LABORATORIUM HIDRAULIKA
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
PERCOBAAN 15
MENGUKUR DEBIT ALIRAN SUNGAI
A. TUJUAN
1. Untuk menghitung berapa debit air sungai dengan menggunakan Pelampung dan
Current Meter.
2. Untuk dapat mengetahui cara menggunakan alat Current Meter .
B. DASAR TEORI
Currentmeter atau dikenal juga dengan alat ukur arus, biasanya digunakan untuk
mengukur aliran pada air rendah. Alat ini merupakan alat pengukur kecepatan yang
paling banyak digunakan karena memberikan ketelitian yang cukup tinggi. Kecepatan
aliran yang diukur adalah kecepatan aliran titik dalam satu penampang aliran tertentu.
Prinsip yang digunakan adalah adanya kaitan antara kecepatan aliran dengan kecepatan
putar baling-baling currentmeter.
Menggunakan pelampung dengan bola kasti cara ini dilakukan dengan bantuan
stopwatch yang digunakan untuk menghitung berapa waktu yang diperlukan bola untuk
sampai pada jarak tertentu. Dari sini didapat kecepatan aliran sungai.
Dari kecepatan yang didapatkan dari alat ukur arus, maka akan didapatkan debit
pada suatu aliran tersebut. Pengukuran debit pada aliran air ini (saluran/sungai)
memerlukan 2 pengukuran yaitu luas penampang aliran dan kecepatan aliran.
Pengukuran luas penampang sungai dapat dilakukan dengan mudah apabila lokasi
stasiun telah ditetapkan, dan dilakukan pengukuran yang cermat tentang bentuk
penampang sungai di stasiun tersebut.
Dalam praktek terdapat dua cara pengukuran debit, yaitu pengukuran langsung
(direct measurement) dan pengukuran tidak langsung (indirect measurement). Cara
pertama misalnya dilakukan dengan ‘currentmeter’,sedangkan cara kedua dengan dasar
‘slope area, velocity area’, dan beberapa konstruksi khusus.
KELOMPOK 1
KELAS 3A D4 MANAJEMEN KONSTRUKSI
LABORATORIUM HIDRAULIKA
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
Q=VxA
Dengan :
Q = Debit (m3/dtk)
A = Luas Penampang Basah (m2)
V = Kecepatan Aliran (m/dtk)
Jarak ( m)
=
Waktu ( dtk )
C. ALAT DAN BAHAN
1. Alat
Meteran
Current Meter
1 Bola Kasti
Tali Rafia
Alat Tulis
2. Bahan
Sungai dengan Air yang mengalir
D. LANGKAH KERJA
Menggunakan Pelampung
1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.
2. Mengukur panjang sungai yang akan diukur kecepatannya.
3. Melepas bola kasti kemudian menghitung waktu yang di perlukan bola untuk sampai
pada batas yang telah di tentukan.
4. Ulangi kegiatan tersebut sebanyak 3 kali.
5. Lakukan perhitungan data percobaan
Menggunakan Current Meter
1. Siapkan alat current meter dan rangkai sebelum masuk kedalam sungai.
2. Melakukan pengukuran dengan current meter pada 3 daerah yang berbeda
3. Pada setiap daerah dilakukan dua kali mengukuran dengan jarak 0,2 H dan 0,8 H.
4. Baca hasil pengukuran pada alat current meter.
5. Lakukan perhitungan data percobaan.
KELOMPOK 1
KELAS 3A D4 MANAJEMEN KONSTRUKSI
LABORATORIUM HIDRAULIKA
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
E. ANALISA PERHITUNGAN
METODE PELAMPUNG
Waktu
Jenis Jarak V
No Section T rata-
Pelampung (m) T1 T2 T3 (m/det)
rata
1 Bola Kasti I 29,64 15,88 25,25 23,590 0,2755
2 Bola Pimpong 27,09 23,93 25,82 25,613 0,2538
II
3 Bola Kasti 6,5 22,86 30,80 18,14 23,933 0,2716
4 Bola Pimpong 29,43 31,16 23,55 28,047 0,2318
II
5 Bola Kasti 24,36 24,58 21,39 23,443 0,2773
Kecepatan (V)
Jarak ( m)
V =
Waktu ( dtk )
6,5 m
=
23,590
= 0,2755 m/dtk
Luas Penampang (A)
0,65 x 1,60 ( 0,65+1,25 ) x 1,6 ( 0,65+1,25 ) x 1,6 ( 0,73+1,25 ) x 1,6 0,73 x 1,6
A = + + + +
2 2 2 2 2
= 4,208 m2
KELOMPOK 1
KELAS 3A D4 MANAJEMEN KONSTRUKSI
LABORATORIUM HIDRAULIKA
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
Debit (Q)
Q1= V X A
= 0,2755 X 4,208
= 1,159 m3/det
No A (m2) V (m/det) Q (m3/det)
1 4,208 0,2755 1,159
2 4,208 0,2538 1,067
3 4,208 0,2716 1,143
4 4,208 0,2318 0,975
5 4,208 0,2773 1,166
∑ 4,208 0,262 1,102
Didapatkan :
Vrata-rata = 0,262 m/dtk
A = 4,208 m2
Qrata – rata = 1,102 m3/det
METODE CURRENT METER
Mean Section
V (m/det)
Kedalaman
Section Lebar (L) 1 Titik 2 Titik VRata-rata
(D)
0,6D 0,2D 0,8D
2 0,65 m 1,6 0,1 0,039
3 1,25 m 1,6 0,2 0,2 0,125
4 0,73 m 1,6 0,2 0,0876
KELOMPOK 1
KELAS 3A D4 MANAJEMEN KONSTRUKSI
LABORATORIUM HIDRAULIKA
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
Luas penampang basah irisan 1-2
1
A = ( ) (L)(D1)
2
1
A = ( ) (1,6)(0,65)
2
A = 0,52 m2
Luas penampang basah irisan 2-3
A = ¿ (L)
0.65+1,25
A=( ) (1,6)
2
1,9
A=( ) (1,6)
2
A = 0,66 m2
Luas penampang basah irisan 3-4
A = ¿ (L)
1,25+0,73
A=( ) (1,6)
2
1,98
A=( ) (1,6)
2
A = 0,77 m2
Luas penampang basah irisan 4-5
1
A = ( ) (L)(D1)
2
1
A = ( ) (1,6)(0,73)
2
A = 0,58 m2
Debit melalui sub irisan 1-2
V 1+V 2 1
Q=( ) ( ) (L)(D1)
2 2
0+0,039
Q=( ) 0,52 m2
2
Q = 0,0195 x 0,52 m2
KELOMPOK 1
KELAS 3A D4 MANAJEMEN KONSTRUKSI
LABORATORIUM HIDRAULIKA
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
Q = 0,0101 m3/det
Sub Irisan Q (m3/det)
1-2 0,0101
2-3 0,054
3-4 0,082
4-5 0,025
Total 0,171
Rata-rata 0,043
F. KESIMPULAN
Berdasarkan Hasil Pengujian Pengukuran Debit sungai metode pelampung dan
metode Current meter yang telah dilakukan di sungai/kanal Antang , Maka :
1. Pada Metode pelampung didapatkan hasil berupa kecepatan aliran sungai sebesar V=
0,262 m/det dan debit sungai sebesar Q = 1,102 m /det dengan luas penampang A =
3
4,208 m2
2. Pada metode current meter didapatkan hasil berupa debit Sungai sebesar Q = 0,171
m3/det
KELOMPOK 1
KELAS 3A D4 MANAJEMEN KONSTRUKSI
LABORATORIUM HIDRAULIKA
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
G. GAMBAR ALAT
Alat Current Meter
Bola Kasti
KELOMPOK 1
KELAS 3A D4 MANAJEMEN KONSTRUKSI
LABORATORIUM HIDRAULIKA
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
H. DOKUMENTASI
Gambar 15.1 Gambar 15.2 ,emgukur
Membentangkan tali lebar sungai
Gambar 15.3 Mengukur Gambar 15.4 Memberi tanda
kedalaman sungai pada alat current meter
Gambar 15.5 Melakukan pengukuran
dengan current meter
KELOMPOK 1
KELAS 3A D4 MANAJEMEN KONSTRUKSI