0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
246 tayangan17 halaman

Analisis Keseimbangan Lintasan Produksi

Studi kasus membahas proses perakitan gerbong kereta dengan permintaan 500 unit per hari dan waktu produksi 420 menit. Langkah-langkahnya adalah menentukan diagram precedence, waktu siklus 50,4 detik, dan kebutuhan stasiun kerja teoritis 4. Metode pembagian tugas ke stasiun kerja mencakup Largest Candidate Rule dan Helgeson Birnie. Studi kasus kedua membahas proses produksi ACOS dengan permintaan 48 unit per hari dan waktu produksi

Diunggah oleh

Muh Refli B
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
246 tayangan17 halaman

Analisis Keseimbangan Lintasan Produksi

Studi kasus membahas proses perakitan gerbong kereta dengan permintaan 500 unit per hari dan waktu produksi 420 menit. Langkah-langkahnya adalah menentukan diagram precedence, waktu siklus 50,4 detik, dan kebutuhan stasiun kerja teoritis 4. Metode pembagian tugas ke stasiun kerja mencakup Largest Candidate Rule dan Helgeson Birnie. Studi kasus kedua membahas proses produksi ACOS dengan permintaan 48 unit per hari dan waktu produksi

Diunggah oleh

Muh Refli B
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Line Balancing (Lanjutan)

Pembahasan Studi Kasus

OLEH: Dr. Ir. Lamatinulu, ST, MT, IPM, Asean Eng.


Contoh Studi Kasus
Suatu model Gerbong kereta diharapkan dirakit
berdasarkan kebutuhan permintaan sejumlah 500
unit perhari. Waktu produksi yang tersedia perhari
adalah 420 menit. Adapun langkah-langkah perakitan
untuk memproduksi model Gerbong dapat dilihat
pada tabel 2.1. Berdasarkan permasalahan tersebut
ditugaskan untuk membuat keseimbangan lintasan
dengan mempertimbangkan penentuan jumlah
stasiun kerja yang ditetapkan berdasarkan faktor
pembatas.
Tabel:Elemen kerja (task) proses pembuatan Gerbong
Task Task Time (Second) Task That Must Precedence
A 45 -
B 11 A
C 9 B
D 50 -
E 15 D
F 12 C
G 12 C
H 12 E
I 12 E
J 8 F,G,H,I
K 9 -
Total 195
Solusi:
1. Membuat Diagram Precedence

2. Menentukan Waktu Siklus


Production time per day 60 detik x 420 menit
CT = CT = = 50,4
Out put per day 500 unit Gerbong
3. Tentukan kebutuhan stasiun kerja teoritis (jumlah stasiun kerja aktual
kemungkinan lebih besar).

Jumlah total waktu dari setiap elemen pekerjaan


N’ =
Waktu Siklus (CT)

195 detik
= = 3,84 = 4 (rounded up)
50,4 detik

Setelah langkah-langkah tersebut dilakukan maka kita bisa menetapkan


metode yang digunakan dalam menentukan pembagian elemen kerja
(Task) ke dalam Stasiun Kerja (Work Station) untuk mendapatkan
Keseimbangan lintasan produksi

 Metode Largest Candidat Rule


 Helgeson Birnie/Ranked Positional Weight (RPW)
 Killbridge and Wester Heuristic (Region Approach)
METODE LARGEST CANDIDAT RULE
Tabel: Urutan Rangking Waktu Taks (Elemen Kerja)
Work Elemen Duration Taks Prcedence
D 50 -
A 45 -
E 15 D
F 12 C
G 12 C
H 12 E
I 12 E
B 11 A
K 9 J
J 8 F,G,H,I, J
Tabel: Pengalokasian Elemen Kerja Ke Dalam Stasiun Kerja

Stasiun Elemen Waktu Waktu Stsiun Idle


Kerja Kerja Elemen Kerja Kerja Time
(Detik) (Detik) (Detik)
1 D 50 50 0,4
2 A 45 45 5,4
3 E 15
H 12
I 12
B 11 50 0,4
4 F 12
G 12
K 9
J 8 41 9,4
 Menghitung Kapasitas Produksi

Waktu produksi per hari


Kapasitas Produksi =
Waktu Siklus ( CT )

420 x 60 deik
Kapasitas Produksi = = 500 unit
50,4 detik/unit

 Produktivitas Pekerja (Asumsi 15 tenaga kerja)

Kapasitas produksi
Produktivitas Pekerja =
Waktu Produksi ( jam ) x JTK

500 unit
Produktivitas Pekerja =
Waktu Produksi ( jam ) x JTK
PENERAPAN METODE HELGESON BIRNIE

Urutan langkah-langkah pada metode Ranked Positional Weight


adalah sebagai berikut:
 Lakukan penghitungan bobot posisi untuk setiaptask. Bobot posisi
setiap task dihitung dari bobotsuatu task ditambah dengan bobot
task-task setelahnya.
 Lakukan pengurutan task-task berdasarkan bobot posisi, yaitu dari
bobot posisi besar ke bobot posisi kecil.
 Tempatkan task dengan bobot terbesar ke sebuah stasiun kerja
sepanjang tidak melanggar precedence constraint dan waktu
stasiun kerja tidak melebihi waktu siklus.
 Lakukan langkah 3 hingga semua task telah ditempatkan kepada
suatu stasiun kerja.
Contoh Kasus 2:
Sebuah perusahaan Industri manufaktur “PT. Uswathun
Khasanah” dalam melakukan proses produksi akan melakukan
beberapa rangkaian kegiatan seperti diperlihatkan pada tabel
berikut ini:
Aktivitas (Task) Waktu Aktivitas Kegiatan Yang
(detik) Mendahului
A 5 -
B 2 A
C 5 A
D 7 A
E 1 A
F 2 B
G 3 C,D,E
H 6 F
I 5 G
J 5 H
K 6 I,J
Aktivitas tersebut di atas dilakukan untuk memproduksi
produk merk “ACOS”. Kebutuhan produk setiap hari
berdasarkan permintaan dari konsumen sebanyak 48
unit. Waktu produksi yang tersedia setiap hari 480 menit.
Untuk mendukung kelancaran proses produksi
perusahaan menggunakan 10 orang tenaga kerja.
Berdasarkan data –data yang tersedia pihak perusahaan
akan melakukan analisis untuk mendapatkan :
 Keseimbangan lintasan perakitan
 Efesiensi lintasan perakitan
 Kapasitas produksi
 Produktivitas tenaga kerja
Solusi :
 Menggambar
A. Menggambar jaringan precedence
jaringan precedence

B F H J

C
A K
D G I

B. Menentukan Positional Weight


Menentukan Positional Weight
Tabel 2.3 : Bobot Posisi (Positional Weight)
Task Bobot Posisi (Positional Weight)
A 6 + 2 + 2 + 6 + 5 + 6 + 5 + 7 + 1 + 3 + 5 = 48
B 2 + 2 + 6 + 5 + 6 = 21
C 5 + 3 + 5 + 6 = 19
D 7 + 3 + 5 + 6 = 21
E 1 + 6 + 5 + 6 = 15
F 2+ 6 + 5 + 6 = 19
G 3 + 5 + 6 = 14
H 6 + 5 + 6 = 17
I 5 + 6 = 11
J 5 + 6 = 11
K 6= 6
Mengurutkan berdasarkan Bobot Posisi dari terbesar hingga terkecil
Tabel 2.4 : Rangking bobot posisi
Ranking Operasional / Task Bobot Posisi (Positional Weight)
1 A 48
2 B 21
3 D 21
4 C 19
5 F 19
6 H 17
7 E 15
8 G 14
9 I 11
10 J 11
11 K 6
Membuat penugasan untuk elemen pekerjaan ke dalam stasiun kerja

Stasiun Elemen (Ei) Time (Ti) STk CT - STk


1 A 6
B 2
F 2 10 0

2 D 7
E 1 8 2

3 C 5
G 3 8 2

4 H 6 6 4

5 I 5
J 5 10 0

6 K 6 6 4
A. Efesiensi
48 detik
Efisiensi = = 0,8 = 80%
6 x 10 detik

B. Menghitung Kapasitas Produksi

Waktu produksi per hari


Kapasitas Produksi =
Waktu Siklus ( CT )

480 x 60 deik
Kapasitas Produksi = = 2880 unit
10 detik/unit

C. Produktivitas Pekerja (Asumsi 10 tenaga kerja)

Kapasitas produksi
Produktivitas Pekerja =
Waktu Produksi ( jam ) x JTK

2880 unit
Produktivitas Pekerja = = 36
8 jam x 10
TUGAS QUIZ
Sebuah lintasan perakitan beroperasi 8 jam perhari dengan
menghasilkan produk 240 unit perhari dengan mempekerjakan
sebanyak 15 orang. Untuk melakukan kegiatan perakitan
tersebut akan dilakukan serangkaian elemen kerja dengan
satuan waktu menit sebagai berikut:
Task A B C D E F G H I J

Kegiatan Pendahulu - A A A B,C C,D E,F G F,G H,I

Waktu Kegiatan - 4,3 5,3 7 4,1 4,2 5,5 3 4 3,5

Berdasarakan data pada persoalan tersebut di atas anda


ditugaskan untuk melakukan analisis keseimbangan lintasan
dengan metode Larges Candidat Rule dan Helgeson Birnie
sekaligus menentukan Efisiensi, kapasitas produksi dan
produktivitas pekerja.

Anda mungkin juga menyukai