Efisiensi Persediaan Kantong Semen
Efisiensi Persediaan Kantong Semen
2 : 259-266
November 2022
E-ISSN 2599-0616
P ISSN 2614-5979
ABSTRAK
PT AKA merupakan perusahaan yang bergerak dibidang industri semen. Salah satu bahan baku dalam
produksi semen ialah kontong semen. Kebutuhan perusahan terhadap kantong semen, berbanding lurus
dengan permintaan semen. Divisi produksi mengalami permasalahan ketidakefisienan penentuan
persediaan kantong semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan perusahaan dalam
mengendalikan persediaan bahan baku kantong semen dengan membandingkan 3 metode Min-Max,
EOQ, dan Two-Bin. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif yaitu permintaan kantong semen, biaya
penyimpanan dan pemesanan. Perhitungan peramalan data dilakukan dengan menggunakan perangkat
lunak MiniTab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Min-Max menghasilkan efisiensi terbaik
dengan total biaya persediaan yaitu Rp. 119.107.700 untuk kantong semen 40 kg, dan Rp. 35.528.720
untuk kantong semen 50 kg.
ABSTRACT
PT AKA is a multinational enterprise engaged in the cement industry. One of the supporting raw
materials in cement production is cement bags. Demand for cement bags is directly proportional to the
demand for cement. The production division has been experiencing the problem of inefficiency in
determining the supply of cement bags. This study aims to evaluate the company's policy in controlling
the supply of raw materials for cement bags by comparing the 3 Min-Max, EOQ, and Two-Bin methods.
Quantitative data were used: demand for cement bags, storage, and ordering costs. Forecasting data
calculations were performed using Minitab software. The results showed that the Min-Max method
produced the optimal efficiency with a total inventory cost of Rp. 119,107,700 for 40 kg cement bags,
and Rp. 35,528,720 for 50 kg cement bag.
259
Sigma Teknika, Vol. 5, No.2 : 259-266
November 2022
E-ISSN 2599-0616
P ISSN 2614-5979
260
Sigma Teknika, Vol. 5, No.2 : 259-266
November 2022
E-ISSN 2599-0616
P ISSN 2614-5979
261
Sigma Teknika, Vol. 5, No.2 : 259-266
November 2022
E-ISSN 2599-0616
P ISSN 2614-5979
262
Sigma Teknika, Vol. 5, No.2 : 259-266
November 2022
E-ISSN 2599-0616
P ISSN 2614-5979
263
Sigma Teknika, Vol. 5, No.2 : 259-266
November 2022
E-ISSN 2599-0616
P ISSN 2614-5979
Gambar 3. menunjukkan bahwa pola data sebesar 99.985 lembar, reorder point 493.782
historis adalah pola data konstan atau stationary, lembar, dengan frekuensi pemesanan sebesar 12
trend, dan sesekali seasonalit. Oleh karena itu, kali per tahun dan untuk bahan baku kantong
penggunaan metode peramalan yang dapat semen 50 kg memiliki nilai persediaan minimum
digunakan yaitu metode linear regression. Berikut 170.347, persediaan maksimum 315.883, safety
merupakan hassil data peramalan dengan stock yaitu 24.811 lembar, tingkat pemesanan
menggunakan software Minitab. Data yang kembali sebesar 145.536 lembar dengan frekuensi
diperoleh pada proses pengamatan ialah data pada pemesanan sebesar 12 kali dalam setahun. Table
bulan januari-maret, sementara itu, untuk 2. Merupakan hasil kalkulasi metode EOQ.
menambah jumlah data sebagai bahan valdasi,
diperlukan data forecasting atau data peramalan Tabel 2. Hasil Perhitungan Metode EOQ
yang mengacu pada data historis bulan januari-
Ket. 40 kg 50 kg
maret. Berikut merupakan hasil data forecasting
total pemakaian kantong semen 40 kg dan 50 kg Q 172125 93447
F 86 75
SS 107570 27028
ROP 43031 23362
Ket. 40 kg 50 kg
Persediaan Min 593767 170347 Tabel 3. Hasil Perhitungan Metode Two-Bin (Kanban)
Persediaan Maks 1087549 315883
F 12 12 Pada Tabel 3. menunjukkan bahwa dengan
SS 99985 24811 menggunakan metode Two-Bin (Kanban),
ROP 493782 145536 diperoleh jumlah kartu kanban untuk kantong
semen 40 kg yaitu 12 kartu, Safety stock sebesar
Pada Tabel 1. menunjukkan bahwa 38.645 lembar, reorder point 39.455 lembar,
dengan menggunakan metode Min-Max, dengan frekuensi pemesanan sebesar 3654 kali per
diperoleh nilai persediaan minimum dan tahun dan untuk bahan baku kantong semen 50 kg
maksimum untuk kantong semen 40 kg yaitu memiliki jumlah kartu kanban yaitu 12 kartu,
593.767 lembar dan 1.087.549, Safety stock safety stock 9398 lembar, tingkat pemesanan
264
Sigma Teknika, Vol. 5, No.2 : 259-266
November 2022
E-ISSN 2599-0616
P ISSN 2614-5979
kembali sebesar 9636 lembar dengan frekuensi penelitian sebelumnya karena pada penelitian ini
pemesanan sebesar 3654 kali dalam setahun. ditambahkan metode Two-Bin atau Kanban
Tabel 4 menunjukkan ringkasan perbandingan dimana dari hasil yang telah didapat bahwa
hasil perhitunga tiga metode tersebut. metode tersebut memiliki biaya persediaan
tertinggi diantara dua metode lainnya. Hal tersebut
Tabel 4. Hasil Perbandingan Biaya Persediaan menunjukkan bahwa metode Kanban kurang
efektif bila diterapkan pada bahan baku kantong
Ket. Min-Max EOQ Two-Bin
semen, akan tetapi, sangat cocok bila diterapkan
40 kg 119,108 125,393 126,017 pada industri yang sering terjadi kehabisan jumlah
50 kg 35,529 38,667 43,991 persediaan yang mendekati stockout, seperti pada
industri mobil
Dari Proses perhitungan persediaan
menggunakan metode Min-Max, EOQ, dan Two- 5. KESIMPULAN DAN SARAN
Bin yang telah tertera pada tabel 1-3. Pada tabel 4 Simpulan penelitian dijabarkan dalam empat
meruapakn hasil perhitungan biaya persediaan point berikut. Simpulan pertama yaitu frekuensi
pada 3 metode tersebut. Berdasarkan hasil pembelian bahan baku apabila menggunakan
perhitungan tersebut, maka dapat dinyatakan metode Min-Max adalah 12 kali untuk kantong
bahwa metode Min-Max merupakan metode yang semen 40 kg, dan 50 kg. Apabila menggunakan
paling baik digunakan dibandingkan metode EOQ metode EOQ, frekuensi pemesanan sebesar 86
dan Two-Bin. Hal tersebut dapat dilihat pada total kali (40 kg), dan 75 kali (50 kg). Sedangkan untuk
biaya persediaan produk kantong semen 40 kg dan penggunaan metode Two-Bin, frekuensi
50 kg, dengan total biaya persediaan minimum pemesanan sebesar 3654 kali untuk kantong
Rp. 119, 107 Juta untuk produk kantong semen 40 semen 40 kg dan 50 kg. Temuan kedua yaitu
kg, dan Rp. 35,529 Juta untuk produk kantong persediaan pengaman apabila menggunkan
semen 50 kg. metode Min-Max sebesar 99.985 (40 kg) dan
Berdasarkan hasil penelitian 24.811 (50 kg).
menunjukkan bahwa dengan menggunakan Apabila menggunkaan metode EOQ,
metode Min-Max, dapat mengefisienkan biaya- perediaan pengaman sebesar 107.570 (40 kg) dan
biaya persediaan kantong semen, sehingga dapat 27.028 (50 kg). Sedangkan metode Two Bin
memaksimalkan keuntungan yang didapat. Akan menghailkan persediaan pengaman sebesar
tetapi, terdapat beberapa hal yang perlu 38.645 (40 kg) dan 9.398 (50 kg). Hasil
diperhatikan oleh perusahaan sebelum kesimpulan ketiga adalah tingkat pemesanan
menentukan besarnya kuantitas setiap kali kembali apabila menggunkan metode Min-Max
pemesanan yaitu selama periode tersebut, tingkat sebesar 493.782 (40kg) dan 145.536 (50 kg).
harga konstan baik harga beli bahan maupun harga apabila menggunakan metode EOQ sebesar
biaya pemesanan dan penyimpanan, selau tersedia 106.526 untuk kantong semen 40 kg dan 50 kg,
dana ketika ingin melakukan pembelian, fasilitas serta apabila menggunakan metode Two-Bin,
penyimpanan dapat menampung pembelian yang tingkat pemesanan kembali sebesar 39.455 (40 kg)
dilakukan serta bahan kantong semen yang dibeli dan 9636 (50 kg).
tidak mudah rusak dalam proses penyimpanan Terakhir disimpulkan bahwa metode Min-
gudang. Max memberikan kuantitas pemeanan yang paling
Hasil penelitian ini memiliki perbedaan optimal dengan mengeluarkan biaya sebesar Rp.
dengan hasil penelitian di perusahaan sejenis, 119,107 Juta (40kg) dan Rp. 35,529 Juta,
bahwa metode EOQ memiliki jumlah pemesanan dibandingkan dengan metode EOQ dan Two-Bin.
dan biaya terkecil diantara metode POQ dan Min- Hasil pemilihan metode terbaik dalam
Max. Perbedaan hasil tersebut dapat pengendalian persediaan dapat dijadikan bahan
memungkinkan terjadi karena beberapa hal salah pertimbangan perusahaan dalam mengambil
satunya ialah jumlah data yang dikumpulkan keputusan pengendalian persediaan untuk produk
berbeda sehingga tingkat akurasi dan validasi data kantong semen 40 kg dan 50 kg. Perusahaan
dapat mempengaruhi peramalan data yang sebaiknya meninjau kembali terkait kuantitas
dilakukan. Penelitian ini memiliki perbedaan dari
265
Sigma Teknika, Vol. 5, No.2 : 259-266
November 2022
E-ISSN 2599-0616
P ISSN 2614-5979
pemesanan dan frekuensi pembelian, agar tidak Pengendalian Barang Dagang (Inventory)
terjadi kelebihan stock dan dapat meminimalisir dengan Menggunakan Metode Economic
biaya pemesanan yang dilakukan. Order Quantity (EOQ) Pada Rabbani
Asysa,” J. Ris. Akunt. dan Bisnis, vol. 8,
no. September, pp. 22–47, 2008.
DAFTAR PUSTAKA
[8] I. A. Alam and W. Tandra, “Analisis
[1] V. Brama Kumbara, “Determinasi Nilai Pengendalian Persediaan Bahan Baku
Pelanggan Dan Keputusan Pembelian: Upaya Meminimalkan Biaya Persediaan
Analisis Kualitas Produk, Desain Produk Pada Perusahaan Elang Sederhana Di Kota
Dan Endorse,” J. Ilmu Manaj. Terap., vol. Palembang.,” 2021, [Online]. Available:
2, no. 5, pp. 604–630, 2021, doi: tp://[Link]/10.31219/[Link]/tkfua
10.31933/jimt.v2i5.568.
266