ARTIFICIAL INTELLIGENCE
Disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Dasar Sistem Informasi
Dosen Pengampu : Fifi Lailasari Hadianastuti, [Link], [Link]
Disusun Oleh :
1. Haidar Hardi Wibowo (1322044)
2. Mizan Assyfa (1322048)
3. Zahra Anggraini (1322052)
4. Muhammad Rafi Saputra (1322057)
5. Chaisya Ardanesvara Gautama (1322061)
6. Jihan Sania (1322063)
7. Aliep Putro Octavian (1322068)
SISTEM INFORMASI INDUSTRI OTOMOTIF
POLITEKNIK STMI JAKARTA
2022
ABSTRAK
Kecerdasan Buatan (AI) adalah bidang ilmu komputer yang dikhususkan
untuk memecahkan masalah kognitif yang umumnya terkait dengan kecerdasan
manusia, seperti pembelajaran, pemecahan masalah, dan pengenalan pola.
Kecerdasan Buatan, sering disingkat sebagai "AI", mungkin berkonotasi dengan
robotika atau adegan futuristik, Kecerdasan Buatan (AI) mengungguli robot fiksi
ilmiah, ke dalam non-fiksi ilmu komputer canggih modern. Tujuan AI adalah untuk
memberikan kemampuan untuk mengolah input dan menjelaskan output pada
perangkat lunak. AI akan menyediakan interaksi yang mirip manusia dengan
perangkat lunak dan menawarkan dukungan keputusan untuk tugas tertentu, tetapi
AI bukan pengganti manusia – dan tidak akan menggantikan manusia dalam
waktu dekat. AI memberikan dampak negatif dan positif tergantung pada bidang
apa yang terdampak. AI dapat berproses jika didukung dengan Internet of Things,
unit pemrograman grafis, algoritme lanjutan, dan aplikasi pemrosesan antarmuka.
Pada saat ini, contoh penerapan AI terbanyak yaitu pada produk atau layanan
teknologi terbaru, penelitian, analisis perilaku konsumen bagi perusahaan,
mendeteksi penipuan, proyeksi pasar atau perkiraan penjualan, memantau
keamanan di internet dan IT, serta mengautomatisasi pekerjaan.
i
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sejak awal 2011, era industri semakin maju dengan adanya digitalisasi
pada semua sektor manufaktur. Era ini disebut Industry 4.0. Revolusi industri
ini merupakan perpaduan kemajuan dalam robotika, internet of things, dan
termasuk juga Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan. Yang paling
dirasakan dalam era ini adalah internet. Karena internet terlibat dalam proses
pertukaran data atau input data sehingga menciptakan sebuah informasi pada
teknologi yang terhubung dengan internet. Hal ini juga bisa sangat dirasakan
perkembangannya dari munculnya kecerdasan buatan pada teknlogi saat ini.
Tampaknya sekarang dengan perkembangan teknologi yang sudah
semakin maju, pengolahan komputer berbasis teknologi kecerdasan buatan
(Artificial Intelligence) sudah bukan hanya menjadi harapan dan angan-angan
belaka, tetapi akan segera menjadi kenyataan dan bisa dioperasikan pada
komputer pribadi. Metode-metode penyelesaian masalah dengan mengadopsi
bentuk, karakter dan kebiasaan manusia dalam menjalani hidupnya di dunia
ini, sekarang lagi banyak dijadikan bahan kajian clan penelitian bagi para ahli
komputer, khususnya di bidang teknologi kecerdasan buatan.
1.2 Tujuan
Memahami definisi Artificial Intelligence dan mengetahui penerapan
Artificial Intelligence pada teknologi sehari-hari serta analisis 5W+1H pada
Artificial Intelligence.
1
1.3 Ruang Lingkup
Pembahasan ini hanya mencakup pada sejarah, analisis aspek 5W+1H, dan
penerapan Artificial Intelligence pada teknologi sehari-hari. Data dari
pembahsan merupakan data primer yang dikumpulkan dari beberapa artikel
serta sumber yang didapatkan. Objek utama adalah kecerdasan buatan dan
pembahasan terfokus pada implementasi serta cara kerja Artificial
Intelligence.
2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Artificial Intelligence
Istilah kecerdasan buatan diciptakan pada tahun 1956, tetapi AI menjadi
kian populer saat ini berkat peningkatan volume data, algoritma canggih, dan
peningkatan daya serta penyimpanan komputasi.
Riset AI awal pada tahun 1950-an mengeksplorasi topik-topik seperti
penyelesaian masalah dan metode simbolik. Pada tahun 1960-an, Departemen
Pertahanan AS menaruh minat terhadap jenis pekerjaan ini dan mulai melatih
komputer-komputer untuk menirukan penalaran manusia yang mendasar.
Misalnya, Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA)
menyelesaikan proyek pemetaan jalan pada tahun 1970-an. Dan DARPA
menghasilkan asisten pribadi cerdas pada tahun 2003, jauh sebelum Siri,
Alexa atau Cortana diberi nama.
Pekerjaan awal ini membuka jalan bagi otomatisasi dan penalaran formal
yang kita lihat di komputer saat ini, termasuk sistem pendukung keputusan
dan sistem pencarian pintar yang dapat dirancang untuk melengkapi serta
meningkatkan kemampuan manusia.
Sementara film-film Hollywood dan novel fiksi ilmiah menggambarkan AI
sebagai robot mirip manusia yang mengambil alih dunia, evolusi teknologi AI
saat ini tidak begitu menakutkan – atau cukup pintar. Sebaliknya, AI telah
berevolusi untuk memberikan banyak manfaat spesifik di setiap industri.
Teruslah membaca tentang contoh modern kecerdasan buatan dalam perawatan
kesehatan, retail, dan lainnya. Kecerdasan buatan ada di sini bukan untuk
menggantikan kita. AI meningkatkan kemampuan kita dan menjadikan kita
3
lebih baik dalam hal yang kita lakukan. Karena algoritme AI belajar dengan
cara berbeda dari manusia, AI melihat hal-hal dengan cara yang lain.
Algoritme AI dapat melihat hubungan dan pola yang mungkin luput dari kita.
Kemitraan AI dan manusia ini menawarkan banyak peluang. Kemitraan ini
dapat:
• Menghadirkan analitik ke industri dan domain tempat keduanya tidak
digunakan sepenuhnya.
• Meningkatkan performa teknologi analitik yang ada, seperti visi komputer
dan analisis rangkaian waktu.
• Mendobrak hambatan ekonomi, termasuk hambatan bahasa dan
terjemahan.
• Meningkatkan kemampuan yang ada dan menjadikan kita lebih baik dalam
hal yang kita lakukan.
• Memberi kita visi, pemahaman, memori yang lebih baik, dan banyak lagi.
2.2 5W + 1H Artificial Intelligence
a) Mengapa kecerdasan buatan penting? (Why)
• AI mengautomasi pembelajaran dan penemuan berulang melalui
data. Tetapi AI berbeda dengan automasi robotik yang digerakkan
oleh perangkat keras. Alih-alih mengautomasi tugas manual, AI
4
melakukan tugas-tugas yang sering, bervolume tinggi,
terkomputerisasi dengan andal dan tanpa mengalami kelelahan. Untuk
jenis automasi ini, penyelidikan manusia masih penting untuk
mengatur sistem dan mengajukan pertanyaan yang tepat.
• AI mengautomasi pembelajaran dan penemuan berulang melalui
data. Tetapi AI berbeda dengan automasi robotik yang digerakkan
oleh perangkat keras. Alih-alih mengautomasi tugas manual, AI
melakukan tugas-tugas yang sering, bervolume tinggi,
terkomputerisasi dengan andal dan tanpa mengalami kelelahan. Untuk
jenis automasi ini, penyelidikan manusia masih penting untuk
mengatur sistem dan mengajukan pertanyaan yang tepat.
• AI menambahkan kecerdasan pada produk-produk yang ada. Di
sebagian besar kasus, AI tidak dijual sebagai aplikasi individu. Akan
tetapi, produk yang sudah Anda gunakan akan ditingkatkan dengan
kemampuan AI, mirip seperti Siri yang ditambahkan sebagai fitur
pada generasi baru produk Apple. Automasi, platform percakapan, bot,
dan mesin pintar dapat dikombinasikan dengan sejumlah besar data
untuk meningkatkan banyak teknologi di rumah dan di tempat kerja,
mulai dari intelijen keamanan hingga analisis investasi.
• AI beradaptasi melalui algoritma pembelajaran progresif guna
memungkinkan data melakukan pemrograman. AI menemukan
struktur dan keteraturan dalam data sehingga algoritma memperoleh
keterampilan: Algoritma menjadi pengklasifikasi atau prediktor. Jadi,
sama seperti algoritme yang dapat mengajarkan dirinya sendiri cara
bermain catur, AI dapat mengajarkan sendiri produk apa yang akan
direkomendasikan berikutnya secara online. Dan model-model
beradaptasi saat memberikan data baru. Propagasi belakang
5
merupakan teknik AI yang memungkinkan model untuk beradaptasi,
melalui pelatihan dan data yang ditambahkan, saat jawaban pertama
tidak terlalu tepat.
• AI menganalisis data lebih banyak dan lebih dalam menggunakan
jaringan neural yang memiliki banyak lapisan tersembunyi.
Membangun sistem deteksi penipuan dengan lima lapisan
tersembunyi hampir tidak mungkin beberapa tahun yang lalu.
Semuanya berubah dengan kekuatan komputer yang luar biasa
dan big data. Anda memerlukan banyak data untuk melatih model
pembelajaran mendalam karena model tersebut belajar langsung dari
data. Semakin banyak data yang Anda umpankan kepada model,
semakin akurat model tersebut.
• AI mencapai keakuratan mengagumkan melalui jaringan neural
mendalam – yang sebelumnya tidak dimungkinkan. Misalnya,
interaksi Anda dengan Alexa, Google Search, dan Google Photos
semuanya didasarkan pada pembelajaran yang mendalam – dan
ketiganya terus menjadi semakin akurat karena kita semakin sering
menggunakannya. Di bidang medis, teknik AI dari pembelajaran
mendalam, klasifikasi citra, dan pengenalan objek sekarang dapat
digunakan untuk menemukan kanker pada MRI dengan akurasi yang
sama seperti ahli radiologi yang terlatih.
• AI memanfaatkan sebagian besar data. Jika algoritme merupakan
pembelajaran mandiri, data itu sendiri dapat menjadi kekayaan
intelektual. Jawabannya ada dalam data; Anda hanya perlu
menerapkan AI untuk mendapatkannya. Karena peran data kini
semakin penting dari sebelumnya, data dapat menciptakan
keunggulan kompetitif. Jika Anda memiliki data terbaik dalam
6
industri kompetitif, bahkan jika seseorang menerapkan teknik serupa,
data terbaiklah yang akan menang.
b) Kapan kecerdasan buatan berkembang? (When)
Revolusi industri 4.0 awal mulanya dikenalkan oleh perwakilan ahli
pada berbagai bidang asal jerman pada tahun 2011 di acara ham
overtrade fair. Revolusi industri 4.0 berawal pada abad ini dan dibangun
di atas revolusi digital, revolusi berkembang dengan internet yang
semakin meluas dan sensor yang semakin kecil serta kuat dengan harga
yang murah. Dengan kecerdasan buatan dan mesin pembelajar. Pada era
ini manusia dapat saling terkoneksi melalui internet secara luas melalui
perangkat teknologi, pada revolusi ini juga muncul inovasi baru dibidang
teknologi yang mampu menyentuh segala bidang seperti Artificial
Intelligence. Istilah Artificial Intelligence pertama kali dikemukakan pada
tahun 1956 di konferensi Dartmouth. Meskipun Artificial Intelligence
bermula pada tahun 1956 namun penelitian dan pembahasan mengenai
teori-teori yang membahas tentang Artificial Intelligence sudah muncul
sejak tahun 1944 (Suyanto, 2011:3).
c) Siapa yang terkena dampak kecerdasan buatan? (Who)
• Bidang Akuntansi
Bidang akuntansi memiliki sejarah panjang dalam aplikasi
Artificial Intelligence sejak lebih dari 25 tahun. Menurut penelitian
University of Oxford, akuntan memiliki 95 persen perubahan
kehilangan pekerjaan karena diambil alih oleh mesin yang
menganalisis data dan angka-angka, pada tahun 2015. Ini disebabkan
seiring kemajuan teknologi dan beberapa pekerjaan dihilangkan
7
• Public Relation (PR)
Kecerdasan buatan membuat dampak positif bagi Public Relation,
tidak seperti bidang akuntan. Pada algoritme machine learning yang
dilengkapi dengan validnya data, PR dapat mengelola beberapa
promosi melalui bidang sosial, juga memungkinkan keterlibatan antar
merek dan audiens di media sosial untuk ditingkatkan. Teknologi AI
dapat memberikan masukan tentang sentimen dari liputan media ,
untuk kemudian mengirim peringatan ketika berita negatif muncul,
sehingga profesional PR dapat merespon lebih cepat. PR harus
memperkuat kompentensi seperti riset dasar, pengembangan konten,
evaluasi program, pengolahan isu, dan proses kerja. PR juga
membutuhkan kreativitas serta keterampilan kerja berupa jenis
pemikiran agar tidak bisa digantikan oleh mesin.
d) Di mana kecerdasan buatan digunakan? (Where)
Setiap industri memiliki permintaan yang tinggi akan kemampuan AI
khususnya sistem penjawab pertanyaan yang dapat digunakan untuk
bantuan hukum, pencarian paten, pemberitahuan risiko, dan penelitian
medis. Penggunaan lain AI mencakup :
1. Layanan Kesehatan. Penerapan AI dapat memberikan pengobatan
dan pembacaan sinar X yang dipersonalisasikan. Asisten layanan
kesehatan pribadi dapat bertindak sebagai pelatih hidup, yang
mengingatkan Anda untuk minum pil, olahraga, atau makan lebih
sehat.
2. Retail. AI menyediakan kemampuan belanja virtual yang
menawarkan rekomendasi yang dipersonalisasi dan mendiskusikan
opsi pembelian dengan konsumen. Pengelolaan stok dan teknologi
8
tata letak situs juga akan meningkat dengan AI.
3. Manufaktur. AI dapat menganalisis data IoT pabrik saat mengalir
dari peralatan yang terhubung untuk memperkirakan beban dan
permintaan yang diharapkan menggunakan jaringan berulang, jenis
jaringan pembelajaran mendalam tertentu yang digunakan dengan
data urutan.
4. Perbankan. Kecerdasan Buatan meningkatkan kecepatan, presisi,
dan keefektifan upaya manusia. Dalam lembaga keuangan, teknik AI
dapat digunakan untuk mengidentifikasi transaksi mana yang
kemungkinan merupakan penipuan, mengadopsi pemberian skor
kredit yang cepat dan akurat, serta mengautomasi tugas-tugas
pengelolaan data yang tajam secara manual.
e) Apa tantangan menggunakan kecerdasan buatan? (What)
Kecerdasan buatan akan mengubah setiap industri, tetapi kita harus
memahami batasannya. Keterbatasan prinsip AI adalah bahwa AI belajar
dari data. Tidak ada cara lain untuk memasukkan pengetahuan. Itu berarti
ketidakakuratan dalam data akan tercermin di dalam hasilnya. Dan setiap
lapisan tambahan dari prediksi atau analisis harus ditambahkan secara
terpisah.
Sistem AI saat ini dilatih untuk melakukan tugas yang ditentukan
dengan jelas. Sistem yang memainkan poker tidak bisa bermain solitaire
atau catur. Sistem yang mendeteksi penipuan tidak dapat mengendarai
mobil atau memberi Anda nasihat hukum. Bahkan, sistem AI yang
mendeteksi penipuan layanan kesehatan tidak dapat secara akurat
mendeteksi penipuan pajak atau penipuan klaim garansi.
Dengan kata lain, sistem-sistem ini amat sangat terspesialisasi. Sistem
9
ini berfokus pada satu tugas dan jauh dari berperilaku seperti manusia.
Demikian pula, sistem belajar mandiri bukanlah sistem otonom. Teknologi
AI yang Anda lihat dalam film dan TV masih merupakan fiksi ilmiah.
Tetapi komputer yang dapat menyelidiki data kompleks untuk belajar dan
menyempurnakan tugas-tugas tertentu menjadi sangat umum.
f) Bagaimana cara kerja kecerdasan buatan? (How)
AI bekerja dengan menggabungkan sejumlah besar data dengan cepat,
pengolahan berulang, dan algoritme cerdas, memungkinkan perangkat
lunak untuk belajar secara otomatis dari pola atau fitur dalam data. AI
adalah bidang studi luas yang mencakup banyak teori, metode, dan
teknologi, serta sub bidang utama berikut ini:
• Pembelajaran mesin mengautomasi pembangunan model analitik.
AI menggunakan metode dari jaringan neural, statistik, penelitian
operasi, dan fisika untuk menemukan wawasan tersembunyi dalam
data tanpa secara eksplisit diprogram untuk tempat mencari atau
menyimpulkan sesuatu.
• Jaringan neural adalah jenis pembelajaran mesin yang terdiri atas
unit-unit yang saling berhubungan (seperti neuron) yang memproses
informasi dengan menanggapi masukan eksternal, menyampaikan
informasi antara setiap unit. Proses ini membutuhkan banyak umpan
pada data untuk menemukan koneksi dan mendapatkan makna dari
data yang tidak terdefinisi.
• Pembelajaran mendalam menggunakan jaringan neural yang sangat
besar dengan banyak lapisan unit pemrosesan, memanfaatkan
kemajuan dalam daya komputasi, dan meningkatkan teknik pelatihan
guna mempelajari pola kompleks dalam sejumlah besar data.
10
Penerapan umumnya mencakup pengenalan gambar dan ujaran.
• Komputasi kognitif adalah subbidang AI yang berupaya untuk
melakukan interaksi seperti manusia secara alami dengan mesin.
Menggunakan AI dan komputasi kognitif, tujuan utamanya adalah
agar mesin dapat mensimulasikan proses manusia melalui
kemampuan untuk menafsirkan gambar dan ujaran – kemudian
berbicara dengan koheren dalam memberi tanggapan.
• Visi komputer mengandalkan pengenalan pola dan pembelajaran
mendalam guna mengenali apa yang ada dalam foto atau video. Jika
mesin dapat memproses, menganalisis, dan memahami gambar, mesin
dapat menangkap gambar atau video secara real time dan menafsirkan
sekitarnya.
• Pemrosesan bahasa alamiah (Natural Language Processing/NLP)
adalah kemampuan komputer untuk menganalisis, memahami, dan
menghasilkan bahasa manusia, termasuk ujaran. Tahap selanjutnya
dari NLP adalah interaksi bahasa alami, yang memungkinkan manusia
berkomunikasi dengan komputer menggunakan bahasa sehari-hari
yang normal untuk melakukan tugas.
Selain itu, beberapa teknologi memungkinkan dan mendukung AI:
• Unit Pemrosesan Grafis merupakan kunci bagi AI karena unit ini
menyediakan penghitungan berat yang diperlukan untuk pemrosesan
berulang. Melatih jaringan neural membutuhkan data dan juga daya
komputasi yang besar.
• Internet of Things menghasilkan jumlah data yang amat besar dari
perangkat-perangkat terhubung, yang sebagian besar tidak dianalisis.
Mengautomasi model dengan AI akan memungkinkan kita untuk
menggunakan lebih banyak dari AI.
11
• Algoritme lanjutan sedang dikembangkan dan digabungkan dalam
cara-cara baru guna menganalisis lebih banyak data yang lebih cepat
dan pada beberapa tingkatan. Proses cerdas ini adalah kunci untuk
mengidentifikasi dan memprediksi kejadian langka, memahami
sistem yang kompleks, dan mengoptimalkan skenario unik.
• API, atau antarmuka pemrosesan aplikasi, merupakan paket kode
portabel yang memungkinkan untuk menambahkan fungsi AI ke
produk dan paket perangkat lunak yang sudah ada. Hal di atas dapat
menambahkan kemampuan pengenalan gambar ke sistem keamanan
rumah dan kemampuan Q&A yang menggambarkan data, membuat
keterangan dan judul, atau memanggil pola dan wawasan menarik
dalam data.
12
BAB III
KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan
Tujuan AI adalah untuk memberikan kemampuan untuk mengolah input
dan menjelaskan output pada perangkat lunak. AI akan menyediakan interaksi
yang mirip manusia dengan perangkat lunak dan menawarkan dukungan
keputusan untuk tugas tertentu, tetapi AI bukan pengganti manusia – dan tidak
akan menggantikan manusia dalam waktu dekat. AI memberikan dampak
negatif dan positif tergantung pada bidang apa yang terdampak. AI dapat
berproses jika didukung dengan Internet of Things, unit pemrograman grafis,
algoritma lanjutan, dan aplikasi pemrosesan antarmuka.
13
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
N. Nurlela Arief, Kompentensi Baru Public Relation Pada Era Artificial
Intelegence, dari [Link]
Triat Maja (2019), Dampak Artificial Intellegence Pada Profesi Akuntan, dari
[Link]
14