Interaksi Sosial dalam Pembelajaran Logaritma
Interaksi Sosial dalam Pembelajaran Logaritma
Skripsi
Oleh :
Lusia Lantika Wijayanti
NIM. 031414030
Skripsi
Oleh :
Lusia Lantika Wijayanti
NIM. 031414030
i
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Tiada hal yang paling indah selain kebersamaan dalam tiap hela nafas
bersama kalian. Terima kasih untuk segalanya, aku takkan pernah bisa
menyelesaikan semua ini tanpa doa dan dukungan kalian.
iv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ABSTRAK
vi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ABSTRACT
vii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kasih
yang telah melimpahkan segala rahmat karunia-Nya sehingga skripsi dengan judul
di Kelas X SMA Stella Duce 3 Bantul ” ini dapat selesai dengan baik.
membantu dan mendukung penulisan skripsi ini dalam bentuk apapun, kepada :
3. Para dosen penguji yang telah memberikan kritik dan saran pada penulisan
skripsi ini.
4. Bapak Sunardjo, Bapak Sugeng, Ibu Heni dan Bapak Agus atas
6. Kepala sekolah dan guru bidang studi matematika kelas X SMA Stella
melaksanakan penelitian.
viii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
7. Siswa-siswi kelas X-2 SMA Stella Duce 3 Bantul, terima kasih atas
8. Bapak FX. K. Sukartijan dan Ibu Agnes Purmei W, orang tuaku tercinta
Adik-adikku tercinta: Sinta dan Satya atas doa dan dukungannya selama
9. Mas Dede yang selalu memberi doa, kasih sayang, dukungan dan
10. Sahabat-sahabat penulis: Andriani, Sinta, Clara, Siska, Endra, Ari, dan
11. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah
terselesaikan.
sempurna. Oleh karena itu, dengan penuh kerendahan hati dan terbuka, penulis
Penulis,
ix
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR ISI
x
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
xi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR TABEL
xii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran I
a. Transkripsi pertemuan I .........................................................................132
b. Transkripsi pertemuan II ....................................................................... 147
c. Transkripsi pertemuan III .......................................................................164
d. Transkripsi pertemuan IV ...................................................................... 175
Lampiran II
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) ............................................... 188
Lampiran III
Foto Kegiatan Pembelajaran ........................................................................ 193
xiii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
1
BAB I
PENDAHULUAN
Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa terlepas
dari individu lain. Setiap saat manusia membutuhkan manusia lain dalam
akan dibarengi dengan proses interaksi atau komunikasi baik dengan alam
merupakan salah satu ilmu dasar untuk melatih berpikir kritis, sistematis, logis,
kreatif dan kemampuan bekerja sama yang efektif. Dalam kegiatan belajar di
kelas, terjadilah interaksi sosial yang berkaitan dengan hubungan interaktif antara
siswa dengan guru dan juga antara siswa yang satu dengan siswa yang lain.
Interaksi sosial ini terjadi ketika guru dan siswa saling berdiskusi dan saling
melakukan tanya jawab. Salah satu hal yang membuat pembelajaran berhasil
adalah karena adanya interaksi sosial yang baik antara guru dengan siswanya.
1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
2
dengan pembelajaran. Oleh karena itu, interaksi sosial antar pihak-pihak yang
pendapat/idenya kepada orang lain baik itu siswa lain maupun gurunya, supaya
sentral dari kegiatan pembelajaran khususnya matematika. Siswa harus lebih aktif
siswa kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran matematika karena ada siswa
yang berangggapan bahwa matematika adalah mata pelajaran yang susah dan
kelas sehingga bisa diketahui bentuk-bentuk interaksi yang sedang terjadi selama
Rudhito dan Susento ( 2007 ), yang berjudul Laporan Tahunan Penelitian Hibah
bertindak sebagai salah satu asisten dalam penelitian tersebut yang bertugas untuk
Duce 3. Salah satu aspek dari kegiatan pembelajaran matematika tersebut adalah
Untuk itu peneliti mencoba mencari jawaban mengenai hal tersebut dalam
matematika dengan topik Logaritma di kelas X-2 SMA Stella Duce 3 Bantul?
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
4
tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan interaksi sosial yang
terjadi antara guru dan siswa serta interaksi sosial antara siswa dan guru selama
2. Bagi Guru
untuk menjadi salah satu informasi pemakaian suatu metode dalam pembelajaran
berikut:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
5
1. Interaksi sosial adalah suatu hubungan antara dua individu atau lebih,
2. Interaksi antara guru dan siswa adalah interaksi yang dilakukan dengan cara
interaksi sosial.
3. Interaksi antara siswa dan guru adalah interaksi yang dilakukan dengan cara
tertentu kepada guru. Dengan kata lain siswa/beberapa siswa yang memulai
5. Logaritma merupakan topik dari materi pokok bentuk pangkat, akar, dan
ada dua yaitu menggunakan aturan pangkat, akar, dan logaritma dan juga
6. Siswa yang dimaksud adalah siswa kelas X-2 SMA Stella Duce 3 Bantul
7. Guru dalam penelitian ini adalah seorang guru laki-laki yang mengajar
matematika kelas X-2 SMA Stella Duce 3 Bantul Yogyakarta tahun ajaran
2007-2008.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
7
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pembelajaran
mempunyai tujuan membantu orang belajar dan memberi kemudahan bagi orang
yang belajar. Di dalam bukunya, Gagne dan Briggs (sebagaimana dikutip oleh
kejadian, peristiwa, dan kondisi yang secara sengaja dirancang untuk mempengaruhi
bukan hanya terbatas pada kejadian yang dilakukan oleh guru saja, melainkan
maupun guru. Guru harus bisa membuat siswa aktif dalam memberikan
7
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
8
keberhasilan siswa.
Peralihan ini dimaksudkan agar siswa lebih mudah dalam mempelajari dan
memahami materi.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
9
dalam menangkap suatu materi pasti tidak akan sama antara siswa yang satu
12. Persiapan/kesiapan.
Misalnya seorang siswa harus menyiapkan buku pelajaran dan seorang guru
pembelajaran.
matematika, peserta didik dapat berfikir secara rasional dan sistematis (Hudoyo,
1988)
mereka berani mengemukakan ide-idenya, mau belajar dari kesalahan, dan mau
berdiskusi dengan guru. Melalui proses inilah siswa memiliki kesempatan lebih besar
dimana siswa aktif bersosialisasi dengan guru, sumber atau bahan pelajaran, dan
teman (siswa lain) dalam mengolah atau memproses informasi untuk memperoleh
Interaksi sosial adalah suatu hubungan antara dua individu atau lebih,
dikutip oleh Gerungan, 1988 : 57 ). Dari interaksi sosial tersebut maka akan
terbentuklah suatu kelompok sosial. Interaksi sosial dapat terbentuk antar individu,
kepada orang lain baik itu siswa lain maupun gurunya, supaya memperoleh masukan
menerima maupun menyerap pelajaran yang diberikan oleh guru. Guru mempunyai
dalam pembelajaran. Peranan guru misalnya saja jika ada siswa yang membuat
pendapat/ide dari siswa. Selain itu guru juga jangan memberikan hukuman kepada
masalah karena dengan menghukum, dapat mengecilkan mental siswa untuk berani
maju mengerjakan lagi. Jadi guru harus bisa menerima dan menampung pendapat/ide
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
12
dari siswa walaupun jawaban siswa salah. Siswapun juga harus bisa menghargai
a. Kontak Sosial
Kata kontak berasal dari con atau cum yang artinya bersama-sama dan kata
tango yang artinya menyentuh. Jadi secara harfiah, kontak berarti saling menyentuh.
Saling menyentuh bukan berarti terjadi kontak fisik secara langsung, tetapi adanya
1. Kontak antar individu. Yaitu kontak yang terjadi antar individu satu dengan
individu yang lain. Contohnya adalah kontak antara siswa dengan siswa
2. Kontak antar kelompok. Yaitu kontak yang terjadi antara suatu kelompok
dengan kelompok lain. Contohnya adalah kontak antara dua kelompok yang
3. Kontak antara individu dengan suatu kelompok. Yaitu kontak yang terjadi
Kontak sosial bisa bersifat positif dan bisa juga bersifat negatif. Yang bersifat
positif bila kontak tersebut disertai adanya respon, sedangkan yang bersifat negatif
b. Komunikasi
komunikan dengan komunikator biasanya karena ada suatu kegiatan interkasi yang
dikenal dengan istilah pesan (massage). Dan untuk menyampaikan pesan itu
seseorang atau suatu kelompok dapat dimengerti oleh orang lain maupun kelompok
Materi yang disusun harus memperhatikan beberapa komponen yang lain, apalagi
interaksi yang kondusif. Guru harus siap sebagai mediator dalam segala situasi
proses belajar-mengajar. Guru akan lebih baik bersama siswa sebagai designer
Disiplin mempunyai arti bahwa terdapat suatu pola tingkah laku yang diatur
menurut ketentuan yang telah ditaati oleh pihak guru dan pihak siswa secara
sadar.
7. Ada batas waktu. Untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam kelompok
siswa, batas waktu sangat diperlukan. Setiap tujuan akan diberi waktu, kapan
8. Ada unsur penilaian. Unsur penilaian adalah unsur yang sangat penting. Dalam
kaitannya dengan tujuan yang telah ditetapkan maka untuk mengetahui apakah
tujuan itu sudah tercapai lewat interaksi belajar-mengajaar aatau belum, perlu
siswa merupakan kegiatan yang cukup dominan. Kegiatan interaksi juga dalam
rangka untuk transfer of knowledge dan transfer of values, sebab mengajar bukanlah
menuangkan pengetahuan kepada sesuatu yang mati, melainkan sesuatu yang hidup,
dinamis, dan penuh dengan emosi. Siswa dapat saja bereaksi terhadap lingkungannya
dan reaksi-reaksi tersebut dapat berupa reaksi intelektual, fisik, emosional, dan sosial.
Menurut Sutarto Hadi (2005), bentuk – bentuk interaksi sosial yang terjadi
4. Menyatakan ketidaksetujuan.
6. Melakukan refleksi terhadap setiap langkah yang ditempuh atau terhadap hasil
pelajaran.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
16
1. Negosiasi.
2. Penjelasan
3. Pembenaran
pembelajaran matematika pada umumnya adalah adanya negoisasi antara guru dan
siswa, adanya penjelasan dan pemberian kesempatan baik dari guru maupun dari
siswa terhadap jawaban yang diberikan, adanya pernyataan setuju atau tidak setuju
terhadap jawaban siswa atau guru, adanya alternatif penyelesaian yang lain,
melakukan refleksi terhadap setiap langkah yang ditempuh atau terhadap hasil
pelajaran .
2.4 Logaritma
pelajaran SMA dan MA untuk kelas X yang dijelaskan oleh Dinas Pendidikan
akar, pangkat dan logaritma yaitu memecahkan masalah yang berkaitan dengan
bentuk pangkat, akar, dan logaritma. Kompetensi dasar bentuk akar, pangkat, dan
logaritma yaitu :
dan logaritma.
adalah :
logaritma.
10. Membuktikan sifat-sifat sederhana tentang bentuk pangkat, akar, dan logaritma.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
18
Berikut ini akan disajikan materi tentang logaritma berdasarkan standar kompetensi,
1. Definisi Logaritma
diharuskan mencari nilai p. Hal ini berarti kita diharuskan mendefinisikan bentuk
baru dari persamaan di atas yang dikenal dengan nama logaritma. Jadi logaritma
adalah invers dari perpangkatan, yaitu mencari pangkat dari suatu bilangan pokok
sehingga hasilnya sesuai dengan yang telah diketahui. Berdasarkan uraian tersebut,
g
log a = x jika dan hanya jika g x = a
Keterangan :
• g disebut bilangan pokok atau basis logaritma, dengan ketentuan 0<g<1 atau
a>0.
2. Sifat-sifat Logaritma
=a
g
log a
a. g
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
19
Bukti :
= gp
g
log a
g
= a ( TERBUKTI )
g
log a
g
g
log(axb)= g log a + g log b
Bukti :
a x b = g p x gq
= g ( p+q)
g
log(axb) = p + q
= g
log a + g log b ( TERBUKTI )
⎛a⎞
g
log⎜ ⎟ = g log a − g log b
⎝b⎠
Bukti :
a gp
=
b gq
= g ( p+q)
⎛a⎞
g
log⎜ ⎟ = p − q
⎝b⎠
g
log a n = nx g log a
Bukti :
g
log a n = g log(axaxaxax...xa) , sebanyak n faktor
= nx g log a ( TERBUKTI )
x
log a
g
log a = x
log g
Bukti :
x
log a = x log g p
= p. x log g
x
log a
P = x
log g
x
log a
g
log a = x
( TERBUKTI )
log g
1
1. g
log a = a
, dengan g, a, x bilangan real positif dan g ≠ 1 dan x ≠ 1
log g
2. g
log ax a log b = g log b , dengan g, a, b bilangan real positif dan g ≠ 1
mg
3. gn
log a m = . log a
n
4. gn
log a n = g log a
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
22
BAB III
METODE PENELITIAN
mendeskripsikan interaksi sosial antara guru dan siswa serta interaksi sosial antara
siswa dan guru dalam proses pembelajaran matematika kelas X SMA Stella Duce
kelas X-2 SMA Stella Duce 3 Bantul Yogyakarta yang merupakan subyek dalam
penelitian Rudhito dan Susento (2007). Dalam unit analisis ini penelitian dapat
mengkaji secara lebih mendalam interaksi sosial antara guru dan siswa serta
interaksi sosial antara siswa dengan guru dalam proses pembelajaran matematika
22
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
23
video (dengan memakai alat ‘handy cam’) interaksi sosial dalam proses
selama 4 kali berturut-turut. Semua sesi menyangkut interaksi sosial dalam proses
pembelajaran matematika.
logaritma.
1. Transkripsi data
tertentu. Topik data adalah deskripsi ringkas mengenai bagian data yang
Dari topik-topik data, akan diperoleh hal-hal pokok yang sama. Hal-hal yang
sama tersebut kita pisahkan atau kita jadikan satu, sehingga kita akan
mewakili makna yang sama yang terkandung dalam sekelompok topik data.
4. Penarikan kesimpulan
mendeskripsikan interaksi sosial antara guru dan siswa yang telah ditemukan
BAB IV
ANALISIS DATA
penelitian siswa kelas X-2 SMU Stella Duce 3 Bantul Yogyakarta tahun ajaran
2007/2008 dan guru pengampu pelajaran matematika SMA Stella Duce 3 Bantul
Transkrip data adalah data yang diperoleh dari lapangan selama penelitian
yang ditulis dalam bentuk uraian atau narasi tertulis. Transkrip data pembelajaran
mengandung makna yang diteliti, dalam penelitian ini mengenai topik data
interaksi sosial antara guru dan siswa serta interaksi sosial antara siswa dan guru.
25
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
26
Interaksi antara guru dan siswa adalah intekasi yang dilakukan dengan
interaksi sosial. Adanya tanggapan dari siswa/beberapa siswa atau tidak dalam
Topik-topik data interaksi antara guru dan siswa merupakan hasil analisis data
Interaksi antara siswa dan guru adalah interaksi yang dilakukan dengan
antara siswa dan guru merupakan hasil analisis data interaksi antara siswa dan
Berikut ini akan ditentukan menjadi beberapa topik data interaksi sosial
antara guru dan siswa serta interaksi antara siswa dan guru dalam proses
pembelajaran matematika pada topik logaritma yang tertuang pada tabel IV.1
Tabel IV.1 Topik-topik data interaksi sosial antara guru dan siswa
TGS-14 −3 1 I : 33-35
G bertanya hasil dari 2 = bila diubah dalam bentuk logaritma, S1
8
menjawab pertanyaan G, G menulis jawaban S1 tadi di papan tulis.
TGS-15 G bertanya hasil dari 5 = 125 bila diubah dalam bentuk logaritma, SS
3 I : 35-39
menjawab pertanyaan G dengan kompak tetapi kurang lengkap yaitu 5, G
kembali bertanya dan memancing SS supaya menjawab dengan lengkap, SS
5
menjawab pertanyaan G dengan lengkap yaitu log 125 , G menulis
jawaban SS tadi di papan tulis.
TGS-16 G bertanya hasil dari 4 = 64 bila diubah dalam bentuk logaritma, BS
3 I : 39-41
4
menjawab pertanyaan G yaitu log 64 , G menulis jawaban BS di papan
tulis.
TGS-17 1
−2
I : 41-42
G bertanya hasil dari 7 =
bila diubah dalam bentuk logaritma, BS
49
7 1
menjawab pertanyaan G dengan ragu-ragu yaitu log , G menyetujui
49
jawaban BS dan menulisnya di papan tulis.
TGS-18 G menjelaskan definisi logaritma yaitu bahwa logaritma adalah invers dari I : 43-44
pangkat rasional, BS tidak memperhatikan G ketika menjelaskan, SL
memperhatikan ketika G menjelaskan.
TGS-19 G bertanya hasil dari log b = c bila diubah dalam bentuk pangkat, S3 I : 43-45
a
pengertian logaritma.
TGS-25 G bertanya ada pertanyaan tentang penjelasan definisi logaritma, ada S5 I : 55-56
mau bertanya tetapi tidak jadi.
TGS-26 G mendorong SS untuk memahami dan mencatat tulisan di papan tulis, SS I : 57-58
mencatat dan memahami tulisan di papan tulis.
TGS-27 G menulis soal latihan, SS mencatat soal dan mengerjakannya, G I : 59-61
menekankan kembali bahwa logaritma adalah invers dari pangkat rasional.
TGS-28 G mendorong SS untuk bertanya, S4 bertanya tentang tulisan G yang I : 61-64
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
29
9
rasional tanpa ditunjuk G, G tidak memberi persetujuan, S9 tetap maju
mengerjakan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
30
TGS-34 G menjelaskan arti tanda ↔ yang artinya ”bila dan hanya bila ” karena BS I : 109
memakai tanda → yang sebenarnya berarti ”jika-maka”, S tidak
memberikan tanggapan, BS yang salah memakai tanda ↔ lalu
membenarkan tanda yang salah tersebut.
TGS-35 G bertanya kepada SS sama tidak antara 2 log 100 dengan log100 , S I : 109-127
2
2
meminta tanggapan SS sama tidak antara 2 log 100 dengan log 100 , SS
menjawab tidak sama.
TSG-9 1 1 I : 131-133
log = 3, lalu G bertanya kepada SS
S6 menulis hasil pekerjaannya
2 8
1
1 1 1
sama tidak antara log dengan 2 log , SS menjawab tidak sama, G
2 8 8
membenarkan hasil pekerjaan S6 yang salah tadi dan diganti menjadi
1
1
2
log = 3.
8
TSG-10 S8 menulis soal 2b = log 27 = 3 ⇔ 3 = 27 , G lalu bertanya kepada
3 3 I : 133-137
S8 alasannya ada tanda sama dengan (=) setelah nomor soal, S8
menjelaskan bahwa itu seharusnya tanda titik, G membenarkan tulisan yang
2b. log 27 = 3 ⇔ 3 = 27
3 3
salah tersebut menjadi
TSG-12 2 1 I : 138-139
S3 meminta ijin kepada G untuk maju mengerjakan hasil dari log , G
8
tidak memberi persetujuan karena S3 sudah sering maju dan G meminta S3
memberi kesempatan kepada SL untuk maju mengerjakan , S3 tidak jadi
maju mengerjakan.
TGS-37 G bertanya kepada SS ada kesulitan dalam mengerjakan soal nomor 3, SS I : 139
tidak menanggapi pertanyaan G.
TGS-38 2 1 2 1 I : 139-143
G bertanya hasil dari log , BS menjawab log = 3, G kembali
8 8
bertanya dari mana asalnya jawabannya bisa 3, BS menjelaskan kepada G
bahwa 3 diperoleh dari 2 = 8 , G menjelaskan cara mengerjakan soal
3
tentang soal 3
log125 , G menjelaskan kepada S13 cara menyelesaikan
1
soal 3
log125 , S13 melanjutkan mengerjakan, G kembali ke depan kelas.
TSG-16 1 I : 153-164
S12 mengerjakan soal 2
log 16 = x dan hasilnya adalah ( -4 ), G lalu
1
bertanya kepada S12 alasannya log 16 = x hasilnya bisa ( -4 ), S12
2
TSG-18 S13 mau maju ke depan, G memberi persetujuan, S13 lalu maju I : 194-196
mengerjakan soal log 3 = x .
9
S19 yaitu log 27 = x , G menanggapi hasil pekerjaan S18 dan S19 yang
3
1 1
darimana asalnya n = 1 , S3 menjelaskan kepada G asalnya n = 1 , G
2 2
mengomentari sebaiknya menulisnya yang jelas.
TGS-54 G bertanya kepada SS ada kesulitan dalam mengerjakan soal latihan, tidak I : 235
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
33
ada tanggapan dari SS, SS sibuk menyalin jawaban S18, S19, dan S3 yang
ada di papan tulis.
TSG-22 S18 bertanya kepada G tentang soal yang ada dibuku handout I : 236-239
3
log 27 = x , G menunjuk BS untuk mencoba mengerjakan, BS yang
ditunjuk oleh G tidak ada yang bersedia maju mengerjakan.
TSG-23 I : 240-242
S16 maju mengerjakan soal log 27 = x tanpa disuruh G, G memberi
3
G : Guru ; SS : Semua siswa ; BS : Beberapa Siswa ; SL : Siswa lain ; Sn : Siswa yang ke-n
Tabel IV.2 Topik-topik data interaksi sosial antara guru dan siswa
TGS-64 G bertanya bunyi sifat logaritma yang ke-3, SS diam tidak II : 9-12
menanggapi pertanyaan G, karena tidak ada jawaban dari SS maka G
b a
menjawab sendiri pertanyaannya ” log = log b− log c ” , SS
a a
c
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
34
pendapat SS.
TGS-84 G menjelaskan kepada SS untuk membuktikan sifat logaritma nomor II : 55-56
4 menggunakan definisi pangkat rasional dan sifat logaritma nomor
2, SS menganggukkan kepala tanda setuju dengan G.
TGS-85 G bertanya kepada SS ada pertanyaan tentang sifat 4, tidak ada II : 57-60
jawaban dari SS, SS diam mendengarkan G berbicara, G kembali
bertanya kepada SS sifat 4 ada pertanyaan, SS tidak menjawab
pertanyaan G, SS sibuk mencatat pembuktian sifat-sifat logaritma.
TGS-86 G mendorong SS untuk bertanya tentang pembuktian sifat logaritma II : 61-64
1 sampai 4, tidak ada SS yaang bertanya kepada G, SS menyalin
tulisan sifat-sifat logaritma., G melanjutkan pelajaran karena tidak
ada pertanyaan dari SS.
TGS-87 G menulis 5 soal di papan tulis, SS mencatat 5 soal di buku masing- II : 65-66
masing dengan tenang.
TGS-88 G membaca lagi soal yang tertulis di papan tulis, SS menulis soal II : 67-68
tersebut dan mulai mencoba mengerjakan dengan tenang.
TGS-89 G berkeliling kelas dan mengamati SS dalam mengerjakan soal II : 69-70
latihan, SS sibuk mengerjakan soal tersebut.
TGS-90 G mendorong SS untuk mengerjakan soal yang telah dilingkari oleh II : 71
14 9
G yaitu 2( ) log 8 , 2 log 4+ 2 log 18− 2 log 2 , dan
log16
,
3
2
log 6 + 2 . log 4 − log 3 lalu G kembali mengamati SS dalam
2 2
2
log 6 + 2 .2 log 4 − 2 log 3 , belum ada SS yang bersedia maju
karena belum selesai mengerjakan.
TGS-93 G berkeliling kelas memperhatikan SS dalam mengerjakan, SS II : 89-92
masih sibuk mengerjakan soal latihan, ada S1 dan S5 saling terlibat
perdebatan mengenai perbedaan sifat ke-1 di buku handout dengan
di papan tulis.
TGS-94 4
log16 II : 95-96
G mendorong SS mencoba maju mengerjakan soal 2 , ada
tanggapan dari SS.
TSG-25 4
log16 II : 96-98
S6 mau maju mengerjakan soal 2 tanpa disuruh G, G
memberikan persetujuan kepada S6, S6 lalu maju mengerjakan soal
4
log16
2 langsung jawabannya tanpa menggunakan cara.
TGS-95 1 9
log 8
II : 99-100
G mendorong SS mencoba mengerjakan soal ( ) , ada
3
tanggapan dari seorang S
TSG-26 1 9
log 8
II : 100-102
S7 mau maju mengerjaakan soal ( ) tanpa disuruh G, G
3
memberikan persetujuan kepada S7, S7 lalu maju mengerjakan soal
1 9
( ) log 8 juga langsung jawabannya tanpa menggunakan cara.
3
TGS-96 G memeriksa pekerjaan S6 dan S7 yang maju mengerjakan soal 1 II : 103-103
dan 2, G menemukan ada kesalahan pada pekerjaan mereka berdua,
G memberikan kesempatan kepada SS yang mempunyai berpendapat
beda dengan jawaban S6 dan S7.
TSG-27 S4 tunjuk tangan dan maju ke depan membetulkan pekerjaan S6 II : 104-112
4
log16
yang kurang tepat ( 2 =16 ), G menyetujui S4 maju
membetulkan jawaban S6 yang kurang tepat dan menggantinya
4
log16
dengan 2 = 4 dengan menggunakan cara, G mengomentari
pekerjaan S dan menyatakan bahwa jawaban S tersebut sudah benar,
SS diam memperhatikan dan mencatat jawaban S4 tersebut.
TSG-28 S8 tunjuk tangan karena berbeda pendapat dengan S4 yang II : 112-115
4
log16
mengerjakan 2 = 4, G meminta S8 tersebut menjelaskan cara
pengerjaannya, S8 menjelaskan kepada G dan SL cara S8
4
log16
mengerjakan soal 2 , G menganggukkan kepala tanda G setuju
juga dengan jawaban S8 karena ternyata jawaban S8 sama dengan
jawaban S4 cuma cara mengerjakannya berbeda.
TGS-97 4
log16 II : 121-122
G mengkoreksi hasil pekerjaan S4 yaitu 2 = 4, SS
memperhatikan G ketika mengkoreksi.
TGS-98 4
log16 II : 123-124
G menjelaskan kepada SS bila mengerjakan soal 2
menggunakan sifat ke-1, lalu G bertanya kepada SS bunyi sifat ke-1,
= a.
g
log a
S6 menjawab g
TGS-99 II : 125-127
= a , tidak ada SS yang menjawab
g
log a
G bertanya ciri dari sifat g
pertanyaan G, karena tidak ada jawaban dari SS lalu G menjelaskan
bahwa g-nya harus sama.
TGS-100 II : 127-134
= a boleh atau tidak, S
g
log a
G bertanya bila g-nya berbeda pada g
4
log16
menjawab tidak boleh, lalu G bertanya pada soal 2 boleh atau
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
37
1
SS menjawab dengan kompak .
2
TGS-110 4
log16 II : 177-182
G menjelaskan cara mengerjakan soal 2 dengan cara yang
kedua, SS memperhatikan G ketika memberi penjelasan, lalu SS
4
log16
menyalin jawaban cara pertama dan kedua soal 2 di buku
mereka masing-masing.
TGS-111 G memberi kesempatan SS untuk bertanya, tidak ada SS yang II : 183-184
bertanya kepada G karena masih sibuk menyalin jawaban dari soal
4
log16
2 .
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
38
g
log a
seharusnya g , S10 lalu memperbaiki tulisannya yang kurang
tepat.
TGS-114 G bertanya arti dari g log a , BS menjawab g kali log a , G
g g II : 195-199
kembali bertanya dikalikan atau dipangkatkan , BS menjawab
dikalikan, G setuju dengan jawaban BS.
TSG-32 S11 menulis hal yang sama dengan S10 yaitu g log a , lalu G
g II : 200-203
berkomentar kepada S11 untuk memperbaiki tulisan yang kurang
tepat tersebut, S11 lalu menghapus tulisannya yang salah dan
menggantinya.
TSG-33 S12 menulis g
g log a
, G berkomentar bahwa tulisannya salah, S12 II : 204-207
lalu membetulkan tulisannya yang salah, G menjelaskan kepada S12
letak kesalahan yang dibuat S12, S12 mengangguk-angguk mengerti.
TSG-34 g
log a II : 208-218
S13 bertanya perbedaan dari g , g g log a , dan g g log a , G
g
log a
menjelaskan perbedaan g , g g log a , dan g g log a yaitu
g
log a
g log a , g g log a artinya g pangkat g kali
artinya g pangkat
g
TGS-115 G mendorong SS untuk bertanya, tidak ada SS yang bertanya kepada II : 219-220
G, mereka masih bingung dengan penjelasan G.
TGS-116 G mendorong kepada SS mengerjakan soal nomor 2, belum ada SS II : 221-222
yang mau mencoba mengerjakan soal .
TGS-117 G menunjuk S1 supaya maju mengerjakan, S1 menggelengkan II : 223-224
kepala tidak bersedia maju mengerjakan.
TGS-118 G mendorong SS untuk maju mengerjakan, tidak ada tanggapan dari II : 225-226
SS.
TGS-119 G mendorong SS untuk maju mengerjakan, tetap belum ada SS yang II : 227-230
mau maju mengerjakan, mereka masih sibuk mengerjakan di buku
tulis masing-masing.
TGS-120 G menanyakan kesulitan yang di alami SS , SS tidak menjawab II : 231-234
pertanyaan G , lalu G bertanya kepada SS beberapa
9
log 8
1
kemungkinanuntuk menyelesaikan soal , SS menjawab 3
3
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
39
1
yaitu ,3, dan 9
3
TGS-121 1 II : 235-236
G bertanya diantara ,3, dan 9 yang lebih mudah dalam
3
mengerjakan, BS menjawab 9.
TGS-122 9
log 8 II : 237-242
1
G menjelaskan cara mengerjakan dengan menggunakan
3
bilangan pokoknya diubah menjadi 9, SS dengan tenang
memperhatikan G dalam memberikan penjelasan, G bertanya hasil
1
dari 9
...
= , BS menjawab -2, G kembali bertanya hasil dari
3
1
9 ... = , SS menjawab -2, G menulis jawaban dari SS yaitu
3
9
log 8
1 9
log 8
= 9 −2 , SS memperhatikan G dengan tenang.
3
TGS-123 G bertanya sifat logaritma yang dipakai untuk meneruskan pekerjaan II : 243-249
9
log 8
1 9
log 8
= 9 −2 , SS menjawab menggunakan sifat 4b, lalu G
3
−2.9 log 8 9
log 8−2 9
log 8−2
menulis 9 dan 9 , G bertanya hasil dari 9 , BS
−2
menjawab 8 , G lalu menulis di papan tulis.
TSG-35 S5 bertanya bisa atau tidak pangkat dari 9 bukan (-2) tetapi pangkat II : 250-256
1
( - ), G meminta S5 memberikan alasan pangkatnya diubah
2
1
menjadi ( - ), S5 menjelaskan alasan pangkatnya diubah menjadi
2
1
(- ), G tidak setuju dengan jawaban dari S5 karena S5 jawaban G
2
4a yaitu log b = n. log b , S5
a n a
itu mengacu pada sifat
menganggukkan kepalanya menyetujui G.
TGS-124 G bertanya cara pengerjaan bila bilangan pokoknya diubah menjadi II :257-258
1
, tidak ada SS yang menjawab pertanyaan G, SS sibuk menyalin
3
jawaban cara I.
TGS-125 9
log 8 II : 261-265
1
G menjelaskan cara pengerjaan dengan menggunakan
3
1
bilangan pokoknya diubah menjadi , SS memperhatian G saat
3
menjelaskan., dan sesekali menjawab pertanyaaan G, G bertanya
hasil akhirnya, tidak ada jawaban dari SS
TSG-36 S5 berkomentar kepada G bahwa hasil pekerjaan cara II berbeda II : 266-268
dengan hasil pekerjaan cara I sambil tersenyum kepada G, G lalu
memperhatikan SS dan menyadari bahwa hasil pekerjaan cara I dan
II berbeda, G bertanya kepada SS letak kesalahannya, SS terlihat
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
40
n
log b n = .a log b dimana
m
a
penggunaan sifat 4b yaitu
m
1
32 − .3 log 8
log 8−1
3 menjadi 3 2 , S menganggukkan kepala tanda
mengerti.
TGS-128 G mendorong SS untuk bertanya, tetapi tidak ada tanggapan dari SS, II : 283-284
SS masih sibuk menyalin jawaban yang ada di papan tulis.
TGS-129 G mendorong SS untuk maju mengerjakan soal nomor 4, belum ada II : 285-286
SS yang mau maju, G kembali bertanya kepada SS yang mau maju
mengerjakan, tetap tidak ada SS yang mau maju mengerjakan.
TGS-130 G mendorong SS untuk maju lagi karena telah menunggu lama tidak II : 287-288
ada SS yang mau maju, tetap tidak ada SS yang bersedia maju,
mereka masih sibuk mengerjakan dibuku masing-masing.
TGS-131 G mendorong SS untuk maju mengerjakan soal nomor 4 dan 5, tetap II : 289
tidak ada SS yang bersedia maju mengerjakan.
TSG-38 S5 berbicara kepada G bahwa S7 mau maju mengerjakan, G lalu II : 290-292
menyetujui S7 maju, tetapi S7 tersebut tidak berani maju
mengerjakan karena kurang yakin dengan jawabannya.
TGS-132 G menunjuk S17 untuk maju mengerjakan soal II : 293-294
2
log 4+ log 18− log 2 , S17 lalu maju mengerjakan.
2 2
maju mengerjakan.
TGS-135 G berkeliling mengamati SS dalam mengerjakan, SS sibuk II : 307-309
mengerjaakan soal, G duduk di meja guru sambil memperhatikan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
41
SS.
TSG-40 S14 tunjuk jari, G lalu mendekati S14, S14 memperlihatkan hasil II : 310-312
pekerjaannya kepada G, G tersenyum lalu mengingatkan S14 agar
selalu menggunakan sifat-sifat logaritma dalam mengerjakan soal-
soal logaritma, S14 lalu membetulkan jawabannya yang kurang
tepat.
TGS-136 G mengkoreksi hasil pekerjaan S1 yang maju mengerjakan soal II : 313-314
2
2
log 6 + 2 log 4
− log 3 , SS memperhatikan G, G bertanya salah
2
2
lalu mempersilahkan S7 maju mengerjakan, S7 segera maju
mengerjakan.
TSG-45 S5 tunjuk jari mau maju mengerjakan soal 2c. II : 340-342
6 6
6
log 9 + 2 −2 log 2
,
log 6
G lalu mempersilahkan S5 maju
mengerjakan, S5 segera maju mengerjakan.
TGS-144 G kembali memberi kesempatan kepada SS untuk maju mengerjakan II : 343
soal nomor 2e dan 2g, belum ada SS yang mau mengerjakan.
TGS-145 G mengkoreksi hasil pekerjaan S7 yang mengerjakan soal II : 343-345
1
3
log 4 + 3 log 6 dan S5 yang mengerjakan soal
2
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
42
6 6
6
log 9 + 2 log 2
−2 log 6
, G menyetujui jawaban S5 dan S7, lalu G
meminta SS yang jawabannya sama dengan yang dikerjakan S5 dan
S7 tersebut untuk tunjuk tangan, ada 16 orang S yang benar dalam
mengerjakan.
TSG-46 S15 mau maju mengerjakan tanpa ditunjuk oleh G, G II : 346-348
mempersilahkan S15 maju mengerjakan, S15 lalu maju mengerjakan
5
log 2
soal 2e yaitu 5
TGS-146 G menunjuk S13 untuk maju mengerjakan soal 2g yaitu II : 349-350
8
log 49
2 2 , S13 segera maju mengerjakan.
TGS-147 G mendekati S14 dan melihat pekerjaan S14, S14 lalu bertanya II : 351
kepada G mengenai soal 2e, G menjelaskaan kepada S14 tentang
soal 2e.
TGS-148 G mendekati S12 dan melihat pekerjaan S12, G lalu meminta S12 II : 315
supaya meneliti lagi jawabannya karena ada sedikit kesalahan pada
jawaban S12, S12 lalu meneliti jawabannya lalu memperbaiki
jawaban yang kurang tepat.
TGS-149 5
log 2 II : 351-352
G bertanya kepada S15 yang mengerjakan soal 5 maksud dari
1
5 , S menjelaskan bahwa tulisannya salah dan seharusnya
2
1
tulisannya 5 . 2
G : Guru ; SS : Semua siswa ; BS : Beberapa Siswa ; SL : Siswa lain ; Sn : Siswa yang ke-n
Tabel IV.3 Topik-topik data interaksi sosial antara guru dan siswa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
43
serta interaksi sosial antara siswa dan guru pada pertemuan III
x
log 2 = 0,4 , G menanggapi pertanyaan S8 dengan meminta BS
maju mengerjakan, tidak ada SS yang mau maju mengerjakan.
TGS-164 G memanggil S9 supaya maju mengerjakan, S9 menggelengkan III:47-48
kepala tidak mau maju mengerjakan.
TGS-165 G memanggil S3 supaya maju mengerjakan juga, S3 juga III:49-50
menggelengkan kepala dan tidak mau mengerjaakan.
TGS-166 G mendorong lagi kepada SS untuk maju mengerjakan, tetapi tidak III:51-52
ada SS yang mau maju mengerjakan
TGS-167 G menjelaskan cara mengerjakan soal log 2 = 0,4 kepada SS, SS
x III:53-57
memperhatikan G ketika menjelaskan, G bertanya kepada SS bentuk
4
pecahan dari 0,4 , BS menjawab dengan kompak yaitu , G
10
4
meminta SS menyederhanakan bentuk pecahan , S10
10
4 2
menyederhanakan bentuk pecahan menjadi , G menyetujui
10 5
jawaban S10.
TGS-168
G bertanya kepada SS 2 sama artinya dengan 2 ... , tidak ada III:57-60
1
tanggapan dari SS, G menjelaskan 2 sama artinya dengan 2 2 , SS
mengangguk-angguk memperhatikan G saat menjelaskan.
TGS-169 G mengulangi penjelasannya tentang cara mengerjakan soal III:61-64
x
log 2 = 0,4 , SS memperhatikan G sambil menyalin hasil
pekerjaan G yang ada di papan tulis.
TGS-170 G mendorong SS untuk bertanya tentang soal log 2 = 0,4 , tidak
x III:65-67
ada SS yang mau bertanya, karena tidak ada pertanyaan maka G
meneruskan mengajarkan sifat logaritma yang ke-5.
TGS-171 p
log b III:67-68
G menjelaskan sifat 5 yaitu
a
log b = dengan p>0, SS
p
log a
memperhatikan G sambil mencermati tulisan di buku handout.
TGS-172 G bertanya ada masalah dalam membuktikan sifat 5, SS tidak III:69-70
menemui masalah dalam membuktikan sifat 5 maka SS tidak
menjawab pertanyaan G.
TGS-173 G meneruskan menjelaskan sifat 5, SS memperhatikan dan sesekali III:71-72
mengangguk-anggukkan kepala sambil memperhatikan buku
handout.
TGS-174 2
G menulis contoh soal ”jika log 3 = p, tentukan log 64 ” di
3 III:73
papan tulis, S memperhatikan G sambil menulis juga di buku tulis.
TGS-175 G bertanya bilangan pokok dari
2
log 3 , BS menjawab 2, G III:73-75
menyetujui jawaban BS itu.
TGS-176 G menjelaskan cara mengerjakan soal ”jika
2
log 3 = p, tentukan III:75-76
3
log 64 ”, SS memperhatikan G dengan cermat.
TGS-177 2
G bertanya hasil dari log 64 , tidak ada yang menjawab pertanyaan III:77-78
G, SS sibuk mencoba mengerjakan.
TGS-178 G bertanya lagi hasil dari
2
log 64 , S11 menjawab hasilnya 6, G III:79-81
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
45
6
dalam p dan q, log 98 !” di papan tulis, G bertanya cara
mengerjakan soal tersebut, S tidak menjawab pertanyaaan G.
TGS-183 7
G bertanya bilangan pokok dari log 2 , SS kompak menjawab 7. III:89-90
TGS-184 2
G bertanya bilangan pokok dari log 3 , SS kompak menjawab 2. III:91-92
TGS-185 G menjelaskan cara memilih bilangan pokok bila ada 2 bilangan III:93-95
pokok, G bertanya bilangan pokok mana yang akan dipilih 2 atau 7,
BS menjawab 2, G menyetujui jawaban BS.
TGS-186 log 2 = p dan III:95
G menjelaskan cara mengerjakan soal ” jika
7
2
log 3 = q , nyatakanlah dalam p dan q, 6 log 98 !”, S
memperhatikan dengan tenang.
TGS-187 G bertanya hasil perkalian dari 98, BS menjawab 2x49, G III:95-96
menyetujui jawaban BS, G menjelaskan bahwa dalam mengerjakan
soal tersebut memakai sifat logaritma yang ke-5
TGS-188 G bertanya sifat yang digunakan untuk mengerjakan soal ” jika III:97-101
7
log 2 = p dan 2 log 3 = q , nyatakanlah dalam p dan q,
6
log 98 !” , BS menjawab dengan suara lirih yaitu sifat 2, G
mengulangi pertanyaannya karena tidak mendengar, BS menjawab
dengan keras menggunakan sifat nomor 2, G menyetujui jawaban
BS.
TGS-189 G bertanya hasil dari soal ” jikalog 2 = p dan 2 log 3 = q , III:101-111
7
6
nyatakanlah dalam p dan q, log 98 !” jika memakai sifat 2, S12
menjawab pertanyaan G dibantu oleh SL, G bertanya kembali
darimana proses pengerjaannya, S menjelaskan kepada G proses
mengerjakannya, G mendengarkan S12 dan sesekali bertanya kepada
S12 maksud dari penjelasannya tersebut
TGS-190 G bertanya kepada SS ada masalah dalam mengerjakan, tidak ada III:111-112
tanggapan dari SS karena sedang menulis jawaban di buku tulis
semua.
TGS-191 G mendorong SS untuk bertanya, ada S yang bertaanya kepada G III:113-114
maksud hasil pekerjaan dari S12
TGS-192 G mendorong SS untuk bertanya kepada G tentang soal ” jika III:117-118
7
log 2 = p dan log 3 = q , nyatakanlah dalam p dan q,
2
6
log 98 !”, tidak ada yang bertanya kepada G.
TGS-193 G mendorong SS untuk mencatat soal dan cara pengerjaannya, SS III:119-120
sibuk mencatat tulisan yang ada di papan tulis.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
46
TSG-56 S3 bertanya kepada G bilangan pokok yang dipakai adalah 2, 3, dan III:138-140
5, G menanggukkan kepala tanda setuju, S kembali meneruskan
mengerjakan lagi.
TGS-197 G berkeliling kelas sambil mengkoreksi jawaban SS, SS III:141
mengerjakan dengan tenang, G meminta SS maju mengerjakan, tidak
ada tanggapan dari SS.
TSG-57 S7 bertanya kepada G mengenai cara pengerjaan soal nomor 5, G III:142-143
menjelaskan maksud soal 5, S meneruskan kembali mengerjakan
TSG-58 S14 memperlihatkan hasil pekerjaannya kepada G, G mengkoreksi III:144-145
sebentar hasil pekerjaan S14, G lalu menganggukkan kepala tanda
setuju dengan hasil pekerjaan S14.
TSG-59 S15 bertanya kepada G mengenai cara pengerjaan soal nomor 4, G III:146-148
mendekati S15 dan menjelaskan kepada S15 cara pengerjaan soal
nomor 4, G berpesan supaya S15 mengerjakannya memakai sifat-
sifat logaritma, ternyata hasil pengerjaan S15 kurang tepat maka S15
mulai memperbaiki hasil pengerjaannya.
TSG-60 S4 mengerjakan soal nomor 4 yaitu ”Jika log 3 = a dan III:149-152
2
3
log 5 = b , nyatakan dalam a dan b untuk 6 log 50 ” dengan
mengubah bilangan pokoknya menjadi 2, G bertanya kepada S4
alasan bilangan pokoknya adalah 2, S4 belum bisa menjelaskan
alasan bilangan pokoknya 2, G memancing S4 supaya bisa tahu letak
kesalahannya, S4 lalu tanggap bahwa hasil pekerjannya kurang tepat
lalu segera memperbaikinya.
TGS-198 G meminta kepada SS supaya memperhatikan bahwa
2
log 5 = b III:153-154
6
log 98 !”, , S9 menjelaskan alasan bilangan pokoknya 2 bukan 7
karena ada yang sama antara 2 pada log 2 = p dan 2 pada
7
2
log 3 = q .
TGS-200 G menjelaskan kembali bahwa ada ralat
2
log 5 = b diganti dengan III:155-156
3
log 5 = b , SS tidak memperhatikan G melainkan sibuk
mengerjakan, ada S12 yang menggerutu karena tidak tahu kalau ada
ralat.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
47
G : Guru ; SS : Semua siswa ; BS : Beberapa Siswa ; SL : Siswa lain ; Sn : Siswa yang ke-n
Tabel IV.4 Topik-topik data interaksi sosial antara guru dan siswa
TGS-210 G bertanya kesulitan dalam mengerjakan tugas minggu lalu, tidak ada IV:1-2
tanggapan dari SS karena SS masih sibuk menyiapkan diri.
TGS-211 G berkeliling mengecek pekerjaan SS satu per satu, lalu meminta SS IV:3
mengulang sifat-sifat logaritma.
TGS-212 G bertanya bunyi sifat nomor 1, SS tidak menanggapi pertanyaan G. IV:3-4
TGS-213 G bertanya kembali bunyi sifat nomor 1, ada tanggapan dari BS yang IV:5-7
= a , G menulis
g
log a
menyebutkan bunyi sifat nomor satu yaitu g
jawaban BS di papan tulis.
TGS-214 G bertanya bunyi sifat nomor 2, S1 menjawab pertanyaan G yaitu IV: 7-9
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
48
a
log b.c = a log b+ a log c , G lalu menulis jawaban S1 di papan tulis.
TGS-215 G menulis di papan tulis sifat nomor 3, 4, dan 5, SS dengan tenang IV:9-10
memperhatikan G.
TGS-216 G meminta SS untuk memperhatikan lagi soal yang diberikan minggu IV:21-22
lalu, G menasehati SS dengan nada kecewa karena hanya 2 soal saja
tetapi tidak dikerjakan oleh SS, SS hanya terdiam ketika G menasehati
mereka lalu mereka meneruskan mencatat soal latihan.
TGS-217 G memberi kesempatan kepada SS untuk mengerjakan dulu tugas IV:23-24
minggu yang lalu yaitu soal nomor 5 dan 8, belum ada SS yang
bersedia maju mengerjakan.
TGS-218 G berkeliling memantau SS ketika mengerjakan soal, SS dengan IV:25
tenang mengerjakan soal.
TSG-62 S1 bertanya tentang cara menyelesaikan soal nomor 5, G menjelaskan IV :26-28
kepada S1, dan S1 terlihat mengangguk-angguk.
TGS-219 G memberi kesempatan kepada SS untuk maju mengerjakan soal IV:29-30
1 1
nomor 5 yaitu 1
+ log 25 + 2 , belum ada lagi SS
2. log 5
4
log 25
yang bersedia maju mengerjakan
TGS-220 G bertanya kepada SS kesulitan yang dihadapi SS ketika mengerjakan IV:31-32
soal, SS saling berpandangan satu sama lain, lalu ada seorang S2 yang
mengutarakan kesulitannya dalam mengerjakan.
TSG-63 S2 bertanya hasil dari log 25 karena tidak bisa meneruskan IV:32-36
mengerjakan, G meminta S2 tersebut untuk maju mengerjakan dulu
sampai selesai, S2 tersebut maju mengerjakan soal, G membahas soal
nomor 5 bersama-sama SS
TGS-221 G mengkoreksi pekerjaan S2 tersebut dan sesekali bertanya kepada S IV:37-39
maksud dari hasil pekerjaannya, S2 menjelaskan kepada G, G memberi
persetujuan kepada S2.
TGS-222 G bertanya kepada SS dalam mengerjakan soal nomor 5 sifat logaritma IV:39-42
yang ke-2 bisa dipakai, SS tidak segera menjawab karena masih
berfikir, G kembali bertanya hal yang sama, SS menjawab dengan
kompak bahwa sifat 2 tidak bisa dipakai dalam mengerjakan soal
nomor 5.
TGS-223 25 1 10
IV:45-46
G mendorong SS untuk mengerjakan log dan log 25 , SS
2
tidak menanggapi permintaan dari G mereka hanya saling
berpandangan satu sama lain.
25 1 10
IV:47-48
G menjelaskan bahwa hasil dari log dan log 25 tidak dapat
TGS-224 2
dicari menggunakan sifat ke-2 tetapi dapat dicari menggunakan tabel
logaritma, SS memperhatikan G ketika G menjelaskan lalu mencatat
jawaban di buku mereka masing-masing.
TGS-225 G mendorong SS untuk mengerjakan soal nomor 8 yaitu ” jika IV:49-50
6
log 30 = x dan log 20 = y tentukan log 3 ”, belum ada SS
6 6
TGS-226 G meminta SS maju mengerjakan soal nomor 8, tidak ada S yang IV:55-58
bersedia maju mengerjakan dan mereka masih sibuk mengerjakan
sendiri dibuku mereka masing-masing.
TGS-227 G meminta S2 yang tadi sudah maju mengerjakan untuk maju IV:59-61
mengerjakan lagi, S2 segera maju mengerjakan soal nomor 8 dengan
menggunakan sifat ke-5
TSG-65 S2 mengungkapkan pendapat kepada G bahwa soal nomor 8 IV:62-64
dikerjakan dengan memakai sifat logaritma yang ke-5 dan tidak bisa
diteruskan sama seperti soal nomor 5, G lalu menggangguk-anggukkan
kepala dan mempersilahkan S2 kembali ke tempat duduknya.
TGS-228 G mendorong SL untuk meneruskan pekerjaan S2, tidak ada tanggapan IV:65-66
dari SS
TGS-229 G bertanya cara menjabarkan
6
log 3 , tidak ada S yang bisa IV:67-68
mengerjakan.
TGS-230 G bertanya bilangan pokok dari log 30 = x dan log 20 = y , S
6 6 IV:69-70
menjawab pertanyaan G dengan kompak yaitu bilangan pokoknya 6.
TGS-231 G menjelaskan cara mengerjakan soal ” jika
6
log 30 = x dan IV:71-82
6
log 20 = y tentukan 6 log 3 ”, S mendengarkan G dengan tenang.
TGS-232 G kembali menjelaskan cara mengerjakan soal ” jika log 30 = x IV:91-92
6
diubah menjadi
6
log 2+ 6 log 3+ 6 log 5 = x dan 6 log 20 = y
diubah menjadi 2. log 2+ log 5 = y , SS memperhatikan G ketika
6 6
1000
menambahkan 3 pada jawaban akhir, SS menyalin jawaban
3
yang ada di papan tulis.
TGS-257 G mendorong SS untuk bertanya tentang soal nomor 1, tidak ada IV:197-198
tanggapan dari SS karena SS masih sibuk menyalin jawaban.
TGS-258 G membuat rangkuman tentang materi yang telah dipelajari pada IV:199
pertemuan yang bersangkutan.
Keterangan :
TGS : Topik data interaksi sosial antara guru dan siswa.
TSG : Topik data interaksi sosial antara siswa dan guru.
G : Guru ; SS : Semua siswa ; BS : Beberapa Siswa ; SL : Siswa lain ; Sn : Siswa
yang ke-n
Kategori data adalah gagasan abstrak yang mewakili makna yang sama
dalam sekelompok topik data. Dalam penelitian ini ditentukan mengenai kategori
data interaksi sosial antara guru dan siswa serta interaksi sosial antara siswa dan
guru. Berikut ini akan ditentukan menjadi beberapa kategori data interaksi sosial
antara guru dan siswa serta interaksi sosial antara siswa dan guru dalam proses
Kategori data interaksi sosial antara guru dan siswa adalah terdiri dari
KGS-1 sampai dengan KGS-7. Kategori data tersebut terbagi lagi menjadi
Kategori data interaksi sosial antara siswa dan guru adalah terdiri dari
KGS-1 sampai dengan KGS-6. Kategori data tersebut terbagi lagi menjadi
53
Kode
Kategori Interaksi Guru-Siswa Topik Data Kode Kategori Interaksi Siswa-Guru Topik Data
KGS-1 G melakukan interaksi dengan cara tanya jawab KSG-1 S melakukan interaksi dengan cara tanya jawab
mengenai soal dan mengenai materi pelajaran mengenai soal dan mengenai materi pelajaran
Sub kategori : Sub kategori :
1. Tanya jawab mengenai suatu konsep dan ada TSG : 34, 37
1. Tanya jawab mengenai suatu konsep penjelasan dari G.
Sub-sub kategori :
a. Melakukan tanya jawab mengenai 2. Tanya jawab mengenai alasan penulisan suatu TSG : 24, 30, 37
pengertian dari suatu konsep. konsep dan ada penjelasan dari G.
1) Ada tanggapan dari S yaitu S TGS : 19, 25, 60,
menjawab pertanyaan G mengenai 62, 63, 71, 213, 3. Tanya jawab mengenai cara menyelesaiakan TSG : 14, 39,
pengertian dari suatu konsep. 214 soal dan ada penjelasan dari G. 43, 57, 59, 62,
63
2) Tidak ada tanggapan dari S yaitu S TGS : 23, 64
tidak menjawab pertanyaan G
mengenai pengertian dari suatu 4. Tanya jawab mengenai cara menyelesaikan TSG : 22, 41,
konsep. soal dan tidak ada penjelasan dari G. 47, 48, 49, 53
54
55
KGS-2 G melakukan interaksi dengan cara menjelaskan KSG-2 S melakukan interaksi dengan cara maju
sesuatu untuk diketahui oleh S. mengerjakan soal atas inisiatif sendiri
Sub kategori : Sub kategori :
1. Menjelaskan mengenai suatu konsep yang TGS : 13, 18, 20, 1. G mengijinkan S mengerjakan soal, ada S TSG : 4, 5, 7,
ditanggapi oleh S dengan cara memperhatikan G 22, 29, 34, 66, 72, maju mengerjakan dan ada S tidak jadi maju 13, 18, 20, 23,
ketika memberi penjelasan 81, 84, 171, 173 mengerjakan. 25, 26, 38, 44,
45, 46, 50, 51,
60, 66
2. Menjelaskan mengenai maksud soal yang TGS : 42, 91, 101,
ditanggapi oleh S dengan cara memperhatikan G 162, 185, 195, 200 2. G tidak mengijinkan S mengerjakan soal TSG : 6, 8, 12,
ketika memberi penjelasan. tetapi ada S yang tetap maju mengerjakan dan 64
ada pula S yang tidak jadi maju mengerjakan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
56
KGS-3 G melakukan interaksi dengan cara mendorong KSG-3 S melakukan interaksi dengan cara memperlihatkan
kepada S untuk melakukan sesuatu. hasil pekerjaan kepada G.
Sub kategori : Sub kategori :
1. Mendorong kepada S untuk bertanya lalu ada TGS : 28, 139, 1. G mengomentari hasil pekerjaan S dan TSG : 2, 19, 40,
tanggapan dari S yaitu S bertanya mengenai hal 191, 233 meminta S membetulkan jawaban yang 42
yang belum jelas. kurang tepat, S lalu membetulkan jawaban
yang kurang tepat.
2. Mendorong kepada S untuk bertanya lalu tidak TGS : 58, 86, 111,
ada tanggapan dari S yaitu S diam saja 115, 128, 163, 170, 2. G mengomentari hasil pekerjaan S dan TSG : 15, 21,
memperhatikan G. 181, 192, 234, 235, meminta S meneruskan mengerjakan, S 58, 61
257 meneruskan pekerjaannya.
57
KGS-4 G melakukan interaksi dengan cara meminta S untuk KSG-4 S melakukan interaksi dengan cara mengungkapkan TSG : 17, 27,
melakukan sesuatu. pendapat mengenai maksud dan jawaban soal, G 28, 29, 35, 36,
Sub kategori : menanggapi dan menyetujui pendapat S. 52, 56, 65
1. Meminta S untuk mengerjakan soal dan ada TGS : 31, 48, 50,
tanggapan dari S yaitu S mau mengerjakan soal. 52, 146,132, 157,
227, 245, 246, 251
2. Meminta S untuk mengerjakan soal dan tidak ada TGS : 117, 142,
tanggapan dari S yaitu S tidak mau maju 164, 165, 216
mengerjakan.
KGS-5 G melakukan interaksi dengan cara berkeliling TGS : 32, 33, 47, KSG-5 S melakukan interaksi dengan cara membetulkan
memantau hasil pekerjaan S serta memantau S 89, 93, 113, 135, jawaban/tulisan G yang salah.
dalam mengerjakan. 143, 147, 148, 154, Sub kategori :
196, 197, 211, 218, 1. Membetulkan jawaban/tulisan G yang salah TSG : 36, 54, 55
237, 240 dan G setuju dengan pembetulan dari S lalu G
membetulkan jawaban yang salah.
58
2. Mengkoreksi hasil pekerjaan S dan ada tindak TGS : 51, 53, 55, 2. Menulis suatu konsep/jawaban yanga TSG : 9, 10, 11
lanjut dari S dan tidak ada persetujuan dari G. 56, 96, 97, 242, menimbulkan pertanyaan/komentar dari G
243 dan S tidak membenarkan konsep/tulisan
yang menimbulkan pertanyaan/komentar dari
G lalu G membenarkan.
Keterangan :
G = Guru ; S = Siswa
Kategori data selain ditulis dalam bentuk tabel juga dituliskan dalam
bentuk diagram pohon. Diagram pohon kategori data ini tertuang pada diagram
60
tanya jawab mengenai soal dan Lihat Lihat Lihat Lihat Lihat
mengenai materi pelajaran hal. hal. hal. hal. hal.
60 60 61 61 61
Ada tanggapan dari Tidak ada tanggapan Ada tanggapan dari Tidak ada tanggapan
S yaitu S menjawab dari S yaitu S tidak S yaitu S mengutara dari S yaitu S tidak
pertanyaan G menjawab kan mengutarakan
mengenai pengertian pertanyaan G kesulitan/masalah kesulitan yang
dari suatu konsep mengenai pengertian yang dihadapi dalam dihadapi dalam
dari suatu konsep menyelesai kan soal menyelesaikan soal
19, 25, 60, 62, 63, 23, 64 21, 24, 35, 36, 79, 80, 82, 70, 74, 77, 78, 67, 68, 69, 73, 75,
71, 213, 214 83, 100, 102, 114, 121, 172 85
149, 151, 178, 180, 183,
184, 199, 212, 250, 252
61
Ada tanggapan Tidak ada Ada tanggapan Tidak ada tanggapan Ada tanggapan Ada tanggapan dari Tidak ada
dari S yaitu S tanggapaan dari S dari S yaitu S dari S yaitu S tidak dari S yaitu S S yaitu S menjawab tanggapaan dari S
mengutarakan yaitu S tidak menjawab menjawab menjawab pertanyaan G dan yaitu S tidak
kesulitan/ mengutarakan pertanyaan G pertanyaan G yang pertanyaan G dan tidak ada menjawab
masalah yang kesulitan/masalah yang menanyakan menanyakan cara ada persetujuan persetujuan serta pertanyaan G
dihadapi dalam yang dihadapi dalam cara menyelesaikan suatu serta diikuti oleh tidak diikuti oleh
mempelajari suatu mempelajari suatu menyelesaikan soal pujian dari G dan pujian dari G dan SL
konsep konsep suatu soal SL
153, 160, 1, 37, 43, 46, 100, 104, 105, 106, 99, 103, 108, 5, 8, 9, 10, 12, 14, 2, 3, 4, 6, 11 39, 177, 179,
220 54, 76, 120, 123, 138, 161, 175, 124, 126, 127, 15, 16, 17, 38, 39, 204, 205,
190, 206, 178, 180, 187, 188, 137, 168, 177, 45, 109, 127, 133, 207, 255
222, 230, 238, 247,
210, 228 179, 229, 239 159, 187, 189, 253
249
62
13, 18, 20, 42, 91, 101, 40, 41, 98, 28, 139, 191, 58, 86, 111, 30, 31, 90, 92, 94, 7, 26, 27, 59,
22, 29, 34, 162, 185, 107, 110, 122, 233 115, 128, 95, 112, 116, 118, 61, 87, 88,
66, 72, 81, 195, 200 125, 150, 167, 163, 170, 119, 129, 130, 131, 140, 174,
169, 176, 186, 134, 141, 144, 152,
84, 171, 173 181, 192, 182, 193,
208, 224, 231, 155, 156, 157, 166,
232, 248, 254, 234, 235, 201, 202, 203, 217, 194, 198,
256 257 219, 223, 225, 226, 209, 215
236, 241, 244
63
64
Tanya jawab Tanya jawab Tanya jawab Tanya jawab G mengijinkan S G tidak
mengenai mengenai mengenai mengenai mengerjakan soal, mengijinkan S
suatu konsep alasan cara cara ada S maju mengerjakan soal
dan ada penulisan menyelesai menyelesaik mengerjakan dan tetapi ada S yang
penjelasan suatu konsep kan soal dan an soal dan ada S tidak jadi tetap maju
dari G dan ada ada tidak ada maju mengerjakan dan
penjelasan penjelasan penjelasan mengerjakan ada pula S yang
dari G dari G dari G tidak jadi maju
mengerjakan
34, 37 24, 30, 37 14, 39, 43, 22, 41, 47, 4, 5, 7, 13, 18, 20, 6, 8, 12, 64
57, 59, 62, 48, 49, 53 23, 25, 26, 38, 44,
63 45, 46, 50, 51, 60,
66
KETERANGAN:
S : Siswa
SL : Siswa Lain
G : Guru
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
65
2, 19, 40, 42 15, 21, 58, 17, 27, 28, 29, 36, 54, 55 35
61 35, 36, 52, 56,
65
KETERANGAN:
S : Siswa
SL : Siswa Lain
G : Guru
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
66
KETERANGAN:
S : Siswa
SL : Siswa Lain
G : Guru
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
67
BAB V
HASIL PENELITIAN
kelas X SMA Stella Duce 3 Bantul Yogyakarta. Interaksi sosial ini dibagi menjadi
dua yaitu interkasi sosial antara guru dan siswa serta interaksi sosial antara siswa
dan guru. Interaksi sosial antara guru dan siswa adalah intekasi yang dilakukan
dengan cara guru yang memulai berbicara untuk tujuan/maksud tertentu kepada
siswa/beberapa siswa. Dengan kata lain, guru yang memulai terjadinya interaksi
sosial. Sedangkan interaksi sosial antara siswa dan guru adalah interaksi yang
untuk tujuan/maksud tertentu kepada guru. Dengan kata lain siswa/beberapa siswa
khususnya sifat logaritma satu sampai empat. Pada pertemuan II ini, guru
67
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
68
khususnya sifat logaritma yang ke-lima. Pada pertemuan III ini, guru
matematika pada topik logaritma dapat dibagi menjadi dua hal berikut :
Interaksi sosial antara guru dan siswa dibedakan menjadi tujuh yaitu
sebagai berikut :
pelajaran.
melakukan sesuatu.
sesuatu.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
69
Interkasi sosial antara siswa dan guru dibedakan menjadi enam yaitu
sebagai berikut :
pelajaran.
insiatif sendiri.
pendapat siswa.
yang salah.
konsep dan siswa ada yang menanggapi pertanyaan guru dan ada juga yang tidak
menanggapi pertanyaan guru. Guru bertanya kepada siswa pengertian dari suatu
guru. Guru bertanya kepada beberapa siswa a log b = c bila diubah dalam bentuk
pangkat rasional, lalu dari beberapa siswa tersebut ada seorang siswa yang
a
log b = c ↔ a c = b kepada seorang siswa, lalu siswa yang ditanya guru tersebut
menyetujui jawaban siswa. Guru bertanya bunyi kelima sifat logaritma kepada
seorang siswa, siswa tersebut menjawab pertanyaan guru sambil melihat catatan
p
log b
yang ada di buku handout yaitu log b =
a
p
, guru lalu menyetujui jawaban
log a
pertanyaan guru tidak mendapat tanggapan dari siswa. Guru bertanya kepada
semua siswa sambil duduk di meja guru alasan numerus tidak boleh bernilai
negatif, tidak ada seorang pun siswa yang menjawab pertanyaan guru. Karena
tidak ada jawaban dari siswa, maka guru menjelaskan sambil berdiri di depan
kelas sebabnya numerus tidak boleh bernilai negatif karena bila numerusnya
negatif, maka tidak akan mendapatkan suatu hasil perpangkatan. Guru bertanya
bunyi sifat logaritma yang ketiga kepada sekelompok siswa sambil mendekati
mereka, dan dari sekelompok siswa tersebut tidak ada siswa yang bisa menjawab
pertanyaan guru. Siswa hanya melihat-lihat buku handout dan tidak bisa
b
tersebut bunyi sifat logaritma yang ketiga yaitu a log = a log b − a log c .
c
suatu konsep dan ada siswa yang menanggapi pertanyaannya, ada pula yang tidak
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
72
menanggapi pertanyaannya. Guru bertanya kepada siswa mengenai arti dari suatu
konsep dan beberapa siswa menanggapi pertanyaan guru yaitu dengan menjawab
sambil berjalan berkeliling kelas, lalu ada seorang siswa yang tunjuk jari dan
dapat menjelaskan bahwa arti a dalam a log b = c adalah bilangan pokok, guru lalu
menyetujui jawaban siswa tersebut. Guru bertanya sambil menulis dipapan tulis
kepada semua siswa mengenai arti c dalam a log b = c , lalu ada beberapa siswa
a
logaritma. Guru bertanya kepada seorang siswa arti b n pada log b n , siswa
tersebut menjelaskan kepada guru sambil menulis di papan tulis bahwa arti b n
a
pada log b n adalah a
log bxbxbxbxbx....xb (sebanyak n), guru menyetujui
siswa tersebut, lalu siswa yang ditanya tadi segera membuka-buka buku catatan
mencari jawaban dari pertanyaan guru setelah ketemu, siswa tersebut menjelaskan
g
log a
kepada guru arti g adalah g pangkat g log a. Guru kemudian menyetujui
penjelasan siswa dan guru hanya menambahkan beberapa arti yang masih dirasa
kurang. Guru bertanya kepada semua siswa apakah sama antara 2 log 100 dengan
2
log100 sambil menulis di papan tulis, beberapa siswa menjawab dengan kompak
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
73
2
bahwa 2 log 100 dengan log100 berbeda karena bila 2 log 100 bilangan
Guru bertanya kepada semua siswa sambil berdiri di dekat papan tuli
4
log 16 1 9
soal 2 dan ( ) log 8 bisa atau tidak dikerjakan menggunakan sifat logaritma
3
g
log a
yang pertama g , hanya beberapa siswa menjawab dengan kompak soal
4
log 16 1 9 g
2 dan ( ) log 8 bisa dikerjakan menggunakan sifat g log a , lalu guru meminta
3
sifat pertama logaritma. Guru bertanya maksud pekerjaan seorang siswa yang
1 5
log 2
menulis 5 pada soal 5 sambil menunjuk hasil pekerjaan siswa di papan
2
tulis. Siswa yang maju tersebut menjelaskan bahwa dia melakukan kesalahan
1
2
dalam menulis seharusnya 5 , guru lalu memaklumi kesalahan yang dibuat oleh
siswa dan guru lalu membetulkan tulisan yang salah tersebut. Guru bertanya
8
log 49
maksud pekerjaan seorang siswa yang menulis 2 2 = 8 pada soal 2 2
sambil menunjuk tulisan seorang siswa yang salah tersebut. Siswa tersebut
soal tersebut. Guru lalu memberi kesempatan kepada siswa tersebut untuk
7 2
dari log 2 dan log 3 , beberapa siswa menjawab bahwa bilangan pokok dari
7
log 2 adalah 7 dan bilangan pokok dari 2 log 3 adalah 2. Beberapa pertanyaan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
74
guru dijawab oleh siswa dan siswa mampu menjelaskan kepada guru maksud dari
Guru bertanya kepada siswa mengenai arti dari suatu konsep (materi)
dan beberapa siswa tidak menanggapi pertanyaan guru yaitu siswa hanya diam
a a a
siswa arti tulisan log b + log b + log b (sebanyak n-kali) sambil mendekati
sekelompok siswa tersebut, sekelompok siswa tersebut hanya diam saja tidak ada
n . a log b .
konsep.
masalah/kesulitan yang dihadapi siswa dalam mempelajari suatu konsep dan siswa
suatu konsep dan ada juga yang tidak mengutarakan kesulitan yang dihadapi
Guru menulis sifat logaritma di papan tulis lalu bertanya kepada semua
siswa kesulitan yang dihadapi siswa dalam mempelajari dan membuktikan sifat
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
75
b
= a (2) a log b.c = a log b+ a log c (3) a log = a log b − a log c
g
log a
logaritma (1) g log
c
n a
(4) a log b n = n.a log b dan am
log b n = . log b . Ada seorang siswa yang tun juk
m
kesulitan yang dihadapinya dalam membuktikan sifat logaritma yang ke-4 yaitu
n a
a
log b n = n.a log b dan am
log b n = . log b . Lalu guru menjelaskan kepada
m
semua siswa sambil menulis di papan tulis bahwa untuk membuktikan sifat yang
= a,
g
g log a
ke-4 siswa harus terlebih dahulu membuktikan sifat logaritma log
b
a
log b.c = a log b + a log c , dan a log = a log b − a log c . Bila ketiga sifat tersebut sudah
c
bisa dibuktikan, maka mudah dalam membuktikan sifat ke-4. Lalu semua siswa
mulai mencoba membuktikan sifat ke-4 lagi dan beberapa siswa juga mencoba
kepada seorang siswa kesulitan yang dihadapi siswa dalam mempelajari dan
p
log b
membuktikan sifat logaritma yang ke-5 yaitu a
log b = p
, siswa yang
log a
ditunjuk guru tersebut lalu menjelaskan kepada guru cara membuktikan sifat
ketika ditanyai oleh guru hanya diam tidak menanggapi pertanyaan guru. Siswa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
76
sebenarnya belum jelas mengenai sifat-sifat logaritma tersebut, tetapi siswa tidak
guru selalu menanyakan kepada siswa kesulitan ataupun masalah yang dihadapi
yang dihadapi siswa tersebut ada yang ditanggapi siswa dan ada pula yang tidak
dihadapi siswa dalam menyelesaikan soal yang diberikan oleh guru, lalu ada
beberapa siswa yang tunjuk jari dan mengutarakan kesulitan yang dihadapi siswa.
Kesulitan yang dihadapi siswa yaitu cara menulis hasil jawaban yang berbeda
yang mengalami kesulitan tersebut segera tunjuk tangan dan bertanya kepada
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
77
guru, kemudian guru mendatangi siswa tersebut dan melihat pekerjaan siswa
tersebut. Guru lalu memberikan beberapa pertanyaan kepada siswa tersebut yang
mengarah pada caa penyelesaian soal yang ditanyakan siswa tersebut. siswa
sedikit demi sedikit bisa menjawab pertanyaaan guru dan siswa lalu bisa
menyelesaikan soal yang dirasa sulit tadi. Ada juga seorang siswa lain yang
1 1
1
+ log 25 + 2
. Siswa tersebut tidak tahu caranya mencari nilai dari
4
2. log 5
log 25
log 25, lalu siswa tersebut tunjuk tangan dan guru segera menanggapi dan
Ternyata menurut guru, logaritma dari 25 ini bisa dicari dengan menggunakan
tabel logaritma. Karena tidak ada satupun siswa yang membawa tabel logaritma,
maka guru meminta siswa mengerjakan samoai log 25 saja. Dari beberapa
kesulitan yang dihadapi oleh siswa tersebut, guru lalu menanggapi pula kesulitan
yang dihadapi semua siswa dalam menyelesaikan soal hasil pangkat rasional dari
5 −2 , tidak ada siswa yang berani menjawab pertanyaan guru, semua siswa justru
1
sibuk mengerjakan soal lain. Guru bertanya hasil logaritma dari 2 log kepada
8
salah seorang siswa sambil mendekati siswa tersebut, tetapi siswa itu tidak bisa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
78
menjawab pertanyaan guru. Guru lalu melempar pertanyaan itu kepada siswa lain,
1
dan siswa lain tersebut bisa menjawab pertanyaan guru bahwa 2 log adalah -3,
8
guru menyetujui jawaban siswa sambil tersenyum kepada siswa tersebut. Guru
bertanya kepada semua siswa apakah kesulitan dalam menemukan hasil dari
1
2
log 16 = x , tetapi siswa itu tidak bisa menjawab pertanyaan guru. Siswa yang
apakah ada kesulitan dalam mencari hasil dari 9 log 3 = x , tidak ada siswa yang
tunjuk tangan ingin menjawab pertanyaan guru. Beberapa siswa terlihat diam dan
berusaha mengerjakan soal tersebut. Guru masih menunggu semua siswa dalam
mengerjakan dan guru kembali memberikan pertanyaan yang hampir sama kepada
semua siswa yaitu adakah kesulitan dalam mengerjakan hasil dari 9 log 27 = n .
Semua siswa masih tetap belum menjawab juga hasil dari soal yang ditanyakan
guru. Guru kembali bertanya kepada siswa apakah kesulitan dalam mengerjakan
soal ” jika 7
log 2 = p dan 2
log 3 = q , nyatakanlah dalam p dan q, 6
log 98 !”
karena tidak ada yang bersedia maju mengerjakan, semua siswa hanya diam saja
mengerjakan soal di buku dan tidak memperhatikan guru ketika bertanya. Guru
3
log 5 = a ,nyatakan dalam bentuk a untuk 15
log 75 ”. Ternyata semua siswa bisa
mengerjakan maka tidak ada siswa yang bertanya. Lalu guru segera melanjutkan
ke materi selanjutnya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
79
siswa yang menanggapi pertanyaan guru dan ada pula yang tidak menanggapi
pertanyaan guru.
menanggapi guru yaitu siswa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru.
= a berbeda bisa
g
log a
siswa tersebut, apakah bila nilai g pada sifat logaritma g
4
log 16
digunakan dalam menyelesaikan soal 2 , salah satu siswa dari anggota
= a harus dibuat
g
log a
kelompok itu menjawab tidak boleh karena nilai g pada g
4 4
log 16 log 16
2 . Guru bertanya mengenai cara menyelesaikan soal 2 kepada semua
siswa, dan ada seorang siswa yang tunjuk tangan dan siswa tersebut menjelaskan
4
log 16
cara menyelesaikan soal 2 dengan cara mengubah bilangan pokoknya
menjadi ke bentuk yang lebih kecil yaitu dari 4 diubah menjadi 2 2 . Guru
siswa tersebut.
n a
yang ke-4b yaitu am
log b n = . log b . Guru lalu menanyakan hasil pekerjaan
m
siswa tersebut kepada semua siswa apakah pendapat siswa tersebut benar atau
tidak, lalu semua siswa menyetujui pendapat dari siswa tersebut. Guru kemudian
menyetujui juga pendapat siswa dan meminta semua siswa untuk meneruskan
n a
mengerjakan menggunakan sifat ke-4b yaitu am
log b n = . log b .
m
1 1
dalam menyelesaikan soal 1
+ log 25 + 2
. Lalu ada seorang siswa
4
2. log 5
log 25
1 1
1
+ log 25 + 2
menggunakan tabel logaritma dan tidak dapat
4
2. log 5
log 25
menggunakan sifat logaritma. Guru lalu menyetujui jawaban siswa tersebut dan
Guru menunjuk seorang siswa dan bertanya kepada siswa tersebut sifat
log x 3 − 2. 2 log x + 2. log x + log 3 = 3 . Lalu siswa yang ditanya oleh guru tadi
b
ke-2 ( a log b.c = a log b + a log c ) dan sifat ke-3 ( a log = a log b − a log c ).
c
beberapa siswa tadi, ada seorang siswa yang bisa menjawab pertanyaan guru yaitu
( a log b n = n.a log b ). Kemudian guru bertanya kepada semua siswa sifat logaritma
nyatakanlah dalam p dan q, 6 log 98 !”. Semua siswa terdiam sebentar lalu ada
seorang siswa yaang tunjuk tangan dan berkata bahwa untuk menyelesaikan soal
”jika 7
log 2 = p dan 2
log 3 = q , nyatakanlah dalam p dan q, 6
log 98 !” kita
menggunakan sifat logaritma yang ke-2 ( a log b.c = a log b + a log c ). Guru kemudian
2
log 32 menjadi bentuk yang paling sederhana. Lalu seorang siswa maju
menjawab dan menjelaskan kepada guru bahwa cara menyelesaikan soal 2 log 32
menjadi bentuk yang paling sederhana adalah dengan mengubah 2 log 32 menjadi
2 2
siswa. Guru bertanya kepada siswa hasil dari log 64 dan log 3 dan bilangan
pokok dari 2 log 3 dan 6 log 30 = x , siswa menjawab pertanyaan guru bahwa hasil
dari 2 log 64 adalah 6, hasil dari 2 log 3 adalah p dan bilangan pokok dari 2 log 3
tanggapan dari siswa ketika bertanya kepada siswa cara meyelesaikan suatu soal.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
82
Guru bertanya kepada siswa cara menerapkan sifat logaritma yang pertama
= a ) dalam soal 2
g 4
log a log 16
(g , lalu siswa tidak ada yang menjawab pertanyaan
guru. Siswa hanya diam memperhatikan guru ketika guru bertanya dan ada juga
yang sibuk mengerjakan soal lain. Karena tidak mendapat tanggapan dari siswa,
= a ).
4 g
log 16 log a
2 dengan menggunakan sifat logaritma yang pertama ( g
Guru bertanya sambil menulis di papan tulis kepada semua siswa cara
4
log 16
menyelesaikan soal 2 dengan mengubah bilangan pokoknya menjadi 2,
tetapi tidak ada siswa yang menanggapi pertanyaan guru karena semua siswa
4
log 16
belum mengerti caranya menyelesaikan soal 2 bila mengubah bilangan
untuk memikirkan lagi. Guru kembali bertanya kepada semua siswa cara
9
log 8
1 1
menyelesaikan soal dengan mengubah bilangan pokoknya menjadi dan
3 3
3. para siswa tidak bisa menjawab pertanyaan guru, mereka sibuk membuka-buka
pertanyaan guru karena siswa tersebut juga belum jelas cara menyelesaikan soal
9
log 8
1
. Guru bertanya kepada seorang siswa cara menyelesaikan soal
3
2
log 32 dalam bentuk paling sederhana, siswa tersebut hanya tersenyum karena
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
83
tidak bisa menjawab pertanyaan dari guru, lalu guru melempar pertanyaan
tersebut kepada siswa lain. Guru bertanya kepada siswa cara menyelesaikan soal
2
log 64 dan 2 log 3 , tetapi tidak ada jawaban dari siswa, lalu guru bertanya kepada
jawab mengenai jawaban soal. Dalam bertanya mengenai jawaban soal ini,
pertanyaan guru ada yang mendapat tanggapan dari siswa dan ada pula yang tidak
pertanyaan guru dengan menjawab pertanyaan guru. Lalu ada persetujuan dari
guru dan diikuti oleh pujian dari guru dan siswa lain. Guru bertanya hasil jawaban
dari soal :
1
1 1
(1) 3 , −2
3 , 2 −3 =
2
, 7 −2 = , dan 4 3 = 64 bila diubah dalam bentuk
8 49
logaritma.
1 1 1
(2) mencari nilai pangkat dari 3... = , 2 ... = , 5... = 125 , 7 ... = , dan
27 8 49
5... = 125
1
(3) mencari hasil dari 2 log
8
(6) ” jika
7
log 2 = p dan 2 log 3 = q , nyatakanlah dalam p dan q, 6 log 98 !”.
Siswa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru dengan benar, guru
jawabannya benar. Jadi ketika siswa mengerjakan soal dengan benar, guru
pertanyaan guru dengan menjawab pertanyaan guru. Lalu tidak ada persetujuan
dari guru dan tidak diikuti oleh pujian dari guru dan siswa lain. Misalnya guru
lalu beberaapa siswa menjawab pertanyaan guru dengan benar, tetapi tidak ada
persetujuan dari guru dan tidak ada pujian yang diberikan kepada siswa. Guru
hanya diam saja memperhatikan jawaban siswa dan tidak berkomentar apapun
terhadap jawaban siswa. Guru mungkin lupa atau tidak sadar bahwa dia tidak
1
(1) mencari nilai pangkat dari 2 ... =
8
1000
(4) hasil dari bila dirasionalkan.
3
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
85
Siswa hanya diam tidak menjawab pertanyaan guru bahkan sampai kadang-
kadang guru bisa bertanya sampai berkali-kali tetapi tetap tidak ada jawaban dari
siswa. Karena tidak ada jawaban dari siswa mengenai pertanyaannya, maka guru
untuk diketahui oleh siswa dibedakan menjadi tiga yaitu sebagai berikut :
mengenai suatu konsep. Guru menjelaskan kepada siswa cara menulis pangkat
rasional dalam bentuk logaritma, lalu siswa memperhatikan penjelasan guru dan
sesekali siswa bertanya kepada guru bila kurang jelas. Guru menjelaskan kepada
siswa definisi logaritma yaitu bahwa logaritma adalah invers dari pangkat
menjelaskan kepada siswa bahwa b pada a log b = c disebut numerus yaitu hasil
dari pangkat dan syarat dari numerus adalah b>0 atau tidak boleh bilangan negatif,
lalu siswa bertanya kepada guru alasannya numerus tidak boleh bilangan negatif.
dijelaskan menggunakan relasi fungsi, guru lalu meminta semua siswa untuk
seorang siswa tanda ↔ berarti ”bila dan hanya bila” sambil mendekati siswa
tersebut, siswa lalu membetulkan tulisannya yang salah. Guru menjelaskan juga
kepada semua siswa sambil menulis di papan tulis bahwa sifat logaritma yang ke-
n a
4 dapat dibagi menjadi dua yaitu a
log b n = n.a log b dan am
log b n = . log b ,
m
logaritma harus dari sifat pertama lalu sifat kedua dan seterusnya, beberapa siswa
memperhatikan penjelasan guru dan beberapa siswa yang lain sibuk ramai sendiri.
a
Guru menjelaskan kepada semua siswa bahwa log bxbxbxbxb =
a
log b + a log b + a log b + a log b (sebanyak n-kali), semua siswa memperhatikan
Guru menjelaskan kepada siswa bahwa dalam membuktikan sifat logaritma yang
n a
ke-4 ( a log b n = n.a log b dan am
log b n = . log b ) menggunakan definisi pangkat
m
rasional dan sifat logaritma yang ke-2 ( a log b.c = a log b + a log c ) , siswa setuju
dengan penjelasan dari guru. Guru menjelaskan kepada siswa cara membuktikan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
87
p
log b
sifat logaritma yang ke-5 yaitu a
log b = p
dengan memisalkan g
log a = x
log a
maka a = g x , lalu siswa bertanya kepada guru syarat dari sifat logaritma yang ke-
cara menjelaskan maksud soal kepada siswa. Guru menjelaskan kepada seorang
4
log 16
siswa bahwa pada soal 2 tidak bisa langsung menerapkan sifat logaritma
disamakan dulu. Siswa tersebut lalu mencoba mengubah bilangan 2 dan 4 supaya
Siswa tersebut meneruskan mengerjakan setelah tahu maksud dari soal. Guru
menjelaskan kepada semua siswa cara memilih bilangan pokok bila ada dua
bilangan pokok yaitu dengan memilih bilangan pokok yang lebih kecil, semua
siswa mendengarkan penjelasan dari guru. Guru menjelaskan maksud dari soal
latihan yang diberikan oleh guru kepada semua siswa, lalu semua siswa mulai
”Jika 2
log 3 = a dan 2
log 5 = b , nyatakan dalam a dan b untuk 6
log 50 ” ada
ralat pada penulisan 2 log 5 = b seharusnya tertulis 3 log 5 = b , lalu semua siswa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
88
membetulkan ralat dari guru, semua siswa kembali meneruskan mengerjakan soal
tersebut.
siswa.
dengan menggunakan cara yang diajarkan oleh guru. Jadi ketika guru
menjelaskan, semua siswa memperhatikan guru dan ketika guru meminta semua
soal tersebut dengan tenang. Guru menjelaskan kepada semua siswa cara
4
log16
mengerjakan soal 2 , siswa memperhatikan penjelasan guru. Lalu guru
22
log16
bertanya nilai m pada 2 kepada beberapa siswa, beberapa siswa menjawab 2,
22
log16
guru kembali bertanya nilai n pada 2 , beberapa siswa menjawab 1.
12
log 16
2
Kemudian guru meminta semua siswa untuk menerapkan sifat 4a pada 2
1 1
2 2
log16 2 log16 2
sehingga menjadi 2 . Lalu ada seorang siswa menjawab hasil dari 2
adalah 4.
9
log 8
1
Guru menjelaskan kepada semua siswa cara mengerjakan dengan
3
memperhatikan guru dalam memberikan penjelasan. Guru lalu bertanya hasil dari
1 1
9 ... = , beberapa siswa menjawab -2. Guru kembali bertanya hasil dari 9 ... = ,
3 3
9
log 8
1 9
log 8
siswa menjawab -2. Guru menulis jawaban dari siswa yaitu = 9 −2 , siswa
3
guru bertanya hasil akhirnya tetapi tidak ada jawaban dari siswa.
siswa, siswa tersebut memperhatikan guru ketika menjelaskan. Guru lalu bertanya
kepada seorang siswa bentuk pecahan dari 0,4 , tetapi justru beberapa siswa yang
4
menjawab dengan kompak yaitu . Kemudian guru meminta salah satu dari
10
4
siswa menyederhanakan bentuk pecahan , lalu ada seorang siswa maju
10
4 2
menyederhanakan bentuk pecahan menjadi , guru menyetujui jawaban
10 5
siswa tersebut.
2
log 3 = p, tentukan 3 log 64 ”, semua siswa memperhatikan guru dengan cermat.
Guru menjelaskan kepada semua siswa cara mengerjakan soal ” jika 7 log 2 = p
dan 2
log 3 = q , nyatakanlah dalam p dan q, 6
log 98 !”, semua siswa
25 1
dari guru. Guru menjelaskan kepada semua siswa bahwa hasil dari log dan
2
10
log 25 tidak dapat dicari menggunakan sifat ke-2 ( a log b.c = a log b + a log c )
6
log 20 = y tentukan 6
log 3 ” dengan cara 6
log 30 = x diubah menjadi
6
log 2+ 6 log 3+ 6 log 5 = x dan 6
log 20 = y diubah menjadi 2.6 log 2+ 6 log 5 = y ,
siswa memperhatikan guru ketika menjelaskan dan lalu menyalin jawaban guru
1000
Guru menjelaskan kepada semua siswa supaya diubah ke bentuk
3
1000
rasional lalu menambahkan 3 pada jawaban akhir, siswa menyalin
3
kepada siswa untuk melakukan dibedakan menjadi empat yaitu sebagai berikut :
beberapa hal yang belum dimengerti oleh siswa. Guru mendorong kepada siswa
untuk bertanya kepada guru mengenai hal-hal yang belum jelas, seorang siswa
2
log 3 = q , nyatakanlah dalam p dan q, 6 log 98 !” yaitu 2 log 6 didapat dari mana.
2
Lalu guru menjelaskan kepada siswa tersebut bahwa log 6 didapat dari
p
log b
penerapan sifat logaritma yang ke-5 ( log b = a
p
), karena siswa tersebut
log a
kepada guru jawaban seorang siswa yang kurang jelas, lalu guru mengulang
kembali membacakan tulisan yang kurang jelas tadi. Guru mendorong kepada
semua siswa untuk menanyakan tentang soal yang dibuat oleh guru, lalu ada
seorang siswa yang bertanya mengenai soal yang ada dalam buku acuan, guru lalu
memberikan tanggapan supaya menyelesaikan soal yang diberikan oleh guru dulu
baru mengerjakan soal dalam buku acuan, siswa tersebut menuruti perkataan guru.
Guru mendorong kepada semua siswa untuk bertanya, ada seorang siswa yang
10
log 3
bertanya asal angka 10 pada soal 10
, lalu guru menjelaskan asal angka 10
log 6
p
log b
didapat dengan menggunakan sifat logaritma yang ke-5 ( log b = a
p
)
log a
untuk menanyakan hal-hal yang belum dimengerti dan belum jelas. Hal tersebut
dilakukan guru supaya bila ada siswa yang belum mengerti atau belum jelas
mengenai cara pengerjaan soal bisa bertanya kepada guru dan guru akan dengan
Walaupun terkadang siswa bertanya kepada guru dengan nada ragu-ragu karena
[Link] Guru mendorong siswa untuk bertanya dan tidak ditanggapi siswa.
beberapa hal yang belum dimengerti oleh siswa tetapi tidak mendapat tanggapan
dari siswa. Guru mendorong kepada siswa untuk bertanya mengenai materi
definisi dari logaritma, siswa tidak ada yang memanfaatkan kesempatan yang
diberikan oleh guru untuk bertanya kepada guru, siswa cenderung diam
memperhatikan guru dalam berbicara. Guru juga mendorong kepada semua siswa
untuk bertanya mengenai pembuktian sifat-sifat logaritma dari sifat satu sampai
empat, semua siswa tidak ada yang bertanya mengenai pembuktian sifat-sifat
siswa yang bertanya kepada guru karena siswa masih berusaha memahami sendiri
penjelasan dari guru. Beberapa siswa ada yang belum mengerti dengan penjelasan
guru tetapi tidak berani bertanya lagi kepada guru, mereka justru bertanya kepada
temannya yang sudah jelas dengan penjelasan guru tersebut. Guru mendorong
9
log 8
1
kepada semua siswa untuk bertanya mengenai cara pengerjaan soal dengan
3
log x 3 − 2. 2 log x + 2. log x + log 3 = 3 , tetapi tidak ada tanggapan dari siswa.
Semua siswa justru masih sibuk menyalin jawaban yang ada di papan tulis, guru
lalu memberi waktu kepada siswa untuk menyalin jawaban. Guru mendorong
kepada semua siswa untuk bertanya mengenai cara pengerjaan soal x log 2 = 0,4 ,
”jika 2 log 3 = p, tentukan 3 log 64 ” dan soal ” jika 7 log 2 = p dan 2 log 3 = q ,
nyatakanlah dalam p dan q, 6 log 98 !” , tetapi tidak ada siswa yang mau bertanya
karena kebanyakan siswa sudah jelas dengan pengerjaan soal di papan tulis,
soal yang telah dikerjakan. Hal tersebut dilakukan guru supaya bila ada siswa
yang belum mengerti atau belum jelas mengenai cara pengerjaan soal bisa
bertanya kepada guru dan guru akan dengan senang hati mengulangi
memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh guru karena beberapa siswa malu
dan takut untuk bertanya kepada guru. Siswa cenderung lebih baik bertanya
Guru mendorong kepada siswa untuk maju mengerjakan soal dan ada
siswa yang menanggapi kesempatan yang diberikan oleh guru, yaitu siswa maju
mengerjakan. Guru mendorong kepada semua siswa untuk maju mengerjakan soal
9
log 8
4
log 16 1
latihan 2 dan di papan tulis, lalu ada siswa yang maju mengerjakan
3
9
log 8
4
log 16 1
soal 2 dan . Ketika guru mendorong kepada siswa untuk maju
3
mengerjakan, beberapa siswa tidak merasa malu untuk maju mengerjakan. Siswa
papan tulis.
Guru mendorong kepada siswa untuk maju mengerjakan soal dan tidak
ada siswa yang menanggapi kesempatan yang diberikan oleh guru, yaitu siswa
tidak ada yang mau maju mengerjakan. Guru mendorong kepada siswa untuk
untuk maju mengerjakan beberapa soal yang diberikan oleh guru, beberapa siswa
tidak bersedia maju mengerjakan karena alasannya siswa tersebut belum yakin
dengan jawabannya, ada pula yang tidak bisa mengerjakan dan ada juga yang
Tetapi beberapa siswa masih malu-malu untuk maju mengerjakan. Guru selalu
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
95
berusaha untuk tidak memerintah siswa untuk maju mengerjakan dan guru selalu
atas inisiatif sendiri. Guru selalu memberi penguatan kepada semua siswa untuk
berani maju mengerjakan. Dan ada beberapa siswa yang mau maju mengerjakan
setelah guru memberi kesempatan kepada siswa. Tetapi ada juga beberapa siswa
yang tetap tidak berani maju mengerjakan dengan alasan belum selesai dalam
mengerjakan soal. Siswa cenderung maunya ditunjuk oleh guru baru siswa mau
maju mengerjakan.
Guru mendorong kepada siswa untuk mencatat soal yang ada di papan
tulis. Guru selalu memberikan waktu kepada siswa untuk mencatat soal latihan di
tanpa ada yang ketinggalan karena belum selesai dalam mencatat. Ketika guru
Interaksi sosial yang dilakukan guru dengan cara meminta siswa untuk
[Link] Guru meminta siswa mengerjakan soal dan ditanggapi oleh siswa.
cara meminta siswa untuk mengerjakan soal dan perintah itu ditanggapi siswa
dengan beberapa siswa mau maju mengerjakan ketika guru menunjuk siswa yang
(1) log 27 = x
3
(2) 9 log 27 = n
8
log 49
(4) 2 2
Beberapa siswa yang diminta untuk maju mengerjakan tersebut segera maju
Jadi guru memberikan persetujuan dan pujian kepada siswa yang mengerjakan.
Guru meminta kepada seorang siswa untuk maju meneruskan pekerjaan siswa lain
yang belum selesai dalam mengerjakan, siswa yang dipanggil guru tadi lalu maju
meneruskan pekerjaan temannya yang belum selesai. Selain itu masih ada
untuk maju mengerjakan dan siswa menanggapinya dengan baik walaupun ada
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
97
beberapa siswa yang mengerjakan masih ada yang kurang tetapi siswa tersebut
banyak siswa yang tidak menanggapi kesempatan yang diberikan oleh guru. Ada
beberapa siswa yang memiliki kebiasaan selalu menunggu diperintah oleh guru
baru mau maju mengerjakan. Jadi guru melakukan hal ini supaya siswa berani
[Link] Guru meminta siswa mengerjakan soal dan tidak ditanggapi oleh
siswa
untuk maju mengerjakan soal tetapi ketika ditunjuk oleh guru untuk maju
mengerjakan, tidak ada siswa yang bersedia maju mengerjakan. Guru meminta
9
log 8
1
seorang siswa untuk maju mengerjakan dan x
log 2 = 0,4 , tetapi siswa
3
tersebut menggelengkan kepalanya dan tidak mau maju mengerjakan karena siswa
9
log 8
1
tersebut tidak bisa menyelesaikan soal dan x
log 2 = 0,4 . Lalu guru
3
meminta kepada siswa lainnya tetapi hal yang sama juga dilakukan oleh siswa
yang ditunjuk berikutnya, siswa tersebut tidak mau maju mengerjakan karena
mengerjakan, tetap saja masih ada beberapa siswa yang tidak bersedia maju
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
98
mengerjakan karena alasannya tidak bisa dan takut salah. Guru selalu memberikan
pengertian supaya siswa jangan takut salah dalam mengerjaakan karena guru pasti
akan membantu siswa bila siswa melakukan kesalahan dalam mengerjakan, tetapi
tetap saja masih ada siswa yang tidak mau maju mengerjakan. Lalu guru akan
pekerjaan siswa serta memantau siswa dalam mengerjakan. Hal ini dilakukan guru
untuk melihat sejauh mana kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal yang
diberikan oleh guru. Guru dapat sekaligus melakukan penilaian secara proses.
Ketika guru berkeliling sambil memantau, guru bisa melihat beberapa siswa yang
sudah mengerti dan jelas dengan materi yang diajarkan, dan juga guru bisa
melihat beberapa siswa lain yang belum mengerti dan jelas dengan materi yang
diajarkan tetapi siswa tersebut malu untuk bertanya. Guru selalu mengingatkan,
menjelaskan lebih rinci, dan membimbing beberapa siswa yang belum mengerti
1. Mengkoreksi hasil pekerjaan siswa, ada tindak lanjut, dan ada persetujuan
guru.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
99
2. Mengkoreksi hasil pekerjaan siswa, ada tindak lanjut, dan tidak ada
persetujuan guru.
[Link] Guru mengkoreksi hasil pekerjaan siswa, ada tindak lanjut, dan ada
persetujuan guru.
Guru mengkoreksi hasil pekerjaan siswa dan bila ada kesalahan maka
Ketika guru mengkoreksi, siswa telah mengerjakan soal dengan benar, maka guru
(1) 25
log 5 = x
1
(3) 3 log 4 + 3 log 6
2
(4) 6 log 9 + 2 −2
6 6
log 2 log 6
1 1
(6) 1
+ log 25 + 2
4
2. log 5
log 25
Beberapa siswa ternyata hasil pekerjaannya sudah benar. Maka guru memberikan
persetujuan dan pujian kepada siswa bahwa hasil pekerjaan siswa tersebut sudah
9
log 3 = x dan ternyata setelah dikoreksi siswa tersebut melakukan kesalahan
tidak dapat menyelesaikan soal tersebut. Lalu guru mengambil alih menyelesaikan
soal tersebut.
setelah mengerjakan dengan benar. Pujian ini adalah bentuk motivasi yag baik.
Dengan pujian yang tepat akan memupuk suasana yang menyenangkan dan
belajar siswa. Memberikan pujian ini dilakukan guru supaya siswa bisa lebih
bersemangat dan termotivasi lagi dalam mengerjakan dan tidak takut lagi bila
[Link] Guru mengkoreksi hasil pekerjaan siswa, ada tindak lanjut, dan tidak
Guru mengkoreksi hasil pekerjaan siswa dan bila ada kesalahan maka
(1) log 27 = x
3
(2) 3
log 27 = x
4
log16
(3) 2
9
log 8
1
(4)
3
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
101
Hasil pekerjaan beberapa siswa tersebut tidak salah tetapi hanya kurang
terhadap jawaban tersebut dan guru mengomentari jawaban siswa tersebut dan
segera membetulkan hasil pekerjaan yang kurang tepat itu. Guru mengkoreksi
9
log 8
4
log16 1
hasil pekerjaan beberapa siswa yang mengerjakan soal 2 dan , hasil
3
pekerjaan beberapa siswa tersebut salah karena siswa belum mengerti betul
g
log a
penggunaan sifat-sifat logaritma terutama sifat yang pertama g . Beberapa
siswa mengerjakannya tanpa mengubah dahulu nilai g-nya menjadi suatu bilangan
yang sama.
guru tidak akan memberikan persetujuan kepada jawaban siswa tetapi guru akan
memberikan komentar tentang hasil pekerjaan siswa yang kurang tepat tersebut
supaya dibetulkan. Guru lalu membetulkan hasil pekerjaan yang kurang tepat
mengenai soal dan suatu konsep dibedakan menjadi empat yaitu sebagai berikut :
4. Bertanya cara menyelesaikan soal dan tidak ada penjelasan dari guru.
konsep dan guru memberikan penjelasan tentang pertanyaan yang diajukan oleh
g
log a , g g log a artinya g pangkat g kali log a, dan g g log a artinya g kali g log a .
n a
didapat dari penggunaan sifat 4b yaitu am
log b n = . log b dimana
m
1
32 − .3 log 8
log 8−1 2
3 menjadi 3 . Siswa lalu menganggukkan kepala tanda mengerti.
menulis suatu konsep dan guru memberikan penjelasan kepada siswa alasannya.
g
log a
Seorang siswa bertanya alasan guru menulis sifat logaritma yang pertama g
berbeda dengan tulisan yang ada di buku handout yang menuliskan sifat logaritma
yang pertama yaitu g g log a , lalu guru menjelaskan bahwa tulisan yang ada di buku
handout kurang tepat yaitu salah dalam pengetikan. Seharusnya dalam buku
handout tertulis sama dengan yang ditulis guru di papan tulis namun letak g-nya
kurang naik. Lalu guru meminta semua siswa membetulkan kesalahan pada buku
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
103
handout tersebut dan siswa mengerti dengan penjelasan guru lalu siswa tersebut
1
Seorang siswa bertanya mengenai alasannya bilangan bisa
2
14 1
. log 16 4
2 log 16 2
berpindah tempat dari 4 ke 4 , lalu guru menjelaskan kepada siswa
( a log b n = n.a log b ). Siswa mendengarkan penjelasan guru dengan cermat. Ada
1
−
2
juga seorang siswa yang bertanya mengenai asal bilangan 3 bisa muncul pada
1 1
32 − .3 log 8 −
log 8−1 2 2
soal 3 menjadi 3 , guru menjelaskan kepada siswa bahwa bilangan 3
n a
didapat dari penggunaan sifat logaritma 4b yaitu am
log b n = . log b , siswa lalu
m
[Link] Siswa bertanya cara menyelesaikan soal dan ada penjelasan dari
guru.
mengenai cara menyelesaikan soal dan guru memberikan penjelasan kepada siswa
atas pertanyaan siswa. Beberapa siswa bertanya kepada guru cara menyelesaikan
1
soal 2
log 16 = x , guru lalu menjelaskan kepada beberapa siswa tersebut cara
1
menyelesaikan soal 2
log 16 = x yaitu dengan mengubah soal logaritma menjadi
pangkat rasional dan kemudian mencari nilai x-nya, lalu siswa mencoba
1 1
log 6 + 2 − 2 log 3 , 5
2
+ log 25 +
5
2 log 4 log 2
, dan 1 2
, guru mendekati
4
2. log 5
log 25
siswa tersebut dan memberi penjelasan kepada siswa cara mengerjakan soal
menangguk-angguk mengerti apa yang dijelaskan oleh guru lalu siswa mencoba
[Link] Siswa bertanya cara menyelesaikan soal dan tidak ada penjelasan
dari guru.
mengenai cara menyelesaikan soal dan guru tidak memberikan penjelasan kepada
siswa atas pertanyaan siswa. Beberapa siswa bertanya kepada guru mengenai cara
menyelesaikan soal 3
log 27 = x dan x
log 2 = 0,4 , guru tidak memberikan
pertanyaan tersebut kepada siswa lain untuk membantu siswa yang bertanya soal
3
log 27 = x dan x
log 2 = 0,4 . Guru melakukan ini karena guru menginginkan
siswa lain juga ikut terlibat berfikir bagaimana caranya menyelesaikan soal
tersebut. Dan ternyata ketika guru melempar pertanyaan tersebut kepada siswa
2
log 7 − 2 log 28 , dan 2
log x 3 + 2 log x , guru hanya menulis soal yang ditanyakan
oleh beberapa siswa tersebut dan meminta kepada siswa lain untuk mencoba
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
105
membantu mengerjakan soal yang ditanyakan beberapa siswa tadi. Lalu ada
beberapa siswa yang mau membantu mengerjakan, tetapi ada juga yang tidak mau
membantu mengerjakan.
soal atas inisiatif sendiri dibedakan menjadi dua yaitu sebagai berikut :
di papan tulis. Biasanya siswa berebut tunjuk tangan ketika maju mengerjakan
soal, tetapi siswa akan maju ketika guru memberikan persetujuan kepada siswa
Tetapi ada pula siswa yang sudah diberi kesempatan untuk maju tetapi
justru siswa tersebut mengurungkan niatnya untuk maju. Beberapa siswa tunjuk
1 −2
⎛1⎞
(1) 4 = 2 dan ⎜ ⎟
2
= 25 diubah dalam bentuk logaritma
⎝5⎠
1
(3) mencari nilai x dari logaritma : 2
log 16 = x , 9
log 3 = x , 25
log 5 = x, dan
3
log 27 = x
4
log16 5
log 2 1 9
(4) hasil dari logaritma 2 ,5 , dan ( ) log 8
3
1
(5) 3 log 4 + 3 log 6
2
(6) 6 log 9 + 2 −2
6 6
log 2 log 6
yang mau maju mengerjakan, lalu beberapa siswa tersebut segera maju
mengerjakan. Ada juga seorang siswa yang mau maju mengerjakan soal tetapi
Guru membujuknya untuk tetap maju, tetapi siswa tersebut tetap tidak mau maju
mengerjakan.
tulis tetapi guru tidak memberikan persetujuan kepada siswa karena siswa sudah
sering maju mengerjakan. Guru meminta kepada siswa tersebut untuk memberi
kesempatan kepada siswa lain untuk maju mengerjakan. Siswa tersebut menuruti
beberapa siswa yang tetap maju mengerjakan walaupun guru tidak memberikan
persetujuan supaya maju mengerjakan, dan guru hanya membiarkan saja beberapa
siswa tersebut maju mengerjakan. Beberapa siswa tunjuk tangan dan mau maju
1
mengerjakan soal 3 log 27 = 3 dan 3 log = −2 diubah menjadi bentuk pangkat
9
rasional, guru tidak memberikan persetujuan kepada siswa tersebut untuk maju
karena sudah sering maju tetapi siswa tersebut tetap maju mengerjakan dan
akhirnya guru membiarkan siswa tersebut maju mengerjakan. Ada juga seorang
2 1
siswa tunjuk tangan mau maju mengerjakan soal hasil dari log , tetapi guru
8
tidak mengijinkan siswa tersebut maju karena siswa tersebut sudah sering maju
terlihat sering maju mengerjakan soal. Untuk itu guru selalu memberikan
pengertian kepada siswa yang sudah sering maju mengerjakan untuk memberi
kepada siswa supaya siswa membetulkan jawabannya karena siswa kurang tepat
3 1
⎛1⎞
ketika mengerjakan soal ⎜ ⎟ = 0,125 dan 2
log 16 , guru lalu memeriksa
⎝2⎠
pekerjaan beberapa siswa tersebut dan meminta kepada siswa tersebut untuk
Seorang siswa tunjuk jari, lalu guru mendekati siswa tersebut. Siswa
guru, guru tersenyum lalu mengingatkan siswa tersebut agar selalu menggunakan
1
hasil pekerjaannya 3
log 4 + 3 log 6 kepada guru, guru meminta siswa tersebut
2
kesalahan. Siswa lalu mencoba memperbaiki hasil pekerjaannya dan karena masih
bingung maka siswa bertanya kepada siswa lain yang duduk di belakangnya, guru
kepada guru lalu guru memeriksa pekerjaannya dan meminta siswa tersebut
soal tersebut dengan hasil yang benar. Beberapa siswa memperlihatkan hasil
3
log 5 = a , nyatakan dalam a untuk 15
log 75 ”, dan ”Jika 2
log 3 = a dan
3
log 5 = b , nyatakan dalam a dan b untuk 6
log 50 ”, guru memeriksanya dan
mengerjakan karena jawaban siswa sudah benar, dan siswa segera menyelesaikan
pendapat siswa.
pendapat mengenai maksud dan jawaban soal dan guru menanggapi pendapat dari
siswa dan menyetujui pendapat itu. Siswa mengemukakan pendapat ketika ada
jawaban ataupun maksud dari suatu konsep yang berbeda dengannya. Siswa
tunjuk tangan dan setelah dipersilahkan oleh guru, siswa lalu mengungkapkan
pendapatnya yang berbeda dengan guru ataupun dengan siswa lain. Seorang siswa
tidak sependapat dengan jawaban siswa lain dalam mengerjakan soal mencari
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
110
4
log 16
hasil dari 2 karena siswa lain mengerjakan soal itu tanpa melihat dan
g
log a
memperhatikan sifat logaritma yang pertama yaitu g . Siswa lain menjawab
4
log 16
hasil dari 2 =16, padahal kalau menggunakan sifat logaritma yang pertama
g 4
log a log 16
(g ) hasil dari 2 = 4. Guru lalu menyetujui jawaban siswa yang hasilnya
4
log 16
2 = 4.
cara pengerjaannya. Siswa tersebut menjelaskan kepada guru dan siswa lain cara
4
log16
mengerjakan soal 2 , guru menganggukkan kepala tanda setuju dengan
jawaban siswa tersebut karena ternyata jawaban siswa tersebut sama dengan
membenarkan jawaban siswa lain karena jawaban siswa lain kurang tepat, guru
pendapat siswa lain mengenai jawaban siswa tersebut. Siswa lain menyetujui dan
pendapat kepada guru bahwa soal ” jika 6 log 30 = x dan 6 log 20 = y tentukan
6
log 3 ” dikerjakan dengan memakai sifat logaritma yang ke-5 dan tidak bisa
guru kurang tepat lalu siswa memperlihatkan kepada guru hasil pekerjaannya,
guru lalu memeriksa lagi soal yang dikerjakannya dan ternyata memang
jawaban/tulisan guru yang salah dibedakan menjadi dua yaitu sebagai berikut :
[Link] Siswa membetulkan jawaban/tulisan guru yang salah dan guru setuju
yang salah dan guru menyetujui pembetulan dari siswa lalu guru membetulkan
jawaban/tulisan yang salah tersebut. Guru menerima koreksi dari siswa dengan
senang hati karena guru merasa bahwa memang jawaban/tulisan dari guru ada
kesalahan. Seorang siswa membetulkan tulisan guru yang salah yaitu menulis
2
log 7 = p padahal di soal tertulis bahwa 7 log 2 = p , lalu guru menyadari bahwa
tulisannya salah lalu membetulkan tulisannya yang salah. Seorang siswa juga
membetulkan tulisan guru yang salah yaitu menulis 2 log 5 = b , guru menyadari
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
112
tulisannya salah lalu segera mengganti tulisan yang salah tersebut dengan
3
log 5 = b .
guru juga tidak sakit hati walaupun telah ditegur oleh siswa. Guru justru
salah.
[Link] Siswa membetulkan jawaban/tulisan guru yang salah dan guru tidak
yang salah tetapi guru tidak menyetujui pembetulan dari siswa yang mengkoreksi
9
log 8
1
pekerjaan guru ketika mengerjakan soal dan guru tidak membetulkan
3
jawaban/tulisan yang salah tersebut. Guru merasa bahwa jawaban yang ditulisnya
sudah benar. Maka guru tidak menanggapi pembetulan dari siswa. Padahal
siswa. Seorang siswa menulis pangkat hampir sama dengan perkalian, lalu guru
menegur siswa tersebut untuk membedakan dalam menulis pangkat dan perkalian,
1
1
Seorang siswa memakai tanda → dalam 4 = 2 → 4 log 2 =
2
, guru
2
meminta siswa menjelaskan arti tanda → , siswa menjelaskan kepada guru bahwa
tanda → artinya adalah ”bila dan hanya bila”, guru lalu menjelaskan kepada guru
bahwa maksud siswa benar tetapi siswa salah dalam menulis tanda. Seharusnya
siswa menulis tanda ”bila dan hanya bila” adalah ↔ bukan tanda → , siswa
lagi.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
114
berkomentar bahwa tulisan siswa kurang tepat yaitu menulis g g log a padahal
g
log a
seharusnya g , siswa lalu memperbaiki tulisannya yang kurang tepat. Seorang
siswa menulis hal yang sama dengan siswa lain yaitu g g log a , lalu guru
berkomentar kepada siswa tersebut untuk memperbaiki tulisan yang kurang tepat
tersebut, siswa lalu menghapus tulisannya yang salah dan menggantinya dengan
g
log a
g . Seorang siswa menulis g g log a , guru berkomentar bahwa tulisannya salah,
g
log a
siswa lalu membetulkan tulisannya yang salah menjadi g , guru menjelaskan
mengerti.
kurang tepat, siswa yang dikomentari segera memperbaiki tulisannya yang salah
1
1 1 1
log = 3 yang seharusnya siswa menuliskan 2
log = 3 , guru melihat bahwa
2 8 8
jawaban siswa kurang tepat, maka guru meminta siswa untuk membetulkan
1 1
3
log = −2 ⇔ 3− 2 = , guru lalu bertanya kepada beberapa siswa tersebut
9 9
alasannya ada tanda sama dengan (=) setelah nomor soal, beberapa siswa tersebut
menjelaskan bahwa itu seharusnya tanda titik, G membenarkan tulisan yang salah
1 1
tersebut menjadi 2b. 3 log 27 = 3 ⇔ 33 = 27 dan 2d. 3 log = −2 ⇔ 3− 2 = .
9 9
kurang tepat, siswa yang dikomentari tidak segera memperbaiki tulisannya yang
BAB VI
mengenai interaksi sosial antara guru dan siswa serta interaksi sosial antara siswa
dan guru dalam proses pembelajaran matematika dengan topik logaritma dalam
(Atwi Suparman, 1997). Dari kedua belas prinsip tersebut, dalam kegiatan
interaksi yang sejalan yaitu pemberian tanggapan yang baik kepada siswa dan
interaksi dimana guru bertanya kepada siswa mengenai materi pelajaran, guru
prinsip yang lain tidak terlihat dalam kegiatan interaksi sosial pada penelitian ini.
2003). Dari beberapa tujuan tersebut, dalam penelitian ini mencakup semua tujuan
kepada guru dan mendorong siswa untuk maju mengerjakan soal, guru meminta
116
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
117
siswa untuk mengerjakan soal, siswa bertanya kepada guru, siswa maju
Dalam penelitian ini terjadi proses interaksi antara guru dan siswa
terbentuknya interaksi sosial adalah adanya kontak sosial dan adanya komunikasi
(Ari W, 2008). Pada penelitian ini kontak sosial dan komunikasi terjadi antar
individu yaitu antara seorang siswa dengan guru, kontak sosial terjadi antar
individu dengan kelompok yaitu antara guru dengan sekelompok siswa. Kontak
sosial yang bersifat positif misalnya pertanyaan guru mendapat tanggapan dari
siswa dan pertanyaan siswa mendapat penjelasan dari guru, penjelasan guru
diperhatikan siswa, guru mendorong kepada siswa untuk melakukan sesuatu dan
mendapat tanggapan dari siswa, dan guru meminta siswa melakukan sesuatu dan
mendapat tanggapan dari siswa. Selain itu ada juga siswa mau maju mengerjakan
dan guru menanggapi pendapat siswa, dan guru mengkoreksi hasil pekerjaan
siswa dan siswa menanggapi koreksi dari guru. Jadi kontak sosial bersifat positif
mendapat tanggapan dari siswa, guru mendorong kepada siswa untuk melakukan
sesuatu dan tidak mendapat tanggapan dari siswa, dan guru meminta siswa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
118
melakukan sesuatu dan tidak mendapat tanggapan dari siswa. Selain itu ada juga
siswa mau maju mengerjakan dan guru tidak memberikan persetujuan, dan guru
mengkoreksi hasil pekerjaan siswa dan siswa tidak menanggapi koreksi dari guru.
Jadi kontak sosial bersifat negatif bila kontak tersebut tidak disertai adanya respon
sama sekali. Bila kontak sosial tidak disertai respon sama sekali, maka proses
pembimbing, perlu adanya kedisiplinan, ada batas waktu, dan ada unsur penilaian
aljabar dalam perhitungan yang melibatkan pangkat, akar, dan logaritma. Maka
Karena siswa adalah sentral dari kegiatan pembelajaran ini, maka pembelajaran
harus mengutamakan aktivitas dari siswa. Aktivitas siswa dalam penelitian ini
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
119
adalah siswa bertanya kepada guru, siswa maju mengerjakan soal atas inisiatif
aktifitas belajar siswa bisa berjalan dengan baik. Guru selalu berusaha melibatkan
untuk bertanya kepada guru dan mendorong siswa untuk maju mengerjakan, guru
jawab dengan siswa lalu ada persetujuan dan pertidaksetujuan baik dari siswa
maupun dari guru sendiri, guru menjelaskan sesuatu untuk diketahui oleh siswa,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
120
guru mendorong kepada siswa untuk melakukan sesuatu, guru meminta siswa
melakukan sesuatu, guru berkeliling memantau siswa, dan guru mengkoreksi hasil
pekerjaan siswa.
Selain itu, ada beberapa bentuk interaksi sosial yang dilakukan siswa
di kelas yaitu siswa melakukan tanya jawab dengan guru, siswa maju
pendapatnya dan menjelaskan kepada guru mengenai pengerjaan soal dan guru
dan guru ada yang menyetujui pembetulan dari siswa dan ada pula yang tidak
pembelajaran matematika pada topik logaritma ini hampir sesuai dengan beberapa
teori tentang bentuk-bentuk interaksi yang antara lain adalah adanya negoisasi
antara guru dan siswa, adanya penjelasan dan pemberian kesempatan baik dari
guru maupun dari siswa terhadap jawaban yang diberikan, adanya pernyataan
setuju atau tidak setuju terhadap jawaban siswa atau guru, adanya alternatif
penyelesaian yang lain, dan adanya kegiatan melakukan refleksi terhadap setiap
langkah yang ditempuh terhadap hasil pelajaran (Sutarto Hadi, 2005 dan Suharta,
2001).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
121
6.6 Logaritma
pangkat, akar, dan logaritma. Kaitannya dengan interaksi sosial adalah dalam
mengajarkan teori logaritma ini, guru melakukan tanya jawab mengenai materi
BAB VII
PENUTUP
7.1 Kesimpulan
proses pembelajaran matematika dengan topik logaritma di kelas X-2 SMA Stella
Interaksi sosial antara guru dan siswa di kelas X-2 SMA Stella Duce
3 Bantul pada proses pembelajaran matematika pada topik logaritma dapat dilihat
sebagai berikut :
1. Guru melakukan interaksi dengan cara tanya jawab mengenai materi pelajaran
logaritma
logaritma.
122
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
123
oleh siswa.
siswa.
melakukan sesuatu.
sesuatu.
a. Meminta siswa untuk mengerjakan soal logaritma dan ada tanggapan dari
siswa.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
124
b. Meminta siswa untuk mengerjakan soal logaritma dan tidak ada tanggapan
dari siswa.
a. Mengkoreksi hasil pekerjaan siswa dan ada tindak lanjut dari siswa dan
b. Mengkoreksi hasil pekerjaan siswa dan ada tindak lanjut dari siswa dan
Interaksi sosial antara siswa dan guru adalah interaksi yang dilakukan
Interaksi sosial antara siswa dan guru di kelas X-2 SMA Stella Duce 3 Bantul
pada proses pembelajaran matematika pada topik logaritma dapat dilihat sebagai
berikut :
pelajaran logaritma.
c. Bertanya cara menyelesaikan soal logaritma dan ada penjelasan dari guru.
d. Bertanya cara menyelesaikan soal logaritma dan tidak ada penjelasan dari
guru.
2. Siswa melakukan interaksi dengan cara maju mengerjakan soal logaritma atas
insiatif sendiri.
mengijinkan.
tepat.
pendapat siswa.
tersebut.
konsep/jawaban tersebut.
7.2 Saran
Terkait dengan hasil penelitian, maka ada beberapa saran yaitu sebagai
berikut :
1. Dalam penelitian ini, pada setiap pertemuan ketika guru bertanya kepada
beberapa siswa, beberapa siswa terlihat takut menjawab pertanyaan guru. Jadi
siswa aktif tetapi beberapa siswa masih belum bisa diajak untuk aktif dalam
kesempatan kepada siswa untuk lebih aktif dan berani dalam kegiatan
proses pembelajaran ini, jadi siswa harus mendapat peranan penting dalam
pembelajaran ini.
2. Dalam penelitian ini, pada pertemuan II ketika mengerjakan soal guru tidak
segera menanggapi pembetulan dari siswa. Padahal pada saat itu, guru
segera menanggapi pendapat dari siswa. Dalam situasi ini sebaiknya guru
segera menanggapi pendapat dari siswa karena siapa tahu pendapat dari siswa
3. Dalam penelitian ini, pada pertemuan III guru kurang memberikan pujian
kepada siswa yang sudah benar dalam mengerjakan. Padahal dengan adanya
pujian dari guru, bisa memotivasi siswa dalam belajar. Untuk itu lebih baik
guru selalu memberikan motivasi kepada siswa baik itu berupa pujian atau
4. Dalam penelitian ini, pada pertemuan III beberapa siswa ramai sendiri ketika
karena berdiskusi. Tetapi ketika beberapa siswa ramai, guru tidak sempat
menegur mereka. Jadi kelas terkesan gaduh dan tidak terkontrol. Guru
ramai.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
128
kelas. Oleh karena itu, guru diharapkan bisa memberikan dorongan atau
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Abu. 1991. Psikologi Sosial ( edisi revisi ). Jakarta : Rineka Cipta.
Depdiknas
129
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
130
CV. Rajawali
[ 24 Januari 2008 ]
Dharma, Yogyakarta.
Yeusy, MT. 2007. Skripsi : Interaksi Sosial Pada Pembelajaran dengan Topik
Sanata Dharma.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
131
LAMPIRAN
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
132
TRANSKRIP KEGIATAN
PERTEMUAN I ( 17 September 2007 )
1. G : [ G memulai pelajaran dengan mengulang pelajaran minggu lalu mengenai pangkat rasional sebagai pengantar
logaritma. G menulis soal mengenai pangkat rasional (lihat kotak 1). Lalu menghadap SS dan berkata kepada
SS] ”Pangkat rasional. [ G memulai menanyakan apakah ada kesulitan dalam mengerjakan soal pangkat rasional
Apakah ada yang mengalami kesulitan.[ Lalu G menanyakan hasil soal nomor satu kepada SS ] dua pangkat tiga
berapa hasilnya ? “
Logaritma
Pangkat Rasional :
1. 2 = ….
3
2. 2 = ….
5
3. 33 = ….
−2
4. 3 = ….
−2
5. 5 = ….
(kotak 1)
2. SS : [ Masih bersiap-siap mengikuti pelajaran. BS ada yang masih sibuk mencari-cari buku di dalam tas, ada yang
membuka-buka buku handout dan ada juga yang masih mengobrol. Tetapi ada SL yang menjawab pertanyaan
G ] ”Delapan.”
3. G : [ Lalu G menulis jawaban BS tadi di papan tulis (lihat kotak 2)] ”Delapan, lalu dua pangkat lima ini ?” [ Sambil
menunjuk soal nomor 2 (lihat kotak 1)]
4. SS : [Menjawab dengan kompak ] “Tiga dua”
5. G : [ Menulis jawaban SS di papan tulis ( lihat kotak2) ] ”Tiga puluh dua ya, ini berapa ?” [ sambil menunjukkan soal
nomor 3 (lihat kotak 1)]
6. SS : [Menjawab pertanyaan G dengan kompak.] “Dua puluh tujuh.”
7. G : “Dua puluh tujuh [ Menulis jawaban SS lagi (lihat kotak 2)] Berapa ?” [ menunjuk soal nomor 4 (lihat kotak 1)]
8. BS : [Menjawab pertanyaan G tetapi dengan nada yang ragu-ragu dan terdengar kurang jelas.] ”Seper sembilan.”
9. G : ”Berapa…sudah ?” [ mengulangi pertanyaannya karena BS menjawab dengan ragu-ragu dan terdengar kurang
jelas.]
10. SS : [SS diam dan saling berpandangan satu sama lain ketika G meminta mereka untuk mengulangi jawabannya.]
1
11. G : [ G lalu menulis , tetapi menghapusnya lagi ] ”Artinya apa tiga pangkat min dua itu ? “
9
12. BS : [ Menjawab pertanyaan G dan SL diam sambil membolak-balik buku dan memperhatikan G.] ”Sepertiga pangkat
dua.”
1 1
13. G : [ Menulis jawaban siswa = (lihat kotak 2)] ”Kalau lima pangkat min dua artinya?” [ menanyakan soal
32 9
nomor 5 (lihat kotak 1) ]
14. BS : [Menjawab soal nomor 5.] “Satu per lima pangkat dua sama dengan seperduapuluh lima “
15. G : [ G menulis jawaban siswa di papan tulis. (lihat kotak 2)] ”Sudah ini, sekarang kalau kita balik, sekarang mencari
pangkatnya. Kalau ada soal seperti ini“ [ G menulis soal di papan tulis (lihat kotak 3)]
Logaritma 1
Pangkat Rasional : 1) 3... =
27
1. 2
3
=8
1
2. 2 = 32
5
(kotak 2)
2) 2... = (kotak 3)
8
3. 3 = 27
3
1 1 3) 5 = 125
...
−2
4. 3 = 2 = 4) 4... = 64
3 9
1
−2 1 1 5) 7... =
5. 5 = 2 = 49
5 25
16. BS : [Memperhatikan dan memahami soal yang ditulis G sambil tangannya menunjuk-nunjuk soal di papan tulis dan
berbicara kepada temannya. , dan ada SL yang sedang berdiskusi dengan temannya tentang soal tersebut]
17. G : “Coba apakah .. [ G menunjuk soal yang dibuatnya. (lihat kotak 3) ] yang ini persamaannya masih sama ya. Kita
masih membahas pangkat rasional. [ Sambil menunjuk S1] Coba S1 kalau nomor satu hasilnya berapa ?”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
133
18. S1 : [ Berpandangan dengan SL dan mencoba menjawab pertanyaan G] ”Tiga pangkat min tiga.”
19. G : [ Mengulang jawaban S1 dan menuliskan di papan tulis (lihat kotak 4)] ”Tiga pangkat min tiga, betul ?” [ meminta
tanggapan dari SL apakah jawaban S1 betul apa tidak. ]
20. SS : [Menjawab kompak] “Betul.”
21. G : “Ok… nomor dua, S2.” [ menunjuk S2 untuk menjawab soal nomor 2. (lihat kotak 3) ]
22. S2 : [Menjawab pertanyaan G dengan yakin]“ Dua pangkat min tiga “
23. G : “Dua pangkat min tiga, betul ?” [menulis jawaban S2 di papan tulis (lihat kotak 4) dan menanyakan apakah jawaban
S2 betul kepada SL] ”Betul ?” [mengulangi pertanyaan karena tidak ada tanggapan dari SS ]
24. SS : [Menjawab dengan kompak] “Betul.”
25. G : “Ok… nomor tiga, lima pangkat?” [ bertanya kepada SS 5 pangkat berapa yang hasilnya 125 sambil memandang ke
arah SS ]
26. BS : [Menjawab dengan suara lirih dan ragu] ”Tiga.”
27. G : [Mengulangi pertanyaannya kembali karena kurang puas dengan jawaban BS yang masih ragu-ragu] ”Lima
pangkat ?”
28. SS : [Sambil berpandangan dengan SL, mereka menjawab dengan keras dan tidak ragu-ragu lagi ] ”Tiga.”
29. G : “Betul ya.. Nomor empat? “[memandang SS lagi menanyakan soal nomor 4 (lihat kotak 3)]
30. BS : [ Menjawab pertanyaan G, 4 pangkat berapa yang hasilnya 64.] ”Empat pangkat tiga.”
1
31. G : “Nomor lima, tujuh pangkat? [kembali bertanya kepada SS, 7 pangkat berapa yang hasilnya .]
49
32. SS : [ SS menjawab dengan yakin] “ Min dua.”
1
1) 3−3 =
27
1
2) 2 −3 =
8
(kotak 4)
3) 5 = 125
3
4) 43 = 64
1
5) 7 −2 =
49
33. G : [Mengulangi jawaban siswa] ”Min dua. [G menjelaskan kepada SS bagaimana menulis secara matematik mencari
pangkat dari suatu bilangan pokok yang hasilnya sudah diketahui.] Kita mencari pangkat dari suatu bilangan pokok
3 1
yang hasilnya diketahui secara matematik kita menulisnya…[G menulis di papan tulis log (lihat kotak 5)]
27
3 1
secara matematika nulisnya seperti ini. [menunjuk ke tulisan log .] Jadi yang diketahui biasanya yang
27
dibelakang. Kita menuliskan memakai logaritma. Jadi kalau kita mencari tiga pangkat berapa sama dengan
seperduapuluh tujuh, secara matematika kita tuliskan tiga log seperduapuluh tujuh. [Menunjuk soal nomor 2 (lihat
kotak 5)] Sama dengan berapa?”
34. S1 : [Menjawab pertanyaan dari G] “Seperdelapan.”
35. G : “Maka kita tulis dua logaritma seperdelapan. [ Menulis jawaban S1 tadi dipapan tulis (lihat kotak 5)]
Ini? [ menunjuk soal nomor 3 (lihat kotak 5)]
36. SS : [SS menjawab dengan kompak dan yakin] “ Lima.”
37. G : “ Lima log ?” [kembali memancing SS untuk menjawab pertanyaan G karena jawaban SS tadi kurang lengkap.]
38. SS : [kembali menjawab dengan kompak.] “ satu dua lima.”
39. G : “ Seratus duapuluh lima. [mengulang jawaban SS sambil menulis di papan tulis (lihat kotak 5)] Empat log ?”
[Menanyakan soal no 4 (lihat kotak 5)]
40. BS : [Menjawab pertanyaan G] “ Enam puluh empat.”
1
41. G : [ Lalu G menunjukkan soal no. 5, 7−2 = hasilnya berapa.(lihat kotak 5)] ”Sama dengan berapa ?”
49
42. BS : [Menjawab dengan nada ragu-ragu.] “Tujuh log seperempat puluh sembilan.”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
134
1 1
1) 3−3 = −3
, secara matematika log
27 27
1 1
2) 2 −3 = , secara matematika 2 log
8 8
3) 5 = 125 , secara matematika log125
3 5
(kotak 5)
43. G : [G menjelaskan kepada SS bahwa dari hasil yang kita cari dari perpangkatan, kita bisa menuliskan dalam bentuk
logaritma sambil berdiri di depan kelas dan melihat ke arah SS] ”Jadi secara matematika dari hasil yang kita cari dari
perpangkatan, kita bisa menuliskan dalam bentuk logaritma. Semacam ini sebenarnya kita menuliskan bahwa
logaritma itu merupakan invers dari pangkar rasional. Jadi kalau kita mendefinisikan secara garis besar logaritma
adalah sebenarnya invers dari pangkat rasional, karena apa? Karena ternyata kita bisa mencari pangkat suatu bilangan
yang hasilnya diketahui dituliskan dalam bentuk logaritma. Secara umum, kalau kita menuliskan [ G menuliskan
a
logb = c ↔ ….(lihat kotak 6)] Secara umum kalau kita mempunyai…[tidak meneruskan ucapannya dan
menggantinya dengan berkata sesuatu.] coba ubahlah ke dalam bentuk pangkat, ini ekuivalen dengan apa? [ melihat
ke arah SS] Ada yang menemukan ? [ Sambil tersenyum kepada SS] Kalau kita mempunyai a logaritma b sama
dengan c itu sama dengan ?” [kembali menanyakan kepada SS]
Catatan :
a
log b = c ↔ ….
(kotak 6)
44. S3 : [Ada S3 yang menjawab pertanyaan G ] “a pangkat c sama dengan b.” [BS ada yang asyik mengobrol ketika G
menjelaskan]
45. G : [G menambahkan jawaban S3 di papan tulis (lihat kotak 7)] ”a pangkat c sama dengan b, ya bagus. [G memberi
pujian kepada S3 yang menjawab pertanyaannya.]
Ternyata ada kaitannya pangkat rasional dengan logaritma a pangkat c sama dengan b. Begitu ya? Secara umum kita
bisa mendapatkan suatu logaritma. Secara umum adalah kalau a log b sama dengan c jika dan hanya jika a pangkat c
sama dengan b.[membacakan apa yang telah tertulis di papan tulis (lihat kotak 7)] a-nya disebut apa?”
Catatan :
a
log b = c ↔ a c = b
(kotak 7)
46. BS : [BS diam dan tidak menjawab pertanyaan G, mereka saling pandang satu sama lain karena masih belum begitu
mengerti maksud dari G. Sedangkan SL juga diam memperhatikan G dalam menjelaskan]
47. G : [Bertanya kepada SS sambil berkeliling kelas] “Pangkat rasional a-nya disebut apa?”
48. SS : [ Setelah tahu maksud dari G adalah pangkat rasional, maka SS dapat menjawab] ”Bilangan pokok. “
49. G : [G berjalan menuju depan kelas sambil memberi penjelasan kepada SS tentang syarat dari a.] “Bilangan pokok.
Demikian juga kalau logaritma, a-nya juga disebut bilangan pokok. Syaratnya adalah a-nya itu harus lebih besar atau
positif dan tidak boleh sama dengan satu. [lalu G menambahkan syarat dibawah catatan (lihat kotak 7)] Kemudian
b-nya disebut numerus.”
50. S4 : [Ada S4 yang kurang paham dengan penjelasan G mengenai numerus, maka S4 bertanya] ”Apa itu numerus ?”
51. G : [Lalu G menjelaskan tentang pengertian numerus] ”Numerus, numerus itu kalau di pangkat rasional adalah hasil dari
pangkat, numerus syaratnya b-nya dengan syarat b-nya numerus tidak boleh negative.
52. SS : [SS dengan tenang memperhatikan jawaban G, walaupun ada BS yang sibuk sendiri mengobrol dengan temannya ]
53. G : [G berdiri di depan kelas dan bertanya kepada SS mengapa numerus harus tidak boleh bilangan negatif.] ”Kenapa?
[Tetapi pertanyaan G tidak ada tanggapan dari SS, lalu G melanjutkan penjelasannya.] Kalau kita kaitkan dengan
hasil perpangkatan, kita tidak akan pernah akan mendapatkan suatu hasil perpangkatan suatu bilangan itu tidak
pernah negative. Maka numerus dari suatu logaritma itu juga harus positif tidak boleh negative.[sambil
menambahkan syarat di papan tulis (lihat kotak 7)] c-nya disebut ?” [kembali bertanya kepada S apa arti c,]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
135
Latihan
c.
(kotak 8)
1
d. 5
log 5 = −1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
136
(kotak 8, lanjutan)
69. G : [ Sambil berjalan ke depan kelas.] ”Bagaimana sudah selesai? Coba ya yang sudah selesai saya tunjuk. Silahkan yang
sudah selesai, mengerjakan dari buku handout nomor dua halaman sebelas [G memerintah SS yang sudah selesai
mengerjakan soal di papan tulis untuk segera mengerjakan soal yang ada di buku handout sambil melihat buku
handout (lihat kotak 9)] Yang sudah selesai, yang sudah selesai silahkan maju. Sekali lagi yang sudah selesai
silahkan buka buku halaman sebelas dicoba nomor dua. Tapi yang belum tidak usah buru-buru.]”
1 1
−
a. 5 3 = 3 25 c. 16 3
= 0,25
1 3
b. ( ) = 0,125 d. x = z
y
2
(kotak 9)
70. BS : [ BS yang sudah selesai soal nomor 1 sampai 3 mulai membuka buku handout dan mengerjakan soal yang ada dalam
buku handout. Sedangkan SL yang belum selesai masih saling berdiskusi mengerjakan soal nomor 1 sampai 3]
71. G : [Mengkoreksi pekerjaan S5 yang duduk dibarisan paling belakang dan meminta S5 untuk membetulkan jawabannya
karena salah mengerjakan.]
72. S5 : [S5 mulai memperbaiki pekerjaannya dan menghapus jawaban yang kurang tepat tadi]
73. G : [Sambil berjalan ke depan kelas G bertanya kepada SS apakah sudah selesai mengerjakan.] ”Sudah ?”
74. SS : [SS diam tidak menjawab pertanyaan G. Ada BS yang masih terlihat berulang kali bertanya kepada SL yang duduk
dibelakangnya karena belum bisa memahami soal dengan baik, ada yang mengerjakan sambil melihat jawaban SL.]
75. G : [ G mendekati BS dan melihat pekerjaannya lalu berjalan lagi mendekati SL dan melihat pekerjaannya. Pada saat
mendekati S6, G mengomentari tulisan S6 yang kurang tepat.] ”Yang bisa baca kamu sendiri lho. Ini maksudnya
apa?” [ Bertanya sambil menunjuk tanda → yang ditulis S6]
1
1
4 2 = 2 → 4 log 2 =
2
76. S6 : [S6 lalu menghapus tanda yang salah tadi dan mengganti dengan tanda ↔ setelah melihat contoh soal di papan
tulis.]
77. G : [G kembali bertanya kepada SS apakah sudah selesai mengerjakan. ]“Bagaimana, sampai dimana? Nomor satu
apakah ada yang belum ?”
78. SS : [Pertanyaan G tidak mendapat tanggapan dari SS. Terlihat ada S8 yang sedang menjelaskan sesuatu kepada SL
yang belum mengerti maksud dari soal]
79. G : “Coba yang ini sebenarnya tidak terlalu susah. [Lalu G melingkari soal-soal yang harus dikerjakan SS ke depan]
Coba yang saya minta maju ke depan soal yang saya lingkari saja. Silahkan yang mau maju satu a, c, dan e. Tidak
perlu ditunjuk. Silahkan kalau yang mau maju. Kemudian yang nomor dua itu b dan d, yang nomor tiga b, c, dan e.
[G mulai berjalan ke belakang lagi mengamati SS dalam mengerjakan soal.]
80. S3 : [Memanggil G sambil tunjuk tangan ] ” Pak..”
81. G : ”Ya..... [sambil melihat ke arah S3 yang mau maju] Nomor berapa?”
82. S3 : [ Mau maju ke depan mengerjakan] “Nomor satu.”
83. G : “Nomor satu, ya boleh.” [sambil melihat S3 berjalan ke depan kelas.]
84. S3 : [S3 melihat ke arah G yang ada di belakang kelas] “Berarti semua pak?”
85. G : “Tidak satu-satu saja jangan semua. Silahkan dihapus” [meminta S3 untuk menghapus papan tulis dulu sebelum
mengerjakan ]
86. S3 : [S3 mulai mengerjakan soal no 1a (lihat kotak 10). SL ada yang memperhatikan S3 saat mengerjakan, ada yang
sesekali melihat papan tulis mencocokkan jawabannya dengan S3, dan ada juga BS yang mengerjakan sendiri.]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
137
1
1
1a. 4 = 2 ↔ 4 log 2 =
2
2
(kotak 10)
87. G : [G berkeliling kelas mengamati SS yang sedang mengerjakan, kadang berhenti agak lama memperhatikan BS dalam
mengerjakan tanpa berkomentar.]
88. BS : [BS berdiskusi dengan teman sebangkunya dalam mengerjakan soal nomor 3. S5 berusaha memahami soal nomor 2
sebelum mengerjakan soal nomor 3 dengan cara membaca buku handout]
89. G : [Mengajak SS untuk memperhatikan dan mengkoreksi hasil pekerjaan S3] “Kita akan melihat sebenarnya mudah.
Kita lihat hasilnya. Yo berikutnya.”[menunggu SL yang ingin maju mengerjakan soal berikutnya.]
90. S3 : [Pekerjaan S3 yang baru saja maju tadi dipinjam oleh SL. SL tadi bertanya sesuatu dan S3 terlihat berusaha
menjelaskan jawabannya kepada SL yang bertanya tadi. SL terlihat mengangguk-angguk ketika S3 menjelaskan.]
91. G : [G berdiri di belakang kelas sambil memperhatikan SS lalu berbicara.] ”Silahkan siapa ? satu c, tidak ada yang
maju?”
92. S : [Ketika G meminta SS untuk maju, SS lalu menundukkan kepalanya menyibukkan diri mengerjakan soal-soal
latihan.]
93. G : [Karena tidak ada yang maju, akhirnya guru menunjuk salah satu S] ”S6 yo maju nomor satu c ya. Yo mas..”
94. S6 : [S6 maju mengerjakan ke depan (lihat kotak 11)]
95. G : [G masih terus berkeliling memperhatikan SS dalam mengerjakan soal.]
3
⎛1⎞ 1 1 1
1c. ⎜ ⎟ = ⇔ log = 3
⎝2⎠ 8 2 8
(kotak 11)
−2 1
⎛1⎞
1e. ⎜ ⎟ = 25⇔ 5 log 25 = −2 (kotak 12)
⎝5⎠
101. G : [memperhatikan S7 sambil meminta SL untuk maju ke depan] “Baik yang nomor dua..”
102. S2 : [S2 melihat ke arah G dan mau berkata bahwa S2 mau maju mengerjakan.]
103. G : [G belum sempat menyetujui S2 yang mau maju, ternyata ada S8 yang sudah maju.]
104. S8 : [S8 maju tanpa meminta ijin kepada G dan mendahului S2. S2 lalu kembali duduk lagi sambil tersenyum.]
105. G : “Ya S8, silahkan maju.” [meminta S8 segera maju ke depan]
106. S8 : [ S8 maju ke depan mengerjakan (lihat kotak 13). Disisi lain ada SL yang bertanya kepada teman sebangkunya
mengenai cara mengerjakan soal.]
107. G : [Berkeliling memperhatikan G dalam mengerjakan.]
108. S9 : [ Ada juga S9 yang maju ke depan mengerjakan soal selanjutnya tanpa disuruh dan tanpa ada persetujuan dari G
(lihat kotak 13)]
2b = 3 log 27 = 3 ⇔ 33 = 27
1 1
2d = 3 log = −2 ⇔ 3− 2 =
9 9
(kotak 13)
109. G : “ Baik nomor 3” [sambil memperhatikan S ] “Kita lihat dulu yang sudah dikerjakan. Mungkin supaya sama dengan
asalnya, tadi saya perhatikan ada beberapa yang melakukan kesalahan. Ini sebenarnya adalah lambang dalam logika
[sambil menulis lambing logika jika dan hanya jika “ ⇔ ” ] tapi ada beberapa yang memakai [ sambil menulis
lambang “ → ” yang sering di gunakan oleh S.] seperti ini. Kita akan mempelajari logika nanti. Tapi kita lihat dulu
artinya apa tanda ini [ sambil menunjuk lambang “ ⇔ ”di papan tulis]. Ini dibaca apa? Ekuivalen, atau dalam
logika itu jika dan hanya jika. Kalau yang pakai ini [ sambil menunjuk lambang “ → ”] boleh tidak pakai ini? Ini
bacanya apa ? [ Bertanya kepada SS tetapi tidak ada tanggapan dari SS. Maka G menjawab sendiri pertanyaannya ]
“jika…maka…”. Kalau nanti ada lagi mungkin [ sambil menulis lambang “ ∧ ”] tanda ini dibaca “dan”. Kemudian
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
138
kalau [ sambil menulis lambang “ ∨ ”] ini dibaca “atau”. Maka kalau kita akan menggunakan lambang-lambang
logika baik kalau kita sesuaikan bentuknya. Jangan sampai terjadi nanti yang bisa membaca hanya kita sendiri. [lalu
G mulai membahas pekerjaan siswa di papan tulis] kalau diminta dalam logaritma, ini betul ya. Hanya ini
permasalahannya, dari soal ini kalau kita mempunyai dua log seratus sama tidak dengan [ sambil menulis di papan
2
tulis log100 (kotak 14)] ini. Sama tidak? Dua log seratus [menulis 2log100]sama tidak dengan dua log seratus
2
[menulis log100 ]? Beda atau sama ?” [sambil melihat ke arah SS ]
2 log100= 2 log100
Ternyata pernyataan diatas salah. Yang
benar adalah :
2 log100≠ 2 log100
(kotak 14)
1
pekerjaan S7 yaitu 5 log 25 = −2 , dimana bilangan pokoknya diatas.] Jadi tolong ini [menunjuk soal nomor 1a
dan 1c] Meskipun ini betul ya. Ini hanya kurang naik bilangan pokoknya. [lalu G membenarkan jawaban S3 dan S6
yang ada di papan tulis (lihat kotak 16)]. Terus yang nomor 2b ini bagaimana ? [sambil menunjuk pekerjaan S8
yang nomor 2b (lihat kotak 17)] Apa maksudnya?”
1
1
1a. 4 2 = 2 ↔ 4 log 2 =
2
2b = log 27 = 3 ⇔ 33 = 27
3
⎛1⎞ 1
3
1
1 1 −2 1
2d = log = −2 ⇔ 3 =
3
1c. ⎜ ⎟ = ⇔ 2 log = 3 9 9
⎝ 2⎠ 8 8
134. S8 : [ S8 memberi penjelasan kepada G tentang pekerjaannya]“Maksudnya soal yang b, begitu pak.”
135. G : [menanyakan kepada S8 mengapa ada tanda sama dengan setelah nomor soal.] “Tapi kok pakai sama dengan? Apa
ini seharusnya?”
136. SS : [ SS menjawab pertanyaan G dengan kompak]“ Titik…”
137. G : [ G lalu mengganti tanda sama dengan tadi, dengan tanda titik] ”Hayo mas…[sambil menunjuk jawaban 2d yang
mengerjakan sama dengan 2b (lihat kotak 18)] kok mengikuti atasnya? Baik begitu ya. [sambil mengganti tanda
sama dengan (=) dengan tanda titik ( . ) pada soal 2d (lihat kotak 18)] Ada koreksi lagi? Baik nomor tiga yuk..” [G
berjalan ke belakang kelas sambil memperhatikan S dalam mengerjakan.]
2b. log 27 = 3 ⇔ 33 = 27
3
1 −2 1
2d. log = −2 ⇔ 3 =
3
(kotak 18)
9 9
138. S3 : [ S3 yang tadi sudah maju, tunjuk tangan dan ingin maju lagi] “Pak…”
139. G : “ Yang lain dulu ya..” [meminta S3 untuk memberi kesempatan SL supaya maju mengerjakan. ] ”Apakah masih banyak
yang kesulitan [G sambil berjalan ke depan kelas lagi] bagaimana nomor tiga, untuk nomor tiga bagaimana nomor
2 1
tiga? Dua log seper delapan sama dengan berapa? “ [Bertanya kepada S log berapa.]
8
140. BS : [ BS menjawab pertanyaan G]“ Tiga, Pak..”
141. G : “ Darimana tiga?”[kembali bertanya kepada SS darimana di dapat angka 3.]
142. BS : [BS menjelaskan kepada G]“ dua pangkat tiga sama dengan delapan “
143. G : “Kalau tidak bisa langsung sebenarnya kalau langsung dua pangkat berapa sama dengan ini ya.[ sambil menulis di
papan tulis2... = 8 (lihat kotak 19)] Andaikata nanti tidak bisa langsung, kalian misalkan dulu ini sama dengan x,
1
maka akan didapat dua pangkat x sama dengan seper delapan [sambil menulis di papan tulis 2 = (lihat kotak
x
8
19)] seper delapan itu dua pangkat berapa?” [Kembali bertanya kepada S karena jawaban S tadi kurang tepat.]
2... = 8
1 (kotak 19)
2x =
8
149. G : “ Maju ? Ok ya… “. [memberi kesempatan kepada S12 untuk maju mengerjakan. G mulai berjalan ke belakang
kelas. ]
150. BS : [Ketika G berjalan ke belakang kelas, ada BS yang bertanya kepada G tentang cara penyelesaian soal.]
151. G : [G mencoba menjelaskan apa yang ditanyakan BS tersebut.]
152. S12 : [S12 maju ke depan kelas mengerjakan (lihat kotak 20). Ada S13 yang sedang bertanya kepada G dan keduanya
terlibat diskusi.]
153. G : [Setelah selesai berdiskusi dengan S13, G kembali ke depan kelas dan meminta kepada SS untuk melihat jawaban dari
S12.]”Coba kita lihat sebentar pekerjaan dari teman kalian. Kok bisa min empat? [menanyakan pekerjaan S12 yang
dirasa kurang tepat] Bilangan pokoknya dijadikan berapa?”
Jawaban :
1
2
log16 = x
x
1
= 16
2
x
1 1
= −4
2 2
x = -4
(kotak 20)
171. G : “Langsung? Bagaimana?” [meminta S3 untuk menjelaskan bagaimana bila mengerjakan secara langsung kepada
teman-temannya]
172. S3 : “Itu kan setengah log enam belas sama dengan n, setengah pangkat n sama dengan enam belas. [menjelaskan sambil
menulis di papan tulis (lihat kotak 21)] Jadi langsung ketemu, tidak pakai cara itu. [menunjuk cara yang dicontohkan
oleh G]
173. G : “Pakai cara langsung setengah pangkat n sama dengan enam belas?” [menanyakan kembali jawaban S3]
174. S3 : “Setengah pangkat n sama dengan enam belas, n sama dengan min empat [menjelaskan sambil menulis di papan tulis
(lihat kotak 21)]
175. G : “ Kok bisa?” [ meminta kepada S3 untuk menjelaskan lagi]
176. S3 : “Ya bisa Pak.”[berkata sambil kembali duduk ke bangkunya.]
177. G : “Arahnya memang harusnya kesana. Setengah log eman belas itu berapa? Begitu ya, langsung dijawab min empat.
Kalau yang sudah jelas tidak masalah, tapi kalau yang belum bagaimana? [G lalu mendekati papan tulis dan
mengamati pekerjaan S3 tadi.] Harapan saya tadi sebenarnya bisa langsung setengah pangkat berapa sama dengan
enam belas, begitu ya ? Ya, bagaimana ini? [ S3 mulai bingung dengan perkataaan G sambil melihat ke arah G] coba
S3 maju ke depan. Coba caranya bagaimana supaya temannya tahu.” [meminta S3 untuk kembali maju ke depan
menjelaskan jawabannya kepada SL.]
178. S3 : [S3 mulai maju dan menjelaskan jawabannya tadi] “Ini to Pak.[sambil menunjuk jawabannya tadi]
Langsung.”[menjawab sambil tertawa]
179. G : “Coba kok bisa sama dengan setengah pangkat n bagaimana?” [G kembali bertanya kepada S3 dengan maksud
memancing S3 agar bisa menjelaskan kepada SL dengan benar. ]
180. S3 : [S3 masih berdiri di depan kelas dan berusaha mencoba menjelaskan jawabannya dengan benar sehingga SL bisa
mengerti maksud S3.] “Ya kan pakai persamaan ini.” [sambil menunjuk catatan yang di tulis oleh G di papan tulis
tadi (lihat kotak 7)]
181. G : “Kok bisa setengah pangkat n sama dengan enam belas? Itukan setengah log enam belas kok bisa setengah pangkat
n?” [kembali mengorek keterangan dari S3]
182. S3 : “Ya inikan apa namanya, inikan a, bagaimana ya menjelaskannya? Inikan a dan…[S3 mulai bingung menjelaskan apa
yang dia tulis lalu menyerah dan berkata tidak bisa.] Tidak bisa menjelaskannya pak.”
Jawaban :
1 n
1
2
log16 = = 16
2
n = -4
(kotak 21)
183. G : [G melihat S3 tadi sambil tersenyum.]“Ya kamu harus bisa menjelaskan.” [G memberi semangat kepada S3 supaya
bisa menjelaskan kepada SL.]
184. S3 : [Lalu S3 mulai berfikir bagaimana caranya menjelaskan kepada teman-temannya sambil melihat catatan G di papan
tulis.] “Ooo begini, kan ini a sama dengan ini lho pak. Inikan a terus yang ini b, terus mau mencari hasilnya. Ya itu
pakai persamaan ini kan.. inikan sama-sama a-nya. [sambil menunjuk definisi dari logaritma.] Kalau mau mencari
pangkatnya inikan harus pakai….e ga bisa pak [sambil tersenyum karena bingung mau menjelaskannya bagaimana
lagi..] Ya begitulah Pak pokoknya.”
185. G : ”Kan kalau kamu mengerjakan setengah log enambelas kok bisa sama dengan setengah pangkat n? [G membantu S3
supaya bisa menjelaskan kepada teman-temannya maksud dari jawabannya.]
186. S3 : ”Lha ini ada rumusnya. [sambil menunjuk tulisan mengenai definisi logaritma. (lihat kotak 7)] ini lho Pak.”
187. G : ”Coba kalau itu kan hasilnya ketemu c, padahal disana hasilnya belum. Mungkin...mungkin begini ya [sambil
menulis di papan tulis ] mungkin kamu berfikirnya begini ya, setengah log enam belas sama dengan n. ”
188. S3 : [S3 menyangkal ucapan guru, S3 tidak setuju dengan perkataan G] ”Bukan, bukan begitu Pak. Tidak begitu
Pak.”[tidak setuju dengan komentar G]
189. G : Bukan seperi itu? Lha bagaimana?” [lalu G meminta S menjelaskan kenapa S3 tidak setuju dengan usulan Gtadi.]
190. S3 : ”Soalnya kan kalau mendapat hasilnya yang c itu, nah sudah tahu caranya. [S3 telah menemukan cara untuk
menjelaskan kepada teman-temannya.] Inikan sudah dapat a dan b, belum mendapatkan c [sambil menunjuk
pekerjaannya.] Terus kalau dari rumus yang itu, kalau kita mau mendapatkan hasilnya b yaitu enambelas, itu harus a
pangkat c. Lha kita kan mau mencari b-nya jadi a dipangkatin c samadengan enambelas, begitu. ”
1
191. G : ”Bisa tidak saya menuliskan ini [sambil menulis di papan tulis 2
log16 = n (lihat kotak 22)] kemudian
dituliskan dibawahnya setengah pangkat n samadengan enambelas? Lalu kamu kan ini belum,[sambil menunjuk
1
pekerjaan S3 yang kurang langkah 2
log16 = n .] kamu langsung setengah pangkat n samadengan enam belas.
Itu harusnya digunakan, tapi kamu tidak menggunakan, begitu.” [G mengatakan letak kesalahan yang dibuat S3.]
1
192. S3 : [S3 tadi lalu menambahkan 2
log16 = n pada pekerjaannya.]
193. G : ”Sama tidak dengan atasnya? Sama ya, begitu kan. Jadi samadengan yang diatasnya to?kalau hasilnya belum
diketahui, maka dimisalkan dengan sesuatu. Hanya bedanya S3, dia tau setengah pangkat berapa yang hasilnya enam
belas. Tapi kalau disini, kita harus menyamakan dulu bilangan pokoknya. Coba yang lain. Ini ya kalau diteruskan
lebih enak yang bilangan pokoknya berapa? dua ya, dua pangkat min satu samadengan dua pangkat empat, maka dua
pangkan min n samdengan n-nya samadengan min empat. Ya yuk yang ini sudah belum? Dicoba ya, berikutnya. Atau
mungkin masih ada permasalahan?[G memberi kesempatan kepada S untuk bertanya, G memperhatikan SS dari
depan kelas.]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
142
1
2
log16 = n
n
⎛1⎞
⎜ ⎟ = 16
⎝2⎠
(2 )
−1 n
= 24
2 −n = 24
n = -4
(kotak 22)
194. S13 : [S13 berdiri dan mau maju mengerjakan. Tetapi masih ragu-ragu untuk maju. SL masih sibuk memperbaiki
pekerjaannya.]
195. G : [G melihat ada S13 yang mau maju, lalu G segera memanggil S13] ”Ya Tri mau maju?”
196. S13 : [S13 yang mau maju tadi maju ke depan sambil tersenyum setelah mendapat persetujuan dari G untuk maju lalu
menghapus papan tulis dan mulai mengerjakan. (lihat kotak 23)]
Jawaban Siswa:
3c).
9
log 3 = x
9x = 3
1
−
9x = 9 3
1
x=−
3
(kotak 23)
197. G : [G meminta SS untuk memperhatikan sebentar pekerjaan S13.] ”Coba ini sudah dicoba oleh teman kalian, mari kita
lihat. Ini dibawa bilangan pokoknya sembilan. Tiga itu sembilan pangkat min sepertiga? [G agak ragu dengan
jawaban S13, maka bertanya kepada SL.] Tiga itu samadengan sembilan pangkat berapa?” [Sambil melihat ke arah
SS]
198. S9 : [Menjawab pertanyaan G] ”Dua.”
199. G : [G kembali bertanya kepada SS] “Sembilan pangkat dua berapa?”
200. BS : ”Delapan puluh satu.” [BS menjawab pertanyaan G dan SL memperhatikan]
201. G : [G lalu bertanya kepada S13 yang maju tadi .] ”Hayo Tri bagaimana itu? ”
202. S13 : [S13 yang mengerjakan tadi terlihat tengak-tengok kanan kiri kebingungan lalu tersenyum karena jawabannya kurang
tepat.]
203. G : ”Ternyata.......” [Sambil melihat S13 dan tersenyum.] ”Bagaimana mau dibetulkan?” [memberi kesempatan kepada
S13 untuk membetulkan..]
204. S13 : [S13 berdiskusi sebentar dengan teman sebangkunya lalu segera maju lagi membetulkan jawabannya. S13 lalu
1 1
menghapus − dan menggantinya dengan − (lihat kotak 23)]
3 2
205. G : [menanyakan kembali kepada S13 apakah sudah yakin dengan jawabannya.] ”Min setengah ? Setengah apa min
setengah? Min itu artinya apa to? Pangkat min artinya apa?” [bertanya kepada SS apakah artinya pangkat min itu.]
206. S13 : [S13 yang maju tadi belum mengerti maksud G. S13 tambah bingung sambil memegangi kepalanya dan tersenyum-
senyum ke arah SS.]
207. G : [Karena melihat S13 masih belum mengerti maksud G, maka G lalu segera meminta S13 kembali ke tempat duduk.]
“Berapa hasilnya? Biasanya kalau kita menyederhanakan ke yang kecil atau ke yang besar? [G lalu membenarkan
jawaban S13 yang kurang tepat tadi. (lihat kotak 24) ]
208. SS : [Jawab SS dengan bersama-sama] “Yang besar dibuat kecil. ”
209. G : ”Yang besar dibuat kecil ya, bukan kecil dibuat besar ya. maka bawalah bilangan pokoknya itu yang kecil jangan
yang besar. Jadi jadi berapa? [sambil mencatat membenarkan jawaban S13 di papan tulis (lihat kotak 24)] Siapa
yang benar ini?” [memperhatikan SS dan segera menghitung SS yang menjawab benar.]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
143
Jawaban Guru :
log 3 = x → (3 2 ) = 3
9 x
3 2 x = 31
2x = 1
1
x=
2
(kotak 24)
210. BS : [BS yang jawabannya sama dengan yang tertulis di papan tulis tunjuk tangan. Sedangkan SL yang salah tidak tunjuk
tangan]
211. G : [G bertanya kepada SS apakah ada kesulitan yang dialami.] ”Ok bagaimana masih sulit ya? Coba sekarang dicoba
nomor dua, kerjakan nomor dua. Atau saya tambahkan misalnya....[G tidak meneruskan ucapannya tetapi
meneruskan menulis soal nomor 4 di papan tulis. (lihat kotak 25)] Coba nanti kita latihan yang sama. Coba masih
sama, coba gunakan definisi. Nomor empat a masih sama mengulang nomor tiga. ”[G berdiri di dekat meja guru
sambil memperhatikan SS dalam mengerjakan.]
Soal :
4) Hitunglah :
1
25
a. log 5 d. 5
log 5
1
9
b. 3
log 27 e. log 27
1
c. 2
log 8
(kotak 25)
212. S6 : [S6 bertanya kepada G.]”Pak besok kalau ulangan boleh langsung to? ” [Kelas dalam keadaan tenang dan terlihat
BS sedang berdiskusi.]
213. G : ” Ya, kalau ulangan mau langsung boleh. Mau pakai cara itu boleh. [Menjawab petanyaan S6 sambil berjalan ke
belakang kelas.] Ada pertanyaan apakah kalau mengerjakan, sebenarnya kalau mengerjakan langsung sembilan log
tiga sama dengan berapa, boleh. Lha ini tadi masalahnya, mungkin sudah ada yang mendapatkannya di SMP dan ada
yang belum. Jadi yang sudah mendapatkan tinggal mengulang.”
214. SS : [SS mengerjakan soal tambahan yang diberikan oleh G. Terlihat BS ada yang sedang berdiskusi dengan teman
sebangkunya, ada yang sibuk mengerjakan sendiri. Ada juga yang sedang mencocokkan jawaban dengan SL.]
215. G : [G mulai berjalan berkeliling mengamati pekerjaan SS.]
216. S14 : [S14 sedang melamun dan ketika G lewat di sampingnya, S14 lalu segera mengerjakan soal lagi.]
217. G : [Berjalan ke depan kelas lagi dan mengamati SS dari depan kelas.]
218. S15 : [Ada S15 yang duduk di meja paling depan terlihat sedang ramai berdiskusi dengan S9 yang duduk di belakangnya.]
219. G : [G mendekati S9 dan S15 tadi.] ”Sudah selesai? ”[ sambil melihat pekerjaaan S15]
220. S15 : ”Belum Pak.” [S15 lalu segera balik badan dan mengerjakan lagi. Ada S3 yang menunjukkan jawabannya kepada
G.]
221. G : [G memperhatikan pekerjaan S3 tersebut lalu berkomentar tentang jawaban S3.] ”Bawalah ke bilangan pokok yang
kecil, antara sembilan dan dua puluh tujuh manakah bilangan yang lebih kecil? Sama ya nomor a, b, c, d, dan e itu
bawalah ke bilangan pokok yang kecil.”
222. S16 : [Ada S16 mengerjakan dengan cara lagsung.]
223. G : [G melihat pekerjaan S16.] ”Kamu bisa langsung?”
224. S16 : [S16 menganggukkan kepala sambil tersenyum. Lalu ada S17 yang memperlihatkan jawabannya kepada G.]
225. G : ”Ya dicoba dulu ya. Ok. Ya ada yang mau mencoba maju yang a? [G mulai berjalan ke depan kelas.] Yuk siapa yang
mau maju? [memperhatikan SS dari depan dan menunggu SS yang mau maju.] Kalau tidak ada, saya tunjuk ya.
Ok ,S18 ayo mbak. [G meminta seorang S18 untuk mengerjakan di papan tulis.]
226. S18 : [S14 yang ditunjuk tadi berkata kepada G kalau dia menjawabnnya langsung.] ” Pak saya langsung.”
227. G : ”Pakai caranya supaya temannya tahu.” [G kembali berkeliling mengamati pekerjaan SS satu per satu.]
228. S18 : [S18 yang diminta maju ke depan tadi segera maju ke depan kelas dan mulai mengerjakan. (lihat kotak 26)]
229. G : ”Itu diapakan dulu Sep? Dimisalkan ya. [G mengamati dan mengkoreksi S18 yang maju mengerjakan tadi dari
belakang kelas.] Yo yang nomor empat a betul? Ya Ok. Lalu yang b, yo S19.” [G lalu memanggil S19 dan
memintanya untuk mengerjakan ke depan.]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
144
Jawaban :
1 x
⎛1⎞
4a).
25
log 5 → 25 x = 5 4b). 3
log 27 → ⎜ ⎟ = 27
⎝3⎠
x −3
(5 )
2 x
=5
⎛1⎞ ⎛1⎞
⎜ ⎟ =⎜ ⎟
⎝3⎠ ⎝ 3⎠
5 2 x = 51 x = -3
2x = 1
1
x=
2
(kotak 26)
230. S19 : [Lalu S19 yang diminta G untuk maju mengerjakan soal b tersebut langsung maju mengerjakan. (lihat kotak 26). BS
memperhatikan temannya yang maju tadi. SL mengerjakan soal tersebut dengan tenang. Ada S9 yang meminjam
pekerjaan temannya yang sudah selesai mengerjakan]
231. G : [G kembali berkeliling mengamati pekerjaan SS.] ”Saya yakin kalian tahu yang ditulis ini ya. Tapi ini ada tanda
panah ini kenapa? Ini sama ini sama tidak Septi? [sambil menunjuk 25 x = 5 itu adalah sama dengan
(5 )
2 x
= 5 (lihat kotak 26)] Kenapa pakai tanda ini? Harusnya apa, harusnya dituliskan dibawahnya karena sama
ya. Kemudian ini muncul x dari mana? [sambil menunjukkan huruf x pada bilangan 25 = 5 (lihat kotak 26)] Ini
x
harus dibuat sama dengan x ya. [menambahi pekerjaa S dengan tulisan yang menjadi
25
log 5 = x ]. Kemudian
ini juga [sambil menunjuk pekerjaan S14 yang mengerjakan soal b.] Sama juga, bisa mencari hasilnya tetapi
prosesnya perhatikan. Seharusnya sepertiga log dua puluh tujuh sama dengan x. Baru sepertiga pangkat x dan
seterusnya. Ini harusnya diberi kurung ya [menunjuk angka sepertiga yang kurang diberi tanda kurung.] Coba satu
lagi yang e ada yang mau maju silahkan? Yuk S3 maju. ”
232. S3 : [S3 langsung maju ke depan mengerjakan. (lihat kotak 27).Disaat temannya maju mengerjakan, ada BS yang terlihat
sedang bercanda dengan teman sebangkunya. Dan mereka tidak memperhatikan temannya yang maju tadi. ]
9
4e. log 27 = n
9n = 27
(3 )2 n
33
=
1
n=1
2
(kotak 27 )
233. G : ”Coba kita lihat nomor ini, jadi kita misalkan sembilan log dua puluh tujuh sama dengan n . n boleh, x boleh sebagai
variabel. Kemudian baru ini kita mendapatkan bawahnya . Sembilan pangkat n samadengan dua puluh tujuh.
Mungkin lebih baik kalau ini, kenapa kok n samadengan satu setengah?” [G bertanya kepada S3 tentang pekerjaan
S3.( lihat kotak 27 ).]
234. S3 : [Menjawab pertanyaan G.] ”Dua n sama dengan 3, lalu n-nya adalah satu setengah.”
235. G : ”Jadi alangkah baiknya bila menulisnya begini. [G menulis di papan tulis. (llihat kotak 28)] Tiga pangkat dua n sama
dengan tiga pangkat tiga. Apakah masih ada yang kesulitan? [sambil memperhatikan SS]
9
4e. log 27 = n
9n = 27
(3 )
2 n
33
=
32 n = 33
2n = 3 (kotak 28)
1
n=1
2
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
145
236. S18 : [S18 bertanya kepada G tentang soal yang ada di buku handout.] “Pak..pak..mau tanya nomor dua d buku paket.”
237. G : “Sekarang ada pertanyaaan nomor dua d, silahkan dibuka halaman sebelas nomor dua d. Dicoba dulu, ada pertanyaan
halaman sebelas nomor dua d.” [G lalu membuka buku handout dan mencari soal dimaksud S18.]
238. SS : [SS mencari dalam buku handout soal nomor dua halaman sebelas.]
239. G : ”Apakah ada yang mau mencoba? Halaman sebelas soal dua d. Silahkan ada yang mau mencoba? Akar tiga log dua
puluh tujuh.. Ada pertanyaan soalnya itu. Wahyudi mau mencoba? [memberikan spidol kepada S9 dan meminta S9
maju mengerjakan. Tetapi S9 tidak mau maju karena belum selesai mengerjakan.] Siapa yang mau mencoba? Saya
yakin bisa, coba. Ayo Wawan mau maju? [S17 yang ditunjuk oleh G tadi menggelengkan kepala] Widodo ayo maju.
[S8 yang dipanggil tadi juga tidak mau maju.]
240. S16 : [S16 berdiri dan mau maju mengerjakan ]
241. G : [G menganggukkan kepala menyetujui S16 untuk maju mengerjakan.]
242. S16 : [Lalu setelah dipersilahkan oleh G maka S maju ke depan mengerjakan (lihat kotak 29). Sedangkan SL berdiskusi
dengan teman sebangkunya mencoba mengerjakan]
Jawaban siswa :
2d).
3
log 27 = x
x
3 = 27
x 6
3 = 3
x=6
(kotak 29)
243. G : ”Mari kita lihat dulu yang susah mana? Dimisalkan dulu x, berarti akar tiga pangkat x, akar tiga pangkat x
samadengan dua puluh tujuh. Bilangan pokoknya akar tiga artinya dua puluh tujuh itu akar tiga pangkat berapa?
Maka enam ya,baik. Tapi lebih mudah biasanya akar dengan bilangan bulat lebih enak mana? Bulat ya. Akar tiga itu
diubah menjadi tiga pangkat? Pangkat berapa? akar tiga itu tiga pangkat? Pangkat? Pangkat? [G berkali-kali bertanya
kepada SS tetapi tidak ada tanggapan.]
244. SS : [Ketika G bertanya, S tidak menanggapi ucapan G. SS hanya memperhatikan G dalam menjelaskan. Sambil
bertopang dagu, BS malah terlihat sedang mengobrol sendiri.]
245. G : [G memperingatkan BS yang mengobrol di kelas. ] ” Perhatikan ya, jangan ramai.”
246. BS : [BS yang ditegur lalu diam mendengarkan G.]
247. G : [Karena pertanyaannya tidak ditanggapi oleh S, maka G menjawab sendiri pertanyaannya.] ”Pangkat setengah to ya,
lebih mudah ini sebenarnya. Jadi jangan membawa ke pangkat akar, tetapi lebih baik ke pangkat bulat. Apakah ada
lagi pertanyaan? Bagaimana jadi kalau pangkat ini akar tiga log dua puluh tujuh? Akar tiga pangkat x samadengan
tiga pangkat setengah...... [G tidak meneruskan ucapannya tetapi memperbaiki pekerjaan SS yang kurang benar tadi
di papan tulis.(lihat kotak 30)] Sama ya jawabannya. Lebih baik kalau dibawa ke bilangan bulat. Ya ini kita masih
kita baru definisi lho ya dan mencari logaritma.” [G mulai berkeliling kelas lagi mengamati SS mengerjakan soal.]
3
log 27 = x
( 3) x
= 27
x
⎛ 12 ⎞
⎜ 3 ⎟ = 27
⎜ ⎟
⎝ ⎠
1
x
3 2 = 33
1
x=3
2
x=6
(kotak 30)
248. BS : [BS Memperhatikan G dalam menjelaskan dan sesekali menjawab pertanyaan G. Ada juga SL yang mengobrol pada
saat G menjelaskan soal.]
249. G : [Mengajak S untuk mengulang kembali materi.] ”Coba ya yang kita bahas tadi itu apa to? Coba kita tadi membahas
apa? Yang pokok dulu, dasarnya adalah ini ya, jika dan hanya jika a pangkat c samadengan b. [sambil menulis di
papan tulis.] a-nya tadi apa? ”
250. BS : “Bilangan pokok.” [BS menjawab pertanyaan G, tetapi ada juga S19 yang justru tiduran tidak mendengarkan.]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
146
Pekerjaan Rumah :
(kotak 31)
256. SS : [Tidak ada SS yang menanggapi pertanyaan G. SS kembali mempelajari pelajaran yang telah diperoleh G siapa tahu
ada yang belum jelas sehingga bisa ditanyakan kepada G. Ada juga yang asyik mengobrol karena mungkin merasa
dia sudah bisa dan tidak ada yang perlu ditanyakan lagi kepada G.]
257. G : ”Sudah tidak ada pertanyaan? Kalau begitu kita ketemu minggu depan.” [G lalu keluar kelas.]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
147
TRANSKRIP KEGIATAN
PERTEMUAN II (24 September 2007)
1. G : [Sebelum memulai pelajaran, G menanyakan kepada S tentang tugas yang diberikan G pada pertemuan
sebelumnya.] “Kemarin saya meminta kalian mempelajari berapa sifat?”
2. BS : [Suasana masih ramai karena SS masih menyiapkan buku pelajaran. Tetapi ada BS yang menjawab
pertanyaan G] “Empat..”
3. G : [G menulis sifat-sifat logaritma di papan tulis (lihat kotak 1)] “Empat sifat ya. Sifat pertama yang kita
pelajari kemarin.”
4. BS : [BS masih sibuk sendiri-sendiri dan masih ada yang mengobrol dengan temannya, tetapi ada juga yang
diam memperhatikan G.]
5. G : [G bertanya kepada SS bunyi sifat 1.] “Sifat yang pertama apa kemarin ?” [Meneruskan menulis sifat-
sifat logaritma di papan tulis (lihat kotak 1)]
6. BS : [Menjawab pertanyaan G] “ g pangkat g log a sama dengan a “
7. G : [G bertanya bunyi sifat 2.] ” Kemuadian sifat dua?”
8. BS : [Menjawab pertanyaan G.] “a log b kali c sama dengan a log b tambah a log c.”
9. G : [G bertanya lagi tentang bunyi sifat 3.] ” Kemudian yang ketiga?”
10. SS : [SS terdiam tidak ada yang menjawab G.]
a b
11. G : [Karena SS tidak menjawab, maka G meneruskan sifat 3.] ” Sifat tiga adalah log =
c
a
log b− a log c
.”
12. SS : [SS dengan cermat memperhatikan G saat memberi penjelasan.]
13. G : [G meneruskan menulis sampai sifat nomor 4, lalu menjelaskan bahwa sifat nomor 4 ada 2 sifat. (lihat
kotak 1)] “Jadi ada dua sifat ya. ”
14. SS : [SS memperhatikan G lalu melihat buku handout.]
15. G : [G menghadap SS dan bertanya kepada SS] ”Baik, mungkin masih ada kesulitan ketika mempelajari
sifat-sifat atau membuktikan empat sifat itu?”
16. SS : [SS diam saja memperhatikan G dan tidak menjawab pertanyaan G. Ada juga BS yang terlihat sibuk
menyalin tulisan di papan tulis.]
17. G : [Berjalan mendekati S yang duduk di bangku depan] “Jadi dari keempat sifat satu sampai empat a,
apakah ada masalah? Apa masalahnya?”
18. SS : [SS tidak menjawab pertanyaan G karena masih sibuk menyalin sifat-sifat logaritma.]
19. G : [G menghadap ke arah SS] ”Sifat yang ke berapa? ”
20. SS : [SS tidak menjawab pertanyaan G]
21. G : [G mengulangi pertanyaannya karena tidak ada tanggapan dari SS] ”Sifat nomor berapa?”
Sifat-sifat Logaritma :
1. g log a = a
g
n
b. a log b n = .a log b
m
m (kotak 1)
22. S1 : [SS diam mencoba memahami, lalu ada seorang S1 yang bertanya kepada G] “Sifat nomor empat pak.”
23. G : [Kembali bertanya lagi kepada S1] “Sifat nomor empat ya. Kalau sifat nomor satu sampai tiga tidak ada
masalah?”
24. BS : [BS menjawab dengan lantang] “Masalah pak..”
25. G : [G kembali menegaskan kepada SS tentang sifat logaritma yang belum jelas] “Yang jadi masalah sifat
nomor berapa?”
26. SS : [SS menjawab dengan kompak.] “Empat..”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
148
27. G : [G mendekati papan tulis dan menunjuk keempat sifat logaritma] “Kalau membuktikan pasti dari atas ya.
Kalau sifat nomor satu sudah, nomor dua sudah, dan nomor tiga sudah, nomor empat itu akan mudah
juga membuktikannya.”
28. SS : [SS memperhatikan penjelasan G, ada BS yang mencatat apa yang diterangkan G di buku tulis mereka
maasing-masing]
29. G : [G melihat ke arah SS] “Sifat satu, dua, tiga sudah?”
30. SS : [SS tidak menjawab pertanyaaan, tetapi mereka terdiam memperhatikan G saat memberikan
penjelasan.]
31. G : [G menanyakan kembali masalah yang dihadapi SS.] ”Ada masalah?”
32. SS : [SS belum mendapatkan masalah dalam mengerjakan, jadi tidak satupun SS yang menjawab pertanyaan
G.]
33. G : [G bertanya lagi kepada SS mengalami kesulian tidak.] ” Yang mana? Kesulitan dimana?”
34. SS : [Tetap tidak ada SS yang berkomentar tentang kesulitan yang mereka alami dalam mengerjakan soal.]
35. G : [Karena melihat para SS tidak ada yang mau bertanya lagi, maka G melanjutkan menjelaskan cara
membuktikan sifat 4.] ”Kita buktikan dulu sebelum kita pakai. [Bertanya sambil menghadap ke arah SS]
Sifat nomor berapa yang mau dibuktikan? ”
36. SS : [SS masih terdiam dan memperhatikan G]
37. G : [Karena pertanyaannya tidak mendapat respon dari SS, maka G kembali menegaskan pertanyaannya]
“Sudah dicoba dipelajari?”
38. SS : [SS menjawab pertanyaan G dengan hampir bersamaan.] “Sudah.”
39. G : [G bertanya kepada SS apakah mengalami kesulitan.] “Yang mana yang menjadi kesulitan?”
40. S2 : [S2 menjawab pertanyaan G] “Nomor empat.”
41. G : “Nomor empat. Ok buktikan sifat nomor empat. [G menulis pembuktian sifat nomor 4 di papan tulis
(lihat kotak 2)] a log b pangkat n itu akan sama dengan n dikali a log b. Ok kita lihat, ini ruas kanan dan
ini ruas kiri [Menunjuk tulisan di papan tulis]. Kita buktikan ruas kirinya dulu itu a log b pangkat n.
Kita ambil salah satu ruas. Ruas kiri yang dijalankan kemudian akan ketemu ruas kanan. Atau bisa juga
kalau ruas kanan dijalankan, akan ketemu ruas kiri. Atau bisa juga dua-duanya dijalankan akan ketemu
hasilnya sama.”
42. SS : [Dengan tenang menyimak penjelasan G. Hanya sesekali tampak ada BS yang mengobrol dengan teman
sebangkunya]
43. G : [G menunjuk ke arah papan tulis] “Coba kita lihat ruas kiri ya. Ketika kita menggunakan pangkat
rasional b pangkat n, itu artinya apa?”
44. S3 : [S3 menjawab pertanyaan G.] “b kali b kali b kali b sebanyak n pak.”
45. G : [G menulis di papan tulis(lihat kotak 2)] “Ok betul. Jadi b kali b kali b kali b dan seterusnya sebanyak n
kali, begitu ya.. Kemudian berdasarkan sifat nomor dua, hasilnya apa?”
46. BS : [BS menjawab pertanyaan G dengan lantang.] ”a log b ditambah a log b ditambah a log b ditambah a
log b.”
47. G : [G bertanya kembali kepada SS.] ” Banyaknya berapa?”
48. SS : [SS tenang memperhatikan G dalam menjelaskan. BS menjawab pertanyaan G] “n kali pak.”
49. G : “Begitu?” [G menunjukkan apa yang telah G tulis kepada S dan meminta pendapat S apakah yang G
tulis itu benar atau tidak]
50. SS : [SS menanggukkan kepalanya tanda bahwa SS setuju dengan G.]
51. G : ”Jadi a log b ditambah a log b ditambah a log b ditambah a log b dan seterusnya sebanyak n. Karena ini
sebanyak n, bagaimana menulisnya? ” [G memperhatikan S dan menunggu respon dari S untuk
menjawab pertanyaan G]
52. SS : [SS tidak menjawab pertanyaan G lagi, mereka terdiam semua memperhatikan G.]
53. G : [Karena tidak ada SS yang menanggapi pertanyaannya, maka G menjawab sendiri pertanyaannya.] ”n
kali, ininya sama [G menulis di papan tulis (lihat kotak 2)] berarti akan sama dengan berapa?”
54. BS : [BS menjawab pertanyaan G dengan kompak.] “n kali a log b”
55. G : [G berjalan mendekati S dan memperhatikan S] ”Maka terbukti ya. [G mulai berjalan ke belakang
kelas] Jadi sifat nomor empat itu untuk membuktikannya menggunakan definisi pangkat rasional a
pangkat n artinya apa, dan sifat nomor dua. Maka tadi kalau saya katakan, kalau kalian tanyakan sifat
nomor empat, nomor satu, dua, dan tiga harus dibuktikan karena akan dipakai. Begitu? ”
56. SS : [SS menganggukkan kepala tanda bahwa SS setuju dengan G.]
57. G : [G bertanya lagi kepada SS.] ”Sudah? Ada lagi?”
58. SS : [Tidak ada jawaban yang keluar dari SS]
59. G : [G bertanya lagi sambil berjalan ke belakang kelas] ”Ada lagi? Adakah sifat yang belum jelas dari
empat sifat yang akan kita pelajari hari ini?”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
149
(kotak 2) a
= n . log b ( TERBUKTI )
60. SS : [SS tidak menjawab pertanyaan G tetapi justru asyik mencatat tulisan yang ditulis G di papan tulis]
61. G : “Masih ada? Sudah tidak ada? [G kembali berjalan ke depan kelas] Sifat nomor satu, dua, dan tiga
sudah?”
62. SS : [Tidak ada SS yang bertanya kepada G, SS masih menyalin tulisan yang ada di papan tulis.]
63. G : [Karena tidak ada yang bertanya lagi, maka G melanjutkan pelajaran.] ”Ok kalau sudah, kita terapkan
di dalam soal. Kita akan terapkan untuk latihan. Contohnya kemarin sudah ditulis?”
64. SS : [SS masih sibuk mencatat dan memahami penjelasan dari G. Ada S yang berdiskusi dengan teman
sebangkunya mengenai pembuktian sifat-sifat logaritma]
65. G : [G menulis soal latihan di papan tulis (lihat kotak 3)]
Latihan !
(kotak 3)
66. SS : [SS mencatat soal yang diberikan G. Ada BS yang terlihat sedang mengobrol dengan teman
sebangkunya sambil menulis.]
67. G : [G berjalan ke belakang kelas] “Coba untuk latihan, kalian kerjakan lima soal itu. Terapkan ke empat
sifat itu. Sederhanakan soal satu sampai dengan empat. [G menbacakan lagi soal yang telah ditulisnya
di papan tulis (lihat kotak 3)] Yang pertama dua pangkat empat log enam belas, yang kedua sepertiga
pangkat sembilan log delapan, yang ketiga dua akar dua pangkat delapan log empat puluh sembilan,
yang keempat dua log empat ditambah dua log delapan belas dikurangi dua log dua dan seterusnya.
Silahkan dikerjakan.”
68. SS : [SS mulai menulis soal dan mengerjakan soal latihan tersebut dengan tenang.(lihat kotak 3)]
69. G : [G berkeliling dan mengamati pekerjaan SS.]
70. SS : [SS masih tenang mengerjakan. Ada yang mengerjakan sendiri, ada pula yang mengerjakan dengan
bekerja sama dengan temannya.]
71. G : [G berjalan ke depan kelas lagi sambil melihat dan memperhatikan pekerjaan S, lalu menuju papan
tulis dan melingkari beberapa nomor soal] “Coba nanti yang dikerjakan yang dilingkari dulu nomor
satu, dua, dan empat, lima.” [Lalu G berjalan lagi ke belakang kelas dan melanjutkan mengamati SS
saat mengerjakan]
72. S4 : [Ada S4 yang mengomentari G mengenai catatan G di papan tulis yang berbeda dengan tulisan yang
ada di buku handout] “ Pak ini kok beda dengan yang ada di papan tulis?”
73. G : [G melihat tulisan yang ada di buku handout lalu mencocokkan di papan tulis.] “ Oya sebentar ya.”
74. SS : [SS melihat ke arah S4 yang bertanya tadi lalu mereka membuka buku handout mereka masing-masing
dan memperhatikan tulisan yang ditanyakan oleh S4.]
75. G : [G meminta SS untuk memperhatikan tulisan yang ada di buku handout.] “ Coba lihat dibuku yang sifat
nomor satu. Itu yang dimaksud g pangkat g log a, g-nya diatas bukan dibawah. Dikoreksi dulu, betul
kata buku itu g log a karena nanti tidak akan sama dengan g pangkat g log a. [G menulis di papan tulis
g
log a
g dan g g log a (lihat kotak 4)] Dalam buku yang tertulis yang mana? [Sambil menunjuk
g
log a g log a
g dan g (lihat kotak 4)] Yang kanan atau yang kiri?”
76. SS : [SS menjawab dengan kompak.] ”Kanan.”
77. G : [G meneruskan pertanyaannya lagi sambil memperhatikan S.] ”Kalau kanan, bilangan pokoknya
berapa? Yang kanan bilangan pokoknya berapa?”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
150
≠
g
log a g log a
g g
(kotak 4)
90. SS : [SS berdiskusi dengan teman sebangkunya yang ada disekitarnya. Mereka berdiskusi mengenai tulisan
di buku handout yang diralat oleh G, lalu mulai mempelajari yang ada dibuku handou. Ada BS yang
berdebat mengenai definisi logaritma yang ke-1, lalu mereka mempelajari tulisan yang ada di buku
handout dan di papan tulis. Terlihat S5 sedang berusaha menjelaskan kepada S1 tentang perbedaan di
buku handout dan di papan tulis.]
91. G : [G berkeliling memperhatikan S yang sedang mengerjakan soal]
92. BS : [BS ada yang ribut berdiskusi membahas soal latihan yang diberikan G. Ada S5 yang berbeda pendapat
dengan SL sehingga timbul perdebatan diantara mereka.]
93. G : [G bertanya kepada SS sambil tersenyum.] “Sudah?”
94. BS : [BS menanggapi pertanyaan G.] “Belum..”
95. G : [G memperhatikan S dan berharap ada S yang mau maju ke depan tanpa ditunjuk oleh G] ”Kalian
kemarin mempelajari tentang pangkat, coba sekarang kita terapkan. Baik coba nomor satu siapa yang
mau mencoba maju ke depan, silahkan..”
96. S6 : [S6 tanpa disuruh oleh G maju ke depan mengerjakan soal nomor satu.]
97. G : [G memberi persetujuan kepada S6 untuk maju mengerjakan.] ”Baik nomor satu ya.”
98. S6 : [S6 lalu maju mengerjakan tetapi secara langsung tanpa menggunakan cara. Jadi hanya ditulis
hasilnya saja. (lihat kotak 5)]
Jawaban siswa :
4
log16
1. 2 = 16
(kotak 5)
99. G : [G memperhatikan S yang mau maju ke depan] ”Kemudian nomor dua yang sudah ke depan. Ya..”
100. S7 : [Ada S7 yang maju ke depan tanpa disuruh oleh G.]
101. G : [G menyetujui S7 untuk maju mengerjakan.] ”Ya..”
102. S7 : [Lagi-lagi S7 juga mengerjakan soal tersebut dengan cara langsung tanpa menggunakan cara. (lihat
kotak 6)]
Jawaban siswa :
1 9
2. ( ) log 8 = 8
3
(kotak 6)
103. G : [G lalu memperhatikan ke arah S dan memberi kesempatan kepada S yang lain untuk memperbaiki
jawaban S yang maju ke depan tadi.] “Ada yang mempunyai jawaban lain? Apakah ada pendapat lain?
Silahkan..”
104. S4 : [Ada S4 yang tunjuk jari karena mempunyai pendapat lain dari temannya yang maju tadi.]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
151
105. G :
“Nomor berapa mas?” [Sambil memperhatikan S4 yang mau maju tadi.]
106. S4 :
“Satu Pak.” [Lalu S4 maju ke depan.]
107. G :
[G menyetujui S4 maju memperbaiki pekerjaan S6] ”Ok nomor satu,”
108. S4 :
[S4 menuliskan jawabannya sambil bertanya kepada G.] ”Pakai caranya Pak?”
109. G :
[G menganggukkan kepala.] “Ya, nanti kalau cuma ditulis jawabannya saja, bagaimana bisa tahu
caranya dari mana..”
110. S4 : [S4 mulai menuliskan jawabannya dengan menggunakan cara seperti apa yang diminta oleh G. Setelah
selesai menulis jawabannya, S4 tadi kembali duduk ke belakang. (lihat kotak 7). SL memperhatikan cara
4
log16
S4 mengerjakan soal 2 ]
4 22
log16 log 2 4
2 = 2
42
. log 2
2
= 2
2.1
= 2
=4 (kotak 7)
112. S5 : [Lalu ada S8 tunjuk tangan dan mengomentari jawaban temannya yang baru saja maju] “Pak..Pak..
itukan yang dua pangkat empat log enambelas kalau empat pangkat enambelas dicari dulu jawabannya,
ketemu hasilnya lalu dikalikan dua, begitu boleh?”
113. G : “Kalikan dua seperti ini?” [Sambil menunjuk jawaban yang ada di papan tulis]
114. S5 : “Iya, hasilnya sama cuma caranya itu beda.”
115. G : “Hasilnya sama kan. Coba yang lain. [Sambil memperhatikan ke arah S5] Baik nomor satu, apakah ada
pendapat yang lain ?”
116. SS : [SS diam dan sibuk mengerjakan sehingga tidak memperhatikan G ketika bertanya.]
117. G : [G bertanya kepada SS.] “Tidak ada?”
118. SS : [Tidak ada jawaban dari SS.]
119. G : [G menawarkan kepada SS yang mau mengutarakan pendapatnya]” OK nomor dua apakah ada lagi
pendapat ?”
120. SS : [Tidak ada SS yang mau mengutarakan pendapatnya.]
121. G : [G mengajak SS untuk mengkoreksi pekerjaan S4 bersama-sama.] ”Baik kalau tidak ada, kita lihat
bersama-sama.”
122. SS : [SS kembali memperhatikan G.]
123. G : “Kita menerapkan sifat nomor berapa? [Memperhatikan ke arah SS] Satu ya. Coba kita terapkan sifat
nomor satu. Bunyinya bagaimana sifat nomor satu itu?”
124. S6 : [S6 menjawab pertanyaan G.] ”g pangkat g log a itu sama dengan a.”
125. G : [G bertanya kepada SS ciri sifat 1.] ”Cirinya apa?”
126. SS : [SS diam saja dan hanya memperhatikan G.]
g
log a
127. G : [G menunjuk tulisan sifat nomor satu g (lihat kotak 1)] ”Perhatikan bahwa g-nya harus sama.
Sehingga disimpulkan sama dengan a. Kalau tidak sama boleh tidak?”
128. SS : [SS menjawab dengan kompak.] “Tidak.”
4
log16
129. G : [G menunjuk dan melingkari angka dua pada soal nomor 2 (lihat kotak 5)] “Ini berapa?”
130. BS : [BS menjawab pertanyaan G.] “Dua.”
4
log16
131. G : [G menunjuk angka 4 pada soal nomor 2 (lihat kotak 5)] “Ini?”
132. SS : [SS menjawab dengan kompak.] “Empat.”
133. G : [G tersenyum ke arah S karena banyak S yang salah menangkap maksud sifat nomor satu] “Apakah
sama dengan enambelas? ”
134. SS : [SS menjawab dengan kompak.] “Tidak.”
4
log16
135. G : [G melingkari angka 2 dan 4 pada soal 2 (lihat kotak 5)] “Ini tidak sama. Belum sama ya. Maka
1
tidak boleh disimpulkan sama dengan enambelas. Kemudian ini sama belum?” [Menunjuk angka
3
1 9
dan 9 pada soal nomor dua ( ) log 8 (lihat kotak 6)]
3
136. SS : [SS kembali menjawab dengan kompak.] “Belum.”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
152
g
log a
137. G : [G tersenyum kepada SS karena ternyata SS belum memahami sifat nomor 1 yaitu g .] “Maka
tidak boleh ini hasilnya delapan. Ayo kemarin bagaimana belajarnya?”
138. SS : [SS tersenyum satu sama lain.]
139. G : [G menunjuk ke arah pekerjaan yang ditulis oleh S4 (lihat kotak 7)] “Coba kalau kita mau menyamakan,
ada dua dan empat mau dibawa kemana? Mari kita lihat pekerjaan S4 ini Kalau ini dicari dulu, boleh
4
tidak?” [Menunjuk log 16 (lihat kotak 7)]
140. BS : [BS menjawab pertanyaan G.] “Boleh.”
141. G : [G meminta persetujuan SS.] “Empat log enambelas dikerjakan dulu sama dengan dua, boleh tidak?”
142. SS : [SS menjawab pertanyaan G. ] “Boleh.”
143. G : [G menunjuk catatan tentang sifat-sifat logaritma dari 1 sampai 4 (lihat kotak 1)] “Boleh, tapi kita tidak
menerapkan sifat-sifat yang di sana. Hasilnya betul bahwa empat log enambelas itu sama dengan dua.
Lalu dua pangkat dua itu sama dengan berapa?”
144. BS : [BS yang menjawab pertanyaan G] “Empat.”
145. G : [G menanggapi jawaban SS.] “Betul ya. Jadi nanti jawabannya harus empat. Bagaimana menerapkan
sifat nomor satu? Perhatikan ya .”
146. BS : [BS mengikuti dan memperhatikan G ketika menjelaskan, tapi BS asyik berbicara sendiri dengan teman
sebangkunya]
147. G : “Dua pangkat empat log enambelas. Sekarang mo dibawa kemana? Bilangan pokoknya mo dibawa
kemana? Ke dua atau empat? Ini ada dua kemungkinan, mudah mana ke dua atau empat?” [G
memperhatikan S dan berdiskusi dengan S]
148. BS : [ BS menjawab 2] “ Dua..” [Ada juga SL yang menjawab 4] ”Empat..”
149. G : [G terlihat bingung karena jawaban S berbeda-beda. Lalu G tersenyum dan bertanya kembali kepada
SS.] ” Dua atau empat?”
150. SS : [SS menjawab bersama-sama tetapi jawaban mereka beda satu sama lain. Lalu mereka tertawa karena
menjawab tidak kompak.]
151. G : [G kembali bertanya dengan pertanyaan yang berbeda.] “Kalau mau mengubah itu lebih mudah dari
besar ke kecil atau dari kecil ke besar?” [G menghadap ke arah SS]
152. SS : [SS menjawab dengan kompak.] “Besar ke kecil…”
153. G : [G mengulangi jawaban SS.] “Besar ke kecil ya.”
154. SS : [SS mengangguk menyetujui ucapan G.] “Ya..”
155. G : [G bertanya kepada SS.]” Empat dengan dua besar mana?”
156. SS : [SS menjawab dengan kompak.] “Empat.”
22
log16
157. G : [G menulis di papan tulis 2 (lihat kotak 8)] “Maka kita bisa mengubah lebih mudah dua, empat
itu dua pangkat dua ya. Kemudian kita terapkan sifat empat b. sifat nomor empat b bunyinya adalah a
pangkat m log b pangkat n, itu akan sama dengan n per m kali a log b. Sekarang kita memasukkan disini
22
log16
[G menunjuk 2 (lihat kotak 8)], m-nya berapa?”
158. BS : [BS menjawab pertanyaan G.] “Dua Pak.”
159. G : [G kembali melanjutkan pertanyaannya.] “n-nya berapa?”
160. BS : [BS menjawab pertanyaan G.] “Satu..”
12
log 16
2
161. G : “Satu ya. [G menulis di papan tulis 2 (lihat kotak 8)] Jadi akan didapat dua pangkat setengah kali
dua log enambelas. Sifat nomor empat a pangkat m log b pangkat n sama dengan n per m kali a log b.
Sekarang kita mempunyai dua pangkat dua, ini tetap ya. Yang berubah ini dua pangkat dua log
enambelas, n-nya berapa?”
162. SS : [SS menjawab pertanyaan G ] “Sembilan.”
163. G : [G kembali bertanya kepada SS karena jawaban SS kurang tepat.] “n-nya berapa?”
164. SS : [SS kembali menjawab pertanyaan G.] “Sepuluh..”
165. G : [G kembali bertanya kepada SS.] “Berarti apa?”
166. SS : [SS menjawab pertanyaan G.] ”Setengah kali dua log enambelas.”
167. G : [G meyakinkan jawaban SS.] ”Betul?”
168. SS : [SS lalu menganggukan kepala.]
169. G : [G meneruskan menjelaskan kepada SS.] ”Kemudian kita terapkan supaya sama, kita terapkan sifat
nomor empat a, hasilnya adalah dua pangkat dua log enambelas pangkat setengah. Ini sudah sama,
1
2
log16 2
berarti disimpulkan apa? [Sambil menunjuk angka 2 yang sudah sama yaitu 2 (lihat kotak 8)]
enambelas pangkat setengah itu berapa?”
170. SS : [S terlihat masih bingung dengan penjelasan dari G] “Empat.”
171. G : ”Ya. Ini kita hanya menerapkan ini ya. [G menunjuk ke catatan sifat-sifat logaritma yang ada di papan
tulis.] Maka istilahnya betul tidak sifat-sifatnya? Kalau betul, kita tinggal memakai. Jadi untuk
mengerjakan soal-soal kita menerapkan sifat-sifat itu saja. Kita baru membuktikan empat sifat.
Andaikata kita bisa mengubah besar ke kecil, kecil ke besar. Kalau sekarang yang diubah itu bilangan
pokoknya, berapa tadi?” [Sambil berjalan ke arah S yang duduk di meja depan]
172. BS : [BS menjawab pertanyaan G.] ”Empat.”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
153
Cara 1 :
4 22
log16 log16
2 = 2
12
. log16
2
= 2
1
2
log16 2
= 2
1
2
= 16
=4
(kotak 8)
173. G : [G kembali lagi berjalan ke papan tulis] ”Terus bagaimana? bisa tidak? Coba kalau ini cara yang ke dua.
Kalau sekarang bilangan pokok yang ini kita ubah menjadi dua.”
174. SS : [SS diam dan memperhatikan G.]
4
log16
175. G : [G menunjuk angka 2 pada soal 2 (lihat kotak 9)] ”Dua itu empat pangkat berapa?”
176. BS : [ BS menjawab secara bersama-sama] “Setengah.”
177. G : “Jadi kita akan dapatkan, kita akan ubah dua-nya supaya sama menjadi empat pangkat setengah ya. Lalu
dipangkatkan lagi dengan empat log enambelas, begitu ya. [Sambil menulis di papan tulis.] Dua itu
empat pangkat setengah, betul ya. Ketika kita membahas a pangkat p pangkat q hasilnya berapa?”
178. SS : [SS masih memperhatikan G saat menjelaskan, SS memperhatikan papan tulis.]
179. G : [G kembali bertanya kepada SS.] ”a pangkat p dipangkatkan q hasilnya apa?”
180. BS : [SS terdiam dan kebingungan, tapi ada BS yang menjawab pertanyaan G] “Empat pangkat setengah
kali empat log enambelas.”
181. G : ” Ya betul kita masukkan a pangkat p pangkat q. Maka hasilnya adalah empat pangkat setengah kali
empat log enambelas, betul? Kalau kita gunakan sifat empat a, empat kali empat log enambelas pangkat
setengah, maka hasilnya sudah sama, enambelas pangkat setengah sama dengan empat.” [G menulis
cara pengerjaan tadi di papan tulis dan ternyata hasilnya sama dengan yang dikerjakan sebelummnya
dengan cara berbeda yaitu enambelas pangkat setengah yaitu empat. (lihat kotak 9)]
Cara 2 :
1
4 4
log16 log 16
2 = ((4) 2 )
14
. log 16
2
= 4
1
4
log 16 2
= 4
1
2
= 16
=4
(kotak 9)
182. S7 : [Ada S7 yang dengan jeli mengamati dan memperhatikan G, tetapi ada juga yang acuh tak acuh dengan
penjelasan G. Ini terjadi karena masih ada BS yang masih belum mengerti apa maksud dari penjelasan
G. SS lalu menyalin jawaban ke dalam buku tulis mereka.]
183. G : ”Bagaimana? Ada pertanyaan?” [G kembali bertanya kepada untuk meyakinkan SS sudah mengerti dan
jelas apa belum.]
184. S8 : [S8 yang tunjuk tangan karena merasa ada yang masih kurang jelas. SS masih sibuk menulis.]
185. G : [G memperhatikan S8 yang bertanya.] ”Bagaimana mas?”
186. S8 : [S8 lalu bertanya kepada G.] ”Pak kalau setengah kok bisa pindah ke enambelas?”
187. G : ”Setengahnya kok bisa pindah ke enambelas? Ini memakai sifat....... [Tidak meneruskan ucapannya dan
mengalihkan pembicaraan] Jadi kalau mengerjakan logaritma, kita harus menggunakan sifat-sifat yang
ada. Maka penting membuktikan sifat-sifat yang ada itu. Nah sekarang kita menggunakn empat sifat,
sifat satu sampai sifat empat, begitu ya. Maka dalam mengerjakan logaritma, sifat mana yang akan kita
gunakan kalau kita mempunyai setengah kali empat log enambelas. Saya tulis ya.. Sifat mana yang kita
gunakan? [Sambil menulis di papan tulis] Tentu sifat yang nomor empat a, dimana empat a itu a log b
pangkat n. Maka kalau kita mempunyai n kali a log b akan sama dengan a log b pangkat n. Di sana
setengah kali empat log enambelas maka hasilnya adalah empat log enambelas pangkat setengah. Ok
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
154
yang lain? [Sambil menghadap ke arah S] Jadi saya tegaskan kalau mengerjakan logaritma selain
menggunakan definisi logaritma, kita menggunakan sifat-sifat yang ada. Kalau tidak sesuai sifat tidak
boleh, begitu ya. Sekarang nomor dua dicoba berdasarkan contoh ini. [Menunjuk ke jawaban nomor satu
tadi] Mau dibawa ke berapa? sembilan atau sepertiga atau yang lain? Yang lain berapa? tiga ya. Nomor
dua cobalah membawa bilangan pokok ini supaya sama ya. Mau ke sembilan atau sepertiga atau ke tiga.
Silahkan.”
188. S9: [S9 mainan kuku dan tidak memperhatikan G. SS kembali memcatat jawaban soal nomor 1 dengan cara
yang berbeda dan mencoba mengerjakan soal nomor 2]
189. G : ”Ternyata tidak ada pertanyaan. Ketika memasukkan sifat ternyata belum pada bisa. [G berbicara
sambil berjalan ke belakang kelas.] Istilahnya kita belajar dari kesalahan ya.”
190. SS : [SS tenang mengerjakan soal. Ada juga yang terdiam karena masih kebingungan, ada juga yang malah
tidur-tiduran]
191. G : [G berkeliling kelas memperhatikan SS dalam mengerjakan.] ”Silahkan nomor dua dulu ya..”
192. S10 : [S10 menulis g g log a .]
193. G : [G lalu memberikan komentar pada seorang S10 karena menulis g g log a padahal seharusnya
g
log a
g ] ”Tolong perhatikan, beda ya menulisnya.”
194. S10 : [S10 lalu memperbaiki tulisannya yang kurang tepat.]
195. G : [G berjalan menuju papan tulis lalu menambahkan tulisan g g log a pada tulisan yang sebelumnnya
≠g
g
log a g log a
yaitu g (lihat kotak 10)] ”Tolong perhatikan, kalau menulis tidak teliti maka akan
terjadi kesalahan. Sebenarmya kita di sini belajar ketelitian. Kita dituntut ketelitian didalam menulis
nilai. [G menunjuk g g log a (lihat kotak 10)] Kalau ini apa artinya? ”
≠ g ≠ g g log a
g
log a g log a
g
(kotak 10)
210. BS : [Tetapi ketika G mau menjelaskan ada BS yang berdiskusi sendir sendiri.]
211. G : [Lalu G segera menegur BS tadi dan meminta mereka untuk memperhatikan penjelasan G dulu.] ” Yang
lain perhatikan dulu ya.”
212. BS : [BS yang berdiskusi sendiri tadi lalu memperhatikan G setelah ditegur oleh G.]
g
log a g
213. G : [G menunjuk ke arah tulisan g dan g log a , (lihat kotak 10)] ”Bedanya antara ini dengan ini
letaknya dimana? ”
214. S14 : [14 menjawab pertanyaan G.] ” Log-nya itu Pak.”
g
log a
215. G : [G menunjuk ke g ] ”Kalau ini apa?”
216. BS : [BS menjawab lagi dengan suara lirih.] ”Pangkatnya..”
217. G : [G lalu menjelaskan kepada SS.] ” Ini adalah dasarnya eksponen, g pangkat g log a. Kalau yang ini...
[Menunjuk ke g g log a , (lihat kotak 10)] artinya g kali g log a. Jadi lain ya. Beda lagi dengan yang
g log a
ditengah...[Menunjuk ke g , (lihat kotak 10)] ini g pangkat g kali log a. Karena ini bilangan
pokoknya berapa?”
218. BS : [BS menjawab pertanyaan G dan SL hanya diam mendengarkan karena bingung.] ”Sepuluh.”
219. G : “Baik. Ada pertanyaan?” [G memperhatikan ke arah S dan mengerti bahwa para S masih bingung
dengan penjelasan yang telah diberikan oleh G tadi.]
220. SS : [Para S tersenyum ketika ditanya oleh G. Mereka masih belum begitu jelas membedakan
g
log a
g , g g log a , g g log a . Jadi ketika G bertanya maka S tidak ada yang merespon pertanyaan G,
mereka hanya tersenyum dan saling berpandangan dengan teman-temannya]
221. G : ”Jadi beda ya. Ada yang sudah nomor dua?” [Sambil memperhatikan S]
222. SS : [Belum ada SS yang bersedia maju mengerjakan.]
223. G : ”Kalau ada yang sudah silahkan coba. Ayo siapa yang mau mencoba? S1 ? “[G menunjuk S1 untuk
maju ke depan mengerjakan karena tidak ada S yang mau maju mengerjakan soal nomor 2.]
224. S1 : [S1 yang ditunjuk G tadi menggelengkan kepala dan tidak mau maju. S1 tadi tidak yakin dengan
jawabannya]
225. G : [G bertanya kepada SS.] ”Siapa yang mau maju nomor dua? Ini jawabannya bukan delapan ya.”
226. BS : [BS sibuk berdiskusi dengan temannya dalam mengerjakan soal nomor 2]
227. G : ”Ayo siapa yang mau mencoba? Silahkan...” [G berkeliling kelas dan memperhatikan S satu per satu
dalam mengerjakan.]
228. SS : [Belum ada SS yang mau maju, mereka masih sibuk mengerjakan. Ada BS yang sedang mengobrol
dengan temannya.]
229. G : [G bertanya kepada SS .] ”Belum ada yang mau maju? [G mengacungkan spidol ke arah semua SS.]
Siapa ayo?”
230. SS : [Tetap belum ada SS yang bersedia maju, mereka masih belum selesai mengerjakan.]
231. G : [G menanyakan kesulitan yang dihadapi SS.] ”Kesulitannya dimana coba? Apakah mengubahnya, mau
dijadikan berapa? ada beberapa kemungkinan to mengubahnya?”
232. SS : [Jawab SS dengan singkat] ”Tiga.”
233. G : ”Apa saja coba?” [bertanya kepada SS.]
1
234. SS : [SS menyebutkan ,3, dan 9] ”Sepertiga, tiga, dan sembilan. ”
3
235. G : [G bertanya lagi kepada SS.] ”Kira-kira dari ketiga ini yang mudah yang mana? ”
236. BS : [Ada BS menjawab sembilan dan yang lain masih ragu-ragu.] ” Sembilan.”
237. G : ”Ok kalau sembilan. Baik, ada yang sembilan to? Bagaimana kalau sembilan? Sepertiga itu sembilan
pangkat berapa?’
238. BS : [BS ada yang terdiam memperhatikan penjelasan G, ada juga yang sibuk berdiskusi dengan teman
sebangku, ada juga yang terlihat bingung dalam memahami penjelasan G, dan ada juga S yang
bermain-main sendiri tidak memperhatikan G. Ketika G bertanya, hanya ada BS yang menjawab
pertanyaan G] ” Min dua.”
239. G : [G memperhatikan ke arah S.] ”Kalau dijadikan sembilan, sepertiga itu sembilan pangkat berapa? ”
240. SS : [SS menjawab pertanyaan G dengan kompak.] ”Min dua.”
9
log 8
1 9
log 8
241. G : [G lalu segera menulis jawaban SS tadi di papan tulis. Yaitu = 9 −2 , (lihat kotak 11)]
3
242. SS : [SS memperhatikan G saat menjelaskan.]
243. G : “Min dua, begitu ya. Kenapa susah? Min dua, baik betul. Terus...atau sebentar saya menulisnya
1 9 log 8
= (9 −2 ) log 8 ,
9
sembilan pangkat min dua kurungnya disana ya. [G menulis di papan tulis ( )
3
(lihat kotak 11)] Terus bagaimana a pangkat p pangkat q hasilnya adalah sembilan pangkat min dua [G
menulis apa yang tadi diomongkan G bersama SS] delapan, begitu? Terus gunakan sifat nomor
berapa? ”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
156
Cara I :
9
( )
log 8
1 −2
9
log 8
= 9
3
−2.9 log 8
=9
9
log 8−2
=9
−2
=8
(kotak 11) 1
=
64
257. G : ”Itu kalau dijadikan sembilan. Kalau dijadikan sepertiga, kalau dijadikan sepertiga bagaimana? Kalau
dijadikan sepertiga?”
258. SS : [Tidak ada SS yang menjawab pertanyaan G, mereka masih sibuk menyalin cara I.]
259. G : [Karena tidak ada tanggapan dari SS, maka G menjawab sendiri pertanyaannya.] ”Sepertiga kali
sembilan log delapan. Berarti sembilan itu sepertiga pangkat berapa? Apa?”
260. S14 : [S14 menjawab pertanyaan G.] “Min dua.” [Lalu S5 yang tadi jawabannya berbeda dengan jawaban G
kembali meneliti lagi pekerjaannya, padahal S5 yakin kalau jawabannya benar.]
261. G : “Sepertiga pangkat min dua, baik. Ini jadi sembilan pangkat min dua log delapan, [ G menulis di papan
9−2
tulis log 8 , (lihat kotak 12) ] begitu? Sepertiga, eh sembilan itu sama dengan.., saya salah ini
menulisnya. Sepertiga ya [G menyadari kalau salah dalam menulis, lalu G segera membetulkan tulisan
1
9−2 3− 2
yang tadinya log 8 menjadi log 8 , (lihat kotak 12)], jadi sepertiga ya, begitu ya. Betul.
Kemudian menggunakan sifat nomor berapa?”
262. SS : [SS menjawab dengan kompak.] ” Empat..”
263. G : [G sambil menulis apa yang dia omongkan di papan tulis. (lihat kotak 12)] ”Empat ya.. Sepertiga,
disini berapa? Berapa ini? Menggunakan sifat nomor empat, satu per min dua, baik. Satu per min dua
atau min setengah ya, min setengah sepertiga log delapan. Terus? ”
264. BS : [BS menjawab pertanyaan G.] ”Sepertiga log delapan pangkat min setengah.”
265. G : [G bertanya hasil perhitungan dari soal nomor 2, cara yang ke-2] ”Hasilnya berapa? Hasilnya?”
266. S5 : [S5 tersenyum karena jawaban G berbeda dengan jawaban yang sebelumnya lalu S5 berkomentar
tentang jawaban G.] ” Tidak tahu Pak kok hasilnya delapan pangkat setengah.”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
157
Cara II :
−2
⎛1⎞
⎜ ⎟
9 ⎝3⎠ log 8
⎛1⎞
log 8
1
=⎜ ⎟
3 ⎝3⎠
1
1
− .3 log 8
⎛1⎞ 2
=⎜ ⎟
⎝3⎠
1 1
−
3 log 8 2
⎛1⎞
=⎜ ⎟
⎝3⎠
(kotak 12)
1
−
2
=8
267. G : [G menghadap ke arah SS sambil tersenyum dan bingung karena jawaban yang menggunakan cara ke-2
berbeda dengan jawaban yang cara ke-1. Padahal seharusnya jawabannya sama.] ”Kok beda... [G
berjalan ke belakang dan meminta bantuan SS untuk mencari dimanakah letak kesalahannya.] Salahnya
dimana? ”
268. SS : [SS memperhatikan penjelasan G, tetapi ada BS yang tidak memperhatikan. Sedangkan ada juga SL
semakin kebingungan dengan jawaban yang berbeda tadi. Ada yang bertopang dagu karena tidak
paham dengan penjelasan G.]
269. G : ”Kesalahannya dimana? Kok hasilnya beda, itu bagaimana? Tentunya yang jelas satu ya, yang benar
yang mana? [G kembali maju ke depan dan menunjuk dua jawaban yang berbeda sambil tersenyum ke
arah SS. (lihat kotak 11 dan kotak 12)] Kesalahannya dimana? Jadi ini ada dua hal, katanya dijadikan
sembilan dan sepertiga kok lain? Tentunya ada kesalahan, kesalahannya dimana, ada yang melihat?” [G
mendekati S15 yang duduk di meja paling depan, sambil menanyakan dimanakah letak kesalahannya.]
270. S15 : [S15 hanya diam tidak menjawab pertanyaan G karena dia tidak tahu.]
271. G : [Memperhatikan ke arah SS menunggu SS berkomentar tentang kesalahan yang dibuat G.]
272. SS : [SS terdiam dan mulai berfikir mencari kesalahan apa yang menyebabkan kedua jawaban itu hasilnya
berbeda. Ada yang berfikir serius tapi ada juga yang acuh tak acuh dengan perintah G. Ada juga BS
berdiskusi dengan temannya dan menemukan kesalahan yang dibuat oleh G, lalu berbicara kepada G
dimanakah letak kesalahan yang membuat kedua jawaban tadi berbeda hasilnya.] ”Yang itu pak.
Sembilan pangkat min setengah.”
273. G : ”Apa, sembilan pangkat min setengah? Ya, jadi sepertiga itu sama dengan sembilan pangkat berapa?
Sembilan pangkat min setengah. Jadi bukan min dua tetapi min setengah. [G lalu segera membetulkan
jawaban yang salah tadi. (lihat kotak 12) ] Harusnya hasilnya sama. Harusnya hasilnya berapa ini?
1
Berapa? [Lalu G menulis hasilnya yaitu 1
. (lihat kotak 13)]. Berarti ternyata tadi keliru.” [ G
2
(8)
menghadap SS lagi sambil tersenyum karena telah melakukan kesalahan.]
Ralat cara I :
9
log 8
⎛ −1 ⎞
9
log 8
1
= ⎜9 2 ⎟
3 ⎜ ⎟
⎝ ⎠
1
− .9 log 8
2
=9
1
−
9 2
log 8
=9
1
−
2
=8
1
= 1
2
(kotak 13)
8
1
=
8
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
158
Cara III :
9
( )
log 8
1 −1
9
log 8
= 3
3
−1.9 log 8
=3
9
log 8−1
=3
32
log 8−1
=3
1
− .3 log 8
2
=3
1
3 −
log 8 2
=3
1
−
2
=8
(kotak 14)
278. SS : [SS memperhatikan dengan baik ketika G menjelaskan, dan sesekali mereka berdiskusi dengan
temannya. Para S juga merespon pertanyaan-pertanyaan yang bernada pancingan dari G. Ada seorang
S16 yang kurang jelas dalam memahami penjelasan guru, lalu tunjuk tangan.] ”Pak mau tanya, tiga
pangkat min setengah dari mana?”
279. G : ”Tiga pangkat min setengah yang mana? [G kembali menegaskan pertanyaan dari S16 tadi, tiga
pangkat min setengah yang bagian mana yang ditanyakan oleh S tadi] Yang ini?” [sambil menunjuk
1
−
2
(3) yang dimaksud S tadi. (lihat kotak 14)]
280. S16 : ” Ya.” [S16 menjawab dengan singkat.]
281. G : ” Ini menggunakan sifat nomor empat...empat berapa? [G menghadap ke arah SS sambil tangannya
menunjuk ke tulisan yang dimaksud. (lihat kotak 13)] Sifat empat b ya. Tiga pangkat dua log... m-nya
berapa? n-nya berapa? Berarti jadi? [G memancing SS untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh
S16.] begitu ya, bisa?”
282. BS : [Setiap pertanyaan G dijawab oleh BS walaupun tidak semua S menjawab, hanya BS yang mengerti dan
memahami yang menjawab pertanyaan G.] ” m-nya dua, n-nya min satu. Lalu menjadi min setengah.”
283. G : ”Baik. Yang lain ada pertanyaan? [G menghadap ke SS sambil berbicara] Jadi ada tiga kemungkinan
yang bisa dilakukan. Sekali lagi ada pertanyaan?” [Memperhatikan SS dan menunggu SS bertanya.]
284. SS : [SS terdiam dan masih sibuk menyalin tiga jawaban yang ditulis G di papan tulis tadi.]
285. G : [ G masih menghadap ke arah SS.] ” Ya supaya cepat, nomor empat...nomor empat dulu. Silahkan ada
yang maju nomor empat dan lima? [G menunggu SS dalam mengerjakan sambil berkeliling
memperhatikan SS] Yo silahkan siapa yang mau maju nomor empat dan lima? Coba siapa yang mau
maju?”
286. SS : [Belum ada SS yang bersedia maju mengerjakan.]
287. G : [Setelah menunggu lama dan tidak ada respon dari SS, maka G kembali bertanya kepada SS siapa yang
mau maju ke depan.] ”Silahkan siapa yang mau maju ke depan” [G berjalan ke belakang kelas]
288. SS : [SS sibuk mengerjakan soal nomor 4 dan 5. Ada BS yang berdiskusi dengan teman sebangkunya dan
teman yang duduk di depan atau di belakangnya, ada yang saling menukar buku tulis untuk melihat
pekerjaan temannya, dan ada juga yang hanya mengobrol dengan teman yang duduk di belakangnya.
Ada S5 yang bertanya kepada S7 tetapi ketika temannya menjelaskan, dia kurang dengar. Maka S5 tadi
meminta temannya untuk duduk bersebelahan dengan S7 tadi. Lalu terjadilah diskusi antara S5 dan S7.
Setelah S5 yang bertanya tadi jelas, dia lalu membujuk temannya untuk maju saja ke depan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
159
mengerjakan. Tetapi temannya malu dan masih belum yakin dengan jawabannya. S5 yang bertanya tadi
meyakinkan temannya bahwa yang temannya kerjakan itu betul. ]
289. G : ”Silahkan siapa yang maju nomor empat dan lima? Siapa yang mau maju? [G menunggu beberapa saat
SS yang mau maju. Tapi ternyata tidak ada yang mau maju.] Yo tidak ada yang mau maju? Saya tunjuk
ya salah satu, saya beri kesempatan ya..”
290. S5 : [S5 yang tadi berdiskusi dengan temannya lalu berbicara kepada G kalau S7 mau maju] ”Pak, S7 mau
maju.”
291. G : ”Ya S7.. [Memandang anak yang bernama S7]
292. S7 : [S7 tadi menggeleng dan mengatakan kalau belum selesai mengerjakan.] ”Belum kok Pak.”
293. G : [Karena tidak ada S yang maju sendiri tanpa disuruh, maka supaya tidak mengulur waktu, G kemudian
menunjuk salah satu S17.] ”S17. Ayo mas..”
294. S17 : [Ketika G meyebutkan salah satu nama supaya maju ke depan mengerjakan, S yang lain langsung
tertawa. Sehingga kelas menjadi ramai. Lalu S17 yang disebut namanya tadi langsung maju ke depan
mengerjakan. (lihat kotak 15)]
4 x8
4. log 4+ log 18− log 2 = log
2 2 2 2
2
2 32
= log
2
2
= log 16
= 4
(kotak 15)
295. G : ”Ok nomor empat ya.” [G lalu berjalan ke belakang kelas.] Baik nomor...berapa, yang nomor lima.?”
296. S9 : [Belum ada SS yang mau maju mengerjakan nomor 5. Ada BS yang berdiskusi dengan temannya karena
jawaban mereka beda. Lalu SL memperhatikan S17 yang maju tadi. Ada juga S9 yang bertanya kepada
G tentang soal nomor 5.]
297. G : [Mendekati S9 yang bertanya tentang soal nomor 5. Lalu G menjelaskan kepada S9 tentang cara
mengerjakan soal nomor 5.]
298. S9 : [S9 terlihat mengangguk-angguk ketika dijelaskan oleh G.]
299. G : [G lalu melihat soal yang dikerjakan S17] ”Baik nomor lima itu dua kali dua log empat.” [Setelah S17
selesai mengerjakan, G lalu memberikan komentar.] “Begitu, sudah dicoba. Kita perhatikan yang
dikerjakan S17. Betul atau salah?”
300. BS : [BS memperhatikan pekerjaan dari S17 yang maju tadi lalu menjawab pertanyaan G dengan kompak.
(lihat kotak 14)] ”Betul....”
301. G : ”Betul, ya bagus. Itu bisa kan. Yo sekarang nomor lima, siapa yang mau maju? Jadi hasilnya dua log
tigapuluh enam. Dua log tigapuluh enam ada hasilnya tidak? Ya ada tapi nanti harus pakai tabel. Baik
sementara untuk sederhanakan itu saja dua log tigapuluh enam. Baik nomor lima,ya siapa yang mau
maju lagi, sebelum nanti saya tunjuk lagi? Siapa yang mau maju? Satu sampai empat bisa.”
302. SS : [Belum ada SS yang selesai mengerjakan]
303. G : [Karena lama menunggu SS yang mau maju, maka G langsung bertanya sekali lagi.] ”Siapa yang mau
maju?”
304. SS : [SS terdiam mengerjakan soal. Ketika G bertanya siapa yang mau maju, mereka tidak ada yang mau
maju.]
305. G : [ Karena tetap tidak ada yang mau maju, maka G lalu menunjuk salah satu S] ”Tunjuk ya, baik nomor
lima silahkan maju ke depan, ayo S1. Silahkan maju ke depan.”
306. S1 : [ S1 yang ditunjuk itu segera maju ke depan mengerjakan. (lihat kotak 16). Ada S17 yang berjalan ke
meja S4 dan bertanya tentang soal nomor 5, karena dia belum begitu jelas.]
Jawaban nomor 5 :
log 6 + 2 − 2 log 3 = 2 log 6+ 2 log 4 2 − 2 log 3
2
2 log 4
2 6 x16
= log
3
2
= log 32
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
160
(kotak 16)
307. G : ”Yang lain diteruskan.” [G mendekati S18 yang duduk di kursi paling belakang dan memperhatikan
pekerjaan S18 tersebut. Lalu maju lagi ke depan memperhatikan SS yang ada di depannya lagi.]
308. SS : [SS sibuk mengerjakan soal. Ada juga yang memperhatikan temannya yang maju mengerjakan. Ada
pula yang berdiskusi mengerjakan soal nomor 5. Ada yangberjalan-jalan menanyakan bagaimana cara
mengerjakan soal nomor 5]
309. G : [G duduk di meja guru sambil memperhatikan SS.]
310. S14 : [S14 tunjuk jari dan bertanya kepada G tentang hasil pekerjaannya benar atau salah.]
311. G : [G lalu mendekati S14 dan menjelaskan apa yang ditanyakan oleh S14. Sambil tersenyum, G
mengingatkan S14 untuk selalu menggunakan sifat-sifat logaritma saat mengerjakan soal logaritma.]
312. S14 : [S14 lalu membetulkan hasil pekerjaannya.]
313. G : [ Lalu G mulai berjalan maju ke depan dan bertanya kepada SS tentang jawaban S1 betul atau
salah] ”Coba kita lihat hasilnya yang dikerjakan oleh S1. Ya ini yang dikerjakan S1 betul apa salah? [G
kembali maju ke depan memperhatikan pekerjaan S1 tadi. (lihat kotak 16)] Kebanyakan...kebanyakan
tidak mengubah dulu sebelum menggunakan sifat satu dan dua, oh dua dan tiga [G membetulkan
ucapannya yang salah]. Coba tadi saya katakan bahwa kalau kita mengerjakan logaritma, gunakan sifat-
sifat yang ada. Ketika kita menggunakan sifat yang kedua, perhatikan disini ada bilangannya tidak?
[sambil menunjuk sifat nomor dua] kalau ada tidak usah. Maka supaya hilang bilangannya, gunakanlah
sifat nomor empat, begitu. Jadi tidak boleh langsung diturunkan duanya lalu kasihkan depan, enggak,
tidak boleh. Jadi sekali lagi kita menggunakan mengerjakan logaritma menggunakan sifat-sifat. Lalu
yang dikerjakan S1, perhatikan. Betul, bagus ini. Duanya [Sambil menunjuk angka dua yang menjadi
2
log 4
bilangan pokok pada soal 2 . (lihat kotak 16)] dipindah dulu menggunakan sifat nomor empat,
menjadi dua log empat pangkat dua. Sehingga nanti hasilnya akan menjadi dua log enam plus dua log
enam belas min dua log tiga. Ini sudah sejajar dimana disini bilangannya satu. Sehingga kita tinggal
menggunakan yang jumlah menjadi kali dan yang selisih menjadi bagi. Jadi dua log enam kali
enambelas per tiga. Hasilnya berapa S1? Dua log tigapuluh dua? Berapa hasilnya? Berapa hasilnya?”
[Sambil memperhatikan S1 yang mengerjakan tadi]
2
314. S1 : [Tersenyum dan berpandangan dengan S11 karena belum tau hasil dari log 32 . Sambil menggaruk-
garuk kepalanya S1 tadi memikirkan jawabannya. Sedangkan SL memperhatikan penjelasan G]
2
315. G : ”Berapa hasilnya? [G kembali menanyakan hasil dari log 32 karena tidak ada yang menjawab]
hasilnya berapa dua log tiga puluh dua?”
316. S7 : [S7 menjawab pertanyaan G tetapi kurang yakin sehingga suaranya pelan] ”Lima..ya lima.”
317. G : ”Berapa? ya lima. Ya..sampai disini dulu apakah ada pertanyaan?” [memberi kesempatan SS untuk
bertanya.]
318. S5 : [S5 bertanya kepada G mengenai soal yang ada di buku handout] ”Pak, saya tidak mengerti soal yang
nomor tiga, tidak tahu cara mengerjakannya.”
319. G : [G berjalan mendekati S5 yang bertanya tadi] ”Kenapa? [Berbicara kepada S5 supaya membahas soal
yang tadi dulu baru soal yang ditanyakan S5.] Oya sebentar kita menyelesaikan yang ini dulu ya.” [Lalu
G memberi kesempatan kepada SS untuk bertanya.] yang ini dulu apakah ada pertanyaan? Yang
dikerjakan disini satu, dua, empat, dan lima apakah ada pertanyaan? [Karena tidak ada SS yang
bertanya, maka G lalu melanjutkan materi]. Baik kalau tidak kita kembangkan, silahkan dibuka
bukunya. Kita akan mencoba mengerjakan sama nomor dua, masih menggunakan sifat satu sampai sifat
yang ke empat. Nomor dua ya..” [(lihat kotak 17)]
2. Sederhanakan.
1 3
3
a. log 4 + log 6
2
c. log 9 + 2 − 2 log 6
6 6
6 log 2
5
log 2
e. 5
8
log 49
g. 2 2
(kotak 17)
320. SS : [SS lalu sibuk membuka buku handout, lalu memperhatikan penjelasan G]
321. G : ”Silahkan kerjakan nomor dua. Nomor dua pun coba yang dikerjakan disini ada a, c, e, dan g. G-nya
sudah sama dengan ini [sambil menunjuk soal nomor 3] Jadi itu dulu diselesaikan, sama dengan itu to
[sambil tersenyum dan menunjuk ke soal nomor tiga tadi] Ya, jadi nomor dua a, c, e, dan dua g. G-nya
sama dengan ini [kembali menunjuk soal nomor 3 yang ada di papan tulis] Tadi sudah saya ambilkan
yang sama dengan ini. Silahkan...”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
161
322. SS : [SS lalu mulai mengerjakan apa yang diperintahkan oleh G dengan tenang. Lalu lama-lama sesekali
ada S4 yang tertawa dengan teman sebangkunya sehingga membuat kelas yang tadinya tenang menjadi
ramai]
323. G : [G meminta SS mengerjakan soal 2a] “Ayo coba nomor dua a. Atau ini dulu ya boleh. [G menunjuk soal
nomor 3 yang tadi, yang belum sempat dikerjakan.] nomor tiga ini sama dengan nomor dua g ya.” [G
mulai berjalan ke belakang kelas sambil memperhatikan SS dalam mengerjakan.]
324. BS : [BS mulai berdiskusi dengan teman sebangkunya. Ada juga yang sedang berusaha menjelaskan kepada
temannya yang belum jelas dengan penjelasan G tadi. Ada lagi yang mencocokkan jawabannya dengan
jawaban temannya.]
325. G : ”Saya harapkan ada yang maju, dan siapa yang sudah maju memberi kesempatan bagi yang belum
maju.” [G meminta SS untuk maju mengerjakan dan berpesan bila sudah pernah maju supayaa memberi
kesempatan yang belum pernah maju mengerjakan.]
326. S17 : [Ada S17 yang berjalan-jalan sambil mencocokkan jawabannya dengan teman di sebelah bangkunya
dan kemudian berdiskusi dengan temannya tadi.]
327. G : [G mendekati S7 yang duduk di bangku paling depan dan memperhatikan S7 tadi dalam mengerjakan.]
328. S7 : [S7 memperlihatkan hasil pekerjaannya kepada G.]
329. G : [ Lalu G bertanya kepada S7 sambil tersenyum mengenai maksud dari pekerjaannya karena G melihat
bahwa pekerjaan S7 ada yang salah. Tetapi G tidak langsung menyalahkan S7. G memberikan
kesempatan kepada S7 untuk memikirkan apakah pekerjaannya sudah benar atau belum.]
330. S7 : [ S7 yang ditanyai G tadi mulai berfikir, lalu kemudian dia baru sadar kalu pekerjaannya ternyata
memang salah. Lalu S7 tersenyum dan bertanya kepada S10 yang duduk di belakangnya. Lalu ada SL
yang berdiskusi dengan temannya]
331. G : ”Minta tolong papan tulisnya dihapus dulu.”
332. S6 : ”Heh siapa yang piket hayo?” [lalu ada S19 yang piket maju menghapus papan tulis.]
333. G : [G kembali berkeliling kelas dan memperhatikan pekerjaan SS. G berhenti agak lama di bangku nomor
dua. ]
334. S19 : [Bertanya kepada G cara mengerjakan soal nomor 2e.]
335. G : [G terlihat menjelaskan kepada S19.]
336. S19 : [S19 mengangguk-angguk ketika G menjelaskan kepadanya.]
337. G : [ Lalu setelah selesai, G kembali berjalan ke belakang lagi] ”Baik coba sudah sampai nomor berapa?
Ayo siapa yang mau maju ke depan? Yang belum?”
338. S7 : [ S7 tunjuk jari mau maju mengerjakan soal 2a. ]
339. G : [ G mempersilahkan S7 untuk maju. ]
340. S7 : [Maju mengerjakan di papan tulis.(lihat kotak 18). Ada lagi S5 yang tunjuk jari mau maju mengerjakan
soal 2c .]
341. G : [ G mempersilahkan S5 maju juga.]
342. S5 : [Maju mengerjakan di papan tulis. (lihat kotak 19)]
343. G : [G berjalan ke depan kelas.] ”Masih ada satu tempat lagi, pakai kapur. Silahkan. Ada yang mau maju
lagi? [sambil menunjukkan kapur ke arah SS, lalu G kembali berjalan ke belakang sambil
memperhatikan BS yang maju ke depan mengerjakan tadi.] S5 dua c, S7 dua a. Coba nomor dua dulu,
nomor dua a dan c dulu. Dua a apakah masih ada yang salah? Betul to itu mengerjakannya? Apakah
masih ada yang salah? [G kembali berjalan ke depan sambil memperhatikan S5 dan S7] Sudah, bisa?
Betul ya. “ (lihat kotak 18 )
Jawaban :
1 3 1
3
2a. log 4 + log 6 = 3 log(4 x6)
2 2
3 9
= log( x 6)
2
3
= log 27
=3
(kotak 18)
”Lalu dua c apakah masih ada yang keliru, betul atau salah nomor dua c? Betul ya. Ok berapa nomor
dua c yang sudah mengerjakan dan betul?” ( lihat kotak 19)
344. SS : [Lalu SS yang jawabannya betul tunjuk tangan. Ada sekitar 16 orang yang sudah betul dan masih ada 5
orang yang belum betul dalam mengerjakan.]
345. G : [G menghitung SS yang betul dalam mengerjakan soal 2c.] ”Baik ada enam belas orang yang betul, jadi
masih ada lima orang yang belum betul mengerjakan. Ok berarti ada enambelas. Berikutnya, berarti ada
dua e dan dua g. Siapa yang mau maju nomor dua e?
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
162
Jawaban :
2c. log 9 + 2 −2 = log 9+ log 2 + 6 log 6 2
6 6
6 log 2 log 6 6 6 2
=
6
log 9+ 6 log 4+ 6 log 36
6 9 x4
= log
36
6 36
= log
36
6
= log 1
=0
(kotak 19)
Jawaban soal :
1
5
log 2 52
2e. 5 = 5 log 2
5 2
=5 log 2
5
log 4
=5
=4
(kotak 20)
351. G : [G mendekati S14 yang duduk di belakang sendiri dan terlihat terjadi diskusi antar G dengan S14. Lalu
G kembali berjalan ke bangku di depannya dan G juga berdiskusi sebentar dengan S12 tadi. Lalu G
berjalan ke depan kelas dan memperhatikan pekerjaan S15.] ”Coba kita lihat. Nomor dua e yang
dikerjakan oleh S15, ini akan dibawa ke berapa? lima ya. Akar lima itu adalah....berapa ini mas? [sambil
menunjuk jawaban S15 yang ternyata penulisannya salah.] maksudnya lima pangkat setengah ya. kalau
maksudnya lima pangkat setengah menulisnya adalah [tersenyum kepada S15 sambil membetulkan
1
1 2
tulisan S15 yang salah yaitu 5 menjadi 5 . (lihat kotak 20)] lima pangkat setengah. Maksudnya
2
benar tapi menulisnya keliru. Terus ini kesini gimana kok bisa pangkat dua ini, bagaimana S15?” [G
menunjuk soal 2e dari baris dua ke baris tiga. (lihat kotak 20)]
Jawaban soal :
8 2 2
2g. 2 2 log 49 = 2 2 log 49
= 49
(kotak 21)
(lihat kotak 21)] ini yang mengerjakan S13 ya. Menulisnya bagaimana ini? Bagaimana? Ini bagaimana?
Makanya yang dimaksud adalah... yang dimaksud apa mbak? [bertanya kepada S13 yang tadi maju
mengerjakan soal 2g] yang dimaksud adalah dua akar dua pangkat delapan log empat puluh sembilan.
Menulisnya salah ya.. Lalu delapan apakah dua akar dua? Jadi kalau mau tulisannya salah tapi
maksudnya benar, delapan kan bukan sama dengan dua akar dua. Dua akar dua itu sama dengan berapa
to? Ayo S13 dibetulkan dulu.. menulisnya dibetulkan dulu lalu jawabannya juga masih kurang tepat.”
356. S13 : [S13 yang mengerjakan kurang tepat tadi kemudian berdiskusi dengan teman sebangkunya. Dia tidak
segera maju karena belum tahu jawaban yang benar itu bagaimana. S13 terlihat kebingungan.]
357. G : ”Coba mbak dikerjakan dulu sebentar. [G memberi waktu bagi S13 untuk membenarkan jawabannya.]
itu keliru ya tulisannya. Harusnya adalah dua akar dua pangkat berapa? delapan log empat puluh
sembilan. Kalau mau dijadikan dua akar dua, dua akar dua log berapa delapan ini? Akar? Delapan sama
dengan dua akar dua pangkat? ”
358. SS : [SS membantu S13 dan menjawab pertanyaan G dengan kompak.] ”Enam.”
359. G : [Karena waktunya sudah habis, maka G memberikan tugas kepada SS.] ”Kemudian ini ya untuk
tugasnya, nomor dua a diselesaikan termasuk yang disana tulisannya masih keliru. Jadi nanti tugasnya
yang nomor yang belum dua b, f, dan h. Oya g juga belum selesai. Kemudian akan saya tambah juga
kalian mempelajari sifat nomor lima, enam satu dan enam dua. Jadi tugasnya...jadi tugasnya nanti
[sambil menulis tugas yang harus dikerjakan SS di papan tulis.] nomor dua b, f, dan g kemudian sifat
nomor enam satu dan enam dua. Jadi untuk hari ini kita mempelajari penerapan sifat-sifat satu sampai
nomor empat. [G menunjuk pada sifat-sifat yang ditulis di papan tulis] Saya ingatkan kembali, untuk
mengerjakan logaritma itu harus menggunakan sifat ya. sifatnya kita gunakan setelah kita buktikan.
Setelah kita tahu kita gunakan, terapkan. Tidak boleh seenaknya. Kalau mau membuat jumlah
menggunakan sifat nomor empat. Begitu ya. Jadi hari ini kita mempelajari sifat nomor satu sampai sifat
nomor empat a dan b. Lalu ada latihan disana, andaikata besok masih ada yang belum jelas, bisa
ditanyakan. Kemudian nanti kita pada pertemuan yang akan datang mempelajari sifat yang nomor lima,
enam satu, dan enam dua. Jadi nanti pada pertemaun yang akan datang, kita akan melanjutkan ke sifat
yang berikutnya. Baik kita akhiri pertemuan hari ini.”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
164
TRANSKRIP KEGIATAN
PERTEMUAN III ( 1 Oktober 2007 )
1. G : [G memulai pelajaran dengan membahas tugas yang diberikan minggu kemarin] ”Ada tugas kemarin?
Sudah dilaksanakan? ”
2. SS : [Suasana kelas ramai karena SS masih sibuk menyiapkan diri. Ada yang mulai mengeluarkan buku dari
tas, ada yang membuka-buka buku tulis dan handoutnya, ada yang masih mengobrol dengan teman di
kanan kirinya, dan masih ada yang berdiam diri saja melihat ke luar kelas tidak segera membuka buku
pelajaran. Tidak ada yang menanggapi pertanyaan G.]
3. G : [G kembali bertanya karena pertanyaannya tidak ditanggapi.] ”Ada masalah? Apa? [sambil
memperhatikan ke arah SS yang mau bertanya]. Nomor berapa? ”
4. S1 : [S1 menyebutkan soal yang kemarin diberikan oleh G.] ” satu d, Pak.”
5. G : ” Satu d ya, terus....”[sambil menulis 1d di papan tulis.]
6. S2 : [ S1 salah menyebutkan nomor soal sehingga kelas menjadi ramai karena BS memberi komentar kalau
S1 salah menyebut nomor. Lalu ada S2 yang meralat bahwa bukan 1d tapi 2d.] ” Dua d, Pak. ” [S2
membenarkan S1 yang salah menyebutkan soal tadi.]
7. G : “ Apa? Dua d ya [G menghapus 1d dan menggantinya dengan 2d] Terus, ada lagi? Apakah ada lagi?”
8. BS : [BS menyebutkan soal 2b] ”Dua b pak.”
9. G : ”Dua b...dua b, ada lagi? [sambil menulis 2b di papan tulis] Baik sudah cukup? Sudah?”
10. BS : [BS menyebutkan nomor 2f.] ”Nomor dua f, Pak.”
11. G : ”Dua f ya. Baik yang sudah mengerjakan silahkan maju nomor dua b, dua d, dan dua f. Silahkan yang
sudah mengerjakan maju ke depan.” [lalu G berjalan ke arah SS, G mulai membuka-buka buku SS satu
per satu dan meneliti pekerjaan SS apakah sudah mengerjakan PR atau belum.]
12. S3 : [ S3 maju mengerjakan soal 2f tanpa ditunjuk oleh G]
13. G : [G berhenti meneliti pekerjaan SS, lalu memandang ke arah S3 yang mau maju sambil bertanya.] ”Yuk
mau mengerjakan nomor berapa?”
14. S3 : [Melihat ke arah G lalu berjalan menuju papan tulis mengerjakan. (lihat kotak 1)] ” Dua f, Pak.”
1
= ((4) 2 )
4 4
log 36 log 36
2f. 2
1 4
x log 36
2
= 4
1
4
log 36 2
= 4
1
2
= 36
=6
(kotak 1)
15. G : ” Ya nomor dua f. [mempersilahkan S3 maju mengerjakan soal 2f.] Tadi yang sudah silahkan. Silahkan
yang mau maju nomor dua b dan dua d.” [Berbicara sambil terus meneliti pekerjaan SS.]
16. S4 : [S4 berdiri dan mau maju mengerjakan soal 2b]
17. G : [G mempersilahkan S4 untuk maju mengerjakan.] ”Ya kamu, boleh.”
18. S4 : [S4 langsung berjalan ke depan mengerjakan di papan tulis juga . (lihat kotak 2)]
7
2b.
2
log 7− 2 log 28= 2 log
28
2 1
= log
4
= -2 (kotak 2)
19. G : ” Satu lagi masih ada dua d, silahkan. [G berbicara dan masih terus meneliti pekerjaan SS satu persatu
sambil sesekali melihat S3 dan S4 yang mengerjakan di papan tulis.] Ayo dua d, silahkan.”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
165
20. S5 : [S5 terlihat kebingungan menengok ke kanan dan kiri sambil membolak-balik buku mencari pekerjaan
rumahnya. S5 tidak tahu kalau ada PR, lalu S5 bertanya kepada SL mana PR yang harus dikerjakan.
Lalu SL tadi menjelaskan kepada S5 PR yang harus dikerjakan sambil sesekali memegangi kepalanya. ]
21. G : [G meminta SS untuk mengerjakan soal 2d.]” Yuk siapa yang mau maju nomor dua d? Sudah?”
22. SS : [Tidak ada SS yang bersedia maju mengerjakan. BS terlihat sedang berbincang-bincang dengan teman
sebangkunya, ada juga yang hanya diam memandangi papan tulis, dan ada juga yang sibuk menulis
sesuatu.]
23. G : [G kembali meminta SS untuk maju mengerjakan.] ”Ayo dua d tidak ada yang mau maju? [Karena tidak
ada yang bersedia maju, lalu G memanggil S6 dan meminta S6 untuk maju mengerjakan.] Yuk kamu.”
[G masih terus berkeliling sambil mengkoreksi pekerjaan SS.]
24. S6 : [S6 yang disebut namanya tadi lalu maju ke papan tulis mengerjakan soal 2d. (lihat kotak 3). Lalu ada
SL yang saling berdiskusi dengan teman sebangku dan teman yang duduk di belakangnya. Mereka saling
mencocokkan jawaban mereka.]
2 4
= log x
(kotak 3)
25. G : [G maju ke depan kelas mendekati papan tulis.] ”Baik mari kita lihat yang sudah dikerjakan. [bertanya
kepada SS mengalami kesulitan dimana sambil memandang ke arah SS.] Kalian kesulitnnya dimana to?
Yang mana dulu? Yang nomor dua b, kesulitannya dimana? Nomor dua b menggunakan sifat? Sifat
berapa? [sambil menunjuk pekerjaan S4 yang nomor 2b.] ”Sifat tiga ya, masalahnya dimana? Betul ini?”
26. SS : [Menjawab dengan bersama-sama] ”Betul....”
27. G : ”Betul ya.[sambil memberi tanda benar pada soal nomor 2b] Kemudian nomor d masalahnya dimana?
Betul apa salah?” [sambil menunjuk pekerjaan S6 yang nomor 2d]
28. BS : [BS menjawab pertanyaan G] ”Betul, Pak.” [Kelas dalam keadaan tenang, SS memperhatikan G saat
menjelaskan dan mengkoreksi pekerjaan S6 yang mengerjakan di papan tulis. ]
29. G : [sambil memperhatikan SS dan heran melihat SS yang masih terlihat bingung dengan soal tersebut.
]”Masalahnya dimana? Gunakan sifat nomor berapa? betul ya, atau mau dituliskan empat dua log x,
boleh. Betul ya, ok. [Kembali bertanya kesulitan yang dihadapi SS sambil mendekati salah satu meja
S1.] Kesulitannya dimana? ”
30. S7 : [ S7 bertanya kepada G] ”Menulisnya beda pak, empatnya di depan.”
31. G : ”Apa? [sambil memperhatikan S7 yang bertanya tadi] O..jadi empatnya di depan? Begini? [sambil
menulis jawaban yang dimaksud oleh S7.] Boleh tidak? [G meminta persetujuan kepada SS apakah
boleh penulisan yang diusulkan S7]. Boleh tidak? ”
32. BS : [Lalu ada BS yang menjawab pertanyaan G hampir bersamaan.] ”Boleh Pak.”
33. G : ”Boleh mas. Jadi mau dituliskan empat kali dua log x, boleh. Nomor dua f [memperhatikan ke arah SS]
nomor dua f mau dibawa kemana? Mau dibawa ke empat? Yang dikerjakan S3 ini mau dibawa ke empat,
boleh ya. Dua itu empat pangkat setengah, kemudian baru dinaikkan. Betul ya, betul? Yang lain, yang
membawa f mungkin ada cara yang lain? [memberi kesempatan S untuk menanggapi pernyataan G.]Ada
yang mengerjakan berbeda? “
34. SS : [SS tidak memberi tanggapan, SS hanya memperhatikan G dalam menjelaskan. Ada juga yang masih
sibuk mengerjakan soal.]
35. G : ” Ini S3 membawa bilangan pokoknya empat. Jadi dua itu empat pangkat setengah. Bisa dibawa kemana
lagi? Bilangan pokoknya dua, tetap dua, jadi yang berubah ini dua pangkat dua,ok.
36. SS : [G mengangguk-angguk ketika G memberi penjelasan.]
37. G : [G memberi kesempatan SS untuk bertanya.] Ada lagi pertanyaan? ”
38. SS : [SS tidak ada yang bertanya kepada G. BS terlihat sedang menyalin jawaban temannya yang ada di
papan tulis.]
39. G : ”Tadi saya lihat sudah ada beberapa yang mengerjakan dan benar, tetapi ada juga yang masih belum
mengerjakan. Sudah ya, baik. [G mengajak SS untuk mempelajari sifat nomor 5.] Kalau sudah, tidak ada
pertanyaan, kita teruskan ke sifat nomor lima. Sifat ke lima. ”
40. S8 : [S8 bertanya kepada G soal yang ada di handout, halaman 11 soal 3.] “Pak tanya, soal nomor tiga
dalam buku handout, halaman 11.”
41. G : ”Ya...[sambil mendatangi S8 yang bertanya tadi]. Tadi ada kesempatan bertanya tidak bertanya. Ya
sudah baik nomor berapa? ”[bertanya kepada S8 mana yang tidak bisa mengerjaakan tadi.]
42. S8 : [S8 menjawab pertanyaan G sambil memperhatikan buku handout.] ” Halaman sebelas nomor tiga,
Pak.”
43. G : ”Halaman sebelas nomor tiga. Apakah ada yang bisa? [Lalu G berjalan menuju meja guru dan
mengambil buku handout,lalu mulai mebuka-buka buku mencari soal yang dimaksud S8..] Halaman
sebelas nomor tiga. Ada yang bisa halaman sebelas nomor tiga. [memberi kesempatan SS untuk mencoba
mengerjakan.]Ada yang bisa, sudah dicoba?”
44. SS : [SS tidak menjawab pertanyaan G, karena SS tidak bisa mengerjakan. BS terlihat masih membolak-balik
buku handout mencari soal yang ditanyakan S8.]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
166
45. G : [Karena SS tidak bisa mengerjakan, maka G memberikan pancingan pertanyaan-pertanyaan supaya SS
bisa mengerjakan.] ”Baik, tunjukkan bahwa x sama dengan dua pangkat dua akar dua. Siapa yang mau
mencoba,ya...? [sambil mengacungkan spidol ke arah SS supaya ada SS yang mau maju] Siapa yang mu
mencoba silahkan? Silahkan. Kira-kira bagaiman caranya? [memberi kesempatan SS untuk maju
mengerjakan.]Ada yang mau mencoba? ”
46. SS : [Tidak ada SS yang mau maju mengerjakan. ].
47. G : [G memanggil S9 untuk maju ke depan mengerjakan.] ” S7? ”
48. S9 : [S9 yang dipanggil G tadi menggelengkan kepalanya tidak bersedia maju mengerjakan.]
49. G : ”Mau mencoba? [memanggil lagi S3 supaya maju lagi mengerjakan .] S3 ? ”
50. S3 : [S3 yang dipanggil juga tidak mau maju mengerjakan.]
51. G : ”Siapa yang mau mencoba? Tidak ada?” [G berulang kali memberi kesempatan kepada SS untuk
mencoba mengerjakan]
52. SS : [SS tidak ada yang mau mengerjakan. Kelas dalam keadaaan tenang karena SS sibuk mencoba
mengerjakan soal.]
53. G : [Karena tidak ada tanggapan dari S, G lalu membahas soal bersama-sama dengan SS.] ”Coba, mari kita
lihat. X log dua samadengan nol koma empat [sambil menulis log 2 = 0,4 di papan tulis.(lihat
x
kotak 4)] tunjukan bahwa x sama dengan dua pangkat dua akar dua, begitu ya. Kalau kita ubah dalam
bentuk pangkat rasional, hasilnya apa? Atau kita ubah dalam bentuk pangkat rasional, [sambil
mengerjakan di papan tulis.(lihat kotak 4)] ini sama dengan x pangkat nol koma empat sama dengan
dua, begitu ya.. Terus nol koma empat itu berapa?”
54. BS : [BS menjawab dengan kompak.] ” Empat per sepuluh.” [Sedangkan SL hanya diam memperhatikan G.]
4
55. G : ” Atau apa?” [G menanyakan dapat disederhanakan menjadi berapa.]
10
56. S10 : [ S10 menjawab pertanyaan G] ”dua per lima.”
57. G : “Begitu ya? Jadi x pangkat dua perlima sama dengan….x-nya berapa? kita kan tadi mau mencari x-nya
to. X-nya berapa? Sekarang kita membuat suatu persamaan x pangkat dua per lima sama dengan dua. x
pangkat dua perlima itu akan sama dengan berapa pangkat dua perlima? Supaya nanti x-nya sama.
Berapa pangkat dua perlima? Bisa tidak, kalau ini kita kembangkan disini dulu ya dua pangkat dua, akar
itu dua pangkat setengah sama dengan dua pangkat? Dua pangkat?” [G menulis sambil menjelaskan apa
yang ditulisnya kepada SS. (lihat kotak 4)]
58. SS : [Ketika G bertanya, SS hanya diam saja mendengarkan G menjelaskan. S tidak menanggapi pertanyaan
G..]
59. G : [Karena tidak ada tanggapan dari S, maka G menjawab sendiri pertanyaannya.] ”Setengah begitu ya,
betul. Nah sekarang kalau kita diminta x pangkat dua perlima samadengan berapa pangkat dua perlima?
Yang paling mudah berapa? Dua pangkat lima per dua to? Betul tidak? Kalau dikalikan kan satu. Iya
kan.” [G berjalan ke bagian depan kelas sebelah kiri sambil memperhatikan SS. ]
60. SS : [SS dengan tenang memperhatikan G ketika menjelaskan. Sesekali terlihat BS sedang bercanda dan
mengobrol dengan teman sebangkunya. ]
61. G : ”A pangkat p pangkat q sama dengan a pangkat pq, begitu ya. Kalau dua ingin dijadikan berapa pangkat
dua perlima, kan tentunya dua pangkat lima perdua pangkat dua perlima, kalau dikali berapa? sehingga
x-nya ketemu, jadi x-nya adalah dua pangkat lima per dua. Kalau dua pangkat lima perdua, kita bisa
menuliskan dua pangkat dua kali dua pangkat setengah. Dua pangkat dua akar dua, jadi terbukti.
[Kembali berdiri di bagian depan kelas sebelah kiri sambil melihat ke arah papan tulis. ] Jadi kita
membawa x log nol koma empat menjadi pangkat rasional. Jadi pangkat rasional x pangkat nol koma
empat sama dengan dua, nol koma empat itu dua perlima, jadi x pangkat dua perlima sama dengan dua.
Sedangkan untuk mencari x-nya, dua itu sama dengan berapa pangkat dua perlima, jadi dua pangkat lima
per dua. jadi x-nya samadengan dua pangkat lima per dua. [ berbicara sambil memperhatikan ke arah S]
Ada yang mengerjakan ke arah sana? ”
62. SS : [SS tidak menjawab pertanyaan G, karena tidak ada yang mengerjakan ke arah yang dimaksud G]
63. G : [G memperhatikan SS.] ”Tidak ya.”
64. SS : [SS melihat ke arah papan tulis semua, memperhatikan saat G mengerjakan soal yang ditanyakan oleh
S6, dan BS sesekali menjawab beberapa pertanyaan pancingan yang diajukan oleh G. Setelah G selesai
menjelaskan, SS mulai menyalin jawaban G. Ada yang masih tengak-tengok kanan kiri melihat buku
tulis temannya, ada yang menyalin jawaban G sambil memegangi kepalanya, ada yang menyalin sambil
bertopang dagu, dan ada BS yang masih berdiskusi membahas jawaban G tadi.]
65. G : ”Baik kita akan meneruskan sifat yang ke lima. Sudah ya tidak ada pertanyaan?”
66. SS : [Tidak ada S yang bertanya kepada G.]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
167
x
log 2 = 0,4
2 2
x= 2
1
2 2
= 2 x2
5
= 22
Pembuktian :
x
log 2 = 0,4 ⇔ x 0, 4 = 2
2
x =2
5
2 5 2
x = (2 )
5 2 5
5
x=2 2
1
2 2
= 2 x2 (kotak 4)
2
= 2 2 ( TERBUKTI )
67. G : [Karena tidak ada S yang bertanya, maka G meneruskan menjelaskan sifat logaritma yang ke 5.] ”Baik
sudah ya.[G menulis sifat nomor 5 di papan tulis. (lihat kotak 5)] Buktinya dalam buku handout kalian
ada. Jadi sifat yang ke lima, kalau kita mempunyai logaritma a log b kita bisa membuat menjadi suatu
logaritma pembagian, p log b per p log a. Jadi suatu logaritma pembagian p log b per p log a, dengan p
bilangan positif. [sambil membacakan lagi sifat nomor 5 yang telah ditulisnya di papan tulis.] Disana
ada sifatnya, sifatnya kalau kalian butuh buktinya, di buku kalian sudah ada. Coba dicermati sebentar
bukti sifat yang ke lima di dalam buku kalian.” [G mencermati tulisan yang ada di buku handout
halaman 15]
68. SS : [SS juga mencermati tulisan yang ada di buku handout halaman 15]
69. G : [G meneruskan menjelaskan pembuktian sifat 5.] ”Cermati dulu sebentar, mungkin nanti ada pertanyaan.
Saya agak sedikit berbeda dalam menggunakan variabel ya. Dalam buku g log a samadengan x log a per
x log g. Jadi g-nya saya ganti dengan a, a-nya saya ganti dengan b, dan x-nya saya ganti dengan p. Ada
masalah? [berdiri di depan kelas sebelah kiri dan memperhatikan SS] Ada masalah dari pembuktiannya?
”
70. SS : [SS tidak menanggapi pertanyaan G. BS terlihat sedang memperhatikan buku handout.]
71. G : ”Dimisalkan dulu a log b itu sama dengan suatu variabel. Sudah...sudah, tidak ada? Nah kita bisa
menggunakan sifat ini untuk mencari suatu logaritma.”
72. BS : [BS terlihat mengangguk-angguk mendengar penjelasan dari G. Ada juga yang hanya terdiam
memperhatikan G, dan ada juga yang bertanya dengan teman sebangkunya maksud pembuktian di buku
handout.]
73. G : [G menulis contoh soal di papan tulis. (lihat kotak 6)] “Misalnya contoh ya, misalnya kita mempunyai
soal ini, jika diketahui dua log tiga sama dengan p, berapakah nilai tiga log enam puluh empat? Atau tadi
kita mempunyai soal dua log tiga samadengan p, berapakah tiga log enam puluh empat? Nah untuk
menjawab ini, kita harus membawa soal logaritma yang diketahui tiga log enampuluh empat ke bilangan
pokok dari yang diketahui. Bilangan pokok yang diketahui berapa? bilangan pokoknya? Berapa?”
2
[sambil melingkari tulisan log 3 (lihat kotak 6)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
168
Sifat 5 :
p
log b
a
log b = p
dengan p > 0
log a
Dalam buku handout :
x
log a
g
log a = x
log g
Bukti :
Jika
g
log a = p maka g p = a
x
log a = x log g p
x
log a = p. x log g
x
log a
p= x
log g
x
log a
g
log a = x
( TERBUKTI )
log g
( kotak 5 )
74. BS : ” Dua.” [BS menjawab pertanyaan G dengan benar, tetapi ada SL yang menjawab salah juga.]
75. G : ”Dua ya. Maka kita harus membawa, mengubah bilangan pokok yang ditanyakan itu ke bilangan pokok
yang diketahui. Dengan menggunakan sifat yang ke lima, dimana p-nya itu adalah bilangan positif.
Disyaratkan bilangan positif. Maka ini kita ubah ke dalam bentuk dua log enam puluh empat dibagi
dengan dua log tiga. Dimana p-nya kita ambil dua sesuai dengan yang diketahui. [sambil menulis apa
yang G omongkan di papan tulis.] Dua log enam puluh empat berapa nilainya?”
76. SS : [SS masih terdiam dan tidak menjawab pertanyaan G]
77. G : [G mengulangi lagi pertanyaannya karena tidak ada SS yang menjawab pertanyaannya.] ”Dua log
enam puluh empat?”
78. SS : [Tetap tidak ada SS yang menjawab pertanyaan G.]
79. G : [G kembali bertanya lagi kepada SS.] ”Dua log enam puluh empat?”
80. S11 : [S11 yang menjawab pertanyaan G] ” Enam Pak.”
2
81. G log 3 .] ”Dua log tiga? ”
: ” Ya, enam. Berarti enam per....dua log tiga? [ G bertanya hasil dari
2
82. SS : [Tidak ada SS yang menjawab pertanyaan G ketika G bertanya hasil dari log 3 ]
83. G : [G kembali mengulang pertanyaannya karena tidak ada SS yang menjawab pertanyaannya lagi.] ”Dua
log tiga berapa? Dua log tiga?”
84. S4 : [S4 menjawab pertanyaan G] ”Delapan pak.”
85. G : [G memperhatikan S4 dengan muka heran ] “Delapan dari mana? Dua log tiga itu diketahui yaitu p.
Sudah diketahui lho, dua log tiga samadengan p. Lha kok pada dipikir.... ”[G berbicara sambil tertawa
2
karena heran dengan SS, nilai log 3 = p sudah diketahui tetapi SS tidak mengerti maksudnya.]
2
86. SS : [Semua SS tersenyum karena ternyata log 3 itu diketahui yaitu p.]
87. G : ”Dua log tiga itu sama dengan p. Jadi hasilnya enam per p. Kita bisa menggunakan sifat ini untuk
mencari soal yang semacam ini. Contoh yang kedua. [G memberi kesempatan kepada SS untuk bertanya
bila belum jelas.] Tapi apakah ada pertanyaan dulu?”
88. SS : [Ketika diberi kesempatan oleh G untuk bertanya, SS tidak bertanya kepada G. Tetapi mereka bertanya
kepada teman sebangkunya.]
89. G : ” Ini sifat yang nomor lima. Sifat ini biasa juga sering digunakan dalam ujian-ujian. Maka misalnya kita
mempunyai ini, [G menulis contoh soal lagi di papan tulis. Lalu G kembali membacakan soal
tersebut(lihat kotak 7)] Jika dua log tujuh sama dengan katakanlah p, kemudian tujuh log kemudian dua
log tiga sama dengan q, misalnya nyatakan dalam bentuk p dan q. Ini soal ini sering kalau kita kerjakan
ujian nasional atau ujian-ujian yang lain sering muncul. [G berbicara sambil menunjuk soal yang ditulis
di papan tulis.] Kalau kita mempunyai tujuh log dua sama dengan p, dan dua log tiga samadengan q,
nyatakan dalam p dan q enam log sembilan puluh delapan. Enam log sembilan puluh delapan itu berapa?
tapi dinyatakan dalam p dan q. Caranya bagaimana? Kita harus membawa, mengubah bilangan pokoknya
menjadi bilangan pokok yang ketahui. Padahal ada dua disini.[sambil menunjuk bilangan pokok-
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
169
bilangan pokok pada soal. (lihat kotak 7)l] Bilangan pokok yang pertama berapa ini?” [sambil menunjuk
7
log 2 (lihat kotak 7)
Contoh 1 :
2
log 64
Jawab : log 64 =
3
2
log 3
6
=
p
( kotak 6 )
Karena ada dua, kita memilih yang ada kaitannya. Disini ada angka dua, disini juga ada angka dua, maka
kita bawa ke bilangan pokok dua, yang berkaitan. [menunjuk angka 2 pada soal.] Baik ini dulu, jelas ya.
Nah sekarang kita baru menyelesaikan ini dua log sembilan puluh delapan, ini dua log enam. Bahkan
disini ada tiga bilangan tujuh , dua dan tiga. Tujuh, dua, dan tiga. Kita harus membawa sembilan puluh
delapan dan enam itu ke dalam tiga bilangan ini, tujuh, dua, dan tiga. Sembilan puluh delapan sama
dengan berapa?”
96. BS : [BS menjawab pertanyaan G.] ”Dua kali empat puluh sembilan.”
97. G : ”Dua kali empat puluh [Link] puluh sembilan itu ada unsurnya tujuh, tujuh pangkat dua. Lalu
dibagi dengan dua log dua kali tiga, baik. Kemudian kita terapkan sifat nomor berapa? kita terapkan sifat
nomor berapa? sifat berapa yang bisa dipakai? Sifat nomor?”
98. BS : [BS menjawab pertanyaan dengan suara lirih sehingga G tidak mendengar.]
99. G : [G mengulangi pertanyaannya karena tidak mendengar dengan jelas jawabn BS.] ”Sifat nomor berapa?”
[G kembali bertanya berulang kali karena tidak mendapat respon dari S.]
100. BS : [BS menjawab dengan suara lebih keras lagi.] ” Dua.”
101. G : ”Sifat dua ya. Hasilnya apa kalau pakai sifat nomor dua?”
102. BS : [BS menjawab pertanyaan G dengan suara yang lirih sehingga tidak terdengar oleh G. SL
memperhatikan G dalam menjelaskan dengan bertopang dagu .]
103. G : ” Hasilnya berapa? [G menunjuk S12 untuk menjawab pertanyaan] S12, berapa hasilnya?”
104. S12: “ dua log dua plus dua log empat puluh sembilan per dua log dua plus dua log tiga.” [S12 yang ditunjuk
G menjawab dengan terbata-bata, lalu dibantu oleh SL. ]
105. G : “ Yang belum ada apa? Tujuh ya. Tujuh bisa diambil dari mana? Empat puluh sembilan ya. Jadi apa?”
[G bertanya lagi dengan tegas.]
106. SS : [SS menjawab pertanyaan G dengan kompak.]” Dua log dua plus dua log tujuh pangkat dua.”
107. G : ” Jadi dua log dua plus dua kali dua log tujuh per dua log dua plus dua log tiga. Dua log dua berapa?”
[sambil memperhatikan SS]
108. BS : [BS menjawab.] ” Satu.”
109. G : ” Satu plus... dua log tujuh berapa? kalau tujuh log dua samadengan p. Jika tujuh log dua sama dengan p,
berapakah dua log tujuh? maka dua log tujuh sama dengan berapa?” [G kembali bertanya kepada SS]
110. SS : [SS terdiam mendengarkan penjelasan G. BS bisa mengikuti G dengan bisa menjawab pertanyaan-
pertanyaan yang diajukan G, tetapi ada SL yang tidak bisa mengikuti G. SL hanya diam mendengarkan
dan tidak berkomentar apa-apa. Ada S4 yang terlihat sedang menjelaskan kepada S10 mengenai apa
yang sedang dikerjakan oleh G. ]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
170
Contoh 2 :
2
log 98
Jawab : log 98 =
6
2
log 6
2
log 2 x 49
= 2
log 2 x3
2
log 2+ 2 log 49
= 2
log 2+ 2 log 3
2
log 2+ 2 log 7 2
= 2
log 2+ 2 log 3
log 2 + 2.2 log 7
2
=
Jika log 2 = p
7
2
log 2+ 2 log 3
2
1 log 2
1 + 2. maka log 7 =
2
2
p log 7
=
1+ q 1
=
2 p
1+
p ( kotak 7.1 )
=
1+ q
p+2
p
=
1+ q
p+2 1
= x
p 1+ q
p+2
=
p + pq
( kotak 7 )
111. G : ” Sifat kelima tadi ini bisa yang a, yang b itu a log b sama dengan satu per b log a, dari mana? Itu bisa
diambil dari sini. [menunjuk log 2 = p ] Jadi jika kita mempunyai tujuh log dua sama dengan p,
7
maka dua log tujuh itu sama dengan satu per p. Dari mana? Kita terapkan sifatnya. Kita ambil bilangan
pokoknya dua supaya membentuk dua log tujuh sama dengan dua log dua per dua log tujuh sama dengan
satu per p. Baik ada pertanyaan? Bagaimana ada masalah? [ Sambil memperhatikaan SS] Baik kita akhiri
sifat yang kelima.”
112. SS : [SS sibuk mencatat tulisan yang ada di papan tulis. Ada juga BS yang mengobrol dengan teman yang
duduk di kanan-kirinya..]
113. G : [G berjalan ke arah meja guru lalu sibuk membuka-buka buku pegangan dan mempelajari sebentar
buku itu] ”Silahkan ada pertanyaan?”
2
114. S13 : [S13 bertanya mengenai contoh soal log 6 ] ”Pak dua log enam dari mana?”
p
115. G : ”Dari sifat nomor lima. [G mulai menjelaskan kepada SS maksud dari a log b = log b ] Kalau kita
p
log a
mempunyai a log b sama dengan plog b per p log a, dengan mengambil p-nya itu sembarang bilangan.
Nah sekarang kalau kita mempunyai enam log sembilan puluh delapan, p-nya kita ambil dua. dua dari
mana? Dari yang diketahui ada dua bilangan pokok. Jadi harus memilih salah satu, boleh dua? ”
116. SS : [SS mengangguk ketika G bertanya kepada SS.]
117. G : ”Ya kita ambil dua karena ada kaitannya dengan ini, maka p-nya diambil yang dua, p-nya diambil dua.
Dua itu sama dengan dua log sembilan puluh delapan per dua log enam. P-nya diambil dua, enamnya
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
171
dari mana? Dari sifat lima. a-nya kalau disini enam, ini juga enam. [sambil menunjuk tulisan
2
log 98
6
log 98 = 2
. (lihat kotak 7)] Begitu? Jelas ? yang lain mungkin? [Sambil memandang SS
log 6
siapa tahu ada yang bertanya lagi.] Kalau belum jelas silahkan ditanyakan.”
118. SS : [Tidak ada SS yang bertanya tentang pengerjaan soal Jika
7
log 2 = p dan
2
log 3 = 2 .
6
Nyatakanlah dalam p dan q, log 98 ]
119. G : [G lalu berdiri di depan kelas dan menunggu SS mencatat.]
120. SS : [SS kembali sibuk mencatat tulisan yang ada di papan tulis. Ada juga SL yang terlihat sedang
menjelaskan kepada temannya, dan ada yang sedang mengobrol dengan teman sebangkunya. ]
121. G : ”Saya harapkan sampai sifat nomor enam, sesudah sifat nomor lima.”[G memperhatikan SS]
122. S3 : [S3 bertanya] ”Pak mau tanya.”
123. G : [G memperhatikan S3 yang bertanya tadi.]
124. S3 : “Itu Pak yang dua log dua per dua log tujuh sama dengan satu per p, itu dari mana? Itu kok dua log tujuh
bisa sama dengan p, bagaimana?” [S3 mengkoreksi tulisan G di papan tulis sambil tangannya menunjuk
ke arah papan tulis.]
125. G : [ G lalu menjelaskan kepada SS.] ” Kita akan mencari dua log tujuh. Sama kalau kita mengambil
bilangan pokoknya dua, boleh ya. Berarti kan akan...[G berhenti sebentar dan merasa bahwa ada
kesalahan dalam mengerjakan] Kesalahannya dimana ini? Sebentar...sebentar... saya yang salah.
Harusnya apa? Baik...baik... kita liat dulu. Ini harusnya apa dua log tujuh? Harusnya apa? Bagus ya
koreksinya. Harusnya apa ini? [G bertanya kepada S dan membetulkan kesalahan jawaban tadi.] Berapa
ini?”
126. SS : [Tidak ada tanggapan dari S. SS hanya memperhatikan G.]
2
log 2
127. G : ”Yang ditanyakan ini ya. [Sambil menghapus angka dua dan tujuh pada 2
] nah kalau begini,
log 7
harusnya kita mengambil bilangan pokoknya tujuh. Kita salah ya, bilangan pokoknya kita ambil tujuh
karena sesuai yang diketahui bilangan pokoknya itu tujuh. Ini harusnya apa? Ini harusnya tujuh log tujuh,
ini harusnya tujuh log dua. [G menghapus jawaban yang salah tadi dan mengganti bilangan pokoknya
7
log 7
menjadi tujuh. Sehingga menjadi 7
(lihat kotak 8)] Cara mengambilnya harusnya bilangan
log 2
pokoknya adalah tujuh karena yang diketahui adalah tujuh. Baik berarti menjadi tujuh log tujuh betul ya
per tujuh log dua. Tujuh log tujuh itu adalah satu dan tujuh log dua itu adalah p. Ya terimakasih tadi
koreksinya. Jadi yang diketahui harusnya adalah tujuh. Ya ada lagi? [G menghadap ke arah SS sambil
bertanya.] Jadi kadang kita kurang teliti. Jadi tujuh log dua samadengan p, maka dua log tujuhnya sama
dengan satu per p. Kita membawanya ke bilangan pokoknya tujuh.” [G berdiri di depan kelas sebelah
kiri sambil melihat papan tulis.]
Jika log 2 = p
7
7
log 7
maka log 7 =
2
7
log 2
1
=
p
( kotak 8 )
128. SS : [SS lalu membetulkan jawaban yang salah tadi. Ada juga BS berbincang –bincang dengan teman
sebangkunya mengenai kesalahan yang dibuat oleh G tadi.]
129. G : “Kemudian coba kita akan latihan. Kita terapkan agak sedikit berbeda soal halaman limabelas, buku
handout nomor lima. Kita ambil soal halaman limabelas nomor lima a. Kita beri nama nomor tiga ya.”
[G membuka buku handout halaman 15 soal nomor 5, lalu menuliskan soal tersebut di papan tulis.(lihat
kotak 9)]
130. SS : [SS mencatat soal yang ditulis G di papan tulis, lalu mencoba untuk mengerjakan. BS masih bermalas-
malasan dalam menulis soal dari G. Ada yang menulis soal sambil tiduran, ada yang menulis soal
sambil mengobrol dengan temannya, dan ada juga yang tidak segera menulis soal tetapi malah
mengganggu temannya yang sedang menulis soal]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
172
Soal-soal latihan.
1 1
3. 1
+ 18
2
log 81
log 81
4. Jika log 3 = a dan log 5 = b , nyatakan dalam a dan b untuk log 50 .
2 2 6
( kotak 9 )
131. G : ”Baik coba latihannya dikerjakan ada tiga soal. Yang nomor satu itu saya ambilkan dari buku halaman
lima belas nomor lima a. [Berbicara sambil berjalan ke belakang kelas] Silahkan itu plus ya, satu per
setengah log delapan puluh satu tambah satu per delapan belas log delapan puluh satu. [Kembali maju ke
depan kelas sambil membetulkan tanda tambah yang kurang jelas.] sifat nomor lima bisa dikembangkan
menjadi lima b yaitu a log b sama dengan seper b log a. jadi pengembangan ini secara umum nanti sifat
nomor lima bisa dikembangkan menjadi sifat nomor lima b itu kalau a log b sama dengan seper b log a.
Itu pengembangan sifat nomor lima. Seperti dari soal tadi, dua log tujuh sama dengan seper tujuh log
dua. Ayo coba dikerjakan.” [Berjalan ke belakang kelas lagi sambil memperhatikan SS] Silahkan
dikerjakan.”
132. SS : [SS mulai mengerjakan soal yang diberikan G dengan tenang. BS terlihat berdiskusi dengan teman
sebangkunya atau teman di depan dan di belakang mejanya. SL ada yang sibuk mengerjakan sendiri,
ada yang meminjam pekerjaan milik temannya dan ada yang masih tiduran tidak segera mengerjakan ]
133. G : [G mulai berkeliling kelas memperhatikan SS dalam mengerjakan]. ” Gunakan sifat nomor lima ya, a
dan b.”
134. SS : [Suasana kelas tenang ketika SS mengerjakan soal latihan. Walaupun sesekali terdengar suara tertawa
BS. ]
135. G : [G lalu duduk di meja guru dan terlihat sedang sibuk menulis sesuatu.]
136. S9 : [S9 bertanya kepada G] ” Pak yang nomor empat itu dua log lima samadengan b?”
137. G : ”Apa? [memperhatikan S9 yang bertanya tadi] Dua log lima sama dengan b. [G melihat kembali soal
nomor empat dan terdiam beberapa saat] Oya itu bukan dua log lima tapi tiga log lima.” [G lalu
membetulkan ralat dari S9 tadi, lalu kembali duduk di meja guru. (lihat kotak 10)]
2
log 5 = b diralat menjadi 3 log 5 = b
( kotak 10 )
138. S3 : [Tiba-tiba ada S3 yang maju ke depan menghampiri G yang sedang duduk dan bertanya kepada G.]
139. G : [G menganggukkan kepala ketika S3 berbicara kepada G] ” Tadi ada pertanyaan, kita bawanya ke
bilangan yang di ketahui tujuh, dua, dan tiga. Kalau yang ini harus dibawa ke mana? Dua, tiga, dan
lima.” [Sambil menunjuk ke arah soal nomor empat. (lihat kotak 9)]
140. SS : [SS masih mengerjakan soal-soal tersebut dengan tenang. BS terlihat berusaha mengerjakan soal
sendiri sambil sesekali memegangi kepalanya, sedangkan SL ada yang berdiskusi dengan temannya
dalam mengerjakan. Ada yang saling menukar jawaban, ada yang mengerjakan sambil asyik
berbincang-bincang dan bercanda dengan temannya. Ada juga yang menanyakan jawaban kepada
teman disampingnya, dan ada juga yang terlihat sedang mengajari temannya dalam mengerjakan. ]
141. G : [G mulai berkeliling kelas sambil memperhatikan pekerjaan SS satu per satu.] ”Siapa yang sudah? [G
kembali berjalan ke depan kelas dan duduk di meja guru.] Nomor lima sudah?” [G berdiri dari tempat
duduknya dan berjalan mendekati SS]
142. S7 : [S7 terlibat diskusi dengan G mengenai soal nomor empat dan lima.]
143. G : [ Setelah selesai berdiskusi dengan S7 tadi, G kembali berjalan ke belakang sambil memperhatikan
pekerjaan BS.]
144. S14 : [S14 memperlihatkan hasil pekerjaannya kepada G.]
145. G : [Lalu G berhenti cukup lama di meja S14 yang paling belakang sebelah kiri sambil memperhatikan hasil
pekerjaan S14. G menganggukkan kepala tanda setuju dengan S14.]
146. S15: [S15 bertanya kepada G tentang cara mengerjakan soal nomor 4.]
147. G : [ G berjalan mendekati S16 yang duduk paling belakang sebelah kanan. Terjadi diskusi antara G dan
S16 tadi. G menjelaskan kepada S16 tersebut caranya mengerjakan soal nomor 4 karena S16 tadi masih
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
173
salah dalam mengerjakannya. S16 lalu memegangi kepalanya karena bingung. G menunjuk ke papan
tulis ketika menjelaskan .]
148. S16: [S16 yang tadi berdiskusi dengan G mulai menghapus jawabannya yang salah tadi dan membetulkan
jawabannya setelah diberi penjelasan oleh G. ]
149. G : [Kembali berjalan ke meja di depannya dan bertanya kepada S4] ” Kenapa kok dibawa ke bilangan
pokoknya dua? kenapa?”
150. S4 : [S4 yang ditanya tadi hanya tersenyum dan bingung mau menjawab apa.]
151. G : [ G memancing supaya S4 tahu harus dibawa kemana bilangan pokoknya.] ”Coba lihat contoh yang tadi
telah dikerjakan. Kalau bisa bilangan pokoknya dipilih yang sama.”
152. S4 : [S4 tadi langsung tanggap dan tahu harus dibawa kemana bilangan pokoknya yang benar. Lalu dia
membenarkan jawabannya yang salah tadi.]
153. G : [G kembali berjalan ke depan kelas.] ”Baik sebentar, tadi ada pertanyaan ini diganti dengan tiga ya
2 3
[sambil menunjuk ke papan tulis bahwa log 5 diganti menjadi log 5 .] Ada banyak yang masih
dua. tadi sudah diganti tiga, bukan dua log lima tapi tiga log lima. Coba lihat soal yang tadi sudah
dikerjakan. Tadi kenapa dibawa ke dua tidak tujuh?”
154. S9 : ”Karena ada yang sama pak. ” [S9 menjawab pertanyaan G, ada juga SL yang menggerutu karena
sudah terlanjur mengerjakan sampai selesai soal nomor 4 tetapi ternyata dia salah soal. ]
155. G : ” Ini tadi bukan dua log lima tetapi sudah diganti menjadi tiga log lima. Tadi ada beberapa belum diganti
ya masih dua log lima. Dibawa ke bilangan pokok yang ada kaitannya. Baik ini tadi perlu diganti ya.
Apakah ada yang mencoba misalnya memakai bilangan pokok tiga? Yang sudah selesai boleh mencoba.
Boleh dicoba bilangan pokoknya tiga eee dua. [ G salah menyebutkan dua menjadi tiga, tetapi G
langsung meralat. Lalu G kembali berjalan mendekati beberapa S dan melihat pekerjaan S tersebut
cukup lama.] Ada yang mau mencoba ke depan? Nomor tiga dan empat? [berjalan ke belakang kelas.]
Supaya membantu temannya?” [G lalu berjalan kembali dan mendekati BS yang sedang berdiskusi
membahas soal.]
156. SS : [Belum ada S yang bersedia maju mengerjakan di depan, mereka masih sibuk mencoba mengerjakan
sendiri dibuku mereka masin-masing sambil berdiskusi dengan teman.]
157. G : [G mempersilahkan lagi SS untuk mencoba maju ke depan mengerjakan.] ”Ada yang mau mencoba ke
depan nomor tiga dan nomor empat? Silahkan.”
158. SS : [SS mengerjakan soal-soal tersebut dengan tenang. Ada S13 yang duduk di bangku paling belakang
berjalan maju ke depan menghampiri S9 yang duduk di meja paling depan dan menanyakan tentang soal
dan cara pengerjaannya. Lalu setelah selesai kembali ke belakang lagi.]
159. G : “Yo silahkan yang mau maju ke depan. Nomor tiga silahkan. Ayo nomor tiga.” [G kembali berjalan ke
depan kelas lagi sambil mengamati SS dalam mengerjakan. Lalu berhenti di dekat S9 yang duduk di
meja nomor dua dari depan. Lalu berjalan lagi ke depan kelas dan terlihat berdiskusi dengan S3 dan S6
yang duduk di meja paling depan.]
160. BS : [BS sudah tampak tidak bersemangat lagi dalam belajar. Ada yang mengerjakan sambil tiduran, ada
yang mengerjakan sambil bertopang dagu, dan ada yang malah mengobrol dengan temannya.]
161. G : ” Yuk nomor tiga, siapa yang mau maju?” [G memberi kesempatan kepada S untuk maju ke depan.]
162. S12: [S12 bertanya kepada G] ” Pak ini bagaimana?” [Sambil memperlihatkan hasil pekerjaannya.]
163. G : [G mendekati S12 yang bertanya tadi dan melihat pekerjaan S12 tadi.] “Itu nomor berapa?
164. S12: ”Nomor empat tadi Pak.”[S12 menjawab pertanyaan G]
165. G : ”Dua log limanya berapa? tiga log dua jadi berapa?kalau dua log tiga itu a, berarti tiga log dua berapa?
seper a kan. Ok tinggal masukkan.”
166. S12: [Lalu S12 meneruskan pekerjaannya yang ternyata sudah benar jalannya tinggal memasukakkan saja
angkanya.]
167. G : [G lalu kembali bertanya kepada SS..] ” Ok waktunya sudah hampir habis. Berapa ini hasilnya?”
168. SS : [Tidak ada SS yang menjawab pertanyaan G. SS hanya memperhatikan G dalam menjelaskan.]
169. G : [Karena tidak ada SS yang menjawab pertanyaan G, maka G menjawab sendiri pertanyaannya.]
”Hasilnya adalah setengah. Ok nomor lima berapa ketemunya? [G mengulangi pertanyaannya]
Berapa?”
170. SS : [SS tidak menanggapi pertanyaan G.]
171. G : [Karena tidak ditanggapi oleh SS, maka G menjawab sendiri pertanyaannya.] ”Satu plus dua. begitu?
Ada pendapat lain?”
172. SS : [Tidak ada pendapat yang diutarakan SS. SS masih memperhatikan G dalam menjelaskan dan sesekali
terlihat BS yang mengobrol dengan teman sebangkunya sambil tersenyum-senyum.]
[Berhubung waktunya sudah mepet, maka pelajaran agak di percepat.]
173. G : [G bertanya kepada SS apakah hasil pekerjaan SS sama dengan G.] ”Hasilnya sama tidak dengan kalian
?”
174. SS : [SS tidak memberikan jawaban apa-apa, apakah jawabannya sama atau tidak dengan G.]
175. G : [Karena tidak ada tanggapan dari SS, G menanggap bahwa soal nomor 3 tidak ada masalah.] ”Baik
nomor tiga tidak ada masalah ya, ketemunya adalah setengah. Ada yang ketemunya selain setengah?”
176. BS : [BS menggelengkan kepala ketika G bertanya, sedangkan SL tidak menanggapi pertanyaan G.]
177. G : [G kembali menegaskan jawaban SS.] ”Tidak ada?”
178. BS : [BS menggelengkan kepalanya lagi ketika G bertanya.]
179. G : [G kembali menegaskan pertanyaannya karena tidak semua SS menjawab pertanyaannya.] ”Ada tidak?”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
174
180. SS : [SS menggelengkan kepalanya ketika G mengulangi pertanyaannya tadi, yang berarti SS jawabannya
sama dengan G.]
181. G : [Lalu G melanjutkan ke soal nomor 4.] ”Ok...kalau nomor empat kita lihat sebentar. Betul tidak hasilnya
itu? Dibawa kemana? [G mencoba mengerjakan nomor empat. ] Jadi tiga log limapuluh per tiga log
enam. Kemudian tiga log dua kali dua puluh lima per tiga log tiga kali dua. Berarti tiga log duapuluhlima
plus tiga log dua per tiga log tiga plus tiga log dua. Tiga log dua puluh lima itu tiga log lima kuadrat.” [G
menjelaskan sambil menulis di papan tulis. (lihat kotak 11)]
6
log 50 .
Jawab:
3
log 50
6
log 50 = 3
log 6
3
log 25 x 2
= 3
log 3x 2
log 25+ 3 log 2
3
= 3
log 3+ 3 log 2
3
log 5 2 + 3 log 2
= 3
log 3+ 3 log 2
2 x 3 log 5+ 3 log 2
= 3
log 3+ 3 log 2
1
2b +
=
a
1
1+
a
2ab + 1
=
a
a +1
a
2ab + 1
=
a +1
( kotak 11 )
182. S : [SS memperhatikan G ketika G mengerjakan soal nomor 4. Dan SS lalu menyalin jawaban tersebut di
buku mereka masing-masing.]
183. G : [G memberikan soal latihan yang harus dikerjakan di rumah oleh SS diakhir pelajaran. (lihat kotak 12)
] ”Untuk latihan kerjakan soal lima b dan delapan pada buku handout.”
Pekerjaan Rumah ( PR ):
1 1
5b. 1
+ log 25 + 2
log 5
2 2
log 25
(kotak 12 )
TRANSKRIP KEGIATAN
PERTEMUAN IV ( 22 Oktober 2007 )
Sifat-sifat Logaritma :
1. g log a = a
g
n
b. a log b n = .a log b
m
m
p
log b
5. a log b = p dengan p > 0
log a
(kotak 1)
10. SS : [SS dengan tenang memperhatikan G dalam mengulang pelajaran minggu yang lalu. BS
masih mengobrol dengan temannya, SL ada yang membuka-buka buku pelajaran. ]
11. G : ” Iya sampai lima sifat ini ya. Terus kemarin kita menerapkan sifat nomor lima. Ini ya.
[Sambil mengkotaki sifat nomor lima. (lihat kotak 1)] kita sampai pada sifat yang ke lima. Ada
tugas?” [G bertanya sambil berjalan ke belakang mendekati S.]
12. SS : [SS saling berpandangan sambil ter senyum satu sama lain karena belum mengerjakan tugas
semua.]
13. G : [G kembali menegaskan pertanyaaannya.] ”Siapa yang belum mengerjakan? ”
14. SS : [SS tunjuk tangan ketika G bertanya siapa yang belum mengerjakan. Ternyata tidak ada
satupun S yang mengerjakan tugas dari G]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
176
15. G : ”Lha ini liburnya cuma sepuluh hari lho, coba kalau liburnya satu bulan, bagaimana? [G
kembali berjalan ke depan kelas sambil berbicara dengan nada yang kecewa karena tidak ada
satupun SS yang mengerjakan.]
16. SS : [SS hanya terdiam ketika G berbicara kepada mereka.]
17. G : ”Baik coba kita mengulang lagi sebagian, coba. Kita akan pakai sifat nomor satu sampai
nomor lima. Coba kita ulang. [G menghapus papan tulis lalu berjalan ke meja guru dan mulai
membuka-buka buku pegangan untuk mencari soal latihan.] Sifat nomor satu sampai sifat
nomor lima.” [Lalu G menulis soal latihan di papan tulis dengan melihat di buku pegangan.
(lihat kotak 2)]
18. SS : [SS memperhatikan G dalam menulis soal. BS membuka-buka buku dan segera menyalin soal
tersebut ke dalam buku mereka. Ada juga SL yang hanya terdiam melihat G menulis tetapi
tidak langsung mencatat. Ada juga BS yang masih terlihat berbincang-bincang dengan
temannya.]
19. G : ”Coba ini kita tambah soal yang kemarin yang belum dikerjakan. Kemarin ada berapa soal?”
20. BS : [BS menjawab pertanyaan G.] ” Dua Pak.”
21. G : “ Dua ya, ditambah soal yang kemarin ada dua soal ya. Perhatikan kembali soal yang kemarin
belum dikerjakan. [Menghadap ke arah SS sambil berkomentar tentang pekerjaan rumah
yang tidak dikerjakan sama sekali oleh SS] Kadang-kadang suatu sifat kemalasan ya, kalau
libur ya libur, begitu ya. Hanya ada dua soal…[G berjalan ke belakang kelas sambil kembali
menekankan ucapannya] hanya ada dua soal yang saya minta untuk dikerjakan, tetapi
kenyataannya tidak ada yang mengerjakan. Ya mungkin saya bisa maklumi ada yang
merayakan Idul Fitri, tapi tolong di ubah sikapnya sehingga dua soal sepuluh hari dikerjakan
satu hari kan bisa.” [G berjalan kembali ke depan kelas dan berdiri di sebelah kanan kelas.]
[Pelajaran terhenti sesaat karena ada BS dari kelas lain yang ingin meminjam buku.]
22. BS : [BS meminjamkan bukunya, lalu SS kembali mencatat dan mengerjakan soal latihan yang
diberikan G dengan tenang.]
Soal latihan!
3 9 81
a. log 5 b. log 5 c. log 25
( kotak 2 )
23. G : “Baiklah kita coba yang kemarin. Kemarin soalnya diambil dari buku ini. [Sambil memegang
buku handout dan mencari soal latihan.] Silahkan dicoba dulu, nomor lima dan nomor
delapan. Ok. [ G berjalan ke belakang sambil membawa buku dan membuka-buka buku
mencari soal nomor lima dan delapan tadi.] Lima b dan delapan ya.. nomor lima b dan
delapan.”
24. SS : [SS juga mencari soal nomor 5 dan 8 di buku handout.]
25. G : [G kembali berjalan ke depan kelas lagi dan berdiri di dekat meja guru.] ”Silahkan dicoba
dulu yang kemarin soal yang kemarin nanti ditambahkan ini [menunjuk soal yang ditulis G di
papan tulis.] sambil kita mengulang. [G menunjuk tiga soal latihan yang ditulis di papan
tulis.(lihat kotak 2)] Yang nomor lima b dulu ya, lima b dan delapan dulu. Baru nanti kita
mengulang yang sifat nomor satu dan lima ya. Oya nanti masih ada sifat yang ke enam. Sifat
tentang perkalian logaritma. [ G mulai berkeliling mengamati SS dalam mengerjakan soal-
soal.] Coba nomor lima b dulu.”
26. S1 : [S1 bertanya kepada G mengenai soal nomor 5.]
27. G : [G menjelaskan kepada S1 dan terjadi diskusi antara G dan S1.]
28. S1 : [ S1 terlihat mengangguk-angguk ketika G menjelaskan.]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
177
29. G : [G kembali berdiri di depan meja guru sambil membaca-baca buku, lalu kembali menulis di
papan tulis.] ”Yang nomor lima b dulu ya. Yo nomor lima b yang kemarin. Coba nomor lima
dikerjakan dulu.”
30. BS : [BS terlihat berdiskusi dengan teman sebangkunya, SL ada yang mengerjakan sendiri dan ada
juga yang masih tidur-tiduran tidak segera mengerjakan. ]
31. G : [G berdiri di depan meja guru.]” Bagaimana ada yang maju nomor lima b?” [G menanyakan
kesulitan yang dihadapi SS] ”Coba baik nomor lima b kesulitannya dimana?”
32. S2 : [S2 bertanya kepada G.] ”Log dua puluh lima Pak.”
33. G : [Melihat ke arah S2 yang bertanya tadi.]“Log dua puluh lima kenapa?”
34. S2 : [S2 menunjuk ke soal yang ada di papan tulis.] ”Ya kan kalau mau dijumlahin itunya harus
sama Pak. Bilangan pokoknya kan harus sama.”
35. G : ” Log dua puluh lima. Atau ada yang mau mencoba mengerjakan ke depan, silahkan. Yuk S2
kesulitannya muncul. Coba dicoba nomor lima b. Ya, yang lain juga silahkan dicoba.” [G
meminta SS mencoba mengerjakan soal latihan tersebut.]
36. S2 : [S2 yang di panggil G tadi lalu maju ke depan mengerjakan soal nomor 5b. Sedangkan SL
masih sibuk mengerjakan, ada yang berdiskusi dan ada juga yang mengerjakan sendiri. BS
memperhatikan ketika temannya maju mengerjakan sambil sesekali terlihat bercanda dengan
teman sebangkunya.. (lihat kotak 3)]
37. G : [G berdiri di depan meja guru sambil membacakan pekerjaan S2 dan sambil mengkoreksinya
bersama-sama dengan SS.] ”Baik itu yang sudah dicoba teman kalian. Jadi kita menerapkan
sifat yang kelima ya. Kemarin sifat yang ke lima b kita terapkan, satu per seperempat log dua
puluh lima kemudian seper dua kali dua log lima diubah dulu sebenarnya sifat nomor berapa
ini? Menggunakan sifat nomor berapa sebelum kesini?
38. S2 : [S2 menjawab pertanyaan G.] “Nomor empat a Pak..”
39. G : [G memberikan penguatan kepada S2 bahwa cara S2 sudah betul.] “Baik. Nomor empat a
dipakai dulu. Dua log dua puluh lima, dua kali dua log lima itu menjadi dua log dua puluh
lima baru sifat nomor lima ya, betul. Susahnya dimana? Sebenarnya tidak ada sepuluh menit
to ya. Tapi kenapa tidak dikerjakan. Baik kemudian setelah ketemu dalam penjumlahan, kita
menggunakan sifat nomor berapa? Nomor dua ya, ok. Nomor dua yang mneggabungkan
bilangan pokoknya sama, dua puluh lima log seperempat ditambah dua puluh lima log dua itu
menjadi dua puluh lima log seperempat kali dua atau setengah. Baik setelah ketemu ini bisa
tidak digabungkan ?[Sambil menunjuk pekerjaan S2 tadi. (lihat kotak 3)] Bisa tidak
digabungkan? Bisa tidak sifat dua dipakai? Bisa tidak sifat dua dipakai?” [G kembali
mengulang pertanyaannya sambil memperhatikan SS.]
40. SS : [SS mulai berfikir apakah sifat nomor 2 bisa dipakai. BS hanya terdiam memandang papan
tulis. Ada SL yang saling berpandangan dengan temannya.]
Jawaban Siswa :
1 1
5b. 1
+ log 25 + 2
4
2. log 5
log 25
Jawab:
1 1 1
1
+ log 25 + 2
=
25
log + log 25+ 25 log 2
4
2. log 5 4
log 25
⎛ 25 1 ⎞
=⎜ log x 2 ⎟ + log 25
⎝ 4 ⎠
25 1 10
= log + log 25
2
(kotak 3)
45. G : ”Belum ya, dicari hasilnya sendiri-sendiri. Ada tidak dua puluh lima log setengah?” [G
bertanya kembali kepada SS sambil tersenyum kepada SS.]
46. SS : [SS tidak menanggapi G karena tidak tahu jawaban dari pertanyaan G.]
47. G : [G menjelaskan lalu soal nomor 5b.] ”Sebenarnya pada waktu SMP sudah diajari logaritma
to, itu bisa dicari dengan menggunakan tabel. Tapi kalau kita menyederhanakan dengan
menggunakan sifat sudah tidak bisa. Jadi sudah berhenti sampai di sana. Jadi betul, cuma
kesulitannya tidak bisa dihitung karena hasilnya adalah ini. [Sambil menunjuk jawaban S2 di
papan tulis.( lihat kotak 3)] Kemudian kalau mau dicari, berapakah ini hasilnya itu pakai
menggunakan tabel atau kalkulator. Dulu sudah diajari pakai tabel ya. kita bawa ke bilangan
pokok sepuluh. Jadi kalau kesulitannya disini, ok ini memang sudah tidak bisa diteruskan. Ok
ini betul, ini bisa diteruskan dicari hasilnya sendiri-sendiri, kita tidak bisa menerapakan sifat
yang nomor dua karena bilangan pokoknya bisa kita buat sama tidak? Kalau kita bisa
membuat sama, maka bisa dipakai. Tapi kalau kita perhatikan disini, dua puluh lima log
setengah plus sepuluh log dua puluh lima itu kita tidak bisa menyamakan sehingga kita tidak
bisa menggunakan sifat nomor dua. Baik begitu ya. Kalau semacam ini kenapa waktu liburan
tidak terfikirkan tidak disentuh?”
48. SS : [SS hanya terdiam ketika G mengeluh karena SS tidak mengerjakan soal latihan.]
49. G : ”Baik kita teruskan nomor delapan. Yuk yang nomor delapan. Baik sebenarnya kalian mampu
ya hanya kadang kemalasan. Ok nomor delapan siapa yang mau maju ke depan nomor
delapan? [G berjalan ke belakang kelas memperhatikan pekerjaan BS sambil berbicara
meminta SS mengerjakan soal nomor 8.]
50. SS : [Belum ada SS ya g bersedia maju mengerjakan nomor 8.]
51. G : ”Sebelum kita teruskan mengulang sifat itu satu, dua, dan tiga. Silahkan nomor delapan. Jika
enam log tiga puluh sama dengan x dan enam log dua puluh sama dengan y, berapakah enam
log tiga? Berapakah enam log tiga.” [G kembali berjalan ke depan kelas.]
52. S2 : [S2 tunjuk tangan lagi mau mencoba mengerjakan soal nomor 8.] ”Pak, saya mau mencoba.”
53. G : ” Apa? Mau mencoba? [sambil memandang S2 yang mau mencoba mengerjakan lagi.] Ada
yang lain, ini S2 mau mencoba. Sebentar ditunggu sebentar dulu biar temannnya juga berfikir.
Biar mencoba sebentar temannya. Biar temannya juga berfikir. Nomor delapan ya. Kamu
mengerjakan yang ini dulu ya, sambil menunggu temannya berfikir..” [G meminta S2 untuk
mengerjakan 3 soal yang lain dulu, karena G ingin memberi kesempatan kepada SL supaya
mau maju mengerjakan ke depan.]
54. S2 : [S2 lalu menyetujui G dan kembali mengerjakan soal berikutnya.]
55. G : [G meminta SL mencoba maju mengerjakan.] ”Saya harapkan ada yang maju yang lain
mengerjakan soal nomor delapan.”
56. BS : [BS menyalin jawaban soal nomor 5. SL ada yang mengerjakan sendiri sambil memegangi
kepalanya dan sesekali melihat ke arah papan tulis. Ada juga yang sedang berdiskusi dengan
teman sebangkunya. Ada yang berusaha bertanya kepada teman yang duduk di bangku
belakangnya.]
57. G : [G berjalan berkeliling lagi dan sesekali berhenti agak lama mengamati BS mengerjakan]
”Yuk yang lain silahkan maju. Bagaimana ada yang mau mencoba? Mencoba ke depan? Siapa
yuk?” [G kembali ke depan kelas dan memperhatikan SS dari depan kelas sambil kembali
meminta SS untuk maju mengerjakan ke depan.]
58. SS : [SS masih sibuk mengerjakan soal dan tidak ada yang berkeinginan untuk maju mengerjakan.
Mereka hanya diam mengerjakan. BS terlihat menunduk terus saat mengerjakan]
59. G : [Karena tidak ada SS yang bersedia maju, akhirnya G kembali memberi kesempatan kepada
S2 yang mau maju tadi untuk maju lagi mengerjakan.] ” Coba kalau tidak ada yang mau maju,
Ok S2 kamu maju lagi ya.”
60. S2 : [S2 yang di panggil tadi memandang G lalu maju ke depan]. “Nomor delapan ya Pak.”
61. G : “ Iya nomor delapan.” [Memberikan spidol kepada S2 yang disuruh maju tadi.]
62. S2 : [S2 maju dan mulai mengerjakan di papan tulis lalu memberi penjelasan kepada G dan SL
(lihat kotak 4)] ” Jadi begini Pak, ini dengan in kan harus sama. Karena ininya beda, saya
pakainya ini. [sambil menunjuk ke soal dan mulai mengerjakan.(lihat kotak 4)] Sampai sini
terus kan kalau kayak begini, ini kan tidak ada apa sama dengan apa kan tidak ada begitu Pak.
Saya mau memberitahu kalau ini tidak bisa dikerjakan. Ini kan tidak ada kan pak.” [Sambil
menunjuk log 30 = x dan log 20 = y yang diketahui dalam soal.(kotak 4)]
6 6
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
179
6
log 3
Jawab : log 3 =
6
6
log 6
(kotak 4)
63. G : ” Ok, begitu ya. jadi belum sampai itu ya. Baik silahkan terima kasih.” [G mempersilahkan S2
kembali ke tmpat duduknya.]
64. S2 : [S2 kembali ke tempat duduknya.]
65. G : [G meminta SL untuk mencoba maju mengerjakan.] ”Yang lain... jadi yang diketahui itu enam
log tiga puluh sama dengan x dan enam log dua puluh sama dengan y. Berapakah enam log
tiga?”
66. SS : [Tidak ada S yang memperhatikan G, SS hanya memperhatikan G dalam menjelaskan.]
67. G : ”Kalau semacam ini, kenapa harus dipakai sifat nomor lima? Ini kan sudah sama.[Sambil
menunjuk soal.] Kenapa harus memakai sifat nomor lima? [G mengomentari hasil pekerjaan
S2 yang mengerjakan menggunakan sifat 5.]
68. SS : [SS tidak menjawab pertanyaan G begitu pula dengan S2 yang mengerjakan soal nomor 8
tadi.]
69. G : ”Padahal bilangan pokoknya sudah sama, kecuali kalau bilangan pokok di sini tidak sama atau
6
berbeda itu menggunakan sifat nomor lima.[ Sambil melingkari soal log 3 .] Jadi ini
bilangan pokoknya sudah sama. [Berjalan ke belakang sambil tersenyum kepada S.] bilangan
pokoknya berapa?”
70. SS : [Menjawab pertanyaan G secara bersama-sama.] ”Enam..”
71. G : ” Enam ya, maka sifat nomor lima tidak perlu dipakai. [G berbicara sambil berjalan ke
belakang lalu kembali maju ke depan lagi.] Sehingga tidak perlu dibuat enam log tiga per
enam log enam. Terus bagaimana? Nah sekarang silahkan dibawa enam log tiga ke dalam
enam log tiga puluh atau enam log dua puluh. Jadi ini bawa sini atau sini atau keduanya.
[Sambil menunjuk tulisan yang dimaksud.] Bawalah ke yang diketahui, yang ditanyakan
dibawa ke yang diketahui. Enam log tiga. Jadi dibawa ke yang diketahui. Tiga itu berapa kali
berapa?”
72. SS : [S tetap diam tidak menanggapi pertanyaan G]
73. G : ”Atau berapa dibagi berapa, tetapi yang memakai tiga puluh dan dua puluh. Ada tiga bilangan
enam, tiga puluh dan dua puluh. Tiga itu bawalah ke...bawalah ke...[G mengulang kembali
pertanyaannya, tetapi tidak ada SS yang menjawab pertanyaannya.] Andaikata ini diubah
dulu menjadi dua kalau soalnya ini, apa bedanya? Atau kalau nanti soalnya kita ubah
10
log 3 30
misalnya... [Sambil menulis di papan tulis
6
log 3 = 10
dan log 3= log
6 6
.(kotak
log 6 10
5) ] Bedanya dimana coba kita lihat soalnya, ini ya tadi soalnya adalah enam log tiga, bedanya
dimana? Nah bilangan pokoknya, kalau bilangan pokoknya ini berbeda, kita bawa kesana.
Tapi kalau sama apa?”
74. SS : [Tidak ada respon dari SS untuk menjawab pertanyaan G tadi. SS memperhatikan G dengan
tenang. BS ada yang sudah terlihat jenuh mendengarkan penjelasan dari G sehingga
mendengarkannya sambil tiduran dan bertopang dagu. Ada juga yang hanya terdiam
melamun karena tidak tahu apa yang dikatakan G. Ada juga yang sibuk mengerjakan sendiri
padalah G sedang menjelaskan..]
75. G : ”Bagaimana? Tau bedanya ya.. Ok kalau ini kita bawa misalnya ke unsur...[G tidak
melanjutkan perkataannya tetapi menulis dipapan tulis. (lihat kotak 5)] Maka hasilnya
berapa?”
10
log 3
Jawab : 1).
6
log 3 = 10
log 6
30
2). log 3= log (kotak 5)
6 6
10
= log 30− log 10
6 6
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
180
76. SS : [Tidak ada S yang menjawab pertanyaan G. SS hanya terdiam melihat G dalam menjelaskan.]
77. G : “Atau bisa juga kalau mau memakai enam log dua puluh [G kembali menulis di papan tulis
(lihat kotak 5)] Begitu? Kalau yang nomor dua hasilnya apa hayo? Hasilnya?
78. SS : [SS masih memperhatikan G saat G bertanya. Mereka tidak menanggapi pertanyaan G.]
79. G : [Memperhatikan SS yang dari tadi hanya terdiam saja.] Hasilnya? Ini apa ini? [sambil
menunjuk soal nomor 8. ] Kalau yang nomor satu?” [G kembali berjalan ke belakang kelas. ]
80. SS : [SS dari tadi hanya terdiam mendengarkan G menjelaskan. Walaupun G bertanya berulang-
ulang, tetapi SS tidak pernah menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh G.]
81. G : [G berdiri di belakang kelas sambil menunggu SS ada yang berkomentar.] ”Atau ada yang
lain? Ini ada berbagai masalah ya. Ini ada yang ketemu x, dan ada yang hanya ketemu y.
Begitu ya, tentunya kan harus dibawa ke x dan y. Maka bagaimana? Ada beberapa
kemungkinan, kalau kalian mengerjakan ini belum tuntas karena apa kalian masih menyisakan
enam log sepuluh, enam log sepuluh harus dicari. [G kembali berjalan ke depan kelas dan
menulis kembali di papan tulis.] Sekarang bagaimana kalau kita hilangkan kita nyatakan
dalam x dan y. Nah sekarang kita berfikir dari yang diketahui, enam log tiga puluh itu kan
sama dengan x dan enam log dua puluh sama dengan y. [G menulis di papan tulis
6
log 30 = x dan 6 log 20 = y dan seterusnya (lihat kotak 6) sambil berbicara.] Sekarang
kita bertitik tolak dari ini untuk mendapatkan enam log tiga ya. Sekarang hubungannya ini
apa? tiga puluh dan dua puluh, itu ada kaitannya apa? Kalau tiga puluh, ini bisa kita tuliskan
jadi dua kali tiga kali lima sama dengan x begitu? Kemudian yang disini enam log dua
pangkat dua kali lima sama dengan y. Atau empat kali lima dua puluh itu. Kenapa, supaya ini
ada hubungannya ini ada dua dan lima, disini juga ada dua dan lima. Maka berdasarkan sifat
satu kita akan mendapatkan enam log dua plus enam log tiga plus enam log lima sama dengan
x. [berbicara sambil mencatat di papan tulis lagi.(lihat kotak6).] Sedangkan yang disini,
enam log dua pangkat dua plus enam log lima sama dengan y atau ini akan ketemu dua kali
enam log dua plus enam log lima sama dengan y. Nah sekarang kita gabungkan, kita susun
dan kita substitusikan. Ini kan muncul enam log tiga maka akan didapat apa kita susun lalu
kita mengurangkan.
6
log 30 = x
6
log 2.3.5 = x
6
log 2+ 6 log 3+ 6 log 5 = x
6
log 20 = y
6
log 2 2.5 = y
6
log 2 2 + 6 log 5 = y (kotak 6)
2.6 log 2+ 6 log 5 = y
Baik kalau saya tuliskan dulu enam log dua plus enam log tiga plus enam log lima sama
dengan x dikurangi dua kali enam log dua plus enam log lima sama dengan y. [G
menerangkan sambil menulis di papan tulis. (kotak 7)] Hasilnya apa? Min enam log dua plus
enam log tiga sama dengan x min y. Betul? [menghadap ke arah S.] Sekarang itu enam log
dua....enam log dua kita ganti dengan [tidak melanjutkan perkataannya tetapi sambil menulis
6
− 6 log + 6 log 3 = x − y di papan tulis. (lihat kotak 7)] Boleh? ” [meminta persetujuan
3
dari S]
82. SS : [SS menanggukkan kepalanya tanda setuju.]
83. G : ”Maka hasilnya apa? Kalau kita buka enam log enam min enam log tiga plus enam log tiga
sama dengan x min y. [masih menulis di papan tulis. (lihat kotak 7)] Kalau dibuka kurungnya,
min satu plus enam log tiga plus enam lig tiga samadengan x min y. Berarti dua kali enam log
tiga sama dengan x min y plus satu. Sehingga hasilnya adalah......[memperhatikan S] berapa
enam log tiga?”
84. SS : [Tidak ada jawaban dari SS, SS terlihat tenang mengerjakan soal tersebut.]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
181
85. G : [G mengulangi lagi pertanyaannya karena tidak ada respon dari SS] ”Enam log tiga-nya
berapa?”
86. SS : [Tetap tidak ada SS yang menjawab pertanyaan G]
87. G : [Karena tidak ada tanggapan dari SS, maka G menjawab sendiri pertanyaannya.]”Berarti
akan didapat apa enam log tiga sama dengan x min y plus satu per dua. ”
88. BS : [BS bertopang dagu mendengarkan G ketika menjelaskan dan ada SL yang berkipas-kipas
sambil memperhatikan. BS juga terlihat mendengarkan tanpa mencatat dan Sl lain ada yang
mencatat sambil memperhatikan G. Ada juga SL yang tidak memperhatikan G tetapi malah
berbincang-bincang dengan teman sebangkunya.]
89. G : ”Baik, jadi beberapa kemungkinan kalau kalian menjawab, mengerjakan dari tadi mau dibawa
kemana dan sebenarnya ini salah atau benar?” [G bertanya kepada S]
90. SS : [SS tidak menjawab pertanyaan G]
91. G : ”Hasilnya x min enam log sepuluh? Harusnya ada y-nya, kalau ini hanya sepenggal. [sambil
menunjuk ke arah papan tulis (kotak 7)] Kalau ini y sama dengan enam log sepuluh? Karena
harus digabung antara x dan y-nya. Kemudian kalau yang nomor satu kemungkinan berbeda.
Maka kalau kalian mengerjakan, sesuai dengan ketentuannya. Kalau hanya ditentukan itu,
kemungkinannya banyak. Tapi yang....[G berfikir untuk melanjutkan ucapannya.] apa
katakanlah harus memuat x dan y itu tidak bisa. Kita harus menggabungkan dua yang
diketahui enam log tiga puluh samadengan x dan enam log dua puluh samadengan y itu harus
muncul. Tapi kalau toh misalnya tidak harus muncul, semacam ini cukup ya. Nanti tinggal
mencari ini enam log sepuluh. Ini y enam log sepuluh, begitu. Baik, jadi ini nomor delapan
memang agak susah ya karena harus menyangkut substitusi menggunakan persamaan. [G
berdiri di depan meja guru sambil berbicara dan memperhatikan SS.] Baik, jadi nomor
delapan itu hasinya enam log tiga itu hasilnya samadengan x min y plus satu dibagi dengan
dua. Atau kalau mau dituliskan ya setengah x min setengah y plus setengah. Inilah hasil dari
nomor delapan. Cukup rumayan susah. Baik kita mengulang jadi kita mengulang tidak
menambah materi.”
92. BS : [Setelah G selesai menjelaskan, BS lalu mencatat jawaban soal nomor 8 di buku tulis mereka
masing-masing. SL yang tadi sudah mendengarkan penjelasan G sambil mencatat hanya
duduk diam memperhatikan Sl yang belum mencatat.]
Jawaban :
6
log 2+ 6 log 3+ 6 log 5 = x
2.6 log 2 + + 6 log 5 = y
− 6 log 2+ 6 log 3 = x − y
6
− 6 log + 6 log 3 = x − y
3
( )
− 6 log 6− 6 log 3 + 6 log 3 = x − y
− 1+ 6 log 3+ 6 log 3 = x − y
2.6 log 3 = x − y + 1
x − y +1 1 1 1
6
log 3 = = x− y+
2 2 2 2
(kotak 7)
93. G : [G memberi kesempatan S untuk bertanya kepada G] ” Atau ada pertanyaan, silahkan? Yang
belum mengerti atau kurang jelas, silahkan.”
94. SS : [SS tidak ada yang bertanya kepada G. Mereka sibuk menyalin jawaban nomor 8 di buku
mereka.]
95. G : ”Jadi tolong bedanya ya yang tadi sebelum istirahat, saya menuliskan alternatif.... beberapa
alternatif [berbicara sambil menghadap ke arah S] Enam log tiga itu jawabannya bisa menjadi
min enam log sepuluh atau apa itu...tapi yang benar harus memuat yang diketahui, x dan y-
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
182
nya. Dimana kalau memuat x dan y hasilnya adalah setengah x min setengah y plus setengah.
Jadi beberapa alternatif.”
96. S3 : [S3 bertanya kepada G. SL ada yang diam mencatat dan ada yang mengobrol dengan
temannya] ” Pak itu log sepuluh dari mana? Apa harus pakai sepuluh? ”
97. G : ”Ya apa? Ini adalah alternatif, terserah mau diganti berapa tapi karena disini ada
sepuluh...unsur sepuluhnya maka dibuat sepuluh. Itu alternatif saja, itu nanti bisa mendapatkan
hasil yang lain, begitu ya. Ini mungkin beda, ini ada alternatif ini [sambil menunjuk pada soal
di papan tulis. (lihat kotak 7)] ini ada tiga. Tapi yang menjawab pertanyaan itu yang memuat
ada unsur x ada unsur y. Tidak hanya salah satu x-nya saja atau y-nya saja kemudian enam log
sepuluhnya dicari. Sudah ya, jadi jawabannya ini ya enam log tiga itu sama dengan setengah x
min setengah y plus setengah.”
98. S3 : [S3 menanggukkan kepala dan melanjutkan mencatat lagi.]
99. G : [G memberi kesempatan kepada SS untuk bertanya tentang soal nomor 8.] ”Silahkan mungkin
ada pertanyaan lagi mengenai soal nomor delapan?”
100. S4 : [S4 membolak-balik bukunya sambil menggaruk-garuk kepalanya. Ada juga S5 yang terdiam
dan tidak mencatat tetapi hanya melihat temannya yang sedang mencatat. Ada juga SL yang
mencatat sambil mengobrol dengan temannya mengenai cara pengerjaan soal sambil
menunju-nunjuk papan tulis.]
101. G : “Kalau sudah silahkan dicoba seterusnya nomor satu sampai tiga. Itu mengulang kembali sifat
nomor satu sampai nomor lima. [Berjalan ke belakang sambil memperhatikan papan tulis dari
belakang kelas.]
102. SS : [SS lalu meneruskan mengerjakan soal nomor 1 sampai 3.]
103. G : [G kembali memberi kesempatan kepada S untuk bertanya.] ”Silahkan kalau mungkin masih
ada pertanyaan?” [Setelah beberapa saat berdiri di belakang, G kembali maju ke depan kelas
mendekati meja guru.]
104. SS : [Tidak ada SS yang bertanya kepada G.]
105. G : ”Ya tidak ada? Ya sekarang nomor satu, dua, dan tiga, mengingat kembali ya. Saya harapkan
nomor satu ada yang ke depan.”
106. BS : [BS yang sudah selesai mencatat lalu mulai mengerjakan soal 1 sampai 3. Ada juga SL yang
terlihat bermalas-malasan mengerjakan soal sambil tiduran.]
107. G : [G duduk di meja guru sambil menulis buku presensi. Lalu setelah selesai, G kembali
berkeliling mengamati SS dalam mengerjakan.] ”Baik yang nomor satu. ”
108. BS : [BS terlihat saling berdiskusi. Ada juga yang saling menukar pekerjaan untuk mencocokkan
jawabannya dengan temannya.]
109. G : [Setelah berkeliling G berkomentar tentang pekerjaan SS sambil berjalan ke depan kelas.] ”
Ada beberapa masih belum. Nomor satu itu sifat nomor berapa to yang dipakai dasarnya ?”
110. S6 : [S6 menjawab pertanyaan G lalu diikuti oleh SL.] “Dua dan tiga.”
111. G : [G berdiri bersandar di meja guru sambil berbicara kepada SS. ]“ Dua dan tiga ya. Silahkan,
dua dan tiga. Jadi sifat dasarnya betul, dua dan tiga. Tapi untuk bisa mengubah menjadi sifat
dua dan tiga menggunakan sifat nomor berapa?”
112. SS : [SS terdiam tidak menjawab pertanyaan G tetapi hanya memandang G. ]
113. G : [G akhirnya menegaskan kembali pertanyaannya.] ” Sifat nomor berapa?”
114. SS : [SS tetap cuek dengan pertanyaan G, SS malah menyibukkan diri dengan mengerjakan soal.]
115. G : ”Supaya sifat nomor dua dan nomor tiga bisa digunakan, sifat nomor berapa yang dipakai?
Nomor berapa? Nomor?”
116. BS : [BS menjawab pertanyaan G.] “Empat..”
117. G : [G melanjutkan pertanyaannya.] “Empat berapa?”
118. SS : [SS diam lagi dan tidak menjawab pertanyaan G, mereka hanya saling berpandangan satu
sama lain.]
119. G : [Karena tidak ada S yang menjawab pertanyaannya, maka G menjawab sendiri
pertanyaannya.] ”Empat a ya. Jadi supaya bisa memakai sifat nomor dua dan nomor tiga,
gunakan dulu sifat nomor empat a, silahkan. Betul ya, jadi sebelum memakai sifat nomor dua
dan nomor tiga, pakailah dulu sifat nomor empat a. Jadi betul memakai sifat nomor dua dan
nomor tiga.” [G berdiri di dekat meja G sambil memperhatikan S.]
120. SS : [SS masih dengan tenang mengerjakan soal latihan tadi. BS terlihat masih bingung mengenai
cara pengerjaan soal tersebut. Ada yang berulang kali bertanya kepada temannya, ada yang
membolak-balik buku dan berulang kali melihat papan tulis dan ada juga yang terlihat sedang
mengajari teman sebangkunya.]
121. G : [G kembali berkeliling mengamati SS sambil berbicara.] ”Ada yang sudah mendapatkan
hasilnya? Masih belum? Terapkan dulu ke sifat empat a, coba terapkan dulu sifat ke empat a.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
183
Jawaban S (Septi) :
1. log x 3 − 2.2 log x 2 + 2. log x + log 3 = 3
1
log x 3 − 2.2 log x + 2. log x + log 3 2 = 3
(kotak 8)
129. G : “ Coba jadi terapkan dulu sifat nomor berapa? Empat a ya, setelah empat a sifat nomor dua
dan tiga. [G memperhatikan cara pengerjaan S7 yang maju.] Baik berhenti dulu.” [G meminta
S7 yang mengerjakan ke depan tadi untuk berhenti dulu mengerjakannya.]
130. S7 : [ S7 lalu berhenti mengerjakan dan melihat ke arah G.]
131. G : ”Coba baris kedua tadi menerapkan sifat nomor berapa? [G mengingatkan S7 supaya
menggunakan sifat nomor 4a dulu] Diterapkan dulu sifat nomor empat a. Coba S7, sifat
nomor empat a itu apa to? Diperhatikan. [G berjalan ke belakang kelas.] Sifat nomor empat a
apa?”
132. S7 : [Setelah mendapat pengarahan dari G, maka S7 lalu menghapus pekerjaannya yang kurang
tepat tadi. S7 tidak menjawab pertanyaan G tentang bunyi sifat 4a]
133. G : [Memperhatikan S7 dalam mengerjakan, karena melihat S7 masih kurang tepat maka G
mengingatkan S7 mengenai bunyi sifat nomor empat a.] ”Coba S7 sifat nomor empat a
bagaimana to bunyinya? ”
134. S7 : [S7 memperhatikan G lalu menjawab pertanyaan dari G.] ”a log b pangkat n sama dengan n
kali a log b.”
135. G : [G memperhatikan S7 lalu berbicara kepada S7.] ” Iya, kamu terapkan dimana itu? ”
136. S7 : [S7 melihat ke arah G lalu menjawab pertanyaan G.] ” Dua log x pangkat dua.”
137. G : ” Iya betul, dua log x pangkat dua, menjadi berapa? [G kembali mengulangi pertanyaannya.]
138. S7 : [S7 menjawab tidak yakin, masih ragu-ragu.]” Dua kali dua log x”
139. G : [Melihat S7 yang menjawab dengan ragu-ragu, maka G memberikan soal pancingan.] “
Bilangan pokoknya berapa itu?”
140. S7 : [S7 melihat ke arah SL siapa tahu ada yang bisa membantunya, tetapi SL tidak bisa
membantu karena mereka juga tidak tahu. Lalu S7 menjawab dengan ragu-ragu.] ” Sepuluh.”
141. G : [G mengajukan pertanyaan pancingan pada S7 lagi.] ”Kalau sepuluh menjadi ?
142. S7 : ”Sepuluh log dua...[ Merasa jawabannya kurang tepat lalu meralat jawabannya.]
Eee..sepuluh kali dua log ...”.[tidak meneruskan ucapannya tetapi malah menghapus angka 2
2
pada tulisan log x . (lihat kotak 8)]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
184
143. G : [G mulai bergerak mendekati S7 lalu bertanya kepada S7.] ”n-nya berapa itu? ”
144. S7 : [S7 menjawab pertanyaan G dengan yakin.] ” n-nya dua.”
145. G : [ G kembali bertanya kepada S7] ”n-nya dua, berarti menjadi?”
146. S7 : ”Dua kali.....” [S tidak meneruskan ucapannya tadi, lalu segera mengganti angka 2 yang
10
dihapus tadi menjadi angka 10 sehingga menjadi log x . (lihat kotak 9)]
Jawaban S (Septi) :
1. log x 3 − 2.2 log x 2 + 2. log x + log 3 = 3
1
log x 3
− 2. 10
log x + 2 . log x + log 3 2
= 3
(kotak 9)
147. G : [G meminta kepada S7 untuk menghapus angka 10.] ”Sepuluhnya tidak usah ditulis.”
148. S7 : [S7 menghapus angka 10.]
149. G : ”Menjadi apa? dua log x pangkat dua itu menjadi?” [Gbertanya kembali pada S yang maju
tadi.]
150. S7 : [S7 menjawab pertanyaan G sambil melihat pekerjaannya.] ”Log x pangkat empat.”
151. G : ”Log....[ karena S7 menjawab dengan benar, maka G tidak melanjutkan ucapannya. Lalu
meminta S7 untuk menuliskan jawabnnya tadi di papan tulis.] Betul, silahkan ditulis.”
10 2 4
152. S7 : [S7 lalu menghapus kembali tulisan 2. log x dan menggantinya dengan 2. log x . (lihat
kotak 10)]
Jawaban S (Septi) :
1. log x 3 − 2.2 log x 2 + 2. log x + log 3 = 3
1
(kotak 10)
153. G : [Melihat S7 bingung dalam menulis, lalu G berkomentar kepada S7 yang maju tadi.]
”Menjadi apa tadi? [Setelah S7 selesai mengganti, G kembali bertanya kepada S7.] Empatnya
dari mana? Empatnya dari?”
154. S7 : [S7 terdiam memandang pekerjaannya dan agak kebingungan mengerjakan soal tersebut.
4 4
Ternyata tulisan 2. log x yang dia tulis itu salah. Lalu dia menghapus lagi x dan
kebingungan mau diganti dengan apa lagi. ]
155. G : [G bertanya kepada S7.] ”n-nya berapa to itu?”
156. S7 : ”n-nya dua..” [S7menjawab pertanyaan G dengan benar.]
157. G : ”Dua, betul ya m-nya dua. [G bertanya lagi kepada S7] ” a-nya ? ”
158. S7 : ”a-nya sepuluh.” [S7 menjawab dengan benar lagi]
159. G : ”b-nya?” [G kembali bertanya kepada S7 tadi.]
160. S7 : [S7 menjawab pertanyaan G sambil melihat ke arah G.] ”x pangkat dua.”
161. G : ”Ya x pangkat dua. [G memberi pancingan lagi dengan pertanyaan] Berarti akan menjadi ?”
162. S7 : [S7 sambil tersenyum kepada G karena tidak tahu bagaimana mengerjakannya.]
163. G : ”Bagaimana? Mungkin ada yang bisa membantu? [Sambil tersenyum kepada S7, G memberi
kesempatan kepada SL untuk membantu S7 yang maju tadi.] Atau yang mau maju, yuk..”
164. S8 : [Lalu ada seorang S8 yang terlihat memberitahu S7 yang maju tadi bagaimana cara
mengerjakan soal tersebut, S7 lalu kembali ke tempat duduknya dan mendengarkan S8 ketika
menjelaskan pada S7]
165. G : [G menawarkan kepada SL yang mau membantu S7.] ”Siapa yang mau maju membantu S7?
Siapa yang mau maju?”
166. SS : [SS belum ada yang berniat maju ke depan, sampai G meminta berkali-kali.]
167. G : ”Supaya S7 nanti juga bisa melihat, oya harusnya semacam itu. S9 mau maju?” [menunjuk
seorang S9 untuk maju mengerjakan.]
168. S9 : [S9 yang di panggil tadi langsung maju ke depan mengerjakan. (lihat kotak 11)]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
185
Jawaban S (Tri) :
1. log x 3 − 2. log x 2 + 2. log x + log 3 = 3
1
log x 3 − log x 4 + log x 2 + log 3 2 = 3
⎛ x3 ⎞
1
⎜⎜ log 4 ⎟⎟ + log x 2 + log x 2 = 3
⎝ x ⎠
1
1 Sifat logaritma :
log + log x 2 + log 3 2 = 3
x
⎛ 1 2⎞
1 a
logb = c ⇔ a c = b
⎜ log .x ⎟ + log 3 2 = 3
⎝ x ⎠
1
log x + log 3 2 = 3
1
log x.3 2 = 3
1 (kotak 11)
10 3 = x.3 2
1000 1000
1000 = x. 3 → x = = 3
3 3
169. G : ”Coba diperhatikan ya S7. Untuk mengubah memakai sifat nomor berapa tadi?” [G kembali
berkeliling kelas dan berhenti di meja paling belakang sambil mengamati S8 dalam
mengerjakan.]
170. BS : [BS menjawab pertanyaan G.] ”Empat..”
171. G : ”Sifat nomor empat ya. Sifat nomor empat ada dua kemungkinan yang bisa dipakai. Nah
perhatikaan bahwa n-nya itu naik. S7 n-nya naik ya, bukan n-nya tetap dibawah.
[memberitahu S7 dimana letak kesalahan S7 tadi.] Jadi dari apa namanya n kali a log b itu
sama dengan a log b pangkat n. Duanya naik jadi x pangkat dua dikuadratkan, itu x pangkat
empat. [G masih terus memperhatikan S9 yang maju mengerjakan tadi sambil mengkoreksi
siapa tahu ada yang kurang tepat.] Diteruskan Tri, yuk diteruskan. Baik itu ya coba
diperhatikan. Betul dari sifat nomor empat dilakukan, kemudian sifat nomor tiga baru sifat
nomor dua. Ok, mau bisa langsung bisa terus. Coba setelah sampai di situ Tri, kira-kira
menggunakan sifat nomor berapa? nomor? Sifat yang bisa dipakai?”
172. S9 : [S9 memperhatikan G dan menjawab pertanyaan G ] ”Dua Pak.”
173. G : ”Dua ya, silahkan lakukan sifat nomor dua.” [Meminta S9 yang maju tadi untuk meneruskan
menyelesaikan soal tersebut sampai yang paling sederhana menggunakan sifat nomor dua. (
lihat kotak 11)]
174. S9 : [S9 yang maju tadi segera menerapkan sifat nomor2 untuk menyelesaikan soal tersebut. (lihat
kotak 11)]
175. G : ”Baik, begitu ya. Sifat nomor dua, ada sifat lain yang bisa digunakan lagi tidak setelah sampai
disitu? Ada tidak?” [G bertanya kepda SS.]
176. SS : [SS tidak menjawab pertanyaan G, mereka ada yang terdiam memperhatikan S9 dalam
mengerjakan, ada juga yang sibuk menyalin jawaban S9 dalam buku mereka masing-masing.]
177. G : ”Jadi betul sifat nomor dua akan menjadi log x kali tiga pangkat setengah sama dengan tiga.
[G bertanya kepada S9.] Ok, terus kira-kira bagaimana Tri?
178. S9 : [S9 masih berdiri di depan kelas sambil berfikir bagaimana meneruskan jawaban itu.]
179. G : ” Coba masih ingat definisi logaritma? Coba kamu tulis disampingnya. Pakailah definisi
logaritma a log b... ” [meminta S9 untuk menulis definisi logaritma. ] ”Ayo tulis... a log b
sama dengan c itu artinya apa? ”
180. S9 : [S9 menulis definisi logaritma seperti apa yang diperintahkan oleh G (lihat kotak 11)] ”a
pangkat c sama dengan b.”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
186
181. G : ” a pangkat c sama dengan b, bagus. Coba terapkan.” [G kembali bertanya kepada S9] ”a-nya
berapa?”
182. S9 : [S9 menjawab pertanyaan G.] ”Sepuluh.” [ SL memperhatikan S9 dalam mengerjakan. BS
memperhatikan pula tetapi sambil ikut menulis.]
183. G : ”Sepuluh ya.” [G bertanya kembali.] ”b-nya?”
184. S9 : [S9 menjawab pertanyaan G dengan benar.] ” x kali tiga pangkat setengah.”
185. G : ” Iya, silahkan. Tiga pangkat setengah ya. silahkan diterapkan. [G masih memperhatikaan S9
dalam mengerjakan.] Iya, terus bisa selesaikan tidak itu? Iya itu x-nya tiga setengah atau tiga
1
pangkat setengah? [Bertanya kepada S9 karena tulisan S9 kurang jelas.. 3 2 dikira G adalah
1
3 .]
2
186. S9 : [S9 membetulkan tulisannya yang kurang jelas tadi.] ”Tiga pangkat setengah Pak.”
187. G : ” Tiga pangkat setengah ya, tiga pangkat setengah itu berapa to? ” [G bertanya hasilnya
kepada S9]
188. S9 : [S9 menulis 3 di papan tulis. (lihat kotak 11)] ”Akar tiga.” [. Setelah selesai S9 kembali ke
tempat duduknya]
189. G : ” Ya silahkan diganti akar tiga. X-nya berapa itu? Nah itulah hasilnya. Bisa to, begitu kan.
Baik itu sudah dicoba dikerjakan oleh Tri. Tapi harus pakai bantuan. Sebenarnya bisa tapi apa
namanya jalannya. Jadi langkah pertama betul jadi gunakan sifat nomor empat. Nah untuk
bisa menggunakan sifat nomor dua, sifat empat digunakan. X pangkat empat itu dari mana? X
pangkat dua di kuadratkan, pangkatkan dua. a pangkat p pangkat q menjadi a pangkat pq. X
pangkat dua pangkat dua menjadi x pangkat empat. Ya jadi duanya naik kesana, ini juga
duanya naik kesana. Setelah itu menggunakan sifat, sebenarnya bisa langsung...bisa langsung
ya sebenarnya. Tapi ini Tri menggunakan satu-satu. Ini menggunakan sifat nomor tiga dulu,
selesai hasilnya ini [sambil menunjuk pekerjaan S9 tadi.(kotak 11)] lalu menggunakan sifat
nomor dua hasilnya ini [menunjuk lagi pekerjaan S9.] terus menggunakan sifat nomor dua
lagi. Kalau dirasionalkan hasinya berapa itu? Waktu pangkat rasional bentuk akar hasilnya
berapa? seribu per akar tiga itu bisa dituliskan apa? Coba rasionalkan bentuk akarnya.
Kemarin sudah digunakan untuk teori b. [berjalan di depan kelas berbicara sambil tersenyum
melihat SS.] Berapa hasilnya? Iya kan kemarin, kan soal semacam itu lebih mudah. Berapa
hasilnya? Berapa?”
190. SS : [SS tidak menjawab pertanyaan dari G. Mereka hanya terdiam . BS sibuk menyalin jawaban
nomor 3 tadi dan ada yang memperhatikan G tetapi tidak menjawab pertanyaan G.]
191. G : ”Ada yang sudah menemukan hasilnya berapa? Dikalikan berapa to? Dikalikan..... [lalu G
meminta S9 yang maju tadi untuk mengerjakan kembali di papan tulis.] Silahkan ke depan
yuk..sekalian disempurnakan, sempurnakan. Jadi itukan sudah ketemu ya tapi penyebutnya
masih bentuk akar, coba rasionalkan seperti yang kemarin sudah lakukan. Dibawah atau
disampingnya.” [G berbicara sambil berjalan ke belakang kelas lalu memberitahu S9 supaya
mengerjakan dibawahnya atau disamping pekerjaannya tadi.]
192. S9 : [S9 kembali maju ke depan dan menyelesaikan soal tersebut sesuai permintaan G.]
193. G : ”Iya diteruskan, terus hasilnya berapa?”
1000 3
194. S9 : [S9 lalu menulis di papan tulis.]
3
195. G : ”Seribu akar tiga per tiga, biasanya menulisnya seribu per tiga akar tiga. Ya ini ya. Baik
biasanya menulisnya itu seribu per tiga akar tiga [G maju ke depan dan menambahkan
1000
3 pada pekerjaan S9 tadi. (lihat kotak 11)] Baik semacam itu ya. Karena kita telah
3
mempelajari merasionalkan bentuk akar, maka baik kalau kita mengerjakan sampai itu.” [G
kembali berjalan ke belakang lagi dan memberi kesempatan kepada SS untuk menyalin
jawaban nomor 3.]
196. SS : [SS menyalin jawaban S9 tadi di buku mereka masing-masing. Ada yang menulis sambil
mengobrol dengan temannya, ada pula yang menulis sambil tiduran.]
197. G : [G memberi kesempatan kepada SS untuk bertanya ] ”Ada pertanyaan dari nomor satu?
198. SS : [Tidak ada tanggapan dari SS, mereka masih sibuk menyalin jawaban di papan tulis.]
199. G : ”Baik hari ini kita mengulang sifat nomor satu sampai lima, kemudian pertemuan yang akan
datang kita akan meneruskan sifat yang nomor enam. Silahkan nanti dipelajari, kalau dalam
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
187
buku saya kebalik ya. Kalau dalam buku sifat yang kelima. Ya nanti dipelajari untuk
pertemuan berikutnya sifat nomor lima dan sifat nomor enam silahkan dipelajari. Kemudian
masih ada dua soal nomor dua dan nomor tiga. [Berjalan ke depan lagi, berbicara sambil
memperhatikan SS.] Tolong dikerjakan karena kalian tidak mengerti, matematika itu biasanya
harus banyak latihan. Pesan saya kalau kalian tidak latihan, matematika itu hanya bisa kalau
latihan . Kalau tidak latihan jadinya blank. Libur sepuluh hari, tidak buka buku sama sekali.
[G mengingatkan SS supaya banyak latihan.] Nomor dua ada yang bisa silahkan, waktunya
tinggal beberapa menit, ada yang bisa?” [meminta SS untuk maju ke depan mengerjakan. ]
200. SS : [SS tidak ada yang berminat untuk maju mengerjakan karena waktunya sudah mau habis.]
201. G : ” Kalau tidak ada yang maju untuk tugas saja. Sifat nomor enam silahkan nanti dipelajari.
Hanya ada satu a log b kali b log c sama dengan a log c. [Sambil menulis sifat nomor enam di
papan tulis. (lihat kotak 12)] Silahkan dipelajari untuk contoh-contohnya. Jadi selain sifat itu,
saya minta kalian mempelajari sifat itu dan dilihat dipelajari buktinya. Baik kita akhiri dulu
pertemuan hari ini.” [G mengakhiri pelajaran dengan memberi tugas.]
Sifat 6 :
a
log b.b log c = a log c
(kotak 12)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
188
A. STANDAR KOMPETENSI
1. Memecahkan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat, akar, dan
logaritma.
B. KOMPETENSI DASAR
1.1 Menggunakan aturan pangkat, akar, dan logaritma.
1.2 Melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan yang melibatkan
pangkat, akar, dan logaritma.
C. INDIKATOR
Mengubah bentuk pangkat ke bentuk logaritma dan sebaliknya
Melakukan operasi aljabar dalam bentuk logaritma
Menyederhanakan bentuk aljabar yang memuat bentuk pangkat, akar, dan
logaritma
Membuktikan sifat-sifat sederhana tentang bentuk pangkat, akar, dan
logaritma
D. SUMBER BELAJAR
Buku Matematika SMA Kelas X, Team MGMP Yayasan Tarakanita, 2007
Buku Matematika XYZ Kelas X, Erlangga, Sartono Wirodikromo, 2006
Buku referensi lain
E. MATERI
Bentuk Logaritma
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
189
F. METODE
1. Pendekatan : Penemuan
2. Metode : * diskusi dan informasi
* tanya jawab
G. KEGIATAN PEMBELAJARAN
2 1. Kegiatan Awal
a. Membahas PR
b. Menyampaikan kegiatan hari ini
2. Kegiatan Inti
a. Membuktikan sifat-sifat logaritma :
=a
g
log a
1. g
3. Kegiatan Akhir
a. Mengerjakan penilaian proses
b. Memberikan PR
3
1. Kegiatan Awal
a. Membahas PR
b. Menyampaikan kegiatan hari ini
2. Kegiatan Inti
a. Membuktikan sifat-sifat logaritma :
mg
4. a. ga
log a m = log a
n
b. ga
log a n = g log a
1
5. g
log a = a
log g
b. Menerapkan sifat-sifat di atas untuk
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
191
mengerjakan soal.
3. Kegiatan Akhir
a. Mengerjakan penilaian proses
b. Memberi PR
4
1. Kegiatan Awal
a. Membahas PR
b. Menyampaikan kegiatan hari ini
2. Kegiatan Inti
a. Membuktikan sifat-sifat logaritma :
6. g log ax a log b = a log b
b. Menerapkan sifat-sifat di atas untuk
mengerjakan soal
3. Kegiatan Akhir
Mengerjakan penilaian proses
H. PENILAIAN :
Teknik Penilaian :
1. Ulangan harian
2. Tugas individu
3. Non tes
Bentuk Instrumen :
1. Uraian
2. Uraian berstruktur
3. Pengamatan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
192
I. INSTRUMEN PENILAIAN : -