TikTok sebagai Media Pembelajaran SD
TikTok sebagai Media Pembelajaran SD
Abstract: Not all the material taught by the teacher is easy for students to understand. Some
materials require in-depth exploration by students. So the creativity of teachers in planning
learning both in the management of materials, strategies, and learning media is very much
needed. TikTok social media is loved by all groups, including elementary school students.
The existence of TikTok social media can be used as a supporting media in learning. This
study aims to describe the media to support learning in elementary schools through the use
of social media TikTok. The method in this research is library research by exploring several
journals, books, and other sources relevant to the use of TikTok as a medium to support
learning. As a result, TikTok social media has the potential to be used as a medium to
support primary school student learning in various subjects including Indonesian, foreign
languages, religious education, arts, Civics, and so on. Directly students can explore the
learning materials displayed on TikTok social media so that they support the material taught
by the teacher.
1. INTRODUCTION
Di antara tugas pendidik atau guru adalah menciptakan suasana pembelajaran yang
dapat memotivasi siswa untuk senantiasa belajar dengan baik dan bersemangat. Suasana
pembelajaran yang demikian akan berdampak positif dalam pencapaian prestasi belajar yang
optimal. Oleh karena itu guru sebaiknya memiliki kemampuan dalam memilih media
pembelajaran yang tepat. Ketidak-tepatan dalam memilih media akan menimbulkan
kejenuhan bagi siswa dalam menerima materi yang disampaikan sehingga materi kurang
dapat dipahami.
Menurut Rusman media pembelajaran adalah suatu alat untuk mempertinggi proses
interaksi guru dengan siswa dan interaksi siswa dengan lingkungan dan sebagai alat bantu
mengajar yang dapat menunjang penggunaan metode mengajar yang digunakan oleh guru
dalam proses belajar.1 Media pembelajaran merupakan alat belajar yang membantu pendidik
dalam mempermudah proses pembelajaran dan menambah wawasan bagi peserta didik.
Perkembangan teknologi yang menghasilkan berbagai media pembelajaran digital sangat
berpengaruh dalam pembelajaran dengan menjadi sarana penghubung yang digunakan
pendidik untuk menyampaikan materi kepada peserta didik. Namun pendidik terkadang
kebingungan dalam menentukan dan menggunakan media pembelajaran, pada akhirnya
pendidik kembali menggunakan media pembelajaran yang monoton.2 Sehingga peserta didik
merasa bosan, tidak memiliki minat belajar dan tidak memahami materi yang diberikan
selama pembelajaran berlangsung.
Hal ini juga sejalan dengan pendapat Arsyad 3, bahwa penggunaan media dalam
pembelajaran akan meningkatkan efektifitas pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran
dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat baru, serta
Rusman, Belajar Dan Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan (Jakarta: Kencana, 2017).
1
Lalu Gede Muhammad Zainudin Atsani, “Transformasi Media Pembelajaran Pada Masa Pandemi
2
4
Wahyuni Januarti Drakel, Maria Heny Pratikno, and Titiek Mulianti, “Perilaku Mahasiswa Dalam
Menggunakan MediaSosial Di Universitas Sam Ratulangi Manado,” HOLISTIK, Journal of Social and Culture
Vol 11 No (2018).
5
Lira Hayu Afdetis Mana, “Respon Siswa Terhadap Aplikasi Tiktok Sebagai Media Pembelajaran Bahasa
Indonesia,” JIRA: Jurnal Inovasi Dan Riset Akademik Vol 2 No 4 (2021).
2. METHODS
Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif
adalah penelitian yang bersifat deskriptif dan lebih cenderung menggunakan analisis.6 Pada
penelitian ini penulis mencoba mengkaji pemanfaatan media social TikTok yang berpotensi
menjadi media penunjang pembelajaran di sekolah dasar. Adapun jenis penelitian ini adalah
kategori penelitian kepustakaan (Library Research) merupakan salah satu penelitian yang
menggunakan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan cara melakukan
penelaahan terhadap buku, catatan, literatur, atau pun dengan berbagai laporan yang memiliki
keterkaitan dengan masalah yang ingin dipecahkan.7 Jadi, penelitian Library Reseach ini
didasarkan pada data-data yang berasal dari jurnal-jurnal penelitian, buku, dan sumber-
sumber lainnya yang relevan dengan pemanfaatan TikTok sebagai media pendukung
pembelajaran.
6
Azkari Zakariah, Vivi Afriani, and M. Zakariah, Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Action
Research (Research and Development (R and D)) (Kolaka: Yayasan Pondok Pesantren Al Mawaddah
Warrahmah, 2020), 27.
7
Milya Sari and Asmendri, “Penelitian Kepustakaan (Library Research) Dalam Penelitian Pendidikan
IPA,” Natural Science : Jurnal Penelitian Bidang IPA Dan Pendidikan IPA 6, no. 1 (2020): 43.
8
Monavia Ayu Rizaty, “Pengguna Tiktok Indonesia Terbesar Kedua Di Dunia,” Data [Link], 2022,
[Link]
9
Rafika Rasdin, Yeti Mulyati, and Khaerudin Kurniawan, “Fenomena TikTok Sebagai Media Komunikasi
Edukasi,” in Riksa Bahasa XV, n.d.
lain yang sudah menggunakannya, sehingga proses pembuatan konten kekurangannya dap at
diminimalisisir.
Konten yang membahas trend kekinian. Kaum milenial adalah pengguna utama yang
selalu mengikuti trend saat ini, mulai dai trend hidup sehat, pemandangan indah, hiburan,
kecantikan , gerakan fisik, pendidikan, emosional, dan sebagainya.
Efek orang berpengaruh/Selebriti. Kian maraknya selebriti di Indonesia yang telah
menggunakan media sosial Tik Tok menjadikan banyak masyarakat mengikuti segala apa
yang dilakukan selebriti tersebut di akunnya.
Pemasaran yang menarik. Teknik pemasaran Tik Tok yang menarik yaitu dengan
meningkatkan konten yang menyenangkan, mengurangi biaya, dan meningkatkan kontribusi
pada penyebaran video dengan cepat
Ada beberapa langkah dalam pembuatan konten atau video pembelajaran dalam media
TikTok, diantaranya: pertama, jika aplikasi TikTok belum terinstal di HP maka harus instal
dulu aplikasinya. Aplikasi bisa di download secara gratis di google playstore untuk pengguna
android atau App Store untuk pengguna IOS. Caranya ialah, 1) masuk aplikasi playstore atau
App Store; 2) search dengan mengetikkan TikTok; 3) instal aplikasinya.
Kedua, log in akun TikTok. Jika akan mengakses, membuat, dan menyimpan video di
TikTok harus melakukan log in terlebih dahulu. Caranya ialah, (1) buka aplikasi TikTok; (2),
klik simbol orang yang ada di bagian pojok kanan bawah; (3) Log in dengan salah satu akun
Facebook, Instagram, atau Google.
Ketiga, cara merekam video. Sebelum melakukan pengeditan video yang diinginkan,
terlebih dahulu harus melakukan perekaman video, dengan cara klik simbol plus (+) pada
bagian tengah jika akan membuat video langsung.
Keempat, cara edit video. Jika rekaman sudah selesai, maka secara otomatis akan
ditampilkan beberapa pilihan. Bisa langsung menyimpan hasil rekaman atau menginginkan
diedit terlebih dahulu. Jika menginginkan pengeditan video sesuai dengan kebutuhan
pembelajaran, TikTok menyiapkan tiga fitur yaitu edit music, sound, dan special effect. Cara
mengeditnya ialah: (1) untuk edit music, pilih genre musik sesuai kebutuhan pembelajaran
yang akan disampaikan dengan mengklik “more” untuk dapatkan berbagai genre lagu
lainnya, fitur ini hanya untuk memilih bagian lagu saja, caranya dengan menggeser simbol
kuning ke kanan dan ke kiri. Jika sudah memilih bagian lagu yang diinginkan, maka bisa
langsung klik tanda “checklist” yang ada di dalam kotak berwarna merah muda; (2) untuk
edit sound, fitur ini bisa menentukan seberapa besar volume untuk original soundtrack dan
soundtrack; (3) jika sudah selesai dengan musik dan sound, tambahkan efek yang menarik
untuk video dengan cara klik pada fitur “special effects” untuk bisa pilih salah satu ragam
efek seperti shake, illusion, black magic dan lainnya; (4) jika menginginkan efek dengan
durasi tertentu bisa klik salah satu fitur “Time Effects”.
Kelima, ketika video sudah dirasa cukup, klik save di bagian pojok kanan atas dan
menyimpan hasilnya dengan klik draft, namun jika ingin langsung mengupload ke sosial
media maka klik post, dan apabila menginginkan untuk share video, bisa share link atau
video bisa diunduh terlebih dahulu kemudian share video tersebut.
16
Miftachul Taubah, “Aplikasi Tik Tok Sebagai Media Pembelajaran Maharah Kalam,” Jurnal Mu’allim
Vol 2 No 1 (2020).
17
Razif Ramadhan, “Aplikasi TikTok Sebagai Media Pembelajaran Bahasa Arab Baru Di Zaman Digital,”
Multaqa Nasional Bahasa Arab, n.d.
18
Desella Rasida Luisandrith and Setyo Yanuartuti, “Interdisiplin: Pembelajaran Seni Tari Melalui
Aplikasi Tik Tok Untuk Meningkatkan Kreativitas Anak,” Jurnal Seni Tari Vol 9 No 2 (2020).
19
Suci Dewi Fatimah, Cahyo Hasanudin, and Ahmad Kholiqul Amin, “Pemanfaatan Aplikasi Tik Tok
Sebagai Media Pembelajaran Mendemonstrasikan Teks Drama,” Indonesian Journal Of Education And
Humanity Vol 1 No 2 (2021).
20
Alfi Mufidah and Rifa Mufidah, “Aplikasi Tik-Tok Dan Instagram Sebagai Salah Satu Alternatif Dalam
Media Pembelajaran IPA,” in Proceeding of Integrative Science Education Seminar (Annual Virtual Conference
of Education and Science (AVES), 2021).
21
Nur Zazin and Muhammad Zaim, “Media Pembelajaran Agama Islam Berbasis Media Sosial Pada
Generasi Z,” in Prosiding Antasai International Conference, 2019.
dengan sosial media, bahkan porsi dunia maya mereka terkadang lebih besar daripada porsi
dunia nyata mereka.
22
Riska Marini, “Pengaruh Media Sosial Tik Tok Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Di SMPN 1
Gunung Sugih Kab. Lampung Tengah” (UIN Raden Intan Lampung, 2019).
23
Mohammad Salehudin, “Dampak Covid-19: Guru Mengadopsi Media Sosial Sebagai E-Learning Pada
Pembelajaran Jarak Jauh,” Jurnal Mudarisunna Vol 10 No (2020).
24
Tejo Nurseto, “Membuat Media Pembelajaran Yang Menarik. Mu’allim Jurnal Pendidikan Islam,”
Jurnal Ekonomi Dan Pendidikan Vol 8 No 1 (2011).
25
Fajar Muttaqien, “Penggunaan Media Audio-Visual Dan Aktivitas Belajar Dalam Meningkatkan Hasil
Belajar Vocabulary Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Kelas x (Quasy Experiment: SMAN 8 Garut),”
Jurnal Wawasan Ilmiah Vol 8 No 1 (2017).
26
Yudianto, “Penerapan Video Sebagai Media Pembelajaran,” in Prosiding, Seminar Nasional Pendidikan
2017 (Universitas Muhammadiyah Sukabumi, 2017).
memudahkan pemahaman siswa mengenai materi pembelajaran daripada hanya melihat
konten-konten yang kurang mendidik di TikTok. Media pembelajaran berupa video
pendukung pembelajaran berbantu media sosial TikTok ini membantu mengubah
pembelajaran yang awalnya bersifat abstrak menjadi lebih terkesan nyata. Hal ini sesuai
pendapat Prastowo27, bahwa manfaat media pembelajaran berupa video salah satunya yaitu
memperlihatkan secara nyata sesuatu yang pada awalnya tidak mungkin bisa dilihat.
Tujuannya supaya siswa lebih mudah memahami materi karena video dapat diputar berulang-
ulang. Meskipun demikian, masih terdapat kekurangan pada video yang dikembangkan.
Cakupan materi tidak bisa terlalu luas mengingat durasi yang digunakan sangat singkat.
Meskipun berbagai pembelajaran dapat memanfaatkan media sosial TikTok, bukan
berarti media sosial ini kemudian digunakan sebagai media pembelajaran secara terus
menerus atau media yang utama, melainkan sebaiknya digunakan sebagai media pendukung
yang bertujuan untuk menarik dan memotivasi siswa untuk giat belajar serta membantu guru
untuk selalu kreatif dalam mewujudkan tujuan pembelajaran yang sudah ditentukan.
4. CONCLUSION
Berdasarkan pembahasan di atas, maka peneliti menyimpulkan bahwa TikTok dapat
digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif, karena memenuhi kebutuhan belajar
siswa, menarik minat siswa karena inovasi terbarunya yang dapat diimplementasikan ke
dalam pembelajaran, serta sejalan dengan perkembangan ciri khas peserta didik yang
merupakan kaum milenial yang sangat dekat dan lekat dengan dunia digital. Jika diterapkan
dengan tepat TikTok dapat menjadi sarana belajar interaktif serta menarik bagi siswa
utamanya siswa sekolah dasar, hal ini didukung dengan penggunaan gadget yang tidak bisa
dilepaskan dari kehidupan generasi sekarang, sehingga dengan demikian maka belajar lebih
fleksibel serta dapat dilakukan secara komperehensif dan kontinyu.
REFERENCES
Aji, Wisnu Nugroho, and Dwi Bambang Putut Setiyadi. “Aplikasi Tik Tok Sebagai Media
Pembelajaran Keterampilan Bersastra.” METAFORA Vol 6 No 2 (2020).
Arsyad, Azhar. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers, 2014.
Atsani, Lalu Gede Muhammad Zainudin. “Transformasi Media Pembelajaran Pada Masa
Pandemi COVID-19.” Al Hikmah 1, no. 1 (2020).
Drakel, Wahyuni Januarti, Maria Heny Pratikno, and Titiek Mulianti. “Perilaku Mahasiswa
Dalam Menggunakan MediaSosial Di Universitas Sam Ratulangi Manado.” HOLISTIK,
Journal of Social and Culture Vol 11 No (2018).
Fatimah, Suci Dewi, Cahyo Hasanudin, and Ahmad Kholiqul Amin. “Pemanfaatan Aplikasi
Tik Tok Sebagai Media Pembelajaran Mendemonstrasikan Teks Drama.” Indonesian
Journal Of Education And Humanity Vol 1 No 2 (2021).
Luisandrith, Desella Rasida, and Setyo Yanuartuti. “Interdisiplin: Pembelajaran Seni Tari
Melalui Aplikasi Tik Tok Untuk Meningkatkan Kreativitas Anak.” Jurnal Seni Tari Vol
9 No 2 (2020).
Mana, Lira Hayu Afdetis. “Respon Siswa Terhadap Aplikasi Tiktok Sebagai Media
Pembelajaran Bahasa Indonesia.” JIRA: Jurnal Inovasi Dan Riset Akademik Vol 2 No 4
(2021).
Marini, Riska. “Pengaruh Media Sosial Tik Tok Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Di
SMPN 1 Gunung Sugih Kab. Lampung Tengah.” UIN Raden Intan Lampung, 2019.
Mufidah, Alfi, and Rifa Mufidah. “Aplikasi Tik-Tok Dan Instagram Sebagai Salah Satu
Alternatif Dalam Media Pembelajaran IPA.” In Proceeding of Integrative Science
27
Andi Prastowo, No TitlePanduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif (Yogyakarta: Diva Press, 2012),
302.
Education Seminar. Annual Virtual Conference of Education and Science (AVES),
2021.
Muttaqien, Fajar. “Penggunaan Media Audio-Visual Dan Aktivitas Belajar Dalam
Meningkatkan Hasil Belajar Vocabulary Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris
Kelas x (Quasy Experiment: SMAN 8 Garut).” Jurnal Wawasan Ilmiah Vol 8 No 1
(2017).
Nasiba, Umu. “Aplikasi Tiktok Sebagai Media Pembelajaran Upaya Peningkatan Penguasaan
Kosakata Bahasa Inggris Sekolah Dasar Kelas 5 Di Masa Pandemi Covid-19.” In
Lomba Nasional PTK Jenjang SD. Kumpulan Artikel Penelitian Tindakan Kelas
Magister Pendidikan Dasar Universitas Muhammadiyah Surakarta, n.d.
Nurcahyo, Septa Febi, and Rahmat Setyo Jadmiko. “Kelayakan Konten TikTok Berbahasa
Jawa Untuk Media Pembelajaran Bahasa Jawa Di Sekolah Dasar.” Sultra Educational
Journal Vol 2 No 2 (2022).
Nurseto, Tejo. “Membuat Media Pembelajaran Yang Menarik. Mu’allim Jurnal Pendidikan
Islam.” Jurnal Ekonomi Dan Pendidikan Vol 8 No 1 (2011).
Prastowo, Andi. No TitlePanduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: Diva
Press, 2012.
Ramadhan, Razif. “Aplikasi Tiktok Sebagai Media Pembelajaran Bahasa Arab Baru Di
Zaman Digital.” Multaqa Nasional Bahasa Arab, n.d.
Rasdin, Rafika, Yeti Mulyati, and Khaerudin Kurniawan. “Fenomena TikTok Sebagai Media
Komunikasi Edukasi.” In Riksa Bahasa XV, n.d.
Rasyid, Masdar Helmy. “Pembelajaran Puisi Secara Daring Dengan Media Pembelajaran
Berbasis Aplikasi (Tik Tok) Kelas X SMA Negeri 3 Pati.” In Prosiding Seminar
Nasional Pascasarjana (Prosnampas), 2020.
Rizaty, Monavia Ayu. “Pengguna Tiktok Indonesia Terbesar Kedua Di Dunia.” Data
[Link], 2022. [Link]
terbesar-kedua-di-dunia.
Rusman. Belajar Dan Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta:
Kencana, 2017.
Salehudin, Mohammad. “Dampak Covid-19: Guru Mengadopsi Media Sosial Sebagai E-
Learning Pada Pembelajaran Jarak Jauh.” Jurnal Mudarisunna Vol 10 No (2020).
Santoso, Lenny Tri Utami, and Wahyu Sukartiningsih. “Pengaruh Pemanfaatan Media Sosial
Tik Tok Terhadap KLeterampilan Berbicara Siswa Kelas IV SDN Trosobo II.” JPGSG
Vol 9 No 9 (2021).
Sari, Milya, and Asmendri. “Penelitian Kepustakaan (Library Research) Dalam Penelitian
Pendidikan IPA.” Natural Science : Jurnal Penelitian Bidang IPA Dan Pendidikan IPA
6, no. 1 (2020): 43.
Syafri, Elsa Putri Ermisah, and Umi Kulsum. “TikTok; Media Pembelajaran Alternatif Dan
Atraktif Pada Pelajaran PPKn Selama Pandemi Di SMP Negeri 2 Mertoyudan.” In
SENADI: Seminar Nasional Dinamika Informatika. Universitas PGRI Surakarta, 2021.
Taubah, Miftachul. “Aplikasi Tik Tok Sebagai Media Pembelajaran Maharah Kalam.” Jurnal
Mu’allim Vol 2 No 1 (2020).
Yudianto. “Penerapan Video Sebagai Media Pembelajaran.” In Prosiding, Seminar Nasional
Pendidikan 2017. Universitas Muhammadiyah Sukabumi, 2017.
Zakariah, Azkari, Vivi Afriani, and M. Zakariah. Metodologi Penelitian Kuantitatif,
Kualitatif, Action Research (Research and Development (R and D)). Kolaka: Yayasan
Pondok Pesantren Al Mawaddah Warrahmah, 2020.
Zazin, Nur, and Muhammad Zaim. “Media Pembelajaran Agama Islam Berbasis Media
Sosial Pada Generasi Z.” In Prosiding Antasai International Conference, 2019.