PENGARUH DANA PIHAK KETIGA,
FINANCING DEPOSIT TO RATIO, DAN ISLAMIC
SOCIAL REPORTING TERHADAP KINERJA
KEUANGAN DENGAN PEMBIAYAAN SEBAGAI
VARIABEL PEMODERASI
(Studi pada Bank Umum Syariah Tahun 2016-2020)
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat
Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekomi (S.E)
Disusun Oleh
HAFIDIYA NUGERAHENI
NIM 63010170276
PROGRAM STUDI S1 PERBANKAN SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA
2021
PENGARUH DANA PIHAK KETIGA, FINANCING
j
DEPOSIT TO RATIO, DAN ISLAMIC SOCIAL
REPORTING TERHADAP KINERJA KEUANGAN
DENGAN PEMBIAYAAN SEBAGAI VARIABEL
PEMODERASI (Studi pada Bank Umum Syariah Tahun
2016-2020)
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat
Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekomi (S.E)
Disusun Oleh
HAFIDIYA NUGERAHENI
NIM 63010170276
PROGRAM STUDI S1 PERBANKAN SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA
2021
i
PERSETUJUAN PEMBIMBING
ii
PENGESAHAN
iii
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN
iv
PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT
v
PERNYATAAN PUBLIKASI SKRIPSI
vi
MOTTO
“Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu,
Minta tolonglah pada Allah jangan engkau Lemah”
Q.S Al-Ankanbut (29): 6
“Dan Ketauhilah, sesungguhnya kemenangan itu beriringan dengan
kesabaran. Jalan keluar beriringan dengan kesukaran dan sesudah
kesulitan pasti ada kemudahan”
(HR. Tirmidzi)
“Jumlah usaha dan kerja keras yang engkau lakukan akan berbanding
lurus dengan hasil yang engkau terima, maka mulailah sesuatu yang
engkau lakukan dengan penuh keyakinan, jalani dengan keikhlasan
serta kesabaran, dan hasilnya pasti membanggakan”
vii
PERSEMBAHAN
Atas berkat rahmat Allah SWT skripsi ini bisa terselesaikan, dan
penulis persembahkan kepada:
Diri saya sendiri, terimakasih dan bersyukur sekali karena dapat
melangkah dan melewati rintangan sampai di titik ini.
Kedua orang tua saya Bapak Ruwadi dan Ibu Nuryati yang selalu
mendoakan, mendukung, membimbing, mendidik, dan memberikan hal
apapun terhadap saya dengan tulus dan tanpa mengenal lelah bagi
penulis.
Tak lupa adik saya tersayang Nabila Salma Ikrimawati yang selalu
menemani saya dan saat ini sedang berjuang bersama untuk
mewujudkan mimpi.
Kepada Seluruh keluarga besar saya yang tidak dapat saya sebutkan
satu persatu
Untuk para sahabat dan orang terdekat saya yang telah memberi
semangat, mensuport, menemani, dan selalu ada hingga terselesainya
skripsi ini.
viii
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Alhamdulillahirabbil’alamin, Puji Syukur kita panjatkan kehadirat Allah
SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang yang telah memberikan rezeki,
rahmat, karunia dan hidayah-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat
menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Dana Pihak Ketiga, Financing
Deposit to Ratio, Dan Islamic Social Reporting terhadap Kinerja Keuangan Dengan
Pembiayaan Sebagai Variabel Pemoderasi (Studi Pada Bank Umum Syariah Tahun
2016-2020). Shalawat dan salam kita haturkan kepada junjungan Nabi Agung
Muhammad SAW, yang kita nantikan syafaat-nya di yaumul kiyamah.
Skripsi ini disusun dan diajukan kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
IAIN Salatiga sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar sarjana Strata
Satu (S1) dalam Program Studi S1 Perbankan Syariah. Dalam peneyusunan skripsi
ini penulis menyadari tanpa adanya doa, dukungan dan bantuan moril dari berbagai
pihak, penulisan skripsi ini tidak akan terwujud. Untuk itu perkenalkanlah penulis
sampaikan rasa terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Zakiyuddin, [Link]. selaku Rektor Institut Agama Islam
(IAIN) Salatiga.
2. Bapak Dr. Anton Bawono, [Link]. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Islam (FEBI) IAIN Salatiga.
3. Bapak Ari Setiawan, M.M. selaku Ketua Program Studi S1 Perbankan
Syariah.
ix
4. Bapak Dr. Abdul Aziz Nugraha Pratama, M.M. selaku dosen pembimbing
skripsi yang telah memberikan pengarahan dan membimbing saya dengan
rasa kesabaran dan keikhlasan selama penyusunan hingga terselesainya
skripsi.
5. Bapak Dr. Mochlasin, M,Ag selaku pembimbing akademik, terimakasih
untuk pengarahan, saran, dan dampingannya selama menjadi saya
mahasiswa.
6. Seluruh Dosen FEBI IAIN Salatiga yang telah memberikan bekal ilmu
pengetahuan dan pengalaman yang sangat bermanfaat bagi penulis selama
masa perkuliahan.
7. Seluruh karyawan dan staff akademik FEBI IAIN Salatiga atas pelayanan
selama ini.
8. Kedua orang tuaku tersayang Bapak Ruwadi dan Ibu Nuryati dan adikku
Nabila Salma Ikrimawati yang telah memberikan dukungan moril, materil
dan spiritual selama pembuatan skripsi ini.
9. Sahabat- sahabatku yang menemani perjalanan dari awal hingga akhir
massa perkuliahan.
10. Keluarga besar Perbankan Syariah S1 angkatan 2017 IAIN Salatiga yang
menjadi teman seperjuangan dalam menempuh studi.
11. Semua pihak yang membantu dalam menyelesaikan skripsi ini yang tidak
bisa penulis sebutkan satu persatu.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masi jauh dari sempurna, maka penulis
sangat mengharapkan saran dan kritik demi sempurnanya skripsi ini. Oleh karena
x
itu, dengan segenap kerendahan hati penulis menyampaikan permohonan maaf
dengan setulus - tulusnya, semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi
berbagai pihak. Amin.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Salatiga, 18 Agustus 2021
Yang membuat pernyataan,
Hafidiya Nugeraheni
NIM. 63010170276
xi
ABSTRAK
Nugeraheni, Hafidiya. 2021. PENGARUH DANA PIHAK KETIGA, FINANCING
DEPOSIT TO RATIO, DAN ISLAMIC SOCIAL REPORTING
TERHADAP KINERJA KEUANGAN DENGAN PEMBIAYAAN
SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI (Studi pada Bank Umum Syariah
Tahun 2016-2020). Skripsi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam,
Program Studi Perbankan Syariah S1, Institut Agama Islam Negeri
(IAIN) Salatiga. Pembimbing: Dr. Abdul Aziz NP. MM.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Dana Pihak Ketiga,
Financing Deposit to Ratio, dan Islamic Social Reporting terhadap Kinerja
Keuangan Dengan Pembiayaan Sebagai Variabel Pemoderasi. Jenis penelitian ini
adalah penelitian kuantitatif dengan data sekunder berbentuk panel. Populasi dalam
penelitian ini adalah 14 Bank Umum Syariah di Indonesia periode 2016-2020.
Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling. Sampel yang
digunakan adalah 11 Bank Umum Syraiah. Data yang diperoleh kemudian diolah
dengan alat analisis Eviews 10 Version. Teknik analisis yang digunakan adalah uji
statistic melalui uji Ftest, uji R2, uji regresi dan analisis regresi linier berganda
(MRA). Hasil penelitian yang diperoleh dari uji t menemukan bahwa Dana Pihak
Ketiga dan Financing Deposit to Ratio berpengaruh positif dan tidak signifikan
terhadap Kinerja Keuangan. Islamic Social Reporting berpengaruh negatif dan
tidak signifikan terhadap Kinerja Keuangan. sedangkan hasil uji MRA
menunjukkan Pembiayaan mampu menjadi pemoderasi variabel Dana Pihak Ketiga
terhadap Kinerja Keuangan. Pembiayaan tidak mampu menjadi pemoderasi
variabel Financing Deposit to Ratio dan Islamic Social Reporting terhadap Kinerja
Keuangan.
Kata kunci: Dana Pihak Ketiga, Financing Deposit to Ratio, Islamic Social
Reporting, Kinerja Keuangan, ROA, Pembiayaan.
xii
DAFTAR ISI
PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................................................ii
PENGESAHAN ...................................................................................................... iii
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN .............................................................. iv
PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT .......................................................................v
PERNYATAAN PUBLIKASI SKRIPSI ................................................................ vi
MOTTO ................................................................................................................. vii
PERSEMBAHAN ................................................................................................. viii
KATA PENGANTAR ............................................................................................ ix
ABSTRAK ............................................................................................................. xii
DAFTAR ISI ......................................................................................................... xiii
DAFTAR TABEL .................................................................................................. xv
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ xvi
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
A. Latar Belakang Masalah ............................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ........................................................................................ 9
C. Tujuan Penelitian ......................................................................................... 9
D. Manfaat Penelitian ..................................................................................... 10
E. Sistematika Penulisan ................................................................................ 11
BAB II LANDASAN TEORI .............................................................................. 14
A. Telaah Pustaka ........................................................................................... 14
B. Kerangka Teori........................................................................................... 16
C. Kerangka Penelitian ................................................................................... 33
D. Hipotesis..................................................................................................... 33
BAB III METODE PENELITIAN....................................................................... 40
xiii
A. Jenis Penelitian ........................................................................................... 40
B. Objek dan Waktu Penelitian....................................................................... 41
C. Populasi dan Sempel Penelitian ................................................................. 41
D. Teknik Pengumpulan Data ......................................................................... 43
E. Definisi Konsep Operasional Variabel Penelitian...................................... 44
F. Uji Instrumen Penelitian ............................................................................ 48
G. Alat Analisis ........................................................................................... 56
BAB IV ANALISIS DATA ................................................................................. 57
A. Deskripsi Obyek Penelitian ........................................................................ 57
B. Analisis Data .............................................................................................. 57
1. Analisis Statistik Deskriptif.................................................................... 57
2. Uji Stasioneritas ..................................................................................... 58
3. Uji Regresi .............................................................................................. 59
4. Uji Asumsi Klasik .................................................................................. 62
5. Uji Statistik ............................................................................................. 65
6. Analisis Regresi Linier Berganda ........................................................... 68
C. Pembahasan Hasil Analisis Data ................................................................ 71
BAB V PENUTUP............................................................................................... 78
A. Kesimpulan ................................................................................................ 78
B. Keterbatasan Penelitian .............................................................................. 79
C. Saran ........................................................................................................... 79
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 81
LAMPIRAN .......................................................................................................... 87
xiv
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Perkembangan BUS Indonesia Tahun 2014-2020 .................................. 2
Tabel 1.2 Perkembangan ROA BUS Indoneia Tahun 2015-2020 ......................... 3
Tabel 1.3 Perkembangan DPK BUS di Indonesia tahun 2016-2020 ...................... 5
Tabel 1.4 Perkembangan FDR BUS Indonesia tahun 2015-2020........................... 6
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu ............................................................................. 14
Tabel 2.2 Kriteria ROA menurut Bank Indonesia ................................................ 20
Tabel 3.1 Populasi Penelitian ................................................................................ 41
Tabel 3.2 Daftar Sampel ....................................................................................... 43
Tabel 3.3 Definsi Operasional............................................................................... 48
Tabel 4.1 Statistik Deskriptif ................................................................................ 57
Tabel 4.2 Hasil Uji Stasioner Test Type Hardri .................................................... 59
Tabel 4.3 Hasil Uji Chow...................................................................................... 60
Tabel 4.4 Uji Hausman ......................................................................................... 60
Tabel 4.5 Hasil Uji FEM ....................................................................................... 61
Tabel 4.6 Hasil Uji Multikoliniearitas .................................................................. 63
Tabel 4.7 Hasil Uji Heteroskedastisitas ................................................................ 67
Tabel 4.8 Hasil Uji Autokorelasi ......................................................................... 64
Tabel 4.9 Hasil Uji F ............................................................................................. 65
Tabel 4.10 Hasil Uji R ......................................................................................... 66
Tabel 4.11 Hasil Uji T ........................................................................................... 67
Tabel 4.12 Hasil Uji MRA .................................................................................... 69
Tabel 4.13 Kesimpulan Hasil Penelitian ............................................................... 57
xv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Kerangka Penelitian .......................................................................... 33
Gambar 4.1 Uji Normalitas ................................................................................... 62
Gambar 4.2 Uji Normalitas setelah dilakukan penyembuhan …………………...62
xvi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Lembaga perbankan syariah ialah badan keuangan yang beroperasional
sesuai dengan prinsip islam dan langkah-langkah beroperasionalnya mengacu
pada ketetapan Al-Quran dan Hadis. Bank yang mengoperasionalkan sesuai
petunjuk islam bermakna dalam menjalankan usahanya harus mengikuti
ketetapan islam, spesifiknya hal yang terkait dengan tata cara bermuamalat
dalam islam. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menghindari faktor-faktor
riba dengan mengisi urusan investasi dengan dasar bagi hasil dan
pembiayaan perdagangan (Muhammad, 2014).
Hadirnya lembaga perbankan di Indonesia semakin dibutuhkan
masyarakat dan pemerintah. Ketatnya persaingan dunia perbankan akibat
semakin berkembang dan bertambahnya lembaga perbankan yang ada di
dalam negeri, sehingga lembaga perbankan harus berupaya memanfaatkan
seideal mungkin dalam penggunaan teknologi dan dana yang dipunya dan
dapat mewujudkan efektifitas dan efisien dari faktor produksi, distribusi dan
konsumsi yang berujung dapat meningkatkan daya saing lembaga perbankan
(Wahyuni & Efriza, 2017).
Berdasarkan statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan dan
perkembangan bank umum syariah di Indonesia dari tahun 2014 sampai
dengan 2020 dapat dilihat dari tabel berikut:
1
Tabel 1.1 Perkembangan BUS Indonesia Tahun 2014-2020
Indikator 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020
BUS 12 12 13 13 14 14 14
Sumber: Statistik Perbankan Syariah, OJK 2020
Dari tabel 1.1 bisa dilihat bahwa bank umum syariah di Indonesia
mengalami perkembangan dari tahun 2014 hingga tahun 2020. Fenomena
tersebut dapat menunjukkan apabila terdapat bank syariah yang baru maka
akan mengakibatkan timbulnya persaingan sesama bank. Hal tersebut
memberikan suatu tuntutan manajemen bank agar bekerja keras untuk
meningkatkan kinerja perbankan syariah, dengan mengandalkan kepercayaan
masyarakat sebagai pemakai jasa perbankan. faktor kepercayaan nasabah
tersebut akan berdampak terhadap kemajuan perkembangan perbankan
(Thayib et al., 2017).
Adanya persaingan antar bank syariah, dapat memberikan dampak
positif atau negatif bagi perkembangan bank syariah. Dampak positifnya
yaitu saling berjuang dan memotivasi agar menjadi yang teristimewa. Akibat
negatifnya yaitu kekalahan saat persaingan mengakibatkan menghambat
jalannya perkembangan bank yang terkait yang berakibat bank syariah
menjadi rugi. Untuk itu, strategi yang dapat dilakukan bank syariah untuk
menjaga kepercayaan nasabah yaitu dengan meningkatkan kinerja keuangan
menggunkan prinsip utama yaitu kemampuan bank dalam mengelola dana
(Farman, 2020).
Ketua Dewan Komisioner OJK yaitu Wimboh Santososo mengatakan
bahwa pertumbuhan bank syariah di Indonesia telah mengalahkan laju bank
2
konvensional. Dapat dilihat dari kinerja perbankan syariah laju pembiayaan
pada tahun 2020 senilai 9,5 persen yang jauh diatas tingkat pertumbuhan
pembiayaan perbankan nasional senilai 2,41 persen pada periode yang sama.
Sementara itu, total aset keuangan syariah pada tahun 2020 senilai Rp1.770,3
triliun atau naik 2,48 persen yoy. Untuk Dana Pihak Ketiga pada perbankan
syariah naik hampir 8,8 persen secara tahunan di masa pandemi, berbeda
dengan perbankan konvensional yang naik hamper 8,5 persen secara tahunan.
Dapat disimpulkan bahwa total pertumbuhan asset, pembiayaan, dan dana
pihak ketiga dari perbankan syariah tinggi, dikarenakan mayoritas penduduk
Indonesia adalah muslim yang mendekati angka 87 persen dari total
penduduk yang ada ([Link], 2021).
Kinerja keungan perbankan syariah dapat dilihat dari kemampuan bank
dalam mengasilkan tingkat profitability yang dinilai cukup baik dan masih
mengalami peningkatan tiap tahunnya dapat dibuktikan dengan return on
asset (ROA) sebagai berikut:
Tabel 1.2 Perkembangan ROA BUS Indoneia Tahun 2015-2020
Tahun 2015 2016 2017 2018 2019 2020
ROA 0,49% 0,63% 0,63% 1,28% 1,73% 1,40%
Sumber: Statistik Perbankan Syariah, OJK 2020
Dapat dilihat dari tabel 1.2 perkembangan profitability (ROA) pada
bank syariah dari tahun 2015 hingga tahun 2019 mengalami peningkatan.
Pada tahun 2020, terjadi penurunan profitabilitas dikarenakan adanya
pandemi Covid-19 yang mengakibatkan BUS di Indonesia mengalami
penurunan laba yang signifikan. Umumnya bank syariah akan mengalami
3
sedikit krisis akibat adanya pandemik Covid-19, maka bank syariah haruslah
mewaspadai agar tidak terjadi penurunan lagi (Effendi & Hariani, 2020).
Dalam pengukuran Kinerja Keuangan pada perbankan syariah
digunakan rasio Profitabilitas (ROA) yang diambil dari data laporan
keuangan. Informasi yang berhubungan dengan posisi keuangan perusahaan,
perubahan modal, laba rugi perusahaan, arus kas perusahaan, dan informasi
yang berhubungan dengan kinerja keuangan yang bersifat finansial dengan
meilihat laporan keuangan yang dapat digunakan untuk menilai kinerja
keuangan (Nurdin & Suyudi, 2019).
Rasio profitabilitas adalah rasio yang berguna sebagai tolok ukur
kemampuan perusahaan pada saat menghasilkan laba atau profit. Semakin
tinggi rasio profitabilitasnya maka semakin baik pula Kinerja Keuangan
perusahaan (Wahid et al., 2018). ROA menitikberatkan kesanggupan
perusahaan untuk memperoleh keuntungan yang berfungsi sebagai
pengoperasionalan perusahaan dengan memanfaatkan asset yang telah
dimiliki, hal tersebut didukung oleh Bank Indonesia, bahwa Bank Indonesia
lebih menitikberatkan nilai profitabilitas yang digunakan sebagai alat ukur
ROA (Pangesti & Sutanto, 2020).
Rasio profitabilitas mengutamakan kemampuan perusahaan agar
memperoleh penghasilan saat kegiatan pengoperasionalan perusahaan
dengan menggunakan aktiva yang dimiliki perusahaan. Sasaran utama
pengoperasionalan bank adalah tercapainya titik maksimal tingkat
profitabilitas (Angraini, 2018). Kemaksimalan profitabilitas dapat
4
diperhatikan dari segi kinerja bank saat menggunakan elemen-elemen yang
dapat mempengaruhi pencapaian laba atau profitabilitas perusahaan. Salah
satunya yaitu jumlah dana yang telah terhimpun di bank, yaitu dana yang
didapatkan dari masyarakat atau dapat dibilang sebagai Dana Pihak Ketiga
(Rasyid et al., 2020).
Tabel 1.3 Perkembangan DPK BUS di Indonesia tahun 2016-2020
Tahun 2016 2017 2018 2019 2020
DPK 206.407 238.393 257.052 288.978 322.853
(Milyar Rupiah)
Sumber: Statistik Perbankan Syariah, OJK 2020
Pada tabel 1.3 dapat dijelaskan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK)
mengalami peningkatan dari tahun 2016 sampai tahun 2020. Menurut Hatiana
(2020), DPK merupakan dana yang bersumber dari masyarakat, berasal dari
perorangan ataupun badan usaha, yang didapatkan bank dari berbagai
instrumen produk simpanan bank. Apabila jumlah DPK pada bank
meningkat, bank mempunyai banyak waktu untuk mendapatkan pendapatan
yang lebih dari pemanfaatan dana tersebut. Maka diasumsikan DPK
mempunyai hubungan positif terhadap profitabilitas.
Tugas dari bank syariah adalah memberikan bantuan pendanaan kepada
masyarakat dan beroperasi sebagai perantara keuangan di masyarakat. Maka
dari itu, kehadiran bank dapat membuat arus uang yang berasal dari
masyarakat dapat dihimpun lalu disalurkanlah lagi kepada masyarakat. DPK
dapat diibaratkan sebagai “Jantung” yang sanggup menggerakkan semua
komponen yang ada di bank (Rori et al., 2017).
5
Semakin besar jumlah DPK maka dapat mengakibatkan peningkatan
kemampuan manajemen bank syariah dalam menyalurkan dananya. Jika
jumlah penyaluran dana meningkat maka dapat mengakibatkan kemampuan
bank dalam menghasilkan profitabilitas bertambah (Yundi & Sudarsono,
2018). Untuk itu, peningkatan DPK menjadi sesuatu yang penting bagi
perbankan syariah terutama ketika meningkatkan profitabilitas yang secara
bersamaan dapat meningkatkan Kinerja Keuangan di bank syariah.
Penelitian yang dihasilkan oleh Murdiyanto (2018), Anggraini (2018),
dan Parenrengi (2018) memperlihatkan bahwa DPK berdampak positif dan
signifikan terhadap ROA. Lain pula penelitian yang dihasilkan oleh
Syachfuddin & Rosyidi (2017) dan Afifah et al. (2017) bahwa DPK
berdampak negatif dan signifikan terhadap ROA. Berbeda pula penelitian dari
Hatiana & Pratiwi (2020) bahwa DPK berpengaruh positif tidak signifikan
terhadap ROA. Hal tersebut tidak didapati kesamaan hasil penelitian sehingga
perlu dilakukakan penelitian lebih lanjut.
Tabel 1.4 Perkembangan FDR BUS Indonesia tahun 2015-2020
Tahun 2016 2017 2018 2019 2020
FDR 85,99% 79,61% 78,53% 77,91% 76,36%
Sumber: Statistik Perbankan Syariah, OJK 2020
Terdapat faktor lain di penelitian ini, yaitu Financing Deposit to Ratio
(FDR). FDR adalah rasio pembiayaan bank terhadap DPK yang diterima oleh
bank dan dapat digunakan sebagai indikator mengukur seberapa besar tingkat
likuiditas bank (Fachri, 2021). Jika tingkat likuiditas FDR tinggi maka bank
dapat dikatakan gagal dalam menjalankan bisnis. Sebaliknya jika FDR
6
rendah, maka bank mempunyai likuiditas baik, namun jika bank tidak
menyalurkan pembiayaan secara baik, dapat mengakibatkan tingkat
profitabilitas bank turun.
Rasio FDR atau dalam bank konvensional disebut dengan LDR (Loan
to Deposit Ratio) berfungsi untuk mengukur tingkat kesanggupan bank saat
membayar hutang dan membayar kembali kepada deposannya, dan bank
sanggup memenuhi permintaan pembiayaan atau kredit yang diajukan
nasabah (Badzlina et al., 2020). Pernyataan mengenai FDR memperlihatkan
adanya pengaruh positif pada Kinerja Keuangan (ROA) adalah penelitian
oleh Hatta & Fitri (2020) dan Wiarta (2020). Namun tidak selaras dengan
penelitian oleh Hasanah et al. (2019) bahwa FDR tidak berpengaruh terhadap
Kinerja Keuangan perbankan syariah.
Islamic Social Reporting (ISR) yakni ukuran pelaporan perusahaan
mengenai tanggung jawab sosial yang bersumber pada pedoman syariah. ISR
menjadi salah satu hal yang sangat diperlukan bagi Kinerja Keuangan
dikarenakan dengan pengungkapan ISR, lembaga keuangan dapat
mengutarakan tanggung jawab sosialnya untuk masyarakat sehingga
perusahaan dapat dipandang baik dan dapat dilihat sebagai instansi yang
dapat diandalkan oleh masyarakat dalam menyalurkan dana (Sutapa &
Hanafi, 2019).
Alat ukur yang dipergunakan untuk mengukur dalam menilai
pengungkapan tanggung jawab sosial kepada perusahan yang secara
operasional berdasarkan prinsip syariah adalah dengan menggunakan Indeks
7
ISR. Awal mulanya ISR dikembangkan oleh Haniffa pada tahun 2002 dengan
lima tema kemudian diperluas lagi oleh Othman et al pada tahun 2009
menjadi enam tema pengungkapan tangunggjawab sosial perusahaan berbasis
syariah (Adisaputra & Kurnia, 2021). Pernyataan mengenai ISR yang
memperlihatkan pengaruh positif terhadap Kinerja Keuangan (ROA) adalah
penelitian yang diperoleh dari Retnaningsih & Hariyanti (2019) dan
Mardliyyah et al. (2020). Sedangkan penelitian yang dihasilkan oleh Hadinata
(2018) bahwa ISR tidak mempunyai pengaruh terhadap Kinerja Keuangan
perbankan syariah.
Berdasarkan uraian dan fenomena di atas, muncul berbagai perbedaan
hasil penelitian yang mana perlu dilakukan penelitian selanjutnya perihal
rasio keuangan yang berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan bank syariah.
Peneliti menambahkan variabel pemoderasi, dengan maksud hasil penelitian
nantinya dapat mempertegas atau memperlemah teori yang ada. Penggunaan
pembiayaan sebagai variabel pemoderasi karena pembiayaan yang disalurkan
dapat memberikan gambaran bagaimana bank tersebut dapat menjalankan
fungsinya sebagai perantara keuangan.
Pembaharuan yang digunakan pada penelitian ini terdapat kombinasi
baru yang terletak pada variabel dependen yaitu penggunaan FDR dan ISR
terhadap Kinerja Keuangan danPembiayaan sebagai variabel Pemoderasi.
Berdasarkan fenomena dan berbagai hasil penelitian terdahulu, peneliti
memiliki ketertarikan untuk meneliti dengan mengagkat judul “Pengaruh
Dana Pihak Ketiga (DPK), Financing Deposit to Ratio (FDR), dan
8
Islamic Social Reporting (ISR) terhadap Kinerja Keuangan dengan
Pembiayaan sebagai Variabel Pemoderasi (Studi pada Bank Umum
Syariah (BUS) di Indonesia tahun 2016-2020)”.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang didasari dari latar belakang permasalahan
diatas, maka dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Bagaimana pengaruh DPK terhadap Kinerja Keuangan BUS di Indonesia
tahun 2016-2020?
2. Bagaimana pengaruh FDR terhadap Kinerja Keuangan BUS di Indonesia
tahun 2016-2020?
3. Bagaimana pengaruh ISR terhadap Kinerja Keuangan BUS di Indonesia
tahun 2016-2020?
4. Bagaimana pengaruh DPK terhadap Kinerja Keuangan yang dimoderasi
pembiayaan pada BUS Indonesia tahun 2016-2020?
5. Bagaimana pengaruh FDR terhadap Kinerja Keuangan yang dimoderasi
pembiayaan pada BUS Indonesia tahun 2016-2020?
6. Bagaimana pengaruh ISR terhadap Kinerja Keuangan yang dimoderasi
pembiayaan pada BUS Indonesia tahun 2016-2020?
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui pengaruh DPK terhadap Kinerja Keuangan pada BUS
di Indonesia tahun 2016-2020.
2. Untuk mengetahui pengaruh FDR terhadap Kinerja Keuangan pada BUS
di Indonesia tahun 2016-2020.
9
3. Untuk mengetahui pengaruh ISR terhadap Kinerja Keuangan pada BUS di
Indonesia tahun 2016-2020.
4. Untuk mengetahui pengaruh Pembiayaan memoderasi DPK terhadap
Kinerja Keuangan pada BUS di Indonesia tahun 2016-2020.
5. Untuk mengetahui pengaruh Pembiayaan memoderasi FDR terhadap
Kinerja Keuangan pada BUS di Indonesia tahun 2016-2020.
6. Untuk mengetahui pengaruh Pembiayaan memoderasi ISR terhadap
Kinerja Keuangan pada BUS di Indonesia tahun 2016-2020.
D. Manfaat Penelitian
Adapun harapan dari penelitian yang dilakukan yaitu memberikan
manfaat, yang terdiri:
1. Manfaat Teoritis
Penelitian ini memberikan tambahan literatur dan ilmu pengetahuan
dalam hal perbankan syariah bagi peneliti dan pembaca.
2. Manfaat Praktis
a. Akademisi
Memberikan manfaat dan memperluas ilmu kepustakaan
tentang faktor yang dapat mempengaruhi kinerja keunagan
perbankan syariah.
b. Penulis
Sebagai tempat mengembangkan ilmu pengetahuan dan
pembelajaran peneliti dari teori yang telah dipelajari dan didapatkan
pada saat perkuliahan mengenai perbankan syariah.
10
c. Bank
Bank dapat melihat gambaran tentang Kinerja Keuangan
dengan referensi yang berasal dari peneliti. Hasilnya dapat
digunakan oleh pihak bank dalam upaya meningkatkan Kinerja
Keuangan dan sebagai tolok ukur kesiapan bank syariah untuk
menghadapi persaingan kedepannya.
d. Pembaca
Menambah informasi pengetahuan tentang hal- hal yang dapat
mempengaruhi Kinerja Keuangan bank syariah.
E. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan ini menggambarkan dan mempermudah para
pembaca selama memahami penelitian yang dijabarkan. Secara garis besar
sistematika dijabarakan dengan lima bab dengan terstruktur sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Poin awal mencakup permasalahan yang akan diangkat berisi latar
belakang masalah, tujuan dan manfaat penelitian, dan sistematika
penulisan yang dijelaskan secara lengkap mengenai penulisan pada
penelitian yang diteliti.
BAB II LANDASAN TEORI
Pada bagian ini mencakup penjelasan mengenai landasan teori yang
berkenaan dengan telaah pustaka yang menginformasikan intisari
penelitian terdahulu, kerangka teori fungsinya menganalisis melalui
11
konsep, kerangka penelitian yang dalam penelitian ini disajikan
dalam bentuk gambar untuk mengasilkan suatu hipotesis dan bagian
terakhir adalah hipotesis yang berisikan dugaan sementara dalam
penelitian.
BAB III METODE PENELITIAN
Pada bagian ini mencakup perihal dari jenis tentang penelitian,
tempat serta waktu penelitian, sampel serta populasi, teknik-teknik
data pengumpulan, skala pengukuran, operasional dan definisi
konsep, instrumen penelitian dan dan uji instrumennya serta alat
analisis yang fungsinya untuk menjawab rumusan masalah.
BAB IV ANALISIS DATA
Pada bagian ini menjabarakan deskripsi obyek penelitian juga hasil
interpretasi dari analisis data. Pada bab IV ini nantinya akan
dilakukan analisis data yang berfungsi mempermudah saat
pengambilan kesimpulan yang nantinya dibahas pad bab V, tentang
tinjauan umum pembahasan dan hasil penelitian dari pengelolaan
data yang didapatkan meliputi statistika diskripsi.
BAB V PENUTUP
Bagian terakhir mencakup kesimpulan atas hasil dari penelitian yang
sudah dilaksanakan dengan suatu jawaban berdasarkan dari pokok
kasus yang telak dikemukakan, dan juga terdapat saran yang beisi
masukan untuk dapat menjadi gambaran bagi para pembaca dan
12
tindakan-tindakan yang direkomendasikan untuk bahan peninjauan
selanjutnya.
13
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Telaah Pustaka
Penelitian terdahulu digunakan sebagai acuan dalam penelitian dan
untuk membangun kerangka teoritis sebagai dasar pembuatan kerangka
penelitian. Penelitian ini memuat tiga jenis variabel yang digunakan
diantararnya, tiga variabel independen yang terdiri dari DPK, FDR, dan ISR,
dengan satu variabel dependen yaitu Kinerja Keuangan, dan satu variabel
pemoderasi yaitu Pembiayaan. Maka dari itu, dapat di paparkan reseach gap
yang disajikan dengan table penelitian terdahulu yang meliputi:
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
No Penelitian dan Variabel Hasil
Tahun
DPK X Y
1. (Syachfuddin & -DPK -ROA -/Signifikan
Rosyidi, 2017)
2. (Murdiyanto, 2018) -DPK -ROA +/Signifikan
3. (Angraini, 2018) -DPK -ROA +/Signifikan
4. (Afifah et al., 2017) -DPK -ROA -/Signifikan
5. (Parenrengi & -DPK -ROA +/Signifikan
Hendratni, 2018)
6. (Hatiana & Pratiwi, -DPK -ROA +/Tidak Signifikan
2020)
7. (Katuuk et al., 2018) -DPK -ROA Tidak Berpengaruh
FDR
1. (Hatta & Fitri, 2020) -FDR -ROA +/Signifikan
2. (Lestari et al., 2016) -FDR -ROA +/Signifikan
3. (Wiarta, 2020) -FDR -ROA +/Signifikan
14
4. (Fachri, 2021) -FDR -ROA +/Tidak Signifikan
5. (Almunawwaroh & -FDR -ROA +/Signifikan
Marlina, 2018)
6. (Hasanah et al., 2019) -FDR -ROA Tidak Berpengaruh
7. (Yundi & Sudarsono, -FDR -ROA -/Signifikan
2018)
8. (Indyarwati & -FDR -ROA -/Signifikan
Handayani, 2017)
ISR
1. (Retnaningsih & -ISR -ROA +/Signifikan
Hariyanti, 2019)
2. (Mardliyyah et al., -ISR -ROA +/Signifikan
2020)
3. (Pangesti & Sutanto, -ISR -ROA -Tidak Berpengaruh
2020)
4. (Hadinata, 2018) -ISR -ROA -/Signifikan
5. (Adisaputra & Kurnia, -ISR -ROA +/Signifikan
2021)
6. (Asytuti & Indriyani, -ISR -ROA -/Signifikan
2019)
7. (Suwarsi & Azib, -ISR -ROA -Tidak Berpengaruh
2017)
8. (Farida, 2018) -ISR -ROA -Tidak Berpengaruh
Pembiayaan sebagai pemoderasi
NO Penelitian X Y Z Keterangan
Terdahulu
1. (Inayah, 2019) -DPK -ROA - Volume -Volume
Pembiayaan pembiayaan
dapat
memoderasi
DPK terhadap
Kinerja
keuangan.
2. (Junaedi, 2015) -GCG -ROA -Volume -Volume
Pembiayaan pembiayaan
dapat
memoderasi
GCG terhadap
Kinerja
keunagan
Sumber: Penelitian dahulu, diolah 2021
15
B. Kerangka Teori
Teori yang terdapat dalam penelitian ialah serangkaian konsep, asumsi
konstruk, definisi, dan porposi yang digunakan sebagai penjelasan suatu
fenomena secara sistematis dengan cara merusmuskan hubungan antar
konsep. Pada intinya teori pada penelitian yaitu seperangkat konsep yang
dirumuskan dengan cara sistematis yang nantinya menjadi sebuah dasar
keputusan (Machali, 2016).
1. Teori Pemangku Kepentingan (Stakeholders Theory)
Dalam teori ini menjelaskan bahwa perusahaan tidaklah entitas yang
hanya beroperasi bagi kepentingannya sendiri namun harus memberikan
manfaat bagi stakeholdernya (pemegang saham, kredituor, konsumen,
supplier, pemerintah, masyarakat, analis dan pihak lain). Untuk itu
keberadaan suatu perusahaan amatlah dipengaruhi oleh dukungan yang
diberikan oleh para stakeholder kepada perusahaan tersebut. (Ghozali,
2020).
Teori Stakeholder adalah semua pihak baik pihak internal ataupun
pihak eksternal diperusahaan yang mempunyai hubungan baik yang
sifatnya saling berpengaruh atau mempengaruhi, secara langsung atau
tidak langsung terhadapperusahaan dan dalam teori ini penerapannya
tidaklah hanya terdiri dari investor dan kreditur namun terdiri dari
pemasok, pelanggan, dan lingkungan hidup yang menjadi bagian dari
kehidupan sosial (Krisdamayanti & Retnani, 2020).
16
2. Kinerja Keuangan
Kinerja adalah penerimaan dari sebuah pekerjaan yang berhubungan
baik terhadap suatu tujuan strategis organisasi, kepuasan konsumen, serta
dapat menghasilkan kontribusi ekonomi (Pratama & Wardani, 2017).
Kinerja keuangan bank dapat menghasilkan gambaran tentang efisiensi
dari pemakaian dana bank tentang hasil yang akan diperoleh dengan
melihat keuntungan setalah mempertimbangkan pendapatan bersih setelah
pajak. Kinerja Keuangan bank syariah turut terlibat dalam kegiatan
operasional, diasumsikan andaikata kinerja keuangan bank syariah baik
maka operasional perusahaan tentunya akan berjalan baik dan maksimal.
Kinerja Keuangan juga menjadi sebuah tolok ukur tingkat kesehatan
perusahaan yang berguna dalam kegiatan bank syariah yang akan
dijalankan.
Kinerja keuangan ialah penggambaran keadaan keuangan untuk
periode tertentu yang berkaitan penghimpunan dana ataupun penyaluran
dana yang diukur dengan indikator kecakupan modal, likuiditas, dan
profitabilitas. Menurut Jumingan (2009) Tujuan penilaian kinerja
keuangan bagi perusahaan :
a. Memahami keefektifan tata kelola keuangan perusahaan dalam hal
likuiditas, kecukupan modal dan profitabilitas yang didapatkan saat
tahun berjalan ataupun tahun sebelumnya.
b. Memahami keefektifan perusahaan dalam memakai semua asset
yang dipunyai untuk mewujudkan keuntungan secara efisien.
17
Analisis rasio keuangan dapat bermanfaat bagi manajemen yang
berguna bagi perencanaan dan pengkajian kinerja perusahaan. Dari sisi
kreditur kegunaan rasio keuangan untuk mengukur risiko yang ada dari
pokok pinjaman serta pembayaran bunga. Dari sisi investor digunakan
untuk memeriksa nilai saham dan jaminan keamanan saham yang
diinvestasikan dalam perusahaan (Angraini, 2018).
3. Profitabilitas
Untuk menilai Kinerja Keuangan bank digunakanlah rasio
profitabilitas. Pofitabilitas digunakan untuk menghitung tingkat
keuntungan suatu perusahaan dan membandingkan efektifitas manajemen
dengan dasar hasil pengembalian yang didapatkan. Profitabilitas juga
dapat digunakan untuk mengukur jangka panjang bagi perusahaan karena
dapat digunakan untuk menilai bagimanakah prospek perusahaan untuk
kedepannya. Untuk itu perusahaan akan selalu bekerja keras untuk
mengembangkan profitabilitasnya, jika semakin tinggi tingkat
profitabilitasnya maka disasumsikan kelangsungan hidup perusahaan akan
terjamin.
Menurut Kasmir (2008) profitabilitas bagi perusahaan atau bagi
pihak luar perusahaan bertujuan:
a. Menghitung keuntungan perusahaan selama jangka waktu tertentu.
b. Sebagai pembanding antara tingkat keuntungan di periode
sebelumnya dengan periode sebelumnya.
c. Sebagai pembanding perkembangan keuntungan dari satu perode ke
18
periode berikutnya.
d. Sebagai pengukur produktifitas semua dana perusahaan yang
dipakai, termasuk modal pinjaman ataupun modal sendiri.
e. Mengetahui tingkat produktifitas dari seluruh dana perusahaan yang
dipakai.
Penelitian ini menggunakan rasio profitabilitas yang diukur
menggunakan Return on Asset (ROA) yang merupakan rasio laba/
keuntungan sebelum biaya bunga serta pajak (tax) dengan seluruh asset
perusahaan.
Pemakaian rasio profitabilitas pada penilitian ini menggunakan
Return on Asset (ROA) yang merupakan rasio yang dipakai sebagai tolok
ukur kemampuan manajemen bank saat memperoleh keuntungan secara
menyeluruh dengan periode tertentu.
ROA mencerminkan kesanggupan manajemen bank saat
pengelolaan aktiva yang digunakan sebagai sumber net income. Ketika
rasio ROA tinggi, maka perusahaan dapat dikatakan memiliki performa
yang baik sebalinya semakin kecil rasio ROA menggambarkan pendapatan
yang diperoleh sedikit dan performa keuangan buruk (Angraini, 2018).
Penggunaan rasio ROA diharapkan dapat memperlihatkan perkembangan
profitabilitas pada bank umum syariah di Indonesia. Oleh sebab itu,
keberhasilah bank syariah berasal dari evaluasi kuantitatif
padaprofitabilitas bank syariah yang diukur melalui ROA. Berikut
merupakan ukuran ROA menurut kriteria Bank Indonesia:
19
Tabel 2.2 Kriteria ROA menurut Bank Indonesia
Tingkat ROA Predikat
ROA > 1,5% Sangat Baik
1.25% < ROA ≤ 1.5% Baik
0.5% < ROA ≤ 1.25% Cukup Baik
0% < ROA ≤ 0.5% Kurang Baik
ROA ≤ 0% Tidak Baik
Sumber: [Link],[Link]
4. Dana Pihak Ketiga (DPK)
Kasmir (2006) menyatakan Dana Pihak Ketiga ialah kas atau dana
yang berasal dari masyarakat, perorangan ataupun badan usaha yang
didapatkan bank melalui berbagai aspek baik dari produk simpanan yang
yang berasal dari bank. DPK merupakan sumber dana yang terpenting bagi
bank yang dihimpun dari masyarakat, lalu disimpan dalam bentuk
tabungan, giro, atau deposito di bank.
Sumber dana yang dikelola bank dari DPK dapat mencapai 80%
hingga 90% dari keseluruhan dana yang ada. DPK merupakan sumber
kewajiban bagi kegiatan operasional bank dan dapat dijadikan tolok ukur
kesuksesan bank, andaikata bank bersedia membiayai pengoperasionalan
yang berasal dari sumber ini.
Bank yang telah berhasil menghimpun dana dengan bentuk
simpanan giro, tabungan, serta deposit dari masyarakat luas. Langkah
selanjutnya dengan menyalurkan kembali dana tersebut kepada
masyarakat yang membutuhkan. Semakin besar dana yang berhasil
dihimpun yang diperoleh dari masyarakat maka semakin besar pula kredit
yang diberikan. Pemberian kredit merupakan peranan bank yang paling
utama dalam menghasilkan keuntungan (Dendawijaya, 2005).
20
Menurut Soemitra (2017) pada dasarnya penghimpunan dana bank
terdiri dari dua hal yaitu investasi dan simpanan. Untuk acuan penyaluran
dana bagi hasil usaha dana pihak ketiga yang disimpan di bank syariah,
Dana yang dikumpulkan oleh bank syariah harus mematuhi
ketentuan berikut:
a. Kontrak yang dijalankan atau dipraktikkan harus sesuai dengan prinsip
syariah.
b. Memberikan penegasan, bahwa bank ataupun lembaga keuangan
syariah tidak menerapkan sistem bunga.
c. Perbankan syariah melakukan peredaran uang dibatasi oleh prinsip
syariah dan keuntungan.
DSN MUI menerbitkan Fatwa No. 14/DSN-MUI/IX/2000 tentang
Prinsip Distribusi Hasil Usaha dalam Lembaga Keuangan Syariah, dan
Fatwa No.87/DSN-MUI/XII/2012 tentang Metode Pemerataan
Penghasilan (Income Smoothing) Dana Pihak Ketiga yang terdiri dari:
a. Giro
Prinsip syariah tentang giro terdapat dalam Fatwa DSN
No.01/DSN-MUI/IV/2000. Giro ialah simpanan yang bisa diambil
kapanpun melalui cek, bilyet giro, transfer atau dengan alat pembayaran
lain, secara prinsipnya menggunakan akad mudharabah dan wadi’ah.
Apabila menggunakan adakd mudharabah maka bagi hasil sesuai
dengan kesepakatan masing-masing pihak. Apabila akad wadi’ah yang
digunakan maka pihak bank tidak boleh menjanjikan imbalan kepada
21
nasabah.
b. Tabungan
Prinsip syariah tentang tabungan terdapat dalam Fatwa DSN
No.02/DSN-MUI/IV/2000. Tabungan ialah simpanan yang
pengambilannya menurut ketentuan yang telah disepakati, tapi tidak
bisa ditarik menggunakan bilyet giro, cek, maupun sarana lain yang
sejenis. Tabungan menggunakan akad mudhaarbah dan wadi’ah. Pada
tabungan dengan akad wadi’ah bank diperbolehkan memberikan bonus
ke nasabah tanpa adanya kesepakatan di awal akad tentang besarnya
bonus yang akan diterima.
c. Deposito
Prinsip syariah tentang deposito terdapat dalam Fatwa DSN
No.03/DSN-MUI/IV/2000. Deposito ialah investasi dana
menggunakan akad mudharabah. Deposito adalah simpanan yang dapat
diambil pada waktu tertentu menurut kesepakatan antara pihak bank
dengan pihak nasabah.
5. Financing Deposit to Ratio (FDR)
Menurut IBI (2016) likuiditas bank menggambarkan
kesanggupan bank untuk menyediakan pendanaan yang digunakan
untuk mencukupi kewajiban dengan biaya yang normal. Bank
hendaklah mencukupi likuiditas dengan jumlah yang memadai agar
berhasil melayani kebutuhan nasabah sehingga berjalan baik. Bank
dengan likuiditas yang cukup, mampu membayar kewajiban kepada
22
kreditur yang sudah dalam jatuh tempo, dapat membayar apabila terjadi
pengambilan dana nasabah secara seketika dalam jumlah besar, dan
mampu mencukupi penarikan kredit nasabah yang diluar kewajaran
sesuai dengan bank. Jika jumlah likuiditas dibank kurang memadai,
maka bank akan menghadapi kegagalan dalam beroperasi. Kondisi
likuiditas dibank tidak dapat dikatakan tetap, namun kebutuhan dana
bank dapat berubah-ubah sebagai tanggapan dari kondisi ekonomi dan
lain sebagainya.
Rasio Financing Deposit to Ratio (FDR), ialah perbandingan
antara pembiayaan yang dialokasikan oleh bank dengan dana pihak
ketiga. FDR digunakan untuk memperkirakan kemampuan bank
syariah saat mencukupi segala kewajiban jangka pendek ketika jatuh
tempo. Dikatakan likuid apabila bank syariah mampu mengembalikan
simpanan nasabah apabila ditagih dan mampu menutup pembiayaan
pada pihak luar. (MUHAMMAD, 2014).
FDR adalah rasio seluruh jumlah pembiayaan yang disalurkan
dengan dana yang diterima oleh bank. Apabila semakin tinggi rasio
maka akan memberikan gambaran semakin rendahnya kemampuan
likuiditas bank. Apabila tingkat likuiditas berkurang dapat berdampak
dengan naiknya tingkat profitabilitas. Dengan tingginya FDR
pembiayaan yang dilakukan bank akan besar, sehingga dari berbagai
macam pembiayaan diharapkan dapat meningkatkan profitabilitas bank
syariah (Almunawwaroh & Marlina, 2018).
23
Menurut Nurvarida (2017) tingkat rasio LDR dengan kriteria yang
bagus adalah pada peringkat 1 dan peringkat 2 antara 50% sampai 85%.
Meskipun belum terdapat ketentuan besarnya FDR namun ukuran LDR
tersebut dapat dijadikan acuan penilaian likuiditas bagi perbankan
syariah di Indonesia seperti halnya dalam perbankan konvensional.
6. Islamic Social Reporting (ISR)
Dalam segi pandangan islam, social report ialah bisnis dengan
praktik yang tanggungg jawabnya etis dengan alami. Ciri-ciri
perusahaan yang menambahkan norma agama islam yaitu terdapatnya
komitmen ketulusan saat melindungi perjanjian sosial pada saat
pengoperasionalannya. Maka dari itu, bisnis dengan kerangka islami
meliputi hubungan bisnis dalam bentuknya (Hadinata, 2018).
Untuk pertama kali ISR diprakasai oleh Ross Hanifa (2002)
dengan artikelnya yang berjudul “Social Reporting Disclousure: An
Islamic Perspective“. Kemudian ISR diperluas lebih jauh oleh Rohana
Othman, Azlan Md Thani, dan Erlane K Ghani (2009) di Malaysia. ISR
ialah suatu indeks atau standar yang harus dipatuhi oleh perusahaan
untuk melaporkan kinerja sosialnya dengan kenetuan islam. (Suwarsi
& Azib, 2017).
Index ISR dikembangkan dengan lahirnya strandar pelaporan
oleh AAOFI (Accounting and Auditing Organization for Islamic
Financial Institutions) untuk seterusnya diperluas bagi masing-masing
peneliti selanjutnya. ISR ialah pengungkapan tanggung jawab sosial
24
yang dilaksankan perusahaan secara sukarela berdasarkan syariat islam.
Dalam rangka memberikan tanggung jawab sosial dan sebagai alat
transparansi bagi pemangku kepentingan untuk mengambil keputusan.
ISR ialah kelanjutan dari pelaporan sosial yang mencakup bukan
hanya ekspetasi masyarakat mengenai peran perusahaan di
perekonomian, melinkan peranan perusahaan dalam aspek spiritual
(Haniffa, 2002). ISR menggaris besarkan pada keadilan sosial terkait
pelaporan lingkungan, hak minoritas, dan karyawan. Index ISR terdiri
dari beberapa penelitian yang berkaitan dengan referensi dari Othman
et al. (2009) dengan mengungkapan tema pengungkapan dari ISR.
Setiap tema mempunyai indicator pengungkapan tema. Terdapat enam
item tema pengungkapan ISR menurut yaitu:
a. Tema Keuangan dan Investasi
Rancangan dasar yang diinformasikan pada tema ini ialah
tentang tauhid, kewajidan dan kehalalan contohnya: biaya bunga
(riba) dan biaya spekulatif (gharar) yang secara mutlak dilarang
oleh syariat islam, dan melaksanakan kewajiban berzakat (Haniffa,
2002).
b. Tema Produk dan Layanan
Rancangan dasar yang diinformasikan pada tema ini ialah
tentang kehalalan produk dan jasa atau layanan yang digunakan pada
pengaduan nasabah. Selain itu, layanan pengaduan nasabah juga
harus diprioritaskan bank syariah untuk menjaga keyakinan nasabah.
25
Dimasa sekarang, hampir semua pelayanan bisnis untuk para
pelanggan atau kliennya, dikarenakan pelayanan yang baik nantinya
mendapatkan imbalan pada tingkat loyalitas dari pelanggan (Othman
et al., 2009)
c. Tema Karyawan
Rancangan dasar yang diinformasikan pada tema ini ialah
segala hal yang berhubungan dengan karyawan bermula dari konsep
etika, perilaku amanah dan adil terhadap karyawan, karyawan
dibayar dengan upah yang sesuai, kebutuhan spiritual karyawan, dll.
aspek yang digunakan pada penelitian ini yaitu tentang kriteria
karyawan, gaji dan tunjangan, pelatihan, pendidikan, pemberdayaan
karyawan, Kesehatan dan keselamatan, semua karyawan memiliki
peluang yang sama, lingkungan kerja yang mendukung dan baik,
apresiasi kepada karyawan yang berprestasi.
d. Tema Masyarakat
Menurut Haniffa (2002) mengungkapkan bahwa dasar dari
konsep ini tentang adanya ummah, amanah dan adil serta
menekankan kepada kepentingan masyarakat untuk berbagi dan
memberi bantuan melalui perwujudan kegiatan sosial dengan cara
sedekah, waqaf, serta qardhasan (meminjamkan uang tanpa
bunga/manfaat). Sedangkan terdapat faktor lain diperluas oleh
Othman et al (2009) di antaranya yaitu beasiswa, relawan yang
berasal dari golongan karyawan, pengembangan lulusan sekolah
26
bisnis atau magang bagi mahasiswa, pembinaan bagi kalangan
muda, peningkatan kualitas hidup yang diperutntukkan masyarakat
miskin, perawatan bagi anak kecil, kegiatan bakti sosial, serta
dukungan untuk kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan,
agama, pendidikan, hiburan, olahraga, dan budaya.
e. Tema Lingkungan
Dasar rancanganyang digunakan dalam tema ini ialah dengan
keseimbangan / mizan, tengah / i;tidal, dan khilafah akhirah /
kewajiban untuk melindungi lingkungan. Hal tersebut berkaitan
dengan pemakaian sumber daya dan kegiatan yang diperlukan
sebagai kriteria pemeliharaan lingkungan, perihal pengurangan efek
pemanasan global, pengetahuan lingkungan, audit lingkungan serta
tata kelola lingkungan
f. Tata Kelola Perusahaan
Tema corporate governance di ISR adalah tambahan oleh
Othman et al (2009) yang mana tema ini sangat berhubungan dengan
perusahaan dalam rangka untuk mmembuktikan pengawasan pada
aspek perusahaan syariah. Tata kelola perusahaan dapat dijelaskan
dengan sistem hak, proses, dan kontrol yang keseluruhan diatur
secara intern dan ekstern atas pengelolaan badan usaha untuk tujuan
melindungi kepentingan pemangku kepentingan. Dalam tata kelola
perusahaan dalam ekonomi islam yaitu:
1) Akuntabilitas: Dalam hal tanggungjawab, umat islam harus
27
meyakini bahwa apapun yang kita lakukan di dunia tidak akan
mendapatkan balasanya di akhirat nanti. Maka dari itu, manusia
berkewajiban menjalankan perintah Allah SWT.
2) Transaparasi: Konsep ini terkandung dalam Al-quran dalam surah
Al-Baqarah ayat 182.
3) Keadilan: Konsep ini terkandung dalam Al-Quran dalam surah
An-Nisaa:58.
4) Bertanggung Jawab: Konsep ini terdapat hubungan dengan
konsep akuntabilitas.
Untuk pengukuran Indeks ISR digunakan metode contenr
analysis, yang berguna sebagai indentifikasi jenis ISR untuk menelaah
annual report perusahaan. Untuk penilaian indeks ISR menggunakan
cara scoring (diberi nilai 1 ketika indikator pada pengungkapan ISR
terdapat didalam laporan keunagan, sedangkan nilai 0 untuk indikator
yang tidak terdapat didalam laporan keunagan, kemudian dilakukan
perhitungan ISR).
7. Pembiayaan
a. Definisi Pembiayaan
Pembiayaan adalah sumber penghasilan bagi bank syariah
dengan tujuan untuk memenuhi kepentingan dan kebutuhan
stakholders yang terdiri dari pemilik, pegawai, masyarakat,
pemerintah, dan bank (Yudiana, 2017).
28
Menurut Nasution (2018) pembiayaan dengan dasar prinsip
syariah ialah alokasi dana atau tagihan yang disertakan dengan hal
tersebut mengikuti persepakatan antara bank dengan pihak lain
dengan ketetapan pihak yang diberi dana agar dapat mengembalikan
tagihan tersebut sesuai jangka waktu tertentu bersamaan imbalan
atau bagi hasil. Pada saat terjadi pembiayaan, bank syariah perlu
menganalisis pembiayaa agar bank syariah mendapatkan keyakinan
bahwa pembiyaan yang dialokasikan dapat dikembalikan oleh
nasabah.
b. Tujuan Pembiayaan
Tujuan pembiayaan dengan dasar prinsip syariah ialah
berfungsi menaikkan kesejahteraan ekonomi dan peluang kerja
berlandaskan nilai-nilai islam. Pembiayaan tersebut perlu dirasakan
bagi para pengusaha yang berkecimpung dalam bidang industri,
pertanian, dan perdagangan guna menopang giliran kerja dan
menopang produksi dan distribusi barang-barang dan jasa-jasa
berguna sebagai pemenuhan kebutuhan domestik dan juga luar
negeri (Nasution, 2018).
c. Fungsi Pembiayaan
Kehadiran prinsip bank syariah dengan mengaplikasikan
pembiayaan berprinsip syariah tidak hanya diperuntukkan mendapat
keuntungan dan memprediksikan usaha perbankan di Indonesia,
namun guna melahirkan lingkungan bisnis yang terjamin. Menurut
29
Yudiana (2017) Fungsi bank syariah bagi masyarakat yakni:
1) Mengembangkan daya guna uang
2) Meingkatkan daya guna barang
3) Mengembangkan peredaran uang
4) Melahirkan suasana yang kondusif pada usaha.
5) Sebagai penguatan ekonomi
6) Menjembatani peningkatan pendapatan nasional.
7) Sebagai alat hubungan ekonomi internasional.
d. Jenis Pembiayaan
Pembiayaan ialah penyedia dana atau tagihan terdiri dari:
1) Transaksi bagi hasil berwujud mudharabah dan musyarakah.
2) Transaki sewa menyewa berwujud ijarah atau sewa beli dengan
wujud IMBT.
3) Transaksi jual beli berwujud piutang murabahah, salam, dan
isthina.
4) Transaksi pinjam-meminjam berwujud piutang qardh, serta
5) Transaksi sewa menyewa jasa berwujud ijarah untuk transaksi
multijasa.
Penjabaran dari jenis-jenis pembiayaan diatas menurut Soemitra
(2017) yaitu:
1) Mudharabah
Dalam pembiayaan akad mudharabah ialah akad kerja sama
pada usaha antara pihak pertama yang meyediakan semua uang
30
yang berasal dari pihak kedua mempunyai peranan sebagai
pengelola dana dengan membagi profit usaha berlandaskan
kesepakatan yang disepakati dalam akad. Jika terjadi kerugian
dijamin sepenuhnya oleh bank syariah, kecuali andaikata pihak
kedua yang menunaikan kesalahan dengan sengaja, lalai, atau
melanggar pengesahan diawal.
2) Musyarakah
Akad musyarakah ialah akad kerja sama diantara dua pihak
atau lebih pada suatu usaha tertentu dengan tiap-tiap pihak
memberikan alokasi dana dengan ketetapan bahwa keuntungan
akan dialokasikan sesuai persetujuan, jika terjadi defisit akan
ditanggung dengan porposi tiap-tiap pihak.
3) Murabahah
Akad Murabahah ialah akad pembiayaan pada suatu barang
dengan menyatakan harga beli tesebut kepada pembeli dan
pembeli membayarnya dengan harga beli ditambah harga
keuntungan sesuai kesepakatan antara kedua belah pihak.
4) Salam
Akad Salam ialah akad pembiayaan pada suatu barang
engan sistem memesan terlebih dahulu dengan pembayarannya
dilakukan diawal melalui syarat khusus sesuai dengan
kesepakatan.
31
5) Isthisna’
Akad Isthisna’ ialah akad pembiayaan barang berbentuk
pemesanan barang spesifik disertai kriteria dan syarat khusus
dengan kesepakatan antara pemesan dan pembuat barang.
Pembayaran dapat dikerjakan oleh bank dengan beberapa kali
(termin).
6) Qardh
Akad qardh ialah akad pinjaman dana bakal nasabah yang
mempunyai persyaratan hingga nasabah berkewajiban
mengembalikan modal pinjaman yang telah diterima dengan
tempo yang telah disetujui, baik secara langsung atauoun dengan
cicilan.
7) Ijarah
Akad ijarah ialah akad alokasi dana yang berfungsi untuk
mengalihkan hak guna atau keuntungan yang berasal dari suatu
barang atau jasa dengan acuan transaksi sewa, tanpa diikuti
pemindahan kepemilikan barang tersebut.
8) Ijarah Muntahiya Bittamlik
Akad IMBT ialah akad alokasi dana yang berfungsi untuk
mengalihkan hak guna atau keuntungan yang berasal dari suatu
barang atau jasa dengan acuan transaksi sewa dengan pilihan
pengalihan kepemilikan barang.
32
C. Kerangka Penelitian
DPK (X1)
H1
Kinerja
FDR (X2) H2 Keuangan
(Y)
H3
ISR (X3)
H4 H5 H6
Jumlah Pembiayaan
(Z)
Gambar 2.1 Kerangka Penelitian
D. Hipotesis
Hipotesis ialah kesimpulan yang belum lengkap atau kesimpulan yang
belum tertata, pembuktikan kebenaran hipotesis tersebut melalui penelitian.
Pembuktian dapat dikerjakan melalui uji hipotesis dimaksud dengan data
dilapangan. Penggunaan hipotesis penelitian menjadi jelas arah pengujiannya
atau dapat dikatakan hipotesis mengajarkan peneliti saat keberlangsungan
penelitian di lapangan ketika berperan sebagai objek pengujian ataupun
ketika pengumpulan data (Bungin, 2005).
1. Pengaruh DPK terhadap Kinerja Keuangan
Menjaga kepercayaan masyarakat merupakan salah satu elemen
utama untuk perkembangan dan kemajuan bank. Meningkatnya jumlah
DPK mencerminkan bahwa bank telah berhasil menghimpun dana dari
dana pihak ketiga. Hal tersebut memberi artian secara konsep Kinerja
Keuangan pada bank sudah dipercaya oleh masyarakat. Oleh sebab itu,
semakin banyak dana yang berhasil dihimpun bank sehingga bank dapat
33
menyalurkan dana sehingga dapat meningkatkan potensi naiknya
profitabilitas bagi bank (Murdiyanto, 2018).
Pemaparan tersebut selaras dengan riset dari Parenrengi & Hendratni
(2018) yang hasilnya DPK mencerminkan memiliki hubungan yang positif
dan signifikan terhadap profitabilitas. Semakin banyak dana yang
dihimpun dari bank syariah, maka bank dapat meningkatkan kegiatan
usaha dan memperluas penerapan produk yang sepadan dengan kebutuhan
nasabah yang nantinya dapat meningkatkan profitabilitas. Dapat
disimpulkan bahwa semakin banyak jumlah DPK maka ROA semakin
tinggi dan Kinerja Keuangan pada bank menjadi lebih baik. Penelitian ini
juga selaras dengan Anggraini (2018) bahwa DPK mempunyai pengaruh
positif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan, maka dapat dibuat
hipotesis sebagai berikut:
H1: DPK mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap
Kinerja Keuangan.
2. Pengaruh FDR terhadap Kinerja Keuangan
Rasio FDR atau rasio likuiditas dipakai sebagai pengukur
kesanggupan bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Bank
mempunyai kesediaan untuk melakukan pembayaran penarikan giro,
deposito berjangka, tabungan, pinjaman bank yang akan jatuh tempo atau
diartikan sebagai gambaran penyediaan kredit yang dialokasikan untuk
nasabah dapat menyepadankan kewajiban bank dengan memenuhi
deposan yang akan mengambil uangnya, dimana bank sudah
34
menggunakan uangnya sebagai pemberian kredit dengan mengendalikan
pembiayaan yang telah disalurkan kepada masyarakat (Lestari et al.,
2016).
Menurut Alunawwaroh & Marlina (2018) FDR merupakan rasio
antara semua jumlah kredit yang dialokasikan oleh bank bersamaan
dengan dana yang diterima bank. Rasio FDR berguna sebagai salah satu
penilaian likuiditas bank. Standar yang digunkan untuk mengukur nilai
LDR berdasarkan ketentuan Bank Indonesia adalah 80%-110%. Apabila
rasio FDR bertambah tinggi maka dapat mencerminkan semakin
rendahnya kemampuan likuiditas pada bank. Tingkat likuditas yang
semakin berkurang dapat memberikan hasil terhadap naiknya profitabilitas
bank. Maka dapat disimpulkan FDR mempunyai pengaruh positif dan
signifikan terhadap profitabilitas.
Penelitian tersebut juga didukung oleh Hatta & Fitri (2020) dan
Wiarta (2020) bahwa tingginya FDR melalui pembiayaan dengan asumsi
pengalokasian dana dilakukan efektif dan efisien, sehingga bank
mendapatkan hasil yang diharapka dan dapat meningkatkan profitabilitas.
Maka dapat disimpulkan FDR mempunyai pengaruh positif dan signifikan
terhadap Kinerja Keungan (ROA).
H2: FDR berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja
Keuangan.
35
3. Pengaruh ISR terhadap Kinerja Keuangan
Adanya indikasi bahwa profitabilitas mempunyai keterkaitan
dengan keefektifan manajemen pada suatu perusahaan untuk menetapkan
langkah mendasar guna mendapatkan keuntungan yang diperoleh
perusahaan. Perusahaan dengan profitabilitas tinggi akan menggandeng
investor dengan cara memberikan informasi tanggung jawab sosial
perusahaan kepada masyarakat ataupun para stakeholder. Hal tersebut
mencerminkan bahwa perusahaan yang dengan tingkat tinggi
menginformasikan tanggung jawab sosialnya, maka bertambah tinggi pula
profitabilitas perusahaan yang mencerminkan kinerja keuangan
perusahaan juga baik.
Pemberian informasi mengenai pengungkapan ISR kepada
pemegang kepentingan perusahaan dan para pemegang saham mampu
memberikan efek positif bagi perusahaan. Hal tersebut mengakibatkan
naiknya kepercayaan nasabah terhadap perbankan syariah. Keadaan
tersebut membuat naiknya profitabilitas yang diimbangi dengan
meningkatnya kinerja keuangan bank syariah. Semakin tinggi
penggungkapan ISR yang diukur dengan Indeks ISR maka kinerja
perusahaan juga akan mengalami kenaikan dengan indikasi naiknya
profitabilitas. Hal tersebut mencerminkan kemampuan bank syariah dalam
menghasilkan laba salah satunya dipengaruhi oleh pengungkapan aktifitas
sosial perbankan syariah yang dapat membentuk citra perusahaan terhadap
masyarakat luas (Adisaputra & Kurnia, 2021).
36
Hal tersebut selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh
Retnaningsih & Hariyanti (2019), Mardliyyah et al (2020) bahwa ISR
mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan
(ROA). Berdasarkan paparan tersebut dapat dibuat hipotesis sebagai
berikut:
H3: ISR berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja
Keuangan (ROA).
4. Pengaruh Pembiayaan dalam memoderasi DPK terhadap Kinerja
Keuangan
Menurut Anshori (2019) besar kecilnya jumlah penyaluran dana
lewat pembiayaan yang diberikan oleh bank syariah sangat dipengaruhi
oleh besar kecilnya jumlah DPK yang dihimpun oleh bank. Semakin tinggi
jumlah DPK maka akan semakin tinggi pula jumlah pembiayaan yang
disalurkan. Apabila bank tidak menyalurkan dananya, bank akan
mengalami kerugian karena bank tidak produktif dan tidak akan
memperoleh laba. Dapat dipersepsikan DPK terdapat hubungan yang
positif terhadap Kinerja Keuangan (ROA).
Oleh sebab itu, bahwa semakin banyak jumlah simpanan yang
berasal dari pihak ketiga, maka bank dapat meningkatkan kegiatan
usahanya salah satunya lewat pembiayaan yang nantinya bank akan
memperoleh profitabilitas dengan diikuti kinerja keuangan perbankan
syariah (Ryad & Yuliawati, 2017). Penelitian yang selaras dengan paparan
Pembiayaan dapat memoderasi DPK dengan Kinerja Keuangan dilakukan
37
oleh (Inayah, 2019). Berdasarkan hal tersebut dapat dibuat hipotesis
sebagai berikut:
H4: Pembiayaan dapat memoderasi pengaruh DPK terhadap Kinerja
Keuangan.
5. Pengaruh Pembiayaan dalam memoderasi FDR terhadap Kinerja
Keuangan
Menurut Yulia & Ramdani (2020) apabila penyaluran dana yang
dilakukan bank syariah meningkat, hal ini mengindikasikan bahwa FDR
pada perusahaan juga mengalami peningkatan. Lewat pembiayaan
nantinya bank syariah akan mendapatkan suatu laba, apabila semakin
besar pembiayaan yang disalurkan maka laba yang diperoleh akan
meningkat dengan asumsi penyaluran pembiayaan tidak mengalami
permasalahan dan dilakukan secara efektif, jika pendapatan yang diperoleh
bank naik nantinya secara otomatis laba bank juga mengalami kenaikan.
FDR yang semakin tinggi dengan tingkatan batas tertentu
menunjukkan semakin tinggi pula laba bank dengan pengasumsian
penyaluran pembiayaan oleh bank syariah dari DPK yang dilakukan secara
efektif dan efisien (Mokoagow & Fuady, 2015). Berdasarkan hal yang
telah dijelaskan dapat dirumuskan dengan hipotesis sebagai berikut:
H5: Pembiayaan dapat memoderasi pengaruh FDR terhadap Kinerja
Keuangan.
38
6. Pengaruh Pembiayaan dalam memoderasi ISR terhadap Kinerja
Keuangan
Pembiayaan berguna sebagai pemberi fasilitas penyedia dana yang
berguna untuk mendukung investasi yang sudah dirancang dengan dasar
kesepakatan bank dengan pihak yang lain. Lewat kegiatan pembiayaan,
bank mendapatkan keuntungan yang berasal dari bank syariah dengan
pihak nasabah. Keuntungan tersebut berupa laba, yang dapat digunakan
perusahaan salah satunya lewat pertangungjawaban sosial perusahaan
kepada publik yang dilaporkan perusahaan dalam bentuk pelaporan ISR
(Sonia et al., 2017).
Apabila pembiayaan yang dilakukan bank jumlahnya besar maka
semakin banyak ISR yang diungkapkan oleh perusahaan, ROA juga akan
mengalami kenaikan yang berarti Kinerja Keuangan akan meningkat.
Pengungkapan ISR dinilai mampu membantu citra perusahaan kepada
publik lewat agenda kegiatan yang dilakukan perusahaan. Oleh karenanya,
apabila perusahaan semakin tinggi mengungkapkan ISR yang diharapkan
akan mampu mempengaruhi profitabilitas pada perusahaan (Retnaningsih
& Hariyanti, 2019). Berdasarkan hal tersebut dapat dirumuskan hipotesis
sebagai berikut:
H6: Pembiayaan dapat memoderasi pengaruh ISR terhadap Kinerja
Keuangan.
39
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Pada riset ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Penelitian
kuantitatif yaitu proses pelaksanaan penelitian lebih menekankan penggunaan
angka-angka mulai dari proses mengumpulkan data, penginterpretasian,
sampai dengan hasil atau pada penarikan kesimpulan (Machali, 2016).
Menurut Sugiyono (2013) metode kuantitatif dapat dikatakan dengan
cara tradisional, sebab cara ini sudah cukup lama dipakai sehingga sudah
turun temurun sebagai metode penelitian. Metode ini juga disebut discovery,
sebab dapat ditentukan dan di perluas dengan berbagai iptek. Disebut metode
kuantitatif, sebab data penelitian yang digunakan angka-angka dan dengan
analisis statistik.
Pemakaian riset kuantitatif menggunakan cara yang dapat dipercaya
dan andal disertai analisis statistik yang tepat dan sesuai, maka jawaban
penelitian yang dicapai tidak boleh bersimpangan dengan kondisi sesuai
dengan kenyataan. Hal tersebut ditopang dari pemilihan masalah,
pemahaman masalah, pencetusan masalah yang akurat, dan disertai dengan
pemilihan populasi dan sampel yang sesuai (Yusuf, 2017).
Jenis penelitian deskriptif kuantitatif digunakan pada penelitian,
dikarenakan usaha sadar dan sistematis untuk merekomendasikan jawaban
terhadap suatu permasalahan dan/atau memperoleh informasi lebih jelas dan
40
luas terhadap suatu fenomena dengan menggunakan langkah-langkah
penelitian dengan pedekatan kuantitatif (Yusuf, 2017).
B. Objek dan Waktu Penelitian
Penelitian ini memakai objek data sekunder, dengan data laporan
keuangan tahunan (annual report) yang berasal dari Bank Umum Syariah
(BUS) dan tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai tahun 2016–2020.
Sehingga penelitian mendapatkan sumber data yang berasal dari website
resmi BUS yang sesuai dengan kriteria sampel penelitian. Waktu dimulainya
penelitian ini di akhir bulan Mei 2021.
C. Populasi dan Sempel Penelitian
1. Populasi
Populasi ialah cakupan penyamarataan yang tersusun dari:
obyek/subyek yang memiliki kualitas dan ciri khas yang dialokasikan oleh
peneliti dengan tujuan ditelaah dan selanjutnya ditentukan kesimpulannya.
Populasi tiada lain hanya jumlah yang tersedia di obyek ataupun subyek
yang dipelajari, namun terdiri dari segala karakteristik yang dipunya oleh
subyek atau obyek tersebut (Sugiyono, 2013).
Untuk penelitian ini digunakan 14 populasi BUS di Indonesia yang
terdaftar di OJK yang terdiri dari:
Tabel 3.1 Populasi Penelitian
No BUS No BUS
1. PT. Bank Rakyat Indonesia Syariah 8. PT. Bank Victoria Syariah
2. PT. Bank Muamalat 9. PT. Bank Jawa Barat Banten
Syariah
3. PT. Bank Nasional Indonesia Syariah 10. PT. Bank Tabungan Pensiun
Negara Syariah
41
4. PT. Bank Syariah Mandiri 11. PT. May Bank Indonesia
5. PT. Bank Mega Syariah 12. PT. Bank BCA Syariah
6. PT. Panin Dubai Syariah 13. PT. Bank Aceh Syariah
7. PT. Bank Syariah Bukopin 14. PT. BPD Nusa Tenggara Barat
Syariah
Sumber: [Link]
2. Sampel
Sampel merupakan sebagian dari jumlah dan ciri khas yang ada pada
populasi. Populasi diartikan luas, dan peneliti tidak memungkinkan
mempelajari seacara keseluruhan yang terdapat dipopulasi, contohnya
adanya keterikatan dana, waktu dan tenaga, oleh sebab itu peneliti dapat
memanfaatkan sampel yang berasal dari populasi. Kesimpulan yang
didapatkan dari sampel dapat diterapkan untuk populasi. Sampel yang
diambil haruslah dapat mewakili dan sebagian populasi (Sugiyono, 2013).
Teknik yang diaplikasikan pada pengambilan sampel dalam
penelitian ini yaitu menggunakan purposive sampling. Sampling porposive
merupakan cara yang digunakan untuk menentukan sampel dengan
pertimbangan khusus yang dilakukan oleh peneliti sendiri dengan acuan
pada ciri atau sifat-sifat populasi yang sebelumnya telah diketahui
(Machali, 2016). Adapun kriteria sampel dan pertimbangan penentuan
sampel dalam penelitian ini adalah:
a. BUS Indonesia yang terdaftar di OJK, serta telah mempublikasikan
laporan keuangan secara lengkap selama periode 2016-2020.
b. BUS Indonesia yang mengungkapkan data dan rasio keuangan yang
dibutuhkan dalam penelitian sebanyak 11 BUS.
c. Jumlah total sampel sebanyak 55.
42
Berdasarkan kriteria tersebut, terdapat BUS di Indonesia yang
memenuhi kriteria penelitian untuk dijadikan sampel yaitu:
Tabel 3.2 Daftar Sampel
No BUS No BUS
1. PT. Bank Rakyat Indonesia BRIS 7. PT. Panin Dubai BPDS
Syariah Syariah
2. PT. Bank Muamalat BMI 8. PT. Bank Syariah BSB
Bukopin
3. PT. Bank Nasional Indonesia BNIS 9. PT. Bank Victoria BVS
Syariah Syariah
4. PT. Bank Syariah Mandiri BSM 10. PT. Bank Jawa Barat BJBBS
Banten Syariah
5. PT. Bank Syariah Mega BSMI 11. PT. Bank Tabungan BTPNS
Indonesia Pensiunan Nasional
Syariah
6. PT. Bank Central Asia BCAS
Syariah
Sumber: [Link]
D. Teknik Pengumpulan Data
1. Jenis dan Sumber Data Penelitian
Jenis data yang diaplikasikan di riset ini yaitu data sekunder yang
merupakan sumber yang tidak secara langsung menginformasikan data
kepada penghimpun data, dapat berasal dari orang lain ataupun
dokumen (Sugiyono, 2013) atau data primer yang sudah diolah lebih
lanjut membuat bentuk tabel, diagram, grafik, dan yang lainnya
(Agung, 2012). Data sekunder pada riset ini berasal dari laporan
keuangan BUS Indonesia tahun 2016-2020 yang diterbitkan OJK.
2. Teknik Pengumpulan Data Penelitian
Teknik pengumpulan data ialah sebuah proses yang diaplikasikan
untuk keperluan penelitian, yang mana data yang sudah dikumpulkan
digunakan untuk menguji hipotesis yang sudah dirumuskan (Rukajat,
43
2018). Pada riset ini menggunakan teknik studi kepustakaan, dalam
penelitian hampir seluruh selalu berhubungan dari ilmu pengetahuan
yang sebelumnya sudah ada. Tinjauan pustaka yaitu mempelajari,
memahami, dan mengutip berbagai teori pendapat, pandangan hasil
penelitian terdahulu, pernyataan dari para ahli yang berasal dari
pengumpulan buku, laporan keuangan, jurnal, majalah, dan sumber
referensi lain yang terkait dengan penelitian ini (Agung, 2012).
E. Definisi Konsep Operasional Variabel Penelitian
Operasionalisasi variabel ialah definisi yang diberikan kepada
variabel variabel yang digunakan dalam penelitian dan selanjutnya diberi
makna, sehingga setiap variabel merupakan variabel yang spesifik yang
sesuai dengan lingkup aktivitas variabel tersebut (Rukajat, 2018).
Definisi operasional variabel dilakukan dalam rangka untuk
menghindari perbedaan makna dalam memahami varibel penelitian
(Machali, 2016). Variabel-variabel yang dipakai yaitu sebagai berikut:
1. Variabel Independen (Independent Variable)
Variabel independent atau juga bisa disebut variabel bebas,
stimulus, predictor, antecedent. Variabel ini yang mempengaruhi,
menjelaskan, atau menginformasikan variabel lainnya. Variabel ini
mengakibatkan perubahan atau transformasi pada variabel dependen.
Variabel ini pada umumnya digambarkan dengan variabel X (Yusuf,
2017). Variabel independen yang dipakai yaitu:
44
a. Dana Pihak Ketiga (DPK)
Dana Pihak Ketiga atau Third Party Fund atau juga disebut
dengan funding merupakan dana titipan dari masyarakat kepada
bank dengan bentuk simpanan dengan tujuan keamanan serta dana
tersebut dapat diambil sewaktu-waktu. Simpanan tersebut berupa
tabungan, giro, serta deposito. DPK dapat dirumuskan dengan cara
berikut:
DPK = Giro + Total tabungan + Total Deposito
b. Financing Deposit to Ratio (FDR)
FDR merupakan rasio yang dipakai sebagai alat ukur likuiditas
bank ketika para deposan menarik dananya kembali dan mampu
memenuhi permintaan pinjaman yang sudah diajukan oleh deposan
berdasarkan dana yang telah disediakan dengan mempercayakan
pembiyaan yang telah diberikan sebagai sumber likuditasnya.
Likuiditas yaitu kemampuan perusahaan untuk melihat suatu
perbankan ini menjalankan ketentuan jangka pendeknya. Jika
perusahaaan mampu membayar disebut dengan likuid, namun
apabila perusahaan tidak mampu membayar dapat dikatakan ilikuid
(Sirait, 2017). Rasio FDR dapat dirumuskan dengan cara berikut:
Pembiayaan yang diberikan
FDR = x 100%
Dana Masyarakat+Modal
c. Islamic Social Reporting (ISR)
ISR adalah standar atau acuan umum pelaporan pengungkapan
tanggung jawab sosial yang berasal dari perusahaan dengan berbasis
45
syariah. Metode yang digunakan pada Indeks ISR adalah dengan
penyekoran/scoring (angka 1 apabila item pada Indeks ISR ada pada
laporan tahunan bank, dan angka 0 apabila Indeks ISR tidak terdapat
pada laporan tahunan bank). ISR dapat dirumuskan dengan cara
berikut:
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝐷𝑖𝑠𝑐𝑙𝑜𝑢𝑠𝑢𝑟𝑒 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝐷𝑖𝑝𝑒𝑛𝑢ℎ𝑖
ISR = x 100%
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑆𝑐𝑜𝑟𝑒 𝑀𝑎𝑥𝑖𝑚𝑢𝑚
2. Variabel Dependen (Dependent Variabel)
Variabel dependen atau variabel bebas yaitu variabel yang
dipengaruhi oleh variabel lain namun tidak dapat mempengaruhi variabel
yang lain (Yusuf, 2017). Variabel dependen yang dipakai yaitu Kinerja
Keuangan yang diukur dengan menggunakan ROA.
ROA digunakan alat ukur kesanggupan perusahaan secara
menyeluruh dalam menghasilkan keuntungan/laba melalui aktiva yang
terdapat diperusahaan. Lewat ROA, efisiensi perusahaan dapat dinilai
melalui penggunaan aktiva dalam kegiatan operasional yang
mewujudkan keuntungan. Laba dapat digunakan sebagai alat ukur
kinerja dari suatu perusahaan dengan indikasi jika semakin tinggi laba
yang diperoleh maka mencerminkan kinerja perusahaan semakin baik,
sedangkan total asset merupakan semua hak yang dapat dipergunakan
dalam operasional perusahaan (Suroso, 2018). Rasio ROA dapat
dirumuskan dengan:
laba Sebelum Pajak
ROA = x 100%
Total Asset
46
3. Variabel Moderasi (Moderating Variable)
Variabel moderator mempunyai fungsi ikut mempengaruhi –
memperkuat atau memperlemah – hubungan antara variabel bebas
dengan variabel terikat. Variabel moderasi juga dapat dikatakan
variabel bebas kedua (Machali, 2016). Variabel moderasi merupakan
variabel bebas dengan tipe khusus yang sengaja dipilih peneliti dipakai
untuk mengetahui dan mengilustrasikan apakah ada pengaruh variabel
independen terhadap variabel dependen tetap kuat setelah digunakan
variabel moderator tersebut (Yusuf, 2017).
Variabel moderasi yang digunakan yaitu Pembiayaan.
Pembiayaan (financing) ialah jumlah pendanaan yang disalurkan oleh
suatu pihak kepada pihak lain yang berguna untuk menunjang investasi
yang telah dirancamg, baik dijalankan dengan sendiri atau melalui
lembaga (Hasanah et al., 2019). Total pembiayaan diartikan dengan
jumlah pembiayaan yang telah dikeluarkan bank syariah dengan prinsip
bagi hasil, jual beli, sewa ataupun jasa yang mencakup, pembiayaan
Murabahah, pembiayaan Salam, pembiayaan Isthisna, pembiayaan
Qardh, dan pembiayaan ijarah. Alokasi data pembiayaan di peroleh dari
data laporan tahunan bank syariah dari tahun 2016-2020 dengan bentuk
milyaran rupiah dari masing-masing website bank syariah. Pembiayaan
dapat dirumuskan dengan:
Pembiayaan = Ln pembiayaan yang disalurkan bank
47
Tabel 3.3 Definsi Operasional
Variabel Konsep Indokator
DPK Dana dari masyarakat
dengan artian perusahaan,
perseorangan, pemerintah,
rumah tangga, dsb, DPK = Giro + Total tabungan + Total Deposito
dinyatakan dalam bentuk
rupiah dan valas (valuta
asing).
FDR Menjumlah kemampuan
jangka pendek dengan FDR = Pembiayaan yang diberikan x100%
melihat harta lancar terhadap Dana Masyarakat+Modal
hutang lancar yang dimiliki
bank syariah.
ISR Pelaporan tanggung jawab
sosial perusahan atau bank Jumlah Disclousure yang dipenuhi
ISR = x 100%
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑆𝑐𝑜𝑟𝑒 𝑚𝑎𝑥𝑖𝑚𝑢𝑚
dengan pelaksanaannya
berdasarkan prinsip islam.
ROA Indikator yang menunjukkan
profitabilitas dengan cara laba Sebelum Pajak
ROA= x 100%
melihat laba bersih dalam Total Asset
perusahaan.
Pembiayaan Jumlah pembiayaan yang
telah disalurkan oleh bank
Pembiayaan = Ln pembiayaan yang disalurkan
syariah baik dengan prinsip
bagi hasil, sewa, jual beli, bank
dan jasa.
Sumber: data diolah peneliti 2021
F. Uji Instrumen Penelitian
1. Uji Stasioneritas
Uji stasioneritas perlu dilakukan dalam penelitian yang
menggunakan data sekunder, dengan tujuan untuk memahami apakah data
yang digunakan stabil atau tidak. Apabila sudah terpenuhi asumsi rata-rata
dan varians sudah konstan sepanjang waktu, maka data dapat dikatakan
bersifat stasioner. Digunakan data panel, dengan menggunakan uji unit
root test yang diluaskan lagi oleh Levin, Lin & Chu. Penetapan keputusan
atas pengujian ini, apabila nilai prob < 0,05 mengungkapkan data stasioner
dan sebaliknya, apabila nilai prob > 0,05 jadi data tidak stasioner
48
(Winarno, 2015). Data yang diperoleh bersumber dari laporan keuangan
tahunan BUS tahun periode 2016-2020. Dalam riset ini menggukan uji
Hadri Z-stat.
2. Uji Model Regresi
a. Metode Estimasi Pemilihan
Paramater untuk mengukur sebelum dilakukannya uji regresi atau
kecocokan model menurut Bawono & Shina (2018) dapat dilakukan
menggunakan metode:
1) Common Effect Model (CEM)
Pendekatan teknik yang paling sederhana guna mengestimasi
data panel lewat cara mengkombinasikan data time series dan cross
section. Lewat penggabungan kedua data tersebut tanpa melihat
adanya pembeda antar waktu dan individu, selanjutnya estimasi
parameternya menggunakan metode kuadrat yang paling kecil atau
Ordinary Least Square (OLS) (Bawono & Shina, 2018).
2) Fixed Effect Model (FEM)
Pendekaatan ini dilakukan dengan konstanta oleh masing-
masing individu akan berbeda walaupun koefisien tiap-tiap variabel
independen akan tetap. Model ini menduga data panel lewat variabel
dummy yang digunakan untuk mendeteksi adanya perbedaan
instersep. Model ini disebut juga sebagai teknik Least Square
Dummy Variabels (LSDV). Variabel dummy yang dimasukkan
kedalam model fixed effect mempunyai tujuan untuk menjembatani
49
ketidaktahuan yang berkenaan model aslinya, namun hal tersebut
membawa pengaruh berkurangnya derajat keabsahan yang pada
ujungnya mengurangi parameter (Ansofino et al., 2016).
3) Random Effect Model (REM)
Metode ini dapat digunakan untuk menduga data panel yang
mana variabel gangguan mungkin saling terkait antar waktu dan
antar individu (Ansofino et al., 2016). Pendekatan terakhir ini
digunakan untuk mengetahui estemasi parameter model regresi atau
model efek secara efek dengan menggunkan metodel Generalized
Least Square (GLS) (Bawono & Shina, 2018).
b. Pemilihan Model Estimasi
Untuk mengolah data panel yang digunakan 3 metode menurut
Winarno (2015) yaitu:
1) Uji Chow
Uji ini dilakukan untuk memahami atau memilih model yang
terdapat di data panel yang terbaik diantara Fixed Effect dengan
Common Effect. Hipotesis uji chow yaitu:
H0: Common Effect Model
Ha: Fixed Effect Model
Keputusan dari uji tersebut dapat diperhatikan apabila nilai
Cros-Section F dari Chi-Square kurang dari (<) 0,05 berarti model
yang ditunjuk yaitu Fixed Effect Model. Begitupun sebaliknya,
apabila nilai Cros-Section F dari Chi-Square lebih dari (>) 0,05
50
berarti model yang menjadi pilihan yaitu Common Effect Model
(Winarno, 2015).
2) Uji Hausman
Uji ini dilakukan untuk mengetahui atau memilih model
regresi mana yang paling utama atau terbaik diantara Fixed Effect
dan Random Effect untuk memperkirakan data panel. Hipotesis uji
hausman yaitu:
H0: Random Effect Model
Ha: Fixed Effect Model
Keputusan dari uji tersebut dapat dilihat apabila Cros-Section
Random kurang dari (<) 0,05 berarti model yang ditunjuk adalah
Fixed Effect Model. Begitupun sebaliknya, apabila nilai Cros-
Section Random lebih dari (>) 0,05 berarti model yang ditunjuk
adalah Random effect model (Winarno, 2015).
3) Uji Lagrange Multiplier (LM)
Uji ini dilakukan untuk mengetahui atau memilih model
regresi mana yang terbaik diantara Random Effect Model dan
Common Effect Model. Hipotesis uji Lagrange Multiplier (LM):
H0: Common Effect Model
Ha: Random Effect Model
Keputusan dari uji tersebut dapat dilihat apabila nilai Breusch-
Pagan kurang dari (<) 0,05 maka model yang ditunjuk yaitu Random
Effect Model. Berbanding terbalik dengan hal tersebut, apabila nilai
51
Breusch-Pagan lebih dari 0,05 (>) maka model yang ditunjuk yaitu
Common Effect Model. Apabila uji Chow dan uji Hausman
mengasilkan model yang sama, maka uji Lagrange Multiplier (LM)
tidak digunakan pada penelitian (Winarno, 2015).
3. Uji Asumsi Klasik
a. Uji Normalitas
Uji normalitas mempunyai tujuan membuktikan apakah data
model regresi, variabel pengganggu atau residual mempunyai distribusi
normal. Didapati bahwa dalam uji t dan uji f diasumsikan dengan nilai
residual mengikuti distribusi normal. Salah satu cara apakah residual
berditribusi normal atau tidak lewat analisis grafik dan uji statistik
(Rukajat, 2018).
Metode yang digunakan untuk melihat gejala normalitas
menggunakan dua pengujian yaitu uji statistic dan uji analisis grafik.
Dikarenakan uji grafk dianggap kurang valid maka digunkanlah uji
statistic pada alat uji eviews 10 dengan menggunkan uji Jarque Bera,
dengan ketentuan jika nilai Sig > 0,05 maka dapat diambil keputusan
residual berdistribusi normal. Begitupun sebaliknya, apabila nilai Sig <
0,05 maka dapat diambil keputusan model tersebut terjadi gejala
normalitas (Ghozali & Ratmono, 2017).
b. Uji Multikolineritas
Uji ini mempunyai tujuan sebagai pembuktian apakah model
regresi didapati adanya koneksi antar variabel bebas (prediktor). Cara
52
yang dilakukan untuk mendapatkan ada atau tidaknya multikolineritas
(Rukajat, 2018).Menurut Ghozali &Ratmono (2013) multikolineritas
mampu mengakibatkan korelasi jika koefisien yang terjadi diantara dua
variabel bebas tersebut > 0,90 dapat ditarik kesimpulan uji
multikolineritas mendapati masalah.
c. Uji Heteroskedasitas
Tujuan dilakukkan uji ini yaitu sebagai pembuktian apakah dalam
model regresi terjadi kesimpangan variansi dari residual suatu
pengamatan terhadap pengamatan lainnya. Jika varians pada residual
suatu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka dapat disebut
homoskedastisitas dan apabila berbeda dapat disebut heteroskedatisitas
(Rukajat, 2018).
Untuk mengetahui gejala heteroskedastisitas salah satu cara yang
dilakukan yaitu dengan uji glejtser. Uji glejser yaitu suatu metode uji
heteroskedastisitas yang dipakai sebagai pembuktian apakah varians
yang berasal dari eror bersifat heteroskedastisitas atau tidak. Jika nilai
prob > 0,05 dapat ditarik kesimpulan bahwa model regresi tidak terjadi
gejala heteroskedastisitas yang berarti bahwa uji regresi lolos uji
heteroskedastisitas dan terpenuhinya homogenistas (Bawono & Shina,
2018).
d. Uji Autokorelasi
Menurut Bawono & Shina, (2018) Uji ini mempunyai tujuan
mengetahui keadaan dimana elemen eror bekorelasi dengan dirinya
53
sendiri berpanutan dengan waktu yang berurutan (untuk data time
series) atau urutan ruang (untuk data cross section). Gejala autokorelasi
terjadi jika pengamatan yang dilakukan dengan waktu yang berurutan
terkait dengan satu sama lain.
Terdapat penyebab lain terjadinya autokorelasi yaitu apabila
suatu variabel pengganggu yang terdapat dalam waktu khusus
berkorelasi dengan variabel pengganggu dalam waktu yang lain. untuk
uji Autokorelasi dapat dilihat dari niali Durbin Watson, jika nilai DW
bertempat pada lingkup dU sampai dengan 4-dU dapat ditarik
kesimpulan bahwa tidak terjadi gejala autokorelasi.
4. Uji Statistik
a. Uji Statistik T
Uji ini diaplikasikan guna melihat bagaimana pengaruh secara
mandiri variabel independen terhadap variabel dependen dengan
asumsi variabel independen lainnya konstan. Kriteria yang digunakan
untuk pengambilan uji T menurut Ghozali (Ghozali, 2018) yaitu:
1) Apabila thitung > ttabel, nilai Probabilitas signifikansi < 0,05, hal ini
diartikan bahwa variabel independent secara parsial atau sendiri
memiliki pengaruh terhadap variabel dependen.
2) Apabila thitung < ttabel, nilai Probabilitas signifikansi > 0,05, hal ini
diartikan bahwa variabel independen secara parsial atau sendiri tidak
memiliki pengaruh terhadap variabel dependen.
54
b. Uji Statistik F
Menurut Ghozali & Ratmono (2017) uji F digunakan untuk
melihat apakah pengujian variabel bebas (independen) dilakukan secara
bersamaan terdapat pengaruh secara simultan terhadap variabel terikat
(dependen). Pengambilan keputusan dengan kriteria apabila uji Fhitung <
Ftabel dengan Prob signifikansi > 0,05, dapat diartikan secara simultan
variabel independen berpengaruh tidak signifikan. Apabila Fhitung >
Ftabel dengan Prob Signifikansi < 0,05 diartikan secara simultan variabel
independen berpengaruh signifikan.
c. Koefisien Determinasi (R2)
Uji ini dilakukan untuk mencaritau antara variabel independen
terhadap variabel dependen apakah terdapat suatu pengaruh. Apabila
koefisien nilai R2 semakin besar atau mendekati angka 1, maka semakin
baik keakuratnnya (Ghozali & Ratmono, 2017). Nilai koefisien
determinasinya adalah:
1) R2 nilainya selalu positif
2) Berada diantara nol dan satu atau 0 ≤ R2 ≤ 1.
a) R2 = 0 artinya tidak terdapat total variasi yang dijelaskan oleh
variabel bebasnya.
b) R2 = 1 artinya 100% total variasi variabel terikat didefinisikan
oleh variabel bebasnya dan mengarah pada ketetapan yang baik.
55
5. Analisis Regresi Moderasi atau Moderated Regression Analysis (MRA)
Pada riset ini digunakan variabel moderasi, maka uji MRA
digunakan. Variabel moderasi ialah variabel yang diperuntukkan gunu
memperkuat dan memperlemah hubungan antar variabel independent
dengan variabel dependen (Ghozali, 2018). Penetapan yang digunakan
pada uji MRA dapat diukur dari nilai Signifikansi kurang dari (<) 0,05,
berarti variabel tersebut dapat memoderasi. Persamaan MRA dapat
dirumuskan sebagai berikut:
Y = α + β1X1 + β2X2 + β3X3 + ɛ (I)
Y = α + β1X1 + β2X2 + β3X3 + β4X4 + β1X1Z+ β2X2Z+ β3X3Z + ɛ
Keterangan:
Y = Kinerja Keuangan (ROA)
α = Konstanta
β1, β2, β3 = Koefisien pada variabel independen
X1, X2, X3= Variabel independen X1 (DPK), X2 (FDR), X3 (ISR)
Z = Variabel pemoderasi (Pembiayaan)
ɛ = error
G. Alat Analisis
Dalam penelitian ini menggunakan alat bantu yaitu alat analisis
berupa Eviews (Economic Views) versi 10. Program tersebut yaitu program
berbasis komputer yang fungsinya untuk melakukan pengolahan data
statistic dan program berbasis ekonometrika.
56
BAB IV
ANALISIS DATA
A. Deskripsi Obyek Penelitian
1. Deskripsi Data
Dalam riset ini mengambil objek dari Bank Umum Syariah (BUS) yang
telah tercatat di Otoritas Jasa keuangan (OJK) dalam jangka waktu 2016-
2020. Berdasarkan hasil pemilihan sampel diperoleh sebanyak 11 BUS
dengan 55 data penelitian. Untuk memenuhi kriteria penentuan sampel, dalam
riset ini memamkai laporan keuangan tahunan yang diperoleh dari Annual
Report BUS tahun 2016-2020. Judul penelitian ini adalah Pengaruh Dana
Pihak Ketiga (DPK), Financing Deposit to Ratio (FDR), dan Islamic Social
Reporting (ISR) terhadap Kinerja Keuangan Dengan Pembiayaan Sebagai
Variabel Pemoderasi Pada Bank Umum Syariah Periode 2016-2020.
B. Analisis Data
1. Analisis Statistik Deskriptif
Tabel 4.1 Statistik Deskriptif
Statistik n Mean Median Maximum Minimum Std. Dev.
Deskriptif
X1 55 21.83227 6.905000 112.5850 1.205000 26.65150
X2 55 0.857564 0.869600 1.117100 0.639400 0.095079
X3 55 0.776000 0.790000 0.880000 0.650000 0.062527
Y 55 0.026549 0.008100 0.716000 -0.107700 0.105097
Z 55 13.31398 6.347000 41.33200 1.166000 11.95779
Sumber: data sekunder diolah dengan eviews10, 2021
Berdasarkan output data yang telah diolah pada tablel 4.1 di atas,
menampilkan bahwa terdapat 55 data observasi (n), maka dapat dihasilkan:
57
a. Variabel DPK dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 21.83227, nilai tengah
(median) sebesar 6.905000, nilai tertinggi (maximum) sebesar 112.5850,
dan nilai terendah (minimum) sebesar 1.205000 serta standar deviasi
sebesar 26.65150.
b. Variabel FDR dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 0.857564, nilai tengah
(median) sebesar 0.86960, nilai tertinggi (maximum) sebesar 1.117100,
dan nilai terendah (minimum) sebesar 0.639400 serta standar deviasi
sebesar 0.095079.
c. Variabel ISR dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 0.776000, nilai tengah
(median) sebesar 0.790000, nilai tertinggi (maximum) sebesar 0.880000,
dan nilai terendah (minimum) sebesar 0.650000 serta standar deviasi
sebesar 0.062527.
d. Variabel ROA dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 0.026549, nilai tengah
(median) sebesar 0.008100, nilai tertinggi (maximum) sebesar 0.716000,
dan nilai terendah (minimum) sebesar -0.107700, serta standar deviasi
sebesar 0.105097.
e. Variabel pemoderasi Pembiayaan memiliki nilai rata-rata (mean) sebesar
13.31398, nilai tengah (median) sebesar 6.347000, nilai tertinggi
(maximum) sebesar 41.33200, dan nilai terendah (minimum) sebesar
1.166000 serta standar deviasi sebesar 11.95779.
2. Uji Stasioneritas
Digunakalah uji akar unit (Unit Root Test) lewat uji Hadri Z-stat. Hasil
pengujian dikatakan stasioner jika nilai probabilitas < 0,05 (Winarno, 2015).
58
Tabel 4.2 Hasil Uji Stasioner Test Type Hardri
No Variabel Probabilitas Keterangan Posisi
1. DPK (X1) 0.0000 Stasioneritas Level
2. FDR (X2) 0.0000 Stasioneritas Level
3. ISR (X3) 0.0000 Stasioneritas Level
4. ROA (Y) 0.0000 Stasioneritas Level
5. Pembiayaan (Z) 0.0000 Stasioneritas Level
Sumber: data sekunder yang diolah dengan eviews10, 2021.
Tabel diatas menunjukkan hasil uji stasioneritas variabel X1, X2, X3,
Y, dan Z dengan pengaplikasianuji Hadri yang menghasilkan semua nilai
probabilitas < 0.005 yang artinya seluruh variabel telah memenuhi syarat uji
stasioneritas dan layak untuk melakukan uji data berikutnya.
3. Uji Regresi
Setelah data penelitian memperlihatkan data yang stasioner, Langkah
yang dilakukan adalah melakukan uji regresi yang merupakan dasar bagi
pengujian lainnya.
a. Pemilihan Model Estimasi
1) Uji Chow
Pemkaian uji ini berfungsi untuk memilih model regresi antara
Common Effect Model dan Fixed Effect Model. Ketentuan di uji chow
ini apabila nilai Chi Square kurang dari (<) 0,05 maka dapat dipilih
fixed effect model ,dan apabila nilai Chi Square lebih dari (>) 0,05
makan dapat dipilih common effect model (Winarno, 2015).
59
Tabel 4.3 Hasil Uji Chow
Redundant Fixed Effects Tests
Equation: Untitled
Test cross-section fixed effects
Effects Test Statistic d.f. Prob.
Cross-section F 1.866627 (10,37) 0.0824
Cross-section Chi-square 22.465108 10 0.0129
Sumber: Data sekunder yang diolah dengan eviews10, 2021
Dari tabel 4.3 nilai probabilitas dari Cross-section Chi-square
adalah 0.0129 yang menunjukkan nilai signifikasi kurang dari (<) 0.05
yang berarti hasil diterima, maka model yang dapat dipilih pada
penelitian ini yaitu Fixed Effect Model
2) Uji Hausman
Pemakaian uji ini berfungsi guna menunjuk model regresi antara
Random Effect Model dan Fixed Effect Model. Ketentuan dalam uji
ini adalah nilai probabilitas Cross-section random kurang dari (<)
0,05 maka dipilih fixed effect, namun jika probabilitas Cross-section
random lebih dari (>) 0,05 maka dipilih random effect (Winarno,
2015)
Tabel 4.4 Uji Hausman
Correlated Random Effects - Hausman Test
Equation: Untitled
Test cross-section random effects
Chi-Sq.
Test Summary Statistic Chi-Sq. d.f. Prob.
Cross-section random 16.180355 7 0.0235
Sumber: Data sekunder yang diolah dengan eviews10, 2021
60
Berdasarkan tabel 4.4 nilai probabilitas dari Cross-section
random adalah 0.0235 yang menunjukkan nilai signifikasi kurang dari
0.05 yang berarti hasil diterima, maka model yang dapat dipilih pada
penelitian ini adalah Fixed Effect Model. Dapat disimpulkan
berpengang dari hasil riset tersebut uji Chow dan uji Hausman sama-
sama mempunyai hasil model uji Fixed Effect. Maka, Fixed Effect
Model dapat digunakan untuk merumuskan model regresi data panel.
Hasil dari pengujian FEM yaitu:
Tabel 4.5 Hasil Uji FEM
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -0.465379 0.582894 -0.798394 0.4297
X1 0.024763 0.013456 1.840351 0.0737
X2 0.342589 0.246701 1.388685 0.1732
X3 -0.333739 0.718027 -0.464800 0.6448
Z 0.071439 0.064072 1.114988 0.2720
X1*Z -0.000591 0.000274 -2.154928 0.0377
X2*Z 0.004663 0.018493 0.252179 0.8023
X3*Z -0.070894 0.069817 -1.015423 0.3165
Effects Specification
Cross-section fixed (dummy variables)
R-squared 0.563707 Mean dependent var 0.026549
Adjusted R-
squared 0.363248 S.D. dependent var 0.105097
S.E. of
regression 0.083864 Akaike info criterion -1.861104
Sum squared
resid 0.260229 Schwarz criterion -1.204159
Log likelihood 69.18037 Hannan-Quinn criter. -1.607058
F-statistic 2.812085 Durbin-Watson stat 2.303210
Prob(F-
statistic) 0.004233
Sumber: Data sekunder yang diolah dengan eviews10, 2021
61
4. Uji Asumsi Klasik
a. Uji Normalitas
Penggunaaan uji ini berfungsi untuk mengetahui apakah di uji
regresi, variabel pengganggu (residual) mempunyai distribusi normal
dengan menggunakan pengujian uji Jarque-Bera Test (Ghozali &
Ratmono, 2017).
16
Series: Standardized Residuals
14 Sample 2016 2020
12
Observations 55
10 Mean 0.000000
Median -0.001558
8
Maximum 0.354259
6 Minimum -0.199513
Std. Dev. 0.069419
4
Skewness 1.932565
2 Kurtosis 14.55042
0 Jarque-Bera 339.9719
-0.2 -0.1 0.0 0.1 0.2 0.3
Probability 0.000000
Sumber: Data sekunder yang diolah dengan eviews10, 2021
Gambar 4.1 Uji Normalitas
Nilai probabilitas dari hasil penelitian ini adalah 0.000000 < 0.05
yang berarti bahwa data tersebut tidak norma. Untuk mengatasi
permasalahan tersebut, dapat dilakukan penyembuhan melalui
transformasi data.
10
Series: Standardized Residuals
Sample 2016 2020
8 Observations 51
6 Mean -2.39e-17
Median 0.056938
Maximum 1.368272
4 Minimum -1.911264
Std. Dev. 0.632740
2
Skewness -0.549925
Kurtosis 3.809137
0 Jarque-Bera 3.961792
-2.0 -1.5 -1.0 -0.5 0.0 0.5 1.0 1.5
Probability 0.137946
Gambar 4.2 Uji Normalitas setelah dilakukan penyembuhan
62
Setelah dilakukan transformasi data, dapat dilihat dari nilai
Probability 0.137946 > 0.05, maka dari itu dari hasil uji data dalam riset
ini telah berdistribusi normal dengan artian pengujian asumsi klasik pada
penelitian ini telah memenuhi asumsi normalitas.
b. Uji Multikolinearitas
Uji ini digunakan untuk membuktikan apakah model pada regresi
terdapat hubungan antar variabel independen terdapat korelasi atau tidak,
untuk mengambil keputusan pada uji multikolinieritas ialah dengan nilai
antar coefisient diantara dua variabel independen kurang dari 0,90, apabila
Tabel 4.6 Hasil Uji Multikoliniearitas
X1 X2 X3
X1 1.000000 -0.546113 0.633410
X2 -0.546113 1.000000 -0.415795
X3 0.633410 -0.415795 1.000000
Sumber: Data sekunder yang diolah dengan eviews10, 2021
Pada tabel 4.6 merupakan hasil uji multikolinearitas yang
menunjukkan nilai korelasi silang yang mempunyai kurang dari 0,90,
maka dalam riset ini dapat disimpulkan tidak terdapat masalah
multikolinearitas.
c. Uji Heteroskedastisitas
Pengujian pada uji heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan
melihat nilai prob > 0,05 dapat ditarik kesimpulan bahwa model regresi
tidak terjadi gejala heteroskedastisitas yang berarti bahwa uji regresi
lolos uji heteroskedastisitas dan terpenuhinya homogenistas (Bawono
& Shina, 2018).
63
Tabel 4.7 Hasil Uji Heteroskedatisitas
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 2.581679 2.072067 1.245944 0.2216
X1 0.003622 0.047272 0.076612 0.9394
X2 0.625115 0.895389 0.698149 0.4900
X3 -3.636045 2.544589 -1.428932 0.1624
Z -0.146167 0.225188 -0.649089 0.5208
X1*Z -6.42E-05 0.000964 -0.066632 0.9473
X2*Z -0.027580 0.065147 -0.423349 0.6748
X3*Z 0.202781 0.245326 0.826576 0.4144
sumber: Data sekunder yang diolah dengan eviews10, 2021
Berdasarkan hasil uji data 4.7 dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai
probabilitas dari seluruh variabel lebih dari (>) 0.05. Sehingga dapat
ditarik kesimpulan bahwa tidak terdapat masalah heteroskedasitas di riset
ini.
d. Uji Autokorelasi
Uji ini mempunyai tujuan mengetahui keadaan dimana elemen eror
bekorelasi dengan dirinya sendiri berpanutan dengan waktu yang
berurutan (data time series) atau urutan ruang (data cross section).
(Bawono & Shina, 2018). Durbin Watson, jika nilai DW bertempat pada
lingkup dU sampai dengan 4-dU dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak
terjadi gejala autokorelasi.
Tabel 4.8 Hasil Uji Autokorelasi
R-squared 0.563707 Mean dependent var 0.026549
Adjusted R-squared 0.363248 S.D. dependent var 0.105097
S.E. of regression 0.083864 Akaike info criterion -1.861104
Sum squared resid 0.260229 Schwarz criterion -1.204159
Log likelihood 69.18037 Hannan-Quinn criter. -1.607058
F-statistic 2.812085 Durbin-Watson stat 2.303210
Prob(F-statistic) 0.004233
64
Sumber: Data sekunder yang diolah dengan eviews10, 2021
Dari tabel 4.8 menunjukkan bahwa nilai Durbin-Watson (DW)
sebesar 2.303210. Nilai dU 1.6815, nilai dL 1,4523, nilai 4-dU 2.3185,
nilai dL 2.4577. Maka nilai DW berada ditengah dU dan 4-dU (1.685 <
2.303 < 2.3185) dapat ditarik kesimpulan bahwa pada riset ini tidak terjadi
masalah autokorelasi.
5. Uji Statistik
a. Uji Simultan (Ftest)
Tabel 4.9 Hasil Uji F
R-squared 0.563707 Mean dependent var 0.026549
Adjusted R-squared 0.363248 S.D. dependent var 0.105097
S.E. of regression 0.083864 Akaike info criterion -1.861104
Sum squared resid 0.260229 Schwarz criterion -1.204159
Log likelihood 69.18037 Hannan-Quinn criter. -1.607058
F-statistic 2.812085 Durbin-Watson stat 2.303210
Prob(F-statistic) 0.004233
Sumber: Data sekunder yang diolah dengan eviews10, 2021
Pembuktian uji F diperuntukkan guna menentukan dan
mengetahui pengaruh yang terjadi antara variabel independent dengan
variabel dependen secara simultan. Keputusan yang diambil dari uji F
adalah jika nilai prob(F-Statistik) <0,05 maka variabel independen
mempunyai pengaruh simultan terhadap variabel dependen (Ghozali &
Ratmono, 2017).
Berdasarkan hasil uji pada tabel 4.9 hasil dari prob (F-Statistik)
sebesar 0.004233 dengan artian nilai tersebut < 0,05. Jadi dapat ditarik
kesimpulan bahwa variabel independen dalam riset ini mempunyai
pengaruh yang simultan terhadap variabel dependen.
65
b. Uji Determinasi (R2)
Tabel 4.10 Hasil Uji R2
R-squared 0.563707 Mean dependent var 0.026549
Adjusted R-squared 0.363248 S.D. dependent var 0.105097
S.E. of regression 0.083864 Akaike info criterion -1.861104
Sum squared resid 0.260229 Schwarz criterion -1.204159
Log likelihood 69.18037 Hannan-Quinn criter. -1.607058
F-statistic 2.812085 Durbin-Watson stat 2.303210
Prob(F-statistic) 0.004233
Sumber: Data sekunder yang diolah dengan eviews10, 2021
Uji ini digunakan untuk mengetahui kapabilitas model ketika
menjabarkan variasi dari variabel dependen. Berdasarkan hasil uji
regresi tabel 4.10 diperoleh nilai koefiseien determinasi untuk model
regresi diantara variabel independen dan variabel dependen yang
terdapat di Adjust R-squared yaitu 0.363248. Hal tersebut dapat
memperlihatkan variasi variabel independen dapat mempengaruhi
sebesar 36,3248% atau sebanding dengan 36,32% pada variabel
dependent, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain atau variasi
dari variabel independen lain yang dalam riset ini tidak ada.
c. Uji Parsial (test)
Kriteria yang digunkan untuk pengambilan uji T menurut Ghozali
(Ghozali, 2018) yaitu apabila thitung < ttabel, nilai Probabilitas signifikansi
> 0,05, hal ini diartikan bahwa ditolak dan apabila thitung > ttabel, nilai
Probabilitas signifikansi < 0,05, hal ini diartikan bahwa diterima.
66
Tabel 4.11 Hasil Uji T
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -0.465379 0.582894 -0.798394 0.4297
X1 0.024763 0.013456 1.840351 0.0737
X2 0.342589 0.246701 1.388685 0.1732
X3 -0.333739 0.718027 -0.464800 0.6448
Z 0.071439 0.064072 1.114988 0.2720
X1*Z -0.000591 0.000274 -2.154928 0.0377
X2*Z 0.004663 0.018493 0.252179 0.8023
X3*Z -0.070894 0.069817 -1.015423 0.3165
Sumber: Data sekunder yang diolah dengan eviews10, 2021
Hasil uji regresi tabel diatas menerangkan bahwa:
1) Variabel DPK menghasilkan nilai t hitung sebesar 1.840351 > t
tabel dengan nilai probabilitas 0.0737 > 0,05 dengan koefisien
positif. Maka dapat diambil keputusan bahwa secara parsial
DPK berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja
Keuangan (ROA).
2) Variabel FDR menghasilkan nilai t hitung sebesar 1.388685 > t
tabel dengan nilai probabilitas 0.1732 > 0,05 dengan koefisien
positif. Maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial FDR
berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja
Keuangan (ROA).
3) Variabel ISR menghasilkan nilai t hitung sebesar -0.464800 > t
tabel dengan nilai probabilitas 0.6448 > 0,05 dengan koefisien
negative. Maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial ISR
berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Kinerja
Keuangan (ROA).
67
4) Variabel DPK terhadap Kinerja Keuangan yang dimoderasi
oleh Pembiayan menghasilkan nilai t hitung -2.154928 > t tabel
dengan nilai probabilitas 0.0377 < 0,05 dengan koefisien
negatif. Maka dapat disimpulkan DPK yang dimoderasi oleh
Pembiayaan negatif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan
(ROA).
5) Variabel FDR terhadap Kinerja Keuangan yang dimoderasi oleh
Pembiayan menghasilkan nilai t hitung 0.252179 > t tabel
dengan nilai probabilitas 0.8023 > 0,05 dengan koefisien positif.
Maka dapat disimpulkan FDR yang dimoderasi oleh
Pembiayaan positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja
Keuangan (ROA).
6) ISR terhadap Kinerja Keuangan yang dimoderasi oleh
Pembiayan menghasilkan nilai t hitung -1.015423 > t tabel
dengan nilai probabilitas 0.3165 > 0,05 dengan koefisien negatif
Maka dapat disimpulkan ISR yang dimoderasi oleh Pembiayaan
negatif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Keuangan (ROA).
6. Analisis Regresi Linier Berganda
Penggunaan Uji MRA berfungsi untuk menadapati seberapa besar
variabel moderasi dapat memperkuat atau memperlemah hubungan antar
variabel independen dengan variabel dependen.
68
Tabel 4.12 Hasil Uji MRA
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -0.465379 0.582894 -0.798394 0.4297
X1 0.024763 0.013456 1.840351 0.0737
X2 0.342589 0.246701 1.388685 0.1732
X3 -0.333739 0.718027 -0.464800 0.6448
Z 0.071439 0.064072 1.114988 0.2720
X1*Z -0.000591 0.000274 -2.154928 0.0377
X2*Z 0.004663 0.018493 0.252179 0.8023
X3*Z -0.070894 0.069817 -1.015423 0.3165
Effects Specification
Cross-section fixed (dummy variables)
R-squared 0.563707 Mean dependent var 0.026549
Adjusted R-squared 0.363248 S.D. dependent var 0.105097
Sumber: Data sekunder yang diolah dengan eviews10, 2021
Setelah dilakukan uji MRA maka dapat diperolel hasil persamaan
regresi, yaitu sebagai berikut:
ROA = α + β1 * DPK + β2 * FDR + β3 * ISR + β4 * Z + β5 * X1 z + β6 *
X2z + β7* X3z
ROA = -0.465379 + 0.024763 + 0.342589 - 0.333739 + 0.071439 -0.000591
+ 0.004663 - 0.070894
Penjelasan dari persamaan diatas dapat dijelaskan dengan:
a. Konstanta menghasilkan sebesar -0.465379 dengan koefisien yang
negatif, jika variabel independen bernilai 0, maka nilai ROA akan
mengalami penurunan sebesar -0.465379.
b. Koefisien regresi pada variabel DPK sebesar 0.024763 dengan
koefisien positif, jika variabel DPK meningkat 1 persen, maka ROA
meningkat 0.024763 dengan asumsi variabel lain konstan.
69
c. Koefisien regresi pada variabel FDR sebesar 0.342589 dengan
koefisien positif, jika variabel FDR meningkat 1 persen maka ROA
turun sebesar 0.342589 dengan asumsi variabel lain konstan.
d. Koefisien regresi pada variabel ISR sebesar -0.333739 dengan
koefisien negatif, jika variabel ISR meningkat 1 persen maka ROA
turun sebesar -0.333739 dengan asumsi variabel lain konstan.
e. Koefisien regresi pada variabel DPK yang dimoderasi oleh Pembiayaan
sebesar -0.000591 searah dengan koefisien negatif, artinya jika variabel
DPK yang dimoderasi oleh Pembiayaan meningkat 1 persen dengan
asumsi variabel lain konstan maka akan turun sebesar -0.00059.
f. Koefisien regresi pada variabel FDR yang dimoderasi oleh Pembiayaan
sebesar 0.004663 searah dengan koefisien positif, artinya jika variabel
FDR yang dimoderasi oleh Pembiayaan meningkat 1 persen dengan
asumsi variabel lain konstan maka akan naik sebesar 0.004663.
g. Koefisien regresi pada variabel ISR yang dimoderasi oleh Pembiayaan
sebesar -0.070894 searah dengan koefisien negatif, artinya jika variabel
ISR yang dimoderasi oleh Pembiayaan meningkat 1 persen dengan
asumsi variabel lain konstan maka akan turun sebesar-0.070894.
70
C. Pembahasan Hasil Analisis Data
Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, maka hasil
pengujian hipotesis pada penelitian ini adalah:
1. Pengaruh DPK terhadap Kinerja Keuangan
Berdasarkan outoput yang telah diuji pada uji MRA dalam tabel 4.12,
pengaruh DPK terhadap ROA diperoleh koefisien sebesar 0.024763 dengan
arah koefisien positif. Untuk nilai probabilitas sebesar 0.0737 yang berarti
lebih besar dari 0.05 yang berarti variabel DPK dapat dikatakan secara
statistik berpengaruh positif tidak signifikan terhadap ROA sehingga H1
ditolak. Penelitian ini tidak selaras dengan penelitian Angraini (2018) dan
Parenrengi & Hendratni (2018) bahwa DPK berpengaruh positif dan
signifikan terhadap Kinerja Keuangan.
DPK pengaruh negatif terhadap ROA menggambarkan apabila
tingginya DPK dapat menyebabkan menurunnya Kinerja Keuangan. Hal
tersebut berarti apabila tingginya jumlah DPK yang tidak diiringi dengan
penyaluran dana yang efektif maka akan terjadi penurunan laba pada bank
syariah. Jadi, banyaknya dana yang telah terhimpun tidak berarti mendapat
pendapatan yang besar pula. Hal tersebut menggambarkan DPK berpengaruh
positif tidak signifikan terhadap Kinerja Keuangan yang selaras dengan
penelitian Hatiana & Pratiwi (2020).
2. Pengaruh FDR terhadap Kinerja Keuangan
Berdasarkan hasil yang telah diuji pada uji MRA dalam tabel 4.12
pengaruh FDR terhadap ROA diperoleh koefisien sebesar 0.342589 dengan
71
arah koefisien positif. Untuk nilai probabilitas sebesar 0.1732 yang berarti
lebih besar dari 0.05 yang berarti variabel FDR dapat dikatakan secara
statistik berpengaruh positif tidak signifikan terhadap ROA sehingga H2
ditolak. Hasil penelitian tidak sejalan dengan penelitian Hatta & Fitri (2020),
Almunawaroh & Marlina (2018), dan Wiarta (2020) bahwa FDR berpengaruh
positif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan.
Tingginya jumlah penyaluran kredit yang dilakukan oleh bank syariah
mempunyai potensi jumlah kredit macet akan bertambah yang
mengakibatkan menurunnya laba. Sedangkan, jika penyaluran kredit yang
dilakukan bank syariah secara efektif dapat meningkatkan laba bank yang
dapat meningkatkan Kinerja Keuangan bank syariah. Penyaluran kredit yang
dilakukan juga harus melihat bagaimana posisi dari pengembalian modal,
sehingga tingkat FDR yang tinggi belum tentu meningkatkan tingkat ROA.
Akibat dari penyaluran kredit yang dilakukan tidak efektif mengakibatkan
risiko bank syariah bertambah tinggi. Hal tersebut menggambarkan FDR
tidak dapat berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan (ROA) yang
sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Fachri, 2021).
3. Pengaruh ISR terhadap Kinerja Keuangan
Berdasarkan hasil yang telah diuji pada uji MRA dalam tabel 4.12
pengaruh ISR terhadap Kinerja Keuangan (ROA) diperoleh koefisien sebesar
-0.333739 dengan arah koefisien negatif. Untuk nilai probabilitas sebesar
0.6448 yang berarti lebih besar dari 0.05 yang berarti variabel ISR dapat
dikatakan secara statistik berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap
72
Kinerja Keuangan (ROA) sehingga H3 ditolak. Hasil penelitian ini tidak
sejalan dengan penelitian Adisaputra & Kurnia (2021), Retnaningsih
&Hariyanti (2019), dan Mardliyyah et al (2020) bahwa ISR mempunyai
pengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan (ROA).
ISR tidak mempunyai pengaruh terhadap Kinerja Keuangan. Kinerja
keuangan perbankan syariah tidak dapat dipegaruhi oleh baik buruknya
pengungkapan sosial perusahaan. Pengungkapan ISR yang terdapat dalam
laporan keuangan tahunan bank syariah dapat memberi arti bahwa perbankan
syariah belum benar-benar menggunakan ISR sebagai sarana pengungkapan
pertanggungjawaban sosial yang dilakukan perusahaan (Farida, 2018).
Masih terdapat kekurangan dalam menggungkapkan informasi yang
ada kaitannya dengan ISR, hal ini mengakibatkan tidak adanya pengaruh
antara ISR terhadap Kinerja Keuangan perbankan syariah di Indonesia.
Umumnya para Investora atau stakeholeder ketika menanamkan modalnya
di bank syariah tidak memperhatikan bagaimana pertanggungjawaban sosial
perusahaan melainkan hanya ingin mencari keuntungan dan investor hanya
memiliki kepecayaan kepada perbankan syariah dalam hal pengelolaan
keuangan yang dilakukan sudah sesuai dengan pandangan hukum islam
(Pangesti & Sutanto, 2020). Hasil tersebut juga didukung riset dari Suwarsi
& Azib (2017) bahwa ISR tidak berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan
(ROA) bank umum syariah di Indonesia.
73
4. Pengaruh DPK terhadap Kinerja Keuangan yang dimoderasi oleh
Pembiayaan
Berdasarkan hasil yang telah diuji pada uji MRA dalam tabel 4.12
pengaruh DPK terhadap ROA yang dimoderasi oleh Pembiayaan, diperoleh
nilai koefisien sebesar -0.000591 dengan arah negatif. untuk nilai probabilitas
sebesar 0.0377 yang berarti lebih kecil dari 0.05 yang berarti Pembiayaan
dapat memoderasi DPK terhadap ROA sehingga H4 diterima. Hal ini sesuai
dengan penelitian yang dilakukan oleh Inayah (2019) bahwa Pembiayaan
dapat memoderasi (memperkuat) hubungan DPK terhadap Kinerja
Keuangan. Namun, dalam penelitian ini memoderasi (memperlemah).
Jadi Pembiayaan mampu sebagi pemoderasi (memperlemah) pengaruh
DPK terhadap Kinerja Keuangan BUS di Indonesia. Hal tersebut diartikan
jumlah DPK yang telah dihimpun oleh bank syariah dapat menjadi tolok ukur
dalam menentukan jumlah pembiayaan yang disalurkan yang nantinya dapat
mempengaruhi profitabilitas bank syariah. Untuk menjalankan fungsi
operasional, sebagai lembaga pembiayaan kepada nasabah, bank syariah
membutuhkan dana yang bersumber dari DPK. DPK sendiri yang dinilai
mampu untuk meningkatkan kemampuan pembiayaan bank syariah dalam
menyalurkan kredit atau pembiayaan kepada masyarakat.
Pembiayaan dapat memoderasi (memperlemah) hubungan antara DPK
dengan Kinerja Keuangan dikarenakan bank belum dapat menyalurkan
pembiayaan dan memanfaatkan dana untuk kegiatan operasional yang
bersumber dari DPK secara efektif dan efisien yang menyebabkan kinerja
74
belum maksimal sehingga nantinya akan memiliki pengaruh terhadap tingkat
profitabilitas yang diperoleh oleh perusahaan.
5. Pengaruh FDR terhadap Kinerja Keuangan yang dimoderasi Pembiayaan
Berdasarkan hasil yang telah diuji pada uji MRA dalam tabel 4.12
pengaruh FDR terhadap ROA yang dimoderasi oleh Pembiayaan diperoleh
nilai koefisien sebesar 0.004663 dengan arah positif, untuk nilai probabilitas
sebesar 0.8023 yang berarti lebih besar dari 0.05, sehingga ditarik kesimpulan
H5 ditolak. Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa Pembiayaan tidak
mampu memoderasi hubungan FDR terhadap Kinerja Keuangan (ROA).
Rasio FDR berfungsi sebagai alat ukur yang berguna untuk mengetahui
kemampuan bank ketika menjalankan fungsi intermediasi. Apabila rasio FDR
pada bank semakin tinggi maka bank dapat menyalurkan pembiayaan dengan
jumlah yang besar. Hal tersebut sesuai dengan teori yang mengungkapkan
bahwa apabila rasio FDR semakin tinggi maka mencerminkan tingkat
likuiditas bank yang relatif kecil, hal tersebut disebabkan oleh jumlah asset
yang dibutuhkan untuk pembiayaan semakin besar pula (Dendawijaya, 2005).
Menurut Rohmatunisa & Pratiwi (2020) penyaluran pembiayaan
dengan jumlah besar justru dapat memberikan dampak negatif bagi bank,
karena bank tidak dapat menyeimbangkan dana terhadap kebutuhan dana jika
sewaktu-waktu diambil dan apabila penyaluran dana yang dilakukan tidak
secara efektif akan mengakibatkan pembiayaan tidak lancar semakin
meningkat yang beriringan dengan jumlah pembiayaan yang dilaksanakan
75
oleh perbankan akan berkurang. Hal tersebut juga berimbas pada perolehan
laba yang didapatkan oleh bank
6. Pengaruh ISR terhadap Kinerja Keuangan yang dimoderasi Pembiayaan
Berdasarkan hasil yang telah diuji pada uji MRA dalam tabel 4.12
pengaruh ISR terhadap ROA yang dimoderasi oleh Pembiayaan, diperoleh
nilai koefisien sebesar -0.070894 dengan arah negatif, untuk nilai probabilitas
sebesar 0.3165 yang berarti lebih besar dari 0.05 sehingga ditarik kesimpulan
H6 ditolak, Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa Pembiayaan tidak
mampu memoderasi hubungan ISR terhadap Kinerja Keuangan (ROA).
Bank yang mengunggkapkan laporan pertanggungjawaban sosialnya
tidak akan mempengaruhi Kinerja Keuangan (ROA) meskipun pembiayaan
yang dilakukan bank syariah sudah efektif atau belum. Tidak signifikan
dalam perolehan ISR karena tingkat profitabilitas yang didapatkan
perusahaan bukan diperoleh dari pelaporan ISR. Hal tersebut dapat diketahui
bahwa besar kecilnya pembiayaan yang disalurkan oleh bank syariah, tidak
dapat menjamin bank syariah untuk menggungkapkan laporan
pertangungjawaban sosial yang dapat meningkatkan Kinerja Keuangan
(ROA) pada BUS di Indonesia.
76
Tabel 4.13 Kesimpulan Hasil Penelitian
Hipotesis Hasil
H1 DPK berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Ditolak
Keuangan
H2 FDR berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Ditolak
Keuangan
H3 ISR berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Ditolak
Keuangan
H4 Pembiayaan dapat memoderasi hubungan DPK terhadap Diterima
Kinerja Keuangan
H5 Pembiayaan dapat memoderasi hubungan FDR terhadap Ditolak
Kinerja Keuangan
H6 Pembiayaan dapat meoderasi hungan ISR terhadap Kinerja Ditolak
Keuangan
77
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Mengacu hasil penelitian yang sudah dijelaskan pada BAB IV tentang
faktor-faktor yang mempengaruhi Kinerja Keuangan dengan Pembiayaan
sebagai variabel pemoderasi BUS di Indonesia periode 2016-2020,
mengahsilkan kesimpulan sebagai berikut:
1. DPK berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja
Keuangan.
2. FDR berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja
Keuangan.
3. ISR berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Kinerja
Keuangan.
4. Pembiayaan mampu memoderasi hubungan DPK terhadap Kinerja
Keuangan.
5. Pembiayaan tidak mampu memoderasi hubungan FDR terhadap Kinerja
Keuangan.
6. Pembiayaan tidak mampu memoderasi hubungan ISR terhadap Kinerja
Keuangan.
78
B. Keterbatasan Penelitian
Setelah penelitian dilakukan, penulis menyadari bahwa masih
terdapat keterbatasan penelitian, yaitu:
1. Jumlah sampel atau obyek penelitian yang terbatas dengan
menggunakan 11 Bank Umum Syariah (BUS) di Indonesia yang
terdaftar di OJK dengan teknik purposive sampling.
2. Penelitian dan hasil yang sifatnya masih sedehana dan membutuhkan
penelitian lanjutan untuk memperkuat hasil kebenaran.
3. Periode waktu yang digunakan dalam penelitian amatlah terbatas yaitu
2016-2020.
4. Hanya terdapat 1 hipotesis yang duterima dalam penelitian dari 6
hipotesis, maka dirasa belum bisa memberikan gambaran yang lebih
tepat mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi Kinerja
Keuangan pada BUS di Indonesia.
C. Saran
Berdasarkan dari hasil pembahasan dan kesimpulan yang telah
diperoleh pada riset yang telah dilakukan, penulis menyararankan bagi
peneliti selanjutnya yaitu riset ini masih terdapat banyak kekurangan yang
perlu dilengkapi dan dibenahi. Kepada peneliti berikutnya dapat melakukan
penelitian yang ada kaitannya dengan penelitian ini, dengan harapan peneliti
dapat mengembangkan dengan cara menambahkan proksi pengukuran
ataupun variabel rasio keuangan yang lain serta menggunakan variabel lain
selain ROA dalam pengukuran Kinerja Keuangan dan menambah jumlah
79
sampel penelitian agar hasil riset lebih akurat. Bagi peneliti selanjutnya agar
lebih mempelajari terlebih dahulu rasio keuangan yang digunakan, apakah
variabel tersebut nantinya apabila dijadikan satu dalam penelitian saling
bersinggungan atau tidak seperti variabel yang digunakan dalam penelitian
ini yaitu FDR dan Pembiayaan.
80
DAFTAR PUSTAKA
Adisaputra, T. F., & Kurnia, F. (2021). Pengaruh Islamic Social Reporting ( ISR )
terhadap Kinerja Keuangan pada Bank Umum Syariah di Indonesia. YUME:
Journal of Management, 4(1), 67–75. [Link]
Afifah, D. N., Mardani, R. M., & Wahono, B. (2017). Pengaruh DPK, BOPO, CAR
terhadap Kinerja Keuangan pada Perusahaan Sektor Perbankan yang terdaftar
di BEI Periode 2015-2017. E-Jurnal Riset Manajemen, 112–123.
Agung, A. A. P. (2012). Metodologi Bisnis dan Penelitian (T. U. Press (ed.)). UB
Press.
Almunawwaroh, M., & Marlina, R. (2018). Pengaruh CAR, NPF, FDR terhadap
Profitabilitas Bank Syariah di Indonesia. Amwaluna: Jurnal Ekonomi Dan
Keuangan Syariah, 2(1), 1–18.
Angraini, D. (2018). Pengaruh Dana Pihak Ketigs, Non Performing Financing,
Gingkat Bagi Hasil, dan Modal Sendiri Terhadap Profitabilitas dengan
Pembiayaan Bagi Hasil Sebagai Variabel Intervenig pada Perbankan Syariah.
Jurnal Akuntansi Berkelanjutan Indo.
Anshori, A. R. (2019). Pengaruh Jumlah DPK, NPF, dan SBIS terhadap Penyaluran
Pembiayaan Perbankan Syraiah Di Indonesia. Jurnal MAPS, 71–90.
Ansofino, Jolianis, Yolamalinda, & Arfilindo, H. (2016). Buku Ajar Ekonometrika
Ed. 1, Cet. 1. Deepublish.
Asytuti, R., & Indriyani. (2019). Analisis Pengaruh Good Corporate Governance
Terhadap Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah. Jurnal Riset Akuntansi Dan
Keuangan, 1(2), 111–120.
Badzlina, D., Amyulianthy, R., & Munira, M. (2020). Pengaruh Rasio Keuangan
Terhadap Kinerja Keuangan Perbankan( Studi Empiris Pada Perusahaan
Perbankan Syariah Periode 2014-2018 ). RELEVAN, 1(1), 12–23.
Bawono, A., & Shina, A. F. I. (2018). Ekonometrika Terapan untuk Eknomi dan
Bisnis Islam Aplikasi dengan Eviews. LP2M, IAIN Salatiga.
Bungin, B. (2005). Metodologi Penelitian Kuantitatif. KENCANA.
Dendawijaya. (2005). Manajemen Perbankan. Penerbit Ghalia Indonesia.
Effendi, I., & Hariani, P. (2020). Dampak Covid-19 terhadap Bank Syariah : Impact
of Covid-19 on Islamic Banks. EKONOMIKAWAN : Jurnal Ilmu Ekonomi
Dan Studi Pembangunan, 20(79), 221–230.
81
Fachri, M. F. (2021). Analisis Pengaruh CAR, BOP, NPF, dan FDR Terhadap ROA
(Studi Bank Umum Syariah di Indonesia Periode Tahun 2016-2019).
Diponegoro Journal Of Management, 10(1), 1–10.
Farida, A. (2018). Pengaruh Penerapan Good Corporate Governance Dan
Pengungkapan Islamic Social Reporting Terhadap Kinerja Keuangan
Perbankan Syariah Di Indonesia. Jurnal Ekonomi Islam, 10(1), 31–42.
Farman, F. (2020). Analisis Kinerja Keuangan Pada Bank Jabar Banten Syariah
Tahun 2015 dan 2016. 10(1), 116–120.
Ghozali, I. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS.
Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Ghozali, I. (2018). Aplikasi Analisi Multivariate: Dengan Program IBM SPPS 25.
Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Ghozali, I. (2020). 25 Grand Theory, Teori Besar Ilmu Manajemen, Akuntansi,
Bisnis (Untuk Landasan Teori Skripsi, Tesis dan Disertasi). Yoga Pratama.
Ghozali, I., & Ratmono, D. (2017). Analisis Multivariate dan Ekonometrika Teori,
Konsep, Aplikasi degan Eviews 10 (II). Badan Penerbit Universitas
Diponegoro.
Hadinata, S. (2018). Islamic Social Reporting Index dan Kinerja Keuangan pada
Perbankan Syariah di Indonesia. EkBis: Jurnal Ekoomi Dan Bisnis, 2(1), 72–
95.
Haniffa, R. (2002). Social Reporting Disclousure: An Islamic Perspektive.
Indonesian Management & Accounting Research, 1(2), 128–146.
Hasanah, U., Made, A., & Sari, A. R. (2019). Pengaruh Pembiayaan, NPF, CAR,
FDR terhadap Profitabilitas Bank Syariah. Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi,
7(2), 1–6.
Hatiana, N., & Pratiwi, A. (2020). Pengaruh Dana Pihak ketiga dan Suku Bunga
terhadap Profitabilitas pada PT . Bank Mega TBK. Owner: Riset Dan Jurnal
Akuntansi, 4(2), 346.
Hatta, F., & Fitri, F. A. (2020). Pengaruh IC, FDR, dan NPF terhadap Profitabilitas
Perbankan Syariah di Indonesia. JurnalmIlmiah Mahasiswa Ekonomi
Akuntansi (JIMIKA), 5(1), 85–95.
IBI. (2016). Manajemen Kesehatan Bank Berbasis Risiko Ikatan Bankir Indonesia
(Pertama). PT Gramedia Pustaka Utama.
Inayah, N. (2019). Analisis Pengaruh GCG, CAR, DPK terhadap Kinerja
Keuangan Dengan Volume Pembiayaan Sebagai Variabel [Link].
82
IAIN Salatiga.
Indyarwati, E. V., & Handayani, N. (2017). Pengaruh Rasio CAMEL terhadap
Kinerja Keuangan Perbankan Syariah. Jurnal Ilmu Dan Riset Akuntansi, 6(8),
1–13.
Jumingan. (2009). Analisis Laporan Keuangan. PT. Bumi Aksara.
Junaedi. (2015). Analisis Pengaruh Good Corporate Governance Dan Financial
Leverage Terhadap Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah Dengan Volume
Pembiayaan Sebagai Variabel Moderasi. Jurnal Riset Keuangan Dan
Akuntansi, 1(02). [Link]
Kasmir. (2006). Manajemen Perbankan. Raja Grafindo Persada.
Kasmir. (2008). Analisis Laporan Keuangan. Rajawali Pers.
Katuuk, P. M., Kumaat, R. J., & Niode, A. o. (2018). Pengaruh Dana Pihak Ketiga,
Loan to Deposit Ratio, Biaya Operasional Pendapatan Operaisonal Terhadap
Return On Asset bank Umum di Indonesia. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi,
18(02), 170–180.
Krisdamayanti, D. C., & Retnani, E. D. (2020). Pengaruh CSR, Ukuran Perusahaan
Dan Leverage Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan. Jurnal Ilmu Dan Riset
Akuntansi, Vol.9(no.4), 1–17.
Lestari, N., Azwari, P. C., & Melis. (2016). Pengaruh Financing to Deposit Ratio
(FDR), Non Performing Financing (NPF) dan Biaya Operasional per
Pendapatan Operasional (BOPO) Terhadap Return On Asset (ROA) pada
Bank Umum Syariah di Indonesia Periode 2015 - 2018. Al-Buhuts, 16(2), 184–
200.
Machali, I. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif (Q. A. Habib (ed.)). MPI UIN
Sunan Kalijaga Yogyakarta bekerjasama dengan STIQ An Nur Yogyakarta.
Mardliyyah, Z., Pramono, S. E., & Yasid, M. (2020). Pengaruh Islamic Social
Reporting Terhadap Kinerja Bank ( Studi pada Perbankan Syariah di Indonesia
). JIMEA: Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, Dan Akuntansi), 4(1),
43–51.
Mokoagow, S. W., & Fuady, M. (2015). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia. EBBANK, 6, 33–62.
MUHAMMAD. (2014). Manajemen Dana Bank Syariah. Rajawali Pers.
Murdiyanto, A. (2018). Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap ROA (Studi
pada BUS di Indonesia tahun 2012-2017). Prosding SENDI_U_2018, 978–
979.
83
Nasution, M. L. I. (2018). Manajemen Pembiayaan Syariah (M. Yafiz (ed.);
pertama). FEBI UIN-SU Press.
Nurdin, S., & Suyudi, M. (2019). Pengaruh Intellectual Capital dan Islamicity
Perfomance Index Terhadap Kinerja Keunagan Perbankan Syariah di
Indonesia. Jurnal Akuntansi Multi Dimensi (JAMDI), 2(2), 119–127.
Othman, R., Thani, A. M., & Ghani, E. K. (2009). Determinants Of Islamic Social
Reporting Among Top Shariah -Approved Companies In Bursa Malaysia.
Research Journal of International Studies, 12(12), 4–20.
Pangesti, K. P., & Sutanto, H. A. (2020). Determinan Kinerja Keuangan Perbankan
Syariah Priode 2014-2018. ECONBANK, 2(1), 21–36.
Parenrengi, S., & Hendratni, T. W. (2018). Pengaruh Dana Pihak Ketiga ,
Kecukupan Modal dan Penyaluran Kredit Terhadap Profitabilitas Bank.
Jurnal Manajemen Strategi Dan Aplikasi Bisnis, 1(1), 9–18.
Pratama, A. A. N., & Wardani, A. (2017). Pengaruh Kemampuan Kerja dan
Semnagat Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Kepuasan Kerja (Studi
Kasus Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Kendal). Jurnal Ekonomi Dan
Perbankan Syariah, 8(2), 119–129.
Rasyid, M. F., Muchlis, S., & Suhartono. (2020). Pengatuh DPK dan NPF Terhadap
Profitabilitas dengan Pembiayaan Murabahah Sebagai Variabel Intervening.
ISAFIR (Isalamic Accounting and Fianance Review), 1, 111–124.
[Link]. (2021). Menerawang Pertumbuhan Bank Syariah di Indonesia.
[Link]. [Link]
Retnaningsih, S., & Hariyanti, W. (2019). Pengaruh Pengungkapan Islamic Social
Reporting (ISR) terhadap Kinerja Keuangan pada Perbankan Syariah di
Indonesia Tahun 2012-2016. AKTSAR, 2(2), 169–186.
Rohmatunnisa, H., & Pratiwi, L. N. (2020). Pengaruh NPF , FDR , CAR dan Inflasi
terhadap Penyaluran Pembiayaan Modal Kerja pada BPRS di Indonesia.
Journal of Applied Islamic Economics and Finance, 1(1), 137–151.
[Link]
Rori, M. C., Karamoy, H., & Gamaliel, H. (2017). Pengaruh Dana Pihak Ketiga,
Fee Based Income dan Spread Interest Rate Terhadap Kinerja Keuangan
(Studi Empiris Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek
Indonesia). Jurnal Riset Akuntansi Dan Auditing “Goodwill,” 8(2), 242–253.
[Link]
Rukajat, A. (2018). Pendekatan Penelitian Kuantitatif (Pertama). DEEPUBLISH.
Ryad, A. M., & Yuliawati, Y. (2017). Pengaruh Dana Pihak Ketiga ( DPK ), Capital
84
Adequacy Ratio ( CAR ), Non Performing Finance ( NPF ) Terhadap
Pembiayaan. Jurnal Riset Dan Keuangan, 5(3), 1535–1540.
Sirait, P. (2017). Analisis Laporan Keuangan. EKULIBRIA.
Soemitra, A. (2017). Bank Dan Lembaga Keuangan Syariah (Kedua). PT Fajar
Interpratama Mandiri.
Sonia, P., D, E. N. P., & Savitri, E. (2017). Pengaruh Pembiayaan, Kas, Ukuran
Perusahaan Terhadap Islamic Sosial Reporting (ISR) Dengan Profitabilitas
SSebagai Variabel Intervening. JUNAL EKONOMI, 87, 149–200.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantiatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suroso, S. (2018). Kinerja Bank Umum Syariah. expert.
Sutapa, & Hanafi, R. (2019). Dampak Islamic Corporate Governance , Islamic
Social Reporting Pada Kinerja Keuangan Bank Syariah di Indonesia. Jurnal
Akuntansi Indonesia, 8(2), 155–165.
Suwarsi, S., & Azib, A. L. (2017). The Influence of Islamic Social Reporting to the
Return on Asset ( Case study of Islamic Banks in Indonesia ). International
Journal of Management and International Business Studies, 7(1), 1–9.
Syachfuddin, L. A., & Rosyidi, S. (2017). Pengaruh Faktor Makro Ekonomi, Dana
Pihak Ketiga dan Pangsa Pembiayaan Terhadap Profitabilitas Industri
Perbankan Syariah di Indonesia Tahun 2011-2015. Jurnal Ekonomi Syariah
Teori Dan Terapan, 4(12), 977.
[Link]
Thayib, B., Murni, S., & Maramis, J. B. (2017). Analisis Perbandingan Kinerja
Keunagan Bank Syariah dan Bank Konvensional. Jurnal EMBA, 5(2), 1759–
1768.
Wahid, N. N., Firmansyah, I., & Fadillah, A. R. (2018). Analisis Kinerja Bank
Syariah Dengan Maqashid Syariah Index (MSI) Dan Profitabilitas. Jurnal
Akuntansi, 13(1), 1–9.
Wahyuni, M., & Efriza, R. E. (2017). Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan
Antara Bank Syariah dengan Bank Konvensional di Indonesia. Manajemen
Keuangan Perbankan, 1(2), 1–15.
Wiarta, I. (2020). Pengaruh Rasio Kecukupan Modal, Likuiditas, dan Operasional
Terhadap Kinerja Keunagan Bank Syariah di Indonesia. Jurnal Development,
8(1), 90–95.
Winarno, W. W. (2015). Analisis Ekonometrika dan Statistik dengan Eviews. UPP
STIEM YKPN.
85
Yudiana, F. E. (2017). ManajemennPembiayaan Lembaga Keuangan Syariah (H.
Endraswati (ed.)). LP2M-Press, IAIN Salatiga.
Yulia, & Ramdani, K. (2020). Pengaruh DPK, FDR, NPF, dan Tingkat Suku Bunga
Terhadap Penyaluran Pembiayaan. JIsEB, 1(1), 63–75.
Yundi, N. F., & Sudarsono, H. (2018). Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Return
on Asset (ROA) Bank Syariah di Indonesia. Al-Amwal : Jurnal Ekonomi Dan
Perbankan Syari’ah, 10(1), 18. [Link]
Yusuf, A. M. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, kualitatif, & Penelitian
Gabungan. In Kencana (Pertama). Kencana.
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
86
LAMPIRAN
87
Lampiran 1 Data Sekunder Penelitian
BANK TAHUN Y X1 X2 X3 Z
BMI 2016 0,22 41.92 95,13 0,88 40.05
2017 0,11 48.686 84,42 0,88 41.332
2018 0,08 45.636 73,18 0,88 33.566
2019 0,05 40.357 73,51 0,87 29.877
2020 0,03 41.424 69,84 0,87 29.084
BNIS 2016 1,44 24.233 84,57 0,81 20.494
2017 1,31 29.379 80,21 0,81 23.597
2018 1,42 35.497 79,62 0,83 28.299
2019 1,82 43.772 74,31 0,85 32.58
2020 1,37 47.972 68,79 0,85 33.049
BRIS 2016 0,95 22.04 81,42 0,79 17.26
2017 0,51 26.36 71,87 0,79 18.17
2018 0,43 28.88 75,49 0,81 21.86
2019 0,31 34.12 80,12 0,81 27.38
2020 0,81 49.34 80,99 0,81 40.05
BJBS 2016 8,09 5.453 98,73 0,75 5.414
2017 5,69 5.978 91,03 0,79 5.447
2018 0,54 5.182 89,85 0,75 4.658
2019 0,60 5.789 93,53 0,79 5.415
2020 0,41 6.664 86,64 0,79 5.774
BSM 2016 0,59 69.95 79,19 0,85 16.087
2017 0,59 77.903 77,66 0,83 20.628
2018 0,88 87.472 77,25 0,83 23.849
2019 1,69 99.81 75,54 0,83 27.663
2020 1,65 112.585 73,98 0,83 28.612
BMS 2016 2,63 4.973 95,24 0,73 4.714
2017 1,56 5.103 91,05 0,73 4.641
2018 0,93 5.723 90,88 0,73 5.18
2019 0,89 6.578 94,53 0,73 6.08
2020 1,32 7.688 63,94 0,73 6.431
BPDS 2016 0,37 5.899 91,99 0,77 6.347
2017 10,77 7.525 86,96 0,77 6.543
2018 0,26 6.905 88,82 0,79 6.134
2019 0,25 8.707 95,72 0,79 8.335
2020 0,06 7.19 111,71 0,79 8.446
BCAS 2016 1,10 3.842 90,01 0,71 3.463
2017 1,20 4.734 88,5 0,75 4.191
2018 1,20 5.506 89,0 0,77 4.889
2019 1,20 6.205 91,0 0,77 5.645
88
2020 1,10 6.849 81,3 0,79 5.569
BSB 2016 1,12 5.443 88,18 0,77 4.799
2017 0,02 5.498 82,44 0,77 4.533
2018 0,02 4.544 93,40 0,77 4.244
2019 0,04 5.087 93,48 0,77 4.755
2020 0,04 4.332 96,6 0,77 4.187
BTPNS 2016 0,09 5.387 92,7 0,67 4.997
2017 11,2 6.545 92,5 0,67 6.053
2018 12,4 7.612 95,6 0,85 7.277
2019 13,6 9.446 95,27 0,65 8.999
2020 7,16 9,740 97,37 0,65 9.514
BVS 2016 2,19 1.205 100,66 0,65 1.213
2017 0,36 1.491 83,53 0,69 1.263
2018 0,32 1.511 82,78 0,69 1.234
2019 0,05 1.529 80,52 0,69 1.232
2020 0,16 1.576 74,05 0,69 1.166
Lampiran 2 Hasil Uji Penelitian
A. Variabel
1. X1 = Dana Pihak Ketiga (DPK)
2. X2 = Financing Deposit to Ratio (FDR)
3. X3 = Islamic Social Reporting (ISR)
4. Y = Kinerja Keuangan (ROA)
5. Z = Pembiayaan
B. Uji Deskriptif Statistik
Date: 06/07/21
Time: 11:46
Sample: 2016 2020
X1 X2 X3 Y Z
Mean 21.83227 0.857564 0.776000 0.026549 13.31398
Median 6.905000 0.869600 0.790000 0.008100 6.347000
Maximum 112.5850 1.117100 0.880000 0.716000 41.33200
Minimum 1.205000 0.639400 0.650000 -0.107700 1.166000
Std. Dev. 26.65150 0.095079 0.062527 0.105097 11.95779
Skewness 1.719728 -0.024889 -0.312767 5.361796 0.931253
Kurtosis 5.381556 2.736048 2.402267 35.26823 2.471598
Jarque-Bera 40.10799 0.165341 1.715492 2649.704 8.589474
89
Probability 0.000000 0.920655 0.424117 0.000000 0.013640
Sum 1200.775 47.16600 42.68000 1.460200 732.2690
Sum Sq. Dev. 38356.35 0.488162 0.211120 0.596455 7721.395
Observations 55 55 55 55 55
C. Uji Stasioneritas
1. X1 (DPK)
Null Hypothesis: Stationarity
Series: X1
Date: 06/07/21 Time: 11:43
Sample: 2016 2020
Exogenous variables: Individual effects
Newey-West automatic bandwidth selection and Bartlett kernel
Total (balanced) observations: 55
Cross-sections included: 11
Method Statistic Prob.**
Hadri Z-stat 7.51304 0.0000
Heteroscedastic Consistent Z-
stat 6.53715 0.0000
* Note: High autocorrelation leads to severe size distortion in Hadri
test,
leading to over-rejection of the null.
2. X2 (FDR)
Null Hypothesis: Stationarity
Series: X2
Date: 06/07/21 Time: 11:43
Sample: 2016 2020
Exogenous variables: Individual effects
Newey-West automatic bandwidth selection and Bartlett kernel
Total (balanced) observations: 55
Cross-sections included: 11
Method Statistic Prob.**
Hadri Z-stat 4.87838 0.0000
Heteroscedastic Consistent Z-
stat 5.74128 0.0000
* Note: High autocorrelation leads to severe size distortion in Hadri
test,
90
leading to over-rejection of the null.
** Probabilities are computed assuming asympotic normality
3. X3 (ISR)
Null Hypothesis: Stationarity
Series: X3
Date: 06/07/21 Time: 11:44
Sample: 2016 2020
Exogenous variables: Individual effects
Newey-West automatic bandwidth selection and Bartlett kernel
Total (balanced) observations: 55
Cross-sections included: 11
Method Statistic Prob.**
Hadri Z-stat 5.90102 0.0000
Heteroscedastic Consistent Z-
stat 7.15707 0.0000
* Note: High autocorrelation leads to severe size distortion in Hadri
test,
leading to over-rejection of the null.
** Probabilities are computed assuming asympotic normality
4. Y (ROA)
Null Hypothesis: Stationarity
Series: Y
Date: 06/07/21 Time: 11:44
Sample: 2016 2020
Exogenous variables: Individual effects
Newey-West automatic bandwidth selection and Bartlett kernel
Total (balanced) observations: 55
Cross-sections included: 11
Method Statistic Prob.**
Hadri Z-stat 4.25305 0.0000
Heteroscedastic Consistent Z-stat 5.77730 0.0000
* Note: High autocorrelation leads to severe size distortion in
Hadri test,
leading to over-rejection of the null.
** Probabilities are computed assuming asympotic normality
91
5. Z (PEMBIAYAAN)
Null Hypothesis: Stationarity
Series: Z
Date: 06/07/21 Time: 11:45
Sample: 2016 2020
Exogenous variables: Individual effects
Newey-West automatic bandwidth selection and Bartlett kernel
Total (balanced) observations: 55
Cross-sections included: 11
Method Statistic Prob.**
Hadri Z-stat 7.02787 0.0000
Heteroscedastic Consistent Z-stat 6.72212 0.0000
* Note: High autocorrelation leads to severe size distortion in
Hadri test,
leading to over-rejection of the null.
** Probabilities are computed assuming asympotic normality
D. UJI CEM
Dependent Variable: Y
Method: Panel Least Squares
Date: 06/07/21 Time: 11:47
Sample: 2016 2020
Periods included: 5
Cross-sections included: 11
Total panel (balanced) observations: 55
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 0.688339 0.346537 1.986334 0.0528
X1 0.003602 0.002337 1.541228 0.1300
X2 0.409132 0.239492 1.708332 0.0942
X3 -1.451096 0.417352 -3.476916 0.0011
Z 0.013865 0.026029 0.532669 0.5968
X1*Z -0.000141 9.62E-05 -1.470633 0.1481
X2*Z -0.008948 0.014332 -0.624349 0.5354
X3*Z 0.002042 0.030304 0.067384 0.9466
R-squared 0.343600 Mean dependent var 0.026549
Adjusted R-squared 0.245839 S.D. dependent var 0.105097
S.E. of regression 0.091269 Akaike info criterion -1.816284
Sum squared resid 0.391513 Schwarz criterion -1.524308
92
Log likelihood 57.94781 Hannan-Quinn criter. -1.703375
F-statistic 3.514674 Durbin-Watson stat 1.745856
Prob(F-statistic) 0.004100
E. UJI FEM
Dependent Variable: Y
Method: Panel Least Squares
Date: 06/07/21 Time: 11:48
Sample: 2016 2020
Periods included: 5
Cross-sections included: 11
Total panel (balanced) observations: 55
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -0.465379 0.582894 -0.798394 0.4297
X1 0.024763 0.013456 1.840351 0.0737
X2 0.342589 0.246701 1.388685 0.1732
X3 -0.333739 0.718027 -0.464800 0.6448
Z 0.071439 0.064072 1.114988 0.2720
X1*Z -0.000591 0.000274 -2.154928 0.0377
X2*Z 0.004663 0.018493 0.252179 0.8023
X3*Z -0.070894 0.069817 -1.015423 0.3165
Effects Specification
Cross-section fixed (dummy variables)
R-squared 0.563707 Mean dependent var 0.026549
Adjusted R-
squared 0.363248 S.D. dependent var 0.105097
S.E. of
regression 0.083864 Akaike info criterion -1.861104
Sum
squared
resid 0.260229 Schwarz criterion -1.204159
Log
likelihood 69.18037 Hannan-Quinn criter. -1.607058
F-statistic 2.812085 Durbin-Watson stat 2.303210
Prob(F-
statistic) 0.004233
93
F. REM
Dependent Variable: Y
Method: Panel EGLS (Cross-section random effects)
Date: 06/07/21 Time: 11:48
Sample: 2016 2020
Periods included: 5
Cross-sections included: 11
Total panel (balanced) observations: 55
Swamy and Arora estimator of component variances
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 0.688339 0.318422 2.161720 0.0358
X1 0.003602 0.002148 1.677312 0.1001
X2 0.409132 0.220062 1.859172 0.0693
X3 -1.451096 0.383491 -3.783914 0.0004
Z 0.013865 0.023917 0.579701 0.5649
X1*Z -0.000141 8.84E-05 -1.600485 0.1162
X2*Z -0.008948 0.013169 -0.679477 0.5002
X3*Z 0.002042 0.027845 0.073334 0.9419
Effects Specification
S.D. Rho
Cross-section random 0.000000 0.0000
Idiosyncratic random 0.083864 1.0000
Weighted Statistics
R-squared 0.343600 Mean dependent var 0.026549
Adjusted R-squared 0.245839 S.D. dependent var 0.105097
S.E. of regression 0.091269 Sum squared resid 0.391513
F-statistic 3.514674 Durbin-Watson stat 1.745856
Prob(F-statistic) 0.004100
Unweighted Statistics
R-squared 0.343600 Mean dependent var 0.026549
Sum squared resid 0.391513 Durbin-Watson stat 1.745856
94
G. UJI CHOW
Redundant Fixed Effects Tests
Equation: Untitled
Test cross-section fixed effects
Effects Test Statistic d.f. Prob.
Cross-section F 1.866627 (10,37) 0.0824
Cross-section Chi-square 22.465108 10 0.0129
Cross-section fixed effects test equation:
Dependent Variable: Y
Method: Panel Least Squares
Date: 06/07/21 Time: 11:49
Sample: 2016 2020
Periods included: 5
Cross-sections included: 11
Total panel (balanced) observations: 55
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 0.688339 0.346537 1.986334 0.0528
X1 0.003602 0.002337 1.541228 0.1300
X2 0.409132 0.239492 1.708332 0.0942
X3 -1.451096 0.417352 -3.476916 0.0011
Z 0.013865 0.026029 0.532669 0.5968
X1*Z -0.000141 9.62E-05 -1.470633 0.1481
X2*Z -0.008948 0.014332 -0.624349 0.5354
X3*Z 0.002042 0.030304 0.067384 0.9466
R-squared 0.343600 Mean dependent var 0.026549
Adjusted R-squared 0.245839 S.D. dependent var 0.105097
S.E. of regression 0.091269 Akaike info criterion -1.816284
Sum squared resid 0.391513 Schwarz criterion -1.524308
Log likelihood 57.94781 Hannan-Quinn criter. -1.703375
F-statistic 3.514674 Durbin-Watson stat 1.745856
Prob(F-statistic) 0.004100
95
H. UJI HAUSMAN
Correlated Random Effects - Hausman Test
Equation: Untitled
Test cross-section random effects
Chi-Sq.
Test Summary Statistic Chi-Sq. d.f. Prob.
Cross-section random 16.180355 7 0.0235
** WARNING: estimated cross-section random effects variance is zero.
Cross-section random effects test comparisons:
Variable Fixed Random Var (Diff.) Prob.
X1 0.024763 0.003602 0.000176 0.1111
X2 0.342589 0.409132 0.012434 0.5507
X3 -0.333739 -1.451096 0.368497 0.0657
Z 0.071439 0.013865 0.003533 0.3327
X1*Z -0.000591 -0.000141 0.000000 0.0834
X2*Z 0.004663 -0.008948 0.000169 0.2944
X3*Z -0.070894 0.002042 0.004099 0.2546
Cross-section random effects test equation:
Dependent Variable: Y
Method: Panel Least Squares
Date: 06/07/21 Time: 11:49
Sample: 2016 2020
Periods included: 5
Cross-sections included: 11
Total panel (balanced) observations: 55
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -0.465379 0.582894 -0.798394 0.4297
X1 0.024763 0.013456 1.840351 0.0737
X2 0.342589 0.246701 1.388685 0.1732
X3 -0.333739 0.718027 -0.464800 0.6448
Z 0.071439 0.064072 1.114988 0.2720
X1*Z -0.000591 0.000274 -2.154928 0.0377
X2*Z 0.004663 0.018493 0.252179 0.8023
X3*Z -0.070894 0.069817 -1.015423 0.3165
Effects Specification
Cross-section fixed (dummy variables)
R-squared 0.563707 Mean dependent var 0.026549
Adjusted R-squared 0.363248 S.D. dependent var 0.105097
S.E. of regression 0.083864 Akaike info criterion -1.861104
Sum squared resid 0.260229 Schwarz criterion -1.204159
Log likelihood 69.18037 Hannan-Quinn criter. -1.607058
96
F-statistic 2.812085 Durbin-Watson stat 2.303210
Prob(F-statistic) 0.004233
I. Uji Normalitas
16
Series: Standardized Residuals
14 Sample 2016 2020
12
Observations 55
10 Mean 0.000000
Median -0.001558
8
Maximum 0.354259
6 Minimum -0.199513
Std. Dev. 0.069419
4
Skewness 1.932565
2 Kurtosis 14.55042
0 Jarque-Bera 339.9719
-0.2 -0.1 0.0 0.1 0.2 0.3
Probability 0.000000
UJI NORMALITAS SETELAH TRANSFORMASI LOG
10
Series: Standardized Residuals
Sample 2016 2020
8 Observations 51
6 Mean -2.39e-17
Median 0.056938
Maximum 1.368272
4 Minimum -1.911264
Std. Dev. 0.632740
2
Skewness -0.549925
Kurtosis 3.809137
0 Jarque-Bera 3.961792
-2.0 -1.5 -1.0 -0.5 0.0 0.5 1.0 1.5
Probability 0.137946
J. Uji Multikolinieritas
X1 X2 X3
X1 1.000000 -0.546113 0.633410
X2 -0.546113 1.000000 -0.415795
X3 0.633410 -0.415795 1.000000
97
K. Uji Heteroskedastisitas
Dependent Variable: RESAB
Method: Panel Least Squares
Date: 06/07/21 Time: 15:23
Sample: 2016 2020
Periods included: 5
Cross-sections included: 11
Total panel (unbalanced) observations: 51
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 2.581679 2.072067 1.245944 0.2216
X1 0.003622 0.047272 0.076612 0.9394
X2 0.625115 0.895389 0.698149 0.4900
X3 -3.636045 2.544589 -1.428932 0.1624
Z -0.146167 0.225188 -0.649089 0.5208
X1*Z -6.42E-05 0.000964 -0.066632 0.9473
X2*Z -0.027580 0.065147 -0.423349 0.6748
X3*Z 0.202781 0.245326 0.826576 0.4144
Effects Specification
Cross-section fixed (dummy variables)
R-squared 0.493951 Mean dependent var 0.304816
Adjusted R-squared 0.233259 S.D. dependent var 0.335793
S.E. of regression 0.294033 Akaike info criterion 0.660313
Sum squared resid 2.853024 Schwarz criterion 1.342134
Log likelihood 1.162010 Hannan-Quinn criter. 0.920857
F-statistic 1.894769 Durbin-Watson stat 2.353962
Prob(F-statistic) 0.056684
98
L. Uji Autokorelasi
Dependent Variable: Y
Method: Panel Least Squares
Date: 06/07/21 Time: 12:11
Sample: 2016 2020
Periods included: 5
Cross-sections included: 11
Total panel (balanced) observations: 55
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -0.465379 0.582894 -0.798394 0.4297
X1 0.024763 0.013456 1.840351 0.0737
X2 0.342589 0.246701 1.388685 0.1732
X3 -0.333739 0.718027 -0.464800 0.6448
Z 0.071439 0.064072 1.114988 0.2720
X1*Z -0.000591 0.000274 -2.154928 0.0377
X2*Z 0.004663 0.018493 0.252179 0.8023
X3*Z -0.070894 0.069817 -1.015423 0.3165
Effects Specification
Cross-section fixed (dummy variables)
R-squared 0.563707 Mean dependent var 0.026549
Adjusted R-squared 0.363248 S.D. dependent var 0.105097
S.E. of regression 0.083864 Akaike info criterion -1.861104
Sum squared resid 0.260229 Schwarz criterion -1.204159
Log likelihood 69.18037 Hannan-Quinn criter. -1.607058
F-statistic 2.812085 Durbin-Watson stat 2.303210
Prob(F-statistic) 0.004233
99
Lampiran 3 Daftar Riwayat Hidup
DAFTAR RIWAYAT HIDUP PENULIS
DATA PRIBADI:
Nama : Hafidiya Nugeraheni
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Tempat, Tanggal Lahir : Salatiga, 2 Januari 2000
Alamat : Wiroyudan, Rt 02 Rw 05, Kel. Tingkir Tengah.
[Link] : 089503082103
Email : [Link]@[Link]
RIWAYAT PENDIDIKAN:
SD/MI : SDN Tingkir Lor 02 Salatiga
SMP/MTS : SMPN 03 Salatiga
SMA/SMK/MA : SMAN 02 Salatiga
Perguruan Tinggi : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga
PENGALAMAN ORGANISASI:
2017/2018 : Anggota CEC IAIN Salatiga
2018/2021 : Anggota KOPMA FATAWA IAIN Salatiga
100
101
102