0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan26 halaman

Identifikasi Masalah Kesehatan Puskesmas

Beberapa masalah utama yang diidentifikasi adalah ketersediaan obat, pelayanan ronde pasien, dan gerakan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat. Pemecahan masalahnya meliputi koordinasi antar instansi, penambahan anggaran, dan peningkatan sosialisasi.

Diunggah oleh

putri margareta
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai XLSX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan26 halaman

Identifikasi Masalah Kesehatan Puskesmas

Beberapa masalah utama yang diidentifikasi adalah ketersediaan obat, pelayanan ronde pasien, dan gerakan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat. Pemecahan masalahnya meliputi koordinasi antar instansi, penambahan anggaran, dan peningkatan sosialisasi.

Diunggah oleh

putri margareta
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai XLSX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

IDENTIFIKASI MASALAH (Sesuai SPM)

No Upaya
Managerial
1 Penyimpanan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai
2 Kesesuaian item obat yang dan ketersedia obat dalam Fornas(PKP)
3 Pemusnahan dan penarikan
Klinis
1 Pelayanan Informasi Obat (PIO)
2 Konseling
3 Ronde/Visite Pasien
Preventif dan Promotif
1 Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMaCerMat)
2021

Target Pencapaian Masalah

100% 75% Ruangan sempit


80% 75% Ketersediaan
100% 50% Keterbatasan tenaga dan Biaya

80% 40% Keterbatasan biaya utntuk pencetakan leaflet


70% 70% Keterbatasan ruangan
100% 85% Pasien terlewat divisit karena sudah pulang

60% 0% Kondisi Pandemi


PRIORITAS MASALAH
No Masalah U
A Managerial
1 Penyimpanan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai 4
2 Kesesuaian item obat yang dan ketersedia obat dalam Fornas 4
3 Pemusnahan dan penarikan 3
B Klinis
1 Pelayanan Informasi Obat (PIO) 3
2 Konseling 4
3 Ronde/Visite Pasien 4
C Preventif dan Promotif
1 Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMaCerMat) 3
S G Total Ranking/urutan Prioritas

4 3 11 2
4 4 12 1
4 3 10 3

4 3 10 3
4 3 11 2
4 4 12 1

3 4 10 1
ANALISIS PENYEBAB MASALAH
Analisis penyebab masalah dengan menggunakan diagram tulang ikan (Diagram Ishikawa)

MANAGERIAL

MANUSIA METODE

Kurang
Pengadaan obat lamanya proses
koordinasi
lamanya dalam harus melalui PPJB alur pengadaan
antara
mempertimbangkan
pengelola obat,
penyedia
bendahara
BLUD, PPTK acuan ketersediaan
Pengadaan per 1 th obat yang tidak
dan PPBJ atau 3 bln menentu
Keterlambatan
Pengumpulan LPLPO
dari wilayah/unit
Pendistribusian
Sediaan
Farmasi dan
Bahan Medis
Stok obat Habis Pakai
kosong DAK utk GFK
/terbatas blm turun
di Puskesmas
kekosongan obat Kondisi ketersediaan
dari GFK obat di GFK tdk stabil
(tiap bulan berubah)
obat BLUD tdk segera
turun
list item
ketersediaan obat Barang yg dipesan
GFK berubah-ubah CITO blm datang

SARANA DANA LINGKUNGAN

KLINIK

Analisis penyebab masalah dengan menggunakan diagram tulang ikan (Diagram Ishikawa)

MANUSIA METODE
Kunjungan Ke pasien
tidak rutin
kurang koordinasi
dengan tenaga
kesehatan yang
lainnya

Ronde/Visite
Pasien

keterbatasan jumlah pasien RI


waktu SDM sedikit

belum diusulkan
pendanaan cetak form
visite
jumlah pasien RI
sedikit Pasien sudah KRS

SARANA DANA LINGKUNGAN

Analisis penyebab masalah dengan menggunakan diagram tulang ikan (Diagram Ishikawa)
PREVEVTIF DAN
PROMOTIF

MANUSIA METODE

kurangnya Metode penyuluhan


pengetahuan belum di publikasikan
masyarakat tentang
pentingnya
penggunaan obat
kurangnya SDM

Gerakan
Masyarakat
Cerdas
Menggunakan
Obat
(GeMaCerMat)
Gerakan
Masyarakat
Cerdas
Menggunakan
belum adanya Obat
anggaran (GeMaCerMat)
pengadaan
kurangnya ABP
sarana
penyuluhan
/ABP masyarakat belum
mengetahui adanya
kegiatan GEMA
CERMAT

SARANA DANA LINGKUNGAN


agram Ishikawa)

manya proses
r pengadaan

acuan ketersediaan
obat yang tidak
menentu

ndistribusian
Sediaan
armasi dan
ahan Medis
abis Pakai

agram Ishikawa)
onde/Visite
Pasien

agram Ishikawa)

Gerakan
Masyarakat
Cerdas
nggunakan
Obat
eMaCerMat)
Gerakan
Masyarakat
Cerdas
nggunakan
Obat
eMaCerMat)
PEMECAHAN MASALAH

No Prioritas Masalah

1 Kesesuaian item obat yang dan ketersedia obat dalam Fornas

2 Ronde/Visite Pasien
3 Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMaCerMat)
Penyebab Masalah
Faktor (Rincian Penyebab
Masalah)
Kurang koordinasi antara pengelola
obat, bendahara BLUD, PPTK dan
PPBJ
MANUSIA lamanya dalam mempertimbangkan
penyedia

DAK utk GFK blm turun


DANA obat BLUD tdk segera turun
list item ketersediaan obat GFK
berubah-ubah

SARANA Stok obat


kosong /terbatas
di Puskesmas

Kondisi ketersediaan obat di GFK tdk


stabil (tiap bulan berubah)

Banyak obat yang ED yang


LINGKUNGAN menumpuk
Barang yg dipesan CITO blm
datang

Keterlambatan Pengumpulan LPLPO


dari wilayah/unit

Pengadaan obat harus melalui PPJB

METODE
acuan ketersediaan obat yang tidak
menentu

Pengadaan per 1 th atau 3 bln

kurang koordinasi dengan


MANUSIA tenaga kesehatan yang
lainnya

belum diusulkan pendanaan


DANA cetak form visite

jumlah pasien RI sedikit


SARANA
SARANA
keterbatasan waktu SDM

Pasien sudah KRS

LINGKUNGAN
jumlah pasien RI sedikit

METODE Kunjungan Ke pasien tidak rutin


kurangnya SDM

MANUSIA kurangnya pengetahuan


masyarakat tentang pentingnya
penggunaan obat

belum adanya anggaran


DANA pengadaan ABP

kurangnya sarana penyuluhan


SARANA /ABP

masyarakat belum mengetahui


LINGKUNGAN adanya kegiatan GEMACERMAT

Metode penyuluhan belum di


METODE publikasikan
Alternatif Pemecahan Pemecahan Masalah
Masalah Terpilih
koordinasi dengan koordinasi dengan
bendahara bendahara

koordinasi dengan koordinasi dengan


bendahara dan Kapus bendahara dan Kapus

segera konfirmasi ke GFK segera konfirmasi ke GFK


terkait keteresediaan obat terkait keteresediaan obat

segera konfirmasi ke GFK segera konfirmasi ke GFK


terkait keteresediaan obat terkait keteresediaan obat

melakukan pemusnahan obat melakukan pemusnahan obat


dengan pihak ke 2 dengan pihak ke 2
konfirmasi ke PPTK dan PPJB konfirmasi ke PPTK dan PPJB
serta penyedia serta penyedia

konfirmasi ke unit dan wilayah konfirmasi ke unit dan wilayah

konfirm ke bendahara BLUD


dan PPTK utk melakukan PL
(CITO)
konfirm ke bendahara
segera konfirmasi ke GFK BLUD dan PPTK utk
terkait keteresediaan obat
melakukan PL (CITO)
melakukan PL (CITO)

koordinasi dengan nakes

usulkan kebendahara BOK

menyesuaikan jumlah
kunjungan pasien yang
ada
menyesuaikan jumlah
kunjungan pasien yang
ada, meluangkan waktu
utk rutin kunjungan ke
ranap
meluangkan waktu utk menyesuaikan jumlah
rutin kunjungan ke ranap kunjungan pasien yang
meluangkan waktu utk ada, meluangkan waktu
rutin kunjungan ke ranap utk rutin kunjungan ke
menyesuaikan jumlah ranap
kunjungan pasien yang
ada
meluangkan waktu utk
rutin kunjungan ke ranap
usulan pembentukan kader usulan pembentukan kader
gemacermat gemacermat

melakukan sosialisasi ke
masyarakat melakukan kaderisasi

melakukan kaderisasi

usulkan kebendahara BOK


usulkan kebendahara BOK
usulkan kebendahara BOK
utk ABP

melakukan sosialisasi ke
masyarakat
melakukan kaderisasi
melakukan kaderisasi

melakukan sosialisasi ke
masyarakat
RENCANA USULAN KEGIATAN ( RUK ) UPT PUSKESMAS WATES TAHUN ANGGARAN 2021
UPAYA KESEHATAN PERORANGAN ( UKP )

NO UPAYA KESEHATAN KEGIATAN/ PERMINTAAN TUJUAN SASARAN TARGET SASARAN MITRA KERJA PENANGGUNG
JAWAB

1 2 3 4 5 6 7

a. Memenuhi kebutuhan obat baik


reguler dan obat emergensi di tiap
ruang pelayanan puskesmas dan PJ UKP,
wilayah. b. Memenuhi PJ UKP, KATU, KTU,
A. Kesesuaian item obat dan BIDAN WILAYAH
1 perorangan kebutuhan Sediaan Farmasi KAPUS, PENGELOLA 7 unit dan 8 wilayah DAN PETUGAS UNIT KAPUS,
ketersedia obat dalam Fornas
sub unit pelayanan kesehatan yang OBAT PENGELOLA
ada di wilayah kerja Puskesmas OBAT
dengan jenis, mutu, jumlah dan
waktu yang tepat

PJ UKP,
PJ UKP, KATU, KTU,
B. Pemusnahan obat Expired yang menjamin kepastian mutu obat dan
menumpuk BMHP kepada pasien KAPUS, PENGELOLA seluruh item obat ED BENDAHARA KAPUS,
OBAT PENGELOLA
OBAT
PJ UKP,
PJ UKP, KATU,
PJ UKP, KATU, KATU,
C. Perluasan ruangan penyimpanan menunjang pelayanan KAPUS,
obat dan pelayanan obat kefarmasian di Puskesmas KAPUS, PENGELOLA 2 ruangan KAPUS,
PENGELOLA
OBAT PENGELOLA
OBAT
OBAT

1. Memeriksa Obat pasien.


2. Memberikan rekomendasi
kepada dokter dalam pemilihan
Obat
dengan mempertimbangkan
diagnosis dan kondisi klinis pasien. PJ UKP,RM, TENAGA
SETIAP PASIEN PJ UKP,
2 perorangan A. Ronde/Visite Pasien 3. Memantau perkembangan klinis RAWAT INAP DAN KESEHATAN(DOKTER PENGELOLA
pasien yang terkait dengan PENGELOLA OBAT, , PERAWAT, BIDAN, OBAT
PASIEN PERSALINAN
penggunaan Obat. AHLI GIZI)
4. Berperan aktif dalam
pengambilan keputusan tim profesi
kesehatan dalam terapi pasien.
Kegiatan yang dilakukan meliputi
persiapan, pelaksanaan,

1. Menyediakan informasi mengenai


Obat kepada tenaga kesehatan
lain di lingkungan Puskesmas,
pasien dan masyarakat.
2. Menyediakan informasi untuk
membuat kebijakan yang
berhubungan dengan Obat (contoh: PJ UKP,PROMKES, PJ
B. Pelayanan informasi obat (PIO) pasif UKP,PROMKES
melalui pembuatan leaflet dan booklet kebijakan permintaan Obat PENGELOLA OBAT, PASIEN PROMKES , PENGELOLA
oleh jaringan dengan PASIEN OBAT
mempertimbangkan stabilitas,
harus
memiliki alat penyimpanan yang
memadai).
3. Menunjang penggunaan Obat
yang rasional.

Meningkatkan kesadaran
Gerakan Masyarakat Cerdas masyarakat tentang penggunaan PJ UKP,RM, KADER, PROMKES,
KADER,MASYARAKA PENGELOLA
3 perorangan Menggunakan Obat (GeMaCerMat) obat yang benar dan Meningkatnya PENGELOLA MASYARAKAT,
PERMINTAAN: ABP, leaflet, Kaderisasi pengetahuan masyarakat tentang OBAT,KADER T BIDAN DESA OBAT,KADER
penggunaan obat secara rasional.
9

10
EGIATAN ( RUK ) UPT PUSKESMAS WATES TAHUN ANGGARAN 2021
UPAYA KESEHATAN PERORANGAN ( UKP )

WAKTU PELAKSANAAN KEBUTUHAN KEBUTUHAN INDIKATOR KERJA SUMBER


Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des ANGGARAN(RP) SUMBERDAYA PEMBIAYAAN

10 11 12 13

PENINGKATAN
setiap bulan (wilayah) dan setiap obat habis
60,208,822 RUK LAYANAN BLUD
(unit)
KEFARMASIAN

PENINGKATAN
1 1 5,000,000 RUK LAYANAN BOK
KEFARMASIAN

PENINGKATAN
1 20,000,000 RUK LAYANAN BOK
KEFARMASIAN

FORMULIR PENINGKATAN
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1,200,000 VISISTE LAYANAN BOK
APOTEKER KEFARMASIAN

PENINGKATAN
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2,000,000 RUK LAYANAN BOK
KEFARMASIAN

PENINGKATAN
PROMKES
1 5,000,000 RUK BOK
KEFARMASIAN DI
MASYARAKAT

93,408,822
RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN (RPK) UNIT KEFARMASIAN TH 2020

Target Penang Volume Lokasi


Rincian
No Upaya Kegiatan Tujuan Sasaran Sasara gung Kegiata Jadwal Pelaksa Biaya
Pelaksanaan
n Jawab n naan

1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 11 12 13
UKP FARMASI
STAF SETIAP BULAN
Meningkatkan efektivitas PKM PJ UKP,
Evaluasi Perencanaan perencanaan obat dan bahan WATES KTU,
setiap 4 bulan
Kebutuhan Sediaan medis habis pakai serta KAPUS, puskesm
1 Perorangan UKP sekali, dibulan
Farmasi dan Bahan penggunaan obat yang PENGEL as wates
feb, jun, nov
Medis Habis Pakai rasional dengan melibatkan OLA
peran aktif unit pelayanan. OBAT

100% PJ UKP, SETIAP BULAN


Permintaan dan
Menjamin kelancaran dan KTU,
Pendistribusian BENDAHARA
keteraturan dalam permintaan KAPUS, puskesm
2 Perorangan Sediaan Farmasi dan BLUD DAN IFK SETIAP BULAN
dan pendistribusian sediaan PENGEL as wates
Bahan Medis Habis KAB BLITAR
farmasi dan bmhp OLA
Pakai
OBAT
12 1 1 1
PJ UKP, SETAHUN 2
UNIT KALI,
Kegiatan Supervisi Melakukan pengawasan dan KTU,
PELAYANAN MELAKUKAN
Pengelolaan Obat pembinaan kepada petugas KAPUS, puskesm
3 Perorangan KEFARMASIAN PENGAWASAN as wates
Wilayah (Pustu, obat di wilayah dalam PENGEL
DI INDUK DAN PENGGUNAAN
Poskesdes, Polindes) pelayanan kefarmasian OLA
WILAYAH DAN
OBAT
PENYIMPANAN
OBAT
100% PJ UKP,
Penerimaan Sediaan Memastikan sediaan farmasi KTU,
BENDAHARA
Farmasi dan Bahan dan BMHP yang masuk ke KAPUS, puskesm
4 Perorangan BLUD DAN IFK
Medis Habis Pakai di puskesmas telah sesuai PENGEL as wates
KAB BLITAR
Gudang Farmasi dengan kebutuhan. OLA
OBAT
100% 1 1 1 1
BENDAHARA
PJ UKP,
Menjamin penanganan BARABG. JIKA MLL
KTU,
Penanganan Obat sediaan farmasi dan bmhp KAPUS, KATU, BENDAHARA
KAPUS, puskesm
5 Perorangan yang Kedaluwarsa yang kedaluwarsa tertangani PJ UKP, BLUD SETIAP 3 as wates
PENGEL
atau Rusak sesuai standar dan peraturan DINKES, BULAN SEKALI,
OLA
yang berlaku PENGELOLA KECUALI CITO,
OBAT
OBAT MELALUI IFK
SETIAP BULAN
PJ UKP, SETIAP HARI
KTU,
Pelayanan Farmasi PASIEN RAWAT KAPUS, puskesm
6 Perorangan
Klinik INAP PENGEL SETIAP ADA as wates
OLA PASIEN BARU
OBAT RAWAT INAP
30 tiap hari kerja
Memberikan
PJ UKP,
6.1. Pelayanan penjaminanterhadap resep
KTU,
Pengkajian dan yang masuk di pelayanan
PASIEN RAWAT KAPUS, SETIAP HARI, puskesm
7 Pelayanan Resep di farmasi sesuai dengan
JALAN PENGEL PELAYANAN as wates
Unit Layanan Rawat kebutuhan klinis pasien dan
OLA
Jalan memenuhi 5 tepat pemberian
OBAT
obat.
30 PJ UKP, tiap hari kerja
Memberikan obat yang sesuai UNIT
6.2. Kegiatan KTU,
dengan kebutuhan klinis PELAYANAN
Peracikan, Penyiapan, KAPUS, puskesm
8 pasien serta memastikan KEFARMASIAN
dan Pengemasan Obat PENGEL as wates
pasien memahami tujuan dan DI INDUK DAN
di semua unit layanan OLA SETIAP HARI,
instruksi pengobatan. WILAYAH
OBAT PELAYANAN
Memberikan informasi obat 25 PJ UKP, tiap hari kerja
mulai dari nama obat, dosis, KTU,
6.3. Penyerahan dan PASIEN RAWAT
aturan pakai, efek samping, KAPUS, puskesm
9 Pemberian Informasi JALAN DAN
dan cara penggunaannya PENGEL as wates
Obat RAWAT INAP
serta cara penyimpanan di OLA SETIAP HARI,
rumh OBAT PELAYANAN
100% Tiap bulan

Kegiatan stock PJ UKP, TIAP AKHIR


Mengendalikan persediaan
opname untuk KTU, BULAN,
obat maupun BMHP di
mengendalikan PENGELOLA KAPUS, MENGHITUNG puskesm
10 Perorangan puskesmas WATES terhindar
persediaan obat di OBAT PENGEL STOK DAN as wates
dari kondisi rusak maupun
seluruh unit pelayanan OLA PEMAKAIAN
kedaluwarsa.
dan gudang farmasi OBAT OBAT BULANAN
DI UNIT
PELAYANAN
KKEFARMASIAN
2 PJ UKP, 1 1
Melakukan evaluasi UNIT
KTU,
penggunaan obat terhadap PELAYANAN
Kegiatan Evaluasi KAPUS, puskesm
11 Perorangan penyakit yang sering terjadi di KEFARMASIAN
Penggunaan Obat PENGEL as wates
wilayah kerja puskesmas DI INDUK DAN
OLA
WATES WILAYAH
OBAT
5 1
KEPALA
PJ UKP,
Kegiatan Studi Memberikan gambaran awal PUSKESMAS, PJ
KTU,
Banding Pelayanan pada petugas farmasi dan UKP, KATU, KA
KAPUS, puskesm
12 Perorangan Farmasi Rawat Inap ke pihak terkait tentang AKREDITASI, KA
PENGEL as wates
Puskesmas lain di pelayanan rawat inap yang MUTU. KAPUS,
OLA
wilayah Kab. Blitar sesuai standar. PENGELOLA
OBAT
OBAT
STUDI BANDING
10 PJ UKP, tiap bulan
Memberikan pelayanan KTU,
Pemantauan dan PASIEN RAWAT
pengawasan terhadap risiko KAPUS, puskesm
13 Perorangan Pelaporan Efek INAP DAN
munculnya efek samping obat PENGEL as wates
Samping Obat RAWAT JALAN
pada pasien OLA
OBAT
10 tiap hari kerja
Melakukan pemantauan PASIEN RAWAT PJ UKP,
terhadap efektivitas terapi obat INAP DENGAN KTU,
Pelayanan
yang didapatkan pasien baik KONDISI KAPUS, puskesm
14 Perorangan Pemantauan Terapi
pasien rawat jalan maupun KHUSUS PENGEL as wates
Obat
rawat inap Puskesmas (DIAGNOSA OLA
WATES LEBIH DARI 2) OBAT

PJ UKP,
KTU,
PASIEN RAWAT
Kegiatan Administrasi KAPUS, puskesm
15 Perorangan IMAP DAN
Obat PENGEL as wates
RAWAT JALAN
OLA
OBAT
100% PJ UKP, tiap bulan
UNIT
Melakukan pengarsipan yang KTU,
PELAYANAN
12.1. Pengelolaan teratur dan rapi terhadap KAPUS, puskesm
16 KEFARMASIAN
Resep resep-resep yang masuk di PENGEL as wates
DI INDUK DAN
ruang farmasi. OLA
WILAYAH
OBAT
100% SETIAP BULAN
Melakukan pengelolaan
PJ UKP,
LPLPO yang tersruktur dan UNIT
KTU,
terdokumentasi dengan baik PELAYANAN
12.2. Pembuatan KAPUS, puskesm
17 untuk menjamin kelancaran KEFARMASIAN
LPLPO PENGEL as wates
ketersediaan sediaan farmasi DI INDUK DAN
OLA
dan BMHP yang dibutuhkan WILAYAH
OBAT
puskesmas
80% PJ UKP, SETIAP BULAN
12.3. Pelaporan KTU,
Melakukan pencatataan keluar
penggunanan APOTEK KAPUS, puskesm
18 masuk obat golongan
narkotika dan PUSKESMAS PENGEL as wates
narkotika dan psikotropika.
psikotropika OLA
OBAT
seluruh SETIAP BULAN
Meningkatkan kesadaran obat PJ UKP,
UNIT
petugas farmasi dalam HAM KTU,
PELAYANAN
12.4. Pelabelan Obat penyiapan obat terutama obat (High KAPUS, puskesm
19 KEFARMASIAN
High Alert dan LASA berisiko tinggi agar Alert) PENGEL as wates
DI INDUK DAN
memenuhi5 tepat pemberian dan OLA
WILAYAH
obat. LASA OBAT

3 1
Memberikan bukti legalitas PJ UKP,
praktik profesi petugas PJ UKP, KATU, KTU,
Kegiatan manajemen kefarmasian yang bertugas di KAPUS, KAPUS, puskesm
20 Perorangan
SDM Kefarmasian Puskesmas WATES dan PENGELOLA PENGEL as wates
kejelasan tugas pokok fungsi OBAT OLA
masing-masing profesi. OBAT

PJ UKP, 1
PJ UKP DAN
KTU,
BAGIAN
13.1. Pengadaan KAPUS, puskesm
21 PERENCANAAN
papan praktik PENGEL as wates
DAN
OLA
PEMBANGUNAN
OBAT
100% PJ UKP, SETIAP HARI
PJ UKP DAN
Pemeliharaan Menjaga kebersihan dan KTU,
BAGIAN
kebersihan ruang kenyamanan petugas maupun KAPUS, puskesm
22 Perorangan PERENCANAAN
pelayanan dan gudang pasien di ruang pelayanan dan PENGEL as wates
DAN
farmasi gudang farmasi. OLA
PEMBANGUNAN
OBAT
18 PJ UKP, SETIAP MINGGU ATAU SETIAP
Penyediaan dan
Memenuhi kebutuhan obat PJ UKP, KATU, KTU, HABIS
Monitoring
emergensi di tiap ruang KAPUS, KAPUS, puskesm
23 Perorangan Penggunaan Obat
pelayanan puskesmas dan PENGELOLA PENGEL SETIAP as wates
Emergensi di Unit
wilayah. OBAT OLA MINGGU ATAU
Layanan
OBAT SETIAP HABIIS
3 PJ UKP, 1 1
Kegiatan pembinaan Memberikan pembinaan dan
KESLING. KTU,
dan pengawasan pengawasan terhadap
MASYARAKAT. KAPUS, SETIAP ADA puskesm
24 Perorangan makanan dan obat di keamanan pangan maupun
PENGELOLA PENGEL PENGAJU PIRT as wates
wilayah kerja obat yang beredar di wilayah
OBAT OLA BERSAMA
Puskesmas WATES WATES
OBAT KESLING
seluruh 1 1 1 1
obat dan
PJ UKP,
PJ UKP DAN bmhp
KTU,
perluasan gedung mendukung ruang BAGIAN masuk
KAPUS,
25 Gudang Farmasi penyimpanan obat Puskesmas PERENCANAAN ke PERLUASAN
PENGEL
Puskesmas Wates Wates DAN Gudang GEDUNG
OLA
PEMBANGUNAN puskesm DIGABUNG
OBAT
as DENGAN
RUANG OBAT
NO UPAYA KESEHATAN KEGIATAN/ TUJUAN SASARAN TARGET PENANGGUNG KEBUTUHAN MITRA KERJA WAKTU PELAKSANAAN
PERMINTAAN SASARAN JAWAB SUMBER DAYA
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
KEBUTUHAN INDIKATOR KERJA SUMBER PEMBIAYAAN
ANGGARAN

11 12 13

Common questions

Didukung oleh AI

The lack of coordination among stakeholders such as drug managers, treasurers of BLUD, PPTK, and PPBJ leads to delays in the consideration of suppliers, which results in unstable conditions for the availability of drugs in healthcare facilities. This mismanagement can cause stockouts and affect the overall efficiency of pharmaceutical services .

Strategies for managing expired or near-expiry pharmaceuticals include performing routine evaluations and coordinating with a second party for disposal. There should also be systematic monitoring to identify and prevent the accumulation of expired drugs, ensuring disposal is done according to standard regulations .

Limited human resources and budget constraints hinder the ability to maintain efficient pharmaceutical services by delaying drug availability, reducing patient visitation rounds, and limiting public health campaigns like GeMaCerMat. Solutions may include optimizing existing personnel through better scheduling, improving coordination to avoid duplication of efforts, and seeking additional funding or reallocating resources to address these critical areas .

The Ishikawa Diagram, or fishbone diagram, is instrumental in identifying root causes of issues in pharmaceutical distribution by categorizing them into areas such as human resources, methods, and financial constraints. It systematically highlights how these factors contribute to inefficiencies in the supply chain, particularly through delays and unpredictable stock availability .

Measures for ensuring rational drug use include providing comprehensive drug information through leaflets and booklets, promoting awareness through initiatives like GeMaCerMat, and conducting regular evaluations of drug use patterns. These measures are likely to be effective if consistently applied, as they enhance knowledge and encourage responsible medication practices among health professionals and the community .

Financial constraints significantly affect the timing and quality of pharmaceutical services by delaying drug procurement, introducing variability in drug availability, and limiting the ability to provide continuous education and resource distribution. These factors collectively degrade the quality of healthcare services and patient satisfaction .

Regular patient rounds are crucial for improving patient outcomes by ensuring personalized healthcare, facilitating timely interventions, and enhancing communication between multidisciplinary teams. However, their effectiveness is impeded by constraints such as limited personnel, time limitations, and non-routine visits due to hospital discharges, which can result in missed patient evaluations .

The challenges in implementing GeMaCerMat include a lack of public knowledge about the importance of using medications correctly, insufficient personnel, and inadequate educational resources. Additionally, there is not enough funding for outreach materials like leaflets, and there is a deficiency in the dissemination of educational methods. These issues could be mitigated by improving inter-professional collaboration, securing proper funding, and increasing community outreach and education efforts .

The Pharmaceutical Information Service (PIO) plays a crucial role by providing essential drug information to health care providers, patients, and the community, promoting rational drug use, and aiding in the development of healthcare policies. By enhancing knowledge and proper medication practices, PIO contributes to safer and more effective healthcare delivery .

The main issues prioritized for managerial intervention in pharmaceutical storage include insufficient storage space, the consistency of drug availability, and the need for prolonged procurement processes. These contribute significantly to inefficiencies in pharmaceutical service delivery within healthcare settings .

Anda mungkin juga menyukai