0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan6 halaman

Pengenalan JavaScript dan console.log

Ringkasan dokumen tersebut adalah: JavaScript adalah bahasa pemrograman yang awalnya dikembangkan untuk membuat website menjadi lebih interaktif dan saat ini menjadi salah satu bahasa pemrograman paling populer untuk mengembangkan aplikasi berbasis web.

Diunggah oleh

yunita annastasa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan6 halaman

Pengenalan JavaScript dan console.log

Ringkasan dokumen tersebut adalah: JavaScript adalah bahasa pemrograman yang awalnya dikembangkan untuk membuat website menjadi lebih interaktif dan saat ini menjadi salah satu bahasa pemrograman paling populer untuk mengembangkan aplikasi berbasis web.

Diunggah oleh

yunita annastasa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Apa itu JavaScript

JavaScript adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang pada


awalnya dikembangkan untuk membuat website menjadi lebih “hidup”.
Bersama dengan HTML dan CSS, JavaScript menjadi bahasa
pemrograman paling populer untuk mengembangkan aplikasi berbasis
web. Bahasa ini mampu memberikan logic ke dalam website, sehingga
website tersebut memiliki fungsionalitas tambahan dan lebih
interaktif.

Awalnya JavaScript dibuat supaya dapat berjalan di lingkungan


browser dan membuat website menjadi lebih interaktif. Namun, saat
ini Anda sebagai developer dapat menggunakan bahasa pemrograman
JavaScript di berbagai lingkungan pengembangan. Sehingga, tidak
hanya sebatas browser/client, namun JavaScript juga bisa berjalan di
server menggunakan [Link].

JavaScript termasuk ke dalam kategori scripting language. Apa


maksudnya? Salah satu ciri-ciri utama dari bahasa scripting adalah
kode tidak perlu dikompilasi agar bisa dijalankan. Scripting language
menggunakan interpreter untuk menerjemahkan kode atau perintah
yang kita tulis supaya dimengerti oleh mesin.

Itulah kenapa bahasa scripting tidak membutuhkan banyak kode yang


perlu ditulis agar sebuah program bisa dijalankan. Hanya dengan satu
baris kode berikut Anda sudah bisa membuat program yang
menampilkan teks “Hello, World!” ke layar.

1. [Link](“Hello, World!”);

Sederhana, bukan? Itulah salah satu ciri utama JavaScript sebagai


scripting language. Tentu tidak lengkap rasanya ketika kita sudah
mengetahui apa itu JavaScript, tetapi tidak tahu sejarah di baliknya.
Sejarah singkat dari JavaScript dapat Anda simak di materi berikutnya.
Sejarah JavaScript
JavaScript dibuat pada tahun 1995 oleh Brendan Eich, programmer dari
Netscape. Bahasa ini awalnya dinamai “Mocha” kemudian berubah
menjadi “LiveScript”. Pada saat itu bahasa Java merupakan bahasa
pemrograman yang paling populer. Untuk memanfaatkan
kepopulerannya, nama LiveScript pun diubah menjadi “JavaScript”. Jadi,
meskipun namanya mirip, JavaScript tidak ada hubungannya dengan
bahasa pemrograman Java.

Setelah diadopsi di luar Netscape, JavaScript distandarisasi oleh


European Computer Manufacturers Association (ECMA). Sejak saat itu
JavaScript juga dikenal dengan ECMAScript. Meskipun begitu, masih
banyak yang menyebutnya dengan JavaScript hingga saat ini.

Terdapat beberapa versi JavaScript yang sudah distandarisasi oleh


ECMAScript. Pada tahun 2000 hingga 2010, ECMAScript 3 merupakan
versi yang banyak digunakan ketika JavaScript sedang mendominasi.
Selama waktu tersebut, ECMAScript 4 sedang dalam proses
pengembangan dengan harapan akan memberikan improvisasi yang
cukup signifikan. Namun, ambisi tersebut tidak berjalan mulus
sehingga pada tahun 2008 pengembangan ECMAScript dihentikan.

Walaupun begitu, ini bukan akhir dari JavaScript. Pengembangan


berganti menjadi ECMAScript 5 dengan mengurangi ambisinya dan
hanya melakukan perbaikan pada hal yang tidak jadi kontroversi.
Pembaruan tersebut berhasil dan akhirnya ECMAScript 5 rilis pada
tahun 2009.

Lalu, pada tahun 2015 ECMAScript 6 rilis dengan membawa perubahan


yang cukup besar termasuk ide-ide yang sudah direncanakan untuk
versi 4. Sejak saat itu, tiap tahun JavaScript melakukan update bersifat
minor.
Kenapa JavaScript
Jadi, kenapa kita perlu mempelajari JavaScript?

Alasan utamanya karena JavaScript merupakan bahasa yang penting


untuk Anda kuasai jika ingin menjadi web developer, baik itu front-
end maupun back-end.

Berikut ini adalah beberapa kelebihan dari JavaScript yang dapat Anda
pertimbangkan sebelum mulai mempelajari JavaScript:

 JavaScript bahasa yang versatile


JavaScript bisa berjalan di lingkungan browser, server, bahkan
desktop. Artinya, jika Anda bisa menguasai bahasa ini, maka skill
Anda bisa digunakan di mana pun.

 Mudah dipelajari oleh pemula


JavaScript termasuk salah satu bahasa pemrograman yang
ramah bagi pemula. Anda tidak perlu menginstal software dan
lingkungan pengembangan lain yang rumit untuk memulai
membuat program dengan JavaScript. Cukup dengan browser
Anda sudah bisa menulis kode JavaScript dan menjalankannya
sekaligus.

Selain itu, sebagai salah satu bahasa pemrograman paling


populer, JavaScript memiliki komunitas yang besar pada situs
seperti StackOverflow yang siap membantu Anda jika memiliki
pertanyaan atau kesulitan dalam JavaScript.

 Potensi karir yang meyakinkan


Mengikuti perkembangan teknologi dan banyaknya bisnis yang
mulai merambah ke ranah digital, JavaScript menjadi salah
satu skill yang paling banyak dicari di industri. Jika Anda mencari
kata kunci “JavaScript” pada laman pencarian kerja seperti
JobStreet, akan muncul hampir 1.500 lowongan pekerjaan di
Indonesia yang bisa Anda lamar.

Bukan hanya ramai peminat, pekerjaan yang berkaitan dengan


JavaScript juga dihargai cukup tinggi. Menurut data yang diambil
dari situs [Link] rata-rata gaji seorang Front End
Developer adalah Rp 7.300.000 per bulan [1] dan untuk Back End
Developer adalah Rp 9.200.000 per bulan [2].

Bagaimana menurut Anda? Apakah setelah mengetahui beberapa


kelebihan dari JavaScript membuat Anda semakin semangat untuk
mulai mempelajarinya? Tunggu apalagi, yuk kita mulai belajar
JavaScript!

[Link]
Menulis Kode JavaScript Pertama
Menulis kode dalam suatu bahasa pemrograman sederhananya
adalah menuliskan instruksi-instruksi untuk dijalankan oleh komputer.
Kode di bawah ini merupakan instruksi bagi terminal atau konsol
untuk mencatat (log) kalimat “Hello, World!”.

1. [Link](“Hello World!”);

[Link] adalah kode bawaan JavaScript untuk menampilkan pesan


ke konsol, bisa berupa web konsol atau konsol dari terminal/command
prompt.

Kode atau teks yang berada di dalam tanda kurung adalah pesan yang
ingin ditampilkan. Pada contoh kode di atas, kita menggunakan tanda
kutip (“”) untuk menandakan bahwa pesan yang ingin ditampilkan
merupakan sebuah string atau teks. Kita akan membahas mengenai
tipe data pada beberapa modul ke depan. Saat ini kita akan fokus
untuk menampilkan teks terlebih dulu. Sekarang cobalah untuk
menampilkan nama Anda sendiri ke konsol.

 [Link]

[Link]("Hello World!");

// Tampilkan nama Anda ke layar pada kode di bawah:

[Link]("Hello World!");

2
3

// Tampilkan nama Anda ke layar pada kode di bawah:

Input Reset
Jalankan
JavaScript membagi instruksi secara umum menjadi dua jenis,
yaitu expression dan statement.

Expression adalah unit kode yang dapat dievaluasi menjadi suatu nilai.
Untuk lebih mudahnya, perhatikan contoh kode berikut:

1. 5; // Baris kode ini merupakan expression karena interpreter akan

membaca kode ini dan menghasilkan nilai 5.

2. 2 + 3; // Baris kode ini juga merupakan expression. Interpreter

mengevaluasi kode dan juga akan menghasilkan nilai 5.

Sementara itu, statement adalah instruksi untuk melakukan sebuah


aksi tertentu. Aksi ini bisa termasuk membuat variabel, melakukan
perulangan, pengecekan kondisi, dll.

1. var yourName;

2. let yourAge;

3. const numberOfDays;  // declaration statement

Jika Anda masih bingung untuk membedakan expression dan


statement, tidak perlu khawatir. Saat ini belum banyak kode yang bisa
kita jadikan contoh. Namun, konsep ini akan banyak kita gunakan pada
materi-materi yang akan datang. Yang perlu Anda ingat adalah:

 Expression merupakan kode yang menghasilkan nilai.


 Statement menunjukkan aksi yang dilakukan.

Anda mungkin juga menyukai