AKUNTANSI BISNIS
UNIT USAHA DAN LAPORAN KEUANGAN
Disusun Oleh :
Kelompok 9
1. Putri Widiawati 223140514111035
2. Mufidhatul Umami 223140514111043
3. Elang Pratama Utomo 223140514111046
Kelas N1F
FAKULTAS VOKASI
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
TAHUN 2023
1
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL................................................................................................................1
DAFTAR ISI.............................................................................................................................2
A. PENDAHULUAN.............................................................................................................3
B. PEMBAHASAN................................................................................................................3
1.1 Pengertian Perusahaan......................................................................................................3
1.2 Jenis-jenis Perusahaan......................................................................................................3
1.3 Bentuk Perusahaan sudut Yuridis Ekonomis...................................................................4
2.1 Pengertian Laporan Keuangan.........................................................................................5
2.2 Tujuan Laporan Keuangan...............................................................................................5
2.3 Sifat Laporan Keuangan...................................................................................................6
2.4 Jenis-Jenis Laporan Keuangan.........................................................................................6
2.5 Jenis – Jenis Transaksi Keuangan....................................................................................8
2.6 Penggunaan Laporan Keuangan.......................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................................11
2
A. PENDAHULUAN
Perusahaan adalah suatu unit usaha yang menggunakan sumber daya alam, sumber
daya manusia, modal, dan kewirausahaan (skill) untuk mencari laba dengan cara
menghasilkan barang atau jasa. Unit usaha merupakan suatu bentuk kegiatan yang mampu
menghasilkan keuntungan, misalnya menjahit, penjualan, koperasi, dan sebagainya.
Setiap perusahaan maupun lembaga membutuhkan laporan keuangan. Laporan
keuangan merupakan salah satu sumber informasi serta media penting yang digunakan
oleh para pengelola perusahaan dalam proses pengambilan keputusan untuk mengetahui
informasi yang menyangkut posisi keuangan.
Laporan keuangan perusahaan diterbitkan secara periodik, bisa tahunanm semesteran,
triwulan, bulanan, bahkan bisa harian. Laporan keuangan ini sudah menjadi kebutuhan
para pengusaha, investor, manajemen, bank, pemerintah, maupun pelaku pasar modal.
B. PEMBAHASAN
1.1 Pengertian Perusahaan
Perusahaan adalah suatu organisasi yang didirikan oleh seseorang atau sekelompok
orang atau badan lain yang kegiatannya adalah melakukan produksi dan distribusi guna
memenuhi kebutuhan ekonomis manusia. Kegiatan produksi pada umumnya dilakukan untuk
memperoleh laba. Laba merupakan salah satu indikator penting dalam mengukur
keberhasilan kinerja suatu perusahaan. Pertumbuhan laba dalam suatu perusahaan,
menunjukkan bahwa pihak manajemen telah berhasil dalam mengelola sumber daya yang
dimiliki perusahaan secara efektif dan efisien. Namun demikian, banyak juga kegiatan
produksi yang tidak bertujuan mencari laba, misalnya yayasan sosial, keagamaan dan lain-
lain. Hasil suatu produksi dapat berupa barang atau jasa.
1.2 Jenis-jenis Perusahaan
1. Perusahaan Jasa
Perusahaan jasa adalah perusahaan yang kegiatannya menjual jasa. Contoh dari
perusahaan semacam ini adalah konsultan, even organizer, pengacara, tukang cukur,
dan lain-lain.
2. Perusahaan Dagang
Perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatan utamanya membeli barang jadi
3
dan menjual kembali tanpa merubah bentuk barangnya. Contohnya adalah distributor,
toko-toko kelontong, toko serba ada, dan lain-lain.
3. Perusahaan Manufaktur
Perusahaan manufactur adalah perusahaan yang kegiatan mengolah bahan baku
menjadi barang jadi dan kemudian menjual bahan jadi tersebut. Contohnya pabrik
sepatu, pabrik roti, dan lain-lain.
1.3 Bentuk Perusahaan sudut Yuridis Ekonomis
1. Usaha Perseorangan
Adalah perusahaan yang seluruh kekayaan/modalnya dimiliki oleh orang pribadi dan
ia bertanggung jawab kepada pihak lain dengan seluruh kekayaan pribadinya.
2. Usaha Persekutuan Dengan Firma
Suatu bentuk persekutuan usaha yang didirikan oleh beberapa orang dengan
menggunakan nama bersama. Persekutuan ini ini akan memperoleh modal dari orang-
orang yang bergabung di dalam [Link]-tiap orang yang menjadi anggota
firma bertanggung jawab sepenuhnya terhadap seluruh aset & hutang perusahaan.
3. Usaha Persekutuan Komanditer (CV=Commanditaire Vennootschap)
Bentuk ini hampir sama dengan firma, hanya didalamnya terdapat sekutu-sekutu yang
memimpin (sekutu komplementer) dan sekutu-sekutu yang mempercayakan modalnya
(sekutu komanditer). Sekutu komanditer bertanggungjawab kepada sekutu-sekutu
komplementer hanya sebesar kekayaan (modal) yang dipercayakan kepada
persekutuan komanditer.
4. Perseroan Terbatas (PT)
Perseroan terbatas adalah badan hukum, yaitu badang yang mempunyai kekayaan,
hak, serta kewajiban sendiri yang terpisah dari pemilik. Pemilik PT adalah para
pemegang saham, dan tanggungjawab terhadap pihak ketiga hanya terbatas sebesar
modal sahamnya.
5. Koperasi
Suatu perkumpulan yang kenggotaannya bersifat murni pribadi dan tidak dapat
dialihkan. Di dalam koperasi tidak ada modal permanen, karena anggotanya dapat
berganti-ganti. Modal koperasi terdiri dari simpanan pokok, simpanan wajib, dan
simpanan sukarela yang diperoleh dari anggota-anggotanya.
4
2.1 Pengertian Laporan Keuangan
Laporan keuangan merupakan hasil akhir suatu proses kegiatan pencatatan akuntansi
yang merupakan suatu ringkasan dari transaksi keuangan yang terjadi selama periode tahun
buku bersangkutan. Laporan keuangan ini dibuat oleh bagian akuntansi untuk
dipertanggungjawabkan kepada pihak manajemen dan pihak perusahaan. Laporan keuangan
yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan
perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara, sebagai contoh,
sebagai laporan arus kas/laporan arus dana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan
yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.
Menurut Kasmir (2008), pengertian laporan keuangan adalah ringkasan dari suatu
proses pencatatan, merupakan suatu ringkasan dari transaksi-transaksi yang terjadi selama
tahun buku yang bersangkutan. Laporan keuangan terdiri dari Neraca, laporan laba rugi,
laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan.
Menurut Munawir (2010), laporan keuangan adalah suatu bentuk pelaporan yang
terdiri dari neraca dan perhitungan laba rugi serta laporan 7 perubahan ekuitas. Neraca
menunjukkan atau menggambarkan jumlah aset, kewajiban dan ekuitas dari suatu perusahaan
pada tanggal tertentu. Sedangkan perhitungan (laporan) laba-rugi memperlihatkan hasil-hasil
yang telah dicapai oleh perusahaan serta beban yang terjadi selama periode tertentu, dan
laporan perubahan ekuitas menunjukkan sumber dan penggunaan atau alasan-alasan yang
menyebabkan perubahan ekuitas perusahaan.
2.2 Tujuan Laporan Keuangan
Laporan Keuangan sangat berperan penting dalam perusahaan untuk mengetahui
hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan dan juga dapat memberikan
informasi sehubungan dengan posisi keuangan perusahaan. Tujuan laporan keuangan adalah
memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja, dan arus kas perusahaan yang
bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam rangka membuat
keputusan - keputusan ekonomi serta menunjukkan pertanggungjawaban manajemen atas
penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka.
Tujuan laporan keuangan yaitu:
a. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah aktiva (harta) yang dimiliki
perusahaan pada saat ini.
5
b. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah kewajiban dan modal yang dimiliki
perusahaan pada saat ini.
c. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah pendapatan yang diperoleh pada
suatu periode tertentu.
d. Memberikan informasi tentang jumlah biaya dan jenis biaya yang dikeluarkan
perusahaan dalam suatu periode tertentu
e. Memberikan informasi tentang kinerja manajemen perusahaan dalam suatu periode
f. Memberikan informasi tentang kinerja manajemen perusahaan dalam suatu periode
g. Memberikan informasi tentang catatan-catatan atas laporan keuangan
h. Informasi keuangan lainnya.
2.3 Sifat Laporan Keuangan
Laporan keuangan memiliki dua sifat yaitu :
Bersifat Historis
Laporan dibuat dan disusun dari data masa lalu atau masa yang sudah lewat dari masa
sekarang, misalnya laporan keuangan disusun berdasarkan data satu atau dua tahun
kebelakang.
Bersifat menyeluruh
Laporan keuangan dibuat selengkap mungkin. Artinya, disusun dengan standar yang
telah ditetapkan. Berdasarkan pengertian definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa
sifat laporan keuangan disusun dari data masa lalu yang pembuatan dan penyususnan
sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
2.4 Jenis-Jenis Laporan Keuangan
Jenis-jenis laporan keuangan secara umum ada lima jenis laporan keuangan biasanya
disusun adalah sebagai berikut:
1. Neraca
Neraca menunjukkan jumlah aktiva (harta), kewajiban (utang), modal perusahaan
(ekuitas) perusahaan pada saat tertentu. Akan tetapi, pemilik atau manajemen dapat
pula meminta laporan neraca sesuai kebutuhan untuk mengetahui secara persis berapa
harta, utang dan modal yang dimilikinya pada saat tertentu.
6
2. Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi mengukur sejumlah laba yang dihasilkan oleh perusahaan dalam
jangka waktu tertentu. Artinya, laporan laba rugi harus dibuat dalam satu siklus
operasi atau periode tertentu guna mengetahui jumlah pendapatan biaya yang telah
dikeluarkan, sehingga dapat mengetahui apakah perusahaan dalam keadaan laba atau
rugi.
Laba = Penjualan – Beban
Laporan laba rugi dapat disusun dalam dua bentuk, yaitu :
a. Bentuk Multiple Step
Dalam bentuk multiple step, laporan laba rugi disusun bertahap,sehingga
dikenal beberapa jenis laba seperti laba kotor, laba bersih operasi,laba bersih
sebelum pajak dan laba bersih setelah pajak.
b. Bentuk Single Step
Laporan laba rugi dalam bentuk single step hanya dikenal laba bersih karena
dalam bentuk ini semua penghasilan dikurangi beban-beban termasuk pajak
dilaporkan sekaligus tanpa dipisah-pisahkan seperti dalammultiple step
Laporan laba rugi menyajikan informasi keuangan yang dihubungkan dengan lima
aktivitas besar usaha :
1. Penghasilan (Penjualan) adalah uang yang diperoleh dari penjualan produk
atau jasa perusahaan.
2. Harga pokok penjualan adalah biaya produksi atau biaya utuk menhasilkan
barang dan jasa yang akan dijual.
3. Beban operasi yang berhubungan dengan pemasaran dan distribusi produk
atau jasa, dan administrasi bisnis.
4. Beban keuangan dalam menjalankan bisnis yaitu bunga dibayarkan kepada
kreditur perusahaan dan pembayaran dividen kepada para pemegang saham
istimewa.
5. Beban pajak yaitu jumlah pajak yang ditanggung berdasarkan pajak yang
ditanggung perusahaan.
3. Laporan Perubahan Modal
Laporan perubahan modal perusahaan menggambarkan peningkatan atau penurunan
jumlah modal yang dimiliki perusahaan saat ini atau kekayaan selama periode
7
bersangkutan berdasarkan prinsip pengukuran tertentu yang dianut dan harus
diungkapkan dalam laporan keuangan.
4. Laporan Arus Kas
Laporan arus kas dapat memberikan informasi yang menunjukkan arus kas masuk dan
arus kas keluar di perusahaan. Arus kas masuk berupa pendapatan dan pinjaman dari
pihak lain, sedangkan arus kas keluar rmerupakan biaya-biaya yang telah dikeluarkan
perusahaan. Baik arus kas masuk maupun arus kas keluar dibuat untuk periode
tertentu.
5. Catatan atas laporan keuangan
Catatan atas laporan keuangan merupakan laporan yang dibuat berkaitan dengan
laporan keuangan yang disajikan. Laporan ini memberikan informasi tentang
penjelasan yang dianggap perlu atas laporan keuangan yang ada, sehingga manjadi jelas
penyebabnya.
2.5 Jenis – Jenis Transaksi Keuangan
Syarat-syarat laporan keuangan merupakan ciri-ciri khas membuat informasi dalam
laporan keuangan yang berguna bagi para pemakai dalam pengambilan keputusan bernilai
ekonomis. Syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam pembuatan laporan keuangan adalah
sebagai berikut:
Dapat dipahami
Kualitas penting informasi yang ditampung dalam laporan keuangan adalah
kemudahannya untuk segera dapat dipahami oleh para pemakai.
Relevan agar bermanfaat
Informasi harus relevan untuk memenuhi informasi kebutuhan pemakai dalam proses
pengambilan keputusan. Informasi yang memiliki kualitas relevan, apabila informasi
tersebut dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai masa lalu, masa kini, atau
masa depan, untuk mengoreksi hasil evaluasi di masa lalu.
Dapat dibandingkan
Pemakaian laporan harus dapat membandingkan laporan keuangan perusahaan antar
periode tertentu untuk mengidentifikasi kecendrungan posisi keuangan. Pemakai juga
harus dapat membandingkan laporan keuangan antara perusahaan.
8
Mempunyai daya uji
Laporan keuangan yang telah disusun dengan panduan konsep-konsep dasar akuntasi
dan prinsip-prinsip akuntansi yang sudah disahkan, sehingga dapat diuji kebenaran
oleh pihak lain.
Netral
Laporan Keuangan yang disajikan bersifat umum, objektif, dan tidak memihak pada
kepentingan pemakai tertentu. Artinya, laporan keuangan disusun harus memenuhi
syarat-syarat tersebut di atas dan tidak menyesatkan pembaca serta laporan keuangan
harus disajikkan secara lengkap.
2.6 Penggunaan Laporan Keuangan
Laporan keuangan pada dasarnya hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan
untuk alat komunikasi antara data keuangan atau aktivitas perusahaan. Adapun pihak-pihak
lain yang berkepentingan terhadap laporan keuangan maupun perkembangan suatu
perusahaan adalah sebagai berikut:
a. Pemilik Perusahaan
Bagi pemegang saham yang sekaligus pemilik perusahaan, kepentingan terhadap
laporan keuangan perusahaan adalah untuk melihat kemajuan perusahaan yang
dipimpin oleh manajemen dalam satu periode. Kemajuan yang dilihat adalah
kemampuan dalam menciptakan laba dan pengembangan aset yang dimiliki. Dari
laporan keuangan ini, pemilik dapat menilai sejauh mana pengembangan perusahaan
yang telah dijalankan manajemen. Bagi pemilik dengan adanya laporan keuangan ini,
dapat memberikan gambaran berapa jumlah deviden yang akan diterima, kemudian
untuk menilai kinerja keuangan pihak manajemen dalam menjalankan kepercayaan
yang diberikan.
b. Pemerintah
Pemerintah sangat berkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaan tersebut,
disamping untuk menentukan besarnya pajak yang harus ditanggung oleh perusahaan
tersebut juga sangat diperlukan oleh Biro Pusat Statistik, Dinas Perindustrian,
Perdagangan dan Tenaga Kerja untuk perencanaan pemerintah,
c. Manajemen Laporan
Bagi pihak manajemen adalah untuk menilai kinerja manajemen perusahaan dalam
mencapai target yang direncanakan dan juga untuk menilai kinerja manajemen dalam
9
mengelola sumber daya yang dimiliki. Ukuran keberhasilan ini dapat dilihat dari
pertumbuhan laba yang diperoleh dan pengembangan aset-aset yang dimiliki.
d. Karyawan
Bagi karyawan dengan adanya laporan keuangan juga untuk mengetahui kondisi
keuangan perusahaan yang sebenarnya. Dengan mengetahui laporan keuangan,
karyawan juga paham tentang kinerja mereka, sehungga karyawan juga merasa perlu
mengharapkan peningkatan kesejahteraan, abila perusahaan mengalami keuntungan
dan sebaliknya perlu melakukan perbaikan, jika perusahaan mengakami kerugian.
e. Investor
Penanam modal menggunakan laporan keuangan untuk memenuhi kebutuhan
informasi dan membantu menentukan apakah harus membeli, menahan, atau menjual
investasi tersebut.
10
DAFTAR PUSTAKA
Hanief, Arvinta Fariensya (2020). Laporan Keuangan dan Analisis Laporan Keuangan :
[Link]
Halim, Ivan (2017). Unit Usaha dan Laporan Keuangan : DocPlayer
Hadiman, Sri (2017). Laporan Keuangan. DocPlayer 205-224
11