0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan19 halaman

Komunikasi Sosial dalam Pembangunan

Komunikasi sosial dan pembangunan merupakan topik utama makalah ini. Makalah ini membahas pentingnya komunikasi dalam program-program pembangunan sosial untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan mengatasi masalah sosial seperti kemiskinan, kejahatan dan kesehatan.

Diunggah oleh

Yuni Sakila
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan19 halaman

Komunikasi Sosial dalam Pembangunan

Komunikasi sosial dan pembangunan merupakan topik utama makalah ini. Makalah ini membahas pentingnya komunikasi dalam program-program pembangunan sosial untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan mengatasi masalah sosial seperti kemiskinan, kejahatan dan kesehatan.

Diunggah oleh

Yuni Sakila
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

KOMUNIKASI BIDANG SOSIAL KEMASYARAKATAN


Diajukan untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Komunikasi Pembangunan
Dosen Pengampu: Paryati, [Link]

Disusun Oleh:

Raihan Arkan Taufiqurrahman 1204040088


Ridha Amalia NurFatimah 1204040096
Siti Fathiyah 1204040106
Wizdan Naufal Zaeni 1204040120
Yuni Sakila Hamidah 1204040122

PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM


FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2022/2023
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan Karunia-Nya
sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Komunikasi Bidang Sosial
Kemasyarakatan” dengan tepat waktu. Adapun tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk
memenuhi tugas mata kuliah Komunikasi Pembangunan. Dalam pembuatan makalah ini
penyusun banyak mendapat bimbingan dan petunjuk dari beberapa pihak. Oleh karena itu,
penyusun ingin mengucapkan terima kasih kepada Ibu Paryati [Link], selaku dosen pengampu
mata kuliah Komunikasi pembangunan yang telah banyak membimbing dan memberikan
masukan sehingga makalah ini dapat terselesaikan.

Penyusun menyadari dalam penyusunan makalah ini masih belum sempurna, namun
dengan menyelesaikan makalah ini penyusun berharap banyak manfaat yang dapat dipetik
dari makalah ini. Semoga dengan adanya makalah ini pembaca dapat mendapatkan ilmu dan
pengetahuan baru. Segala kritik dan saran yang membangun akan penyusun terima dengan
senyum dan tangan terbuka. Akhir kata penyusun sampaikan terima kasih semoga Allah
SWT senantisa meridhoi segala usaha kita.

Bandung

28 Maret 2023

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................................i

DAFTAR ISI..............................................................................................................................ii

BAB I.........................................................................................................................................1

PENDAHULUAN......................................................................................................................1

1.1. Latar Belakang.............................................................................................................1

1.2. Rumusan Masalah.......................................................................................................2

1.3. Tujuan Penulisan.........................................................................................................2

BAB II........................................................................................................................................3

PEMBAHASAN........................................................................................................................3

2.1. Pengertian Komunikasi Sosial dan Pembangunan......................................................3

2.2. Peran penting komunikasi pembangunan di bidang sosial..........................................4

2.3. Strategi komunikasi yang efektif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam
program-program pembangunan sosial..................................................................................6

2.4. Peran komunikasi dalam mengatasi masalah-masalah sosial seperti kemiskinan,


kejahatan, dan Kesehatan.......................................................................................................8

2.5. Faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikasi dalam program-program


pembangunan sosial..............................................................................................................12

BAB III.....................................................................................................................................15

PENUTUP................................................................................................................................15

3.1. Kesimpulan................................................................................................................15

3.2. Saran..........................................................................................................................15

ii
BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Komunikasi merupakan peristiwa sosial yang paling dominan terjadi dalam
kehidupan manusia. Komunikasi berperan sangat penting manakala manusia ingin
berinteraksi dengan manusia lainnya dan terus berkembang menjadi komunikasi yang sangat
modern dan canggih. Perkembangan dan pentingnya komunikasi pada saat ini dapat
dibuktikan dengan perangkat-perangkat komunikasi yang sudah semakin canggih dan relatif
sudah menyebar disetiap lapisan masyarakat.
Manusia sebagai mahluk sosial, tidak terlepas sebagai pelaku komunikasi. Sebagai
makhluk sosial, manusia tidak memenuhi segala kebutuhannya sendiri. Namun untuk
mengaktualisasikan kebutuhannya itu ia memerlukan cara. Dengan komunikasilah maka
manusiadapat menyatu dalam kehidupan sosialnya. Hakekat komunikasi adalah proses
pernyataan antar manusia. Yang dinyatakan itu adalah pikiran dan perasaan seseorang kepada
orang lain yang menggunakan bahasa verbal maupun non verbal. Pikiran dan perasaan itu
disampaikan oleh komunikator kepada komunikan selalu bersatu padu. Oleh karena itu dalam
komunikasi selalu ada tujuan untuk menjadi satu atau menyamakan pendapat atau informasi.
Komunikasi di bidang sosial kemasyarakatan sangat penting untuk memperkuat
hubungan antarindividu dan kelompok dalam masyarakat. Komunikasi bisa dilakukan dalam
berbagai bentuk seperti lisan, tulisan, dan nonverbal. Dalam konteks sosial kemasyarakatan,
komunikasi dapat membantu membangun kepercayaan dan saling pengertian antarindividu
atau kelompok yang memiliki latar belakang dan pemikiran yang berbeda. Hal ini bisa terjadi
karena dengan berkomunikasi, setiap individu atau kelompok dapat menyampaikan
pandangan atau pendapat mereka, sehingga orang lain dapat memahami sudut pandang
mereka.
Selain itu, komunikasi di bidang sosial kemasyarakatan juga dapat membantu
mengatasi konflik dan mencari solusi yang tepat untuk masalah yang dihadapi. Dalam situasi
konflik, komunikasi yang baik dapat membantu mencegah eskalasi konflik menjadi lebih
parah dan menciptakan solusi yang menguntungkan bagi semua pihak.
Namun, komunikasi yang buruk atau salah dapat memperburuk situasi dan memicu
konflik yang lebih besar. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan cara berkomunikasi
yang baik dan efektif dalam bidang sosial kemasyarakatan. Beberapa keterampilan

1
komunikasi yang perlu dikuasai antara lain mendengarkan dengan baik, menggunakan bahasa
yang tepat dan jelas, serta berusaha untuk memahami sudut pandang orang lain.
1.2. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian komunikasi sosial dan pembangunan?
2. Apa peran penting komunikasi pembangunan di bidang sosial?
3. Apa strategi komunikasi yang efektif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam
program-program pembangunan sosial?
4. Bagaimana peran komunikasi dalam mengatasi masalah-masalah sosial seperti
kemiskinan, kejahatan, dan kesehatan?
5. Apa saja faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikasi dalam program-program
pembangunan sosial?

1.3. Tujuan Penulisan


1. Mengetahui dan memahami pengertian komunikasi sosial dan pembangunan
2. Mengetahui dan memahami peran penting komunikasi dalam pembangunan dibidang
sosial
3. Mengetahui dan memahami strategi komunikasi yang efektif dalam meningkatkan
partisipasi masyarakat dalam program-program pembangunan sosial
4. Mengetahui dan memahami peran komunikasi dalam mengatasi masalah-masalah sosial
seperti kemiskinan, kejahatan, dan Kesehatan
5. Mengetahui dan memahami faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikasi dalam
program-program pembangunan sosial

2
BAB II

PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Komunikasi Sosial dan Pembangunan
Komunikasi yaitu suatu proses dalam penyampaian pesan dari komunikator kepada
komunikan dengan media tertentu yang berguna untuk membuat pemahaman yang
sama diantara mereka, informasi yang disampaikan dapat memberikan efek tertentu
kepada komunikan. Pengertian sosial menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yaitu
hal-hal yang berkenaan dengan hubungan kemasyarakatan atau sifat-sifat
kemasyarakatan dan umum memperhatikan kepentingan umum. Sedangkan sosial
mempunyai arti berkenaan dengan masyarakat, mengenai masyarakat atau suka
memperhatikan kepentingan umum. Pengertian dari pembangunan mengacu proses
perubahan yang dengan sadar ditujukan untuk meningkatkan taraf dan kualitas hidup
masyarakat.

Komunikasi pada makna ini ada dalam konteks ilmu sosial. Dimana para ahli
ilmu sosial melakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan komunikasi secara
umum memfokuskan pada kegiatan manusia dan kaitan pesan dengan perilaku yang
diharapkan. Komunikasi sosial yaitu kegiatan komunikasi yang diarahkan pada
pencapaian suatu situasi integrasi sosial. Komunikasi sosial juga merupakan suatu proses
pengaruh-mempengaruhi mencapai keterkaitan sosial yang dicita-citakan antar individu
yang ada dimasyarakat. Secara definisi komunikasi sosial yaitu suatu proses interaksi
dimana seseorang menyampaikan amanat kepada pihak lain supaya pihak lain dapat
menangkap maksud yang dikehendaki. Hal ini merupakan suatu dasar ketika seseorang
melakukan kegiatan berkomunikasi dengan pihak lain dan pihak lain saling mengerti dengan
apa yang di maksudkan oleh seseorang tersebut.

Komunikasi Sosial dan Pembangunan merupakan gabungan dari dua istilah, yaitu


komunikasi sosial dan komunikasi Pembangunan. Secara substansial, kedua istilah tersebut
tidak mengandung perbedaan yang begitu berarti yang artinya, materi bahasan yang
terkandung di dalamnya sama-sama membahas tentang bagaimana komunikasi harus
dilakukan,sehingga berperan sebagai penunjang pelaksanaan programprogram pembangunan 

3
dalam rangka menciptakan perubahan pada suatu sistem sosial, yakni perubahan sosial (social
changes). Secara konseptual, komunikasi dan pembangunan memandang perubahan sebagai
proses sosial yang tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat
berbagai perilaku komunikasi
dalammasyarakat seringkali dipengaruhi oleh perkembangan masyarakat sebagai dampak dari 
perubahan yang demikian cepat.

2.2. Peran penting komunikasi pembangunan di bidang sosial


Pada era sekarang, pembangunan di segala bidang dengan giatnya dilaksanakan mulai
dari pembangunan di perkotaan maupun di pedesaan. Demi kelancaran dan keberhasilan
dalam pembangunan yang ingin dicapai dan tepat sasaran. Tentunya, pembangunan yang di
capai tidak terlepas dari kebutuhan masyarakat setempat. Maka dari itu diperlukan sebuah
komunikasi antara pemerintah sebagai pihak yang hendak membangun dengan masyarakat
sebagai sasaran dari pembangunan tersebut, sehingga pembangunan yang dijalankan bisa
sesuai dengan apa yang diharapkan. Keberhasilan pada pembangunan tentunya tidak terlepas
dari adanya komunikasi pembangunan, karena komunikasi diartikan sebagai proses
penyampaian pesan yang memiliki makna dari seseorang atau lebih kepada orang lain dengan
tujuan untuk mempengaruhi atau menciptakan saling pengertian (Cangara: 2020).

Menurut Carl Hovland mendefiniskan bahwa komunikasi adalah proses di mana


seorang individu (komunikator) mentransmisikan rangsangan (biasanya simbol verbal) untuk
memodifikasi perilaku individu lain (berkomunikasi). Sementara itu, kata pembangunan
berasal dari bahasa Inggris develop yang berarti suatu tindakan ke arah perkembangan
(developing), kemajuan (progres), dan pertumbuhan (growth). Dengan demikian, pengertian
development (pembangunan) ialah perubahan ke arah pola hidup dan nilai-nilai manusia
lebih baik. Pembangunan berarti meningkatkan kondisi kehidupan masyarakat. Istilah
pembangunan menunjukkan adanya peningkatan, kemajuan, kemandirian, dan kesadaran diri.
Pembangunan menyiratkan perubahan dan ini merupakan pengertian di mana istilah
pembangunan digunakan untuk menggambarkan proses transformasi sosial, ekonomi, dan
politik di suatu negara.

Meskipun konsep ini sudah diterima secara luas, masih ada perdebatan tentang apa
yang dimaksud dengan kondisi kehidupan yang lebih baik dan bagian hal itu bisa dicapai.
Dengan pengertian kedua konsep tersebut, komunikasi pembangunan diartikan sebagai
aktivitas manusia yang membawa informasi tentang ide, benda, tempat, orang, dan kebijakan
melalui manusia untuk memahami orang lain dan juga dipahami oleh orang lain.

4
Pembangunan tentunya memiliki tujuan untuk meningkatkan sumber pengetahuan,
kesejahteraan, dan kebebasan setiap individu atau anggota pada masyarakat agar kehidupan
mereka bisa hidup lebih layak dan terjamin kehidupannya menjadi lebih baik lagi.

Maka pentingnya sebuah komunikasi dalam pembangunan adalah suatu aktivitas atau
proses komunikasi yang berisi pesan-pesan pembangunan guna untuk meningkatkan
pengetahuan, kesejahteraan, dan kebebasan seseorang individu atau anggota masyarakat agar
bisa hidup lebih layak secara berkesinambungan sampai masa tua nantinya, atau perbaikan
sistem pada suatu institusi seperti lembaga pemerintahan maupun swasta. Kemudian menjadi
lembaga menjadi tatanan yang lebih baik, dinamis, produktif, efektif, dan efesien. Di kutip
dari buku Hafied Cangara, menurut Nora C. Qubral mendefiniskan komunikasi pembangun
adalah “Development communication as the art and science of human of communication
applied to the speedy transformation of a country and the mass of its people from peverty to a
dynamic state of economic growth that makes possible greater social equality and the larger
fulfillmet of the human potential.” (Komunikasi pembangunan sebagai seni dan ilmu
komunikasi antar manusia yang diterapkan untuk melakukan transformasi secara cepat pada
suatu negara atau masyarakat dari kondisi kemiskinan menuju ke suatu pertumbuhan
ekonomi yang lebih dinamis sehingga memungkinkan terjadinya persamaan sosial yang lebih
bear dan pemenuhan atau pengembangan secara luas pada potensi diri manusia).

Komunikasi pembangunan bukan hanya terfokus pada sektor pembangunan


infrastruktur saja. Melainkan juga lebih luas jangkuannya, yakni pada semua upaya yang
digerakkan untuk peningkatan pengetahuan, kesejahteraan, dan kebebasan yang masuk dalam
ranah atau ruang lingkup studi komunikasi pembangunan. Begitu luasnya cakupan atau ruang
lingkup pada komunikasi pembangunan, maka ada yang beranggapan bahwa kajian
komunikasi pembangunan merupakan kajian komunikasi terluas di antara, semua bentuk
komunikasi yang ada. Ilmu komunikasi menjadi kajian hampir di semua bidang studi
termasuk dalam pembangunan. Komunikasi pembangunan menjadi studi yang multidisiplin
sebagaimana halnya ilmu komunikasi yang menjadi induk juga termasuk dalam komunikasi
pembangunan. Dengan demikian, komunikasi sangat penting sekali dalam pembangunan,
karena komunikasi menjadi salah satu kendaraan yang bisa digunakan untuk mengantar ke
arah keberhasilan dalam pembangunan sesuai dengan apa yang diharapkan.

Menurut Peterson dalam buku Sumadi Dilla yang berjudul Komunikasi Pembangunan
Pendekatan Terpadu (2007), komunikasi pembangunan adalah usaha yang terorganisir untuk

5
menggunakan proses komunikasi dan media dalam meningkatkan taraf sosial dan ekonomi
secara umum berlangsung dalam negara yang sedang berkembang.

Dikutip dari buku Nasution (2007) oleh Hedebro, merumuskan beberapa peran komunikasi
pembangunan yaitu:

1) Menciptakan iklim bagi perubahan dengan membujukkan nilai-nilai, sikap, mental, dan
bentuk perilaku yang menunjang modernisasi.
2) Mengajarkan keterampilan baru, baca tulis, hingga lingkungan.
3) Meningkatkan aspirasi yang merupakan perangsang untuk bertindak nyata.
4) Membantu masyarakat menemukan norma-norma baru dan keharmonisan dari masa
transisi.
5) Membuat orang lebih condong untuk berpartisipasi membuat membuat keputusan dalam
masyarakat.
6) Mengubah struktur kekuasaan pada masyarakat tradisional dengan pengetahuan massa.
7) Menciptakan rasa kebangsaan sebagai sesuatu yang mengatasi kesetiaan-kesetiaan lokal.
8) Membantu mayoritas populasi menyadari pentingnya arti mereka sebagai warga negara,
sehingga membantu meningkatkan aktivitas politik.
9) Memudahkan perencanaan dan implementasi program-program pembangunan yang
berkaitan dengan kebutuhan penduduk.
10) Membuat pembangunan ekonomi, sosial, dan politik menjadi proses yang berlangsung
sendiri.
11) Media massa dapat bertindak sebagai pengganda sumber-sumber daya pengetahuan.
12) Media massa dapat mengantarkan pengalaman-pengalaman yang seolah-olah dialami
sendiri sehingga mengurangi biaya psikis dan ekonomis untuk menciptakan kepribadian
yang mobile.
2.3. Strategi komunikasi yang efektif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat
dalam program-program pembangunan sosial
Mendesain pesan komunikasi yang dapat menciptakan kemandirian, peningkatan
kesadaran partisipasi pembangunan, dengan melakukan pendekatan persuasif melibatkan
peran serta tokoh adat, menciptakan iklim komunikasi yang dapat merangsang para partisipan
berani mengeluarkan pendapat atau ide pembangunan dan memanfaatkan saluran komunikasi
tradisional yang berfungsi sebagai saluran pesan yang akrab dengan masyarakat setempat
yaitu acara gelar tikar adat serta mengembangkan komunikasi partisipatoris dalam kelompok
masyarakat.

6
Menerapkan Sender (komunikator), Mesagge (pesan), Channel (media), Receiver
(komunikan) serta pembangunan tindak lanjut pembangunan secara partisipatif serta faktor
yang mempengaruhi komunikasi pembangunan kecamatan secara partisipasi. Adapun tingkat
partisipasi masyarakat terhadap pembangunan dilakukan dalam bentuk paritispasi fisik dan
non fisik. Dalam partisipasi fisik yaitu keterlibatan masyarakat berupa bantuan tenaga dan
bantuan materiil. Sedangkan partisipasi non fisik yaitu pemerintah kecamatan setempat
memberikan peluang kepada masyarakat untuk memberikan sumbangsi pemikiran yang baik
untuk rencana pembangunan.

Menerima usulan ide-ide dari masyarakat dan evaluasi di dalam kegiatan forum serta
membangun komitmen bersama dengan masyarakat. Salah satu kegiatan rutin yang
dilaksanakan oleh pemerintah dalam menyampaikan hasil pembangunan dan menangkap
aspirasi masyarakat melalui Musrembang, talkshow, TV lokal dan media untuk
menyampaikan informasi adalah melalui mesjid serta rapat-rapat ditingkat desa/kelurahan
dan kecamatan, kadang juga menggunakan media surat kabar.

Dimulai dari peletakan dasar kemampuan analisis masyarakat melalui pendidikan dan
pelatihan sehingga mereka mampu mengenali permasalahan dan potensi desa, serta manfaat
dari pembangunan yang akan dilakukan. Masyarakat juga dilibatkan dalam perencanan,
pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan desa, berdasarkan kemampuan masyarakat tersebut.
Bila hal ini dilakukan maka pembangunan akan tercapai dengan efektif dan efisien.

Melakukan sosialisasi ke rumah-rumah masyarakat untuk memberikan informasi


seputar pembangunan akses jalan, mengadakan musyawarah di Balai Desa, menerima saran
dan kritik dari masyarakat, memasang spanduk-spanduk dipinggir jalan dan sekitar
perumahan masyarakat serta ikut serta dalam proses pelaksanaan pembangunan dengan
masyarakat.

Masyarakat dan pemerintah desa harus mendapat sosialisasi dan pelatihan dari
pemerintah daerah, perguruan tinggi dan lembaga swadaya masyarakat tentang mekanisme
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) desa, membuat program
pembangunan, penggunaan dan pelaporan anggaran, dan evaluasi pembangunan. Masyarakat
dan pemerintah desa harus dapat memanfaatkan forum pertemuan dari tingkat RT, RW,
dusun dan desa untuk menciptakan komunikasi pembangunan partisipatif yang melibatkan
semua pihak, terbuka, sejajar, dialogis, dan menghasilkan kesepakatan bersama menyusun
program dan anggaran pembangunan desa.

7
Untuk meningkatkan proses komunikasi partisipatif perlu pendekatan yang lebih
intensif oleh fasilitator pembangunan dan melibatkan tutor sebaya untuk menggerakkan
masyarakat secara aktif komunikasi partisipatif perlu dipertahankan dan ditingkatkan dalam
berbagai program sehingga peningkatan pembangunan tetap dapat dipertahankan dan
dikembangkan.

Pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari komunikasi pembangunan merupakan


salah satu strategi pengentasan kemiskinan yang dilakukan berbasis partisipasi masyarakat
dalam perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi serta pencapaian hasil. Selain itu,
berbasis entrepreneurship dan penguatan potensi sumber daya alam lokal sehingga
menciptakan kemandirian masyarakat. Pemberdayaan juga melibatkan perempuan dan
stakeholder dalam masyarakat seperti pemerintah daerah, perguruan tinggi, pemerintah desa
dan pihak swasta.

2.4. Peran komunikasi dalam mengatasi masalah-masalah sosial seperti kemiskinan,


kejahatan, dan Kesehatan
Dominasi ekonomi telah mendorong penguatan ekonomi pada pihak yang kuat.
Akibatnya persaingan semakin ketat, terjadi kesenjangan sosial, dimana yang kaya semakin
kaya dan yang miskin semakin terpuruk. Upaya mengatasi kemiskinan dan mewujudkan
kesejahteraan sosial semakin sulit. Pengentasan kemiskinan cenderung dilakukan melalui
pemberian bantuan Akibatnya masyarakat semakin malas bekerja, pengangguran semakin
meningkat, tidak mampu melakukan kompetisi, ketergantungan kepada pihak lain sehingga
kemandirian dan kesejahteraan sulit diwujudkan (Nugroho 2005).

Kesejahteraan wajib diperoleh warga negara seperti semua diamanatkan oleh UUD
1945, sehingga pemerintah bersama masyarakat perlu bekerjasama untuk mengentaskan
kemiskinan. Akar penyebab kemiskinan rumahtangga miskin pada tipologi kemiskinan
perkotaan dan perdesaan, menurut Papilaya (2006) yaitu: kurang produktifnya perilaku
rumah tangga miskin, kurang normatifnya perilaku elitis, lemahnya kepribadian rumahtangga
miskin, memudarnya sistem nilai budaya, kuatnya kepentingan elitis, ketimpangan
infrastruktur; persaingan yang tidak adil, dan deprivasi kapabilitas aset produksi. Sedangkan
menurut Rofiq (2014), beberapa hal yang menyebabkan anggaran negara kurang efektif
dalam mengatasi kemiskinan yaitu: rendahnya efektivitas belanja sosial dalam mengatasi
kemiskinan, penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) kemiskinan belum efektif,

8
keterlambatan pencairan anggaran, pengelolaan inflasi yang berpengaruh terhadap naik
turunnya angka kemiskinan.

Pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari komunikasi pembangunan.


Mengacu pada van de Fliert (2014), yang menjelaskan fungsi komunikasi pembangunan yaitu
komunikasi kebijakan, komunikasi pendidikan, komunikasi hubungan masyarakat dan
strategi komunikasi, komunikasi advokasi dan komunikasi organisasi, maka fungsi-fungsi
tersebut dilakukan untuk penguatan dan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat.

Komunikasi menjadi salah satu unsur penting untuk penyampaian pesan-pesan


pembangunan secara efektif kepada masyarakat. Komunikasi pembangunan yang dilakukan
pemerintah untuk mensosialisasikan kebijakan-kebijakan pembangunan kepada masyarakat
(Hadiyanto 2014). Hal ini dimaksudkan agar dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam
pembangunan, sehingga pembangunan yang dilaksanakan berpusat pada rakyat (people
centered development) yaitu bahwa pembangunan harus berorientasi pada peningkatan
kualitas hidup masyarakat (Mardikanto 2010).

Komunikasi merupakan hal yang krusial dalam menangani berbagai permasalahan


sosial di tengah-tengah masyarakat. Dalam melakukan komunikasi dengan beberapa kalangan
di masyarakat dan pihak-pihak yang lain harus didasarkan dengan prinsip-prinsip dan etika
komunikasi agar penyampaian informasi dapat berjalan efektif. Komunikasi dapat dilakukan
dengan komunikasi verbal maupun komunikasi non verbal, yang mana hal tersebut
disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Komunikasi yang baik antara berbagai
pihak menjadi kunci keberhasilan dalam memecahkan permasalahan sosial yang ada di
masyarakat.

Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya membuat masyarakat berdaya dan


mandiri. Bentuk pemberdayaan masyarakat perlu disesuaikan dengan potensi, masalah dan
kebutuhan masyarakat setempat. Pemberdayaan sangat jauh dengan bentuk-bentuk
pembangunan yang cenderung top down. Pemberdayaan masyarakat pada hakikatnya
mengubah perilaku masyarakat ke arah yang lebih baik sehingga kualitas dan kesejahteraan
hidupnya secara bertahap dapat meningkat. Peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat dari
kegiatan pemberdayaan diharapkan dapat mengurangi jumlah penduduk. Pengentasan
kemiskinan melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis partisipatif telah
menunjukkan keberhasilan (Nugroho 2005).

9
Menurut Whiting dalam Anwas (2013),komunikasi memiliki peran penting dalam
konteks pembangunan dan perubahan sosial. Komunikasi dalam pemberdayaan diarahkan
untuk membangkitkan motivasi dan potensi yang dimiliki setiap anggota masyarakat agar
bangkit dan mampu berdaya untuk mengubah kehidupannya ke arah yang lebih baik.
Komunikasi dalam pemberdayaan hanya akan efektif jika dilakukan secara dialogis, interaktif
dalam suasana harmonis dan kekeluargaan.

Fungsi proses komunikasi secara dialogis dalam pemberdayaan masyarakat, yaitu :

1) Media penyampaian informasi kepada masyarakat tentang kegiatan pemberdayaan.


2) Wadah partisipasi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan hidup.
3) Media untuk memahami tentang masyarakat dengan berbagai karakteristiknya, kebutuhan
dan budayanya.
4) Membangun kesadaran masyarakat tentang potensi dirinya.
5) Wahana untuk bersama-sama aktif melakukan berbagai kegiatan pemberdayaan secara
dialogis, demokratis dan partisipatif
6) Wahana pemeliharaan budaya lokal sebagai jati diri bangsa yang memiliki karakter dan
bermartabat.
Komunikasi pembangunan muncul dari pandangan bahwa pembangunan sebagai
pemberdayaan dan komunikasi sebagai berbagi makna bersama. Hal ini melibatkan isu-isu di
semua tingkat kepentingan: akar rumput, lokal, nasional, dan global.
Fungsi komunikasi dalam komunikasi pembangunan (van de Fliert 2014) adalah:
1) Komunikasi kebijakan, fungsi ini sebagian besar digunakan oleh pemerintah, organisasi
pembangunan dan badan pendanaan, serta berfungsi untuk membuat peraturan dan
kebijakan agar diketahui masyarakat umum. Hal ini penting agar masyarakat mengetahui
apa kewajiban dan haknya, serta fungsi ini menjadi landasan untuk pemberdayaan.
2) Komunikasi pendidikan, fungsi ini berisi ketentuan informasi pada ide dan teknologi baru
termasuk berkontribusi pada peluang-peluang untuk keterampilan berlatih. Hal ini sering
membantu membangun kapasitas dan perubahan perilaku dan dapat juga berkontribusi
pada pemberdayaan dimana pengetahuan sebagai kekuatan.
3) Hubungan masyarakat dan strategi komunikasi, fungsi ini digunakan untuk menunjukkan
pada dunia luar agar mengetahui tentang sebuah organisasi atau gagasan untuk
meningkatkan kesadaran dan memperoleh dukungan. Dukungan ini dalam bentuk
komitmen keuangan oleh agen pendanaan atau pendonor swasta atau institusi,
administratif atau tokoh publik pendukung yang memungkinkan kegiatan tersebut terjadi.

10
4) Komunikasi advokasi, fungsi ini menyiratkan lobi untuk hak kelompok atau individu
tertentu, dimana perhatian terhadap kondisi buruk masyarakat atau untuk perubahan
dalam kebijakan. Hal ini juga dapat mendorong aksi kolektif dan proses akhir dari
komunikasi advokasi, yang menyediakan sebuah pengalaman dengan kekuatan penuh
yang mendorong pemberdayaan.
5) Komunikasi organisasi, fungsi ini membantu tujuan koordinasi oleh penetapan informasi
dan umpan balik sistem dalam sebuah organisasi atau proyek dan seluruh stakeholder
mengetahui apa yang direncanakan, isu-isu dan perjanjian yang memiliki peluang untuk
mengekspresikan pandangan mereka. Monitoring partisipatori dan sistem evaluasi dapat
membantu operasional fungsi ini.
Komunikasi memainkan peran penting dalam mengatasi masalah-masalah sosial
seperti kemiskinan, kejahatan, dan kesehatan karena melalui komunikasi, orang dapat
membagikan informasi dan memobilisasi dukungan untuk perubahan sosial yang lebih baik.
Berikut ini adalah beberapa cara bagaimana komunikasi dapat membantu mengatasi masalah-
masalah sosial tersebut:

1) Menginformasikan tentang solusi dan sumber daya yang tersedia. Komunikasi dapat
membantu meningkatkan kesadaran tentang sumber daya yang tersedia untuk mengatasi
masalah sosial seperti program bantuan sosial, organisasi amal, dan fasilitas kesehatan.
Melalui informasi ini, individu yang membutuhkan bantuan dapat lebih mudah
mengaksesnya.
2) Mempromosikan kesadaran sosial. Komunikasi juga dapat membantu meningkatkan
kesadaran sosial tentang masalah-masalah sosial seperti kemiskinan, kejahatan, dan
kesehatan, dan mendorong orang untuk terlibat dalam memecahkan masalah tersebut. Ini
dapat dilakukan melalui kampanye publik dan penggunaan media sosial.
3) Mendorong partisipasi masyarakat. Komunikasi dapat membantu memobilisasi dukungan
dari masyarakat dalam upaya mengatasi masalah sosial. Misalnya, kampanye sosial dapat
mengajak orang untuk bergabung dalam aksi sukarela atau mengumpulkan dana untuk
membantu kelompok yang membutuhkan.
4) Memperkuat jaringan dukungan sosial. Komunikasi dapat membantu membangun dan
memperkuat jaringan dukungan sosial, yang merupakan faktor penting dalam mengatasi
masalah-masalah sosial. Dengan berkomunikasi dengan orang-orang yang memiliki
pengalaman serupa atau memiliki kepentingan yang sama, individu dapat memperoleh
dukungan yang diperlukan untuk mengatasi masalah.

11
Dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari komunikasi
pembangunan merupakan salah satu strategi pengentasan kemiskinan yang dilakukan
berbasis partisipasi masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi
serta pencapaian hasil. Selain itu, berbasis entrepreneurship dan penguatan potensi sumber
daya alam lokal sehingga menciptakan kemandirian masyarakat. Dengan demikian,
komunikasi memainkan peran penting dalam mengatasi masalah-masalah sosial seperti
kemiskinan, kejahatan, dan kesehatan. Melalui penggunaan komunikasi yang efektif, individu
dan masyarakat dapat memobilisasi dukungan untuk mengatasi masalah-masalah sosial dan
mencapai perubahan sosial yang lebih baik.

2.5. Faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikasi dalam program-program


pembangunan sosial
Komunikasi adalah suatu aspek terpenting dan yang kompleks dalam kehidupan
manusia. Manusia sangat dipengaruhi oleh komunikasi yang dilakukannya dengan manusia
lain, baik yang sudah dikenal atau yang tidak dikenal sama sekali. Dikarenakan komunikasi
merupakan aktifitas dasar manusia. Maka dengan berkomunikasi manusia dapat saling
berhubungan satu sama lain baik dalam kehidupan sehari-hari di rumah tangga, ditempat
pekerjaan, di pasar, dalam masyarakat atau di mana saja manusia berada. Komunikasi adalah
suatu proses pertukaran pesan verbal maupun nonverbal antara si pengirim pesan dangan isi
pesan. Dalam melakukan program pembangunan sosial, efektifitas komunikasi sangatlah
diperlukan dalam suatu organisasi. Komunikasi intern yang terbina baik, akan memberikan
kemudahan dan keringanan dalam melaksanakan program-program yang di rencanakan.

Untuk itu diperlukan komunikasi yang efektif antar interpersonal komunikator dan
komunikan. karena faktor yang paling penting dalam suatu organisasi adalah sumber daya
manusia yang sesuai dengan aktivitas dan kegiatan organisasi yang dijalankan sebuah
organisasi memiliki banyak tugas yang berbeda. Untuk itu diperlukan adanya peranan
komunikasi, tidak saja sebagai sarana atau alat untuk menyapaikan informasi, misalnya
tentang suatu kebijakan, tetapi juga sebagai sarana memudahkan aktifitas-aktifitas secara
terorganisasi dalam mewujudkan kerjasama. Bahwa suatu organisasi tidak dapat
melaksanakan fungsinya tanpa adanya komunikasi.

Efektivitas memiliki arti berhasil atau tepat guna. Efektif merupakan kata dasar,
sementara kata sifat dari efektif adalah efektivitas. Menurut Robbins (2006) mendefinisikan
efektifitas sebagai “successfully meets the needs”, yang berarti keberhasilan dalam

12
memenuhi kebutuhan. Dari uraian beberapa pendapat di atas, dapat dikatakan bahwa
efektifitas adalah tingkat keberhasilan pencapaian tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
Atau dengan kata lain sejauh mana hasil yang telah diperoleh sesuai dengan rencana yang
telah ditetapkan sebelumnya. Handoko (2008) mengemukakan efektifitas merupakan
kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau peralatan yang tepat untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan. Singkat pengertian daripada efektivitas adalah, melakukan atau
mengerjakan sesuatu tepat pada sasaran “doing the right things”.

Onong Uchjana (1990) menyatakan bahwa ada faktor penting pada diri komunikator
apabila ingin menjalankan komunikasi yang efektif, yaitu:

1) Daya Tarik Sumber

Komunikator akan berhasil dalam komunikasi, akan mampu mengubah sikap, opini, dan
perilaku komunikan melalui mekanisme daya tarik jika pihak komunikan merasa bahwa
komunikator ikut serta dengannya. Dengan kata lain, komunikan merasa ada kesamaan antara
komunikator dengannya sehingga komunikan bersedia taat pada isi pesan yang di lancarkan
oleh komunikator.

2) Kredibilitas Sumber

Faktor kedua yang bisa membuat komunikasi berhasil adalah kepercayaan komunikasi pada
komunikator. Kepercayaan ini banyak bersangkutan dengan profesi atau keahlian yang di
miliki oleh seorang komunikator. Misalnya seorang dokter akan mendapat kepercayaan jika
ia menerangkan soal kesehatan, seorang tokoh agama yang menjelaskan tentang suatu hukum
menurut pandangan agama, dan seorang ahli sosial yang menjelaskan pembangunan sosial.

3) Empatik

Seorang komunikator dalam menghadapi komunikan harus bersikap empatik, yaitu seorang
komunikator dapat merasakan apa yang di rasakan oleh orang lain (kesibukan, marah, sedih,
kecewa, sakit, dan sebagainya).

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikasi:

1) Kompetensi

Kompetensi menurut Becker dan Ulrich (dalam Suparno (2005) bahwa kompetensi
mengandung aspek-aspek pengetahuan, keterampilan (keahlian) dan kemampuan ataupun
karakteristik kepribadian yang mempengaruhi kinerja. Sedangkan menurut Robbins (2007)

13
kompetensi adalah kemampuan (ability) atau kapasitas seseorang untuk mengerjakan
berbagai tugas dalam suatu pekerjaan dimana kemampuan ini ditentukan oleh dua faktor
yaitu Faktor Intelektual dan Kemampuan Fisik.

2) Media

Menurut Mulyana (2008) media adalah alat atau wahana yang digunakan sumber untuk
menyampaikan pesannya. Sedangkan Arsyad (2002) menyatakan bahwa media (bentuk
jamak dari medium), merupakan kata yang berasal dari bahasa latin medius secara harafiah
berarti tengah, perantara, atau pengantar oleh karena itu media dapat diartikan sebagai
perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Berbeda dengan Arsyad
Rohani (1997) menyatakan, media adalah segala bentuk yang dipergunakan untuk proses
penyaluran informasi.

3) Bahasa

Bahasa adalah sarana komunikasi dengan menyimpulkan pikiran dan persaan untuk
menyimpulkan makna kepada orang lain (Hurlock 1995). Bahasa adalah salah satu unsur
komunikasi, dan dapat dibedakan menjadi 2 yakni verbal dan non verbal. Komunikasi verbal
(Verbal Communication) merupakan salah satu bentuk komunikasi yang disampaikan kepada
pihak lain melalui tulisan (written) dan lisan (oral). Komunikasi nonverbal menurut teori
antropologi, sebelum manusia menggunakan kata-kata, mereka telah menggunakan gerakan-
gerakan tubuh, atau lebih dikenal bahasa isyarat sebagai alat untuk berkomunikasi (D.
Purwanto 1997).

14
BAB III

PENUTUP
3.1. Kesimpulan
3.2. Saran
Kami sebagai penyusun menginginkan kesempurnaan dalam penyusunan makalah ini,
akan tetapi pada kenyataannya masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki. Hal ini
karena masih minimnya pengetahuan kami mengenai bidang-bidang praktik pekerjaan sosial.
Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat di harapkan
sebagai bahan evaluasi untuk kedepannya. Sehingga bisa terus menghasilkan penyusunan
makalah yang bermanfaat bagi banyak orang.

15
DAFTAR PUSTAKA

Anwas, Oos. (2013). Pemberdayaan Masyarakat Di Era Globalisasi. Bandung: Alfabeta.

Effendy, Uchjana Onong, 1990. Ilmu Komunikasi dan Teori Praktek. PT. Remaja
Rosdakarya, Bandung.

Hadiyanto. (2014). Komunikasi Pembangunan Perspektif Modernisasi. Bogor: IPB Press.

Hasan, K. (2015). Komunikasi Sosial dan Pembangunan.

Mardikanto T. (2010). Komunikasi Pembangunan Acuan Bagi Akademisi, Praktisi dan


Peminat Komunikasi Pembangunan. Surakarta: UNS Press.

Nugroho TEW. (2005). Dimensi Masalah Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat.


Yogyakarta: APMD Press.

Rofiq Aunur. (2014). Pertumbuhan Ekonomi dan Kemiskinan Kebijakan dan Tantangan
Masa Depan. Jakarta: Republika.

Rani, S. (2016). Strategi Komunikasi dalam Pembangunan Desa Berbasis Partisipatif.


Surahmi, A dan Farid, M. (2018). Strategi Komunikasi Dalam Meningkatkan Partisipasi
Masyarakat Terhadap Pembangunan di Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang.
[Link]
%[Link]

[Link]
definisi-peran-fungsi-dan-model

[Link]
pembangunan-1vN4TmlqfAx

16

Anda mungkin juga menyukai