0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan23 halaman

Aspek Pembelajaran Berdiferensiasi

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan pembelajaran yang memperhatikan kebutuhan belajar masing-masing murid. Lingkungan belajar yang kondusif dalam pembelajaran berdiferensiasi mencakup lingkungan yang mendukung terciptanya kolaborasi antara guru dan siswa, memberikan ruang bagi pertumbuhan siswa, serta menciptakan suasana yang adil bagi semua siswa.

Diunggah oleh

fitria
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan23 halaman

Aspek Pembelajaran Berdiferensiasi

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan pembelajaran yang memperhatikan kebutuhan belajar masing-masing murid. Lingkungan belajar yang kondusif dalam pembelajaran berdiferensiasi mencakup lingkungan yang mendukung terciptanya kolaborasi antara guru dan siswa, memberikan ruang bagi pertumbuhan siswa, serta menciptakan suasana yang adil bagi semua siswa.

Diunggah oleh

fitria
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pembelajaran

Berdiferensiasi

(Diferensiasi Lingkungan)
Demonstrasi Kontekstual
Pembelajaran Berdiferensiasi Topik 2

Created by:
Arifiany Dharmayanti
Dwiki Ramadhiana
Fanisa Rifda Saliimah
Fitra Maisya Aruji
Fitria Rahmawati
Guntur Adetya Sakti
Vira Ayu Kartika
Definisi
Berdiferensiasi
Pembelajaran berdiferensiasi merupakan seperangkat
kegiatan pembelajaran yang memeperhatikan kebutuhan
belajar murid, oleh karena itu esensi dari pembelajaran
berdiferensiasi sejalan dengan aliran progresivisme. Filsafat
progresivisme sangat mendukung proses pendidikan yang
berpusat pada murid (student center) dan bertujuan
mengembangkan berbagai aspek kemampuan individu
dalam menghadapi kemajuan zaman yang semakin maju
dan kompleks (Fadlillah, 2017).
Aspek Pembelajaran

Berdiferensiasi

Produk
Proses

Lingkungan

Konten / isi belajar


Definisi Lingkungan Belajar
Lingkungan belajar adalah kondisi dan segala fasilitas yang digunakan

untuk kegiatan belajar sehari - hari (Wiyono, 2003).


Menurut Ali (2007), lingkungan belajar yang kondusif memiliki prinsip

yaitu dapat menumbuhkan dan mengembangkan motif untuk belajar

dengan baik dan produktif.

Kondisi lingkungan belajar yang baik

Menciptakan ketenangan dan keamanan bagi siswa

Siswa lebih mudah mencapai hasil belajar yang maksimal


JENIS-JENIS
LINGKUNGAN
BELAJAR
Setiap orang dalam kelas akan menyambut dan merasa
disambut dengan baik .

Seluruh orang yang ada di kelas merasakan perasaan di terima


dengan baik antara guru dengan peserta didik, maupun peserta
didik dengan peserta didik lainnya dengan adanya sikap ramah.
Selain itu dalam kelas kemampuan dari murid baik individu
maupun kelompok dapat terima dengan baik. Dengan cara guru
melakukan profiling kepada peserta didik dan menggunakan ice
breaking baik permainan, lagu, yel-yel untuk menciptakan
interaksi peserta didik antara peserta didik dan peserta didik
dengan guru.
Setiap orang dalam kelas akan saling menghargai

Dalam pembelajaran diferensiasi ini guru mengajarkan kepada


peserta didik untuk bisa menghargai perbedaan gagasan/ ide dari
orang lain dengan melihat kelebihan dari orang lain dengan cara
guru menerapkan aturan kepada peserta didik untuk saling
menghargai pendapa dalam berdiskusi dan membiasakan peserta
didik untuk meghargai seorang yang menyajikan hasil diskusi
kelompok .Selain itu guru juga mendorong peserta didik untuk
menemukan solusi dari permasalahan yang didapatkan tanpa guru
melalukan judjement kepada peserta didik yang masih belum benar
dengan cara guru memberikan kesempatan peserta didik untuk
berdiskusi dan menjawab pertanyaan dari guru. .
Peserta didik akan merasa aman
Peserta didik dikatakan secara aman jika peserta didik merasakan
aman kedua hal fisik dan psikis.

Cara guru mempastikan peserta didik


Aman secara psikis.
Cara guru memastikan peserta

didik aman secara fisik diberikan kesempatan / ruang untuk bertanya


Menyiapkan dan mempastikan
jika ada peserta didik yang mengalami
sarana- prasarana yang aman
kesulitan, bisa mengeksperisikan ketidak
bagi peserta didik tahuan/ belum paham dengan materi yang
Memastikan situasi sekolah jauh
disampaikan oleh guru dengan bertanya.
dari kebisingan memberikan kesempatan kepada peserta
didikuntuk mengali lebih jauh dengan ide
kreatif yang dimiliki walaupun sering kali
menemukan kegagalan.
Ada harapan bagi pertumbuhan.

Adanya pembelajaran diferensiasi yang diimplementasikan oleh guru


memberikan manfaat bagi guru dan peserta didik. Beberapa hal
cara guru untuk mewujudkan hal tersebut :
menyusun tujuan pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkat
capaian
menggunakan strategi yang akan diterapkan dalam
pembelajaran.
guru membuat journal tentang kemajuan kemampuan oleh
peserta didik walaupun peserta didik mendapatkan kemajuan
sedikit perlu dimaksukkan dan diperhatikan .
Lingkungan belajar adalah tempat untuk
mencapai kesuksesan.
Berorientasi meningkatkan potensi
Guru Merencanakan tujuan pembelajaran
peserta didik

Peserta didik
mendapatkan Peserta didik 'mau' belajar lebih Peserta didik keluar dari zona
pengalaman belajar keras. nyamanya.
yang berkualitas.

Hal yang dilakukan oleh guru untuk membangun lingkungan belajar yang dapat
mencapai kesuksesan adalah:

1) Merancang pembelajaran yang sedikit melampaui pemahaman atau yang dikuasai


peserta didik saat ini, sehingga peserta didik dapat lebih tertantang untuk mengikuti
proses pembelajaran.
2) Ketika peserta didik mengalami sebuah tantangan, maka guru dapat memastikan
bahwa dirinya akan memberikan dukungan kepadanya, sehingga peserta didik
terhindar dari frustasi.
3) Guru memastikan akan memberikan scaffolding, ketika peserta didik merasakan
kesulitan.
Lingkungan belajar adalah tempat untuk
mencapai kesuksesan.

Pembelajaran Pembelajaran yang dirancang tidak too easy atau too difficult. Agar
peserta didik dapat merasakan keberhasilan dalam memahami sesuatu
yang dipelajari.

Lyanda Vermeulen (2008) A learning environment increases the motivation of students,


which, in turn, increases their learning outcomes.
Pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi memiliki keharusan dibangun dengan
"learning community" yang berati semua anggota yang ada didalamya adalah
pembelajar sehingga disebut sebagai komunitas belajar yang sama-sama punya visi
mencapai keberhasilan.
Dalam proses ini, seorang guru akan mengembangkan peserta didiknya untuk memiliki
sikap dan melakukan berbagai praktik yang mendukung lingkungan belajar.
Lingkungan belajar yang adil.

Adil

Peserta didik memiliki keragaman baik dari Kesiapan belajar (foundational-


transformational), dan lainnya, Profil belajar terkait latar belakangnya,
ataupun minatnya yang membuat ketertarikannya bertumbuh.
Guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang sesuai dengan kebutuhan
dan karakteristik peserta didik.
Keadilan diterapkan dalam bentuk yang nyata dalam proses pembelajaran
di kelas.
Syaiful Bahri Djamarah (2000) memandang bahwa bersikap adil itu penting
dalam pembelajaran, oleh sebab itu seorang pendidik harus mengajarkan
ilmunya berpedoman pada hukum-tertib dalam mendidik sesuai dengan
tingkat potensi masing-masing anak.
Lingkungan belajar yang adil.

Dalam proses pembelajaran berdiferensiasi, adil di sini berarti bahwa guru


Adil
memiliki sebuah cara untuk mencapai kepastian bahwa secara keseluruahan
peserta didik memperoleh apa yang dibutuhkan untuk tumbuh berkembang
mencapai kesuksesannya. Untuk mencapai hal ini, guru dan peserta didik
harus secara solid menjadi sebuah tim yang berusaha unruk memastikan
bahwa proses pembelajaran di kelas berjalan dengan baik.

Bagai sebuah gambaran dari "Fish can't fly and birds


can't swim"
Setiap individu dari masing-masing peserta didik
memiliki dorongan untuk mengembangkan keunikan
dan potensinya. Tugas guru adalah ikut mambantu
peserta didik untuk mengembangkan potensi
tersebut.
Lingkungan belajar yang berkolaborasi.
Mengambil perannya untuk bertanggungjawab dalam
Guru
keberhasilan proses pembelajaran.

Peseta didik
Kolaborasi dalam kelas pembelajaran berdiferensiasi dilakukan seorang guru dan peserta
didik, keduanya harus dapat menempatkan dirinya dalam bertanggungjawab mengambil
kesempatan untuk kesejahteraannya masing-masing ataupun kesejahteraan orang lain.

Hal yang dilakukan adalah:


1) Terdapat kolaborasi untuk mencapai kesuksesan bersama antara "learning community" yang terdiri dari guru dan peserta didik.
2) Meskipun guru yang menjadi pemimpin dalam proses pembelajaran di kelas, namun peserta didik harus menjadi bagian untuk
bertanggungjawab secara sadar demi mencapai kesuksesan kelasnya.
3) Peserta didik dan guru memiliki usaha untuk menyelesaikan pekerjaannya, penugasan, memecahkan permasalahan secara
konstruktif,.
4) Mengembangkan aktivitas sehari-hari secara efektif dalam proses pembelajaran dengan merancang perangkat pembelajaran
yang sesuai dengan kebutuhab peserta didik dan membangun lingkungan yang dapat meningkatkan kemampuan berkolaborasi
Pengaturan Lingkungan belajar

Pengaturan Nana Syaodih (2004) mengemukakan bahwa lingkungan fisik


Lingkungan fisik
lingkungan terdiri atas lingkungan alam dan lingkungan buatan manusia
yang kadang memberikan dukungan dan hambatan dalam
berlangsungnya proses pendidikan.

1) Tata letak meja dan kursi

Dalam pembelajaran berdiferensiasi, peserta didik dibebaskan untuk

memilih tempat duduk sesuai dengan kenyamananya. Hal yang harus

dipertimbangkan dalam menata letak meja dan kursi adalah:

1. Visibilitas ( Keleluasaan Pandangan), 2. Aksesibilitas (mudah dicapai),


3. Fleksibilitas (Keluwesan), 4. Kenyamanan, 5. Keindahan
Tata letak meja atau kursi menyesuaikan dengan kebutuhan dalam
pembelajaran
Contoh penerapannya adalah, tempat duduk peserta didik dibuat lebih
variatif, seperti halnya melingkar, berkelompok, berbaris, berpasangan.
Pengaturan Lingkungan belajar

2) Pencahayaan dan suhu ruangan kelas

Perkins (2001) menyatakan bahwa salah satu hal terpenting yang dapat membuat setiap
warga sekolah termotivasi dan merasa diterima di lingkungan dan nyaman selama proses
belajar mengajar.

Pencahayaan dan suhu ruangan merupakan faktor penting dalam perancangan suatu
ruang. Sebuah ruangan akan berfungsi maksimal apabila memiliki akses pencahayaan dan
suhu ruangan yang baik. Dengan hal itu, maka benda-benda dapat terlihat secara jelas,
dan kondisi tubuh merasa lebih nyaman. Pencahayaan yang tidak tepat dan suhu ruangan
tidak sesuai dapat merusak atmosfer ruang sehingga menimbulkan perasaan kurang
nyaman, tekanan psikologis, gangguan penglihatan, dan ganguan kesehatan lainnya.
Pengaturan Lingkungan belajar

2) Pembelajaran di luar kelas (Outdoor Learning)

Pembelajaran berdiferensiasi tidak hanya sekedar di laksanakan di dalam kelas, dapat juga

dilakukan di luar kelas (outdoor learning).


Thomas & Munge (2017) mengatakan bahwa pembelajaran outdoor merupakan suatu jalan dalam

meningkatkan kapasitas belajar peserta didik serta mendorong motivasi untuk menjembatani

antara teori di dalam buku dengan kenyataan yang ada di lapangan


Berbagai lingkungan yang dapat digunakan untuk sumber belajar antara lain persawahan,

laboratorium, kelasn praktik, taman, kebun binatang, museum, perpustakaan kerja proyek.
Pembelajaran di luar kelas dapat menggunakan tiga pendekatan pembelajaran yaitu:

1) Studi lapangan
2) Pendidikan menjelajah lingkungan
3) Sekolah proyek komunitas
Lingkungan
Fisik

Diferensiasi
Lingkungan
Belajar

Lingkungan
Psikologis
Lingkungan Fisik
Lingkungan Fisik adalah lingkungan yang memberikan
dukungan dan hambatan saat pembelajaran berlangsung

Pembelajaran
Gedung, Sarana Prasarana, Pembelajaran Conditional
Announcement Text di
Pencahayaan, Ventilasi Sentence di kelas teori
laboratorium bahasa
Tata Letak Pengaturan Ruang

Setting kelas umumnya di


Tata ruang bentuk "U"
SMKN 8 Surabaya
efektif digunakan untuk
(Berpasangan)
mengajar presentasi
Setting kelas X PH 2 saat Setting kelas XII PH 2 saat
pembelajaran Recount Text pembelajaran News Item
(Berkelompok) (Berbaris)
Lingkungan Psikologis

Adanya rasa aman Adanya apresiasi


pada siswa atau penghargaan

Sikap saling Guru mengajar untuk


menghargai mencapai kesuksesan
Referensi
Djamarah, Syaiful Bahri. (2000) Guru dan Anak didik dalam interkasi edukatif. (Jakarta: Rineka Cipta)

Perkins, Bradford. (2001) Elementary and Secondary School. Canada: John Wiley & Sons, Inc. Diakses
melalui: [Link] 15 Februari 2023, 14.40.

Sukmadinata, Nana Syaodih. (2004) Landasan Psikologi Proses Pendidikan (Bandung: Rosdakarya)
Vermeulen, Lyanda. (2008) Learning environment, learning process, academic outcomes and career
success of university graduates. Studies in Higher Education 33(4):431-451
Thank you so much for having us :)

Anda mungkin juga menyukai