0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
50 tayangan8 halaman

Metode Random Sampling dalam Penelitian

Makalah ini membahas beberapa metode pengambilan sampel ilmiah yaitu random sampling, simple random sampling, stratified random sampling, cluster sampling, dan sistematic sampling. Random sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi sampel.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
50 tayangan8 halaman

Metode Random Sampling dalam Penelitian

Makalah ini membahas beberapa metode pengambilan sampel ilmiah yaitu random sampling, simple random sampling, stratified random sampling, cluster sampling, dan sistematic sampling. Random sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi sampel.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

METODE ILMIAH
RANDOM SAMPLING

Dosen Pengampu:
Prof. Dr. Ir. Netti Herawati, [Link].

Oleh :
AISHA FEBIOLA
NIM. 2006124970

JURUSAN TEKNOLOGI PERTANIAN


FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2022
BAB I
PEMBAHASAN

1.1 Pengertian Random Sampling

Menurut Sudijono (2009) menyatakan Sampling ialah cara mengumpulkan


data dengan jalan mencatat atau meneliti sebagian kecil saja dari seluruh elemen
yang menjadi objek penelitian. Dengan kata lain, sampling adalah cara
mengumpulkan data dengan mencatat atau meneliti sampelnya saja. Teknik
sampling merupakan cara pengambilan sebagian dari populasi sedemikian rupa
sehingga walau sampel namun dapat menggeneralisasi atau mewakili populasi (
Retnawati, 2017)

Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Menurut


Taniredja dan Mustafidah (2012)“Teknik random sampling disebut juga acak,
serampangan, tidak pandang bulu/tidak pilih kasih, objektif, sehingga seluruh
elemen populasi mempunyai kesempatan untuk jadi sampel penelitian”. Jadi teknik
randomsampling dilakukan agar semua populasi subjek memiliki peluang yang
sama untuk dipilih menjadi sampe lsubjek. Alasan dipilih teknik pengambilan
sampel randomsampling karena pada tingkat sekolah dasar, penerimaan peserta
didik tidak didasarkan pada nilai tertentu.
Jenis-jenis teknik sampling dengan pendekatan probability sampling
meliputi: (1). Sampling acak sederhana (Simple Random Sampling) (2) Sampling
sistematik (Systematic Sampling): (3) Sampling berstrata (Stratified Sampling) (4).
Probability Proportional to Size Sampling (PPS-Sampling (5) Sampling berklaster
(Cluster Sampling): dan (6) Sampling bertahap (Multistage sampling). Terdapat
empat kriteria pokok penggunaan teknik sampling dengan pendekatan probability
sampling yaitu: (1) Peluang terpilih semua unit dalam populasi diketahui; (2).
Reliability' dapat diukur (3). "Unbiasedness dan (4) Ekonomis, Teasble, efisiensi.
Maka teknik sampling dikatakan baik dengan memenuhi syarat (1), Objective
(sesuai sebenarnya). (2) Representative (mewakili (3) Up to date (tepat waktu
terkini dan Standard error kecil. ( Sumargo, 2022).
1.2 Simple Random Sampling

Simple Random Sampling yang dalam bahasa Indonesi dianamkan


pengambilan sampel acak sederhana adalah suatu cara pengambilan sampel dari
anggota populasi dengan menggunakan acak tanpa memperhatikan strata
(tingkatan) dalam anggota populasi ( Gunawan, 2013). Menurut Sugiyono (2012)
Simple random sampling biasa digunakan jika populasi bersifat homogen. Alasan
menggunakan Simple Random Sampling, yaitu:
(1). Terbatasnya pengetahuan terhadap unsur-unsur populasi. Tidak terdapat
keterangan sebelumnya yang dapat digunakan untuk menilai derajat keseragaman
populasi; dan
(2). Berdasarkan pengetahuan atau pengalaman yang ada, belum ada suatu prosedur
penarikan sampel tandingan yang lebih efisien dibandingkan SRS.( Sumargo,
2022). Alasan menggunakan Simple Random Sampling, yaitu: (1). Terbatasnya
pengetahuan terhadap unsur-unsur populasi. Tidak terdapat keterangan
sebelumnya yang dapat digunakan untuk menilai derajat keseragaman populasi;
dan (2). Berdasarkan pengetahuan atau pengalaman yang ada, belum ada suatu
prosedur penarikan sampel tandingan yang lebih efisien dibandingkan SRS.

Pengambilan sampel bisa dengan cara dilakukan dengan acak yaitu, memilih
individu sampel dan lokasi yang akan digunakan secara acak untuk mewakili
populasi dan wilayah secara keseluruhan.( Hrahap et al., 2018). Prosedur yang
sudah biasa digunakan dalam teknik Simple Random Sampling, yaitu dengan
menggunakan random numbers table.( Arieska et al., 2018). Contoh Sampel
diambil dengan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling,
bahwa setiap anggota dari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk
diseleksi sebagai sampel. Terdapat 3 (tiga) cara untuk menentukan sampel dengan
mengunakan teknik ini, yaitu a) Cara undian; b) Cara tabel bilangan random(
Retnawati, 2017). Contoh: Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu
dengan mengundi seluruh anggota populasi. Besar sampel dalam penelitian ini
adalah 45 responden Instrument penelitian yang digunakan adalah timbangan
injak berat badan dan tinggi badan untuk pengukuran status gizi, bangku harvard,
metronome, stopwatch untuk tes kebugaran jasmani, dan lembar observasional
untuk produktivitas kerja( Utami, 2014). Prosedur nya sebagai berikut
1) Diperlukan kerangka lengkap (daftar semua unit di seluruh populasi);
2) Dalam beberapa penelitian, seperti survei melalui wawancara [Link]
untuk mendapatkan sampel bisa tinggi jika unit-unit tersebut tersebar secara
geografis;
3) Kesalahan standar penduga bisa tinggi.
Kelebihan dan Kelemahan teknik sampel acak sederhana. Kelebihan adalah
mudah dipahami, hasil dapat [Link] adalah Sulit untuk
membangun kerangka sampling, mahal, presisi lebih rendah, tidak ada jaminan
keterwakilan ( Firmansyah et al., 2022).

1.3 Stratified Random Sampling

Stratified Random Sampling digunakan pada unsur heterogen, hal ini


sependapat salah satu ahli yang menyatakan Proportionate Stratified Random
Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang digunakan karena populasi
mempunyai anggota atau unsur yang tidak homogen dan berstrata secara
proporsional (Sugiyono, 2017). Jika strata atau tingkatan pada suatu populasi
menjadi faktor yang diberikan perhatian maka teknik sampling seperti ini disebut
Stratified Random Sampling. Makna strata atau tingkatan dalam suatu populasi
adalah dalam suatu populasi cenderung memiliki variasi sehingga perlu dibedakan
dalam tingkatan semisal kelompok berat badan underweight, normal, overweight,
setelah itu pengambilan sampel dilakukan pada masing-masing strata. Ciri-ciri
Stratified Random Sampling adalah pada satu kelas memiliki sifat yang relatif
sama sedangkan pada kelas yang berbeda bersifat heterogen Pada penyampelan
jenis ini, anggota populasi dikelompokkan berdasarkan stratanya, misal tinggi,
sedang, dan rendah. Kemudian dipilih sampel yang mewakili masing-masing
strata.( Arieska, 2018). Langkah-langkah dalam menentukan Stratified Random
sampling:
• Menentukan data pendukung tentang populasi yang diambil berikut strata-
strata yang ada di dalamnya;
• Mengklasifikasikan populasi ke dalam grup atau strata yang saling lepas;
• Menentukan ukuran sample untuk tiap stratum;
• Memilih secara acak setiap stratum dengan menggunakan simple random
sampling
Contoh:
Sebuah evaluasi dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan program pembelajaran
kesehatan. Populasi yang diambil adalah seluruh sekolah menengah atas di 33
provinsi di Indonesia, misalnya 330 sekolah. Solus nya adalah langkah pertama
yang dilakukan yakni membagi sekolah di tiap provinsi berdasarkan hasil UN
dengan strata, yaitu strata dengan nilai UN tinggi, nilai sedang, dan nilai
[Link]-masing provinsi 10 sekolah.( Retnawati, 2017).
Menurut Firmansyah et al (2022) menyatakan pada kelebihan teknik pengambilan
sampel acak bertingkat adalah termasuk semua subpopulasi penting, presisi.
Kekurangannya adalah Sulit untuk memilih variabel stratifikasi yang relevan, tidak
layak untuk stratifikasi pada banyak variabel, mahal.

1.4 Cluster Sampling

Cluster sampling adalah di mana seluruh populasi dibagi menjadi cluster


atau kelompok. Selanjutnya, sampel acak diambil dari cluster ini, yang semuanya
digunakan dalam sampel akhir (Firmansyah et al., 2022). Cluster sampling adalah
teknik sampling yang digunakan pada kelompok yang mirip namun beragam
secara internal. Pada penyampelan jenis ini, populasi dibagi menjadi wilayah atau
klaster. Jika terpilih klasternya, seluruh anggota dalam klaster tersebut yang
menjadi sampel. Langkah-langkah dalam pengambilan sample dengan cluster
sampling:
1. Menentukan cluster-clusternya;
2. Menentukan banyak cluster yang akan dijadikan sample, misal ;
3. Memilih secara acak cluster sebanyak cluster;
4. Semua anggota yang terdapat dalam klaster yang terpilih merupakan sampel
studi atau penelitian atau evaluasi.
Contoh: Sebuah evaluasi tentang tingkat kesehatan siswa SMA akan melibatkan
seluruh SMA di Indonesia. Ada 33 provinsi, maka Indonesia, sehingga dapat
dibagi menjadi 33 cluster. Misal akan diambil sebanyak 7 klaster, maka dipilih
secara acak 7 propinsi dari 33 propinsi. Semua SMA yang berasal dari 7 provinsi
tersebut merupakan sampel.( Retnawati, 2017). Kelebihan dan Kelemahan teknik
pengambilan sampel klaster/kelompok yaitu pada kelebihan Mudah
diimplementasikan, hemat biaya sedangkan Kekurangannya adalah Tidak tepat,
sulit untuk menghitung hasil interpretasi.( Firmasnyah et al., 2022).

1.6 Sistematik Sampling

Teknik sampling sistematik merupakan Penyampelan dengan cara ini


dilakukan dengan mengurutkan terlebih dahulu semua anggota, kemudian dipili
urutan tertentu untuk dijadikan anggota sampel.( Retnawati, 2017). Sampling
sistematis adalah di mana setiap kasus ke-n setelah awal acak dipilih.
Misalnya, jika mensurvei sampel konsumen, setiap konsumen kelima dapat
dipilih dari sampel Anda. ( Fiemasyah et al., 2022).contoh nya misalnya hasil
yang diperoleh adalah sebagai berikut: Pada shift pertama ternyata dijumpai 0,9%
produk yang cacat pada 30 menit pertama, 1% produk yang cacat pada 30 menit
kedua, 1% produk cacat pada 30 menit ketiga dan 1,6% produk cacat pada 30
menit keempat. Pada shift yang kedua dijumpai 0,7% produk yang cacat dalam 30
menit pertama, 0,9% produk cacat dalam 30 menit kedua, 1% produk yang cacat
dalam 30 menit ketiga dan 1,5% produk yang cacat dalam 30 menit keempat. Dari
pengambilan sampel terlihat bahwa tingkat kerusakan semakin membesar pada 30
menit terakhir pada setiap shift. Atas dasar hasil yang diperoleh dapat diambil
dugaan sementara bahwa banyaknya produk cacat lebih disebabkan karena
kejenuhan pekerja setelah mereka bekerja selama 1,5 jam terus menerus. Dengan
demikian bilamana pengambilan sampel diteruskan, maka diperkirakan akan
diperoleh hasil yang menunjukkan faktor pekerja sebagai penyebab kerusakan.
Keuntungan dari teknik sampling ini adalah [Link] dan
Kelemahan teknik sampling sistemtis▪Kelebihan:Dapat meningkatkan
keterwakilan, lebih mudah diterapkan daripada pengambilan sampel acak
sederhana, kerangka pengambilan sampel tidak selalu diperlukan.
▪Kekurangannya:Dapat mengurangi keterwakilan.( Firmansyah et al., 2017)
DAFTAR PUSTAKA

Arieska, P. K., & Herdiani, N. (2018). Pemilihan teknik sampling berdasarkan


perhitungan efisiensi relatif. Jurnal Statistika Universitas Muhammadiyah
Semarang, 6(2): 166-171.
Firmansyah, D. (2022). Teknik Pengambilan Sampel Umum dalam Metodologi
Penelitian: Literature Review. Jurnal Ilmiah Pendidikan Holistik
(JIPH), 1(2), 85-114.
Gunawan,M.A. 2013. Statistik untuk penelitian pendidikan,. Parama Publishin.
Yogyakarta.
Nugraha, F. L (2022). PENGARUH KUALITAS SISTEM INFORMASI
AKUNTANSI DAN KESESUAIAN TUGAS TEKNOLOGI (TASK-
TECHNOLOGY FIT) TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi pada
Kantor Wilayah BPN Kabupaten Ciamis) (Doctoral Dissertation, Fakultas
Ekonomi Dan Bisnis).SKRIPSI. Universitas Pasundan Bandung
Retnawati, H. (2017, September). Teknik Pengambilan Sampel. In Disampaikan
Pada Workshop Update Penelitian Kuantitatif, Teknik Sampling, Analisis
Data, Dan Isu Plagiarisme (pp. 1-7).
Sudijono, A.2009. Pengantar Statistika Pendidikan, PT. RajaGrafindo Persada
Jakarta:, 2009.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R dan D. , CV.
Alfabeta .Bandung:
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). CV.
[Link].
Sumargo, B. (2020). Teknik sampling. Unj press. Jakarta
Utami, S. R. (2014). Hubungan antara status gizi dan tingkat kebugaran jasmani
dengan produktivitas kerja pada tenaga kerja wanita unit spinning 1 bagian
winding PT. Apac Inti Corpora Bawen. Unnes Journal of Public
Health, 3(4).

Anda mungkin juga menyukai