0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan47 halaman

Profil Kolesterol Daging Ayam Ras Pedaging

Skripsi ini membahas pengaruh pemberian tepung daun kemangi dalam pakan komersial terhadap profil kolesterol daging ayam pedaging. Penelitian menggunakan 4 perlakuan pakan yang diulang 5 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung kemangi dapat menurunkan kadar kolesterol, trigliserida, dan LDL serta meningkatkan HDL dalam daging ayam.

Diunggah oleh

mira kasmira
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan47 halaman

Profil Kolesterol Daging Ayam Ras Pedaging

Skripsi ini membahas pengaruh pemberian tepung daun kemangi dalam pakan komersial terhadap profil kolesterol daging ayam pedaging. Penelitian menggunakan 4 perlakuan pakan yang diulang 5 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung kemangi dapat menurunkan kadar kolesterol, trigliserida, dan LDL serta meningkatkan HDL dalam daging ayam.

Diunggah oleh

mira kasmira
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SKRIPSI

PROFIL KOLESTEROL DAGING AYAM RAS PEDAGING


YANG DIBERI PAKAN KOMERSIAL DENGAN TAMBAHAN
TEPUNG DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum)

OLEH:
GUSHENDRA SETIAWAN
11781101484

PROGRAM STUDI PETERNAKAN


FAKULTAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU
PEKANBARU
2022
SKRIPSI

PROFIL KOLESTEROL DAGING AYAM RAS PEDAGING


YANG DIBERI PAKAN KOMERSIAL DENGAN TAMBAHAN
TEPUNG DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum)

Oleh:
Gushendra Setiawan
11781101484

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar


Sarjana Peternakan

PROGRAM STUDI PETERNAKAN


FAKULTAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU
PEKANBARU
2022
v
RIWAYAT HIDUP

Gushendra Setiawan lahir di Desa Banjar Benai,


Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi
Riau, pada tanggal 20 Agustus 1999. Lahir dari pasangan
Ayah Hengki Irawadi dan Ibu Juliwati, merupakan anak ke-
1 dari 3 bersaudara.
Masuk sekolah dasar di SDN 008 Banjar Benai tahun
2005 dan tamat pada tahun 2011. Pada tahun 2011 penulis
melanjutkan pendidikan ke Pondok Pesantren Almuslimum dan tamat pada tahun
2014. Pada tahun 2014 penulis melanjutkan pendidikan ke SMAN 1 Benai dan
tamat pada tahun 2017. Pada tahun 2017 melalui jalur Seleksi Bersama Masuk
Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), penulis diterima menjadi mahasiswa pada
Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian dan Peternakan, Universitas Islam
Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
Pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2019 penulis melaksanakan Praktek
Kerja Lapangan (PKL) di Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Bogor. Pada bulan
Juli sampai Agustus 2020 penulis melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di
Kantor Camat, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru. Pada bulan Maret-
Mei 2021 penulis melaksanakan penelitian di Kandang UARDS, Fakultas
Pertanian dan Peternakan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau dan
di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas
Andalas, Padang.
Pada tanggal 21 Juni 2022 penulis dinyatakan lulus dan berhak menyandang
gelar Sarjana Peternakan ([Link]) melalui sidang tertutup Program Studi Peternakan,
Fakultas Pertanian dan Peternakan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim
Riau, dengan judul skripsi “Profil Kolesterol Daging Ayam Ras Pedaging yang
Diberi Pakan Komersial dengan Tambahan Tepung Daun Kemangi (Ocimum
basilicum).” di bawah bimbingan Bapak Dr. Ir. Sadarman, [Link]., [Link]., I.P.M dan
Ibu Zumarni, [Link]., M.P.

vi
UCAPAN TERIMA KASIH

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang


telah memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
skripsi ini dengan judul “Profil Kolesterol Daging Ayam Ras Pedaging yang
Diberi Pakan Komersial dengan Tambahan Tepung Daun Kemangi (Ocimum
basilicum).” Skripsi ini dibuat sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Sarjana Peternakan ([Link]) di Fakultas Pertanian dan Peternakan, Universitas Islam
Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
Pada kesempatan bahagia ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih
kepada semua pihak yang turut ikut serta membantu dan membimbing dalam
menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan baik secara langsung maupun tidak
langsung, untuk itu penulis mengucapkan ribuan terima kasih kepada:
1. Teristimewa untuk kedua orang tua saya Ayahanda Hengki Irawadi dan
Ibu Juliwati, yang selalu menjadi motivator, penyemangat, serta tempat
berkeluh kesah dari pertama masuk kuliah hingga sampai dapat
menyelesaikan pendidikan di tingkat sarjana.
2. Bapak Prof. Dr. Khairunnas Rajab, [Link] selaku Rektor Universitas Islam
Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
3. Bapak Dr. Arsyadi Ali, [Link]., [Link] selaku Dekan Fakultas Pertanian
dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau yang
telah memberikan kritik dan saran sehingga penulis dapat menyelesaikan
skripsi ini.
4. Bapak Dr. Ir. Sadarman, [Link]., [Link]., I.P.M selaku dosen Pembimbing I
dan Ibu Zumarni, [Link]., M.P selaku dosen Pembimbing II sekaligus
sebagai dosen Penasehat Akademik (PA) saya, keduanya telah banyak
meluangkan waktu serta memberikan arahan dalam proses selama
bimbingan dan telah banyak membantu dalam penulisan skripsi ini.
5. Ibu drh Rahmi Fenrianti, SKH., [Link] dan Bapak Dr. Elviriadi, [Link]., [Link]
selaku Penguji I dan II yang telah memberikan kritik dan saran sehingga
penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

vii
6. Bapak dan Ibu dosen yang telah mendidik penulis selama masa
perkuliahan, karyawan serta seluruh civitas akademika Fakultas Pertanian
dan Peternakan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau yang
membantu, melayani, dan mendukung dalam hal administrasi.
7. Untuk Adik-Adikku Riga Meihendra dan Rafif Karimul Haq, doa kalian
berdua telah mengantarkan aku ke jenjang sarjana ini, semoga
keberhasilan ini menjadi contoh yang baik buat kamu berdua.
8. Untuk teman-teman seperjuangan tim daun kemangi pakan komplit yaitu
Encik Anshari, [Link], Rahma fadhila Karim, [Link], Ikhsanul Fajri, Andri
Setiawan, [Link] dan Sodiq Djito yang telah melewati masa suka dan duka
bersama dari awal proses penelitian sampai dengan selesainya penulisan
skripsi ini.
9. Untuk sahabat kampus yang membantu dalam penelitian ini serta yang
membantu segala urusan dimasa perkuliahan yaitu Lantang Kaphindo,
[Link], Rifki Mahendra, [Link], Dede Mazlan dan teman seperjuangan yang
tidak bisa disebutkan satu persatu namanya yang telah membersamai
selama masa perkuliahan dan juga untuk teman-teman KKN DR-Plus di
Kantor camat, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi
Riau, terima kasih atas kebersamaannya.
10. Seluruh teman-teman kos Fajri Hidayah Erza, [Link], Haykal Zikri, Forma
Ardinata [Link] dan Afriyadi Yumahendra yang telah bersedia meluangkan
waktu selama penelitian ini berlangsung dan telah membantu penulis juga
mempermudah dalam menyelesaikan semua yang berkaitan dengan skripsi
dan pengambilan data.

Pekanbaru, Juli 2022

Penulis

viii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah Subbahanahu wa Ta`ala yang telah memberikan


kesehatan dan keselamatan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi
dengan judul “Profil Kolesterol Daging Ayam Ras Pedaging yang Diberi
Pakan Komersial dengan Tambahan Tepung Daun Kemangi (Ocimum
basilicum).”
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Ir. Sadarman, [Link].,
[Link]., IPM sebagai dosen Pembimbing I dan Ibu Zumarni, [Link]., M.P sebagai
Pembimbing II yang telah banyak memberikan bimbingan, petunjuk, dan motivasi
sampai selesainya laporan hasil penelitian ini. Penulis mengucapkan terima kasih
kepada seluruh rekan-rekan yang telah banyak membantu dalam penyelesaian
skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu dan semoga
mendapatkan balasan dari Allah Subbahanahu wa Ta`ala untuk kemajuan kita
semua dalam menghadapi masa depan nanti.
Penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi
kesempurnaan penulisan skripsi ini. Penulis berharap semoga skripsi ini
bermanfaat bagi kita semua untuk masa kini maupun untuk masa yang akan
datang.

Pekanbaru, Juli 2022

Penulis

i
PROFIL KOLESTEROL DAGING AYAM RAS PEDAGING YANG
DIBERI PAKAN KOMERSIAL DENGAN TAMBAHAN TEPUNG
DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum)

Gushendra Setiawan (11781101484)


Di bawah bimbingan Sadarman dan Zumarni

INTISARI

Upaya penurunan kolesterol total dalam daging broiler terus dilakukan.


Penambahan tepung kemangi dalam pakan komersial dapat menurunkan
kolesterol total melalui mekanisme penghambatan 3-Hidroxy-3-Methyl-Glutaryl-
Coenzime A (HMG-CoA) reduktase yang menyebabkan penurunan sintesis
kolesterol dan meningkatkan jumlah reseptor LDL yang terdapat di dalam
membran sel dan jaringan sehingga kadar kolesterol total menurun, dengan
penurunan kadar kolesterol total tersebut maka LDL yang berfungsi sebagai
pengangkut lipid akan berkurang kadarnya di dalam darah. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung kemangi dalam pakan
komersial terhadap kolesterol, trigliserida (Tg), Low Density Lipoprotein (LDL),
dan High Density Lipoprotein (HDL) daging ayam ras pedaging. Pemeliharaan
dan pemanenan ayam ras pedaging dilakukan di Laboratorium Produksi Ternak
Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Suska Riau. Pengujian kolesterol
dilakukan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan
Universitas Andalas Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah
Rancangan Acak Lengkap terdiri dari 4 perlakuan, masing-masing perlakuan
diulang 5 kali, keempat perlakuan yang diujicobakan adalah P1 = Pakan komersial
(kontrol), P2 = P1 + tepung kemangi 3,50%, P3 = P1 + tepung kemangi 4%, dan
P4 = P1 + tepung kemangi 4,50%. Parameter yang diamati adalah kolesterol,
trigliserida, LDL, dan HDL. Data yang diperoleh dianalisis berdasarkan analisis
ragam, dan apabila antar perlakuan berpengaruh nyata maka dilanjutkan uji
Duncan taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan kolesterol tidak berbeda nyata
antar perlakuan (P>0,05). Perlakuan 1, 2, 3, dan 4 berbeda nyata (P<0,05)
terhadap trigliserida, LDL, dan HDL. Nilai masing-masing parameter pada
penelitian ini dalam 100 g daging adalah kolesterol sekitar 16,7-18 mg/dL,
trigliserida sekitar 383-724 mg/dL, LDL sekitar 3,53-3,97 mg/dL, dan HDL
sekitar 2,54-2,94 mg/dL, dengan nilai peubah terbaik masing-masing perlakuan
adalah trigliserida 383 mg/dL (P3), LDL 3,53 mg/dL (P4), HDL 2,94 mg/dL (P4).
Berdasarkan nilai LDL dan HDL hasil penelitian ini, dapat disimpulkan perlakuan
terbaik pada penelitian ini adalah P4 yang menambahkan 4,50% tepung kemangi
dalam pakan komersial.

Kata Kunci:Daging broiler, HDL, LDL, kolesterol, pakan komersial, tepung


kemangi, trigliserida

ii
CHOLESTEROL PROFILE OF BROILER MEAT WHICH IS FEEDED
COMMERCIALLY WITH ADDITION OF BASIL LEAVE FLOUR
(Ocimum basilicum)

Gushendra Setiawan (11781101484)


Under Supervised by Sadarman dan Zumarni

ABSTRACT

Efforts to reduce total cholesterol in broiler meat continue to


be carried out. The addition of basil flour in commercial feed can
reduce total cholesterol through the mechanism of inhibition of 3 -
Hydroxy-3-Methyl-Glutaryl-Coenzyme A (HMG -CoA) reductase
which causes a decrease in cholesterol synthesis and increases the
number of LDL receptors found in cell membranes and tissues so
that Total cholesterol levels decrease, with a decrease in total
cholesterol levels, the LDL which functions as a lipid carrier will
decrease in levels in the blood. This study aims to find out the effect
of giving basil leave flour in commercial feed on cholesterol,
triglycerides (Tg), Low Density Lipoprotein (LDL), and High
Density Lipoprotein (HDL) of broiler meat. The broiler rearing and
harvesting is carried out at the Livestock Production Laboratory of
the Faculty of Agricultur e and Animal Science of UIN Suska Riau.
Cholesterol testing was conducted at the Laboratory of Livestock
Technology, Faculty of Animal Science, Universitas Andalas
Padang. The research method used is a Complete Randomized
Design consisting of 4 treatments, each treatment repeated 5 times,
the fourth treatments tested are P1 = Commercial feed (control), P2
= P1 + 3.50% basil flour, P3 = P1 + 4% basil flour, and P4 = P1 +
4.50% basil flour. The observed parameters were cholesterol,
triglycerides, LDL, and HDL . The data obtained is analyzed based
on variety analysis, and if between treatments have a real effect
then Duncan test continued level 5%. The results of this study
showed that cholesterol was not significantly different between
treatments (P>0.05). Trea tments 1, 2, 3, and 4 were significantly
different (P<0.05) on triglycerides, LDL, and HDL. The value of
each parameter in this study in 100 g of meat was cholesterol
around 16.7-18 mg/dL, triglycerides around 383 -724 mg/dL, LDL
around 3.53-3.97 mg/dL, and HDL around 2 ,54 -2,94 mg/dL, with
the best variable values for each treatment were triglycerides 383
mg/dL (P3), LDL 3,53 mg/dL (P4), HDL 2,94 mg/dL (P4). Based on
the LDL and HDL values from this study, it can be concluded that
the best treatment in this study was P4 which added 4.50% basil
flour in commercial feed.

Keywords: Basil flour, broiler meat, cholesterol, commercial feed,


HDL, LDL, triglycerides

iii
DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR ................................................................................... iv
INTISARI ...................................................................................................... v
ABSTRACT ................................................................................................... vi
DAFTAR ISI .................................................................................................. vii
DAFTAR TABEL .......................................................................................... ix
DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... x
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. xi

I. PENDAHULUAN ................................................................................ 1
1.1. Latar Belakang ................................................................................ 1
1.2. Tujuan Penelitian ............................................................................ 2
1.3. Manfaat Penelitian .......................................................................... 3
1.4. Hipotesis ......................................................................................... 3

II. TINJAUAN PUSTAKA ...................................................................... 4


2.1. Ayam Ras Pedaging ........................................................................ 4
2.2. Daun Kemangi (Ocimum basilicum) .............................................. 5
2.3. Kolesterol ........................................................................................ 7
2.4. Trigleserida ..................................................................................... 8
2.5. Low Density Lipoprotein (LDL) ..................................................... 9
2.6. High Density Lipoprotein (HDL) ................................................... 10

III. MATERI DAN METODE .................................................................. 11


3.1. Tempat dan Waktu ........................................................................... 11
3.2. Alat dan Bahan ............................................................................... 11
3.3. Metode Penelitian ........................................................................... 12
3.4. Prosedur Penelitian ......................................................................... 12
3.5. Parameter Penelitian ....................................................................... 15
3.6. Analisis Data ................................................................................... 17

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................................ 19


4.1. Kolesterol Daging Broiler .............................................................. 19
4.2. Trigleserida Daging Broiler ............................................................ 21
4.3. LDL Daging Broiler ....................................................................... 23
4.4. HDL Daging Broiler ....................................................................... 25

V. KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................ 27


5.1. Kesimpulan ..................................................................................... 27
5.2. Saran ............................................................................................... 27

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 28


LAMPIRAN ................................................................................................... 34

iv
DAFTAR TABEL

Tabel Halaman
2.1. Komposisi nutrien kemangi per 100 g bahan ........................................... 6
2.2. Komponen non nutrien kemangi per 100 g bahan ................................... 6
3.1. Kandungan nutrien pakan komersial BR 1 dan BR 2 .............................. 12
3.2. Analisis ragam .......................................................................................... 18
4.1. Rata-rata kolesterol dalam daging broiler ................................................ 19
4.2. Pengaruh penambahan tepung kemangi dalam pakan komersial
terhadap trigliserida daging broiler ......................................................... 21
4.3. Pengaruh penambahan tepung kemangi dalam pakan komersial
terhadap LDL daging broiler ................................................................... 23
4.4. Pengaruh penambahan tepung kemangi dalam pakan komersial
terhadap HDL daging broiler ................................................................... 25

v
DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman
2.1. Ayam ras pedaging (broiler) .................................................................... 4
2.2. Daun kemangi (Ocimum basilicum .......................................................... 6
3.1. Prosedur penelitian ................................................................................... 14

vi
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman
1. RAL untuk kolesterol daging broiler ........................................................... 34
2. RAL untuk trigliserida daging broiler ........................................................ 35
3. RAL untuk LDL daging broiler .................................................................. 36
4. RAL untuk HDL daging broiler ................................................................. 37
5. Dokumentasi penelitian ............................................................................... 38

vii
I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Ayam pedaging/broiler merupakan salah satu sumber potensial penyedia
protein asal ternak. Ternak unggas memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat
karena populasinya yang besar, laju pertumbuhannya yang cepat, dan harganya
yang relatif terjangkau. Permasalahan yang dihadapi dalam produksi ayam
pedaging adalah pertumbuhan yang cepat sering diikuti perlemakan yang cepat.
Pratikno (2010) menyatakan bahwa peningkatan bobot badan pada ayam pedaging
cenderung sejalan dengan penimbunan lemak dan tingginya kolesterol.
Total kolesterol darah normal pada ayam pedaging berkisar 52-148 mg/dl
(Manoppo, 2007). Hasil penelitian Astuti dkk. (2017) menyatakan bahwa
pemberian ekstrak air (infusa) meniran 30% yang dicampur dalam air minum
broiler mendapatkan kandungan kolesterol 5,95 mg/100 g daging. Kandungan
kolesterol daging ayam pada penelitian ini lebih tinggi dibanding hasil penelitian
Siswanto (2010) yang menyebutkan bahwa kandungan kolesterol daging ayam
adalah 3,03 mg/g daging. Rusmana dkk. (2008) menyatakan kandungan kolesterol
broiler mencapai 79 mg/100 g daging. Menurut Chan et al. (1995), kadar
kolesterol daging broiler adalah 100 mg/100 g daging dan Ensminger (2015)
adalah kolesterol daging broiler sekitar 110 mg/100 g daging. Kadar kolesterol
yang tinggi dan melebihi batas normal membuat banyak konsumen mengurangi
konsumsi daging ayam pedaging, karena dikhawatirkan dapat meningkatkan
kadar kolesterol dalam darah yang dapat menjadi faktor penyebab timbulnya
penyakit aterosklerosis (terjadinya pengerasan pembuluh darah yang disebabkan
adanya endapan lemak dalam pembuluh darah tersebut).
Untuk mengatasi kadar kolesterol yang tinggi terhadap daging ayam
pedaging, diperlukan adanya perlakuan khusus agar dapat menurunkan kadar
kolesterol tersebut yaitu dengan memanfaatkan bahan-bahan herbal. Salah satu
bahan herbal yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol adalah
tanaman kemangi (Ocimum basilicum). Kemangi merupakan tanaman tahunan
yang tumbuh liar yang dapat ditemukan di pinggiran jalan dan kebun. Tanaman
ini tumbuh di tempat tanah terbuka maupun agak teduh dan tidak tahan terhadap

1
kekeringan. Kemangi mengandung senyawa fenolik berupa cirsimaritin
(dimethoxy flavone), cirsilineol (bioactive flavone), apigenin (trihydroxy flavone),
isothymusin (dimethoxy, trihydroxy flavone), tanin, dan asam rosmarinat, namun
eugenol (komponen utama minyak atsiri) merupakan senyawa dalam kemangi
yang cukup besar (Singh et al., 2012). Pada penelitian Nggena et al. (2019)
menyatakan kadar kolesterol daging 32,6 mg/dL dengan perlakuan ransum
komersial 80% + 20% tepung daun lamtoro terfermentasi EM4.
Kemangi merupakan pemacu pertumbuhan yang potensial karena dapat
menggantikan fungsi antibiotika pemacu pertumbuhan (AGP) pada ayam.
Antibiotik dapat menimbulkan efek negatif bagi konsumen karena dapat
meninggalkan residu pada daging yang pada akhirnya dapat menyebabkan
kebalnya konsumen terhadap antibiotik jenis tertentu. Mengacu pada kemampuan
kemangi yang dapat memperbaiki fungsi saluran pencernaan, sebagai pemacu
pertumbuhan dan antimikrobial serta residu yang ditimbulkan pada daging yang
tidak berbahaya.
Pada penelitian Hamiyanti dkk. (2013) menyimpulkan bahwa penambahan
tepung kemangi sebanyak 1,25% dapat memperbaiki kandungan kimia yaitu
meningkatkan kadar protein, menurunkan kadar lemak, dan kolesterol serta
kualitas fisik daging ayam ras pedaging. Hasil penelitian Mulianda (2015) tentang
kolesterol pada darah ayam pedaging dengan penambahan tepung buah kurma
(Phoenix dactylifera) menyimpulkan, penambahan tepung buah kurma dalam
ransum komersial pada ayam pedaging pada level 0, 1, 2, dan 3% tidak mampu
menurunkan kadar total kolesterol darah, LDL, dan TG, serta tidak mampu
menaikkan kadar HDL darah ayam pedaging. Dimana buah kurma juga
mengandung flavonoid seperti daun kemangi yang berfungsi untuk membantu
mengurangi kadar kolesterol. Oleh karena itu penulis telah melakukan penelitian
tentang “Profil Kolesterol Daging Ayam Ras Pedaging yang Diberi Pakan
Komersial dengan Tambahan Tepung Daun Kemangi (Ocimum basilicum)
pada Level Berbeda.”

2
1.2. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan
tepung daun kemangi (Ocimum basilicum) dengan level berbeda pada pakan
komersial terhadap kolesterol, Trigliserida (TG), Low Density Lipoprotein (LDL),
dan High Density Lopoprotein (HDL) daging broiler.

1.3. Manfaat Penelitian


Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang
manfaat dan khasiat daun kemangi dalam menurunkan kolesterol total daging
ayam broiler. Manfaat lainnya adalah memberikan informasi tentang potensi daun
kemangi (Ocimum basilicum) dalam budidaya ternak unggas.

1.4. Hipotesis
Penambahan tepung daun kemangi 4% dalam pakan komersial dapat
meningkatkan kadar HDL sehingga kolesterol, TG, dan LDL daging broiler dapat
diturunkan.

3
II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Ayam Ras Pedaging


Broiler atau ayam ras pedaging merupakan jenis ayam yang banyak
dibudidayakan karena pertumbuhannya yang relatif sangat cepat (Scanes and
Christensen, 2019). Bell and Weaver (2012) menambahkan ayam ras pedaging
(broiler) dapat diandalkan sebagai penyuplai sumber protein asal ternak yang
utama. Amrullah (2004), menyatakan dalam kurun waktu 6-7 minggu ayam
pedaging akan tumbuh 40-50 kali dari bobot awalnya dan pada minggu-minggu
terakhir, tumbuh sebanyak 50-70 g/hari.
Adanya kemajuan dalam bidang genetik dan nutrisi menyebabkan ayam ras
pedaging sudah dapat dipasarkan lebih kurang lima minggu dengan rataan bobot
hidup 2 kg (Lesson and Summers, 2005). Pertumbuhan yang cepat pada ayam
pedaging diikuti pula oleh pertumbuhan lemak dan kolesterol dalam daging
(Mukherjee et al., 2010).

Gambar 2.1. Ayam ras pedaging (broiler)


Sumber: [Link] (2020)

Pertumbuhan yang cepat pada ayam ras pedaging tidak dapat diperoleh jika
tidak didukung dengan pakan yang mengandung nutrisi lengkap dan seimbang
(asam amino, asam lemak, nineral, dan vitamin) sesuai dengan kebutuhan ayam
yang dibudidayakan (Scanes and Christensen, 2019). Selain itu, faktor suhu juga
berpengaruh terhadap pembudidayaan ternak unggas (Lesson and Summers,
2005).

4
Ayam ras pedaging tergolong homeothermic atau berdarah panas dengan
karakteristik tidak memiliki kelenjar keringat serta hampir semua bagian tubuhnya
tertutup bulu (Scanes, 2014). Tamzil dkk. (2014) melaporkan bahwa ternak
unggas yang dipelihara di daerah tropis rentan terhadap bahaya stres panas. Bell
and Weaver (2012) menyatakan suhu ekstrim dalam keadaan suhu tinggi atau
rendah sering mengakibatkan kematian pada anak ayam, sedangkan perubahan
suhu tidak terlalu dapat memengaruhi kinerja ayam muda tanpa menyebabkan
kematian.
Scanes (2014) menambahkan pada ayam muda lebih toleran terhadap suhu
tinggi dibandingkan ayam dewasa yang berakibat peningkatan mortalitas dan
berdampak negatif terhadap performanya. Menurut Lesson and Summers (2005),
faktor manajamen harus diperhatikan, karena dapat memengaruhi pemeliharaan
atau pembudidayaan broiler. Abun (2006) menambahkan bahwa broiler perlu
dipelihara dengan teknologi yang dianjurkan oleh pembibit untuk mendapatkan
hasil sesuai dengan yang diharapkan.
Menurut Scanes (2014), ayam tipe pedaging memiliki sifat tenang, bentuk
tubuh besar, pertumbuhan cepat, bulu merapat ke tubuh, kulit putih, dan produksi
telur rendah. Suprijatna (2005) menjelaskan bahwa umur 7-8 minggu ayam
pedaging dapat mencapai bobot ± 2 kg. Menurut Pearson (2013), sebagai bahan
pangan, daging broiler saat ini menguasai pasar. Suprijatna (2005) menjelaskan
selain harganya murah, dagingnya juga lebih empuk dibandingkan ayam kampung
sehingga menyebabkan konsumen lebih memilih daging broiler sebagai bahan
pangan. Namun demikian, Pearson (2013) menyatakan daging broiler memiliki
kolesterol relatif tinggi dibandingkan ayam kampung. Menurut Bell and Weaver
(2012), bagian dada ayam merupakan bagian yang terbanyak mengandung
kolesterol, karena dada merupakan tempat timbunan lipid, terutama pada bagian
kulitnya yang berminyak.

2.2. Daun Kemangi (Ocimum basilicum)


Salah satu tanaman herbal yang dapat digunakan sebagai antibiotik untuk
ternak adalah kemangi, mudah didapatkan karena tersebar hampir di seluruh
Indonesia (Sudarsono dkk., 2002). Tanaman kemangi (Gambar 2.2) ini tumbuh di

5
tanah terbuka maupun agak teduh dan tidak tahan terhadap kekeringan (Sheoran et
al., 2017).

Gambar 2.2. Daun kemangi (Ocimum basilicum)


Sumber: [Link]

Daun kemangi mengandung nutrien lengkap (Tabel 2.1) termasuk mineral


(P, Ca, Fe) dan mengandung non nutrien yang dapat dilihat pada Tabel 2.2.
Tabel 2.1. Komposisi nutrien kemangi per 100 g bahan
Ragam Nutrien Jumlah
Kalori (kal) 43
Protein (g) 3,30
Lemak (g) 1,20
Karbohidrat (g) 7
Kalsium (g) 320
Fosfor (g) 38
Besi (mg) 4,80
B-karoten (g) 4500
Vitamin B1 (mg) 0,06
Vitamin C (mg) 30
Air (%) 86,5
Abu (%) 1,70
Sumber: Sheoran et al. (2017)

Tabel 2.2. Komponen non nutrien kemangi per 100 g bahan


Komponen Non Nutrien Kualitatif Kuantitatif
Anetol  -
Arginin  -
Eugenol  -
Flavonoid  1,87 ± 0,02
Grotenoid  19,8 ± 0,01
Minyak Atsiri  -
Phenolic  2,09 ± 0,10%
Sumber: Rattan et al. (2014)

6
Secara tradisional, tanaman kemangi digunakan sebagai obat sakit perut,
obat demam, menghilangkan bau mulut, dan sebagai sayuran (Rattan et al., 2014;
Sheoran et al., 2017). Kemangi memiliki senyawa aktif seperti minyak atsiri,
alkaloid, saponin, flavonoid (mengandung zat antioksidan yang berfungsi untuk
menurunkan kadar kolesterol jahat/LDL), triterpenoid, steroid, tanin, dan fenol
(de Lima Boijink., 2016; Sheoran et al., 2017). Beberapa golongan kandungan
kimia tersebut dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli,
Staphylococcus aureus, dan Klebsiella (de Lima Boijink., 2016). Sifat dari
penghambatan ini disebut sebagai bakteriostatik atau bakteriosida (Hadipoentyanti
dan Wahyuni, 2008).

2.3. Kolesterol
Heslet (1996) melaporkan bahwa kolesterol adalah metabolit yang
mengandung lemak sterol (waxy steroid) yang ditemukan pada membran sel dan
disirkulasikan dalam plasma darah. Murray et al. (2017) menjelaskan bahwa
kolesterol merupakan sejenis lipid yang merupakan molekul lemak atau yang
menyerupainya. Heslet (1996) menyatakan bahwa kolesterol merupakan jenis
khusus lipid yang disebut steroid penting dan dapat memengaruhi kesehatan
jantung. Menurut Pearson and Dutson (2012), level kolesterol yang mendekati
normal dalam tubuh maka aktivitas jantung diharapkan dapat berjalan normal.
Pearson (2013) menyatakan kandungan kolesterol dalam daging yang merupakan
sumber pangan asal ternak juga akan memengaruhi kesehatan konsumen,
sehingga pada saat ini konsumen lebih menyukai bahan pangan yang bergizi
tinggi tapi dengan kadar kolesterol rendah.
Murray et al. (2017), kolesterol merupakan produk khas hasil metabolisme
beragam bahan pakan dan pakan dalam tubuh ternak. Bell and Weaver (2012),
menambahkan bahwa semua bahan pangan yang berasal dari ternak, seperti
kuning telur, daging, hati, dan otak mengandung kolesterol. Menurut Mide
(2008), broiler pada periode finisher cendrung mempunyai lemak tubuh yang
sangat tinggi sehingga menimbulkan persepsi di kalangan masyarakat bahwa
daging broiler sebagai sumber kolestrol karena kadar lemaknya tinggi. Menurut
Scanes (2014), kadar kolesterol yang tinggi dan melebihi batas normal kadar

7
kolesterol pada ayam pedaging membuat banyak konsumen mengurangi konsumsi
daging ayam pedaging, karena kata Muray et al. (2017) dapat menyebabkan
meningkatnya kadar kolesterol dalam darah yang dapat menjadi penyebab
timbulnya penyakit aterosklerosis (Pearson, 2013) yaitu pengerasan pembuluh
darah karena adanya endapan lemak dalam pembuluh darah tersebut.
Kolesterol yang terdapat di dalam tubuh berasal dari bahan eksogen dan
endogen (Murray et al., 2017). Ditambahkan Luis et al. (2004) dan Ensminger
(2015), kolesterol eksogen merupakan bahan kolesterol yang berasal dari luar
tubuh yang disintesis dari bahan pakan, sedangkan kolesterol endogen adalah
kolesterol yang berasal dari organ dalam tubuh terutama dihati yang disintesis di
beberapa jaringan. Piliang dan Djojosoebagio (2006) menyatakan bahwa kadar
kolesterol eksogen dapat memengaruhi kinerja hati dan usus dalam mensintesis
kolesterol endogen. Murray et al. (2017) dan Esminger (2015) menjelaskan
sintesis kolesterol dalam hati dan usus dapat meningkat ketika kadar kolesterol
dari pakan sedikit, sebaliknya sintesis kolesterol menurun jika kadar kolesterol
dari pakan tinggi.

2.4. Trigliserida
Murray et al. (2017) menyatakan bahwa trigliserida adalah lemak yang
terbentuk sebagai hasil dari metabolisme pakan, bukan saja yang berbentuk lemak
tetapi juga pakan yang berbentuk karbohidrat dan protein yang berlebih juga tidak
seluruhnya dibutuhkan sebagai sumber energi. Pearson (2013) dan Suharti dkk.
(2017) menambahkan bahwa trigliserida merupakan salah satu cadangan energi di
dalam tubuh. Menurut Pearson and Dutson (2012) dan Cunningham (2002), tubuh
dapat merombak atau mengubahnya menjadi energi di dalam tubuh apabila pakan
yang diberikan tidak dapat memenuhi kebutuhan energi tubuh. Selanjutnya
Irawati (2004) menyatakan bahwa trigliserida adalah lemak utama yang disimpan
dalam jaringan tubuh ayam, sumbernya 95% berasal dari pakan dan 5%
trigliserida disintesis dalam tubuh ternak.
Watuseke (2016) menyatakan bahwa trigliserida merupakan penyimpanan
lipid yang utama dalam jaringan adipose, bentuk lipid ini akan terlepas setelah
terjadi hidrolisis oleh enzim lipase yang sensitif dengan hormon menjadi asam

8
lemak bebas dan gliserol. Wynn et al. (2016) menyatakan bahwa tingginya
kandungan lemak di dalam jaringan dipengaruhi oleh kadar trigliserida di dalam
serum yang berasal dari sintesis lemak di hati. Perason (2013) menyatakan bahwa
hati berperan penting dalam pembentukan trigliserida, karena hati dapat
mengubah karbohidrat menjadi asam lemak bebas kemudian
mentransformasikannya kembali menjadi trigliserida.
Menurut Basmacioglu dan Ergul (2005), kadar normal trigliserida yang
terdapat pada ayam yaitu ≤ 150 mg/dL. Peningkatan trigliserida pada darah dapat
dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu faktor gen dan konsumsi pakan (karbohidrat,
lemak, dan alkohol) (Ensminger, 2014). Penurunan kadar trigliserida juga dapat
dipengaruhi oleh enzim LPL (Lipo Protein Lipase). Enzim LPL berfungsi untuk
menghidrolisis trigliserida menjadi asam lemak dan gliserol (Tsallissavrina dkk.,
2006).

2.5. Low Density Lipoprotein (LDL)


LDL merupakan senyawa lipoprotein yang berat jenisnya rendah (Murray et
al., 2017). Dikatakan Murray et al. (2017) bahwa lipoprotein membawa lemak
dan mengandung kolestrol yang sangat tinggi, dibuat dari lemak endogenus di
hati. Pearson (2013) menambahkan bahwa LDL atau biasa dikenal dengan
kolesterol jahat karena jenis kolesterol ini berdampak buruk bagi kesehatan
manusia dan ternak jika kadarnya terlalu tinggi. Scanes (2014) menyatakan LDL
berfungsi untuk membawa kolesterol dari hati ke jaringan.
Menurut Murray et al. (2017), Low Density lipoprotein berdampak buruk
bagi tubuh jika terdapat pada tubuh dalam kadar yang terlalu tinggi, ini dapat
terjadi karena LDL memiliki sifat aterogenik yaitu sifat yang mudah melekat pada
dinding sebelah dalam pembuluh darah dan mengurangi pembentukan reseptor
LDL (Anggraeni, 2016). Murray et al. (2017) menyatakan bahwa LDL
merupakan salah satu kelas lipoprotein dan agen pengangkut yang mengandung
25% protein, 45% kolestrol, dan sisanya fosfolipid serta trigliserida yang
berfungsi mengangkut kolestrol dari sel hati menuju sel tepi.
Kadar Low Density Lipoprotein (LDL) dalam tubuh harus dibatasi (Pearson,
2013). Menurut Murray et al. (2017) dan Angraeni (2016), pada manusia jika

9
kadar kolesterol LDL kurang dari 100 mg/dL dapat dikatakan optimal, kadar 100-
129 mg/dL mendekati optimal, 130-159 mg/dL batas tinggi LDL, 160-189 mg/dL
dapat dikatakan LDL tinggi, sedangkan jika LDL 190 mg/dL atau lebih, maka
LDL dalam tubuh sudah sangat tinggi.

2.6. High Density Lipoprotein (HDL)


High Density Lipoprotein (HDL) merupakan lipoprotein yang paling
berperan dalam pengangkutan kolesterol (Murray et al., 2017). Menurut Bell and
Weaver (2014), bagian dari kolesterol ini berperan mengumpulkan kelebihan
kolesterol dari jaringan tubuh dan mengembalikannya ke hati kemudian
mengeluarkannya bersama garam empedu. Fungsi HDL adalah mengangkut
kolesterol dari jaringan perifer menuju ke hepar (Scanes, 2014), menyingkirkan
kolesterol yang berlebih dan menghambat perkembangan plak atheroma (Murray
et al., 2017), sehingga kenaikan kadar HDL dalam darah akan mencegah
terjadinya resiko aterosklerosis (Hartini dkk., 2009)
Heslet (1996) menyatakan bahwa High Density Lipoprotein merupakan
senyawa lipoprotein yang berat jenisnya tinggi. Pearson and Dutson (2012)
memaparkan bahwa HDL membawa lemak total rendah, protein tinggi, dan dibuat
dari lemak endogenus di hati, sehingga kandungan kolesterol di dalam daging
yang lebih rendah dari LDL dan fungsinya sebagai pembuangan kolesterol maka
HDL ini sering disebut kolesterol baik. Menurut Murray et al. (2017), High
Density Lipoprotein) dapat digunakan untuk mengangkut kolesterol yang berlebih
dari seluruh jaringan tubuh untuk dibawa kembali ke hati, sehingga Pearson
(2013) menegaskan bahwa HDL merupakan lipoprotein yang berfungsi sebagai
pembersih kelebihan kolesterol pada jaringan. Menurut Michael et al. (2013),
nilai HDL adalah lopoprotein dengan densitas tinggi, terutama terdiri atas protein.
HDL mengandung 25 - 30% fosfolipid, 15 - 20% kolesterol, 3% trigleserid dan
45-59% protein.

10
III. MATERI DAN METODE

3.1. Tempat dan Waktu


Pemeliharaan, pemanenan, dan persiapan sampel dilakukan di UIN
Agriculture Research and Development Station (UARDS) Fakultas Pertanian dan
Peternakan UIN Suska Riau. Analisis kolesterol, Tg, LDL, dan HDL dilakukan di
Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Andalas,
Padang. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Maret-Mei 2021.

3.2. Alat dan Bahan


Peralatan yang digunakan untuk memelihara ayam ras pedaging seperti
kandang utama dan 20 unit kandang penelitian yang dilengkapi dengan tempat
pakan, tempat air minum, dan lampu pijar 75 watt, termometer, spuit, timbangan,
dan semprotan untuk desinfeksi.
Peralatan yang digunakan untuk mengukur kadar kolesterol adalah autoklaf,
erlenmeyer, hot plate dan stirer, lampu spritus, ose bulat, gelas ukur, tabung
reaksi, pipet tetes, vortex, aluminium foil, spoit, termometer, waterbath,
spektrofotometer, neraca analitik, laminar air flow, mortal and pastle, mikropipet,
timbangan digital.
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 100 ekor anak ayam
ras pedaging Day Old Chick (DOC) strain Cobb 707 produksi PT. Charoen
Pokphand Indonesia, Tbk tanpa membedakan jenis kelamin (unsexing). Bahan
lainnya adalah pakan komersial fase starter BR I, fase finisher BR II, alkohol,
sampel uji kolesterol berupa daging serta daun kemangi yang diperoleh dari
Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru.
Kandungan nutrisi pakan komersial dapat dilihat pada Tabel 3.1.
Tabel 3.1. Kandungan nutrien pakan komersial BR 1 dan BR 2
Kandungan Nutrien (%)
Jenis Ransum
BK PK LK SK EM
BR I (1-20 hari) 87,7 20,4 8,34 3,51 3753
BR II (21-28 hari) 87,7 19,7 7,39 3,50 3727
Sumber: 1Hasil Analisis Laboratorium Kimia dan Makanan Ternak Jurusan Nutrisi
Makanan Ternak Fakultas Peternakan UNHAS dalam Dogomo (2005), 2Hasil
Analisis Laboratorium Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas
Peternakan Institut Pertanian Bogor dalam Sugiarto (2008)

11
3.3. Metode Penelitian
Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak
Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 5
ekor ayam ras pedaging. Perlakuan penambahan tepung kemangi pada pakan
komersial dilakukan sebagai berikut:
P1 = Pakan komersial (kontrol)
P2 = P1 + tepung kemangi 3,50%
P3 = P1 + tepung kemangi 4%
P4 = P1 + tepung kemangi 4,50%

3.4. Prosedur Penelitian


3.4.1. Persiapan Kandang
Setiap petak kandang terlebih dahulu dibersihkan dengan cara disapu,
disikat dan dicuci dengan air bersih, kemudian disterilisasi menggunakan
desinfektan dengan cara disemprotkan, setelah kering pengapuran dilakukan
secara merata pada dinding dan lantai. Tujuan desinfeksi dan pengapuran ialah
untuk memutus rantai kehidupan mikroorganisme yang merugikan. Tempat
makan dan air minum disiapkan dan dibersihkan sebelum digunakan. Kandang
diberi serbuk gergaji sebagai alas. Selama umur satu minggu, koran ditambahkan
di atas serbuk. Setiap kandang terdapat satu tempat pakan, satu tempat minum dan
satu buah lampu 5 watt yang dipasang pada tengah-tengah setiap petak kandang
untuk penerangan dan pemanasan.

3.4.2. Pembuatan Tepung Kemangi


Pembuatan tepung kemangi dilakukan dengan cara mencacah kemangi
tersebut sebelum dijemur. Kemangi yang telah kering digiling dengan ukuran 0,50
mm dan dicampur dengan ransum komersial sesuai masing-masing taraf
perlakuan.

3.4.3. Penempatan Perlakuan pada Petakan Kandang Penelitian


Unit kandang diberi nomor 1 sampai 20. Penempatan perlakuan dan ulangan
pada unit kandang dilakukan dengan cara diundi. Pengundian dilakukan dengan

12
cara membuat lotre sebanyak 20 gulungan mulai dari perlakuan pertama ulangan
ke-1 sampai perlakuan keempat ulangan ke-5. Lotre yang diambil pertama secara
acak ditempatkan sesuai urutan nomor unit kandang yang telah diberi penomoran
dan begitu selanjutnya.
Pengacakan DOC dilakukan dengan cara mengambil sampel DOC sebanyak
30% secara acak, kemudian ditimbang dan dicatat bobot badannya. Setelah itu
ditentukan range nilai bobot badan terendah sampai tertinggi dan dibuat kelas
interval. Menurut Kartasudjana (2005), banyak kelas interval yang diperlukan
dapat menggunakan aturan sturges dengan rumus : 1 + (3,30) log n, sehingga
didapatkan banyak kelas interval sebanyak 7. Kemudian disiapkan 7 buah kotak
kardus untuk menempatkan DOC berdasarkan kelas intervalnya. Kemudian
ditimbang kembali seluruh DOC dan setiap DOC dimasukan ke dalam kotak
kardus berdasarkan bobot badannya.
Penempatan DOC ke dalam unit kandang dilakukan dengan cara
memasukkan DOC satu per satu ke dalam unit kandang diawali dari DOC yang
terdapat pada kotak kardus dengan bobot badan terendah sampai tertinggi.
Penempatan DOC ke dalam unit kandang dimulai dari unit kandang nomor 1
sampai 20, kemudian dari unit kandang nomor 20 sampai 1 dan seterusnya.
Sampai semua DOC yang ada di dalam kotak kardus habis.

3.4.4. Pemberian Ransum dan Air Minum


Pemberian pakan ayam ras pedaging diberikan berdasarkan periode umur
pemeliharaan yang mengacu pada standar pemberian ransum ayam ras pedaging.
Pemberian pakan pada saat penelitian dilakukan sebanyak 2 kali sehari, yaitu pada
jam 07.00 WIB dan 16.00 WIB. Jika ransum habis maka dilakukan penambahan
namun ransum yang ditambahkan ditimbang dan dicatat. Pemberian air minum
pada penelitian ini dilakukan secara ad-libitum. Hal ini bertujuan agar ayam tidak
mengalami dehidrasi sehingga produksi daging dapat optimal. Agar air minum
tetap higienis maka wadah air minum dicuci dan diganti dengan air yang baru
setiap hari.
Gambaran prosedur penelitian dapat dilihat pada Gambar 3.1.

13
Daun Kemangi Pencucian Pencacahan

Pencucian

P1 = Tepung Kemangi
P2 = Tepung Kemangi 3,50%
P3 = Tepung Kemangi 4%
P4 = Tepung Kemangi 4,50% Penggilingan
dan Penghalusan

Pengayakan

Parameter yang
diamati

Tepung
Kemangi

 Kolesterol Daging
Analisis Data
 Trigliserida
 LDL
 HDL

Interpretasi
Data

Gambar 3.1. Skema prosedur penelitian


3.5.5 Pengambilan Sampel Daging Ayam
Sampel daging ayam broiler diambil pada hari ke-35 saat akhir masa
perlakuan. Pengambilan daging dilakukan di bagian dada pengambilan daging
dilakukan setelah melakukan penyembelihan terhadap ayam. Bagian dada ayam
merupakan bagian luar ayam yang terbanyak mengandung kolesterol. Hal ini
disebabkan dada merupakan tempat timbunan lipid, terutama pada bagian kulitnya
yang berminyak. Prosedur pengambilan spesimen daging ayam pedaging sebagai
berikut:

14
1. Melakukan pemotongan atau penyembelihan ayam pedaging.
2. Ayam dipotong sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
3. Ambil sedikit bagian dari ayam pada bagian dada ± 5 g sebagai sampel
berbentuk dadu.
4. Sampel yang telah diambil kemudian diuji laboratorium untuk
mengetahui kolesterol, trigliserida, Low Density Lipoprotein, dan High
Density Lopoprotein daging ayam pedaging.

3.5. Parameter yang Diamati


3.5.1. Kolesterol
Pengukuran kolesterol dilakukan berdasarkan metode Lieberman Burchard
(Kleiner, 1962). Cara kerja metode Lieberman-Burchard sebagai berikut:
1. Menimbang sampel sebanyak 0,20 g yang dimasukkan ke dalam tabung
sentrifus berskala 15.
2. Tambahkan campuran alkohol eter 3:1 sebanyak 12 ml dan diaduk
hingga homogen.
3. Diamkan larutan sambil dikocok sesekali selama 30 menit.
4. Bilas pengaduk dengan alkohol eter 3:1 dan setarakan menjadi 15 ml
kemudian disentrifus dengan kecepatan 3000 rpm selama 15 menit.
5. Supernatant dipindahkan ke dalam gelas piala 50 ml dan dipanaskan
dalam penangas air hingga kering.
6. Ekstrak residu dilarutkan dengan 25 ml kloroform sedikit demi sedikit
atau dicuci sebanyak dua kali dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi 10
ml untuk disetarakan volumenya menjadi 5 ml.
7. Masukkan juga kolesterol standar 5 ml (0,40 mg kolesterol dalam 5 ml
kloroform) ke dalam tabung reaksi yang lain.
8. Setelah itu tambahkan 2 ml asetat anhidrida dan 1000 µl H2SO4 pekat.
9. Selanjutnya dilakukan pembacaan dengan menggunakan spektofotometer
pada panjang gelombang 420 nm.

15
3.5.2. Trigliserida
Menggunakan metode warna enzimatik (SHM, 2000). Cara kerja metode
warna Enzimatik sebagai berikut:
1. Sampel daging diambil sebanyak 1 g, dimasukkan ke dalam tabung
reaksi kemudian tambahkan 10 ml Aceton Etanol. Pelarut Aceton
Etanol dengan sampel diuapkan di dalam waterbath pada suhu 60˚C
sehingga volume pelarut separuh dari volume awal atau diuapkan
selama 15 menit.
2. Pelarut yang tinggal disaring dengan menggunakan kertas Whatman 41.
Residu sampel dilarutkan kembali dengan Aceton Etanol sebanyak 5
ml, kemudian diuapkan kembali pada suhu 60˚C selama 10 menit.
3. Pelarut yang tersisa disaring dan diulang sekali lagi. Hasil ekstraksi
dipanaskan di dalam waterbath pada suhu 60˚C sehingga volume pelarut
yang tertinggal adalah 1 ml. Larutan ekstraksi ini kemudian dianalisa
kadar kolesterolnya.
4. Sebanyak 1 ml reagent (kit) trigliserida dipipetkan ke dalam tabung
reaksi kemudian ditambahkan serum atau hasil ekstraksi sebanyak 0,01
ml.
5. Larutan kemudian diinkubasi selama 20 menit di dalam waterbath pada
suhu 37˚C sehingga warna larutan berubah menjadi warna lembayung.
6. Pembuatan blanko sebagai berikut 1 ml kit trigliserida dipipetkan ke
dalam tabung reaksi. Blanko dibuat sebagai pembanding. Setiap satu
analisa dibuatkan satu seri blanko. Blanko dimasukkan ke dalam sel
spektrofotometer setelah diarahkan pada panjang gelombang 520 nm.

3.5.3. Low Density Lipoprotein (LDL)


Pemeriksaan Low Density Lipoprotein dilakukan menggunakan metode
pengujian LDL Assay kit (Anggraeni, 2016), dilakukan dengan cara sebagai
berikut:
1. Mengambil larutan yang sudah dipreparasi sebanyak 100 µl dan letakkan
di dalam tabung sentrifus.

16
2. Kemudian ditambahkan dengan 1 ml larutan LDL assay kit (R1) dan
ambil supernatan.
3. Masukkan supernatan sebanyak 20 µl ke dalam tabung reaksi dan
ditambahkan dengan 1 ml assay kit LDL Cholesterol (R2).
4. Larutan dikocok hingga homogen dan diamkan selama 10 menit, ukur
absorbansi pada λ 540 nm.
5. Kemudian ditentukan persamaan regresi yang digunakan untuk
penentuan pengambilan kadar kolesterol LDL sampel.

3.5.4. High Density Lipoprotein (HDL)


Pemeriksaaan High Density Lipoprotein dilakukan dengan menggunakan
metode pengujian HDL Assay kit (Anggraeni, 2016). Cara metode ini adalah:
1. Mengambil larutan yang sudah dipreparasi sebanyak 100 µl dan letakkan
di dalam tabung sentrifus.
2. Kemudian ditambahkan dengan 1 ml larutan HDL assay kit (R1) dan
ambil supernatannya.
3. Masukkan supernatan sebanyak 20 µl ke dalam tabung reaksi dan
ditambahkan dengan 1 ml assay kit HDL kolesterol (R2).
4. Larutan dikocok hingga homogen dan diamkan selama 10 menit, ukur
absorbansi pada λ 540 nm.
5. Kemudian ditentukan persamaan regresi yang digunakan untuk
penentuan pengambilan kolesterol HDL sampel.

3.6. Analisis Data


Data yang diperoleh dianalisa dengan analisis ragam Rancangan Acak
Lengkap yang terdiri dari 4 perlakuaan dan 5 ulangan dengan model matematis
menurut Steel dan Torrie (1993) sebagai berikut:
Yij = µ + αi + ij
Keterangan:
Yij : Nilai pengamatan dari hasil perlakuan ke-i, ulangan ke-j
µ : Nilai tengah umum (population mean)
αi : Pengaruh taraf perlakuan ke-i

17
ij : Pengaruh galat perlakuan ke-i, ulangan ke-j
i : Jumlah Perlakuan 1, 2, 3, dan 4
j : Jumlah ulangan 1, 2, 3, 4, dan 5

Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam seperti


pada Tabel 3.2.
Tabel 3.2. Analisis ragam
Derajat Jumlah Kuadrat F Tabel
Sumber Keragaman F Hitung
Bebas Kuadrat Tengah 5% 1%
Perlakuan t-1 JKP KTP KTP/KTG
Galat t(r-1) JKG KTG
Total tr-1 JKT
Keterangan:
t : Perlakuan
r : ulangan
FK (Faktor Koreksi) = Y2…./r.t
JKP (Jumlah Kuadrat Perlakuan) = ∑(Yi)2/r - FK
JKG (Jumlah Kuadrat Galat) = JKT - JKP
JKT (Jumlah Kuadrat Total) = ∑(Yij)2 - FK
KTP (Kuadrat Tengah Perlakuan) = JKG/dbP
KTG (Kuadrat Tengah Galat) = JKG/dbG
F Hitung = KTP/KTG

Perlakuan yang menunjukan pengaruh nyata hingga sangat nyata, yaitu


Fhitung > Ftabel pada taraf uji 0,05 atau 0,01 dilanjutkan dengan uji lanjut
menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) sesuai dengan Steel dan
Torrie (1993).

18
V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan
Penambahan tepung kemangi dalam pakan komersial menghasilkan
kolesterol yang sama dengan kontrol, dapat menurunkan trigliserida dan LDL,
serta dapat meningkatkan HDL dalam daging ayam ras pedaging. Nilai masing-
masing parameter pada penelitian ini adalah kolesterol sekitar 16,7-18 mg/100 g,
trigliserida sekitar 383-724 mg/100 g, LDL sekitar 3,53-3,97 mg/100 g, dan HDL
sekitar 2,54-2,94 mg/100 g. Perlakuan terbaik pada penelitian ini adalah P4 yang
menambahkan 4,50% tepung kemangi dalam pakan komersial.

5.2. Saran
Tepung kemangi dapat ditambahkan ke dalam pakan komersial sebanyak
4,50% untuk menghasilkan daging tinggi HDL.

27
DAFTAR PUSTAKA

Abun. 2006. Protein dan Asam Amino pada Unggas. Universitas Padjajaran.
Jatinangor. Bandung.

Amrani, S., H. Harnafi., D. Gadi., H. Mekhfi., A. Legssyer., M. Aziz., F. Martin-


Nizard, and L. Bosca. 2009. Vasorelaxant and anti-platelet aggregation
effects of aqueous Ocimum basilicum extract. J. Ethnopharmacol,
125(1):157-162

Amrullah, I. 2004. Nutrisi Ayam Broiler. Lembaga Satu Gunung Budi. Bogor.

Anggraeni, D. 2016. Kandungan Low Density Lipoprotein (LDL) dan High


Density Lipoprotein (HDL) pada Kerang Darah (Anadara granosa) yang
Tertangkap Nelayan Sedati. Fakultas Perikanan dan Kelautan. Thesis.
Universitas Airlangga. Surabaya.

Astuti, P., Suripta, H, dan P.M.L. Risyani. 2017. Upaya Peningkatan Kualitas
Daging Ayam Broiler Melalui Pemberian Ekstrak Meniran. Agrisaintifika:
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian. 1(1): 46-52.

Basmacioglu, H and M. Ergul. 2005. Research on The Factor Affecting


Cholesterol Content and Some Other Characteristics of Eggs In Laying
Hens. Turk. J. Vet. Anim. Sci. 29:157-164.

Bell, D.D and W.D. Weaver. 2012. Commercial Chicken Meat and Egg
Production: Edition 5. Springer Science & Business Media. USA.

Bravo, E., S. Amrani., M. Aziz., H. Harnafi, and M. Napolitano. 2008. Ocimum


basilicum ethanolic extract decreases cholesterol synthesis and lipid
accumulation in human macrophages. Fitoterapia, 79: 515–523.

Castellini, C., C. Mugnai, and A. Bosco. 2002. Effect of organic production


system on broiler carcass and meat quality. Meat Science 60: 219-225.

Chan, W., J. Brown., S. Lee, and D.H. Buss. 1995. Meat, Poultry, and Game.
Fifth supplement to 5th edition of McCance and Widdowson's The
Composition of Foods. Royal Society of Chemistry, Cambridge.

Cunningham, J.G. 2002. Texbook of Veterinary Phisiology. Saunders. New York.

de Lima Boijink, C., C.A. Queiroz., E.C. Chagas., F.C.M. Chaves, and L.A.K.A.
Inoue. 2016. Anesthetic and anthelminthic effects of clove basil (Ocimum
gratissimum) essential oil for tambaqui (Colossoma macropomum).
Aquaculture 457, 24e28.

28
Eisenbrand, G. 2006. Toxicological evaluation of red mould rice. Mol. Nutr. Food
Res. 2006, 50, 322-327.

Ensminger, M.E. 2015. Poultry Science, 3rd Edition. CBS Publishers and
Distributors Pvt Ltd, India.

Ezeani, C., I. Ezenyi., T. Okoye, and C. Okoli. 2017. Ocimum basilicum extract
exhibits antidiabetic effects via inhibition of hepatic glucose mobilization
and carbohydrate metabolizing enzymes. J. Intercult Ethnopharmacol,
6(1):22-28.

Garcia, P.T., N.A. Pensel., A.M. Sancho., N.J. Latimori., A.M. Kloster., M.A.
Amigone, and J.J. Casal. 2008. Beef lipids in relation to animal breed and
nutrition in Argentina. Meat Science 79: 500-508.

Guyonnet, V and H. Jing. 2016. The eggs and cholesterol: a liability or an


opportunity. In: Handbook of Cholesterol: Biology, Function, and Role in
Health and Diseases. Edited by Watson, R.R and de Meester, F.
Wageningen Academic Publisher. The Netherland.

Hadipoentyanti, E dan S. Wahyuni. 2020. Keragaman Selasih (Ocimum Spp.)


Berdasarkan Karakter Morfologi, Produksi dan Mutu Herba. Jurnal
Penelitian Tanaman Industri. 14(4): 141-148.

Hamiyanti, A.A., Sutomo, B., A.F. Rozi., Y. Adnyono, dan R. Darajat. 2013.
Pengaruh Penambahan Tepung Kemangi (Ocimum basilicum) Terhadap
Komposisi Kimia dan Kualitas Fisik Ayam Broiler. J. Peternakan. 23(1):
25-29.

Hartini., Marti, dan P.A. Okid, 2009. Kadar Kolesterol Darah Tikus Putih (Rattus
norvegicus) Hiperkolesterolemik Setelah Perlakuan VCO. J. Bioteknologi.
6(2): 55-62.

Heslet, L. 1996. Kolesterol. Terjemahan Anton Adiwijoto. PT. Kesaint Blanc


Indah. Jakarta.

Irawati, I.D.I. 2004. Hubungan Tingkat Kecukupan Karbohidrat, Lemak dan Serat
Makanan dengan Kadar Trigliserida Darah (Studi pada Pasien Penyakit
Jantung Koroner Rawat Jalan di RSU Sragen Tahun 2004). Disertasi.
Universitas Diponegoro.

Kartasudjana, R. 2005. Manajemen Ternak Unggas. Fakultas Peternakan.


Universitas Padjajaran Press. Bandung.

Kleiner, D., S. Israel, and B.D. Louis. 1962. Laboratory Instructions in


Biochemistry. Academic Medicine. 37(10): 11-47.

29
Lesson, D.J and M.C. Summer. 2005. Poultry Feeds and Nutrision. The AVI
Publishing Co. Inc. Westport.

Luis, M., M.B.B. Luis., H.A.L. Estronca., A.S. Filipe., J. Maria., Moreno, and L.
C. Winchil. 2004. Homeostasis Of Free Cholesterol in The Blood-A
Preliminary Evaluation and Modeling Of Its Passive dx rcTransport. J.
Lipids Reaseacrh. 55(6): 1033-1043.

Manoppo, M.R.A. 2007. Pengaruh Pemberian Crude chlorella terhadap Kadar


Total Kolesterol Darah Ayam Broiler. Disertasi. Universitas Airlangga.

Medah, S.R., A.O.M. Dima, dan V.M. Ati. 2019. Profil Lipid Darah Ayam Broiler
(Gallus sp) yang Diberi Kombinasi Perlakuan Ekstrak Jahe (Zingiber
officinale) dan Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia). J. Biotropikal Sains, 16(3):
26-35.

Michael, L., E.P. Bishop., L.E. Fody, and Schoef. 2013. Clinical Chemistry 7
Edition: Principal, Techniques, and Correlations. Lippincott William and
Wilkins a Wolter Kluwer Bussiness. Philadelphia.

Mide, M.X. 2008. Pertambahan Bobot Hidup, Konsumsi, Konversi Ransum,


Kadar Kolesterol Darah dan Trigliserida Daging Broiler yang Diberi
Ransum Mengandung Tepung Bawang Putih (Allium sativun). Prosiding
Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Hal. 630-635.

Montgomery, R., R.L. Dryer., T.W. Conway, and A.A. Spector. 1974.
Biochemistry: A Case – Oriented Approach. Clinical Chemistry, 20(11): 1-
637. [Link]

Mukherjee, A.K., P. Kalita., B.G. Unni., S.B. Wann., D. Saikia, and P.K
Mukhopadhyay. 2010. Fatty Acid Composition of Four Potential Aquatic
Weeds and Their Possible Use as Fish-Feed Neutraceuticals. Food
chemistry. 123(4): 1252-1254.

Mulianda, R. 2015. Total Kolesterol Darah, High Density Lipoprotein, Low


Density Lipoprotein, dan Trigliserida Ayam Pedaging yang Diberi Tepung
Buah Kurma (Phoenix dactylifera) dalam Ransum Komersial. Skripsi.
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Pekanbaru.

Murray., Mayes., A. Peter., K. Robert., K. Daryl., Granner., W. Victor, dan


Rodwel. 2017. Biokimia Harper. Edisi 24. Penerbit Buku Kedokteran ECG.
Jakarta.

Nggena, M., F.M.S. Telupere, dan N.T. Tiba. 2019. Kajian Sifat Pertumbuhan dan
Kadar Kolestrol Ayam Broiler yang Mendapat Substitusi Tepung Daun
Lamtoro (Leucaena leucocephala) Terfermentasi Effective
Microorganisms-4 (EM4) dalam Ransum Basal. J. Sain Peternakan
Indonesia. 14(1): 75-90.

30
Pearson, A.M and T.R. Dutson. 2012. Advances in Meat Research: Volume 1
Electrical Stimulation. Springer Science & Business Media. New York.

Pearson, A.M. 2013. Quality Attributes and their Measurement in Meat, Poultry
and Fish Products. Springer Publisher. New York.

Piliang, W.G dan L. Djojosoebagio. 2006. Fisiologi Nutrisi. Vol. I. Edisi Revisi.
Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Pratikno, H. 2010. Pengaruh Ekstrak Kemangi (Curcuma domestica V.) Terhadap


Bobot Badan Ayam Broiler (Gallus Sp.). Buletin Anatomi dan Fisiologi.
18(2): 39-46.

Rattan, S., G. Satpathy, and R. Gupta. 2014. Formulation of biscuits with


Glycyrrhiza glabra root extract, Ocimum sanctum and Pimpinella anisum
extract added as a nutraceutical. J. Pharmacogn. Phytochem. 3 (3), 10e16.

Realini, C.E., S.K. Duckett., G.W. Brito., M.D. Rizza, and D. de Mattos. 2004.
Effect of pasture vs. concentrate feeding with or without antioxidants on
carcass characteristics, fatty acid composition, and quality of Uruguayan
beef. Meat Science 66: 567-577.

Reddy, L. 2006. Effect of dietary supplementation of Tulasi (Ocimum sanctum)


and selenium on antioxidative enzymes status in broilers. Thesis, Tamil
Nadu Veterinary and Animal Sciences University.

Rusmana, D dan D. Natawiharja. 2008. Pengaruh Pemberian Ransum


Mengandung Minyak Ikan Lemuru dan Vitamin E Terhadap Kadar Lemak
dan Kolesterol Daging Ayam Broiler. Jurnal Ilmu Ternak Universitas
Padjadjaran. 8(1): 11-15.

Saidin, M. 1999. Kandungan kolesterol dalam berbagai bahan makanan hewani.


Buletin Penelitian Kesehatan. 27(2): 224-230.

Scanes, C.G and K.D. Christensen. 2019. Poultry Science: Fifth Edition.
Waveland Press. Long Grove, Illinois.

Scanes, C.G. 2014. Sturkie's Avian Physiology: Edition 6. Elsevier. Netherland.

Sheoran, N., R. Kumar., A.A. Kumar., K. Batra., S. Sihag., S. Maan, and N.S.
Maan. 2017. Nutrigenomic evaluation of garlic (Allium sativum) and holy
basil (Ocimum sanctum) leaf powder supplementation on growth
performance and immune characteristics in broilers. Vet. World 10,
121e129.

SHM. 2000. Prosedur Reagensia Kimia Klinik. PT. Segara Husada Mandiri.
Jakarta.

31
Singh, E., S. Sharma., J. Dwivedi, and S. Sharma. 2012. Diversified Potentials of
Ocimum sanctum Linn (Tulsi): An Exhaustive Survey. J. Nat. Prod. Plant
Resour. 2(1):39-48.

Siregar, R.N.I. 2015. The effect of Eugenia polyantha extract on LDL cholesterol.
J. Majority, 4(5): 11-15.

Siswanto. 2010. Kadar Kolesterol Pada Beberapa Bagian Tubuh Ayam Potong
Jantan yang Diberi Formula Pakan dengan Dedak Padi Konsentrasi Tinggi.
Buletin Veteriner Udayana 2(1):6-10.

Steel, R.G.D dan J.H. Torrie. 1993. Prinsip dan Prosedur Statistik.
(Diterjemahkan: B. Sumantri). Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Sudarsono., D. Gunawan., S. Wahyuono., I.A. Donatus, dan Purnomo. 2002.


Tumbuhan Obat II (Hasil Penelitian, Sifat-Sifat, dan Penggunaannya).
Pusat Studi Obat Tradisional. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Sugiarto, B. 2008. Performa Ayam Broiler dengan Pakan Komersial yang


Mengandung Tepung Kemangi (Ocimum basilicum). Skripsi. Fakultas
Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Suharti, S., S. Annita, dan S. Asep. 2017. Metabolit Darah Domba yang
Disuplementasi Bakteri Pendegradasi HCN dan Sulfur Pada Pakan yang
Mengandung Tepung Daun Singkong Pahit (Manihot glaziovii). Buletin
Makanan Ternak. Vol. 104 (4): 31-40.

Suprijatna, E. 2005. Pengaruh Protein Ransum Saat Periode Pertumbuhan


Terhadap Performans Produksi Telur Saat Periode Produksi Pada Ayam Ras
Petelur Tipe Medium. J. Pengemb. Petern. Tropis. Vol. 30(2): 119-126.

Tamzil, M.H., R.R. Noor., P.S. Hardjosworo., W. Manalu, dan C. Sumantri. 2014.
Hematological Response of Chickens with Different Heat Shock Protein 70
Genotypes to Acute Heat Stress. Int. J. Poultry Science. 13(1): 14.

Tsallissavrina, I., W. Djko, dan H. Dian. 2006. Pengaruh Pemberian Diet Tinggi
Karohidrat Diandingkan Diet Tinggi Lemak Terhadap Kadar Trigliserida
dan HDL Darah Pada Tikus Putih (Rattus novergicus). J. Kedokteran
Brawijaya. 22(2): 1-5.

Yadnya, T.G.B., S.S. Ni Made., A.A.A.S. Trisnadewi, dan A.A.P.P. Wibawa.


2010. Pengaruh Pemberian Jahe (Zingiber officinale Rosc) dalam Ransum
terhadap Penampilan Itik Petelur Akhir. Universitas Udayana. Bali. J. Ilmu
dan Teknologi Hasil Ternak, Hal 41-48 Vol. 5 (2).

32
Watuseke, A.E., P. Hedison, dan M.W. Pemsi. 2016. Gambaran Kadar Lipid
Trigliserida pada Pasien Usia Produktif di Puskesmas Bahu Kecamatan
Malalayang Kota Manado Periode November-Dessember 2014. J. e-
Biomedik (eBm). 4(2): 6-10.

Wynn, C., T. Williams., O. Allen, and P. Inserra. 2016. Chapter 10: Cholesterol
Content and Health Effect in Free Range, Organic, and Conventionally
Raised Poultry and Eggs. In: Handbook of Cholesterol: Biology, Function,
and Role in Health and Diseases. Edited by Watson, R.R and de Meester,
F. Wageningen Academic Publisher. The Netherland.

33
LAMPIRAN

Lampiran 1. RAL untuk kolesterol daging broiler


Ulangan
Perlakuan Jumlah Rataan St. Dev
1 2 3 4 5
P1 19 17 36 18 1.41
P2 20 17 13 50 16.7 3.51
P3 17 18 16 51 17 1.00
P4 21 10 15 25 71 17.8 6.60
Jumlah 0 77 44 46 41 208

Analisis Ragam
Derajat F tabel
Sumber F
Bebas JK KT
Keragaman hitung 0,05 0,01 Ket.
(db)
Perlakuan 3 280.6 93.53 4.69 3.59 6.22 *
Galat 8 159 19.93
Total 11 440

Uji Lanjut DMRT


P1 P4 P3 P2
18 17.8 17 16.7

Sx = √(KTG/r) = 2.00

P SSR 5% LSR SSR LSR


5% 1% 1%
2 3.03 6.05 4.21 8.40
3 3.18 6.35 4.42 8.82
4 3.27 6.53 4.55 9.08

P Selisih LSR LSR Ket.


5% 1%
P1-P4 0.25 6.05 8.40 NS
P1-P3 1.00 6.35 8.82 NS
P1-P2 1.33 6.53 9.08 NS
P4-P3 0.75 6.05 8.40 NS
P4-P2 1.08 6.35 8.82 NS
P3-P2 0.33 6.05 8.40 NS

P1 P4 P3 P2
a a a a

34
Lampiran 2. RAL untuk trigliserida daging broiler
Ulangan St.
Perlakuan Jumlah Rataan
1 2 3 4 5 Dev
P1 408 510 349 366 540 2173 724 85.9
P2 597 425 411 494 1927 385 85.0
P3 551 369 444 549 1913 383 88.3
P4 459 480 671 386 1996 399 122
Jumlah 2015 1304 1273 1997 1420 8009

Analisis Ragam
Derajat F tabel
Sumber F
Bebas JK KT
Keragaman hitung 0,05 0,01 Ket.
(db)
Perlakuan 3 10433.06 3477.69 4.33 3.59 6.22 *
Galat 13 10433.06 802.54
Total 16 129347.76

Uji Lanjut DMRT


P1 P4 P2 P3
724.33 399.20 385.40 382.60

Sx = √(KTG/r) = 12.67

P SSR 5% LSR 5% SSR 1% LSR 1%


2 3.03 38.39 4.21 53.34
3 3.18 40.29 4.42 56.00
4 3.27 41.43 4.55 57.64

P Selisih LSR 5% LSR 1% Ket


P1-P4 325.13 38.39 53.34 **
P1-P2 338.93 40.29 56.00 **
P1-P3 341.73 41.43 57.64 **
P4-P2 13.80 38.39 53.34 ns
P4-P3 16.60 40.29 56.00 ns
P2-P3 2.80 38.39 53.34 ns

Superskrip P1 P4 P2 P3
a b c d

35
Lampiran 3. RAL untuk LDL daging broiler
Ulangan
Perlakuan Jumlah Rataan St. Dev
1 2 3 4 5
P1 3.98 3.97 3.99 3.96 3.94 19.8 3.97 0.02
P2 3.86 3.83 3.85 3.84 3.86 19.2 3.85 0.01
P3 3.67 3.64 3.65 3.68 3.67 18.3 3.66 0.02
P4 3.51 3.53 3.54 3.52 3.56 17.7 3.53 0.02
Jumlah 15.02 14.97 15.03 15.00 15.03 75.1

Analisis Ragam
Derajat F tabel
Sumber F
Bebas JK KT
Keragaman hitung 0,05 0,01 Ket.
(db)
Perlakuan 3 0.562 0.187285 634.86 3.59 6.22 **
Galat 16 0.005 0.000295
Total 19 0.567

Uji Lanjut DMRT


P1 P2 P3 P4
3.97 3.85 3.66 3.53

Sx = √(KTG/r) = 0.0077

P SSR LSR SSR LSR 1%


5% 5% 1%
2 3.00 0.02 4.13 0.03
3 3.15 0.02 4.34 0.03
4 3.23 0.02 4.45 0.03

P Selisih LSR LSR Ket


5% 1%
P1-P2 0.12 0.02 0.03 **
P1-P3 0.31 0.02 0.03 **
P1-P4 0.44 0.02 0.03 **
P2-P3 0.19 0.02 0.03 **
P2-P4 0.32 0.02 0.03 **
P3-P4 0.13 0.02 0.03 **

Superskrip P1 P2 P3 P4
a b C D

36
Lampiran 4. RAL untuk HDL daging broiler
Ulangan
Perlakuan Jumlah Rataan St. Dev
1 2 3 4 5
P1 2.54 2.53 2.55 2.51 2.56 12.7 2.54 0.02
P2 2.68 2.67 2.69 2.65 2.68 13.4 2.67 0.02
P3 2.78 2.79 2.77 2.78 2.79 13.9 2.78 0.01
P4 2.93 2.94 2.92 2.96 2.95 14.7 2.94 0.02
Jumlah 10.93 10.93 10.93 10.90 10.98 54.7

Analisis Ragam
Derajat F tabel
Sumber F
Bebas JK KT
Keragaman hitung 0,05 0,01 Ket.
(db)
Perlakuan 3 0.434 0.144592 628.66 3.59 6.22 **
Galat 16 0.004 0.000230
Total 19 0.437

Uji Lanjut DMRT


P4 P3 P2 P1
2.94 2.78 2.67 2.54

Sx = √(KTG/r) = 0.0068

P SSR LSR SSR LSR


5% 5% 1% 1%
2 3.00 0.02 4.13 0.03
3 3.15 0.02 4.34 0.03
4 3.23 0.02 4.45 0.03

P Selisih LSR LSR Ket


5% 1%
P4-P3 0.16 0.02 0.03 **
P4-P2 0.27 0.02 0.03 **
P4-P1 0.40 0.02 0.03 **
P3-P2 0.11 0.02 0.03 **
P3-P1 0.24 0.02 0.03 **
P2-P1 0.14 0.02 0.03 **

Superskrip P4 P3 P2 P1
a b c D

37
Lampiran 5. Dokumentasi penelitian

Pembuatan kandang

Pembersihan ruangan untuk meletakan unit kandang penelitian

38
Meletakan unit kandang penelitian

Pengadukan pakan komersial dengan tepung kemangi

39
Pemotongan ayam ras pedaging

Proses pencabutan bulu untuk pengambilan sampel

40

Anda mungkin juga menyukai