0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
66 tayangan9 halaman

TikTok sebagai Media Pembelajaran SD

TikTok memiliki potensi untuk digunakan sebagai media pendukung pembelajaran di sekolah dasar karena disukai siswa dan menyediakan konten edukasi pendek. Penelitian ini menganalisis potensi penggunaan TikTok berdasarkan studi pustaka tentang media sosial sebagai alat pembelajaran. Hasilnya, TikTok dapat menampilkan materi pelajaran untuk mendukung pengajaran guru secara interaktif.

Diunggah oleh

saiba hell
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
66 tayangan9 halaman

TikTok sebagai Media Pembelajaran SD

TikTok memiliki potensi untuk digunakan sebagai media pendukung pembelajaran di sekolah dasar karena disukai siswa dan menyediakan konten edukasi pendek. Penelitian ini menganalisis potensi penggunaan TikTok berdasarkan studi pustaka tentang media sosial sebagai alat pembelajaran. Hasilnya, TikTok dapat menampilkan materi pelajaran untuk mendukung pengajaran guru secara interaktif.

Diunggah oleh

saiba hell
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

POTENTIAL UTILIZATION OF TIKTOK AS LEARNING SUPPORT

MEDIA IN ELEMENTARY SCHOOL


Restu Yulia Hidayatul Umah1*, Yulia Anggraini2
1
Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
2
Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
umah@[Link]

Abstract: Not all the material taught by the teacher is easy for students to understand. Some
materials require in-depth exploration by students. So the creativity of teachers in planning
learning both in the management of materials, strategies, and learning media is very much
needed. TikTok social media is loved by all groups, including elementary school students.
The existence of TikTok social media can be used as a supporting media in learning. This
study aims to describe the media to support learning in elementary schools through the use
of social media TikTok. The method in this research is library research by exploring several
journals, books, and other sources relevant to the use of TikTok as a medium to support
learning. As a result, TikTok social media has the potential to be used as a medium to
support primary school student learning in various subjects including Indonesian, foreign
languages, religious education, arts, Civics, and so on. Directly students can explore the
learning materials displayed on TikTok social media so that they support the material taught
by the teacher.

Keywords: supporting media, elementary school learning, TikTok

1. INTRODUCTION
Di antara tugas pendidik atau guru adalah menciptakan suasana pembelajaran yang
dapat memotivasi siswa untuk senantiasa belajar dengan baik dan bersemangat. Suasana
pembelajaran yang demikian akan berdampak positif dalam pencapaian prestasi belajar yang
optimal. Oleh karena itu guru sebaiknya memiliki kemampuan dalam memilih media
pembelajaran yang tepat. Ketidak-tepatan dalam memilih media akan menimbulkan
kejenuhan bagi siswa dalam menerima materi yang disampaikan sehingga materi kurang
dapat dipahami.
Menurut Rusman media pembelajaran adalah suatu alat untuk mempertinggi proses
interaksi guru dengan siswa dan interaksi siswa dengan lingkungan dan sebagai alat bantu
mengajar yang dapat menunjang penggunaan metode mengajar yang digunakan oleh guru
dalam proses belajar.1 Media pembelajaran merupakan alat belajar yang membantu pendidik
dalam mempermudah proses pembelajaran dan menambah wawasan bagi peserta didik.
Perkembangan teknologi yang menghasilkan berbagai media pembelajaran digital sangat
berpengaruh dalam pembelajaran dengan menjadi sarana penghubung yang digunakan
pendidik untuk menyampaikan materi kepada peserta didik. Namun pendidik terkadang
kebingungan dalam menentukan dan menggunakan media pembelajaran, pada akhirnya
pendidik kembali menggunakan media pembelajaran yang monoton.2 Sehingga peserta didik
merasa bosan, tidak memiliki minat belajar dan tidak memahami materi yang diberikan
selama pembelajaran berlangsung.
Hal ini juga sejalan dengan pendapat Arsyad 3, bahwa penggunaan media dalam
pembelajaran akan meningkatkan efektifitas pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran
dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat baru, serta
Rusman, Belajar Dan Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan (Jakarta: Kencana, 2017).
1

Lalu Gede Muhammad Zainudin Atsani, “Transformasi Media Pembelajaran Pada Masa Pandemi
2

COVID-19,” Al Hikmah 1, no. 1 (2020).


3
Azhar Arsyad, Media Pembelajaran (Jakarta: Rajawali Pers, 2014).
membangkitkan motivasi belajar. Di samping itu, pengunaan media pembelajaran sangat
penting karena secara langsung dapat menyingkat waktu. Artinya, pembelajaran dengan
menggunakan media dapat menyederhanakan masalah terutama dalam menyampaikan hal-hal
yang baru dan asing bagi siswa. Di era perkembangan teknologi seperti saat ini
mengakibatkan penggunaan media sosial sangat menjamur oleh segala kalangan, termasuk
pada anak sekolah dasar. Media sosial adalah media online yang digunakan untuk
memperkenalkan diri, berinteraksi, berbagi informasi ke semua orang dan membangun
hubungan antara pengguna dalam dunia maya.4
Media sosial merupakan alat dan sarana yang dipakai oleh seseorang untuk berbagi
informasi antar satu sama lain. Media sosial dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran bagi
generasi Z yang mana harus didesain penggunaan antara media sosial dan pembelajaran
menjadi satu kesatuan. Selain itu media sosial dapat digunakan untuk sarana pembelajaran
dengan memperhatikan fasilitas dan dukungan proses. Sehingga penggunaan media sosial
yang memanfaatkan teknologi dapat menjadi media pembelajaran bagi generasi Z karena
dalam kesehariannya menggunakan media sosial sehari-hari baik oleh peserta didik maupun
pendidik. Media sosial yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran seperti yang
menampilkan video pembelajaran dalam aplikasi YouTube, TikTok, dan Instagram.
Salah satu media sosial yang banyak digunakan siswa saat ini adalah TikTok. Tik Tok
merupakan sebuah aplikasi jaringan sosial dan platform video musik asal Tiongkok yang
diluncurkan pada September tahun 2016. Aplikasi tersebut dipergunakan para penggunanya
untuk membuat video musik berdurasi pendek mereka sendiri. 5 Di samping kepopuleranya
aplikasi TikTok ini, terdapat keunggulan yang membuatnya banyak disukai oleh peserta
didik. Misi dari aplikasi TikTok ini adalah untuk menginspirasi kreativitas dan membawa
kegembiraan karena walaupun durasi video yang ditampilkan singkat tetapi dapat dikemas
dengan baik sehingga tidak membosankan. Terdapat banyak kategori content di TikTok yang
dapat dinikmati yaitu comedy/meme, edukasi, fashion and beauty, food, dan vlog video.
Aplikasi TikTok merupakan aplikasi yang disukai, dikagumi, menarik, dan digandrungi
oleh para milenial. TikTok memberikan wadah kepada penggunanya untuk mengekspresikan
dan menyalurkan kreasinya melalui video atau konten yang dibuat pada aplikasi TikTok.
Aplikasi tersebut menghadirkan special effect yang menarik dan mudah digunakan untuk
membuat konten atau video. Tik tok dapat dijadikan pilihan sebagai media pembelajaran
yang menarik dan interaktif bagi siswa. Tetapi demikian, selain memiliki keungguluan,
pastinya TikTok juga memiliki kelemahan dalam penggunaannya. Kelemahan dari TikTok
sebagai media pembelajaran adalah durasi untuk penyajian videonya sangat singkat sehingga
tidak semua materi pelajaran dapat menggunakan media ini. Selain itu image content
comedy/meme di tik tok cenderung lebih menonjol.
TikTok merupakan media kreatif yang dapat diolah menjadi media pembelajaran yang
menarik dan interaktif, sudah pasti guru harus berinovasi dan kreatif dalam mengolah konten
yang akan disajikan kepada siswa. Jadi, aplikasi mobile tik tok tidak hanya berfungsi sebagai
aplikasi mobile hiburan saja namun juga bisa berfungsi sebagai aplikasi mobile pembelajaran
yang mana dapat dijadikan salah satu media pembelajaran dalam mendukung proses
pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan media
pendukung pembelajaran di sekolah dasar melalui pemanfaatan media sosial TikTok.

4
Wahyuni Januarti Drakel, Maria Heny Pratikno, and Titiek Mulianti, “Perilaku Mahasiswa Dalam
Menggunakan MediaSosial Di Universitas Sam Ratulangi Manado,” HOLISTIK, Journal of Social and Culture
Vol 11 No (2018).
5
Lira Hayu Afdetis Mana, “Respon Siswa Terhadap Aplikasi Tiktok Sebagai Media Pembelajaran Bahasa
Indonesia,” JIRA: Jurnal Inovasi Dan Riset Akademik Vol 2 No 4 (2021).
2. METHODS
Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif
adalah penelitian yang bersifat deskriptif dan lebih cenderung menggunakan analisis.6 Pada
penelitian ini penulis mencoba mengkaji pemanfaatan media social TikTok yang berpotensi
menjadi media penunjang pembelajaran di sekolah dasar. Adapun jenis penelitian ini adalah
kategori penelitian kepustakaan (Library Research) merupakan salah satu penelitian yang
menggunakan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan cara melakukan
penelaahan terhadap buku, catatan, literatur, atau pun dengan berbagai laporan yang memiliki
keterkaitan dengan masalah yang ingin dipecahkan.7 Jadi, penelitian Library Reseach ini
didasarkan pada data-data yang berasal dari jurnal-jurnal penelitian, buku, dan sumber-
sumber lainnya yang relevan dengan pemanfaatan TikTok sebagai media pendukung
pembelajaran.

3. RESULTS AND DISCUSSION


Media Sosial TikTok
Aplikasi TikTok adalah sebuah jejaring sosial dan platform video musik asal negeri
Tiongkok yang diluncurkan pada awal September 2016. Aplikasi tersebut memberi akses
kepada para pemakai untuk membuat video musik pendek mereka sendiri. Berkarya dengan
memanfaatkan digital lebih cepat diapresiasi masyarakat, lebih mudah diterima, dan lebih
menarik. Mayoritas pengguna TikTok juga kalangan anak-anak muda, usia sekolah, atau usia
produktif. Aplikasi ini digandrungi karena menarik sehingga menjadi primadona di kalangan
generasi milenial. Aplikasi ini memberikan desain antarmuka dan model produksi konten
interaktif secara optimal dan ramah digunakan serta dapat memberikan kemudahan saat
digunakan dalam pembelajaran. Siswa gemar menggunakan aplikasi ini karena media sosial
dapat membuat mereka senang ketika mereka bosan.
Per April 2022, pengguna aktif bulanan TikTok di Indonesia sebesar 99,1 juta orang.
Jumlah tersebut menjadi yang terbesar kedua setelah Amerika Serikat. 8 Sejalan dengan Yang,
Zhao, dan Ma, media sosial Tik Tok telah menjadi budaya populer di Indonesia, hal ini
didukung dari beberapa alasan, yaitu video pendek yang dekat dengan realitas dan situasi
umum, layanan video pendek yang sederhana, pengoperasian yang mudah, tingkat produksi
yang canggih, kebebasan untuk pengguna, konten yang membahas trend kekinian, efek orang
berpangaruh/selebriti, serta pemasaran yang menarik. Sedangkan fenomena Tik Tok sebagai
media komunikasi edukasi diantaranya:9
Video pendek yang dekat dengan realitas dan situasi umum. Video yang diisi
dengan lagu yang berdurasi pendek oleh pembuat konten Tik Tok memiliki hubungan erat
dengan kenyataan di masyarakat, dibalut dengan hiburan, pengetahuan sebagai konten utama
sehingga dapat dengan mudah menarik perhatian pengunjung Tik Tok
Layanan video pendek yang sederhana. Pada bagian ini kreator atau pengguna Tik
Tok diberikan kemudahan untuk membuat kreasi, mulai dari pemilihan musik latar yang
sudah ada layanan “search”, namun jika kreator tidak mengetahui judul lagu yang akan
dimasukkan ke videonya, maka kreator bisa langsung memilih lagu pada video dari pengguna

6
Azkari Zakariah, Vivi Afriani, and M. Zakariah, Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Action
Research (Research and Development (R and D)) (Kolaka: Yayasan Pondok Pesantren Al Mawaddah
Warrahmah, 2020), 27.
7
Milya Sari and Asmendri, “Penelitian Kepustakaan (Library Research) Dalam Penelitian Pendidikan
IPA,” Natural Science : Jurnal Penelitian Bidang IPA Dan Pendidikan IPA 6, no. 1 (2020): 43.
8
Monavia Ayu Rizaty, “Pengguna Tiktok Indonesia Terbesar Kedua Di Dunia,” Data [Link], 2022,
[Link]
9
Rafika Rasdin, Yeti Mulyati, and Khaerudin Kurniawan, “Fenomena TikTok Sebagai Media Komunikasi
Edukasi,” in Riksa Bahasa XV, n.d.
lain yang sudah menggunakannya, sehingga proses pembuatan konten kekurangannya dap at
diminimalisisir.
Konten yang membahas trend kekinian. Kaum milenial adalah pengguna utama yang
selalu mengikuti trend saat ini, mulai dai trend hidup sehat, pemandangan indah, hiburan,
kecantikan , gerakan fisik, pendidikan, emosional, dan sebagainya.
Efek orang berpengaruh/Selebriti. Kian maraknya selebriti di Indonesia yang telah
menggunakan media sosial Tik Tok menjadikan banyak masyarakat mengikuti segala apa
yang dilakukan selebriti tersebut di akunnya.
Pemasaran yang menarik. Teknik pemasaran Tik Tok yang menarik yaitu dengan
meningkatkan konten yang menyenangkan, mengurangi biaya, dan meningkatkan kontribusi
pada penyebaran video dengan cepat
Ada beberapa langkah dalam pembuatan konten atau video pembelajaran dalam media
TikTok, diantaranya: pertama, jika aplikasi TikTok belum terinstal di HP maka harus instal
dulu aplikasinya. Aplikasi bisa di download secara gratis di google playstore untuk pengguna
android atau App Store untuk pengguna IOS. Caranya ialah, 1) masuk aplikasi playstore atau
App Store; 2) search dengan mengetikkan TikTok; 3) instal aplikasinya.
Kedua, log in akun TikTok. Jika akan mengakses, membuat, dan menyimpan video di
TikTok harus melakukan log in terlebih dahulu. Caranya ialah, (1) buka aplikasi TikTok; (2),
klik simbol orang yang ada di bagian pojok kanan bawah; (3) Log in dengan salah satu akun
Facebook, Instagram, atau Google.
Ketiga, cara merekam video. Sebelum melakukan pengeditan video yang diinginkan,
terlebih dahulu harus melakukan perekaman video, dengan cara klik simbol plus (+) pada
bagian tengah jika akan membuat video langsung.
Keempat, cara edit video. Jika rekaman sudah selesai, maka secara otomatis akan
ditampilkan beberapa pilihan. Bisa langsung menyimpan hasil rekaman atau menginginkan
diedit terlebih dahulu. Jika menginginkan pengeditan video sesuai dengan kebutuhan
pembelajaran, TikTok menyiapkan tiga fitur yaitu edit music, sound, dan special effect. Cara
mengeditnya ialah: (1) untuk edit music, pilih genre musik sesuai kebutuhan pembelajaran
yang akan disampaikan dengan mengklik “more” untuk dapatkan berbagai genre lagu
lainnya, fitur ini hanya untuk memilih bagian lagu saja, caranya dengan menggeser simbol
kuning ke kanan dan ke kiri. Jika sudah memilih bagian lagu yang diinginkan, maka bisa
langsung klik tanda “checklist” yang ada di dalam kotak berwarna merah muda; (2) untuk
edit sound, fitur ini bisa menentukan seberapa besar volume untuk original soundtrack dan
soundtrack; (3) jika sudah selesai dengan musik dan sound, tambahkan efek yang menarik
untuk video dengan cara klik pada fitur “special effects” untuk bisa pilih salah satu ragam
efek seperti shake, illusion, black magic dan lainnya; (4) jika menginginkan efek dengan
durasi tertentu bisa klik salah satu fitur “Time Effects”.
Kelima, ketika video sudah dirasa cukup, klik save di bagian pojok kanan atas dan
menyimpan hasilnya dengan klik draft, namun jika ingin langsung mengupload ke sosial
media maka klik post, dan apabila menginginkan untuk share video, bisa share link atau
video bisa diunduh terlebih dahulu kemudian share video tersebut.

Implementasi Media Sosial Tiktok dalam Pembelajaran Siswa Sekolah Dasar


Berdasarkan penelitian Aji & Setiyadi10, aplikasi Tik Tok bersama dengan pengunaan
metode dan teknik yang tepat, dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran interaktif
pada pembelajaran dan pengajaran bahasa dan sastra Indonesia. Senada dengan penelitian
Syafri & Kulsum11 menyatakan bahwa berdasarkan observasi melalui TikTok, peserta didik
dapat memahami dengan mudah konsep abstrak melalui pengalaman konkret. Konsep abstrak
10
Wisnu Nugroho Aji and Dwi Bambang Putut Setiyadi, “Aplikasi Tik Tok Sebagai Media Pembelajaran
Keterampilan Bersastra,” METAFORA Vol 6 No 2 (2020).
di sini adalah materi pelajaran yang disampaikan guru melalui TikTok. Pengalaman konkret
yaitu berupa penyelesaian tugas dengan mengunggah video penjelasan melalui TikTok.
Artinya, mereka menerima materi berbentuk konsep abstrak, kemudian dimaknai dengan
pengalaman langsung (konkret).
Melihat berbagai fitur yang ada pada aplikasi Tik Tok, maka sangat dimungkinkan
untuk didesain sebagai media pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Pembelajaran
bahasa dan Sastra Indonesia dengan empat keterampilan inti yaitu menulis, menyimak,
berbicara, dan membaca serta keterampilam bersastra yang terintegrasi di dalamnya. Seperti
halnya penelitian Rasyid,12 peran media pembelajaran penting untuk menunjang
pembelajaran dalam mengapresiasikan puisi dengan siswa yang antusias dan menarik untuk
menggali kreativitas serta keterampilan membaca puisi. Dalam menggali kreativitas peserta
didik, maka pendidik pun harus menentukan media pembelajaran yang cocok dengan aplikasi
TikTok. Pemanfaatan aplikasi TikTok dalam membacakan puisi dapat membuat siswa
antusias dengan melihat karya orang lain, berlomba-lomba menggali kreativitas dan mengedit
video serta berusaha untuk menjadi karya terbaik diantara kelompok lainnya. Kemudian
penelitian Santoso dan Sukartiningsih13 menunjukkan, keterampilan berbicara siswa sekolah
dasar dapat ditingkatkan melalui media sosial TikTok. Siswa menjadi lebih kreatif dan aktif
pada proses pembelajaran karena adanya bantuan media yang menjadikan pembelajaran tidal
cepat membosankan karena adanya berbagai macam special effect, stiker, dan music yang
menarik.
Media TikTok juga bermanfaat pada pembelajaran Bahasa Inggris, sesuai dengan hasil
penelitian dari Nasiba14, TikTok merupakan media pembelajaran yang mampu meningkatkan
penguasaan kosakata Bahasa Inggris pada siswa sekolah dasar. Faktor yang
mempengaruhinya yaitu penggunaan media audio-visual yang menarik menggunakan aplikasi
TikTok. Penggunaan media audio-visual sendiri memberikan beberapa kelebihan ketika
digunakan dalam pembelajaran untuk memberanikan siswa dalam balajar bahasa Inggris,
karena siswa dapat melihat objek secara nyata. Selanjutnya, media audio-visual sangat
penting untuk mempelajari bahasa Inggris karena media tersebut menjelaskan kata dimana
siswa belum mengerti sebelumnya.
Kemudian pembelajaran Bahasa Jawa pun juga dapat menggunakan TikTok sebagai
media pembelajaran. Hal ini diperkuat dengan penelitian dari Nurcahyo dan Jadmiko 15,
TikTok berbahasa Jawa dapat digunakan sebagai media pembelajaran Bahasa Jawa. Hal
tersebut didukung dengan penggunaan konten TikTok sebagai media pembelajaran membuat
siswa sekolah dasar lebih mudah memahami pembelajaran Bahasa Jawa dan membuat siswa
tidak bosan untuk mengikuti pembelajaran. Konten yang layak digunakan sebagai media
pembelajaran harus sesuai dengan kaidah Bahasa Jawa dan dapat memberi wawasan atau
pemahaman baru terhadap siswa terkait Bahasa Jawa. Selain pada pembelajaran Bahasa
Jawa, aplikasi TikTok juga dapat digunakan sebagai media pembelajaran dalam pembelajaran
11
Elsa Putri Ermisah Syafri and Umi Kulsum, “TikTok; Media Pembelajaran Alternatif Dan Atraktif Pada
Pelajaran PPKn Selama Pandemi Di SMP Negeri 2 Mertoyudan,” in SENADI: Seminar Nasional Dinamika
Informatika (Universitas PGRI Surakarta, 2021).
12
Masdar Helmy Rasyid, “Pembelajaran Puisi Secara Daring Dengan Media Pembelajaran Berbasis
Aplikasi (Tik Tok) Kelas X SMA Negeri 3 Pati,” in Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana (Prosnampas),
2020.
13
Lenny Tri Utami Santoso and Wahyu Sukartiningsih, “Pengaruh Pemanfaatan Media Sosial Tik Tok
Terhadap KLeterampilan Berbicara Siswa Kelas IV SDN Trosobo II,” JPGSG Vol 9 No 9 (2021).
14
Umu Nasiba, “Aplikasi Tiktok Sebagai Media Pembelajaran Upaya Peningkatan Penguasaan Kosakata
Bahasa Inggris Sekolah Dasar Kelas 5 Di Masa Pandemi Covid-19,” in Lomba Nasional PTK Jenjang SD
(Kumpulan Artikel Penelitian Tindakan Kelas Magister Pendidikan Dasar Universitas Muhammadiyah
Surakarta, n.d.).
15
Septa Febi Nurcahyo and Rahmat Setyo Jadmiko, “Kelayakan Konten TikTok Berbahasa Jawa Untuk
Media Pembelajaran Bahasa Jawa Di Sekolah Dasar,” Sultra Educational Journal Vol 2 No 2 (2022).
bahasa Arab mengenai maharah kalam (keterampilan berbicara) karena dapat menarik
perhatian dan dekat dengan siswa. Adapun aplikasi TikTok juga memenuhi kebutuhan belajar
siswa yang interaktif, memiliki banyak fitur yang dapat digunakan dalam proses
pembelajaran dan relevan dengan perkembangan, pengalaman, serta karakteristik siswa
sebagai generasi milenial yang lekat dengan dunia digital.16 Bahkan dalam pembelajaran
bahasa Arab menjadi mudah dimengerti dengan menggunakan aplikasi TikTok yang
menampilkan materi secara ringkas dan lebih mudah dipahami serta durasi yang singkat.17
Selain pada pembelajaran Bahasa, TikTok dapat dimanfaatkan pula pada pembelajaran
seni. Penelitian Luisandrith dan Yanuartuti 18, menghasilkan penggunakan aplikasi TikTok
dalam pembelajaran Seni tari terlaksana dengan kondusif dan siswa menjadi semakin kreatif
dalam pembuatan karya seni tari serta siswa menanggapi pembelajaran seni tari tersebut
dengan sangat antusias, siswa bisa langsung melihat apa saja yang diterangkan guru secara
jelas, tidak hanya sekedar membayangkan. Siswa mampu menirukan gerak tari yang
ditampilkan dalam video pembelajaran tersebut dan mau untuk memeragakannya. Kemudian
Fatimah, Hasanudin, dan Amin19, mengungkapkan aplikasi TikTok dapat digunakan sebagai
media pembelajaran mendemonstrasikan teks drama dan pemanfaatan aplikasi TikTok
sebagai media pembelajaran mendapatkan respons positif peserta didik sebagai media
pembelajaran mendemonstrasikan teks drama. Melalui aplikasi TikTok sebagai media
pembelajaran pemanfaatannya harus disesuaikan dengan tujuan membelajaran yang ingin
dicapai selama proses belajar pembelajaran berlangsung.
Kemudian pada pembelajaran umum seperti pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
(IPA), TikTok pun juga dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran. Mufidah dan Mufidah 20,
menyatakan aplikasi Tik-Tok dan Instagram dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran
IPA yang menarik serta interaktif. Karena penggunaannya yang mudah dan tersedia berbagai
fitur yang beragam, maka aplikasi TikTok dapat diimplementasikan dalam pembelajaran IPA.
Aplikasi TikTok dan Intagram akan menjadi media pembelajaran yang menarik dan
menyenangkan. Dengan adanya pemanfaatan aplikasi Tik-Tok dan Instagram sebagai media
pembelajaran IPA ini diharapkan dapat membantu peserta didik [Link] proses pembelajaran.
Sehingga adanya aplikasi tersebut guru dapat dengan mudah menciptakan pembelajaran
interaktif dan dapat menyesuaikan keadaan lingkungan, situasi dan kondisi peserta didik.
Tidak hanya pembelajaran Bahasa, seni, dan umum, aplikasi TiTok juga dapat
dimanfaatkan dalam pembelajaran Agama. Zazin dan Zaim21 mengungkapkan Media sosial
merupakan media pembelajaran agama Islam yang relavan dalam mendididk generasi-Z.
Media pembelajaran untuk era disrupsi adalah media pembelajaran yang berbasis teknologi
dimana media pembelajaran yang tepat adalah media sosial yang notabene sangat akrab di
kalangan para pelajar. Pemanfaan media sosial sebagi media pembelajaran dan pengawasan
peserta didik adalah langkah yang tepat mengingat genrasi-Z ini notabenennya sangat akrab

16
Miftachul Taubah, “Aplikasi Tik Tok Sebagai Media Pembelajaran Maharah Kalam,” Jurnal Mu’allim
Vol 2 No 1 (2020).
17
Razif Ramadhan, “Aplikasi TikTok Sebagai Media Pembelajaran Bahasa Arab Baru Di Zaman Digital,”
Multaqa Nasional Bahasa Arab, n.d.
18
Desella Rasida Luisandrith and Setyo Yanuartuti, “Interdisiplin: Pembelajaran Seni Tari Melalui
Aplikasi Tik Tok Untuk Meningkatkan Kreativitas Anak,” Jurnal Seni Tari Vol 9 No 2 (2020).
19
Suci Dewi Fatimah, Cahyo Hasanudin, and Ahmad Kholiqul Amin, “Pemanfaatan Aplikasi Tik Tok
Sebagai Media Pembelajaran Mendemonstrasikan Teks Drama,” Indonesian Journal Of Education And
Humanity Vol 1 No 2 (2021).
20
Alfi Mufidah and Rifa Mufidah, “Aplikasi Tik-Tok Dan Instagram Sebagai Salah Satu Alternatif Dalam
Media Pembelajaran IPA,” in Proceeding of Integrative Science Education Seminar (Annual Virtual Conference
of Education and Science (AVES), 2021).
21
Nur Zazin and Muhammad Zaim, “Media Pembelajaran Agama Islam Berbasis Media Sosial Pada
Generasi Z,” in Prosiding Antasai International Conference, 2019.
dengan sosial media, bahkan porsi dunia maya mereka terkadang lebih besar daripada porsi
dunia nyata mereka.

Pemanfaatan Media Sosial Tiktok sebagai Media Pendukung Pembelajaran


Media sosial saat ini sangat disenangi oleh masyarakat, khususnya generasi milenial
yang sangat lekat dengan dunia digital. Generasi milenial lebih sering melihat media sosial
daripada melihat materi belajar atau mengikuti pembelajaran karena media sosial
menampilkan konten yang lebih menarik perhatiannya daripada pembelajaran.22 Oleh karena
itu, pendidik dapat menjadikan media sosial sebagai media pembelajaran karena media sosial
memiliki daya tarik tersendiri yang dapat memotivasi pembelajaran dan mempengaruhi
prestasi belajar, media sosial pun selalu memberikan pembaharuan berupa informasi terkini
yang dijelaskan secara lengkap dan dapat diakses kapan saja dan dimana saja. 23 Fasilitas pada
media sosial memilki kesamaan dengan fasilitas belajar sehingga pendidik dapat
memanfaatkan media sosial sebagai media pembelajaran yang alternatif dan mendukung
keterampilan belajar di abad 21.
Dari berbagai penelitian yang telah dipaparkan, menunjukkan aplikasi TikTok dapat
dimanfaatkan dalam media pembelajaran. Peranan aplikasi TikTok dalam pembelajaran
sudah pasti sangat bermanfaat, karena selain terdapat fitur-fitur menarik aplikasi TikTok juga
bermanfaat sebagai media kreatif, karena guru dapat membuat video dan konten-konten yang
menarik dalam durasi 15-60 detik untuk membuat materi pembelajaran melalui media
aplikasi TikTok sehingga siswa dapat termotivasi dan tidak malas untuk belajar. Aplikasi Tik
Tok bermanfaat sebagai media pengajaran kreatif bagi guru sehingga menciptakan
pembelajaran yang menyenangkan. Sehingga diharapkan dengan menggunakan aplikasi
TikTok dalam proses pembelajaran akan memudahkan guru dalam membuat bahan materi
untuk dijadikan konten atau video serta mengembangkan kreativitas guru dalam mengemas
materi melalui media TikTok.
Pemanfaatan media dalam pembelajaran dapat membangkitkan keinginan dan minat
baru, meningkatkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar bahkan berpengaruh secara
psikologis kepada siswa.24 Aplikasi TikTok merupakan media pembelejaran audio visual
yang menarik atau memiliki fungsi afektif yang dapat terlihat pada tingkatan kenikmatan
siswa pada saat belajar. Media ini dapat menggugah emosi dan sikap siswa. 25 Dalam kegiatan
belajar mengajar, emosi dan psikologi anak didik sangat diperlukan. Hal tersebut menjadikan
peserta didik lebih mudah memahami pelajarannya.26 Sebagai media pembelajaran TikTok
telah memenuhi syarat yakni mampu meningkatkan motivasi siswa sebagai hasil dari fungsi
afektif. Siswa yang sudah tertarik dengan media pemebelajarannya akan lebih mudah dalam
menyerap materi yang diberikan.
Video dengan bantuan media sosial TikTok ini juga memiliki kemudahan untuk diakses,
jumlah pengguna tidak dibatasi, lebih mudah menarik perhatian siswa, tidak membuat siswa
bosan karena durasinya yang singkat, dan pengembangan video ini merupakan hal yang baru.
Dengan adanya video pendukung pembelajaran berbantu media sosial TikTok ini akan

22
Riska Marini, “Pengaruh Media Sosial Tik Tok Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Di SMPN 1
Gunung Sugih Kab. Lampung Tengah” (UIN Raden Intan Lampung, 2019).
23
Mohammad Salehudin, “Dampak Covid-19: Guru Mengadopsi Media Sosial Sebagai E-Learning Pada
Pembelajaran Jarak Jauh,” Jurnal Mudarisunna Vol 10 No (2020).
24
Tejo Nurseto, “Membuat Media Pembelajaran Yang Menarik. Mu’allim Jurnal Pendidikan Islam,”
Jurnal Ekonomi Dan Pendidikan Vol 8 No 1 (2011).
25
Fajar Muttaqien, “Penggunaan Media Audio-Visual Dan Aktivitas Belajar Dalam Meningkatkan Hasil
Belajar Vocabulary Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Kelas x (Quasy Experiment: SMAN 8 Garut),”
Jurnal Wawasan Ilmiah Vol 8 No 1 (2017).
26
Yudianto, “Penerapan Video Sebagai Media Pembelajaran,” in Prosiding, Seminar Nasional Pendidikan
2017 (Universitas Muhammadiyah Sukabumi, 2017).
memudahkan pemahaman siswa mengenai materi pembelajaran daripada hanya melihat
konten-konten yang kurang mendidik di TikTok. Media pembelajaran berupa video
pendukung pembelajaran berbantu media sosial TikTok ini membantu mengubah
pembelajaran yang awalnya bersifat abstrak menjadi lebih terkesan nyata. Hal ini sesuai
pendapat Prastowo27, bahwa manfaat media pembelajaran berupa video salah satunya yaitu
memperlihatkan secara nyata sesuatu yang pada awalnya tidak mungkin bisa dilihat.
Tujuannya supaya siswa lebih mudah memahami materi karena video dapat diputar berulang-
ulang. Meskipun demikian, masih terdapat kekurangan pada video yang dikembangkan.
Cakupan materi tidak bisa terlalu luas mengingat durasi yang digunakan sangat singkat.
Meskipun berbagai pembelajaran dapat memanfaatkan media sosial TikTok, bukan
berarti media sosial ini kemudian digunakan sebagai media pembelajaran secara terus
menerus atau media yang utama, melainkan sebaiknya digunakan sebagai media pendukung
yang bertujuan untuk menarik dan memotivasi siswa untuk giat belajar serta membantu guru
untuk selalu kreatif dalam mewujudkan tujuan pembelajaran yang sudah ditentukan.

4. CONCLUSION
Berdasarkan pembahasan di atas, maka peneliti menyimpulkan bahwa TikTok dapat
digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif, karena memenuhi kebutuhan belajar
siswa, menarik minat siswa karena inovasi terbarunya yang dapat diimplementasikan ke
dalam pembelajaran, serta sejalan dengan perkembangan ciri khas peserta didik yang
merupakan kaum milenial yang sangat dekat dan lekat dengan dunia digital. Jika diterapkan
dengan tepat TikTok dapat menjadi sarana belajar interaktif serta menarik bagi siswa
utamanya siswa sekolah dasar, hal ini didukung dengan penggunaan gadget yang tidak bisa
dilepaskan dari kehidupan generasi sekarang, sehingga dengan demikian maka belajar lebih
fleksibel serta dapat dilakukan secara komperehensif dan kontinyu.

REFERENCES
Aji, Wisnu Nugroho, and Dwi Bambang Putut Setiyadi. “Aplikasi Tik Tok Sebagai Media
Pembelajaran Keterampilan Bersastra.” METAFORA Vol 6 No 2 (2020).
Arsyad, Azhar. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers, 2014.
Atsani, Lalu Gede Muhammad Zainudin. “Transformasi Media Pembelajaran Pada Masa
Pandemi COVID-19.” Al Hikmah 1, no. 1 (2020).
Drakel, Wahyuni Januarti, Maria Heny Pratikno, and Titiek Mulianti. “Perilaku Mahasiswa
Dalam Menggunakan MediaSosial Di Universitas Sam Ratulangi Manado.” HOLISTIK,
Journal of Social and Culture Vol 11 No (2018).
Fatimah, Suci Dewi, Cahyo Hasanudin, and Ahmad Kholiqul Amin. “Pemanfaatan Aplikasi
Tik Tok Sebagai Media Pembelajaran Mendemonstrasikan Teks Drama.” Indonesian
Journal Of Education And Humanity Vol 1 No 2 (2021).
Luisandrith, Desella Rasida, and Setyo Yanuartuti. “Interdisiplin: Pembelajaran Seni Tari
Melalui Aplikasi Tik Tok Untuk Meningkatkan Kreativitas Anak.” Jurnal Seni Tari Vol
9 No 2 (2020).
Mana, Lira Hayu Afdetis. “Respon Siswa Terhadap Aplikasi Tiktok Sebagai Media
Pembelajaran Bahasa Indonesia.” JIRA: Jurnal Inovasi Dan Riset Akademik Vol 2 No 4
(2021).
Marini, Riska. “Pengaruh Media Sosial Tik Tok Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Di
SMPN 1 Gunung Sugih Kab. Lampung Tengah.” UIN Raden Intan Lampung, 2019.
Mufidah, Alfi, and Rifa Mufidah. “Aplikasi Tik-Tok Dan Instagram Sebagai Salah Satu
Alternatif Dalam Media Pembelajaran IPA.” In Proceeding of Integrative Science
27
Andi Prastowo, No TitlePanduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif (Yogyakarta: Diva Press, 2012),
302.
Education Seminar. Annual Virtual Conference of Education and Science (AVES),
2021.
Muttaqien, Fajar. “Penggunaan Media Audio-Visual Dan Aktivitas Belajar Dalam
Meningkatkan Hasil Belajar Vocabulary Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris
Kelas x (Quasy Experiment: SMAN 8 Garut).” Jurnal Wawasan Ilmiah Vol 8 No 1
(2017).
Nasiba, Umu. “Aplikasi Tiktok Sebagai Media Pembelajaran Upaya Peningkatan Penguasaan
Kosakata Bahasa Inggris Sekolah Dasar Kelas 5 Di Masa Pandemi Covid-19.” In
Lomba Nasional PTK Jenjang SD. Kumpulan Artikel Penelitian Tindakan Kelas
Magister Pendidikan Dasar Universitas Muhammadiyah Surakarta, n.d.
Nurcahyo, Septa Febi, and Rahmat Setyo Jadmiko. “Kelayakan Konten TikTok Berbahasa
Jawa Untuk Media Pembelajaran Bahasa Jawa Di Sekolah Dasar.” Sultra Educational
Journal Vol 2 No 2 (2022).
Nurseto, Tejo. “Membuat Media Pembelajaran Yang Menarik. Mu’allim Jurnal Pendidikan
Islam.” Jurnal Ekonomi Dan Pendidikan Vol 8 No 1 (2011).
Prastowo, Andi. No TitlePanduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: Diva
Press, 2012.
Ramadhan, Razif. “Aplikasi Tiktok Sebagai Media Pembelajaran Bahasa Arab Baru Di
Zaman Digital.” Multaqa Nasional Bahasa Arab, n.d.
Rasdin, Rafika, Yeti Mulyati, and Khaerudin Kurniawan. “Fenomena TikTok Sebagai Media
Komunikasi Edukasi.” In Riksa Bahasa XV, n.d.
Rasyid, Masdar Helmy. “Pembelajaran Puisi Secara Daring Dengan Media Pembelajaran
Berbasis Aplikasi (Tik Tok) Kelas X SMA Negeri 3 Pati.” In Prosiding Seminar
Nasional Pascasarjana (Prosnampas), 2020.
Rizaty, Monavia Ayu. “Pengguna Tiktok Indonesia Terbesar Kedua Di Dunia.” Data
[Link], 2022. [Link]
terbesar-kedua-di-dunia.
Rusman. Belajar Dan Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta:
Kencana, 2017.
Salehudin, Mohammad. “Dampak Covid-19: Guru Mengadopsi Media Sosial Sebagai E-
Learning Pada Pembelajaran Jarak Jauh.” Jurnal Mudarisunna Vol 10 No (2020).
Santoso, Lenny Tri Utami, and Wahyu Sukartiningsih. “Pengaruh Pemanfaatan Media Sosial
Tik Tok Terhadap KLeterampilan Berbicara Siswa Kelas IV SDN Trosobo II.” JPGSG
Vol 9 No 9 (2021).
Sari, Milya, and Asmendri. “Penelitian Kepustakaan (Library Research) Dalam Penelitian
Pendidikan IPA.” Natural Science : Jurnal Penelitian Bidang IPA Dan Pendidikan IPA
6, no. 1 (2020): 43.
Syafri, Elsa Putri Ermisah, and Umi Kulsum. “TikTok; Media Pembelajaran Alternatif Dan
Atraktif Pada Pelajaran PPKn Selama Pandemi Di SMP Negeri 2 Mertoyudan.” In
SENADI: Seminar Nasional Dinamika Informatika. Universitas PGRI Surakarta, 2021.
Taubah, Miftachul. “Aplikasi Tik Tok Sebagai Media Pembelajaran Maharah Kalam.” Jurnal
Mu’allim Vol 2 No 1 (2020).
Yudianto. “Penerapan Video Sebagai Media Pembelajaran.” In Prosiding, Seminar Nasional
Pendidikan 2017. Universitas Muhammadiyah Sukabumi, 2017.
Zakariah, Azkari, Vivi Afriani, and M. Zakariah. Metodologi Penelitian Kuantitatif,
Kualitatif, Action Research (Research and Development (R and D)). Kolaka: Yayasan
Pondok Pesantren Al Mawaddah Warrahmah, 2020.
Zazin, Nur, and Muhammad Zaim. “Media Pembelajaran Agama Islam Berbasis Media
Sosial Pada Generasi Z.” In Prosiding Antasai International Conference, 2019.

Anda mungkin juga menyukai