Modul Keperawatan Gerontik UM Banjarmasin
Modul Keperawatan Gerontik UM Banjarmasin
KEPERAWATAN GERONTIK
SI KEPERAWATAN
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN
Program Studi S1 Keperawatan i
Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
Tahun Akademik 2021-2022
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)
KODE MK : SKP7237
DISUSUN OLEH :
ii
HALAMAN PENGESAHAN
i
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT karena atas rahmat dan
karunia-Nya, Buku Modul Keperawatan Gerontik Tahun Akademik 2021-2022 dapat
diselesaikan sesuai pada waktunya. Buku ini merupakan pedoman pembelajaran bagi
mahasiswa semester 7 (tujuh) Program Studi S1 Keperawatan Universitas
Muhammadiyah Banjarmasin, juga untuk staf pengajar yang bertindak sebagai dosen
pengampu dan fasilitator.
Buku Modul Keperawatan Gerontik ini dibuat berdasarkan kompetensi dari ilmu
dasar keperawatan yang berisi tentang konsep dasar keperawatan gerontik, berbagai
teori keperawatan gerontik dan asuhan keperawatan dalam pemenuhan kebutuhan
dasar lansia. Penerapannya pada asuhan keperawatan gerontik melingkupi
pembahasan mengenai kebutuhan bio, psiko, sosial dan spiritual pada lanjut usia
dengan sasaran individu, keluarga dan kelompok/ komunitas. Strategi pembelajaran
yang diterapkan dalam blok ini adalah pembelajaran berdasar masalah dengan
Kurikulum Berbasis KKNI
Atas terselesaikannya buku modul ini, penyusun mengucapkan terima kasih kepada
tim sejawat dan semua pihak yang telah terlibat, baik secara langsung maupun tidak
langsung dalam penyusunan modul ini.
Kami menyadari masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam modul ini. Kami
mengharapkan masukan yang membangun agar modul ini bisa menjadi lebih baik.
Semoga modul ini bermanfaat bagi mahasiswa, staf pengajar serta seluruh komponen
terkait dalam proses pendidikan Sarjana Keperawatan di Program Studi S1
Keperawatan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin.
Banjarmasin, Juli 2021
Penyusun
ii
DAFTAR ISI
iii
BAB I
VISI, MISI DAN TUJUAN
1
1.2 Visi, Misi dan Tujuan Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan UM
Banjarmasin
1.2.1 Visi Fakultas Keperawatan dan Ilmu KesehatanUM Banjarmasin
Menjadi Fakultas yang terkemuka, unggul, Berlandaskan nilai-nilai
profesional dan berkarakter Islam yang berkemajuan dibidang Ilmu
Keperawatan dan Ilmu Kesehatan di Kalimantan Tahun 2025.
1.2.2 Misi Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan UM Banjarmasin
[Link] Menyelenggarakan pendidikan yang bermutu.
[Link] Menyelenggarakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
yang dapat meningkatkan kesejahteraan manusia dibidang
Keperawatan dan Kesehatan.
[Link] Meningkatkan pengelolaan FKIK yang bertanggung jawab.
[Link] Menyelenggarakan pembinaan sivitas akademika dalam
kehidupan yang islami sehingga mampu menjadi teladan yang
baik.
[Link] Menjalin kerjasama dengan pihak lain yang saling
menguntungkan.
1.2.2 Tujuan Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan UM Banjarmasin
[Link] Menghasilkan lulusan profesi, sarjana, dan vokasi yang beriman,
bertaqwa, menguasai IPTEKS dalam bidang keperawatan dan
kesehatan, profesional, kreatif, inovatif, bertanggung-jawab, dan
mandiri menuju terwujudnya masyarakat utama.
[Link] Meningkatkan kegiatan dan suasana akademik sebagai landasan
penyelenggaraan pendidikan dan pengembangan IPTEKS dalam
bidang keperawatan dan kesehatan.
[Link] Menghasilkan, mengamalkan, mengembangkan dan
menyebarluaskan IPTEKS dalam bidang keperawatan dan
kesehatan pada skala regional, nasional dan internasional melalui
penelitian dan pengabdian masyarakat.
2
[Link] Mewujudkan pengelolaan profesional yang terencana,
terorganisasi, produktif, efektif, efesien dan terpercaya untuk
menjamin keberlanjutan fakultas.
[Link] Mewujudkan sivitas akademika yang mampu menjadi teladan
dalam kehidupan masyarakat.
[Link] Terjalinnya kerja sama dengan pihak lain dalam lingkup regional,
nasional dan internasional untuk pengembangan akademik.
3
[Link] Terlaksananya penelitian keperawatan dan kesehatan
berkesinambungan dalam pengembangan evidence based practice.
[Link] Terlaksananya pengabdian masyarakat di bidang keperawatan
klinis terutama keperawatan gawat darurat, keperawatan dasar, dan
keperawatan medikal bedah yang Islami pada aspek promotif,
preventif dan rehabilitatif.
[Link] Terwujudnya jejaring kerjasama dengan berbagai pihak khususnya
bidang keperawatan baik dalam negeri maupun luar negeri.
1.3.6 Pokok Pikiran Visi dan Misi Prodi S1 Keperawatan Ners
[Link] Unggul
a. Keunggulan yang dibangun melalui kegiatan akademik dan
klinik dalam asuhan keperawatan terutama keparawatan gawat
darurat, keperawatan dasar, dan Keperawatan medikal bedah
yang mampu berkompetisi di ranah regional.
b. Mampu berdaya saing dalam bidang keperawatan klinis
meliputi keperawatan gawat darurat, keperawatan dasar,
keperawatan medikal bedah pada klien ditatanan pelayanan
kesehatan.
c. Keunggulan yang dikembangkan mengarah kepada catur darma
perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dan
pengabdian masyarakat dan Al Islam Kemuhammadiyahan yang
berorientasi pada pelayanan promotif, preventif dan
rehabilitatif.
[Link] Berkarakter Islam Yang Berkemajuan
Mengandung makna upaya untuk mewujudkan dengan sungguh-
sungguh kampus, civitas akademika, dan alumni yang mampu
memahami, menghayati, mengimplementasikan watak sejati agama
Islam sebagai agama berkemajuan yang ditandai dengan indikator
sebagai berikut:
a. Kemampuan dan bersihan aqidah.
4
b. Ketekunan ibadah
c. Kemuliaan Akhlak
d. Keluasan Ilmu
e. Kematangan professional, dan kepribadian yang responsif
terhadap kemajuan dan perkembangan peradaban.
5
BAB 2
PROFIL LULUSAN DAN CAPAIAN PEMBELAJARAN
6
2.2. Capaian Pembelajaran
Aspek
Kode CP Rumusan LO Program Studi sesuai KKNI
Kompetensi
Sikap S1 Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
mampu menunjukkan sikap religius
S2 Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam
menjalankan tugas berdasarkan agama, moral, dan
etika
S3 Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik
S4 Berperan sebagai warga negara yang bangga dan
cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa
tanggungjawab pada negara dan bangsa
S5 Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan,
agama, dan kepercayaan, serta pendapat atau
temuan orisinil orang lain
S6 Bekerja sama dan memiliki kepekaan hukum serta
kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan
S7 Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan
kemajuan peradaban berdasarkan pancasila
S8 Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan
bermasyarakat dan bernegara
S9 Menginternalisasi semangat kemandirian,
kejuangan, dan kewirausahaan
S10 Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas
pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri.
S11 Mampu bertanggung gugat terhadap praktik
profesional meliputi kemampuan menerima
tanggung gugat terhadap keputusan dan tindakan
profesional sesuai dengan lingkup praktik di bawah
tanggungjawabnya, dan hukum/peraturan
perundangan
S12 Mampu melaksanakan praktik keperawatan dengan
prinsip etis dan peka budaya sesuai dengan Kode
Etik Perawat Indonesia
S13 Memiliki sikap menghormati hak privasi, nilai
budaya yang dianut dan martabat klien,
Menghormati hak klien untuk memilih dan
7
Aspek
Kode CP Rumusan LO Program Studi sesuai KKNI
Kompetensi
menentukan sendiri asuhan keperawatan dan
kesehatan yang diberikan, serta bertanggung jawab
atas kerahasiaan dan keamanan informasi tertulis,
verbal dan elektronik yang diperoleh dalam
kapasitas sesuai dengan lingkup
tanggungjawabnya.
S14 Menunjukan cara beragama yang lurus dan
moderat.
S15 Menunjukan cara beragama yang mampu
menggerakan untuk berbuat kebaikan dan
mencegah kemungkaran
S16 Memiliki sikap sebagai change agent (agen
pembaharu) lingkungan pekerjaannya.
Pengetahuan P1 Menguasai filosofi, paradigma, teori keperawatan,
khususnya konseptual model dan middle range
theories;
P2 Menguasai konsep teoritis ilmu biomedik;
P3 Menguasai nilai-nilai kemanusiaan(humanity
values);
P4 Menguasai teknik, prinsip dan prosedur
pelaksanaan asuhan/ praktik keperawatan
yang dilakukan secara mandiri atau
berkelompok, pada bidang keilmuan
keperawatan dasar, keperawatan medikal
bedah, keperawatan anak, keperawatan
maternitas, keperawatan jiwa, keperawatan
keluarga, keperawatan gerontik, dan
keperawatan komunitas, keperawatan gawat
darurat dan kritis, manajemen keperawatan,
serta keperawatan bencana;
P5 Menguasai konsep dan teknik penegakkan
diagnosis asuhan keperawatan;
P6 Menguasai konsep teoretis komunikasi terapeutik;
P7 Menguasai konsep, prinsip, dan teknik penyuluhan
kesehatan sebagai bagian dari upaya pencegahan
penularan penyakit pada level primer, sekunder
8
Aspek
Kode CP Rumusan LO Program Studi sesuai KKNI
Kompetensi
dan tertier;
P8 Menguasai prinsip dan prosedur bantuan hidup
lanjut (advance life support) dan penanganan
trauma (basic trauma cardiac life support/BTCLS)
pada kondisi kegawatdaruratan dan bencana;
P9 Menguasai konsep dan prinsip manajemen
keperawatan secara umum dan dalam pengelolaan
asuhan keperawatan kepada klien di berbagai
tatanan pelayanan kesehatan;
P10 Menguasai pengetahuan faktual tentang sistem
informasi asuhan keperawatan dan kesehatan
P11 Menguasai prinsip-prinsip K3, hak dan
perlindungan kerja ners, keselamatan pasien dan
perawatan berpusat atau berfokus pada pasien
P12 Menguasai metode penelitian ilmiah
P13 Menguasai konsep iman dan Islam sesuai Al
Qur’an dan Sunnah
P14 Menguasai konsep ibadah, akhlak dan muamalah
sesuai Al Qur’an dan Sunnah
P15 Menguasai konsep pengetahuan tentang
kemuhammadiyahan
P16 Menguasai konsep Islam dan IPTEK dalam
pelayanan keperawatan
P17 Menguasai keterampilan berbahasa Inggris dalam
keperawatan
P18 Menguasai konsep teori dan istilah
kegawatdaruratan trauma
P19 Menguasai konsep pengetahuan tentang
interprofesional education dan colaboration (IPE
dan IPC)
P20 Menguasai konsep teknologi informasi dan
konsep Evidance Based Nursing Practice
P21 Menguasai konsep pengetahuan penyakit tropis di
Kalimantan, Nasional dan global
Keterampilan KU 1 Bekerja di bidang keahlian pokok untuk jenis
Umum pekerjaan yang spesifik, dan memiliki kompetensi
9
Aspek
Kode CP Rumusan LO Program Studi sesuai KKNI
Kompetensi
kerja yang minimal setara dengan standar
kompetensi kerja profesinya;
KU 2 Membuat keputusan yang independen dalam
menjalankan pekerjaan profesinya berdasarkan
pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif;
KU 3 Menyusun laporan atau kertas kerja atau
menghasilkan karya desain di bidang keahliannya
berdasarkan kaidah rancangan dan prosedur baku,
serta kode etik profesinya, yang dapat diakses oleh
masyarakat akademik;
KU 4 Mengomunikasikan pemikiran/argumen atau karya
inovasi yang bermanfaat bagi pengembangan
profesi, dan kewirausahaan, yang dapat
dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan etika
profesi, kepada masyarakat terutama masyarakat
profesinya;
KU 5 Meningkatkan keahlian keprofesiannya pada
bidang yang khusus melalui pelatihan dan
pengalaman kerja;
KU 6 Bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang
profesinya sesuai dengan kode etik profesinya;
KU 7 Melakukan evaluasi secara kritis terhadap hasil
kerja dan keputusan yang dibuat dalam
melaksanakan pekerjaannya oleh dirinya sendiri
dan oleh sejawat
KU 8 Memimpin suatu tim kerja untuk memecahkan
masalah pada bidang profesinya
KU 9 Bekerja sama dengan profesi lain yang sebidang
dalam menyelesaikan masalah pekerjaan bidang
profesinya
KU 10 Mengembangkan dan memelihara jaringan kerja
dengan masyarakat profesi dan kliennya;
KU 11 Mendokumentasikan, menyimpan, mengaudit,
mengamankan, dan menemukan kembali data dan
informasi untuk keperluan pengembangan hasil
kerja profesinya; meningkatkan kapasitas
10
Aspek
Kode CP Rumusan LO Program Studi sesuai KKNI
Kompetensi
pembelajaran secara mandiri
KU 12 Meningkatkan kapasitas pembelajaran secara
mandiri
Keteram- KK 1 Mampu memberikan asuhan keperawatan yang
pilan lengkap dan berkesinambungan yang
Khusus menjamin keselamatan klien (patient safety)
sesuai standar asuhan keperawatan dan
berdasarkan perencanaan keperawatan yang
telah atau belum tersedia;
KK 2 Mampu memberikan asuhan keperawatan pada
area spesialisasi (keperawatan medikal bedah,
keperawatan anak, keperawatan maternitas,
keperawatan jiwa, atau keperawatan komunitas
(termasuk keperawatan keluarga dan
keperawatan gerontik) sesuai dengan delegasi
dari ners spesialis;
KK 3 Mampu melaksanakan prosedur penanganan
trauma dasar dan jantung (basic trauma and
cardiac life support/BTCLS) pada situasi gawat
darurat/bencana sesuai standar dan
kewenangannya;
KK 4 Mampu memberikan (administering) obat oral,
topical, nasal, parenteral, supositoria dan
intratekal, sesuai standar pemberian obat dan
kewenangan yang didelegasikan.
KK5 Mampu menegakkan diagnosis keperawatan
dengan kedalaman dan keluasan terbatas
berdasarkan analisis data, informasi, dan hasil
kajian dari berbagai sumber untuk menetapkan
prioritas asuhan keperawatan
KK6 Mampu menyusun dan mengimplementasikan
perencanaan asuhan keperawatansesuai standar
asuhan keperawatan dan kode etik perawat, yang
peka budaya, menghargai keragaman etnik, agama
dan faktor lain dari klien individu, keluarga dan
masyarakat
11
Aspek
Kode CP Rumusan LO Program Studi sesuai KKNI
Kompetensi
KK7 Mampu melakukan tindakan asuhan keperawatan
atas perubahan kondisi klien yang tidak diharapkan
secara cepatdan tepat dan melaporkan kondisi dan
tindakan asuhan kepada penanggung jawab
perawatan;
KK8 Mampu melakukan evaluasi dan revisi rencana
asuhan keperawatan secara reguler dengan/atau
tanpa tim kesehatan lain;
KK 9 Mampu melakukan komunikasi terapeutik dengan
klien dan memberikan informasi yang akurat
kepada klien dan/atau keluarga
/pendamping/penasehat utnuk mendapatkan
persetujuan keperawatan yang menjadi tanggung
jawabnya;
KK 10 Mampu melakukan studi kasus secara teratur
dengan cara refleksi, telaah kritis, dan evaluasi
serta peer review tentang praktik keperawatan yang
dilaksanakannya;
KK 11 Mampu melaksanakan penanganan bencana sesuai
SOP;
KK 12 Mampu melakukan upaya pencegahan terjadinya
pelanggaran dalam praktik asuhan keperawatan;
KK 13 Mampu mengelola sistem pelayanan keperawatan
dalam satu unit ruang rawatdalam lingkup
tanggungjawabnya;
KK 14 Mampu melakukan penelitian dalam bidang
keperawatan untuk menghasilkan langkah-langkah
pengembangan strategis organisasi;
KK 15 Mampu merencanakan, melaksanakan dan
mengevaluasi program promosi kesehatan, melalui
kerjasama dengan sesama perawat, profesional
lain serta kelompok masyarakat untuk mengurangi
angka kesakitan, meningkatkan gaya hidup dan
lingkungan yang sehat.
KK 16 Mampu melakukan pengkajian secara
komprehensif
12
Aspek
Kode CP Rumusan LO Program Studi sesuai KKNI
Kompetensi
KK 17 Mampu memepersiapkan pasien yang akan
dilakukan pemeriksaan penunjang
KK 18 Mampu memberikan asuhan keperawatan
yang komprehensif berlandaskan nilai-nilai
Islam
KK 19 Mampu mengelola asuhan keperawatan
kegawatdaruratan trauma secara komprehensif
KK 20 Mampu mengaplikasikan penggunaan terapi
komplementer dalam asuhan keperawatan
Keterangan:
Semua Font yang di bold pada ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan
khusus merupakan CP penciri program studi.
13
Capaian Kode Bahan Kajian Kode Mata Kuliah Kode MK
Pembelajaran (CP) CP (BK) BK (MK)
komunitas,
keperawatan gawat
darurat dan kritis,
manajemen
keperawatan, serta
keperawatan
bencana;
Asuhan
BK
keperawatan
130
gerontik
Evidence
based practice
dalam
penatalaksanaa BK
n masalah pada 131
asuhan
keperawatan
gerontik
14
Capaian Kode Bahan Kajian Kode Mata Kuliah Kode MK
Pembelajaran (CP) CP (BK) BK (MK)
dan berdasarkan Evidence
perencanaan based practice
keperawatan yang dalam
telah atau belum penatalaksanaa BK
tersedia; n masalah pada 131
asuhan
keperawatan
gerontik
15
BAB 3
RANCANGAN PEMBELAJARAN SEMESTER
Strategi pembelajaran yang diterapkan pada Mata Kuliah ini berorientasi pada
pencapaian kemampuan dalam melakukan asuhan keperawatan yang meliputi
melakukan pengkajian, menentukan diagnosa yang sesuai, merencanakan
intervensi keperawatan, melakukan tindakan keperawatan di laboratorium dan
melakukan evaluasi dan dokumentasi pada berbagai contoh kasus gangguan
kebutuhan dasar lansia. Proses pembelajaran pada mata ajar ini dilakukan
melalui teori dengan pendekatan Student Center Learning (SCL) seperti mini
lecture, case study, SGD, Project Based Learning (PjBL) dan praktikum
laboratorium kampus.
16
topik yang akan diajarkan dan media visual atau materi pembelajaran.
Kuliah pakar merupakan media komunikasi antara peserta didik dengan
para pakar yang mempunyai kompetensi pada bidangnya untuk menjawab
permasalahan yang muncul pada saat turorial. Selama kuliah pakar
seluruh dosen diwajibkan menggunakan pendekatan student centered
learning (SCL). SCL adalah konsep pembelajaran dengan pendekatan:
[Link] Menyertakan mahasiswa dalam proses pembelajaran
[Link] Mendorong mahasiswa untuk memiliki pengetahuan yang lebih
banyak, luas dan mendalam.
[Link] Membantu mahasiswa untuk menyelami kejadian pada kehidupan
nyata
[Link] Mendorong terjadinya pembelajaran secara aktif
[Link] Mendorong kemampuan mahasiswa untuk berfikir kritis
[Link] Mengarahkan mahasiswa untuk mengenali dan menggunakan
berbagai macam gaya belajar
[Link] Memperhatikan kebutuhan dan latar belakang mahasiswa
[Link] Memberikan kesempatan untuk mengembangkan berbagai strategi
assessment
17
akan terlebih dahulu mendapatkan penjelasan tentang proses dan hasil
yang diharapkan serta diberikan daftar bacaan sesuai kebutuhan. Dengan
belajar mandiri diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kerja dan
memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk memperdalam
pengetahuan secara aktif.
3.2.5 Fieldtrip
Metode field trip merupakan metode penyampaian materi pelajaran
dengan cara membawa langsung siswa ke obyek di luar kelas atau di
lingkungan yang berdekatan dengan sekolah agar siswa dapat mengamati
atau mengalami secara langsung.
18
Langkah-langkah fieldtrip, yaitu:
[Link] Kegiatan Persiapan meliputi: merumuskan tujuan
pembelajaran; menyiapkan meteri pelajaran yang sesuai
silabus/kurikulum; melakukan studi awal ke lokasi sasaran
karya wisata dan menyiapkan skenario pelaksanaan karya
wisata.
[Link] Kegiatan Pelaksanaan Karya Wisata Kegiatan
pelaksanaan fieldtrip meliputi kegiatan pembukaan, inti dan
penutup
3.2.6 Praktikum
Praktikum diberikan kepada mahasiswa dalam rangka mencapai tujuan
yang bersifat multidimensi dalam proses pembelajaran yaitu
mengaplikasikan keterampilan tertentu, biasanya ketrampilan psikomotor
dan afektif. Pencapaian keterampilan terdiri dari keterampilan kognitif
yang tinggi seperti berlatih agar dapat memahami teori dan
mengintegrasikannya; keterampilan afektif (mahasiswa belajar
merencakan kegiatan secara mandiri, kerjasama dan tukar informasi);
keterampilan psikomotor (belajar memasang peralatan, memakai
peralatan dan instrumen tertentu). Pada tahap pelaksanaan dan evaluasi
praktikum laboratorium, dosen/fasilitator akan:
[Link] Menginformasikan tujuan praktikum
[Link] Mengkomunikasikan tugas yang harus diselesaikan dalam
praktikum
[Link] Menerangkan prosedur praktikum yaitu pembagian waktu
praktikum, cara kerja (individu/kelompok), cara mendapatkan
bimbingan praktikum dan penulisan buku harian/laporan
praktikum (bila ada).
[Link] Mengkomunikasikan tugas yang harus diselesaikan dalam
praktikum yaitu pembagian waktu praktikum, cara kerja
19
(individu/kelompok), cara mendapatkan bimbingan praktikum
dan penulisan buku harian/laporan praktikum (bila ada)
[Link] Menerangkan prosedur praktikum yaitu pembagian waktu
praktikum, cara kerja (individu/kelompok), cara mendapatkan
bimbingan praktikum dan penulisan buku harian/laporan
praktikum (bila ada)
[Link] Membimbing pelaksanaan praktikum.
[Link] Memberi umpan balik
Ujian praktikum Keperawatan Anak dilakukan pada akhir masa praktikum
dalam bentuk OSCE. Ujian ini untuk mengetahui penyerapan mahasiswa
tentang praktikum yang telah dijalankan dan mengetahui kemampuan
mahasiswa dalam melakukan praktikum. Bahan–bahan ujian terutama dari
bahan praktikum dan teori. Pelaksanaan praktikum meliputi pretest, proses
praktikum dan post test.
20
RANCANGAN PEMBELAJARAN
21
keperawatan jiwa, atau keperawatan komunitas (termasuk keperawatan keluarga dan keperawatan gerontik) sesuai dengan delegasi dari ners
spesialis;
[Link] 18 Mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif berlandaskan nilai-nilai Islam
CPMK (Capaian Pembelajaran Mata Kuliah)
CPMK 1 1. Mampu mengemukakan, menjawab dan menerapkan konsep dasar keperawatan gerontik dengan tepat
CPMK 2 2. Mampu menjelaskan proses menua dengan tepat
CPMK 3 3. Mampu mendemonstrasikan, mengelola dan melaksanakan asuhan keperawatan Gerontik secara komprehensif, professional dan menerapkan
nilai-nilai islam
CPMK 4 4. Mampu mendemonstrasikan, mengelola dan menerapkan Evidence based practice dalam penatalaksanaan masalah pada asuhan keperawatan
gerontik secara komprehensif, professional dan menerapkan nilai-nilai islam
Deskripsi Singkat Pada mata kuliah ini mahasiswa belajar tentang konsep dasar keperawatan gerontik, berbagai teori keperawatan gerontik dan asuhan keperawatan
MK dalam pemenuhan kebutuhan dasar lansia. Penerapannya pada asuhan keperawatan gerontik melingkupi pembahasan mengenai kebutuhan bio, psiko,
sosial dan spiritual pada lanjut usia dengan sasaran individu, keluarga dan kelompok/ komunitas.
Bahan 1. Konsep dasar keperawatan gerontik
Kajian/Materi 2. Proses menua
Pembelajaran 3. Asuhan keperawatan gerontik
4. Evidence based practice dalam penatalaksanaan masalah pada asuhan keperawatan gerontik
Daftar Referensi Utama:
Artinawati, S. (2014). Asuhan Keperawatan Gerontik. Bogor. In Media
Aspiani, R. Y. (2014). Buku Ajar Asuhan Keperawatan Gerontik Aplikasi NANDA, NIC, dan NOC Jilid 1. Jakarta: TIM
Azizah, L. M. (2011). Keperawatan Lanjut Usia. Surabaya: Graha Ilmu Keperawatan Gerontik. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Bulechek G.M., Butcher H.K., Dochterman J.M., Wagner C. (2013). Nursing Interventions Classifications (NIC). 6th edition. Mosby: Elsevier Inc.
Kholifah, S. N. (2016). Modul Bahan Ajar Cetak Keperawatan-Keperawatan Gerontik. Jakarta Selatan: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Lowdermilk, D.L., Perry, S.E., Cashion, M.C. (2013). Keperawatan Maternitas (2-vol set). Edisi Bahasa Indonesia 8. Mosby: Elsevier (Singapore)
Pte Ltd.
Maryam, S dkk. (2010). Asuhan Keperawatan pada Lansia. Jakarta: Salemba Medika
Meiner S.E. (2015). Gerontologic Nursing. Mosby: Elsevier Inc.
Murwani, A. & Priyantari, W. (2011). Gerontik Konsep Dasar dan Asuhan Keperawatan Home Care dan Komunitas. Yogyakarta: Fitramaya
Moorhead S., Johnson M., Maas M.L., Swanson E. (2013). Nursing Outcomes Classifications (NOC): Measurement of Health Outcomes. 5th
edition. Mosby: Elsevier Inc.
Nurarif. (2013). Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan NANDA (North American Nursing Dignosis Association). Yogyakarta: Mediaction
Nugroho, W. (2014). Keperawatan Gerontik & Geriatrik. Jakarta: EGC
Padila. (2013). Buku Ajar Keperawatan Gerontik. Yogyakarta: Nuha Medika
Pieter, H. Z. (2017). Dasar-Dasar Komunikasi Bagi Perawat. Jakarta: Kencana.
Potter, P.A. & Perry, A.G. (2010). Fundamental Keperawatan (3-vot set). Edisi Bahasa Indonesia7. Elsevier (Singapore) [Link].
22
Rosyidi, K. (2013). Prosedur Praktik Keperawatan Jilid 2. Jakarta: TIM
Setyoadi & Kushariyadi. (2011). Terapi Modalitas Keperawatan pada Klien Psikogeriatrik. Jakarta: Salemba Medika.
Stanhope M. & Lancaster J. (2013). Foundation of Nursing in the Community: Community-Oriented Practice, 4th edition. Mosby: Elsevier Inc.
Stanhope M. & Lancaster J. (2016). Public Health Nursing, 9th edition. Mosby: Elsevier [Link], S. & Noorkasiani. (2009). Kesehatan Usia
Lanjut dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Touhy, T., Jett, K. (2016). Ebersole & Hess’ Toward Healthy Aging. 10th edition. Mosby: Elsevier Inc.
Pendukung:
Artinawati, S. (2014). Asuhan Keperawatan Gerontik. Bogor. In Media.
Aspiani, R. Y. (2014). Buku Ajar Asuhan Keperawatan Gerontik Aplikasi NANDA, NIC, dan NOC Jilid 1. Jakarta: TIM.
Azizah, L. M. (2011). Keperawatan Lanjut Usia. Surabaya: Graha IlmuKeperawatan Gerontik. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Ekasari, M. F., Riasmini, N. M. & Hartini, T. (2019). Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia Konsep dan Berbagai Intervensi. Malang: Wineka
Media.
Kholifah, S. N. (2016). Modul Bahan Ajar Cetak Keperawatan-Keperawatan Gerontik. Jakarta Selatan: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia
Maryam, S dkk. (2010). Asuhan Keperawatan pada Lansia. Jakarta: Salemba Medika.
Muhith, A. & Siyoto, S. (2016). Pendidikan Keperawatan Gerontik. Yogyakarta: Andi Offset.
Murwani, A. & Priyantari, W. (2011). Gerontik Konsep Dasar dan Asuhan Keperawatan Home Care dan Komunitas. Yogyakarta: Fitramaya.
Nugroho, W. (2014). Keperawatan Gerontik & Geriatrik. Jakarta: EGC.
Nurarif. (2013). Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan NANDA (North American Nursing Dignosis Association). Yogyakarta: Mediaction.
Padila. (2013). Buku Ajar Keperawatan Gerontik. Yogyakarta: Nuha Medika.
Pieter, H. Z. (2017). Dasar-Dasar Komunikasi Bagi Perawat. Jakarta: Kencana.
Rosyidi, K. (2013). Prosedur Praktik Keperawatan Jilid 2. Jakarta: TIM.
Setyoadi & Kushariyadi. (2011). Terapi Modalitas Keperawatan pada Klien Psikogeriatrik. Jakarta: Salemba Medika.
Sunarti, S, dkk. (2019). Prinsif Dasar Kesehatan Lanjut Usia (Geriatri). Malang: UB Press.
Sunaryo, dkk. (2016). Asuhan Keperawatan Gerontik. Yogyakarta: CV Andi Offset.
Tamher, S. & Noorkasiani. (2009). Kesehatan Usia Lanjut dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Online Reading:
Kemenkes RI. (2016). Buku Kesehatan Lanjut Usia. Tersedia dalam:
[Link]
Kemenkes RI. (2017). Juknis Instrumen Pengkajian Paripurna Pasien Geriatri (P3G). Tersedia dalam:
[Link]
Nama Dosen Pengampu Dosen Pengampu:
1. Esme Anggeriyane, Ns.,[Link] (1 sks)
2. Alit Suwandewi, Ns., M. Kep (1 sks)
3. M. Anwari, Ns., M. Kep (0,5 sks)
4. Nor Afni Oktaviani, Ns.,[Link] (0,5 sks)
23
Fasilitator:
1. Nor Afni Oktaviani, Ns.,[Link] (Bilingual)
2. Muhammad Anwari, Ns., [Link] (Bilingual)
3. Lukman Harun, [Link]., Ns., [Link]
4. Jenny Saherna, Ns., [Link]
5. Linda, Ns.,[Link]
6. Hj. Noor Khalilati, Ns., [Link]
7. Rida Milati, Ns., [Link]
8. Milasari, Ns., [Link]
9. Mariani, Ns., [Link]
10. Yosra Sigit Pramono, Ns., [Link]
Mata Kuliah Prasyarat (Jika ada) -
Assesment Ujian Blok (50%), Nilai Tugas (25%), Skill laboratorium dan Ujian Osce (25%)
24
Metode Pembelajaran Penilaian
Minggu Sub CP-MK Pengalaman
(Bahan Kajian) Pembelajaran Pembelajaran Estimasi Kriteria dan
Ke (Kemampuan akhir belajar Dosen
Materi Pembelajaran Luring Daring Waktu Bentuk Indkator Bobot
yang diharapkan) mahasiswa
(Offline) (Online) Penilaian
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
Mengenal tujuan Penjelasan silabus, jadual
perkuliahan, Ice perkuliahan, dan kontrak
breaking, Membangun perkuliahan
atmosfir pembelajaran
1 mampu Konsep dasar keperawatan Kuliah [Link] TM = • Kuliah Kriteria: Ketepatan 2,5% Nor
mengemukakan, gerontik: [Link].u 1x(2x50) tentang Kelengkapan dalam Afni O
menjawab dan 1. Definisi keperawatan [Link]/ Konsep dasar dan mengemuk
menerapkan konsep gerontik keperawatan kebenaran akan,
dasar keperawatn 2. Tujuan keperawatan gerontik penjelasan menjawab
gerontik secara tepat, gerontik BM = • Mempelajari dan
(C3, A2, P3) 3. Aspek-aspek 1x(2x60) materi tentang Bentuk: Tes menerapka
gerontologi Konsep dasar (MCQ) dan n konsep
4. Fokus/ lingkup keperawatan non test dasar
keperawatan gerontik gerontik (Meringkas keperawat
5. Sifat pelayanan BT = • Resume materi n gerontik
keperawatan gerontik 1x(2x60) materi tentang kuliah)
6. Model Pelayanan konsep dasar
keperawatan gerontik keperawatn
7. Peran dan fungsi gerontik
perawat gerontik dibuku
8. Trend dan issue catatan
keperawatan gerontik
9. Etik dan hukum
keperawatan gerontik
Konsep lansia Kuliah [Link] TM = • Kuliah Kriteria: Ketepatan 2,5% Nor
1. Definisi lansia [Link].u 2x(2x50) tentang Kelengkapan dalam Afni O
2. Batasan umur lansia [Link]/ Konsep lansia dan mengemuk
3. Mitos dan fakta kebenaran akan,
25
tentang lansia BM = • Mempelajari penjelasan menjawab
4. Keadaan lansia di 2x(2x60) materi tentang dan
dunia dan di konsep lansia Bentuk: Tes menerapka
Indonesia BT = • Resume (MCQ) dan n konsep
5. Tipe-tipe lansia/ 2x(2x60) materi tentang non test lansia
tipologi manusia konsep lansia (Meringkas
lanjut usia dibuku materi
6. Tugas perkembangan catatan kuliah)
lansia
7. Tujuan perawatan
lanjut usia
8. Landasan penanganan
lansia
9. Alasan timbulnya
perhatian pada lansia
10. Etika pada pelayanan
kesehatan lansia
11. Pandangan islam
terhadap lansia
2 mampu Konsep Penuaan: Kuliah [Link] TM = • Kuliah Kriteria: Ketepatan 5% Nor
mengemukakan, 1. Konsep penuaan [Link].u 1x(2x50) tentang Kelengkapan dalam Afni O
menjawab dan 2. Proses penuaan [Link]/ Konsep dan mengemuk
menerapkan teori-teori 3. Teori-teori penuaan penuaan kebenaran akan,
penuaan secara tepat, a. Teori biologis BM = • Mempelajari penjelasan menjawab
(C3, A2, P3) b. Teori psikologi 1x(2x60) materi tentang dan
c. Teori kultural konsep Bentuk: Tes menerapka
d. Teori sosial penuaan (MCQ) dan n konsep
e. Teori genetika BT = • Resume non test penuaan
f. Teori rusaknya 1x(2x60) materi tentang (Meringkas
system imun konsep materi
tubuh penuaan kuliah)
g. Teori menua dibuku
akibat catatan
metabolism
h. Teori kejiwaan
26
sosial
4. Faktor-faktor yang
mempengaruhi proses
penuaan
3 mampu Perubahan bio-psiko- Kuliah [Link] TM = • Kuliah Kriteria: Ketepatan 2,5% Alit S
mengemukakan sosial-spiritual-kultural [Link].u 1x(2x50) tentang Kelengkapan dalam
menjawab dan yang lazim terjadi pada [Link]/ perubahan dan mengemuk
menganalisis proses menua: bio-psiko- kebenaran akan
perubahan bio-psiko- 1. Perubahan fisik pada sosial- penjelasan menjawab
sosial-spiritual-kultural lansia spiritual- dan
yang lazim terjadi pada 2. Perubahan motorik kultural yang Bentuk: Tes menganalis
proses menua secara pada lansia lazim terjadi (MCQ) dan is
tepat, (C4, A2, P3) 3. Perubahan psikologis pada proses non test perubahan
pada lansia menua (Meringkas bio-psiko-
4. Perubahan minat pada BM = • Mempelajari materi sosial-
lansia 1x(2x60) materi tentang kuliah) spiritual-
5. Perubahan psikososial perubahan kultural
pada lansia bio-psiko- yang lazim
6. Perubahan spiritual sosial- terjadi
pada lansia spiritual- pada
7. Perubahan kultural kultural yang proses
pada lansia lazim terjadi menua
pada proses
menua
BT = • Resume
1x(2x60) materi tentang
perubahan
bio-psiko-
sosial-
spiritual-
kultural yang
lazim terjadi
pada proses
menua
• Mendiskusika
27
n dan
membuat
laporan
makalah
secara
berkelompok
Kasus
Pemicu
(Tugas 1)
Perubahan bio-psiko- Case based [Link] TM = • Diskusi Kriteria: Ketepatan 2,5% Alit S
sosial-spiritual-kultural learning [Link].u 1x(2x50) tentang Kelengkapan dalam
yang lazim terjadi pada [Link]/ perubahan dan mengemuk
proses menua: bio-psiko- kebenaran akan
1. Perubahan fisik pada sosial- penjelasan, menjawab
lansia spiritual- Panduan dan
2. Perubahan motorik kultural yang penilaian menganalis
pada lansia lazim terjadi Bentuk: test is
3. Perubahan psikologis pada proses (MCQ, perubahan
pada lansia menua Laporan bio-psiko-
4. Perubahan minat pada (Tugas 1: makalah) dan sosial-
lansia Kasus non test spiritual-
5. Perubahan psikososial Pemicu) (meringkas kultural
pada lansia BM = • Review materi kuliah) yang lazim
6. Perubahan spiritual 1x(2x60) tentang terjadi
pada lansia perubahan pada
7. Perubahan kultural bio-psiko- proses
pada lansia sosial- menua
spiritual-
kultural yang
lazim terjadi
pada proses
menua
BT = • Menyelesaika
1x(2x60) n penugasan
kelompok
28
tentang tugas
1
mampu Program nasional Kuliah [Link] TM = • Kuliah Kriteria: Ketepatan 2,5% Esme A
mengemukakan kesehatan lansia [Link].u 1x(2x50) tentang Kelengkapan dalam
menjawab dan 1. Dasar hukum & [Link]/ Program dan mengemuk
menerapkan program pengembangan nasional kebenaran akan
nasional Kesehatan program Pembinaan kesehatan penjelasan menjawab
lansia dengan tepat, kesehatan lansia lansia dan
(C3, A2, P3) 2. Upaya pembinaan dan BM = • Mempelajari Bentuk: Tes menerapka
pelayanan kesehatan 1x(2x60) materi tentang (MCQ) dan n program
lansia Program non test nasional
a. Definisi nasional (Meringkas Kesehatan
Pembinaan lanjut kesehatan materi lansia
usia lansia kuliah)
b. Tujuan umum BT = • Resume
Pembinaan lanjut 1x(2x60) materi tentang
usia Program
c. Tujuan khusus nasional
Pembinaan lanjut kesehatan
usia lansia dibuku
d. Sasaran catatan
pembinaan secara
langsung
e. Sasaran
pembinaan secara
tidak langsung
3. Kebijakan terkait
lansia
4 4. Posyandu lansia Kuliah [Link] TM = • Kuliah Kriteria: Ketepatan 2,5% Esme A
a. Pengertian [Link].u 1x(2x50) tentang Kelengkapan dalam
posyandu lansia [Link]/ Program dan mengemuk
b. Tujuan posyandu nasional kebenaran akan
lansia kesehatan penjelasan menjawab
c. Mekanisme lansia: dan
pelayanan posyandu Bentuk: Tes menerapka
29
posyandu lansia BM = lansia (MCQ) dan n program
d. Kendala 1x(2x60) • Mempelajari non test nasional
pelaksanaan materi tentang (Meringkas Kesehatan
posyandu lansia Program materi lansia:
e. Sasaran posyandu nasional kuliah) posyandu
lansia kesehatan lansia
f. Jenis pelayanan lansia:
kesehatan di posyandu
posyandu lansia lansia
g. Mekanisme BT = • Resume
pelaksanaan 1x(2x60) materi tentang
kegiatan Program
nasional
kesehatan:
posyandu
lansia lansia
dibuku
catatan
• Persiapan
kelompok
field trip pada
Tugas 2
Posyandu lansia di masa Project based [Link] TM = • Diskusi Kriteria: Ketepatan 5% Esme A
pandemic Covid-19 learning/ [Link].u 1x(2x50) tentang Kelengkapan dalam
Field trip [Link]/ Program dan menganalis
nasional kebenaran is
kesehatan penjelasan, penerapan
lansia: Panduan program
posyandu penilaian nasional
lansia Bentuk: test Kesehatan
BM = • Mempelajari (Laporan lansia:
1x(2x60) laporan makalah) dan posyandu
makalah non test lansia di
tentang (meringkas Lapangan
30
Program materi kuliah) di masa
nasional Pandemi
kesehatan Covid-19
lansia:
posyandu
lansia
BT = • Menyelesaika
1x(2x60) n penugasan
kelompok
tentang Tugas
2
5 mampu Isu-isu, strategi dan Problem [Link] TM = • Mengemukak Kriteria: Ketepatan 2,5% Esme A
mengemukakan, kegiatan untuk promosi Based [Link].u 1x(2x50) an pendapat Kelengkapan dalam
menjawab dan kesehatan dan Learning [Link]/ tentang kasus dan mengemuk
menganalisis isu-isu, kesejahteraan lansia serta pemicu kebenaran akan,
strategi dan kegiatan dukungan terhadap orang BM = • Mempelajari penjelasan menjawab
untuk promosi yang terlibat merawat 1x(2x60) Isu-isu, dan
Kesehatan lansia serta lansia. strategi dan Bentuk: Tes menganalis
dukungan terhadap kegiatan (MCQ) dan is isu-isu,
orang yang terlibat untuk promosi non test strategi
merawat lansia dengan kesehatan dan (Meringkas dan
tepat, (C3, A2, P3) kesejahteraan materi kegiatan
lansia serta kuliah) untuk
dukungan promosi
terhadap Kesehatan
orang yang lansia serta
terlibat dukungan
merawat terhadap
lansia orang yang
BT = • Mencari terlibat
1x(2x60) jurnal merawat
nasional/ lansia
internasional berdasarka
tentang isu- n evidence-
isu, strategi based
31
dan kegiatan nursing
untuk promosi practice
Kesehatan
lansia serta
dukungan
terhadap
orang yang
terlibat
merawat
lansia
berdasarkan
evidence-
based nursing
practice
6 mampu Komunikasi dengan lansia Kuliah [Link] TM = • Kuliah tentang Kriteria: Ketepatan 2,5% Esme
mengemukakan, 1. Definisi komunikasi [Link].u 1x(2x50) Komunikasi Kelengkapan dalam A
menjawab dan terapeutik [Link]/ dengan lansia dan mengemuk
menerapkan 2. Definisi komunikasi BM = • Mempelajari kebenaran akan
komunikasi dengan efektif pada lansia 1x(2x60) materi tentang penjelasan menjawab
lansia secara tepat, (C3, (keterbukaan, empati, Program dan
A2, P3) perilaku positif, sikap Komunikasi Bentuk: Tes menerapka
mendukung dan dengan lansia (MCQ) dan n
kesetaraan) BT = • Resume non test Komunika
3. Manfaat komunikasi 1x(2x60) materi tentang (Meringkas si dengan
terapeutik Komunikasi materi lansia
4. Tujuan komunikasi dengan lansia kuliah)
terapeutik pada lansia dibuku
5. Faktor yang catatan
mempengaruhi
komunikasi pada
lansia
6. Pendekatan
komunikasi terapeutik
pada lansia
32
7. Teknik komunikasi Praktikum [Link] TM = • Demonstrasi Kriteria: Ketepatan 2,5% Esme
terapeutik pada lansia [Link].u 1x(2x50) tentang Kelengkapan dalam A
8. Tahap komunikasi [Link]/ Komunikasi dan mengemuk
terapeutik pada lansia dengan lansia kebenaran akan
9. Proses komunikasi BM = • Mempelajari penjelasan menjawab
pada lansia 1x(2x60) materi tentang dan
10. Metode komunikasi Komunikasi Bentuk: Tes menerapka
pada lansia dengan lansia (MCQ) dan n
11. Hal-hal yang perlu BT = • Resume non test Komunika
diperhatikan saat 1x(2x60) materi tentang (Meringkas si dengan
berinteraksi dengan Komunikasi materi lansia
lansia dengan lansia kuliah)
identifikasi sumber dibuku
dalam peningkatan catatan
komunikasi efektif
12. Strategi komunikasi
dengan lansia yang
mengalami penurunan
fungsi
13. Etika berbicara
dengan lansia dalam
Islam
7 mampu Masalah yang umum Kuliah [Link] TM = • Kuliah tentang Kriteria: Ketepatan 2,5% Esme A
mengemukakan, terjadi pada lansia dengan [Link].u 1x(2x50) Komunikasi Kelengkapan dalam
menjawab dan masalah komunikasi [Link]/ dengan lansia dan mengemuk
menentukan masalah 1. Hambatan BM = • Mempelajari kebenaran akan,
yang umum terjadi komunikasi pada 1x(2x60) materi tentang penjelasan menjawab
pada lansia dan cara Komunikasi dan
lansia dengan masalah mengatasi dengan lansia Bentuk: Tes menentuka
komunikasi dengan 2. Teknik perawatan BT = • Resume (MCQ) dan n
tepat, (C3, A2, P3) lansia pada reaksi 1x(2x60) materi tentang non test Komunika
penolakan Komunikasi (Meringkas si dengan
3. Jenis-jenis penurunan dengan lansia materi lansia
fisik yang berdampak dibuku kuliah)
pada komunikasi catatan
33
lansia.
4. Masalah-masalah
psikologis yang
berkaitan dengan
komunikasi.
8 mampu Komunikasi dengan Kuliah [Link] TM = • Kuliah tentang Kriteria: Ketepatan 2,5% Esme
mengemukakan, kelompok keluarga dengan [Link].u 1x(2x50) Komunikasi Kelengkapan dalam A
menjawab dan lansia masalah dan kondisi [Link]/ dengan dan mengemuk
menerapkan perkembangan lanjut usia kelompok kebenaran akan
Komunikasi dengan keluarga penjelasan menjawab
kelompok dengan lansia dan
keluarga dengan lansia BM = • Mempelajari Bentuk: Tes menerapka
secara komprehensif, 1x(2x60) materi tentang (MCQ) dan n
professional dan Komunikasi non test Komunika
menerapkan nilai-nilai dengan (Meringkas si dengan
islam, (C3, A2, P3) kelompok materi lansia
keluarga kuliah)
dengan lansia
BT = • Resume
1x(2x60) materi tentang
Komunikasi
dengan
kelompok
keluarga
dengan lansia
dibuku
catatan
9 mampu mampu Perumusan diagnosis Kuliah [Link] TM = • Kuliah tentang Kriteria: Ketepatan 2,5% Esme A
merumuskan diagnosis keperawatan pada lansia [Link].u 1x(2x50) Perumusan Kelengkapan dalam
keperawatan pada dengan masalah [Link]/ diagnosis dan merumusk
lansia dengan masalah komunikasi keperawatan kebenaran an
34
komunikasi dengan 1. Aktual dan penjelasan diagnosis
benar, (CE,A3,P3) 2. Resiko perencanaan keperawata
3. Wellness tindakan Bentuk: Tes n
keperawatan (MCQ) dan mendemon
10 mampu Perencanaan tindakan pada lansia non test strasikan,
mendemonstrasikan, keperawatan pada lansia dengan masalah (Meringkas mengelola
mengelola dan dengan masalah komunikasi materi dan
melaksanakan komunikasi BM = • Review kuliah) melaksana
perencanaan tindakan 1x(2x60) materi tentang kan
keperawatan pada diagnosis perencanaa
lansia dengan masalah keperawatan n tindakan
komunikasi secara dan keperawata
komprehensif, perencanaan n pada
professional dan tindakan lansia
menerapkan nilai-nilai keperawatan dengan
islam, (C3, A4, P3) pada lansia masalah
dengan komunikas
masalah i
komunikasi
BT = • Resume
1x(2x60) materi tentang
diagnosis
keperawatan
dan
perencanaan
tindakan
keperawatan
pada lansia
dengan
masalah
komunikasi
dibuku
catatan
11 mampu Asuhan keperawatan Kuliah [Link] TM = • Kuliah tentang Kriteria: Ketepatan 20% Alit S
mendemonstrasikan, (pengkajian, analisis data, [Link].u 1x(2x50) asuhan Kelengkapan dalam
35
mengelola dan diagnosis keperawatan, [Link]/ keperawatan dan mendemon
melaksanakan asuhan intervensi) pada lansia (pengkajian) kebenaran strasikan,
keperawatan dengan perubahan pada lansia penjelasan mengelola
(pengkajian, analisis fisiologis. dengan dan
data, diagnosis 1. Pengkajian perubahan Bentuk: Tes melaksana
keperawatan, a. Pendekatan proses fisiologis (MCQ) dan kan asuhan
intervensi) pada lansia pengumpulan data BM = • Review non test keperawata
dengan perubahan b. Faktor-faktor yang 1x(2x60) materi tentang (Meringkas n
fisiologis secara mempengaruhi asuhan materi (pengkajia
komprehensif, pengkajian pada keperawatan kuliah) n) pada
professional dan lansia (pengkajian) lansia
menerapkan nilai-nilai pada lansia dengan
islam, (C3, A4, P3) dengan perubahan
perubahan fisiologis
fisiologis
BT = • Resume
1x(2x60) materi tentang
asuhan
keperawatan
(pengkajian)
pada lansia
dengan
perubahan
fisiologis
dibuku
catatan
36
fungsional khusus lansia (SPO) langkah-
(Pengkajian BT = • Tugas 3: Bentuk: langkah
masalah 3x(2x60) Membuat Test (MCQ, prosedur
kesehatan video simulasi OSCE) dan pengkajian
kronis, kelompok non test khusus
Barthel tentang (review lansia
Index, Posisi pengkajian prosedur
dan khusus lansia keperawatan)
keseimbanga
n (Sullivan
Index Katz)
• Pengkajian
status
kognitif/afekt
if (SPMSQ/
Short Mental
Status
Questionaire,
MMSE/ Mini
Mental State
Exam,
Inventaris
Depresi Beck
/ IDB, Skala
Depresi
Geriatric
Yasavage
(Long &
Short
Version))
• Pengkajian
aspek
spiritual
(Pengkajian
spiritual oleh
37
Stoll)
• Pengkajian
fungsi soSial
(Apgar
keluarga)
2. Analisa data
3. Diagnosis TM = • Kuliah tentang Kriteria: Ketepatan
keperawatan 1x(2x50) asuhan Kelengkapan dalam
a. Aktual keperawatan dan mendemon
b. Resiko (analisis data, kebenaran strasikan,
c. Promosi diagnosis penjelasan mengelola
kesehatan keperawatan dan
4. Intervensi dan intervensi Bentuk: Tes melaksana
keperawatan keperawatan) (MCQ) dan kan asuhan
a. Pengertian pada lansia non test keperawata
intervensi dengan (Meringkas n (analisis
keperawatan perubahan materi data,
b. Prioritas masalah fisiologis kuliah) diagnosis
keperawatan BM = • Review keperawata
c. Penentuan tujuan 1x(2x60) materi tentang n,
dan hasil yang asuhan intervensi)
diharapkan keperawatan pada lansia
d. Rencana tindakan (analisis data, dengan
diagnosis perubahan
keperawatan fisiologis
dan intervensi
keperawatan)
pada lansia
dengan
perubahan
fisiologis
BT = • Resume
1x(2x60) materi tentang
asuhan
38
keperawatan
(analisis data,
diagnosis
keperawatan
dan intervensi
keperawatan)
pada lansia
dengan
perubahan
fisiologis
dibuku
catatan
12-15 Pengkajian khusus pada Praktikum [Link] TM = • Demonstrasi Kriteria: Ketepatan 25% Fasilitator
lansia (pengkajian masalah [Link].u 7x(1x100) tentang Kelengkapan dalam
kesehatan kronis, kognitif, [Link]/ pengkajian dan Ketepatan
fungsional) khusus lansia kebenaran mahasiswa
1. Pengkajian status BM = • Mempelajari penjelasan, dalam
fungsional 7x(1x70) materi tentang Rubrik mendemon
a. Pengkajian pengkajian penilaian strasikan
masalah khusus lansia praktikum dan
kesehatan (SPO) melaksana
kronis Bentuk: kan
b. Barthel Index Test (MCQ, langkah-
c. Posisi dan OSCE) dan langkah
keseimbangan non test prosedur
(Sullivan Index (review pengkajian
Katz) prosedur khusus
2. Pengkajian status keperawatan) lansia
kognitif/afektif
a. SPMSQ (Short
Mental Status
Questionaire)
b. MMSE (Mini
Mental State
Exam)
39
c. Inventaris
Depresi Beck
(IDB)
d. Skala Depresi
Geriatric
Yasavage (Long
& Short
Version)
3. Pengkajian fungsi
sosial
a. Apgar keluarga
16 mampu Asuhan keperawatan Kuliah [Link] TM = • Kuliah tentang Kriteria: Ketepatan 5% [Link]
mendemonstrasikan, (pengkajian, analisis data, [Link].u 2x(2x50) (pengkajian, Kelengkapan dalam
mengelola dan diagnosis keperawatan, [Link]/ analisis data, dan mendemon
melaksanakan asuhan intervensi) pada lansia diagnosis kebenaran strasikan,
keperawatan dengan perubahan psiko, keperawatan, penjelasan mengelola
(pengkajian, analisis sosial dan spiritual pada intervensi) pada dan
data, diagnosis lansia lansia dengan Bentuk: Tes melaksana
keperawatan, 1. Pengkajian perubahan (MCQ) dan kan
intervensi) pada lansia 2. Analisa data psiko, sosial non test (pengkajia
dengan perubahan 3. Diagnosis dan spiritual (Meringkas n, analisis
psiko, sosial dan keperawatan ditinjau pada lansia materi data,
spiritual pada lansia dari aspek psikososial BM = • Review kuliah) diagnosis
secara komprehensif, dan spiritual 2x(2x60) materi tentang keperawata
professional dan (pengkajian, n,
menerapkan nilai-nilai analisis data, intervensi)
islam, (C3, A4, P3) diagnosis pada lansia
keperawatan, dengan
intervensi) perubahan
pada lansia psiko,
dengan sosial dan
perubahan spiritual
psiko, sosial pada lansia
dan spiritual
40
pada lansia
BT = • Resume
2x(2x60) materi tentang
(pengkajian,
analisis data,
diagnosis
keperawatan,
intervensi)
pada lansia
dengan
perubahan
psiko, sosial
dan spiritual
pada lansia
Intervensi Keperawatan Kuliah [Link] TM = • Kuliah tentang Kriteria: Ketepatan 5% [Link]
pada lansia dengan terapi [Link].u 1x(2x50) (intervensi Kelengkapan dalam
akivitas kelompok dengan [Link]/ keperawatan) dan mendemon
jenis stimulasi (sensori, pada lansia kebenaran strasikan,
persepsi, realitas dan dengan penjelasan mengelola
sosialisasi) perubahan dan
psiko, sosial Bentuk: Tes melaksana
dan spiritual (MCQ) dan kan
pada lansia non test (intervensi
BM = • Review (Meringkas keperawata
1x(2x60) materi tentang materi n) pada
(intervensi kuliah) lansia
keperawatan) dengan
pada lansia perubahan
dengan psiko,
perubahan sosial dan
psiko, sosial spiritual
dan spiritual pada lansia
pada lansia
BT = • Resume
1x(2x60) materi tentang
41
(intervensi
keperawatan)
pada lansia
dengan
perubahan
psiko, sosial
dan spiritual
pada lansia
mampu Asuhan keperawatan Case based [Link] TM = • Diskusi Kriteria: Ketepatan 5% [Link]
mendemonstrasikan, (pengkajian, analisis data, learning [Link].u 1x(2x50) kelompok Kelengkapan dalam
mengelola dan diagnosis keperawatan, [Link]/ tentang dan mengelola
melaksanakan asuhan intervensi) pada lansia Dokumentasi kebenaran dan
keperawatan dengan perubahan psiko, keperawatan penjelasan, melaksana
(pengkajian, analisis sosial dan spiritual pada pada lansia Panduan kan
data, diagnosis lansia Tugas 4 penilaian Asuhan
keperawatan, 1. Dokumentasi (Kasus Bentuk: test keperawata
intervensi) pada lansia keperawatan Pemicu) (MCQ, n
dengan perubahan BM = • Review Laporan (pengkajia
psiko, sosial dan 1x(2x60) tentang makalah) dan n, analisis
spiritual pada lansia Asuhan non test data,
secara komprehensif, keperawatan (meringkas diagnosis
professional dan (pengkajian, materi kuliah) keperawata
menerapkan nilai-nilai analisis data, n,
islam, (C3, A4, P3) diagnosis intervensi)
keperawatan, pada lansia
intervensi) dengan
pada lansia perubahan
dengan psiko,
perubahan sosial dan
psiko, sosial spiritual
dan spiritual pada lansia
pada lansia
BT = • Menyelesaika
42
1x(2x60) n penugasan
kelompok
tentang
Asuhan
keperawatan
(pengkajian,
analisis data,
diagnosis
keperawatan,
intervensi)
pada lansia
dengan
perubahan
psiko, sosial
dan spiritual
pada lansia
Tugas 4
Keterangan
1. TM: Tatap muka, BT: Belajar Terstruktur, BM : Belajar Mandiri
2. [TM:2x(2x50”)] dibaca: kuliah tatap muka 2 kali (minggu)x2 sks x 50 menit = 200 menit (3,33 jam)
3. [BT+BM: (2+2) x(2x60”)] dibaca: belajar terstruktur 2 kali (minggu) dan belajar mandiri 2 kali (minggu) x 2 sks x 60 menit
=480 menit (8 jam).
43
3.3 Daftar Topik Skill Lab
53
BAB 4
METODE EVALUASI
4.1.1 Sistem penilain dilakukan dengan kriteria penafsiran kuantitatif dan kualitatif.
4.1.2 Hasil penilaian akhir dengan skor 0 – 100 digunakan untuk pemberian Nilai
Angka, Nilai Huruf dan Bobot Nilai
4.1.3 Pemberian Nilai Angka, Nilai Huruf dan Bobot Nilai dari hasil penilaian akhir
menggunakan sistem Penilaian Acuan Patokan (PAP) atau menggunakan sistem
Penilaian Acuan Normal (PAN)
4.1.4 Sistem PAN dapat digunakan apabila presentasi kelulusan peserta ujian rendah.
4.1.5 Ketentuan lulus adalah minimal angka 65. Nilai yang lebih kecil dari 65 dinyatakan
tidak lulus dan harus diprogramkan kembali atau diremedial.
4.1.6 Penilaian terhadap satu mata kuliah adalah gabungan dari nilai :
[Link] Ujian Blok (60%)
[Link] Nilai Tugas dan Skill laboratorium (20%)
[Link] Ujian Osce (20%)
[Link] Presentasi kehadiran
4.1.7 Penilaian hasil belajar yang terdiri dari 3 komponen yaitu Nilai Ujian blok, Nilai
Rata-Rata Tugas dan Kehadiran. Rumus yang digunakan untuk memperoleh Nilai
Akhir (NA) adalah :
No Komponen Persentasi
1 Ujian Akhir Blok (MCQ) 50 %
2 Nilai tugas 25 %
3 Skill Laboratorium & Ujian OSCE 25 %
54
4.1.8 Penilaian hasil belajar mahasiswa berdasarkan sistem PAP dinyatakan sebagai
berikut
Nilai Angka Nilai Huruf Bobot Nilai Predikat
80 – 100 A 4,0 Istimewa
75 – 79 A- 3,7 Hampir Istimewa
70 – 74 B+ 3,4 Baik Sekali
65 – 69 B 3,0 Baik
60 – 64 B- 2,7 Cukup Baik
55 – 59 C+ 2,4 Lebih dari Cukup
50 – 54 C 2,0 Cukup
31 – 49 D 1,0 Kurang
0-30 E 0,0 Gagal
4.1.9 Nilai mata kuliah yang dinyatakan dengan huruf A, A-, B+, B, B-,C+ dan C
adalah Lulus
4.1.10 Nilai mata kuliah yang dinyatakan dengan huruf D, dan E adalah Tidak Lulus,
dan mahasiswa bersangkutan harus menempuh kembali mata kuliah yang tidak
lulus tersebut sesuai prosedur yang berlaku.
4.1.11 Perbaikan nilai ditujukan untuk memperbaiki nilai akhir suatu mata kuliah dengan
memprogramkan kembali mata kuliah tersebut pada semester berikutnya secara
regular.
4.1.12 Nilai akhir suatu mata kuliah mata kuliah yang dicantumkan merupakan nilai
terakhir yang dicapai oleh mahasiswa setelah menempuh perbaikan melalui
perkuliahan regular.
55
Sangat Sangat
Baik Cukup Kurang
DIMENSI baik kurang
Skor ≥81 A (61-80) B (41-60) C (21-40) D <20 E
yang meyakinkan beberapa mencukupi untuk
teranalasis untuk bukti yang untuk mendukung
sesuai mendukung mendukung digunakan pernyataan.
konsep kesimpulan- kesimpulan- dalam
falsafah, kesimpulan kesimpulan menarik
paradigma sesuai terkait kesimpulan
dan teori dengan falsafah, apa
keperawat- falsafah, paradigm sebenarnya
An paradigma dan teori falsafah,
dan teori keperawat- paradigm
keperawat- an keperawat-
An an
Isi Isi mampu Isi akurat Isi secara Isinya Isinya tidak
mengungga dan umum kurang akurat atau
h pendengar lengkap. akurat, akurat terlalu
untuk Para tetapi tidak karena tidak umum.
mengemban pendengar lengkap. ada data Pendengar
gkan menambah Para actual, tidak tidak belajar
pikiran. wawasan pendengar menambah apapun atau
Sesuai baru tentang bias pemahaman kadang
konsep topic mempelajari pendengar menyesat-
tersebut beberapa kan.
fakta yang
tersirat,
tetapi
mereka
tidak
menambah
wawasan
baru tentang
topik
tersebut
56
Sangat Sangat
Baik Cukup Kurang
DIMENSI baik kurang
Skor ≥81 A (61-80) B (41-60) C (21-40) D <20 E
pendengar tergantung cukup suara daripada
pada sering monoton berbicara.
catatan, dan bergantung Pendengar
berinteraksi pada sering
secara catatan. diabaikan.
intensif Kadang- Tidak
dengan kadang terjadi
pendengar. kontak mata kontak mata
Pembicara dengan karena
selalu pendengar pembicara
kontak mata diabaikan lebih
dengan banyak
pendengar melihat
kepapan
tulis atau
layar
57
4.2.3 REKAP PRESENTASI MAKALAH
UNSUR PENILAIAN
No Nama NPM Skor ≥81 (61-80) (41-60) (21-40) <20 TOTAL
A B C D E
Sangat
DIMENSI Baik Cukup Nilai
baik BOBOT
Total
Skor 81 – 100 71 – 80 61 - 70
Penguasaan materi Deskripsi 30%
Ketepatan
menyelesaiakan Deskripsi 30%
masalah
Kemampuan
Deskripsi 20%
komunikasi
Kemampuan
Deskripsi 10%
menghadapi pertanyaan
Kelengkapan alat
Deskripsi 10%
peraga dalam persentasi
Nilai akhir 100%
58
4.2.5 Rubrik Penilaian Video
Keterangan dan Skor Penilaian
1 = Kurang (Tidak memenuhi ketiga sub aspek yang ditentukan)
2 = Cukup (Hanya memenuhi 1 sub aspek yang ditentukan)
3 = Baik (Hanya memenuhi 2 sub aspek yang ditentukan)
4 = Sangat Baik (Memenuhi ketiga (semua) sub aspek ditentukan)
KESESUAIAN NILAI
NO ASPEK PENILAIAN
YA TIDAK 1 2 3 4
VIDEO
1 NARASI VIDEO
a. Permasalahan yang ditampilkan berhubungan dengan materi
b. Bahasa mudah dipahami
c. Penyajian menarik
2 KUALITAS VIDEO
a. Gambar jelas (resolusi baik/tidak pecah)
b. Gambar berwarna
c. Audio jelas
3 ISI MATERI
a. Poin materi mencakup keseluruhan materi
b. Alur poin materi jelas
c. Sumber materi akurat
4 KUALITAS BAHASA
a. Menggunakan bahasa mudah dipahami
b. Kalimat mudah dipahami
c. Teratur
59
DAFTAR PUSTAKA
Aspiani, R. Y. (2014). Buku Ajar Asuhan Keperawatan Gerontik Aplikasi NANDA, NIC, dan
NOC Jilid 1. Jakarta: TIM.
Ekasari, M. F., Riasmini, N. M. & Hartini, T. (2018). Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia
Konsep dan Berbagai Intervensi. Malang: Wineka Media.
Maryam, S dkk. (2010). Asuhan Keperawatan pada Lansia. Jakarta: Salemba Medika.
Murwani, A. & Priyantari, W. (2011). Gerontik Konsep Dasar dan Asuhan Keperawatan
Home Care dan Komunitas. Yogyakarta: Fitramaya.
Setyoadi & Kushariyadi. (2011). Terapi Modalitas Keperawatan pada Klien Psikogeriatrik.
Jakarta: Salemba Medika.
Tamher, S. & Noorkasiani. (2009). Kesehatan Usia Lanjut dengan Pendekatan Asuhan
Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
60
SUPLEMEN
DAFTAR HAFALAN SURAH SEBELUM MEMULAI SKILL
LABORATORIUM
At-Thaariq (17 ayat):
I. Ayat 1-4
II. Ayat 5-8
III. Ayat 9-11
IV. Ayat 12-14
V. Ayat 15-17
VI. Melancarkan surah At-Thaariq
At-Takwir (29 ayat):
I. Ayat 1-6
II. Ayat 7-12
III. Ayat 13-18
IV. Ayat 19-24
V. Ayat 25-29
VI. Melancarakan surah At-Takwir
61
EVIDENCE BASED NURSING PRACTICE/ TELUSUR JURNAL
Clinical problem findings:
Pertanyaan Klinis
Pasien*
P
Populasi*
Problem*
Intervensi*
I
Comparasi*
C
OutCome*
O
Time*
T
Gunakan PICOT untuk pencarian evidence based pada saat melakukan penulusuran artikel.
62
Table Evaluasi Rapid Critical Apraissal (RCA)
First Author Conceptual Design/Method Sample/Setting Major Measurement Data Findings Appraisal: Worth to
(Year) Framework Variables Analysis Practice
Studied (and
Their
Definitions)
(Taruh (Teoretis (Menggambarkan (mengandung (Daftar dan (Disini skala (Masukkan (Ini adalah (Jelaskan kelebihan dan
kutipan Dasar untuk Desain Jumlah dan definisikan yang digunakan statistik yang temuan keterbatasan penelitian,
sini.) Penelitian dan bagaimana Karakteristik variabel untuk mengukur digunakan statistik atau risiko atau kerugian jika
penelitian Pasien; independen variabel hasil, untuk kualitatif - intervensi studi atau temuan
dilakukan) pengurangan dan Termasuk nama menjawab harus ada dilaksanakan; kelayakan
Tingkat dan dependen.) dan pertanyaan temuan untuk penggunaan dalam praktik
Mengapa.) penulis/pembuat klinis di sini; setiap uji Anda.
skala dan data Tapi tidak statistik di
tentang validitas perlu kolom Ingat: tingkat bukti +
dan reliabilitas.) menyertakan sebelumnya.) kualitas bukti = kekuatan
semuanya.) bukti dan kepercayaan diri
untuk bertindak.)
Ar. Persalinan Quasi Sampel pada Pasien Nyeri Dengan menggunakan Hasil uji
Megawahyun seksio sesarea Eksperiment penelitian ini Post SC menggunakan uji statistik yang
, Hasnah semakin banyak dengan berjumlah 30 Skala NRS wilcoxon telah
, Mariah diminati oleh pendekatan responden Meniup Balon yaitu p=0,000 dilakukan
Ulfah Azhar ibu hamil di one group ibu pasca (p<0,05). dengan
negara maju, pre and post operasi seksio menggunakan
. hal ini test design sesarea dengan uji Wilcoxon
dikarenakan 24 jam pertama diperoleh nilai
ilmu menggunakan p value
pengetahuan teknik sebesar 0.000.
dan teknologi accidental Secara
yang terus sampling. statistik, jika
23
First Author Conceptual Design/Method Sample/Setting Major Measurement Data Findings Appraisal: Worth to
(Year) Framework Variables Analysis Practice
Studied (and
Their
Definitions)
24
First Author Conceptual Design/Method Sample/Setting Major Measurement Data Findings Appraisal: Worth to
(Year) Framework Variables Analysis Practice
Studied (and
Their
Definitions)
VALIDITY
Apakah Hasil Dari Studi Valid?
IMPORTANCE
Apakah Hasilnya Membantu Saya Dalam Merawat Pasien Saya?
APPLICABLE
Apakah Hasilnya Sesuai Diterapkan ditempat praktek saya?
25
Daftar Pustaka
1. .....................................................................
2. .....................................................................
3. .....................................................................
26
FORMAT ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK
PENGKAJIAN
A. DATA BIOGRAFI
Nama Pasien : ...................................................................
Umur : ...................................................................
Agama : ..................................................................
Penampilan : ..................................................................
Alamat : ..................................................................
B. Riwayat Keluarga
Genogram :
Keterangan:
= meninggal
27
=perempuan masih hidup
=hubungan perkawinan
=pasien
C. Riwayat Pekerjaan
Pekerjaan saat ini : ............................................................
Kamar : ................................................................
E. Riwayat Rekreasi
Hobbi/minat : ............................................................................
28
Keanggotaan dalam organisasi : ..............................................................
Liburan/perjalanan : ............................................................................
F. Sistem Pendukung
Perawat/bidan/dokter/fisioterapi : ....................................................
....................................................................................................................
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................
G. Status Kesehatan
Status kesehatan umum selama lima tahun yang lalu:
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................
29
● Provokative/paliative: ...................................................
● Quality/quantity : ...................................................
● Region : ....................................................
● Scale : ....................................................
● Time : .....................................................
Obat-obatan :
NO NAMA OBAT DOSIS KETERANGAN
Alergi : .....................................................................
➢ Obat-obatan : .....................................................................
➢ Makanan : .....................................................................
➢ Faktor lingkungan : ...............................................................
Penyakit yang diderita : ....................................................................
H. Aktivitas Hidup Sehari-hari
Indeks Katz : .................................................................................
BB : .................................................................................
TL/TB : .................................................................................
IMT : ................................................................................
30
Tekanan darah: Tidur: ................. Duduk: ...............
Berdiri: .................
.……………………………………………………………….…..…………………
…………………………………………………….……………................................
.....................................................................................
Nutrisi :
.………………………………………………………………..............……………
…...………………………………………………………….…………….................
....................................................................................
Eleminasi :
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
.....................................................................................
Aktivitas :
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
.....................................................................................
31
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
.....................................................................................
Personal hygiene :
………………………………………………………………………………………
….................................................................................................................................
.....................................................................................
Seksual:
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
.....................................................................................
Rekreasi:
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
.....................................................................................
Psikologis:
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................
32
J. Tinjauan Sistem
Keadaan Umum : ...........................................................................
GCS : ...........................................................................
PEMERIKSAAN FISIK
1. Keadaan umum
Nyeri : skala nyeri ……..
Status gizi : BB saat ini : …kg TB: …..cm
BMI: ….....
Gizi cukup Gizi lebih Gizi kurang
Personal Hygine: ……………
2. Sistem persepsi sensori
Pendengaran :
□ Dengar suara normal +/-
□ Tes garpu tala +/-
□ Alat Bantu dengar +/-
Peraba : .........................................................................
3. Sistem pernafasan
Frekwensi : …………………………………………
Suara nafas : ……………………….………………
4. Sistem kardiovaskular
Tekanan darah : …...mmHg Nadi: ….x/menit
Capillary Refill: …..
5. Sistem saraf pusat
□ Kesadaran : ………………………………………
□ Orientasi waktu : ……………………………..….
33
□ Orientasi orang : …………………………………
6. Sistem gastrointestinal
□ Nafsu makan : ………………………………..…
□ Pola makan : ……………………………………
□ Abdomen
□ Hati : membesar/tidak, jelaskan ...........................
□ Adanya massa yang lain, jelaskan ........................
□ Nyeri tekan ...........................................................
□ Cairan asites ..........................................................
□ Limpa membesar/tidak, jelaskan ..........................
□ BAB : …………………………………………..
7. Sistem musculoskeletal
Tdk ada Tlg blk Bahu Siku Tangan Pinggul Lutut
Deformitas
Retang gerak
Nyeri
Benjolan/peradang
an
9. Sistem perkemihan
□ Pola : ………………………………………………
34
□ Inkontinensia : ……………………………………
Data Penunjang
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
Terapi yang diberikan
……………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………..
.............................................................................................................................
35
Hasil pengkajian kognitif dan mental
1. Mini – Mental State Exam (MMSE)/SPMSQ:
..............................................................................................................................
.............................................................................................................................
...........................
K. Data Penunjang
1. Laboratorium : ........................................................................................
2. Radiologi : ........................................................................................
3. EKG : ........................................................................................
4. USG : ........................................................................................
5. CT-Scan : ........................................................................................
6. Obat – obatan : ........................................................................................
36
NO DATA (SIGN/SYMPTOM) INTERPRETASI (ETIOLOGI) MASALAH (PROBLEM)
1 2 3 4
............................................... ..................................................... ...........................................
............................................... ..................................................... ...........................................
............................................... ..................................................... ...........................................
............................................... ..................................................... ...........................................
............................................... ..................................................... ...........................................
............................................... ..................................................... ...........................................
............................................... ..................................................... ...........................................
............................................... ..................................................... ...........................................
............................................... ..................................................... ...........................................
............................................... ..................................................... ...........................................
............................................... ..................................................... ...........................................
............................................... ..................................................... ...........................................
............................................... ..................................................... ...........................................
............................................... ..................................................... ...........................................
............................................... ..................................................... ...........................................
Diagnosa Keperawatan/Prioritas:
1. ..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..........................................................................................
2. ..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
...........................................................................................
3. ..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
...........................................................................................
37
4. .............................................................................................................................
.............................................................................................................................
....................................................................................................
INTERVENSI KEPERAWATAN
DIAGNOSA KEP. KRITERIA INTERVENSI RASIONAL
HASIL
......................... .........................
.............................................................................
.......................... ......................... ............... ....................................
.......................... .........................
.............................................................................
.......................... .......................... ................ ....................................
.......................... ..........................
.............................................................................
........................... .......................... ............... ....................................
.......................... ........................................................ ………………………
CATATAN PERKEMBANGAN
NO HARI/TGL/JAM DX PERKEMBANGAN KEPERAWATAN TTD
1 2 3 4 5
..................................................................
..................................................................
..................................................................
..................................................................
..................................................................
..................................................................
..................................................................
..................................................................
..................................................................
38
NO HARI/TGL/JAM DX PERKEMBANGAN KEPERAWATAN TTD
1 2 3 4 5
..................................................................
..................................................................
..................................................................
..................................................................
..................................................................
..................................................................
..................................................................
..................................................................
..................................................................
..................................................................
..................................................................
..................................................................
..................................................................
..................................................................
..................................................................
..................................................................
..................................................................
..................................................................
..................................................................
..................................................................
..................................................................
..................................................................
..................................................................
..................................................................
..................................................................
..................................................................
..................................................................
39
NO HARI/TGL/JAM DX PERKEMBANGAN KEPERAWATAN TTD
1 2 3 4 5
..................................................................
40
KASUS PEMICU (TUGAS 1)
Aku yang dulu bukanlah yang sekarang
41
tempat tidur klien disebari nasi, sayur, kuah dan nasi putih oleh teman
sekamarnya, dalam satu wisma jarak tempat tidur klien dengan kamar mandi/
WC paling jauh. Klien tampak kurang tidur, mata sayu, terdapat kantung mata
dan sering menguap, klien terlihat tidur siang dikursi depan dan sering
terbangun. TTV: TD=100/70 mmHg, RR=22 kali/ menit, N= 82 kali/ menit
dan T=36oC. Skala geriatric Yasavage kategori depresi sedang.
42
PEDOMAN FIELD TRIP KEPERAWATAN GERONTIK
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan field trip ini, diharapkan mahasiswa mampu:
1. Memahami pengertian posyandu lansia
2. Mengetahui sasaran posyandu lansia
3. Mengetahui jenis pelayanan kesehatan di posyandu lansia
4. Memahami mekanisme pelaksanaan kegiatan posyandu lansia (persiapan-
pelaksanaan-evaluasi) di masa pandemic Covid-19
B. Bentuk Kegiatan
1. Mahasiswa menggali konsep posyandu lansia
2. Mahasiswa menggali sasaran posyandu lansia
3. Mahasiswa mengobservasi/mengamati jenis pelayanan kesehatan di posyandu
lansia di masa pandemic Covid-19
4. Mahasiswa mengobservasi/mengamati persiapan kegiatan posyandu lansia di
masa pandemic Covid-19
5. Mahasiswa mengobservasi/mengamati pelaksanaan kegiatan posyandu lansia
di masa pandemic Covid-19
6. Mahasiswa mengobservasi/mengamati evaluasi kegiatan posyandu lansia di
masa pandemic Covid-19 (jika memungkinkan)
7. Mahasiswa mendokumentasikan pelaksanaan fieldtrip posyandu lansia di
masa pandemic Covid-19 (jika memungkinkan)
8. Mahasiswa menyusun laporan fieldtrip
C. Sasaran
Mahasiswa semester VII S1 Keperawatan Fakultas Keperawatan dan Ilmu
Kesehatan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
43
D. Tata Tertib
1. Mahasiswa melaksanakan field trip sesuai jadwal yang telah ditentukan
2. Mahasiswa wajib hadir maksimal 10 menit sebelum pelaksanaan kegiatan
field trip
3. Mahasiswa wajib berkoordinasi dengan lahan fieldtrip sebelum, selama
dan sesudah pelaksanaan field trip
4. Mahasiswa wajib mematuhi peraturan akademik dan lahan fieldtrip selama
kegiatan field trip
5. Mahasiswa mengumpulkan laporan sesuai dengan jadwal yang telah
ditentukan
44
LAPORAN FIELD TRIP POSYANDU LANSIA
DI ………….
Tanggal ……..........................
KELOMPOK:
Nama dan NPM
45
LEMBAR PENGESAHAN
46
1. Cover
2. Lembar pengesahan
3. Kata pengantar
4. Daftar Isi
5. Bab 1 PENDAHULUAN
1.1 Latarbelakang posyandu lansia
1.2 Tujuan
1.3 Manfaat
6. Bab 2 TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan kasus berdasarkan sasaran belajar yang mengacu pada pustaka
yang relevan dengan kasus. Contoh:
• NAPN (National Association of Pediatrics Nurse) menyebutkan
definisi demam bila bayi berumur kurang dari 3 bulan suhu rektal
melebihi 38oC. Pada anak umur lebih dari 3 bulan suhu aksila dan oral
lebih dari 38,3oC (Ferdy, 2013; Kyle & Carman, 2015).
• Menurut Green (2013) demam memiliki karakteristik jika suhu tubuh
≥ 38oC.
• Menurut Chairulfatah (2017) secara klinis demam terdiri dari empat
fase yaitu prodromal, menggigil (chills), demam (fever) dan
penyembuhan (defervescense/resolution).
7. BAB 3 HASIL
3.1 Waktu dan Tempat, sasaran, metode dan media
3.2 Penjelasan tentang alur pelaksanaan fieldtrip
3.3 Penjelasan tentang posyandu lansia yang didatangi
3.4 Penjelasan tentang sasaran posyandu lansia
3.5 Penjelasan tentang jenis pelayanan kesehatan di posyandu lansia
3.6 Penjelasan tentang mekanisme pelaksanaan kegiatan posyandu
lansia (persiapan-pelaksanaan-evaluasi) dimasa pandemic Covid-
19
47
Pembahasan disertai hasil fieldtrip dengan telaah literatur yang sesuai
maupun berbeda dengan keadaan di lapangan.
8. BAB 4 PEMBAHASAN
Bagaimana pelaksanaan posyandu lansia yang telah dilakukan dengan
menelaah literatur yang dipegang oleh kelompok dengan hasil temuan yang
ada dilapangan secara singkat dan jelas.
9. BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
Saran dan kesimpulan
10. Daftar Pustaka
Buku 10 tahun terakhir, jurnal dan artikel 3 tahun terakhir, tidak
diperkenankan dan tidak diterima referensi yang berasal dari situs tidak
resmi.
48
KONSEP LANJUT USIA (LANSIA)
1. Definisi Lansia
Lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Menua
bukanlah suatu penyakit, tetapi merupakan proses yang berangsur-angsur
mengakibatkan perubahan kumulatif, merupakan proses menurunnya daya tahan
tubuh dalam menghadapi rangsangan dari dalam dan luar tubuh, seperti didalam
Undang-Undang No 13 tahun 1998 yang isinya menyatakan bahwa pelaksanaan
pembangunan nasional yang bertujuan mewujudkan masyarakat adil dan makmur
berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, telah menghasilkan
kondisi sosial masyarakat yang makin membaik dan usia harapan hidup makin
meningkat, sehingga jumlah lanjut usia makin bertambah. Banyak diantara lanjut
usia yang masih produktif dan mampu berperan aktif dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Upaya peningkatan kesejahteraan sosial
lanjut usia pada hakikatnya merupakan pelestarian nilai-nilai keagamaan dan
budaya bangsa. Menua atau menjadi tua adalah suatu keadaaan yang terjadi di
dalam kehidupan manusia. Proses menua merupakan proses sepanjang hidup, tidak
hanya dimulai dari suatu waktu tertentu, tetapi dimulai sejak permulaan kehidupan.
Menjadi tua merupakan proses alamiah yang berarti seseorang telah melalui tiga
tahap kehidupan, yaitu anak, dewasa dan tua (Nugroho, 2006).
2. Batasan Lansia
1.1 WHO (1999) menjelaskan batasan lansia adalah sebagai berikut :
1.1.1 Usia lanjut (elderly) antara usia 60-74 tahun
1.1.2 Usia tua (old) :75-90 tahun
1.1.3 Usia sangat tua (very old) adalah usia > 90 tahun.
1.2 Depkes RI (2005) menjelaskan bahwa batasan lansia dibagi menjadi tiga
katagori, yaitu:
1.2.1 Usia lanjut presenilis yaitu antara usia 45-59 tahun
1.2.2 Usia lanjut yaitu usia 60 tahun ke atas
49
1.2.3 Usia lanjut beresiko yaitu usia 70 tahun ke atas atau usia 60 tahun ke
atas dengan masalah kesehatan.
2. Ciri–Ciri Lansia
2.1 Lansia merupakan periode kemunduran.
Kemunduran pada lansia sebagian datang dari faktor fisik dan faktor psikologis.
Motivasi memiliki peran yang penting dalam kemunduran pada lansia.
Misalnya lansia yang memiliki motivasi yang rendah dalam melakukan
kegiatan, maka akan mempercepat proses kemunduran fisik, akan tetapi ada
juga lansia yang memiliki motivasi yang tinggi, maka kemunduran fisik pada
lansia akan lebih lama terjadi.
2.2 Lansia memiliki status kelompok minoritas.
Kondisi ini sebagai akibat dari sikap sosial yang tidak menyenangkan terhadap
lansia dan diperkuat oleh pendapat yang kurang baik, misalnya lansia yang
lebih senang mempertahankan pendapatnya maka sikap sosial di masyarakat
menjadi negatif, tetapi ada juga lansia yang mempunyai tenggang rasa kepada
orang lain sehingga sikap social masyarakat menjadi positif.
2.3 Menua membutuhkan perubahan peran.
Perubahan peran tersebut dilakukan karena lansia mulai mengalami
kemunduran dalam segala hal. Perubahan peran pada lansia sebaiknya
dilakukan atas dasar keinginan sendiri bukan atas dasar tekanan dari
lingkungan. Misalnya lansia menduduki jabatan sosial di masyarakat sebagai
Ketua RW, sebaiknya masyarakat tidak memberhentikan lansia sebagai ketua
RW karena usianya.
2.4 Penyesuaian yang buruk pada lansia.
Perlakuan yang buruk terhadap lansia membuat mereka cenderung
mengembangkan konsep diri yang buruk sehingga dapat memperlihatkan
bentuk perilaku yang buruk. Akibat dari perlakuan yang buruk itu membuat
penyesuaian diri lansia menjadi buruk pula. Contoh: lansia yang tinggal
bersama keluarga sering tidak dilibatkan untuk pengambilan keputusan karena
50
dianggap pola pikirnya kuno, kondisi inilah yang menyebabkan lansia menarik
diri dari lingkungan, cepat tersinggung dan bahkan memiliki harga diri yang
rendah.
3. Perkembangan Lansia
Usia lanjut merupakan usia yang mendekati akhir siklus kehidupan manusia di
dunia. Tahap ini dimulai dari 60 tahun sampai akhir kehidupan. Lansia merupakan
istilah tahap akhir dari proses penuaan. Semua orang akan mengalami proses
menjadi tua (tahap penuaan). Masa tua merupakan masa hidup manusia yang
terakhir, dimana pada masa ini seseorang mengalami kemunduran fisik, mental dan
sosial sedikit demi sedikit sehingga tidak dapat melakukan tugasnya sehari-hari lagi
(tahap penurunan). Penuaan merupakan perubahan kumulatif pada makhluk hidup,
termasuk tubuh, jaringan dan sel, yang mengalami penurunan kapasitas fungsional.
Pada manusia, penuaan dihubungkan dengan perubahan degeneratif pada kulit,
tulang, jantung, pembuluh darah, paru-paru, saraf dan jaringan tubuh lainnya.
Dengan kemampuan regeneratif yang terbatas, mereka lebih rentan terhadap
berbagai penyakit, sindroma dan kesakitan dibandingkan dengan orang dewasa lain.
Untuk menjelaskan penurunan pada tahap ini, terdapat berbagai perbedaan teori,
namun para ahli pada umumnya sepakat bahwa proses ini lebih banyak ditemukan
pada faktor genetik.
51
mengalami kenaikan yaitu sebesar 28.822.879 (11,34%), dengan sebaran lansia
yang tinggal di perkotaan lebih besar yaitu sebanyak 15.714.952 (11,20%)
dibandingkan dengan yang tinggal di perdesaan yaitu sebesar 13.107.927 (11,51%).
Kecenderungan meningkatnya lansia yang tinggal di perkotaan ini dapat
disebabkan bahwa tidak banyak perbedaan antara rural dan urban. Kebijakan
pemerintah terhadap kesejahteraan lansia menurut UU Kesejahteraan Lanjut Usia
(UU No 13/1998) pasa1 ayat 1: Kesejahteraan adalah suatu tata kehidupan dan
penghidupan sosial baik material maupun spiritual yang diliputi oleh rasa
keselamatan, kesusilaan, dan ketenteraman lahir batin yang memungkinkan bagi
setiap warga Negara untuk mengadakan pemenuhan kebutuhan jasmani, rohani, dan
sosial yang sebaik-baiknya bagi diri, keluarga, serta masyarakat dengan
menjunjung tinggi hak dan kewajiban asasi manusia sesuai dengan Pancasila. Pada
ayat 2 disebutkan, Lanjut Usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 (enam
puluh) tahun keatas. Dan mereka dibagi kepada dua kategori yaitu lanjut usia
potential (ayat 3) dan lanjut usia tidak potensial (ayat 4). Lanjut Usia Potensial
adalah lanjut usia yang masih mampu melakukan pekerjaan dan/atau kegiatan yang
dapat menghasilkan barang dan/atau jasa. Sedangkan Lanjut Usia Tidak Potensial
adalah lanjut usia yang tidak berdaya mencari nafkah sehingga hidupnya
bergantung pada bantuan orang lain. Bagi Lanjut Usia Tidak potensial (ayat 7)
pemerintah dan masyarakat mengupayakan perlindungan sosial sebagai kemudahan
pelayanan agar lansia dapat mewujudkan dan menikmati taraf hidup yang wajar.
Selanjutnya pada ayat 9 disebutkan bahwa pemeliharaan taraf kesejahteraan sosial
adalah upaya perlindungan dan pelayanan yang bersifat terus-menerus agar lanjut
usia dapat mewujudkan dan menikmati taraf hidup yang wajar.
Lanjut usia mengalami masalah kesehatan. Masalah ini berawal dari kemunduran
sel-sel tubuh, sehingga fungsi dan daya tahan tubuh menurun serta faktor resiko
terhadap penyakit pun meningkat. Masalah kesehatan yang sering dialami lanjut
usia adalah malnutrisi, gangguan keseimbangan, kebingungan mendadak, dan lain-
lain. Selain itu, beberapa penyakit yang sering terjadi pada lanjut usia antara lain
hipertensi, gangguan pendengaran dan penglihatan, demensia, osteoporosis, dsb.
52
Data Susenas tahun 2012 menjelaskan bahwa angka kesakitan pada lansia tahun
2012 di perkotaan adalah 24,77% artinya dari setiap 100 orang lansia di daerah
perkotaan 24 orang mengalami sakit. Di pedesaan didapatkan 28,62% artinya setiap
100 orang lansia di pedesaan, 28 orang mengalami sakit.
Berdasarkan Undang-Undang No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, upaya
pemeliharaan kesehatan bagi lanjut usia harus ditujukan untuk menjaga agar tetap
hidup sehat dan produktif secara sosial maupun ekonomis. Selain itu, Pemerintah
wajib menjamin ketersediaan pelayanan kesehatan dan memfasilitasi kelompok
lansia untuk dapat tetap hidup mandiri dan produktif, hal ini merupakan upaya
peningkatan kesejahteraan lansia khususnya dalam bidang kesehatan. Upaya
promotif dan preventif merupakan faktor penting yang harus dilakukan untuk
mengurangi angka kesakitan pada lansia. Untuk mencapai tujuan tresebut, harus
ada koordinasi yang efektif antara lintas program terkait di lingkungan
Kementerian Kesehatan dan organisasi profesi.
Kebijakan Kementerian Kesehatan dalam pelayanan kesehatan melalui penyediaan
sarana pelayanan kesehatan yang ramah bag lansia bertujuan untuk meningkatkan
derajat kesehatan lansia supaya lebih berkualitas dan berdaya guna bagi keluarga
dan masyarakat. Upaya yang dikembangkan untuk mendukung kebijakan tersebut
antara lain pada pelayanan kesehatan dasar dengan pendekatan Pelayanan Santun
Lansia, meningkatkan upaya rujukan kesehatan melalui pengembangan Poliklinik
Geriatri Terpadu di Rumah Sakit, dan menyediakan sarana dan prasarana yang
ramah bagi lansia. Kesadaran setiap lansia untuk menjaga kesehatan dan
menyiapkan hari tua dengan sebaik dan sedini mungkin merupakan hal yang sangat
penting. Semua pelayanan kesehatan harus didasarkan pada konsep pendekatan
siklus hidup dengan tujuan jangka panjang, yaitu sehat sampai memasuki lanjut
usia.
4.1 Pendapat lain menjelaskan bahwa lansia mengalami perubahan dalam
kehidupannya sehingga menimbulkan beberapa masalah. Permasalahan tersebut
diantaranya yaitu:
53
4.1.1 Masalah fisik
Masalah yang hadapi oleh lansia adalah fisik yang mulai melemah,
sering terjadi radang persendian ketika melakukan aktivitas yang cukup
berat, indra pengelihatan yang mulai kabur, indra pendengaran yang
mulai berkurang serta daya tahan tubuh yang menurun, sehingga sering
sakit.
4.1.2 Masalah kognitif (intelektual)
Masalah yang hadapi lansia terkait dengan perkembangan kognitif,
adalah melemahnya daya ingat terhadap sesuatu hal (pikun), dan sulit
untuk bersosialisasi dengan masyarakat di sekitar.
4.1.3 Masalah emosional
Masalah yang hadapi terkait dengan perkembangan emosional, adalah
rasa ingin berkumpul dengan keluarga sangat kuat, sehingga tingkat
perhatian lansia kepada keluarga menjadi sangat besar. Selain itu,
lansia sering marah apabila ada sesuatu yang kurang sesuai dengan
kehendak pribadi dan sering stres akibat masalah ekonomi yang kurang
terpenuhi.
4.1.4 Masalah spiritual
Masalah yang dihadapi terkait dengan perkembangan spiritual, adalah
kesulitan untuk menghafal kitab suci karena daya ingat yang mulai
menurun, merasa kurang tenang ketika mengetahui anggota
keluarganya belum mengerjakan ibadah, dan merasa gelisah ketika
menemui permasalahan hidup yang cukup serius.
54
5.1 Mempertahankan derajat kesehatan para lansia pada taraf yang setinggi-
tingginya, sehingga terhindar dari penyakit atau gangguan.
5.2 Memelihara kondisi kesehatan dengan aktifitas-aktifitas fisik dan mental
5.3 Mencari upaya semaksimal mungkin agar para lansia yang menderita suatu
penyakit atau gangguan, masih dapat mempertahankan kemandirian yang
optimal.
5.4 Mendampingi dan memberikan bantuan moril dan perhatian pada lansia yang
berada dalam fase terminal sehingga lansia dapat mengadapi kematian dengan
tenang dan bermartabat.
Fungsi pelayanan dapat dilaksanakan pada pusat pelayanan sosial lansia, pusat
informasi pelayanan sosial lansia, dan pusat pengembangan pelayanan sosial lansia dan
pusat pemberdayaan lansia.
55
6.2 Pendekatan Psikologis
Perawat mempunyai peranan penting untuk mengadakan pendekatan edukatif
pada klien lansia. Perawat dapat berperan sebagai pendukung terhadap segala
sesuatu yang asing, penampung rahasia pribadi dan sahabat yang akrab.
Perawat hendaknya memiliki kesabaran dan ketelitian dalam memberi
kesempatan dan waktu yang cukup banyak untuk menerima berbagai bentuk
keluhan agar lansia merasa puas. Perawat harus selalu memegang prinsip triple
S yaitu sabar, simpatik dan service. Bila ingin mengubah tingkah laku dan
pandangan mereka terhadap kesehatan, perawat bisa melakukannya secara
perlahan dan bertahap.
6.3 Pendekatan Sosial
Berdiskusi serta bertukar pikiran dan cerita merupakan salah satu upaya
perawat dalam melakukan pendekatan sosial. Memberi kesempatan untuk
berkumpul bersama dengan sesama klien lansia berarti menciptakan sosialisasi.
Pendekatan sosial ini merupakan pegangan bagi perawat bahwa lansia adalah
makhluk sosial yang membutuhkan orang lain. Dalam pelaksanaannya, perawat
dapat menciptakan hubungan sosial, baik antar lansia maupun lansia dengan
perawat. Perawat memberi kesempatan seluas-luasnya kepada lansia untuk
mengadakan komunikasi dan melakukan rekreasi. Lansia perlu dimotivasi
untuk membaca surat kabar dan majalah.
56
over protective dan belas-kasihan. Oleh karena itu semua petugas geriatrik
harus memahami peroses fisiologis dan patologik dari penderita lansia.
7.2 Non maleficence dan beneficence. Pelayanan pada lansia selalu didasarkan
pada keharusan untuk mengerjakan yang baik dan harus menghindari tindakan
yang menambah penderitaan (harm). Sebagai contoh, upaya pemberian posisi
baring yang tepat untuk menghindari rasa nyeri, pemberian analgesik (kalau
perlu dengan derivate morfina) yang cukup, pengucapan kata-kata hiburan
merupakan contoh berbagai hal yang mungkin mudah dan praktis untuk
dikerjakan.
7.3 Otonomi yaitu suatu prinsip bahwa seorang individu mempunyai hak untuk
menentukan nasibnya, dan mengemukakan keinginannya sendiri. Tentu saja
hak tersebut mempunyai batasan, akan tetapi di bidang geriatri hal tersebut
berdasar pada keadaan, apakah lansia dapat membuat keputusan secara mandiri
dan bebas. Dalam etika ketimuran, seringakali hal ini dibantu (atau menjadi
semakin rumit?) oleh pendapat keluarga dekat. Jadi secara hakiki, prinsip
otonomi berupaya untuk melindungi penderita yang fungsional masih kapabel
(sedangkan non-maleficence dan beneficence lebih bersifat melindungi
penderita yang inkapabel). Dalam berbagai hal aspek etik ini seolah-olah
memakai prinsip paternalisme, dimana seseorang menjadi wakil dari orang lain
untuk membuat suatu keputusan (misalnya seorang ayah membuat keputusan
bagi anaknya yang belum dewasa).
7.4 Keadilan: yaitu prinsip pelayanan pada lansia harus memberikan perlakuan
yang sama bagi semua. Kewajiban untuk memperlakukan seorang penderita
secara wajar dan tidak mengadakan pembedaan atas dasar karakteristik yang
tidak relevan.
7.5 Kesungguhan hati: Suatu prinsip untuk selalu memenuhi semua janji yang
diberikan pada seorang lansia.
57
PROSES MENUA
58
organik seperti karbohidrat dan protein. Radikal bebas ini dapat
menyebabkan sel-sel tidak dapat regenerasi.
1.1.7 Teori rantai silang
Sel-sel yang tua atau usang, reaksi kimianya menyebabkan ikatan yang
kuat, khususnya jaringan kolagen. Ikatan ini menyebabkan kurangnya
elastis, kekacauan dan hilangnya fungsi.
1.1.8 Teori program
Kemampuan organisme untuk menetapkan jumlah sel yang membelah
setelah sel-sel tersebut mati.
1.1.9 Teori kejiwaan social
[Link] Aktivitas atau kegiatan (activity theory).
Lansia mengalami penurunan jumlah kegiatan yang dapat
dilakukannya. Teori ini menyatakan bahwa lansia yang sukses
adalah mereka yang aktif dan ikut banyak dalam kegiatan sosial.
[Link] Ukuran optimum (pola hidup) dilanjutkan pada cara hidup dari
lansia.
Mempertahankan hubungan antara sistem sosial dan individu
agar tetap stabil dari usia pertengahan ke lanjut usia.
[Link] Kepribadian berlanjut (continuity theory).
Dasar kepribadian atau tingkah laku tidak berubah pada lansia.
Teori ini merupakan gabungan dari teori diatas. Pada teori ini
menyatakan bahwa perubahan yang terjadi pada seseorang yang
lansia sangat dipengaruhi oleh tipe personality yang dimiliki.
1.1.10 Teori pembebasan (disengagement theory)
Teori ini menyatakan bahwa dengan bertambahnya usia, seseorang
secara berangsur-angsur mulai melepaskan diri dari kehidupan
sosialnya. Keadaan ini mengakibatkan interaksi sosial lanjut usia
menurun, baik secara kualitas maupun kuantitas sehingga sering terjaadi
kehilangan ganda (triple loss), yakni :
[Link] Kehilangan peran
59
[Link] Hambatan kontak social
[Link] Berkurangnya kontak komitmen
60
menjadi rentan terhadap gesekan. Tulang: berkurangnya kepadatan
tulang setelah diamati adalah bagian dari penuaan fisiologi, sehingga
akan mengakibatkan osteoporosis dan lebih lanjut akan mengakibatkan
nyeri, deformitas dan fraktur. Otot: perubahan struktur otot pada
penuaan sangat bervariasi, penurunan jumlah dan ukuran serabut otot,
peningkatan jaringan penghubung dan jaringan lemak pada otot
mengakibatkan efek negatif. Sendi; pada lansia, jaringan ikat sekitar
sendi seperti tendon, ligament dan fasia mengalami penuaan elastisitas.
2.1.4 Sistem kardiovaskuler
Perubahan pada sistem kardiovaskuler pada lansia adalah massa jantung
bertambah, ventrikel kiri mengalami hipertropi sehingga peregangan
jantung berkurang, kondisi ini terjadi karena perubahan jaringan ikat.
Perubahan ini disebabkan oleh penumpukan lipofusin, klasifikasi SA
Node dan jaringan konduksi berubah menjadi jaringan ikat.
2.1.5 Sistem respirasi
Pada proses penuaan terjadi perubahan jaringan ikat paru, kapasitas total
paru tetap tetapi volume cadangan paru bertambah untuk
mengkompensasi kenaikan ruang paru, udara yang mengalir ke paru
berkurang. Perubahan pada otot, kartilago dan sendi torak
mengakibatkan gerakan pernapasan terganggu dan kemampuan
peregangan toraks berkurang.
2.1.6 Pencernaan dan Metabolisme
Perubahan yang terjadi pada sistem pencernaan, seperti penurunan
produksi sebagai kemunduran fungsi yang nyata karena kehilangan gigi,
indra pengecap menurun, rasa lapar menurun (kepekaan rasa lapar
menurun), liver (hati) makin
mengecil dan menurunnya tempat penyimpanan, dan berkurangnya
aliran darah.
2.1.7 Sistem perkemihan
61
Pada sistem perkemihan terjadi perubahan yang signifikan. Banyak
fungsi yang mengalami kemunduran, contohnya laju filtrasi, ekskresi,
dan reabsorpsi oleh ginjal.
2.1.8 Sistem saraf
Sistem susunan saraf mengalami perubahan anatomi dan atropi yang
progresif pada serabut saraf lansia. Lansia mengalami penurunan
koordinasi dan kemampuan dalam melakukan aktifitas sehari-hari.
2.1.9 Sistem reproduksi
Perubahan sistem reproduksi lansia ditandai dengan menciutnya ovary
dan uterus. Terjadi atropi payudara. Pada laki-laki testis masih dapat
memproduksi spermatozoa, meskipun adanya penurunan secara
berangsur-angsur.
2.2 Perubahan Kognitif
2.2.1 Memory (Daya ingat, Ingatan)
2.2.2 IQ (Intellegent Quotient)
2.2.3 Kemampuan Belajar (Learning)
2.2.4 Kemampuan Pemahaman (Comprehension)
2.2.5 Pemecahan Masalah (Problem Solving)
2.2.6 Pengambilan Keputusan (Decision Making)
2.2.7 Kebijaksanaan (Wisdom)
2.2.8 Kinerja (Performance)
2.2.9 Motivasi
2.3 Perubahan mental
Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan mental :
2.3.1 Pertama-tama perubahan fisik, khususnya organ perasa.
2.3.2 Kesehatan umum
2.3.3 Tingkat pendidikan
2.3.4 Keturunan (hereditas)
2.3.5 Lingkungan
2.3.6 Gangguan syaraf panca indera, timbul kebutaan dan ketulian.
62
2.3.7 Gangguan konsep diri akibat kehilangan kehilangan jabatan.
2.3.8 Rangkaian dari kehilangan , yaitu kehilangan hubungan dengan teman
dan famili.
2.3.9 Hilangnya kekuatan dan ketegapan fisik, perubahan terhadap gambaran
diri, perubahan konsep diri.
63
Dibagi dalam beberapa golongan: fobia, panik, gangguan cemas umum,
gangguan stress setelah trauma dan gangguan obsesif kompulsif,
gangguan. Gangguan tersebut merupakan kelanjutan dari dewasa muda
dan berhubungan dengan sekunder akibat penyakit medis, depresi, efek
samping obat, atau gejala penghentian mendadak dari suatu obat.
2.5.5 Parafrenia
Suatu bentuk skizofrenia pada lansia, ditandai dengan waham (curiga),
lansia sering merasa tetangganya mencuri barang-barangnya atau berniat
membunuhnya. Biasanya terjadi pada lansia yang terisolasi/diisolasi
atau menarik diri dari kegiatan sosial.
2.5.6 Sindroma Diogenes
Suatu kelainan dimana lansia menunjukkan penampilan perilaku sangat
mengganggu. Rumah atau kamar kotor dan bau karena lansia bermain-
main dengan feses dan urin nya, sering menumpuk barang dengan tidak
teratur. Walaupun telah dibersihkan, keadaan tersebut dapat terulang
kembali.
64
POSYANDU LANSIA
Posyandu lansia adalah wahana pelayanan yang dilakukan dari, oleh, dan untuk
lansia yang menitikberatkan pada pelayanan promotif dan preventif tanpa
mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif.
65
1.2 Sasaran tidak langsung
1.2.1 Keluarga dimana usia lanjut berada
1.2.2 Organisasi sosial yang bergerak dalam pembinaan usia lanjut
1.2.3 Masyarakat luas
66
3.10 Kunjungan rumah oleh kader disertai petugas kesehatan dalam rangka
kegiatan Keperawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas) untuk lansia
dengan resiko tinggi terhadap penyakit.
3.11 Pemberian PMT (pemberian makanan tambahan)
3.12 Kegiatan olah raga untuk lansia
67
5. Kader Lansia
Pelaksanaan Posyandu Lansia dibantu oleh kader kesehatan. Kader Lansiaadalah
seorang tenaga sukarela dari, oleh dan untuk masyarakat, yang bertugas membantu
kelancaran pelayanan kesehatan. Keberadaan kader sering dikaitkan dengan
pelayanan rutin di posyandu. Kader kesehatan dapat dibentuk sesuai dengan
keperluan untuk menggerakkan partisipasi masyarakat atau sasarannya dalam
program pelayanan kesehatan.
Tugas kader kesehatanlansia adalah sebagai berikut:
5.1 Tugas sebelum hari buka Posyandu (H - Posyandu) yaitu tugas – tugas
persiapan oleh kader agar kegiatan pada hari buka Posyandu berjalan dengan
baik.
5.1.1 Menyiapkan alat dan bahan: timbangan, tensimeter, stetoskop, KMS,
alat peraga, obat-obatan yang dibutuhkan, bahan/materi penyuluhan dan
lain-lain.
5.1.2 Mengundang dan menggerakkan masyarakat, yaitu memberitahu para
lansia untuk datang ke Posyandu, serta melakukan pendekatan tokoh
yang bisa membantu memotivasi masyarakat (lansia) untuk datang ke
Posyandu
5.1.3 Menghubungi kelompok kerja (Pokja) Posyandu yaitu menyampaikan
rencana kegiatan kepada kantor desa dan meminta memastikan apakah
petugas sector bisa hadir pada hari buka Posyandu.
5.1.4 Melaksanakan pembagian tugas: menentukan pembagian tugas diantara
kader Posyandu baik persiapan dan pelaksanaan.
5.1.5 Pelaporan Posyandu Lansia ke Puskesmas setiap bulan dan tahun dalam
Buku Pedoman Pemeliharaan Kesehatan (BPPK) Usia Lanjut atau
catatan kondisi kesehatan yang lazim digunakan di Puskesmas.
5.2 Tugas pada hari buka Posyandu (H Posyandu) yaitu berupa tugas-tugas untuk
melaksanakan pelayanan 5 meja.
68
5.2.1 Menyiapkan alat pemeriksaan kesehatan secara berkala: pendataan,
screening, pemeriksaan kesehatan, pengobatan sederhana, pemberian
suplemen vitamin, PMT
5.2.2 Menyiapkan sarana untuk olahraga
5.2.3 Menyiapkan sarana untuk kegiatan keterampilan bagi lansia: kesenian,
bina usaha
5.2.4 Menyiapkan sarana untuk bimbingan pendalaman agama
5.2.5 Pengelolaan dana sehat Melakukan pencatatan (pengisian KMS)
bersama petugas kesehatan.
69
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
PENGKAJIAN MASALAH KESEHATAN KRONIS
PRODI SI KEPERAWATAN FKIK UM BANJARMASIN
NAMA MAHASISWA :
NPM :
SEMESTER :
HARI & TANGGAL :
Pengertian:
Menurut Ekasari, Riasmini & Hartini (2019) pengkajian status fungsional adalah suatu bentuk
pengukuran kemampuan seseorang yang melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
Indikasi :
lansia, baik lansia yang tinggal dengan keluarga, di panti keluarga, dan komunitas.
Tujuan :
Mengoptimalkan kesehatan lansia secara umum serta memperbaiki/ mempertahankan kapasitas
fungsionalnya.
Sumber :
Ekasari, M. F., Riasmini, N. M. & Hartini, T. (2019). Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia Konsep
dan Berbagai Intervensi. Malang: Wineka Media.
Tamher, S. & Noorkasiani. (2011). Kesehatan Usia Lanjut dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan.
Jakarta: Salemba Medika
CRITICAL NILAI
NO TINDAKAN POINT 0 1 2 3
1 PRA INTERAKSI
1.1 Verifikasi Order
1.2 Siapkan lingkungan : jaga privasi
1.3 Persiapan pasien
2 PERSIAPAN ALAT
2.1 Pensil
2.2 Lembar pengkajian
2.3 handskrub
3 ORIENTASI
3.1 Beri salam (Assalamu'alaikum, memperkenalkan diri,
memanggil nama pas yang disukai, menanyakan umur,
alamat)
3.2 Kontrak waktu prosedur
3.3 Jelaskan tujuan prosedur
3.4 Memberi pasien / keluarga kesempatan untuk bertanya
3.5 Meminta persetujuan pasien / keluarga
3.6 Meyiapkan lingkungan dengan menjaga privacy pasien
3.7 Mendekatkan alat ke dekat tempat tidur pasien
4 TAHAP KERJA
70
CRITICAL NILAI
NO TINDAKAN
POINT 0 1 2 3
4.1 Baca basmallah
4.2 Mencuci tangan dengan 6 langkah
4.3 Menyiapkan lembar pengkajian
4.4 Mengisi indentitas pasien berdasarkan rekam medis ataupun
wawancara
4.5 Petunjuk: Ajukan pertanyaan-pertanyaan dalam urutan yang
tercantum . Menuliskan checlist pada kolom berdasarkan
jawaban pasien. Skor pada kolom pengkajian dengan Skor 3
(selalu), skor 2 (sering), skor 1 (jarang) dan skor 0 (tidak
pernah).
4.6 Arahkan klien untuk menjawab pertanyaan perawat keluhan
kesehatan yang dirasakan klien dalam waktu 3 bulan terakhir *
berkaitan dengan berbagai fungsi.
Tdk
Selalu Sering Jarang
No Fungsi-fungsi tubuh (3) (2) (1)
pernah
(0)
a Fungsi penglihatan
1. Penglihatan
kabur
2. Mata berair
3. Nyeri pada
mata
b Fungsi
Pendengaran
1. Pendengaran
berkurang
2. Telinga
berdenging
c Fungsi paru
(pernafasan)
1. Batuk lama
disertai
keringat
malam
2. Sesak nafas
3. Berdahak/
sputum
d Fungsi Jantung
1. Jantung
berdebar-
debar
2. Cepat lelah
3. Nyeri dada
e Fungsi pencernaan
1. Mual/muntah
2. Nyeri ulu hati
3. Makan dan
minum
banyak
(berlebihan)
71
CRITICAL NILAI
NO TINDAKAN
POINT 0 1 2 3
4. Perubahan
kebiasaan
BAB
(mencret atau
sembelit)
f Fungsi Pergerakan
1. Nyeri kaki
saat berjalan
2. Nyeri
pinggang atau
tulang
belakang
3. Nyeri
persendian/
bengkak
g Fungsi Persyarafan
1. Lumpuh/
kelemahan
2. Kehilangan
rasa
3. Gemeter/
tremor
4. Nyeri/ pegal
pada daerah
tengkuk
h Fungsi Saluran
Perkemihan
1. BAK banyak
2. Sering BAK
pada malam
hari
3. Tidak mampu
mengontrol
pengeluaran
air kemih
(ngompol)
JUMLAH
72
CRITICAL NILAI
NO TINDAKAN
POINT 0 1 2 3
5.5 Mengucapkan Hamdalah dan mendoakan kesembuhan pasien
dengan mengucapkan Syafakallah/syafakillah
6 DOKUMENTASI
6.1 Mencatat nama dan umur pasien
6.2 Mencatat kondisi pasien
6.3 Mencatat respon pasien
6.4 Mencatat hasil pemeriksaan pasien
7 SIKAP
7.1 Keterbukaan
7.2 Empati
7.3 Perilaku positif
7.4 Sikap mendukung
7.5 Kesetaraan
TOTAL NILAI
GLOBAL RATING * (Centang Salah 1)
FAIL
BORDELINE
PASS
EXCELLENT
NAMA PENGUJI :
TTD :
CATATAN PENGUJI :
73
PENGKAJIAN MASALAH KESEHATAN KRONIS
74
• Skor: ≤25: tidak ada masalah kesehatan kronis s.d masalah kesehatan kronis
ringan
• Skor: 26-50: Masalah kesehatan kronis sedang
• Skor: ≥ 51: Masalah kesehatan kronis berat
75
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
PENGKAJIAN STATUS PSIKOLOGIS (SKALA DEPRESI
GERIATRIK YESAVAGE SHORT VERSION)
PRODI SI KEPERAWATAN FKIK UM BANJARMASIN
NAMA MAHASISWA :
NPM :
SEMESTER :
HARI & TANGGAL :
Pengertian:
Menurut Sunaryo (2016) pengkajian status kognitif/ afektif merupakan pemeriksaan status mental
sehingga dapat memberikan gambaran perilaku dan kemampuan mental dan fungsi intelektual.
Pengkajian status mental ditekankan pada pengkajian tingkat kesadaran, perhatian, keterampilan
bahasa, ingatan interpretasi bahasa, keterampilan menghitung dan menulis, serta kemampuan
konstruksional. Skala GDS merupakan skala penilaian depresi pada lansia yang diciptakan oleh
Yasavege dan Blink (Sunarti, 2019).
Indikasi:
Pengkajian status mental bisa digunakan untuk klien yang berisiko delirium, gangguan emosi (Sunarti,
2019).
Tujuan:
Skala Depresi Geriatrik Yesavage atau biasa disebut Geriatric Depression Scale (GDS) merupakan
instrumen yang disususn secara khusus untuk memeriksa depresi. Instrumen ini terdiri atas 30 atau 15
pertanyaan dengan jawaban YA dan TIDAK. GDS ini telah diuji kesahihan dan keandalannya. Nomor
jawaban YA dicetak tebal dan beberapa nomor lain jawaban TIDAK dicetak tebal. Jawaban yang
dicetak tebal mempunyai nilai 1 apabila dipilih. Instrumen GDS dengan 30 item pertanyaan dikatakan
juga dengan GDS long version, sedangkan yang menggunakan 15 item pertanyaan biasa disebut GDS
short version. Skala depresi geriatric-15 (GDS-15) memiliki format yang sederhana dan telah
divalidasi pada berbagai populasi lansia termasuk Indonesia (Aritonang dkk, 2018 dalam Sunarti,
2019).
Sumber :
Kemenkes RI. (2017). Juknis Instrumen Pengkajian Paripurna Pasien Geriatri (P3G). Tersedia
dalam: [Link]
Sunaryo, dkk. (2016). Asuhan Keperawatan Gerontik. Yogyakrta: Andi Offset.
Sunarti, S, dkk. (2019). Prinsif Dasar Kesehatan Lanjut Usia (Geriatri). Malang: UB Press
CRITICAL NILAI
NO TINDAKAN
POINT 0 1 2 3
1 PRA INTERAKSI
1.1 Verifikasi Order
1.2 Siapkan lingkungan : jaga privasi
1.3 Persiapan pasien
2 PERSIAPAN ALAT
2.1 Pensil
2.2 Lembar pengkajian
2.3 handskrub
3 ORIENTASI
76
CRITICAL NILAI
NO TINDAKAN
POINT 0 1 2 3
3.1 Beri salam (Assalamu'alaikum, memperkenalkan diri,
memanggil nama pas yang disukai, menanyakan umur,
alamat)
3.2 Kontrak waktu prosedur
3.3 Jelaskan tujuan prosedur
3.4 Memberi pasien / keluarga kesempatan untuk bertanya
3.5 Meminta persetujuan pasien / keluarga
3.6 Meyiapkan lingkungan dengan menjaga privacy pasien
3.7 Mendekatkan alat ke dekat tempat tidur pasien
4 TAHAP KERJA
4.1 Baca basmallah
4.2 Mencuci tangan dengan 6 langkah
4.3 Menyiapkan lembar pengkajian
4.4 Mengisi indentitas pasien berdasarkan rekam medis ataupun
wawancara
4.5 Petunjuk: Ajukan pertanyaan-pertanyaan dalam urutan yang
tercantum. Menuliskan skor pada kolom pengkajian dengan
Skor 1 (pada YA/ TIDAK yang bercetak tebal), skor 0 (jika
pasien menjawab YA/ TIDAK yang tidak bercetak tebal).
4.6 Mengarahkan pasien untuk mengingat jawaban yang dialami
dalam 1-2 minggu terakhir dengan menjawab perasaan yang
*
paling tepat pada akhir-akhir ini.
77
CRITICAL NILAI
NO TINDAKAN
POINT 0 1 2 3
mempunyai banyak masalah
dengan daya ingat anda
dibandingkan kebanyakan
orang?
11 Apakah anda piker bahwa Ya Tidak
hidup anda sekarang ini
menyenangkan?
12 Apakah anda merasa tidak Ya Tidak
berharga seperti perasaan anda
saat ini?
13 Apakah anda merasa penuh Ya Tidak
semangat?
14 Apakah anda merasa bahwa Ya Tidak
keadaan anda tidak ada
harapan?
15 Apakah anda piker bahwa Ya Tidak
orang lain lebih baik
keadaannya dari anda?
JUMLAH ITEM YANG
TERGANGGU
6 DOKUMENTASI
6.1 Mencatat nama dan umur pasien
6.2 Mencatat kondisi pasien
6.3 Mencatat respon pasien
6.4 Mencatat hasil pemeriksaan pasien
7 SIKAP
7.1 Keterbukaan
7.2 Empati
7.3 Perilaku positif
7.4 Sikap mendukung
7.5 Kesetaraan
78
CRITICAL NILAI
NO TINDAKAN
POINT 0 1 2 3
TOTAL NILAI
NAMA PENGUJI :
TTD :
CATATAN PENGUJI :
79
PENGKAJIAN STATUS PSIKOLOGIS (SKALA DEPRESI GERIATRIK
YESAVAGE) SHORT VERSION
80
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
PENGKAJIAN STATUS PSIKOLOGIS (SKALA DEPRESI
GERIATRIK YESAVAGE LONG VERSION)
PRODI S1 KEPERAWATAN FKIK UM BANJARMASIN
NAMA MAHASISWA :
NPM :
SEMESTER :
HARI & TANGGAL :
Pengertian:
Menurut Sunaryo (2016) pengkajian status kognitif/ afektif merupakan pemeriksaan status mental
sehingga dapat memberikan gambaran perilaku dan kemampuan mental dan fungsi intelektual.
Pengkajian status mental ditekankan pada pengkajian tingkat kesadaran, perhatian, keterampilan
bahasa, ingatan interpretasi bahasa, keterampilan menghitung dan menulis, serta kemampuan
konstruksional.
Indikasi :
Pengkajian status mental bisa digunakan untuk klien yang berisiko delirium.
Tujuan :
Skala Depresi Geriatrik Yesavage atau biasa disebut Geriatric Depression Scale (GDS) merupakan
instrumen yang disususn secara khusus untuk memeriksa depresi. Instrumen ini terdiri atas 30 atau 15
pertanyaan dengan jawaban YA dan TIDAK. GDS ini telah diuji kesahihan dan keandalannya. Nomor
jawaban YA dicetak tebal dan beberapa nomor lain jawaban TIDAK dicetak tebal. Jawaban yang
dicetak tebal mempunyai nilai 1 apabila dipilih. Instrumen GDS dengan 30 item pertanyaan dikatakan
juga dengan GDS long version, sedangkan yang menggunakan 15 item pertanyaan biasa disebut GDS
short version.
Sumber :
Sunaryo, dkk. (2016). Asuhan Keperawatan Gerontik. Yogyakrta: Andi Offset.
CRITICAL NILAI
NO TINDAKAN POINT 0 1 2 3
1 PRA INTERAKSI
1.1 Verifikasi Order
1.2 Siapkan lingkungan : jaga privasi
1.3 Persiapan pasien
2 PERSIAPAN ALAT
2.4 Pensil
2.5 Lembar pengkajian
2.6 handskrub
3 ORIENTASI
3.1 Beri salam (Assalamu'alaikum, memperkenalkan diri,
memanggil nama pas yang disukai, menanyakan umur,
alamat)
3.2 Kontrak waktu prosedur
3.3 Jelaskan tujuan prosedur
3.4 Memberi pasien / keluarga kesempatan untuk bertanya
3.5 Meminta persetujuan pasien / keluarga
3.6 Meyiapkan lingkungan dengan menjaga privacy pasien
81
CRITICAL NILAI
NO TINDAKAN
POINT 0 1 2 3
3.7 Mendekatkan alat ke dekat tempat tidur pasien
4 TAHAP KERJA
4.1 Baca basmallah
4.2 Mencuci tangan dengan 6 langkah
4.3 Menyiapkan lembar pengkajian
4.1 Mengisi indentitas pasien berdasarkan rekam medis ataupun
wawancara
4.2 Petunjuk: Ajukan pertanyaan-pertanyaan dalam urutan yang
tercantum. Menuliskan skor pada kolom pengkajian dengan
Skor 1 (pada YA/ TIDAK yang bercetak tebal), skor 0 (jika *
pasien menjawab YA/ TIDAK yang tidak bercetak tebal).
4.3 Mengarahkan pasien untuk mengingat jawaban yang dialami
dalam satu minggu terakhir.
82
CRITICAL NILAI
NO TINDAKAN
POINT 0 1 2 3
17 Merasa kurang bahagia? Tidak
18 Sangat khawatir terhadap masa Tidak
lalu?
19 Merasakan bahwa hidup ini Ya
sangat menggairahkan?
20 Merasa berat untuk memulai Tidak
sesuatu hal yang baru?
21 Merasa dalam keadaan penuh Ya
semangat?
22 Berfikir dalam keadaan anda Tidak
tidak ada harapan?
23 Berfikir bahwa banyak orang Tidak
yang lebih baik dari pada
anda?
24 Seringkali menjadi kesal Tidak
dengan hal yang sepele?
25 Seringkali merasa ingin Tidak
menangis?
26 Merasa sulit untuk Tidak
berkonsentrasi?
27 Menikmati tidur? Ya
28 Memilih menghindar dari Tidak
perkumpulan social?
29 Mudah mengambil keputusan? Ya
30 Mempunyai fikiran yang Ya
jernih?
JUMLAH ITEM YANG
TERGANGGU
*
4.4 Menjumlahkan hasil pengkajian
4.5 Menyimpulkan hasil pemeriksaan GDS Long Version:
6-15 : Depresi ringan sampai sedang
16-30 : Depresi berat
0-5 : Normal
5.6 Merapikan pasien dan alat
5 TAHAP TERMINASI
5.1 Evaluasi respon pasien (Subjektif & Objektif)
5.2 Simpulkan kegiatan
5.3 Penkes singkat seperti hubungkan dengan motivasi secara
spiritual (pasien atau keluarga)
5.4 Kontrak waktu selanjutnya
5.5 Mengucapkan Hamdalah dan mendoakan kesembuhan pasien
dengan mengucapkan Syafakallah/syafakillah
6 DOKUMENTASI
6.1 Mencatat nama dan umur pasien
6.2 Mencatat kondisi pasien
6.3 Mencatat respon pasien
6.4 Mencatat hasil pemeriksaan pasien
83
CRITICAL NILAI
NO TINDAKAN
POINT 0 1 2 3
7 SIKAP
7.1 Keterbukaan
7.2 Empati
7.3 Perilaku positif
7.4 Sikap mendukung
7.5 Kesetaraan
TOTAL NILAI
NAMA PENGUJI :
TTD :
CATATAN PENGUJI :
84
PENGKAJIAN STATUS PSIKOLOGIS (SKALA DEPRESI GERIATRIK
YESAVAGE) LONG VERSION
85
Nilai : 6-15 : Depresi ringan sampai sedang
: 16-30 : Depresi berat
: 0-5 : Normal
86
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
PENGKAJIAN INVENTARIS DEPRESI BECK (IDB)
PRODI S1 KEPERAWATAN FKIK UM BANJARMASIN
NAMA MAHASISWA :
NPM :
SEMESTER :
HARI & TANGGAL :
Pengertian:
Menurut Sunaryo (2016) pengkajian status kognitif/ afektif merupakan pemeriksaan status mental
sehingga dapat memberikan gambaran perilaku dan kemampuan mental dan fungsi intelektual.
Pengkajian status mental ditekankan pada pengkajian tingkat kesadaran, perhatian, keterampilan
bahasa, ingatan interpretasi bahasa, keterampilan menghitung dan menulis, serta kemampuan
konstruksional.
Indikasi :
Pengkajian status mental bisa digunakan untuk klien yang berisiko delirium (Sunaryo dkk, 2016).
Tujuan :
Inventaris Deprsi Beck (IDB) merupakan alat ukur status afektif yang digunakan untuk membedakan
jenis depresi yang mempengaruhi suasana hati. Instrument ini berisikan 21 karakteristik: alam
perasaan, pesimisme, rasa kegagalan, kepuasan, rasa bersalah, rasa terhukum, kekecewaan terhadap
seseorang, kekerasan terhadap diri sendiri, keinginan untuk menghukum diri sendiri, keinginan untuk
menangis, mudah tersinggung, menarik diri sendiri, ketidakmampuan membuat keputusan, gambaran
tubuh, gangguan tidur, kelelahan, gangguan selera makan, kehilangan berat badan. Selain itu, juga
berisikan 13 hal tentang gejala dan sikap yang berhubungan dengan depresi (Sunaryo dkk, 2016) .
Sumber :
Sunaryo, dkk. (2016). Asuhan Keperawatan Gerontik. Yogyakrta: Andi Offset.
CRITICAL NILAI
NO TINDAKAN
POINT 0 1 2 3
1 PRA INTERAKSI
1.1 Verifikasi Order
1.2 Siapkan lingkungan : jaga privasi
1.3 Persiapan pasien
2 PERSIAPAN ALAT
2.1 Pensil
2.2 Lembar pengkajian
2.3 handskrub
3 ORIENTASI
3.1 Beri salam (Assalamu'alaikum, memperkenalkan diri,
memanggil nama pas yang disukai, menanyakan umur,
alamat)
3.2 Kontrak waktu prosedur
3.3 Jelaskan tujuan prosedur
3.4 Memberi pasien / keluarga kesempatan untuk bertanya
3.5 Meminta persetujuan pasien / keluarga
3.6 Meyiapkan lingkungan dengan menjaga privacy pasien
3.7 Mendekatkan alat ke dekat tempat tidur pasien
87
CRITICAL NILAI
NO TINDAKAN
POINT 0 1 2 3
4 TAHAP KERJA
4.4 Baca basmallah
4.5 Mencuci tangan dengan 6 langkah
4.6 Menyiapkan lembar pengkajian
4.6 Mengisi indentitas pasien berdasarkan rekam medis ataupun
wawancara
4.7 Petunjuk: Ajukan pertanyaan-pertanyaan dalam urutan yang
tercantum. Melingkari skor berdasarkan jawaban klien
Skor Uraian *
B. Kesedihan
3 Saya sangat sedih/tidak bahagia di mana saya tidak
dapat menghadapinya
2 Saya galau/sedih sepanjang waktu dan saya tidak
dapat keluar darinya
1 Saya merasa sedih atau galau
0 Saya tidak merasa sedih
C. Pesimisme
3 Saya merasa bahwa masa depan adalah sia-sia dan
sesuatu tidak dapat membaik
2 Saya merasa tidak mempunyai apa-apa untuk
memandang ke depan
1 Saya merasa berkecil hati mengenai masa depan
0 Saya tidak begitu pesimis atau kecil hati tentang masa
depan
C. Rasa Kegagalan
3 Saya merasa benar-benar gagal sebagai orang tua
(suami/istri)
2 Bila melihat kehidupan ke belakang, semua yang
dapat saya lihat hanya kegagalan
1 Saya merasa telah gagal melebihi orang pada
umumnya
0 Saya tidak merasa gagal
D. Ketidakpuasan
3 Saya tidak puas dengan segalanya
2 Saya tidak lagi mendapatkan kepuasan dari apapun
1 Saya tidak menyukai cara yang saya gunakan
0 Saya tidak merasa tidak puas
E. Rasa Bersalah
3 Saya merasa seolah-olah sangat buruk atau tak
berharga
2 Saya merasa sangat bersalah
1 Saya merasa buruk/tak berharga sebagai bagian dari
waktu yang baik
0 Saya tidak merasa benar-benar bersalah
F. Tidak Menyukai Diri Sendiri
3 Saya benci diri saya sendiri
2 Saya muak dengan diri saya sendiri
1 Saya tidak suka dengan diri saya sendiri
0 Saya tidak merasa kecewa dengan diri saya sendiri
88
CRITICAL NILAI
NO TINDAKAN
POINT 0 1 2 3
G. Membahayakan Diri Sendiri
3 Saya akan membunuh diri saya sendiri jika saya
mempunyai kesempatan
2 Saya mempunyai rencana pasti tentang tujuan bunuh
diri
1 Saya merasa lebih baik mati
0 Saya tidak mempunyai pikiran-pikiran mengenai
membahayakan diri sendiri
H. Menarik Diri dari Sosial
3 Saya telah kehilangan semua minat saya pada orang
lain dan tidak peduli pada mereka semua
2 Saya telah kehilangan semua minat aya pada orang
lain dan mempunyai sedikit perasaan pada mereka
1 Saya kurang berminat pada orang lain daripada
sebelumnya
0 Saya tidak kehilangan minat pada orang lain
I. Keragu-raguan
3 Saya tidak dapat membuat keputusan sama sekali
2 Saya mempunyai banyak kesulitan dalam membuat
keputusan
1 Saya berusaha membuat keputusan
0 Saya membuat keputuasn yang baik
J. Perubahan Gambaran Diri
3 Saya merasa bahwa saya jelek atau tampak
menjijikkan
2 Saya merasa bahwa ada perubahan-perubahan yang
permanen dalam penampilan saya dan ini membuat
saya tidak menarik
1 Saya khawatir bahwa saya tampak tua dan tak
menarik
0 Saya tidak merasa bahwa saya tampak lebih buruk
daripada sebelumnya
K. Kesulitan Kerja
3 Saya tidak melakukan pekerjaan sama sekali
2 Saya telah mendorong diri saya untuk melakukan
sesuatu
1 Saya memerlukan upaya tambahan utnuk mulai
melakukan sesuatu
0 Saya dapat bekerja kira-kira sebaik sebelumnya
L. Keletihan
3 Saya sangat lelah untuk melakukan sesuatu
2 Saya merasa lelah untuk melakukan sesuatu
1 Saya merasa lelah dari yang biasanya
0 Saya tidak merasa lelah lebih dari biasanya
M. Anoreksia
3 Saya tidak lagi mempunyai nafsu makan sama sekali
2 Nafsu makan saya sangat memburuk sekarang
1 Nafsu makan saya tidak sebaik sebelumnya
0 Nafsu makan saya tidak buruk dari yang sebelumnya
Total
89
CRITICAL NILAI
NO TINDAKAN
POINT 0 1 2 3
4.8 Menjumlahkan hasil pengkajian
4.9 Menyimpulkan hasil pemeriksaan IDB: *
0-4 : Tidak ada depresi atau minimal
5-7 : Depresi ringan
8-16 : Depresi sedang
>16: Depresi berat
5.7 Merapikan pasien dan alat
5 TAHAP TERMINASI
5.6 Evaluasi respon pasien (Subjektif & Objektif)
5.7 Simpulkan kegiatan
5.8 Penkes singkat seperti hubungkan dengan motivasi secara
spiritual (pasien atau keluarga)
5.9 Kontrak waktu selanjutnya
5.10 Mengucapkan Hamdalah dan mendoakan kesembuhan
pasien dengan mengucapkan Syafakallah/syafakillah
6 DOKUMENTASI
6.1 Mencatat nama dan umur pasien
6.2 Mencatat kondisi pasien
6.3 Mencatat respon pasien
6.4 Mencatat hasil pemeriksaan pasien
7 SIKAP
7.6 Keterbukaan
7.7 Empati
7.8 Perilaku positif
7.9 Sikap mendukung
7.10 Kesetaraan
TOTAL NILAI
NAMA PENGUJI :
TTD :
CATATAN PENGUJI :
90
PENGKAJIAN INVENTARIS DEPRESI BECK (IDB)
91
0 Saya tidak kehilangan minat pada orang lain
I. Keragu-raguan
3 Saya tidak dapat membuat keputusan sama sekali
2 Saya mempunyai banyak kesulitan dalam membuat keputusan
1 Saya berusaha membuat keputusan
0 Saya membuat keputuasn yang baik
J. Perubahan Gambaran Diri
3 Saya merasa bahwa saya jelek atau tampak menjijikkan
2 Saya merasa bahwa ada perubahan-perubahan yang permanen dalam penampilan
saya dan ini membuat saya tidak menarik
1 Saya khawatir bahwa saya tampak tua dan tak menarik
0 Saya tidak merasa bahwa saya tampak lebih buruk daripada sebelumnya
K. Kesulitan Kerja
3 Saya tidak melakukan pekerjaan sama sekali
2 Saya telah mendorong diri saya untuk melakukan sesuatu
1 Saya memerlukan upaya tambahan utnuk mulai melakukan sesuatu
0 Saya dapat bekerja kira-kira sebaik sebelumnya
L. Keletihan
3 Saya sangat lelah untuk melakukan sesuatu
2 Saya merasa lelah untuk melakukan sesuatu
1 Saya merasa lelah dari yang biasanya
0 Saya tidak merasa lelah lebih dari biasanya
M. Anoreksia
3 Saya tidak lagi mempunyai nafsu makan sama sekali
2 Nafsu makan saya sangat memburuk sekarang
1 Nafsu makan saya tidak sebaik sebelumnya
0 Nafsu makan saya tidak buruk dari yang sebelumnya
Total:
Analisa Hasil:
0-4 : Tidak ada depresi atau minimal
5-7 : Depresi ringan
8-16 : Depresi sedang
>16 : Depresi berat
92
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
PENGKAJIAN FUNGSI SENSOMOTORIK DENGAN
PEMERIKSAAN KOORDINASI EKUILIBRIUM
(SULLIVAN INDEX KATZ)
PRODI SI KEPERAWATAN FKIK UM BANJARMASIN
NAMA MAHASISWA :
NPM :
SEMESTER :
HARI & TANGGAL :
Pengertian:
Menurut Sunaryo (2015) pengkajian status sensomotorik adalah suatu bentuk pengukuran kemampuan
seseorang melakukan koordinasi dan keseimbangan. Pengkajian Funsgi sensomotorik dengan
pemeriksaan koordinasi ekuilibrium disebut juga pengkajian posisi dan keseimbangan (Sullivan Indeks
Katz).
Indikasi :
lansia yang mengalami penurunan status koordinasi dan keseimbangan, baik lansia yang tinggal
dengan keluarga, di panti keluarga, dan komunitas. Tes ini untuk menilai komponen statis dan dinamis
dari postur dan keseimbangan ketika tubuh dalam posisi berdiri, meliputi gerakan motorik kasar, dan
observasi tubuh saat statik dan dinamis (Pudjiastuti & Utomo, 2002).
Tujuan :
Pengkajian fungsi sensomotorik merupakan koordinasi dan keseimbangan, saat melakukan tes
koordinasi, selain faktor kemampuan melakukan gerakan faktor kecepatan untuk membentuk gerakan
juga harus dipertimbangkan. Gerakan harus halus dan akurat dengan arah gerakan, kecepatan,
keseimbangan, dan ketegangan otorharus tepat. Pengkajian status fungsional ini melakukan
pemeriksaan dengan instrumen tertentu untuk membuat penilaian secara objektif. Alat ini digunakan
untuk menentukan hasil tindakan dan prognosis pada lansia dan penyakit kronis (Pudjiastuti & Utomo,
2002; Sunaryo, 2015).
Sumber :
Sunaryo, dkk. (2015). Asuhan Keperawatan Gerontik. Yogyakrta: Andi Offset.
Pudjiastuti, S. S. & Utomo, B. (2002). Fisioterapi Pada Lansia. Jakarta: EGC.
CRITICAL NILAI
NO TINDAKAN
POINT 0 1 2 3
1 PRA INTERAKSI
1.1 Verifikasi Order
1.2 Siapkan lingkungan : jaga privasi
1.3 Persiapan pasien
2 PERSIAPAN ALAT
2.1 Pensil
2.2 Lembar pengkajian
2.3 handskrub
2.4 lantai dengan tanda
3 ORIENTASI
3.1 Beri salam (Assalamu'alaikum, memperkenalkan diri,
93
CRITICAL NILAI
NO TINDAKAN
POINT 0 1 2 3
memanggil nama pas yang disukai, menanyakan umur,
alamat)
3.2 Kontrak waktu prosedur
3.3 Jelaskan tujuan prosedur
3.4 Memberi pasien / keluarga kesempatan untuk bertanya
3.5 Meminta persetujuan pasien / keluarga
3.6 Meyiapkan lingkungan dengan menjaga privacy pasien
3.7 Mendekatkan alat ke dekat tempat tidur pasien
4 TAHAP KERJA
4.1 Baca basmallah
4.2 Mencuci tangan dengan 6 langkah
4.3 Menyiapkan lembar pengkajian
4.4 Mengisi indentitas pasien berdasarkan rekam medis ataupun
wawancara
4.5 Petunjuk: Ajukan pertanyaan-pertanyaan dalam urutan yang
tercantum. Menuliskan skor pada kolom pengkajian dengan *
Skor 4 (mampu melakukan aktivitas dengan lengkap), skor 3
(mampu melakukan aktivitas dengan bantuan, skor 2 (mampu
melakukan aktivitas dengan bantuan maksimal dan skor 1
(tidak mampu melakukan aktivitas).
4.6 Memberikan instruksi kepada klien
No Tes Koordinasi Skor
1. Berdiri dengan postur normal
2. Berdiri dengan postur normal menutup mata
94
CRITICAL NILAI
NO TINDAKAN
POINT 0 1 2 3
28 – 41 : mampu melakukan sedikit bantuan
14 – 27 : mampu melakukan bantuan maksimal
14 : tidak mampu melakukan
4.9 Merapikan pasien dan alat
5 TAHAP TERMINASI
5.1 Evaluasi respon pasien (Subjektif & Objektif)
5.2 Simpulkan kegiatan
5.3 Penkes singkat (pasien atau keluarga)
5.4 Kontrak waktu selanjutnya
5.5 Mengucapkan Hamdalah dan mendoakan kesembuhan pasien
dengan mengucapkan Syafakallah/syafakillah
6 DOKUMENTASI
6.1 Mencatat nama dan umur pasien
6.2 Mencatat kondisi pasien
6.3 Mencatat respon pasien
6.4 Mencatat hasil pemeriksaan pasien
7 SIKAP
7.1 Keterbukaan
7.2 Empati
7.3 Perilaku positif
7.4 Sikap mendukung
7.5 Kesetaraan
TOTAL NILAI
NAMA PENGUJI :
TTD :
CATATAN PENGUJI :
95
PENGKAJIAN FUNGSI SENSOMOTORIK DENGAN
PEMERIKSAAN KOORDINASI EKUILIBRIUM
96
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
PENGKAJIAN BARTHEL INDEX
PRODI SI KEPERAWATAN FKIK UM BANJARMASIN
NAMA MAHASISWA :
NPM :
SEMESTER :
HARI & TANGGAL :
Pengertian:
Menurut Ekasari, Riasmini & Hartini (2019) pengkajian status fungsional adalah suatu bentuk
pengukuran kemampuan seseorang yang melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri. Menurut
Sugiarto (2005, dalam Ekasari, dkk., 2019) Barthel index merupakan skala yang diambil dari catatan
medik penderita, pengamatan langsung atau dicatat sendiri oleh pasien dan dapat dikerjakan dalam
waktu kurang dari 10 menit.
Indikasi :
lansia yang mengalami penurunan status mental ataupun kognitifnya, baik lansia yang tinggal dengan
keluarga, di panti keluarga, dan komunitas. Menurut Mao, dkk dalam Ekasari, Riasmini & Hartini
(2018) menjelaskan bahwa Barthel Index dapat digunakan sebagai kriteria dalam menilai kemampuan
fungsional bagi lansia yang mengalami gangguan keseimbangan.
Tujuan :
Penentuan kemandirian fungsional dapat mengidentifikasi kemampuan dan keterbatasan klien
sehingga memudahkan pemilihan intervensi yang tepat. Pengukuran atau pengkajian ADL atau status
fungsional penting dilakukan untuk mengetahui tingkat ketergantungan atau besarnya bantuan yang
diperlukan dalam kehidupan sehari-hari lansia.
Sumber :
Muhith, A. & Siyoto, S. (2016). Pendidikan Keperawatan Gerontik. Yogyakarta: Andi Offset.
Ekasari, M. F., Riasmini, N. M. & Hartini, T. (2019). Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia Konsep
dan Berbagai Intervensi. Malang: Wineka Media.
CRITICAL NILAI
NO TINDAKAN
POINT 0 1 2 3
1 PRA INTERAKSI
1.1 Verifikasi Order
1.2 Siapkan lingkungan : jaga privasi
1.3 Persiapan pasien
2 PERSIAPAN ALAT
2.1 Pensil
2.2 Lembar pengkajian
2.3 handskrub
3 ORIENTASI
3.1 Beri salam (Assalamu'alaikum, memperkenalkan diri,
memanggil nama pas yang disukai, menanyakan umur,
alamat)
3.2 Kontrak waktu prosedur
3.3 Jelaskan tujuan prosedur
3.4 Memberi pasien / keluarga kesempatan untuk bertanya
97
CRITICAL NILAI
NO TINDAKAN
POINT 0 1 2 3
3.5 Meminta persetujuan pasien / keluarga
3.6 Meyiapkan lingkungan dengan menjaga privacy pasien
3.7 Mendekatkan alat ke dekat tempat tidur pasien
4 TAHAP KERJA
4.1 Baca basmallah
4.2 Mencuci tangan dengan 6 langkah
4.3 Menyiapkan alat tulis
4.4 Mengisi identitas pasien berdasarkan rekam medis ataupun
wawancara
4.5 Petunjuk: Ajukan pertanyaan-pertanyaan dalam urutan yang
tercantum. Skor satu poin untuk setiap yang benar respon *
dalam setiap pertanyaan atau kegiatan.
Aktivitas Evaluasi Skor
1. Makan • Bergantung total 0
• Butuh bantuan seperti 5
memotong makanan,
mengoleskan mentega atau
memerlukan bentuk diet khusu
• Mandiri (dapat melakukan 10
sendiri)
2. Mandi • Tidak bisa melakukan tanpa 0
bantuan orang lain
• Dapat melakukan sendiri 5
98
CRITICAL NILAI
NO TINDAKAN
POINT 0 1 2 3
7. Pergi ke dan • Tidak bisa ke toilet, terbaring di 0
dari kamar tempat tidur
kecil • Membutuhkan bantuan untuk 5
keseimbangan, memegang
pakaian, atau tissue toilet
• Dapat pergi dan ke toilet 10
8. Pindah • Hanya terbaring di tempat tidur, 0
tempat (dari tidak mungkin menggunakan
tempat tidur kursi roda
ke tempat • Dapat duduk, tapi butuh 5
duduk, atau bantuan maksimal untuk
sebaliknya) berpindah
• Butuh bantuan minimal (hanya 10
diarahkan secara verbal)
• Mandiri, termasuk mengunci
kursi roda dan menaikkan 15
tatakan kaki
9. Mobilitas • Duduk di kursi roda tetapi tidak 0
(berjalan dapat berjalan sendiri
pada • Hanya bisa bergerak dengan 5
permukaan kursi roda, lebih dari 50 yard
yang rata) • Berjalan dengan bantuan lebih 10
dari 50 yard
• Mandiri (meskipun 15
menggunakan alat bantu)
6 DOKUMENTASI
6.1 Mencatat nama dan umur pasien
6.2 Mencatat kondisi pasien
99
CRITICAL NILAI
NO TINDAKAN
POINT 0 1 2 3
6.3 Mencatat respon pasien
6.4 Mencatat hasil pemeriksaan pasien
7 SIKAP
7.1 Keterbukaan
7.2 Empati
7.3 Perilaku positif
7.4 Sikap mendukung
7.5 Kesetaraan
TOTAL NILAI
GLOBAL RATING * (Centang Salah 1)
FAIL
BORDELINE
PASS
EXCELLENT
NAMA PENGUJI :
TTD :
CATATAN PENGUJI :
100
PENGKAJIAN BARTHEL INDEX
101
No. Aktivitas Evaluasi Skor Nilai
7 Pergi ke dan dari • Tidak bisa ke toilet, terbaring di 0
kamar kecil tempat tidur
• Membutuhkan bantuan untuk 5
keseimbangan, memegang
pakaian, atau tissue toilet
• Dapat pergi dan ke toilet 10
102
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
PENGKAJIAN SHORT PORTABLE MENTAL STATUS
QUESTIONNAIRE (SPMSQ)
PRODI SI KEPERAWATAN FKIK UM BANJARMASIN
NAMA MAHASISWA :
NPM :
SEMESTER :
HARI & TANGGAL :
Pengertian:
Menurut Muhith & Siyoto (2016) pengkajian yang akurat pada lansia merupakan hal yang sangat
penting terutama pengkajian terhadap perubahan status kognitif. Penggunaan alat pengkajian yang
baku untuk mengevaluasi semua aspek kognitif salah satunya adalah Short Portable Mental Status
Questionnaire (SPMSQ). Menurut Padila (2013) alat ini memberikan skor numeric yang dapat
dipantau dari waktu ke waktu untuk membantu pengenalan dini perubahan yang samar. Namun, agar
dapat bermanfaat, alat tersebut harus digunakan dengan benar secara berkelanjutan.
Indikasi :
lansia yang mengalami penurunan status mental ataupun kognitifnya, baik lansia yang tinggal dengan
keluarga, di panti keluarga, dan komunitas (Muhith & Siyoto, 2016). Pengkajian digunakan untuk
mendeteksi adanya tingkat kerusakan intelektual (Sunaryo, 2015).
Tujuan :
Manfaat dari pengkajian Short Mental Status Questionnaire (SPMSQ) adalah untuk menilai fungsi
intelektual maupun mental dari lansia sehingga dapat diketahui ada atau tidaknya defisit otak organik
pada pasien lansia (Muhith & Siyoto, 2016).
Sumber :
Muhith, A. & Siyoto, S. (2016). Pendidikan Keperawatan Gerontik. Yogyakarta: Andi Offset.
Dewi, S. R. (2014). Buku Ajar Keperawatan Gerontik. Yogyakarta: Deepublish.
Sunaryo, dkk. (2015). Asuhan Keperawatan Gerontik. Yogyakrta: Andi Offset.
CRITICAL NILAI
NO TINDAKAN POINT 0 1 2 3
1 PRA INTERAKSI
1.1 Verifikasi Order
1.2 Siapkan lingkungan : jaga privasi
1.3 Persiapan pasien
2 PERSIAPAN ALAT
2.1 Handscrub
2.2 Pensil
2.3 Lembar pengkajian
3 ORIENTASI
3.1 Beri salam (Assalamu'alaikum, memperkenalkan diri,
memanggil nama pas yang disukai, menanyakan umur,
alamat)
3.2 Kontrak waktu prosedur
3.3 Jelaskan tujuan prosedur
3.4 Memberi pasien / keluarga kesempatan untuk bertanya
103
CRITICAL NILAI
NO TINDAKAN
POINT 0 1 2 3
3.5 Meminta persetujuan pasien / keluarga
3.6 Meyiapkan lingkungan dengan menjaga privacy pasien
3.7 Mendekatkan alat ke dekat tempat tidur pasien
4 TAHAP KERJA
4.1 Baca basmallah
4.2 Mencuci tangan dengan 6 langkah
4.3 Menyiapkan alat tulis
4.4 Mengisi indentitas pasien berdasarkan rekam medis ataupun
wawancara
104
CRITICAL NILAI
NO TINDAKAN
POINT 0 1 2 3
h. Pertanyaan 8 hanya membutuhkan nama belakang
presiden sebelumya.
i. Pertanyaan 9 dianggap benar jika subyek memberikan
nama pertama wanita ditambah nama belakang subyek.
j. Pertanyaan 10 dianggap benar jika serangkaian angka
tersebut disebutkan dengan benar. Kesalahan dalam
rangkaian tersebut atau ketidakmauan untuk berusaha
dianggap benar.
4.2 Menjumlahkan hasil pengkajian yang didapat
4.3 Menyimpulkan Analisis Jumlah Kesalahan Total SPMSQ dan
melingkari hasilnya:
• Kesalahan 0 – 3 Fungsi intelektual utuh
• Kesalahan 4 – 5 Kerusakan intelektual ringan
• Kesalahan 6 – 8 Kerusakan intelektual sedang
• Kesalahan 9 – 10 Kerusakan intelektual berat
4.4 Merapikan pasien dan alat *
5 TAHAP TERMINASI
5.1 Evaluasi respon pasien (Subjektif & Objektif)
5.2 Simpulkan kegiatan
5.3 Penkes singkat (pasien atau keluarga)
5.4 Kontrak waktu selanjutnya
5.5 Mengucapkan Hamdalah dan mendoakan kesembuhan
pasien dengan mengucapkan Syafakallah/syafakillah
6 DOKUMENTASI
6.1 Mencatat nama dan umur pasien
6.2 Mencatat kondisi pasien
6.3 Mencatat respon pasien
6.4 Mencatat hasil pemeriksaan pasien
7 SIKAP
7.1 Keterbukaan
7.2 Empati
7.3 Perilaku positif
7.4 Sikap mendukung
7.5 Kesetaraan
TOTAL NILAI
NAMA PENGUJI :
TTD :
CATATAN PENGUJI :
105
PENGKAJIAN SHORT PORTABLE MENTAL STATUS QUESTIONNAIRE
(SPMSQ)
106
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
PENGKAJIAN MINI MENTAL STATUS EXAMINATION (MMSE)
PRODI SI KEPERAWATAN FKIK UM BANJARMASIN
NAMA MAHASISWA :
NPM :
SEMESTER :
HARI & TANGGAL :
Pengertian:
Status mental lansia merupakan keadaan umum lansia yang menandakan lansia dalam keadaan sadar
penuh terhadap kondisi dan kesadaran lansia terkait dengan proses penuaan yang dialaminya. MMSE
merupakan sebuah pemeriksaan yang digunakan untuk mengetahui status mental pasien dan
menilai penurunan kognitif pada lansia seiring bertambahnya usia (Muhith & Siyoto, 2016).
Indikasi :
Menurut Muhith & Siyoto (2016) lansia yang mengalami penurunan status mental ataupun
kognitifnya, baik lansia yang tinggal dengan keluarga, di panti keluarga, dan komunitas. MMSE
menilai sejumlah domain kognitif, orientasi ruang dan waktu, memori jangka pendek dan memori
kerja, atensi dan kalkulasi, penamaan benda, pengulangan kalimat, pelaksanaan perintah, pemahaman
dan pelaksanaanperintah menulis, pemahaman dan pelaksanaan perintah verbal, perencanaan dan
praksis (Sunarti dkk, 2019).
Tujuan :
Menurut Muhith & Siyoto (2016) Mengidentifikasi status mental lansia, merumuskan permasalahan
mental yang dialami lansia dan mnentukan tindakan selanjutnya pada lansia.
Sumber :
Muhith, A. & Siyoto, S. (2016). Pendidikan Keperawatan Gerontik. Yogyakarta: Andi Offset.
Sunarti, S, dkk. (2019). Prinsif Dasar Kesehatan Lanjut Usia (Geriatri). Malang: UB Press.
CRITICAL NILAI
NO TINDAKAN POINT 0 1 2 3
1 PRA INTERAKSI
1.1 Verifikasi Order
1.2 Siapkan lingkungan : jaga privasi
1.3 Persiapan pasien
2 PERSIAPAN ALAT
2.1 Kertas kosong
2.2 Pensil
2.3 Arloji
2.4 Tulisan yang bisa dibaca
2.5 Gambar yang harus ditiru/disalin
2.6 Benda yang umum diketahui
2.7 Lembar pengkajian
3 ORIENTASI
3.1 Beri salam (Assalamu'alaikum, memperkenalkan diri,
memanggil nama pas yang disukai, menanyakan umur,
alamat)
107
CRITICAL NILAI
NO TINDAKAN
POINT 0 1 2 3
3.2 Kontrak waktu prosedur
3.3 Jelaskan tujuan prosedur
3.4 Memberi pasien / keluarga kesempatan untuk bertanya
3.5 Meminta persetujuan pasien / keluarga
3.6 Meyiapkan lingkungan dengan menjaga privacy pasien
3.7 Mendekatkan alat ke dekat tempat tidur pasien
4 TAHAP KERJA
4.1 Baca basmallah
4.2 Mencuci tangan dengan 6 langkah
4.3 Menyiapkan alat tulis
4.4 Petunjuk: Ajukan pertanyaan-pertanyaan dalam urutan yang *
tercantum. Skor satu poin untuk setiap yang benar respon
dalam setiap pertanyaan atau kegiatan.
4.5 Menanyakan kepada klien tentang:
Item Tes Nilai Nilai
maks
1. ORIENTASI
Sekarang tahun (1), musim (1), bulan
5 (…….)
(1), tanggal (1), dan hari (1) apa?
Kita berada di mana? sebutkan (1),
desa (1), kecamatan (1), kabupaten 5 (…….)
(1), kota propinsi (1), dan negara (1)
2. REGISTRASI
Pemeriksa menyebutkan 3 benda
yang berbeda kelompoknya selang 1
detik (apel, uang dan meja).
Kemudian mintalah lansia untuk
mengulang ke-3 nama tersebut.
Berikan 1 angka untuk setiap jawaban
yang benar. Bila masih salah,
3 (…….)
ulangilah penyebutan nama ke-3
benda tersebut sampai ia dapat
mengulanginya dengan benar.
Hitunglah jumlah percobaan dan
catatlah [apel (1), uang (1), neja, (1)].
(Jumlah
percobaan……………………)
3. ATENSI DAN KALKULASI
Hitunglah berturut-turut selang 7
mulai dari 100 ke bawah 1 angka
untuk setiap jawaban yang benar.
Berhenti setelah 5 hitungan. (93, 86,
5 (…….)
79, 72, 65) beri angka 1 bagi tiap
jawaban yang betul. Tes 4 ini dapat
diganti dengan tes mengeja
“KARTU” (UTRAK).
4. MENGINGAT KEMBALI
(RECALL)
Tanyakan kembali nama 3 buah
benda yang telah disebutkan di atas.
3 (…….)
Berikan 1 angka untuk setiap jawaban
yang benar.
5. BAHASA
108
CRITICAL NILAI
NO TINDAKAN
POINT 0 1 2 3
a. Apakah nama-nama benda ini?
(Perlihatkan pensil dan arloji?) (2
angka)
b. Ulangi kalimat berikut: “Jika
tidak dan atau tetapi” (1 angka)
c. Laksanakan 3 buah perintah ini
ini: “Peganglah selembar kertas 7 (…….)
dengan tangan kananmu, lipatlah
kertas itu pada pertengahan, dan
letakkan di lantai” (3 angka)
d. Bacalah dan laksanakan perintah
berikut: “PEJAMKAN MATA
ANDA” (angka 1)
Tes minimental (The mini mental
state exanibation).
e. Suruh penderita menulis satu
kalimat pilihannya sendiri
(kalimat harus mengandung
subyek dan obyek dan harus
mempunyai makna. Salah eja
tidak diperhitungkan bila
memberi skor).
f. Perbesarlah gambar di bawah ini 2
(…….)
sampai 1,5 cm tiap sisi dan suruh
pasien mengkopinya, berilah
angka 1 bila semua sisi
digambarnya dan potongan
antara segi lima tersebut
membentuk segi empat.
Jumlah 30 (……) *
109
CRITICAL NILAI
NO TINDAKAN
POINT 0 1 2 3
5.5 Mengucapkan Hamdalah dan mendoakan kesembuhan pasien
dengan mengucapkan Syafakallah/syafakillah
6 DOKUMENTASI
6.1 Mencatat nama dan umur pasien
6.2 Mencatat kondisi pasien
6.3 Mencatat respon pasien
6.4 Mencatat hasil pemeriksaan pasien
7 SIKAP
7.1 Keterbukaan
7.2 Empati
7.3 Perilaku positif
7.4 Sikap mendukung
7.5 Kesetaraan
TOTAL NILAI
NAMA PENGUJI :
TTD :
CATATAN PENGUJI :
110
PEMERIKSAAN MINI MENTAL STATUS EXAMINATION (MMSE)
Nama Responden : …………………………………….. (Lk/Pr)
Usia : ……………………………………..
Pendidikan : ……………………………………..
Riwayat Penyakit : Stroke ( ), DM ( ), Hipertensi ( ), Penyakit Jantung ( )
Penyakit Lain………………………
Pemeriksa :………………………………
Hari/ Tanggal :……………………
Item Tes Nilai maks Nilai
1. ORIENTASI
Sekarang tahun (1), musim (1), bulan (1), tanggal (1),
5 (………….)
dan hari (1) apa?
Kita berada di mana ? sebutkan (1), desa (1),
kecamatan (1), kabupaten (1), kota propinsi (1), dan 5 (………….)
negara (1)
2. REGISTRASI
Pemeriksa menyebutkan 3 benda yang berbeda
kelompoknya selang 1 detik (apel, uang dan meja).
Kemudian mintalah lansia untuk mengulang ke-3 nama
tersebut. Berikan 1 angka untuk setiap jawaban yang
benar. Bila masih salah, ulangilah penyebutan nama 3 (………….)
ke-3 benda tersebut sampai ia dapat mengulanginya
dengan benar. Hitunglah jumlah percobaan dan
catatlah [apel (1), uang (1), meja, (1)].
(Jumlah percobaan……………………)
3. ATENSI DAN KALKULASI
Hitunglah berturut-turut selang 7 mulai dari 100 ke
bawah 1 angka untuk setiap jawaban yang benar.
Berhenti setelah 5 hitungan. (93, 86, 79, 72, 65) beri 5 (………….)
angka 1 bagi tiap jawaban yang betul. Tes 4 ini dapat
diganti dengan tes mengeja “KARTU” (UTRAK).
4. MENGINGAT KEMBALI (RECALL)
Tanyakan kembali nama 3 buah benda yang telah
disebutkan di atas. Berikan 1 angka untuk setiap 3 (………….)
jawaban yang benar.
5. BAHASA
a. Apakah nama-nama benda ini? (Perlihatkan
pensil dan arloji?) (2 angka)
b. Ulangi kalimat berikut : “Jika tidak dan atau 7 (………….)
tetapi” (1 angka)
c. Laksanakan 3 buah perintah ini ini: “Peganglah
111
Item Tes Nilai maks Nilai
selembar kertas dengan tangan kananmu, lipatlah
kertas itu pada pertengahan, dan letakkan di
lantai” (3 angka)
d. Bacalah dan laksanakan perintah berikut:
“PEJAMKAN MATA ANDA” (angka 1)
Tes minimental (The mini mental state exanibation).
e. Suruh penderita menulis satu kalimat pilihannya
sendiri (kalimat harus mengandung subyek dan
obyek dan harus mempunyai makna. Salah eja
tidak diperhitungkan bila member skor).
f. Perbesarlah gambar di bawah ini sampai 1,5 cm 2 (………….)
tiap sisi dan suruh pasien mengkopinya, berilah
angka 1 bila semua sisi digambarnya dan
potongan antara segi lima tersebut membentuk
segi empat.
Jumlah 30 (…………)
Tandai tingkat kesadaran lansia pada garis absis di
bawah ini dengan huruf
Skor Nilai:
24 – 30 : Normal
17 – 23 : Probable gangguan kognitif
0 – 16 : Definite gangguan kognitif
112
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
PENGKAJIAN FUNGSI SOSIAL: APGAR KELUARGA
PRODI SI KEPERAWATAN FKIK UM BANJARMASIN
NAMA MAHASISWA :
NPM :
SEMESTER :
HARI & TANGGAL :
Pengertian:
Menurut Sunaryo dkk (2016) pengkajian aspek fungsi sosial yang dilakukan menggunakan alat
screening singkat dengan mengkaji fungsi sosial lanjut usia, yaitu APGAR Kekuarga (Adaptation,
Partnership, Growth, Affection, Resolve).
Indikasi :
Menurut Sunaryo dkk (2016) hubungan lansia dengan keluarga sebagai peran sentralnya dan informasi
tentang jaringan pendukung.
Tujuan :
Fungsi sosial lansia dapat diukur dengan pendekatan pada pengkajian tumbuh kembang keluarga
dengan lansia (Sitanggang dkk, 2021). Hal ini penting dilakukan karena perawatan jangka Panjang
membutuhkan dukungan fisik dan emosiaonal dari keluarga (Sunaryo dkk, 2016).
Sumber :
Sitanggang, Y. F. dkk. (2021). Keperawatan Gerontik. Medan: Yayasan Kita Menulis.
Sunaryo, dkk. (2016). Asuhan Keperawatan Gerontik. Yogyakarta: Andi.
CRITICAL NILAI
NO TINDAKAN
POINT 0 1 2 3
1 PRA INTERAKSI
1.4 Verifikasi Order
1.5 Siapkan lingkungan : jaga privasi
1.6 Persiapan pasien
2 PERSIAPAN ALAT
2.1 Alat tulis
2.2 Lembar pengkajian
2.3 handscrub
3 ORIENTASI
3.1 Beri salam (Assalamu'alaikum, memperkenalkan diri,
memanggil nama pas yang disukai, menanyakan umur,
alamat)
3.2 Kontrak waktu prosedur
3.3 Jelaskan tujuan prosedur
3.4 Memberi pasien / keluarga kesempatan untuk bertanya
3.5 Meminta persetujuan pasien / keluarga
3.6 Meyiapkan lingkungan dengan menjaga privacy pasien
3.7 Mendekatkan alat ke dekat tempat tidur pasien
4 TAHAP KERJA
113
CRITICAL NILAI
NO TINDAKAN
POINT 0 1 2 3
4.1 Baca basmallah
4.2 Mencuci tangan dengan 6 langkah
4.3 Menyiapkan alat tulis dan form pengkajian lansia
4.4 Petunjuk: Ajukan pertanyaan-pertanyaan dalam urutan yang *
tercantum. Berikan skor sesuai jawaban lansia, jika Skor 0
(tidak pernah), skor 1 (kadang-kadang), skor 2 (selalu).
Kemudian ceklist pada kolom yang tepat.
4.5 Menanyakan kepada klien tentang:
No Itm Penilaian 2 1 0
1. Saya puas bahwa saya dapat Kembali
pada keluarga (teman-teman) saya
untuk membantu pada waktu sesuatu
menyusahkan saya
2. Saya puas dengan cara keluarga
(teman-teman) saya membicarakan
sesuatu dengan saya dan
mengungkapkan masalah saya.
3. Saya puas bahwa keluarga (teman-
teman) saya menerima & mendukung
keinginan saya untuk melakukan
aktivitas atau arah baru
4. Saya puas dengan cara keluarga
(teman-teman) saya mengekspresikan
afek dan berespon terhadap emosi-
emosi saya seperti marah, sedih atau
mencintai.
5. Saya puas dengan cara keluarga
(teman-teman) saya dan menyediakan
waktu Bersama-sama
mengekspresikan afek dan berespons
Jumlah 10
6 DOKUMENTASI
6.1 Mencatat nama dan umur pasien
6.2 Mencatat kondisi pasien
6.3 Mencatat respon pasien
6.4 Mencatat hasil pemeriksaan pasien
114
CRITICAL NILAI
NO TINDAKAN
POINT 0 1 2 3
7 SIKAP
7.6 Keterbukaan
7.7 Empati
7.8 Perilaku positif
7.9 Sikap mendukung
7.10 Kesetaraan
TOTAL NILAI
NAMA PENGUJI :
TTD :
CATATAN PENGUJI :
115
PEMERIKSAAN APGAR KELUARGA
Skor Nilai:
0-3 : disfungsi keluarga tinggi
4-6 : disfungsi keluarga sedang
7-10 : disfungsi keluarga rendah
116
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
RENCANA TUGAS MAHASISWA
MATA
KEPERAWATAN GERONTIK
KULIAH
KODE SKP7237 SKS 4 SEMESTER VII
DOSEN
Alit Suwandewi,Ns.,[Link]
PENGAMPU
BENTUK TUGAS WAKTU PENGERJAAN TUGAS
Laporan makalah secara berkelompok 1 minggu
JUDUL TUGAS
Tugas 1 (Kasus Pemicu 1)
SUB CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH
Mahasiswa mampu mengemukakan menjawab dan menganalisis perubahan bio-psiko-sosial-spiritual-kultural yang lazim terjadi pada
proses menua secara tepat
DISKRIPSI TUGAS
Mahasiswa melakukan pembuatan makalah secara berkelompok dan melakukan diskusi tentang perubahan bio-psiko-sosial-spiritual-
kultural yang lazim terjadi pada proses menua sesuai dengan Kasus Pemicu 1
METODE PENGERJAAN TUGAS
1. Mendiskusikan kasus secara berkelompok perubahan bio-psiko-sosial-spiritual-kultural yang lazim terjadi pada proses menua
2. Membuat laporan makalah secara berkelompok sesuai dengan Kasus Pemicu 1
3. Melakukan presentasi secara berkelompok
BENTUK DAN FORMAT LUARAN
a. Objek garapan : Makalah dan Presentasi
b. Bentuk luaran:
1 Makalah dan Power Pont Presentation diketik dengan Ms Word dan MS PPT dengan sistimatika penulisan yang sesuai
dengan kaidah penulisan ilmiah dan file dikirimkan ke email Ibu Alit Suwandewi (Tugas-1-Ringkasan-Kelompok 1)
2 Bahan Presentasi PPT terdiri dari : teks, grafik atau gambar minimal 10 slide. Dikumpul dalam bentuk softcopy dengan
format ekstensi dengan sistimatika nama file : (Tugas2-Kelompok)
3 Masing-masing kelas dibagi menjadi 2 kelompok
4 Isi laporan diketik di kertas A4, times new roman 12, margin 4-4-3-3 dengan ketentuan berikut:
a)Cover
b)Daftar isi
c)BAB 1 Tinjauan Pustaka (perubahan bio-psiko-sosial-spiritual-kultural yang lazim terjadi pada proses menua )
d)BAB 2 Pembahasan (Temuan perubahan yang terjadi berdasarkan kasus pemicu, dianalisis berdasarkan EBNP pada tiap-
tiap perubahan)
e)BAB 3 Kesimpulan
f)Daftar Pustaka
Catatan: Daftar pustaka yang diperbolehkan hanya berasal dari buku (10 tahun terakhir) dan jurnal penelitian (3 tahun
INDIKATOR, terakhir).
KRITERIA, DAN BOBOT PENILAIAN
a. Ringkasan kajian literature (30%)
Ringkasan dengan sistematika dan format yang telah ditentukan, kemutakhiran literatur, ketajaman dan kejelasan meringkas,
konsistensi dan kerapian dalam sajian tulisan
b. Makalah (30%)
1. Ketepatan sistematika penyusunan makalah
2. Konsistensi dalam penggunaan istilah
3. Kerapian sajian makalah
4. Kelengkapan penggunaan fitur yang ada dalam [Link] dalam penulisan dan sajian makalah
c. Penyusunan Slide (20%)
Jelas dan konsisten, sederhana dan inovatif menggunakan font yang mudah dibaca, jika diperlukan didukung dengan gambar dan
video yang relevan
d. Presentasi (20%)
Bahasa komunikatif, penguasaan materi, penguasaan audiensi, pengendalian waktu (15 menit presentasi + 5 menit diskusi),
kejelasan dan ketajaman paparan, penguasaan media presentasi
JADWAL PELAKSANAAN
1. Menyusun laporan makalah dan presentasi Minggu 3
LAIN-LAIN
Bobot penilaian tugas ini adalah 25% dari 100% penilaian MK ini.
DAFTAR RUJUKAN
1. Sunarti, S, dkk. (2019). Prinsif Dasar Kesehatan Lanjut Usia (Geriatri). Malang: UB Press.
2. Sunaryo, dkk. (2016). Asuhan Keperawatan Gerontik. Yogyakarta: CV Andi Offset.
3. Tamher, S. & Noorkasiani. (2009). Kesehatan Usia Lanjut dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
117
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
RENCANA TUGAS MAHASISWA
DISKRIPSI TUGAS
Mahasiswa menganalisis penerapan program nasional Kesehatan lansia: posyandu lansia di Lapangan di masa Pandemi Covid-
19
METODE PENGERJAAN TUGAS
1. Menentukan Puskesmas yang digunakan untuk menganalisis posyandu lansia
2. Menganalisis posyandu lansia
3. Menyusun makalah berdasarkan sumber yang dianalisis mengenai evidance based theory/evidance based practice
4. Menyusun bahan & slide presentasi makalah
5. Presentasi makalah secara kelompok
118
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
RENCANA TUGAS MAHASISWA
JADWAL PELAKSANAAN
1. Membuat video Minggu 11
LAIN-LAIN
Bobot penilaian tugas ini adalah 25% dari 100% penilaian MK ini.
DAFTAR RUJUKAN
1 Artinawati, S. (2014). Asuhan Keperawatan Gerontik. Bogor. In Media.
2 Aspiani, R. Y. (2014). Buku Ajar Asuhan Keperawatan Gerontik Aplikasi NANDA, NIC, dan NOC Jilid 1. Jakarta: TIM.
3 Azizah, L. M. (2011). Keperawatan Lanjut Usia. Surabaya: Graha Ilmu Keperawatan Gerontik. Jakarta: Kementrian Kesehatan
Republik Indonesia.
119
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
RENCANA TUGAS MAHASISWA
MATA
KEPERAWATAN GERONTIK
KULIAH
KODE SKP7237 SKS 4 SEMESTER VII
120
SOAL BLOK 1
MULTIPLE CHOICE
1. Saat perawat puskesmas melakukan kunjungan kerumah seorang kakek berusia 72
tahun yang hidup hanya dengan cucu nya yang berusia 20 tahun. Saat dilakukan
nya pengkajian didapatkan data secara subjektif dari cucu nya mengatakan sering
cemas dengan keadaan kakeknya yang hanya tinggal sendiri saat ditinggal
berkerja, karena kakeknya sudah kurang mampu berdiri dengan baik dan
pandangan nya sudah mengabur sejak beberapa bulan yang lalu dan menghambat
aktifitas sehari-hari. Apakah diagnosa yang tepat untuk kasus diatas?
A. Gangguan Rasa nyaman
B. Resiko Jatuh
C. Hambatan mobilitas fisik .
D. Intoleransi Aktifitas.
E. Kurang Pengetahuan.
JAWABAN: B
2. Seorang perempuan berusia 65 tahun dirawat diruang alamanda sejak 2 hari yang
lalu dengan keluhan tidak nafsu makan, nyeri diulu hati, minum sedikit, saat
pengkajian pasien tampak pucat dan lemas, mengatakan tidak nafsu makan, turgor
kulit menurun, dan mukosa mulut tampak kering. Pasien terpasang Dextrose 5%,
20tetes/m. Pasien mengatakan tidak nafsu makan karna sesekali merasakan perut
nya mual dan ingin muntah. Tindakan apakah yang tepat untuk mengatasi keluhan
pasien diatas?
A. Asupan gizi dan makanan yang memadai.
B. Anjurkan makan sedikit namun sering.
C. Berikan makanan yang menarik untuk pasien.
D. Berikan obat penambah nafsu makan.
E. Berikan pendampingan saat makan.
JAWABAN: B
121
C. Resiko penurunan fungsi kardiovaskular
D. Pola nafas tidak efektif
E. Gangguan pola nafas
JAWABAN: D
122