0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan214 halaman

Interaksi Sosial dalam Pembelajaran Logaritma

Skripsi ini membahas interaksi sosial antara guru dan siswa selama proses pembelajaran matematika pada topik logaritma di kelas X SMA Stella Duce 3 Bantul. Penelitian ini mendeskripsikan dua bentuk interaksi sosial, yaitu antara guru dan siswa, serta antara siswa dan guru, yang terjadi selama kegiatan diskusi, penjelasan materi, dan pengerjaan soal logaritma. Hasilnya berupa uraian mengenai berbag

Diunggah oleh

AKR. Chdri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan214 halaman

Interaksi Sosial dalam Pembelajaran Logaritma

Skripsi ini membahas interaksi sosial antara guru dan siswa selama proses pembelajaran matematika pada topik logaritma di kelas X SMA Stella Duce 3 Bantul. Penelitian ini mendeskripsikan dua bentuk interaksi sosial, yaitu antara guru dan siswa, serta antara siswa dan guru, yang terjadi selama kegiatan diskusi, penjelasan materi, dan pengerjaan soal logaritma. Hasilnya berupa uraian mengenai berbag

Diunggah oleh

AKR. Chdri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

INTERAKSI SOSIAL DALAM PROSES PEMBELAJARAN


MATEMATIKA PADA TOPIK LOGARITMA
DI KELAS X SMA STELLA DUCE 3 BANTUL

Skripsi

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat


Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Pendidikan Matematika

Oleh :
Lusia Lantika Wijayanti
NIM. 031414030

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2008
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

INTERAKSI SOSIAL DALAM PROSES PEMBELAJARAN


MATEMATIKA PADA TOPIK LOGARITMA
DI KELAS X SMA STELLA DUCE 3 BANTUL

Skripsi

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat


Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Pendidikan Matematika

Oleh :
Lusia Lantika Wijayanti
NIM. 031414030

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2008

i
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Terpujilah ALLAH karena begitu besar kasih-Mu


dan anugerah kasih karunia-Mu yang melimpah dalam
diriku.
Aku mengucap syukur untuk keajaiban kasih-Mu
dalam hidupku.. HALLELUYA……

Separuh dari kehidupanku tlah ku lalui,


sepenggal perjuanganku tlah ku hadapi
Rasa senang, susah, suka dan duka tlah ku jalani
Kerja keras dan perjuanganku belum berakhir
sampai di sini
Masih banyak lagi yang akan ku hadapi di hari nanti...

Karya kecil ini kupersembahkan untuk :

☺ Tuhan Yesus dan Bunda Maria yang berkenan memberkati dan


membimbing setiap langkahku
☺ Bapak dan Ibu tercinta yang selalu mendoakanku
☺ Adek-adekku yang terkasih
☺ “Mas” yang selalu ada untuk memberiku semangat
☺ Almamaterku Universitas Sanata Dharma

Tiada hal yang paling indah selain kebersamaan dalam tiap hela nafas
bersama kalian. Terima kasih untuk segalanya, aku takkan pernah bisa
menyelesaikan semua ini tanpa doa dan dukungan kalian.

iv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ABSTRAK

LUSIA. 2008. INTERAKSI SOSIAL DALAM PROSES PEMBELAJARAN


MATEMATIKA PADA TOPIK LOGARITMA DI KELAS X SMA STELLA
DUCE 3 BANTUL. Skripsi Program Studi Pendidikan Matematika. Jurusan
Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan
dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma.

Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan


interaksi sosial yang terjadi antara guru dan siswa serta interaksi sosial antara
siswa dan guru selama proses pembelajaran matematika pada topik Logaritma.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan mengungkap
fenomena dalam keadaan yang seadanya. Data yang dikumpulkan bersifat
kualitatif, yang berkaitan dengan interaksi sosial yang terjadi di kelas.
Berdasarkan data-data yang diperoleh dari rekaman video saat kegiatan
pembelajaran pada topik logaritma tersebut maka dideskripsikan interaksi sosial
antara guru dengan siswa. Subyek penelitian ini adalah guru matematika dan
siswa kelas X-2 SMA Stella Duce 3 Bantul Yogyakarta. Pengumpulan data
berlangsung selama 4 kali pertemuan yaitu pada tanggal 17 September 2007,
24 September 2007, 1 Oktober 2007, dan 22 Oktober 2007. Pengumpulan data
penelitian diperoleh dengan cara merekam kegiatan pembelajaran dengan alat
bantu handy-cam dan juga pengamatan yang dilakukan oleh peneliti sendiri.
Analisis data dilakukan dengan prosedur: (1) transkripsi data rekaman video, (2)
menentukan topik data, (3) menentukan kategori data, (4) penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian terdiri dari uraian mengenai bentuk-bentuk
interaksi sosial yang terjadi antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran
pada topik logaritma di SMA Stella Duce 3 Bantul. Interaksi sosial dibagi menjadi
dua berdasarkan siapakah yang memulai kegiatan interaksi, yaitu (1) interaksi
sosial antara guru dan siswa di kelas X-2 SMA Stella Duce 3 Bantul meliputi
tanya jawab mengenai materi pelajaran logaritma, menjelaskan materi pelajaran
logaritma untuk diketahui oleh siswa, mendorong siswa bertanya dan maju
mengerjakan soal materi logaritma, meminta siswa untuk mengerjakan soal
logaritma, berkeliling memantau hasil pekerjaan siswa yang mengerjakan soal
logaritma, mengkoreksi hasil pekerjaan siswa yang mengerjakan soal logaritma
(2) interaksi sosial antara siswa dan guru di kelas X-2 SMA Stella Duce 3 Bantul
meliputi tanya jawab mengenai materi pelajaran logaritma, siswa maju
mengerjakan soal logaritma atas inisiatif sendiri, memperlihatkan hasil pekerjaan
kepada guru, mengungkapkan pendapat mengenai maksud dan jawaban soal
logaritma, membetulkan tulisan/jawaban guru yang salah, dan menulis suatu
konsep/jawaban yang menimbulkan pertanyaan/komentar dari guru.

Kata Kunci : Pembelajaran matematika, Bentuk-bentuk interaksi sosial,


Logaritma

vi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ABSTRACT

LUSIA. 2008. SOCIAL INTERACTION DURING MATHEMATICS


TEACHING AND LEARNING PROCESS ABOUT LOGARITHM TOPIC
IN CLASS X STELLA DUCE 3 SENIOR HIGH SCHOOL BANTUL.
Mathematics Education Study Program, Department of Mathematics and
Science Education, Faculty of Teacher Traning and Education, Sanata
Dharma University.

This research is aimed to describe social interaction between


teachers and students and also social interaction between students and teachers
during mathematic teaching and learning process about logarithm topics. This
research is descriptive qualitative with aim to experess phenomenom in a state of
patch up. Data gathered is qualitative, related to social interaction in process of
study mathematic teaching and learning at logarithm topics in class. Based on the
data obtained from video record when study activity at the logarithm topics is
description social interaction between teachers and students. The subjects in this
research are teachers and students X-2 class Stella Duce 3 Senior High School
Bantul Yogyakarta. The data is gathered in four meetings: 17 September 2007, 24
September 2007, 1 October 2007 and 22 October 2007. Research data collection
was achieved by recording learning activity with handy cam tool and by
observation done by the researcher. Data analysis was done in the following
procedure: (1) video recording data transcription, (2) deciding topics, (3) deciding
category, and (4) conclusions.
The research findings consist of description about social interaction
types happened between teachers and students during learning process about
logarithm topics in Stella Duce 3 Senior High School Bantul Yogyakarta. Social
interaction is divided into two, based on who begun the interaction activity, i.e.
(1) social interaction between teachers and students in class X-2 Stella Duce 3
Senior High School Bantul Yogyakarta including questions and answers about
logarithm, explaining logarithm to the students, giving chances for students to
asking and solving the problem logarithm, asking students to do exercise about
logarithm, checking the works, correcting student’s works, and summarizing the
subject learned; (2) social interaction between students and teachers in class X-2
Stella Duce 3 Senior High School Bantul Yogyakarta including questions and
answers about logarithm, students answer the problem logarithm based on their
own initiatives, showing the works to the teachers, expressing comments about
the answers and the explanations, correcting the teacher’s wrong answers, writing
concepts or answers raising comments or questions from teachers.

Key words : Mathematics teaching and learning, social interaction types,


logarithm.

vii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kasih

yang telah melimpahkan segala rahmat karunia-Nya sehingga skripsi dengan judul

” Interaksi Sosial dalam Proses Pembelajaran Matematika pada Topik Logaritma

di Kelas X SMA Stella Duce 3 Bantul ” ini dapat selesai dengan baik.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah

membantu dan mendukung penulisan skripsi ini dalam bentuk apapun, kepada :

1. Bapak Dr. Susento, MS. Selaku dosen pembimbing yang selalu

memberikan bimbingan, dorongan, semangat, saran, dan kritik serta

kesabaran membimbing penulis dalam penyusunan skripsi ini.

2. Bapak Dr. St. Suwarsono, selaku dosen pembimbing akademik yang

memberikan bimbingan selama studi dan saran yang berharga kepada

penulis selama menyusun skripsi.

3. Para dosen penguji yang telah memberikan kritik dan saran pada penulisan

skripsi ini.

4. Bapak Sunardjo, Bapak Sugeng, Ibu Heni dan Bapak Agus atas

bantuannya dan keramahan dalam melayani mahasiswa.

5. Bapak M. Andy Rudhito [Link]., [Link] yang telah memberikan bantuan

selama proses penelitian ini.

6. Kepala sekolah dan guru bidang studi matematika kelas X SMA Stella

Duce 3 Bantul yang telah memberikan kemudahan dan membantu dalam

melaksanakan penelitian.

viii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

7. Siswa-siswi kelas X-2 SMA Stella Duce 3 Bantul, terima kasih atas

bantuannya selama penulis melakukan penelitian.

8. Bapak FX. K. Sukartijan dan Ibu Agnes Purmei W, orang tuaku tercinta

yang selalu memberikan doa, nasehat, kasih sayang, perhatian,

dukungan,motivasi dan semangat yang diberikan dengan tulus selama ini.

Adik-adikku tercinta: Sinta dan Satya atas doa dan dukungannya selama

penulisan skripsi ini.

9. Mas Dede yang selalu memberi doa, kasih sayang, dukungan dan

semangat untuk segera menyelesaikan skripsi ini.

10. Sahabat-sahabat penulis: Andriani, Sinta, Clara, Siska, Endra, Ari, dan

keluarga besar Pendidikan matematika angkatan 2003. Terima kasih atas

semangat, dukungan dan bantuannya dalam proses penulisan skripsi ini.

11. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah

banyak memberikan dukungan dan perhatian hingga skripsi ini dapat

terselesaikan.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari

sempurna. Oleh karena itu, dengan penuh kerendahan hati dan terbuka, penulis

mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun. Selanjutnya penulis

berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Penulis,

Lusia Lantika Wijayanti

ix
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..................................................................................... i


HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ......................................... ii
HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iii
HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................... iv
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................................ v
ABSTRAK ..................................................................................................... vi
ABSTRACT ................................................................................................... vii
KATA PENGANTAR .................................................................................... viii
DAFTAR ISI .................................................................................................. x
DAFTAR TABEL .......................................................................................... xii
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xiii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah ........................................................................ 1
1.2 Perumusan Masalah ............................................................................... 3
1.3 Tujuan Penelitian ................................................................................... 4
1.4 Manfaat Penelitian ................................................................................. 4
1.5 Batasan Istilah ........................................................................................ 4
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Pembelajaran ......................................................................................... 7
2.2 Pembelajaran Matematika ..................................................................... 9
2.3 Interaksi Sosial ...................................................................................... 11
2.4 Logaritma .............................................................................................. 16
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian ...................................................................................... 22
3.2 Subyek Penelitian .................................................................................. 22
3.3 Teknik Pengumpulan Data .................................................................... 23
3.4 Teknik Analisis Data ............................................................................. 23
BAB IV ANALISIS DATA
4.1 Hasil Observasi ..................................................................................... 25

x
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

4.2 Transkripsi Data .................................................................................... 25


4.3 Topik Data ............................................................................................. 25
4.4 Kategori Data
4.4.1 Tabel Kategori Data ..................................................................... 51
4.4.2 Diagram Pohon Kategori Data ..................................................... 59
BAB V HASIL PENELITIAN
5.1 Interaksi Sosial antara Guru dan Siswa
5.1.1 Tanya Jawab Mengenai Materi Pelajaran .................................... 70
5.1.2 Guru Menjelaskan Sesuatu untuk Diketahui oleh Siswa ............. 85
5.1.3 Guru Mendorong kepada Siswa untuk
Melakukan Sesuatu ...................................................................... 90
5.1.4 Guru Meminta Siswa untuk Melakukan Sesuatu ......................... 97
5.1.5 Guru Berkeliling Memantau Siswa .............................................. 98
5.1.6 Guru Mengkoreksi Hasil Pekerjaan Siswa .................................. 98
5.2 Interaksi Sosial antara Siswa dan Guru
5.2.1 Tanya Jawab Mengenai Materi Pelajaran …................... ........... 101
5.2.2 Siswa Maju Mengerjakan Soal atas Inisiatif Sendiri .................. 105
5.2.3 Siswa Memperlihatkan Pekerjaan kepada Guru ......................... 107
5.2.4 Siswa Mengungkapkan Pendapat ................................................ 109
5.2.5 Siswa Membetulkan Jawaban/Tulisan Guru yang Salah ............. 111
5.2.6 Siswa Menulis Konsep/Jawaban yang
Menimbulkan Pertanyaan/Komentar dari Guru ........................... 112
BAB VI PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN ....................................... 116
BAB VII PENUTUP
7.1 Kesimpulan
7.1.1 Interaksi Sosial antara Guru dan Siswa ........................................ 122
7.1.2 Interaksi Sosial antara Siswa dan Guru ........................................ 124
7.2 Saran ...................................................................................................... 126
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 129
LAMPIRAN ................................................................................................... 131

xi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR TABEL

Tabel IV.1 Topik data pada pertemuan pertama ............................................... 27


Tabel IV.2 Topik data pada pertemuan kedua .................................................. 33
Tabel IV.3 Topik data pada pertemuan ketiga .................................................. 43
Tabel IV.4 Topik data pada pertemuan keempat .............................................. 47
Tabel IV.5 Kategori data interaksi sosial antara guru
dan siswa serta antara siswa dan guru …………………………. 53
Tabel IV. 6. 1 Diagram pohon kategori dan subkategori
interaksi sosial antara guru dan siswa ………………………... 60
Tabel IV.7.1 Diagram pohon kategori dan subkategori
interaksi sosial antara siswa dan guru ………………………... 64

xii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran I
a. Transkripsi pertemuan I .........................................................................132
b. Transkripsi pertemuan II ....................................................................... 147
c. Transkripsi pertemuan III .......................................................................164
d. Transkripsi pertemuan IV ...................................................................... 175
Lampiran II
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) ............................................... 188
Lampiran III
Foto Kegiatan Pembelajaran ........................................................................ 193

xiii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa terlepas

dari individu lain. Setiap saat manusia membutuhkan manusia lain dalam

hidupnya. Kehidupan manusia itu berlangsung dalam berbagai situasi dan

komunikasi. Adanya situasi dan komunikasi tersebut akan menyebabkan

terjadinya interaksi (Sardiman, 1986). Dengan demikian kegiatan hidup manusia

akan dibarengi dengan proses interaksi atau komunikasi baik dengan alam

lingkungan, dengan sesama manusia, maupun dengan Tuhan.

Selama ini dalam kegiatan pembelajaran, proses interaksi selalu

terjadi. Apalagi dalam pembelajaran matematika di sekolah. Matematika

merupakan salah satu ilmu dasar untuk melatih berpikir kritis, sistematis, logis,

kreatif dan kemampuan bekerja sama yang efektif. Dalam kegiatan belajar di

kelas, terjadilah interaksi sosial yang berkaitan dengan hubungan interaktif antara

siswa dengan guru dan juga antara siswa yang satu dengan siswa yang lain.

Interaksi sosial ini terjadi ketika guru dan siswa saling berdiskusi dan saling

melakukan tanya jawab. Salah satu hal yang membuat pembelajaran berhasil

adalah karena adanya interaksi sosial yang baik antara guru dengan siswanya.

Artinya bahwa siswa perlu dilibatkan dalam menyelesaikan masalah-masalah

berkonteks nyata yang berhubungan dengan pembelajaran dalam suasana

kerjasama dan menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah

1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
2

dimiliki siswa membutuhkan interaksi sosial antar pihak-pihak yang terkait

dengan pembelajaran. Oleh karena itu, interaksi sosial antar pihak-pihak yang

terlibat dalam pembelajaran perlu dikembangkan sebaik mungkin agar tercipta

hubungan yang interaktif antar pihak-pihak tersebut. (Yeusy,2007).

Dalam suatu interaksi, siswa harus dapat mengemukakan

pendapat/idenya kepada orang lain baik itu siswa lain maupun gurunya, supaya

memperoleh masukan berupa informasi dan akhirnya dapat digunakan untuk

memperbaiki atau meningkatkan kualitas pemahamannya. Dalam pembelajaran

matematika diperlukan situasi dan kondisi yang mendukung dan menyenangkan

sehingga memudahkan siswa dalam menerima maupun menyerap pelajaran yang

diberikan oleh guru.

Dalam interaksi belajar mengajar seharusnya siswa yang menjadi

sentral dari kegiatan pembelajaran khususnya matematika. Siswa harus lebih aktif

dalam kegiatan pembelajaran. Guru hanya berperan sebagai fasilitator yang

bertugas membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran tersebut. Tapi

kenyataan di lapangan banyak kejadian yang menyatakan bahwa siswa kurang

aktif dalam kegiatan pembelajaran matematika. Dan ternyata yang mengakibatkan

siswa kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran matematika karena ada siswa

yang berangggapan bahwa matematika adalah mata pelajaran yang susah dan

menakutkan. Maka peneliti ingin mendeskripsikan kegiatan interaksi sosial di

kelas sehingga bisa diketahui bentuk-bentuk interaksi yang sedang terjadi selama

proses pembelajaran berlangsung.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
3

Penelitian ini ada hubungannya dengan penelitian yang dilakukan oleh

Rudhito dan Susento ( 2007 ), yang berjudul Laporan Tahunan Penelitian Hibah

Bersaing XV tahun I : Pengembangan Kurikulum dan Buku Ajar Matematika

SMA yang Mengintegrasikan Pendekatan Kontruktivistik, Kontekstual, dan

Kolaboratif Melalui Model Pembelajaran ’Matematisasi Berjenjang’. Peneliti

bertindak sebagai salah satu asisten dalam penelitian tersebut yang bertugas untuk

mengumpulkan data tentang kegiatan pembelajaran matematika di SMA Stella

Duce 3. Salah satu aspek dari kegiatan pembelajaran matematika tersebut adalah

interaksi antara guru dan siswa.

Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk mendeskripsikan

bagaimana interaksi sosial yang terjadi dalam proses pembelajaran matematika.

Untuk itu peneliti mencoba mencari jawaban mengenai hal tersebut dalam

penelitian skripsi yang berjudul ”Interaksi Sosial Dalam Proses Pembelajaran

Matematika Pada Topik Logaritma Di Kelas I SMU Stella Duce 3 Bantul”

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang ditemukan di atas maka

permasalahan yang akan diungkapkan dalam penelitian adalah :

Bagaimanakah interaksi sosial yang terjadi selama proses pembelajaran

matematika dengan topik Logaritma di kelas X-2 SMA Stella Duce 3 Bantul?
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
4

1.3 Tujuan Penelitian

Sesuai dengan permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini, maka

tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan interaksi sosial yang

terjadi antara guru dan siswa serta interaksi sosial antara siswa dan guru selama

proses pembelajaran matematika pada topik logaritma.

1.4 Manfaat Penelitian

1. Bagi Calon Guru

Dengan penelitian ini, dapat memberikan masukan bagi calon guru

dalam memahami bentuk-bentuk interaksi. Sehingga ketika melaksanakan

kegiatan praktek mengajar di lapangan, calon guru bisa mendapat pengalaman

bahwa interaksi di kelas ada macam-macam bentuknya.

2. Bagi Guru

Dengan penelitian ini, guru dapat mengetahui bentuk-bentuk interaksi

sosial yang terjadi dalam pembelajaran matematika sehingga bisa digunakan

untuk menjadi salah satu informasi pemakaian suatu metode dalam pembelajaran

yang sesuai dengan materi.

1.5 Batasan Istilah

Istilah-istilah dalam rumusan pertanyaan di atas didefinisikan sebagai

berikut:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
5

1. Interaksi sosial adalah suatu hubungan antara dua individu atau lebih,

sehingga kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah atau

memperbaiki kelakukan individu yang lain atau sebaliknya.

2. Interaksi antara guru dan siswa adalah interaksi yang dilakukan dengan cara

guru yang memulai berbicara untuk tujuan/maksud tertentu kepada

siswa/beberapa siswa. Dengan kata lain, guru yang memulai terjadinya

interaksi sosial.

3. Interaksi antara siswa dan guru adalah interaksi yang dilakukan dengan cara

siswa/beberapa siswa tertentu yang memulai berbicara untuk tujuan/maksud

tertentu kepada guru. Dengan kata lain siswa/beberapa siswa yang memulai

terjadinya interaksi sosial.

4. Proses pembelajaran matematika adalah proses yang terjadi di dalam kelas

dengan langkah-langkah kegiatan yang dilakukan guru dan siswa serta

interaksi antara kegiatan-kegiatan itu, selama pembelajaran matematika

berlangsung pada tiap-tiap pertemuan. Pada topik logaritma ini ada 4

pertemuan dan setiap pertemuan ada 2 jam pelajaran (@ 45 menit).

5. Logaritma merupakan topik dari materi pokok bentuk pangkat, akar, dan

logaritma dalam kurikulum berbasis kompetensi 2004 (Sartono Wirodikromo,

2002). Standar kompetensinya yaitu memecahkan masalah yang berkaitan

dengan bentuk pangkat, akar, dan logaritma. Sedangkan kompetensi dasarnya

ada dua yaitu menggunakan aturan pangkat, akar, dan logaritma dan juga

melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan yang melibatkan pangkat,

akar, dan logaritma.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
6

6. Siswa yang dimaksud adalah siswa kelas X-2 SMA Stella Duce 3 Bantul

Yogyakarta tahun ajaran 2007-2008. Siswa berjumlah 21 orang, meliputi

9 orang siswa laki-laki dan 12 orang siswa perempuan.

7. Guru dalam penelitian ini adalah seorang guru laki-laki yang mengajar

matematika kelas X-2 SMA Stella Duce 3 Bantul Yogyakarta tahun ajaran

2007-2008.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
7

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Pembelajaran

Pembelajaran adalah proses membuat orang belajar. Pembelajaran

mempunyai tujuan membantu orang belajar dan memberi kemudahan bagi orang

yang belajar. Di dalam bukunya, Gagne dan Briggs (sebagaimana dikutip oleh

Depdiknas, 2003 : 5) mendefinisikan pembelajaran merupakan suatu rangkaian

kejadian, peristiwa, dan kondisi yang secara sengaja dirancang untuk mempengaruhi

siswa, sehingga proses belajarnya dapat berlangsung dengan mudah. Pembelajaran

bukan hanya terbatas pada kejadian yang dilakukan oleh guru saja, melainkan

meliputi semua kejadian maupun kegiatan yang mungkin mempunyai pengaruh

langsung pada proses belajar manusia.

Atwi Suparman (1997) yang mengutip pendapat Fibeck ( sebagaimana

dikutip dalam Depdiknas, 2003 ) mengelompokkan prinsip-prinsip yang digunakan

dalam pembelajaran menjadi 12 macam, yaitu :

1. Pemberian tanggapan yang baik kepada siswa.

Dalam pembelajaran diperlukan adanya tanggapan yang baik dari siswa

maupun guru. Guru harus bisa membuat siswa aktif dalam memberikan

tanggapan atas kegiatan yang dilakukan guru.

7
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
8

2. Pemberian motivasi terhadap suatu keberhasilan siswa.

Guru sebisa mungkin memberikan pujian dan penghargaan terhadap

keberhasilan siswa.

3. Peralihan kegiatan pembelajaran yang bersifat abstrak ke dunia nyata.

Peralihan ini dimaksudkan agar siswa lebih mudah dalam mempelajari dan

memahami suatu materi yang sering mereka temukan sehari-hari.

4. Perluasan materi sebagai dasar masuk ke materi yang lebih kompleks

5. Pengaruh status mental terhadap perhatian dan ketekunan.

Yang harus dilakukan yaitu perlunya menarik/memusatkan perhatian siswa.

6. Membagi kegiatan ke dalam langkah-langkah kecil.

Penggunaan buku teks terprogram ( buku handout ) dan pemenggalan

kegiatan menjadi kecil-kecil disertai dengan latihan dan umpan balik.

7. Perlunya contoh bagi materi yang kompleks.

Diperlukan penggunaan metode dan media yang dapat menggambarkan

contoh dari benda/kegiatan nyata.

8. Pengetahuan tingkat tinggi terbentuk dari pengetahuan-pengetahuan dasar.

Pengetahuan dasar sangat penting untuk membentuk menjadi pengetahuan

yang lebih tinggi.

9. Pemberian informasi tentang perkembangan kemampuan siswa.

Perlunya laporan dari guru mengenai perkembangan kemampuan siswa dalam

memahami materi.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
9

10. Kondisi atau tanda untuk menciptakan perilaku tertentu.

11. Variasi dalam kecepatan belajar.

Setiap siswa memiliki kemampuan dalam belajar yang berbeda-beda, jadi

dalam menangkap suatu materi pasti tidak akan sama antara siswa yang satu

dengan siswa yang lain.

12. Persiapan/kesiapan.

Sebelum dilaksanakan pembelajaran, baik siswa maupun guru harus

mempersiapkan komponen-komponen yang dibutuhkan dalam pembelajaran.

Misalnya seorang siswa harus menyiapkan buku pelajaran dan seorang guru

harus menyiapkan cara/metode dan media yang akan dipergunakan dalam

pembelajaran.

2.2 Pembelajaran Matematika

Pembelajaran matematika dapat diartikan sebagai tindakan yang

menekankan pada eksplorasi matematika, model berfikir yang matematik, dan

pemberian tantangan/masalah yang berkaitan dengan matematika. Sebagai akibatnya

peserta didik melalui pengalamannya dapat membedakan pola-pola dan struktur

matematika, peserta didik dapat berfikir secara rasional dan sistematis (Hudoyo,

1988)

Pembelajaran merupakan suatu proses membimbing siswa untuk

mencapai suatu tujuan, membuat mereka aktif memproses informasi, membuat


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
10

mereka berani mengemukakan ide-idenya, mau belajar dari kesalahan, dan mau

berdiskusi dengan guru. Melalui proses inilah siswa memiliki kesempatan lebih besar

untuk mengembangkan dirinya menjadi manusia yang lebih mandiri, demokratis,

berpikir variatif, dan berpikir kritis. Pembelajaran matematika memiliki beberapa

tujuan yaitu ( Depdiknas, 2003 ) :

1. Melatih cara berpikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan, misalnya

melalui kegiatan penyelidikan, eksplorasi, eksperimen, menunjukkan

kesamaan, dan perbedaan.

2. Mengembangkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi, dan

penemuan dengan mengembangkan pemikiran divergen, orisinil, rasa ingin

tahu, membuat prediksi dan pendugaan, serta mencoba-coba.

3. Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah.

4. Mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau

mengkomunikasikan gagasan antara lain melalui pembicaraan lisan, catatan,

grafik, peta, diagram dalam menjelaskan gagasan.

Proses pembelajaran matematika adalah proses yang terjadi di dalam kelas

dimana siswa aktif bersosialisasi dengan guru, sumber atau bahan pelajaran, dan

teman (siswa lain) dalam mengolah atau memproses informasi untuk memperoleh

pengetahuan matematika. (Ari W, 2008 : 8).


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
11

2.3 Interaksi Sosial

Interaksi sosial adalah suatu hubungan antara dua individu atau lebih,

sehingga kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah atau memperbaiki

kelakuan individu yang lain atau sebaliknya (rumusan H. Bonner sebagaimana

dikutip oleh Gerungan, 1988 : 57 ). Dari interaksi sosial tersebut maka akan

terbentuklah suatu kelompok sosial. Interaksi sosial dapat terbentuk antar individu,

kelompok dengan kelompok, ataupun individu dengan kelompok.

Dalam suatu interaksi, siswa harus dapat mengemukakan pendapat/idenya

kepada orang lain baik itu siswa lain maupun gurunya, supaya memperoleh masukan

berupa informasi dan akhirnya dapat digunakan untuk memperbaiki atau

meningkatkan kualitas pemahamannya. Dalam pembelajaran diperlukan situasi dan

kondisi yang mendukung dan menyenangkan sehingga memudahkan siswa dalam

menerima maupun menyerap pelajaran yang diberikan oleh guru. Guru mempunyai

peranan penting untuk membuat kondisi menjadi mendukung dan menyenangkan

dalam pembelajaran. Peranan guru misalnya saja jika ada siswa yang membuat

kesalahan dalam mengerjakan ataupun dalam memecahkan masalah, guru jangan

menertawakan pendapat/ide siswa tersebut tetapi guru haruslah bisa menghargai

pendapat/ide dari siswa. Selain itu guru juga jangan memberikan hukuman kepada

siswa yang melakukan kesalahan dalam mengerjakan ataupun dalam memecahkan

masalah karena dengan menghukum, dapat mengecilkan mental siswa untuk berani

maju mengerjakan lagi. Jadi guru harus bisa menerima dan menampung pendapat/ide
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
12

dari siswa walaupun jawaban siswa salah. Siswapun juga harus bisa menghargai

pendapat/ide dari siswa lain (Marpaung, 2006).

Ada beberapa syarat terbentuknya interaksi sosial antara lain adalah

kontak sosial dan komunikasi (Ari W, 2008).

a. Kontak Sosial

Kata kontak berasal dari con atau cum yang artinya bersama-sama dan kata

tango yang artinya menyentuh. Jadi secara harfiah, kontak berarti saling menyentuh.

Saling menyentuh bukan berarti terjadi kontak fisik secara langsung, tetapi adanya

komunikasi antara dua individu atau lebih.

Wujud kontak sosial dibedakan menjadi tiga antara lain :

1. Kontak antar individu. Yaitu kontak yang terjadi antar individu satu dengan

individu yang lain. Contohnya adalah kontak antara siswa dengan siswa

lainnya, salah seorang siswa dengan gurunya.

2. Kontak antar kelompok. Yaitu kontak yang terjadi antara suatu kelompok

dengan kelompok lain. Contohnya adalah kontak antara dua kelompok yang

berbeda dalam suatu diskusi.

3. Kontak antara individu dengan suatu kelompok. Yaitu kontak yang terjadi

antara seorang individu dengan suatu kelompok. Contohnya adalah kontak

antara guru dengan para siswanya di kelas.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
13

Kontak sosial bisa bersifat positif dan bisa juga bersifat negatif. Yang bersifat

positif bila kontak tersebut disertai adanya respon, sedangkan yang bersifat negatif

bila kontak tersebut tidak disertai adanya respon sama sekali.

b. Komunikasi

Dalam suatu kontak sangat diperlukan adanya komunikasi supaya

menimbulkan suatu interaksi sosial. Proses komunikasi mengenal adanya unsur

komunikan (penerima pesan) dan komunikator (pemberi pesan). Hubungan

komunikan dengan komunikator biasanya karena ada suatu kegiatan interkasi yang

dikenal dengan istilah pesan (massage). Dan untuk menyampaikan pesan itu

dibutuhkan suatu media. Jadi unsur-unsur yang melibatkan komunikasi adalah :

komunikator, komunikan, pesan dan media. Dalam berkomunikasi, bahasa sangat

berpengaruh. Dengan adanya komunikasi, pandangan atau sikap pikiran dari

seseorang atau suatu kelompok dapat dimengerti oleh orang lain maupun kelompok

lain yang melakukan interaksi sosial.

Menurut Edi Suardi dalam bukunya Pedagogik (sebagaimana dikutip

dalam Sardiman, 1986 : 15 ) merinci ciri-ciri interaksi belajar-mengajar. Ciri-cirinya

yaitu sebagai berikut :

1. Interaksi belajar-mengajar memiliki tujuan, yaitu untuk membantu siswa dalam

suatu perkembangan tertentu.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
14

2. Ada suatu prosedur (jalannya interaksi) yang direncanakan, didesain untuk

mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

3. Interaksi belajar-mengajar ditandai dengan satu penggarapan materi yang khusus.

Materi yang disusun harus memperhatikan beberapa komponen yang lain, apalagi

komponen siswa yang menjadi sentral.

4. Ditandai dengan adanya aktivitas siswa. Sebagai konsekuensi, bahwa siswa

merupakan sentral, maka aktivitas siswa merupakan syarat mutlak bagi

berlangsungnya interaksi belajar-mengajar. Aktivitas siswa dalam hal ini, baik

secara fisik maupun secara mental aktif..

5. Dalam interaksi belajar-mengajar, guru berperan sebagai pembimbing. Guru

harus berusaha menghidupkan dan memberikan motivasi, agar terjadi proses

interaksi yang kondusif. Guru harus siap sebagai mediator dalam segala situasi

proses belajar-mengajar. Guru akan lebih baik bersama siswa sebagai designer

akan memimpin terjadinya interaksi belajar-mengajar.

6. Di dalam interaksi belajar-mengajar diperlukan adanya suatu kedisiplinan.

Disiplin mempunyai arti bahwa terdapat suatu pola tingkah laku yang diatur

menurut ketentuan yang telah ditaati oleh pihak guru dan pihak siswa secara

sadar.

7. Ada batas waktu. Untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam kelompok

siswa, batas waktu sangat diperlukan. Setiap tujuan akan diberi waktu, kapan

tujuan itu harus sudah tercapai.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
15

8. Ada unsur penilaian. Unsur penilaian adalah unsur yang sangat penting. Dalam

kaitannya dengan tujuan yang telah ditetapkan maka untuk mengetahui apakah

tujuan itu sudah tercapai lewat interaksi belajar-mengajaar aatau belum, perlu

diketahui dengan kegiatan penilaian.

Di dalam proses belajar-mengajar, kegiatan interaksi antara guru dan

siswa merupakan kegiatan yang cukup dominan. Kegiatan interaksi juga dalam

rangka untuk transfer of knowledge dan transfer of values, sebab mengajar bukanlah

menuangkan pengetahuan kepada sesuatu yang mati, melainkan sesuatu yang hidup,

dinamis, dan penuh dengan emosi. Siswa dapat saja bereaksi terhadap lingkungannya

dan reaksi-reaksi tersebut dapat berupa reaksi intelektual, fisik, emosional, dan sosial.

Menurut Sutarto Hadi (2005), bentuk – bentuk interaksi sosial yang terjadi

di kelas antara lain:

1. Siswa menjelaskan dan memberikan alasan terhadap jawaban yang diberikannya.

2. Memahami jawaban temannya (siswa lain).

3. Setuju terhadap jawaban temannya.

4. Menyatakan ketidaksetujuan.

5. Mencari alternatif penyelesaian yang lain.

6. Melakukan refleksi terhadap setiap langkah yang ditempuh atau terhadap hasil

pelajaran.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
16

Selain itu dalam bukunya, Suharta (2001, Treffers et al. Sebagaimana

dikutip pada [Link] ) mengatakan bahwa bentuk-bentuk interaksi

sosial bisa berupa :

1. Negosiasi.

2. Penjelasan

3. Pembenaran

4. Setuju dan tidak setuju.

5. Pertanyaan atau refleksi.

Jadi dapat disimpulkan bahwa bentuk-bentuk interaksi dalam proses

pembelajaran matematika pada umumnya adalah adanya negoisasi antara guru dan

siswa, adanya penjelasan dan pemberian kesempatan baik dari guru maupun dari

siswa terhadap jawaban yang diberikan, adanya pernyataan setuju atau tidak setuju

terhadap jawaban siswa atau guru, adanya alternatif penyelesaian yang lain,

melakukan refleksi terhadap setiap langkah yang ditempuh atau terhadap hasil

pelajaran .

2.4 Logaritma

Pembelajaran bentuk akar, pangkat dan logaritma termasuk dalam

pembelajaran matematika untuk aspek aljabar. Berdasarkan kurikulum 2004 mata

pelajaran SMA dan MA untuk kelas X yang dijelaskan oleh Dinas Pendidikan

Nasional tahun 2003 ( Depdiknas, 2003 : 24 ), standar kompetensi materi bentuk


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
17

akar, pangkat dan logaritma yaitu memecahkan masalah yang berkaitan dengan

bentuk pangkat, akar, dan logaritma. Kompetensi dasar bentuk akar, pangkat, dan

logaritma yaitu :

1. Menggunakan aturan pangkat, akar, dan logaritma

2. Melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan yang melibatkan pangkat, akar,

dan logaritma.

Indikator dari kompetensi dasar bentuk akar, pangkat, dan logaritma

adalah :

1. Mengubah bentuk pangkat negatif ke pangkat positif dan sebaliknya.

2. Mengubah bentuk akar ke bentuk pangkat dan sebaliknya.

3. Melakukan operasi aljabar pada bentuk pangkat dan akar.

4. Menyederhanakan bentuk aljabar yang memuat pangkat rasional.

5. Merasionalkan bentuk akar.

6. Mengubah bentuk pangkat ke bentuk logaritma dan sebaliknya.

7. Melakukan operasi aljabar dalam bentuk logaritma.

8. Menentukan syarat perpangkatan, penarikan akar dan logaritma.

9. Menyederhanakan bentuk aljabar yang memuat bentuk pangkat, akar, dan

logaritma.

10. Membuktikan sifat-sifat sederhana tentang bentuk pangkat, akar, dan logaritma.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
18

Berikut ini akan disajikan materi tentang logaritma berdasarkan standar kompetensi,

kompetensi dasar dan indikator kurikulum 2004.

1. Definisi Logaritma

Ketika kita bekerja dengan bentuk perpangkatan a = g p , seringkali kita

diharuskan mencari nilai p. Hal ini berarti kita diharuskan mendefinisikan bentuk

baru dari persamaan di atas yang dikenal dengan nama logaritma. Jadi logaritma

adalah invers dari perpangkatan, yaitu mencari pangkat dari suatu bilangan pokok

sehingga hasilnya sesuai dengan yang telah diketahui. Berdasarkan uraian tersebut,

logaritma suatu bilangan dapat didefinisikan sebagai berikut :

Misalnya a adalah bilangan positif ( a>0 dan a ∈ R) dan g hádala bilangan

positif yang tidak sama dengan 1 ( 0<g<1 atau g>1)

g
log a = x jika dan hanya jika g x = a

Keterangan :

• g disebut bilangan pokok atau basis logaritma, dengan ketentuan 0<g<1 atau

g>1 ( g>0 dan g ≠ 1)

• a disebut numerus, yaitu bilangan yang dicari logaritmanya, dengan ketentuan

a>0.

• x disebut hasil logaritma, nilainya dapat positif, nol, atau negatif (a ∈ R)

2. Sifat-sifat Logaritma

=a
g
log a
a. g
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
19

Bukti :

Jika g log a = p maka g p = a

= gp
g
log a
g

= a ( TERBUKTI )
g
log a
g

b. Jika g, a, b bilangan riil positf dan g ≠ 1 maka :

g
log(axb)= g log a + g log b

Bukti :

Jika g log a = p maka g p = a

Jika g log b = q maka g q = b

a x b = g p x gq

= g ( p+q)

g
log(axb) = p + q

= g
log a + g log b ( TERBUKTI )

c. Jika g, a, b bilangan real positif dan g ≠ 1 maka :

⎛a⎞
g
log⎜ ⎟ = g log a − g log b
⎝b⎠

Bukti :

Jika g log a = p maka g p = a


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
20

Jika g log b = q maka g q = b

a gp
=
b gq

= g ( p+q)

⎛a⎞
g
log⎜ ⎟ = p − q
⎝b⎠

= g log a − g log b ( TERBUKTI )

d. Jika g, a, dan n bilangan real positif dan g ≠ 1 maka :

g
log a n = nx g log a

Bukti :

g
log a n = g log(axaxaxax...xa) , sebanyak n faktor

= ( g log a + g log a + g log a + g log a + ...+ g log a , sebanyak n suku

= nx g log a ( TERBUKTI )

e. Jika g, a, x bilangan real positif dan g ≠ 1 dan x ≠ 1 maka :

x
log a
g
log a = x
log g

Bukti :

Jika g log a = p maka g p = a


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
21

x
log a = x log g p

= p. x log g

x
log a
P = x
log g

x
log a
g
log a = x
( TERBUKTI )
log g

f. Perluasan sifat-sifat logaritma

1
1. g
log a = a
, dengan g, a, x bilangan real positif dan g ≠ 1 dan x ≠ 1
log g

2. g
log ax a log b = g log b , dengan g, a, b bilangan real positif dan g ≠ 1

mg
3. gn
log a m = . log a
n

4. gn
log a n = g log a
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
22

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian kualitatif

deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif adalah penelitian yang menekankan pada

keadaan yang sebenarnya dan berusaha mengungkapkan fenomena-fenomena

yang ada dalam keadaan tersebut.

Dalam penelitian ini, peneliti berusaha mengungkap segala sesuatu

yang terjadi di dalam kegiatan penelitian. Penelitian ini digunakan untuk

mendeskripsikan interaksi sosial antara guru dan siswa serta interaksi sosial antara

siswa dan guru dalam proses pembelajaran matematika kelas X SMA Stella Duce

3 Bantul pada topik logaritma.

3.2 Subyek Penelitian

Subyek penelitian adalah guru bidang studi matematika dan siswa

kelas X-2 SMA Stella Duce 3 Bantul Yogyakarta yang merupakan subyek dalam

penelitian Rudhito dan Susento (2007). Dalam unit analisis ini penelitian dapat

mengkaji secara lebih mendalam interaksi sosial antara guru dan siswa serta

interaksi sosial antara siswa dengan guru dalam proses pembelajaran matematika

kelas X pada topik logaritma.

22
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
23

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Data yang digunakan untuk kepentingan penelitian ini berupa rekaman

video (dengan memakai alat ‘handy cam’) interaksi sosial dalam proses

pembelajaran matematika pada topik logaritma. Untuk meningkatkan validitas

pengumpulan data, maka setiap rekaman dievaluasi guna perbaikan kualitas

perekaman berikutnya. Proses pembelajaran ini berlangsung setiap hari Senin

selama 4 kali berturut-turut. Semua sesi menyangkut interaksi sosial dalam proses

pembelajaran matematika.

3.4 Teknik Analisis Data

Analisis data melalui tahap-tahap sebagai berikut :

1. Analisis I : Penyusunan transkrip data rekaman

2. Analisis II : Data dianalisis untuk mendeskripsikan interaksi sosial yang

terjadi pada proses pembelajaran matematika pada topik

logaritma.

Sedangkan langkah-langkah analisis data sebagai berikut :

1. Transkripsi data

Proses transkripsi ini merupakan penyajian kembali segala sesuatu yang

tampak dalam hasil rekaman video berupa pelaksanaan kegiatan pembelajaran

selama empat pertemuan dalam bentuk narasi tertulis.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
24

2. Penentuan topik-topik data

Laporan-laporan dalam bentuk tulisan tersebut dipisahkan menurut topik-topik

tertentu. Topik data adalah deskripsi ringkas mengenai bagian data yang

mengandung makna yang diteliti.

3. Penentuan kategori-kategori data

Dari topik-topik data, akan diperoleh hal-hal pokok yang sama. Hal-hal yang

sama tersebut kita pisahkan atau kita jadikan satu, sehingga kita akan

mendapat kategori-kategori data. Kategori data adalah gagasan abstrak yang

mewakili makna yang sama yang terkandung dalam sekelompok topik data.

4. Penarikan kesimpulan

Penarikan kesimpulan bertujuan untuk menjawab pertanyaan penelitian

berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian. Penarikan kesimpulan

mendeskripsikan interaksi sosial antara guru dan siswa yang telah ditemukan

pada tahap analisis data dengan menentukan hubungan-hubungan antara

kategori-kategori data dengan cara mengkontraskan kategori-kategori data.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
25

BAB IV

ANALISIS DATA

4.1 Hasil Observasi

Penelitian dilakukan pada tanggal 17 September 2007,

24 September 2007, 1 Oktober 2007, dan 22 Oktober 2007 dengan subyek

penelitian siswa kelas X-2 SMU Stella Duce 3 Bantul Yogyakarta tahun ajaran

2007/2008 dan guru pengampu pelajaran matematika SMA Stella Duce 3 Bantul

Yogyakarta tahun ajaran 2007/2008. Data berupa proses pembelajaran yang

direkam dengan handy-cam. Perekaman bertujuan untuk mengetahui kegiatan

pembelajaran yang dilakukan.

4.2 Transkrip Data

Transkrip data adalah data yang diperoleh dari lapangan selama penelitian

yang ditulis dalam bentuk uraian atau narasi tertulis. Transkrip data pembelajaran

yang dilakukan oleh subyek terdapat pada lampiran I.

4.3 Topik Data

Topik data adalah deskripsi ringkas/jelas mengenai bagian data yang

mengandung makna yang diteliti, dalam penelitian ini mengenai topik data

interaksi sosial antara guru dan siswa serta interaksi sosial antara siswa dan guru.

25
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
26

a. Interaksi antara Guru dan Siswa.

Interaksi antara guru dan siswa adalah intekasi yang dilakukan dengan

cara guru yang memulai berbicara untuk tujuan/maksud tertentu kepada

siswa/beberapa siswa. Dengan kata lain, guru yang memulai terjadinya

interaksi sosial. Adanya tanggapan dari siswa/beberapa siswa atau tidak dalam

kegiatan pembelajaran, tidak dipermasalahkan dalam menentukan topik-topik.

Topik-topik data interaksi antara guru dan siswa merupakan hasil analisis data

interaksi antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran.

b. Interaksi antara Siswa dan Guru.

Interaksi antara siswa dan guru adalah interaksi yang dilakukan dengan

cara siswa/beberapa siswa tertentu yang memulai berbicara untuk

tujuan/maksud tertentu kepada guru. Dengan kata lain siswa/beberapa siswa

yang memulai terjadinya interaksi sosial. Adanya tanggapan dari

siswa/beberapa siswa atau tidak dalam kegiatan pembelajaran, tidak

dipermasalahkan dalam menentukan topik-topik. Topik-topik data interaksi

antara siswa dan guru merupakan hasil analisis data interaksi antara siswa dan

guru dalam proses pembelajaran.

Berikut ini akan ditentukan menjadi beberapa topik data interaksi sosial

antara guru dan siswa serta interaksi antara siswa dan guru dalam proses

pembelajaran matematika pada topik logaritma yang tertuang pada tabel IV.1

sampai dengan IV.4.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
27

Tabel IV.1 Topik-topik data interaksi sosial antara guru dan siswa

serta interaksi sosial antara siswa dan guru pada pertemuan I

Kode Topik Data Bagian


Data
TGS-1 G bertanya tentang kesulitan yang dihadapi S dalam mengerjakan soal I : 1-2
pangkat rasional, tetapi tidak ada tanggapan dari S.
TGS-2 3 3
G bertanya hasil dari 2 kepada SS, SS menjawab 2 = 8 dengan kompak. I : 1-2
TGS-3 G bertanya hasil dari 2
5 5
kepada SS, SS menjawab 2 = 32 dengan I : 3-4
kompak.
TGS-4 3 3
G bertanya hasil dari 3 kepada SS, SS menjawab 3 = 27 dengan kompak. I : 5-6
TGS-5 −2
G bertanya hasil dari 3 kepada SS, BS menjawab dengan ragu-ragu I : 7-13
pertanyaan G, G mengulangi lagi pertanyaannya, tidak ada tanggapan dari
−2
S, lalu G memancing pertanyaan dengan menanyakan arti 3 , lalu S
1 1 1
menjawab 2
, dan G menulis jawaban di papan tulis 2 =
3 3 9
TGS-6 −2 −2 1 1 I : 13-14
G bertanya hasil dari 5 kepada SS, BS menjawab 5 = 2
=
5 25
dengan kompak.
TGS-7 G menulis soal dan S memperhatikan dan memahami soal yang ditulis G I : 15-16
sambil berkomentar kepada SL sambil menunjuk-nunjuk ke arah papan
tulis.
TGS-8 1 I : 17-20
G bertanya hasil dari 3
....
=
kepada seorang S1, S tersebut menjawab
27
−3
pertanyaan G dengan ragu-ragu 3 , lalu G meminta tanggapan SL benar
atau salah jawabannya, SL memberi tanggapan dengan kompak bahwa
jawabannya benar.
TGS-9 1 I : 21-24
G bertanya hasil dari 2 =
...
kepada seorang S2, S2 tersebut menjawab
8
3
pertanyaan G dengan yakin 2 , lalu G meminta tanggapan dari SL benar
atau salah jawabannya, tetapi tidak ada tanggapan dari SL, G mengulangi
pertanyaan lagi, lalu SL menanggapi dengan kompak bahwa jawabannya
benar .
TGS-10 G bertanya hasil dari 5 = 125 kepada SS, BS menjawab dengan ragu-
... I : 25-29
3
ragu 5 , G mengulangi pertanyaannya karena BS tadi menjawab dengan
3
ragu-ragu, BS menjawab dengan kompak dan tanpa ragu-ragu 5 ,G
memberi tanggapan bahwa jawaban betul.
TGS-11 G bertanya hasil dari 4
...
= 64 kepada SS, BS menjawab 4 3 , dan tidak I : 29-30
ada komentar dari G.
TGS-12 1 I : 31-33
G bertanya hasil dari 7
...
= kepada SS, SS menjawab dengan yakin
49
7 −2 , G menyetujui jawaban SS.
TGS-13 G menjelaskan cara penulisan pangkat rasional dalam bentuk logaritma, SS I : 33
memperhatikan G ketika menjelaskan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
28

TGS-14 −3 1 I : 33-35
G bertanya hasil dari 2 = bila diubah dalam bentuk logaritma, S1
8
menjawab pertanyaan G, G menulis jawaban S1 tadi di papan tulis.
TGS-15 G bertanya hasil dari 5 = 125 bila diubah dalam bentuk logaritma, SS
3 I : 35-39
menjawab pertanyaan G dengan kompak tetapi kurang lengkap yaitu 5, G
kembali bertanya dan memancing SS supaya menjawab dengan lengkap, SS
5
menjawab pertanyaan G dengan lengkap yaitu log 125 , G menulis
jawaban SS tadi di papan tulis.
TGS-16 G bertanya hasil dari 4 = 64 bila diubah dalam bentuk logaritma, BS
3 I : 39-41
4
menjawab pertanyaan G yaitu log 64 , G menulis jawaban BS di papan
tulis.
TGS-17 1
−2
I : 41-42
G bertanya hasil dari 7 =
bila diubah dalam bentuk logaritma, BS
49
7 1
menjawab pertanyaan G dengan ragu-ragu yaitu log , G menyetujui
49
jawaban BS dan menulisnya di papan tulis.
TGS-18 G menjelaskan definisi logaritma yaitu bahwa logaritma adalah invers dari I : 43-44
pangkat rasional, BS tidak memperhatikan G ketika menjelaskan, SL
memperhatikan ketika G menjelaskan.
TGS-19 G bertanya hasil dari log b = c bila diubah dalam bentuk pangkat, S3 I : 43-45
a

menjawab pertanyaan G yaitu a = b , G lalu menulis jawaban S3 di papan


c

tulis, G memberi pujian kepada S3 karena menjawab dengan benar.


TGS-20 G menjelaskan hubungan pangkat rasional dengan logaritma yaitu bentuk I : 45
pangkat bisa diubah menjadi bentuk logaritma dengan cara meng-invers-
kan, SS diam memperhatikan penjelasan dari G.
TGS-21 G bertanya arti a dalam log b = c , SS tidak tahu dan tidak menjawab
a I : 45-49
pertanyaan G, G kembali bertanya dengan mengganti pertanyaan arti a
dalam a = b , lalu SS baru mengerti maksud G dan menjawab pertanyaan
c

G yaitu a adalah bilangan pokok dari logaritma, G kemudian menjelaskan


syarat untuk a ( a>0 dan a ≠ 1)
TGS-22 G menjelaskan bahwa b-nya disebut numerus, S4 bertanya arti numerus, G I : 49-52
menjelaskan arti numerus yaitu hasil dari pangkat dan juga G menjelaskan
syarat untuk b yaitu b>0, SS memperhatikan G ketika menjelaskan, BS
sibuk mengobrolsendiri dengan temannya.
TGS-23 G bertanya alasan numerus tidak boleh negatif, tidak ada tanggapan dari SS, I : 53
lalu G menjelaskan sebabnya numerus tidak boleh negatif karena kita tidak
akan pernah mendapatkan suatu hasil perpangkatan suatu bilangan bila
numerusnya bilangan negatif.
TGS-24 G bertanya arti c dalam
a
log b = c , SS menjawab pertanyaan G arti c I : 53-55
dalam log b = c adalah hasil logaritma, G mengulangi lagi menjelaskan
a

pengertian logaritma.
TGS-25 G bertanya ada pertanyaan tentang penjelasan definisi logaritma, ada S5 I : 55-56
mau bertanya tetapi tidak jadi.
TGS-26 G mendorong SS untuk memahami dan mencatat tulisan di papan tulis, SS I : 57-58
mencatat dan memahami tulisan di papan tulis.
TGS-27 G menulis soal latihan, SS mencatat soal dan mengerjakannya, G I : 59-61
menekankan kembali bahwa logaritma adalah invers dari pangkat rasional.
TGS-28 G mendorong SS untuk bertanya, S4 bertanya tentang tulisan G yang I : 61-64
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
29

kurang jelas, G membacakan tulisannya yang kurang jelas, SS kembali


menulis dan mengerjakan soal.
TGS-29 G menjelaskan bahwa logartima juga bisa dijelaskan dengan relasi fungsi I : 65-66
seperti pada buku handout, tidak ada tanggapan dari SS.
TSG-1 S3 menulis pangkat dan perkalian hampir sama, G memperingatkan S3 I : 67-68
supaya bisa membedakan menulis pangkat dengan perkalian, S tadi
menggangguk-angguk sambil membenarkan tulisannya yang salah
TGS-30 G mendorong SS untuk maju ke depan mengerjakan, tidak ada tanggapan I : 69-70
dari SS, G meminta SS yang sudah selesai mengerjakan meneruskan
mengerjakan soal di buku handout, S diam mengerjakan soal.
TSG-2 S5 menunjukkan hasil pekerjaannya kepada G, G mengkoreksi hasil I : 71-72
pekerjaan S5 dan meminta S5 membetulkan jawabannya yang kurang tepat,
S5 segera membetulkan jawabannya.
TSG-3 1 I : 75-76
1
S6 menulis 4 2 = 2 → 4 log 2 = , G memperhatikan hasil pekerjaan
2
1
S6 lalu bertanya kepada S6 tentang arti tanda → pada tulisan 4 2 = 2 →
1
4 log 2 = , S6 menjelaskan arti tanda → adalah ”bila dan hanya bila”,G
2
menjelaskan bahwa S6 tersebut salah memakai tanda, S6 membetulkan
1
1
tandanya menjadi 4 = 2 ↔ 4 log 2 =
2
.
2
.
TSG-4 1 I : 80-86
S3 meminta ijin kepada G untuk maju mengerjakan soal 4 2 = 2 diubah
dalam bentuk logaritma, G menyetujui, S3 segera maju ke depan
mengerjakan.
TGS-31 G mendorong SS maju mengerjakan, SS diam dengan kepala tertunduk I : 91-94
ketika G meminta SS untuk maju mengerjakan, karena tidak ada yaang mau
maju mengerjakan maka G menunjuk S6 untuk maju mengerjakan soal
1 1
( ) 3 = diubah dalam bentuk logaritma, S6 yang ditunjuk lalu maju
2 8
mengerjakan.
TGS-32 G berkeliling kelas memperhatikan SS dalam mengerjakan soal. I : 95
TSG-5 1 −2
I : 96-100
S7 maju mengerjakan soal ( ) = 25 diubah dalam bentuk logaritma
5
tanpa ditunjuk G, G memberikan persetujuan, S7 lalu maju mengerjakan.
TSG-6 S2 memperhatikan G dan mau minta ijin maju mengerjakan log 27 = 3
3 I : 102-104
diubah dalam bentuk pangkat rasional, sebelum G memberikan ijin, S8
sudah mendahului maju mengerjakan, S2 kembali duduk dan tidak jadi
maju mnegerjakan.
TSG-7 S8 maju mengerjakan soal log 27 = 3 diubah dalam bentuk pangkat
3 I : 104-106
rasional tanpa ditunjuk G, G memberikan persetujuan, S8 lalu maju
mengerjakan.
TGS-33 G berkeliling memperhatikan G dalam mengerjakan. I : 107
TSG-8 1 I : 108
S9 maju mengerjakan soal log = −2 diubah dalam bentuk pangkat
3

9
rasional tanpa ditunjuk G, G tidak memberi persetujuan, S9 tetap maju
mengerjakan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
30

TGS-34 G menjelaskan arti tanda ↔ yang artinya ”bila dan hanya bila ” karena BS I : 109
memakai tanda → yang sebenarnya berarti ”jika-maka”, S tidak
memberikan tanggapan, BS yang salah memakai tanda ↔ lalu
membenarkan tanda yang salah tersebut.
TGS-35 G bertanya kepada SS sama tidak antara 2 log 100 dengan log100 , S I : 109-127
2

menjawab tidak sama, G bertanya bilangan pokok dari 2 log 100 , BS


menjawab 2 dan SL menjawab 10, G lalu tersenyum dan kembali bertanya
bilangan pokok dari 2 log 100 , BS masih tetap menjawab 2 tetapi ada S7
menjawab 10, G lalu menjelaskan bahwa bilangan pokok dari 2 log 100
adalah 10, G bernafas lega SS dapat menjawab pertanyaannya.
TGS-36 G bertanya bertanya bilangan pokok dari log100 , S10 menjawab 2, G I : 127-130
2

2
meminta tanggapan SS sama tidak antara 2 log 100 dengan log 100 , SS
menjawab tidak sama.
TSG-9 1 1 I : 131-133
log = 3, lalu G bertanya kepada SS
S6 menulis hasil pekerjaannya
2 8
1
1 1 1
sama tidak antara log dengan 2 log , SS menjawab tidak sama, G
2 8 8
membenarkan hasil pekerjaan S6 yang salah tadi dan diganti menjadi
1
1
2
log = 3.
8
TSG-10 S8 menulis soal 2b = log 27 = 3 ⇔ 3 = 27 , G lalu bertanya kepada
3 3 I : 133-137
S8 alasannya ada tanda sama dengan (=) setelah nomor soal, S8
menjelaskan bahwa itu seharusnya tanda titik, G membenarkan tulisan yang
2b. log 27 = 3 ⇔ 3 = 27
3 3
salah tersebut menjadi

TSG-11 S9 juga menulis hal yang sama dengan S8 yaitu 2d = I : 137


1 1
3
log = −2 ⇔ 3− 2 = , lalu G membetulkan tulisan S9 menjadi 2d.
9 9
1 1
3
log = −2 ⇔ 3− 2 = .
9 9

TSG-12 2 1 I : 138-139
S3 meminta ijin kepada G untuk maju mengerjakan hasil dari log , G
8
tidak memberi persetujuan karena S3 sudah sering maju dan G meminta S3
memberi kesempatan kepada SL untuk maju mengerjakan , S3 tidak jadi
maju mengerjakan.
TGS-37 G bertanya kepada SS ada kesulitan dalam mengerjakan soal nomor 3, SS I : 139
tidak menanggapi pertanyaan G.
TGS-38 2 1 2 1 I : 139-143
G bertanya hasil dari log , BS menjawab log = 3, G kembali
8 8
bertanya dari mana asalnya jawabannya bisa 3, BS menjelaskan kepada G
bahwa 3 diperoleh dari 2 = 8 , G menjelaskan cara mengerjakan soal
3

tersebut, SS diam mendengarkan.


TGS-39 1 I : 143-147
G bertanya hasil dari 2 =
...
, tidak ada tanggapan dari SS, G memancing
8
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
31

supaya SS bisa menjawab, BS memberi jawaban atas pancingan G yaitu


1
2 −3 = , G menulis jawaban BS di papan tulis.
8
TGS-40 G menjelaskan cara mengerjakan soal logaritma bisa langsung dan bisa I : 147
tidak langsung.
TSG-13 1 I : 148-152
S12 meminta ijin maju mengerjakan soal 2 log 16 = x , G memberikan
persetujuan, S12 maju ke depan mengerjakan.
TSG-14 1 I : 150-151
BS bertanya kepada G cara menyelesaikan soal log 16 = x , G
2

menjelaskan kepada BS, BS terlihat mengangguk-angguk.


TSG-15 S13 memperlihatkan jawabannya kepada guru dan bertanya kepada G I :152-153
1

tentang soal 3
log125 , G menjelaskan kepada S13 cara menyelesaikan
1

soal 3
log125 , S13 melanjutkan mengerjakan, G kembali ke depan kelas.
TSG-16 1 I : 153-164
S12 mengerjakan soal 2
log 16 = x dan hasilnya adalah ( -4 ), G lalu
1
bertanya kepada S12 alasannya log 16 = x hasilnya bisa ( -4 ), S12
2

terdiam memperhatikan hasil pekerjaannya sambil berfikir, G bertanya lagi


1
bilangan pokok dari 2
log 16 , S12 menjawab 2, G bertanya kembali
1
1
bilangan pokok dari 2
log 16 , S12 meralat jawabannya dan menjawab ,
2
G menjelaskan bahwa penguasaan konsep dasar S12 tentang bilangan
pokok masih kurang baik jadi perlu diperbaiki, S12 memperhatikan G
ketika memberi penjelasan, G menjelaskan kembali cara pengerjaan soal
1
2
log 16 = x karena jawaban S12 ada yang kurang tepat.
TGS-41 G menjelaskan kepada SS bahwa kalau mengerjakan bilangan pokok yang I : 165-167
berbentuk pecahan lebih baik diubah ke dalam bilangan bulat dulu, G
meminta SS supaya maju membetulkan jawaban S12, tidak ada S yang
berniat maju mengerjakan.

TSG-17 S3 mau maju membenarkan jawaban S12, G mempersilahkan S3 tersebut I : 168-192


mengerjakan, S3 menulis jawaban di papan tulis, G meminta S3
menjelaskan tentang maksud dari hasil pekerjaan S3, S3 menjelaskan
maksud dari hasil pekerjaannya tersebut, G memberitahu S3 bahwa hasil
1
pekerjaannya kurang langkah 2 log 16 = x , S3 segera membetulkan hasil
pekerjaannya.
TGS-42 G menjelaskan kembali kepada SS hasil pekerjaan dari S3 yaitu I : 193
1
2
log 16 = x
TGS-43 1 I : 193-194
G bertanya kepada SS ada permasalahan dengan soal log 16 = x , SS
2

tidak menanggapi pertanyaan G tetapi SS sibuk membetulkan jawaban


mereka yang kurang tepat.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
32

TSG-18 S13 mau maju ke depan, G memberi persetujuan, S13 lalu maju I : 194-196
mengerjakan soal log 3 = x .
9

TGS-44 G mengkoreksi hasil pekerjaan S yang maju, G bertanya kepada SS I : 197-209


9 = 3 , S9 menjawab pertanyaan G, G meminta S13 untuk membetulkan
...

jawabannya yang kurang tepat, S13 segera membetulkan jawabannya, G


bertanya kembali sudah yakin dengan jawabannya tadi, S13 tidak menjawab
pertanyaan G karena bingung, G bertanya kepada SS ada yang bisa
membantu S13, tidak ada tanggapan dari SS mereka hanya memperhatikan
S13 dan hasil pekerjaan S13, G lalu membetulkan jawaban S13 yang
kurang tepat tadi lalu menjelaskan bahwa bilangan pokoknya sebaiknya
diubah dari besar dibuat kecil.
TGS-45 G bertanya kepada SS yang hasil pekerjaannya sama dengan yang ada di I : 209-210
papan tulis, SS yang hasil pekerjaannya sama dengan jawaban yang di
papan tulis tunjuk tangan, G menghitung SS yang tunjuk tangan.
TGS-46 G bertanya kepada SS ada kesulitan dalam mengerjakan soal latihan, tidak I : 211
ada S yang menanggapi pertanyaan G, G meneruskan menulis soal latihan.
TGS-47 G berkeliling kelas mengamati SS dalam mengerjakan, S14 sedang I : 215-217
melamun ketika G lewat disampingnya lalu S14 segera mengerjakan soal
lagi, G berjalan ke depan kelas lagi memperhatikan SS dari depan kelas.
TSG-19 S3 memperlihatkan hasil pekerjaannya kepada G, G memperhatikan hasil I : 220-221
pekerjaan S3 lalu berkomentar kepada S3 dan SS bahwa lebih baik
membawa bilangan pokoknya ke yang lebih kecil, S3 membetulkan hasil
pekerjaannya.
TSG-20 S16 mengerjaakan soal
25
log 5 = x, G berkomentar benar tidak I : 222-224
jawabannya, S16 menganggukkan kepala tanda benar.
TSG-21 S17 memperlihatkan hasil pekerjaannya kepada G, G meminta S17 untuk I : 224-225
meneruskan jawabannya karena sudah benar caranya, S17 meneruskan
mengerjakan.
TGS-48 G memberi kesempatan kepada SS untuk maju mengerjakan log 5 = x ,
25 I : 225-229
tidak ada tanggapan dari SS, G lalu menyuruh S18 maju mengerjakan
25
log 5 = x , S18 berkata bahwa S18 mengerjakan secara langsung, G
meminta S18 mengerjakan dengan cara, S18 lalu maju mengerjakan.
TGS-49 G mengkoreksi hasil pekerjaan S18 yang mengerjakan
25
log 5 = x , G I : 229
menyetujui hasil pekerjaan S18.
TGS-50 1 I : 229-230
G meminta S19 maju mengerjakan soal 3
log 27 = x , S19 lalu maju
mengerjakan.
TGS-51 G mengkoreksi hasil pekerjaan S18 yaitu
25
log 5 = x dan hasil pekerjaan I : 231
1

S19 yaitu log 27 = x , G menanggapi hasil pekerjaan S18 dan S19 yang
3

prosesnya kurang tepat, G menambahkan jawaban yang kurang tepat tadi.


TGS-52 G meminta seorang S3 untuk maju mengerjakan soal
9
log 27 = n , S3 I :231-232
langsung maju mengerjakan.
TGS-53 G mengkoreksi log 27 = n , G bertanya I : 233-235
hasil pekerjaan S3 yaitu
9

1 1
darimana asalnya n = 1 , S3 menjelaskan kepada G asalnya n = 1 , G
2 2
mengomentari sebaiknya menulisnya yang jelas.
TGS-54 G bertanya kepada SS ada kesulitan dalam mengerjakan soal latihan, tidak I : 235
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
33

ada tanggapan dari SS, SS sibuk menyalin jawaban S18, S19, dan S3 yang
ada di papan tulis.
TSG-22 S18 bertanya kepada G tentang soal yang ada dibuku handout I : 236-239
3
log 27 = x , G menunjuk BS untuk mencoba mengerjakan, BS yang
ditunjuk oleh G tidak ada yang bersedia maju mengerjakan.
TSG-23 I : 240-242
S16 maju mengerjakan soal log 27 = x tanpa disuruh G, G memberi
3

persetujuan dan mempersilahkan S16 tersebut untuk maju mengerjakan,


S16 lalu segera maju mengerjakan.
TGS-55 G mengkoreksi hasil pekerjaan S16, G bertanya 3 = 3 , tidak ada
... I : 243-244
tanggapan dari SS, BS memperhatikan G dengan bertopang dagu dan
melamun, SL mengobrol sendiri dengan temannya.
TGS-56 G membetulkan jawaban S16 karena kurang lengkap, tidak ada tanggapan I : 247-248
dari S, BS sibuk menyalin jawaban dari S16.
TGS-57 G mengulang kembali materi definisi logaritma, SS memperhatikan G dan I : 249-255
menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh G.
TGS-58 G mendorong SS untuk bertanya kepada G, tidak ada SS yang berniat untuk I : 255-256
bertanya kepada G.
TGS-59 G memberikan soal pekerjaan rumah dan meminta SS untuk mempelajari I : 255-256
sifat-sifat logaritma beserta pembuktiannya dari sifat 1 sampai 4., S menulis
soal pekerjaan rumah yang ada di papan tulis.
Keterangan :

TGS : Topik data interaksi sosial antara guru dan siswa.

TSG : Topik data interaksi sosial antara siswa dan guru.

G : Guru ; SS : Semua siswa ; BS : Beberapa Siswa ; SL : Siswa lain ; Sn : Siswa yang ke-n

Tabel IV.2 Topik-topik data interaksi sosial antara guru dan siswa

serta interaksi sosial antara siswa dan guru pada pertemuan II

Kode TOPIK DATA Bagian Data


TGS-60 G bertanya kepada SS jumlah sifat-sifat logaritma yang harus II : 1-2
dipelajari SS sebagai pekerjaan rumaah, BS menjawab ada 4 sifat
logaritma.
TGS-61 G menulis 4 sifat logaritma di papan tulis, SS memperhatikan G II : 3-4
ketika G menulis sifat-sifat logaritma.
TGS-62 G bertanya bunyi sifat logaritma yang ke-1, BS menjawab II : 5-6
=a .
g
log a
g
TGS-63 G bertanya bunyi sifat logaritma yang ke-2, BS menjawab II : 7-8
a
log b.c = log b+ log c .
a a

TGS-64 G bertanya bunyi sifat logaritma yang ke-3, SS diam tidak II : 9-12
menanggapi pertanyaan G, karena tidak ada jawaban dari SS maka G
b a
menjawab sendiri pertanyaannya ” log = log b− log c ” , SS
a a

c
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
34

memperhatikan G dengan cermat.


TGS-66 G menjelaskan bahwa sifat logaritma yang ke-4 dibagi menjadi 2 II : 13-14
n a
log b n = n.a log b dan log b n =
m
sifat lagi yaitu
a a
. log b ,
m
SS memperhatikan G lalu mencocokkan dengan yanga ada di buku
handout.
TGS-67 G bertanya kepada SS kesulitan dalam mempelajari atau II : 15-16
membuktikan ke-4 sifat tersebut, SS tidak menjawab pertanyaan G,
BS menyalin sifat-sifat logaritma.
TGS-68 G kembali bertanya ada masalah dalam mempelajari atau II : 17-18
membuktikan ke-4 sifat tersebut, tidak ada SS yang menjawab
pertanyaaan G karena SS masih sibuk menyalin sifat-sifat logaritma.
TGS-69 G bertanya kepada SS sifat-sifat yang mau ditanyakan, tetap tidak II : 19-20
ada SS yang menjawab pertanyaan G.
TGS-70 G kembali mengulangi pertanyaannya tentang sifat-sifat yang mau II : 21-24
ditanyakan, S1 bertanya cara membuktikan sifat 4, G kembali
bertanya kepada SS selain sifat 4 ada sifat lain lagi tidak yang
menjadi masalah dalam mempelajarinya, BS menjawab ada masalah.
TGS-71 G menegaskan kembali pertanyaannya sifat logaritma yang belum II : 25-26
jelas dan belum bisa mempelajari, SS menjawab dengan kompak
sifat nomor-4.
TGS-72 G menjelaskan bahwa dalam membuktikan sifat-sifat logaritma II : 27-28
harus dari sifat yang ke-1 dulu baru sifat yang ke-2 dan seterusnya,
SS memperhatikan penjelasan dari G.
TGS-73 G bertanya kepada SS sudah bisa belum membuktikan sifat 1 sampai II : 29-30
sifat 3, tidak ada SS yang menjawab perrtanyaan G dan SS hanya
diam memperhatikan G ketika bertanya.
TGS-74 G bertanya masalah yang dihadapi SS dalam membuktikan sifat-sifat II : 31-32
logaritma, SS belum mendapatkan masalah dalam membuktikan sifat
logaritma jadi tidak ada SS yang menjawab pertanyaaan G.
TGS-75 G bertanya lagi kepada SS kesulitan yang dihadapi dalam II : 33-34
membuktikan sifat-sifat logaritma, tidak ada SS yang berkomentar
tentang kesulitan yang mereka alami dalam membuktikan sifat-sifat
logaritma.
TGS-76 G kembali bertanya sifat mana yang mau dibuktikan, S tidak II : 35-36
menjawab pertanyaan G.
TGS-77 G bertanya kepada SS sudahkah mempelajari ke-4 sifat logaritma, II : 37-38
SS menjawab sudah mempelajari.
TGS-78 G bertanya kepada SS kesulitan yang dialami SS dalam mempelajari II : 39-42
sifat-sifat logaritma, S2 menjawab pertanyaan G yaitu kesulitan
dalam mempelajari dan membuktikan sifat ke-4, G menjelaskan
cara membuktikan sifat nomor 4 yaitu bisa dari ruas kanan
dijalankan kemudian ketemu ruas kiri atau dari ruas kiri dijalankan
kemudian ketemu ruas kanan, SS memperhatikan penjelasan dari G.
TGS-79 G bertanya kepada SS arti dari b pada log b , S3 menjawab b
n a n n II : 43-45
artinya b x b x b x b sebanyak n suku, G menyetujui jawaban S3
TGS-80 G bertanya arti log bxbxbxbxb (sebanyak n-kali) berdasarkan
a II : 45-50
sifat logaritma yang ke-2, BS mrnjawab pertanyaan G bahwa
a
log bxbxbxbxb (sebanyak n-kali) artinya
a
log b + log b + log b + log b , G kembali bertanya
a a a

banyaknya log b , BS menjawab n-kali, G meminta persetujuan


a
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
35

SS, SS menganggukkan kepala tanda setuju, G lalu menulis jawaban


BS di papan tulis
TGS-81 G mengulang kembali penjelasannya bahwa
a
log bxbxbxbxb = II : 51
a
log b + a log b + a log b + a log b (sebanyak n-kali).
TGS-82 G bertanya cara menulis log b + log b + log b (sebanyak n-
a a a II : 51-53
kali), tidak ada SS yang yang menjawab pertanyaannya, karena tidak
ada jawaban dari SS maka G menjawab sendiri pertanyaannya yaitu
a
log b + a log b + a log b + a log b (sebanyak n-kali) = n .
a
log b .
TGS-83 G kembali bertanya hasil dari log b + log b + log b + log b
a a a a II : 53-55

(sebanyak n-kali), BS menjawab ” n . log b ” , G menyetujui


a

pendapat SS.
TGS-84 G menjelaskan kepada SS untuk membuktikan sifat logaritma nomor II : 55-56
4 menggunakan definisi pangkat rasional dan sifat logaritma nomor
2, SS menganggukkan kepala tanda setuju dengan G.
TGS-85 G bertanya kepada SS ada pertanyaan tentang sifat 4, tidak ada II : 57-60
jawaban dari SS, SS diam mendengarkan G berbicara, G kembali
bertanya kepada SS sifat 4 ada pertanyaan, SS tidak menjawab
pertanyaan G, SS sibuk mencatat pembuktian sifat-sifat logaritma.
TGS-86 G mendorong SS untuk bertanya tentang pembuktian sifat logaritma II : 61-64
1 sampai 4, tidak ada SS yaang bertanya kepada G, SS menyalin
tulisan sifat-sifat logaritma., G melanjutkan pelajaran karena tidak
ada pertanyaan dari SS.
TGS-87 G menulis 5 soal di papan tulis, SS mencatat 5 soal di buku masing- II : 65-66
masing dengan tenang.
TGS-88 G membaca lagi soal yang tertulis di papan tulis, SS menulis soal II : 67-68
tersebut dan mulai mencoba mengerjakan dengan tenang.
TGS-89 G berkeliling kelas dan mengamati SS dalam mengerjakan soal II : 69-70
latihan, SS sibuk mengerjakan soal tersebut.
TGS-90 G mendorong SS untuk mengerjakan soal yang telah dilingkari oleh II : 71
14 9
G yaitu 2( ) log 8 , 2 log 4+ 2 log 18− 2 log 2 , dan
log16
,
3
2
log 6 + 2 . log 4 − log 3 lalu G kembali mengamati SS dalam
2 2

mengerjakan soal latihan.


TSG-24 g
log a II : 74-84
S4 bertanya kepada G alasan tulisan G di papan tulis ( g )
g log a
berbeda dengan tulisan di buku handout ( g ), G menjelaskan
alasan tulisannya di papan tulis berbeda dengan tulisan di buku
handout karena bilangan pokoknya berbeda, SS memperhatikan G
dalam memberi penjelasan dan menjawab pertanyaan G.
TGS-91 G menyimpulkan bahwa tulisan di buku handout ( g
g log a
) kurang II : 85-86

tepat karena g pada g log a kurang naik, seharusnya log a , SS


g

membetulkan tulisan yang kurang tepat tersebut lalu meneruskan


mengerjakan.
TGS-92 G memberi kesempatan kepada SS untuk maju mengerjakan soal II : 87-88
4 1 9
2 log16
, ( ) log 8 , 2
log 4+ log 18− log 2 ,
2 2
dan
3
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
36

2
log 6 + 2 .2 log 4 − 2 log 3 , belum ada SS yang bersedia maju
karena belum selesai mengerjakan.
TGS-93 G berkeliling kelas memperhatikan SS dalam mengerjakan, SS II : 89-92
masih sibuk mengerjakan soal latihan, ada S1 dan S5 saling terlibat
perdebatan mengenai perbedaan sifat ke-1 di buku handout dengan
di papan tulis.
TGS-94 4
log16 II : 95-96
G mendorong SS mencoba maju mengerjakan soal 2 , ada
tanggapan dari SS.
TSG-25 4
log16 II : 96-98
S6 mau maju mengerjakan soal 2 tanpa disuruh G, G
memberikan persetujuan kepada S6, S6 lalu maju mengerjakan soal
4
log16
2 langsung jawabannya tanpa menggunakan cara.
TGS-95 1 9
log 8
II : 99-100
G mendorong SS mencoba mengerjakan soal ( ) , ada
3
tanggapan dari seorang S
TSG-26 1 9
log 8
II : 100-102
S7 mau maju mengerjaakan soal ( ) tanpa disuruh G, G
3
memberikan persetujuan kepada S7, S7 lalu maju mengerjakan soal
1 9
( ) log 8 juga langsung jawabannya tanpa menggunakan cara.
3
TGS-96 G memeriksa pekerjaan S6 dan S7 yang maju mengerjakan soal 1 II : 103-103
dan 2, G menemukan ada kesalahan pada pekerjaan mereka berdua,
G memberikan kesempatan kepada SS yang mempunyai berpendapat
beda dengan jawaban S6 dan S7.
TSG-27 S4 tunjuk tangan dan maju ke depan membetulkan pekerjaan S6 II : 104-112
4
log16
yang kurang tepat ( 2 =16 ), G menyetujui S4 maju
membetulkan jawaban S6 yang kurang tepat dan menggantinya
4
log16
dengan 2 = 4 dengan menggunakan cara, G mengomentari
pekerjaan S dan menyatakan bahwa jawaban S tersebut sudah benar,
SS diam memperhatikan dan mencatat jawaban S4 tersebut.
TSG-28 S8 tunjuk tangan karena berbeda pendapat dengan S4 yang II : 112-115
4
log16
mengerjakan 2 = 4, G meminta S8 tersebut menjelaskan cara
pengerjaannya, S8 menjelaskan kepada G dan SL cara S8
4
log16
mengerjakan soal 2 , G menganggukkan kepala tanda G setuju
juga dengan jawaban S8 karena ternyata jawaban S8 sama dengan
jawaban S4 cuma cara mengerjakannya berbeda.
TGS-97 4
log16 II : 121-122
G mengkoreksi hasil pekerjaan S4 yaitu 2 = 4, SS
memperhatikan G ketika mengkoreksi.
TGS-98 4
log16 II : 123-124
G menjelaskan kepada SS bila mengerjakan soal 2
menggunakan sifat ke-1, lalu G bertanya kepada SS bunyi sifat ke-1,
= a.
g
log a
S6 menjawab g
TGS-99 II : 125-127
= a , tidak ada SS yang menjawab
g
log a
G bertanya ciri dari sifat g
pertanyaan G, karena tidak ada jawaban dari SS lalu G menjelaskan
bahwa g-nya harus sama.
TGS-100 II : 127-134
= a boleh atau tidak, S
g
log a
G bertanya bila g-nya berbeda pada g
4
log16
menjawab tidak boleh, lalu G bertanya pada soal 2 boleh atau
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
37

tidak langsung menggunakan sifat ke-1, SS menjawab tidak boleh.


TGS-101 4
log16 II : 135
G menjelaskan bahwa angka 2 dan 4 pada soal 2 tidak sama,
jadi harus disamakan dulu dan tidak boleh langsung jawabannya 16,
2
SS kemudian menyamakan 4 = 2 .
TGS-102 1 9
log 8
II : 135-138
G bertanya pada ( ) g-nya sudah sama atau belum, SS
3
menjawab belum, G berkata maka tidak boleh dikerjakan secara
langsung menggunakan sifat ke-1, SS tersenyum menyadari
pekerjaannya kurang tepat.
TSG-29 S4 mengerjakan soal 1 dengan cara mengubah log16 menjadi 2, G
4 II : 139-145
bertanya kepada SS boleh atau tidak, BS menjawab boleh, G
menyetujui hasi pekerjaan S4.
TGS-103 4
log16 II : 145-146
G bertanya cara menerapakan sifat nomor 1 pada soal 2 , SS
memperhatikan G dan tidak menjawab pertanyaan G.
TGS-104 4
log16 II : 147-150
G bertanya soal 2 bilangan pokoknya dibawa ke 2 atau 4, BS
yang menjawab 2 dan SL yang menjawab 4, G kembali mengulangi
pertanyaannya bilangan pokoknya dibawa ke 2 atau 4, SS menjawab
tidak kompak, ada yang menjawab 2 dan ada lagi yang menjawab 4,
lalu mereka tertawa karena tidak kompak.
TGS-105 G bertanya kalau mengubah bilangan lebih mudah dari besar ke kecil II : 151-154
atau dari kecil ke besar, S menjawab dari besar ke kecil, G
menangguk-angguk tanda setuju, SS juga mengguk-angguk.
TGS-106 G bertanya kalau mengubah bilangan lebih mudah dari besar ke kecil II : 155-156
atau dari kecil ke besar, S menjawab dari besar ke kecil , G bertanya
besar 4 atau 2, SS menjawab kompak besar 4.
TGS-107 4
log16 II : 157-172
G menjelaskan cara mengerjakan mengerjakan soal 2 , SS
22
log16
memperhatikan penjelasan G, G bertanya nilai m pada 2 , BS
22
log16
menjawab 2, G bertanya nilai n pada 2 , BS menjawab 1, G
12
log 16
2
meminta SS untuk menerapkan sifat 4a pada 2 sehingga
1 1
2 2
log16 2 log16 2
menjadi 2 , S menjawab hasil dari 2 adalah 4.
TGS-108 4
log16 II : 173-174
G bertanya cara mengerjakan soal 2 dengan cara yang ke-2
yaitu mengubah bilangan pokoknya menjadi 2, SS diam
memperhatikan.
TGS-109 4
log16 II : 175-176
G bertanya cara mengerjakan soal 2 dengan cara yang ke-2
yaitu mengubah bilangan pokoknya menjadi 2, G bertanya 2 = 4 ,
....

1
SS menjawab dengan kompak .
2
TGS-110 4
log16 II : 177-182
G menjelaskan cara mengerjakan soal 2 dengan cara yang
kedua, SS memperhatikan G ketika memberi penjelasan, lalu SS
4
log16
menyalin jawaban cara pertama dan kedua soal 2 di buku
mereka masing-masing.
TGS-111 G memberi kesempatan SS untuk bertanya, tidak ada SS yang II : 183-184
bertanya kepada G karena masih sibuk menyalin jawaban dari soal
4
log16
2 .
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
38

TSG-30 S8 tunjuk tangan karena mau bertanya, G memberi kesempatan II : 184-187


1
kepada S8 untuk bertanya, S8 bertanya alasannya bisa dipindah
2
14 1
. log16 4
log16 2
ke 16 pada 4 2
ke 4 , G menjelasakan bahwa itu terjadi
karena memakai sifat 4a ( log b = n. log b ).
a n a

TGS-112 G mendorong SS mengerjakan soal nomor 2 seperti mengerjakan II : 187-188


soal nomor 1, SS mengerjakan di buku mereka masing-masing, ada
S9 yang mainan kuku dan tidajk mendengarkan G saat menjelaskan.
TGS-113 G berkeliling kelas mengamati SS saat mengerjakan, S masih tenang II : 191
mengerjakan.
TSG-31 S10 menulis g log a , G melihat tulisan S10 lalu berkomentar
g II : 192-194

bahwa tulisan S10 kurang tepat yaitu menulis g log a padahal


g

g
log a
seharusnya g , S10 lalu memperbaiki tulisannya yang kurang
tepat.
TGS-114 G bertanya arti dari g log a , BS menjawab g kali log a , G
g g II : 195-199
kembali bertanya dikalikan atau dipangkatkan , BS menjawab
dikalikan, G setuju dengan jawaban BS.
TSG-32 S11 menulis hal yang sama dengan S10 yaitu g log a , lalu G
g II : 200-203
berkomentar kepada S11 untuk memperbaiki tulisan yang kurang
tepat tersebut, S11 lalu menghapus tulisannya yang salah dan
menggantinya.
TSG-33 S12 menulis g
g log a
, G berkomentar bahwa tulisannya salah, S12 II : 204-207
lalu membetulkan tulisannya yang salah, G menjelaskan kepada S12
letak kesalahan yang dibuat S12, S12 mengangguk-angguk mengerti.
TSG-34 g
log a II : 208-218
S13 bertanya perbedaan dari g , g g log a , dan g g log a , G
g
log a
menjelaskan perbedaan g , g g log a , dan g g log a yaitu
g
log a
g log a , g g log a artinya g pangkat g kali
artinya g pangkat
g

log a, g log a artinya g kali log a


g g

TGS-115 G mendorong SS untuk bertanya, tidak ada SS yang bertanya kepada II : 219-220
G, mereka masih bingung dengan penjelasan G.
TGS-116 G mendorong kepada SS mengerjakan soal nomor 2, belum ada SS II : 221-222
yang mau mencoba mengerjakan soal .
TGS-117 G menunjuk S1 supaya maju mengerjakan, S1 menggelengkan II : 223-224
kepala tidak bersedia maju mengerjakan.
TGS-118 G mendorong SS untuk maju mengerjakan, tidak ada tanggapan dari II : 225-226
SS.
TGS-119 G mendorong SS untuk maju mengerjakan, tetap belum ada SS yang II : 227-230
mau maju mengerjakan, mereka masih sibuk mengerjakan di buku
tulis masing-masing.
TGS-120 G menanyakan kesulitan yang di alami SS , SS tidak menjawab II : 231-234
pertanyaan G , lalu G bertanya kepada SS beberapa
9
log 8
1
kemungkinanuntuk menyelesaikan soal , SS menjawab 3
3
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
39

1
yaitu ,3, dan 9
3
TGS-121 1 II : 235-236
G bertanya diantara ,3, dan 9 yang lebih mudah dalam
3
mengerjakan, BS menjawab 9.
TGS-122 9
log 8 II : 237-242
1
G menjelaskan cara mengerjakan dengan menggunakan
3
bilangan pokoknya diubah menjadi 9, SS dengan tenang
memperhatikan G dalam memberikan penjelasan, G bertanya hasil
1
dari 9
...
= , BS menjawab -2, G kembali bertanya hasil dari
3
1
9 ... = , SS menjawab -2, G menulis jawaban dari SS yaitu
3
9
log 8
1 9
log 8
= 9 −2 , SS memperhatikan G dengan tenang.
3
TGS-123 G bertanya sifat logaritma yang dipakai untuk meneruskan pekerjaan II : 243-249
9
log 8
1 9
log 8
= 9 −2 , SS menjawab menggunakan sifat 4b, lalu G
3
−2.9 log 8 9
log 8−2 9
log 8−2
menulis 9 dan 9 , G bertanya hasil dari 9 , BS
−2
menjawab 8 , G lalu menulis di papan tulis.
TSG-35 S5 bertanya bisa atau tidak pangkat dari 9 bukan (-2) tetapi pangkat II : 250-256
1
( - ), G meminta S5 memberikan alasan pangkatnya diubah
2
1
menjadi ( - ), S5 menjelaskan alasan pangkatnya diubah menjadi
2
1
(- ), G tidak setuju dengan jawaban dari S5 karena S5 jawaban G
2
4a yaitu log b = n. log b , S5
a n a
itu mengacu pada sifat
menganggukkan kepalanya menyetujui G.
TGS-124 G bertanya cara pengerjaan bila bilangan pokoknya diubah menjadi II :257-258
1
, tidak ada SS yang menjawab pertanyaan G, SS sibuk menyalin
3
jawaban cara I.
TGS-125 9
log 8 II : 261-265
1
G menjelaskan cara pengerjaan dengan menggunakan
3
1
bilangan pokoknya diubah menjadi , SS memperhatian G saat
3
menjelaskan., dan sesekali menjawab pertanyaaan G, G bertanya
hasil akhirnya, tidak ada jawaban dari SS
TSG-36 S5 berkomentar kepada G bahwa hasil pekerjaan cara II berbeda II : 266-268
dengan hasil pekerjaan cara I sambil tersenyum kepada G, G lalu
memperhatikan SS dan menyadari bahwa hasil pekerjaan cara I dan
II berbeda, G bertanya kepada SS letak kesalahannya, SS terlihat
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
40

bingung dan BS bertopang dagu memperhatikan G.


TGS-126 G bertanya letak kesalahan dalam mengerjakan cara I atau cara II, G II : 269-274
bertanya kepada S15 letak kesalahan yang dibuat G, S15
menggelengkan kepala karena tidak tahu, BS memberitahu G bahwa
1
1 −
kesalahan terletak pada cara I dimana itu seharusnya adalah 9 2
3
−2
bukan 9 , G lalu membetulkan jawaban yang salah tadi sambil
tersenyum kepada SS, SS membetulkan juga jawaban yang salah tadi
dibuku masing-masing.
TGS-127 1 ...
II : 275-278
G bertanya hasil dari = 3 , SS tidak menjawab pertanyaan G,
3
karena tidak ada tanggapan dari SS maka G menjelaskan cara
9
log 8
1
pengerjaan dengan menggunakan bilangan pokoknya diubah
3
menjadi 3 ,SS memperhatikan G saat menjelaskan, G menulis hasil
akhirnya.
TSG-37 −
1

1 II : 278-282
S16 bertanya asalnya 3 2
, G menjelaskan 3 didapat dari2

n
log b n = .a log b dimana
m
a
penggunaan sifat 4b yaitu
m
1
32 − .3 log 8
log 8−1
3 menjadi 3 2 , S menganggukkan kepala tanda
mengerti.
TGS-128 G mendorong SS untuk bertanya, tetapi tidak ada tanggapan dari SS, II : 283-284
SS masih sibuk menyalin jawaban yang ada di papan tulis.
TGS-129 G mendorong SS untuk maju mengerjakan soal nomor 4, belum ada II : 285-286
SS yang mau maju, G kembali bertanya kepada SS yang mau maju
mengerjakan, tetap tidak ada SS yang mau maju mengerjakan.
TGS-130 G mendorong SS untuk maju lagi karena telah menunggu lama tidak II : 287-288
ada SS yang mau maju, tetap tidak ada SS yang bersedia maju,
mereka masih sibuk mengerjakan dibuku masing-masing.
TGS-131 G mendorong SS untuk maju mengerjakan soal nomor 4 dan 5, tetap II : 289
tidak ada SS yang bersedia maju mengerjakan.
TSG-38 S5 berbicara kepada G bahwa S7 mau maju mengerjakan, G lalu II : 290-292
menyetujui S7 maju, tetapi S7 tersebut tidak berani maju
mengerjakan karena kurang yakin dengan jawabannya.
TGS-132 G menunjuk S17 untuk maju mengerjakan soal II : 293-294
2
log 4+ log 18− log 2 , S17 lalu maju mengerjakan.
2 2

TSG-39 S9 bertanya cara mengerjakan soal nomor 5, G mendekati S9 dan II : 296-298


menjelaskan apa yaang ditanyakan S9, S9 terlihat mengangguk-
angguk ketika dijelaskan oleh G.
TGS-133 G bertanya kepada SS jawaban dari S17 betul atau salah, SS II : 299-301
menjawab betul, G lalu menyetujui jawaban dari S17 adalah betul.
TGS-134 G mendorong SS untuk maju mengerjakan soal nomor 5, belum ada II : 301-306
SS yang bersedia maju mengerjakan, maka G lalu memanggil S1
2
untuk maju mengerjakan soal log 6 + 2 − log 3 , S1 segera
2 log 4 2

maju mengerjakan.
TGS-135 G berkeliling mengamati SS dalam mengerjakan, SS sibuk II : 307-309
mengerjaakan soal, G duduk di meja guru sambil memperhatikan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
41

SS.
TSG-40 S14 tunjuk jari, G lalu mendekati S14, S14 memperlihatkan hasil II : 310-312
pekerjaannya kepada G, G tersenyum lalu mengingatkan S14 agar
selalu menggunakan sifat-sifat logaritma dalam mengerjakan soal-
soal logaritma, S14 lalu membetulkan jawabannya yang kurang
tepat.
TGS-136 G mengkoreksi hasil pekerjaan S1 yang maju mengerjakan soal II : 313-314
2
2
log 6 + 2 log 4
− log 3 , SS memperhatikan G, G bertanya salah
2

atau betul hasil pekerjaan dari S1, SS menjawab betul, G lalu


menganggukkan kepala tanda setuju.
TGS-137 G bertanya kepada S1 jawaban paling sederhana dari log 32 , S1
2 II : 313-314
tersenyum tidak tahu jawabannya.
TGS-138 G bertanya kembali kepada SS jawaban paling sederhana dari II : 315-316
2
log 32 , S7 menjawab 5.
TGS-139 G mendorong SS untuk bertanya dari soal 1 sampai 5, ada S yang II : 317-318
bertanya kepada G
TSG-41 S5 bertanya kepada G tentang soal yang ada dalam buku handout, G II : 318-319
mendekati S5 dan berkata supaya menyelesaikan soal yang ada di
paapan tulis dulu, S5 mengurungkan niatnya bertanya lebih jauh
lagi.
TGS-140 G memberikan soal tambahan kepada SS dan mempersilahkan SS II : 319-320
untuk mengerjakan soal tersebut, lSS mulai mencatat dan mencoba
mengerjakan dengan tenang.
TGS-141 G mendorong SS untuk maju mengerjakan soal tambahan, belum ada II : 321-324
SS yang mau maju mengerjakan.
TGS-142 G meminta kepada BS yang sudah maju supayaa memberi II : 325-326
kesempatan kepada SL yang belum pernah maju, SS
menganggukkan kepala.
TSG-42 S7 memperlihatkan hasil pekerjaannya kepada G, G meminta S7 II : 328-330
untuk mengkoreksi kembali hasil pekerjaannnya karena G
menemukan ada kesalahan, S7 lalu mencoba memperbaiki hasil
pekerjaannya dan karena masih bingung maka S7 bertanya kepada
S10 yang duduk di belakangnya, G lalu meninggalkan S7.
TGS-143 G berkeliling kelas memperhatikan SS dalam mengerjakan, SS II : 333
dengan tenang mengerjakan,
TSG-43 S19 bertanya kepada G tentang cara mengerjakan soal 2e ketika G II : 334-336
berdiri di sampingnya, G menjelaskan kepada S19 cara mengerjakan
soal 2e, S19 mengangguk-angguk ketika G menjelaskan.
TSG-44 1 II : 338-340
S7 tunjuk jari mau maju mengerjakan soal 2a. log 4 + log 6 , G
3 3

2
lalu mempersilahkan S7 maju mengerjakan, S7 segera maju
mengerjakan.
TSG-45 S5 tunjuk jari mau maju mengerjakan soal 2c. II : 340-342
6 6
6
log 9 + 2 −2 log 2
,
log 6
G lalu mempersilahkan S5 maju
mengerjakan, S5 segera maju mengerjakan.
TGS-144 G kembali memberi kesempatan kepada SS untuk maju mengerjakan II : 343
soal nomor 2e dan 2g, belum ada SS yang mau mengerjakan.
TGS-145 G mengkoreksi hasil pekerjaan S7 yang mengerjakan soal II : 343-345
1
3
log 4 + 3 log 6 dan S5 yang mengerjakan soal
2
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
42

6 6
6
log 9 + 2 log 2
−2 log 6
, G menyetujui jawaban S5 dan S7, lalu G
meminta SS yang jawabannya sama dengan yang dikerjakan S5 dan
S7 tersebut untuk tunjuk tangan, ada 16 orang S yang benar dalam
mengerjakan.
TSG-46 S15 mau maju mengerjakan tanpa ditunjuk oleh G, G II : 346-348
mempersilahkan S15 maju mengerjakan, S15 lalu maju mengerjakan
5
log 2
soal 2e yaitu 5
TGS-146 G menunjuk S13 untuk maju mengerjakan soal 2g yaitu II : 349-350
8
log 49
2 2 , S13 segera maju mengerjakan.
TGS-147 G mendekati S14 dan melihat pekerjaan S14, S14 lalu bertanya II : 351
kepada G mengenai soal 2e, G menjelaskaan kepada S14 tentang
soal 2e.
TGS-148 G mendekati S12 dan melihat pekerjaan S12, G lalu meminta S12 II : 315
supaya meneliti lagi jawabannya karena ada sedikit kesalahan pada
jawaban S12, S12 lalu meneliti jawabannya lalu memperbaiki
jawaban yang kurang tepat.
TGS-149 5
log 2 II : 351-352
G bertanya kepada S15 yang mengerjakan soal 5 maksud dari
1
5 , S menjelaskan bahwa tulisannya salah dan seharusnya
2
1
tulisannya 5 . 2

TGS-150 G menjelaskan kepada SS kalau mengerjakan soal logaritma jangan II : 355


langsung hasilnya tetapi pakailah caranya supaya teman yang lain
tahu maksudnya, SS menganggukkan kepala.
TGS-151 8
log 49 II : 355-356
G bertanya kepada S13 yang maju mengerjakan 2 2 maksud
2 2 = 8, S13 tidak bisa menjelaskan kepada G alasan dari
dari
2 2 = 8.
TGS-152 G mendorong kepada S13 untuk mengerjakan lagi, tetapi S13 tidak II : 357-358
bisa mengerjakan, G lalu bertanya kepada SS 2 2 = .... , SS
menjawab dengan kompak 2 2 = 6.
Keterangan :

TGS : Topik data interaksi sosial antara guru dan siswa.

TSG : Topik data interaksi sosial antara siswa dan guru.

G : Guru ; SS : Semua siswa ; BS : Beberapa Siswa ; SL : Siswa lain ; Sn : Siswa yang ke-n

Tabel IV.3 Topik-topik data interaksi sosial antara guru dan siswa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
43

serta interaksi sosial antara siswa dan guru pada pertemuan III

Kode Topik Data Bagian Data


TGS-153 G bertanya ada masalah dalam mengerjakan tugas, ada tanggapan III:3-4
dari SS.
TSG-47 4
log 36 III:4-7
S1 ada masalah dalam mengerjakan soal 2 , G mencatat
pertanyaan dari S1 di papan tulis.
TSG-48 BS ada masalah mengerjakan soal
2
log 7 − 2 log 28 , G mencatat III:8-9
pertanyaan dari BS di papan tulis.
TSG-49 BS ada masalah mengerjakan soal log x + log x , G mencatat
2 3 2 III:10-11
pertanyaan dari BS di papan tulis dan meminta BS yang bertanya
untuk maju mengerjakan.
TGS-154 G berkeliling kelas meneliti hasil pekerjaan SS satu per satu, SS III:11
memperlihatkan hasil pekerjaannya kepada G.
TSG-50 4
log 36 III:12-15
S3 mau maju mengerjakan soal 2 , G memberi persetujuan, S
maju mengerjakan di papan tulis.
TSG-51 S4 mau maju mengerjakan soal log 7 − log 28 , G memberikan
2 2 III:15-18
persetujuan, S4 maju mengerjakan di papan tulis.
TGS-155 G mendorong SS untuk maju mengerjakan soal selanjutnya yaitu III:19-20
2
log x + log x , tidak ada SS yang bersedia maju mengerjakan,
3 2

ada S5 yang lupa mengerjakan PR.


TGS-156 G mendorong lagi kepada SS untuk maju mengerjakan, tidak ada lagi III:21-22
tanggapan dari SS.
TGS-157 G mendorong lagi kepada SS maju mengerjakan, tidak ada III:23-24
tanggapan lagi dari SS, karena tidak ada tanggapan maka G
menunjuk S6 supaya maju mengerjakan, S6 segera maju
mengerjakan.
TGS-158 G mengkoreksi hasil pekerjaan S4, G bertanya lagi hasil pekerjaan III:25-27
S4 benar atau salah, SS menanggapi pertanyaan G secara bersama-
sama bahwa jawaban S4 benar, G menyetujui bahwa jawaban S4
memang benar.
TGS-159 G bertanya jawaban soal log x + log x yang dikerjakan oleh S6
2 3 2 III27-29
betul atau tidak, BS menjawab betul, G menyetujui bahwa jawaban
S6 memang betul.
TGS-160 G bertanya kesulitan yang dihadapi S dalam mengerjakan soal 2b III:29-30
dan 2d, ada S yang menanggapi pertanyaan G
TSG-52 S7 tunjuk jari dan berkata kepada G bahwa S7 mempunyai pendapat III:30-33
berbeda dalam mengerjakan soal 2f, G bertanya kepada SL benar
atau salah pendapat S7, BS menjawab pendapat S7 juga benar, lalu G
juga menyetujui bahwa jawaban S7 juga benar
TGS-161 G bertanya kepada SS ada yang mengerjakan berbeda lagi dengan III:33-34
yang ada di papan tulis, tidak ada SS yang mempunyai pendapat
berbeda.
TGS-162 4
log 36 III:35-36
G menjelaskan kepada SS tentang jawaban 2 yang dikerjakan
oleh S4, SS memperhatikan G dengan tenang dan mengangguk-
angguk ketika G menjelaskan.
TGS-163 G mendorong SS untuk bertanya kepada G, tidak ada SS yang III:37-38
bertanya, SS sibuk menyalin jawaban yang ada di papan tulis.
TSG-53 S8 bertanya soal yang ada dalam buku handout yaitu membuktikan III:40-44
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
44

x
log 2 = 0,4 , G menanggapi pertanyaan S8 dengan meminta BS
maju mengerjakan, tidak ada SS yang mau maju mengerjakan.
TGS-164 G memanggil S9 supaya maju mengerjakan, S9 menggelengkan III:47-48
kepala tidak mau maju mengerjakan.
TGS-165 G memanggil S3 supaya maju mengerjakan juga, S3 juga III:49-50
menggelengkan kepala dan tidak mau mengerjaakan.
TGS-166 G mendorong lagi kepada SS untuk maju mengerjakan, tetapi tidak III:51-52
ada SS yang mau maju mengerjakan
TGS-167 G menjelaskan cara mengerjakan soal log 2 = 0,4 kepada SS, SS
x III:53-57
memperhatikan G ketika menjelaskan, G bertanya kepada SS bentuk
4
pecahan dari 0,4 , BS menjawab dengan kompak yaitu , G
10
4
meminta SS menyederhanakan bentuk pecahan , S10
10
4 2
menyederhanakan bentuk pecahan menjadi , G menyetujui
10 5
jawaban S10.
TGS-168
G bertanya kepada SS 2 sama artinya dengan 2 ... , tidak ada III:57-60
1
tanggapan dari SS, G menjelaskan 2 sama artinya dengan 2 2 , SS
mengangguk-angguk memperhatikan G saat menjelaskan.
TGS-169 G mengulangi penjelasannya tentang cara mengerjakan soal III:61-64
x
log 2 = 0,4 , SS memperhatikan G sambil menyalin hasil
pekerjaan G yang ada di papan tulis.
TGS-170 G mendorong SS untuk bertanya tentang soal log 2 = 0,4 , tidak
x III:65-67
ada SS yang mau bertanya, karena tidak ada pertanyaan maka G
meneruskan mengajarkan sifat logaritma yang ke-5.
TGS-171 p
log b III:67-68
G menjelaskan sifat 5 yaitu
a
log b = dengan p>0, SS
p
log a
memperhatikan G sambil mencermati tulisan di buku handout.
TGS-172 G bertanya ada masalah dalam membuktikan sifat 5, SS tidak III:69-70
menemui masalah dalam membuktikan sifat 5 maka SS tidak
menjawab pertanyaan G.
TGS-173 G meneruskan menjelaskan sifat 5, SS memperhatikan dan sesekali III:71-72
mengangguk-anggukkan kepala sambil memperhatikan buku
handout.
TGS-174 2
G menulis contoh soal ”jika log 3 = p, tentukan log 64 ” di
3 III:73
papan tulis, S memperhatikan G sambil menulis juga di buku tulis.
TGS-175 G bertanya bilangan pokok dari
2
log 3 , BS menjawab 2, G III:73-75
menyetujui jawaban BS itu.
TGS-176 G menjelaskan cara mengerjakan soal ”jika
2
log 3 = p, tentukan III:75-76
3
log 64 ”, SS memperhatikan G dengan cermat.
TGS-177 2
G bertanya hasil dari log 64 , tidak ada yang menjawab pertanyaan III:77-78
G, SS sibuk mencoba mengerjakan.
TGS-178 G bertanya lagi hasil dari
2
log 64 , S11 menjawab hasilnya 6, G III:79-81
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
45

menyetujui jawaban S11.


TGS-179 G bertanya hasil dari
2
log 3 , tidak ada SS yang menjawab III:81-82
pertanyaan G.
TGS-180 2
G mengulangi pertanyaan hasil dari log 3 , S4 menjawab 8, G III:83-86
bertanya kepada S4 darimana diperoleh 8, S4 diam saja tidak
2
menjawab, G menjelaskan bahwa log 3 sudah diketahui di soal
yaitu p, S4 tersenyum karena salah menjawab.
TGS-181 G mendorong SS untuk bertanya tentang soal ”jika
2
log 3 = p, III:87-88
3
tentukan log 64 ”, tidak ada SS yang bertanya kepada G.
TGS-182 log 2 = p dan 2 log 3 = q , nyatakanlah III:89
G menulis soal ” jika
7

6
dalam p dan q, log 98 !” di papan tulis, G bertanya cara
mengerjakan soal tersebut, S tidak menjawab pertanyaaan G.
TGS-183 7
G bertanya bilangan pokok dari log 2 , SS kompak menjawab 7. III:89-90
TGS-184 2
G bertanya bilangan pokok dari log 3 , SS kompak menjawab 2. III:91-92
TGS-185 G menjelaskan cara memilih bilangan pokok bila ada 2 bilangan III:93-95
pokok, G bertanya bilangan pokok mana yang akan dipilih 2 atau 7,
BS menjawab 2, G menyetujui jawaban BS.
TGS-186 log 2 = p dan III:95
G menjelaskan cara mengerjakan soal ” jika
7

2
log 3 = q , nyatakanlah dalam p dan q, 6 log 98 !”, S
memperhatikan dengan tenang.
TGS-187 G bertanya hasil perkalian dari 98, BS menjawab 2x49, G III:95-96
menyetujui jawaban BS, G menjelaskan bahwa dalam mengerjakan
soal tersebut memakai sifat logaritma yang ke-5
TGS-188 G bertanya sifat yang digunakan untuk mengerjakan soal ” jika III:97-101
7
log 2 = p dan 2 log 3 = q , nyatakanlah dalam p dan q,
6
log 98 !” , BS menjawab dengan suara lirih yaitu sifat 2, G
mengulangi pertanyaannya karena tidak mendengar, BS menjawab
dengan keras menggunakan sifat nomor 2, G menyetujui jawaban
BS.
TGS-189 G bertanya hasil dari soal ” jikalog 2 = p dan 2 log 3 = q , III:101-111
7

6
nyatakanlah dalam p dan q, log 98 !” jika memakai sifat 2, S12
menjawab pertanyaan G dibantu oleh SL, G bertanya kembali
darimana proses pengerjaannya, S menjelaskan kepada G proses
mengerjakannya, G mendengarkan S12 dan sesekali bertanya kepada
S12 maksud dari penjelasannya tersebut
TGS-190 G bertanya kepada SS ada masalah dalam mengerjakan, tidak ada III:111-112
tanggapan dari SS karena sedang menulis jawaban di buku tulis
semua.
TGS-191 G mendorong SS untuk bertanya, ada S yang bertaanya kepada G III:113-114
maksud hasil pekerjaan dari S12
TGS-192 G mendorong SS untuk bertanya kepada G tentang soal ” jika III:117-118
7
log 2 = p dan log 3 = q , nyatakanlah dalam p dan q,
2

6
log 98 !”, tidak ada yang bertanya kepada G.
TGS-193 G mendorong SS untuk mencatat soal dan cara pengerjaannya, SS III:119-120
sibuk mencatat tulisan yang ada di papan tulis.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
46

TSG-54 S3 bertanya alasan


2
log 7 = p padahal di soal tertulis III:122-126
7
log 2 = p , G menyadari tulisannya ada yang salah lalu G
memperbaiki kesalahan tersebut, SS juga membetulkan tulisan yang
salah tersebut.
TGS-194 G menulis soal latihan, SS dengan tenang mencatat soal tersebut di III:129-130
buku masing-masing, SS lalu mencoba mengerjakan soal tersebut.
TGS-195 G menjelaskan maksud dari beberapa soal latihan yang ditulisnya, SS III:131-132
mengerjakan dengan tenang.
TGS-196 G berkeliling kelas mengamati SS dalam mengerjakan, SS III:133-134
mengerjakan dengan tenang, ada BS yang sedang berdiskusi.
TSG-55 S9 bertanya kepada G benar atau tidak tulisan log 5 = b , G III:136-137
2

menyadari tulisannya salah lalu segera diganti dengan log 5 = b .


3

TSG-56 S3 bertanya kepada G bilangan pokok yang dipakai adalah 2, 3, dan III:138-140
5, G menanggukkan kepala tanda setuju, S kembali meneruskan
mengerjakan lagi.
TGS-197 G berkeliling kelas sambil mengkoreksi jawaban SS, SS III:141
mengerjakan dengan tenang, G meminta SS maju mengerjakan, tidak
ada tanggapan dari SS.
TSG-57 S7 bertanya kepada G mengenai cara pengerjaan soal nomor 5, G III:142-143
menjelaskan maksud soal 5, S meneruskan kembali mengerjakan
TSG-58 S14 memperlihatkan hasil pekerjaannya kepada G, G mengkoreksi III:144-145
sebentar hasil pekerjaan S14, G lalu menganggukkan kepala tanda
setuju dengan hasil pekerjaan S14.
TSG-59 S15 bertanya kepada G mengenai cara pengerjaan soal nomor 4, G III:146-148
mendekati S15 dan menjelaskan kepada S15 cara pengerjaan soal
nomor 4, G berpesan supaya S15 mengerjakannya memakai sifat-
sifat logaritma, ternyata hasil pengerjaan S15 kurang tepat maka S15
mulai memperbaiki hasil pengerjaannya.
TSG-60 S4 mengerjakan soal nomor 4 yaitu ”Jika log 3 = a dan III:149-152
2

3
log 5 = b , nyatakan dalam a dan b untuk 6 log 50 ” dengan
mengubah bilangan pokoknya menjadi 2, G bertanya kepada S4
alasan bilangan pokoknya adalah 2, S4 belum bisa menjelaskan
alasan bilangan pokoknya 2, G memancing S4 supaya bisa tahu letak
kesalahannya, S4 lalu tanggap bahwa hasil pekerjannya kurang tepat
lalu segera memperbaikinya.
TGS-198 G meminta kepada SS supaya memperhatikan bahwa
2
log 5 = b III:153-154

sudah diganti menjadi log 5 = b , BS membetulkan hasil


3

pekerjaannya karena tidak memperhatikan ralat dari G.


TGS-199 G bertanya alasan bilangan pokoknya 2 bukan 7 pada soal ” jika III:153-154
7
log 2 = p dan log 3 = q , nyatakanlah dalam p dan q,
2

6
log 98 !”, , S9 menjelaskan alasan bilangan pokoknya 2 bukan 7
karena ada yang sama antara 2 pada log 2 = p dan 2 pada
7

2
log 3 = q .
TGS-200 G menjelaskan kembali bahwa ada ralat
2
log 5 = b diganti dengan III:155-156
3
log 5 = b , SS tidak memperhatikan G melainkan sibuk
mengerjakan, ada S12 yang menggerutu karena tidak tahu kalau ada
ralat.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
47

TGS-201 G mendorong SS untuk maju mengerjakan, tidak ada SS yang III:157-158


bersedia mengerjakan.
TGS-202 G kembali mendorong SS maju mengerjakan, tetap tidak ada III:159-160
tanggapan dari SS, BS terlihat sudah tidak bersemangat lagi untuk
belajar, ada yang mengerjakan sambil tiduran.
TGS-203 G kembali mendorong SS untuk maju mengerjakan, tetap belum ada III:161
SS yang bersedia mengerjakan.
TSG-61 S12 memperlihatkan hasil pekerjaannya kepada G, G menyetujui III:162-166
hasil pekerjaan S12, S12 meneruskan mengerjakan soal lagi.
TGS-204 G bertanya hasil dari ”Jika
3
log 5 = a ,nyatakan dalam bentuk a III:167-169
15
untuk log 75 ”, tidak ada SS yang menjawab pertanyaan G, G
1
menjawab sendiri pertanyannya yaitu hasilnya adalah .
2
TGS-205 G bertanya hasil pengerjaan dari soal nomor 5, SS tidak menanggapi III:169-171
lagi G karena waktunya hampir selesai, G lalu menjawab
pertanyaannya sendiri jawaban dari soal nomor 5.
TGS-206 G mendorong SS untuk berpendapat, tidak ada SS yang ingin III:171-172
berpendapat.
TGS-207 G bertanya jawaban G sama dengan jawaban SS atau tidak, SS tidak III:173-175
memberi jawaban apa-apa, G menyimpulkan bahwa tidak ada
masalah dalam mengerjakan soal nomor 3.
TGS-208 G menjelaskan cara mengerjakan soal nomor 4, SS memperhatikan III:181-182
ketika G menjelaskan dan mencatat jawabannya di buku tulis.
TGS-209 G menulis soal untuk pekerjaan rumah, SS menulis soal tersebut di III:183
buku masing-masing.
Keterangan :

TGS : Topik data interaksi sosial antara guru dan siswa.

TSG : Topik data interaksi sosial antara siswa dan guru.

G : Guru ; SS : Semua siswa ; BS : Beberapa Siswa ; SL : Siswa lain ; Sn : Siswa yang ke-n

Tabel IV.4 Topik-topik data interaksi sosial antara guru dan siswa

serta interaksi sosial antara siswa dan guru pada pertemuan IV

Kode Topik Data Bagian Data

TGS-210 G bertanya kesulitan dalam mengerjakan tugas minggu lalu, tidak ada IV:1-2
tanggapan dari SS karena SS masih sibuk menyiapkan diri.
TGS-211 G berkeliling mengecek pekerjaan SS satu per satu, lalu meminta SS IV:3
mengulang sifat-sifat logaritma.
TGS-212 G bertanya bunyi sifat nomor 1, SS tidak menanggapi pertanyaan G. IV:3-4
TGS-213 G bertanya kembali bunyi sifat nomor 1, ada tanggapan dari BS yang IV:5-7
= a , G menulis
g
log a
menyebutkan bunyi sifat nomor satu yaitu g
jawaban BS di papan tulis.
TGS-214 G bertanya bunyi sifat nomor 2, S1 menjawab pertanyaan G yaitu IV: 7-9
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
48

a
log b.c = a log b+ a log c , G lalu menulis jawaban S1 di papan tulis.
TGS-215 G menulis di papan tulis sifat nomor 3, 4, dan 5, SS dengan tenang IV:9-10
memperhatikan G.
TGS-216 G meminta SS untuk memperhatikan lagi soal yang diberikan minggu IV:21-22
lalu, G menasehati SS dengan nada kecewa karena hanya 2 soal saja
tetapi tidak dikerjakan oleh SS, SS hanya terdiam ketika G menasehati
mereka lalu mereka meneruskan mencatat soal latihan.
TGS-217 G memberi kesempatan kepada SS untuk mengerjakan dulu tugas IV:23-24
minggu yang lalu yaitu soal nomor 5 dan 8, belum ada SS yang
bersedia maju mengerjakan.
TGS-218 G berkeliling memantau SS ketika mengerjakan soal, SS dengan IV:25
tenang mengerjakan soal.
TSG-62 S1 bertanya tentang cara menyelesaikan soal nomor 5, G menjelaskan IV :26-28
kepada S1, dan S1 terlihat mengangguk-angguk.
TGS-219 G memberi kesempatan kepada SS untuk maju mengerjakan soal IV:29-30
1 1
nomor 5 yaitu 1
+ log 25 + 2 , belum ada lagi SS
2. log 5
4
log 25
yang bersedia maju mengerjakan
TGS-220 G bertanya kepada SS kesulitan yang dihadapi SS ketika mengerjakan IV:31-32
soal, SS saling berpandangan satu sama lain, lalu ada seorang S2 yang
mengutarakan kesulitannya dalam mengerjakan.
TSG-63 S2 bertanya hasil dari log 25 karena tidak bisa meneruskan IV:32-36
mengerjakan, G meminta S2 tersebut untuk maju mengerjakan dulu
sampai selesai, S2 tersebut maju mengerjakan soal, G membahas soal
nomor 5 bersama-sama SS
TGS-221 G mengkoreksi pekerjaan S2 tersebut dan sesekali bertanya kepada S IV:37-39
maksud dari hasil pekerjaannya, S2 menjelaskan kepada G, G memberi
persetujuan kepada S2.
TGS-222 G bertanya kepada SS dalam mengerjakan soal nomor 5 sifat logaritma IV:39-42
yang ke-2 bisa dipakai, SS tidak segera menjawab karena masih
berfikir, G kembali bertanya hal yang sama, SS menjawab dengan
kompak bahwa sifat 2 tidak bisa dipakai dalam mengerjakan soal
nomor 5.
TGS-223 25 1 10
IV:45-46
G mendorong SS untuk mengerjakan log dan log 25 , SS
2
tidak menanggapi permintaan dari G mereka hanya saling
berpandangan satu sama lain.
25 1 10
IV:47-48
G menjelaskan bahwa hasil dari log dan log 25 tidak dapat
TGS-224 2
dicari menggunakan sifat ke-2 tetapi dapat dicari menggunakan tabel
logaritma, SS memperhatikan G ketika G menjelaskan lalu mencatat
jawaban di buku mereka masing-masing.
TGS-225 G mendorong SS untuk mengerjakan soal nomor 8 yaitu ” jika IV:49-50
6
log 30 = x dan log 20 = y tentukan log 3 ”, belum ada SS
6 6

yang bersedia maju mengerjakan.


TSG-64 S2 mau maju mengerjakan, tetapi G tidak memperbolehkan S tersebut IV:52-54
maju karena S2 sudah sering maju, G meminta S2 tersebut memberi
kesempatan kepada SL untuk maju mengerjakan, SL belum ada yang
mau maju mengerjakan karena masih sibuk menyalin jawaban nomor
5.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
49

TGS-226 G meminta SS maju mengerjakan soal nomor 8, tidak ada S yang IV:55-58
bersedia maju mengerjakan dan mereka masih sibuk mengerjakan
sendiri dibuku mereka masing-masing.
TGS-227 G meminta S2 yang tadi sudah maju mengerjakan untuk maju IV:59-61
mengerjakan lagi, S2 segera maju mengerjakan soal nomor 8 dengan
menggunakan sifat ke-5
TSG-65 S2 mengungkapkan pendapat kepada G bahwa soal nomor 8 IV:62-64
dikerjakan dengan memakai sifat logaritma yang ke-5 dan tidak bisa
diteruskan sama seperti soal nomor 5, G lalu menggangguk-anggukkan
kepala dan mempersilahkan S2 kembali ke tempat duduknya.
TGS-228 G mendorong SL untuk meneruskan pekerjaan S2, tidak ada tanggapan IV:65-66
dari SS
TGS-229 G bertanya cara menjabarkan
6
log 3 , tidak ada S yang bisa IV:67-68
mengerjakan.
TGS-230 G bertanya bilangan pokok dari log 30 = x dan log 20 = y , S
6 6 IV:69-70
menjawab pertanyaan G dengan kompak yaitu bilangan pokoknya 6.
TGS-231 G menjelaskan cara mengerjakan soal ” jika
6
log 30 = x dan IV:71-82
6
log 20 = y tentukan 6 log 3 ”, S mendengarkan G dengan tenang.
TGS-232 G kembali menjelaskan cara mengerjakan soal ” jika log 30 = x IV:91-92
6

dan log 20 = y tentukan log 3 ” dengan cara log 30 = x


6 6 6

diubah menjadi
6
log 2+ 6 log 3+ 6 log 5 = x dan 6 log 20 = y
diubah menjadi 2. log 2+ log 5 = y , SS memperhatikan G ketika
6 6

menjelaskan dan lalu menyalin jawaban G tersebut di buku SS


TGS-233 G mendorong SS untuk bertanya, ada S3 yang bertanya asal angka 10 IV:93-98
10
log 3
pada soal 10
, G menjelaskan asal angka 10 tersebut, S3
log 6
mengangguk-angguk.
TGS-234 G kembali mendorong kepada SS untuk bertanya lagi, tidak ada SS IV:99-100
yang bertanya lagi.
TGS-235 G kembali mendorong kepada SS untuk bertanya lagi, tidak ada SS IV:103-104
yang bertanya lagi.
TGS-236 G mendorong SS untuk maju mengerjakan soal latihan, tidak ada IV:105-106
tanggapan dari SS, SS sibuk mengerjakan soal dibuku masing-masing.
TGS-237 G berkeliling kelas mengamati SS dalam mengerjakan, lalu G meminta IV:107-108
SS untuk maju mengerjakan soal nomor 1 yaitu
” log x − 2. log x + 2. log x + log 3 = 3 ”, belum ada SS yang
3 2

mau maju mengerjakan.


TGS-238 G bertanya kepada SS sifat yang dipakai dalam mengerjakan soal IV:109-110
nomor 1, S6 menjawab pertanyaan G yaitu sifat 2 dan 3, G
menganggukkan kepala tanda bahwa jawaban SS benar.
TGS-239 G bertanya kepada SS sifat yang dipakai untuk mengubah menjadi sifat IV: 111-112
nomor 2 dan 3, SS tidak menjawab pertanyaan G.
TGS-240 G berkeliling kelas mengamati SS dalam mengerjakan, SS dengan IV:121-122
tenang mengerjakan soal.
TGS-241 G mendorong SS untuk maju mengerjakan, ada SS yang mau maju IV:123-124
mengerjakan tanpa ditunjuk G
TSG-66 S7 mau maju mengerjakan, G menyetujui S7 maju mengerjakan, S7 IV:124-128
maju mengerjakan di papan tulis.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
50

TGS-242 G memperhatikan S7 mengerjakan tetapi lalu G meminta S7 untuk IV:129-146


berhenti karena S7 melakukan kesalahan, S7 tersebut berhenti lalu
memperhatikan G , G membantu S7 untuk menemukan letak
kesalahannya, S7 lalu membetulkan kesalahan yang dia perbuat.
TGS-243 G membantu S7 dalam menyelesaikan soal, S7 berusaha membetulkan IV:147-162
hasil pekerjaannya tetapi masih belum bisa menyelesaikan soal
tersebut lalu S7 kembali ke tempat duduknya.
TGS-244 G mendorong SL membantu menyelesaikan soal tersebut, belum ada IV:163-164
tanggapan dari SS.
TGS-245 G meminta S9 maju mengerjakan membantu S7, S9 yang ditunjuk oleh IV:165-168
G lalu segera maju mengerjakan
TGS-246
G meminta SS untuk memperhatikan hasil pekerjaan S9., SS lalu IV:169-170
memperhatikan hasil pekerjaan S9 dan mencocokkan dengan jawaban
SS
TGS-247 G bertanya sifat yang dipakai untuk mengubah 2. log x , BS
2 IV:169-170
menjawab sifat nomor 4.
TGS-248 G menjelaskan kepada SS letak kesalahan yang dibuat oleh S7 yaitu IV:171
kesalahan dalam menuliskan variabel n yang kurng naik, SS
menganggukkan kepala tanda mengerti.
TGS-249 G meminta S9 meneruskan jawabannya lalu bertanya sifat yang bisa IV:171-174
dipakai untuk menyederhanakan jawaban S, S tersebut menjawab 2, G
menyetujui jawaban S , lalu S tersebut meneruskan mengerjakan,.
TGS-250 G bertanya sifat lain yang bisa dipakai untuk menyederhanakan IV:175-176
jawaban S, SS tidak ada yang menjawab pertanyaan G, SS sibuk
menyalin jawaban S tersebut di buku masing-masing.
TGS-251 G meminta S9 meneruskan lagi jawabannya ke bentuk yang lebih IV:177-185
sederhana lagi, S9 berfikir mencari cara untuk menyederhanakan
jawabannya, G meminta S9 tersebut menulis definisi logaritma, S9
menulis definisi logaritma, G meminta S9 menerapkan definisi
logaritma untuk menyederhanakan lagi jawabannya, S9 meneruskan
menyederhanan jawabannya.
TGS-252 G bertanya kepada S9 tentang tulisan S9 yang kurang jelas , S9 IV:185-186
membetulkan tulisannya yang kurang jelas.
TGS-253 1 IV:187-188
G bertanya kepada S9 hasil dari 3 2 , S9 menjawab 3 lalu menulis
jawabannya di papan tulis.
TGS-254 G menjelaskan kembali hasil pekerjaan S9 kepada SS, SS IV:189-190
mendengarkan G dan sambil menulis jawaban S9 di buku mereka
masing-masing.
TGS-255 1000 IV:191-194
G bertanya hasil dari bila dirasionalkan, SS tidak menjawab
3
pertanyaan G, G lalu meminta kembali S9 untuk maju kembali
menyederhanakan jawabannya, S9 maju mengerjakan dan menulis
1000 3
di papan tulis.
3

TGS-256 1000 IV:195-196


G menjelaskan supaya diubah ke bentuk rasional lalu
3
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
51

1000
menambahkan 3 pada jawaban akhir, SS menyalin jawaban
3
yang ada di papan tulis.
TGS-257 G mendorong SS untuk bertanya tentang soal nomor 1, tidak ada IV:197-198
tanggapan dari SS karena SS masih sibuk menyalin jawaban.
TGS-258 G membuat rangkuman tentang materi yang telah dipelajari pada IV:199
pertemuan yang bersangkutan.

Keterangan :
TGS : Topik data interaksi sosial antara guru dan siswa.
TSG : Topik data interaksi sosial antara siswa dan guru.
G : Guru ; SS : Semua siswa ; BS : Beberapa Siswa ; SL : Siswa lain ; Sn : Siswa
yang ke-n

4.4 Kategori Data

Kategori data adalah gagasan abstrak yang mewakili makna yang sama

dalam sekelompok topik data. Dalam penelitian ini ditentukan mengenai kategori

data interaksi sosial antara guru dan siswa serta interaksi sosial antara siswa dan

guru. Berikut ini akan ditentukan menjadi beberapa kategori data interaksi sosial

antara guru dan siswa serta interaksi sosial antara siswa dan guru dalam proses

pembelajaran matematika pada topik logaritma yang tertuang dalam bentuk :

1. Tabel kategori data

2. Diagram pohon kategori data

4.4.1 Tabel kategori Data

Kategori data interaksi sosial antara guru dan siswa adalah terdiri dari

KGS-1 sampai dengan KGS-7. Kategori data tersebut terbagi lagi menjadi

beberapa sub kategori data dan beberapa sub-sub kategori data.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
52

Kategori data interaksi sosial antara siswa dan guru adalah terdiri dari

KGS-1 sampai dengan KGS-6. Kategori data tersebut terbagi lagi menjadi

beberapa sub kategori data.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

53

Tabel IV.5 Kategori dan Subkategori Data


Interaksi Guru-Siswa dan Interaksi Siswa-Guru

Kode
Kategori Interaksi Guru-Siswa Topik Data Kode Kategori Interaksi Siswa-Guru Topik Data

KGS-1 G melakukan interaksi dengan cara tanya jawab KSG-1 S melakukan interaksi dengan cara tanya jawab
mengenai soal dan mengenai materi pelajaran mengenai soal dan mengenai materi pelajaran
Sub kategori : Sub kategori :
1. Tanya jawab mengenai suatu konsep dan ada TSG : 34, 37
1. Tanya jawab mengenai suatu konsep penjelasan dari G.
Sub-sub kategori :
a. Melakukan tanya jawab mengenai 2. Tanya jawab mengenai alasan penulisan suatu TSG : 24, 30, 37
pengertian dari suatu konsep. konsep dan ada penjelasan dari G.
1) Ada tanggapan dari S yaitu S TGS : 19, 25, 60,
menjawab pertanyaan G mengenai 62, 63, 71, 213, 3. Tanya jawab mengenai cara menyelesaiakan TSG : 14, 39,
pengertian dari suatu konsep. 214 soal dan ada penjelasan dari G. 43, 57, 59, 62,
63
2) Tidak ada tanggapan dari S yaitu S TGS : 23, 64
tidak menjawab pertanyaan G
mengenai pengertian dari suatu 4. Tanya jawab mengenai cara menyelesaikan TSG : 22, 41,
konsep. soal dan tidak ada penjelasan dari G. 47, 48, 49, 53

b. Melakukan tanya jawab mengenai arti TGS : 21, 24, 35,


dari suatu konsep. 36, 79, 80, 82, 83,
100, 102, 114, 121,
149, 151, 178, 180,
183, 184, 199, 212,
250, 252
c. Melakukan tanya jawab mengenai
masalah/kesulitan dalam mempelajari
suatu konsep.
1) Ada tanggapan dari S yaitu S TGS : 70, 74, 77,
mengutarakan kesulitan/ masalah 78, 172
yang dihadapi dalam mempelajari
suatu konsep.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

54

2) Tidak ada tanggapaan dari S yaitu S TGS : 67, 68, 69,


tidak mengutarakan 73, 75, 85
kesulitan/masalah yang dihadapi
dalam mempelajari suatu konsep.

2. Tanya jawab mengenai soal


Sub-sub kategori :

a. Melakukan tanya jawab mengenai


kesulitan/masalah dalam mengerjakan
soal.
1) Ada tanggapan dari S yaitu S TGS : 153, 160,
mengutarakan kesulitan/masalah 220
yang dihadapi dalam menyelesaikan
soal.

2) Tidak ada tanggapan dari S yaitu S TGS : 1, 37, 43,


tidak mengutarakan kesulitan yang 46, 54, 76, 120,
dihadapi dalam menyelesaikan soal. 190, 206, 210, 228

b. Melakukan tanya jawab mengenai cara


menyelesaikan soal.
1) Ada tanggapan dari S yaitu S TGS : 100, 104,
menjawab pertanyaan G yang 105, 106, 123, 138,
menanyakan cara menyelesaikan 161, 175, 178, 180,
suatu soal. 187, 188, 222, 230,
238, 247, 249

2) Tidak ada tanggapan dari S yaitu S TGS : 99, 103,


tidak menjawab pertanyaan G yang 108, 124, 126, 127,
menanyakan cara menyelesaikan 137, 168, 177, 179,
suatu soal. 229, 239
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

55

c. Melakukan tanya jawab mengenai jawaban


soal .
1) Ada tanggapan dari S yaitu S TGS: 5, 8, 9, 10,
menjawab pertanyaan G dan ada 12, 14, 15, 16, 17,
persetujuan serta diikuti oleh pujian 38, 39, 45, 109,
dari G dan SL. 127, 133, 159, 187,
189, 253

2) Ada tanggapan dari S yaitu S TGS : 2, 3, 4, 6, 11


menjawab pertanyaan G dan tidak
ada persetujuan serta tidak diikuti
oleh pujian dari G dan SL.

3) Tidak ada tanggapan dari S yaitu S TGS : 39, 177,


tidak menjawab pertanyaan G. 179, 204, 205, 207,
255

KGS-2 G melakukan interaksi dengan cara menjelaskan KSG-2 S melakukan interaksi dengan cara maju
sesuatu untuk diketahui oleh S. mengerjakan soal atas inisiatif sendiri
Sub kategori : Sub kategori :
1. Menjelaskan mengenai suatu konsep yang TGS : 13, 18, 20, 1. G mengijinkan S mengerjakan soal, ada S TSG : 4, 5, 7,
ditanggapi oleh S dengan cara memperhatikan G 22, 29, 34, 66, 72, maju mengerjakan dan ada S tidak jadi maju 13, 18, 20, 23,
ketika memberi penjelasan 81, 84, 171, 173 mengerjakan. 25, 26, 38, 44,
45, 46, 50, 51,
60, 66
2. Menjelaskan mengenai maksud soal yang TGS : 42, 91, 101,
ditanggapi oleh S dengan cara memperhatikan G 162, 185, 195, 200 2. G tidak mengijinkan S mengerjakan soal TSG : 6, 8, 12,
ketika memberi penjelasan. tetapi ada S yang tetap maju mengerjakan dan 64
ada pula S yang tidak jadi maju mengerjakan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

56

3. Menjelaskan mengenai cara menyelesaikan soal TGS : 40, 41, 98,


yang ditanggapi oleh S dengan cara 107, 110, 122, 125,
memperhatikan G ketika memberi penjelasan 150, 167, 169, 176,
186, 208, 224, 231,
232, 248, 254, 256

KGS-3 G melakukan interaksi dengan cara mendorong KSG-3 S melakukan interaksi dengan cara memperlihatkan
kepada S untuk melakukan sesuatu. hasil pekerjaan kepada G.
Sub kategori : Sub kategori :
1. Mendorong kepada S untuk bertanya lalu ada TGS : 28, 139, 1. G mengomentari hasil pekerjaan S dan TSG : 2, 19, 40,
tanggapan dari S yaitu S bertanya mengenai hal 191, 233 meminta S membetulkan jawaban yang 42
yang belum jelas. kurang tepat, S lalu membetulkan jawaban
yang kurang tepat.
2. Mendorong kepada S untuk bertanya lalu tidak TGS : 58, 86, 111,
ada tanggapan dari S yaitu S diam saja 115, 128, 163, 170, 2. G mengomentari hasil pekerjaan S dan TSG : 15, 21,
memperhatikan G. 181, 192, 234, 235, meminta S meneruskan mengerjakan, S 58, 61
257 meneruskan pekerjaannya.

3. Mendorong kepada S untuk maju mengerjakan TGS : 30, 31, 90,


lalu ada tanggapan dari S yaitu S maju 92, 94, 95, 112,
mengerjakan dan tidak ada tanggapan dari S yaitu 116, 118, 119, 129,
S hanya diam tidak mau maju mengerjakan 130, 131, 134, 141,
144, 152, 155, 156,
157, 166, 201, 202,
203, 217, 219, 223,
225, 226, 236, 241,
244

4. Mendorong kepada S untuk mencatat soal dan S TGS : 7, 26, 27,


lalu mencatat soal. 59, 61, 87, 88, 140,
174, 182, 193, 194,
198, 209, 215
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

57

KGS-4 G melakukan interaksi dengan cara meminta S untuk KSG-4 S melakukan interaksi dengan cara mengungkapkan TSG : 17, 27,
melakukan sesuatu. pendapat mengenai maksud dan jawaban soal, G 28, 29, 35, 36,
Sub kategori : menanggapi dan menyetujui pendapat S. 52, 56, 65
1. Meminta S untuk mengerjakan soal dan ada TGS : 31, 48, 50,
tanggapan dari S yaitu S mau mengerjakan soal. 52, 146,132, 157,
227, 245, 246, 251

2. Meminta S untuk mengerjakan soal dan tidak ada TGS : 117, 142,
tanggapan dari S yaitu S tidak mau maju 164, 165, 216
mengerjakan.

KGS-5 G melakukan interaksi dengan cara berkeliling TGS : 32, 33, 47, KSG-5 S melakukan interaksi dengan cara membetulkan
memantau hasil pekerjaan S serta memantau S 89, 93, 113, 135, jawaban/tulisan G yang salah.
dalam mengerjakan. 143, 147, 148, 154, Sub kategori :
196, 197, 211, 218, 1. Membetulkan jawaban/tulisan G yang salah TSG : 36, 54, 55
237, 240 dan G setuju dengan pembetulan dari S lalu G
membetulkan jawaban yang salah.

2. Membetulkan jawaban/tulisan G yang salah TSG : 35


dan G tidak setuju dengan pembetulan S lalu
G tidak mau membetulkan jawaban yang
salah.

KGS-6 G melakukan interaksi dengan cara mengkoreksi


hasil pekerjaan S. KSG-6 S menulis suatu konsep/jawaban yang
menimbulkan pertanyaan/komentar dari G.
Sub kategori : Sub kategori :
1. Mengkoreksi hasil pekerjaan S dan ada tindak TGS : 44, 49, 136, 1. Menulis suatu konsep/jawaban yanga TSG : 1, 3, 16,
lanjut dari S dan ada persetujuan dari G. 145, 158, 221 menimbulkan pertanyaan/komentar dari G, S 31, 32, 33
membenarkan konsep/tulisan yang
menimbulkan pertanyaan/komentar dari G
dan G menyetujui.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

58

2. Mengkoreksi hasil pekerjaan S dan ada tindak TGS : 51, 53, 55, 2. Menulis suatu konsep/jawaban yanga TSG : 9, 10, 11
lanjut dari S dan tidak ada persetujuan dari G. 56, 96, 97, 242, menimbulkan pertanyaan/komentar dari G
243 dan S tidak membenarkan konsep/tulisan
yang menimbulkan pertanyaan/komentar dari
G lalu G membenarkan.

Keterangan :

G = Guru ; S = Siswa

KGS = Kategori Guru Siswa ; KSG = Kategori Siswa Guru

TGS = Topik Guru Siswa ; TSG = Topik Siswa Guru


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
59

4.4.2 Diagram pohon kategori data

Kategori data selain ditulis dalam bentuk tabel juga dituliskan dalam

bentuk diagram pohon. Diagram pohon kategori data ini tertuang pada diagram

pohon IV. 6.1 sampai dengan IV. 7.3


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

60

INTERAKSI ANTARA GURU-SISWA


Tabel IV.6.1 Interaksi guru-siswa

tanya jawab mengenai soal dan Lihat Lihat Lihat Lihat Lihat
mengenai materi pelajaran hal. hal. hal. hal. hal.
60 60 61 61 61

tanya jawab mengenai suatu


konsep
Tanya jawab mengenai soal

mengenai pengertian mengenai arti dari mengenai


dari suatu konsep suatu konsep masalah/kesulitan dalam Lihat hal. 59
mempelajari suatu
konsep

Ada tanggapan dari Tidak ada tanggapan Ada tanggapan dari Tidak ada tanggapan
S yaitu S menjawab dari S yaitu S tidak S yaitu S mengutara dari S yaitu S tidak
pertanyaan G menjawab kan mengutarakan
mengenai pengertian pertanyaan G kesulitan/masalah kesulitan yang
dari suatu konsep mengenai pengertian yang dihadapi dalam dihadapi dalam
dari suatu konsep menyelesai kan soal menyelesaikan soal

19, 25, 60, 62, 63, 23, 64 21, 24, 35, 36, 79, 80, 82, 70, 74, 77, 78, 67, 68, 69, 73, 75,
71, 213, 214 83, 100, 102, 114, 121, 172 85
149, 151, 178, 180, 183,
184, 199, 212, 250, 252

KETERANGAN: S : Siswa SL : Siswa Lain G : Guru


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

61

Tabel IV. 6.2 lanjutan INTERAKSI ANTARA GURU-SISWA

Lihat Lihat Lihat Lihat Lihat Lihat


hal. 58 hal. 60 hal. 60 hal. 61 hal. 61 hal. 61

Lihat hal. 58 Tanya jawab mengenai soal

mengenai mengenai cara mengenai


masalah/ menyelesaikan jawaban soal
kesulitan dalam soal.
mengerjakan soal

Ada tanggapan Tidak ada Ada tanggapan Tidak ada tanggapan Ada tanggapan Ada tanggapan dari Tidak ada
dari S yaitu S tanggapaan dari S dari S yaitu S dari S yaitu S tidak dari S yaitu S S yaitu S menjawab tanggapaan dari S
mengutarakan yaitu S tidak menjawab menjawab menjawab pertanyaan G dan yaitu S tidak
kesulitan/ mengutarakan pertanyaan G pertanyaan G yang pertanyaan G dan tidak ada menjawab
masalah yang kesulitan/masalah yang menanyakan menanyakan cara ada persetujuan persetujuan serta pertanyaan G
dihadapi dalam yang dihadapi dalam cara menyelesaikan suatu serta diikuti oleh tidak diikuti oleh
mempelajari suatu mempelajari suatu menyelesaikan soal pujian dari G dan pujian dari G dan SL
konsep konsep suatu soal SL

153, 160, 1, 37, 43, 46, 100, 104, 105, 106, 99, 103, 108, 5, 8, 9, 10, 12, 14, 2, 3, 4, 6, 11 39, 177, 179,
220 54, 76, 120, 123, 138, 161, 175, 124, 126, 127, 15, 16, 17, 38, 39, 204, 205,
190, 206, 178, 180, 187, 188, 137, 168, 177, 45, 109, 127, 133, 207, 255
222, 230, 238, 247,
210, 228 179, 229, 239 159, 187, 189, 253
249

KETERANGAN: S : Siswa SL : Siswa Lain G : Guru


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

62

INTERAKSI ANTARA GURU-SISWA


Tabel IV. 6.3 lanjutan

Lihat menjelaskan Mendorong kepada S Lihat Lihat Lihat


hal. 58 sesuatu untuk untuk melakukan hal. 61 hal. 61 hal. 61
dan 59 diketahui oleh S. sesuatu.

Menjelaskan Menjelaskan Menjelaskan Mendorong S Mendorong S Mendorong S untuk Mendorong S


mengenai mengenai mengenai untuk bertanya untuk bertanya maju mengerjakan untuk mencatat
suatu konsep maksud soal cara lalu ada lalu tidak ada lalu ada tanggapan soal.
yang yang menyelesaik tanggapan dari tanggapan dari dari S dan tidak ada
ditanggapi ditanggapi an soal yang S. S. tanggapan dari S
oleh S. oleh S. ditanggapi
oleh S.

13, 18, 20, 42, 91, 101, 40, 41, 98, 28, 139, 191, 58, 86, 111, 30, 31, 90, 92, 94, 7, 26, 27, 59,
22, 29, 34, 162, 185, 107, 110, 122, 233 115, 128, 95, 112, 116, 118, 61, 87, 88,
66, 72, 81, 195, 200 125, 150, 167, 163, 170, 119, 129, 130, 131, 140, 174,
169, 176, 186, 134, 141, 144, 152,
84, 171, 173 181, 192, 182, 193,
208, 224, 231, 155, 156, 157, 166,
232, 248, 254, 234, 235, 201, 202, 203, 217, 194, 198,
256 257 219, 223, 225, 226, 209, 215
236, 241, 244

KETERANGAN: S : Siswa SL : Siswa Lain G : Guru


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

63

Tabel IV. 6.4 lanjutan INTERAKSI ANTARA GURU-SISWA

meminta S berkeliling mengkoreksi


Lihat Lihat Lihat untuk memantau hasil hasil pekerjaan
hal. 58 hal. hal. pekerjaan S serta
melakukan S.
dan 59 60 60 memantau S dalam
sesuatu.
mengerjakan

Meminta S untuk Meminta S untuk Mengkoreksi Mengkoreksi hasil


mengerjakan soal mengerjakan soal hasil pekerjaan S pekerjaan S dan ada
dan ada tanggapan dan tidak ada dan ada tindak tindak lanjut dari S
dari S yaitu S mau tanggapan dari S lanjut dari S dan dan tidak ada
mengerjakan soal yaitu S tidak mau ada persetujuan persetujuan dari G
maju mengerjakan dari G

44, 49, 136, 51, 53, 55, 56,


31, 48, 50, 52, 117, 142, 164, 32, 33, 47, 89, 93, 145, 158, 221 96, 97, 242,
146,132, 157, 165, 216 113, 135, 143, 243
227, 245, 246, 147, 148, 154,
251 196, 197, 211,
218, 237, 240

KETERANGAN: S : Siswa SL : Siswa Lain G : Guru


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

64

Tabel IV. 7.1 Interaksi Siswa Guru


INTERAKSI ANTARA SISWA-GURU

tanya jawab maju Lihat Lihat Lihat Lihat


mengenai soal mengerjakan hal. 63 hal. 63 hal. 63 hal. 64
dan mengenai soal atas
materi inisiatif sendiri
pelajaran

Tanya jawab Tanya jawab Tanya jawab Tanya jawab G mengijinkan S G tidak
mengenai mengenai mengenai mengenai mengerjakan soal, mengijinkan S
suatu konsep alasan cara cara ada S maju mengerjakan soal
dan ada penulisan menyelesai menyelesaik mengerjakan dan tetapi ada S yang
penjelasan suatu konsep kan soal dan an soal dan ada S tidak jadi tetap maju
dari G dan ada ada tidak ada maju mengerjakan dan
penjelasan penjelasan penjelasan mengerjakan ada pula S yang
dari G dari G dari G tidak jadi maju
mengerjakan

34, 37 24, 30, 37 14, 39, 43, 22, 41, 47, 4, 5, 7, 13, 18, 20, 6, 8, 12, 64
57, 59, 62, 48, 49, 53 23, 25, 26, 38, 44,
63 45, 46, 50, 51, 60,
66

KETERANGAN:
S : Siswa
SL : Siswa Lain
G : Guru
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

65

Tabel IV. 7.2 lanjutan INTERAKSI ANTARA SISWA-GURU

Lihat Lihat Memperlihat kan S melakukan interaksi S melakukan Lihat


hal. 62 hal. 62 hasil pekerjaan dengan cara interaksi dengan hal. 64
kepada G. mengungkapkan cara membetulkan
pendapat mengenai jawaban/tulisan G
maksud dan jawaban yang salah
soal, G menanggapi dan
menyetujui pendapat S

G mengomentari G mengomentari Membetulkan Membetulkan


hasil pekerjaan S hasil pekerjaan S jawaban/tulisan G jawaban/tulisan G
dan meminta S dan meminta S yang salah dan G yang salah dan G
membetulkan meneruskan setuju dengan tidak setuju dengan
jawaban yang mengerjakan, S pembetulan dari S pembetulan S lalu G
kurang tepat, S meneruskan lalu G membetulkan tidak mau
lalu membetulkan pekerjaannya. jawaban yang salah membetulkan
jawaban yang jawaban yang salah
kurang tepat.

2, 19, 40, 42 15, 21, 58, 17, 27, 28, 29, 36, 54, 55 35
61 35, 36, 52, 56,
65

KETERANGAN:
S : Siswa
SL : Siswa Lain
G : Guru
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

66

Tabel IV. 7.3 lanjutan INTERAKSI ANTARA SISWA-GURU

Lihat Lihat Lihat Lihat Lihat S menulis suatu


hal. 62 hal. 62 hal. 63 hal. 63 hal. 63 konsep/jawaban
yang menimbulkan
pertanyaan/komenta
r dari G

Menulis suatu Menulis suatu


konsep/jawaban yanga konsep/jawaban yanga
menimbulkan menimbulkan
pertanyaan/komentar dari pertanyaan/komentar dari G
G, S membenarkan dan S tidak membenarkan
konsep/tulisan yang konsep/tulisan yang
menimbulkan menimbulkan
pertanyaan/komentar dari pertanyaan/komentar dari G
G dan G menyetujui lalu G membenarkan

1, 3, 10, 16, 31, 9, 11


32, 33

KETERANGAN:
S : Siswa
SL : Siswa Lain
G : Guru
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
67

BAB V

HASIL PENELITIAN

Pada bab ini akan dikemukakan mengenai hasil penelitian mengenai

interaksi sosial dalam proses pembelajaran matematika pada topik logaritma di

kelas X SMA Stella Duce 3 Bantul Yogyakarta. Interaksi sosial ini dibagi menjadi

dua yaitu interkasi sosial antara guru dan siswa serta interaksi sosial antara siswa

dan guru. Interaksi sosial antara guru dan siswa adalah intekasi yang dilakukan

dengan cara guru yang memulai berbicara untuk tujuan/maksud tertentu kepada

siswa/beberapa siswa. Dengan kata lain, guru yang memulai terjadinya interaksi

sosial. Sedangkan interaksi sosial antara siswa dan guru adalah interaksi yang

dilakukan dengan cara siswa/beberapa siswa tertentu yang memulai berbicara

untuk tujuan/maksud tertentu kepada guru. Dengan kata lain siswa/beberapa siswa

yang memulai terjadinya interaksi sosial.

Proses pembelajaan topik logaritma ini dilakukan selama empat kali

pertemuan. Setiap pertemuan dilaksanakan selama dua jam pelajaran @ 45 menit.

perinciannya sebagai berikut :

1. Pertemuan I membahas mengenai definisi dari logaritma. Dalam

pertemuan I ini, guru memberikan empat kali latihan soal.

2. Pertemuan II membahas mengenai pembuktian sifat-sifat logaritma,

khususnya sifat logaritma satu sampai empat. Pada pertemuan II ini, guru

memberikan dua kali latihan soal.

67
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
68

3. Pertemuan III membahas mengenai pembuktian sifat-sifat logaritma,

khususnya sifat logaritma yang ke-lima. Pada pertemuan III ini, guru

memberikan dua kali latihan soal.

4. Pertemuan IV mengulang materi dari sifat logaritma satu sampai lima.

Pada pertemuan IV ini, guru memberikan dua kali latihan soal.

Untuk mengetahui interaksi sosial dalam proses pembelajaran

matematika pada topik logaritma dapat dibagi menjadi dua hal berikut :

1. Interaksi sosial antara guru dan siswa.

2. Interaksi sosial antara siswa dan guru.

5.1 Interaksi sosial antara guru dan siswa

Interaksi sosial antara guru dan siswa dibedakan menjadi tujuh yaitu

sebagai berikut :

1. Guru melakukan interaksi dengan cara tanya jawab mengenai materi

pelajaran.

2. Guru melakukan interaksi dengan cara menjelaskan sesuatu untuk

diketahui oleh siswa.

3. Guru melakukan interaksi dengan cara mendorong kepada siswa untuk

melakukan sesuatu.

4. Guru melakukan interaksi dengan cara meminta siswa untuk melakukan

sesuatu.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
69

5. Guru melakukan interaksi dengan cara berkeliling memantau hasil

pekerjaan siswa serta memantau siswa dalam mengerjakan.

6. Guru melakukan interaksi dengan cara mengkoreksi hasil pekerjaan siswa.

5.2 Interaksi sosial antara siswa dan guru

Interkasi sosial antara siswa dan guru dibedakan menjadi enam yaitu

sebagai berikut :

1. Siswa melakukan interaksi dengan cara bertanya mengenai materi

pelajaran.

2. Siswa melakukan interaksi dengan cara maju mengerjakan soal atas

insiatif sendiri.

3. Siswa melakukan interaksi dengan cara memperlihatkan hasil

pekerjaannya kepada guru.

4. Siswa melakukan interaksi dengan cara mengungkapkan pendapat

mengenai maksud dan jawaban soal, guru menanggapi dan menyetujui

pendapat siswa.

5. Siswa melakukan interaksi dengan cara membetulkan jawaban/tulisan guru

yang salah.

6. Siswa menulis suatu konsep/jawaban yang menimbulkan

pertanyaan/komentar dari guru.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
70

5.1.1 Guru bertanya mengenai materi pelajaran.

Interaksi sosial yang dilakukan guru dengan cara bertanya mengenai

materi pelajaran dibedakan menjadi dua yaitu sebagai berikut :

1. Bertanya mengenai suatu konsep.

2. Bertanya mengenai soal.

[Link] Guru bertanya mengenai suatu konsep.

Dalam melakukan tanya jawab mengenai suatu konsep, guru

berinteraksi dengan cara :

a. Guru bertanya mengenai pengertian dari suatu konsep.

b. Guru bertanya mengenai arti dari suatu konsep.

c. Guru bertanya mengenai masalah/kesulitan dalam mempelajari suatu konsep.

a. Guru bertanya mengenai pengertian dari suatu konsep.

Guru berinteraksi dengan cara bertanya mengenai pengertian dari suatu

konsep dan siswa ada yang menanggapi pertanyaan guru dan ada juga yang tidak

menanggapi pertanyaan guru. Guru bertanya kepada siswa pengertian dari suatu

konsep dan siswa menanggapi pertanyaan guru dengan menjawab pertanyaan

guru. Guru bertanya kepada beberapa siswa a log b = c bila diubah dalam bentuk

pangkat rasional, lalu dari beberapa siswa tersebut ada seorang siswa yang

menjawab pertanyaan guru dengan menunjuk-nunjuk ke papan tulis sambil

menjelaskan bahwa a log b = c dapat diubah menjadi a c = b , guru lalu menyetujui

jawaban siswa tersebut. Guru bertanya tentang definisi logaritma


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
71

a
log b = c ↔ a c = b kepada seorang siswa, lalu siswa yang ditanya guru tersebut

menjelaskan sambil maju ke depan menjelaskan arti definisi logaritma, guru

menyetujui jawaban siswa. Guru bertanya bunyi kelima sifat logaritma kepada

seorang siswa, siswa tersebut menjawab pertanyaan guru sambil melihat catatan

p
log b
yang ada di buku handout yaitu log b =
a
p
, guru lalu menyetujui jawaban
log a

yang dikatakan oleh siswa.

Guru bertanya kepada siswa pengertian dari suatu konsep dan

pertanyaan guru tidak mendapat tanggapan dari siswa. Guru bertanya kepada

semua siswa sambil duduk di meja guru alasan numerus tidak boleh bernilai

negatif, tidak ada seorang pun siswa yang menjawab pertanyaan guru. Karena

tidak ada jawaban dari siswa, maka guru menjelaskan sambil berdiri di depan

kelas sebabnya numerus tidak boleh bernilai negatif karena bila numerusnya

negatif, maka tidak akan mendapatkan suatu hasil perpangkatan. Guru bertanya

bunyi sifat logaritma yang ketiga kepada sekelompok siswa sambil mendekati

mereka, dan dari sekelompok siswa tersebut tidak ada siswa yang bisa menjawab

pertanyaan guru. Siswa hanya melihat-lihat buku handout dan tidak bisa

menjawab pertanyaan guru. Lalu guru menjelaskan kepada sekelompok siswa

b
tersebut bunyi sifat logaritma yang ketiga yaitu a log = a log b − a log c .
c

b. Guru bertanya mengenai arti dari suatu konsep.

Guru melakukan interaksi dengan cara bertanya mengenai arti dari

suatu konsep dan ada siswa yang menanggapi pertanyaannya, ada pula yang tidak
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
72

menanggapi pertanyaannya. Guru bertanya kepada siswa mengenai arti dari suatu

konsep dan beberapa siswa menanggapi pertanyaan guru yaitu dengan menjawab

pertanyaan yang diajukan oleh guru.

Guru bertanya kepada semua siswa mengenai arti a dalam a log b = c

sambil berjalan berkeliling kelas, lalu ada seorang siswa yang tunjuk jari dan

dapat menjelaskan bahwa arti a dalam a log b = c adalah bilangan pokok, guru lalu

menyetujui jawaban siswa tersebut. Guru bertanya sambil menulis dipapan tulis

kepada semua siswa mengenai arti c dalam a log b = c , lalu ada beberapa siswa

yang menjawab dengan kompak bahwa arti c dalam a


log b = c adalah hasil

a
logaritma. Guru bertanya kepada seorang siswa arti b n pada log b n , siswa

tersebut menjelaskan kepada guru sambil menulis di papan tulis bahwa arti b n

a
pada log b n adalah a
log bxbxbxbxbx....xb (sebanyak n), guru menyetujui

jawaban siswa itu.


g
log a
Guru bertanya arti g kepada seorang siswa sambil mendekati

siswa tersebut, lalu siswa yang ditanya tadi segera membuka-buka buku catatan

mencari jawaban dari pertanyaan guru setelah ketemu, siswa tersebut menjelaskan
g
log a
kepada guru arti g adalah g pangkat g log a. Guru kemudian menyetujui

penjelasan siswa dan guru hanya menambahkan beberapa arti yang masih dirasa

kurang. Guru bertanya kepada semua siswa apakah sama antara 2 log 100 dengan

2
log100 sambil menulis di papan tulis, beberapa siswa menjawab dengan kompak
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
73

2
bahwa 2 log 100 dengan log100 berbeda karena bila 2 log 100 bilangan

pokoknya 10 dan 2 log100 bilangan pokoknya 2.

Guru bertanya kepada semua siswa sambil berdiri di dekat papan tuli

4
log 16 1 9
soal 2 dan ( ) log 8 bisa atau tidak dikerjakan menggunakan sifat logaritma
3
g
log a
yang pertama g , hanya beberapa siswa menjawab dengan kompak soal

4
log 16 1 9 g
2 dan ( ) log 8 bisa dikerjakan menggunakan sifat g log a , lalu guru meminta
3

semua siswa untuk segera menyelesaikan soal tersebut dengan menggunakaan

sifat pertama logaritma. Guru bertanya maksud pekerjaan seorang siswa yang

1 5
log 2
menulis 5 pada soal 5 sambil menunjuk hasil pekerjaan siswa di papan
2

tulis. Siswa yang maju tersebut menjelaskan bahwa dia melakukan kesalahan

1
2
dalam menulis seharusnya 5 , guru lalu memaklumi kesalahan yang dibuat oleh

siswa dan guru lalu membetulkan tulisan yang salah tersebut. Guru bertanya
8
log 49
maksud pekerjaan seorang siswa yang menulis 2 2 = 8 pada soal 2 2

sambil menunjuk tulisan seorang siswa yang salah tersebut. Siswa tersebut

kesulitan dalam menjelaskan maksud tulisannya sendiri, siswa hanya tersenyum-

senyum dan mencoba bertanya kepada teman sebangkunya cara menyelesaikan

soal tersebut. Guru lalu memberi kesempatan kepada siswa tersebut untuk

memperbaiki jawabannya. Guru bertanya kepada semua siswa bilangan pokok

7 2
dari log 2 dan log 3 , beberapa siswa menjawab bahwa bilangan pokok dari

7
log 2 adalah 7 dan bilangan pokok dari 2 log 3 adalah 2. Beberapa pertanyaan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
74

guru dijawab oleh siswa dan siswa mampu menjelaskan kepada guru maksud dari

beberapa pertanyaan guru. Kemudian guru menyetujui penjelasan dari siswa

mengenai maksud beberapa pertanyaan guru.

Guru bertanya kepada siswa mengenai arti dari suatu konsep (materi)

dan beberapa siswa tidak menanggapi pertanyaan guru yaitu siswa hanya diam

saja sambil memperhatikan guru berbicara. Guru bertanya kepada sekelompok

a a a
siswa arti tulisan log b + log b + log b (sebanyak n-kali) sambil mendekati

sekelompok siswa tersebut, sekelompok siswa tersebut hanya diam saja tidak ada

yang berani menjawab pertanyaan guru. Karena pertanyaannya tidak mendapat

tanggapan dari siswa, maka guru menjawab sendiri pertanyaaannya yaitu

n . a log b .

c. Guru bertanya mengenai masalah/kesulitan dalam mempelajari suatu

konsep.

Guru melakukan interaksi dengan cara tanya jawab mengenai

masalah/kesulitan dalam mempelajari suatu [Link] bertanya kepada siswa

masalah/kesulitan yang dihadapi siswa dalam mempelajari suatu konsep dan siswa

ada yang mengutarakan masalah/kesulitan yang dihadapi dalam mempelajari

suatu konsep dan ada juga yang tidak mengutarakan kesulitan yang dihadapi

karena sudah bisa mempelajari suatu konsep tersebut.

Guru menulis sifat logaritma di papan tulis lalu bertanya kepada semua

siswa kesulitan yang dihadapi siswa dalam mempelajari dan membuktikan sifat
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
75

b
= a (2) a log b.c = a log b+ a log c (3) a log = a log b − a log c
g
log a
logaritma (1) g log
c

n a
(4) a log b n = n.a log b dan am
log b n = . log b . Ada seorang siswa yang tun juk
m

tangan dan setelah guru mempersilahkan siswa tersebut, dia mengutarakan

kesulitan yang dihadapinya dalam membuktikan sifat logaritma yang ke-4 yaitu

n a
a
log b n = n.a log b dan am
log b n = . log b . Lalu guru menjelaskan kepada
m

semua siswa sambil menulis di papan tulis bahwa untuk membuktikan sifat yang

= a,
g
g log a
ke-4 siswa harus terlebih dahulu membuktikan sifat logaritma log

b
a
log b.c = a log b + a log c , dan a log = a log b − a log c . Bila ketiga sifat tersebut sudah
c

bisa dibuktikan, maka mudah dalam membuktikan sifat ke-4. Lalu semua siswa

mulai mencoba membuktikan sifat ke-4 lagi dan beberapa siswa juga mencoba

mengerjakan sambil berdiskusi dengan teman sebangkunya. Guru juga bertanya

kepada seorang siswa kesulitan yang dihadapi siswa dalam mempelajari dan

p
log b
membuktikan sifat logaritma yang ke-5 yaitu a
log b = p
, siswa yang
log a

ditunjuk guru tersebut lalu menjelaskan kepada guru cara membuktikan sifat

kelima yaitu dengan cara memisalkan g


log a = x maka a = g x sambil menunjuk-

nunjuk ke arah papan tulis.

Ada juga beberapa siswa yang tidak mengutarakan kesulitan yang

dihadapinya dalam mempelajari dan membuktikan logaritma. Siswa tersebut

ketika ditanyai oleh guru hanya diam tidak menanggapi pertanyaan guru. Siswa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
76

sebenarnya belum jelas mengenai sifat-sifat logaritma tersebut, tetapi siswa tidak

berani mengutarakannya kepada guru.

[Link] Guru bertanya mengenai soal

Dalam bertanya mengenai soal, guru berinteraksi dengan cara :

a. Guru bertanya mengenai masalah/kesulitan dalam mengerjakan soal.

b. Guru bertanya mengenai cara menyelesaikan soal.

c. Guru bertanya mengenai jawaban soal.

a. Guru bertanya mengenai masalah/kesulitan dalam mengerjakan soal.

Dalam kegiatan pembelajaran setiap kali menyelesaikan suatu soal,

guru selalu menanyakan kepada siswa kesulitan ataupun masalah yang dihadapi

siswa dalam menyelesaiakn soal tersebut. Pertanyaan tentang kesulitan /masalah

yang dihadapi siswa tersebut ada yang ditanggapi siswa dan ada pula yang tidak

ditanggapi oleh siswa.

Pertanyaan tentang kesulitan/masalah yang ditanyakan guru mendapat

tanggapan dari siswa yaitu siswa mengutarakan kesulitan/masalah yang

dihadapinya dalam menyelesaikan soal. Guru menanyakan kesulitan yang

dihadapi siswa dalam menyelesaikan soal yang diberikan oleh guru, lalu ada

beberapa siswa yang tunjuk jari dan mengutarakan kesulitan yang dihadapi siswa.

Kesulitan yang dihadapi siswa yaitu cara menulis hasil jawaban yang berbeda

dengan guru pada soal 2


log 7 − 2 log 28 dan 2 log x 3 + 2 log x . Lalu seorang siswa

yang mengalami kesulitan tersebut segera tunjuk tangan dan bertanya kepada
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
77

guru, kemudian guru mendatangi siswa tersebut dan melihat pekerjaan siswa

tersebut. Guru lalu memberikan beberapa pertanyaan kepada siswa tersebut yang

mengarah pada caa penyelesaian soal yang ditanyakan siswa tersebut. siswa

sedikit demi sedikit bisa menjawab pertanyaaan guru dan siswa lalu bisa

menyelesaikan soal yang dirasa sulit tadi. Ada juga seorang siswa lain yang

mengutarakan kesulitan dalam mencari nilai dari log 25 dalam soal

1 1
1
+ log 25 + 2
. Siswa tersebut tidak tahu caranya mencari nilai dari
4
2. log 5
log 25

log 25, lalu siswa tersebut tunjuk tangan dan guru segera menanggapi dan

meminta siswa tersebut menuliskan jawabannya di papan tulis. Guru lalu

bersama-sama dengan semua siswa mendiskusikan pertanyaan dari siswa tadi.

Ternyata menurut guru, logaritma dari 25 ini bisa dicari dengan menggunakan

tabel logaritma. Karena tidak ada satupun siswa yang membawa tabel logaritma,

maka guru meminta siswa mengerjakan samoai log 25 saja. Dari beberapa

kesulitan yang dihadapi oleh siswa tersebut, guru lalu menanggapi pula kesulitan

yang dihadapi siswa dengan memberi penjelasan kepada siswa.

Pertanyaan tentang kesulitan/masalah yang dihadapi guru juga ada

yang tidak ditanggapi oleh siswa yaitu siswa tidak mengutarakan

kesulitan/masalah yang dihadapi siswa. Ketika guru bertanya kesulitan/masalah

yang dihadapi semua siswa dalam menyelesaikan soal hasil pangkat rasional dari

5 −2 , tidak ada siswa yang berani menjawab pertanyaan guru, semua siswa justru

1
sibuk mengerjakan soal lain. Guru bertanya hasil logaritma dari 2 log kepada
8

salah seorang siswa sambil mendekati siswa tersebut, tetapi siswa itu tidak bisa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
78

menjawab pertanyaan guru. Guru lalu melempar pertanyaan itu kepada siswa lain,

1
dan siswa lain tersebut bisa menjawab pertanyaan guru bahwa 2 log adalah -3,
8

guru menyetujui jawaban siswa sambil tersenyum kepada siswa tersebut. Guru

bertanya kepada semua siswa apakah kesulitan dalam menemukan hasil dari

1
2
log 16 = x , tetapi siswa itu tidak bisa menjawab pertanyaan guru. Siswa yang

ditanya tadi justru diam tidak menanggapi pertanyaan guru.

Guru bertanya kepada semua siswa sambil berjalan berkeliling kelas

apakah ada kesulitan dalam mencari hasil dari 9 log 3 = x , tidak ada siswa yang

tunjuk tangan ingin menjawab pertanyaan guru. Beberapa siswa terlihat diam dan

berusaha mengerjakan soal tersebut. Guru masih menunggu semua siswa dalam

mengerjakan dan guru kembali memberikan pertanyaan yang hampir sama kepada

semua siswa yaitu adakah kesulitan dalam mengerjakan hasil dari 9 log 27 = n .

Semua siswa masih tetap belum menjawab juga hasil dari soal yang ditanyakan

guru. Guru kembali bertanya kepada siswa apakah kesulitan dalam mengerjakan

soal ” jika 7
log 2 = p dan 2
log 3 = q , nyatakanlah dalam p dan q, 6
log 98 !”

karena tidak ada yang bersedia maju mengerjakan, semua siswa hanya diam saja

mengerjakan soal di buku dan tidak memperhatikan guru ketika bertanya. Guru

bertanya kesulitan yang dihadapi siswa ketika mengerjakan ”Jika

3
log 5 = a ,nyatakan dalam bentuk a untuk 15
log 75 ”. Ternyata semua siswa bisa

mengerjakan maka tidak ada siswa yang bertanya. Lalu guru segera melanjutkan

ke materi selanjutnya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
79

b. Guru bertanya mengenai cara menyelesaikan soal.

Guru berinteraksi dengan cara bertanya kepada siswa mengenai cara

menyelesaikan soal. Dalam menanyakan cara menyelesaikan soal, ada beberapa

siswa yang menanggapi pertanyaan guru dan ada pula yang tidak menanggapi

pertanyaan guru.

Ketika guru bertanya cara menyelesaikan suatu soal, beberapa siswa

menanggapi guru yaitu siswa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru.

Guru bertanya kepada sekelompok siswa dengan cara mendekati sekelompok

= a berbeda bisa
g
log a
siswa tersebut, apakah bila nilai g pada sifat logaritma g

4
log 16
digunakan dalam menyelesaikan soal 2 , salah satu siswa dari anggota

= a harus dibuat
g
log a
kelompok itu menjawab tidak boleh karena nilai g pada g

= a untuk menyelesaikan soal


g
log a
sama dulu sebelum menggunakan sifat g

4 4
log 16 log 16
2 . Guru bertanya mengenai cara menyelesaikan soal 2 kepada semua

siswa, dan ada seorang siswa yang tunjuk tangan dan siswa tersebut menjelaskan
4
log 16
cara menyelesaikan soal 2 dengan cara mengubah bilangan pokoknya

menjadi ke bentuk yang lebih kecil yaitu dari 4 diubah menjadi 2 2 . Guru

kemudian menyetujui jawaban siswa tersebut sambil memberikan pujian kepada

siswa tersebut.

Guru bertanya kepada semua siswa sifat logaritma yang digunakan


9
log 8
1
untuk menyelesaikan soal . Ada seorang siswa yang tunjuk tangan dan
3
9
log 8
1
berpendapat bahwa untuk menyelesaikan soal menggunakan sifat logaritma
3
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
80

n a
yang ke-4b yaitu am
log b n = . log b . Guru lalu menanyakan hasil pekerjaan
m

siswa tersebut kepada semua siswa apakah pendapat siswa tersebut benar atau

tidak, lalu semua siswa menyetujui pendapat dari siswa tersebut. Guru kemudian

menyetujui juga pendapat siswa dan meminta semua siswa untuk meneruskan

n a
mengerjakan menggunakan sifat ke-4b yaitu am
log b n = . log b .
m

Guru bertanya kepada semua siswa sifat logaritma yang digunakan

1 1
dalam menyelesaikan soal 1
+ log 25 + 2
. Lalu ada seorang siswa
4
2. log 5
log 25

yang tunjuk tangan dan berkata bahwa untuk menyelesaikan soal

1 1
1
+ log 25 + 2
menggunakan tabel logaritma dan tidak dapat
4
2. log 5
log 25

menggunakan sifat logaritma. Guru lalu menyetujui jawaban siswa tersebut dan

meminta siswa tersebut untuk menuliskan hasil pekerjaannya di papan tulis.

Guru menunjuk seorang siswa dan bertanya kepada siswa tersebut sifat

logaritma yang digunakan untuk menyelesaikan soal

log x 3 − 2. 2 log x + 2. log x + log 3 = 3 . Lalu siswa yang ditanya oleh guru tadi

berfikir sebentar kemudian menjawab pertanyaan guru yaitu untuk menyelesaikan

soal log x 3 − 2. 2 log x + 2. log x + log 3 = 3 menggunakan sifat logaritma yang

b
ke-2 ( a log b.c = a log b + a log c ) dan sifat ke-3 ( a log = a log b − a log c ).
c

Guru bertanya kepada beberapa siswa yang duduknya berdekatan

sambil menghampiri beberapa siswa tersebut yaitu 2. log x 2 . Kemudian dari


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
81

beberapa siswa tadi, ada seorang siswa yang bisa menjawab pertanyaan guru yaitu

untuk menyelesaikan soal 2. log x 2 menggunakan sifat logaritma yang ke-4

( a log b n = n.a log b ). Kemudian guru bertanya kepada semua siswa sifat logaritma

yang digunakan untuk menyelesaikan soal ”jika 7


log 2 = p dan 2
log 3 = q ,

nyatakanlah dalam p dan q, 6 log 98 !”. Semua siswa terdiam sebentar lalu ada

seorang siswa yaang tunjuk tangan dan berkata bahwa untuk menyelesaikan soal

”jika 7
log 2 = p dan 2
log 3 = q , nyatakanlah dalam p dan q, 6
log 98 !” kita

menggunakan sifat logaritma yang ke-2 ( a log b.c = a log b + a log c ). Guru kemudian

menyetujui jawaban dari siswa tersebut.

Guru bertanya kepada semua siswa mengenai cara menyelesaikan soal

2
log 32 menjadi bentuk yang paling sederhana. Lalu seorang siswa maju

menjawab dan menjelaskan kepada guru bahwa cara menyelesaikan soal 2 log 32

menjadi bentuk yang paling sederhana adalah dengan mengubah 2 log 32 menjadi

bentuk perpangkatan 2 ... = 32 . Siswa menjawab hasilnya adalah 5. Guru

kemudian meneliti sebentar pekerjaan siswa tersebut lalu menyetujui jawaban

2 2
siswa. Guru bertanya kepada siswa hasil dari log 64 dan log 3 dan bilangan

pokok dari 2 log 3 dan 6 log 30 = x , siswa menjawab pertanyaan guru bahwa hasil

dari 2 log 64 adalah 6, hasil dari 2 log 3 adalah p dan bilangan pokok dari 2 log 3

adalah 2, bilangan pokok dari 6 log 30 = x adalah 6.

Selain mendapat tanggapan dari siswa, guru juga tidak mendapat

tanggapan dari siswa ketika bertanya kepada siswa cara meyelesaikan suatu soal.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
82

Guru bertanya kepada siswa cara menerapkan sifat logaritma yang pertama

= a ) dalam soal 2
g 4
log a log 16
(g , lalu siswa tidak ada yang menjawab pertanyaan

guru. Siswa hanya diam memperhatikan guru ketika guru bertanya dan ada juga

yang sibuk mengerjakan soal lain. Karena tidak mendapat tanggapan dari siswa,

maka guru meneruskan menjelaskan kepada siswa cara menyelesaikan soal

= a ).
4 g
log 16 log a
2 dengan menggunakan sifat logaritma yang pertama ( g

Guru bertanya sambil menulis di papan tulis kepada semua siswa cara
4
log 16
menyelesaikan soal 2 dengan mengubah bilangan pokoknya menjadi 2,

tetapi tidak ada siswa yang menanggapi pertanyaan guru karena semua siswa
4
log 16
belum mengerti caranya menyelesaikan soal 2 bila mengubah bilangan

pokoknya menjadi 2. Guru kemudian memberi kesempatan kepada semua siswa

untuk memikirkan lagi. Guru kembali bertanya kepada semua siswa cara
9
log 8
1 1
menyelesaikan soal dengan mengubah bilangan pokoknya menjadi dan
3 3

3. para siswa tidak bisa menjawab pertanyaan guru, mereka sibuk membuka-buka

buku handout dan mengutak-atik soal tersebut.

Guru bertanya kepada seorang siswa cara menyelesaikan soal


9
log 8
1
dalam dua cara mengapa hasilnya berbeda, siswa tersebut tidak menjawab
3

pertanyaan guru karena siswa tersebut juga belum jelas cara menyelesaikan soal
9
log 8
1
. Guru bertanya kepada seorang siswa cara menyelesaikan soal
3
2
log 32 dalam bentuk paling sederhana, siswa tersebut hanya tersenyum karena
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
83

tidak bisa menjawab pertanyaan dari guru, lalu guru melempar pertanyaan

tersebut kepada siswa lain. Guru bertanya kepada siswa cara menyelesaikan soal

2
log 64 dan 2 log 3 , tetapi tidak ada jawaban dari siswa, lalu guru bertanya kepada

siswa lain soal tersebut.

c. Guru bertanya mengenai jawaban soal.

Dalam pembelajaran guru melakukan interaksi dengan cara tanya

jawab mengenai jawaban soal. Dalam bertanya mengenai jawaban soal ini,

pertanyaan guru ada yang mendapat tanggapan dari siswa dan ada pula yang tidak

mendapat tanggapan dari siswa.

Guru bertanya mengenai jawaban soal dan siswa menanggapi

pertanyaan guru dengan menjawab pertanyaan guru. Lalu ada persetujuan dari

guru dan diikuti oleh pujian dari guru dan siswa lain. Guru bertanya hasil jawaban

dari soal :

1
1 1
(1) 3 , −2
3 , 2 −3 =
2
, 7 −2 = , dan 4 3 = 64 bila diubah dalam bentuk
8 49

logaritma.

1 1 1
(2) mencari nilai pangkat dari 3... = , 2 ... = , 5... = 125 , 7 ... = , dan
27 8 49

5... = 125

1
(3) mencari hasil dari 2 log
8

(4) hasil dari a log b + a log b + a log b + a log b (sebanyak n-kali)

(5) hasil dari 2 log x 3 + 2 log x


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
84

(6) ” jika
7
log 2 = p dan 2 log 3 = q , nyatakanlah dalam p dan q, 6 log 98 !”.

Siswa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru dengan benar, guru

menyetujui jawaban siswa dan memberikan pujian kepada siswa bahwa

jawabannya benar. Jadi ketika siswa mengerjakan soal dengan benar, guru

terkadang memberikan pujian dengan tujuan supaya memberikan semangat dan

motivasi kepada siswa untuk lebih giat lagi belajar.

Guru bertanya mengenai jawaban soal dan siswa menanggapi

pertanyaan guru dengan menjawab pertanyaan guru. Lalu tidak ada persetujuan

dari guru dan tidak diikuti oleh pujian dari guru dan siswa lain. Misalnya guru

bertanya jawaban dari soal 2 3 , 2 5 , 33 , 5 −2 , dan mencari nilai x pada 4 x = 64 ,

lalu beberaapa siswa menjawab pertanyaan guru dengan benar, tetapi tidak ada

persetujuan dari guru dan tidak ada pujian yang diberikan kepada siswa. Guru

hanya diam saja memperhatikan jawaban siswa dan tidak berkomentar apapun

terhadap jawaban siswa. Guru mungkin lupa atau tidak sadar bahwa dia tidak

memberikan persetujuan atas jawaban siswa.

Guru bertanya mengenai jawaban soal dan siswa tidak menanggapi

pertanyaan guru. Guru bertanya kepada siswa jawaban dari soal :

1
(1) mencari nilai pangkat dari 2 ... =
8

(2) hasil dari 2 log 64 dan 2


log 3

(3) ”jika 3 log 5 = a , nyatakan dalam bentuk a untuk 15


log 75 ”

1000
(4) hasil dari bila dirasionalkan.
3
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
85

Siswa hanya diam tidak menjawab pertanyaan guru bahkan sampai kadang-

kadang guru bisa bertanya sampai berkali-kali tetapi tetap tidak ada jawaban dari

siswa. Karena tidak ada jawaban dari siswa mengenai pertanyaannya, maka guru

terkadang menjawab sendiri pertanyaannya.

5.1.2 Guru menjelaskan sesuatu untuk diketahui oleh siswa

Interaksi sosial yang dilakukan guru dengan cara menjelaskan sesuatu

untuk diketahui oleh siswa dibedakan menjadi tiga yaitu sebagai berikut :

1. Menjelaskan suatu konsep yang ditanggapi oleh siswa.

2. Menjelaskan maksud soal yang ditanggapi oleh siswa.

3. Menjelaskan cara menyelesaikan soal yang ditanggapi oleh siswa.

[Link] Guru menjelaskan suatu konsep yang ditanggapi oleh siswa.

Guru melakukan interaksi dengan cara menjelaskan kepada siswa

mengenai suatu konsep. Guru menjelaskan kepada siswa cara menulis pangkat

rasional dalam bentuk logaritma, lalu siswa memperhatikan penjelasan guru dan

sesekali siswa bertanya kepada guru bila kurang jelas. Guru menjelaskan kepada

siswa definisi logaritma yaitu bahwa logaritma adalah invers dari pangkat

rasional, lalu siswa mendengarkan penjelasan guru dengan tenang. Guru

menjelaskan kepada siswa bahwa b pada a log b = c disebut numerus yaitu hasil

dari pangkat dan syarat dari numerus adalah b>0 atau tidak boleh bilangan negatif,

lalu siswa bertanya kepada guru alasannya numerus tidak boleh bilangan negatif.

Guru menjelaskan kembali bahwa kita tidak akan pernah mendapatkan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
86

hasil dari perpangkatan bila numerusnya bilangan negatif, siswa memperhatikan

guru ketika menjelaskan.

Guru menjelaskan kepada siswa bahwa definisi logaritma juga dapat

dijelaskan menggunakan relasi fungsi, guru lalu meminta semua siswa untuk

memperhatikan definisi logaritma yang tertera di buku handout. Siswa

memperhatikan penjelasan dari guru sambil memperhatikan buku acuan yang

memuat definisi logaritma menggunakan relasi fungsi. Guru menjelaskan kepada

seorang siswa tanda ↔ berarti ”bila dan hanya bila” sambil mendekati siswa

tersebut, siswa lalu membetulkan tulisannya yang salah. Guru menjelaskan juga

kepada semua siswa sambil menulis di papan tulis bahwa sifat logaritma yang ke-

n a
4 dapat dibagi menjadi dua yaitu a
log b n = n.a log b dan am
log b n = . log b ,
m

semua siswa memperhatikan dan mendengarkan penjelasan guru.

Guru menjelaskan kepada semua siswa bahwa dalam membuktikan

logaritma harus dari sifat pertama lalu sifat kedua dan seterusnya, beberapa siswa

memperhatikan penjelasan guru dan beberapa siswa yang lain sibuk ramai sendiri.

a
Guru menjelaskan kepada semua siswa bahwa log bxbxbxbxb =

a
log b + a log b + a log b + a log b (sebanyak n-kali), semua siswa memperhatikan

penjelasan guru dengan cermat sambil mencatat di buku mereka masing-masing.

Guru menjelaskan kepada siswa bahwa dalam membuktikan sifat logaritma yang

n a
ke-4 ( a log b n = n.a log b dan am
log b n = . log b ) menggunakan definisi pangkat
m

rasional dan sifat logaritma yang ke-2 ( a log b.c = a log b + a log c ) , siswa setuju

dengan penjelasan dari guru. Guru menjelaskan kepada siswa cara membuktikan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
87

p
log b
sifat logaritma yang ke-5 yaitu a
log b = p
dengan memisalkan g
log a = x
log a

maka a = g x , lalu siswa bertanya kepada guru syarat dari sifat logaritma yang ke-

5, guru kembali menjelaskan kepada siswa syaratnya adalah p>0, siswa

mendengarkan penjelasan dari guru.

[Link] Guru menjelaskan maksud soal yang ditanggapi oleh siswa.

Pada waktu berinteraksi dengan siswa, guru melakukannya dengan

cara menjelaskan maksud soal kepada siswa. Guru menjelaskan kepada seorang
4
log 16
siswa bahwa pada soal 2 tidak bisa langsung menerapkan sifat logaritma

= a ) karena nilai g-nya yaitu 2 dan 4 belum sama, jadi harus


g
log a
yang pertama ( g

disamakan dulu. Siswa tersebut lalu mencoba mengubah bilangan 2 dan 4 supaya

menjadi bilangan yang sama yaitu dengan mengubah bilangan 4 menjadi 2 2 ,

Siswa tersebut meneruskan mengerjakan setelah tahu maksud dari soal. Guru

menjelaskan kepada semua siswa cara memilih bilangan pokok bila ada dua

bilangan pokok yaitu dengan memilih bilangan pokok yang lebih kecil, semua

siswa mendengarkan penjelasan dari guru. Guru menjelaskan maksud dari soal

latihan yang diberikan oleh guru kepada semua siswa, lalu semua siswa mulai

mengerjakan dengan tenang.

Guru menjelaskan kepada semua siswa mengenai maksud dari soal

”Jika 2
log 3 = a dan 2
log 5 = b , nyatakan dalam a dan b untuk 6
log 50 ” ada

ralat pada penulisan 2 log 5 = b seharusnya tertulis 3 log 5 = b , lalu semua siswa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
88

membetulkan ralat dari guru, semua siswa kembali meneruskan mengerjakan soal

tersebut.

[Link] Guru menjelaskan cara menyelesaikan soal yang ditanggapi oleh

siswa.

Guru melakukan interaksi dengan cara menjelaskan kepada siswa cara

menyelesaikan suatu soal. Guru menjelaskan kepada seorang siswa cara


4
log 16
menyelesaikan soal 2 yaitu dengan cara menggunakan sifat logaritma yang

= a ), lalu siswa tersebut mencoba mengerjakan soal tersebut


g
log a
pertama ( g

dengan menggunakan cara yang diajarkan oleh guru. Jadi ketika guru

menjelaskan, semua siswa memperhatikan guru dan ketika guru meminta semua

siswa untuk meneruskan mengerjakan, semua siswa lalu meneruskan mengerjakan

soal tersebut dengan tenang. Guru menjelaskan kepada semua siswa cara
4
log16
mengerjakan soal 2 , siswa memperhatikan penjelasan guru. Lalu guru

22
log16
bertanya nilai m pada 2 kepada beberapa siswa, beberapa siswa menjawab 2,

22
log16
guru kembali bertanya nilai n pada 2 , beberapa siswa menjawab 1.

12
log 16
2
Kemudian guru meminta semua siswa untuk menerapkan sifat 4a pada 2
1 1
2 2
log16 2 log16 2
sehingga menjadi 2 . Lalu ada seorang siswa menjawab hasil dari 2

adalah 4.
9
log 8
1
Guru menjelaskan kepada semua siswa cara mengerjakan dengan
3

menggunakan bilangan pokoknya diubah menjadi 9, semua siswa dengan tenang


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
89

memperhatikan guru dalam memberikan penjelasan. Guru lalu bertanya hasil dari

1 1
9 ... = , beberapa siswa menjawab -2. Guru kembali bertanya hasil dari 9 ... = ,
3 3
9
log 8
1 9
log 8
siswa menjawab -2. Guru menulis jawaban dari siswa yaitu = 9 −2 , siswa
3

memperhatikan G dengan tenang. Guru menjelaskan cara pengerjaan


9
log 8
1 1
dengan menggunakan bilangan pokoknya diubah menjadi , siswa
3 3

memperhatikan guru saat menjelaskan dan sesekali menjawab pertanyaaan guru,

guru bertanya hasil akhirnya tetapi tidak ada jawaban dari siswa.

Guru menjelaskan cara mengerjakan soal x log 2 = 0,4 kepada seorang

siswa, siswa tersebut memperhatikan guru ketika menjelaskan. Guru lalu bertanya

kepada seorang siswa bentuk pecahan dari 0,4 , tetapi justru beberapa siswa yang

4
menjawab dengan kompak yaitu . Kemudian guru meminta salah satu dari
10

4
siswa menyederhanakan bentuk pecahan , lalu ada seorang siswa maju
10

4 2
menyederhanakan bentuk pecahan menjadi , guru menyetujui jawaban
10 5

siswa tersebut.

Guru menjelaskan kepada semua siswa cara mengerjakan soal ”jika

2
log 3 = p, tentukan 3 log 64 ”, semua siswa memperhatikan guru dengan cermat.

Guru menjelaskan kepada semua siswa cara mengerjakan soal ” jika 7 log 2 = p

dan 2
log 3 = q , nyatakanlah dalam p dan q, 6
log 98 !”, semua siswa

memperhatikan dengan tenang dan sesekali beberapa siswa menjawab pertanyaan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
90

25 1
dari guru. Guru menjelaskan kepada semua siswa bahwa hasil dari log dan
2

10
log 25 tidak dapat dicari menggunakan sifat ke-2 ( a log b.c = a log b + a log c )

tetapi dapat dicari menggunakan tabel logaritma, semua siswa memperhatikan

guru ketika menjelaskan lalu mencatat jawaban di buku mereka masing-masing.

Guru kembali menjelaskan cara mengerjakan soal ” jika 6


log 30 = x dan

6
log 20 = y tentukan 6
log 3 ” dengan cara 6
log 30 = x diubah menjadi

6
log 2+ 6 log 3+ 6 log 5 = x dan 6
log 20 = y diubah menjadi 2.6 log 2+ 6 log 5 = y ,

siswa memperhatikan guru ketika menjelaskan dan lalu menyalin jawaban guru

tersebut di buku mereka masing-masing.

1000
Guru menjelaskan kepada semua siswa supaya diubah ke bentuk
3

1000
rasional lalu menambahkan 3 pada jawaban akhir, siswa menyalin
3

jawaban yang ada di papan tulis dengan teliti.

5.1.3 Guru mendorong kepada siswa untuk melakukan sesuatu.

Interaksi sosial yang dilakukan guru dengan cara memberi kesempatan

kepada siswa untuk melakukan dibedakan menjadi empat yaitu sebagai berikut :

1. Mendorong siswa untuk bertanya dan ditanggapi siswa.

2. Mendorong siswa untuk bertanya dan tidak ditanggapi siswa.

3. Mendorong siswa untuk maju mengerjakan .

4. Mendorong siswa untuk mencatat soal.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
91

[Link] Guru mendorong siswa untuk bertanya dan ditanggapi siswa.

Guru mendorong kepada siswa untuk bertanya kepada guru mengenai

beberapa hal yang belum dimengerti oleh siswa. Guru mendorong kepada siswa

untuk bertanya kepada guru mengenai hal-hal yang belum jelas, seorang siswa

lalu bertanya kepada guru mengenai jawaban soal ” jika 7


log 2 = p dan

2
log 3 = q , nyatakanlah dalam p dan q, 6 log 98 !” yaitu 2 log 6 didapat dari mana.

2
Lalu guru menjelaskan kepada siswa tersebut bahwa log 6 didapat dari

p
log b
penerapan sifat logaritma yang ke-5 ( log b = a
p
), karena siswa tersebut
log a

sudah paham maka guru tidak menjelaskannya lebih rinci lagi.

Guru mendorong kepada siswa untuk bertanya, siswa menanyakan

kepada guru jawaban seorang siswa yang kurang jelas, lalu guru mengulang

kembali membacakan tulisan yang kurang jelas tadi. Guru mendorong kepada

semua siswa untuk menanyakan tentang soal yang dibuat oleh guru, lalu ada

seorang siswa yang bertanya mengenai soal yang ada dalam buku acuan, guru lalu

memberikan tanggapan supaya menyelesaikan soal yang diberikan oleh guru dulu

baru mengerjakan soal dalam buku acuan, siswa tersebut menuruti perkataan guru.

Guru mendorong kepada semua siswa untuk bertanya, ada seorang siswa yang

10
log 3
bertanya asal angka 10 pada soal 10
, lalu guru menjelaskan asal angka 10
log 6

p
log b
didapat dengan menggunakan sifat logaritma yang ke-5 ( log b = a
p
)
log a

tersebut, siswa tersebut mengangguk-angguk tanda sudah mengerti.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
92

Setiap menyelesaikan suatu soal, guru selalu mendorong kepada siswa

untuk menanyakan hal-hal yang belum dimengerti dan belum jelas. Hal tersebut

dilakukan guru supaya bila ada siswa yang belum mengerti atau belum jelas

mengenai cara pengerjaan soal bisa bertanya kepada guru dan guru akan dengan

senang hati mengulangi penjelasannya mengenai pengerjaan soal tersebut.

Kesempatan tersebut selalu dimanfaatkan siswa untuk bertanya kepada guru.

Walaupun terkadang siswa bertanya kepada guru dengan nada ragu-ragu karena

takut dimarahi oleh guru.

[Link] Guru mendorong siswa untuk bertanya dan tidak ditanggapi siswa.

Guru mendorong kepada siswa untuk bertanya kepada guru mengenai

beberapa hal yang belum dimengerti oleh siswa tetapi tidak mendapat tanggapan

dari siswa. Guru mendorong kepada siswa untuk bertanya mengenai materi

definisi dari logaritma, siswa tidak ada yang memanfaatkan kesempatan yang

diberikan oleh guru untuk bertanya kepada guru, siswa cenderung diam

memperhatikan guru dalam berbicara. Guru juga mendorong kepada semua siswa

untuk bertanya mengenai pembuktian sifat-sifat logaritma dari sifat satu sampai

empat, semua siswa tidak ada yang bertanya mengenai pembuktian sifat-sifat

logaritma. Guru mendorong kepada siswa untuk bertanya mengenai penyelesaian


4
log16
soal 2 , tidak ada siswa yang bertanya kepada guru karena siswa masih sibuk
4
log16
menyalin jawaban dari soal 2 , lalu guru melanjutkan materi selanjutnya.

Guru mendorong kepada semua siswa untuk bertanya mengenai


g
log a
penjelasan guru tentang perbedaan dari g , g g log a , dan g g log a , tidak ada
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
93

siswa yang bertanya kepada guru karena siswa masih berusaha memahami sendiri

penjelasan dari guru. Beberapa siswa ada yang belum mengerti dengan penjelasan

guru tetapi tidak berani bertanya lagi kepada guru, mereka justru bertanya kepada

temannya yang sudah jelas dengan penjelasan guru tersebut. Guru mendorong
9
log 8
1
kepada semua siswa untuk bertanya mengenai cara pengerjaan soal dengan
3

menggunakan bilangan pokoknya diubah menjadi 3 dan cara pengerjaan soal

log x 3 − 2. 2 log x + 2. log x + log 3 = 3 , tetapi tidak ada tanggapan dari siswa.

Semua siswa justru masih sibuk menyalin jawaban yang ada di papan tulis, guru

lalu memberi waktu kepada siswa untuk menyalin jawaban. Guru mendorong

kepada semua siswa untuk bertanya mengenai cara pengerjaan soal x log 2 = 0,4 ,

”jika 2 log 3 = p, tentukan 3 log 64 ” dan soal ” jika 7 log 2 = p dan 2 log 3 = q ,

nyatakanlah dalam p dan q, 6 log 98 !” , tetapi tidak ada siswa yang mau bertanya

karena kebanyakan siswa sudah jelas dengan pengerjaan soal di papan tulis,

karena tidak ada pertanyaan maka guru meneruskan mengajar.

Guru selalu mendorong kepada siswa untuk bertanya mengenai suatu

soal yang telah dikerjakan. Hal tersebut dilakukan guru supaya bila ada siswa

yang belum mengerti atau belum jelas mengenai cara pengerjaan soal bisa

bertanya kepada guru dan guru akan dengan senang hati mengulangi

penjelasannya mengenai pengerjaan soal tersebut. Tetapi beberapa siswa tidak

memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh guru karena beberapa siswa malu

dan takut untuk bertanya kepada guru. Siswa cenderung lebih baik bertanya

kepada siswa lain.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
94

[Link] Guru mendorong siswa untuk maju mengerjakan soal.

Guru mendorong kepada siswa untuk maju mengerjakan soal dan ada

siswa yang menanggapi kesempatan yang diberikan oleh guru, yaitu siswa maju

mengerjakan. Guru mendorong kepada semua siswa untuk maju mengerjakan soal
9
log 8
4
log 16 1
latihan 2 dan di papan tulis, lalu ada siswa yang maju mengerjakan
3
9
log 8
4
log 16 1
soal 2 dan . Ketika guru mendorong kepada siswa untuk maju
3

mengerjakan, beberapa siswa tidak merasa malu untuk maju mengerjakan. Siswa

segera memanfaatkan kesempatan yang diberikan guru untuk mengerjakan di

papan tulis.

Guru mendorong kepada siswa untuk maju mengerjakan soal dan tidak

ada siswa yang menanggapi kesempatan yang diberikan oleh guru, yaitu siswa

tidak ada yang mau maju mengerjakan. Guru mendorong kepada siswa untuk

log 6 + 2 − 2 log 3 , tetapi tidak ada siswa yang


2
2 log 4
maju mengerjakan soal

bersedia maju mengerjakan soal tersebut, siswa menyibukkan diri dengan

mengerjakan soal-soal di buku catatannya. Ketika guru mendorong kepada siswa

untuk maju mengerjakan beberapa soal yang diberikan oleh guru, beberapa siswa

tidak bersedia maju mengerjakan karena alasannya siswa tersebut belum yakin

dengan jawabannya, ada pula yang tidak bisa mengerjakan dan ada juga yang

menunggu ditunjuk oleh guru baru mau maju mengerjakan.

Guru menginginkan siswa tidak perlu disuruh untuk maju

mengerjakan, tetapi siswa mempunyai inisiatif sendiri untuk maju mengerjakan.

Tetapi beberapa siswa masih malu-malu untuk maju mengerjakan. Guru selalu
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
95

berusaha untuk tidak memerintah siswa untuk maju mengerjakan dan guru selalu

berusaha memberikan keleluasaan kepada siswa untuk mau maju mengerjakan

atas inisiatif sendiri. Guru selalu memberi penguatan kepada semua siswa untuk

berani maju mengerjakan. Dan ada beberapa siswa yang mau maju mengerjakan

setelah guru memberi kesempatan kepada siswa. Tetapi ada juga beberapa siswa

yang tetap tidak berani maju mengerjakan dengan alasan belum selesai dalam

mengerjakan soal. Siswa cenderung maunya ditunjuk oleh guru baru siswa mau

maju mengerjakan.

[Link] Guru mendorong kepada siswa untuk mencatat soal.

Guru mendorong kepada siswa untuk mencatat soal yang ada di papan

tulis. Guru selalu memberikan waktu kepada siswa untuk mencatat soal latihan di

papan tulis sehingga diharapkan nantinya siswa bisa mengerjakan bersama-sama

tanpa ada yang ketinggalan karena belum selesai dalam mencatat. Ketika guru

memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencatat, guru kadang-kadang

membacakan lagi soal latihan tersebut sambil memperhatikan siswa dalam

mencatat soal latihan.

5.1.4 Guru meminta siswa untuk melakukan sesuatu.

Interaksi sosial yang dilakukan guru dengan cara meminta siswa untuk

melakukan sesuatu dibedakan menjadi dua yaitu sebagai berikut :

1. Meminta siswa mengerjakan soal dan ditanggapi oleh siswa.

2. Meminta siswa mengerjakan soal dan tidak ditanggapi oleh siswa.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
96

[Link] Guru meminta siswa mengerjakan soal dan ditanggapi oleh siswa.

Pada waktu berinteraksi dengan siswa, guru melakukannya dengan

cara meminta siswa untuk mengerjakan soal dan perintah itu ditanggapi siswa

dengan beberapa siswa mau maju mengerjakan ketika guru menunjuk siswa yang

bersangkutan untuk maju mengerjakan. Guru meminta kepada beberapa siswa

untuk maju mengerjakan soal :

(1) log 27 = x
3

(2) 9 log 27 = n

(3) 2 log 4+ 2 log 18− 2 log 2

8
log 49
(4) 2 2

(5) ” jika 6 log 30 = x dan 6 log 20 = y tentukan 6 log 3 ”

(6) 2 log x 3 + 2 log x

Beberapa siswa yang diminta untuk maju mengerjakan tersebut segera maju

mengerjakan di papan tulis, guru memperhatikan siswa tersebut dalam

mengerjakan. Dari jawaban siswa tersebut, semuanya benar dalam mengerjakan.

Jadi guru memberikan persetujuan dan pujian kepada siswa yang mengerjakan.

Guru meminta kepada seorang siswa untuk maju meneruskan pekerjaan siswa lain

yang belum selesai dalam mengerjakan, siswa yang dipanggil guru tadi lalu maju

meneruskan pekerjaan temannya yang belum selesai. Selain itu masih ada

beberapa interaksi yang dilakukan oleh guru dalam meminta/memerintah siswa

untuk maju mengerjakan dan siswa menanggapinya dengan baik walaupun ada
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
97

beberapa siswa yang mengerjakan masih ada yang kurang tetapi siswa tersebut

telah berani maju mengerjakan.

Guru meminta kepada siswa untuk maju mengerjakan karena setelah

guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk maju mengerjakan, masih

banyak siswa yang tidak menanggapi kesempatan yang diberikan oleh guru. Ada

beberapa siswa yang memiliki kebiasaan selalu menunggu diperintah oleh guru

baru mau maju mengerjakan. Jadi guru melakukan hal ini supaya siswa berani

maju mengerjakan walaupun akhirnya harus diperintah oleh guru.

[Link] Guru meminta siswa mengerjakan soal dan tidak ditanggapi oleh

siswa

Guru melakukan interaksi dengan cara memerintah/meminta siswa

untuk maju mengerjakan soal tetapi ketika ditunjuk oleh guru untuk maju

mengerjakan, tidak ada siswa yang bersedia maju mengerjakan. Guru meminta
9
log 8
1
seorang siswa untuk maju mengerjakan dan x
log 2 = 0,4 , tetapi siswa
3

tersebut menggelengkan kepalanya dan tidak mau maju mengerjakan karena siswa
9
log 8
1
tersebut tidak bisa menyelesaikan soal dan x
log 2 = 0,4 . Lalu guru
3

meminta kepada siswa lainnya tetapi hal yang sama juga dilakukan oleh siswa

yang ditunjuk berikutnya, siswa tersebut tidak mau maju mengerjakan karena

masih ragu dengan jawabannya apakah benar atau salah.

Walaupun guru telah meminta/memerintah beberapa siswa untuk maju

mengerjakan, tetap saja masih ada beberapa siswa yang tidak bersedia maju
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
98

mengerjakan karena alasannya tidak bisa dan takut salah. Guru selalu memberikan

pengertian supaya siswa jangan takut salah dalam mengerjaakan karena guru pasti

akan membantu siswa bila siswa melakukan kesalahan dalam mengerjakan, tetapi

tetap saja masih ada siswa yang tidak mau maju mengerjakan. Lalu guru akan

meminta siswa lain yang mau maju mengerjakan.

5.1.5 Guru berkeliling memantau siswa.

Guru melakukan interaksi dengan cara berkeliling memantau hasil

pekerjaan siswa serta memantau siswa dalam mengerjakan. Hal ini dilakukan guru

untuk melihat sejauh mana kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal yang

diberikan oleh guru. Guru dapat sekaligus melakukan penilaian secara proses.

Ketika guru berkeliling sambil memantau, guru bisa melihat beberapa siswa yang

sudah mengerti dan jelas dengan materi yang diajarkan, dan juga guru bisa

melihat beberapa siswa lain yang belum mengerti dan jelas dengan materi yang

diajarkan tetapi siswa tersebut malu untuk bertanya. Guru selalu mengingatkan,

menjelaskan lebih rinci, dan membimbing beberapa siswa yang belum mengerti

dan jelas dengan materi yang sedang diajarkan.

5.1.6 Guru mengkoreksi hasil pekerjaan siswa.

Interaksi sosial yang dilakukan guru dengan cara mengkoreksi hasil

pekerjaan siswa dibedakan menjadi dua yaitu sebagai berikut :

1. Mengkoreksi hasil pekerjaan siswa, ada tindak lanjut, dan ada persetujuan

guru.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
99

2. Mengkoreksi hasil pekerjaan siswa, ada tindak lanjut, dan tidak ada

persetujuan guru.

[Link] Guru mengkoreksi hasil pekerjaan siswa, ada tindak lanjut, dan ada

persetujuan guru.

Guru mengkoreksi hasil pekerjaan siswa dan bila ada kesalahan maka

guru akan memperingatkan siswa dan meminta siswa tersebut membetulkannya.

Ketika guru mengkoreksi, siswa telah mengerjakan soal dengan benar, maka guru

memberikan persetujuan kepada siswa bahwa jawabannya sudah benar. Guru

mengkoreksi pekerjaan beberapa siswa yang mengerjakan soal :

(1) 25
log 5 = x

(2) 2 log 6 + 2 − 2 log 3


2
log 4

1
(3) 3 log 4 + 3 log 6
2

(4) 6 log 9 + 2 −2
6 6
log 2 log 6

(5) 2 log x 3 + 2 log x

1 1
(6) 1
+ log 25 + 2
4
2. log 5
log 25

Beberapa siswa ternyata hasil pekerjaannya sudah benar. Maka guru memberikan

persetujuan dan pujian kepada siswa bahwa hasil pekerjaan siswa tersebut sudah

tepat. Guru mengkoreksi pekerjaan seorang siswa yang mengerjakan soal

9
log 3 = x dan ternyata setelah dikoreksi siswa tersebut melakukan kesalahan

dalam mengubah 9 ... = 3 . Lalu guru membimbing siswa untuk memperbaiki


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
100

kesalahannya tanpa memarahi siswa tersebut. Siswa tersebut lalu perlahan-lahan

membetulkan kesalahan yang dilakukannya walaupun siswa tersebut akhirnya

tidak dapat menyelesaikan soal tersebut. Lalu guru mengambil alih menyelesaikan

soal tersebut.

Guru memberikan persetujuan dan pujian kepada siswa karena siswa

setelah mengerjakan dengan benar. Pujian ini adalah bentuk motivasi yag baik.

Dengan pujian yang tepat akan memupuk suasana yang menyenangkan dan

mempertinggi gairah belajar serta sekaligus akan membangkitkan semangat

belajar siswa. Memberikan pujian ini dilakukan guru supaya siswa bisa lebih

bersemangat dan termotivasi lagi dalam mengerjakan dan tidak takut lagi bila

diminta maju mengerjakan.

[Link] Guru mengkoreksi hasil pekerjaan siswa, ada tindak lanjut, dan tidak

ada persetujuan guru.

Guru mengkoreksi hasil pekerjaan siswa dan bila ada kesalahan maka

guru akan memperingatkan siswa dan meminta siswa tersebut membetulkannya.

Guru mengkoreksi hasil pekerjaan beberapa siswa yang mengerjakan soal:

(1) log 27 = x
3

(2) 3
log 27 = x

4
log16
(3) 2
9
log 8
1
(4)
3
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
101

(5) log x 3 − 2.2 log x + 2. log x + log 3 = 3

Hasil pekerjaan beberapa siswa tersebut tidak salah tetapi hanya kurang

tepat/kurang lengkap dalam pengerjaannya. Guru tidak memberikan persetujuan

terhadap jawaban tersebut dan guru mengomentari jawaban siswa tersebut dan

segera membetulkan hasil pekerjaan yang kurang tepat itu. Guru mengkoreksi
9
log 8
4
log16 1
hasil pekerjaan beberapa siswa yang mengerjakan soal 2 dan , hasil
3

pekerjaan beberapa siswa tersebut salah karena siswa belum mengerti betul
g
log a
penggunaan sifat-sifat logaritma terutama sifat yang pertama g . Beberapa

siswa mengerjakannya tanpa mengubah dahulu nilai g-nya menjadi suatu bilangan

yang sama.

Ketika guru mengkoreksi, bila siswa mengerjakan soal kurang tepat

guru tidak akan memberikan persetujuan kepada jawaban siswa tetapi guru akan

memberikan komentar tentang hasil pekerjaan siswa yang kurang tepat tersebut

supaya dibetulkan. Guru lalu membetulkan hasil pekerjaan yang kurang tepat

tersebut dan meminta siswa untuk lebih teliti dalam mengerjakan.

5.2.1 Siswa bertanya mengenai materi pelajaran

Interaksi sosial yang dilakukan siswa dengan cara tanya jawab

mengenai soal dan suatu konsep dibedakan menjadi empat yaitu sebagai berikut :

1. Bertanya suatu konsep.

2. Bertanya alasan penulisan suatu konsep.

3. Bertanya cara menyelesaikan soal dan ada penjelasan dari guru.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
102

4. Bertanya cara menyelesaikan soal dan tidak ada penjelasan dari guru.

[Link] Siswa bertanya suatu konsep.

Siswa melakukan interaksi dengan cara tanya jawab mengenai suatu

konsep dan guru memberikan penjelasan tentang pertanyaan yang diajukan oleh

siswa. Seorang siswa bertanya kepada guru mengenai perbedaan dari


g g
log a
g , g g log a , dan g g log a . Guru menjelaskan bahwa g log a
artinya g pangkat

g
log a , g g log a artinya g pangkat g kali log a, dan g g log a artinya g kali g log a .

Siswa mendengarkan penjelasan guru dengan tenang. Seorang siswa bertanya


9
1 log 8 1
− 1 −
2 2
kepada guru asalnya 3 pada hasil pekerjaan , guru menjelaskan 3
3

n a
didapat dari penggunaan sifat 4b yaitu am
log b n = . log b dimana
m

1
32 − .3 log 8
log 8−1 2
3 menjadi 3 . Siswa lalu menganggukkan kepala tanda mengerti.

[Link] Siswa bertanya alasan penulisan suatu konsep.

Siswa melakukan tanya jawab dengan guru mengenai alasan dalam

menulis suatu konsep dan guru memberikan penjelasan kepada siswa alasannya.
g
log a
Seorang siswa bertanya alasan guru menulis sifat logaritma yang pertama g

berbeda dengan tulisan yang ada di buku handout yang menuliskan sifat logaritma

yang pertama yaitu g g log a , lalu guru menjelaskan bahwa tulisan yang ada di buku

handout kurang tepat yaitu salah dalam pengetikan. Seharusnya dalam buku

handout tertulis sama dengan yang ditulis guru di papan tulis namun letak g-nya

kurang naik. Lalu guru meminta semua siswa membetulkan kesalahan pada buku
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
103

handout tersebut dan siswa mengerti dengan penjelasan guru lalu siswa tersebut

memperbaiki tulisan yang ada di buku handout.

1
Seorang siswa bertanya mengenai alasannya bilangan bisa
2

14 1
. log 16 4
2 log 16 2
berpindah tempat dari 4 ke 4 , lalu guru menjelaskan kepada siswa

bahwa itu terjadi karena pengerjaannya menggunakan sifat logaritma yang 4a

( a log b n = n.a log b ). Siswa mendengarkan penjelasan guru dengan cermat. Ada

1

2
juga seorang siswa yang bertanya mengenai asal bilangan 3 bisa muncul pada

1 1
32 − .3 log 8 −
log 8−1 2 2
soal 3 menjadi 3 , guru menjelaskan kepada siswa bahwa bilangan 3

n a
didapat dari penggunaan sifat logaritma 4b yaitu am
log b n = . log b , siswa lalu
m

melanjutkan mengerjakan soal tersebut.

[Link] Siswa bertanya cara menyelesaikan soal dan ada penjelasan dari

guru.

Pada waktu berinteraksi dengan guru, siswa melakukan tanya jawab

mengenai cara menyelesaikan soal dan guru memberikan penjelasan kepada siswa

atas pertanyaan siswa. Beberapa siswa bertanya kepada guru cara menyelesaikan

1
soal 2
log 16 = x , guru lalu menjelaskan kepada beberapa siswa tersebut cara

1
menyelesaikan soal 2
log 16 = x yaitu dengan mengubah soal logaritma menjadi

pangkat rasional dan kemudian mencari nilai x-nya, lalu siswa mencoba

mengerjakan apa yang dijelaskan oleh guru tadi.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
104

Beberapa siswa bertanya kepada guru cara menyelesaikan soal

1 1
log 6 + 2 − 2 log 3 , 5
2
+ log 25 +
5
2 log 4 log 2
, dan 1 2
, guru mendekati
4
2. log 5
log 25

siswa tersebut dan memberi penjelasan kepada siswa cara mengerjakan soal

tersebut tetapi hanya cara pengerjaannya bukan jawabannya, siswa terlihat

menangguk-angguk mengerti apa yang dijelaskan oleh guru lalu siswa mencoba

mengerjakan sesuai penjelasan dari guru.

[Link] Siswa bertanya cara menyelesaikan soal dan tidak ada penjelasan

dari guru.

Pada waktu berinteraksi dengan guru, siswa melakukan tanya jawab

mengenai cara menyelesaikan soal dan guru tidak memberikan penjelasan kepada

siswa atas pertanyaan siswa. Beberapa siswa bertanya kepada guru mengenai cara

menyelesaikan soal 3
log 27 = x dan x
log 2 = 0,4 , guru tidak memberikan

penjelasan mengenai cara mengerjakan soal tersebut. Guru justru melemparkan

pertanyaan tersebut kepada siswa lain untuk membantu siswa yang bertanya soal

3
log 27 = x dan x
log 2 = 0,4 . Guru melakukan ini karena guru menginginkan

siswa lain juga ikut terlibat berfikir bagaimana caranya menyelesaikan soal

tersebut. Dan ternyata ketika guru melempar pertanyaan tersebut kepada siswa

lain, ada siswa lain yang mau mencoba mengerjakan.


4
log 36
Beberapa siswa bertanya kepada guru cara menyelesaikan soal 2 ,

2
log 7 − 2 log 28 , dan 2
log x 3 + 2 log x , guru hanya menulis soal yang ditanyakan

oleh beberapa siswa tersebut dan meminta kepada siswa lain untuk mencoba
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
105

membantu mengerjakan soal yang ditanyakan beberapa siswa tadi. Lalu ada

beberapa siswa yang mau membantu mengerjakan, tetapi ada juga yang tidak mau

membantu mengerjakan.

5.2.2 Siswa maju mengerjakan soal atas inisiatif sendiri.

Interaksi sosial yang dilakukan siswa dengan cara maju mengerjakan

soal atas inisiatif sendiri dibedakan menjadi dua yaitu sebagai berikut :

1. Guru mengijinkan siswa maju mengerjakan.

2. Guru tidak mengijinkan siswa maju mengerjakan.

[Link] Siswa maju mengerjakan soal dan guru mengijinkan.

Siswa melakukan interaksi dengan cara siswa maju mengerjakan soal

di papan tulis. Biasanya siswa berebut tunjuk tangan ketika maju mengerjakan

soal, tetapi siswa akan maju ketika guru memberikan persetujuan kepada siswa

tersebut. Bila guru tidak memberikan persetujuan supaya maju mengerjakan,

siswa pasti tidak akan maju mengerjakan.

Tetapi ada pula siswa yang sudah diberi kesempatan untuk maju tetapi

justru siswa tersebut mengurungkan niatnya untuk maju. Beberapa siswa tunjuk

tangan mau maju mengerjakan soal :

1 −2
⎛1⎞
(1) 4 = 2 dan ⎜ ⎟
2
= 25 diubah dalam bentuk logaritma
⎝5⎠

(2) 3 log 27 = 3 diubah dalam bentuk pangkat rasional


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
106

1
(3) mencari nilai x dari logaritma : 2
log 16 = x , 9
log 3 = x , 25
log 5 = x, dan

3
log 27 = x

4
log16 5
log 2 1 9
(4) hasil dari logaritma 2 ,5 , dan ( ) log 8
3

1
(5) 3 log 4 + 3 log 6
2

(6) 6 log 9 + 2 −2
6 6
log 2 log 6

(7) 2 log 7 − 2 log 28

Guru kemudian menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan beberapa siswa

yang mau maju mengerjakan, lalu beberapa siswa tersebut segera maju

mengerjakan. Ada juga seorang siswa yang mau maju mengerjakan soal tetapi

setelah guru memberikan persetujuan kepada siswa tersebut, siswa tersebut

mengurungkan niatnya untuk maju karena kurang yakin dengan jawabannya.

Guru membujuknya untuk tetap maju, tetapi siswa tersebut tetap tidak mau maju

mengerjakan.

[Link] Siswa maju mengerjakan soal dan guru tidak mengijinkan.

Siswa melakukan interaksi dengan maju mengerjakan soal di papan

tulis tetapi guru tidak memberikan persetujuan kepada siswa karena siswa sudah

sering maju mengerjakan. Guru meminta kepada siswa tersebut untuk memberi

kesempatan kepada siswa lain untuk maju mengerjakan. Siswa tersebut menuruti

perkataan guru dan mengurungkan niatnya untuk maju mengerjakan dan

memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk maju mengerjakan. Ada


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
107

beberapa siswa yang tetap maju mengerjakan walaupun guru tidak memberikan

persetujuan supaya maju mengerjakan, dan guru hanya membiarkan saja beberapa

siswa tersebut maju mengerjakan. Beberapa siswa tunjuk tangan dan mau maju

1
mengerjakan soal 3 log 27 = 3 dan 3 log = −2 diubah menjadi bentuk pangkat
9

rasional, guru tidak memberikan persetujuan kepada siswa tersebut untuk maju

karena sudah sering maju tetapi siswa tersebut tetap maju mengerjakan dan

akhirnya guru membiarkan siswa tersebut maju mengerjakan. Ada juga seorang

2 1
siswa tunjuk tangan mau maju mengerjakan soal hasil dari log , tetapi guru
8

tidak mengijinkan siswa tersebut maju karena siswa tersebut sudah sering maju

mengerjakan dan siswa tersebut mengurungkan niatnya untuk maju mengerjakan.

Dalam beberapa kegiatan pembelajaran, ada beberapa siswa yang

terlihat sering maju mengerjakan soal. Untuk itu guru selalu memberikan

pengertian kepada siswa yang sudah sering maju mengerjakan untuk memberi

kesempatan kepada siswa lain maju mengerjakan.

5.2.3 Siswa memperlihatkan pekerjaan kepada guru.

Interaksi sosial yang dilakukan siswa dengan cara memperlihatkan

pekerjaan kepada guru dibedakan menjadi dua yaitu sebagai berikut :

1. Guru mengomentari dan meminta siswa membetulkan jawaban.

2. Guru mengomentari dan meminta siswa meneruskan mengerjakan.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
108

[Link] Siswa memperlihatkan pekerjaan dan guru mengomentari lalu

meminta siswa membetulkan jawaban.

Siswa melakukan interaksi dengan cara memperlihatkan hasil

pekerjaannya kepada guru dan guru memeriksanya lalu memberikan komentar

kepada siswa supaya siswa membetulkan jawabannya karena siswa kurang tepat

dalam mengerjakan. Lalu siswa segera membetulkan jawabannya yang kurang

tepat tersebut. Guru memberikan arahan/tuntunan kepada siswa ketika

membetulkan jawaban soal. Beberapa siswa memperlihatkan hasil pekerjaannya

3 1
⎛1⎞
ketika mengerjakan soal ⎜ ⎟ = 0,125 dan 2
log 16 , guru lalu memeriksa
⎝2⎠

pekerjaan beberapa siswa tersebut dan meminta kepada siswa tersebut untuk

memperbaiki hasil pekerjaannya karena pekerjaannya kurang tepat. Siswa lalu

segera memperbaiki hasil pekerjaannya dengan bantuan dari guru.

Seorang siswa tunjuk jari, lalu guru mendekati siswa tersebut. Siswa

log 6 + 2 − 2 log 3 kepada


2
2 log 4
tersebut lalu memperlihatkan hasil pekerjaannya

guru, guru tersenyum lalu mengingatkan siswa tersebut agar selalu menggunakan

sifat-sifat logaritma dalam mengerjakan soal-soal logaritma, siswa tersebut lalu

membetulkan jawabannya yang kurang tepat. Seorang siswa memperlihatkan

1
hasil pekerjaannya 3
log 4 + 3 log 6 kepada guru, guru meminta siswa tersebut
2

untuk mengkoreksi kembali hasil pekerjaannnya karena guru menemukan ada

kesalahan. Siswa lalu mencoba memperbaiki hasil pekerjaannya dan karena masih

bingung maka siswa bertanya kepada siswa lain yang duduk di belakangnya, guru

lalu meninggalkan siswa tersebut.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
109

[Link] Siswa memperlihatkan pekerjaan dan guru mengomentari lalu

meminta siswa meneruskan mengerjakan.

Siswa melakukan interaksi dengan memperlihatkan hasil pekerjaannya

kepada guru lalu guru memeriksa pekerjaannya dan meminta siswa tersebut

segera meneruskan mengerjakan karena hasil pekerjaannya sudah benar tinggal

menuntaskannya. Siswa lalu meneruskan mengerjakan soal dan menyelesaikan

soal tersebut dengan hasil yang benar. Beberapa siswa memperlihatkan hasil

pekerjaannya kepada guru ketika mengerjakan soal 3


log125 , 25
log 5 = x , ”jika

3
log 5 = a , nyatakan dalam a untuk 15
log 75 ”, dan ”Jika 2
log 3 = a dan

3
log 5 = b , nyatakan dalam a dan b untuk 6
log 50 ”, guru memeriksanya dan

memberikan persetujuan kepada siswa lalu meminta siswa tersebut meneruskan

mengerjakan karena jawaban siswa sudah benar, dan siswa segera menyelesaikan

soal tersebut sesuai perintah dari guru.

5.2.4 Siswa mengungkapkan pendapat lalu guru menanggapi dan menyetujui

pendapat siswa.

Siswa melakukan interaksi dengan guru yaitu mengungkapkan

pendapat mengenai maksud dan jawaban soal dan guru menanggapi pendapat dari

siswa dan menyetujui pendapat itu. Siswa mengemukakan pendapat ketika ada

jawaban ataupun maksud dari suatu konsep yang berbeda dengannya. Siswa

tunjuk tangan dan setelah dipersilahkan oleh guru, siswa lalu mengungkapkan

pendapatnya yang berbeda dengan guru ataupun dengan siswa lain. Seorang siswa

tidak sependapat dengan jawaban siswa lain dalam mengerjakan soal mencari
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
110

4
log 16
hasil dari 2 karena siswa lain mengerjakan soal itu tanpa melihat dan
g
log a
memperhatikan sifat logaritma yang pertama yaitu g . Siswa lain menjawab

4
log 16
hasil dari 2 =16, padahal kalau menggunakan sifat logaritma yang pertama
g 4
log a log 16
(g ) hasil dari 2 = 4. Guru lalu menyetujui jawaban siswa yang hasilnya

4
log 16
2 = 4.

Seorang siswa lain tunjuk tangan karena berbeda pendapat dengan


4
log16
siswa lain yang mengerjakan 2 = 4, guru meminta siswa tersebut menjelaskan

cara pengerjaannya. Siswa tersebut menjelaskan kepada guru dan siswa lain cara
4
log16
mengerjakan soal 2 , guru menganggukkan kepala tanda setuju dengan

jawaban siswa tersebut karena ternyata jawaban siswa tersebut sama dengan

jawaban siswa lain cuma cara mengerjakannya berbeda. Seorang siswa

membenarkan jawaban siswa lain karena jawaban siswa lain kurang tepat, guru

mempersilahkan siswa tersebut membenarkan jawaban siswa lain tersebut, lalu

guru menyetujui hasil pekerjaan siswa tersebut.

Seorang siswa mempunyai pendapat berbeda dengan siswa lain dalam


4
log16
mengerjakan soal 2 yaitu dengan mengubah 4 log16 menjadi 2, guru meminta

pendapat siswa lain mengenai jawaban siswa tersebut. Siswa lain menyetujui dan

guru juga menyetujui jawaban siswa tersebut. Seorang siswa mengungkapkan

pendapat kepada guru bahwa soal ” jika 6 log 30 = x dan 6 log 20 = y tentukan

6
log 3 ” dikerjakan dengan memakai sifat logaritma yang ke-5 dan tidak bisa

diteruskan, guru lalu menggangguk-anggukkan kepala dan mempersilahkan siswa

tersebut kembali ke tempat duduknya.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
111

Ada juga siswa yang berpendapat bahwa jawaban yang dikerjakan

guru kurang tepat lalu siswa memperlihatkan kepada guru hasil pekerjaannya,

guru lalu memeriksa lagi soal yang dikerjakannya dan ternyata memang

jawabannya ada kesalahan. Guru segera membetulkan jawabannya dan

mengucapkan terimakasih kepada siswa.

5.2.5 Siswa membetulkan jawaban/tulisan guru yang salah.

Interaksi sosial yang dilakukan siswa dengan cara membetulkan

jawaban/tulisan guru yang salah dibedakan menjadi dua yaitu sebagai berikut :

1. Guru menyetujui pembetulan dari siswa.

2. Guru tidak menyetujui pembetulan dari siswa.

[Link] Siswa membetulkan jawaban/tulisan guru yang salah dan guru setuju

dengan pembetulan siswa.

Siswa melakukan interaksi dengan membetulkan jawaban/tulisan guru

yang salah dan guru menyetujui pembetulan dari siswa lalu guru membetulkan

jawaban/tulisan yang salah tersebut. Guru menerima koreksi dari siswa dengan

senang hati karena guru merasa bahwa memang jawaban/tulisan dari guru ada

kesalahan. Seorang siswa membetulkan tulisan guru yang salah yaitu menulis

2
log 7 = p padahal di soal tertulis bahwa 7 log 2 = p , lalu guru menyadari bahwa

tulisannya salah lalu membetulkan tulisannya yang salah. Seorang siswa juga

membetulkan tulisan guru yang salah yaitu menulis 2 log 5 = b , guru menyadari
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
112

tulisannya salah lalu segera mengganti tulisan yang salah tersebut dengan

3
log 5 = b .

Ketika guru melakukan kesalahan, siswa berani menegur guru. Dan

guru juga tidak sakit hati walaupun telah ditegur oleh siswa. Guru justru

mengucapkan terimakasih kepada siswa karena telah meralat tulisannya yang

salah.

[Link] Siswa membetulkan jawaban/tulisan guru yang salah dan guru tidak

setuju dengan pembetulan siswa.

Siswa melakukan interaksi dengan membetulkan jawaban/tulisan guru

yang salah tetapi guru tidak menyetujui pembetulan dari siswa yang mengkoreksi
9
log 8
1
pekerjaan guru ketika mengerjakan soal dan guru tidak membetulkan
3

jawaban/tulisan yang salah tersebut. Guru merasa bahwa jawaban yang ditulisnya

sudah benar. Maka guru tidak menanggapi pembetulan dari siswa. Padahal

sebenarnya memang jawaban guru ada kesalahan.

5.2.6 Siswa menulis konsep/jawaban yang menimbulkan

pertanyaan/komentar dari guru.

Interaksi sosial yang dilakukan siswa dengan cara menulis

konsep/jawaban yang menimbulkan pertanyaan/komentar dari guru dibedakan

menjadi dua yaitu sebagai berikut :


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
113

1. Siswa membetulkan konsep/tulisan yang menimbulkan

pertanyaan/komentar dari guru.

2. Siswa tidak membetulkan konsep/tulisan yang menimbulkan

pertanyaan/komentar dari guru.

[Link] Siswa membetulkan konsep/tulisan yang menimbulkan

pertanyaan/komentar dari guru.

Siswa menulis suatu konsep/jawaban dan konsep/jawaban tersebut

menimbulkan pertanyaan/komentar dari guru. Ketika guru memberikan

pertanyaan/komentar terhadap suatu konsep/jawaban, siswa lalu membenarkan

konsep/jawaban tersebut dan guru menyetujui pembenaran yang dilakukan oleh

siswa. Seorang siswa menulis pangkat hampir sama dengan perkalian, lalu guru

menegur siswa tersebut untuk membedakan dalam menulis pangkat dan perkalian,

siswa tersebut segera memperbaiki tulisannya yang kurang tepat.

1
1
Seorang siswa memakai tanda → dalam 4 = 2 → 4 log 2 =
2
, guru
2

meminta siswa menjelaskan arti tanda → , siswa menjelaskan kepada guru bahwa

tanda → artinya adalah ”bila dan hanya bila”, guru lalu menjelaskan kepada guru

bahwa maksud siswa benar tetapi siswa salah dalam menulis tanda. Seharusnya

siswa menulis tanda ”bila dan hanya bila” adalah ↔ bukan tanda → , siswa

segera membetulkan tulisannya yang salah dan meneruskan mengerjakan soal

lagi.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
114

Seorang siswa menulis g g log a , guru melihat tulisan siswa lalu

berkomentar bahwa tulisan siswa kurang tepat yaitu menulis g g log a padahal

g
log a
seharusnya g , siswa lalu memperbaiki tulisannya yang kurang tepat. Seorang

siswa menulis hal yang sama dengan siswa lain yaitu g g log a , lalu guru

berkomentar kepada siswa tersebut untuk memperbaiki tulisan yang kurang tepat

tersebut, siswa lalu menghapus tulisannya yang salah dan menggantinya dengan
g
log a
g . Seorang siswa menulis g g log a , guru berkomentar bahwa tulisannya salah,

g
log a
siswa lalu membetulkan tulisannya yang salah menjadi g , guru menjelaskan

kepada siswa letak kesalahan yang dibuat siswa, siswa mengangguk-angguk

mengerti.

Ketika guru memberikan komentar atas tulisan beberapa siswa yang

kurang tepat, siswa yang dikomentari segera memperbaiki tulisannya yang salah

tersebut dengan arahan/tuntunan dari guru.

[Link] Siswa tidak membetulkan konsep/tulisan yang menimbulkan

pertanyaan/komentar dari guru.

Siswa menulis suatu konsep/jawaban dan konsep/jawaban tersebut

menimbulkan pertanyaan/komentar dari guru. Ketika guru memberikan

pertanyaan/komentar terhadap suatu konsep/jawaban, siswa tidak bisa

membetulkan konsep/jawaban yang kurang tepat tersebut. Karena siswa tidak

dapat membetulkan konsep/jawaban yang salah tersebut, maka guru membantu

siswa membetulkan konsep/jawaban yang kurang tepat tersebut.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
115

Seorang siswa menulis hasil pekerjaan yang kurang tepat yaitu

1
1 1 1
log = 3 yang seharusnya siswa menuliskan 2
log = 3 , guru melihat bahwa
2 8 8

jawaban siswa kurang tepat, maka guru meminta siswa untuk membetulkan

jawabannya tetapi siswa tidak dapat membetulkan jawabannya. Karena siswa

tidak dapat membetulkan jawabannya, maka guru yang membetulkan jawaban

siswa. Beberapa siswa menulis soal 2b = 3


log 27 = 3 ⇔ 33 = 27 dan 2d =

1 1
3
log = −2 ⇔ 3− 2 = , guru lalu bertanya kepada beberapa siswa tersebut
9 9

alasannya ada tanda sama dengan (=) setelah nomor soal, beberapa siswa tersebut

menjelaskan bahwa itu seharusnya tanda titik, G membenarkan tulisan yang salah

1 1
tersebut menjadi 2b. 3 log 27 = 3 ⇔ 33 = 27 dan 2d. 3 log = −2 ⇔ 3− 2 = .
9 9

Ketika guru memberikan komentar atas tulisan beberapa siswa yang

kurang tepat, siswa yang dikomentari tidak segera memperbaiki tulisannya yang

salah tersebut. Siswa hanya memperhatikan dan mendengarkan guru ketika

memberikan komentar. Karena siswa tidak segera memperbaiki tulisannya yang

salah, maka guru segera memperbaiki tulisan yang salah tersebut.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
116

BAB VI

PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

Dalam bab ini akan dipaparkan pembahasan hasil penelitian

mengenai interaksi sosial antara guru dan siswa serta interaksi sosial antara siswa

dan guru dalam proses pembelajaran matematika dengan topik logaritma dalam

hubungannya dengan teori-teori pembelajarannya.

6.1 Prinsip Pembelajaran

Prinsip-prinsip pembelajaran dikelompokkan menjadi 12 macam

(Atwi Suparman, 1997). Dari kedua belas prinsip tersebut, dalam kegiatan

interaksi yang sejalan yaitu pemberian tanggapan yang baik kepada siswa dan

pemberian motivasi terhadap keberhasilan siswa. Dalam penelitian terjadi

interaksi dimana guru bertanya kepada siswa mengenai materi pelajaran, guru

menjelaskan materi pelajaran, mendorong siswa untuk aktif dalam kegiatan

pembelajaran, dan meminta siswa untuk maju mengerjakan. Sedangkan sepuluh

prinsip yang lain tidak terlihat dalam kegiatan interaksi sosial pada penelitian ini.

6.2 Tujuan Pembelajaran

Pembelajaran matematika memiliki beberapa tujuan (Depdiknas,

2003). Dari beberapa tujuan tersebut, dalam penelitian ini mencakup semua tujuan

dari pembelajaran matematika. Misalnya guru mendorong siswa untuk bertanya

kepada guru dan mendorong siswa untuk maju mengerjakan soal, guru meminta

116
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
117

siswa untuk mengerjakan soal, siswa bertanya kepada guru, siswa maju

mengerjakan soal atas inisiatif sendiri, dan siswa mengungkapkan pendapatnya.

6.3 Syarat Terbentuknya Interaksi Sosial

Dalam penelitian ini terjadi proses interaksi antara guru dan siswa

karena beberapa syarat terbentuknya interaksi sosial terpenuhi. Syarat

terbentuknya interaksi sosial adalah adanya kontak sosial dan adanya komunikasi

(Ari W, 2008). Pada penelitian ini kontak sosial dan komunikasi terjadi antar

individu yaitu antara seorang siswa dengan guru, kontak sosial terjadi antar

individu dengan kelompok yaitu antara guru dengan sekelompok siswa. Kontak

sosial yang bersifat positif misalnya pertanyaan guru mendapat tanggapan dari

siswa dan pertanyaan siswa mendapat penjelasan dari guru, penjelasan guru

diperhatikan siswa, guru mendorong kepada siswa untuk melakukan sesuatu dan

mendapat tanggapan dari siswa, dan guru meminta siswa melakukan sesuatu dan

mendapat tanggapan dari siswa. Selain itu ada juga siswa mau maju mengerjakan

dan guru memberikan persetujuan, siswa memperlihatkan hasil pekerjaanya dan

guru mengomentari hasil pekerjaan siswa, siswa mengungkapkan pendapatnya

dan guru menanggapi pendapat siswa, dan guru mengkoreksi hasil pekerjaan

siswa dan siswa menanggapi koreksi dari guru. Jadi kontak sosial bersifat positif

bila kontak tersebut disertai adanya respon.

Kontak sosial yang bersifat negatif misalnya pertanyaan guru tidak

mendapat tanggapan dari siswa, guru mendorong kepada siswa untuk melakukan

sesuatu dan tidak mendapat tanggapan dari siswa, dan guru meminta siswa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
118

melakukan sesuatu dan tidak mendapat tanggapan dari siswa. Selain itu ada juga

siswa mau maju mengerjakan dan guru tidak memberikan persetujuan, dan guru

mengkoreksi hasil pekerjaan siswa dan siswa tidak menanggapi koreksi dari guru.

Jadi kontak sosial bersifat negatif bila kontak tersebut tidak disertai adanya respon

sama sekali. Bila kontak sosial tidak disertai respon sama sekali, maka proses

interaksi akan terhenti.

6.4 Ciri-ciri Interaksi Belajar-Mengajar

Interaksi sosial memiliki beberapa ciri yaitu interaksi memiliki

tujuan, ada prosedur yang direncanakan, ditandai dengan penggarapan materi

khusus, ditandai dengan adanya aktivitas siswa, guru berperan sebagai

pembimbing, perlu adanya kedisiplinan, ada batas waktu, dan ada unsur penilaian

(Sardiman, 1986) . Dalam penelitian ini, terkandung kegiatan-kegiatan guru dan

siswa yang memuat ciri-ciri dari interaksi belajar-mengajar. Kegiatan

pembelajaran pada topik logaritma mempunyai tujuan pembelajaran yaitu

menggunakan aturan pangkat, akar, dan logaritma serta melakukan manipulasi

aljabar dalam perhitungan yang melibatkan pangkat, akar, dan logaritma. Maka

untuk mencapai tujuan tersebut, kegiatan pembelajaran harus direncanakan dan

didesain dengan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Guru

bertugas membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) supaya kegiatan

pembelajaran bisa dikontrol dan tidak menyimpang dari tujuan pembelajaran.

Karena siswa adalah sentral dari kegiatan pembelajaran ini, maka pembelajaran

harus mengutamakan aktivitas dari siswa. Aktivitas siswa dalam penelitian ini
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
119

adalah siswa bertanya kepada guru, siswa maju mengerjakan soal atas inisiatif

sendiri, siswa memperlihatkan hasil pekerjaannya kepada guru, siswa

mengungkapkan pendapatnya, dan siswa membetulkan jawaban guru yang salah.

Guru harus bisa menciptakan suasana belajar yang kondusif sehingga

aktifitas belajar siswa bisa berjalan dengan baik. Guru selalu berusaha melibatkan

siswa dalam pembelajaran yaitu dengan cara memberikan pertanyaan-pertanyaan

yang harus dijawab siswa, mendorong siswa siswa untuk mengemukakan

pendapatnya, dan meminta siswa untuk mengerjakan soal-soal latihan. Guru

mempunyai peranan yaitu membimbing siswa. Misalnya guru mendorong siswa

untuk bertanya kepada guru dan mendorong siswa untuk maju mengerjakan, guru

bertanya mengenai materi pelajaran logaritma, guru menjelaskan mengenai materi

logaritma, dan guru meminta siswa mengerjakan soal logaritma.

Guru dituntut untuk bisa mengontrol waktu dalam kegiatan

pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran bisa dicapai sesuai rencana. Dalam

rencana pelaksanaan pembelajaran guru telah menetapkan waktu yang harus

dicapai untuk menyelesaikan satu kompetensi dasar. Materi logaritma ini

dilaksanakan selama 4 kali pertemuan dengan waktu @ 45 menit/JP.

6.5 Bentuk-bentuk Interaksi Sosial

Bentuk interkasi sosial yang dilakukan guru di kelas pada proses

pembelajaran matematika pada topik logaritma adalah guru melakukan tanya

jawab dengan siswa lalu ada persetujuan dan pertidaksetujuan baik dari siswa

maupun dari guru sendiri, guru menjelaskan sesuatu untuk diketahui oleh siswa,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
120

guru mendorong kepada siswa untuk melakukan sesuatu, guru meminta siswa

melakukan sesuatu, guru berkeliling memantau siswa, dan guru mengkoreksi hasil

pekerjaan siswa.

Selain itu, ada beberapa bentuk interaksi sosial yang dilakukan siswa

di kelas yaitu siswa melakukan tanya jawab dengan guru, siswa maju

mengerjakan soal tanpa disuruh oleh guru, siswa memperlihatkan hasil

pekerjaannya dan guru menyetujui hasil pekerjaannya, siswa mengungkapkan

pendapatnya dan menjelaskan kepada guru mengenai pengerjaan soal dan guru

menyetujui pendapat siswa, siswa membetulkan jawaban/tulisan guru yang salah

dan guru ada yang menyetujui pembetulan dari siswa dan ada pula yang tidak

setuju dengan pembetulan dari siswa, dan siswa membetulkan konsep/jawaban

yang salah atas saran dari guru.

Dari beberapa bentuk interaksi sosial yang terjadi dalam proses

pembelajaran matematika pada topik logaritma ini hampir sesuai dengan beberapa

teori tentang bentuk-bentuk interaksi yang antara lain adalah adanya negoisasi

antara guru dan siswa, adanya penjelasan dan pemberian kesempatan baik dari

guru maupun dari siswa terhadap jawaban yang diberikan, adanya pernyataan

setuju atau tidak setuju terhadap jawaban siswa atau guru, adanya alternatif

penyelesaian yang lain, dan adanya kegiatan melakukan refleksi terhadap setiap

langkah yang ditempuh terhadap hasil pelajaran (Sutarto Hadi, 2005 dan Suharta,

2001).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
121

6.6 Logaritma

Dalam kurikulum 2004, indikator mengenai topik logaritma adalah

mengubah bentuk pangkat ke bentuk logaritma dan sebaliknya, melakukan operasi

aljabar dalam bentuk logaritma, menentukan syarat perpangkatan, penarikan akar

dan logaritma, dan menyederhanakan bentuk aljabar yang memuat bentuk

pangkat, akar, dan logaritma. Kaitannya dengan interaksi sosial adalah dalam

mengajarkan teori logaritma ini, guru melakukan tanya jawab mengenai materi

logaritma, menjelaskan materi logaritma, mendorong siswa untuk aktif dalam

kegiatan pembelajaran logaritma, meminta siswa untuk maju mengerjakan soal

logaritma, dan mengoreksi hasil pekerjaan siswa yang mengerjakan soal

logarutma. Sedangkan yang dilakukan siswa adalah bertanya mengenai materi

logaritma, maju mengerjakan soal logaritma atas inisiatif sendiri, memperlihatkan

hasil pekerjaannya kepada guru, mengungkapkan pendapatnya, dan membetulkan

jawaban/tulisan yang salah.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
122

BAB VII

PENUTUP

7.1 Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan interaksi sosial dalam

proses pembelajaran matematika dengan topik logaritma di kelas X-2 SMA Stella

Duce 3 Bantul. Interaksi sosial ini dibagi menjadi dua yaitu :

1. Interaksi sosial antara guru dan siswa.

2. Interaksi sosial antara siswa dan guru.

7.1.1 Interaksi sosial antara guru dan siswa.

Interaksi sosial antara guru dan siswa di kelas X-2 SMA Stella Duce

3 Bantul pada proses pembelajaran matematika pada topik logaritma dapat dilihat

sebagai berikut :

1. Guru melakukan interaksi dengan cara tanya jawab mengenai materi pelajaran

logaritma

a. Interaksi sosial dengan cara tanya jawab mengenai suatu konsep.

1) Bertanya pengertian dari suatu konsep yang berhubungan dengan

logaritma.

2) Bertanya arti dari suatu konsep yang berhubungan dengan logaritma.

3) Bertanya masalah/kesulitan dalam mempelajari suatu konsep yang

berhubungan dengan logaritma.

b. Interaksi sosial dengan cara bertanya mengenai soal logaritma.

122
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
123

1) Bertanya kesulitan/masalah dalam mengerjakan soal logaritma.

2) Bertanya cara menyelesaikan soal logaritma.

3) Bertanya jawaban soal logaritma.

2. Guru melakukan interaksi dengan cara menjelaskan sesuatu untuk diketahui

oleh siswa.

a. Menjelaskan suatu konsep yang berhubungan dengan logaritma dan

ditanggapi oleh siswa.

b. Menjelaskan maksud soal logaritma yang ditanggapi oleh siswa.

c. Menjelaskan cara menyelesaikan soal logaritma yang ditanggapi oleh

siswa.

3. Guru melakukan interaksi dengan cara mendorong kepada siswa untuk

melakukan sesuatu.

a. Mendorong siswa untuk bertanya sesuatu yang berhubungan dengan

logaritma lalu ada tanggapan dari siswa.

b. Mendorong siswa untuk bertanya sesuatu yang berhubungan dengan

logaritma lalu tidak ada tanggapan dari siswa.

c. Mendorong siswa untuk maju mengerjakan soal logaritma lalu ada

tanggapan dari siswa dan tidak ada tanggapan dari siswa.

d. Mendorong siswa untuk mencatat soal logaritma.

4. Guru melakukan interaksi dengan cara meminta siswa untuk melakukan

sesuatu.

a. Meminta siswa untuk mengerjakan soal logaritma dan ada tanggapan dari

siswa.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
124

b. Meminta siswa untuk mengerjakan soal logaritma dan tidak ada tanggapan

dari siswa.

5. Guru melakukan interaksi dengan cara berkeliling memantau hasil pekerjaan

siswa serta memantau siswa dalam mengerjakan.

6. Guru melakukan interaksi dengan cara mengkoreksi hasil pekerjaan siswa

yang mengerjakan soal logaritma.

a. Mengkoreksi hasil pekerjaan siswa dan ada tindak lanjut dari siswa dan

ada persetujuan dari guru.

b. Mengkoreksi hasil pekerjaan siswa dan ada tindak lanjut dari siswa dan

tidak ada persetujuan dari guru.

7.1.2 Interaksi sosial antara siswa dan guru

Interaksi sosial antara siswa dan guru adalah interaksi yang dilakukan

dengan cara siswa/beberapa siswa tertentu yang memulai tindakan atau

pembicaraan untuk tujuan/maksud tertentu kepada guru. Dengan kata lain

siswa/beberapa siswa yang memulai terjadinya interaksi sosial.

Interaksi sosial antara siswa dan guru di kelas X-2 SMA Stella Duce 3 Bantul

pada proses pembelajaran matematika pada topik logaritma dapat dilihat sebagai

berikut :

1. Siswa melakukan interaksi dengan cara tanya jawab mengenai materi

pelajaran logaritma.

a. Bertanya suatu konsep yang berhubungan dengan logaritma dan ada

penjelasan dari guru.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
125

b. Bertanya alasan penulisan suatu konsep yang berhubungan dengan

logaritma dan ada penjelasan dari guru.

c. Bertanya cara menyelesaikan soal logaritma dan ada penjelasan dari guru.

d. Bertanya cara menyelesaikan soal logaritma dan tidak ada penjelasan dari

guru.

2. Siswa melakukan interaksi dengan cara maju mengerjakan soal logaritma atas

insiatif sendiri.

a. Mengerjakan soal logaritma atas inisiatif sendiri dan guru mengijinkan

siswa mengerjakan soal.

b. Mengerjakan soal logaritma atas inisiatif sendiri dan guru tidak

mengijinkan.

3. Siswa melakukan interaksi dengan cara memperlihatkan hasil pekerjaannya

mengenai logaritma kepada guru.

a. Memperlihatkan hasil pekerjaannya kepada guru dan guru mengomentari

pekerjaan siswa dan meminta siswa membetulkan jawaban yang kurang

tepat.

b. Memperlihatkaan hasil pekerjaannya kepada guru dan guru mengomentari

hasil pekerjaan siswa dan meminta siswa meneruskan mengerjaakan.

4. Siswa melakukan interaksi dengan cara mengungkapkan pendapat mengenai

maksud dan jawaban soal logaritma, guru menanggapi dan menyetujui

pendapat siswa.

5. Siswa melakukan interaksi dengan cara membetulkan jawaban/tulisan guru

yang salah mengenai logaritma.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
126

a. Membetulkan jawaban/tulisan guru yang salah dan guru setuju dengan

pembetulan dari siswa.

b. Membetulkan jawaban/tulisan guru yang salah dan guru tidak setuju

dengan pembetulan siswa.

6. Siswa menulis suatu konsep/jawaban logaritma yang menimbulkan

pertanyaan/komentar dari guru.

a. Menulis suatu konsep/jawaban logaritma yang menimbulkan

pertanyaan/komentar dari guru dan siswa membenarkan konsep/jawaban

tersebut.

b. Menulis suatu konsep/jawaban logaritma yang menimbulkan

pertanyaan/komentar dari guru dan siswa tidak membenarkan

konsep/jawaban tersebut.

7.2 Saran

Terkait dengan hasil penelitian, maka ada beberapa saran yaitu sebagai

berikut :

1. Dalam penelitian ini, pada setiap pertemuan ketika guru bertanya kepada

beberapa siswa, beberapa siswa terlihat takut menjawab pertanyaan guru. Jadi

beberapa pertanyaan guru tidak dijawab [Link] sudah berusaha membuat

siswa aktif tetapi beberapa siswa masih belum bisa diajak untuk aktif dalam

pembelajaran. Oleh karena itu, guru diharapkan bisa lebih memberi

kesempatan kepada siswa untuk lebih aktif dan berani dalam kegiatan

pembelajaran ini. Misalnya dengan membuat kelompok-kelompok kecil dan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
127

memberikan beberapa masalah yang harus diselesaikan oleh siswa. Lalu

pemecahan masalahnya dari siswa dipresentasikan. Siswa adalah sentral dari

proses pembelajaran ini, jadi siswa harus mendapat peranan penting dalam

pembelajaran ini.

2. Dalam penelitian ini, pada pertemuan II ketika mengerjakan soal guru tidak

segera menanggapi pembetulan dari siswa. Padahal pada saat itu, guru

memang melakukan kesalahan dalam mengerjakan soal. Tetapi guru tidak

segera menanggapi pendapat dari siswa. Dalam situasi ini sebaiknya guru

segera menanggapi pendapat dari siswa karena siapa tahu pendapat dari siswa

tersebut adalah benar adanya.

3. Dalam penelitian ini, pada pertemuan III guru kurang memberikan pujian

kepada siswa yang sudah benar dalam mengerjakan. Padahal dengan adanya

pujian dari guru, bisa memotivasi siswa dalam belajar. Untuk itu lebih baik

guru selalu memberikan motivasi kepada siswa baik itu berupa pujian atau

persetujuan mengenai jawaban yang benar.

4. Dalam penelitian ini, pada pertemuan III beberapa siswa ramai sendiri ketika

guru menjelaskan. Walaupun sebenarnya beberapa siswa yang ramai itu

karena berdiskusi. Tetapi ketika beberapa siswa ramai, guru tidak sempat

menegur mereka. Jadi kelas terkesan gaduh dan tidak terkontrol. Guru

disarankan untuk mengawasi, mengontrol, dan bertindak lebih tegas kepada

siswa yang ramai tersebut, sehingga tercipta suasanan pembelajaran yang

kondusif, menyenangkan dan tertib. Misalnya dengan menegur siswa yang

ramai.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
128

5. Dalam penelitian ini, beberapa siswa takut salah dalam mengungkapkan

pendapatnya ketika ditanya guru ataupun dalam mengerjakan soal di depan

kelas. Oleh karena itu, guru diharapkan bisa memberikan dorongan atau

motivasi kepada siswa agar berani mengungkapkan pendapatnya dan berani

mengerjakan soal di depan kelas. Misalnya dengan menunjuk beberapa siswa

untuk maju mengerjakan.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
129

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu. 1991. Psikologi Sosial ( edisi revisi ). Jakarta : Rineka Cipta.

Ari Widyaningtyas, V. 2008. Skripsi : Interaksi Sosial antara Siswa Berprestasi

Tinggi dan Siswa Berprestasi Rendah dalam Proses Pembelajaran

Matematika dengan Pendekatan Cooperative Learning Tipe STAD.

Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma.

Depdiknas. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi : Ketentuan Umum. Jakarta :

Depdiknas

Depdiknas. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi SMA Pedoman Pembelajaran

Tuntas ( Mastery Learning ). [Link] [18 Mei 2008 ]

Gerungan. 1988. Psikologi Sosial. Bandung : Gresco

Hadiat. 2000. Analisis Interaksi. Jakarta : P3G Departmen P dan K

Hudoyo, H. 2001. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika.

Malang : Universitas Negeri Malang.

Inneegypt. 2007. Interaksi sosial dalam dinamika budaya. [Link]

[23 Agustus 2007]

Kristiyanto, Susilo, dkk. 2007. Matematika SMA Kelas X ( semester ganjil ).

Yogyakarta : Team MGMP Yayasan Tarakanita

Marpaung, Y. Karakteristik PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia).

Jurnal Pendidikan Matematika. Volume 1, Nomor 1, Januari 2006, hal:

7-19. Diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Matematika UNESA.

129
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
130

Sardiman A. M. 1986. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta :

CV. Rajawali

Suharta.2001. Matematika Realistik: Apa dan Bagaimana?. [Link]

[ 24 Januari 2008 ]

Sutarto, H. 2003. Pendidikan Matematika Realistik: Menjadikan Pelajaran

Matematika Lebih Bermakna bagi Siswa. Makalah disampaikan pada

Seminar Nasional Pendidikan Matematika di Universitas Sanata

Dharma, Yogyakarta.

Winarno Surakhmad. 1986. Pengantar Interaksi Mengajar-belajar (dasar dan

teknik metodologi) Pengajaran. Bandung : Tarsito

Yeusy, MT. 2007. Skripsi : Interaksi Sosial Pada Pembelajaran dengan Topik

Menerapkan Trigonometri dalam Perhitungan Luas Segitiga di SMA

dengan Pendekatan Reinvensi Terbimbing. Yogyakarta : Universitas

Sanata Dharma.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
131

LAMPIRAN
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
132

TRANSKRIP KEGIATAN
PERTEMUAN I ( 17 September 2007 )

Keterangan : G : Guru SS : Semua Siswa BS : Beberapa Siswa


Sn : Siswa yang ke-n SL : Siswa Lain

1. G : [ G memulai pelajaran dengan mengulang pelajaran minggu lalu mengenai pangkat rasional sebagai pengantar
logaritma. G menulis soal mengenai pangkat rasional (lihat kotak 1). Lalu menghadap SS dan berkata kepada
SS] ”Pangkat rasional. [ G memulai menanyakan apakah ada kesulitan dalam mengerjakan soal pangkat rasional
Apakah ada yang mengalami kesulitan.[ Lalu G menanyakan hasil soal nomor satu kepada SS ] dua pangkat tiga
berapa hasilnya ? “

Logaritma
Pangkat Rasional :
1. 2 = ….
3

2. 2 = ….
5

3. 33 = ….
−2
4. 3 = ….
−2
5. 5 = ….
(kotak 1)

2. SS : [ Masih bersiap-siap mengikuti pelajaran. BS ada yang masih sibuk mencari-cari buku di dalam tas, ada yang
membuka-buka buku handout dan ada juga yang masih mengobrol. Tetapi ada SL yang menjawab pertanyaan
G ] ”Delapan.”
3. G : [ Lalu G menulis jawaban BS tadi di papan tulis (lihat kotak 2)] ”Delapan, lalu dua pangkat lima ini ?” [ Sambil
menunjuk soal nomor 2 (lihat kotak 1)]
4. SS : [Menjawab dengan kompak ] “Tiga dua”
5. G : [ Menulis jawaban SS di papan tulis ( lihat kotak2) ] ”Tiga puluh dua ya, ini berapa ?” [ sambil menunjukkan soal
nomor 3 (lihat kotak 1)]
6. SS : [Menjawab pertanyaan G dengan kompak.] “Dua puluh tujuh.”
7. G : “Dua puluh tujuh [ Menulis jawaban SS lagi (lihat kotak 2)] Berapa ?” [ menunjuk soal nomor 4 (lihat kotak 1)]
8. BS : [Menjawab pertanyaan G tetapi dengan nada yang ragu-ragu dan terdengar kurang jelas.] ”Seper sembilan.”
9. G : ”Berapa…sudah ?” [ mengulangi pertanyaannya karena BS menjawab dengan ragu-ragu dan terdengar kurang
jelas.]
10. SS : [SS diam dan saling berpandangan satu sama lain ketika G meminta mereka untuk mengulangi jawabannya.]
1
11. G : [ G lalu menulis , tetapi menghapusnya lagi ] ”Artinya apa tiga pangkat min dua itu ? “
9
12. BS : [ Menjawab pertanyaan G dan SL diam sambil membolak-balik buku dan memperhatikan G.] ”Sepertiga pangkat
dua.”
1 1
13. G : [ Menulis jawaban siswa = (lihat kotak 2)] ”Kalau lima pangkat min dua artinya?” [ menanyakan soal
32 9
nomor 5 (lihat kotak 1) ]
14. BS : [Menjawab soal nomor 5.] “Satu per lima pangkat dua sama dengan seperduapuluh lima “
15. G : [ G menulis jawaban siswa di papan tulis. (lihat kotak 2)] ”Sudah ini, sekarang kalau kita balik, sekarang mencari
pangkatnya. Kalau ada soal seperti ini“ [ G menulis soal di papan tulis (lihat kotak 3)]

Logaritma 1
Pangkat Rasional : 1) 3... =
27
1. 2
3
=8
1
2. 2 = 32
5
(kotak 2)
2) 2... = (kotak 3)
8
3. 3 = 27
3

1 1 3) 5 = 125
...
−2
4. 3 = 2 = 4) 4... = 64
3 9
1
−2 1 1 5) 7... =
5. 5 = 2 = 49
5 25

16. BS : [Memperhatikan dan memahami soal yang ditulis G sambil tangannya menunjuk-nunjuk soal di papan tulis dan
berbicara kepada temannya. , dan ada SL yang sedang berdiskusi dengan temannya tentang soal tersebut]
17. G : “Coba apakah .. [ G menunjuk soal yang dibuatnya. (lihat kotak 3) ] yang ini persamaannya masih sama ya. Kita
masih membahas pangkat rasional. [ Sambil menunjuk S1] Coba S1 kalau nomor satu hasilnya berapa ?”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
133

18. S1 : [ Berpandangan dengan SL dan mencoba menjawab pertanyaan G] ”Tiga pangkat min tiga.”
19. G : [ Mengulang jawaban S1 dan menuliskan di papan tulis (lihat kotak 4)] ”Tiga pangkat min tiga, betul ?” [ meminta
tanggapan dari SL apakah jawaban S1 betul apa tidak. ]
20. SS : [Menjawab kompak] “Betul.”
21. G : “Ok… nomor dua, S2.” [ menunjuk S2 untuk menjawab soal nomor 2. (lihat kotak 3) ]
22. S2 : [Menjawab pertanyaan G dengan yakin]“ Dua pangkat min tiga “
23. G : “Dua pangkat min tiga, betul ?” [menulis jawaban S2 di papan tulis (lihat kotak 4) dan menanyakan apakah jawaban
S2 betul kepada SL] ”Betul ?” [mengulangi pertanyaan karena tidak ada tanggapan dari SS ]
24. SS : [Menjawab dengan kompak] “Betul.”
25. G : “Ok… nomor tiga, lima pangkat?” [ bertanya kepada SS 5 pangkat berapa yang hasilnya 125 sambil memandang ke
arah SS ]
26. BS : [Menjawab dengan suara lirih dan ragu] ”Tiga.”
27. G : [Mengulangi pertanyaannya kembali karena kurang puas dengan jawaban BS yang masih ragu-ragu] ”Lima
pangkat ?”
28. SS : [Sambil berpandangan dengan SL, mereka menjawab dengan keras dan tidak ragu-ragu lagi ] ”Tiga.”
29. G : “Betul ya.. Nomor empat? “[memandang SS lagi menanyakan soal nomor 4 (lihat kotak 3)]
30. BS : [ Menjawab pertanyaan G, 4 pangkat berapa yang hasilnya 64.] ”Empat pangkat tiga.”
1
31. G : “Nomor lima, tujuh pangkat? [kembali bertanya kepada SS, 7 pangkat berapa yang hasilnya .]
49
32. SS : [ SS menjawab dengan yakin] “ Min dua.”

1
1) 3−3 =
27
1
2) 2 −3 =
8
(kotak 4)
3) 5 = 125
3

4) 43 = 64
1
5) 7 −2 =
49

33. G : [Mengulangi jawaban siswa] ”Min dua. [G menjelaskan kepada SS bagaimana menulis secara matematik mencari
pangkat dari suatu bilangan pokok yang hasilnya sudah diketahui.] Kita mencari pangkat dari suatu bilangan pokok
3 1
yang hasilnya diketahui secara matematik kita menulisnya…[G menulis di papan tulis log (lihat kotak 5)]
27
3 1
secara matematika nulisnya seperti ini. [menunjuk ke tulisan log .] Jadi yang diketahui biasanya yang
27
dibelakang. Kita menuliskan memakai logaritma. Jadi kalau kita mencari tiga pangkat berapa sama dengan
seperduapuluh tujuh, secara matematika kita tuliskan tiga log seperduapuluh tujuh. [Menunjuk soal nomor 2 (lihat
kotak 5)] Sama dengan berapa?”
34. S1 : [Menjawab pertanyaan dari G] “Seperdelapan.”
35. G : “Maka kita tulis dua logaritma seperdelapan. [ Menulis jawaban S1 tadi dipapan tulis (lihat kotak 5)]
Ini? [ menunjuk soal nomor 3 (lihat kotak 5)]
36. SS : [SS menjawab dengan kompak dan yakin] “ Lima.”
37. G : “ Lima log ?” [kembali memancing SS untuk menjawab pertanyaan G karena jawaban SS tadi kurang lengkap.]
38. SS : [kembali menjawab dengan kompak.] “ satu dua lima.”
39. G : “ Seratus duapuluh lima. [mengulang jawaban SS sambil menulis di papan tulis (lihat kotak 5)] Empat log ?”
[Menanyakan soal no 4 (lihat kotak 5)]
40. BS : [Menjawab pertanyaan G] “ Enam puluh empat.”
1
41. G : [ Lalu G menunjukkan soal no. 5, 7−2 = hasilnya berapa.(lihat kotak 5)] ”Sama dengan berapa ?”
49
42. BS : [Menjawab dengan nada ragu-ragu.] “Tujuh log seperempat puluh sembilan.”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
134

1 1
1) 3−3 = −3
, secara matematika log
27 27
1 1
2) 2 −3 = , secara matematika 2 log
8 8
3) 5 = 125 , secara matematika log125
3 5

4) 43 = 64 , secara matematika 4 log 64


1 1
5) 7 −2 = 7
, secara matematika log
49 49

(kotak 5)

43. G : [G menjelaskan kepada SS bahwa dari hasil yang kita cari dari perpangkatan, kita bisa menuliskan dalam bentuk
logaritma sambil berdiri di depan kelas dan melihat ke arah SS] ”Jadi secara matematika dari hasil yang kita cari dari
perpangkatan, kita bisa menuliskan dalam bentuk logaritma. Semacam ini sebenarnya kita menuliskan bahwa
logaritma itu merupakan invers dari pangkar rasional. Jadi kalau kita mendefinisikan secara garis besar logaritma
adalah sebenarnya invers dari pangkat rasional, karena apa? Karena ternyata kita bisa mencari pangkat suatu bilangan
yang hasilnya diketahui dituliskan dalam bentuk logaritma. Secara umum, kalau kita menuliskan [ G menuliskan
a
logb = c ↔ ….(lihat kotak 6)] Secara umum kalau kita mempunyai…[tidak meneruskan ucapannya dan
menggantinya dengan berkata sesuatu.] coba ubahlah ke dalam bentuk pangkat, ini ekuivalen dengan apa? [ melihat
ke arah SS] Ada yang menemukan ? [ Sambil tersenyum kepada SS] Kalau kita mempunyai a logaritma b sama
dengan c itu sama dengan ?” [kembali menanyakan kepada SS]

Catatan :
a
log b = c ↔ ….

(kotak 6)

44. S3 : [Ada S3 yang menjawab pertanyaan G ] “a pangkat c sama dengan b.” [BS ada yang asyik mengobrol ketika G
menjelaskan]
45. G : [G menambahkan jawaban S3 di papan tulis (lihat kotak 7)] ”a pangkat c sama dengan b, ya bagus. [G memberi
pujian kepada S3 yang menjawab pertanyaannya.]
Ternyata ada kaitannya pangkat rasional dengan logaritma a pangkat c sama dengan b. Begitu ya? Secara umum kita
bisa mendapatkan suatu logaritma. Secara umum adalah kalau a log b sama dengan c jika dan hanya jika a pangkat c
sama dengan b.[membacakan apa yang telah tertulis di papan tulis (lihat kotak 7)] a-nya disebut apa?”

Catatan :
a
log b = c ↔ a c = b

a adalah bilangan pokok dengan syarat a>0 dan a≠1


b adalah numerus dengan syarat b>0
c adalah hasil logaritma

(kotak 7)

46. BS : [BS diam dan tidak menjawab pertanyaan G, mereka saling pandang satu sama lain karena masih belum begitu
mengerti maksud dari G. Sedangkan SL juga diam memperhatikan G dalam menjelaskan]
47. G : [Bertanya kepada SS sambil berkeliling kelas] “Pangkat rasional a-nya disebut apa?”
48. SS : [ Setelah tahu maksud dari G adalah pangkat rasional, maka SS dapat menjawab] ”Bilangan pokok. “
49. G : [G berjalan menuju depan kelas sambil memberi penjelasan kepada SS tentang syarat dari a.] “Bilangan pokok.
Demikian juga kalau logaritma, a-nya juga disebut bilangan pokok. Syaratnya adalah a-nya itu harus lebih besar atau
positif dan tidak boleh sama dengan satu. [lalu G menambahkan syarat dibawah catatan (lihat kotak 7)] Kemudian
b-nya disebut numerus.”
50. S4 : [Ada S4 yang kurang paham dengan penjelasan G mengenai numerus, maka S4 bertanya] ”Apa itu numerus ?”
51. G : [Lalu G menjelaskan tentang pengertian numerus] ”Numerus, numerus itu kalau di pangkat rasional adalah hasil dari
pangkat, numerus syaratnya b-nya dengan syarat b-nya numerus tidak boleh negative.
52. SS : [SS dengan tenang memperhatikan jawaban G, walaupun ada BS yang sibuk sendiri mengobrol dengan temannya ]
53. G : [G berdiri di depan kelas dan bertanya kepada SS mengapa numerus harus tidak boleh bilangan negatif.] ”Kenapa?
[Tetapi pertanyaan G tidak ada tanggapan dari SS, lalu G melanjutkan penjelasannya.] Kalau kita kaitkan dengan
hasil perpangkatan, kita tidak akan pernah akan mendapatkan suatu hasil perpangkatan suatu bilangan itu tidak
pernah negative. Maka numerus dari suatu logaritma itu juga harus positif tidak boleh negative.[sambil
menambahkan syarat di papan tulis (lihat kotak 7)] c-nya disebut ?” [kembali bertanya kepada S apa arti c,]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
135

54. SS : [SS menjawab secara pertanyaan G secara bersamaan] “Hasil logaritma.”


55. G : “c disebut hasil logaritma. [sambil menulis di papan tulis (lihat kotak 7)] Ok. [G tetap berdiri di depan kelas dan
menjelaskan kembali apa yang di tulis tadi kepada SS ]Mungkin sudah ada yang mempelajari. Inilah pengertian dan
definisi logaritma. Catatan saja, catatan kalau kita mendapatkan bilangan pokok suatu logaritma itu sama dengan
a
sepuluh maka log b cukup ditulis dengan log b saja. Jadi kalau bilangan pokoknya itu sepuluh maka kita cukup
menuliskan logaritma saja tanpa bilangan pokoknya. Baik sampai disini apakah ada pertanyaan? [karena tidak ada
pertanyaan dari SS, maka G melanjutkan dalam menjelaskan invers dari pangkat rasional adalah logaritma.] Jadi
sekali lagi dari sini kita mendapatkan bahwa logaritma itu adalah didapat dari invers atau balikan dari pangkat
rasional. Baik sampai disini dulu pengertian logaritma. Ada pertanyaan? Tidak, cukup jelas? Silahkan jadi dari ini
mungkin ada pertanyaan?” [kembali bertanya kepada SS apakah ada yang mau ditanyakan, atau sudah cukup jelas.]
56. S : [Ada S5 yang mau bertanya tetapi tidak jadi]
57. G : “ Kalau tidak, coba sekarang bisa tidak secara langsung kalau mungkin nanti tujuannya akan kesana. Tapi untuk
latihan coba…. [ G tidak meneruskan ucapannya tetapi justru berkeliling dan mengamati SS dalam mengerjakan.]
atau mungkin mau dipahami dulu. Boleh silahkan sambil dicatat dulu.” [memberi kesempatan SS untuk mencatat.]
58. SS : [SS mencatat apa yang telah ditulis G di papan tulis. Ada BS memahami soal sambil membandingkan penjelasan G
dengan yang ada di buku handout dan ada juga S4 yang tiduran karena malas mencatat]
59. G : [Lalu G melanjutkan menulis soal latihan ( lihat kotak 8)] Coba nanti ini untuk latihan kita memakai definisi dulu.
Yang pertama kita akan mengubah bentuk pangkat rasional menjadi bentuk logaritma. Kemudian yang kedua
mengubah bentuk logaritma menjadi bentuk pangkat. Kemudian yang ketiga nanti hitunglah pecahan mulai dari
….[ G tidak meneruskan ucapannya tetapi justru melanjutkan menulis soal lagi (lihat kotak 8)]
60. SS : [SS mencatat dan BS mencoba mengerjakan soal yang diberikan oleh G. Ada yang mengerjakan sambil mengobrol
dengan temannya, ada juga S6 yang mengerjakan sambil tiduran dan ada juga yang mengerjakan sambil melihat
jawaban SL.]
61. G : “ Yang ketiga mencari nilai suatu logaritma. [Kembali meneruskan mencatat soal nomor 3.] Silahkan kalau ada yang
ditanyakan [Setelah selesai menulis soal, G berjalan ke belakang sambil menerangkan.] jadi sekali lagi logaritma
bisa diperoleh atau didapat dari pangkat rasional dengan cara membalik. Kalau pangkat rasional, mencari hasil suatu
pangkat rasional suatu bilangan. Kalau logaritma adalah mencari pangkat suatu bilangan jika hasilnya diketahui.
a
Tekanannya pada pangkat rasional dengan logaritma a log b [lalu maju ke depan dan G menulis log b ] sama
dengan c jika dan hanya jika a pangkat c samadengan b. Ya ada pertanyaan? [memberi kesempatan kepada SS untuk
bertanya sambil berjalan ke belakang kelas lagi.]
62. S4 : [ S4 yang bertanya tentang soal kepada G] “Itu tulisannya apa Pak?” [sambil menunjuk soal yang dimaksud]
63. G : [ G menjawab pertanyaan S4 dan masih berdiri di belakang kelas sambil memperhatikan SS dalam mengerjakan
soal] “Setengah log enam belas.”
64. SS : [SS mulai mengerjakan. Ada yang mengerjakan dengan berdiskusi dengan teman sebangku dan disekitarnya. Ada
yang hanya diam saja melihat temannya mengerjakan. Ada yang mengerjakan sendiri sambil melihat contoh soal di
buku handout.]
65. G : [ G melihat pekerjaan dari BS yang duduk dibangku barisan paling belakang. Lalu G meminta kepada S untuk
mencoba mengerjakan dan G menjelaskan bahwa yang ada di buku handout sama dengan yang dijelaskan oleh G.
Hanya saja pada buku handout memakai relasi fungsi. ] ”Silahkan dicoba. Apa yang saya terangkan sama dengan
yang dibuku. Ya hanya sedikit berbeda. Kalau dibuku memakai fungsi, relasi khusus antara pangkat rasional dengan
logaritma diperoleh dengan cara membalik fungsinya. Ada yang sudah dipelajari disana [G sambil berjalan ke depan
kelas meminta kepada SS yang sudah selesai mengerjakan untuk segera maju ke depan mengerjakan.] silahkan
terapkan definisi dari soal nomor satu dan nomor dua. Saya harapkan dengan cepat ya.”
66. BS : [BS ada yang tampak sedang berdiskusi dengan temannya dan ada juga yang sedang serius mengerjakan sendiri]
67. G : [G mendekati S3 yang duduk dibarisan paling depan dan melihat hasil pekerjaannya sambil berkomentar] ”Bedakan
menulis pangkat dengan perkalian. Empat pangkat setengah lain ya dengan empat kali setengah.” [lalu G terus
berjalan ke belakang sambil melihat pekerjaan SS secara bergiliran]
68. SS : [SS mengerjakan dengan tenang. Walaupun sekali-kali terdengar BS ribut membahas soal .]

Latihan

1) Nyatakan dalam bentuk logaritma


1
1 −3
a. 42 = 2 d. ( ) = 27
3
1 −2
b. 53 = 125 e. ( ) = 25
5
1 1
c. ( )3 =
2 8
2) Nyatakan dalam bentuk pangkat rasional
1 1
a.
2
log = −2 3
d. log = −2
4 9
b.
3
log 27 = 3 e. log 49 = 2
7

c.
(kotak 8)
1
d. 5
log 5 = −1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
136

3) Hitunglah nilai dari:


1
2 1
a. log d. 3 log 125
8
3 9
b. log 243 e. log 3
1
8
c. 2
log 16 f. log 2

(kotak 8, lanjutan)

69. G : [ Sambil berjalan ke depan kelas.] ”Bagaimana sudah selesai? Coba ya yang sudah selesai saya tunjuk. Silahkan yang
sudah selesai, mengerjakan dari buku handout nomor dua halaman sebelas [G memerintah SS yang sudah selesai
mengerjakan soal di papan tulis untuk segera mengerjakan soal yang ada di buku handout sambil melihat buku
handout (lihat kotak 9)] Yang sudah selesai, yang sudah selesai silahkan maju. Sekali lagi yang sudah selesai
silahkan buka buku halaman sebelas dicoba nomor dua. Tapi yang belum tidak usah buru-buru.]”

2). Nyatakan bentukberpangkat (eksponen) berikut menjadi bentuk


logaritma.

1 1

a. 5 3 = 3 25 c. 16 3
= 0,25
1 3
b. ( ) = 0,125 d. x = z
y

2
(kotak 9)

70. BS : [ BS yang sudah selesai soal nomor 1 sampai 3 mulai membuka buku handout dan mengerjakan soal yang ada dalam
buku handout. Sedangkan SL yang belum selesai masih saling berdiskusi mengerjakan soal nomor 1 sampai 3]
71. G : [Mengkoreksi pekerjaan S5 yang duduk dibarisan paling belakang dan meminta S5 untuk membetulkan jawabannya
karena salah mengerjakan.]
72. S5 : [S5 mulai memperbaiki pekerjaannya dan menghapus jawaban yang kurang tepat tadi]
73. G : [Sambil berjalan ke depan kelas G bertanya kepada SS apakah sudah selesai mengerjakan.] ”Sudah ?”
74. SS : [SS diam tidak menjawab pertanyaan G. Ada BS yang masih terlihat berulang kali bertanya kepada SL yang duduk
dibelakangnya karena belum bisa memahami soal dengan baik, ada yang mengerjakan sambil melihat jawaban SL.]

75. G : [ G mendekati BS dan melihat pekerjaannya lalu berjalan lagi mendekati SL dan melihat pekerjaannya. Pada saat
mendekati S6, G mengomentari tulisan S6 yang kurang tepat.] ”Yang bisa baca kamu sendiri lho. Ini maksudnya
apa?” [ Bertanya sambil menunjuk tanda → yang ditulis S6]

1
1
4 2 = 2 → 4 log 2 =
2

76. S6 : [S6 lalu menghapus tanda yang salah tadi dan mengganti dengan tanda ↔ setelah melihat contoh soal di papan
tulis.]
77. G : [G kembali bertanya kepada SS apakah sudah selesai mengerjakan. ]“Bagaimana, sampai dimana? Nomor satu
apakah ada yang belum ?”
78. SS : [Pertanyaan G tidak mendapat tanggapan dari SS. Terlihat ada S8 yang sedang menjelaskan sesuatu kepada SL
yang belum mengerti maksud dari soal]
79. G : “Coba yang ini sebenarnya tidak terlalu susah. [Lalu G melingkari soal-soal yang harus dikerjakan SS ke depan]
Coba yang saya minta maju ke depan soal yang saya lingkari saja. Silahkan yang mau maju satu a, c, dan e. Tidak
perlu ditunjuk. Silahkan kalau yang mau maju. Kemudian yang nomor dua itu b dan d, yang nomor tiga b, c, dan e.
[G mulai berjalan ke belakang lagi mengamati SS dalam mengerjakan soal.]
80. S3 : [Memanggil G sambil tunjuk tangan ] ” Pak..”
81. G : ”Ya..... [sambil melihat ke arah S3 yang mau maju] Nomor berapa?”
82. S3 : [ Mau maju ke depan mengerjakan] “Nomor satu.”
83. G : “Nomor satu, ya boleh.” [sambil melihat S3 berjalan ke depan kelas.]
84. S3 : [S3 melihat ke arah G yang ada di belakang kelas] “Berarti semua pak?”
85. G : “Tidak satu-satu saja jangan semua. Silahkan dihapus” [meminta S3 untuk menghapus papan tulis dulu sebelum
mengerjakan ]
86. S3 : [S3 mulai mengerjakan soal no 1a (lihat kotak 10). SL ada yang memperhatikan S3 saat mengerjakan, ada yang
sesekali melihat papan tulis mencocokkan jawabannya dengan S3, dan ada juga BS yang mengerjakan sendiri.]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
137

1
1
1a. 4 = 2 ↔ 4 log 2 =
2
2

(kotak 10)

87. G : [G berkeliling kelas mengamati SS yang sedang mengerjakan, kadang berhenti agak lama memperhatikan BS dalam
mengerjakan tanpa berkomentar.]
88. BS : [BS berdiskusi dengan teman sebangkunya dalam mengerjakan soal nomor 3. S5 berusaha memahami soal nomor 2
sebelum mengerjakan soal nomor 3 dengan cara membaca buku handout]
89. G : [Mengajak SS untuk memperhatikan dan mengkoreksi hasil pekerjaan S3] “Kita akan melihat sebenarnya mudah.
Kita lihat hasilnya. Yo berikutnya.”[menunggu SL yang ingin maju mengerjakan soal berikutnya.]
90. S3 : [Pekerjaan S3 yang baru saja maju tadi dipinjam oleh SL. SL tadi bertanya sesuatu dan S3 terlihat berusaha
menjelaskan jawabannya kepada SL yang bertanya tadi. SL terlihat mengangguk-angguk ketika S3 menjelaskan.]
91. G : [G berdiri di belakang kelas sambil memperhatikan SS lalu berbicara.] ”Silahkan siapa ? satu c, tidak ada yang
maju?”
92. S : [Ketika G meminta SS untuk maju, SS lalu menundukkan kepalanya menyibukkan diri mengerjakan soal-soal
latihan.]
93. G : [Karena tidak ada yang maju, akhirnya guru menunjuk salah satu S] ”S6 yo maju nomor satu c ya. Yo mas..”
94. S6 : [S6 maju mengerjakan ke depan (lihat kotak 11)]
95. G : [G masih terus berkeliling memperhatikan SS dalam mengerjakan soal.]

3
⎛1⎞ 1 1 1
1c. ⎜ ⎟ = ⇔ log = 3
⎝2⎠ 8 2 8

(kotak 11)

96. S7 : [ S7 mau maju ke depan mengerjakan tanpa disuruh oleh G]


97. G : [Melihat ke arah S7 yang ingin maju ke depan tadi] “Nomor berapa mbak?”
98. S7 : “Satu e” [sambil berdiri bersiap-siap menunggu giliran untuk maju.]
99. G : [Setelah menyetujui S7 yang mau maju, G kembali berkeliling kelas. Kelas dalam suasana tenang dan sesekali
terdengar BS yang sedang berdiskusi dan ada juga yang sedang mengobrol dengan temannya]
100. S7 : [S7 mulai mengerjakan di papan tulis (lihat kotak 12). S4 yang meminjam catatan temannya dan mencocokkan
jawaban temannya dengan jawaban dirinya. ]

−2 1
⎛1⎞
1e. ⎜ ⎟ = 25⇔ 5 log 25 = −2 (kotak 12)
⎝5⎠

101. G : [memperhatikan S7 sambil meminta SL untuk maju ke depan] “Baik yang nomor dua..”
102. S2 : [S2 melihat ke arah G dan mau berkata bahwa S2 mau maju mengerjakan.]
103. G : [G belum sempat menyetujui S2 yang mau maju, ternyata ada S8 yang sudah maju.]
104. S8 : [S8 maju tanpa meminta ijin kepada G dan mendahului S2. S2 lalu kembali duduk lagi sambil tersenyum.]
105. G : “Ya S8, silahkan maju.” [meminta S8 segera maju ke depan]
106. S8 : [ S8 maju ke depan mengerjakan (lihat kotak 13). Disisi lain ada SL yang bertanya kepada teman sebangkunya
mengenai cara mengerjakan soal.]
107. G : [Berkeliling memperhatikan G dalam mengerjakan.]
108. S9 : [ Ada juga S9 yang maju ke depan mengerjakan soal selanjutnya tanpa disuruh dan tanpa ada persetujuan dari G
(lihat kotak 13)]

2b = 3 log 27 = 3 ⇔ 33 = 27
1 1
2d = 3 log = −2 ⇔ 3− 2 =
9 9
(kotak 13)

109. G : “ Baik nomor 3” [sambil memperhatikan S ] “Kita lihat dulu yang sudah dikerjakan. Mungkin supaya sama dengan
asalnya, tadi saya perhatikan ada beberapa yang melakukan kesalahan. Ini sebenarnya adalah lambang dalam logika
[sambil menulis lambing logika jika dan hanya jika “ ⇔ ” ] tapi ada beberapa yang memakai [ sambil menulis
lambang “ → ” yang sering di gunakan oleh S.] seperti ini. Kita akan mempelajari logika nanti. Tapi kita lihat dulu
artinya apa tanda ini [ sambil menunjuk lambang “ ⇔ ”di papan tulis]. Ini dibaca apa? Ekuivalen, atau dalam
logika itu jika dan hanya jika. Kalau yang pakai ini [ sambil menunjuk lambang “ → ”] boleh tidak pakai ini? Ini
bacanya apa ? [ Bertanya kepada SS tetapi tidak ada tanggapan dari SS. Maka G menjawab sendiri pertanyaannya ]
“jika…maka…”. Kalau nanti ada lagi mungkin [ sambil menulis lambang “ ∧ ”] tanda ini dibaca “dan”. Kemudian
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
138

kalau [ sambil menulis lambang “ ∨ ”] ini dibaca “atau”. Maka kalau kita akan menggunakan lambang-lambang
logika baik kalau kita sesuaikan bentuknya. Jangan sampai terjadi nanti yang bisa membaca hanya kita sendiri. [lalu
G mulai membahas pekerjaan siswa di papan tulis] kalau diminta dalam logaritma, ini betul ya. Hanya ini
permasalahannya, dari soal ini kalau kita mempunyai dua log seratus sama tidak dengan [ sambil menulis di papan
2
tulis log100 (kotak 14)] ini. Sama tidak? Dua log seratus [menulis 2log100]sama tidak dengan dua log seratus
2
[menulis log100 ]? Beda atau sama ?” [sambil melihat ke arah SS ]

2 log100= 2 log100
Ternyata pernyataan diatas salah. Yang
benar adalah :

2 log100≠ 2 log100

(kotak 14)

110. SS : [ Secara bersama-sama menjawab pertanyaan G] “ Beda…”


111. G : [memperhatikan S dan mengulang kembali pertanyaannya] “Sama apa beda? Bedanya dimana? Yang satu dibawah,
yang satu diatas. Tapi artinya ini bilangan pokoknya berapa?” [menunjuk ke arah tulisan 2 log100 ]
112. BS : [Menjawab pertanyaan G dengan suara pelan karena kurang yakin dengan jawabannya] ” Dua ” [ ada juga SL yang
menjawab dengan jawaban berbeda dengan temannya] “ Sepuluh”
113. G : [G tersenyum mendengar jawaban BS yang masih ragu-ragu dan berbeda-beda satu dengan yang lain lalu G
kembali menegaskan pertanyaannya] “ Dua atau sepuluh ? Ada yang mengatakan sepuluh, ada yang mengatakan dua.
Bilangan pokok itu letaknya dimana? Diatasnya ya. Sementara kalau ini dimana ? [sambil menunjuk tulisan
2 log100 di papan tulis] Apakah ini bilangan pokok?” [Sambil menunjuk angka 2 pada tulisan 2 log100 ]
114. SS : [Menjawab dengan kompak] “Bukan..”
115. G : [G bertanya kembali kepada SS bilangan pokok dari 2 log100 ] “Bilangan pokoknya berapa?”
116. S9 : [Spontan menjawab] “ Dua…“
117. G : [G kembali tersenyum karena melihat BS masih kebingungan menentukan bilangan pokok pada soal [G bertanya
kembali kepada SS bilangan pokok dari 2 log100 dan 2 log100 . Lalu G kembali mengulang pertanyaannya]
“ Bilangan pokoknya berapa?”
118. BS : [BS ada yang menjawab 2, ada juga SL yang menjawab 10. SS mulai kebingungan, mereka lalu saling berpandangan
dan tersenyum dengan SL-nya]
119. G : [ Karena S tidak bisa menentukan bilangan pokok, lama-lama G mulai jengkel dengan S. Lalu G mengulang kembali
pertanyaannya dengan nada agak marah.] “Bilangan pokok itu yang mana to?”
120. BS : [Tetapi tetap saja masih ada BS yang menjawab dua] “ Dua…”
121. G : “Berapa ini bilangan pokoknya?” [kembali menegaskan pertanyaannya]
122. S7 : [ S7 menjawab dengan pasti pertanyaan G] “ Sepuluh …”
123. G : “ Wah tidak dibaca berarti ini. [ lalu G mulai menunjukkan catatan di papan tulis yang membahas tentang bilangan
a
pokok] Jika a = 10 maka log b ditulis berapa?”
124. BS : [ BS memperhatikan catatan di papan tulis lalu menjawab pertanyaan G] “ log b “
125. G : “Berarti bilangan pokoknya berapa ?” [G kembali mengulangi pertanyaannya mengenai bilangan pokok untuk yang
kelima kalinya.]
126. SS : [ Lalu SS menjawab dengan kompak] “ Sepuluh “
127. G : [ Sambil bernafas lega karena akhirnya SS menjawab dengan benar] “ Sepuluh to ya. Ini bilangan pokoknya
2
berapa?” [ lalu menunjuk tulisan log100 ]
128. S10 : “ Dua “ [S10 yang menjawab dengan yakin]
2
129. G : [G meminta tanggapan SS antara log100 dan 2 log100 sama atau beda. ] “ Sama atau beda?”
130. SS : [SS menjawab secara bersama-sama] “ Beda…”
131. G : “Maka kalau menulis ini, nomor dua tadi [menunjuk pekerjaan S6 yang nomor 1c] sama apa tidak?” [menunjuk
1
1
jawaban S6 dan membandingkan dengan 2
log (lihat kotak 15)]
8
1
1 1 1
log ≠ 2 log
2 8 8 (kotak 15)

132. SS : [Menjawab pertanyaan G dengan kompak]“Tidak.”


133. G : “Tidak, ini juga ditulis dari banyak teman kalian, banyak menuliskan yang begini [ sambil menunjukkan tulisan
1 1
dipapan tulis yang log ] Tapi bagus yang nomor tiga, bilangan pokoknya diatas, ini kan beda [menunjuk
2 8
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
139

1
pekerjaan S7 yaitu 5 log 25 = −2 , dimana bilangan pokoknya diatas.] Jadi tolong ini [menunjuk soal nomor 1a
dan 1c] Meskipun ini betul ya. Ini hanya kurang naik bilangan pokoknya. [lalu G membenarkan jawaban S3 dan S6
yang ada di papan tulis (lihat kotak 16)]. Terus yang nomor 2b ini bagaimana ? [sambil menunjuk pekerjaan S8
yang nomor 2b (lihat kotak 17)] Apa maksudnya?”

1
1
1a. 4 2 = 2 ↔ 4 log 2 =
2
2b = log 27 = 3 ⇔ 33 = 27
3

⎛1⎞ 1
3
1
1 1 −2 1
2d = log = −2 ⇔ 3 =
3
1c. ⎜ ⎟ = ⇔ 2 log = 3 9 9
⎝ 2⎠ 8 8

(kotak 16) (Kotak 17)

134. S8 : [ S8 memberi penjelasan kepada G tentang pekerjaannya]“Maksudnya soal yang b, begitu pak.”
135. G : [menanyakan kepada S8 mengapa ada tanda sama dengan setelah nomor soal.] “Tapi kok pakai sama dengan? Apa
ini seharusnya?”
136. SS : [ SS menjawab pertanyaan G dengan kompak]“ Titik…”
137. G : [ G lalu mengganti tanda sama dengan tadi, dengan tanda titik] ”Hayo mas…[sambil menunjuk jawaban 2d yang
mengerjakan sama dengan 2b (lihat kotak 18)] kok mengikuti atasnya? Baik begitu ya. [sambil mengganti tanda
sama dengan (=) dengan tanda titik ( . ) pada soal 2d (lihat kotak 18)] Ada koreksi lagi? Baik nomor tiga yuk..” [G
berjalan ke belakang kelas sambil memperhatikan S dalam mengerjakan.]

2b. log 27 = 3 ⇔ 33 = 27
3

1 −2 1
2d. log = −2 ⇔ 3 =
3
(kotak 18)
9 9
138. S3 : [ S3 yang tadi sudah maju, tunjuk tangan dan ingin maju lagi] “Pak…”
139. G : “ Yang lain dulu ya..” [meminta S3 untuk memberi kesempatan SL supaya maju mengerjakan. ] ”Apakah masih banyak
yang kesulitan [G sambil berjalan ke depan kelas lagi] bagaimana nomor tiga, untuk nomor tiga bagaimana nomor
2 1
tiga? Dua log seper delapan sama dengan berapa? “ [Bertanya kepada S log berapa.]
8
140. BS : [ BS menjawab pertanyaan G]“ Tiga, Pak..”
141. G : “ Darimana tiga?”[kembali bertanya kepada SS darimana di dapat angka 3.]
142. BS : [BS menjelaskan kepada G]“ dua pangkat tiga sama dengan delapan “
143. G : “Kalau tidak bisa langsung sebenarnya kalau langsung dua pangkat berapa sama dengan ini ya.[ sambil menulis di
papan tulis2... = 8 (lihat kotak 19)] Andaikata nanti tidak bisa langsung, kalian misalkan dulu ini sama dengan x,
1
maka akan didapat dua pangkat x sama dengan seper delapan [sambil menulis di papan tulis 2 = (lihat kotak
x

8
19)] seper delapan itu dua pangkat berapa?” [Kembali bertanya kepada S karena jawaban S tadi kurang tepat.]

2... = 8

1 (kotak 19)
2x =
8

144. SS : [ SS terdiam dan memikirkan jawaban dari pertanyaan G]


145. G : “Dua pangkan min……” [memancing SS supaya meneruskan jawaban G]
146. BS : [BS yang menjawab pertanyaan G] “Min tiga.”
147. G : “Min tiga, maka akan didapat x sama dengan min tiga. [menulis -3 di papan tulis.] Jadi kita akan mendapatkan
2 1
bahwa log itu adalah sama dengan min tiga. Coba yang kesulitan lakukan dengan cara ini. Kalau tidak bisa
8
langsung, beberapa sudah bisa langsung, kalau tidak bisa langsung kita kembali ke persamaan pangkat rasional. Kita
bawa ke pangkat rasional. Coba silahkan kalau yang tidak bisa langsung pakai cara ini. Yuk nomor c…yuk kalau bisa
langsung tidak masalah, kalau tidak bisa langsung, dicoba. Mungkin masih banyak yang belum selesai. Cobalah
seperti dikerjakan itu nomor c. Coba nomor c mengerjakannya dimisalkan dulu sama dengan x.” [G
menjelaskan kepada SS kalau tidak bisa pakai langsung lebih baik pakai cara yang diajarkan oleh G]]
148. S12 :[Ada gelagat S11 yang mau maju tetapi masih ragu-ragu, akhirnya justru S12 yang maju]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
140

149. G : “ Maju ? Ok ya… “. [memberi kesempatan kepada S12 untuk maju mengerjakan. G mulai berjalan ke belakang
kelas. ]
150. BS : [Ketika G berjalan ke belakang kelas, ada BS yang bertanya kepada G tentang cara penyelesaian soal.]
151. G : [G mencoba menjelaskan apa yang ditanyakan BS tersebut.]
152. S12 : [S12 maju ke depan kelas mengerjakan (lihat kotak 20). Ada S13 yang sedang bertanya kepada G dan keduanya
terlibat diskusi.]
153. G : [Setelah selesai berdiskusi dengan S13, G kembali ke depan kelas dan meminta kepada SS untuk melihat jawaban dari
S12.]”Coba kita lihat sebentar pekerjaan dari teman kalian. Kok bisa min empat? [menanyakan pekerjaan S12 yang
dirasa kurang tepat] Bilangan pokoknya dijadikan berapa?”

Jawaban :
1
2
log16 = x
x
1
= 16
2
x
1 1
= −4
2 2
x = -4

(kotak 20)

154. BS : [Menjawab pertanyaan G] “ Dua..”


x
1
155. G : [ sambil menunjuk ] “Ini bilangan pokoknya berapa?”
2
156. SL : [SL menjawab pertanyaan G] “ Setengah..”
1
157. G : “Disini bilangan pokoknya berapa?’ [menunjuk pekerjaan dari S12 yaitu ] Bilangan pokoknya berapa?
2− 4
[Kembali bertanya kepada SS terutama S12 yang masih berdiri di depan kelas dan meminta SS atau S12 menjelaskan
maksud dari hasil pekerjaan di papan tulis.] Andaikata diubah dan diteruskan, apakah mungkin hasilnya min empat,
betul apa tidak?”
158. SS : [menjawab dengan kompak] “Betul..”
159. G : “Betul ya, tetapi konsep dasarnya yang perlu diperbaiki. [menjelaskan kepada SS bahwa hasilnya betul, cuma cara
pengerjaannya yang kurang tepat.] Bilangan pokoknya harus sama. Disini setengah. Lha menulisnya baik kalau
setengah pangkat x to? Bagaimana menulis setengah pangkat x? “[ sambil menunjuk jawaban dari S12]
160. S12 : [S12 masih berdiri di depan kelas dan mulai berfikir bagai mana menulis setengah pangkat x yang benar]
161. G : “Pakai….pakai….” [ G memancing S12 untuk menjawab pertanyaan G]
162. SS : [SS membantu S12 dalam menjawab pertanyaan G dengan menjawab secara bersama-sama. .] “Tanda kurung.”
[Sedangkan S12 hanya terdiam lalu kembali ke tempat duduknya]
163. G : “Ya tanda kurung. Setengah pangkat x seharusnya [menambahkan tanda kurung pada jawaban S12 tadi sehingga
1 1
menjadi ( ) x ] begitu ya. Lalu ini [menunjuk tulisan − 4 (lihat kotak 20)] enam belas sama dengan satu per dua
2 2
pangkat min empat, betul? Kalau dijadikan setengah, setengah pangkat berapa?” [memancing SS untuk menjawab]
Setengah pangkat……?”
164. BS : [BS menjawab pertanyaan G. ] “ min empat.” [Sedangkan SL hanya memperhatikan saja.]
165. G : “min empat atau kalau tidak pakai cara lain. Nomor c hasilnya betul, tapi ini belum sama bilangan pokoknya.
[menawarkan kepada SS untuk maju ke depan membenarkan hasil pekerjaan dari S12 yang kurang tepat tadi.] Siapa
yang mau mencoba? [Mengulangi lagi pertanyaannya karena tidak mendapat tanggapan dari SS.]Siapa yang mau
mencoba? Karena tidak ada tanggapan dari SS, maka G menjelaskan kepada SS.] Kalau kita mengerjakan pecahan
dengan bilangan bulat itu lebih enak mana?” [sambil memandang ke arah SS]
166. SS : [ Jawab SS dengan kompak] “ Bilangan bulat.”
167. G : “ Apa? Bilangan bulat ya. Coba ubahlah dari bilangan pokoknya menjadi bilangan bulat. Bilangan pokok itu kalau
bisa lebih enak kalau kita bawa ke bilangan bulat. Setengah itu apa? Dua pangkat berapa? Coba silahkan dibuat
menjadi bilangan bulat. Boleh ya, Saya tidak menyalahkan tapi kalau ini harus hasilnya apa? [sambil menunjuk
x −4
⎛1⎞ ⎛1⎞
jawaban S12 yang kurang tepat tadi dan menambahkan pada jawaban S12 tadi menjadi ⎜ ⎟ = ⎜ ⎟ (lihat
⎝2⎠ ⎝2⎠
kotak 20)] bilangan pokoknya setengah, maka disini harusnya setengah pangkat x sama dengan setengah pangkat
empat, begitu ya. Lalu coba bilangan pokoknya bilangan bulat, yuk dicoba.. [ kembali berkeliling kelas mengamati SS
dalam mengerjakan dan mengamati BS dalam berdiskusi dengan teman mereka] kira-kira bagaimana hasilnya, ada
yang mencoba maju?
168. S3 : [S3 memberikan isyarat bahwa dia mau maju mengerjakan.]
169. G : [G melihat gelagat S3 lalu menunjuk S3 dan meminta pendapat dari S3 tersebut.]”Atau bagaimana punya S3?”
170. S3 : [S3 menjelaskan kepada G bagaimana dia mengerjakan soal tersebut..]“Langsung kok Pak.”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
141

171. G : “Langsung? Bagaimana?” [meminta S3 untuk menjelaskan bagaimana bila mengerjakan secara langsung kepada
teman-temannya]
172. S3 : “Itu kan setengah log enam belas sama dengan n, setengah pangkat n sama dengan enam belas. [menjelaskan sambil
menulis di papan tulis (lihat kotak 21)] Jadi langsung ketemu, tidak pakai cara itu. [menunjuk cara yang dicontohkan
oleh G]
173. G : “Pakai cara langsung setengah pangkat n sama dengan enam belas?” [menanyakan kembali jawaban S3]
174. S3 : “Setengah pangkat n sama dengan enam belas, n sama dengan min empat [menjelaskan sambil menulis di papan tulis
(lihat kotak 21)]
175. G : “ Kok bisa?” [ meminta kepada S3 untuk menjelaskan lagi]
176. S3 : “Ya bisa Pak.”[berkata sambil kembali duduk ke bangkunya.]
177. G : “Arahnya memang harusnya kesana. Setengah log eman belas itu berapa? Begitu ya, langsung dijawab min empat.
Kalau yang sudah jelas tidak masalah, tapi kalau yang belum bagaimana? [G lalu mendekati papan tulis dan
mengamati pekerjaan S3 tadi.] Harapan saya tadi sebenarnya bisa langsung setengah pangkat berapa sama dengan
enam belas, begitu ya ? Ya, bagaimana ini? [ S3 mulai bingung dengan perkataaan G sambil melihat ke arah G] coba
S3 maju ke depan. Coba caranya bagaimana supaya temannya tahu.” [meminta S3 untuk kembali maju ke depan
menjelaskan jawabannya kepada SL.]
178. S3 : [S3 mulai maju dan menjelaskan jawabannya tadi] “Ini to Pak.[sambil menunjuk jawabannya tadi]
Langsung.”[menjawab sambil tertawa]
179. G : “Coba kok bisa sama dengan setengah pangkat n bagaimana?” [G kembali bertanya kepada S3 dengan maksud
memancing S3 agar bisa menjelaskan kepada SL dengan benar. ]
180. S3 : [S3 masih berdiri di depan kelas dan berusaha mencoba menjelaskan jawabannya dengan benar sehingga SL bisa
mengerti maksud S3.] “Ya kan pakai persamaan ini.” [sambil menunjuk catatan yang di tulis oleh G di papan tulis
tadi (lihat kotak 7)]
181. G : “Kok bisa setengah pangkat n sama dengan enam belas? Itukan setengah log enam belas kok bisa setengah pangkat
n?” [kembali mengorek keterangan dari S3]
182. S3 : “Ya inikan apa namanya, inikan a, bagaimana ya menjelaskannya? Inikan a dan…[S3 mulai bingung menjelaskan apa
yang dia tulis lalu menyerah dan berkata tidak bisa.] Tidak bisa menjelaskannya pak.”

Jawaban :
1 n
1
2
log16 = = 16
2
n = -4

(kotak 21)

183. G : [G melihat S3 tadi sambil tersenyum.]“Ya kamu harus bisa menjelaskan.” [G memberi semangat kepada S3 supaya
bisa menjelaskan kepada SL.]
184. S3 : [Lalu S3 mulai berfikir bagaimana caranya menjelaskan kepada teman-temannya sambil melihat catatan G di papan
tulis.] “Ooo begini, kan ini a sama dengan ini lho pak. Inikan a terus yang ini b, terus mau mencari hasilnya. Ya itu
pakai persamaan ini kan.. inikan sama-sama a-nya. [sambil menunjuk definisi dari logaritma.] Kalau mau mencari
pangkatnya inikan harus pakai….e ga bisa pak [sambil tersenyum karena bingung mau menjelaskannya bagaimana
lagi..] Ya begitulah Pak pokoknya.”
185. G : ”Kan kalau kamu mengerjakan setengah log enambelas kok bisa sama dengan setengah pangkat n? [G membantu S3
supaya bisa menjelaskan kepada teman-temannya maksud dari jawabannya.]
186. S3 : ”Lha ini ada rumusnya. [sambil menunjuk tulisan mengenai definisi logaritma. (lihat kotak 7)] ini lho Pak.”
187. G : ”Coba kalau itu kan hasilnya ketemu c, padahal disana hasilnya belum. Mungkin...mungkin begini ya [sambil
menulis di papan tulis ] mungkin kamu berfikirnya begini ya, setengah log enam belas sama dengan n. ”
188. S3 : [S3 menyangkal ucapan guru, S3 tidak setuju dengan perkataan G] ”Bukan, bukan begitu Pak. Tidak begitu
Pak.”[tidak setuju dengan komentar G]
189. G : Bukan seperi itu? Lha bagaimana?” [lalu G meminta S menjelaskan kenapa S3 tidak setuju dengan usulan Gtadi.]
190. S3 : ”Soalnya kan kalau mendapat hasilnya yang c itu, nah sudah tahu caranya. [S3 telah menemukan cara untuk
menjelaskan kepada teman-temannya.] Inikan sudah dapat a dan b, belum mendapatkan c [sambil menunjuk
pekerjaannya.] Terus kalau dari rumus yang itu, kalau kita mau mendapatkan hasilnya b yaitu enambelas, itu harus a
pangkat c. Lha kita kan mau mencari b-nya jadi a dipangkatin c samadengan enambelas, begitu. ”
1
191. G : ”Bisa tidak saya menuliskan ini [sambil menulis di papan tulis 2
log16 = n (lihat kotak 22)] kemudian
dituliskan dibawahnya setengah pangkat n samadengan enambelas? Lalu kamu kan ini belum,[sambil menunjuk
1
pekerjaan S3 yang kurang langkah 2
log16 = n .] kamu langsung setengah pangkat n samadengan enam belas.
Itu harusnya digunakan, tapi kamu tidak menggunakan, begitu.” [G mengatakan letak kesalahan yang dibuat S3.]
1
192. S3 : [S3 tadi lalu menambahkan 2
log16 = n pada pekerjaannya.]
193. G : ”Sama tidak dengan atasnya? Sama ya, begitu kan. Jadi samadengan yang diatasnya to?kalau hasilnya belum
diketahui, maka dimisalkan dengan sesuatu. Hanya bedanya S3, dia tau setengah pangkat berapa yang hasilnya enam
belas. Tapi kalau disini, kita harus menyamakan dulu bilangan pokoknya. Coba yang lain. Ini ya kalau diteruskan
lebih enak yang bilangan pokoknya berapa? dua ya, dua pangkat min satu samadengan dua pangkat empat, maka dua
pangkan min n samdengan n-nya samadengan min empat. Ya yuk yang ini sudah belum? Dicoba ya, berikutnya. Atau
mungkin masih ada permasalahan?[G memberi kesempatan kepada S untuk bertanya, G memperhatikan SS dari
depan kelas.]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
142

Koreksi dari Guru :

1
2
log16 = n
n
⎛1⎞
⎜ ⎟ = 16
⎝2⎠
(2 )
−1 n
= 24
2 −n = 24
n = -4

(kotak 22)

194. S13 : [S13 berdiri dan mau maju mengerjakan. Tetapi masih ragu-ragu untuk maju. SL masih sibuk memperbaiki
pekerjaannya.]

195. G : [G melihat ada S13 yang mau maju, lalu G segera memanggil S13] ”Ya Tri mau maju?”

196. S13 : [S13 yang mau maju tadi maju ke depan sambil tersenyum setelah mendapat persetujuan dari G untuk maju lalu
menghapus papan tulis dan mulai mengerjakan. (lihat kotak 23)]

Jawaban Siswa:

3c).
9
log 3 = x
9x = 3
1

9x = 9 3
1
x=−
3

(kotak 23)

197. G : [G meminta SS untuk memperhatikan sebentar pekerjaan S13.] ”Coba ini sudah dicoba oleh teman kalian, mari kita
lihat. Ini dibawa bilangan pokoknya sembilan. Tiga itu sembilan pangkat min sepertiga? [G agak ragu dengan
jawaban S13, maka bertanya kepada SL.] Tiga itu samadengan sembilan pangkat berapa?” [Sambil melihat ke arah
SS]
198. S9 : [Menjawab pertanyaan G] ”Dua.”
199. G : [G kembali bertanya kepada SS] “Sembilan pangkat dua berapa?”
200. BS : ”Delapan puluh satu.” [BS menjawab pertanyaan G dan SL memperhatikan]
201. G : [G lalu bertanya kepada S13 yang maju tadi .] ”Hayo Tri bagaimana itu? ”
202. S13 : [S13 yang mengerjakan tadi terlihat tengak-tengok kanan kiri kebingungan lalu tersenyum karena jawabannya kurang
tepat.]
203. G : ”Ternyata.......” [Sambil melihat S13 dan tersenyum.] ”Bagaimana mau dibetulkan?” [memberi kesempatan kepada
S13 untuk membetulkan..]
204. S13 : [S13 berdiskusi sebentar dengan teman sebangkunya lalu segera maju lagi membetulkan jawabannya. S13 lalu
1 1
menghapus − dan menggantinya dengan − (lihat kotak 23)]
3 2
205. G : [menanyakan kembali kepada S13 apakah sudah yakin dengan jawabannya.] ”Min setengah ? Setengah apa min
setengah? Min itu artinya apa to? Pangkat min artinya apa?” [bertanya kepada SS apakah artinya pangkat min itu.]
206. S13 : [S13 yang maju tadi belum mengerti maksud G. S13 tambah bingung sambil memegangi kepalanya dan tersenyum-
senyum ke arah SS.]
207. G : [Karena melihat S13 masih belum mengerti maksud G, maka G lalu segera meminta S13 kembali ke tempat duduk.]
“Berapa hasilnya? Biasanya kalau kita menyederhanakan ke yang kecil atau ke yang besar? [G lalu membenarkan
jawaban S13 yang kurang tepat tadi. (lihat kotak 24) ]
208. SS : [Jawab SS dengan bersama-sama] “Yang besar dibuat kecil. ”
209. G : ”Yang besar dibuat kecil ya, bukan kecil dibuat besar ya. maka bawalah bilangan pokoknya itu yang kecil jangan
yang besar. Jadi jadi berapa? [sambil mencatat membenarkan jawaban S13 di papan tulis (lihat kotak 24)] Siapa
yang benar ini?” [memperhatikan SS dan segera menghitung SS yang menjawab benar.]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
143

Jawaban Guru :

log 3 = x → (3 2 ) = 3
9 x

3 2 x = 31
2x = 1
1
x=
2

(kotak 24)

210. BS : [BS yang jawabannya sama dengan yang tertulis di papan tulis tunjuk tangan. Sedangkan SL yang salah tidak tunjuk
tangan]
211. G : [G bertanya kepada SS apakah ada kesulitan yang dialami.] ”Ok bagaimana masih sulit ya? Coba sekarang dicoba
nomor dua, kerjakan nomor dua. Atau saya tambahkan misalnya....[G tidak meneruskan ucapannya tetapi
meneruskan menulis soal nomor 4 di papan tulis. (lihat kotak 25)] Coba nanti kita latihan yang sama. Coba masih
sama, coba gunakan definisi. Nomor empat a masih sama mengulang nomor tiga. ”[G berdiri di dekat meja guru
sambil memperhatikan SS dalam mengerjakan.]

Soal :

4) Hitunglah :
1
25
a. log 5 d. 5
log 5
1
9
b. 3
log 27 e. log 27
1

c. 2
log 8

(kotak 25)

212. S6 : [S6 bertanya kepada G.]”Pak besok kalau ulangan boleh langsung to? ” [Kelas dalam keadaan tenang dan terlihat
BS sedang berdiskusi.]
213. G : ” Ya, kalau ulangan mau langsung boleh. Mau pakai cara itu boleh. [Menjawab petanyaan S6 sambil berjalan ke
belakang kelas.] Ada pertanyaan apakah kalau mengerjakan, sebenarnya kalau mengerjakan langsung sembilan log
tiga sama dengan berapa, boleh. Lha ini tadi masalahnya, mungkin sudah ada yang mendapatkannya di SMP dan ada
yang belum. Jadi yang sudah mendapatkan tinggal mengulang.”
214. SS : [SS mengerjakan soal tambahan yang diberikan oleh G. Terlihat BS ada yang sedang berdiskusi dengan teman
sebangkunya, ada yang sibuk mengerjakan sendiri. Ada juga yang sedang mencocokkan jawaban dengan SL.]
215. G : [G mulai berjalan berkeliling mengamati pekerjaan SS.]
216. S14 : [S14 sedang melamun dan ketika G lewat di sampingnya, S14 lalu segera mengerjakan soal lagi.]
217. G : [Berjalan ke depan kelas lagi dan mengamati SS dari depan kelas.]
218. S15 : [Ada S15 yang duduk di meja paling depan terlihat sedang ramai berdiskusi dengan S9 yang duduk di belakangnya.]
219. G : [G mendekati S9 dan S15 tadi.] ”Sudah selesai? ”[ sambil melihat pekerjaaan S15]
220. S15 : ”Belum Pak.” [S15 lalu segera balik badan dan mengerjakan lagi. Ada S3 yang menunjukkan jawabannya kepada
G.]
221. G : [G memperhatikan pekerjaan S3 tersebut lalu berkomentar tentang jawaban S3.] ”Bawalah ke bilangan pokok yang
kecil, antara sembilan dan dua puluh tujuh manakah bilangan yang lebih kecil? Sama ya nomor a, b, c, d, dan e itu
bawalah ke bilangan pokok yang kecil.”
222. S16 : [Ada S16 mengerjakan dengan cara lagsung.]
223. G : [G melihat pekerjaan S16.] ”Kamu bisa langsung?”
224. S16 : [S16 menganggukkan kepala sambil tersenyum. Lalu ada S17 yang memperlihatkan jawabannya kepada G.]
225. G : ”Ya dicoba dulu ya. Ok. Ya ada yang mau mencoba maju yang a? [G mulai berjalan ke depan kelas.] Yuk siapa yang
mau maju? [memperhatikan SS dari depan dan menunggu SS yang mau maju.] Kalau tidak ada, saya tunjuk ya.
Ok ,S18 ayo mbak. [G meminta seorang S18 untuk mengerjakan di papan tulis.]
226. S18 : [S14 yang ditunjuk tadi berkata kepada G kalau dia menjawabnnya langsung.] ” Pak saya langsung.”
227. G : ”Pakai caranya supaya temannya tahu.” [G kembali berkeliling mengamati pekerjaan SS satu per satu.]
228. S18 : [S18 yang diminta maju ke depan tadi segera maju ke depan kelas dan mulai mengerjakan. (lihat kotak 26)]
229. G : ”Itu diapakan dulu Sep? Dimisalkan ya. [G mengamati dan mengkoreksi S18 yang maju mengerjakan tadi dari
belakang kelas.] Yo yang nomor empat a betul? Ya Ok. Lalu yang b, yo S19.” [G lalu memanggil S19 dan
memintanya untuk mengerjakan ke depan.]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
144

Jawaban :
1 x
⎛1⎞
4a).
25
log 5 → 25 x = 5 4b). 3
log 27 → ⎜ ⎟ = 27
⎝3⎠
x −3

(5 )
2 x
=5
⎛1⎞ ⎛1⎞
⎜ ⎟ =⎜ ⎟
⎝3⎠ ⎝ 3⎠

5 2 x = 51 x = -3
2x = 1
1
x=
2
(kotak 26)

230. S19 : [Lalu S19 yang diminta G untuk maju mengerjakan soal b tersebut langsung maju mengerjakan. (lihat kotak 26). BS
memperhatikan temannya yang maju tadi. SL mengerjakan soal tersebut dengan tenang. Ada S9 yang meminjam
pekerjaan temannya yang sudah selesai mengerjakan]
231. G : [G kembali berkeliling mengamati pekerjaan SS.] ”Saya yakin kalian tahu yang ditulis ini ya. Tapi ini ada tanda
panah ini kenapa? Ini sama ini sama tidak Septi? [sambil menunjuk 25 x = 5 itu adalah sama dengan

(5 )
2 x
= 5 (lihat kotak 26)] Kenapa pakai tanda ini? Harusnya apa, harusnya dituliskan dibawahnya karena sama
ya. Kemudian ini muncul x dari mana? [sambil menunjukkan huruf x pada bilangan 25 = 5 (lihat kotak 26)] Ini
x

harus dibuat sama dengan x ya. [menambahi pekerjaa S dengan tulisan yang menjadi
25
log 5 = x ]. Kemudian
ini juga [sambil menunjuk pekerjaan S14 yang mengerjakan soal b.] Sama juga, bisa mencari hasilnya tetapi
prosesnya perhatikan. Seharusnya sepertiga log dua puluh tujuh sama dengan x. Baru sepertiga pangkat x dan
seterusnya. Ini harusnya diberi kurung ya [menunjuk angka sepertiga yang kurang diberi tanda kurung.] Coba satu
lagi yang e ada yang mau maju silahkan? Yuk S3 maju. ”
232. S3 : [S3 langsung maju ke depan mengerjakan. (lihat kotak 27).Disaat temannya maju mengerjakan, ada BS yang terlihat
sedang bercanda dengan teman sebangkunya. Dan mereka tidak memperhatikan temannya yang maju tadi. ]

9
4e. log 27 = n
9n = 27
(3 )2 n
33
=
1
n=1
2
(kotak 27 )

233. G : ”Coba kita lihat nomor ini, jadi kita misalkan sembilan log dua puluh tujuh sama dengan n . n boleh, x boleh sebagai
variabel. Kemudian baru ini kita mendapatkan bawahnya . Sembilan pangkat n samadengan dua puluh tujuh.
Mungkin lebih baik kalau ini, kenapa kok n samadengan satu setengah?” [G bertanya kepada S3 tentang pekerjaan
S3.( lihat kotak 27 ).]
234. S3 : [Menjawab pertanyaan G.] ”Dua n sama dengan 3, lalu n-nya adalah satu setengah.”
235. G : ”Jadi alangkah baiknya bila menulisnya begini. [G menulis di papan tulis. (llihat kotak 28)] Tiga pangkat dua n sama
dengan tiga pangkat tiga. Apakah masih ada yang kesulitan? [sambil memperhatikan SS]

Ralat dari Guru :

9
4e. log 27 = n
9n = 27
(3 )
2 n
33
=
32 n = 33
2n = 3 (kotak 28)
1
n=1
2
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
145

236. S18 : [S18 bertanya kepada G tentang soal yang ada di buku handout.] “Pak..pak..mau tanya nomor dua d buku paket.”
237. G : “Sekarang ada pertanyaaan nomor dua d, silahkan dibuka halaman sebelas nomor dua d. Dicoba dulu, ada pertanyaan
halaman sebelas nomor dua d.” [G lalu membuka buku handout dan mencari soal dimaksud S18.]
238. SS : [SS mencari dalam buku handout soal nomor dua halaman sebelas.]
239. G : ”Apakah ada yang mau mencoba? Halaman sebelas soal dua d. Silahkan ada yang mau mencoba? Akar tiga log dua
puluh tujuh.. Ada pertanyaan soalnya itu. Wahyudi mau mencoba? [memberikan spidol kepada S9 dan meminta S9
maju mengerjakan. Tetapi S9 tidak mau maju karena belum selesai mengerjakan.] Siapa yang mau mencoba? Saya
yakin bisa, coba. Ayo Wawan mau maju? [S17 yang ditunjuk oleh G tadi menggelengkan kepala] Widodo ayo maju.
[S8 yang dipanggil tadi juga tidak mau maju.]
240. S16 : [S16 berdiri dan mau maju mengerjakan ]
241. G : [G menganggukkan kepala menyetujui S16 untuk maju mengerjakan.]
242. S16 : [Lalu setelah dipersilahkan oleh G maka S maju ke depan mengerjakan (lihat kotak 29). Sedangkan SL berdiskusi
dengan teman sebangkunya mencoba mengerjakan]

Jawaban siswa :

2d).
3
log 27 = x
x
3 = 27
x 6
3 = 3
x=6

(kotak 29)

243. G : ”Mari kita lihat dulu yang susah mana? Dimisalkan dulu x, berarti akar tiga pangkat x, akar tiga pangkat x
samadengan dua puluh tujuh. Bilangan pokoknya akar tiga artinya dua puluh tujuh itu akar tiga pangkat berapa?
Maka enam ya,baik. Tapi lebih mudah biasanya akar dengan bilangan bulat lebih enak mana? Bulat ya. Akar tiga itu
diubah menjadi tiga pangkat? Pangkat berapa? akar tiga itu tiga pangkat? Pangkat? Pangkat? [G berkali-kali bertanya
kepada SS tetapi tidak ada tanggapan.]
244. SS : [Ketika G bertanya, S tidak menanggapi ucapan G. SS hanya memperhatikan G dalam menjelaskan. Sambil
bertopang dagu, BS malah terlihat sedang mengobrol sendiri.]
245. G : [G memperingatkan BS yang mengobrol di kelas. ] ” Perhatikan ya, jangan ramai.”
246. BS : [BS yang ditegur lalu diam mendengarkan G.]
247. G : [Karena pertanyaannya tidak ditanggapi oleh S, maka G menjawab sendiri pertanyaannya.] ”Pangkat setengah to ya,
lebih mudah ini sebenarnya. Jadi jangan membawa ke pangkat akar, tetapi lebih baik ke pangkat bulat. Apakah ada
lagi pertanyaan? Bagaimana jadi kalau pangkat ini akar tiga log dua puluh tujuh? Akar tiga pangkat x samadengan
tiga pangkat setengah...... [G tidak meneruskan ucapannya tetapi memperbaiki pekerjaan SS yang kurang benar tadi
di papan tulis.(lihat kotak 30)] Sama ya jawabannya. Lebih baik kalau dibawa ke bilangan bulat. Ya ini kita masih
kita baru definisi lho ya dan mencari logaritma.” [G mulai berkeliling kelas lagi mengamati SS mengerjakan soal.]

Koreksi dari Guru :

3
log 27 = x
( 3) x
= 27
x
⎛ 12 ⎞
⎜ 3 ⎟ = 27
⎜ ⎟
⎝ ⎠
1
x
3 2 = 33
1
x=3
2
x=6

(kotak 30)

248. BS : [BS Memperhatikan G dalam menjelaskan dan sesekali menjawab pertanyaan G. Ada juga SL yang mengobrol pada
saat G menjelaskan soal.]
249. G : [Mengajak S untuk mengulang kembali materi.] ”Coba ya yang kita bahas tadi itu apa to? Coba kita tadi membahas
apa? Yang pokok dulu, dasarnya adalah ini ya, jika dan hanya jika a pangkat c samadengan b. [sambil menulis di
papan tulis.] a-nya tadi apa? ”
250. BS : “Bilangan pokok.” [BS menjawab pertanyaan G, tetapi ada juga S19 yang justru tiduran tidak mendengarkan.]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
146

251. G : [Bertanya kembali kepada SS] ”Syaratnya apa?”


252. SS : ” a tidak boleh satu dan harus bilangan positif.” [menjawab pertanyaan G lagi.]
253. G : ” b-nya apa? [bertanya kepada SS]
254. SS : [Tidak ada SS yang menjawab ]
255. G : [karena tidak ada yang menjawab pertanyaan maka G menjawab sendiri pertanyaannya.] Numerus ya. Lalu bila a-
nya sama dengan sepuluh dituliskan log b. Itu tolong dipahami karena dasarnya, nanti itu akan kita gunakan juga.
Kemudian untuk berikutnya nanti kalian sekali lagi mengerjakan halaman sebelas nomor tiga , kemudian saya minta
juga mempelajari sifat-sifat logaritma. Itu sifat nomor satu sampai empat ya berserta buktinya. [G sambil menulis di
papan tulis soal mana yang harus dikerjakan SS untuk tugas. (lihat kotak 31)] Jadi pelajari sifat-sifat nomor satu,
nomor dua, nomor tiga, dan nomor empat. [memberi kesempatan kepada SS untuk bertanya sebelum pelajaran
berakhir.] Baik untuk terakhir ada pertanyaan? Masih ada yang perlu ditanyakan?”

Pekerjaan Rumah :

Diketahui log 2 = 0,4 , tunjukkan bahwa x = 2


x 2
2

(kotak 31)

256. SS : [Tidak ada SS yang menanggapi pertanyaan G. SS kembali mempelajari pelajaran yang telah diperoleh G siapa tahu
ada yang belum jelas sehingga bisa ditanyakan kepada G. Ada juga yang asyik mengobrol karena mungkin merasa
dia sudah bisa dan tidak ada yang perlu ditanyakan lagi kepada G.]
257. G : ”Sudah tidak ada pertanyaan? Kalau begitu kita ketemu minggu depan.” [G lalu keluar kelas.]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
147

TRANSKRIP KEGIATAN
PERTEMUAN II (24 September 2007)

Keterangan : G : Guru SS : Semua Siswa BS : Beberapa Siswa


Sn : Siswa yang ke-n SL : Siswa Lain

1. G : [Sebelum memulai pelajaran, G menanyakan kepada S tentang tugas yang diberikan G pada pertemuan
sebelumnya.] “Kemarin saya meminta kalian mempelajari berapa sifat?”
2. BS : [Suasana masih ramai karena SS masih menyiapkan buku pelajaran. Tetapi ada BS yang menjawab
pertanyaan G] “Empat..”
3. G : [G menulis sifat-sifat logaritma di papan tulis (lihat kotak 1)] “Empat sifat ya. Sifat pertama yang kita
pelajari kemarin.”
4. BS : [BS masih sibuk sendiri-sendiri dan masih ada yang mengobrol dengan temannya, tetapi ada juga yang
diam memperhatikan G.]
5. G : [G bertanya kepada SS bunyi sifat 1.] “Sifat yang pertama apa kemarin ?” [Meneruskan menulis sifat-
sifat logaritma di papan tulis (lihat kotak 1)]
6. BS : [Menjawab pertanyaan G] “ g pangkat g log a sama dengan a “
7. G : [G bertanya bunyi sifat 2.] ” Kemuadian sifat dua?”
8. BS : [Menjawab pertanyaan G.] “a log b kali c sama dengan a log b tambah a log c.”
9. G : [G bertanya lagi tentang bunyi sifat 3.] ” Kemudian yang ketiga?”
10. SS : [SS terdiam tidak ada yang menjawab G.]
a b
11. G : [Karena SS tidak menjawab, maka G meneruskan sifat 3.] ” Sifat tiga adalah log =
c
a
log b− a log c
.”
12. SS : [SS dengan cermat memperhatikan G saat memberi penjelasan.]
13. G : [G meneruskan menulis sampai sifat nomor 4, lalu menjelaskan bahwa sifat nomor 4 ada 2 sifat. (lihat
kotak 1)] “Jadi ada dua sifat ya. ”
14. SS : [SS memperhatikan G lalu melihat buku handout.]
15. G : [G menghadap SS dan bertanya kepada SS] ”Baik, mungkin masih ada kesulitan ketika mempelajari
sifat-sifat atau membuktikan empat sifat itu?”
16. SS : [SS diam saja memperhatikan G dan tidak menjawab pertanyaan G. Ada juga BS yang terlihat sibuk
menyalin tulisan di papan tulis.]
17. G : [Berjalan mendekati S yang duduk di bangku depan] “Jadi dari keempat sifat satu sampai empat a,
apakah ada masalah? Apa masalahnya?”
18. SS : [SS tidak menjawab pertanyaan G karena masih sibuk menyalin sifat-sifat logaritma.]
19. G : [G menghadap ke arah SS] ”Sifat yang ke berapa? ”
20. SS : [SS tidak menjawab pertanyaan G]
21. G : [G mengulangi pertanyaannya karena tidak ada tanggapan dari SS] ”Sifat nomor berapa?”

Sifat-sifat Logaritma :
1. g log a = a
g

2. a log b.c = a log b + a log c


b
3. a log = a log b− a log c
c
4. a. log b n = n.a log b
a

n
b. a log b n = .a log b
m

m (kotak 1)

22. S1 : [SS diam mencoba memahami, lalu ada seorang S1 yang bertanya kepada G] “Sifat nomor empat pak.”
23. G : [Kembali bertanya lagi kepada S1] “Sifat nomor empat ya. Kalau sifat nomor satu sampai tiga tidak ada
masalah?”
24. BS : [BS menjawab dengan lantang] “Masalah pak..”
25. G : [G kembali menegaskan kepada SS tentang sifat logaritma yang belum jelas] “Yang jadi masalah sifat
nomor berapa?”
26. SS : [SS menjawab dengan kompak.] “Empat..”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
148

27. G : [G mendekati papan tulis dan menunjuk keempat sifat logaritma] “Kalau membuktikan pasti dari atas ya.
Kalau sifat nomor satu sudah, nomor dua sudah, dan nomor tiga sudah, nomor empat itu akan mudah
juga membuktikannya.”
28. SS : [SS memperhatikan penjelasan G, ada BS yang mencatat apa yang diterangkan G di buku tulis mereka
maasing-masing]
29. G : [G melihat ke arah SS] “Sifat satu, dua, tiga sudah?”
30. SS : [SS tidak menjawab pertanyaaan, tetapi mereka terdiam memperhatikan G saat memberikan
penjelasan.]
31. G : [G menanyakan kembali masalah yang dihadapi SS.] ”Ada masalah?”
32. SS : [SS belum mendapatkan masalah dalam mengerjakan, jadi tidak satupun SS yang menjawab pertanyaan
G.]
33. G : [G bertanya lagi kepada SS mengalami kesulian tidak.] ” Yang mana? Kesulitan dimana?”
34. SS : [Tetap tidak ada SS yang berkomentar tentang kesulitan yang mereka alami dalam mengerjakan soal.]
35. G : [Karena melihat para SS tidak ada yang mau bertanya lagi, maka G melanjutkan menjelaskan cara
membuktikan sifat 4.] ”Kita buktikan dulu sebelum kita pakai. [Bertanya sambil menghadap ke arah SS]
Sifat nomor berapa yang mau dibuktikan? ”
36. SS : [SS masih terdiam dan memperhatikan G]
37. G : [Karena pertanyaannya tidak mendapat respon dari SS, maka G kembali menegaskan pertanyaannya]
“Sudah dicoba dipelajari?”
38. SS : [SS menjawab pertanyaan G dengan hampir bersamaan.] “Sudah.”
39. G : [G bertanya kepada SS apakah mengalami kesulitan.] “Yang mana yang menjadi kesulitan?”
40. S2 : [S2 menjawab pertanyaan G] “Nomor empat.”
41. G : “Nomor empat. Ok buktikan sifat nomor empat. [G menulis pembuktian sifat nomor 4 di papan tulis
(lihat kotak 2)] a log b pangkat n itu akan sama dengan n dikali a log b. Ok kita lihat, ini ruas kanan dan
ini ruas kiri [Menunjuk tulisan di papan tulis]. Kita buktikan ruas kirinya dulu itu a log b pangkat n.
Kita ambil salah satu ruas. Ruas kiri yang dijalankan kemudian akan ketemu ruas kanan. Atau bisa juga
kalau ruas kanan dijalankan, akan ketemu ruas kiri. Atau bisa juga dua-duanya dijalankan akan ketemu
hasilnya sama.”
42. SS : [Dengan tenang menyimak penjelasan G. Hanya sesekali tampak ada BS yang mengobrol dengan teman
sebangkunya]
43. G : [G menunjuk ke arah papan tulis] “Coba kita lihat ruas kiri ya. Ketika kita menggunakan pangkat
rasional b pangkat n, itu artinya apa?”
44. S3 : [S3 menjawab pertanyaan G.] “b kali b kali b kali b sebanyak n pak.”
45. G : [G menulis di papan tulis(lihat kotak 2)] “Ok betul. Jadi b kali b kali b kali b dan seterusnya sebanyak n
kali, begitu ya.. Kemudian berdasarkan sifat nomor dua, hasilnya apa?”
46. BS : [BS menjawab pertanyaan G dengan lantang.] ”a log b ditambah a log b ditambah a log b ditambah a
log b.”
47. G : [G bertanya kembali kepada SS.] ” Banyaknya berapa?”
48. SS : [SS tenang memperhatikan G dalam menjelaskan. BS menjawab pertanyaan G] “n kali pak.”
49. G : “Begitu?” [G menunjukkan apa yang telah G tulis kepada S dan meminta pendapat S apakah yang G
tulis itu benar atau tidak]
50. SS : [SS menanggukkan kepalanya tanda bahwa SS setuju dengan G.]
51. G : ”Jadi a log b ditambah a log b ditambah a log b ditambah a log b dan seterusnya sebanyak n. Karena ini
sebanyak n, bagaimana menulisnya? ” [G memperhatikan S dan menunggu respon dari S untuk
menjawab pertanyaan G]
52. SS : [SS tidak menjawab pertanyaan G lagi, mereka terdiam semua memperhatikan G.]
53. G : [Karena tidak ada SS yang menanggapi pertanyaannya, maka G menjawab sendiri pertanyaannya.] ”n
kali, ininya sama [G menulis di papan tulis (lihat kotak 2)] berarti akan sama dengan berapa?”
54. BS : [BS menjawab pertanyaan G dengan kompak.] “n kali a log b”
55. G : [G berjalan mendekati S dan memperhatikan S] ”Maka terbukti ya. [G mulai berjalan ke belakang
kelas] Jadi sifat nomor empat itu untuk membuktikannya menggunakan definisi pangkat rasional a
pangkat n artinya apa, dan sifat nomor dua. Maka tadi kalau saya katakan, kalau kalian tanyakan sifat
nomor empat, nomor satu, dua, dan tiga harus dibuktikan karena akan dipakai. Begitu? ”
56. SS : [SS menganggukkan kepala tanda bahwa SS setuju dengan G.]
57. G : [G bertanya lagi kepada SS.] ”Sudah? Ada lagi?”
58. SS : [Tidak ada jawaban yang keluar dari SS]
59. G : [G bertanya lagi sambil berjalan ke belakang kelas] ”Ada lagi? Adakah sifat yang belum jelas dari
empat sifat yang akan kita pelajari hari ini?”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
149

Bukti sifat nomor 4a.


a
log b n = n.a log b
Bukti :
a
log b n = a log bxbxbxbxb (sebanyak n-kali)
= log b+ log b+ log b + ...+ log b (sebanyak n-kali)
a a a a

(kotak 2) a
= n . log b ( TERBUKTI )

60. SS : [SS tidak menjawab pertanyaan G tetapi justru asyik mencatat tulisan yang ditulis G di papan tulis]
61. G : “Masih ada? Sudah tidak ada? [G kembali berjalan ke depan kelas] Sifat nomor satu, dua, dan tiga
sudah?”
62. SS : [Tidak ada SS yang bertanya kepada G, SS masih menyalin tulisan yang ada di papan tulis.]
63. G : [Karena tidak ada yang bertanya lagi, maka G melanjutkan pelajaran.] ”Ok kalau sudah, kita terapkan
di dalam soal. Kita akan terapkan untuk latihan. Contohnya kemarin sudah ditulis?”
64. SS : [SS masih sibuk mencatat dan memahami penjelasan dari G. Ada S yang berdiskusi dengan teman
sebangkunya mengenai pembuktian sifat-sifat logaritma]
65. G : [G menulis soal latihan di papan tulis (lihat kotak 3)]

Latihan !

log 4+ 2 log 18− 2 log 2


4
log16 2
1. 2 4.
1 9
2. ( ) log 8 5.
2
log 6 + 2 .2 log 4 − 2 log 3
3
8
log 49
3. 2 2

(kotak 3)

66. SS : [SS mencatat soal yang diberikan G. Ada BS yang terlihat sedang mengobrol dengan teman
sebangkunya sambil menulis.]
67. G : [G berjalan ke belakang kelas] “Coba untuk latihan, kalian kerjakan lima soal itu. Terapkan ke empat
sifat itu. Sederhanakan soal satu sampai dengan empat. [G menbacakan lagi soal yang telah ditulisnya
di papan tulis (lihat kotak 3)] Yang pertama dua pangkat empat log enam belas, yang kedua sepertiga
pangkat sembilan log delapan, yang ketiga dua akar dua pangkat delapan log empat puluh sembilan,
yang keempat dua log empat ditambah dua log delapan belas dikurangi dua log dua dan seterusnya.
Silahkan dikerjakan.”
68. SS : [SS mulai menulis soal dan mengerjakan soal latihan tersebut dengan tenang.(lihat kotak 3)]
69. G : [G berkeliling dan mengamati pekerjaan SS.]
70. SS : [SS masih tenang mengerjakan. Ada yang mengerjakan sendiri, ada pula yang mengerjakan dengan
bekerja sama dengan temannya.]
71. G : [G berjalan ke depan kelas lagi sambil melihat dan memperhatikan pekerjaan S, lalu menuju papan
tulis dan melingkari beberapa nomor soal] “Coba nanti yang dikerjakan yang dilingkari dulu nomor
satu, dua, dan empat, lima.” [Lalu G berjalan lagi ke belakang kelas dan melanjutkan mengamati SS
saat mengerjakan]
72. S4 : [Ada S4 yang mengomentari G mengenai catatan G di papan tulis yang berbeda dengan tulisan yang
ada di buku handout] “ Pak ini kok beda dengan yang ada di papan tulis?”
73. G : [G melihat tulisan yang ada di buku handout lalu mencocokkan di papan tulis.] “ Oya sebentar ya.”
74. SS : [SS melihat ke arah S4 yang bertanya tadi lalu mereka membuka buku handout mereka masing-masing
dan memperhatikan tulisan yang ditanyakan oleh S4.]
75. G : [G meminta SS untuk memperhatikan tulisan yang ada di buku handout.] “ Coba lihat dibuku yang sifat
nomor satu. Itu yang dimaksud g pangkat g log a, g-nya diatas bukan dibawah. Dikoreksi dulu, betul
kata buku itu g log a karena nanti tidak akan sama dengan g pangkat g log a. [G menulis di papan tulis
g
log a
g dan g g log a (lihat kotak 4)] Dalam buku yang tertulis yang mana? [Sambil menunjuk
g
log a g log a
g dan g (lihat kotak 4)] Yang kanan atau yang kiri?”
76. SS : [SS menjawab dengan kompak.] ”Kanan.”
77. G : [G meneruskan pertanyaannya lagi sambil memperhatikan S.] ”Kalau kanan, bilangan pokoknya
berapa? Yang kanan bilangan pokoknya berapa?”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
150

78. SS : [SS tidak menjawab pertanyaan G, mereka masih memikirkan jawabannya.]


79. G : ”Kalau keseluruhan bilangan pokoknya g, tapi kalau yang logaritma?”
80. SS : [SS dengan tenang memperhatikan G, semua melihat ke arah papan tulis.]
81. G : [G menunjuk g log a (lihat kotak 4)] ”Bilangan pokoknya berapa?”
82. BS : [BS menjawab dengan lantang.] ”Sepuluh.”
g
83. G : ”Sepuluh ya. [G menunjuk log a (lihat kotak 4)] Kalau yang ini?”
84. SS : [SS menjawab pertanyaan G.] ”Bilangan pokoknya g”
85. G : ”Jadi bedakan sifat satu yang di dalam buku yang adalah g pangkat g log a. Begitu ya. Karena berbeda
maka nanti kalau nulis juga seperti kayak ini. Tolong bedakan.. [G berjalan ke belakang kelas.] Dalam
buku harusnya g-nya agak naik sedikit sebagai bilangan pokok.”
86. SS : [SS membetulkan tulisan yang kurang tepat tadi lalu meneruskan mengerjakan lagi.]
87. G : [G berjalan kembali maju ke depan] ”Jadi kurang naik ya g log a. Coba sekarang nomor satu, dua,
empat, dan lima silahkan dicoba. ”
88. SS : [SS kembali tenang mengerjakan dan sesekali terlihat BS sedang berdiskusi dengan temannya saat
mengerjakan.]
89. G : [G mulai berkeliling lagi memperhatikan pekerjaan S] ”Jadi dibetulkan dulu dalam buku yang dimaksud
adalah g pangkat g log a. g-nya itu diatas.”


g
log a g log a
g g

(kotak 4)

90. SS : [SS berdiskusi dengan teman sebangkunya yang ada disekitarnya. Mereka berdiskusi mengenai tulisan
di buku handout yang diralat oleh G, lalu mulai mempelajari yang ada dibuku handou. Ada BS yang
berdebat mengenai definisi logaritma yang ke-1, lalu mereka mempelajari tulisan yang ada di buku
handout dan di papan tulis. Terlihat S5 sedang berusaha menjelaskan kepada S1 tentang perbedaan di
buku handout dan di papan tulis.]
91. G : [G berkeliling memperhatikan S yang sedang mengerjakan soal]
92. BS : [BS ada yang ribut berdiskusi membahas soal latihan yang diberikan G. Ada S5 yang berbeda pendapat
dengan SL sehingga timbul perdebatan diantara mereka.]
93. G : [G bertanya kepada SS sambil tersenyum.] “Sudah?”
94. BS : [BS menanggapi pertanyaan G.] “Belum..”
95. G : [G memperhatikan S dan berharap ada S yang mau maju ke depan tanpa ditunjuk oleh G] ”Kalian
kemarin mempelajari tentang pangkat, coba sekarang kita terapkan. Baik coba nomor satu siapa yang
mau mencoba maju ke depan, silahkan..”
96. S6 : [S6 tanpa disuruh oleh G maju ke depan mengerjakan soal nomor satu.]
97. G : [G memberi persetujuan kepada S6 untuk maju mengerjakan.] ”Baik nomor satu ya.”
98. S6 : [S6 lalu maju mengerjakan tetapi secara langsung tanpa menggunakan cara. Jadi hanya ditulis
hasilnya saja. (lihat kotak 5)]

Jawaban siswa :
4
log16
1. 2 = 16
(kotak 5)

99. G : [G memperhatikan S yang mau maju ke depan] ”Kemudian nomor dua yang sudah ke depan. Ya..”
100. S7 : [Ada S7 yang maju ke depan tanpa disuruh oleh G.]
101. G : [G menyetujui S7 untuk maju mengerjakan.] ”Ya..”
102. S7 : [Lagi-lagi S7 juga mengerjakan soal tersebut dengan cara langsung tanpa menggunakan cara. (lihat
kotak 6)]

Jawaban siswa :
1 9
2. ( ) log 8 = 8
3
(kotak 6)

103. G : [G lalu memperhatikan ke arah S dan memberi kesempatan kepada S yang lain untuk memperbaiki
jawaban S yang maju ke depan tadi.] “Ada yang mempunyai jawaban lain? Apakah ada pendapat lain?
Silahkan..”
104. S4 : [Ada S4 yang tunjuk jari karena mempunyai pendapat lain dari temannya yang maju tadi.]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
151

105. G :
“Nomor berapa mas?” [Sambil memperhatikan S4 yang mau maju tadi.]
106. S4 :
“Satu Pak.” [Lalu S4 maju ke depan.]
107. G :
[G menyetujui S4 maju memperbaiki pekerjaan S6] ”Ok nomor satu,”
108. S4 :
[S4 menuliskan jawabannya sambil bertanya kepada G.] ”Pakai caranya Pak?”
109. G :
[G menganggukkan kepala.] “Ya, nanti kalau cuma ditulis jawabannya saja, bagaimana bisa tahu
caranya dari mana..”
110. S4 : [S4 mulai menuliskan jawabannya dengan menggunakan cara seperti apa yang diminta oleh G. Setelah
selesai menulis jawabannya, S4 tadi kembali duduk ke belakang. (lihat kotak 7). SL memperhatikan cara
4
log16
S4 mengerjakan soal 2 ]

Jawaban pembetulan dari siswa :

4 22
log16 log 2 4
2 = 2
42
. log 2
2
= 2
2.1
= 2
=4 (kotak 7)

111. G : [G mengomentari pekerjaan S4.] ” Ya Ok..”

112. S5 : [Lalu ada S8 tunjuk tangan dan mengomentari jawaban temannya yang baru saja maju] “Pak..Pak..
itukan yang dua pangkat empat log enambelas kalau empat pangkat enambelas dicari dulu jawabannya,
ketemu hasilnya lalu dikalikan dua, begitu boleh?”
113. G : “Kalikan dua seperti ini?” [Sambil menunjuk jawaban yang ada di papan tulis]
114. S5 : “Iya, hasilnya sama cuma caranya itu beda.”
115. G : “Hasilnya sama kan. Coba yang lain. [Sambil memperhatikan ke arah S5] Baik nomor satu, apakah ada
pendapat yang lain ?”
116. SS : [SS diam dan sibuk mengerjakan sehingga tidak memperhatikan G ketika bertanya.]
117. G : [G bertanya kepada SS.] “Tidak ada?”
118. SS : [Tidak ada jawaban dari SS.]
119. G : [G menawarkan kepada SS yang mau mengutarakan pendapatnya]” OK nomor dua apakah ada lagi
pendapat ?”
120. SS : [Tidak ada SS yang mau mengutarakan pendapatnya.]
121. G : [G mengajak SS untuk mengkoreksi pekerjaan S4 bersama-sama.] ”Baik kalau tidak ada, kita lihat
bersama-sama.”
122. SS : [SS kembali memperhatikan G.]
123. G : “Kita menerapkan sifat nomor berapa? [Memperhatikan ke arah SS] Satu ya. Coba kita terapkan sifat
nomor satu. Bunyinya bagaimana sifat nomor satu itu?”
124. S6 : [S6 menjawab pertanyaan G.] ”g pangkat g log a itu sama dengan a.”
125. G : [G bertanya kepada SS ciri sifat 1.] ”Cirinya apa?”
126. SS : [SS diam saja dan hanya memperhatikan G.]
g
log a
127. G : [G menunjuk tulisan sifat nomor satu g (lihat kotak 1)] ”Perhatikan bahwa g-nya harus sama.
Sehingga disimpulkan sama dengan a. Kalau tidak sama boleh tidak?”
128. SS : [SS menjawab dengan kompak.] “Tidak.”
4
log16
129. G : [G menunjuk dan melingkari angka dua pada soal nomor 2 (lihat kotak 5)] “Ini berapa?”
130. BS : [BS menjawab pertanyaan G.] “Dua.”
4
log16
131. G : [G menunjuk angka 4 pada soal nomor 2 (lihat kotak 5)] “Ini?”
132. SS : [SS menjawab dengan kompak.] “Empat.”
133. G : [G tersenyum ke arah S karena banyak S yang salah menangkap maksud sifat nomor satu] “Apakah
sama dengan enambelas? ”
134. SS : [SS menjawab dengan kompak.] “Tidak.”
4
log16
135. G : [G melingkari angka 2 dan 4 pada soal 2 (lihat kotak 5)] “Ini tidak sama. Belum sama ya. Maka
1
tidak boleh disimpulkan sama dengan enambelas. Kemudian ini sama belum?” [Menunjuk angka
3
1 9
dan 9 pada soal nomor dua ( ) log 8 (lihat kotak 6)]
3
136. SS : [SS kembali menjawab dengan kompak.] “Belum.”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
152
g
log a
137. G : [G tersenyum kepada SS karena ternyata SS belum memahami sifat nomor 1 yaitu g .] “Maka
tidak boleh ini hasilnya delapan. Ayo kemarin bagaimana belajarnya?”
138. SS : [SS tersenyum satu sama lain.]
139. G : [G menunjuk ke arah pekerjaan yang ditulis oleh S4 (lihat kotak 7)] “Coba kalau kita mau menyamakan,
ada dua dan empat mau dibawa kemana? Mari kita lihat pekerjaan S4 ini Kalau ini dicari dulu, boleh
4
tidak?” [Menunjuk log 16 (lihat kotak 7)]
140. BS : [BS menjawab pertanyaan G.] “Boleh.”
141. G : [G meminta persetujuan SS.] “Empat log enambelas dikerjakan dulu sama dengan dua, boleh tidak?”
142. SS : [SS menjawab pertanyaan G. ] “Boleh.”
143. G : [G menunjuk catatan tentang sifat-sifat logaritma dari 1 sampai 4 (lihat kotak 1)] “Boleh, tapi kita tidak
menerapkan sifat-sifat yang di sana. Hasilnya betul bahwa empat log enambelas itu sama dengan dua.
Lalu dua pangkat dua itu sama dengan berapa?”
144. BS : [BS yang menjawab pertanyaan G] “Empat.”
145. G : [G menanggapi jawaban SS.] “Betul ya. Jadi nanti jawabannya harus empat. Bagaimana menerapkan
sifat nomor satu? Perhatikan ya .”
146. BS : [BS mengikuti dan memperhatikan G ketika menjelaskan, tapi BS asyik berbicara sendiri dengan teman
sebangkunya]
147. G : “Dua pangkat empat log enambelas. Sekarang mo dibawa kemana? Bilangan pokoknya mo dibawa
kemana? Ke dua atau empat? Ini ada dua kemungkinan, mudah mana ke dua atau empat?” [G
memperhatikan S dan berdiskusi dengan S]
148. BS : [ BS menjawab 2] “ Dua..” [Ada juga SL yang menjawab 4] ”Empat..”
149. G : [G terlihat bingung karena jawaban S berbeda-beda. Lalu G tersenyum dan bertanya kembali kepada
SS.] ” Dua atau empat?”
150. SS : [SS menjawab bersama-sama tetapi jawaban mereka beda satu sama lain. Lalu mereka tertawa karena
menjawab tidak kompak.]
151. G : [G kembali bertanya dengan pertanyaan yang berbeda.] “Kalau mau mengubah itu lebih mudah dari
besar ke kecil atau dari kecil ke besar?” [G menghadap ke arah SS]
152. SS : [SS menjawab dengan kompak.] “Besar ke kecil…”
153. G : [G mengulangi jawaban SS.] “Besar ke kecil ya.”
154. SS : [SS mengangguk menyetujui ucapan G.] “Ya..”
155. G : [G bertanya kepada SS.]” Empat dengan dua besar mana?”
156. SS : [SS menjawab dengan kompak.] “Empat.”
22
log16
157. G : [G menulis di papan tulis 2 (lihat kotak 8)] “Maka kita bisa mengubah lebih mudah dua, empat
itu dua pangkat dua ya. Kemudian kita terapkan sifat empat b. sifat nomor empat b bunyinya adalah a
pangkat m log b pangkat n, itu akan sama dengan n per m kali a log b. Sekarang kita memasukkan disini
22
log16
[G menunjuk 2 (lihat kotak 8)], m-nya berapa?”
158. BS : [BS menjawab pertanyaan G.] “Dua Pak.”
159. G : [G kembali melanjutkan pertanyaannya.] “n-nya berapa?”
160. BS : [BS menjawab pertanyaan G.] “Satu..”
12
log 16
2
161. G : “Satu ya. [G menulis di papan tulis 2 (lihat kotak 8)] Jadi akan didapat dua pangkat setengah kali
dua log enambelas. Sifat nomor empat a pangkat m log b pangkat n sama dengan n per m kali a log b.
Sekarang kita mempunyai dua pangkat dua, ini tetap ya. Yang berubah ini dua pangkat dua log
enambelas, n-nya berapa?”
162. SS : [SS menjawab pertanyaan G ] “Sembilan.”
163. G : [G kembali bertanya kepada SS karena jawaban SS kurang tepat.] “n-nya berapa?”
164. SS : [SS kembali menjawab pertanyaan G.] “Sepuluh..”
165. G : [G kembali bertanya kepada SS.] “Berarti apa?”
166. SS : [SS menjawab pertanyaan G.] ”Setengah kali dua log enambelas.”
167. G : [G meyakinkan jawaban SS.] ”Betul?”
168. SS : [SS lalu menganggukan kepala.]
169. G : [G meneruskan menjelaskan kepada SS.] ”Kemudian kita terapkan supaya sama, kita terapkan sifat
nomor empat a, hasilnya adalah dua pangkat dua log enambelas pangkat setengah. Ini sudah sama,
1
2
log16 2
berarti disimpulkan apa? [Sambil menunjuk angka 2 yang sudah sama yaitu 2 (lihat kotak 8)]
enambelas pangkat setengah itu berapa?”
170. SS : [S terlihat masih bingung dengan penjelasan dari G] “Empat.”
171. G : ”Ya. Ini kita hanya menerapkan ini ya. [G menunjuk ke catatan sifat-sifat logaritma yang ada di papan
tulis.] Maka istilahnya betul tidak sifat-sifatnya? Kalau betul, kita tinggal memakai. Jadi untuk
mengerjakan soal-soal kita menerapkan sifat-sifat itu saja. Kita baru membuktikan empat sifat.
Andaikata kita bisa mengubah besar ke kecil, kecil ke besar. Kalau sekarang yang diubah itu bilangan
pokoknya, berapa tadi?” [Sambil berjalan ke arah S yang duduk di meja depan]
172. BS : [BS menjawab pertanyaan G.] ”Empat.”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
153

Cara 1 :
4 22
log16 log16
2 = 2
12
. log16
2
= 2
1
2
log16 2
= 2
1
2
= 16
=4

(kotak 8)

173. G : [G kembali lagi berjalan ke papan tulis] ”Terus bagaimana? bisa tidak? Coba kalau ini cara yang ke dua.
Kalau sekarang bilangan pokok yang ini kita ubah menjadi dua.”
174. SS : [SS diam dan memperhatikan G.]
4
log16
175. G : [G menunjuk angka 2 pada soal 2 (lihat kotak 9)] ”Dua itu empat pangkat berapa?”
176. BS : [ BS menjawab secara bersama-sama] “Setengah.”
177. G : “Jadi kita akan dapatkan, kita akan ubah dua-nya supaya sama menjadi empat pangkat setengah ya. Lalu
dipangkatkan lagi dengan empat log enambelas, begitu ya. [Sambil menulis di papan tulis.] Dua itu
empat pangkat setengah, betul ya. Ketika kita membahas a pangkat p pangkat q hasilnya berapa?”
178. SS : [SS masih memperhatikan G saat menjelaskan, SS memperhatikan papan tulis.]
179. G : [G kembali bertanya kepada SS.] ”a pangkat p dipangkatkan q hasilnya apa?”
180. BS : [SS terdiam dan kebingungan, tapi ada BS yang menjawab pertanyaan G] “Empat pangkat setengah
kali empat log enambelas.”
181. G : ” Ya betul kita masukkan a pangkat p pangkat q. Maka hasilnya adalah empat pangkat setengah kali
empat log enambelas, betul? Kalau kita gunakan sifat empat a, empat kali empat log enambelas pangkat
setengah, maka hasilnya sudah sama, enambelas pangkat setengah sama dengan empat.” [G menulis
cara pengerjaan tadi di papan tulis dan ternyata hasilnya sama dengan yang dikerjakan sebelummnya
dengan cara berbeda yaitu enambelas pangkat setengah yaitu empat. (lihat kotak 9)]

Cara 2 :

1
4 4
log16 log 16
2 = ((4) 2 )
14
. log 16
2
= 4
1
4
log 16 2
= 4
1
2
= 16
=4
(kotak 9)

182. S7 : [Ada S7 yang dengan jeli mengamati dan memperhatikan G, tetapi ada juga yang acuh tak acuh dengan
penjelasan G. Ini terjadi karena masih ada BS yang masih belum mengerti apa maksud dari penjelasan
G. SS lalu menyalin jawaban ke dalam buku tulis mereka.]
183. G : ”Bagaimana? Ada pertanyaan?” [G kembali bertanya kepada untuk meyakinkan SS sudah mengerti dan
jelas apa belum.]
184. S8 : [S8 yang tunjuk tangan karena merasa ada yang masih kurang jelas. SS masih sibuk menulis.]
185. G : [G memperhatikan S8 yang bertanya.] ”Bagaimana mas?”
186. S8 : [S8 lalu bertanya kepada G.] ”Pak kalau setengah kok bisa pindah ke enambelas?”
187. G : ”Setengahnya kok bisa pindah ke enambelas? Ini memakai sifat....... [Tidak meneruskan ucapannya dan
mengalihkan pembicaraan] Jadi kalau mengerjakan logaritma, kita harus menggunakan sifat-sifat yang
ada. Maka penting membuktikan sifat-sifat yang ada itu. Nah sekarang kita menggunakn empat sifat,
sifat satu sampai sifat empat, begitu ya. Maka dalam mengerjakan logaritma, sifat mana yang akan kita
gunakan kalau kita mempunyai setengah kali empat log enambelas. Saya tulis ya.. Sifat mana yang kita
gunakan? [Sambil menulis di papan tulis] Tentu sifat yang nomor empat a, dimana empat a itu a log b
pangkat n. Maka kalau kita mempunyai n kali a log b akan sama dengan a log b pangkat n. Di sana
setengah kali empat log enambelas maka hasilnya adalah empat log enambelas pangkat setengah. Ok
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
154

yang lain? [Sambil menghadap ke arah S] Jadi saya tegaskan kalau mengerjakan logaritma selain
menggunakan definisi logaritma, kita menggunakan sifat-sifat yang ada. Kalau tidak sesuai sifat tidak
boleh, begitu ya. Sekarang nomor dua dicoba berdasarkan contoh ini. [Menunjuk ke jawaban nomor satu
tadi] Mau dibawa ke berapa? sembilan atau sepertiga atau yang lain? Yang lain berapa? tiga ya. Nomor
dua cobalah membawa bilangan pokok ini supaya sama ya. Mau ke sembilan atau sepertiga atau ke tiga.
Silahkan.”
188. S9: [S9 mainan kuku dan tidak memperhatikan G. SS kembali memcatat jawaban soal nomor 1 dengan cara
yang berbeda dan mencoba mengerjakan soal nomor 2]
189. G : ”Ternyata tidak ada pertanyaan. Ketika memasukkan sifat ternyata belum pada bisa. [G berbicara
sambil berjalan ke belakang kelas.] Istilahnya kita belajar dari kesalahan ya.”
190. SS : [SS tenang mengerjakan soal. Ada juga yang terdiam karena masih kebingungan, ada juga yang malah
tidur-tiduran]
191. G : [G berkeliling kelas memperhatikan SS dalam mengerjakan.] ”Silahkan nomor dua dulu ya..”
192. S10 : [S10 menulis g g log a .]
193. G : [G lalu memberikan komentar pada seorang S10 karena menulis g g log a padahal seharusnya
g
log a
g ] ”Tolong perhatikan, beda ya menulisnya.”
194. S10 : [S10 lalu memperbaiki tulisannya yang kurang tepat.]
195. G : [G berjalan menuju papan tulis lalu menambahkan tulisan g g log a pada tulisan yang sebelumnnya
≠g
g
log a g log a
yaitu g (lihat kotak 10)] ”Tolong perhatikan, kalau menulis tidak teliti maka akan
terjadi kesalahan. Sebenarmya kita di sini belajar ketelitian. Kita dituntut ketelitian didalam menulis
nilai. [G menunjuk g g log a (lihat kotak 10)] Kalau ini apa artinya? ”

≠ g ≠ g g log a
g
log a g log a
g

(kotak 10)

196. BS : [BS yang menjawab pertanyaan G] ”g kali g log a.”


g
197. G : [G menunjuk g log a yang letak g dan log a-nya sejajar.(lihat kotak 10)] ”Kali atau pangkat? Ini
sejajar.”
198. BS : [BS menjawab pertanyaan G] ”Kali.”
g
199. G : [G menyetujui pendapat BS.] ”Kali ya. g kali g log a. [G menunjuk g log a (lihat kotak 10)] Tapi
kalau ini nanti kan hasilnya menjadi g kali log a pangkat g, lain ya. Tolong menulisnya ya diperhatikan
untuk menulis logaritma. Dan satu lagi pangkat itu diatas. Tolong dicermati menulisnya.” [G berjalan ke
belakang kelas lagi sambil mengamati dan mengecek tulisan S.]
g
200. S11 : [S11 menulis hal yang sama dengan S10 yaitu g log a ]
201. G : [G melihat tulisan S11 lalu mengomentari S11 yang duduk di bangku paling belakang.] ”Hayo mas,
kamu menulis yang mana mas? Kiri, tengah, atau kanan? [G menunjuk tulisan di papan tulis
≠ g g log a ≠ g g log a , (lihat kotak 10)] Yang mana yang kamu tulis?”
g
log a
g
202. S11 : ”Yang kanan pak.” [Jawab S11 sambil tersenyum dan segera menghapus tulisan yang salah dan
mengganti dengan tulisan yang benar]
203. G : ”Padahal yang dimaksud adalah yang kiri. [Lalu G kembali lagi maju ke depan kelas dan sambil
mengkoreksi tulisan S lagi.] Perhatikan menulisnya ya. ”
g log a
204. S12 : [Ada lagi S12 yang menulis g .]
205. G : [G melihat bahwa S12 melakukan kesalahan dalam menulis lalu G menegur S12.] “Hayo mas lagi ini.
Kamu menulisnya yang mana kiri, tengah, atau kanan?” [G menunjuk lagi
≠ g g log a ≠ g g log a , (lihat kotak 10)]
g
log a
g
206. S12 : [S12 yang dikomentari G tadi lalu membetulkan tulisan yang salah tadi. Sedangkan SL masih terlihat
g
log a g log a g
bingung dalam membedakan g ,g , g log a .]
207. G : [G menjelaskan letak kesalahan yang dibuat S12.] ”Kamu menulis yang tengah padahal seharusnya
menulis yang kiri. ”
g
log a g log a
208. S13 : [Ada S13 yang bertanya kepada G bedanya ketiga tulisan g ,g , g g log a ] ”Apakah
bedanya dari ketiga tulisan itu pak?”
209. G : [Lalu G berjalan ke papan tulis dan mau menjelaskan kepada S13 dan SL. ]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
155

210. BS : [Tetapi ketika G mau menjelaskan ada BS yang berdiskusi sendir sendiri.]
211. G : [Lalu G segera menegur BS tadi dan meminta mereka untuk memperhatikan penjelasan G dulu.] ” Yang
lain perhatikan dulu ya.”
212. BS : [BS yang berdiskusi sendiri tadi lalu memperhatikan G setelah ditegur oleh G.]
g
log a g
213. G : [G menunjuk ke arah tulisan g dan g log a , (lihat kotak 10)] ”Bedanya antara ini dengan ini
letaknya dimana? ”
214. S14 : [14 menjawab pertanyaan G.] ” Log-nya itu Pak.”
g
log a
215. G : [G menunjuk ke g ] ”Kalau ini apa?”
216. BS : [BS menjawab lagi dengan suara lirih.] ”Pangkatnya..”
217. G : [G lalu menjelaskan kepada SS.] ” Ini adalah dasarnya eksponen, g pangkat g log a. Kalau yang ini...
[Menunjuk ke g g log a , (lihat kotak 10)] artinya g kali g log a. Jadi lain ya. Beda lagi dengan yang
g log a
ditengah...[Menunjuk ke g , (lihat kotak 10)] ini g pangkat g kali log a. Karena ini bilangan
pokoknya berapa?”
218. BS : [BS menjawab pertanyaan G dan SL hanya diam mendengarkan karena bingung.] ”Sepuluh.”
219. G : “Baik. Ada pertanyaan?” [G memperhatikan ke arah S dan mengerti bahwa para S masih bingung
dengan penjelasan yang telah diberikan oleh G tadi.]
220. SS : [Para S tersenyum ketika ditanya oleh G. Mereka masih belum begitu jelas membedakan
g
log a
g , g g log a , g g log a . Jadi ketika G bertanya maka S tidak ada yang merespon pertanyaan G,
mereka hanya tersenyum dan saling berpandangan dengan teman-temannya]
221. G : ”Jadi beda ya. Ada yang sudah nomor dua?” [Sambil memperhatikan S]
222. SS : [Belum ada SS yang bersedia maju mengerjakan.]
223. G : ”Kalau ada yang sudah silahkan coba. Ayo siapa yang mau mencoba? S1 ? “[G menunjuk S1 untuk
maju ke depan mengerjakan karena tidak ada S yang mau maju mengerjakan soal nomor 2.]
224. S1 : [S1 yang ditunjuk G tadi menggelengkan kepala dan tidak mau maju. S1 tadi tidak yakin dengan
jawabannya]
225. G : [G bertanya kepada SS.] ”Siapa yang mau maju nomor dua? Ini jawabannya bukan delapan ya.”
226. BS : [BS sibuk berdiskusi dengan temannya dalam mengerjakan soal nomor 2]
227. G : ”Ayo siapa yang mau mencoba? Silahkan...” [G berkeliling kelas dan memperhatikan S satu per satu
dalam mengerjakan.]
228. SS : [Belum ada SS yang mau maju, mereka masih sibuk mengerjakan. Ada BS yang sedang mengobrol
dengan temannya.]
229. G : [G bertanya kepada SS .] ”Belum ada yang mau maju? [G mengacungkan spidol ke arah semua SS.]
Siapa ayo?”
230. SS : [Tetap belum ada SS yang bersedia maju, mereka masih belum selesai mengerjakan.]
231. G : [G menanyakan kesulitan yang dihadapi SS.] ”Kesulitannya dimana coba? Apakah mengubahnya, mau
dijadikan berapa? ada beberapa kemungkinan to mengubahnya?”
232. SS : [Jawab SS dengan singkat] ”Tiga.”
233. G : ”Apa saja coba?” [bertanya kepada SS.]
1
234. SS : [SS menyebutkan ,3, dan 9] ”Sepertiga, tiga, dan sembilan. ”
3
235. G : [G bertanya lagi kepada SS.] ”Kira-kira dari ketiga ini yang mudah yang mana? ”
236. BS : [Ada BS menjawab sembilan dan yang lain masih ragu-ragu.] ” Sembilan.”
237. G : ”Ok kalau sembilan. Baik, ada yang sembilan to? Bagaimana kalau sembilan? Sepertiga itu sembilan
pangkat berapa?’
238. BS : [BS ada yang terdiam memperhatikan penjelasan G, ada juga yang sibuk berdiskusi dengan teman
sebangku, ada juga yang terlihat bingung dalam memahami penjelasan G, dan ada juga S yang
bermain-main sendiri tidak memperhatikan G. Ketika G bertanya, hanya ada BS yang menjawab
pertanyaan G] ” Min dua.”
239. G : [G memperhatikan ke arah S.] ”Kalau dijadikan sembilan, sepertiga itu sembilan pangkat berapa? ”
240. SS : [SS menjawab pertanyaan G dengan kompak.] ”Min dua.”
9
log 8
1 9
log 8
241. G : [G lalu segera menulis jawaban SS tadi di papan tulis. Yaitu = 9 −2 , (lihat kotak 11)]
3
242. SS : [SS memperhatikan G saat menjelaskan.]
243. G : “Min dua, begitu ya. Kenapa susah? Min dua, baik betul. Terus...atau sebentar saya menulisnya
1 9 log 8
= (9 −2 ) log 8 ,
9
sembilan pangkat min dua kurungnya disana ya. [G menulis di papan tulis ( )
3
(lihat kotak 11)] Terus bagaimana a pangkat p pangkat q hasilnya adalah sembilan pangkat min dua [G
menulis apa yang tadi diomongkan G bersama SS] delapan, begitu? Terus gunakan sifat nomor
berapa? ”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
156

244. SS : [SS menjawab pertanyaan G dengan kompak.] ”Empat b.”


245. G : [G kembali bertanya kepada SS.] ”Jadi apa?”
246. SS : [SS menjawab lagi pertanyaan G.] ”Sembilan pangkat sembilan log delapan min dua.”
9
log 8−2
247. G : [G bersama-sama dengan S mengerjakan dan G menulis jawaban dipapan tulis 9 (lihat kotak
11).] ”Hasilnya berapa?”
248. BS : [BS menanggapi pertanyaan G] “Delapan pangkat min dua.”
249. G : [G mendengarkan jawaban BS, lalu G menulis di papan tulis apa yang diomongkan BS. Lalu G
bertanya kepada SS, siapa saja yang menjawab betul sambil memandang ke arah S.] ”Siapa yang betul?
Ada?”
250. S5 : [Tidak ada SS yang tunjuk tangan ketika G bertanya yang pekerjaannya sama dengan di papan tulis.
Lalu ada seorang S5 yang kurang setuju dengan jawaban G dan berbicara kepada G kalau jawaban S5
berbeda dengan G] ”Pangkatnya min setengah pak.”
251. G : [G bertanya dan meminta penjelasan kepada S5 apakah alasannya pangkatnya adalah min
setengah] ”Kenapa kok pangkatnya min setengah? Kok pangkat min setengah kenapa?”
252. S5 : [S5 menjelaskan alasannya kepada G.] ”Ya itunya kan sepertiga log delapan pangkat setengah.”
253. G : ”Ini dua menggunakan sifat n kali a log b, [G bertanya kepada S5.] jadi apa?”
254. S5 : [S5 menjawab pertanyaan G.] ”a log b pangkat n.”
−2
255. G : ”Berapa ini kalau dijadikan?” [G menunjuk 8 ]
256. S5 : [S5 menjawab lagi pertanyaan G.] “Seperenampuluh empat.”

Cara I :
9

( )
log 8
1 −2
9
log 8
= 9
3
−2.9 log 8
=9
9
log 8−2
=9
−2
=8
(kotak 11) 1
=
64

257. G : ”Itu kalau dijadikan sembilan. Kalau dijadikan sepertiga, kalau dijadikan sepertiga bagaimana? Kalau
dijadikan sepertiga?”
258. SS : [Tidak ada SS yang menjawab pertanyaan G, mereka masih sibuk menyalin cara I.]
259. G : [Karena tidak ada tanggapan dari SS, maka G menjawab sendiri pertanyaannya.] ”Sepertiga kali
sembilan log delapan. Berarti sembilan itu sepertiga pangkat berapa? Apa?”
260. S14 : [S14 menjawab pertanyaan G.] “Min dua.” [Lalu S5 yang tadi jawabannya berbeda dengan jawaban G
kembali meneliti lagi pekerjaannya, padahal S5 yakin kalau jawabannya benar.]
261. G : “Sepertiga pangkat min dua, baik. Ini jadi sembilan pangkat min dua log delapan, [ G menulis di papan
9−2
tulis log 8 , (lihat kotak 12) ] begitu? Sepertiga, eh sembilan itu sama dengan.., saya salah ini
menulisnya. Sepertiga ya [G menyadari kalau salah dalam menulis, lalu G segera membetulkan tulisan
1
9−2 3− 2
yang tadinya log 8 menjadi log 8 , (lihat kotak 12)], jadi sepertiga ya, begitu ya. Betul.
Kemudian menggunakan sifat nomor berapa?”
262. SS : [SS menjawab dengan kompak.] ” Empat..”
263. G : [G sambil menulis apa yang dia omongkan di papan tulis. (lihat kotak 12)] ”Empat ya.. Sepertiga,
disini berapa? Berapa ini? Menggunakan sifat nomor empat, satu per min dua, baik. Satu per min dua
atau min setengah ya, min setengah sepertiga log delapan. Terus? ”
264. BS : [BS menjawab pertanyaan G.] ”Sepertiga log delapan pangkat min setengah.”
265. G : [G bertanya hasil perhitungan dari soal nomor 2, cara yang ke-2] ”Hasilnya berapa? Hasilnya?”
266. S5 : [S5 tersenyum karena jawaban G berbeda dengan jawaban yang sebelumnya lalu S5 berkomentar
tentang jawaban G.] ” Tidak tahu Pak kok hasilnya delapan pangkat setengah.”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
157

Cara II :

−2
⎛1⎞
⎜ ⎟
9 ⎝3⎠ log 8
⎛1⎞
log 8
1
=⎜ ⎟
3 ⎝3⎠
1
1
− .3 log 8
⎛1⎞ 2
=⎜ ⎟
⎝3⎠
1 1

3 log 8 2

⎛1⎞
=⎜ ⎟
⎝3⎠
(kotak 12)
1

2
=8

267. G : [G menghadap ke arah SS sambil tersenyum dan bingung karena jawaban yang menggunakan cara ke-2
berbeda dengan jawaban yang cara ke-1. Padahal seharusnya jawabannya sama.] ”Kok beda... [G
berjalan ke belakang dan meminta bantuan SS untuk mencari dimanakah letak kesalahannya.] Salahnya
dimana? ”
268. SS : [SS memperhatikan penjelasan G, tetapi ada BS yang tidak memperhatikan. Sedangkan ada juga SL
semakin kebingungan dengan jawaban yang berbeda tadi. Ada yang bertopang dagu karena tidak
paham dengan penjelasan G.]
269. G : ”Kesalahannya dimana? Kok hasilnya beda, itu bagaimana? Tentunya yang jelas satu ya, yang benar
yang mana? [G kembali maju ke depan dan menunjuk dua jawaban yang berbeda sambil tersenyum ke
arah SS. (lihat kotak 11 dan kotak 12)] Kesalahannya dimana? Jadi ini ada dua hal, katanya dijadikan
sembilan dan sepertiga kok lain? Tentunya ada kesalahan, kesalahannya dimana, ada yang melihat?” [G
mendekati S15 yang duduk di meja paling depan, sambil menanyakan dimanakah letak kesalahannya.]
270. S15 : [S15 hanya diam tidak menjawab pertanyaan G karena dia tidak tahu.]
271. G : [Memperhatikan ke arah SS menunggu SS berkomentar tentang kesalahan yang dibuat G.]
272. SS : [SS terdiam dan mulai berfikir mencari kesalahan apa yang menyebabkan kedua jawaban itu hasilnya
berbeda. Ada yang berfikir serius tapi ada juga yang acuh tak acuh dengan perintah G. Ada juga BS
berdiskusi dengan temannya dan menemukan kesalahan yang dibuat oleh G, lalu berbicara kepada G
dimanakah letak kesalahan yang membuat kedua jawaban tadi berbeda hasilnya.] ”Yang itu pak.
Sembilan pangkat min setengah.”
273. G : ”Apa, sembilan pangkat min setengah? Ya, jadi sepertiga itu sama dengan sembilan pangkat berapa?
Sembilan pangkat min setengah. Jadi bukan min dua tetapi min setengah. [G lalu segera membetulkan
jawaban yang salah tadi. (lihat kotak 12) ] Harusnya hasilnya sama. Harusnya hasilnya berapa ini?
1
Berapa? [Lalu G menulis hasilnya yaitu 1
. (lihat kotak 13)]. Berarti ternyata tadi keliru.” [ G
2
(8)
menghadap SS lagi sambil tersenyum karena telah melakukan kesalahan.]

Ralat cara I :

9
log 8
⎛ −1 ⎞
9
log 8
1
= ⎜9 2 ⎟
3 ⎜ ⎟
⎝ ⎠
1
− .9 log 8
2
=9
1

9 2
log 8
=9
1

2
=8
1
= 1
2
(kotak 13)
8
1
=
8
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
158

274. SS : [SS lalu membetulkan jawaban mereka yang kurang tepat.]


275. G : ”Coba kalau diubah menjadi yang lain. Tadi berapa? tiga ya. Kalau tiga bagaimana? Kalau dijadikan
tiga?” [Sambil menghapus tulisan di papan tulis.]
276. SS : [SS tidak menanggapi G. Mereka masih sibuk memperbaiki jawaban cara I yang kurang tepat tadi.]
277. G : [Karena tidak ada tanggapan dari SS, G kembali menjelaskan kepada SS.] ”Tadikan ada tiga
kemungkinan ya. Hasilnya juga harus sama. Sepertiga pangkat sembilan log delapan, dijadikan tiga.
Berarti ini jadi apa? Tiga pangkat min satu kali ini ya sembilan log delapan. Maka jadi berapa? Ini
diselesaikan dulu, tiga pangkat min satu dikali sembilan log delapan. Tiga pangkat sembilan log delapan
pangkat min satu. Terus dijadikan tiga, tiga pangkat berapa? Tiga pangkat...tiga pangkat tiga pangkat
min dua log delapan. Terus tiga min setengah tiga log delapan. Tiga pangkat tiga log delapan pangkat
setengah.” [G menjelaskan sambil menulis di papan tulis dan sesekali ada BS yang ikut menjawab
pertanyaan G. (lihat kotak 14)]

Cara III :
9

( )
log 8
1 −1
9
log 8
= 3
3
−1.9 log 8
=3
9
log 8−1
=3
32
log 8−1
=3
1
− .3 log 8
2
=3
1
3 −
log 8 2
=3
1

2
=8
(kotak 14)

278. SS : [SS memperhatikan dengan baik ketika G menjelaskan, dan sesekali mereka berdiskusi dengan
temannya. Para S juga merespon pertanyaan-pertanyaan yang bernada pancingan dari G. Ada seorang
S16 yang kurang jelas dalam memahami penjelasan guru, lalu tunjuk tangan.] ”Pak mau tanya, tiga
pangkat min setengah dari mana?”
279. G : ”Tiga pangkat min setengah yang mana? [G kembali menegaskan pertanyaan dari S16 tadi, tiga
pangkat min setengah yang bagian mana yang ditanyakan oleh S tadi] Yang ini?” [sambil menunjuk
1

2
(3) yang dimaksud S tadi. (lihat kotak 14)]
280. S16 : ” Ya.” [S16 menjawab dengan singkat.]
281. G : ” Ini menggunakan sifat nomor empat...empat berapa? [G menghadap ke arah SS sambil tangannya
menunjuk ke tulisan yang dimaksud. (lihat kotak 13)] Sifat empat b ya. Tiga pangkat dua log... m-nya
berapa? n-nya berapa? Berarti jadi? [G memancing SS untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh
S16.] begitu ya, bisa?”
282. BS : [Setiap pertanyaan G dijawab oleh BS walaupun tidak semua S menjawab, hanya BS yang mengerti dan
memahami yang menjawab pertanyaan G.] ” m-nya dua, n-nya min satu. Lalu menjadi min setengah.”
283. G : ”Baik. Yang lain ada pertanyaan? [G menghadap ke SS sambil berbicara] Jadi ada tiga kemungkinan
yang bisa dilakukan. Sekali lagi ada pertanyaan?” [Memperhatikan SS dan menunggu SS bertanya.]
284. SS : [SS terdiam dan masih sibuk menyalin tiga jawaban yang ditulis G di papan tulis tadi.]
285. G : [ G masih menghadap ke arah SS.] ” Ya supaya cepat, nomor empat...nomor empat dulu. Silahkan ada
yang maju nomor empat dan lima? [G menunggu SS dalam mengerjakan sambil berkeliling
memperhatikan SS] Yo silahkan siapa yang mau maju nomor empat dan lima? Coba siapa yang mau
maju?”
286. SS : [Belum ada SS yang bersedia maju mengerjakan.]
287. G : [Setelah menunggu lama dan tidak ada respon dari SS, maka G kembali bertanya kepada SS siapa yang
mau maju ke depan.] ”Silahkan siapa yang mau maju ke depan” [G berjalan ke belakang kelas]
288. SS : [SS sibuk mengerjakan soal nomor 4 dan 5. Ada BS yang berdiskusi dengan teman sebangkunya dan
teman yang duduk di depan atau di belakangnya, ada yang saling menukar buku tulis untuk melihat
pekerjaan temannya, dan ada juga yang hanya mengobrol dengan teman yang duduk di belakangnya.
Ada S5 yang bertanya kepada S7 tetapi ketika temannya menjelaskan, dia kurang dengar. Maka S5 tadi
meminta temannya untuk duduk bersebelahan dengan S7 tadi. Lalu terjadilah diskusi antara S5 dan S7.
Setelah S5 yang bertanya tadi jelas, dia lalu membujuk temannya untuk maju saja ke depan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
159

mengerjakan. Tetapi temannya malu dan masih belum yakin dengan jawabannya. S5 yang bertanya tadi
meyakinkan temannya bahwa yang temannya kerjakan itu betul. ]
289. G : ”Silahkan siapa yang maju nomor empat dan lima? Siapa yang mau maju? [G menunggu beberapa saat
SS yang mau maju. Tapi ternyata tidak ada yang mau maju.] Yo tidak ada yang mau maju? Saya tunjuk
ya salah satu, saya beri kesempatan ya..”
290. S5 : [S5 yang tadi berdiskusi dengan temannya lalu berbicara kepada G kalau S7 mau maju] ”Pak, S7 mau
maju.”
291. G : ”Ya S7.. [Memandang anak yang bernama S7]
292. S7 : [S7 tadi menggeleng dan mengatakan kalau belum selesai mengerjakan.] ”Belum kok Pak.”
293. G : [Karena tidak ada S yang maju sendiri tanpa disuruh, maka supaya tidak mengulur waktu, G kemudian
menunjuk salah satu S17.] ”S17. Ayo mas..”
294. S17 : [Ketika G meyebutkan salah satu nama supaya maju ke depan mengerjakan, S yang lain langsung
tertawa. Sehingga kelas menjadi ramai. Lalu S17 yang disebut namanya tadi langsung maju ke depan
mengerjakan. (lihat kotak 15)]

4 x8
4. log 4+ log 18− log 2 = log
2 2 2 2

2
2 32
= log
2
2
= log 16
= 4

(kotak 15)

295. G : ”Ok nomor empat ya.” [G lalu berjalan ke belakang kelas.] Baik nomor...berapa, yang nomor lima.?”
296. S9 : [Belum ada SS yang mau maju mengerjakan nomor 5. Ada BS yang berdiskusi dengan temannya karena
jawaban mereka beda. Lalu SL memperhatikan S17 yang maju tadi. Ada juga S9 yang bertanya kepada
G tentang soal nomor 5.]
297. G : [Mendekati S9 yang bertanya tentang soal nomor 5. Lalu G menjelaskan kepada S9 tentang cara
mengerjakan soal nomor 5.]
298. S9 : [S9 terlihat mengangguk-angguk ketika dijelaskan oleh G.]
299. G : [G lalu melihat soal yang dikerjakan S17] ”Baik nomor lima itu dua kali dua log empat.” [Setelah S17
selesai mengerjakan, G lalu memberikan komentar.] “Begitu, sudah dicoba. Kita perhatikan yang
dikerjakan S17. Betul atau salah?”
300. BS : [BS memperhatikan pekerjaan dari S17 yang maju tadi lalu menjawab pertanyaan G dengan kompak.
(lihat kotak 14)] ”Betul....”
301. G : ”Betul, ya bagus. Itu bisa kan. Yo sekarang nomor lima, siapa yang mau maju? Jadi hasilnya dua log
tigapuluh enam. Dua log tigapuluh enam ada hasilnya tidak? Ya ada tapi nanti harus pakai tabel. Baik
sementara untuk sederhanakan itu saja dua log tigapuluh enam. Baik nomor lima,ya siapa yang mau
maju lagi, sebelum nanti saya tunjuk lagi? Siapa yang mau maju? Satu sampai empat bisa.”
302. SS : [Belum ada SS yang selesai mengerjakan]
303. G : [Karena lama menunggu SS yang mau maju, maka G langsung bertanya sekali lagi.] ”Siapa yang mau
maju?”
304. SS : [SS terdiam mengerjakan soal. Ketika G bertanya siapa yang mau maju, mereka tidak ada yang mau
maju.]
305. G : [ Karena tetap tidak ada yang mau maju, maka G lalu menunjuk salah satu S] ”Tunjuk ya, baik nomor
lima silahkan maju ke depan, ayo S1. Silahkan maju ke depan.”
306. S1 : [ S1 yang ditunjuk itu segera maju ke depan mengerjakan. (lihat kotak 16). Ada S17 yang berjalan ke
meja S4 dan bertanya tentang soal nomor 5, karena dia belum begitu jelas.]

Jawaban nomor 5 :
log 6 + 2 − 2 log 3 = 2 log 6+ 2 log 4 2 − 2 log 3
2
2 log 4

= log 6+ log 16− log 3


2 2 2

2 6 x16
= log
3
2
= log 32
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
160

(kotak 16)

307. G : ”Yang lain diteruskan.” [G mendekati S18 yang duduk di kursi paling belakang dan memperhatikan
pekerjaan S18 tersebut. Lalu maju lagi ke depan memperhatikan SS yang ada di depannya lagi.]
308. SS : [SS sibuk mengerjakan soal. Ada juga yang memperhatikan temannya yang maju mengerjakan. Ada
pula yang berdiskusi mengerjakan soal nomor 5. Ada yangberjalan-jalan menanyakan bagaimana cara
mengerjakan soal nomor 5]
309. G : [G duduk di meja guru sambil memperhatikan SS.]
310. S14 : [S14 tunjuk jari dan bertanya kepada G tentang hasil pekerjaannya benar atau salah.]
311. G : [G lalu mendekati S14 dan menjelaskan apa yang ditanyakan oleh S14. Sambil tersenyum, G
mengingatkan S14 untuk selalu menggunakan sifat-sifat logaritma saat mengerjakan soal logaritma.]
312. S14 : [S14 lalu membetulkan hasil pekerjaannya.]
313. G : [ Lalu G mulai berjalan maju ke depan dan bertanya kepada SS tentang jawaban S1 betul atau
salah] ”Coba kita lihat hasilnya yang dikerjakan oleh S1. Ya ini yang dikerjakan S1 betul apa salah? [G
kembali maju ke depan memperhatikan pekerjaan S1 tadi. (lihat kotak 16)] Kebanyakan...kebanyakan
tidak mengubah dulu sebelum menggunakan sifat satu dan dua, oh dua dan tiga [G membetulkan
ucapannya yang salah]. Coba tadi saya katakan bahwa kalau kita mengerjakan logaritma, gunakan sifat-
sifat yang ada. Ketika kita menggunakan sifat yang kedua, perhatikan disini ada bilangannya tidak?
[sambil menunjuk sifat nomor dua] kalau ada tidak usah. Maka supaya hilang bilangannya, gunakanlah
sifat nomor empat, begitu. Jadi tidak boleh langsung diturunkan duanya lalu kasihkan depan, enggak,
tidak boleh. Jadi sekali lagi kita menggunakan mengerjakan logaritma menggunakan sifat-sifat. Lalu
yang dikerjakan S1, perhatikan. Betul, bagus ini. Duanya [Sambil menunjuk angka dua yang menjadi
2
log 4
bilangan pokok pada soal 2 . (lihat kotak 16)] dipindah dulu menggunakan sifat nomor empat,
menjadi dua log empat pangkat dua. Sehingga nanti hasilnya akan menjadi dua log enam plus dua log
enam belas min dua log tiga. Ini sudah sejajar dimana disini bilangannya satu. Sehingga kita tinggal
menggunakan yang jumlah menjadi kali dan yang selisih menjadi bagi. Jadi dua log enam kali
enambelas per tiga. Hasilnya berapa S1? Dua log tigapuluh dua? Berapa hasilnya? Berapa hasilnya?”
[Sambil memperhatikan S1 yang mengerjakan tadi]
2
314. S1 : [Tersenyum dan berpandangan dengan S11 karena belum tau hasil dari log 32 . Sambil menggaruk-
garuk kepalanya S1 tadi memikirkan jawabannya. Sedangkan SL memperhatikan penjelasan G]
2
315. G : ”Berapa hasilnya? [G kembali menanyakan hasil dari log 32 karena tidak ada yang menjawab]
hasilnya berapa dua log tiga puluh dua?”
316. S7 : [S7 menjawab pertanyaan G tetapi kurang yakin sehingga suaranya pelan] ”Lima..ya lima.”
317. G : ”Berapa? ya lima. Ya..sampai disini dulu apakah ada pertanyaan?” [memberi kesempatan SS untuk
bertanya.]
318. S5 : [S5 bertanya kepada G mengenai soal yang ada di buku handout] ”Pak, saya tidak mengerti soal yang
nomor tiga, tidak tahu cara mengerjakannya.”
319. G : [G berjalan mendekati S5 yang bertanya tadi] ”Kenapa? [Berbicara kepada S5 supaya membahas soal
yang tadi dulu baru soal yang ditanyakan S5.] Oya sebentar kita menyelesaikan yang ini dulu ya.” [Lalu
G memberi kesempatan kepada SS untuk bertanya.] yang ini dulu apakah ada pertanyaan? Yang
dikerjakan disini satu, dua, empat, dan lima apakah ada pertanyaan? [Karena tidak ada SS yang
bertanya, maka G lalu melanjutkan materi]. Baik kalau tidak kita kembangkan, silahkan dibuka
bukunya. Kita akan mencoba mengerjakan sama nomor dua, masih menggunakan sifat satu sampai sifat
yang ke empat. Nomor dua ya..” [(lihat kotak 17)]

2. Sederhanakan.
1 3
3
a. log 4 + log 6
2
c. log 9 + 2 − 2 log 6
6 6
6 log 2

5
log 2
e. 5
8
log 49
g. 2 2

(kotak 17)

320. SS : [SS lalu sibuk membuka buku handout, lalu memperhatikan penjelasan G]
321. G : ”Silahkan kerjakan nomor dua. Nomor dua pun coba yang dikerjakan disini ada a, c, e, dan g. G-nya
sudah sama dengan ini [sambil menunjuk soal nomor 3] Jadi itu dulu diselesaikan, sama dengan itu to
[sambil tersenyum dan menunjuk ke soal nomor tiga tadi] Ya, jadi nomor dua a, c, e, dan dua g. G-nya
sama dengan ini [kembali menunjuk soal nomor 3 yang ada di papan tulis] Tadi sudah saya ambilkan
yang sama dengan ini. Silahkan...”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
161

322. SS : [SS lalu mulai mengerjakan apa yang diperintahkan oleh G dengan tenang. Lalu lama-lama sesekali
ada S4 yang tertawa dengan teman sebangkunya sehingga membuat kelas yang tadinya tenang menjadi
ramai]
323. G : [G meminta SS mengerjakan soal 2a] “Ayo coba nomor dua a. Atau ini dulu ya boleh. [G menunjuk soal
nomor 3 yang tadi, yang belum sempat dikerjakan.] nomor tiga ini sama dengan nomor dua g ya.” [G
mulai berjalan ke belakang kelas sambil memperhatikan SS dalam mengerjakan.]
324. BS : [BS mulai berdiskusi dengan teman sebangkunya. Ada juga yang sedang berusaha menjelaskan kepada
temannya yang belum jelas dengan penjelasan G tadi. Ada lagi yang mencocokkan jawabannya dengan
jawaban temannya.]
325. G : ”Saya harapkan ada yang maju, dan siapa yang sudah maju memberi kesempatan bagi yang belum
maju.” [G meminta SS untuk maju mengerjakan dan berpesan bila sudah pernah maju supayaa memberi
kesempatan yang belum pernah maju mengerjakan.]
326. S17 : [Ada S17 yang berjalan-jalan sambil mencocokkan jawabannya dengan teman di sebelah bangkunya
dan kemudian berdiskusi dengan temannya tadi.]
327. G : [G mendekati S7 yang duduk di bangku paling depan dan memperhatikan S7 tadi dalam mengerjakan.]
328. S7 : [S7 memperlihatkan hasil pekerjaannya kepada G.]
329. G : [ Lalu G bertanya kepada S7 sambil tersenyum mengenai maksud dari pekerjaannya karena G melihat
bahwa pekerjaan S7 ada yang salah. Tetapi G tidak langsung menyalahkan S7. G memberikan
kesempatan kepada S7 untuk memikirkan apakah pekerjaannya sudah benar atau belum.]
330. S7 : [ S7 yang ditanyai G tadi mulai berfikir, lalu kemudian dia baru sadar kalu pekerjaannya ternyata
memang salah. Lalu S7 tersenyum dan bertanya kepada S10 yang duduk di belakangnya. Lalu ada SL
yang berdiskusi dengan temannya]
331. G : ”Minta tolong papan tulisnya dihapus dulu.”
332. S6 : ”Heh siapa yang piket hayo?” [lalu ada S19 yang piket maju menghapus papan tulis.]
333. G : [G kembali berkeliling kelas dan memperhatikan pekerjaan SS. G berhenti agak lama di bangku nomor
dua. ]
334. S19 : [Bertanya kepada G cara mengerjakan soal nomor 2e.]
335. G : [G terlihat menjelaskan kepada S19.]
336. S19 : [S19 mengangguk-angguk ketika G menjelaskan kepadanya.]
337. G : [ Lalu setelah selesai, G kembali berjalan ke belakang lagi] ”Baik coba sudah sampai nomor berapa?
Ayo siapa yang mau maju ke depan? Yang belum?”
338. S7 : [ S7 tunjuk jari mau maju mengerjakan soal 2a. ]
339. G : [ G mempersilahkan S7 untuk maju. ]
340. S7 : [Maju mengerjakan di papan tulis.(lihat kotak 18). Ada lagi S5 yang tunjuk jari mau maju mengerjakan
soal 2c .]
341. G : [ G mempersilahkan S5 maju juga.]
342. S5 : [Maju mengerjakan di papan tulis. (lihat kotak 19)]
343. G : [G berjalan ke depan kelas.] ”Masih ada satu tempat lagi, pakai kapur. Silahkan. Ada yang mau maju
lagi? [sambil menunjukkan kapur ke arah SS, lalu G kembali berjalan ke belakang sambil
memperhatikan BS yang maju ke depan mengerjakan tadi.] S5 dua c, S7 dua a. Coba nomor dua dulu,
nomor dua a dan c dulu. Dua a apakah masih ada yang salah? Betul to itu mengerjakannya? Apakah
masih ada yang salah? [G kembali berjalan ke depan sambil memperhatikan S5 dan S7] Sudah, bisa?
Betul ya. “ (lihat kotak 18 )

Jawaban :

1 3 1
3
2a. log 4 + log 6 = 3 log(4 x6)
2 2
3 9
= log( x 6)
2
3
= log 27
=3
(kotak 18)

”Lalu dua c apakah masih ada yang keliru, betul atau salah nomor dua c? Betul ya. Ok berapa nomor
dua c yang sudah mengerjakan dan betul?” ( lihat kotak 19)
344. SS : [Lalu SS yang jawabannya betul tunjuk tangan. Ada sekitar 16 orang yang sudah betul dan masih ada 5
orang yang belum betul dalam mengerjakan.]
345. G : [G menghitung SS yang betul dalam mengerjakan soal 2c.] ”Baik ada enam belas orang yang betul, jadi
masih ada lima orang yang belum betul mengerjakan. Ok berarti ada enambelas. Berikutnya, berarti ada
dua e dan dua g. Siapa yang mau maju nomor dua e?
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
162

Jawaban :
2c. log 9 + 2 −2 = log 9+ log 2 + 6 log 6 2
6 6
6 log 2 log 6 6 6 2

=
6
log 9+ 6 log 4+ 6 log 36
6 9 x4
= log
36
6 36
= log
36
6
= log 1
=0

(kotak 19)

346. S15 : [ S15 maju tanpa ditunjuk.] ”Nomor dua e, Pak.”


347. G : ”Ya, nomor dua e. ” [G mempersilahkan S15 maju mengerjakan.]
348. S15 : [S15 langsung maju ketika G memberikan persetujuan. (lihat kotak 20)
349. G : ”Dua g sekalian. [G menunjuk S13 supaya maju mengerjakan.] S13 mau maju? Ok.”
350. S13 : [S13 yang ditunjuk G tadi langsung maju mengerjakan ketika disuruh oleh G. (lihat kotak 21). ]

Jawaban soal :

1
5
log 2 52
2e. 5 = 5 log 2

5 2
=5 log 2
5
log 4
=5
=4

(kotak 20)

351. G : [G mendekati S14 yang duduk di belakang sendiri dan terlihat terjadi diskusi antar G dengan S14. Lalu
G kembali berjalan ke bangku di depannya dan G juga berdiskusi sebentar dengan S12 tadi. Lalu G
berjalan ke depan kelas dan memperhatikan pekerjaan S15.] ”Coba kita lihat. Nomor dua e yang
dikerjakan oleh S15, ini akan dibawa ke berapa? lima ya. Akar lima itu adalah....berapa ini mas? [sambil
menunjuk jawaban S15 yang ternyata penulisannya salah.] maksudnya lima pangkat setengah ya. kalau
maksudnya lima pangkat setengah menulisnya adalah [tersenyum kepada S15 sambil membetulkan
1
1 2
tulisan S15 yang salah yaitu 5 menjadi 5 . (lihat kotak 20)] lima pangkat setengah. Maksudnya
2
benar tapi menulisnya keliru. Terus ini kesini gimana kok bisa pangkat dua ini, bagaimana S15?” [G
menunjuk soal 2e dari baris dua ke baris tiga. (lihat kotak 20)]
Jawaban soal :
8 2 2
2g. 2 2 log 49 = 2 2 log 49
= 49

(kotak 21)

352. SS : [Yang menjawab justru SS.] ”n per m.”


353. G : [G meminta S15 supaya menuliskan cara mengerjakan sol 2e dengan jelas agar SS bisa mengerti
maksud dari S15.] ”m-nya berapa? n-nya? Diletakkan dimana supaya temannya tahu.”
354. S15 : ” m-nya setengah dan n-nya satu. ” [S15 menjawab pertanyaan G.]
355. G : “ Diletakkan dimana? Jangan langsung disana. Berarti harus diletakan di lima, ini berapa? [sambil
menunjuk pada jawaban S15. (lihat kotak 20) ] setengah kali lima log dua. Begitu? Supaya temannya
tahu, berarti lima pangkat dua, jadi seperti ini supaya temannya tahu. Soalnya kamu bisa tapi ada
temanmu yang tidak bisa. Betul? Betul ya baik. Kemudian yang ini. [menunjuk jawaban soal nomor 2g
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
163

(lihat kotak 21)] ini yang mengerjakan S13 ya. Menulisnya bagaimana ini? Bagaimana? Ini bagaimana?
Makanya yang dimaksud adalah... yang dimaksud apa mbak? [bertanya kepada S13 yang tadi maju
mengerjakan soal 2g] yang dimaksud adalah dua akar dua pangkat delapan log empat puluh sembilan.
Menulisnya salah ya.. Lalu delapan apakah dua akar dua? Jadi kalau mau tulisannya salah tapi
maksudnya benar, delapan kan bukan sama dengan dua akar dua. Dua akar dua itu sama dengan berapa
to? Ayo S13 dibetulkan dulu.. menulisnya dibetulkan dulu lalu jawabannya juga masih kurang tepat.”

356. S13 : [S13 yang mengerjakan kurang tepat tadi kemudian berdiskusi dengan teman sebangkunya. Dia tidak
segera maju karena belum tahu jawaban yang benar itu bagaimana. S13 terlihat kebingungan.]
357. G : ”Coba mbak dikerjakan dulu sebentar. [G memberi waktu bagi S13 untuk membenarkan jawabannya.]
itu keliru ya tulisannya. Harusnya adalah dua akar dua pangkat berapa? delapan log empat puluh
sembilan. Kalau mau dijadikan dua akar dua, dua akar dua log berapa delapan ini? Akar? Delapan sama
dengan dua akar dua pangkat? ”
358. SS : [SS membantu S13 dan menjawab pertanyaan G dengan kompak.] ”Enam.”
359. G : [Karena waktunya sudah habis, maka G memberikan tugas kepada SS.] ”Kemudian ini ya untuk
tugasnya, nomor dua a diselesaikan termasuk yang disana tulisannya masih keliru. Jadi nanti tugasnya
yang nomor yang belum dua b, f, dan h. Oya g juga belum selesai. Kemudian akan saya tambah juga
kalian mempelajari sifat nomor lima, enam satu dan enam dua. Jadi tugasnya...jadi tugasnya nanti
[sambil menulis tugas yang harus dikerjakan SS di papan tulis.] nomor dua b, f, dan g kemudian sifat
nomor enam satu dan enam dua. Jadi untuk hari ini kita mempelajari penerapan sifat-sifat satu sampai
nomor empat. [G menunjuk pada sifat-sifat yang ditulis di papan tulis] Saya ingatkan kembali, untuk
mengerjakan logaritma itu harus menggunakan sifat ya. sifatnya kita gunakan setelah kita buktikan.
Setelah kita tahu kita gunakan, terapkan. Tidak boleh seenaknya. Kalau mau membuat jumlah
menggunakan sifat nomor empat. Begitu ya. Jadi hari ini kita mempelajari sifat nomor satu sampai sifat
nomor empat a dan b. Lalu ada latihan disana, andaikata besok masih ada yang belum jelas, bisa
ditanyakan. Kemudian nanti kita pada pertemuan yang akan datang mempelajari sifat yang nomor lima,
enam satu, dan enam dua. Jadi nanti pada pertemaun yang akan datang, kita akan melanjutkan ke sifat
yang berikutnya. Baik kita akhiri pertemuan hari ini.”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
164

TRANSKRIP KEGIATAN
PERTEMUAN III ( 1 Oktober 2007 )

Keterangan : G : Guru SS : Semua Siswa BS : Beberapa Siswa


Sn : Siswa yang ke-n SL : Siswa Lain

1. G : [G memulai pelajaran dengan membahas tugas yang diberikan minggu kemarin] ”Ada tugas kemarin?
Sudah dilaksanakan? ”
2. SS : [Suasana kelas ramai karena SS masih sibuk menyiapkan diri. Ada yang mulai mengeluarkan buku dari
tas, ada yang membuka-buka buku tulis dan handoutnya, ada yang masih mengobrol dengan teman di
kanan kirinya, dan masih ada yang berdiam diri saja melihat ke luar kelas tidak segera membuka buku
pelajaran. Tidak ada yang menanggapi pertanyaan G.]
3. G : [G kembali bertanya karena pertanyaannya tidak ditanggapi.] ”Ada masalah? Apa? [sambil
memperhatikan ke arah SS yang mau bertanya]. Nomor berapa? ”
4. S1 : [S1 menyebutkan soal yang kemarin diberikan oleh G.] ” satu d, Pak.”
5. G : ” Satu d ya, terus....”[sambil menulis 1d di papan tulis.]
6. S2 : [ S1 salah menyebutkan nomor soal sehingga kelas menjadi ramai karena BS memberi komentar kalau
S1 salah menyebut nomor. Lalu ada S2 yang meralat bahwa bukan 1d tapi 2d.] ” Dua d, Pak. ” [S2
membenarkan S1 yang salah menyebutkan soal tadi.]
7. G : “ Apa? Dua d ya [G menghapus 1d dan menggantinya dengan 2d] Terus, ada lagi? Apakah ada lagi?”
8. BS : [BS menyebutkan soal 2b] ”Dua b pak.”
9. G : ”Dua b...dua b, ada lagi? [sambil menulis 2b di papan tulis] Baik sudah cukup? Sudah?”
10. BS : [BS menyebutkan nomor 2f.] ”Nomor dua f, Pak.”
11. G : ”Dua f ya. Baik yang sudah mengerjakan silahkan maju nomor dua b, dua d, dan dua f. Silahkan yang
sudah mengerjakan maju ke depan.” [lalu G berjalan ke arah SS, G mulai membuka-buka buku SS satu
per satu dan meneliti pekerjaan SS apakah sudah mengerjakan PR atau belum.]
12. S3 : [ S3 maju mengerjakan soal 2f tanpa ditunjuk oleh G]
13. G : [G berhenti meneliti pekerjaan SS, lalu memandang ke arah S3 yang mau maju sambil bertanya.] ”Yuk
mau mengerjakan nomor berapa?”
14. S3 : [Melihat ke arah G lalu berjalan menuju papan tulis mengerjakan. (lihat kotak 1)] ” Dua f, Pak.”

1
= ((4) 2 )
4 4
log 36 log 36
2f. 2

1 4
x log 36
2
= 4
1
4
log 36 2
= 4
1
2
= 36
=6
(kotak 1)

15. G : ” Ya nomor dua f. [mempersilahkan S3 maju mengerjakan soal 2f.] Tadi yang sudah silahkan. Silahkan
yang mau maju nomor dua b dan dua d.” [Berbicara sambil terus meneliti pekerjaan SS.]
16. S4 : [S4 berdiri dan mau maju mengerjakan soal 2b]
17. G : [G mempersilahkan S4 untuk maju mengerjakan.] ”Ya kamu, boleh.”
18. S4 : [S4 langsung berjalan ke depan mengerjakan di papan tulis juga . (lihat kotak 2)]

7
2b.
2
log 7− 2 log 28= 2 log
28
2 1
= log
4
= -2 (kotak 2)

19. G : ” Satu lagi masih ada dua d, silahkan. [G berbicara dan masih terus meneliti pekerjaan SS satu persatu
sambil sesekali melihat S3 dan S4 yang mengerjakan di papan tulis.] Ayo dua d, silahkan.”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
165

20. S5 : [S5 terlihat kebingungan menengok ke kanan dan kiri sambil membolak-balik buku mencari pekerjaan
rumahnya. S5 tidak tahu kalau ada PR, lalu S5 bertanya kepada SL mana PR yang harus dikerjakan.
Lalu SL tadi menjelaskan kepada S5 PR yang harus dikerjakan sambil sesekali memegangi kepalanya. ]
21. G : [G meminta SS untuk mengerjakan soal 2d.]” Yuk siapa yang mau maju nomor dua d? Sudah?”
22. SS : [Tidak ada SS yang bersedia maju mengerjakan. BS terlihat sedang berbincang-bincang dengan teman
sebangkunya, ada juga yang hanya diam memandangi papan tulis, dan ada juga yang sibuk menulis
sesuatu.]
23. G : [G kembali meminta SS untuk maju mengerjakan.] ”Ayo dua d tidak ada yang mau maju? [Karena tidak
ada yang bersedia maju, lalu G memanggil S6 dan meminta S6 untuk maju mengerjakan.] Yuk kamu.”
[G masih terus berkeliling sambil mengkoreksi pekerjaan SS.]
24. S6 : [S6 yang disebut namanya tadi lalu maju ke papan tulis mengerjakan soal 2d. (lihat kotak 3). Lalu ada
SL yang saling berdiskusi dengan teman sebangku dan teman yang duduk di belakangnya. Mereka saling
mencocokkan jawaban mereka.]

2d. log x + log x = log x .x


2 3 2 2 3

2 4
= log x
(kotak 3)

25. G : [G maju ke depan kelas mendekati papan tulis.] ”Baik mari kita lihat yang sudah dikerjakan. [bertanya
kepada SS mengalami kesulitan dimana sambil memandang ke arah SS.] Kalian kesulitnnya dimana to?
Yang mana dulu? Yang nomor dua b, kesulitannya dimana? Nomor dua b menggunakan sifat? Sifat
berapa? [sambil menunjuk pekerjaan S4 yang nomor 2b.] ”Sifat tiga ya, masalahnya dimana? Betul ini?”
26. SS : [Menjawab dengan bersama-sama] ”Betul....”
27. G : ”Betul ya.[sambil memberi tanda benar pada soal nomor 2b] Kemudian nomor d masalahnya dimana?
Betul apa salah?” [sambil menunjuk pekerjaan S6 yang nomor 2d]
28. BS : [BS menjawab pertanyaan G] ”Betul, Pak.” [Kelas dalam keadaan tenang, SS memperhatikan G saat
menjelaskan dan mengkoreksi pekerjaan S6 yang mengerjakan di papan tulis. ]
29. G : [sambil memperhatikan SS dan heran melihat SS yang masih terlihat bingung dengan soal tersebut.
]”Masalahnya dimana? Gunakan sifat nomor berapa? betul ya, atau mau dituliskan empat dua log x,
boleh. Betul ya, ok. [Kembali bertanya kesulitan yang dihadapi SS sambil mendekati salah satu meja
S1.] Kesulitannya dimana? ”
30. S7 : [ S7 bertanya kepada G] ”Menulisnya beda pak, empatnya di depan.”
31. G : ”Apa? [sambil memperhatikan S7 yang bertanya tadi] O..jadi empatnya di depan? Begini? [sambil
menulis jawaban yang dimaksud oleh S7.] Boleh tidak? [G meminta persetujuan kepada SS apakah
boleh penulisan yang diusulkan S7]. Boleh tidak? ”
32. BS : [Lalu ada BS yang menjawab pertanyaan G hampir bersamaan.] ”Boleh Pak.”
33. G : ”Boleh mas. Jadi mau dituliskan empat kali dua log x, boleh. Nomor dua f [memperhatikan ke arah SS]
nomor dua f mau dibawa kemana? Mau dibawa ke empat? Yang dikerjakan S3 ini mau dibawa ke empat,
boleh ya. Dua itu empat pangkat setengah, kemudian baru dinaikkan. Betul ya, betul? Yang lain, yang
membawa f mungkin ada cara yang lain? [memberi kesempatan S untuk menanggapi pernyataan G.]Ada
yang mengerjakan berbeda? “
34. SS : [SS tidak memberi tanggapan, SS hanya memperhatikan G dalam menjelaskan. Ada juga yang masih
sibuk mengerjakan soal.]
35. G : ” Ini S3 membawa bilangan pokoknya empat. Jadi dua itu empat pangkat setengah. Bisa dibawa kemana
lagi? Bilangan pokoknya dua, tetap dua, jadi yang berubah ini dua pangkat dua,ok.
36. SS : [G mengangguk-angguk ketika G memberi penjelasan.]
37. G : [G memberi kesempatan SS untuk bertanya.] Ada lagi pertanyaan? ”
38. SS : [SS tidak ada yang bertanya kepada G. BS terlihat sedang menyalin jawaban temannya yang ada di
papan tulis.]
39. G : ”Tadi saya lihat sudah ada beberapa yang mengerjakan dan benar, tetapi ada juga yang masih belum
mengerjakan. Sudah ya, baik. [G mengajak SS untuk mempelajari sifat nomor 5.] Kalau sudah, tidak ada
pertanyaan, kita teruskan ke sifat nomor lima. Sifat ke lima. ”
40. S8 : [S8 bertanya kepada G soal yang ada di handout, halaman 11 soal 3.] “Pak tanya, soal nomor tiga
dalam buku handout, halaman 11.”
41. G : ”Ya...[sambil mendatangi S8 yang bertanya tadi]. Tadi ada kesempatan bertanya tidak bertanya. Ya
sudah baik nomor berapa? ”[bertanya kepada S8 mana yang tidak bisa mengerjaakan tadi.]
42. S8 : [S8 menjawab pertanyaan G sambil memperhatikan buku handout.] ” Halaman sebelas nomor tiga,
Pak.”
43. G : ”Halaman sebelas nomor tiga. Apakah ada yang bisa? [Lalu G berjalan menuju meja guru dan
mengambil buku handout,lalu mulai mebuka-buka buku mencari soal yang dimaksud S8..] Halaman
sebelas nomor tiga. Ada yang bisa halaman sebelas nomor tiga. [memberi kesempatan SS untuk mencoba
mengerjakan.]Ada yang bisa, sudah dicoba?”
44. SS : [SS tidak menjawab pertanyaan G, karena SS tidak bisa mengerjakan. BS terlihat masih membolak-balik
buku handout mencari soal yang ditanyakan S8.]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
166

45. G : [Karena SS tidak bisa mengerjakan, maka G memberikan pancingan pertanyaan-pertanyaan supaya SS
bisa mengerjakan.] ”Baik, tunjukkan bahwa x sama dengan dua pangkat dua akar dua. Siapa yang mau
mencoba,ya...? [sambil mengacungkan spidol ke arah SS supaya ada SS yang mau maju] Siapa yang mu
mencoba silahkan? Silahkan. Kira-kira bagaiman caranya? [memberi kesempatan SS untuk maju
mengerjakan.]Ada yang mau mencoba? ”
46. SS : [Tidak ada SS yang mau maju mengerjakan. ].
47. G : [G memanggil S9 untuk maju ke depan mengerjakan.] ” S7? ”
48. S9 : [S9 yang dipanggil G tadi menggelengkan kepalanya tidak bersedia maju mengerjakan.]
49. G : ”Mau mencoba? [memanggil lagi S3 supaya maju lagi mengerjakan .] S3 ? ”
50. S3 : [S3 yang dipanggil juga tidak mau maju mengerjakan.]
51. G : ”Siapa yang mau mencoba? Tidak ada?” [G berulang kali memberi kesempatan kepada SS untuk
mencoba mengerjakan]
52. SS : [SS tidak ada yang mau mengerjakan. Kelas dalam keadaaan tenang karena SS sibuk mencoba
mengerjakan soal.]
53. G : [Karena tidak ada tanggapan dari S, G lalu membahas soal bersama-sama dengan SS.] ”Coba, mari kita
lihat. X log dua samadengan nol koma empat [sambil menulis log 2 = 0,4 di papan tulis.(lihat
x

kotak 4)] tunjukan bahwa x sama dengan dua pangkat dua akar dua, begitu ya. Kalau kita ubah dalam
bentuk pangkat rasional, hasilnya apa? Atau kita ubah dalam bentuk pangkat rasional, [sambil
mengerjakan di papan tulis.(lihat kotak 4)] ini sama dengan x pangkat nol koma empat sama dengan
dua, begitu ya.. Terus nol koma empat itu berapa?”
54. BS : [BS menjawab dengan kompak.] ” Empat per sepuluh.” [Sedangkan SL hanya diam memperhatikan G.]
4
55. G : ” Atau apa?” [G menanyakan dapat disederhanakan menjadi berapa.]
10
56. S10 : [ S10 menjawab pertanyaan G] ”dua per lima.”
57. G : “Begitu ya? Jadi x pangkat dua perlima sama dengan….x-nya berapa? kita kan tadi mau mencari x-nya
to. X-nya berapa? Sekarang kita membuat suatu persamaan x pangkat dua per lima sama dengan dua. x
pangkat dua perlima itu akan sama dengan berapa pangkat dua perlima? Supaya nanti x-nya sama.
Berapa pangkat dua perlima? Bisa tidak, kalau ini kita kembangkan disini dulu ya dua pangkat dua, akar
itu dua pangkat setengah sama dengan dua pangkat? Dua pangkat?” [G menulis sambil menjelaskan apa
yang ditulisnya kepada SS. (lihat kotak 4)]
58. SS : [Ketika G bertanya, SS hanya diam saja mendengarkan G menjelaskan. S tidak menanggapi pertanyaan
G..]
59. G : [Karena tidak ada tanggapan dari S, maka G menjawab sendiri pertanyaannya.] ”Setengah begitu ya,
betul. Nah sekarang kalau kita diminta x pangkat dua perlima samadengan berapa pangkat dua perlima?
Yang paling mudah berapa? Dua pangkat lima per dua to? Betul tidak? Kalau dikalikan kan satu. Iya
kan.” [G berjalan ke bagian depan kelas sebelah kiri sambil memperhatikan SS. ]
60. SS : [SS dengan tenang memperhatikan G ketika menjelaskan. Sesekali terlihat BS sedang bercanda dan
mengobrol dengan teman sebangkunya. ]
61. G : ”A pangkat p pangkat q sama dengan a pangkat pq, begitu ya. Kalau dua ingin dijadikan berapa pangkat
dua perlima, kan tentunya dua pangkat lima perdua pangkat dua perlima, kalau dikali berapa? sehingga
x-nya ketemu, jadi x-nya adalah dua pangkat lima per dua. Kalau dua pangkat lima perdua, kita bisa
menuliskan dua pangkat dua kali dua pangkat setengah. Dua pangkat dua akar dua, jadi terbukti.
[Kembali berdiri di bagian depan kelas sebelah kiri sambil melihat ke arah papan tulis. ] Jadi kita
membawa x log nol koma empat menjadi pangkat rasional. Jadi pangkat rasional x pangkat nol koma
empat sama dengan dua, nol koma empat itu dua perlima, jadi x pangkat dua perlima sama dengan dua.
Sedangkan untuk mencari x-nya, dua itu sama dengan berapa pangkat dua perlima, jadi dua pangkat lima
per dua. jadi x-nya samadengan dua pangkat lima per dua. [ berbicara sambil memperhatikan ke arah S]
Ada yang mengerjakan ke arah sana? ”
62. SS : [SS tidak menjawab pertanyaan G, karena tidak ada yang mengerjakan ke arah yang dimaksud G]
63. G : [G memperhatikan SS.] ”Tidak ya.”
64. SS : [SS melihat ke arah papan tulis semua, memperhatikan saat G mengerjakan soal yang ditanyakan oleh
S6, dan BS sesekali menjawab beberapa pertanyaan pancingan yang diajukan oleh G. Setelah G selesai
menjelaskan, SS mulai menyalin jawaban G. Ada yang masih tengak-tengok kanan kiri melihat buku
tulis temannya, ada yang menyalin jawaban G sambil memegangi kepalanya, ada yang menyalin sambil
bertopang dagu, dan ada BS yang masih berdiskusi membahas jawaban G tadi.]
65. G : ”Baik kita akan meneruskan sifat yang ke lima. Sudah ya tidak ada pertanyaan?”
66. SS : [Tidak ada S yang bertanya kepada G.]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
167

Soal dalam handout :

x
log 2 = 0,4
2 2
x= 2
1
2 2
= 2 x2
5

= 22
Pembuktian :
x
log 2 = 0,4 ⇔ x 0, 4 = 2
2

x =2
5

2 5 2

x = (2 )
5 2 5

5
x=2 2

1
2 2
= 2 x2 (kotak 4)
2
= 2 2 ( TERBUKTI )

67. G : [Karena tidak ada S yang bertanya, maka G meneruskan menjelaskan sifat logaritma yang ke 5.] ”Baik
sudah ya.[G menulis sifat nomor 5 di papan tulis. (lihat kotak 5)] Buktinya dalam buku handout kalian
ada. Jadi sifat yang ke lima, kalau kita mempunyai logaritma a log b kita bisa membuat menjadi suatu
logaritma pembagian, p log b per p log a. Jadi suatu logaritma pembagian p log b per p log a, dengan p
bilangan positif. [sambil membacakan lagi sifat nomor 5 yang telah ditulisnya di papan tulis.] Disana
ada sifatnya, sifatnya kalau kalian butuh buktinya, di buku kalian sudah ada. Coba dicermati sebentar
bukti sifat yang ke lima di dalam buku kalian.” [G mencermati tulisan yang ada di buku handout
halaman 15]
68. SS : [SS juga mencermati tulisan yang ada di buku handout halaman 15]
69. G : [G meneruskan menjelaskan pembuktian sifat 5.] ”Cermati dulu sebentar, mungkin nanti ada pertanyaan.
Saya agak sedikit berbeda dalam menggunakan variabel ya. Dalam buku g log a samadengan x log a per
x log g. Jadi g-nya saya ganti dengan a, a-nya saya ganti dengan b, dan x-nya saya ganti dengan p. Ada
masalah? [berdiri di depan kelas sebelah kiri dan memperhatikan SS] Ada masalah dari pembuktiannya?

70. SS : [SS tidak menanggapi pertanyaan G. BS terlihat sedang memperhatikan buku handout.]
71. G : ”Dimisalkan dulu a log b itu sama dengan suatu variabel. Sudah...sudah, tidak ada? Nah kita bisa
menggunakan sifat ini untuk mencari suatu logaritma.”
72. BS : [BS terlihat mengangguk-angguk mendengar penjelasan dari G. Ada juga yang hanya terdiam
memperhatikan G, dan ada juga yang bertanya dengan teman sebangkunya maksud pembuktian di buku
handout.]
73. G : [G menulis contoh soal di papan tulis. (lihat kotak 6)] “Misalnya contoh ya, misalnya kita mempunyai
soal ini, jika diketahui dua log tiga sama dengan p, berapakah nilai tiga log enam puluh empat? Atau tadi
kita mempunyai soal dua log tiga samadengan p, berapakah tiga log enam puluh empat? Nah untuk
menjawab ini, kita harus membawa soal logaritma yang diketahui tiga log enampuluh empat ke bilangan
pokok dari yang diketahui. Bilangan pokok yang diketahui berapa? bilangan pokoknya? Berapa?”
2
[sambil melingkari tulisan log 3 (lihat kotak 6)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
168

Sifat 5 :

p
log b
a
log b = p
dengan p > 0
log a
Dalam buku handout :
x
log a
g
log a = x
log g
Bukti :
Jika
g
log a = p maka g p = a
x
log a = x log g p
x
log a = p. x log g
x
log a
p= x
log g
x
log a
g
log a = x
( TERBUKTI )
log g

( kotak 5 )

74. BS : ” Dua.” [BS menjawab pertanyaan G dengan benar, tetapi ada SL yang menjawab salah juga.]
75. G : ”Dua ya. Maka kita harus membawa, mengubah bilangan pokok yang ditanyakan itu ke bilangan pokok
yang diketahui. Dengan menggunakan sifat yang ke lima, dimana p-nya itu adalah bilangan positif.
Disyaratkan bilangan positif. Maka ini kita ubah ke dalam bentuk dua log enam puluh empat dibagi
dengan dua log tiga. Dimana p-nya kita ambil dua sesuai dengan yang diketahui. [sambil menulis apa
yang G omongkan di papan tulis.] Dua log enam puluh empat berapa nilainya?”
76. SS : [SS masih terdiam dan tidak menjawab pertanyaan G]
77. G : [G mengulangi lagi pertanyaannya karena tidak ada SS yang menjawab pertanyaannya.] ”Dua log
enam puluh empat?”
78. SS : [Tetap tidak ada SS yang menjawab pertanyaan G.]
79. G : [G kembali bertanya lagi kepada SS.] ”Dua log enam puluh empat?”
80. S11 : [S11 yang menjawab pertanyaan G] ” Enam Pak.”
2
81. G log 3 .] ”Dua log tiga? ”
: ” Ya, enam. Berarti enam per....dua log tiga? [ G bertanya hasil dari
2
82. SS : [Tidak ada SS yang menjawab pertanyaan G ketika G bertanya hasil dari log 3 ]
83. G : [G kembali mengulang pertanyaannya karena tidak ada SS yang menjawab pertanyaannya lagi.] ”Dua
log tiga berapa? Dua log tiga?”
84. S4 : [S4 menjawab pertanyaan G] ”Delapan pak.”
85. G : [G memperhatikan S4 dengan muka heran ] “Delapan dari mana? Dua log tiga itu diketahui yaitu p.
Sudah diketahui lho, dua log tiga samadengan p. Lha kok pada dipikir.... ”[G berbicara sambil tertawa
2
karena heran dengan SS, nilai log 3 = p sudah diketahui tetapi SS tidak mengerti maksudnya.]
2
86. SS : [Semua SS tersenyum karena ternyata log 3 itu diketahui yaitu p.]
87. G : ”Dua log tiga itu sama dengan p. Jadi hasilnya enam per p. Kita bisa menggunakan sifat ini untuk
mencari soal yang semacam ini. Contoh yang kedua. [G memberi kesempatan kepada SS untuk bertanya
bila belum jelas.] Tapi apakah ada pertanyaan dulu?”
88. SS : [Ketika diberi kesempatan oleh G untuk bertanya, SS tidak bertanya kepada G. Tetapi mereka bertanya
kepada teman sebangkunya.]
89. G : ” Ini sifat yang nomor lima. Sifat ini biasa juga sering digunakan dalam ujian-ujian. Maka misalnya kita
mempunyai ini, [G menulis contoh soal lagi di papan tulis. Lalu G kembali membacakan soal
tersebut(lihat kotak 7)] Jika dua log tujuh sama dengan katakanlah p, kemudian tujuh log kemudian dua
log tiga sama dengan q, misalnya nyatakan dalam bentuk p dan q. Ini soal ini sering kalau kita kerjakan
ujian nasional atau ujian-ujian yang lain sering muncul. [G berbicara sambil menunjuk soal yang ditulis
di papan tulis.] Kalau kita mempunyai tujuh log dua sama dengan p, dan dua log tiga samadengan q,
nyatakan dalam p dan q enam log sembilan puluh delapan. Enam log sembilan puluh delapan itu berapa?
tapi dinyatakan dalam p dan q. Caranya bagaimana? Kita harus membawa, mengubah bilangan pokoknya
menjadi bilangan pokok yang ketahui. Padahal ada dua disini.[sambil menunjuk bilangan pokok-
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
169

bilangan pokok pada soal. (lihat kotak 7)l] Bilangan pokok yang pertama berapa ini?” [sambil menunjuk
7
log 2 (lihat kotak 7)
Contoh 1 :

Jika log 3 = p , tentukan log 64 !


2 3

2
log 64
Jawab : log 64 =
3
2
log 3
6
=
p
( kotak 6 )

90. SS : [SS menjawab dengan kompak.]” Tujuh.”


2
91. G : ” Bilangan pokok yang kedua ? ” [sambil menunjuk log 3 . (lihat kotak 7)]
92. SS : [ SS menjawab pertanyaan G dengan kompak lagi.] ” Dua.”
93. G : ”Kita harus memilih dibawa ke tujuh atau ke dua. Tapi pilihannya dikaitkan dengan yang diketahui ini
mempunyai angka yang sama apa?” [sambil melingkari soal ]
94. BS : [BS menjawab pertanyaan G] ”Dua..”
95. G : ”Dua ya. Disini tujuh log dua, disini dua log tiga. Maka bawalah, ubahlah soal ini ke dalam bilangan
pokok dua, menggunakan sifat nomor lima. Sehingga menjadi apa? Kalau kita bawa ke dalam sifat
nomor lima, berapa? berapa? Dua log sembilan puluh delapan per dua log enam. Jadi nanti kalau kalian
mengerjakan soal yang semacam ini, caranya kita bisa menggunakan sifat yang nomor lima. Dengan
membawa ke salah satu bilangan pokok yang diketahui. [G menunjuk log 2 = p dan log 3 = 2 ]
7 2

Karena ada dua, kita memilih yang ada kaitannya. Disini ada angka dua, disini juga ada angka dua, maka
kita bawa ke bilangan pokok dua, yang berkaitan. [menunjuk angka 2 pada soal.] Baik ini dulu, jelas ya.
Nah sekarang kita baru menyelesaikan ini dua log sembilan puluh delapan, ini dua log enam. Bahkan
disini ada tiga bilangan tujuh , dua dan tiga. Tujuh, dua, dan tiga. Kita harus membawa sembilan puluh
delapan dan enam itu ke dalam tiga bilangan ini, tujuh, dua, dan tiga. Sembilan puluh delapan sama
dengan berapa?”
96. BS : [BS menjawab pertanyaan G.] ”Dua kali empat puluh sembilan.”
97. G : ”Dua kali empat puluh [Link] puluh sembilan itu ada unsurnya tujuh, tujuh pangkat dua. Lalu
dibagi dengan dua log dua kali tiga, baik. Kemudian kita terapkan sifat nomor berapa? kita terapkan sifat
nomor berapa? sifat berapa yang bisa dipakai? Sifat nomor?”
98. BS : [BS menjawab pertanyaan dengan suara lirih sehingga G tidak mendengar.]
99. G : [G mengulangi pertanyaannya karena tidak mendengar dengan jelas jawabn BS.] ”Sifat nomor berapa?”
[G kembali bertanya berulang kali karena tidak mendapat respon dari S.]
100. BS : [BS menjawab dengan suara lebih keras lagi.] ” Dua.”
101. G : ”Sifat dua ya. Hasilnya apa kalau pakai sifat nomor dua?”
102. BS : [BS menjawab pertanyaan G dengan suara yang lirih sehingga tidak terdengar oleh G. SL
memperhatikan G dalam menjelaskan dengan bertopang dagu .]
103. G : ” Hasilnya berapa? [G menunjuk S12 untuk menjawab pertanyaan] S12, berapa hasilnya?”
104. S12: “ dua log dua plus dua log empat puluh sembilan per dua log dua plus dua log tiga.” [S12 yang ditunjuk
G menjawab dengan terbata-bata, lalu dibantu oleh SL. ]
105. G : “ Yang belum ada apa? Tujuh ya. Tujuh bisa diambil dari mana? Empat puluh sembilan ya. Jadi apa?”
[G bertanya lagi dengan tegas.]
106. SS : [SS menjawab pertanyaan G dengan kompak.]” Dua log dua plus dua log tujuh pangkat dua.”
107. G : ” Jadi dua log dua plus dua kali dua log tujuh per dua log dua plus dua log tiga. Dua log dua berapa?”
[sambil memperhatikan SS]
108. BS : [BS menjawab.] ” Satu.”
109. G : ” Satu plus... dua log tujuh berapa? kalau tujuh log dua samadengan p. Jika tujuh log dua sama dengan p,
berapakah dua log tujuh? maka dua log tujuh sama dengan berapa?” [G kembali bertanya kepada SS]
110. SS : [SS terdiam mendengarkan penjelasan G. BS bisa mengikuti G dengan bisa menjawab pertanyaan-
pertanyaan yang diajukan G, tetapi ada SL yang tidak bisa mengikuti G. SL hanya diam mendengarkan
dan tidak berkomentar apa-apa. Ada S4 yang terlihat sedang menjelaskan kepada S10 mengenai apa
yang sedang dikerjakan oleh G. ]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
170

Contoh 2 :

Jika log 2 = p dan log 3 = 2 . Nyatakanlah dalam p dan q, log 98


7 2 6

2
log 98
Jawab : log 98 =
6
2
log 6
2
log 2 x 49
= 2
log 2 x3
2
log 2+ 2 log 49
= 2
log 2+ 2 log 3
2
log 2+ 2 log 7 2
= 2
log 2+ 2 log 3
log 2 + 2.2 log 7
2
=
Jika log 2 = p
7
2
log 2+ 2 log 3
2
1 log 2
1 + 2. maka log 7 =
2
2
p log 7
=
1+ q 1
=
2 p
1+
p ( kotak 7.1 )
=
1+ q
p+2
p
=
1+ q
p+2 1
= x
p 1+ q
p+2
=
p + pq
( kotak 7 )

111. G : ” Sifat kelima tadi ini bisa yang a, yang b itu a log b sama dengan satu per b log a, dari mana? Itu bisa
diambil dari sini. [menunjuk log 2 = p ] Jadi jika kita mempunyai tujuh log dua sama dengan p,
7

maka dua log tujuh itu sama dengan satu per p. Dari mana? Kita terapkan sifatnya. Kita ambil bilangan
pokoknya dua supaya membentuk dua log tujuh sama dengan dua log dua per dua log tujuh sama dengan
satu per p. Baik ada pertanyaan? Bagaimana ada masalah? [ Sambil memperhatikaan SS] Baik kita akhiri
sifat yang kelima.”
112. SS : [SS sibuk mencatat tulisan yang ada di papan tulis. Ada juga BS yang mengobrol dengan teman yang
duduk di kanan-kirinya..]
113. G : [G berjalan ke arah meja guru lalu sibuk membuka-buka buku pegangan dan mempelajari sebentar
buku itu] ”Silahkan ada pertanyaan?”
2
114. S13 : [S13 bertanya mengenai contoh soal log 6 ] ”Pak dua log enam dari mana?”
p
115. G : ”Dari sifat nomor lima. [G mulai menjelaskan kepada SS maksud dari a log b = log b ] Kalau kita
p
log a
mempunyai a log b sama dengan plog b per p log a, dengan mengambil p-nya itu sembarang bilangan.
Nah sekarang kalau kita mempunyai enam log sembilan puluh delapan, p-nya kita ambil dua. dua dari
mana? Dari yang diketahui ada dua bilangan pokok. Jadi harus memilih salah satu, boleh dua? ”
116. SS : [SS mengangguk ketika G bertanya kepada SS.]
117. G : ”Ya kita ambil dua karena ada kaitannya dengan ini, maka p-nya diambil yang dua, p-nya diambil dua.
Dua itu sama dengan dua log sembilan puluh delapan per dua log enam. P-nya diambil dua, enamnya
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
171

dari mana? Dari sifat lima. a-nya kalau disini enam, ini juga enam. [sambil menunjuk tulisan
2
log 98
6
log 98 = 2
. (lihat kotak 7)] Begitu? Jelas ? yang lain mungkin? [Sambil memandang SS
log 6
siapa tahu ada yang bertanya lagi.] Kalau belum jelas silahkan ditanyakan.”
118. SS : [Tidak ada SS yang bertanya tentang pengerjaan soal Jika
7
log 2 = p dan
2
log 3 = 2 .
6
Nyatakanlah dalam p dan q, log 98 ]
119. G : [G lalu berdiri di depan kelas dan menunggu SS mencatat.]
120. SS : [SS kembali sibuk mencatat tulisan yang ada di papan tulis. Ada juga SL yang terlihat sedang
menjelaskan kepada temannya, dan ada yang sedang mengobrol dengan teman sebangkunya. ]
121. G : ”Saya harapkan sampai sifat nomor enam, sesudah sifat nomor lima.”[G memperhatikan SS]
122. S3 : [S3 bertanya] ”Pak mau tanya.”
123. G : [G memperhatikan S3 yang bertanya tadi.]
124. S3 : “Itu Pak yang dua log dua per dua log tujuh sama dengan satu per p, itu dari mana? Itu kok dua log tujuh
bisa sama dengan p, bagaimana?” [S3 mengkoreksi tulisan G di papan tulis sambil tangannya menunjuk
ke arah papan tulis.]
125. G : [ G lalu menjelaskan kepada SS.] ” Kita akan mencari dua log tujuh. Sama kalau kita mengambil
bilangan pokoknya dua, boleh ya. Berarti kan akan...[G berhenti sebentar dan merasa bahwa ada
kesalahan dalam mengerjakan] Kesalahannya dimana ini? Sebentar...sebentar... saya yang salah.
Harusnya apa? Baik...baik... kita liat dulu. Ini harusnya apa dua log tujuh? Harusnya apa? Bagus ya
koreksinya. Harusnya apa ini? [G bertanya kepada S dan membetulkan kesalahan jawaban tadi.] Berapa
ini?”
126. SS : [Tidak ada tanggapan dari S. SS hanya memperhatikan G.]
2
log 2
127. G : ”Yang ditanyakan ini ya. [Sambil menghapus angka dua dan tujuh pada 2
] nah kalau begini,
log 7
harusnya kita mengambil bilangan pokoknya tujuh. Kita salah ya, bilangan pokoknya kita ambil tujuh
karena sesuai yang diketahui bilangan pokoknya itu tujuh. Ini harusnya apa? Ini harusnya tujuh log tujuh,
ini harusnya tujuh log dua. [G menghapus jawaban yang salah tadi dan mengganti bilangan pokoknya
7
log 7
menjadi tujuh. Sehingga menjadi 7
(lihat kotak 8)] Cara mengambilnya harusnya bilangan
log 2
pokoknya adalah tujuh karena yang diketahui adalah tujuh. Baik berarti menjadi tujuh log tujuh betul ya
per tujuh log dua. Tujuh log tujuh itu adalah satu dan tujuh log dua itu adalah p. Ya terimakasih tadi
koreksinya. Jadi yang diketahui harusnya adalah tujuh. Ya ada lagi? [G menghadap ke arah SS sambil
bertanya.] Jadi kadang kita kurang teliti. Jadi tujuh log dua samadengan p, maka dua log tujuhnya sama
dengan satu per p. Kita membawanya ke bilangan pokoknya tujuh.” [G berdiri di depan kelas sebelah
kiri sambil melihat papan tulis.]

Jika log 2 = p
7

7
log 7
maka log 7 =
2
7
log 2
1
=
p

( kotak 8 )

128. SS : [SS lalu membetulkan jawaban yang salah tadi. Ada juga BS berbincang –bincang dengan teman
sebangkunya mengenai kesalahan yang dibuat oleh G tadi.]
129. G : “Kemudian coba kita akan latihan. Kita terapkan agak sedikit berbeda soal halaman limabelas, buku
handout nomor lima. Kita ambil soal halaman limabelas nomor lima a. Kita beri nama nomor tiga ya.”
[G membuka buku handout halaman 15 soal nomor 5, lalu menuliskan soal tersebut di papan tulis.(lihat
kotak 9)]
130. SS : [SS mencatat soal yang ditulis G di papan tulis, lalu mencoba untuk mengerjakan. BS masih bermalas-
malasan dalam menulis soal dari G. Ada yang menulis soal sambil tiduran, ada yang menulis soal
sambil mengobrol dengan temannya, dan ada juga yang tidak segera menulis soal tetapi malah
mengganggu temannya yang sedang menulis soal]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
172

Soal-soal latihan.

1 1
3. 1
+ 18
2
log 81
log 81
4. Jika log 3 = a dan log 5 = b , nyatakan dalam a dan b untuk log 50 .
2 2 6

5. Jika log 5 = a , nyatakan dalam a untuk log 75


3 15

( kotak 9 )

131. G : ”Baik coba latihannya dikerjakan ada tiga soal. Yang nomor satu itu saya ambilkan dari buku halaman
lima belas nomor lima a. [Berbicara sambil berjalan ke belakang kelas] Silahkan itu plus ya, satu per
setengah log delapan puluh satu tambah satu per delapan belas log delapan puluh satu. [Kembali maju ke
depan kelas sambil membetulkan tanda tambah yang kurang jelas.] sifat nomor lima bisa dikembangkan
menjadi lima b yaitu a log b sama dengan seper b log a. jadi pengembangan ini secara umum nanti sifat
nomor lima bisa dikembangkan menjadi sifat nomor lima b itu kalau a log b sama dengan seper b log a.
Itu pengembangan sifat nomor lima. Seperti dari soal tadi, dua log tujuh sama dengan seper tujuh log
dua. Ayo coba dikerjakan.” [Berjalan ke belakang kelas lagi sambil memperhatikan SS] Silahkan
dikerjakan.”
132. SS : [SS mulai mengerjakan soal yang diberikan G dengan tenang. BS terlihat berdiskusi dengan teman
sebangkunya atau teman di depan dan di belakang mejanya. SL ada yang sibuk mengerjakan sendiri,
ada yang meminjam pekerjaan milik temannya dan ada yang masih tiduran tidak segera mengerjakan ]
133. G : [G mulai berkeliling kelas memperhatikan SS dalam mengerjakan]. ” Gunakan sifat nomor lima ya, a
dan b.”
134. SS : [Suasana kelas tenang ketika SS mengerjakan soal latihan. Walaupun sesekali terdengar suara tertawa
BS. ]
135. G : [G lalu duduk di meja guru dan terlihat sedang sibuk menulis sesuatu.]
136. S9 : [S9 bertanya kepada G] ” Pak yang nomor empat itu dua log lima samadengan b?”
137. G : ”Apa? [memperhatikan S9 yang bertanya tadi] Dua log lima sama dengan b. [G melihat kembali soal
nomor empat dan terdiam beberapa saat] Oya itu bukan dua log lima tapi tiga log lima.” [G lalu
membetulkan ralat dari S9 tadi, lalu kembali duduk di meja guru. (lihat kotak 10)]

Ralat soal nomor 4 :

2
log 5 = b diralat menjadi 3 log 5 = b
( kotak 10 )

138. S3 : [Tiba-tiba ada S3 yang maju ke depan menghampiri G yang sedang duduk dan bertanya kepada G.]
139. G : [G menganggukkan kepala ketika S3 berbicara kepada G] ” Tadi ada pertanyaan, kita bawanya ke
bilangan yang di ketahui tujuh, dua, dan tiga. Kalau yang ini harus dibawa ke mana? Dua, tiga, dan
lima.” [Sambil menunjuk ke arah soal nomor empat. (lihat kotak 9)]
140. SS : [SS masih mengerjakan soal-soal tersebut dengan tenang. BS terlihat berusaha mengerjakan soal
sendiri sambil sesekali memegangi kepalanya, sedangkan SL ada yang berdiskusi dengan temannya
dalam mengerjakan. Ada yang saling menukar jawaban, ada yang mengerjakan sambil asyik
berbincang-bincang dan bercanda dengan temannya. Ada juga yang menanyakan jawaban kepada
teman disampingnya, dan ada juga yang terlihat sedang mengajari temannya dalam mengerjakan. ]
141. G : [G mulai berkeliling kelas sambil memperhatikan pekerjaan SS satu per satu.] ”Siapa yang sudah? [G
kembali berjalan ke depan kelas dan duduk di meja guru.] Nomor lima sudah?” [G berdiri dari tempat
duduknya dan berjalan mendekati SS]
142. S7 : [S7 terlibat diskusi dengan G mengenai soal nomor empat dan lima.]
143. G : [ Setelah selesai berdiskusi dengan S7 tadi, G kembali berjalan ke belakang sambil memperhatikan
pekerjaan BS.]
144. S14 : [S14 memperlihatkan hasil pekerjaannya kepada G.]
145. G : [Lalu G berhenti cukup lama di meja S14 yang paling belakang sebelah kiri sambil memperhatikan hasil
pekerjaan S14. G menganggukkan kepala tanda setuju dengan S14.]
146. S15: [S15 bertanya kepada G tentang cara mengerjakan soal nomor 4.]
147. G : [ G berjalan mendekati S16 yang duduk paling belakang sebelah kanan. Terjadi diskusi antara G dan
S16 tadi. G menjelaskan kepada S16 tersebut caranya mengerjakan soal nomor 4 karena S16 tadi masih
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
173

salah dalam mengerjakannya. S16 lalu memegangi kepalanya karena bingung. G menunjuk ke papan
tulis ketika menjelaskan .]
148. S16: [S16 yang tadi berdiskusi dengan G mulai menghapus jawabannya yang salah tadi dan membetulkan
jawabannya setelah diberi penjelasan oleh G. ]
149. G : [Kembali berjalan ke meja di depannya dan bertanya kepada S4] ” Kenapa kok dibawa ke bilangan
pokoknya dua? kenapa?”
150. S4 : [S4 yang ditanya tadi hanya tersenyum dan bingung mau menjawab apa.]
151. G : [ G memancing supaya S4 tahu harus dibawa kemana bilangan pokoknya.] ”Coba lihat contoh yang tadi
telah dikerjakan. Kalau bisa bilangan pokoknya dipilih yang sama.”
152. S4 : [S4 tadi langsung tanggap dan tahu harus dibawa kemana bilangan pokoknya yang benar. Lalu dia
membenarkan jawabannya yang salah tadi.]
153. G : [G kembali berjalan ke depan kelas.] ”Baik sebentar, tadi ada pertanyaan ini diganti dengan tiga ya
2 3
[sambil menunjuk ke papan tulis bahwa log 5 diganti menjadi log 5 .] Ada banyak yang masih
dua. tadi sudah diganti tiga, bukan dua log lima tapi tiga log lima. Coba lihat soal yang tadi sudah
dikerjakan. Tadi kenapa dibawa ke dua tidak tujuh?”
154. S9 : ”Karena ada yang sama pak. ” [S9 menjawab pertanyaan G, ada juga SL yang menggerutu karena
sudah terlanjur mengerjakan sampai selesai soal nomor 4 tetapi ternyata dia salah soal. ]
155. G : ” Ini tadi bukan dua log lima tetapi sudah diganti menjadi tiga log lima. Tadi ada beberapa belum diganti
ya masih dua log lima. Dibawa ke bilangan pokok yang ada kaitannya. Baik ini tadi perlu diganti ya.
Apakah ada yang mencoba misalnya memakai bilangan pokok tiga? Yang sudah selesai boleh mencoba.
Boleh dicoba bilangan pokoknya tiga eee dua. [ G salah menyebutkan dua menjadi tiga, tetapi G
langsung meralat. Lalu G kembali berjalan mendekati beberapa S dan melihat pekerjaan S tersebut
cukup lama.] Ada yang mau mencoba ke depan? Nomor tiga dan empat? [berjalan ke belakang kelas.]
Supaya membantu temannya?” [G lalu berjalan kembali dan mendekati BS yang sedang berdiskusi
membahas soal.]
156. SS : [Belum ada S yang bersedia maju mengerjakan di depan, mereka masih sibuk mencoba mengerjakan
sendiri dibuku mereka masin-masing sambil berdiskusi dengan teman.]
157. G : [G mempersilahkan lagi SS untuk mencoba maju ke depan mengerjakan.] ”Ada yang mau mencoba ke
depan nomor tiga dan nomor empat? Silahkan.”
158. SS : [SS mengerjakan soal-soal tersebut dengan tenang. Ada S13 yang duduk di bangku paling belakang
berjalan maju ke depan menghampiri S9 yang duduk di meja paling depan dan menanyakan tentang soal
dan cara pengerjaannya. Lalu setelah selesai kembali ke belakang lagi.]
159. G : “Yo silahkan yang mau maju ke depan. Nomor tiga silahkan. Ayo nomor tiga.” [G kembali berjalan ke
depan kelas lagi sambil mengamati SS dalam mengerjakan. Lalu berhenti di dekat S9 yang duduk di
meja nomor dua dari depan. Lalu berjalan lagi ke depan kelas dan terlihat berdiskusi dengan S3 dan S6
yang duduk di meja paling depan.]
160. BS : [BS sudah tampak tidak bersemangat lagi dalam belajar. Ada yang mengerjakan sambil tiduran, ada
yang mengerjakan sambil bertopang dagu, dan ada yang malah mengobrol dengan temannya.]
161. G : ” Yuk nomor tiga, siapa yang mau maju?” [G memberi kesempatan kepada S untuk maju ke depan.]
162. S12: [S12 bertanya kepada G] ” Pak ini bagaimana?” [Sambil memperlihatkan hasil pekerjaannya.]
163. G : [G mendekati S12 yang bertanya tadi dan melihat pekerjaan S12 tadi.] “Itu nomor berapa?
164. S12: ”Nomor empat tadi Pak.”[S12 menjawab pertanyaan G]
165. G : ”Dua log limanya berapa? tiga log dua jadi berapa?kalau dua log tiga itu a, berarti tiga log dua berapa?
seper a kan. Ok tinggal masukkan.”
166. S12: [Lalu S12 meneruskan pekerjaannya yang ternyata sudah benar jalannya tinggal memasukakkan saja
angkanya.]
167. G : [G lalu kembali bertanya kepada SS..] ” Ok waktunya sudah hampir habis. Berapa ini hasilnya?”
168. SS : [Tidak ada SS yang menjawab pertanyaan G. SS hanya memperhatikan G dalam menjelaskan.]
169. G : [Karena tidak ada SS yang menjawab pertanyaan G, maka G menjawab sendiri pertanyaannya.]
”Hasilnya adalah setengah. Ok nomor lima berapa ketemunya? [G mengulangi pertanyaannya]
Berapa?”
170. SS : [SS tidak menanggapi pertanyaan G.]
171. G : [Karena tidak ditanggapi oleh SS, maka G menjawab sendiri pertanyaannya.] ”Satu plus dua. begitu?
Ada pendapat lain?”
172. SS : [Tidak ada pendapat yang diutarakan SS. SS masih memperhatikan G dalam menjelaskan dan sesekali
terlihat BS yang mengobrol dengan teman sebangkunya sambil tersenyum-senyum.]
[Berhubung waktunya sudah mepet, maka pelajaran agak di percepat.]
173. G : [G bertanya kepada SS apakah hasil pekerjaan SS sama dengan G.] ”Hasilnya sama tidak dengan kalian
?”
174. SS : [SS tidak memberikan jawaban apa-apa, apakah jawabannya sama atau tidak dengan G.]
175. G : [Karena tidak ada tanggapan dari SS, G menanggap bahwa soal nomor 3 tidak ada masalah.] ”Baik
nomor tiga tidak ada masalah ya, ketemunya adalah setengah. Ada yang ketemunya selain setengah?”
176. BS : [BS menggelengkan kepala ketika G bertanya, sedangkan SL tidak menanggapi pertanyaan G.]
177. G : [G kembali menegaskan jawaban SS.] ”Tidak ada?”
178. BS : [BS menggelengkan kepalanya lagi ketika G bertanya.]
179. G : [G kembali menegaskan pertanyaannya karena tidak semua SS menjawab pertanyaannya.] ”Ada tidak?”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
174

180. SS : [SS menggelengkan kepalanya ketika G mengulangi pertanyaannya tadi, yang berarti SS jawabannya
sama dengan G.]
181. G : [Lalu G melanjutkan ke soal nomor 4.] ”Ok...kalau nomor empat kita lihat sebentar. Betul tidak hasilnya
itu? Dibawa kemana? [G mencoba mengerjakan nomor empat. ] Jadi tiga log limapuluh per tiga log
enam. Kemudian tiga log dua kali dua puluh lima per tiga log tiga kali dua. Berarti tiga log duapuluhlima
plus tiga log dua per tiga log tiga plus tiga log dua. Tiga log dua puluh lima itu tiga log lima kuadrat.” [G
menjelaskan sambil menulis di papan tulis. (lihat kotak 11)]

4. Jika log 3 = a dan log 5 = b , nyatakan dalam a dan b untuk


2 2

6
log 50 .
Jawab:
3
log 50
6
log 50 = 3
log 6
3
log 25 x 2
= 3
log 3x 2
log 25+ 3 log 2
3
= 3
log 3+ 3 log 2
3
log 5 2 + 3 log 2
= 3
log 3+ 3 log 2
2 x 3 log 5+ 3 log 2
= 3
log 3+ 3 log 2
1
2b +
=
a
1
1+
a
2ab + 1
=
a
a +1
a
2ab + 1
=
a +1

( kotak 11 )

182. S : [SS memperhatikan G ketika G mengerjakan soal nomor 4. Dan SS lalu menyalin jawaban tersebut di
buku mereka masing-masing.]
183. G : [G memberikan soal latihan yang harus dikerjakan di rumah oleh SS diakhir pelajaran. (lihat kotak 12)
] ”Untuk latihan kerjakan soal lima b dan delapan pada buku handout.”

Pekerjaan Rumah ( PR ):

1 1
5b. 1
+ log 25 + 2
log 5
2 2
log 25
(kotak 12 )

8. Jika log 30 = x dan log 20 = y , tentukan log 3


6 6 6
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
175

TRANSKRIP KEGIATAN
PERTEMUAN IV ( 22 Oktober 2007 )

Keterangan : G : Guru SS : Semua Siswa BS : Beberapa Siswa


Sn : Siswa yang ke-n SL : Siswa Lain

1. G : [ G memulai pelajaran dengan menanyakan kepada SS tugas yang diberikan minggu


sebelumnya ] “Bagaimana tugasnya? [G mengulangi pertanyaannya.] Tugasnya
bagaimana?[G bertanya jumlah tugas yang diberikan G] Berapa tugasnya? ”
2. SS : [Tidak ada tanggapan dari SS. Tetapi SS malah sibuk menyiapkan buku pelajaran. Ada yang
mulai mengeluarkan buku dari tas, ada yang membuka-buka buku tulis dan handoutnya, ada
yang masih mengobrol dengan teman di kanan kirinya, dan masih ada yang berdiam diri saja
melihat ke luar kelas tidak segera membuka buku pelajaran.]
3. G : ”Kita sampai ke sifat nomor lima ya. [G mulai berkeliling dan mengecek pekerjaan SS satu
per satu dengan melihat buku S] Coba kita mengulang sebentar sifat-sifatnya apa saja.
[Berbicara sambil berjalan ke depan kelas.] Sifat nomor satu apa? ”
4. SS : [SS tidak menanggapi lagi ucapan G. BS terdiam memandang papan tulis. SL mengobrol
dengan temannya.]
5. G : ”Kita ulangi sebentar. [G kembali ke depan dan mulai menulis di papan tulis. (lihat kotak 1)]
Sifat nomor satu, sifat satu apa? ”
6. BS : [BS menjawab pertanyaan G.] ”g pangkat g log a sama dengan a”
7. G : [Menulis jawaban BS sifat nomor 1 di papan tulis. Lalu diteruskan bertanya sifat nomor 2.]
”Sifat nomor dua apa ?”
8. S1 : [Menjawab pertanyaan G] ” a log b kali c sama dengan a log b ditambah a log c.”
9. G : [Menulis sifat nomor 2 di papan tulis. Lalu diteruskan sifat nomor 3.”(lihat kotak 1)] ”Lalu
sifat nomor tiga adalah a log b per c sama dengan alog b dikurangi a log c. Sifat nomor empat
ada dua. [menulis sifat nomor 4.] Kemudian sifat yang terakhir yang baru dipelajari beberapa
minggu yang lalu sifat nomor lima.” [G berbicara kepada SS sambil menulis di papan tulis
tetapi tidak melihat ke arah SS .]

Sifat-sifat Logaritma :
1. g log a = a
g

2. a log b.c = a log b + a log c


b
3. a log = a log b− a log c
c
4. a. log b n = n.a log b
a

n
b. a log b n = .a log b
m

m
p
log b
5. a log b = p dengan p > 0
log a

(kotak 1)

10. SS : [SS dengan tenang memperhatikan G dalam mengulang pelajaran minggu yang lalu. BS
masih mengobrol dengan temannya, SL ada yang membuka-buka buku pelajaran. ]
11. G : ” Iya sampai lima sifat ini ya. Terus kemarin kita menerapkan sifat nomor lima. Ini ya.
[Sambil mengkotaki sifat nomor lima. (lihat kotak 1)] kita sampai pada sifat yang ke lima. Ada
tugas?” [G bertanya sambil berjalan ke belakang mendekati S.]
12. SS : [SS saling berpandangan sambil ter senyum satu sama lain karena belum mengerjakan tugas
semua.]
13. G : [G kembali menegaskan pertanyaaannya.] ”Siapa yang belum mengerjakan? ”
14. SS : [SS tunjuk tangan ketika G bertanya siapa yang belum mengerjakan. Ternyata tidak ada
satupun S yang mengerjakan tugas dari G]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
176

15. G : ”Lha ini liburnya cuma sepuluh hari lho, coba kalau liburnya satu bulan, bagaimana? [G
kembali berjalan ke depan kelas sambil berbicara dengan nada yang kecewa karena tidak ada
satupun SS yang mengerjakan.]
16. SS : [SS hanya terdiam ketika G berbicara kepada mereka.]
17. G : ”Baik coba kita mengulang lagi sebagian, coba. Kita akan pakai sifat nomor satu sampai
nomor lima. Coba kita ulang. [G menghapus papan tulis lalu berjalan ke meja guru dan mulai
membuka-buka buku pegangan untuk mencari soal latihan.] Sifat nomor satu sampai sifat
nomor lima.” [Lalu G menulis soal latihan di papan tulis dengan melihat di buku pegangan.
(lihat kotak 2)]
18. SS : [SS memperhatikan G dalam menulis soal. BS membuka-buka buku dan segera menyalin soal
tersebut ke dalam buku mereka. Ada juga SL yang hanya terdiam melihat G menulis tetapi
tidak langsung mencatat. Ada juga BS yang masih terlihat berbincang-bincang dengan
temannya.]
19. G : ”Coba ini kita tambah soal yang kemarin yang belum dikerjakan. Kemarin ada berapa soal?”
20. BS : [BS menjawab pertanyaan G.] ” Dua Pak.”
21. G : “ Dua ya, ditambah soal yang kemarin ada dua soal ya. Perhatikan kembali soal yang kemarin
belum dikerjakan. [Menghadap ke arah SS sambil berkomentar tentang pekerjaan rumah
yang tidak dikerjakan sama sekali oleh SS] Kadang-kadang suatu sifat kemalasan ya, kalau
libur ya libur, begitu ya. Hanya ada dua soal…[G berjalan ke belakang kelas sambil kembali
menekankan ucapannya] hanya ada dua soal yang saya minta untuk dikerjakan, tetapi
kenyataannya tidak ada yang mengerjakan. Ya mungkin saya bisa maklumi ada yang
merayakan Idul Fitri, tapi tolong di ubah sikapnya sehingga dua soal sepuluh hari dikerjakan
satu hari kan bisa.” [G berjalan kembali ke depan kelas dan berdiri di sebelah kanan kelas.]
[Pelajaran terhenti sesaat karena ada BS dari kelas lain yang ingin meminjam buku.]
22. BS : [BS meminjamkan bukunya, lalu SS kembali mencatat dan mengerjakan soal latihan yang
diberikan G dengan tenang.]

Soal latihan!

1. Carilah nilai x yang memenuhi :


log x 3 − 2 log x 2 + 2 log x + log 3 = 3
2. Hitunglah nilai dari :
5 3
log 10 log 8
a. 0, 2 b. 1
log 10 9
log 8
3. Jika log 5 = 4 , nyatakan dalam a :
27

3 9 81
a. log 5 b. log 5 c. log 25

( kotak 2 )

23. G : “Baiklah kita coba yang kemarin. Kemarin soalnya diambil dari buku ini. [Sambil memegang
buku handout dan mencari soal latihan.] Silahkan dicoba dulu, nomor lima dan nomor
delapan. Ok. [ G berjalan ke belakang sambil membawa buku dan membuka-buka buku
mencari soal nomor lima dan delapan tadi.] Lima b dan delapan ya.. nomor lima b dan
delapan.”
24. SS : [SS juga mencari soal nomor 5 dan 8 di buku handout.]
25. G : [G kembali berjalan ke depan kelas lagi dan berdiri di dekat meja guru.] ”Silahkan dicoba
dulu yang kemarin soal yang kemarin nanti ditambahkan ini [menunjuk soal yang ditulis G di
papan tulis.] sambil kita mengulang. [G menunjuk tiga soal latihan yang ditulis di papan
tulis.(lihat kotak 2)] Yang nomor lima b dulu ya, lima b dan delapan dulu. Baru nanti kita
mengulang yang sifat nomor satu dan lima ya. Oya nanti masih ada sifat yang ke enam. Sifat
tentang perkalian logaritma. [ G mulai berkeliling mengamati SS dalam mengerjakan soal-
soal.] Coba nomor lima b dulu.”
26. S1 : [S1 bertanya kepada G mengenai soal nomor 5.]
27. G : [G menjelaskan kepada S1 dan terjadi diskusi antara G dan S1.]
28. S1 : [ S1 terlihat mengangguk-angguk ketika G menjelaskan.]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
177

29. G : [G kembali berdiri di depan meja guru sambil membaca-baca buku, lalu kembali menulis di
papan tulis.] ”Yang nomor lima b dulu ya. Yo nomor lima b yang kemarin. Coba nomor lima
dikerjakan dulu.”
30. BS : [BS terlihat berdiskusi dengan teman sebangkunya, SL ada yang mengerjakan sendiri dan ada
juga yang masih tidur-tiduran tidak segera mengerjakan. ]
31. G : [G berdiri di depan meja guru.]” Bagaimana ada yang maju nomor lima b?” [G menanyakan
kesulitan yang dihadapi SS] ”Coba baik nomor lima b kesulitannya dimana?”
32. S2 : [S2 bertanya kepada G.] ”Log dua puluh lima Pak.”
33. G : [Melihat ke arah S2 yang bertanya tadi.]“Log dua puluh lima kenapa?”
34. S2 : [S2 menunjuk ke soal yang ada di papan tulis.] ”Ya kan kalau mau dijumlahin itunya harus
sama Pak. Bilangan pokoknya kan harus sama.”
35. G : ” Log dua puluh lima. Atau ada yang mau mencoba mengerjakan ke depan, silahkan. Yuk S2
kesulitannya muncul. Coba dicoba nomor lima b. Ya, yang lain juga silahkan dicoba.” [G
meminta SS mencoba mengerjakan soal latihan tersebut.]
36. S2 : [S2 yang di panggil G tadi lalu maju ke depan mengerjakan soal nomor 5b. Sedangkan SL
masih sibuk mengerjakan, ada yang berdiskusi dan ada juga yang mengerjakan sendiri. BS
memperhatikan ketika temannya maju mengerjakan sambil sesekali terlihat bercanda dengan
teman sebangkunya.. (lihat kotak 3)]
37. G : [G berdiri di depan meja guru sambil membacakan pekerjaan S2 dan sambil mengkoreksinya
bersama-sama dengan SS.] ”Baik itu yang sudah dicoba teman kalian. Jadi kita menerapkan
sifat yang kelima ya. Kemarin sifat yang ke lima b kita terapkan, satu per seperempat log dua
puluh lima kemudian seper dua kali dua log lima diubah dulu sebenarnya sifat nomor berapa
ini? Menggunakan sifat nomor berapa sebelum kesini?
38. S2 : [S2 menjawab pertanyaan G.] “Nomor empat a Pak..”
39. G : [G memberikan penguatan kepada S2 bahwa cara S2 sudah betul.] “Baik. Nomor empat a
dipakai dulu. Dua log dua puluh lima, dua kali dua log lima itu menjadi dua log dua puluh
lima baru sifat nomor lima ya, betul. Susahnya dimana? Sebenarnya tidak ada sepuluh menit
to ya. Tapi kenapa tidak dikerjakan. Baik kemudian setelah ketemu dalam penjumlahan, kita
menggunakan sifat nomor berapa? Nomor dua ya, ok. Nomor dua yang mneggabungkan
bilangan pokoknya sama, dua puluh lima log seperempat ditambah dua puluh lima log dua itu
menjadi dua puluh lima log seperempat kali dua atau setengah. Baik setelah ketemu ini bisa
tidak digabungkan ?[Sambil menunjuk pekerjaan S2 tadi. (lihat kotak 3)] Bisa tidak
digabungkan? Bisa tidak sifat dua dipakai? Bisa tidak sifat dua dipakai?” [G kembali
mengulang pertanyaannya sambil memperhatikan SS.]
40. SS : [SS mulai berfikir apakah sifat nomor 2 bisa dipakai. BS hanya terdiam memandang papan
tulis. Ada SL yang saling berpandangan dengan temannya.]

Jawaban Siswa :

1 1
5b. 1
+ log 25 + 2
4
2. log 5
log 25
Jawab:
1 1 1
1
+ log 25 + 2
=
25
log + log 25+ 25 log 2
4
2. log 5 4
log 25
⎛ 25 1 ⎞
=⎜ log x 2 ⎟ + log 25
⎝ 4 ⎠
25 1 10
= log + log 25
2
(kotak 3)

41. G : ”Bisa tidak sifat dua dipakai?”


42. SS : [SS kompak menjawab pertanyaan G] ”Tidak bisa.”
43. G : ”Tidak bisa. Kalau tidak bisa bagaimana? Sudah selesai? Sudah selesai? [kembali mengulang
pertanyaannya.] Apakah sudah selesai?”
44. BS : [BS menjawab dengan kompak] ”Belum...”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
178

45. G : ”Belum ya, dicari hasilnya sendiri-sendiri. Ada tidak dua puluh lima log setengah?” [G
bertanya kembali kepada SS sambil tersenyum kepada SS.]
46. SS : [SS tidak menanggapi G karena tidak tahu jawaban dari pertanyaan G.]
47. G : [G menjelaskan lalu soal nomor 5b.] ”Sebenarnya pada waktu SMP sudah diajari logaritma
to, itu bisa dicari dengan menggunakan tabel. Tapi kalau kita menyederhanakan dengan
menggunakan sifat sudah tidak bisa. Jadi sudah berhenti sampai di sana. Jadi betul, cuma
kesulitannya tidak bisa dihitung karena hasilnya adalah ini. [Sambil menunjuk jawaban S2 di
papan tulis.( lihat kotak 3)] Kemudian kalau mau dicari, berapakah ini hasilnya itu pakai
menggunakan tabel atau kalkulator. Dulu sudah diajari pakai tabel ya. kita bawa ke bilangan
pokok sepuluh. Jadi kalau kesulitannya disini, ok ini memang sudah tidak bisa diteruskan. Ok
ini betul, ini bisa diteruskan dicari hasilnya sendiri-sendiri, kita tidak bisa menerapakan sifat
yang nomor dua karena bilangan pokoknya bisa kita buat sama tidak? Kalau kita bisa
membuat sama, maka bisa dipakai. Tapi kalau kita perhatikan disini, dua puluh lima log
setengah plus sepuluh log dua puluh lima itu kita tidak bisa menyamakan sehingga kita tidak
bisa menggunakan sifat nomor dua. Baik begitu ya. Kalau semacam ini kenapa waktu liburan
tidak terfikirkan tidak disentuh?”
48. SS : [SS hanya terdiam ketika G mengeluh karena SS tidak mengerjakan soal latihan.]
49. G : ”Baik kita teruskan nomor delapan. Yuk yang nomor delapan. Baik sebenarnya kalian mampu
ya hanya kadang kemalasan. Ok nomor delapan siapa yang mau maju ke depan nomor
delapan? [G berjalan ke belakang kelas memperhatikan pekerjaan BS sambil berbicara
meminta SS mengerjakan soal nomor 8.]
50. SS : [Belum ada SS ya g bersedia maju mengerjakan nomor 8.]
51. G : ”Sebelum kita teruskan mengulang sifat itu satu, dua, dan tiga. Silahkan nomor delapan. Jika
enam log tiga puluh sama dengan x dan enam log dua puluh sama dengan y, berapakah enam
log tiga? Berapakah enam log tiga.” [G kembali berjalan ke depan kelas.]
52. S2 : [S2 tunjuk tangan lagi mau mencoba mengerjakan soal nomor 8.] ”Pak, saya mau mencoba.”
53. G : ” Apa? Mau mencoba? [sambil memandang S2 yang mau mencoba mengerjakan lagi.] Ada
yang lain, ini S2 mau mencoba. Sebentar ditunggu sebentar dulu biar temannnya juga berfikir.
Biar mencoba sebentar temannya. Biar temannya juga berfikir. Nomor delapan ya. Kamu
mengerjakan yang ini dulu ya, sambil menunggu temannya berfikir..” [G meminta S2 untuk
mengerjakan 3 soal yang lain dulu, karena G ingin memberi kesempatan kepada SL supaya
mau maju mengerjakan ke depan.]
54. S2 : [S2 lalu menyetujui G dan kembali mengerjakan soal berikutnya.]
55. G : [G meminta SL mencoba maju mengerjakan.] ”Saya harapkan ada yang maju yang lain
mengerjakan soal nomor delapan.”
56. BS : [BS menyalin jawaban soal nomor 5. SL ada yang mengerjakan sendiri sambil memegangi
kepalanya dan sesekali melihat ke arah papan tulis. Ada juga yang sedang berdiskusi dengan
teman sebangkunya. Ada yang berusaha bertanya kepada teman yang duduk di bangku
belakangnya.]
57. G : [G berjalan berkeliling lagi dan sesekali berhenti agak lama mengamati BS mengerjakan]
”Yuk yang lain silahkan maju. Bagaimana ada yang mau mencoba? Mencoba ke depan? Siapa
yuk?” [G kembali ke depan kelas dan memperhatikan SS dari depan kelas sambil kembali
meminta SS untuk maju mengerjakan ke depan.]
58. SS : [SS masih sibuk mengerjakan soal dan tidak ada yang berkeinginan untuk maju mengerjakan.
Mereka hanya diam mengerjakan. BS terlihat menunduk terus saat mengerjakan]
59. G : [Karena tidak ada SS yang bersedia maju, akhirnya G kembali memberi kesempatan kepada
S2 yang mau maju tadi untuk maju lagi mengerjakan.] ” Coba kalau tidak ada yang mau maju,
Ok S2 kamu maju lagi ya.”
60. S2 : [S2 yang di panggil tadi memandang G lalu maju ke depan]. “Nomor delapan ya Pak.”
61. G : “ Iya nomor delapan.” [Memberikan spidol kepada S2 yang disuruh maju tadi.]
62. S2 : [S2 maju dan mulai mengerjakan di papan tulis lalu memberi penjelasan kepada G dan SL
(lihat kotak 4)] ” Jadi begini Pak, ini dengan in kan harus sama. Karena ininya beda, saya
pakainya ini. [sambil menunjuk ke soal dan mulai mengerjakan.(lihat kotak 4)] Sampai sini
terus kan kalau kayak begini, ini kan tidak ada apa sama dengan apa kan tidak ada begitu Pak.
Saya mau memberitahu kalau ini tidak bisa dikerjakan. Ini kan tidak ada kan pak.” [Sambil
menunjuk log 30 = x dan log 20 = y yang diketahui dalam soal.(kotak 4)]
6 6
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
179

8. Jika log 30 = x dan log 20 = y , tentukan log 3.


6 6 6

6
log 3
Jawab : log 3 =
6
6
log 6

(kotak 4)

63. G : ” Ok, begitu ya. jadi belum sampai itu ya. Baik silahkan terima kasih.” [G mempersilahkan S2
kembali ke tmpat duduknya.]
64. S2 : [S2 kembali ke tempat duduknya.]
65. G : [G meminta SL untuk mencoba maju mengerjakan.] ”Yang lain... jadi yang diketahui itu enam
log tiga puluh sama dengan x dan enam log dua puluh sama dengan y. Berapakah enam log
tiga?”
66. SS : [Tidak ada S yang memperhatikan G, SS hanya memperhatikan G dalam menjelaskan.]
67. G : ”Kalau semacam ini, kenapa harus dipakai sifat nomor lima? Ini kan sudah sama.[Sambil
menunjuk soal.] Kenapa harus memakai sifat nomor lima? [G mengomentari hasil pekerjaan
S2 yang mengerjakan menggunakan sifat 5.]
68. SS : [SS tidak menjawab pertanyaan G begitu pula dengan S2 yang mengerjakan soal nomor 8
tadi.]
69. G : ”Padahal bilangan pokoknya sudah sama, kecuali kalau bilangan pokok di sini tidak sama atau
6
berbeda itu menggunakan sifat nomor lima.[ Sambil melingkari soal log 3 .] Jadi ini
bilangan pokoknya sudah sama. [Berjalan ke belakang sambil tersenyum kepada S.] bilangan
pokoknya berapa?”
70. SS : [Menjawab pertanyaan G secara bersama-sama.] ”Enam..”
71. G : ” Enam ya, maka sifat nomor lima tidak perlu dipakai. [G berbicara sambil berjalan ke
belakang lalu kembali maju ke depan lagi.] Sehingga tidak perlu dibuat enam log tiga per
enam log enam. Terus bagaimana? Nah sekarang silahkan dibawa enam log tiga ke dalam
enam log tiga puluh atau enam log dua puluh. Jadi ini bawa sini atau sini atau keduanya.
[Sambil menunjuk tulisan yang dimaksud.] Bawalah ke yang diketahui, yang ditanyakan
dibawa ke yang diketahui. Enam log tiga. Jadi dibawa ke yang diketahui. Tiga itu berapa kali
berapa?”
72. SS : [S tetap diam tidak menanggapi pertanyaan G]
73. G : ”Atau berapa dibagi berapa, tetapi yang memakai tiga puluh dan dua puluh. Ada tiga bilangan
enam, tiga puluh dan dua puluh. Tiga itu bawalah ke...bawalah ke...[G mengulang kembali
pertanyaannya, tetapi tidak ada SS yang menjawab pertanyaannya.] Andaikata ini diubah
dulu menjadi dua kalau soalnya ini, apa bedanya? Atau kalau nanti soalnya kita ubah
10
log 3 30
misalnya... [Sambil menulis di papan tulis
6
log 3 = 10
dan log 3= log
6 6
.(kotak
log 6 10
5) ] Bedanya dimana coba kita lihat soalnya, ini ya tadi soalnya adalah enam log tiga, bedanya
dimana? Nah bilangan pokoknya, kalau bilangan pokoknya ini berbeda, kita bawa kesana.
Tapi kalau sama apa?”
74. SS : [Tidak ada respon dari SS untuk menjawab pertanyaan G tadi. SS memperhatikan G dengan
tenang. BS ada yang sudah terlihat jenuh mendengarkan penjelasan dari G sehingga
mendengarkannya sambil tiduran dan bertopang dagu. Ada juga yang hanya terdiam
melamun karena tidak tahu apa yang dikatakan G. Ada juga yang sibuk mengerjakan sendiri
padalah G sedang menjelaskan..]
75. G : ”Bagaimana? Tau bedanya ya.. Ok kalau ini kita bawa misalnya ke unsur...[G tidak
melanjutkan perkataannya tetapi menulis dipapan tulis. (lihat kotak 5)] Maka hasilnya
berapa?”

8. Jika log 30 = x dan log 20 = y , tentukan log 3.


6 6 6

10
log 3
Jawab : 1).
6
log 3 = 10
log 6

30
2). log 3= log (kotak 5)
6 6

10
= log 30− log 10
6 6
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
180

76. SS : [Tidak ada S yang menjawab pertanyaan G. SS hanya terdiam melihat G dalam menjelaskan.]
77. G : “Atau bisa juga kalau mau memakai enam log dua puluh [G kembali menulis di papan tulis
(lihat kotak 5)] Begitu? Kalau yang nomor dua hasilnya apa hayo? Hasilnya?
78. SS : [SS masih memperhatikan G saat G bertanya. Mereka tidak menanggapi pertanyaan G.]
79. G : [Memperhatikan SS yang dari tadi hanya terdiam saja.] Hasilnya? Ini apa ini? [sambil
menunjuk soal nomor 8. ] Kalau yang nomor satu?” [G kembali berjalan ke belakang kelas. ]
80. SS : [SS dari tadi hanya terdiam mendengarkan G menjelaskan. Walaupun G bertanya berulang-
ulang, tetapi SS tidak pernah menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh G.]
81. G : [G berdiri di belakang kelas sambil menunggu SS ada yang berkomentar.] ”Atau ada yang
lain? Ini ada berbagai masalah ya. Ini ada yang ketemu x, dan ada yang hanya ketemu y.
Begitu ya, tentunya kan harus dibawa ke x dan y. Maka bagaimana? Ada beberapa
kemungkinan, kalau kalian mengerjakan ini belum tuntas karena apa kalian masih menyisakan
enam log sepuluh, enam log sepuluh harus dicari. [G kembali berjalan ke depan kelas dan
menulis kembali di papan tulis.] Sekarang bagaimana kalau kita hilangkan kita nyatakan
dalam x dan y. Nah sekarang kita berfikir dari yang diketahui, enam log tiga puluh itu kan
sama dengan x dan enam log dua puluh sama dengan y. [G menulis di papan tulis
6
log 30 = x dan 6 log 20 = y dan seterusnya (lihat kotak 6) sambil berbicara.] Sekarang
kita bertitik tolak dari ini untuk mendapatkan enam log tiga ya. Sekarang hubungannya ini
apa? tiga puluh dan dua puluh, itu ada kaitannya apa? Kalau tiga puluh, ini bisa kita tuliskan
jadi dua kali tiga kali lima sama dengan x begitu? Kemudian yang disini enam log dua
pangkat dua kali lima sama dengan y. Atau empat kali lima dua puluh itu. Kenapa, supaya ini
ada hubungannya ini ada dua dan lima, disini juga ada dua dan lima. Maka berdasarkan sifat
satu kita akan mendapatkan enam log dua plus enam log tiga plus enam log lima sama dengan
x. [berbicara sambil mencatat di papan tulis lagi.(lihat kotak6).] Sedangkan yang disini,
enam log dua pangkat dua plus enam log lima sama dengan y atau ini akan ketemu dua kali
enam log dua plus enam log lima sama dengan y. Nah sekarang kita gabungkan, kita susun
dan kita substitusikan. Ini kan muncul enam log tiga maka akan didapat apa kita susun lalu
kita mengurangkan.

6
log 30 = x
6
log 2.3.5 = x
6
log 2+ 6 log 3+ 6 log 5 = x

6
log 20 = y
6
log 2 2.5 = y
6
log 2 2 + 6 log 5 = y (kotak 6)
2.6 log 2+ 6 log 5 = y

Baik kalau saya tuliskan dulu enam log dua plus enam log tiga plus enam log lima sama
dengan x dikurangi dua kali enam log dua plus enam log lima sama dengan y. [G
menerangkan sambil menulis di papan tulis. (kotak 7)] Hasilnya apa? Min enam log dua plus
enam log tiga sama dengan x min y. Betul? [menghadap ke arah S.] Sekarang itu enam log
dua....enam log dua kita ganti dengan [tidak melanjutkan perkataannya tetapi sambil menulis
6
− 6 log + 6 log 3 = x − y di papan tulis. (lihat kotak 7)] Boleh? ” [meminta persetujuan
3
dari S]
82. SS : [SS menanggukkan kepalanya tanda setuju.]
83. G : ”Maka hasilnya apa? Kalau kita buka enam log enam min enam log tiga plus enam log tiga
sama dengan x min y. [masih menulis di papan tulis. (lihat kotak 7)] Kalau dibuka kurungnya,
min satu plus enam log tiga plus enam lig tiga samadengan x min y. Berarti dua kali enam log
tiga sama dengan x min y plus satu. Sehingga hasilnya adalah......[memperhatikan S] berapa
enam log tiga?”
84. SS : [Tidak ada jawaban dari SS, SS terlihat tenang mengerjakan soal tersebut.]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
181

85. G : [G mengulangi lagi pertanyaannya karena tidak ada respon dari SS] ”Enam log tiga-nya
berapa?”
86. SS : [Tetap tidak ada SS yang menjawab pertanyaan G]
87. G : [Karena tidak ada tanggapan dari SS, maka G menjawab sendiri pertanyaannya.]”Berarti
akan didapat apa enam log tiga sama dengan x min y plus satu per dua. ”
88. BS : [BS bertopang dagu mendengarkan G ketika menjelaskan dan ada SL yang berkipas-kipas
sambil memperhatikan. BS juga terlihat mendengarkan tanpa mencatat dan Sl lain ada yang
mencatat sambil memperhatikan G. Ada juga SL yang tidak memperhatikan G tetapi malah
berbincang-bincang dengan teman sebangkunya.]
89. G : ”Baik, jadi beberapa kemungkinan kalau kalian menjawab, mengerjakan dari tadi mau dibawa
kemana dan sebenarnya ini salah atau benar?” [G bertanya kepada S]
90. SS : [SS tidak menjawab pertanyaan G]
91. G : ”Hasilnya x min enam log sepuluh? Harusnya ada y-nya, kalau ini hanya sepenggal. [sambil
menunjuk ke arah papan tulis (kotak 7)] Kalau ini y sama dengan enam log sepuluh? Karena
harus digabung antara x dan y-nya. Kemudian kalau yang nomor satu kemungkinan berbeda.
Maka kalau kalian mengerjakan, sesuai dengan ketentuannya. Kalau hanya ditentukan itu,
kemungkinannya banyak. Tapi yang....[G berfikir untuk melanjutkan ucapannya.] apa
katakanlah harus memuat x dan y itu tidak bisa. Kita harus menggabungkan dua yang
diketahui enam log tiga puluh samadengan x dan enam log dua puluh samadengan y itu harus
muncul. Tapi kalau toh misalnya tidak harus muncul, semacam ini cukup ya. Nanti tinggal
mencari ini enam log sepuluh. Ini y enam log sepuluh, begitu. Baik, jadi ini nomor delapan
memang agak susah ya karena harus menyangkut substitusi menggunakan persamaan. [G
berdiri di depan meja guru sambil berbicara dan memperhatikan SS.] Baik, jadi nomor
delapan itu hasinya enam log tiga itu hasilnya samadengan x min y plus satu dibagi dengan
dua. Atau kalau mau dituliskan ya setengah x min setengah y plus setengah. Inilah hasil dari
nomor delapan. Cukup rumayan susah. Baik kita mengulang jadi kita mengulang tidak
menambah materi.”
92. BS : [Setelah G selesai menjelaskan, BS lalu mencatat jawaban soal nomor 8 di buku tulis mereka
masing-masing. SL yang tadi sudah mendengarkan penjelasan G sambil mencatat hanya
duduk diam memperhatikan Sl yang belum mencatat.]

Jawaban :

6
log 2+ 6 log 3+ 6 log 5 = x
2.6 log 2 + + 6 log 5 = y

− 6 log 2+ 6 log 3 = x − y
6
− 6 log + 6 log 3 = x − y
3
( )
− 6 log 6− 6 log 3 + 6 log 3 = x − y
− 1+ 6 log 3+ 6 log 3 = x − y
2.6 log 3 = x − y + 1
x − y +1 1 1 1
6
log 3 = = x− y+
2 2 2 2

(kotak 7)

93. G : [G memberi kesempatan S untuk bertanya kepada G] ” Atau ada pertanyaan, silahkan? Yang
belum mengerti atau kurang jelas, silahkan.”
94. SS : [SS tidak ada yang bertanya kepada G. Mereka sibuk menyalin jawaban nomor 8 di buku
mereka.]
95. G : ”Jadi tolong bedanya ya yang tadi sebelum istirahat, saya menuliskan alternatif.... beberapa
alternatif [berbicara sambil menghadap ke arah S] Enam log tiga itu jawabannya bisa menjadi
min enam log sepuluh atau apa itu...tapi yang benar harus memuat yang diketahui, x dan y-
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
182

nya. Dimana kalau memuat x dan y hasilnya adalah setengah x min setengah y plus setengah.
Jadi beberapa alternatif.”
96. S3 : [S3 bertanya kepada G. SL ada yang diam mencatat dan ada yang mengobrol dengan
temannya] ” Pak itu log sepuluh dari mana? Apa harus pakai sepuluh? ”
97. G : ”Ya apa? Ini adalah alternatif, terserah mau diganti berapa tapi karena disini ada
sepuluh...unsur sepuluhnya maka dibuat sepuluh. Itu alternatif saja, itu nanti bisa mendapatkan
hasil yang lain, begitu ya. Ini mungkin beda, ini ada alternatif ini [sambil menunjuk pada soal
di papan tulis. (lihat kotak 7)] ini ada tiga. Tapi yang menjawab pertanyaan itu yang memuat
ada unsur x ada unsur y. Tidak hanya salah satu x-nya saja atau y-nya saja kemudian enam log
sepuluhnya dicari. Sudah ya, jadi jawabannya ini ya enam log tiga itu sama dengan setengah x
min setengah y plus setengah.”
98. S3 : [S3 menanggukkan kepala dan melanjutkan mencatat lagi.]
99. G : [G memberi kesempatan kepada SS untuk bertanya tentang soal nomor 8.] ”Silahkan mungkin
ada pertanyaan lagi mengenai soal nomor delapan?”
100. S4 : [S4 membolak-balik bukunya sambil menggaruk-garuk kepalanya. Ada juga S5 yang terdiam
dan tidak mencatat tetapi hanya melihat temannya yang sedang mencatat. Ada juga SL yang
mencatat sambil mengobrol dengan temannya mengenai cara pengerjaan soal sambil
menunju-nunjuk papan tulis.]
101. G : “Kalau sudah silahkan dicoba seterusnya nomor satu sampai tiga. Itu mengulang kembali sifat
nomor satu sampai nomor lima. [Berjalan ke belakang sambil memperhatikan papan tulis dari
belakang kelas.]
102. SS : [SS lalu meneruskan mengerjakan soal nomor 1 sampai 3.]
103. G : [G kembali memberi kesempatan kepada S untuk bertanya.] ”Silahkan kalau mungkin masih
ada pertanyaan?” [Setelah beberapa saat berdiri di belakang, G kembali maju ke depan kelas
mendekati meja guru.]
104. SS : [Tidak ada SS yang bertanya kepada G.]
105. G : ”Ya tidak ada? Ya sekarang nomor satu, dua, dan tiga, mengingat kembali ya. Saya harapkan
nomor satu ada yang ke depan.”
106. BS : [BS yang sudah selesai mencatat lalu mulai mengerjakan soal 1 sampai 3. Ada juga SL yang
terlihat bermalas-malasan mengerjakan soal sambil tiduran.]
107. G : [G duduk di meja guru sambil menulis buku presensi. Lalu setelah selesai, G kembali
berkeliling mengamati SS dalam mengerjakan.] ”Baik yang nomor satu. ”
108. BS : [BS terlihat saling berdiskusi. Ada juga yang saling menukar pekerjaan untuk mencocokkan
jawabannya dengan temannya.]
109. G : [Setelah berkeliling G berkomentar tentang pekerjaan SS sambil berjalan ke depan kelas.] ”
Ada beberapa masih belum. Nomor satu itu sifat nomor berapa to yang dipakai dasarnya ?”
110. S6 : [S6 menjawab pertanyaan G lalu diikuti oleh SL.] “Dua dan tiga.”
111. G : [G berdiri bersandar di meja guru sambil berbicara kepada SS. ]“ Dua dan tiga ya. Silahkan,
dua dan tiga. Jadi sifat dasarnya betul, dua dan tiga. Tapi untuk bisa mengubah menjadi sifat
dua dan tiga menggunakan sifat nomor berapa?”
112. SS : [SS terdiam tidak menjawab pertanyaan G tetapi hanya memandang G. ]
113. G : [G akhirnya menegaskan kembali pertanyaannya.] ” Sifat nomor berapa?”
114. SS : [SS tetap cuek dengan pertanyaan G, SS malah menyibukkan diri dengan mengerjakan soal.]
115. G : ”Supaya sifat nomor dua dan nomor tiga bisa digunakan, sifat nomor berapa yang dipakai?
Nomor berapa? Nomor?”
116. BS : [BS menjawab pertanyaan G.] “Empat..”
117. G : [G melanjutkan pertanyaannya.] “Empat berapa?”
118. SS : [SS diam lagi dan tidak menjawab pertanyaan G, mereka hanya saling berpandangan satu
sama lain.]
119. G : [Karena tidak ada S yang menjawab pertanyaannya, maka G menjawab sendiri
pertanyaannya.] ”Empat a ya. Jadi supaya bisa memakai sifat nomor dua dan nomor tiga,
gunakan dulu sifat nomor empat a, silahkan. Betul ya, jadi sebelum memakai sifat nomor dua
dan nomor tiga, pakailah dulu sifat nomor empat a. Jadi betul memakai sifat nomor dua dan
nomor tiga.” [G berdiri di dekat meja G sambil memperhatikan S.]
120. SS : [SS masih dengan tenang mengerjakan soal latihan tadi. BS terlihat masih bingung mengenai
cara pengerjaan soal tersebut. Ada yang berulang kali bertanya kepada temannya, ada yang
membolak-balik buku dan berulang kali melihat papan tulis dan ada juga yang terlihat sedang
mengajari teman sebangkunya.]
121. G : [G kembali berkeliling mengamati SS sambil berbicara.] ”Ada yang sudah mendapatkan
hasilnya? Masih belum? Terapkan dulu ke sifat empat a, coba terapkan dulu sifat ke empat a.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
183

Silahkan diterapkan sifat nomor empat a. [G terus berkeliling sambil tersenyum-senyum


karena belum ada SS yang mau maju mengerjakan. ]
122. BS : [BS saling berdiskusi mengerjakan soal sambil sesekali terlihat tersenyum-senyum. Ada yang
melihat-lihat pekerjaan temannya dan mencocokkan dengan pekerjaannya sendiri. Ada yang
hanya terdiam mengerjakan sendiri. Ada yang saling bertukar jawaban dan saling
mengkoreksi pekerjaan temannya. Ada yang berkali-kali melihat ke arah papan tulis. Ada
juga yang mencoba mengajari teman sebangkunya sambil menunjuk-nunjuk ke arah papan
tulis lalu terlihat saling tersenyum.]
123. G : ”Sudah nomor empat a diterapkan? Baru menerapkan sifat nomor dua dan nomor tiga.
Terapkan sifat nomor dua dan nomor tiga. Ya ada yang mencoba maju? Ya siapa yang mau
mencoba maju? Siapa? Ya coba sedapatnya yuk, silahkan supaya cepat maju.”
124. S7 : [S7 ingin mencoba mengerjakan.]
125. G : [G melihat ada gelagat S7 yang mau maju lalu G bertanya kepda S7] ” Mau maju? Ya, S7
ayo... ”
126. S7 : [Lalu S7 tersebut maju ke depan setelah dipersilahkan oleh G dan mengerjakan soal
log x 3 − 2.2 log x 2 + 2. log x + log 3 = 3 . (lihat kotak 8)]
127. G : ”Ok, kadang kalau habis liburan susah memulainya. Coba S7, kemudian nanti temannya coba
melengkapi apa yang sudah dicoba. Dihapus dulu Sep…[Meminta S7 yang maju untuk
menghapus dulu papan tulisnya.] Yang lain diteruskan ya..”
128. BS : [BS memperhatikan S7 dalam mengerjakan dengan tangan didagu, , ada juga SL yang masih
sibuk mengerjakan soal sendiri dan sesekali melihat papan tulis.]

Jawaban S (Septi) :
1. log x 3 − 2.2 log x 2 + 2. log x + log 3 = 3
1
log x 3 − 2.2 log x + 2. log x + log 3 2 = 3

(kotak 8)

129. G : “ Coba jadi terapkan dulu sifat nomor berapa? Empat a ya, setelah empat a sifat nomor dua
dan tiga. [G memperhatikan cara pengerjaan S7 yang maju.] Baik berhenti dulu.” [G meminta
S7 yang mengerjakan ke depan tadi untuk berhenti dulu mengerjakannya.]
130. S7 : [ S7 lalu berhenti mengerjakan dan melihat ke arah G.]
131. G : ”Coba baris kedua tadi menerapkan sifat nomor berapa? [G mengingatkan S7 supaya
menggunakan sifat nomor 4a dulu] Diterapkan dulu sifat nomor empat a. Coba S7, sifat
nomor empat a itu apa to? Diperhatikan. [G berjalan ke belakang kelas.] Sifat nomor empat a
apa?”
132. S7 : [Setelah mendapat pengarahan dari G, maka S7 lalu menghapus pekerjaannya yang kurang
tepat tadi. S7 tidak menjawab pertanyaan G tentang bunyi sifat 4a]
133. G : [Memperhatikan S7 dalam mengerjakan, karena melihat S7 masih kurang tepat maka G
mengingatkan S7 mengenai bunyi sifat nomor empat a.] ”Coba S7 sifat nomor empat a
bagaimana to bunyinya? ”
134. S7 : [S7 memperhatikan G lalu menjawab pertanyaan dari G.] ”a log b pangkat n sama dengan n
kali a log b.”
135. G : [G memperhatikan S7 lalu berbicara kepada S7.] ” Iya, kamu terapkan dimana itu? ”
136. S7 : [S7 melihat ke arah G lalu menjawab pertanyaan G.] ” Dua log x pangkat dua.”
137. G : ” Iya betul, dua log x pangkat dua, menjadi berapa? [G kembali mengulangi pertanyaannya.]
138. S7 : [S7 menjawab tidak yakin, masih ragu-ragu.]” Dua kali dua log x”
139. G : [Melihat S7 yang menjawab dengan ragu-ragu, maka G memberikan soal pancingan.] “
Bilangan pokoknya berapa itu?”
140. S7 : [S7 melihat ke arah SL siapa tahu ada yang bisa membantunya, tetapi SL tidak bisa
membantu karena mereka juga tidak tahu. Lalu S7 menjawab dengan ragu-ragu.] ” Sepuluh.”
141. G : [G mengajukan pertanyaan pancingan pada S7 lagi.] ”Kalau sepuluh menjadi ?
142. S7 : ”Sepuluh log dua...[ Merasa jawabannya kurang tepat lalu meralat jawabannya.]
Eee..sepuluh kali dua log ...”.[tidak meneruskan ucapannya tetapi malah menghapus angka 2
2
pada tulisan log x . (lihat kotak 8)]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
184

143. G : [G mulai bergerak mendekati S7 lalu bertanya kepada S7.] ”n-nya berapa itu? ”
144. S7 : [S7 menjawab pertanyaan G dengan yakin.] ” n-nya dua.”
145. G : [ G kembali bertanya kepada S7] ”n-nya dua, berarti menjadi?”
146. S7 : ”Dua kali.....” [S tidak meneruskan ucapannya tadi, lalu segera mengganti angka 2 yang
10
dihapus tadi menjadi angka 10 sehingga menjadi log x . (lihat kotak 9)]

Jawaban S (Septi) :
1. log x 3 − 2.2 log x 2 + 2. log x + log 3 = 3
1
log x 3
− 2. 10
log x + 2 . log x + log 3 2
= 3

(kotak 9)

147. G : [G meminta kepada S7 untuk menghapus angka 10.] ”Sepuluhnya tidak usah ditulis.”
148. S7 : [S7 menghapus angka 10.]
149. G : ”Menjadi apa? dua log x pangkat dua itu menjadi?” [Gbertanya kembali pada S yang maju
tadi.]
150. S7 : [S7 menjawab pertanyaan G sambil melihat pekerjaannya.] ”Log x pangkat empat.”
151. G : ”Log....[ karena S7 menjawab dengan benar, maka G tidak melanjutkan ucapannya. Lalu
meminta S7 untuk menuliskan jawabnnya tadi di papan tulis.] Betul, silahkan ditulis.”
10 2 4
152. S7 : [S7 lalu menghapus kembali tulisan 2. log x dan menggantinya dengan 2. log x . (lihat
kotak 10)]

Jawaban S (Septi) :
1. log x 3 − 2.2 log x 2 + 2. log x + log 3 = 3
1

log x 3 − 2. log x 4 + 2. log x + log 3 2 = 3

(kotak 10)

153. G : [Melihat S7 bingung dalam menulis, lalu G berkomentar kepada S7 yang maju tadi.]
”Menjadi apa tadi? [Setelah S7 selesai mengganti, G kembali bertanya kepada S7.] Empatnya
dari mana? Empatnya dari?”
154. S7 : [S7 terdiam memandang pekerjaannya dan agak kebingungan mengerjakan soal tersebut.
4 4
Ternyata tulisan 2. log x yang dia tulis itu salah. Lalu dia menghapus lagi x dan
kebingungan mau diganti dengan apa lagi. ]
155. G : [G bertanya kepada S7.] ”n-nya berapa to itu?”
156. S7 : ”n-nya dua..” [S7menjawab pertanyaan G dengan benar.]
157. G : ”Dua, betul ya m-nya dua. [G bertanya lagi kepada S7] ” a-nya ? ”
158. S7 : ”a-nya sepuluh.” [S7 menjawab dengan benar lagi]
159. G : ”b-nya?” [G kembali bertanya kepada S7 tadi.]
160. S7 : [S7 menjawab pertanyaan G sambil melihat ke arah G.] ”x pangkat dua.”
161. G : ”Ya x pangkat dua. [G memberi pancingan lagi dengan pertanyaan] Berarti akan menjadi ?”
162. S7 : [S7 sambil tersenyum kepada G karena tidak tahu bagaimana mengerjakannya.]
163. G : ”Bagaimana? Mungkin ada yang bisa membantu? [Sambil tersenyum kepada S7, G memberi
kesempatan kepada SL untuk membantu S7 yang maju tadi.] Atau yang mau maju, yuk..”
164. S8 : [Lalu ada seorang S8 yang terlihat memberitahu S7 yang maju tadi bagaimana cara
mengerjakan soal tersebut, S7 lalu kembali ke tempat duduknya dan mendengarkan S8 ketika
menjelaskan pada S7]
165. G : [G menawarkan kepada SL yang mau membantu S7.] ”Siapa yang mau maju membantu S7?
Siapa yang mau maju?”
166. SS : [SS belum ada yang berniat maju ke depan, sampai G meminta berkali-kali.]
167. G : ”Supaya S7 nanti juga bisa melihat, oya harusnya semacam itu. S9 mau maju?” [menunjuk
seorang S9 untuk maju mengerjakan.]
168. S9 : [S9 yang di panggil tadi langsung maju ke depan mengerjakan. (lihat kotak 11)]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
185

Jawaban S (Tri) :
1. log x 3 − 2. log x 2 + 2. log x + log 3 = 3
1
log x 3 − log x 4 + log x 2 + log 3 2 = 3
⎛ x3 ⎞
1
⎜⎜ log 4 ⎟⎟ + log x 2 + log x 2 = 3
⎝ x ⎠
1
1 Sifat logaritma :
log + log x 2 + log 3 2 = 3
x
⎛ 1 2⎞
1 a
logb = c ⇔ a c = b
⎜ log .x ⎟ + log 3 2 = 3
⎝ x ⎠
1
log x + log 3 2 = 3
1
log x.3 2 = 3
1 (kotak 11)
10 3 = x.3 2
1000 1000
1000 = x. 3 → x = = 3
3 3

169. G : ”Coba diperhatikan ya S7. Untuk mengubah memakai sifat nomor berapa tadi?” [G kembali
berkeliling kelas dan berhenti di meja paling belakang sambil mengamati S8 dalam
mengerjakan.]
170. BS : [BS menjawab pertanyaan G.] ”Empat..”
171. G : ”Sifat nomor empat ya. Sifat nomor empat ada dua kemungkinan yang bisa dipakai. Nah
perhatikaan bahwa n-nya itu naik. S7 n-nya naik ya, bukan n-nya tetap dibawah.
[memberitahu S7 dimana letak kesalahan S7 tadi.] Jadi dari apa namanya n kali a log b itu
sama dengan a log b pangkat n. Duanya naik jadi x pangkat dua dikuadratkan, itu x pangkat
empat. [G masih terus memperhatikan S9 yang maju mengerjakan tadi sambil mengkoreksi
siapa tahu ada yang kurang tepat.] Diteruskan Tri, yuk diteruskan. Baik itu ya coba
diperhatikan. Betul dari sifat nomor empat dilakukan, kemudian sifat nomor tiga baru sifat
nomor dua. Ok, mau bisa langsung bisa terus. Coba setelah sampai di situ Tri, kira-kira
menggunakan sifat nomor berapa? nomor? Sifat yang bisa dipakai?”
172. S9 : [S9 memperhatikan G dan menjawab pertanyaan G ] ”Dua Pak.”
173. G : ”Dua ya, silahkan lakukan sifat nomor dua.” [Meminta S9 yang maju tadi untuk meneruskan
menyelesaikan soal tersebut sampai yang paling sederhana menggunakan sifat nomor dua. (
lihat kotak 11)]
174. S9 : [S9 yang maju tadi segera menerapkan sifat nomor2 untuk menyelesaikan soal tersebut. (lihat
kotak 11)]
175. G : ”Baik, begitu ya. Sifat nomor dua, ada sifat lain yang bisa digunakan lagi tidak setelah sampai
disitu? Ada tidak?” [G bertanya kepda SS.]
176. SS : [SS tidak menjawab pertanyaan G, mereka ada yang terdiam memperhatikan S9 dalam
mengerjakan, ada juga yang sibuk menyalin jawaban S9 dalam buku mereka masing-masing.]
177. G : ”Jadi betul sifat nomor dua akan menjadi log x kali tiga pangkat setengah sama dengan tiga.
[G bertanya kepada S9.] Ok, terus kira-kira bagaimana Tri?
178. S9 : [S9 masih berdiri di depan kelas sambil berfikir bagaimana meneruskan jawaban itu.]
179. G : ” Coba masih ingat definisi logaritma? Coba kamu tulis disampingnya. Pakailah definisi
logaritma a log b... ” [meminta S9 untuk menulis definisi logaritma. ] ”Ayo tulis... a log b
sama dengan c itu artinya apa? ”
180. S9 : [S9 menulis definisi logaritma seperti apa yang diperintahkan oleh G (lihat kotak 11)] ”a
pangkat c sama dengan b.”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
186

181. G : ” a pangkat c sama dengan b, bagus. Coba terapkan.” [G kembali bertanya kepada S9] ”a-nya
berapa?”
182. S9 : [S9 menjawab pertanyaan G.] ”Sepuluh.” [ SL memperhatikan S9 dalam mengerjakan. BS
memperhatikan pula tetapi sambil ikut menulis.]
183. G : ”Sepuluh ya.” [G bertanya kembali.] ”b-nya?”
184. S9 : [S9 menjawab pertanyaan G dengan benar.] ” x kali tiga pangkat setengah.”
185. G : ” Iya, silahkan. Tiga pangkat setengah ya. silahkan diterapkan. [G masih memperhatikaan S9
dalam mengerjakan.] Iya, terus bisa selesaikan tidak itu? Iya itu x-nya tiga setengah atau tiga
1
pangkat setengah? [Bertanya kepada S9 karena tulisan S9 kurang jelas.. 3 2 dikira G adalah
1
3 .]
2
186. S9 : [S9 membetulkan tulisannya yang kurang jelas tadi.] ”Tiga pangkat setengah Pak.”
187. G : ” Tiga pangkat setengah ya, tiga pangkat setengah itu berapa to? ” [G bertanya hasilnya
kepada S9]
188. S9 : [S9 menulis 3 di papan tulis. (lihat kotak 11)] ”Akar tiga.” [. Setelah selesai S9 kembali ke
tempat duduknya]
189. G : ” Ya silahkan diganti akar tiga. X-nya berapa itu? Nah itulah hasilnya. Bisa to, begitu kan.
Baik itu sudah dicoba dikerjakan oleh Tri. Tapi harus pakai bantuan. Sebenarnya bisa tapi apa
namanya jalannya. Jadi langkah pertama betul jadi gunakan sifat nomor empat. Nah untuk
bisa menggunakan sifat nomor dua, sifat empat digunakan. X pangkat empat itu dari mana? X
pangkat dua di kuadratkan, pangkatkan dua. a pangkat p pangkat q menjadi a pangkat pq. X
pangkat dua pangkat dua menjadi x pangkat empat. Ya jadi duanya naik kesana, ini juga
duanya naik kesana. Setelah itu menggunakan sifat, sebenarnya bisa langsung...bisa langsung
ya sebenarnya. Tapi ini Tri menggunakan satu-satu. Ini menggunakan sifat nomor tiga dulu,
selesai hasilnya ini [sambil menunjuk pekerjaan S9 tadi.(kotak 11)] lalu menggunakan sifat
nomor dua hasilnya ini [menunjuk lagi pekerjaan S9.] terus menggunakan sifat nomor dua
lagi. Kalau dirasionalkan hasinya berapa itu? Waktu pangkat rasional bentuk akar hasilnya
berapa? seribu per akar tiga itu bisa dituliskan apa? Coba rasionalkan bentuk akarnya.
Kemarin sudah digunakan untuk teori b. [berjalan di depan kelas berbicara sambil tersenyum
melihat SS.] Berapa hasilnya? Iya kan kemarin, kan soal semacam itu lebih mudah. Berapa
hasilnya? Berapa?”
190. SS : [SS tidak menjawab pertanyaan dari G. Mereka hanya terdiam . BS sibuk menyalin jawaban
nomor 3 tadi dan ada yang memperhatikan G tetapi tidak menjawab pertanyaan G.]
191. G : ”Ada yang sudah menemukan hasilnya berapa? Dikalikan berapa to? Dikalikan..... [lalu G
meminta S9 yang maju tadi untuk mengerjakan kembali di papan tulis.] Silahkan ke depan
yuk..sekalian disempurnakan, sempurnakan. Jadi itukan sudah ketemu ya tapi penyebutnya
masih bentuk akar, coba rasionalkan seperti yang kemarin sudah lakukan. Dibawah atau
disampingnya.” [G berbicara sambil berjalan ke belakang kelas lalu memberitahu S9 supaya
mengerjakan dibawahnya atau disamping pekerjaannya tadi.]
192. S9 : [S9 kembali maju ke depan dan menyelesaikan soal tersebut sesuai permintaan G.]
193. G : ”Iya diteruskan, terus hasilnya berapa?”
1000 3
194. S9 : [S9 lalu menulis di papan tulis.]
3
195. G : ”Seribu akar tiga per tiga, biasanya menulisnya seribu per tiga akar tiga. Ya ini ya. Baik
biasanya menulisnya itu seribu per tiga akar tiga [G maju ke depan dan menambahkan
1000
3 pada pekerjaan S9 tadi. (lihat kotak 11)] Baik semacam itu ya. Karena kita telah
3
mempelajari merasionalkan bentuk akar, maka baik kalau kita mengerjakan sampai itu.” [G
kembali berjalan ke belakang lagi dan memberi kesempatan kepada SS untuk menyalin
jawaban nomor 3.]
196. SS : [SS menyalin jawaban S9 tadi di buku mereka masing-masing. Ada yang menulis sambil
mengobrol dengan temannya, ada pula yang menulis sambil tiduran.]
197. G : [G memberi kesempatan kepada SS untuk bertanya ] ”Ada pertanyaan dari nomor satu?
198. SS : [Tidak ada tanggapan dari SS, mereka masih sibuk menyalin jawaban di papan tulis.]
199. G : ”Baik hari ini kita mengulang sifat nomor satu sampai lima, kemudian pertemuan yang akan
datang kita akan meneruskan sifat yang nomor enam. Silahkan nanti dipelajari, kalau dalam
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
187

buku saya kebalik ya. Kalau dalam buku sifat yang kelima. Ya nanti dipelajari untuk
pertemuan berikutnya sifat nomor lima dan sifat nomor enam silahkan dipelajari. Kemudian
masih ada dua soal nomor dua dan nomor tiga. [Berjalan ke depan lagi, berbicara sambil
memperhatikan SS.] Tolong dikerjakan karena kalian tidak mengerti, matematika itu biasanya
harus banyak latihan. Pesan saya kalau kalian tidak latihan, matematika itu hanya bisa kalau
latihan . Kalau tidak latihan jadinya blank. Libur sepuluh hari, tidak buka buku sama sekali.
[G mengingatkan SS supaya banyak latihan.] Nomor dua ada yang bisa silahkan, waktunya
tinggal beberapa menit, ada yang bisa?” [meminta SS untuk maju ke depan mengerjakan. ]
200. SS : [SS tidak ada yang berminat untuk maju mengerjakan karena waktunya sudah mau habis.]
201. G : ” Kalau tidak ada yang maju untuk tugas saja. Sifat nomor enam silahkan nanti dipelajari.
Hanya ada satu a log b kali b log c sama dengan a log c. [Sambil menulis sifat nomor enam di
papan tulis. (lihat kotak 12)] Silahkan dipelajari untuk contoh-contohnya. Jadi selain sifat itu,
saya minta kalian mempelajari sifat itu dan dilihat dipelajari buktinya. Baik kita akhiri dulu
pertemuan hari ini.” [G mengakhiri pelajaran dengan memberi tugas.]

Sifat 6 :
a
log b.b log c = a log c

(kotak 12)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
188

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


( RPP )

Nama Sekolah : SMA Stella Duce 3 Bantul Sem/Th. Pel : II/2006-2007


Mata Pelajaran : Matematika Alokasi Waktu : 8 x 45’ JP
Kelas/Program : X/Umum

A. STANDAR KOMPETENSI
1. Memecahkan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat, akar, dan
logaritma.

B. KOMPETENSI DASAR
1.1 Menggunakan aturan pangkat, akar, dan logaritma.
1.2 Melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan yang melibatkan
pangkat, akar, dan logaritma.

C. INDIKATOR
ƒ Mengubah bentuk pangkat ke bentuk logaritma dan sebaliknya
ƒ Melakukan operasi aljabar dalam bentuk logaritma
ƒ Menyederhanakan bentuk aljabar yang memuat bentuk pangkat, akar, dan
logaritma
ƒ Membuktikan sifat-sifat sederhana tentang bentuk pangkat, akar, dan
logaritma

D. SUMBER BELAJAR
ƒ Buku Matematika SMA Kelas X, Team MGMP Yayasan Tarakanita, 2007
ƒ Buku Matematika XYZ Kelas X, Erlangga, Sartono Wirodikromo, 2006
ƒ Buku referensi lain
E. MATERI
Bentuk Logaritma
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
189

F. METODE
1. Pendekatan : Penemuan
2. Metode : * diskusi dan informasi
* tanya jawab

G. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Tujuan Materi Perte Langkah-langkah pembelajaran


Pembelajaran muan
Ke-
Setelah Bentuk 1 1. Kegiatan Awal :
melaksanakan Logaritma Menginformasikan KD, indikator dan
pembelajaran deskripsi metode belajar yang akan
logaritma, siswa diterapkan.
dapat: 2. Kegiatan Inti :
a. Mengubah Pengertian dan definisi Logaritma
bentuk akar ke a. Membahas ulang beberapa soal
bentuk logaritma menentukan hasil pangkat rasional.
dan sebaliknya. b. Bertitik tolak dari soal-soal
b. Menerapkan sebelumnya. Soalnya diubah
sifat-sifat menentukan pangkat dari suatu
logaritma untuk bilangan yang hasilnya diketahui.
memecahkan c. Menentukan pengertian logaritma
masalah dari hasil soal-soal 2b di atas.
Menggaris bawahi bahwa logaritma
adalah invers dari perpangkatan.
d. Menentukan definisi logaritma.
e. Mengubah bentuk akar ke bentuk
logaritma dan sebaliknya.
3. Kegiatan Akhir :
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
190

a. Mengerjakan penilaian proses


b. Memberikan PR

2 1. Kegiatan Awal
a. Membahas PR
b. Menyampaikan kegiatan hari ini
2. Kegiatan Inti
a. Membuktikan sifat-sifat logaritma :

=a
g
log a
1. g

2. g log(axb)= g log a + g log b


a
3. g log( )= g log a − g log b
b
b. Menerapkan sifat-sifat di atas untuk
mengerjakan soal.

3. Kegiatan Akhir
a. Mengerjakan penilaian proses
b. Memberikan PR

3
1. Kegiatan Awal
a. Membahas PR
b. Menyampaikan kegiatan hari ini
2. Kegiatan Inti
a. Membuktikan sifat-sifat logaritma :
mg
4. a. ga
log a m = log a
n

b. ga
log a n = g log a
1
5. g
log a = a
log g
b. Menerapkan sifat-sifat di atas untuk
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
191

mengerjakan soal.

3. Kegiatan Akhir
a. Mengerjakan penilaian proses
b. Memberi PR
4
1. Kegiatan Awal
a. Membahas PR
b. Menyampaikan kegiatan hari ini

2. Kegiatan Inti
a. Membuktikan sifat-sifat logaritma :
6. g log ax a log b = a log b
b. Menerapkan sifat-sifat di atas untuk
mengerjakan soal

3. Kegiatan Akhir
Mengerjakan penilaian proses

H. PENILAIAN :
ƒ Teknik Penilaian :
1. Ulangan harian
2. Tugas individu
3. Non tes
ƒ Bentuk Instrumen :
1. Uraian
2. Uraian berstruktur
3. Pengamatan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
192

I. INSTRUMEN PENILAIAN : -

Bantul, Juli 2007


Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Agustinus Suwardi, S. Pd. Drs. P. Susilo Kristiyanto


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
193

Siswa memperhatikan guru ketika guru menjelaskan

Guru berkeliling memantau siswa


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
194

Siswa bertanya kepada guru dan guru menjelaskan kepada siswa

Siswa berdiskusi dengan temannya dalam mengerjakan soal


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
195

Guru melakukan tanya jawab dengan siswa

Guru memperhatikan siswa ketika mengerjakan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
196

Guru mengoreksi pekerjaan siswa

Guru meminta siswa untuk maju mengerjakan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
197

Siswa maju mengerjakan soal

Guru menjelaskan mengenai materi logaritma


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
198

Guru mengoreksi pekerjaan siswa

Guru memperhatikan siswa ketika mengerjakan soal


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
199

Guru menjelaskan cara mengerjakan soal

Siswa memperhatikan guru dalam menjelaskan

Anda mungkin juga menyukai