fisiologi
SISTEM
MUSKULOSKELETAL 2
ZAHRA GUSNA PUTRI / 2206830800 ( A )
PENDAHULUAN
[Link] mengenai unit motorik
2. Jelaskan mengenai mekanika otot rangka
[Link] mengenai faktor yang mempengaruhi ketegangan otot,
yang terdiri dari:
Frekuensi rangsangan
Panjang serat pada awal kontraksi
Tingkat kelelahan
Ketebalan serat
[Link] mengenai kontraksi isotonik, isometrik, konsentrik dan
eksentrik
[Link] mengenai kontrol gerak motorik
[Link] mengenai reseptor otot, yang terdiri dari :
Gelendong otot
Organ Tendon Golgi
UNIT MOTORIK
unit motorik ini adalah kontrol
syarat sebenernya dari otot. tekhnik
pengukuran EMG yang sering
digunakan adalah surface
Elecromyograph ( sEMG ), yaitu
tekhnik non invasie untuk mengukur
hasil aktivias elektrik ototdari proses
kontraksi dan relaksi
MEKANIKA OTOT RANGKA
Pada sebuah sarkomer terdapat daerah gelap yaitu pita
A yang dibentuk oleh filamen tebal dan sebagian filamen
tipis sebelah menyebelah. Daerah yang lebih terang
yaitu pita I dibentuk oleh bagian sisa filamen tipis, tanpa
filamen tebal. Garis Z melewati titik tengah pita I. Pada
tengah pita A terdapat daerah yang lebih terang, zone
H, yang dibagi dua oleh garis M. Bagian ekor miosin
menuju garis M di tengah sarkomer. Kepala miosin yang
membentuk jembatan silang (cross bridge) akan menuju
filamen tipis pada saat kontraksi. Bagian- bagian batang
miosin terletak sejajar, membentuk badan filamen tebal.
Tonjolan kepala miosin dari batang filamen tersusun
dalam bentuk spiral
frekuensi rangsangan PANJANG AWAL OTOT
Panjang awal otot, yang berkaitan dengan
jumlah jembatan silang yang dapat
frekuensi yang dihasilkan oleh tumpang tindih (overlapping)
menghasilkan kontraksi filamen aktin dan miosin merupakan faktor
yang mempengaruhi kekuatan kontraksi
otot adalah 30-80Hz otot [Link] kekuatan kontraksi
yang dihasilkan akan sangat bergantung
pada kedudukan sendi serta arah serat otot
terhadap aksis kebebasan gerak sendirinya.
tingkat kelelahan PANJANG AWAL OTOT
Kelelahan otot yaitu menurunnya Ukuran serabut otot akan memengaruhi
kinerja sesudah mengalami stress kekuatan otot. Semakin
tertentu yang ditandai dengan besar serat otot, semakin besar kekuatan yang
menurunnya kekuatan dan mereka hasilkan.
kelambatan gerak. Kelelahan otot ; jenis serat, pola aktivitas saraf, jumlah
testoteron.
dapat timbul akibat kontraksi otot
yang kuat dan lama. ; lama
aktivitas, jenis
serat(oksidatif/glikolitik).
kontaksi isotonik, isometrik, konsentrik
dan eksentrik
1) Kontraksi IsotonikKontraksi ini merupakan
kontraksi konsentrik atau dinamis. Pada kontraksi ini
otot mengalami perubahanpanjang.
2) Kontraksi Konsentrik
Kontraksi konsentrik merupakan kontraksi otot yang
disertai dengan pemendekan otot.
3) Kontraksi Eksentrik
Kontraksi eksentrik merupakan kontraksi otot yang
disertai dengan pemanjangan atau peregangan otot.
4) Kontraksi Isometrik
Kontraksi isometrik disebut juga dengan kontraksi
statis. Dalam kontraksi ini tidak terlihat adanya
perubahan panjang pada otot.
kontrol gerak motorik
Kemampuan motorik (gerak) adalah suatu
perkembangan unsur kematangan dalam
berbagai keterampilan dan pengendalian
gerak tubuh atau jasmaniah melalui
kegiatan pusat saraf, urat saraf dan otot
terkoordinasi. Kemampuan motorik
merupakan kegiatan yang terkoordinir
antara susunan saraf, otot, otak dan
spinal cord. Perkembangan motorik
adalah proses yang sejalan dengan
bertambahnya usia secara bertahap dan
berkesinambungan.
GLENDON OTOT & ORGAN
TENDON GOLGI
Golgi Tendon
Gelendong otot (muscle spindle) adalah reseptor yang berfungsi sebagai stretch receptor.
atau reseptor regangan mengandung Reseptor ini aktif ketika terjadi peregangan yang
berlebihan, letak dari golgi tendon itu sendiri berada di
serabut otot yang termodifikasi
dalam tendon tepat di luar perlekatannya pada serabut
danbertautan dengan neuron sensoris otot. Sinyal yang berasal dari golgi tendon akan merambat
serta tersusun sejajar dengan otot. ke medulla spinalis yang menghasilkan hambatan respon
Ketika otot itu diregangkan, serabut pada kontraksi otot yang terjadi. Golgi tendon merupakan
gelendong otot juga akan meregang, pelindung otot yang berfungsi mencegah terjadinya
perobekan otot akibat peregangan yang berlebihan.
yang mendepolarisasikan neuron
Namun ia tidak bekerja sendiri, golgi tendon bekerjasama
sensoris dan memicu potensial aksi dengan spindle reflex untuk mengontrol kontraksi otot.
yang dihantarkan kembali ke Secara detail spindle reflex berfungsi sebagai pendeteksi
sumsumtulang belakang. perubahan panjang otot dan
golgi tendon berfungsi memeriksa ketegangan otot
REFERENSI 125
•[Link]
•[Link] 100
[Link]
75
•[Link]
teknoin/article/download/10637/8257/22249 50
•[Link]
ic le/download/6330/5850 25
•[Link]
[Link] 0
Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 Item 5
TERIMA KASIH