TUGAS MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN
MERINTIS USAHA PRAKTIK MANDIRI BIDAN
NAMA KELOMPOK :
Ni Putu Suardani (2115201060)
Ni Wayan Istiawati (2115201061)
Ni Putu Manik Primarani (2115201059)
INSTITUT TEKNOLOGI DAN KESEHATAN BALI
JURUSAN S1 KEBIDANAN
2022
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat
limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini
dengan baik, serta tepat pada waktunya. Dalam makalah ini kami akan membahas
mengenai “Merintis Usaha Praktik Mandiri Bidan”. Makalah ini dibuat untuk
membantu mahasiswa sekaligus melengkapi referensi pengembangan keilmuan
dan pengetahuan sehingga mahasiswa dapat memahami tujuan dan kegunaan
pembelajaran mata kuliah Kewirausahaan.
Makalah ini telah dibuat dengan berbagai observasi dan beberapa bantuan
dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan
selama mengerjakan makalah ini. Kami menyadari bahwa masih banyak
kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu kami meminta
pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun kami.
Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan
makalah selanjutnya.
Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang
terlibat dalam penyusunan makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan
wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Atas dukungan dan kerjasama yang
baik, kami ucapkan terima kasih.
Denpasar, November 2022
Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..............................................................................................i
DAFTAR ISI............................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1
A. Latar belakang.....................................................................................................1
B. Tujuan..................................................................................................................2
C. Manfaat................................................................................................................2
BAB II TINJAUAN TEORI....................................................................................3
A. Analisis Situasi...................................................................................................3
B. Analisis SWOT...................................................................................................4
BAB III..................................................................................................................10
BAB IV PENUTUP...............................................................................................20
A. KESIMPULAN.................................................................................................20
B. SARAN.............................................................................................................20
DAFTAR PUSTAKA
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bidan sebagai seorang pelaksana atau pemberi layanan kesehatan
(health provider) sangat berpengaruh pada perkembangan kesehatan dan
perubahan pola hidup masyarakat di Indonesia. Peranan bidan sebagai role model
masyarakat dapat menjadi motivator serta fasilitator untuk membentuk sebuah
peradaban dan tatanan sebuah pelayanan kesehatan. Pada era globalisasi saat ini,
tenaga kesehatan dituntut untuk menuju puncak yang lebih baik, mampu
bersaing dan melakukan perubahan terhadap kesehatan di Indonesia.
Bidan dalam memberikan pelayanan dapat membuat suatu usaha yaitu
Praktik Mandiri Bidan (PMB), sesuai dengan Permenkes No. 28 Tahun 2017
Tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan pengertian dari Praktik
Mandiri Bidan adalah tempat pelaksanaan rangkaian kegiatan pelayanan
kebidanan yang dilakukan oleh Bidan secara perorangan. Bidan dalam
membuat Praktik Mandiri Bidan tersebut.
Seorang Bidan yang membuka suatu usaha Praktik Mandiri Bidan dapat
disebut juga sebagai wirausahawan, dimana wirausahawan adalah seseorang
yang memiliki keahlian menjual, menawarkan ide hingga komoditas yakni
layanan jasa. Sebagai pelaku usaha mandiri di bidang kesehatan tentunya
seorang bidan harus mengetahui manajemen usaha dengan baik serta memiliki
personal selling agar menjadi daya tarik tersendiri dalam melakukan suatu
usaha PMB tersebut.
1
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
a Memberikan pelayanan kesehatan yang memadai dan mudah dijangkau
terutama ibu dan anak
b Menurunkan angka persalinan yang ditolong oleh dukun kampung
c Menurunkan angka kematian ibu dan bayi di daerah tersebut
d Meningkatkan kesehatan masyarakat terutama kesehatan ibu dan anak
2. Tujuan Khusus
a Membantu masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang
optimal b Menerapkan ilmu kebidanan yang telah didapatkan
c Mengembangkan usaha berupa penjualan jasa kepada masyarakat
C. Manfaat
1. Masyarakat dapat mengakses pelayanan kesehatan yang memadai dan
terjangkau di wilayah tempat tinggalnya
2. Memberikan peluang kepada Bidan untuk mengembangkan potensi diri
3. Memberikan peluang kepada Bidan untuk mendapatkan pengakuan atas
usahanya di masyarakat
2
BAB II
TINJAUAN TEORI
A. Analisis Situasi
Pada era ini pelayanan tingkat pertama khususnya bidan praktek mandiri
berperan sangat sentral yakni sebagai gate keeper yang menentukan sejauh mana
peserta (ibu hamil, melahirkan dan ibu nifas) membutuhkan pelayanan pada
tingkat lanjutan sesuai kebutuhan medis, sehingga bidan sebagai Primary Care
Provider (PCP). Hasil studi evaluasi Jampersal tahun 2012, menghasilkan
evidence yang meyakinkan bahwa Jampersal berhasil mengajak ibu hamil untuk
melahirkan di fasilitas kesehatan. Peran aktif dari bidan sebagai ujung tombak
pemberi pelayanan kebidanan dan neonatal, ketersediaan obat dan peralatan serta
fasilitas yang telah disediakan oleh pemerintah semakin meningkatkan jumlah
kunjungan ibu hamil ke fasilitas kesehatan.
Menurut Wijono (1999) dalam Tarigan (2009) Tenaga kesehatan adalah
setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki
pengetahuan dan atau keterampilan melalui pendidikan dibidang kesehatan yang
untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan.
tenaga kesehatan terdiri dari tenaga medis, tenaga keperawatan, tenaga kesehatan
masyrakat, tenaga gizi, tenaga keterampilan fisik dan tenaga keteknisan medis,
salah satunya adalah Bidan Praktek Mandiri (BPM).
Menurut teori Abraham Maslow mengemukakan bahwa pada dasarnya
semua manusia memiliki kebutuhan pokok, yang ditunjukkan dalam 5 tingkatan
yang berbentuk piramid, orang memulai dorongan dari tingkatan terbawah. Lima
tingkat kebutuhan itu dikenal dengan sebutan Hirarki Kebutuhan Maslow, dimulai
dari kebutuhan biologis dasar sampai motif psikologis yang lebih kompleks; yang
hanya akan penting setelah kebutuhan dasar terpenuhi. Kebutuhan pada suatu
peringkat paling tidak harus terpenuhi sebagian sebelum kebutuhan pada
peringkat berikutnya menjadi penentu tindakan yang penting. Pengetahuan,
motivasi dan harapan bidan untuk mengikuti suatu program termasuk kedalam
3
kebutuhan penghargaan dan aktualisasi diri. Bidan akan mempunyai motivasi dan
harapan yang besar terhadap suatu usaha apabila mendapatkan suatu penghargaan
yang layak bagi dirinya.
Bidan Praktek Mandiri (BPM) merupakan bentuk pelayanan kesehatan
dibidang kesehatan dasar. Praktek bidan adalah serangkaian kegiatan pelayanan
kesehatan yang diberikan oleh bidan kepada pasien (individu, keluarga, dan
masyarakat) sesuai dengan kewenangan dan kemampuannya. Bidan yang
menjalankan praktek harus memiliki Surat Izin Praktek Bidan (SIPB) sehingga
dapat menjalankan praktek pada sarana kesehatan atau program. (Imamah, 2012).
Bidan praktek mandiri mempunyai tanggung jawab besar karena harus
mempertanggungjawabkan sendiri apa yang dilakukan. Dalam hal ini Bidan
Praktek Mandiri menjadi pekerja yang bebas mengontrol dirinya sendiri. Situasi
ini akan besar sekali pengaruhnya terhadap kemungkinan terjadinya
penyimpangan etik. (Sofyan, dkk. 2006).
Praktek pelayanan bidan mandiri merupakan penyedia layanan
kesehatan, yang memiliki kontribusi cukup besar dalam memberikan pelayanan,
khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak. Supaya masyarakat
pengguna jasa layanan bidan memperoleh akses pelayanan yang bermutu, perlu
adanya regulasi pelayanan praktek bidan secara jelas persiapan sebelum bidan
melaksanakan pelayanan praktek seperti perizinan, tempat, ruangan, peralatan
praktek, dan kelengkapan administrasi semuanya harus sesuai dengan standar.
B. Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah penilaian terhadap hasil identifikasi situasi, untuk
menentukan apakah suatu kondisi dikategorikan sebagai kekuatan, kelemahan,
peluang atau ancaman. Analisis SWOT merupakan bagian dari proses
perencanaan. Hal utama yang ditekankan adalah bahwa dalam proses perencanaan
tersebut, suatu institusi membutuhkan penilaian mengenai kondisi saat ini dan
gambaran ke depan yang mempengaruhi proses pencapaian tujuan institusi.
Dengan analisa SWOT akan didapatkan karakteristik dari kekuatan utama,
kekuatan tambahan, faktor netral, kelemahan utama dan kelemahan tambahan
4
berdasarkan analisa lingkungan internal dan eksternal yang dilakukan (Alma, dan
Priansa, 2009).
Analisis SWOT adalah suatu bentuk analisis situasi dengan
mengidentifikasi berbagai faktor secara sistematis terhadap kekuatan-kekuatan
(strengths) dan kelemahan-kelemahan (weaknesses) suatu organisasi dan
kesempatan-kesempatan (opportunities) serta ancaman-ancaman (threats) dari
lingkungan untuk merumuskan strategi organisasi. Strengths (kekuatan) adalah
kegiatan-kegiatan organisasi yang berjalan dengan baik atau sumber daya yang
dapat dikendalikan. Weaknesses (kelemahan) adalah kegiatan-kegiatan organisasi
yang tidak berjalan dengan baik atau sumber daya yang dibutuhkan oleh
organisasi tetapi tidak dimiliki oleh organisasi Opportunities (peluang /
kesempatan) adalah faktor-faktor lingkungan luar yang positif. Threats (ancaman)
adalah faktor-faktor lingkungan luar yang negatif.
Matrik SWOT adalah alat untuk menyusun faktor-faktor strategis
organisasi yang dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan
ancaman eksternal yang dihadapi organisasi dapat disesuaikan dengan kekuatan
dan kelemahan yang dimilikinya. IFAS (Internal Strategic Factors Analysis
Summary) adalah ringkasan atau rumusan faktor-faktor strategis internal dalam
kerangka kekuatan (Strengths) dan kelemahan (Weaknesses).
1. Kekuatan (Strength) adalah situasi internal organisasi yang berupa
kompentensi/kapabalitas/sumber daya yang dimiliki organisasi, yang dapat
digunakan sebagai alternatif untuk menangani dan ancaman. Kekuatan
(Strength) dalam rencana bisnis Bidan Praktik Mandiri yang akan dibuat
adalah:
a. Telah menyelesaikan program Sarjana Terapan Kebidanan atau Profesi
Bidan
b. Peralatan dan obat-obatang lengkap
c. Sarana dan prasarana asuhan rooming-in atau rawat gabung
5
d. Pengetahuan baik tekhnis maupun non tekhnis, antara lain :
1) Asuhan persalinan normal
2) Antenatal Care (senam hamil, perawatan payudara)
3) Perawatan nifas (senam nifas)
4) Perawatan bayi
5) Penyuluhan kesehatan
6) Konseling Keluarga Berencana (KB)
7) Imunisasi (Neonatus, Bayi Balita)
8) Pelayanan keluarga berencana (pemasangan dan pencabutan AKDR dan
pemasangan dan pelepasan AKBK, suntik dan pil)
9) Pelatihan penanganan HIV AIDS
10) Pelatihan isu gender
11) Pelatian kesehatan reproduksi
12) Diklat jarak jauh bidan
e. Membuat suatu pelayanan yang unggul untuk mensejahterahkan
masyarakat khususnya kalangan ibu dan anak
f. Memiliki wajah yang menarik
g. Memiliki solidaritas yang tinggi
h. Pandai bersosialisasi
i. Memiliki rasa humor
j. Kreatif dan inovatif
6
k. Ramah dan santun
2. Kelemahan (Weakness) adalah situasi internal organisasi dimana
kompentensi/ kapabalitas/ sumber daya organisasi sulit digunakan untuk
menangani kesempatan dan ancaman. Kelemahan (Weakness) yang
kemungkinana ada dalam rencana bisnis Bidan Praktik Mandiri adalah:
a. Sensitif
b. Berbicara spontan apa adanya, terkadang tanpa mempedulikan perasaan
orang lain
c. Pelupa
3. Peluang (Opportunity) adalah situasi eksternal organisasi yang berpotensi
mengutungkan. Organisasi-organisasi yang berada dalam satu industri yang
sama secara umum akan merasa diuntungkan bila dihadapkan pada kondisi
eksternal tersebut. Misal, ada segmen pasar tertentu yang belum dimasuki
pemain lain, secara umum akan menjadi peluang bagi organisasi manapun
yang berhasil melihat pasar tersebut (Tripomo, 2005: hal 118-119). Peluang
(Opportunity) dalam rencana bisnis Bidan Praktik Mandiri yang akan dibuat
adalah:
a. Memperhatikan pelayanan asuhan kebidanan yang sering dilakukan pada
setiam PMB di sekitar lingkungan (Survey).
b. Mengkombinasikan pelayanan yang mudah diterima masyarakat dalam
pelayanan asuhan kebidanan.
4. Ancaman (Threat) adalah suatu keadaan eksternal yang berpotensi
menimbulkan kesulitan. Organisasi-organisasi yang berada dalam satu
industri yang sama secara umum akan merasa dirugikan/ dipersulit/terancam
bila dihadapkan pada kondisi eksternal tersebut. Contoh: dua tahun yang akan
datang akan masuk “pemain baru” dari luar negri yang memiliki teknologi
dan modal kuat. Secara umum kondisi tersebut akan menjadi ancaman bagi
semua organisasi yang saat ini berada dalam industri yang sama. Ancaman
7
(Threat) dalam rencana bisnis Bidan Praktik Mandiri yang akan dibuat
adalah:
a. Adanya persaingan yang tidak sehat
Persyaratan menurut KEPMENKES RI NO. 900/MENKES/SK/VII/2002
1) Bidan dalam menjalankan prakteknya harus:
a) Memiliki tempat dan ruangan praktek yang memenuhi persyaratan
kesehatan
b) Menyediakan tempat tidur untuk persalinan, minimal 1 dan
maksimal 5 tempat tidur
c) Memilki peralatan minimal sesuai dengan ketentuan dan
melaksanakan prosedur tetap (protap) yang berlaku.
d) Menyediakan obat-obatan sesuai dengan ketentuan peralatan yang
berlaku
2) Bidan yang menjalankan praktek harus mencantumkan izin praktek
bidannya atau fotocopy izin prakteknya di ruang praktek, atau tempat
yang mudah dilihat.
3) Bidan dalam prakteknya menyediakan lebih dari 5 tempat tidur, harus
memperkerjakan tenaga bidan yang lain, yang memiliki SIPB untuk
membantu tugas pelayanannya.
4) Bidan yang menjalankan praktek harus mempunyai peralatan minimal
sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan harus tersedia di tempat
prakteknya
5) Peralatan yang wajib dimiliki dalam menjalankan praktek bidan sesuai
dengan jenis pelayanan yang diberikan
8
6) Dalam menjalankan tugas bidan harus senantiasa mempertahankan
dan meningkatkan keterampilan profesinya antara lain dengan:
a) Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan atau saling tukar
informasi dengan sesama bidan
b) Mengikuti kegiatan-kegiatan akademis dan pelatihan sesuai dengan
bidang tugasnya, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah
maupun oleh organisasi profesi.
c) Memelihara dan merawat peralatan yang digunakan untuk praktek
agar tetap siap dan berfungsi dengan baik.
9
BAB III
A. Design Tempat Praktik
Menutut PMK No. 28 Tahun 2017 Tentang Izin dan Penyelenggaraan
Praktik Bidan, terdapat persyaratan bangunan tempat praktik yaitu:
1. Merupakan bangunan permanen dan menetap
2. Dinding dan lantai tempat praktik berwarna terang, tidak berpori dan mudah
dibersihkan.
3. Lantai tempat praktik tidak licin, tidak berpori dan mudah dibersihkan
4. Akses/pintu keluar masuk ke ruang praktik terpisah dari rumah tinggal
keluarga.
5. Memiliki ruang tunggu, ruang periksa, ruang bersalin, ruang nifas/rawat inap,
kamar mandi/WC, ruang pemrosesan alat dengan syarat- syarat tertentu.
Adapun persyaratan ruang praktik Bidan yaitu:
1. Ruang tunggu
a. Ruangan bersih dan nyaman
b. Dilengkapi dengan bangku tunggu
c. Tersedia media informasi kesehatan
2. Ruang periksa
a. Ukuran minimal 3x2 m2
b. Dinding dan lantai terbuat dari bahan yang tidak tembus air dan mudah
dibersihkan, keras, rata, tidak licin.
c. Ruangan bersih dan tidak berdebu
10
d. Dilengkapi tempat tidur untuk pemeriksaan dengan ukuran sesuai standar,
meja dan kursi
e. Tersedia tempat untuk mencuci tangan dengan air mengalir dan tersedia sabun
atau antiseptik
f. Tersedia media informasi kesehatan ibu dan anak.
3. Ruang tindakan
a. Ukuran minimal 3 x 4 m2 untuk 1 (satu) tempat tidur persalinan dengan ukuran
sesuai standar
b. Dinding dan lantai terbuat dari bahan yang tidak tembus air dan mudah
dibersihkan, keras, rata, tidak licin
c. Akses keluar masuk pasien lebar minimal 90 cm
d. Ruangan bersih dan tidak berdebu
e. Tersedia meja resusitasi untuk neonatal dan set resusitasi.
f. Tersedia tempat untuk mencuci tangan dengan air mengalir dan tersedia sabun
atau antiseptik
4. Ruang nifas/rawat inap ibu dan bayi
a. Ukuran minimal 2x3 m untuk 1 tempat tidur
b. Jumlah tempat tidur maksimal 5 (lima) tempat tidur disesuaikan dengan luas
ruangan.
c. Dinding dan lantai terbuat dari bahan yang tidak tembus air dan mudah
dibersihkan, keras, rata, tidak licin.
d. Akses keluar masuk pasien lebar minimal 90 cm.
e. Ruangan bersih dan tidak berdebu.
11
f. Tersedia tempat untuk mencuci tangan dengan air mengalir dan tersedia sabun
atau antiseptik.
5. WC/Kamar mandi
a. Dinding dan lantai terbuat dari bahan yang tidak tembus air dan mudah
dibersihkan, keras, rata, tidak licin.
b. Pintu terbuka keluar, lebar daun pintu minimal 90 cm, mudah dibuka dan
ditutup.
c. Dilengkapi dengan pegangan rambat (handrail), kloset diutamakan kloset
duduk.
d. Tersedia shower/gayung
6. Ruang lainnya bila difungsikan untuk pemrosesan alat dan pengelolaan limbah
a. Dinding dan lantai terbuat dari bahan yang tidak tembus air dan mudah
dibersihkan, keras, rata, tidak licin.
b. Tersedia wastafel khusus pencucian alat dengan air mengalir
c. Tersedia alat dan tempat pemrosesan alat sesuai standar.
d. Untuk pengelolaan limbah padat tersedia tempat sampah tertutup yang terpisah
untuk limbah medis dan limbah domestik, dilapisi kantong plastik. Limbah
medis yang infeksius hanya boleh disimpan maksimal 48 jam.
e. Untuk pengelolaan limbah cair diperlukan septic tank yang kedap air terpisah
dari limbah rumah tangga
12
Denah Tempat Praktik Bidan
Ruang Tunggu dan Registrasi
Toilet/WC Ruang Sterilisasi Alat
Ruang KB/Kespro
Tempat pembayaran
Ruang Penyimpanan
dan pengambilan obat
Obat & Vaksin
Ruang KIA & Imunisasi
Ruang
Study for Golden Age
Ruang Hypnobirthung
Ruang Bersalin 1 Ruang Bersalin 3
Ruang Bersalin
2
Ruang Baby SPA
Ruang Nifas 1 Ruang Nifas 2 Ruang Nifas 3 Ruang Yoga/
Senam Hamil
Dapur Umum
13
B. Prasarana
1. Terdapat sirkulasi udara 15% x Luas lantai (dengan tambahan alat pengatur
sirkulasi udara seperti: AC, kipas angin)
2. Terdapat cahaya terang dan tidak menyilaukan
3. Pintu dapat dikunci, dan terbuka keluar
4. Tersedia sketsel, gorden yang mudah dibersihkan
5. Tersedia air mengalir
6. Tersedia sistem kelistrikan yang sesuai dengan peralatan yang digunakan
7. Tersedia titik kelistrikan tiap ruangan.
8. Tersedia 3 Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dalam kondisi siap pakai
9. Meubelair
No Jenis Meubelair Jumlah
1. Kursi Kerja 15 buah
2. Lemari Arsip 10 buah
3. Meja Tulis ½ biro 11 buah
4. Tempat Tidur Periksa 4 buah
5. Tempat Tidur untuk Persalinan 3 set
6. Tempat Tidur untuk Nifas 3 buah
1
7. Boks Bayi 4 Boks
10. Pencatatan dan Pelaporan
No Jenis Pencatatan Jumlah
A. Kesehatan Ibu dan KB
1. Buku KIA 30 Buku
2. Buku Kohort Ibu 4 Buah
3. Kartu Ibu 30 Buah
4. Buku Register Ibu 4 Buah
5. Formulir dan surat keterangan lain sesuai kebutuhan 15 Buah
pelayanan yang diberikan
6. Formulir Informed Consent 30 Buah
7. Formulir Laporan 30 Buah
8. Formulir Rujukan 30 Buah
9. Surat Keterangan Hamil 30 Buah
10. Pencatatan Asuhan Kebidanan 30 Buah
2
B. Kesehatan Anak
1. Bagan Dinding MTBS 2 Buah
2. Bagan MTBS 2 Buah
3. Buku Register Bayi 2 Buah
4. Formulir Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak 30 Buah
5. Formulir Kuesioner Pra Skrining Perkembangan 30 Lembar
(KPSP)
6. Formulir Rekapitulasi Laporan Kesehatan Bayi 15 Buah
7. Register Kohort Bayi 2 Buah
C. Imunisasi
1. Formulir lain sesuai kebutuhan pelayanan yang 30 Buah
diberikan
2. Formulir laporan 15 Buah
D. Persalinan
1. Informed Consent 30 Buah
2. Formulir dan Surat keterangan lain 30 Buah
3
3. Formulir Laporan 30 Buah
4. Formulir Partograf 50 Buah
5. Formulir Persalinan/Nifas/KB 50 Buah
6. Formulir Rujukan 50 Buah
7. Formulir Surat Kelahiran 50 Buah
8. Kantong Persalinan 10 set
E. Nifas
1. Buku Register Pelayanan 4 Buah
2. Formulir lain sesuai kebutuhan pelayanan 50 Buah
C. Peralatan dan Bahan Habis Pakai
4
I. Set Pemeriksaan Obstetri Gynekologi
1. Bak Instrumen dengan tutup 20 buah
2. Baki Logam Tempat Alat Steril Bertutup 10 buah
3. Palu Refleks 5 buah
4. Pen Lancet 5 buah
5. Sphygmomanometer Dewasa 8 buah
6. Stetoskop Dewasa 5 buah
7. Sudip lidah 6 buah
8. Termometer Dewasa 3 buah
9. Timbangan Dewasa 6 buah
10. Torniket Karet 8 buah
11. Doppler 6 buah
12. Gunting Benang 10 buah
13. Gunting Episiotomi 10 buah
14. Gunting Tali Pusat 10 buah
5
15. Gunting Verband 10 buah
16. Klem Kasa (Korentang) 10 buah
17. Tempat Klem Kasa (Korentang) 10 buah
18. Lampu Periksa Halogen 5 buah
19. Masker Oksigen + Kanula Nasal Dewasa 10 buah
20. Meja Instrumen 4 buah
21. Needle Holder Matheiu 10 buah
22. Pelvimeter Obstetrik 5 buah
23. Pinset Jaringan (Sirurgis) 10 buah
24. Pinset Kasa (Anatomis) 10 buah
25. Pinset Bedah 10 buah
26. Setengah Kocher 10 buah
27. Spekulum (Sims) 15 buah
28. Spekulum Cocor Bebek 15 buah
29. Standar infus 10 buah
6
30. Stetoskop Dewasa 5 buah
31. Stetoskop Janin/ Fetoscope 5 buah
32. Tabung Oksigen dan Regulator 6 set
JUMLAH
No. JENIS PERALATAN
II. Set Pemeriksaan Kesehatan Anak
1. Alat Pengukur Panjang Bayi 6 buah
2. Lampu periksa 10 buah
3. Pengukur lingkar kepala 10 buah
4. Pengukur tinggi badan anak 10 buah
5. Timbangan bayi 6 buah
III. Set Pelayanan KB
1. Baki Logam Tempat Alat Steril Bertutup 10 buah
2. Implant Kit 10 buah
3. IUD Kit 10 buah
7
4. Aligator Ekstraktor AKDR 10 buah
5. Gunting Mayo CVD 6 buah
6. Klem Kasa Lurus (Sponge Foster Straight) 6 buah
7. Klem Penarik Benang AKDR 10 buah
8. Sonde Uterus Sims 10 buah
9. Tenakulum Schroeder 10 buah
10. Scapel 10 buah
11 Trochar 10 buah
IV. Set Imunisasi
1. Vaccine carrier 6 buah
2. Vaccine Refrigerator 3 buah
V. Set Resusitasi Bayi
1. Baby Suction Pump portable 6 set
2. Meja Resusitasi dengan Pemanas (Infant 4 set
Radiant Warmer)
3. Penghisap Lendir DeLee (neonatus) 10 buah
8
VI. Peralatan lain
1. Bantal 20 buah
2. Celemek Plastik 10 buah
3. Kacamata google 10 buah
4. Sepatu boot 10 pasang
5. Penutup rambut 20 buah
6. Duk Bolong 10 buah
7. Kasur 4 buah
8. Lemari Alat 8 buah
9. Lemari Obat 3 buah
10. Meteran (untuk mengukur tinggi Fundus) 10 buah
11. Perlak 15 buah
12. Pispot 8 buah
13. Pita Pengukur Lila 10 buah
14. Seprei 30 buah
15. Set Tumbuh Kembang Anak 8 buah
9
16. Sikat untuk Membersihkan Peralatan 6 buah
17. Tempat Sampah Tertutup yang dilengkapi 20 buah
dengan injakan pembuka penutup
18. Tirai 10 buah
19. Toples Kapas/Kasa Steril 10 buah
20. Tromol Kasa/Kain Steril 10 buah
21. Waskom Kecil 10 buah
22. Bengkok 15 buah
23. Pengukur Tinggi Badan (microtoise) 6 buah
24. Pisau Pencukur 5 buah
25. Handuk Pembungkus Neonatus 30 buah
26. Kantong Metode Kanguru sesuai ukuran neonatus 5 set
27. Lemari Kecil Pasien 3 buah
28. Selimut Bayi 20 buah
29. Selimut Dewasa 15 buah
30. Tempat Sampah Tertutup yang dilengkapi 15 buah
10
dengan injakan pembuka penutup
31. Sterilisator 5 set
11
BAHAN HABIS PAKAI
1. Alkohol 1 boks
2. Cairan Desinfektan 1 boks
3. Kain Steril 20 buah
4. Kapas 1 boks
5. Kasa Non Steril 1 boks
6. Kasa Steril 1 boks
7. Lidi kapas Steril 1 boks
8. Masker 1 boks
9. Podofilin Tinctura 25% 1 boks
10. Sabun Tangan atau Antiseptik 1 boks
11. Benang Chromic Catgut 20 buah
12. Gelang Bayi 50 buah
20 set
13. Infus Set Dewasa
14. Infus Set dengan Wing Needle
12
untuk Anak dan Bayi nomor23 dan 25
15. Jarum Jahit 1 boks
16. Kantong Urin 30 buah
17. Kateter Folley dewasa 15 buah
18. Kateter Nelaton 15 buah
19. Pembalut 1 boks
13. Pengikat tali pusat 1 boks
20 set
14. Plester 1 boks
15. Sabun Cair untuk Cuci 1 boks
Tangan
16. Sarung Tangan 1 boks
17. Sarung Tangan Panjang 1 boks
(Manual Plasenta)
D. Obat-obatan
NO. JENIS OBAT SEDIAAN JUMLAH
KONTRASEPSI ORAL
13
1. Desogestrel Tablet 1 boks
2. Kombinasi desogestrel dan etinilestradiol Tablet 1 boks
3. Kombinasi levonorgestrel Tablet 1 boks
dan ethinylestradiol
4. Lynestrenol Tablet 1 boks
5. Kombinasi Cyproterone acetat Tablet 1 boks
dan ethynylestradiol
6. Kombinasi Gestodene dan Tablet 1 boks
ethynylestradiol
7. Levonorgestrel Tablet 1 boks
8. Kombinasi drospirenone dan Tablet I boks
Ethynylestradiol
9. Kombinasi ethynylestradiol dan Tablet 1 boks
lynestrenol
KONTRASEPSI SUNTIK
10. Medroxyroprogesterone Vial 2 boks
acetate (DMPA)
11. Kombinasi Medroxyroprogesterone Vial 2 boks
acetate (DMPA) dan estradiol
14
Cypionate
KONTRASEPSI IMPLAN
12. Levonorgestrel Rods 1 boks
13. Etonogestrel Rods 1 boks
KONTRASEPSI AKDR
14. IUD Cu T 380 A Set 1 boks
15. IUD Levonogestrel Set 1 boks
KONDOM
16. Kondom Buah 30 buah
OBAT KEGAWAT DARURATAN DAN OBAT LAIN
17. Oksitosin Inj Ampul 1 boks
18. Metilergometrin Inj. Ampul 1 boks
19. MgSO4 40% inj. Ampul 50 ampul
20. Kalsium Glukonat 10% inj. Ampul 50 ampul
21. Nifedipin/amlodipin 1 boks
22. Metildopa 1 boks
15
23. Vitamin A Dosis tinggi Softgel 1 boks
24. Tablet tambah darah tablet 1 boks
25. Vitamin K 1 injeksi ampul 1 boks
26. Salep mata Gentamicin tube 10 tube
E. Tenaga Kerja
1. Kriteria/ Persyaratan yang telah ditentukan meliputi:
a. Bagian Administrasi/Registrasi Awal pasien (4 orang)
b. Bidan (memiliki STR, SIKB, Kompeten) (4 orang)
c. Pembantu rumah tangga (Wanita 2 orang, dapat melakukan aktivitas rumah
tangga seperti penyediaan pakian bersih, makanan & minuman, alat sterilisasi,
dsb.)
d. Cleaning Service (Pria maupun wanita 4 orang, sehat jasmani)
e. Supir dan Security (Pria 4 orang, dapat mengendarai mobil maupun motor,
memiliki SIM A dan SIM C, sehat jasmani)
2. Kriteria/Persyaratab Recuitment Bidan yaitu:
a. Telah menyelesaikan program minimal DIII Kebidanan
b. Menjadi anggota IBI
c. Memiliki STR yang telah dilegalisir
d. Memiliki SIB atau SIPB yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan
Kabupaten/kota yang seterusnya akan disampaikan laporannya kepada Kepala
16
Dinas Kesehatan Provinsi setempat dengan tembusan kepada organisasi profesi
setempat.
e. Memiliki KTP, KK
f. Memiliki surat keterangan sehat
g. Memiliki surat kelakuan baik
h. Memiliki Surat Perjanjian sanggup mematuhi perjanjian yang tertulis
i. Memiliki Surat keterangan telah terdaftar menjadi anggota IBI
j. Menyanggupi persyaratan untuk memelihara dan merawat peralatan yang
digunakan
3. Kriteria/persyaratan recruitment Bagian Administrasi
a. Minimal S1 Ekonomi/ Manajemen
b. Memiliki KTP, KK
c. Memiliki Surat Keterangan Sehat
d. Memiliki surat kelakuan baik
4. Memiliki Pengetahuan baik teknis maupun non teknis (Bidan)
a. Secara teknis
1) Menguasai pelayanan Kebidanan secara teori maupun praktek
2)Menguasai Kompetensi Kebidanan (Konsep, ANC, INC, PNC, BBL, Kespro,
KB, Komunitas secara teori dan praktik
3) Menguasai Bahasa inggris secara pasif dan aktif
4)Memiliki CV pengalaman kerja sebelumnya minimal di dua tempat pelayanan
kebidanan
17
b. Secara non teknis
1) Memiliki wajah menarik
2) Memiliki solidaritas yang tinggi
3) Pandai bersosialisasi
4) Kreatif dan inovatif
5) Murah senyum, ramah dan santun
6) Tekun, teliti dan aktif
F. Estimasi Biaya yang Dihabiskan
N KETERANGAN HARGA
O
1 Rehabilitasi Gedung Rp 300.000.000
2 Perijinan Rp 13.000.000
3 Biaya Pegawai Rp 10.000.000
4 Sarana prasarana Rp 20.000.000
5 Peralatan pelayanan dan tindakan Rp 150.000.000
6 Peralatan bahan habis pakai Rp 50.000.000
7 Obat-obatan Rp 75.000.000
18
8 Sarana Administrasi Rp 15.000.000
9 3 Perangkat komputer Rp 12.000.000
10 Wifi Rp 2.000.000
11 Listrik Rp 1.500.000
12 Air Rp 500.000
TOTAL Rp 649.000.000
19
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Kesimpulan yang didapatkan yaitu Bidan dalam memberikan pelayanan
dapat membuat suatu usaha yaitu Praktik Mandiri Bidan (PMB). Seorang
Bidan yang membuka suatu usaha Praktik Mandiri Bidan dapat disebut juga
sebagai wirausahawan, dimana wirausahawan adalah seseorang yang memiliki
keahlian menjual, menawarkan ide hingga komoditas yakni layanan jasa.
Sebagai pelaku usaha mandiri di bidang kesehatan tentunya seorang bidan
harus mengetahui manajemen usaha dengan baik serta memiliki personal
selling agar menjadi daya tarik tersendiri dalam melakukan suatu usaha PMB
tersebut.
Untuk mendirikan suatu PMB diperlukan analisis situasi dan analisis
SWOT. Banyak juga perencanaan yang perlu dipersiapkan dalam pembuatan
PMB seperti design tempat praktik, prasarana, peralatan dan bahan, obat-obatan,
tenaga kerja, dan estimasi biaya
B. SARAN
Demikian makalah ini kami buat tentang perencanaan pembuatan Pratik
Mandiri Bidan. Semoga kita mampu menjadi seorang wirausaha sukses dan
mampu bersaing di era modernisasi ini.
20
DAFTAR PUSTAKA
Alma, Buchari, Doni Juni Priansa, Manajemen Bisnis Syariah, Bandung :
Alfabeta : 2009
Imamah (2012). Perencanaan Bidan Praktek Mandiri BPM. Available:
[Link] Diakses: 17 Maret 2021.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2017. PMK Nomor 28 Tahun 2017
Tentang Izin Dan Penyelenggaraan Praktik Bidan.
Sofyan, M. 2006. Bidan Menyongsong Masa Depan. Jakarta.
Tarigan, Henry Guntur. 2009. PengkajianPragmatik. Bandung: Angkasa.
21
Pembagian tugas kelompok.
Tugas di kerjakan secara offline oleh anggota kelompok.
Semua anggota kelompok aktif berkerjsama mencari materi dan referensi untuk bahan
tugas.
22