0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
362 tayangan49 halaman

Form Inspeksi Peralatan K3 Konstruksi

Dokumen tersebut merupakan laporan assessment maturity level K3 dan keamanan bulan Mei 2022 untuk proyek pembangunan transmisi 150 kV Tawael-Talisel Baru. Laporan tersebut meliputi tiga kriteria utama yaitu kepemimpinan, kebijakan dan komitmen manajemen, audit dan inspeksi, serta penerapan identifikasi bahaya, penilaian dan pengendalian risiko di tempat konstruksi. Berdasarkan hasil assessment, proyek tersebut dinil

Diunggah oleh

Alfandi Dwi Putra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
362 tayangan49 halaman

Form Inspeksi Peralatan K3 Konstruksi

Dokumen tersebut merupakan laporan assessment maturity level K3 dan keamanan bulan Mei 2022 untuk proyek pembangunan transmisi 150 kV Tawael-Talisel Baru. Laporan tersebut meliputi tiga kriteria utama yaitu kepemimpinan, kebijakan dan komitmen manajemen, audit dan inspeksi, serta penerapan identifikasi bahaya, penilaian dan pengendalian risiko di tempat konstruksi. Berdasarkan hasil assessment, proyek tersebut dinil

Diunggah oleh

Alfandi Dwi Putra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

NAMA PROYEK : PENGADAAN BARANG DAN JASA KONSTRUKSI T/L 150 KV TAWAELI - TALISE BARU

NO. KONTRAK : [Link]/KON.02.4/UIPSILBAGUT/2018


PELAKSANA PEKERJAAN : PT. MENARA INDRA UTAMA
LINGKUP ASSESSMENT : ASSESSMENT MATURITY LEVEL K3 DAN KEAMANAN BULAN MEI 2022
TANGGAL : 30 Mei 2022

KRITERIA EVIDEN NILAI YANG NILAI


NO PROGRAM KERJA PERIODE PELALPORAN BOBOT SATUAN TARGET REALISASI
DILAPORKAN ASSESMEN
1 KEPEMIMPINAN, KEBIJAKAN DAN KOMITMEN MANAJEMENMANAJEMEN 15
1.1 Menyusun Program Kerja Program kerja K3L di tempat kerja dan laporan realisasinya Bulanan Program kerja
Keselamatan, Kesehatan dan laporan
Kerja, Keamanan dan realisasinya
Lingkungan (K3L) dan yang disetujui
5 KEGIATAN 12 8 3.33
memonitoring oleh Manajemen
realisasinya setiap bulan Kontraktor,
sudah diperinci
per bulan, dan
1.2 Project Manager (PM) a. Inspeksi dilakukan oleh PM atau Site Manager ke Proyek yang dipimpinnya Bulanan dilaporkan
a. Dokumentasi
atau Site Manager Target : Dilakukan minimal 1 (satu) kali per bulan b. (Foto)
melaksanakan inspeksi Terdapat laporan Closing inspeksi periode bulan sebelumnya Notulen
K3 dan Keamanan ke b. c. Tindak lanjut 10 KEGIATAN 1 0.0 0.00
proyek yang dipimpinnya Inspeksi
(What, Who,
d. When)
2 AUDIT AND INSPECTION Sesuai Form 30
2.1 Pemenuhan Standar Setiap proyek dilakukan Audit HSSE oleh PLN satu kali setiap triwullan Tahunan - Nilai Audit
10 KEGIATAN
HSSE HSSE yang
2.2 Melakukan inspeksi Melakukan inspeksi peralatan kerja dan APD setiap bulan sekali Bulanan a. Form inspeksi
peralatan kerja dan Alat b. peralatan kerja
Pelindung Diri (APD) c. (dari kontraktor) 10 KEGIATAN 1 1 10
Form
d. inspeksi APD
(dari
2.3 Penyelesaian Kontraktor melakukan penyelesaian ketidaksesuaian hasil inspeksi yag dilakukan Bulanan a. ketidaksesuai
Ketidaksesuaian Hasil oleh PLN/Konsultan Supervisi Konstruksi an hasil 10 KEGIATAN 1
Inspeksi b. inspeksi dari
3 PENERAPAN IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN DAN PENGENDALIAN RISIKO 20
3.1 Penerapan Identifikasi a. Setiap pelaksanaan pekerjaan wajib menerapkan Identifikasi dan pengendalian Bulanan a. Daftar
Bahaya, Penilaian dan bahaya, prosedur, dan izin kerja. b. pekerjaan
Pengendalian Resiko Peran pengawas dalam pengawasan pekerjaan yang dilaksanakan c. SOP
(IBPPR), SOP (Prosedur / b. Pekerja wajib telah berkompeten sesuai dengan jenis pekerjaan d. pekerjaan
IK / Form / Check List), Job
WP & JSA wajib diverfikasi oleh Konsultan Supervisi Konstruksi atau PLN e. IBPPR
Safety Analysis (JSA),
LOTO, dan Izin kerja dalam c. (Apabia tidak menggunakan Konsultan Supervisi) dan disahkan oleh Konsultan f. pekerjaan
setiap pelaksanaan Supervisi Konstruksi atau PLN sebelum pekerjaan dimulai JSA 10 KEGIATAN 1 1 10
pekerjaan yang berpotensi 'd. pekerjaan
bahaya, peran pengawas Izin Kerja
dalam pekerjaan dan Form
pekerja yang berkompeten rekapitulasi
(form 5)

3.2 Menyediakan Sistem a. Sistem proteksi kebakaran dan Kotak P3K terpasang di tempat kerja dan atau Bulanan a. Identifikasi
proteksi kebakaran dan kendaraan Bahaya,
Kotak P3K sesuai IBPPR b. Sistem Proteksi Kebakaran WAJIB mampu memproteksi aset properti dan Penilaian
instalasi (terdapat checklist hasil pemeriksaan) Resiko,
Kotak P3K mengacu kepada ketentuan perundangan yang berlaku (terdapat b. Pengendalian
C. checklist hasil pemeriksaan) c. Resiko
d. (IBRPR)
yang
e. memasukkan 5 KEGIATAN 1 0 0
proteksi
kebakaran
sebagai
upaya
pengendalian
risiko
kebakaran
Dokumentasi
3.3 Melaksanakan simulasi a. Melaksanakan simulasi tanggap darurat. Semesteran a. Daftar hadir
tanggap darurat di lokasi Target minimal satu kali dalam satu semester b. Dokumentasi
proyek b. Melaksanakan simulasi tanggap darurat yang terdiri dari (pilih salah dua) : c. Materi
- Kebakaran d. Simulasi
- Evakuasi Skenario
- P3K Tanggap 5 KEGIATAN 1 0 0
- Huru Hara Darurat
- Teror Bom
- Bencana Alam (Gempa, banjir dll)

4 SAFETY TRAINING AND EDUCATION 10


4.1 Project Manager (PM) a. PM atau Site Manager wajib mengikuti Pelatihan/Workshop/Seminar/Knowledge Semesteran a. Daftar hadir
atau Site Manager wajib Sharing yang diselenggarakan PLN minimal 1 kali per semester
mengikuti Pelatihan K3 PLN UIP atau UPP akan melakukan Pelatihan/Workshop/Seminar/Knowledge b. Dokumentasi
yang diselenggarakan Sharing PM atau SM dapat memilih. 5 KEGIATAN 1 0 0.00
PLN minimal 1 (satu) kali b.
per semester

4.2 Safety Briefing/Toolbox a. Jumlah pelaksanaan Safety Briefing/Toolbox meeting/Safety Talk setiap hari Bulanan a. Daftar hadir
meeting/Safety Talk sebelum melakukan pekerjaan b. Dokumentasi
setiap hari sebelum Target minimal satu kali setiap hari c. Ringkasan
5 KEGITAN 2 1 3
memulai pekerjaan b. d. Materi Safety
Briefing
Rekapituasi
5 SAFETY COMPAIGN AND COMMUNICATION Safety 10
5.1 Melaksanakan Rapat Rapat K3 dilaksanakan tiap bulan di Proyek wajib dihadiri Site manager Bulanan a. Notulen
Bulanan K3 tiap bulan di b. Rapat
Proyek yang dipimpin c. Daftar Hadir 5 KEGIATAN 1 1 5
oleh Site Manager Dokumentasi

5.2 Pelaksanaan Melakukan housekeeping di tempat kerja minimal dua kali dalam satu bulan Bulanan a. Dokumentasi
Housekeeping pada Area sebelum
Kerja b. housekeepin 5 KEGIATAN 2 0 0
g
c.
6 SECURITY Dokumentasi 10
6.1 Melaksanakan Menunjuk dan memperkerjakan tenaga kerja untuk pengamanan lokasi proyek dan Bulanan a. Dokumentasi 5
Manajemen gudang Buku Catatan
KEGIATAN 1 0 0
Pengamanan b. Harian
c. Keamanan
6.2 Updating Peta Menyusun peta kerawanan sosial yang berupa ancaman gangguan maupun Bulanan a. Dokumen 5
Kerawanan Sosial di kejadian gangguan keamanan berikut pengendaliannya peta
1 0 0
Proyek b. kerawanan
c. sosial (form
7 REPORTING 5
Self assessment kuisioner Hasil Self assessment dibuat dengan integritas, akurat dan sesuai implementasi di Hasil Self 5
maturity dibuat dan dilaporkan lapangan assessment Unit
sesuai dengan kondisi
implementasi di lapangan DOKUMEN 1

TOTAL NILAI MATURITY 100 31


PROGRAM KESELAMATAN KESEHATAN KERJA (K3) DAN KEAMANAN
KONSTRUKSI PROYEK PEMBANGUNAN T/L 150 KV TAWAELI - TALISE BARU
PT. MENARA INDRA UTAMA
PERIODE BULAN MEI TAHUN 2022
TANGGAL
NO KEGIATAN STATUS PIC KETERANGAN
25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24
RENCANA
1 Safety Talk HSE Minimal 2x Dalam Sebulan
REALISASI
Inspeksi K3 PM, SM di lokasi RENCANA
2 PM Dilakukan 1x Dalam Sebulan
Proyek REALISASI
RENCANA
3 Nilai Audit HSSE Oleh PLN PLN Dilakukan 1x dalam triwulan
REALISASI
RENCANA
4 Inspeksi Peralatan dan APD HSE Dilakukan 1x Dalam Sebulan
REALISASI
Rekapitulasi Review SOP, IBPPR, RENCANA
5 HSE Dilakukan 1x Dalam Sebulan
JSA REALISASI
RENCANA
6 Inspeksi APAR, Kotak P3K HSE Dilakukan 1x Dalam Sebulan
REALISASI
RENCANA
7 Inspeksi lingkungan kerja HSE Dilakukan 1x Dalam Sebulan
REALISASI
Program Simulasi Tanggap RENCANA
8 HSE Dilakukan 1x Dalam Sebulan
Darurat REALISASI
RENCANA
9 Meeting K3 HSE Dilakukan 1x Dalam Sebulan
REALISASI
Laporan Kejadian Gangguan RENCANA
10 HSE Dillakukan 1x Dalam Satu Bulan
Keamanan REALISASI
Identifikasi Potensi Ancaman dan RENCANA
11 HSE Dillakukan 1x Dalam Satu Bulan
Gangguan REALISASI
RENCANA
12 hosekeeping HSE Minimal 2x Dalam Sebulan
REALISASI
Ket
Rencana
Realisasi

Disetujui Oleh, Palu, 26 Mei 2022


HSE Konsultan Supervisi Dibuat Oleh,
Project Manager

(Huh Anugrah. S) (Riswan Rasyid)


DAFTAR REKAPITULASI REVIEW SOP, IBPPR, WP, JSA
PROYEK PEMBANGUNAN T/L 150 Kv TAWAELI - TALISE BARU
PT MENARA INDRA UTAMA
BULAN MEI TAHUN 2022
JENIS DOKUMEN
NO DAFTAR PEKERJAAN KETERANGAN
SOP IBPPR WP JSA

1 FINAL CHECK V V V V Lengkap

Disetujui Oleh, Palu, 26 Mei 2022


HSE Konsultan Supervisi Dibuat Oleh,
Project Manager

(Huh Anugrah. S) (Riswan Rasyid)


FORM 6A

DAFTAR REKAPITULASI SAFETY BRIEFING


PROYEK PEMBANGUNAN T/L 150 kV TAWAELI - TALISE BARU
PT. MENARA INDRA UTAMA
BULAN MEI TAHUN 2022
NO TANGGAL SAFETY BRIEFING MATERI PEMBAWA MATERI KETERANGAN

Pentingnya Menggunakan Full Body Harnnes Saat


1 17 Mei 2022 V Bekerja Diketinggian Pastikan APD Pekerja Telah HSE Telah dilaksanakan
Digunakan Dengan Benar

Disetujui Oleh, Palu, 26 Mei 2022


HSE Konsultan Supervisi Dibuat Oleh,
Project Manager

(Huh Anugrah. S) (Riswan Rasyid)

DOKUMENTASI SAFETY BRIEFING


PROYEK PEMBANGUNAN T/L 150 kV TAWAELI - PALU BARU
PT. MENARA INDRA UTAMA
BULAN MEI TAHUN 2022
REKAPITULASI INSPEKSI ALAT PELINDUNG DIRI (APD)
PROYEK PEMBANGUNAN T/L 150 KV TAWAELI - TALISE BARU
PT MENARA INDRA UTAMA
BULAN MEI TAHUN 2022

NO JENIS APD JUMLAH SATUAN KONDISI KETERANGAN


1 HELM SAFETY 5 BUAH BAIK LAYAK PAKAI
2 FULL BODY HARDNESS 5 BUAH BAIK LAYAK PAKAI
3 SAFETY SHOES 5 BUAH BAIK LAYAK PAKAI
4 SARUNG TANGAN 5 BUAH BAIK LAYAK PAKAI

Disetujui Oleh, Palu, 26 Mei 2022


HSE Konsultan Supervisi Dibuat Oleh,
Project Manager

(Huh Anugrah. S) (Riswan Rasyid)


DOKUMENTASI INSPEKSI ALAT PELINDUNG DIRI (APD)
PROYEK PEMBANGUNAN T/L 150 KV TAWAELI - TALISE BARU
PT MENARA INDRA UTAMA
BULAN MEI 2022

INSPEKSI APD

Safety Helm Safety Shoes Full Body Harness Sarung Tangan


REKAPITULASI INSPEKSI PERALATAN KERJA
PROYEK PEMBANGUNAN T/L 150 KV TAWAELI - TALISE BARU
PT MENARA INDRA UTAMA
BULAN MEI TAHUN 2022

NO NAMA PERALATAN JUMLAH KONDISI KETERANGAN


1 Trifor 2 Buah Baik Layak Pakai
2 Puling Grip Untuk Conductor 4 Buah Baik Layak Pakai
3 Chalm Block 5 Ton 2 Buah Baik Layak Pakai
4 Bivi Winch 2 Buah Baik Layak Pakai
5 Nylon Rope 50 Meter Baik Layak Pakai
6 Radio Communication HT 6 Buah Baik Layak Pakai
7 Lift 1 Buah Baik Layak Pakai
8 Kunci Kunci 6 Buah Baik Layak Pakai
9 Drum Stand 1 Buah Baik Layak Pakai
10 Gergaji Besi 1 Buah Baik Layak Pakai
11 Come Along Untuk Conductor 1 Buah Baik Layak Pakai
12 Montage Roll Untuk Conductor 4 Buah Baik Layak Pakai
13 Slink 50 Meter Baik Layak Pakai
14 Compression Press Joint 1 Buah Baik Layak Pakai

Disetujui Oleh, Palu, 26 Mei 2022


HSE Konsultan Supervisi Dibuat Oleh,
Project Manager

(Huh Anugrah. S) (Riswan Rasyid)


DOKUMENTASI INSPEKSI PERALATAN KERJA
PROYEK PEMBANGUNAN T/L 150 KV TAWAELI - PALU BARU
PT MENARA INDRA UTAMA
BULAN APRIL 2022

Inspeksi Peralatan Kerja

Peralatan Kerja Stringing


NOTULEN RAPAT / MEETING BULANAN HSE

Hari & Tanggal : Selasa 21 Mei 2022


Waktu : 12:37 AM
Tempat : WareHouse
Materi Rapat : Meeting Bulanan HSE
Pimpinan Rapat : Riswan Rasyid
Peserta : Terlampir

Hasil Pembahasan :

1 Membahas Tentang Surat Ijin Kerja WP, JSA, IBPPR, SOP Kegiatan Final Check
2 Membahas Tentang Rambu Rambu K3 (safety Sign)
3 Membahas Tentang Peralatan Kerja
4 Membahas Tentang Pengadaan APAR dan Kotak P3K

Palu, 21 Mei 2022


MengetahuiOleh, Disetujui Oleh, Dibuat Oleh,
HSE Konsultan Supervisi Project Manager HSE

(Huh Anugrah. S) (Riswan Rasyid) (M. Reza Permana)


DOKUMENTASI HSE MEETING
PROYEK PEMBANGUNAN T/L 150 KV TAWAELI - TALISE BARU
PT MENARA INDRA UAMA
BULAN MEI TAHUN 2022
UNIT INDUK PEMBANGUNAN SULAWESI
UNIT PELAKSANA PROYEK PEMBANGKIT DAN JARINGAN SULAWESI TENGAH

No Dok : ...../WP-JSA/TL-TALISE/V/2022 [√] Baru [ ] Lanjutan No. Dok :


A. INFORMASI PEKERJAAN

1 Nama Proyek : Pembangunan T/L 150 Kv Tawaeli - Talise Baru

2 Pelaksana Pekerjaan : PT Menara Indra Utama

3 Tanggal Pengajuan : 17 Mei 2022

4 Jenis Pekerjaan : Final Check Tower

5 Detail Pekerjaan : Pengecekan Kelengkapan Tower Dari Pondasi, Erection, Stringing

6 Lokasi Pekerjaan : GI Talise (T, 62, 63) GI Sidera (T,01 , 02)

7 Pengawas Pekerjaan : Asdar No Telp : 085299686451

8 Pengawas K3 : M. Rezza Permana No Telp : 085757522207

9 Jumlah Man Power : 4 Orang

B. DURASI PEKERJAAN

Tanggal Mulai : 17 Mei 2022 Jam Mulai : 08.00


Durasi Pekerjaan
Tanggal Selesai : 24 Mei 2022 Jam Selesai : 17.00

C. KLASIFIKASI PEKERJAAN

[ ] Pekerjaan Bertegangan Listrik [√] Pekerjaan di Ketinggian [ ] Pekerjaan Erection Material

[ ] Pekerjaan Confined Space [√] Pekerjaan Sipil [ ] Pekerjaan Elektrikal Mekanikal

[ ] Pekerjaan Panas [ ] Pekerjaan Bahan Kimia

[ ] Pekerjaan Lainnya

D. PROSEDUR PEKERJAAN YANG TELAH DIJELASKAN KEPADA PEKERJA

Pekerjaan Angkat dan Angkut


[ ] Pekerjaan Galian, Timbunan dan Clearing Area [ ] Pekerjaan Pengecoran Pondasi [ ] [√] Stringing, Sagging, Clamping
Material
Pekerjaan Pembangunan
[ ] Pekerjaan Fabrikasi Besi dan Bekisting [ ] Gedung Control/Rumah [ ] Pekerjaan Erection Material [ ] Pekerjaan Wiring
Operator/Direksi Keet

[ ] Pekerjaan Survey Tanah dan Sondir [√] Pekerjaan di Ketinggian [√] Pekerjaan Komisioning

[ ] Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan [ ] Pekerjaan Penebangan Pohon [ ] Pekerjaan Elektrikal Mekanikal
(ROW)

[ ] Prosedur lainnya, Sebutkan :

E. LAMPIRAN IZIN KERJA (WAJIB DILAMPIRKAN)

[√] Identifikasi Bahaya, Penilaian dan Pengendalian Resiko [√] Prosedur kerja

[√] Job Safety Analysis [√] Sertifikat Kopetensi Pekerja

Keterangan : Form izin kerja tidak dapat disetujui jika salah satu lampiran tidak ada

PENGESAHAN IZIN KERJA


DISETUJUI OLEH : DIPERIKSA OLEH : DIPERIKSA OLEH : DIPERIKSA OLEH :
PT PLN (Persero) PT PLN (Persero) PT PLN (Persero) PT PLN (Persero) DISUSUN OLEH :
UPP SULTENG UPP SULTENG UPP SULTENG PUSMANPRO PT MENARA INDRA UTAMA
MANAGER BAGIAN PEJABAT PELAKSANAN K3L PENGAWAS LAPANGAN UPMK V/PST JARSUL VII PROJECT MANAGER
PENGENDALIAN KONSTRUKSI

(FITRA RAHMAT INDYANTO) (MAULANA SATRIODI (ASDAR) (MUH. ANUGRAH. S) (RISWAN RASYID)

KETERANGAN :
1. PADA UNIT INDUK UNTUK KOLOM PERSETUJUAN DITANDATANGANI OLEH DEPUTI MANAJER TERKAIT
2. PADA SUB UNIT PELAKSANANA ATAU RAYON UNTUK KOLOM PERSETUJUAN DITANDATANGANI OLEH MANAJER SUB UNIT PELAKSANAN/ MANAJER RAYO N
UNIT INDUK PEMBANGUNAN SULAWESI
UNIT PELAKSANA PROYEK PEMBANGKIT DAN JARINGAN SULAWESI TENGAH

A. INFORMASI PEKERJAAN
1 Tanggal : 17 Mei 2022
2 Jenis Pekerjaan : Final Check
3 Lokasi : GI Talise (T, 62, 63) GI Sidera (T,01 , 02)
4 Perusahaan Pelaksana pekerjaan : PT MENARA INDRA UTAMA
5 Pengawas Pekerjaan : ASDAR
6 Pelaksanaan Pekerjaan : NAMA PEKERJA
1 AMAD 11
2 CULI 12
3 REZA 13
4 CIWANG 14
5 15
6 16
7 17
8 18
9 19
10 20
B. PERALATAN KESELAMATAN
1 ALAT PELINDUNGAN DIRI : [√] Helem [ ] Earmuff [ ] Pelampung/life vest
[√] Sepatu Keselamatan [√] Sarung Tangan katun [ ] Tabung Pernafasan
[ ] Kacamata [ ] Sarung Tangan karet [√] Full Body Harness
[ ] Earplug [ ] Rompi [ ] Lain-Lain

Alat Pemadam Api [√] Kotak P3K


2 PERLENGKAPAN KESELAMATAN & DARURAT [ ]
Ringan (APAR) Dll [ ] Lain - Lain :
[√] Rambu Keselamatan
[ ] LOTO (lock out tag out)
[ ] Radio Telekomunikasi

C. ANALISIS KESELAMATAN KERJA

NO LANGKA PEKERJAAN POTENSI BAHAYA DAN RESIKO TINDAKAN PENGENDALIAN

Pada saat melakukan aktifitas diatas ketinggian harus di perhatikan


yaitu tempat kerja aman atau tidak di kerjakan dan jangan lupa
L
menggunakan APD terutama Full Body Harnnes Harus terkunci dengan
Bila tidak Berhati - Hati Pada saat Melakukan
baik di badan pekerja dan nyaman di gunakan.
Final Check yang akan di lakukan, Maka Akan
Mengakibatkan Pekerja Terjepit, Tersandung,
1 Final Check M Sebelum Melakukan Aktifitas pekerja harus Safety briefing soal metode
Terpeleset, Terjatuh, Tersetrum, Tergores,
L kerja dan bahaya apa saja yanng ada di lokasi pekerjaan agar terhindar
Terbentur dan Cidera Berat Karena Tertimpah
Alat Kerja. dari kecelakaan kerja

L Pastikan Full Body harness dalam kondisi baik.

Sebelum Melakukan Aktifitas pekerja harus Safety briefing soal metode


Tersengat Arus Listrik Statis, induksi,
M L kerja dan bahaya apa saja yanng ada di lokasi pekerjaan agar terhindar
Tersandung, Tertimpah Material,
dari kecelakaan kerja
2 Lengkapi Pendingan Item tower
L Pastikan Full Body harness dalam kondisi baik.
Tergores, Tertusuk, Terpotong, Terjatuh Dari
M
Ketinggian,
L Wajib Pekerja Menggunakan APD pada saat bekerja

DISETUJUI OLEH : DIPERIKSA OLEH : DIPERIKSA OLEH : DIPERIKSA OLEH :


PT PLN (Persero) PT PLN (Persero) PT PLN (Persero) PT PLN (Persero) DISUSUN OLEH :
UPP SULTENG UPP SULTENG UPP SULTENG PUSMANPRO PT MENARA INDRA UTAMA
MANAGER BAGIAN PEJABAT PELAKSANAN K3L PENGAWAS LAPANGAN UPMK V/PST JARSUL VII PROJECT MANAGER
PENGENDALIAN KONSTRUKSI

(ASDAR) (MUH. ANUGRAH. S) (RISWAN RASYID)


(FITRA RAHMAT INDYANTO) (MAULANA SATRIODI
KETERANGAN :
1. PADA UNIT UNTUK KOLOM PERSETUJUAN DITANDATANGIN OLEH DEPUTI MANAGER TERKAIT DAN PEJABAT PENGENDALIAN K3
2. PADA SUB UNIT PELAKSANA UNTUK KOLOM PERSETUJUAN DITANDATANGANI OLEH MANAGER DAN PELAKSANA
NAMA PROYEK : PEMBANGUNAN T/L 150 Kv TAWAELI - TALISE BARU
PELAKSANA : ASDAR
JENIS PEKERJAAN : FINAL CHECK LAMPIRAN 1
No. Dokumen
Tanggal 17-May-22
HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL (HIRARC) Reevisi :
IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN, DAN PENGENDALIAN RESIKO (IBPPR) Halaman : 2 Halaman
Penilaian Resiko Pengendalian Resiko
Kegiatan Potensi Bahaya Resiko Pengendalian Resiko Status Pengendalian PJ
Konsekuensi (Akibat) Kemungkinan (Peluang) Tingkat Resiko Akibat Peluang Tingkat Resiko

1. Serangga/binatang Luka/lebam 2 C M APD dan memakai pakaian panjang 1 D L OK


2. Kelelahan Pingsan 2 D M Sediakan Air minum dan Gizi 1 D L OK
Survey Lapangan Pengawas
3. Sinar Matahari Terpapar Panas, Dehidrasi 2 B M Safety Glasses, Masker dan Air minum 1 D L OK
1. Tertimpa dan tertindis material Cidera hingga meninggal 3 C H Menggunakan alat bantu angkat untuk menaikkan 1 D L OK
Cidera ringan hingga Safety driving dan pengecekan kendaraan sebelum
2. Kecelakaan lalulintas 3 C H 1 D L OK
kematian digunakan
Mobilisasi Konduktor, OPGW, GSW dan
mobilisasi mesin stringing (engine pulller Kerusakan material, Penggunaan kendaraan mobilisasi yang standar dan Pengawas
3. Material jatuh di perjalanan 3 C H 1 D L OK
dan tensioner puller kerugian waktu dan materi sesuai kapasitas angkut

4. Penilangan Kerugian materi dan waktu 2 D L Melengkapi surat-surat kendaraan dan driver 1 D L OK
1. Terseret sling dan konduktor serta terkena rol Luka, lebam, Cidera 3 C H Pemberian batas akses gerak pekerja, briefing 1 D L OK

2. Paparan bising dari mesin Gangguang psikologis dan OK


4 C H Penggunaan earplug (NAB>85dB) 1 D L
pendengaran terganggu
Persiapan mesin dan penarikan OPGW & Melepuh dan kelelahan
3. Terpapar panas mesin 3 C H Menggunakan apd dan pakaian panjang 1 D L OK Pengawas
GSW kerja
4. Terpapar polusi dari mesin Sesak napas 3 C H Menggunakan masker 1 D L OK
Kulit melepuh hingga cacat Perawatan, pengujian rutin, serta pemeriksaan
5. Mesin terbakar atau rusak 4 C H 1 D L OK
dan kematian kondisi mesin sebelum digunakan
6. Tersengat listrik Cidera luka bakar 3 C H Menggunakan APD dan perhatikan posisi diri saat 1 D L OK
Terjatuh dari titik ketinggian, Penggunaan full body hardness double anyar,
1. Bekerja diketinggian berpotensi terjatuh dari tower 5 B E 2 D L OK
kematian arsober shoke, tidak mengangkat telepon saat
2. Tertimpa isolator dan roll serta aksesoris tower Cidera hingga meninggal Inspeksi peralatan sebelum digunakan, pengaturan
4 C H 1 D L OK
berpotensi dunia jarak aman ketika proses pengangkatan dan
Pemasangan, roll, tambang dan sling 3. Penarikan tali dan sling Tangan menjadi lecet 2 C M Menggunakan APD khususnya sarung tangan 1 E L OK Pengawas
4. Terlilit tali tambang dan sling Terjatuh, tersungkur 3 C H Perhatikan posisi diri saat melakukan pekerjaan 1 D L OK
5. Cuaca mendung Petir dan terkena induksi 3 C H Perhatikan kondisi cuaca sebelum pekerjaan dimulai 1 D L OK
Mengakibatkan fatique dan Meyediakan gizi dan air minum dilokasi dan
6. Radiasi UV dan Heat stress 3 D M 1 E L OK
dehidrasi mendirikan tenda sementara untuk istirahat dan
Terjatuh dari titik ketinggian, Penggunaan full body hardness double anyar,
1. Bekerja diketinggian 5 B E 2 D L OK
kematian arsober shoke, tidak mengangkat telepon saat
Kelelahan kerja dan Menggunakan pakaian panjang, air minum dan gizi
Penarikan Kabel Konduktor, OPGW, GSW 2. Terpapar panas UV 3 C H 1 E L OK
dehidrasi yang cukup Pengawas
(Stringging)
3. Tersambar petir jika cuaca mendung Terbakar hingga kematian 4 C H Menghentikan pekerjaaan sementara saat cuaca 1 D L OK
Cedera hingga meninggal Memberikan batasan area aktifitas disekitar kaki
4. Tertimpa peralatan penarikan kabel 4 C H 1 D L OK
dunia tower, rambu-rambu dan yang tidak berkepentingan
1. Terjepit mesin press Cidera, tangan putus 4 C H Training menggunakan mesin press joint 1 D L OK
Compession joint konduktor ACSR Memastikan peralatan comperession joint baik, Pengawas
2. Joint terlepas saat penarikan Kerugian materi dan waktu 3 C H 1 D L OK
bekerja sesuai metode dan pengawasan saat
Penggunaan full body hardness double anyar,
1. Bekerja diketinggian Terjatuh dari titik ketinggian, OK
5 B E arsober shoke, dan tidak mengangkat telepon saat 2 D L
Cacat, kematian
bekerja diketinggian
2. Badan terbentur dirangka tower Cedera, memar, luka 3 C H Menggunakan apd dan berhati-hati saat berpijak, 1 D L OK
Sagging dan Clamping Cedera hingga meninggal Memberikan batasan area aktifitas disekitar kaki Pengawas
3. Tertimpa peralatan sagging dan clamping 4 C H 1 D L OK
dunia tower, rambu-rambu dan yang tidak berkepentingan
Kelelahan kerja dan Menggunakan pakaian panjang, air minum dan gizi
4. Terpapar panas UV 3 C H 1 E L OK
dehidrasi yang cukup
5. Tersambar petir bila cuaca mendung Terbakar hingga kematian 4 C H Menghentikan pekerjaaan sementara saat cuaca 1 D L OK
Terjatuh dari titik ketinggian, Penggunaan full body hardness double anyar,
1. Bekerja diketinggian 5 B E 2 D L OK
kematian arsober shoke, hentikan pekerjaan jika berpotensi
Pemasangan asesoris (spacer, damper, 2. Cuaca mendung Tersambar petir 3 C H Menghentikan pekerjaaan sementara saat cuaca 1 D L OK
Pengawas
jumper, support, isolator, dll) Kelelahan kerja dan Menggunakan pakaian panjang, air minum dan gizi
3. Terpapar panas UV 3 C H 1 D L OK
dehidrasi yang cukup
4. Tertimpa material asesoris Cedera, memar, luka 4 C H Memberikan batasan area aktifitas disekitar kaki 1 D L OK
Terjatuh dari titik ketinggian, Penggunaan full body hardness double anyar,
1. Bekerja diketinggian 3 B H 2 E OK Pengawas
Pemasangan Danger Plate, Number Plate kematian arsober shoke, hentikan pekerjaan jika berpotensi
dan Anti Climbing Kelelahan kerja dan Menggunakan pakaian panjang, air minum dan gizi
2. Terpapar panas UV 3 C H 1 D OK Pengawas
dehidrasi yang cukup
1. Sampah Pencemaran lingkungan 2 C M Semua sampah atau sisa-sisa material dibuang atau 1 D L
Housekeeping OK Pengawas
2. Material dan peralatan berserakan Cedera, memar, luka 2 C M Rapikan dan susun kembali perkakas kerja pada 1 D L
Konsekuensi PENJELASAN
Kemungkinan
1 2 3 4 5 TINGKAT RESIKO KEMUNGKINAN KONSEKUENSI

A M M H E E E = Extreme Risk A = Hampir pasti akan terjadi/almost certain 1 = Tidak ada cedera, kerugian materi kecil

B L M H E E H = High Risk B = Cenderung untuk terjadi/likely 2 = Cedera ringan/P3K, kerugian cukup materi sedang

C L M H H E M = Moderate Risk C = Mungkin dapat terjadi / moderate 3 = Hilang hari kerja, kerugian cukup besar

D L L M H E L = Low Risk D = Kecil kemungkinan terjadi/unlikely 4 = Cacat, kerugian materi besar

E L L M H H E = Jarang terjadi/rare 5 = Kematian, kerugian materi sangat besar

DISETUJUI OLEH : DIPERIKSA OLEH : DIPERIKSA OLEH : DIPERIKSA OLEH : DISUSUN OLEH :
PT PLN (Persero) PT PLN (Persero) PT PLN (Persero) PT PLN (Persero) K3 PENGAWAS
UPP SULTENG UPP SULTENG UPP SULTENG PUSMANPRO PT MENARA INDRA UTAMA
MANAGER BAGIAN PENGENDALIAN KONSTRUKSI PEJABAT PELAKSANAN K3L PENGAWAS LAPANGAN UPMK V/PST JARSUL VII

(FITRA RAHMAT INDYANTO) (MAULANA SATRIODI (ASDAR) (MUH. ANUGRAH. S) (M. REZA P)
1. STATUS "OK" PADA KOLOM STATUS PENGENDALIAN DITULIS HANYA JIKA TINGKAT RESIKO SUDAH DALAM KATEGORI LOW / RENDAH
2. PADA UNIT INDUK UNTUK KOLOM PERSETUJUAN DITANDATANGANI OLEH DEPUTI MANAJER DAN PEJABAT PENGENDALI K3L
3 PADA SUB UNIT PELAKSANA UNTUK KOLOM PERSETUJUAN DITANDATANGANI OLEH MANAJER SUB UNIT PELAKSANA
PT. PLN (PERSERO) PUSMANPRO
SISTEM MANAJEMEN K3
FORMULIR CHECK LIST INSPEKSI
LINGKUNGAN KERJA

Hari/ Tanggal : Selasa / 17 Mei 2022


Jam : 09.00 AM
Lokasi Inspeksi : Lokasi GI TALISE

1. MATERIAL (Gudang/WareHouse)
YA TIDAK
(Yes) (No)
1.1. Tempat penyimpanan ISOLATOR dalam kondisi baik √ -
1.2. Tempat Penyimpanan BESI TOWER di susun dengan rapi √ -
1.3. Tempat penyimpanan MATERIAL STRINGING di susun dengan rapih √ -
1.4. Tempat Penyimpanan BESI ULIR 19, 20, SHIVA SNI FULL √ -
SERTIFIKAT di susun dengan rapi

2. PEKERJA & CARA KERJA


YA TIDAK
(yes) (No)
2.1. Pekerja menggunakan APD yang dipersyaratkan √ -
2.2. Pekerjaan dilakukan sesuai dengan instruksi kerja yang telah di
√ -
tetapkan
2.3. Menggunakan peralataan kerja dengan benar √ -
2.4. Adanya rambu-rambu (safety sign) peringatan yang jelas - √
2.4.1. Rambu-rambu (safety sign) diwajibkan menggunakan APD - √
2.4.2. Rambu-rambu (safety sign) Jenis-jenis APD yang digunakan - √
2.4.3. Rambu-rambu (safety sign) Awas ada activitas pekerjaan
- √
diatas ketinggian
2.4.4. Jalur evakuasi ( Assembly Point ) √ -
2.5. Adanya pembatasan ijin masuk pada daerah-daerah berbahaya/high
√ -
risk
2.6. Pekerja telah mendapat pelatihan sesuai tugasnya √ -
2.7. Pekerja bekerja dengan serius/tidak bercanda √ -
2.8. Posisi tubuh harus benar sehat dan fit pada saat bekerja √ -
PT. PLN (PERSERO) PUSMANPRO
SISTEM MANAJEMEN K3
FORMULIR CHECK LIST INSPEKSI
LINGKUNGAN KERJA
3. SARANA K3 & KEBAKARAN
3.1. Alat pelindung diri (APD)

TERSIMPAN DI
TEMPAT KONDISI
PENYIMPANAN
JENIS-JENIS APD JUMLAH YA TIDAK LAYAK TIDAK
(YES) (NO) (Worth it) LAYAK
(Not worth it)
SAFETY HELM 15 √ - √ -
EAR PLUG/EAR MUFF - - - - -
SAFETY GLASSES - - - - -
DUST MASK/ MASKER DEBU - - - - -
VEST /ROMPI - - - - -
BODY HARNESS 10 √ - √ -
SAFETY SHOES/BOOT 15 √ - √ -
GLOVES/SARUNG TANGAN 15 √ - √ -

3.2. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) YA (YES) TIDAK


(NO)
3.2.1. Isi sudah lengkap sesuai dengan daftar isi kotak P3K √ -
3.2.2. Buku agenda pemakaian P3K ada dan Update √ -
3.2.3. Kotak P3K dan kotak obat sudah terpisah √ -
3.3. Alat Pemadam Api Ringan (A P A R) - √
3.3.1. Tempat kerja telah disiapkan APAR - √
3.3.2. APAR Terletak pada tempat yang mudah dicapai dan
- √
tidak terhalang
3.3.3. Pengecekan masa berlaku APAR dan Selalu di
- √
Update
3.3.4. Pemeriksan Kondisi/Fisik APAR - √

4. LINGKUNGAN KERJA YA (YES) TIDAK


(NO)
4.1. Lantai bersih dari kotoran atau tumpahan minyak √ -
4.2. Penempatan barang sesuai dengan lokasi yang telah √ -
ditentukan
4.3. Tempat kerja memiliki penerangan yang memadai/cukup √ -
4.4. Tempat kerja memiliki ventilasi udara yang memadai √ -
PT. PLN (PERSERO) PUSMANPRO
SISTEM MANAJEMEN K3
FORMULIR CHECK LIST INSPEKSI
LINGKUNGAN KERJA

5. KENDARAAN OPRASIONAL
YA (YES) TIDAK
(NO)
5.1. Kendaraan bersih dari kotoran √ -
5.2. Tekanan angin pada roda/ban cukup. √ -
5.3. Kendaraan telah disediakan kotak P3K √ -
5.4. Kendaraan telah disediakan segitiga pengaman √ -
5.5. Sabuk Pengaman berfungsi dengan baik √ -
5.6. System pengereman pada kenderaan berfungsi dengan baik √ -
5.7. Lampu-lampu kendaraan dalam kondisi baik/berfungsi dengan √ -
baik
5.8. Kondisi ban mobil masil layak pakai tidak gundul - √

Palu, 17 Mei 2022


PT. PLN (Persero) Pusmanpro, Tim Inspeksi,

(MUH. ANUGRAH. S) (M. REZA PERMANA)


SUPERVISOR HSE HSE PT. MENARA INDRA UTAMA
PT. MENARA INDRA UTAMA
PROYEK T/L 150 kV TAWAELI – TALISE BARU
SOP PEKERJAAN STRINGING

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)


PEKERJAAN STRINGING

T/L 150 kV Tawaeli – Talise Baru

KONTRAKTOR PELAKSANA : PT. MENARA INDRA UTAMA

Issued by Reviewed by

Rev PT. MENARA INDRA PT. PLN (Persero) UPP


PT. PLN (Persero) PUSMANPRO
UTAMA SULTENG

(RISWAN RASYID) (SUARDI) (MUH. ANUGRAH. S) (ASDAR)


Project Manager Supervisor Teknik Supervisor HSE Pengawas Lapangan
PEKERJAAN STRINGING TRANSMISI LINE

1) Pengertian
Pekerjaan stringing merupakan langkah yang dilakukan setelah tower-tower transmisi selesai di
erection dan telah di individual checking. Pekerjaan stringing adalah pekerjaan penarikan dan
penegangan kawat saluran udara untuk jaringan tegangan tinggi baik untuk kawat penghantar
phasa maupun kawat petirnya. Metode stringing yang digunakan dan umum dipakai adalah
metode tegang (tension method), dimana kawat penghantar dipertahankan pada kondisi tegang
selama proses stringing berlangsung. Pada proyek transmisi line, pekerjaan stringing tersebut
bertujuan untuk memasang konduktor pada transmisi tegangan tinggi, dengan tahapan kerja
sebagai berikut:
- Pemasangan Insulator Set,
- Penarikan Konduktor,
- Pelaksanaan Sagging dan Clamping
- Pemasangan Peralatan Bantu (accessories).
Selama stringing dilaksanakan beberapa hal perlu diperhatikan yaitu:
a. Konduktor dijaga dari gesekan langsung dan terus menerus dengan tanah.
b. Konduktor harus bebas dan terlindung dari kemungkinan bersentuhan dengan bagian sistem
instalasi lainnya yang dalam keadaan bertegangan.
c. Rintangan lainnya, seperti rintangan terhadap pandangan, dll.
Persiapan untuk supervisi pengawasan pekerjaan stringing:
- Prosedur dan rencana kerja pemasangan konduktor dan kawat tanah (earth wire) harus
dipahami, dipelajari sesuai dengan metode pelaksanaan dan yang tercantum dalam kontrak
pekerjaan tersebut.
- Rencana kerja pemasangan konduktor disusun agar pekerjaan dapat disesuaikan dengan jadwal
yang telah ditetapkan.
- Koordinasikan dengan pihak-pihak yang terkait supaya membantu kelancaran pekerjaan.
- Alat kerja, alat bantu dan alat keselamatan kerja harus diperiksa untuk memastikan apakah
benar-benar berfungsi dengan baik.
- Perlengkapan utama dan perlengkapan pelengkap sesuai data di dalam dokumen perencanaan
disiapkan sesuai prosedur dan diperiksa sesuai dengan metode pelaksanaan dan yang tercantum
dalam kontrak pekerjaan tersebut.

2) Ruang Lingkup
Petunjuk pelaksanaan ini berlaku sebagai prosedur instruksi kerja stringing tower transmisi saluran
udara tekanan tinggi atau ekstra tinggi (SUTT/SUTET).

3) Peralatan kerja
• Mesin Penarik Konduktor (Engine Winch)
• Mesin Penegang (Tensioner)
• Montage roll untuk Konduktor
• Montage roll untuk GSW (Ground Steel Wire)
• Montage untuk OPGW (Ground Steel Wire)
• Mesin Press (Hydraulic Pressure Machine)
• Come Along (Termasuk lidah come along)
• Hand Wind (BV)
• Trifor 3 Ton
• Kunci, Obeng, Tang
• Tali Tambang
• Keranjang Peralatan Kerja (Tools Bag)
• Lever Hoist (Tackle Rantai)
• Anchor Sackle (Begel)
• Tangga Aspan (Tangga Alluminium)
• Snatch Block Engkel 3 Ton
• Sling bantu, untuk mencantolkan peralatan (Pilot Wire 12 mm, Sling 14 mm & Sling 16 mm)
• Screw Anchor
• Joint Protector
• Gunting Konduktor untuk Memotong dan Menyambung Konduktor
• Drum Jack (Drum Stand) untuk menempatkan Konduktor dalam gulungan (Haspel)
• Kaki Tiga (Tripod) Sebagai pengganti Crane
• Mini Engine Winch
• Radio Communication HT (Handy Talky)
• Radio Communication RIG
• Swifel untuk GSW
• Sigmat (Jangka Sorong)
• Scaffolding
• Compression Press Joint
• HP
• Theodolite untuk Sagging
• Protector Joint Conductor
• Roll Winder
• Thermometer cuaca
• Cofing House (Lever Block) 3 Ton
• Grounding Stick
• Pulling Grip untuk Konduktor
• Pulling Grip untuk GSW
• Snacth Double Engkel 3 Ton
• Chalm Block 5 Ton
• Nylon rope
• Countur Weigth/Running Out Blocks

4) Material / Bahan
4.1. Konduktor
• Alumunium Conductor Steel Reinforce
• Thermis Alumunium
• Conductor Steel Reinforce
4.2. Accessories Konduktor
• Vibration Damper
• Line Spacer
4.3. Kawat Tanah (Earth Wire)
4.4. Accessories kawat tanah
• Vibration Damper
• Suspension Clamp
• Tension Clamp
4.5. Insulator Set
• Suspension Insulator Set
• Tension Insulator Set
• Jumper Pilot Insulator Set
4.6. Fittings
• Shackle
• Extension Link
• Tension Clamp
• Suspension Clamp
• Yoke Plate
• Arching Horn

5) Peralatan K3
1. Safety Helmet
2. Sepatu panjat
3. Safety shoes
4. Full body harness (sabuk pengaman)
5. Sarung tangan
6. Rompi kerja
7. Lanyard / Tanda Pengenal
8. Rambu-rambu K3
6) Pelaksana Pekerjaan
1. Pengawas Ahli (Kontraktor/Owner)
2. Pengawas K3
3. Mandor
4. Pekerja
7) Tata Cara Pelaksanaan
a. Persiapan Pekerjaan Stringing
Persiapan pekerjaan stringing dimulai dengan penyiapan jadwal kerja yang rinci, dalam
jadwal rincian tersebut dijelaskan seluruh bagian pekerjaan stringing sesuai dengan
spesifikasi dan gambar yang telah mendapatkan persetujuan.
1. Pemeriksaan
2. Mempelajari spesifikasi dan gambar yang dipakai, seperti jenis spesifikasi gambar kerja,
gambar profil, gambar rute dan lain-lain yang dipergunakan harus disetujui serta dipakai
oleh PLN dan konsultan.
b. Peninjauan Jalur Bebas dan Jalan ke Lokasi Pekerjaan
1. Situasi tanah rute saluran.
2. Jenis dan keadaan tanaman/tumbuhan disepanjang jalur bebas.
3. Jenis rintangan-rintangan yang harus dipindahkan sepanjang daerah yang nantinya akan
dilewati saluran.
4. Keberadaan jenis-jenis instalasi lain yang berdekatan dengan rencana saluran.
5. Lokasi guna penempatan drum serta jalan yang tersedia untuk pelaksanaan penarikan.
c. Persiapan Penjadwalan
1. Jadwal Perencanaan Dasar
- Pembagian saluran ke dalam bagian kecil yang akan diulur serta yang akan
ditegangkan.
- Lokasi penempatan drum (tensioner) dan engine (puller).
- Penempatan metode sagging
- Penggunaan dan penempatan penguatan tiang atau skur yang bersifat sementara pada
tower maupun travers (cross arm).
- Penempatan pemasangan kerangka pelindung (steger/scaffolding) jika
penarikan/penegangan konduktor harus melintasi jalan umum atau instalasi lainnya.
- Persiapan/penyusunan/inventarisasi peralatan kerja yang akan dipergunakan.
2. Membuat Jadwal Kerja
Suatu bentuk rencana harus dibuat dan direncanakan dengan memperhatikan:
- Standar kualitas kerja
- Tanggal mulai dan selesai
- Perlengkapan alat kerja yang dipergunakan
- Mobilitas dari regu/tim stringing
- metode pelaksana yang mungkin diambil disesuaikan dengan keadaan dilapangan
3. Jadwal Tenaga Kerja
Pemilihan dan penempatan tenaga kerja ahli dipersiapkan agar sesuai dan tepat.
4. Jadwal Penggunaan dan Perlengkapan kerja
Perlengkapan kerja hendaknya disusun dan disesuaikan dengan bentuk pekerjaan jenis
dan ukuran kawat.
5. Jadwal penggunaan alat.
6. Jadwal sarana penginapan
7. Persiapan pelaksanaan pekerjaan
d. Pemeriksaan Tower
1. Pemeriksaan mur baut
2. Posisi plat cross arm
3. Bagian-bagian menara lainnya
Sebelum pekerjaan stringing dilaksanakan, kondisi tower harus diyakinkan sudah benar-
benar lengkap dan seluruh pemasangan bautnya sudah kencang serta disarankan ada
persetujuan atau pernyataan yang pasti bahwa “kondisi tower sudah siap untuk dilakukan
stringing/penarikan konduktor”.

Gambar Pemeriksaan Tower

e. Pemeriksaan Bagian Penguat Belakang Tower


Pemasangan ini akan berfungsi untuk menyeimbangkan tarikan kawat saat stringing dan
sagging. Sedangkan bentuk umum dari penguat yang berfungsi sebagai penahan tersebut
biasanya digunakan tali atau kawat yang disebut back stay.
f. Pemeriksaan Kerangka Pengaman
Sebelum pelaksanaan pekerjaan penarikan kawat dimulai, maka diperlukan pemasangan alat
pengaman baik berfungsi sebagai pengamanan apabila pekerjaan dilakukan berlintasan
dengan instalasi lainnya termasuk jalan kereta api.
- Berlintasan dengan TR 220 V
- Berlintasan dengan SUTM 6 hV, 20 kV
- Tegangan 30 kV jaraknya sebesar 2 meter
- Berlintasan dengan system 60-70 kV 2,2 meter
- Berlintasan dengan 150 kV jaraknya minimum 3,2 meter
TABEL KONSTANTE .(C )
JARAK BEBAS MINIMUM ANTARA PENGHANTAR SUTT DAN
SUTET DENGAN TANAH DAN BENDA LAIN

8/2/2010 Triyoso ♣ SNI 04-6918-2002).18

g. Pemeriksaan Pengaturan Peralatan Telekomunikasi


Selanjutnya untuk mempermudah dan mendukung kelancaran pelaksanaaan penarikan dan
penegangan konduktor maka perlu dilengkapi dengan alat komunikasi antar petugas dalam
hal ini diperlukan radio communication handy talky dan alat komunikasi radio
communication RIG.
h. Pengawasan dan Pengaturan Perlengkapan dan Material
- Alat Penarikan Konduktor
• Mobile Sringing
• Capstain
• Roll Winder
• Snatch Block
• Pulling Grip
• Swivel
• Tali Tambang

- Alat Penegang Konduktor


• Transit
• Teropong
• Sagging Board
• Stop Watch
• Dinamo meter

7.1 Dokumen Referensi


a. Tower Schedule
b. Erection Sag Schedule
c. Material Schedule

7.2 Mobilisasi Personil dan Peralatan Stringing


Didalam suatu pembangunan transmisi, pada tiap tahapan selalu terdapat kegiatan mobilisasi
personil dan peralatan stringing. Ini dapat menjadi langkah khusus dikarenakan memang
kebanyakan lokasi setiap tower terletak jauh dari pemukiman, sehingga mobilisasi personil dan
peralatan stringing perlu mendapat perhatian khusus serta bisa dikatakan merupakan salah satu
langkah penting dari pekerjaan penarikan konduktor ini. Karena, jika tidak dilakukan dengan
benar mobilisasi tersebut, dapat mengakibatkan peralatan stringing dan personil tidak bisa tiba
dilokasi sehingga pekerjaan dapat terhambat.
7.4 Pengangkutan Bahan Material
Bahan diangkut dari Gudang ke lokasi pekerjaan stringing dengan truck crane (hiab) atau
kendaraan sejenis. Truk kecil bisa dipakai apabila jalan sangat sempit dan tidak memungkinkan
truck crane (hiab) untuk dapat masuk. Jika tidak terdapat lintasan jalan masuk, bahan/material
diangkut dari lokasi terdekat ke lokasi pekerjaan menggunakan tenaga manusia (handling over).
Lokasi pekerjaan stringing terdiri dari :
- Lokasi material insulator set di masing-masing tower,
- Lokasi material konduktor dilokasi tensioner,
- Lokasi material accessories di lokasi tensioner dan atau di lokasi winchpuller.
Pembongkaran bahan terutama insulator harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari
adanya benturan terhadap benda lain, sehingga mengakibatkan disc insulator pecah/retak.
Bahan/material yang kotor harus dibersihkan atau disikat dengan tidak merusak lapisan luar).
Semua bahan/material harus dijaga dari kerusakan, cacat atau tergores. Kerusakan yang terjadi
pada material yang bergalvanis harus segera dilaporkan dan diperbaiki. Bahan dengan
kerusakan yang berat harus diganti. Semua bahan akan dikeluarkan dari gudang ke lokasi
pekerjaan, dikelompokkan per jenis material. Semua bahan harus diperiksa untuk mencocokkan
dengan spesifikasi sebelum keluar dari gudang.

7.5 Pemasangan Insulator Set dan Montage Roll


Pemasangan insulator dan montage roll konduktor serta montage roll GSW di tower suspensi,
dan pada tower tension hanya dipasang montage roll, sedangkan untuk insulator pada tower
tension dipasang nanti disaat sagging.
Adapun langkah-langkah pemaangan insulator set dan montage roll, sebagai berikut:
a. Material siap dilokasi tower, yaitu disc insulator dan fitting kemudian keduanya dirangkao
sehingga terbentuk insulator set.
b. Rangkaian insulator terdiri dari 2 (dua) jenis, yaitu suspension dan tension insulator set.
c. Insulator set diangkat dengan bantuan truk derek untuk dipasang (dicantolkan) pada cross
arm paling atas (upper cross arm), selanjutnya dilakukan hal yang sama untuk insulator
set dipasang pada middle cross arm dan lower cross arm.
d. Pada saat pemasangan insulator set dibagian upper, middle dan lower cross arm, masing-
masing diikuti pemasangan running out block/rollblock/montage roll di tension tower,
running out block telah digantungkan langsung dibawah titik cross arm dari landing plate.
e. Pengawas/supervisior nantinya bertugas mengawasi dan mengontrol pekerjaan pada butir
1 s/d 4 tersebut diatas. Pemasangan sudah benar sesuai dengan gambar referensi disc
insulatornya dalam kondisi baik dan bersih dari kotoran lumpur, tidak ada yang retak, dll.
f. Fitting dalam keadaan baik, tidak ada yang cacat, galvanize dalam kondisi baik (tidak ada
luka/terbuka/terkelupas).
g. Posisi shackle yang dicantolkan ke cross arm tower sudah benar (posisi baut/mur sudah
benar).

Gambar Pemasangan Insulator & Montage Roll

7.6 Menarik Konduktor Dan Earth Wire (Kawat Tanah)


a. Penarikan konduktor dan earth wire (kawat tanah) ini terdiri dari beberapa tahapan, yaitu:
1. Persiapan Material dan Alat Kerja
2. Persiapan Tenaga/Personil
Personil yang disebut juga tim stringing, merupakan orang-orang yang sudah
berpengalaman sebelumnya dalam pekerjaan penarikan konduktor dan kawat tanah (earth
wire). Tim stringing dibutuhkan sebanyak kurang lebih 20 orang man power dan 2 orang
pengawas lengkap dengan alat pelindung diri (APD) sebagai syarat utama keselamatan
dan kesehatan kerja (K3).
3. Penarikan nylon rope. Sebelum dilakukan penarikan nylon rope, terlebih dahulu dipasang
pad running out block/roll block dengan 2 cara sebagai berikut:
- Cara yang pertama memasang secara manual, yaitu dengan menggunakan tenaga
manusia. Pada tiap-tiap tower (posisi diatas) sudah harus stand by 1 orang pekerja dan
diposisi bagian bawah juga 1 orang pekerja. Pekerja yang dibagian atas bertugas
mengangkat nylon rope keatas, kemudian dipasang/dikaitkan di montage roll,
selanjutnya diturunkan kembali untuk ditarik ke tower berikutnya oleh pekerja yang
bertugas diposisi bagian bawah.
- Cara yang kedua yaitu dengan menggunakan pesawat helicopter dimana pada tiap-tiap
tower juga stand by 1 orang pekerja yang bertugas menangkap nylon rope ketika
ditarik oleh pesawat helicopter yang kemudian nylon rope tersebut dikaitkan pada
montage roll.
4. Setelah nylon rope terpasang, dimana penangkalnya berada di tensioner dan ujungnya
terpasang pada posisi di winch puller, maka penarikan nylon rope sudah dapat dilakukan
dengan kecepatan rendah (+/- 5 s/d 10 km per jam).
5. Pada saat dilakukan penarikan nylon rope tersebut, pangkal nylon rope sudah harus
disambungkan dengan pilot wire, sehingga pada saat berakhirnya penarikan nylon
sekaligus menjadi awal penarikan pilot wire.
6. Begitu pula saat akan dimulai penarikan pilot wire, pada pangkal pilot wire sudah
tersambung dengan konduktor yang digunakan. Sehingga pada waktu berakhirnya
penarikan pilot wire posisi ujung konduktor sudah dilokasi winch puller, yang berarti
konduktor sudah terbentang sepanjang 1 (satu) section penarikan (+/- 10 s/d 15 tower).
7. Pada penarikan awal dari konduktor yang sudah terbentang sepanjang 1 section dalam
kondisi kendor, diperkirakan kabel harus 4 meter diatas permukaan tanah. Dengan
cara/metode yang sama diulang kembali pada section berikutnya.
Gambar Penarikan Konduktor & Earth Wire (Kawat Tanah)

b. Contoh Tahapan Pemasangan Kawat Tanah (Earth Wire) dan Penarikan Konduktor
• Pemasangan Kawat Tanah (Earth Wire)
Pada contoh dibawah ini, pemasangan kawat tanah dari tiang no. 1 s/d no.4, yaitu tiang
no.1, 2, 3 dan 4 diantara tiang tersebut terdapat 2 buah tiang penyanggah dan 2 buah tiang
penegang.
Persiapan dan atau pengarahan lokasi pekerjaan:
- Pemasangan skur di tiang no.1 dan tiang no.4 (diujung travers).
- Pemasangan steger/scaffolding jika bertepatan lokasi jalur kawat melintasi rintangan
(jalan, kereta api, tegangan menengah, rendah maupun tinggi, dll).

Gambar Penggantian Kawat Tanah (Earth Wire)


1. Persiapan Material dan Alat Kerja
- Puller/Engine Winch (Mesin Penarik)
- Tensioner/Drum (Mesin Penegang)
- Montage Roll untuk Konduktor
- Montage Roll untuk GSW
- Montage Roll untuk OPGW
- Mesin Press (Hydraulic Pressure Machine)
- Come along (termasuk lidah Come Along)
- Hand Wind (BV)
- Tirfor 3 ton
- Kunci, obeng, tang
- Tali Tambang
- Keranjang Peralatan Kerja (Tools Bag)
- Lever Hoist (Tackle Rantai)
- Anchor Sackle (Begel)
- Tangga Aspan
- Snatch Block
- Sling Bantu
- Screw Anchor
- Joint Protector
- Gunting konduktor untuk memotong dan menyambung konduktor.
- Drum Jack (Drum Stand) untuk menempatkan konduktor dalam gulungan (Haspel)
- Kaki Tiga / Tripod (sebagai pengganti crane)
- Mini Engine Winch
- Handy talky .
2. Persiapan Tenaga/Personil
Personil yang disiapkan sudah termasuk kurang lebih 20 man power, 2 orang pengawas
serta alat pelindung diri (APD) lengkap.
3. Penarikan Kawat Tanah
- Pemasangan montage roll pada tiang no.1 s/d no.4
- Pemasangan U Bolt di tiang no.1 s/d no.4
- Pemasangan steel suspension clamp di tiang no.1 s/d no.4
- Pemasangan tambang nylon pilot wire dari tiang no.1 s/d no.4 langsung pada montage
roll.
- Tambang nylon pilot wire disambung dengan kawat baja/steel di lokasi tiang no.1
kemudian ditarik sampai pada lokasi tiang no.4.
- Di tiang no.4, kawat steel ditarik dan digulung sehingga kawat tanah sampai di tiang
no.4.
- Di tiang no.4 kawat tanah dipasang tension clamp baja, dipasang pada U bolt.
- Tiang no.4 kawat tanah ditarik dengan lier, sampai tegang dan diberi tanda untuk
dipotong.
- Kawat tanah kemudian diturunkan untuk dipotong, dipasangkan tension clamp baja,
dinaikan kembali, ditarik selanjutnya tension klem dipasang pada U bolt.
4. Cara Pemasangan Kawat Baja pada Tension Clamp
- Kawat baja dikeluarkan dari montage roll
- Kawat tanah melalui clamp kodok dipasang didepan tension clamp, ditarik dan
kemudian tension clamp tersebut dipasang.
- Pemindahan kawat tanah montage roll di tiang no.2 s/d no.1 menuju ke clamp.
5. Cara Pemindahan

Gambar Pemasangan Kawat Tanah (Earth Wire)


Kawat tanah arah tiang no.1 ditarik searah kearah tiang no.4 sehingga kawat tanah akan
kendor selanjutnya kawat tanah akan dipasang clamp. Pekerjaan ini dilaksanakan pada
tiang no.1 s/d tiang no.4.
• Penarikan Konduktor
1. Persiapan dan Pengamanan Lokasi
- Pemasangan skur pada setiap ujung traves di tiang no.1 s/d tiang no.4.
- Pemasangan steger pada lokasi yang memiliki rintangan (jalur tegangan rendah,
menengah, tinggi, kereta api, jalan tol, dll).
2. Persiapan Material/Peralatan Kerja
- Konduktor ACSR beserta Haspel
- Nylon Pilot Wire
- Steel Pilot dengan Liernya
- Armored
- Damper
- Tension dan Suspension Clamp ACSR
- Joint ACSR
- Lier engkol/Motor Montage Roll
- Clamp
- Dinamo Meter
- Anchor shackle
- Sling Penggantung
- Gunting Konduktor
- Kawat Galvanis
- Rol Meter
- Pasat Hijau
- Konektor
- Trek Skur
- Patok Besi
- Tool Set
- Mesin Press
- String Set (Double dan Single).
3. Persiapan Tenaga Kerja/Personil
Tenaga kerja yang berpengalaman lengkap dengan alat pelindung diri (APD).
4. Penarikan Konduktor
- Pemasangan montage roll dan U bolt pada tower T1 s/d T4
- Pemasangan rangkaian insulator double tarik di T1 s/d T4
- Pemasangan rangkaian insulator single di T1 s/d T4 pada U boltnya
- Di T1 pemasangan nylon pilot wire
- Di T1 sd 4 nylon disambung dengan steel pilot wire
- Di T4 nylon digulung sehingga steel pilot wire akan terbawa sampai di T4
- Di T4 nylon sambungan steel pilot wire dan nylon terakhir dilepas
- Sambungkan steel pilot wire dengan konduktor
- Steel pilot wire digulung sehingga konduktor akan terbawa sampai di T4
- Di T4 sambungan steel pilot wire dilepas dan ujung konduktor dipasang pada tension
clamp T4
- Di T4 tension clamp dipasang pada rangkaian insulatornya
- Di T1 konduktor ditarik dengan kekuatan yang telah ditentukan. Dilakukan
pengukuran konduktor, kemudian dipasang tension clamp dan diberi tanda
- Pasang konduktor ke suspension clamp
- Pekerjaan pemasangan 1 konduktor selesai
- Pemasangan konduktor yang lain, yaitu:
1. Phasa R penghantar I
2. Phasa R penghantar II
3. Phasa S pengahntar I
4. Phasa S penhantar II
5. Phasa T penghantar I
6. Phasa T penghantar II
5. Penyambungan Konduktor
Panjang konduktor per haspel kurang lebih 2000m, sedangkan jarak gawang yang ditarik
terdiri dari beberapa gawang yang jaraknya mencapai 10 s/d 20km, sehingga konduktor
harus dilakukan penyambungan.
a. Penyambungan Konduktor ACSR
- Persiapan
- Aluminium Sleeve
- Pemotongan konduktor
- Steel Core Sleeve
- Pengepresan Selubung Baja
- Pengepresan Selubung Aluminium
b. Hydraulic Compression s/d 20 ton
c. Pompa Kaki (Foot Pump)
d. Disk Segi Enam (Alat Pres)
Ukuran Disk Ukuran Konduktor ACSR
12 16
12 25
14 35
16 50
18 70
22 95 dan 120
25 150
28 185
32 240

Gambar Sambungan Konduktor ACSR


Engine Winch
Konduktor Pilot wire 19 mm (mesin penarik)
Tensioner/
Mesin penegang
Satu section penarikan

Mesin penarik dipindah setelah


tarikan section 2 selesai

Arah tarikan Arah tarikan Arah tarikan Arah tarikan


Mesin section 1 section 2 section 3
Mesin Mesin Mesin section 4 Mesin
penegan penarik penegan penarik penegan
g g g

Mesin penegang dipindah setelah


Mesin penegang dipindah setelah
tarikan section 3 selesai
tarikan section 1 selesai

Skema pelaksanaan pemasangan konduktor dan GSW


Dengan pemindahan mesin penegang dan mesin penarik secara bergantian maka selain menghemat waktu juga dapat
menghemat biaya transportasi peralatan
perancah perancah

Tiang Perancah (Steger) sebagai pelindung JTM & Jalan Raya

6. Pemasangan Temporary Back Stay (Schoor/Sekuran)


Sekuran dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan timbulnya gaya tarik lawan yang
membahayakan. Penempatan back stay/sekur minimal 1,5 x tinggi tower. Penyekuran
dilakukan antara lain pada :
• Mesin penegang
• Mesin penarik
• Penguat cross arm di posisi tertentu
• Tower awal dan akhir dari setiap section penarikan
• Tower tension saat sagging

Arah
tarikan
sagging

Contoh pemasangan schoor saat sagging


Dalam proses penarikan, diharapkan konduktor tidak menyentuh tanah, sebab bila
konduktor cacat atau rusak akan bisa menimbulkan corona/kebocoran tegangan. Untuk
memulai pekerjaan penarikan konduktor, kita tidak bisa langsung menarik konduktor pada
penarikan pertama sebab disamping konduktor tersebut berat dan tidak diperbolehkan
menyentuh tanah juga akan sukar memasukkan konduktor ke setiap pully block/montage
roll. Untuk itu kita perlu alat pembantu/penolong untuk penarikan konduktor yaitu:
1. Nylon Rope 10 mm
2. Wire Rope 12 mm
3. Pilot Rope 24 mm

Pemotongan konduktor untuk di press Persiapan sagging. Petugas siap


ke tension clamp di tangga sagging (aspan)

7.7 Memasang Peralatan/Material Accessories


Material accessories yang dipasang adalah vibration damper dan linespacer, material ini
dipasang/dicantolkan pada konduktor dengan jarak tertentu sesuai atau berpedoman pada
material schedule (vibration damper schedule, line spacer schedule berupa tabel jarak).
Pemasangan dilakukan secara manual dengan tenaga manusia dibantu dengan sepeda udara
yang dicantolkan pada konduktor.
7.8 Final Check (Pemeriksaan Kelengkapan Stringing) dan Pengambilan Sisa Material
Setelah seluruh pekerjaan pemasangan konduktor selesai, dilakukan pengecekan ulang
bersama unit terkait terutama unit yang akan menerima dan mengoperasikan SUTT / SUTET
tersebut. Pengecekan yang dilakukan meliputi antara lain:
- Kelengkapan seluruh material yang dipasang sesuai daftar material
- Andongan
- Clamping
- Jumper di tower tension
- Uji petik nilai tahanan pembumian
Pemeriksaan akhir mutlak harus dilakukan, karena jikalau transmisi sudah diberi tegangan
maka akan mengalami kesulitan nantinya untuk memperbaiki jika terjadi kesalahan walaupun
kecil. Karena untuk dilakukan pemadaman dibutuhkan koordinasi system dan manufer
operasi system yang tidak mudah. Pemeriksaan meliputi kelengkapan dari material
accessories, kekencangan dan kelengkapan mur, baut dan ring atau pin pada fitting insulator.
Pembersihan dari grounding sementara pada konduktor phasa dan pemotong pohon yang
jaraknya dekat dengan konduktor.

7.9 Pengendalian Mutu


a. Pelaksanaan pekerjaan harus mengacu pada gambar desain yang telah disetujui.
b. Tahap perangkaian sementara baut dikencangkan seperlunya agar tahan terhadap beban
erection, tapi tidak boleh terlalu kencang untuk memungkinkan proses penyetelan dan
pemasangan.
c. Modifikasi/pembesaran lubang baut tidak diperkenankan.
LAMPIRAN DOKUMENTASI PERALATAN KERJA STRINGING

Gambar: Mesin Penarik Konduktor (Winch / Puller)

Gambar: Mesin Pengulur Konduktor (Tensioner)

Compression Press Joint


Pilot Wire (Sling Pancingan) & Roll Winder

Montage Roll untuk Konduktor

Come along untuk Konduktor


Swifel untuk GSW

Radio Communication RIG

Radio Communication HT (Halky Talky)


Drum Stand

Theodolite untuk Sagging

Thermometer cuaca
Trifor

Pulling Grip untuk Konduktor

Snatch Block Engkel 3 Ton


Chalm Block 5 Ton

Bivi Winch

Nylon rope
Lift

Spanners

Anda mungkin juga menyukai