0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
398 tayangan28 halaman

Kebijakan Kurikulum Merdeka Madrasah

Kebijakan implementasi kurikulum merdeka di madrasah memberikan fleksibilitas kepada madrasah untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan visi, misi, dan sumber daya yang dimiliki. Madrasah dapat memilih antara menerapkan kurikulum 2013 atau kurikulum merdeka dengan memperhatikan standar isi dan capaian pembelajaran yang ditetapkan pemerintah. Pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap mulai tahun 2022/

Diunggah oleh

Musaroh 72
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
398 tayangan28 halaman

Kebijakan Kurikulum Merdeka Madrasah

Kebijakan implementasi kurikulum merdeka di madrasah memberikan fleksibilitas kepada madrasah untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan visi, misi, dan sumber daya yang dimiliki. Madrasah dapat memilih antara menerapkan kurikulum 2013 atau kurikulum merdeka dengan memperhatikan standar isi dan capaian pembelajaran yang ditetapkan pemerintah. Pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap mulai tahun 2022/

Diunggah oleh

Musaroh 72
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEBIJAKAN IMPLEMENTASI

KURIKULUM MERDEKA PADA MADRASAH

DIREKTORAT KSKK MADRASAH


DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM
KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
2022
1
Implementasi Kurikulum Merdeka di Madrasah
mengacu pada KMA 347 Tahun 2022 tentang
Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Madrasah

Kurikulum disederhanakan dan bersifat lebih fleksibel sehingga


selaras dengan semangat kemandirian madrasah.
1. Pemerintah menetapkan kurikulum minimum, prinsip pembelajaran
dan asesmen, madrasah dapat mengembangankan program dan
kegiatan tambahan sesuai visi, misi dan sumber daya yang tersedia.
2. Madrasah dan pendidik memiliki keleluasaan untuk
mengorganisasikan pembelajaran sesuai kebutuhan siswa dan konteks
lokal.
• Kurikulum Merdeka ditetapkan oleh
Pertimbangan Kementerian Pendidikan Kebudayaan
Riset dan Teknologi.
• Kebijakan implementasi kurikulum
merdeka pada madrasah diatur oleh
Kementerian Agama, dengan dilakukan
adaptasi sesuai dengan;
a. Pengembangan kekhasan nilai-
nilai madrasah; dan
b. Kebutuhan pembelajaran di
madrasah.

3
Strategi penyelenggaraan pembelajaran pada
Kebijakan Implementasi masa pemberlakuan Kurikulum Merdeka
diberikan pilihan sebagai berikut;
Kurikulum di Madrasah
1. Madrasah menerapkan Kurikulum 2013,
dengan Standar Isi, Kompetensi Inti (KI) dan
Kompetensi Dasar (KD) yang ditetapkan oleh
pemerintah, dengan memberi kewenangan
Madrasah dapat Memilih madrasah melakukan kreasi dan inovasi dalam
mengembangkan kurikulum operasional di
masing-masing madrasah.

2. Madrasah menerapkan Kurikulum Merdeka


dengan Standar Isi dan Capaian Pembelajaran
yang ditetapkan oleh pemerintah, dengan
memberi kewenangan madrasah melakukan
kreasi dan inovasi dalam mengembangkan
kurikulum operasional di masing-masing
madrasah.
4
Pelaksanaan Kurikulum 2013 di Madrasah
ditentukan sebagai berikut:
Strategi Pelaksanaan
K-13 di Madrasah 1. Standar Isi, Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
mata pelajaran selain Pendidikan Agama Islam dan
Bahasa Arab berdasarkan ketetapan dari
Kemendikbudristek.

2. Standar Isi, Kompetensi Inti dan Kompetensi


Dasar Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab
berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor
183 Tahun 2019.

3. Implementasi Kurikulum RA berdasarkan Keputusan


Menteri Agama Nomor 792 Tahun 2018.

4. Implementasi kurikulum MI, MTs, MA dan MAK


berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 184
Tahun 2019

5
Pelaksanaan Kurikulum Merdeka di
Strategi Pelaksanaan Madrasah ditentukan sebagai berikut:

Kurikulum Merdeka
1. Standar Isi (SI) dan Capaian Pembelajaran (CP)
di Madrasah mata pelajaran selain Pendidikan Agama Islam
dan Bahasa Arab mengacu pada peraturan yang
ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset dan Teknologi

2. Standar Isi (SI) dan Capaian Pembelajaran (CP)


mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan
Bahasa Arab mengacu pada peraturan yang
ditetapkan oleh Kementerian Agama.

CP adalah kompetensi dan karakter


yang akan dicapai peserta didik
setelah menyelesaikan
pembelajaran pada kurun waktu
tertentu. 6
Implementasi Kurikulum Merdeka di Madrasah secara
bertahap sebagai berikut;
Kebijakan Pemberlakuan • Kurikulum merdeka diterapkan pada RA, MI, MTs,
Kurikulum Merdeka MA dan MAK secara terbatas pada madrasah
percontohan/piloting mulai TP 2022/2023
di Madrasah berdasarkan Ketetapan Direktur Jenderal
Pendidikan Islam.
• Pada tahun pertama diterapkan pada peserta didik
RA usia 4 sampai 5 tahun, kelas 1 dan 4 MI, kelas 7
MTs dan kelas 10 MA/MAK. Sedangkan peserta
didik kelas 2, 3, 5, 6, 8, 9,11 dan 12 masih
menggunakan kurikulum 2013.
• Pada tahun kedua diterapkan pada peserta didik RA
usia 5 sampai 6 tahun, kelas 1, 2, 4, dan 5 MI, kelas
7 dan 8 MTs, dan kelas 10 dan 11 MA/MAK.
Sedangkan peserta didik kelas 3, 6, 9, dan 12 masih
menggunakan kurikulum 2013.
• Pada tahun ketiga diterapkan pada peserta didik RA
usia 4 sampai 6 tahun, kelas 1, 2, 3, 4, 5, 6 MI, kelas
7, 8, 9 MTs dan kelas 10, 11, 12 MA/MAK.
7
Mekanisme Pelaksanaan Kurikulum Merdeka
di Madrasah sebagai berikut:
MEKANISME 1. Madrasah secara mandiri melakukan persiapan
Pelaksanaan Kurikulum implementasi kurikulum merdeka.
Merdeka di Madrasah 2. Madrasah menyusun dan mengembangkan
kurikulum operasional tingkat satuan pendidikan
sesuai visi, misi, tujuan, dan kekhasan madrasah.
3. Madrasah yang sudah siap menerapkan Kurikulum
Merdeka mengajukan usulan kepada Kantor
Kementerian Agama Kabupaten/ Kota.
4. Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota
mengusulkan madrasah pelaksana Kurikulum
Merdeka kepada Kanwil Kementerian Agama
Provinsi.
5. Kanwil Kementerian Agama Provinsi mengusulkan
madrasah pelaksana Kurikulum Merdeka kepada
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam untuk
mendapat penetapan.
6. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menetapkan
Madrasah pelaksana Kurikulum Merdeka. 8
Madrasah yang telah ditetapkan sebagai
MEKANISME pelaksana Kurikulum Merdeka dapat memilih 2
Pelaksanaan Kurikulum (dua) pilihan dalam mengimplementasikan
Kurikulum Merdeka sebagai berikut:
Merdeka di Madrasah
1. Menerapkan beberapa bagian dan prinsip
Kurikulum Merdeka tanpa mengganti
kurikulum satuan pendidikan, misalnya
menerapkan proyek penguatan Profil Pelajar
Pancasila sebagai ko-kurikuler atau
ekstrakurikuler dengan konsekuensi
menambah atau merelokasi jam pelajaran,
menerapkan pembelajaran sesuai tahap
capaian peserta didik;
2. Menerapkan Kurikulum Merdeka dengan
pengembangan berbagai perangkat ajar oleh
satuan pendidikan.
9
1. Madrasah dapat mengatur jam pelajaran setiap
JAM PELAJARAN (JP) DIATUR mingguan, dua mingguan, tiga mingguan,
bulanan atau bahkan secara blok materi,
OLEH PUSAT PER-TAHUN
pertimbangannya untuk EFEKTIFITAS
BUKAN PERMINGGU PEMBELAJARAN mewujudkan capaian
pembelajaran
2. Target jp untuk satu tahun bisa dicapai kurang
dari satu tahun
3. Madrasah akan lebih fleksibel merencanakan
model pembelajaran dalam mewujudkan
capaian pembelajaran
4. Model Pembelajaran dapat konvensional,
kolaborasi beberapa mapel untuk satu tema
yang sama berbasis proyek, pembelajaran blok,
dsb.
a. Pembelajaran Instrakurikuler RA Pembelajaran
STRUKTUR KURIKULUM MERDEKA Intrakurikuler RA pada dasarnya adalah kegiatan
Raudhatul Athfal bermain yang bermakna
b. Pembelajaran Berbasis Proyek pada RA
merupakan bagian dari aktivitas kegiatan yang
menyenangkan anak dengan fokus pada
penguatan karakter anak sebagai pelajar
Pancasila yang memiliki karakteristik Islami yang
rahmatan lil alamiin.
c. Capaian pembelajaran anak RA sesuai dengan
Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak
(STPPA), meliputi:
1. nilai agama dan moral;
2. nilai Pancasila;
3. fisik motorik;
4. kognitif;
5. bahasa; dan
6. sosial emosional 11
Alokasi Wakt u Per T ah u n
Mata Pelajaran
I II III - V ) VI
Pendidikan A g a m a

STRUKTUR KURIKULUM MERDEKA Islam*;


a. Al Q u r a n Hadis 7 2 (2) 7 2 (2) 7 2 (2) 6 4 (2)

Madrasah Ibtidaiyah b. Akidah A k h l a k


c. Fikih
7 2 (2)
7 2 (2)
7 2 (2)
7 2 (2)
7 2 (2)
7 2 (2)
6 4 (2)
6 4 (2)
d. SKI 7 2 (2) 6 4 (2)
B a h a s a Arab 7 2 (2) 7 2 (2) 7 2 (2) 6 4 (2)
Pendidikan Pancasila 1 4 4 (4) 1 4 4 (4) 1 4 4 (4) 1 2 8 (4)
B a h a s a Indonesia 2 1 6 (6) 2 5 2 (7) 2 1 6 (6) 1 9 2 (6)
M atematika 1 4 4 (4) 1 8 0 (5) 1 8 0 (5) 1 6 0 (5)
Ilmu P engetahuan
1 8 0 (5) 1 6 0 (5)
Alam d a n Sosial (IPAS)
Pendidikan J a s m a n i
Olahraga d a n 1 0 8 (3) 1 0 8 (3) 1 0 8 (3) 9 6 (3)
Kesehatan
Seni d a n Budaya**:
1 . Seni Musik
2. Seni Rupa
3 . Seni Teater
4 . Seni Tari
Prakarya (Budidaya,
Pengolahan, Kerajinan, 1 0 8 (3) 1 0 8 (3) 1 0 8 (3) 9 6 (3)
d a n Rekayasa)

• Asumsi 1 Tahun = 36 pekan dan 1 JP = 35 menit untuk kelas I s.d kelas V B a h a s a Inggris 7 2 (2) 7 2 (2) 7 2 (2) 6 4 (2)

• Asumsi 1 Tahun = 32 pekan dan 1 JP = 35 menit untuk kelas VI M u a t a n Lokal **** 7 2 (2) *** 7 2 (2) *** 7 2 (2) *** 6 4 (2) ***
Total*****: 1 1 5 2 (32) 1 2 2 4 (34) 1 4 4 0 (40) 1 2 8 0 (40)

12
Mata Pelajaran Alokasi Waktu Per Tahun

VII -VIII IX
Pendidikan Agama Islam*;
STRUKTUR KURIKULUM MERDEKA a. Al Quran Hadis 72 (2) 64 (2)

Madrasah Tsanawiyah b. Akidah Akhlak


c. Fikih
72 (2)
72 (2)
64 (2)
64 (2)
d. SKI 72 (2) 64 (2)
Bahasa Arab 108 (3) 96 (3)
Pendidikan Pancasila 72 (2) 96 (3)
Bahasa Indonesia 180 (5) 192 (6)
Matematika 144 (4) 160 (5)
Ilmu Pengetahuan Alam 144 (4) 160 (5)
Ilmu Pengetahuan Sosial 108 (3) 128 (4)
Bahasa Inggris 108 (3) 128 (4)
Pendidikan Jasmani Olahraga
72 (2) 96 (3)
dan Kesehatan
Informatika 72 (2) 96 (3)
Mata pelajaran Seni dan
Prakarya **:
1. Seni Musik
2. Seni Rupa
• Asumsi 1 Tahun = 36 pekan dan 1 JP = 40 menit untuk kelas VII dan VIII 3. Seni Teater 72 (2) 96 (3)
[Link] Tari
• Asumsi 1 Tahun = 32 pekan dan 1 JP = 40 menit untuk kelas IX [Link] (Budidaya,
Kerajinan, Rekayasa, atau
Pengolahan
Muatan Lokal 72 (2) 64 (2)
13
Total****: 1440 (40) 1568 (49)
Alokasi Waktu per tahun
Mata Pelajaran
X XI XII
Kelompok Mata Pelajaran Umum:
STRUKTUR KURIKULUM MERDEKA 1. Pendidikan Agama Islam*:

Madrasah Aliyah • Al Quran Hadis 72 (2) 72 (2) 64 (2)


• Akidah Akhlak 72 (2) 72 (2) 64 (2)
• Fikih 72 (2) 72 (2) 64 (2)
• SKI 72 (2) 72 (2) 64 (2)
2. Bahasa Arab 144 (4) 72 (2) 64 (2)
3. Pendidikan Pancasila 72 (2) 72 (2) 64 (2)
4. Bahasa Indonesia 108 (3) 108 (3) 108 (3)
5. Matematika 108 (3) 108 (3) 108 (3)
6. Ilmu Pengetahuan Alam:
216 (6)
Fisika, Kimia, Biologi
7. Ilmu Pengetahuan Sosial: Sosiologi,
288 (8)
Ekonomi, Sejarah, Geografi
8. Bahasa Inggris 72 (2) 72 (2) 64 (2)
9. Pendidikan Jasmani Olahraga dan
72 (2) 72 (2) 64 (2)
Kesehatan
10. Sejarah 72 (2) 72 (2) 64 (2)

11. Seni dan Budaya***:


• Asumsi 1 Tahun = 36 pekan dan 1 JP = 45 menit untuk kelas X dan XI • Seni Musik
• Seni Rupa 72 (2) 72 (2) 64 (2)
• Asumsi 1 Tahun = 32 pekan dan 1 JP = 45 menit untuk kelas XII • Seni Teater
• Seni Tari

12. Muatan Lokal 72 (2) 72 (2) 64 (2)


14
Alokasi Waktu per tahun
Mata Pelajaran
X XI XII

Lanjutan…….. Kelompok Mata Pelajaran Pilihan


Kelompok Mata Pelajaran Agama: -

STRUKTUR KURIKULUM MERDEKA 1. Ilmu Tafsir


2. Ilmu Hadis
3. Usul Fikih
Madrasah Aliyah (MA) 4. Bahasa Arab
Kelompok Mata Pelajaran MIPA:
792 (22) 704 (22)

1. Biologi
2. Kimia
3. Fisika
4. Informatika
5. Matematika tingkat lanjut
Kelompok Mata Pelajaran IPS:
1. Sosiologi
2. Ekonomi
3. Geografi
4. Antropologi
Kelompok Mata Pelajaran Bahasa dan
Budaya:
1. Bahasa Indonesia tingkat lanjut
2. Bahasa Inggris tingkat lanjut
3. Bahasa Korea
4. Bahasa Arab
5. Bahasa Mandarin
6. Bahasa Jepang
7. Bahasa Jerman
• Asumsi 1 Tahun = 36 pekan dan 1 JP = 45 menit untuk kelas X dan XI 8. Bahasa Prancis
Mata Pelajaran Kelompok Vokasi dan
• Asumsi 1 Tahun = 32 pekan dan 1 JP = 45 menit untuk kelas XII Prakarya:
Prakarya dan kewirausahaan
1. (budidaya, kerajinan, rekayasa, atau
pengolahan) *****
Total per tahun*******: 1584 (44) 1800 (51) 1624 (51)
15
Jenjang MA kelas X 1. Tidak ada penjurusan pada MA
2. Mata pelajaran IPA dan IPS tidak dipisah menjadi
mapel yang spesifik. Madrasah dapat
mengimplementasikan dengan cara sbb:
a. mengajarkan muatan IPA atau IPS secara
terintegrasi;
b. mengajarkan muatan IPA atau IPS secara
bergantian dalam blok waktu yang terpisah;
atau
c. mengajarkan muatan IPA atau IPS secara
paralel, dengan JP terpisah seperti mata
pelajaran yang berbeda-beda, diikuti dengan
unit pembelajaran inkuiri yang
mengintegrasikan muatan pelajaran IPA atau
IPS tersebut.
Untuk kelas XI dan kelas XII, struktur mata pelajaran dibagi
MA kelas XI dan kelas XII. menjadi 6 (enam) kelompok utama, yaitu:
a. kelompok mata pelajaran umum
Setiap MA wajib membuka atau mengajarkan seluruh
mata pelajaran dalam kelompok ini dan wajib diikuti oleh
semua peserta didik MA.

b. kelompok mata pelajaran PAI dan Bhs Arab.


Setiap MA wajib menyediakan mata pelajaran Alquran-
Hadis, Akidah-Akhlak, Fikih, SKI dan Bahasa Arab.

c. kelompok mata pelajaran Matematika dan Ilmu


Pengetahuan Alam (MIPA)
Setiap MA wajib menyediakan paling sedikit 3 (tiga) mata
pelajaran dalam kelompok ini (Matematika, Fisika, Kimia,
Biologi)

d. kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial


Setiap MA wajib menyediakan paling sedikit 3 (tiga) mata
pelajaran dalam kelompok ini (Ekonomi, Sosiologi,
Geografi, Antropologi)

e. kelompok mata pelajaran Bahasa dan Budaya


Kelompok mata pelajaran ini dibuka sesuai dengan
sumber daya yang tersedia di MA.

f. kelompok mata pelajaran Vokasi dan Prakarya


Kelompok mata pelajaran Vokasi dan Prakarya dibuka
sesuai dengan sumber daya yang tersedia di MA.
• Madrasah menyediakan minimal 1 (satu) jenis seni atau
prakarya (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, Seni Tari,
dan/atau Prakarya dan Kewirausahaan) sesuai ketersediaan
Penjelasan…… SDM. Peserta didik memilih 1 (satu) jenis seni atau prakarya
STRUKTUR KURIKULUM MERDEKA (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, Seni Tari, atau Prakarya dan
Madrasah Aliyah (MA) Kewirausahaan).
• Jumlah total JP dalam struktur kurikulum dari pusat tidak
termasuk muatan lokal dan mata pelajaran tambahan yang
diselenggarakan madrasah.
• Madrasah dapat melakukan penambahan dan/atau
merelokasi jam pelajaran sesuai dengan kebutuhan dan
ketersediaan waktu di madrasah
• Madrasah dapat melaksanakan layanan pembelajaran dengan
sistem paket dan/atau SKS. Beban belajar bagi penyelenggara
pendidikan dengan SKS dilaksanakan sesuai peraturan
perundang-undangan yang mengatur mengenai SKS
• Teknis Pembelajaran pada MA yang ditetapkan melakukan
diversifikasi layanan sebagai MA Program Keagaman (MAPK),
MA Akademik, dan MA plus Keterampilan diatur pada
ketentuan yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan
Islam.
Proses pembelajaran di madrasah merupakan
satu kesatuan aktivitas yang saling terpadu
KEGIATAN PEMBELAJARAN meliputi perencanaan, pelaksanaan dan
DI MADRASAH penilaian/asesmen pembelajaran.
(Perencanaan) Perencanaan Pembelajaran
• Kegiatan yang dilakukan oleh pendidik
untuk merancang kegiatan pembelajaran
agar berjalan efektif dan efisien dalam
mencapai tujuan pembelajaran.
• Perencanaan pembelajaran disusun secara
sederhana, simpel dan mudah
dilaksanakan.
• Salah satu bentuk perencanaan
pembelajaran berupa rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP)
Pembelajaran merupakan proses interaksi peserta
didik dengan pendidik dan sumber belajar pada
KEGIATAN PEMBELAJARAN suatu lingkungan belajar. Memperhatikan prinsip-
prinsip sbb:
DI MADRASAH 1. Penguatan pola pembelajaran religius dengan
(Pelaksanaan) menjadikan nilai-nilai akhlak dan pemahaman
yang moderat sebagai inspirasi cara berfikir,
cara bersikap dan bertindak pada proses
pembelajaran di madrasah
2. Menerapkan pembelajaran aktif dan
pengalaman langsung peserta didik
3. Berbasis perbedaan individual dengan
memperhatikan 4 tipe belajar peserta didik yaitu
tipe auditori, visual, kinestetic dan campuran.
4. Sesuai kebutuhan peserta didik yang beragam,
sehingga pembelajaran menyenangkan
bermakna bagi peserta didik.
5. dll
Asrama madrasah sebagai bagian integral dalam
proses pendidikan di madrasah, sebagai lingkungan
PEMBELAJARAN PADA yang berfungsi sebagai wahana pembentukan karakter,
MADRASAH BERASRAMA penanaman nilai-nilai moral keagamaan, kebangsaan
dan penguatan akademik.
Madrasah yang menyelenggarakan pendidikan sistem
asrama (boarding) dapat melaksanakan pembelajaran
dengan ketentuan sbb:
a. Madrasah berasrama dapat menjalankan
pembelajaran pada waktu pagi, siang dan malam
hari;
b. Kegiatan pembelajaran di asrama dimaksudkan
untuk penguatan kekhasan madrasah (akademik,
keagamaan, keterampilan, sains, riset,
kebahasaan); dan
c. Ketentuan tentang pembelajaran di asrama
madrasah diatur dengan Keputusan Direktur
Jenderal Pendidikan Islam.
Jenis dan Bentuk Penilaian
Penilaian hasil belajar Peserta Didik meliputi:
KEGIATAN PEMBELAJARAN
DI MADRASAH a. Penilaian formatif
(Penilaian) bertujuan untuk memantau dan memperbaiki
proses pembelajaran serta mengevaluasi
pencapaian tujuan pembelajaran.
[Link] sumatif
bertujuan untuk menilai pencapaian hasil
belajar peserta didik sebagai dasar penentuan
kenaikan kelas dan kelulusan dari satuan
pendidikan.
c. Penilaian hasil belajar peserta didik dapat
berbentuk tes tulis, praktik, penugasan,
portofolio dan atau bentuk lain yang
ditetapkan oleh madrasah.
Pengembangan Karakter

Dalam struktur kurikulum


merdeka, 20 - 30 persen
jam pelajaran digunakan
untuk pengembangan Pembelajaran berbasis projek penting
karakter Profil Pelajar untuk pengembangan karakter
Pancasila Rahmatan lil karena:
Alamin melalui a) memberi kesempatan untuk
pembelajaran berbasis belajar melalui pengalaman
projek. (experiential learning)
b) Mengintegrasikan kompetensi
Kurikulum 2013 sudah esensial yang dipelajari peserta
menekankan pada
didik dari berbagai disiplin ilmu
pengembangan
c) struktur belajar yang fleksibel
karakter, namun belum
memberi porsi khusus
dalam struktur
kurikulumnya.

23
Pengembangan Karakter

Kompetensi untuk menjadi warga negara


Indonesia yang demokratis dan untuk
menjadi manusia unggul dan produktif di
abad 21. meliputi 6 dimensi kompetensi yaitu:

PROFIL PELAJAR
PANCASILA
“Pelajar Indonesia merupakan
pelajar sepanjang hayat yang
kompeten, berkarakter, dan
berperilaku sesuai nilai-nilai
Pancasila”
24
Tema-tema Utama Pembelajaran Berbasis Projek
Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil Alamin

Pemerintah menyediakan 10 tema yang dapat dikembangkan


Pemerintah menyediakan 7 tema utama yang dapat oleh madrasah dalam penguatan profil pelajar Rahmatan lil
dikembangkan oleh madrasah dalam penguatan Alamin. Tema-tema yang dapat dipilih sbb:
profil pelajar Pancasila sbb; 1. Berkeadaban
1. Bangunlah Jiwa dan Raganya 2. Keteladanan
2. Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun
3. Kewarganegaraan dan kebangsaan
NKRI
4. Mengambil jalan tengah
3. Bhinneka Tunggal Ika
5. Berimbang
4. Gaya Hidup Berkelanjutan
5. Kearifan Lokal 6. Lurus dan tegas
6. Kewirausahaan 7. Kesetaraan
7. Suara Demokrasi 8. Musyawarah
9. Toleransi
10. Dinamis dan inovatif

• Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila Rahmatan Lil Alamin dalam bentuk kegiatan
kokurikuler/ekstrakurikuler dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan.
• Pemerintah menyiapkan beberapa tema, madrasah dapat mengembangkan topik yang lebih spesifik dari
tema tersebut, sesuai dengan tahap capaian pembelajaran siswa
• Dalam satu tahun pelajaran madrasah dapat memilih 2-3 tema projek tsb.
Memperhatikan Pelaksanaan Kurikulum
KEBIJAKAN TERKAIT
Merdeka yang dinamis dan fleksibel, maka:
PENGELOLAAN TUGAS GURU
• Regulasi Beban belajar dan linieritas guru
yang mengajar pada Madrasah yang
menerapkan Kurikulum Merdeka diatur
kemudian oleh Direktur Jenderal
Pendidikan Islam.
• Perlu ada penyesuaian dengan Emis dan
Simpatika

26
• Mengikuti sosialisasi KMA 347 Tahun 2022
• Mengikuti/melakukan bimtek persiapan implementasi
Apayang harus dilakukan kurikulum merdeka
madrasah dalam persiapan • Membuat tim persiapan implementasi kurikulum
implementasi kurikulum merdeka
merdeka ? • Menyusun kurikulum operasional madrasah (buku
dokumen 1) dengan melakukan kreasi dan inovasi
sesuai visi, misi, tujuan dan kekhasan madrasah.
• Guru menyiapkan perangkat pembelajaran (RPP,
modul, asesmen/penilaian, dll) sesuai spirit kurikulum
merdeka (mandiri, kolaboratif, fleksibel)
• Madrasah melakukan sosialisasi kepada
stakeholder/warga madrasah
• Untuk menambah wawasan dapat melakukan sharing
dengan sekolah lain yang telah lebih dulu
melaksanakan kurikulum merdeka.
• dll
27
28

Anda mungkin juga menyukai