LOGIC : Jurnal Ilmu Komputer dan Pendidikan
Volume 1, No. 1, Tahun 2022
ISSN 9999-9999 (media online)
Hal 1-5
Pengujian Black Box Testing pada Aplikasi Inventori Barang
Berbasis Web di PT. AINO Indonesia
Ahmad Fahrezi1, Fahry Noer Salam2, Gilang Mahardhika Ibrahim3, Rifki Rahman
Syaiful4, Aries Saifudin5
1,2,3,4,5*Teknik
Informatika, Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Indonesia
1fahrezi101014@[Link]
E-mail: , 2fahrysalam42@[Link] , 3gilangmahardhika18@[Link] ,
4ridkirahmansyaiful@[Link] , [Link]@[Link]
Abstrak- Aplikasi Inventori milik PT. Aino Indonesia merupakan sebuah aplikasi yang digunakan oleh bagian
gudang untuk mencatat seluruh barang masuk dan barang keluar. Apabila terjadi error pada aplikasi ini akan
menimbulkan masalah besar bagi bagian gudang karena pencatatan harus dilakukan manual dengan cara stock
opname. Dalam menyelesaikan permasalahan ini, penulis melakukan testing menggunakan metode black box testing
teknik Equivalence Partitions. Pengujian ini merupakan pengujian yang dilakukan dengan cara melakukan inputan
scara acak dengan tolak ukur tertentu untuk kerberhasilannya. Dengan menggunakan rancangan test case penulis
melakukan pengujian untuk memastikan apakah terdapat error pada proses login ke dalam aplikasi Inventori ini.
Hasil dari pengujian ini adalah system dapat berjalan dengan baik dan tidak ditemukan error, sehingga bagian
gudang dapat langsung menggunakan aplikasi ini untuk proses pencatatan barang masuk dan barang keluarnya.
Kata Kunci: Black Box, Equivalence Partitions, Aplikasi Inventori, Test Case, Gudang
Abstract- Inventori application belonging to PT. Aino Indonesia is an application used by the warehouse department
to record all incoming and outgoing goods. If an error occurs in this application, it will cause big problems for the
warehouse because the recording must be done manually by means of stock taking. In solving this problem, the
author conducted testing using the black box testing method of the Equivalence Partitions technique. This test is a
test carried out by performing random input with certain benchmarks for success. By using a test case design, the
author conducts a test to determine whether there is an error in the process of logging into this Inventori application.
The expected result of this test is that the system can run well and no errors are found, so that the warehouse
department can directly use this application for the process of recording incoming and outgoing goods.
Keywords: Black Box, Equivalence Partitions, Application Inventori, Test Case, Warehouse
1. PENDAHULUAN
Software Testing atau pengujian perangkat lunak merupakan sebuah proses pengeksekusian
sebuah program atau aplikasi yang telah dikembangkan oleh pengembang atau developer. Pengujian
perangkat lunak sendiri pada umumnya dilakukan untuk menemukan kendala seperti bug pada suatu
perangkat lunak demi memastikan kualitas dari perangkat lunak tersebut. Pengujian perangkat lunak
sangat penting dilakukan, karena biasanya pada setiap pembuatan aplikasi akan terdapat hal yang
terlewat hingga pengujian sebuah aplikasi perangkat lunak sangatlah penting untuk dilakukan(Cholifah
et al., 2018).
Software yang akan diuji adalah sebuah aplikasi pencatatan Inventori berbasis website milik PT.
Aino Indonesia. Aplikasi ini digunakan oleh PT. Aino Indonesia untuk melakukan pencatatan jumlah
barang masuk dan juga barang keluar setiap harinya segingga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi
kerja di bagian gudang penyimpanan. Jika aplikasi ini mengalami masalah atau error saat melakukan
login maka dapat mengakibatkan masalah bagi bagian gudang.
Bagi bagian gudang, jika karyawan atau staff tidak dapat login dan menjalankan aplikasi
pencataran Inventori ini kerugian yang akan muncul adalah kerugian waktu kerja dimana karyawan atau
staff bagian gudang harus melakukan stock opname secara manual sehingga menyita waktu dan tenaga
yang sangat banyak serta menurunkan efisiensi kerja dibagian gudang.
Kegiatan pengujian dilakukan dengan menggunakan metode pengujian Black Box dimana
pengujian dilakukan dengan cara mengamati hasil input dan output dari perangkat lunak yang akan diuji
Ahmad Fahrezi | [Link] | Page 1
LOGIC : Jurnal Ilmu Komputer dan Pendidikan
Volume 1, No. 1, Tahun 2022
ISSN 9999-9999 (media online)
Hal 1-5
tanpa membuka script kode dari perangkat lunak tersebut. Black box Testing adalah metode pengujian
perangkat lunak yang meneliti fungsi (Functional Testing) dari aplikasi tanpa melihat ke dalam struktur
internal atau kinerja aplikasi. Metode uji ini dapat diterapkan untuk hampir setiap tingkat pengujian
perangkat lunak seperti unit, integrasi, sistem dan penerimaan (Febiharsa et al., 2018).
Rencana pengujian yang akan di uji pada aplikasi pencatatan Inventori berbasis web ini
menggunakan metode pengujian Black Box dengan teknik Equivalence Partitions. Teknik ini merupakan
salah satu teknik pengujian yang adal pada metode pegujian Black Box dimana pengujian perangkat
lunak dilakukan dengan melakukan input kedalam aplikasi dengan bantuan kasus uji tertentu.
2. METODOLOGI
Pengujian wajib dilakukan dalam pembuatan sistem informasi dengan tujuan untuk memastikan
apakah aplikasi yang dibangun terlah memenuhi standar teknis dan bisnis yang diharapkan oleh
developer sebelum di seberkan kepada user. Menurut (Wibisono & Baskoro, 2017), pengujian perangkat
lunak adalah proses untuk mencari kesalahan pada setiap item perangkat lunak, mencatat hasilnya,
mengevaluasi setiap aspek pada setiap komponen (sistem) dan mengevaluasi fasilitas-fasilitas dari
perangkat lunak yang akan dikembangkan. Pengujian black box merupakan metode perancangan data
uji yang didasarkan pada spesifikasi perangkat lunak. Data uji dieksekusi pada perangkat lunak dan
kemudian keluar dari perangkat lunak dicek apakah telah sesuai yang diharapkan(Nurudin et al., 2019)
Pengujain Black Box sendiri dapat diartikan sebagai sebuah pengujian yang melakukan
pendekatan pengujian untuk mengetahui apakah semua fungsi perangkat lunak telah berjalan semestinya
sesuai dengan kebutuhan fungsional yang telah didefinisikan (Sulistyanto & SN, 2017).
Pada pengujian ini kami akan melakukan input dengan memasukan data secara acak untuk
memastikan apakah system pada aplikasi pencatatan Inventori ini dapat memunculkan hasil yang sesuai
dengan desain pengujian yang ada pada test case yang dibuat (Debiyanti et al., 2020). Pembuatan test
case bertujuan untuk memastikan apakah sebuah system akan berjalan sesuai dengan tujuan awal dari
pembuatanya dan juga mampu memberikan output atau respon yang sesuai saat diinputkan data yang
valid maupun tidak valid(Christian et al., 2019).
Dalam melakukan pengujian akan dilakukan pengujian berdasarkan test case dari aplikasi yang
diujikan menggunakan teknik Equivalence Partitions, kemudian akan dilakukan penginisialisasian dari
hasil yang kemudian akan di dokumentasikan untuk hasil dari pengujian itu sendiri. Tabel test case
digunakan sebagai bahan acuan berhasil atau tidaknya scenario pengujian. Berikut adalah gambar dari
halaman input login aplikasi pencatatan Inventori milik PT. Aino Indonesia dan rabel test case.
Gambar. 1 Halaman Log in Aplikasi Inventori (Sumber : Data Pribadi)
Ahmad Fahrezi | [Link] | Page 2
LOGIC : Jurnal Ilmu Komputer dan Pendidikan
Volume 1, No. 1, Tahun 2022
ISSN 9999-9999 (media online)
Hal 1-5
Pada Gambar.1 terdapat rencana pengujian dimana akan dilakukan tesing pada kolom username,
test case yang dilakukan yaitu dengan mengosongkan username kemudian menekan tombol sign in,
tolak ukur yang diharuskan terjadi pada test case ini adalah system akan menolak inputan dan proses
tidak berlanjut, kemudian akan dijui juga memasukan username yang valid namun tidak mengisikan
password, pada test case ini tolak ukur keberhasilan yang diharapkan adalah system akan menolak
inputan dan proses tidak akan berlanjut. Kemudian rencana pengujian juga akan dilakukan pada kolom
password, test case yang dilakukan yaitu mengosongkan username dan menginputkan password yang
valid, tolak ukur yang diharapkan pada test case ini adalah system akan menolak inputan dan proses
tidak berlanjut.
Rencana pengujian selanjutnya pada Gambar. 1 adalah melakukan inputan username dengan data
tidak valid bersamaan dengan inputan password dengan data yang valid, tolak ukur yang diharapkan
pada pengujian ini adalah system akan menolak inputan dan proses tidak berlanjut. Skenario pengujian
yang terakhir adalah menginputkan username dengan data yang valid bersamaan dengan menginputkan
password dengan data yang valid, tolak ukur yang diharapkan pada pengujian ini adalah system akan
menerikma inputan dan proses berlanjut ke halaman dashboard aplikasi.
Tabel 1. Rancagan Test Case Pengujian Login Aplikasi Inventori
ID Action Hasil yang diharapkan
T001 Mengosongkan kolom username dan System akan menolak inputan dan
password dan kemudian menekan muncul pesan peringatan, serta proses
tombol sign in tidak berlanjut.
T001 Input “Admin” pada kolom username System akan menolak inputan dan
dan mengosongkan kolom password muncul pesan peringatan, serta proses
dan kemudian menekan tombol sign in tidak berlanjut.
T003 Mengosongkan kolom username dan System akan menolak inputan dan
input “123” pada kolom password dan muncul pesan peringatan, serta proses
kemudian menekan tombol sign in. tidak berlanjut.
T004 Input “Suherman” pada kolom System akan menolak inputan dan
username dan input “123” pada kolom muncul pesan peringatan, serta proses
password dan kemudian menekan tidak berlanjut.
tombol sign in
T005 Input “Admin” pada kolom username System menerima inputan dan halaman
dan input “123” pada kolom password berpindah ke halaman dashboard.
dan kemudian menekan tombol sign in
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Setelah membuat rancangan pengujian dan melakukan pengujian didapatkan hasil dan
kemudian hasil tersebut dicacat pada form pengujian. Setelah dicatat, hasil pengujian tesebut
akan dianalisis dan ditark kesimpulannya berdasarkan dari penilaian antara keselarasan hasil
yang didapat dengan tolak ukur yang diharapkan. Apabila hasil sesuai akan di berikan
kesimpulanvalid dan apabila hasil tidak sesuai maka akan diberikan kesimpulan tidak valid.
Berikut adalah tabel kesimpulan dari hasil pengujian yang sudah kami lakukan berdasarkan
rancangan test case.
Tabel 1.2 Hasil Pengujian Berdsarkan Rancangan Test Case
Ahmad Fahrezi | [Link] | Page 3
LOGIC : Jurnal Ilmu Komputer dan Pendidikan
Volume 1, No. 1, Tahun 2022
ISSN 9999-9999 (media online)
Hal 1-5
ID SKENARIO TEST HASIL YANG HASIL KESIMPULAN
PENGUJIAN CASE DIHARAPKAN PENGUJIAN
T001 Mengosongkan Nama : - Sistem akan Sesuai valid
semua isi data Kata sandi menolak akses harapan
login, lalu :- login dan
langsung klik menampilkan
tombol masuk pesan “mohon isi
dulu nama admin
dan kata sandi”
T002 Hanya mengisi Nama : Sistem akan Sesuai valid
nama admin admin menolak akses harapan
dan Kata sandi login dan
mengosongkan : - menampilkan
kata sandi, lalu pesan “mohon isi
langsung data yang salah
mengklik satu masih
tombol kosong”
“masuk”.
T003 Hanya mengisi Nama : - Sistem akan Sesuai valid
data kata sandi Kata sandi menolak akses harapan
dan : 123 login dan
mengosongkan menampilkan
data admin , pesan “mohon isi
lalu langsung data yang salah
mengklik satu masih
“masuk” kosong”
T004 Masukan Nama : Sistem akan Sesuai Valid
username salah Suherman menolak akses harapan
dengan Kata login dan
password Sandi : menampilkan
benar 123 pesan “username
dan password
salah”
T005 Memasukan Nama Sistem akan Sesuai Valid
username : Admin menerima harapan
benar dengan Kata sandi inputan, dan
password yang : 123 halaman
benar berpindah ke
halaman
dashboard
aplikasi
Pengujian yang dilakukan pada aplikasi Inventori milik PT. Aino Indonesia dilakukan
pada 1 form, yaitu form LOG IN dan di uji sebanyak 5 kali pengujian.
Ahmad Fahrezi | [Link] | Page 4
LOGIC : Jurnal Ilmu Komputer dan Pendidikan
Volume 1, No. 1, Tahun 2022
ISSN 9999-9999 (media online)
Hal 1-5
4. KESIMPULAN
Hasil dari pengujian aplikasi Inventori pada PT. Aino Indonesia dapat terlihat sebuah
kesimpulan bahwa pengujian menggunakan metode black box sangatlah dibutuhkan, karena
setiap pembuatan perangkat lunak haruslan diuji terlebih dahulu sebelum digunakan oleh user.
Dari pengujian yang kami lakukan, didapatkan hasil bahwa seluruh system berjalan sesuai
dengan test case yang telah dibuat sehingga aplikasi ini dinyatakan dapat digunakan dengan
baik. Dengan demikian pengujian perangkat lunak sangatlah dibutuhkan demi memastikan dan
mengoptimalkan pembangunan sebuah perangkat lunak atau aplikasi sebelum diserahkan
kepada user untuk digunakan.
5. SARAN
Saran dari kami untuk peneliti selanjutnya, coba untuk mengembangkan kembali test
case yang ada agar dapat menyaring system lebih banyak lagi, kemudian lakukan lah testing
secara berulang dan dilakukan oleh beberapa orang agar dapat memastikan bahwa hasil yang
didapat akan sama walaupun user dan device yang digunakan berbeda. Hasil dari pengujian ini
diharapkan dapat memberikan gambaran yang cukup jelas bahwa pengujian dengan metode
black box sangatlah dibutuhkan.
REFERENSI
Cholifah, W. N., Yulianingsih, Y., & Sagita, S. M. (2018). Pengujian Black Box Testing pada Aplikasi Action &
Strategy Berbasis Android dengan Teknologi Phonegap. STRING (Satuan Tulisan Riset Dan Inovasi
Teknologi), 3(2), 206. [Link]
Christian, I. C., Supianto, A. A., & Rokhmawati, R. I. (2019). Pengembangan Aplikasi Media Pembelajaran
Berbasis Website Untuk Materi Laju Reaksi di Tingkat SMA ( Studi Pada SMA Brawijaya Smart School
Malang ). Jurnal Pengembangann Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer, 3(7), 7051–7059.
Debiyanti, D., Sutrisna, S., Budrio, B., Kamal, A. K., & Yulianti, Y. (2020). Pengujian Black Box pada Perangkat
Lunak Sistem Penilaian Mahasiswa Menggunakan Teknik Boundary Value Analysis. Jurnal Informatika
Universitas Pamulang, 5(2), 162. [Link]
Febiharsa, D., Sudana, I. M., & Hudallah, N. (2018). Uji Fungsionalitas (Blackbox Testing) Sistem Informasi
Lembaga Sertifikasi Profesi (SILSP) Batik dengan AppPerfect Web Test dan Uji Pengguna. Joined Journal
(Journal of Informatics Education), 1(2), 117. [Link]
Nurudin, M., Jayanti, W., Saputro, R. D., Saputra, M. P., & Yulianti, Y. (2019). Pengujian Black Box pada Aplikasi
Penjualan Berbasis Web Menggunakan Teknik Boundary Value Analysis. Jurnal Informatika Universitas
Pamulang, 4(4), 143. [Link]
Sulistyanto, H., & SN, A. (2014). Urgensi Pengujian pada Kemajemukan Perangkat Lunak dalam Multi Perspektif.
KomuniTi, 6(1), 65–74.
Wibisono, W., & Baskoro, F. (2002). Pengujian Perangkat Lunak Dengan Menggunakan Model Behaviour UML
Waskitho Wibisono , Fajar Baskoro. Juti, 1(1), 43–50.
Ahmad Fahrezi | [Link] | Page 5