5.
STANDAR TEKNIS PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT
A. LOKASI PUSKESMAS
1. Puskesmas tidak di tepi lereng
Puskesmas tidak dekat kaki gunung yang rawan
2. terhadap tanah longsor
Puskesmas tidak dekat anak sungai,sungai atau
3. badan air yang dapat mengikis pondasi
Puskesmas tidak di atas atau dekat dengan jalur
4. patahan aktif
5. Puskesmas tidak di daerah rawan tsunami
6. Puskesmas tidak di daerah rawan banjir
7. Puskesmas tidak dalam zona topan
8. Puskesmas tidak di daerah rawan badai
9. Puskesmas Mudah dijangkau oleh masyarakat
10. Puskesmas memiliki akses transportasi
11. Fasilitas parkir Puskesmas memadai, rapi dan bersih
12. Puskesmas tidak berdiri di areasekitar Saluran Udara
Tegangan Tinggi (SUTT) dan Saluran Udara Tegangan
Ekstra Tinggi (SUTET)
B. BANGUNAN PUSKESMAS
1. Tata letak ruang pelayanan pada bangunan Puskesmas
diatur berdasarkan zona privasi kegiatan dan zona
infeksius atau zona noninfeksius serta zona pelayanan
2. Pencahayaan dan penghawaan Puskesmas nyaman dan
aman di Semua bagian
3. Lebar koridor Puskesmas minimal 2,4 (dua koma
empat) meter, rapi dan bersih
4. Tinggi langit-langit Puskesmas minimal 2,8(dua koma
delapan) meter, rapi dan bersih
5. Bila antar bangunan/ruangan di dalam Puskesmas
menggunakanRAM, kemiringan tidak melebihi 7o
(tujuh derajat)
6. Bangunan Puskesmas permanen, rapi, bersih, tidak
pengap dan tidakberbau
7. Lambang Puskesmas dalam kondisi baik, rapi dan
bersih
8. Lambang Puskesmas diletakkan di depan
bangunan yang mudah terlihatdari jarak jauh
9. Papan nama Puskesmas dalam kondisi baik, rapi dan
bersih
10. Posisi bangunan terpisah dari bangunan lain
Atap Puskesmas kuat, tidak bocor, tahan lama, dalam
11. kondisi baik, rapi dan bersih
Langit-langit Puskesmas kuat, berwarna terang, dan
12. dalam kondisi baik, rapi dan bersih
Material dinding Puskesmas keras, rata, tidak berpori,
tidak menyebabkan silau, kedap air, dan dalam kondisi
13. baik, rapi dan bersih.
Dinding KM/WC Puskesmas kedap air,
dilapisi keramik minimal setinggi 150 (seratus lima
14. puluh) cm dan dalam kondisi baik, rapi dan
bersih
Dinding laboratorium Puskesmas tahan bahan
15. kimia, tidak berpori, dan dalam kondisi baik, rapi dan
bersih
Material lantai Puskesmas kuat, kedap air, permukaan
rata, tidak licin, bewarna terang, dan dalam kondisi baik,
16. rapi dan bersih.
Lantai KM/WC Puskesmas dari bahan yang tidak licin,
air buangan tidak menggenang, dan dalam kondisi baik,
17. rapi dan bersih
Lebar bukaan pintu utama Puskesmas minimal 120
(seratus dua puluh) cm dan dalam kondisi baik, rapi dan
18. bersih
Lebar bukaan pintu ruang gawat darurat
19. Puskesmas minimal 120 (seratus dua puluh) cm dan
dalam kondisi baik, rapi dan bersih
Pintu KM/WC pasien terbuka keluar dan lebar daun
pintu minimal 90 (sembilan puluh) cm serta mudah
20. untuk di buka dan ditutup serta dalam kondisi baik,
rapi, bersih
21. Material pintu untuk KM/WC kedap air
Mempunyai KM/WC untuk penyandang disabilitas
22. dilengkapi dengan handrail yang memiliki posisi dan
ketinggian disesuaikan dengan pengguna kursi roda dan
penyandang disabilitas lain dan simbol penyandang
disabilitas dalam kondisi baik, rapi dan bersih.
Halaman Puskesmas tidak banjir/tergenang
23. air saat hujan, dalam kondisi baik, rapi dan
bersih
Tersedia drainase yang baik sehingga tidak membuat
24. banjir saat hujan turun.
Kursi ruang tunggu cukup/memadai untuk jumlah
25. pasien yang datang, tidak sempit dan tidak menganggu
alur pelayanan/koridor serta rapi dan bersih
26. Meubelair Puskesmas dalam kondisi baik, rapi dan
bersih
27. Terdapat tempat poster penyuluhan yang tertata rapi
dan bersih di bangunan Puskesmas
28. Terdapat tempat khusus pemasangan spanduk edukasi
kesehatan yang rapi dan di halaman Puskesmas
29. Terdapat taman obat yang tertata rapi di area Puskesmas
30. Puskesmas bebas dari asap rokok
31. Terdapat Kartu Inventaris Ruangan (KIR) pada
setiap ruangan Puskesmas yang telah diisi lengkap
32. Ketersediaan ruang kantor :
a. Ruang Administrasi
b. Ruang Kantor untuk Karyawan
c. Ruang Kepala Puskesmas
d. Ruang Rapat/Diskusi
33. Ketersediaan ruang pelayanan
a. Ruang Pendaftaran dan Rekam Medis
b. Ruang Pemeriksaan Umum
c. Ruang Tindakan dan Gawat Darurat
d. Ruang KIA, KB dan Imunisasi
Pada Puskesmas rawat inap terpisah jadi:
1) Ruang kesehatan ibu dan KB*
2) Ruang kesehatan anak dan imunisasi*
e. Ruang Pemeriksaan Khusus
f. Ruang Kesehatan Gigi dan Mulut
g. Ruangan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE)
h. Ruang Farmasi
Ruang Farmasi meliputi fungsi sbb:
1) Ruang penerimaan resep
2) Ruang pelayanan resep dan peracikan
3) Ruang penyerahan obat
4) Ruang konseling
5) Ruang penyimpanan obat dan BMHP
6) Ruang arsip
i. Ruang Persalinan
j. Ruang Rawat Pasca Persalinan
k. Ruang Laboratorium
l. Ruang Rawat Inap*
34. Ketersediaan Ruang Penunjang
a. Ruang Tunggu
b. Ruang ASI
c. Ruang Sterilisasi
d. Ruang Cuci Linen
e. Ruang Penyelenggaraan makanan (dapur/pantry)
f. Ruang Jaga Petugas*
g. Gudang Umum
h. Kamar mandi/WC Pasien/pengunjung (terpisah
laki-laki dan perempuan, dikondisikan untuk dapat
digunakan oleh penyandang disabilitas dan lansia)
i. Rumah dinas tenaga kesehatan
j. Parkir kendaraan roda 2 (dua)
k. Parkir Kendaraan Roda 4 (empat)
l. Garasi Ambulans/Pusling
m. khusus penyimpanan Tabung O2
n. Ruang lainnya (jika ada)
Keterangan: *) untuk Puskesmas rawat inap
C. PRASARANA PUSKESMAS
1. SISTEM PENGHAWAAN (VENTILASI)
Bila menggunakan ventilasi alami pada ruangan,
minimal 15 % (lima belas persen) dari luas lantai
ruangan tersebut
Terdapat pendingin ruangan/AC pada ruang
farmasi yang terawat dan
bersih
Terdapat pendingin ruangan/AC
pada ruang tindakan yang terawat dan bersih
Terdapat pendingin ruangan/AC pada ruang
persalinan yang terawat
dan bersih
Terdapat pendingin ruangan/AC
pada ruang laboratorium yang terawat dan bersih
Di Laboratorium dan pemeriksaan, penempatan
angin/AC membuat arah udara bergerak dari
Kesehatan ke arah pasien ruangkipas aliran petugas
Ventilasi ruang tunggu dan pemeriksaan membuat
nyaman dan aman pasien dan petugasPuskesmas serta
dalam kondisi baik, rapi dan bersih
Udara di dalam Puskesmas tidak pengap/terasa
nyaman
Udara di dalam Puskesmas tidak berbau
2. SISTEM PENCAHAYAAN
Pencahayaan dalam ruangan Puskesmas
terdistribusi merata
Ruang pemeriksaan umum, KIA, KB, Imunisasi, Gigi
dan mulut, ASI, Farmasi, Rawat Inap, Ruang Kantor
mempunyai tingkat pencahayaan rata-rata 200 (dua
ratus) Lux
Ruang Tindakan, Ruang Laboratorium, Ruang
Gadar; rmempunyai tingkat pencahayaan rata-rata 300
(tiga ratus) Lux
Ruang Tunggu, KM/WC, Laundry, Gudang Umum,
Dapur & Pantry; mempunyai tingkat pencahayaan
rata-rata 100 (seratus) Lux
3. SISTEM SANITASI
Ketersediaan air untuk hygiene dan sanitasi di
Puskesmas dalam keadaan baik dan bersih serta
mengalir 24 (dua puluh empat) jam
Sumber Air Bersih (PDAM, sumur air listrik, sumur
gali, tadah hujan, air permukaan dll)
Saluran air limbah kedap air, bersih dari sampah dan
dilengkapi penutup dengan bak kontrol untuk
menjaga, kemiringan saluran minimal 1% (satu persen)
Terdapat IPAL Puskesmas
Tersedia tempat sampah minimal 2 (dua) buah per
ruangan
Puskesmas melakukan pemilahan sampah
infeksius, benda tajam, dan sampah noninfeksius
Terdapat tempat penampungan sementara (TPS) limbah
B3 Puskesmas dengan kapasitas yang cukup dalam
kondisi baik, rapi dan bersih, dan berizin
Tersedia wastafel pada ruang persalinan, ruang
pemeriksaan umum, ruang gigi dan mulut ruang
farmasi, ruang laboratorium, toilet pengunjung,
sputum booth dalam kondisi baik, rapi dan bersih.
Tidak ada serbet/lap handuk/lapkain untuk
mengeringkan tangan di dekat wastafel
Tersedia handrub di ruang rawat inap dan pasca
persalinan, koridor Puskesmas, dan pintu keluar
Puskesmas
Tersedia septic tank yang tersambung ke IPAL. Jika
dengan resapan maka harus secara rutin dilakukan
penyedotan
4. SISTEM KELISTRIKAN
Sumber daya Listrik utama Puskesmas (PLN, tenaga
surya/ solar cell, genset, tenaga angin dll)
Kekuatan daya listrik PLN .......................VA
Sumber daya listrik cadangan/darurat (Genset, tenaga
surya/ solar cell, tenaga angin, tenaga air dll)
Kekuatan daya listrik cadangan .........................VA
Listrik tersedia 24 (dua puluh empat) jam dalam sehari
Ketersediaan listrik mencukupi untuk kebutuhan
pelayanan Puskesmas
Tersedia sumber daya listrik cadangan/darurat minimal
75% (tujuh puluh lima persen) dari daya listrik normal
Peletakan/penataan kabel listrik Puskesmas
dalam kondisi yang aman, baik dan rapi.
5. SISTEM KOMUNIKASI
a. Tersedia saluran telefon kabel Puskesmas
b. Tersedia telepon seluler khusus Puskesmas
c. Tersedia jaringan internet berfungsi
d. Pemanggilan pasien terdengar dengan jelas di
area ruang tunggu
6. SISTEM GAS MEDIS
Tabung gas medis Puskesmas di cat warna putih dan
dalam kondisi baik dan bersih
Saat digunakan tabung gas medis harus menggunakan
pengaman seperti troli tabung atau dirantai dan dalam
kondisi rapi
Saat tabung tidak digunakan tabung harus
menggunakan tutup pelindung/katup yang dipasang
erat dan dirantai
7. SISTEM PROTEKSI PETIR
Puskesmas mempunyai sistem proteksi petir
terstandar
8. SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN
Puskesmas mempunyai Alat Pemadam Api Ringan
(APAR) dalam kondisi baik, rapi dan bersih
APAR berkapasitas 2 (dua) kg, terpasang minimal satu
buah untuk setiap 15 (lima belas) m2 dalam
kondisi baik, rapi dan bersih
APAR diletakan pada dinding dengan ketinggian antara
15 - 120 cm dalam kondisi baik, rapi dan bersih
Di Ruang Genset tersedia APAR CO2
SISTEM PENGENDALIAN KEBISINGAN
9.
Intensitas kebisingan equivalen di luar
bangunan puskesmas tidak lebih dari 55 (lima
puluh lima) dBA
Intensitas kebisingan equivalen di dalam
bangunan puskesmas tidak lebih dari 45 (empat
puluh lima) dBA
SISTEM TRANSPORTASI VERTIKAL DALAM
10. PUSKESMAS
a. Bila Tangga, maka:
Ukuran Tinggi Pijakan (15-17) cm; Kemiring-an<600,
Lebar Pijakan≥120 cm; Tinggi Handrail (65-80) cm; dan
Panjang Handrail>30 cm dari batas tangga, ujung
berbelok sesuai ketentuan
b. Bila Ram, Apakah itu: Landaian Menerus,
Berbelok,Berbalik Arah, atau Kearah Pintu,maka:
Sudut Kemiringan Pijakan (≤70 dan panjang
mendatar Ram Maksimal (9m), Lebar Pijakan
Minimal 120 (seratus dua puluh) cm, Lebar Bordes
minimal 180 (seratus delapan puluh) cm (Bila di lantai
atas untuk pelayanan), sesuai ketentuan
PUSKESMAS KELILING DAN AMBULANS
11.
a. Kendaraan Puskesmas Keliling (Roda 4/ 4WD/
Perahu Bermotor / Lainnya); Jumlah: ……. Unit
b. Kendaraan Ambulans (Roda 4 / 4WD / Perahu
Bermotor /Lainnya: …………………… Unit
c. Roda-2: Standar/Trail:……... Unit
d. Puskesmas keliling dalam kondisi baik, bersih dan
berfungsi serta mempunyai perlengkapan/alat yang
lengkap sebagai puskesmas keliling
e. Ambulan Puskesmas dalam kondisi baik, bersih dan
berfungsi serta mempunyai alat kesehatan yang
lengkap sebagai ambulan
D. PERALATAN PUSKESMAS
1. Set Pemeriksaan Umum
2. Set Tindakan Medis/GawatDarurat
3. Set Pemeriksaan Kesehatan Ibu
4. Set Pemeriksaan Kesehatan Anak
5. Set Pelayanan KB
6. Set Imunisasi
7. Set Obstetri & Ginekologi
8. Set AKDR Pasca Plasenta
9. Set Bayi Baru Lahir
10. Set Kegawatan Maternal dan Neonatal
11. Set Perawatan Pasca Persalinan
12. Set Pemeriksaan Khusus
13. Set Kesehatan Gigi dan Mulut
14. Set Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) berbagai
kebutuhan
15. Set ASI
16. Set Laboratorium
17. Set Farmasi
18. Set Rawat Inap*
19. Set Sterilisasi
21. Set Puskesmas Keliling
22. Kit Keperawatan Kesehatan Masyarakat
23. Kit Imunisasi (Vaccine carrier)
24. Kit UKS
25. Kit UKGS
26. Kit Bidan
27. Kit Posyandu
28. Kit Sanitarian
29 Kit Kesehatan Lansia/Kit Posbindu PTM
30. Kit Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini
Tumbuh Kembang (SDIDTK)
32. Alat kesehatan Puskesmas terkalibrasi sesuai
peraturan satu tahun sekali
33. Puskesmas menggunakan alat kesehatan yang
mempunyai izin edar.
E. STRUKTUR ORGANISASI DAN SUMBER DAYA MANUSIA
1. Puskesmas memiliki bagan struktur organisasi
meliputi paling sedikit kepalaPuskesmas, kepala
tata usaha, danpenanggung jawab upaya/kegiatan
Puskesmas sesuai dengan kategori Puskesmas
2. Kepala Puskesmas :
a. Dokter umum
b. Dokter gigi
c. Sarjana Kesehatan Masyarakat
d. Lainnya........
3. Kepala tata usaha (latar belakang pendidikan)
Jumlah SDM berdasarkan jenis tenaga dan status kepegawaian
JENIS TENAGA PNS PPPK NON PNS PENSIUN TOTAL
DAN STATUS TAHUN
KEPEGAWAIAN DEPAN
a. Dokter
b. Dokter
spesialis di
bidang layanan
primer
c. Dokter Gigi
d. Perawat
e. Bidan
f. Tenaga promosi
kesehatan dan
ilmu perilaku
dan/atau
kelompok
tenaga
kesehatan
masyarakat
lainnya
g. Tenaga sanitasi
lingkungan
h. Nutrisionis
i. Apoteker
j. Tenaga teknis
kefarmasian
k. Ahli teknologi
laboratorium
medik
l. Tenaga sistem
informasi
kesehatan
m Tenaga
. administrasi
keuangan
n. Tenaga
ketatausahaa
n
o. Pekarya
p. Lain-lain,
1) Tenaga
kesehatan
tradisional
2) …………
TOTAL