PENGARUH INFLASI, BANK INDONESIA RATE DAN NILAI
TUKAR RUPIAH TERHADAP HARGA SAHAM PADA
PERUSAHAAN SEKTOR TRANSPORTASI DAN LOGISTIK DI
BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2015-2018
Laura Nur Aini
Mahasiswa Jurusan Manajemen Keuangan Syariah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
Email Korespondensi: lauranuraini9@[Link]
Abstrak
Saham merupakan salah satu produk keuangan yang saat ini mulai berkembang dan diminati oleh
banyak orang. Pengelompokan saham bisa dibedakan berdasarkan subsektor nya. Adapun salah satu
sektor yang ada di pasar saham yaitu sektor transportasi dan logistik. Saat memulai untuk ber investasi
saham baiknya seseorang mengetahui apa saja yang menyebabkan naik turun nya harga saham. itulah
yang menjadi alasan kenapa penelitian ini diambil yaitu untuk mengetahui penyebab naik turun nya
harga saham sektor transportasi dan logistik. Dalam penelitian ini peneliti berfokus pada 3 faktor yang
menyebabkan perubahan harga saham yaitu inflasi, BI rate dan nilai tukar. Alasan mengapa peneliti
mengambil sektor transportasi dan logistik karena masih sedikit peneliti yang meneliti sektor tersebut
dan sektor ini dirasa memiliki prospek yang bagus kedepan nya. Adapun pendekatan dalam penelitian
ini yaitu menggunakan pendekatan kuantitaif dengan jenis penelitian kausal. Dan data yang diambil
yaitu sumber data sekunder dari website resmi untuk setiap variabel yang diteliti dengan periode waktu
tahun 2015 - 2018. Adapun teknik analisis data menggunakan alat bantu software eviews 12 untuk uji
asumsi klasik, uji reresi liner berganda dan uji hipotesis. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa
inflasi, BI rate dan nilai tukar berpengaruh terhadap harga saham sektor transportasi dan logistik.
Kata Kunci: inflasi, BI rate, nilai tukar, harga saham, transportasi dan logistik.
Abstract
Stocks are one of the financial products that are currently starting to develop and are in demand by
many people. Stock grouping can be distinguished based on its subsector. One of the sectors in the
stock market is the transportation and logistics sector. When starting to invest in stocks, it is good for
someone to know what causes the rise and fall of stock prices. that is the reason why this research was
taken, namely to find out the causes of fluctuations in stock prices in the transportation and logistics
sector. In this study, the researcher focuses on 3 factors that cause changes in stock prices, namely
inflation, the BI rate and the exchange rate. The reason why researchers take the transportation and
logistics sector is because there are still few researchers who research this sector and this sector is
considered to have good prospects in the future. The approach in this study is to use a quantitative
approach to the type of causal research. And the data taken is a secondary data source from the official
website for each variable studied with a time period of 2015 - 2018. The data analysis technique uses
the software tool eviews 12 to test classical assumptions, test multiple linear regression and test
hypotheses. From this research, it can be concluded that inflation, BI rate and exchange rate affect
stock prices in the transportation and logistics sectors.
Keywords: inflation, BI rate, exchange rate, stock price, transportation and logistics
PENDAHULUAN
Pada masa ini banyak orang di Indonesia yang mulai tertarik untuk berinvestasi saham.
Agar seorang investor memiliki banyak keuntungan saat melakukan transaksi dalam pasar
saham, maka dari itu sebelum atau pada saat mulai melakukan investasi saham, seorang
SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 NO.4 (MARET 2022)
[Link] 219
PENGARUH INFLASI, BANK INDONESIA RATE DAN NILAI
TUKAR RUPIAH TERHADAP HARGA SAHAM PADA
PERUSAHAAN SEKTOR TRANSPORTASI DAN LOGISTIK DI
BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2015-2018
Laura Nur Aini
DOI: [Link]
investor patutnya mengetahui hal-hal yang bisa mempengaruhi naik-turun nya harga saham.
Saat berinvestasi saham, seseorang bisa saja memperoleh keuntungan dan juga kerugian.
Saat investasi di pasar saham, uang yang di investasikan akan terus bergerak bisa
memperoleh nilai yang lebih tinggi dan juga sebaliknya. Sebagai seorang investor, seseorang
harus bisa se selektif mungkin dalam memilih suatu emiten yang tepat untuk menghindari
kerugian. Pengambilan keputusan yang tepat juga sangat penting dalam ber investasi dalam
pasar saham.
Hingga saat ini terdapat 740 emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Semua emiten tersebut dibagi berdasarkan sub sektornya. Pada penelitian ini berfokus pada
salah satu sub sektor di atas yaitu sektor transportasi dan logistik karena sektor ini memiliki
prospek yang cukup bagus untuk masa yang akan datang karena salah satunya memiliki
berbagai kegiatan di darat, dan laut. Dengan banyak nya kegiatan dalam subsektor ini akan
berdampak pada fluktuasi harga saham suatu perusahaan. Berikut merupakan nama
perusahaan subsektor transportasi dan logistik yang terdaftar dalam BEI:
Tabel 1. Daftar Perusahaan Sektor Transportasi dan Logistik Tahun 2021
Kode Nama Saham Kode Nama Saham
AKSI Maming Enam Sembilan Mineral LRNA Eka Sari Lorena Transport
Tbk. Tbk.
ASSA Adi Sarana Armada Tbk. MIRA Mitra Internasional Resources
Tbk.
BIRD Blue Bird Tbk. NELY Pelayaran Nelly Dwi Putri
Tbk.
BLTA Berlian Laju Tanker Tbk. PPGL Prima Globalindo Logistik
BPTR Batavia Prosperindo Trans Tbk PURA Putra Rajawali Kencana Tbk.
CMPP Airasia Indonesia Tbk. SAFE Steady Safe Tbk.
DEAL Dewata Freightinternational Tbk. SAPX Satria Antaran Prima Tbk.
GIAA Garuda Indonesia (Persero) Tbk. SDMU Sidomulyo selaras tbk.
HAIS Hasnur Internasional Shipping Tbk SMDR Samudera Indonesia Tbk.
HELI Jaya Transindo Tbk. TAXI Express Transindo Utama
Tbk.
IATA Indonesia Transport & TMAS Temas Tbk.
Infrastructure Tbk.
JAYA Armada Berjaya Trans Tbk. TNCA Trimuda Nuansa Citra Tbk.
KJEN Krida Jaringan Nusantara Tbk. TRJA Transkon Jaya Tbk.
TRUK Guna Timur Raya Tbk. WEHA WEHA Transportasi
Indonesia Tbk.
SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 NO.3 (FEBRUARI 2022)
220 [Link]
Pada penelitian ini, penelti berfokus pada 3 variabel yang mempengaruhi harga saham
transportasi dan logistik. Faktor pertama adalah inflasi. Inflasi merupakan variabel yang
banyak memberi pengaruh dalam berbagai fenomena ekonomi. Inflasi merupakan naiknya
harga pada umumnya dan berkelanjutan. Naiknya suatu barang dan jasa bisa dikatakan
sebagai inflasi jika kenaikan harga barang dan jasa meluas atau mengakibtkan kenaikan pada
barang lainya. Kaum monetaris percaya bahwa dengan mengontrol pertumbuhan uang yang
beredar secara hati-hati dapat menyebabkan harga yang stabil. Tetapi hal ini sulit untuk
diterapkan karena hubungan antara ukuran jumlah uang beredar yang diidentifikasi oleh para
monetaris (Naf'an, 2014). Di Indonesia, inflasi bisa dipengaruhi oleh banyak faktor, adapun
faktor tersebut dapat dari sisi penawaran, ekspetasi dan juga permintaan. Adapun dari
berbagai faktor yang menyebabkan inflasi bisa saja berbeda dari waktu ke waktu jadi tidak
selalu sama (Suseno & Astiyah, 2009).
Faktor yang kedua yaitu Bank Indonesia Rate. Bank Indonesia rate atau biasa (BI rate)
merupakan suku bunga kebijakan yang bisa mempengaruhi sektor riil, perbankan dan pasar
uang secara cepat. Pada saat ini Bank Indonesia Rate telah digantikan dengan BI 7 days
(reverse) repo date. hal tersebut merupakan penerapan acuan suku bunga kebijakan baru
sebagai strategi penguatan operasi moneter.
Faktor yangg ketiga yaitu nilai tukar rupiah atau kurs. Nilai tukar rupiah adalah nilai
mata uang yang ditukarkan kedalam mata uang negara lain. Adapun tempat dimana matau
uang asing diperdagangkan dinamakan pasar valuta asing (Priyono & Ismail, 2012).
Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini menguji bagaimana pengaruh
inflasi, BI Rate, dan nilai tukar rupiah terhadap harga saham pada perusahaan sektor
transportasi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh inflasi, BI rate, dan nilai tukar rupiah
terhadap harga saham pada perusahaan sektor transportasi yang terdaftar di BEI periode
tahun 2015 sampai 2018.
Alasan mengapa peneliti mengambil judul ini yaitu untuk menambah wawasan
peneliti tentang pengaruh beberapa faktor ekonomi yang menyebabkan naik-turun nya harga
saham di BEI khususnya subsektor transportasi dan logistik dan untuk menambah referensi
bagi para investor apa saja yang mempengaruhi harga saham khususnya inflasi, BI Rate dan
juga nilai tukar. Apalagi pada masa sekarang banyak orag yang mulai tertarik dan mulai
menabung saham karena dirasa menguntungkan. Alasan lain mengapa peneliti memilih judul
ini karena masih sedikit peneliti yang melakukan penelitian dengan studi kasus pada harga
saham subsektor transportasi dan logistik. Dalam kajian ini peneliti memilih periode
penelitian tahun 2015-2018 karena sesuai dengan data yang telah didapatkan.
KAJIAN PUSTAKA
Pasar Modal
SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 NO.4 (MARET 2022)
[Link] 221
PENGARUH INFLASI, BANK INDONESIA RATE DAN NILAI
TUKAR RUPIAH TERHADAP HARGA SAHAM PADA
PERUSAHAAN SEKTOR TRANSPORTASI DAN LOGISTIK DI
BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2015-2018
Laura Nur Aini
DOI: [Link]
Pasar modal adalah suatu tempat dimana berbagai instrumen keuangan diperjual
belikan, bisa instrumen keuangan jangka panjang maupun (Karmila & Ernawati, Pasar
Modal, 2012).
Pasar modal di Indonesia sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995
tentang pasar modal. Undang-undang tersebut menjelaskan tentang peran pasar modal untuk
perekonomian negara. Dalam perekonomian, fungsi pasar modal ada 2 yaitu sebagai wadah
untuk pendanaan usaha dalam mendapatkan dana dari pemodal dan sarana berinvestasi
(Karmila, 2010). Pasar modal berperan sebagai perantara pemodal dengan perusahaan
publik. Adapun instrumen dari pasar modal di Indonesia pada saat ini yaitu reksadana,
saham, obigasi dan produk derivatif.(Najmudin, 2011).
Saat ini pasar modal Indonesia dijalankan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Untuk
menjalankan perannya, BEI menerapkan sistem perdagangan terkomputerisasi yaitu Jakarta
Automated Trading System (JATS). Sistem ini berguna untuk menciptakan perdagangan
yang transparan, efisien dan efektif bagi investor maupun emiten. Perdagangan di BEI
dilakukan berdasarkan sistem pasar yang digerakkan oleh pesanan pialang melalui lelang
berkelanjutan (Karmila, 2010).
Pasar Saham
Saham merupakan salah satu istrumen dari pasar modal. Pasar saham yaitu suatu
tempat dimana produk saham diperjual belikan. Saham merupakan instrumen pasar modal
yang populer di masyarakat. Masyarakat bisa bertransaksi saham melalui sekuritas yang
menyediakan jasa tersebut.
Investor memilik beberapa keuntungan saat berinvestasi saham diantaranya yaitu
dividen atau keuntungan perusahaan yang disebarkan pada investor suatu perusahaan.
Adapun jumlah dividen yang didapatkan sesuatu dengan keputusan yang diambil dari dewan
direksi saat rapat umum pemegang saham diselenggarakan. Dividen pun tidak hanya berupa
uang saja namun, ada juga yang berbentuk saham. Keuntungan berikutnya saat berinvestasi
saham yaitu capital gain yaitu selisih harga saat beli maupun jual dari saham tersebut.
Namun saat melakukan investasi saham sesorang tidak hanya mndapatkan keuntungan saja
namu, ada resiko yang dihadapi saat berinvestasi saham diantaranya yaitu tidak ada
pembagian dividen, capital loss atau harga jual yang lebih rendah daripada harga beli, dan
resiko likuidasi atau perusahaan yang mengalami kebangkrutan.
Inflasi
Inflasi merupakan suatu proses naiknya harga barang maupun jasa secara umum dan
berkelanjutan. Jadi sesuai definisi tersebut, inflasi harus menggambarkan naiknya harga
sebagian besar barang maupun jasa yang ada pada suatu perekonomian. (Suseno & Astiyah,
2009).
Inflasi adalah fenomena ekonomi yang menjadi perhatian publik. Bagi masyarkat,
inflasi menjadi perhatian karena secara langsung mempengaruhi kelangsungan hidup dan
SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 NO.3 (FEBRUARI 2022)
222 [Link]
bagi para pelaku usaha inflasi sangat penting untuk pengambilan keputusan. Bagi
pemerintah, inflasi dapat menjadi acuan untuk merumuskan maupun menjalankan kebijakan
ekonomi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat. Melihat banyaknya pihak yang
terkena dampak inflasi, maka masing-masing negara melalui bank sentral atau otoritas
moneter berupaya untuk mengontrol pergerakan inflasi agar stabil.
Ada beberapa hal yang menyebabkan inflasi di Indonesia antara lain yaitu defisit
anggaran pemeritah dan faktor agregat, jumlah uang beredar, dan penawaran luar negeri
(Kartini, 2019).
Dampak positif dari inflasi yaitu dapat meningkatkan perekonomian ke arah yang lebih
baik seperti membuat masyarakat lebih giat dalam bekerja dan menabung, dan meningkatnya
pendapatan nasional. Selain berdampak positif, inflasi juga memiliki dampak negatif yaitu
dapat menyebabkan perekonomian suatu negara kacau dan perekonomian menjadi lesu.
Bank Indonesia Rate (BI Rate)
BI Rate merupakan suku bunga patokan yang disahkan oleh Bank Indonesia melalui
rapat dewan gubernur per bulanya. Setelah disahkan, nilai dari BI Rate disebar luaskan ke
masyarakat umum dijadikan acuan suku bunga acuan kredit. Maka bisa disimpulkan BI Rate
sangat mempengaruhi suku bunga bank atau perusahan pembiayaan (leasing) dalam
transaksi kredit.
Pada tanggal 19 Agustus 2016 BI Rate telah dirombak dan dirubah menjadi BI-7 Day
Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebagai upaya untuk memperkuat kerangka operasi moneter
dengan menerapkan suku bunga acuan atau suku bunga kebijakan baru.
Hal-hal yang mempengaruhi penetapan BI Rate diantaranya yaitu makroekonomi,
inflasi, kebijakan moneter yang akan datang dan faktor ekonomi laninya.
Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar rupiah adalah nilai mata uang yang ditukarkan ke mata uang negara asing.
Adapun tempat dimana matau uang asing diperdagangkan dinamakan pasar valuta asing
(Priyono & Ismail, 2012).
Pada dasarnya nilai tukar dipengaruhi oleh kekuatan pasar, namun pada kenyataanya
terdapat faktor lain yang mempengaruhi nilai tukar atau biasa disebut kurs. Adapun faktor
lain yang menyebabkan pergerakan nilai tukar yaitu sistem kurs valuta asing yang diterapkan
oleh suatu negara (Kurniawan, 2014).
Saat ini Dollar Amerika masih menjadi mata uang utama dunia sebagai alat
pembayaran ekonomi dikarenakan Amerika merupakan negara terbesar dalam perdagangan
internasional semenjak perang duni kedua dan sesudahnya.
METODE PENELITIAN
Pendekatan Penelitian
SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 NO.4 (MARET 2022)
[Link] 223
PENGARUH INFLASI, BANK INDONESIA RATE DAN NILAI
TUKAR RUPIAH TERHADAP HARGA SAHAM PADA
PERUSAHAAN SEKTOR TRANSPORTASI DAN LOGISTIK DI
BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2015-2018
Laura Nur Aini
DOI: [Link]
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif. Dalam pendekatan
ini cenderung menggunakan instrumen yang berupa data numerikal (angka). Dan jenis
penelitian yang digunakan di penelitian ini yaitu kausal yaitu jenis penelitian yang dilakukan
untuk mengidetifikan tingkat dan sifat hubungan sebab akibat antar variabel terikat dan
bebas.
Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi yang diambil dalam penelitian ini yaitu perusahan yang tercatat dalam BEI
untuk subsektor transpotasi dan logistik. Pada saat ini emiten sektor transpotasi dan logistik
dalam Bursa Efek Indonesia sebanyak 28 perusahaan yang sudah disebutkan dalam bab
pendahuluan. Sedangkan untuk teknik sampling. Adapun teknik yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu teknik non probability sampling lebih tepatnya menggunakan teknik
purposive sampling. Purposive sampling merupakan suatu metode penentuan sampel dengan
kriteria tertentu sesuai dengan yang diteliti (Sugiyono, 2016). Terdapat beberapa kriteria
yang diterapkan di penelitian ini dalam pemilihan sampel. Adapun kriteria tersebut antara
lain perusahaan yang terdftar di BEI yang masuk dalam papan pencatatan saham utama dan
perusahaan yang menerbitkan ringkasan performa perusahaan di BEI tahun 2015-2018.
Berdasarkan kriteria diatas, terdapat 7 emiten yang lolos dalam seleksi yang ditetapkan yaitu:
Tabel 2. Daftar Sampel Penelitian
Kode Nama Perusahaan
ASSA Adi Sarana Armada Tbk.
BIRD Blue Bird Tbk.
GIAA Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
SMDR Samudera Indonesia Tbk.
TAXI Express Transindo Utama Tbk.
TMAS Temas Tbk.
WEHA WEHA Transportasi Indonesia Tbk.
Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu data sekunder,
jadi tidak memerlukan tempat penelitian. Data inflasi, BI Rate diperoleh dari website resmi
Badan Pusat Statistik Indonesia yaitu [Link] dan untuk data nilai tukar
rupiah diperoleh dari website Portal Satistik Perdangangan Kementerian Perdangangan yaitu
[Link] sedangkan untuk data harga saham didapatkan dari website
resmi BEI yaitu [Link]
Teknik Analisis Data
Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan alat bantu perangkat lunak
Eviews 12 dalam metode estimasi model regresi berganda. Adapun data yang diteliti
SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 NO.3 (FEBRUARI 2022)
224 [Link]
merupakan data panel jadi eviews merupakan perangkat lunak yang tepat karena dapat
menyelesikan masalah-masalah dengan bentuk cross section, time series maupun data panel
(ananda putri, 2016). Adapun uji yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu :
1. Uji Asumsi Klasik
Dalam penelitian ini uji asumsi klasik yang dilakukan yaitu :
a) Uji Normalitas
Uji ini berguna untuk mengetahui suatu data yang diteliti terdistribusi normal atau
tidak. Adapun caranya yaitu dengan pendekatan analisis grafik normal probability
plot.
b) Uji Multikolinearitas
Uji multikolineritas berguna untuk mengetahui ada atau tidaknya korelasi tinggi atau
sempurna antar variabel bebas dalam model regresi. Apabila terdapat hubungan
korelasi yang tinggi maka dapat dinyatakan terdapat gejala multikolinear dalam suatu
penelitian.
c) Uji Autokorelasi
Uji ini berfungsi untuk mengetahui adanya korelasi dalam suatu model regresi dan
untuk mengetahui adanya autokorelasi diantara variabel yang diamati dalam model
yang digunakan.
d) Uji Heteroskedastisitas
Uji ini bertujuan untuk menguji adanya penyimpangan asumsi klasik. Adapun
heteroskedastisitas merupakan ketidaksamaan jenis dari residual bagi semua
pengamatan.
2. Uji Regresi Linier Berganda
Regresi linier berganda adalah suatu model persamaan untuk mengetahui korelasi satu
variabel terikat (Y) dengan variabel bebas (X₁,X₂ dan seterusnya). Adapun kegunaan dari uji
ini yaitu untuk memperkirakan nilai variabel terikat (Y) jika nilai dari variabel bebas telah
diketahui. Persamaan regresi linier berganda secara matematik diekspresikan menjadi :
Y = a + b₁ X₁ + b₂ X₂ +… + bn Xn
Yang mana :
Y : variabel terikat
a : konstanta
b₁, b₂…,bₙ : nilai koefisien regresi
X₁, X₂…,Xₙ : variabel bebas
3. Uji Hipotesis
a) Uji Hipotesis Secara Parsial (Uji T)
Uji hipotesis secara parsial yaitu suatu uji yang berguna untuk mendeteksi adanya
hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat dengan cara membandingkan
nilai t hitung dengan t tabel.
SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 NO.4 (MARET 2022)
[Link] 225
PENGARUH INFLASI, BANK INDONESIA RATE DAN NILAI
TUKAR RUPIAH TERHADAP HARGA SAHAM PADA
PERUSAHAAN SEKTOR TRANSPORTASI DAN LOGISTIK DI
BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2015-2018
Laura Nur Aini
DOI: [Link]
b) Uji Hipotesis Secara Simultan (Uji F)
Uji hipotesis secara simultan yaitu suatu uji yang berguna untuk menguji ada
tidaknya pengaruh variabel bebas secara bersamaan dengan variabel terikat dengan
cara membandingkan nilai f hitung dengan f tabel.
c) Koefisien Determinasi (r²)
Uji ini berfungsi untuk mengetahui persentase pengaruh variabel terikat dengan
variabel bebas. Dengan melihat nilai r² bisa diketahui tingkat signifikansi hubungan
antar variabel.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Uji Asumsi Klasik
1. Uji Normalitas
Tabel 3. Hasil Uji Normalitas
8
Seri es : Res i dua l s
7 Sa mpl e 2015M01 2018M12
Obs erva ti ons 48
6
Mea n 6.35e-13
5 Medi a n -13.36116
4 Ma xi mum 613.6348
Mi ni mum -781.7801
3 Std. Dev. 356.3161
Skewnes s -0.218804
2 Kurtos i s 2.421199
1
Ja rque-Bera 1.053024
0 Proba bi l i ty 0.590662
-800 -600 -400 -200 0 200 400 600
Sumber : Output Uji EViews 12
Dari uji tersebut dapat diketahui nilai jarque-bera yaitu 1.053024 dengan probabilitas
0.590662. jadi bisa disimpulkan nilai probabilitas lebih besar dari alpha 0.05, artinya
residual terdistribusi normal, jadi asumsi klasik tentang kenormalan terpenuhi.
2. Uji Multikolinearitas
Tabel 4. Hasil Uji Multikolinearitas
Variance Inflation Factors
Date: 01/25/22 Time: 14:35
Sample: 2015M01 2018M12
Included observations: 48
Coefficient Uncentered Centered
Variable Variance VIF VIF
X1 26801.99 1.693701 1.001090
X2 1749.094 21.80360 1.000594
X3 0.007698 502.8252 1.000497
C 1479984. 523.8200 NA
SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 NO.3 (FEBRUARI 2022)
226 [Link]
Sumber: Output Uji EViews 12
Dari uji tersebut dapat diketahui nilai dari centered VIF dari X₁ sebesar 1.001090, X₂
sebesar 1.000594, dan X₃ sebesar 1.000497 dimana semua nilai dari variabel kurang dari 10.
Dependent Variable: D(Y)
Jadi dalam data tersebut bisa dikatakan tidak terjangkit adanya masalah multikolinearitas.
Method: Least Squares
Date: 01/28/22 Time: 10:12
3. Uji Sample
Autokorelasi
(adjusted): 2015M02 2018M12
Included observations: 47 Tabel
after adjustments
5. Hasil Uji Autokorelasi
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
D(X1) 47.74051 72.55602 0.657981 0.5141
D(X2) -39.38527 113.3589 -0.347439 0.7300
D(X3) -0.044244 0.071958 -0.614867 0.5419
C -67.28901 26.97942 -2.494086 0.0166
R-squared 0.019118 Mean dependent var -66.69617
Adjusted R-squared -0.049316 S.D. dependent var 176.6279
S.E. of regression 180.9307 Akaike info criterion 13.31537
Sum squared resid 1407645. Schwarz criterion 13.47283
Log likelihood -308.9112 Hannan-Quinn criter. 13.37462
F-statistic 0.279364 Durbin-Watson stat 1.993230
Prob(F-statistic) 0.839980
Sumber : Output Uji EViews 12
Dari uji tersebut dapat diketahui nilai dari durbin-watson setelah dilakukan
penyembuhan autokorelasi sebesar 1.993230 jadi dapat disimpulkan :
Dw : 1.993230
Variabel bebas (k) : 3
n : 47
dL : 1.3989
dU : 1.6692
4- dL = 4 – 1.3989 = 2.6011
4-dU = 4 – 1.6692 = 2.3308
Tabel 6. Hasil Uji Autokorelasi Menggunakan Durbin-Watson
Autok Tidak Tidak Tidak Autok
orelasi positif tahu ada tahu orelasi
autokorelasi negatif
1.993
230
0 1 1 2 2. 2.6 4
.398 dL .6692 3308 4- 011 4-dL
dU dU
SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 NO.4 (MARET 2022)
[Link] 227
PENGARUH INFLASI, BANK INDONESIA RATE DAN NILAI
TUKAR RUPIAH TERHADAP HARGA SAHAM PADA
PERUSAHAAN SEKTOR TRANSPORTASI DAN LOGISTIK DI
BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2015-2018
Laura Nur Aini
DOI: [Link]
Dari uji diatas diketahui bahwa nilai DW masuk pada tabel tidak ada autokorelasi jadi
pada data tersebut tidak ada gejala autokorelasi.
4. Uji Heteroskedastisitas
Tabel 7. Hasil Uji Heteroskedastisitas
Heteroskedasticity Test: Breusch-Pagan-Godfrey
Null hypothesis: Homoskedasticity
F-statistic 5.676703 Prob. F(3,44) 0.0022
Obs*R-squared 13.39413 Prob. Chi-Square(3) 0.0039
Scaled explained SS 7.997647 Prob. Chi-Square(3) 0.0461
Sumber : Output Uji EViews 12
Dari uji ditas dapat diketahui nilai dari probabilitas Chi-Square (3) yaitu 0.0039 lebih
Test Equation:
Dependent Variable: RESID^2
kecil Method:
dari nilai alpha 0.05. jadi bisa disimpulkan data tersebut terjangkit masalah
Least Squares
heteroskedastisitas. Adapun
Date: 01/25/22 Time: cara untuk penyembuhan masalah heteroskedastisitas dalam
14:45
Sample: 2015M01 2018M12
penelitian ini yaitu menggunakan generate data. Hasil setelah dilakukan generate data yaitu:
Included observations: 48
Tabel 8. Hasil Uji Heteroskedastisitas Setelah Penyembuhan
Variable Test: Breusch-Pagan-Godfrey
Heteroskedasticity Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
Null hypothesis: Homoskedasticity
C 983316.8 434184.2 2.264746 0.0285
F-statistic X1 -65845.97 58429.07
0.120416 Prob. F(3,25) -1.126939 0.2659
0.9472
X2
Obs*R-squared 44202.34 14926.29
0.413080 Prob. 2.961374
Chi-Square(3) 0.0049
0.9375
X3
Scaled explained SS -80.86349 31.31332
0.371588 Prob. -2.582399
Chi-Square(3) 0.0132
0.9460
Sumber
R-squared: Output Uji EViews 12
0.279044 Mean dependent var 124316.2
Adjusted R-squared
Test Equation: 0.229888 S.D. dependent var 149770.6
S.E. of regression
Dependent 131432.7
Variable: RESID^2 Akaike info criterion 26.49003
Dari
Sum
Method:ujiLeast
tersebut
squared resid diketahui
Squares nilai
7.60E+11 dari probabilitas
Schwarz criterion Chi-Square (3) adalah 0.9375 lebih
26.64597
besar Log
darilikelihood
Date: alpha Time:
01/29/22 0.05.10:38
jadi bisa
-631.7608 diartikan
Hannan-Quinndatacriter.
yang diteliti
26.54896 bebas dari masalah
F-statistic
Sample: 2015M04 2018M125.676703 Durbin-Watson stat 1.405846
heteroskedastisitas
Prob(F-statistic)
Included observations: 29 0.002241
Variable Berganda
Uji Regresi Linier Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
Tabel 9. Hasil Uji
C Regresi Linier
-0.946796 1.753260 -0.540020 0.5940
Dependent Variable:NLOGX1
Y 0.002553 0.009952 0.256477 0.7997
Method: Least Squares
NLOGX2
Date: 01/31/22 Time: 08:28 0.001185 0.093069 0.012735 0.9899
NLOGX3
Sample: 2015M01 2018M12 0.230597 0.415643 0.554795 0.5840
Included observations: 48
R-squared Coefficient
Variable 0.014244
Std. Error MeanProb.
t-Statistic dependent var 0.027656
Adjusted R-squared -0.104047 S.D. dependent var 0.043792
C 9499.455 1216.546 7.808546 0.0000
S.E. of regression 0.046013 Akaike info criterion -3.192329
X1 -100.4183 163.7131 -0.613380 0.5428
Sum
X2 squared447.0275
resid 0.052931
41.82217 Schwarz
10.68877 criterion
0.0000 -3.003736
Log
X3 likelihood
-0.769032 50.28877
0.087737 Hannan-Quinn
-8.765179 0.0000 criter. -3.133264
R-squared
F-statistic 0.813839
0.120416
Mean dependent var
Durbin-Watson
1626.718
stat 1.727798
Prob(F-statistic)
Adjusted R-squared 0.801147 0.947231
S.D. dependent var 825.8317
S.E. of regression 368.2630 Akaike info criterion 14.73513
Sum squared resid 5967176. Schwarz criterion 14.89106
Log likelihood -349.6430 Hannan-Quinn criter. 14.79405
F-statistic 64.11833 Durbin-Watson stat 0.887660
Prob(F-statistic) 0.000000
SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 NO.3 (FEBRUARI 2022)
228 [Link]
Sumber : Output Uji EViews 12
Dari hasil uji regresi linier berganda diatas, diperoleh hasil persamaan :
Y = 9499. 455 – 100.4183 (X₁) + 447.0275 (X₂) – 0.769032 (X₃)
Dimana :
Y : Harga saham perusahaan sektor transportasi dan logistik yang terdaftar di BEI
X₁ : Inflasi
X₂ : BI Rate
X₃ : Nilai Tukar (USD)
Dari data diatas dapat disimpulkan :
1. Konstanta (α) dari persamaan tersebut yaitu sebesar 9449.455, artinya jika variabel X₁,
X₂, dan X₃ dalam keadaan tetap atau konstan maka Y sebesr 944.455.
2. Koefisien regresi X₁ sebesar – 100.4183 maka dengan asumsi X₂ dan X₃ tetap namun
setiap peningkatan X₁ sebesar 1% akan menurunkan Y sebesar 100.4183% dan juga
sebaliknya apabila terjadi penurunan pada X₁ sebesar 1% akan meningkatkan Y sebesar
100.4183%.
3. Koefisien regresi X₂ sebesar 447.0275 maka dengan asumsi X₁ dan X₃ tetap, namun setiap
naiknya X₂ sebesar 1% akan menyebabkan peningkatan Y sebesar 447.0275% dan juga
sebaliknya.
4. Koefisien regresi X₃ sebesar – 0.769032 maka dengan asumsi X₁ dan X₂ tetap, namun
setiap naiknya X₃ sebesar 1% akan menyebabkan penurunan Y sebesar 0.769032% dan
juga sebaliknya.
Uji Hipotesis
1. Uji Hipotesis Secara Parsial (Uji T)
a. Uji Pengaruh X₁ (Inflasi) terhadap Y (Harga Saham Sektor Transportasi dan Logistik)
T hitung : -0.613380
T tabel : (α/2 ; n-k-1 )
: (0.05/2 ; 48 – 3 – 1)
: (0.025 ; 44)
: 2.01537
Dari hasil uji diatas bisa disimpulkan H₀ diterima karena T hitung ˂ T tabel : 0.613380
˂ 2.01537 artinya tidak terdapat pengaruh antara inflasi (X₁) dengan harga saham Sektor
Transportasi dan Logistik.
b. Uji Pengaruh X₂ (BI Rate) terhadap Y (Harga Saham Sektor Transportasi dan Logistik)
T hitung : 10.68877
T tabel : (α/2 ; n-k-1 )
: (0.05/2 ; 48 – 3 – 1)
: (0.025 ; 44)
SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 NO.4 (MARET 2022)
[Link] 229
PENGARUH INFLASI, BANK INDONESIA RATE DAN NILAI
TUKAR RUPIAH TERHADAP HARGA SAHAM PADA
PERUSAHAAN SEKTOR TRANSPORTASI DAN LOGISTIK DI
BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2015-2018
Laura Nur Aini
DOI: [Link]
: 2.01537
c. Dari hasil uji diatas bisa disimpulkan bahwa H₀ ditolak karena T hitung ˃ T tabel :
10.68877 ˃ 2.01537 artinya terdapat pengaruh antara X₂ (bi rate) terhadap Y (harga saham
sektor transportasi dan logistik).
d. Uji Pengaruh X₃ (Nilai Tukar USD) terhadap Y (Harga Saham Sektor Transportasi dan
Logistik)
T hitung : -8.765179
T tabel : (α/2 ; n-k-1 )
: (0.05/2 ; 48 – 3 – 1)
: (0.025 ; 44)
: 2.01537
Dari hasil uji diatas bisa disimpulkan bahwa H₀ diterima karena T hitung ˂ T tabel : -
8.765179 ˂ 2.01537 artinya tidak terdapat pengaruh antara nilai tukar (X₃) dengan harga
saham Sektor Transportasi dan Logistik (Y).
2. Uji Hipotesis Secara Simultan (Uji F)
F Hitung : 64.11833
F Tabel : (k ; n-k )
: ( 3 ; 48 – 3)
: ( 3 ; 45 ) : 2.81
Dari hasil uji diatas bisa diartikan H₀ ditolak karena F hitung ˃ F tabel : 64.11833 ˃
2.81 artinya terdapat pengaruh secara simultan antara inflasi (X₁), BI Rate (X₂) dan nilai
tukar (X₃) dengan harga saham Sektor Transportasi dan Logistik (Y).
3. Koefisien Determinasi (r²)
Dalam uji regresi diatas diketahui nilai dari R squared yaitu 0.813839 atau 0.814. jadi
dapat diartikan seluruh variabel bebas dalam penelitian (X₁, X₂ dan X₃) dapat mempengaruhi
variabel terikat Y sebesar 81.4 %. Sedangkan 18.6% variabel Y (harga saham sektor
transportasi dan logistik) dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.
PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
Pengaruh Inflasi Terhadap Harga Saham Perusahaan Sektor Transportasi dan
Logistik
Berdasarkan hasil uji t, bisa diketahui nilai T hitung 0.613380 lebih kecil dari nilai T
tabel 2.01537 artinya H₀ diterima dan H₁ ditolak. Maka bisa disimpulkan tidak adanya
pengaruh antara inflasi (X₁) dengan harga saham (Y).
Penelitian ini sesuai dengan penelitian yang diteliti oleh (Agustin, Onasis, & Liviawati,
2021). Dalam penelitianya menyatakan secara parsial variabel inflasi tidak bepengaruh pada
SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 NO.3 (FEBRUARI 2022)
230 [Link]
harga saham transportasi darat dan laut. Jadi dapat disimpulkan tinggi rendahnya inflasi yang
terjadi tidak mempengaruhi harga saham perusahaan sektor transportasi dan logistik.
Pengaruh BI Rate Terhadap Harga Saham Perusahaan Sektor Transportasi dan
Logistik
Dalam hasil uji t, dapat diketahui nilai dari T hitung adalah 10.68877 lebih besar dari
nilai T tabel 2.01537 artinya H₀ ditolak dan H₁ diterima. Maka bisa disimpulkan terdapat
pengaruh antara variabel X₂ (bi rate) dengan variabel Y (harga saham sektor transportasi dan
logistik).
Temuan ini sesuai dengan penelitian (Rachmawati, 2019) yang menyatakan BI Rate
berpengaruh signifikan positif pada harga saham perusahaan transportasi. Jadi dapat
disimpulkan tinggi rendahnya nilai BI Rate akan mempengaruhi harga saham. Hasil dari
temuan ini juga sesuai dengan temuan (Agustin, Onasis, & Liviawati, 2021) dan (sari &
kaluge, 2015).
Pengaruh Nilai Tukar (Kurs) Terhadap Harga Saham Perusahaan Sektor
Transportasi dan Logistik
Hasil uji t menunjukan variabel X₃ (nilai tikar) memiliki nilai -8.765179 lebih kecil
dari nilai variabel Y yaitu 2.01537 artinya H₀ diterima dan H₁ ditolak. maka bisa disimpulkan
tidak adanya pengaruh antara nilai tukar (X₃) dengan harga saham Sektor Transportasi dan
Logistik (Y).
Hasil dari penelitian ini sesuai dengan penelitian (Agustin, Onasis, & Liviawati, 2021)
yang menyatakan secara parsial kurs tidak berpengaruh pada harga saham transportasi darat,
laut dan udara. Namun dalam temuan ini tidak sesuai dengan penelitian (Rachmawati, 2019)
yang menyatakan bahwa kurs dolar berpengaruh signifikan negatif terhadap harga saham
perusahaan transportasi.
Pengaruh Inflasi, BI Rate dan Nilai Tukar terhadap Harga Saham Perusahaan Sektor
Transportasi dan Logistik
Dalam hasil uji F diketahui bahwa nilai dari F hitung yaitu 64.11833 lebih kecil dari
nilai F tabel yaitu 2.81 artinya H₀ ditolak dan H₁ diterima. Maka bisa disimpulkan secara
bersama-sama terdapat pengaruh secara simultan antara inflasi (X₁), BI Rate (X₂) dan nilai
tukar (X₃) dengan harga saham Sektor Transportasi dan Logistik (Y). sehingga bagi para
investor yang ingin menjual maupun membeli saham sektor transportasi dan logistik perlu
memperhatikan ketiga variabel tersebut karena berpengaruh terhadap harga saham.
Berdasarkan tabel koefisien determinasi, dapat diketahui nilai dari R squared sebesar
0.813839 atau 0.814. jadi dapat diartikan seluruh variabel bebas dalam penelitian ( Inflasi
(X₁), BI Rate (X₂) dan Nilai Tukar (X₃) ) dapat mempengaruhi variabel terikat yaitu harga
saham sektor transportasi dan logistik (Y) sebesar 81.4 %. Sedangkan 18.6% harga saham
sektor transportasi dan logistik dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.
SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 NO.4 (MARET 2022)
[Link] 231
PENGARUH INFLASI, BANK INDONESIA RATE DAN NILAI
TUKAR RUPIAH TERHADAP HARGA SAHAM PADA
PERUSAHAAN SEKTOR TRANSPORTASI DAN LOGISTIK DI
BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2015-2018
Laura Nur Aini
DOI: [Link]
KESIMPULAN
Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan yaitu :
1. Hasil hipotesis H₁ menunjukan secara parsial variabel inflasi (X₁) tidak berpengaruh
terhadap harga saham perusahaan sektor transportasi dan logistik di BEI periode tahun
2015-2018.
2. Hasil hipotesis H₂ menunjukan secara parsial variabel BI rate (X₂) berpengaruh terhadap
terhadap harga saham perusahaan sektor transportasi dan logistik di BEI periode tahun
2015-2018.
3. Hasil hipotesis H₃ menunjukan secara parsial variabel nilai tukar (X₃) tidak berpengaruh
terhadap harga saham perusahaan sektor transportasi dan logistik di BEI periode tahun
2015-2018.
4. Hasil hipotesis H₄ menunjukan secara simultan variabel inflasi, BI rate, dan nilai tukar
memiliki pengaruh terhadap harga saham perusahaan sektor transportasi dan logistik di
BEI periode tahun 2015-2018.
DAFTAR PUSTAKA
Agustin, Genny, Onasis, Dini, Liviawati. (2021). Pengaruh Profitabilitas, Inflasi, Kurs, Suku
Bunga, Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Harga Saham Selama Pandemic Covid-19
Pada Perusahaan Sub Sektor Transportasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.
Seminar Nasional Karya Ilmiah Multidisiplin, 1 (1), 276-283.
Ananda Putri, Azka. 2016. Pengaruh Inflasi, BI Rate Dan Nilai Tukar (Kurs Usd/Idr)
Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Di Bursa Efek Indonesia (BEI)
Periode Tahun 2021-2013
Karmila. (2010). Seluk-beluk Pasar Modal. Yogyakarta : KTSP.
Karmila, & Ernawati, Ida. (2012). Pasar Modal. Yogyakarta : KTSP.
Kartini, Sri. (2019). Mengenal Inflasi. Semarang : Mutiara Aksara.
Kurniawan, Beni. (2014). Ekonomi Internasional. Sukabumi : Al Fath Zumar.
Liswatin, L. (2022). INOVASI PENGELOLAAN PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH
DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN
KONAWE. SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya,
Teknologi, Dan Pendidikan, 1(3), 83–96. [Link]
Naf’an. (2014). Ekonomi Makro. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Najmudin. (2011). Manajemen Keuangan dan Aktualisasi Syar’iyyah Modern. Yogyakarta :
CV Andi Offset
Nur Arum Sari, Devinta & Kaluge, David. 2015. Pengaruh ROA, ROE, Total Revenue Dan
Bi Rate Terhadap Harga Saham Pada Sektor Transportasi Tahun 2009-2014. QE
Journal, 04(03), 143-158
Priyono, & Ismail, Zenudin. (2012). Teori Ekonomi. Surabaya : Sharma Ilmu
SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 NO.3 (FEBRUARI 2022)
232 [Link]
Rachmawati, Desiana. (2019). Pengaruh Harga Minyak Dunia, Kurs Dolar Dan Bi Rate
Terhadap Harga Saham Perusahaan Transportasi Yang Terdaftar Di Bei Periode 2014-
2018. Jurnal Manajemen Dirgantara, 12(12), 85-94.
Suseno & Astiyah, Siti. (2009). Inflasi. Jakarta : Pusat Pendidikan dan Studi
Kebanksentralan.
Yuliara, I Made. (2016). Regresi Linier Berganda. Bali : Universitas Udayana.
SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 NO.4 (MARET 2022)
[Link] 233
PENGARUH INFLASI, BANK INDONESIA RATE DAN NILAI
TUKAR RUPIAH TERHADAP HARGA SAHAM PADA
PERUSAHAAN SEKTOR TRANSPORTASI DAN LOGISTIK DI
BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2015-2018
Laura Nur Aini
DOI: [Link]
SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 NO.3 (FEBRUARI 2022)
234 [Link]