MAKALAH SEJARAH TASAWUF ISLAM
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Akhlaq Tasawuf
Dosen Pengampu : Muhammad Zairul Haq, [Link].I
Disusun Oleh :
Kelompok 5 :
1. Ilmiyatul Hasanah 221102020003
2. Syah Atikah 221102020032
[Link] Zulfan 221102020031
PROGRAM STUDI HUKUM EKONOMI SYARI’AH
FAKULTAS SYARI’AH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KH. ACHMAD SIDDIQ JEMBER
2023
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Sejarah Tasawuf Islam” ini
tepat pada waktunya. Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas
pada mata kuliah Akhlaq Tasawuf. Selain itu, makalah ini bertujuan untuk menambah wawasan
tentang Sejarah Tasawuf Islam bagi para pembaca maupun kami sebagai penulis.
Kelompok kami menyadari bahwa makalah yang kami buat ini masih mempunyai banyak
kekurangan dan masih jauh dari kata sempurna. Untuk itu kelompok kami mengharapkan kritik
dan saran dari semua pihak demi kesempurnaan makalah kami kedepannya.
Semoga makalah kami yang berjudul “Sejarah Tasawuf Islam” dapat dipahami oleh para
pembaca terutama bagi mahasiswa. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kata-kata
yang kurang berkenan dalam penulisan makalah ini. Akhir kata kami ucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Jember, 10 Maret 2023
Kelompok 5
ii
DAFTAR ISI
BAB I .................................................................................................................................. 1
PENDAHULUAN ............................................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang ....................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................................. 1
1.3 Tujuan ..................................................................................................................... 1
BAB II ................................................................................................................................ 2
PEMBAHASAN ................................................................................................................ 2
2.1. Sejarah Tasawuf Islam ......................................................................................... 2
[Link] Tasawuf Islam.............................................................................. 2
1.) Periode I Masa Nabi Muhammad SAW ............................................................... 2
2.) Periode II Masa Sahabat ........................................................................................ 3
3.) Periode III Masa Tabi’in ........................................................................................ 4
4.) Periode IV Masa Penyebaran Tasawuf ................................................................ 5
5.) Periode V Masa Pencerahan Tasawuf .................................................................. 5
6.) Periode VI Kejayaan Tasawuf Falsafi .................................................................. 6
7.) Periode VII Pemurnian Tasawuf........................................................................... 7
BAB III............................................................................................................................... 9
PENUTUP.......................................................................................................................... 9
3.1. Kesimpulan ............................................................................................................ 9
3.2. Saran....................................................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 10
iii
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tasawuf pertama kali muncul sebagai reaksi terhadap perkembangan kehidupan sosial-
politik yang tidak stabil pada masa itu. Para tokoh tasawuf percaya bahwa kehidupan yang
materialistik tidak dapat memberikan kepuasan spiritual yang sejati, dan mencari cara-cara untuk
mencapai hubungan yang lebih dekat dengan Allah.
Beberapa tokoh penting dalam sejarah tasawuf Islam antara lain Hasan al-Basri (d. 728 M),
Junaid al-Baghdadi ( 910 M), Abu Hamid al-Ghazali ( 1111 M), dan Jalaluddin Rumi (d. 1273
M). Mereka menekankan pentingnya zikir, meditasi, dan mengendalikan diri untuk mencapai
kesadaran spiritual yang lebih tinggi.
Tasawuf berkembang pesat pada masa kekhalifahan Abbasiyah (750-1258 M), dan banyak
terdapat sekolah-sekolah tasawuf yang berbeda di seluruh dunia Islam. Gerakan ini juga terus
berkembang dan beradaptasi dengan kebudayaan dan masyarakat yang berbeda-beda, dan masih
menjadi bagian penting dari kehidupan spiritual umat Islam hingga saat ini.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Sejarah Tasawuf Islam?
2. Apa yang dimaksud dengan Periode-Periode dalam Sejarah Tasawuh Islam?
1.3. Tujuan
1. Agar bisa memahami apa itu Sejarah Tasawuf Islam
2. Agar bisa memahami apa saja Periode-Periode dalam Sejarah Tasawuf Islam
1
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Lahirnya Tasawuf
Tasawuf adalah salah satu cabang dalam agama Islam yang berkembang pada abad ke-8
Masehi di wilayah Timur Tengah. Meskipun tidak ada catatan pasti tentang asal usul
tasawuf, namun umumnya dikatakan bahwa tasawuf muncul sebagai hasil dari kebutuhan
spiritual dan keinginan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Pada awalnya, tasawuf lebih banyak dipraktikkan oleh para sufi atau asketik Muslim
yang menekankan pentingnya mengalami pengalaman batiniah dalam beragama. Mereka
berusaha untuk mencapai kesatuan dengan Allah melalui praktik-praktik seperti puasa, meditasi,
zikir, dan berbagai ritual lainnya.
Pada abad ke-9 Masehi, tokoh-tokoh sufi seperti Al-Hallaj, Al-Junaid, dan Abu Yazid Al-
Bisthami mulai menyebarluaskan ajaran tasawuf melalui karya-karya mereka yang dianggap
sebagai referensi penting dalam literatur sufi.
Tasawuf kemudian berkembang pesat di seluruh dunia Islam pada abad ke-11 dan ke-12
Masehi. Pada masa itu, banyak muncul tokoh-tokoh sufi terkenal seperti Al-Ghazali, Rumi, dan
Ibn Arabi yang memperkenalkan berbagai konsep dan doktrin baru dalam tasawuf.
Dalam perkembangannya, tasawuf mengalami berbagai pengaruh dari budaya dan
kepercayaan lokal di daerah-daerah di mana ia berkembang. Namun, secara umum, tasawuf tetap
berakar pada prinsip-prinsip dasar Islam, seperti keimanan pada Allah SWT, kepatuhan terhadap
ajaran-ajaran Islam, dan pengabdian pada sesama manusia.
2.2 Perkembangan Tasawuf
1.) Periode 1 Masa Nabi Muhammad SAW
Periode masa Rasulullah merupakan awal perkembangan tasawuf dalam Islam. Meskipun
istilah "tasawuf" tidak digunakan pada masa itu, namun konsep-konsep dasar tasawuf telah
ditanamkan oleh Rasulullah kepada para sahabatnya.
Salah satu konsep dasar tasawuf yang ditanamkan oleh Rasulullah adalah kecintaan
kepada Allah SWT. Rasulullah mengajarkan bahwa cinta kepada Allah adalah landasan utama
dalam mencapai kebahagiaan dan keberhasilan dalam hidup.
2
Selain itu, Rasulullah juga mengajarkan pentingnya introspeksi diri atau muhasabah,
yaitu merenungkan perbuatan dan kesalahan yang dilakukan untuk memperbaiki diri dan
meningkatkan kualitas spiritual.
Rasulullah juga mengajarkan pentingnya zikir atau mengingat Allah secara terus-menerus
sebagai cara untuk memperkuat hubungan dengan-Nya dan merasakan kedekatan dengan-Nya.
Periode masa Rasulullah juga merupakan awal munculnya sufi pertama, yaitu Sayyidina
Ali bin Abi Thalib. Sayyidina Ali dikenal sebagai sosok yang sangat dekat dengan Rasulullah
dan memiliki pemahaman yang mendalam tentang ajaran Islam, termasuk ajaran tasawuf.
Dalam periode ini, banyak sahabat Rasulullah yang mencontohi kehidupan spiritual dan
asketis seperti puasa yang dilakukan Rasulullah dan perbuatan-perbuatan baik yang lain. Hal ini
menjadi salah satu pemicu perkembangan tasawuf di masa-masa selanjutnya.
2.) Periode II Masa Sahabat
Sahabat adalah sebutan untuk para sahabat Nabi Muhammad SAW yang menjadi panutan
dan teladan dalam agama Islam. Seiring dengan perkembangan agama Islam, muncul pula
disiplin ilmu yang mempelajari tentang spiritualitas dan kesalehan, yaitu tasawuf.
Meskipun istilah tasawuf belum muncul pada masa sahabat, namun sudah terdapat
praktik-praktik spiritual yang dilakukan oleh para sahabat. Beberapa sahabat yang dikenal
memiliki kecenderungan untuk lebih mendalami sisi spiritualitas dan kesalehan adalah:
a.) Abu Bakar As-Siddiq
Abu Bakar As-Siddiq dikenal sebagai sahabat yang sangat tekun dalam beribadah dan
mempunyai kecenderungan untuk mengasingkan diri untuk mendalami spiritualitasnya.
b.) Umar bin Khattab
Umar bin Khattab dikenal sebagai sahabat yang sangat tekun dalam beribadah dan memiliki
pemahaman yang sangat mendalam tentang akidah dan syariat Islam.
c.) Utsman bin Affan
Utsman bin Affan dikenal sebagai sahabat yang sangat dermawan dan taat pada syariat Islam. Ia
juga dikenal sebagai orang yang sangat rajin dalam beribadah.
3
d.) Ali bin Abi Thalib
Ali bin Abi Thalib dikenal sebagai sahabat yang memiliki pemahaman yang mendalam tentang
spiritualitas dan keesaan Allah SWT.
Ketiga sahabat di atas merupakan tokoh utama dalam perkembangan tasawuf pada masa
sahabat. Mereka mengajarkan kepada umat Islam tentang pentingnya spiritualitas dan kesalehan
dalam menjalankan ajaran agama Islam. Meskipun pada masa itu belum ada istilah tasawuf,
namun pemahaman dan praktik-praktik spiritual yang mereka ajarkan menjadi cikal bakal dari
disiplin ilmu tasawuf yang kemudian berkembang pada masa selanjutnya.
3.) Periode III Masa Tabi’in
Periode masa Tabi'in merupakan periode yang penting dalam perkembangan awal
tasawuf. Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 Masehi, para sahabat beliau
yang mengenal langsung ajaran-ajarannya menjadi pemimpin Muslim. Setelah para sahabat
wafat, tugas ini dilanjutkan oleh generasi setelah mereka, yaitu Tabi'in. Para Tabi'in merupakan
orang-orang yang belajar langsung dari para sahabat Nabi dan meneruskan tradisi Islam.
Pada masa Tabi'in, terdapat beberapa tokoh yang dianggap sebagai perintis awal tasawuf.
Beberapa di antaranya adalah Hasan al-Basri, Sufyan al-Thawri, dan Ibrahim al-Adham. Hasan
al-Basri adalah seorang ahli tafsir dan sufi yang sangat dihormati pada zamannya. Dia dikenal
karena kezuhudannya dan kerendahatian hatinya.
Sufyan al-Thawri juga merupakan seorang ahli hadis dan sufi yang dihormati pada masa
Tabi'in. Dia dikenal karena ketekunannya dalam ibadah dan pengabdiannya pada agama Islam.
Sedangkan Ibrahim al-Adham adalah seorang pangeran yang meninggalkan kehidupan
mewahnya untuk hidup sebagai seorang sufi. Dia dianggap sebagai salah satu tokoh sufi awal
yang paling berpengaruh, dan banyak kisah-kisah inspiratif yang dikaitkan dengan
kehidupannya.
Dalam periode masa Tabi'in ini, tasawuf masih berkembang secara informal dan tidak
memiliki organisasi resmi. Namun, para tokoh sufi seperti Hasan al-Basri, Sufyan al-Thawri, dan
Ibrahim al-Adham menjadi guru bagi banyak murid yang ingin belajar tentang ajaran-ajaran
4
Islam yang lebih dalam dan spiritual. Dengan demikian, periode masa Tabi'in memainkan peran
penting dalam perkembangan awal tasawuf.
4.) Periode IV Masa Penyebaran Tasawuf
Periode penyebaran tasawuf dapat dikatakan telah dimulai sejak awal perkembangan
Islam pada abad ke-7 Masehi. Namun, periode yang paling penting dalam sejarah penyebaran
tasawuf terjadi pada abad ke-10 hingga ke-13 Masehi, ketika banyak tokoh tasawuf terkenal
muncul dan gerakan-gerakan tasawuf semakin berkembang.
Pada abad ke-10, tokoh tasawuf terkenal seperti Al-Hallaj, Al-Junaid, dan Abu Yazid Al-
Busthami muncul dan memperkenalkan konsep-konsep baru dalam tasawuf. Kemudian, pada
abad ke-11, gerakan-gerakan tasawuf seperti Tariqah Qadiriyyah, Tariqah Shadhiliyyah, dan
Tariqah Rifaiyyah muncul dan menjadi sangat populer di dunia Islam.
Pada abad ke-12, tokoh-tokoh seperti Al-Ghazali dan Ibn Arabi memperkenalkan
pemikiran tasawuf yang lebih filosofis dan kompleks. Mereka juga mempengaruhi
perkembangan filsafat dan teologi Islam.
Periode penyebaran tasawuf berlanjut pada abad ke-13, ketika gerakan-gerakan tasawuf
semakin berkembang di Asia Tenggara dan India. Salah satu tokoh tasawuf terkenal pada masa
itu adalah Jalaluddin Rumi, yang dikenal sebagai pendiri gerakan Tariqah Mevleviyyah.
Secara umum, periode penyebaran tasawuf dapat dibilang terjadi selama berabad-abad dan
terus berlanjut hingga saat ini. Tasawuf telah menjadi bagian penting dari tradisi keagamaan
Islam di banyak negara di seluruh dunia
5.) Periode V Masa Pencerahan Tasawuf
Periode masa pencerahan tasawuf atau yang sering disebut sebagai periode tasawuf klasik
berlangsung dari abad ke-8 hingga abad ke-14 di dunia Islam. Pada periode ini, banyak tokoh-
tokoh sufi terkemuka yang muncul dan mengembangkan ajaran-ajaran mereka.
5
Pada Periode ke V terdapat beberapa tokoh sufi terkemuka antara lain adalah Imam al-
Ghazali, Abu Hamid al-Qushayri, Abu Yazid al-Bistami, Junaid al-Baghdadi, dan banyak lagi.
Mereka mengembangkan ajaran-ajaran sufi yang berdasarkan pada pengalaman-pengalaman
spiritual, praktik-praktik asketis, dan refleksi tentang hakikat keberadaan manusia dan
hubungannya dengan Tuhan.
Selama periode ini, tasawuf berkembang pesat dan menjadi salah satu kekuatan
intelektual yang penting di dunia Islam. Banyak karya-karya besar dalam bidang tasawuf ditulis
pada periode ini, seperti kitab Al-Risalah karya Imam al-Qushayri dan Ihya Ulumuddin karya
Imam al-Ghazali.
Meskipun periode pencerahan tasawuf berakhir pada abad ke-14, ajaran-ajaran sufi yang
dikembangkan pada periode ini terus mempengaruhi pemikiran Islam dan bahkan terus
berkembang hingga saat ini.
6.) Periode VI Kejayaan Tasawuf Falsafi
Tasawuf falsafi adalah cabang dari tasawuf yang lebih menekankan pada pemikiran dan
filsafat. Periode kejayaan tasawuf falsafi terjadi pada abad ke-10 hingga abad ke-13 Masehi,
terutama di dunia Islam.
Beberapa tokoh penting dalam tasawuf falsafi pada periode tersebut antara lain Al-
Ghazali, Ibn Arabi, dan Rumi. Al-Ghazali adalah seorang filosof dan cendekiawan Islam yang
terkenal dengan karyanya "Ihya Ulumuddin" yang membahas tentang tasawuf secara filosofis.
Ibn Arabi adalah seorang pemikir dan mistikus yang terkenal dengan pandangannya tentang
wahdatul wujud (kesatuan eksistensi). Sedangkan Rumi adalah seorang penyair dan sufi yang
terkenal dengan puisi-puisinya yang mengandung makna-makna filosofis.
Periode kejayaan tasawuf falsafi ini juga ditandai dengan munculnya banyak sekolah dan
aliran tasawuf falsafi seperti mazhab Suhrawardi, mazhab Ishraqi, dan mazhab wahdatul wujud.
Selain itu, periode ini juga ditandai dengan adanya upaya untuk memadukan antara filsafat dan
tasawuf, sehingga tercipta sebuah tradisi yang dikenal sebagai falsafah al-ma'rifah (filsafat
pengenalan diri).
6
Meskipun periode kejayaan tasawuf falsafi telah berlalu, namun pemikiran-pemikiran
yang muncul pada masa itu tetap mempengaruhi perkembangan filsafat dan tasawuf hingga saat
ini.
7.) Periode VII Pemurnian Tasawuf
Periode pemurnian tasawuf dapat merujuk pada berbagai periode sejarah di mana praktik
dan ajaran tasawuf mengalami perubahan atau penyempurnaan.
Beberapa periode penting dalam sejarah pemurnian tasawuf antara lain:
a.) Awal abad ke-9: Dalam periode ini, banyak muncul sufi yang menekankan pentingnya
pengalaman langsung dengan Tuhan dan menentang formalitas agama yang dianggap
menghalangi hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.
b.) Abad ke-11: Pada masa ini, muncul gerakan tasawuf yang lebih terorganisir dan
terstruktur, yang diwakili oleh tokoh-tokoh seperti Al-Ghazali dan Al-Junaid. Mereka
menekankan pentingnya pengendalian diri dan perjalanan spiritual secara bertahap.
c.) Abad ke-13: Pada masa ini, tasawuf semakin terorganisir dan menjadi lebih terstruktur
dalam bentuk tarekat (sufi order). Tarekat-tarekat seperti Tarekat Naqsyabandiyah,
Tarekat Qadariyah, dan Tarekat Chishtiyah terbentuk pada periode ini.
d.) Abad ke-18 dan ke-19: Pada masa ini, banyak muncul sufi yang menentang praktik-
praktik ekstrem dalam tasawuf seperti asketisme yang berlebihan dan praktik-praktik
mistis yang dianggap tidak masuk akal. Mereka menekankan pentingnya akal sehat dan
akhlak yang baik dalam praktik tasawuf.
e.) Abad ke-20: Pada masa ini, tasawuf semakin terbuka untuk orang-orang dari latar
belakang yang beragam, termasuk non-Muslim. Banyak sufi dan organisasi tasawuf yang
berusaha untuk menyebarluaskan ajaran tasawuf secara global dan menjadikannya
relevan bagi masyarakat modern.
7
Secara keseluruhan, periode pemurnian tasawuf menunjukkan evolusi ajaran dan praktik
tasawuf seiring dengan perkembangan sejarah dan budaya Islam.
8
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Tasawuf adalah gerakan spiritual dan mistik dalam Islam yang muncul pada abad ke-8
dan terus berkembang hingga saat ini. Tasawuf menekankan pada pengembangan hubungan
yang lebih dekat dengan Allah melalui tindakan spiritual dan moral, seperti puasa, shalat,
dzikir, tafakur, dan mempelajari Al-Quran dan hadis.
Pada awalnya, tasawuf tidak dipandang oleh sebagian kalangan muslim sebagai
bagian dari agama Islam yang resmi, namun seiring waktu, tasawuf diterima oleh banyak
ulama dan diakui sebagai salah satu cabang dari agama Islam. Banyak tokoh-tokoh terkenal
dalam sejarah Islam seperti Rumi, Al-Ghazali, Ibn Arabi, dan Junaid al-Baghdadi yang
dikenal sebagai tokoh-tokoh tasawuf yang berpengaruh dalam sejarah Islam.
Pada masa kejayaannya, tasawuf mempengaruhi kebudayaan dan adat istiadat
muslim, terutama di Timur Tengah dan Asia Selatan. Karya-karya tulis tasawuf seperti
"Mathnawi" karya Rumi dan "Al-Futuhat al-Makkiyah" karya Ibn Arabi juga dianggap
sebagai karya sastra terpenting dalam tradisi Islam.
Meskipun tasawuf telah mengalami perubahan seiring berjalannya waktu, konsep
dasarnya tetap terjaga. Tasawuf masih diakui sebagai bagian penting dari agama Islam dan
terus dipraktikkan oleh banyak orang di seluruh dunia sebagai cara untuk mendekatkan diri
kepada Allah dan mencapai kesucian spiritual.
3.2 Saran
Agar kita dapat mengetahui dan mengenal Allah lebih dekat lagi, maka sangat
diperlukan ilmu yang mempelajari hal tersebut yang dikenal dengan ilmu Tasawuf.
Bagi para pembaca, kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan.
Maka dari itu penulis mengharapan kepada pembaca agar bisa meneliti serta memberikan
kritik dan saran. Supaya makalah yang kami buat lebih baik dan dapat dijadikan bahan
bacaan yang bermanfaat bagi kita dan masyarakat. Selamat Membaca!
9
DAFTAR PUSTAKA
Drs. Samsul Munir Amin , M.A., Ilmu Tasawuf, Penerbit Amzah Imprint Bumi Perkasa tahun
2012.
Prof. [Link], Perkembangan dan Pemurnian Tasawuf, Penerbit Republika Penerbit (PT
Pustaka Abdi Bangsa) tahun 2016.
Jurnal Agama Sosial dan Budaya vol.3, Pendekatan Studi Islam, tahun 2020.
10