100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
242 tayangan59 halaman

Keahlian Imam Al-Ghazali dan Syafi'i

Imam Al-Ghazali adalah seorang ulama besar dari Thusi yang hidup pada abad ke-5 H. Ia berasal dari keluarga fakir namun gigih belajar sejak kecil. Ia belajar fikih di kota kelahirannya lalu pindah ke Jurjan untuk memperdalam ilmunya. Imam Al-Ghazali berperan besar dalam pemikiran Islam.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
242 tayangan59 halaman

Keahlian Imam Al-Ghazali dan Syafi'i

Imam Al-Ghazali adalah seorang ulama besar dari Thusi yang hidup pada abad ke-5 H. Ia berasal dari keluarga fakir namun gigih belajar sejak kecil. Ia belajar fikih di kota kelahirannya lalu pindah ke Jurjan untuk memperdalam ilmunya. Imam Al-Ghazali berperan besar dalam pemikiran Islam.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

AL-IMAM AL-GHAZALI

Dilengkapi Teks Kitab Arab Bersyakal

Penerjemah :
BAHRUDIN ACHMAD

-i-
ISLAM, KAFIR, & ATEIS
Judul Asli : Faishal al-Tafriqah baina al-Islam wa al-Zandaqah
Karya Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali
Penerjemah:
Bahrudin Achmad

Editor :
Siti Dahwiyah

Layout :
Manarul Hidayat

Penerbit :
Pustaka Al-Muqsith
Kota Bekasi Jawa Barat

Cetakan Pertama, Januari 2022

Hak Cipta dilindungi Undang-undang


Dilarang memperbanyak dalam bentuk dan dengan cara apa
apapun tanpa izin dari penerbit.

All right reserved

ii
PENGANTAR PENERJEMAH

Al-hamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, kalimat


itulah yang paling tepat untuk penulis ucapkan, sebab
dengan hidayah iman, Islam, dan petunjuk-Nya penulis
dapat menyelesaikan penerjemahan buku ini. Shalawat dan
salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad
SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam. Wa ba’du.
Secara garis besar, Imam al-Ghazali dalam kitab
faishal al-tafriqah merekomendasikan agar seorang muslim
tidak gegabah dalam jastifikasi stigmatik terhadap muslim
lainnya yang berbeda pendapat dengannya. Dalam hal ini
beliau tampaknya ingin menyarankan menampung
keragaman pendapat itu terlebih dahulu, kemudian dikaji
secara ilmiah. Hal ini barangkali bertujuan agar seseorang
terhindar dari penilaian yg berdasar pada prasangka-
prasangka yg sama sekali tidak dibenarkan dalam agama.
Imam al-Ghazali mengemukakan pendapat,
seorang muslim hendaknya tidak gegabah mengkafirkan
orang yang masih menggunakan semisal ka’bah sebagai
kiblat shalatnya. Kalaupun ada perbedaan, maka sedapat
mungkin dicari penyelesaian. Paling jauh yang bisa
dilakukan jika perbedaan pandangan benar-benar tidak bisa
didamaikan adalah menyatakannya sesat atau bid’ah. Itupun
dalam pengertian hanya ungkapan untuk menyatakan

iii
pemikiran yang lain itu tidak sesuai dengan pemikiran yang
dianutnya.
Semoga buku terjemah ini senantiasa membawa
manfaat bagi siapa pun yang membacanya. Semoga Allah
SWT menjadikan amal ini sebagai berkah bagi kita semua.
Aamiin.

Bekasi, Januari 2022

Bahrudin Achmad

iv
DAFTAR ISI

Pengantar Penerjemah ............................................................. iii


Biografi Singkat Imam Al-Ghazali ......................................... 1
Latar Belakang Penulisan Kitab Faishal At-Tafriqah
Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah ............................................ 9
MUKADIMAH ...................................................................... 13
PASAL 1 : Kebenaran Itu Merupakan Syariat Untuk
Semua ........................................................................................ 25
PASAL 2 : Batasan (Definisi) antara Kufur dan Iman ...... 37
PASAL 3 : Mengenai Tahrir Definisi (batasan) Iman
dan Kufur ................................................................................. 41
PASAL 4 : Mengenai Tamsil Perwujudan Berdasarkan
Syariat dan Pentakwilan.......................................................... 52
PASAL 5 : Mengenai Luasnya Metode Iqrar dan
Tashdiq, serta Penetapan Aturan-Aturan Takwil ............... 65
PASAL 6 : Mengenai Membebaskan Aturan dalam
Takwil ....................................................................................... 75
PASAL 7 : Mengenai Hukum Tak’wil Tanpa Didasari
Burhan ...................................................................................... 85

v
PASAL 8 : Pasal Mengenai Menjaga Lisan Terhadap
Ahlul Qiblat ............................................................................. 99
PASAL 9 : Mengenai Landasan Pengkafiran dan
Syarat-Syaratnya .................................................................... 113
PASAL 10 : Mengenai Keabsahan Iman Al-Muqallid
dan Argumentasinya ............................................................. 125
PASAL 11 : Mengenai Luasnya Rahmat Allah Swt ......... 139
PASAL 12 : Penjelasan Landasan Dasar Takfir
(Pengkapiran)......................................................................... 157
PASAL 13 : Mengenai Kesalahan Orang Yang Berkata
“Aku Mengkafirkan Orang Yang Mengkafirkanku, Dan
Orang Yang Tidak Mengkafirkanku, Maka Tidak
Kukafirkan” ........................................................................... 163
Biografi Penerjemah ............................................................. 167

vi
BIOGRAFI SINGKAT
IMAM AL-GHAZALI

Imam Al Ghazali, sebuah nama yang tidak asing di


telinga kaum muslimin. Tokoh terkemuka dalam kancah
filsafat dan tasawuf. Memiliki pengaruh dan pemikiran yang
telah menyebar ke seantero dunia Islam. Ironisnya sejarah
dan perjalanan hidupnya masih terasa asing. Kebanyakan
kaum muslimin belum mengerti. Berikut adalah sebagian
sisi kehidupannya. Sehingga setiap kaum muslimin yang
mengikutinya, hendaknya mengambil hikmah dari sejarah
hidup beliau.

Nama, nasab, dan kelahiran Al-Ghazali


Beliau bernama Muhammad bin Muhammad bin
Muhammad bin Ahmad Ath-Thusi, Abu Hamid Al Ghazali
(Lihat Adz-Dzahabi, Siyar A’lam Nubala’, 19:323 dan As-
Subki, Thabaqat Asy-Syafi’iyah, 6:191). Para ulama nasab
berselisih dalam penyandaran nama Imam Al-Ghazali.
Sebagian mengatakan, bahwa penyandaran nama beliau
kepada daerah Ghazalah di Thusi, tempat kelahiran beliau.
Ini dikuatkan oleh Al-Fayumi dalam Al-Mishbah Al-Munir.
Penisbatan pendapat ini kepada salah seorang keturunan
Al-Ghazali, yaitu Majdudin Muhammad bin Muhammad
bin Muhyiddin Muhamad bin Abi Thahir Syarwan Syah bin
Abul Fadhl bin Ubaidillah anak dari Situ Al-Mana bintu

1
Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali ___________________________

Abu Hamid Al-Ghazali yang mengatakan, bahwa telah


salah orang yang menyandarkan nama kakek kami tersebut
dengan ditasydid (Al Ghazzali).
Sebagian lagi mengatakan penyandaran nama beliau
kepada pencaharian dan keahlian keluarganya yaitu
menenun. Sehingga nisbatnya ditasydid (Al-Ghazzali).
Demikian pendapat Ibnul Atsir. Dan dinyatakan Imam
Nawawi, “Tasydid dalam Al-Ghazzali adalah yang benar.”
Bahkan Ibnu Assam’ani mengingkari penyandaran nama
yang pertama dan berkata, “Saya telah bertanya kepada
penduduk Thusi tentang daerah Al-Ghazalah, dan mereka
mengingkari keberadaannya.” Ada yang berpendapat Al-
Ghazali adalah penyandaran nama kepada Ghazalah anak
perempuan Ka’ab Al-Akhbar, ini pendapat Al-Khafaji.
Yang dijadikan sandaran para ahli nasab
mutaakhirin adalah pendapat Ibnul Atsir dengan tasydid.
Yaitu penyandaran nama kepada pekerjaan dan keahlian
bapak dan kakeknya (Diringkas dari penjelasan pentahqiq
kitab Thabaqat Asy Syafi’iyah dalam catatan kakinya,
6/192-192). Dilahirkan di kota Thusi tahun 450 H dan
memiliki seorang saudara yang bernama Ahmad (Lihat Adz
Dzahabi, Siyar A’lam Nubala’, 19:326 dan As-Subki,
Thabaqat Asy-Syafi’iyah, 6:193 dan 194)

Perjalanan menuntut ilmu


Ayah beliau adalah seorang pengrajin kain shuf
(yang dibuat dari kulit domba) dan menjualnya di kota
Thusi. Menjelang wafat dia mewasiatkan pemeliharaan
kedua anaknya kepada temannya dari kalangan orang yang
baik. Dia berpesan, “Sungguh saya menyesal tidak belajar khat
(tulis menulis Arab) dan saya ingin memperbaiki apa yang telah
saya alami pada kedua anak saya ini. Maka saya mohon engkau

Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah | 2


___________________________ Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali

mengajarinya, dan harta yang saya tinggalkan boleh dihabiskan


untuk keduanya.”
Setelah meninggal, maka temannya tersebut
mengajari keduanya ilmu, hingga habislah harta
peninggalan yang sedikit tersebut. Kemudian dia meminta
maaf tidak dapat melanjutkan wasiat orang tuanya dengan
harta benda yang dimilikinya. Dia berkata, “Ketahuilah oleh
kalian berdua, saya telah membelanjakan untuk kalian dari harta
kalian. Saya seorang fakir dan miskin yang tidak memiliki harta.
Saya menganjurkan kalian berdua untuk masuk ke madrasah
seolah-olah sebagai penuntut ilmu. Sehingga memperoleh makanan
yang dapat membantu kalian berdua.”
Lalu keduanya melaksanakan anjuran tersebut.
Inilah yang menjadi sebab kebahagiaan dan ketinggian
mereka. Demikianlah diceritakan oleh Al Ghazali, hingga
beliau berkata, “Kami menuntut ilmu bukan karena Allah ta’ala
, akan tetapi ilmu enggan kecuali hanya karena Allah ta’ala.”
(Dinukil dari Thabaqat Asy-Syafi’iyah, 6:193-194).
Beliau pun bercerita, bahwa ayahnya seorang fakir
yang shalih. Tidak memakan kecuali hasil pekerjaannya dari
kerajinan membuat pakaian kulit. Beliau berkeliling
mengujungi ahli fikih dan bermajelis dengan mereka, serta
memberikan nafkah semampunya. Apabila mendengar
perkataan mereka (ahli fikih), beliau menangis dan berdoa
memohon diberi anak yang faqih. Apabila hadir di majelis
ceramah nasihat, beliau menangis dan memohon kepada
Allah ta’ala untuk diberikan anak yang ahli dalam ceramah
nasihat.
Kiranya Allah mengabulkan kedua doa beliau
tersebut. Imam Al Ghazali menjadi seorang yang faqih dan
saudaranya (Ahmad) menjadi seorang yang ahli dalam
memberi ceramah nasihat (Dinukil dari Thabaqat Asy-
Syafi’iyah, 6:194)

3 | Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah


Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali ___________________________

Imam Al Ghazali memulai belajar di kala masih


kecil. Mempelajari fikih dari Syaikh Ahmad bin
Muhammad Ar Radzakani di kota Thusi. Kemudian
berangkat ke Jurjan untuk mengambil ilmu dari Imam Abu
Nashr Al Isma’ili dan menulis buku At Ta’liqat. Kemudian
pulang ke Thusi (Lihat kisah selengkapnya dalam Thabaqat
Asy Syafi’iyah 6/195).
Beliau mendatangi kota Naisabur dan berguru
kepada Imam Haramain Al Juwaini dengan penuh
kesungguhan. Sehingga berhasil menguasai dengan sangat
baik fikih mazhab Syafi’i dan fikih khilaf, ilmu perdebatan,
ushul, manthiq, hikmah dan filsafat. Beliau pun memahami
perkataan para ahli ilmu tersebut dan membantah orang
yang menyelisihinya. Menyusun tulisan yang membuat
kagum guru beliau, yaitu Al Juwaini (Lihat Adz-Dzahabi,
Siyar A’lam Nubala’, 19:323 dan As-Subki, Thabaqat Asy-
Syafi’iyah, 6:191)
Setelah Imam Haramain meninggal, berangkatlah
Imam Ghazali ke perkemahan Wazir Nidzamul Malik.
Karena majelisnya tempat berkumpul para ahli ilmu,
sehingga beliau menantang debat kepada para ulama dan
mengalahkan mereka. Kemudian Nidzamul Malik
mengangkatnya menjadi pengajar di madrasahnya di
Baghdad dan memerintahkannya untuk pindah ke sana.
Maka pada tahun 484 H beliau berangkat ke Baghdad dan
mengajar di Madrasah An Nidzamiyah dalam usia tiga
puluhan tahun. Disinilah beliau berkembang dan menjadi
terkenal. Mencapai kedudukan yang sangat tinggi.

Masa akhir kehidupannya


Akhir kehidupan beliau dihabiskan dengan kembali
mempelajari hadits dan berkumpul dengan ahlinya. Imam
Adz-Dzahabi berkata, “Pada akhir kehidupannya, beliau

Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah | 4


___________________________ Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali

tekun menuntut ilmu hadits dan berkumpul dengan ahlinya


serta menelaah shahihain (Shahih Bukhari dan Muslim).
Seandainya beliau berumur panjang, niscaya dapat
menguasai semuanya dalam waktu singkat. Beliau belum
sempat meriwayatkan hadits dan tidak memiliki keturunan
kecuali beberapa orang putri.”
Abul Faraj Ibnul Jauzi menyampaikan kisah
meninggalnya beliau dalam kitab Ats-Tsabat ‘indal Mamat,
menukil cerita Ahmad (saudaranya), “Pada subuh hari
Senin, saudaraku Abu Hamid berwudhu dan shalat, lalu
berkata, ‘Bawa ke mari kain kafan saya.’ Lalu beliau
mengambil dan menciumnya serta meletakkan-nya di kedua
matanya, dan berkata, “Saya patuh dan taat untuk menemui
Malaikat Maut.’ Kemudian beliau meluruskan kakinya dan
menghadap kiblat. Beliau meninggal sebelum langit
menguning (menjelang pagi hari).” (Dinukil oleh Adz
Dzahabi dalam Siyar A’lam Nubala, 6:34). Beliau wafat di
kota Thusi, pada hari Senin tanggal 14 Jumada Akhir tahun
505 H dan dikuburkan di pekuburan Ath Thabaran
(Thabaqat Asy Syafi’iyah, 6:201)

Karya-karyanya
Beliau seorang yang produktif menulis. Karya
ilmiah beliau sangat banyak sekali. Di antara karyanya yang
terkenal ialah:
Pertama, dalam masalah ushuluddin dan
akidah:
1. Arba’in fi Ushuliddin. Merupakan juz kedua dari kitab
beliau Jawahirul Qur’an.
2. Qawa’idul Aqa’id, yang beliau satukan dengan Ihya’
Ulumuddin pada jilid pertama.
3. Al Iqtishad fil I’tiqad.

5 | Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah


Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali ___________________________

4. Tahafut Al-Falasifah. Berisi bantahan beliau terhadap


pendapat dan pemikiran para filosof dengan
menggunakan kaidah mazhab Asy’ariyah.
5. Faishal At-Tafriqah Bainal Islam Wa Zanadiqah.

Kedua, dalam ilmu ushul, fikih, filsafat,


manthiq dan tasawuf, beliau memiliki karya yang sangat
banyak. Secara ringkas dapat kita kutip yang terkenal, di
antaranya:
1. Al-Mustashfa min ‘Ilmil Ushul. Merupakan kitab
yang sangat terkenal dalam ushul fiqih. Yang sangat
populer dari buku ini ialah pengantar manthiq dan
pembahasan ilmu kalamnya.
2. Mahakun Nadzar.
3. Mi’yarul Ilmi. Kedua kitab ini berbicara tentang
mantiq dan telah dicetak.
4. Ma’ariful Aqliyah. Kitab ini dicetak dengan tahqiq
Abdulkarim Ali Utsman.
5. Misykatul Anwar. Dicetak berulangkali dengan
tahqiq Abul Ala Afifi.
6. Al Maqshad Al Asna Fi Syarhi Asma Allah Al Husna.
Telah dicetak.
7. Mizanul Amal. Kitab ini telah diterbitkan dengan
tahqiq Sulaiman Dunya.
8. Al-Madhmun Bihi Ala Ghairi Ahlihi. Oleh para
ulama, kitab ini diperselisihkan keabsahan dan
keontetikannya sebagai karya Al-Ghazali. Yang
menolak penisbatan ini, diantaranya ialah Imam Ibnu
Shalah dengan pernyataannya, “Adapun kitab Al-
Madhmun Bihi Ala Ghairi Ahlihi, bukanlah karya
beliau. Aku telah melihat transkipnya dengan khat
Al-Qadhi Kamaluddin Muhammad bin Abdillah Asy

Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah | 6


___________________________ Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali

Syahruzuri yang menunjukkan, bahwa hal itu


dipalsukan atas nama Al-Ghazali. Beliau sendiri telah
menolaknya dengan kitab Tahafut.” (Adz Dzahabi
dalam Siyar A’lam Nubala, 19:329) Banyak pula
ulama yang menetapkan keabsahannya. Di antaranya
yaitu Syaikhul Islam, menyatakan, “Adapun
mengenai kitab Al Madhmun Bihi Ala Ghairi Ahlihi,
sebagian ulama mendustakan penetapan ini. Akan
tetapi para pakar yang mengenalnya dan keadaannya,
akan mengetahui bahwa semua ini merupakan
perkataannya.” (Adz Dzahabi dalam Siyar A’lam
Nubala 19/329). Kitab ini diterbitkan terakhir
dengan tahqiq Riyadh Ali Abdillah.
9. Al-Ajwibah Al-Ghazaliyah Fil Masail Ukhrawiyah.
10. Ma’arijul Qudsi fi Madariji Ma’rifati An Nafsi.
11. Qanun At-Ta’wil.
12. Fadhaih Al-Bathiniyah dan Al-Qisthas Al-Mustaqim.
Kedua kitab ini merupakan bantahan beliau terhadap
sekte batiniyah. Keduanya telah terbit.
13. Iljamul Awam An Ilmil Kalam. Kitab ini telah
diterbitkan berulang kali dengan tahqiq Muhammad
Al-Mu’tashim Billah Al-Baghdadi.
14. Raudhatuth Thalibin Wa Umdatus Salikin,
diterbitkan dengan tahqiq Muhammad Bahit.
15. Ar-Risalah Alladuniyah.
16. Ihya’ Ulumuddin. Kitab yang cukup terkenal dan
menjadi salah satu rujukan sebagian kaum muslimin
di Indonesia. Para ulama terdahulu telah
berkomentar banyak tentang kitab ini
17. Al-Munqidz Minad Dhalalah. Tulisan beliau yang
banyak menjelaskan sisi biografinya.

7 | Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah


___________________________ Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali

LATAR BELAKANG PENULISAN KITAB


FAISHAL AT-TAFRIQAH BAINA AL-ISLAM
WA AL-ZANDAQAH

Faishal al-Tafriqah baina al-Islam wa al-Zandaqah


(Garis pemisah antara Islam dan Ateis/zindiq) ini hadir
sebagai pembelaan atas inovasi dan kebebasan intelektual
serta kritik keras terhadap kebekuan dalam tradisi mazhab.
Ada beberapa hal menarik, dari kebanyakan
pandangan terkait doktrin ahlussunnah wal jamaah. Dalam
konteks ini khususnya berkenaan hadis iftiraq, yang memuat
keterangan tentang umat Islam terpecah menjadi 73
golongan.
Kitab Faishal al-Tafriqah ditulis Al-Ghazali sekitar
tahun 1106 M. Sehingga hampir bersamaan dengan al-
Munqidz min al-Dhalal yang memuat risalah pembelaan diri
Al-Ghazali untuk berbeda pandangan dari rekan sejawat
ulama Asy’ariyah pada zamannya.
Diceritakan, waktu itu Wazir atau menteri Dinasti
Saljuq, Fakhr al-Mulk—penerus Nizham al-Mulk—
mendesak Al-Ghazali untuk kembali menjadi guru besar
Madrasah Nizhamiyah di Nisyapur. Desakan Fakhr al-
Mulk, yang tak mungkin ia tolak, menimbulkan dilema
moral kepada al-Ghazali. Apalagi konsekuensinya, ia harus
aktif dalam dunia politik dan kehidupan akademis yang ia

9 | Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah


Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali ___________________________

bersumpah akan meninggalkannya. Al-Ghazali tak bisa


mengelak desakan wazir. Maka begitulah, ia diangkat
menjadi guru besar Madrasah Nizhamiyah. Tak lama
kemudian menjadi sasaran serangan para ulama Nisyapur
yang anti terhadapnya.
Berbagai tuduhan dialamatkan kepada Al-Ghazali.
Mulai dari penyimpangan paham Asy’ariyah dalam
beberapa karyanya seperti Ihya’ Uluumuddin, Misykat al-
Anwar, dan lain sebagainya. Bahkan, hingga tuduhan keji
lain yang menganggap Al-Ghazali sering meminjam ajaran
filsuf Muslim Al-Farabi dan Ibnu Sina. Waktu itu, Al-
Farabi dan Ibnu Sina pemikirannya banyak disadur oleh
Syi’ah Isma’iliyah. Keduanya juga merupakan musuh politis
dan ideologis Dinasti Saljuq yang berkuasa. Walhasil
muncul kemudian tuduhan Al-Ghazali seorang penganut
Isma’iliyah yang sesat dan kafir. Sehingga dinilai tak pantas
sebagai guru besar Madrasah Nizhamiyah.
Al-Ghazali menulis Faishal al-Tafriqah sebagai pem-
belaan atas tuduhan itu. Dalam prolog yang dengan berapi-
api, Al-Ghazali menyerang penuduhnya sebagai “orang-
orang dengki” yang “mentah dan dungu.” Para
penyerangnya ia tuduh dengan ungkapan berikut: “Sebagai
orang-orang yang tuhannya adalah nafsu; sesembahannya adalah
para raja. Arah kiblatnya dinar dan dirham. Syariatnya adalah
kecerobohan dan pemujaan terhadap jabatan dan kekayaan.
Ibadahnya adalah pengabdian kepada mereka yang berpunya.
Zikirnya adalah bisikan-bisikan setan. Tafakurnya adalah
pencarian muslihat-hukum demi menuruti hasrat ragawi mereka.”
Ia mencurahkan keseluruhan isi Faishal al-
Tafriqah untuk membicarakan isu ‘takfir’. Ada argumentasi
indah yang Al-Ghazali disampaikan dalam kitab ini : “Bila
para ulama berbeda pendapat, mengapa salah satu di antaranya
dicap kafir sementara yang lainnya tidak? Apa tolok ukurnya? Jika

Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah | 10


___________________________ Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali

Al-Baqillani merumuskan teori tentang sifat Tuhan yang berbeda


dari pemikiran Al-Asy’ari, mengapa Al-Baqillani yang mesti dicap
kafir bukan Al-Asy’ari? Lalu, bila misal alasannya karena
senioritas Al-Asy’ari, bukankah para pemikir Mu’tazilah lebih
senior daripada Al-Asy’ari? Lalu bila misal alasannya adalah
keutamaan moral atau intelektualitas, dengan tolok ukur apa kita
menimbang kelebihan dan kekurangan para ulama?
Berdasarkan polemik itu, pertanyaan muncul,
bagaimana kita membedakan seorang muslim dan kafir? Al-
Ghazali menjawab pertanyaan ini dengan rumusan
sederhana. Seorang muslim adalah orang yang percaya
kepada apapun yang Nabi Muhammad risalahkan.
Sementara itu, predikat kafir adalah yang menolak untuk
percaya itu. Ini berarti bahwa seorang Muslim adalah
seorang yang percaya serta membenarkan (tashdiq) ajaran-
ajaran al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Sedangkan seorang
kafir adalah yang tidak mau mempercayainya.

11 | Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah


Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali ___________________________

Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah | 12


___________________________ Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali

‫مقدّمة الكتاب‬
MUKADIMAH

ّ ‫الر مْحن‬
‫الر ِحيَ ِم‬ َّ ‫هلل‬
ِ ‫ِمْسِب ا‬
ِ
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha
Penyayang

‫م م ً م‬ ً َ ‫َ مَُ َ ََ َ م‬
،‫ واس ِتت َماما ِِلِع َم ِت ِه‬،‫اىل ِاس ِت مسالما ِل ِع َّزتِ ِه‬ ‫أْحد اهلل تع‬
َ ‫َ م‬ ً ‫م م‬ َ ‫واست مغ َناما ً َِل موفيمقه َو َم ُع مونَته َو َط‬ ‫م‬
‫ َواس ِتع َصاما ِم من خذالنِ ِه‬،‫اع ِت ِه‬ ِِ ِِ ِ ِ ِ
َ ‫واست مد َرارا ً ل َس َوابغ َر م‬
،‫ْح ِت ِه‬
‫م‬ ‫م‬
،‫َو َمع ِصيَ ِت ِه‬
ِِ ِ ِ

Aku memuji Allah yang Maha Luhur dengan


kepasrahan pada keagungan-Nya, memohon kesempurnaan
nikmat-Nya, mengharap taufiq, ma’unah-Nya, dan
kekuatan untuk ketataan kepada-Nya, menjauhi
kedurhakaan kepada-Nya, dan berharap limpahan karunia-
Nya.

13 | Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah


Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali ___________________________

ً َ ‫م‬ َ ‫َ ُ َ ي َ َ َّ َ م َ َ ُ م َ َ م َ م‬
‫ ِان ِقيادا‬،‫ْي خ ِليق ِت ِه‬
ِ ‫وأصِّل لَع حمم ٍد عب ِد ِه ورسو ِ ِِل وخ‬
ً َ ‫م‬ َ ً ‫ َوقَ َض‬،‫اعت ِه‬َ َ َ ً َ ‫م م‬
‫ واع ِتصاما‬،‫اء ِِل َ يق ِر َساِلِ ِه‬ ِ ‫ واس ِتجالبا لِشف‬،‫ِِلُبوتِ ِه‬
َّ ُ
َ ‫حابه َو ِع م‬َ ‫َ م‬ ََ َ‫ُم َ م‬
.‫ْتتِ ِه‬ ِ ِ ‫آِل َوأص‬
ِ ِ ‫ َولَع‬،‫ِبيم ِن ن ِقيب ِت ِه‬

Aku bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW,


hamba Allah, rasul-Nya, dan sebagai sebaik-baiknya
makhluk ciptaan Allah-Nya, dengan ketundukan atas
nubuwahnya, berharap syafaatnya, seraya memenuhi
kewajibanku atas hak risalahnya, dan berlindung dengan
keagungan perangainya. Juga aku haturkan pula untuk
keluarga, para sahabat , dan keturunan beliau nya yang alim.

ُ ْ‫َ َ َب‬
:‫أما عد‬
ُ ‫الصد مي ُق‬
ُ‫المتَ َع يصب‬ َّ ‫الم مشف ُق َو‬ ُ ‫ال ُخ‬ َ َ ُّ َ َ ُ ‫َ ي َ َ م‬
ِ ِ ‫ف ِإِّن رأيتك أيها‬
َ ‫م‬ َ ‫َّ َ َ م‬ َ ‫م‬ َ ‫ُ م َ َّ م‬
‫ـما ق َرع َسم َعك َم من َطع ِن َطائِف ٍة‬ ‫ ُمق َّس َم ال ِفك ِر؛ ل‬،‫الصد ِر‬ ‫مو ِغر‬
َ َ َ ُ َ ‫م‬ َ َ َّ َ ُ َ ُ ُ ‫َ َ َ َ َ َ َم‬
‫امال ِت‬ ‫ار مع‬ ِ ‫ْس‬ ‫أ‬ ‫ي‬ ‫ـ‬
ِ ‫ف‬ ‫ة‬
ِ ‫ف‬ ‫ن‬ ‫ص‬ ‫م‬ ‫ال‬ ‫ا‬ ‫ن‬‫ب‬ِ ‫ت‬ ‫ك‬ ‫ض‬ ِ ‫ع‬‫ِمن اِلسد ِة لَع ب‬
،‫ادلي م ِن‬
‫ي‬

Amma Ba’du :
Sahabat, Aku melihatmu sedang dirundung gelisah,
berduka, dan pikiranmu galau. Ketika engkau mendengar
caci maki sebagian orang-orang yang hasud atas sebagian

Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah | 14


___________________________ Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali

buku-buku yang telah kutulis mengenai rahasia-rahasia


bermuamalah1 dalam agama.

َ ‫ال مص‬َ َ ‫ُيال ُف َم مذ َه‬ َ ُ َ َ ‫َ َ م م َ َّ م‬


‫اب‬ ِ ‫ح‬ ‫ب‬ ِ ‫وزع ِم ِهم أن ِفيها ما‬
‫ُ َ َ ي م َ َ َّ ُ ُ م َ َ م َ َ م‬َ َّ َ َ َ ‫ُ َ َ ي م‬
‫ب‬ ِ ‫ وأن العدول عن مذ‬،‫ والمشايِ ِخ المتَك ِمْي‬،‫المتقد ِمْي‬
‫ه‬
َ َ َ َ ‫ُ م‬ ‫م‬ َ
‫ال مش َعر يي َول َ مو ِف َق ي‬
......... ‫ َو ُمبَايَنتَ ُه َول مو ِِف َش ٍء ن مز ٍر‬،‫ ف ٌر‬.........‫ب‬
ٍ ‫ش‬
ِ ‫د‬
ِ ‫ي‬ ِ ِ
‫َ َ ٌ َ ُ ٌم‬
...‫ضالل وخْس‬

Dan mereka menganggap bahwa isi buku tersebut


menyimpang dari Mazhab para sahabat terdahulu, dan
menyimang dari ajaran para ulama ahli Kalam. Dan mereka
mengganggap bahwa berbeda dari mazhab Asy'ari, walau
sejengkal saja, ….. sudah kufur,…. dan berbeda pendapat
dengannya (asy’ari), walaupun hanya secuil… ini
merupakan kesesatan dan kerugian.
َ َ ‫َ ُ ُ م ُ ََُ ي ُ َ َ َم‬ ُّ َ ‫َ م‬
‫ َوال‬،‫لَع نف ِسك‬ ‫ف َه يون أي َها (الخ) المش ِفق المتعصب‬
ً ‫َ َ َ م‬ َّ ُ ‫م‬
،‫ َوفل ِم من غ مربِك ق ِليال‬،‫ضيق بِ ِه َصد ُر َك‬
ُ َ‫ي‬

Tenangkan dirimu….Wahai sahabatku yang besar


empatinya dan besar girahnya untuk melindungiku. Engkau
tidak perlu bersedih hati. Jangan berkecil hati. Bersabarlah
atas ucapan cemooh mereka yang tidak menyakitkanmu
ً َ ً ‫َ م م ََ َ َُ ُ َ َ م ُ م ُ م َ م‬
‫َجيال‬
ِ ‫واص ِب لَع ما يقولون واهجرهم هجرا‬

1
hubungan manusia dalam interaksi sosial sesuai syariat, karena manusia merupakan
makhluk sosial yang tidak dapat hidup berdiri sendiri. Dalam hubungan dengan manusia
lainnya, manusia dibatasi oleh syariat tersebut, yang terdiri dari hak dan kewajiban.

15 | Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah


___________________________ Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali

ِ‫َق شرع ٌة للجَ ِم ْيع‬


ُّ ‫ احل‬:ٌ‫صل‬
ْ َ‫ف‬
PASAL 1 : KEBENARAN ITU MERUPAKAN
SYARIAT2 UNTUK SEMUA

َ ََ ‫م‬ َ َ ‫َ َ َّ َ م َ م َ َ م َ َ م َ م‬
‫نع ه ِذ ِه اِل َ ِسيكة ع من‬ ِ ‫فأما أنت ِإن أردت أن ت‬
ُ َ ُ ُ َ َ ‫م‬ ُ ‫م‬ ‫م‬
‫ ِم َّم من ال تَ يرك ُه غ َوايَة‬،‫ َو َصد ِر َم من ه َو ِِف ِمث ِل َحال ِك‬،‫َصد ِر َك‬
َ ‫ بَ مل َت َع ُّط ُش ُه إ‬،‫اِل مق ِليم ِد‬
َ ‫ىل اال مستبم‬ َ َ َ َ
َ ‫ال ُت َقيي ُد ُه َع َمايَ ُة‬
‫ار‬
ِ ‫ص‬ ِ ِ ِ ‫ و‬،‫اِلس ِد‬
َ ‫م ٌ َ َ َّ َ َ َ ٌ َ َ م َ م‬ َ َ َ َ ‫ََ َ م‬
‫اطب نف َسك‬ ِ ‫ فخ‬،‫ وهيجها نظر‬،‫ارها ِفكر‬ ِ ‫ِِلزاز ِة ِإشك ٍل أث‬
‫ُ م‬ ‫ي‬ َ
،‫ َو َط ِالم ُه ِبَد الكف ِر‬،‫احبَك‬ َ
ِ ‫َوص‬

Adapun anda…. Jika ingin agar tercabut


duri/belenggu dalam dadamu, dan dada orang lain yang
sama keadaannya sepertimu, yaitu orang-orang yang tidak
bergerak oleh dorongan dengki, serta tidak terbelenggu
oleh taklid buta. Melainkan haus akan penjelasan akan
berbagai kesulitan yang sangat mengganggu yang timbul
dari proses berpikir dan berdasarkan kajian-kajian. Maka,

2
hukum agama yang menetapkan peraturan hidup manusia, hubungan manusia dengan
Allah swt., hubungan manusia dan alam sekitar berdasarkan Al-Qur’an dan hadits

25 | Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah


Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali ___________________________

bicaralah pada dirimu sendiri, pada sahabatmu, dan


meminta padanya untuk mengkaji batasan kufur.

Batas Kekufuran Itu Bukan Karena Perbedaan


Mazhab
َ َ َ ‫ُ م َ َُ ُ َ م‬
‫ي‬،‫ال مش َعري‬ َّ َ َّ َ َ َ َ ‫َ م‬
ِ ‫ف ِإن زعم أن حد الكف ِر ما ُيا ِلف مذهب‬
ٌ‫م‬ َّ َ َ ‫َ م‬ ‫َم َ م َ َ ُ مَ ي َم َمَ َم َ م‬
،‫ فاعل مم أن ُه ِغر بَ ِليد‬......... ‫ْي ِه مم‬
ِ َ ‫ أو َاِلنب ِِّل أو‬،‫ت ِل‬ِ ‫أو مذهب المع‬
َ ‫َ َ ُ َ م م‬ َ‫َ ُ م‬ َ ‫َ م َ َّ َ ُ َ م م ُ َ ُ َ م‬
‫ فال تضييع بِ ِإصال ِح ِه‬،‫ان‬ ِ ‫ فهو أعم ِمن العمي‬،‫قد قيده اِلق ِليد‬
َ َ
،‫الز َمان‬

Jika ada yang menyangka bahwa batasan kekufuran


(kesesatan) itu karena berbeda dari mazhab Asy’ari3, atau
mazhab Mu’tazili4, atau mazhab Hanbali, dan mazhab yang
lainnya. Maka ketahuilah bahwa sangkaan itu amat sangat
bodoh. Sunguh tradisi taklid5 ini telah mengekangnya,
orang seperti itu lebih buta dari pada orang buta. Maka,

3
Abu al-Hasan Ali bin Ismail bin Abu Bisyr Ishaq bin Salim bin Ismail bin Abdullah bin
Musa bin Bilal bin Abu Burdah bin Abu Musa Al-Asy’ari Abdullah bin Qais bin Hadhar.
adalah salah seorang keturunan dari sahabat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi
wasallam, Abu Musa Al-Asy'ari. Beliau lahir di Bashrah pada tahun 260 H/873 M dan
wafat di Baghdad pada tahun 324 H/935 M.[1] Sebagian besar hidupnya berada
di Baghdad. atau lebih dikenal imam Asy'ari adalah seorang mutakalim yang berperan
penting dalam perkembangan teologi Asy'ariyah.
4
sebuah sekte yang mulai berkembang di awal abad kedua Hijriah. Sekte ini diajarkan
oleh Washil bin Atha’, seorang murid al-Hasan al-Bashri yang memilih untuk
menyimpang dari ajaran guru-gurunya. Di kemudian hari, sekte yang ia dirikan dijuluki
dengan sekte Mu’tazilah yang diambilkan dari lafadz i’tazal (menyendiri/menyimpang)
karena telah menyimpang dari paham mayoritas umat Islam.
5
“menerima perkataan (pendapat) orang, padahal engkau tidak mengetahui darimana
sumber atau dasar perkataan (pendapat) itu”. Orang yang melakukan taklid disebut
mukalid

Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah | 26


___________________________ Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali

jangan sibuk (buang-buang waktu) untuk


memperbaikinya… (cuekin aja)

‫َ م‬ ‫َ َُ َ م‬ َ ‫إفم‬ ً َ ‫َ م‬
‫ ُمقابَلة دع َو ُاه بِدع َوى‬،‫حا ِم ِه‬ ِ ‫َونا ِهيك ُح َّجة ِِف‬
َُ َ ‫ُ َ ي م‬ َ َ‫َم‬ ‫م‬ َ َ
َ ‫ال ََي ُد َب م‬ ُ
‫ّلين ِل‬ ِ ‫نف ِس ِه َوبْي سائِ ِر المق‬ ‫ْي‬ ِ ‫ إِذ‬،‫خ ُص مو ِم ِه‬
ً ‫ُ َ مَ َ َ ً َ م‬
...‫ْي ُِل ف مرقا َوفصال‬ ‫المخا ِل ِف‬

Dan cegah dirimu untuk memberikan hujah


(argumentasi) untuk meluruskannya, dan membandingkan
tuduhannya dengan tuduhan-tuduhan lawannya. Sebab
tidak akan ditemukan (sia-sia) antara orang-orang yang
taklid dan orang-orang yang berbeda pendapat (mukhalifin)
perbedaan dan batas yang jelas.

َ ‫الم َذا ِهب إ‬


َ ‫ك يَميم ُل م من َب مْي َسائر‬ َ َ َ َّ َ َ َ
‫ىل‬ ِ ِ ِِ ِ ِ ِ ‫احب‬
ِ ‫ولعل ص‬
‫ُ م‬ َ َ َ َ ‫ُي م‬ ُ َ َ َ ُ َّ َ ُ ‫ي‬ َ ‫َم‬
‫ ويزعم أن ما ِلفته ِِف ك ِور ٍد وصد ٍر ِمن الكف ِر‬،‫الشع ِري‬
‫َ َ م َم‬
: ‫ فاسأ ُِل‬،‫ِّل‬
‫ال ي‬
ِ
Mungkin saja sahabatmu lebih condong kepada
mazhab Asy’ari di antara mazhab-mazhab yang ada. Dan
beranggapan bahwa menyalahkan mazhab Asy’ari dalam
setiap pendapat dan pokok ajarannya adalah bentuk
kekafiran yang nyata. Maka, tanyakanlah kepadanya (kepada
sahabatmu) :

27 | Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah


Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali ___________________________

َ َ ‫م ً َم‬ ُ َ َ َ ََ َ ‫م َم‬
‫ت ُِل ك مون اِل َ يق َوقفا َعلي ِه َح َّّت قض‬ ‫ِمن أين ثب‬
َ
َّ َ ََ َ ََ َ ‫ُ م َ َ ي م‬
َ ‫هلل َت َع‬
‫ َو َزع َم أن ُه‬،‫اىل‬ ِ ‫القا ِء‬ ‫ِّن إِذ خالف ُه ِِف ِصف ِة‬ ِ ‫بِكف ِر الاقِال‬
َ َ َ ً ً ‫م‬ ‫َم‬
!‫ات؟‬
ِ ‫لَع اَل‬ ‫لي َس َوصفا َزائِدا‬

Dari mana (alasan) ia menetapkan bahwa


kebenaran itu tergantung kepada pendapatnya itu?
Sehingga orang seperti al-Baqillani6 bisa dicap kafir hanya
karena berbeda pendapat dengan al-Asy’ari mengenai sifat
Baqa Allah SWT, yaitu ia (al-Baqillani) berpendapat bahwa
Al-Baqa’ merupakan sifat tambahan bagi Allah SWT di luar
Dzat-Nya.
َ
َ‫ال مش َعر يي ِمن‬ ‫ُ م‬ َ َ َ َ َ
‫ر‬ ‫ف‬ ‫الك‬ ‫ب‬ َ
‫أوى‬ ‫ِّن‬
ِ ‫اقال‬‫ولِم صار ال‬
ِ ِ ِ
َ َ ُ ‫َم َ ي‬
‫خالف ِت ِه الاقال ِ ي‬
‫ِّن؟‬ ‫الشع ِري بِم‬

Lalu, mengapa Al-Baqillani lebih pantas dicap kafir


daripada al-Asy’ari, hanya karena berbeda pendapat dengan
al-Asy’ari?

َ ُ َ َ ً ‫َ َ َ ُّ َ م‬
‫لَع أ َح ِد ِه َما د مون الَّ ِاِّن؟‬
َ ‫ولِم صار اِل َق وقفا‬

6
seorang ulama besar bernama Abu Bakar Al-Baqilani. Beliau adalah ulama besar
madzhab Asy’ari. Bahkan beliau merupakan tokoh utama Asy’ariyah sepeninggal Abu
Hasan Al-Asy’ari. Selain seorang mutakallim (ahli kalam), Al-Baqilani juga salah satu
ulama Ushul Fiqh. Al-Baqilani lahir di kota Bashrah, kota terbesar kedua di Irak setelah
Baghdad. Al-Baqilani dilahirkan dengan nama lengkap Abu Bakar Muhammad Ibnu Al-
Thayyib Ibnu Muhammad Ibnu Ja’bar Ibnu Al-Qasim Al-Baqilani. Tidak ada keterangan
yang begitu spesifik tentang tahun kelahiran Al-Baqilani, namun beliau hidup pada masa
awal pemerintahan Dinasti Buwaihi, sekitar pertengahan abad ke empat sampe awal
abad ke lima hijriah. Al-Baqilani mempunyai andil besar dalam menyebarluaskan paham
Asy’ariyyah. Beliau termasuk tiga ulama besar Madzab Asy’ari bersama Imam Al-Juwaini
dan Hujjatul Islam Imam Ghazali. Atas jasanya merumuskan kembali paham Asy’ariyah,
menjadikan paham Asy’ariyyah yang notabenenya sebagai Ahlus Sunnah Wal Jama’ah
tetap eksis sampe sekarang.

Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah | 28


___________________________ Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali

Lalu, mengapa kebenaran itu tergantung kepada


kedua orang tersebut (Al-Baqillani dan al-Asy’ari), bukan
dengan pendapat yang lain?
َ ََ َ ‫ََ م‬
ُ ‫ال مش َعر َّي ََ م‬ َّ ‫السبمق ِف‬
َ ‫الز‬ َّ ‫جل‬ ‫ََ َ َ م‬
‫ْي ُه‬ ِ ‫ق‬ ‫ب‬‫س‬ ‫د‬ ‫ق‬ ‫ف‬ ‫؟‬ ‫ان‬
ِ ‫م‬ ِ ِ ِ ‫أذل ِك ِل‬
‫َم‬ ُ َ‫َ ُ مَ َ َم‬
...‫للسابِ ِق َعلي ِه‬
َ ‫كن اِل َ ُّق‬
ِ ‫ فلي‬،‫تل ِة‬
ِ ‫ِمن المع‬
Apakah alasannya karena al-Asy’ari hidup lebih
dahulu? Jika alasannya karena hidup lebih dahulu, maka
sungguh kaum Mu’tazilah lebih berhak diakui
kebenarannya karena hidup lebih dahulu daripada Al-
Asy’ari.

‫ان‬ َ ‫فَبأَ يي ِم م‬
‫ي‬
‫م‬ ‫َ م‬
‫الفض ِل َوال ِعل ِم؟‬ ‫اِلفاوت ِِف‬ ‫ل‬
‫َم َ م‬
ٍ ِ ِ ِ ‫أم ِل‬
‫ج‬
َ َ ‫َ َُ َ م‬ ‫َ م‬ َ َ َ َ َّ َ
‫ال أفضل ِِف‬ ‫َح َّّت الح ِل أن‬ ‫ات الفض ِل‬ ِ ‫ومكيال قدر درج‬ٍ
َّ َ ُ َ ‫ُ ُ م م َ م ُ م‬
‫ّلهِ؟‬
ِ ‫الوجو ِد ِمن متبو ِع ِه ومق‬

Atau karena perbedaan tingkat dalam keutamaan di


bidang ilmu pengetahuan? Lalu dengan standar timbangan
dan ukuran apa tingkat-tingkat keutamaan itu ditentukan?
Sehingga jelas baginya bahwa tidak ada lagi yang lebih
utama dari pada mengikuti dan taklid kepadanya?

‫َ م َ َّ َ م َ َ ُ َ َ ُ َ َ َ َ َ َ َ م‬
‫ْي ِه؟ َو َما‬
ِ َ ‫ف ِإن رخص ل ِلباقِال ِِّن مالفته ف ِلم حجر لَع‬
‫َ َ َ م ي َ َ َ ي َ َم‬ َ َ‫َم ُ َم‬
‫ْي ِه َما؟ َو َما‬
ِ َ‫اقالِّن والكرابِي ِس والقالن ِ ِسئ و‬ ِ ‫الفرق بْي ال‬
‫ُّ م‬ ‫ُ م َ ُ َ م م‬
‫الرخ َص ِة؟‬ ‫اِلخ ِصي ِص ل ِ َه ِذ ِه‬ ‫مدرك‬

29 | Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah


___________________________ Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali

wujud (Allah) dan perbedaan apakah sifat kelanggengan itu


menyatu dengan zat Allah ataukah hanya sifat tambahan,
itu hanya perbedaan kecil yang tidak perlu dibesar-
besarkan. Akan tetapi mengapa pernyataan kaum
Mu’tazilah dibesar-besarkan mengenai penolakan kaum
Mu’tazilah atas adanya sifat-sifat bagi Allah, sedangkan
kaum Mu’tazilah itu mengakui bahwa Allah SWT itu Maha
mengetahui dan Maha Menguasai seluruh alam? Kaum
Mu’tazilah hanyalah berbeda dengan kaum Al-Asy’ari
mengenai pertanyaan bahwa Allah SWT Maha Mengetahui
dan Maha Kuasa dalam esensi-Nya, buka dalam sifat yang
ditambahkan kepada-Nya.
َ َ‫ََ َ ُ م‬
‫فْي؟‬
ِ ‫لال‬ِ ‫فما الف مرق َبْي ا‬

Lalu, Apa perbedaan dari perselisihan itu?

َ َ ‫َي ُ م‬ َ ُّ ََ
‫حان ُه‬ ‫ات اِلق سب‬‫ف‬
ِ ِ ِ‫ص‬ ‫وأخطر م م‬
‫ن‬ ُ ‫أجل‬ ‫مطلب‬
ٍ ‫ي‬ُّ ‫وأ‬
‫م‬ ‫َم‬ ‫َ َ َ َ َ َّ م‬
‫اِلظ ِر ِِف نف ِي َها َوإِث َباتِ َها؟‬ ‫وتعاىل و‬

Dan permasalahan apa yang lebih utama dan


penting daripada persoalan mengenai sifat-sifat Allah yang
Maha Benar, Maha Suci, dan Maha Tinggi dalam
pembahasan menafikannya (meniadakan) atau
mengisbatkan (menetapkan)nya.
َ
ُ‫لنَّ ُه يَ مز َعم‬ ‫َ م َ َ َّ َ ُ َ ي ُ ُ م َ َّ َ ُ َ ي ُ َ َ م‬
ِ , ‫تل وأشدد علي ِه‬ ِ ‫ إِنما أكفر المع‬:‫ف ِإن قال‬
‫ُ م‬ ‫م‬ َ َ ‫ُ م‬ ََ َ َ َّ َ
،‫تصدر ِمن َها فائِد ُة ال ِعل ِم َوالقد َر ِة واِل َيَا ِة‬ ‫احدة‬
ِ ‫أن اَلات الو‬
َُ ‫ُ م‬ َ َ‫م‬ ‫ي‬ ٌ َ ‫َ ٌ ُم‬
‫المختَ ِلفة‬ ‫ واِل َقائِ ُق‬،‫ه ِصفات متَ ِلفة بِاِل َد َواِل َ ِقيق ِة‬ َ ِ ‫َو‬

31 | Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah


‫‪___________________________ Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali‬‬

‫َد الكُ ْف ِر وَاإلِيْمَانِ‬


‫صلٌ ‪ :‬ح ُّ‬
‫فَ ْ‬
‫‪PASAL 2 : DEFINISI KUFUR DAN IMAN‬‬

‫ُ م م َ َم ََ َ َ‬ ‫َّ‬ ‫َم َم َ‬ ‫َ َّ َ َ م‬
‫ل َعلك تشتَ ِه أن تع ِرف َحد الكف ِر َبعد أن تناقض‬
‫َُي م‬ ‫َ َم َ ُ ُ مُ َ م َ‬
‫ّلي َن‪،‬‬‫ِ‬ ‫ق‬‫م‬ ‫ـ‬ ‫ال‬ ‫اف‬
‫عليك حدود أص ِ‬
‫ن‬

‫‪Mungkin anda berhasrat ingin mengetahui‬‬


‫‪batasan (definisi) kufur, setelah terjadi kontradiksi terhadap‬‬
‫‪definisi-definisi yang diberikan muqallidin (orang-orang‬‬
‫‪awam yang belum atau tidak sampai pada tingkatan ijtihad).‬‬
‫َ‬ ‫َ م َ م َ َّ َ م َ َ َ َ م ٌ ُ م َ َ ُ َ ٌ‬
‫ك يّن‬ ‫فاعلم ‪ :‬أن شح ذل ِك ط ِويل‪َ ،‬ومدركه غ ِمض‪َ ،‬ول ِ‬
‫ً َّ َ َ‬
‫ك َسة ِ َِلت ِخذها َم مط َم َح‬ ‫َ م َ م َ َ َ َ ً َ م َ ً ُ َّ ً ُ م َ‬
‫أعطيك عالمة ص ِحيحة مطردة َومنع ِ‬
‫َ‬ ‫ََم م‬ ‫ََ َ ََم َ َ َ َ َ َ م َ م م‬
‫ان ِِف‬ ‫الفرق‪ ،‬وتطوي ِل ال ِلس ِ‬‫ِ‬ ‫ْي‬
‫َنظ ِرك‪ ،‬وترع ِوي ب ِسب ِبها عن تك ِف ِ‬
‫مَََ م ُ ُُُ م َ َ ُ ََُ ي مَ َ‬ ‫م َ‬ ‫م‬
‫ْي بِق مو ِل‪:‬‬ ‫ك‬‫السالمِ ‪َ ،‬وإِ ِن اختلفت طرقهم‪ ،‬ما داموا متمس ِ‬ ‫أه ِل ِ‬
‫مَ َ‬ ‫َ مَ َ َ مَ َ‬ ‫َ َ َ َّ ُ ُ َ َّ ٌ َّ ُ م ُ‬
‫ْي ل َها‪،‬‬ ‫ْي ُمنا ِق ِض‬ ‫هلل‪ ،‬صا ِد ِقْي ِبها َ‬
‫ال ِإِل ِإال اهلل‪ ,‬حممد رسول ا ِ‬
‫ََُ ُ‬
‫فأق مول‪:‬‬

‫‪37‬‬ ‫|‬ ‫‪Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah‬‬


Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali ___________________________

Ketahuilah, bahwa penjelasan akan hal tersebut


akan panjang, konsepnya terlalu samar. Namun, akan
kutunjukkan padamu satu ciri-ciri yang tepat (sahih),
yang dengan ciri-ciri ini engkau dapat mengukur dan
menilai, dan agar menjadi acuan sudut pandanganmu, dan
engkau akan segan mengkafirkan sesama pemeluk Islam,
jika terdapat perbedaan sudut pandang, selama mereka
masih berpegang pada ucapan Lâ ilâha illa Allah, Muhammad
rasulullâh, mereka termasuk orang yang mushodiqin
(membenarkan), bukan orang yang mempertentangkan (al-
munaqidin). Maka aku akan jelaskan :
َّ ‫َم‬ ُ ‫ُ َُ َ م‬
‫هلل َعلي ِه َو َسل َم‬ َ ‫ب َّ ُ م‬
ِ ‫الرسو ِل صلوات ا‬
ُ ‫كذي م‬
ِ ‫ هو ت‬:‫الكفر‬
‫ِف َ م‬
َ ‫َش ٍء ِم َّما َج‬
.‫اء بِ ِه‬ ِ
Kufur itu adalah mengingkari Rasulullah SAW.
dalam segala hal yang dibawanya,

َ ُ ُ‫َ مَ ُ َ م م‬
َ ‫َجيمع َما َج‬
،‫اء ِب ِه‬ ِ ِ ‫ تص ِديقه ِِف‬:‫اليمان‬
ِ ‫و‬
Sedangkan iman adalah membenarkan segala hal
yang dibawan oleh Rasulullah SAW”.
‫َ م‬
َّ ِ ‫ك ِذي مبه َما ل‬ َ َ ُّ َ َ َ َ ُّ ‫َ َ ُ م‬
َ ‫لر ُس مو ِل َص‬
‫ىل‬ ِ ‫ ِِل‬,‫ان‬
ِ ‫فالهو ِدي واِلص ِاِّن كفِر‬
َّ ‫ُ َم‬
،‫اهلل َعلي ِه َو َسل َم‬

Yahudi dan Nasrani mereka dikatakan kafir karena


mengingkari kerasulan Nabi Muhammad SAW (tidak
percaya terhadap ajaran-ajaran yang dibawanya).

Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah | 38


___________________________ Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali

َ ‫َ م َ َ َّ َ م‬ َ ُّ َ َ َ
‫ ِلن ُه أنك َر َم َع َر ُس مو ِِلَا‬،‫ى‬ ‫م ك ِف ٌر ِب َط ِريم ِق الو‬ ِ ‫والب ِه‬
َ َ َ
َ ‫َّ م‬
‫ ِلن ُه أنك َر َم َع‬،‫ى‬ َ ‫ َكفِ ٌر ب َطريمق ال مو‬11‫ادل مهر ُّي‬ َّ ‫ َو‬،‫َسائ َر ال ُّر ُسل‬
ِ
ِ ِ ِ ِ ِ
ُّ ‫الم مرس َل َم َع‬
...‫الر ُس ِل‬ ُ
ِ

Al-Barahimi (Brahmana : Hindu) mereka kafir,


karena mereka mengingkari Nabi Muhammad SAW, dan
seluruh para Rasul. Begitu juga Ad-Dahriyun mereka kafir
karena mengingkari terhadap kerasulan para rasul.
ً َ ‫َ ّ ي‬ ‫ك ٌم َ م‬ ‫ُ مَ ُ م‬ َّ َ َ َ َ
،‫لرق َواِل ُ ِر َّي ِة َمثال‬ ِ ‫ك‬ ، ‫ع‬ِ ‫ش‬ ‫ح‬ ‫ر‬ ‫ف‬ ‫الك‬ ‫ن‬ ‫وهذا ِل‬
،‫ار‬ َّ ‫ُُم‬ ُ ‫َّ َ ُ م‬ َ َ ٌ ‫ُ م‬ ُ َ‫َ َ م‬
ِ ‫ واِلكم ِباللو ِد ِِف اِل‬، ِ‫ِإذ معناه إاِلكم ِب ِإباح ِة ادلم‬
‫َ َ م‬
،‫لَع َمن ُص مو ٍص‬ َ َّ ‫َ ُ م َ ُ َّ َ ي‬ ‫ُ م َُ ُ َ م‬
‫اس‬ ٍ ‫ َوإِما بِ ِقي‬،‫ فيدرك إِما بِنص‬،‫َومدركه ش ِع‬
‫اِلحق بِ ِه مم بِ َط ِريم ِق‬
َ ‫ َو‬،‫ارى‬ َ ‫اِل َص‬َّ ‫ال ُه مو ِد َو‬
َ ‫اِل ُص مو ُص ِف‬ ُّ ‫َوقَ مد َو َر َدت‬
ِ ِ
َ ُّ ُ ُ ‫ُ َ َّ م‬ ُ َّ ُ ََ َ ‫َم‬
‫ َوَك ُه مم يشْتكون‬،‫ادله ِر َّية‬ ‫النوية َوالزنادقة و‬ ‫ َو‬،‫البا ِه َمة‬ ‫الوى‬
ُّ ِ ‫ك يذ ٌب ل‬ َ ُ ََُ َ ُّ ُ َ َ ُ ‫َ َّ ُ م‬
ُّ ِ ‫ك يذبُ مو َن ل‬
,‫لر ُس مو ِل‬ ‫ فهو م‬.........‫ فك ك ِف ٍر‬،‫لر ُس مو ِل‬ ‫ِف أنهم م‬
َ َ ‫ُ ُّ َ ي‬
،‫ ف ُه َو كفِ ٌر‬.........‫َوُك ُمكذ ٍب‬

Kesimpulan di atas berdasarkan pada status kufur


yang merupakan hukum syara’, seperti halnya sifat budak
(riq) dan merdeka (hurr). Karena kufur berarti kehalalan
darah seseorang dan vonis keabadian di neraka. Dan tentu
dasar kufur diketahui melalui syara’, terkadang ditemukan
dari nash atau dalil tertulis, di saat yang lain dapat diketahui

11
Dahriyun adalah kaum yang menyandarkan segala sesuatu pada berjalannya masa,
waktu. Mereka mengikari adanya kehidupan setelah kematian.

39 | Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah


Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali ___________________________

melalu qiyas pada dalil nash. Dan telah jelas adanya nash-
nash mengenai kekafiran orang Yahudi dan Nasrani.
Apalagi kekafiran Al-Barahimi (Brahmana), para
penyembah berhala, Ateis, dan Dahriyun.

ُ
.‫ك َسة‬ َ ‫َف َهذه َ َ َ َ ُ ُ َّ َ ُ ُ م‬
ِ ‫ه العالمة المط ِردة المنع‬ِ ِِ

Maka inilah tanda-tanda (ciri) al-Muthorid dan al-


Mun’akis (penilaian yang menjadi tolak ukur).

Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah | 40


___________________________ Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali

ِ‫ فِي تَ ْحرِ ْي ِر حَدِّ اإلِيْمَا ِن وَالكُفْر‬: ‫ص ٌل‬


ْ َ‫ف‬
PASAL 3 : MENGENAI TAHRIR12 DEFINISI
IMAN DAN KUFUR

‫م‬ َ ‫َم‬ َ‫َ َم‬ َ َ َّ َ ‫م َ م‬


‫ت َت ُه غ مو ٌر بَل‬ ‫م‬ ُ ُ َ َ ُ
،ِ‫َلي ذكرناه مع ظهو ِره‬ ِ ‫ِاعلم أن هذا ا‬
َ ‫ َفتُنم ِسبُ ُه إ‬, َ َُ ‫َ ُ َ ي‬ َّ ُ َّ َ َ ُّ ُ ‫َ م‬
‫ىل‬ ِ ‫ ِلن ك ِف مرق ٍة تكف ُر ما ِلف َها‬،‫تتَ ُه ك الغ مو ِر‬
َّ ‫َّ ُ م َ َّ ُ َ م‬ ‫َ م م‬
: ‫اهلل َعلي ِه َو َسل َم‬ ‫ب الرسو ِل صىل‬ ِ ‫تك ِذي‬
Ketahuilah, bahwa apa yang telah kami sebutkan
beserta gambaran dzhirnya, ada rahasia yang terselubung
sangat dalam dan rumit (inti permasalahan). Karena setiap
golongan akan mengkafirkan golongan yang berbeda
dengannya, bahkan sampai mendustakan (atas nama)
Rasulullah SAW.
َ َّ َ َّ َ ُ َّ َ ً َ َّ َ ‫َ م َ م َ ُ َ ي ُ َ م‬
‫الر ُس مول ِِف‬ ‫ِّل يكفر الشع ِري زا ِعما أنه كذب‬ ُّ ‫فاِلنب‬
ِ
‫م‬ َ ََ َ ‫م‬
،‫الس ِتوا ِء لَع العر ِش‬ َ َ َ
َ ‫هلل تع‬ ‫م‬ َ َ َ‫م‬
ِ ‫ و ِف ا‬،‫اىل‬ ِ ‫ات ِجه ِة الفو ِق‬
ِ ‫ِإثب‬

12
Merupakan istilah yang digunakan dalam kajian mazhab yaitu upaya menyeleksi ijtihad
yang dilakukan oleh para ulama mazhab

41 | Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah


Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali ___________________________

Pengikut Hanbali mengkafirkan pengikut Asy’ari,


karena menganggap pengikut Asy’ari telah mendustakan
َ ‫هلل َت َع‬
Nabi Muhammad SAW dalam hal ‫اىل‬ ‫َم‬
ِ ‫( الفو ِق‬Allah berada
َ
َ ‫ال مس ِت َوا ِء‬
َ ‫لَع‬
di atas) dan ‫الع مر ِش‬ ِ ‫( ا‬Allah bersemayam di Arsy)

َ َّ َ َّ َ َ َ َّ َ ُ َّ َ ً َ ُ ُ ‫َ َ م َ ُّ ُ َ ي‬
‫الر ُس مول ِِف‬ ‫ وكذب‬،‫والشع ِري يكفره زا ِعما أنه شبه‬
َ
‫أنَّ ُه لَيم َس َك ِمثم ِل ِه َ م‬
،‫َش ٌء‬

Demikian juga pengikut Asy’ari mengkafirkan


pengikut Hanbali dengan menuduhnya telah ingkar kepada
‫لَيم َس َك ِمثم ِل ِه َ م‬
ajaran Nabi Muhammad saw. dalam konteks ‫َش ٌء‬
telah melakukan antropomorfisme (tasybih/perumpamaan)
َ َّ َ َّ َ ُ َّ َ ً َ َّ َ ‫َ َ م َ ُّ ُ َ ي ُ ُ م‬
‫الر ُس مول ِِف‬ ‫ت ِل زا ِعما أنه كذب‬ ِ ‫والشع ِري يكفر المع‬
َ َ ‫م َ ُ م َ َ ي‬ َ ‫َج َواز ُر مؤ َية اهلل َت َع َ َ م‬
،‫ات ُِل‬
ِ ‫ات ال ِعل ِم والقدر ِة والصف‬
ِ ‫ و ِف ِإثب‬...‫اىل‬ ِ ِ ِ
Pengikut Asy’ari juga mengkafirkan pengikut
Mu’tazilah yang beranggapan mengenai kemungkinan
melihat Allah Ta’ala, dan dalam menetapkan sifat al-‘ilmu,
Al-Qudrah (berkuasa) dan sifat-sifat lainnya.

َ ‫َ ُ م َ ُّ ُ َ ي ُ َ م َ َّ َ ً َ َّ م َ َ ي‬
‫ات‬
ِ ‫ت ِل يكفر الشع ِري زا ِعما أن ِإثبات الصف‬ ِ ‫والـمع‬
‫َّ م‬ ‫َ م‬
ٌ ‫كذيم‬ ‫ٌ م‬
،‫اِل مو ِحي ِد‬ ‫لر ُس مو ِل ِِف‬
َّ ِ ‫ب ل‬ ِ ‫ َوت‬،‫تكثْي ل ِلقدما ِء‬

Dan pengikut Mu’tazilah mengkafirkan pengikut


Al-Asy’ari karena menganggap bahwa menetapkan adanya
sifat-sifat (bagi Allah) berarti mengkafirkan orang-orang

Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah | 42


Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali ___________________________

‫م‬ ‫َ َ ُ َ َ م َ َ َّ َ َ م ُ ُ م َ م‬
ُ ‫ج ٍه ِم من َه ِذ ِه‬
‫الو ُج مو ِه ال َم َس ِة‬ ‫صىل اهلل علي ِه وسلم عن وجو ِد ِه بِو‬
َ َ ُ َ ‫ََم‬
َ َ ‫ك يذب‬
،‫ال مطال ِق‬
ِ ‫لَع‬ ٍ ‫فليس بِم‬.........

Namun demikian, wujud memiliki 5 tingkatan.


Mengabaikan/melupakan tingkatan wujud tersebut, akan
menyebabkan masing-masing golongan menyebut
lawannya sebagai pelaku takdzib (pendustaan) Rasulullah
SAW. kelima wujud tersebut ada yang bersifat dzati
(esensial), hissi (inderawi), khiyali (khayalan), aqli (rasional),
dan sibhi (metaforis). Maka, barang siapa mengakui wajud
sesuatu yang dikabarkan oleh Rasulullah SAW dengan salah
satu wujud yang lima tersebut, maka ia tidak sama sekali
termasuk orang yang mendustakan Rasulullah SAW.
َ ُ ‫م َ م م‬ َ َ ‫َ م‬ َ ‫َمَ م َ م‬
‫ َوِلَذك مر مثال َها ِِف‬،‫َشح ه ِذ ِه الصناف ال َم َسة‬ ‫فلن‬
َ ‫َم م‬
.‫اِلأ ِويال ِت‬

Selanjutnya, kami akan menjelaskan pembagian


yang lima macam wujud di atas, dan akan kami sebutkan
pula contoh-contohnya yang berkaitan dengan pembahasan
takwil.

َ ُ َّ ُّ ‫َ َّ ُ ُ م ُ َّ ُّ َ ُ َ ُ ُ م ُ َ م‬
‫ار َج‬ ِ ‫ مفهو الوجود اِل ِقي ِق الابِت‬:‫أما الوجود اَل ِات‬
‫خ‬
ً ‫ُّ َ َ م ُ َ م‬
،‫العقل عن ُه ُص مو َرة‬
ُ ُ ‫ َولَ م‬،‫الع مقل‬
َ ‫اِل يس َو‬
‫ِلس و‬ِ ‫كن ي َأخذ ا‬ ِ ِ ِ
َ ََ َ َ
‫ََ َ ُ ُ م َ َ َ م‬ َ ً َ‫ُُ م‬ َّ َ ُ َ
،‫ان‬ ِ ‫ واِليو‬،‫ وهذا كوجو ِد السما ِء والر ِض‬،‫فيسم أخذه ِإدراك‬

Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah | 44


‫___________________________ ‪Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali‬‬

‫فَصْلٌ ‪ :‬فِي التَّمْ ِث ْي ِل للوُ ُج ْودَاتِ بِال َشرِعِيَّا ِ‬


‫ت‬
‫وَمَا ُيتَأوَّ ُل ِم ْنهَا‬
‫‪PASAL 4 : MENGENAI TAMSIL PERWUJUDAN‬‬
‫‪BERDASARKAN SYARIAT DAN‬‬
‫‪PENTAKWILAN‬‬

‫َم م َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َّ‬ ‫َ َم ََ َ‬ ‫م َ‬


‫ات ِِف اِلأ ِويال ِت‪:‬‬
‫ِاسم ِع اآلن أم ِثلة ه ِذ ِه ادلرج ِ‬

‫‪Sekarang simaklah contoh-contoh‬‬ ‫‪beberapa‬‬


‫‪tingkatan dalam pentakwilan :‬‬
‫َ ُ َ َّ‬ ‫َ‬ ‫َ َّ ُ ُ م ُ َ ُّ َ َ‬
‫ال َيمتَ ُ‬
‫اَلي‬ ‫ِ‬ ‫و‬ ‫ه‬‫و‬ ‫‪،‬‬‫مثال‬
‫ِ‬ ‫الـ‬ ‫ىل‬ ‫إ‬
‫ِ‬ ‫اج‬ ‫أما الوجود اَل ِات‪ :‬ف‬
‫مطلق اِل َ ِقيم ِ ُّ‬ ‫َ َ ُ َ َّ ُ َ ُ َ ُ ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َم‬
‫ق‪،‬‬ ‫ُ‬ ‫الو ُج مود الـ‬ ‫لَع الظا ِه ِر وال يؤول‪ ،‬وهو‬ ‫َي ِري‬
‫الع مر ِش‬ ‫اهلل َعلَيمه َو َسلَّ َم َعن َ‬ ‫الر ُس مول َصىل ُ‬ ‫ك َكإ مخبَار َّ‬ ‫ََ َ‬
‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ ِ‬ ‫وذل ِ‬
‫َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َّ ُ م‬ ‫َ ُ‬
‫لَع ظا ِه ِر ِه‪ِ ،‬إذ ه ِذهِ‬ ‫السبع‪ ،‬ف ِإن ُه َمري‬ ‫ِ‬ ‫وات‬
‫س والسما ِ‬
‫الك مر ِ ي َ‬ ‫و‬
‫م َم ُم َ م‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ي‬ ‫َ م‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫َ م َ ٌ َ م ُ مٌَ مُ‬
‫َ‬
‫اليال أو لم تدرك‪.‬‬ ‫ِ‬ ‫ِلس و‬ ‫دركت بِا ِ‬ ‫أجسام موجودة ِِف أنف ِسها‪،‬أ ِ‬

‫‪Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah‬‬ ‫|‬ ‫‪52‬‬


___________________________ Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali

Adapun wujud dzati (esensial) : Tidak perlu lagi


contoh. Sebab wujud dzati itu merupakan wujud yang kasat
mata dan tidak perlu ditakwilkan. Ia merupakan wujud
mutlak yang hakiki. Seperti halnya kabar dari Rasulullah
SAW mengenai adanya Arsy (singgasana), kursi, dan tujuh;
semuanya itu jelas dapat dipahami menurut lahirnya, sebab
semuanya itu adalah substansi-substansi yang dengan
sendirinya bersifat wujud, baik bisa ditangkap oleh indera
dan khayal maupun tidak.

‫م‬ ٌَ‫َم م َ َ م‬ َ ُّ ‫َ َ َّ ُ ُ م ُ ي‬
‫ واقنع‬،‫ْية‬‫ فأمثلتُ ُه ِِف اِلأ ِويال ِت ك ِث‬:‫س‬ ‫ِل‬
ِ ‫وأما الوجود ا‬
‫م‬
:‫بمثالْي‬
ِ ‫ِمن َها‬

Adapun wujud hissi (inderawi) : Contohnya banyak


sekali dalam permasalahan takwil, dan cukuplah hanya 2
contoh dari permasalahan takwil.
َ‫م‬ َّ ‫ُ َم‬ َّ ُ َ ُ َ
‫(يُؤَت‬ :‫اهلل َعلي ِه َو َسل َم‬ ‫هلل صىل‬ ‫َُ م‬
ِ ‫رسو ِل ا‬ ‫أ َح ُده َما ق مول‬
َّ
‫الَن ِة‬ ُ ‫ِف ُص مو َرة َكبمش أَ مملَ َح‬
َ‫في مذبَ ُح َب مْي‬ َ َ‫بالـ َم موت يَ مو َم القي‬
‫ام ِة‬
ٍ ِ ِ ِ ِ ِ
)‫ار‬ َّ َ
ِ ‫واِل‬
Contoh pertama : Sabda Rasulullah SAW : “Pada
hari kiamat, maut ditampilkan dalam bentuk domba yang bagus,
kemudian domba tersebut disembelih di antara Surga dan Neraka”

53 | Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah


Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali ___________________________

َ ٌ َ َّ َ َ َ ُ َ ‫َ َّ َ م َ َ م َ ُ ُ م‬
‫ أ مو‬، 13 ‫لَع أن الـ َم موت َع َرض‬ ‫ف ِإن من قام ِعنده البهان‬
‫م ً ُ م َ مٌ َم‬ ‫َ َ َّ َ م‬ َ
.........‫مقدور‬
ٍ ‫ وأن قلب العر ِض ِجسما مست ِحيل َْي‬،‫َعد ُم َع َر ٍض‬
ُ َ َ َ
َ ‫م‬ َ َ َ َ َ َ َ ‫َ ُ َ ي ُ َ م َ َ َ َ َّ َ م‬
‫ َو َيعتَ ِق ُد مون‬،‫ام ِة ي ُشا ِه ُد مون ذل ِك‬ ‫لَع أن أهل ال ِقي‬ ‫فينـزل الب‬
،‫ار ِج‬ َ ‫ال ِف ال‬ َ ‫ي م‬
‫م‬‫ه‬ ‫س‬ ‫ح‬ ‫ِف‬
ً ‫َم ُ ََ ُ م ُ َ َ َم ُ م‬
‫دا‬‫و‬ ‫ج‬‫و‬ ‫م‬ ‫ك‬ ‫ل‬ ‫ذ‬ ‫ن‬ ‫و‬ ‫ك‬ ‫ي‬ ‫و‬ ،‫ت‬‫و‬ ‫م‬ ‫ـ‬ ‫ال‬ ُ َّ‫َأن‬
‫ه‬
ِ ِ ِ ِ ِ ‫م‬ ِ
َ َ َ َ ‫َم َم‬ ‫ََ ُ م ُ َ َ ً ُ ُ م َ م‬
‫ إِذ‬،‫ْي بِالَأ ِس َع ِن الـمو ِت بعد ذل ِك‬ ِ ‫ويكون سببا ِِلصو ِل ال ِق‬
‫ٌ َم‬ ‫م‬
‫الـ َمذبُ مو ُح مأيُوس عن ُه‬

Orang yang memahami dalil (burhan) bahwa


kematian itu merupakan sifat atau ketidakwujudan sifat
(hidup) dan mengerti bahwa mengubah sebuah sifat
menjadi jisim merupakan hal yang mustahil untuk
mengartikan kabar dari Nabi SAW tersebut di atas menjadi
demikian: …Di hari Kiamat nanti seluruh orang akan
menyaksikan kejadian penyembelihan tersebut dan
meyakini bahwa kambing besar yang disembelih itu adalah
maut. Kejadian tersebut wujud dalam hissy (perasaan)
mereka, tapi tidak dalam alam nyata, dan dengan
disembelihnya “maut” dimaksudkan mustahil adanya
kematian setelah hari kiamat, karena sesuatu yang telah
disembelih tidak mungkin lagi diharapkan keberadaannya.

َ‫يعتقد أَ َّن نفس‬


ُ َ ُ َ ‫َ َ م َم َُ م مَُ َ َ ُم‬
‫البهان ف َع َس ُاه‬ ‫ومن لم يقم ِعنده هذا‬
‫م‬ َ ً ُ ‫الـ َم موت َينم َقل‬
.‫ب كبشا ِِف ذاتِ ِه َو ُيذبَ ُح‬ ِ ِ

13
Ardl bisa disetarakan dengan makna, setiap yang menjadi sifat, seperti warna, rasa,
bau

Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah | 54


___________________________ Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali

Sementara orang yang belum mengetahui dalil


tersebut di atas, boleh jadi ia meyakini bahwa sifat maut itu
sendirilah yang berubah menjadi Kambing dan disembelih.
َّ ‫ُ َم‬ َّ ‫َمُ َُ م‬ ُ
:‫اهلل َعلي ِه َو َسل َم‬ ‫هلل َصىل‬
ِ ‫ قول رسو ِل ا‬:‫الـمثال الاِّن‬
َ َ ُ َّ َّ َ َ ‫ُ َ م‬
)‫ِّل ال َنة ِِف ُع مر ِض هذا اِل َائِ ِط‬ ‫(ع ِرضت ع‬

Contoh kedua : Sabda Rasulullah SAW :


“Diperlihatkan kepadaku Surga di permukaan tembok itu”

ُ َ َ َ َ ‫َ َ م َ َ م َ ُ ُ م َ ُ َ َ َ َّ َ م‬
،‫فمن قام ِعنده البهان لَع أن الجسام ال تتداخل‬
َ َّ
‫نفس ال َن ِة ل مم‬ َ ‫لَع أَ َّن‬ َ َ َ َ َ ‫َ َ َّ َ م َ َ َّ ُ م َ م‬
َ َ ‫ك‬ ِ ‫ ْحل ذل‬،‫ْي‬
ِ ‫وأن الص ِغْي ال يتسع لِلك ِب‬
ُ ‫َ َّ َ م‬ َ َ ‫تَنمتَ ِق مل إ‬
‫ َح َّّت‬،‫ك من ت َمثل ل ِل ِح يس صورت َها ِِف اِل َائِ ِط‬ِ ‫ ل‬،‫ىل اِل َائِ ِط‬ ِ
َ ُ َ ُ ُ َّ َ َ
،‫كأنه يشا ِهدها‬

Orang yang mengerti bahwa jisim 14tidak mungkin


masuk pada lainnya, serta benda kecil tidak akan mungkin
muat benda yang besar, untuk mengartikan hadits di atas
dengan pemahaman bahwa surga yang sebenarnya tidak
berpindah pada tembok tetapi hanya sebuah gambarannya
saja yang terilusterasikan di atas dinding. Sehingga seolah-
olah Nabi SAW melihatnya.

14
Jisim adalah rangkaian tubuh bathin atau software bagi jasad, jisim senantiasa
memberi sinyal gerak kepada jasad (hardware), getaran jisim tidak pernah putus
menggetarkan jasad sehingga menjadikan gerakan jasad beraturan. Jisim bekerja
memberi – mengirim sinyal kepada jasad melalui pusat syaraf pada otak ( syaraf motoric

55 | Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah


Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali ___________________________

‫م َ م‬ ‫م‬ َ ُ َ َ َُ َ ُ‫َم َ م‬
،‫ْي‬
ٍ ِ‫غ‬ ‫ص‬ ٍ‫م‬ ‫ر‬ ‫ج‬ ‫ِف‬
ِ ِ ٍ‫كبْي‬ ‫ء‬
ٍ ‫َش‬ ‫وال يست ِحيل أن يشاهد مثال‬
ً َ َ َ ُ ُ َ ‫اء ِف مرآ ٍة َصغ م‬ ُ َ َّ ُ َ َ ُ َ َ
‫ َو َيك مون ذل ِك إبصارا‬،‫ْي ٍة‬ ِ ِ ‫كما تشاهد السم‬
‫َ َمَ َم‬ ُ ُ‫ إذ ت‬،‫خت ُّيل ُص مو َرة ال َ َّنة‬ َ َ َّ َ ُ ً َ ُ
‫ْي أن‬ ‫درك اِلفرقة ب‬ ِ ِ ِ ِ ‫ارقا ِلـمجر ِد‬ ِ ‫مف‬
َ ‫ََمَ م ُ م َ َ مَ َ َ َ ي‬ َ َّ ‫تَ َرى‬
‫ْي أن تغ ِمض عينك فتُقد َر صورة‬ ‫ وب‬،‫اء ِِف املرآ ِة‬ َ ‫الس َم‬
َ َّ ‫َ َ َ م‬
.‫اِلخ ُّي ِل‬ ‫الس َما ِء ِِف املرآ ِة لَع س ِبي ِل‬
َّ

Bukan suatu hal yang mustahil terlihatnya suatu


benda besar di dalam benda yang kecil, sebagaimana kita
dapat menyaksikan langit dari permukaan cermin kecil.
Melihat surga pada hadits di atas berbeda dengan hanya
membayangkan wujudnya surga, seperti halnya perbedaan
melihat langit dalam cermin dengan melihatnya dalam
hayalan, saat kamu memejamkan mata dan
membayangkannya.

َ:‫اهلل َعلَيمه َو َسلَّم‬


ُ ‫ىل‬ ُ ُ َ ُّ َ َ ُ ‫َ َ َّ ُ ُ م‬
َ‫مثاِل قَ مو ُ ُِل ص‬
ِ َ ‫ ف‬:‫وأما الوجود الياِل‬
َ َ َ َ ‫َّ َ ُ َ َ م‬ ‫َ َّ َ َ م‬ َ ُ ‫أنظر إىل يُ مون‬ ُ ‫َ ي‬
‫ان‬
ِ ‫ت‬ ‫اء‬ ‫ب‬‫ع‬ ‫ه‬
ِ ‫ي‬ ‫ل‬ ‫ع‬ ‫م‬ ‫ال‬ ‫الس‬ ‫ه‬
ِ ‫ي‬ ‫ل‬ ‫ع‬ ‫ّت‬ ‫م‬ ‫بن‬
ِ ‫س‬ ‫أِّن‬ ‫(ك‬
َ ‫ُ َ َ َُ ُ َ َ م‬ ُ ُ ُ ‫ َو ُ م‬،‫ب‬ ‫ يُلَ ي م‬،‫ان‬ َ َّ َ ‫َ م‬
‫ َّليك يَا‬:‫واهلل ت َعاىل يق مول ُِل‬ ،‫البَال‬
ِ ‫ُتيبه‬ ِ ِ ‫قطوانِيت‬
ُ
)‫يُ مون ُس‬

Adapun wujud khayali : Seperti yang dicontohkan


dalam sabda Rasulullah SAW : “Seolah-olah aku memandang
kepada Yunus bin Matiu yang mengenakan dua jubah laksana
sayap yang sedang memanggil-manggil dan gunung-gunung pun
menyahut. Kemudian Allah SWT berfirman kepadanya : “Aku di
sini, wahai Yunus!

Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah | 56


Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali ___________________________

‫َ ُ َّ َ م‬ ‫ي‬ ُ َّ َ َ َ َ ُّ ُ َ َ ‫َ َ َ م ُ م‬
‫تصو ُر أن‬ ‫ال ي‬ ‫ي‬
ِ ِ ‫ل‬ ‫ا‬ ‫حمل‬ ‫ِف‬
ِ ‫ فك ما يتمث‬:‫ولَع المل ِة‬
‫ل‬
ُ َّ ‫ َوقُ َّل َما َيتَ َم‬،‫اه َد ًة‬
‫ي‬
َ َ ُ َ َ ُ ‫ََ ُ م‬
‫ فيكون ذل ِك مش‬،‫ار‬ ‫ص‬
‫ي‬
َ ‫حمل الب م‬ ‫ِف‬ ‫ل‬
َ َّ َ َ َ
‫يتمث‬
ِ ِ ِ
ُ ُّ ّ ‫م َ ُ ُ َ َ َ م َ ُ َّ ُ م‬ ‫م‬ َ َ ‫مُم‬
.‫خيل‬ ‫ان اس ِتحالة المشاهد ِة ِفيما يتصور ِفي ِه اِل‬ ِ ‫بِالب‬
‫ه‬

Kesimpulannya : Setiap sesuatu yang terbayang


pada tingkat khayal adalah juga tergambar dan bisa
dibayangkan pada tingkat persepsi. Sehingga ia menjadi
penyaksian. Sedikit sekali terjadi kejelasan melalui burhan
bahwa sesuatu yang tergambar dalam khayal mustahil
tersaksikan.

‫َ َ َّ م ُ ُ م ُ م َ م ُّ َ َ ُ ُ َ م َ ٌ َ َ م م َ َ َ م‬
:‫ْي‬
ِ ‫ فأقنع ِمنها بِ ِمثال‬،‫ فأمثلته ك ِثْية‬:‫وأما الوجود العق ِِّل‬
Adapun wujud Aqli : Maka contoh-contohnya amat
banyak. Kiranya cukup dua contoh saja.

‫َم‬
‫آخ ُر َم من ُي ُر ُج‬ َ َّ َ ‫َ َ ُ ُ َ َ م ُ َ َّ ُ َ َ م‬
ِ " : ‫ قو ُِل صىلاهلل علي ِه َوسلم‬: ‫أحدهما‬
‫ُّ م‬ َ َ ‫َ م َ َّ َ َ َ َ َ م‬ َ ‫اِل ُ م‬
، "‫ادلنيَا‬ ِ‫ال ه ِذه‬
ِ ‫ار يعطى ِمن الن ِة عَشة أمث‬
َّ َ
ِ ‫ِمن‬
Pertama : Sabda Rasulullah SAW : “Orang yang paling
akhir keluar dari neraka akan diberikan surga senilai sepuluh kali
dunia ini”

ُّ ‫َش ُة أَ ممثَال َها ب‬


‫الط مو ِل‬ َ َ َ ُ َّ َ َ ُ ‫َ َّ َ َ َ َ َ م‬
‫ف ِإن ظا ِهر هذا ي ِشْي ِإىل أنه ع‬
ِ ِ
‫َ م َ َ ََُ َّ ُ م‬ ‫م‬
ُّ ‫اِل ي‬
،‫س‬ ِ ‫اِلفاوت‬ ‫َوال َع مر ِض وال ِمساح ِة وهو‬

Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah | 58


___________________________ Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali

Pengertian َ َ َ َ
lahir dari hadits tersebut mengisyaratkan
bahwa ‫َش ُة أ مم َثال ِ َها‬‫ ع‬ia itu panjang, lebar, dan luasnya sepuluh
kalinya, yaitu nilai-nilai perbedaan inderawi dan khayali.

ً ‫َّ َ َ َّ َ ُ َ م‬ ُ َّ ُ ُ َ ُ َّ ُ ‫ُ َّ َ م‬
‫ والسماء أيضا‬,‫ ال َنة ِِف السما ِء‬: ‫ب فيَق مول‬ ‫ثم قد يتعج‬
َ َ َ
َّ ‫ فَكيم َف تَتَّس ُع‬،‫ت َعليمه َظ َواه ُر ال مخبَار‬ ‫َ ُّ م َ َ َ َ َّ م‬
ُ ‫الس َم‬
‫اء‬ ِ ِ ِ ‫ِمن ادلنيا كما دل‬
ِ
‫ُّ م‬ َ‫َ َ َ َم‬
!‫ادلن َيا؟‬ ‫ال‬
ِ ‫بِعَش ِة أم‬
‫ث‬

Lalu, orang yang merasa heran akan berkata : Surga


itu ada di langit, dan langit itu juga termasuk bagian dunia,
sebagaimana ditunjukkan oleh makna-makna lahir teks-teks
keagamaan (Al-Qur’an dan Hadits). Maka, bagaimana
luasnya langit bisa memuat sepuluh kali perumpamaan
dunia?
َ َ َ ّ َ َّ َ َ ‫َ ُ َّ ُّ َ م ُ ُ َ َّ ُ َ َ م‬
‫اهلل ت َعاىل‬ ‫ (إن‬:‫ قوِل صىل اهلل علي ِه وسلم‬: ‫ال ِمثال ال ِاِّن‬
ً َ َ ََ َ َ ‫َ َّ َ م َ َ َ َ َ َ م َ م َ َ َ ً َ َ م َ م‬
،‫هلل تعاىل يدا‬
ِ ‫خر ِطينة آدم ِبي ِدهِ أرب ِعْي صباحا) فقد أثبت‬

Contoh Kedua : Sabda Nabi SAW : “Sesungguhnya


Allah SWT mengolah tanah Liat yang menjadi Nabi Adam AS
dengan yad-Nya selama empat puluh pagi”. (seolah-olah) telah
menetapkan Allah SWT memiliki tangan.
َ ََ َ َ َ ‫َ م َ َ م َ ُ مُم َ ُ ََ م‬
َ ِ ‫اىل‬
‫ه‬ ِ ‫َومن قام ِعنده البهان لَع اس ِتحال ِة ي ِد‬
‫هلل تع‬
ً َّ ‫ً ُ م َ َّ ً َ م‬ ُ ‫َ َ ٌ َ م ُ م َ ٌ َ م ُ َ َ َّ َ ٌ َ ُ م‬
،‫هلل يدا روحا ِنية عق ِلية‬
ِ ‫ فيث ِبت‬......... ‫ارحة حمسوسة أو متخيلة‬ ِ ‫ج‬
Orang yang menggunakan Burhan dalam
memustahilkan adanya yad (tangan) bagi Allah SWT, yang

59 | Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah


Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali ___________________________

berarti (tangan itu) merupakan anggota yang dapat


ditangkap panca indera atau tergambar dalam otak, maka ia
akan menetapkan bahwa “yad” yang tertera dalam hadits
adalah yad ruhanniyah ‘aqliyah, buka seperti (tangan) yang
dimiliki makhluk.

َ ‫َ َ َ مَََ َ ُم َ َ ُم‬ َ ‫َ م َ َّ ُ ُ م ُ َ م‬
‫أع ِّن أنه يث ِبت معَن ال ِد وح ِقيقتها وروحها دون‬
ُ ‫ وت‬،‫بطش َو َت مف َع ُل‬
‫عطي‬
ُ َ َ‫م‬
‫ َما بِ ِه ت‬: ‫ إذ ُر مو ُح الَ ِد َو َمعناها‬،‫ُص مو َرتِ َها‬
ُ ‫وت‬
...‫منع‬

Dan yang kumaksudkan dengan yad ruhaniyah


aqliyah adalah ia menisbatkan keberadaan makna yad, hikat
dan ruhnya, namun tidak bentuknya. Adapun ruh tangan
maknanya adalah sesuatu yang dijadikan alat memukul,
berbuat, memberi, dan mencegah.
َ َ َ َ َ ‫َ ُ ََ َ م‬
‫ ك َما قال‬،‫اس َط ِة ال َمالئِك ِة‬
ِ ِ
ُ
َ ‫ويمنع ب‬
‫و‬ ‫طي‬ ‫يع‬ ‫واهلل تعاىل‬
َ َ
َ َ َ ‫َّ َ ُ َ َّ َ ُ َّ ُ َ َ َ َ ُ َ م م‬ ‫َم‬
‫ بِك‬:‫ فقال‬،‫اهلل ال َعقل‬ ‫ (أول ما خلق‬:‫َعلي ِه الصالة والسالم‬
ُ َ‫َ َ َم‬ ‫ُ م‬
.)‫ وبِك أمنع‬،‫أع ِطي‬

Allah SWT memberi dan mencegah dengan


perantara para malaikat-Nya, seperti yang disabdakan oleh
Nabi SAW : “Makhluk pertama yang Allah ciptakan adalah
akal, lalu Allah berkata kepadanya” denganmu aku memberi dan
denganmu aku mencegah”

Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah | 60


___________________________ Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali

َ ً ‫َ َ ُ م ُ َم َ ُ م َ ُ ُ َ َ م م‬
‫ ك َما‬،‫الم َراد ِبذل ِك ال َعق ِل َع َرضا‬ ‫كن أن يكون‬ ِ ‫وال يم‬
َ َ َ
ُ َ َ ‫َ مَ ُ ُ َُ َيُ م َ م َ ُ م ُ م َ ُ م‬
‫الع َرض أ َّول‬ ‫كن أن يكون‬ ِ ‫ إِذ ال يم‬،‫يعت ِقده المتَكمون‬
َ َ َ
َ ‫ار ًة َع من َذات َملك م َن‬ َ َ‫ك مو ُن عب‬ُ َ ‫َمُم َم‬
‫المالئِك ِة ي ُ َس َّم‬ ِ ٍ ِ ِ ‫ بل ي‬،‫ملو ٍق‬
َ ‫اء بَ موهره َو َذاته م من ََ مْي َح‬ َ ‫م‬ َ ُ َ
ُ َّ ُ ‫َ م ً م َ م‬
‫اج ٍة‬ ِ ِ ِ ِ ِ ِ ِ ِ َ ‫عقال ِمن حيث أنه يعقل الشي‬
ُّ َ َ
،‫إِىل ت َعل ٍم‬

Tidak mungkin yang dikehendaki dengan akal


dalam hadits ini adalah sifat (‘Ardh) sebagaimana yang
diyakini oleh ahli kalam, karena tidak mungkin sifat
menjadi makhluk yang pertama. Akan tetapi, ini merupakan
ibarat dzat malaikat yang dinamakan akal (‘Aql). Dinamai
seperti itu karena ia dapat mencerna setiap sesuatu dengan
jauhar (susunan jisim)-nya dan dzatnya tanpa perlu proses
belajar.

‫قش به َح َقائ ُق الم ُعلُومِم‬ُ ُ َّ َ َ ‫َ ُ َّ َ ُ َ َّ َ َ ً م‬


ِ ِِ ‫ار أنه ينت‬ِ َ ‫َ وربما يسم َقلما بِاع ِتب‬
ً َ َ َ َ ‫م‬ ُُ ‫م‬
‫اح قل مو ِب الن ِب َيا ِء َوال مو ِلَا ِء َو َسائِ ِر المالئِك ِة وحيا‬ ِ ‫ِِف أل َو‬
َ َ ُ َ َ َ َ َ َّ َ َّ َ ‫َ م‬ َ َ ‫م َ ً َ َّ ُ َ م‬
‫اهلل ت َعاىل‬ ‫ ( ِإن أول ما خلق‬:‫ث آخر‬ ِ ‫ ف ِإنه قد َورد ِِف ح ِدي‬،‫َوإِلهاما‬
َ‫َ م‬ َ ََ ‫َ َُ َ م َم َم م َ َ َ مَم‬
،‫ان‬
ِ ‫ تناقض اِل ِديث‬،‫القلم) ف ِإن لم ير ِجع ذل ِك إِىل العق ِل‬
Malaikat tersebut juga terkadang disebut dengan
qalam (pena), memandang mereka merupakan penyampai
ilmu kepada para nabi dan wali juga kepada para
malaikat,baik berupa wahyu dan ilham. Di dalam sebuat
hadits diungkapkan : “Sesungguhnya makhluk pertama yang
diciptakan Allah SWT adalah qalam (pena)”. Jika tidak dinalar

61 | Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah


Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali ___________________________

dengan baik pastilah akan terjadi kontradiksi antara kedua


hadits tersebut. (dengan hadits …”Bahwa mahluk pertama
yang diciptakan Allah SWT adalah Aql (akal)”

َ َ ‫َ م َ ٌ َ مٌَ م‬ َ ‫م‬ َ َ ‫َ َُم ُ َ م َ ُ م‬


‫ات‬ٍ ‫اح ٍد أسماء ك ِثْية بِاع ِتبار‬ ِ ‫وَيوز أن يكون ل ِّش ٍء و‬
َ َ ‫م‬ َ ‫م‬ ً َ ََ َ َ ‫ُ م َ َ َ ُ َ َّ َ م ً م‬
‫ار ن ِسب ِت ِه ِإىل‬ ِ ‫ وملك ِباع ِتب‬،‫ار ذاتِ ِه‬ ِ ‫ فيسم عقال بِاع ِتب‬،‫مت ِلف ٍة‬
َ‫ َوقَلَما ً با معتب‬،‫ال َلمق‬ ‫َ م َ َ ً َمَُ ََمَ م‬ َّ َ َ َّ َ
‫ار‬
ِ ِ ِ ِ ‫ْي‬ ‫ب‬ ‫و‬ ‫ه‬ ‫ن‬ ‫ي‬ ‫ب‬ ‫ة‬ ‫ط‬‫اس‬
ِ ‫و‬ ‫ه‬ ِ ِ ‫ن‬ ‫و‬‫ك‬ ‫ِف‬
ِ ‫ل‬ ‫اهلل ِ عز وج‬
،‫ح‬
‫مَ َ مَ م‬
‫و‬ ‫ال‬‫و‬ ِ‫ام‬‫ه‬‫ل‬ ‫ل‬ ‫ا‬ ‫ب‬ ِ‫م‬ ‫يصدر منم ُه م من َن مقش الم ُعلُ م‬
‫و‬ ُ ‫ا‬‫م‬ َ ‫إ َضافَته إ َىل‬
ِ ِ ِ ِ ِ ِ ِ ِِ ِ
Boleh saja (mungkin) penamaan suatu perkara
dengan banyak nama tergantung dari sudut pandang yang
berbeda. Disebut akal karena memandang dzatiyahnya,
disebut malak (malaikat) melihat statusnya sebagai
perantara antara Allah SWT dengan makhluknya. Disebut
Qalam (pena) melihat pekerjaan mereka dalam mengukir
(menuliskan) pengetahuan, baik dalam bentuk ilham dan
wahyu
َ َ ‫َّ َ ُ ُ م ً م‬ ‫م مُ َ َم‬ َّ ‫َك َما ي ُ َس‬
‫ َو‬،‫ار ذاتِ ِه‬ ِ ‫ب‬‫ت‬ِ ‫اع‬ ‫ب‬
ِ ‫حا‬ ‫و‬ ‫ر‬ ‫م‬ ‫ال‬ ‫الس‬ ‫ه‬
ِ ‫ي‬ ‫ل‬ ‫ع‬ ‫ل‬ ‫ي‬ ‫ب‬
ِ ِ ُ‫ج‬ ‫م‬
َ ‫م‬ ُ َ ‫م‬ َ
َّ ‫ َو ذا ِم‬،‫ْسار‬ ‫م‬ َ
َ ‫ع ِم َن ال‬ َ ‫َ م ً م َ َ م‬
‫ َو‬،‫ار قدرتِ ِه‬ ِ ‫ب‬ ‫ت‬
ِ ‫اع‬ ِ ‫ب‬ ‫ة‬
ٍ ‫ر‬ ِ ‫ار ما أو ِد‬ ِ ‫أ ِمينا ِباع ِتب‬
‫م‬ َ‫َ َ م ً م‬ َّ ُ ‫اعتبَار َك َم‬ ‫م‬ َ ‫َشدي م َد الم ُق‬
‫كينا ِعند ِذي ال َع مر ِش‬ ِ ‫ و م‬.‫ال قوتِ ِه‬ ِ ِ ِ ‫ب‬
ِ ‫ى‬ ‫و‬ ِ
ً ‫م‬ َ َ ‫م‬ ً َ ‫م‬ َ ‫اعتبَ ُ م‬ ‫م‬
‫ار ك مونِ ِه َمتبُ موع ِِف َح يق‬ َ ُ َ
ِ ‫ و مطاع بِاع ِتب‬،‫نِلِ ِه‬ ِ ‫ار قر ِب م‬ ِ ِ ِ‫ب‬
َ َ َ ‫م‬
،‫المالئِك ِة‬ ‫َبع ِض‬

Sebagaimana Malaikat Jibril juga disebut “ruh”


dalam pengertian dzatnya, dan “Amiin” dalam pengertian

Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah | 62


___________________________ Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali

dapat dipercaya menjaga rahasia-rahasia, dan “Dzu mirrat”


dalam pengertian kemampuannya, “Syadid al-quwa” dalam
pengertian kesempurnaan kekuatannya, “Al-makin inda dzil
‘arsy” dalam pengertian dekatnya kedudukan Malaikat Jibril
dengan Tuhan, “Al-Mutha” dalam pengertian bahwa
malaikat Jibril diikuti oleh yang lain berkenaan dengan
tugas sebagian malaikat.
َ ‫ً َ م‬ ً ََ َ َ‫َ َ َ َ ُ َ ُ م ُ َ م َم‬
‫ عق ِليا ال‬: ‫ت قلما َو َيدا‬ ‫وهذا القائِل يكون قد أثب‬
َ َ
َ ٌ َ َ َ َ َّ َ َ َ َ ‫ي ً َ َ ّ ً َ َ َ َ َ م‬
‫ارة ع من ِصف ٍة‬ ‫ وكذل ِك من ذهب إِىل أن الد ِعب‬،‫ِحسيا وخي ِالا‬
َ َ ُ ‫َ َ َ َّ م ُ م َ َ م َ م َ َ َ م َ َ َ م‬
‫ي‬
.‫المتََك ُم مون‬ ‫ْيها كما اختلف ِفي ِه‬ِ َ ‫ ِإما القدر ِة أو‬:‫هلل تعاىل‬
ِ ِ

Orang yang berpendapat demikian, berarti telah


menetapkan pengertian Pena dan Tangan sebagai wujud
Aqli, bukan wujud Hissi dan Khayali. Demikian juga halnya
dengan orang yang berpendapat bahwa “tangan” adalah
tamsil bagi suatu sifat Allah SWT seperti sifat Maha Kuasa
maupun sifat yang lainnya, sebagaimana yang
diperselisihkan oleh Ulama Ahli Kalam (mutakallimin)

ُ‫َ َ ُ َ ُ م‬ ُ ُ َ َ ُّ َ َّ ُ ‫ُ ُ م‬ َّ َ َ
،‫ والشوق‬،‫ الغضب‬: ‫ ف ِمثاِل‬:‫وأما الوجود الشب ِه‬
َّ َ َ َ ‫َ ي‬ َ َ َّ َ َ ُ ‫َ َ م ُ َ َ م ُ َ َ م‬
‫ ف ِإن‬،‫هلل ت َعاىل‬ِ ‫ ِمما َورد ِِف حق ا‬،‫ْي ذل ِك‬ َ‫ و‬،‫ والصب‬،‫والفرح‬
‫َ َ م ي‬ ‫م‬ َ ‫م‬ ُ َ
ُ َّ ُ ُ َ ‫َ َ َ َ َ ً َ م‬
،‫ل َراد ِة التشف‬ ِِ ‫ب‬ ِ ‫الغضب مثال ح ِقيقته أنه غليان دمِ القل‬
ََ ُ َ ‫َ َ م َ َ م َ ُ مُم‬ َ ‫ينفك َع من ُن مق َص‬ ُّ َ َ َ
‫بهان لَع‬ ‫ فمن قام ِعنده ال‬،‫ألم‬ ٍ ‫ان و‬ٍ ‫َوهذا ال‬
ًّ َ َ ًّ ‫ُُم ً َ ً َ ي‬ َ َ‫م‬ ‫م َ َ ُُم َم‬
،‫الا‬ ِ ‫ و ِخي‬،‫ و ِحسيا‬،‫ب ِهلل ِ ثبوتا ذا ِتيا‬ ِ ‫ض‬ ‫غ‬ ‫ال‬ ‫س‬ ِ ‫ف‬ ‫اس ِتحال ِة ثبو ِت ن‬
‫ُ م‬ ‫َ م‬ ُ ََ َ َ ًّ َ
ُ
‫يصدر ِم َن‬ ‫يصدر ِمن َها َما‬ ‫ ن َّز ُِل لَع ثبُ مو ِت ِصف ٍة أخ َرى‬،‫عقليا‬ ‫و‬

63 | Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah


Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali ___________________________

َ‫م‬
‫ب ِِف َح ِقيق ِة‬َ ‫ب الم َغ َض‬ُ ‫ال ُت َناس‬َ َ َ َ
‫الراد ِة‬
َ َ َ َ َ َ‫م‬
ِ ِ ‫ و‬،‫اب‬ ِ ‫ب ك ِإراد ِة ال ِعق‬ِ ‫الغض‬
َ َ َََ َُ َ ُ َ ‫َ ي‬ َ ‫ َولَك م‬،‫َذاته‬
‫ار‬
ِ ‫اآلث‬ ‫ن‬ ‫م‬ِ ‫ر‬
ٍ ‫ث‬‫أ‬‫و‬ ،‫ا‬ ‫ه‬‫ارن‬ ‫ق‬ ‫ت‬ ‫ات‬
ِ ‫ف‬ ‫الص‬ ‫ن‬ ‫م‬ِ ‫ة‬
ٍ ‫ف‬ ‫ص‬ ِ ‫ِف‬
ِ ‫ن‬ ِ ِِ
َُ ‫ُ َ م َ َ ُ َ م‬
...‫اليالم‬ ِ ‫ وهو‬،‫يصدر عنها‬
Adapun Wujud Syabahi : Contohnya ialah sifat
marah, rindu, senang, sabar, dan sifat-sifat lain yang datang
pada hak Allah SWT. Misalnya sifat marah, ialah
mendidihnya darah dalam hati kerena keinginan untuk
memuaskan balas dendam, sifat ini pasti tidak terlepas dari
kekurangan dan penderitaan. Maka barang siapa yang
memiliki burhan mengenai mustahilnya akan adanya nafsu
marah pada Allah SWT, baik secara dzati, hissi, khiyali, aqli,
maka ia mendudukannya pada pengertian adanya sifat lain
yang dari sifat itu keluar sesuatu, sebagaimana keluar dari
sifat marah. Seperti sifat iradat (berkehendak) untuk
menghukum. Sifat iradah untuk menghukum ini tidak
cocok dengan sifat marah dalam hal hakikatnya, tetapi
hanya dalam salah satu ciri yang menyertainya. Salah satu
konsekuensi yang dihasilannya yaitu sifat menyakiti.
َ ‫َ َ َ َ َ ُ مَم م‬
.‫فه ِذهِ درجات اِلأ ِويال ِت‬

Demikianlah tingkatan-tingkatan berbagai makna


dari takwil.

Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah | 64


___________________________ Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali

َ‫ ِفي صِحَةِ إِيْمَانِ الـمُقَلِّ ِد وََأدَ َلّةِ ذَلِك‬: ‫ص ٌل‬


ْ ‫َف‬
PASAL 10 : MENGENAI KEABSAHAN IMAN
AL-MUQALLID19 DAN ARGUMENTASINYA

َ‫المتَ ََكيم مْي‬


ُ ‫ْسافًا َطائ َف ٌة م َن‬ َ ‫ُُ َ م‬ َّ ‫م ََ ي‬
ِ ِ ِ ‫اس غلوا و ِإ‬ ِ ‫ِمن أشد اِل‬
َ َ ُ ‫َم‬ َ َّ َ َ َ ‫الم مسلم م‬ َّ ‫َ َّف ُر موا َع َو‬
‫ْي َو َزع ُم موا أن َم من ال يع ِرف الَك َم‬ ِِ
ُ ‫ام‬
َ َ َ َّ َ َّ َ َ ّ َ ََ ‫ََ ََم َ م م‬
‫العقائِد الَش ِع َّية بِأ ِدِلِنا ال ِت َح َّررناها ف ُه َو‬ ‫ ولم يع ِرف‬,‫معرفتنا‬
َ
!! ‫كفِ ٌر‬

Di antara golongan manusia yang paling ekstrem


adalah sekolompok yang mengaku ahli kalam (mutakalimin)
yang mudah mengkafirkan orang muslim awam. Mereka
mengira bahwa orang yang tidak mengenal teologi (kalam)
seperti yang kami ketahui dan tidak mengetahui kaidah-
kaidah agama (syariat) dengan dalil-dalil yang telah kami
jelaskan, maka dia adalah orang kafir.

19
menerima suatu ucapan orang lain serta memegang suatu hukum agama dengan
tidak mengetahui keterangan-keterangan dan alasan-alasannya. Orang yang menerima
cara tersebut

125 | Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah


Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali ___________________________

ً َ ََ َ َ َ َ ‫َّ ُ م َ م‬ َ ََُ
،‫الواسعة لَع عبا ِد ِه أ َّوال‬ ‫هلل‬
ِ ‫فهؤال ِء ضيقوا رْحة ا‬
َ ‫شذمة يسْية م َن ال م ُمتَ ََكيم م‬ َ َ ً ‫َ َ َ ُ م َ َّ َ َ م‬
‫لَع م‬
‫ْي‬ ِ ِ ٍ ٍ ِ ‫وجعلوا النة وفقا‬

Pertama, Mereka (orang yang suka mengkafirkan


itu) sesungguhnya telah membatasi rahmat (kasih sayang)
Allah yang Maha Luas, dan menjadikan Surga hanya bagi
segolongan kecil manusia.

َ ‫ إذ‬، ‫الس َّن ِة ثَا ِن ًيا‬ ُ


‫عص‬
ِ ‫ظهر ِم من‬ ُّ ‫تواتر م َن‬
ِ َ ‫ث َّم جهلوا َما‬
َ َ ‫م‬ َ َّ ‫َّ ُ م َ َ م‬
‫حكم ُه مم بِ ِإسالمِ طوائف‬
ُ ‫حابَ ِة‬ َ ‫الص‬
َ ‫ال ُم وعص‬
ِ ‫الرسو ِل علي ِه الس‬
ُ َ َ ‫م من أجالف العرب َكنُ موا َم مش ُغ مو‬
‫ َول مم يشتغل موا‬,‫الوثن‬
ِ ‫لْي بعباد ِة‬ ِ ِ ِ
َ ‫َ َم‬ ََُ َ ُّ
‫ ل مم يف َه ُم موها‬.........‫اشتغل موا بِ ِه‬ ‫ َولو‬،‫ادلالئِ ِل‬ َّ ‫بتَ َعلم‬
ِ ِ

Dan kedua mereka itu bodoh terhadap apa yang


mutawatir dari sunnah. Sebab telah jelas bagi mereka
bahwa di zaman Rasulullah SAW dan zaman para sahabat,
adanya penilaian sebagai orang-orang Muslim terhadap
golongan-golongan tertentu dari orang-orang Arab yang
kurang beradab, yang pekerjaan mereka semula ialah
menyembah berhala dan tidak pernah menyibukkan diri
dengan ilmu mengenai dalil-dalil dan walaupun mereka
menyibukkan diri dengan ilmu itu, mereka tidak akan
memahaminya.

ُ‫ج َّررة‬ ُ ‫الَك ُم َوالدلَّ ُة‬


َ ‫الم‬ ََ َ ‫م‬ َ َ ‫َ َ م َ َّ َ َّ ُ م‬
‫ان‬
ِ ‫اليم‬ ِ ‫ومن ظن أن مدرك‬
ُ َ ‫َم م‬
ُ ‫ان نُ مو ٌر يقذفُ ُه‬ َ َ ‫م ُ ُ َ َّ َ ُ َ َ م‬
‫اهلل‬ ‫اليم‬ِ ‫ ال بل‬,‫ فقد أبعد‬.........‫واِلقسيمات المرتبة‬
ِ

Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah | 126


___________________________ Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali

ً ‫م‬ ً َ ً َّ ‫َم‬ ‫َم‬ َ ََ


‫ تارة بتنبي ٍه ِم َن‬...‫عطية َو ِهديَّة ِم من ِعن ِد ِه‬ ‫ب عب ِد ِه‬ ِ ‫تعاىل ِِف قل‬
َ ‫م‬ َ ‫ار ًة ب َسبَب‬ َ َ‫ َوت‬...‫ْي َعنم ُه‬ َّ ‫ال ُي ممك ُن‬
ُ ‫اِل معب م‬ َ
، ِ‫رؤيا ِِف ال َمنام‬ ِ ِ ِ ِ ‫اط ِن‬ َ
ِ ‫ال‬
َ‫م‬ َ ‫ُ ي‬ ًَ ََ
‫نورهِ ِإلم ِه ِعند‬ِ ‫رجل متدي ٍن وْساي ِة‬ ٍ ‫حال‬
ِ ‫ارة بِمشاهد ِة‬ ‫وت‬
، ‫صحب ِت ِه وَمالس ِت ِه‬

Orang yang menduga bahwa persepsi iman hanya


berasal dari ilmu Kalam dan dalil-dalil abstrak serta
pembagian-pembagian sistematik, maka ia benar-benar
telah membuat Bid’ah. Sebab yang benar ialah bahwa iman
merupakan cahaya yang dipancarkan oleh Allah SWT ke
dalam jiwa hamba-Nya, sebagai karunia dan hadiah dari-
Nya. Terkadang berasal dari kesadaran dalam batin yang
tidak lagi bisa diubah, terkadang juga disebabkan oleh
sebuah mimpi dalam tidur, terkadang juga karena
menyaksikan tingkah laku seorang ahli agama dan pancaran
sinar kepribadiannya kepada orang itu, baik ketika bergaul
dengannya, dan menghadiri majelis-majelisnya.
َّ َ ‫م‬ ُ َ َ َ ‫ََ م َ َ َ م‬ ً
‫هلل صىل‬ ِ ‫ فقد جاء أعر ِاب إِىل رسو ِل ا‬,‫حال‬ ٍ ‫وتارة بقرين ِة‬
ََ ُ َ ََ ً َ َّ َ ‫ُ َ َ م‬
‫بص ُه لَع طلع ِت ِه‬ ‫ فل َّما َوق َع‬، ‫ك ًرا‬ ُ
ِ ‫اهلل علي ِه َوسلم جاحدا بِ ِه من‬
‫م‬ َ َ َ َ َّ ُ ُ ُ َ ‫ُ م َ َ م‬ َ
‫هلل َما هذا بِ َوج ِه‬
ِ ‫ا‬‫و‬َ : ‫ال‬ ‫ ق‬، ‫ فرآها تتلل ِمنها أنوار اِلبو ِة‬,‫الهي ِة‬ َّ
َ ‫م‬ ‫َ َ َم‬ ‫َ َ ََ َ م‬ َّ َ
ِ‫السالم‬
ِ ‫ه‬
ِ ‫ي‬ ‫ل‬ ‫ع‬ ‫ض‬ ‫يعر‬
ِ ‫ن‬ ‫أ‬ ‫ل‬ ‫أ‬‫س‬‫و‬ ... ‫اب‬
ٍ ‫ك‬ ‫ذ‬

Terkadang disebabkan terjadinya suatu hal tertentu


pada dirinya. Seorang Badui datang kepada Nabi SAW
sambil menantang dan membantahnya, ketika mata orang
Badui itu tertuju kepada pribadi Nabi SAW yang agung,

127 | Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah


Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali ___________________________

ً َ ‫ بَ مل َول َ م‬،‫اظ‬ ُ َ‫َم‬ َ ‫ ل َ م‬: ‫ت أَقُ مو ُل‬


ُ ‫َول َ مس‬
‫َير أي مضا َما‬
ِ ‫م‬ ‫ف‬ ‫ل‬ ‫ال‬ ‫ه‬
ِ ‫ذ‬
ِ ‫ه‬ ‫ُتر‬
ِ ‫م‬
‫ال َعنم‬َّ ٌ ‫ُ َ م‬ َ َ َ ‫َم‬ َ‫َم‬ َ َ‫َ مَ َ م‬
ِ‫ بل كن ال تنكشف ملحمة إ‬،‫اظ‬ ِ ‫معن ُاه معَن ه ِذهِ اللف‬
ٌَ َََ
‫اعة ِم َن‬ ‫ وَج‬،‫السيُ مو ِف‬ ُّ ‫الل‬ َ
‫ظ‬ ‫ت‬ َ ‫اعة م َن الجالف ي ُسل ُم مو َن َتم‬ َ ََ
ِ ِ ِ ِ ِ ٍ ‫َج‬
ََ َ َّ ‫ارى ي ُسل ُم مو َن َواح ًدا َواح ًدا َب مع َد ُط مول‬
َ ‫الز‬ ُ
َ ‫ال َس‬
‫ان أ مو لَع‬ ِ ‫م‬ ِ ِ ِ ِ
ََ َّ َ َ َ َّ ‫َ َ َّ َ َ َ ّ ُ م‬ ُ َ َ ُ َ
‫ َوكن موا إِذا ن َطق موا ِبك ِلم ِة الشهاد ِة ع ِلموا الصالة والزكة‬،‫القرب‬ ِ
َ ‫َم َم‬ ‫م‬ ‫م‬ َ ُّ ُ َ
...‫ْيها‬
ِ َ ‫الغنم أو‬ ِ ‫وردوا ِإىل صناع ِت ِهم ِمن رعي ِة‬

Saya tidak mengatakan bahwa pernyataan-


pernyataan seperti itu tidak pernah ada, dan bahwasanya
ungkapan-ungkapan lain yang semakna dengan itu tidak
pernah muncul. Tetapi pertumpahan darah memang tidak
pernah terjadi kecuali ketika menyangkut sekolompok
orang-orang tidak beradab yang menjadi Muslim di bawah
bayangan pedang, dan golongan para tawanan yang
menjadi Muslim secara satu persatu, baik lambat maupun
cepat. Mereka ini setelah mengucapkan kalimat syahadat,
diajari shalat, dan zakat, dan dikembalikan kepada
pekerjaan mereka semula, seperti menggembala kambing,
dan lainnya.

َ‫الم َتكَل ِمي ْن‬


ُ ُ َّ َ ْ ُ َ ْ َ ُ ْ ُ َ ُ َّ َ ُ ْ ُ ُ ْ َ ْ َ َ
ِ ‫كر أنه يجوز أن تكون أدلة‬ ِ ‫ لست أن‬,‫نعم‬
َْ َ َ
‫ك َّن ذل ِك لي َس‬
َ
ِ ‫ َول‬,‫اس‬ َّ ‫أحد أ َ ْس َباب الإ ْي َمان في َحق َب ْع ِض‬
ِ ‫الن‬ َ
ِ ِ ِ ِ ِ
َ ُ َ َ ُ َ َ ً َْ ََُ ََْ
‫ بل الأنفع الكلام الجارِي ف ِي‬,‫بمقصور عليهِ وهو أيضا نادِر‬ ٍ
ُ ْ ُ ََْ ُ ََ َ
.‫ كما يشتمل عليهِ القرآن‬,‫الوعظ‬ ِ ‫عر ِض‬ِ ‫م‬

Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah | 130


___________________________ Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali

Memang benar, saya tidak mengingkari bahwa bisa


saja membeberkan dalil-dalil kalam merupakan salah satu
sebab timbulnya iman bagi sebagian manusia. Akan tetapi,
hal itu tidak terjadi hanya karenanya saja, dan itupun jarang
terjadi. Malah yang lebih bermanfaat ialah urusan yang
diberikan dalam gaya nasehat, sebagaimana yang tercantum
dalam Al-Qur’an.

ُ‫ فَإنَّ ُه ي ُشعِر‬...‫الم َتكَل ِ ِمي ْ َن‬


ُ ‫سم‬ َ َ َ ُ َّ ُ ُ َ َ ْ َّ َ َ
ِ ِ ‫فأما الكلام المحرر على ر‬
َ ُّ َ ُ ْ َ َ َ َ ْ‫الم ْس َتم ِعي ْ َن بأَ َّن فِي‬ َ
‫امي لا‬ ‫جز عنه الع‬ ِ ‫ع‬ ‫لي‬ ‫جدل‬
ٍ ‫صنعة‬ ِ ‫ه‬ ِ ِ ُ ‫نفوس‬
َ َ ُ ُ َ َ َّ ُ َ َْ َ
ِ‫رسوخ العناد‬ِ ِ ‫ك ْون ذل ِك َسبَ ًبا ل‬ ‫ وربما ي‬.ِ‫ل ِك ْون ِهِ َحقا ف ِي نفسِ ه‬
َْ
.ِ‫ف ِي قلب ِه‬

Adapun uraian yang disusun menurut rumus para


ahli Kalam, maka ia menimbulkan kesan pada jiwa orang-
orang yang mendengarnya bahwa di situ ada pertikaian
yang dibuat-buat agar orang awam tidak bisa mengikutinya,
buka karena pertikaian itu merupakan suatu kebenaran
sendiri. Mungkin inilah yang menjadi sebab mendalamnya
kesengitan dalam hati orang awam tersebut.

َ ُْ َ ْ َ ْ َ ‫لا تَ َرى م‬ َ َ َ َ
‫جلس مناظر ٍة ل ِل ُم َتكل ِ ِمي َن َولا ل ِلفق َها ِء‬ ‫ول ِذل ِك‬
َ ْ َ َ َ ْ َ َ َ ُ
‫ َولا‬,ِ ‫ال أو ب ِدع ٍة إ ِلي غي ِره‬ ٍ ‫ح ٍد انتقل ِمن اعتز‬ ِ ‫ينكشف ع ْن َوا‬
ََ َ َ َ َْ َ َ َ ْ َ َ َّ َ ْ َ ْ َ
.‫العكس‬ِ ‫ب أب ِي حن ِيفة ولا على‬ ِ ‫ب الشاف ِ ِع ِي إِلي مذه‬ ِ ‫عن مذه‬
,‫بالسيْ ِف‬ َّ ‫ َح َّتى في القتال‬,‫ت بأَ ْس َباب أ ُ َخ َر‬ ُ َ َ ْ َ َ
ِ ِ ٍ ِ ‫وتجري ه ِذه ِ ال ِانت ِقالا‬

131 | Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah


Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali ___________________________

ْ َ َ َ ُ ْ َّ َ َّ ُ َ َ َ
‫ بَل‬,‫ت‬ ِ ‫المجادلا‬ ِ ‫الدع َوة ِ ب ِ َه ِذه‬ ِ ‫ول ِذل ِك لم ت ِجر عادة السل ِف ب‬
ْ ْ ُ ََ ْ ُ َ َ َ ُ َّ
‫ث‬ ِ ‫ام ويشتغل ب ِال َبح‬ ِ ‫خوض ف ِي الكل‬ ‫شددوا الق ْول ع َلى َم ْن ي‬
َ ُ َ
.‫ال‬
ِ ‫والسؤ‬

Oleh karena itu, anda tidak pernah melihat majelis


pembahasan para ahl kalam dan tidak pula para ahli fiqh
yang menyingkapkan pindahnya seseorang dari paham
Mu’tazilah umpamanya, atau Bid’ah kepada lainnya, dan
tidak pula dari Mazhab Syafii ke Mazhab Hanafi, serta tidak
pula sebaliknya. Berpindah mazhab itu terjadi justru karena
sebab-sebab lain, bahkan karena peperangan dengan
pedang. Oleh sebab itu, orang-orang Salaf tidak mengenal
kebiasaan berdakwa dengan menggunakan argumen-
argumen serupa itu, bahkan meeka menunjukkan sikap
sangat kurang senang terhadap mereka yang berkecimpung
dalam Kalam dan yang sibuk dalam penyelidikan dan
penanya.

َّ َ َّ .........‫اقبَ َة الوانب‬
َ ََُ َ َ َ َ
‫صحنا بِأن‬ ِ ‫ر‬‫م‬ ‫و‬ ‫املداهنة‬ ‫ا‬ ‫تركن‬ ‫ا‬‫ذ‬ ِ‫وإ‬
‫َ م َ م‬ َّ ‫َ م‬ ٌ َ َ َ َ َ
: ‫ْي‬
ِ ‫الوض ِِف الَكمِ حرام ِلكَث ِة اآلف ِة ِفي ِه ِإال ل ِشخص‬
Dan jika (seandainya) boleh meninggalkan sikap
sopan santun dan keharusan menjaga perasaan orang lain,
tentu kami akan mengatakan dengan terus terang bahwa
mendalami ilmu kalam adalah haram, karena banyaknya
bahaya yang terkandung di dalamnya, kecuali untuk dari
dua orang berikut :

Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah | 132


___________________________ Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali

َ َ ُ ‫ٌ َم م‬ َ ‫َ م‬ ٌ َ ُ ُ َ َ
ٍ‫ َوق َعت ُِل شبهة لي َست تزول بِكالم‬: ‫ َرجل‬:‫أحده َما‬
َ ‫َ م َ ي َ َ َ م َم ي َ م َم ََ ُ مُ َم َ ُ م‬
‫ فيجوز أن يكون‬,‫عن قل ِب ِه‬.........‫ث نق ِِّل‬ ٍ ‫ب وعظي وال ِب ِدي‬ ٍ ‫ق ِري‬
َُ ً َ َ ُ ‫الق مو ُل‬
ُ َّ‫الم َرت‬ َ
،‫مرض ِه‬ِ ‫م َرافِ ًعا شبهتَ ُه ودواء ِل ِِف‬ ُّ ِ ‫الَك‬ ‫ب‬
‫َم‬ َّ ‫ُ َّ م‬ ُ‫َُ َ َُ َ َ ُ ُ َم‬ َُ
‫اَلي لي َس بِ ِه‬ ِ ‫فيستعمل معه ذل ِك َوي َرس عنه سمع الص ِحي ِح‬
ُ‫ويثْي َِل‬
َ ً َ ‫م‬ ‫َم‬ َ ‫ي‬ َ ُ ‫ُ َ َّ ُ ُ م ُ َ م‬ َ َ
,‫ ف ِإنه يو ِشك أن يرك ِِف نف ِس ِه إِشكال‬,‫ذل ِك املرض‬
‫َ م ُ م َّ م‬ َ ‫م‬ َ ُُ ُ ً
...‫الص ِحي ِح‬ ِ‫وتستنِل ع من ِاع ِتقا ِدهِ المجزوم‬ ‫شبهة ت َم ِر ُض ُه‬

Pertama : ialah orang yang mengalami kesulitan


dalam pikirannya, yang mana kesulitan itu tidak bisa hilang
hanya dengan uraian-uraian yang mudah dan bergaya
nasehat, dan tidak pula dengan berita ajaran yang
disampaikan dari Rasulullah SAW. maka bolehlah baginya
mengikuti uraian yang sistematik menurut ilmu Kalam
untuk melenyapkan kesulitannya itu, dan agar menjadi obat
bagi penyakitnya. Maka dibenarkan untuknya menggunakan
hal-hal tersebut bersama-sama. Sambil harus dijaga agar
orang yang sehat, yang tidak mempunyai penyakit keraguan
serupa agar tidak mendengarnya. Sebab hal itu akan
mengusik dalam diri orang yang sehat itu hingga muncul
keraguan dan berakibat adanya kesulitan yang membuatnya
sakit serta menurunkannya dari keyakin yang teguh dan
sehat.

‫الق َدمِ ِف ي‬ َ ُ ‫ُ م م‬
‫ادلي م ِن‬ ِ ‫ راسخ‬,‫شخص كمل ال َعق ِل‬ ٌ ُ ِ َّ‫َوال‬
: ‫اِّن‬
َ َ َ ‫ُ َم ُ ي‬ َ َ ‫َم‬ َ ‫ثابت ال مي‬
ُ
‫ يريد أن يصل ه ِذهِ الصنعة‬،‫ْي‬ ِ ‫ق‬
ِ ‫ال‬ ‫ار‬‫و‬ ‫ن‬
ِ ِ ِ ِ ‫أ‬ ‫ب‬ ‫ان‬ ‫م‬
َ ‫م‬
‫فح َم بِ َها ُمبتَ ِد ًع ِإذا‬ ُ ‫ول‬ ،
ٌ
‫شبهة‬ َُ ‫ت‬
‫ِل‬
‫َ َ َ م ً َ َََ م‬
‫لداوي بِها م ِريضا ِإذا وقع‬
ِ

133 | Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah


Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali ___________________________

َ َ ُّ ٌ ‫َ م‬ َ َ َ
‫ فتعل ُم ذل ِك‬،‫اغواء ُه‬
َ ‫حر َس بِ ِه ُمعتَقد ُه إذا قصد ُمب َت ِدع‬ ِ
َ‫ ول‬,‫نبغ‬
َّ َ ُ َ ‫ُّ ُ َ م‬ َ َ ‫م‬ َ َ
‫ وتعلم قد ِر ما يزيل الشك‬،‫ات‬ ِ ‫كفاي‬ ِ ‫فروض ال‬ِ ‫غرض ِمن‬ِ ‫ل ِهذا ال‬
َ ‫َ َم ُ م‬ ‫ُ َم‬ ‫َ ّ ُ ي‬ َ
‫ك من ِإ َعد ُة‬
ِ ‫ ِإذا لم يم‬،‫ْي‬ ٍ ‫ع‬ ‫فرض‬ ‫ك‬ِ ‫شك‬ ‫والشبهة ِِف ح ِق المت‬
َ ‫ِا معت َقا ِد ِه املجزومِ ب َطريمق‬
...‫آخر ِس َو ُاه‬ ٍ ِ ِ ِ

Keduan : ialah orang yang sempurna akalnya, yang


langkahnya telah mantap dalam agama, teguh imannya
karena pancaran cahaya keyakinan, yang menginginkan
untuk menguasai bidang ilmu Kaam untuk bisa mengobati
orang yang sakit jika terjadi pada orang itu suatu keraguan
dan untuk membungkam pembuat Bid’ah, bilaman ia
muncul, serta untuk menjaga akidahnya sendiri, jika
seorang pembuat Bida’ah bermaksud menyelewengkannya.
Maka, mempelajari ilmu itu dengan tujuan yang disebutkan
adalah salah satu dari fardhu kifayah, dan mempelajarinya
sampai kepada tingkat yang bisa menghilangkan keraguan
dan menghapuskan kesulitan bagi orang yang
mengalaminya adalah fardhu ‘ain, jika tidak mungkin
mengembalikan keyakinannya yang teguh itu dengan cara
lain selain daripada mempelajari (ilmu kalam) itu.
ُ َّ َ ‫ك َم من ِا معتَ َق َد َما َج‬ َّ ُ َّ َ ُ ‫َ َ ُّ َّ م‬
‫الر ُس مول‬ ‫اء ِب ِه‬ ‫ أن‬: ‫الصيح‬ ِ ‫واِلق‬
ً َ ‫َ َم ُ ُ م‬ َّ ‫ُ َم‬ َّ
.........‫ واشتمل َعلي ِه الق مرآن ِاع ِتقادا َج مز ًما‬,‫اهلل َعلي ِه َو َسل َم‬ ‫َصىل‬
ُ ُ ‫َ ُ َ ُ م ٌ َ م َ م َ م م َّ َ ُ َ م م‬
‫ادل ِلم ِل‬ َّ ‫املستفاد م َن‬
ِ ‫الي َمان‬ ِ ‫ بل‬،‫فهو مؤ ِمن وإِن لم يع ِرف أدِله‬
‫ُ ي‬ ََ ٌ ٌ‫ي َ م‬
...‫ مَشف لَع التلز ِل بِكل شبه ٍة‬,‫الَكم ض ِعيف ِجدا‬ ِ

Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah | 134


___________________________ Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali

Kebenaran yang nyata : ialah bahwa setiap orang


yang meyakini setiap sesuatu yang diajarkan oleh Rasulullah
SAW, dan yang terkandung dalam Al-Qur’an dengan
keyakinan yang teguh, maka ia adalah seorang yang
beriman, meskipun ia tidak mengetahui dalil-dalilnya.
Bahkan iman yang diperoleh dari dalil-dalil kalam adaah
sangat lemah, yang selalu terancam oleh keruntuhan karena
berbagai ketidakjelasan.
ُُ ُ َ ‫مَ ُ َ ُ مَ ُ مََ ي‬ ‫َم‬
‫اصل ِِف قل موبِ ِه مم ِِف‬ ِ ‫اسخ إِيمان العوام اِل‬ ِ ‫اليمان الر‬ ِ ‫ل‬ ‫ب‬
‫َ ُ م‬ َ ُ ‫م‬ ُ
‫اِلاصل َب مع َد ُ م‬ َ ‫ي‬
‫ك ُن‬ِ ‫اللو ِغ بِقرائن ال يم‬ ‫ أ مو‬,‫السماع‬
ِ ‫بتواتر‬
ِ ‫الصبا‬
‫ي‬ َ ُ ُّ ُ َ َ َ َ ‫ُ َ م‬
،‫كر‬
ِ ‫ وتمام تأك ِد ِه ِبمالزم ِة العباد ِة واَل‬,‫اِلعبْي عنها‬
Sedangkan iman yang mendalam ialah iman kaum
awam yang tumbuh dalam hati mereka semasa kanak-kanak
karena banyak mendengar, atau yang terjadi setelah dewasa
karena adanya berbagai petunjuk dari keadaan yang tidak
bisa dibantah, serta karena ketekunannya yang sungguh-
sungguh melakukan ibadah dan dzikir.

ُّ ‫ُ َ َ م َ َّ م‬ ‫َّ م‬ َّ َ
‫ وتطه ِر‬,‫اِلق َوى‬ ‫فإِن َم من تأدت بِ ِه العبادة ِإىل ح ِقيق ِة‬
َ َ َ ‫ُّ م‬ َ
.........‫هلل ت َعاىل دائِ ًما‬
ِ ‫ذكر ا‬
ِ ‫ومالزم ِة‬ ,‫ادلن َيا‬ ‫كدورات‬
ِ ‫الاطن ع من‬
ِ
َ َ ‫َّ م َ ُ َ م َ ُ م َ م َ َ َ َ م ُ ُ م ُ َّ َ َ َ م‬
‫ وصارت المور ال ِت كن قد أخذها‬,‫ُتلت ِل أنوار المع ِرف ِة‬
...‫المشاهد ِة‬ ُ ‫لمعاينة َو‬ُ ‫َت مقليم ًدا عنم َد ُه َك‬
ِ ِ ِ

Karena sesungguhnya orang yang melanggengkan


ibadah hingga mencapai tingkatan takwa yang
sesungguhnya, tingkatan penyucian bathin dari kotoran

135 | Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah


Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali ___________________________

dunia, serta melanggengkan dzikir kepada Allah SWT, akan


memunculkan cahaya ma’rifat dan menjadikan perkara-
perkara yang sebelumnya ia dapatkan melalui taqlid,
bagaikan melihat langsung (mu’ayanah) dan musyahadah.

َ ‫ُ َّ م‬ َ َّ َ ‫م َ ُ م م‬ َ ‫م‬
‫اَنالل‬
ِ ‫َوتِلك َح ِقيقة ال َمع ِرف ِة ال ِت ال تصل ِإال َبعد‬
َ ‫ُم‬ َ َ
,‫هلل ت َعاىل‬
ِ ‫الصدر ِبنو ِر ا‬
ِ ‫وانَشاح‬
ِ ,‫ات‬ِ ‫عقد ِة االع ِتقاد‬

Itulah hakikat ma’rifat yang tidak akan berhasil


kecuali setelah terlepasnya simpul tali yang mengikat
akidah-akidah dan terlapangkannya dada dengan nur dari
Allah SWT.

َ ‫َم َ م َ م َُ م م‬
‫ْلسالمِ ف ُه َو‬ ‫ل‬ ‫ه‬‫ر‬‫د‬ ‫ص‬ ‫ح‬‫َش‬ ‫ي‬ ... ......... ...‫ه‬ُ َ‫اهلل أَ من َي مهدي‬
ُ ‫( َو َم من يُر ِد‬
ِ ِ ِ ِ
ُ َ
)‫ور ِم من َر يب ِه‬
ٍ ‫لَع ن‬
Barang siapa yang Allah SWT kehendaki mendapat
petunjuk, maka Allah SWT akan melapangkan hatinya pada
agama Islam, karena Allah SWT telah memberikan Nur
kepadanya”

‫م‬ َ َّ ‫َ َّ ُ َ م‬ ُ‫َ َ ُ َ َُ م‬
‫اهلل َعلي ِه َو َسل َم ع من َمع ََن‬ ‫هلل صىل‬
ِ ‫كما س ِئل رسول ا‬
‫ُم‬ ‫َم‬ ُ َ ‫ُم ٌ ُم‬ َ ََ ‫َ م‬
)) ‫المؤ ِم ِن‬ ‫ب‬ِ ‫ (( نور يقذف ِِف قل‬: ‫الصدر فقال‬ِ ‫ش ِح‬

Sebagaimana jawaban Rasulullah SAW ketika


ditanya mengenai makna Maka engkau mengetahi bahwa
orang yang tergesa-gesa dalam mengkafirkan golongan

Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah | 136


___________________________ Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali

yang berbeda dengan ‫الصدر‬ ‫( َ م‬terlapangkan hati). Beliau


‫ش ِح‬
ِ
SAW bersabda : “Cahaya yang tersirat dalam hati mukmin”

ُ‫َ م َ م‬ َّ (( :‫ال َمتُ ُه؟ َف َق َال‬


َ ‫اِل‬ َ َ ََ َ‫َ م‬
,‫ار الغ ُر مو ِر‬
ِ ‫د‬ ‫ن‬ ‫ع‬ ‫اِف‬
ِ ‫ج‬ ‫ وما ع‬: ‫ف ِقيل‬
ُ ‫م‬ َ َ َُ َ َ
)) ‫ار ال ُل مو ِد‬
ِ ‫النابة ِإىل‬
‫د‬ ِ ‫و‬
Kemudian ia kembali ditanya : “Apa tandanya?” Ia
menjawab : “Orang yang mementingkan kehidupan akhirat
dibandingkan dengan kehidupan dunia”

َ ُ ‫ادل منيَا‬
ُّ ‫لَع‬ ََ َ ُ َ ‫َ َّ ُ َ َ ي‬ ُ ‫فَب َه َذا ن‬
‫المتهال ِك‬ ‫قبل‬ ِ ‫أن المتَكم الم‬ ‫علم‬ ِ
َ َ َ َ ‫َ مََ َ م‬ ‫مُ م‬ َ ‫َم‬
‫ ِلجاف ع من‬.........‫أدرك َها‬ ‫المع ِرف ِة َول مو‬ ‫ح ِقيقة‬ ‫ْي ُمد ِر ٍك‬ َ .........‫َعلي َها‬
ً ‫الغ ُر مور‬ُ َ
...‫قطعا‬ ِ ‫ار‬
ِ ‫د‬
Maka dengan ini, kita mengetahui bahwa para Al-
Mutakalim (orang yang menggeluti ilmu kalam) yang
menghadap kepada dunia, yang sangat tamak akan dunia,
tidaklah menemukan hakikat ma’rifat. Jika saja ia
menemukan hakikat ma’rifat pastilah ia akan menjauhkan
diri dari dunia, tempat yang penuh kepalsuan.

137 | Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah


___________________________ Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali

BIOGRAFI PENERJEMAH

BAHRUDIN ACHMAD, lahir di Bekasi, Jawa


Barat. Alumni Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya di
bawah asuhan KH. Moch Ilyas Ruhiat. Mendirikan
Yayasan Al-Muqsith Bekasi, lembaga kajian Bahasa, Sastra,
Budaya, dan KeIslaman (2016 - sekarang).
Adapun karya-karya yang pernah diterbitkan
diantaranya :
1. Najmah Dari Turkistan (novel terjemah) diterbitkan oleh
Kreasi Wacana Yogyakarta (2002),
2. Komunis Sang Imperialis (novel terjemah) diterbitkan
Media Insani Yogyakarta (2008),
3. Hikayat-Hikayat Kearifan diterbitkan oleh BakBuk
Yogyakarta (2018),
4. Sastrawan Arab Modern: Dalam lintasan sejarah kesusastraan
Arab diterbitkan oleh GuePedia Publisher (2019),

167 | Faishal At-Tafriqah Baina Al-Islam Wa Al-Zandaqah

Anda mungkin juga menyukai