RANGKUMAN POP BK SD
BAB 1 Pendahuluan
Pendidikan pada Sekolah Dasar merupakan landasan penting dalam mengembangkan
sikap,pengetahuan, dan keterampilan dasar yang diperlukan oleh setiap peserta didik untuk menjadi
pembelajar yang sehat, cakap, dan percaya diri, serta siap melanjutkan studi. Dalampenyelenggaraan
program bimbingan dan konseling di sekolah dasar, guru bimbingan dan konseling atau konselor
bekerja dalam tim bersama guru kelas, kepala sekolah, orangtua, dan masyarakat untuk menciptakan
kondisi pembelajaran yang kondusif dan berhasil.
Guru bimbingan dan konseling atau konselor dan guru kelas/mata pelajaran memiliki peran
penting untuk memberikan ransangan yang tepat sehingga sel-sel otak berkembang dan berfungsi
secara optimal untuk mendukung kematangan semua aspek perkembangan. Perkembangan yang
optimal pada usia di Sekolah Dasar menjadi fondasi yang kuat bagi perkembangan pada tahap-tahap
berikutnya.
Guru bimbingan dan konseling atau konselor di Sekolah Dasar dapat diangkat dengan cakupan
tugas pada setiap sekolah atau di tingkat gugus sekolah untuk membantu guru mengembangkan
potensi dan mengentaskan masalah peserta didik.
Penyelenggaraan pendidikan yang bermutu dan efektif adalah mengintegrasikan tiga
komponen sistem pendidikan yang meliputi komponen manajemen dan kepemimpinan, komponen
pengajaran, serta komponen bimbingan dan konseling. Ketiga komponen tersebut memiliki wilayah
garapan sendiri- sendiri yang saling melengkapi dalam upaya tercapainya tujuan pendidikan nasional
Tabel [Link] dan Keterkaitan Pelayanan Guru Kelas dan Guru Mata Pelajaran dengan Guru
Bimbingan dan Konseling atau Konselor
Guru bimbingan dan konseling
NO Dimensi Guru mata pelajaran / kelas
atau konselor
Jenjang pendidikan dasar dan pendidikan Jenjang pendidikan dasar dan
1 Wilayah gerak
menengah pendidikan menengah
Pencapaian tujuan pendidikan
2 Tujuan umum Pencapaian tujuan pendidikan nasional
nasional
Pelayanan bimbingan dan
konseling
Pembelajaran mata pelajaran yang memandirikan dan
3 Konteks tugas
dengan skenario guru pengembangan kemampuan
pengendalian diri dengan skenario
konseli dan konselor.
Pengembangan kemampuan Pengembangan potensi diri bidang
3.1 Fokus kegiatan penguasaan bidang studi dan pribadi, sosial, belajar, karir, dan
penanganan masalah-masalahnya. penanganan masalah-masalahnya.
3.2 Hubungan kerja Alih tangan (referal) Alih tangan (referal)
4. Target intervensi
4.1 individual Minim Utama
4.2 kelom[pok Pilihan strategis Pilihan strategis
4.3 klasikal Utama Minim
5. Ekspektasi kerja
- Kemandirian pengendalian diri
- Pencapaian Standar dalam kehidupan
5.1 ukuran keberhasilan Kompetensi Lulusan - Lebih bersifat kualitatif yang
- Lebih bersifat kuantitatif unsur-unsurnya saling terkait
(ipsatif)
Pengenalan diri dan lingkungan
oleh
konseli dalam rangka
Pemanfaatan dampak langsung pengembangan potensi dan
pembelajaran &dampak penyerta pengatasan masalah pribadi,
5.2 Pendekatan umum
melalui pembelajaran mata sosial,
pelajaran. belajar, dan karir. Skenario
tindakan
merupakan hasil transaksi yang
merupakan keputusan konseli.
Kebutuhan pengembangan diri
Kebutuhan belajar ditetapkan
5.3 Perencanaan ditetapkan dalam proses
terlebih dahulu untuk ditawarkan
tindakan intervensi transformasional oleh konseli
kepada peserta didik.
difasilitasi oleh konselor
Penyesuaian proses berdasarkan
Penyesuaian proses berdasarkan
5.4 Pelaksanaan respons khas konseli dalam
respons khas peserta didik yang
tindakan intervensi komunikasi bimbingan dan
lebih terstruktur.
konseling yang lentur dan terbuka.
Penyelenggaraan bimbingan dan konseling di Sekolah Dasar memiliki keunikan dibandingkan di SMP
atau SMA/SMK. Posisi struktural untuk konselor belum ditemukan di Sekolah Dasar. Sehingga,
konselor juga dapat berperan secara produktif di jenjang Sekolah Dasar, bukan memosisikan diri
sebagai fasilitator pengembangan diri peserta didik melainkan mungkin dengan memosisikan diri
sebagai konselor kunjung yang membantu guru Sekolah Dasar mengatasi perilaku mengganggu.
Ketika Sekolah Dasar tidak/belum memiliki guru bimbingan dan konseling atau konselor maka
layanan bimbingan dan konseling dilakukan oleh guru kelas sehingga materimateri bimbingan dan
konseling dapat dipadukan dengan materi ajar melalui pembelajaran temati
C. Hakikat bimbingan dan konseling
Bimbingan dan konseling merupakan komponen integral sistem pendidikan pada suatu satuan
pendidikan berupaya memfasilitasi dan memandirikan peserta didik dalam rangka tercapainya
perkembangan individu secara utuh dan optimal.
Sebagai komponen sistem pendidikan, bimbingan dan konseling memfasilitasi perkembangan peserta
didik/konseli untuk mencapai kemandirian, dalam wujud kemampuan memahami diri dan
lingkungan, menerima diri, mengarahkan diri, dan mengambil keputusan, serta merealisasikan diri
secara bertanggung jawab, sehingga tercapai kehidupan yang damai, berkembang, maju, sejahtera,
bahagian dunia akherat.
Bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan diselenggarakan untuk membantu peserta didik
dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. Tugas perkembangan ini diantaranya meliputi:
mencapai hubungan persahabatan yang matang, mencapai peran sosial sesuai jenis kelaminnya,
menerima kondisi fisiknya dan menggunakannya secara efektif, mencapai kebebasan emosional dari
orangtua dan orang dewasa lainnya, menyiapkan diri untuk hidup berumahtangga, menyiapkan diri
untuk karirnya, mencapai seperangkat nilai dan sistem etika yang membimbing tingkahlakunya, dan
mencapai tingkahlaku yang dapat dipertanggungjawabkan secara sosial.
Pada satuan pendidikan ini, guru bimbingan dan konseling atau konselor menjalankan semua fungsi
bimbingan dan konseling, yaitu fungsi pemahaman, fasilitasi, penyesuaian, penyaluran, adaptasi,
pencegahan, perbaikan, advokasi, pengembangan, dan pemeliharaan. Meskipun guru bimbingan dan
konseling atau konselor memegang peranan kunci dalam sistem bimbingan dan konseling di sekolah,
dukungan dari kepala sekolah sangat dibutuhkan.
Penyiapan panduan penyelenggaraan bimbingan dan konseling di Sekolah Dasar merupakan
kebutuhan yang harus dipenuhi, sehingga kepala sekolah, guru bimbingan konseling atau konselor,
guru kelas dan guru mata pelajaran memiliki arah yang jelas dalam menyelenggarakan layanan
bimbingan dan konseling di Sekolah Dasar.
D. Tujuan Penulisan Panduan Panduan opersional ini bertujuan untuk memberi arah
penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar. Secara khusus panduan ini
bertujuan:
1. memandu guru bimbingan dan konseling atau konselor dalam memfasilitasi dan memperhatikan
ragam kemampuan, kebutuhan, dan minat sesuai dengan karakteristik peserta didik/konseli;
2. memfasilitasi guru bimbingan dan konseling atau konselor dalam merencanakan, melaksanakan,
mengevaluasi, dan melakukan tindaklanjut;
3. memberi acuan guru bimbingan dan konseling atau konselor dalam mengembangkan program
layanan bimbingan dan konseling secara utuh dan optimal dengan memperhatikan hasil evaluasi dan
daya dukung sarana dan prasarana yang dimiliki;
4. memandu guru bimbingan dan konseling atau konselor dalam menyelenggarakan bimbingan dan
konseling agar peserta didik/konseli dapat mencapai perkembangan diri secara optimal, mandiri,
sukses, sejahtera dan bahagia dalam kehidupannya;
5. memandu guru kelas dan guru mata pelajaran dalam memberikan layanan bimbingan dan
konseling;
6. memandu guru untuk bertanggung jawab terhadap tugas, mencintai tugas, dan mencintai peserta
didik.
7. memberi acuan bagi pemangku kepentingan penyelenggaraan bimbingan dan konseling.