Pengaruh CTL Terhadap Minat Belajar Matematika
Pengaruh CTL Terhadap Minat Belajar Matematika
SKRIPSI
Diajukan untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Memenuhi Syarat-syarat
Untuk Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan ([Link])
Dalam Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Oleh:
MIFTAHUR ROHMAH
NIM. [Link]
UTARA MEDAN
2018
KEMENTERIAN AGAMA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
Jl. Williem Iskandar Pasar V telp. 6615683- 662292, Fax. 6615683 Medan
Estate 20731
SURAT PENGESAHAN
Skripsi ini yang berjudul “PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN
CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP
MINAT BELAJAR MATEMATIKA SISWA DI KELAS X MIPA MAS
PROYEK UNIVA MEDAN TAHUN PELAJARAN 2018-2019” yang disusun
oleh MIFTAHUR ROHMAH telah dimunaqasyahkan dalam Sidang
Munaqasyah Sarjana Strata Satu (S-1) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
UIN-SU Medan pada tanggal:
28 September 2018 M
17 Muharram 1440 H
Dan telah diterima sebagai persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan
([Link]) dalam Ilmu Tarbiyah dan Keguruan pada Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas
Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara Medan.
Ketua Sekretaris
Anggota Penguji
Mengetahui
Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
SKRIPSI
Diajukan untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Memenuhi Syarat-syarat
Untuk Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan ([Link])
Dalam Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Oleh:
MIFTAHUR ROHMAH
NIM. [Link]
Pembimbing I Pembimbing II
UTARA MEDAN
2018
ABSTRAK
Nama : Miftahur Rohmah
NIM : [Link]
Fak/Jur : Ilmu Tarbiyah dan Keguruan /
Pendidikan Matematika
Pembimbing : Fibri Rakhmawati, [Link], [Link]
Judul Skripsi : Pengaruh Strategi Pembelajaran
Contextual Teaching and Learning
(CTL) Terhadap Minat Belajar
Siswa di Kelas X MAS Proyek
UNIVA Medan T.P 2018/2019
Dari hasil temuan peneliti tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat
pengaruh strategi pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap minat
belajar matematika siswa di kelas X MAS Proyek UNIVA Medan tahun pelajaran
2018/2019.
Pembimbing I
NIM : [Link]
dikemudian hari saya terbukti atau dapat dibuktikan skripsi ini hasil jiplakan,
Miftahur Rohmah
NIM: [Link]
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
A. Identitas Diri
Nama : Miftahur Rohmah
Tempat, Tanggal Lahir : Bandar Pamah, 08 Januari 1997
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Alamat : Dusun II
Desa Pertambatan
Kec. Dolok Masihul
Kab. Serdang Bedagai
Prov. Sumatera Utara
No. Hp : 082274429243
Email : miftahur195@[Link]
Nama Ayah : Fauzan
Pekerjaan : Pensiunan
Nama Ibu : Nurhasanah
Pekerjaan : Guru
B. Pendidikan Formal
1. Tahun 2002-2008 : SDN 106865 Bandar Pamah (Berizajah)
2. Tahun 2008-2011 : MTs. Al-ittihadiyah Bandar Pamah
(Berizajah)
3. Tahun 2011-2014 : MAS. Al-ittihadiyah Bandar Pamah
(Berizajah)
4. Tahun 2014-2018 : Mahasiswa Pendidikan Matematika
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
Medan.
C. Pengalaman Mengajar
1. Pada masa KKN dan PPL : SMKN 1 Tebing Tinggi
2. Pada masa Penelitian : MAS Proyek UNIVA Medan
KATA PENGANTAR
Miftahur Rohmah
NIM: [Link]
DAFTAR ISI
Halaman
ABSTRAK ...................................................................................................... i
DAFTAR TABEL........................................................................................... vi
E. Tujuan Penelitian........................................................................................... 7
2. Hakikat Matematika................................................................................ 21
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ................................................................................................... 82
B. Implikasi ...................................................................................................... 83
C. Saran ............................................................................................................. 84
Halaman
......................................................................................................... 63
Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Minat Belajar Matematika Siswa (Y) ............. 65
Table 4.3 Jabaran Hasil Validitas Aktivitas Strategi Pembelajaran CTL ........ 66
Table 4.4 Jabaran Hasil Validitas Minat Belajar Matematika Siswa ............... 67
Table 4.4 Uji Normalitas Aktivitas Strategi Pembelajaran CTL (X) .............. 69
Table 4.5 Uji Normalitas Minat Belajar Matematika Siswa (Y) ..................... 69
Halaman
siswa ............................................................................................. 40
Gambar 4.2 Histogram Hasil Angket Minat Belajar Matematika Siswa ......... 65
BAB I
PENDAHULUAN
karena dengan pendidikan sebuah bangsa akan mencapai kemajuan, baik dalam
alam. Pendidikan merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen
diantaranya komponen yang pertama yaitu input, yang terdiri dari peserta didik
dan guru sebagai pendidik, komponen yang kedua adalah proses yang dipengaruhi
oleh lingkungan dan instrumen pengajaran, komponen yang ketiga hasil, yaitu
dampak dari interaksi antara pendidik dan peserta didik dan di dukung oleh
proses.
guru merupakan pemegang peran yang amat sentral. Guru merupakan pihak
pemegang kunci baik atau tidaknya suatu proses pembelajaran, karena itu seorang
guru tidak hanya dituntut untuk mampu menghidupkan suasana kelas tetapi juga
1
Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas & Peraturan-
Pemerintah RI Tahun 2015 Tentang Standar Nasional Pendidikan Serta Wajib Belajar,
Bandung: Citra Umbara, hal. 2
mampu menjadikan pembelajaran yang terjadi menjadi suatu proses peningkatan
Pendidikan dan proses belajar memiliki hubungan yang erat. Proses belajar
merupakan bagian dari segi pendidikan itu sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari
manusia tidak terlepas dari proses belajar. Setiap kegiatan aktivitas manusia
tindakan dan perilaku siswa yang kompleks. Sebagai tindakan, maka belajar
keberhasilan siswa untuk dapat memahami dan menguasai materi pelajaran yang
diberikan, sehingga dalam menyelesaikan tugas atau tes yang diberikan guru
siswa karena pelajaran matematika dianggap siswa sebagai pelajaran yang sulit
2
Syahrizal Dan Tsalim HM. Yasin, (2005), Pengantar Psikologi Pendidikan,
Banda Aceh: Yayasan Pena Banda Aceh, Divisi Penerbitan, hal. 33.
karena matematika terlalu banyak rumus. Menurut Abdurrahman penyebab utama
(learning problems) adalah faktor eksternal, yaitu antara lain berupa startegi
tidak tepat.3
kesulitan belajar siswa adalah pemilihan strategi pembelajaran yang kurang tepat.
bukan pada siswa yang belajar. Praktek tersebut ditandai oleh peran guru yang
dominan dan siswa hanya menghafalkan pelajaran.5 Dari pendapat Rogers di atas
yang berorientasi pada siswa atau dengan kata lain siswa yang terlibat aktif dalam
Dari hasil penelitian awal yang telah peneliti lakukan terhadap salah
dipengaruhi oleh faktor-faktor internal dari siswa seperti kurangnya minat belajar
Dari uraian diatas, minat itu sangat berpengaruh sekali dalam diri seorang
siswa untuk mecapai sesuatu yang diinginkan oleh siswa itu sendiri. Dengan
adanya minat yang kuat seseorang atau siswa akan mempunyai semangat yang
kuat pula agar segala yang diinginkannya dapat terwujud. Oleh karena itu penulis
dapat menyimpulkan bahwa minat itu adalah suatu sikap atau perasaan senang
perasaan senang terhadap sesuatu dan seseorang atau siswa tersebut akan berusaha
secara terus untuk mendapatkannya dan tidak akan menyerah sebelum siswa itu
Minat bisa timbul, karena adanya dorongan yang kuat dari diri sendiri.
Selain itu, minat timbul bukan hanya dari diri sendiri tetapi harus ada dukungan
atau dorongan yang kuat pula dari keluarga dan lingkungan sosial atau
masyarakat. Agar orang tersebut akan mempunyai semangat untuk meraih sesuatu
seorang guru sebagai fasilitator yaitu sebagai pembimbing dan pemberi fasilitas
perlu dilakukan suatu usaha, yaitu sebuah kreatifitas dari seorang guru dituntut
untuk dapat merancang desain pembelajaran sedemikian rupa agar nantinya tujuan
dari pembelajaran yang ingin disampaikan dapat tersampaikan. Salah satu cara
yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan
yang harus dikerjakan guru dan peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat
dicapai secara efektif dan efisien. Sedangkan menurut Kozma secara umum
kegitan yang dipilih, yaitu yang dapat memberikan fasilitas atau bantuan kepada
dipilih strategi pembelajran yang paling sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.
Oleh karena itu, dalam memilih suatu strategi pembelajaran harus memiliki
dapat tercapai. Salah satu strategi pembelajaran yang dapat digunakan dan
proses keterlibatan peserta didik secara penuh untuk dapat menemukan hubungan
6
[Link]. hal. 1
7
Jamil Suprihatiningrum, (2013), Strategi Pembelajaran Teori dan Aplikasi,
Jogjakarta: Ar-ruzz Media, hal. 177.
Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) bernaung dalam teori
kontekstual. Pembelajaran ini muncul dari konsep bahwa siswa akan lebih mudah
menemukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi
dengan temannya.
peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian pada kleas X MAS Proyek UNIVA
B. Identifikasi Masalah
C. Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah di atas, maka
perlu adanya pembatasan masalah agar penelitian ini lebih terfokus pada
permasalahan yang akan diteliti. Peneliti hanya meneliti siswa yang diberi
pembatasan masalah dalam penelitian ini, maka permasalahan yang diteliti dapat
E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah:
Learning (CTL)?
matematika siswa.
F. Manfaat Penelitian
5. Bagi Pembaca, sebagai bahan informasi dan referensi bagi pembaca atau
LANDASAN TEORITIS
A. Kerangka Teori
1. Minat Belajar
seluruh faktor-faktor yang berhubungan dengan guru dan murid harus dapat
diperhatikan. Mulai dari perilaku guru dalam mengajar sampai dengan tingkah
laku siswa sebagai timbal balik dari hasil sebuah pengajaran. Tingkah laku siswa
ketertarikan siswa tersebut terhadap pelajaran itu atau sebaliknya, ia tidak merasa
tertarik dengan mata pelajaran tersebut. Ketertarikan siswa inilah yang merupakan
aktivitas pelajaran aatau objek itu berharga atau berarti bagi individu. Sedangkan
aktivitas dalam bidang tertentu. Minat juga diartikan sebagai sikap positif anak
suatu aktivitas.8
adalah:
1. Menurut Hilgar mengatakan bahwa minat adalah suatu proses yang tetap
minat adalah kecendrungan dan keinginan yang tinggi terhadap sesuatu, sehingga
minat sangat menentukan sikap yang menyebabkan seseorang aktif dari suatu
kegiatan.
yang tinggi. Minat itu tidak muncul dengan sendirinya akan tetapi banyak faktor
8
Jon E. Roeckelein,(2013), Kamus Psikologi Teori, Hukum dan Konsep, Jakarta:
Kencana, hal. 405.
9
Suhaebah Nur, (2014), Pengaruh Pengelolaan Kelas Terhadap Minat Belajar
Pkn Pada Peserta Didik di SMA I Polewali, Polewali: Jurnal UNASMAN, hal. 71-72
yang dapat mempengaruhi munculnya minat. Ada beberapa faktor yang dapat
1. Motivasi
Minat seseorang akan semakin tinggi bila disertai motivasi, baik yang
perpaduan antara keinginan dan kemampuan yang dapat berkembang jika ada
2. Belajar
Minat dapat diperoleh melalui belajar, karena dengan belajar siswa yang
pengetahuan mengenai pelajaran tersebut, minat pun tumbuh sehingga siswa akan
faktor bahan pelajaran yang akan diajarkan kepada siswa. Bahan pelajaran
yang menarik minat siswa, akan sering dipelajari oleh siswa yang bersangkutan.
Sebaliknya bahan pelajaran yang tidak menarik minat siswa tentu akan
dikesampingkan oleh siswa sebagaimana hal ini telah disinyalir oleh Slameto
bahwa minat mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap belajar, karena bila
10
Sardiman, (2009), Interaksi Dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: Rajawali
Pers, hal. 73.
bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, maka siswa tidak
akan belajar dengan sebaik-baiknya, karena tidak ada daya tarik baginya.11
4. Keluarga
Orang tua adalah orang yang terdekat dalam keluarga, oleh karenanya
5. Teman Pergaulan
pengaruh teman ini sangat besar karena dalam pergaulan itulah mereka memupuk
6. Lingkungan
ditegaskan oleh pendapat yang dikemukakan oleh Crow bahwa ìminat dapat
7. Cita-cita
Cita-cita juga mempengaruhi minat belajar siswa, bahkan cita-cita juga dapat
11
Slameto, (2003), Belajar dan Factor-Faktor Yang Mempengaruhinya, Jakarta:
PT Rineka Cipta, hal. 180
12
Eko A. Meinarno, (2010), Psikologi Keluarga, Jakarta: PT. RajaGrafindo
Persada, hal. 6
dikatakan sebagai perwujudan dari minat seseorang dalam prospek kehidupan
di masa yang akan datang. Cita- cita ini senantiasa dikejar dan diperjuangkan,
8. Bakat
dibuktikan dengan contoh: bila seseorang sejak kecil memiliki bakat menyanyi,
secara tidak langsung ia akan memiliki minat dalam hal menyanyi. Jika ia
membencinya atau merupakan suatu beban bagi dirinya. Oleh karena itu, dalam
9. Hobi
hobi terhadap matematika maka secara tidak langsung dalam dirinya timbul minat
untuk menekuni ilmu matematika, begitupun dengan hobi yang lainnya. Dengan
Apa yang ditampilkan di media massa, baik media cetak atau pun media
juga perilaku sehari-hari. Minat khalayak dapat terarah pada apa yang dilihat,
Berbagai fasilitas berupa sarana dan prasarana, baik yang berada di rumah,
tersedia, maka timbul minat anak untuk menambah wawasannya. Tetapi apabila
tempat-tempat hiburan yang ada di kota-kota besar, tentu hal ini berdampak
dapat menyimpulkan bahwa dalam minat belajar semua faktor dalam minat
belajar sangatlah penting. Apabila dalam kegiatan belajar mengajar guru dan
siswa tidak memiliki minat belajar yang tinggi. Maka, kegiatan belajar mengajar
lain-lainnya.
13
Muhammad Irham dan Novan Ardy Wiyani, (2014), Psikologi Pendidikan
Teori Dan Aplikasi Dalam Proses Pembelajaran, Jogjakarta: Ar-ruzz Media, hal. 129.
masyarakat dan lingkungan akan lebih menghargai orang-orang
yaitu:
berdasarkan timbulnya minat yaitu minat primitif dan minat sosial, dan
disertai rasa senang akan menumbuhkan minatnya. Untuk itu, minat besar sekali
14
Alex Sobur, (2013), Psikologi Umum Dalam Lintasan Sejarah, Jawa Barat: CV
Pustaka Setia, hal. 248
pengaruhnya terhadap belajar, karena bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak
sesuai dengan minat siswa, maka akan dipastikan siswa tidak akan belajar dengan
sebaik-baiknya.
diuasahakan terutama yang berasal dari dalam diri dengan senantiasa memikirkan
masa depan yang penuh tantangan dan harus dihadapi untuk mencapai cita-cita”.
Selanjutnya Mulyasa mengatakan bahwa “fungsi minat adalah faktor yang dapat
sungguh-sungguh apabila memiliki motivasi yang tinggi. Oleh karena itu untuk
fungsi minat adalah untuk mengubah minat belajar seseorang agar timbul
Minat akan mengarahkan dalam memilih macam pekerjaan. Minat juga akan
demikian, kewajiban sekolah dan para guru untuk menyediakan lingkungan yang
15
Istirani dan Intan Pulungan, (2017), Ensiklopedi Pendidikan, Medan: Media
Persada, hal. 51
dapat merangsang minat siswa terhadap proses belajar mengajar. Guru harus
Dengan adanya minat proses belajar mengajar akan berjalan lancar dan
tujuan penddikan akan tercapai sesuia dengan yang diharapkan. Karena minat
sangat penting perannya dalam pendidikan, maka yang harus mempunyai minat
bukan hanya siswa, melainkan guru yang harus mempunyai minta untuk
e. Pengukuran Minat
minat yang kecil, maka merupakan tugas bagi guru untuk memelihara
1. Perasaan Senang
pada saat-saat tertentu. Intensional adalah reaksi dari perasaan yang diberikan
terhadap sesuatu dan hal-hal tertentu. Perasaan disini terbagi menjadi dua, yaitu
16
Suharsini Arikunto, (2012), Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, hal. 272.
17
Muhibbin Syah, (2012), Psikologi Belajar, Jakarta: Rajawali Pers, hal. 148-154.
18
Slameto, [Link], hal. 185
perasaan senang dan perasaan tidak senang. Sehingga dari perasaan itu akan
Seorang siswa yang memiliki perasaan senang atau suka terhadap mata
terus menerus mempelajarinya, tidak merasa terpaksa dalam belajar dan tidak
merasakan bosan akan pelajaran matematika itu sendiri. Dalam penelitian ini
pelajaran matematika dengan senang, teurs menerus belajar dan tidak merasa
2. Perhatian Siswa
Minat dan perhatian merupakan dua hal yang dianggap sama dalam
minat pada obyek tertentu maka dengan sendirinya akan memperhatikan obyek
mungkin karena sifat objek yang membuat menarik atau karena ada perasaan
senang terhadap objek atau pelajaran tersebut”. Siswa yang memiliki ketertarikan
pada materi pelajaran matematika, ia akan berusaha untuk mencari tantangan pada
isi pelajaran yang dikaji khususnya mata pelajaran matematika, mencari contoh
matematika dan secara terus menerus akan membahas materi pelajaran itu.
4. Keterlibatan Siswa
partisipan dalam proses belajar mengajar. Menurut Dimjati dan Mudjiono dalam
buku Slameto, “keaktifan siswa dapat didorong oleh peran guru. Guru berupaya
untuk memberikan kesempatan siswa untuk aktif, baik aktif mencari, memproses
2. Hakikat Matematika
a. Pengertian Matematika
bilanagan bulat, pecahan dan desimal) dan beranggapan bahwa jika anak telah
bahwa matematika bukan hanya menekankan berhitung. Hal ini karena cabang-
cabang matematika semakin bertambah dan semakin berbaur satu dengan yang
lainnya.
ilmu yang mempelajari pola dari struktur, perubahan dan ruang. Maka secara
informal, dapat pula disebut sebagai ilmu tentang bilangan dan angka. Dalam
pandangan formalis, matematika adalah penelaahan struktur abstrak yang
19
Hariwijaya, (2009), Meningkatkan Kecerdasan Matematika, Jakarta: Tugu
Publisher, hal. 29
20
J. Tombokan Runtukahu dan Selpius Kondou, (2014), Pembelajaran
Matematika Dasar Bagi Anak Berkesulitan Belajar, Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, hal. 28
Artinya:
Dari ayat diatas dapat disimpulkan bahwa Allah mengajarkan kita tentang
peredaran bulan dan matahari dapat digunakan untuk menetapkan bilangan tahun
mengetahui kebesaran-kebesaran-Nya.
menuntut ilmu :
: سسْلاللَصلﻰاللَعليَْسلن: عياﺒﻲُسيسﺓسضﻰاللَعيقل
)ويسلكﻄسيقايلتوسﻰفيَعلواسِلاللَلَﻄسيقاإلﻰالﺠٌﺔ (سْاٍوسلن
“Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w bersabda: Barang
siapa yang menempuh perjalanan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah akan
memudahkan jalannya menuju surga”. (H.R. Muslim)
Dari hadis diatas dijelaskan bahwa para pelaksana pendidikan baik yang
didik maupun yang terdidik tergolong dalam kelompok orang disediakan Allah
jalan menuju surga. Begitu pentingnya ilmu bagi manusia sehingga Allah telah
berpikir, logika, penalaran dan analisis yang baik bagi seseorang yang
dimulai dari anak tangga yang paling bawah agar dapat mencapai tangga yang
paling tinggi. Jika melompat dari anak tangga bawah ke anak tangga yang jauh di
atasnya resikonya adalah terjatuh. Begitu juga belajar matematika harus ditekuni
dan bertahap mulai dari matematika dasar sampai matematika tingkat perguruan
tinggi. Ilmunya saling berkaitan dan bertingkat antara materi yang satu dengan
yang lainnya.
b. Fungsi Matematika
akan turut mati jika tidak dikomunikasikan pada orang lain atau
dilihat atau dibaca orang lain dalam waktu dekat atau dalam waktu
mametika.22
c. Manfaat Matematika
Contoh :
konsep Probabilitas.
ledakan atom.
melukis mosaik.
22
J. Tombokan Runtukahu dan Selpius Kondou, [Link]., hal. 32
g. Dalam seni musik, barisan bilangan digunakan untuk merancang
alat musik.
dan Integral.
kehidupan sehari-hari.
Contoh :
hitungnya.
lain.
23
Hasratuddin, (2014), “Hakikat Matematika Dan Pembelajaran Matematika”,
Jurnal Pendidikan Matematika, Medan: UNIMED .
Manfaat matematika memang sangat banyak berpengaruh dalam
itu adalah suatu pelajaran pokok tentang ilmu berhitung sehingga ketika belajar
ekonomi, akuntansi, kimia, fisika, dan lainnya sudah lebih faham dan tidak terlalu
mengalami kesulitan. Jika tidak bisa pokoknya saja maka akan kesulitan dalam
disingkat CTL adalah konsep belajar yang membantu gutu mengaitkan antara
materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa
berbagai konteks dalam dan alur sekolah untuk memecahkan masalah yang
dan sumber belajar yang memadai. Guru bukan hanya menyampaikan materi
24
H. Asas Saefuddin, (2014), Pembelajaran Efektif, Bandung: PT Remaja
Rosdakarya, hal. 20
25
Jamil Suprihatiningrum, [Link], hal. 176.
Zahorik mengemukakan lima elemen yang harus diperhatikan dalam
keterlibatan peserta didik secara penuh untuk dapat menemukan hubungan antara
adalah proses belajar yang mendorong guru untuk menghubungkan antara materi
Contextual Teaching Learning (CTL) adalah konsep belajar yang membantu guru
mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan
26
Syafaruddin, dkk, (2016), Praktikum Pengalaman Lapangan, Medan: FITK
UINSU, hal. 58-59
27
Ibid, hal. 177
28
Suyadi, (2013), Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter, Bandung: PT
Raja Rosdakarya, hal. 81.
b. Karakteristik Pembelajaran Contextual Teaching and Learning
(CTL)
10. Laporan kepada orang tua bukan hanya rapor, tetapi hasil karya
lain-lain.29
(CTL)
29
H. Asas Saefuddin. [Link], hal 21
30
Wina sanjaya, (2013), Strategi Pembelajaran, Jakarta: Kencana, hal, 253
1. Konstruktivisme (contstruktivisme)
2. Menemukan (Inquiry)
Inquiry pada dasarnya adalah menyadari apa yang dialami. Metode inquiry
memberi peluang kepada peserta didik untuk terlibat aktif dalam proses
menemukan sendiri.
membelajarkan siswa secara aktif jika: a). Mampu menciptakan kondisi yang
benar, berarti: bangun dan ciptakan; b). Suasana yang positif antara guru dan
murid; c). Tentukan hasil sasaran, anggaplah kesalahan umpan balik; d). Ciptakan
lingkungan belajar yang menarik dan menyenangkan bagi anak; e). Presentasi
singkat dan benar; f). Berfikir kreatif; g). Eksperimenkan; h). Praktikkan; i).
3. Bertanya (Questioning)
kontekstual, awal dari pengetahuan, jantung dari pengetahuan, dan aspek penting
dari pembelajaran. Pengetahuan yang dimiliki seseorang, selalu dimulai dari
yang dihadapi; d). Membangkitkan respon kepada siswa; e). Mengetahui sejauh
mana keingintahuan siswa; f). Mengetahui hal-hal yang sudah diketahui siswa; g).
kerjasama dengan orang lain. Hasil belajar diperoleh dari sharing antar teman,
antar kelomok, dan antar mereka yang tahu kepada mereka yang belum tahu.
5. Pemodelan (Modeling)
aktivitas belajar.
6. Refleksi (Reflection)
Refleksi merupakan cara berfikir tentang sesuatu yang baru dipelajari atau
berfikir kebelakang tentang apa-apa yang sudah kita lakukan dimasa lalu. Refleksi
juga merupakan respon terhadap kejadian, aktivitas atau pengetahuan yang baru
diperolehnya hari itu; b). Catatan atau jurnal buku siswa; c). Kesan dan saran
siswa mengenai pelajaran hari itu; d). Diskusi; e). Hasil karya; f). Cara-cara lain
yang ditempuh guru untuk mengarahkan siswa kepada pemahaman tentang materi
yang dipelajari.
kontekstual. Prinsip yang dipakai dalam penilaian serta ciri-ciri penilaian autentik
adalah sebagai berikut: a). Harus mengukur semua aspek pembelajaran: proses,
kinerja, dan produk; b). Dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran
berlangsung; c). Menggunakan berbagai cara dan berbagai sumber; d). Tes hanya
salah satu alat pengumpul data penilaian; e). Tugas-tugas yang diberikan kepada
siswa harus mencerminkan bagian-bagian kehidupan siswa yang nyata setiap hari,
mereka harus dapat menceritakan pengalaman atau kegiatan yang mereka lakukan
setiap hari; f). Penilaian harus menekankan kedalaman pengetahuan dan keahlian
siswa.
(Authentic Assessment).
(CTL)
(CTL) yang harus dilakukan oleh seorang guru adalah sebagai berikut:
1. Pendahuluan
akan dipelajari.
siswa.
laboratorium komputer.
2. Inti
a. Di lapangan
b. Di dalam kelas
kelompoknya masing-masing.
2. Siswa melaporkan hasil diskusi.
c. Penutup
(CTL)
1. Saling Bergantung
peserta didik berkeyakinan bahwa belajar merupakan aspek yang esensial bagi
2. Perbedaan
dalam belajar yang dapat mengonstruksi minat peserta didik untuk belajar mandiri
dalam konteks tim dengan mengkorelasikan bahan ajar dengan kehidupan nyata,
31
Ibid, hal. 255
3. Penguatan Diri
tanggung jawab atas keputusan dan perilaku sendiri, menilai alternatif, membuat
4. Penilaian Diri
1. Kelebihan
bersama-sama.
32
H. Asis Saefuddin, [Link], hal. 22
b. Pembelajaran kontekstual mampu mendorong peserta didik untuk
hari.
2. Kelemahan
a. CTL membutuhkan waktu yang lama bagi peserta didik untuk bisa
dasar ini, agar menemukan hubungan yang tepat, sering kali peserta
33
Isriani Hardini dan Dewi Puspita, (2012), Strategi Pembelajaran Terpadu,
Yogyakarta: Familia, hal.106-107.
B. Penelitian yang Relevan:
matematika melalui Metode CTL dan media benda Konkrit pada siswa
dalam penerapan Pendekatan Metode CTL dan media benda Konkrit (3)
terdiri dari dua siklus, tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu
tehnik deskriptif interaktif yang terdiri dari tiga komponen analisis yaitu
Negeri I Simo, yaitu ditandai dengan: Siswa kelas III sebanyak 42 anak
siswa yang minatnya diatas 60% setelah tindakan menjadi 100%. (2)
siswa kurang, dan masih kurangnya minat belajar siswa kelas III SDN I
dan kompetensi dasar yang akan dipelajari oleh siswa, (2) memahami latar
belakang.
tindakan kelas. Subyek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V SDN
wawancara dan tes. Teknik analisis data yang digunakan dilakukan dengan
57,5% dan pada siklus II menjadi 81,3%. 2). Perasaan Senang sebelum
tindakan 25% pada siklus I meningkat menjadi 65% dan pada siklus II
menjadi 81,8%. 3). Rajin dan Tekun belajar sebelum tindakan 20%, pada
siklus I meningkat menjadi 56,8% dan pada siklus II menjadi 84,3% . 4).
belajar IPA diperkuat dengan dengan hasil belajar yaitu sebelum tindakan
ratarata nilai kelas sebesar 25%, yang mencapai KKM pada pra siklus
meningkatkan minat belajar IPA tentang gaya pada siswa kelas V SDN
C. Kerangka Berpikir
Belajar merupakan kunci yang paling vital dalam setiap usaha usaha
Sebagai suatu proses, belajar hampir selalu mendapat tempat yang luas dalam
berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan upaya pendidikan. Belajar juga
sebagai bentuk dari perubahan yang dimana didalam prosesnya mampu merubah
setiap insan manusia menjadi seseorang yang tadinya belum mengetahui menjadi
mengetahui, dari yang belum bisa menjadi bisa, dan dari yang tidak mengerti
menjadi lebih mengerti. Hal ini membuktikan proses belajar dapat mendidik
yang terkandung dalam belajar. Belajar sebagai proses peserta didik dalam
faktor, diantaranya faktor strategi pembelajaran atau tehnik mengajar guru. Guru
jenuh dalam pembelajaran. Guru dapat mengaitkan materi yang terdapat dalam
kurikulum dengan kondisi lingkungan atau sesuai dengan dunia nyata sehungga
siswa merasa pembelajaran menjadi lebih bermakna atau memiliki manfaat dalam
kehidupan sehari-hari.
dapat mengajarkan peserta didik untuk mengerti akan makna belajar, manfaat
bahwa apa yang telah dipelajari sangat berguna bagi kehidupan mereka.
harus selalu diseimbangkan antara materi ajar dengan strategi pembelajaran yang
akan digunakan, kedua hal tersebut harus saling disesuaikan agar mencapai tujuan
pembelajaran.
akan disampaikan dengan kenyataan atau kehidupan sehari-hari, hal ini akan
and learning merupakan strategi pembelajaran yang tepat dan baik yang dapat
Teaching and Learning (CTL) terhadap minat belajar matematika yang secara
Gambar 2.1
terhadap variabel Y (variabel terikat), maka dapat diartikan variabel bebas adalah
Dengan bahasa lain yang lebih mudah, variabel bebas yaitu faktor-faktor yang
nantinya akan diukur, dipilih, dan dimanipulasi oleh peneliti untuk melihat
hubungan di antara fenomena atau peristiwa yang diteliti atau diamati . Dan
terikat merupakan faktor-faktor yang diamati dan diukur oleh peneliti dalam
sebuah penelitian, untuk menentukan ada tidaknya pengaruh dari variabel bebas.
Dalam sebuah desain penelitian, seorang peneliti harus mengetahui secara pasti,
apakah ada faktor yang muncul, ataukah tidak muncul, atau berubah seperti yang
X Y
Gambar 2.2
Keterangan :
D. Hipotesis Penelitian
34
A. Muri Yusuf, (2017), Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan
Penelitian Gabungan, Jakarta: Kencana, hal. 134
35
Suyadi, [Link], hal. 83
dalam bentuk pertanyaan. Dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan
baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta
penelitian, yaitu hipotesis nol dan hipotesis alternatif. Hipotesis nol disingkat
dengan H0, hipotesis ini adalah hipotesis yang menyatakan tidak ada hubungan
atau tidak ada pengaruh antara suatu variabel dengan variabel lainnya. Hipotesis
alternatif disingkat dengan Ha, hipotesis ini menyatakan adanya hubungan antara
belajar siswa pada mata pelajaran Matematika, maka hipotesis yang digunakan
36
Ibid, hal. 130-131
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
siswa di kelas X MAS Proyek UNIVA Medan T.P. 2017/2018. Oleh karena itu,
atau tidak ada design dengan one-shot case study, yaitu hanya satu kelas yang
1. Tempat Penelitian
2. Waktu Penelitian
Maret 2018, dan dilanjutkan dengan penelitian pada tanggal 01 Agustus s/d
10 Agustus 2018.
C. Populasi dan Sampel
1. Populasi
sekelompok objek yang lengkap dan jelas.37 Sedangkan sampel adalah bagian
Berdasarkan uraian tersebut maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini
2. Sampel
semua sampel untuk mewakili populasi yang ada untuk mempermudah dalam
memperoleh data yang konkrit dan relevan dari sampel yang ada. Melalui
Simple Random Sampling, sampel yang terpilih 1 kelas yaitu kelas X MIPA 1
membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia
37
Husaini Usman dan Purnomo Setiadi Akbar, (2010), Pengantar Statistika,
Jakarta: Bumi Aksara, h. 181
38
Ibid. h.118
2. Minat Belajar Matematika Siswa (variabel Y)
seseorang aktif dari suatu kegiatan. Minat timbul karena ada perasaan senang
siswa pada mata pelajaran, dan keterlibatan siswa selama mengikuti pelajaran.
E. Instrumen Penelitian
pada pelajaran dan keterlibatan siswa. Angket yang digunakan berbentuk ceklist
dengan Skala Likert lima poin. Menurut Sugiyono, Skala Likert digunakan untuk
mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang
1. Studi pustaka
Studi pustaka merupakan kegiatan yang diwajibkan dalam penelitian,
kepustakaan dilakukan oleh peneliti dengan tujuan yang utama yaitu mencari
39
Sugiyono, (2013), Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Bandung:
Alfabeta, hal. 119
dasar pijakan atau pondasi untuk memperoleh dan membangun landasan teori,
bidangnya.40
2. Observasi
3. Dokumentasi
film, memo, surat, diari, rekaman kasus klinis, dan sejenisnya yang dapat
matematika.
40
Sukardi, (2005),Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta: PT. Bumi Aksara,
hlm. 33-34.
41
Mardianto, (2012), Psikologi Pendidikan, Medan: Perdana Publishing, hal. 6
42
Rulam Ahmadi, (2014), Metodologi Penelitian Kualitatif, Yogyakarta: Ar-
Ruzz Media, hal. 86
4. Angket
siswa kelas X MIPA 1 MAS Proyek UNIVA Medan yang peneliti jadikan
sampel dalam penelitian ini dan sampel diambil dari banyaknya siswa, yaitu
30 orang.
P= x 100% 43
Keterangan:
N = Banyaknya siswa
1. Uji Validitas
maka perlu diuji dengan uji korelitas antar skor (nilai) tiap butir pertanyaan
dengan skor total kuisioner tersebut. Adapun pengujian validitas ini dilakukan
secara two tailed dikarenakan nilai hasil tidak memiliki acuan arah.
43
Ibid. hal. 90
Rumus yang digunakan dalam uji validitas ini adalah:
∑ (∑ )(∑ )
44
√* ∑ +* ∑ (∑ ) +
dengan penjelasan:
N = Banyaknya responden
perhitungan dengan tabel harga kritik r product moment, dikatakan valid jika
2. Uji Reliabilitas
menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur dapat dipercaya dan diandalkan. 45
Hal ini berarti menunjukkan sejauh mana alat pengukur dikatakan konsisten
jika dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama,
rumus yang digunakan yaitu rumus alfa cronbach. Rumusnya adalah sebagai
berikut:
∑
[ ][ ] 46
44
Sugiyono [Link], hal. 121.
45
Syaukani, (2015) Metodologi Penelitian, Medan: Perdana Publishing, hal. 101.
46
Ibid, hal. 102.
Di mana rumus σ2 adalah sebagai berikut:
∑
∑ ( )
47
Dengan:
= reliabilitas instrumen
= varians total
47
Ibid, hal.103.
48
Sukardi, [Link], hlm. 69.
statistik deksriptif yang meliputi tabel frekuensi, grafik, ukuran pemusatan
sebagai berikut:49
X
X
N
2. Menghitung standar deviasi
X X
2
SD
N
N
Dimana:
SD = standar deviasi
X
2
X X
Z 1
1
S 50
49
Indra Jaya dan Artdat, (2013), Penerapan Statistik Untuk Pendidikan,
Bandung: Perdana Mulya Sarana, hal. 83
Dimana:
X rata-rata sampel
b. Menghitung Peluang
S z 1
H L L
Dengan criteria 0 ditolak jika 0
4. Uji Homogenitas
Fhitung = 51
Fhitung dengan nilai Ftabel. Kriterianya adalah jika Fhitung < Ftabel maka Ho
50
Ibid, hal. 252
51
Indra Jaya dan Ardat, [Link], hal.261
5. Uji Hipotesis
dilakukan dengan uji hipotesis. Hipotesis yang diuji dalam penelitian ini
Ho : 1= 2
Ha : 1 2
keterangan:
52
Indra Jaya dan Ardat, [Link], hal 117
BAB IV
HASIL PENELITIAN
1. Identitas Sekolah
NPSN : 60728319
NSS : 131212710018
Desa/Kelurahan : Harjosari
Telepon : 061-7878606
Daerah : Perkotaan
Akreditas : B
Guru Agama (PGA) Al Washliyah yang menjadi tempat menempa para calon
guru gama Islam yang professional di bidangnya. Seiring perubahan zaman dan
Aliyah Proyek UNIVA Medan (sering disebut aliyah Ex PGA) yang memiliki
tidak hanya jurusan Ilmu-ilmu Agama, tetapi juga jurusan umum yaitu Jurusan
Biologi dan Jurusan Sosial. Kemudian di tahun 1997 hingga sekarang, sesuan
SKB Tiga Menteri, memiliki Jurusan IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), Jurusan IPS
(Ilmu Pengetahuan Sosial) dan Jurusan IPB (Ilmu Pengetahuan Bahasa) berstatus
diakui. Madrasah terus memacu prestasi siswa dalam belajar dan berkreativitas
bahasa Inggris dan bahasa Arab di luar jam belajar formal untuk mempercepat
diberlakukan. Dan saat ini Madrasah telah memiliki satu laboratorium komputer
jaringan/LAN dan tidak ketinggalan fasilitas jaringan Internet sekolah full time
serta didukung dengan ruangan full AC yang diperoleh dari Diknas Pusat sebagai
pentingnya adalah laboratorium sains yang meliputi Fisika, Kimia dan Biologi
dengan beragam kelengkapan praktek dan uji coba. Siswa juga diberi fasilitas
Perpustakaan dengan jumlah buku hampir 5.000 eksemplar dari sekitar 600 judul
yang meliputi ilmu murni dan terapan seperti ensiklopedi, bahasa, kamus,
pengadaannya. Bahkan siswa difasilitasi sarana olah raga yang memadai untuk
membina kesehatan sekaligus memupuk bakat siswa dalam bidang olah raga bela
VISI : Berprestasi dalam ilmu dan keterampilan, berakhlak mulia serta mampu
3. Kurikulum
Proyek UNIVA Medan yaitu menggunakan kurikulum 2013 (k 13) yang telah
disempurnakan.
4. Keadaan Tenaga Pengajar, Staf TU dan Penjaga Sekolah
a. Tenaga Pengajar
Tabel 4.1
Keadaan Tenaga Pengajar MAS Proyek UNIVA Medan
No Nama Jenis Pendidikan [Link]
kelamin
1. Rodiah, ST, [Link] P S1 Fisika
2. Tukini, [Link] P S1 Matematika
3. Daud Alasta Selian, [Link] L S1 Penjas
3. Sjaratno, SE, [Link] L S1 [Link]
4. Rendi Saputra, ST, [Link] L S1 TIK
5. Mukhlisin, [Link] L S2 PKN
6. Sriyani, [Link] P S1 Sosiologi
7. M. Taslim, [Link] L S1 Geografi
8. M. Rahim, [Link].I L S1 Qiraat
9. Khairani, [Link].I P S1 [Link]/Qiraat
10. Abdi Prayoga, SS L S1 [Link]
11. Riswan, [Link] L S1 [Link]
12. Yayuk Syafriani, SE, [Link] P S1 Ekonomi
13. Maysarani Harahap, [Link] P S1 Kimia
14. Siti Nurbaiti, [Link] P S1 TIK
15. Nazli Ramadhani, [Link].I P S1 [Link]
16. Hafni Andriani Harahap, [Link] P S1 Biologi
17. Nurhamidah, [Link].I P S1 Akhlak
18. Abdussalam, [Link].I L S1 SKI
19. Muhyuddin NST, [Link].I L S1 HIH
20. Novantri Herdi, SH.I P S1 Fiqih
21. Wahyu Saputra, [Link].I L S1 MM
22. Lastari, [Link].I P S1 TIT
23. M. Ridwan, [Link] L S1 Geografi
24. Nurhajijah, [Link] P S1 [Link]
25. Drs. Amir Hamzah Ritonga L S1 [Link]
26. Ir. Sukamto, MM, MP L S3 MM
27. Dra. Khadijah Pasaribu, [Link] P S1 [Link]
28. Ir. Awaluddin S, SS, [Link], [Link] L S3 SNSU
29. Dra. Hj. Raisun Lubis P S1 Fiqih
30. Drs. H. Kamal M Harahap L S1 Convers
31. Sabturia, [Link] P S1 KE AW
32. Drs. H. Ahmad Yani L S1 [Link]
Tabel 4.2
Keadaan Staf TU MAS Proyek UNIVA Medan
No Tenaga Tata Usaha Jumlah Staf TU
1. Tata Usaha Tetap 3 orang
Jumlah 3 orang
Tabel 4.3
Keadaan Penjaga Sekolah MAS Proyek UNIVA Medan
No Tenaga Penjaga Jumlah Staf TU
1. Satpam 3 orang
Jumlah 3 orang
b. Siswa
Jumlah siswa MAS Proyek UNIVA Medan adalah sebanyak siswa. Yang
terdiri dari kelas X sebanyak siswa 119, kelas XI sebanyak 50 siswa, dan kelas
XII sebanyak 65 siswa. Untuk memperjelas pernyataan diatas, maka dapat dilihat
Tabel 4.4
Keadaan siswa MAS Proyek UNIVA Medan berdasarkan jenis kekamin
No Kelas Jenis Kelamin Jumlah
L P
1. Kelas X 46 73 119
2. Kelas XI 21 29 50
3. Kelas XII 30 35 65
Jumlah 234
5. Sarana dan Prasarana
Medan.
Tabel 4.5
Sarana dan prasarana MAS Proyek UNIVA Medan menurut kondisinya
No Jenis Fasilitas Jumlah Kondisi
A. Administrasi
1. Ruang Kepala Sekolah 1 ruang Baik
2. Ruang Guru 1 ruang Baik
3. Ruang Pelayanan Administrasi 1 ruang Baik
B. Kegiatan Belajar
1. Ruang Kelas 8 ruang Baik
2. Ruang LAB Fisikia/Kimia/Biologi 1 ruang Baik
3. Ruang LAB Bahasa 1 ruang Baik
4. Ruang Praktek Komputer 1 ruang Baik
C. Penunjang Pendidika
1. Ruang Perpustakaan 1 ruang Baik
2. Ruang Ibadah 1 ruang Baik
D. Penunjang Lainnya
1. Ruang Toilet 4 ruang Baik
2. Ruang Gudang 1 ruang Baik
Tabel 4.6
Statistik CTL
N 30
∑ 2074
∑ 4301476
Sd 21,5
Varian 4,63
Mean 69
Keterangan: Siswa yang diajarkan dengan menggunakan strategi pembelajaran
CTL terhadap minat belajar matematika siswa di MAS Proyek UNIVA Medan.
Minat siswa diukur oleh empat indikator yaitu: 1). Perhatian siswa ketika
guru menjelaskan, 2). Perasaan senang siswa ketika memgikuti pembelajaran, 3).
Tabel 4.7
Tabel Indikator Minat
Variabel Indikator Sub Indikator Skala
Pengukuran
Minat Perasaan c. Berhubungan dengan perasaan Likert lima
Belajar Senang senang siswa terhadap metode Poin:
yang digunakan guru dalam Sangat Baik
belajar matematika =5
d. Berhubungan dengan siswa
bersemangat selama mengikuti Baik = 4
pelajaran matematika
Perhatian c. Berhubungan dengan fokus Kurang Baik
siswa selama mengikuti =3
pelajaran matematika
d. Berhubungan dengan siswa Tidak Baik =
mengikuti dengan seksama 2
petunjuk guru
Ketertarikan c. Berhubungan dengan rasa Sangat tidak
ingin tahu siswa saat Baik = 1
mengikuti pembelajaran
matematika
d. Berhbungan dengan
penerimaan siswa saat diberi
tugas/PR oleh guru.
Keterlibatan c. Berhubungan dengan kesadaran
siswa tentang belajar di rurmah
d. Berhubungan dengan kegiatan
siswa setelah dan sebelum
masuk sekolah
Setelah diperoleh data dari hasil angket, kemudian data tersebut diolah
P= x 100%
Keterangan:
N = Banyaknya siswa
Tabel 4.8
Frekuensi Pernyataan Siswa dalam Menjawab Item Pernyataan No.1
Alternatif Jawaban Frekuensi Persen (%)
Sangat Baik 18 60%
Baik 8 26%
Kurang Baik 3 10%
Tidak Baik 0 0%
Sangat Tidak Baik 1 3%
Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa setiap siswa yang aktif dan
pembelajaran CTL diperoleh bahwa siswa yang menjawab sangat baik sebanyak
18 orang atau 60%, yang menjawab baik sebanyak 8 orang atau 26%, yang
menjawab kurang baik sebanyak 2 orang atau 10%, yang menjawab tidak baik
sebanyak 0 orang atau 0%, dan yang menjawab sangat tidak baik sebanyak 0
oarang atau 0%. Hai ini berarti secara keseluruhan 60% siswa saat mengikuti
Tabel 4.9
Frekuensi Pernyataan Siswa dalam Menjawab Item Pernyataan No.2
Alternatif Jawaban Frekuensi Persen (%)
Sangat Baik 10 30%
Baik 18 60%
Kurang Baik 2 10%
Tidak Baik 0 0%
Sangat Tidak Baik 0 0%
bahwa: jumlah siswa yang menjawab sangat baik sebanyak 10 orang atau sebesar
30%, yang menjawab baik sebanyak 18 orang atau 60%, yang menjawab kurang
baik sebanyak 2 orang atau 10%, yang menjawab tidak baik dan sangat tidak
baik sebanyak 0 orang atau 0%. Hal ini berarti secara keseluruhan 60 % siswa
Tabel 4.10
Frekuensi Pernyataan Siswa dalam Menjawab Item Pernyataan No.3
Alternatif Jawaban Frekuensi Persen (%)
Sangat Baik 6 20%
Baik 17 57%
Kurang Baik 7 23%
Tidak Baik 0 0%
Sangat Tidak Baik 0 0%
matematika dengan sangat senang diperoleh: siswa yang menjawab sangat baik
sebanyak 6 orang atau sebesar 20%, siswa yang menjawab baik sebanyak 17
orang atau 57%, siswa yang menjawab kurang baik sebanyak 7 orang atau 23%,
siswa yang menjawab tidak baik dan sangat tidak baik sebanyak 0 orang atau
0%. Hal ini berarti secara keseluruhan 57% siswa memiliki perasaan senang saat
mengikuti pelajaran.
Tabel 4.11
Frekuensi Pernyataan Siswa dalam Menjawab Item Pernyataan No.4
Alternatif Jawaban Frekuensi Persen (%)
Sangat Baik 8 27%
Baik 19 63%
Kurang Baik 2 7%
Tidak Baik 1 3%
Sangat Tidak Baik 0 0%
yang menjawab sangat baik sebanyak 8 orang atau 27%, siswa yang menjawab
baik sebanyak 19 oarang atau 63%, siswa yang menjawab kurang baik sebanyak
2 orang atau 10%, yang menjawab tidak baik sebanyak 1 orang atau 3%, dan
yang menjawab sangat tidak baik sebanyak 0 orang atau 0%. Hai ini berarti
Tabel 4.12
Frekuensi Pernyataan Siswa dalam Menjawab Item Pernyataan No.5
Alternatif Jawaban Frekuensi Persen (%)
Sangat Baik 4 13%
Baik 0 0%
Kurang Baik 6 20%
Tidak Baik 14 47%
Sangat Tidak Baik 6 20%
disampaikan guru diperoleh: siswa yang menjawab sangat baik sebanyak 4 orang
atau sebesar 13%, siswa yang menjawab baik sebanyak 0 orang atau 0%, siswa
yang menjawab kurang baik sebanyak 6 orang atau 20%, siswa yang menjawab
tidak baik sebanyak 14 orang atau 47%, dan sangat tidak baik sebanyak 6 orang
atau 20%. Hal ini berarti 14% siswa tidak mencatat materi yang disampaikan
guru.
Tabel 4.13
Frekuensi Pernyataan Siswa dalam Menjawab Item Pernyataan No.6
Alternatif Jawaban Frekuensi Persen (%)
Sangat Baik 14 47%
Baik 12 40%
Kurang Baik 4 13%
Tidak Baik 0 0%
Sangat Tidak Baik 0 0%
saat menjelaskan materi diperoleh: siswa yang menjawab sangat baik sebanyak
14 orang atau 47%, siswa yang menjawab baik sebanyak 12 oarang atau 40%,
siswa yang menjawab kurang baik sebanyak 4 orang atau 13%, siswa yang
menjawab tidak baik dan sangat tidak baik sebanyak 0 orang atau 0%. Hai ini
berarti secara keseluruhan 47% siswa saat mengikuti pelajaran matematika semua
Tabel 4.14
Frekuensi Pernyataan Siswa dalam Menjawab Item Pernyataan No.7
Alternatif Jawaban Frekuensi Persen (%)
Sangat Baik 2 7%
Baik 8 27%
Kurang Baik 8 27%
Tidak Baik 8 27%
Sangat Tidak Baik 4 13%
Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan siswa yang kurang aktif ketika
baik sebanyak 14 orang atau 47%, siswa yang menjawab baik sebanyak 12
oarang atau 40%, siswa yang menjawab kurang baik sebanyak 4 orang atau 13%,
siswa yang menjawab tidak baik dan sangat tidak baik sebanyak 0 orang atau
0%. Hai ini berarti secara keseluruhan 47% siswa saat mengikuti pelajaran
Tabel 4.15
Frekuensi Pernyataan Siswa dalam Menjawab Item Pernyataan No.8
Alternatif Jawaban Frekuensi Persen (%)
Sangat Baik 8 27%
Baik 13 43%
Kurang Baik 5 17%
Tidak Baik 2 7%
Sangat Tidak Baik 1 3%
tentang materi diperoleh: siswa yang menjawab sangat baik sebanyak 8 orang
atau 27%, siswa yang menjawab baik sebanyak 13 orang atau 43%, siswa yang
menjawab kurang baik sebanyak 5 orang atau 17%, siswa yang menjawab tidak
s baik sebanyak 2 orang atau 7% dan sangat tidak baik sebanyak 1 orang atau
3%. Secara keseluruhan 43% siswa mejawab setuju, hal ini berarti siswa aktif
orang atau 27%, siswa yang menjawab baik sebanyak 13 orang atau 43%, siswa
yang menjawab kurang baik sebanyak 5 orang atau 17%, siswa yang menjawab
tidak baik sebanyak 2 orang atau 7% dan sangat tidak baik sebanyak 1 orang
atau 3%. Secara keseluruhan 43% siswa mejawab setuju, hal ini berarti siswa
Kelompok
Tabel 4.17
Frekuensi Pernyataan Siswa dalam Menjawab Item Pernyataan No.10
Alternatif Jawaban Frekuensi Persen (%)
Sangat Baik 1 3%
Baik 4 13%
Kurang Baik 13 43%
Tidak Baik 9 30%
Sangat Tidak Baik 3 10%
berbicara dengan teman diluar pelajaran diperoleh: siswa yang menjawab sangat
baik sebanyak 1 orang atau 3%, siswa yang menjawab baik sebanyak 4 orang
atau 13%, siswa yang menjawab kurang baik sebanyak 13 orang atau 43%, siswa
yang menjawab tidak baik sebanyak 9 orang atau 30% dan sangat tidak baik
sebanyak 3 orang atau 30%. Secara keseluruhan 13% siswa menjawab netral, hal
baik sebanyak 5 orang atau 17%, siswa yang menjawab baik sebanyak 16 orang
atau 53%, siswa yang menjawab kurang baik sebanyak 5 orang atau 17%, siswa
yang menjawab tidak baik sebanyak 2 orang atau 7% dan sangat tidak baik
sebanyak 2 orang atau 7%. Secara keseluruhan 16% siswa menjawab setuju, hal
Tabel 4.19
Frekuensi Pernyataan Siswa dalam Menjawab Item Pernyataan No.12
Alternatif Jawaban Frekuensi Persen (%)
Sangat Baik 1 3%
Baik 16 53%
Kurang Baik 12 40%
Tidak Baik 1 3%
Sangat Tidak Baik 0 0%
yang diberikan guru diperoleh: siswa yang menjawab sangat baik sebanyak 1
orang atau 3%, siswa yang menjawab baik sebanyak 16 orang atau 53%, siswa
yang menjawab kurang baik sebanyak 12 orang atau 40%, siswa yang menjawab
tidak baik sebanyak 1 orang atau 3% dan sangat tidak baik sebanyak 0 orang
atau 0%. Secara keseluruhan 16% siswa menjawab setuju, hal ini berarti siswa
Tabel 4.20
Frekuensi Pernyataan Siswa dalam Menjawab Item Pernyataan No.13
Alternatif Jawaban Frekuensi Persen (%)
Sangat Baik 0 0%
Baik 2 7%
Kurang Baik 10 33%
Tidak Baik 16 53%
Sangat Tidak Baik 2 7%
sebanyak 0 orang atau 0%, siswa yang menjawab baik sebanyak 2 orang atau 2%,
siswa yang menjawab kurang baik sebanyak 10 orang atau 33%, siswa yang
menjawab tidak baik sebanyak 16 orang atau 53% dan sangat tidak baik
sebanyak 2 orang atau 7%. Secara keseluruhan 16% siswa menjawab tidak setuju,
hal ini berarti siswa ketika mengerjakan soal tidak mencontek dengan temannya.
Bertanya
Tabel 4.21
Frekuensi Pernyataan Siswa dalam Menjawab Item Pernyataan No.14
Alternatif Jawaban Frekuensi Persen (%)
Sangat Baik 7 23%
Baik 9 30%
Kurang Baik 12 40%
Tidak Baik 2 3%
Sangat Tidak Baik 0 0%
dalam memahami materi siswa bertanya, diperoleh: siswa yang menjawab sangat
baik sebanyak 7 orang atau 23%, siswa yang menjawab baik sebanyak 9 orang
atau 30%, siswa yang menjawab kurang baik sebanyak 12 orang atau 40%, siswa
yang menjawab tidak baik sebanyak 2 orang atau 3% dan sangat tidak baik
sebanyak 0 orang atau 0%. Secara keseluruhan 40% siswa menjawab netral, hal
memahami materi.
Tabel 4.22
Frekuensi Pernyataan Siswa dalam Menjawab Item Pernyataan No.15
Alternatif Jawaban Frekuensi Persen (%)
Sangat Baik 15 50%
Baik 10 33%
Kurang Baik 5 17%
Tidak Baik 0 0%
Sangat Tidak Baik 0 0%
siswa mengerti diperoleh: siswa yang menjawab sangat baik sebanyak 15 orang
atau 50%, siswa yang menjawab baik sebanyak 10 orang atau 33%, siswa yang
menjawab kurang baik sebanyak 5 orang atau 17%, siswa yang menjawab tidak
baik dan sangat tidak baik sebanyak 0 orang atau 0%. Secara keseluruhan 50%
siswa menjawab sangat setuju, hal ini berarti semua siswa mengikuti arahan yang
Tabel 4.23
Frekuensi Pernyataan Siswa dalam Menjawab Item Pernyataan No.16
Alternatif Jawaban Frekuensi Persen (%)
Sangat Baik 12 40%
Baik 10 33%
Kurang Baik 8 27%
Tidak Baik 0 0%
Sangat Tidak Baik 0 0%
membuka tanya jawab, diperoleh: siswa yang menjawab sangat baik sebanyak 12
orang atau 40%, siswa yang menjawab baik sebanyak 10 orang atau 33%, siswa
yang menjawab kurang baik sebanyak 8 orang atau 27%, siswa yang menjawab
tidak baik dan sangat tidak baik sebanyak 0 orang atau 0%. Secara keseluruhan
40% siswa menjawab sangat setuju, hal ini berarti siswa menyukai ketika guru
Tabel 4.24
Frekuensi Pernyataan Siswa dalam Menjawab Item Pernyataan No.17
Alternatif Jawaban Frekuensi Persen (%)
Sangat Baik 13 43%
Baik 9 30%
Kurang Baik 6 20%
Tidak Baik 2 7%
Sangat Tidak Baik 0 0%
baik, diperoleh: siswa yang menjawab sangat baik sebanyak 13 orang atau 43%,
siswa yang menjawab baik sebanyak 9 orang atau 30%, siswa yang menjawab
kurang baik sebanyak 6 orang atau 20%, siswa yang menjawab tidak baik
sebanyak 2 atau 7% dan sangat tidak baik sebanyak 0 orang atau 0%. Secara
keseluruhan 43% siswa menjawab sangat setuju, hal ini berarti siswa selalu
Tabel 4.25
Frekuensi Pernyataan Siswa dalam Menjawab Item Pernyataan No.18
Alternatif Jawaban Frekuensi Persen (%)
Sangat Baik 0 0%
Baik 0 0%
Kurang Baik 5 17%
Tidak Baik 10 33%
Sangat Tidak Baik 15 50%
kelompok, diperoleh: siswa yang menjawab sangat baik sebanyak 0 orang atau
0%, siswa yang menjawab baik sebanyak 0 orang atau 0%, siswa yang menjawab
kurang baik sebanyak 5 orang atau 17%, siswa yang menjawab tidak baik
sebanyak 10 atau 33% dan sangat tidak baik sebanyak 15 orang atau 50%.
Secara keseluruhan 50% siswa menjawab sangat tidak setuju, hal ini berarti siswa
Tabel 4.26
Frekuensi Pernyataan Siswa dalam Menjawab Item Pernyataan No.19
Alternatif Jawaban Frekuensi Persen (%)
Sangat Baik 0 0%
Baik 0 0%
Kurang Baik 4 13%
Tidak Baik 10 33%
Sangat Tidak Baik 16 53%
orang atau 0%, siswa yang menjawab baik sebanyak 0 orang atau 0%, siswa yang
menjawab kurang baik sebanyak 4 orang atau 13%, siswa yang menjawab tidak
baik sebanyak 10 atau 33% dan sangat tidak baik sebanyak 16 orang atau 53%.
Secara keseluruhan 53% siswa menjawab sangat tidak setuju, hal ini berarti siswa
Tabel 4.27
Frekuensi Pernyataan Siswa dalam Menjawab Item Pernyataan No.20
Alternatif Jawaban Frekuensi Persen (%)
Sangat Baik 17 57%
Baik 9 30%
Kurang Baik 8 27%
Tidak Baik 0 0%
Sangat Tidak Baik 0 0%
pemikiran bila tidak diminta guru, diperoleh: siswa yang menjawab sangat baik
sebanyak 17 orang atau 57%, siswa yang menjawab baik sebanyak 9 orang atau
30%, siswa yang menjawab kurang baik sebanyak 8 orang atau 27%, siswa yang
menjawab tidak baik sebanyak 0 atau 0% dan sangat tidak baik sebanyak 0
orang atau 0%. Secara keseluruhan 57% siswa menjawab sangat setuju, hal ini
Tabel 4.28
Persentasi Jawaban Responden Berdasarkan Indikator Minat Belar
Indikator Persentasi
Perhatian Siswa 56%
Perasaan Senang 76%
Ketertaikan Siswa Pada Pelajaran 84%
Keterlibatan Siswa 42%
2. Pengujian Persyaratan Analisis
dilakukan uji persyaratan data meliputi: Pertama, bahwa data bersumber dari
sampel yang dipilih secara acak (diundi). Kedua, sampel berasal dari populasi
diuji hipotesis nol bahwa sampel berasal dari populasi berdistribusi normal
ketentuan Jika L-hitung< L-tabel maka sebaran data memiliki distribusi normal.
Tetapi jika L-hitung> L-tabel maka sebaran data tidak berdistribusi normal.
matematika siswa diperoleh nilai L-hitung = 0,137 dengan nilai L-tabel = 0,161.
Karena L-hitung< L-tabel yakni 0,137 < 0,161 maka dapat disimpulkan hipotesis
pada lampiarn 3. Dari hasil perhitungan Fhitung diperoleh nilai lebih kecil
sebagai berikut:
matematika siswa
Ha : Ada pengaruh strategi pembelajaran CTL minat belajar belajar
matematika siswa
Maka hasil perhitungan menunjukkan nilai Fhitung = 1,37 dan nilai Ftabel
= 1,875. Berdasarkan kedua data tersebut diketahui bahwa Fhitung < Ftabel yaitu
1,37 < 1,875. Maka dapat disimpulkan bahwa varians data adalah homogen.
c. Uji Hipotesis
Berdasarkan kriteria pengujian dua pihak jika – ttabel < thitung > + ttabel maka Ho
yaitu -2,042 < 33 > 2,042, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan
Teaching and Learning (CTL) terhadap minat belajar matematika siswa dikelas X
MIPA 1 MAS Proyek Univa Medan T.P 2018/2019. Variabel ini yaitu minat
belajar matemtika siswa sebagai variabel terikat atau yang dipengarhuni dan
penelitian ini berupa nilai minat belajar matematika siswa yang diperoleh melalui
tes angket minat belajar, dalam penelitian ini menggunakan 20 butir pernyataan.
Sebelum angket minat belajar diujicobakan kepada siswa terlebih dahulu angket
minat belajar divalidasi untuk mengetahui apakah anket minat belajar layak atau
tidak digunakan. Uji coba tersebut dilaksanakan pada siswa kelas X MIPA 1 MAS
menekankan pada interaksi siswa dan mengaitkan materi dengan situasi dunia
nyata siswa serta mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang
siswa, kemudian siswa membuka buku paket dan guru menjelaskan materi yang
akan dibahas, bagi siswa yang memiliki kurang pemahaman terhadap materi maka
dipersilahkan untuk bertanya kepada guru. Seluruh siswa pun berdiskusi tentang
dari anggota kelompok yang mempunyai kemampuan lebih tinggi. Hal ini
pengaruh antara thitung dan ttabel, yang diperoleh dari perhitungan dengan pengujian
dua pihak jika –ttabel < thitung > + ttabel yaitu -2,042 < 33 > 2,042 sehingga dapat
and Learning (CTL) terhadap minat belajar matematika siswa kelas X MIPA 1
Besarnya pengaruh minat belajar siswa dapat dilihat dari indikator minat,
yaitu perasaan senang siswa, perhatian siswa, ketertarikan siswa pada pelajaran
1. Perhatian siswa
Terdapat beberapa item positif dan negatif tentang perhatian siswa yaitu
item pernyataan positif terdapat pada nomor 1,6,16,18 dan item pernyataan
negatif terdapat pada nomor 7 dan 20. Berdasarkan item pernyataan positif nomor
1 sebanyak 60% siswa atai 18 siswa yang aktif dan tidak malu bertanya pada saat
pelajaran. Pada item nomor 6 sebanyak 47% siswa atau 14 siswa yang
sebanyak 50% siswa atau 15 siswa yang mengikuti arahan guru agar siswa
mengerti tentang materi yang diajarkan, dan pada item no 18 sebanyak 43% siswa
atau 13 siswa yang selalu menyimak materi pelajaran dengan baik. Kemudian
pada item pernyataan negatif terdapat pada nomor 7 sebanyak 80% siswa atau 24
siswa yang menjawab tidak setuju, hal ini berarti siswa selalu aktif mengikuti
kegiatan belajar kelompok. Dan pada item nomor 20 sebanyak 53% siswa atau 16
siswayang menjawab sangat tidak baik, hal ini berarti siswa tidak merasa bosan
Terdapat beberapa item positif dan negatif tentang perhatian siswa yaitu
item pernyataan positif terdapat pada nomor 2,3,9,17 dan item pernyataan negatif
terdapat pada nomor 11. Berdasarkan item pernyataan positif nomor 2 sebanyak
60% siswa atai 18 siswa yang belajar matematika dengan semangat. Pada item
37% siswa atau 11 siswa yang tidak ribut ketika guru menjelaskan materi, dan
pada item no 17 sebanyak 40% siswa atau 12 siswa yang menyukai ketika guru
membuka tanya jawab. Kemudian pada item pernyataan negatif terdapat pada
nomor 11 sebanyak 43% siswa atau 13 siswa yang menjawa kurang baik, hal ini
berarti siswa terkadang berbicara dengan teman diluar materi ketika guru sedang
menjelaskan materi. Maka dapat disimulkan siswa memiliki perasaan senang saat
Terdapat beberapa item positif dan negatif tentang perhatian siswa yaitu
item pernyataan positif terdapat pada nomor 4,5,13 dan item pernyataan negatif
terdapat pada nomor 10 dan 14. Berdasarkan item pernyataan positif nomor 4
sebanyak 63% siswa atai 19 siswa yang bersemanagat belajar matematika. Pada
item nomor 5 sebanyak 47% siswa atau 14 siswa yang mencatat materi yang
disampaikan guru. Kemudian pada item nomor 13 sebanyak 53% siswa atau 16
siswa yang tertarik mengerjakan tugas yang diberikan guru. Kemudian pada item
pernyataan negatif terdapat pada nomor 10 sebanyak 43% siswa atau 13 siswa
yang menjawab sanat tidak baik, hal ini berarti siswa selalu aktif mengikuti
kegiatan belajar kelompok. Dan pada item nomor 20 sebanyak 53% siswa atau 16
siswayang menjawab sangat tidak baik, hal ini berarti siswa tidak mencontek
ketika mengerjakan soal latihan. Maka dapat disimpulkan siswa tertarik pada
pelajaran matematika.
4. Keterlibatan siswa
Terdapat beberapa item positif dan negatif tentang perhatian siswa yaitu
item pernyataan positif terdapat pada nomor 8,12,15 dan item pernyataan negatif
terdapat pada nomor 19. Berdasarkan item pernyataan positif nomor 8 sebanyak
43% siswa atai 13 siswa yang berdiskusi kelompok tentang materi yang dipelajari.
Pada item nomor 12 sebanyak 53% siswa atau 16 siswa yang berani
memahami materi maka siswa akan bertanya. Dan pada item nomor 19 sebanyak
50% siswa atau 15 siswa yang menjawab sangat tidak baik, hal ini berarti siswa
pentingnya memilih strategi pembelajaran yang dikuasai secara baik oleh calon
guru. Hal ini dikarenakan, pemilihan strategi pembelajaran yang tepat merupakan
belajar matematika siswa di kelas X MAS Proyek Univa Medan T.P 2018/2019.
BAB V
KESIMPULAN
A. Kesimpulan
sebagai berikut:
siswa aktif dari kegitan. Minat timbul karena ada indikator minat
menggunakan uji dua pihak –ttabel < thitung > + ttabel yaitu -2,042 < 33 >
B. Implikasi
merupakan suatu hal yang sangat penting. Untuk menerapkan suatu strategi
awasi siswa agar tidak bekerja sama dalam menjawab tes angket
minat.
Learning (CTL) masih cukup asing bagi guru maupun siswa, karena masih
dianggap sulit untuk diterapkan. Seharusnya bagi seorang guru harus mampu
meninggalkan kesan yang membosankan dan sulit bagi siswa. dari strategi
pembelajaran Contextuan Teaching and Learning (CTL) siswa menjadi lebih aktif
C. Saran
UNIVA Medan dan diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi semua guru
penelitian.
DAFTAR PUSTAKA
Nur, Suhaebah. 2014. Pengaruh Pengelolaan Kelas Terhadap Minat Belajar Pkn
Pada Peserta Didik di SMA I Polewali, Polewali: Jurnal UNASMAN
Roeckelein, Jon E. 2013. Kamus Psikologi Teori, Hukum dan Konsep. Jakarta:
Kencana.
Sobur, Alex. 2013. Psikologi Umum Dalam Lintasan Sejarah. Jawa Barat: CV
Pustaka Setia.
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Sukardi. 2005. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Suprihatiningrum, Jamil. 2013. Strategi Pembelajaran Teori dan Aplikasi
Jogjakarta: Ar-ruzz Media.
A. Identitas Sekolah
Nama Sekolah : MAS Proyek UNIVA Medan
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : X/1(satu)
Materi Pokok : Sistem Persamaan Linier Dua Variabel
Alokasi Waktu : 6 x 45 (tiga kali pertemuan)
B. Kompetensi Inti
K1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
K2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,
peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan
pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial
dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.
K3: Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah.
K4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
D. Tujuan Pembelajaran
Melalui pengamatan, tanya jawab, penugasan individu, diskusi
kelompok siswa dapat mengembangkan rasa ingin tahu dan tanggung
jawab dalam :
Pertemuan ke-1
1. Menunjukkan ingin tahu selama mengikuti proses pembelajaran.
2. Bertanggung jawab pada kelompoknya dalam menyelesaikan
tugasnya.
3. Menjelaskan tujuan pembelajaran SPLDV.
4. Menemukan konsep SPLDV.
5. Menentukan penyelesaian SPLDV dan grafiknya.
6. Menentukan himpunan penyelesaian SPLDV dengan grafik.
7. Menentukan himpunan penyelesaian SPLDV dengan metode
substitusi.
8. Menentukan himpunan SPLDV dengan metode eliminasi.
Pertemuan ke-2
F. Pelaksanaan Pembelajaran
Pendekatan Pembelajaran, Strategi Pembelajaran dan Metode
Pembelajaran:
1. Pendekatan Saintifik.
2. Strategi Pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL).
3. Metode Pembelajaran Diskusi Kelompok.
G. Sumber Belajar
Buku Teks Pelajaran Matematika kelas X. Buku referensi dan artikel,
Internet serta Buku pengayaan yang berkaitan dengan SPLDV.
H. Materi Ajar
1. Persamaan Linier Dua Variabel (PLDV)
a. Pengertian PLDV
Tentunya anda masih ingat tentang persamaan linear satu variable (
PLSV ), yaitu persamaan yang memuat satu variabel, dan pangkat dari
variabelnya adalah satu.
Nah, sekarang perhatikan persamaan x + 4y = 8, memiliki dua variabel
yaitu x dan y, serta masing- masing variabel berpangkat satu. x + 4y = 8
merupakan PLDV
Kesimpulan :
Persamaan linier dua variabel ( PLDV ) adalah suatu persaman
yang mempunyai variabel, dan masing- masing variabel berpangkat.
Bentuk umum dari PLDV adalah ax + by + c = 0 atau ax + by =c.
b. Menentukan Penyelesaian PLDV dan Grafiknya
Mari kita ingat kembali pengertian penyelesaian persamaan, yaitu
pengganti dari variabel sehingga kalimat terbuka menjadi kalimat yang
bernilai benar.
Contoh 1
Tentukan himpunan penyelesaian, dan gambar grafik dari
persamaan 2x + 3y = 6, dengan x { 0, 1, 2, 3 } dan y {bilangan bulat }
Untuk x = 0, maka : Untuk x = 2, maka :
2.0 + 3y = 6 2.2 + 3y = 6
3y = 6 4 + 3y =6
y =2 3y = 6 - 4
y=
y = 1,5
2. Sistem Persaman Dua Variabel
a. Pengertian SPLDV
Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) terdiri atas dua
persamaan linear dua variable, yang keduanya tidak berdiri sendiri,
sehingga kedua persamaan hanya memiliki satu penyelesaian.
Berikut ini adalah beberapa contoh SPLDV :
1. x + y = 3 dan 2x – 3y = 1
2. 2. 5x + 2y = 5 dan x = 4y – 21
3. x = 3 dan x + 2y – 15 = 0
4. x = y + 6 dan 2x – 7y = -8
5. 5x + 4y + 7 = 0 dan -3x – 2y = 4
b. Menentukan Himpunan Penyelesaian SPLDV dengan
Grafik, Substitusí, dan Eleminasi
Penyelesaian PLDV yang sudah kita bahas hanya terdiri satu
persamaan saja. Perhatikan dua persamaan linier berikut : x + y = 3 dan 2x
– 3y = 1. Dari kedua persamaan ini , kita harus menentukan pasangan
pengganti x dan y , sehingga mengubah kedua persamaan menjadi kalimat
yang benar. Berarti pengganti x dan y untuk persamaan x + y = 3, juga
harus memenuhi persamaan 2x – 3y = 1.
Sehingga hanya ada satu penyelesaian dari kedua persamaan
tersebut yang merupakan pasangan x dan y yang biasa ditulis dalam
pasangan berurutan (x,y).
Contoh :
Mari kita coba menentukan penyelesaian dari sistem persamaan x +
y= 3 dan 2x– 3y =1
Jawab :
♦ Untuk x = 1 dan y = 2 atau ditulis (1,2) , maka: x + y =3 dan
2 x –3 y =1
5x + 4y + 7 = 0 dan -3x – 2y = 4
Karena untuk x = 2 dan y = 1 atau (2,1) memenuhi kedua persamaan ,
maka (2,1) merupakan penyelesaian sistem persamaan x + y = 3 dan 2x -
3y = 1
Himpunan penyelesaian SPLDV dapat diselesaikan dengan 3 cara, yaitu:
1. Cara grafik
2. Cara substituís
3. Cara eleminasi
Sebelum kita menentukan himpunan penyelesaian SPLDV dengan
ketiga cara di atas, marilah kita mencoba menyelesaikan
permasalahan seharí-hari yang berkaitan dengan SPLDV dengan
memakai gambar.
c. Menentukan himpunan penyelesaian SPLDV dengan cara
Grafik.
Untuk menentukan himpunan penyelesaian SPLDV dengan cara
grafik langkahnya adalah sebagai berikut :
Menggambar garis dari kedua persamaan pada bidang cartesius.
Koordinat titik potong dari kedua garis merupakan himpunan
penyelesaian Catatan : Jika kedua garis tidak berpotongan (sejajar) ,
maka SPLDV tidak mempunyai penyelesaian.
Contoh :
Tentukan HP dari sistem persamaan : 2x + 3y = 12 dan 4x – 3y – 6 = 0
Jawab :
2x + 3y = 12 4x – 3y – 6 = 0 ⇔ 4x – 3y = 6
Titik potong dengan sumbu x,y =0, Titik potong dengan sumbu x,y =0
2x + 3.0 = 12 4x – 3y = 6
2x = 12 4x – 3.0 = 6
x =6 4x – 0 =6
x =
x = 1,5
diperoleh titik (6,0) diperoleh titik (0, 1,5)
Titik potong dengan sumbu y, x = 0 Titik potong dengan
sumbu y, x = 0 2.0 + 3y = 12 4.0 – 3y = 6
3y = 12 – 3y = 6
y =4 y = -2
diperoleh titik (0,4) diperoleh titik (0,-2)
y
7
6
4.
53
. (3,2)
2
1
. . X
- 7 -6 - 5 -4 - 3
-
.
2 - 10 1
-1
-2 2 3
456
7
-3
-4
-7
-5
Jadi himpunan-6penyelesaiannya adalah { (3,2) }
d. Menentukan himpunan penyelesaian SPLDV dengan
cara Substitusí
Substitusi artinya mengganti. Langkah-langkahnya adalah sebagai
berikut :
1. Menyatakan variable dalam variable lain, misal menyatakan x
dalam y atau sebaliknya.
2. Mensubstitusikan persamaan yang sudah kita rubah pada
persamaan yang lain.
3. Mensubstitusikan nilai yang sudah ditemukan dari variabel x
atau y ke salah satu persamaan.
Contoh :
1. Tentukan HP dari sistem persamaan x + 2y = 4 dan 3x + 2y = 12
Jawab :
x + 2y = 4, kita nyatakan x dalam y, diperoleh : x = 4 – 2y
Substitusikan x = 4 – 2y ke persamaan 3x + 2y = 12
3(4 – 2y) + 2y = 12
12 – 6y + 2y = 12
-4y =0
y =0
Substitusikan y = 0 ke persamaan x = 4 – 2y
x = 4 – 2.0
x=4
Jadi HP nya adalah {(4,0)}
2. Tentukan HP dari sistem persamaan : 2x + 3y = 12 dan 4x – 3y – 6 =
0
Jawab :
2x + 3y = 12 kita nyatakan y dalam x, diperoleh 3y = 12- 2x
Substitusikan y = (4 - x) ke persamaan 4x – 3y -6 =0
4x – 3 (4 - x) – 6 =0
4x – 12 + 2x – 6 = 0
6x – 18 = 0
x =
x =3
substitusi x = 3, ke y = 4 - x
y=4- .3
y = 4 -2
y=2
jadi HP nya adalah {3,2}
e. Membuat model metematika dari masalah sehari – hari yang
melibatkan SPLDV
Contoh 1
Mari kita simak masalah harga pensil dan buku, yaitu Yanita
membeli dua pensil dan dua buku dengan harga Rp. 14.000,00,
sedangkan Reza membeli satu pensil dan tiga buku dengan harga Rp
17.000,00
Jawab :
Jadi, harga sebuah pensil adalah Rp. 2.000,00 dan harga sebuah buku adalah
Rp. 5.000,00
Perhatikan tahapan- tahapan pengerjaan soal cerita :
i. Menentukan pemisalan dengan variabel yang sesuai, misal x dan y,
atau yang lain.
ii. Membuat model matematika ( di sini berupa SPLDV )
iii. Menyelesaikan model matematika ( SPLDV)
iv. Menyimpulkan himpunan penyelesaian yang diperoleh
3. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan ke 1
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu
1. Guru memberi salam dan mengajak siswa
berdoa;
2. Guru menanyakan kabar dan mengecek
kehadiran siswa serta berdoa;
Pendahuluan 3. Siswa mendengarkan dan menanggapi
cerita guru tentang manfaat belajar SPLDV
dalam kehidupan sehai-hari. 10 menit
4. Guru mengkomunikasikan tujuan belajar
dan hasil belajar yang diharapkan akan
dicapai siswa;
Mengamati
1. Mencermati konsep SPLDV.
2. Mencermati himpunan penyelesaian
SPLDV dengan metode substitusi.
3. Mencermati himpunan penyelesaian
SPLDV dengan metode eliminasi.
4. Mencermati himpunan penyelesaian
SPLDV dengan metode grafik.
Menanya
1. Menanya konsep SPLDV.
2. Menanya himpunan penyelesaian
SPLDV dengan metode substitusi..
Inti 3. Menanya himpunan penyelesaian 70 menit
SPLDV dengan metode eliminasi.
4. Menanya himpunan penyelesaian
SPLDV dengan metode grafik.
Mengumpulkan informasi
1. Menggali konsep SPLDV.
2. Menggali himpunan penyelesaian
SPLDV dengan metode substitusi.
3. Menggali himpunan penyelesaian
SPLDV dengan metode eliminasi.
4. Menggali himpunan penyelesaian
SPLDV dengan metode grafik.
Menalar
1. Menganalisis konsep SPLDV
2. Menganalisis himpunan penyelesaian
SPLDV dengan metode substitusi.
3. Menganalisis himpunan penyelesaian
SPLDV dengan metode eliminasi.
4. Menganalisis himpunan penyelesaian
SPLDV dengan metode grafik.
Mengkomunikasikan
1. Menyajikan secara tertulis atau lisan
hasil pembelajaran, apa yang telah
dipelajari, keterampilan atau materi yang
masih perlu ditingkatkan, atau strategi
atau konsep baru yang ditemukan
berdasarkan apa yang dipelajari
mengenai SPLDV.
2. Memberikan tanggapan hasil presentasi
meliputi tanya jawab untuk
mengkonfirmasi, sanggahan dan alasan,
memberikan tambahan informasi, atau
melengkapi informasi ataupun tanggapan
lainnya.
3. Membuat rangkuman materi dari
kegiatan pembelajaran yang telah
dilakukan
1. Siswa diminta untuk menyimpulkan
materi yang dipelajari
Penutup 2. Siswa melakukan refleksi dipandu oleh
Guru 10 menit
3. Guru memberi pekerjaan rumah
4. Guru menginformasikan garis besar isi
kegiatan pada pertemuan berikutnya.
Pertemuan 2
Pertemuan 3
4. Penilaian
a. Sikap spiritual
1. Teknik penilaian : Observasi
2. Bentuk instrumen : Lembar observasi
3. Kisi-kisi :
b. Sikap sosial
1. Teknik penilaian :
2. Bentuk instrumen : angket
3. Kisi-kisi :
No Kondisi Pernyataan Jumlah
1. Perhatian Siswa 1,5,13,18 4
2. Perasaan Senang 3,7,10,12,15,20 6
3. Ketertarikan Pada Pelajaran 2,4,9,14,16,17 6
4. Keterlibatan Siswa 6,8,11,19 4
Jumlah 20
c. Keterampilan
1. Teknik penilaian : observasi
2. Bentuk Instrumen : Lembar Observasi
3. Kisi-kisi :
No Indikator Butir
Instrumen
1 Menggambar grafik persamaan linier 1
2 Menggunakan strategi yang sesuai dan beragam 2
3 Menunjukan kemampuan mempertahankan pendapat 3
LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA
DEA MUTIA
LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU
Hari/Tanggal:...................... Waktu:.................
22 Menguasai materi √
pembelajaran
23 Memberikan masalah √
untuk didiskusikan tiap
kelompok
8. Mengorganisasikan 24 Mengorganisasikan √
siswa siswa secara efektif
9. Memberikan 25 Memberi kesempatan √
kesempatan siswa untuk kepada siswa untuk
terlibat secara aktif bertanya dan
memberikan tanggapan.
10. Menunjukkan sikap 26 Menunjukkan sikap √
terbuka terhadap terbuka terhadap
pendapat siswa pendapat siswa
11. Mengembangkan 27 Mengembangkan √
hubungan antar pribadi hubungan antar pribadi
yang sehat dan serasi
(sopan, tertib, adil)
12. Menggunakan bahasa 28 Menggunakan bahasa √
yang baik, benar dan yang baik (komunikatif),
efektif benar (sesuai kaiah), dan
efektif (tepat guna)
13. Melaksanakan penilaian 29 Melaksanakan penilaian √
selama proses selama proses
pembelajaran pembelajaran
berlangsung berlangsung
Melaksanakan penilaian √
setelah proses
pembelajaran berakhir
C. Kegiatan Penutup
14. Menyampaikan materi 31 Memfasilitasi √
pembelajaran pembuatan
simpulan/rangkuman.
15. Melaksanakan / 32 Melaksanakan / √
menyampaikan refleksi menyampaikan
dan evaluasi 1. Refleksi
33 2. Kelompok √
terbaik
34 3. Rencana √
pertemuan
berikutnya
36 2. Kegiatan mandiri √
tidak terstruktur
37 3. Remidi √
38 4. Pengayaan √
DEA MUTIA
Instrumen Sikap Spiritual
4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1
Keterangan Nilai
Selalu =4
Sering =3
Jarang =2
Tidak Pernah = 1
Kriteria
A = Total Skor 12-16
B = Total Skor 8-12
C = Total Skor 4-8
D = Total Skor 4
Penilaian Keterampilan
4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1
1
2
4
5
6
7
8
Keterangan Skor
Sangat baik =4
Baik =3
Cukup =2
Kurang =1
Kriteri
A = Total Skor 12-16
B = Total Skor 8-12
C = Total Skor 4-8
D = Total Skor 4
Lampiran 2
Petunjuk Pengisian Angket:
SB B KB TB STB
b. Uji normalitas
Daftar Distribusi Frekuensi Normalitas
Dari hasil perhitungan didapat Lhitung = 0,137 dan Ltabel = 0,161 ternyata
nilai Lhitung < Ltabel maka Ho diterima berarti sebaran data minat belajr matematika
siswa membentuk distribusi normal.
c. Uji Homogenitas
F=
F=
= 1,37
Hasil perhitungan menunjukkan nilai Fhitung = 1,37 dan nilai Ftabel = 1,875.
Berdasarkan kedua data tersebut diketahui bahwa Fhitung < Ftabel yaitu 1,37 < 1,875.
Maka dapat disimpulkan bahwa varians kedua data adalah homogen atau kedua
data mempunyai varians yang sama.
̅ = 69 S2 = 21,5 S = 4,63
Sebelum melakukan perumusan hipotesis mka terlebih dahulu dihitung nilai rata-
rata yang akan dihipotesiskan ( )
Jumlah nilai ideal = jumlah butir angket x jumlah pilihan x jumlah sampel
= 20 x 5 x 30
= 3000
Rata-rata ideal =
=
= 100
= 0,5 100
= 50 atau ( ) 50
=
√
= 33
Jawaban
NO Responden Skor
1 2 3 4 5
1. Ahmad Albaraday 1 3 10 5 1 20
2. Ahmad Faruq 0 5 3 9 3 20
3. Ahmad Fauzi Putra Ananda 1 1 8 7 3 20
4. Aliya Harum Syahdu 2 0 6 5 7 20
5. Abdurrahmah Hafiz 0 2 11 6 1 20
6. Almupidatul Husna 3 1 6 5 5 20
7. Astri Amanda Putri 2 3 5 5 5 20
8. Billah Afrianti 0 3 7 7 3 20
9. Dita Khairita Rachma 0 6 5 8 1 20
10. Ega Azwa Audiya 2 3 4 6 5 20
11. Eka Handayani 0 4 3 9 4 20
12. Elsa Aprilla 1 2 5 5 7 20
13. Fahmi Arrahman 2 2 1 8 7 20
14. Faizah Emriyani 2 3 3 6 6 20
15. Hairinsyah 1 2 6 6 5 20
16. Indah Lestari Lubis 2 3 4 5 6 20
17. Miftah Huljannah 1 2 9 7 5 20
18. M. Ilham Febriansyah D. 0 0 5 9 5 20
19. M. Rivaldy Harahap 0 3 7 7 3 20
20. M. Syafii Musthafa 0 0 12 5 3 20
21. Mutiara Hati 1 1 2 7 9 20
22. Nabila Latifah 3 5 2 4 6 20
23. Nidi Syahputri 0 3 10 4 3 20
24. Syahputri 1 4 2 11 2 20
25. Santha Aprilia R.T 2 3 5 8 2 20
26. Siti Fatimah 0 5 9 3 3 20
27. Teja Kurniawan 3 2 8 4 2 20
28. Triski Alfino 2 1 3 10 2 20
29. Ulfa Fadhillah Thohir 0 5 5 7 3 20
30. Yusuf Matunry 0 4 6 9 1 20
Lampiran 5