tahun Islam Minang SMA Pagi
12-25 Konghu 3 3 3 2 2 3 3 2 4 2 3 1
93
Perempuan Tahun chu Dll SMA Siang
12-25 3 3 3 2 2 1 3 3 4 2 4 2
94
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Malam
12-25 4 4 3 3 2 2 4 3 4 2 2 2
95
Perempuan Tahun Islam Minang SMP Siang
12-25 4 4 3 3 3 2 4 2 5 3 2 1
96
Perempuan Tahun Islam Melayu SMA Malam
26-44 3 3 2 2 4 2 3 3 3 4 2 2
97
Perempuan Tahun Islam Melayu SMA Siang
12-25 4 4 4 4 3 2 2 1 4 3 3 1
98
Laki-laki Tahun Islam Minang SMA Siang
26-44 4 4 3 3 2 1 3 3 4 3 3 2
99
Laki-laki Tahun Islam Jawa SMA Siang
26-44 4 4 3 3 3 2 4 2 4 3 2 2
100
Laki-laki Tahun Islam Jawa SMA Siang
348 349 289 299 299 200
TOTAL 347 347 286 295 294 194
69.6 69.8 57.8 59.8 59.8 40
PERSENTASE 69.4 69.4 57.2 59 58.8 38.8
B B CB CB B TB
INDEKS INDIKATOR B B CB CB CB TB
172
KEBUTUHAN
Keterli
Kebeb Mudah Keterkai Hubungan Hubungan Hubungan
Responden Santai batan Keterlibatan Aktif Akses
asan Dikenali tan Individu Kelompok Masyarakat
Pasif
V13 V14 V15 V16 V 17 V18 V19 V20 V1 V2 V3 V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7
5 5 3 3 4 3 2 1 3 2 2 4 4 4 2 3 3 3
1
4 5 2 3 3 2 4 2 2 2 2 4 5 3 3 3 2 4
2
4 3 1 3 4 4 3 1 3 2 3 4 3 4 4 3 3 4
3
4 3 2 4 3 4 1 2 2 3 1 4 5 4 1 4 2 5
4
3 3 1 3 3 3 1 1 3 3 3 3 4 4 2 3 2 4
5
3 3 3 2 3 3 2 1 2 2 3 2 3 2 3 2 3 3
6
3 3 1 3 3 3 2 1 3 2 2 3 4 4 1 1 1 4
7
2 4 4 2 2 4 4 1 2 2 2 4 5 3 4 4 2 3
8
2 4 4 5 2 4 5 2 2 2 1 5 5 3 3 5 5 4
9
4 3 4 5 4 3 5 1 4 3 2 4 4 3 3 3 2 3
10
4 5 2 3 4 4 4 1 3 1 2 3 4 2 3 2 2 3
11
3 2 2 4 3 2 4 1 1 2 1 5 5 3 2 4 3 3
12
3 2 3 4 4 4 5 1 3 2 2 5 5 3 2 3 2 4
13
4 2 3 3 2 3 4 2 2 2 2 4 4 4 2 3 3 5
14
3 4 4 4 2 3 3 1 1 1 1 4 4 5 3 2 3 4
15
4 4 4 2 3 3 4 1 2 1 1 5 5 4 4 3 2 5
16
173
KEBUTUHAN
Keterli
Kebeb Mudah Keterkai Hubungan Hubungan Hubungan
Responden Santai batan Keterlibatan Aktif Akses
asan Dikenali tan Individu Kelompok Masyarakat
Pasif
V13 V14 V15 V16 V 17 V18 V19 V20 V1 V2 V3 V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7
4 4 4 3 3 4 3 1 1 2 2 4 4 5 4 4 3 4
17
3 5 3 3 4 4 3 2 3 4 3 4 4 4 3 3 2 4
18
4 5 3 3 4 4 4 1 2 3 3 4 4 4 3 4 3 3
19
4 4 4 2 3 3 3 2 2 2 2 5 5 3 3 3 2 3
20
4 4 3 4 3 3 3 2 4 3 3 4 4 4 2 3 3 5
21
3 4 3 4 4 4 3 1 1 1 2 3 3 4 2 4 2 3
22
3 4 4 3 4 4 3 3 2 2 2 5 5 5 4 5 3 5
23
4 4 4 3 4 4 3 1 2 1 2 4 4 5 3 5 4 5
24
4 4 3 5 4 4 3 1 3 3 3 5 5 5 3 3 2 3
25
4 4 3 5 4 4 3 2 2 2 2 4 4 4 2 2 2 4
26
4 4 3 4 4 3 3 1 3 3 3 5 5 5 3 3 3 4
27
4 4 3 4 5 3 4 1 3 3 3 5 5 4 2 3 2 4
28
3 4 3 4 5 4 4 3 3 2 2 5 5 4 3 4 4 5
29
5 4 3 5 5 4 4 2 3 3 2 4 4 5 4 3 3 5
30
5 4 3 5 4 4 3 1 2 3 2 4 4 4 2 5 4 4
31
3 4 3 4 4 4 3 1 3 3 3 5 5 4 4 3 3 5
32
174
KEBUTUHAN
Keterli
Kebeb Mudah Keterkai Hubungan Hubungan Hubungan
Responden Santai batan Keterlibatan Aktif Akses
asan Dikenali tan Individu Kelompok Masyarakat
Pasif
V13 V14 V15 V16 V 17 V18 V19 V20 V1 V2 V3 V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7
3 4 3 4 4 4 3 1 2 1 1 5 5 5 3 4 4 5
33
4 4 3 4 4 3 4 2 2 2 2 4 4 4 2 5 2 5
34
4 3 4 3 4 3 4 1 4 3 3 4 4 4 3 4 3 5
35
4 3 4 4 5 3 5 1 1 2 2 4 4 5 3 4 3 5
36
3 3 4 5 5 4 5 1 3 2 2 4 4 5 4 4 4 5
37
3 3 2 5 5 4 5 3 4 3 3 4 4 5 4 4 4 5
38
4 3 2 5 5 4 5 1 1 2 2 4 4 4 3 3 4 4
39
4 3 2 3 4 4 4 1 2 3 3 4 4 5 4 4 3 4
40
4 5 4 3 4 3 4 1 3 2 2 4 4 4 4 4 3 4
41
4 5 4 5 4 3 4 1 2 2 3 4 4 4 3 4 3 4
42
3 5 3 5 4 3 3 2 1 2 1 4 4 4 4 5 3 5
43
3 5 3 5 4 3 3 3 3 3 3 4 4 5 3 2 3 4
44
3 5 3 5 3 4 3 1 2 2 2 4 4 4 2 2 2 4
45
4 3 3 4 3 4 4 1 5 3 3 4 4 4 3 4 3 4
46
4 3 3 3 3 5 4 1 3 3 3 4 4 4 4 5 4 4
47
3 4 4 4 4 5 3 2 4 2 2 4 4 4 4 4 4 4
48
175
KEBUTUHAN
Keterli
Kebeb Mudah Keterkai Hubungan Hubungan Hubungan
Responden Santai batan Keterlibatan Aktif Akses
asan Dikenali tan Individu Kelompok Masyarakat
Pasif
V13 V14 V15 V16 V 17 V18 V19 V20 V1 V2 V3 V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7
4 5 3 5 4 4 4 1 4 4 4 4 4 5 5 3 4 5
49
4 5 3 5 4 4 4 3 5 3 3 4 4 5 4 3 4 4
50
3 4 3 3 3 4 4 1 3 2 2 4 4 3 2 3 4 4
51
3 4 4 4 4 4 3 1 4 2 3 4 4 3 3 5 3 4
52
2 3 4 4 5 4 3 2 4 3 3 4 4 3 2 3 3 4
53
2 3 3 4 4 3 4 1 1 2 2 4 4 5 3 4 3 5
54
3 3 3 3 4 3 4 1 3 3 3 4 4 4 4 4 4 5
55
4 4 4 4 3 3 4 2 3 3 3 4 4 5 4 5 4 4
56
3 4 4 4 3 5 5 2 4 2 2 4 4 4 3 4 3 4
57
3 4 3 3 3 4 5 1 2 2 3 4 4 4 4 4 2 5
58
3 2 3 4 5 5 5 1 2 2 1 4 4 5 2 3 2 5
59
4 2 3 4 5 4 4 1 3 2 2 4 4 5 4 4 2 5
60
2 4 4 4 4 4 4 3 4 2 2 4 4 5 2 3 3 4
61
5 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 5 4 4 3 3
62
3 4 4 3 4 3 3 1 2 3 2 5 4 4 2 3 4 4
63
3 3 3 3 4 3 3 1 2 2 2 4 4 4 3 4 3 5
64
176
KEBUTUHAN
Keterli
Kebeb Mudah Keterkai Hubungan Hubungan Hubungan
Responden Santai batan Keterlibatan Aktif Akses
asan Dikenali tan Individu Kelompok Masyarakat
Pasif
V13 V14 V15 V16 V 17 V18 V19 V20 V1 V2 V3 V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7
4 3 3 3 3 3 4 1 2 2 1 4 4 3 2 4 3 5
65
4 4 4 5 3 4 4 2 2 1 1 5 4 4 3 3 3 4
66
3 4 4 5 4 4 4 1 3 3 3 5 4 4 3 3 2 4
67
3 4 4 5 4 5 3 1 4 3 3 5 4 4 2 4 2 4
68
2 3 3 5 4 5 3 1 4 4 2 4 4 3 2 4 3 4
69
4 3 3 4 3 4 4 2 5 3 2 4 4 3 2 3 3 5
70
5 4 3 4 3 4 4 2 3 3 3 4 4 3 2 3 2 3
71
5 4 3 4 3 4 4 1 2 2 2 4 4 3 2 3 2 3
72
4 4 5 4 5 4 4 1 3 4 3 4 4 5 3 4 4 5
73
4 4 3 4 5 4 4 2 3 2 2 4 4 4 3 4 3 4
74
5 4 3 4 5 4 4 1 2 2 2 5 4 4 3 5 4 4
75
3 3 4 3 5 3 3 1 3 3 3 4 4 4 2 5 3 4
76
3 3 4 3 4 3 3 2 4 4 2 4 4 3 2 3 3 3
77
5 5 4 5 4 3 3 1 3 2 2 4 4 3 2 3 2 4
78
5 5 4 5 4 4 3 1 2 1 1 5 4 3 3 3 2 3
79
5 5 3 4 4 4 4 2 2 2 1 5 4 3 2 4 2 3
80
177
KEBUTUHAN
Keterli
Kebeb Mudah Keterkai Hubungan Hubungan Hubungan
Responden Santai batan Keterlibatan Aktif Akses
asan Dikenali tan Individu Kelompok Masyarakat
Pasif
V13 V14 V15 V16 V 17 V18 V19 V20 V1 V2 V3 V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7
4 4 3 4 3 5 4 1 3 2 2 4 4 5 3 4 3 4
81
4 4 3 5 3 5 4 1 3 3 2 4 4 4 3 4 3 4
82
3 3 3 5 3 5 4 3 2 2 2 5 4 4 4 5 4 3
83
3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4
84
4 4 4 4 5 4 3 1 2 3 3 4 4 3 4 4 4 4
85
4 4 4 3 5 3 3 1 3 2 1 4 4 3 4 5 3 4
86
4 4 3 3 5 3 4 3 2 1 1 5 5 5 4 4 3 4
87
4 5 3 3 3 3 4 1 3 3 3 5 5 4 4 4 4 4
88
4 5 3 4 3 4 4 1 4 2 2 4 4 4 3 3 3 4
89
5 3 3 4 3 4 5 2 3 2 2 4 4 4 3 4 4 4
90
5 3 4 4 4 3 5 1 3 2 3 3 3 3 2 3 3 4
91
3 3 4 3 4 3 5 1 2 2 2 3 3 3 3 3 3 4
92
3 4 3 3 4 3 4 1 3 3 2 5 4 4 3 4 4 4
93
4 4 3 4 4 4 4 1 4 2 1 5 4 5 4 4 4 5
94
4 3 4 4 4 4 4 2 3 3 3 5 4 4 3 3 3 4
95
4 3 4 2 3 3 5 1 1 2 1 4 3 4 3 4 4 4
96
178
KEBUTUHAN
Keterli
Kebeb Mudah Keterkai Hubungan Hubungan Hubungan
Responden Santai batan Keterlibatan Aktif Akses
asan Dikenali tan Individu Kelompok Masyarakat
Pasif
V13 V14 V15 V16 V 17 V18 V19 V20 V1 V2 V3 V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7
4 4 4 3 4 4 3 1 2 2 2 5 3 4 4 3 2 4
97
3 4 4 4 5 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 5
98
3 3 4 3 3 5 4 1 3 3 3 3 4 5 3 5 3 4
99
4 4 3 4 4 4 4 1 3 2 2 4 4 4 3 4 4 4
100
377 390 343 397 396 389 388 164 272 239 223 416 409 398 298 361 298 411
Total
75.4 78 68.6 79.4 79.2 77.8 77.6 32.8 54.4 47.8 44.6 83.2 81.8 79.6 59.6 72.2 59.6 82.2
Persentase
Indeks B B B SB B B B TB CB CB CB SB SB B CB B CB SB
Indikator
179
YAYASAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM (YLPI) RIAU
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
Jalan Kaharuddin Nasution No. 113 Perhentian Marpoyan Pekanbaru Riau Indonesia – Kode
Pos: 28284
Telp. +62 761 674674 Fax. +62 761 674834 Website: [Link] Email: info@[Link]
Kata Pengantar
Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatu
Saya dari mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas
Teknik Universitas Islam Riau. Saat in saya sedang melakukan penelitian untuk tugas akhir
kuliah dan saya sangat membutuhkan partisipasi Bapak/Ibu sebagai responden dengan
membantu memberikan jawaban yang tersedia dalam kuesioner untuk melengkapai data-
data penelitian saya.
Semua jawaban dalam kuesioner akan dirahasiakan dan hanya digunakan untuk
penelitian ini. Atas waktu yang Bapak/Ibu berikan saya ucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum warahmatullahiwabarakatu
Dosen Pembimbing
153410356
I. Identitas Responden
Ir. H. Firdaus Agus, MP : ……………………………………………………….
Hari/Tanggal
Jenis Kelamin : Laki-laki Perempuan
Etnis/Suku : Melyu Minang Jawa Batak dll…..
Umur : 17-25 Tahun 26-45 Tahun > 45 Tahun
Agama : Islam Kristen Konghucu dll ………..
Pendidikan Terakhir : SD SLTP SLTA D-3 SI
Waktu kunjungan : Pagi Siang Malam
180
YAYASAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM (YLPI) RIAU
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
Jalan Kaharuddin Nasution No. 113 Perhentian Marpoyan Pekanbaru Riau Indonesia – Kode
Pos: 28284
Telp. +62 761 674674 Fax. +62 761 674834 Website: [Link] Email: info@[Link]
181
YAYASAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM (YLPI) RIAU
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
Jalan Kaharuddin Nasution No. 113 Perhentian Marpoyan Pekanbaru Riau Indonesia – Kode
Pos: 28284
Telp. +62 761 674674 Fax. +62 761 674834 Website: [Link] Email: info@[Link]
Jawaban Pertanyaan
No Aspek Kebutuhan
5 4 3 2 1
Keterlibatan Aktif
Bagaimana kondisi saat melewati
17
Taman Tuan Kadi
Ketika sedang berkomunikasi
18
dengan orang lain
Bagaimana kondisi pertunjukan
19 seni /event yang pernah
diselenggarakann
Bagaimana kondisi ruang bermain
20
anak
182
YAYASAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM (YLPI) RIAU
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
Jalan Kaharuddin Nasution No. 113 Perhentian Marpoyan Pekanbaru Riau Indonesia – Kode
Pos: 28284
Telp. +62 761 674674 Fax. +62 761 674834 Website: [Link] Email: info@[Link]
Keterkaitan
Apakah Taman Tuan Kadi sudah
3
mencerminkan budaya Melayu
Hubungan Individu
Bagaimana ruang pertunjukan seni
4
terhadap individu
Hubungan kelompok
Pemafaatan RTH Taman Tuan
5 Kadi sebagai sarana untuk
beinteraksi masyarakat
Bagaimana keadaan ketika sedang
6
berolahraga
Hubungan masyarakat
Bagaimana dengan terdapatnya
7 tugu sejarah (terminal kereta api
lama)
183
SURAT KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ISLAM RIAU
NOMOR : 966/KPTS/FT-UIR/2021
TENTANG PENGANGKATAN TIM PEMBIMBING PENELITIAN DAN PENYUSUNAN SKRIPSI
MEMUTUSKAN
Menetapkan : 1. Mengangkat saudara-saudara yang namanya tersebut dibawah ini sebagai Tim Pembimbing
Penelitian & penyusunan Skripsi Mahasiswa Fak. Teknik Program Studi Teknik Perencanaan
Wilayah dan Kota.
No Nama Pangkat Jabatan
1. Dr. Apriyan Dinata, [Link] Lektor Pembimbing
2. Mahasiswa yang akan dibimbing :
Nama : Futeri Addini
NPM : 153410356
Program Studi : Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota
Jenjang Pendidikan : Strata Satu (S1)
Judul Skripsi : Kajian Kualitas Ruang Terbuka Hijau Publik Di Kecamatan
Senapelan Kota Pekanbaru
3. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkannya dengan ketentuan bila terdapat
kekeliruan dikemudian hari segera ditinjau kembali.
Ditetapkan di : Pekanbaru
Pada Tanggal : 5 Muharram 1443 H
14 Agustus 2021 M
Dekan,
Operator Turnitin Fakultas Teknik Universitas Islam Riau menerangkan bahwa Mahasiswa/i
dengan identitas berikut:
Dinyatakan Bebas Plagiat, berdasarkan hasil pengecekan pada Turnitin menunjukkan angka
Similarity Index < 30% sesuai dengan peraturan Universitas Islam Riau yang berlaku.
Demikian surat keterangan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.