0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan6 halaman

Siklus Hidup Lalat Tentara Hitam

Dokumen tersebut membahas tentang penggunaan lalat tentara hitam (black soldier fly) sebagai pengurai sampah organik. Lalat ini memiliki siklus hidup yang singkat, yaitu telur, larva, pupa, dan dewasa. Larvanya memiliki kandungan protein tinggi sehingga berpotensi sebagai pakan ternak dan ikan. Selain itu, larva ini juga mampu mengurai sampah organik dan menghasilkan kompos.

Diunggah oleh

mira kasmira
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan6 halaman

Siklus Hidup Lalat Tentara Hitam

Dokumen tersebut membahas tentang penggunaan lalat tentara hitam (black soldier fly) sebagai pengurai sampah organik. Lalat ini memiliki siklus hidup yang singkat, yaitu telur, larva, pupa, dan dewasa. Larvanya memiliki kandungan protein tinggi sehingga berpotensi sebagai pakan ternak dan ikan. Selain itu, larva ini juga mampu mengurai sampah organik dan menghasilkan kompos.

Diunggah oleh

mira kasmira
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat LP UMJ

Website: [Link] E-ISSN: 2714-6286

LALAT TENTARA HITAM (BLACK SOLDIER FLY) SEBAGAI


PENGURAI SAMPAH ORGANIK (BLACK SOLDIER FLY AS AN
ORGANIC WASTE DECOMPOSER)

Izzatusholekha1,*, Muhammad Fahmi Abdul Jabbar2, Reza Rahmawati3, Salmah4, Rifqi Prasdianto5
1,2,3
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta
4
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta
5
Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta

*Email: izzatusholekha@[Link]

ABSTRAK

Sampah merupakan suatu masalah lingkungan yang dihadapi masyarakat dunia. Provinsi DKI Jakarta sudah
menghasilkan 6000 ton sampah setiap harinya sekitar 65% nya adalah sampah organik. Sampah yang dihasilkan pasar
tradisional maupun modern terdiri dari sampah organik seperti sayuran, buah-buahan, daging, serta sampah anorganik.
Sampah organik yang tidak diolah dapat menyebabkan limbah cairan yang dapat mencemari air tanah, dan gas
menghasilkan metan mencemari udara. salah satu perombak sampah organik yang diolah dengan proses fermentasi
yang melibatkan makhluk hidup. Makhluk hidup yang berperan sebagai organisme perombak yaitu Black Soldier Fly
(BSF) yang memiliki protein tinggi dan maggot dapat digunakan sebagai pakan ternak maupun decomposer bahan
organik. Nutrisi maggot yang tinggi berpotensi sebagai pakan unggas dan ikan

Kata kunci: Black Soldier Fly, Protein, Pakan, Pakan Ternak

ABSTRACT

Garbage is an environmental problem faced by the world community. DKI Jakarta Province has produced 6000 tons
of waste every day, about 65% of which is organic waste. The waste produced by traditional and modern markets
consists of organic waste such as vegetables, fruits, meat, and inorganic waste. Untreated organic waste can cause
liquid waste that can produce groundwater, and produce methane gas in the air. One of the organic waste remodelers
that are processed by a fermentation process that involves living things. Living things that act as remodel organisms,
namely that Black Soldier Fly (BSF) which has high protein and maggots can be used as animal feed and decomposer
organic matter. Nutrients of maggot that may be used as poultry and fish feed

Keywords: Black Soldier Fly, Protein, feed, organic trash

1. PENDAHULUAN organik yang tidak diolah dapat menyebabkan


Sampah merupakan suatu masalah limbah cairan yang dapat mencemari air tanah,
lingkungan yang dihadapi masyarakat dunia. dan gas menghasilkan metan mencemari udara
Provinsi DKI Jakarta sudah menghasilkan 6000 (Monita et al., 2017)
ton sampah setiap harinya sekitar 65% nya adalah Mendaur ulang sampah organik dengan
sampah organik. Sampah juga perlu mendapatkan metode biokonversi. Newton et al. (2005)
perhatian serius, karena pengelolaannya mendefinisikan biokonversi sebagai salah satu
seringkali belum sesuai dengan teknik perombak sampah organik yang diolah dengan
pengelolaan yang berwawasan lingkungan proses fermentasi yang melibatkan makhluk
(Hakim et al., 2017; Monita et al., 2017). Sampah hidup. Makhluk hidup yang berperan sebagai
yang dihasilkan pasar tradisional maupun modern organisme perombak yaitu Black Soldier Fly
terdiri dari sampah organik seperti sayuran, buah- (BSF).
buahan, daging, serta sampah anorganik. Sampah

SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT 2022


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA, 26 OKTOBER 2022 021 – UMJ - PE
Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat LPPM UMJ
Website: [Link] E-ISSN: 2714-6286

Black Soldier Fly (BSF) merupakan lalat Larva BSF berbeda dengan larva serangga
asli dari benua Amerika (Hem, 2008) dan BSF Diptera dari kelompok housefly, seperti genus
juga dapat ditemukan di Indonesia. Suhu Musca dan Chrysomya. Larva housefly (belatung)
optimum pertumbuhan Black Soldier Fly (BSF)
memiliki permukaan tubuh yang licin, kepala
yaitu antara 30⁰C-36⁰C. Black Soldier Fly (BSF)
adalah salah satu serangga yang memiliki bewarna hitam, dan memiliki alat pengait.
kandungan nutrien. Dari berbagai serangga yang Tubuhnya berbentuk bulat panjang dan terdapat
dapat dikembangkan sebagai pakan ternak, pakan pembuluh vena bewarna hitam dibagian
ikan yang memiliki kandungan protein tinggi tubuhnya. Pada tubuh maggot juga terdapat
yaitu larva BSF sekitar 40-50% dengan rambut dan pori-pori. Pupa maggot juga memiliki
kandungan lemak berkisar 29-32% (Bosch et al, bentuk yang hampir sama dengan larvanya yaitu
2014). Kandungan pada larva BSF yang tinggi
permukaan tubuh berkerut.
sebagai pakan alternatif dalam peternakan dan
perikanan.
Permasalahan tingginya biaya pakan maka
diperlukan alternatif pakan berupa maggot atau
larva BSF. Maggot ini dapat digunakan sebagai
sumber protein hewani yang sudah dimanfaatkan Gambar 1. Penampilan Larva, Pupa dan Lalat
peternak sebagai pakan. Dan dapat dijadikan Black Soldier Fly (BSF) Dewasa.
perikanan sebagai pengganti pakan ternak.
Sumber: Sastro (2016)
Rambet et al (2016) menyimpulkan bahwa
tepung ikan BSF berpotensi sebagai pengganti
tepung ikan hingga 100% sebagai campuran Lalat Black Soldier Fly (BSF) memiliki
pakan tanpa adanya efek negatif terhadap siklus hidup dengan cara bermetamorfosa. Siklus
kecernaan bahan kering, energi, dan protein dan hidup BSF sangat dipengaruhi oleh faktor
dalam budidaya maggot ini membutuhkan fase lingkungan seperti suhu, kelembapan udara
hidup kurang dari 40 hari. Fase hidup BSF (humadity), intensitas cahaya, serta kualitas dan
merupakan siklus metamorphosis dengan 4 fase
kuantitas makanan. Siklus hidup BSF seperti pada
yaitu telur, larva, pupa, dan BSF dewasa (Popa
dan Green, 2012). Siklus metamorphosis BSF gambar berikut :
berlangsung selama waktu kurang dari 40 hari
tergantung kondisi lingkungan dan makanannya
(Alvarez, 2012).
Maggot merupakan serangga decomposer
selain sebagai pakan ternak, dan pakan ikan.
Menurut Moula et., (2018) maggot dapat
digunakan sebagai pakan ternak maupun
decomposer bahan organik. Nutrisi maggot yang
tinggi berpotensi sebagai pakan unggas dan ikan
(Mokolensang et al., 2018; Odjo et al., Rambet et
al., 2016). Manfaat lain dari larva BSF yaitu
sebagai pengurai bahan organik yang dapat
mereduksi 35-45% masa limbah (Diener et a;.,
2009). Produk lain dari maggot dari limbah media
hidup larva BSF yaitu berupa kompos sebagai
pupuk organik (Cickova et al., 2015).

MORFOLOGI DAN SIKLUS HIDUP


BLACK SOLDIER FLY Gambar 2. Siklus hidup BSF

2
Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat LPPM UMJ
Website: [Link] E-ISSN: 2714-6286

Sumber: Nguyen et al., (2015) yang dimodifikasi menetas bergerak menuju tempat yang
terlindungi, masuk ke dalam media untuk
Induk dewasa BSF dapat bertelur sekitar menghindari diri dari paparan predator.
320-1.000 butir yang diletakkan pada substrat
kering dan disembunyikan di antara celah atau
MEDIA TUMBUH LARVA BLACK
tumpukan lempengan untuk menjaga kelembapan
SOLDIER FLY
telur sebelum menetas sekaligus menghindari
Media tumbuh larva Black Soldier Fly
ancaman predator seperti semut. Telur BSF
dapat dihasilkan dengan media campuran dedak
berbentuk oval dan memiliki panjang sekiar 1
dengan tulang ayam. Ayam mengandung protein
mm, telur BSF akan menetas pada hari ke-4 atau
demikian juga dengan tulangnya. Maggot akan
hari ke-3 dengan temperature lebih tinggi.
konversi protein dan berbagai nutrien menjadi
Setelah 3 hari telur BSF akan menetas yang
biomassa maggot. Gary (2009) bahwa maggot
berukuran 0,66 mm dan bergerak menuju sumber
akan mereduksi nutrien yang terdapat di media
makanan dan setelah berumur 3 hari tersebut larva
sebesar 50-70%. Campuran dedak dengan ampas
mulai bergerak ke dalam media pemeliharaan.
tahu dapat menghasilkan biomassa maggot
Larva akan mencari tempat gelap atau menjauhi
tertinggi setelah media campuran dedak dengan
cahaya dan masuk ke celah-celah media
tulang ayam. Menurut Silmina, dkk (2012)
pemeliharaan. Umur larva maggot mencapai 4-5
menyatakan karena komposisi ampas tahu
minggu tergantung pada suhu lingkungan
merupakan media yang mengandung nutrisi yang
pemeliharaannya. Fase pre-pupa terjadi pada hari
cukup. Media ampas tahu digunakan untuk
ke-19. Larva tidak lagi mengalami proses
pertumbuhan maggot karena memiliki kadar air
moulting (instar dan larva BSF mulai berhenti
yang tinggi.
makan dan melakukan proses migrasi dari sumber
Media pakan yang digunakan akan
pakan ke tempat yang lebih kering dan
berpengaruh terhadap keberhasilan pada hidup
terlindungi.
maggot BSF. Kelembaban media berpengaruh
Pada hari ke-24 setelah menetas pupa akan
terhadap kemampuan yang dapat menghasilkan
berlangsung selama 8 hari dan serangga akan
telur. Imago betina akan bertelur pada
bermetamorfosis menjadi serangga dewasa.
kelembaban lebih dair 60% (Gou et al., 2020).
Karakter yang menonjol pada fase pupa adalah
Keberhasilan dalam hidup maggot dipengaruhi
warna semakin gelap dan mulai memudar (tidak
karena kondisi media pertumbuhannya dan suhu
berkilau), tidak bergerak (kaku), salah satu ujung
media yang baik yaitu 27-30⁰C dan maggot tidak
pupa menekuk. Delapan hari kemudian atau pada
bertahan hidup pada suhu di atas 36⁰C. pH untuk
hari ke-32 mulai bermetamorfosis menjadi
pertumbuhan sekitar 6,5-7,5 dan media yang
serangga (imago). Pada serangga BSF jantan
digunakan sesuai untuk pertumbuhan maggot
memiliki ukuran lebih kecil daripada betina dan
(Septiawati et al., 2021).
muncul lebih awal yakni 1-2 hari sebelum
serangga betina muncul. Waktu hidup serangga
betina lebih singkat sekitar 5-7 hari dan serangga KANDUNGAN NUTRISI BLACK SOLDIER
jantan sekitar 9-10 hari dan terjadi proses FLY
perkawinan serangga BSF yang terjadi pada pagi Kandungan protein pada larva ini cukup
hari dengan intensitas cahaya sekitar 110 lux. tinggi yaitu 44,26% dengan kandungan lemak
Serangga dewasa kawin dan bertelur pada suhu mencapai 29,65%. Nilai asam amino, asam lemak
24-40⁰C dengan kadar kelembapan relatif 30- dan mineral yang terkandung dalam larva Black
90%. Soldier Fly tidak kalah dengan sumber-sumber
Serangga dewasa betina akan mendekati protein lainnya sehingga larva Black Soldier Fly
tumpukan limbah organik, misalnya kotoran dapat digunakan sebagai pakan ternak (Fahmi et
ternak, untuk meletakkan telurnya. Sementara al. 2007). Kadar bahan kering larva BSF yaitu
serangga jantan lebih menyukai tempat dengan 26,61% pada umur lima hari menjadi 39,97%
itensitas cahaya lebih banyak. Larva BSF telah pada umur 25 hari. Pada komponen lemak kasar

3
Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat LPPM UMJ
Website: [Link] E-ISSN: 2714-6286

yaitu sekitar 13,37% pada umur lima hari dan PEMANFAATAN LARVA BLACK
meningkat menjadi 27,50%. SOLDIER FLY SEBAGAI PAKAN
TERNAK
Tabel 1. Kandungan nutrien larva BSF
Umur Kadar (%) BSF adalah lalat yang mempunyai
(hari) Bahan Protein Lemak Abu kemampuan mengurai materi organik dengan
sangat baik (Holmes et al., 2012). BSF mampu
kering kasar Kasar Kasar
mengekstrak energi dan nutrien dari sisa sayuran,
5 26,61 61,42 13,37 11,03 sisa makanan, bangkai hewan, dan sisa kotoran
10 37,66 44,44 14,60 8,62 lainnya. Larva BSF juga dapat mendaur ulang
15 37,94 44,01 19,61 7,65 sampah dan cocok untuk dikembangbiakkan
20 39,20 42,07 23,94 11,36 disemua kondisi, serta tidak mudah terpengaruh
25 39,97 45,87 27,50 9,91 oleh mikroorganisme dan tidak mudah terjangkit
parasite (Popa dan Green, 2012).
Sumber: Rachmawati et al. 2010 Menurut Wardhana (2016) pemanfaatan
Menurut Rachmawati et al. (2010) larva Black Soldier Fly menjadi pakan ternak
menyatakan bahwa campuran pakan sangat ideal memiliki keuntungan yang cukup tinggi.
karena mampu memenuhi kuantitas produksi. Kemudahan dalam budidaya dan cepatnya pada
Menurut Giri dkk (2007) mengatakan bahwa pertumbuhan yang dapat memberikan manfaat
protein dalam pakan yang dibutuhkan dalam dalam mengurangi penggunaan pakan komersil
kegiatan budidaya pembesaran ikan berkisar 25- bagi para peternak. Menurut Wardhana (2016),
55%. Faktor penunjang besarnya protein yang tepung larva BSF mengandung banyak protein
terkandung dalam maggot yaitu berupa komposisi berupa jenis-jenis asam amino serta lemak dan
bahan yang ditambahkan dalam media penumbuh kalsium yang tinggi dan baik bagi pakan untuk
maggot berupa limbah ikan yang ditambah ternak jenis ungags yang merupakan turunan
dengan bahan limbah sayuran, dedak dan ampas protein. Dan kandungan asam amino berupa
kelapa. Besarnya kandungan protein yang isoleusin, leusin, treonin, valin, fenilalanin dan
terkandung dalam media dikarenakan media arginine pada tepung BSF memiliki presentasi
pencampur berupa dedak yang memiliki yang cukup tinggi sehingga pada proses bahan
kandungan lebih besar dibanding media campur pakan larva BSF dapat menunjang pertumbuhan
ampas kelapa dan limbah sayuran. hewan ternak. Jenis pakan berbahan larva BSF
Menurut Giri dkk (2007) mengatakan sangat baik digunakan untuk menunjang
bahwa kandungan lemak pada pakan ikan pertumbuhan pada ternak tersebut.
direkomendasikan supaya tidak terlalu tinggi
karena apabila terlalu tinggi dalam pakan akan
ANALISIS EKONOMI
menyebabkan kerusakan hati pada ikan sehingga
dapat menyebabkan kematian. Menurut Utami Harga tepung larva BSF relatif lebih mahal
dkk (2013) mengatakan bahwa kadar lemak yang tetapi lebih murah jika dibandingkan dengan
baik pada pakan ikan berkisar 4-18%. Rendahnya pakan ternak. Jika jumlah sampah organik yang
kandungan lemak pada maggot dikarenakan digunakan 3 ton/hari maka maggot yang
tingginya kandungan air yang terkandung dalam dihasilkan 10% dari bahan baku artinya produksi
maggot BSF. Menurut Suzuki dalam Kantun dkk maggot sebanyak 300 kg/harinya. Maggot yang
(2015) mengatakan bahwa kadar air berlawanan diperoleh digunakan untuk produksi pupa atau
dengan kadar lemak, apabila semakin tinggi kadar serangga sebanyak 15%, sementara 85% lainnya
air yang terkandung maka semakin rendah kadar dijual ke industri ikan budidaya. Dan untuk nilai
lemaknya. jual maggot sekitar Rp 5.000,00/kg nya dan untuk
nilai jual pupuk organik hasil proses biokonversi
nya adalah Rp 800,00/kg nya. Untuk pencarian
sumber protein alternatif tidak akan berarti jika

4
Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat LPPM UMJ
Website: [Link] E-ISSN: 2714-6286

bahan bakunya tidak dapat diproduksi secara conditions: implications for maggot
massal. Dan dalam media untuk larva BSF debridement therapy. Med Vet Entomol,
merupakan faktor terpenting karena tidak 29, 416-24.
berkompetisi dengan kebutuhan manusia seperti Diener, S., Zurbrügg, C., & Tockner, K. (2009).
dalam pemanfaatannya. Maka dalam budidaya Conversion of organic material by Black
larva BSF mempunyai sumber limbah organiknya Soldier Fly larvae : establishing optimal
untuk sebagai sumber protein alternatif pakan feeding rates. Waste Management &
ternak dapat berjalan berkesinambungan. Research, 27(6), 603–610.
[Link]
38
KESIMPULAN Fahmi, M. R., Saurin H. dan Wayan S. 2007.
Potensi Maggot Sebagai Salah Satu
Sampah yang dihasilkan pasar tradisional Sumber Protein Pakan Ikan. Loka Riset
maupun modern terdiri dari sampah organik Budidaya Ikan Hias Air Tawar, Depok.
seperti sayuran, buah-buahan, daging, serta Giri, N. A., Suwirya. K., Pithasari. A.i dan
sampah anorganik. Black Soldier Fly (BSF) Marzuki. M. 2007. Pengaruh Kandungan
adalah salah satu serangga yang memiliki Protein Pakan Terhadap Pertumbuhan dan
kandungan nutrien. Dari berbagai serangga yang Efisiensi Pakan Benih Ikan Kakap Merah
(Lutjanus argentimaculatus). Jurnal
dapat dikembangkan sebagai pakan ternak, pakan
perikanan, 9 (1): 55-62.
ikan yang memiliki kandungan protein tinggi Gou, Y., Quandahor, P., Zhang, K., Guo, S.,
yaitu larva BSF sekitar 40-50% dengan Zhang, Q., Liu, C., & Coulter, J. A. (2020).
kandungan lemak berkisar 29-32%. Maggot akan Artificial diet influences population growth
konversi protein dan berbagai nutrien menjadi of the root maggot Bradysia impatiens
biomassa maggot yang akan mereduksi nutrien (Diptera: Sciaridae). Journal of Insect
yang terdapat di media sebesar 50-70%. Dan Science, 20(5), 1–7.
[Link]
kandungan asam amino berupa isoleusin, leusin,
Hakim, A. R., Prasetya, A., & Petrus, H. T. B.
treonin, valin, fenilalanin dan arginine pada (2017). Potensi Larva Hermetia illucens
tepung BSF memiliki presentasi yang cukup sebagai Pereduksi Limbah Industri
tinggi sehingga pada proses bahan pakan larva Pengolahan Hasil Perikanan The. Jurnal
BSF dapat menunjang pertumbuhan hewan Perikanan Universitas Gadjah Mada, 19(1),
ternak. 39.
Hem, S., S. Toure, Ce Sagbla, and M. Legendre.
DAFTAR PUSTAKA 2008. Bioconversion of Palm Kernel Meal
for Aquaculture: Experiences from the
Alvarez, L. 2012. The role of black soldier fly, Forest Region (Republic of Guinea).
Hermetia illucens (L.) (Diptera: African Journal of Biotechnology 7:1192-
Stratiomyidae) in sustainable waste 1198
management in Northern Climates. Holmes, E., J.V. Li, J.R. Marchesi, J.K.
Dissertations. University of Windsor, Nicholson. 2012. Gut microbiota
Windsor. composition and activity in relation to host
Bosch, 2014 D.J. Bosch, Q.A. Van Dalfsen, V.E. metabolic phenotype and disease risk. Cell
Mul, G.A. Hospers, J.T. Plukker Increased Metab. 16(5): 559-564. DOI:
risk of thromboembolism in esophageal 10.1016/[Link].2012.10.007
cancer patients treated with neoadjuvant Kantun. W., Malik. A. A., Harianti. 2015.
chemoradiotherapy. Kelayakan Limbah Padat Tuna Loin
Cickova, H., Kozanek, M. & Takac, P. 2015. Madidihang (Thunus albacares) untuk
Growth and survival of blowfly Lucilia Bahan Baku Produk di Versifikasi. Jurnal
sericata larvae under simulated wound

5
Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat LPPM UMJ
Website: [Link] E-ISSN: 2714-6286

Pengolahan Hasil Perikanan, 18(3): 303- Rahmawati., Buchori, D., Hidayat, P., Hem, S.,
314. Fahmi, M.R. 2010. Perkembangan dan
Mokolensang, J., Hariawan, M., & Manu, L. Kandungan Nutrisi Larva Hermetia
(2018). Maggot (Hermetia illunces) illucens (Linnaeus) (Diptera:
sebagai pakan alternatif pada budidaya Stratiomyidae) pada Bungkil Kelapa Sawit.
ikan. Budidaya Perairan September, 6(3), J. Entomol. Indon., Vol. 7, No.1, 28-41 28.
32–37. Rambet, V., Umboh, J., Tulung, Y., & Kowel,
[Link] YHS. (2016). Kecernaan protein dan energi
126 ransum broiler yang menggunakan tepung
Monita, L., Sutjahjo, S. H., Amin, A. A., & maggot (Hermetia illucens) sebagai
Fahmi, M. R. (2017). Pengolahan Sampah pengganti tepung ikan. Jurnal Zootek,
Organik Perkotaan Menggunakan Larva 36(1).
Black Soldier Fly (Hermetia Illucens). [Link]
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam Dan 14
Lingkungan (Journal of Natural Resources Sastro, Y. (2016). Teknologi Pengomposan
and Environmental Management), 7(3), Limbah Organik Kota Menggunakan Black
227-234. Soldier Fly. Balai Pengkajian Teknologi
Moula, N., Scippo, M., Douny, C., Degand, G., Pertanian (BPTP) Jakarta.
Dawans, E., Cabaraux, J., Hornick, J., Septiawati, R., Astriani, D., & Ariffianto, M.
Medigo, R. C., Leroy, P., Francis, F., & (2021). Pemberdayaan ekonomi
Detilleux, J. (2018). Performances of local masyarakat melalui pengembangan potensi
poultry breed fed Black Soldier Fly larvae lokal budidaya Black Soldier Fly (maggot)
reared on horse manure. Animal Nutrition, di Desa Sukaratu Karawang. AlKharaj :
4(1), 73–78. Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis
[Link] Syariah, 3(2), 219–229.
02 [Link] 9
Newton L, Sheppard C, Watson DW, Burtle Utami. D. A .T., Aida. Y., Pranata.F.S. 2013.
G, Dove R. 2005. Using the black soldier Variasi Kombinasi Tepung Labu Kuning
fly, Hermetia illucens, as a value-added (Cucurbita Moschata D) dan Tepung
tool for the management of swine manure. Azolla (Azolla pinatta [Link]) pada
Report for The Animal and Poultry waste Kecerahan Warna Ikan Koi (Cyprinus
Management Center. North Carolina. carpio L). Universitas Atma Jaya
North Carolina State University Raleigh Yogyakarta. Yogyakarta.
Nguyenm T. T. X., Tomberlin, J. K., &
Vanlaerhoven, S. (2015). Ability of Black Wardhana, A.H. 2016. Black Soldier Fly
Soldier Fly (Diptera: Strationmyidae) (Hermetia illucens) sebagai sumber protein
Larvae to Rycycle Food Waste. alternatif untuk pakan ternak. Wartazoa,
Environmental Entomology, 44(2), 406- 26(2): 69-78. DOI:
410. 10.14334/wartazoa.v26i2.1327
Odjo, I., Djihinto, G., Vodounnou, D., Djissou,
A., & Clément, B. (2019). Organic waste
management for the maggots production
used as source of protein in animal feed.
International Journal of Fisheries and
Aquatic Studies, 7(2), 122–128.
Popa, R. dan Green, T. 2012. DipTerra LCC e-
Book ‘Biology and Ecology of the Black
Soldier Fly’. DipTerra LCC.

Anda mungkin juga menyukai