0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan30 halaman

Manfaat Pijat Bayi oleh Bidan

Makalah ini membahas tentang pijat bayi yang meliputi konsep dasar pijat bayi, manfaatnya, waktu dan cara pemijatan sesuai usia bayi, serta indikasi dan kontraindikasinya. Pijat bayi merupakan stimulasi sentuh yang dapat memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan bayi, serta memberikan manfaat seperti meningkatkan perkembangan bayi dan kualitas tidurnya.

Diunggah oleh

tria
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan30 halaman

Manfaat Pijat Bayi oleh Bidan

Makalah ini membahas tentang pijat bayi yang meliputi konsep dasar pijat bayi, manfaatnya, waktu dan cara pemijatan sesuai usia bayi, serta indikasi dan kontraindikasinya. Pijat bayi merupakan stimulasi sentuh yang dapat memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan bayi, serta memberikan manfaat seperti meningkatkan perkembangan bayi dan kualitas tidurnya.

Diunggah oleh

tria
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH BABY MASSAGE (PIJAT BAYI)

PENGEMBANGAN PRAKTIK MANDIRI BIDAN

DOSEN PENGAMPU : Christiani Bumi Pangesti, [Link]., [Link].

Disusun Oleh :
1. Dwi Wahyuni
2. Eni Retno
3. Hendrati
4. Hermaya Prihtanti
5. Hesti Puji Lestari
6. Indri Astute
7. Lilis S
8. Mahesti Laksito
9. Ni Luh Ayu
10. Novelia May
11. Omita Rayi K
12. Pratiwi Nur
13. Tria Listania

PROGRAM STUDI KEBIDANAN


PROGRAM SARJANA FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS KUSUMA HUSADA SURAKARTA
TAHUN 2023

i
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur bagi Tuhan yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat

sehingga atas izin-Nya penyusun dapat menyelesaikan Makalah Asuhan Kehamilan dengan

judul “Baby Massage” sehingga dapat terselesaikan dengan tepat waktu.

Penyusun ingin mengucapkan terimakasih kepada dosen mata kuliah Asuhan

Kehamilan yang telah memberikan tugas makalah. Penyusunan makalah tidak akan

terlaksana tanpa bantuan dan kerjasama rekan-rekan mahasiswa yang telah memberikan

kontribusinya, sehingga tugas kelompok ini bisa selesai pada waktu yang telah ditentukan.

Meskipun pada penyusunan makalah telah mengumpulkan banyak referensi, namun

penyusun menyadari bahwa dalam makalah ini masih terdapat banyak kesalahan serta

kekurangan. Sehingga penyusun mengharapkan saran serta masukan dari para pembaca demi

tersusunnya makalah yang lebih lagi. Akhir kata, penyusun berharap agar makalah ini bisa

memberikan banyak manfaat bagi para pembaca.

Solo, 19 Maret 2023

Penyusun

i
DAFTAR ISI

Halaman Judul....................................................................................................................................i
KATA PENGANTAR.....................................................................................................................i
DAFTAR ISI......................................................................................................................................2
BAB I.................................................................................................................................................3
PENDAHULUAN.............................................................................................................................3
BAB II...............................................................................................................................................6
PEMBAHASAN................................................................................................................................6
A. Konsep Dasar Pijat Bayi.........................................................................................................6
2. Manfaat Pijat Bayi.....................................................................................................................6
3. Waktu Pemijatan........................................................................................................................8
4. Tempat Pemijatan Bayi..............................................................................................................9
5. Cara Pemijatan Sesuai Usia Bayi...............................................................................................9
6. Teknik Pijat Bayi.......................................................................................................................9
B. Konsep Kualitas Tidur Bayi.................................................................................................17
2. Manfaat Tidur Bagi Bayi..........................................................................................................18
3. Tidur Bayi................................................................................................................................18
Tabel 1. Kebutuhan Tidur Manusia..................................................................................................19
4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Tidur.................................................................19
5. Lingkungan dapat meningkatkan atau menghalangi seseorang untuk tidur..............................19
C. Konsep Bayi.........................................................................................................................20
2. Perkembangan Bayi.................................................................................................................20
D. Indikasi dan Kontraindikasi Pemberian Pijat Bayi...............................................................23
BAB III............................................................................................................................................24
PENUTUP.......................................................................................................................................24
A. KESIMPULAN....................................................................................................................24
B. SARAN................................................................................................................................24
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................................26

2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Pijat bayi adalah terapi sentuh kontak langsung dengan tubuh bayi yang

dapat memberikan rasa nyaman dan aman. Pijat bayi dapat membuat bai lebih rileks

karena bisa menstimulasi sistem saraf pusatnya. Hal ini akan membuat otak

memproduksi lebih banyak serotonin yang membuat bayi lebih nyaman, sekaligus

menurunkan hormone stress (kortisol). Bayi juga akan menjadi lebih rileks karena

kondisi ini akan membuat detak jantung dan nafas bayi menjadi lebih lambat.

Pijat bayi menjadi penting untuk dilakukan karena hal ini dapat memperkuat

ikatan dengan orang tua, dengan memijat bayi maka hubungan emosional antara

bayi dengan orang tua dapat meningkat. Komunikasi yang menyenangkan antara

bayi dengan orang tua dapat terjalin melalui sentuhan dan gerakan yang dilakukan

saat memijat. Pijat bayi juga memiliki berbagai macam manfaat bagi bayi.

Pijat bayi sangat penting bagi kesehatan bayi. Terutama apabila dilakukan

oleh orangtua sendiri. Sehingga peran orangtua sangat dibutuhkan dalam

memberikan pijatan pada bayi. Namun saat ini orang tua masih banyak yang

memijatkan anaknya kepada dukun pijat. Biasanya urut ini dilakukan untuk

menyembuhkan penyakit. Seringkali demi tujuan penyembuhan penyakit, pijatan

pada bayi bisa terus dilakukan meski bayi menangis (mungkin karena sakit).

Padahal pada dasarnya melakukan urut tradisional dan pijat bayi merupakan hal

yang berbeda. pijat bayi merupakan bentuk stimulasi yang harus dilakukan dalam

kondisi yang menyenangkan, dapat dilakukan secara bersamaan dengan pemberian

stimulasi lainnya (auditori berupa musik, suara, stimulasi visual dan lainnya),

dilakukan oleh orang tua, tenaga kesehatan dan sangat bergantung pada respons

bayi.

3
Dari uraian diatas, kejadian masih banyak orang yang mengurutkan bayinya

ke dukun tradisional menjadi fenomena yang menarik untuk diteliti. Dengan adanya

hal ini diharapkan orang tua dapat memijat bayinya sendiri. Sehingga peneliti

tertarik untuk membahas mengenai hal - hal terkait pijat bayi.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah penelitian ini yaitu :

1. Apa yang dimaksud dengan stimulasi pijat bayi?

2. Apa perbedaan stimulasi pijat dan urut tradisional?

3. Apa manfaat stimulasi pijat bayi?

4. Kapan waktu yang tepat untuk melakukan stimulasi bayi?

5. Bagaimana keamanan stimulasi pijat bayi?

6. Hal apa yang perlu diperhatikan saat memijat bayi?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui tentang stimulasi pijat bayi

2. Untuk mengetahui perbedaan stimulasi pijat dan urut tradisional

3. Untuk mengetahui manfaat stimulasi pijat bayi

4. Untuk mengetahui waktu yang tepat untuk melakukan stimulasi bayi

5. Untuk mengetahui keamanan stimulasi pijat bayi

6. Untuk mengetahui hal yang perlu diperhatikan saat memijat bayi

D. Manfaat

1. Bagi ibu bayi

Dengan adanya penelitian ini, ibu bayi diharapkan dapat memijat bayi sendiri

dan dapat melibatkan keluarganya.

2. Bagi peneliti

4
Diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pengalaman dalam dalam

memijatkan bayi.

3. Bagi peneliti lain

Penelitian ini dapat menjadi literatur untuk penelitian selanjutnya khususnya

dalam pijat bayi.

5
BAB II
PEMBAHASAN
A. Konsep Dasar Pijat Bayi

1. Pengertian

Baby massage adalah pemijatan yang dilakukan lebih mendekati

usapan- usapan halus atau rangsangan raba (taktil) yang dilakukan

dipermukaan kulit, manipulasi terhadap jaringan atau organ tubuh bertujuan

untuk menghasilkan efek terhadap syaraf otot, dan sistem pernafasan serta

memperlancar sirkulasi darah (Roesli, 2012).

Pijat bayi adalah terapi sentuhan tertua yang dikenal manusia dan

yang paling popular. Pijat adalah seni perawatan kesehatan dan pengobatan

yang di praktekkan sejak berabad - abad silam lamanya. Bahkan

diperkirakan ilmu ini telah dikenal sejak awal manusia diciptakan, mungkin

karena pijat berhubungan sangat erat dengan kehamilan dan proses

kelahiran manusia (Wati, 2012).

2. Manfaat Pijat Bayi

Efek fisik / klinis pijat bayi adalah sebagai berikut:

a. Meningkatkan jumlah dan sitotoksisitas dari sistem imunitas (sel pembunuh

alami).

b. Mengubah gelombang otak secara positif.

c. Memperbaiki sirkulasi darah dan pernafasan.

d. Merangsang fungsi pencernaan serta pembuangan.

e. Meningkatkan kenaikan berat badan.

f. Mengurangi depresi dan ketegangan.

g. Meningkatkan kesiagaan.
6
h. Membuat tidur lelap.

i. Mengurangi rasa sakit.

j. Mengurangi kembung dan kolik (sakit perut).

k. Meningkatkan hubungan batin antara orang tua dan bayinya (bonding).

Berikut ini beberapa hasil laporan penelitian para pakar mengenai manfaat pijat

bayi:

a. Meningkatkan berat badan

Penelitian yang dilakukan oleh Irva (2013) yang menyatakan bahwa

berdasarkan uji Wilcoxon pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah

pemberian terapi pijat didapatkan nilai p- value 0,000 < α(0,05) yang

bermakna adanya peningkatan berat badan yang terjadi yaitu sebesar 700 gram

selama dua minggu pemijatan hal ini juga didukung oleh penelitian Suryani

(2017) tentang Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Berat Badan di BPS

Masnoni diperoleh hasil pemberian pijatan pada bayi berpengaruh terhadap

kenaikan berat badan dengan nilai p- value 0,000 < α(0,05)

b. Meningkatkan pertumbuhan

Pemberian pijat pada bayi dapat meningkatkan pertumbuhan. Hatice

Ball Yilmaz (2014) menyatakan bahwa bayi premature yang diberikan pijatan

memiliki kenaikan berat badan 8 gram lebih tinggi per hari dibandingkan bayi

dalam kelompok kontrol diberi jumlah kalori yang sama.

c. Meningkatkan daya tahan tubuh

Penelitian terhadap penderita HIV yang dipijat sebanyak 5 kali dalam

seminggu selama 1 bulan, menunjukkan terjadinya peningkatan jumlah dan

toksisitas, sel pembunuh alami (natural killer cells). Hal tersebut dapat

mengurangi kemungkinan terjadinya infeksi sekunder pada penderita AIDS.


7
Meningkatkan konsentrasi bayi dan membuat bayi tidur lebih lelap Umumnya,

bayi yang dipijat akan tertidur lebih lelap, sedangkan pada waktu bangun

konsentrasinya akan lebih penuh. Di Touch Research Institute, Amerika,

dilakukan penelitian pada kelompok anak dengan pemberian soal matematika.

Selain itu dilakukan pemijatan pada anak–anak tersebut selama 2 x 15 menit,

setiap minggunya selama jangka waktu 5 minggu. Selanjutnya, pada anak–

anak tersebut diberikan lagi soal matematika lain. Ternyata, mereka hanya

memerlukan waktu penyelesaian setengah dari waktu yang dipergunakan

untuk menyelesaikan soal terdahulu, dan ternyata pula tingkat kesalahannya

hanya sebanyak 50% dari sebelum dipijat (Roesli, 2013).

d. Membina ikatan kasih sayang orang tua dan anak (bounding) Sentuhan dan

pandangan kasih orang tua pada bayinya akan mengalirkan ke kuatan jalinan

kasih sayang diantara keduanya. Pada perkembangan anak, sentuhan orang

tua adalah dasar perkembangan komunikasi yang akan memupuk cinta kasih

secara timbal balik. Semua ini akan menjadi penentu bagi anak untuk secara

potensial menjadi anak berbudi pekerti baik yang percaya diri.

3. Waktu Pemijatan

Pijat bayi dapat segera dimulai setelah bayi dilahirkan. Dengan lebih

cepat mengawali pemijatan, bayi akan mendapat keuntungan yang lebih

besar. Apalagi pemijatan dapat dilakukan setiap hari dari sejak kelahiran

sampai bayi berusia 6 - 7 bulan (Ifalahma,2012)

Menurut Roesli (2013) bayi dapat dipijat pada waktu–waktu yang tepat

meliputi: Pagi hari, pada saat orang tua dan anak siap untuk memulai hari baru.

Malam hari, sebelum tidur. Ini sangat baik untuk membantu bayi tidur lebih

nyenyak.
8
4. Tempat Pemijatan Bayi

Tempat pemijatan bayi menurut Subakti dan Anggraini (2011) adalah:

a. Ruangan yang hangat tapi tidak panas.

b. Ruangan kering dan tidak pengap.

c. Ruangan tidak berisik.

d. Ruangan yang penerangannya cukup.

e. Ruangan tanpa aroma menyengat dan mengganggu.

5. Cara Pemijatan Sesuai Usia Bayi

a. 1 Bulan, disarankan gerakan yang lebih mendekatusapan-usapan halus.

Sebelum tali pusat lepas sebaiknya tidakdilakukan pemijatan di daerah

perut.

b. 1-3 bulan, disarankan gerakan halus disertai dengan tekanan ringan dalam

waktu yang singkat.

c. 3 bulan - 3 tahun, disarankan seluruh gerakan dilakukan dengan tekanan

dan waktu yang semakin meningkat (Puri Mahayu, 2016).

6. Teknik Pijat Bayi

Tehnik pijat pada bayi sebaiknya dimulai dari kaki bayi karena umumnya

bayi lebih menerima apabila dipijat pada daerah kaki. Dengan demikian akan

memberi kesempatan pada bayi untuk membiasakan dipijat sebelum bagian lain

dari badannya disentuh (Nurmalasari, Agung, and Nahariani, 2016). Susan

(2013) menyatakan bahwa pijat bayi sebaiknya dimulai dari bagian kaki, perut,

dada, tangan, muka dan di akhiri pada bagian punggung. Pernyataan tersebut

juga didukung oleh (Utami) 2016 dalam bukunya menyatakan bahwa sebaiknya

urutan pemijatan bayi dianjurkan dimulai dari bagian kaki, perut, dada, tangan,

muka dan di akhiri pada bagian punggung. Cara pemijatan sesuai usia bayi :

9
a. Kaki

1) Perahan cara India

Peganglah kaki bayi pada pangkal paha, seperti memegang pemukul

softball. Gerakkan tangan kebawah secara bergantian, seperti memerah

susu (Utami, 2016).

2) Peras dan putar

Pegang kaki bayi pada pangkal paha dengan kedua tangan secara

bersamaan. Peras dan putar kaki bayi denagn lembut dan dimulai dari

pangkal paha searah mata kaki. (Utami, 2016).

3) Telapak kaki

Urutlah telapak kaki bayi dengan kedua ibu jari secara bergantian,

dimulai dengan tumit kaki menuju jari – jari diseluruh telapak kaki

( Utami, 2016).

4) Tarikan lembut jari

Pijatlah jari – jarinya satu persatu dengan gerakan memutar menjauhi

telapak kaki, diakhiri denga tarikan kasih yang lembut pada tiap ujung

hari ( Utami, 2016).

5) Gerakan peregangan (stretch)

Dengan mempergunakan sisi dari jari telunjuk, pijat telapak kaki mulai

dari batas jari – jari kearah tumit. Dengan jari tangan lain regangkan

dengan lembut punggung kaki pada daerah pangkal kaki kearah tumit

(Utami, 2016).

6) Titik tekan

Tekan – tekanlah kedua ibu jari secara bersamaan diseluruh permukaan

telapak kaki dari arah tumit ke jari – jari ( Utami, 2016).

10
a) Punggung kaki

Dengan mempergunakan kedua ibu jari secara bergantian pijatlah

punggung kaki dari pergelangan kaki kearah jari – jari secara

bergantian ( Utami, 2016).

b) Peras dan putar pergelangan kaki (ankle circles)

Buatlah gerakan seperti memeras dengan mempergunakan ibu jari

dan jari – jari lainnya dipergelangan kaki bayi (Utami, 2016).

c) Perahan cara Swedia

Peganglah pergelangan tangan bayi. Gerakkan tangan anda secara

bergantian dari pergelangan tangan (Utami, 2016).

7) Gerakan menggulung

Pegang pangkal paha dengan kedua tangan anda. Buatlah gerakan

menggulung dari pangkal paha menuju pergelangan kaki (Utami, 2016).

8) Gerakan akhir

Setelah gerakan 1 sampai 10 dilakukan pada kaki kanan dan kiri

rapatkan kedua kaki bayi. Letakkan kedua tangan anda secara bersamaan

pada pantat dan pangkal paha. Usap kedua kaki bayi dengan tekanan

lembut dari paha kearah pergelangan kaki. Ini merupakan gerakan akhir

bagian kaki (Utami, 2016).

b. Perut

1) Mengayuh sepeda

Lakukan gerakan memijat pada perut bayi seperti mengayuh sepeda, dari

atas kebawah perut, bergantian dengan tangan kanan dan kiri (Utami, 2016).

2) Mengayuh sepeda dengan kaki diangkat


11
Angkat kedua kaki bayi dengan salah satu tangan. Dengan tangan yang lain,

pijat perut bayi dari perut bagian atas sampai ke jari–jari kaki (Utami, 2016).

3) Bulan Matahari

Buat lingkaran searah jarum jam dengan jari tangan kiri mulai dari perut

sebelah kanan bawah (daerah usus buntu) keatas, kemudian kembali kearah

kanan bawah (seolah membentuk gambar matahari (M)) beberapa kali.

Gunakan tangan kanan untuk membuat gerakan setengah lingkaran mulai

dari bagian kanan bawah perut bayi sampai bagian kiri perut bayi (seolah

membentuk gambar bulan (B) ), lakukan kedua gerakan ini bersama – sama.

Tangan kiri selalu membuat bulatan penuh (matahari) sedangkan tangan

kanan akan membuat gerakan setengah melingkar (Utami, 2016).

4) Gerakan I – Love – U

I, Pijatlah perut bayi mulai dari bagian kiri atas ke bawah dengan

menggunakan jari-jari tangan kanan membentuk huruf “I”.

Love, Pijatlah perut bayi membentuk huruf “L” terbalik, mulai dari kanan

atas ke kiri atas, kemudian dari kiri atas ke kiri bawah

You, Pijatlah perut bayi membentuk huruf “U” terbalik, mulai dari kanan

bawah (daerah usus buntu) keatas, kemudian ke kiri, kebawah dan berakhir

diperut kiri bawah (Utami, 2016).

5) Gelembung atau jari – jari berjalan (walking fingers)

Letakkan ujung jari–jari satu tangan pada perut bayi bagian kanan. Gerakan

jari–jari anda pada perut bayi dari bagian kanan ke bagian kiri guna

mengeluarkan gelembung – gelembung udara (Utami, 2016).

c. Dada

1) Jantung besar

12
Buatlah gerakan yang menggambarkan jantung dengan meletakkan ujung –

ujung jari kedua telapak tangan anda ditengah dada bayi atau di ulu hati.

Buat gerakan ke atas sampai di bawah leher, kemudian di samping diatas

tulang selangka, lalu ke bawah membentuk jantung dan kembali ke ulu hati

(Utami, 2016).

2) Kupu – kupu

Buatlah gerakan diagonal seperti gambar kupu – kupu, dimulai dengan

tangan kanan membuat gerakan memijat menyilang dari tengah dada atau

ulu hati ke arah bahu kanan dan kembali ke ulu hati. Gerakan tangan kiri

ke bahu kiri dan kembali ke ulu hati (Utami, 2016).

d. Tangan

1) Memijat ketiak (armpits)

Buatlah gerakan memijat pada daerah ketiak dari atas ke bawah. Perlu

diingat, kalau dapat pembengkakan kelenjar di daerah ketiak, sebaiknya

gerakan tidak dilakukan (Utami, 2016).

2) Perahan cara India

Arah pijatan cara India adalah pijatan yang menjauhi tubuh. Guna

pemijatan cara ini adalah untuk relaksasi atau melemaskan otot. Peganglah

lengan bayi bagian pundak dengan tangan kanan seperti memegang

pemukul soft ball, tangan kiri memegang pergelangan tangan bayi.

Gerakan tangan kanan mulai dari bagian pundak ke arah pergelangan

tangan, kemudian gerakkan tangan kri dari pundak ke arah pergelangan

tangan. Demikian seterusnya, gerakan tangan kanan dan kiri ke bawah

secara bergantian dan berulang– ulang seolah memerah susu sapi (Utami,

2016).

13
3) Peras dan putar

Peras dan putar lengan bayi dengan lembut mulai dari pundak ke

pergelangan tangan (Utami, 2016).

4) Membuka tangan

Pijat telapak tangan dengan kedua ibu jari, dari pergelangan tangan ke arah

jari–jari (Utami, 2016).

5) Putar jari–jari

Pijat lembut jari bayi satu per satu menuju ke arah ujung jari dengan

gerakan memutar. Akhirilah gerakan ini dengan tarikan lembut pada tiap

ujung jari (Utami, 2016).

6) Punggung tangan

Letakkan tangan bayi di antara kedua tangan. Usap punggung tangannya

dari pergelangan tangan ke arah jari–jari dengan lembut (Utami, 2016).

7) Peras dan putar pergelangan tangan

Peraslah sekeliling pergelangan tangan dengan ibu jari dan jari telunjuk

(Utami, 2016).

8) Perahan cara Swedia

a) Arah pijatan cara Swedia adalah dari pergelangan tangan ke arah

badan. Pijatan ini berguna untuk mengalirkan darah ke jantung dan

paru–paru.

b) Gerakkan tangan kanan dan kiri secara bergantian mulai dari

pergelangan tangan kanan bayi ke arah pundak.

c) Lanjutkan dengan pijatan dari pergelangan kiri bayi ke arah pundak

(Utami, 2016).

9) Gerakan menggulung
14
Peganglah lengan bagian atas atau bahu dengan kedua telapak tangan.

Bentuklah gerakan menggulung dari pangkal lengan menuju kearah

pergelangan tangan atau jari– jari (Utami, 2016).

e. Muka

1) Dahi

a) Letakkan jari–jari kedua tangan pada pertengahan dahi. Tekankan jari–

jari dengan lembut mulai dari tengah dahi keluar ke samping kanan

dan kiri seolah menyetrika dahi atau membuka lembaran buku.

b) Gerakan kebawah ke daerah pelipis, buatlah lingkaran–lingkaran kecil

didaerah pelipis, kemudian gerakkan kedalam melalui daerah pipi

dibawah mata (Utami, 2016).

2) Alis

Letakkan kedua ibu jari di antara kedua alis mata. Gunakan kedua ibu jari

untuk memijat secara lembut pada alis mata dan dibatas kelopak mata, mulai

dari tengah ke samping seolah menyetrika alis (Utami,2016)

3) Hidung: senyum I

a) Letakkan kedua ibu jari pada pertengahan alis. Tekankan ibu jari dari

pertengahan kedua alis turun melalui tepi hidung kearah pipi dengan

membuat gerakan ke samping dan ke atas seolah membuat bayi tersenyum.

b) Mulut bagian atas : senyum II

Letakkan kedua ibu jari di atas mulut di bawah sekat hidung. Gerakkan

kedua ibu jari dari tengah ke samping dan ke atas ke daerah pipi seolah

membuat bayi senyum (Utami, 2016).

c) Mulut bagian bawah: senyum III

Letakkan kedua ibu jari ditengah dagu. Tekankan dua ibu jari pada dagu
15
dengan gerakan dari tengah ke samping, kemudian ke atas ke arah pipi seolah

membuat bayi senyum (Utami, 2016).

d) Lingkaran kecil dirahang (small circles around jaw)

Dengan jari kedua tangan, buatlah lingkaran–lingkaran kecil di daerah

rahang bayi (Utami, 2016).

e) Belakang telinga

Dengan mempergunakan ujung–ujung jari, berikan tekanan lembut pada

daerah belakang telinga kanan dan kiri. Gerakkan kearah pertengahan dagu

dibawah dagu (Utami, 2016).

f. Punggung

1) Gerakan maju mundur (kursi goyang)

Tengkurapkan bayi melintang didepan dengan kepala di sebelah kiri dan kaki

di sebelah kanan. Pijatlah sepanjang punggung bayi dengan gerkan maju

mundur menggunakan kedua telapak tangan, dari bawah leher sampai

kepantat bayi, lalu kembali lagi ke leher (Utami, 2016).

2) Gerakan menyetrika

Pegang pantat bayi dengan tangan kanan. Dengan tangan kiri, pijatlah mulai

dari leher kebawah sampai bertemu dengan tangan kanan yang menahan

pantat bayi seolah menyetrika punggung (Utami, 2016).

3) Gerakan menyetrika dan mengangkat kaki

Ulangi gerakan menyetrika punggung, hanya kali ini tangan kanan

memegang kaki bayi dan gerakan dilanjutkan sampai ke tumit kaki bayi

(Utami, 2016).

4) Gerakan melingkar

16
Dengan jari – jari kedua tangan, buatlah gerakan–gerakan melingkar kecil–

kecil mulai dari batas tengkuk turun ke bawah di sebelah kanan dan kiri

tulang punggung sampai pantat. Mulai dengan lingkaran–lingkaran kecil di

daerah leher, kemudian lingkaran yang lebih besar di daerah pantat (Utami,

2016).

5) Gerakan menggaruk

Tekankan dengan lembut kelima jari–jari tangan kanan anda pada punggung

bayi. Buat gerakan menggaruk ke bawah memanjang sampai kepantat bayi

(Utami, 2016).

B. Konsep Kualitas Tidur Bayi

1. Pengertian

Kualitas tidur adalah Mutu atau keadaan fisiologis tertentu yang didapatkan

selama seseorang tidur, yang memulihkan proses - proses tubuh yang terjadi pada

waktu orang itu bangun. Jika kualitas tidurnya bagus artinya fisiologi, dalam hal

ini sel otak misalnya pulih kembali seperti semula saat bangun tidur (Khasanah,

2017).

Kualitas tidur bayi tidak hanya berpengaruh pada perkembangan fisik, tapi

juga sikapnya keesokan hari. Bayi yang tidur cukup tanpa sering terbangun akan

lebih bugar dan tidak gampang rewel. Bayi dikatakan mengalami gangguan tidur

jika pada malam hari tidurnya kurang dari 9 jam, terbangun lebih dari 3 kali dan

lama terbangunnya lebih dari 1 jam. Selama tidur bayi terlihat selalu rewel,

menangis dan sulit tidur kembali (Goleman, Boyatzis, and Mckee, 2018)

Para peneliti di Carneigie Mellon University of Pensylvania menemukan

bahwa kuantitas serta kualitas tidur sesungguhnya mempengaruhi bagaimana

orang bisa menjadi sakit. Ciri-ciri bayi cukup tidur yaitu, bayi akan dapat jatuh

17
tertidur dengan mudah di malam hari, bugar saat bangun tidur, tidak rewel, dan

tidak memerlukan tidur siang yang melebihi kebutuhan sesuai dengan

perkembangannya.

Kualitas dan kuantitas tidur bayi berpengaruh tidak hanya perkembangan

fisik, juga terhadap perkembangan emosionalnya. Bayi yang tidur cukup tanpa

terbangun lebih bugar dan tidak gampang rewel keesokan harinya (Nurmalasari,

Agung, and Nahariani, 2016).

2. Manfaat Tidur Bagi Bayi

Bayi yang otot-ototnya distimulus dengan urut atau pemijatan akan

nyaman dan mengantuk. Kebanyakan bayi akan tidur dengan waktu yang lama

begitu pemijatan usai dilakukan. Selain lama, bayi nampak tidur terlelap dan

tidak rewel seperti sebelumnya, hal ini menunjukkan bahwa bayi merasa

tenang setelah dipijat. Ketika bayi tidur, maka saat bangun akan menjadi bugar

sehingga menjadi faktor yang mendukung konsentrasi dan kerja otak bayi (Aco

Tang, 2018)

Tidur memegang peranan penting dalam meningkatkan daya tahan

tubuh bayi terhadap infeksi. Jika tidurnya sampai terganggu, kadar sel darah

putih dalam tubuh akan menurun dan efektivitas sistem daya tahan tubuh bayi

juga menurun. Sehingga bayi mudah sakit dan pertumbuhannya akan

terganggu. Bayi yang tidurnya kurang memiliki pertumbuhan fisik yang

terhambat, dibandingkan bayi yang tidurnya cukup.

Hal ini karena pada saat tidur pertumbuhan fisik bayi akan terpacu, dan

berkaitan erat dengan pertambahan berat badan, tinggi badan, dan kesehatan

fisiknya secara umum (Mutyah and Anggraeni, 2017).

3. Tidur Bayi

18
Lama tidur setiap golongan usia secara umum berbeda-beda. Golongan usia dibagi

menjadi tujuh kategori berdasarkan rata-rata lama tidur yang dibutuhkan

Tabel 1. Kebutuhan Tidur Manusia

Kelompok usia Lama tidur

0 – 2 bulan 18 jam

3 – 12 bulan 15 jam

1 – 3 tahun 14 jam

3 – 5 tahun 13 jam

5 – 12 tahun 11 jam

12 – 18 tahun 10 jam

> 18 tahun 7,5 jam

Sumber:(Camaru, 2011).

4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Tidur

Pemenuhan kebutuhan tidur bagi setiap orang berbeda – beda , ada yang

yang dapat terpenuhi dengan baik bahkan sebaliknya. Seseorang bisa tidur ataupun

tidak dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu di antaranya sebagai berikut (Suryati,

2019).

Status Kesehatan Seseorang yang kondisi tubuhnya sehat memungkinkan ia

dapat tidur dengan nyenyak, sedangkan untuk seseorang yang kondisinya kurang

sehat (sakit) dan rasa nyeri, makan kebutuhan tidurnya akan tidak nyenyak

(Mardiana, 2018).

Hal ini karena pada saat tidur pertumbuhan fisik bayi akan terpacu, dan berkaitan erat

19
dengan pertambahan berat badan, tinggi badan, dan kesehatan fisiknya secara umum

(Mutyah and Anggraeni, 2017).

5. Lingkungan dapat meningkatkan atau menghalangi seseorang untuk tidur.

Lingkungan bersih, bersuhu dingin, suasana yang tidak gaduh (tenang), dan

penerangan yang tidak terlalu terang akan membuat seseorang tersebut tertidur

dengan nyenyak, begitupun sebaliknya jika lingkungan kotor, bersuhu panas,

susana yang ramai dan penerangan yang sangat terang, dapat mempengaruhi

kualitas tidurnya (Mardiana, 2018).

a. Gaya hidup

Kelelahan yang dirasakan seseorang dapat pula memengaruhi kualitas tidur

seseorang. Kelelahan tingkat menengah orang dapat tidur dengan nyenyak.

Sedangkan pada kelelahan yang berlebih akan menyebabkan periode tidur REM

lebih pendek (Mardiana, 2018).

b. Obat–obatan

Obat–obatan yang dikonsumsi seseorang ada yang berefek menyebabkan tidur,

adapula yang sebaliknya mengganggu tidur (Mardiana, 2018).

C. Konsep Bayi

1. Bayi

Masa bayi berlangsung selama dua tahun pertama kehidupan pertama kehidupan

setelah periode baru lahir selama dua minggu. Masa bayi sering dianggap sebagai

keadaan tidak berdaya dimana bayi setiap hari belajar untuk semakin mandiri,

sehingga di akhir masa bayi dikenal sebagai anak kecil yang baru belajar berjalan

(Susila, 2017).

Masa bayi adalah dasar periode kehidupan yang sesungguhnya karena pada saat
20
ini banyak pola prilaku, sikap, dan pola ekspresi emosi terbentuk (Desy, 2019).

2. Perkembangan Bayi

a. Perkembangan Fisik

Selama dua tahun pertama kehidupannya, perkembangan fisik bayi

berlangsung sangat ekstensif. Pada saat lahir, bayi memiliki kepala yang

sangat besar dibandingkan dengan bagian tubuh lain. Tubuhnya bergerak

terus-menerus ke kiri dan ke kanan, sering kali tidak dapat dikendalikan.

Mereka juga memiliki refleks yang di dominasi oleh gerakan-gerakan yang

terus berkembang. Dalam rentang waktu 12 bulan bayi dapat duduk, berdiri,

membungkuk, memanjat, dan bahkan berjalan. Kemudian selama dua tahun,

pertumbuhan fisiknya melambat, tetapi pada aktivitasnya seperti berlari dan

memanjat pertumbuhannya justru berlangsung cepat (Desy , 2019).

b. Perkembangan Refleks

Pada masa bayi terlihat gerakan-gerakan spontan, yang disebut refleks.

Refleks adalah gerakan-gerakan bayi yang bersifat otomatis dan tidak

terkoordinasi sebagai reaksi terhadap rangsangan tertentu serta memberi

bayi respons penyesuaian diri terhadap lingkungannya. Sepanjang bulan

pertama kehidupannya, kebanyakan refleks disengaja atau penuh arti. Pada

saat anak menguasai kemampuan tersebut, maka ia disebut sudah memiliki

skill atau keterampilan.

c. Pola Tidur dan Bangun

Bayi yang baru lahir menghabiskan lebih banyak waktunya untuk tidur.

Rata-rata bayi baru lahir tidur selama 16-17 jam sehari, walaupun ada

beberapa bayi yang rata- rata tidurnya lebih sedikit, yaitu sekitar 10 hingga

11 jam per hari dan ada pula yang lebih lama, yaitu selama 21 jam per hari
21
Biasanya jumlah tidur bayi akan berkurang secara teratur setiap bulan.

22
d. Pola Makan dan Minum

Perkembangn fisik bayi bergantung pada makanan yang baik selama 2 tahun

pertama. Bayi membutuhkan makanan yang mengandung sejumlah protein,

kalori, vitamin dan mineral. Bagi bayi usia 6 bulan pertama, ASI, merupakan

sumber makanan dan energi yang utama, karena ASI adalah susu yang

bersih dan dapat dicerna serta mengandung zat antibodi.

e. Pola Buang Air

Buang air yang terkendali atau terlatih merupakan suatu bentuk keterampilan

fisik dan motorik yang harus dicapai oleh bayi. Kemampuan untuk

mengendalikan buang air ini sangat bergantung pada kematangan otot dan

motivasi yang memiliki. Ketika baru lahir bayi belum mampu

mengendalikan buang airnya, sehingga buang air dilakukan setiap saat. Pada

usia 4 bulan, interval buang airnya dilakukan setiap saat. Pada usia 4 bulan,

interval buang airnya sudah dapat diramalkan.

f. Perkembangan Intelegensi

Sejak tahun pertama dari usia anak, fungsi intelegensi sudah mulai tampak

dalam tingkah lakunya, umpamanya dalam tingkah lakunya motorik dan

berbicara. Anak yang cerdas menunjukkan gerakan-gerakan yang lancar,

serasi dan terkoordinasi.

g. Perkembangan Bahasa

Emosi adalah perasaan atau afeksi yang melibatkan kombinasi antara gejolak

fisiologis dan perilaku yang tampak. Untuk dapat memahami secara pasti

mengenai kondisi emosi bayi bukanlah hal mudah, sebab informasi mengenai

aspek emosi yang subjektif hanya dapat diperoleh dengan cara intropeksi,
sedangkan bayi masih sangat muda tidak dapat menggunakan cara tersebut

dengan baik.

h. Perkembangan Moral

Seorang anak yang baru dilahirkan belum memiliki konsep tentang apa itu

baik atau apa itu buruk. Pada masa ini tingkah laku bayi hampir semuanya

didominasi oleh dominan naluriah belaka (Desy, 2019).

D. Indikasi dan Kontraindikasi Pemberian Pijat Bayi

Indikasi dari pijat bayi menurut Globalmed Learning Center (2015) terdapat 5

indikasi dari pijat bayi yaitu:

a) Bayi lahir premature

b) Bayi dengan berat badan kurang

c) Bayi sulit makan

d) Bayi yang rewel

e) Bayi yang sehat untuk merangsang perkembangan motorik

Kontra indikasi dari pijat bayi menurut Globalmed Learning Center (2015)

terdapat 6 poin kontra indikasi dari pijat bayi yaitu:

a. Memijat bayi langsung setelah selesai makan

b. Memijat saat bayi tidur

c. Memijat dalam keadaan demam

d. Memaksa bayi yang tidak mau di pijat

e. Memaksakan posisi pijat tertentu pada bayi

f. Membangunkan bayi khususnya untuk pemijatan.


BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN

Baby spa bertujuan merangsang saraf sensoris dan motoris bayi lebih dini dengan

stimulus-stimulus tertentu sehingga bayi dapat tumbuh aktif serta lebih optimal baik

secara fisik maupun mentalnya. Usia 3-6 bulan adalah saat tepat bagi bayi untuk mulai

melakukan baby spa. Setelah usia 3 bulan neck control sudah baik sehingga kepala

bayi dapat tegak. Bayi juga memiliki sepasang refleks yang dapat membuat mereka

berenang dengan baik yaitu refleks menyelam (dive reflek) dan refleks berenang (swim

reflek).Manfaat baby spa diantaranya adalah melancarkan peredaran darah,

Memberikan efek relaksasi, meningkatkan kualitas tidur, mengoptimalkan tumbuh

kembang anak, membantu memperbaiki sistem pencernaan, menghindari pengalaman

traumatis bayi terhadap air, membantu meningkatkan kapasitas jantung dan paru-paru.

B. SARAN

1. Bagi Tenaga Kesehatan

diharapkan tenaga kesehatan menambah wawasan tentang Baby Spa dalam

pertumbuhan dan perkembangan bayi. Mengembangkan promosi dan edukasi

tentang baby spa kepada masyarakat khususnya orang tua bayi untuk meningkatkan

perkembangan motorik baik kasar dan halus terhadap bayi. Hal ini dapat dilakukan

dengan cara memberikan penyuluhan yang disertai dengan demonstrasi pemberian

leaflet yang dapat dilakukan melalui posyandu-posyandu oleh petugas kesehatan.

2. Bagi ibu yang memiliki bayi

Diharapkan ibu dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang manfaat baby

Spa untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.

3. Bagi Pembaca
Diharapkan pembaca dapat menambah wawasan dan pengetahuan lebih dalam

mengenai Baby Spa sebagai pertumbuhan dan perkembangan bayi.


DAFTAR PUSTAKA

Aco, Tang. 2018. Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 1–4 Bulan.

Global Health Science 3(1): 12–16.

Anggraini & Sari. 2020. Pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi Usia 0-6 bulan.

Jurnal Penelitian Kesehatan.8(1).25-32

Anggraini & Sari. 2020. Pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi Usia 0-6 bulan.

Jurnal Penelitian Kesehatan.8(1).25-32

Desy, Dkk. 2019. Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Berat Badan Bayi Usia 6 – 12 Bulan.

Jurnal Medika Karya Ilmiah kesehatan 4(2).

[Link]

Globalmed Learning Center. 2015. Baby Massage Aktivitas Sehat Ibu Dan Bayi. Bali:

Aimee.

Goleman, Daniel, Richard. Boyatzis, and Annie Mckee. 2018. Pengaruh Baby Massage

Terhadap Kualitas Tidur Pada Bayi Usia 3-12 Bulan. Journal of Chemical

Information and Modeling 53(9): 1689–99.

Hatice Ball Yilmaz. 2014. The Effect of Massage by Mothers on Growth in Healthy Full

Term Infants . Ege University, School Of Nursing, Bornova, Izmir, Turkey.

Ifalahma, Darah et al. 2012. Efektivitas Pijat Bayi Terhadap Kualitas Tidur Bayi.

Irva, Tri Sasmi et al. 2013. Pengaruh Terapi Pijat Terhadap Peningkatan Berat Badan

Bayi.: 1–9.
Khasanah, Uswatun. 2017. “Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Pola Tidur Pada Bayi Usia 3 – 6

Bulan.” : 1–13.

Mardiana, L. 2018. 2018. Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Kuantitas Tidur Bayi di Program

Studi Ilmu Keperawatan STIKES Dr . Soebandi Jember. 6(1): 462–68.

Mutyah, Diyan, and Dia Anggraeni. 2017. Pengaruh Pemberian Pijat Bayi Terhadap

Kualitas Dan Kuantitas Tidur Bayi Usia 6-12 Bulan Di Masyarakat Pesisir

[Link] Riset Kesehatan untuk Daya Saing Bangsa ISSN 2581: 8.

Nurmalasari, Devi Indah, Erika M Agung, and Pepin Nahariani. 2016. Pengaruh Pijat Bayi

Dengan Kualitas Tidur Bayi Usia 3-6 Bulan Di Desa Bandung Kecamatan Diwek

Kabupaten Jombang. Jurnal Ilmiah Kebidanan 1.

Roesli, 2012. Pedoman Pijat Bayi. Jakarta : Trubus Agriwidya.

Roesli, 2013. Pedoman Pijat Bayi. Jakarta : Trubus Agriwidya

Suryani, Irma Lilis, and Berat Badan. 2017. PengaruhPijat Bayi Terhadap Peningkatan

Berat Badan Pada Bayi Jurnal Kesehatan Holistik ( The Journal of Holistic

Healthcare ), Volume 11 , No . 2 , April 2017 : 72-76. 11(2): 72–76.

Suryati, Suryati, Naelatur Rizqiyah, and Eka Oktavianto. 2019. Pengaruh Pijat Bayi

Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Bayi Usia 3-10 Bulan Di Desa Tamanan

Wilayah Kerja Puskesmas Banguntapan [Link] Informasi Kesehatan 8(1): 75.

Susan, G. Salvo. 2013. Massage Therapy Principles And Practice. Six Editio.

Susila, Ida. 2017. Pengaruh Teknik Pijat Bayi Terhadap Kenaikan Berat Badan Bayi Usia

0-7 Bulan. 9(2): 14–19.


Utami, Roesli. 2013. Pedoman Pijat Bayi Prematur & Bayi Usia 0-3 Bulan. jakarta: Jakarta

Trubus Agriwidya.

Utami, Roesli. 2016. Pedoman Pijat Bayi. jakarta: Jakarta Trubus Agriwidya.

Wati, Erna. 2012. Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Kuantitas Tidur Bayi Usia 3 - 6 Bulan Di

Desa Ngunut.

Anda mungkin juga menyukai