Manfaat Pijat Bayi oleh Bidan
Manfaat Pijat Bayi oleh Bidan
Disusun Oleh :
1. Dwi Wahyuni
2. Eni Retno
3. Hendrati
4. Hermaya Prihtanti
5. Hesti Puji Lestari
6. Indri Astute
7. Lilis S
8. Mahesti Laksito
9. Ni Luh Ayu
10. Novelia May
11. Omita Rayi K
12. Pratiwi Nur
13. Tria Listania
i
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur bagi Tuhan yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat
sehingga atas izin-Nya penyusun dapat menyelesaikan Makalah Asuhan Kehamilan dengan
Kehamilan yang telah memberikan tugas makalah. Penyusunan makalah tidak akan
terlaksana tanpa bantuan dan kerjasama rekan-rekan mahasiswa yang telah memberikan
kontribusinya, sehingga tugas kelompok ini bisa selesai pada waktu yang telah ditentukan.
penyusun menyadari bahwa dalam makalah ini masih terdapat banyak kesalahan serta
kekurangan. Sehingga penyusun mengharapkan saran serta masukan dari para pembaca demi
tersusunnya makalah yang lebih lagi. Akhir kata, penyusun berharap agar makalah ini bisa
Penyusun
i
DAFTAR ISI
Halaman Judul....................................................................................................................................i
KATA PENGANTAR.....................................................................................................................i
DAFTAR ISI......................................................................................................................................2
BAB I.................................................................................................................................................3
PENDAHULUAN.............................................................................................................................3
BAB II...............................................................................................................................................6
PEMBAHASAN................................................................................................................................6
A. Konsep Dasar Pijat Bayi.........................................................................................................6
2. Manfaat Pijat Bayi.....................................................................................................................6
3. Waktu Pemijatan........................................................................................................................8
4. Tempat Pemijatan Bayi..............................................................................................................9
5. Cara Pemijatan Sesuai Usia Bayi...............................................................................................9
6. Teknik Pijat Bayi.......................................................................................................................9
B. Konsep Kualitas Tidur Bayi.................................................................................................17
2. Manfaat Tidur Bagi Bayi..........................................................................................................18
3. Tidur Bayi................................................................................................................................18
Tabel 1. Kebutuhan Tidur Manusia..................................................................................................19
4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Tidur.................................................................19
5. Lingkungan dapat meningkatkan atau menghalangi seseorang untuk tidur..............................19
C. Konsep Bayi.........................................................................................................................20
2. Perkembangan Bayi.................................................................................................................20
D. Indikasi dan Kontraindikasi Pemberian Pijat Bayi...............................................................23
BAB III............................................................................................................................................24
PENUTUP.......................................................................................................................................24
A. KESIMPULAN....................................................................................................................24
B. SARAN................................................................................................................................24
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................................26
2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pijat bayi adalah terapi sentuh kontak langsung dengan tubuh bayi yang
dapat memberikan rasa nyaman dan aman. Pijat bayi dapat membuat bai lebih rileks
karena bisa menstimulasi sistem saraf pusatnya. Hal ini akan membuat otak
memproduksi lebih banyak serotonin yang membuat bayi lebih nyaman, sekaligus
menurunkan hormone stress (kortisol). Bayi juga akan menjadi lebih rileks karena
kondisi ini akan membuat detak jantung dan nafas bayi menjadi lebih lambat.
Pijat bayi menjadi penting untuk dilakukan karena hal ini dapat memperkuat
ikatan dengan orang tua, dengan memijat bayi maka hubungan emosional antara
bayi dengan orang tua dapat meningkat. Komunikasi yang menyenangkan antara
bayi dengan orang tua dapat terjalin melalui sentuhan dan gerakan yang dilakukan
saat memijat. Pijat bayi juga memiliki berbagai macam manfaat bagi bayi.
Pijat bayi sangat penting bagi kesehatan bayi. Terutama apabila dilakukan
memberikan pijatan pada bayi. Namun saat ini orang tua masih banyak yang
memijatkan anaknya kepada dukun pijat. Biasanya urut ini dilakukan untuk
pada bayi bisa terus dilakukan meski bayi menangis (mungkin karena sakit).
Padahal pada dasarnya melakukan urut tradisional dan pijat bayi merupakan hal
yang berbeda. pijat bayi merupakan bentuk stimulasi yang harus dilakukan dalam
stimulasi lainnya (auditori berupa musik, suara, stimulasi visual dan lainnya),
dilakukan oleh orang tua, tenaga kesehatan dan sangat bergantung pada respons
bayi.
3
Dari uraian diatas, kejadian masih banyak orang yang mengurutkan bayinya
ke dukun tradisional menjadi fenomena yang menarik untuk diteliti. Dengan adanya
hal ini diharapkan orang tua dapat memijat bayinya sendiri. Sehingga peneliti
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah penelitian ini yaitu :
C. Tujuan
D. Manfaat
Dengan adanya penelitian ini, ibu bayi diharapkan dapat memijat bayi sendiri
2. Bagi peneliti
4
Diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pengalaman dalam dalam
memijatkan bayi.
5
BAB II
PEMBAHASAN
A. Konsep Dasar Pijat Bayi
1. Pengertian
untuk menghasilkan efek terhadap syaraf otot, dan sistem pernafasan serta
Pijat bayi adalah terapi sentuhan tertua yang dikenal manusia dan
yang paling popular. Pijat adalah seni perawatan kesehatan dan pengobatan
diperkirakan ilmu ini telah dikenal sejak awal manusia diciptakan, mungkin
alami).
g. Meningkatkan kesiagaan.
6
h. Membuat tidur lelap.
Berikut ini beberapa hasil laporan penelitian para pakar mengenai manfaat pijat
bayi:
pemberian terapi pijat didapatkan nilai p- value 0,000 < α(0,05) yang
bermakna adanya peningkatan berat badan yang terjadi yaitu sebesar 700 gram
selama dua minggu pemijatan hal ini juga didukung oleh penelitian Suryani
(2017) tentang Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Berat Badan di BPS
b. Meningkatkan pertumbuhan
Ball Yilmaz (2014) menyatakan bahwa bayi premature yang diberikan pijatan
memiliki kenaikan berat badan 8 gram lebih tinggi per hari dibandingkan bayi
toksisitas, sel pembunuh alami (natural killer cells). Hal tersebut dapat
bayi yang dipijat akan tertidur lebih lelap, sedangkan pada waktu bangun
anak tersebut diberikan lagi soal matematika lain. Ternyata, mereka hanya
d. Membina ikatan kasih sayang orang tua dan anak (bounding) Sentuhan dan
pandangan kasih orang tua pada bayinya akan mengalirkan ke kuatan jalinan
tua adalah dasar perkembangan komunikasi yang akan memupuk cinta kasih
secara timbal balik. Semua ini akan menjadi penentu bagi anak untuk secara
3. Waktu Pemijatan
Pijat bayi dapat segera dimulai setelah bayi dilahirkan. Dengan lebih
besar. Apalagi pemijatan dapat dilakukan setiap hari dari sejak kelahiran
Menurut Roesli (2013) bayi dapat dipijat pada waktu–waktu yang tepat
meliputi: Pagi hari, pada saat orang tua dan anak siap untuk memulai hari baru.
Malam hari, sebelum tidur. Ini sangat baik untuk membantu bayi tidur lebih
nyenyak.
8
4. Tempat Pemijatan Bayi
perut.
b. 1-3 bulan, disarankan gerakan halus disertai dengan tekanan ringan dalam
Tehnik pijat pada bayi sebaiknya dimulai dari kaki bayi karena umumnya
bayi lebih menerima apabila dipijat pada daerah kaki. Dengan demikian akan
memberi kesempatan pada bayi untuk membiasakan dipijat sebelum bagian lain
(2013) menyatakan bahwa pijat bayi sebaiknya dimulai dari bagian kaki, perut,
dada, tangan, muka dan di akhiri pada bagian punggung. Pernyataan tersebut
juga didukung oleh (Utami) 2016 dalam bukunya menyatakan bahwa sebaiknya
urutan pemijatan bayi dianjurkan dimulai dari bagian kaki, perut, dada, tangan,
muka dan di akhiri pada bagian punggung. Cara pemijatan sesuai usia bayi :
9
a. Kaki
Pegang kaki bayi pada pangkal paha dengan kedua tangan secara
bersamaan. Peras dan putar kaki bayi denagn lembut dan dimulai dari
3) Telapak kaki
Urutlah telapak kaki bayi dengan kedua ibu jari secara bergantian,
dimulai dengan tumit kaki menuju jari – jari diseluruh telapak kaki
( Utami, 2016).
telapak kaki, diakhiri denga tarikan kasih yang lembut pada tiap ujung
Dengan mempergunakan sisi dari jari telunjuk, pijat telapak kaki mulai
dari batas jari – jari kearah tumit. Dengan jari tangan lain regangkan
dengan lembut punggung kaki pada daerah pangkal kaki kearah tumit
(Utami, 2016).
6) Titik tekan
10
a) Punggung kaki
7) Gerakan menggulung
8) Gerakan akhir
rapatkan kedua kaki bayi. Letakkan kedua tangan anda secara bersamaan
pada pantat dan pangkal paha. Usap kedua kaki bayi dengan tekanan
lembut dari paha kearah pergelangan kaki. Ini merupakan gerakan akhir
b. Perut
1) Mengayuh sepeda
Lakukan gerakan memijat pada perut bayi seperti mengayuh sepeda, dari
atas kebawah perut, bergantian dengan tangan kanan dan kiri (Utami, 2016).
pijat perut bayi dari perut bagian atas sampai ke jari–jari kaki (Utami, 2016).
3) Bulan Matahari
Buat lingkaran searah jarum jam dengan jari tangan kiri mulai dari perut
sebelah kanan bawah (daerah usus buntu) keatas, kemudian kembali kearah
dari bagian kanan bawah perut bayi sampai bagian kiri perut bayi (seolah
membentuk gambar bulan (B) ), lakukan kedua gerakan ini bersama – sama.
4) Gerakan I – Love – U
I, Pijatlah perut bayi mulai dari bagian kiri atas ke bawah dengan
Love, Pijatlah perut bayi membentuk huruf “L” terbalik, mulai dari kanan
You, Pijatlah perut bayi membentuk huruf “U” terbalik, mulai dari kanan
bawah (daerah usus buntu) keatas, kemudian ke kiri, kebawah dan berakhir
Letakkan ujung jari–jari satu tangan pada perut bayi bagian kanan. Gerakan
jari–jari anda pada perut bayi dari bagian kanan ke bagian kiri guna
c. Dada
1) Jantung besar
12
Buatlah gerakan yang menggambarkan jantung dengan meletakkan ujung –
ujung jari kedua telapak tangan anda ditengah dada bayi atau di ulu hati.
tulang selangka, lalu ke bawah membentuk jantung dan kembali ke ulu hati
(Utami, 2016).
2) Kupu – kupu
tangan kanan membuat gerakan memijat menyilang dari tengah dada atau
ulu hati ke arah bahu kanan dan kembali ke ulu hati. Gerakan tangan kiri
d. Tangan
Buatlah gerakan memijat pada daerah ketiak dari atas ke bawah. Perlu
Arah pijatan cara India adalah pijatan yang menjauhi tubuh. Guna
pemijatan cara ini adalah untuk relaksasi atau melemaskan otot. Peganglah
secara bergantian dan berulang– ulang seolah memerah susu sapi (Utami,
2016).
13
3) Peras dan putar
Peras dan putar lengan bayi dengan lembut mulai dari pundak ke
4) Membuka tangan
Pijat telapak tangan dengan kedua ibu jari, dari pergelangan tangan ke arah
5) Putar jari–jari
Pijat lembut jari bayi satu per satu menuju ke arah ujung jari dengan
gerakan memutar. Akhirilah gerakan ini dengan tarikan lembut pada tiap
6) Punggung tangan
Peraslah sekeliling pergelangan tangan dengan ibu jari dan jari telunjuk
(Utami, 2016).
paru–paru.
(Utami, 2016).
9) Gerakan menggulung
14
Peganglah lengan bagian atas atau bahu dengan kedua telapak tangan.
e. Muka
1) Dahi
jari dengan lembut mulai dari tengah dahi keluar ke samping kanan
2) Alis
Letakkan kedua ibu jari di antara kedua alis mata. Gunakan kedua ibu jari
untuk memijat secara lembut pada alis mata dan dibatas kelopak mata, mulai
3) Hidung: senyum I
a) Letakkan kedua ibu jari pada pertengahan alis. Tekankan ibu jari dari
pertengahan kedua alis turun melalui tepi hidung kearah pipi dengan
Letakkan kedua ibu jari di atas mulut di bawah sekat hidung. Gerakkan
kedua ibu jari dari tengah ke samping dan ke atas ke daerah pipi seolah
Letakkan kedua ibu jari ditengah dagu. Tekankan dua ibu jari pada dagu
15
dengan gerakan dari tengah ke samping, kemudian ke atas ke arah pipi seolah
e) Belakang telinga
daerah belakang telinga kanan dan kiri. Gerakkan kearah pertengahan dagu
f. Punggung
Tengkurapkan bayi melintang didepan dengan kepala di sebelah kiri dan kaki
2) Gerakan menyetrika
Pegang pantat bayi dengan tangan kanan. Dengan tangan kiri, pijatlah mulai
dari leher kebawah sampai bertemu dengan tangan kanan yang menahan
memegang kaki bayi dan gerakan dilanjutkan sampai ke tumit kaki bayi
(Utami, 2016).
4) Gerakan melingkar
16
Dengan jari – jari kedua tangan, buatlah gerakan–gerakan melingkar kecil–
kecil mulai dari batas tengkuk turun ke bawah di sebelah kanan dan kiri
daerah leher, kemudian lingkaran yang lebih besar di daerah pantat (Utami,
2016).
5) Gerakan menggaruk
Tekankan dengan lembut kelima jari–jari tangan kanan anda pada punggung
(Utami, 2016).
1. Pengertian
Kualitas tidur adalah Mutu atau keadaan fisiologis tertentu yang didapatkan
selama seseorang tidur, yang memulihkan proses - proses tubuh yang terjadi pada
waktu orang itu bangun. Jika kualitas tidurnya bagus artinya fisiologi, dalam hal
ini sel otak misalnya pulih kembali seperti semula saat bangun tidur (Khasanah,
2017).
Kualitas tidur bayi tidak hanya berpengaruh pada perkembangan fisik, tapi
juga sikapnya keesokan hari. Bayi yang tidur cukup tanpa sering terbangun akan
lebih bugar dan tidak gampang rewel. Bayi dikatakan mengalami gangguan tidur
jika pada malam hari tidurnya kurang dari 9 jam, terbangun lebih dari 3 kali dan
lama terbangunnya lebih dari 1 jam. Selama tidur bayi terlihat selalu rewel,
menangis dan sulit tidur kembali (Goleman, Boyatzis, and Mckee, 2018)
orang bisa menjadi sakit. Ciri-ciri bayi cukup tidur yaitu, bayi akan dapat jatuh
17
tertidur dengan mudah di malam hari, bugar saat bangun tidur, tidak rewel, dan
perkembangannya.
fisik, juga terhadap perkembangan emosionalnya. Bayi yang tidur cukup tanpa
terbangun lebih bugar dan tidak gampang rewel keesokan harinya (Nurmalasari,
nyaman dan mengantuk. Kebanyakan bayi akan tidur dengan waktu yang lama
begitu pemijatan usai dilakukan. Selain lama, bayi nampak tidur terlelap dan
tidak rewel seperti sebelumnya, hal ini menunjukkan bahwa bayi merasa
tenang setelah dipijat. Ketika bayi tidur, maka saat bangun akan menjadi bugar
sehingga menjadi faktor yang mendukung konsentrasi dan kerja otak bayi (Aco
Tang, 2018)
tubuh bayi terhadap infeksi. Jika tidurnya sampai terganggu, kadar sel darah
putih dalam tubuh akan menurun dan efektivitas sistem daya tahan tubuh bayi
Hal ini karena pada saat tidur pertumbuhan fisik bayi akan terpacu, dan
berkaitan erat dengan pertambahan berat badan, tinggi badan, dan kesehatan
3. Tidur Bayi
18
Lama tidur setiap golongan usia secara umum berbeda-beda. Golongan usia dibagi
0 – 2 bulan 18 jam
3 – 12 bulan 15 jam
1 – 3 tahun 14 jam
3 – 5 tahun 13 jam
5 – 12 tahun 11 jam
12 – 18 tahun 10 jam
Sumber:(Camaru, 2011).
Pemenuhan kebutuhan tidur bagi setiap orang berbeda – beda , ada yang
yang dapat terpenuhi dengan baik bahkan sebaliknya. Seseorang bisa tidur ataupun
tidak dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu di antaranya sebagai berikut (Suryati,
2019).
dapat tidur dengan nyenyak, sedangkan untuk seseorang yang kondisinya kurang
sehat (sakit) dan rasa nyeri, makan kebutuhan tidurnya akan tidak nyenyak
(Mardiana, 2018).
Hal ini karena pada saat tidur pertumbuhan fisik bayi akan terpacu, dan berkaitan erat
19
dengan pertambahan berat badan, tinggi badan, dan kesehatan fisiknya secara umum
Lingkungan bersih, bersuhu dingin, suasana yang tidak gaduh (tenang), dan
penerangan yang tidak terlalu terang akan membuat seseorang tersebut tertidur
susana yang ramai dan penerangan yang sangat terang, dapat mempengaruhi
a. Gaya hidup
Sedangkan pada kelelahan yang berlebih akan menyebabkan periode tidur REM
b. Obat–obatan
C. Konsep Bayi
1. Bayi
Masa bayi berlangsung selama dua tahun pertama kehidupan pertama kehidupan
setelah periode baru lahir selama dua minggu. Masa bayi sering dianggap sebagai
keadaan tidak berdaya dimana bayi setiap hari belajar untuk semakin mandiri,
sehingga di akhir masa bayi dikenal sebagai anak kecil yang baru belajar berjalan
(Susila, 2017).
Masa bayi adalah dasar periode kehidupan yang sesungguhnya karena pada saat
20
ini banyak pola prilaku, sikap, dan pola ekspresi emosi terbentuk (Desy, 2019).
2. Perkembangan Bayi
a. Perkembangan Fisik
berlangsung sangat ekstensif. Pada saat lahir, bayi memiliki kepala yang
terus berkembang. Dalam rentang waktu 12 bulan bayi dapat duduk, berdiri,
b. Perkembangan Refleks
Bayi yang baru lahir menghabiskan lebih banyak waktunya untuk tidur.
Rata-rata bayi baru lahir tidur selama 16-17 jam sehari, walaupun ada
beberapa bayi yang rata- rata tidurnya lebih sedikit, yaitu sekitar 10 hingga
11 jam per hari dan ada pula yang lebih lama, yaitu selama 21 jam per hari
21
Biasanya jumlah tidur bayi akan berkurang secara teratur setiap bulan.
22
d. Pola Makan dan Minum
Perkembangn fisik bayi bergantung pada makanan yang baik selama 2 tahun
kalori, vitamin dan mineral. Bagi bayi usia 6 bulan pertama, ASI, merupakan
sumber makanan dan energi yang utama, karena ASI adalah susu yang
Buang air yang terkendali atau terlatih merupakan suatu bentuk keterampilan
fisik dan motorik yang harus dicapai oleh bayi. Kemampuan untuk
mengendalikan buang air ini sangat bergantung pada kematangan otot dan
mengendalikan buang airnya, sehingga buang air dilakukan setiap saat. Pada
usia 4 bulan, interval buang airnya dilakukan setiap saat. Pada usia 4 bulan,
f. Perkembangan Intelegensi
Sejak tahun pertama dari usia anak, fungsi intelegensi sudah mulai tampak
g. Perkembangan Bahasa
Emosi adalah perasaan atau afeksi yang melibatkan kombinasi antara gejolak
fisiologis dan perilaku yang tampak. Untuk dapat memahami secara pasti
mengenai kondisi emosi bayi bukanlah hal mudah, sebab informasi mengenai
aspek emosi yang subjektif hanya dapat diperoleh dengan cara intropeksi,
sedangkan bayi masih sangat muda tidak dapat menggunakan cara tersebut
dengan baik.
h. Perkembangan Moral
Seorang anak yang baru dilahirkan belum memiliki konsep tentang apa itu
baik atau apa itu buruk. Pada masa ini tingkah laku bayi hampir semuanya
Indikasi dari pijat bayi menurut Globalmed Learning Center (2015) terdapat 5
Kontra indikasi dari pijat bayi menurut Globalmed Learning Center (2015)
Baby spa bertujuan merangsang saraf sensoris dan motoris bayi lebih dini dengan
stimulus-stimulus tertentu sehingga bayi dapat tumbuh aktif serta lebih optimal baik
secara fisik maupun mentalnya. Usia 3-6 bulan adalah saat tepat bagi bayi untuk mulai
melakukan baby spa. Setelah usia 3 bulan neck control sudah baik sehingga kepala
bayi dapat tegak. Bayi juga memiliki sepasang refleks yang dapat membuat mereka
berenang dengan baik yaitu refleks menyelam (dive reflek) dan refleks berenang (swim
traumatis bayi terhadap air, membantu meningkatkan kapasitas jantung dan paru-paru.
B. SARAN
tentang baby spa kepada masyarakat khususnya orang tua bayi untuk meningkatkan
perkembangan motorik baik kasar dan halus terhadap bayi. Hal ini dapat dilakukan
Diharapkan ibu dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang manfaat baby
3. Bagi Pembaca
Diharapkan pembaca dapat menambah wawasan dan pengetahuan lebih dalam
Aco, Tang. 2018. Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 1–4 Bulan.
Anggraini & Sari. 2020. Pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi Usia 0-6 bulan.
Anggraini & Sari. 2020. Pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi Usia 0-6 bulan.
Desy, Dkk. 2019. Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Berat Badan Bayi Usia 6 – 12 Bulan.
[Link]
Globalmed Learning Center. 2015. Baby Massage Aktivitas Sehat Ibu Dan Bayi. Bali:
Aimee.
Goleman, Daniel, Richard. Boyatzis, and Annie Mckee. 2018. Pengaruh Baby Massage
Terhadap Kualitas Tidur Pada Bayi Usia 3-12 Bulan. Journal of Chemical
Hatice Ball Yilmaz. 2014. The Effect of Massage by Mothers on Growth in Healthy Full
Ifalahma, Darah et al. 2012. Efektivitas Pijat Bayi Terhadap Kualitas Tidur Bayi.
Irva, Tri Sasmi et al. 2013. Pengaruh Terapi Pijat Terhadap Peningkatan Berat Badan
Bayi.: 1–9.
Khasanah, Uswatun. 2017. “Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Pola Tidur Pada Bayi Usia 3 – 6
Bulan.” : 1–13.
Mardiana, L. 2018. 2018. Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Kuantitas Tidur Bayi di Program
Mutyah, Diyan, and Dia Anggraeni. 2017. Pengaruh Pemberian Pijat Bayi Terhadap
Kualitas Dan Kuantitas Tidur Bayi Usia 6-12 Bulan Di Masyarakat Pesisir
Nurmalasari, Devi Indah, Erika M Agung, and Pepin Nahariani. 2016. Pengaruh Pijat Bayi
Dengan Kualitas Tidur Bayi Usia 3-6 Bulan Di Desa Bandung Kecamatan Diwek
Suryani, Irma Lilis, and Berat Badan. 2017. PengaruhPijat Bayi Terhadap Peningkatan
Berat Badan Pada Bayi Jurnal Kesehatan Holistik ( The Journal of Holistic
Suryati, Suryati, Naelatur Rizqiyah, and Eka Oktavianto. 2019. Pengaruh Pijat Bayi
Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Bayi Usia 3-10 Bulan Di Desa Tamanan
Susan, G. Salvo. 2013. Massage Therapy Principles And Practice. Six Editio.
Susila, Ida. 2017. Pengaruh Teknik Pijat Bayi Terhadap Kenaikan Berat Badan Bayi Usia
Trubus Agriwidya.
Utami, Roesli. 2016. Pedoman Pijat Bayi. jakarta: Jakarta Trubus Agriwidya.
Wati, Erna. 2012. Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Kuantitas Tidur Bayi Usia 3 - 6 Bulan Di
Desa Ngunut.