Laporan Kegiatan Live In
Karya Tulis
Disusun Oleh:
Velin S.B / 19
SMA ST KRISTOFORUS I
JL. RAHAYU NO. 1A JELAMBAR, JAKARTA BARAT
2023
KATA PENGANTAR
Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Tuhan Yang
Maha Esa, atas berkat dan rahmatnya saya dapat menyelesaikan laporan ini
tanpa kekurangan suatu apapun.
Saya juga ingin mengucapkan terimakasih kepada Bapak Fransiscus Xaverius
Sri Wahyudi [Link]. selaku Kepala Sekolah SMA Santo Kristoforus I karena
sudah menetapkan bahwa kegiatan Studi Sosial ini menjadi suatu keharusan
bagi kami siswa siswi SMA Santo Kristoforus I. Juga kepada para guru yang
sudah mendampingi kami selama mengikuti kegiatan ini.
Saya mohon maaf apabila ada kata-kata atau kalimat yang kurang berkenan.
Demikianlah laporan ini saya buat, terima kasih.
Jakarta, 4 Maret 2023
Velin S.B
Daftar Isi
KATA PENGANTAR........................................................................................2
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................4
1.1 Latar Belakang Masalah...........................................................................4
1.2 Identifikasi Masalah.................................................................................4
1.3 Jinan Penulisan.........................................................................................4
1.4 Sistematika Penulisan...............................................................................5
BAB II KEADAAN DESA SUMBER DAN MASYARAKATNYA...............5
2.1 Deskripsi Geografis Desa Sumber...........................................................5
2.2 Aparatur Desa dan Tugas.........................................................................5
2.3 Keadaan Penduduk Desa Sumber............................................................5
2.4 Sarana dan Prasarana Masyarakat Desa Sumber.....................................5
2.5 Kegiatan Mata Pencaharian Masyarakat Desa Sumber...........................5
2.6 Kegiatan Sosial dan Budaya Masyarakat.................................................5
BAB III KEGIATAN LIVE IN.........................................................................6
3.1. Hari Pertama.........................................................................................6
3.2. Hari Kedua............................................................................................6
3.3. Hari Ketiga............................................................................................7
3.4. Hari Keempat........................................................................................8
3.5. Hari Kelima...........................................................................................8
BAB IV PENUTUP.............................................................................................9
4.1. Kesimpulan...........................................................................................9
4.2. Saran-saran............................................................................................9
LAMPIRAN......................................................................................................10
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Kegiatan belajar dapat dilakukan dimana saja. Lingkungan dan masyaraka
sekitar merupakan media yang paling mudah digunakan untuk memperkaya dan
mengasah kepekaan sosial yang kita miliki. Sebagai makhluk sosial sekaligus
generasi muda yang akan meneruskan kehidupan berbangsa dan bernegara,
sudah sepatutnya memiliki kedewasaan. Maksud dari kedewasaan itu yakni
dapat mengamalkan nilai-nilai kecerdasan intelektual, spiritual, emosional dan
sosial.
Kehidupan di kota besar yang dipenuhi oleh segala macam fasilitas modern. Hal
itulah yang membuat peserta didik kurang mengetahui kehidupan nyata yang
dialami oleh kaum margin. Peserta didik kurang peduli terhadap perkembangan
dan kemajuan orang lain. Sehingga dari permasalahan mendasar itulah perlu
diminimalisir dengan memberikan pendidikan pengalaman langsung dan nyata.
Maka dari itu, SMA Santo Kristoforus I bermaksud mengadakan Live In.
Tujuannya agar peserta didik mengalami dan menghayati kehidupan masyarakat
desa. Sehingga dari pengalaman yang sudah disebutkan, berada dalam
masyarakat desa dapat membuat mereka dapat beradaptasi. Selain itu, untuk
masuk dalam kehidupan desa merupakan proses pembelajaran nilai-nilai
kebangsaan.
1.2 Identifikasi Masalah
Masalahnya dari murid sekolah sekarang adalah, mereka tidak menghargai apa
yang mereka miliki. Kegiatan live in bisa membantu mereka untuk menghargai
lebih baik. Mereka bisa belajar menghargai kehidupan dan keluarga mereka.
Menghargai makanan yang diberikan orang tua mereka. Dengan hidup Bersama
di desa, anak-anak kota bisa melihat apa yang orang desa harus lakukan tiap
hari. Bukan hanya memberi pelajaran, tapi juga membantu orang desa. Kegiatan
ini juga agar anak-anak istirahat dari teknologi dan internet, juga tugas sekolah
biasa.
1.3 Jinan Penulisan
latar belakang, rumusan masalah, tujuan, manfaat, asumsi penelitian, hipotesis,
dan kajian pustaka.
1.4 Sistematika Penulisan
Bab I berisi pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, rumusan masalah,
tujuan penelitian, pembatasan istilah, dan sistematika penulisan. Bab II berisi
landasan teori yang meliputi penelitian yang relevan, kajian teori, dan kerangka
berpikir. Bab III merupakan bab metodologi penelitian, pada bab ini berisi jenis
penelitian, data, dan sumber data penelitian, metode dan teknik pengumpulan
data, metode dan teknik analisis data. Bab IV meliputi hasil penelitian dan
pembahasan yang meliputi deskripsi data penelitian dan hasil analisis data. Bab
V berisi penutup yang meliputi kesimpulan dan saran.
BAB II KEADAAN DESA SUMBER DAN MASYARAKATNYA
2.1 Deskripsi Geografis Desa Sumber
Desa Sumber merupakan satu dari 15 desa di Kecamatan Dukun, Kabupaten
Magelang, Jawa Tengah yang berada di kaki gunung Merapi. Secara geografis
Desa Sumber terletak pada koordinat 7° 32' 41' LS dan 1100 21' 37' BT.
2.2 Aparatur Desa dan Tugas
penduduknya yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, penambang
pasir dan beberapa menjadi petemak ayam seperti yang terdapat di Dusun Berut
dan Dusun Tontro
2.3 Keadaan Penduduk Desa Sumber
Penduduk desa sumber berkecukupan dengan listrik, dan internet, juga dengan
barang elektronik. Mereka juga ramah dan senang.
2.4 Sarana dan Prasarana Masyarakat Desa Sumber
Penduduk desa mempunyai tempat pembuangan sampah untuk menampung
sampah-sampah yang dihasilkan oleh warganya untuk mengelola sampah
tersebut. Mereka juga mempunyai 2 sumber mata air yang ditampung di bak
penampungan yang akan disalurkan ke rumah warga.
2.5 Kegiatan Mata Pencaharian Masyarakat Desa Sumber
Penduduknya yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, penambang
pasir, dan beberapa menjadi peternak yang seperti yang terdapat di dusun berut
dan tontro.
2.6 Kegiatan Sosial dan Budaya Masyarakat
Penghormatan kepada leluhur, etika dan moral keseharian warga didasarkan
dari penanggalan resmi jawa, tapa dan laku. Kesenian lapangan campur adalah
pertunjukkan dalam lingkaran kecil kamulyan raja lalu lingkaran luar bentuk
butho, tersirat nilai susunan kehidupan dan tata perilaku manusia untuk
kemuliaan itu adalah salah satu dari kesenian desa sumber. Afa juga tari topeng
ireng.
BAB III KEGIATAN LIVE IN
3.1. Hari Pertama
Di hari pertama, kita berkumpul di lapangan candi. Lalu kita berjalan ke arah
gereja desa sumber, kita disambut dengan ritual yang sangat sakramonial dan
unik. Setelah ritual selesai, kita dibagikan ke keompok dusun masing-masing.
Selama menunggu jemputan ke dusun masing-masing kami Bersiap-siap di
depan gereja. Sesampainya di dusun diwak, saya dan teman-teman berpencar
untuk menemukan rumah orang tua asuh kami masing-masing. Kami akhirnya
menemukan rumah bapak suroto, dan disambut oleh ibu purwanti yaitu istri
bapak suroto. Ibu purwanti dan kami berbincang di ruang tamu sembari diberi
biskuit dan teh manis.
Di hari itu juga saya bertemu dengan cucu dari ibu purwanti, setelah mengenal
orang tua asuh kami. Kami segera berkeliling dusun, mencari tahu rumah-rumah
teman sekelompok. Kami menghabiskan waktu berbincang Bersama teman
kelompok dan bermain Bersama anjing-anjing desa. Lalu kami dipanggil untuk
memasak Bersama dengan ibu-ibu orang tua asuh di dusun diwak. Kami
membuat diajarkan caranya mengkuliti umbi, memotong, memarut dan
membuat mereka menjadi bola-bola umbi goreng. Kami juga membuat umbi
berisi gula merah yang lalu kami rebus. Kami dibagi menjadi 2 kelompok
memasak, jadi setelah selesai kami datang ke rumah kelompok lain untuk
menawarkan makanan yang kami masak Bersama, ibu-ibu asuh juga balik
pulang ke rumah.
Saat sampai di rumah kelompok lain, kami makan makanan yang kami masak
Bersama, kelompok lain membuat umbi yang di pipihkan dan di goreng garing.
Setelah makan Bersama kami balik ke rumah masing-masing untuk mandi. Di
situ kami dimasakkan air panas agar kami bisa mandi air hangat. Kami pun
diberi makanan sederhana seperti nasi, mie, dan ayam goreng setelah mandi.
Kami menghabiskan waktu Bersama orang tua asuh sembari menonton tv
Bersama. Lalu berkumpul di rumah teman kami yaitu elizabeth dan michelle.
Kami bertemu untuk sharing Bersama apa yang kami lakukan hari ini. Dan
balik ke rumah masing-masing untuk beristirahat.
3.2. Hari Kedua
Di hari kedua saya terbangun di jam 05:00 pagi, dan membersihkan kamar
kami. Kami diberi makan makanan kemarin yang masih ada untuk sarapan.
Kami Bersiap-siap untuk pergi keluar dan melakukan aktivitas hari ini sambal
berbincang dengan orang tua asuh. Setelah siap-siap saya dan teman saya
gracia, pergi Bersama pak suroto ke sawah padi milik pak suroto. Kami diajari
caranya mencabut padi, pertama memotong Sebagian padi yang matang dengan
sabit, lalu mengentak tanaman padi yang dipotong agar butiran padi bisa
terdapat.
Namun, pak suroto tidak membiarkan kami untuk mengetak padi karena bisa
membuat kaki kami gatal jika tidak terbiasa. Jadi kami memukul tanaman padi
tersebut dan pulang ke rumah setelah mencabut beberapa padi. Saat pulang
kerumah kami menghabiskan waktu berbincang Bersama pak suroto dan ibu
purwanti sembari makan siang. Kami pun izin keluar rumah untuk bertemu
teman-teman. Lalu setelah bermain Bersama kami pulang untuk Bersiap-siap
pergi ke tama doa IMATUKA. Setelah Bersiap-siap, kami menunggu jemputan
dan pergi ke taman doa IMATUKA saat jemputan datang. Kami berdoa di
taman doa IMATUKA dan balik ke dusun masing – masing.
Sampai ke rumah, kami mandi dan mencuci rambut karena kami kehujanan.
Kami pun makan Bersama dan menonton tv Bersama orang tua asuh. Lalu
Bersiap – siap untuk pergi ke rumah elizabeth lagi untuk sharing Bersama lagi.
Kami berkumpul, berbincang, minum teh dan menceritakan pengalaman hari ini
Bersama bapak yun. Kami berpamit Bersama ibu asuh elizabeth dan pergi
pulang ke rumah masing – masing untuk beristirahat.
3.3. Hari Ketiga
Di hari ketiga, kami bangun pagi untuk membersihkan kamar kami. Kami
sarapan dan Bersiap-siap untuk pergi jelajah alam. Kami pun pergi jelajah alam
dengan berjalan di sungai, dan bermain di air terjun. Kami juga diberi makan
nasi doa. Namun karena situasi saya yang sakit, saya tetap di rumah dan
merawat cucu ibu purwanti. Saya menonton tv Bersama dia, berkeliling sawah,
dan mencuci baju yang kehujanan saya di tempat pencucian dusun diwak.
Saya juga membantu ibu purwanti untuk membersihkan dan mengorganisasikan
bahan-bahan makanan untuk membuat bakwan goreng dan tahu isi. Selama ibu
purwanti memasak, saya mengurus cucu ibu purwanti agar tidak mengganggu
ibu purwanti memasak. Gracia pun pulang dari jelajah alam dan menceritakan
pengalaman dia ke saya. Saya juga diberikan nasi doa dari pak yun agar saya
bisa setidaknya mencoba makanan tersebut.
Setelah jam berjalan, gracia mandi karena kehujanan dan Bersiap-siap untuk
pergi bertemu tim koreografi kami. Kami berkumpul Bersama dan diajari
caranya menari beberapa Gerakan tari soreng. Kami berlatih total 9 gerakan
tarian tersebut dan lalu kami pergi pulang. Gracia mengganti baju untuk makan
dan tidur, namun saya mandi terlebih dahulu dan makan Bersama lalu kami
Bersiap siap untuk sharing terakhir kami. Lalu pulang ke rumah masing-masing
dan beristirahat.
3.4. Hari Keempat
Di hari keempat saya bangun pagi dan membersihkan kamar kami lagi. Kami
bangun dan Bersiap-siap untuk pergi ke sawah lagi. Kali ini Bersama ibu
purwanti, kami pergi menanam timun dengan benih yang sudah ibu kumpulkan.
Kami diajarkan untuk mencabut pupuk yang sudah ditaruh di tanah dan
memasukkan benih timun sangat dalam ke tanah. Kami pun pulang untuk
mencuci kaki dan tangan. Kami istirahat Bersama orang tua asuh dan
berbincang Bersama teman sampai jam aktivitas baru kami mulai.
Kami lalu melatih Gerakan tarian kami kami karena hari itu kami harus
melakukan pentas seni. Kami diajarkan urutan Gerakan tari soreng yang sudah
diajarkan ke kami. Setelah berlatih kami pun pulang untuk mandi bergantian
dan makan Bersama orang tua asuh. Kami menghabiskan waktu dengan
menonton tv Bersama lalu berkumpul di rumah elizabeth untuk Bersiap-siap
menari. Kami berpakaian untuk tari soreng dan dijemput ke tempat pentas seni.
Sampai di tempat pentas seni saya bertemu dengan guru-guru dan teman antara
dusun saya
Kami lalu menonton tarian dari setiap dusun yang sudah mereka latih selama
dua hari kebelakang. Kami pun juga menari saat giliran kami. Pentas seni
tersebut di rekam dan di stream ke zoom orang tua kami. Setelah kami menari,
ibu asuh dusun ngentak menari tari soreng dan anak-anak dusun ngentak juga
menari. Kami pun menutupnya dengan foto Bersama setiap dusun, dan pulang
balik ke dusun kami masing-masing untuk Bersiap-siap pulang besok dan
istirahat. Kami pulang diberikan hp masing masing.
3.5. Hari Kelima
Di hari kelima kami bangun pagi untuk mengambil tas dan makan sarapan
terakhir Bersama orang tua asuh kami. Kami pun berpamitan Bersama orang tua
asuh kami dan berterima kasih telah menjaga kami dengan baik. Kami pun pergi
ke titik kumpul dan mulai perjalanan ke Yogyakarta. Kami mulai pergi ke candi
prambanan. Berfoto-foto dan melihat isi candi prambanan, namun saya
tertinggal jadi saya hanya dapat foto-foto dan info dari teman saya. Saya hanya
bisa menunggu di bus karena tertinggal.
Setelah dari candi prambanan kami melanjutkan perjalanan membeli bapia
namun saya membeli usus dan nopia Yogyakarta untuk oleh-oleh. Kami pergi
ke toko dengan becak. Lalu balik ke bus dan makan ayam goreng dengan nasi di
bus. Kami menunggu sampai jam 6 untuk bus berjalan menuju arah pulang lagi.
Lalu kami terus melewati rest area, dan kemacetan jalan sampai di sekolah.
Sampai di sekolah kami mengambil koper dan tas kami, memnunggu disekolah
untuk dijemput Kembali oleh orang tua kami.
BAB IV PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Budaya kita sangatlah berbeda dengan budaya desa. Makanan, lingkungan,
tempat tinggal, dan lain-lain jauh lebih sederhana. Bahkan memasak dan
berkebun juga mengeluarkan banyak energi. Walau begitu, orang di desa tetap
ramah dan penuh senyum. Sebagai anak yang hidup di kota, kita harus bekerja
keras, karena ada orang di desa-desa seperti ini yang bekerja lebih susah. Alam
di desa sangatlah indah dan bersih. Kita pun bisa mempunyai lingkungan yang
bersih dan sehat jika kita menjaga lingkungan kita. Tarian budaya disini
sangatlah menghabiskan energi dan susah dipelajari, namun sangat indah.
4.2. Saran-saran
Saran saya untuk kegiatan live in ini adalah untuk melihat rumah-rumah yang
akan ditempati anak-anak terlebih dahulu. Saya sebagai salah satu murid yang
merasakan kegiatan live in ini, tidak setuju bahwa saya harus tidur dengan jas
hujan, karena rumah yang saya tempati bocor di segala area rumah tersebut. Itu
tidak sehat untuk Kesehatan anak tersebut, untuk kehujanan 3 kali dalam
seminggu. Sekian terima kasih
LAMPIRAN