Profil Kolesterol Daging Ayam Ras Pedaging
Profil Kolesterol Daging Ayam Ras Pedaging
OLEH:
GUSHENDRA SETIAWAN
11781101484
Oleh:
Gushendra Setiawan
11781101484
vi
UCAPAN TERIMA KASIH
vii
6. Bapak dan Ibu dosen yang telah mendidik penulis selama masa
perkuliahan, karyawan serta seluruh civitas akademika Fakultas Pertanian
dan Peternakan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau yang
membantu, melayani, dan mendukung dalam hal administrasi.
7. Untuk Adik-Adikku Riga Meihendra dan Rafif Karimul Haq, doa kalian
berdua telah mengantarkan aku ke jenjang sarjana ini, semoga
keberhasilan ini menjadi contoh yang baik buat kamu berdua.
8. Untuk teman-teman seperjuangan tim daun kemangi pakan komplit yaitu
Encik Anshari, [Link], Rahma fadhila Karim, [Link], Ikhsanul Fajri, Andri
Setiawan, [Link] dan Sodiq Djito yang telah melewati masa suka dan duka
bersama dari awal proses penelitian sampai dengan selesainya penulisan
skripsi ini.
9. Untuk sahabat kampus yang membantu dalam penelitian ini serta yang
membantu segala urusan dimasa perkuliahan yaitu Lantang Kaphindo,
[Link], Rifki Mahendra, [Link], Dede Mazlan dan teman seperjuangan yang
tidak bisa disebutkan satu persatu namanya yang telah membersamai
selama masa perkuliahan dan juga untuk teman-teman KKN DR-Plus di
Kantor camat, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi
Riau, terima kasih atas kebersamaannya.
10. Seluruh teman-teman kos Fajri Hidayah Erza, [Link], Haykal Zikri, Forma
Ardinata [Link] dan Afriyadi Yumahendra yang telah bersedia meluangkan
waktu selama penelitian ini berlangsung dan telah membantu penulis juga
mempermudah dalam menyelesaikan semua yang berkaitan dengan skripsi
dan pengambilan data.
Penulis
viii
KATA PENGANTAR
Penulis
i
PROFIL KOLESTEROL DAGING AYAM RAS PEDAGING YANG
DIBERI PAKAN KOMERSIAL DENGAN TAMBAHAN TEPUNG
DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum)
INTISARI
ii
CHOLESTEROL PROFILE OF BROILER MEAT WHICH IS FEEDED
COMMERCIALLY WITH ADDITION OF BASIL LEAVE FLOUR
(Ocimum basilicum)
ABSTRACT
iii
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ................................................................................... iv
INTISARI ...................................................................................................... v
ABSTRACT ................................................................................................... vi
DAFTAR ISI .................................................................................................. vii
DAFTAR TABEL .......................................................................................... ix
DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... x
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. xi
I. PENDAHULUAN ................................................................................ 1
1.1. Latar Belakang ................................................................................ 1
1.2. Tujuan Penelitian ............................................................................ 2
1.3. Manfaat Penelitian .......................................................................... 3
1.4. Hipotesis ......................................................................................... 3
iv
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
2.1. Komposisi nutrien kemangi per 100 g bahan ........................................... 6
2.2. Komponen non nutrien kemangi per 100 g bahan ................................... 6
3.1. Kandungan nutrien pakan komersial BR 1 dan BR 2 .............................. 12
3.2. Analisis ragam .......................................................................................... 18
4.1. Rata-rata kolesterol dalam daging broiler ................................................ 19
4.2. Pengaruh penambahan tepung kemangi dalam pakan komersial
terhadap trigliserida daging broiler ......................................................... 21
4.3. Pengaruh penambahan tepung kemangi dalam pakan komersial
terhadap LDL daging broiler ................................................................... 23
4.4. Pengaruh penambahan tepung kemangi dalam pakan komersial
terhadap HDL daging broiler ................................................................... 25
v
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
2.1. Ayam ras pedaging (broiler) .................................................................... 4
2.2. Daun kemangi (Ocimum basilicum .......................................................... 6
3.1. Prosedur penelitian ................................................................................... 14
vi
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Halaman
1. RAL untuk kolesterol daging broiler ........................................................... 34
2. RAL untuk trigliserida daging broiler ........................................................ 35
3. RAL untuk LDL daging broiler .................................................................. 36
4. RAL untuk HDL daging broiler ................................................................. 37
5. Dokumentasi penelitian ............................................................................... 38
vii
I. PENDAHULUAN
1
kekeringan. Kemangi mengandung senyawa fenolik berupa cirsimaritin
(dimethoxy flavone), cirsilineol (bioactive flavone), apigenin (trihydroxy flavone),
isothymusin (dimethoxy, trihydroxy flavone), tanin, dan asam rosmarinat, namun
eugenol (komponen utama minyak atsiri) merupakan senyawa dalam kemangi
yang cukup besar (Singh et al., 2012). Pada penelitian Nggena et al. (2019)
menyatakan kadar kolesterol daging 32,6 mg/dL dengan perlakuan ransum
komersial 80% + 20% tepung daun lamtoro terfermentasi EM4.
Kemangi merupakan pemacu pertumbuhan yang potensial karena dapat
menggantikan fungsi antibiotika pemacu pertumbuhan (AGP) pada ayam.
Antibiotik dapat menimbulkan efek negatif bagi konsumen karena dapat
meninggalkan residu pada daging yang pada akhirnya dapat menyebabkan
kebalnya konsumen terhadap antibiotik jenis tertentu. Mengacu pada kemampuan
kemangi yang dapat memperbaiki fungsi saluran pencernaan, sebagai pemacu
pertumbuhan dan antimikrobial serta residu yang ditimbulkan pada daging yang
tidak berbahaya.
Pada penelitian Hamiyanti dkk. (2013) menyimpulkan bahwa penambahan
tepung kemangi sebanyak 1,25% dapat memperbaiki kandungan kimia yaitu
meningkatkan kadar protein, menurunkan kadar lemak, dan kolesterol serta
kualitas fisik daging ayam ras pedaging. Hasil penelitian Mulianda (2015) tentang
kolesterol pada darah ayam pedaging dengan penambahan tepung buah kurma
(Phoenix dactylifera) menyimpulkan, penambahan tepung buah kurma dalam
ransum komersial pada ayam pedaging pada level 0, 1, 2, dan 3% tidak mampu
menurunkan kadar total kolesterol darah, LDL, dan TG, serta tidak mampu
menaikkan kadar HDL darah ayam pedaging. Dimana buah kurma juga
mengandung flavonoid seperti daun kemangi yang berfungsi untuk membantu
mengurangi kadar kolesterol. Oleh karena itu penulis telah melakukan penelitian
tentang “Profil Kolesterol Daging Ayam Ras Pedaging yang Diberi Pakan
Komersial dengan Tambahan Tepung Daun Kemangi (Ocimum basilicum)
pada Level Berbeda.”
2
1.2. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan
tepung daun kemangi (Ocimum basilicum) dengan level berbeda pada pakan
komersial terhadap kolesterol, Trigliserida (TG), Low Density Lipoprotein (LDL),
dan High Density Lopoprotein (HDL) daging broiler.
1.4. Hipotesis
Penambahan tepung daun kemangi 4% dalam pakan komersial dapat
meningkatkan kadar HDL sehingga kolesterol, TG, dan LDL daging broiler dapat
diturunkan.
3
II. TINJAUAN PUSTAKA
Pertumbuhan yang cepat pada ayam ras pedaging tidak dapat diperoleh jika
tidak didukung dengan pakan yang mengandung nutrisi lengkap dan seimbang
(asam amino, asam lemak, nineral, dan vitamin) sesuai dengan kebutuhan ayam
yang dibudidayakan (Scanes and Christensen, 2019). Selain itu, faktor suhu juga
berpengaruh terhadap pembudidayaan ternak unggas (Lesson and Summers,
2005).
4
Ayam ras pedaging tergolong homeothermic atau berdarah panas dengan
karakteristik tidak memiliki kelenjar keringat serta hampir semua bagian tubuhnya
tertutup bulu (Scanes, 2014). Tamzil dkk. (2014) melaporkan bahwa ternak
unggas yang dipelihara di daerah tropis rentan terhadap bahaya stres panas. Bell
and Weaver (2012) menyatakan suhu ekstrim dalam keadaan suhu tinggi atau
rendah sering mengakibatkan kematian pada anak ayam, sedangkan perubahan
suhu tidak terlalu dapat memengaruhi kinerja ayam muda tanpa menyebabkan
kematian.
Scanes (2014) menambahkan pada ayam muda lebih toleran terhadap suhu
tinggi dibandingkan ayam dewasa yang berakibat peningkatan mortalitas dan
berdampak negatif terhadap performanya. Menurut Lesson and Summers (2005),
faktor manajamen harus diperhatikan, karena dapat memengaruhi pemeliharaan
atau pembudidayaan broiler. Abun (2006) menambahkan bahwa broiler perlu
dipelihara dengan teknologi yang dianjurkan oleh pembibit untuk mendapatkan
hasil sesuai dengan yang diharapkan.
Menurut Scanes (2014), ayam tipe pedaging memiliki sifat tenang, bentuk
tubuh besar, pertumbuhan cepat, bulu merapat ke tubuh, kulit putih, dan produksi
telur rendah. Suprijatna (2005) menjelaskan bahwa umur 7-8 minggu ayam
pedaging dapat mencapai bobot ± 2 kg. Menurut Pearson (2013), sebagai bahan
pangan, daging broiler saat ini menguasai pasar. Suprijatna (2005) menjelaskan
selain harganya murah, dagingnya juga lebih empuk dibandingkan ayam kampung
sehingga menyebabkan konsumen lebih memilih daging broiler sebagai bahan
pangan. Namun demikian, Pearson (2013) menyatakan daging broiler memiliki
kolesterol relatif tinggi dibandingkan ayam kampung. Menurut Bell and Weaver
(2012), bagian dada ayam merupakan bagian yang terbanyak mengandung
kolesterol, karena dada merupakan tempat timbunan lipid, terutama pada bagian
kulitnya yang berminyak.
5
tanah terbuka maupun agak teduh dan tidak tahan terhadap kekeringan (Sheoran et
al., 2017).
6
Secara tradisional, tanaman kemangi digunakan sebagai obat sakit perut,
obat demam, menghilangkan bau mulut, dan sebagai sayuran (Rattan et al., 2014;
Sheoran et al., 2017). Kemangi memiliki senyawa aktif seperti minyak atsiri,
alkaloid, saponin, flavonoid (mengandung zat antioksidan yang berfungsi untuk
menurunkan kadar kolesterol jahat/LDL), triterpenoid, steroid, tanin, dan fenol
(de Lima Boijink., 2016; Sheoran et al., 2017). Beberapa golongan kandungan
kimia tersebut dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli,
Staphylococcus aureus, dan Klebsiella (de Lima Boijink., 2016). Sifat dari
penghambatan ini disebut sebagai bakteriostatik atau bakteriosida (Hadipoentyanti
dan Wahyuni, 2008).
2.3. Kolesterol
Heslet (1996) melaporkan bahwa kolesterol adalah metabolit yang
mengandung lemak sterol (waxy steroid) yang ditemukan pada membran sel dan
disirkulasikan dalam plasma darah. Murray et al. (2017) menjelaskan bahwa
kolesterol merupakan sejenis lipid yang merupakan molekul lemak atau yang
menyerupainya. Heslet (1996) menyatakan bahwa kolesterol merupakan jenis
khusus lipid yang disebut steroid penting dan dapat memengaruhi kesehatan
jantung. Menurut Pearson and Dutson (2012), level kolesterol yang mendekati
normal dalam tubuh maka aktivitas jantung diharapkan dapat berjalan normal.
Pearson (2013) menyatakan kandungan kolesterol dalam daging yang merupakan
sumber pangan asal ternak juga akan memengaruhi kesehatan konsumen,
sehingga pada saat ini konsumen lebih menyukai bahan pangan yang bergizi
tinggi tapi dengan kadar kolesterol rendah.
Murray et al. (2017), kolesterol merupakan produk khas hasil metabolisme
beragam bahan pakan dan pakan dalam tubuh ternak. Bell and Weaver (2012),
menambahkan bahwa semua bahan pangan yang berasal dari ternak, seperti
kuning telur, daging, hati, dan otak mengandung kolesterol. Menurut Mide
(2008), broiler pada periode finisher cendrung mempunyai lemak tubuh yang
sangat tinggi sehingga menimbulkan persepsi di kalangan masyarakat bahwa
daging broiler sebagai sumber kolestrol karena kadar lemaknya tinggi. Menurut
Scanes (2014), kadar kolesterol yang tinggi dan melebihi batas normal kadar
7
kolesterol pada ayam pedaging membuat banyak konsumen mengurangi konsumsi
daging ayam pedaging, karena kata Muray et al. (2017) dapat menyebabkan
meningkatnya kadar kolesterol dalam darah yang dapat menjadi penyebab
timbulnya penyakit aterosklerosis (Pearson, 2013) yaitu pengerasan pembuluh
darah karena adanya endapan lemak dalam pembuluh darah tersebut.
Kolesterol yang terdapat di dalam tubuh berasal dari bahan eksogen dan
endogen (Murray et al., 2017). Ditambahkan Luis et al. (2004) dan Ensminger
(2015), kolesterol eksogen merupakan bahan kolesterol yang berasal dari luar
tubuh yang disintesis dari bahan pakan, sedangkan kolesterol endogen adalah
kolesterol yang berasal dari organ dalam tubuh terutama dihati yang disintesis di
beberapa jaringan. Piliang dan Djojosoebagio (2006) menyatakan bahwa kadar
kolesterol eksogen dapat memengaruhi kinerja hati dan usus dalam mensintesis
kolesterol endogen. Murray et al. (2017) dan Esminger (2015) menjelaskan
sintesis kolesterol dalam hati dan usus dapat meningkat ketika kadar kolesterol
dari pakan sedikit, sebaliknya sintesis kolesterol menurun jika kadar kolesterol
dari pakan tinggi.
2.4. Trigliserida
Murray et al. (2017) menyatakan bahwa trigliserida adalah lemak yang
terbentuk sebagai hasil dari metabolisme pakan, bukan saja yang berbentuk lemak
tetapi juga pakan yang berbentuk karbohidrat dan protein yang berlebih juga tidak
seluruhnya dibutuhkan sebagai sumber energi. Pearson (2013) dan Suharti dkk.
(2017) menambahkan bahwa trigliserida merupakan salah satu cadangan energi di
dalam tubuh. Menurut Pearson and Dutson (2012) dan Cunningham (2002), tubuh
dapat merombak atau mengubahnya menjadi energi di dalam tubuh apabila pakan
yang diberikan tidak dapat memenuhi kebutuhan energi tubuh. Selanjutnya
Irawati (2004) menyatakan bahwa trigliserida adalah lemak utama yang disimpan
dalam jaringan tubuh ayam, sumbernya 95% berasal dari pakan dan 5%
trigliserida disintesis dalam tubuh ternak.
Watuseke (2016) menyatakan bahwa trigliserida merupakan penyimpanan
lipid yang utama dalam jaringan adipose, bentuk lipid ini akan terlepas setelah
terjadi hidrolisis oleh enzim lipase yang sensitif dengan hormon menjadi asam
8
lemak bebas dan gliserol. Wynn et al. (2016) menyatakan bahwa tingginya
kandungan lemak di dalam jaringan dipengaruhi oleh kadar trigliserida di dalam
serum yang berasal dari sintesis lemak di hati. Perason (2013) menyatakan bahwa
hati berperan penting dalam pembentukan trigliserida, karena hati dapat
mengubah karbohidrat menjadi asam lemak bebas kemudian
mentransformasikannya kembali menjadi trigliserida.
Menurut Basmacioglu dan Ergul (2005), kadar normal trigliserida yang
terdapat pada ayam yaitu ≤ 150 mg/dL. Peningkatan trigliserida pada darah dapat
dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu faktor gen dan konsumsi pakan (karbohidrat,
lemak, dan alkohol) (Ensminger, 2014). Penurunan kadar trigliserida juga dapat
dipengaruhi oleh enzim LPL (Lipo Protein Lipase). Enzim LPL berfungsi untuk
menghidrolisis trigliserida menjadi asam lemak dan gliserol (Tsallissavrina dkk.,
2006).
9
kadar kolesterol LDL kurang dari 100 mg/dL dapat dikatakan optimal, kadar 100-
129 mg/dL mendekati optimal, 130-159 mg/dL batas tinggi LDL, 160-189 mg/dL
dapat dikatakan LDL tinggi, sedangkan jika LDL 190 mg/dL atau lebih, maka
LDL dalam tubuh sudah sangat tinggi.
10
III. MATERI DAN METODE
11
3.3. Metode Penelitian
Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak
Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 5
ekor ayam ras pedaging. Perlakuan penambahan tepung kemangi pada pakan
komersial dilakukan sebagai berikut:
P1 = Pakan komersial (kontrol)
P2 = P1 + tepung kemangi 3,50%
P3 = P1 + tepung kemangi 4%
P4 = P1 + tepung kemangi 4,50%
12
cara membuat lotre sebanyak 20 gulungan mulai dari perlakuan pertama ulangan
ke-1 sampai perlakuan keempat ulangan ke-5. Lotre yang diambil pertama secara
acak ditempatkan sesuai urutan nomor unit kandang yang telah diberi penomoran
dan begitu selanjutnya.
Pengacakan DOC dilakukan dengan cara mengambil sampel DOC sebanyak
30% secara acak, kemudian ditimbang dan dicatat bobot badannya. Setelah itu
ditentukan range nilai bobot badan terendah sampai tertinggi dan dibuat kelas
interval. Menurut Kartasudjana (2005), banyak kelas interval yang diperlukan
dapat menggunakan aturan sturges dengan rumus : 1 + (3,30) log n, sehingga
didapatkan banyak kelas interval sebanyak 7. Kemudian disiapkan 7 buah kotak
kardus untuk menempatkan DOC berdasarkan kelas intervalnya. Kemudian
ditimbang kembali seluruh DOC dan setiap DOC dimasukan ke dalam kotak
kardus berdasarkan bobot badannya.
Penempatan DOC ke dalam unit kandang dilakukan dengan cara
memasukkan DOC satu per satu ke dalam unit kandang diawali dari DOC yang
terdapat pada kotak kardus dengan bobot badan terendah sampai tertinggi.
Penempatan DOC ke dalam unit kandang dimulai dari unit kandang nomor 1
sampai 20, kemudian dari unit kandang nomor 20 sampai 1 dan seterusnya.
Sampai semua DOC yang ada di dalam kotak kardus habis.
13
Daun Kemangi Pencucian Pencacahan
Pencucian
P1 = Tepung Kemangi
P2 = Tepung Kemangi 3,50%
P3 = Tepung Kemangi 4%
P4 = Tepung Kemangi 4,50% Penggilingan
dan Penghalusan
Pengayakan
Parameter yang
diamati
Tepung
Kemangi
Kolesterol Daging
Analisis Data
Trigliserida
LDL
HDL
Interpretasi
Data
14
1. Melakukan pemotongan atau penyembelihan ayam pedaging.
2. Ayam dipotong sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
3. Ambil sedikit bagian dari ayam pada bagian dada ± 5 g sebagai sampel
berbentuk dadu.
4. Sampel yang telah diambil kemudian diuji laboratorium untuk
mengetahui kolesterol, trigliserida, Low Density Lipoprotein, dan High
Density Lopoprotein daging ayam pedaging.
15
3.5.2. Trigliserida
Menggunakan metode warna enzimatik (SHM, 2000). Cara kerja metode
warna Enzimatik sebagai berikut:
1. Sampel daging diambil sebanyak 1 g, dimasukkan ke dalam tabung
reaksi kemudian tambahkan 10 ml Aceton Etanol. Pelarut Aceton
Etanol dengan sampel diuapkan di dalam waterbath pada suhu 60˚C
sehingga volume pelarut separuh dari volume awal atau diuapkan
selama 15 menit.
2. Pelarut yang tinggal disaring dengan menggunakan kertas Whatman 41.
Residu sampel dilarutkan kembali dengan Aceton Etanol sebanyak 5
ml, kemudian diuapkan kembali pada suhu 60˚C selama 10 menit.
3. Pelarut yang tersisa disaring dan diulang sekali lagi. Hasil ekstraksi
dipanaskan di dalam waterbath pada suhu 60˚C sehingga volume pelarut
yang tertinggal adalah 1 ml. Larutan ekstraksi ini kemudian dianalisa
kadar kolesterolnya.
4. Sebanyak 1 ml reagent (kit) trigliserida dipipetkan ke dalam tabung
reaksi kemudian ditambahkan serum atau hasil ekstraksi sebanyak 0,01
ml.
5. Larutan kemudian diinkubasi selama 20 menit di dalam waterbath pada
suhu 37˚C sehingga warna larutan berubah menjadi warna lembayung.
6. Pembuatan blanko sebagai berikut 1 ml kit trigliserida dipipetkan ke
dalam tabung reaksi. Blanko dibuat sebagai pembanding. Setiap satu
analisa dibuatkan satu seri blanko. Blanko dimasukkan ke dalam sel
spektrofotometer setelah diarahkan pada panjang gelombang 520 nm.
16
2. Kemudian ditambahkan dengan 1 ml larutan LDL assay kit (R1) dan
ambil supernatan.
3. Masukkan supernatan sebanyak 20 µl ke dalam tabung reaksi dan
ditambahkan dengan 1 ml assay kit LDL Cholesterol (R2).
4. Larutan dikocok hingga homogen dan diamkan selama 10 menit, ukur
absorbansi pada λ 540 nm.
5. Kemudian ditentukan persamaan regresi yang digunakan untuk
penentuan pengambilan kadar kolesterol LDL sampel.
17
ij : Pengaruh galat perlakuan ke-i, ulangan ke-j
i : Jumlah Perlakuan 1, 2, 3, dan 4
j : Jumlah ulangan 1, 2, 3, 4, dan 5
18
V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Penambahan tepung kemangi dalam pakan komersial menghasilkan
kolesterol yang sama dengan kontrol, dapat menurunkan trigliserida dan LDL,
serta dapat meningkatkan HDL dalam daging ayam ras pedaging. Nilai masing-
masing parameter pada penelitian ini adalah kolesterol sekitar 16,7-18 mg/100 g,
trigliserida sekitar 383-724 mg/100 g, LDL sekitar 3,53-3,97 mg/100 g, dan HDL
sekitar 2,54-2,94 mg/100 g. Perlakuan terbaik pada penelitian ini adalah P4 yang
menambahkan 4,50% tepung kemangi dalam pakan komersial.
5.2. Saran
Tepung kemangi dapat ditambahkan ke dalam pakan komersial sebanyak
4,50% untuk menghasilkan daging tinggi HDL.
27
DAFTAR PUSTAKA
Abun. 2006. Protein dan Asam Amino pada Unggas. Universitas Padjajaran.
Jatinangor. Bandung.
Amrullah, I. 2004. Nutrisi Ayam Broiler. Lembaga Satu Gunung Budi. Bogor.
Astuti, P., Suripta, H, dan P.M.L. Risyani. 2017. Upaya Peningkatan Kualitas
Daging Ayam Broiler Melalui Pemberian Ekstrak Meniran. Agrisaintifika:
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian. 1(1): 46-52.
Bell, D.D and W.D. Weaver. 2012. Commercial Chicken Meat and Egg
Production: Edition 5. Springer Science & Business Media. USA.
Chan, W., J. Brown., S. Lee, and D.H. Buss. 1995. Meat, Poultry, and Game.
Fifth supplement to 5th edition of McCance and Widdowson's The
Composition of Foods. Royal Society of Chemistry, Cambridge.
de Lima Boijink, C., C.A. Queiroz., E.C. Chagas., F.C.M. Chaves, and L.A.K.A.
Inoue. 2016. Anesthetic and anthelminthic effects of clove basil (Ocimum
gratissimum) essential oil for tambaqui (Colossoma macropomum).
Aquaculture 457, 24e28.
28
Eisenbrand, G. 2006. Toxicological evaluation of red mould rice. Mol. Nutr. Food
Res. 2006, 50, 322-327.
Ensminger, M.E. 2015. Poultry Science, 3rd Edition. CBS Publishers and
Distributors Pvt Ltd, India.
Ezeani, C., I. Ezenyi., T. Okoye, and C. Okoli. 2017. Ocimum basilicum extract
exhibits antidiabetic effects via inhibition of hepatic glucose mobilization
and carbohydrate metabolizing enzymes. J. Intercult Ethnopharmacol,
6(1):22-28.
Garcia, P.T., N.A. Pensel., A.M. Sancho., N.J. Latimori., A.M. Kloster., M.A.
Amigone, and J.J. Casal. 2008. Beef lipids in relation to animal breed and
nutrition in Argentina. Meat Science 79: 500-508.
Hamiyanti, A.A., Sutomo, B., A.F. Rozi., Y. Adnyono, dan R. Darajat. 2013.
Pengaruh Penambahan Tepung Kemangi (Ocimum basilicum) Terhadap
Komposisi Kimia dan Kualitas Fisik Ayam Broiler. J. Peternakan. 23(1):
25-29.
Hartini., Marti, dan P.A. Okid, 2009. Kadar Kolesterol Darah Tikus Putih (Rattus
norvegicus) Hiperkolesterolemik Setelah Perlakuan VCO. J. Bioteknologi.
6(2): 55-62.
Irawati, I.D.I. 2004. Hubungan Tingkat Kecukupan Karbohidrat, Lemak dan Serat
Makanan dengan Kadar Trigliserida Darah (Studi pada Pasien Penyakit
Jantung Koroner Rawat Jalan di RSU Sragen Tahun 2004). Disertasi.
Universitas Diponegoro.
29
Lesson, D.J and M.C. Summer. 2005. Poultry Feeds and Nutrision. The AVI
Publishing Co. Inc. Westport.
Luis, M., M.B.B. Luis., H.A.L. Estronca., A.S. Filipe., J. Maria., Moreno, and L.
C. Winchil. 2004. Homeostasis Of Free Cholesterol in The Blood-A
Preliminary Evaluation and Modeling Of Its Passive dx rcTransport. J.
Lipids Reaseacrh. 55(6): 1033-1043.
Medah, S.R., A.O.M. Dima, dan V.M. Ati. 2019. Profil Lipid Darah Ayam Broiler
(Gallus sp) yang Diberi Kombinasi Perlakuan Ekstrak Jahe (Zingiber
officinale) dan Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia). J. Biotropikal Sains, 16(3):
26-35.
Michael, L., E.P. Bishop., L.E. Fody, and Schoef. 2013. Clinical Chemistry 7
Edition: Principal, Techniques, and Correlations. Lippincott William and
Wilkins a Wolter Kluwer Bussiness. Philadelphia.
Montgomery, R., R.L. Dryer., T.W. Conway, and A.A. Spector. 1974.
Biochemistry: A Case – Oriented Approach. Clinical Chemistry, 20(11): 1-
637. [Link]
Mukherjee, A.K., P. Kalita., B.G. Unni., S.B. Wann., D. Saikia, and P.K
Mukhopadhyay. 2010. Fatty Acid Composition of Four Potential Aquatic
Weeds and Their Possible Use as Fish-Feed Neutraceuticals. Food
chemistry. 123(4): 1252-1254.
Nggena, M., F.M.S. Telupere, dan N.T. Tiba. 2019. Kajian Sifat Pertumbuhan dan
Kadar Kolestrol Ayam Broiler yang Mendapat Substitusi Tepung Daun
Lamtoro (Leucaena leucocephala) Terfermentasi Effective
Microorganisms-4 (EM4) dalam Ransum Basal. J. Sain Peternakan
Indonesia. 14(1): 75-90.
30
Pearson, A.M and T.R. Dutson. 2012. Advances in Meat Research: Volume 1
Electrical Stimulation. Springer Science & Business Media. New York.
Pearson, A.M. 2013. Quality Attributes and their Measurement in Meat, Poultry
and Fish Products. Springer Publisher. New York.
Piliang, W.G dan L. Djojosoebagio. 2006. Fisiologi Nutrisi. Vol. I. Edisi Revisi.
Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Realini, C.E., S.K. Duckett., G.W. Brito., M.D. Rizza, and D. de Mattos. 2004.
Effect of pasture vs. concentrate feeding with or without antioxidants on
carcass characteristics, fatty acid composition, and quality of Uruguayan
beef. Meat Science 66: 567-577.
Scanes, C.G and K.D. Christensen. 2019. Poultry Science: Fifth Edition.
Waveland Press. Long Grove, Illinois.
Sheoran, N., R. Kumar., A.A. Kumar., K. Batra., S. Sihag., S. Maan, and N.S.
Maan. 2017. Nutrigenomic evaluation of garlic (Allium sativum) and holy
basil (Ocimum sanctum) leaf powder supplementation on growth
performance and immune characteristics in broilers. Vet. World 10,
121e129.
SHM. 2000. Prosedur Reagensia Kimia Klinik. PT. Segara Husada Mandiri.
Jakarta.
31
Singh, E., S. Sharma., J. Dwivedi, and S. Sharma. 2012. Diversified Potentials of
Ocimum sanctum Linn (Tulsi): An Exhaustive Survey. J. Nat. Prod. Plant
Resour. 2(1):39-48.
Siregar, R.N.I. 2015. The effect of Eugenia polyantha extract on LDL cholesterol.
J. Majority, 4(5): 11-15.
Siswanto. 2010. Kadar Kolesterol Pada Beberapa Bagian Tubuh Ayam Potong
Jantan yang Diberi Formula Pakan dengan Dedak Padi Konsentrasi Tinggi.
Buletin Veteriner Udayana 2(1):6-10.
Steel, R.G.D dan J.H. Torrie. 1993. Prinsip dan Prosedur Statistik.
(Diterjemahkan: B. Sumantri). Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Suharti, S., S. Annita, dan S. Asep. 2017. Metabolit Darah Domba yang
Disuplementasi Bakteri Pendegradasi HCN dan Sulfur Pada Pakan yang
Mengandung Tepung Daun Singkong Pahit (Manihot glaziovii). Buletin
Makanan Ternak. Vol. 104 (4): 31-40.
Tamzil, M.H., R.R. Noor., P.S. Hardjosworo., W. Manalu, dan C. Sumantri. 2014.
Hematological Response of Chickens with Different Heat Shock Protein 70
Genotypes to Acute Heat Stress. Int. J. Poultry Science. 13(1): 14.
Tsallissavrina, I., W. Djko, dan H. Dian. 2006. Pengaruh Pemberian Diet Tinggi
Karohidrat Diandingkan Diet Tinggi Lemak Terhadap Kadar Trigliserida
dan HDL Darah Pada Tikus Putih (Rattus novergicus). J. Kedokteran
Brawijaya. 22(2): 1-5.
32
Watuseke, A.E., P. Hedison, dan M.W. Pemsi. 2016. Gambaran Kadar Lipid
Trigliserida pada Pasien Usia Produktif di Puskesmas Bahu Kecamatan
Malalayang Kota Manado Periode November-Dessember 2014. J. e-
Biomedik (eBm). 4(2): 6-10.
Wynn, C., T. Williams., O. Allen, and P. Inserra. 2016. Chapter 10: Cholesterol
Content and Health Effect in Free Range, Organic, and Conventionally
Raised Poultry and Eggs. In: Handbook of Cholesterol: Biology, Function,
and Role in Health and Diseases. Edited by Watson, R.R and de Meester,
F. Wageningen Academic Publisher. The Netherland.
33
LAMPIRAN
Analisis Ragam
Derajat F tabel
Sumber F
Bebas JK KT
Keragaman hitung 0,05 0,01 Ket.
(db)
Perlakuan 3 280.6 93.53 4.69 3.59 6.22 *
Galat 8 159 19.93
Total 11 440
Sx = √(KTG/r) = 2.00
P1 P4 P3 P2
a a a a
34
Lampiran 2. RAL untuk trigliserida daging broiler
Ulangan St.
Perlakuan Jumlah Rataan
1 2 3 4 5 Dev
P1 408 510 349 366 540 2173 724 85.9
P2 597 425 411 494 1927 385 85.0
P3 551 369 444 549 1913 383 88.3
P4 459 480 671 386 1996 399 122
Jumlah 2015 1304 1273 1997 1420 8009
Analisis Ragam
Derajat F tabel
Sumber F
Bebas JK KT
Keragaman hitung 0,05 0,01 Ket.
(db)
Perlakuan 3 10433.06 3477.69 4.33 3.59 6.22 *
Galat 13 10433.06 802.54
Total 16 129347.76
Sx = √(KTG/r) = 12.67
Superskrip P1 P4 P2 P3
a b c d
35
Lampiran 3. RAL untuk LDL daging broiler
Ulangan
Perlakuan Jumlah Rataan St. Dev
1 2 3 4 5
P1 3.98 3.97 3.99 3.96 3.94 19.8 3.97 0.02
P2 3.86 3.83 3.85 3.84 3.86 19.2 3.85 0.01
P3 3.67 3.64 3.65 3.68 3.67 18.3 3.66 0.02
P4 3.51 3.53 3.54 3.52 3.56 17.7 3.53 0.02
Jumlah 15.02 14.97 15.03 15.00 15.03 75.1
Analisis Ragam
Derajat F tabel
Sumber F
Bebas JK KT
Keragaman hitung 0,05 0,01 Ket.
(db)
Perlakuan 3 0.562 0.187285 634.86 3.59 6.22 **
Galat 16 0.005 0.000295
Total 19 0.567
Sx = √(KTG/r) = 0.0077
Superskrip P1 P2 P3 P4
a b C D
36
Lampiran 4. RAL untuk HDL daging broiler
Ulangan
Perlakuan Jumlah Rataan St. Dev
1 2 3 4 5
P1 2.54 2.53 2.55 2.51 2.56 12.7 2.54 0.02
P2 2.68 2.67 2.69 2.65 2.68 13.4 2.67 0.02
P3 2.78 2.79 2.77 2.78 2.79 13.9 2.78 0.01
P4 2.93 2.94 2.92 2.96 2.95 14.7 2.94 0.02
Jumlah 10.93 10.93 10.93 10.90 10.98 54.7
Analisis Ragam
Derajat F tabel
Sumber F
Bebas JK KT
Keragaman hitung 0,05 0,01 Ket.
(db)
Perlakuan 3 0.434 0.144592 628.66 3.59 6.22 **
Galat 16 0.004 0.000230
Total 19 0.437
Sx = √(KTG/r) = 0.0068
Superskrip P4 P3 P2 P1
a b c D
37
Lampiran 5. Dokumentasi penelitian
Pembuatan kandang
38
Meletakan unit kandang penelitian
39
Pemotongan ayam ras pedaging
40