0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
36 tayangan9 halaman

SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah: Vol.2, No.1 Januari 2023

Diunggah oleh

Ayu Mang
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
36 tayangan9 halaman

SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah: Vol.2, No.1 Januari 2023

Diunggah oleh

Ayu Mang
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah

Vol.2, No.1 Januari 2023


[Link]/[Link]/sentri

PENGARUH NILAI TUKAR RUPIAH DAN INFLASI TERHADAP HARGA


SAHAM PADA PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK TAHUN 2019-2022

Siti Latifatul Ulfa1, Zaki Ahmad Haikal2, Dynna Verdiana3, Violin Farinda Shofa4
Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Uin Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Uin Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Uin Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Uin Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
E-mail: latifatululfa00@gmail.com1, zakiahmadhaikal17@gmail.com2,
dynnaverdiana@gmail.com3,violinshofa@gmail.com4

Article History: Abstract: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh


Received: 20-10-2022 variabel makroekonomi berupa nilai tukar dan inflasi terhadap harga
Revised: 05-11-2022 saham pada perusahaan PT Indofood Sukses Makmur Tbk tahun
Accepted: 23-11-2022 2019-2022. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang
didapatkan oleh penelitian dari sumber lain. Data sekunder tersebut
adalah data inflasi dan nilai tukar rupiah yang bersumber dari situs
resmi [Link] sedangkang harga saham bersumber dairi situs resmi
Keywords: [Link]. Teknik analisis data yang dipakai adalah regresi linier
Nilai Tukar Rupiah, berganda untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai
Inflasi, Harga Saham hubungan variabel yang satu dengan variabel lainnya. Peneliti
menggunakan uji asumsi klasik yang terdiri atas uji normalitas, uji
autokorelasi, uji multikolinearitas, uji heterokedastisitas, uji
linearitas juga analisis regresi linier berganda. Uji penelitian
menghasilkan variabel nilai tukar rupiah berpengaruh secara parsial
terhadap harga saham, variabel inflasi secara parsial tidak
berpengaruh terhadap harga saham dan secara simultan variabel
nilai tukar rupiah dan inflasi berpengaruh terhadap harga saham
perusahaan PT Indofood Sukses Makmur Tbk tahun 2019-2022.
© 2022 SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah

PENDAHULUAN
Pasar modal merupakan suatu wadah yang memiliki peran memobilisasi dana
masyarakat untuk diinvstasikan dalam bentuk instrument keuangan seperti saham,
obligasi, reksadana, dan lain sebagainya. Pasar modal membawa peran penting dalam
suatu negara, salah satunya ialah sebagai alternative pembiayaan sumber dana bagi
perusahaan perusahaan dalam memajukan perekonomian negara, hal ini dapat
digambarkan dengan contoh ketika suatu perusahan memiliki sumber dana yang cukup
sehingga mampu untuk membiayai kegiatan kegiatan operasionalnya berdampak pada
kemampuan dalam memenuhi barang atau jasa suatu masyarakat dan berimbas pada

| 241
Siti Latifatul Ulfa et al

pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat, sehingga turut berkontribusi dalam


mengurangi tingkat penganguran dalam suatu negara.
Salah satu instrument investasi yang ada di pasar modal ialah saham. Seorang
investor tentunya dalam memilih atau menempatkan dananya pada suatu saham akan
melakukan upaya agar mendapatkan modalnya kembali disertai dengan return atau
keuntungan. Oleh karena itu, investor harus melakukan analisis terhadap saham saham
yang akan dibelinya, analisis dapat dilakukan melalui dua pendekatan yaitu fundamental
dan teknikal.
Harga saham menjadi salah satu indicator yang dipertimbangkan oleh investor yang
akan menanamkan modalnya. Harga suatu saham adalah cerminan dari nilai suatu
perusahaan. Bagi investor, harga suatu saham penting dikarenakan harapan bahwa suatu
saat nanti saham tersebut akan dijual dengan harga yang lebih tinggi daripada harga saat
membeli saham tersebut, sehingga mendapatkan cerminan tingkat pengembalian modal
beserta keuntungan yang diharapkan.
Selain itu, menurut (Rahmawaty Arifiani, 2019) secara umum harga saham
diperoleh untuk menghitung sahamnya. Jadi apabila semakin jauh perbedaan harga saham
tersebut, maka tentunya hal ini bisa mencerminkan sedikitnya suatu informasi yang
mengalir ke Bursa Efek Indonesia. Tentunya harga saham tersebut cenderung lebih
dipengaruhi oleh tekanan psikologis pembeli atau penjual.
Harga saham dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal
berasal dari dalam perusahaan yang berkaitan dengan penilaian kinerja suatu perusahaan,
indikatornya adalah rasio keuangan diantaranya yaitu rasio aktivitas, rasio profitabilitas,
rasio aktivitas dan rasio solvabilitas. Sedangkan faktor ekternal berupa faktor
makroekonomi. Faktor makroekonomi yang dapat mempenaruhi saham antara lain ialah
nilai tukar, tingkat suku bunga, inflasi (Maronrong & Nugrhoho, 2019).
Pada kondisi perekonomian yang tidak stabil inflasi dapat terjadi kapan saja.
Tentunya sebagai seorang investor harus sudah mempersiapkan atau mengantisipasi hal
tersebut pada saat akan melakukan investasi. Peningkatan laju kenaikan inflasi umumnya
karena disebabkan dengan meningkatnya tingkat suku bunga untuk mengurangi
penawaran uang berlebih. Jika inflasi meningkat, maka harga barang dan jasa didalam
negeri mengalami kenaikan. Disisi lain, meningkatnya suku bunga juga salah satu peluang
para investor untuk berinvestasi, karena cukup menjanjikan bagi para investor.
Kecenderungan naiknya harga barang dan jasa pada umum nya berlangsung secara terus
menerus, dan tentu nya suku bunga sangat berdampak pada harga suatu saham dipasar
modal.
Laju inflasi dan suku bunga dapat menimbulkan dampak yang sangat signifikan atas
nilai tukar, karena pada saat laju inflasi sebuah negara relatif naik terhadap laju inflasi
negara lain. Hal ini tentu nya bisa mengakibatkan tinggi nya nilai valuta (mata uang asing),
yang pada akhirnya para investor akan lebih memilih menanamkan modal nya ke dalam
mata uang asing tersebut daripada menginvestasikannya kedalam bentuk saham dan
tentunya harga saham secara signifikan akan menurun (Setyaningrum & Muljono, 2016).

LANDASAN TEORI
Inflasi
Inflasi dapat diartikan sebagai peningkatan jumlah uang uang yang beredar atau
likuiditas dalam suatu perekonomian. Definisi ini mengacu pada suatu fenomena umum
yang disebabkan oleh peningkatan jumlah uang beredar, yang diduga telah menyebabkan

SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah | 242


Siti Latifatul Ulfa et al

kenaikan harga barang dan jasa secara umum (Andes et al., 2017). Berikut dampak dari
inflasi sebagai berikut :
a) Menyebabkan gangguan fungsi uang
b) Menurunkan tingkat kesadaran masyarakat untuk menabung
c) Meningkatkan kecenduerungan masyarakat untuk belanja secara terus menerus
d) Permainan harga diatas standar kemampuan. (Yuniarti & Litriani, 2017)
Nilai tukar rupiah
Kurs valuta asing merupakan alat ukur yang digunakan dalam menilai kekuatan
suatu perekonomian. Kurs menunjukkan bahwa banyaknya uang pada negeri yang
dibutuhkan untuk membeli satu unit valuta asing tertentu. Neraca perdagangan
merupakan salah faktor penting yang mempengaruhi kurs valuta asing. Neraca
perdagangan nasional yang mengalami defisit cenderung untuk meningkatkan nilai valuta
asing. Apabila neraca pembayaran kuat dan cadangan valuta asing yang dimiliki,maka
akan terus menerus akan bertambah jumlahnya dan sehingga nilai valuta asing akan
bertambah murah. (Yuniarti & Litriani, 2017)
Harga saham
Harga saham mencerminakan semua peristiwa pasar modal universal. Kenaikan
harga saham menandakan suatu kondisi pasar saham yang sedang mengalami naik atau
menguat, dan sebaliknya jika kondisi pasar menurun dikarenakan adanya aksi jual
sehingga pasar menurun atau melemah. Untuk itu, investor perlu memahami pola
pergerakan saham di pasar modal. Perubahan harga saham dipengaruhi oleh inflasi dan
nilai tukar. Harga saham adalah harga yang terbentuk dari interaksi antara penjual dan
pembeli ekuitas yang dilatarbelakangi oleh ekspetasi keuntungan perusahaan. harga saham
di bursa saham ditentukan oleh kekuatan pasar atau harga. Persediaan tergantung pada
kekuatan permintaan dan penawaran. Kondisi dalam permintaan atau pasar saham yang
berfluktuasi setiap hari menciptakan pola harga juga stok yang tidak stabil. Disaat
permintaan saham banyak diminati maka harga harga saham akan cencerung naik.
(Yuniarti & Litriani, 2017) Dalam menentukan harga saham terdapat 2 macam analisis,
yaitu sebagai berikut :
a) Analisis fundamental, yaitu analisis yang menggunakan data fundamental untuk
menentukan sebuah harga saham. Data fundamental merupakan data yang diperoleh
dari keuangan perusahaan seperti pendapatan, dividen yang dibayar, penjualan,
prospek perusahaan, pertumbuhan perusahaan dan kondisi industri.
b) Analisis teknikal, yaitu analisis yang menggunakan data pasar dari saham untuk
menentukan harga saham, misalnya harga saham, indeks pasar dan volume transaksi.
(Maronrong & Nugrhoho, 2019)
Analisis regresi linier berganda
Analisis regregsi linier berganda yaitu ketergantungan satu variabel dependen
dengan satu atau lebih variabel independen, bertujuan untuk memperkirakan dan
memprediksi mean populasi (rata-rata populasi) atau rata-rata dependen berdasarkan nilai
variabel independent yang diketahui. Hasil analisis regresi merupakan koefisian regresi
untuk masing-masing variabel. Dalam pengujian hipotesis terdapat uji F, yaitu uji F
(simultan) pada dasarnya menunjukkan variabel bebeas yang dimasukkan dalam model
memepunyai pengaruh secara besama-sama terhdap variabel terikat. Uji T digunakan
untuk menguji signifikan pengaruh faktor variSabel independen terhadap harga saham.
(Setyaningrum & Muljono, 2016)

SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah | 243


Siti Latifatul Ulfa et al

METODE PENELITIAN
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan jenis data sekunder yang menjelaskan
hubungan antar variabel. Data sekunder merupakan data yang diolah dan didapatkan oleh
penelitian dari sumber lain. Dalam penelitian ini, menggunakan data harga saham
perusahaan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. yang bergerak pada sektor barang
konsumen primer yang sudah terdaftar pada Bursa fek Indonesia (BEI) pada tahun 2019 –
2022. Dimana data sekunder tersebut adalah data inflasi dan nilai tukar rupiah yang
bersumber dari situs resmi [Link] sedangkang harga saham bersumber dairi situs resmi
[Link].
Model analisis data secara kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi
berganda sehingga dengan tujuan mencari pengaruh dari variabel independent terhadap
variabel dependent.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Pengujian Asumsi Klasik
Uji Normalitas
Uji normalitas data menggunakan uji statistic Kolmogorov Smirnov (K-S) untuk
mengetahui signifikansi data berdistribusi normal. Dengan pedoman data normal jika
tingkat signifikasi lebih dari 0,05 dan diperoleh hasil pada table 1.
Tabel 1. Hasil Uji Normalitas

Sumber: SPSS versi 21, 2022


Berdasarkan hasil pengujian normalitas Kolmogorov Smirnov pada pengujian
terhadap 45 data residual diketahui bahwa nilai sig. yang diperoleh sebesar 0,278 lebih
besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang diuji berdistribusi normal.
Uji Autokorelasi
Untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi yaitu kesalahan pegganggu dalam
model analisis menggunakan uji Durbin Watson dengan ketentuan nilai diantara -2
samapai 2.
Tabel 2. Hasil Uji Autokorelasi

Sumber: SPSS versi 21, 2022


Berdasarkan hasil pengujian autokorelasi Durbin Watson menunjukkan bahwa nilai
Durbin Watson sebesar 1,360 sehinga data yang diuji tidak terjadi autokorelasi.

SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah | 244


Siti Latifatul Ulfa et al

Uji Multikolinearitas
Untuk mengetahui apakah data terjadi multikolinearitas atau tidak dapat
menggunakan nilai Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF) dengan nilai Tolerance
> 10 % dan nilai VIF < 10 maka model tersebut bebas dari multikolinearitas.
Tabel 3. Hasil Uji Multikolinearitas
Variabel Tolerance VIF
Nilai 0,915 1,093
tukar rupiah
Inflasi 0,915 1,093
Sumber: SPSS versi 21 (data diolah, 2022)
Berdasarkan hasil pengujian multikolinearitas diketahui bahwa semua variabel
bebas memiliki nilai tolerance sebesar 0,915 yaitu > 10 % dan nilai VIF sebesar 1,093 yaitu
< 10. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam data penelitian tidak ada masalah
multikolinearitas.
Uji Heteroskedastisitas
Tujuan dari uji heteroskedastisitas ialah menguji apakah model regresi penelitian
terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain.
Dengan ketentuan jika nilai signifikan > 0,05 maka data penelitian tidak terjadi
heteroskedastisitas, jika nilai signifikan < 0,05 artinya terjadi heteroskedastistas.
Tabel 4. Hasil Uji Heteroskedastisitas

Sumber: SPSS versi 21, 2022


Berdasarkan hasil pengujian data menunjukkan variabel nilai tukar rupiah memiliki
sig. 0,581 dan variabel inflasi bernilai sig. 0,796 yang artinya semua variabel memiliki sig.
> 0,05 maka data penelitian tidak terjadi masalah heteroskedastisitas.
Uji Linearitas
Uji linearitas dilakukan untuk mengetahui apakah variabel bebas memiliki
hubungan yang linear secara signifikan dengan variabel terikat dengan ketentuan jika nilai
signifikan > 0,05 maka terdapat hubungan linier antara variabel bebas dan ariabel terikat
dan diperoleh hasil pada table 5.
Tabel 5. Hasil Uji Linearitas
Variabel Sig.
Deviation 0,066
from linearity
Sumber: SPSS versi 21 (data diolah, 2022)
Berdasarkan hasil pengujian linearitas menunjukkan bahwa nilai signifikan
deviation from linearity sebesar 0,066 lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan
bahwa terdapat hubunan yang linear antara variabel bebas dan variabel terikat.

SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah | 245


Siti Latifatul Ulfa et al

Koefisien Determinasi (R2)


Koefisien determinasi (R2) dalam penelitian ini ditunjukkan oleh nilai koefisien
determinas (Adjusted R Square) sebesar 0,175 atau 1,75%. Hasil ini menunjukkan bahwa
sebesar 1,75% variabel dependent dapat dijelaskan oleh variabel independent yaitu nilai
tukar dan inflasi. Sedangkan 98,25% dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel
penelitian ini. Dapat disimpulkan pula bahwa kemampuan varaiabel independent yang
diteliti sangat terbatas dalam menjelaskan variabel dependent.
Tabel 4.1.6 Koefisien Determinasi

Sumber: SPSS versi 21, 2022


Analisa Regresi Linier Berganda
Untuk mengetahui hubungan fungsional antara variabel X1 yaitu nilai tukar rupiah
dan X2 yaitu tingkat inflasi terhadap variabel Y yaitu harga saham PT Indofood Sukses
Makmur Tbk. digunakan analisis regresi linier berganda dengan hasil pada table 6.
Tabel 4.2.1 Hasil Uji Regresi Linier Berganda

Sumber: SPSS versi 21, 2022


Analisis regresi pada penelitian ini adalah Harga saham = 16.205,905 - 0,676X1 +
14.137,932X2
Dari hasil persamaan diatas, dapat diinterpretasikan sebagai berikut:
a) Semakin meningkat Rp 1 nilai tukar rupiah terhadap dolar maka akan
menurunkan harga saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk sebesar Rp 0,676
b) Semakin terjadi peningkatan 1% inflasi maka akan menaikkan harga saham PT
Indofood Sukses Makmur Tbk sebesar Rp 14.137,932.
Uji T (Parsial)
Tujuan uji T yaitu untuk menguji signifikan pengaruh faktor variabel independen
terhadap harga saham. (Setyaningrum & Muljono, 2016).
Table 4.2.2 Hasil Uji T
Variabel T Sig.
hitung
Nilai - 0,003
Tukar Rupiah 3,213
Inflasi 1,890 0,065
Sumber: SPSS versi 21 (data diolah, 2022)
Berdasarkan analisis pada Tabel 4.2.2 menunjukkan bahwa hanya ada satu variable
dari dua variabel uji yang berpengaruh positif terhadap variabel dependentnya, yaitu
variabel nilai tukar rupiah dengan signifikan sebesar 0,003 lebih kecil dari 0,05 sehingga
secara parsial nilai tukar rupiah berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham.
Sedangkan variabel inflasi denga nilai signifikan 0,065 lebih besar dari 0,05 menunjukkan
secara parsial variabel inflasi tidak berpengearuh terhadap harga saham.

SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah | 246


Siti Latifatul Ulfa et al

Uji F (Simultan)
Pengujian uji F dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh dari
variabel bebas yaitu nilai tukar rupiah dan inflasi terhadap variabel terikat yaitu harga
saham PT. Indofood Sukses Makmur Tbk secara bersama-sama atau simultan.
Tabel 4.2.3. Hasil Uji F

Sumber: SPSS versi 21, 2022


Berdasarkan hasil uji F statistic pada table 4.2.3 menunjukkan nilai F hitung sebesar
5,657 dengan tingkat signifikan sebesar 0,007 yang lebih kecil dari 0,05 maka dapat
disimpulkan bahwa nilai tukar rupiah dan inflasi secara simultan berpengaruh terhadap
harga saham.
Hubungan Antar Variabel
Hasil Uji Pengaruh Nilai Tukar Rupiah (X1) Terhadap Harga Saham (Y)
Nilai tukar merupakan perbandingan nilai mata uang dari suatu negara dengan
negara lainnya yang menunjukkan lemah kuatnya nilai suatu mata uang negara tersebut
pada saat itu. Nilai tukar rupiah merupakan salah satu indicator untuk melihat keadaan
ekonomi dalam negara Indonesia. Nilai tukar yang menguat menandakan keadaan
ekonomi suatu negara tersebut dalam kondisi baik, hal ini akan membawa dampak positif
yaitu menarik investor untuk menanamkan modalnya.
Berdasarkan hasil uji t statistic secara parsial antara nilai tukar rupiah terhadap harga
saham menunjukkan t hitung sebesar -3,213 dengan nilai signifikan sebesar 0,003 yang
berada dibawah 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai tukar rupiah secara parsial
berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham.
Hasil tersebut dikuatkan penelitian yang dilakukan oleh (Ramadani, 2018) bahwa
hubungan antara nilai tukar mata uang berpengaruh positif terhadap harga saham
perusahaan Indofood Sukses Makmur Tbk.
Hasil Uji Pengaruh Tingkat Inflasi (X2) Terhadap Harga Saham (Y)
Berdasarkan hasil uji t statistic secara parsial antara variabel inflasi terhadap harga
saham menunjukkan t hitung sebesar 1,890 dengan nilai signifikan sebesar 0,065 yang
berada diatas 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai tukar rupiah secara parsial
tidak berpengaruh terhadap harga saham.
Hasil tersebut sejalan dengan penelitian (Susanto, 2015) yang mengatakan bahwa
inflasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham dan menolak hasil
penelitian yang dilakukan oleh (Yuniarti & Litriani, 2017) bahwa secara parsial inflasi
berpengaruh terhadap harga saham.
Periode yang digunakan pada penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi inflasi
yang diuji masih berada pada angka yang tidak terlalu tinggi, sehingga investor tetap dapat
membeli saham perusahaan PT Indofood Sukses Makmur Tbk karena walaupun tingkat
inflasi mengalami kenaikan, harga saham perusahaan PT Indofood tetap memberikan nilai
yang tinggi, sehingga return yang diharapkan masih menggiurkan bagi investor.

SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah | 247


Siti Latifatul Ulfa et al

KESIMPULAN
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh variabel independent berupa
nilai tukar dan inflasi terhadap variabel dependentnya yaitu harga saham. Penelitian ini
dilakukan pada perusahan PT Indofood Sukses Makmur periode 2019-2022.
Kesimpulan dari hasil pengujian dalam penelitian ini adalah:
1. Inflasi tidak berpengaruh terhadap harga saham perusahan PT Indofood Sukses
Makmur periode 2019-2022.
2. Nilai tukar berpengaruh terhadap harga saham perusahan PT Indofood Sukses
Makmur periode 2019-2022.
3. Inflasi dan nilai tukar memiliki pengaruh secara simultan atau bersama-sama terhadap
harga saham perusahan PT Indofood Sukses Makmur periode 2019-2022.
4. Koefisien determinasi (R2) sebesar 1,75% variabel dependent dapat dijelaskan oleh
variabel independent yaitu nilai tukar dan inflasi. Sedangkan 98,25% dipengaruhi oleh
variabel lain diluar variabel penelitian ini. Artinya kemampuan variabel independent
yang diteliti sangat terbatas dalam menjelaskan variabel dependent.

SARAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka saran yang dapat
dipertimbangkan adalah:
1. Sebelum melakukan investasi di pasar modal, lebih baik bagi para investor untuk
memperhatikan dan mempertimbangkan untuk melakukan analisis fundamental
maupun teknikal, diantaranya dengan memperhatikan variabel mikroekonomi
maupun makroekonomi diantaranya nilai tukar rupiah, inflasi yang terdapat dalam
penelitian ini.
2. Dalam penelitian ini, variabel yang digunakan adalah nilai tukar dan inflasi. Untuk
mendapatkan informasi serta penelitian yang lebih baik, peneliti menyarankan untuk
menambah variabel lainnya. Seperti dalam analisis internal menggunakan rasio
aktivitas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas, rasio likuiditas. Sedangkan untuk
variabel makro bisa menambah variabel lain diantaranya suku bunga, konsumsi
rumah tangga, tingkat pendapatan suatu negara, dan lain sebagainya.

DAFTAR REFERENSI
[1] Andes, S. L., Puspitaningtyas, Z., & Prakoso, D. A. (2017). 8-16 Dokumen diterima
pada Sabtu. Jurnal Akuntansi Keuangan Dan Bisnis, 10(2), 8–16. [Link]
[2] Maronrong, R. M., & Nugrhoho, K. (2019). Pengaruh Inflasi, Suku Bunga Dan Nilai
Tukar Terhadap Harga Saham Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur Otomotif
Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012- 2017. Jurnal STEI Ekonomi, 26(02),
277–295. [Link]
[3] Rahmawaty Arifiani. (2019). Pengaruh Return on Asset (Roa) Dan Return on Equity
(Roe) Terhadap Harga Saham Berdasarkan Closing Price (Studi Kasus Pada
Perusahaan Jasa Sub Sektor Telekomunikasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek
Indonesia). Jurnal Bisnis, 7(1), 1–20.
[4] Ramadani, F. (2018). Pengaruh Inflasi, Suku Bunga Dan Nilai Tukar Rupiah
Terhadap Harga Ssaham Perusahaan Sektor Properti Dan Real Estate Yang Tercatat
Di Bursa Efek Indonesia. Manajemen Bisnis, 6(1), 72–82.
[Link]
[5] Setyaningrum, R., & Muljono. (2016). Inflasi, Tingkat Suku Bunga Dan Nilai Tukar
Terhadap Return Saham. Jurnal Bisnis & Ekonomi, 14(2), 151–161.

SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah | 248


Siti Latifatul Ulfa et al

[6] Susanto, B. (2015). Pengaruh Inflasi, Bunga Dan Nilai Tukar Terhadap Harga Saham
(Studi Pada : Perusahaan Sektor Properti Dan Real Estate Tercatat Bei). Jurnal ASET
(Akuntansi Riset), 7(1), 29. [Link]
[7] Yuniarti, D., & Litriani, E. (2017). Pengaruh Inflasi Dan Nilai Tukar Rupiah
Terhadap Harga Saham Di Sektor Industri Barang Konsumsi Pada Indeks Saham
Syariah Indonesia (Issi) Tahun 2012-2016. I-Finance: A Research Journal on Islamic
Finance, 3(1), 31–52.

SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah | 249

Common questions

Didukung oleh AI

Dua teknik analisis saham adalah analisis fundamental dan teknikal. Analisis fundamental menggunakan data keuangan seperti pendapatan, dividen, dan prospek perusahaan, untuk menilai harga saham. Analisis teknikal menggunakan data pasar seperti harga saham, indeks pasar, dan volume transaksi untuk menentukan harga saham .

Rasio finansial internal penting karena mencerminkan kinerja perusahaan yang berpengaruh pada harga saham. Indikator rasio finansial meliputi rasio aktivitas, rasio profitabilitas, rasio likuiditas, dan rasio solvabilitas. Rasio ini menilai efisiensi operasional dan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangan, yang memengaruhi daya tarik saham bagi investor .

Penelitian ini menunjukkan bahwa inflasi tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap harga saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk, dengan t hitung 1,890 dan nilai signifikan 0,065 yang lebih besar dari 0,05. Namun, peningkatan laju inflasi dapat menyebabkan perubahan nilai tukar, yang dapat menurunkan daya tarik investasi saham .

Nilai tukar rupiah berpengaruh secara parsial terhadap harga saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk, dengan hasil menunjukkan t hitung sebesar -3,213 dan nilai signifikan 0,003 yang berada di bawah 0,05 sehingga disimpulkan bahwa nilai tukar rupiah berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham .

Penelitian menggunakan analisis regresi linier berganda untuk menguji pengaruh variabel nilai tukar rupiah dan inflasi terhadap harga saham. Kesimpulannya, nilai tukar rupiah berpengaruh signifikan terhadap harga saham secara parsial, sementara inflasi tidak. Namun, secara simultan, keduanya berpengaruh bersama-sama .

Uji autokorelasi bertujuan mendeteksi ada atau tidaknya hubungan antar error pada model regresi. Dalam penelitian ini, menggunakan uji Durbin Watson dengan hasil sebesar 1,360 menunjukkan tidak terjadi autokorelasi, artinya error tidak berkorelasi antar satu dan lainnya .

Pasar modal berperan penting sebagai wadah mobilisasi dana dari masyarakat untuk diinvestasikan dalam instrumen keuangan, seperti saham, obligasi, dan lainnya. Ini menjadi alternatif pembiayaan bagi perusahaan, yang mampu memajukan perekonomian dengan menyediakan dana operasi untuk memenuhi kebutuhan barang atau jasa masyarakat, dan turut berkontribusi dalam mengurangi pengangguran .

Hasil uji T menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham dengan nilai signifikan 0,003. Sebaliknya, inflasi tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap harga saham, dibuktikan dengan nilai signifikan 0,065 yang lebih dari 0,05 .

Neraca perdagangan defisit dapat meningkatkan nilai valuta asing, sedangkan neraca pembayaran kuat dan cadangan valuta asing akan menurunkan nilai valuta asing. Untuk investor, nilai tukar berpengaruh pada keputusan investasi karena fluktuasi dapat mempengaruhi keuntungan dari penanaman modal dalam mata uang asing dibanding saham lokal .

Koefisien determinasi (R2) menunjukkan nilai 0,175 atau 17,5%, artinya variabel independen nilai tukar dan inflasi hanya menjelaskan 17,5% dari variabilitas harga saham, dengan sisanya 82,5% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian ini. Ini menunjukkan keterbatasan model dalam menjelaskan seluruh variabel yang memengaruhi harga saham .

Anda mungkin juga menyukai